GERAKAN DAKWAH SALAFIYAH (Konflik Ideologis dan Sosial di Lombok Barat

)
Muhammad Sa’i*

Abstrak: Dalam bentangan sejarah panjang pergumulan pemikiran Islam, salafiyah lahir sebagai salah satu manhaj berfikir yang berusaha mengembalikan semangat keislaman pada khazanah intelektualitas Islam yang autentik berdasarkan kitab suci, kehidupan Nabi Muhammad Saw, dan generasi Salaf al-Shâlih. Lewat visi di atas, salafiyah kemudian merajut ideologi doktrin melalui sikap kritis dan korektif atas paham dan ideologi keagamaan yang mereka anggap tidak sejalan dengan alur yang dibangunnya. Setiap tindakan dakwah yang tidak bersumbu pada sumber autentik dan mengarah pada pelegitimasian unsur budaya lokal mereka cap sebagai bid’ah. Dalam konteks regional dan secara khusus wilayah Lombok Barat, propaganda dakwah tersebut memicu munculnya ketegangan dan konflik. Dampak dari ketegangan tersebut adalah reaksi kelompok lain dalam bentuk penyerangan, penyerbuan, pembakaran, pengrusakan, pengasingan, dan bahkan penutupan majelis-majelis pengajian jamaah salafiyah. Konflik sosial demikian cukup menegangkan dan terkadang membawa akibat jauh. Masyarakat muslim yang mengalami konflik itu sebenarnya memiliki dasar dan prinsip dakwah yang sama, hanya saja mereka berbeda pendapat dalam masalah khilâfiyah dalam dimensi ritual-sosiologis. Karena itu, konflik ideologis dan sosial seperti itu akan bisa diminimalisir manakala ada kesediaan semua kelompok untuk saling bisa bersikap arif dan toleran atas perbedaan keyakinan ideologis yang terjadi. Kata kunci: dakwah salafiyah, al- salaf al-shalih, konflik sosial, ideologis, bid’ah, toleran.

* Penulis (email: muhsai_07@yahoo.com) adalah Dosen Fakultas Dakwah IAIN Mataram, Jl. Pendidikan No. 35 Mataram.

99

Jurnal Penelitian Keislaman, Vol. 4, No. 1, Desember 2007: 99-118

PENDAHULUAN Sejarah mencatat, setelah Nabi Saw wafat, ia meninggalkan masyarakat yang sangat pluralistik, secara sosio-kultural, ekonomis, geografis, bahkan rasial. Dengan meluasnya hunian kaum Muslimin dari semenanjung Arabia sampai Eropa dan Asia Timur, mereka berintraksi dengan budaya, agama dan kecendrungan filsafat yang berbeda, antara lain kaum Yahudi, Kristen, Shabi’in dan Zoroaster. Mereka juga dihadapkan dengan situasi dan tantangan intelektual baru yang harus ditanggapi dengan jawaban yang mencerminkan ideal iman yang baru ini. Pergumulan Islam dengan berbagai peradaban di satu sisi dan realitas tekstual al-Quran di sisi lainnya membuka lebar ruang diskusi dan dialog bagi semua umat. Dialektika pemikiran, perbedaan interpretasi mengenai teks ayat-ayat al-Qur,an dan Hadis, kemudian memunculkan aliran-aliran yang berlainan.1 Dalam hal ini, penganjur masing-masing kelompok berusaha menjawab masalah-masalah yang dihadapinya dengan memakai penafsiran al-Qur’an yang bersifat subjektif, lokalitas, menggunakan analogi dan filsafat. Secara umum dapat digarisbawahi, bahwa kemunculan berbagai aliran pemikiran atau idiologi dalam Islam dipicu oleh setidaknya dua factor utama, yaitu; internal, keinginan untuk memahami dan mengamalkan ajaran agama yang tersimpul dalam Kitab Suci dan Hadits Nabi secara rasional dan selaras dengan tuntutan kontemporer. Kedua, eksternal, pengaruh luar berupa realitas, sikap, cara fakir dari umat beragama dan bahkan juga situasi social budaya, ekonomi dan politik. Wakil-wakil besar kecendrungan ini melahirkan pelembagaan pemikiran (firqah) yang mandiri seperti; Qadariyah, Jabbariyah, Mu’tazilah, Asy’ariah, Maturidiah, dan Salafiyah. Secara etimologi kata salafiyah berasal dari akar kata bahasa Arab yaitu sa-la-fa yang berarti generasi terdahulu atau nenek moyang 2 . Sedangkan kata salafiyah dapat diartikan sebagai khazanah ilmu yang bersumber dari pemahaman secara mendalam terhadap ajaran Salafu al-Shâlih3 . Dengan demikian salafiyah mengacu pada metodologi berfikir dan atau mengungkapkan
Harun Nasution,Teologi Islam Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan (Jakarta, UI Press, 1986), 150. 2 Ibnu Manzur, Lisân al-Arab, juz 6 (Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Araby, tt), 330. 3 Abu Abdirrahman al-Thalibi, Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak Meluruskan Sikap Keras Dai Salafi ( Jakarta: Hujjah Press, 2006), 9.
1

100

Taufiq Abdullah. John L. purifikasi pemikiran Islam yakni dengan mengedepankan gagasan tentang perlunya umat Islam kembali pada priode generasi awal umat Islam dalam rangka menemukan inspirasi dan jalan keluar dari masalah yang dihadapi masyarakt Islam kontemporer di bidang keagmaan maupun keduniaan dan.Gerakan Dakwah Salafiyah… (Muhammad Sa'i) kembali doktrin Islam dalam bahasa dan pemahaman yang dapat diterima umat Islam kontemporer. dan politik Muslim. 84-85. Syamsu Rizal Panggaben menyebutkan setidaknya dua factor utama yang mempengaruhi kemunculan Salafiyah yaitu. Pertama keutamaan teks wahyu di atas akal. Jilid 5. khususnya kalangan terdidik dengan dengan kembali ke sumber pemikiran Islam yaitu Kitab Suci. Eva Y. pertama. mengembalikan Islam pada bentuk murninya dan mereformasi kondisi moral. Dalam konteks masyarakt Islam Sasak (Lombok Nusa Tenggara Barat secara khusus. Ketiga. budaya. dan Indonesia secara umum). Salafiyah menganggap persoalan yang diangkat oleh mazhab-mazhab teologi sebagai bid’ah dan meneguhkan pandangan ortodoks dalam hal ini. sunnah dan consensus atau ijma’ para leluhur yang shalih. membangkitkan kembali dunia Islam dan menagadakan pembaruan keagamaan dan reformasi moral5 . ed.Esposito mengketegorikan salafiyah menjadi tiga kategori. Salafiyah Pramodern yang dikomandani oleh Muhammad Ibn Abdul Wahab (1703-1792). penolakan kalam. 2001). 105-106.Kedua.Esposito. kehidupan Nabi Muhammad Saw. “Organisasi dan Gerakan Islam” dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam Dinamika Masa Kini. 101 . Kategori ketiga Salafiyah Modern. pertama. Gerakan Salafiyah ini bertujuan untuk menyingkirkan dari umat Islam mentalitas taqlid atau imitasi buta dan jumud atau stagnasi yang telah berlansung berabad-abad. Sebuah gerakan pemikiran yang berkeinginan untuk memurnikan semenenjung Arab dan praktek non Islam dan membangun Negara Islam yang meneladani Negara yang didirikan oleh Nabi. Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern. terj. Salafiyah Kalsik yang dipelopori oleh Imam Ahmad Ibn Hanbal (780-855) yang secara subsatansial bertitik sumbu pada tiga prinsip. dan generasi awal umat Islam.N dkk. ketaatan ketat pada al-Qur’an. (Bandung : Mizan. 4 John L. jilid 6.Ichtiar Baru van Hoeve. (Jakarta : PT. tt). yang dimotori oleh Jamal alDin al-Afghani (1839-1897) dan Muhammad Abduh (1849-1905). Dan bahwa tidak ada kontradiksi antara akal dan kitab suci. Kategori kedua. 5 Syamsu Rizal Panggaben. kedua.4 Sementara itu.

