Anda di halaman 1dari 51

PENDIDIKAN MANASIK HAJI KBIH AL-HIKAM Oleh Muhammad Linur Huda1 100731403604/C/2010 Abstrak

Ibadah Haji adalah ibadah yang membutuhkan tenaga, biaya dan pengetahuan tentang tatacara itu sendiri, untuk memudahkan dalambelajar manask haji munculah lembagalembaga bimbingan ibadah haji atau KBIH. Setiap KBIH memiliki ciri khas tersendiri dalam memberikan pelayanan baik itu berupa marketing, pendidikan, transportasi, evaluasi. KBIH Al-Hikam sebagai salah satu KBIH terbesar di Malang memberikan pelayanan itu kepada para calon jamaah haji yang masuk menjadi anggotanya, bahkan ia memberikan bimbingan bukan hanya pada sebelum haji, pasca haji, tetapi juga setelah jamaah haji telah selelsai dan pulang dari ibadah haji. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam membangun masyarakat yang lebih maju. Key word: Haji, KBIH, KBIH Al-Hikam, bimbingan setelah haji, pembangunan masyarakat

I.

Latar Belakang Pada dasarnya pembangunan masarakat adalah perubahan sikap manusia

(masyarakat) untuk membangun. Perubahan sikap yang terjadi pada manusia meliputi perubahan kualitas yaitu peningkatan nilai dan sikapnya, pengetahuan, kecakapan, kesehatan fisik dan hubungan antara manusia atau masyarakat tesebut yang selanjutnya dapat meningkatkan taraf kehidupan bagi kesejahteraan masyarakat sepenuhnya. Dengan demikian maka sisi pendidikan nya dalam pembangunan masyarakat adalah terletak pada proses terjadinya usaha pengembangan sikap individu(orang-perorangan) dalam lingkungan sosial budaya alamnya, agar secara bebas bertanggung jawab mampu mendorong diri dari masyarakatnya kearah perobahan serta kemajuan hidup dalam segala seginya(Sudomo, 1978: 128). Secara umum Syariat mencakup dua bidang yakni yaitu bidang Fiqh ibadah, yakni yang mengatur hubungan dengan manusia dengan tuhanya, seperti shalat, puasa, zakat, ibadah haji, memenuhi nadzar dan mebayar kafarah tehadapa pelanggaran sumpah. Dan muamalah lainnya yakni mualamallma.al khalqi adalah muamalah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya. Pembahasannya mencakup seluruh bidang fiqh selain masalah-masalah ubudiyah, seperti ketentuan-ketentuantentang jual-beli, sewa-menyewa,

Mahasiswa sejarah UM Malang, off C/2010. Laporan ini digunakan untuk memenuhi tugas akhir sejarah kebudayaan yang diampu oleh Bapak Latief Bustami.

perkawinan, perceraian, ketentuan pembagian harta pusaka jinayah dan lain-lain(Rosyada, 1993: 63). Diantara ibadah tersebut adalah haji yang dikenal sebagai ibadah yang telah dikenal, dan untuk pelaksanaannya memerlukan hati(niat), anggota dan uang. Hal yang serupa itu hanya terdapat pada ibadat haji.kaum muslimin yang berkesanggupan menunaikannya pada waktu yang ditentukan dan ditempat yang ditentukan, berdasarkan perintah Allah dan utuk mengharapkan kereedhaanNya. Ibadat haji dimulai dengan niat yang ikhlas karena Allah, sambil meninggalkan kain yang berjahit dan yang berupa perhiasan dan kemewahan serta diakhiri dengan thawaf berkeliling Baitullah(Kabah). Haji mempunyai tatacara yang diterima oleh kaum muslimin, dari satu generasi ke generasi selanjutnya dari Rasulullah sebagai bunyi sabda beliau: Terimalah dari aku tatacara hajimu. diantaranya: Ihram, talbiyah, thawaf dikeliling kabah, berlari antara bukit Safa dan Marwa, wuquf di Arofah dan masaril Haram(Muzdalifah), melempar jumrah dan menyembelih had-nyadan kuban. Layanan program Pendidikan Luar Sekolah tumbuh subur dan tersebar luas di tengah masyarakat, baik program-program yang bersifat institusional, informasional, maupun developmental. Hal ini merupakan suatu cerminan nyata tentang meningkat dan meluasnya kebutuhan masyarakat akan layanan program pendidikan di luar sistem persekolahan dewasa ini. Diantara program-program PLS adalah KBIH. Ia muncul untuk memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada jamaah haji mengingat keterbatasan pemerintah untuk melakukan hal tersebut. Sejak akhir tahun 90-an jumlah KBIH semakin menjamur dan seiring dengan itu orientasi bisnisnya juga semakin menonjol. Berkenaan dengan itu, maka pemerintah melakukan berbagai pengaturan agar kegiatan-kegiatan KBIH tersebut tidak merugikan masyarakat yang akan melaksanakan ibadah haji. Pemerintah menjadikan pihak swasta khususnya KBIH tersebut sebagai mitra dengan memberikan wewenang dalam bidang bimbingan ibadah, bukan dalam bidang operasional teknis penyelenggaraan ibadah haji. Diantara KBIH itu adalah KBIH Al-Hikam. KBIH ini muncul dari inisiatif Hasyim Muzadi untuk membantu masyarakat sekitar yang ingin mempersiapkan diri untuk melakukan ibadah haji ketanah suci. Organisasi ini terus berkembang hingga menjadi salah satu KBIH terbesar di Kota Malang saat ini. Organisasi ini telah memilki hampir 2500 alumnus jamaah yang tersebar se-Malang Raya, baik itu kota maupun kabupaten Malang. Perkembangan dan organisasi KBIH di jawa timur telah banyak di teliti oleh para peneliti. Diantara nya adalah Rohman Sri handayani Mahasiswa jurusan sastra arab UM yang

pada tahun 2007 meneliti tentang pengajaran bahasa arab untuk calon haji di KBIH AlHikam malang. Data yang beliau temukan adalah bahwa tujuan PBA untuk calon hajji di KBIH Al-Hikam Malang adalah untuk membantu jamaah haji berkomunikasi di tanah suci. Sedangkan Ibu Minarsih bertujuan meneliti tentang pembelajaran manasik haji yang mencoba menerapkan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pelaksanaannya di KBIH Nurul Faizah dengan penerapan tujuh komponen, yaitu konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian (authentic assessment) serta Miftahul Hidayah yang meneliti tentang pelaksanaan bimbingan haji dan umrah dan Strategi apa yang digunakan dalam bimbingan haji dan umrah diKBIH Nurul Faizah Surabaya.

I.

Rumusan Masalah 1. Bagaimana pekembangan bimbingan haji masa lalu hingga masa kini 2. Bagaimana bimbingan haji dalam KBIH Al-Hikam? 3. Bagaimana kendala yang dialami oleh KBIH Alikam dalam menjalankan bimbingannya? 4. Bagaimana bimbingan haji di KBIH Al-Hikam sebagai usaha pembangunan masayarakat di tinjau dari sudut pendidikan

III.

Tujuan penenlitian 1. menjelaskan pekembangan bimbingan haji masa lalu hingga masa kini 2. menjelaskan bimbingan haji di KBIH Alhkam sebagai usaha pembangunan masayarakat di tinjau dari sudut pendidikan

IV.

Metodologi Penelitian
Pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan

kualitatif. Penelitian dengan pendekatan kualitatif lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah. Hal ini bukan berarti bahwa pendekatan kualitatif, sama sekali tidak menggunakan dukungan data kualitatif akan tetapi penekannya tidak pada pengujian hipotesis melainkan pada usaha menjawabpertanyaan penelitian melalui cara-cara berfikir formal dan argumentatif(Azwar, 1998: 5). Alasan penelitian melakukan pendekatan kualitatif karena untuk mencari data- data yang dihasilkan berupa kata-kata lisan dari orang-orang perilaku yang dapat diamati. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang saat ini berlaku. Di dalamnya

terdapat upaya mendeskripsikan, mencatat, analisis dan menginterprestasikan kondisi-kondisi yang sekarang ini terjadi atau ada, serta menggambarkan fenomena yang terjadi di dalam obyek penelitian(Mardalis, 1995: 2). Alasan Peneliti melakukan jenis penelitian deskriptif karena untuk memberikan gambaran secara utuh tentang pendidikan di KBIH Al-HIkam

B. Subyek Penelitian Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi di KBIH Al-Hikam tepatnya di Jl. Raya Gelora Delta No. 9 Sidoarjo.

C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data Berdasarkan sumbernya jenis data dibagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder(Marxuki, 1995: 55-56). a. Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya. Dalam hal ini data yang dihimpun adalah tentang bagaimana pendidikan jamaah haji yang ada di KBIH. Hal ini dapat diperoleh dari hasil permintaan keterangan kepada pihak yang memberikan keterangan. Diantaranya berupa jawabanjawaban atas pertanyaan yang diajukan kepada Pengurus KBIH melalui wawancara langsung dari penyusun KBIH, baik yang berasal dari ketua yayasan itu sendiri maupun dari pengurus lainnya. Berdasarkan pengetahuan dan pengamatan yang mereka miliki. b. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti, misalnya sumber buku, majalah, dokumen dan keterangan atau publikasi lainnya. Dalam hal ini, data yang dihimpun adalah tentang KBIH Al-Hikam yang meliputi sejarah berdirinya, visi dan misi, struktur organisasi dan kepengurusan, sarana dan prasarana dan datadata yang ada kaitannya dengan penelitian. 2. Sumber Data Untuk melengkapi jenis data diatas, maka diperlukan sumber data yang dipakai oleh peneliti untuk melengkapi jenis data tersebut. Sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh(Arikunto, 2002: 107) Adapun data yang dipakai oleh peneliti untuk melengkapi datatersebut adalah: a. Informan, yaitu orang-orang yang memberikan informasi tentang segala sesuatu yang terkait dengan penelitian. Sebagai sumber Informan utama dalam penelitian ini adalah Rulli Saefudin sekretaris KBIH serta para alumnus dan peserta KBIH Al-Hikam yakni bapak Muhtar bapak Kholil. b. Dokumen, yaitu berupa tulisan dan catatan yang ada hubungannya dengan masalah yang

dibahas dalam penelitian. Maksudnya untuk mengetahui sejarah struktur organisasi, program kerja dan data-data lain yang ada kaitannya dengan penelitian. D. Tahap-Tahap Penelitian Usaha mempelajari penelitian kualitatif tidak terlepas dari usaha mengenal tahap-tahap penelitian(Moleong, 2002: 85). Tahap-tahap yangdigunakandalam penelitian ini adalah : 1. Tahap Pra Lapangan Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh peneliti pada tahap pra lapangan antara lain: a. Menyusun Rancangan Penelitian Dalam hal ini, peneliti terlebih dahulu membuat permasalahan yang akan dijadikan obyek penelitian yang kemudian diteruskan dengan membuat matrik usulan judul penelitian sebelum melaksanakan penelitian hingga membuat proposal. b. Memilih Lapangan Penelitian Dalam hal ini, peneliti memilih lapangan penelitian di KBIH Al-Hikam Jl. Cengger Ayam No 15 Malang. c. Mengurus Perizinan Dalam perizinan, peneliti melakukan dengan prosedur yang ada, yaitu meminta izin penelitian kepada Bapak Dekan fakultas Ilmu Sosial yang diperuntukkan untuk penelitian di KBIH AlHikam. d. Menjajaki dan Menilai Keadaan Lapangan Setelah mendapat izin dari Fakultas Dekan fakultas Ilmu Sosial maupn lembaga yang bersangkutan, peneliti meninjau keadaan lapangan dengan berbaur bersama orang-orang yang ada di lapangan serta mengobservasi kegiatan dari jauh. e. Memilih dan Memanfaatkan Informan Untuk mendapatkan hasil data yang maksimal, maka dipilih informasn yang mengerti dan faham tentang KBIH Al-Hikam dan permasalahan yang sedang diteliti. Dalam kesempatan ini yang menjadi informan adalah ketua KBIH Al Mutazam yang diwakilkan kepada Sekretaris I mengingat beliau sedang beribadah haji dan pembimbingan kepada Jamaah Haji di Tanah Suci. f.Persiapan Perlengkapan Penelitian Penelitian dalam hal ini menyiapkan segala alat dan perlengkapan penelitian yang diperlukan sebelum terjun ke lapangan penelitian. 2. Tahap Pekerjaan Lapangan Tahap ini terdiri dari : a. Memahami latar penelitian dan persiapan diri Untuk memasuki pekerjaan lapangan, peneliti perlu memahami latar penelitihan dahulu. Disamping itu peneliti perlu mempersiapkan dirinya baik fisik maupun mental, agar dilapangan penelitian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. b. Memasuki lapangan

