Anda di halaman 1dari 20

ANALISIS PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LAYANAN PERSALINAN DI KECAMATAN IV KOTO AUR MALINTANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN SUMATERA

BARAT

Tesis Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2 Program Studi Magister Administrasi Publik


Diajukan oleh :

Elmison 10/310871/PMU/06931

Kepada PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

2011

KATA APENGANT TAR

mdulillah,seg galapujidan keagunganh hanyalahmilikAllahSwt.D DialahAllah Alham yang membe berbagai kemudahan serta tempat bergantung secara tota bagi kita. y eri t g al Karena kemu K urahan dan kasih sayangNyalah, seh k hingga tesis ini pun mam mpu penulis tuliskan dalam rangkaian kertas. Shal t lawat dan sa alam semoga selalu tercu urah kepada Rasulullah M R Muhammad Saw beserta keluarga, sa S ahabat, dan orangorang mengikuti g beliauhingga b aAkhir.Amin . Tesis iniadalahse etitikkecililm muyangAllah hturunkanke epenulisseba agairahmat keagunganN k Nya.Kecintaan nNyakepada ahambaham mbaNyalahy yangmenjadi ikanpenulis memberikan persembaha tesis yang berjudul, Analisis Peril m an g laku Masyara akat Dalam Pemanfaatan Layanan P P n Persalinan di Kecamatan IV Koto Aur Malintang Kabupaten r Padang Pari P iaman Suma atera Barat dalam ran ngka memen nuhi persyara atan untuk mencapai de m erajat S2 pad Sekolah P da Pasca Sarjana Program Ad dministrasi Pu ublik (MAP) UniversitasG U GadjahMadaY Yogyakarta, Tesisi ini, tidak akan bisa ter a rselesaikan ta anpa adanya dorongan yang secara a y terusmeneru bantuan dan kritik y t us, yang memba angun dari b berbagai pih hak. Penulis mengucapkan terima kas dan peng m n sih ghargaan yan tulus kepa ibu Dr. Nunuk Dwi ng ada Retnandarise R elakupembim mbingpenyus sunantesisiin ni.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendorongdanberjasadalampenyusunantesisiini: 1. Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik Universitas Gajah Mada, beserta Anggota Dewan Penguji Dr. Ambar Widaningrum dan Dr. Budi Wahyuni 2. Penulis ingin menghaturkan terima kasih yang setinggitingginya kepada Ayahnda Bahtier (almahrum) ddan Ibunda Dahniar Ilyas yang telah memberian teladan, mendidik, mebesarkan dan selalu mendorong untuk terusbelajardanberkaryasertairingandoayangtiadahentihentinya. Utuk istri yang kupilih sebagai permaisuri syurgakuDelvinajazakumullohu khoironkatsiiron. Terima kasih atas segala yang kamu berikan. Semoga kita selalu menjadi pasangan yang kompak hingga membuat iri bidadari syurga dan syaithan syaithanpunmenangis. BuatjundijundikecilkuMuhammatQobusSajjadpermatahatidanpelipurlara, semogakitasenantiasadipertemukandiduniadandisurga.Amin. Meskipun tesis ini telah dipersiapkan dengan baik, namun penulis menyadari masih ada kekurangankekuranganya. Untuk itu, kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan. Yogyakarta,Oktober2011 Elmison

