Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MATA KULIAH EKONOMI MANAJERIAL

COST CONCEPTS FOR DECISION MAKING (Konsep-Konsep Biaya untuk Pengambilan Keputusan)

Oleh : AHDA SAIFUL AZIZ PANJI RIZKI MAULANA

126020206111016 126020206111017

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN PASCASARAJANA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012

BAB VII KONSEP-KONSEP BIAYA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pendahuluan Bab ini menjelaskan beberapa konsep biaya yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan oleh seorang manajer. Pemahaman mengenai konsep teori sangat penting untuk memastikan aplikasi yang tepat. Hal pertama yang diuji adalah perbedaan antara konsep ekonom dan akuntan tentang biaya dan keuntungan. Kita akan melihat beberapa biaya akuntansi seperti penyusutan dari aset yang dibeli pada awal periode atau biayabiaya persediaan, harga yang lebih rendah harus dievaluasi pada masa sekarang atau dinilai dengan nilai masa depan untuk kepentingan pengambilan keputusan. Hal ini menjadi landasan awal dalam diskusi kita mengenai biaya relevan untuk tujuan pengambilan keputusan. Beberapa biaya masuk dalam biaya relevan dan yang lain masuk kedalam biaya irrelevan. Semua biaya relevan merupakan biaya incrementa. Analisis kontribusi/Contribution analysis didasari oleh biaya incremental dalam sebuah keputusan. Data untuk pengambilan keputusan bukan berasal dari ekonom tetapi dari akuntan. Dalam beberapa kasus data ini cukup representatif dan tepat, tetapi dalam kasus lain untuk tujuan yang berbeda data-data ini kurang sesuai jika dimasukkan secara langsung kedalam prosedur pengambilan keputusan oleh ahli ekonomi. Biaya Langsung dan Tidak Langsung Biaya langsung adalah biaya yang dikeluarkan yang dapat langsung dikaitkan dengan produksi unit tertentu dari suatu produk tertentu, seperti penggunaan bahan mentah, tenaga kerja, dan waktu dari mesin yang digunakan dalam proses produksi. Biaya tak langsung adalah biaya yang tidak dapat dengan mudah dan akurat dipisahkan dan dihubungkan dengan unit individu produksi, seperti biaya bahan bakar untuk pemanasan, biaya penyusutan gedung, biaya penyusutan peralatan dan biaya listrik. Kriteria biaya langsung dan tak langsung dapat diketahui dari dapat atau tidaknya biaya tersebut secara tepat berhubungan terhadap satu unit produk. Kriteria yang digunakan oleh ekonomi dalam membagi biaya adalah biaya tetap dan biaya variabel. Sedangkan kriteria yang digunakan oleh akuntan adalah apakah biaya dapat dipisahkan atau tidak. Misalkan sebuah perusahaan selama satu bulan terakhir telah memproduksi 1.480 unit barang dan akuntan menyatakan data-data biaya pengeluaran seperti upah pekerja, bahan mentah, overhead variabel, dan overhead tetap (fixed) sebagaimana tercantum dalam Tabel 7.1. berikut ini :

Tabel 7.1. Intrepretasi laporan akuntan dalam kajian ekonomi Biaya produksi Biaya total (TC) Biaya rata-rata (AC) Upah langsung pekerja $77,700 $ 52,50 Bahan mentah 36,260 24,50 Overhead Variabel 4,930 3,33 TVC = $ 118,890 AVC = $ 80,33 Overhead tetap TFC = $ 36,800 AFC = $ 24,86 Biaya total TC = $ 155,690 AC = $ 105,19 Biaya eksplisit dan implisit Sebagian besar proses akuntansi berkaitan dengan biaya eksplisit. Biaya ini adalah biaya aktual yang termasuk didalamnya perpindahan pembiayaan dari suatu perusahaan kepada pihak lain yang sebelumnya telah mensuplai bahan baku atau pelayanan lain. Biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan pada periode akuntansi yang sedang berjalan yang berpengaruh langsung terhadap arus kas. Sedangkan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlibat arus kas pada saat periode akuntansi sedang berjalan. Biaya opportunity dan biaya historis Biaya opportunity atau disebut juga biaya alternatif dedifinisikan sebagai biaya yang mengacu pada nilai sumber-sumber pendanaan didalam penggunaan alternatif terbaik yang mungkin. Untuk sumber-sumber yang telah dibeli atau disewa seperti bahan mentah, tenaga kerja biasanya ada sedikit perbedaan antara biaya historis dan biaya opportunity. Harga pasar untuk input yang telah dibeli dan pembayaran harus merefleksikan biaya oportunitas dari input tersebut karena produsen harus tawar menawar untuk barang tersebut didalam pasar mereka. Untuk tujuan pengambilan keputusan nilai pasar atas sumber-sumber tersebut masuk kedalam biaya implisit bagi perusahaan dan biaya ini harus dimasukkan kedalam proses pengambilan keputusan. Sehingga jika perusahaan akan mengisi kembali persediaan maka harus membayar dengan nilai pasar sekarang atau jika ingin menjual ke perusahaan lain harus dinilai dengan harga pasar sekarang dan bukan sebagai harga historis. Biaya dan laba Konsep laba Ekonom berbeda dari akuntan. Ekonom dan akuntan sepakat bahwa laba merupakan selisih lebih antara pendapatan total dikurangi dengan biaya total, tetapi keduanya memandang biaya adalah hal yang berbeda. Dalam menghitung besarnya keuntungan akuntan mengurangi pendapatan total hanya dengan biaya yang benar-benar dikeluarkan serta penyusutan. Ekonom lebih peduli dengan gagasan yang lebih luas dari alokasi sumber daya yang efisien dan dengan demikian bahwa semua sumber daya yang digunakan di mana mereka akan mendapatkan maksimal bagi pemiliknya.

