Anda di halaman 1dari 3

Eklampsia (diakses pada tanggal 11 november 2010) http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000899.

htm Eklampsia adalah kejang yang terjadi pada wanita hamil yang tidak berhubungan dengan keadaan otak yang telah ada sebelumnya (terjadi tanpa adanya gangguan otak sebelumnya). penyebab eklampsia sepenuhnya belum diketahui dengan baik. Para peneliti percaya bahwa beberapa diantaranya mungkin berperan dalam etiologi daro eklamsi: 1. Pembuluh darah 2. Otak dan sistem saraf (faktor neurologis) 3. Diet 4. Genetik Namun, teori tersebut belum terbukti seluruhnya. Eklampsia ialah sebuah komplikasi serius dari kehamilan yang mencakup diantaranya tekanan darah tinggi dan berat badan berlebihan dan cepat. Sulit untuk memprediksi wanita dengan preeklampsia akan mengalami kejang. Wanita berisiko tinggi untuk mengalami preeklampsia berat dengan: 1. Abnormalitas pada tes darah 2. Sakit kepala 3. tekanan darah yang sangattinggi 4. penglihatan kabur Eklampsia terjadi pada sekitar 1 dari setiap 2.000 sampai 3.000 kehamilan. Faktor resiko seorang wanita untuk mengalami preeklamsia yaitu: 1. Menjadi 35 atau lebih 2. ras Afrika-Amerika 3. kehamilan Pertama 4. riwayat diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit ginjal 5. gemelli (kehamilan kembar, kembar tiga, dll) 6. Kehamilan saat usia remaja Tanda dan gejalanya berupa 1. sakit dan nyeri pada otot 2. Kejang 3. agitasi 4. tidaksadarkan diri Gejala preeklamsia termasuk: 1. peningkatana berat badan lebih dari 2 pon per minggu

2. Sakit kepala 3. Mual dan muntah 4. Sakit perut 5. Pembengkakan tangan dan wajah 6. gangguan pada penglihatan dignosis Tes darah dan urin dapat dilakukan untuk mengetahui: a. Faktor pembekuan darah b. Kreatinin c. Hematokrit d. Asam urat e. Tes fungsi hati f. Jumlah trombosit g. Protein dalam urin Terapi Jika seseorang memiliki preeklamsia dokter harus hati-hati memantau Anda untuk mengatasi tanda-tanda memburuknya kondisi tubuh dan potensial untuk terjadinya eklampsia. Merujuk enderita kepelayanan kesehatan yang lebihmemadai adalah pilihan perawatan untuk preeklamsia berat dalam upaya untuk mencegah eklampsia. Dengan pemantauan hati-hati, tujuannya adalah untuk menangani kasus yang parah sampai 32-34 minggu dalam kehamilan, dan kasus-kasus ringan sampai 36 - 37 minggu telah berlalu. Hal ini membantu mengurangi komplikasi dari persalinan prematur. untuk penanganan eklamsia maka dapat diberikan 1. antikonvulsan jika kejang telah terjadi. 2. pemberian MgSO4 (sulfas magnesikus) 3. penurun tekanan darah (captopril, dsb) Prognosis Kasus kematian akibat eklamsia pada Wanita dengan preeklamsia di Amerika Serikat. Komplikasi 1. Kemungkinan risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya abruptio plasenta akibat preeklamsia atau eklamsia. 2. komplikasi pada janin yaitu potensial untuk terjadinya persalinan prematur. 3. Kelainan pembekuan darah yang disebut DIC (disseminated intravascular coagulation). Pencegahan Sangat penting bagi semua wanita hamil untuk mendapatkan perawatan medis awal dan berkelanjutan. Hal ini memungkinkan untuk mendiagnosis dini dan dilakukannya pengobatan kondisi seperti preeklampsia. Mengobati preeklamsia dapat mencegah eklampsia.