P. 1
SILABUS UPI Teori & Sejarah Sastra 20100909

SILABUS UPI Teori & Sejarah Sastra 20100909

|Views: 411|Likes:
Dipublikasikan oleh Hōrī Momo Hinamori

More info:

Published by: Hōrī Momo Hinamori on Feb 19, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2015

pdf

text

original

1

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah Kode Semester Bobot SKS Waktu Dosen

: Teori dan Sejarah Sastra : GD307 :5 :2 : 100 menit : Prana D. Iswara, S.Pd., M.Pd.

Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang 2010

SILABUS MATA KULIAH TEORI DAN SEJARAH SASTRA

1. Identitas Mata Kuliah Nama mata kuliah : Teori dan Sejarah Sastra

Nomor kode / Jumlah SKS : GD307 / 2 sks Semester Jurusan / Program Studi Dosen :5 : Pendidikan Guru Sekolah Dasar / Guru Kelas – S1 : Prana D. Iswara, S.Pd., M.Pd.

2. Tujuan Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiwa memperoleh pemahaman yang memadai tentang pengertian teori sastra, tujuan sastra,genre sastra, hakikat sastra, dan sejarah perkembangan sastra Indonesia, peristiwa tiap-tiap periode sastra, dan tokoh sastra. Setelah selesai mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengajarkan khazanah kesusastraan dari zaman ke zaman berdasarkan tema dan estetika bagi pembelajar di sekolah dasar, juga mengetahui peristiwa yang terjadi pada setiap zaman berkaitan dengan tema karya sastranya (unsur ekstrinsik) baik dari karya sastra standar berupa puisi, prosa maupun drama atau kutipan dari karya sastra itu. 3. Deskripsi Isi Mata kuliah ini membahas tentang pengertian teori sastra, tujuan sastra,genre sastra, hakikat sastra, dan sejarah perkembangan sastra Indonesia, peristiwa tiap-tiap periode sastra, dan tokoh sastra.

Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Iswara, M.Pd.

Dalam perkuliahan ini mahasiswa dilatih mengajarkan karya sastra berdasarkan zaman (periodisasi kesusastraan) juga berdasarkan tema yang terkait dengan zaman itu. Konsep keterampilan berbahasa menyangkut menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Indikatornya ialah kemampuan mengungkapkan simakan, berbicara sebanyak satu paragraf, membaca awal dan menulis awal. Perkuliahan juga mengkaji kompetensi yang dapat dinilai. Penilaian perkuliahan ini berdasar pada pengetahuan ihwal teori pengajaran keterampilan berbahasa. 4. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Ekspoitori dan inkuiri - Metode : ceramah, tanya-jawab, diskusi, pemecahan masalah - Tugas : laporan buku, makalah kelompok dan / atau individu, penyajian, diskusi

5. Media dan Sumber Pembelajaran Media: proyektor, lembar peraga, alat peraga Sumber Pembelajaran: buku kebahasaan, buku teori kesusastraan, buku sejarah kesusastraan, antologi sastra, media massa. Sumber pembelajaran digunakan dari karya sastra standar (misalnya Sapardi Djoko Damono, Rendra, Afrizal Malna, Acep Zamzam Noor) maupun karya sastra anak. Beberapa karya sastra standar yang cukup panjang dapat dikutip sebagai sumber dan bahan pembelajaran. 6. Tugas dan Latihan Tugas dan latihan harian berkenaan dengan kemampuan dan kompetensi berkenaan dengan tujuan pembelajaran dan pokok bahasan, yang disampaikan secara lisan, tertulis atau secara performansi. Tugas lainnya berupa kemampuan mengajar, ceramah dan berdiskusi berkenaan dengan tujuan pembelajaran khusus dan pokok bahasan. Tugas dan latihan ini merupakan bagian dari evaluasi proses. 7. Evaluasi Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Iswara, M.Pd.

Evaluasi akhir berkenaan dengan kompetensi dan performansi berkenaan dengan tujuan pembelajaran khusus dan pokok bahasan. Yang turut menjadi syarat kelulusan mata kuliah ini di antaranya (1) kehadiran, (2) laporan buku, (3) makalah kelompok dan / atau individu (4) penyajian dan diskusi, (5) ujian tengah semester, dan (6) ujian akhir semester. Kehadiran Tugas Partisipasi Kelas/ Kelompok UTS UAS bobot 80 % bobot 2 bobot 1 bobot 3 bobot 4

8. GBPP (Garis Besar Program Perkuliahan) Pertemuan Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4 Pertemuan 5 Pertemuan 6 Pertemuan 7 Pertemuan 8 Pertemuan 9 Pertemuan 10 Pertemuan 11 Pertemuan 12 Pertemuan 13 Pertemuan 14 Pertemuan 15 Pertemuan 16 Pertemuan 17 Pertemuan 18 9. Buku Sumber Buku Sumber Utama Alisyahbana, S.T. (1946) Puisi Baru. Jakarta: Pustaka Rakyat. Aman, Nj.D.B. (1959) Kesusastraan untuk SMP. Bandung: Penerbit Jambatan. Atmazaki (1993) Analisis Sajak: Teori, Metodologi dan Aplikasi. Bandung: Angkasa. Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Iswara, M.Pd. Topik Inti Hakikat Sastra Hakikat Sastra Peniodisasi Sastra Peniodisasi Sastra Genre Karya Sastra Genre Karya Sastra Kritik Sastra Kritik Sastra UTS Kritik Sastra Kritik Sastra Aliran-Aliran Sastra Aliran-Aliran Sastra Aliran-Aliran Sastra Estetika Estetika Estetika UAS