Tabel 7.2. Laporan laba akuntansi Penjualan Harga pokok penjualan Gaji karyawan Penyusutan Laba akuntansi Tabel 7.3. Laporan laba ekonomi Penjualan Harga pokok penjualan Gaji karyawan Penyusutan Gaji manajer-pemilik Biaya bunga modal Laba ekonomi

$160,000 $120,000 20,000 5,000 $145,000 $15,000

$160,000 $120,000 20,000 5,000 15,000 4,000

$164,000 $ - 4,000

Laporan keuangan diatas merupakan contoh pada investasi pemilik toko yang menanam modal sebesar $ 50,000. Selama satu periode diperoleh pedapatan total sebesar $160,000. Biaya yang diperhitungkan akuntan adalah biaya yang benarbenar terjadi meliputi harga pokok penjualan, upah karyawan dan penyusutan, sehingga diperoleh laba akuntansi sebesar $ 15,000. Sedangkan ekonom memiliki cara pandang lain dengan memperhitungkan tingkat bunga dan gaji manajer dalam hal ini pemilik sendiri selain semua biaya yang sudah diperhitungkan oleh akuntan. Dengan memperhitungkan tingkat bunga modal sebesar 8% dan gaji manajer sebesar $ 15,000 maka menurut pandangan ekonom usaha tersebut mengalami kerugian sebesar $ 4,000. Keuntungan normal dan keuntungan murni Keuntungan normal diperoleh bila total pendapatan sama dengan total biaya, jika semua biaya yang dihitung telah merefleksikan biaya oportunitas total dari penyedia input. Jika besarnya pendapatan total melebihi besarnya biaya total maka akan didapat keuntungan ekonomis yang disebut juga sebagai keuntungan murni. Keuntungan normal dan pertimbangan resiko Investasi pada obligasi pemerintah relatif tanpa resiko, karena dividen di bayar tepat waktu dan obligasi ditebus pada tanggal jatuh tempo selama pemerintah masih ada. Sedangkan obligasi pada perusahaan dengan produk baru, biasanya beresiko tinggi, investor mungkin tidak menerima dividen dari investasi mereka bahkan mereka bisa kehilangan semua modal yang mereka investasikan. Obligasi pemerintah memberikan tingkat pengembalian/return sekitar 5-10% sedangkan pada perusahaan pertambangan sekitar 15-20%. Return extra yang diinginkan investor pada obligasi dengan tingkat resiko tinggi disebut resiko premium, semakin tinggi resiko semakin tinggi resiko premium yang diminta investor.