Setelah penelitian menentukan dan memahami lapangan penelitian, maka saatnya untuk terjalin langsung ke KBIH Al-Hikam untuk memperoleh informasi dan data yang diperlukan dalam penelitian. c. Berperan Serta Sambil Mengumpulkan Data Di dalam mengumpulkan data, peranan peneliti pada lokasi pelelitian memang harus dibatasi, namun tidak menutup kemungkinan apabila ada waktu luang dan peneliti bisa

memanfaatkannya, maka peneliti akan terlibat langsung dalam kegiatan yang sedang terjadi dalam lokasi penelitian dan pengumpulan data serta mencatat data yang memang diperlukan untuk selanjutnya dianalisa secara intensif(Moleong, 2002: 89). 3. Tahap Analisa Data Analisa Data menurut Patton yang dikutip lexy Moleong, adalah proses mengatur uraian data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Data yang telah diperoleh akan dianalisa dengan mengorganisasiserta mengurutkan data kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema, dan rumusan masalah. Dari rumusan tersebut dapat kita menarik garis bawah analisa yang di maksud mengorganisasikan data. Data yang peneliti ambil untuk diorganisasikan adalah data kualitatif. E. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik sebagai berikut : 1. Teknik Observasi Teknik ini didasarkan atas pengalaman secara langsung yang mana pengalaman langsung merupakan alat yang ampuh untuk mengetes suatu kebenaran. Jika suatu data yang diperoleh kurang meyakinkan peneliti ingin menanyakan kepada subyek, tetapi karena peneliti ingin memperoleh keyakinan tentang data maka jalan yang ditempuh adalah mengamati sendiri(Moleong, 2002: 125). Data yang diperoleh dalam teknik observasi adalah : a. Letak geografis KBIH Al-Hikam b. Sarana dan praasarana KBIH Al-Hikam c. Kegiatan organisasi yang ada di KBIH Al-Hikam d. Pelaksanaan strategi pendidikan pada calon jamaah haji di KBIH Al-Hikam 2. Teknik Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewer) yang memberikan jawaban atau pertanyaan itu. Data yang diperoleh dalam bentuk wawancara adalah : a. Data tentang sejarah Instansi b. Data tentang gambaran keadaan Instansi dan kendalanya

c. Data tentang hasil yang diperoleh oleh para alumni 3. Teknik Dokumentasi Menurut Arikunto(2002: 206), Teknik pengumpulan data lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah dan sebagainya. Penelitian menggunakan teknik ini untuk mengumpulkan data tentang : a. Sejarah berdirinya KBIH b. Visi dan misi KBIH c. Susunan pengurus KBIH d. Sarana dan prasarana e. Manfaat yang dirasakan jamaah haji f.Data jumlah jamaah haji dari tahun ke tahun F. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain. Sedangkan untuk meningkatkan pemahaman tersebut analisis, perlu dilanjutkan dengan berupaya mencari makna(Muhadjir, 1996: 104). Teknik analisa data dilakukan setelah proses pengumpulan data diperoleh, tujuan analisa data ialah untuk menyederhanakan data, sehingga mudah untuk membaca data yang telah diolah. Setelah peneliti mendapat data di lapangan kemudian peneliti akan mencoba menganalisa datadidapatkandenganmenggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan atau menguraikan suatu masalah sesuai dengan kenyataan yang ada. Teknik analisa data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini berupa teknik Analisis Domain. Teknik Analisis Domain digunakan untuk menganalisis gambaran obyek penelitian secara umum atau ditingkat permukaan, namun relatif utuh tentang obyek penelitian tersebut. Teknik Analisis Domain ini amat penting sebagai teknik yang dipakai dalam penelitian yang bertujuan eksplorasi. Artinya analisis hasil penelitian ini hanya ditargetkan untuk memperoleh gambaran seutuhnya dari obyek yang diteliti, tanpa harus diperinci secara detail unsur-unsur yang ada dalam keutuhan obyek penelitian tersebut. G. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Ada beberapa teknik pemeriksaan keabsahan data yang dirumuskan oleh Lexy J. Moleong (2002: 175-179), namun dalam penelitian ini, penelitian ini, penelitian tidak mengambil secara keseluruhan teknik pemeriksaan keabsahan data yang dikemukakan tersebut, akan tetapi peneliti sengaja memilih teknik pemeriksaan keabsahan data yang sesuai dengan kontek penelitian yang dilakukan peneliti dalam rangka menyempurnakan hasil penelitian.

Berikut ini adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan peneliti, yaitu : 1. Perpanjangan Keikutsertaan Hal ini dilakukan untuk memperkuat perkumpulan data dengan kata lain supaya data yang terkumpul benar-benar valid dan dapat dipertanggung jawabkan, keikutsertaan tersebut tidak hanya dilakukan di dalam waktu singkat, tetapi memerlukan keikutsertaan peneliti pada latar penelitian.

2. Ketekunan Pengamatan Ketekunan pengamatan dilakukan dengan maksud menemukan ciri-ciri serta unsur lainnya yang sangat relevan dengan persoalan penelitian dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Hal ini berarti bahwa peneliti hendaklah mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol. Kemudian peneliti menelaah secara rinci sampai pada suatu titik sehingga pada pemeriksaan tahap awal tampak salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah dipahami dengan cara yang biasa. 3. Triangulasi Teknik Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan pembanding terhadap data itu. Dalam penelitian ini melakukan triangulasi dengan menggunakan perbandingan sumber dan

perbandingan teori triangulasi dengan sumber berarti peneliti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi. Pada metode ini, triangulasi dapat diperoleh dengan berbagai cara : a. Membandingkandatahasilpengamatandengandatahasil wawancara. b. Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi. c. Membandingkanapayangdikatakanorangterhadapsituasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu. d. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat pandangan orang seperti rakyat (awam), orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang yang berada dan orang pemerintah.

V.

Landasan Teori Teori yang melandasi penelitian ini adalah teori PLS. teori ini didasari oleh pendapat

PhilipsH. Combs tentang PLS. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan luar sekolah adalah setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir yang diselenggarakan diluar sistem formal baik tersendiri maupun merupakan bagian dari suatu kegiatan yang luas, yang dimaksudkan untuk

memberikan layanan kepada sasaran didik terentu dalam rangka mencapai tujuan tujuan belajar. Jenis-jenis pendidikan yang ada pada PLS, menurut D. Sudjana (1996:44) di antaranya adalah: 1. Pendidikan Massa (Mass education) Pendidikan massa yaitu kesempatan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat luas dengan tujuan yaitu membantu masyarakat agar mereka memiliki kecakapan dalam hal menulis, membaca dan berhitung serta berpengetahuan umum yang diperlukan dalam upaya peningkatan taraf hidup dan kehidupannya sebagai warga negara. Istilah Mass education menunjukan pada aktifitas pendidikan di masyarakat yang sasarannya kepada individu-individu yang mengalami keterlantaran pendidikan, yaitu individu yang tidak berkesempatan memperoleh pendidikan melalui jalur sekolah, tetapi putus di tengah jalan dan belum sempat terbebas dari kebuta-hurufan. Mass education ini dapat dikatakan semacam program pemberantasan buta huruf atau program keaksaraan, tentu saja tidak bertujuan supaya orang-orang didiknya sekedar bisa baca-tulis, tetapi juga supaya memperoleh pengetahuan umum yang relevan bagi keperluan hidupnya sehari-hari. Individu yang menjadi sasarannya adalah pemuda-pemuda dan orang dewasa. Pelaksanaannya melalui kursus-kursus. 2. Pendidikan Orang Dewasa (Adult Education) Pendidikan orang dewasa yaitu pendidikan yang disajikan untuk membelajarkan orang dewasa. Dalam salah satu bukunya tentang PLS, Sudjana (1996:45) menerangkan bahwa pendidikan orang dewasa adalah pendidikan yang diperuntukan bagi orang-orang dewasa dalam lingkungan masyarakatnya, agar mereka dapat mengembangkan kemampuan, memperkaya pengetahuan, meningkatkan kualifikasi teknik dan profesi yang telah dimilikinya, memperoleh cara-cara baru serta merubah sikap dan perilakunya.

Pendidikan ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:Pendidikan Lanjutan, Pendidikan Pembaruan, Pendidikan Kader Organisasi, dan Pendidikan Populer

3. Pendidikan Perluasan (Extension Education) Secara umum diartikan sebagai kegiatan pendidikan yang dilaksanakan diluar lingkungan sekolah biasa, diselenggarakan oleh perguruan tinggi untuk mengimbangi hasrat masyarakat yang ingin menjadi peserta aktif dalam pergolakan zaman. Kegiatan yang diselenggarakan PLS Adalah meliputi seluruh kegiatan pendidikan baik yang dilaksanakan diluar sistem pendidikan sekolah yang dilembagakan ataupun tidak dilembagakan.Pendidikan

luar sekolah dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar dan pendidikan keluarga merupakan bagiasn dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan didalam keluarga. 4. Pendidikan Masyarakat Seperti dikemukakan R. A Sentosa pendidikan ini ditujukan kepada orang dewasa termasuk pemuda diluar bas umur tertinggi kewajiban belajar dan dilakukan diluar lingkunagan dan sistem pengajaran sekolah biasa. 5. Pendidikan Dasar. Merupakan pendidikan sembilan tahun terdiri atas program pendidikan enam tahun di sekolah dasar dan program pendidikan tiga tahun di sekolah lanjutan tingkat pertama. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama terdiri dari dua jenis sekolah yang berbeda yaitu sekolah umum dan sekolah keterampilan. Pendidikan Dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah. Pendidikan Dasar merupakan pendidikan wajib belajar yang memberikan para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan. Sebagai tambahan pada pendidikan dasar, terdapat Madrasah Ibtidaiyah, yang setingkat dengan Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah yang setingkat dengan sekolah Lanjutan Tingkat Pertama umum yang berada di bawah pengelolaan Departemen Agama. 6. Penyuluhan. 7. Pendidikan Seumur Hidup. Dari beberapa ahli, pengertian pendidikan seumur hidup dapat dikemukakan yaitu :
Menurut

Stephens, pendidikan seumur hidup adalah seluruh iindividu harus memiliki

kesempatan yang sistematik disetiap kesempatan sepanjang hidup mereka.


Menurut

Silva, pendidikan seumur hidup adalah proses pendidikan yang

dilangsuungkan berguna untuk meningkatkan pendidikan sebelumnya, memperoleh keterampilan dan mengembangkan kepribadian.

