Anda di halaman 1dari 8

Pendidikan Seni Rupa Psikologi Pendidikan

PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN
Menurut Woolfolk (2009/h.35) Prinsip-prinsip umum dari perkembangan adalah : 1. Orang berkembang dengan laju yang berbeda. Di kelas Anda sendri, anda pasti memiliki contoh-contoh tingkat perkembangan yang berbeda. Sebagian siswa bertubuh kecil besar, memiliki koordinasi ang lebih baik, dan lebih matang dalam berpikir dan dalam hubungan sosialnya. Sebagian lainnya auh lebih lambat matang di bidang-bidang ini. Kecuali pada beberapa kasus perkembangan yang sangat cepat atau sangat lambat yang jarang terjadi, perbedaan-perbedaan itu normal dan mestinya diperkiranya adanya dalam kelompok siswa yang cukup besar. 2. Perkembangan relatif urut. Orang mengembangkan berbagai kemampuan dengan urutan yang logis. Pada waktu bayi, mereka duduk sebelum berjalan, meraban sebelum bicara, dan melihat dunia melalui matanya sebelum mereka mulai membayangkan bagaimana orang lain melihat. Di sekolah, mereka akan menguasi penambahan sebelum aljabar. Bambi sebelum Shakepeare, dan seterusnya. Para teoritis mungkin tidak sepakat tentang apa tepatnya sebelum apa, tetapi tampaknya mereka menemukan adanya progresi yang relatif logis. Akan tetapi keberurutan ini belum tentu linier atau dapat diprediksi-orang bisa jadi melangkah maju, tetapi berada di periode waktu yang sama, atau mundur. 3. Perkembangan terjadi secara gradual. Sangat jarang perubahan muncul dalam waktu semalam. Seorang siswa yang tidak dapat memanipulasi pensil atau menjawab pertanyaan hipotesis dapat mengembangkan kemampuan ini dengan baik tetapi perubahannya cenderung membutuhkan waktu lama. Menurut Syamsu (2002/h.17-20) 1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti (never ending process) 2. Semua aspek saling mempengaruhi 3. Perkembangan itu mengikuti pola atau arah tertentu Menurut Yelon & Weinsten a. cephalocaudal & proximal-distal Artinya, perkembangan motorik seorang anak, bergerak dari cephalo = kepala, ke caudal = ekor. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan badan anak, yang semakin lama semakin bertambah tinggi

Perkembangan_Prinsip-prinsip

Damajanti Kusuma Dewi

Pendidikan Seni Rupa Psikologi Pendidikan

cephalocaudal: Cephalocaudal development progresses from head to


foot. The infant gains control of their head movement, then their neck, shoulders, back, hips, legs and feet.

proximodistal: is the progression of physical and motor development from the centre of the body towards the extremities. For example, an infant learns to control the muscles of their chest and shoulders before they can control their arms, hands or fingers.'

http://www.westone.wa.gov.au/k12lrcd/learning_areas/child_fam_com/cfc1d/content/ 001_change_continuity/page_02.htm

b. Struktur mendahului fungsi Setiap organ tubuh manusia, membutuhkan kematangan otot sebelum bisa digunakan. Misalnya, seorang bayi tidak akan bisa berdiri, jika otot-otot kakinya belum matang untuk menopang tubuh bayi tersebut

Perkembangan_Prinsip-prinsip

Damajanti Kusuma Dewi

Pendidikan Seni Rupa Psikologi Pendidikan

http://informasitips.com/stimulasi-motorik-kasar-dan-halus-untuk-bayi-usia-10-12-bulan

Misalnya, seorang anak tidak akan mampu melompat, jika otot kakiknya belum siap untuk melakukan kegiatan melompat

http://health.detik.com/readfoto/2012/07/26/165345/1975830/1406/3/klinik-tumbuhkembang-anak-ruwivito-harun-evasari-rhe-

c. perkembangan itu terdeferensiasi Kemampuan pikir seorang anak dimulai dari cara membedakan suatu obyek yang memiliki ciri yang sangat berlawanan. Misalnya awalnya anak hanya mampu membedakan antara warna merah dengan hijau. Semakin lama ia akan mampu membedakan gradasi warna merah sampai warna hijau, atau membedakan macam-macam warna merah

Perkembangan_Prinsip-prinsip

Damajanti Kusuma Dewi

Pendidikan Seni Rupa Psikologi Pendidikan

http://jakartacity.olx.co.id/meja-belajar-anak-oval-iid-221061538

http://tangerang.olx.co.id/jilbab-paris-gradasi-warna-iid-100362312

http://setiawanardyanto.wordpress.com/ d. perkembangan itu berlangsung dari konkret ke abstrak Pada awalnya hanya mampu berpikir, jika ada benda, yang di pikirkan. Semakin bertambah usia dan pengetahuan, maka ia akan semakin mampu berpikir atau memikirkan suatu benda/objek tanpa harus ada benda di sekitarnya.

