Anda di halaman 1dari 6

Data Perancangan Proses

Feedstock Bahan baku utama yang digunakan pada pabrik ini adalah CPO (crude palm oil) dan hidrogen sebagai bahan baku penunjang. Spesifikasi dari bahan baku yang dibutuhkan dapat dilihat pada Lampiran 1.

Produk Produk utama yang dihasilkan dari pabrik ini adalah bio jet fuel. Selain itu, pabrik ini juga menghasilkan propana sebagai produk samping. Spesifikasi dari produk yang dihasilkan dapat dilihat pada Lampiran 2.

Spesifikasi Utilitas 1. Air Kebutuhan air meliputi air pendingin, air pemadam kebakaran, dan air domestik. Air pendingin digunakan sebagai fluida pendingin pada heat exchanger. Air pemadam kebakaran adalah air mentah yang tidak diolah sama sekali dan langsung dialirkan menuju tangki penyimpanan air pemadam kebakaran pada saat start up. Air domestik digunakan untuk keperluan non-proses, seperti MCK dan kebutuhannya dihitung berdasarkan jumlah pekerja yang ada di area kantor dan pabrik.

Sumber Air Air yang digunakan pada pabrik ini berasal dari dua sumber utama, yaitu air sungai dan air laut. Hal ini disebabkan oleh lokasi pabrik di Dumai yang dekat dengan laut dan sungai.

Sistem Penyediaan Air Air yang berasal dari sungai dan laut akan mengalami beberapa tahap pengolahan. Pengolahan awal terdiri dari screening, pengendapan, klarifikasi, dan penyaringan. Selanjutnya, air akan mengalami proses desalinasi dan demineralisasi.

2. Steam Steam digunakan sebagai media pemanas dan diproduksi dari penguapan air di heat exchanger. Steam yang digunakan pada pabrik ini adalah superheated steam.

3. Listrik Kebutuhan listrik dibagi menjadi dua yaitu kebutuhan listrik untuk proses produksi dan non-produksi. Kebutuhan listrik untuk proses produksi digunakan untuk menjalankan alatalat pabrik, seperti kompresor dan pompa. Kebutuhan listrik untuk proses non-produksi digunakan untuk kontrol, instrumentasi, kantor, penerangan jalan dalam pabrik, dan lainlain. Sumber listrik berasal dari PLN di daerah Riau dan tiga buah generator diesel sebagai sumber listrik cadangan.

4. Bahan Bakar Bahan bakar yang digunakan pada pabrik ini adalah minyak diesel sebagai bahan bakar dari generator listrik yang digunakan sebagai sumber listrik cadangan.

5. Hot Oil Hot oil digunakan untuk memanaskan reboiler pada kolom distilasi. Hot oil memiliki specific heat lebih tinggi daripada fluida lain serta lebih aman, tidak beracun, ekonomis, dan mudah dalam perawatan. Hot oil diperoleh dari pemasok fluida penukar panas untuk industri.

Informasi Lingkungan

Manajemen Limbah Tiga jenis limbah yang dihasilkan dari pabrik ini meliputi limbah cair, limbah gas, dan limbah padat. 1. Limbah cair Limbah cair yang dihasilkan dari pabrik merupakan air limbah yang mengandung pengotor. Limbah cair diolah pada unit waste water treatment dan harus memenuhi baku mutu air limbah seperti yang terdapat pada Lampiran 3. Pengolahan air limbah pada unit waste water treatment meliputi penyaringan, pengolahan dengan lumpur aktif, pengendapan dengan settler, dan pembuangan. 2. Limbah gas Limbah gas yang dihasilkan adalah produk atas berupa gas dari kolom distilasi. Gas ini akan langsung dialirkan ke lingkungan dengan menggunakan flare stack, di mana terjadi penurunan konsentrasi dari senyawa yang ada pada limbah gas tersebut.

3. Limbah padat Limbah padat yang dihasilkan berupa katalis, packing, dan limbah dari fasilitas perkantoran. Limbah katalis dan packing dikirim ke PT. Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).

Lampiran 1. Spesikasi Bahan Baku


Tabel 1. Spesifikasi Crude Palm Oil Komponen Asam Oleat (% berat) 45,2

Asam Palmitat 40,8 Asam Linoleat 7,9 Asam Stearat Asam Miristat 3,6 2,5

Sumber: Rogelio Sotelo-Boyas, dkk., 2012

Tabel 2. Spesifikasi Hidrogen Parameter Titik didih (1 atm) Titik beku (1 atm) Kemurnian Tekanan Temperatur Nilai -252,8oC -259,2oC 97 % 16 bar 370 oC

Sumber: Hydrogen Plant Pertamina UP II Dumai

Lampiran 2. Spesifikasi Produk


Tabel 3. Spesifikasi Bio Jet Fuel Parameter Angka asam Titik didih Titik beku Densitas Viskositas Heat of combustion 0.1 38 oC -40 oCsd. -47 oC 775-840 kg/m3 8.0 cSt 42.8 MJ/kg Nilai

Sumber: Rogelio Sotelo-Boyas, dkk., 2012

Tabel 4. Spesifikasi Propana Parameter Flash point Auto ignition temperature Lower explosive limit (%V) Upper explosive limit (%V) Freezing point Boiling point Viskositas (20oC) Water solubility (25oC) Tekanan uap (21,1oC) Nilai -104 oC 410 oC 2 10 -185 oC -18oC 0,008 mPa.s 62,4 g/L < 150 psig

Sumber: GS Caltex MSDS

Lampiran 3. Baku Mutu Air Limbah


Tabel 5. Baku Mutu Air Limbah di Kawasan Industri Parameter BOD COD TSS pH Kadar Maksimum (mg/L) 50 100 200 6,0 - 9,0 Beban Pencemaran Maksimum [kg/(hari.ha)] 4,3 8,6 17,2 6,0 - 9,0 Sumber: Kepmen LH No. 3 tahun 1998