puskur. Effendi. Gani. (1988) Pengajaran Sastra Indonesia. Penerbit: Gunung Agung. Djojosuroto. Jakarta: Erlangga.L. M. Jakarta: Depdikbud. U. Jakarta: Rakata – Gunung Agung. P. Bandung: Angkasa. (1991) Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik Jilid 1. (1953b) Kesusastraan Warnasari: Epik dan Lirik. P. Bandung. Bandung: Nuansa. K. Djojosuroto. Jakarta: Timnas. Djuanda. L. Bandung: UPI Press. U. Effendi. Jakarta: J. Eneste. Z. Jakarta: Yayasan Indonesia – Horizon. Effendi. Jakarta: PT Gramedia.S.Pd. Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Bandung: Nuansa. (1959) 200 Tanya-Jawab tentang Sastera Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. A.or. Effendi. U. .Badrun. Sumaryati (2004) Prinsip-prinsip Dasar Penelitian Bahasa dan Sastra (Edisi Revisi). (1953c) Pelajaran Sastra Indonesia. Wolters. J. (Ed) (1984) Proses Kreatif II: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang.A. (1988) Menjelang Teori dan Kritik Susastra Indonesia yang Relevan. M. Gazali (1955) Puisi Indonesia Lama dan Baru.Y. (1975) Sari Kesusastraan Indonesia Jilid II.D. Fananie.G. (1952) Bunga Rampai Melayu Kuno.B. Jakarta: Pustaka Jaya.. (2005) Puisi: Pendekatan dan Pembelajaran. Jakarta: Wijaya. P. ISBN: 979-636-017-9 Fang. (Ed) (1982) Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang. Iswara. D. Emeis. Jakarta: Gunung Agung. Esten.B. S. Effendi. K. M. Badudu. Gazali (1958) Langgam Sastra Lama: Perkembangan Kesusatraan Indonesia Semenjak Zaman Sriwijaya sampai Abad XIX. (2000) Telaah Sastra. Bandung: T. (2002) Bimbingan Apresiasi Puisi. U. (1953a) Sasterawan-sasterawan Indonesia. Eneste.. Jakarta: Depdikbud. Tersedia online di www. Jakarta: PT Gramedia. (1989) Teori Puisi. Jakarta: Kebangsaan Pustaka Rakyat. R. Surakarta: Muhammadiyah University Press.id Ditjen Dikdasmen (2004) Sastrawan Bicara Siswa Bertanya: Ditjen Dikdasmen 2004. Departemen Pendidikan Nasional (2003) Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. M. Iswara (2007) Apresiasi Sastra.

B. Jakarta: Perpustakaan Perguruan Kementerian P.U.D. C. (2001) “Dewa Telah Mati: Kajian Strukturalisme-Semiotik” dalam Jabrohim (2001) Metodologi Penelitian Sastra. . Yogyakarta: Pustaka Pelajar. J. dkk.. Jakarta: Gunung Agung. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1988) Kamus Besar Bahasa Indonesia.B. H. R. (2004) Teori. H. Nasution. dkk. KPPK. R. Jakarta: Gunung Agung. Z. Gunadi.D. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.B.B. N. Hooykaas. C.D. (1987) Pengkajian Puisi. Diktat. Jassin. Hooykaas.S. Raihul Amar gl. Jakarta: Capsa. Balai Pendikan Guru.M. (1998) Sejarah Sastra Indonesia.P. Pradopo. Bandung: Maulana. Yogyakarta: Gajah Mada Univerity Press. M. Iswara. Jassin. Rosidi. R. Jakarta: Depdikbud. Yogyakarta: Hanindita. Bandung: KPPK.J. Solo. (1964) Kapankah Kesusastraan Indonesia Lahir? Jakarta: Bharata. (1997) Bahasa Indonesia Kelas 2 SMU. T.Gazali. Jassin. R. (1949) Zakelijk Proza in Bahasa Indonesia. (1962) Sejarah Kesusastraan Indonesia dari Zaman ke Zaman. Datuk Besar (1952) Penyedar Sastera. Jakarta: J. (1962b) Amir Hamzah: Raja Penyair Pujangga Baru. (1956) Tanya-Jawab tentang Sastera Indonesia. M. Harymawan. (1995) Beberapa Teori Sastra. A. Wolters. Wolters. H. Goenadi. (1948a) Kesusastraan Indonesia di Masa Jepang. Metode Kritik dan Penerapannya. Hendrowarsito. (1963) Pujangga Sanusi Pane. Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Iskandarwassid. Pradopo. Jakarta: J. Jakarta: Gunung Agung. Jabrohim (ed. Balai Pendikan Guru (tt) Bahasa Indonesia: Kesusastraan II. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. dan K. Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Jakarta: Departemen Pendidikan Kebudayaan.A.K. Ratna. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta: Noor Komala.B. Pradopo. Usman (1950) Jiwa Bahasa: Berisi Ungkapan Sehari-hari yang Umum dalam Bahasa Indonesia. (1993) Dramaturgi. R.Pd. (1962a) Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai II.) (2001) Metodologi Penelitian Sastra.