Perkembangan_Prinsip-prinsip

Damajanti Kusuma Dewi

Pendidikan Seni Rupa Psikologi Pendidikan

http://wikis.lib.ncsu.edu/index.php/PSY_376_Concrete_operational_stage

http://www.dipity.com/bhilgren/Developmental-Timeline/

e.

perkembangan itu berlangsung dari egosentrism ke perspektivisme Pada awalnya, pusat berpikir anak terletak pada dirinya sendiri. Semua kejadian akan diarahkan ke dirinya sendiri, anak belum mampu berpikir dari sudut pandang orang lain. Semakin bertambah usia, dan pengalaman, maka anak akan semakin mampu berpikir dengan menggunakan sudut pandang orang lain dan cara berpikir divergent.

http://blog.lib.umn.edu/meyer769/myblog/2011/11/egocentrism--why-are-we-alwayscorrect.html

Perkembangan_Prinsip-prinsip

Damajanti Kusuma Dewi

Pendidikan Seni Rupa Psikologi Pendidikan

http://creativegibberish.org/439/divergent-thinking/

f.

perkembangan berlangsung dari outer ke inner Pada awalnya anak akan sangat tergantung pada lingkungannya, anak masih membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Semakin bertambah usia, dan pengalaman, maka anak akan semakin mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri dan tidak lagi tergantung pada lingkungan atau orang lain.

http://ruangan-anak.blogspot.com/2011/01/anak-mandiri-berangkat-sekolah.html

http://unikanehdidunia.blogspot.com/2011/08/berusia-29-tahun-tapi-pria-ini-masih.html

4. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan Artinya, waktu yang digunakan oleh setiap orang untuk mengembangkan setiap aspek adalah berbeda. Ada beberapa orang yang mampu mengembangkan aspek dengan waktu singkat, begitu sebaliknya. Misalnya : ada beberapa anak yang mampu memahami materi seorang guru dengan waktu yang singkat, atau sekali pengajaran; namun tidak sedikit juga ada anak yang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memahami suatu materi, atau bahkan harus melalui pelajaran berulang-ulang. 5. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas Perkembangan_Prinsip-prinsip Damajanti Kusuma Dewi

Pendidikan Seni Rupa Psikologi Pendidikan Setiap perkembangan dari suatu aspek perkembangan, memiliki ciri yang berbeda dengan aspek perkembangan yang lain. Misalnya : saat usia 3 tahun, anak mengalami aspek perkembangan kognitif, yang ditandai dengan rasa ingin tahu seorang anak, sehingga dia akan sering bertanya, 6. Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan Setiap individu yang terlahir normal dan tidak mengalami gangguan pada masa awal hidupnya akan mengalami prinsip-prinsip perkembangan dari 15. Menurut (Atmodiwirjo, 1983; Simandjuntak & Pasaribu, 1979; Syah, 1995; Kartono, 1982; Kasiram, 1983; Shaleh & soerjadinata, 1971; dalam Sobur, 2011/h.141), bahwa secara garis besar, peristiwa perkembangan mempunyai atau mengkuti prinsip-prinsip perkembangan sebagai berikut : 1. Perkembangan tidak terbatas dalam arti tumbuh menjadi besar, namun mencakup rangkaian perubahan yang bersifat progresif, teratur, koheren dan berkesinambungan. Jadi antara satu tahap perkembangan dengan tahap perkembangan berikutnya tidak terlepas, berdiri sendiri-sendiri. 2. Perkembangan selalu menuju proses diferensiasi dan integrasi. Proses diferensiasi artinya ada prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu, lambat laun bagian-bagiannya menjadi sangat nyata dan bertambah jelas dalam rangka keseluruhan. Sejak bayi dilahirkan, dia telah mempunyai gambaran total dari dunia ini; hanya saja gambaran tersebut masih kabur dan samar-samar. Dan, berkat perkembangannya sepanjang pertumbuhan anak, kesamaran tersebut berangsur-angsur berkurang. Bagian-bagiannya bertambah nyata, jelas dan memperoleh struktur tertentu yang semakin lengkap. Timbullah kemudian kompleks-kompleks dan unsur-unsur. Umpamanya unsur gerak, jarak, bentuk, struktur, warna, dan lain-lain. Namun, semua itu merupakan bagian dari satu totalitas atau keseluruhan. Karena manusia merupakan totalitas (kesatuan), ditemui kaitan erat antara perkembangan aspek fisik-motorik, mental, emosi dan sosial. Perhatian yang berlebihan atau satu segi akan mempengaruhi segi lain. 3. Perkembangan dimulai dari respon-respon yang sifatnya umum menuju yang khusus. Contoh, seorang bayi mula-mulai akan bereaksi tersenyum bila melihat setiap wajah manusia. Dengan bertambahnya usia bayi, ia mulai bisa membedakan wajah-wajah tertentu. 4. Setiap orang akan mengalami tahapan perkembangan yang berlangsung secara berantai. Walaupun tidak ada garis pemisah yang jelas antara satu fase dengan fase yang lain, tahapan perkembangan ini sifatnya universal. Sebagai contoh, perkembangan anak yang normal akan tampak berturutturut : memiringkan badan, tengkurap, mengangkat kepala, duduk, merangkak, berjalan dengan bantuan, akhirnya berjalan. Contoh lain dalam perkembangan bicara, misalnya, sebelum seorang anak fasih berkata-kata, terlebih dahulu ia akan mengoceh.

5. Setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan sendiri-sendiri.


Dengan kata lain, ada anak yang perkembangannya cepat, ada yang sedang, dan ada yang lambat. Jadi, perkembangan anak yang berbeda dengan anak yang lain, baik dalam perkembangan organ atau aspek kejiwaannya maupun cepat atau lambatnya perkeembangan tersebut. Damajanti Kusuma Dewi

Perkembangan_Prinsip-prinsip

Pendidikan Seni Rupa Psikologi Pendidikan 6. Di dalam perkembangan, dikenal adanya irama atau naik turunnya proses perkembangan. Artinya, perkembangan manusia itu tidak tetap, terkadang naik, terkadang turun. Pada suatu saat seorang anak mengalami perkembangan yang menggoncangkan. Jadi, irama perkembangan itu tidak menetap. Ada kalanya tenang, ada kalanya goncang. 7. Setiap anak, seperti juga organisme lainnya, memiliki dorongan dan hasrat mempertahankan diri, dari hal-hal yang negative, seperti rasa sakit, rasa tidak aman, kematian dan seterusnya. Untuk itu mereka memerlukan sandang, pangan, papan, dan pendidikan. 8. Dalam perkembangan terdapat masa peka. Masa peka ialah suatu masa dalam perkembangan anak, suatu saat fungsi jasmani ataupun rohani, dapat berkembang dengan cepat jika mendapat latihan yang baik dan kontinu. Masa peka di antara anak yang satu dengan anak yang lainnya tidak mudah untuk diketahui, karena halini memerlukan penelitian yang seksama melalui berbagai percobaan. Misalnya untuk menentukan apakah seorang anak sudah mengalami masa peka bagi pembuatan kerajinan tangan tertentu, dan lain-lain. Suatu gejala kepekaan seyogjanya diselidiki dengan percobaan, yaitu apakah anak tersebut sudah tampak terarah minatnya pada sutu fungsi tersebut atau belum. 9. Perkembangan tiap-tiap anak pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pembawaan sejak lahir, tetapi juga oleh lingkungan. Anak manusia dengan bakat pembawaannya itu, hanyalah bakat-bakat yang tersedia untuk memberikan kemungkinan-kemungkinan berkembang saja. Agar bakat yang tersedia itu dapat berkembang dengan sebaik-baiknya, diperlukan adanya suatu proses dari alam sekitarnya serta pemeliharaan yang kontinu dari manusia-manusia dewasa, baik secara langsung maupun tidak langsung. DAFTAR PUSTAKA Sobur, Alex. 2011. Psikologi Umum. Dalam Lintasan Sejarah. Penerbit : CV. Pustaka Setia, Bandung

Woolfolk, Anita. 2009. Educational Psychology. Active Learning Edition. Edisi Kesepuluh. Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta Yusuf, Syamsu. 2002. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Cetaka ketiga. Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya, Bandung

Perkembangan_Prinsip-prinsip

Damajanti Kusuma Dewi