Anda di halaman 1dari 3

Selain pembagian struktur masyarakat dan pemerintah, hal lain yang dirasakan oleh masyarakat Surabaya adalah munculnya

bahasa baru yang disebut bahasa Petjoek. Bahasa ini merupakan bahasa campuran antara Bahasa Belanda dengan Bahasa Melayu pasar dan Jawa yang dilafalkan dengan logat suroboyoan (Widodo, 2002 : 175). Berikut ini merupakan salah satu contoh bahasa petjoek sebagai berikut : Sudah hilang in het niet Tjoema bertomoe verdriet Dia rasa levenslang Kata kata diatas adalah termasuk bahasa petjoek yang termasuk halus dan sopan. Selain contoh diatas berikut merupakan salah satu contoh percakapan dengan menggunakan bahasa petjoek yang disadur dari buku bapak Djoko Soekiman, Budaya indisch, yaitu : Percakapan dalam bahasa petjoek Hallo Markonah jij naar waar? Naar kamp sinees Saeken waat? Water Fropes Dalam Bahasa Belanda percakapan diatas menjadi sebagai berikut : Hallo Markonah, waar ga ji heen ? Naar het Chinezen camp Wat zoek je dan Mineraal water

Dalam Bahasa Suroboyoan percakapan diatas menjadi sebagai berikut : Hei Markonah, koen katene nang endi ? Katene nang kampung cino Tolek opo koen ? Banyu londo Dalam bahasa Indoensia percakapan diatas menjadi sebagai berikut : Hai Markonah, anda hendak kemana ? Saya hendak ke kampung cina Mencari apa ? Mencari air mineral Selain percakapan diatas juga ada contoh percakapan lain yang menggunakan bahasa petjoek yaitu sebagai berikut : Hallo srintil, jij fan waar ? Wah, jij, toe hoe toh ?ya fan school tierlek. Iki lho mijn tas Ja soedah ik geloof. Nu jij naar waar ? Ja naar geis wong etensteit kok Dalam bahasa Suroboyoan percakapan diatas menjadi atau berarti sebagai berikut : Hei srintil, koen tekan endi?

Wah koen iku yok opo ? yo tekan sekolah se. Iki lho tasku Yo wis lek ngunu, aku percoyo, lho saiki awakmu katene nang endi ? Yo moleh, wong wayahe mangan. Dalam bahasa indonesia percakapan di atas menjadi sebagai berikut :

Hai srintil, kamu dari mana ? Wah kamu itu bagaimana ? ya dari sekolah lah. Ini lhi tasku Ya sudah kalau begitu, saya percaya. Lho sekarang kamu mau kemana ? Ya pulang ke rumah dong, sudah waktunya makan. Contoh percakapan percakapan diatas adalah contoh dari penggunaan Bahasa Petjoek dalam kehidupan sehari hari masyarakat Surabaya. Bahasa Petjoek sebenarnya tidak digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat hanya masyrakat dari kaum Mestizo yaitu kaum peranakan Belanda yang tersingkir saja yang menggunakan bahasa Petjoek ini. (soekiman dalam Widodo, 2002 : 172)