4. adanya usaha menguasai kelompok (Uday Pareek. yaitu. Ketujuh.Jurnal Penelitian Keislaman. Sejalan dengan perkembangan masyarakat yang semakin majmuk. Sementara itu. Konflik terjadi ketika tujuan masyarakat tidak sejalan. Vol. perbedan ideologi dimana mereaka membuat streotipe dari mereka yang ideologinya berbeda. persuasi.192). Atau dengan kata lain. kekuasan. kekuatan dan wewenang . konflik atau perselisihahn dalam kelompok bisa terjadi karena kesukaran membagi sumber daya yang tersedia. Bahkan kelompok ini telah membangun jaringan inprastruktur pembinaan umat seperti pembangunan sarana-sarana ibadah. fasilitas belajar. Kedua. Keenam. yakni dimungkinkan timbulnya perubahan struktur sosial. konflik terjadi karena ketidakseimbangan atau ksenjangan status sosial. perubahan keseluruhan personel di dalam posisi dominasi. 1986 h. Uday Pareek. mengindentifikasi tujuh sebab terjadinya konflikl. Prilaku Organisasi (Jakarta: Pustaka Binaman Pressinndo. khususnya yang berhubungan dengan struktur otoritas. perubahan sebagian personel dalam posisi dominasi. yaitu. terjemahan Ali Mandan dari judul aslinya: Class and Class Conflict in Industrial Society”. kurang meratanya kemakmuran dan akses yang tidak seimbang terhadap sumber daya serta sudut pandang terhadap suatu permasalahan. Komplektisitas masalah ini berdampak pada melemahnya fungsifungsi pranata sosial bahkan aspek keberagamaan yang pada gilirannya dapat memicu munculnya ketegangan dan konflik sosial yang merugikan kerukunan. pembangunan lembaga-lembaga dakwah. pertama. No. 1. Kekuasaan juga bisa diartikan sebagai kemauan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain tersebut sesuai dengan keinginan atau tujuan dari orang yang mempunyai kekuasan itu. Sebenarnya jika orang-orang itu sadar bahwa sumber daya dapat diperluas. tujuan yang tidak sama atau bertentangan . manipulasi. dengan kata lain menolak bersikap toleran terhadap bermacam-macam norma yang ada. Para anggota meraasakan keterbatasan sumber daya dan cenderung untuk memperjuangkan siapa yang harus mendapatkan apa. (Jakarta: Penerbit CV. dan digabungkannya kepentingan-kepentingan kelas subordinat masuk kedalam kelas yang berkuasa (Dahrendorf Ralf Konflik Dan Konflik Dalam Masyarakat Industri (Sebuah Analisa Kritik). menjadi alternative metode berfikir dalam memahami dan membedah teks-teks primer Islam dalam hal ini al-Qur’an dan al-Hadis maupun teks-teks sekunder hasil interpretasi kreatif para cendekiawan muslim (ulama) juga terhadap dialektika-kultural masyarakat. Dahrendorf membedakan tiga tipe perubahan struktural. dan pengaruh global yang intens. konflik bisa terjadi jika perhatian utama individu atau kelompok diarahkan kepada diri sendiri. ilmiyah dan social serta bantuan-bantuan lainnya. berimplikasi pada kompleksisitas masalah yang dihadapinya. 102 . Rajawali. pembangunan perpustakaan. Dahrendrof mengajukan tesis bahwa adanya konflik mempunya fungsi pokok.6 6 Konflik merupakan kenyataan hidup yang tidak terhindarkan dan sering bersifat kreatif. Keempat. Kelima. Perspektif mereka sempit dan orintasi mereka jangka pendek. Ketiga. setidaknya sumber daya itu dapat dinikmati bersama. yang ecara konsepsional berhubungan erat dengan masalah pengaruh. keinginan menseragamkan ide untuk mencapai norma-norma atau standar prilaku yang sama. kesenjangan social. Desember 2007: 99-118 kehadiran kelompok ini. Apalagi jika mempunyai orientasi individualis.

(Jakarta : The British Council Responding to Conflict. tulisan mencoba menemukan jawaban terhadap persoalan tersebut. Di samping itu juga terkesan masih ada yang merasakan sebagian penyiaran agama tidak sepenuhnya merupakan pembinaan internal kelompok. budaya dan ekonomi (Simon Fisher dkk. yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan di masa lalu yang tidak diselesaikan. Senada dengan pendapat di atas. Ketiga. 4). Menelusuri Kearrifan Lokal di Bumi Nusantara (Jakarta: Puslitbang Kehidupan Beragama. teori identitas. dengan mengemukakan pertanyaan masalah. Bahwa konflik disebabkan oleh ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah-masalah sosial. ed. Menganggap bahwa konflik terjadi oleh posisi-posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak-pihak yang mengalami konflik. pemerintah dan organisasi-organisasi keagamaan teridentifikasi bahwa salah satu potensi konflik yang muncul dalam kehidupan masyarakat NTB adalah. di Hotel Jayakarta dan Kantor Bupati Lombok Barat yang diikuti oleh tokoh-tokoh agama. Desa Gelogor Kecamatan Narmada Lombok Barat dan Desa Sesela Kecamatan Gunungsari Lombok Barat. Teori menyatakan bahwa konflik terjadi disebabkan oleh polariasi yang terus terjadi. alih Bahasa S. ketidak percayaan dan permusuhan di antara kelompok yang berbeda dalam masyarakat. teori kesalahpahaman antarbudaya. Desa Sekotong Kecamatan sekotong Lombok Barat.N. identitas. teori negosiasi konflik. 357. Berangkat dari landasan pemikiran di atas. Teori ini berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh karena identitas yang terancam.7 Berdasarkan identifikasi awal di lapangan. Kedua. Keempat peristiwa tersebut telah terjadi di Dusun Beroro Dasa Jembatan Kembar kecamatan Lembar Lombok Barat. Dan keenam. Apa sajakah 1996. a). bahwa selama ini setidaknya ada empat peristiwa penyerangan terhadap kelompok ini. Kelima. Keempat. teori keutuhan manusia. menyebutkan beberapa teori yang tentang terjadinya konflik: Pertama. 56). pengakuan. 103 . Keamanan. Bagaimana dakwah salafiyah di wilayah yang mengalami konflik?.Teori berasumsi bahwa konflik disebekan oleh ketidakcocokan dalam cara-cara komunikasi di antara berbagai budaya yang berbeda. 7 Ridwan Lubis. kelompok salafiyah ini mendapatkan perlawanan pada wilayah-wilayah dakwah mereka. Mengelola Konflik Ketrampilan dan Strategi Untuk Bertindak. h. teori transformasi konflik. mental dan sosial-yang tidak terpenuhi atau terhalangi. Teori menganggap bahwa konflik disebakan oleh kebutuhan dasar manusia-fisik. Teori hubungan masyarakat.Gerakan Dakwah Salafiyah… (Muhammad Sa'i) Dalam dialog antara Pemuka Agama Pusat dan Daerah yang diadakan pada tanggal 21 – 23 Juni 2004. Tercatat. partisipasi dan otonomi sering merupakan inti pembicaran. Simon Fisher dkk. h. 2005). Karikasari dkk. tth. bahwa di lingkungan internal kelompok keagamaan terdapat perbedaan pendapat dan aspirasi baik yang terkait dengan ajaran agama maupun persoalan sosial. b).

