Anda di halaman 1dari 5

JURNAL MANUTECH

RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH SAMPAH PLASTIK


1

Robert Napitupulu , M.Subkhan ,Lestary Dwi Nita Program Studi Perawatan dan Perbaikan MesinPoliteknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung 2 Program Studi Perancangan Mekanik 3Mahasiswa Program Studi Perancangan Mekanik Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung Kawasan Industri Air Kantung Sungailiat 33211 Telp. (0717) 93586, Fax. (0717) 93585 rnapitupulu@polman-babel.ac.id subhkan@polman-babel.ac.id

Abstract The purpose of Design of plastic shredder is helping plastic collectors to process plastic trash into small pieces, so it will be easier to them when they want to packaging and sent that plastic trash to another place to reprocess. Design of plastic shredder is made using cutting system with cutter construction consist of six free knives and four constant knives in the cover. The operating machine using electric motor with transmission element of pulley and belt. The result are small pieces of plastic trash, size: 10 15 mm and in one hour, it can made 20 kg of small pieces of plastic trash. Keywords: plastic shredder, transmission. Abstrak Rancang Bangun Mesin Pencacah sampah plastik bertujuan untuk membantu para pengumpul plastik mengolah sampah plastik menjadi serpihan-serpihan kecil sehingga memudahkan dalam pengepakan dan pengiriman plastik keluar daerah untuk diolah kembali.Rancang bangun mesin pencacah sampah plastik yang dibuat menggunakan sistim menggunting dengan konstruksi alat potong terdiri dari 6 pisau putar dan 4 pisau tetap yang diikat pada dinding cover. Mesin ini dioperasikan dengan menggunakan motor listrik dengan menggunakan elemen transmisi puli dan sabuk. Hasil dari mesin ini berupa serpihan kecil dengan ukuran +10-15mm dan dalam waktu 1 jam, mesin dapat mencacah sampah plastik sebanyak +20 kg. Kata kunci: pengelolaan, sampah plastik, transmisi

1.

PENDAHULUAN Penggunaan plastik dalam kehidupan manusia semakin lama semakin meningkat. Peningkatan pemanfaatan plastik ini terjadi karena plastik bersifat ringan, praktis, ekonomis dan dapat menggantikan fungsi dari barang-barang lain. Sifat praktis dan ekonomis ini menyebabkan plastik sering dijadikan barang sekali pakai, sehingga semakin banyaknya penggunaan perlengkapan dari bahan plastik tersebut, menyebabkan semakin banyak pula sampah-sampah plastik. Hal inilah yang menyebabkan jumlah sampah plastik meningkat terus menerus dan menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi "PR" besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan sampah plastik. Perlu diketahui, diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk sampah bekas plastik itu agar benarbenar terurai secara alamiah. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga Oleh karena itu, jika sampah-sampah tersebut dibiarkan begitu saja akan menimbulkan bahaya yang sangat besar. Di kepulauan Bangka Belitung khususnya kota Sungailiat pengggunaan plastik berkembang sangat pesat, hal ini dapat dilihat dari banyaknya penggunaan peralatan yang terbuat dari plastik. Oleh karena itu, sebagian dari masyarakat yang ada dikota Sungailiat melihat prospek ini dapat dijadikan lahan pekerjaan yang dapat menghasilkan uang. Para pemulung mulai mengumpulkan sampah plastik

Perancangan Biosensor Berbasis Piezoresistive Mikrokantilever : Pengukuran Dan Simulasi (Aan Febriansyah)

JURNAL MANUTECH

kemudian menjualnya ke pengumpul plastik dan selanjutnya pengumpul akan mengirimkan dan menjual sampah plastik tersebut ke pabrik daur ulang di luar kota untuk diolah kembali menjadi bahan baku plastik. Tempat pengumpul plastik di daerah Sungailiat, plastik yang dikumpulkan langsung dikirim dalam bentuk utuh tanpa diolah terlebih dahulu karena tidak bisa diolah ditempat tersebut.