(1962) Simpai Sastra. Slametmulyana. Fawdzy. H. Tarigan. Simanjuntak (1957) Kesusastraan Indonesia II. H. (1964) Sejarah Sastra Indonesia Modern Jilid I. (1973) Pembinaan Minat Baca. B. Sitompul. R. Supardo. (1997) Bukan Ken Arok atawa Teu Nanaon da Teu Kunanaon. N. Jakarta: J. B. Iswara. (1984) Memahami Kesusastraan. H. Jakarta: Gunung Agung. J. (1963) Kesusastraan Indonesia.B. (2001) Dunia Sukab (Sejumlah Cerita).A. (1996) Teori Sastra. Bandung: Alumni. (1953) Bimbingan Seni-Sastra. Tarigan. Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. H. Slametmulyana. Jakarta: Depdikbud. Bandung: Pustaka Latifah. Wolters.F.G. (2002) Sebelum Senja Selesai: Kumpulan Puisi Pilihan 2001-1991. (2004) Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia. Fawdzy (2006) Aku Cinta Pada-Mu: Memoar & Trakat. D. Bandung: Angkasa. Sumardjo.B. Simanjuntak (1952) Kesusastraan Indonesia I. Jakarta: Tunas Mekar Murni. . Buku Sumber Rujukan Ajidarma. Jakarta: Yayasan Pembangunan. M.G. A. Jakarta: Akademi Sastera dan Bahasa “Multatuli”.F. (1956) Peristiwa Bahasa dan Peristiwa Sastra. Bandung: Madrasah Budaya. Bandung: STSI Press. Bandung: Ganaco.B. (1985) Pengajaran Semantik. Serang: Imaji Indonesia-FKIP Untirta Banten. (1953) Pengertian Dasar Kesusastraan atau Seni Bahasa: Pembimbing dalam Kesusastraan. (1984) Prinsip-prinsip Dasar Sastra.Rosidi. (1954) Kesusastraan Lama Indonesia. Jakarta: Mahabarata. Simorangkir. Apresiasi dan Penelitian Sastra.G. B. A.G. R. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Jakarta: Soeroengan. S. J. dkk. Jakarta: Yayasan Pembangunan. Tarigan. Samidi. Usman. Zulfahnur Z. Simorangkir.. Bandung: Angkasa. Bandung: Angkasa. Z.. Anwar. M. Jakarta: Panitia Tahun Buku Internasional DKI Jakarta.W.Pd. Sumardjo. (1984) Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Siregar.

Malna. Iswara.Fawdzy. Bandung: Pusat Studi Literasi. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. Lilis A. (2004) Menulis Puisi Satu Sisi.B. Ismail. (1968) Angkatan ‘66: Prosa dan Puisi. Bandung: Edisi Eksklusif. (2003) Bibir dalam Pispot (Kumpulan Cerpen). D. K. A. S. J.Pd. Pinurbo. N. Iswara. (2003) Suatu Cerita dari Negeri Angin: Sejumlah Sajak Asli dan Satu Sajak Palsu. Bandung: Madrasah Budaya. D.M. Rangkuti. Jakarta: Balai Pustaka. Saini K. A. P. (1948b) Gema Tanah Air: Prosa dan Puisi 1942—1948. P. (1997) Yth. Yogyakarta: Ombak. H. K. Saini K. (2002) Dalam Rahim Ibuku Tidak Ada Anjing. Bandung: Pustaka Latifah. (1957) Madah Kelana. Rampan. Magelang: IndonesiaTera. Yogyakarta: Yayasan Untuk Indonesia. (2004) Tepi Waktu Tepi Salju: Sepilihan Puisi 1983-2004. Bandung: Kelir. Pane.” Makalah Kongres Bahasa Indonesia VII 26-30 Oktober 1998. Maulana. sehingga Jelas di Dunia Kita Pakar Terkemuka. Kumpulan Puisi. Jakarta. . Jakarta: Gunung Agung. Shirazi. Iswara (2006) Avatar. Maulana. Sumedang: dalam penerbitan. Fawdzy. Jassin. (1999) Di Atas Umbria: Sajak-sajak 1991-1997. M. Malna. Yogyakarta: Bentang Budaya. (1968) Nyanyian Tanah Air: Pilihan Sajak. (2000) Malam Tamansari. (Kumpulan Puisi – Edisi Eksklusif). Yogyakarta: Jendela-Aksara. S. Jakarta: Balai Pustaka.F. (1999) Negeri Sihir. Jakarta: Grasindo.B.L (2005) Suara Kesunyian. Sayuti. H. Magelang: IndonesiaTera. (1997) Poeima. (1998) “Tentang Cara Menjadi Bangsa Rabun Sastra dan Lumpuh Menulis Pula. Noor. Bandung: Mimbar Demokrasi. (2002) Dalam Rahim Ibuku Tidak Ada Anjing.. A.A.M. H. Bandung: Pustaka Latifah. Sarjono. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. (2004) Ayat-ayat Cinta (Novel Pembangun Jiwa). Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Rampan.F.R. Jassin. Yogyakarta: Bentang Budaya.Z. (2000) Nyanyian Tanah Air. Nona Yumar. S. H.A. (2002) Tarian Gantar (Kumpulan Cerpen). Iswara. (2005) Pacar Senja. Jakarta: Republika. S. Bandung: Madrasah Budaya. T.D. Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Jakarta: Grasindo.L.D.A. A.

Bandung: CV Jayaperkasa Utama. Jakarta: Pembangunan. Sylado.Pd. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Jakarta: Gramedia. (1955) Wajah Tak Bernama: Kumpulan Sajak. A. S. S. Iswara. . M. (Edisi 2) Jakarta: Yayasan Obor. Utami. (2003) Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-anak. Suyatno. Tim Forum Sastra Bandung (1997) Malam 1000 Bulan: Antologi Puisi Sebelas Penyair Bandung. (1998) Saman (Novel). R.Situmorang. Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. (2004) Puisi Mbeling. dkk.