Vol. Dengan demikian dalam penggalian data digunakan pendekatan sosiologis8 karena peneliti berusaha menyelidiki bagaimana tata cara masyarakat. kegiatan. arsip. Teknik in-depth intervew dimaksudkan untuk mendapatkan informasi tentang keadaan. Selain kepada para tokoh agama baik dari kalangan jamaah salafiyah maupun tokoh penentangnya. (1) wawancara mendalam (in-depth intervew). No. kegiatan. maka metode pengumpulan data penelitian ini adalah. dan lainnya yang terkait dengan dinamika dakwah dan social 8 Pendekatan sosiologis adalah pendekatan memfokuskan pada kelompok dan lembaga-lembaga keagamaan (pembentukan. Data dokumen yang dimaksudkan meliputi dakumen. c). 4. wawancara diajukan kepada dan masyarakat independen. Untuk menemukan data yang lebih komprehensip tentang hubungan atau intraksi informan dengan informan lainnya dalam prilaku sosial maka dilakukan pencatan terhadap prilaku yang ditampilkan. Tahap selajutnya untuk kerja lapangan kegiatan utamanya adalah observasi untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi masyarakat yang berada pada lokasi dakwah jamaah salafiyah termasuk di dalamnya konflik horizontal yang terjadi. Lewat pendekatan ini dapat dilihat konsepkonsep holistik dengan tujuan mempertahankan keutuhan atau wholeness dari objek. maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan satuan-satuan gejala yang ada dalam kehidupan manusia. menyelesaikan dampak dari krisis sosial yang ditimbulkan oleh adanya konflik pemahaman? METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penalitian studi kasus yang berkenaan dengan fenomena sosial keagamaan di lingkungan masyarakat yang heterogen. Desember 2007: 99-118 gejolak pemahaman keagaman jamaah salafiyah . yang memicu atau memprovokasi terjadinya konflik?. kelangsungan hidup. pemeliharaan dan pembubaran). Dengan ketegori studi kasus ini. prilaku hidup individu dan kelompok dan konflik antar kelompok 104 .Jurnal Penelitian Keislaman. kebudayaan dan pribadi-pribadi mempengaruhi prilaku beragama. (2) observasi dan (3) dokumentasi serta (4) focus group discussion (FGD). Berangkat dari pendekatan data yang digunakan dalam penelitian ini. perasaan dan tuntutan serta kepedulian dari informan. Bagaimana jalan keluar. 1.

Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Rake Sarasain. 105 . Proses analisa data dilakukan dengan melakukan kritik terhadap data. tujuh kecamatan 9 Noeng Muhadjir. jumlah kecamatan tersebut dibagi menjadi tiga wilayah pembangunan. Dalam rangka optimalisasi dan pemerataan pembangunan. yakni.80 % dari luas pulau Lombok. 15. 113 desa dan 572 dusun. kemudian dilakukan analisis terhadap seluruh data dengan membangun pemahaman yang lebih komprehensip dan rinci khususnya mengenai latar belakang pemikiran dan metode dakwah islamiyah jamaah salafiyah dan konflik social yang ditimbulkan. Data yang diperoleh melalui teknis dokumentasi. analisa kasus. Kabupaten Lombok Barat terbagi menjadi 15 (lima belas) wilayah kecamatan. tokoh agama dan masyarakat serta kalangan akademisi. Kegiatan pencatan informasi dilakukan dengan menggunakan catatan lapangan (field notes) Setelah data lapangan terkumpul. Diskusi kelompok terarah (focus group discussion) dilakukan dengan berbagai kalangan yaitu. seperti yang ditawarkan Noeng Muhadjir: memperpanjang observasi. lima kecamatan di wilayah bagian utara. yakni meneliti tentang keasliannya melalui kritik intern dan ekstern. wawancara dan focus group discussion di atas segera dibuat pemetan berdasarkan pokok masalah yang ada dengan analisis reflektif. Khusus untuk data literer dianalisis dengan metode content analysis. Untuk memperoleh keabsahan data ini ada delapan langkah alternative. Pada kesempatan ini peneliti berperan sebagai moderator yang dilakukan untuk menggali data dan informasi sebanyak mungkin yang tidak terungkap melalui teknik wawancara di atas. 1996 ). diskusi. pengamatan terus menerus.672 km persegi atau 34. dengan metode induktif dan komparatif. trianggulasi. observasi. Berikutnya dilakukan analisis atas datadata hasil observasi dan wawancara. pengamatan referensi dan pengecekan.9 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu dari delapan Kabupaten/Kota di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas wilayah 1. Dokumentasi dalam penelitian ini terkait dengan dokumen-dokumen tertulis tentang gerakan dan reaksi masyarakat sekitar wilayah konflik.Gerakan Dakwah Salafiyah… (Muhammad Sa'i) jamaah salafiyah. yakni menjelajahai makna-makna terdalam dari ungkapan teks.

