PT Asam ASAM (PERSERO) Tbk PT BukitBUKITTbk 2010 Annual Report 1 LAPORAN TAHUNAN 2010 ANNUAL REPORT

Memacu Daya, Meningkatkan Hasil
Enhancing Capacity for Higher Output

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Mewujudkan Visi Menjadi Perusahaan Tambang Batu Bara Utama
Realizing a Major Coal Mining Company

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 1

S

ebagai salah satu perusahaan tambang utama di Indonesia, PTBA kini mewujudkan rencana optimalisasi potensinya dengan membangun infrastruktur untuk menunjang kegiatan produksi maupun transportasi, meningkatkan kapasitas produksi dan mengintegrasikan sistem pengelolaan hasil produksi dengan pemasokan batubara ke konsumen. Pelaksanaan program di tahun 2010 tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan Perseroan di masa mendatang yang kini mulai menunjukkan hasilnya.

Being one of Indonesia’s major coal mining

companies, PTBA optimizes its potentials by constructing infrastructure to support production and transportation, stepping up production capacity, and integrating production management system with coal supply to consumers. The 2010 program was part of the Company’s expansion plan that has come to fruition.

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operasional Yang Semakin Efisien
More Efficient Operations

Biaya Produksi
Production Cost

5,6%
The Company’s cost of self-managed production per ton at mine mouth is the lowest among similar companies. And yet the Company maintains its operating efficiency drive that has enabled production to increase at reduced output cost, although fuel and labor costs continue escalating. Hence, the Company successfully cut production cost per ton at mine mouth by 5.6% from the preceding year.

Biaya produksi batubara swakelola Perseroan di mulut tambang per ton adalah salah satu yang terendah di Indonesia untuk perusahaan sejenis. Namun demikian Perseroan tetap melakukan berbagai langkah efisiensi operasional, sehingga ditengah kecenderungan peningkatan biaya bahan bakar dan tenaga kerja, berhasil meningkatkan volume produksi dengan biaya per output produk yang semakin rendah. Dengan upaya tersebut Perseroan dapat menurunkan biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang sebesar 5,6% dari biaya tahun 2009.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 3

Volume Produksi dan Penjualan Yang Meningkat
Higher Production and Sales

Total Produksi
Production Total

7,4% 3,7%

Revitalisasi dan optimasi peralatan produksi membuat Perseroan mampu meningkatkan produksi hingga sebesar 7,4%, diiringi dengan keberhasilan perluasan pasar dan kerjasama dengan PTKA dalam upaya meningkatkan kapasitas angkut kereta api, sehingga volume penjualan batubara meningkat 3,0%. Revitalizing and optimizing production equipment boosted production by 7.4% and expanded market through joint operation with PTKA to improve railway loading capacity and resulted in coal sales increase of 3%.

Total Penjualan
SalesTotal

4

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Pengembangan Usaha Yang Terintegrasi dan Dinamis
Integrated and Dynamic Business Development

Realisasi pengembangan usaha secara terintegrasi kini telah semakin mewujud, yakni; pembangunan PLTU skala kecil dengan bobot pekerjaan telah mencapai 85%, pasar batubara kalori rendah dengan cadangan berlimpah yang semakin terbuka, pengembangan potensi ekonomis dari Coal Bed Methane (CBM) yang telah memasuki tahap persiapan pemboran eksplorasi dan pembangunan jalur KA khusus batubara ke Lampung yang telah sampai pada penandatanganan kontrak EPC. The result of integrated business development is getting more obvious: the construction of small-scale TPP was 85% completed, wider market for low-calorie coal with abundant reserves was ready, Coal Bed Methane (CBM) project was nearing exploration drilling phase, and EPC contract for constructing coal transporting railway to Lampung was signed.

Pembangunan PLTU
Power plant construction

Perseroan melanjutkan pembangunan TAHURA Tanjung Enim seluas 5. For its effort to manage the surrounding environment. PROPER HIJAU Green PROPER As evidence of its concern for environmental conservation.394 hectares divided into 12 zones. Atas upaya pengelolaan lingkungan tambangnya. . the Company continued the development of Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA) measuring 5.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 5 Standar Baru Dalam Pengembangan Lingkungan New Standards of Environmental Development Sebagai wujud kepedulian pada upaya pelestarian lingkungan. PTBA retained its National GREEN PROPER award in 2010.394 HA yang terbagi atas 12 zona. PTBA berhasil mempertahankan PROPER HIJAU tingkat Nasional di tahun 2010.

Meninigkatkan manfaat nilai ekonomi dari batubara kalori periingkat rendah sebesar kurang lebih 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum diproduksi. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Thermal Power Plant • Menjual listrik kepada PLN. • Merekondisi dan memindahkan 2 unit BWE dari lokasi TAL ke MTBU. TUJUAN OBJECTIVE Menandatangani kontrak penjualan batubara peringkat rendah jangka panjang untuk PLTU milik PLN. . • Membangun PLTU kecil untuk kebutuhan sendiri di tiga lokasi. Menjadikan TI sebagai tulang punggung operasional Perseroan. • Integrasi sistem penanganan produk. • Penunjukkan kontraktor EPC dan renegosiasi tarif listrik untuk PLTU Banjarsari 2 x 100 MW. • Dijual sebagai BBG. • Perawatan rutin 3 unit BWE lainnya. terutama truk dan shovel. • Memperoleh proyek UKL dan UPL. • Tahap lelang EPC dan negosiasi tarif listrik untuk PLTU mulut tambang 2 x 10 MW Peranap. • Membangun PLTU ukuran sedang dan besar untuk dijual ke PLN. PENGEMBANGAN OPERASIONAL Operational Development COAL BED METHANE (CBM) • Sebagai Bahan Bakar PLTU. JANGKA PANJANG LONG TERM Mengembangkan potensi ekonomi CBM di wilayah konsesi PTBA (Tanjung Enim. • Pembangunan PLTU Unit Tanjung Enim 3 x 10 MW mencapai 85 %. TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology • Evaluasi dan penggantian sistem operasional secara berkala. PERALATAN PRODUKSI Production Equipment • Optimalisasi 5 unit BWE sistem. • Penggantian dan penambahan armada truk & shovel dengan kapasitas yang lebih besar. • Upgrade peralatan hardware. PLTU Mulut Tambang 2x300 MW di Peranap Riau. • Penunjukan Kontraktor EPC untuk PLTU Tarahan 2 x 8 MW. • Upgrade perangkat keras. Meningkatkan produksi swakelola dengan porsi di atas 40%. • Memulai program penambahan APU. Pembebasan Lahan 100% dan transmisi 88%. Ombilin dan Peranap).6 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Sasaran Pengembangan Perusahaan Company Development Goal DIVERSIFIKASI PENDAPATAN Diversification of Earnings BATUBARA KALORI RENDAH Low Calorie Coal Pemanfaatan sebagai bahan bakar PLTU milik sendiri maupun milik IPP lain/PLN. PROGRAM 2010 2010 PROGRAM Memanfaatkan nilai ekonomi batubara kalori peringkat rendah sebesar lebih kurang 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum dieksploitasi. • Ikut serta dalam proses tender IPP PLTU Mulut Tambang 2 x 300 MW dan 2 x 600 MW di Tanjung Enim. • Memenuhi keperluan daya listrik sendiri. • Persiapan pemboran eksplorasi di Tanjung Enim.

• Meningkatkan pemanfaatan sumber daya air.439 peserta. • Tahap pembentukan SPP (unit whistleblower policy). • Melaksanakan program PKBL. • Meningkatkan best practises penerapan GCG dan evaluasi berkala. • Pelaksanaan revegetasi dan pembangunan Taman Hutan Raya.Tarahan. • Panandatanganan kontrak EPC dan presentasi KA khusus Kertapati . MENINGKATKAN TATA KELOLA Corporate Governance Development MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources Development MENINGKATKAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Environmental Development • Melengkapi seluruh pranata organisasi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 7 INFRASTRUKTUR Infrastructure • Peningkatan kapasitas bongkar muat pelabuhan dan stockpile. Meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan evaluasi secara berkala. secara bertahap di lokasi rencana Zona Penerima. • Bekerja sama dengan KA untuk meningkatkan kapasitas angkut jaringan yang sudah ada. • Melakukan pelatihan SDM yang diikuti 3. • Asesmen oleh pihak independen. • Pengembangan coal handling facility di Tanjung Enim dan di pelabuhan Tarahan. Menunjang volume penjualan hingga 82 juta ton/tahun. .. • Membangun jaringan KA khusus batubara. • Terpeliharanya lingkungan alam yang lebih asri. • Persiapan fasilitas produksi di MTBU mencapai 65%. • Pernyataan kepatuhan seluruh pegawai dalam penerapan COC GCG. COC dan Board Manual). • HOA pembangunan jalur KA khusus ke Tanjung Api-api (Sumsel) dengan Adani (India). • Pengesahan Soft Structure GCG (GCG Code. • Pelaksanaan program CSR dan pengembangan masyarakat. • Sosialisasi GCG pada pegawai. • Melaksanakan program Bina Wilayah. • Revegetasi lahan pascatambang secara bertahap dan berkelanjutan. • Peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. SDM yang memiliki kualitas internasional. • Memperbarui kesepakatan dalam Kontrak Kerja Bersama dengan wakil SPBA. Menjadi Good Corporate Citizen. • Refurbishment dermaga di Kertapati. • Memantau lingkungan di tiga lokasi utama sesuai standar BML. • Melakukan asesmen terhadap 334 karyawan dan mempromosikan 45 karyawan.

304 872 26 2.451 74.699 5.1) (26.932 447.041.104.372 8.925 81.6) (35.352.722.3 62.6) (24.IKHTISAR UTAMA 8 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Ikhtisar Keuangan Financial Highlights NERACA (Dalam juta Rp) ASET Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset lancar Taksiran Klaim atas Kelebihan Pembayaran Pajak Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Aset tidak lancar lainnya (bersih) Aset tidak lancar Jumlah aset KEWAJIBAN DAN EKUITAS Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Kewajiban lancar lainnya Kewajiban lancar Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban jangka panjang lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah kewajiban Hak minoritas Jumlah ekuitas Jumlah kewajiban dan ekuitas Modal kerja bersih 73.106.292.596.530.8 28.2 135.505.078.783.Depresiasi dan Amortisasi 62.036.1 26.2 47.699 4.005 701.9 34.0 135.7 30.022 6.039 (3.380.225 58.258.2 31. kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Beban usaha Laba usaha Pendapatan lain-lain (bersih) Bagian (rugi)/laba bersih dari perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak penghasilan Pajak penghasilan Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham Harga pasar saham terhadap laba bersih per saham EBITDA Pengeluaran usaha** 7.4) (26.147.184 15 3.216.1 25.315 217.008.707.733 79.23 102.901 158.304 741 9 2.1 39.7 59.686.0 616.266 774 911.6 23.3 RASIO KEUANGAN Aset lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas PENGELUARAN MODAL (Dalam juta Rp) Rutin Pengembangan Jumlah pengeluaran modal * Disajikan kembali ** Harga Pokok Penjualan + Beban Usaha .720 1.154 (4.548.645.9 33.650 (600.459 409.644.0 43.624 420.927 6.063 ??? 8.063 446.672 (837.709.8 60.028.998.565) 2.771 2.235 198.295.584 362.727.133 548.0 365.527 5.0 62.848 1.949.678 171.132 6.622.988) 3.212 1.097 789.728 959.054.156 4.2 29.238) 3.315.2 50.918 411.366.304 1.493.669.178 423.008) 2.846) 1.466 5.954 2.104 1.3 36.150) 2.746 8.392 2010 2009 2008 PERHITUNGAN LABA RUGI (Dalam juta Rp.734 2.875 6.19 644.392 3.002 (1.599.4 42.527 3.62 199.133.722.8 491.376.8 26.979 187.385 128.032.701.0 37.723 2.156.072 174.578 3.152 562.228 (3.891 2.8 (11.4 57.057 (5.063 383.953 266.092 (1.740 84.957 RASIO-RASIO (Dalam %) RASIO PERTUMBUHAN Penjualan Laba kotor Laba usaha Laba bersih Laba bersih per saham RASIO USAHA Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba kotor terhadap penjualan usaha terhadap penjualan bersih terhadap penjualan kotor terhadap jumlah ekuitas usaha terhadap jumlah ekuitas bersih terhadap jumlah ekuitas kotor terhadap jumlah aset usaha terhadap jumlah aset bersih terhadap jumlah aset 46.551.483 69.578 5.3 59.402.553 (1.5 178.389 7.502 .2 42.947.854 (4.9 54.391 122.4 40.5 85.843.8 40.517 125.078.675) (1.4) 24.369 431.352) 3.106.0 117.750 1.836 128.779 120.7 33.556 46.04 111.909.908 1.310 48.7 57.792 151.301) 4.346.075 997.116 675.6 41.987 1.743 2.166 (1.661 76.043 2.908 759.136) 3.498.295.501 1.593) 2.650.542 921.133 4.423 610.990 553.304.055) (6.343 308 1.8 75.220 2.972 199.512 6.158 301.156 748.754 526.736 8.281.7 88.762.2 28.187 8.2 48.832 2.4 23.942 56.687 1.559 5.2 35.844.076.713) 9.

035 774.6 36.514 (1.347 99.5 27.75) (601) 726.675.562 (282.335.519 1.838 71.3 39.080.2 17.970 Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income (net) Share in net (loss)/income of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net income of subsidiaries Net income Number of share (in million share) Earning per share Price earning ratio EBITDA Operating expenditures** RATIOS 16.2 43.093 12.916.8 17.998 39.8 15.181 2.341 170.931 26.622.6 60.936 2006 1.1 4.082.6 13. net Fixed assets.414 447.211 2.5 18. except earnings per share) 4.352 188.545 310.460 3.533.019 360.318 2.198.Depreciation and Amortization .56 800.127 483 368.8 32.137 293.95 (180.112 1.107.571 455.451 431.973 3.501. net Other non-current assets.347.407) 1.295.222.803.254 355.025 403.181 2.509) 485.482 25.831 3.533 292.6 49. net Inventories.855 (2. net Non Current Assets Total Assets LIABILITIES AND EQUITY Trade payables Accrued Expenses Taxes Payable Othar Cerrets Liabilities Total Currets Liabilities Provision for retirement and employee benefits Provision for environmental protection reclamation and mine closure Other long term liabilities Total Non Currets Liabilities Total Liabilities Minority Interest Total Total Liabilities And Equity Net .9 (In percentage) GROWTH RATIO Sales Gross profit Operating income Net income Earning per share OPERATIONAL RATIO Gross profit to sales Operating income to sales Net income to sales Gross profit to equity Operating income to equity Net income to equity Gross profit to total assets Operating income to total assets Net income to total assets FINANCIAL RATIO Current assets to currents liabilities Total liabilities to total assets Total liabilities to total equity CAPITAL EXPENDITURES (In million Rp) 24.295.5 49.979.501 3.6 544.0 21.776 12.2 759.95 75.825 (725.539 64.154 2.055 163.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 9 2007* 2.123.249 17.073 (678.4 21.5 37.Working Capital INCOME STATEMENTS (In million Rp.734 16.335.541 3.0 0.7 58.2 28.304 211 17 738.1 25.181 99.765 547.857 Routine Development Total capital expenditures * As restated ** Cost of Sales + Operating Expenses .526 12.984 114.350 83.6 21.1 40.979.936) 1.67 2.8 22.771) (2.291.451 2.228 BALANCE SHEET (In million Rp) ASSETS Cash and cash equivalents Trade receivables.3 17.831 3.1 15.7 21. net Other current assets.5 48.001 3.3 413.297) 656.734 1.153.019 97.519 1.819 560.59 194.7 34.508 271.480 (2.7 33.009.174 668.030) 1.87 744.241 898.761 1. net Current Assets Estimated claims for tax refund Investments in associated Mining properties.107.8 18.304 315 38 1.159 261.841) 896.

2 3.947.0 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Laba Bersih (Rp miliar) EBITDA (Rp miliar) Laba Bersih per Saham 1.8 3.622.844.082.0 2.2 7.7 726.0 1.669.107.1 741 485.548.0 211 315 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Dividen per Saham (Rp) 533 371 Meningkatkan efisiensi seraya fokus pada pengembangan usaha untuk memberi nilai yang lebih tinggi.6 (Rp miliar) Laba Usaha (Rp miliar) Operating Income (Billion Rp) 8.9 1.304.909.078.3 2.IKHTISAR UTAMA 10 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Aset (Rp miliar) Penjualan 8.7 8.2 738.5 656.979.9 6.722.123.2 3.2 4.9 3. 101 105 165 06 07 08 09 10 .0 2.106.7 2.727.184 872 (Rp) 2.7 2.008.9 7.216.493.8 3.707.8 897.533.

871.086.180.956.320 Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation SALES (in tons) 8.333 574.945 5.792 8.968 2.665.050.144.950.280.472 2.006.657 3.429 8.708 366.185 1.022.312 12.892 10.400 1.501 1.014 4.147.388.783 12.920.630.566 8.843 9.454.922 6.586 9.511 8.209 880.310 4.114 9.558 12.339.430 10.487.461.218 3.690 8.150 1.114 400.131.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 11 Ikhtisar Operasi Operational Highlights PRODUKSI (dalam ton) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi PEMBELIAN (dalam ton) • PT Bukit Asam Prima • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian ANGKUTAN KERETA API (dalam ton) Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan PENJUALAN (dalam ton) Domestik Ekspor Jumlah Penjualan 2010 2009 2008 2007 2006 PRODUCTION (in tons) Tanjung Enim Mining Unit (UPT) 6.955.840 1.424 4.900.846.510 • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat UPT Total Production Ombilin Mining Unit (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Total Production PURCHASES (in tons) 511.835 400.294 1.484.030 10.595.757.649 2.271.912 11.165.870 8.109 712.819 391.897.068.272.763.536.553.243 57.695.012 9.783 574.498.510 • PT Bukit Asam Prima • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Total Purchase Total Production & Purchase RAILWAY TRANSPORTATION (in tons) 8.240.478.310.640 8.852.722.165.240.796 5.797.169.971 507.750.002 12.100 2.397.736 8.402 5.228.580 8.606.509 5.161 784.984 1.049 560.430 6.013 1.416.940 10.400 1.477 1.476.175.781 2.728 2.712.077 10.600.896 Domestic Export Total Sales .150 2.637.776 1.612 12.552 12.683 840.770 783.450 1.251 722.288.734 6.613 4.884 3.620 76.426.588 508.915.199 10.522 10.817 4.546 10.090 6.388 13.548.850 11.258 1.803.321.300.277.

Agustus August 3rd Best Website dalam acara BUMN Award. The Best Company of the Year in International Good Company Award presentation. 3rd Rank Operations Management. Juli July The Best Public Companies based on WAI dari Indonesia’s Best Wealth creators 2010 (Wealth added Index) Method Indonesia. September September Rangking 3 Annual Report Award 2009 kategori Non Keuangan Listed Company. Stern Steward & Co. dan Peringkat ke 3 GCG Implemention dalam Acara Business Review Award. and SWA Magazine Desember December Predikat Terpercaya dalam GCG Award yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance & Majalah Swa. . and 3rd Rank GCG Implementation in Business Review Award presentation. November November PROPER HIJAU tingkat Nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup. dalam acara Investor Award. The Best Performing Listed Company 2010 by Investor Magazine version. The Best Role of Stakeholder dalam IICD Award Corporate Governance Award 2010 dari Majalah Investor. The Best Role of Stakeholder in IICD Corporate Governance Award 2010 from Investor Magazine. 3rd Rank 2009 Annual Report Award (nonfinancial listed company). The Most Trusted Company in GCG Award organized by The Indonesian Institute for Corporate Governance & SWA Magazine. 1st Rank Finance Performance. Predikat Aditama untuk Lingkungan dari Kementrian ESDM. Aditama Predicate for Environment from EMR Ministry. The Best Public Company from Indonesia’s Best Wealth Creators 2010 (Wealth Added Index) Method Indonesia. National GREEN PROPER Award from Ministry of Environment. Mei May The Best Performing Listed Company 2010 dari Majalah Investor. 3rd Best Website in BUMN Award presentation. Peringkat 2 dengan Kategori Perusahaan Pertambangan. Stern Steward & co and Swa. Peringkat ke 1 Finance Performance. Peringkat ke 3 Operation Management. 2nd Rank in Mining Companies category in Investor Award presentation.IKHTISAR UTAMA 12 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Penghargaan dan Sertifikasi Award and Certifications Januari January The Best Company Of The Year dalam International Good Company Award.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 13

Piagam dan Trofi Penghargaan
Sertificate and Trophy Awards

BUSINESS REVIEW AWARD

ADITAMA

ANNUAL REPORT AWARD

3rd BEST WEBSITE BUMN AWARD

AEI & BEI CHARITY GOLF TOURNAMENT

2nd BEST SUSTAINABILITY REPORTING

CORPORATE GOVERNANCE AWARD

SWA 100 : BEST WELATH CREATORS

IKHTISAR UTAMA

14

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Main Highlights

Peristiwa Penting 2010
2010 Significant Event

Februari

February

23

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTBA dan PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) tentang Pengembangan Gasifikasi Batubara dan Pemanfaatan Gas Hasilnya sebagai Bahan Baku dan Bahan Bakar di Pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) on Coal Gasification and Resultant Gas Usage as Raw Material and Fuel in PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) factory.

Maret

March

23

Penandatanganan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Operation & Maintenance (O&M) antara PT Bukit Asam Transpacific Railway (anak perusahaan PTBA) dan China Railway Group Limited di Beijing untuk Proyek Pembangunan Angkutan Kereta Api dan Pelabuhan Batubara dengan panjang jalur sekitar 307 KM dan kapasitas angkut 27 juta ton per tahun. Signing Engineering Procurement Construction (EPC) and Operation & Maintenance (O&M) Agreements between PT Bukit Asam Transpacific Railway (subsidiary of PTBA) and China Railway Group Limited in Beijing for Railway and Coal Port Development Project, length 307 Km and capacity 27 million tons per annum.

April

April

21
Juni

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2010, dengan salah satu keputusan Utama Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Annual General Meeting of Shareholders, one of the resolutions was to amend the Articles of Association.

June
Penandatanganan Nota Kesepahaman/MOU antara PTBA dan PLN tentang pasokan batubara kalori peringkat rendah ke PLTU milik PLN. Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT PLN to supply low-calorie coal to PLN TPP.

10

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 15

Agustus

August

25

Penandatanganan Head of Agreement (HOA) antara PTBA, PT Adani Global dan Pemprop Sumatera Selatan tentang Angkutan Batubara. Signing Head of Agreement (HOA) among PTBA, PT Adani Global and South Sumatera Provincial Administration regarding coal transportation.

November

November

15

Mempertahankan peringkat PROPER HIJAU tingkat Nasional. Retaining National GREEN PROPER Award.

Desember

December

1 3

PTBA membagikan Dividen Interim Tahun Buku 2010. Paying interim dividend for accounting year 2010.

Penandatanganan Amandemen Kontrak EPC PLTU mulut tambang Banjarsari 2 x 100 MW. Signing Amendment to EPC Contract for Banjarsari mine mouth 2x100MW TPP.

16

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Daftar Isi
Table of Contents
2 5
6 6 9 10 SEKILAS KINERJA PTBA PTBA Performance Highlights IKHTISAR UTAMA Main Highlihts Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Operasi Operational Highlights Penghargaan Dan Sertifikasi Award And Sertification Peristiwa Penting 2010 2010 Significant Event DAFTAR ISI Table of Contents INFORMASI PERSEROAN Corporate Information Visi dan Misi Visi and Mission Riwayat Singkat Brief History Kegiatan Usaha Business Activity Lokasi Operasi Perseroan Operational Location Sumber Daya dan Cadangan Batubara Coal Resources and Resources Produk Batubara Coal Products Alamat Kantor Office Address Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi Subsidiaries and Associated Companies Struktur Organisasi Organization Structure INFORMASI BAGI INVESTOR Investors Information Kondisi Pasar Modal Capital Market Condition Kronologis Pencatatan Saham PTBA Corporate Share ... Kinerja Saham Ptba Financial Highlights Daftar Pemegang Saham Shareholders Kebijakan Dividen Dividend Policy LAPORAN MANAJEMEN Management Report Laporan Komisaris utama Report from The President Commissioner Laporan Direktur Utama Report from the President Director LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Operational Management Report Rencana Strategis Strategic Plan

45 45 78

12 13
45 46 47 47 49 50 54 55 60

89 123 233

Pengembangan Usaha Business Development Risiko dan Manajemen Risiko Risk and Risk Management Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Perlindungan Lingkungan (K3LL) Health and Work Safety and Environmental Conservation Laporan Pelaksanaan Reklamasi dan Rehabilitasi Implementation Report of Reclamation and Rehabilitation Pengembangan Teknologi Informasi Information Technology Development Pengembangan Sumber Daya Manusia Human Resource Development PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Management Discussion and Analysis Kondisi Umum dan Prospek Usaha General Condition and Business Prospects
Kondisi umum perekonomian global dan Indonesia Lorem ipsum dolor sit amet Prospek permintaan batubara Coal Demand Prospects

157
122 122 122 133 119 111 111

Laporan Kinerja Usaha Business Performance Report
Segmen Batubara Lorem ipsum Segmen Briket Lorem ispum

64
64 64 67 23 23

Tinjauan Kinerja Keuangan Financial Review

46 47 47 49 50 54

Neraca Lorem Perhitungan Laba Rugi Lorem ipsum Arus Kas orem ipsum Rasio-rasio Keuangan Lorem ipsum Kebijakan Permodalan dan Modal Kerja Bersih Lorem ipsum dolor Realisasi Belanja Modal Lorem ipsum

45
56 45

55 60
64

69
45

Strategi Bisnis di Tahun 2011 2011 Business Strategy Informasi-informasi Material Material Information
Perjanjian-perjanjian Penting Lorem ipsum

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 17

64 67 23 23 25 35 34 122 122 123 111

Transaksi Benturan Kepentingan Lorem ipsum Transaksi Material Lorem ipsum Program Penjualan Kembali Saham Perseroan Lorem ipsum dolor Akuisisi lorem ipsm Pendirian Anak Perusahaan Lorem ipsum Transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa Lorem ipsum dolor sit amet Reklasifikasi Akun Lorem ipsum

122 122

Pelaksanaan Prinsip-prinsip Dasar GCG Implementation of GCG Basic Principles Perkara Hukum dan Lain-lain Lorem ipsum LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Corporate Social Resposibilities Pengantar Strategic Plan Program Kemitraan dan Bina LIngkungan Business Development

69
45 45

Kejadian Luar Biasa dan Informasi Setelah Tanggal Neraca Significant and Subsequent Events
Perubahan perundang-undangan dan peraturan pemerintah Lorem ipsum dolor sit amet Perubahan Kebijakan Akuntansi Lorem ipsum Kejadian setelah tanggal neraca Lorem ipsum dolor sit

157
122 123 123 123 6 45 55 60 122 122 122 122

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Corporate Governance Report Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Implementation of Corporate Governance
Tujuan Penerapan Lorem ipsum Assesment Praktek GCG Lorem ipsum Panduan dan Struktur Tata Kelola Lorem ipsum

45 78

89

RUPS Lorem ipsum Hubungan serta Koordinasi Dewan Komisaris dan Direksi Lorem ipsum Dewan Komisaris Board of Commissioner Direksi Board of Director Komite-komite dan Laporan Komite Committee and Committee Report Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Internal Audit and Control System Kode Etika Berperilaku Code of Conduct

123

233

Pengelolaan Pelestarian Lingkungan Risk and Risk Management Pemenuhan Hak-hak Karyawan dan Penghargaan terhadap Hak Azasi Manusia Health and Work Safety and Environmental Conservation Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan Implementation Report of Reclamation and Rehabilitation Komitmen terhadap Kualitas Produk dan Perlindungan Pelanggan Information Technology Development Hubungan Harmonis dengan Masyarakat berlandaskan Prinsip-prinsip Tata Kelola yang Baik Harmonious Relationship with The Community Based on Good Corporate Governance Principles DATA PERSEROAN Corporate Data Profil Dewan Komisaris Information Technology Development Profil Direksi Information Technology Development Profil Komite-komite Information Technology Development Profil Sekretaris Perusahaan Information Technology Development Profil Kepala Audit Internal Information Technology Development Surat Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Information Technology Development Referensi Silang Daftar Isi Dengan Peraturan Bapepam LK. Information Technology Development LAPORAN KEUANGAN AUDITAN Financial Statements

157
123 123 123 123 123 123 290

300

18

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

3 2.702 7.0 hektar hectares Luas seluruh wilayah kuasa pertambangan Perseroan Total Company’s Mining concession area miliar ton billion tons Total Sumber Daya batubara perseroan Total coal resources miliar ton billion tons Total cadangan tertambang perseroan Total mineable resources .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 19 Informasi Perseroan Corporate Information 90.

4. 6. 6. MISSION • • • • • Focus on core competency and sustainable growth Optimize shareholders’ return Promote a performance-based corporate culture Contribute to national economic development Contribute to the improvement of community welfare and the preservation of environment STRATEGI Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan dan terkemuka di Indonesia yang menerapkan Enam Langkah Strategis: 1. 5. 3.INFORMASI PERUSAHAAN 20 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information VISI Menjadi Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan VISION To become an environmentally friendly coal-based energy company MISI • • • • • Fokus kepada core competency dan pertumbuhan yang berkesinambungan Memberikan tingkat pengembalian yang optimal kepada pemegang saham Meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Memberikan kontribusi pengembangan ekonomi nasional Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. 3. 2. Fokus pada pertumbuhan produksi/penjualan batubara Fokus pada proyek-proyek dengan skala kesiapan 1 Restrukturisasi korporasi Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM serta meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan STRATEGY Indonesia’s leading environmentally friendly coal-based energy company that adopts Six Strategic Steps: 1. 4. Focus on the growth of coal production/sales Focus on projects with readiness scale 1 Corporate restructuring Boost human resource competence and regeneration as well as promote a performance-based corporate culture Improve remuneration system based on performancebased reward Promote performance rating in environmental management . 5. 2.

In line with the national energy security development program. para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. exploration. PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero). in accordance with the prevailing laws and regulations under the limited liability principles. in 1990 the Government merged Perum Tambang Batubara with the Company. Pada 23 Desember 2002. in 1993 the Company was assigned by the Government to develop coal briquette business. Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air. Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA”. The Company business activities are as follows: • Mining operation covering general research. pengangkutan dan perdagangan bahan-bahan galian terutama batubara. In 1950. To develop coal industry in Indonesia. the mining workers fought for the nationalization of the mines. terutama pertambangan batubara sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Mengusahakan pengolahan lebih lanjut atas hasil BUSINESS ACTIVITY Pursuant to Article 3 of the Company’s Articles of Association. Pada 1950.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 21 RIWAYAT SINGKAT Sejarah pertambangan batubara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di wilayah operasi pertama. pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan. pemurnian. When the Dutch Colonial period ended in Indonesia. yang selanjutnya disebut Perseroan. sedangkan produksi untuk kepentingan komersial dimulai pada 1938. the Indonesian Government approved the establishment of State-Owned Bukit Asam Coal Mine or Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional. PN TABA converted its status to a limited liability company under the name of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. yaitu di Tambang Air Laya. pengolaham. 2002 the Company became a publicly listed company on the Indonesian Stock Exchange under the code of “PTBA”. KEGIATAN USAHA Sesuai Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3. Pada 1981. exploitation. Further processing of mining products particularly coal. eksplorasi. pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batubara. while commercial production began in 1938. On December 23. • • . Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batubara di Indonesia. the objective of the Company is to develop mining operation. In1981. Using underground mining method. maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam bidang pengembangan bahan-bahan galian. Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). eksploitasi. Selanjutnya mulai 1923 beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga 1940. purifying. particularly coal mining. initial operation commenced in 1923 and lasted until 1940. BRIEF HISTORY The coal mining in Tanjung Enim was initiated by the Dutch Colonial Government in 1919 by operating the first coal mine using open pit mining method in Air Laya. further called the Company. Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: • Mengusahakan pertambangan yang meliputi penyelidikan umum. transporting and trading of mining products particularly coal. processing.

8. OMBILIN Unit Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 0. baik untuk keperluan sendiri maupun untuk keperluan pihak lain. Memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang terkait dengan pertambangan batubara beserta hasil-hasil olahannya. Pelabuhan Port TARAHAN Stockpile Stockpile : 560. baik di dalam maupun luar negeri. JAKARTA Kantor Perwakilan Representative Office Kapasitas Capacity : 12 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 80.59 miliar ton billion tons 2 3 LAMPUNG JAVA SEA SURABAYA 3 INDIAN OCEAN 1. Pabrik Briket Briquette Factory TANJUNG ENIM Kap. Pelabuhan Port TELUK BAYUR Stockpile Stockpile : 90. either for own use or for others.000 ton billion tons Kapasitas Capacity : 2. 95.35 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 1. Mengusahakan dan mengoperasikan pembangkit tenaga listrik uap. • • • • Trading products of the foregoing business activity. baik hasil sendiri maupun hasil produksi pihak lain. baik untuk keperluan sendiri maupun keperluan pihak lain. either own or other parties’ production. LOKASI OPERASI PERSEROAN OPERATIONAL LOCATION SOUTH CHINA SEA PEKANBARU 2 1 PADANG 1 4 SAMARINDA BALIKPAPAN 2 3 1 1.000 ton billion tons 1. for own purpose or for others. Pabrik Briket Briquette Factory GRESIK Kap.59 miliar ton billion tons TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 6.INFORMASI PERUSAHAAN 22 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information • • • • produksi bahan-bahan galian terutama batubara.000 ton billion tons Kapasitas Capacity : 2.000 DWT 3. Memperdagangkan hasil produksi sehubungan dengan usaha di atas.000 DWT . at home and abroad. Managing and operating ports and piers specifically designated for coal. 12. Pabrik Briket Briquette Factory LAMPUNG Kap.02 miliar ton billion tons 3.27 miliar ton billion tons 2.35 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 1.80 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 0. TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 6. Managing and operating thermal power plant.000 ton/tahun tons/year 2. PRANAP CERENTI Kuasa Pertambangan Mining Concession Sumberdaya Resources : 0. Mengusahakan dan mengoperasikan pelabuhan dan dermaga khusus batubara. Dermaga Pier KERTAPATI Stockpile Stockpile : 50. Providing consultancy services and engineering in coalmining-related fields and processed mining output.000 ton/tahun tons/year 2.5 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 40.10 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 0.5 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 8.000 DWT 1.000 ton/tahun tons/year 3.

13 Apr 2010): 4. 30 Apr 2010): 3.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010.87. 13 Apr 2010): 22.950 Ha Ombilin coal mine of 3. Kungkilan.29 miliar ton billion tons 1 11 1 Cadangan Tertambang Coal Resserve : 1.950 Ha .500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24.414 hectares covering Muara Enim Regency and Lahat Regency. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24. yang terdiri atas: • • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010. 30 Apr 2010): 2.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010.950 hektar. consisting of: • Lembah Segar dan Talawi (05.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 23 sumberdaya cadangan tertambang Sumberdaya Coal Resources : 7.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010. 30 Apr 2010): 2.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010. Sumatera Selatan. 29 Okt 2010): 7. 30 Apr 2010): 3.Perindagkop.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010. 13 Apr 2010): 4. 13 Apr 2010): 2. Arahan Utara. 29 Okt 2010): 7. 30 Apr 2010): 882 Ha. 30 Apr 2010): 882 Ha. Tambang batubara Ombilin seluas 2.Perindagkop. Bunian. 13 Apr 2010): 22. South Sumatera.414 hektar yang meliputi Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat. 13 Apr 2010): 2.99 miliar ton billion tons 1 18 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim 1 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim 87 80 SUMBER DAYA DAN CADANGAN BATUBARA Perseroan memegang hak Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi sebagai berikut: Tambang batubara Tanjung Enim seluas 66.621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010.621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010. COAL RESOURCES AND RESERVES The Company holds Mining Consession in the following areas: Tanjung Enim coal mine of 66.950 hectares. Bunian.937 Ha Banjarsari. Arahan Utara. Kungkilan. consisting of: • • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010.87.937 Ha Banjarsari.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010. yakni: • Lembah Segar dan Talawi (05.

3 billion tons throughout this Mining Concession area. and in Palaran District.1 11.7 47.414 Ha Selain IUP Operasi Produksi tersebut.6 0.8 6.300 5.0 (%. total sumber daya batubara (resources) Perseroan mencapai 7. belum termasuk cadangan tertambang pada KP yang berlokasi di kabupaten Lahat yang berstatus sedang dalam tahap penyelesaian dengan Pemda setempat.6 0.0 .adb) CV (%. Samarinda (through subsidiary PT Internasional Prima Coal measuring 3.5 45.adb) VM 39 (%.0 miliar ton.900 6.6 0.0 5.0 5.7 13.0 40. PRODUK BATUBARA Perseroan memiliki beragam jenis produk batubara sesuai dengan kadar kualitas yang terkandung di dalamnya.adb) Ash 8 7.0 5.0 40.5 0.96PPO289) measuring 17.5 42. Perseroan juga memegang hak IUP Operasi Produksi dilokasi Peranap. 27 Apr 2010) seluas 17.6 0.3 miliar ton yang tersebar di seluruh KP tersebut di atas.adb) FC 40 (%.7 5.3 6.INFORMASI PERUSAHAAN 24 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information 66. If the mineable reserves at Lahat Regency are included.8 miliar ton. the Company also holds Mining Concession in Peranap Indragiri Hulu Riau (KW. Coal Brand IPC 53 BA 55 BA 59 BA 63 BA 67 BA 70 (Kcal/kg. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008.8 billion tons. With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant. excluding mineable reserves in the Mining Concession location at Lahat Regency which is in dispute with the local Administration. COAL PRODUCTS The Company produces a variety of coal products with differing quality of content.adb) IM 15 (%.700 7. Indragiri Hulu Riau (09/IUP/545-02/IV/2010.0 billion tons. Merujuk pada hasil penilaian sumber daya (resources) dan cadangan (reserve) oleh pihak independen yaitu “International Mining Consultant (IMC)” pada Desember 2008. the Company has total coal resources of 7. maka jumlah cadangan tertambang menjadi 2.100 Ha dan di lokasi kecamatan Palaran. Sedangkan jumlah cadangan tertambang mencapai 1. 19 Jul 2010) seluas 3. kota madya Samarinda (melalui anak perusahaan PT Internasional Prima Coal) dengan no keputusan (454/375/HK-KS/VII/2010. Luas Tambang Batubara Tanjung Enim In addition to these Mining Concessions. While total mineable reserves reached 1. the Company has total mineable reserves of 2. Apabila cadangan tertambang pada KP di Kabupaten Lahat diperhitungkan.5 41.9 39.2 41.adb) TS 0.238 Ha.000 14.300 6.4 41.238 Ha.1 39.500 5.3 7.100 Ha.ar) TM 34 30 28 21 18 14 (%.

Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 25 Area tambang Air Laya.

+62-734-451 096. +62-751-62 522.1. 6 Manyar Gresik 61151.7 Serang. 31 996 F. Tanjung Periuk No. Parigi No. +62-734-451 096. 1 Tanjung Enim 31716 Sumatera Selatan. +62-24-6585 185 F. +62 734 893 434 343 Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) Tanjung Enim Mining Unit Jl. +62-721-31 577 KANTOR PERWAKILAN JAKARTA Jakarta Representative Office Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. 2-3 Jakarta 12950 P. Parigi No. +62-754-61 402 Dermaga Kertapati Kertapati Pier Jl. Bandar Lampung P. Sumatera Barat P.+62-721-31 545. Stasiun Kereta Api Palembang. Sumatera Selatan P. +62-721-783 558 F. +62-721-774 266 Unit Usaha Gresik Gresik Business Unit Jl. +62-754-61 021 F.1 Semarang. +62-31-395 0288 F. +62-21-727 96115. Soekarno Hatta Km. 31 686 F. Raya Manyar Km. 452 993 Unit Usaha Semarang Semarang Business Unit Kawasan Industri Terboyo Blok O No. +62 734 096 452 352 F. Tanjung Enim Sumatera Selatan 31716 P.R. Parigi No. +62-24-6595 186 Unit Usaha Lampung Lampung Business Unit Jl. +62-734-451 095. Kebayoran Baru Jakarta 12160 P. Falatehan Raya No. 63 522. Lampung Selatan P. Jawa Timur P. Raya Natar Km. 15 Tarahan. 1A Blok M.1 Tanjung Enim 31716 P. +62-711 511 388 Pelabuhan Tarahan Tarahan Port Jl. Banten P. 16 Natar. 452 993 Pelabuhan Teluk Bayur Teluk Bayur Port Jl. _62-751-63 533 Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Ombilin Mining Unit Sawahlunto Sumatera Barat P. Raya Bojonegara Km. +62-31-395 0601 . 727 96241 F. +62-254-700 1236 Unit Usaha Tanjung Enim Tanjung Enim Business Unit Jl. 452 352 F. +62-734-451 095. Rasuna Said Blok X-5 Kav. +62-21-525 4014 F. Jawa Tengah P.1 Teluk Bayur. H.INFORMASI PERUSAHAAN 26 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information KANTOR PUSAT Head Office Jl. +62-711-512 617 F. +62-21-525 4002 Unit Pengadaan Briket Briquette Business Unit Jl. +62-21-727 96176 Unit Usaha Serang Serang Business Unit Jl. Indonesia P. 452 352 F.

R. NAMA NAME TAHUN PENDIRIAN ESTABLISHMENT BIDANG USAHA CORE BUSINESS STATUS KEPEMILIKAN OWNERSHIP (%) PT Batubara Bukit Kendi PT Bukit Pembangkit Innovative PT Bukit Asam Prima PT Bukit Asam Metana Ombilin PT Bukit Asam Metana Enim PT Bukit Asam Metana Peranap PT Bukit Asam Banko PT Bukit Asam Transpacific Railway PT Internasional Prima Coal 1996 2005 2007 2007 2007 2007 2008 2008 2005 Penambangan batubara Coal mining Pembangkit listrik tenaga uap Thermal power plant Perdagangan batubara Coal trading Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan batubara Coal mining Angkutan batubara Coal transporting Penambangan batubara Coal mining Sudah operasi Operational Tahap pengembangan Developmental stage Sudah operasi Operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Sudah operasi Operational 75 41 99. +62-21-525 4002 www. +62-21-525 4014 F.id ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI Sejalan dengan visi Perseroan untuk menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya-saing dan memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan.99 99. 2-3 Jakarta 12950 P. the Company sets up several subsidiaries to support the Company in reaching its production and sales target. Rasuna Said Blok X-5 Kav.co. as well as in developing various coal derivative products. +62-21-525 4002 INVESTOR RELATION Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. H.R. H.ptba.99 99.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 27 AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham. 2-3 Jakarta 12950 P.99 65 10 51 . berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : INVESTOR RELATION Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. maka Perseroan membentuk beberapa anak perusahaan yang bergerak sebagai sektor pendukung pencapaian target produksi dan penjualan Perseroan. +62-21-525 4014 F. maupun untuk pengembangan berbagai produk derivatif batubara. berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham.99 99. SUBSIDIARIES AND ASSOCIATED COMPANIES In line with the corporate vision to become a competitive coal-based energy company and to give optimum value to its stakeholders. Rasuna Said Blok X-5 Kav.

34 Jakarta 10220 P. +62 21 5290 7304-6 Kantor Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan PriceWaterHouseCoopers (PwC) Plaza 89 Jl.6 Jakarta 12940. H.6 Jl. 1 & 2 Kuningan.R. +62 21 570 9009 F. +62 21 5290 5555 / 5290 5050 . +62 21 521 2901 F.R. Rasuna Said Blok X-1 Kav. Jenderal Sudirman Kav. Jakarta Selatan 12920 P. X-7 No.INFORMASI PERUSAHAAN 28 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information LEMBAGA PENUNJANG PASAR MODAL CAPITAL MARKET SUPPORTING INSTITUTIONS Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom Puri Datindo Wisma Sudirman Jl. Rasuna Said Kav. +62 21 570 9026 Notaris Fathiah Helmi Graha Irama Lt. H. Indonesia P.

SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources ERDAWATI MGR. UNIT DERMAGA KERTAPATI Kertapati Pier Unit PGS GM. ANALISIS. PERENCANAAN KORPORAT Corporate Planning HANANTO BUDI LAKSONO SM. UNIT PERTAMBANGAN OMBILIN Ombilin Mining Unit OCTAVINA GM. efisien dan efektif sesudai dengan perkembangan industri serta dalam rangka mencapai pertumbuhan kinerja yang optimal. TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology MAIZAL GAZALI SM. KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Partnership and Community Development ZULFAHMI MGR. PEMASARAN BATUBARA Marketing WIRYAWAN SM. SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SURYO EKO HADIANTO SM. LOGISTIK Logistics KORPORAT Corporate UNIT OPERASIONAL Operational Unit MUNANDAR SAI SOHAR ANSYORI AKHMAD HARUN AL RASYID GM. the Company has total coal resources. UMUM DAN HUBUNGAN EKSTERNAL General Affairs and External Relations BAMBANG SUTRISNO SM. RUMAH SAKIT BUKIT ASAM Bukit Asam Hospital ACHMAD SUDARTO SEKRETARIS PERUSAHAAN Corporate Secretary M. JAMIL SM. HARSONO KA. PENANGANAN DAN ANGKUTAN BATUBARA Coal Handlling and Transportation M. PROGRAM KESEHATAN Health Program SONNY H. BAGIR SM. UNIT PERTAMBANGAN TANJUNG ENIM Tanjung Enim Mining Unit GM.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 29 STRUKTUR ORGANISASI Perseroan menerapkan struktur organisasi yang dinamis. UNIT PENGUSAHAAN BRIKET Briquette Business Unit GM: General Manager SM: Senior Manager Mgr: Manager Ka: Kepala Head Pgs: Pengganti Sementara Temporary Replacement . PENGEMBANGAN KORPORAT Corporate Development ENDANG PURNOMO MGR. ORGANIZATION STRUCTURE With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant.A. Evaluation. EVALUASI DAN OPTIMASI PRODUKSI Analysis. SATUAN PENGAWASAN INTERN Internal Auditor FLIDELIN KATILI SM. AKUNTANSI DAN ANGGARAN Accounting and Budgeting ISKANDAR MALIKI SM. UNIT PELABUHAN TARAHAN Tarahan Port Unit MUZANI WAHAB GM. HUKUM DAN ADMINISTRASI KORPORAT Legal and Corporate Administration AKHMAD ABBAS MGR. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008. and Production Optimization EDY PURWANTO SM. DIREKTUR UTAMA President Director SUKRISNO DONO BOESTAMI DIREKTUR KEUANGAN Finance Director MILAWARMA DIREKTUR OPERASI/ PRODUKSI Operations/Production Director HERI SUPRIYANTO DIREKTUR PENGEMBANGAN USAHA Business Development Director TIENDAS MANGEKA DIREKTUR NIAGA Commerce Director MAHBUB ISKANDAR DIREKTUR SDM & UMUM HR & General Affairs Director SUHERMAN SM. PERBENDAHARAAN DAN PENDANAAN Treasury and Funding DADAN RUSWANDANA SM.

30 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 31 Informasi Bagi Investor Investors Information IHSG Kenaikan IHSG di tahun 2010 CPI surged in 2010 46.13% 33% COMPOSITE PRICE INDEX (CPI) Harga Saham Share Price Harga Saham PTBA naik di tahun 2010 Increase of PTBA share price in 2010 .

13% dibandingkan dengan penutupan akhir tahun 2009 di level 2. total rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp5.78 triliun di tahun 2009.74 triliun atau melonjak 94.703.564.INFORMASI BAGI INVESTOR 32 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information KONDISI PASAR MODAL Seiring dengan perbaikan kondisi makroekonomi. kegiatan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2010 berlangsung dinamis dengan kecenderungan menguat hingga akhir tahun. saham PTBA tercatat sebagai anggota dari Jakarta . termasuk Indonesia. lebih rendah dari posisi penutupan tahun 2009. naik 60.019.79% dibandingkan nilai kapitalisasi pasar tahun 2009 yang sebesar Rp2.12 triliun. Hampir seluruh sahamsaham blue-chips yang tercatat di bursa dan tergabung dalam kelompok LQ45 mencatat kenaikan harga. yakni pada level 2. angka IHSG tidak pernah lebih rendah dari angka penutupan tahun 2009 sepanjang perdagangan bursa di tahun 2010. Nilai kapitalisasi pasar saham di BEI pada di tahun 2010 mencapai angka Rp3. diangka 2. Pemodal asing turut berperan mempengaruhi pergerakan IHSG tersebut.09 triliun. Selanjutnya. banyak saham-saham emiten di bursa mencatat tingkat kenaikan yang cukup tinggi.564. Seiring dengan sentimen positif sinyal perbaikan kondisi perekonomian global maupun nasional. Hal tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). lalu BEI membukukan nilai pembelian bersih (net buy) asing senilai Rp26. sehingga pada akhir tahun 2010. KINERJA SAHAM PTBA Saham Perseroan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan PTBA sejak Initial Public Offering (IPO) Desember tahun 2002. Sepanjang 2010. Kebijakan stimulus ekonomi melalui ekspansi moneter di Amerika dan guncangan pasar uang di Eropa. Tingkat kenaikan tersebut merupakan kenaikan indeks yang terbaik di Asia Pasifik. Selain tercatat di papan utama.4% dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian tahun 2009. Seiring dengan peningkatan kegiatan transaksi dan level IHSG tersebut.35.475. frekuensi transaksi dan nilai perdagangan atau kapitalisasi pasar. naik 26.35. sebesar Rp 4. kegiatan transaksi pasar modal di BEI terus meningkat. Titik terendah posisi penutupan IHSG terjadi pada tanggal 8 Februari 2010.38 triliun.1 % dari posisi sebesar Rp13. IHSG ditutup pada level 3. membuat kelebihan likuiditas pasar modal dikwasan tersebut cenderung bergerak ke emerging market.247.05 triliun.51 atau mengalami kenaikan sebesar 46. Selama tahun 2010.

Indeks Bisnis-27 dan Indeks Kompas 100. LQ45 (45 saham terlikuid si BEI).250 per saham. Jakarta Islamic Index.300 per saham pada kuartal pertama 2010. Volume saham yang diperdagangkan selama kuartal ke II ini meningkat. Namun demikian harga saham PTBA juga sempat mengalami koreksi dengan harga terendah terjadi pada posisi Rp15. Sepanjang tahun 2010 saham PTBA mengalami perkembangan harga dan volume transaksi yang dinamis.700. 33% dari volume perdagangan di kuartal I.400 per saham. yakni pada harga Rp17. yakni menjadi sebesar 288. Pada kuartal II ini harga saham PTBA sempat kembali terkoreksi mencapai harga terendah Rp15.000 per saham. harga saham PTBA sempat mengalami peningkatan harga hingga berada di level Rp18. dan mencatat kenaikan harga hingga menjadi Rp19. . saham PTBA lebih aktif diperdagangkan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 33 Pelabuhan Tarahan Mining Index.400 persaham sebelum akhirnya ditutup pada harga lebih tinggi dari posisi harga penutupan akhir tahun 2009.290. Setelah ditutup pada posisi Rp17.250 per saham di akhir Desember 2009. Sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan di Bursa karena adanya sentimen positif perbaikan harga jual komoditas energi. Kemudian harga saham PTBA pada akhir kuartal II ditutup pada level Rp17.000 lembar saham.

yaitu sebesar Rp17. Tahun 2010 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange. Pola pergerakan saham PTBA dapat dilihat pada grafik ikhtisar saham dan tabel berikut.950 per lembar. Volume saham yang diperdagangkan pada kuartal III dan IV semakin berkurang dengan semakin naiknya harga saham PTBA. Di akhir penutupan bursa BEI.250 per saham. harga saham PTBA berada pada posisi Rp22. Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. yakni mencapai titik tertinggi pada awal kuartal III. Posisi penutupan ini menunjukkan harga PTBA meningkat sebesar 33% dari posisi penutupan tahun 2008. namun ditutup pada level yang lebih rendah di akhir kuartal.INFORMASI BAGI INVESTOR 34 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Pola pergerakan saham PTBA selama dua kuartal selanjutnya berulang. tanggal 30 Desember 2009. Year of 2010 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. Tahun 2009 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange. Demikian pula pada kuartal ke IV. Year of 2009 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price .

750 10.700 17.532.000 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Kuartal Pertama Kuartal Kedua Kuartal Ketiga Kuartal Keempat 8.221.892.500 13.450 6.250 22.000 20.763.700 6.750 11.000 288.500 370.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 35 Harga dan Volume Transaksi Saham per Kuartal di Bursa Efek Indonesia (Rupiah) Quarterly Stock Price and Transaction Volume at the Jakarta Stock Exchange (Rupiah) 2010 PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Kuartal Pertama Kuartal Kedua Kuartal Ketiga Kuartal Keempat 18.290.500 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter Pengangkutan tanah dari tambang Banko Barat .700 16.000 224.300 19.500 159.250 372.100 17.050 15.250 19.100 18.950 2009 216.000 248.794.100 6.199.400 17.600 14.200 14.500 610.100 18.450 22.664.400 15.950 15.

36 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 1 2 1. Lorem Ipsum dolor sit amet Edipiscing lorem ipsum dolor . Lorem Ipsum dolor sit amet Edipiscing lorem ipsum dolor 2.

Further Divestment The Government offered its 286.72% 31 Desember 2004 31 December 2004 Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Masa Konversi Waran Seri I Berakhir Series I Warrant expire date Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Negara: State: Publik: Public: 70.9 juta tanpa adanya penerbitan saham baru. 25 Juni 2004 25 June 2004 Divestasi Lanjutan Pemerintah menawarkan sahamnya sejumlah 286. Pada IPO ini.02% 27. Perseroan juga menerbitkan waran Seri I sebanyak 173.26% Negara: State: Publik: Public: 70. ang diberikan kepada pemegang saham.13% 22 Desember 2005 22 December 2005 65.5 million new shares owned by the Company. Privatization by offering 346.74% 16.25 juta yang diberikan kepada pemegang saham. kecuali Negara Republik Indonesia. Negara: State: Negara: State: Publik: Public: 100% 83.98% . yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005.02% 34.68% 0.49% 7.19% 29. kecuali Negara Republik Indonesia. yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005.28% 29.9 million without any issuance of new shares.5 juta saham Seri B milik Pemerintah dan 31.49% 31 Desember 200531 Desember 2010 31 December 200531 December 2010 65.5 juta saham baru milik Perseroan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 37 KRONOLOGI PENCATATAN SAHAM PTBA SHARE LISTING CHRONOLOGY TANGGAL SAHAM DATE TINDAKAN KORPORASI CORPORATE KOMPOSISI KEPEMILIKAN OWNERSHIP COMPOSITION Pra IPO Pre IPO 23 Desember 2002 23 December 2002 Initial Public Offering Privatisasi dengan menawarkan 346.5 million series B shares oowned by the Government and 31.

Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Operasional BWE di Tambang Air Laya. Tanjung Enim .INFORMASI BAGI INVESTOR INVESTOR 38 PT Bukit Asam Tbk.

103 1.500 55.999 lembar saham Seri B (saham biasa) dengan nilai nominal Rp3.227 0.Lembaga Keuangan .710.729.23 4.000 10.312.020 21.Karyawan .304.802.901 449.421.004 4.Badan Usaha Asing Subtotal Total OWNERSHIP .457 2.001 0.02 65.850 2.500 33.Badan Usaha Asing Subtotal Total 459.087.854.498.989.003 0.500 96.Karywan .850 0.Yayasan .983.Perseroan Terbatas .Perseroan Terbatas .101 19.50 1.068 1.999.261.000 29.227 0.500 28.77 100.498.225 0.087.801 2.131.049 1.000 85.Asuransi .Dana Pensiun .000 3.Reksadana Subtotal Pemodal Asing .000.500 1.000 (empat triliun Rupiah).Lembaga Keuangan .02 2009 2010 % 2009 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .276.153 28.104 1. Komposisi Pemegang Saham Perseroan pada Akhir tahun 2010 & 2009 Composition of the Company’s Shareholders at End of the year 2010 & 2009 KEPEMILIKAN JUMLAH SAHAM TOTAL SHARE 2010 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .248 501.000.Koperasi .549 107.416 0.549 0 77.301 2.474.Pemerintah Daerah .297 1.000 2.094.036.322.00 0.754 21.999.Bank .657.304.Perorangan Indonesia .399 19.000.500 sehingga total modal dasar Perseroan adalah senilai Rp4.500 1.148 2.500 51.Perorangan Indonesia .702 32.999.000 3.Bank .Yayasan .689 3.000 26.50 100.000.999.884.Dana Pensiun .000 70.372.250.362 78.406.261.000 12.500 1.500 65.Asuransi .999.819.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 39 PEMEGANG SAHAM Modal Dasar Perseroan terdiri atas 1 (satu) lembar saham Seri A Dwi Warna dengan nilai nominal Rp500 dan 7.00 29.835.645 80.Reksadana Subtotal Pemodal Asing .900 446.393 1.Perorangan Asing .578.131.001 0.500 93.Koperasi .500 2.Perorangan Asing .900 501.Pemerintah Daerah .166 0.

