Anda di halaman 1dari 10

Science is An Art!

Pompa di Dunia Industri

Mempelajari pompa tanpa mengetahui alasannya adalah ibarat Anda berjalan kaki menyusuri hutan tanpa mengetahui ada apa di balik hutan tersebut. Bersusah payah menyusuri jalan namun Anda bingung untuk apa Anda melakukannya. Sangat dimungkinkan bagi Anda akan menyerah di tengah jalan. Atau kalaupun Anda melanjutkan perjalanan, Anda tidak akan dapat menikmati perjalanan tersebut. Berbeda halnya jika Anda mengetahui apa yang akan Anda dapatkan nanti di garis finish. Saya yakin Anda akan lebih bersemangat dan menikmati apa yang Anda kerjakan jika Anda mengetahui gambaran indah tujuan Anda. Bacaan kecil ini akan memberi Anda gambaran nyata aplikasi-aplikasi pompa di dunia industri. Dari beberapa tulisan saya mengenai pompa, bagian ini sengaja saya jadikan bagian pertama, karena jelas bahwa mengetahui tujuan untuk mempelajari pompa adalah hal yang lebih penting dari pembelajaran itu sendiri. Tujuannya simpel: agar Anda tidak tersesat. Pompa adalah sebuah alat mekanis yang berfungsi untuk memindahkan fluida berupa cair, gas, ataupun lumpur, dari satu tempat ke tempat yang lain. Pompa sudah sangat begitu luas digunakan di segala aspek kehidupan. Penggunaan yang paling sering kita jumpai adalah seperti pada sistem irigasi, sistem supply air, sistem supply bahan bakar minyak, sistem pengkondisian udara (Air Conditioner), sistem pengendalian banjir, dan lain sebagainya. Karena penggunaannya yang begitu luas, pompa menjadi sebuah alat yang memiliki banyak variasi. Mulai dari ukuran kecil hingga besar, dari kapasitas debit kecil hingga besar, serta dari tekanan kerja yang rendah hingga tinggi. Beberapa pompa yang akan kita bahas selanjutnya menjadi sedikit contoh dari jutaan aplikasi pompa di dunia industri. Kemungkinan sebagian besar dari Anda belum pernah mengetahuinya sebelumnya, karena pompa-pompa berikut adalah pompa dengan desain khusus yang dipergunakan di kondisi sistem yang khusus pula. Berikut adalah pompa-pompa tersebut:

OnnyApriyahanda.com

Science is An Art!

Electric Submersible Pump (ESP) : Pompa Pengeboran Minyak Bumi

Electric Submersible Pump (ESP) adalah sejenis pompa sentrifugal berpenggerak motor listrik yang didesain untuk mampu ditenggelamkan di dalam sumber fluida kerja. Tujuannya adalah untuk dapat menghindari terjadinya kavitasi pada pompa. Pompa dengan desain khusus ini digunakan pada kondisi-kondisi yang khusus pula. Seperti untuk mengangkat air dari sumber / mata air yang berada di dalam tanah, mengangkat fluida berwujud sludge (lumpur), dan juga mengangkat minyak mentah pada proses pengeboran minyak bumi.

Ilustrasi Electric Submersible Pump Pada Proses Pengeboran Minyak Bumi


(Sumber: Wikipedia.org)

ESP digunakan pada proses pengangkatan minyak bumi dari perut bumi, dan termasuk teknologi yang paling canggih dan efisien hingga saat ini. Namun disisi lain teknologi ini juga tidaklah murah. Karena selain desain konstruksi pompa dan motor listrik yang khusus, diperlukan juga teknologi kabel listrik yang harus tahan korosi, serta tahan terhadap tekanan dan temperatur tinggi.

OnnyApriyahanda.com

Science is An Art!

Bagian-bagian Sistem Electric Submersible Pump Pada Oil Well


(Sumber)

Pompa ini berjenis sentrifugal multistage dengan jumlah stage yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Setiap stage terdiri atas impeller dan difuser yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan fluida serta mengalirkannya langsung ke stage selanjutnya. Diameter pompa umumnya berukuran 90-254mm, dengan ukuran panjangnya yang bervariasi di 1m hingga 8,7m. Motor listrik yang digunakan adalah berfasa tiga dengan kebutuhan daya antara 7,5kW hingga 560kW pada frekuensi 60Hz.