untuk tingkat pra sekolah (TK-RA) di Lombok Barat berjumlah 88 buah. Syarikat Islam (SI) 12 dan 10 Sumber data BAPPEDA Lombok Barat. 12 Dua organisasi keagamaan yang disebutkan terakhir sekalipun jamaahnya tidak sebanyak organisasi lainnya namun mereka masih mempertahankan idelaisme mereka. 5 Pesantren di Kecamatan Batulayar. dengan laju pertumbuhan penduduk 1. 8 Pesantren di Kecamatan Narmada. tingkat dasar (SD-MI). 2 di antaranya dikelola oleh pemerintah (MIN) dan 101 oleh masyarakat (MIS). tingkat tinggi (SMU-MA) dan bahkan di tingkat Perguruan Tinggi.37 % per tahun. Desember 2007: 99-118 di bagian tengah dan tiga kecamatan di bagian selatan10. 2 di antaranya dikelola oleh pemerintah (MTsN) dan 73 oleh masyarakat. No. 14 pesantren di Kecamatan Gerung.Jurnal Penelitian Keislaman. 3 pesantren di Kecamatan Lingsar. Lembaga-lembaga tersebut sebagian besar dikelola oleh masyarakat ( tokoh masyarakat). Nahdatul Wathan (NW). 3 Pesantren di Kecamatan Kuripan. 11 Masyarakat Kabupaten Lombok Barat.947 jiwa. Muhammadiyah. sedangkan untuk tingkat atas (MA) sebanyak 53 semuanya dikelola oleh masyarakat. tingkat dasar (MI) sebanyak 103 buah. Mereka termasuk golongan yang fanatik menganut agama dalam arti kenyakinan. 4. Jumlah penduduk Kabupaten Lombok Barat sebanyak 677. 1. Dari aspek pendidikan agama. Departemen Agama Kabupaten Lombok Barat. dan 5 Pesantren di Kecamatan Bayan. Sikap dan pandangan mereka terhadap praktek kepercayaan sangat melekat. 4 Psantren di Kecamtan Kayangan. Sedangkan jumlah pondok pesantren di Lombok Barat sebanyak 85 buah dengan rincian 2 pesantren di Kecamatan Sekotong. 7 Pesantren di Kecamatan Gunung Sari. 2 pesantten di Kecamatan Gangga. dan IPM Kabupaten Lombok Barat 2001. 11 Sumber: Data Pondok Pesantren 2007. Masyumi. 4 Psantren di Kecamatan Pemenang. Secara sosial kelembagaan (kelompok pemikiran keagamaan) masyarakat Lombok Barat berafiliasi ke beberapa lembaga keagamaan seperti Nahdatul Ulama (NU). 2002. 9 Pesantren di Kecamatan Labuapi. di Lombok Barat mengalami perkembangan yang cukup signifikan. 4 pasantren di Kecamatan Tanjung. tingkat menengah (MTs) sebanyak 75 buah. 12 Pesantren di Kecamatan Kediri. Dari rekapitulasi data lembaga agama pada Kanwil Departemen Agama Nusa Tenggara Barat tahun 2004. 106 . tingkat menengah (SMPMTs). 4 pesantren di kecamatan Lembar. Vol. mayoritas beragama Islam. Mulai dari tingkat pra sekolah (TK-RA).

2004. sejarah dan riwayat hidup Nabi Saw.15 Selain berafiliasi pada organisasi keagamaan dan atau pengamalan ajaran tarekat secara ketat di masyarakat sasak Lombok Barat mereka juga bergabung pada berbagai kegiatan dan atau kelompok non-formal lembaga-lembaga sosial keagamaan lainnya. Laporan Penelitian Peranan tarekat Qadiriyah Naqsabadiyah Dalam Dakwah Islamiyah di Lombok Pasca Kemerdekaan. Salain itu keberadaan pesantren (lembaga-lembaga pendidikan di dalamya) dengan pimpinan-pimpinan kharismatisnya (Tuan Guru) yang tersebar di setiap desa dan kecamatan13 membentuk sikap dan pandangan mereka.I. Tarekat Naqsyabandiyah.Sos. majlis-majlis ta’lim. Lemlit IAIN Mataram. Sikap dan pendangan dimaksud adalah persepsi mereka terkait dengan nilai dan moralitas agama juga prektek ibadahnya baik langsung-idividual maupun tidak langsung-sosial kolektif (mahdhah maupun ghair mahdhah).). dan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Sedangkan ibadah ghair mahdahah adalah ibadah yang tidak ada aturan yang mengikatnya 15 Lihat. 17 Masyarakat sasak mengadakan begawe terkait dengan situs kehidupan yang disebut Gawe Urip atau Begawe Urip seperti perkawinan. 14 Dimensi lain dari sikap keberagamaan masyarakat Lombok Barat adalah keberadan kelompok penganut ajaran tarekat. S. Kelompok-kelompok sosial-keagamaan yang terbentuk dan berkembang di masyarakat merupakan sarana interaksi sosial untuk memperkuat hubungan kekeluargaan dan silaturahmi antara masyarakat. Beberapa aliran tarekat yang berkembang di Lombok Barat atara lain Tarekat Samaniyah. 16 Wawancara dengan Iswadi Idris. Tarekat Qadirun Yahya.Gerakan Dakwah Salafiyah… (Muhammad Sa'i) organisasi-orgnisasi keagamaan lainnya. tanggal 11 Sepember 2007. dan khitanan (sasak 107 . tradisi Begawe atau gawe. (Tokoh pemuda desa Gelogor Kediri Lombok Barat). 13 Lihat data pada deskripsi tentang Pondok Pesantren Kabupeten Lombok Barat 14 Ibadah didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridai-Nya.17 selamaten atau nyelametan18 dan lain-lain. dan kelompok-kelompok lainnya. Sohimun Faisol dan Muhammad Sa’i. kelompok serakalan (pembacaan qasidah yang berisikan pujian. Lembaga-lembaga sosial keagamaan masyarakat dimaksudkan antara lain: kelompok yasinan. Ibadah mahdhah adalah ibadah yang rukun dan syaratnya sudah diatur dan atau ditentukan.16 Selain itu masyarakat Lombok Barat sangat ketat dalam mempertahan tradisi mereka seperti. Terbentuknya lembaga-lembaga sosial keagamaan tersebut sangat kuat dipengaruhi oleh meningkatnya kegiatan-kegiatan dakwah Islam yang dilakukan oleh Tuang Guru/ustaz/kyai.