Analisis Biaya Incremental Biaya incremental adalah adalah biaya-biaya yang akan timbul sebagai akibat dari keputusan. Biaya tambahan yang diukur oleh perubahan dalam biaya total yang dihasilkan dari suatu keputusan tertentu. biaya tambahan karena itu mungkin baik tetap atau varible, sejak keputusan baru mungkin memerlukan pembelian fasilitas modal tambahan ditambah tenaga tambahan dan bahan. Biaya relevan dan tidak relevan Biaya relevan untuk pengambilan keputusan adalah biaya yang akan terjadi sebagai akibat dari keputusan yang dipertimbangkan. Biaya relevan merupakan biaya incremental. biaya yang telah sudah dan biaya yang akan dikeluarkan di masa depan terlepas dari keputusan ini adalah biaya tidak relevan sejauh masalah keputusan saat ini yang bersangkutan. Kategori Biaya Incremental Biaya inkremental diklasifikasikan kedalam tiga kategori meliputi biaya eksplisit masa sekarang, biaya oportunitas dan biaya masa depan. Yang termasuk dalam biaya eksplisit masa sekarang antara lain pembayaran tenaga kerja, bahan baku dan biaya energi akibat keputusan yang diambil, pembelian peralatan baru. Biaya oportunitas adalah biaya yang hilang yang seharusnya dapat diterima dari sumbersumber yang dimiliki oleh perusahaan dalam penggunaan alternatifnya. Sedangkan biaya masa depan didefinisikan semua biaya di masa yang akan datang dan harus dikeluarkan tetapi dapat ditunda sebagai konsekuensi dari keputusan yang diambil, termasuk juga kemungkinan kerugian dimasa yang akan datang dengan mengasumsikan biaya-biaya masa datang dihitung dengan nilai sekarangnya. Tabel 7.4. Rangkuman konsep-konsep biaya untuk pengambilan keputusan
BIAYA RELEVAN Biaya incremental Biaya eksplisit nilai sekarang : Biaya variabel : Upah langsung Bahan mentah Overhead variabel Biaya tetap : Peralatan baru Karyawan baru Biaya oportunitas : Kontribusi yang hilang pada penggunaan alternatif dari sumber yang terlibat BIAYA TAK RELEVAN Biaya komite Biaya sunk Gaji manajer Pembayaran hutang Biaya sewa Upah karyawan lepas Seluruh pembayaran menyangkut keputusan yang diambil Berbagai pembayaran aktiva yang telah dibeli sebelumnya, termasuk tanah, bangunan, pabrik dan peralatannya penyusutan aset Pembayaran-pembayaran yang telah dilakukan sebelum pengambilan keputusan

Biaya inkremental yang akan datang : Nilai sekarang dari biaya-biaya yang harus dibayar berikutnya dimasa depan akibat keputusan yang diambil

ANALISIS KONTRIBUSI Kontribusi sebuah keputusan adalah perbedaan antara pendapatan incremental dengan biaya inkremental. Hal ini ditafsirkan sebagai kontribusi dibuat untuk biaya overhead dan keuntungan dengan keputusan tersebut. Hanya keputusan yang memiliki kontribusi positif harus dilakukan, dan mana keputusan yang saling eksklusif, yang satu dengan yang diharapkan kontribusi yang lebih besar yang akan disukai. Pendapatan incremental Pendapatan incremental didefinisikan sebagai pendapatan yang mengikuti sebagai konsekuensi dari keputusan tertentu. Pendapatan incremental dikelompokkan menjadi: 1. Pendapatan eksplisit sekarang, termasuk didalamnya hasil penjualan, pengembalian kas, potongan harga pembelian, dan sebagainya. 2. Pendapatan oportunitas, yaitu biaya-biaya yang dapat dihindari. Meskipun tidak ada aliran yang sebenarnya dari pendapatan, arus perpindahan pendapatan dihindari sehingga uang yang seharusnya dapat dihabiskan masih di bank, dan efek bersih adalah sama. 3. Pendapatan masa depan, terkait dengan keputusan ini harga akan menjadi nilai sekarang yang diharapkan dari kontribusi terhadap biaya overhead dan keuntungan terkait dengan bisnis masa depan yang dihasilkan sebagai hasil dari memenangkan kontrak sekarang. Memilih proyek A atau B Misalkan proyek A menjanjikan target penjualan sebesar 10,000 unit dengan tingkat keuntungan per unit sebesar $ 2, sedangkan proyek B menjanjikan penjualan sebanyak 6,000 unit dengan tingkat keuntungan per unit sebesar $ 3 dengan berbagai biaya seperti tercantum dalam tabel dibawah :

Tabel 7.5. Laporan laba proyek A dan B


Proyek A Penerimaan Biaya-biaya : Material $2,000 Gaji 6,000 Overhead variabel 4,000 Overhead tetap 6,000 Laba Proyek A Pendapatan inkremental Biaya-biaya inkremental : $2,00 Material 0 Gaji 6,000 Overhead variabel 4,000 Biaya total Kontribusi $20,00 0 $20,000 Proyek B Penerimaan Biaya-biaya : Material $5,000 Gaji 3,000 Overhead variabel 3,000 Overhead tetap 3,000 Laba Proyek B Pendapatan inkremental Biaya-biaya inkremental : Material Gaji Overhead variabel Biaya total Kontribusi $5,00 0 3,000 3,000 11,000 $7,000 $18,00 0 $18,000

