Anda di halaman 1dari 10

SMKN 1 Cimahi Fahmi Fathurrahman P. XII TKJ B I.

Dynamic Routing
(CCNA Chapter 5)

Diagnosa WAN Instruktur Rudi Haryadi ST. Dodi Permana SPd. 29 Januari 2013

II.

Tujuan Agar siswa mampu melakukan konfigurasi dynamic routing dengan RIP pada modul CCNA Chapter 5 Pendahuluan Pada dynamic routing kita dapat mengkonfigurasi seminimal mungkin. Jadi sangat dimungkinkan metode dymanic routing untuk mengembangkan bagaimana router berkomunikasi dengan protocol yang digunakan. Dynamic IP routing adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi masukan masukan ke routing table secara manual. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi Routing table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar. Remote network dapat dikategorikan di tabel routing dengan menggunakan protokol dynamic routing. Dynamic routing protocol contohnya sebagai berikut: ada beberapa routing dinamic untuk IP. dibawah ini adalah dinamik routing yang sering digunakan: 1. Routing Information Protocol (RIP) Kelebihan RIP menggunakan metode Triggered Update. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update) Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan Kekurangan Jumlah host Terbatas. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route. RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM). Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada 2. Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) Kelebihan: support = 255 hop count Kekurangan: Jumlah Host terbatas

3.Open Shortest Path First (OSPF) Kelebihan. Tidak menghasilkan routing loop mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area. Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat Kekurangan. Membutuhkan basis data yang besar. Lebih rumit 4. Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP) Kelebihan. melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop. Memerlukan lebih sedikit memori dan proses. Memerlukan fitur loop avoidance Kekurangan. Hanya untuk Router Cisco 5. Exiterior Gateway Protocol (EGP) Kelebihan. Sangat sederhana dalam instalasi Kekurangan. Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi III. Topologi 1. Topologi 1

Gambar 1

2. Topologi 2

Gambar 2

3. Topologi 3

Gambar 3

IV.

Alat dan Bahan 1. Buah PC yang terinstall Packet Tracer 2. MS. Office Visio 2007 Langkah Kerja 1. Topologi 1 1. Buat skema topologi di packet tracer

V.

Gambar 4

2. Konfigurasi IP address

Gambar 5

3. Konfigurasi router RIP a. Router 1

Gambar 6

b. Router 2

Gambar 7

c. Router 3

Gambar 8

2. Topologi 2 1. Buat skema topologi di packet tracer

Gambar 9

2. Konfigurasi IP Address

Gambar 10

3. Hilangkan konfigurasi RIP a. Router 1

Gambar 11

b. Router 2

Gambar 12

c. Router 3

Gambar 13

4. Konfigurasi RIP a. Router 1

Gambar 14

b. Router 2

Gambar 15

c. Router 3

Gambar 16

3. Topologi 3 1. Buat skema topologi di packet tracer

Gambar 17

2. Konfigurasi IP address

Gambar 18

3. Konfigurasi no network 192.168.4.0 pada router 3

Gambar 19

4. Konfigurasi no router RIP pada router 3


Gambar 20

5. Konfigurasi IP route router 3


Gambar 21

6. Konfigurasi IP route dan RIP pada router 2

Gambar 22

7. Konfigurasi default information di router 2

Gambar 23

VI.

Hasil Kerja 1. Topologi 1 1. IP Route di router 1

Gambar 24

2. IP route di router 2

Gambar 25

3. IP route di router 3

Gambar 26

4. Lihat IP protocol di router 1

Gambar 27

5. Debug ip rip di router 1

Gambar 28

2. Topologi 2 1. IP route di router 1

Gambar 29

VII.

Kesimpulan Setelah melakukan praktik, siswa dapat melakukan konfigurasi dynamic routing dengan RIP pada modul CCNA Chapter 5