114.000 138. kecuali ditentukan lain oleh Rapat Umum Pemegang Saham.044.00490 0.000 60. manajemen akan membayarkan dividen minimal 30% dari laba bersih.000 138.312. Drs.044.00260 0.053 775.000 60.INFORMASI BAGI INVESTOR 40 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Status Kepemilikan Saham Oleh Direksi Share Ownership by the Directors 2010 NAMA NAME LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE 2009 % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE Ir.801 806.148 806.500 770. Hal ini dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.00599 0.000 398. Mahbub Iskandar Ir. Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.Eng 200.350 44 56 100 2010 % 2009 % DESCRIPTION Location Domestic Foreign Total Type of Investor Retail Institution Total KEBIJAKAN DIVIDEN Perseroan menetapkan kebijakan penggunaan laba bersih hasil operasional selama satu tahun buku dan membayar dividen secara tunai atas laba bersih setelah memperhatikan tingkat laba yang diperoleh.850 806.674.00868 0.044.350 4 96 100 35.01619 200.549 449. Sukrisno Ir.929.000 373. M. .00868 0.370.01727 Komposisi Pemegang Saham yang Memiliki Saham <5% Share Ownership by the Directors URAIAN Lokasi Domestik Asing Total Jenis Investor Ritel Institusi Total 30. jumlah cadangan yang harus disisihkan dan rencana pengembangan usaha.000 0. Milawarma.350 4 96 100 304.710.000 0.350 38 62 100 356.297 806. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk menciptakan manfaat terbaik bagi para pemegang saham.334.044.731. Besaran dividen yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan.202 501.00260 0.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 41 Belt Conveyor dengan latar belakang Spreader. Hal tersebut ditunjukkan pada tabel berikut.39 164. Dalam beberapa tahun terakhir.734 233.05 532.73 50 % 50 % 50 % 50 % 45 % .530 242. Tahun 2010. seiring pelaksanaan pengembangan usaha.670 760.35 105.060 485.707.104 853.97 371.885 1. dividend Pay Out Ratio ditetapkan sebesar 45% dari laba tahun buku 2009.770 2. besaran dividen yang dibagikan selalu di atas batasan minimal tersebut. PTBA kembali membagikan dividen interim tahun buku 2010.227. TAHUN BUKU ACCOUNTING YEAR LABA BERSIH NET INCOME (Juta Rp) (Million Rp) DIVIDEN YANG DIBAGIKAN DIVIDEND PAID (Juta Rp) (Million Rp) DIVIDEN PER SAHAM DIVIDEND PER SHARE (Rp) (Million Rp) RASIO PEMBAYARAN DIVIDEND PAYOUT RATIO 2005 2006 2007 2008 2009 467. Tanjung Enim Tahun 2010.75 persaham yang sudah dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2010. Dividen interim terakhir dibagikan dan dilaksanakan pada tahun 2009.727. sebesar Rp66.480 101.207 1.835 380.

higher than 2009 growth which was recorded at 4. yang dimotori oleh China dan India sebagai penggerak perekonomian kawasan. with China and India as the driving forces. Perekonomian Indonesia di tahun 2010 tumbuh cukup baik.1%.42 Tbk Laporan Tahunan 2010 PT Bukit Asam Tbk. To our distinguished shareholders. pertama-tama saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ungkapan syukur kehadiratNya atas keberhasilan Perseroan dalam melalui tahun 2010 dengan cukup baik. Bersama dengan beberapa negara di kawasan Asia. In 2010 Indonesia’s economy was moving on the upward trend after the world economy recovered from global financial turmoil in early 2009.5%.Laporan Tahunan 2010 Laporan Komisaris Utama Report From The President Commissioner Peningkatan sikap profesional dalam mengembangkan usaha untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang guna mencapai tujuan jangka panjang Perseroan.1%. . mengikuti kondusifnya perekonomian dunia yang mulai lepas dari pengaruh krisis finansial global di awal tahun 2009. Along with a few other Asian countries. Professional attitude in developing business and facing challenges to seize opportunities and attain the Company’s long-term objective. On behalf of the Board of Commissioners I would like to take this opportunity to thank God for the Company’s success in passing the year 2010 successfully. GDP Indonesia tumbuh sebesar 6. lebih tinggi dari peningkatan GDP tahun 2009 yang sebesar 4. Mewakili Dewan Komisaris.5%. Para Pemegang Saham yang Terhormat. Indonesia’s GDP grew 6.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 43 Dr. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner .

However. the Company performed very well.6% dari biaya tahun sebelumnya. PENGAWASAN DAN PENILAIAN ATAS KINERJA MANAJEMEN Sepanjang tahun pelaporan. such efficiency was insufficient to cover the declining income caused by lower selling price. SUPERVISION AND EVALUATION OF MANAGEMENT PERFORMANCE Throughout the year under review the Board of Commissioners fulfilled its oversight responsibility towards the management .01 triliun. net profit decreased to Rp2. Namun demikian. Dengan perkiraan membaiknya permintaan dan harga komoditas tambang di masa-masa mendatang.950 per share at the end of 2010.01 trillion and net earning per share dropped to Rp872. Laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872. sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif.6% down from the preceding year.46 juta ton. Volume penjualan batubara naik 3.7% to 12.LAPORAN KOMISARIS UTAMA 44 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from The President Commissioner Meningkatnya konsumsi domestik serta kenaikan harga berbagai komoditas utama seperti hasil tambang.46 million tons. Namun demikian. Sehingga. Dewan Komisaris melakukan tugas pengawasan terhadap kebijakan manajemen. Stabilitas politik dan keamanan yang terjaga dan tingkat likuiditas perekonomian yang terpelihara membuat peringkat utang luar negeri membaik menjadi Ba1 (Moody’s) dan BB+ dengan oulook positif (Standard & Poors). Consequently. The result was reflected in PTBA shares positive trend that closed 33% higher to Rp22. GENERAL CONDITION OF THE COMPANY In this favorable economic climate.4% to 12. Hal ini tampak dari pergerakan harga saham PTBA yang ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp 22. Stronger domestic consumer demand and higher prices of prime commodities such as coal and plantation produce were instrumental in Indonesia’s economic development. average coal selling price dropped 14.5%. Many economists are convinced that Indonesia’s economy is stable and all set for further growth.5% and consequently operating results were below 2009 performance. laba bersih Perseroan di tahun 2010 turun menjadi Rp2. However. senantiasa dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan. KONDISI UMUM PERSEROAN Di tengah atmosfir perekonomian yang kondusif tersebut. Perseroan mampu mencatat kinerja operasional yang baik. effisiensi tersebut tidak cukup menutupi penurunan pendapatan akibat turunnya harga jual.95 juta ton. The success of operating efficiency drive and initiatives towards PTBA Golden Era were begining to take shape and always communicated to all stakeholders to preserve the Company’s good image.7% menjadi 12. Overall political stability and security as well as well-maintained financial liquidity improved the country’s foreign debt rating to Ba1 (Moody’s) and BB+ with positive outlook (Standard & Poors). Banyak ekonom meyakini perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang stabil dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang. Production increased by 7. rata-rata harga jual batubara Perseroan yang turun hingga sebesar 14. Coal sales volume rose 3. Produksi berhasil ditingkatkan 7. The Company had anticipated this circumstance and made various innovative efforts that managed to cut self-managed coal production cost at mine mouth by 5.per saham di akhir tahun 2010.95 million tons. termasuk batubara dan produk perkebunan adalah beberapa faktor pendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi Indonesia.950. the Board of Commissioners and Board of Directors devised and established a series of program and strategy for business development which were incorporated in Corporate Long Term Plan. pada tahun pelaporan ini. Keberhasilan upaya effisiensi operasional dan upaya merealisasikan era PTBA Emas yang mulai menampakkan wujudnya. Perseroan telah mengantisipasi kondisi ini dan berhasil melakukan berbagai inovasi dalam operasional Perseroan sehingga mampu menurunkan biaya produksi batubara swakelola dimulut tambang sebesar 5. membuat kinerja keuangan Perseroan tidak sebaik tahun 2009. Dewan Komisaris dan Direksi telah merumuskan dan menetapkan serangkaian program dan strategi pengembangan usaha yang dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perseroan. In anticipation of improving demand and price of mining products in the near future.4% menjadi sebesar 12.

Komite GCG. Risiko Usaha & Pasca Tambang. In addition. policy. Dewan Komisaris telah To enhance supervision and good corporate governance practice. serta Komite Asuransi. and gave counsel to the Board of Directors in performing its duty. In the discharge of its duty. Selain itu. Selain itu. competency”. Berdasarkan evaluasi atas kinerja operasional di tahun pelaporan. and Insurance. Untuk lebih meningkatkan peran pengawasan dan praktik tata kelola yang baik. Business Risk and Post-Mining Committee. such as the construction of mine mouth TPP for our own purpose. Direksi diminta untuk meningkatkan kerjasama strategis dengan PT KAI guna menjamin peningkatan daya angkut batubara dari areal tambang ke pelabuhan sehingga volume penjualan dapat senantiasa ditingkatkan di masa mendatang. GCG Committee was set up. Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit. management mechanism and operations of the Company. Dalam melaksanakan tugas pengawasan dan memberikan nasihat. Nomination. Komite Nominasi. GCG Committee. seperti pembangunan PLTU mulut tambang untuk penggunaan sendiri. The Board of Commissioners also called on the Board of Directors to be more resolute in safeguarding the Company’s concession areas to protect our assets. We request the Board of Directors to continually make operational innovations to allow higher operating efficiency. Remunerasi & PSDM. the Board of Commissioners asked the Board of Directors to continually make operational innovations so that the Company may operate more efficiently amid fluctuating coal price and considering its varied coal quality. yang secara rutin melakukan rapat-rapat konsultatif dengan pihak manajemen Perseroan. Direksi juga diminta untuk memberi perhatian lebih pada kelancaran realisasi proyek-proyek pengembangan yang memiliki nilai sinergis dengan upaya peningkatan efisiensi operasional dan masih dalam kaitan pengembangan “core We also expected the Board of Directors to foster a strategic collaboration with PT KAI to ensure higher railway loading capacity from the mines to the ports so as to increase our future sales volume. who hold routine consultative and coordination meetings with the management. the Board of Commissioners reinforced its oversight and direction . The Board of Directors was also urged to pay more attention to our development projects to create synergy with operating efficiency drive to develop core competency. mengingat harga jual batubara yang fluktuatif serta variasi kualitas batubara yang dimiliki oleh Perseroan. Dewan Komisaris juga memberi nasihat kepada Direksi agar melakukan upaya-upaya lebih tegas untuk mengamankan wilayah konsesi Perseroan demi menjaga aset Perseroan. Based on the evaluation of the current year operating results. Dewan Komisaris meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasi-inovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien. Dewan Komisaris telah merealisasikan pembentukan Komite GCG. the Board of Commissioners is assisted by Audit Committee. Kami meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasiinovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien. Remuneration and HRD Committee.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 45 mekanisme kepengurusan dan operasional Perseroan yang dijalankan oleh Direksi serta memberikan arahan dan nasihat kepada Direksi.

Dalam kaitan ini. Dewan Komisaris dengan didukung oleh Komite-Komite telah meminta Direksi agar meningkatkan praktik GCG dengan semakin mengintensifkan upaya sosialisasi dan internalisasi Manual GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual.LAPORAN KOMISARIS UTAMA 46 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from The President Commissioner Pengecekan kadar asam dalam air memperkuat fungsi pengawasan dan pengarahan dibidang pengembangan sumber daya manusia dengan menambah tugas Konarba sehingga komite ini menjadi Komite Nominasi. Direksi telah merencanakan secara intensif dan melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang berkelanjutan sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip GCG. . Dewan Komisaris telah menegaskan agar Direksi dapat menindaklanjuti dan meningkatkan praktik GCG mengacu pada best practices demi meningkatkan kinerja Perseroan yang berkelanjutan. under the supervision of Board of Commissioners. has intensively carried out the corporate social responsibility program being one of GCG principles. Code of responsibilities in human resource development by enlarging Nomination and Remuneration Committee to become Nomination. disingkat Konarba dan PSDM. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. dan GCG Code. PELAKSANAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Dengan pengawasan Dewan Komisaris. Code of Conduct and GCG Code. In this context. shortened to NR & HRD Committee. the Board of Commissioners has requested the Board of Directors to enhance GCG practice by intensifying socialization and internalization of the latest GCG Manual consisting of Board Manual. Conduct. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERFORMANCE The Board of Directors. Remuneration and Human Resource Development Committee. With the support of related Committees. the Board of Directrs has been advised to follow up the implementation of GCG best practices for the sake of the Company’s sustainable business growth.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 47

Perseroan telah menunjukkan komitmen dan inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui pelaksanaan serangkaian program yang meliputi PKBL, Bina Wilayah, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta programprogram yang berhubungan dengan pemenuhan hak-hak karyawan yang memberikan dampak ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan pegawai. Berbagai program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lingkungan dan internal Perseroan. Cakupan program yang menyeluruh ini juga berhasil menciptakan keseimbangan antara operasional bisnis dan CSR Perseroan di mana setiap pihak tidak hanya cukup menjadi penerima manfaat semata, namun juga turut memegang andil dalam penerapan program-program CSR secara berkelanjutan. Dalam bidang lingkungan, Perseroan menerapkan sistem akreditasi ISO 9001:2000 dan ISO 14001:2004 demi menjamin terlaksananya aplikasi sistem kerja yang berkualitas dan ramah lingkungan, sehingga berhasil terus mempertahankan peringkat PROPER Hijau, dari Kementerian Lingkungan Hidup.

The Company proves its commitment to the local community through Partnership, Community Development and Area Development Programs, environmental management and other programs directed towards the growth and development of the local community and employee well-being.

These programs are integrated and carried out jointly with the surrounding community and other relevant parties. An equilibrium between business operations and CSR aspects is reached where all parties involved act not only as receivers but also as givers in carrying out CSR programs.

The Company applies ISO 9001:2000 and ISO 14001:2004 for the application of high quality and environmentally friendly work system. For its commitment to good environmental management, the Company retained the Green PROPER rating from the Department of Environment

PENINGKATAN KOMPETENSI SDM
Dewan Komisaris dan Direksi telah menyelesaikan penyusunan RKAP tahun 2011 yang berisi serangkaian target dan program kerja dengan sasaran yang lebih tinggi, selaras dengan sasaran yang hendak dicapai dalam RJPP. Dengan latar belakang perekonomian yang semakin kondusif seperti tergambar di atas, Dewan Komisaris meyakini Direksi akan sanggup memenuhi seluruh target yang ditetapkan.

HUMAN RESOURCE COMPETENCE DEVELOPMENT
Approaching the year 2011 the Board of Commissioners and Board of Directors have prepared Annual Budget and Work Program, outlining work program with higher targets that is commensurate with the objective of Corporate Long Term Plan. Against a backdrop of improving economic condition as described previously, the Board of Commissioners is confident the Board of Directors has the ability to reach all the established targets. We appreciate the sifnificant success made by the Board of Directors in managing and developing our human resource. To ensure sustainable business growth, we advise the Board of Directors to be more focused on developing our employees as the strategic partners of the Company.

Dewan Komisaris mengapresiasi kemajuan-kemajuan berarti yang telah dicapai Direksi dalam mengelola dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Untuk menjaga kesinambungan bisnis di masa mendatang, Direksi diminta memberi perhatian lebih pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia dengan menempatkan karyawan sebagai strategic partner Perseroan. Berbagai capaian kinerja Perseroan dan implementasi rencana maupun strategi operasional tidak akan berhasil tanpa didukung oleh human capital yang kompeten. Oleh karena itu, Dewan Komisaris meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi

The Company’s achievements and business strategy realizations will not be possible without the support of competent human capital. Therefore, the Board of Commissioners advises the Board of Directors to continue implementing competence-performance-based remuneration

LAPORAN KOMISARIS UTAMA

48

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Report from The President Commissioner

Kami meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi sehingga tercipta sistem kerja produktif.
We advise the Board of Directors to continue implementing competence-based remuneration system to create a productive working condition.

dan kinerja sehingga tercipta sistem kerja produktif yang lebih mendukung pengembangan Perseroan.

system to improve productivity to support the Company’s business continuity.

STRATEGI BISNIS DI MASA DEPAN
Dewan Komisaris memberi arahan agar Direksi semakin mengoptimalkan potensi strategis Perseroan. Selain potensi sumber daya batubara yang belum ditambang secara optimal, Direksi juga diminta untuk mengembangkan potensi lainnya dalam rangka meningkatkan pendapatan. Pengembangan potensi lain di atas antara lain pengembangan potensi CBM dan pembangunan PLTU, baik di mulut tambang maupun non mulut tambang. Dalam hal ini, Dewan Komisaris meminta Direksi agar senantiasa mencermati tahapan perkembangan pelaksanaannya, terutama dampak lingkungan dan dampak terhadap mayarakat sekitar serta mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

FUTURE BUSINESS STRATEGY
The Board of Commissioners advises the Board of Directors to optimize other strategic potentials. Besides coal resources that are not optimally excavated, other potentials should also be developed to augment income.

Developing other potentials includes developing CBM potentials and constructing mine mouth and non-mine mouth TPPs. In this context, we ask the Board of Directors to observe the progress made, particularly its impact on the surrounding environment and community and anticipate any obstacle that may arise.

UCAPAN TERIMA KASIH
Dewan Komisaris optimis bahwa Perseroan akan mampu meningkatkan kinerja yang positif dengan terus bekerja keras dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tata kelola penambangan yang baik (good mining practice). Dewan Komisaris meminta seluruh jajaran manajemen dan karyawan agar bekerjasama secara sinergis, serta bersikap profesional dalam menjalankan

A NOTE OF THANKS
The Board of Commissioners is optimistic that the Company will thrive with good results by working hard, implementing good corporate governance principle and good mining practice. The Board of Commissioners expects the management together with the rank and file to work synergically and professionally to develop the Company.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 49

Pengangkutan Batubara melalui transportasi Kereta

tugas dan amanat untuk mengembangkan Perseroan. Mewakili Dewan Komisaris, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Direksi dan seluruh pegawai Perseroan atas kerjasama, loyalitas dan jerih payahnya dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang akan semakin terbuka di masa-masa mendatang sebagai bekal yang sangat bermanfaat bagi terwujudnya citacita pengembangan Perseroan di masa mendatang. Akhir kata, saya juga menyampaikan penghargaan kepada para pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaannya kepada PT Bukit Asam (Persero) Tbk selama ini.

On behalf of the Board of Commissioners, I wish to express our highest regard to all members of the management and personnel of the Company for their cooperation, loyalty and concerted effort in facing challenges and using every opportunity to attain the objective of the Company. In closing I would like to convey my appreciation to the stakeholders for their continued support and trust in PT Bukit Asam (Persero) Tbk all these years.

Atas nama Dewan Komisaris, On behalf of the Board of Commissioners,

Dr. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner

50

Tbk Laporan Tahunan 2010 PT Bukit Asam Tbk.Laporan Tahunan 2010

Laporan Direktur Utama
Report From The President Director

Fokus pada efisiensi operasional dan pengembangan usaha menuju perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia.

Para Pemegang Saham Perseroan Yang Terhormat,
Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nama Direksi, saya menyampaikan bahwa Perseroan telah berhasil melewati tahun 2010 dengan mempertahankan catatan kinerja yang lebih menjanjikan untuk tahun-tahun mendatang. Perseroan menghadapi tantangan eksternal berupa peningkatan persaingan usaha di pasar domestik, kecenderungan meningkatnya penggunaan batubara kalori lebih rendah dengan harga jual yang lebih rendah dan naiknya harga BBM dan tarif listrik. Peluang yang muncul dari membaiknya perekonomian global dan nasional adalah semakin meningkatnya penggunaan sumber energi alternatif termasuk batubara di kawasan Asia Pasifik maupun di pasar domestik.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 51

Ir. sukrisno

DirekturUtama President Director

LAPORAN DIREKTUR UTAMA

52

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Report from the President Director

Perseroan telah merespon dengan tepat kecenderungan peningkatan permintaan batubara tersebut dengan berhasil meningkatkan produksinya menjadi sebesar 12,46 juta ton, naik 7,4% dari tingkat produksi 11,60 juta ton di tahun sebelumnya. Demikian juga volume penjualan berhasil ditingkatkan 3,7% dari angka 12,48 juta ton menjadi 12,95 juta ton. Kenaikan penjualan ini selaras dengan keberhasilan kerjasama dengan PTKA sehingga meningkatkan kapasitas angkut KA batubara sebesar 3,0% di tahun 2010. Namun demikian, Perseroan harus menghadapi kenyataan berupa penurunan rata-rata harga jual produksinya di pasar. Hal ini membuat nilai penjualan total turun 11,6% menjadi Rp7,91 triliun dari angka sebesar Rp8,95 triliun di tahun sebelumnya. EBITDA mengalami penurunan sebesar 30,6% menjadi Rp2,66 triliun. Laba bersih Perseroan juga mengalami penurunan sebesar 26,4%, bertahan pada angka sebesar Rp2,01 triliun, sehingga laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872 dari angka sebesar Rp1.184 per saham di tahun sebelumnya. Perseroan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan mencanangkan program efisiensi operasional sebagai upaya menekan seluruh biaya operasional dibawah kendalinya, sekaligus mengantisipasi munculnya peluang usaha di masa mendatang. Berbagai upaya tersebut secara konisten dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. Hal ini tercermin dari reaksi para investor di pasar modal yang tetap memberikan apresiasinya, sehingga harga saham PTBA ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp22.950,- per saham di akhir tahun 2010, dengan intensitas perdagangan yang tetap likuid.

MEWUJUDKAN PELUANG PERTUMBUHAN MELALUI PENINGKATAN EFISIENSI OPERASIONAL DAN REALISASI RENCANA PENGEMBANGAN
Menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2010, Perseroan menjalankan dua strategi utama, yakni fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan merealisasikan rencana pengembangan usaha yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi dalam waktu dekat. Upaya efisiensi dilakukan melalui tiga cara yakni: menekan biaya produksi, meningkatkan effisiensi operasional serta meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola.

Perseroan melaksanakan beberapa program untuk menekan biaya produksi. Pelaksanaan seluruh program tersebut mampu meningkatkan produksi batubara Perseroan menjadi sebesar 12. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 53 Pelaksanaan program efisiensi operasional berhasil menurunkan biaya produksi batubara di mulut tambang sebesar 5. serta perbaikan maupun penggantian alat penambangan. Perbaikan sarana dan prasarana dilakukan melalui antara lain: optimasi areal stockpile dan perbaikan komponen conveyor belt. Untuk meningkatkan efisiensi operasional. suku cadang dan material serta konsumsi energi listrik. Perbaikan sistem kerja dilakukan diantaranya melalui penerapan sistem operasional terintegrasi.6% dari tahun 2009. Biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang juga berhasil ditekan hingga sebesar 5.95 juta ton. perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU. Termasuk dalam hal ini adalah pelaksanaan perawatan peralatan secara terencana dan perbaikan manajemen stockpile. mencakup: penghematan konsumsi BBM. Pada tahun 2010. tanpa membuka areal pit baru. serta optimalisasi inside dump. dengan dukungan Teknologi Informasi. Perseroan mulai merealisasikan berbagai rencana pengembangan usaha yang sebelumnya dirangkum kedalam lima strategi pengembangan.6% dari biaya di tahun 2009. Perseroan melaksanakan upaya perbaikan sistem kerja. perbaikan sarana dan prasarana. Untuk meningkatkan kapasitas produksi tambang swakelola dilakukan dengan penambahan jumlah unit produksi serta peningkatan kapasitas alat produksi dari kapasitas dibawah 30 ton menjadi diatas 50 ton. .

Sesuai rencana. Untuk PLTU Banjarsari. Sedangkan realisasi pembangunan PLTU berkapasitas sedang maupun besar yakni diantaranya PLTU Mulut Tambang Banjarsari (2 x100 MW). Perseroan akan segera mengoperasikan 2 sistem BWE dan 1 spreader yang baru dipindahkan dari lokasi TAL dan dalam operasinya menggunakan energi listrik. Akhir tahun 2010. Perseroan juga percaya akan berhasil menyelesaikan proyek PLTU untuk pemakaian sendiri berkapasitas kecil lainnya. prestasi pembangunan telah mencapai 85%. menjadi berbasis listrik produksi sendiri. PLTU Mulut Tambang Banko Tengah (4 x 600 MW) maupun IPP lainnya. pada tahun 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan . yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. Perseroan meyakini biaya produksi per ton akan semakin rendah dengan beroperasinya PLTU ini. PLTU ini diharapkan siap beroperasi pada tahun 2011. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM. mengingat bahan bakarnya menggunakan batubara kalori rendah yang selama ini menjadi by-product.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 54 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Proses pemindahan BWE ke MTB salah satu rencana strategis tersebut semakin mendekati penyelesaiannya. dilaksanakan dengan hatihati dan seksama. yakni pembangunan unit PLTU mulut tambang 3 x 10 MW milik sendiri di Tanjung Enim.

melalui pembentukan perusahaan baru. Pemboran eksplorasi CBM pertama (core hole) akan dilakukan pada awal tahun 2011. Diharapkan pada tahun 2011 PPA telah ditanda tangani. dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. .000 ton. melalui tiga rencana strategis. dengan kemampuan sandar hingga kapal jenis Capesize yang berdaya angkut 150. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat. yakni peningkatan kapasitas angkut batubara. dilakukan melalui peningkatan kapasitas angkut pada jalur eksisting bekerja sama dengan PTKA. sehingga pada akhir tahun 2010 proyek ini telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi dan civil works di Wilayah Kerja Tanjung Enim. dilakukan dengan membangun jalur KA baru. melalui penanda tanganan kontrak angkutan jangka panjang (CTA). dengan daya angkut menjadi 20 juta ton pertahun ke Tarahan (Lampung) dan 2. Rencana pertama.7 juta ton ke Kertapati (naik bertahap). Selain membangun jalur kereta api. Studi Upaya Kelola Lingkungan(UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) untuk proyek ini telah diselesaikan dan diperoleh. Rencana kedua. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Lampung. Program pengembangan lain yang dapat direalisasikan adalah pemanfaatan kandungan CBM untuk mendapatkan sumber pendapatan baru. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Lampung.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 55 dengan PLN dan pembebasan lahan PLTU dan jaringan transmisi telah diselesaikan. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM. Penyelesaian pembangunan PLTU untuk pemakaian sendiri akan membuat kinerja operasional semakin efisien dan realisasi proyek CBM akan menambah sumber pendapatan Perseroan. mengingat para mitra Perseroan sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM. Perseroan terus bergiat merealisasikan rencana strategis lain.

Angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tannjung enim ke pelabuhan Tanjung-Api-api (Sumatera Selatan). melalui BATR kini telah menindak lanjuti perkembangan tersebut dengan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses ijin pembangunan pelabuhan. Perseroan. berjarak 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. Realisasi dua rencana strategis lainnya. Pada bulan Maret 2010 proyek ini mencatat kemajuan lain berupa Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. Gubernur Sumsel dan ijin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI di tahun 2009. yakni akuisisi atau kerjasama dengan pengelola tambang batubara untuk memperluas area kelolaan dan meningkatkan cadangan . Adani Group. Procurement and Construction) senilai US$1. Dengan ketiga skenario angkutan batubara tersebut.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 56 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Transportasi kereta api Batubara di TLS Tanjung Enim Proyek ini telah mendapatkan ijin prinsip dari Gubernur Lampung. Perseroan optimis akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. Perseroan merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. Rencana ketiga.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 57 Realisasi tiga rencana peningkatan daya angkut kereta akan membuat Perseroan mampu memasok batubara dari Tanjung Enim ke pasar domestik maupun global hingga sebesar 82 juta ton/tahun.7 juta ton di tahun 2009. Hal ini telah dibuktikan dengan naiknya produksi total menjadi 12. Dengan cara demikian.6 juta ton di tahun sebelumnya. serta rencana pengembangan angkutan laut batubara tetap dipertimbangkan dan dijalankan secara prudent. Perseroan optimis bahwa volume angkut melalui jalur KA eksisting ini akan dapat ditingkatkan sesuai dengan implementasi CTA yang mulai dijalankan sejak tahun 2010. Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari penambahan gerbong pengangkut dan perbaikan sistem manajemen angkutan. Produksi swakelola juga telah meningkat 18. peningkatan intensitas keberangkatan dan penambahan rangkaian gerbong. serta adanya kordinasi intensif dengan PT KA.8 juta ton atau tumbuh 3% dari angka tahun 2009. berupa pengadaan gerbong dan loko baru untuk meningkatkan daya angkut. Perseroan melakukan kerjasama strategis dengan KA. Perseroan telah mempersiapkan seluruh jajarannya untuk memanfaatkan momen peningkatan permintaan batubara dan peningkatan daya angkut kereta di tahun-tahun mendatang dengan meningkatkan kapasitas produksi. . dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang.5 juta ton dari produksi 11. Program ini diharapkan akan mampu meningkatkan daya angkut batubara secara signifikan.2 juta ton dari 2. target Perseroan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia dapat terealisir. Dalam kaitan CTA ini.5% menjadi sebesar 3. Di masa mendatang. BERSAMA MITRA MEWUJUDKAN PENINGKATAN KINERJA Kerjasama strategis dengan PTKA selama tahun 2010 menghasilkan peningkatan daya angkut kereta api menjadi 10.

mengingat kerjasama peningkatan daya angkut yang dilakukan. emosi dan intelektual.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 58 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Pada tahun-tahun mendatang. Untuk maksud tersebut dan dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan tata kelola yang baik. sekaligus mencakup jaminan pembelian dari potential buyer mitra kerjasama luar negeri dalam jangka panjang. Perseroan telah mempersiapkan SDM untuk merealisasikan rencana besar di masa mendatang dengan menyiapkan serangkaian program pelatihan terpadu dan program rekrutmen yang terencana. tapi juga pada peningkatan kualitas mental dan spiritual guna menumbuhkan tri-logi kecerdasan. seiring dengan peningkatan total produksi batubara. komposisi penjualan ini akan lebih berimbang. Perseroan menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai implementasi code of conduct yang berisi uraian butir-butir etika dan moral yang harus dipegang teguh oleh segenap jajaran SDM dalam berkarya di perusahaan. penjualan domestik adalah sebanyak 8. Kami memaknai peran penting SDM bagi Perseroan dengan memberikan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan.23 juta ton (63. Perseroan telah mengimplementasikan Key Performance Indicators (KPI) dan Balanced Scorecard sebagai tools untuk mengukur kompetensi kinerja individual dan satuan kerja. . PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menerapkan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan sekaligus melaksanakan pengembangan karir berbasis kompetensi.95 juta ton. Demikian juga dengan komposisi penjualan. Pelatihan tidak hanya ditujukan pada peningkatan kompetensi semata. dari total volume penjualan sebesar 12. yaitu spiritual. Pada tahun-tahun mendatang. produksi batubara swakelola akan semakin meningkat. Tahun 2010. seiring dengan telah selesainya persiapan produksi di MTBU dan program rekondisi 2 unit BWE dan 1 unit spreader.72 juta ton (36.5%).5%) dan ekspor sebanyak 4.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 59 PENINGKATAN IMPLEMENTASI TATA KELOLA Perseroan meyakini bahwa seluruh raihan kinerja operasional tersebut akan dapat ditingkatkan secara berkesinambungan apabila Perseroan mampu secara konsisten meningkatkan kaidah-kaidah tata kelola yang baik. kesejahteraan masyarakat ikut meningkat seiring dengan perkembangan usaha Perseroan. WUJUD TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Perseroan merancang pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan sasaran meningkatkan keikutsertaan masyarakat agar berkembang bersama Perseroan. (iv) praktek ketenaga kerjaan dan kelaikan kerja. Di bidang ekonomi. dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen dan kewirausahaan serta bantuan dana bergulir bagi usaha kecil dan koperasi yang tersebar di wilayah operasional Perseroan. Sosialisasi dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif kepada pegawai akan pentingnya peningkatan penerapan praktek GCG. Dengan partisipasi tersebut. (v) tanggung jawab produk dan (vi) kemasyarakatan. Perseroan akan terus meningkatkan kualitas penerapan GCG ini dan melakukan evaluasi serta assessmen secara berkala. terdiri atas enam fokus kegiatan meliputi (i) kegiatan ekonomi. Dalam melaksanakan CSR ini. Total dana yang digulirkan oleh Perseroan melalui PKBL . Pengembangan tersebut diharapkan akan menjadi fasilitator dan akselerator bagi pertumbuhan usaha kecil yang membawa dampak berganda (multiplier effect) terhadap kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan Perseroan. Selain itu dilakukan penandatanganan pernyataan kepatuhan untuk melaksanakan aturan-aturan yang terkandung dalam Code of Conduct dan Pedoman GCG. Perseroan telah merintis sosialisasi dan pelaksanaan COC dan Pedoman GCG tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan. (iii) hak asasi manusia. Perseroan telah menetapkan komitmen jangka panjang. program yang dilaksanakan meliputi pengembangan pola kemitraan usaha kecil dan koperasi. (ii) lingkungan. KEPEDULIAN MASYARAKAT. didahului dengan penerapan butirbutir menyangkut ketentuan pengadaan barang dan jasa terhadap para pemasok dan mitra kerja. Sebagai wujud komitmen peningkatan penerapan praktek GCG tersebut. pada tahun 2010 Perseroan melakukan sosialisasi dan mengimplementasikan Pedoman GCG maupun Code of Conduct yang telah selesai dikaji dan disusun ulang.

PANDANGAN KE DEPAN Semakin kondusifnya perekonomian global maupun nasional seperti diprediksikan oleh para ekonom diperkirakan membuka peluang dan tantangan bagi Perseroan. Peluangnya adalah semakin meningkatnya permintaan batubara dunia maupun nasional.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 60 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director pada tahun 2010 mencapai total Rp93. Perseroan menerapkan serangkaian program rehabilitasi lingkungan purna tambang yang dirancang bersama konsultan independen serta menggunakan sistem terakreditasi ISO 14001:2004. Hasil nyata di tahun 2010 adalah keberhasilan mempertahankan peringkat Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup. Semua upaya tersebut merupakan jawaban terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat dunia akan terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik untuk kehidupan mendatang. sedangkan tantangannya adalah memproduksi batubara dengan biaya yang lebih efisien untuk menjaga tingkat profitabiltas.9 miliar di tahun 2009. naik 237% dari Rp27.000 MW tahap I akan ikut mendukung roda perekonomian nasional dan meningkatnya . Dengan memperhatikan kondisi eksternal tersebut. penyelesaian proyek PLTU tenaga batubara 10. MEWUJUDKAN KOMITMEN PELESTARIAN LINGKUNGAN Perseroan secara komprehensif menerapkan berbagai program untuk mewujudkan salah satu misi “memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan”. perluasan dan peningkatan volume penjualan batubara Perseroan akan semakin terbuka. Perseroan meyakini dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran akan memberikan dampak peningkatan kesejahtaraan masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat.934 ha menjadi Taman Hutan Raya. Dari sisi permintaan domestik. Perseroan bertekad untuk meraih Proper Emas pada tahun-tahun mendatang. Direksi berpendapat bahwa peluang bagi pengembangan.9 miliar. Perseroan bahkan telah melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pascatambang dengan telah merancang dan merealisasikan rencana pengembangan daerah pascatambang seluas 5.

Sukrisno Direktur Utama President Director .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 61 permintaan batubara. Atas nama Direksi On Behalf of the board of Directors Ir. pelanggan dan mitra usaha atas dukungan. yang memungkinkan Perseroan mampu mempertahankan kinerja usaha dan menyiapkan landasan yang baik bagi pertumbuhan usaha di masa mendatang.000 MW tahap kedua akan semakin meningkatkan kebutuhan batubara di tanah air. China. Perseroan berada dalam posisi yang lebih baik untuk meraih peluang dalam memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut. Begitu pula kepada seluruh karyawan yang telah dengan penuh dedikasi menjadikan kerja sebagai ibadah. PENUTUP Dalam kesempatan ini. Realisasi PLTU 10. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan PT Bukit Asam (Persero) Tbk lainnya yang senantiasa memberikan kerjasama terbaik bagi kiprah dan pertumbuhan kinerja Perseroan secara berkelanjutan. Untuk pasar ekspor. Dengan menerapkan strategi pengembangan terintegrasi. kepercayaan dan kerjasamanya. didukung oleh SDM yang kompeten serta dilaksanakan dengan kualitas implementasi GCG yang meningkat akan membuat Perseroan mampu meraih peluang yang terbentang. Vietnam maupun Malaysia seiring dengan pesatnya pertumbuhan perekonomian di negara tersebut. Sebagai perusahaan yang berwawasan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia. mengingat besarnya cadangan sumber daya yang dimiliki. perbaikan kondisi perekonomian global terutama di kawasan Asia Pasifik diprediksi membuka peluang pasar di negara-negara seperti India. kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Komisaris atas pengarahannya kepada Direksi. Penghargaan yang sama juga disampaikan kepada pemegang saham.

62 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

memantau dan memitigasi seluruh risiko potensial. . mempersiapkan dan meningkatkan kompetensi SDM serta mengaplikasikan “green mining” untuk menjaga kelestarian alam.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 63 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report Perseroan melaksanakan pengembangan usaha secara bijkasana.

Program yang dilakukan adalah melalui peningkatan daya angkut dari jaringan yang sudah ada dan peningkatan kapasitas pelabuhan. merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Perseroan yang akan dicapai pada kurun waktu 2009-2013 untuk menjamin pencapaian target-target yang ditetapkan. Sedang peningkatan produksi dan penjualan dilakukan melalui optimasi kinerja unit bersangkutan. Focus on development projects The Company concentrates in constructing new railway tracks and ports. Restrukturisasi Korporasi Dilakukan melalui pendirian anak-anak perusahaan yang menangani bisnis non-core. which are: • • • • • • • • • • • • • • Focus on the growh of coal production and sales This is to overcome transporation problem that lies in the limited loading capacity of train being the only lowcost means of transport. Peranap and other mines. Fokus pada proyek-proyek pengembangan Perseroan fokus pada pembangunan jaringan angkutan kereta api baru dan pelabuhan. (Lihat uraian MD&A: Prospek Usaha).LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 64 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report RENCANA STRATEGIS PERSEROAN Sejalan dengan perkembangan perekonomian Indonesia maupun Global beberapa tahun terakhir dan mengantisipasi peluang peningkatan kebutuhan sumber energi. pengoperasian dan pengembangan tambang Internasional Prima Coal (IPC). terutama batubara yang semakin terbuka. The Plan is based on global and Indonesian macro-economic forecast over a period between 2009 and 2013. installing own thermal power station. This would mean increasing the loading capacity of existing railway system and the port handling capacity. pengembangan angkutan laut batubara serta akuisisi tambang berpotensi. pengembangan tambang-tambang lainnya. Rencana tersebut disusun berdasarkan lanskap kondisi perekonomian global dan makro ekonomi Indonesia pada kurun waktu 2009-2013. Corporate resctructuring This is done through setting up subsidiaries that handle non-core business. pengembangan tambang Peranap. developing Indonesia Prima Coal (IPC). Perseroan telah menuntaskan penyusunan Rencana Strategis Perseroan. Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM dan menciptakan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan dari hijau menjadi emas. Boost the competency and regeneration of human resource as well as promote a performance-based corporate culture Promote a performance-based reward system Improve performance rating in environmental management from green to gold • • . pembangunan PLTU milik sendiri. the Company has formulated its Corporate Strategic Plan. Rencana Strategis Perseroan terdiri dari enam strategi operasional utama. Strategi operasional ini dimaksudkan untuk mengatasi hambatan transportasi. yakni: • • Fokus pada pertumbuhan produksi dan penjualan batubara. developing coal sea transport and acquiring potential mines. Stepping up production and sales is carried out by optimizing the work of related units. CORPORATE STRATEGIC PLAN To respond to the world and national economic development and the increasing demand for energy resources particularly coal in the last few years. (See MD&A “Business Prospect”) Six main operating strategies of the Strategic Plan are the elaboration of the Company’s Vision and Mission to be accomplished in 2009-2013. yakni keterbatasan daya angkut kereta-api sebagai satu-satunya sarana angkut paling ekonomis.

The long-term target is to arrive at an era of Golden PTBA. expand coal product marketing area. Perseroan melakukan berbagai langkah pengembangan usaha dengan sasaran meningkatkan produksi. sebagai sumber alternatif produksi batubara. Akuisisi pertama KP dilakukan pada bulan September 2008. ACQUISITION OF MINING CONCESSION A strategy implemented to increase coal production is the acquisition of new mines as alternative coal sources outside the mining area of Tanjung Enim and Ombilin. IPC commenced operations in 2009. Berbagai aksi korporasi yang dilakukan sepanjang tahun 2009 dan upaya pengembangan usaha yang telah dirintis tahun sebelumnya adalah sebagai berikut.85 million. Berbagai langkah aksi korporasi telah dilaksanakan untuk meningkatkan produksi dan mengatasi kendala-kendala yang selama ini membatasi kemampuan Perseroan untuk meningkatkan volume penjualan maupun produksi batubara. Menurut taksiran Perseroan. AKUISISI KUASA PERTAMBANGAN (KP) Salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan produksi batu-bara adalah melalui akuisisi perusahaan tambang.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 65 PENGEMBANGAN USAHA Sesuai dengan visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing dan memberikan nilai optimal kepada para stakeholder. and capitalizing on its abundant coal reserves and resources. Untuk mewujudkan target tersebut. . The year 2009 witnessed the following corporate actions and business development efforts that had actually started the preceding year: Pengembangan Usaha terintegrasi menjamin peningkatan kinerja yang berkelanjutan. Perseroan merealisasikan rencana pengembangan usahanya secara prudent dan berkesinambungan. Target jangka panjang Perseroan adalah mencapai era PTBA Emas. The Company takes business development measures aiming to step up production and sales. The Company estimates this area has coal reserves of 45 million tons. kawasan ini memiliki sumber daya batubara sebesar 45 juta ton. The first acquisition of Mining Concession was accomplished in September 2008 through taking over a 51 percent ownership of PT International Prima Coal (IPC) located in East Kalimantan at a transaction value of US$ 17. di luar areal tambang di Tanjung Enim dan Ombilin. A prudent and integrated business development to ensure sustainable performance. IPC telah berproduksi sejak tahun 2009.85 juta. meningkatkan penjualan. melalui kepemilikan sebesar 51% saham PT Internasional Prima Coal (IPC) yang berlokasi di Kalimantan Timur dengan nilai transaksi sebesar USD17. memperluas pemasaran produk batubara serta memanfaatkan secara optimal potensi cadangan sumber dayanya yang berlimpah. BUSINESS DEVELOPMENT In keeping with the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and maximizing stakeholders’ return. the Company seeks to develop its business prudently and continuously. Various corporate actions have been taken to boost production and overcome the long standing obstacles that have limited the Company’s ability to increase production and sales.

maximizing the loading capacity of the existing railway tracks. tidak ada realisasi akusisi yang dilakukan. technicaly as well as legally.7 million Meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada secara bertahap menjadi sebesar 22. Second. making trains the most economical means of transport. Sebagai konsekuensi. gradually increasing the existing railway loading capacity from Tanjung Enim to Tarahan Port to reach 20 million tons and from Tanjung Enim to Kertapati to reach 2. In 2008. cadangan cukup besar namun kaulitas rendah dan jarak angkut cukup jauh. merintis pembangunan jalur kereta-api baru dari areal tambang ke pelabuhan muat yang memungkinkan penjualan produk batubara secara efisien.7 juta ton. teknis maupun legal. as well as unfavorable price and business scheme. Perseroan saat ini sedang mencari dan menjajagi beberapa potensi tambang potensial untuk diakuisi. In 2010. Namun demikian. peningkatan produksi dan penjualan batubara Perseroan harus selalu dikaitkan dengan kemampuan angkut produk melalui jalur kereta api ini.7 juta ton per tahun. big but low-quality reserves and long transporting distance. membuat kereta api menjadi sarana angkutan utama batubara yang paling ekonomis. Kedua. yang mendorong Perseroan melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas angkutan kereta api. . Penyebabnya adalah belum adanya tambang yang layak secara komersial. making total loading capacity of 22. Pertama.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 66 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Di tahun 2010. dengan pertimbangan utama antara lain: cadangan yang minim dan tidak ekonomis. First. melakukan optimasi dan peningkatan daya angkut melalui jalur kereta-api yang telah ada. increasing coal production and sales is always related to the loading capacity of the railway facility. The main obstacles included small and uneconomical reserves. there was no acquisition made by the Company because there was no commercial potential mine. prompting the Company to take several measures to improve the train loading capacity. Consequently. sehingga total kapasitas angkut menjadi INCREASE OF COAL TRANSPORT VOLUME The Company’s coal mines are located relatively far from the ports. pioneering the construction of new railway tracks from the mining area to the loading port that will facilitate efficient. First effort. economical coal sales and bring maximum return to the Company. Dimulai tahun 2008 lalu. PENINGKATAN VOLUME ANGKUTAN BATUBARA Lokasi areal penambangan batubara Perseroan yang relatif jauh dari pelabuhan.7 million tons. Upaya pertama. ekonomis dan memberikan hasil maksimal bagi Perseroan. meningkatkan secara bertahap kapasitas angkut kereta api eksisting dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan menjadi 20 juta ton dan dari Tanjung Enim ke Kertapati menjadi 2. the Company made two major scenarios to increase coal transport volume. harga dan skema bisnis yang tidak sesuai dengan pihak Penjual. Perseroan menjalankan dua skenario utama peningkatan volume angkutan batubara.

Sebagai tindak lanjut perjanjian tersebut. Lampung. PT.7 million tons by yearend 2014. mulai tahun 2010. PT Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) and China Railway Engineering (10%). Dalam perjanjian tersebut. Proyek ini telah mendapatkan Ijin Prinsip dari Gubernur Lampung pada 22 September 2008 dan ijin prinsip dari tons per year. the joint venture company will build a coal port in Srengsem. secara bertahap menjadi sebesar 22. Pendirian perusahaan angkutan baru ini juga dimaksudkan untuk mendukung peningkatan produksi batubara Perseroan. setelah mendapat persetujuan RUPSLB tertanggal 28 Mei 2008. Tanjung Enim-Tarahan and Tanjung Enim-Kertapati. Under the agreement. Skema pembiayaan 30% modal sendiri. Besides building railway tracks. Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) dan China Railway Engineering (10%). dilakukan melalui pembentukan perusahaan baru. Lampung. Upaya kedua. with the approval of Extraordinary General Meeting of Sharesholders (EGMS) dated 28 May 2008.7 juta ton per tahun. The establishment of this new transport company is directed towards supporting the Company’s coal production increase. which are PT Bukit Asam Transpacific Railway. Total financing is 30% own funds and 70% borrowing. PTKA will increase the coal loading capacity through the existing tracks. in October 2009 the Company entered into Coal Transport Agreement (CTA) with PTKA to cover the period from 1 January 2010 to 31 December 2029. This scheme is essential to ensure capacity upgrade is in accordance with the agreement and transport cost is commensurate with coal production increase. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Srengsem (Lampung). with the approval of EGMS dated 28 May 2008. the Company appointed an independent consultant Mott MacDonald to formulate tariff and ‘take or pay’ scheme for long-term railway coal transport. involving PTBA (10%). yang akan membangun jalur KA baru. setting up a new company. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Srengsem. setelah mendapat persetujuan RUPSLB tanggal 28 Mei 2008. Perseroan melakukan Perjanjian Angkutan Batubara Jangka Panjang (Coal Transport Agreement /CTA) yang berlaku mulai 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2029 dengan pihak PTKA di bulan Oktober 2009. dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. Tanjung Enim-Tarahan dan Tanjung Enim-Kertapati. The new 307-km track will connect Tanjung Enim and Srengsem (Lampung). at an estimated loading capacity of 25 million tons per year. One alternative taken was forming a joint venture company between PTBA and PT Kereta Api Indonesia (PTKA). To guarantee increased railway loading volume. gradually to reach 22. PTKA menyanggupi untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada. Further. yakni PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR).7 juta ton pada akhir tahun 2014. Perseroan menunjuk Konsultan Independen Mott Macdonald untuk merumuskan formula tarif dan formula take or pay angkutan kereta api batubara jangka panjang. sedang 70% lainnya dari pinjaman. starting 2010. Second effort. This project was granted in-principle approval (approval in principle) by the Governor of Lampung on 22 September . which will build a new railway track. Selain membangun jalur kereta api. Untuk menjamin peningkatan volume angkutan kereta api. Penyelesaian formula tarif tersebut penting untuk memastikan terlaksananya peningkatan angkutan batubara sesuai Perjanjian dan lebih memastikan perhitungan biaya angkutan yang menyertai peningkatan produksi batubara Perseroan. The agreement also fixes and agrees upon a certain tariff formula and enforce “Take or Pay” system.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 67 22. Perjanjian tersebut juga mengatur dan menyepakati formula tarif tertentu dan memberlakukan sistem “Take or Pay”. Salah satu alternatif yang dilakukan adalah pembentukan perusahaan patungan antara PTBA dengan PT Kereta Api Indonesia (PTKA). melibatkan PTBA (10%).

Categorized according to the investment cost and the internal process.3 billion and O&M (Operator and Maintenance) 20-year contract worth US$3. In addition. proyek ini juga telah memperoleh ijin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI. an in-principle approval was also issued for the construction of Special Railway Track by the Minister of Transportation in October 2009. yakni: CONSTRUCTION OF MINE MOUTH THERMAL POWER PLANT To optimize the use of low-calorie coal for economic benefit that will in turn maximize shareholders’ return. Panjang jalur ini adalah 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun. BATR (Anak Perusahaan) dalam proses melakukan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses ijin pembangunan pelabuhan. the mine mouth TPP projects are divided into several groups: . the Company made a presentation to the Governors of Lampung and South Sumatera regarding land clearance plan. Adani Group. In March 2010 EPC (Engineering. Perseroan juga merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India. Procurement and Construction) senilai US$1.5 billion were signed by BATR (PTBA subsidiary) and China Railway Group Limited to develop the project. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian tersebut.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 68 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Gubernur Sumsel tanggal 13 Oktober 2008 dan pada Oktober 2009. Land acquisition would be soon initiated. Rencana angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tannjung enim ke pelabuhan Tanjung-Api-api (Sumatera Selatan). a survey was conducted for railway alignment and railway track designation. 2008 and by the Governor of South Sumatera on 13 October 2008. stockpile and port was under way and port construction permit was issued. As a follow up. the Company also had a joint project with Adani Group. Perkembangan selanjutnya. proyek-proyek pembangunan PLTU mulut tambang ini terbagi atas beberapa kelompok. Procurement and Construction) contract worth US$1. India. Dengan demikian jika ketiga skenario angkutan batubara tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Selanjutnya akan memasuki tahap persiapan land acquisition. PEMBANGUNAN PLTU MULUT TAMBANG Untuk meningkatkan pemanfaatan batubara berkalori rendah dan mendapatkan manfaat ekonomis yang berujung pada peningkatan imbal hasil kepada pemegang saham. Perseroan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang. the Company constructed Thermal Power Plant (TPP). Pengembangan proyek ini selain bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik nasional juga untuk memenuhi kebutuhan operasional Perseroan. Additionally.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. in due time the Company will be in a position to sell its coal products by railway transport up to 82 million tons per year. Perseroan akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. Writing up AMDAL (environmental impact assessment) for railway. pada bulan Maret 2010 telah dilakukan Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. Langkah lain yang dilaksanakan adalah melakukan survey untuk alignment kereta api dan menetapkan trekking jalur KA. to develop a 270-km railway track from Tanjung Enim to Tanjung Api-api (South Sumatera) to transport coal at an annual capacity of 35 million tons.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. dilakukan presentasi dihadapan Gubernur Lampung dan Gubernur SumSel beserta Dinas terkait mengenai Rencana Pembebasan Lahan. Besides collaborating with China. Berdasarkan besaran nilai investasi yang dibutuhkan dan proses internal yang harus dilakukan. If the three scenarios of coal transport can proceed as planned. This project is expected to meet the electricity needs of the nation and the Company’s operations. Selain kerjasama dengan perusahaan asal China.

Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 69 Aktifitas Penambangan di Tambang Air Laya.

Pelaksanaan proyek dilakukan oleh anak perusahaan. The project was built by a subsidiary that was set up in 2007. yaitu PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). Procurement.Ltd. yang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera. Melalui tender ulang tersebut diperoleh kontraktor baru. Procurement. The construction of this project was delayed due to a re-tender process for Engineering. • Projects approved by GMS The construction of Banjarsari Mine Mouth TPP with a capacity of 2x100 MW in Lahat Regency. membuat manajemen PT BPI mengajukan permintaan kenaikan harga jual listrik kepada PT PLN (Persero) yang akan dituangkan dalam Amandemen Power Purchase Agreement (PPA). was appointed replacing Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. From the re-tender a new contractor. . Penyelesaian proyek peningkatan daya angkut KA akan membuat Perseroan menjadi salah satu pemasok batubara terbesar di Indonesia. Increased railway loading capacity will turn the Company into one of the largest coal suppliers in Indonesia. a consortium of PTBA. Sebagian besar (70%) keperluan pendanaan pembangunan proyek dibiayai melalui pinjaman. South Sumatera was approved by EGMS on 10 May 2006. projected to meet the needs for electricity in Sumatera. dengan konsorsium PTBA.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 70 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report • Proyek yang telah mendapat persetujuan melalui RUPS Pembangunan PLTU Mulut Tambang Banjarsari berkapasitas 2x100 MW di Kabupaten Lahat. and the increased price of steel.Ltd. menggantikan kontraktor sebelumnya yaitu Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). The re-tender was caused by a request for change in EPC contract value following global financial crisis that affected the exchange rate of American Dollar against Rupiah and Yuan. Construction (EPC) PLTU akibat adanya permintaan perubahan nilai kontrak EPC sebagai dampak krisis keuangan global yang membuat nilai kurs Dollar Amerika terhadap Rupiah dan Yuan berubah. Construction (EPC) contractor. cost overrun and adjusted price of coal as TPP fuel prompted the management of PT BPI to propose an increase in electricity selling tariff to PT PLN (Persero) which would be incorporated in Amendment to Power Purchase Agreement (PPA). munculnya cost overrun dan revisi harga batubara sebagai bahan bakar PLTU. The major part or 70% of financing was borrowed and the remaining 30% was self-funded. China National Electric Equipment Corporation. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) and Pembangkit Jawa Bali (PJB). sisanya (30%) melalui modal sendiri. Besides increased EPC costs. Selain kenaikan biaya EPC. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) dan Pembangkit Jawa Bali (PJB). yang dibentuk tahun 2007. yaitu China National Electric Equipment Corporation. serta adanya kenaikan harga baja. Sumatera Selatan telah memperoleh persetujuan RUPSLB 10 Mei 2006. Pembangunan proyek ini sempat terkendala oleh pelaksanaan tender ulang kontraktor Engineering.

proyek ini mencatat perkembangan lain dengan telah ditanda tanganinya Amandemen Kontrak EPC PLTU pada tanggal 3 Desember 2010. Total kebutuhan batubara kalori rendah yang akan dipasok PTBA untuk keperluan proyek ini adalah sekitar 1 juta ton per tahun. while transmission land was 88% cleared. Draft PPA telah dibahas dan disiapkan. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM. lahan untuk pembangunan PLTU ini telah 100% dibebaskan dan disertifikasi atas nama BPI. Selain perkembangan menyangkut PPA tersebut.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 71 PLTU. Diharapkan persetujuan Menteri ESDM segera diperoleh. Draft amended PPA has been discussed and drawn up and will be signed soon after EMR Minister approves the new electricity tariff. new electricity tariff was agreed and would be included in the Amendment to PPA between the Company and PLN. sehingga Amandemen PPA dapat ditandatangani di tahun 2011. sedang lahan untuk transmisi telah 88% dibebaskan. An Amendment to EPC contract for this project was signed on 3 December 2010. In August 2010. Tanjung Enim Bulan Agustus 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan dengan PLN. . The ministerial approval is expected any time soon and PPA Amendment can be signed in 2011. Total low-calorie coal to be supplied by PTBA for this project is estimated at 1 million tons per annum. EMR Minister approval for the new tariff is still pending. Perkembangan lainnya. Amandemen PPA akan ditandatangani setelah ada persetujuan Menteri ESDM mengenai Tarif Jual Beli Listrik yang baru. Land for this TPP was 100% acquired and certificated in the name of BPI.

Pada proyek ini Perseroan menggandeng mitra strategis dari Cina (China Huadian Corporation) dan beberapa mitra nasional (PLN. Pada bulan Maret 2009 Perseroan menandatangani perjanjian kontrak EPC PLTU dengan Konsorsium China Overseas • Projects not Requiring GMS Approval Tanjung Enim Mine Mouth 3x10MW TPP This TPP is constructed with the purpose of meeting the needs of Tanjung Enim Mining Unit. This TPP project has not been approved by PTBA GMS. PLN was still concentrating on increasing electricity supply to Sumatera inter-connection system. so negotiation on Banko Tengah TPP. PLTU Mulut Tambang Banko Tengah dengan kapasitas 4x600 MW di Kabupaten Muara Enim. operasi dan pemeliharaan PLTU yang ditandatangani pada 2006. the Company estimates that the Sumatera-Java electricity inter-connection has to be finalized in 2016. sehingga terjadi penundaan negosiasi PLTU Banko Tengah yang produksi listriknya sebagian besar dipasok ke Pulau Jawa. In this project the Company works with a strategic partner from China (China Huadian Corporation) and a few national partners (PLN. which supplied most of its electricity to Java. melalui perjanjian usaha patungan pembangunan. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk and Regental Administration of Muara Enim). sebagian akan melalui kabel bawah laut. Electricity distribution from the project site to Java Island is to be carried out through electric transmission line Sumatera-Java. mempersiapkan wilayah khusus Kuasa Pertambangan untuk pasokan batubara ke PLTU.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 72 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report • Proyek yang belum Mendapat Persetujuan RUPS. preparing Mining Concession area for supplying coal to TPP at an estimated volume of 10 – 12 million tons per year. Together with its strategic partners the Company made a series of negotiations for electricity tariff (Purchase Power Agreement / PPA) with PLN and discussed the project payment scheme with potential lenders and potential insurers continuing towards the end of 2009. partly through undersea cables. Proyek PLTU ini belum mendapatkan persetujuan RUPS PTBA. • Projects Yet to be Approved by GMS Mine Mouth TPP Banko Tengah of 4x600 MW in Muara Enim Regency. Sumatera Selatan dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Sumatera dan Jawa. Perseroan kemudian menindak-lanjuti langkah ini dengan melaksanakan tahapan persiapan pembebasan lahan. Pembangunan PLTU ini ditujukan untuk pemakaian sendiri di Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT). For selling electricity from this TPP a proposal was submitted to PLN in 2007. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim). PLTU Mulut Tambang Tanjung Enim kapasitas 3x10 MW di Tanjung Enim. operate and maintain TPP signed in 2006. Perseroan memperkirakan proyek yang menghubungkan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera-Jawa ini harus selesai pada tahun 2016. under a joint venture agreement to build. Berdasarkan RUPTL PLN 2010-2019. dengan perkiraan kebutuhan sebesar 10 – 12 juta ton per tahun. Pengaliran listrik dari areal proyek ke Pulau Jawa rencananya akan dilakukan melalui jaluran transmisi listrik Sumatera-Jawa. Pada tahun 2010. • Proyek yang tidak memerlukan Persetujuan RUPS. As a follow-up the Company began preparing for land clearance. Based on PLN 2010-2019 program. PLN masih perlu memprioritaskan pelaksanaan program-program pemenuhan tambahan pasokan listrik bagi sistem interkoneksi Sumatera sendiri. In March 2009 the Company entered into a TPP EPC contract with a consortium China Overseas Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd . Proposal penawaran penjualan listrik dari PLTU ini telah diajukan kepada PLN pada 2007. In 2010. South Sumatera was designed to meet electricity demand in Sumatera and Java areas. was suspended. Perseroan bersama-sama mitra strategis juga melakukan serangkaian proses negosiasi tarif listrik (Purchase Power Agreement / PPA) dengan pihak PLN dan pembahasan skema pembiayaan proyek dengan potential lenders maupun potential insurer yang masih berlangsung hingga akhir 2009.

