Anda di halaman 1dari 2

Materi_All

WAUGH & NORMAN


Tokoh : Waugh & Norman (1956) Mengembangkan model William James Asumsi : metafora boxes on the head, menggambarkan memori sebagai suatu diagram flow-chart. Memori terdiri dari bentuk, yaitu : 1. Primary Memory (PM) atau short-term storage system 2. Secondary Memory (SM) atau long-term storage system

Waugh & Norman (Solso, 2008/h.161) mengembangkan model James dengan mengkuantifikasikan karakteristik-karakteristik memori primer. Sistem penyimpanan jangka pendek diketahui memiliki kapasitias yang sangat terbatas, sehingga hilangnya informasi didalilkan terjadi tidak hanya sebagai suatu proses yang terjadi seiring berlalunya waktu, namun terjadi karena item-item baru menindihi item-item lama saat ruang penyimpanan telah penuh. Penelitian Waugh & Norman (Solso, 2008/h.160) Meneliti kapasitas primer dengan menggunakan daftar yang terdiri dari 16 angka, yang dibacakan kepada partisipan dengan kecepatan satu angka per detik atau empat angka per detik. Angka terakhir adalah sebuah anga yang telah disebutkan sebelumnya dan dipergunakan sebagai isyarat (cue) yang diperdengarkan bersamaan dengan sebuah nada. Artisipan diminta mengingat suatu angka yang persis berada di belakang angka isyarat teseut dalam daftar yang telah dibacakan sebelumnya. Contoh : 7 9 5 1 2 9 3 8 4 6 3 7 0 6 0 2 (isyarat nada) Dalam contoh di atas, jawaban yang benar adalah 9 karena angka tersebut mengikuti angka 2, yang disebutkan terakhir dan digunakan sebagai angka isyart. Dala contoh kasus di atas, terdapat sepuluh item yang menyelang (intervening) antara angka 2 yang disebutkan pertama kali dengn angka 2 yang disebutkan paling belakang. Para partisipan tidak mengetahui angka yang akan disajikan sehingga mereka tidak mungkin memusatkan perhatian hanya pada satu angka dan mengulang-ngulangnya. Waugh dan Norman memiliki minat mempelajari apa yang tradi ada item-item dalam STM yang tidk diingat. Mereka mengusulkan bahwa item-item

Memori_Model_Waugh & Norman

Damajanti Kusuma Dewi

Materi_All

tersebut akan memudar dan menghilang (decay) dari memori, atau memori tersebut digantikan (atau dihambat) oleh angka-angka (informasi-informasi) baru. Tujuan penyajian angka setiap detik (atau setiap seperempat detik) adalah untuk menentukan aakah kelupaan (forgetting) terjadi akibat decay (yang terjadi dengan sendirinya seeiring berlalunya waktu) atau akibat interferensi (interference) dari item-item yang lain dalam daftar. Jika kelupaan diakibatkan oleh decay, partisipan seharusnya dapt mengingat lebih banyak item dalam penyajian empat detik, dan mengingat lebih sedikit item dalam penyajian satu detik. Jika kelupaan dakibatkan karena interferensi, seharusnya tidak didapati adanya perbedaan jumlah item yang diingat dalam kedua jenis penyajian tersebut. Sebagaimana tampak pada gambar di bawah ini, tingkat kecepatan kelupaan (rate of forgetting) dalam dua jenis penyajian didapati serupa. Hal tersebut mengindikasikan bahwa interferensi adalah suatu faktor yang lebih berpengaruh dibandingkan decay. Penyajian Decay dan Interference dalam STM

Sumber : Waugh & Norman (Solso, 2008/h.162)

DAFTAR PUSTAKA Solso, Robert L. 1991. Cognitive Psychology. Third Edition. Allyn and Bacon, A Division of Simon & Schuster, Inc, Boston.

Memori_Model_Waugh & Norman

Damajanti Kusuma Dewi