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL --------------------------------------------------------------i HALAMAN PENGESAHAN ----------------------------------------------------ii DAFTAR ISI -----------------------------------------------------------------------iii DAFTAR TABEL -----------------------------------------------------------------v DAFTAR GRAFIK ----------------------------------------------------------------vi DAFTAR GAMBAR -------------------------------------------------------------- vii BAB I PENDAHULUAN ---------------------------------------------------1 1.1. Latar Belakang -------------------------------------------------1 1.2. Pertanyaan Penelitian-------------------------------------------9 1.3. Tujuan Penelitian ------------------------------------------------ 10 1.4. Manfaat Penelitian ---------------------------------------------- 10 TIJAUAN PUSTAKA -----------------------------------------------2.1. Pelayanan Publik ------------------------------------------------2.2. Pelayanan Kesehatan --------------------------------------------2.2.1 Peranan Pemerintah dalam Pelayanan Kesehatan .. 2.2.2 Peran Masyarakat Dalam Pelayanan Kesehatan 2.2.3 Peran Swasta Dalam Pelayan Kesehatan .. 2.3. Menguranggi Tingkat AKI dan AKB ------------------------2.4. Penolong Persalinan 2.4.1 Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan (bidan). .. 2.4.2. Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan (dukun) 2.5. Kebijakan Pemerintah Untuk Pelayanan Persalinan .. 2.5.1. Jaminan Persalinan Bagi Masyarakat Miskin (JAMESMAS) 2.5.2. Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) .... 2.5.3. Jaminan Persalinan (JAMPERSAL) 2.6. Perilaku Mencari Pelayanan Kesehatan . 2.7. Perilaku Pemanfaatan Pelayanan Persalinan .. 2.8. Kerangka Konsep .... 2.9. Hasil Penelitian Terdahulu METODELOGI PENELITIAN-----------------------------------3.1. Jenis Penelitian --------------------------------------------------3.2. Lokasi Penelitian -----------------------------------------------3.3. Penentuan Informan -------------------------------------------3.4. Teknik Pengumpulan Data ------------------------------------3.5. Teknik Analisa Data -------------------------------------------GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN---------------4.1. Keadaan Geografis --------------------------------------------4.2. Keadaan Demografis -------------------------------------------4.3. Soaial Ekonomi -------------------------------------------------4.4. Pendidikan .. 11 11 16 19 23 24 30 35 35 40 43 44 45 46 49 51 53 55 57 57 57 58 58 60 62 62 63 64 66

BAB II

BAB III

BAB IV

4.5. Sarana Pelayanan Kesehatan ---------------------------------4.6 Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil 4.6.1. Pelayanan Atenatal 4.6.2 Pelayanan Kesehatan Ibu Resiko Tinggi, Rujukan Kasus Ibu Resiko Tinggi dan Penangganan Komplikasi . 4.7 Indikator Derajat Kesehatan Masyarakat --------------------4.7.1. Angka Kematian Bayi (AKB) -----------------------4.7.2. Angka Kematian Ibu (AKI) --------------------------4.7.3. Angka Kematian Balita (AKABA) -----------------4.8. Kebijakan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Padang Pariaman -----------------------------------------------BAB V

67 71 71

73 75 75 76 78 79

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN ------------------ 82 5.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian -------------------------- 82 5.2 Perilaku Masyarakat Memilih Tempat Persalinan ---------- 84 5.2.1 Perilaku Masyarakat Memilih Layanan Persalinan 85 5.2.2 Alasan Masyarakat Memilih Layanan Persalinan Bian 90 5.3. Faktor Predisposing (predisposing factor) ------------------ 92 5.3.1. Pengetahuan --------------------------------------------- 92 5.3.2. Pendidikan ---------------------------------------------- 95 5.3.3. Sikap ----------------------------------------------------- 96 5.3.4. Kepercayaan --------------------------------------------- 100 5.3.5. Keyakinan ----------------------------------------------- 102 5.3.6. Nilai-nilai Budaya -------------------------------------- 104 5.4. Faktor Pendukung (enabling factor) -------------------------- 109 5.4.1. Keadaan Ekonomi Ibu Bersalin----------------------- 109 5.4.2. Ketersedian Waktu ------------------------------------- 116 5.4.3. Fasilitas Kesehatan . 120 5.5. Faktor Pendorong (renforcing factor) ------------------------ 126 5.5.1. Sikap Petugas ------------------------------------------- 126 5.5.2. Keluarga ------------------------------------------------- 132 PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMAMFAATAN LAYANAN PERSALINAN .................. 6.1. Regulator ............................................................................. 6.2. Pelaku Kegiatan .................................................................. 6.2.1. Pelayanan Kesehatan Dasar ................................... 6.2.2. Pelayanan Kesehatan Rujukan ............................... 6.3. Keberadaan Masyarakat Miskin di Kabupaten Padang Pariaman ............................................................................ 6.4. Pemberi/Sumber Biaya ......................................................

BAB VI

134 134 137 137 141 144 148

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ------------------------------------- 151 7.1. Simpulan --------------------------------------------------------- 151 7.2 Saran -------------------------------------------------------------- 152