yang berakhir dengan Anas ibn Malik (w. yang berakhir dengan Ahmad ibn Hanbal (241 H/ 855 M). Rukun Iman dan melaksanakan syariat Islam. juga pemahaman ataupun praktik Islam mereka yang murni. mengajak manusia untuk membersihkan Tauhid/aqidah kepada Allah dari unsur-unsur bid’ah. 1. Sehingga dakwah yang tidak mengacu pada apa yang contohkan tiga generasi tersebut dianggap sebagai bid’ah. tsumma al-lazîna yalûnahum.Afkar al-Dauliyah. Mithu’ adalah peringatan 7 hari setelah meninggal setelah meninggalnya sesorang. kemudian sesudah mereka. 20 tidak berlandaskan ittiba’ (meneladani) cara Nabi Saw. dakwah pada hakekatnya merupakan ajakan atau seruan kepada orang untuk melakukan perbuatan al-khair (kebenaran yang universal). c). tsumma al-lazîna yalûnahum (generasi terbaik adalah generasiku (masa kenabian). Vol. Maka dakwah berarti mengajak manusia kepada Rukun Islam. idiologi dakwah ke-kebenar-an dibangun atas pijakan pada keteladanan tiga generasi awal. bab Ilm. Tujuannya adalah untuk menjaga ikatan kekeluargaan. No. takhyyul dan khurafat.Jurnal Penelitian Keislaman. dan alma’ruf (kebenaran kondisional-sosilogis). a) generasi al-Shahâbah. tth).Maliki. b) Nelung adalah peringatan 3 hari setelah meninggalnya sesorang. juz 3 hadis no. g). Ibnu al-Arabi al. Nyiwa’ acara perintana 9 hari meninggal. Metangdase yaitu acara peringatan 40 hari meninggal. “Iyyâkum muhdatsâ al-umur fa inna kulla muhdtsatin bid’ah wa kullu bid’ah dhalâlah (waspadailah perkara-perkara baru.19 Mereka dianggap sebagai generasi keemasan karena mereka memiliki kedekatan emosional dengan nabi. c) generasi Thâbi’ al-Thâbi’-n. kekerabatan dan pertemanan tetap terjaga. dan salaf al-shalih . b) generasi al-Thâbi’-n(180 H/796 M) dan. 91 H/710 M). Syarh ’Aridah al-Ahazi. e). 2676. 108 . 2816. dan sesudah mereka ). 20 Terma bid’ah direduksi dari hadis Nabi Saw. Desember 2007: 99-118 Dakwah Salafiyah di Lombok Barat Secara sederhana dapat dipahami.Lihat. Lihat. yaitu acara-acara zikir dan do’a untuk anggota keluarga yang meninggal. tth). 4. 19 Referansi kaum Salafi terhadap tiga generasi awal ini disarikan dari statemen Nabi “kharul quruni qarni. Nyatus yaitu acara peringatan 100 hari meninggal. Ibn Hajar al-Asqalany. 6428 (Riyadh: Bait al. dimanfaatkan oleh pemiliki hajat atau acara untuk menghimpun keluarga. sebab setiap perkara baru adalah bid’h dan setiap bid’ah itu sesat). Dan gawe yang terkait dengan situs kematian yang disebut Gawe Mate’ atau Begawe Mate’. 10/104 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah. waris yang berada di tempat-tempat yang agak jauh untuk hadir dalam kegiatan gawe. d). sahabat. Fath al-Barî bi Syarh Shahîh al-Bukhari. melarang nyunatan) Acara ini merupakan media interaksi sosial antara masyarakat. Ada beberapa tahapan acara yang dilakukan terkait dengan gawe mate ini yaitu a). taat kepada Allah dan Rasul-Nya. selamet gumi yaitu acara rowah/ zikir sesaat setelah seseorang yang meninggal dunia dimakamkan. 18 Selametan atau nyelametan biasanya dilakukan untuk mengungkapan rasa syukur terhadap hasil pertanian atau memasuki pergantian musim yang biasanya pada saat akan turun sawah (Sasak: ngaro) dan bentuk-bentuk nikmat lainnya. Sunan al-Tirmizi. Dalam perspektif salafi.

Mukti Ali. Memusatkan diri pada pemaknaan tauhid al-ibadah (peng-esa-an) pada Allah. masalah Tauhid.H. Menghilangkan praktek bid’ah dan khurafat yang ditimbulkan oleh kebodohan dan keterbelakangan . dan seterusnya. menjauhi bid’ah.H. Ajakan tauhid tau mengesakan sebagai prioritas utama dalam arti mengajak untuk mengikhlaskan ibadah kepada Allah dan melarang perbuatan syirik. c).Humaidi tanggal. (Riyadh: Mamlakah al-Arabiyah al-Su’udiyah. dan salaf al-shalih agar selamat di dunia dan akhirat.21 Berdasarkan temuan lapangan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD). dipahami dan di-idealkan dari sumber/teks dakwah (dalam hal ini al-Qur’an dan alHadits). Tabshir al-Azhân bi ba’di al-mazâhib wa al-Adyân. Setelah itu barulah ajakan untuk mendirikan shalat dan kewajiban-kewajiban Islam yng lainnya. b). kemudian yang penting. jika hal itu ditinggal maka dakwah tersebut berarti dakwah ahl-al-bid’ad dan ahl. maka kriteria materi yang didakwahkan disampaikan dengan skala prioritas yaitu. Mengembalikan berbagai persoalan pada Kitabullah dan Sunnah rasulullah. pertama. kedua. a). Intinya utamakan yang paling penting. 21 September 2007. serta meninggalkan alarangan-larangannya. dakwah jamaah salafiyah berorientasi dua aspek. 22 Wawancara dengan Ust.22 Terkait dengan prinsip-prinsip dakwah. dan mengelurakan dari syubhat dan kebid’ahan kepada kstuan sunnah dan kesatuan akidah.al-ahwa. Artinya bahwa dakwah harus mengacu pada sunnah (tradisi nabi) dan para sahabat. Dakwah secara totalitas dan menyeluruh berdasarkan sebagai ajakan ke-kebenaran dan mengeluarkan manusia dari keglapan syirik kepada cahaya tauhid. tanggal 25 September 2007. dan menolak persoalanpersoalan aqidah yng tidak memilki sandaran nash yang jelas. Aspek goal (al-ghardl) Aspek goal adalah aspek idealistik berupa ajakan atau dakwah berdasarkan apa yang diyakini. Keharusan membersihkan pemahaman aqidah dengan mengacu pada praktek salaf al-shaleh. 23 Wawancara dengan Ust.Gerakan Dakwah Salafiyah… (Muhammad Sa'i) berbuat syirik dengan cara ittiba’ (meneladani) cara Nabi Saw. 45. 21 109 . 23 Muhammad al-Sabi’i. Dakwah salafiyah dalam hal ini dibangun pada beberapa prinsip fundamental . 1. yaitu. d). 1416 H ).