OnnyApriyahanda.com

Science is An Art!

Bentuk Electric Submersible Pump


(Sumber)

Electric Submersible Pump ini membutuhkan daya sebesar 3-5kV dari listrik AC untuk dapat mengoperasikan motor listrik yang khusus. Motor tersebut harus bertahan pada tekanan lingkungan kerja 34MPa serta suhu 149oC. Pompa ini memompa minyak bumi dari kedalaman 3,7km dengan kemampuan produksi hingga 2500m3 per hari. Energi yang dibutuhkan pompa ini adalah sebesar 1000 tenaga kuda atau sekitar 750kW. Efisiensi pompa ini akan turun drastis apabila fluida kerja yang dipompa (minyak bumi) bercampur dengan gas alam, karena akan menimbulkan kavitasi. Untuk mengatasi hal ini diperlukan instalasi separator gas pada sistem pompa.

OnnyApriyahanda.com

Science is An Art!

Boiler Feed Water Pump : Pompa Siklus Rankine

Boiler Feed Water Pump (BFWP) merupakan salah satu aplikasi penggunaan pompa sentrifugal berukuran besar pada industri pembangkit listrik tenaga uap. Pompa ini berfungsi untuk mengontrol dan mensupply air pada jumlah tertentu yang berasal dari tanki air (Feed Water Tank) menuju boiler dengan spesifikasi tekanan tertentu. Air tersebut sebelum masuk ke boiler biasanya mengalami pemanasan awal (pre-heating). Sehingga air yang dipompa oleh BFWP juga memiliki temperatur tertentu yang cukup panas.

Boiler Feed Water Pump

Satu unit BFWP pada PLTU terdiri atas dua pompa dan satu penggerak. Penggerak yang digunakan bisa berupa motor listrik atau juga turbin uap berukuran kecil. Turbin kecil tersebut mendapatkan supply uap air yang mengambil dari turbin uap utama pada stage tertentu (biasa disebut Extraction Steam).

OnnyApriyahanda.com

Science is An Art!

Dua pompa dari BFWP adalah satu booster pump dan satu main pump / pompa utama. Keduanya menggunakan penggerak tunggal (turbin uap atau motor), yang sumbunya dicouple dengan atau tanpa sistem transmisi tergantung desainnya. Air yang ditransfer BFWP menuju ke boiler berasal dari Feed Water Tank (FWT) yang terletak pada ketinggian tertentu. Ketinggian dari FWT ini menjadi Positive Suction Head untuk BFWP. Air masuk dari FWT menuju inlet booster pump, dan keluar dengan kenaikan tekanan tertentu yang lebih tinggi, tekanan tersebut menjadi Positive Suction Head untuk main pump. Selanjutnya air masuk ke main pump dan mengalami kenaikan tekanan yang lebih besar untuk selanjutnya disupply menuju boiler. Booster pump memiliki spesifikasi pompa sentrifugal, single flow dan hanya satu stage pompa. Menggunakan mechanical seal serta thrust dan journal bearing untuk menahan gaya-gaya yang terjadi. Sedangkan main pump berspesifikasi pompa sentrifugal, multi-stage, dan single flow. Juga menggunakan mechanical seal serta thrust dan journal bearing. Dan untuk menahan gaya aksial yang besar, digunakan balance drum yang mengambil sebagian kecil air dari sisi outlet pompa untuk dimasukkan ke bagian inlet untuk melawan gaya aksial yang timbul. Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya di atas bahwa BFWP mensupply air menuju boiler dalam jumlah tertentu, yang pada prakteknya jumlah air yang dibutuhkan oleh boiler ini berubah-ubah. Perubahannya berdasarkan jumlah uap air produk boiler yang dibutuhkan untuk proses selanjutnya. Semisal pada PLTU, pada saat beban listrik tinggi maka kebutuhan uap air yang masuk ke dalam turbin uap juga tinggi otomatis jumlah air yang dibutuhkan untuk masuk ke boiler juga tinggi, sehingga BFWP akan mensupply air dalam jumlah sesuai kebutuhan. Demikian pula sebaliknya pada saat beban listrik rendah. Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa ternyata BFWP memompa air ke boiler dengan jumlah/debit yang bervariasi. Hal ini dengan jalan mengubah-ubah kecepatan putaran pompa nya. Jika pompa menggunakan penggerak turbin uap, maka kecepatan putar nya akan diatur oleh bukaan control valve uap air penggerak turbin tersebut. Jika bukaannya besar maka uap air yang masuk akan semakin banyak dan putaran turbin sekaligus putaran pompa akan lebih besar. Sedangkan jika menggunakan penggerak motor listrik, maka yang mengatur besar debit air adalah fluid coupling yang terpasang di antara motor dengan main