Menurut Sistem pendidikan nasional terdiri dari tujuh jenis pendidikan luar

sekolah yaitu : Pendidikan Umum, Pendidikan Kejuruan, Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Kedinasan,Pendidikan Pendidikan keaksaraan Kegiatan pendidikan, walaupun dalam bentuknya yang paling sederhana, yang kini dikenal dengan istilah pendidikan nonformal, telah hadir di dunia ini sama satunya dengan kehadiran manusia yang berinteraksi dengan lingkunganya. Setelah jumlah manusia makin Keagamaan, Pendidikan Akademik,Pendidikan Profesional,

berkembang, situasi pendidikan ini muncul dalam kehidupan kelompok dan masyarakat. Kegiatan pendidikan dalam kelompok dan masyarakat telah dilakukan oleh umat manusia jauh sebelum pendidikan formal lahir di dalam kehidupan masyarakat. 1. Pengaruh Pendidikan informal Pada waktu permulaan kehadirannya, pendidikan nonformal itu dipengaruhi oleh pendidikan informal, yaitu kegiatan yang terutama berlangsung dalam keluarga. Dalam kehidupan keluarga terjadi interaksi antar orang tua, antar orang tua dengan anak, dan antara anak dengan anak. Pola- pola transmisi pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai, dan kebiasaan yang dilakukan orangtua terhadap anaknya pada umumnya terjadi melalui asuhan, ajakan, suruhan, larangan, dan bimbingan. Pada dasarnya kegiatan tersebut menjadi akar tumbuhnya perbuatan mendidik yang dikenal dewasa ini. Kegiatan pembelajaran dilakukan untuk melestarikan dan mewariskan kebudayaan secara turun temurun. Pelestarian dan pewarisan kebudayaan ini dilangsungkan baik secara sederhana o;eh seseorang kepada orang lain maupun melalui kegiatan yang lebih kompleks seperti upacara tradisional atau upacara adapt yang dilakukan secara berkala. tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan praktis dimasyarakat dan untuk meneruskan warisan budaya yang meliputi kemampuan, cara kerja, dan teknologi yang dimiliki oleh masyarakat dari satu generasi kepada generasi lainya. kegiatan pembelajaran yang asli(indigeonus) inilah yang termasuk ke dalam kategori pendidika tradisional yang kemudian menjadi akar pertumbuhan pendidikan nonformal. Dengan demikian, sejak awal kehadiranya didunia ini, pendidikan nonformal telah berakar pada tradisioanal yang dianut oleh masyarakat. 2. Pengaruh Tadisi dimasyarakat Dalam masyarakat terdapat tradisi dan adat istiadat yang mendorong penduduk untuk belajar, berusaha, dan bekerjasama atas dasar nilai-nilai budaya dan moral yang dianut masyarakat itu sebagai contoh, dimasyarakat jawabarat terdapat ptatah-petitihdalam budaya sunda yang biasa dipesankan oleh orang tua kepada anak-cucunya:tuntutlah ilmu, carilah harta, jauhilah prilaku yang tidak baik 3. Pengaruh agama Kehadiran agama dalam kehidupan masyarakat lebih melandasi lagi perkembangan pendidikan nonformaldan pendidikan informal. Agama dapat memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa belajar merupakan kewajiban yang ditetapkan Allah SWT untuk dilakukan oleh setiap orang. Syarat utama yang perlu dimiliki oleh setiap individu untuk

melakukan kegiatan belajar adalah kemampuan membaca, oleh sebab itulah, wahyu pertama yang diturunkan allah SWT Kepada Rasul-Nya, untuk disampaikan kepada manusia, adalah perintah untuk membaca. :Bacalah dengan nama tuhanmu yang telah menjadikan Qs. AlAlaq, ayat 1). Menurut agama, belajar adalah kunci utama untuk mencapai kemajuan dan kebahagiaan. Belajar, dalam pengertian ini, adalh proses pencarian dan penguasaan ilmu untuk diterapkan dalam kehidupan. Hadis nabi menjelaskan :Barang siapa yang ingin memperoleh kebahagiaan di dunia maka ia harus menguasai ilmu, barang siapa ingin meraih kebahagiaan didunia akhirat maka ia harus menguasai ilmu(Man arooda dunya faalaiha bililmi, man aroodal dunya humaa faalaiha bililmi) Motivasi agama bagi manusia, untuk mengembangkan kemampuan berfikir dalam mengolah potensi alam, telah ditegaskan oleh allah SWT: dan dibumi semuanya, (sebagai suatu rahmat) dari pada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir(Q. Sal-Hasyr, 21). Dalam mengembangkan kemampuan manusia dimasa datang, agama memberikan motivasi untuk mengantarkan mereka guna memasukiruang dan waktu yang berbeda dengan ruang dan waktu yang dialami saat ini. Untuk mengantarkan kedalam kehidupan masa depan. Peranan pendidikan ialah untuk membelajarkan manusia terhadap

kemungkinan-kemungkinanyang akan dihadapinya dimasa yang akan dating. Rasulullah SAW telah memberi penunjuk:Belajarkanlah anak-anakmu karena mereka adalah makhluk, ciptaan tuhan, yang akan memasuki jaman yang berbeda dengan keadaan jamanmu sekarang(allimu auladakum fainnahum makhliqunna lighoiri zamaanaikum). Penunjuk ini menegaskan bahwa fungsi pendidikan adalah untuk membantu manusia dalam

mengembangkan kemampuan fungsional yang diperlukan dalam kehidupan dimasa depan.

VI.

Pembahasan 1. Hasil temuan Profil Singkat Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) a. Identitas KBIH Nama KBIH Alamat Iengkap No Tlp Hp Tahun Berdiri : Al-Hikam : JI Cengger Ayam 25 Malang : 0341-475387 : 085649390093 :Tahun 1991

Pimpinan Kepengurusan Lengkap

: Hj. Mutammimah Hasyim : Ma ( Terlampir)

Izin Operasional Dep. Agama : SK MENTERJ AGAMA RI. No.474Th 1995 SK. DIRJEN Penyelenggaraan Haji dan Umrofr No. D/406/th 2008 Mulai meinbimbg calon jamaah Haji :1991 Nama pembimbing utama Nama pembmbing Pembantu : Hj Mutammimah Hasyim : I. H. Ach Musthofa M. Sobri. SH. 2. Hj. Chusnul Chotimah 3. Hj. Dr.Muniroh 4. H. Abd Hadi lc. 5. H. Drs. Muzaminil ZAini. M.Ag 6. H. Drs Muhammad Nafi 2. Sejarah singkai berdiri Bagaimana keberadaan Pesantren adalah adanya interaksi dengan masyarakat setempat maka pesantren mendirikan KBIH dengan nama Al-Hikam sesuai dengan nama pondok pesantren. Sebagai KBIH yang mempunyai moto berhaji sambil beramal, tujuan didirikannya KBIH AI-Hikam ini adalah untuk membantu masyarakat yang mempunyai minat untuk pergi menunaikan ibadah haji agar ibadah haji mereka sesuai dengan tuntunan syariat yang ada karena pada umumnya calon jamaah haji orang yang butuh belajar tentang manasik ibadah haji namun dengan seiringnya waktu maka tujuan ini menjadi membantu tugas pemerintah c/q Departemen Agama dalam memberikan bimbingan teknis dann operasiona kepda jamaah calon haji dalam memahami dan mengamalkan manasik sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah. Disamping memberikan pengatahuan dan praktek keterampilan terkait dengan ibadah haji, sepulang ke tanah suci KBIH AI-Hikam juga membentuk atau menyelenggarakan pengajian secara rutin yang diasuh oleh Dr.KH.A. Hasyim Muzadi. Disamping pengajian sekaligus silaturahim yang dilaksanakan oleh masingmasing angkatan juga dilnksanakan pengajian bersama secara keseluruhan disenggarakan dipondok Pesantren Al-Hikam. Visi KBIH Al Hikam Malang adalah terciptanya kondisi jamaah calon haji di wilayah Kota Malang yang mampu menjalankan ibadah haji secara mandiri dan sesuai dengan manasik yang diajarkan Rasulullah sehingga diperoleh haji yang

mabrur dalam menjalankan tugas dakwah amar maruf nahi munkar. dan Misinya yaitu Menjalankan misi, tugas pokok dan fungsi Lembaga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Al Hikam Kota Malang; Memberikan bimbingan dan pelatihan manasik haji kepada jamaah calon haji sebagai perwujudan dakwah amar maruf nahi munkar; Memberikan pendampingan kepada jamaah calon haji dalam rangka menjalankan manasik mulai dari tanah air sampai selesainya ibadah haji di tanah suci; Memberikan pembinaan ke-Islaman jamaah pasca ibadah haji dalam rangka pelestarian haji mabrur dan peningkatan pemahaman ajaran Islam. Untuk menunjang bimbingan haji, selain materi bimbingan, KBIH memberikan fasilitas dan pelayanan rombongan yang berupa: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5. Bimbingan Manasik dan kesehatan haji Obat obatan untuk keperluan rombingan Haji Pengenalan Lokasi Haji Ziarah ke tempat tempat bersejarah di Makkah, Madinah dan Jeddah Umroh Sunnah 1 kali suntikan Meninghitis Buku Panduan Sertifikat Haji dan Album Alumni Seragam Rombongan, meliputi : Laki laki : Kain Ihram Peci Identitas Identitas Koper Seragam rombongan (Seragam Nasional dan Kaos Identitas) Perempuan Kaos Seragam Perempuan Kaos Tangan dan Kaos Kaki Identitas Koper Kain serangam Nasional Topi Ciet dan Kerudung

2. Bimbingan haji masa kini Menurut Keputusan Menteri Agama I No 2 Tahun 2010, penyelenggaraan ibadah haji merupakan salah satu program prioritas pembangunan bidang agama dan sering kali diposisikan sebagai salah satu indikator kunci kinerja Kementerian Agama. Penyelenggaraan

ibadah haji dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, namun demikian disadari bahwa peningkatan tersebut belum signifikan, sehingga masih perlu dilakukan berbagai upaya peningkatan lebih lanjut. Salah satunya yakni tingginya peran masyarakat dalam penyelenggaraan ibadah haji yang direpresentasikan melalui berkembangnya Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Dengan peran tersebut diharapkan terjadi peningkatan pelayanan bagi calon jamaah haji. Di samping itu juga terdapat peran serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas perjalanan ibadah umrah. Pada masa ini Pembinaan haji adalah serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan dan bimbingan bagi jemaah haji, Petugas, PIHK, PPIU dan Lembaga/Ormas Islam yang terkait dengan haji dan umrah. Sehingga yang dapat memberikan pembimbingan haji tidak terfokus eperti masa colonial. Pembinaan haji dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, baik dilakukan secara perseorangan maupun dengan membentuk kelompok bimbingan dengan bentuk pembinaan yang diberikan pemerintah kepada jemaah haji berupa bimbingan dan penyuluhan. Hal ini Memang, Kementerian Agama atau Menteri Agama sebagai penanggungjawab nasional penyelenggaraan ibadah haji, tetapi masing- masing bidang yang terdapat di dalamnya, dilaksanakan oleh instansi pemerintah atau kementerian yang ada. Mulai dari masalah kesehatan, menjadi tanggungjawab Kementerian Kesehatan. Masalah transportasi atau angkutan jamaah haji, menjadi tanggungjawab Kementerian Perhubungan, masalah paspor menjadi tanggungjawab Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Luar Negeri, juga ikut bertanggungjawab dalam penyelenggaraan ibadah haji ini. Karena, kegiatan ini, tidak hanya berlangsung di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri. Oleh karena itu, penyelenggaraan ibadah haji dikatakan sebagai tugas nasional dan bersifat bilateral(Kemennag, 2012: 2). Di dalam pelaksanaannya yang dimaksud dengan pembimbing ibadah haji adalah orang yang menguasai pengetahuan manasik haji dan/atau yang telah mengikuti orientasi pembimbing haji yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan ditugaskan untuk membimbing jemaah haji. Pembimbingan yang dilakukan oleh pemerintah di tingkat KUA kecamatan dilakukan sebanyak 7 kali, sedangkan di tingkat kabupaten/kota dilakukan sebanyak 3 kali. Dimana di tingkat KUA kecamatan dilakukan dalam bentuk Bimbingan kelompok dan di tingkat kabupaten/kota dilakukan dalam bentuk Bimbingan massal. Selain itu Pemerintah juga melakukan penyuluhan dan Bimbingan manasik haji melalui media elektronik (Televisi, Radio), CD, DVD, dan buku-buku, yang setiap tahunnya mengalami penyempurnaan seiring dengan perkembangan kebijaksanaan

