Anda di halaman 1dari 5

Analisis Organisasi File Multi Ring

Baharudin Afif (13511021) Habibie Faried (13511069) Iskandar Setiadi (13511073) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia 13511021@std.stei.itb.ac.id | 13511069@std.stei.itb.ac.id | 13511073@std.stei.itb.ac.id

AbstrakBasis data merupakan cabang ilmu informatika yang membahas pengorganisasian data. Salah satu model organisasi file yang digunakan dalam perancangan basis data adalah organisasi file multi ring. Makalah ini membahas teknik-teknik yang digunakan dalam pengorganisasian record seperti position-to, read, read-next, write, update, delete, serta reorganisasi arsip. Selain itu, kami mengambil suatu deskripsi permasalahan dunia nyata dengan bentuk pemodelan multi ring. Selain itu, makalah ini akan membandingkan metode multi ring dengan metode organisasi file yang lain. Index TermsMulti Ring, Organisasi File, Basis Data.

multiring berikut ini :

I. PENDAHULUAN
Setiap metode pemodelan organisasi file memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Setiap permasalahan yang ada di dunia nyata memiliki permasalahan yang berbeda-beda, sehingga tidak setiap model dapat digunakan untuk merancang suatu organisasi file yang baik. Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam perancangan organisasi file adalah keamanan akan informasi yang disimpan, fleksibilitas, dan kemudahan dalam pengaplikasian suatu model yang telah dirancang. Pemodelan organisasi file yang sering digunakan antara lain sequential file, relative file, direct file, indexed sequential file, indexed file, serta multi ring file. Pada makalah ini, kami akan memaparkan suatu analisis pemodelan multi ring dalam pengorganisasian file.

Gambar 2-1 Contoh Organisasi Multi Ring

Terlihat bahwa disitu ada beberapa record yang terhubung. Kita lihat Atlanta, Stockholm, Hawaii, dll (yang satu lingkaran) tersebut memiliki atribut yang sama, yaitu merupakan sebuah nama kota. Sekarang kita lihat nama Yamasati, Smith, Plach, Leila tersebut memiliki attribut yang sama (tempat tinggal yang sama), yaitu berada di kota Hawaii. Contoh diatas merupakan salah satu bentuk aplikasi struktur multi ring. Penjelasan lebih lanjutnya ialah subset-subset dari record diatas dihubungkan secara berantai dengan menggunakan pointer (penunjuk memori). Rantai melambangkan order/urutan semua anggota subset. Satu record bisa jadi anggota dari beberapa subset. Setiap subset memiliki header record. Header record berisi nilai attribut yang sama bagi semua record anggotanya (subset). Jenis rantai ini adalah jenis ring (cincin). Dalam jenis ini, alamat pointer record terakhir ditujukan ke header recordnya. Struktur file berupa list atau multi-list yang

II. ORGANISASI FILE MULTI RING


Organisasi file multi ring adalah suatu metode pengorganisasian file yang berbeda dengan lainnya dikarenakan metode ini dapat digunakan untuk mencari suatu record individual dengan sangat cepat. Berorientasi pada subset dari record individual yang dicari. Subset adalah kumpulan record yang memiliki satu nilai atribut yang sama. Untuk penjelasan lebih lengkapnya bisa dilihat contoh skema organisasi file
Makalah IF2094 Basis Data Sem. II Tahun 2012/2013

dapat diimplementasikan untuk yang ring atau berjenis biasa (linier).

III. OPERASI-OPERASI RECORD MULTI RING


A. Position-to Position-to adalah suatu operasi mengeset pointer ke suatu record atau ring yang akan dicari dengan cara penelusuran ring-ring yang berkaitan dengan apa yang dicari. B. Read Operasi read ini akan membaca suatu record yang diinginkan pada suatu posisi tertentu tanpa mengubah isinya. C. Read-Next Operasi read-next ini akan mengidentifikasi record setelahnya sesuai dengan link dari position-to dan melakukan operasi read apabila ditemukan. Operasi ini hanya dapat dilakukan apabila sedang menjalankan operasi read pada suatu record tertentu D. Write Operasi write akan membuat suatu record baru berdasarkan atribut yang diinginkan dan mengisi record dengan data yang diinginkan apabila memori yang tersisa masih cukup untuk melakukan operasi ini. Prosedurnya ialah gunakan operasi. Isi data pada record yang baru dibuat, disimpan lalu keluar.

E. Update Operasi ini akan membuka dan membaca record yang diinginkan (sama seperti operasi read). Namun pada operasi ini, user tidak hanya bisa membaca, tetapi dapat pula mengubah isi record tersebut (update) dengan data terbaru. Dalam operasi ini, hanya data saja yang berubah, sedangkan alamat memorinya tetap dan tidak ada penambahan alokasi memori baru. F. Delete Operasi ini akan membuang/menghapus suatu record yang dipilih dan mengembalikan memori record tersebut. Operasi ini juga menghapus pointer dari record dan ring lainnya. Dua record diantara record yang dihapus akan menunjuk satu sama lain. G. Reorganisasi Arsip Operasi ini akan menyusun ulang urutan atau blok record sesuai dengan keinginan user terhadap suatu atribut ring yang dipilih.