tanggal 5 September 2007. 1) Konstruksi Gawe Mate’ atau Begawe Mate’. LC. Mithu’ adalah peringatan 7 hari setelah meninggal setelah meninggalnya sesorang. 4. d).H.Mukti Ali tidak mengikuti orang terdahulu dalam hal pemahaman dan pengamalan agama. Ziarah dan zikir kolektif di atas kubur Ziarah kubur atau secara lughawi berarti mengunjungi kuburan. dan tabi’ittabiin ) maka harus dicegah. selamet gumi (acara rowah/ zikir setelah seseorang yang meninggal dunia dimakamkan). Vol. Nabi Saw. 1. Akan tetapi bagi jamaah ini pelembagaan zikir dengan keras (jahr) dan pelafalan kata yang tidak jelas. e). tokoh salafi yang tinggal di Desa Kediri.Jurnal Penelitian Keislaman. mengatakan “aku (Nabi) telah melarang 24 Wawancara dengan Ust. b) Nelung adalah peringatan 3 hari setelah meninggalnya sesorang. Konstruksi praktek keagamaan yang lokal-sinkritis menurut H. Desember 2007: 99-118 2. Dalam hal ini dakwah salafiyah mengarah pada kritisasi berbagai konstruksi keagamaan yang sinkretis dan dianggap tidak berdasarkan idealitas dakwah yang valid dan shahih antara lain. Metangdase yaitu acara peringatan 40 hari meninggal. Dan karena kaonstruksi semacam itu merupakan praktek yang tidak berdasarkan cara al-salaf al-shalih ( sahabat. Nyatus yaitu acara peringatan 100 hari meninggal. Aspek Realistik Aspek realistik adalah realiats masyarakat atau konteks tempat berlangsungnya interaksi penyeru (da’i) dan yang diseru (mad’du) untuk menerima materi dakwah dalah aspek realitas masyarakat atau konteks tempat berlangsungnya interaksi penyeru (da’i) dan yang diseru (mad’du) untuk menerima materi dakwah. seperti formula yang dilakukan oleh jamaah tarekat. 24 2) Formulasi zikir jahr (keras) Pelembagaan paraktek zikir jahr (keras) secara berkelompok (jamaah) di masjid-masjid atau tempat lainnya dengan menggunakan pengeras suara. 110 . Nyiwa’ acara perintana 9 hari meninggal. tabi’in. c). No. hal itu dapat menghilangkan makna substansialnnya. 3. Bagi jama’ah salafiyah zikir (menyebut nama Allah) adalah perbuatan yang mulia yang diajarkan al-Qur’an maupun hadits Nabi dan wasilah (media) pembinaan spritual. Mukti Ali. g). Gawe Mate’ atau Begawe Mate’ (proses terkait dengan kematian) seperti. Bagi jamaah salafiyah praktek-praktek ini merupakan konstruksi budaya yang lebih bersifat lokal-sinkritis sehingga tidak mengacu pada substratum praktik nabi dan salaf al-shalih .

Konstruksi budaya terkait dengan syi’ar Islam Islam mengajarkan umatnya untuk hub al-rasul dan ittab’ alrasul ajarannya. Fath al-Bâri bi Syarh Shahih al-Bukhâri.. Demikian halnya dengan pembacan serarakalan (syair barzanji). Isra dan mi’raj Nabi. Nuzul al-Qur’an dan lain-lainnya tidak merupakan wujud mencintai Nabi sebab sering kehilangan makna substansialnya. 26 Ibid. 111 . membaca al-Qur’an dengan memilih surat-surat tertentu seperti Surat yasin. Propaganda jamaah salafiyah dengan jargon pemurnian Islam atau puritanisasi menolak pengalaman Islam yang berbau lokal-mistis atau menolak formalisasi ajaran Islam dalam budaya seperti di atas. 389. al25 Al-Imam Muslin. Peringatan-peringatan tersebut seringkali menjadi bentuk penghaburan harta (tabzir) dan tidak bersumber dari tradisi Nabi. yaitu mencintai dan mengikuti ajaran rasul.27 Apakah larangan itu untuk semua (mutlak) laki dan perempuan tua muda atau terbatas untuk perempuan. Demikian juga dengan prinsip kembali pada apa yang dipraktekkan al-salaf al-shalih. 27 Ibu Hajar al-Asqalani. Maka bebagai serimonial keagamaan yang dilaksanakan masyarakat seperti peringatan maulid Nabi (hari kelahiran). Karena dengan mencintai dan mengikuti rasul kita akan meraih ketenangan dan kenyamanan hidup Usaha mencintai dan mengikuti ajaran rasul dilakukan dengan menjalankan dan atau mempraktekkan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari. tth). tth). mengharamkan zikir dan ziarah qubur dan lain-lain yang tidak bersadarkan pada dalil yang shahih. Dalam hal ini. 4. 26Ibnu Hajar al-Asqalany dalam kitab Fath al-Bari menyebutkan bahwa terjadi perbedaan pendapat dalam memahami hadits tersebut yaitu seputar larangan tersebut. jilid 2 (Mesir: Dar Ihya al-Kutub alArabiyah. salafiyah memberantas unsur-unsur bid’ah.Gerakan Dakwah Salafiyah… (Muhammad Sa'i) mu ziarah kubur. wa al-ana fazuruha)25 dan sabdanya “ziarahilah kubur. Humaidi menganggap bahwa zikir kolektif yang dilaksanakan di atas kuburan pasca pemakaman pada awalanya merupakan upaya dan bentuk politisasi massa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh NU versus Masyumi yang sekitar tahun 50-an mengalami persetruan politik yang sangat keras. 390. 815. Shahih Muslim. Jilid 1 (Riyadh: Bait al-Afkar al-Dauliyah. karena ziara tersebut mengingatkan mati “(Zuuru alqubur fa innaha tuzakkiru al-maut”). dan sekarang ziarahilah” (kuntu nahaitu kum ‘an ziarah al-qubr.

memberikan jawaban apologis bahwa dakwah salafi berikhtiar mengikuti praktek salaf al-shalih yaitu dengan mengamalkan apa yang termaktub dalam al-Qur’an dan hadits Nabi (perkataan. bagaimana sesungguhnya menurut pandangan bapak/saudara terkait praktek beragama Islam ?” Ust. 4. Humaidi menegaskan: “Perayaan maulid Nabi yang berlebihan (tabzir) mereka berani berhutang hanya untuk kegitaan tersebut akan tetapi untuk masalah pendidikan dan kesehatan mereka abaikan”. Saiful Muslim dari kelompok non-salafi menyatakan. H. tanggal 25 September 2007. H.Jurnal Penelitian Keislaman. 30 Wawancara. Ahmad Humaidi. penyerbuan. 1. kelompok salafi ini adalah tekstualis yang menolak kultur dan tradisi ulama-ulama besar. Persoalannya yang muncul dari pernyataan ini ada praktekpraktek beragama di masyarakat yang tidak bersumber dari keduanya harus dirubah. No. mengedepankan pahamnya dan tidak mau mengikuti ritual yang ada.30 28 29 Wawancara.28 Sementara itu. 28 Agustus 2007. eksklusif. Kejadian tersebut lalu dijadikan alasan bahwa salafiyah mengaharamkan zikir dan menentang pendapat Tuan Guru. Rumusan pertanyaan pertama yang diajukan kepada semua unsur sebagai berikut: “Setidaknya pada empat tempat di Lombok Barat. tanggal 21 Sepetember 2007. konflik terjadi karena hubungan antara dua pihak atau lebih (idividu dan kelompok) yang memiliki atau merasa memiliki sasaran yang tidak sejalan. Wawancara. 29 Drs. Pemetaan Akar dan Efek Konflik Mengacu pada teori umum. persepsi individu atau kelompok yang mengalamai konflik tersebut. Desember 2007: 99-118 waqi’ah dan lainnya secara khusus sehingga seakan-akan Qur’an kita hanya surat itu). Teori ini menjadi pisau analisis mencermati konflik salafiyah dengan bertumpu pada pandangan. tanggal. ketika pertanyaan yang sama dikemukakan kepada Ust.Supnil penggerak salafi.Muksin mantan Kasi Mependa Depag Lombok Barat. 112 . Selain itu mereka cenderung tertutup (tidak mau berinteraksi). Salafi selalu mendapatkan penolakan. H. perbuatan dan keputusan Nabi). Dakwah Salafiyah. yang ikut menyelesaikan konflik Salafi di Sekotong mengatakan bahwa penyerangan yang terjadi di Sekotong sesungguhnya dipicu oleh masalah kecil yaitu tentang zikir jahr ba’da magrib di masjid setempat yang tidak dihadiri oleh Ust. Vol.