M. e. Tugas dan Latihan a. g. Lembar peraga Alat peraga Media massa 4. d. Tugas mencari dan merumuskan definisi puisi. Iswara. . c. Teori puisi Pengajaran teori puisi Contoh penggalan puisi Puisi untuk pengajaran menyimak Puisi untuk pengajaran berbicara Puisi untuk pengajaran membaca Puisi untuk pengajaran menulis 3. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. 2.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Media a. Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memahami teori puisi (hakikat sastra) pada umumnya dan pengajaran teori puisi di SD. f. b. M.Pd. Iswara. Pertemuan Ke-1 1.Pd. Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. c. b.

(2007) Teori dan Sejarah Sastra I. Bandung: UPI Press. P. e. M. f. Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) http://www. Evaluasi Evaluasi ihwal definisi dan contoh puisi 6. 5. Sumedang: dalam penerbitan. Iswara. D. c. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Iswara. Iswara (2007) Apresiasi Sastra. b.D. .D. P..D. Iswara. d.net Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Bandung: Pusat Studi Literasi. Buku Sumber a.puskur. Djuanda.b. P.Pd. Tugas membawa atau membuat contoh puisi. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3.

menulis) d. b.Pd. Iswara. Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.Pd.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. c. Contoh-contoh prosa dan drama: Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazi. b. Proyektor Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. 3. berbicara. Pengajaran pantun dan pantun kilat untuk empat keterampilan berbahasa (menyimak. Media massa Alat peraga pantun Lembar peraga pantun d. Contoh puisi melayu klasik yaitu contoh pantun kilat. drama Kejahatan Membalas Dendam karya Idrus. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan contoh-contoh prosa dan drama (hakikat sastra). M. M. Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memahami dan mengajarkan puisi dari kesusastraan melayu klasik (sebelum Angkatan ’20 – Balai Pustaka). c. 2. membaca. . drama trilogi Bom Waktu karya N. Riantiarno. Media a. Iswara. Contoh puisi melayu klasik yaitu contoh pantun. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. Pertemuan Ke-2 1.

e. Tugas dan Latihan a. Iswara (2007) Apresiasi Sastra. Evaluasi Evaluasi tentang pembuatan pantun 6. D. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Iswara.D. Bandung: UPI Press. Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) http://www. Tugas mengucap membaca pantun Tugas mengumpulkan pantun Tugas membuat pantun 5.Pd. M.puskur. d.D.net Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. b. Iswara. . (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. Buku Sumber a.. Sumedang: dalam penerbitan. P.D.4. b. P. Bandung: Pusat Studi Literasi. Djuanda. P. f. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. c. Iswara. c.

Tugas dan Latihan a. Tugas membaca puisi Angkatan ’20 dan Angkatan ‘33 Tugas menulis apresiasi puisi Angkatan ’20 dan Angkatan ‘33 Lembar peraga (gambar) Proyektor puisi-puisi Proyektor gambar / film peristiwa Angkatan ’20 dan Angkatan ‘33 Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. 4. Pertemuan Ke-3 1. M. c. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengajarkan puisi dari Angkatan ’20 (Balai Pustaka) dan Angkatan ’33 (Pujangga Baru). . Tujuan Pembelajaran Khusus a. b. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan periodisasi sastra (angkatan dalam sastra). c. d. Media a. Iswara. b.Pd. b. d. Iswara.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Membacakan puisi-puisi Angkatan ’20 dan Angkatan ’33 Menentukan tema puisi-puisi Angkatan ‘20 dan Angkatan ’33 Menentukan situasi penulisan Angkatan ‘20 dan Angkatan ’33 Mengutip puisi Angkatan ’20 dan Angkatan ’33 untuk pengajaran 3. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. 2. b. M.Pd.

P. f. e. Tugas menyusun sejarah Angkatan ’20 dan Angkatan ‘33 5.puskur. c. Bandung: Pusat Studi Literasi. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3.net Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D.D. Iswara. Sumedang: dalam penerbitan. P. Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) http://www.D. Djuanda. .D. Evaluasi Evaluasi berkenaan dengan sejarah Angkatan ’20 dan Angkatan ‘33 6.Pd. Iswara (2007) Apresiasi Sastra.. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Iswara. M. Bandung: UPI Press.c. b. P. Buku Sumber a. d. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. D. Iswara.

Tugas membaca puisi Angkatan ‘45 Tugas menulis apresiasi puisi Angkatan ‘45 Tugas menyusun sejarah Angkatan ‘45 Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Lembar peraga (gambar) Proyektor puisi-puisi Proyektor gambar / film peristiwa Angkatan ’45 4. Tugas dan Latihan a. Membacakan puisi-puisi Angkatan ‘45 Menentukan tema puisi-puisi Angkatan ‘45 Menentukan situasi penulisan Angkatan ‘45 Mengutip puisi Angkatan ’45 untuk pengajaran 3. c. b. M. 2. b. d. Media a. Iswara. M. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. c. Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memahami dan mengajarkan puisi dari Angkatan ’45 (periodisasi sastra). c. Pertemuan Ke-4 1. .Pd.Pd.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Iswara. b.

Pendidikan Bahasa Indonesia di Kelas Rendah Kurikulum 2004: Standar Kompetensi c.5. P. Sumedang: dalam penerbitan.. D. d. Iswara (2007) Apresiasi Sastra. P. Bandung: Pusat Studi Literasi.D.D. Buku Sumber a. .puskur. P. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. Iswara. f. Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) http://www. e. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. Iswara.Pd.net Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. b. Bandung: UPI Press. M.D. Iswara. Djuanda. Evaluasi Evaluasi berkenaan dengan sejarah Angkatan ‘45 6.