perhajian Indonesia, serta masukan masukan dari masyarakat(Depag, 2003: vi) Selain bimbingan yang diselenggarakan pemerintah, adapula Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yakni lembaga Sosial Keagamaan yang telah mendapat izin Kementerian Agama untuk melaksanakan bimbingan terhadap jemaah haji. Ia bertugas untuk melaksanakan bimbingan ibadah haji dan bukan sebagai penyelenggara ibadah haji. Dengan fungsi sebagai mitra Pemerintah dalam penanganan dan pembekalan calon jamaah haji(Abimanyu, 2012: 1-3) Dalam prakteknya KBIH selain memberikan materi pokok terutama tentang masalaha Haji juga memberikan Materi tentang bahasa Arab. Pengajarannya pun dilakukan saat kegiatan efektif bimbingan, sehingga secara langsung memasukkan materi bahasa arab sebagai mata pelajaran dalam bimbingan ibadah haji. KBIH Al-Hikam melanglami kenaikan terus bahkan beberapa tahun terakhir ini menjadi salah satu KBIH terbesar di seluruh Kota Malang. Hal ini menunjukkan minat dan perhatian Masyarakat terhadap pelayanan baik dari KBIH itu sendiri, hal ini di tunjang dengan mengunakan jaringan marketing, brosur dan ikatan alumni. Bimbingan di KBIH Al-Hikam tersiri dari 2 kelas kelas normal dimulai pada 6 bulan sebelum pemberangkatan atau yang disebut pramanasik. Satu Bulan pertama itu adalah pramanasik. materinya adalah pengenalan baca tulis alquran. Tajwid, cara membacanya, karena tidak menuntut kemungkinan jamaah seluruhnya ada yang masih kesulitan untuk membaca alquran. Kemudian lanjutnya selama selama 3-4 bulanyang dinamakan manasik. Materinya tentang fiqih haji, Umrah dan pengenalan tempat-tempat bersejarah. Serta materi kesehatan haji, fiqih wanita, kemudian problem solving terhadap masalah-masalah yang ada di tanah suci secara interaktif antara jamaah dengan pembimbing yang ada berdasarkan pengalaman-pengalaman pembimbing. Materi kemudian dilajutkan dengan evaluasi disetiap telah slesainya materi yang terdiri dari tanya jawab, interaksi dan angket soal. Hal ini untuk mengukur tingkat bagaimana jamaah itu bisa memahami materi yang telah disampaikan. Dengan tujuan bagaimana jamaah bisa mandiri, bisa melaksanakan haji berdasarkan ilmu yang didapat. bukan karena fotokopi dari orang lain, sehingga jamaah dapat melakukan ibadah haji berdasarkan ilmu yang didapat dan praktek. Kemudian dilanjutkan 2 bulan terakhir dengan program pendalaman materi. Materi yang diberikan hampir sama dengan proses yang kedua yakni manasik. Tetapi dimasa dua bulan ini materi yang dibahas adalah tentang sejarah, filsafat, dan hikmah-himkah yang ada didalamnya dan disertai dengan praktek. Pendalaman manasik ini juga salah satu untuk mengukur seberapa jauh kemampuan jamaah terhadap materi itu itu sendiri yang

disampaikan pada item yang kedua atau manasik. Seperti pertanyaan-pertanyaan apa yang akan anda lakukan ketika thowah itu berjalan kemudian anda batal, ketika thawaf ada orngg yang sedang sholat seperti apa, kemudian towatf dan batal bagaimana, dari pendalaman itu memberikan penanda bagi KBIH tentang materi apa yang kurang difahami. Kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran pemberangkatan ya tentang tasyakuran untuk saling mendoakan semoga para alumni dapat pulang kenegeri tercinta Selain itu ada juga kelas eksistensi yang dikhususkan pada orang-orang jamaah haji yang tidak mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan pelatihan selama 6 bulan, hal ini terutama untuk orang-orang yang berdomisili di luar malang dan para orang yang mempunyai kesibukan yang hanya bisa mengambil waktu cuti 2 minggu menjelang pemberangkatan Haji. eksistensi ini di lakukan setiap hari selama 2 minggu, para jamaah eksistensi dibimbing dengan cara yang lebih ringkas dan menyeluruh tentang materi-materi haji. Untuk tahun ini yang mengikuti kelas eksistensi ada 30 orang. Selama di Makkah para jamaah haji juga tetap mendapatkan pembimbingan. mereka melakukan evaluasi setiap melaksanakan rukun selama ibadah haji berlangsung. Evaluasi ini diawali dengan istighosah kemudian dilanjutkan dengan pembahasan apa-apa yang menjadi permasalahan haji, pembimbingnya da 4 orang yaitu bapak ketua hazim Muzadi, selaku direrktur operasional bapak sobri, dan bu khusnul dan juga seorang dokter. Kita juga menyediakan dokter sendiri yang diberangkatkan dari KBIH Al-Hikam walaupun dari pemerintah telah menyediakan dokter juga untuk jamaah haji. Tetapi 1 dokter 1 kloter, padahal 1 kloter berisi 450 orang. Akhirnya dari alternative dari Al-Hikam mandatangkan dokter khusus dari Al-Hikam sendiri dari jamaan sendiri agar proses ibadah haji di makkah dan madinah bisa lancar khususnya yang sudah usia lanjut, dan para penderita dengan riwayat penyakit tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus. KBIH telah merencanakan agenda kegiatan bagi para jamahnya. Mulai dari pemberangkatan hingga proses haji berlangsung. Dari jam pagi hingga istirahat malam. Mulai hari pertama hingga hari ke-40 sudah ada agenda yang terdapat pada buku. Jadi kalau ada jamaah yang ingin berbelanja bisa pada sela-sela jam yang telah direrncanakan. Pembingan juga terjadi pada saat proses haji usai, dimana setiap 3 hari sekali ada koordinasi ada untuk evaluasi kegiatan jamaah. Evaluasi sendiri dikemas dengan istighosah terlebih dahulu. Baru membahas masalah-masalah pada jamaah. Contohnya ketika ada rukun yag kurang seperti melempar jumrah yang baru dilaksanakan tiga yang seharusnya 7 kali, bagaimana dengan jamaah yang mencabut tumbuhan disana, pembayaran DAM dan lain-lain yang berkaitan dengan ibadah haji itu sendiri.

Dalam memberikan kenyamanan dalam proses bimbingan ibadah haji. KBIH Al-Hikam menggunakan Lcd proyektor dan pengeras suara. Hal ini disesuaikan dengan keadaan ruangan kegiatan bimbingan berlangsung, dan jumlah peserta biimbingan yang cukup banyak. Sehingga dengan penyediaan kedua alat bantu tersebut para peserta bimbingan dapat mengikuti kegiatan bimbingan dengan baik dan maksimal. Pendidikan pasca haji Kegiatan alumni dimana setiap alumni haji yang sudah melaksanakan haji akan ada Pembinaan khusus dimana ikatan alumni haji yang selalu melakukan pertemuan pokok setiap satu bulan sekali dan disetiap angkatan dua bulan sekali atau satu bulan sekali paling tidak angkatan 2009 dimana, 2010 dimana, itu selalu bergantian sesuai dengan kesepakatan. Kalau kemudian seluruh ikatan alumni haji itu disetiap awal bulan sekali, seluruh angkatan, seluruh angkatan itu sendiri diketuai ada ketuanya yaitu pak profeso Bambang banu, dari sana diketahui oleh beliaunya jika ada kegiatan sosial binaan dimana, bakti sosial, salah satu program dari alumni berupa pendidikan bagi anak yatim, dari anak- anak yang tidak mampu. Dalam setiap angkatan alumni, terdapat pertemuan silaturrahim dalam setiap bulannya, yang biasanya dilakukan bergiliran antar rombongan dalam satu angkatan. Angkatan yang digunakan sebagai permulaan adalah rombongan yang pertama dan dilanjutkan ke rombongan sesudahnya uyang mash dalam satu angkatan. Namun dalam dalam pertemuan silaturrahim ini ada beberapa kendala. Hingga muncul kata-kata dari ibu Hj Mutammimah selaku pimpinan KBIH banwa mengumpulkan alumni haji lebih sulit daripada mengumpulkan calon di jamaah haji. Hal ini dapat maklumi karena kendala dan kesibukkan yang dialami oleh para alumnus, sehingga untuk makanan cukuplah di buat porsi untuk 100 alumni jamaah pada tiap angkatan dalam suatu pertemuan silaturrahim antar angkatan Pertemuan silaturrahim pada angkatan sebelum tahun 2012 satu bulan sekali dan dimulai dari rombongan pertama. Namun untuk angkatan 2012, dibuat berbeda. Pada alumni tahun 2012 ini pertemuan silaturrahim dilakukan setiap dua bulan sekali dan diawali dengan romobongan ke enam. Kemudian rombongan ke lima dan seterusnya. Hal di lakukan untuk memberikan suasaa yang beru dalam setiap pertemuan alumni dan sekaligus memberikan peluang lebih banyak para alumni untuk datang di acara pertemuan silaturrahim tersebut.

3. Kendala dan penanganannya Setiap kegiatan dan usaha menusia pasti menemukan kendala dalam pelaksanaanya, baik itu dari luar dirinya atau dari dalam dirinya sendiri. Hal inijuga yang dialami oleh KBIH Al-Hikam. Kendala yang dialami selain kendala dari dalam untuk di tanah air kendalanya ada di proses marketing dan pendidikan. Jika dilihat dari grafik selalu ada peningkatan. Dan belum memenuhi 1 Kloter Selama ini proses marketing kita yang pertama adalah pelayanan pada proses manasik. Kalau kita memdengan memberi pelayanan yang baik, itu adalah bagian dari marketing untuk menyampaikan ke keluarga, family,dan lainnya. Selain itu juga dengan memberdayakan alumnus haji, sehingga setiap informasi tentang pertemuan disetiap angkatan yang mengadakan pertemuan setiap bulannya yang masuk ke pengurus selalu di respon cepat dengan selalu didatangi. Yang selanjutnya ialah dengan menggunakan brosur. Namun penggunaan brosur ini dianggap tidak maksimal, sehingga penyebaran brosur tidak ada. Brosur sendiri hanya ada di kantor. Hal ini yk brosur tidak maksima, penambahan jumlah brosur tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap penambahan jumlah jamaah yang ada. Hal yang lain yang menjadi kendala adalah dibidang pendidikan. Hal ini terlihat dari besarnya kelas yang digunakan oleh KBIH sendiri dan besarnya jumlah jamaah yang mendaftar. Sehingga tidak menutup kemungkinan dari semua jamaah ada yang tidak mengerti materi yang di berikan oleh pemateri. Hal ini ditambah dengan perbedaaan karakter antar jamaah. Tidak semua jamaah berani untuk mengungkapkan pertanyaan yang ada dalam diri mereka. Mereka terkesan malu dan canggung dalam mengeluarkan pertanyaan. Untuk mengatasi kendala pendidikan diatas, pihak KBIH masih belum mendapatkan jawaban yang terbaik dalam mengatasinya. Semuanya masih dalam proses mengalir begitu saja. Hal ini dikarenakan maslaha pembayaran dan juga pemateri yang belum bisa dipenuhi oleh pihak KBIH itu sendiri dalam mengelola juamlah jamaah yang terus bertambah. Selain itu juga untuk menghadapi beberapa jamaah yang kurang berani untuk menyampaikan pendapat, KBIH menyediakan sebuah form yang berisi tentang kritik, saran dan pertanyaan yang diajukan kepada materi kedepannya, sehingga disini para jamaah yang seperti disebutkan diatas masih bisa berpartisipasi dalam pembelajaran.