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1 Indikator Lampiran Kinerja Angka Kematian Bayi (AKI) Dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kab. Padang Pariaman Pada Tahun 1974 Sampai Dengan 2009 ------------------------Rekap Data dalam dan Cara Memperoleh Data----------------Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Padang Pariaman Menurut Kecamatan Tahun 2009---------------------Penduduk Kabupaten Padang Pariaman Menururt Lapangan Usaha Utama Tahun 2009 -----------------------------------------Persentase Penduduk Perempuan Berusia 10 Tahun Ke Atas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang DitamatKan Tahun 2010 Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Padang Tahun 2010 ------------------------------------------------Jumlah Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Tenaga Medis Di Kabupaten Padang Pariaman di Tahun 2010 ---------------Tarif Pelayanan Kesehatan Berdasarkan PERDA No. 10 Tahun 2000 di Kabupaten Padang Pariaman -------------------Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) Tahun 2010 .. Jumlah dan Persentase Ibu Hamil Resti, Rujukan dan Penangganan Komplikasi Nama Korong, Luas Daerah, Jumlah Penduduk dan Rasio Bidan PTT di Kecamatan IV Koto Aur Malintang . Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kecamatan IV Koto Aur Malintang . Persentase Rata-Rata Penurunan Angka Kemiskinan ..

Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5

31 61 63 64

66 67 69 70 72 74 118 121 147

Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1 Grafik 2 Grafik 3 Grafik 4 Grafik 5 Grafik 6 Grafik 7

Halaman Persentase Cakupan Persalinan Kesehatan Tahun 2005-2010 ----- 6 Angka Kematian Bayi Tahun 2005-2010------------------------------ 76 Angka Kematian Ibu Tahun 2005-2010 ------------------------------ 77 Angka Kematian Balita Tahun 2000-2010 --------------------------- 78 Penurunan Angka Kemiskinan di Kabupaten Padang Pariaman .. 145 Persentase Kemiskinan di Kabupaten Padang Pariaman .. 145 Persentase Belanja Langsung Urusan Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman 148

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Hubungan Antar Tiga Pilar Dalam Mewujudkan Governance ------------------------------------------------------Model Pracede Model (Green, 1991) ------------------------Kerangka Konsep Penelitian. Beberapa Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemilihan Pertolongan Persalinan. ------------------------------------------------------Masyarakat yang dibantu persalinan oleh dukun -------------------------------------------------------------Kondisi Jalan di Korong Duriyan Jantung ------------------Kegiatan Posyandu di Korong Duriyan Jantung ------------Masyarakat Dengan 9 anak, Semua Bersalin ke Dukun.---Sisitem Rujukan Kasusu Layanan Kesehatan/Persalinan di Kabupaten Padang Pariaman .. 13 53

54 89 120 123 130 142

Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7 Gambar 8

INTISARI

Dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan nasional adalah mencapai tujuan MDGs, yaitu target ke 5, yaitu menurunkan angka kematian ibu hingga tiga-perempat dalam kurun watu 1990-2015. Perilaku ibu bersalin dalam memilih penolong persalinan bisa dipengaruhi oleh faktor predisposing (pengetahuan, pendidikan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilayai budaya), Faktor enabling (pendapatan keluarga, ketersediaan waktu, fasilitas kesehatan), faktor reinforcing (sikap petugas, orang tua). Pada tahun 2010 cakupan persalinan yang ditolng oleh tenaga kesehatan 339 ibu bersalin (75,8%), ke dukun bayi 9 ibu bersalin (2%), ke mitra nakes 37 ibu bersalin (8,4%), dan 62 ibu hamil (8,4%) tidak terdeteksii oleh petugas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Batu Basa. Salah satu penyebab kematian ibu adalah persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan yang tidak berkopeten. Bidan beserta dukun bayi mempunyai peran serta membantu persalinan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat lebih memilih pertolongan persalinan ke dukun bayi dibandingkan mengunakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah (JAMKESMAS, JAMKESDA, dan JAMPERSAL) di Kabupaten Padang Pariaman?. Berdasarkan dari beberapa teori tentang pelayanan publik dan perilaku kesehatan, serta pelayanan kesehatan, maka kerangka konsep penelitian ini di fokuskan kepada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemilihan pertolongan persalinan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang disajikan secara deskriftif, maka informenya adalah ibu yg bersalin kedukun, dukun yang membantu persalinan, bidan desa, petugas KIA dan Kepala Puskesmas Batu Basa. Data dikumpulkan dari hasil wawancara mendalam, observasi, dan dokumendokumen yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan kerangka konsep tersebut, penelitian ini menarik kesimpulan bahwa : (1) keberadaan modal sosial mampu meningkatkan preferensi ibu hamil untuk melakukan proses persalinan mengunakan dukun. Hal ini menunjukan bahwa faktor sosial di masyaraat memiliki peran besar dalam menentukan pemilihan penolong persalinan (2) lokasi penempatan bidan desa tidak terletak di tengah-tengah pemukiman masyaraat, hal tersebut menunjukan kurang adanya pemerataan pelayanan. Berdasarkan dari kesimpulan tersebut, penelitian ini mengusulkan saran bahwa untuk penempatan bidan desa diiringi dengan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kata kunci: Layanan Persalinan, Tradisional, Moderen, Kesehatan, Perilaku Masyarakat