65%. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi kegiatan penambangan batubara melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM.Ltd di Huangzhou. Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co.#3. DM Water. other foundation work. dry coal shed. 2 and main power house (MPH) as well as overseeing EPC contractor work. DM water. major equipment shipment. construction ad erection of boiler and ESP No. . The completion of all TPP projects will secure annual sales of 14 million tons low-calorie coal from Tanjung Enim and Peranap areas. Sedangkan pekerjaan yang sedang berlangsung antara lain mencakup : penyelesaian pekerjaan Cooling Tower. pondasi peralatan utama. particularly to support the Company’s operations in Tarahan port. konstruksi dan erection i boiler dan ESP No. terutama mendukung kebutuhan operasional Perseroan di pelabuhan Tarahan. kemajuan pembangunan PLTU Tanjung Enim telah mencapai + 85. When completed this project will support coal mining efficiency program by shifting fuel-based to electricitybased energy consumption as fuel price is beyond the Company’s control. PLTU ini menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfa’atkan. China. Selain itu diputuskan Black and Veatch International sebagai Konsultan Supervisi Pekerjaan EPC. PLTU Paket untuk Pelabuhan Tarahan. Until end of 2010. chimney. major equipment base. the Company invited tenders for EPC contractor. yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. konstruksi dan erection boiler dan ESP No. Work in progress included cooling tower. Breakdown of work accomplished included detailed design.Ltd in Huangzhou. Perseroan telah menindak lanjuti rencana ini dengan melakukan proses tender kontraktor EPC. menjadi berbasis listrik. Packet TPP for Tarahan Port This 2x8MW TPP is also designed to meet the Company’s own needs. Black and Veatch International was assigned as Consultant for supervising the EPC work. shipment peralatan utama.#2 dan Main Power House (MPH) dan pengawasan kegiatan EPC Kontraktor.65% was completed. Adapun rincian pekerjaan yang telah dilaksanakan mencakup: detail desain. 3. pondasi lainnya. After appointing Technical Consultant in 2008 and obtaining the Commissioners’ approval in August 2009. construction and erection of boiler and ESP No. This TPP is fueled by waste coal which has never been utilized. chimney. Hingga akhir 2010. Pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 8 MW ini juga ditujukan untuk keperluan sendiri. the construction was +85.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 73 Penyelesaian seluruh proyek PLTU akan menjamin pemasaran 14 juta ton/tahun batubara kalori rendah dari areal sekitar Tanjung Enim dan Peranap. China. Setelah pada 2008 menunjuk Konsultan Teknis dan mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada Agustus 2009. Dry Coal Shed. – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co.

Pembangunan PLTU akan dilakukan secara paralel dengan pengembangan tambang Peranap Sampai akhir 2009. Sedangkan Konsultan Pengawas (Supervisi) telah dilakukan pelelangan dan sedang dalam proses penunjukan pemenang. in collaboration with PT Pertamina Hulu Energi (through PT PHE Metra Enim) and Arrow Energy Indonesia (through Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd). Perseroan masih dalam proses pembahasan jual beli listrik dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu. was still in progress. dengan struktur kepemilikan PTBA. Ownership composition is PTBA 27.5% dan Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd 45%. The strategy adopted was business diversification to improve added value. . Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Pelabuhan Tarahan telah ditunjuk dan dilanjutkan dengan proses CDA (Contract Discussion Agreement) dan pembahasan kontrak. the tender for EPC Contractor of Peranap TPP Construction failed as the number of participants (only two) was below requirement. PT Bukit Asam Metana Enim). represented by Indragiri Hulu Regental Company. Perseroan juga melakukan pengembangan usaha yang bertujuan untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan. Strategi yang diterapkan adalah dengan melakukan diversifikasi usaha guna meningkatkan nilai tambah. One alternative of business diversification in taking advantage of the abundant reserves was developing Coal Bed Methane (CBM) in Tanjung Enim. 27. PLTU Mulut Tambang Peranap kapasitas 2x10 MW di Kabupaten Indragiri Hulu Riau Gagasan pembangunan proyek ini telah dimulai sejak 2008 dengan pelaksanaan studi pembangunan PLTU dan studi pengembangan tambang wilayah Kuasa Pertambangan Peranap. PENGEMBANGAN COAL BED METHANE (CBM) Selain berbagai upaya peningkatan produksi dan efisiensi proses penambangan. the Company was still negotiating electricity selling tariff with the Local Administration of Indragiri Hulu Regency. Melalui pembangunan PLTU berkapasitas 2x10 MW ini. Proses Pelelangan Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Peranap mengalami batal tender karena tidak memenuhi syarat jumlah peserta yang hanya diikuti oleh 2 peserta. Construction will be parallel to the development of Peranap mine. Salah satu alternatif diversifikasi usaha dalam memanfaatkan sumber daya Perseroan yang berlimpah adalah pengembangan Coal Bed Methane (CBM) di wilayah Tanjung Enim. Peranap Mine Mouth 2x10MW TPP in Indragiri Hulu Riau The idea of building this project started in 2008 after conducting studies in TPP construction and mine development in Peranap Mining Concession area. Hingga akhir 2010. Until end of 2009. DEVELOPMENT OF COAL BED METHANE (CBM) Besides various efforts to boost production and improve mining efficiency.5 % (through subsidiary.5% and Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd 45%. Negotiation on electricity selling price with PLN and Indragiri Hulu Regental Administration. At the end of 2010. an EPC contractor was appointed and Contract Discussion Agreement (CDA) was discussed. 27. the Company also made business expansion to strengthen its foundation.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 74 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Hingga akhir 2010.5 % (melalui anak perusahaan Perseroan. The construction of TPP of this capacity should enable the Company to make use of low-calorie coal to meet the electricity needs of local community. Proses pembahasan jual beli listrik baik dengan PLN WRKR maupun dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu yang diwakili oleh Perusda Inhu juga masih berlangsung. A bid for Contractor Overseer was opened and the winner had yet to be decided. PT PHE Metra Enim. diharapkan Perseroan dapat memanfaatkan batubara kalori rendah untuk mewujudkan komitmen pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat setempat. PT Bukit Asam Metana Enim). At the end of 2010. PT PHE Metra Enim 27. bekerjasama dengan PT Pertamina Hulu Energi (melalui PT PHE Metra Enim) dan Arrow Energy Indonesia (melalui Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd).

considering PTBA has full coal geology data. Upaya Kelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) telah diperoleh dan sampai dengan akhir tahun 2010 telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi di Wilayah Kerja Tanjung Enim. Currently negotiation for Joint Operation Agreement is under way among the parties. PT Pertamina EP memiliki data bor dan seismik yang lengkap sementara Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM di Australia.6 trillion cubic feet (TCF). mengingat PTBA sudah memiliki data geologi batubara yang lengkap. The exploration indicated a CBM content of 0. The study showed that sea transport development would support the Company’s performance as it could reduce dependence on 0. Perseroan kemudian melaksanakan studi kelayakan yang lebih komprehensif pengembangan angkutan laut batubara. PENGEMBANGAN ANGKUTAN LAUT BATUBARA Dengan mempertimbangkan semakin meningkatnya permintaan batubara domestik maupun global.8 .8-2. The Production Sharing Contract (PSC) for this project was entered into on 4 August 2009 between the parties and BPMigas with a composition of the parties 45% and BPMigas 55%. Environmental Management Action (UKL) and Environmental Monitoring Action (UPL) permits were obtained and at end 2010 preparation for exploration drilling in Tanjung Enim was in progress.6 trillion cubic feet (TCF) . Penandatanganan PSC untuk proyek ini telah dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2009 antara para pihak dengan BPMigas dengan komposisi para pihak 45% dan BPMigas 55% dan berlaku selama 30 tahun. Dengan perkiraan produksi sebesar 50 juta kaki kubik gas per hari (50 MMSCF/day) maka kandungan CBM di areal ini akan habis minimal dalam waktu 40 tahun. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat dari perkiraan awal. Work Program & Budget and Manpower Placement Plan was approved by BPMIGAS.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 75 Mulai Juli 2008 tahap eksplorasi telah dilaksanakan melalui penentuan lokasi bor bagi pengambilan sample gas CBM Tanjung Enim. CBM content in this area will be exhausted within minimum 40 years. valid for 30 years.8-2. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan angkutan laut tersebut akan dapat menunjang kinerja Perseroan DEVELOPMENT OF COAL SEA TRANSPORT To respond to the increasing coal demand in domestic and overseas market. PT Pertamina EP has full drilling and seismic data while Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd is experienced in CBM gas development in Australia. At an estimated production of 50 million cubic feet of gas per day (50 MMSCF/day). the Company made a more comprehensive feasibility study of coal sea transport development.6 trilliun cubic feet (TCF).6 trillion cubic feet (TCF) CBM content in Tanjung Enim is 0. Work Program & Budget dan Rencana Penempatan Tenaga Kerja (RPTK) telah disetujui oleh BPMIGAS.8-2. In July 2008 exploration was commenced by designating drilling site to extract CBM gas sample in Tanjung Enim.8 – 2.2. The Company is optimistic that this project can be accomplished sooner than originally planned. Indikasi awal dari proses eksplorasi tersebut menunjukkan kandungan CBM antara 0.6 trillion cubic feet (TCF) Kandungan CBM di Tanjung Enim berjumlah antara 0. Saat ini sedang dalam proses negosiasi Joint Operation Agreement antara para pihak.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 76 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report karena mampu mengurangi ketergantungan angkutan pada perusahaan lain. and to write up the strategic plan in 2010. other companies’ transport. the Company obtained the Commissioners’ approval to develop coal sea transport to be followed up by preparatory measures to establish subsidiary company in coal sea transport. Perseroan mendapatkan persetujuan Komisaris untuk mengembangkan angkutan laut batubara yang ditindak-lanjuti dengan langkah-langkah persiapan bagi pendirian anak perusahaan angkutan laut batubara dan penyusunan Rencana Strategis Pendirian anak perusahaan di tahun 2010. meningkatkan posisi tawar dan mempermudah pendistribusian batubara. Bulan Juli 2009. improve bargaining position and facilitate coal distribution. In July 2009. Pelabuhan Tarahan .

• • In deep mining. selanjutnya gas dapat keluar dari batubara melalui cleat dan rekahan untuk dialirkan ke permukaan. Eksplorasi CBM dilakukan melalui teknik pemboran core hole & gas sampling dan proses Geologi & Geofisika. dengan menimbulkan ledakan. saluran ventilasi yang kurang baik akan membuat gas ini ”terperangkap” pada areal penambangan dibawah tanah. Berpartisipasi pada upaya penurunan emisi gas penyumbang kerusakan lapisan ozon. untuk gas perumahan serta sebagai bahan baku pembuatan pupuk urea.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 77 Apa itu CBM? • What is CBM? • • • • • • Coal Bed Methane (CBM) merupakan gas metana (CH4) yang terbentuk secara alami bersama dengan sejumlah kecil kandungan gas hidrokarbon dan non-hidrokarbon lainnya (85-99% metana). Pada konsentrasi tertentu. Cara Produksi CBM     . as mostly done in China. seperti banyak dilakukan di China. gas ini akan terbakar. In Indonesia’s mostly open pit coal mining. sehingga tekanan hidrostatik akan menurun. daerah penambangan batubara Sangatta. Pada proses tambang dalam. found in coal layer resulting from chemical and physical processes. Pemanfaatan gas CBM umumnya digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga gas. overburden scraping wastes CBM content to the atmosphere to become a destroyer of ozone layer. • Coal Bed Methane (CBM) is methane gas (CH4) that is naturally formed together with traces of other hydrocarbon and non-hydrocarbon gases (85%-99% methane). Di Indonesia pemanfaatan CBM sebagai PLTU tenaga gas telah diaplikasikan di Kalimantan. pengupasan over burden yang dilakukan membuat kandungan CBM ini terbuang ke atmosfir dengan percuma dan menjadi salah satu unsur gas perusak lapisan ozon. poor ventilation shaft will trap this gas in mining area below. dimana air akan dipompa keluar dari lapisan batubara melalui proses pemompaan (dewatering). CBM umumnya diproduksi melalui lubang bor (exploitation hole). Manfaat Bagi PTBA • • • • Memberikan nilai tambah bagi Perseroan berupa sumber pendapatan baru. Dalam penambangan batubara di Indonesia. Eksploitasi CBM tidak berdampak pada proses produksi batubara saat ini. Meningkatkan keamanan proses penambangan apabila Perseroan merealisasikan rencana tambang dalam. yang terkandung di dalam lapisan batubara sebagai hasil dari proses kimia dan fisika. yang umumnya dilakukan secara open pit.

Risks identified are then mitigated and followed-up with anticipatory measures to address detrimental business condition. Proses ini mengacu pada pedoman manajemen risiko AS/NZ 4360 seperti digambarkan pada bagan berikut. systematical and recurring process for continuous improvement of the Company’s performance. Hasil identifikasi kemudian dimitigasi dan ditindak lanjuti dengan langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai perkembangan kondisi lingkungan usaha yang bisa berdampak negatif.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 78 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO Perseroan mengoptimalkan peranan Manajemen Risiko untuk melakukan identifikasi dan mitigasi atas berbagai risiko yang dihadapi dan berpotensi menghambat pencapaian target Perseroan. RISK DAN RISK MANAGEMENT The Company steps up the function of Risk Management to identify and mitigate various risks with potentials to constrain the Company from reaching its target. This process is based on AS/NZ 4360 risk management guide as depicted in the following chart. sistematis serta berulang untuk meningkatkan kinerja pengelolaan risiko perusahaan yang berkelanjutan (continous improvement). Proses Manajemen Risiko Perseroan merupakan suatu proses terstruktur. Management Risk process in the Company is a structured. MEMBUAT KONTEKS Establish the Context KOMUNIKASI & KONSULTASI Communication & Consultation Identify Risks ANALISIS RISIKO Analyse Risks EVALUASI RISIKO Evaluate Risks MEMPERLAKUKAN RISIKO Treat Risks PEMANTAUAN & PENGKAJIAN IDENTIFIKASI RISIKO Penilaian Risiko Risk Assessment Monitor & Review .

yang mengacu pada standard terakreditasi AS/NZ 4360 untuk meningkatkan pengelolaan risiko perusahaan secara berkelanjutan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 79 Proses Pembubutan di Area Workshop Sosialisasi dan implementasi aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi”. Socialization and implementation of “Integrated Corporate Risk Management Guide” under accredited AS/NZ 4360 standard to improve the Company’s ongoing risk management. .

General strategy adopted in risk management includes: • • • • Integrating the whole business process into risk management process. • • Berdasarkan hasil identifikasi risiko yang dilakukan secara berkesinambungan sejak 2006. Pembaruan Risk Register secara konsisten melalui pemantauan risiko secara terus menerus Peningkatan kompetensi dan pengetahuan personil yang bertanggngung jawab dalam pengelolaan Risk Management baik melalui seminar maupun pelatihan Pengembangan Business Continuity Management yang didukung oleh Business Continuity Plan In 2010. 1 RISIKO MUTU Quality RISIKO ANGKUTAN KA Railway RISIKO HUKUM Legal issue RISIKO ASET Asset RISIKO LAHAN Land RISIKO POMPA Pump RISIKO KONTRAKTOR Contractor RISIKO SI SI 9 RISIKO PERSAINGAN Competition 17 RISIKO EKSPLORASI Exploration RISIKO INVESTASI Investment RISIKO NILAI TUKAR Exchange rate RISIKO KENAIKAN BIAYA OPERASI Operating cost 25 RISIKO KOMODITAS Commodity RISIKO TRANSAKSI STRATEGIS Strategic transaction RISIKO PENGADAAN Procurement RISIKO SOSIAL Social issue RISIKO KREDIT (KBL) Loan/credit 33 RISIKO DEMURRAGE Demurrage RISIKO PROYEK Project RISIKO PASAR 2 10 RISIKO SDM Manpower RISIKO BBM Fuel RISIKO ALAT Equipment RISIKO CHF CHF RISIKO SAFETY Safety RISIKO LINGKUNGAN Environment 18 26 34 3 11 19 27 35 Market 4 12 20 28 36 RISIKO STRIPPING RATIO Stripping ratio 5 13 21 RISIKO DOKUMEN Document RISIKO PAJAK Tax RISIKO HUBUNGAN INVESTOR Investor relations 29 37 FRAUD & CORRUPTION Fraud and corruption 6 14 22 30 RISIKO STAKEHOLDER Stakeholders 7 15 23 31 RISIKO KOLEKTIBILITAS Receivables turnover 8 16 RISIKO ANGKUTAN TONGKANG Barge transportation 24 RISIKO TDL Quality Risk 32 RISIKO FLUKTUASI Cash movement . Perseroan telah merumuskan daftar 37 risiko yang harus dipantau secara rutin dan berkesinambungan untuk kemudian dilakukan langkah mitigasinya. Intensifying risk awareness process in all components of the Company. Strategi umum yang diterapkan dalam pengelolaan risiko ini adalah: • • • • Mengintegrasikan seluruh proses bisnis ke dalam proses manajemen risiko. fokus kerja sistem manajemen risiko adalah semakin meningkatkan intensitas dan kualitas pengelolaan risiko untuk menjamin peningkatan kinerja Perseroan. Developing Business Continuity Management backed by Business Continuity Plan. Intensifikasi risk awareness process pada seluruh komponen Perseroan. Upgrading the competence and knowledge of personnel responsible for Risk Management through seminars and training classes. the Company has compiled a list comprising 37 risks that should be routinely monitored to be followed by mitigating steps as follows. yakni: Based on the result of continued risk identification process since 2006. Consistently updating Risk Register by continuous risk monitoring. the work of risk management system was focused on intensifying the performance and improving the quality of risk management to support the Company in its performance.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 80 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Selama tahun 2010.

Risiko Investasi. Risiko Fluktuasi Kas. Kategori tersebut adalah: Berisiko Sangat Tinggi (Extreme Risk). risiko lingkungan. Dari 37 jenis risiko tersebut ada beberapa risiko yang sangat diperhatikan karena level risikonya yang tinggi (high) dan sangat tinggi (extreme) yaitu: Risiko Hukum . Some of the 37 risks are high and extreme risks that need to be closely watched. stakeholder. fatal accident. Berisiko Sedang (Medium Risk) dan Berisiko Rendah (Low Risk). procurement. contractor and fraud & corruption. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini antara lain risiko mutu produksi. risiko SDM. contractor. Perseroan kemudian membagi lagi risiko tersebut kedalam beberapa kategori sebagai acuan dalam pengendalian risiko. Risiko Strategis. commodity. • • Financial Risks . High Risk. This category includes the risks of product quality. Risiko Operasional. investor relations. social and document risks. Risiko Pasar. Berisiko Tinggi (High Risk). Risiko Nilai Tukar. Risiko Lahan. risiko nilai tukar dan risiko harga komoditas. yang diakibatkan karena gejolak beberapa variabel makro. information system. exchange rate. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pasar. Risiko Sistem Informasi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 81 Secara garis besar tiga puluh tujuh risiko tersebut dapat dibagi menjadi lima kelompok. investment. receivables turnover. The 37 risks are classified into five groups: • External Risks. caused by market variable movement of the Company’s product. Risiko Kecelakaan Fatal. caused by unsound strategy and business decision making. These categories are Extreme Risk. risiko transaksi strategis dan risiko investasi. Risiko Komoditas . Risiko Kontraktor. strategic transaction and investment risks. manpower. exchange rate and commodity price risks. risiko kolektibilitas piutang. human error and system failure. • • Market Risks. serta pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat. Included in this category are project. caused by inadequacy or dysfunction of internal process. This category includes tax. risiko pompa. yaitu risiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi target keuangan atau ukuran moneter perusahaan. The Company spreads the risks into several categories as guidance in risk management according to the effect they impose. Included in this category are legal. risiko stakeholder. caused by fluctuations of the Company’s financial target or monetary measures due to macro variable changes. caused by external factors. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko hukum. They are legal. Risiko Pengadaan. quality. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pajak. Risiko Pasar. market. Risiko Project dan Risiko CHF. yaitu: • Risiko Eksternalitas. sesuai dengan dampak yang ditimbulkannya. risiko hubungan investor. cash movement and credit risks. • • Operational Risks. yaitu risiko yang disebabkan oleh ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal. yaitu risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan pelaksanaan strategi yang tidak tepat. Included in this category are market. risiko kontraktor dan risiko fraud and corruption. Risiko Mutu. Risiko Keuangan. • • Strategic Risks. kesalahan manusia dan kegagalan sistem. environment. . land. Medium Risk and Low Risk. cash movement. risiko fluktuasi kas dan risiko kredit. yaitu risiko terjadinya kerugian akibat pergerakan variabel pasar produk Perseroan. pump. risiko sosial dan risiko dokumen. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko proyek. project and CHF risks. yaitu risiko yang diakibatkan oleh faktor-faktor eksternal.

Pedoman tersebut mencakup informasi mengenai mekanisme pengukuran. The Company finalized this permit issue and converted its concession to MBL (Mining Business Licence). During 2010. diharapkan seluruh satuan kerja dapat memahami pengelolaan risiko yang ada di unit-unit kerja serta menganggapnya sebagai early warning system dalam meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya terhadap jalannya usaha Perseroan. selain mulai mengidentifikasi dan menyusun langkah-langkah mitigasi risiko fraud and corruption. and their risk level was lowered. on the subject of conversion from MC to MBL. Risiko yang telah ditindak lanjuti adalah risiko hukum. Identification and mitigation of extreme and high risks are the priority of risk management. The Guide contains information on the mechanism of measuring. sehingga terjadi perubahan status dari risiko-risiko dimaksud. Perseroan menindak lanjuti hasil mitigasi atas jenis risiko tinggi yang diidentifikasi. Melalui penerapan atas pedoman pengenalan dan langkah mitigasi risiko tersebut. yakni perubahan KP menjadi IUP. In 2010. the Company took care of the high risks identified. . The risk mitigated was legal risk associated with the implementation of Mineral and Coal Law No. handling and reporting risks. Identifikasi dan mitigasi kelompok risiko kategori extreme risk dan high risk sebagai prioritas penanganan dan penanggulangan risiko. terkait pemberlakuan Peraturan Pelaksanaan dari UU no 4 tentang Minerba tahun 2009. penanggulangan dan pelaporan risiko. pemetaan. the Company evaluated and mitigated all risks with detrimental potentials. dan merubah izin pengelolaan wilayah konsesinya menjadi IUP. Perseroan juga terus melaksanakan sosialisasi dan menerapkan aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi”. 4/2009. Sepenjang tahun 2010 Perseroan telah melakukan pengkajian dan melakukan mitigasi atas seluruh risiko-risiko yang akan atau kemungkinan besar memberi dampak negatif terhadap operasional. By using the guide to take risk mitigation measures.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 82 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Pada tahun 2010. The “Integrated Corporate Risk Management Guide” under AS/NZ 4360:2004 standard was disseminated to all functional units for implementation. yang mengacu pada standard As/NZS 4360:2004 keseluruh unit fungsional terkait. Perseroan telah menyelesaikan masalah perizinan ini. Mitigasi atas risiko langsung dilakukan terhadap risiko-risiko yang tergolong extreme dan high risk. besides identifying fraud and corruption risks and devising mitigation measures. mapping. all work units are expected to understand the risk management as an early warning system to minimize risks and their effect on the overall performance. Extreme and high risks were mitigated.

menjadi risiko menengah Improved from extreme to medium risk Risiko Angkutan Tongkang Barge transportation Biaya angkut tongkang meningkat. lower loan repayment Risiko stripping rasio Stripping ratio Meningkatnya biaya produksi per ton Higher stripping ratio. • Close cooperation with port of destination so barge can moor on time • Sales and delivery term in contract to suit mooring and unloading capacity of receiving jetty Risiko berhasil diturunkan kembali dari jenis risiko ekstrem. • Penjualan berbasis product driven • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut. • Penetapan kontrak penjualan dan pengiriman disesuaikan dengan kemampuan sandar dan bongkar muat jetty pihak penerima. • Penggalian sesuai sekuen penambangan. • Seleksi ketat calon pembeli • Kerjasama erat dengan pelabuhan tujuan agar angkutan tongkang dapat sandar tepat waktu. • Seleksi ketat calon pembeli • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Membaik. keterlambatan pengiriman. • Harga jual ekspor sesuai index harga internasional. • Harga jual ekspor sesuai index harga internasional. penurunan reputasi Higher barge charges. JENIS RISIKO TYPE OF RISK Risiko Kontraktor Contractor The following table describes the mitigation measures and risk level changes. • Penjualan berbasis product driven Membaik. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Risiko kenaikan biaya operasi Higher operating costs Risiko kolektibilitas Receivables turnover Profit margin turun Lower profit margin • Monitoring biaya • Pelaksanaan program efisiensi • Cost control • Efficiency drive • Penagihan piutang secara intensif • Implementasi sangsi denda dalam kontrak • Intensive collection of receivables • Imposing penalty sanction • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut. dari risiko rendah menjadi risiko menengah Worsened from low to medium risk Meningkatnya stripping rasio Lower cash position. • Penggalian sesuai sekuen penambangan. termasuk upaya mitigasi yang dilakukan. late delivery. low reputation Risiko masih berada pada level medium. dari sebelumnya berada pada level rendah Worsened from low to medium risk . DAMPAK IMPACT Mutu produk menurun /berkurang Mutu produk menurun /berkurang LANGKAH MITIGASI MITIGATION MEASURES • Penilaian kinerja rutin • Pemeriksaan peralatan • Pengawasan dengan efektif • Routine performance evaluation • Equipment control • Effective supervision STATUS RISIKO RISK LEVEL Membaik. disajikan dalam tabel berikut. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Meningkat.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 83 Perubahan dan mitigasi atas beberapa risiko dimaksud. higher production cost per ton Risiko komoditas Commodity Rendahnya harga jual batubara perseroan Low coal selling price • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak.

Creating a safe and healthy working environment. training each work unit to be occupational risk conscious and providing adequate work safety appliances are the Company’s responsibility to the surrounding environment and community. .Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Unit Pemadam Kebakaran PT Bukit Asam Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat melalui pelatihan setiap unit kerja agar sadar risiko kecelakaan kerja dan penyediaan peralatan keselamatan kerja yang memadai sebagai wujud pertanggung-jawaban Perseroan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.84 PT Bukit Asam Tbk.

HEALTH AND ENVIRONMENTAL CONSERVATION WORK SAFETY AND HEALTH The Company sets a basic work safety and health (WSH) rule: “Work safety and health are the responsibility of all people. to encourage awareness of WSH aspect. Hasil yang dicapai sebanyak 264 orang telah tersertifikasi. Di tahun 2010. The outcome of the program was 264 people were certificated. In 2010. The implementation of such standard was followed by the adoption of Contractory Safety Management System (CSMS) designed to monitor the performance of the Company’s work units and its working partners or third party contractors in implementing WSH Management Standard. the Company integrated all operating systems into Bukit Asam Management System (BAMS). dalam menerapkan SMK3. yakni “Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tanggung jawab semua pihak. Routine meetings are meant to remind all parties to adhere to all WSH regulations. dengan tujuan memotivasi pegawai dalam semua jenjang manajerial (dimulai dari lini manajemen) untuk menumbuhkan perhatian dan perilaku yang mendahulukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. According to the required implementation of WSH standard. injury-free working environment and operates by nomal operating standards” In a bid to meet maximum work safety and health standard. as follows: . untuk menjamin kualitas pelaksanaan K3 diwilayah operasionalnya. the Company took three strategic steps in relation to WSH: • WSH-based human resource development for mining employee certification aimed at motivating employees of all managerial levels (from line management). terdiri dari: WORK SAFETY. and in 2008 adopted WSH standard OHSAS 18001:2007. Perseroan sejak 2007 menerapkan perluasan Standar Manajemen K3 (SMK3) dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan pada tahun 2008 juga menerapkan sistem standar K3 dari OHSAS 18001:2007. the Company has routinely held safety committee meetings with work units and working partners or mining contractors. The Company and related parties are determined to create a healthy. oleh sebab itu Perseroan bersama pihak terkait bertekad menciptakan lingkungan kerja yang sehat. to guarantee the quality of WSH practice in its operating areas. Sesuai dengan standar penerapan K3 yang disyaratkan. in 2007 the Company implemented Work Safety and Health Management Standard laid down by the Department of Manpower and Transmigration. dengan standarisasi atau sertifikasi pegawai tambang. Pertemuan rutin bertujuan mengingatkan semua pihak agar tetap melaksanakan segala ketentuan yang berkaitan dengan K3.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 85 PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA PERLINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Perseroan telah menetapkan kebijakan mendasar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. In July 2010. Perseroan melaksanakan 3 langkah strategis terkait dengan K3. Perseroan telah mengintegrasikan semua sistem operasional ini kedalam Bukit Asam Management System (BAMS). Pemberlakuan ketentuan tersebut kemudian diikuti dengan pelaksanaan contractory safety management system (CSMS) yang ditujukan untuk mengetahui kinerja satuan kerja di lingkungan Perseroan dan mitra kerja atau kontraktor pihak ke tiga. yakni: • Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia berbasis K3. bebas cidera dan melakukan kegiatan operasional sesuai kaidah yang berlaku”. Sejak Juli 2010. Untuk mendapatkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang maksimum. Perseroan secara rutin melaksanakan pertemuan safety committee baik dengan unit-unit kerja terkait maupun dengan mitra kerja/kontraktor penambangan.

To ensure all parties concerned really observe WSH Management Standard. • Improving worthiness of production equipment and mine auxiliaries for equipment certification to guarantee that equipment are safe to use according to WSH standard. Pada tahun 2010 Perseroan juga melakukan audit eksternal Surveilance OHSAS 18001:2007 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent TUV NORD Indonesia. 05/ Men/1996 was conducted at Tanjung Enim Mining Unit by an independent certification institution. in 2010 the Company conducted external surveillance audit at Tanjung Enim Mining Unit in cooperation with an independent certification institution. instalasi listrik (3 unit). Hasil yang dicapai sebanyak 28 unit telah tersertifikasi. Another WSH Management Standard external audit based on Manpower Minister Regulation No. dengan standarisasi atau sertifikasi peralatan/unit. TUV NORD Indonesia. The result was 28 units were certificated (21 loaders. 3 electrical installations) and +956 units (dump truck and heavy equipment) were labeled operating permit by KTT. Selain itu melakukan Audit Eksternal Sertifikasi SMK3 berbasis Permenaker 05/Men/1996 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent PT. dengan tujuan peralatan/unit dijamin aman dipergunakan sesuai kaidah keselamatan dan kesehatan kerja. bejana tekan (4 unit). according to OHSAS 180001:2007 certification. . Dari kedua audit tersebut didapatkan hasil “tidak ada temuan Mayor”. 4 pressure vessels. PT Sucofindo. The findings revealed that there were no major threats.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 86 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report JENIS SERTIFIKASI Pengawas Operasional Utama Pengawas Operasional Madya Pengawas Operasional Pertama Ahli K3 Umum Manajemen Perawatan Tambang Perencanaan Tambang Terbuka Operasi Penambangan Inspeksi K3 Operator Pesawat Angkat Angkut Juru ledak kls II Proteksi Radiasi 2009 5 33 68 1 0 0 0 0 19 0 0 2010 1 33 74 1 4 2 2 2 14 4 1 TOTAL 6 66 142 2 4 2 2 2 33 4 1 CERTIFICATION Chief Operations Supervisor Middle Operations Supervisor First Operations Supervisor General WSH Expert Mine Maintenance Management Open Mine Planning Mining Operation WSH Inspection Loader Operator Explosives Expert Class II Radiation Protection • Peningkatan Kelaikan Peralatan Produksi dan Penunjang tambang. terdiri dari pesawat angkat angkut (21 unit). Memasukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam perencanaan prakualifikasi calon kontraktor penambangan pada penerapan program Contractor Safety Management System (CSMS) dengan tujuan mengetahui kinerja kontraktor/mitra kerja pada perseroan dalam penerapan SMK3. dan sebanyak ± 956 unit (Dump truck & alat berat) telah diberi tanda ijin operasi oleh KTT. Sucofindo. • • Inserting WSH aspect in pre-qualification process of mining contractor candidates in implementing Contractor Safety Management System (CSMS) to discover partners’ performance in observing WSH Management System. Untuk memastikan bahwa semua pihak terkait benar-benar melaksanakan segala ketentuan terkait dengan SMK3.

the Company forms Fire and Accident Control Team under the coordination of Work Safety & Health and Environment Work Force of Tanjung Enim Mining Unit. To control work accident risks. two serious injury and two minor injury) and accidents that caused no lost workdays or no injury 17 persons. Ut sed dapibus nibh. M e ra p i e r u p t i o n i n Jogjakarta. terdiri dari kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja / injury sebanyak 5 orang ( 1 orang kategori Fatal. E va c u a t i n g v i c t i m s o f M t . Mengatasi terjadinya risiko Kecelakaan Kerja. massa. Although mainly responsible for the Company’s internal purposes. Suspendisse vel elementum nisi. Sebagai wujud kepedulian terhadap komunitas sekitar. Controlling fire in local residential areas. porta non est. consisting of accidents resulting in lost workdays or causing injury to five persons (one fatality. Total kecelakaan tambang yang terjadi pada tahun 2010 berjumlah 22 orang. Sekalipun pada dasarnya bertugas di lokasi tambang yang merupakan kegiatan internal perusahaan. Tim ini juga dimungkinkan bertugas di luar lokasi tambang Perseroan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran telah melakukan kegiatan antara lain : • • • Evakuasi korban gempa bumi di Mentawai. Mining accidents that occurred in 2010 involved 22 persons. Perseroan telah membentuk Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran yang berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Keselamatan. Curabitur neque risus. WSH management that was consistently implemented by the Company and all personnel successfully brought the year 2010 to an end with only one fatal occupational hazard. ante non molestie congue. . faucibus eget congue ac. Penanggulangan kebakaran pemukiman penduduk. 2 orang kategori kecelakaan berat & 2 orang kategori kecelakaan ringan) dan kecelakaan yang tidak mengakibatkan kehilangan hari kerja / non injury sebanyak 17 orang. tasked to organize and control fire and accident handling activities. Evakuasi korban gunung Merapi di Jogjakarta. Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Unit Pertambangan Tanjung Enim yang bertugas untuk mengorganisasikan dan mengendalikan kegiatan Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran. sepanjang tahun 2009. Maecenas congue. this Team is also available to help people outside the mining compound as corporate social responsibility duty.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 87 Komitmen Perseroan dalam melaksanakan K3 ditunjukkan dengan keberhasilan audit pelaksanaan K3 berdasarkan sertifikasi OHSAS 180001: 2007 dan berdasarkan Permenaker 05/Men/1996. in 2010 the Fire and Accident Control Team provided assistance in the following areas: • • • Evacuating earthquake victims in Mentawai. As a reflection of its concern for the local community. Manajemen K3 yang secara konsisten diterapkan oleh Perseroan dan segenap insan perusahaan membuat tahun 2010 berhasil dilalui dengan hanya mencatat 1 kecelakaan yang termasuk kategori fatal. Nunc accumsan consequat urna vitae sagittis.

In addition to work safety. signifying successful WSH management in a mining company employing more than 1. as well as prevention and control of PAK. Bukit Asam. untuk menjaga kesehatan para pegawai. Perseroan melakukan kegiatan peningkatan kesadaran akan kesehatan kerja. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berbasis Permenaker 05/Men/1996 dengan predikat ”Bendera Emas” dengan pencapaian 91% dari pemenuhan 166 kriteria audit. Perseroan juga memperhatikan kesehatan para pegawai maupun keluarga mereka. fulfilling 91% of 166 audit criteria. PAHK and other serious diseases. seperti diamanatkan peraturan perundangan yang berlaku. Selain pemeriksaan berkala.1 th 1970). 05/Men/1996. as well as subsidized medical care to the local community. pencegahan dan pengontrolan terhadap risiko terjangkitnya PAK. in 2010 the Company through Tanjung Enim Mining Unit was awarded with: • Pratama Award for Mining Work Safety and Health. pelatihan. Sesuai dengan peraturan (UU no.000 people. Selain itu RS. Periodic medical check-ups are provided and health consciousness is enhanced. The hospital also extends companypaid healthcare to employees and their family. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan. the health of employees and their family also gets the Company’s attention as ruled by the law. di PTBA pengelolaan pemeriksaan kesehatan berkala karyawan dilakukan oleh RS. Bukit Asam juga melayani pemeriksaan kesehatan lainnya & pengobatan kepada karyawan & keluarga karyawan atas tanggungan perusahaan dan melayani pemeriksaan dan pengobatan masyarakat sekitar dengan biaya yang disubsidi oleh perusahaan. dengan judul bab sama).000 orang. • • (Uraian lebih lengkap Mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. Perseraon melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap karyawannya minimal 1 tahun sekali. unit pertambangan Tanjung Enim menerima penghargaan : • Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan dengan Katagori “Pratama” yaitu perusahaan yang baik dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan perusahaan pertambangan yang mempunyai pegawai diatas 1. konseling. training and counselling. serta penyakit serius lainnya. . 1/1970. For its effort in managing work safety and health. In accordance with Law No. (Further discussion on WSH is provided in PTBA 2010 Sustainability Report under the same title). Golden Flag Award for WSH Management Standard implementation under Manpower Minister Regulation No. The Company provides health-related education. Atas usaha-usaha/ kinerja dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan maka pada tahun 2010. the Company provides yearly medical check-ups for employees conducted by Bukit Asam Hospital.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 88 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Selain Keselamatan Kerja. PAHK.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 89 2 1 3 1. Petugas Rescue PT Bukit Asam 2. Penanganan korban di Rumah Sakit Tanjung Enim 3. Fasilitas operasi mata katarak di Rumah Sakit Tanjung Enim .

every step in the field is taken with due respect to the provisions in AMDAL. The Company also observes the provisions of Law No. terdokumentasikan. Keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut diukur melalui pemenuhan terhadap serangkaian parameter Baku Mutu Lingkungan (BML) yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah setempat/pemerintah pusat atau standar akreditasi yang digunakan dan pengukurannya dilaksanakan oleh pihak-pihak independen yang kompeten. terpadu.” SERTIFIKASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan sistem terakreditasi ISO 14001:2004 untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pengelolaan lingkungan yang mencakup sistem manajemen lingkungan. Komitmen Perseroan terhadap perlindungan lingkungan. The Company’s commitment to protect the environment is elaborated in its Environmental Policy: ”The Company takes care of the physical and social environment in which it operates by preventing. Perseroan telah menyelesaikan dokumen rencana penutupan tambang (RPT) dan rencana reklamasi lima tahunan (Jamrek) sebagai suatu dokumen utama pelaksanaan reklamasi yang kelak akan dijabarkan dalam rencana kegiatan ENVIRONMENTAL MANAGEMENT CERTIFICATION The Company adopts accredited ISO 14001:2004 system to ensure an effective environmental management covering management system. The preparation of this document is to comply with Energy and . grouped into two major programs: Environmental Management and Environmental Monitoring. restoring.32 tahun 2009 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. performance evaluation of the environment and study of basic living cycle. pelestarian dan perlindungan lingkungan. terpelihara dan selalu melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan untuk memperoleh hasil yang maksimal”. The success of these programs implementation is measured by meeting a series of Environment Quality Standard parameters adjusted to the central/local government regulations or accreditation standards applied. conserving and protecting the environment. aktif dalam penaatan peraturan perundangan lingkungan dan persyaratan lainnya. integrated. ENVIRONMENTAL CONSERVATION The Company operates in full compliance with the universally applied environmental management standards. and continuously improves its system to reach a maximum result.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 90 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report PERLINDUNGAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan operasionalnya dengan kepatuhan penuh terhadap standar-standar manajemen pengelolaan lingkungan yang berlaku secara universal. serta menerapkan sistem manajemen lingkungan secara konsisten. audit lingkungan. Berdasarkan sistem tersebut Perseroan kemudian mendesain dan melaksanakan berbagai program terkait dengan lingkungan yang tebagi atas 2 program utama. and continued environmental management system. The Company has finalized mining closure plan and five-year reclamation plan as the principal reclamation documents to be included in the Company’s annual work program. Oleh karena itu setiap langkah operasional di lapangan senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan butir-butir sebagai mana tercantum dalam dokumen AMDAL. evaluasi kinerja lingkungan dan kajian daur hidup pokok. Based on the system. Therefore. dituangkan dalam Kebijakan Lingkungan yakni: ”Dalam menjalankan kegiatan usahanya. yakni Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan. The Company complies with environmental regulations and implements a consistent. Perseroan menjalankan amanah peraturan sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Lingkungan No. Perseroan senantiasa peduli terhadap lingkungan baik secara fisik maupun sosial sehingga menjadi bagian integral dari lingkungan global dalam melakukan pencegahan. documented. audit. UKL dan UPL yang merupakan prasyarat sekaligus parameter yang disepakati bersama sebelum adanya kegiatan operasional. The measuring process was conducted by competent independent parties. UKL and UPL documents which are the pre-requisites and parameter established in the preoperating period. the Company designed and executed various programs associated with environment. pemulihan. 32/2009 regarding environmental protection and management.

developing and rehabilitating the surrounding environment. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan. pemantauan. The Corporate Mission to contribute to public welfare and environment conservation is realized through Green Mining practice by continuously managing. . Banko Barat Misi Perseroan salah satunya memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan diwujudkan dengan penerapan Green Mining yang mencakup pelaksanaan program-program pengelolaan. monitoring.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 91 Kawasan Hutan Jadi.

Indikator tersebut mengacu ketentuan Pemda setempat (Pergub Sumsel no. is an evidence of its commitment to environmental management. 10/2010. 18/2005 regarding environmental quality standard (BML). 17 and No. Penyelesaian penyusunan dokumen tersebut sebagai implementasi atas Permen no 18 tahun 2008 dan PP no 10 tahun 2010 dari ESDM. Hasil pengukuran kualitas lingkungan pertambangan berada jauh dibawah ambang batas menunjukkan bukti komitmen Perseroan terhadap pengelolaan lingkungan. Setiap program pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang dijalankan kemudian dipantau dan dievaluasi dengan menggunakan parameter yang telah mempertimbangkan penilaian terhadap dampak utama yang muncul akibat kegiatan penambangan. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company consistently manages the environment to reduce the impact of mining activity to the community and environment which is line with the Company’s mission. Evaluasi terhadap indikator sasaran lingkungan tersebut kemudian dibahas secara rutin setiap tahun pada forum manajemen lingkungan. Gambaran umum program perlindungan lingkungan yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut. the Company sets a parameter of environment target indicators on a yearly basis in accordance with the law. This is an effort to reach full compliance with the requirements so as to control the environmental impact of mining operations. The implementation of every environmental management program is monitored and evaluated by using the parameter taking into account the major effects arising from mining activities. sebagai bagian upaya perbaikan terus menerus untuk mencapai tingkat kepatuhan yang maksimal. The Company’s mining environmental quality. To measure the effectiveness of environmental management. sesuai dengan salah satu misi perusahaan. The environmental protection program launched by the Company includes: PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak kegiatan pertambangan bagi lingkungan dan masyarakat. which is far below the acceptable threshold. . In accordance with ISO 14001:2004 standards evaluation of the environment target indicators is discussed annually on a routine basis in environmental management forum.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 92 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report tahunan. yakni “Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan”. setiap tahun Perseroan menetapkan parameter indikator sasaran lingkungan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mineral Resources (EMR) Minister Regulation No. The indicators are set based on South Sumatera Governor Regulation No. sesuai syarat ISO 14001: 2004. 18/2008 and Government Regulation No.17 dan no18 tahun 2005) mengenai pemenuhan baku mutu lingkungan untuk pemeriksaan beberapa indikator baku mutu lingkungan (BML). sehingga dampak lingkungan dari operasional kegiatan tambang dapat dikendalikan. Untuk mengukur efektivitas pengelolaan lingkungan. that is ”To give the utmost contribution to community welfare and environmental conservation”.

I PARAMETER PARAMETER 2005.59 Menjamin Kualitas Udara Ambien dan Emisi Udara di Area Tambang dan Sekitarnya memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No. 1 2 3 4 II pH Residu tersuspensi Besi (Fe) total Mangan (Mn) total mg/l mg/l mg/l 6-9 < 300 <7 <4 6 . Hasil pengukuran pemantauan lingkungan atas parameter indikator BML untuk tahun 2010 The following is the result of environmental monitoring on BML indicator parameter in 2010 NO. Muara Tiga Besar dan Banko Barat.31 . The Company measured and monitored major indicators in Tanjung Air Laya.082/ton 22 .000 2.01 0.0001.000 < 400 < 235 < 230 Rencana Plan Rp 4.18 of 2005.775 217 -8. Pemeliharaan tanaman .100/ton III Pemenuhan Provisi Lingkungan Rp/ton Fulfillment for Rp/tonnes environmental provision Perseroan menjalankan program-program lingkungan diantaranya melalui: • • • pengelolaan The Company runs the following environmental management programs: • • • Monitoring converted land area Land clearance and reclamation of used mining sites Plants maintenance Pemantauan luas lahan terubah Pembukaan Lahan dan Reklamasi Lahan Bekas Tambang seusai peraturan yang berlaku.3. Muara Tiga Besar and Banko Barat mines.001 .17 of 2005. 18 Th Ensuring released water from the mines meets standards of environmental quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.4 – 139 0. The findings of measuring major pollutant indicators showed that all areas’ indicators were below BML. seluruh areal menunjukkan indikator berada dibawah BML yang dipersyaratkan.87 .94 22 – 178 Actual Actual Rp 4. Hasil pengukuran atas indikator cemaran utama pada tabel berikut menunjukkan.3. 17 Th 2005. SATUAN UNITS MAKS MAX LEVEL AKTUAL ACTUAL Menjamin Keluaran Air dari tambang memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 93 Dalam rangka pengelolaan lingkungan tersebut Perseroan melakukan pengukuran dan pemantauan indikator utama pada areal lokasi kegiatan operasional di Tambang Air Laya. SO2 CO NO2 O3 Debu Ug Ug Ug Ug Ug < 900 < 30.321 0. Ensuring the quality of air ambience & air emission within the area and its surrounding fulfills standard of environment quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.8.7 0.

effluent and waste is based on the standardized parameters as prescribed in the Governor of South Sumatera Regulation No. Pengolahan Limbah B3 • • • • • • • • • Pengurasan lumpur di kolam pengendap Pembuatan kolam pengendap lumpur Pembibitan dan penanaman Pengelolaan tanah pucuk Penanggulangan air asam tambang (AAT) Penanggulangan erosi Penelitian dan pengembangan Penanganan limbah b3. Emisi dan Effulent Program kemitraan dan bina lingkungan • • • • • • • • • Draining mud out of sedimentation pool Making sedimentation pool Cultivating and planting seedlings Management of top soil Management of mine acid water Management of erosion Reserach and development Emissions. 15 of 15 May 2005 concerning Emissions from Non-Moving Sources. Air quality control is carried out in a number of ways which are: • Maintaining and spraying mine roads with water tanks. effluent dan limbah. • Planting trees in buffer zone locations and final mining locations. 15 tanggal 15 Mei 2005 mengenai Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak (STB) untuk mengelola emisi. • Regularly spraying dust using dust suppression system in stockpile locations and monitoring emissions from gensets and incinerators. Pengelolaan kualitas udara dilakukan melalui diantaranya: • • • Pemeliharaan dan penyiraman jalan tambang dengan truk tangki air. The management of emissions.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 94 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Incenerator. effluent and waste control Partnership and community development program Perseroan menggunakan standar parameter yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. Melakukan penyemprotan debu (dust suppression system) di lokasi stockpile secara reguler dan pemantauan emisi genset serta incenerator. Penanaman pohon di lokasi buffer zone dan lokasi yang final tambang. .

18 jo No. burning hazardous waste using incinerators and using bioremediation process for hydocarbon-contaminated materials. yang berasal dari area perumahan dan area penambangan Perseroan. originating from work units (workshops).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 95 Selain evaluasi emisi. air quality. yang berasal dari unit kerja (bengkel). ENVIRONMENTAL MONITORING The Company routinely monitors the environmental condition of the surrounding mining area to minimize environmental damage. dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darmo. organic waste is processed by turning it into Bokashi fertilizer which is subsequently bought by the Company for land revegetation. By involving local community. Limbah B3. Kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan meliputi antara lain pemantauan kualitas air. pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar. Hazardous waste. Perseroan secara berkelanjutan mengelola limbah B3 secara hati-hati sesuai peraturan perundangan yang berlaku. batere bekas dan filter oli bekas. soil quality. erosion as well as wildlife and aquatic organisms living around the mining area. Selain melakukan daur ulang limbah B3 bekerjasama dengan mitra yang telah mempunyai izin KLH. Perseroan melakukan pembakaran limbah B3 dengan incenerator dan melaksanaan proses bioremediasi untuk material yang tercemar hydrokarbon. used batteries and used oil filters. Waste control is carried out in the following ways: • General waste originating from residential and mining areas is discharged into Desa Darmo dumping area. pencemaran tanah. sekaligus sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko lingkungan. Adapun langkah pengelolan selengkapnya adalah sebagai berikut: • Limbah umum. is processed in accordance with Government Regulation No. Untuk limbah yang bersifat organik. 18 jo No. Selain emisi udara. pengelolaannya dilakukan sesuai PP No. erosi hingga satwa liar dan biota air yang hidup di sekitar area pertambangan. land pollution.85 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3. . antara lain seperti oli bekas. such as used oil. kualitas udara. kualitas tanah. Environmental monitoring activities included monitoring water quality. The Company also controls regular general waste. Perseroan mengelola limbah umum dan limbah bahan berbahaya dan beracun.85/1999 regarding management of hazardous waste. • • PEMANTAUAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi lingkungan di sekitar area penambangan dengan tujuan meminimalisir kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi. hazardous and toxic waste In addition to air emissions. The Company consistently evaluates and controls hazardous and toxic wastes in concert with the prevailing laws and regulations. yakni dijadikan pupuk Bokashi yang kemudian dibeli oleh Perseroan untuk digunakan saat revegetasi lahan. and at the same time to mitigate risks to the environment. Waste management efforts carried out by the Company jointly with licensed partners include recycling hazardous waste.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 96 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Pada tahun 2010. Daily for pH water debit *) Sekali sebulan Once a month Setiap Triwulan Every quarter Setiap Triwulan Every quarter Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali sebulan*) Once a month *) Sekali sebulan*) Once a month *) Kontinyu*) Continuous *) Sekali sebulan*) Once a month *) Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali setahun Once a year 1 Kualitas Air Water quality 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kualitas Udara Ambient Ambient air quality Emisi Udara (sumber tidak bergerak) Air emissions (non-moving sources) Kebisingan Noise Kualitas Tanah Soil quality Revegetasi Revegetation Lingkungan kerja Working environment Tanah Pucuk Top soil Swa bakar Spontaneous combustion Erosi Erosion Infeksi Saluran Pernafasan Akhir (ISPA) Upper Respiratory Tract Infection Satwa Liar Wildlife Biota Air Water biota Sosial. Untuk pH dan debit air dilakukan setiap hari *) Twice a month (by third party and PTBA Lab). Perseroan melakukan aktifitas pemantauan rutin sebagai berikut: Routine monitoring activities In 2010 included the following: JENIS PEMANTAUAN OBJECT OF MONITORING JUMLAH TITIK PANTAU MONITORING POINTS 38 FREKWENSI PEMANTAUAN DILAKUKAN PIHAK INDEPENDEN MONITORING FREQUENCY BY INDEPENDENT PARTIES Dua kali sebulan (oleh Pihak 3 dan Lab PTBA). Economy and Culture 10 7 10 9 10 19 11 10 9 3 10 7 10 *Dilakukan oleh PTBA Done by PTBA . Ekonomi dan Budaya Social.

. the Company prepared an environmental commission document.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 97 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Untuk menjaga lingkungan di areal kegiatannya. Perseroan menyusun dokumen provisi lingkungan. used bench marking. baliho. Selain melaksanakan langkah-langkah Perlindungan tersebut. Beberapa kegatan penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2010 dalah : • • • • • • Implementasi & pengembangan Mikoriza untuk medukung revegetasi lahan bekas tambang. To socialize with the local community the Company organized training programs. Training local community in waste management. and to develop environment potentials in the future. The Company implemented Green Mining pattern by planting trees outside the mining area and releasing fish in the rivers together with the community members. poster. As a reflection of its commitment to environmental and post-mining management and in accordance with financial accounting standards. Melakukan konservasi tanaman lokal Melakukan revegetasi dengan tanaman sawit dan uji coba revegetasi secara direct. Perseroan melakukan sejumlah kajian dan penelitian yang sekaligus merupakan bagian proses evaluasi kondisi lingkungan area pertambangan dan sekitarnya. sesuai standar akutansi keuangan (PSAK 33). Several research activities conducted in 2010 were: • • • • • • Implementation & development of Mikoriza to support revegetation of used mining areas. spanduk. the Company conducted various studies and researches to evaluate the condition of mining area and its surrounding. posters and billboards. buku dan majalah lingkungan. Melakukan pelatihan pengelolaan sampah terhadap masyarakat sekitar perusahaan Mengembangkan pembibitan dengan metode kultur jaringan ENVIRONMENTAL RESEARCH AND DEVELOPMENT To preserve the surrounding environment. study banding (bench marking). serta pengembangan potensi lingkungan di masa mendatang. Perseroan juga melakukan sosialisasi lingkungan melalui pelatihan lingkungan. Study and use of used oil for explosives (ANFO compound). distributed books and magazines. dan presentasi lingkungan. Revegetation with oil palms and direct trial-and-run revegetation. Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining dengan melakukan penanaman pohon-pohon di luar areal tambang dan penebaran ikan di badan sungai bersama masyarakat. Cultivating seedlings by tissue culture method. and gave presentation on the subject of environment. Conservation of local plants. put up banners. Sebagai wujud komitmen manajemen terhadap lingkungan dan pascatambang. Kajian dan pemanfaatan oli bekas untuk peledakan (pencampuran ANFO).

Biaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan tersebut meningkat 19.12 billion. Perseroan telah menyisihkan dana untuk kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang jumlahnya ditetapkan sebagai provisi atas tiap satuan berat batubara yang diproduksi.2 miliar. the Company allocated funds for environmental management and conservation program at an amount to be based on the weight of coal produced. Keseluruhan hasil pemantauan dan hasil evaluasi yang kemudian dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan menunjukan bahwa semua parameter lingkungan telah memenuhi BML. Total funds disbursed for environmental management and conservation in 2010 totalled Rp29. yakni total sebesar Rp174 miliar. BIAYA DAN PENGHARGAAN UNTUK PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 98 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining secara terpadu dalam kegiatan penambangan. under the same title) . The Company implemented Green Mining pattern in its mining operations. Atas berbagai upaya-upaya perlindungan lingkungan tersebut Perseroan kemudian meraih beberapa penghargaan dalam pengelolaan lingkungan. yakni sebesar Rp24. or went up 19. dengan judul bab sama) (Further elaboration on Environmental Conservation is provided in PTBA Sustainability Report 2010.6% dari tahun lalu.2% dari tahun lalu.6% from Rp24. or a total of Rp197 billion. Jumlah dana yang telah dikeluarkan untuk pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp29. Seiring dengan peningkatan. The overall result of monitoring and evaluation performed in accordance with established standards showed that all environmental parameters met Environment Quality Standard. atau total sejumlah Rp197 miliar. Jumlah dana tersebut meningkat 13.100/ton.2% from Rp174 billion in 2009 to Rp4.2 billion the preceding year. With increased production and the Company’s commitment to environmental conservation. jumlah provisi yang disisihkan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp4.100/ton. pada tahun 2010. For its continued efforts in environmental conservation the Company received several environmental management awards: • • Green PROPER Rating from Environment Ministry and South Sumatera Governor Aditama Rating in Enviro Award from EMR Ministry (Uraian lebih lengkap mengenai Perlindungan Lingkungan ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. in 2010 the funds allocated for this activity was increased 13. yaitu: • • Peringkat Hijau untuk PROPER Pusat maupun Provinsi Sumsel Peringkat Aditama untuk kategori Enviro Award dari Kementrian ESDM COST AND COMMENDATION FOR ENVIRONMENTAL MANAGEMENT AND CONSERVATION In compliance with the law. produksi dan komitmen Perseroan terhadap kelestarian lingkungan.12 miliar.

Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA) development reflects the Company’s commitment to environmental conservation. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 99 Perawatan tanaman buah di area pembibitan. Tanjung Enim Pengembangan Tahura Tanjung Enim sebagai wujud komitmen Perseroan terhadap pelestarian lingkungan.

program reklamasi lahan pascatambang sebagai Tahura Enim yang telah dilaksanakan adalah: In 2010. Planting cover crop. 18/2008 concerning Reclamation and Mine Closing which required the following: i. wetland for liquid waste and vii sedimentation pool. The implementation of post-mining reclamation and rehabilitation program was in keeping with Mining Area Master Plan devised in 1994 and master plan for utilizing post-coal-mining area as Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA). 11. 4 Tahun 2009 dan Permen No 18 tahun 2008 mengenai Reklamasi dan penutupan Tambang yang menegaskan bahwa: i. vi Bioremediation. 10. Gradual land clearance. 10.400 ha to serve as Grand Forest Park. wetland untuk limbah cair dan vii Mebuat kolam pengendap. 3. Melakukan penanaman Cover Crop. check dam. ii. dengan membagi area pascatambang menjadi beberapa zona. check dam. iv. 4/2009 and Government Regulation No. 9. dalam bentuk Perda. 5.400 ha menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA). 4. iii. Ada proses pembentukan Slope & Back Slope. 7. 6. Rip Rap. calcification. The Company took a step further and pioneered in environmental conservation and post-mining rehabilitation by designating and designing a post-mining area of 1. 2. 5. A regional government regulation confirmed this plan to be a long-term. Zona Penerima/Rekreasi Zona Sarana Prasarana Zona Hutan Tanaman Zona Kebun Koleksi Zona Kebun Buah Zona Peternakan Zona Wisata Air Zona Penelitian Produktif Zona Pertanian/Agroforestry Zona Perikanan Zona Bumi Perkemahan Zona Satwa PROGRESS REPORT OF RECLAMATION AND REHABILITATION PROGRAM Land clearance and mining area reclamation have been carried out pursuant to the provision of Law No. 4/2004 concerning Utilization of Used Coal Mining Area of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk in Muara Enim Regency. 3. Rencana ini kemudian dikukuhkan untuk dilaksanakan melalui program jangka panjang. Pelaksanaan program reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang mengacu pada Rencana Induk Wilayah Pertambangan (RIWP) yang telah dibuat sejak tahun 1994 serta Master Plan pemanfaatan lahan bekas tambang batubara sebagai Tahura Enim. yaitu : 1. 11. Receiving/Recreational Zone Utility Zone Plantation Forest Zone Collection Garden Zone Fruit Garden Zone Cattle Breeding Zone Water Recreation Zone Productive Research Zone Agro-forestry Zone Fishery Zone Camping Zone Animal Zone Pada tahun. gradual and ongoing program. rip rap. 12. 4 tahun 2004 tentang Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk di Kabupaten Muara Enim. iv. pengapuran. Canal. dividing the post-mining area into several zones: 1. Perseroan kemudian melaksanakan program pembangunan Tahura Enim sesuai dengan Perda Kabupaten Muara Enim No. 6. 8. ii. 7. v. The Company continued with the construction of Tahura Enim in accordance with Muara Enim Regency Regional Government Regulation No. Perseroan kemudian melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pasca tambang dengan menetapkan serta merancang daerah pascatambang seluas 1. post-mining reclamation program for Tahura Enim included the completion of: . v. Membuat saluran. 9. Menggunakan Incenerator untuk limbah. 2. 8. 12.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 100 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report LAPORAN PELAKSANAAN REKLAMASI DAN REHABILITASI Pembukaan lahan dan proses reklamasi areal tambang Perseroan telah dilaksanakan sesuai dengan butir-butir ketentuan pada UU No. All the requirements were met by the Cpmpany as described in the preceding section of “Environmental Conservation”. Pembukaan lahan dilakukan bertahap. vi Melaksanaan Bioremidiasi. Incinerator for waste. iii. Seluruh ketentuan tersebut telah dipenuhi oleh Perseroan seperti diuraikan pada bagian “Perlindungan Lingkungan” diatas. 4. Slope & back slope. secara bertahap dan berkelanjutan.

Pada Zona Penelitian Produktif.Proses pelaksanaan relokasi penduduk dan TPU untuk dijadikan buffer zone Tahura (jalur hijau). . . . Pada Zona Sarana dan Prasaran .Melakukan kerjasama penelitian jenis-jenis tanaman jarak dengan UNSRI di IUP Banko Barat.Conducting reserach on intercrop plants jointly with UNSRI at Banko Barat • • . sawit.Melanjutkan pembuatan Gedung olah raga. oil palm. jogging track and futsal court. etc.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 101 Wetland dan Borashi di Banko Barat • Pada Zona Penerima: . and preparing new TPP site. bowling alley.Melanjutkan rencana pembuatan kantor terpadu untuk Satker K31 dan BWE Sistem. • In Receiving Zone . • • In Utility Zone . dan lain-lain .Setting up an integrated office of WSH work unit and BWE system In Productive Research Zone . . .Relocating community membes and TPP to convert the area to TAHURA buffer zone. Perseroan juga menyiapkan lahan TPU yang baru.Melakukan kerjasama penelitian lapangan lokal dengan Universitas Bengkulu.Continuing the construction of sportshall. jogging track dan Futsal.Setting up tissue culture laboratory to cultivate prime seedlings such as rubber.Pembuatan labiratorium Kultur Jaringan untuk mengembangkan jenis-jenis bibit yang unggul seperti: katet.Conducting local field survey jointly with Bengkulu University . sarana olah raga Bowling.

102 PT Bukit Asam Tbk. Supply Chain Management System to support operating efficiency. .Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Pusat Kontrol Alat-alat Operasional Supply Chain Management System meningkatkan efisiensi operasional Perseroan.

Sengon. efektivitas kinerja dan sekaligus merefleksikan kesiapan Perseroan dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan permintaan pasar. Financial. Meningkatkan kemampuan pengelolaan. Resource Management and Performance Measurement. unit kerja Briket Jakarta dan Tanjung Enim. The Company consistently invests in the application and infrastructure of information technology in an effort to realize its vision. Replacing pioneer plants (acasia) with teak. Pemasangan dilakukan guna mendukung implementasi laporan keuangan konsolidasi. • • • In Plantation Forest Zone. The Company has completed the following IT development program to support the improvement of its performance: • Installing network infrastructure (leased-line WAN) in the locations of Ombilin Mining Unit. yakni Strategic Alignment. Improving business model towards integrated solutions. etc. Tahapan ini The Company is currently using Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) system that has integrated the main operating modules such as Operation & Maintenance. Human Resources dan Materials. Human Resources and Materials. Natar and Gersik units. PT Bukit Asam Prima (PT. tanaman durian dan lain-lain. Resource Management dan Performance Measurement. Perseroan melakukan investasi berkesinambungan dalam bidang aplikasi maupun infrastruktur teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut. PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Perseroan mengembangkan Teknologi Informasi untuk memberikan dukungan dalam pencapaian visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing tinggi dan strategi pertumbuhan Perseroan. Pengembangan teknologi informasi selama ini terbukti dapat mendukung peningkatan efisiensi. Target yang dituju adalah: • Menerapkan prinsip-prinsip IT Governance. Perseroan kemudian merealisasikan program pengembangan TI guna mendukung peningkatan kinerja Perseroan. Reviewing TAHURA Enim master plan . Melakukan review master plan TAHURA ENIM. yaitu: • Memasang instalasi infrastruktur jaringan (leased-line WAN) ke lokasi Unit Pertambangan Ombilin. Menyempurnakan model bisnis menuju solusi terintegrasi. PT Bukit Asam Prima (PT BAP). • • • • Saat ini Perseroan menggunakan sistem Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) yang telah mengintegrasikan modul-modul operasional utama yakni modul Operation & Maintenance. The installation had a purpose of . The target of developing information technology system is: • Applying IT Governance principles that cover Strategic Alignment. durian. Tanjung Enim. Puspa. sengon.Dalam review ini Perseroan melakukan sinkronisasi lokasi rencana TAHURA dengan kawasan hutan produksi dengan kewajiban izin pakai kawasan hutan produksi. baik di Airlaya maupun di Banko Barat. plant enrichment with local plants having high economic value in Air Laya and Banko Barat. proses dan sumberdaya IT. Financial. Perseroan mengganti tanaman pioneer (Akasia) dengan Jati. Briquette Jakarta.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 103 • Pada zona Hutan Tanaman. . Value Delivery.Synchronizing TAHURA location with productive forest zone under permit to use productive forest zone. Value Delivery. and reflects the readiness of the Company to offer its best services to meet market needs and demand. dilanjutkan ke lokasi Unit Briket Natar dan Gersik. Risk Management. INFORMATION TECHNOLOGY DEVELOPMENT Information Technology is developed to support the realization of the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and to adopt the corporate development strategy. puspa. Perseroan melakukan pengkayaan tanama dengan jenis tanaman lokal yang bernilai ekonomis tinggi. Developing information technology proves to enhance the efficiency and effectiveness of business performance. BAP). processing and resources capacity. Enhancing IT management. Risk Management.

the Company increased storage capacity of Ellipse (ERP) application from 1 Tera to 2. The next step was upgrading PC capacity to support business processing to replace 100 PC whose rent expired and 250 PCP III & IV (total 350 PC). dilanjutkan dengan menerapkan implementasi Multi Distrik Tahap II (Aktiva Tetap dan Payroll) untuk mempercepat proses konsolidasi laporan keuangan seluruh anak perusahaan. This stage was followed by improving the speed to access Network (WAN) as follows: UPGRADE 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps LOKASI LOCATION Tanjung Enim – M. • Developing Ellipse System with Multi-District application for financial consolidation needs (General Ledger). this project was 58% completed and . • Supply Chain Management System (SCMS) At end of 2010. Perseroan kemudian meningkatkan kapasitas storage untuk aplikasi Ellipse (ERP) dari 1 Tera menjadi 2.5 Tera and for SCMS application 1. Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 To expedite processing.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 104 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report disusul dengan peningkatan kecepatan akses Network (WAN) sebagai berikut. Pada tahun 2010. for application ECMS 1.5 Tera. Langkah ini disusul dengan peningkatan kemampuan PC untuk menunjang proses bisnis. In 2010. Supply Chain Management System and Enterprise Content Management System. followed by implementing Multi District Stage II (Fixed Assets and Payroll) to speed up the process of consolidating all subsidiaries’ financial statements.5 Tera. • Mengembangkan Ellipse System dengan menerapkan Multi-District untuk kebutuhan konsolidasi keuangan (General Ledger).5 Tera. yakni: Supply Chain Management System dan Enterprise Content Management System. and to rent 50 Notebooks. Periodic review is made to repair and upgrade IT capacity and advantage to support the Company’s business operations. untuk aplikasi ECMS 1. Perseroan membangun aplikasi baru yang masih dalam tahap proyek. • Supply Chain Management System (SCMS). supporting the implementation of consolidated financial statements.Kadin Jakarta Tanjung Enim – Tarahan Tanjung Enim – Kertapati Tanjung Enim – Ombilin Tanjung Enim – BAPrima Jakarta Tanjung Enim – Briket Blok M Tanjung Enim – Briket Natar Tanjung Enim – Briket Gersik KONEKSI AWAL INITIAL CONNECTION 2 Mbps 1 Mbps 1 Mbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps Perseroan melakukan tinjauan berkala dan secara berkesinambungan memperbaiki serta meningkatkan kemampuan TI untuk mendukung bisnis Perseroan. yakni mengganti 100 PC yang habis masa sewa dan 250 buah PC PIII & PIV (total 350 PC) serta penambahan sewa 50 Notebook. i.5 Tera. the Company built up a new application.5 Tera dan untuk aplikasi SCMS 1. Guna mendukung kecepatan pemrosesan.e.

TLS to port. Untuk personil TI telah dilakukan pelatihan untuk report developer. operating system (AIX and Windows). pengelolaan stock. i. produksi. production. integration and finance. installation software and hardware. Enterprise Content Management System (ECMS) At end of 2010. and server development. mine to TLS. There is also an application for analysing and optimizing sales and dashboard for reporting. server datawarehouse dan web. while back-up system uses Symantec back-up exec 12. Untuk lokasi Jakarta hanya menggunakan teknologi server rak yaitu server aplikasi berbasis citrix (2 server). SCMS implementation uses two data centers located in Tanjung Enim and Jakarta.5. the go-live system is run in several phases: orientation and planning. server backup. server backup. server back-up and server database. Supply Chain Management System terdiri dari rangkaian proses bisnis end-to-end dari perencanaan tambang.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 105 sebesar 58% yang diharapkan akan selesai pada triwulan II tahun 2011. network. While Administrative System training covering admin database (Oracle). In a bid to support the implementation of the system. Jakarta location uses shelf server. integration and finance. server back-up. while blade server includes citrix-based application server (5 servers). Sedangkan pelatihan untuk System Admin yang meliputi admin database (oracle). citrix-based application server (2 servers). SCMS ini menggunakan teknologi berbasis windows. To ensure SCMS reliability. optimization and EIS. hardware (blade server management) dan backup & restore (Symantec) akan dilaksanakan ditahun 2011. • Enterprise Content Mangement System (ECMS). marketing to invoice. Tanjung Enim location uses server shelf and blade server. key users and super users. Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 adalah sebesar 89%.5. IT personnel have been trained for report developer. marketing to invoice. transportasi dan pemasaran. SCMS consists of a series of end-to-end business processes from mining plan. in accordance with the implementation phase. business requirement. Untuk mendukung keandalan SCMS. the Company provides training for users. server database. server data warehouse and web. super user. . Implementasi SCMS menggunakan 2 pusat data yang berlokasi di Tanjung Enim dan Jakarta. this application also makes use of RFID (Radio Frequency Identification) technology and integrates all equipment such as belt scale and truck scale into SCMS. untuk rak server yaitu server database. dan database berbasis unix (aix). aplikasi ini juga menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dan mengintegrasikan semua peralatan seperti alat ukur timbangan (belt scale dan truck scale) ke dalam SCMS. transportation to marketing. To guarantee system reliability and to prevent human error. Untuk lokasi Tanjung Enim menggunakan teknologi server berbasis rak server dan blade server. • expected to be finalized in 2nd quarter of 2011. installation software and hardware. mine to TLS. hardware (blade server management) and back-up & restore (Symantec) will be conducted in 2011. stock management.e. key user. Network. diharapkan dapat diselesaikan pada triwulan I tahun 2011. SCMS uses Windows-based technology and Unix(AIX)based database. sedangkan untuk sistem backup menggunakan symantec backup exec 12. server development. Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan sesuai tahapan implementasi kepada user. sedangkan untuk blade server yaitu server aplikasi berbasis citrix (5 server). TLS to port. this project was 89% completed and expected to be finalized in 1st quarter of 2011. Selain itu tersedia aplikasi untuk analisa dan optimasi penjualan serta dashboard untuk reporting. optimization and EIS. Server shelf includes server database. operating system (AIX dan Windows). business requirement. Untuk menjamin keandalan sistem dan menghindari adanya human error. proses go-live sistem ini dilaksanakan dalam beberapa phase yaitu orientation and planning.

database. Application of Oracle-based ECMS (Oracle UCM and Oracle BPM). cepat dan akurat. backup tape and scanner. information distribution. Menurunkan biaya proses pengadaan dan volume pekerjaan yang bersifat administrative Melakukan pemantauan (monitoring) proses. ECMS terdiri dari 2 aplikasi yaitu Workflow Elektronik (BPM-Business Process Management) dan Manajemen Arsip Elektronik (UCM-Universal Content Management). selain server juga diperlukan storage. standby server. Sistem ini akan dikembangkan di tahun 2011. IT personnel have been trained for report developer. hardware (blade server management). document management (the placement of physical document). hardware (blade server management) and back-up & restore (TSM-Tivoli System Management) will be conducted in 2011. monitoring beban kerja (load balancing) dan penelusuran posisi dari proses (tracking of process). Electronic Workflow is for workflow management. ECMS consists of two applications. Untuk implementasi sistem ini dibutuhkan hardware baru seperti server aplikasi produksi. storage. Meningkatkan transparansi dan menyederhanakan proses pengadaan. and process tracking. Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan telah menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan terhadap end-user dan admin aplikasi. network. Electronic Workflow (BPM-Business Process Management) and Electronic File Management (UCM-Universal Content Management). database dan standby server.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 106 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Aplikasi ECMS adalah aplikasi yang digunakan di PTBA agar dapat memudahkan dalam melaksanakan manajemen proses bisnis dan manajemen dokumen. retensi (jadwal musnah) dan electronic document (tanpa ruang penyimpanan/go-green dan tanpa kerusakan dokumen fisik). manajemen dokumen (posisi penyimpanan fisik dokumen). Network. load balancing. with the following targets: Perseroan juga mulai merintis implementasi e-procurement. access control (for security). the Company provides training for end-users and admin application users. To support the implementation of the system. dimana Workflow Elektronik berfungsi untuk melakukan manajemen prosedur kerja (work flow management). sedang Manajemen Arsip Elektronik berfungsi sebagai pusat repository (mempercepat pencarian dan update informasi). operating system (AIX dan HACMP). i. development. while Electronic File Management is for repository (speeding up information retrieval and update). While Administrative System training for IT personnel covering admin database (Oracle). dengan target yang akan dicapai diantaranya: • • • • • • Mempercepat dan meningkatkan proses pengadaan barang atau jasa. akses kontrol (security). backup & restore (TSM-Tivoli System Management) akan dilaksanakan tahun 2011. Sedangkan pelatihan untuk personil TI seperti System Admin yang meliputi admin database (oracle). Aplikasi ECMS berbasis Oracle ECM (oracle UCM dan Oracle BPM). operating system (AIX and HACMP). • • • • • • Accelerating and improving goods and services procurement Enhancing transparency and simplifying procurement process Obtaining more competitive prices quickly and accurately Reducing procurement cost and paper work volume Monitoring process Monitoring and controlling contractor and vendor performance . This system application requires new hardware such as production application server. tape backup dan scanner. ECMS application is used by PTBA to facilitate business management and document management. E-procurement implementation has been prepared for further development in 2011. development. retention (disposal schedule) and electronic document (without storage/go green and without physical document damage).e. distribusi informasi. Melakukan pemantauan (monitoring) dan pengendalian kinerja kontrak dan kinerja vendor. Mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 107 Ruang Kontrol Operasional .

the Company employed 3. Melalui berbagai fungsi tersebut. 1. . Demografi pegawai menunjukkan 16 orang pegawai 2010 adalah lulusan sarjana Strata-2. Bukit Asam (Persero). • • • • Perseroan meyakini berbagai pencapaian dan pertumbuhan kinerja yang diperoleh hingga saat ini merupakan wujud nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai Perseroan. Unit Pengusahaan Briket serta 89 orang yang diperbantukan pada anak perusahaan dan Dana Pensiun milik Perseroan. 347 orang lulusan strata-1.078 orang lulusan jenjang penindikan SLTP hingga SD. untuk menunjang pengembangan Perusahaan. Tbk. Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah strategis pengelolaan SDM sebagai berikut: • Mengusahakan pengembangan dan pemenuhan kompetensi pegawai serta penyiapan manajemen/ pemimpin Perseroan yang profesional. 214 under-graduates.078 junior high and elementary school graduates. Aligning organisation and improving human resource management system. 347 graduates.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 108 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menetapkanmisipengelolaanSumberDayaManusia (SDM) adalah menyediakan SDM dan Sistem Manajemen SDM yang terbaik. Employee demography indicates that in 2010 the Company’s workforce consisted of 16 post-graduates. 214 orang lulusan D-3. Memfasilitasi pembentukan budaya unggul. Sejalan dengan strategi pengelolaan SDM.547 high school graduates and 1. pengembangan SDM. 1. sebagai keunggulan kompetitif Perusahaan”. The Company is confident that the countless achievements and growth in the Company performance reflect the hard work and dedication of all personnel. meliputi fungsi perencanaan. In line with its human resource management strategy. To realize such vision and mission. the Company has equipped itself with a comprehensive organization structure with the functions of human resource planning. HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT The corporate mission in managing human resource is to have the best human resource and human resource management system in support of the Company’s development. While the corporate vision in managing human resource is “To make PT. administrasi kepegawaian dan hubungan industrial. pendidikan dan pelatihan.547 orang lulusan SLTA dan 1. Untuk mewujudkan misi dan visi tersebut. depending on the scope of work required in various areas of the Company’s operation.201 people posted in various sites. At the end of 2010. Perseroan memiliki jumlah pegawai sebanyak 3. Perseroan telah memiliki struktur organisasi yang lengkap dalam pengelolaan SDM. personnel administration and industrial relations. and 89 people assigned in the Company’s subsidiaries and Pension Fund. This confidence leads to an understanding that human resource is the prime driving force of the entire business operations and the strategic partner of the Company. the Company adopts a series of strategic measures in managing human resource as follows: • Developing and realizing personnel potentials and grooming professional candidates for management/ leadership level. education and training. Tanjung Enim Mining Unit. Unit Pertambangan Ombilin. Diakhir tahun 2010. Cultivating culture of excellence. Melakukan penyelarasan (alignment) organisasi dan penyempurnaan sistem manajemen SDM. human resource the competitive advantage of the Company”. Tbk. Bukit Asam (Persero). Ombilin Mining Unit. development. Sementara Visi Perusahaan dalam pengelolaan SDM adalah “Menjadikan SDM PT. Keyakinan ini menumbuhkan pemahaman bahwa SDM merupakan unsur penggerak terpenting dari seluruh operasional bisnis yang dilaksanakan oleh Perseroan dan menempatkan SDM sebagai mitra strategis perusahaan. Perseroan berupaya mewujudkan misi untuk menyediakan SDM dan sistem manajemen SDM terbaik untuk menunjang pengembangan Perseroan.201 orang dengan lokasi penugasan yang tersebar di Unit Pertambangan Tanjung Enim. Briquette Business Unit. sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dibutuhkan pada berbagai bidang operasional Perseroan. Through these functions the Company strives to accomplish its mission to install the best human resource and human resource management system in support of the Company’s continued growth.

Continuously enhancing the competence of employees as strategic partners to support the Company’s future business development.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 109 Bengkel Kerja di Tanjung Enim Pengembangan kompetensi pegawai yang berkelanjutan sebagai mitra strategis untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan. .

employee demography comprises 5 Sementara berdasarkan umur pegawai.19%) aged 25<30.6 6.600 10 SLTA D3 S1 S2 17 355 219 16 S1 S2 347 214 Demografi pegawai menurut usia.0 12.133 SD s/d SLTP SLTA D3 SD s/d SLTP 09 1.03%) berusia 35< 40 th.1 44.5 1.16%) berusia < 25 th.9 Under age classification. LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 110 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report SD s/d SLTP 1.71 aged 40<45.7 0.6 35 < 40 40 < 45 45<50 >50 >25 10 44. 102 orang 6.61%) berusia diatas 50 thn.7 .5 45<50 >50 >25 43.5 persons (0.71%) 35 < 40 1. komposisi demografi TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.7%) th.19%) berusia 25<30 th.59%) berusia 30<35 30 < 35 35<40. 0. PENDIDIKAN. aged Perseroan adalah.5 40 < 45 45<50 >50 >25 10 43. 1. 1. 5 orang (0.61%) aged over 50.7 25 < 30 30 < 35 35 < 40 40 < 45 45<50 >50 >25 09 18.6 18.7 25 < 30 30 < 35 32.546 19 persons (0.7 3.133 09 1. SD s/d SLTP SLTA D3 S1 S2 09 40 < 45 10 16 Tabel demografi pegawai menurut usia 347 Demografi pegawai menurut usia.7%) berusia 45<50.600 SLTA D3 S1 17 355 219 Tabel demografi pegawai menurut jenjang pendidikan Employee demography by education S2 TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.59%) aged 30<35. 19 orang (0.430 persons (44.TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. 25 < 30 27. 408 orang (12. berusia 40<45 th.044 persons (32.7 0. 408 persons (12.5 25 < 30 30 < 35 35 < 40 3.8 6.6 6.2 0.078 1.044 orang (32. Employee demography by age 214 0.5 32.078 aged 45<50.9 2. 1.03%) aged (3.16%)2. 193 orang (6.1 27.8 < 25. 193 persons (6.2 0. dan 1. 102 persons (3.546 1. and 1.0 12.430 orang (44.

recruitment to allow regeneration and to maintain the Company’s competitive advantage. Human Resource Department formulates a general policy of sourcing. kemauan belajar). tes kesehatan. medical check-up. HRD. yakni sampai 77%. terlebih dahulu para calon pegawai tersebut mengikuti program management trainee. dan wawancara. called Graduate Development Program. Perseroan menetapkan beberapa kriteria dasar dalam seleksi SDM. psycho test. The Human Resource Department acts as facilitator and regulator of recruitment process. yakni: kapasitas calon SDM yang meliputi lulus uji kemampuan berpikir (analisa. Dalam menjalankan fungsinya. which require applicants to pass several qualification tests: thinking ability (analysis. Proses seleksi melibatkan pihak ketiga dan dilakukan melalui pemenuhan aspek administrasi. Prior to permanent employment. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements (the next three years for graduates and one year for senior high school graduates). HRD menetapkan kebijakan umum mengenai sourcing. proses seleksi dan administrasi penerimaan pegawai. pass aptitude test. As employees aged over 45 (77%) outnumber those of younger age. problem solving dan pengambilan keputusan). . selama tahun 2010 Perseroan menjalankan berbagai program. To exercise its function. Pada pelaksanaannya rekrutmen dilaksanakan berdasarkan rencana kebutuhan tenaga kerja jangka panjang (3 tahun kedepan untuk lulusan S-1 dan 1 tahun ke depan untuk lulusan setingkat SLTA). kemampuan kerjasama tim (komunikasi dan kepemimpinan) dan energi calon SDM (motivasi. a prospective employee is required to take management trainee course. and recruitment administration. adaptation. bertindak sebagai fasilitator dan regulator proses penerimaan. REKRUTMEN PEGAWAI Perseroan menerapkan kebijakan rekrutmen umum yang menetapkan bahwa proses penerimaan pegawai berawal dari kebutuhan Satuan kerja (user) dan dalam bagian akhir (wawancara) juga melibatkan user. kompetensi pegawai serta regenerasi Perseroan. selection. problem solving and decision making) teamwork spirit (communication and leadership) and stamina (motivation. termasuk rekrutmen dan pelatihan berkesinambungan. Sebelum diangkat menjadi pegawai tetap. psikotes. attitude test. the Company addressed the situation by conducting various programs such as training courses to boost employees’ competence. Selection is made involving a third party and applicants should meet administrative requirement. disebut Graduate Development Program. and interview. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements by considering the competence of the incumbents. RECRUITMENT OF EMPLOYEES General recruitment policy directs that recruitment process starts with the user and ends with the user (during interview). learning spirit) Rekrutmen pegawai baru dilakukan sesuai analisa kebutuhan jangka panjang dengan mempertimbangkan kompetensi pegawai yang ada. Untuk menjaga daya saing. The Company sets several criteria in selecting human resources.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 111 Kondisi demografi diatas menunjukkan jumlah pegawai Perseroan dengan usia diatas 45 tahun lebih dominan. adaptasi.

new recruits are selected by technical competence assessment for position level IV and below. diikuti oleh 1. rekrutmen dilaksanakan dengan melakukan seleksi melalui asessmen kompetensi (teknis) untuk jenjang Jabatan IV ke bawah dan menggunakan assessment centre untuk Jenjang Jabatan III ke atas. diselenggarakan oleh LIPI.260 employees. Senior EMPLOYEE TRAINING AND DEVELOPMENT Employee training and development are based on analysis of training needs to realize employees’ potentials. attended by 576 participants. conducted by LIPI. Its aim was to enhance . senior managers and general managers.260 pegawai. Pelatihan ini diperuntukkan bagi para Manajer. One of the special management training progams in 2010 was “BA Management System”. tuntutan profesi/sertifikasi dan ketentuan perundang-undangan. fulfil professional/certification requirements and to comply with the laws and regulations. To fill vacant positions. Training programs conducted in 2010 include: • Managerial competence development through management development program followed by 1. Salah satu pelatihan khusus dalam bidang manajemen yang dilaksanakan pada tahun 2010 adalah “BA Management System”. and by an assessment center for position level III and above.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 112 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Karyawan PTBA di ruang kerja Sedangkan untuk pengisian jabatan kosong. Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja Perseroan di masa mendatang. mencakup: • Peningkatan kompetensi manajerial pegawai melalui program pengembangan manajemen. Human resource development is a long-term investment that will positively affect the future performance of the Company. Program-program pelatihan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010. This training was designed for managers. PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI Pelatihan dan pengembangan pegawai dilaksanakan berdasarkan analisa kebutuhan pelatihan dalam rangka pemenuhan kompetensi.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 113 • • Manajer dan General Manajer.93 billion for the development of employee competence by way of training.889 1.260 3. . Rekapitulasi penyelenggaraan training tahun 2010 2010 training programs conducted by the Company JENIS PELATIHAN EKSTERNAL EXTERNAL INTERNAL INTERNAL JUMLAH TOTAL TYPE OF TRAINING Manajemen Teknik Jumlah 136 414 550 1. the Company organized Leadership Development Program to groom company management candidates. sehingga rata-rata biaya pengembangan setiap pegawai adalah sebesar Rp3. Competence Test for non-technical competence at level III. technical competence assessment at level IV and V for 217 employees and nontechnical competence assessment at level III and IV for 117 employees.179 pegawai.93 miliar untuk mengembangkan kompetensi pegawai melalui pelatihan termasuk seminar dan workshop. seminar.765 2. dengan jumlah peserta mencapai 576. Technical competence development through Technical and Non-technical Training attended by 2. In total. and workshop. IV and V for 334 employees. Perseroan mengeluarkan biaya sebesar Rp10. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman seluruh peserta atas penerapan sistem manajemen PTBA yang makin terintegrasi dan didukung oleh sistem teknologi informasi terkini yang tengah dan akan segera diimplementasikan.124 1. In 2010.2 million per employee. Secara total.375 3. Asesmen kompetensi teknis dilakukan terhadap pegawai dengan jenjang jabatan IV dan V sebanyak 217 orang sedang asesmen kompetensi non teknis terhadap pegawai dengan jenjang jabatan III dan IV sebanyak 117 pegawai. Competence development is part of the implementation of Integrated BA Management System. Peningkatan kompetensi teknis pegawai. • • all participants’ understanding of the integrated BA Management System backed by the most up-to-date information technology that would be implemented soon. Perseroan telah menyelesaikan Leadership Development Programme untuk menyiapkan kader pemimpin perusahaan. averaging Rp3. IV dan V sebanyak 334 pegawai. Pelaksanaan Uji Kompetensi untuk kompetensi nonteknis (potensi) terhadap jenjang III. sepanjang tahun 2010.2 juta/pegawai.439 Management Technical Total Tahun 2010. diikuti oleh 2. Pengembangan kompetensi SDM juga dilakukan sebagai bagian dari implementasi Sistem Manajemen PTBA Terintegrasi.179 employees. in 2010 the Company spent Rp10. melalui Pelatihan Teknik dan Non Teknik.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

114

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operational Management Report

PERSAMAAN KESEMPATAN DALAM PENGEMBANGAN JENJANG KARIR
Perseroan terus mengembangkan dan menyempurnakan seluruh pranata yang mendukung penilaian kemampuan pegawai secara adil, fair dan transparan. Hal ini dilakukan untuk menjamin persamaan kesempatan bagi seluruh Pegawai dalam mengembangkan karir-nya sesuai dengan perkembangan perusahaan. Perseroan menerapkan sistem tools “Balanced Scorecard” untuk mendapatkan akurasi, kesamaan dan transparansi yang berimbang dalam menilai kompetensi seluruh pegawai, perkembangan karir, tanggung jawab dan remunerasinya. Perseroan kemudian memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai untuk memperjuangkan hak-haknya secara berimbang dan setara melalui Serikat Pekerja Bukit Asam (SPBA). Kesepakatan yang setara antara kewajiban maupun hak pegawai di satu pihak (baik secara pribadi maupun melalui SPBA) dengan Perseroan dilain pihak kemudian dituangkan dalam perjanjian kerja bersama (PKB). Melalui PKB ini pola hubungan industrial antara Perseroan dan dukungan pegawai terhadap keberlangsungan operasional yang kondusif lebih terjamin. Pengembangan karir dilakukan melalui rotasi/promosi berbasis kompetensi dan kinerja pegawai sesuai kebutuhan perusahaan. Sepanjang tahun 2010 lalu, Perseroan telah melakukan promosi terhadap 45 orang pegawai, selain telah meningkatkan 65 orang jenjang jabatan pegawai. Langkah rotasi dan promosi dalam meningkatkan kompetensi pegawai akan efektif jika dilakukan secara terencana dan didukung dengan staf yang mampu menilai kompetensi pegawai dengan tepat dan cermat. Sehingga pengembangan karir pegawai berjalan secara efektif, efisien dan selaras dengan perkembangan Perseroan.

EQUAL OPPORTUNITY IN CAREERDEVELOPMENT
The Company continued to develop and improve all systems and facilities in support of fair and transparent employee competence evaluation. This is to guarantee equal opportunity in career development for all employees in line with the Company’s own development. The Company applies “Balanced Scorecard” tool to ensure that all employees are appraised in an accurate, equal, balanced and transparent fashion in terms of their career development, responsibility and remuneration.

The Company gives all employees opportunity to fight for their equal and impartial rights through Bukit Asam Labor Union. Equality of rights and obligations between the employees (in person or by representation of Bukit Asam Labor Union) and the Company is incorporated in Collective Labor Agreement (CLA). This Agreement ensures the employees’ support to the Company’s continued operations in a conducive industrial relation.

Career development is also carried out by way of rotation/ promotion based on employee competence and performance according to the needs of the Company. During the year, 45 employees were promoted and 65 employees received position upgrade. Rotation and promotion in developing employee competence will be effective when done with good planning and supported by people who are able to make an accurate and thorough evaluation of employee competence to ensure career development is effected effectively and efficiently in accordance with the Company’s development.

REMUNERASI DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI
Perseroan menindaklanjuti peningkatan kompetensi SDM dan promosi jabatannya seimbang dengan peningkatan kompetensi dan penilaian kinerjanya. Proses manajemen kinerja ini berlangsung melalui siklus manajemen kinerja, mulai dari penyusunan rencana, performance review secara kontinyu dan penilaian kinerja secara berkala. Untuk menentukan kinerja seluruh pegawai perusahaan, Perseroan menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang direncanakan dan ditetapkan mulai level perusahaan, tingkat divisi/tim sampai dengan tingkat individu. Selanjutnya

EMPLOYEE REMUNERATION AND WELFARE
Competence development is followed by giving employees opportunity for career development commensurate with their performance. The process of performance management runs through performance management cycle that covers planning, continual and yearend performance review.

To evaluate the performance of all personnel, the Company applies Key Performance Indicator (KPI) that is put in place from corporate down to division/team and individual level. Monitoring system is also used to evaluate overall

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 115

Perseroan menetapkan proses pemantauan atas keseluruhan capaian kinerja masing-masing individu maupun group/ kelompok. Pemantauan dilakukan melalui coaching, counseling, dan controlling. Perseroan selanjutnya melakukan evaluasi atas kinerja seluruh insan perusahaan, baik pada tingkat individual, team maupun pada tingkat perusahaan secara periodik. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk dua tujuan, yakni feedback bagi pengembangan kompetensi SDM bersangkutan dan memberikan penghargaan untuk yang memiliki kinerja sama atau melebihi target sesuai kesepakatan KPI sebelumnya serta langkah pembinaan bagi yang kurang atau tidak dapat mencapai ukuran kinerja yang ditetapkan .

achievement of each individual or group. Monitoring is carried out through coaching, counselling and controlling. Periodic evaluation is made on all personnel, whether as an individual, a team or a company as a whole.

The result of this evaluation is then used for two purposes. First, as feedback for developing the employee’s competence and giving award for above standard achievement in accordance with Key Performance Indicator (KPI). And second, as coaching measures for those with below standard performance.

Secara berkala, remunerasi pegawai ditinjau dan disesuaikan dengan kompetensi dan prestasi kinerja.
Remuneration is commensurate with employees’ competence and performance.

Perseroan telah menerapkan standar penggajian berdasarkan pemeringkatan pegawai dan jenjang jabatan. Untuk memberikan remunerasi yang kompetitif, Perseroan mengikuti remuneration survey pada industri sejenis. Secara keseluruhan proses tersebut merupakan upaya standarisasi sistem kompensasi dan imbal jasa Perseroan yang diarahkan untuk meningkatkan motivasi pegawai dalam meningkatkan kompetensi dan kinerjanya. Selain remunerasi yang sejalan dengan perkembangan industri maupun kinerja, Perseroan memberikan tunjangan lain kepada pegawai dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR), jaminan kesehatan, uang pensiun dan hak cuti yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perseroan telah melaksanakan program “Jaminan Hari Tua” (JHT), Dana Pensiun Bukit Asam dan program pensiun “Tabungan Hari Tua”, bekerja sama dengan lembaga yang kompeten, sebagai bagian dari pemenuhan kesejahteraan pegawai. Perseroan juga menyediakan jaminan layanan kesehatan melalui RSBA dan program Asuransi Kesehatan Tugu mandiri untuk pegawai dan pensiunan pegawai.

The Company has devised a remuneration standard based on employee rank and position level. The Company also seeks to formulate a competitive remuneration standard by taking part in a remuneration survey in similar industry. The whole process is a means to standardize compensation and benefit system towards motivating employees to step up their competence and performance.

Besides performance-based remuneration, the Company provides other benefits in the form of holiday bonus, health insurance, pension and paid-leave in accordance with the prevailing regulations. The Company has set up Retirement Benefit Program, Bukit Asam Pension Fund and Retirement Savings Program in collaboration with reputable and competent institutions. These are all aimed at satisfying employees’ welfare. The Company also provides health care plans through Bukit Asam Hospitals and Tugu Mandiri Health Insurance Progam for employees and retirees.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

116

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operational Management Report

PENYELARASAN ORGANISASI DAN PENYEMPURNAAN SISTEM MANAJEMEN SDM
Perseroan dalam rangka menunjang pertumbuhan yang berkesinambungan telah melakukan evaluasi dan penyelarasan organisasi sesuai dengan dinamika perubahan perusahaan. Langkah penting lainnya yang dilakukan adalah penyempurnaan sistem pengembangan pegawai melalui penerapan “Talent Management” dengan tujuan diperolehnya gambaran rinci mengenai ketersediaan dan penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi. Melalui penerapan tersebut, maka pengembangan, seleksi dan nominasi pegawai berbasis pada kompetensi dan kinerja yang bersangkutan. Perseroan kemudian melakukan review atas model kompetensi yang digunakan sebagai acuan, diikuti pengembangan Assessment Center. Langkah-langkah tersebut kemudian berhasil menyempurnakan model kompetensi dan menyusun panduan assesment, setelah dilakukan review atas katalog kompetetensi inti, manajerial, karakteristik pribadi dan teknis, serta panduan asesmen kompetensi teknis.

ORGANIZATION ALIGNMENT AND HUMAN RESOURCE MANAGEMENT SYSTEM IMPROVEMENT
In a bid to ensure a sustainable growth the Company has conducted organisational assessment and alignment in accordance with the Company’s changing requirements.

Another important measure taken was improving employee development system through the application of “Talent Management” to arrive at a detailed picture of the availability and placement of employees as required by the organization. By this application, employee development, selection and nomination will be based on the individual employee’s competence and performance. The Company then reviewed the competence model used as reference and developed an Assessment Center.

These measures successfully improved competence model and produced assessment guide, after reviewing core competence catalogue, managerial aptitude, personal and technical characteristics, as well as technical competence assessment guide.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 117

PENINGKATAN BUDAYA UNGGUL
Pembentukan dan peningkatan Budaya Unggul merupakan bagian dari upaya memotivasi pegawai agar senantiasa berkinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi Perseroan. Program pembentukan dan peningkatan budaya unggul yang dilakukan pada tahun 2010, diantaranya: • Pengembangan assesment center, penyempurnaan model kompetensi dan penyempurnaan panduan assessment. Sosialisasi dan Implementasi sistem penghargaan dan sanksi yang dilakukan secara transparan dan terukur. Implementasi Balance Score Card di seluruh satuan kerja Perseroan, melalui standarisasi sistem manajemen kinerja yang diharapkan dapat mempercepat pembentukan budaya berbasis kinerja. Melakukan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PPKP), pada setiap semester, menggunakan KPI yang ditetapkan sebelumnya, sebagai acuan pemberian penghargaan dan pengembangan karyawan. Pembinaan mental dan spiritual pegawai serta mensosialisasikan nilai-nilai unggul Perseroan sebagai mana tertera pada buku Kode Etik Perseroan dan Manual GCG yang telah diperbaharui.

CULTIVATING CULTURE OF EXCELLENCE
Cultivating culture of excellense is an effort to motivate employees to constantly give their best performance and contribution to the Company. Culture of excellence cultivating program conducted in 2010 included:

• • •

• •

Developoment of assesment center, improvement of competence model and assessment guide. Dissemination and implementation of a transparent and measured reward and punishment system. Implementation of Balanced Score Card throughout the Company by way of standardizing performance management system expected to expedite the establishment of performance-based culture. Implementation of Employee Job Performance Rating in every semester, using pre-established Key Performance Indicator as the basis of reward and development of employees. Development of mental and spiritual aspects of employees and dissemination of values of excellence practiced by the Company as laid down in the Corporate Code of Conduct and the revised GCG Code.

118

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 119

Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis

Perbaikan dan pembangunan prasarana pendukung produksi serta penajaman pelaksanaan program efisiensi untuk menyambut peluang dan menjamin peningkatan kinerja berkelanjutan dimasa mendatang
Heading “Construction and Improvement of production supporting infrastructure and focused efficiency program in anticipation of business opportunity and sustainable future growth

Rating agency Standard & Poors raised foreign loan grade from BB. terutama China dan India. macro economic indicators prove that Indonesia’s economy is stable and ready to develop further in the years to come. dengan outlook positif dan lembaga pemeringkat Fitch telah meningkatka peringkat utang tersebut menjadi BB+ (satu tingkat dibawah investment grade). Inflation was relatively under control at 6.menjadi BB.991/US$. Kinerja perekonomian Indonesia tersebut membuat peringkat utang luar negeri Indonesia naik. With this promising development.5% dan cadangan devisa meningkat mencapai angka US$ 96. yang berada di kawasan Pasifik tak lepas dari dinamika pertumbuhan tersebut.1% hike.21 miliar serta kurs rupiah ditutuup menguat 4. kembali meningkat. dengan tingkat pertumbuhan terbesar lebih banyak disumbang oleh membaiknya perekonomian negara negara di kawasan Asia Pasifik.21 billion. Amerika Serikat masih mengalami kendala dengan defisit ganda dan tongkat pengangguran yang relatif tinggi.991/US$ signifying a rise of 4. Indonesia is also tied to this economic growth dynamics. However. As a consequence. The United States of America was still facing double digit deficit and higher unemployment rate.to BB. peningkatan kegiatan investasi dan perbaikan kinerja ekspor membuat GDP Indonesia mencatat kenaikan sebesar 6. Rupiah exchange rate strengthened and closed at Rp8.4% menjadi Rp8. Situated in the Asia Pacific region. and Fitch Ratings raised it to BB+ (one grade lower than investment grade). Lembaga pemeringkat Standard & Poors meningkatkan peringkat utang luar negeri dari BB.94%. GENERAL CONDITION AND BUSINESS PROSPECTS GENERAL CONDITION OF GLOBAL AND INDONESIAN ECONOMY The global economy began to recover in the middle of 2009 and continued through 2010 with the highest growth contributed by countries in the Asia Pacific region. Irlandia. Indonesia improved its foreign loan rating. The robust economic growth in the region raised demand and price of major commodities such as palm oil. Peningkatan perekonomian kawasan Asia Pasifik yang tinggi mendorong permintaan dan harga berbagai komoditas utama seperti CPO. Inflasi relatif terkendali pada kisaran 6. Italia.5% in 2009. Perekonomian Indonesia. termasuk sumber energi. Akibatnya tingkat pertumbuhan perekonomian global di tahun 2010 tidak setinggi perkiraan semula. secara keseluruhan indikator ekonomi makro menunjukkan perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang mantap dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang. diperkirakan akan membuat permintaan komoditas utama.5%. Bank Indonesia benchmark rate was stable at 6. Pemulihan perekonomian global yang dimulai sejak pertengahan 2009. 4.1%. suku bunga rujukan BI tetap di kisaran 6. batubara dan bahan mineral kembali meningkat. coal and other mining minerals. global economic recovery in 2010 was not as high as had been predicted. Kawasan Eropa sekalipun mengalami pertumbuhan. foreign exchange reserves improved totalling US$96. Overall. terus berlanjut di tahun 2010 lalu.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 120 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis KONDISI UMUM DAN PROSPEK USAHA KONDISI UMUM PEREKONOMIAN GLOBAL DAN INDONESIA. demand for primary commodities including energy sources is expected to see an upward trend. Yunani dan Italia. Dengan demikian. lebih tinggi dari tahun sebelumnya.5%. with positive outlook. Namun demikian sinyal kebijakan moneter negara-negara maju yang mempertahankan suku bunga rendah dan disertai paket stimulus moneter diperkirakan akan membuat pasar finansial tetap longgar untuk mendorong peningkatan investasi maupun kegiatan pasar modal. developed countries’ monetary policy that kept interest rates at low levels coupled with monetary stimulus bail-out packages are expected to leave room in the financial market to boost investment and capital market activities. Increase in domestic consumption. Perkembangan positif perekonomian tersebut. investment and export spurred Indonesia’s GDP to post a 6. higher than 4. Italy and Greece.94%. European countries’ economic growth was stunted by fiscal crises in Portugal. . Ireland. Pertumbuhan konsumsi domestik. mainly China and India. sempat terguncang oleh krisis fiskal di negara Portugal.4% On the face of the encouraging economic performance.

(termasuk batubara) di hampir seluruh kawasan negara industri utama dunia mengalami penurunan.8 9. Japan.4% total konsumsi batubara Asia Pasifik.0 2.6 3.4% 6.4 3.6 9.023.1 24. Jepang. China and India have been the biggest consumers for the past few years respectively at 71.0 516. Only in the Asia Pacific region coal consumption remained high as shown in the following table: Realisasi Konsumsi Batubara Global (Dalam juta ton setara mnyak) Actual Global Coal Demand (In million tons of oil equivalent) KAWASAN Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Konsumsi Batubara Global 2005 2006 2007 2008 A 614. During the world economic recession in 2009 these two countries stood fast with stable growth of economy and coal consumption.5% dan 11.903.3% -0. Saat krisis perekonomian global tahun 2009 melanda.8% -6. Konversi 1 ton setara minyak = 1. i. Juni 2010.3 2.2 3. Juni 2010.278.3% -11. COAL PROSPECTS Growth of World Coal Consumption According to BP Statistical Review of World Energy. Konsumsi batubata Jepang di In the Asia Pacific region. dengan mayoritas kegiatan ekonominya terkait dengan kawasan Atlantik. The same data indicated that the 2009 global economic crisis had caused energy source consumption (including coal) in most industrialized countries dropped.5% and 11. Data yang sama menunjukkan bahwa tahun di 2009.1 602. Its coal consumption in 2009 dropped significantly.644.151.2% % THD TOTAL 2009 16.2 513. konsumsi sumber energi.6 1. batubara adalah sumber energi utama.5 2009 B 531.1 21.3% 3.3 106.7 9.7 22. coal remained the second chief global energy source after crude oil.4% of total coal consumption in the region.0 3. saat puncak krisis perekonomian global.0 526. was also impacted by world economic crisis.0 1.3 22. whose economy is largely associated with the Atlantic region.2 107.3 9. coal is the main energy source and the major part is used for TPP fuel.43 ton coal Di kawasan Asia Pasifik.3 % A THD B -11.2 111.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 121 PROSPEK PERMINTAAN BATUBARA Perkembangan Konsumsi Batubara Dunia Sesuai dengan data BP Statistical Review of World Energy. Di tahun 2009 kontribusi batu-bara sebagai sumber energi mencapai 29.e.6 614.4 9.4% dari total penggunaan sumber energi.6% North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Consumption REGION Sumber : BP Statistical Review of World Energy. dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU.9% 0.5 456.184.7% 13.9 606.1 102. -15.038.3% 65. Hanya di kawasan Asia Pasifik konsumsi batubara tetap mengalami peningkatan.4% of total energy source consumption.0% -3.1 1. China dan India adalah konsumen utama sejak beberapa tahun terakhir dengan masing sebesar 71.773. In 2009 coal contribution reached 29. June 2010.2% 0.1 2. kedua negara ini.9 21. . June 2010 1 ton oil equivalent = 1.1 101. tidak luput dari pengaruh krisis perekonomian global. Konsumsi batubara di kedua negara tersebut juga tetap meningkat.6 528. batubara tetap menduduki peringkat kedua sumber energi global utama setelah minyak bumi. seperti ditunjukkan pada tabel berikut. mampu bertahan dengan tetap mencatat pertumbuhan perekonomian.7% 0.903.4%.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy. Dari total penggunaan batubara di kawasan Asia Pasifik.286.

3% 9.9 1.2 28.1 2. .7 5.3% 3.4 26.7 41. Konversi 1 ton setara minyak = 1.4 2009 B 50.1 7. sebesar 8.9 30.0 7.3%.8% 14. However.1% 0.4 125.8 68.4%.8 0.151.3 7.4 1.5% 1.3% as shown in the following table.0 195.7 54.7% -7.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy. Namun karena total konsumsi batubara China dan India yang besar.7% 1.406.2 15.1 1. Beberapa negara lain di kawasan ini.0 2.3% % THD TOTAL 2009 2.8 38.1 40. as shown in the following table. coal demand is met by countries in the closest region. While in the Pacific region.1% 0. konsumsi batubara kawasan Asia Pasifik di tahun 2009 tetap meningkat sebesar 6.1 119.5% Australia China India Indonesia Japan Malaysia Philippines South Korea Taiwan Thailand Others Total Asia Pacific Coal Consumption Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik REGION Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.1 51.6 12.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 122 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis tahun 2009 lalu sempat turun cukup besar.6 0.2% 6. seperti tampak pada tabel berikut.537.3 28.100.0 1.215.313.8% 0.3 2.644.0% 9.4% 0.6 % A THD B -1.4 1.3 2.0% -15.2 128. Juni 2010.2% 0.9 59.4% 6. secara keseluruhan.8 14.1 32.903.2% 1.6 7.6 0.4 30. Dampak krisis perekonomian global yang lebih berpengaruh di kawasan Atlantik.2 0.4 0.1 28.4 1.3 28.1% 0.4% -20.773. June 2010 1 ton oil equivalent = 1. trend ekonomi yang tetap positif membuat produksi batubara di kawasan ini di tahun 2009 tetap meningkat.5 6.4% 1.4 24.8% -3. the economic trend remained more stable and coal production continued to rise in 2009.1 1.6 5.1 7. Growth and Projection of World Coal Production Considering the high cost of transportation.6 245.5 54.2 5.4% 5.9% 3.4 7.2 5.5 54.7 6.3%. Other countries in this region such as Taiwan and Thailand also decreased their consumption. due to the considerable coal consumption of China and India.1 11.5 210. yakni -15.7 1.3%.8 30.43 ton coal Perkembangan dan Proyeksi Produksi Batubara Dunia Mengingat biaya transportasi yang cukup besar.7 184.4 1.1 2.0 66.0 230. Realisasi Konsumsi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Consumption (In million tons of oil equivalent) NEGARA Australia Bangladesh China China Hongkong SAR India Indonesia Jepang Malaysia New Zealand Philippines South Korea Taiwan Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik 2005 2006 2007 2008 A 53. membuat produksi batubara di kawasan tersebut rata-rata menurun. seperti Taiwan dan Thailand juga mengalami penurunan.0% -2. Hal tersebut tampak pada tabel berikut.1 121.8 4. recording a growth of 8.5 108.7 14. Sedangkan untuk kawasan Pasifik. World crisis that had bigger impact on the Atlantic region consequently caused a decline in the region’s coal production. kebutuhan batubara dipenuhi dari kawasan terdekat.0% 71.2% -15.1 55.3 6.8 39.023.0 7.4% 11.5% 0. total consumption in Asia Pacific region in 2009 rose by 6.4 1.6 38.

4% -7.8 444.2 0. berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri. .0% 1.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 123 Realisasi Produksi Batubara Global (Dalam juta ton setara mnyak) Actual World Coal Production In million tons of oil equivalent KAWASAN 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B % THD TOTAL 2009 REGION North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Production Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Produksi Batubara Global 618. as both countries are in a position to produce coal in excess of their domestic consumption. Indonesia kini bersaing dengan Australia sebagai pemasok batubara terbesar di pasar global.4 1.5 3.882.0% 4.0 144. the second largest coal consumer.9 578.3 2. Juni 2010.43 ton coal China sebagai konsumen terbesar batubara di dunia. According to BP Statistical Review of World Energy. since 2005 Indonesia’s coal production has grown at a higher rate than that of Australia.5 57.408. menunjukkan bahwa laju pertumbuhan produksi batubara Indonesia sejak tahun 2005 berkembang lebih cepat dari pertumbuhan produksi Australia. mengingat keduanya mampu memproduksi batubara dalam jumlah melebihi kebutuhan domestik.3% -7.2% 64.0 141.3% 2.0 2. but it is also the largest coal producer in the world. sebagai konsumen batubara kedua terbesar. Data BP Statistical Review of World Energy.3 438.5 2. India. China being the biggest consumer of coal in the world meets the major part of its demand by domestic mining.4 1.8 140.3 1.0% -1.035. sehingga kekurangannya harus dipenuhi lewat impor.2% 17.6 1.1 52.8 629. memenuhi sebagian kebutuhannya melalui kegiatan penambangan dalam negeri. Not only is China a consumer.0 143.871.0% 8. Indonesia dan Australia. but due to its insufficient production. In recent years Indonesia and Australia have met world coal demand (particularly in the Pacific region).3 3.9 1. Juni 2010.044.1% 0.764. Konversi 1 ton setara minyak = 1.6% 12.9 140.3% 0.6 446. June 2010. China adalah produsen batubara terbesar di dunia.1 452.637.0 637. Sehingga selain sebagai konsumen.213. Namun demikian produksi batubara India masih belum mencukupi.7 -9.9 420.144. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.7 1. Indonesia is now in competition with Australia to be the world largest coal supplier.2 3. sejak beberapa tahun terakhir merupakan negara pemasok batubara di pasar global (terutama wilayah Pasifik).7 53.1 634.8 46. Demikian juga India.9 0. strives to be self-sufficient.9% Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.336. it has to rely on import.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.3 3.5 50.

0 133. selain cadangan yang memadai dan tingkat konsumsi yang relatif rendah.770.000 800 Mt Other Venezuela Canada USA China Vietnam South Africa Colombia Russia 2009 2010 2011 2012 2013 2015 2016 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2014 2017 2025 600 400 200 0 Australia Indonesia Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Indonesia.0 1.8 23. menurut kajian tersebut.6 140. Indonesia will retain its role as the major coal supplier in the world market especially in the Asia Pacific region.5% 7. peningkatan suplai batubara di pasar global dari angka 621 juta ton di tahun 2009 menjadi 1.8 30. dengan kontribusi meningkat dari perkiraan sebesar 54% di tahun 2009 menjadi 61% di tahun 2025.4 28.9% 8.3 25.876.1% 1.0% 1.5 3.120.200 1. Hal tersebut ditunjukkan pada illustrasi berikut. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 124 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Realisasi Produksi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Production (In million tons of oil equivalent) NEGARA 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B % THD TOTAL 2009 REGION Australia China India Indonesia Vietnam Lainnya Total Produksi Asia Pasifik 205.3% 70. akan tetap menjadi pemasok batubara utama di pasar global. This is because Indonesia. Sekalipun proyek PLTU berbahan bakar batubara dengan daya 10.3 220.2 21.1 2. with its abundant reserves and relatively low consumption.425.3% 9. Even after the coal-fired 10.9 211.5% 8.0 28.0 217.000 MW According to the study. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik.8 1.4% Australia China India Indonesia Vietnam Others Total Asia Pacific Coal Production Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.1 228.1 miliar ton di tahun 2025 seiring membaiknya perekonomian global dan meningkatnya permintaan. biaya produksi batubara Indonesia tetap bersaing. dalam “Coal Market Service.6% 14. Countries in the Asia Pacific region.282.205.2 1.4% 10. will dominate coal supply.1 1. Penyebabnya adalah.7 1.3 28.9 1. Global Seaborne Thermal Coal Supply 2009-2025 1. June 2010” estimates world coal supply will increase from 621 million tons in 2009 to 1.9 18.3 210. The following illustration depicts the estimate.552.4 181.000 MW .1 billion tons in 2025 as world economy bounces back and demand increases.3 1.045.1% 9.2% 8.1 170.641.0 162. increasing their contribution of 54% in 2009 to 61% in 2025.1 93.1% 10. terutama di kawasan Asia Pasifik.2 32.4 22.216. terutama Indonesia dan Australia akan mendominasi pasokan.1 2.43 ton coal Kajian Wood Mackenzie. mainly Indonesia and Australia.6 195. June 2010” memprakirakan.3 1.2 119. A study by Wood Mackenzie “Coal Market Service.5 155. Juni 2010 Source: BP Statistical Review of World Energy. enjoys low production costs.

and in Sumatra with economical railway transport. Japan and South Korea) predicted that in 2010 GDP would grow 2. Perekonomian kawasan Pasifik diluar OECD diperkirakan meningkat lebih cepat. yang mencakup 34 negara maju.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 125 tahap 1 dan tahap 2 telah beroperasi. GDP growth of those countries vary. at an estimated export volume of 190 million tons in 2009. Tingkat pertumbuhan GDP Projected World Coal Consumption The economic upswing in 2010 impacted world coal demand. dengan jumlah ekspor diperkirakan mencapai 190 juta ton di tahun 2009. sekaligus tetap meningkatkan pasokan ke pasar ekspor. naik menjadi 323 juta ton di tahun 2015 dan mencapai 374 juta ton di tahun 2020. enable the Company to offer competitive seling prices.8%. (termasuk Amerika Serikat. Projected Supply by Exported Country Note: in million tons Proyeksi Konsumsi Batubara Dunia Perbaikan kondisi perekonomian global di tahun 2010 lalu turut mempengaruhi permintaan batubara global. Indonesia is projected to be in a position to meet domestic coal demand and to step up its export supply. untuk tahun 2011 mendatang. sehingga membuat permintaan batubara kawasan ini meningkat dengan cepat Menurut kajian OECD. Its main production areas in Kalimantan using low-cost river transport. Indonesia will continue to dominate the world market with its coal supply in the next few decades. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook.8 %. Noember 2010 that covered 34 developed countries (including USA. According to OECD research. in 2011 most industrialized countries will record economic growth. TPP phase 1 and phase 2 are operational. Jepang dan Korsel) memprediksikan pertumbuhan GDP tahun 2010 sebesar 2. and China is predicted to post the highest . Dengan demikian. hampir seluruh negera industri utama diperkirakan akan mencatat pertumbuhan perekonomian. suplai batubara Indonesia ke pasar global akan tetap mendominasi pada beberapa dekade mendatang. Therefore. Dengan daerah produksi utama di Kalimantan dengan sarana angkut melalui sungai yang berbiaya rendah dan di Sumatera dengan sarana kereta yang cukup ekonomis. In the Pacific region outside OECD coal demand was predicted to increase at a high rate following the regional growth. membuat harga jual sangat bersaing. Indonesia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan batubara. November 2010. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. 323 million tons in 2015 and 374 million tons in 2020.