tidak mau terlibat setiap kegiatan sosialkeagamaan. tindakan dan efek konflik Penyebab Konflik • Ritual-ritual kematian hari I. “Di samping itu kami tidak menafikan peran besar yang dimainkan oleh media cetak. tanggal 21 September 2007.III. dan penolaka n setiap kegiatan yang tidak bersumbe r dari dalil yang jelas. • Makan minum di rumah orang yang mendaptkan musibah • Doa setelah shalat jenazah di masjid • Zikir keras atau jahr melalui pengeras suara • Peringatan Maulid. Isra' 31 32 Inti masalah • Pembid'ah-an. Mereka selalu mengajak kepada cara beragama yaitu berkenyakinan dan atau beraqidah yang benar (al-aqidah al-shahihah). 2). • Sikap Ekslusif berlebiha n dari Tindakan • Menututup diri. inti permasalahan. Indikasinya terlihat pada 1). Ada kecenderungan media membesar-besarkan masalah”.IX. Mereka berusaha merubah kemungkaran dan menggantikannya dengan kebaikan (al-nahyu an al-mungkar dan al-amru bi al-makruf) dan 3) perbaikan dalam ibadah (ishlah al-ibadah) terutama meningkatkan kesadaran shalat berjamaah.31 Ustaz Musdah Mahmud berpendapat bahwa dakwah salafi itu baik. Wawancara. dst. Tabel Pemetaan penyebab. Salafi menawarkan hal-hal yang dianggap baru dan berlawanan dengan apa yang mereka pahami dan lakukan. pokok masalah. budaya yang dipandang tidak bersumber dari dalil yang valid dan autentik serta bertentangan dengan prinsip al-safaf al-shalih • Meninggalkan Efek /Reaksi • • • • • • Penyerangan Penyerbuan Pembakaran Pengerusakan Pengasingan Penutupan pengajian Wawancara. Samsul Hadi Idris Kepala Desa Gelogor mengomentari konflik salafi yang terjadi di wilayahnya mengatakan bahwa konflik yang tejadi di sini (Gelogor) karena shock (kegundahan) masyarakat akibat kritikan kelompok salafi terhadap kultur masyarakat. 32 Dari berbagai komentar di atas dan dukungan data-data observasi pada wilayah-wilayah serta diskusi intensif terhadap berbagai pihak yang mengalami konflik maka dapat dirinci secara detail.Gerakan Dakwah Salafiyah… (Muhammad Sa'i) Sementara itu.VII. tanggal 29 September 2007 113 . penyebab konflik. jenis tindakan dan efek konflik salafi versus non-salafi selengkapnya adalah seperti table berikut.

ketidakpercayaan dan permusuhan antar kelompok. acara jamaah Mi'raj. Dan ketiga. 114 . tergambar bahwa hampir semua permasalahan konflik yang terjadi di beberapa wilayah konflik bermuara pada segi doktriner atau aspek ideologis. adanya ketidakstabilan dan ketakutan dalam masyarakat sehingga memunculkan tindakan reaktif. yang disebabkan oleh dua faktor pokok. Nuzul dan tempat salafi al-Qur'an kegiatan terhadap • Ziarah dan keagamaan ide dan berzikir di atas (masjid/ paham kubur atau jamaah) keagamaa makam-makam n mereka. 1. No. Vol. tidak memadainya saluran dialog dan wadah untuk mengungkapkan perbedaan pendapat. suara-suara ketidaksepahaman dan berbagai keluhan yang terpendam tidak didengar dan diatasi oleh pemerintah atau para tokoh.Jurnal Penelitian Keislaman. Pertama. keterlibatan dan keberpihakan pemerintah serta pemberitan media massa. Isra' kegiatan. 4. Konflik-konflik tersebut bergeser san berubah menjadi reaksi keras yang berdampak pada konflik sosial dkarenakan beberapa sebab. Di samping itu terdapat faktor-faktor skunder seperti sikap tokoh yang secara prontal meninggalkan setiap aktivitas yang dianggap bertentangan dan prastise tokoh. Traumatis yaitu halangan kreativitas berfikir untuk menjalin hubungan dan bertindak. 3) polarisasi sistem dan praktek beragama. yang dikeramatkan • Talqin mayit dan ta'ziah dikuburan • Penggunaan Azimat Dari tabel di atas. Kedua. Desember 2007: 99-118 Peringatan • Meninggalkan n dari Maulid. 1) kesalahpahaman menafsir budaya (khilafiyah) yaitu adanya ketidakcocokan cara dan metode mengkomunikasikan berbagai budaya yang berkembang di masyarakat 2).

zikir jahr (keras). Sumber yang valid dan shahih dimaksud adalah berlandaskan ittiba’ (meneladani) cara Nabi Saw dan salaf al-shalih. Solusi masalah untuk menuntaskan konflik ideologis dan sosial antara masyarakat muslim pada umumnya dengan kelompok salafiyah ini adalah dengan meningkatkan keefektifitan komunikasi antarbudaya. aspek idealitik atau sumber dakwah. serta masalah ketidakpercayaan dan permusuhan antar kelompok. Dari berbagai kasus konflik dan dampak yang ditimbulkan seperti penyerbuan. pengerusakan pengasingan.Gerakan Dakwah Salafiyah… (Muhammad Sa'i) SIMPULAN Dakwah salafiyah di Lombok Barat. dan juga peringatan-peringatan hari besar Islam yang dilaksanakan secara berlebihan. sebagaimana dipahami para penganutnya. penutupan pengajian ternyata bukanlah disebabkan oleh faktor sumber dakwah. 115 . mencacu pada dua aspek utama yaitu. pertama. dan polarisasi sistem dan praktek beragama. Kedua. Konflik dan berbagai dampaknya terjadi disebabkan oleh realitas terapan yaitu. dan perlunya semua pihak menambah pengetahuan mengenai hubungan antara idealitas ajaran Islam dengan budaya masyarakat. meningkatkan sikap toleran agar masyarakat yang mengalami konflik lebih bisa saling menerima keragaman yang ada. ziarah kubur. Masyarakat yang mendapat kritikan pedas dari dakwah jamaah salafi kemudian beraksi keras. aspak realistik yaitu aspek terapan dan konsekwensi dari aspek pertama. kesalahpahaman menafsir budaya. pembakaran. yaitu bahwa dakwah islamiyah mengacu dan berlandaskan sumber yang valid dan shahih. Pada aspek ini dakwah salafiyah melakukan konstruksi kritis terhadap berbagai praktek keagamaan yang mereka pandang bertentangan dengan idealitas dakwah islamiyah seperti budaya terkait dengan kematian. adanya trauma dan halangan kreativitas berfikir untuk menjalin hubungan dan bertindak.