Sedangkan hambatan ditanah suci adalah umur, dan keinginan belanja yang kuat serta tempat maktab yang jauh dari masjid nabawi. Terkadang umur yang sudah tua menjadi masalah bagi KBIH. Hal ini dirasakan ketika terjadwal ibadah yang menggunakan tenaga seperti thawaf, dengan keadaan fisik yang dudah tua membuat KBIH sulit untuk mengatur jadwal yang telah dibuat. Sehingga diputuskan bahwa jamah yang telah berusia lanjut dibimbing sendiri oleh pembimbing yang ditunjuk, sehingga ibadah haji lansia tetap ibisa berjalan dengan benar. Selain itu adalah adanya jamaah yang masih melakukan pelanggaran dalam obadah haji itu sendiri, hal ini dikarenakan usia yang telah lajut dan atau kurang fahamnya jamaah haji dalam pemahaman materi. Terkadang setelah ia mendapat materi, ia tetap saja melakukan larangan ihram atau yang dilarang selama berhaji atau beribadah lainnya. Hal ini dipecahkan dengan selalu adanya evaluasi setelah melakukan suatu rukun haji Kendala selanjutnya adalah besarnya keinginan jamaah untuk berbelanja. Padahal ibadah masih harus dikerjakan, mereka masih ingin terus berbelanja, belanja hal ini membuat koordinasi tentang kegiatan selanjutnya terkadang harus menunggu. Beberapa kasus mereka bahkan ada yang sampai kehilangan paspor, dan beberpa barang berharga lainnya. Diantara mereka pernah ada yang kehilangan tas paspor ketika berbelanja, hilang pada waktu belanja yang tidak terjadwal oleh pihak KBIH, jamaah tersebut nekat melakukan belanja diluar jam yang telah ditentukan. Ia merasa bahwa dia pernah umrah dan sudah melaksanakan. Namun seperti peristiwa yang telah ada ada bahwa setiap orang sudah memakai pakaian Ihram, semua apa yang menjadi pembicaraan, tingkah laku pun harus karena Allah taala. Jika sudah bercampur dengan nafsu atau congkak, maka peringatan Allah langsung diturunkan. Semua kendala ini terjadi baik dikelas biasa atau kelas ekstensi. Semuanya bergantung pada umur dan atau daya serap jamaah terhadap materi yang diberikan.

4. Bimbingan haji di KBIH Al-Hikam sebagai upaya pembangunan masyarakat Agama memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pengakuan akan kedudukan dan peran penting agama ini tercermin dari penetapan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama falsafah negara Pancasila, yang juga dipahami sebagai sila yang menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Oleh sebab itu, pembangunan agama bukan hanya merupakan bagian integral

pembangunan nasional, melainkan juga bagian yang seharusnya melandasi dan menjiwai keseluruhan arah dan tujuan pembangunan nasional, yang untuk periode 2005-2025 mengarah pada upaya untuk mewujudkan visi Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur. Selain memiliki posisi yang sangat penting, agama juga menempati posisi yang unik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini tercermin dalam suatu rumusan terkenal tentang hubungan antara agama dan negara di Indonesia bahwa Indonesia bukanlah negara teokratis, tetapi bukan pula negara sekular. Rumusan ini berarti tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara tidak didasarkan pada satu paham atau keyakinan agama tertentu, namun nilai-nilai keluhuran, keutamaan dan kebaikan yang terkandung dalam agama- agama diakui sebagai sumber dan landasan spiritual, moral dan etik bagi kehidupan bangsa dan negara(Lampiran I Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2010 Tentangrencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2010 2014). Masalah pendidikan dalam pendidikan sekolah, menyebabkan pendidikan luar sekolah mengambil peran untuk membantu sekolah dan masyarakat dalam mengurangi masalah tersebut. Sudjana (1989:107) mengemukakan bebrapa peran pendidikan luar sekolah di antaranya adalah sebagai pelengkap, dan penambah. 1. Sebagai pelengkap pendidikan sekolah Pendidikan luar sekolah berfungsi untuk melengkapi kemampuan peserta didik dengan jalan memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh dalam pendidikan sekolah. Isi pogram didasarkan atas kebutuhan peserta didik. program dilakukan oleh para penyelenggara pendidikan dan bekerja sama dengan masyarakat. Programnya bermacam-macam, seperti pendidikan keterampilan produktif, olah raga, kesenian, kelompok belajar, kelompok rekreasi dan kelompok pencinta alam. KBIH ini sebagai pelengkap ini dirasakan perlu oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat dan mendekatkan fungsi pendidikan sekolah dengan kenyataan yang ada di masyarakat. Sehingga bimbingan dalam Materi KBIh baik itu saat pra manasik hingga menjadi alumni, pada umumnya dikaitkan dengan peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah yang dilakukan para anggotanya untuk menjadi manusia yang lebih baik. 2. Sebagai penambah pendidikan sekolah KBIH Al-Hikam juga berperan sebagai penambah pendidikan sekolah yang

bertujuan untuk menyediakan kesempatan belajar kepada: a. Para caloh jamaah haji yang ingin memperdalam materi pelajaran tertentu yang diperoleh selama mengikuti program pendidikan pada jenjang pendidikan sekolah. Kegiatan bimbingan tambahan ini dilakukan pada jam bimbingan yang dilakukan pada dari Ahad dengan menggunakan ruang Aula KBIH Al-Hiikam. Materi pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan para peserta. Para pendidik pada umumnya adalah orang-orang yang telah berpengalaman dibidangnya. b. Alumni KBIH Al-Hikam dan masih memerlukan layanan pendidikan untuk memperluas materi keagamaan yang telah diperoleh. Kebutuhan ini berkaitan dengan dua hal, yaitu : 1) Memperluas dan menambah materi keagamaan yang dirasakan penting sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat. Kebutuhan jamaah ini di lakukan pada mminggu pertama dalam setiap bulan. Maateri yang di perdalam berupa ahlaq dan keyakinan kepada Allah SWT. Dalam kaitannya dengan PLS, KBIH Al-Hikam adalah salah satu motor penggerak dalam pendidikan luar sekolah yang dipengaruhi oleh Agama Islam. Sebagai KBIH yang Kenggotaan tahun ini sejumlah 252 yang terdiri dari 180 wanita dan 72 laki-laki, Ia muncul sebagai akibat kebutuhan umat muslim melatih diri untuk mempelajari serta mempraktekkan manasik haji dengan lancar dan sempurna. Hal ini tidak ada tendensi lain kecuali berharap pada keridhoan Sang Maha Pencipta dan memperoleh haji yang mabrur. Devinisi Haji Mabrur sendiri menurut Salah seorang Ulama Hadis Al Hafidh Ibn Hajar al Asqalani dalam kitab Fathul Baarii, syarah Bukhori Muslim menjelaskan: Haji mabrur adalah haji yang maqbul yakni haji yang diterima oleh Alah SWT. Pendapat lain yang saling menguatkan dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam syarah Muslim: Haji mabrur itu ialah haji yang tidak dikotori oleh dosa, atau haji yang diterima Allah SWT, yang tidak ada riyanya, tidak ada sumah tidak rafats dan tidak fusuq(624) Selanjutnya oleh Abu Bakar Jabir al Jazaari dalam kitab, Minhajul Muslimin pada halaman .mengungkapkan bahwa: Haji mabrur itu ialah haji yang bersih dari segala dosa, penuh dengan amal shaleh dan kebajikankebajikan. Berdasarkan rumusan yang diberikan oleh para Ulama di atas tentang pengertian haji mabrur ini, maka dapat kita simpulkan bahwa haji mambur adalah haji yang dapat disempurnakan segala hukum-hukum berdasarkan perintah Allah dan Rasulullah SAW. Sebuah predikat haji yang tidak mendatangkan perasaan riya bersih dari dosa senantiasa dibarengi dengan peningkatan amal-amal shalih, tidak

ingin disanjung dan tidak melakukan perbuatan keji dan merusak. Kebaikan dan amal sholehnya meningkat setelah pergi melaksanakan ibadah haji. Salah satu tanda diterimanya amal seseorang di sisi Allah adalah diberikan taufik untuk melakukan kebaikan lagi setelah amalan tersebut. Sebaliknya, jika setelah beramal saleh melakukan perbuatan buruk, maka itu adalah tanda bahwa Allah tidak menerima amalannya. Sama halnya dengan diterima amalan ibadah puasa ramadhan maka bila sebelas bulan berikutnya amalan ibadah kita meningkat maka itu adalah salah satu tanda ibadah puasa Ramadhan kita diterimaNya. Sehingga tentunya kita lebih memahami bahwasannya setelah melaksanakan ibadah haji maka amalan ibadahnya akan semakin baik, banyak bertaubat setelah haji, berubah menjadi lebih baik baik dalam ibadahnya kepada Allah dan juga hubungannya antara sesama manusia, memiliki hati yang lebih lembut dan bersih, ilmu dan amal yang lebih mantap dan benar, kemudian istiqamah di atas kebaikan itu adalah salah satu tanda haji mabrur dan pada akhirnya akan membangun umat menjadi lebih baik (http://abufarras.blogspot.com/2012/10/ciri-tanda-haji-mabrur.html ). Setiap sesuatu hal yang ada berjalan saat ini pasti terdapat halangan, kendala dan penyelesainya serta manfaat yang bisa diambil. Begitu juga yang terjadi pada KBIH Al-Hikam. Organisasi ini merupakan KBIH yang menerapakan pendidikan luar sekolah ini mempunyai kontribusi terhadap masyarakat islam. Ia memberikan bekal kepada para calon jamaah haji yang akan berangkat menunaikan ibadah haji. Namun sebagai organisasi masala seperti organisasi masa lainnya, ia mempunyai beberapa kelemahan dan kelebihan serta kendala dalam pelasanaan tugasnya sebagai cq Departemen Agama Republik Indonesia. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa KBIH Al-Hikam Proses pendidikannya dimulai dari pemberian materi pra manasik hingga menjadi alumni.

VII.

Daftar rujukan

Abimanyu, 2012. Buku Pintar PIH. Jakarta: Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Arikunto, Suharsini. 2002. Prosedur Peneletian(Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta : Rineka Cipta. Azwar, Saifuddin MA.1998. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Bunain, Burhan. 2003. Analisa Data Penelitian Kualitatif. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada. Mardalis. 1995. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara Depag. 2003. Panduan Perjalanan Haji. Jakarta: Puslitbang Lektur Keagamaan.