ABSTRACT

In order to manifest the national development goals, to reach the goals of MDGs, the government has target to decrease maternal mortality into thre quarter of maternal mortality within period of 1990 2015. The maternal behavior in choosing a delivery relief can be affected by several factors, predisposing factor the factors of knowledge, education, attitude, beliefs, values and cultures, enabling factors the factors which dealing with family income, time availability, and helath facilities, and reinforcing factor; officers attitude and parents. In 2010, coverage of births attended by skilled health is 339 of maternals (75.8%), traditional birth attendants (BTAs) 9 maternals (2 %),partner health workers 37 maternals (8.4%), 62 expactant mothers (8.4%) can not be detected by the health officials in working areas of Batu Basa public helath center. One cause of maternal mortality is giving birth by the unskilled health. While midwives and traditional birth attendants as well have a role to assist the community in deliveries. This reserach is purposed to know the community preferences perceptions on raditional birth delivery assistance compared with using the facilities provided by the government public health insurance (Jamkesmas), local public health insurance (Jamkesda) and delivery warranty (Jampersal) in the District of Padang Pariaman?. Based on the public services, health behavior and health services theories, then the conceptual frame work of this research is focused on factors that influence the behavior in selecting delivery assistance. This research is a qualitative research which is done descriptively. The informans of this research are maternals, traditional birth attendants, midwives, partner health workers and the Head of Batu Basa public health center. Data is collected through a deep interview, observation, and several documents dealing with this research. The conclusion of this research is the existence of social modality can increase maternals preferences on giving birth with traditional birth attendants, this indicates that social factors has great roles in selecting birth giving asisstant. Then the placement of midwives work indicates that there is no equity in the distribution of health services. Key Word: Maternity Services, Traditional, Modern, Health, Community Behavioral

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kesehatan (menjadi sehat) menjadi hak setiap warga negara, bahkan negara harus bertanggungjawab atas hal ini. Berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Selanjutnya pada pasal 34 ayat (3) ditegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, pada pasal 5 ayat (1) menegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan. Selanjutnya pada ayat (2) ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. Kemudian pada ayat (3) bahwa setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggung jawab menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya. Selanjutnya pada pasal 6 ditegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan Setelah lebih 65 tahun Indonesia berdiri sebagai Republik yang merdeka nan berdaulat, Pada tanggal 1 Juli 2010 Badan Pusat Statistik (BPS)

2 mempublikasikan bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk dengan

pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada Maret 2010 mencapai 31,02 juta jiwa atau 13,33 % dari total penduduk miskin di Indonesia. Kemiskinan mempengaruhi kesehatan sehingga orang miskin menjadi rentan terhadap berbagai macam penyakit, begitupula sebaliknya kesehatan mempengaruhi kemiskinan. Kemiskinan dan penyakit terjadi saling kait-menkait, dengan hubungan yang tidak akan pernah putus terkecuali dilakukan intervensi pada salah satu atau kedua sisi, yakni pada kemiskinannya atau penyakitnya. Untuk menjamin terpenuhinya hak hidup sehat bagi seluruh penduduk termasuk penduduk miskin dan tidak mampu, pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya di bidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Jaminan kesehatan diselenggarakan dengan tujuan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan masyarakat miskin dan tidak mampu sebagaimana yang terdapat dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Tujuan pembangunan Pemerintah Indonesia adalah mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals-MDGs) pada tahun 2015. Indonesia telah mengalami kegagalan terbesar untuk mencapai target MDGs, kegagalan terbut adalah menurunkan angka kematian ibu hingga tiga perempat dalam kurun waktu 1990-2015. Pada saat ini Indonesia baru bisa menurunkan dari 390 pada tahun 1991 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup sampai tahun 2007. Padahal target yang harus dicapai pada tahun 2015 sebesar

