Anda di halaman 1dari 2

SEMUA BISA JADI PENGUSAHA (INSYA ALLAH SAYA JUGA)

Bismillahirrahmanirrahim Hari ini saya udah menyelesaikan baca buku Semua bisa jadi pengusaha karangan ust. Yusuf Mansur yang mulai saya baca sekitar 1 minggu yang lalu. Awalnya saya beli buku ini dengan harapan bisa belajar gimana langkah-langkah ngebangun suatu perusahaan, tapi sampai akhir buku ini saya ga dapat apa yang saya harapkan. Tapi saya dapat ilmu yang saya rasa lebih berharga daripada apa yang saya harapkan di awal. Dari buku ini saya bisa belajar bahwa jadi pengusaha itu jangan cuma karena pengen kaya, pengen banyak uang, pengen mobil, dan lain-lain yang sangat berbau dunia. Boleh ga kita mengejar dunia ? Boleh banget, tapi jangan merendahkan diri kita dengan hanya mengejar dunia. Kejar juga akhirat. Kalau cuma pengen dunia ga jadi pengusaha juga bisa dapat. Jadi pengusaha itu harus bertujuan untuk menyenangkan Allah SWT. Emangnya kalau ga jadi pengusaha ga bisa bikin Allah SWT senang ? Emangnya kalau ga jadi pengusaha ga bisa ngeja akhirat ? tentu aja bisa, tapi kalau kita jadi pengusaha kita punya kesempatan lebih besar. Contoh : Kalau pas kita jadi karyawan kita kesulitan shalat dhuha, pas jadi pengusaha kita bisa mengatur jadwal kegiatan perusahaan semau kita. Bahkan kita bisa ngajak atau malah memaksa karyawankaryawan kita untuk shalat dhuha juga. Kalau Allah SWT udah senang sama kita apa pun yang kita minta bakal kita dapat. Akhirat yang abadi bakal kita dapat, apalagi cuma dunia yang sifatnya sementara. Dari buku ini saya juga belajar tentang modal jadi pengusaha. Modal utama jadi pengusaha itu bukan uang, koneksi, atau kepintaran kita. MODAL UTAMA JADI PENGUSAHA ITU KITA PUNYA ALLAH SWT. Kalau kita ga punya uang, koneksi, atau kepintaran tapi kita punya Allah SWT di sisi kita ga akan ada yang bisa menghalangi kita jadi pengusaha. Gimana caranya supaya Allah SWT ada di sisi kita ? Kerjakan yang wajib, hidupkan yang sunah, hindari dosa. Buku ini membuat saya memiliki mimpi suatu saat bisa memiliki perusahaan yang setiap harinya dimulai dengan shalat dhuha bersama lalu dilanjutkan kajian keislaman dipimpin langsung oleh pimpinan perusahaan. Saat dzuhur semua kegiatan perusahaan berhenti. Semua orang mulai dari cleaning service sampai pimpinan tertinggi perusahaan ada di masjid perusahaan untuk shalat berjamaah. Saat Ashar pun sama. Saat jam pulang tiba, pimpinan tertinggi perusahaan mengingatkan semua orang yang terlibat di perusahaan untuk tetap melaksanakan shalat Maghrib & Isya berjamaah di masjid dekat rumah atau dengan keluarga masing-masing. Jam 03.00, pimpinan tertinggi perusahaan sudah bangun dari tidurnya. Dia membangunkan anggota keluarganya untuk melaksanakan qiyamul lail. Setelah itu, dia menelpon bawahan yang dalam perusahaan itu berada 1 level di bawahnya untuk mengajak melaksanakan qiyamul lail. Ternyata bawahan tersebut juga sudah bangun karena sudah terbiasa setiap hari diingatkan oleh pemimpin tertinggi perusahaan untuk melaksanakan qiyamul lail. Telepon ini terus berlanjut sampai semua orang yang terlibat di perusahaan tersebut melaksanakan qiyamul lail bersama di rumah masing-masing. Mereka juga mengajak serta keluarga masing-masing. Setelah itu mereka mengaji lalu melaksanakan

shalat subuh berjamaah dengan keluarga masing-masing. Di akhir minggu, semua orang yang terlibat di perusahaan itu beserta keluarga masing-masing berkumpul di lapangan milik perusahaan untuk olahraga bersama dan silaturahim. Mereka berdoa bersama agar langkah mereka selalu diridhai Allah SWT. Alangkah indahnya perusahaan itu. Mereka mengejar dunia & akhirat bersama-sama. Mudah-mudahan saya bisa memiliki perusahaan yang seperti ini. Perusahaan ini akan saya beri nama Nurpatikanas Enterprise. Saya sendiri mungkin tidak akan terlibat langsung di perusahaan tersebut karena di saat yang sama saat perusahaan ini berjalan, saya sedang berjuang di medan perang Palestina. Saya sedang menolong saudara-saudara saya di sana, mencoba mengamalkan ilmu kedokteran yang saya miliki. Mudah-mudahan Allah SWT mewujudkan mimpi saya ini. Mudah-mudahan Allah SWT menjaga saya agar tetap memiliki niat yang lurus. Mudah-mudahan saya bisa menyenangkan Allah SWT. Mudah-mudahan ust. Yusuf Mansur selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Mudah-mudahan beliau mendapat balasan yang lebih baik atas ilmu yang telah beliau bagikan. Mudah-mudahan yang membaca tulisan ini selalu ada dalam lindungan Allah SWT dan mudah-mudahan mimpi-mimpinya diridhai Allah SWT. Alhamdulillahirabbilalamin. Wallahu alam. Minggu, 03 Februari 2013, 13.10 WIB Muharrom Hijrie N., S. Ked