Anda di halaman 1dari 1

No Topik 1 Asas perkawinan 2 Sahnya perkawinan Syarat perkawinan Pencegahan perkawinan

UU no 1 tahun 1974 Asas monogami,tetapi boleh poligami dengan memenuhi syaratsyarat yang ada. Perkawinan sah bila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya. Pria mencapai umur 19 tahun dan wanita mencapai umur 16 tahun Dilakukan oleh para keluarga dalam garis lurus keatas dan kebawah,kesamping,wali nikah danpihak-pihak yang berkepentingan

B.W (KUH. Perdata) Asas monogami

Dilihat dari hubungan perdata Harus mencapai umur genap 18 tahun Dilakukan oleh orang tua, mantan suami, dan kejaksaan

Pembatalan perkawinan

Apabila para pihak tidak memenuhi syarat-syarat melangsungkan perkawinan dan suami atau istri yang mengajukan permohonan melalui putusan pengadilan hak dan kedudukan suami istri adalah sama Kematian,perceraian,dan atas putusan pengadilan

Tidak dipenuhinya syarat subjektif atau objektif

Akibat perkawinan Putusnya perkawinan

Hak dan Kedudukan suami istri berbeda. Kematian,tidk hadirnya suami/istri selama 10 tahun,putusan hakim, dan perceraian Ada 4 alasan untuk melakukan perceraian Diatur dalam pasal 233 B.W Tidak diatur Perkawinan yang utuh, anak belum dewasa,dan orang tua tidak dibebaskan atau dipecat dari kekuasaan orang tua Memelihara dan memberi pendidikan kepada si anak yang belum dewasa.

8 9 10 11

perceraian Perpisahan meja dan ranjang Perkawinan di luar indonesia syarat kekuasaan orang tua

Ada 6 alasan untuk melakukan perceraian Tidak diatur Diatur dalam pasal 57 UU. No. 1/1974 Anak yang belum mencapai umur 18 tahun atau belum melaksanakan perkawinan

12

Kewajiban orang tua menyangkut pribadi

13

Kewajiban orang tua menyangkut harta kekayaan

Memelihara dan mendidik anakanaknya sebaik-baiknya sampai mereka kawin atau dapat berdiri sendiri, mewakili anak mengenai perbuatan hukum di dalam dan di luar pengadilan, dan memberi biaya pemeliharaan kepada anak tersebut. Orang tua tidak boleh menggadaikan barang-barang tetap milik anaknya yang belum berumur 18 tahun atau belum melaksanakan perkawinan kecuali apabila kepentingan anak tersebut menghendakinya

Kekayaan si anak yang menyangkut benda ang tidak bergerak, surat-surat berharga, dan suratsurat penagihan tidak boleh dijual sebelum mendapat ijin dari