3 102 per 100.000 kelahiran hidup, namun perlu upaya yang keras untuk mencapai target MDGs tersebut(BAPPENAS :2010). Salah satu cara yang paling efektif untuk menurunkan angka kematian ibu adalah dengan meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih. Persentase persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih meningkat dari 66,7 persen pada tahun 2001 menjadi 77,34 persen pada tahun 2009 (Susenas). Angka tersebut terus meningkat menjadi 82,3 persen pada tahun 2010 (Data Sementara Riskesdas, 2010). Sementara target Kementrian Kesehatan pada tahun 2010 adalah 90 persen (BAPPENAS :2010). Kematiann ibu juga diakibatkan beberapa faktor resiko keterlambatan (tiga terlambat), di antaranya terlambat dalam pemeriksaan kehamilan, terlambat dalam memperoleh pelayanan persalinan dari tenaga kesehatan, dan terlambat sampai di fasilitas kesehatan pada saat dalam keadaan emergensi. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melakukan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Kabupaten Padang Pariaman mempunyai luas wilayah sekitar 1.328,79 Km2 (2,15 % dari luas daratan wilayah Propinsi Sumatera Barat), dengan jumlah penduduk 392.941 jiwa, dengan komposisi penduduk 188.714 laki-laki dan 204.227 perempuan (Kabupaten Padang Pariaman Dalam Angka tahun 2010). Berbatas langsung dengan Kabupaten Agam, Kotamadya Padang, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar/Solok, dan Samudera Indonesia. Kabupaten Padang Pariaman terdiri dari 17 (tujuh belas) Kecamatan dan 46 Nagari.

4 Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama penduduk miskin dan tidak mampu. Hal ini dapat dilihat dari anggaran untuk pelayanan kesehatan yang terus meningkat. Jika tahun 2009 sebesar Rp. 14.704.324.010 dari APBD, tahun 2010 menjadi sebesar Rp. 26.606.364.800 dari APBD. Salah satu pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin adalah program Jamkesmas. Melalui Jamkesmas diharapkan dapat memberikan kontribusi meningkatkan umur harapan bangsa Indonesia, menurunkan angka kematian ibu melahirkan, menurunkan angka kematian bayi dan balita serta penurunan angka kelahiran, disamping itu dapat terlayaninya kasus-kasus kesehatan peserta pada umumnya (Manlak Jamkesmas 2010). Peserta Jamkesmas adalah masyarakat sangat miskin, miskin dan tidak mampu yang jumlahnya sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan Departemen Kesehatan RI. Sedangkan nama, alamat peserta ditetapkan dengan SK Bupati/Wali kota setempat. Peserta Jamkesmas di Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 2009 berjumlah 118.490 jiwa. Bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang tidak termasuk dalam SK Bupati tersebut dianggarkan pembiayan kesehatannya melalui Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) sebanyak 18.915 jiwa. Menurut hasil Rikesdas 2010, persalinan oleh tenaga kesehatan pada kelompok sasaran miskin (Quintile 1) baru mencapai sekitar 69,3% Sedangkan persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55,4% (Kementerian Kes. Ri tahun 2011). Salah satu kendala penting

5 untuk mengakses persalinan di fisilitas kesehatan adalah keterbatasan dan ketidak tersediaan biaya sehingga diperlukan kebijakan terobosan untuk meningkatkan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan melalui kebijakan yang disebut Jaminan Persalinan. Jaminan persalinan dimaksud dengan tujuan, meningkatnya akses terhadap pelayanan persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB melalui jamina pembiayaan untuk pelayanan persalinan (Petunjuk Teknis Jampersal, 2011). Program Jaminan Kesehatan Sosial, dimulai dengan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin/JPKM (2005) atau lebih dikenal dengan program Askeskin (2005-2007) yang kemudian berubah nama menjadi program Jamkesmas sama dengan sekarang. Untuk menurunkan AKI dan AKB melalui Jampersal. Kesemuanya memiliki tujuan yang sama yaitu melaksankan penjaminan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dengan prinsip asuransi kesehatan sosial. Salah satu usaha yang dilakukan untuk peningkatan persalinan oleh tenaga kesehatan masih belum memadai baik dalan jumlah maupun distribusinya. Perlu dilakukan, kemitraan dengan dukun bayi yang cukup besar pengaruhnya sebagai penolong persalinan. Masyarakat pada sebagian daerah-daerah yang terpencil dan tertinggal mengalami kesulitan untuk mengakses bidan oleh sebab itu sangat tergantung pada dukun. Tetapi mengigat keterbatasan keahlian dukun, maka peran dukun perlu diarahkan untuk membantu ibu hamil dalam mengakses sistem