Imam An-Nawawi. Syarah Shahih Muslim I,Wawan Djunaedi Soffandi(terj). Jakarta: Buku Islami KPPU. 2005 . Laporan Akhir. Tidak dipublikasikan Lampiran I Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2010 2014. Marxuki. 1995. Metodologi Risert. Yogyakarta: BPFE. Moleong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung :PT. Remaja Rosdakarya Muhadjir, Neong. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Rake Sarasani. Rosyada, Dede. 1993. Hukum Islam dan Pranata Sosial. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Putuhena, Shaleh. 2007. Historiografi Haji Indonesia. Jogjakarta: LKiS. Sudjana, D. 1996. Strategi Pembelajaran Dalam Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Nusantara Press. Sudjana, Nana. 1989. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Syatut. Mahmud. 1990. Akidah dan Syariah Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

VIII.

Lampiran Transkrip Wawancara Transkripsi wawancara 1 Nama : Rulli Saefuddin. ST Usia : 26 tahun

Alamat : jalan Cengger Ayam no 25 Malang Pekerjaan : Sekretaris I KBIH Al-Hikam Wawancara dilakukan pada tanggal 1 November 2012 di kantor KBIH Al-Hikam Malang P: Assalamaualaikum mas rulli, ni linur huda yang kemaren telp kem masnya, J: waalaikumussalam WR Wb, enjeh mas ada yang bisa saya bantu,, P: ni mas kedatangan saya kesini ingin silaturramin denga KBIH Al-Hikam. J: Mari gpapa silahkan, P: bagaimana cerita berdirinya KBIH AL-Hikam itu gmana ta mas? J: jadi KBIH ini berdiri tahun 1991, saat itu ada inisiatif dari abah hasyi(hasyim Muzadi) untuk membimbing para calon jamaah haji yang ada disekitar beliau agar ibadah haji yang mereka laksanakan bisa sempurna, ya memang saat itu ya jamaahnya baru sedikit, Cuma ya dari beberapa kolega abah dan beberapa orang dari sekotar pondok ini. Dulu sekitar pondok ini hanya berupa perkampungan biasa, sekitar pondok ini masih banyak sawahnya, g seperti sekarang yang sudah ramai. P: la sekarang KBIH ini sendiri seperti apa nuw mas? J: Paling tidak dari data depag yang saya ikuti melanglami kenaikan terus bahkan beberapa tahun terakhir ini paling tidak alhikam sudah terbesar di seluruh kota malang. Ya masih kota malang, kalau kabupaten belum. Disitu berarti masyarakat sudah menaruh perhatian penuh terhadap pelayanan baik dari KBIH itu sendiri, tapi kan masyarakat sudah bisa merasakan betul . itu mengunakan jaringan percayaan marketing, brosur da n ikatan alumni dimana setiap alumni haji yang sudah melaksanakan haji akan ada Pembinaan khusus dimana ikatan alumni haji insyaallah pertemuannya disetiap angkatan disepakati dua bulan sekali atau satu bulan sekali paling tidak angkatan 2009 dimana, 2010 dimana, itu selalu bergantian sesuai dengan kesepakatan. Kalau kemudian seluruh ikatan alumni haji itu disetiap awal bulan sekali, seluruh angkatan, seluruh angkatan itu sendiri diketuai ada ketuanya yaitu pak profeso Bambang banu, dari sana diketahui oleh beliaunya jika ada kegiatan sosial binaan dimana, bakti sosial, salah satu program dari alumni berupa pendidikan bagi

anak yatim, dari anak- anak yang tidak mampu, dari situ kita bina setiap bulan dan kita bantu. Bimbingan dimulai pada 6 bulan sebelum pemberangkatan. 1 Bulan pertama itu adalah pramanasik materinya cukup pengenalan baca tulis alquran. Tajwid, cara membacanya, karena kita tidak menuntut kemungkinan jamaah kita yang seluruhnya yang begitu banyak ada yang kesulitan untuk membaca alquran. Maka kita memfasilitasi yang namanya pramanasik. Baik orang yang sudah pendidikan ataupun tidak memang kenyataan nya seperti itu, kalau kita barengkan siapa yang tidak bisa dengan umur yang setara, kan mungkin mindernya akan beda. Semangatnya juga beda. Kemudian lanjutnya selama selama 3-4bulan. Itu lamanya manasik. Materinya tentang fiqih haji, Umrah dan pengenalan tempat-tempat bersejarah. Serta ditambahi dengan kesehatan haji, fiqih wanita, kemudian problem solving yakni masalahmasalah yang ada disana secara interaktif antara jamaah dengan pembimbing yang ada disini, berdasarkan pengalaman-pengalaman pembimbing materi kmudian ada evaluasi juga disetiap materi ada evaluasi yang terdiri dari Tanya jawab, interaksi dan angket soal. bagaimana jamaah itu bisa memahami materi yang telah disampaikan. Tujuannya dalah bagaimana jamaah bisa mandiri, bisa melaksanakan haji berdasarkan ilmu yang didapat. bukan karena fotokopi, oh orang itu melaksanakan lempar jumrah, saya juga ikut, bukan seperti itu. Yang dimaksud bisa mandiri adalah berdasarkan ilmu yang didapat. Dan praktek. Kemudian dilanjutkan 2 bulan terakhir itu namanya pendalaman materi. Oh ya yang manasik tadi juga ada penambahan praktek. Penadalaman materi sekitar 2 bualanan. Materi hampir sama dengan proses yang kedua yakni manasik. Itu juga namanya pendalaman. Tetapi dimana kita membahas tentang sejarah, filsafat, dan hikmahhikmah yang ada didalamnya itu termasuk dalam pendalaman manasik. Dan juga ditambah dengan praktek. Pendalaman manasik ini juga salah satu untuk mengukur seberapa jauh kemampuan jamaah terhadap materi itu itu sendiri yang disampaikan pada item yang kedu manasik. Ketika jamaah ini kok sebelum bosan, andaikan ketika thowah itu berjalan kemudian batal, ketika thawaf ada orngg yang sedang sholat seperti apa, kemudian towatf dan batal bagaimana, ketika kita pendalaman itu ada yang memberikan. karena dengan endalaman kita bisa mengetahui o yang daerah ini kurangnya materi fiqih tentang apa, itu ia tidak cakap akhirnya kita fahamkan secara psikologis, dilanjutkan dengan tasyakuran pemberangkatan ya tentang tasyakuran untuk saling mendoakan semoga para alumni dapat pulang kenegeri tercinta

Alumni kita, setelah saya hitung dengan bapak ketua kira-kira sekitar 2500 orang. Kenggotaan masa ini adalah 252 yang terdiri dari 180 wanita dan 72 laki-laki.Selain itu ada juga kelas eksistensi yang dikhususkan pada orang-orang jamaah haji yang tidak mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan pelatihan selama 6 bulan, hal ini terutama untuk orang-orang yang berdomisili di luar malang dan para orang yang mempunyai kesibukan yang hanya bisa mengambil waktu cuti 2 minggu menjelang pemberangkatan Haji. eksistensi ini di lakukan setiap hari selama 2 minggu, para jamaah eksistensi dibimbing dengan cara yang lebih ringkas dan menyeluruh tentang materi-materi haji. Untuk tahun ini yang mengikuti kelas eksistensi ada 30 orang. Selama di Makkah para jamaah haji juga tetap mendapatkan pembimbingan. mereka melakukan evaluasi setiap melaksanakan rukun selama ibadah haji berlangsung. Evaluasi ini diawali dengan istighosah kemudian dilanjutkan dengan pembahasan apa-apa yang menjadi permasalahan haji, pembimbingnya da 4 orang yaitu bapak ketua hazim Muzadi, selaku direrktur operasional bapak sobri, dan bu khusnul dan juga seorang dokter. Kita juga menyediakan dokter sendiri yang diberangkatkan dari KBIH Alhikam walaupun dari pemerintah telah menyediakan dokter juga untuk jamaah haji. Tetapi 1 dokter 1 kloter, padahal 1 kloter berisi 450 orang. Akhirnya dari alternative dari Alhikam mandatangkan dokter khusus dari alhikam sendiri dari jamaah sendiri agar ya proses ibadah haji di makkah dan madinah bisa lancar khususnya yang sudah usia lanjut, dan para penderita dengan riwayat penyakit tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus. P: selama ini apa yang KBIH lakukan kepada jamaah haji saat Ibadah Haji : J: KBIH telah merencanakan agenda kegiatan bagi para jamahnya. Mulai dari pemberangkatan hingga proses haji berlangsung. Dari jam pagi hingga istirahat malam. Mulai hari pertama hingga hari ke-40 sudah ada agenda yang terdapat pada buku. Jadi kalau ada jamaah yang ingin berbelanja bisa pada sela-sela jam yang telah direrncanakan. Pembingan juga terjadi pada saat proses haji usai, dimana setiap 3 hari sekali ada koordinasi ada untuk evaluasi kegiatan jamaah. Evaluasi sendiri dikemas dengan istighosah terlebih dahulu. Baru membahas masalah-masalah pada jamaah. Contohnya ketika ada rukun yag kurang seperti melempar jumrah yang baru dilaksanakan tiga yang seharusnya 7 kali, bagaimana dengan jamaah yang mencabut tumbuhan disana, pembayaran DAM dan lain-lain yang berkaitan dengan ibadah haji itu sendiri.

P: o sepeti t ya pak,, terima kasih ya, mungkin cukup sekian dulu, oh ya saya belum mnyebutkan asal saya, saya dari bojonegoro,, J: wah tetangga berarti saya juga dari bojonegoro, ya sama-sama mas, besok kalau mau ketemu kesini saja langsung.

Transkripsi wawancara 2 Nama : Rulli Saefuddin. ST Usia : 26 tahun

Alamat : jalan Cengger Ayam no 25 Malang Pekerjaan : Sekretaris I KBIH Al-Hikam Wawancara dilakukan pada tanggal 6 November 2012 di kantor KBIH Al-Hikam Malang P: Assalamaualaikum mas rulli, J: waalaikumussalam WR Wb, enjeh mas ada yang bisa saya bantu, ya ni dah saya siapkan data-data perkembangan KBIH yang sekarang, Tahap 2 P: bagaimanakah kendalah yang dialami oleh KBIH Alhikam Mas? J: yang mana dulu, yang di sini atau di tanah suci P: yang di tanah air dlu mas J.: untuk di tanah air kendalanya ada di proses marketing dan pendidikan. Untuk marketing kalu belajar dari grafik slalu ada peningkatan dengan begitu ya sudah baiklah. Kedua andaikata kita harapannya 1 Kloter, kita memang kurang dari 450 jamaahkita harapnnya seperti itu, tapi kog mulai buka hingga sekarang belum sampai, nah dari situ akhirnya ya berarti proses marketing kita kurang. Selama ini proses marketing kita yang pertama adalah pelayanan pada proses manasik itu marketing kita. Kalau kita memberi pelayanan yang baik, insyaallah itu bagian dari marketing untuk menyampaikan ke keluarga, family,dan lainnya. Kemudian yang kedua marketing dengan memberdayakan alumnus haji, dimana alumni haji ada beberapa bulan pertemuan yang kemarin sempat saya ceritakan. Setiap angkatan ada pertemuan setiap bulannya sekali kita bina, kita datang dan jamaah rombongan itu alumni jamaah kalu ada pertemuan selalu memberikan informasi ke kita, besok ada pertemuan disini, jam segini, angkatan ini disini, oh sudah, kita kemudian pergi kebebrapa pembimbing, ibu, mas (pembimbing) adapertemuan rombongan, oh ya di bagi beberapa rombongan, karena 1 minggu bisa terjadi 4 kali pertemuan. Nah dari situ pembinaan terhadap alumni haji dan disamping tu juga ada pembinaan-pembinaan yang harus disini setiap 1 bulan sekali di masjid alhikam Yang selanjutnya untuk brosur ya terbatas, brosur untuk alhikam yang selama ini disini, kemudian siapa alumni mau minta ya monggo. Ya seperti itu kita mau taruh dimana y. pernah ya dapet tapi ya apa, ya habis, tapi kadang lama, akhirnya ya cukup brosuya masih disini, ya