IV. PEMODELAN ORGANISASI MULTI RING DALAM SISTEM PERMASALAHAN SEDERHANA


Setelah mendefinisikan pengorganisasian file dengan metode multi ring diatas, pada bagian ini kita akan mengimplementasikannya dalam sistem permasalahan sederhana. Salah satu permasalahan yang akan dianalisis adalah manajerial file ATC Bandara. ATC Bandara, yang dikenal dengan nama Air Traffic Controller, memiliki tugas untuk mengawasi keluar masuknya pesawat terbang pada suatu daerah tertentu. ATC Bandara harus mengawasi jalur udara sedemikian rupa sehingga tidak ada pesawat terbang yang berada di jalur yang sama pada waktu bersamaan. Suatu ATC Bandara tentunya memerlukan pengelolaan basis data yang baik. Data-data yang disimpan oleh ATC Bandara mencakup terminal, maskapai penerbangan, asal dan kota tujuan, waktu penerbangan, hangar tempat berhentinya suatu pesawat, maupun penjadwalan pemakaian landasan untuk takeoff maupun landing. Pada bagian ini, permasalahan ini disederhanakan menjadi tiga bagian, yaitu terminal bandara, maskapai penerbangan, serta asal kota yang dimiliki maskapai penerbangan tersebut. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kita dalam memahami cara kerja metode multi ring dalam pengorganisasian file. Ketiga bagian yang telah disebutkan diatas merupakan field / kategori utama dari penyimpanan data yang akan kita lakukan. Tentunya, masing-masing bagian memiliki beberapa record. Sebagai contoh, ATC Bandara memiliki beberapa record terminal bandara yang dimiliki oleh bandara tersebut. Setiap terminal menangani beberapa maskapai penerbangan, seperti

Makalah IF2094 Basis Data Sem. II Tahun 2012/2013

terminal satu untuk penerbangan domestik maupun terminal dua untuk penerbangan internasional. Satu maskapai penerbangan tentunya dapat memiliki rute penerbangan yang berbeda-beda. Oleh karena struktur data yang hirarkis dan saling berkorelasi tersebut, penyimpanan data pada ATC Bandara dapat dimodelkan dengan multi ring (cincin).

Multi ring didesain dengan kedalaman masing-masing ring yang berbeda. Setiap ring merepresentasikan sebuah field, yang pada kasus ini adalah tiga bagian yang diuraikan diatas. Gambar dibawah ini merupakan implementasi dari organisasi file sistem ATC Bandara:

Gambar 4-1 Desain Sistem Organisasi File Multi Ring

Seperti yang dapat dilihat pada Gambar 4-1, ring level 3 merepresentasikan terminal yang dimiliki suatu bandara, ring level 2 merepresentasikan maskapai penerbangan yang ditangani suatu terminal, dan level 1 / terendah mewakili kota-kota asal dari penerbangan yang menuju ke bandara tersebut. Semua record pada ring diatas telah disortir untuk memudahkan proses pencarian data (read). Setiap maskapai penerbangan diatas memiliki ring level terendah, namun untuk memudahkan pembacaan diagram, beberapa ring level Pada diagram multi ring diatas, perhatikan bahwa
Makalah IF2094 Basis Data Sem. II Tahun 2012/2013

field terminal 1C memiliki 3 record maskapai penerbangan, yaitu Kal Star Aviation, Kartika Air, dan Riau Air, dengan masing-masing record sudah disortir berdasarkan abjad. Kal Star Aviation sebagai sebuah field, memiliki beberapa record yaitu kota asal penerbangan yaitu Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Pada contoh pemodelan diatas, proses write dilakukan dengan membandingkan record yang akan dimasukkan dengan field / ring terluar. Karena pemodelan multi ring diatas telah disortir terurut abjad, maka kita cukup mengecek apakah field yang ingin kita masukkan sudah

terdapat di database. Sebagai contoh, kita ingin menambahkan sebuah record: Terminal Maskapai Asal Kota : Terminal 1C : Kal Star Aviation : Batam

Dalam memproses record diatas, sistem multi ring akan melakukan pencarian dengan urutan Terminal 1A Terminal 1B Terminal 1C Kal Star Aviation (masuk ke ring selanjutnya) Bandung create record baru. Dari segi kompleksitas, pemodelan multi ring ini tergolong cepat O( log(n) ) dan lebih fleksibel, khususnya untuk struktur data hirarkis / saling berkorelasi seperti contoh kasus ATC Bandara diatas.