6 kesehatan formal (bidan). Sementara dilihat dari latar belakang pendidikan, ibu dengan status tidak sekolah lebih banyak ditolong oleh Dukun bayi (SDKI 2007) Penolong kelahiran bayi dapat dijadikan salah satu indikator kesehatan terutama dalam hubungannya dengan tingkat kesehatan ibu dan anak serta pelayanan kesehatan secara umum. Dilihat kesehatan ibu dan anak, persalinan yang ditolong oleh tenaga medis seperti dokter dan bidan dianggap lebih baik dibandigkan yang ditolong oleh dukun. Grafik : 1 Persentase Cakupan Persalinan Kesehatan Tahun 2005 2010

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 81,23 78 83,08 73,1 79,09 87,81

Sumber : Profil Kesehatan Kab. Padang Pariaman Tahun 2010

Pada grafik diatas dapat dilihat bahwa mulai tahun 2005 persentase cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (81,23%), terjadi penurunan pada tahun 2006 (78%) dan tahun 2007 menurun lagi menjadi (73,10%). Kemudian tahun 2008 naik menjadi (83,08%) dan menurun kembali tahun 2009 (79.09%), dan ditahun 2010 naik menjadi (87,81%). Angka persalinan

7 ke tenaga kesehatan data menunjukkan jumlah persalinan nakes selama 5 tahun terakhir, memperlihatkan jumlah yang fluktuatif naik turun. Naik turunya capaian cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan antara lain disebabkan karena pelayanan kesehatan yang diberikan belum sesuai dengan proktap, belum ada kerja lintas program, belum optimalnya supervisi dan pembinaan terhadap bidan desa, belum optimalnya pencatatan dan pelaporan, evaluasi program belum oktimal dilaksanakan. Selama tahun 2010 masih ditemui persalinan oleh dukun dan mitra nakes. Persalinan oleh dukun yaitu sebanyak 143 (1,7%), sedangkan oleh mitra nakes sebanyak 38 (0,4%). Puskesmas yang paling banyak bersalin oleh dukun adalah puskesmas Batu Basa yaitu sebanyak 37 (8,7%). Apabila dibandingkan dengan yang terjadi di Indonesia penolong kelahiran bayi secara umum, sebagaian besar penolong kelahiran balita adalah oleh bidan 61,24 persen dan dukun 21,29 persen (Susenas tahun 2009).Dilihat dari beberapa daerah, penolong kelahiran terbanyak dilakukan oleh bidan baik diperkotaan maupun di perdesaan masing-masing sebanyak 66,04 dan 56,94 persen. Peranan dukun sebagai penolong kelahiran terakhir sangat dominan di beberapa propinsi, Sulawesi Utara 49,39 persen, dan sementara di Sumatera Barat 10.44 persen (Susenas tahun 2009). Dari penduduk yang memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk berobat jalan adalah Puskesmas/Pustu 34,00 persen, praktek dokter 27,20 persen, dan praktek petugas kesehatan 24,47 persen. Sementara itu, penduduk perdesaan lebih banyak

8 memanfaatkan Puskesmas/Pustu 36,57 persen dan praktek petugas kesehatan 32,18 persen (Susenas tahun 2009). Kemitraan dengan dukun bayi bertujuan untuk meningkatkan persalinan oleh tenaga kesehatan dalam rangka menurunkan kematian ibu, bayi baru lahir dan ibu nifas. Dalam program tersebut dukun bayi yang turut serta membantu tugas-tugas kebidan dalam persalinan, seyogiyanya diberdayakan pada peranperan tertentu dan dilibatkan secara langsung sebagai key person sekaligus dapat berperan sebagai publc opini yakni memberi informasi awal ke bidan di Desa sebagai ibu hamil yang akan melahirkan, terutama kehamilan yang menunjukan tanda-tanda berisiko atau gejala penyakit lainya (Dr.M.Munir Salham, Ma dkk). Secara tidak langsung berkontribusi terhadap kematian ibu dan bayi diperngaruhi oleh, beberapa faktor penentu adalah : melek huruf, status ekonomi, dan tingkat pendidikan pasangan. Faktor penentu signifikan yang sudah ada meliputi usia saat kelahiran pertama dan jumlah anak sebelum kehamilan terakhir. Jarak kepusat kesehatan terdekat dan wilayah juga faktor yang signifikan pada utiliti pelayanan kelahiran moderen (Eunike Sri Tyas Suci). Keinginan seorang wanita untuk mengakses pertolongan persalinan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor yang tersebut diatas tetapi juga karena, wanita ingin pergi ke dukun bayi karena mereka dijamin menemui seseorang yang akan menanyai tentang kesehatannya, memberikan perawatan orang per orang, dan memberikan suatu tempat pribadi untuk melahirkan (B.D. perawat yang diikut,