Iswara.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. b. M. d. . b. Pertemuan Ke-5 1. e. b. prosa dan drama yang merupakan puncak kesusastraan Indonesia pada setiap angkatan (genre karya sastra). Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan genre puisi. M. prosa dan drama yang merupakan puncak kesusastraan Indonesia pada setiap angkatan (genre karya sastra) 3. c. Lembar peraga (gambar) Proyektor puisi-puisi Proyektor gambar / film peristiwa Angkatan ’66 Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D.Pd. Iswara. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memahami dan mengajarkan puisi dari Angkatan ’66. Membacakan puisi-puisi Angkatan ‘66 Menentukan tema puisi-puisi Angkatan ‘66 Menentukan situasi penulisan Angkatan ‘66 Mengutip puisi Angkatan ’66 untuk pengajaran Contoh-contoh puisi. Media a. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. 2. Tujuan Pembelajaran Khusus a.Pd. c.

Evaluasi a.D.D. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Iswara. Bandung: Pusat Studi Literasi. b. Iswara. P.D.4. Djuanda.net Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D.Pd. b. D.puskur. c. Evaluasi berkenaan dengan sejarah Angkatan ‘66 Evaluasi berkenaan dengan karya-karya puncak dari setiap genre sastra untuk setiap angkatan 6. Sumedang: dalam penerbitan. f. M. P. . (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. Tugas membaca puisi Angkatan ‘66 Tugas menulis apresiasi puisi Angkatan ‘66 Tugas menyusun sejarah Angkatan ‘66 Karya-karya puncak dari setiap genre sastra untuk setiap angkatan 5. c. d. d. e. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. Iswara (2007) Apresiasi Sastra. P. Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) http://www. b. Iswara.. Bandung: UPI Press. Buku Sumber a. Tugas dan Latihan a.

Pd. e. Membacakan puisi-puisi Angkatan ’70 dan Angkatan ’80 Menentukan tema puisi-puisi Angkatan ‘70 dan Angkatan ’80 Menentukan situasi penulisan Angkatan ‘70 dan Angkatan ’80 Mengutip puisi Angkatan ’70 dan Angkatan ’80 untuk pengajaran Contoh-contoh puisi. M. b. d. Tujuan Pembelajaran Khusus a.Pd. prosa dan drama yang merupakan puncak kesusastraan Indonesia pada setiap angkatan (genre karya sastra) 3. . Iswara. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memahami dan mengajarkan puisi dari Angkatan ’70 dan Angkatan ’80 (genre karya sastra). Iswara. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan genre puisi. Lembar peraga (gambar) Proyektor puisi-puisi Proyektor gambar / film peristiwa Angkatan ’70 dan Angkatan ‘80 Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. c. Pertemuan Ke-6 1. M. b.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. b. Media a. c. prosa dan drama yang merupakan puncak kesusastraan Indonesia pada setiap angkatan (genre karya sastra). 2.

d.D. Iswara. b.D. P. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) http://www.4. e.. c. M.puskur. f.net Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. P. Bandung: UPI Press.Pd. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Iswara. Bandung: Pusat Studi Literasi.D. Evaluasi a. b. . Iswara. Djuanda. Evaluasi berkenaan dengan sejarah Angkatan ‘70 dan Angkatan ‘80 Evaluasi berkenaan dengan karya-karya puncak dari setiap genre sastra untuk setiap angkatan 6. c. Sumedang: dalam penerbitan. d. Tugas membaca puisi Angkatan ‘70 dan Angkatan ‘80 Tugas menulis apresiasi puisi Angkatan ‘70 dan Angkatan ‘80 Tugas menyusun sejarah Angkatan ‘70 dan Angkatan ‘80 Karya-karya puncak dari setiap genre sastra untuk setiap angkatan 5. Iswara (2007) Apresiasi Sastra. D. Buku Sumber a. b. Tugas dan Latihan a. P.

Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menulis kritik sastra ilmiah maupun populer (skripsi. resensi. c.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Lembar peraga (gambar) Proyektor puisi-puisi Proyektor gambar / film peristiwa Angkatan 2000 4. Tugas dan Latihan a. b. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. b.Pd. Membacakan puisi-puisi Angkatan 2000 Menentukan tema puisi-puisi Angkatan 2000 Menentukan situasi penulisan Angkatan 2000 Mengutip puisi Angkatan 2000 untuk pengajaran Contoh kritik sastra di web atau di media massa lain 3. Tugas membaca puisi Angkatan 2000 Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Media a.Pd. . M. Pertemuan Ke-7 1. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengajarkan puisi dari Angkatan 2000. c. Iswara. e. 2. d. b. Iswara. M. Tujuan Pembelajaran Khusus a. kritik sastra).

D. e. Djuanda. Iswara. M. c.blogspot.D. P.blog. Iswara (2007) Apresiasi Sastra.Pd. P.. f. P. Bandung: UPI Press. d.net Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. h. Evaluasi berkenaan dengan sejarah Angkatan 2000 Evaluasi berkenaan dengan pembuatan kritik sastra 6. Evaluasi a. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. c. Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) http://jurnal-sastra. b.puskur. Tugas menulis apresiasi puisi Angkatan 2000 Tugas menyusun sejarah Angkatan 2000 Membuat kritik sastra populer atau ilmiah 5. .edu http://www. Buku Sumber a. Iswara. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Iswara. d.b. Sumedang: dalam penerbitan.com http://iswara.D. D. b. g. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. Bandung: Pusat Studi Literasi.upi.