Taiwan 6% and South Korea 4%. June 2010” predicts GDP of China will increase by 8. kawasan ini diperkirakan menguasai 72% perdagangan batubara global melalui laut. GDP China akan tumbuh cukup besar. South America and Europe) will not increase their coal consumption as they are turning to nuclear and gas as energy sources. yakni tumbuh dari angka 484 juta ton menjadi 874 juta ton. Selatan dan Eropa) tidak akan mencatat pertumbuhan konsumsi batubara. karena peningkatan penggunaan energi nuklir dan gas. the Atlantic region (North. this region is predicted to control 72% of world coal trading by sea. Senada dengan kajian tersebut. Menurut Wood Mackenzie. Kajian Wood Mackenzie memprakirakan. pertumbuhan pasar batubara global dari angka sebesar 720 juta ton di tahun 2010 menjadi 1. growth followed by India. from 484 million tons to 874 million tons. At end 2025. dengan kisaran 3. sehingga mempengaruhi pertumbuhan permintaan batubara di kawasan Pasifik. Pertumbuhan perekonomian global pada tahun-tahun mendatang akan tetap berlangsung. . According to Wood Mackenzie. The world economy will continue to improve in the coming years at around 3. On the other hand.2 miliar ton di tahun 2025. In the same tune Wood Mackenzie in its study “Coal Market Service. dengan China diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi terbesar diikuti oleh India. biro Wood Mackenzie dalam kajian “Coal Market Service. kawasan Atlantik (Amerika Utara.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 126 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Laboratorium Uji Kualitas Batubara di Tanjung Enim negara-negara tersebut bervariasi. June 2010” memprediksi.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). dengan kontribusi permintaan terbesar dari kawasan Asia Pasifik.2 billion tons in 2025.9%. 8. Asia Pacific region being the major consumer.9%. Wood Mackenzie study estimates world coal market will increase from 720 million tons in 2010 to 1.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). in the next few decades world coal demand will be concentrated in the Pacific region. Taiwan 6% dan Korsel 4%. impacting coal demand in the Pacific region. Di akhir 2025. dalam beberapa dekade mendatang pertumbuhan konsumsi batubara global akan terkonsentrasi di kawasan Pasifik. Sebaliknya.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 127 Coal Demand Forecast by Trade Basin and Transport Mode 1. relatif mampu memenuhi kebutuhannya dari produksi tambang-tambang dalam negeri. posisi Jepang sebagai salah satu importer batubara besar akan terus tergeser oleh China dan India. China sekalipun merupakan konsumen batubara terbesar.000 800 Mt Other Americas Europe Asia 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Di kawasan Asia Pasifik. In the meantime India with its limited reserves and output is more likely to become the biggest coal importer in the coming decades. Despite being the largest coal consumer. 2025 . In the Asia Pacific region.200 1.400 1. China is able to satisfy its own needs with domestic mine products. Sedang India dengan jumlah cadangan dan produksi yang lebih terbatas membuatnya berpotensi menjadi importir batubara terbesar dalam dekade mendatang.000 800 Mt Pacific Total Atlantic Total Landbone Seaborne 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1. Japan will be replaced by China and India as major coal importers.200 1.

despite its numerous TPP of similar nature. untuk kemudian meningkat dengan laju 2 % pertahun untuk periode 2020 hingga 2035. as shown in the following graph. in the longer term coal requirements of OECD countries (the majority is in the Atlantic region) will not increase as they are compensated by gas and nuclear sources. Kajian tersebut juga menunjukkan bahwa untuk periode waktu proyeksi tersebut. kebutuhan batubara di negara-negara OECD (mayoritas berada di kawasan Atlantik). is able to be sulf-sufficient in coal requirements.28% of energy sources and mostly used for fueling TPP at 40% . Sedang Indonesia. A report by US Energy Information Administration in “Annual Energy Outlook 2010” has the same conclusion. namun akan mampu memenuhi kebutuhan batubara dari dalam negeri. The construction of coal-fired TPP in Malaysia and the Philippines will increase their coal import in the coming years. yakni dalam jangka lebih panjang. terutama kawasan Asia Pasifik tingkat konsumsi batubara meningkat dengan laju rata-rata sebesar 1. the rest being for industrial sector. terkompensasi oleh penggunaan gas dan energi nuklir. Seperti ditunjukkan pada diagram berikut. juga menunjukkan kesimpulan senada. 2025 . and 2% per annum from 2020 until 2035. lainnya untuk sektor industri. The report also says that in the period under study.1% pertahun hingga tahun 2020.43%. walaupun banyak membangun proyek PLTU serupa. coal contributes 26% .PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 128 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Perkembangan pembangunan PLTU barbahan bakar batubara di Malaysia dan Filipina akan membuat permintaan impor dari kedua negara ini meningkat pesat di tahun-tahun mendatang. While Non-OECD countries particularly in the Asia Pacific region will increase their consumption at an average rate of 1. While Indonesia.1% per annum until 2020.e. Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1. Sedang negara-negara Non-OECD. yang mencapai 40% sampai 43%. tidak mengalami pertumbuhan. persentasi kontribusi batubara sebagai sumber energi akan berada pada kisaran 26%-28% dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU. i.000 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 Mt Other Philippines Thailand Malaysia Taiwan South Korea Japan China India 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Kajian US Energy Information Administration dalam Annual Energy Oulook 2010.

85 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 26. The rising trend of coal price in the Pacific region is shown in the following table.25 2006 2007 55. China dan Indonesia. riset Wood Mackenzie menunjukkan bahwa harga patokan batubara di kawasan Pasifik cenderung meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Wood Mackenzie research reveals that benchmark price in this region tends to increase in the coming few years. It should be noted that low-calorie coal will enjoy better price in the future.75 2007 45.30 37.50 29.55 28. Projected Coal Price in Pacific Region and Indonesia In line with the projected higher coal demand in the Pacific region.30 40.322GAR 125. Historical Japan Thermal Price Trend 6.65 34.50 34. China and Indonesia.00 53.00 40. terutama di India. particularly in India.00 .00 2010 98.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 129 Seaborne Thermal Coal Demand by Region 50 44 40 40 43 30 23 20 23 22 27 26 28 10 3 0 Electricity Industrial Other Sections Total 2 2 2007 2020 2035 Proyeksi Harga Batubara Di Kawasan Pasifik Seiring dengan proyeksi mingkatnya permintaan batubara di pasar Pasifik. Kecenderungan peningkatan harga batubara di kawasan Pasifik diperlihatkan pada tabel berikut. mengingat cukup banyaknya PLTU berbahan bakar batubara kalori rendah yang saat ini tengah dibangun dikawasan Pasifik.65 2008 2009 70. Hal yang patut di cermati adalah kecenderungan peningkatan harga batubara kalori rendah dimasa mendatang. as more and more TPPs using low-calorie coal are being built in the Pacific region.75 31.00 2005 52.

harga patokan batubara global di pasar spot berfluktuasi. global spot price has been volatile.12/ Mt.79/Mt. dengan titik terendah ada pada harga US$60. But in July 2009 this benchmark price started picking up. The follwing graph shows the price trend.07/Mt. harga pasar spot batubara global cenderung meningkat. Historical Global Coal Spot Price Index 6. In the domestic market. Namun kemudian harga patokan ini sejak bulan Juli 2009 cenderung terus meningkat. as shown in the following graph.322GAR 220 200 180 160 US$/mt 140 120 100 80 60 40 20 05 Feb 02 Apr 30 Apr 19 Sep 16 Nop 8 Okt 10 4 Nop 10 05 Mar 28 Mei 25 Jun 23 Jul 22 Aug 19 Okt 14 Des 3 Des 10 08 Jan GC 2008 GC 2009 GC 2010 JFY 2010 Di pasar dalam negeri.500 Gar sempat menyentuh angka US$125. spot coal price also improved. Afterwards. benchmark price of all calorie types declined in March – May 2009. sempat diwarnai penurunan.500 Gar calorie rose to US$125. harga spot batubara global sempat turun. and Indonesian Coal Index benchmark for 6.12/Mt in March 2009. pada bulan-bulan Maret-Mei 2009.07/Mt. berlaku pada seluruh tipe kalori. Mulai akhir 2009. Hal tersebut ditunjukkan pada grafik berikut. Hal tersebut tergambarkan pada grafik berikut. harga patokan batubara untuk periode 2009-2010. when the world financial crisis was at its peak. terjadi pada bulan Maret 2009. seiring dengan trend pemulihan perekonomian global. as the world economy rebounded. Setelah itu. For the past three years. the highest occurred in July 2008 at US$194. saat puncak krisis finansial global melanda. yang sempat menyentuh angka US$194. Historical Indonesian Coal Price Index 140 120 100 US$/mt 80 60 40 20 0 2 Jan 09 30 Jan 09 27 Feb 09 27 Mar 09 24 Apr 09 22 Mei 09 19 Jun 09 17 Jul 09 14 Aug 09 11 Sept 09 9 Okt 09 6 Nop 09 4 Des 09 31 Des 09 2 9Jan 10 25 Feb 10 26 Mar 10 23 Apr 10 21 Mei 10 18 Jun 10 16 Jul 10 13 Aug 10 10 Sep 10 ICI 6500Gar ICI 5800Gar ICI 5000Gar ICI 4200Gar . spot price dropped to its lowest US$60. sehingga harga patokan Indonesian Coal Index untuk kalori 6.79/Mt. Starting end 2009. dengan harga patokan tertinggi terjadi pada bulan Juli 2008.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 130 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Sementara dalam tiga tahun terakhir.

7 million tons.e.1% from 2009 that stood at 215. In 2010 Indonesia’s coal production reached 237.337 12. naik 10.831 5. produksi batubara Indonesia tahun 2010.1% dari produksi tahun 2009 yang sebesar 215.298 14. PTBA and 49 other private mining companies.590 38.426 17.692 19. Indonesian Coal Production and Consumption Indonesia’s coal output continued on the upward trend as reported by Energy Publishing Pty.7 juta ton. berasal dari 1 BUMN (PTBA) dan tidak kurang dari 49 perusahaan tambang swasta.383 14. Di Indonesia.9 million tons. Nama Perusahaan Company Name 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PT Adaro PT Kaltim Prima PT Kideco Jaya Agung PT Arutmin PT Berau Coal (KKS) PT Indominco Mandiri PT Bukit Asam PT Trubaindo PT Gunung Bayan Pratama Produsen Swasta Lain (+ 39 Perusahaan) Total Produksi Total Production 2009 40. produksi batubara terus menunjukkan trend yang meningkat.801 237.936 2010 * 42.396 10. in its publication “Indonesian Coal and Power”.951 28. Ltd.252 11.154 24. dengan gambaran ringkasan produksi tahun 2010 sebagai berikut.487 39. That considerable output came from one state-owned enterprise i. The following table briefly describes coal production in 2010.312 215. or up 10. Tanjung Enim . Produksi batubara sebesar itu.545 4.878 20.9 juta ton.184 4..689 Pengangkutan Batubara di Tambang Air Laya.913 5.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 131 Perkembangan Produksi dan Konsumsi Batubara Indonesia.142 46. mencapai total 237. Seperti ditunjukkan oleh data publikasi “Indonesian Coal dan Power” (ICP) dari Energy Publishing Pty Ltd.053 52.

000 MW TPP phase 1 and 2.4 32.936 237. allowing cost efficiency.012 176. total kebutuhan batubara pada masa-masa mendatang akan meningkat cukup signifikan.8 25.7 4.3 42.556 204. kebutuhan batubara ini akan meningkat lebih dari 100% menjadi 95.2 27. (in thousand tons) TAHUN PRODUKSI PRODUCTION The major part of Indonesia’s coal was delivered to global market.9 8. export and consumption of coal in Indonesia. Untuk tahun 2014.234 215.000 MW tahap pertama dan disusul dengan PLTU 10.488 158. mostly used by TPPs as well as private and state firms. On the domestic side. The following table shows actual production.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 132 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Sebagian besar produksi batubara Indonesia dipasok ke pasar global.9 59. NILAI KALORI (KCAL/KG AR) CALORIE RATE (KCAL/KG AR) 2010 2011 2012 2013 2014 4200 5100 6100 Total 8.9 87.456 50. Sisanya digunakan di dalam negeri.9 40.2 36.9 95. Selain terkait dengan proyek Pemerintah untuk menyelesaikan proyek pembangunan PLTU 10.033 39.148 47.200 Kcal/kg AR. the increase will be more than 100% to 95.1 8. sekitar 46% jenis batubara yang akan digunakan adalah batubara kalori rendah dengan nilai kalori sebesar 4.200 (Kcal/kg AR). Dimasa mendatang. Assuming the construction of PLN’s coal-fired TPP runs well. Besides the use by government projects in 10. Domestic coal demand is expected to continue rising in the future. Proyeksi konsumsi batubara untuk PLTU milik PLN menunjukkan bahwa.689 163.2 8.866 Untuk konsumsi dalam negeri.7 4. In 2014.5 44. mayoritas digunakan sebagai bahan bakar PLTU maupun pembangkit listrik industri swasta dan BUMN.8 28.000 MW tahap kedua. TPPs tend to switch to low-calorie coal because of its lower price.797 47.9 78 35.8 juta ton di tahun 2010.386 191. other industries also have a greater demand for coal due to conversion from oil to other energy sources. Gambaran realisasi produksi. Dari perkiraan realisasi kebutuhan batubara sebesar 40. sehingga penggunaannya lebih efisien dari sisi biaya. jenis batubara yang digunakan untuk PLTU cenderung semakin bergeser ke arah batubara kalori rendah. EKSPOR EXPORT KONSUMSI CONSUMPTION 2007 2008 2009 2010 Source: Indonesian Coal and Power 193. Based on projected coal requirement of 40.4 43.3 . konsumsi dan ekspor batubara Indonesia adalah sebagai berikut. total coal requirement is projected to increase significantly. dengan asumsi pembangunan PLTU berbahan bakar batubara berjalan lancar.3 juta ton di tahun 2014.8 million tons in 2010.3 million tons in 2014. around 46% will be low-calorie coal with calorie level of 4. permintaan pasokan batubara di dalam negeri diproyeksikan terus meningkat. kebutuhan batubara untuk sektor industri lain juga diperkirakan terus meningkat karena beralihnya pemanfaatan sumber energi lain selain minyak bumi. and the rest for domestic consumption. Hal ini terjadi karena harga jual batubara kalori rendah umumnya lebih rendah.

covering improved efficiency in production process to earn good margin. diantaranya melakukan proses produksi yang lebih effisien. Perseroan telah mempersiapkan strategi umum.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 133 Kertapati Berbagai faktor seperti tergambar dari uraian mengenai permintaan batubara tersebut diatas menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi Perseroan dalam menentukan strategi bisnis jangka panjang. Various factors as depicted above will create opportunities and at the same time pose challenges for the Company to devise its long-term business strategy. the Company has devised general strategy. Dengan kecenderungan permintaan dalam negeri yang semakin banyak membutuhkan batubara kalori rendah. As the domestic demand for low-calorie coal continues to rise. . sehingga dapat mempertahankan marjin.

peningkatan produksi swakelola. .PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 134 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Stockpile Pelabuhan Kertapati Tiga sasaran utama program efisiensi Perseroan: biaya produksi. efisiensi operasional.

BUSINESS REVIEW COAL SEGMENT The Company aimed to step up its coal production in 2010 to keep up with railway bigger loading capacity. the Company consistently implemented an integrated production strategy focused on production efficiency. Upaya-upaya tersebut ditujukan untuk mencapai 3 (tiga) sasaran utama yakni: menekan biaya produksi. yakni: Perbaikan sistem kerja. To reduce production cost. Operational Efficiency Improvement The Company improved mining operational efficiency through many ways aimed at reducing production cost. dengan dukungan Teknologi Informasi. Perseroan secara konsisten menerapkan strategi produksi terintegrasi.Stock-pile management by FIFO system. kualitas produksi dan jaminan ketersediaan batubara dengan tetap menjaga aspek Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Peningkatan Effisiensi Operasional Perseroan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional penambangan. agar sejalan dengan keberhasilan program peningkatan kapasitas angkut kereta api. mining and transporting activities were accurate and timely. To reach the production target. maximizing selfmanaged coal production by optimum use of BWE (Bucket Wheel Excavator) system and developing shovel & truck mining system. handling coal. Operational efficiency was improved by conducting various programs covering the following three groups of activity: Work system improvement.Melaksanakan manajemen stockpile dengan menerapkan sistem FIFO. berbagai inovasi dan perbaikan menyangkut sistem kerja yang dilaksanakan Perseroan mencakup diantaranya: • Menerapkan sistem operasional terintegrasi. . Dengan cara ini Perseroan mampu mengontrol tingkat persediaan dalam jumlah yang memadai (tidak berlebihan) memantau aktifitas penambangan dan pengangkutan dengan akurat serta tepat waktu.Stripping ratio control according to plan. optimalisasi inside dump untuk memperpendek jarak angkut. . optimizing inside dump to shorten transporting distance. yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional produksi. the Company launched several programs including saving fuel. suku cadang/ material serta konsumsi energi listrik. diantaranya mencakup: melakukan penghematan konsumsi BBM. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck.Melakukan perawatan terencana (condition base maintenance) peralatan utama. . . handling batubara. Untuk menekan biaya produksi. .Condition-based maintenance of main equipment. product quality and coal availability while preserving the environment and ensuring work safety and health. This way.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 135 LAPORAN KINERJA USAHA SEGMEN BATUBARA Perseroan menetapkan target peningkatan produksi batubara pada 2010. . Untuk meningkatkan effisiensi operasional. inventories were managed at optimum level. Perseroan melaksanakan beberapa program. sparepart/ material and electricity consumption. Perseroan melaksanakan beberapa program. meliputi 3 kelompok upaya. improving operational efficiency and increasing self-managed coal production capacity. . among others by: • Integrated operating system backed by information technology. meningkatkan effisiensi operasional dan meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola.Stock-taking and continuous monitoring of supplies and spareparts. Untuk mencapai target produksi tersebut.

Repair and relocation of 2 BWE and 1 spreader from TAL to MTBU area.Conveyor Information System program to detect belt conveyor damage by stages.Memperbesar kapasitas tampung temporary stock. .Memperpendek jarak angkut tanah dengan melakukan inside dump. as described in more detail separately.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 136 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis . . . such as piling and stock-pile areas: . Penggantian dan Penambahan Alat Produksi: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan effisiensi operasional juga mampu mendukung program peningkatan produksi di tahun 2010 maupun di masa mendatang. by regular replacement of pulley and installation of infra red censor. juga untuk mendukung dan mengantisipasi peningkatan kegiatan penambangan Perseroan di masa mendatang.Modifikasi dan perbaikan peralatan rotary car dumper dan sejenisnya.Mempersiapkan penggunaan BWE sebagai reclaimer di temporary stock. • Perbaikan sarana dan prasarana: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional pada tahun 2010 lalu. .Membuat program Conveyor Information System yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan (stadium) belt conveyor secara bertahap sehingga dapat merencanakan pekerjaan penggantian belt secara lebih baik untuk mengurangi jam breakdown mesin. • • Replacement and addition of production machinery This program aimed to increase operating efficiency and production in 2010 and the ensuing years. . .Melaksanakan stock opname dan monitoring persediaan barang dan suku cadang secara kontinyu. seperti areal timbun dan areal stock-pile. Facilities and infrastructure improvement This program was designed not only to improve operating efficiency.Preparation of BWE as reclaimer of temporary stock. Infrastructure improvement was mainly in mining area.Pengelolaan lumpur dengan sistem gravitasi untuk menggantikan metode konvensional yang menggunakan pompa atau metode truck & shovel.Mud handling with gravitation system to replace conventional method that uses pumps or trucks & shovels. Program yang dilakukan adalah penggantian dan penambahan alat produksi Shovel & Truck menjadi lebih besar terutama alat angkut tanah dari kapasitas 30-an ton menjadi 50 ton keatas pada areal penambangan swakelola. . allowing more efficient belt replacement schedule and reducing machine breakdown hours.Increased storage of temporary stock. but also to support and anticipate higher mining activity in the future.Shortening soil transporting distance by inside dump.Modification and repair of conveyor belt. . . . • . Kegiatan yang dilakukan dalam hal ini menyangkut diantaranya: . .Melakukan blasting tanah penutup. . 30 tons to over 50 tons in self-managed mining area. . . .Modification and repair of rotary car dumper and the like.Perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU.Melakukan pengendalian stripping ratio sesuai rencana.Modifikasi dan perbaikan sistem conveyor belt.Cover soil blasting. melalui penggantian pulley secara teratur disertai pemasangan sensor infra merah. . The program included replacement and addition of shovel & truck especially soil transporter with bigger capacity from approx. dengan penjelasan lebih detail ada pada uraian tersendiri. . Prasarana yang diperbaiki terutama berada di areal tambang.

Perseroan mulai tahun 2009 melakukan persiapan pemindahan BWE system ke lokasi Tambang Muara Tiga Besar Utara (MTBU). Optimizing BWE system was accompanied by the construction of own 3x10 MW TPP to back up BWE system and other efficiency programs using waste coal that had previously been squandered. Perbaikan dan Pemindahan BWE System Perseroan memiliki dan mengoperasikan 5 unit BWE system. the Company gained an added value: • • • • • Mining operation will be more cost-efficient. Seiring dengan optimalisasi BWE system tersebut. BWE operation is weather proof (operable even in the rain) Existing skilled laborer can be employed. Pengoperasian BWE tidak mengenal cuaca (bisa beroperasi meskipun pada cuaca hujan). maka akan memperpanjang umur operasi BWE system hingga 15 tahun kedepan dari umur operasi normal. Mulai tahun 2007 pengoperasian BWE berkurang karena keterbatasan area layak operasi bagi BWE system. By revitalizing BWE system and constructing own 3x10 MW TPP. In 2007 the operation of BWE diminished due to limited area suitable for BWE system. BWE equipment can operate for another 15 years. nilai tambah yang minimum yang didapatkan perseroan seperti : • • • • • • Efisiensi biaya operasi penambangan akan membaik. . Dengan melaksanakan program revitalisasi BWE sytem dan Pembangunan PLTU 3 x 10 MW milik sendiri. Dengan mempertimbangkan efisiensi serta optimalisasi asset operasi. Dalam waktu bersamaan Perseroan juga melakukan perbaikan besar (overhaul) terhadap BWE system yang akan direlokasi. In consideration of efficient and optimum operations of assets. seluruhnya dioperasikan di areal Tambang Air Laya (TAL). berupa 2 unit BWE dan 1 unit spreader. Perseroan melakukan pembangunan PLTU 3x10 MW milik sendiri guna mendukung program operasi BWE system serta program efisiensi lain secara menyeluruh dengan menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfa’atkan. starting in 2009 the Company made preparation to relocate BWE to Muara Tiga Besar Utara (MTBU) mine consisting of two BWE’s and one spreader. BWE equipment that has zero book value is re-utilized. Repair and Relocation of BWE System The Company owned and operated five units of BWE in Tanjung Air Laya (TAL). Mendukung program penghematan energy yang digalakkan pemerintah.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 137 Pembangunan PLTU 3 x 10 MW untuk mendukung operasi BWE System yang lebih efisien. Memanfaatkan tenaga kerja terampil yang telah ada. Perseroan berhasil memanfaatan kembali alat BWE system yang sudah habis nilai bukunya. Dengan program overhaul tersebut. The BWE’s to be relocated were overhauled to extend their operating life with another 15 years. Alat Produksi BWE system dapat dioperasikan dengan baik hingga selama 15 tahun kedepan.

500 kw. Di Indonesia hanya PTBA yang mengoperasikan peralatan tambang BWE system dengan kapasitas besar. Continuous mining method uses excavating tool Bucket Wheel Excavator (BWE). minimal 100 kPa dengan kekerasan material yang bisa digali sampai dengan 5. at least 100 kPa and material hardness up to 5. . This is possible as the Company’s mining area in Tanjung Enim is flat and vast with adequate land support. BWE beroperasi dengan daya listrik 1. yang relatif datar dan luas. dan berat total 520 ton. alat angkut ban berjalan (belt conveyor). Hal ini karena kondisi areal penambangan PTBA.138 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Bucket Wheel Excavator BWE Tambang terbuka secara umum dapat dilakukan dengan metode penambangan menerus (continuous mining) dan metode penambangan konvensional. daya dukung tanah memadai. dengan jangkauan vertikal posisi high cut 12 m dan double deep step 12 m serta jangkauan horizon baik HC atau DDS 90 m tk. belt conveyor and material spreader. In Indonesia PTBA is the only company that operates high-capacity BWE mining equipment.300 bcm/jam.000 kPa. Tanjung Enim. Ukuran peralatan BWE cukup besar.000 kPa. Kapasitas penggalian BWE adalah sebesar 1. dan alat penyebar material (spreader). Metode penambangan menerus menggunakan alat gali Bucket Wheel Excavator (BWE). diameter roda bucket 9 m. Open pit mining can generally be done by continuous mining method and conventional mining method.

maka kompetensi SDM Perseroan dalam mengelola tambang secara penuh akan semakin meningkat juga.34 juta ton. The Company plans to gradually upgrade the capacity of self-managed production. or increased 5. and improve employees’ competence in mine management.64 juta ton. Banko Barat. naik 7. Secara bertahap. Dari keseluruhan produksi tersebut.6% from 5.6 juta ton.4 % dibandingkan volume produksi tahun 2009 yang berjumlah 11. produksi yang dilakukan secara swakelola meningkat menjadi 5. Perbaikan Bucket BWE di area bengkel . Perseroan berencana menaikkan kapasitas produksi swakelola. Peningkatan produksi batubara pada tahun 2010 terutama berasal dari Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT). yaitu dari Tanjung Air Laya (TAL). Dengan peningkatan secara bertahap.6% dari produksi tahun sebelumnya sebesar 5.64 million tons.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 139 Perkembangan Produksi Pelaksanaan strategi operasional membuat Perseroan berhasil kembali meningkatkan volume produksi batubara menjadi 12.5 juta ton.34 million tons the preceding year. naik 5. 5. PT Internasional Prima Coal dan PT Batubara Bukit Kendi. Muara Tiga Besar Utara. Unit Pertambangan Ombilin dan dari anak perusahaan.

Tahap keempat. Integrasi dan Keuangan. to handle coal from mining area to stock pile/TLS.022. To secure supply to consumers. Guna menjaga keamanan pasokan kepada para konsumen. PT Bukit Asam Prima (BA Prima) in 2007.757.781 2. i. Tahap ketiga. to manage marketing.185 89% 97% 107. sales and billing.2% 110.547 560.971 507.0% 6. Tahap pertama adalah Phase Mine to Train Loading Station (TLS). yaitu PT Bukit Asam Prima (BA Prima) pada 2007.4% 107. Larger production was accompanied by a 3% rise in railway loading volume from 10.477 1.5% 9.280. yaitu pengelolaan pemasaran dan penjualan batubara serta proses penagihan. the Company set up a subsidiary that is engaged in coal trading. Perseroan mendirikan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli batubara.783 12.546 10.1% 119.600.175.4% 317. Phase 3 is Marketing and Billing. yaitu untuk menangani material /batubara mulai area tambang hingga Stock Pile/TLS.630. Marketing dan Penagihan.388 13.796 5. Phase 1 is Mine to Train Loading Station (TLS).PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 140 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Produksi dan Pembelian Batubara (Ton) Coal Production and Purchase (Tons) URAIAN 2010 2009 PERUBAHAN % DESCRIPTION Produksi (dalam ton) Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian / Purchases • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian 511.218 3.728 2.402 116.461.8% 876. yaitu untuk menangani batubara mulai dari TLS sampai dengan Pelabuhan. Phase TLS to Port.8 juta ton.4% Produksi (dalam ton) Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian / Purchases • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian Kenaikan produksi ini selaras dengan peningkatan volume angkutan kereta api yang naik sebesar 3% dari 10.243 57. Tahap kedua.945 5. Penanganan Batubara Perseroan mulai membangun Supply Chain Management System (SCMS) yang akan diterapkan dalam 5 tahap.333 574.558 12.850 11.150 2.5 juta ton menjadi 10.144. to integrate SCMS and other systems including financial .871. Phase 2 is TLS to Port. Coal Handling To handle coal properly. Phase 4 is Integration and Finance.912 11.e.5 million tons to 10. the Company built up Supply Chain Management System (SCMS) that will be implemented in five phases.792 8.8 million tons.620 76.595.131.6% 91.770 783.846. to handle coal from TLS to Port.783 574.049 40.

testing is done on port stock-pile prior to loading to ships. Pengendalian kualitas. Langkah tersebut diikuti dengan melakukan general overhaul stacker reclaimer di stockpile untuk mempercepat proses penyimpanan dan pemuatan batubara. • • Quality Control The Company strictly controls product quality on every production stage according to Quality Management System ISO 9001:2008.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 141 yaitu tahapan untuk mengintegrasikan SCMS dengan sistem lainnya yang ada di PTBA termasuk dengan sistem keuangan. Quality tests are then performed in the mine and mining stock-pile area before loading and delivery to customers by railway. Perseroan melakukan penanganan batubara sesuai standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk menjamin kualitas dan pasokan batubara kepada konsumen. yaitu tahapan untuk mengimplementasikan modul optimasi dan Executive Information System. This measure is accompanied by performing general overhaul of stacker reclaimer in stockpile to speed up coal storing and loading process. diikuti dengan pengujian di areal stockpile pelabuhan sebelum pemuatan ke kapal. Dengan sistem tersebut. Optimasi dan EIS. Perseroan menjaga kualitas produksi melalui mekanisme quality control yang ketat pada setiap tahapan produksi. the Company runs sampling tests to control the quality of coal to be excavated. For delivery by sea. Phase 5 is Optimization and EIS. The Company has an additional Hopper Blender facility to support coal blending process to produce coal quality that suits consumers’ needs. Perseroan melakukan uji sampling untuk memastikan kualitas batubara yang akan ditambang. Pengaturan tumpukan batubara hasil produksi dan proses blending dilakukan sesuai dengan klasifikasi kualitas kalorinya dan kebutuhan konsumen. Pengujian kualitas batubara kemudian dilakukan di areal tambang. . stockpile di daerah penambangan sebelum pemuatan ke kereta api atau dikirim ke konsumen. Perseroan telah melakukan penambahan fasilitas Hopper Blender untuk mendukung proses blending batubara agar menghasilkan kualitas batubara sesuai kebutuhan konsumen. which cover: • Stockpile Management Management of coal stockpile from production and blending process is conducted according to the classification of its calorie quality and consumers’ requirements. to implement optimization module and Executive Information System. Tahap kelima. As dictated by the system. Perseroan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 untuk menjamin kualitas produk batubara yang dihasilkannya. yang mencakup: • Pelaksanaan Manajemen Stockpile. system. The Company applies Quality Management System ISO 9001:2008 to control coal product quality. The Company handles coal in accordance with the standards of ISO 9001:2000 Quality Management System to control product quality and supply to the consumers. Proses pengendalian kualitas ini berpedoman pada standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.

.9 juta ton menjadi 2.7 juta ton pada 2010. Analisis kualitas batubara dilakukan oleh Unit laboratorium Perseroan yang telah menerima sertifikat Sistem Manajemen Mutu Laboratorium ISO/IEC 17025:2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Laboratorium ini juga bertanggung jawab melakukan pengujian kualitas air buangan tambang untuk menjaga agar terpenuhinya Standar Baku Mutu Lingkungan.5 juta ton pada 2009.1 million tons. the Company collaborates with PT Kereta Api Indonesia (PT KA). Sedang dari Tanjung Enim ke pelabuhan Kertapati. Pelaksanaan bongkar muat batubara dari gerbong kereta-api menggunakan Rotary Car Dumper (RCD) di Pelabuhan dan Apron Feeder (AF) di Dermaga. Coal shipment volume from Tanjung Enim to Tarahan Port rose 3% from 8.9 million tons to 2. Volume angkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan mengalami peningkatan 3% dari 8. menjadi 8. While from Tanjung Enim to Kertapati increased 5% from 1. yakni penanganan batubara dari areal tambang sampai pemuatan kereta api (train loading station/TLS).5 million tons.5 juta ton. Proses yang dilalui dalam pengangkutan batubara meliputi: • Pengaturan jumlah dan kualitas muatan batubara yang akan diangkut oleh masing-masing gerbong kereta api melalui Train Loading Station (TLS). Pengangkutan Perseroan bekerjasama secara intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KA) dalam proses pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan (Lampung) dan Dermaga Kertapati (Palembang). naik 5% dari 1. Coal quality analysis is performed by the Company’s laboratory that has Laboratory Quality Management System ISO/IEC 17025:2005 certification from the National Accreditation Committee. sudah direalisasikan tahap pertama sistem ini.8 juta ton atau meningkat 3% dari volume tahun 2009 sebesar 10. Untuk mendukung program penjagaan kualitas Perseroan mulai membangun sistem manajemen penanganan batubara terintegrasi secara bertahap. total volume angkutan batubara melalui kereta api ke Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati mencapai 10.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 142 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Unit Laboratorium Perseroan telah terakreditasi dengan sertifikat ISO/IEC 17025: 2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Untuk tahun 2010. Supervising and recording coal distribution to ports or piers. Our laboratory is accredited by the National Accreditation Committee with Laboratory Quality Management System certification.7 million tons in 2010. In 2010 the first stage of this system was completed to handle coal from the mines to train loading stations. Tahun 2010. To support quality control program the Company sets up an integrated coal management system by stages.5 million tons in 2009 to 8. This laboratory is also responsible for testing the quality of waste water from the mines to ensure compliance with the Environmental Quality Standard. Pengawasan dan pencatatan distribusi batubara menuju Pelabuhan atau Dermaga. total volume of coal shipment by train to Tarahan Port and Kertapati Pier reached 10. Transportation In transporting coal from Tanjung Enim to Tarahan Port (Lampung) and Kertapati Pier (Palembang).8 million tons or increased 3% from 2009 volume of 10.1 juta ton. Unloading coal shipment from train coaches using Rotary Car Dumper (RCD) in ports and Apron Feeder (AF) in piers. In 2010. The process of coal transporation entails: • • • • • Arranging the volume and quality of coal to be transported by each train coach from Train Loading Station (TLS).

Stacker Reclaimer di Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 2. Pengambilan sampel batubara di TLS Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 3. Uji Kualitas Batubara dengan alat Atomic Absorbtion Spectro Photometer Edipiscing lorem ipsum dolor .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 143 1 2 3 1.

the Company adopted the following .580 PERUBAHAN (%) 3% 5% 3% RAILWAY TRANSPORTATION Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari perbaikan sistem manajemen angkutan serta adanya koordinasi intensif antara Perseroan dengan PT KA.763. Strategi Pemasaran Untuk menjamin berlangsungnya peningkatan penjualan dimasa-masa mendatang di tengah kecenderungan Marketing Strategy In an effort to secure future sales amidst the increasing tendency of coal demand. The bigger loading capacity is believed to substantially increase sales from Tanjung Enim mine. (Lihat bahasan “Pengembangan Usaha”).150 1.050.940 10.498. the Operations/Production Director of the Company was appointed Honorary Member of PT KA Executive Committee. Mulai tahun tahun 2009. Pada tahun 2010 draft final report sudah disampaikan kepada para pihak.454. In 2010 the draft final report was submitted to all parties. The larger coal shipment volume was made possible by improved transportation management system and intensive cooordination between the Company and PT KA. Perseroan juga berperan langsung mendukung peningkatan kapasitas angkutan batubara. The Company pioneered the construction of new railway tracks to step up coal loading capacity. melalui perbaikan rail-loop dan perawatan rutin di fasilitas muat dan bongkar milik Perseroan. In 2009.040 2009 8. (See discussion on “Business Development”).956. Direktur Operasi Produksi Perseroan diangkat menjadi Anggota Kehormatan Executive Committee PT KA.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 144 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis ANGKUTAN KERETA API Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan 2010 8. The Company also directly supported the improvement of coal loading capacity by reparing rail-loop and routinely maintaining its own loading and unloading facilities. Perseroan juga telah merintis program pengembangan untuk angkutan KA khusus batubara yang baru untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara. Program pengembangan angkutan tersebut diyakini akan mampu mengatasi kendala Perseroan dalam meningkatkan jumlah penjualan batubara secara substansial dari lokasi tambang Tanjung Enim. telah menunjuk konsultan independen untuk menyusun formula tarif dan formula take or pay.100 2.430 10.712. Perseroan menindak lanjuti Coal Transportation Agreement (CTA) bersama-sama dengan PTKA. Coal Transportation Agreement (CTA) with PT KA was was followed by the appointment of an independent consultant to formulate tariff and ”take or pay” schemes.

Rakor membahas perkembangan kondisi pasar batubara. The meetings discuss development in coal market condition. consumer demand and production problems on site and in transporting process that may affect sales volume. Untuk menjamin pelayanan pada pelanggan. Hasil diskusi kemudian digunakan sebagai dasar penentuan strategi produksi maupun penjualan yang paling sesuai untuk periode tiga bulan ke depan guna mendukung pencapaian target penjualan yang telah ditentukan. therefore. The Company. Perseroan membuka layanan pengaduan dengan menyediakan saluran telpon. Oleh karena itu Perseroan selalu memberikan jaminan bahwa kualitas batubara yang diterima konsumen telah sesuai dengan kesepakatan kontrak terkait. permintaan konsumen hingga kendala produksi di lapangan maupun proses pengangkutan yang dapat mempengaruhi volume penjualan. In 2010 nine complaints from the customers were attended to and settled by the Company. • Cooperation The Management routinely holds coordination meetings involving all production and supply chains. Perseroan meyakini penerapan komitmen pelayanan terbaik akan mampu mendukung target peningkatan penjualan Perseroan di masa mendatang. Komitmen pelayanan pelanggan Perseroan selalu mengutamakan prinsip transparansi dan responsibilitas dalam memberikan layanan kepada konsumen demi memenuhi komitmen layanan terbaik kepada konsumen. The Company strongly believes that the best customer service will assist the Company to reach its increased sales target. Selama tahun 2010 Perseroan menerima 9 (sembilan) kali pengaduan dari pelanggan. Perseroan telah menindak lanjuti keluhan pelanggan tersebut. The Company promptly responds to various demands and complaints from the customers. Perseroan memberikan tanggapan yang cepat terhadap berbagai permintaan dan keluhan konsumen sebagai bagian dari komitmen pelayanan Perseroan. To support its customer service the Company sets up a customer center to handle complaints by telephone. is committed to ensuring the quality of coal delivered to consumers is in accordance with the quality agreed upon in the contract. e-mail or letter. email maupun surat kepada pelanggan. Jaminan kualitas dikontrol melalui penerapan manajemen mutu yang melibatkan pelaksanaan proses analisis terakreditasi. • Kerjasama Manajemen Perseroan menyelenggarakan Rapat Kordinasi (Rakor) yang melibatkan seluruh mata rantai produksi dan penjualan (supply chain) secara rutin. Findings are used as a basis of formulating production and sales strategy that is the most appropriate for the next three months to enable the Company to meet sales target. • • Commitment to Customer Service The Company gives priority to transparency and responsibility principles in serving its customers to prove its commitment to providing the best customer service. • Commitment to Product Quality Commitment to quality is very important because not only does it affect the consumers’ business operations but it also plays a decisive factor of consumers’ trust in the coal product of the Company.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 145 permintaan batubara yang meningkat. Quality is controlled by implementing quality management based on accredited analysis process. . menjalankan strategi pemasaran meliputi: • Perseroan marketing strategy that included: Komitmen jaminan kualitas produk Jaminan kualitas ini sangat penting karena selain mempengaruhi kelancaran operasional bisnis konsumen juga merupakan faktor penentu tingkat kepercayaan konsumen agar terus menggunakan batubara hasil produksi Perseroan. sehingga permasalahan dengan konsumen dimaksud telah diselesaikan.

Melalui penerapan sistem ini Perseroan memantau perkembangan perubahan kondisi stock batubara secara cepat dan akurat sehingga sanggup memenuhi komitmen kepada pembeli dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai. as reflected in the following table.900 746. pelabuhan dan keuangan. Selling Method and Price Trend The Company sells coal to domestic and export markets at prices that will earn maximum return. sedangkan harga penjualan selalu mengacu pada harga pasar batubara thermal internasional.645 506. integrating marketing.366 EKSPOR EKSPORT (US$/Ton) 44. port and finance activities.7%. Trend rata-rata harga jual batubara Perseroan dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat.50 68. Average selling price of the Company’s coal over the past few years was on an upwared trend in line with the rising market prices. Rata-rata harga jual batubara ekspor meningkat 3.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 146 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Persiapan Implementasi Supply Chain Management System Perseroan mulai mempersiapkan penerapan tahap tiga dari Suply Chain Management System (SCMS) yakni integrasi kegiatan pemasaran. • Supply Chain Management System Phase three of Supply Chain Management System (SCMS) was under way. mengikuti peningkatan harga jual di pasaran. Kondisi harga penjualan yang kurang baik ini pada akhirnya mempengaruhi tingkat profitabilitas Perseroan yang akhirnya ikut turun.240 612. Lihat bahasan “Kinerja Keuangan” A decrease of 18% in average domestic price during 2010 was due to higher sales volume of low-calorie coal and keener domestic competition for this product. This less rewarding price eventually affected the Company’s profitability despite the growing sales volume during the year under review.01 Penurunan rata-rata harga jual batubara domestik ditahun 2010 yang sebesar 18% disebabkan oleh beberapa diantaranya. while selling price is always based on international thermal coal prices. sekalipun volume penjualan Perseroan meningkat. Sales is made under long-term sales contract and through spot market. Metode Penjualan dan Perkembangan Harga Perseroan menjual batubara ke pasar domestik maupun ekspor dengan harga yang memberikan return terbaik.73 64. Perkembangan rata-rata harga jual batubara Perseroan Average coal selling price of the Company TAHUN YEAR DOMESTIK DOMESTIC (Rp/Ton) 2006 2007 2008 2009 2010 330. Perseroan melakukan penjualan batubara dalam bentuk kontrak penjualan jangka panjang maupun melalui pasar spot. seperti tercermin dalam tabel berikut.697 345. Using this system the Company can monitor coal stock level quickly and accurately and meet customers’ orders in appropriate quality and quantity. Average export selling price rose 3.50 47.59 67.7%. (See discussion on “Financial Performance”) . meningkatnya volume penjualan batubara kalori lebih rendah dan tingkat persaingan yang semakin tinggi untuk pemasaran domestik batubara kalori lebih rendah.

naik 3.5% and export 36.23 million tons and export of 4. Perseroan kini lebih memfokuskan tujuan pemasaran batubara produknya ke kawasan Pasifik.42 juta ton di tahun 2009 menjadi 4. volume penjualan domestik meningkat 2. Volume penjualan ekspor kembali meningkat dari posisi 4. domestic sales rose 2. In line with a research on coal market prospects.0% from 8.7% dari tingkat penjualan tahun 2009. Dengan jumlah penjualan ke pasar domestik tersebut Perseroan telah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Lihat bahasan ”Prospek Permintaan Batubara Performance and Distribution of Sales In 2010 the Company recorded a total sales volume of 12. Malaysia.0% dari 8. Jepang. Vietnam.48 juta ton.7% from the preceding year’s sales of 12.72 million tons. Malaysia.72 juta ton. distribution of sales consisted of domestic market 63. Export sales volume went up from 4. sebesar 12. the Company is focusing more on the Pacific region under long-term sales contract. Total penjualan untuk segmen PLTU ini memberikan kontribusi sebesar 79% dari penjualan domestik 2010. raising its contribution to total sales from 4% in 2009 to 5% in 2010.40% from the previous year. the Company’s sales to this industry also increased. Vietnam. Perseroan lebih memprioritaskan pola penjualan dalam jangka panjang. Sales comprised domestic sales of 8.07 juta ton pada 2009 menjadi 8. meningkat dari angka sebesar 35.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 147 Conveyor Belt di Pelabuhan Tarahan Kinerja dan Distribusi Penjualan Tahun 2010 Perseroan mencatat volume penjualan total sebesar 12.23 tons in 2010.5 %.95 million tons. PLTU Bukit Asam dan PLTU Tarahan. Suralaya TPP. Sebagian besar dari volume penjualan tersebut untuk memenuhi kontrak jangka panjang pasokan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yaitu PLTU Suralaya. showing a growth of 35.5%. The major part of the sales was intended to fulfill long-term supply contract with Thermal Power Plants (TPP). Sesuai dengan kajian prospek pemasaran batubara. Taiwan dan Thailand. Total sales of this segment contributed 79% to domestic sales in 2010.e. distribusi penjualan domestik menjadi 63. Dari total penjualan tersebut. Taiwan and Thailand. As cement industry developed. Penjualan ini terdiri atas penjualan domestik sebanyak 8. China. i. Therefore. Bukit Asam TPP and Tarahan TPP. At this rate of domestic sales the Company has complied with the DMO (Domestic Market Obligation) regulation.72 juta ton pada 2010 dengan mayoritas negara tujuan ekspor adalah China. Of the total sales.5% sedangkan pasar ekspor menjadi 36. Seiring dengan peningkatan kegiatan industri semen.07 million tons in 2009 to 8.23 juta ton dan ekspor sebanyak 4.40% di tahun sebelumnya.95 juta ton. (See ”Coal Prospects”) .23 ton pada 2010.48 million tons.42 million tons in 2009 to 4.72 million tons in 2010 mainly to Japan. Dengan demikian. penjualan batubara untuk industri semen mengalami peningkatan. up 3. sehingga komposisi distribusi penjualan untuk industri semen meningkat menjadi 5% dari 4% di tahun 2009.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 148 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis DIAGRAM DISTRIBUSI PENJUALAN BATUBARA DOMESTIK MENURUT JENIS INDUSTRI Coal Domestic Sale Distribution by Industry Diagram Distribusi Penjualan Batubara Domestik Menurut Jenis Industri Distribution of Domestic Sales by Industry 5 16 13 PLTU 4 ‘09 ‘10 Lain-lain Semen 79 84 Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribution of Export Sales by Destination Country 12 8 1 3 8 16 10 1 Taiwn Thailand Vietnam ‘09 22 46 37 1 ‘10 26 Jepang India China Malaysia 9 Pakistan .

097 297.696 5.833 70.736 12.950. selain memilih batubara kalori sedang dan tinggi.0% Domestik • BA-59 (PLTU Bukit Asam) • BA-59 (PLTU Tarahan) • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 (PLTU Suralaya) • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT.9% 147.7% 0.044 237. International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT.0% 96.282.131 14.7% 25.8% 132.153.322 182.722. sehingga terjadi perubahan komposisi penjualan batubara menurut jenisnya.135.031 283.004 15.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 149 Distribusi Penjualan Menurut Jenis Produk Distribution of Sales by Product URAIAN 2009 2010 PERUBAHAN % URAIAN Domestik • BA-59 (PLTU Bukit Asam) • BA-59 (PLTU Tarahan) • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 (PLTU Suralaya) • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT. dari jenis BA-59.392 760.524 130.014 77.507 121.0% 105. Internasional Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 12.790 518. In 2010 several overseas consumers chose type BA-59 and this changed the composition of coal sales according to type. International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT.416.551 162.1% 100.1% 18. BA67 dan BA-70.286 1.864 15.5% 92. di tahun 2010 sebagian konsumen luar negeri menggunakan batubara kalori lebih rendah dari jenis BA-59.7% 102. Bukit Asam Prima • Batubara PT.794 4. Bukit Asam Prima • Batubara PT.068.7% 1.228.2% 108. In 2010.907 201.700 8.743 142. Bukit Asam Prima • Batubara PT. BA-67 and BA-70.2% 3975.488 8.3% 3454. Internasional Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 791.716 1.0% 172.776 7.582 476.2% 0.0% 78.990.935 154.801 4.630 61. consumers continued changing the type of coal they used.4% 106.516 924. Sedang untuk konsumen luar negeri.564.170 1.9% 3.172 138.312 1. Domestic consumers were more inclined to low-calorie coal type BA-59. yaitu dari jenis BA-63.501 269.565 Pada 2010 pergeseran pola konsumsi jenis batubara terus berlangsung.955.251 4. Bukit Asam Prima • Batubara PT. overseas consumers preferred medium and high-calorie coal type BA-63.905 575.424 853.105.484.797 2.587 70.809 928. . Konsumen dalam negeri cenderung menggunakan jenis batubara kalori lebih rendah.

8 %. Tahun 2010 penjualan batubara jenis BA-59 ke pasar ekspor naik 62% menjadi 1. Jenis batubara kalori menengah-tinggi.7% dari tingkat penjualan tahun 2009. Peningkatan penggunaan batubara kalori peringkat rendah di Indonesia memberi konsekuensi yang kurang bagus bagi Perseroan.8 juta ton. . This was the consequence of an 18% decline in average domestic selling price. mengingat harga batubara jenis ini yang lebih rendah. Profitability The Company recorded a profitability of 29. Coal type BA-67 mostly used by TPPs and other industries recorded a sharp decline of 81. Batubara jenis BA-70 mencatat volume penjualan relatif stabil. BA-59 mencapai jumlah total sebesar 7. The rising trend of low-calorie coal consumption in Indonesia did not favor the Company because the lower price of that coal type reduced the Company’s profitability.8% the year before. Hasil ini sebagai imbas atas penurunan rata-rata harga jual batubara dipasar domestik hingga sebesar 18%. Sales of mostly low-calorie coal (5.79 million tons in 2009. BA-67 and BA-70 are the most popular in export market.93 million tons mostly used by steel industry consumers. dengan mayoritas penggunaan oleh konsumen industri baja.2% from the preceding year. sehingga tingkat profitabilitas menjadi semakin mengecil. around 0. Perseroan telah melakukan berbagai langkah penghematan melalui program efisiensi produksi.488 tons to 297.9 % menjadi hanya sebesar 0.28 juta ton dari angka sebesar 1. BA-59 posted a total of 7. Harga jual.79 juta ton di tahun 2009.3%. tercipta melalui mekanisme pasar.32 million tons in 2009.0 juta ton.700 tons. In 2010.2% dari tahun sebelumnya. Batubara jenis BA-67 yang mayoritas digunakan untuk kebutuhan PLTU dan industri umum lainnya mencatat penurunan tajam.488 ton menjadi 297. To cope with lower domestic price. yakni 5. Profitabilitas Perseroan mencatatkan profitabilitas batubara sebesar 29. Program effisiensi produksi dilaksanakan mengingat Perseroan hanya dapat mengendalikan pengeluaran pada komponen biaya produksi. allocating 5. hingga sebesar 81.700 ton.9 million tons to Bukit Asam TPP and 0. Menghadapi turunnya harga jual batubara di pasar domestik.26 juta ton turun 0. Sales of coal type BA-70 was relatively stable. Penjualan batubara ke Suralaya hanya turun sebesar 3.26 million tons or dropped 0.9 juta ton dan konsumen industri lainnya sebesar 0.3% compared to 39. export sales of coal type BA-59 surged 62% to 1.8 million tons the previous year. In 2010 the Company succedded in exporting coal type BA-63 up to 1.3 juta ton dari angka penjualan sebesar 0.8 million tons to other industries. Pada 2009 Perseroan berhasil mengekspor batubara jenis BA-63 hingga sebesar 1.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 150 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Untuk penjualan domestik. menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 39.0 million tons to Suralaya TPP. For domestic sales. mulai BA-63.300 Kcal) from IPC jumped 7. yang kebanyakan dari jenis kalori lebih rendah. PLTU Bukit Asam 0. 0. resulting from bigger sales of BA-59 to China.9% to only 0.32 juta ton dengan alokasi penjualan untuk PLTU Suralaya sebesar 5.3 million tons from 0. Sales to Suralaya declined 3. pada kisaran volume sebesar 0. Medium-high-calorie coal type BA-63. Efficiency program is undertaken because reduction in expenditures is only possible on production side as selling price is fixed by market mechanism. BA-67 dan BA-70 adalah yang paling banyak diminati pasar ekspor. melonjak dari sebesar 7. the Company has taken several efficiency measures to cut production costs.8 juta ton di tahun sebelumnya.300 Kcal.28 million tons from 1. Peningkatan penjualan batubara BA-59 ke China turut mempengaruhi kenaikan ini.93 juta ton.7% from 7. sebesar 7.96 million tons. Penjualan batubara dari lokasi IPC.96 juta ton.

dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan mengembangkan beberapa unit produksi di Tanjung Enim. Jenis briket yang diproduksi oleh Perseroan terdiri dari Briket Karbonisasi dan Briket Non-Karbonisasi. Jenis briket ini memiliki kelebihan berupa volatile matter. lihat juga bahasan “Strategi Bisnis 2011” The production efficiency program went well and reduced production cost per ton by 11%. the completion of several bigscale electric power plants in the country will also have an impact on the demand and price of coal. Penurunan biaya produksi ini juga belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual yang lebih besar. Gresik dan Natar (Lampung). However. The briquette is produced in two types. panas yang dihasilkan stabil serta ramah lingkungan (tidak berbau dan tidak berasap). the Company developed several production units in Tanjung Enim. Sedangkan briket non-karbonisasi diproduksi di Pabrik Briket Natar (Lampung) dan Gresik. Gresik and Natar (Lampung). and bigger decrease in average selling price (See “Financial Performance”). sulphur dan kadar air yang lebih rendah dibandingkan briket nonkarbonisasi sehingga proses pembakaran berlangsung lebih cepat dan mudah. “Business Strategy for 2011” SEGMEN BRIKET Pada 1993 Perseroan memulai usaha briket dengan membentuk Proyek Pengembangan Briket Batubara (P2B2). penyelesaian beberapa pembangkit listrik skala besar di dalam negeri akan mempengaruhi permintaan dan harga batubara. Selain karena mulai pulihnya kondisi perekonomian global. This type of briquette has superior qualities like lower volatile matter. Perseroan meyakini bahwa harga batubara akan kembali meningkat di tahun 2011. sulphur and water content compared to non-carbonized briquette. enabling faster and easier burning process. For that reason. In addition to global economic recovery as discussed in “Coal Prospects”. BRIQUETTE SEGMENT The Company’s briquette business started in 1993 after Coal Briquette Development Project was set up. Watching the world and domestic economic revival in 2010. this reduction did not compensate increases in transport and other operating expenses. Beberapa langkah yang telah dilakukan diantaranya mempersiapkan peningkatan produksi swakelola. berupa penurunan biaya produksi per ton batubara sebesar 11%. generating stable and ecofriendly heat (odorless and smoke free). while non-carbonized briquette is produced in Natar (Lampung) and Gresik. lihat juga bahasan “Kinerja Keuangan” Memperhatikan tren pemulihan perekonomian global maupun nasional sepanjang tahun 2010. Namun angka penurunan ini tidak dapat mengkompensasi peningkatan biaya transportasi dan beban usaha lannya. . intensifying production efficiency and increasing railway loading capacity (see also discussion on. Oleh karena itu Perseroan telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi menyambut peluang yang terbuka.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 151 Program effisiensi produksi sebetulnya memberikan hasil nyata. After investment was made. the Company believes that 2011 will see rising coal prices in the market. Carbonized Briquette and Noncarbonized Briquette. Carbonized briquette is produced in Tanjung Enim factory. The Company is the only company in Indonesia capable of producing carbonized briquette. memperbaiki sarana penunjang. meningkatkan intensitas pelaksanaan effisiensi produksi dan menyiapkan peningkatan kapasitas angkut batubara melalui kereta . seperti disinggung pada bahasan “Prospek permintaan batubara”. Some of the anticipatory steps taken were increasing self-managed production. Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mampu memproduksi briket karbonisasi. improving auxiliary facilities and amenities. Produksi briket karbonisasi dilakukan di Pabrik Tanjung Enim. the Company has taken several steps in anticipation of the coming business opportunities.

sebagai pengganti minyak tanah justru lebih cepat berkembang.004 5. Peningkatan penggunaan energi gas. causing a four-month production stoppage. mengingat sebagian gas yang beredar di pasaran juga mendapatkan subsidi. . turun 39% dari tingkat produksi tahun 2009. Volume penjualan briket juga mengalami penurunan. Perseroan mencatat penurunan profitabilitas segmen usaha briket yakni -24. menjadi 16. Perseroan hanya berhasil memproduksi briket sebesar 18. Briquette sales volume also dropped to 16. while selling prices ranged from Rp1. the Company recorded a low profitability in briquette business segment.182 tons in 2009. Production and Sales In 2010.130 – Rp2.615 5. Peningkatan penggunaan energi alternatif sebagai pengganti minyak tanah pada sejumlah industri kecil dan menengah tampaknya masih belum mendorong peningkatan penggunaan briket secara maksimal.181 – Rp1.182 % (A : B) 2 97 85 75 BRIQUETTE SALES (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production Profitabilitas Tahun 2010.818 per kilogram.602 5. the Company only managed to produce 18.159 22. Harga pokok produksi briket berkisar antara Rp1. sementara harga jualnya berkisar Rp1.690 ton.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 152 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Produksi dan Penjualan Tahun 2010. akibat harga produksi yang lebih tinggi dari harga jualnya.090 7. Profitability In 2010.712 ton atau turun 25% dari penjualan tahun 2009 sebesar 22. Production plunged not only because Tanjung Enim factory delayed its production (commencing in December instead of July) but also due to licensing problem in Gresik factory.229 12. PRODUKSI BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 411 12.182 ton. The use of gas in replacement of kerosene grew at a faster pace because gas sold to the public was also subsidized.664 18.818 per kilogram. Bigger use of alternative energy to replace kerosene in small to medium-scale industry did not seem to significantly push the use of briquette.712 tons or down 25% from 22.068 per kilogram.022 16.5%. Penurunan volume produksi briket ini selain pabrik Tanjung Enim belum produksi sesuai rencana (rencana mulai produksi bulan Juli namun baru produksi bulan Desember) juga adanya kendala pengurusan ijin untuk pabrik Gresik sehingga mengalami stop produksi selama 4 (empat) bulan.862 tons.618 12. down 39% from 2009 production level of 22. -24. due to higher production costs compared to selling prices.181 to Rp 1. The downward trend of sales along with production decline was due to the market entry of LPG gas in 3-kg canisters and many consumers switched to this type of energy source.690 tons of briquette.690 2009 (B) 3.068 per kilogram. Production costs ranged between Rp1.862 % (A : B) 11 86 47 61 BRIQUETTE PRODUCTION (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production PENJUALAN BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 88 11. yaitu sebesar 22.862 ton.909 22.5%.712 2009 (B) 4. Penurunan Volume penjualan ini sejalan dengan turunnya produksi juga akibat pasar dimasuki Gas elpiji 3 kg sehingga banyak konsumen yang beralih ke Gas Elpiji 3 kg.130 and Rp2.