itu brosurnya ya selama ini masih disimpen. ya itu brosur masih kurang maksimal, penyebarannya dimana-mana. Sedangkan dalam hal materi, 1 memang kelasnya terlalu besar dan tidak menuutp kemungkinan dari 250 jumlah jamaah yang mengerti semua. Akhirnya ya jamaah jadi malu, mau bertanya sungkan tetapi ngaak bisa atau umumnya yang terlalu sepuh, sehingga cara mencerna materi tidak sesuai. P: apakah ada upaya utnuk memberbaiki kendala-kendala diatas, J: kemaren hal ini sudah bicarakan tetapi ya mentok seperti itu aja, kalau diminimalisir ya jamaah harus membayar dengan jumlah ost yang lebih besar kan ya kasihan. Andaikata di tambah proses pembayarannya kita kemudian kita ada kelas-kelas kecil beberapa materi dan pemateri juga harus ditambah. Sebenarnya efektif juga, materi Insyaallah dapat ditambah, tetapi ruanganya itu lo yang tidak bisa di tambah.karena sudah dipakek kuliah, dan pake usaha. Kalau kecil-kecil juga ditaruh dman? Kalau diambil hari efektif t ya aktif tapi banyaknya orang yang kerja malah g ada yang datang, akhirnya diambillah hari ahad sebagai hari pelaksaaan bimibngan ibadah haji. Selain itu juga setia p jamaah yang telah pulang ke tnah suci, maka aka nada evaluasi dari pihak KBIH yakni dalam hal ini akan adabeberapa santri yang sowan lah kepada beberapa jamaah untuk menanyakan tentang pelayanan KBIH. Mereka di minta untuk mengisi form, kita mulai dari ketua Romongan dulu, selanjtnya baru jamaah haji lainnya. Jemlah yang didatangi ini pun satu-satu. Bagi jamaah yang mendapat giliran, alumni yang kita datangi kita juga bertanya bagaimana tentang proses berjalanannya waktu yang lebih kepada pelayannan KBIH kepada para jamaahnya. Dan hasilnya mereka semuanya menjawab ya baiklah mas, fasiitsnya lengkap dan ada aplikatifnya. Sedangkan hambatan ditanah suci adalah umur, dan keinginan belanja yang kuat serta tembpat maktab yang jauh dari masjid nabawi. Disana itu kadang umur yang sepuh yang menjadi masalah bagi kita. Ya maklumlah, biasanya kaau dah tua mau ajak kita thawaf, dan kita ibadah thawaf, dia kan g bisa cepat. Ceritanya disitu kan kita terganggu dengan adanya jamaah yang sudah sepuh. Dengan jumlah kegiatan yang terlalu banyak ini juga mengganggu. Baik itu orang yang sudah sepuh atau orang yang maasih rendah penangkapan materi saat bimbingan ditanaha air. Terkadang setelah ia mendapat ilmu, ia tetap saja melakukan larangan ihram atau yang dilarang selama berhaji atau beribadah lainnya. Hal ini dkarenakan oleh usia sepuh atau karena ketidak tahuansehingga akhirnya dibuat suatu alternatifsendiri dimana para sepuh ini

langsung dibina oleh ibu hasyim sendiri, bisa juga bu khusnul dan pembimbing lainnya. Jaditetap dibina oleh pembimbing secara langsung namun dengan pelan-pelan. Seai hal tersebut juga ada keinginan jamaah seolah-olah mau belanja terus, itu mau belanja atau mau ibadah. Padahal ibadah masih harus dikerjakan. Mereka pengennya belanja, belanja ini, belanja itu, perkoordinir kadang harus menunggu karena karakter seseorang kan berbeda-beda, yang dia niatannya secara tulus untuk ibadah, wis manut aja, tapi kalau udah ditambah dengan kecampura yang lain akhirnya ya begitu. P: adakah kasus tentang belanja yang terlalu lama ini pak selama yang bapak ketahui? J: pernah ada yang tas paspor itu hilang, hilang pada waktu belanja, disuruh kita thawaf dulu lah, g mas kita sendiri aja, ia merasa bahwa dia pernah umrah dan sudah melaksanakan, dan belanja akhirnya, disitu ia ditegur oleh allah karena telah meyepelekan dari ibadah. Karena kalau orang sudah memakai pakaian umrah(dalam hal ini Ihram) proses pembicaraan, tingkah laku pun harus betul-betul lillahi taala. Kalau sudah dibarengi dengan nafsu atau sedikit congkak, luar biasa adzab Allah langsung diturunkan. Banyak cerita jamaah yang aneh-aneh ketika memakai baju Ihram. Ada yang dilakukan langsung diganjar oleh Allah, ada yang g bisa jalan, barangnya hilang, makanya dia yangakhirnya kita bantu , paspornya yang hilang kita bantu menguruskan di panitia dari pemerintah dan depag sendiri. Kalau uangnya sedah tidak ada, kalau paspor masih bisa dibuatkan lagi. P: apakah hal yang semacam ini bisa terjadi pada jamaah ekstensi pak? J: bisa jadi, kalu kelas ekstens memang orang-orangnya yang harus menyesuaikan dengan materi , bagaimana ia harus memahami materi yang diberikan selama 6 sampai 7 kali pertemuan. Tergantung daya serap jamaah . ada juga jamaah ekstensi yang diam-diam ia telah belajar diluar. Ada yang dari sumatera tetapi ia ikut pemberangkatan KBIH disini, tetapi ia diam-diam kan sudah belajar, yang proaktif dalam bimbingan ibadah haji ya tidak ada kendala disana. Kalau dia g begitu aktif, daya serapnya kurang bisa jadi seperti itu juga. Kalau disana diarahkan pembimbing manut, sebenarnya sedah enjoy aja tetapi jika ada P: Maaf pak bolehkah saya membahas kembali tentang kelas ekstensi,, tadi ada yang terlewat. Ya iini tentang sebanarnya siapa yang masuk dalam kategori jamaah yang dianjurkan ekstensi? Apakah yang tidak ada waktu atau yang tidak bisa aktif dalam pembimbingan? mohon penjelasannya? J: ya kedua-duanya mas, sibuk kan dalam artian tidak bisa mengikuti kegiatan atau karena rutinitas atau tidaksamasekali sudah mendaftar terlebih dahulu bahwa saya ikut kelas ekstensi. P: bagaimana sih pak gambara jamaah haji yang tidak ikut KBIH?

J: secara umum ya gman ya mas, kan emang ada jammah non KBIH kan pembimbingnya itu aja tanpa pengarahan yang lainnya itu yang non KBIH kana da jamaah yang seperti ini jika datang ke KBIH yaberangkat lewat depag, tapi pembimbinganpembimbingan itu diserahkan kepada KBIH-KBIH meskipun dari Depag juga sudah ada tapi ya alakadarnya. Mungkin jamaah tadi dibimbing selama 4 sapai 5 hari, padahal disana proses haji kan hingga mulai dari haji , wukuf, tarwiyah, arafah sampai tasriq. Ya sudah disitu dibimbing haji. Padaha kita disana itu sampai 40 hari. P: mungkin sedikit jauh dari bahasan ini pak,, sebenarnya jenis haji yang digunakanoleh jamaah haji itu seperti apa gambarannya yo pak J: untuk jenis haji yang digunakan itu menggunaka haji tamattu dengan alasan lebih ringan, proses nya dan larangannya itu cukup mudahdan syaratnyaharus menyebelih kambing sedangkan jenis lainnya dirasa memberatkan para jamaah P: la kembingnya itu sendiri gimana a pak mekanismenya? J: ya iuran yang ini kesepakatan ketika jamaah di Surabaya ketika mendapatkan living cost ya biaya hidup disana sebesar 1200 real, yang 400 real dikumpulkan oleh ketua rombongan. Masing masing ketua rombongan itu dikumpulkan kemudian diberlikan kambing itu tadi. Menyembelih disana karenaitu adalah dam dan dengan tempat tersendiri. P: harapan bapak tentang KBIH alHikam sendiriseperti apa ya pak? J: yang saya harapkan ya seperti tadi mas, inginnya jamaah itu mencapai semaksimal mungkin yang penting bagaimana memaksimalkan pelayanan jamaah , materi , itu harapannya, berapapun jumlahnya itu g masalah tapi juga diharapkan bisa mencapai 450 jamaah atau satu kloter karena saingan kita banyak. di Malang saja ada 16 KBIH cukup banyak dan terakhir adalah jamaah bisa mandiri.

Transkripsi wawancara 3 Nama : H Kholil Usia : 46 tahun

Alamat : barat pasar Blimbing Malang Pekerjaan : pdagang kain angkatan 2005 Wawancara dilakukan pada tanggal 2 Desember 2012 di depan masjid Pondok ALHikamsetelah acara pengajian rutin sebulan sekali dengan KH Hasyim Muzadi P: J: P: J: P: J: P: J: P: J: P: Assaalamualaikum pak, kulo linur pak, Waalaikumussalam le, Gman kabarnya bapak? Alhamdulillah mas,,(tersenyum) Lagi menunggu siapa pak, kog sendirian, ya ni nunggu ibuke anak-anak,, la mas lagi apa? Enjeh ni lagi jalan-jalan pak, mampir Sholat Dhuha, Ni tadi ada pengajian apa a pak? Oh ini tadi pengajian rutin dik untuk Alumni dan Umum Oh gitu pak,, emangnya udah berjalan lama ta pak,, Oh ya udah lama, sejak saya masuk KBIH saya mulai ikut dalam pengajian ini, dan juga kegiatan lain Jadi bapak alumni,, kegiatan apa aja to pak alumni KBIH,, Ya selain pengajian rutin, Silaturrahim per angkatan dan juga santunan kepada J: yatim piatu mas,, maaf mas diteruskan besok lagi ya, ni umi(istrinya dah datang untuk mengajak pulang P: Ya pak, mari

Transkrip wawancara Nama : H. Mukhtar Usia : 70 tahun

Alamat : jalan Sengkaling Malang Pekerjaan : pedagang Wawancara dilakukan pada tanggal 9 Desember 2012 di Masjid Pondok Al-Hikam Malang

P: J: P: J: P: J: P:

Asslamaualaikum mbah Waalaikumussalam nak,, Kenalkan mbah, saya linur O, Mukhtar, (logat jawa beliau mulai kelihatan) Mbah kaji, kulo ajjenge tangklet-tangklet angsal npo mboten mbah? Monggo-monggo, tapi sak ngertine kulo njeh,, Kegiatan ten KBIH niki dus pundi Njeh mbah kang njenengan ngraosaken mbahe kiambak,, Kabeh alumnine mriki iku mas ya udah menjadi santri disini, Mbah niki alumni angkatan 2004, jika dilihat dari kegiatan Alumni, ya sangat bermanfaat mas, setiap pertemuan pasti kita mendapat ilmu agama dan teman yang baru, selain itu juga semangat kekeluargaannya mas yang menurut saya berbeda