Gambar 1. Proses Pengepakan Sampah Plastik jika plastik yang sudah diolah (dihancurkan dalam bentuk cacahan) akan jauh lebih mudah dalam hal pengepakan dan pengiriman. Selain itu, nilai jualnya pun akan lebih tinggi daripada penjualan sampah plastik utuh. Sampah plastik yang telah dicacah ini bisa didaur ulang menjadi bahan baku pembuatan plastik. Permintaan terhadap bahan baku ini pun sangat besar sehingga pabrik pembuatan plastik sering kehabisan stok bahan baku. Dari hasil wawancara ke beberapa tempat pengumpul plastik, ada keinginan masyarakat untuk menghancurkan plastik tersebut menjadi cacahan kecil sebelum dikirim ke pabrik daur ulang, akan tetapi karena mahalnya harga mesin tersebut banyak pengumpul plastik yang tidak mampu melakukannya. Melihat data dan kenyataan yang ada dilapangan penulis mencoba untuk merancang dan membuat mesin pencacah sampah plastik dengan proses pencacahan yang sederhana sehingga dapat mengefisienkan dalam pengepakan dan pengiriman sampah plastik dibandingkan pengiriman yang masih dalam bentuk utuh yang dirasakan tidak efisien. 2. METODE PENELITIAN Kegiatan perancangan dan pembuatan mesin pencacah sampah plastik diperuntukkan bagi industri kecil menengah kebawah dengan proses produksi 15-20 kg/jam. Dalam perancangan mesin pencacah sampah plastik ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yakni: Tahapan pertama dilakukan survei di sekitar kota Sungailiat. Survei ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang sampah dan pengolahannya. Keluaran tahapan ini berupa data metode perancangan pencacahan sampah plastik. Berikut adalah gambar blok fungsi dari Mesin Pencacah Sampah Plastik: Sampah plastik Energi listrik Tombol ON/OFF Mesin Pencacah Sampah Plastik Fungsi utama : Mencacah Sampah Plastik Gambar 2. Blok Fungsi Mesin pencacah sampah plastik yang dirancang ini, energi masukannya berasal dari energi listrik dan material masukan berupa sampah plastik, keluaran dari mesin tersebut berupa noise, getaran, dan cacahan plastik. Secara umum konsep perancangan sistem pencacah sampah plastik dan transmisi daya diperlihatkan dalam gambar berikut: Cacahan plastik Noise, getaran Panas

Perancangan Biosensor Berbasis Piezoresistive Mikrokantilever : Pengukuran Dan Simulasi (Aan Febriansyah)

JURNAL MANUTECH

Gambar 3. Prototipe Sistem pencacah sampah plastik dan transmisi dayanya Perancangan dilakukan komponen per komponen dari keseluruhan unit kemudian dilakukan perakitan. Perancangan diakhiri dengan menghasilkan gambar disain berupa gambar kerja yang terdiri dari: Komponen unit masukan material Komponen unit pencacah plastik Komponen unit penyaluran hasil cacahan plastic Sistem transmisi daya Pembuatan komponen mesin pencacah sampah plastik dilakukan sesuai gambar kerja di bengkel Polman Timah dengan menggunakan bahan standar yang banyak dijual dipasar. Perakitan komponen dilakukan agar menjadi alat/mesin yang kompak dan dapat digunakan sesuai dengan rancangan yang diinginkan. Pengujian dilakukan untuk mengetahui fungsi dan mekanisme kerja mesin pencacah sampah plastik. Bahan uji berupa sampah plastik kering dengan ketebalan 0,3 mm sampai 2 mm. Jika unjuk kerja mesin belum optimal dilakukan modifikasi untuk penyempurnaan komponen maupun unit prototipe. Parameter yang digunakan untuk mengevaluasinya adalah kapasitas, ukuran cacahan, dan mekanisme kerja mesin. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Konstruksi Mesin Pencacah Sampah Plastik Hasil rancang bangun mesin pencacah sampah plastik terdiri dari 5 bagian utama yaitu rangka, unit masukan material, unit pencacah, unit penyaluran hasil cacahan, dan sistem penerusan daya. Sedangkan kebutuhan daya dihitung sesuai dengan beban yang ditimbulkan dari unit pencacah. Rangka utama terbuat dari besi siku 40mm x 40mm dan besi plat sebagai landasan. Unit masukan material terbuat dari besi plat tebal 2mm yang disatukan dengan penutup unit pencacah dengan pengikatan yang dapat dilepas pasang agar proses bongkar pasang dapat dilakukan dengan mudah. Unit pencacah terdiri dari pisau putar dan pisau tetap. Pisau putar terdiri dari 6 buah pisau cacah dengan ukuran 170mm x 70mm x 8mm yang dipasang pada poros penggerak menyatu dengan pelat dudukan pisau putar. Pisau tetap terdiri dari 4 buah pisau cacah dengan ukuran 170mm x 40mm x 10mm yang diikat pada dudukan pisau dinding cover. Hasil rancang bangun mesin pencacah sampah plastik dapat dilihat pada Gambar 4 dan komponennya dapat dilihat pada Gambar 5. 3.2 Hasil Pengujian Pengujian mesin pencacah sampah plastik berupa uji fungsional yang bertujuan untuk mengetahui apakah hasil rancang bangun dapat berfungsi sesuai dengan disain yang diharapkan. Jika tidak sesuai harus dilakukan modifikasi sampai menghasilkan unjuk kerja yang baik. Setelah dilakukan pengujian pada putaran motor (rpm) 1450 rpm dan putaran poros pencacah 363 rpm, diperoleh hasil cacahan yang cukup baik yang dapat dilihat dari hasil plastik yang tercacah mencapai 100% dan ukuran cacahannya mencapai 10-15mm.