pengurutan yang berdasar suatu attibut kunci serta untuk menunjuk elemen setelahnya, kedua pemodelan ini menggunakan sama-sama menggunakan pointer. Hanya perbedaanya pada multi ring, setiap record memiliki pointer yang lebih banyak (multi level) dibandingkan record pada pemodelan sekuensial file. Selain itu, pada multi ring sekumpulan record yang memiliki satu attribut yang sama(subset) adalah bagian yang dikenai pengurutan, namun pada pemodelan basis data sekuensial file yang dikenai pengurutan adalah semua record (atau basis datanya). Hal ini tentunya membuat basis data yang ada menjadi sangat kaku, karena satu basis data hanya bisa dikelompokkan dalam satu pengurutan. Sebagai contoh pada pemodelan ATC Bandara diatas, jika ATC hanya disusun berdasar satu attribut kunci (misal : kota keberangkatan), maka jika dilakukan pencarian yang sebenarnya bukan attribut kunci (misal maskapai) akan dibutuhkan waktu yang lama. Dibandingkan dengan pemodelan sekuensial file, lama pencarian pada pemodelan multi ring jauh lebih cepat. Karena jika ATC diatas dimodelkan dengan pemodelan multi ring, maka tiap-tiap subset yang ada dapat diurutkan sesuai field yang kita inginkan . Dan ketika suatu proses pencarian pada suatu subset telah selesai, maka pencarian akan dilanjutkan pada subset yang record kepalanya (record yang memiliki informasi yang berhubungan dengan record lainnya pada subset itu) telah terurut dengan record kepala lainnya. Oleh karena itulah pencarian pada multi ring ini lebih tersusun rapi dan jelas pasti akan lebih cepat dari pada proses pencarian data pada pemodelan sekuensial file. Dalam proses query searching yang dilakukan multi ring, banyaknya pencarian yang dilakukan dapat dirumuskan dengan:

Gambar 4-2 Struktur Record dalam Multi Ring

Gambar 4-2 diatas merupakan salah satu bentuk penyimpanan yang terjadi dalam disk. Setiap posisi memiliki pointer ke record selanjutnya dalam level yang sama (maskapai selanjutnya), serta pointer ke record selanjutnya dalam level yang lebih spesifik (asal kota pertama dari field yang memenuhi kriteria pencarian). Dalam pemodelan organisasi file menggunakan multi ring, delete record dapat dilakukan dengan mudah. Perhatikan gambar 4-2 diatas, kita cukup menggeser pointer ke record selanjutnya dari record yang ingin kita hapus. Dengan demikian, running time keseluruhan dari multi ring tergolong baik dan memiliki performansi tinggi.

y=xn
Keterangan: x = level kedalaman dari ring y = panjangnya suatu rantai n = banyaknya record suatu ring Sekuensial file, dalam kasus terburuk query searching-nya (record yang dicari berada pada elemen terakhir / tidak ada dalam basis data) memiliki banyaknya pencarian sebesar y = n , yaitu menelusuri semua record dalam basis data tersebut.

V. KOMPARASI MULTI RING FILE DENGAN SEKUENSIAL FILE


Selain pemodelan multi ring, terdapat pemodelan basis data sekuensial file yang menggunakan satu atribut kunci sebagai dasar pengurutannya (pemodelan filenya). Dalam memproses setiap record yang akan masuk, DBMS akan mencari record yang memiliki nilai dari attribut kuncinya yang lebih besar, kemudian record baru akan diselipkan disebelumnya. Sekuensial file dan multi ring memiliki kesamaan, yaitu setiap kumpulan record dikenai sebuah

Makalah IF2094 Basis Data Sem. II Tahun 2012/2013

VI. KESIMPULAN
Pengorganisasian file merupakan suatu hal yang sangat penting dalam penyusunan suatu basis data. Banyak bentuk-bentuk pemodelan yang ada, salah satunya adalah multi ring yang sangat efisien dibanding yang lainnya. Karena pada pengorganisasian multi ring ini memakai sistem subset yang menyatakan sebuah group record, dimana masing-masing anggotanya memiliki nilai untuk satu buah attribut yang dipilih.

REFERENCES
[1] [2] [3] [4] [5] [6]

Gio Wiederhold, 2001. Database Design, Second Edition. USA : McGraw-Hill Silberschatz, Korth, Sudarshan, 2001. Database System Concepts, Fourth Edition. USA : McGraw-Hill http://www.dafferianto.web.ugm.ac.id/mystudy/sistemberk as/Multiring%20File.doc http://infolab.stanford.edu/pub/gio/dbd/acm/toc.html http://hasrulhacker.blogspot.com/ http://yhuemoon.blogspot.com/2012/03/multiring-file.html

Makalah IF2094 Basis Data Sem. II Tahun 2012/2013