J:

dengan KBIH yang lain, sehingga kami pun juga senang. Tapi kalau dilihat kog jumlahnya sedikit ya benar mas, tu karena dari kita masing-masing orang kan punya kesibukan yang belum tentu bisa ditinggal, nek trose kyai hasyim. Silaturrahim itu sangat penting. Sebelum di lanjutkan ke pertanyaan selanjutnya, doa dalam kegiatan penyambutan dan tasyakuran jamaah haji KBIH Al-Hikam di bacakan, sehingga proses wawancara pun terhentisejenak, La trose njenengan negertos informasi adanya KBIH Alhikam niki saking

P:

pundi mbah kaji,, Yo saking konco-konco alumni KBIH ini, katanya disini tu pelayanannnya

J:

terbaik, ramah dan lengkap, jadi ya mbah juga ikut temen-temen kesini, tapi mereka semua g hadir

P:

La setelah mbah jadi alumni apa juga ikut menyebarkan info tentang KBIH ini? Lo ya jelas ikut mas, alhamdulillah saya menarik 3 jamaah haji kesini, pak

J: P J

munandar, bu sumarni, dan ibu ani. O njeh mbah,, suwun jeh mbah niki ajenge mlebet ten gedung. Ya mas, sami-sami

Transkrip cuplikan pidato ibu Mutammimah Hasyim Yang disampaikan pada tanggal 9 Desember 2012 dalam acara penyambutan dan tasyakuran jamaah haji KBIH Al-Hikam tahun angkatan 2012. Tema tentang pengenalan program silaturrahim antar alumni

......Alhamdulillah kalau untuk seluruh angkatan yang bisa hadir. Untuk angkatan baru kami mohon untuk makanan dan snack tamu untuk pertemuan yang akan datang kita sepakati dua bulan daja, jangan satu bulan sekali. Kalau biasanya dimulai dari rombongan 1(pertama), maka untuk angkatan ini di mulai dari rombongan 6. Nah acara slaturrahim alumni kita, dari makanan jangan terlalu wah, sepantasnya sajalah. Tapi ingat mengumpulkan alumni haji lebih sulit daripada mengumpulkan calon jamah haji, jadi disiapkan saja porsi untuk 100 orang. Kemudia jika ada alumni yang lama yang telah hadir saya ucapkan terima kasih atas kedatangannya, dan untuk jamaah baru, kami harapkan partisipasnya untuk menjalis silaturrahim menjahga hubungan. Disamping kita juga ada alumnus yang lama, diantaranya ada bapak kholil, beliau adalah ketua rombongan 5 yang kemaren berangkat, beliau adalah alumnus tahun 2005. Bapak ibu sekalian yang saya hormati, saya mohon maaf jika ada salah kata, mari kita eratkan tali silaturrahim kita sampai kita menjadi haji yang mabrur Bapak ibu sekalian saya akan umumkan jumlah syahriah yang terkumpul pada kami saat di madinah, saya bacakan barangkali ada yang namanya belum tercantum, tolong hubungi panitia atau langsung ke saya, dimadinah kami tidak bisa meninjau dan menghitung ulangdikarenakan keadaannya yang tidak memungkinkan, dan terkadang dari mas taufiq langsung diberikan kesaya, tetapi

Gambar

Gb 1. Suasana dalam ruangan Aula Mahad Aly saat penyambutan dan tasyakuran jamaah haji KBIH Al-HIkam (Sumber : dokumentasi pribadi 9 Desember 2012)

Gambar

Gb 2 . Suasana luar Aula Mahad Aly saat penyambutan dan tasyakuran jamaah haji KBIH Al-Hikam, tampak keakraban antar alumni KBIH antar angkatan

(Sumber : dokumentasi pribadi 9 Desember 2012)

Gambar

Gb 3. Peneliti bersama para jamaah mendengarkan ceramah dari luar aula, mayoritas jamaah sebelum tahun 2012 (Sumber : dokumentasi pribadi 9 Desember 2012)

Gambar

Gb 4. Peneliti bersama para jamaah di luar ruangan, mayoritas adalah jamaah baru tahun 2012 (Sumber : dokumentasi pribadi 9 Desember 2012)

Gambar

Gb 5. Suasana pembagian sertifikat Haji oleh KBIH kepada KaRom(ketua rombongan) (Sumber : dokumentasi pribadi 9 Desember 2012)

Gambar

Gb 6. Bentuk sertifikat haji yang di bagikan kepada jamaah tahun 2012 yang telah mengikuti Haji (Sumber : dokumentasi pribadi 9 Desember 2012)

Gambar

Gb 7. Suasana dalam acara makan bersama setelah acara penyambutan dan tasyakuran (Sumber : dokumentasi pribadi 9 Desember 2012)

Gambar

Gb 8. Suasana kantor alumni di kantor KBIH Al-Hikam di lantai 2 (Sumber : dokumentasi pribadi 9 Desember 2012)

Gambar

Gb 9. Suasana Kantor KBIH Al-HIkam (Sumber : dokumentasi pribadi 9 Desember 2012)

Gambar

Gb 10. Kotak Kritik, saran dan pertanyaan tempat di lantai 2 (Sumber : dokumentasi pribadi 1 Desember 2012)

Gambar

Gb 11. Form Kotak Kritik, saran dan pertanyaan tempat di lantai 2 (Sumber : dokumentasi pribadi 9 Desember 2012)

Gambar

Gb 12. Suasana dan Keadaan Aula tempat penyampaian Materi KBIH berlangsung selama bimbingan manasik berlangsung (Sumber : dokumentasi pribadi 1 Desember 2012)

JADWAL PRA MANASIK MATERI BACA AL-QURAN (Khusus Bagi Yang Belum Bisa Baca AL Qur'an) Tahun 2012 M / 1433 H No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Hari/Tanggal Selasa 06 Maret 2012 Rabu 07 Maret 2012 Kamis 08 Maret 2012 Selasa 13 Maret 2012 Rabu 14 Maret 2012 Kamis 15 Maret 2012 Selasa 20 Maret 2012 Rabu 21 Maret 2012 Kamis 22 Maret 2012 Selasa 27 Maret 2012 Rabu 28 Maret 2012 Kamis 29 Maret 2012 Materi Al-Quran Al Qur'an Al Quran Al-Quran Al-Quran Al-Quran Al-Quran Al-Quran Al-Quran Al-Quran Al-Quran Al-Quran Waktu 15.30 - 17.00 15.30 17.00 15.30 17.00 15.30 - 17.00 15.30 - 17.00 15.30 - 17.00 15.30 - 17.00 15.30 - 17.00 15.30 - 17.00 15.30 17.00 15.30 - 17.00 15.30 - 17.00 Pemateri Ust. Hilman Wadjdi Ust. Hilman Wadjdi Ust. Hilman Wadjdi Ust. Hilman Wadjdi Ust. Hilman Wadjdi Ust. Hilman Wadjdi Ust. Hilman Wadjdi Ust. Hilman Wadjdi Ust. Hilman Wadjdi Ust. Hilman Wadjdi Ust. Hilman Wadjdi Ust. Hilman Wadjdi Keterangan Pendamping Panitia Panitia Panitia Panitia Panitia Panitia Panitia Panitia Panitia Panitia Panitia Panitia

Team KBIH '12 Nb. Membawa buku praktis Doa Haji

JADWAL BIMBINGAN MANASIK HAJI AL-HIKAM TAHUN 2012 M / 1433 H


TEMPAT & PENDAMPING

NO

HARI TANGGAL

WAKTU

MATERI Heregistrasi Pembukaan (Opening Ceremony) o Pembacaan Ayat Suci Al-Quran o Sambutan Ketua KBIH Pembina KBIH AlHikam & Pengasuh Pesma Al-Hikam Kebijakan Penyelenggaraan Haji

PEMATERI / PENANGGUNG JAWAB Panitia

1.

MINGGU 01 April 2012

08.00 Selesai

Hj. Mutammimah Hasyim K.H A. Hasyim Muzadi Kandepag Kota Malang

Aula Gedung Induk

2.

MINGGU 08 April 2012 MINGGU 15 April 2012 MINGGU 22 April 2012 MINGGU 29 April 2012 MINGGU 06 Mei 2012 MINGGU 13 Mei 2012

08.00 10.00 10.00 10.15 10.15 12.15 08.00 10.00 10.00 10.15 10.15 12.15 08.00 10.00 10.00 10.15 10.15 12.15 08.00 10.00 10.00 10.15 10.15 12.15 08.00 10.00 10.00 10.15 10.15 12.15 06.30 07.30 07.30 10.00

Perilaku Haji Mabrur


Problematika Ibadah Haji

Filsafat & Sejarah Haji Istirahat

K.H A. Hasyim Muzadi / Drs. H. M. Nafi

Aula Gedung Induk Departemen Pendidikan Aula Gedung Induk Departemen Pendidikan Aula Gedung Induk Departemen Pendidikan Aula Gedung Induk Departemen Pendidikan Aula Gedung Induk Departemen Pendidikan Aula Gedung Induk Departemen Pendidikan

3. 4.

Hj. Mutammimah Hasyim

Fiqh Umrah Istirahat Fiqh Umrah

H. Abdul Hadi Lc H. Abdul Hadi Lc

5.

Fiqh Umrah Istirahat Fiqh Umrah Fiqh Umrah Istirahat Fiqh Umrah Bimbingan Praktis Umrah & PRAKTEK UMRAH

H. Abdul Hadi Lc H. Abdul Hadi Lc H. Abdul Hadi Lc H. Abdul Hadi Lc Drs. H. Muzammil Zaini / Drs.H. M. Sulthon, MPd.

6.

7.

NO

HARI TANGGAL

WAKTU

MATERI

PEMATERI / PENANGGUNG JAWAB H. Abdul Hadi Lc H. Abdul Hadi Lc

TEMPAT & PENDAMPING Aula Gedung Induk Departemen Pendidikan

8.

MINGGU 20 Mei 2012

08.00 10.00 10.00 10.15 10.15 12.15

Fiqh Haji Istirahat Fiqh Haji

9.

MINGGU 27 Mei 2012 MINGGU 3 Juni 2012 MINGGU 10 Juni 2012 MINGGU 17 Juni 2012 MINGGU 24 Juni 2012

08.00 10.00 10.00 10.15 10.15 12.15 08.00 10.00 10.00 10.15 10.15 12.15

Fiqh Haji Istirahat Fiqh Haji Fiqh Haji Istirahat Fiqh Haji Bimbingan Praktis Haji & PRAKTEK HAJI Thaharah Istirahat Shalat Kesehatan Haji

H. Abdul Hadi Lc H. Abdul Hadi Lc H. Abdul Hadi Lc H. Abdul Hadi Lc Drs. H. Muzammil Zaini / Drs.H. M. Sulthon, MPd.

Aula Gedung Induk Departemen Pendidikan Aula Gedung Induk Departemen Pendidikan

10.

11.

06.30 07.30 07.30 10.00

Departemen Pendidikan

12.

08.00 10.00 10.00 10.15 10.15 12.15 08.00 10.00 10.00 10.15 10.15 12.15

H. Hilman Wadjdi

Departemen Pendidikan Aula Gedung Induk Departemen Pendidikan

13.

Dr. Nanik Puspitaningsih

TEAM KBIH '12 Ket. Materi : 1. Umroh 2. Haji 3. Proses perjalanan haji 4. Kebijakan pemerintah dlm penyelenggaraan haji

5. Macam macam haji 6. Syarat Wajib dan Rukun Haji 7. Larangan larangan Ihram & Dam 8. Shalat Safar

9. Ziarah 10. Akhlaqul Karimah 11. Keselamatan Penerbangan 12. Bimbingan Kesehatan