Anda di halaman 1dari 19

TUTOR: dr. Mgs.

Irsan Saleh

Anggota Kelompok

Aulia Putri Mentari Bhisma Ganda Mentari Meylinda Liliana Surya Fatimah Putri Nilam Sari Rahmat Taufan Randina Dwi Megasari Rizki Febrina Rullis Dwi Istighfaroh Try Febriani Siregar

Skenario A Blok 12
Seorang lelaki gendut (mild obesity), berusia 35 tahun, sudah satu tahun mengalami disfungsi ereksi (DE). Penyuka makanan terolah sejak sekolah dasar ini terdiagnosis hipertensi ketika berumur 33 tahun. Mulai saat itu, dia secara rutin mengkonsumsi bukan hanya preparat antihipertensi (atenolol), tetapi juga diuretika (furosemide) serta obat pereduksi lemak darah (statin). Sebelum ketiga jenis obat itu dimakan, kehidupan seksual bersama istrinya baik-baik saja. Sementara, pengganggu berlatar masalah psikososial bisa diabaikan. Riwayat Pangan (Makanan yang biasa disantap selama 3 bulan terakhir) Pagi: mie instan 2 bungkus dan kopi 1 gelas Snack pukul 10.00 : crackers 2 porsi Makan siang: nasi dan ayam goreng KFC 2 porsi, soft drink dua kaleng Snack pukul 16.00: dunkin donat dan 1 kaleng soft drink Makan malam: pizza (ukuran medium), satu kaleng soft drink.

Klarifikasi Istilah
Mild obesity Disfungsi ereksi Hipertensi Atenolol Furosemide Statin Psikososial

Makanan Olahan

Kandungan Nutrisi
Mie

instan Kopi Crackers KFC Soft drink Dunkin donut Pizza

Kandungan Nutrisi

Mie instan Crackers Nasi putih KFC Dunkin donut Pizza Soft drink Kopi

430 kkal @ 2 447 kkal @ 2 242 kkal @ 2 470 kkal @ 2

139 kkal @ 4

= 860 kkal = 894 kkal = 484 kkal = 940 kkal =210 kkal =510 kkal = 556 kkal =75 kkal

Total kalori per hari

4529 kkal

Seseorang dengan usia 35 tahun dengan kategori indeks masa tubuh mild obesity, rata-rata kalori yang dibutuhkan tubuh per hari adalah sekitar 1800-1900 kkal. Maka pada kasus ini, Tn.A memiliki kelebihan kalori sekitar 2700 kkal per hari

Efek sering Mengonsumsi Makanan dan Minuman Olahan


Makanan olahan (fast food) mengandung garam, lemak, dan kalori yang tinggi (termasuk kolesterol) namun sangat sedikit mengandung serat, vitamin, dan mineral Kandungan zat pengawet dan adiktif dalam fast food dapat membuat ketagihan memperbesar resiko terkena kanker terhambatnya penyerapan kalsium dalam tubuh

Efek sering Mengonsumsi Makanan Olahan


meningkatkan resiko obesitas menaikkan kadar gula darah dan kolesterol meningkatkan tekanan darah meningkatkan resiko gagal jantung

Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi atau kesulitan ereksi adalah ketidakmampuan yang menetap atau terus menerus untuk mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang berkualitas sehingga tidak dapat mencapai hubungan seksual yang memuaskan.

Faktor Resiko

Faktor risiko disfungsi ereksi adalah sindrom metabolisme, gejala saluran kemih bagian bawah akibat BPH (Benign Prostat Hiperplasia), penyakit kardiovaskular, merokok, kondisi sistem saraf pusat, trauma spinalis, depresi, stress, gangguan endokrin, dan diabetes..

Faktor Penyebab
Penuaan Gangguan psikologis Gangguan neurologis Penyakit hormonal Penyakit vaskuler Obat obatan Kebiasaan Penyakit penyakit lain

Obat hipertensi golongan diuretik


mengurangi reabsorbsi aktif NaCl dalam lumen tubuli ke dalam interstisium pada Ansa Henle bangian asenden penurunan jumlah zink dalam tubuh

Obat hipertensi golongan beta blocker


Menghambat ikatan reseptor beta 1 dengan katekolamin (norephineprin dan ephineprine) Penekanan sistem simpatis menyebabkan peningkatan aktifitas parasimpatis sebagai mekanisme keseimbangan vasodilatasi

Obat antihiperlipidemia (statin)


menurunkan tingkat kolesterol dalam darah menghalangi enzim dalam hati yang bertanggung jawab untuk membuat kolesterol (hydroxy-methylglutarylcoenzyme A reductase atau HMGCoA reductase)

Kerangka Konsep

Hobi konsumsi makanan dan minuman olahan

Hiperkolesterolemia dan Hiperglikemia


Disfungsi Endotel (NO menurun) Vasokontriksi pembuluh darah Tekanan darah meningkat (hipertensi) Minum obat
Diuretika (furosemide)

-blocker (atenolol)

statin
Kadar kolesterol turun

diuresis Blok reseptor 1


Curah jantung menurun Volume darah menurun Mineral menurun (Mg, Cl, K, Zn) Zinc merupakan prekursor testosteron

Testosteron menurun

Libido menurun

Disfungsi ereksi

Kesimpulan
Tn. A 35 tahun, mengalami disfungsi ereksi akibat menkonsumsi atenolol, furosemide, dan statin (terdapat interaksi antar obat).

KAMSAHAMNID A