Perancangan Biosensor Berbasis Piezoresistive Mikrokantilever : Pengukuran Dan Simulasi (Aan Febriansyah)

JURNAL MANUTECH

Gambar 4. Hasil Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Plastik

C D Gambar 5. Bentuk-bentuk rancangan (A) Unit Pencacah dan Sistem Transmisi Daya, (B) Unit Pengeluaran Material, (C) Unit Pemotong, (D) Unit Masukan Material Tabel 1. Data Proses Uji Coba Jenis sampah plastik Cup minuman Cup minuman Ember plastik Ember plastik Tebal (mm) 0,3 0,5 1,5 2 Berat sampah plastik (gr) 250 980 1100 800 Waktu untuk mencacah (menit) 5 3 2,5 2 Berat sampah yang dicacah (gr) 250 980 1100 800 Produksi /jam (kg) 3 13,8 19,2 21

Uji

1 2 3 4

Uji

Jenis sampah plastik

Tabel 2. Hasil Uji Coba Pencacahan Gambar plastik dalam keadaan Gambar plastik dalam keadaan utuh tercacah

Perancangan Biosensor Berbasis Piezoresistive Mikrokantilever : Pengukuran Dan Simulasi (Aan Febriansyah)

JURNAL MANUTECH

Cup minuman dengan ketebalan 0,3 mm

Cup minuman dengan ketebalan 0,5 mm

Ember plastik dengan ketebalan 1,5 mm

Ember plastik dengan ketebalan 2 mm

Dengan mengecilnya ukuran sampah plastik dapat mengefisiensikan pengepakan dan pengiriman sampah untuk proses pengolahan selanjutnya. Sampah plastik yang telah tercacah oleh mesin dapat diolah kembali menjadi bahan baku pembuatan plastik. 4. SIMPULAN Mesin pencacah sampah plastik ini dirancang dengan sistem menggunting dimana proses pemasukan material sampah dan proses pencacahan dapat dilakukan dalam waktu bersamaan setelah proses pencacahan pertama dilakukan.Dari hasil uji coba, didapat : untuk cup minuman dengan ketebalan 0,3 mm hasilnya tidak mencapai kapasitas yang diinginkan (20kg/jam) dikarenakan terlalu tipis sehingga sulit untuk terpotong. Sedangkan plastik dengan ketebalan 2mm kapasitas mesinnya terpenuhi (21kg/jam). Melalui rancangan mesin ini, efektifitas kegiatan pengepakan dan pengiriman yang dilakukan oleh pengepul sampah dapat terbantu dan berdampak positif dan efisien. 5. DAFTAR PUSTAKA

Harsokoesoma, H. Darmawan, 2004, Pengantar Perancangan Teknik (Perancangan Produk), Bandung, Politeknik Manufaktur Negeri Bandung. Ruswandi, A, 2004, Metoda Perancangan, Bandung, Politeknik Manufaktur Negeri Bandung. Sularso, Kiyokatsu Suga, 1997, Dasar Perencanaan Dan Pemilihan Elemen Mesin, Jakarta, Pradnya Paramita. .. , 2004, Metode Perancangan 1, Bandung, Politeknik Manufaktur Negeri Bandung. ., 1994, Elemen Mesin 1. Sungailiat, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung. ., 1994, Elemen Mesin 3. Sungailiat, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung. ., 1994, Elemen Mesin 4. Sungailiat, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung.

Perancangan Biosensor Berbasis Piezoresistive Mikrokantilever : Pengukuran Dan Simulasi (Aan Febriansyah)