OnnyApriyahanda.com

Science is An Art!

pump. Fluid coupling ini mengatur kecepatan putar pompa sesuai dengan kebutuhan debit air yang dibutuhkan. Sedangkan putaran motor listrik sebagai penggerak utamanya adalah tetap / konstan.

Pompa Ekstraksi Kondensat (Condensate Extraction Pump)

Pompa Ekstraksi Kondensat lebih dikenal dalam bahasa inggris dengan nama Condensate Extraction Pump (CEP). Pompa ini menjadi salah satu pompa yang keberadaannya sangat penting di siklus water-steam pembangkit listrik tenaga uap. CEP secara sederhana berfungsi untuk mensupply air kondensat yang berasal dari kondensor menuju ke proses selanjutnya, yaitu deaerator dan feed water tank. Uap air yang selanjutnya berubah fase menjadi air di dalam kondensor memiliki besar tekanan nol atau vakum. Untuk itulah dibutuhkan CEP untuk menaikkan head air sehingga dapat tersupply ke deaerator yang letaknya di ketinggian tertentu. Pompa Ekstraksi Kondensat berjenis pompa sentrifugal dengan sumbu / shaft vertikal dan multistage. Digunakannya pompa sentrifugal karena cocok dengan kebutuhannya pada kondisi yang bertekanan dan volume tinggi, serta hanya dibutuhkan suction head yang minimum untuk beroperasi. Semisal saya ambil contoh pompa vertikal, sentrifugal, tiga stage seperti pada gambar di bawah ini. Setiap stage memiliki impeler tersendiri, jadi total ada tiga impeler. Air kondensat yang keluar dari kondensor, memiliki temperatur hangat (sekitar 40-50 derajat celcius) dengan tekanan vakum. Kondensat tersebut masuk ke pompa menuju stage pertama dan dinaikan tekanannya. Selanjutnya masuk ke stage dua dan tiga dan tepat di titik outlet dari stage terakhir tekanan masih hampir mendekati tekanan yang diinginkan. Selanjutnya kondensat keluar dari pompa tersebut melewati difuser, yang secara desain akan mendorong air menuju volute casing dan menaikkan tekanan kondensat sesuai dengan yang diinginkan.

OnnyApriyahanda.com

Science is An Art!

Condensate Extraction Pump

OnnyApriyahanda.com

Science is An Art!

Pompa ekstraksi kondensat amat rentan mengalami kavitasi. Hal ini disebabkan karena air inletnya memiliki tekanan yang vakum dan temperatur yang masih hangat, dan berpotensi terbentuknya gelembung uap air pada CEP. Kavitasi adalah sebuah fenomema terbentuknya gelembung-gelembung uap air pada pompa yang dapat menimbulkan suara bising pada pompa dan bahkan dapat menghasilkan tekanan nol pada outlet pompa. Untuk menghindari kavitasi pada CEP, maka level ketinggian air kondensat di dalam kondensor dijaga pada level tertentu. Ketinggian kondensat di dalam kondensor menjadi positive suction head dari CEP. Untuk itu level ketinggian dari kondensat tersebut menjadi salah satu input proteksi untuk pompa CEP. Apabila level kondensat turun pada nilai tertentu, pompa CEP yang sedang bekerja akan "dihentikan" oleh sistem otomatis nya untuk menghindari kerusakan yang lebih parah akibat terjadinya kavitasi.

OnnyApriyahanda.com