Al-Imam Muslim. IPM Kabupaten Lombok Barat 2001. Abu Abdirrahman. Abu Zuhair dkk. (Yogyakarta: LKiS. No. Data Pondok Pesantren 2007. Ibu Hajar al-Asqalani. Kebudayaan dan Agama. Geertz. ( Bogor : Griya Ilmu. Azyumardi. Fisher. ta’liq Ali Hasan ali Abdil Hamid (Damaskus: Dar al-Manar. Al-Durar al-Ghaliyah fi Adabi aldakwah wa al-Daiyah. 4. Al-Thalibi. Jaringan Ulama Timur tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII Akar Pembaruan Islam Indonesia. tth). Ada Apa Denga Salafi Jawaban atas tuduhan dan Koreksi Terhadap Istilah Salaf. Karikasari dkk. John L. Baadais. (Jakarta : Prenada Media. (Jakarta: The British Council Responding To Conflict. Greg dan Greg Barton.N. Jilid 5. Apter. David E. tth). 2004). ( Jakarta : Hujjah Press. Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern. alTashfiyah wa Tarbiyah wa Atsaruhuma fi Isti’nafi al-Hayât alIslamiyâh (Riyadh: Al-Mamlakah al-Arabiyah. Persinggungan nahdlatul Ulama-Negara. (ed). Fely. Politik Modernisasi (Jakarta: Gramedia. Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid. Clifford. Irwan. (Riyadh: Bait al-Afkar al-Dauliyah. Azra. Esposito. 2003). tth). Basyir. Dakwah Salafiyah dakwah Bijak Meluruskan Sikap Keras Dai Salafi. ( Bandung : Mizan. Pokok-pokok dakwah Manhaj Salaf. Fawaz Bin Hulail bin Rabbah As-Suhaimi. Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bucharij. 116 .Jurnal Penelitian Keislaman. Departemen Agama Kabupaten Lombok Barat.Eva Y. Mengelola Konflik Ketrampilan dan Strategi Untuk Bertindak. Fisher dkk. alih Bahasa S. 2006). Shahih Muslim (Kairo: Dar Ihya al-Kutub alArabiyah. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2006) Abdullah. 1. tth).N dkk. 1987).Abu Umar. 1992). (Yogyakarta: Kanisius. terj. tarjm. Desember 2007: 99-118 DAFTAR PUSTAKA Al-Halabi. Vol. BAPPEDA Lombok Barat. tth).. tth). salafi dan Salafiyah (Solo: Rumah Dzikir. 2001). 1997). Syakih abdul Hamid. Tradisionalisme Radikal.

juz 6. Soekanto. jilid 6. Ridwan. ( Jakarta. Teologi Islam Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan. ed.Ichtiar Baru van Hoeve.Hi (Jakarta : Pustaka al-Kautsar. Loekman. 2003). Panggabean. KH. Matinya Ideologi (Magelang: Indenesiatera. Roy. Said Abdul Azim. 2001). Harun.RajaGrafindo Persada. 1986). Nuswantoro. tarj.M. Mahfuz. Konflik Sosial Studi Kasus di Indonesia (Yogyakarta: Tajidu Press. 2005). 1996). ( Jakarta : PT.Si dan Khoerul Amru Harahap. Menelusuri Kearrifan Lokal di Bumi Nusantara. (Yogyakarta : Genta Press. LC. “Nilai-nilai Idiologi Pancasila”. Kuntowijoyo. 1997). dalam Demokrasi Indonesia Kontemporer. 1997). Ibn: Lisan al-Arab. 1416 H). Majmu’ Fatwa. Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: PT. Masdar F. 2005). Tabshir al-Azhân bi ba’di al-Mazâhib wa alAdyân. 117 . Dahrendorf. Syaikh Islam Ahmad bin Taimiyah. UI Press. ed. Syamsu Rizal” Organisasi dan Gerakan Islam” dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam Dinamika Masa Kini. Ibnu Taimiyah Pembaharuan Salafi dan Dakwah Reformasi.MA Sahal..tth) Mas’ud. Faisal Saleh. Kontestualissi Doktrin Islam Dalam Sejarah ( Jakarta: Yayasan Paramadina. M. Geneologi Islam Radikal. “Telaah Kritis atas Teologi mu’tazilah” dalam Budhy Munawar-Rachman (ed).ed. Soejono. Nuansa Fiqih Sosial.Gerakan Dakwah Salafiyah… (Muhammad Sa'i) Ibn Taimiyah. (Riyadh: Al-Mamlakah al-Arabiyah al-Su’udiyah. Menguak Mitos-mitos Pembangunan : Telaah Etis dan Kritis (Jakarta : Gramedia. Siba’i.Taufiq Abdullah. (Jakarta : Puslitbang Kehidupan Beragama. 1994). Muhammad. LC. Riberu dkk. 2005). Oliver. Jilid XVII (Majlis Islam al-Asiyun : Lajnah Dakwah wa alTa’lim. ( Yogyakarta : LKiS. Konflik Dan Konflik Dalam Masyarakat Industri (Sebuah Analisa Kritik). Nasution. tth) Ralf. ( Beirut :Dar Ihya al-Turats alAraby. terjemahan Ali Mandan (Jakarta: Penerbit CV. !994) Manzur. 1986). Sotrisno. Rajawali. Lubis. Riza Noer Arfani (Jakarta : Rajawali Pers. 1986).

Uday Pareek. 4..Jurnal Penelitian Keislaman. 118 . Ideologi dan Praksis Gerakan Sosial Kaum Fundamentalis Pengalaman Hizb al-Tahrir Indonesia (Malang: UMM Press. Vol. 1. Desember 2007: 99-118 Syamsul Arifin. 1999). 2005). 2004) Tim penyusun kamus Pusat Pembinan dan Pengembangan Bahasa. Contemprory Sosilogical Theory (New Jersey: Prentice –Hall Inc. Thompson. 1996). 1999). Kritik Idiologi Global: Teori Sosial Kritis tentang Relasi Idiologi dan Komunikasi Massa (Yogyakarta: Ircisod. Prilaku Organisasi (Jakarta: Pustaka Binaman Pressinndo. No. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. John B. Wallace. Ruth dan Alison Wolf.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful