Anda di halaman 1dari 8

Manajemen Pendidikan Psikologi Pendidikan

TUGAS PERKEMBANGAN
Menurut Havighurst bahwa tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu, dan apabila berhasil mencapainya mereka akan bahagaian, tetapi sebaliknya apabila gagal mreka akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan. Adapun yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan tersebut, menurut Havighurst, adalah : Kematangan fisik Tuntutan masyarakat secara kultural Tuntutan dan dorongan dan cita-cita individu itu sendiri Norma-norma agama Tugas-tugas perkembangan menurut : Charlotte Buhler Tugas-tugas perkembangan menurut Buhler (Sobur, 2011/h.132-133)
Fase Pertama 0 1 tahun Kedua 2 4 tahun Tugas Perkembangan Fase ini adalah masa menghayati berbagai objek di luar disi sendiri serta saat melatih fungsi-fungsi, khususnya fungsi motorik, yakni fungsi yang berhubungan dengan gerakan-gerakan anggota badan. Fase ini merupakan masa pengenalan dunia objektif di luar diri sendiri disertai dengan penghayatan yang bersifat subjektif. Mulai dari ada pengenalan pada aku sendiri, dengan bantuan bahasa dan kemauan sendiri. Anak tidak mengenal duia luar berdasarkan pengamatan yang objektif, melainkan memindahkan keadaan batinnya pada benda-benda di luar dirinya. Karena itu pada masa-masa ini, anak sering bercakapcakap dengan bonekanya atau berbincang-bincang dan bergurau dengan kelincinya. Dimata anak, enda permainan dan binatang itu seolah-olah betul-betul memiliki sifat seperti dirinya. Fase ini bisa dikatakan sebagai masa sosialisasi anak.pada masa ini, anak mulai memasuki masyarakat luas (misalnya, taman kanak-kanak, pergaulan dengan kawan-kawan sepermainan, dan sekolah dasar). Anak mulai belajar mengenal dunia sekitar secara objektif. Ia mulai belajar mengenal arti prestasi, pekerjaan dan tugas-tugas kewajiban. Jadi, yang sering diperhatikan pada fase ini adalah berlangsungnya proses sosialisasi. Fase ini adalah masa sekolah dasar. Pada periode ini anak mencapai objektivitas tertinggi. Bisa pula disebut sebagai masa menyelidik mencoba dan bereksperimen, yang distimulasi oleh dorongan-dorongan menyelidik dan rasa ingin tahu yang besar; masa pemusatan dan penimbunan tenaga untuk berlatih, menjelajah, bereksplorasi. Pada akhir fase keempat in, anak mulai menemukan diri sendiri, yaitu secara tidak sadar mulai berpikir tentang diri pribadi. Pada waktu ini, anak kerap mengasingkan diri. Fase ini merupakan masa tercapainya synthese di antara sikap ke dalam batin sendiri dengan sikap keluar, pada dunia objektif. Untuk kedua kali dalam kehidupannya, anak bersikap subjektif (subjektivitas

Ketiga 5 8 tahun

Keempat 9 11 tahun

Kelima 14 19 tahun

Perkembangan_Tugas-tugas

Damajanti Kusuma Dewi

Manajemen Pendidikan Psikologi Pendidikan


pertama terdapat pada fase kedua, yaitu usia 3 tahun). Namun, subjektivitas kali ini dilakukan dengan sadar. Setelah berusia 16 tahun, anak atau remaja ini mulai belajar melepas diri dari persoalan tentang diri sendiri, dan lebih mengarahkan minatnya pada lapangan hidup konkret, yang dahulu dikenalnya secara subjektif belaka. Lambat laun, terbentuklah penyesuaian di antara pengarahan ke dalam dan pengarah diri ke luar. Di antara subjek dan objek (yang dihayatinya), mulai terbentuk satu synthese. Dengan tibanya masa ini, tamatlah masa perkembangan anak dan perkembangan remaja. Pada individu yang bersangkutan memasuki masa kedewasaan.

Elizabeth B. Hurlock
Fase 1. Prenatal 2. Masa Natal Infancy/ Neonatus (lahir 14 hari) Masa bayi (2 mg2 th) Tugas Perkembangan Prenatal ini mulai konsepsi sampai umur 9 bulan dalam kandungan ibu Fase ini merupakan fase penyesuaian terhadap lingkungan. Pada masa ini bayi mengalami masa tenang dan tidak banyak terjadi perubahan. Bayi di sini tak berdaya dan sangat tergantung pada lingkungan. Dengan adanya perkembangan, lama kelamaan bayi mulai berusaha melepaskan diri dan mulai belajar berdiri sendiri.hal ini dimungkinkan karena tubuhnya menjadi lebih kuat, dan ia dapat menguasai gerakan-gerakan ototnya; misalnya jalan sendiri, bicara, makan bermain. Jadi, masa ini dimulai pada masa ketika anak sangat tergantung pada lingkungan dan kemudian karena perkembangan anak mulai berusaha menjadi lebih independen. Pada masa ini, anak mulai immature. Tanda-tanda khas : usaha menyesuaikan diri dengan lingkungan, sehingga ia merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari lingkungan yang ada. Penyesuaian sosial dilaksanakan dengan pergaulan dan berbagai pertanyaan. Segala hal mulai ditanyakan, diragukan. Ketika usia anak mencapai 3 tahun, masa ini dikenal sebagai masa sturm und drung dan periode haus nama. Usia 6 tahun merupakan masa penting untuk proses sosialisasi. Masa remaja adalah masa peralihan atau masa transisi dari anak menuju dewasa. Masa remaja terbagi lagi dalam berikut ini : Praremaja ini mempunyai masa yang sangat pendek, kurang lebih hanya satu tahun. Untuk wanita 11/12-12/13 tahun; untuk lakilaki 12/13-13/14 tahun. Dikatakan juga sebagai fase negative terlihat tingkah laku yang cenderung negative. Fase yang sukar untuk anak dan orang tua. Perkembangan fungsi-fungsi tubuh terutama seks, juga mengganggu Perubahan-perubahan fisik terjadi sangat pesat dan mencapai puncaknya. Ketidakseimbangan emosional dan ketidakstabilan dalam banyak hal terdapat pada masa ini. Ia mencari identitas diri karena pada masa ini, statusnya tidak jelas. Pola-pola hubungan sosial mulai berubah. Dirinya ingin selalu menjadi pusat perhatian; ia ingin menonjolkan dirinya; caranya lain dengan remaja awal. Ia idealis, mempunyai cita-cita tinggi, bersemangat dan mempunyai energi yang besar.

Masa anak (210/11 th)

Masa Remaja (11/1220/12 th) Praremaja (11/12-13/14 th)

Remaja awal (13/14-17 th)

Remaja lanjut (17-20/21 th)

Perkembangan_Tugas-tugas

Damajanti Kusuma Dewi

Manajemen Pendidikan Psikologi Pendidikan


Ia berusaha memantapkan identitas diri, dan ingin mencapai ketidaktergantungan emosional Dewasa Dewasa awal (21 40 th) Tahap ini adalah masa penyesuaian terhadap pola-pola hidup baru dan harapan mengembangkan sifat-sifat, nilai-nilai yang serba baru. Ia diharapkan menikah, mempunyai anak, mengurus keluarga, membuka karier, dan mencapai satu prestasi Tahapan dewasa menengah merupakan masa transisi, masa menyesuaikan kembali, masa equilibrium-disequilibrium. Masa yang ditakuti karena mendekat masa tua. Wanita di sini kehilangan kesanggupan reproduksi. Ada yang menyatakan bahwa masa ini adalah masa bahaya bagi pria dan wanita

b. Dewasa menengah (40-60 th)

Erik Erikson
Fase 1. Masa Bayi (0 1 tahun) Tugas Perkembangan Masa ini merupakan masa ketika berbagai kebutuhan fisik harus dipenuhi; kebutuhan untuk menghisap harus dipuaskan. Anak biasanya senang berada dalam gendongan atau dekapan dan belaian. Masa ini oleh Erikson disebutnya sebaga masa saat kepercayaan harus ditanamkan, masa ini anak harus belajar menjadi optimis mengenai kemungkinan-kemungkinan mencapai kepuasan. Masa bayi merupakan masa ketergantungan, masa ketidakberdayaan dan masa membutuhkan pertolongan orang lain, suatu masa yang menuntut kesabaran orang tua Sang bayi memperoleh ketentramannya dalam kesatuannya dengan si ibu; kesatuan itu begitu erat sampai batas-batas kemandiriannya menjadi kabur. Pada mas ini ibu mencintai sang bayi tanpa syarat. Apabila kepercayaan tidak ditanamkan di masa awal ini, seseorang harus menanamkan kemudian. Bila si anak menjadi besar dan kepercayaan yang ditanamkan kepadanya kurang, ia akan menjadi orang yang curiga serta ragu-ragu dalam menjalin hubungan baru. Tanpa kepercayaan, tidak akan ada perkembangan yang berarti. Si anak mulai memisahkan diri dan bergerak secara bebas. Dalam kaitan ini, orang tua harus memberikan banyak kebebasan kepada si anak, namun sekaligus mulai meletakkan batas-batas ketika si anak tidak bisa berbuat sesukanya sendiri. Tanggapan utama dari orang tua terhadap toddler, yaitu membatasi. Tema pokok masa ini adalah otomosi. Tugas-tugas konkret mata toddler meliputi aspek penting kehidupan, bukan sekedar berjalan, bercakap, serta latihan buang air besar atau kecil, namun juga makan sendiri serta penjelajahan yang tiada henti. Milikku mungkin menjadi kata pertama yang diucapkan saat si anak memisahkan apa yang menjadi miliknya dan apa yang tidak. Pada permulaan, agaknya ia melihat segala sesuatu sebagai milikinya. Seandainya kakak-kakaknya tidak bisa menerima hal itu, ia akan marah-marah. Pada masa ini, anak menggunakan kemampuan bergerak sendiri untuk melaksanakan dua tugas penting. Pertama, pemisahan diri dari ibu dan lain-lainnya. Kedua, mulai menguasai diri, lingkungan dan ketrampilan dasar untuk hidup. Walaupun

2. Masa Toddler

Perkembangan_Tugas-tugas

Damajanti Kusuma Dewi

Manajemen Pendidikan Psikologi Pendidikan


demikian, tanpa pertolongan, hal itu akan berjalan secara liar, dan membuat dia jatuh tersesat. Oleh karena itu, pembatasan oleh orang tua menjadi penting. Pada tahapan ini, pusat perhatian anak berubah dari benda kepada orang. Si anak beralih dari bermain sendiri menuju bermain bersama. Sosialisasi merupakan tema pokok. Si anak belajar menyesuaikan diri dengan teman sepermainannya. Tugas-tugas yang telah dimulai pada masa toddler, dikembangkan lebih lanjut. Si anak diharapkanuntuk makan sendiri dan berpakaian sendiri tanpa bantuan orang lain. Tanggapan orang tua terhadap awal masa kanak-kanak adalah memberi contoh yang baik. Si anak akan mulai mencontoh orang tuanya yang sejenis dengan dia. Keterampilan-keterampilan untuk bergaul paling baik diajarkan lewat contoh orang tua. Masa ini adalah masa untuk berkelompok dan berorganisasi. Penerimaan oleh teman-teman seusia adalah penting. Inilah waktu yang baik untuk memperkenalkan pekerjaan rumah tangga serta mengajarkan penggunaan uang dengan tepat. Tak seorang pun menginginkan bekerja terlalu berat dan terlalu lama; demikian juga anak-anak. Tema pada masa ini adalah kerajinan. Energi si anak dapat diarahkan pada tugas-tugas sosial yang terorganisasi. Tanggapan dari orang tua adalah mengarahkan. Orang tua yang bijaksana akan memanfaatkan kerajinan anak pada masa ini untuk mengarahkan kejadian-kejadian, sehingga hal-hal yang baik dapat terjadi. Namun, ia menghindari campur tangan dengan perintah-perintah yang otoriter terhadap inisiatif si anak sendiri. Masa-masa seperti ini memperlihatkan bahwa semua hal yang dianggap baik telah berakhir. Jika dia anak yang pertama, orang tua kemungkinan berpikir bahwa mereka telah gagal. Tema awal masa remaja adalah perubahan. Pada masa ini, anak mulai berubah-ubah, terpusat pada diri sendiri, seks dan tubuhnya. Ia terus berminat pada tugas penguasaan yang sudah dimulai pada akhir masa kanak-kanak, sekaligus mulai membuang kegiatan-kegiatan masa kanakkanaknya. Ini terus berlanjut sampai dia mengabaikan keluarganya. Tugas-tugas dan latihan atletik lebih didahulukan daripada kegiatan-kegiatan keluarga, seperti makan dan pergi bersama. Penyalahgunaan seksualitas dan barang-barang memungkinkan mulai menimbulkan masalah. Pada dasarnya, awal masa remaja merupakan suatu masa transisi. Seperti halnya semua masa transisi, masa ini merupakan masa yang tiak mengenakkan, baik bagi si remaja sendiri maupun bagi orang tuanya. Tanggapan orang tua yang paling bijaksana adalah mendukung. Ini bukan saatnya untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan dalam pemikiran mereka atau ketidakpantasan sifat murung mereka, atau fakta bahwa kaos yang berlubang bukanlah pakaian yang pantas. Ini saat yang baik untuk membiarkan mereka membeli barang dan pakaiannya sendiri serta mengatur keuangan mereka sendiri. Jika awal masa remaja dini dijalani dengan bantuan orang tua yang mendukungnya, sifat yang berubah-ubah dan keterpusatan pada diri sendiri akan hilang.

3. Awal masa kanakkanak (4 7 th)

4. Akhir masa kanakkanak (8 11 th)

5. Awal masa remaja (12-15 tahun)

Perkembangan_Tugas-tugas

Damajanti Kusuma Dewi

Manajemen Pendidikan Psikologi Pendidikan


6. Masa remaja yang sejati (16-18 th) Pada tahapan ini, kemenduaan dalam masa transisi akan berkurang. Si remaja yang merasa cukup aman dalam identitasnya, harus menghadapi pilihan-pilihan yang akan membentuk sisa hidupnya. Pemilihan tujuan hidup merupakan tema pokok. Orang tua dan guru mungkin terus menerus menanyakan Mau apa kamu setelah lulus SMU? Tanggapan yang paling baik dari orang tua adalah menyambut dengan senang pilihan si anak; mendorong si anak untuk menjatuhkan pilihan dan menghargai kebebasannya. Pada masa ini, si anak mulai berdikari. Si anak mungkin kuliah di tempat lain, menikah, hidup sendiri dalam suatu apartemen, atau bekerja di tempat lain. Sebagaimana tahap pertama perkembangan tahun-tahun pertama dalam perkawinan dan pekerjaan, sangatlah penting. Tema awal masa dewasa adalah kemandirian. Tanggapan orang tua yang bijaksana adalah tanggapan yang memperluas persahabatan dengan anak-anak mereka yang sebelumnya masih bergantung kepada mereka. Masa dewasa merupakan fase generativitas (menciptakan) yang selalu dihadapkan pada adanya stagnasi. Masa ini ditandai dengan adanya perhatian yang tercurah pada anak-anak, keahlian produktif, keluarga dan pekerjaan. Sifat mengasuh pada wanita tampak sangat dominan. Pada masa tua ini adalah kebijaksanaan dan pelepasan.

