Anda di halaman 1dari 2

Dasar diagnosis a.

Dasar diagnosis klinis Anamnesis: defisit neurologis yang terjadi mendadak seperti penurunan kesadaran, tangan dan kaki pasien melemah sulit digerakkan. Muntah. Pasien mengeluhkan sering pusing sebelumnya. Riwayat hipertensi (+). Dari pemeriksaan fisik ditemukan parese N. VII dextra sentral, sistem motorik didapatkan hemiparese dextra. Stroke timbul mendadak dan gejala klinis tersebut berlangsung dalam 24 jam atau lebih tanpa adanya penyebab lain selain vaskuler.

b. Dasar diagnosis topik Sistem karotis sinistra, karena pada pasien didapatkan gejala yang timbul merupakan gejala gangguan sistem karotis sinistra berupa hemiparase N. VII dextra.

c. Dasar diagnosis etiologik Diagnosa stroke hemoragik dipikirkan karena: Penurunan kesadaran (+), muntah, riwayat nyeri kepala (+) Onset yang terjadi mendadak Hipertensi (180/110 mmHg) Diagnosis ini diperkuat oleh hasil pemeriksaan head CT-scan dengan adanya gambaran hiperdensitas.

d. Dasar diagnosis banding Stroke non hemoragik karena terjadi secara mendadak, kelemahan anggota gerak.

Dasar Diagnosis Akhir Diagnosis akhir pasien ini adalah stroke hemoragik ec Perdarahan intraventrikel. Ditegakkan setelah dilakukan pemeriksaan penunjang Head CT scan, yang mana merupakan gold standar untuk menentukan penyebab stroke yang terjadi. Hasil head CT scan menunjukkan adanya perdarahan intraventrikel sinistra.

Dasar usulan pemeriksaan penunjang Pemeriksaan darah rutin: untuk mengetahui keadaan umum pasien danfaktor resiko stroke berupa hematokrit meningkat, fibrinogen tinggi.

Pemeriksaan kimia darah: untuk mengetahui faktor resiko stroke berupa DM, hiperkolesterolemia dan berguna juga untuk penatalaksanaannya. Rontgen toraks: mengetahui adanya kelainan jantung berupa pembesaran jantung. Head CT scan: menegakkan diagnosis kelainan patologi stroke (hemoragik atau infark), lokasi dan luas lesi. EKG: mengetahui kelainan jantung.