Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Di era globalisasi ini, penyalahgunaan zat-zat psikostimulan telah menjadi salah satu gaya hidup pada beberapa orang. Zat- zat psikostimulan ini sendiri telah mudah dijangkau oleh masyarakat. Zat psikostimulan yang sering digunakan antara lain: alkohol, tembakau, ganja, heroin, dan metamfetamin (sabu-sabu). Dalam kasus PBL ini, secara khusus akan dibahas mengenai metamfetamin dan derivat amfetamin lainnya. Metamfetamin dan derivat amfetamin lainnya mempunyai efek psikostimulan terhadap tubuh manusia. Namun, narkotika golongan ini juga mempunyai efek yang berbahaya pada tubuh kita baik akut maupun kronik yang disebabkan oleh aktivitas simpatomimetik yang berlebihan di otak yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan psikiatrik yang permanen seperti stroke, kejang, dan gangguan fatal lainnya. Di tengah tren menurunnya kasus penggunaan kokain dan heroin, kasus penggunaan narkotika sintesa seperti metamfetamin justru meningkat dari akhir tahun 2009 hingga Juni 2010 di Indonesia. Peningkatan ini sebesar 30-33% menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Gories Mere. Peningkatan jumlah kasus pengguna metamfetamin ini seiring dengan meningkatnya tren penggunaan narkotika sintesa di negara-negara berkembang di Asia. Peningkatan kasus penyalahgunaan metamfetamin ini terjadi karena harganya yang murah sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan adanya peningkatan kasus penyalahgunaan metamfetamin yang memiliki efek berbahaya bagi tubuh kita, maka dokter perlu mengetahui mengenai patofisologi yang terjadi pada tubuh akibat metamfetamin dan bagaimana terapi yang sebaiknya dilakukan. Pada laporan PBL ini, kelompok kami akan membahas mengenai derivat amfetamin, patofisiologi kelainan vaskular dan stroke akibat penyalahgunaan amfetamin, dan terapi pada penyalah guna derivat amfetamin. Laporan PBL ini dibuat dengan tujuan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman kami mengenai derivat amfetamin dan efeknya pada tubuh, serta terapi kasus penyalahgunaan amfetamin, dan sebagai pemenuhan tugas oleh Tim PBL.

I.2. Skenario Whizzs Strike A 45-years old male, accompany by his wife, was admitted to hospital with sudden right temporal headache with left hemiparesis. He had history of hypertension. He also had history of tobacco and i.v. methamphetamine use. The patients wife confirmed use of methamphetamine by the patient before the event. On examination, blood pressure was 200/100 mmHg. On evaluation, patient suddenly had tonic clonic seizure starting from the left arm continued involving the entire body. Urine microparticle enzyme immunoassay (MEIA) was positive for amphetamine. A head CT scan, revealed a large right temporal and frontoparietal hemorrhage involving the internal capsule with midline shift. No history of epilepsy.