Anda di halaman 1dari 3

Saksi Bagas

H H

Saudara saksi silahkan duduk (duduk) saudara saksi berdasarkan BAP, nama Sdr BAGAS AJI., Tempat lahir di Sleman, Umur 35 (tiga puluh lima) tahun, tanggal lahir 12 Mei 1974, Jenis kelamin laki-laki, Kebangsaan Indonesia, tempat tinggal Jl. Kaliurang no. 203 Km.5 Yogyakarta, Agama Islam, Pekerjaan pedagang, Benar ya? Benar pak Saudara kenal terdakwa? Kenal pak? Sdr memiliki hubungan keluarga atau semenda dengan terdakwa? Tidak pak, dia teman sekaligus tetangga saya saudara sehat dan siap mengikuti persidangan ini? saya sehat dan siap mengikuti persidangan ini pak saudara bersedia di sumpah? bersedia pak (sumpah) Sdr tau untuk apa sdr dihadirkan disini? Tau pak, untuk memberi keterangan tentang dukaan kasus pembunuhan yang dilakukan teman saya Fritz Bisa anda gambarkan hubungan pertemanan seperti apa yang kalian jalin? Kami berteman biasa saja pak, tidak terlalu dekat juga, namun kami saling mengenal dan saling mengunjungi soalnya rumah dia dekat dengan rumah saya. Baik, PU silahkan mengajukan pertanyaan Terima kasih majelis. Sdra saksi, bagaimana intensitas kunjung mengunjungi yang kalian lakukan? Biasa saja si pak, tidak sering, paling Cuma kalau kita lagi sama sama nganggur aja terus cerita cerita, itu pun juga tidak sering, biasanya kita ngobrol di warung burjo Sari Rasa. Kapan anda terakhir kali bercerita dengan terdakwa? Sudah lama itu pak, sebelum kasus ini terjadi, sekitar tanggal 1 April 2009 di warung burjo Sari Rasa. Apa yang anda bicarakan?

S H S H S H S H S H S H S H PU S PU S PU

S PU S PU S PU S

Terkait tentang kelakuan Alexth yang semakin meresahkan warga, terutama merugikan Fritz Jadi kalian mengenal korban? Iya pak, dia itu preman di lingkungan rumah kami, sering mengganggu ketenangan hidup warga sini, terlebih dia sudah cukup lama suka memalak uang hasil ojek c fritz Anda juga dipalak? Tidak pak, fritz yang sering, dan karena hal itu, dia benci sekali sekali terhadap alexth Bisa dijelaskan bagaimana dia dipalak dan sesering apa? Ini menurut Fritz, dia sering di cegat di gang depan pak ketika pulang ngojek, uang setoran ojek suka diminta oleh Alexth, Fritz sebenarnya sudah melawan pak, namun kelompok preman itu terlalu banyak pak. Kejadian ini sudah lama pak, dan lumayan sering. Lalu hal apa yang menyebabkan begitu bencinya Fritz terhadap Alexth? Waktu itu Fritz pernah bercerita bahwa si Alexth adalah penyebab kematian istri dan calon bayi yang sedang dikandung istrinya. Bisa dijelaskan lebih rincinya? Dulu, Alexth pernah dipalak uangnya pak. Padahal, uang tersebut adalah untuk biaya operasi isterinya yang sedang mengandung dan ingin melahirkan anaknya. Lalu karena uang yang tadinya untuk biaya operasi tersebut dipalak oleh Alexth, isterinya jadi terlambat untuk dioperasi dan akhirnya isteri dan jabang bayinya itu terlambat untuk diselamatkan dan akhirnya meninggal. Karena peristiwa itulah Fritz menganggap bahwa Alexth-lah penyebab kematian istri dan calon anaknya. Lantas, hal itu pula yang kalian bicarakan? Kurang lebih seperti itu pak, dia sudah lama sakit hati terhadap Alexth, bahkan dapat dikatakan benci dan menaruh dendam terhadap Alexth. Dia pernah berujar akan membunuh Alexth untuk balas dendam. Cukup majelis PH akan bertanya? Iya majelis silahkan Terimakasih majelis. Saudara saksi. Apakah dalam pembicaraan itu ada orang selain kalian berdua? pak, hanya kami berdua saja seperti biasa nya, tetapi di warung burjo itu ada orang lain

PU S PU S

PU S PU H PH H PH S

juga selain kami, tetapi tidak ikut pembicaraan kami. PH S PH S PH S PH Apakah saudara sempat merekam pembicaraan kalian? Rekaman apa ya pak yang dimaksud? Saya tidak paham Ya sebagai barang bukti, missal anda merekam pembicaraan mengenai hal tersebut, karena kalau tidak ada barang bukti, validitas data di ragukan Saya tidak merekam dan tidak sempat terpikir untuk hal itu pak, lagian kita juga mengobrol seperti biasanya Baik. Lalu apakah dalam pembicaraan itu disebutkan terdakwa akan membunuh kapan? Dan dengan cara apa? Seperti nya tidak pak, karena dia hanya bilang suatu saat nanti, dan itu belum pasti waktu nya dan dia tidak mengatakan bagaimana dia akan membunuh. Seperti itu pak Cukup majelis. Harap dipertimbangkan bahwa terdakwa tidak mengatakan jangka waktu untuk membunuh