18,000 $2,000

14,000 $4,000

Tabel 7.6. Analisis kontribusi proyek A dan B

12,000 $8,000

Bila diperhatikan laporan keuangan diatas seakan-akan proyek B lebih menguntungkan karena menghasilkan laba yang lebih tinggi sehingga layak untuk dipilih, namun setelah dilakukan analisis kontribusi pada kedua nilai proyek tersebut dengan memperhatikan biaya overhead tetap ternyata yang memberikan kontribusi yang lebih tinggi adalah proyek A. Secara ekonomi manajerial diambil keputusan untuk menjalankan proyek A. Membeli atau memproduksi sendiri, kontribusi ini merupakan konsekuensi atas pengambilan keputusan apakah akan memproduksi sendiri sejumlah barang yang dibutuhkan dalam perusahaan atau akan membeli dari perusahaan lain yang menawarkan pelayanan penyediaan barang tersebut. Hal yang harus dipertimbangkan dengan cermat dalam pengambilan keputusan ini adalah masalah resiko yang mungkin akan terjadi pada masing-masing pilihan alternatif. Keputusan untuk mengambil atau melepaskan proyek baru, disini pihak majaner dituntut untuk menetapkan pilihan apakah akan membeli produk yang ditawarkan oleh pihak lain dengan harga lebih rendah dari harga normalnya, dan perusahaan harus memutuskan apakah tujuan perusahaan akan lebih bisa terpenuhi dengan menolak atau menerima tawaran tersebut. Analisis kontribusi multi periode Banyak keputusan melibatkan biaya yang akan dibayar dan pendapatan yang akan diterima pada periode yang akan datang. Biaya dan pendapatan ini harus dikonversikan menjadi nilai biaya dan pendapatan sekarang agar dapat dibandingkan dengan biaya yang dibayar ataupun pendapatan yang diterima sekarang. Kontribusi yang akan diterima dimasa yang akan datang dari sebuah

keputusan yang diambil mengandung ketidakpastian sehingga diperlukan adanya analisis expected present value (EPV). Nilai sekarang dari kontribusi yang diharapkan disebut sebagai expected present value of contribution (EPVC). KESIMPULAN Konsep biaya paling penting untuk pengambilan keputusan adalah biaya incremental. Biaya incremental adalah biaya-biaya yang terjadi sebagai akibat dari keputusan yang dipertimbangkan. Analisis kontribusi berusaha untuk memastikan kontribusi terhadap biaya overhead dan keuntungan, atau kelebihan pendapatan tambahan atas biaya tambahan, yang diharapkan untuk mengikuti keputusan tertentu. Analisis pulang pokok memberikan gambaran sejauh mana perusahaan harus memperhatikan jumlah barang yang diproduksi berdasarkan target permintaan pasar yang ingin dicapai untuk menentukan titik pulang pokoknya kemudian melampauinya dan memperoleh keuntungan.

Lampiran : Macam-macam bentuk kurva

Kurva (d) Cost revenue ($)

Tingkat Output (Q) Kurva (e)

Tingkat Output (Q)

Biaya pembuatan Bearing dari Wilson Jenis biaya Total Per Unit Material $38.64 $0.56 Tenaga kerja 126.39 1.81 Overhead 252.78 3.63 $417.81 $6.00 Jumlah yang dibuat 69.635 Biaya incremental untuk membuat Bearing Jenis biaya Total Per Unit Material $4.64 $0.62 Tenaga kerja 18.959 2.53 Overhead (?) (?) $23.60 $3.15 Data harga dari biaya per unit kalkulator Idaho Model X1 Model X2 Material $1.65 $1.87 Tenaga kerja 2.32 3.02 Variable overhead 1.03 1.11 Fixed overhead 5 6 Profits 2 2.4 Harga distributor $12.00 $14.40 Analisis kontribusi untuk keputusan jenis kalkulator Pendapatan incremental 20.000 unit X1 @ $ 8 160.000 Biaya incremental Biaya variabel 20.000 unit X1 @ $ 5 $100.000 Biaya opportunitas 5.000 unit X2 @ $ 8.4 42.000 142.000 Kontribusi $18.000