7. Awal masa dewasa (19 25 th)

8. Kedewasaan dan masa lalu (25 tahun ke atas)

4. Robert J. Havighurst
!"#$%&"'()*$'&)+'' ,+)-'."/$0' !"#$%$&'("&%$#$)' !"#$%$&'*$+$),'*$+$)$)' -$.$/' !"#$%$&'("&($0$1$' 23)/&3#'($.$)' 7/$(6#6/$1'-16+3#3461' ,+)-'1"-%0)2' ' ' ' 2"/$)4+$1$)'5616+' 76+$-'1"0$/'/"&0$.$-'.6&6' 1").6&6'1"($4$6'3&4$)61*"' 8$4'/9*(90' !"#$%$&'-"&$)$)'%")61' +"#$*6),'+3)/$+>+3)/$+' .")4$)'/"*$)>/"*$)' 1"($8$,'("#$%$&'16+$-' /"&0$.$-'+"#3*-3+'.$)' #"*($4$>#"*($4$' ' ' ' ' :")"&6*$'+"$.$$)' %$1*$)6$0' 3)4'35&)'' 6758"#9)4:')&%0"4"+4$;' ' ' ' ' ' 3)4)'<"=)4)'35&)' ' ' >4$)'?"+@)2'()*)' ' ' ' ' <")8"19$6$)'/"&0$.$-' +"+9$/$)'5616+'8$)4' *")9&9)' :")8"19$6+$)'.6&6'.")4$)' +"*$/6$)'/"*$)'06.9-,' *")"*9+$)'&"#$16' .")4$)'+"#3*-3+'1"($8$' 3)4)'<"=)4)'A)+B59'

!"#$%$&'-"&(".$$)'=' $/9&$)>$/9&$)'%")61' +"#$*6)'+3)/$+'-"&$1$$)' .")4$)'3&$)4'/9$,' +"#$9&4$'.$)'3&$)4>3&$)4' #$6)'

<"*(")/9+$)'-")4"&/6$)' &"$#6/$'A&"$#6/$'5616+B' &"$#6/$1'1316$#C'

!"#$%$&'*"*($;$,' *")9#61,'("&06/9)4,' ("#$%$&'-")4"&/6$)>' -")4"&/6$)'+"06.9-$)' 1"0$&6>0$&6' <"&+"*($)4$)'*3&$#6/$1' 1+$#$>1+$#$')6#$6'

!"#$%$&'$-$'8$)4'(")$&' .$)'$-$'8$)4'1$#$0B' -"&+"*($)4$)'0$/6' )9&$)6' '

'

' '

' '

:")"&6*$'-"&$)$)'%")61' -"&16$-$)'*")6+$0'.$)' *"*-9)8$6'+"#9$&4$,' ("#$%$&'#"-$1'3&$)4'/9$' 1";$&$'"*3163)$#,'("#$%$&' ("&4$9#'.")4$)'+"#3*-3+' $)$+'?$)6/$@'$)$+'#$+6> #$+6' !"#$%$&'/$)449)4'%$?(' 1"($4$6'?$&4$'D"4$&$,' *")46)46)+$)'.$)' *");$-$6'/6)4+$0'#$+9' 8$)4'("&/$)449)4'%$?$(' 1316$#' <"&+"*($)4$)'1+$#$')6#$6' 1";$&$'1$.$&' -"&+"*($)4$)'4$*($&$)' .9)6$'8$)4'$."+?$/' <"&16$-$)'*$).6&6'1";$&$' "+3)3*61'-"*660$)'.$)' #$/60$)'%$($/$)' ' '

' ' :")"&6*$'.$)' *")8"19$6+$)'.6&6' /"&0$.$-'-"&;3($$)'5616+' .$)'56163#3461' :"*6#60'%3.30,'("#$%$&' <$1$)4$)'.6-$).$)4' 06.9-'.")4$)'19$*6@'61/&6,' 1"($4$6'-"&13),'*")3#3)4' *9#$6'*"*(")/9+'' $)$+'*9.$'*")%$.6' +"#9$&4$,'*")4$190'$)$+,' ."?$1$' *")4"*9.6+$)'&9*$0' /$)44$,'*")"*9+$)' +"#3*-3+'1316$#' :")"&6*$'/$)449)4' %$?$('?$&4$')"4$&$'

:");$-$6'/$)449)4'%$?$(' :"*")906'+"?$%6($)> 1316$#'.$)'?$&4$'D"4$&$' +"?$%6($)'1316$#'.$)' 1";$&$'-")90' ?$&4$')"4$&$'

'

'

'

:9#$6'("+"&%$'

' '

:");$-$6'.$)' *"*-"&/$0$)+$)'1/$).$&' 06.9-'"+3)3*61' :"&"$#61$16+$)'+"1$)/$6$)' '

<")8"19$6$)'.")4$)'4$%6' 8$)4'("&+9&$)4'.$)' +"$.$$)'-")169)' ' :"&"$#61$16+$)'+"$.$$)' 06.9-'5616+'8$)4'1"19$6'

Perkembangan_Tugas-tugas

Damajanti Kusuma Dewi

Manajemen Pendidikan Psikologi Pendidikan

Adapun pembagian tugas perkembangan untuk masing-masing tahap perkembangan, menurut Havighurst adalah sebagai berikut : Tugas Perkembangan Masa Bayi dan Anak-anak Awal (0-6 bulan) Belajar berjalan pada usia 9-15 tahun Belajar memakan makan padat Belajar berbicara Belajar buang air kecil dan buang air besar Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin Mencapai kestabilan jasmaniah biologis Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam Belajar mengadakan hubungan emosinal dengan orang tua, belajar dan orang lain Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk dan pengembangan kata hati Tugas Perkembangan Masa Kanak-kanak Akhir dan Anak-anak Sekolah (6-12 tahun) Belajar memperoleh ketrampilan fisik untuk melakukan permainan Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis Belajar bergaul dengan teman sebaya Belajar memainkan peran sesuai dengan jenis kelaminnya Belajar ke mengembangkan konsep-konsep sehari-hari Mengembangkan kata hati Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok Tugas Perkembangan Masa Remaja (12-21 tahun) Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya Mencapai peran sosial sebagai pria dan wanita Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya Mencapai jaminan kemandirian ekonomi Memilih dah mempersiapkan karier Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga Mengembangkan ketrampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga Negara Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk/pembimbing dalam berperilaku Tugas Perkembangan Masa Dewasa Awal (21-30 tahun) Memilih pasangan Belajar hidup dengan pasangan
Perkembangan_Tugas-tugas Damajanti Kusuma Dewi

Manajemen Pendidikan Psikologi Pendidikan

Memulai hidup dengan pasangan Memelihara anak Mengelola rumah tangga Memulai bekerja Mengambil tanggung jawab sebagai warga Negara Menemukan suatu kelompok yang serasi

Tugas Perkembangan Masa Dewasa Madya (30-40) Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab dan berbahagia Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh Sementara itu, Depdiknas (2003) memberikan rincian tentang tugas perkembangan masa remaja untuk usia tingkat SLTP dan SLTA yang dijadikan sebagai rujukan Standar Kompetensi Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah, yaitu : Tugas Perkembangan Peserta Didik Tingkat SLTP Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Sesa Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria dan wanita Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan sosial yang lebih luas Mengenal kemampuan bakat dan minat serta arah kecenderungan karier dan apresiasi seni Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karier serta berperan dalam kehidupan masyarakat Mengenal gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial dan ekonomi Mengenal sistem etika dan nilai-nilai sebagai pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan minat manusia Tugas Perkembangan Peserta Didik Tingkat SLTA
Perkembangan_Tugas-tugas Damajanti Kusuma Dewi

Manajemen Pendidikan Psikologi Pendidikan

Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Mencapai kematangan dalam hubungan temansebaya serta kematangan dalam perannya sebagai pria dan wanita Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi, dan kesenian sesuai dengan program kurikulum, persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas Mencapai kematangan dalam pilihan karier Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang berkehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai

DAFTAR PUSTAKA Sobur, Alex. 2011. Psikologi Umum. Dalam Lintasan Sejarah. Penerbit : CV Pustaa Setia, Bandung Yudhawati, Ratna dan Haryanto, Dany. 2011. Teori-teori Dasar Psikologi Pendidikan. Cetakan Pertama. Penerbit : Prestasi Pustaka, Jakarta

Perkembangan_Tugas-tugas

Damajanti Kusuma Dewi