M. Iswara. Iswara. Media a.Pd. e. b. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menulis kritik sastra ilmiah maupun populer (skripsi.Pd. M. b. f. Teori prosa dan drama Pengajaran teori prosa dan drama Contoh penggalan prosa dan drama Prosa dan drama untuk pengajaran menyimak Prosa dan drama untuk pengajaran berbicara Prosa dan drama untuk pengajaran membaca Prosa dan drama untuk pengajaran menulis Contoh kritik sastra di web atau di media massa lain 3. Lembar peraga Alat peraga Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Pertemuan Ke-8 1. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Tujuan Pembelajaran Khusus a. . c. 2. resensi. d. h. b. g. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memahami teori prosa dan drama pada umumnya dan pengajaran teori prosa dan drama di SD (kritik sastra). kritik sastra).

Iswara. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I.D.D.blog. P. e. .blogspot. Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) http://jurnal-sastra.Pd. Tugas dan Latihan a. P. f. Apresiasi drama pada suatu angkatan Kajian sejarah pada suatu angkatan Membuat kritik sastra populer atau ilmiah 5. Sumedang: dalam penerbitan. Evaluasi berkenaan dengan apresiasi drama pada suatu angkatan Evaluasi berkenaan dengan pembuatan kritik sastra 6.edu http://www. b. M.upi. Iswara (2007) Apresiasi Sastra. g. d. d. Bandung: UPI Press. e.net Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D.c. Buku Sumber a. b. c. h. Media massa Proyektor 4. Bandung: Pusat Studi Literasi.D. D. c. P. Iswara.com http://iswara. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Iswara. b. Evaluasi a. Djuanda.puskur..

M. Evaluasi 6. . Buku Sumber Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Pertemuan Ke-9 Ujian Tengah Semester 1. Tugas dan Latihan 5.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Tujuan Pembelajaran Khusus 2. M. Iswara. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan 3. Iswara.Pd.Pd. Media 4.

Pertemuan Ke-10 1. Iswara. Tujuan Pembelajaran Khusus a. b. . M. d. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menulis kritik sastra ilmiah maupun populer (skripsi. 2.Pd. Iswara.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. e. b. resensi. d.Pd. M. Membacakan prosa dan drama Angkatan ‘20 Menentukan tema prosa dan drama Angkatan ‘20 Menentukan situasi penulisan Angkatan ‘20 mengutip prosa dan drama Angkatan ‘20 untuk pengajaran Bermain drama (melakukan pementasan drama) Angkatan ’20 di kelas Contoh kritik sastra di web atau di media massa lain 3. c. f. kritik sastra). Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengajarkan prosa dan drama dari Angkatan ’20 (kritik sastra). b. c. Media a. Lembar peraga Alat peraga Media massa Proyektor Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D.

P. P.com http://iswara. Buku Sumber a. M. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. Iswara.upi. Evaluasi a. Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) http://jurnal-sastra. Sumedang: dalam penerbitan.Pd. b. Djuanda. Iswara. Bandung: UPI Press. f. .4. c. b.D. D.blog.edu Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. d.blogspot. Evaluasi berkenaan dengan apresiasi prosa dan drama pada suatu angkatan Evaluasi berkenaan dengan pembuatan kritik sastra 6. Bandung: Pusat Studi Literasi. Iswara. b..D. c. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. P.D. Apresiasi prosa dan drama pada suatu angkatan Kajian sejarah pada suatu angkatan Membuat kritik sastra populer atau ilmiah 5. e. Tugas dan Latihan a. Iswara (2007) Apresiasi Sastra.

Pd.Pd. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. M. d. Media a. M. c. c. b. kritik sastra).SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Tujuan Pembelajaran Khusus a. . b. Lembar peraga Alat peraga Media massa Proyektor Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menulis kritik sastra ilmiah maupun populer (skripsi. Iswara. 2. Iswara. b. f. Pertemuan Ke-11 1. Membacakan prosa dan drama Angkatan ‘33 Menentukan tema prosa dan drama Angkatan ‘33 Menentukan situasi penulisan Angkatan ‘33 mengutip prosa dan drama Angkatan ’33 untuk pengajaran Bermain drama (melakukan pementasan drama) Angkatan ’33 di kelas Contoh kritik sastra di web atau di media massa lain 3. e. resensi. d. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memahami dan mengajarkan prosa dan drama dari Angkatan ’33 (kritik sastra).

Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) http://jurnal-sastra.blog. Bandung: UPI Press. D. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. b. e.upi. Tugas dan Latihan a. P. P. M. Buku Sumber a.D. Iswara.Pd. Iswara. Apresiasi prosa dan drama pada suatu angkatan Kajian sejarah pada suatu angkatan Membuat kritik sastra populer atau ilmiah 5.blogspot. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I.com http://iswara.D.D.. Djuanda.4. f. c. d. Evaluasi Evaluasi berkenaan dengan apresiasi prosa dan drama pada suatu angkatan Evaluasi berkenaan dengan pembuatan kritik sastra 6.edu Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. . Sumedang: dalam penerbitan. Iswara (2007) Apresiasi Sastra. P. c. Iswara. b. Bandung: Pusat Studi Literasi.

Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. b. Ode untuk Leopold von Sacher Masoch karya Dinar Rahayu. f. Iswara. d. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengajarkan prosa dan drama dari Angkatan ’45. Saman karya Ayu Utami. Atap karya Fira Basuki. b. Iswara. e. Tujuan Pembelajaran Khusus a. contoh aliran sastra Islam seperti Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazi. . c. M. Pintu karya Fira Basuki.Pd. Lembar peraga b. Media a. Membacakan prosa dan drama Angkatan ‘45 Menentukan tema prosa dan drama Angkatan ‘45 Menentukan situasi penulisan Angkatan ‘45 Mengutip prosa dan drama Angkatan ’45 untuk pengajaran Bermain drama (melakukan pementasan drama) Angkatan ’45 di kelas Contoh aliran sastra: feminisme di antaranya Jendela Jendela karya Fira Basuki. 3. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan aliran- aliran sastra serta penyebab munculnya (aliran-aliran sastra). Alat peraga Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Pertemuan Ke-12 1. 2.Pd.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. M.

P. Media massa Proyektor 4.blogspot. D. d. Evaluasi berkenaan dengan aliran sastra dan penyebam munculnya. Iswara. Buku Sumber a. Bandung: Pusat Studi Literasi.c. c. Bandung: UPI Press. Tugas dan Latihan a. d. ‘45 b.. Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) http://jurnal-sastra. Djuanda.edu Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. c. Iswara. Iswara. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. b.upi.Pd. P. Sumedang: dalam penerbitan. P. b. Evaluasi berkenaan dengan apresiasi prosa dan drama pada suatu angkatan 6. Iswara (2007) Apresiasi Sastra.D. Apresiasi prosa dan drama pada angkatan ‘45 Kajian sejarah pada suatu angkatan Diskusi macam-macam aliran sastra dan penyebab munculnya 5.blog. e.com http://iswara. f. . M. Evaluasi a. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3.D.D.

Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memahami dan mengajarkan prosa dan drama dari Angkatan ’70. Membacakan prosa dan drama Angkatan ‘70 Menentukan tema prosa dan drama Angkatan ‘70 Menentukan situasi penulisan Angkatan ‘70 Mengutip prosa dan drama Angkatan ’70 untuk pengajaran Bermain drama (melakukan pementasan drama) Angkatan ’70 di kelas Contoh aliran sastra: feminisme di antaranya Jendela Jendela karya Fira Basuki. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. e.Pd. Alat peraga Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. f. b. Pertemuan Ke-13 1. b. Iswara. 2. M. . Pintu karya Fira Basuki. Tujuan Pembelajaran Khusus a. Atap karya Fira Basuki.Pd. Iswara. M. c. Lembar peraga b. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan aliran- aliran sastra serta penyebab munculnya (aliran-aliran sastra). Media a. contoh aliran sastra Islam seperti Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazi. 3. Ode untuk Leopold von Sacher Masoch karya Dinar Rahayu. Saman karya Ayu Utami. d.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D.

blogspot. Bandung: UPI Press. f. Djuanda.Pd. . d. Iswara.upi.com http://iswara. Evaluasi a.blog. Proyektor 4. Apresiasi prosa dan drama pada angkatan ‘70 Kajian sejarah pada suatu angkatan Diskusi macam-macam aliran sastra dan penyebab munculnya 5. M.D. P.c. Tugas dan Latihan a. D. b. ‘70 b. c. g.edu Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Buku Sumber a. Evaluasi berkenaan dengan aliran sastra dan penyebam munculnya. c. Dalam Rahim Ibuku Tidak Ada Anjing Dunia Sukab (Sejumlah cerita) Tarian Gantar (Kumpulan Cerpen) Ayat-ayat Cinta (Novel) http://jurnal-sastra. Evaluasi berkenaan dengan apresiasi prosa dan drama pada suatu angkatan 6.. b. e. Iswara (2007) Apresiasi Sastra.

b. c. Iswara.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memahami dan mengajarkan prosa dan drama dari Angkatan ’70 dan Angkatan ’80 (aliran-aliran sastra). Saman karya Ayu Utami. 8. f. Pertemuan Ke-14 7. Lembar peraga Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. M. contoh aliran sastra Islam seperti Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazi. Media a.Pd. 9.Pd. d. b. Membacakan prosa & drama Angkatan ’70 dan ‘80 Menentukan tema prosa & drama Angkatan ’70 & ‘80 Menentukan situasi penulisan Angkatan ’70 dan ‘80 Mengutip prosa & drama Angkatan ’70 & ’80 untuk pengajaran Bermain drama Angkatan ’70 &’80 di kelas Contoh aliran sastra: feminisme di antaranya Jendela Jendela karya Fira Basuki. Tujuan Pembelajaran Khusus a. Atap karya Fira Basuki. . Pintu karya Fira Basuki. Iswara. e. Ode untuk Leopold von Sacher Masoch karya Dinar Rahayu. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan aliran- aliran sastra serta penyebab munculnya (aliran-aliran sastra). M.

Sumardjo. drama c. P. Evaluasi berkenaan dengan aliran sastra dan penyebam munculnya.D. Iswara.G. Bandung: Angkasa.Pd. (1993) Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Alat peraga Proyektor 10. d. Buku Sumber a. c. c. b. Evaluasi a. Bandung: Remaja Rosdakarya. Evaluasi berkenaan dengan apresiasi prosa dan drama pada suatu Angkatan ’70 dan Angkatan ‘80 b. Harymawan (1988) Dramaturgi. Djuanda. bermain dan menulis 12. Evaluasi berkenaan dengan kemampuan membaca. (2004) Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia.. Apresiasi prosa dan drama pada angkatan ’70 dan Angakatan ‘80 Kajian sejarah pada suatu angkatan Tugas bermain drama Tugas simulasi pengajaran drama Diskusi macam-macam aliran sastra dan penyebab munculnya 11. Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. b. c. H. d. J. Bandung: STSI Press. Bandung: UPI Press.b. Iswara (2007) Apresiasi Sastra. Tarigan. M. . e. Tugas dan Latihan a. D.

M. Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. Iswara. Iswara. f. Sumedang: dalam penerbitan. P. Bandung: Pusat Studi Literasi.e.Pd. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. P.D. . Iswara.D.

b. 3. mantra Membacakan prosa dan drama Angkatan 2000 Menentukan tema prosa dan drama Angkatan 2000 Menentukan situasi penulisan Angkatan 2000 Mengutip prosa dan drama Angkatan 2000 untuk pengajaran Bermain drama (melakukan pementasan drama) Angkatan 2000 di kelas Contoh-contoh estetika dalam puisi: rima. bait puisi. 2. bait. majas. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan estetika puisi. baris. suku kata puisi. mantra. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengajarkan prosa dan drama dari Angkatan 2000. Iswara. c. M.Pd. Media a. b. . suku kata. majas. Tujuan Pembelajaran Khusus a. ekstrinsik sastra (estetika). Lembar peraga Alat peraga Proyektor Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. prosa drama. e. intrinsik sastra. Iswara.Pd. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. d. b. M. contohnya rima. c. baris puisi. Pertemuan Ke-15 1. f.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D.

D. Bandung: UPI Press. P.D. Evaluasi berkenaan dengan apresiasi prosa dan drama pada suatu Angkatan ’70 dan Angkatan ‘80 b. D. Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Apresiasi prosa dan drama pada angkatan ’70 dan Angakatan ‘80 Kajian sejarah pada suatu angkatan Tugas bermain drama Tugas simulasi pengajaran drama Tugas diskusi kesukaran fisik dan psikis Tugas laporan ihwal kesukaran fisik dan psikis Tugas menganalisis estetika dalam puisi 5.Pd. Iswara. M.. Bandung: Pusat Studi Literasi. d. b. c. Iswara (2007) Apresiasi Sastra. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. . bahasa d.4. Iswara. Buku Sumber a. P. drama c. f. Evaluasi berkenaan dengan estetika puisi Evaluasi berkenaan dengan kemampuan menangani kesulitan belajar Evaluasi berkenaan dengan kemampuan membaca. Djuanda. b. e. g. Evaluasi a. bermain dan menulis 6. Tugas dan Latihan a.

contohnya rima.c. majas. Teori dan Sejarah Sastra (Modul Dual Modes) SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Iswara. ekstrinsik sastra (estetika). e. b. d. M. baris puisi. M. Sumedang: dalam penerbitan. intrinsik sastra. g. f. d.Pd. c.D. bait puisi. Iswara.Pd. Media Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Contoh-contoh estetika dalam prosa: liris Contoh-contoh estetika dalam prosa: tema Contoh-contoh estetika dalam prosa: amanat Contoh-contoh estetika dalam prosa: penokohan Contoh-contoh estetika dalam prosa: latar Contoh-contoh estetika dalam prosa: alur Contoh-contoh estetika dalam prosa: majas 3. P. 2. suku kata puisi. Iswara. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. mantra. Pertemuan Ke-16 1. prosa drama. . Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan estetika puisi. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3.

P. D. P. Lembar peraga Alat peraga Proyektor 4.Pd. b. Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Buku Sumber a. Bandung: Pusat Studi Literasi. Tugas dan Latihan Tugas menganalisis estetika dalam prosa 5. b. c. Sumedang: dalam penerbitan.. c. Iswara (2007) Apresiasi Sastra. Iswara. Evaluasi Evaluasi berkenaan dengan estetika puisi 6. Bandung: UPI Press. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I.D. Djuanda. Iswara. . Iswara. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. P.D.a.D. M.

bait puisi. Contoh-contoh estetika dalam naskah drama: liris. Tugas menganalisis estetika dalam naskah drama Tugas menganalisis estetika dalam pertunjukan drama Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. intrinsik sastra. Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan estetika puisi. penokohan. ekstrinsik sastra (estetika). cahaya. suara 3. Contoh-contoh estetika dalam pertunjukan drama: pemeranan. tema.SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. alur. Lembar peraga Alat peraga Proyektor 4. baris puisi.Pd. Iswara. M. majas. Media a. suku kata puisi. b. c. Tugas dan Latihan a. . amanat. 2.Pd. contohnya rima. majas b. b. mantra. seting. prosa drama. M. Pertemuan Ke-17 1. Iswara. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan a. latar.

P.. P. Evaluasi berkenaan dengan estetika naskah drama Evaluasi berkenaan dengan estetika pertunjukan drama 6. Buku Sumber a. P. Sumedang: dalam penerbitan. M. Iswara. b. Djuanda. (2007) Teori dan Sejarah Sastra I. Bandung: Pusat Studi Literasi.5. . Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D.Pd. Iswara. (2010) Teori dan Sejarah Sastra 3. c. D. Iswara. Bandung: UPI Press.D.D. Evaluasi a.D. Iswara (2007) Apresiasi Sastra. b.

M. M. Iswara.Pd. Pertemuan Ke-18 Ujian Akhir Semester 1. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan 3. Media 4. Iswara. .SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI DAN SEJARAH SASTRA Dosen: Prana D. Tujuan Pembelajaran Khusus 2. Tugas dan Latihan 5. Buku Sumber Silabus Kapita Selekta Bahasa Indonesia oleh Prana D. Evaluasi 6.Pd.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->