A larger scale of tobacco processing in East Java and Lombok is expected to open new markets for the Company’s briquette product.0% of total assets.Kas dan Setara Kas Posisi kas dan setara kas pada tahun 2010 naik sebesar Rp344.05 trillion or posting an increase of 7.70 trillion the preceding year.6% 98. diikuti piutang usaha 15.4% of total current assets.71 triliun. Sebagai akibat kenaikan laba.08 trillion.28 triliun.953 4.2% dari jumlah keseluruhan aset. ekuitas Perseroan naik 11. This increase came mainly from 2010 operating results.5 % lebih rendah dari posisi Rp2.78 triliun atau 84.29 trillion in 2009.0 % dari total nilai aset.0% Cash and cash equivalents Trade receivables (net) Inventories (net) Other current assets Total current assests Aset • Aset Lancar Jumlah aset lancar mencapai Rp6.e.645.5% lower than Rp 2.054.28 trillion.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 153 Namun demikian.901 158. as chicken consumption increased in the domestic market.678 171.0%.104 1. Penjelasan atas pos-pos neraca utama yang menyebabkan perubahan tersebut adalah: ASET LANCAR (Dalam Rp Juta) FINANCIAL REVIEW BALANCE SHEET As presented in the financial highlight.3% 66.459 409.0% and inventories 6.0%. . menjadi Rp2.7% menjadi Rp6. or 0.65 triliun atau 76. .783. shareholders’ equity rose 11.37 triliun dari posisi Rp5. mengingat posisi tahun sebelumnya adalah sebesar Rp6. The largest portions of current assets were cash and cash equivalents 76.05 triliun.08 triliun di tahun sebelumnya.178 423. Total liabilities slighly dropped to Rp 2. DOC farms. . Total Kewajiban Perseroan sedikit turun. or grew by 7.709.29 triliun di tahun 2009.97 miliar menjadi Rp5. diharapkan konsumen tradisional briket Perseroan.3% from the previous year position of Rp 8.3% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp4.2% of total assets.4% dari jumlah keseluruhan aset lancar.022 6. With higher profit.2% 103.65 trillion or 76.71 trillion.3% from the previous year position that was recorded at Rp4.05 triliun atau meningkat sebesar 7. This condition reflected that the Company’s liquidity was still on the safe level considering that previous year position was Rp6.70 triliun di tahun sebelumnya. But still. total assets of the Company as of 31 December 2010 totalled Rp5.4% 107. Kenaikan kas dan setara kas tersebut terutama berasal dari hasil operasi tahun 2010. 0.3% dari posisi Rp8.37 trillion from Rp5. yakni peternakan DOC semakin berkembang dan meningkatkan permintaan briket.Cah and cash equivalents Cash and cash equivalents in 2010 rose Rp344. Assets • Current Assets Total current assets was recorded at Rp6. seiring dengan peningkatan konsumsi ayam dalam negeri. Description of major balance sheet accounts that caused the changes is presented below: CURRENT ASSETS (In Million Rupiah) 2010 2009 PERUBAHAN (%) Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset Lancar 5. Selain itu peningkatan kegiatan pengolahan tembakau di Jawa Timur dan Lombok diharapkan membuka pasar baru bagi pemasaran produk briket Perseroan. i. continued to grow and increase demand for briquette. TINJAUAN KINERJA KEUANGAN NERACA Seperti tampak pada neraca ikhtisar keuangan.505.78 trillion or 84. trade payables 15.7% to become Rp6.927 6.075 997.05 trillion. Komposisi terbesar aset lancar adalah kas dan setara kas sebesar 76. traditional consumers of the Company’s briquette. naik 7.0% dan persediaan sebesar 6. Kondisi ini menggambarkan likuiditas Perseroan yang masih baik. total aset Perseroan per 31 Desember 2010 mencapai Rp5.97 billion to Rp5.391 107.

30% .5% dari jumlah keseluruhan deposito. pendapatan bunga secara keseluruhan berjumlah Rp244.). dengan tingkat bunga antara 0. placed in current accounts Rp93.. Kas dan setara kas Perseroan dalam bentuk deposito.88 miliar atau sekitar 4. Sedangkan kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp799. With this composition of placement.30% and 8. bearing interest rates of 0.25%.5% of total deposits bearing interest rates between 5.00%. ditempatkan di rekening giro sebesar Rp93.344. Rupiah denominated deposits were in the amount of Rp4. Jumlah deposito dalam Dolar AS sebesar ekivalen Rp221. ditempatkan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. melonjak 976. (Lihat juga penjelasan / Tabel Perubahan Arus Kas) Net cash generated from operating activities in 2010 totalled Rp2.95 billion. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT BPD Sumatera Selatan.8. sedangkan kenaikan penggunaan dana untuk investasi disebabkan oleh realisasi beberapa kegiatan pengembangan yang telah direncanakan (lihat “Pengembangan Usaha” hal .8% dari posisi tahun sebelumnya.96 trillion or 98. and PT BPD Sumatera Selatan. Cash used for investing activities amounted to Rp799. down 9.8% from the year before.74 trillion or approximately 95.3% dari tahun sebelumnya.2% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.31 miliar.8 billion equivalent or approximately 4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.8% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas. The Company’s cash and cash equivalents were placed in PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. surged 976.16 miliar.2% of total cash and cash equivalents.96 triliun atau sebesar 98.31 billion..0 miliar atau 1.344. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Peningkatan penggunaan kas untuk aktivitas pendanaan disebabkan kenaikan pembagian laba atau deviden tahun buku 2009 dan peningkatan alokasi dana bagi kegiatan program kemitraan dan bina lingkungan. while increasing amount of cash used for investment was caused by the realization of several business development projects (see Business Development page.49 triliun. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.12% – 2.. Posisi kas pada tahun 2010 terdiri dari kas di tangan sebesar Rp189 juta.00%.12% – 2. and time deposits Rp4.. naik 31. Penurunan kas dari aktivitas operasi terutama disebabkan turunnya penerimaan dari pelanggan.49 trillion. turun 9. Total US Dollar deposits amounted to Rp221.8% of total cash and cash equivalents.0 billion or 1.5 % dari jumlah keseluruhan deposito dengan tingkat bunga antara 5.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 154 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi selama tahun 2010 mencapai Rp2. interest income totalled Rp244.74 triliun atau sekitar 95. Sedangkan jumlah deposito dalam Rupiah adalah sebesar Rp4. Cash decrease from operating activities was mainly due to smaller amount of revenues received from customers.95 miliar. up 31.3% from previous year position. Cash used for financing activities increased due to bigger dividend payout for 2009 accounting year and larger allocation of funds for partnership and community development program.5% of total deposits. . PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.0% dari tahun sebelumnya dan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.). serta deposito berjangka sebesar Rp4.0% from the preceding year and for financing activities totalled Rp1.8% Cash position in 2010 consisted of cash on hand Rp189 million. Dengan pola penempatan tersebut. (See also elaboration / Changes in Cashflow) Piutang usaha Perseroan Trade Receivables 33.16 billion.25%.

08 trillion or increased 60.51 triliun.3% dari Rp441.26 miliar.73 billion in 2009.92 miliar dan piutang usaha ke pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp614. turun 33.22 billion.Trade Receivables In 2010 the Company had trade receivables of Rp0.68 billion or rose 3. Komposisi terbesar aset tidak lancar adalah aset tetap bersih sebesar 44. terdiri dari persediaan batubara sebesar Rp298. (Lihat juga Tabel Tingkat Kolektibilitas Piutang dan bahasan Perubahan Arus Kas) .90 billion.3% from Rp441.90 miliar.3 trillion. Sparepart inventories were offset by provision for obsolete inventories amounting to Rp43.22 miliar. Inventories increase was controlled to below production increase of 7.26 billion from Rp1. Perseroan mengasuransikan persediaan batubara dalam perjalanan serta persediaan perlengkapan dan suku cadang yang ditempatkan di gudang. Kenaikan persediaan berhasil ditekan hingga berada dibawah tingkat kenaikan produksi yang mencapai 7. Kenaikan posisi persediaan batubara dan perlengkapan adalah akibat dari meningkatnya kegiatan penambangan swakelola dan naiknya produksi batubara Perseroan.8% dari posisi di tahun 2009 sebesar Rp1.2%.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 155 . Piutang usaha ke pihak ketiga turun 13.51 trillion.Persediaan Posisi nilai persediaan bersih pada akhir tahun 2010 adalah Rp423.73 miliar pada 2009.4% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp409.83 miliar sedangkan sisanya sebesar Rp124. The increase in coal and material inventories was attributable to higher self-managed mining activity and coal production.Piutang Usaha Piutang usaha Perseroan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp0. diikuti beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan sebesar 15.9 miliar pada tahun 2010 dan piutang usaha pada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa turun 42.3% compared to the previous year amount of Rp1.30 triliun.73 billion in 2009 to Rp382.4% as the Company had implemented the integrated coal processing system.4%.99 trillion. deferred exploration and development expenditure 15. (See Table of Receivables Collectibility and discussion on Changes in Cashflows) . the Company insured coal inventories in transit and spareparts and materials stored in the warehouses. comprising coal inventories Rp298.68 miliar atau naik 3. consisting of receivables from third parties Rp382.3%% to Rp614. Persediaan suku cadang tersebut telah dikurangkan dengan penyisihan persediaan usang sebesar Rp43.08 triliun atau naik 60.4% compared to the prevous year position of Rp409.8%.8% from 2009 figure of Rp1.99 triliun.8%. aset pajak • .92 billion and receivables from related parties Rp614.85 miliar berupa suku cadang dan perlengkapan lainnya.3% menjadi sebesar Rp614. To minimize loss.063. sparepart and other material inventories Rp124. karena Perseroan telah mulai mengimplementasikan sistem pengelolaan batubara terintegrasi.3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1.3%.9 billion in 2010 and trade receivables from related parties declined 42. investment in .83 billion. Untuk meminimalkan terjadinya risiko kerugian.26 miliar dari Rp1. Non-current Assets At yearend 2010 non-current assets of the Company totalled Rp2. dropped 33. yang terdiri dari piutang ke pihak ketiga sebesar Rp382. • Aset Tidak Lancar Jumlah aset tidak lancar Perseroan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp2. Major non-current assets are net fixed assets 44.3%.26 billion.85 billion.Inventories Net inventories at yearend of 2010 were Rp423.063. Trade receivables from third parties decreased 13. deferred tax assets 15.73 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp382.

746 250. • Overhaul and relocation of BWE system to MTBU area. and mining property 9.75 miliar.75 billion. Kenaikan terjadi karena adanya penambahan aset tetap tahun 2010 yang sebesar Rp524.7% -5. The increase was caused by fixed assets increase in 2010 of Rp524. • Fixed Assets Net fixed assets of the Company at end of 2010 stood at Rp921.076.187 26.3% 60.2% 32. . • Construction of MTBU production facilities. net Fixed assets (net) Deferred exploration and development expenditures. • Relokasi pabrik briket • Perbaikan prasarana produksi dan pelabuhan. investasi pada perusahaan asosiasi sebesar 12.3% • Aset Tetap Aset tetap bersih yang dimiliki Perseroan pada akhir tahun 2009 tercatat sebesar Rp921.9% dan properti pertambangan 9. associated companies 12.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 156 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Aset Tetap 106.590 117. net Other non-current assets Non-current assets 316.4 miliar. Komposisi aset tidak lancar seperti tercantum pada tabel berikut.21 billion.8% Investment in associates Mining properties. ASET TIDAK LANCAR (dalam Rp juta) 2010 2009 PERUBAHAN (%) CURRENT ASSETS (in Rp milion) Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan (bersih) Aset pajak tangguhan (bersih) Aset tidak lancar lainnya Aset Tidak Lancar 266.2%. net Deferred tax assets.588 2.754 246.0 miliar atau naik cukup substansial 106.2% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp446.620 199. Composition of non-current assets is shown in the following table.542 921. sedangkan akumulasi penyusutan bertambah hanya sejumlah Rp49.063 446. The Company insured certain fixed assets in various locations.9%.0%.21 miliar.295. Kenaikan aset tetap adalah akibat realisasi pada beberapa proyek pengembangan Perseroan sepanjang tahun 2010 lalu.107 1. • Pembangunan sarana produksi di MTBU. tangguhan sebesar 15. among others: • Construction of 3x10MW TPP in Tanjung Enim.053 30.0%. • Relocation of briquette factory. yakni meliputi diantararanya: • Pembangunan PLTU 3X10 MW di Tanjung Enim.0 billion or grew substantially by 106. The growth of fixed assets was made possible by the realization of several business development projects.4 billion. while accumulated depreciation increased only by Rp49.4% 91. Perseroan telah mengasuransikan aset tetap tertentu di berbagai lokasi perusahaan. • Overhaul dan pemindahan BWE system ke areal MTBU.005 327.8% 106.560 122.2% from the previous year position of Rp446. • Renovation of production infrastructure and port.979 187.072 57.2% akibat realisasi proyek pengembangan.

28 triliun atau dari Rp 2.54 miliar.5 miliar.9 miliar dari pemegang saham lama PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) dan PT Rajawali Corpora (PTRC).4 miliar dan Rp40. .56 billion or went up 32. Kewajiban Jumlah total kewajiban Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 0.5 billion respectively. baik yang masih dalam tahap eksplorasi dan pengembangan maupun yang telah memasuki masa produksi. Beban tersebut merupakan biaya eksplorasi dan pengembangan tambangtambang baru.85 million.Deferred Exploration and Development Expenditure Total deferred exploration and development expenditure less amortisation at end of 2010 was recorded at Rp327. Kenaikan jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan pada tahun 2010 terutama disebabkan adanya penyiapan lokasi penambangan di MTB dan Banko Tengah. Beberapa kegiatan eksplorasi yang memerlukan biaya cukup besar adalah persiapan produksi di MTBU untuk operasional tambang swakelola menggunakan BWE system. Penurunan terjadi karena IPC telah memproduksi batubara secara komersial. Rincian posisi kewajiban Perseroan per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut. Deferred expenditure in production stage is amortised by production unit method.3% of total liabilities.28 trillion from Rp 2.54 billion.06 miliar di tahun sebelumnya.13 triliun atau 49. or equivalent to Rp163.5% to Rp2. Peningkatan akun beban eksplorasi terjadi sehubungan dengan realisasi kegiatan pengembangan Perseroan. masing-masing senilai Rp35. Jumlah kewajiban lancar sebesar Rp1. Total current liabilities stood at Rp1.8% dari jumlah tahun sebelumnya yang sebesar Rp246. costing Rp35.85 juta dollar. turun dari posisi sebesar Rp199. . This amount was achieved after the Company acquired 51% of IPC shares worth US$17.56 miliar atau naik sebesar 32.7% of total liabilities.15 trillion or 50.29 trillion the year before.Mining Property Mining property in 2010 recorded an amount of Rp187. Sedangkan jumlah kewajiban tidak lancar sebesar Rp1.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 157 .Properti Pertambangan Properti pertambangan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp187.3% dari jumlah keseluruhan kewajiban. either in exploration and development stage or in operating stage.15 triliun atau 50.7% dari jumlah keseluruhan kewajiban.59 miliar. atau setara dengan Rp163.29 triliun pada tahun sebelumnya.9 billion from previous shareholders PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) and PT Rajawali Corpora (PTRC). Nilai tersebut diperoleh setelah Perseroan mengakuisisi 51% saham IPC dengan jumlah pembayaran sebesar 17. The decrease occurrs because IPC has commenced commercial production. Liabilities Total liabilities of the Company in 2010 dropped 0.59 billion. Breakdown of liabilities at end 2010 is as follows: . Increase in exploration expenditure was related to the realization of several business development projects.8% from the previous year amount of Rp246. declined from Rp199. Increase in deferred exploration and development expenditure in 2010 was mainly due to preparing MTBU and Banko Tengah mining sites. Untuk beban ditangguhkan yang telah memasuki tahapan produksi dilakukan amortisasi dengan metode unit produksi. accounting for 49.4 billion and Rp40. Total non-current liabilities amounted to Rp1.13 trillion. Some big exploration expenditure was related to the preparation of MTBU production for self-managed mining operations with BWS system.5% menjadi Rp2. This expenditure was the cost of exploration and development of new mines.Beban Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan setelah dikurangi amortisasi pada akhir tahun 2010 tercatat sebesar Rp327. .06 billion in the preceding year.

4%. jasa angkutan kereta api. • Current Liabilities In 2010 current liabilities decreased 16.2% from Rp789. jasa pihak ketiga.37 billion the previous year.24 miliar.3% 39.38 trillion in 2009.9% standing at Rp1.078. jasa angkutan kapal laut.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 158 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Kewajiban Lancar Kewajiban lancar Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 16.858 7.7% 108.072 759.908 161.366.2%.1% . coal handling at port.3% 83.230 13.097 789.Biaya Yang Masih Harus Dibayar Biaya masih harus dibayar pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp748.Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan Beban Penutupan Tambang Terbuka Ombilin Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun .294 2009 58. KEWAJIBAN DAN EKUITAS (dlm Rp juta) Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Pinjaman bank jangka pendek Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .0% .701.1% and provision for environmental management 1.792 126. trade payables 6.828 1.699 151.2%.147.466 5. This account comprised production fee.Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup .15 triliun dari posisi Rp1.2%. denda keterlambatan kapal serta bonus pegawai dan tantiem tahun buku 2010. diikuti hutang pajak sebesar 17. railway services.Lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah Kewajiban Hak Minoritas Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 2010 73.Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang .281. heavy equipment rent.292. sewa alat berat. Kewajiban tersebut terdiri dari kewajiban yang timbul atas iuran produksi.2%.836 13.266 774 911.38 triliun di tahun 2009.736 8. shipping and freight.24 billion.Longterm liabilities net of current portion 959.723 2. taxes payable 17.728 23. and employee expenses and tantiem for 2010 accounting year.372 8.2%.235 197.37 miliar pada tahun sebelumnya.9 %.722.8% 124. .025 8.832 2.7% 122.521 69.343 308 1.209 57.578 115.Provision for environmental reclamation and mine closure . Penyisihan imbalan kerja 6.5% LIABILITIES AND EQUITY (in Rp million) Trade payable Accrued expenses Taxes payable Short-term bank loan Current maturities of longterm liabilities 37. This account consisted of accrued expenses 65.1% dan penyisihan untuk pengelolaan lingkungan hidup sebesar 1. provision for employee benefits 6.478 1.2% . delayed shipment fine.Provision for environmental reclamation and mine closure . Komposisi terbesar kewajiban lancar adalah biaya yang masih harus dibayar sebesar 65. .500 PERUBAHAN 125.5% 92. jasa dermaga. turun sebesar 5. hutang usaha sebesar 6.9% 94.133.2%.512 6.Penyisihan imbalan kerja Kewajiban Lancar Lainnya Kewajiban Lancar Kewajiban jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .Provision for employee benefits 174.369 431.2% dari Rp789.451 74.Provision for employee benefits Other current liabilities Current Liabilities .9% 98.Others Long-term liabilities Total Liabilities -Minority Interest Equity Total Liabilities and Equity .380.5% 88.8% 45. or decreased 5. third party services.Accrued Expenses In 2010 accrued expenses were recorded at Rp748.4%.2% 111.15 trillion from Rp1.740 84.3% 99.156 748. yakni menjadi sebesar Rp1.

Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang Jumlah penyisihan untuk reklamasi lingkungan dan penutupan tambang pada tahun ini naik menjadi Rp174. Total trade payables in 2010 rose 25.6% and provision for environmental reclamation and mine closure 15. with provision for employee benefits accounting for 84.Hutang Pajak Jumlah hutang pajak 2010 turun sebesar 54.Penyisihan Imbalan Kerja Perseroan menerapkan PSAK Nomor 24 (revisi 2004) tentang Imbalan Kerja dalam memperhitungkan manfaat karyawan.34 miliar atau naik 15.72 billion.Taxes Payable Taxes payable declined 54.23 billion to Rp197.133. Namun demikian seiring dengan naiknya BBM.34 billion or up 15.27 miliar • Decrease of accrued expenses was mainly caused by smaller employee benefits (bonus and tantiem).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 159 Penurunan biaya yang masih harus dibayar terutama disebabkan oleh turunnya bonus dan tantiem pegawai.133. dengan komposisi Penyisihan untuk Imbalan Kerja sebesar 84. higher fuel prices raised railway services and third party (mining contractor) services costs.2% to Rp959.9% menjadi Rp73.10 miliar di tahun sebelumnya.07 billion compared to the preceding year amount of Rp759.3% dibandingkan tahun sebelumnya. This increase .84 billion in 2010 due to lower profit in the current year. . . Penurunan hutang pajak (PPh-29) terjadi karena penurunan pencapaian laba tahun berjalan. Manfaat pensiun yang berakhir sejak 31 Desember 2008 dihitung berdasarkan penilaian aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.3% from Rp151.4% dari total kewajiban tidak lancar. . production fee.3% from 2009 to reach Rp1.2% menjadi Rp959.16 billion from Rp58. Jumlah penyisihan untuk manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan pada tahun ini naik 26. .Hutang Usaha Hutang Usaha merupakan kewajiban yang timbul karena adanya pembelian barang dan jasa kepada pihak ketiga dalam rangka menjalankan operasional perusahaan.9% to Rp73. menyebabkan kenaikan pada sub-akun biaya jasa angkutan kereta api dan kenaikan pada biaya jasa pihak ketiga (kontraktor penambangan).79 miliar. Jumlah hutang usaha pada tahun 2010 naik 25. . However. menjadi tinggal sebesar Rp197.Trade Payables Trade payables are payables incurred due to purchase of third party goods and services in the normal course of business operations. . 24 (revised 2004) on Employee Benefits. .Provision for Employee Benefits The Company calculates employee benefits according to accounting standard PSAK No.07 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp759. sewa alat berat dan jasa angkutan laut.6% dan Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang sebesar 15.Provision for Environmental Reclamation and Mine Closure Total provision for environmental reclamation and mine closure in 2010 rose to Rp174.84 miliar. Kenaikan terjadi karena adanya peningkatan aktifitas produksi. iuran produksi.4% of total non-current liabilities.1% dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp431. heavy equipment rent and shipping and freight.3% dari Rp151.79 billion. menjadi Rp1.16 miliar dibandingkan Rp58.27 billion in 2009.23 miliar. • Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban tidak lancar pada tahun ini meningkat sebesar 24. .10 billion in the preceding year due to higher production activity. Retirement benefit that was discontinued 31 December 2009 was based on independent actuarial assessment using projected unit credit method. Non-current Liabilities This year non-current liabilities increased 24.1% from 2009 amount of Rp431.72 miliar. Total provision for retirement benefits and employee benefits this year increased 26.

1% 58.37 triliun.RUGI Pendapatan Usaha PERHITUNGAN LABA RUGI (dlm Rp juta kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Usaha Laba Usaha Penghasilan Lain-lain (bersih) Bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan (bersih) Hak Min Atas Laba (Rugi) Bersih Anak Pers Konsolidasian Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham STATEMENT OF INCOME Operating Income Perubahan 88. turun 11. Pada periode tersebut.95 million tons in 2010.713) 9.008) 2.762.91 triliun. Equity In 2010 total equity increased 11.258. In 2010 the Company earned operating income from sales of coal and briquette totalling Rp7.039 (3.34 triliun.91 trillion or dropped 11.7 thousand per ton in the current year. ditunjukan pada tabel berikut.954 2. Income decreased although sales volume grew 3.2% to reach Rp3.8% 75. rehabilitation and mine closure from Rp4.854 (4.4% 103. Kenaikan ini disebabkan adanya laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2.6 thousand per ton in 2009 to Rp610.593) 2.48 juta ton pada tahun 2009 menjadi 12.727.7% from 12.843.6% STATEMENTS OF INCOME (in Rp million. During the period. higher other costs of restoration.6% dari Rp8. This growth was contributed by net profit of Rp2.565) 2. average price of coal dropped 14.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 160 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis pada tahun sebelumnya.4 % dari tahun sebelumnya.7% dari 12. PERHITUNGAN LABA . harga rata-rata batubara turun sebesar 14.5% from average Rp714.650.6% from Rp8.988) 3.548.. Pendapatan turun kendati volume penjualan Perseroan meningkat 3.315 217.95 juta ton pada tahun 2010.304 1.per ton batubara.238) 3.95 trillion in 2009.7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5.008.6% 73.70 triliun menjadi sebesar Rp6.34 trillion.909.100 per ton of coal.675) (1. menjadi Rp610.154 (4.301) 4.0 trillion and general reserve increase of 17.650 (600.9% 138.100. .352) 3.6 ribu per ton pada 2009.082 to Rp4.4% from the previous year. net Share in net loss of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net (loss)/income of subsidiary Net income Number of shares (million) Earnings per share 2010 7.166 (1.7% to Rp6.0% 69.9% 64.082. Ekuitas Pada tahun 2010 terjadi peningkatan total ekuitas sebesar 11.184 Pendapatan usaha Perseroan yang terdiri dari penjualan batubara dan briket batubara pada tahun 2010 mencapai Rp7.7 ribu per ton pada tahun ini.2% menjadi sebesar Rp3.304 872 2009 8.032.48 million tons in 2009 to 12. kenaikan tarif biaya restorasi. was mainly due to production increase of 7.304.553 (1.295.346.2% 73.734 2. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan produksi sebesar 7.4% 103.37 trillion from Rp5.7% 166.95 triliun pada tahun sebelumnya.104.947.5% dari rata-rata Rp714.057 (5. except earnings per share) Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income.891 2. rehabilitasi dan penutupan tambang lainnya yang semula Rp4..002 (1.599.menjadi Rp4. as shown in the following table.70 trillion the previous year.0 triliun dan oleh adanya kenaikan cadangan umum sebesar 17.158 301.

Lampung .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 161 Pengangkutan Batubara di Pelabuhan Tarahan.

31 December 2010.4%.85 miliar.422.422. sebesar 33.1 5.. excluding VAT.2 ‘10 Sewa Alat Pemb. heavy equipment rent 7. .e.0% dari total keseluruhan beban pokok penjualan. karena dua hal.3%. 4.3%. excluding VAT.6 12. employee salaries. Batubara BBM dan Pelumas 12.Cost of railway services rose to Rp1.232. posting a growth of 3.5 3.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 162 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan pada periode ini tercatat sebesar Rp4. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp446 per ton km tidak termasuk PPN.31 December 2010.4%.0 30.5% dan pembelian batubara 6. Tarif angkutan kereta api dari Tanjung Enim ke Tarahan naik dari Rp287 menjadi Rp305 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010. jasa penambangan sebesar 18. and to Rp325 per ton km during 15 March .5 6. sewa Beban Pokok Penjualan alat berat 7.9 6.232.9 5.0%. upah dan kesejahteraan karyawan sebesar 12. representing an increase of 15.85 billion.7 5. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp325 per ton km tidak termasuk PPN. • Increase of cost of sales mainly occured in the following: .10 triliun pada tahun sebelumnya. Perseroan tidak bisa melakukan kontrol penuh atas biaya ini. hanya naik sebesar 3. kecuali melalui proses negosiasi yang cukup ketat dengan pihak PT KA.24 miliar.26 triliun.5% and coal purchase 6. Sedangkan dari Tanjung Enim ke Kertapati naik dari Rp394 menjadi Rp420 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010.3%. The Company was not in a position to control these tariffs except by holding intensive negotiations with PTKA. i. meningkat 15.0%.2 10. increase in transport volume of 3. wages and welfare 12. Income and Average Selling Price of Coal During the period cost of sales was recorded at Rp4.2 30.0 % dan kenaikan tarif angkutan.0% of total cost of sales.6 Alat & Suku Cadang Lainnya • Kenaikan beban pokok penjualan terutama terjadi pada: . yakni terjadinya peningkatan volume angkutan sebesar 3.6 6.8% from Rp4. The largest portions of this account are railway services 33. royalty 11. contributed by two increases.5% compared to 2009 figure of Rp1.1 2.Beban angkutan kereta api naik menjadi Rp1.3 3.8 20.3%.While from Tanjung Enim to Kertapati increased from Rp394 to Rp420 per ton km for period of 1 January – 14 March 2010 and to Rp446 per ton km during 15 March .14 March 2010.24 billion.5% dibandingkan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp1.10 trillion in 2009. royalti 11. Komposisi terbesar beban pokok penjualan adalah jasa angkutan kereta api.6 Angkutan KA Jasa Tambang Gaji Upah & Lainnya Royalti ‘09 10.8% dari Rp4. .26 trillion.8 20.0% and increase in transport tariff.Tariff of railway transport from Tanjung Enim to Tarahan increased from Rp287 to Rp305 per ton km excluding VAT during 1 January . . diikuti gaji. mining fee 18.

3 miliar menjadi sebesar Rp157. . Sebagian tarif jasa penambangan ditetapkan dalam mata uang US dollar.47 billion.0 billion. the Company was challenged by rising prices of auxiliary components of its operating activities. or a 14. seperti harga BBM. . . meningkat 14. Perseroan telah melakukan pembangunan sejumlah proyek pengembangan dan melakukan proses pembebasan lahan untuk berbagai proyek tersebut. such as fuel.Fuel and lubricant purchase rose 27.34 miliar. Perseroan juga • . vehicles and equipment rose to Rp322. Hal ini diakibatkan oleh adanya kenaikan produksi batubara sebesar 7.0 miliar. The Company has constructed several development projects and finalized land clearance for those projects.Beban royalti dan retribusi naik menjadi Rp470.9 billion to Rp51.Beban bahan bakar dan pelumas meningkat 27. biaya angkutan. Selain itu ada pengaruh penguatan nilia tukar rupiah terhadap US dollar.03 miliar karena adanya penurunan jumlah volume galian yang dipindahkan oleh kontraktor penambangan.Mining fee decreased 6. . Perseroan menghadapi kecenderungan peningkatan harga berbagai komponen penunjang kegiatan operasional perusahaan.Beban sewa alat berat.0% to Rp781.Jasa penambangan turun 6.4% of total Rp123. Pada tahun 2010.8% dibandingkan dengan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp262. meningkat 22.0% menjadi sebesar Rp781.62 miliar menjadi sebesar Rp257. Disamping kenaikan harga komponen penunjang tersebut. biaya sewa alat berat dan biaya listrik yang berada di luar kendali-nya.4% dari total sebesar Rp123.Coal purchase went up 8. because more equipment were rented as a consequence of production increase.6% from Rp19.Pajak bumi dan bangunan meningkat cukup tinggi.6% dari Rp236.1 billion. which were all beyond its control. Part of mining fee was denominated in US dollar.83 billion. posting an increase of 22.Land and property tax jumped 156. Penyebab kenaikan ini adalah meningkatnya aktifitas penambangan swakelola dan naiknya bahan bakar serta pelumas. as a consequence of production increase.E/35/DJB/2009 dari ESDM.34%. . .62 billion to Rp257. 156. .Royalty and retribution rose to Rp470.1 miliar. . coupled with the strengthening rupiah exchange rate against dollar.03 miliar akibat perubahan pola pembelian dari FOB menjadi CIF.6% from Rp236.9 miliar menjadi sebesar Rp51.8% from 2009 that stood at Rp262. Impact of Efficiency Program to Cost of Sales In 2010. kendaraan dan peralatan naik menjadi Rp322.45 miliar. .45 billion.34%.83 miliar. heavy equipment rent and electricity expenses.34 billion. This was due to 7.5% increase from 2009 amount of Rp410.Beban pembelian batubara meningkat 8. adalah akibat peningkatan produksi. 32.4% increase in production and a change in royalty calculation to observe SOE Ministry Circular No.03 billion resulting from altered purchasing term from FOB to CIF. .4 % dan perubahan perhitungan dasar pengenaan tarif royalti sesuai Surat Edaran No 32. . akibat bertambahnya jumlah peralatan yang disewa akibat peningkatan kegiatan produksi.3 billion to Rp157. The increase was due to heightened activity in self-managed mines and higher price of fuel and lubricant.E/35/DJB/2009. Throughout the year fuel price rose with an average of10.6% dari Rp19. transportation. Rata-rata kenaikan BBM sepanjang tahun 2010 adalah sebesar 10.03 billion due to decreased overburden removal by mining contractor.Rent of heavy equipment.5% dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp410.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 163 . • Pengaruh program effisiensi terhadap beban pokok penjualan.47 miliar.

4%. up 5. Agar dapat menjaga tingkat profitabilitas operasional. Higher demand for coal also intensified competition among mining companies which caused domestic selling price to drop.63% from production cost in 2009.Biaya suku cadang dan bahan turun 34% dari Rp174. so that sparepart and material requirement may be maintained at optimal level.34 juta ton di tahun 2009. dengan total produksi batubara mencapai 5. Total biaya produksi. namun biaya produksinya sama dengan biaya batubara kalori lebih tinggi.6% dari sejumlah 5.63% dari biaya produksi di tahun 2009.80 triliun dan Rp 1.34%.64 million tons. Beberapa akun dalam pembukuan Perseroan yang menunjukkan pengaruh pelaksanaan program effisiensi yang dijalankan diantaranya mencakup: . . sehingga kebutuhan suku cadang dan bahan dapat ditekan pada tingkat yang optimal.34%. the Company was also facing consumers’ inclination towards cheaper lowcalorie coal with the same production cost.64 juta ton. Using average production cost per ton at mine mouth. In 2010. Dengan demikian. . . Dari pelaksanaan program efisiensi tersebut. naik 5. As a result of the efficiency drive.Electricity cost declined 6. Tahun 2010. (Lihat kembali bagian ”Peningkatan Effisiensi Operasional”).Sparepart and material cost dropped 34% from Rp174. To maintain profitability. biaya produksi batubara swakelola di tahun 2010. while fuel and lubricant price rose an average 10. Membaiknya permintaan batubara juga meningkatkan persaingan dengan sesama perusahaan tambang yang berakibat harga jual di pasar domestik relatif tertekan. the Company carried out efficiency drive to cut operating expenses which are within its control (See ”Operational Efficiency Improvement”).4% dari Rp41. . Perseroan mampu menurunkan total biaya produksi batubara per ton mulut tambang untuk produksi dari areal swakelola. sekalipun kegiatan operasional swakelola meningkat. produksi batubara swakelola naik 5.4 billion as a result of reduced electricity usage campaign at all levels of the organization.4%. kegiatan penambangan swakelola semakin ditingkatkan. Sparepart and material inventory was also managed at reasonable level although self-managed operations also increased.4 miliar. Total production costs including retribution for all production in 2009 and 2010 were Rp1.4 miliar.0 miliar menjadi Rp38.6% dan adanya In addition to these increases.Fuel and lubricant cost was managed at a low level. sedangkan rata-rata harga BBM dan pelumas meningkat 10. selfmanaged mining operation was stepped up and total production increased to 5. the Company was able to reduce coal production cost per ton at mine mouth in self-managed mines. turun 5. and only increased 27. including: .PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 164 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis harus menghadapi kecenderungan penggunaan batubara kalori rendah yang harga jualnya lebih rendah.4% from Rp41. sebagai hasil kampanye penghematan atas pemakaian listirk pada seluruh jajaran.Biaya lsitrik turun 6. Several accounts in the Company’s books showed the impact of efficiency program.80 tirllion and Rp1. self-managed mine production cost in 2010 dropped 5. sebagai hasil penerapan sistem perawatan rutin terintegrasi.6% from 5.8 billion to Rp114.4 billion as a result of the integrated routine maintenance system. self-managed coal production .0 billion to Rp38.79 triliun.8 miliar menjadi sebesar Rp114. hanya mengalami kenaikan sebesar 27. jika dihitung rata-rata biaya produksi per ton di mulut tambang. Persediaan suku cadang dan bahan juga dapat ditekan pada tingkat yang wajar.Biaya pemakaian BBM dan pelumas berhasil ditekan. termasuk iuran retribusi dari seluruh produksi batubara untuk tahun 2009 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp1.79 trillion respectively. Perseroan melaksanakan program effisiensi yang secara umum ditujukan untuk menekan biaya operasional yang berada dalam kendalinya.34 million tons in 2009.

30 40.6% and new equipment were added. selling and marketing expenses.9% to Rp1.3 578.Mining fee decreased 6. • Operating Expenses The Company’s operating expenses comprised general and administrative expenses.Biaya jasa penambangan turun sebesar 6.0 Beban Eksplorasi Umum dan Administrasi 40.9% menjadi Rp1. Penurunan sub-akun tersebut salah satunya adalah hasil pelaksanaan program effisiensi yang dijalankan dengan konsekuen oleh seluruh jajaran Perseroan.3 billion the previous year. Peningkatan kegiatan swakelola yang lebih effisien membuat Perseroan semakin lebih mengandalkannya dalam memenuhi permintaan batubara dari para pelanggan. penambahan peralatan. Beban Umum dan Administrasi pada tahun 2010 turun sebesar 4.6% to Rp663.30 1.5 miliar dari sebesar Rp695. 1.295. pelaksanaan inside dump. Beban Penjualan dan Pemasaran serta Beban Eksplorasi.30 triliun pada tahun 2009. scheduled maintenance of main production equipment) also helped reducing fuel consumption.35 trillion from Rp1. and exploration expenses.0% while total coal production rose 7.4 %.4%.0%. Beban Usaha pada tahun 2010 hanya meningkat 3.346. Operating efficiency through improved work system (among others optimization of back filling.35 triliun.30 trillion in 2009. The decrease was attributable to the efficiency program that was carried out consequently by all PTBA personnel.3 miliar di tahun 2009. sementara produksi batubara secara total naik 7. . inside dump.6% menjadi Rp663. Operating expenses in 2010 increased 3.2 695. The Company relied more on the efficient self-managed operation in meeting customers’ demand.5 billion from Rp695.8 40. dari Rp1. perawatan terencana peralatan produksi utama) turut mambantu menekan konsumsi BBM. • Beban Usaha Beban Usaha Perseroan terdiri dari Beban Umum dan Administrasi. General and administrative expenses decreased 4.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 165 Biaya suku cadang dan bahan 34% increased 5.30 2009 21. Effisiensi operasional melalui perbaikan sistem kerja (diantarnya: optimalisasi pelaksanaan back filling.1 Penjualan & Pemasaran 2010 . .

penerimaan atas sewa fasilitas dermaga Teluk Bayur sebesar Rp22. sehingga kenaikan biaya-biaya tertentu berhasil ditahan pada tingkat yang wajar. Sewa kendaraan dan peralatan memberi porsi kenaikan tertinggi.53 miliar dari nilai sebesar Rp578.7% to Rp301.6% growth in exploration costs from Rp21.16 billion.30 triliun.04 miliar pada tahun 2009. biaya gaji dan upah karyawan serta kenaikan pada sewa kendaraan dan peralatan.55 triliun pada 2009 menjadi Rp2. • The decline in general and administrative expenses was due to lower Community Development expenses because partly was taken from 2009 profit in accordance with GMS resolution. Besides cost reduction.7 billion. menggunakan bagian laba tahun 2009 sesuai dengan keputusan RUPS. fuel & lubricant.1% dari Rp3.6% dari Rp21. BBM dan pelumas serta biaya perjalanan dinas yang secara rerata hanya naik sekitar 3-6%. • Penghasilan (Beban) Lain-lain Penghasilan lain-lain (net) pada tahun 2010 naik 38.06 miliar dari Rp217. Perseroan juga mencatat kenaikan pada biaya eksplorasi sebesar 8. This increase was caused by increase in shipping and freight.53 billion from Rp578. Beberapa biaya yang menunjukkan hal ini adalah misalnya pada biaya listrik.95 billion in 2010. karena sebagian biaya dimaksud.4% Sedang beban penjualan dan pemasaran meningkat sebesar 14% menjadi Rp659. Selain penurunan biaya.31 billion.4%. dibawah kenaikan produksi batubara Perseroan yang sebesar 7.7% menjadi Rp301.76 billion a year earlier.1% from Rp3. The growth was due to a few reasons: The Company earned a bigger interest on fund placement up to Rp244. Laba Secara umum kinerja Perseroan di sepanjang tahun 2010 terpengaruh oleh turunnya harga jual batubara Perseroan di pasar domestik yang cukup signifikan. Hal ini tercermin dari perolehan laba usaha sebelum pajak yang turun sebesar 35. receivables from rent of Teluk Bayur pier of Rp22.31 miliar. Other Income (Expenses) Other income (net) in 2010 grew 38.95 miliar di tahun 2010. Peningkatan tersebut disebabkan oleh beberapa hal. This cost efficiency was reflected in electricity. wages and welfare.30 trillion. Selling and marketing expenses increased 14% to Rp659.76 miliar di tahun sebelumnya.3 billion to Rp22. The Company also recorded a 8. Heavy equipment and vehicle rent contributed the most up to 152% reaching Rp32 billion due to increased production. employee salaries. Perseroan berhasil mengendalikan jumlah pengeluaran.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 166 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Penurunan beban umum dan administrasi terutama disumbangkan oleh adanya penurunan biaya bantuan untuk Bina Lingkungan. ditengah peningkatan aktifitas perusahaan. • • Profit The Company’s overall performance throughout 2010 was impacted by falling coal prices in domestic market. diantaranya: peningkatan pendapatan bunga atas penempatan dana hingga sebesar Rp244.13 miliar menjadi sebesar Rp22. menjadi sebesar Rp32 miliar karena naiknya kegiatan produksi. below production growth of 7. in spite of increased activities. the Company was able to control expenditures so that certain expenses were reasonably cut down. and business trips which rose 3%-6%.7 miliar. . and heavy equipment and vehicle rent. and gain on resale of the Company’s shares (from buy-back program in 2008) amounting to Rp48.06 billion from Rp217.55 trillion in 2009 to Rp2. hingga sebesar 152%.04 billion in 2009.16 miliar dan keuntungan dari program penjualan kembali saham Perseroan (dari program pembelian kembali saham Perseroan pada tahun 2008) sebesar Rp48. Penyebabnya adalah naiknya biaya jasa angkutan kapal. as reflected in pre-tax operating profit decrease of 35.

4% from Rp1.. Another factor that caused the net profit to drop was higher railway and sea transportation cost as well as royalty. Penurunan laba usaha ini diikuti dengan turunnya laba bersih Perseroan sebesar 26.4% dibandingkan dengan tahun 2009. as well as the forthcoming operation of BWE system at MTBU mine..76 triliun pada 2009 menjadi Rp2. turun 26.. Pada tahun 2010 laba bersih per saham Perseroan tercatat sebesar Rp872. . This confidence is backed by the progress of constructing mine mouth 3x10MW TPP for own purpose. the Company is confident that cost reduction program that is already in place will positively impact future business results.. which will soon operate and reduce fuel and electricity cost.4% dari Rp2..76 trillion in 2009 to Rp2. Operating profit decline resulted in net profit decrease of 26.0 per share showing a slump of 26.0 per saham. biaya angkutan laut dan royalti.184.0 per saham. sebesar Rp1.184 per share in 2009. serta segera beroperasinya BWE system di MTBU. Kapal pengangkut batubara dengan kapasitas .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 167 Saraswati.4% from Rp2. Perseroan sebetulnya telah berhasil menurunkan biaya produksi per ton batubara. Hal lain yang mengakibatkan turunnya laba Perseroan adalah naiknya komponen biaya transportasi angkutan batubara (kereta api). Namun angka penurunan ini belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual batubara Perseroan yang cukup besar. Keyakinan ini didukung oleh progress pembangunan PLTU 3x10 MW di mulut tambang untuk penggunaan sendiri yang akan segera beroperasi dan akan berakibat pada semakin menurunnya biaya BBM dan listrik.0 trillion in 2010. Net profit drop consequently cut down net earning per share. In 2010 net earning per share of the Company was Rp872. but it was not enough to compensate falling average selling prices. coal production cost per ton was actually slashed.00 triliun pada 2010. Perseroan berkeyakinan bahwa program efisiensi (cost reduction program) yang telah dicanangkan akan memberikan dampak positif pada kinerja Perseroan di tahun-tahun mendatang. As previously described. However. seperti diuraikan diatas. Turunnya laba bersih akhirnya berpengaruh pada turunnya laba bersih per saham.

841) (109.235) 244.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 168 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis PERUBAHAN ARUS KAS URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : Penerimaan dari Pelanggan Penerimaan operasional lainnya Pembayaran royalti Pembayaran kepada pemasok dan karyawan Pembayaran pajak Penerimaaan klaim pajak Penerimaan bunga Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN : Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas Dampak Selisih Kurs Kas dan setara kas awal Kas dan setara kas akhir (1.800.2% Pembayaran kepada pemasok dan karyawan -30.661.000) (1. Pengeluaran kas The Company recorded positive cashflow in 2010.084 2. berasal dari pendapatan penjualan batubara sebesar Rp8.685 (714) 4. Dari kegiatan operasi Perseroan diperoleh arus kas masuk bersih Rp2.210 2010 2009 PERUBAHAN URAIAN % ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : -4.932 (416.28 billion and interest income Rp244. as explained below.489.086 103.223) 1.720 4.2% Pembayaran pajak .8% Kas dan setara kas awal 7.949) 345. The biggest cash expenditure for operating activities was suppliers and .3% 8.606. dengan penjelasan sebagai berikut.235.000) (149.160) (41.104 5.0% 295.69 billion (See note “Income”).344.69 miliar (Lihat catatan “Pendapatan”).1% Penerimaan dari Pelanggan 25.694 130.308 2. amounting to Rp345.68 miliar.108) (1.760.489.0% Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN : Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan 31.494) 1.8% (489.Penerimaaan klaim pajak 22.942 3.858 (70.924) (799.729.871) (91.489.283 (581.79 miliar.514) (874.2% Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas -112.1% Penerimaan bunga -9.0% Dampak Selisih Kurs 54.371.3% Kas dan setara kas akhir Perseroan mencatat arus kas positif pada tahun 2009.041.31 billion (See note on fund placement “Cash Position” above).549) (1. penerimaan operasional lain sebesar Rp130.408) (23.8% Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi 976.104 22.28 miliar dan pendapatan bunga Rp244.4% Penerimaan operasional lainnya 39.6% Pembayaran royalti 4.079) (9.274) 1083.742) (4. sebesar Rp345.68 billion. other operating income Rp130.787) (74.31 miliar (Lihat catatan penempatan dana pada “Posisi Kas” diatas).791 200.007.709.761) (4.024.075 (1.3% Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan -79.79 billion.054.494) (17.7% 541. derived from coal sales of Rp8. Net cash from operating activities amounted to Rp2.252.794 8.442 5.709.373) 2.371.371.

51miliar.).3 miliar pada tahun 2009. Kas yang digunakan untuk kegiatan investasi naik tajam. pemindahan 2 unit BWE system dan 1 unit spreader dari lokasi TAL ke MTBU dan penambahan setoran modal pada perusahaan asosiasi.3 billion.. hal . .2 miliar dari angka sebesar Rp74.. Perseroan juga meningkatkan jumlah dana untuk program PKBL. terutama digunakan untuk pembangunan PLTU 3x10 MW di Tanjung Enim.... relocating two BWEs and one spreader from TAL to MTBU site.2% from 2009. hal . Selanjutnya adalah pembayaran royalti sebesar Rp581.. turun sebesar 30.. sehingga total dividen yang dibayarkan pada tahun 2010 menjadi Rp1. and tax payment of Rp874.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 169 untuk kegiatan operasional terbesar berasal dari pembayaran kepada pemasok dan karyawan.252.. (See “Dividend Policy” page Responsibility” page . The Company did not use borrowed funds in all its investment in 2010..7 billion. the Company recorded an increase in expenditure as the Company paid out dividend up to Rp228. hingga 976% menjadi sebesar Rp799. Perseroan mencatat peningkatan pengeluaran untuk membayar dividen hingga sebesar Rp228. (lihat juga “Realisasi Belanja Modal” hal .800.).252.235. naik 4. employees expenses totalling Rp4. sehingga total biaya PKBL yang dibayarkan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp109. The Company also increased funds for partnership and environmental development activities making a total of Rp109.800.51 billion or up 4.23 miliar. dan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”. and increasing capital injection to associated companies.4 miliar ditahun sebelumnya. Perseroan tidak menggunakan dana pinjaman dalam seluruh investasinya di tahun 2010. naik 39. making total dividend payout in 2010 of Rp1.. and “Corporate Social .2% dari jumlah Rp1.4 billion in 2009. Peningkatan kas untuk investasi tersebut dalam rangka realisasi rencana pengembangan usaha.). sebesar Rp4. constructing 3x10MW TPP in Tanjung Enim.3 billion in 2009. Payment of royalty totalled Rp581...2% from Rp1.7 miliar. increasing 39.8 miliar pada 2009. naik 542% dari angka sebesar Rp17 miliar di tahun 2009.84 miliar.2 billion from Rp74.11 billion or increased 542% from Rp 17 billion in 2009.11 miliar. The bigger investment was mainly made to realize business development projects.3 miliar. (Lihat juga “Kebijakan Dividen”.. On the financing side. (see also “Capital Expenditure” pagel .6% from Rp416.6% dari angka Rp416..).84 billion..2% dari tahun 2009 dan pembayaran pajak sebesar Rp874. Dari sisi pendanaan.23 billion which decreased 30.235.8 billion in 2009 Cashflow for investing activities surged 976% to Rp799.

274) 25. dlm hari 46 61 (149.3 59.924) (799. proving that it was highly capable of settling its short term liabilities.8 40. Hal ini menunjukkan sangat kuatnya kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.8 30.2 42. . dihitung dengan mambagi aset lancar dengan kewajiban lancar. In 2010 the Company had a liquidity ratio of 579. One of the causes of improved turnover was faster settlement of receivables.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 170 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis RASIO – RASIO KEUANGAN RASIO KEUANGAN (dalam %) RASIO PENDAPATAN Pendapatan Usaha Laba Kotor Laba Usaha Laba Bersih Laba Bersih per Saham RENTABILITAS Laba bersih terhadap penjualan (NPM) Laba bersih terhadap jumlah aset (ROA) Laba bersih terhadap jumlah ekuitas (ROE) LIKUIDITAS Aktiva lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas KOLEKTIBILITAS Total piutang thp total penjualan (AR DOH). Tahun 2010 rasio likuiditas Perseroan adalah sebesar 579.787) (74.1) (26.4 23.2 (11.8 2010 2009 Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo. Based on this calculation the Company’s turnover was 46 days in 2010.0 35. Salah satu penyebab membaiknya tingkat kolektibilitas ini adalah membaiknya termin pembayaran piutang usaha. membaik dari angka 61 hari di tahun 2009. It is calculated by dividing current assets with current liabilities.1%. showing an improvement from 61 days in 2009.0 37. The following table shows the Company’s receivables turnover.6) (35. Liquidity This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term liabilities. Dengan perhitungan tersebut tingkat kolektibilitas piutang (AR DOH) Perseroan adalah sebesar 46 hari.5 33. Kolektibilitas Piutang Tingkat kolektibilitas piutang dihitung dengan membandingkan total piutang terhadap total hasil penjualan. Adapun tabel lengkap piutang perseroan adalah sebagai berikut: Turnover Turnover is calculated by comparing total receivables with total sales.6) (24.7 59.1 %.4) 24.160) (9.4) (26.

0%.5%. Rentabilitas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.3% naik dari 352.6% turun dari angka 47. Return on Equity went down from 47. Return This ratio reflects the Company’s ability to generate net profit by using resources it has on hand. KEBIJAKAN PERMODALAN Struktur modal merupakan perimbangan antara penggunaan modal sendiri dengan pinjaman / hutang yang terdiri dari hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.364 27. Rasio solvabilitas dihitung dengan membandingkan total aset terhadap total kewajiban.034. membuat rentabilitas terhadap penjualan (Net Profit Margin) turun menjadi 25.083) 997. Oleh karena itu Perseroan menetapkan kebijakan struktur permodalan yang dapat ditempuh agar dapat memaksimalkan CAPITALIZATION POLICY Capital structure is a balance between shareholders’ equity and borrowed funds consisting of short term and long term borrowing. Kenaikan kewajiban pada tahun 2010 menyebabkan solvabilitas Perseroan mencapai 382. Struktur modal dengan minimum biaya penggunaan dana (Weighted Average Cost of Capital / WACC) dapat mengakibatkan peningkatan nilai saham perusahaan. maintaining its ability to fulfill its obligations.8%. yaitu menjadi 23. Solvency This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term and long term liabilities. Penurunan laba bersih Perseroan sebesar 26.178 CATEGORY AMOUNT Maturing < 30 days Maturing 30 – 60 days Maturing 60-180 days Maturing > 180 days Total Provision for doubtul accounts Total trade receivables (net) Solvabilitas Menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang yang akan jatuh tempo. Capital with minimum cost of funds (Weighted Average Cost of Capital / WACC) may increase the value of shares but does not increase net earning per share (EPS). Rentabilitas terhadap aset (Return on Asset) juga mengalami penurunan. Rentabilitas terhadap ekuitas (Return On Equity) menjadi 31.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 171 Tabel kolektibilitas piutang Perseroan.4% from 30.8% pada 2009. Leverage yang besar dapat meningkatkan EPS.3% or improved from 352. Therefore.4% ditahun 2009.4% di tahun 2010.5% in 2009.8% in 2009 to 31.4% in 2010 net profit dropped Net Profit Margin to 25. the Company devises a capitalization .4% dari angka pada 2009 yang sebesar 30.4% in 2009.261 (37. 31 Desember 2010 Turnover as of 31 December 2010 (in million Rp) KATEGORI Jatuh tempo < 30 Hari Jatuh tempo 30 – 60 Hari Jatuh tempo 60-180 hari Jatuh tempo > 180 hari Jumlah Penyisihan piutang tak tertagih Jumlah Piutang Usaha (bersih) JUMLAH 897.6%.438 102. namun sekaligus meningkatkan risiko. menunjukkan kemampuan Perseroan yang tetap tinggi dalam memenuhi kewajibannya.0% dari angka tahun 2009 yang sebesar 33.218 1. Increased liabilities in 2010 pushed the Company’s solvency to 382. A decrease of 26. Return on Asset also decreased from 33. but also increase risks.8% in 2009 to 23. tetapi tidak berarti meningkatkan laba bersih persaham (EPS). A high leverage may increase EPS. Solvency ratio is calculated by comparing total assets with total liabilities.241 7.

Struktur modal dupayakan optimal dengan mengatur kombinasi hutang dan modal sendiri (ekuitas) yang dapat memaksimalkan nilai Perseroan. naik dari modal kerja di tahun 2009 yang sebesar Rp5. REALISASI BELANJA MODAL Tunggu data client CAPITAL EXPENDITURE Investasi Rutin Merupakan investasi yang dilaksanakan oleh Perseroan dalam rangka mempertahankan tingkat produksi dan efisiensi operasi. Struktur modal ditinjau dengan melakukan evaluasi hubungan antara financial leverage.40 triliun. Dilakukan dengan mempertimbangkan pengaruh perubahan komposisi hutang yang berdampak pada harga saham. By optimizing economic rate of return and return on equity that increases earning per share. tujuan dan langkah yang dapat ditempuh adalah: • Menetapkan target strukur modal yang optimal. Taking into account the effect of borrowing composition changes on share price. Dilakukan dengan memperhitungkan penggunaan hutang yang menimbulkan kewajiban keuangan (tingkat bunga) dan mempengaruhi kondisi likuiditas perusahaan.74 billion. Capital structure combination is fixed after performing sensitivity analysis with various core assumptions that are most likely to be envisaged by the Company.50 trillion. Net Working Capital The Company’s growing activities that required bigger working capital resulted in an increase of Rp95. policy to maximize its corporate value. By considering the use of borrowing that causes financial liabilities (interest rate) and affecting the Company’s liquidity. Modal Kerja Bersih Peningkatan kegiatan Perseroan membuat modal kerja meningkat sebesar Rp95. The Company is self-sufficient in meeting all of its working capital requirements. corporate value and capital expenditure. • • Taking into consideration the balance between financial risks and rate of return in order to improve corporate value. - • • • • • • Capital structure is reviewed by evaluating the connection of financial leverage.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 172 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis nilai perusahaan. Jumlah investasi rutin yang Routine Investment This is an investment made by the Company in an effort to maintain its production level and operating efficiency which included repair and addition of routine operating facilities. Mengoptimalkan rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri yang menghasilkan peningkatan laba per saham. Kombinasi struktur modal ditetapkan setelah melakukan analisa sensitivitas dengan berbagai variasi asumsi inti yang paling mungkin dihadapi oleh Perseroan. Capital structure is optimized by arranging an optimum combination of borrowing and equity to boost corporate value. Kebijakan struktur permodalan Perseroan. Seluruh modal kerja Perseroan ini dapat dipenuhi dari hasil operasional. Struktur modal senantiasa mempertimbangkan keseimbangan antara risiko keuangan dan tingkat pengembalian dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan. .50 triliun. Penggunaan proporsi hutang yang lebih besar (dari ekuitas) dapat dilakukan bila risiko usaha lebih kecil. The policy and its implementation are elaborated below: • Setting optimum capital structure target Using bigger borrowing proportion (than equity) if business risk is smaller. Tahun 2010 modal kerja Perseroan adalah sebesar Rp5. In 2010 working capital was recorded at Rp5. nilai perusahaan dan biaya modal.74 miliar. termasuk antara lain perbaikan dan penambahan fasilitas operasional rutin.

Total dana yang dikeluarkan selama tahun 2010 adalah sebesar 317. Setelah proses overhaul unit BWE selesai.50 billion. Total dana yang dikeluakan pada tahun 2010 Development Investment Investment for development is made with the purpose of expanding the Company’s business. Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi unit segmen usaha briket. and completion was projected for mid 2011. sisanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Investment in . • • Relocating briquette factory Relocation started in 2009 as part of restructuring program of briquette business unit. Jumlah investasi pengembangan pada tahun 2010 mencapai Rp553. sebesar Rp 83. Proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2011.66 miliar naik 567. Pembangunan PLTU ini dimaksudkan untuk penggunaan sendiri. Investasi Pengembangan Investasi pengembangan dilakukan dengan tujuan mengembangkan bisnis Perseroan.02 miliar. Peningkatan investasi terjadi karena adanya realisasi beberapa rencana pengembangan Perseroan.50 miliar.31 miliar. seperti diuraikan berikut.4 miliar.80 billion in 2010. Relokasi 2 unit BWE system dan 1 spreader dari area TAL ke MTBU. In 2010 development investment totalled Rp553.32 billion or rose 21.32 miliar atau naik 21.53 miliar. so that total investment as of 31 December 2010 reached Rp165. At the end of the year the project was 62% completed and projected to be finalized early 2011. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp165.31 billion. any excess power will be distributed to the surronding community. • • • • Relocating 2 BWEs and 1 spreader from TAL to MTBU site.53 billion. Perawatan sarana pelabuhan Tarahan dan perbaikan sarana produksi di Tanjung Enim dilakukan untuk mendukung target peningkatan produksi dan penjualan pada tahun-tahun mendatang. sebesar Rp46. Larger amount of investment was due to the realization of several development projects as described below. Routine investment made in 2010 totalled Rp56. sehingga akumulasi biaya hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp324. Perawatan sarana Pelabuhan Tarahan. Progress penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 62%. Tannjung enim production facilities and construction of Tanjung Enim Head Office made up the major part of routine investment. This project was 85% finished at the end of the year.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 173 dilakukan pada tahun 2010 mencapai Rp56.02 billion.80 miliar. increasing total expenditure as of 31 December 2010 to Rp324. and at the moment relocation was under way after the BWE units were overhauled. Beberapa kegiatan investasi pengembangan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010 mencakup diantaranya: • • Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Banko Barat (Tanjung Enim). proses pemindahan saat ini tengah dilaksanakan.6% dari investasi rutin pada tahun 2009. In 2010 the Company carried out the following development projects: • • Constructing 3x10MW TPP in Banko Barat (Tanjung Enim) This TPP will be used mainly for own purpose. Total dana yang dikeluarkan oleh Perseroan untuk proyek ini pada tahun 2010 adalah sebesar Rp106. Total investment in 2010 was Rp317. sarana produksi di Tanjung Enim dan pembangunan prasarana Kantor Pusat di Tanjung Enim mendominasi kebutuhan investasi rutin. Preparation started in 2009. Pemindahan lokasi pabrik briket mulai dilaksanakan sejak tahun 2009.6% from routine investment in 2009 which stood at Rp46. Investment in this project totalled Rp106.66 billion or increased 567% from realized development investment in 2009 which was posted at Rp83. Relokasi pabrik briket. Proyek relokasi ini telah persiapkan sejak tahun 2009. Persentase penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 85%. Maintenance of Tarahan Port infrastructure.0% dari realisasi investasi pengembangan pada tahun 2009. Maintenance of Tarahan Port infrastructure and repair of Tanjung Enim production facilities were conducted to support the target of larger production and sales in the coming years.4 billion. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada pertengahan tahun 2011.

Beberapa rencana investasi besar yang belum dapat direalisasikan pada tahun 2010.3 billion. Proyek ini ditargetkan selesai pada awal tahun 2011. Investasi gedung untuk kantor PTBA di Jakarta yang masih dalam kajian pihak independen. Completion is targetted for early 2011. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan untuk proyek ini per 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp31.9 miliar. amounting to Rp465. misalkan proyek pemanfaatan kandungan CBM. which is currently at the stage of designating exploration site. pada tahun 2010. . sesuai rencana semula diantaranya adalah: • Investasi JV dengan PTKA tidak direalisasikan berkaitan dengan keberatan pihak PTKA terkait beban pajak inbreng aset.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 174 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis adalah sebesar Rp22. in 2010 the Company carried out other development projects.23 billion. Perseroan telah melaksanakan beberapa rencana pengembangan lain. 2010 was recorded at Rp22. In addition to the above listed investment. one of which was CBM usage project. Unrealized major investment plans include: • • • Capital payment for the establishment of joint venture company. Purchase and construction of PTBA head office building worth Rp225 billion.23 miliar. Selain investasi tersebut diatas. increasing total investment in this project as of 31 December 2010 to Rp31. Suasana Tambang Air Laya di malam hari. yang telah memasuki tahap penentuan lokasi sumur eksplorasi. PTBA-PTKA.9 billion.

In anticipation of a more favorable economic condition in 2011.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 175 STRATEGI BISNIS 2011 Seperti tergambar pada uraian “Prospek permintaan batubara” (halaman .-. Australia. On the operations side.. The Company is finalizing the construction of its own mine mouth 3x10MW TPP in Tanjung Enim that is nearing completion. sehingga akan mampu memberi tambahan nilai ekonomi yang cukup tinggi bagi Perseroan. the Pacific region demand will be hampered by supply shortages following the massive flood in Queensland. sales. so it will add a considerable economic value to the Company. The production efficiency drive is expected to yield higher profit margin. Beberapa strategi yang usaha yang telah dipersiapkan diuraikan secara ringkas sebagai berikut: Di bidang operasional. the Company has formulated a set of business strateges covering production. Bersamaan dengan penyelesaian pembangunan PLTU tersebut. Melalui program peningkatan effisiensi produksi. pengangkutan dan penembangan usaha. Coinciding with the construction of Tanjung Enim TPP. Several established business strategies are described briefly in the following sections. Business strategy and work program for 2011 is part of an integrated Corporate Strategic Plan for 2009-2013 leading to PTBA Golden Era. In the short term. transportation and business development. kebutuhan batubara di kawasan Pasifik bahkan akan diwarnai dengan kekurangan pasokan. bahkan ditingkatkan. Penyelesaian proyek ini akan mampu meningkatkan effisiensi produksi mengingat listrik yang dihasilkannya akan mencukupi seluruh kebutuhan tenaga listrik perusahaan di areal pertambangan yang selama ini disuplai oleh PLN. sehubungan dengan banjir yang melanda kawasan Queensland.. This project will improve production efficiency because the power it generates will cover all electricity requirement that has so far been supplied by PLN. Keseluruhan strategi dan program kerja tahun 2011 ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Strategis Perseroan terintegrasi untuk periode 2009-2013 dengan target menuju era PTBA Emas. selaras dengan prakiraan kondisi perekonomian yang terus membaik. sebagai respon atas prakiraan semakin banyaknya permintaan batubara dengan kalori lebih rendah dengan harga jual yang juga lebih rendah. coal demand in domestic as well as Pacific region markets is projected to continue rising in the next few years on the face of ongoing economic recovery. expected to be completed for operation as planned.. seperti tergambar pada uraian prospek permintaan batubara domestik. Bahan bakar PLTU ini rencananya menggunakan batubara dari areal produksi yang selama ini tidak dapat dijual. Dalam jangka pendek. The plant is designed to make use of coal that cannot be sold. Mengantisipasi kondisi yang lebih kondusif di tahun 2011 tersebut Perseroan menyiapkan berbagai strategi usaha. Perseroan akan mengamankan proses pembanguanan PLTU 3x10 MW mulut tambang di Tanjung Enim yang kini memasuki tahaptahap penyelesaian. At end of 2010 85% of the construction was completed and expected to proceed as planned.. the Company is finalizing the overhaul and relocation of two BWEs and one spreader to MTBU site. Strategi ini akan dijalankan dengan seksama. the Company seeks to step up production and efficiency to increase income and profit margin. kebutuhan batubara domestik maupun di kawasan Pasifik. marjin keuntungan dengan demikian dapat dipertahankan. Australia. Dengan demikian Perseroan akan BUSINESS STRATEGY IN 2011 As described in ”Coal Prospects” page . This strategy is carried out in response to projected higher demand for low-calorie coal at low selling price.. as described in our discussion on domestic coal prospects. penjualan. yang mencakup aspek produksi. ). Perseroan meyakini proyek ini akan selesai sesuai dengan yang ditargetkan. Perseroan mentargetkan peningkatan produksi dan melanjutkan program peningkatan effisiensi produksi dengan sasaran meningkatkan pendapatan dan marjin laba. diperkirakan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. proses overhaul dan pemindahan dua unit BWE system dan 1 unit sreader ke areal MTBU ditargetkan selesai pada waktunya.. The Company can now . Dengan kemajuan pembangunan pada akhir tahun 2010 sudah mencapai 85%..

sehingga kapasitas angkut batubara mampu ditingkatkan secara substantial. sehingga peningkatan produksi batubara Perseroan juga dapat diselaraskan. train loading station (TLS). while still meeting customers’ orders appropriately. recliner. PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). The Company has a target of improving production of several subsidiaries. Melalui cara tersebut maka peningkatan produksi yang ditargetkan bisa terpenuhi. with higher-capacity equipment with an expectation to reach production target. Kertapati Pier and in stockpile area. The Company supports the program of increasing loading capacity by improving loading and unloading facilities at Tarahan Port. Menyusul perolehan izin dari berbagai pihak operate all the five BWEs in its possession with electricy generated by its own TPP.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 176 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis dapat mengoperasikan seluruh 5 (lima) BWE system yang dimilikinya secara penuh dengan didukung oleh supplai listrik dari PLTU milik sendiri. rotary car dumper (RCD) dan rail loop dilakukan untuk mendukung peningkatan aktivitas angkutan batubara. sekaligus peningkatan aktivitas jual beli batubara oleh BA Prima. The coaches and locomotives ordered by PTKA under a joint scheme with the Company are expected to arrive on time. Dengan dukungan sistem tersebut. Perseroan juga akan melakukan penggantian dan penambahan alat tambang utama sistem konvensional. namun mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan akurat. Perseroan akan dapat menjaga tingkat persediaan pada kondisi yang paling ekonomis. In transportation. rotary car dumper (RCD) and rail loop to enhance coal transporting activity. Perbaikan sarana conveyor. sehingga peningkatan angkut KA bisa terjadwal lebih akurat. Improvement was also made to conveyor. that will enable the Company to monitor production and inventories in every stockpile area. shovel & truck. the Company plans to activate its subsidiary. the Company will replace conventional mining equipment. Terkait dengan angkutan ini Perseroan menargetkan dapat dicapainya persetujuan skema Coal Transport Agreement (CTA) dengan PTKA. the Company works and coordinates with PT KA in improving the railway loading capacity. like IPC and BBK. simultaneously increasing sale and purchase of coal by BA Prima. the Company will soon implement the next phase of Supply Chain Management System (SCMS) supported by information technology. the Coal Transportat Agreement (CTA) with PTKA will hopefully be instrumental in harmonizing the higher capacity with the Company’s coal production. inventories can be maintained at optimum level. seperti IPC dan BBK. Untuk mendukung peningkatan aktifitas produksi tersebut. Dibidang angkutan. PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). In this connection. Perseroan berencana semakin mengintensifkan kegiatan anak perusahaan. Additionally. Perseroan juga menargetkan peningkatan produksi dari beberapa anak perusahaannya. After obtaining licenses from the authorities. Perseroan telah mengantisipasi upaya peningkatan kapasitas angkut dengan perbaikan fasilitas bongkar muat di pelabuhan Tarahan. recliner. sehingga Perseroan dapat memonitor pergerakan produksi batubara dan kondisi persediaannya pada setiap areal stockpile. To support production increase. Selain kerjasama dengan PT KA. Perseroan akan segera menerapkan tahap berikutnya dari implementasi Supply Chain Management System (SCMS) dengan dukungan teknologi informasi. sehingga peningkatan kapasitas angkut lebih terjamin. Using this system. Perseroan akan semakin meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan PTKA. yang akan membangun jalur kereta api dan pelabuhan khusus baru dari Tanjung Enim ke Lampung dengan kapasitas 20 juta ton per tahun. train loading station (TLS). Besides collaborating with PT KA. that will build new railway track and port from Tanjung Enim to Lampung at a capacity of 20 million tons per year. shovel and truck. Dermaga Kertapati maupun di stockpile areal penambangan. Pemesanan gerbong angkut dan loko yang dilakukan PTA melalui skema kerjasama erat dengan Perseroan diharapkan tiba sesuai jadwal. and applies . the Company will finalize AMDAL for train. dengan kapasitas lebih besar. Selain itu. stockpile and port.

Dalam bidang pengembangan usaha di bidang pembangkitan listrik. environmental conservation and work safety. Selain itu Perseroan mentargetkan peningkatan kualitas tatakelola melalui upaya perbaikan berkesinambungan baik dari sistem kerja maupun sistem manajemen. Keseluruhan program ini dilakukan demi menjamin tercapainya target operasional yang ditetapkan. Designation of railway track will be designated so land clearance can begin to prepare for new railway construction. demikian juga lahan transmisi yang diperlukan. Dalam rangka mengimbangi proyeksi peningkatan kegiatan operasional. Perseroan mentargetkan penyelesaian AMDAL kereta api dan AMDAL stockpile dan pelabuhan serta perolehan izin pembangunan pelabuhan. khususnya kegiatan anak perusahaan PT Bukit Pembangkit Inovative (BPI) berkapasitas 2x100 MW. human resource competence will continue to be enhanced through more focused training courses to cover the technical skills and mental spiritual qualities. for port development permit. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) at 2x100MW capacity. The whole program is carried out to achieve the Company’s operating target. When signed. As a business diversification. Good corporate governance will also be intensified through continuous improvement of work and management systems. kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja. particularly the business of subsidiary. sepanjang tahun 2010 Perseroan melakukan berbagai perjanjian-perjanjian penting dengan mitra kerja untuk mengamankan transaksi MATERIAL INFORMATION SIGNIFICANT AGREEMENTS During 2010 the Company entered into several significant agreements with business partners to . Perseroan juga mentargetkan penyelesaian penetapan trekking jalur KA dan dimulainya proses pembebasan lahan bagi pembangunan jalur KA baru ini. For developing power plant business. Perseroan berupaya meningkatkan kompetensi SDM melalui penyelenggaraan serangkaian training yang terarah. baik dari sisi kemampuan teknis maupun pembinaan mental spiritual. mengingat Amandepen Kontrak EPC telah lebih dahulu ditanda-tangani. Kegiatan pembuatan sumur bor explorasi ditargetkan mulai dilakukan yang akan langsung diikuti dengan proses peroduksinya. Lahan bagi pembangunan PLTU ini juga telah tersedia. Perseroan juga berencana mengintensifkan upaya pengembangan usaha melalui eksploitasi Coal Bed Methane (CBM) yang terkandung di dalam areal penambangan Tanjung Enim. the Company is anticipating to sign an amended Power Purchase Agreement. INFORMASI – INFORMASI MATERIAL PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING Dalam menjalankan usahanya.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 177 yang terkait langsung. Perseroan mentargetkan dilakukannya penandatanganan Amandemen PPA. the Company is engaged in the exploitation of Coal Bed Methane (CBM) found in the mining area of Tanjung Enim. Exploration of the well is expected to start soon to be followed by production. Untuk mendukung rencana peningkatan kegiatan operasional dan pengembangan usaha tersebut. Penanda-tanganan PPA akan menjadi langkah awal bagi realisasi pembangunan PLTU. this amended agreement will be the start of TPP construction considering the amendment to EPC contract has been signed. Perseroan juga menyiapkan peningkatan program pengembangan komunitas. Land required for the TPP and for transmission is also ready. The Company continues to honor its commitment to community development. To support the production increase and business diversification.

860.000 ton untuk periode 1 Oktober 2010 sampai dengan 31 Maret 2011. the Company signed coal sales agreement with PT PLN to supply 300.700. Selling price would also be fixed for certain periods of supply. Perseroan akan memasok batubara untuk PLTU tarahan sebanyak 17. Perseroan telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU bukit asam untuk memasok batubara sebanyak 9. On 22 September 2010.000 tons to 15 TPPs in Indonesia from 1 October 2010 to 31 March 2011. Pokok perjanjian menyangkut pemasokan batubara ke UBPS dengan volume dan kualitas yang akan ditetapkan setiap 1 tahun sekali.700. Perseroan juga telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU tarahan pada tanggal 9 Oktober 2007.000 tons of coal to Tarahan TPP from 1 April 2007 to 31 December 2031. Penentuan harga akan mengacu pada perturan yang berlaku dan parktek yang lazim. safeguard its operations.132. Harga jual pasokan tersebut juga akan ditinjau setiap periode pasokan tertentu. Beberapa perjanjian penting yang dilakukan oleh Perseroan meliputi diantaranya: • Perjanjuan jual-beli batubara. the Company also renewed coal sales agreement with PT PLN to supply 9.000 tons to Bukit Asam TPP from 1 January 2004 until 31 December 2013.860. Price will be fixed according to prevailing regulations and normal practice. The agreement stipulated that the Company will supply 17. Shipment volume and selling price will be determined periodically. Isi perjanjian. Selain dengan PT Indonesia Power. mengacu pada harga patokan yang lazim. mengacu pada harga patokan yang lazim. sejak tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 21 Desember 2012.000 ton mulai 1 April 2007 sampai dengan 31 Desember 2031. which are: • Coal sales agreement The agreement was entered into with PT Indonesia Power – Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 on 2 October 2002 regarding a ten-year coal sales from 1 January tahun – 21 December 2012. The agreement was for coal supply to UBPS in volume and quality to be determined once a year.000 ton. The ageement was signed 21 May 2004. effective for one year of supply and negotiated separately based on normal benchmark price. Perjanjian ini akan digantikan oleh perjanjian jual-beli batubara jangka panjang yang akan disepakati kemudian untuk jangka waktu perjanjian 20 tahun sejak April 2011 sampai dengan Maret 2030 dengan pasokan batubara sebanyak 264. based on normal benchmark price.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 178 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis operasional perusahaan.132. Perseroan menandatangani perjanjian jual beli batubara dengan PT Indonesia Power-Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 pada tanggal 2 Oktober 2002 mengenai penjualan batubara berjangka waktu 10 tahun. Besides with PT Indonesia Power.000 ton mulai 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2013. The Company also renewed coal sales agreement with PT PLN for Tarahan TPP on 9 October 2007. . Perseroan menandatangani perjanjian pengiriman batubara dengan PLN untuk 15 PLTU di Indonesia. Tanggal 22 September 2010. based on normal benchmark price. Volume pengiriman akan disesuaikan setiap periode tertentu dan harga jual ditetapkan untuk setiap periode. The important clause stipulated shipment volume and selling price to be fixed periodically. sebanyak 300. Klausul perjanjian yang penting adalah volume pengiriman dan harga jual akan ditetapkan pada setiap periode tertentu. berlaku untuk masa satu tahun pasokan dan ditetapkan berdasarkan perundingan tersendiri dengan mengacu pada harga patokan yang lazim.000 tons of coal. to supply 264. Perjanjian ini ditandatangani tanggal 21 Mei 2004. This agreement will be superseded by long-term coal sales agreement for a 20-year term from April 2011 to March 2030.

while mining fee was fixed every period of production by negotiation and mutual agreement. MTBS. Lampung. dimana PTKA menyetujui untuk mengangkut batubara Perusahaan dari stasiun pemuatan batubara di Tanjung Enim ke pelabuhan batubara di Tarahan. volume tanah yang dipindahkan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 179 • Perjanjian jasa pengangkutan batubara. sementara tarif jasa penambangan ditetapkan pada setiap periode produksi berdasarkan perundingan dan kesepakatan bersama. overburden removal volume and distance were determined in each agreement. Palembang. Lampung. Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) di tambang Banko Barat untuk periode 1 Juli 2008 sampai dengan 30 Juni 2013. Volume and charges were fixed in . • • A mining service agreement was signed with PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) for Banko Barat mine during 1 July 2008 . Selain itu Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Pamapersada Nusantara (Pama) di wilayah MTBU. Untuk perjanjian dengan Arpeni masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. Coal volume. Tarif angkutan untuk masing-masing tujuan pengiriman ditetapkan melalui perundingan dan ditinjau setiap periode waktu tertentu. masa • Coal delivery agreement The Company entered into coal delivery agreement with PT Kereta Api Indonesia (Persero) (”PTKA”) to transport coal from Tanjung Enim to Tarahan Port. MTBS. Palembang. the Company signed a similar agreement to transport coal to Kertapati Port. TAL and other sites within the Company’s mining concession area during 1 April – 31 March 2012. Sedang dengan Bahtera. Tambang Air Laya dan lokasi lainnya dalam wilayah IUP Proses Produksi Perseroan untuk periode 1 April sampai dengan 31 Maret 2012. Selain ke Tarahan. The Company also entered into similar agrement with PT Pamapersada Nusantara (Pama) for MTBU. Jumlah batubara yang diproduksi. jarak pemindahan pada masingmasing perjanjian telah ditetapkan. Perusahaan mengadakan perjanjian pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (“PTKA”).30 June 2013. Perseroan melakukan perjanjian jasa pengapalan batubara dengan PT Arpeni Pratama Ocean Line (Arpeni) dan PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) dari pelabuhan Tarahan ke Pelabuhan PLTU Suralaya. Transport charges for each destination are negotiated and reviewed periodically. Perseroan juga mengikat perjanjian pengangkutan batubara ke pelabuhan Kertapati. • • The Company signed a coal shipment agreement with PT Arpeni Pratama Ocoean Line (Arpeni) and PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) from Tarahan Port to Suralaya Port. Additionally. Jumlah volume dan tarif angkutan telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. The term of the agreement with Arpeni was 1 July 2009 – 30 June 2012.

The term was from May 2007 to May 2010. • Perseroan juga melakukan perjanjian jasa bongkarmuat batubara dengan Arpeni dari Terminal Muat Batubara PTBA Tarahan ke Anchorage Pelabuhan Muat PTBA Tarahan. Palembang ke pelabuhan PLTU Suralaya. With Bahtera. A coal loading & discharging agreement was signed with Arpeni from PTBA Loading Terminal Tarahan to PTBA Anchorage Loading Port Tarahan. dengan kapasitas bongkar-muat dan tarif telah ditetapkan pada perjanjian tersebut. the term of the agreement was 1 September 2005 – 31 December 2010. Tarif angkutan per ton dan volume pengiriman telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. Pengangkutan Batubara di Pelabuhan Tarahan Edipiscing lorem ipsum dolor . A similar agreement was also entered into with Bahtera Bestari Shipping (BBS) to ship coal from Kertapati Port. • the agreement. Loading and discharging volume and charges were stated in the agreement. Freight per ton and shipment volume were determined in the agrement. Masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. Palembang to Suralaya Port.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 180 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis berlaku perjanjian adalah mulai 1 September 2005 sampai dengan 31 Desember 2010. Selain itu Perseroan juga melakukan perjanjian pengangkutan batubara dengan Bahtera Bestari Shipping (BBS) dari pelabuhan Kertapati. Masa berlaku perjanjian terakhir adalah mulai Mei 2007 sampai dengan Mei 2010. Agreement term was 1 July 2009 – 30 June 2012.

24 of 21 April 2010 drawn up before Notary Fathiah Helmi.2 tanggal 25 Nov 2009 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. XI. CONFLICT OF INTEREST TRANSACTIONS In 2010 there were no transactions involving conflict of interest made by the Company.3 as Attachment to Decision of Bapepam-LK Chairman No. SH.B. sebagaimana telah ditetapkan pada akta notaris no. AMENDMENT TO ARTICLES OF ASSOCIATION On 21 April 2010 the Company convened General Meeting of Shareholders. Program ini dilakukan sesuai Peraturan Bapepam-LK No.E.2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. Kep. Perseroan melakukan program pembelian kembali saham secara bertahap dalam waktu 3 (tiga) bulan.2 dated 25 November 2010 (Kep-413/BL/2010) on ”Material Transactions and Core Business Changes”. one of the agenda items being the amendment of several articles in the Articles of Association.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 181 Detail dari masing-masing perjanjian tersebut dapat dilihat pada catatan 27 Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.2 (Kep-413/PL/2009) on ”Material Transactions and Core Business Changes” dated 25 November 2010. yang dikeluarkan pada tanggal 25 November 2009. 401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008. Material Transaction is defined by BapepamLK Regulation No.E. 401/BL/2008 of 9 October 2008. Sebagai tindak lanjut keputusan RUPS tersebut.E. XI.B.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No.E. The Articles of Association were amended to conform to Bapepam Regulation No. PENJUALAN KEMBALI SAHAM PERSEROAN Kondisi krisis keuangan global dan regional yang berpengaruh terhadap penurunan harga saham PTBA secara ekstrim membuat Perseroan melakukan program pembelian kembali saham Perseroan (Shares Buy Back) yang telah dikeluarkan dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia. . IX. This Program is in accordance with Bapepam-LK Regulation No. MATERIAL TRANSACTIONS In 2010 there were no material transactions made by the Company.24 tanggal 21 April 2010 oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pada tanggal 21 April tahun 2010 Perseroan menyelnggarakan Rapat Umum Pemegang Saham. As a follow up of the GMS resolution. SH. TRANSAKSI MATERIAL Pada tahun 2010 tidak ada Transaksi Material yang dilakukan Perseroan. Kep. Perubahan AD terakhir tersebut hanya dilakukan pada ketentuan batas maksimum kewenangan Direksi untuk melepas atau menjaminkan harta kekayaan Perseroan hingga sebesar 50% jumlah kekayaan bersih Perseroan. the Company amended the Articles of Association by deed No. Definisi Transaksi Material disini adalah sesuai dengan bunyi aturan pada Ketentuan Bapepam-LK no IX. terhitung SHARES BUY BACK PROGRAM The global and regional financial crisis causing a sharp drop in PTBA share price prompted the Company to launch a Shares Buy Back program for the Company issued shares listed on PT Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange). dengan salah satu agenda adalah perubahan beberapa pasal dari anggaran Dasar Perseroan. The Company gradually bought back its shares within three months from 13 October 2008 to 13 January 2009. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut adalah sebagai respon atas berlakunya ketentuan Bapepam no IX. untuk satu transaksi atau lebih. TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN Pada tahun 2010 tidak ada Transaksi Benturan Kepentingan yang dilakukan Perseroan. IX. The amendment was to limit the Board of Directors’ authority to relinquish or pledge the Company’s assets up to 50% of total net assets in one or more related or individual transactions. baik berkaitan maupun tidak. Perseroan telah melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Details of each agreement are given in Note 27 of the Company’s Audited Consolidated Financial Statements for the year ending 31 December 2010.

the Company had bought back 2. one was not carried through for failure to agree on business scheme and value.000 shares at an average price of Rp4..882. ACQUISITION The Company conducted due diligence on a number of mines to be acquired.000. sementara 2 lainnya tidak dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat potensi minimal yang diterapkan.000.000 lembar saham dengan harga perolehan rata-rata Rp4. termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan.7 billion and reported in the income statement under ”other income” account. AKUISISI Perseroan telah melakukan proses Due diligence atas sejumlah tambang yang akan diakuisisi.882.933 per share. Perseroan merealisasi shares buy back sejumlah 2. This program was ratified in GMS on 28 May 2009. Program ini telah dikukuhkan dalam RUPS pada tanggal 28 Mei 2009.000.per lembar.903. Pada tahun pelaporan ini. Capital gain dari selisih dari program penjualan kembali saham Perseroan tersebut.000. baik karena jarak angkut yang terlalu jauh. When the program ended on 13 January 2009. Perseroan mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya Rp 1. to settle the matter. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi BBK karena ijin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Dua penawaran masih dalam tahap evaluasi dari pihak prospek.per lembar saham. kualitas batubara yang tidak memadai maupun masalah legal. Penjualan dilakukan pada rentang waktu antara tanggal 6 Desember 2010 sampai dengan 20 Desember. The Company made a fund allocation of maximum Rp 1.000. Perseroan telah menjual kembali seluruh saham hasil program pembelian kembali tersebut diatas. . pada akun ”pendapatan lain-lain”. there was no new acquisition in 2010. The Company is currently negotiating with several government institutions. the Indonesian Police closed the operations of BBK pending the issuance of licence to use forest area where BBK had its mine. dengan harga pelaksanaan rata-rata sebesar Rp21. coal quality or legal problems. the Company made bids for three mining companies with adequate potentials. while the other two were dropped as they failed to meet the minimum requirements. Hingga berakhirnya program tersebut. Out of five companies reviewed.000 (one trillion Rupiah) to back up the shares buy back policy. CLOSURE OF SUBSIDIARY’S OPERATIONS In February 2010. Two bids are still being evaluated by prospective parties.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 182 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis sejak 13 Oktober 2008 sampai dengan 13 Januari 2009. Perseroan sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah. Sehingga dengan demikian tidak ada realisasi akuisisi baru di tahun 2010. Perseroan melakukan penawaran atas 3 perusahaan tambang prospek dengan potensi yang memadai. Therefore. Dari tiga penawaran.. whether for reason of long transporting distance. sebesar Rp48. satu diantaranta tidak berlanjut karena tidak dicapai kesepakatan skema bisnis maupun nilai.7 miliar telah dilaporkan pada laporan rugi-laba. untuk menyelesaikan masalah ini. In the year under review.933. pada tanggal 13 Januari 2009.. PENDIRIAN ANAK PERUSAHAAAN Tidak Ada Pendirian anak Perusahaan baru di tahun 2010. Dari total 5 perusahaan yang diteliti.(Satu Triliun Rupiah) untuk mendukung kebijakan shares buy back tersebut. Out of three bids.903 per share. ESTABLISHMENT OF SUBSIDIARIES No subsidiary company was set up in 2010. the Company sold back all the repurchased shares during 6 – 20 December 2010 at an average price of Rp21.000. PENGHENTIAN KEGIATAN OPERASIONAL ANAK PERUSAHAAAN Pada bulan Pebruari 2010. the Department of Energy & Mineral Resources and the Department of Forestry. Capital gain was booked at Rp48.000.

8% dari jumlah produksi Perseroan tahun 2009.971 ton. RELATED PARTY TRANSACTIONS As a state-owned enterprise (SOE) with majority shareholding owned by the State. sebesar 11. yang pada umumnya menggunakan indeks internasional yang setara sebagai perbandingan dan disesuaikan dengan spesifikasi dari batubara dan lokasi pengiriman. Perseroan memiliki kebijakan sebagai berikut. pengangkutan dan pengapalan batubara. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKI HUBUNGAN ISTIMEWA Sebagai BUMN dengan mayoritas saham dimiliki Pemerintah. In 2010 up to the time of its business closure.4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8. Adapun transaksi dengan pihak afiliasi yang dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2010 adalah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut. transaksi yang dilakukan Perseroan dengan sesama BUMN dapat dikategorikan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena berada di bawah entitas pengendali yang sama. pembelian bahan peledak. Related party transactions in 2010 are listed below: . transactions made by the Company with other SOEs may be classified as transactions with related parties being under the same controlling entity. BBK had only produced 76. Jumlah produksi BBK pada periode operasi 2009 adalah sebesar 783 ribu ton atau 6.8% of the Company’s total production of 11. Total assets stood at Rp 118 billion or 1.971 tons of coal.7 billion as of 31 December 2010. Pada tahun 2010. • • Shipment and transportation of coal by related parties are governed by mutually agreeed transportation contract taking into account cost items plus certain margin. Penempatan dana dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perjanjian yang saling menguntungkan dan memberikan benefit optimal pada Perseroan. BBK baru berproduksi sebesar 76. In making transactions with related parties. sales. fuel. penjualan. the Company adopts the following policy: • Sales of coal to related parties is based on sales contract which generally uses equivalent international index as a reference and adjusted to coal specification and shipping location. payment of insurance premium and management of retirement fund.5 juta ton. Such transactions include placement of funds.722. Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1. • • Placement of funds is based on requirements and under mutually beneficial agreement to provide optimum benefit for the Company. Pengapalan dan pengangkutan batubara oleh pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak pengangkutan yang disepakati bersama berdasarkan hasil negosiasi dengan memperhatikan unsur-unsur biaya yang ada ditambah dengan marjin tertentu. BBK’s total production in 2009 was recorded at 783 thousand tons or 6.722. Dalam melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa tersebut.4% of the Company’s total assets of Rp8. bahan bakar. pembayaran premi asuransi serta pengelolaan dana pensiun. purchase of explosives. The Company expects BBK operations will resume in the near future and that this suspension will not significantly affect the Company’s operations.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 183 Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan.7 miliar pada tanggal 31 Desember 2010.5 million tons in the same year. Transaksi-transaksi tersebut meliputi penempatan dana. sampai saat penghentian kegiatan operasinya. transport and shipment of coal. • Penjualan batubara ke pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak-kontrak penjualan.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 184 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis NAMA PIHAK PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Kaltim PT Bank Pembangunan Sumsel dan Babel PT Kereta Api Indonesia (Persero) PT Indonesia Power PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Semen Padang (Perseroa) PT Semen Andalas (Persero) PT Semen Baturaja (Persero) PT Timah (Persero) Tbk PT Bahtera Adhiguna (Persero) PT Antam (Persero). RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS The Company has reclassified several accounts in its consolidated financial statement for the year ending 31 Decmeber 2009 to conform to the presentation of consolidated financial statement for the year ending 31 December 2010. 22 concerning Mining Zone. Pada tanggal 1 Februari 2010 Pemerintah menerbitkan PP 22 mengenai Wilayah Pertambangan. in conjunction with Law No 4/2009. on Mineral and Coal.22 Tentang Wilayah Pertambangan. Tbk PT Pindad (Persero) PT Pertamina (Persero) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) SIFAT HUBUNGAN Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali TRANSAKSI Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Pengangkutan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara dan pemakaian listrik Penjualan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara Pengapalan batubara Pembelian Emas Pembelian bahan peledak Pembelian bahan bakar Premi asuransi Dana Pensiun REKLASIFIKASI AKUN Perseroan telah melakukan reklasifikasi beberapa akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. This Regulation . merupakan POST-BALANCE SHEET EVENTS and MATERIAL INFORMATION CHANGES IN REGULATIONS AND ACCOUNTING POLICIES Changes In Regulations • Government Regulation No 22 on Mining Zone On 1 February 2010 the Government issued Regulation No. KEJADIAN LUAR BIASA DAN INFORMASI MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN PERUBAHAN PERATURAN DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Perubahan Peraturan • Peraturan Pemerintah No.

1604/K/30/MEM/2010 stipulates that minimum portion for DMO is 24. As of this report date. industri pertambangan masih menunggu pedoman kebijakan dan instruksi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pada tahun pelaporan ini. Domestic prices will be based on international index benchmark prices. mapping of potential mines and other relevant regulations. South Sumatera. areal IPC di Kalimantan dan sebagainya yang dimilikinya selama ini. 34/2009 requiring mining companies to sell part of its production to domestic consumers (Domestic Market Obligation or DMO). masa berlaku IUP. • Keputusan Menteri No. yang juga ditentukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. ketentuan eksplorasi. validity of MBL. Pelanggan domestik dan harga yang akan digunakan untuk porsi penjualan DMO akan mengikuti harga indeks internasional sebagai tolak ukur. conversion from Mining Concession (MC) to MBL and other relevant provisions. 23. In the year under review the Company obtained the conversion to Production MBL for all concession areas. Government Regulation No 23 on Mineral and Coal Mining Business On 1 February 2010 the Government issued Regulation No. 1604/K/30/MEM/2010. IPC in Kalimantan and other sites. Sumatera Selatan. tentang Minerba. 34/2009 yang mewajibkan perusahaan pertambangan untuk menjual sebagian hasil produksinya kepada pelanggan domestik (“Domestic Market Obligation” atau “DMO”). tahun 2009 tentang Minerba. MTBU. Sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. legal holder of MBL. 34/2009 Pada bulan Desember 2009. • Peraturan Pemerintah No 23 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Menindak lanjuti keluarnya Undang-undang dan Peraturan terkait tersebut. mining business licence (MBL).75%. • • stipulates mining zone. the Minister of Energy and Mineral Resources (EMR) issued Regulation No. exploration rules. Pada tanggal 1 Februari 2010 Pemerintah menerbitkan PP 23. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. penetapan peta potensi tambang dan peraturan terkait lainnya. . persentase batas minimal DMO adalah 24. merupakan aturan lanjutan atas terbitnya UU no 4. Tanjung Enim. which are also regulated by EMR Minister. To respond to the laws and regulations.75%. the Company submitted application for conversing MC to MBL. EMR Minister Decree No. Perseroan telah menyampaikan permohonan ubahsuai Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 185 aturan lanjutan atas terbitnya UU no 4. penetapan Izin Usaha Penambangan (IUP). 34/2009 In December 2009. Ministerial Decree No. including Tanjung Air Laya. UP Ombilin. Peraturan ini berisi aturan mengenai jenis-jenis tambang mineral dan batubara. Ombilin. Peraturan ini berisi uraian wilayah pertambangan. badan hukum pemegang IUP. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (“ESDM”) mengeluarkan Peraturan Menteri No. in conjunction with Law No 4/2009 concerning Mineral and Coal. Tanjung Enim. mining industry is still waiting for the Minister to issue further instructions on this matter. Perseroan telah mendapatkan izin ubahsuai Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Proses Produksi pada seluruh areal konsesi meliputi diantaraya areal Tanjung Air Laya. MTBU. peralihan bentuk KP menjadi IUP dan peraturan terkait lainnya. This Regulation stipulates the type of mineral and coal mines.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan Peraturan Menteri No. • Government Regulation No. Penempatan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang tidak menghilangkan kewajiban pemegang IUP dari ketentuan untuk melaksanakan aktivitas reklamasi dan pasca tambang. 17/2010 On 23 September 2010 EMR Ministerial Regulation No. harus menyiapkan (1) rencana reklamasi lima tahunan. 78”) yang mengatur aktivitas reklamasi dan pascatambang untuk pemegang IUPEksplorasi dan IUP-Operasi Produksi. Holders of Production MBL should (1) make five-year reclamation plan. bank garansi.e. 78/2010 (“PP No. (2) rencana pasca tambang. three years after mining closure plan is approved by South Sumatera Governor and Muara Enim Regent.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 186 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Keputusan Pemerintah No PP 78 / 2010 Pada tanggal 20 Desember 2010. and (4) provide post-mining bond in the form of state-bank time deposits. Placement of reclamation bond and post-mining bond do not waive the obligation of MBL holders to execute reclamation and post-mining plan. the Indonesian Government issued implementation regulations in relation to Mineral Law No. atau cadangan akuntansi (bila diijinkan). 4/2009.17 / 2010 Pada tanggal 23 September 2010. and provide reclamation bond in the form of state-bank time deposits. either joint account or state-bank time deposits. yaitu Peraturan Pemerintah No. (3) menyediakan jaminan reklamasi yang dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah. dan (4) menyediakan jaminan pasca tambang berupa deposito berjangka yang ditempatkan di bank pemerintah. Berdasarkan peraturan ini Perseroan telah mengirimkan rencana penutupan tambangnya ke Gubernur Sumatera Selatan dan diharapkan untuk disetujui pada tahun 2010 dan penempatan deposito baru akan dilakukan pada tahun 2013. ketentuannya antara lain. accounting reserve (if allowed). Holders of Exploration MBL should include exploration plan in their exploration work program and budget. (3) provide reclamation bond. Government Regulation No. This regulation affirms the EMR Ministerial Regulation No. 17/2010 was issued explaining the mechanism of determining Indonesian Minerals and Coal Benchmark . Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. Perseroan telah menempatkan jaminan reklamasi tambang dalam bentuk cadangan akuntansi (lihat Catatan 16) dan akan melakukan penempatan deposito untuk penyisihan penutupan tambang. the Company had submitted reclamation bond in the form of accounting reserves (see Note 16) and would place deposits for mining closure. Peraturan ini mengukuhkan keberlakuan Peraturan Menteri No. At the time of reporting. • Keputusan Menteri No. bank guarantee. 78”) that regulates reclamation and post-mining activities for holders of Exploration MBL and Production MBL. ketentuannya antara lain. Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan implementasi atas UndangUndang Mineral No. PP 78/2010 On 20 December 2010. 18/2008 dated 29 May 2008. 78/2010 (“PP No. i. tiga tahun setelah dokumen rencana penutupan tambang disetujui oleh Gubernur Sumatera Selatan dan Bupati Muara Enim. 18/2008 yang dikeluarkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral pada tanggal 29 Mei 2008. Under this regulation the Company sent mining closure plan to South Sumatera Governor and expected to have it approved in 2010 and would place time deposits in 2013. harus memuat rencana eksplorasi didalam rencana kerja dan anggaran biaya ekplorasinya dan menyediakan jaminan reklamasi berupa deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah Pemegang IUP-Operasi Produksi. 17/2010 yang menjelaskan mekanisme untuk • Ministerial Decree No. (2) post-mining plan. Pemegang IUP-Eksplorasi. 4/2009.

• Certain expense as adjustment to IMCBP (if FOB selling point is not mother ship). 17/2010 memberikan masa transisi untuk merubah kontrak spot penjualan sampai dengan 22 Maret 2011 dan kontrak penjualan jangka panjang sampai dengan 22 September 2011. Royalti dan iuran eksploitasi akan dihitung berdasarkan harga jual aktual tertinggi dan IMCBP. seperti yang dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri No. • Basic price approach i. . 17/2010 regulates among others: • Mineral/coal average price based on international market index.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 187 menentukan Indonesian Minerals and Coal Benchmark Price (“IMCBP”). Royalty and exploitation retribution will be assessed according to the highest actual selling price and IMCBP as further explained in Ministerial Regulation No. untuk perhitungan Penerimaan Negara (contoh: royalti atau biaya eksploitasi).penerimaan beban tertentu sebagai penyesuaian untuk IMCBP (jika titik penjualan FOB yang sebenarnya bukan kapal induk). Coal and Geothermal.menggunakan kapal/perahu berbendera Indonesia untuk mengangkut mineral/batubara. Royalty is assessed based on the selling prices according to the calorie content of each sale. The Ministerial Decree No. 17/2010 mengatur antara lain: . Batubara dan Panas Bumi.penggunaan pendekatan harga dasar (yaitu harga jual IMCBP vs harga jual aktual. The management is confident that all short term coal sales contracts made by the Company has used IMCBPbased selling prices. For long term contracts. and mother ship as selling point to determine IMCBP. IMCBP selling price vs actual selling price. as one of the implementation guidelines of Law No. Price (IMCBP). selling prices will be adjusted every year to IMCBP of the corresponding year. • Use surveyors appointed by Directorate General of Mineral. free-on-board (FOB) term. 17/2010. Untuk kontrak penjualan jangka panjang. mana yang lebih tinggi. This Regulation took effect on 23 September 2010. whichever is higher.e. • Give priority to national insurance companies using CIF term.mengutamakan penggunaan perusahaan asuransi nasional dimana syarat adopsi CIF digunakan.penggunaan harga rata-rata mineral/batubara dari indeks pasar internasional dan penggunaan free-onboard (“FOB”). Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh kontrak penjualan batubara jangka pendek yang dilakukan oleh Perseroan telah menggunakan harga jual yang sesuai dengan IMCBP. Ministerial Regulation No. The Regulation also requires mining companies to: • Use boat/ship carrying Indonesian flag to transport mineral/coal. Dalam melakukan perhitungan royalti. to assess state revenues (example: royalty or exploitation retribution). 17/2010 allows a transitional period until 22 March 2011 to amend spot contract and 22 September 2011 for long term sales contract. 4/2009.dan . 4/2009. Peraturan ini berlaku efektif pada tanggal 23 September 2010. 17/2010.menggunakan surveyor yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Mineral. harga yang ditetapkan akan disesuaikan setiap tahunnya berdasarkan harga IMCBP tahun tersebut. Peraturan Menteri No. kapal induk sebagai titik penjualan untuk menentukan IMCBP. . Perusahaan juga telah menyesuaikan harga penjualan yang digunakan untuk menghitung royalti berdasarkan kalori dari masing-masing penjualan. dan . Peraturan ini juga mengharuskan perusahaan pertambangan untuk: . . sebagai salah satu peraturan pelaksana UU No. Peraturan Menteri No.

Pelaporan Keuangan Mengenai CHANGES IN ACCOUNTING POLICY The Indonesian Institute of Public Accountants (IAI) has issued the following few revised accounting standards (PSAK) that may affect financial reporting for the period starting on or after 1 January 2011. PSAK 3 (Revisi 2010) . Peraturan ini menegaskan batasan transaksi material yang diantaranya menjelaskan bahwa transaksi tertentu yang melibatkan pihak yang sama. • • • • • • • • PSAK 1 (Revisi 2009) . this Regulation also stipulates what public companies should report in case of core business changes. PSAK 4 (Revisi 2009) . dianggap sebagai satu transaksi yang harus diakumulasikan.Laporan Arus Kas.Peristiwa Setelah Tanggal Neraca. • Bapepam-LK Regulation regarding Material Transactions and Core Business Changes On 25 November 2009 Bapepam-LK issused Regulation No IX. Articles of Association were amended to conform to this Regulation in GMS that was convened on 21 April 2010.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 188 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Ketentuan Bapepam-LK tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama Pada tanggal 25 November 2009 Bapepam LK mengeluarkan Peraturan no IX. Perseroan telah melakukan Perubahan Anggaran Dasar sehubungan dengan ketentuan ini. dilaksanakan untuk maksud sama namun dilakukan secara berurutan pada satu periode waktu tertentu. In addition to definition and reporting procedure of material transactions. melalui RUPS yang diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010. Transaksi ini wajib dilaporkan dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak terjadiinya transaksi.E. PSAK 2 (Revisi 2009) . • • • • • • • • PSAK 1 (Revised 2009) – Financial Statement Presentation PSAK 2 (Revised 2009) – Report on Cash Flows PSAK 3(Revised 2009) – Interim Financial Statement PSAK 4 (Revised 2009) – Consolidated Financial Statement and Stand-Alone Financial Statement PSAK 5 (Revised 2009) – Operations Segment PSAK 7 (Revised 2009) – Disclosure of Related Parties PSAK 8 (Revised 2010) – Subsequent Events PSAK 12 (Revised 2009) – Financial Report on . Peraturan ini juga menjelaskan hal-hal yang wajib dilaporkan Perusahaan publik jika melakukan perubahan atas kegiatan usaha utama.2 (Kep-413/BL/2009) regarding ”Material Transactions and Core Business Changes”. Selain mengenai definisi dan pelaporan Transaksi Material. PSAK 7 (Revisi 2009) .Pengungkapan Pihak-Pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa. Batasan Transaksi material yang ditetapkan diantaranya nilai transaksi adalah sebesar 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan. PSAK 5 (Revisi 2009) .Penyajian Laporan Keuangan.Laporan Keuangan Interim. The value of material transactions is limited to 20% of equity or more. maka wajib didahului dengan pelaksanaan RUPS / RUPSLB. These transactions must be reported within six months from the transaction date.E.Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. PSAK 8 (Revisi 2010) .Segmen Operasi. PSAK 12 (Revisi 2009) . The Regulation defines material transactions as certain transactions involving the same parties for the same purpose made consecutively over a certain period of time.2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. Jika nilai transaksi tersebut lebih dari 50% ekuitas. Any transaction that is worth more than 50% of equity needs the approval of GMS or EGMS. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan beberapa standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perseroan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011.

. IAI juga telah menerbitkan standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perusahaan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: • PSAK 10 (Revisi 2009) . • PSAK 15 (Revisi 2009) . Changes in Accounting Estimates and Errors PSAK 48 (Revised 2009) – Decline in Asset Value PSAK 57 (Revised 2009) – Estimated Liabilities. • PSAK 25 (Revisi 2009) . KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA Tidak ada kejadian material setelah berakhirnya periode laporan yang tercatat pada Laporan Audit Konsolidasian Perseroan.Efek dari Perubahan Kurs Mata Uang Asing.Penurunan Nilai Aset. • PSAK 48 (Revisi 2009) . SUBSEQUENT EVENTS There were no significant events subsequent to the audited consolidated financial statements date.Aset Tidak Berwujud.Pendapatan. Contingent Liabilities and Contingent Assets IAI has also issued another revised accounting standards (PSAK) that may affect financial reporting for the period starting on or after 1 January 2012: • PSAK 10 (Revised 2009) – Effect of Exchange Rate Fluctuations Perseroan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan. • PSAK 23 (Revisi 2010) . Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan.Kebijakan Akuntansi. The Company is still studying the possible effects of these accounting standards on its financial statements.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 189 Bagian Partisipasi Dalam Pengendalian Bersama Operasi dan Aset.Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi. Kewajiban Kontinjensi dan Aset Kontinjensi. • • • • • • • Participation in Operations and Assets under Common Control PSAK 15 (Revised 2009) – Investment in Associates PSAK 19 (Revised 2010) – Intangible Assets PSAK 22 (Revised 2010) – Business Merger PSAK 23 (Revised 2010) – Income PSAK 25 (Revised 2009) – Accounting Policies.Penggabungan Usaha. • PSAK 22 (Revisi 2010) . • PSAK 57 (Revisi 2009) . • PSAK 19 (Revisi 2010) .Kewajiban Diestimasi.

190 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 191 Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report Komitmen menerapkan praktek tata kelola perusahaan terbaik berimbang dan bersamaan dengan peningkatan integritas karyawan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan Committed to implementing balanced good corporate governance best practice and upholding employee integrity for a sustainable corporate growth .

responsibility. mencakup azas transparency. Promoting work ethos. Tujuan Penerapan GCG di Perseroan adalah : • Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Pemegang Saham.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 192 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA IMPLEMENTATION OF CORPORATE GOVERNANCE OBJECTIVE Following the establishment and enforcement of Good Corporate Governance (GCG) implementation guide on working mechanism among corporate organs (GCG Code) and other GCG policies. 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek GCG pada BUMN. • Treating stakeholders more responsibly. setiap level operasional kini dan kedepan bertekad menjalankan GCG secara konsisten dan sebaik mungkin. Berdasarkan buku panduan yang ditujukan sebagai pedoman. employees. responsibility. Based on the Code. accountability. Enhancing the Company’s good image. customers. independency dan fairness. penerbitan dan penerapan Panduan Implementasi Good Corporate Governance (GCG) yang berisi mekanisme kerja antar Organ Perusahaan. the Company has implemented every point in the GCG Code. Board of Commissioners. The goal of implementing GCG throughout the Company is to allow: • Directing and managing the relationship among shareholders. Pembangunan integritas yang tinggi melalui nilai-nilai budaya tersebut diyakini akan semakin memberikan hasil maksimal pada mutu penerapan GCG. • • • Preventing irregularity in the management of the Company. mitra kerja. Mengelola sumber daya secara lebih amanah. Kebijakan Pokok Perseroan (GCG Code) dan Kebijakankebijakan lain terkait GCG. Perseroan mulai melakukan implementasi butir-butir yang terkandung dalam panduan tersebut. Board of Directors. Memperbaiki budaya kerja Perseroan. Mendorong dan mendukung pengembangan Perseroan. • • • • • • • To attain that goal. secara seimbang dengan pembangunan nilai-nilai dan budaya perusahaan yang tertuang dalam rumusan kode etik serta budaya perusahaan. High integrity influenced by such cultural values is believed to maximize the implementation of GCG. Untuk mencapai tujuan tersebut. • Managing human resource discreetly. Hal tersebut dilaksanakan bukan hanya untuk menindak lanjuti Keputusan Menteri Negara BUMN RI No. serta masyarakat dan lingkungan. partners. Meningkatkan citra Perseroan (image) menjadi semakin baik. but also at demonstrating the Company’s belief in the advantage of practising GCG principles. karyawan. melainkan dalam rangka melaksanakan keyakinan Perseroan akan manfaat positif dari penerapan praktek GCG. accountability. independency and fairness. • Managing risk more responsibly. Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perseroan. . 117/M-MBU/2002 concerning Implementation of GCG Practices in SOEs. pelanggan. Such is aimed not only at complying with the State Minister for State-Owned Enterprises (SOE) Decree No. Meningkatkan pertanggungjawaban kepada stakeholders. each level of operations will continue to consistently implement GCG practice in the best possible manner. corresponding to the promotion of corporate values and culture which are reflected in the corporate code of ethics and culture. TUJUAN PENERAPAN Menindak lanjuti penyelesaian. Perseroan senantiasa berusaha menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Dewan Komisaris. community and environment. Mengelola risiko secara lebih baik. • Promoting and supporting the Company’s growth. the Company consistently implements good corporate governance (GCG) principles which include transparency. Direksi.

GCG Award” di Jakarta. Selain itu. stakeholders’ satisfaction will be guaranteed by maximizing financial achievement and minimizing investment risk. meningkatkan pelayanan kepada stakeholders yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan corporate value. The Best Role of Stakeholder dalam acara “IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” kerja sama IICD dengan Majalah Investor. . improved operating efficiency and stakeholders’ return and corporate value.11 di tahun 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 193 Lorem ipsum Edipiscing lorem ipsum dolor Mutu penerapan GCG yang baik dan konsisten akan mendukung peningkatan kinerja Perseroan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik.27 to 84. preventing conflict of interest and boosting investors’ trust. nilai skor meningkat dari 82. sehingga membuat kepercayaan investor meningkat. Likewise. • The Company’s commitment.11 in 2010. • The Best Role of Stakeholder in ”IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” program jointly organized by IICD and Investor Magazine.27 menjadi 84. konsistensi serta keberhasilan Perseroan dalam menerapkan tata kelola yang baik telah membuahkan berbagai bentuk penghargaan dari lembaga independen dari berbagai perspektif. Komitmen. consistency and success in implementing good corporate governance practice have earned the Company several awards and commendations from independent institutions in varied perspectives. meningkatkan efisiensi operasional. which are: • The Most Trusted based on Corporate Governance Perception Index conducted by IICG (Indonesian Institute for Corporate Governance) in collaboration with SWA Magazine presented in “IICG – GCG Award” program in Jakarta with an improved score from 82. mencakup : • Predikat Terpercaya berdasarkan Corporate Governance Perception Index yang diselenggarakan oleh IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) bekerja sama dengan majalah SWA dalam Acara “IICG . stakeholder satisfaction juga akan meningkat karena terjadinya perbaikan kinerja keuangan serta berkurangnya keputusan investasi yang mengandung benturan kepentingan. Good and consistent implementation of GCG will support the Company’s operations as it allows better decision making.

Satuan Pengawasan Intern Internal Audit Unit E.00 6.43 8.00 27. The score of the assessment is shown below: ASPEK ASPECT Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham/RUPS Shareholders’ right and responsibility /GMS Kebijakan GCG GCG policy Penerapan GCG GCG implementation A. In addition. Perseroan mendapatkan total skor 89.27 75. such as IICG-GCG Award program in 2010.00 66. SODIQ.75 CAPAIAN B/A X 100 83.75.31 93. ASSESMENT OF GCG PRACTICE An assessment of GCG practice by the Company in 2008 was made by an independent assessor.00 89. seperti dalam rangka penyelenggaraan IICGGCG Award yang diselenggarakan pada tahun 2010.90 3. following the Company’s participation in various events launched by external assessor.92 25.00 100.00 91.00 BAIK GOOD Dari hasil assesment tersebut. dari partisipasi Perseroan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh assesor eksternal. the assessor recommended a series of actions to be taken by the Company to improve the rules of implementing GCG. juga disampaikan beberapa rekomendasi serupa. Menurut hasil asesmen tersebut.66 2. PURWOKO & ASSOCIATES.03 61. Assesor merekomendasikan berbagai perbaikan aturan dan peningkatan kualitas pelaksanaan praktek GCG yang sebaiknya dilakukan oleh Perseroan. Selain itu. Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary IV V Pengungkapan Informasi Disclosure Komitmen Commitment Skor Keseluruhan Total Score Peringkat Kualitas Penerapan GCG Quality Rating of GCG Implementation BOBOT WEIGHT A SKOR SCORE B 7.80 24. Purwoko & Associates. ASESMEN PRAKTEK GCG Perseroan terakhir kali melakukan assessment Praktek GCG pada tahun 2008.11 98.00 3. Adapun tabel skor hasil asesmen adalah sebagai berikut. Some of the recommended measures are: • Revise GCG Code and Board Manual to conform to amended laws (Corporate Law No.49 6. Komite Komisaris Board of Commissioners Committees C.00 7. Findings showed that the Company obtained a total score of 89.79 80.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 194 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance • 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation kerjasama IICD dengan Business Review dalam acara “Business Review Award” di Singapura • 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation presented by IICD in collaboration with Business Review Magazine during ”Business Review Award” in Singapore.67 95. .00 27.02 96.00 3.58 100. Komisaris Board of Commissioners B. a few similar recommendations were also made.00 8.75 and termed Good Implementation of GCG. dilaksanakan oleh assesor independent Sodiq. Beberapa rekomendasi yang disampaikan diantaranya: • Melakukan revisi dan penyesuaian terhadap muatan GCG Code dan Board Manual mengacu pada perubahan Based on the assessment result.33 5.75 I II III 9. 40 year 2007).64 90.00 10. Direksi Board of Directors D.00 89.00 6. dengan kesimpulan kualitas penerapan GCG Baik.

and the like .Kebijakan tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Dissemination to employees of subsidiaries was done in July 2010. 27 Desember 2009 kepada seluruh pegawai di satuan kerja maupun unit kerja dalam Perusahaan. the Company developed a new GCG Soft Structure: . Considering the Company’s needs for better GCG implementation and fulfilment of those recommendations. diantaranya sebagai sebagai berikut: • Perusahaan dibantu konsultan telah mengembangkan soft structure GCG yang baru.GCG Code . . Draw up and develop Code of Conduct as a separate document and enclose compliance sheets to be signed by all employees. • • including amendments to the Company’s Articles of Association.Completion of code of conduct compliance sheets by all employees Sosialisasi Code of Conduct telah dilaksanakan dari tanggal 16 s. As of end of December 2010.996 employees out of 3. . 019 Tanggal 31 Agustus 2010.Code of Conduct • • Code of Conduct is a guide to direct the conduct of all personnel of the Company.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas). elaborating on: . .Goods and services procurement policy . wewenang dan tanggung jawab Pemegang Saham/ RUPS secara jelas.Conflict of interest policy . Sampai akhir Desember 2010. Dengan mempertimbangkan kebutuhan perusahaan bagi terciptanya peningkatan penerapan GCG dan rekomendasirekomendasi tersebut.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 195 • • peraturan perundang-undangan (UU No. Declaration of compliance sheets were distributed to all employees under Official Memo of Human Resource & General Affairs Director No. . bribe. Socialization of Code of Conduct to all employees within the Company was carried out from 16 to 27 December 2009.Kebijakan tentang Benturan Kepentingan . Menyusun dan Menyempurnakan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) sebagai sebuah dokumen tersendiri secara terpisah termasuk menyertakan didalamnya lembar kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap Pegawai. authority and responsibility of shareholders /GMS. pada tahun 2010 Perseroan melaksanakan beberapa upaya perbaikan tata laksana dan peningkatan kualitas penerapan GCG.d.058 employees (98. Deklarasi kepatuhan atau Pernyataan Kepatuhan telah didistribusikan kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No.Code of Conduct Salah satu Soft Structure GCG adalah Code of Conduct yaitu Suatu Pedoman Perilaku bagi seluruh Jajaran Perseroan. Insert in the GCG Code description of right.Panduan Kerja Bagi Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual) .Procedure of reporting misconduct (whistle blowing system) .Board Manual . Suap dan sejenisnya. termasuk perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.Tata Laksana Sistem Pelaporan Pelanggaran.996 Pegawai dari 3. Code of Conduct ini telah disosialisasikan kepada seluruh Jajaran Perusahaan yang menjelaskan tentang: .0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan. Kemudian sosialisasi untuk pegawai yang berada di Anak Perusahaan juga telah dilaksanakan pada bulan Juli 2010.Pelaksanaan lembar kepatuhan terhadap Pedoman perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap pegawai. which has been socialized to all personnel.Restriction of giving and receiving gift.058 Pegawai (98.Kebijakan tentang Larangan Pemberian dan Penerimaan Hadiah.GCG Code . 019 dated 31 August 2010. Menambahkan kedalam GCG Code uraian terkait dengan hak. in 2010 the Company made some improvement on GCG implementation as follows: • With the aid of a consultant. yaitu : . a total of 2. sebanyak 2.0%) have signed the Declaration of Compliance.

Remunerasi dan Pengembangan Sumberdaya Manusia atau disingkat Konarba dan PSDM merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaan. dimana sejak Trw IV 2009. Detection of Fraud and Corruption The Company has covered the aspect of detecting fraud and corruption by running Integrated Corporate Risk Management System. Perseroan telah mendistribusikan dokumen “Pernyataan Kepatuhan” kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No. Formation of Nomination. 019 Tanggal 31 Agustus 2010. Sampai akhir Desember 2010. Deteksi Fraud & Corruption Perseroan telah menjalankan aspek deteksi terhadap fraud & corruption dengan menjalankan Sistem Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi. This system is developed by adopting several accredited operations management systems. Prior to its formation. The job description . Its formation is intended to reinforce the implementation of GCG with the function of human resource management. and since the fourth quarter of 2009 the management has included fraud and corruption risk in identifying. Pembentukan komite ini didahului dengan perangkapan tugas anggota komite dalam Komite Konarba dan GCG. Remuneration and HRD Committee Nomination.058 employees (98. which a system audit proved to be closely related. Pencegahan Fraud & Corruption Sebagai salah satu Implementasi dari Code of Conduct yaitu pencegahan fraud & corruption. untuk membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. Sistem ini dikembangkan melalui adopsi atas beberapa sistem operasional terakreditasi yang dalam proses audit sistemnya ternyata saling bersinggungan dengan erat. this Committee was merged with Nomination and Remuneration Committee. Sedangkan Deskripsi Pekerjaan (lingkup dan uraian Tugas) Tim SPP serta mekanisme Pelaporan Pelanggaran yang menjelaskan bagaimana alur pelaporan pelanggaran • Formation of GCG Committee The Company has formed GCG Committee to assist Board of Commissioners in ensuring continued implementation of GCG principle. the Company distributed “Declaration of Compliance” sheets to all employees under Official Memo of Human Resource and General Affairs Director No. Perseroan telah membentuk Komite GCG. Pembentukan Komite Konarba dan PSDM. Penanganan Fraud & Corruption Perseroan saat ini telah membuat (draft) Susunan Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP). Prevention of Fraud and Corruption To implement one Code of Conduct principle which dictates that fraud and corruption be prevented. Komite ini dibentuk terutama ditujukan untuk memperkuat penerapan GCG dari sisi penguatan sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia. • • • • • • • • • • Handling of Fraud and Corruption The Company has drawn up a Misconduct Reporting System Team whose job description and reporting mechanism have been completed. a total of 2. Komite Nominasi.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 196 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Pembentukan Komite GCG. 019 of August 31. Manajemen telah memasukan Risiko Fraud & Corruption kedalam identifikasi. shortened to NR & HRD Committee has a new name and new members. Perseroan memperkuat sistem pengelolaan operasional terakreditasi dengan membentuk dan memberlakukan Sistem Manajemen PTBA. analisis dan Profil Risiko Korporat. 2010. Establishment and Application of PTBA Management System The Company reinforced its accredited operations management system by establishing and applying PTBA management system.996 Pegawai dari 3058 Pegawai (98. Pembentukan dan Pemberlakuan Sistem Manajemen PTBA. sebanyak 2. Remuneration and Human Resource Development Committee.996 employees out of 3. As of end of December 2010.0%) have signed such Declaration of Compliance. analysing and profiling corporate risk.0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan tersebut.

serta perkembangan praktek GCG terkini. Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan. Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan. After benchmarking. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. rekomendasi hasil assesment praktek GCG. SOE Law. ini ke beberapa perusahaan yang telah lebih dahulu menerapakan Whistle Blowing System.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 197 dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk membuat suatu laporan pelanggaran telah diselesaikan. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. nilai-nilai budaya. cultural values. GCG Code (Panduan Tata Kelola). Penjelasan lebih lanjut dari kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas penerapan GCG sepanjang tahun 2010 tersebut diatas. Sistem Manajemen Perusahaan (SMP) bersama dengan Komite GCG Dewan Komisaris akan melakukan benchmarking atas prosedur yang telah disusun pada tahun 2010. cultural values. which are reported in the corporate governance section. vision and mission. recommendation after GCG assessment. Corporate Management System Team will submit a draft decision letter regarding the formation of Whistle Blowing System Team to Board of Directors and Board of Commissioners for ratification and subsequent implementation. diuraikan dalam bagian-bagian berikut. Direncanakan pada Trw I 2011. visi dan misi Perseroan serta praktek terbaik GCG. GCG Code. and Supplementary Policies. . vision and mission. the Company re-evaluated and adjusted the policy and Standard Operating Procedure (SOP) associated with GCG. visi dan misi serta CORPORATE GOVERNANCE CODE AND STRUCTURE With the issuance of Corporate Law (UU PT). Setelah melakukan benchmarking SMP akan mengajukan Draft SK Pembentukan Tim SPP/Whistle Blowing System kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk disahkan dan diimplementasikan. yang dilaporkan pada bagian tata kelola perusahaan. PANDUAN DAN STRUKTUR TATA KELOLA Menindak lanjuti implementasi Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT). Perseroan telah menyelesaikan telaah ulang dan melakukan berbagai penyesuaian atas kebijakan dan Standard Operating Procedure (SOP) terkait tata kelola perusahaan. Undang-Undang BUMN. Efforts taken to enhance the implementation of GCG principle in 2010 are elaborated further in the next sections. • Prosedur Penanganan Pelaporan Pelanggaran. • explains reporting workflow and requirements to be met when making a misconduct report. The result of all these was the production of a new GCG Soft Structure consisting of Board Manual. nilai-nilai budaya yang dianut. Code of Conduct. Perseroan telah menerbitkan dan kemudian mengimpelementasikan Soft Structure GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual. Code of Conduct. serta Kebijakan-kebijakan Tambahan. and the latest GCG practice. karena ada beberapa model yang diterapkan oleh Perusahaan-perusahaan tersebut. Procedures of Handling Misconduct Report In the first quarter of 2011 the Board of Commissioners together with Corporate Management System Team and GCG Comittee will make a benchmarking of procedures set up in 2010 with other models applied by several companies who had earlier implemented whistle blowing system.

ASURANSI & PASCATAMBANG Business Risk. Given the dynamic and expansive nature of business environment. employees. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. Insurance KOMITE NOMINASI & REMUNERASI Nomination & Remuneration Committee KOMITE AUDIT Audit Committee DIREKTUR UTAMA PRESIDENT DIRECTOR DIREKSI DIRECTORS DEWAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS SEKRETARIS PERUSAHAAAN Corporate Secretary SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SISTEM PENGAWASAN INTERN Internal Audit Unit GENERAL MANAGER / SENIOR MANAGER GENERAL MANAGERS / SENIOR MANAGERS PELANGGAN Customers PEGAWAI Employees KOMUNITAS Community . GCG Code contains corporate governance principles which are further elaborated in various policies and technical implementation rules. Review and adjustment will be an ongoing process in a bid to reach the best standard of GCG implementation by the Company. Board of Directors. and other stakeholders in dealing with the Company. Direksi. Mengingat lingkungan bisnis bersifat dinamis dan berkembang. Pegawai. Struktur tata kelola di Perseroan Corporate Government Structure PEMEGANG SAHAM SHAREHOLDERS DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS KOMITE GCG GCG Comittee KOMITE RISIKO USAHA. Pengkajian dan penyesuaian secara berkesinambungan akan selalu disesuaikan untuk mencapai standar penerapan GCG yang terbaik bagi Perseroan. maka Panduan Tata Kelola Perusahaan (GCG Code) tersebut akan selalu disesuaikan dengan kondisi internal maupun eksternal.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 198 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance praktek-praktek terbaik (best practices) GCG. Board of Commissioners. GCG Code will continue to be adjusted to internal and external condition. Dewan Komisaris. Panduan Tata Kelola Perusahaan tersebut berisikan prinsipprinsip pengelolaan perusahaan yang selanjutnya dijabarkan dalam berbagai kebijakan serta peraturan petunjuk teknis pelaksanaan. GCG Code must be used as reference by shareholders. termasuk stakeholder lainnya dalam berhubungan dengan Perseroan. vision and mission. cultural values. Panduan GCG yang telah disusun menjadi acuan bagi Pemegang Saham.

the Board of Commissioners and Board of Directors set up sub-organs according to the Company’s needs to provide assistance and input to support and safeguard the Company operations.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 199 Organ Perusahaan Seperti tampak pada bagan struktur tata kelola perusahaan. Organ Perusahaan terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). mengangkat dan memberhentikan Direktur dan Anggota Dewan Komisaris. Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum atau khusus. serta memberi nasihat kepada Direksi. namun tidak dapat mengintervensi keputusan operasional yang menjadi wewenang Dewan Komisaris dan Direksi. . elect and terminate members of Board of Commissioners and Board of Directors. mengubah anggaran dasar. While Board of Directors is an organ fully authorized and responsible for the day-to-day management of the Company in keeping with its purpose and objective. Dewan Komisaris dan Direksi yang masingmasing mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. The three corporate organs operate independently in their respective function. Dewan Komisaris dan Direksi membentuk sub-organ Perseroan yang sesuai dengan kebutuhan. a forum for the shareholders to act on an equal footing for adopting important resolutions associated with the capital invested in the Company. wadah para pemegang saham untuk bertindak secara setara dalam mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang ditanam dalam Perseroan. General Meeting of Shareholders (GMS) has the authority that is not conferred upon the Board of Commissioners or Board of Directors under the provisions of Articles of Association and the prevailing laws and regulations. etc. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan instansi tertinggi dalam Perseroan. However. Such authority covers the right to ask Board of Commissioners and Board of Directors to give their accountability reports on the management of the Company. the Company’s organ is composed of General Meeting of Shareholders. For day-to-day operations. and give counsel to the Board of Directors. Organ Perseroan ini menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip bahwa masing-masing organ berdiri secara independen dan menjalankan tugas. membantu kelancaran operasional serta memberi masukan yang diperlukan untuk mengamankan kelancaran operasional Perseroan. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai instansi tertinggi dalam Perseroan. Corporate Organ As outlined in corporate governance structure. task and responsibility for the sole purpose of the Company. Pembentukan sub-organ ini dilakukan sebagai bagian dari pembagian wewenang yang jelas untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara efektif. Wewenang tersebut mencakup meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan. fungsi dan tanggung-jawabnya semata-mata untuk kepentingan Perseroan. General Meeting of Shareholders (GMS) is the highest body within the Company. amend articles of association. GMS cannot intervene in the day-to-day decision making by the Board of Commissioners and Board of Directors. Board of Commissioners is a corporate organ whose function is to supervise in a general as well as specific sense. GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS(GMS) Being the highest body within the Company. memutuskan pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara Direktur dan lainlain. mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam kegiatan operasional. Sub-organs are set up for clear division of authority to effectively implement GCG principles. divide duty and authority among directors. Board of Commissioners and Board of Directors and each has its own vital role in the implementation of GCG. Sedangkan Direksi merupakan Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung-jawab penuh atas kepengurusan Perseroan sehari-hari dan bertindak semata-mata untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.

such as shares buyback. Adanya rencana transaksi material menyangkut penjaminan aset perusahaan. Performance report delivered by Board of Directors. iii. diselenggarakan minimal satu kali dan dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir. stock split. iv. acquisition of the Company or closure of business unit. ii. seperti pembelian kembali saham Perseroan yang beredar. serta v. Some important resolutions that must be made before the AGMS. Agenda lain sesuai ketentuan anggaran dasar Perseroan. sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan dan peraturan perundang-undangan. Perseroan menjamin untuk memberikan segala keterangan yang berkaitan dengan Perseroan kepada RUPS. may be adopted at EGMS. Appointment to Board of Directors and Board of Commissioners. Other agenda items in accordance with the Articles of Association. Therefore. Proposing plans for conflict of interest transactions. yang waktu penyelenggaraannya bisa terjadi di luar waktu RUPST. Pengisian jabatan anggota Direksi atau dan Anggota Dewan Komisaris. ii. seluruh pemegang saham mempunyai hak yang setara untuk mengusulkan hal-hal yang berkaitan pada keberlanjutan usaha. Kondisi yang menyebabkan harus dilaksanakannya RUPSLB mencakup: • Penggantian Dewan Komisaris dan Wakil Direksi sebelum masa tugasnya berakhir. iv. stock split. Beberapa keputusan penting tertentu menyangkut perusahaan yang tidak bisa menunggu terselenggaranya RUPST. dan right issue. Penunjukan Kantor Akuntan Publik terdaftar. Adanya rencana transaksi yang mengandung benturan kepentingan. At GMS. Appointment of Certified Public Accountant. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan semata-mata demi kepentingan Perseroan. Penetapan penggunaan laba. Agenda of AGMS covers: i. a routine annual agenda held at least once a year within six months of the accounting yearend. Oleh karena itu. Laporan atas kinerja perusahaan yang disampaikan oleh Direksi. pengambil-alihan perusahaan maupun penutupan unit usaha. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. There are two types of General Meeting of Shareholders (GMS) depending on the time they are convened: Annual General Meeting of Shareholders (AGMS). agenda rapat RUPST mencakup: i. and in accordance with the Company’s Articles of Association and Corporate Polilcy. and rights issue. and Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS). At GMS. agar setiap keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pertimbangan yang mendalam dan matang. . EGMS is held when the following actions are required: • • • • • • • Replacing members of Board of Commissioners and Board of Directors before the end of their term of office. Proposing material corporate plans. dapat diambil dalam RUPSLB. Dalam RUPS. in order that every GMS resolution is adopted by thorough deliberation. baik karena pengunduran diri dan/atau sebab-sebab lainnya. as long as it does not contradict the Company’s interest and the law. Rencana korporasi lain yang bersifat material. Any resolution adopted by GMS is solely for the benefit of the Company. that may be convened any time outside the time of AGMS. sesuai AD dan ART Perseroan. iii. Appropriation of profit. the Company guarantees that it will provide GMS with any information pertaining to the Company. Proposing plans for material transactions with respect to pledging the Company’s assets. dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 200 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance RUPS sesuai dengan penyelenggaraan-nya terbagi atas: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). either due to resignation or for other reasons. Umumnya. and v.

dengan rincian: Proposal to convene EGMS should be made in writing with agenda items to be discussed at the meeting and backed by the reasons. Proposal may be made by Board of Commissioners or holders of Series A Dwiwarna shares. . termasuk saham seri A Dwiwarna. Perseroan menyelenggarakan satu kali RUPST.48% of total issued shares. with the following breakdown: . Investor Daily and Sriwijaya Post newspapers on 4 April 2010. as long as those actions were reported in the books of the Company and were not in contradiction to the provisions of the law.48% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan. RUPS Tahunan tersebut dihadiri oleh 81.Giving full release and discharge (volledig acquit et de charge) to Board of Directors and Board of Commissioners of the Company for their management and supervision actions throughout 2009 accounting year. including Series A Dwiwarna shares. sepanjang tindakan tersebut tercatat pada buku Perseroan dan tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundangan. undangan dan pemberitahuan agenda rapat telah dimuat pada tanggal 4 April 2010 di surat kabar “Bisnis Indonesia”. 40/2007. Sesuai dengan ketentuan. . The meeting procedures must conform to the existing laws and regulations. At the AGMS. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 dated 1 March 2010 with “fair in all material respects” opinion. invitation and notice of meeting agenda was published in Bisnis Indonesia. The meeting was attended by 81. Sesuai UU no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 tanggal 01 Maret 2010 dengan pendapat “wajar dalam semua hal yang material”.Ratifying the Company’s 2009 Financial Statements audited by the office of Certified Public Accountant according to its report No. Berbagai keputusan yang dihasilkan dalam RUPST tersebut mencakup: • Menyetujui Laporan Tahunan Direksi mengenai keadaaan dan jalannya Perseroan selama tahun buku 2009 dan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2009 yang sekaligus merupakan pelaksanaan tanggung jawab sosial sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2007.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 201 Pemanggilan dan penyelenggaraan RUPSLB dilakukan melalui permintaan tertulis dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan disertai alasannya baik dari Dewan Komisaris atau dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna atau dari 1 (satu) Pemegang Saham atau lebih yang memiliki sedikitnya 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah. Adapun tatacara RUPS harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. or by one shareholder or more owning at least 1/10 (one tenth) of total legal voting shares.Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2009. Pasal 78 ayat 2. and Annual Report on Partnership and Community Development Program in the same year that reflected the fulfillment of corporate social responsibility as stipulated in Law No. the following resolutions were adopted: • Approving Board of Directors’ Annual Report on the Company’s condition and performance during 2009 accounting year. . Pursuant to Coporate Law No. selama tahun 2010.Mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sesuai laporannya No. RUPS atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas. in 2010 the Company conducted AGMS on 21 April 2010. • Approving the appropriation of net profit earned by the Company in 2009 accounting year ending 31 December 2009. fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. “Investor Daily” dan “Sriwijaya Post”. function and authority of Board of Commissioners and Board of Directors without prejudice to the GMS prerogative to exercise its rights under the Articles of Association and the legislation. In keeping with the law. 40/2007 Article 78 clause 2. . GMS or shareholders should not intervene in the duty. • Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2009 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009. diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010.

An interim dividend totalling Rp 153.75 per saham sebagai dividen interim yang telah dibagikan pada tanggal 15 Desember 2009. and 2010 financial statement of Partnership and Community Development Program.Dibagikan sebagai dividen final sebesar Rp1. and . .75 per share was paid out on 15 December 2009. AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit.48 billion or Rp 532.61 miliar.14 miliar digunakan untuk cadangan wajib maupun cadangan lainnya dalam rangka pengembangan Perseroan.227. Dividend was to be paid out to the shareholders recorded in the Company’s Shareholders Register on 1 June 2009 at 16.391.75 per saham.55 miliar dialokasikan untuk Program kemitraan tahun 2010. yang berarti Rp 66.00 WIB dan dibayarkan pada tanggal 15 Juni 2009 . Atas dividen final tersebut telah dibagikan sejumlah Rp153. .227.Fifty one percent (51%) of net profit worth Rp 1. • • RUPST tahun 2010 menetapkan dividen pay out ratio sebesar 45% dari laba Perseroan tahun 2009. Wibisana & Partners.Pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menindak lanjuti pembayaran dividen sesuai ketentuan dan peraturan perundangan. . jam 16. member Firm dari PriceWaterHouseCoopers untuk melakukan general audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan tahun buku 2010 dan laporan keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2010. .As final dividend payout amounting to Rp 1.391.55 billion allocated to Partnership Program of 2010. RUPS menyetujui melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik. and fixing the terms and conditions of appointment including but not limited to the audit fee. • Fixing Directors and Commissioners remuneration in the same amount as 2009 and authorizing Series A Dwiwarna shareholders to fix the Directors and Commissioners allowance for 2010 in accordance with the law.14 billion for the purpose of statutory reserve and other reserves for the Company’s business development.48 miliar yang berarti Rp532. .61 billion or Rp 66.00 West Indonesia Time and payment was made on 15 June 2009. . yakni KAP Tanudiredja. dan sebesar 51% (limapuluh satu persen) laba atau senilai Rp1. termasuk menetapkan kondisi syarat-syarat penunjukkan termasuk namun tidak terbatas pada biaya pelaksanaan audit dimaksud. Authorizing Board of Commissioners to appoint Certified Public Accountant Tanudiredja.Empowering the Board of Directors of the Company to act on dividend payment in accordance with the provisions of the laws and regulations. member firm of PriceWaterHouseCoopers to audit the Company’s consolidated financial statements for 2010. atau sekitar 45% laba bersih.AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit.75 per share. approximately 45% of net profit.Sebesar 2% (dua persen) laba bersih atau sejumlah Rp54. .Two percent (2%) of net profit amounting to Rp 54. • Menetapkan besaran gaji Direksi dan Komisaris sama dengan tahun 2009 lalu dan melimpahkan kewenangan kepada Pemegang Saham Seri A untuk menetapkan jenis dan tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2010 sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. Wibisana & Rekan.Dividen diberikan pada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 1 Juni 2009.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 202 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report .

serta memberi wewenang dan kuasa kepada Direktur Utama Perseroan untuk membuat akta Pernyataan Keputusan Rapat tersendiri dalam rangka perubahan Anggaran Dasar ini serta melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk memperoleh pengesahan atas perubahan Anggaran Dasar ini. but both should coordinate and work together to reach the corporate goal and long-term business continuity. • Ratifying the amendment to Article 4 through Article 10. Pengumuman hasil RUPS disampaikan pada tanggal 25 Juni 2010 ke Bapepam dan BEI serta diiklankan melalui surat kabar Bisnis Indonesia.I. in accordance with Bapepam Regulation No. Pasal 10 sampai dengan Pasal 23. dan Investor Daily.1 on Planning and Convening GMS. Tugas dan tanggung jawab masing-masing berbeda. Sriwijaya Post and Investor Daily. dengan tugas utama Dewan Komisaris sebagai pengawas dan Direksi dengan tugas utama melaksanakan keputusan RUPS dan mengelola operasional namun keduanya harus senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dan kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang. IX. Article 10 through Article 23.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 203 Pengangkutan batubara di pelabuhan Tarahan • Menyetujui mengubah Pasal 4 sampai dengan Pasal 10. and authorizing and empowering President Director to draw up a separate deed of Minutes of Meeting in connection with these amendments. The main duty of Board of Commissioners is to supervise and the Board of Directors to carry out GMS resolutions and manage the Company’s operations. Pasal 25 sampai dengan Pasal 28 Anggaran Dasar Perseroan dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan yang telah disampaikan dalam RUPS. and to take any action required to obtain approval of the amendments. sesuai dengan Peraturan Bapepam No.1 tentang Rencana dan Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham. COORDINATION BETWEEN BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORS Board of Commissioners and Board of Directors are two corporate organs responsible for the day-to-day management of the Company with differing duty and responsibility.IX.I. and to recompose the entire Articles of Association submitted to AGMS. Article 25 through Article 28 of Articles of Association. HUBUNGAN SERTA KOORDINASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Dewan Komisaris dan Direksi adalah dua organ perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan seharihari. Sriwijaya Post. . AGMS results were sent to Bapepam and IDX on 25 June 2010 and advertised in Bisnis Indonesia.

At these meetings they discuss business plans. keduanya harus memiliki kesamaan pandangan atas visi. The yardstick is establlished to ensure that sustainable business development is reached in accordance with accountability and responsibility principles within GCG standards. Pada proses pengambilan suara. tidak boleh ikut memberikan suara dan keterangan mengenai hal ini dicatat pada risalah rapat. Dewan Komisaris senantiasa dijamin mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. For the joint meetings to arrive at high quality decisions. Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa mengagendakan pertemuan berkala. responsibility and authority in accordance with the law.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 204 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Oleh karenanya Dewan Komisaris dan Direksi harus senantiasa saling menghormati tugas. . Untuk itu. Board of Commissioners and Board of Directors agree to make several targets serve as the yardstick by which concerted efforts are measured: enforcement of internal control and risk management. achievement of optimum shareholders return and reasonable protection of stakeholders interest. decisions of meetings are binding and made by deliberation to reach consensus or by majority votes. Rapat ini adalah sebagai bentuk koordinasi dala rangka membahas laporanlaporan periodik Direksi dan memberikan tanggapan. values and strategy of the Company. periodic meetings. opportunities and strategic issues that need the Commissioners’ consent. Agar rapat koordinasi ini dapat memberikan keputusan yang berkualitas. mission. operasional. misi. In addition. During voting. both organs should share the same vision. Keputusan rapat dibuat berdasarkan azas musyawarah untuk mufakat atau diambil berdasarkan suara terbanyak serta mengikat untuk dilaksanakan tindak lanjutnya. mencakup : pelaksanaan kontrol internal dan manajemen risiko dengan baik. Selain itu. jika ada anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan. For that purpose. Board of Commissioners and Board of Directors hold regular. Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Komisaris secara berkala. catatan dan nasihat yang dituangkan dalam risalah rapat. To synchronize views and decisions over important matters associated with the Company’s operations and business growth. any Commissioner who has conflict of interest should refrain from voting and this condition is recorded in the minutes of meeting. pencapaian imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham dan perlindungan kepentingan pemangku kepentingan secara wajar. These meetings also serve as a forum for the Commissioners to review Directors’ periodic reports. serta isu-isu strategis yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris. tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai peraturan perundangundangan dan anggaran dasar. give their feedback and advice that are all recorded in minutes of meeting. maka seluruh agenda rapat senantiasa dipersiapkan dengan seksama. membahas berbagai agenda menyangkut rencana kerja. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. all agenda items are thoroughly prepared in advance. nilai-nilai dan strategi Perseroan. As such. Dewan Komisaris dan Direksi bersepakat menjadikan beberapa sasaran pokok sebagai tolok ukur kinerja bersama. peluang usaha. Board of Commissioners and Board of Directors should mutually respect each other’s duty. Untuk menyatukan pandangan dan memutuskan suatu persoalan penting menyangkut kelangsungan usaha dan operasional perusahaan. Isu-isu strategis dan substantial bagi Perseroan yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris dibahas pada Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. Kesepakatan penetapan tolok ukur ditujukan untuk menjaga agar tanggung jawab bersama dalam menjaga kesinambungan usaha Perseroan dapat terpenuhi sesuai azas akuntabilitas dan pertanggungjawaban dalam penerapan GCG.

kewajiban. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. Tiendas Mangeka Ir. Board of Commissioners and Board of Directors held 14 joint meetings. authority. specifying among others the responsibility. Attendance of Board of Commissioners and Board of Directors at the meetings is shown below. MSc. hak. All procedures. duty. MSc Ir. Seluruh tata cara. mencakup diantaranya: NAMA NAME Dr. Beberapa kesimpulan maupun keputusan yang ditetapkan melalui rapat gabungan Direksi dan Komisaris. Heri Supriyanto Ir. MHum. pedoman kerja dan hubungan antara Dewan Komisaris dan ireksi telah ditetapkan dalam Board Manual. working guide and relationship between Board of Commissioners and Board of Directors are laid down in Board Manual.Eng Ir. wewenang. dengan pokok-pokok bahasan sebagaimana diuraikan pada Laporan Dewan Komisaris. Supriyadi Ir. Thamrin Sihite. In 2010. etika Dewan Komisaris dan Direksi. Ir. SE. Abdul Latief Baky.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 205 Dewan Komisaris senantiasa mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. serta pengaturan rapat dan tata cara hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi.ME Suranto Soemarsono. Full and timely information on the Company’s latest condition is accesible to Board of Commissioners at all times. with topics of discussion as described in the Board of Commissioners’ Report. Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan mengadakan Rapat Gabungan sebanyak 14 (empat belas) kali. Drs. Milawarma. FIQ Ir. M. Sukrisno Dono Boestami. Sepanjang tahun 2010. Mahbub Iskandar JABATAN TITLE Conclusion made and decision taken at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors covered: JUMLAH RAPAT (A) 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 KEHADIRAN (B) 14 14 12 13 13 14 12 14 14 14 13 (B:A) 100 100 86 93 93 100 86 100 100 100 93 Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Direktur Utama President Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director . as well as meeting procedures and coordination of work between Board of Commissioners and Board of Directors. right and code of ethics of Board of Commissioners and Board of Directors. Sedangkan tingkat kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dapat dilihat pada rekapitulasi kehadiran rapat sebagai berikut. This Manual binds all members of Board of Commissioners and Board of Directors. MA Ir. Pedoman ini mengikat setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan mencantumkan antara lain tanggung jawab.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

206

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

Bidang Pengelolaan Perusahaan • Menerapkan strategi produk blending yang terintegrasi dengan kegiatan pemasaran sebagai salah satu cara mengelola persediaan batubara yang berlebih. • Percepatan realisasi pembangunan PLTU Tanjung Enim 3x10 MW. • Pengurusan perpanjangan izin usaha penambangan (pengganti KP) atas wilayah Tambang Air Laya. • Penetapan kebijakan harga floating sesuai pasar, pada kontrak-kontrak penjualan. Bidang Tata Kelola • Kesepakatan rumusan dan besaran Gaji Direksi dan Honorarium Komisaris untuk diajukan dalam RUPS. • Persetujuan Komisaris atas usulan Direksi mengenai besaran Insentif Kinerja Karyawan. • Kesepakatan mengenai agenda RUPS dan tanggal pelaksanaan RUPS. • Kesepakatan penetapan parameter Key Performance

Management • Adopting product blending strategy that is integrated with marketing activity to manage excess supply of coal. • Accelerating the construction of Tanjung Enim TPP 3x 10 MW. • Processing the extension of mining licence to replace Mining Concession over Air Laya Mine. • Fixing floating price according to market price in sales contracts.

• •

Indicator/Indikator Kinerja Utama (KPI/IKU) sesuai dengan Permeneg No.2 tahun 2009. Termasuk dalam paramater tersebut adalah besaran total biaya per ton penjualan sebagai salah satu parameter kuantitatif yang dinilai dalam menentukan KPI Direksi. Penetapan butir-butir TOR Audit Kinerja yang akan dilaksanakan oleh KAP. Persetujuan pembagian besaran Dividen Interim tahun buku 2009, sebesar Rp66,75 persaham dan mekanisme pembagiannya, tanpa RUPS, sesuai dengan praktek yang pernah dilakukan sebelumnya.

Governance • Approving the formula and amount of Board of Directors’ salaries and Commissioners’ fees to be proposed at GMS. • Giving Commissioner’s approval for the employee incentives as proposed by Board of Directors. • Agreeing upon GMS agenda and date. • Agreeing upon the parameter of Key Performance Indicator (KPI) in accordance with State Minister Decree No.2 of 2009. The paramater includes the amount of total cost per ton sales as a quantitative parameter used to determine Board of Directors’ KPI. • Laying down Terms of Reference of Performance Audit to be conducted by Certified Public Accountant. • Approving interim dividend payout of Rp66,75 per share for 2009, and the payment mechanism, without GMS approval, according to previous practice.

DEWAN KOMISARIS
Tugas utama Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan secara umum atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberikan nasihat atas kebijakan Direksi dalam menjalankan kepengurusan Perseroan. Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional yang merupakan tugas Direksi. Kinerja Komisaris dievaluasi secara berkala minimal setahun sekali berdasarkan kriteria evaluasi kinerja yang diajukan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi kepada Dewan Komisaris. Evaluasi Kinerja Komisaris dilakukan oleh Pemegang Saham dalam RUPS. Hasil evaluasi kinerja Anggota Dewan Komisaris akan digunakan oleh RUPS dalam memberikan remunerasi serta sebagai salah satu indikator dalam pengangkatan kembali dan pemberhentian Anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan.

BOARD OF COMMISSIONERS
The primary duty of Board of Commissioners is to supervise in a general and specific sense in accordance with the Articles of Association and give counsel to the Board of Directors in managing the Company. Board of Commissioners is not to intervene in Board of Directors’ duty of making decisions over operational matters. The performance of Board of Commissioners is appraised periodically, minimum annually, by GMS according to performance appraisal criteria established by Nomination and Remuneration Committee. The evaluation result will be used as indicators by GMS in remunerating, appointing and terminating members of Board of Commissioners.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 207

Komposisi Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Lorem ipsum dolor Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. Supriyadi Ir. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. Ir. Thamrin Sihite,ME Suranto Soemarsono, SE, MA Ir. Abdul Latief Baky, MSc, MHum, FIQ Independency of Independent Commissioner Two of the Company’s five Commissioners are Independent Commissioners, representing 40% of the total members of Board of Commissioners, in accordance with the requirements of the law. Indonesia Stock Exchange Decision No. Kep-05/ BEJ/07-2004 regarding Regulation No. I-A on Share and Equity Securities Listing by Listed Companies requires that every public company have Independent Commissioners representing at least 30% of total number of Commissioners.

Independensi Komisaris Independen
Jumlah Komisaris Independen Perseroan adalah dua orang, dari total 5 orang anggota komisaris, atau 40%, yang berarti telah memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. Keputusan Bursa Efek Indonesia No Kep-05/BEJ/07-2004 tentang Peraturan Nomor I-A Tentang Pencatatan Saham Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat, dimana setiap perusahaan publik harus memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan dan tidak bekerja pada Pemerintah termasuk departemen, lembaga non departemen dan kemiliteran dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. Komisaris Independen tidak memiliki hubungan keluarga dengan seluruh anggota Direksi maupun anggota Komisaris sampai derajat ketiga. Salah seorang anggota Komisaris Independen memiliki latar belakang pendidikan di bidang keuangan, untuk menjamin kompetensi pengawasan bidang keuangan Perseroan. Adapun Komisaris Independen kedua mempunyai latar belakang Pertambangan Administrasi dan Hukum untuk menunjang tugas-tugas Dewan Komisaris. Dengan dipenuhinya seluruh syarat dasar tersebut Perseroan meyakini anggota komisaris independen akan mampu memberikan masukan dan pengawasan yang independen.

Independent Commissioners have no business association or affiliation with the Company and do not work for any of the state ministry, non-ministry or military within the past three years. Nor do they have family relationship with other members of Board of Commissioners or Board of Directors down to the third level. One of the Independent Commissioners has a financial education background and competence to supervise the finances of the Company. The second Independent Commissioner is knowledgable in mining business, administration and law to support the work of Board of Commissioners.

Having complied with all the basic requirements, the Company believes the Independent Commissioners are capable of acting independently in their counselling and supervising function.

Pemilihan Dewan Komisaris
Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan. Proses pemilihan dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali. Untuk menjamin profesionalisme dan integritas calon komisaris, diselenggarakan fit and proper test yang seksama. Proses fit and proper test dilakukan secara terbuka, guna menjamin calon komisaris yang bersangkutan bebas dari afiliasi maupun benturan kepentingan lainnya, dan terpenuhinya kepentingan pemegang saham minoritas secara wajar.

Nomination of Board of Commissioners
Members of Board of Commissioners are nominated and terminated by GMS through a transparent process. Nomination takes place once in every five years. To make sure of the candidates’ professionalism and integrity, a thorough fit and proper test is conducted openly, to see to it that the candidates are free from any affiliation or conflict of interest, and that the minority shareholders’ interests are honored.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

208

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

Untuk menjamin Independensi, Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan.
To ensure independency, besides compliance with the law with respect to their nomination, double function between Commissioners and Directors is not warranted.

Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris
Komisaris Perseroan memiliki tugas dan tanggung-jawab utama yang meliputi: • Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi. Melakukan pengawasan dan memberi nasihat yang diperlukan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP), Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) serta ketentuan anggaran dasar Perseroan dan keputusan RUPS, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Meneliti, menelaah dan menandatangani serta memberikan persetujuan atau pengesahan terhadap RKAP yang disiapkan Direksi, selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum dimulainya tahun anggaran. Meneliti dan menelaah laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas pengawasan yang telah dilakukan kepada RUPS. Melaksanakan kewajiban lainnya dalam rangka tugas pengawasan dan pemberian nasihat, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar, dan keputusan RUPS.

Duty and Responsibility of Board of Commissioners
The Board of Commissioners has the following primary task and responsibility: • Supervising the policy and function of managing the Company by Board of Directors and giving counsel to the Board of Directors.

Monitoring and directing the Board of Directors in complying with Corporate Long Term Plan, Work Program & Budget, provisions of Articles of Association, resolutions of GMS, and the prevailing laws and regulations, and in concert with the purpose and objective of the Company.

Examining, reviewing, signing and approving or ratifying Work Program & Budget prepared by Board of Directors, no later than 60 (sixty) days prior to the beginning of new accounting year. Examining and reviewing periodic and annual reports, and signing annual reports prepared by Board of Directors.

Submitting report on performance of its supervisory duty to GMS. Performing other supervising and counselling duties, provided they are in keeping with the law, Articles of Association and GMS resolutions.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 209

Wewenang Dewan Komisaris
Dalam menjalankan tugas-tugas seperti tersebut diatas, Dewan Komisaris memiliki wewenang diantaranya:

Authority of Board of Commissioners In the discharge of its duty, the Board of Commissioners is authorized to: • Examine books, letters, and other papers, check and verify cash and other commercial instruments, and other property of the Company.

Melihat buku-buku, surat-surat, serta dokumendokumen lainnya, memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharga dan memeriksa kekayaan Perseroan. Meminta penjelasan dari Direksi atau pejabat lain mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan Mengetahui kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan Direksi serta meminta Direksi dan pejabat lain di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri rapat Dewan Komisaris. Memberhentikan sementara Anggota Direksi sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Menggunakan tenaga ahli untuk hal tertentu dan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.

Request explanation from Board of Directors or other officials concerning any and all matters concerning the management of the Company. Be informed of the policy and actions of Board of Directors, request Board of Directors and other officials under the Board of Directors and with the knowledge of Board of Directors to attend Board of Commissioners meetings. Suspend members(s) of Board of Directors in accordance with the Articles of Association. Manage the Company under specific circumstances for a certain period of time as ruled by the Articles of Association. Employ experts for certain purposes and for a certain period of time in accordance with the Articles of Association.

Rapat Dewan Komisaris
Proses pengawasan terhadap kegiatan operasional Perseroan dilakukan melalui rapat-rapat, evaluasi laporan operasional

Board of Commissioners Meeting
Supervision of the Company’s operations is done through meetings, evaluation of monthly operating reports and

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

210

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

bulanan dan diskusi dengan komite-komite yang terkait sesuai dengan masalah yang perlu mendapat perhatian. Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan dengan ketentuan, diantaranya sebagai berikut: • Rapat Dewan Komisaris sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurangkurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Dewan Komisaris atau diwakili dalam rapat tersebut. Keputusan rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Apabila hal ini tidak tercapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. Setiap Anggota Dewan Komisaris berhak mengeluarkan 1 (satu) suara. Untuk pengambilan keputusan yang mengandung benturan kepentingan, anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan (jika ada) dilarang memberikan suara. Salinan risalah rapat Dewan Komisaris, termasuk dissenting opinion (jika ada) yang telah ditandatangani oleh seluruh peserta rapat yang hadir, wajib segera didistribusikan kepada seluruh Anggota Dewan Komisaris dan asli risalah dan daftar hadir rapat Dewan Komisaris, disimpan oleh Sekretaris Dewan Komisaris. Dewan Komisaris memiliki kewenangan untuk menanyakan tindak lanjut atas rekomendasi yang disampaikan dari hasil rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Dewan Komisaris dan rapat gabungan Dewan Komisaris-Direksi.

discussion with relevant committees according to the problems to be attended to. Board of Commissioners meeting is held under the following terms: • Board of Commissioners meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Commissioners or their proxies. Board of Commissioners meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. If no consensus is reached, decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total valid votes cast at the meeting. Each member of Board of Commissioners is entitled to cast one vote. When making decision over conflict of interest transactions, any Commissioner who has conflict of interest is not permitted to take part in the decision making process. Copies of minutes of Board of Commissioners meeting, including dissenting opinion (if any), that have been signed by all members present at the meeting, must be immediately distributed to all members of Board of Commissioners and the original copy of minutes and attendance list are kept by the Secretary to Board of Commissioners. Board of Commissioners is authorized to question the follow up of the recommendations made in the Board of Commissioners meetings and joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors.

Prosedur Penetapan dan Remunerasi Dewan Komisaris
Besaran remunerasi anggota Dewan Komisaris ditetapkan

Determination of Board of Commissioners’ Remuneration
The sum of Board of Commissioners’ remuneration is

Sesuai dengan kewenangannya, Dewan Komisaris akan mengawasi tindak lanjut atas pelaksanaan rekomendasi yang telah diberikan.
In accordance with its authority, the Board of Commissioners will supervise the follow up of its recommendations.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 211

setiap tahun dalam RUPS, didasarkan atas capaian kinerja Dewan Komisaris seusai hasil analisa dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi. Untuk menyusun dasar penetapan dan rekomendasi besaran remunerasi yang kredibel, KNR selalu melibatkan konsultan independen. Dengan dukungan database yang kuat dari survei pasar pada perusahaan sejenis dan sekelas Perseroan dan mempetimbangkan arahan KNR, konsultan independen menyusun beberapa faktor utama dalam mengusulkan besaran remunerasi Komisaris. Gambaran singkat prosedur penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagan berikut
Komite Nominasi & Remunerasi

determined annually at GMS, after taking into consideration the Board’s performance measured according to the analysis and recommendation of Nomination and Remuneration Committee. To fix a reasonable amount and make recommendation, NR Committee seeks the advise of an independent consultant. With the back-up of a reliable database, market survey in other companies of similar nature and equal level, and NR Committee recommendation, the independent consultant compile several major factors as a reference in fixing the amount of remuneration.

Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi

Konsultan Independen

Komite Nominasi & Remunerasi

Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Keberhasilan memitigasi risiko • ketersediaan waktu • Kompetensi dan pengalaman

Dewan Komisaris

Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi

Rapat Umum Pemegang Saham

Membahas dan menetapkan besaran honor dan tantiem anggota Dewan Komisaris

Honor dan Tantiem Dewan Komisaris

Besaran Remunerasi
Dewan Komisaris menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas honorarium, asuransi, tantiem serta fasilitas dan tunjangan lainnya. Remunerasi untuk Komisaris dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap Komisaris. Sesuai hasil RUPS tertanggal 21 April 2010, Komisaris Utama mendapat honorarium sebesar 50% dari gaji Direktur Utama,

Amount of Remuneration
Board of Commissioners receives routine and incidental remuneration consisting of honorarium, insurance, tantiem and other facilities and allowances. Remuneration paid to Commissioners may differ among them depending on their respective duty and responsibility. Remuneration of Board of Commissioners is proposed by NR Committee and resolved by GMS, and may differ among them

230.000. dengan rata-rata sebesar Rp27..538. GMS held on 21 April 2010 decided that President Commissioner’s honorarium was 50% of President Directors’s salary..615.000. .359.000.769.111. Anggota Dewan Komisaris lainnya mendapat honorarium sebesar40% dari gaji Direktur Utama.791.375 6.000 TUNJANGAN (RP) 379..269. With one President Commissioner and four Commissioners.811.316.000. Sepanjang tahun 2010 selain memberikan nasihat dan arahan dalam bentuk surat-menyurat kepada Direksi. for accounting year 2010 President Commissioner and other Commissioners also received a number of allowances.. i.339 1.8 million per month and tantiem according to the Company’s financial condition. Selain honorarium.. at an average of Rp 27.939 TANTIEM (RP) 1.170 TANTIEM (RP) 836.502. Pajak atas remunerasi Dewan Komisaris menjadi tanggungan masing-masing anggota Komisaris.505.517..236.815. Dewan Komisaris memberikan pandangan serta berbagai rekomendasi mencakup pengelolaan operasional maupun hal-hal lain sesuai tugas dan kewajibannya sebagaimana diuraikan sebagai berikut: Performance of Board of Commissioners Duty In 2010 Board of Commissioners held 35 meetings.29 Mei 2008 jumlah Komisaris 6 orang termasuk 1 orang Komisaris utama .LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 212 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report yakni sebesar Rp50 juta per bulan.e. untuk tahun buku 2010. i.. .666.825.801 9.368. Komisaris Utama dan anggota komisaris juga menerima berbagai tunjangan.635 2.600 1.328.520.264.061.330.964. Adapun gambaran total remunerasi anggota Dewan Komisaris per tahun untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut.000. depending on their respective duty and responsibility. ..000 TUNJANGAN (RP) 395. Taxes will be borne by each Commissioner individually.154 1. yaitu sebesar Rp40 juta perbulan.369 7.955. .497.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak .231 TOTAL (RP) 2.906 URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris Note : . with the following attendance rate: Throughout 2010 besides giving advice and direction to the Board of Directors..377 3.920.000 2..520..000 1. meliputi .819.594. Total remuneration for 2009 and 2010 is given below: URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris TAHUN 2009 ORANG 1 4 5 HONOR (RP) 600. Rp 50 million per month.Periode 1 Januari .531 7.. terdiri atas 21 kali pertemuan internal DK dan 14 kali rapat gabungan dengan Direksi.Periode 30 Mei 2008 s/d 31 Desember 2010 jumlah Komisaris 5 orang termasuk 1 orang Komisaris utama Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris Selama tahun 2010 Dewan Komisaris menyelenggarakan total 35 pertemuan. Rp 40 million per month.000.012 TOTAL (RP) 1. total remuneration for Board of Commissioners allocated for 2010 totalled Rp 9. dengan tingkat kehadiran masing-masing sebagai berikut. Other Commissioners received 40% of President Director’s salary.. which were 21 internal Commissioners meetings and 14 joint meetings with the Directors.000 2.137.e.000 1.5 miliar.451.462 5.252. Dengan jumlah Komisaris Utama adalah satu dan anggota Komisaris ada 4 (empat) maka total remunerasi untuk Dewan Komisaris yang dialokasikan oleh Perseroan pada tahun buku 2010 adalah sebesar Rp9.5 billion. In addition to honorarium..920..769 4.558.740 1.927.270.894 TAHUN 2010 ORANG 1 4 5 HONOR (RP) 600.8 juta per bulan dan sejumlah tantiem sesuai dengan kemampuan Perseroan. the Board of Commissioners also offered their views and recommendations in various areas of the Company’s operations and other matters according to their job and responsibility as described below: .

• Untuk meningkatkan kinerja perusahaan. kepada Direksi diminta untuk lebih memperhatikan investasinya di anak-anak perusahaan mengingat kinerja anak perusahaan yang kurang baik pada tahun 2010 ini. Production • Board of Directors was advised to promote coal production to the level targetted in 2010 Work Program and Budget. SE.ME Suranto Soemarsono. • • Besaran remunerasi diusulkan oleh KNR. MHum. Ir. Mengingat peningkatan daya angkut kereta api dari jalur eksisting pada tahun 2010 masih rendah (hanya naik 3%) Direksi diminta agar menjalin komunikasi lebih intensif dengan PT KAI. • To step up profitability. agar peningkatan daya angkut kereta api di tahun-tahun mendatang lebih substansial. . Abdul Latief Baky. FIQ JABATAN Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen JUMLAH RAPAT (A) 21 21 21 21 21 KEHADIRAN (B) 21 20 20 21 21 (B:A) 100 95 95 100 100 Rekomendasi Dewan Komisaris Bidang Keuangan • Pada rapat-rapat Dewan Komisaris dengan Direksi. Dewan Komisaris meminta agar produksi batubara Perseroan terus ditingkatkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2010. MA Ir. • Board of Directors was reminded to maintain a good cash position and to make fund placement in safe and promising instruments.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 213 NAMA Dr. diputuskan dalam RUPS dan dapat berbeda antara masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan beban tugas serta tanggung jawabnya. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. MSc. khususnya dalam perolehan tingkat laba. sesuai Board of Commissioners Recommendation Finance • Board of Directors was requested to pay special attention to subsidiaries considering the latter’s mediocre performance in 2010. • Direksi diingatkan untuk menjaga arus kas Perseroan agar senantiasa dalam posisi yang baik. Produksi • Terkait dengan pencapaian produksi. Direksi diminta memfokuskan upaya perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan . Considering the 2010 small increase (3%) of existing railway loading capacity. Thamrin Sihite. dan melakukan penempatan dana pada instrument keuangan yang baik dan aman bagi Perseroan. Board of Directors had to communicate more intensively with PT Kereta Api Indonesia (PTKA) to allow bigger increase in accordance with Coal Transportation Agreement (CTA). Board of Directors was advised to focus on improving the Company’s business performance. Supriyadi Ir.

• • • • To step up production. Pemasaran • Direksi diminta lebih meningkatkan kegiatan pemasaran dan perluasan target market pemasaranpasar. In developing production infrastructure. Dewan Komisaris mendukung dapat memahami strategi pemasaran yang mengedepankan pelaksanaan kontrak jangka panjang. Dalam merencanakan produksi. Direksi diminta mempersiapkan SDM Perseroan agar memiliki kemampuan kerja yang terus meningkat diiringi dengan komposisi biaya per ton yang lebih baik dari dibandingkan dengan mitra kontraktor penambangan. • Corrective Action Committee (CAC). This will be discussed further at joint meetings and CAC is expected to report periodically. especially export market. dicantumkan klausul peninjauan harga jual secara periodik dengan acuan harga sesuai praktek praktik yang lazim dan sesuai peraturan perundangan. meliputi aspek teknis. Dalam pengembangan prasarana produksi Perseroan. Terkait dengan peningkatan produksi. dan lingkungan yang memenuhi syarat kelayakan. telah menetapkan batasan besaran . Dewan Komisaris merekomendasikan dilakukannya studi kelayakan pada proyek-proyek pengembangan prasarana produksi Perseroan. • Pengelolaan Risiko • Sesuai amanat RUPS. especially the development of Tarahan port facility that required a substantial investment. Board of Directors was requested to upgrade the personnel’s competence to reach a better composition of cost per ton than other mining contractors. Marketing Board of Directors was requested to boost marketing and expand target market. Direksi diminta untuk lebih memperhatikan upaya penyelarasan masukan dari aktivitas pemasaran dan produksi sehingga dapat mulai dan dapat memonitor pergerakan persediaan batubara melalui sistem IT terintegrasi. Board of Directors was advised to heed the input from marketing unit and monitor coal supply using the integrated IT system to ensure a well managed supply and market penetration. namun juga tetap mengingatkan agar dalam kontrak penjualan tersebut. mendapatkan izin dari instansi terkait sesuai peraturan perundangan yang berlaku. CAC diharuskan memberikan laporan secara berkala. Board of Commissioners recommended that a feasibility study be conducted covering technical. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dengan Direksi dalam forum rapat gabungan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 214 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • • kesepakatan dalam Coal Transportation Agreement (CTA). It is suggested to insert a clause on periodic review of selling price in accordance with common practice and the law. Board of Commissioners saw the need to install Corrective Action Committee (CAC) to audit the performance of all subsidiaries and joint venture projects. terutama baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Dewan Komisaris merekomendasikan agar program efisiensi dalam kegiatan produksi dilanjutkannya dan ditingkatkannya penerapan program efisiensi dalam kegiatan produksi agar memberikan hasil akhir meningkatnya sehingga kinerja Perseroan yang menjadi semakin baik di masa mendatang. with the authorities’ permits. Termasuk dalam hal ini antara lain adalah pengembangan sarana pelabuhan Tarahan yang membutuhkan biaya investasi cukup besar. economic and environmental aspects. Board of Commissioners supported a marketing strategy that prioritized long-term sales contracts. It was recommended that production efficiency be enhanced to support improved overall performance of the Company. Dewan Komisaris memandang perlunya dilakukan audit Kinerja pada seluruh anak perusahaan dan proyek kerjasama dengan membentuk Risk Management • In line with GMS recommendation. Dewan Komisaris. ekonomis. In production planning.

such as IPP in Riau. which should be clear and compliant with the law. Madura dan Sumatera Selatan. Dewan Komisaris mengingatkan Direksi untuk memberikan perhatian lebih pada penyusunan grand design dan strategi pengembangan SDM. • Considering the relatively massive investment involved. program rekrutmen dan outsorcing pegawai yang harus jelas dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. karena masih diperlukan beberapa studi untuk memastikan kecocokan batubara PTBA untuk dapat dijadikan kokas. Board of Directors was asked to report the mechanism of non-routine goods and services procurement. Sumber Daya Manusia • Dewan Komisaris merekomendasikan penyusunan RJPP untuk pengembangan SDM Perseroan yang selaras dengan penerapan RJPP pengembangan Perseroan. Sehubungan dengan keikutsertaan perseroan dalam beberapa proses tender IPP. • Board of Commissioners requested Board of Directors to make a more in-depth study of the Tanjung Api-Api • . Board of Commissioners reminded Board of Directors to devise a human resource grand design and development strategy. the Company’s participation in IPP tender should first be approved by Board of Commissioners. and business partners be carefully selected to have good strategic partners. Board of Directors should seek Board of Commissioners’ approval. Board of Commissioners requested Board of Directors to reconsider its plan to conduct a feasibility study for Coal Gasification considering the reliability of the technology is not proven yet. Also. Madura and South Sumatra. kepersertaan Perseroan dalam tender IPP harus disertai dengan persetujuan Dewan Komisaris terlebih dahulu. terutama penyusunan kerangka kebijakan pensiun. Untuk pengembangan produk baru. Board of Commissioners recommended that common business practices be observed. Sehubungan dengan rencana kerjasama Proyek • • • Business Development • Board of Commissioners agreed to invest in Peranap Thermal Power Plant (TPP) 2x10 MW. If the value is substantial. Human Resource • Board of Commissioners recommended the write-up of Corporate Long Term Plan and that human resource development be adjusted to this long term plan. Dewan Komisaris merekomendasikan dalam pelaksanaannya mengikuti kaidah-kaidah bisnis yang berlaku dan selanjutnya agar melakukan evaluasi yang lebih komprehensif. recruitment and outsourcing policy. particularly in terms of pension plan. • With regard to new product development. • • Pengembangan Usaha • Dewan Komisaris menyetujui investasi PLTU Peranap 2x10 MW yang dalam pelaksanaannya agar tetap memperhatikan upaya-upaya yang terintegrasi. more comprehensive studies be made. sesuai dengan mekanisme dimaksud harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris. • • Board of Commissioners has determined the size of investment in joint operations requiring Commissioners’ approval to be US$ 1 million. selain itu terkait dengan harga jual listrik dapat ditetapkan secara paralel dan biaya investasi maksimum sesuai dengan owner estimate (OE) sehingga kelayakannya secara finansial dan hukum tetap terjamin. Begitu juga dengan studi kelayakan kokas. Sehubungan dengan relatif besarnya nilai investasi yang akan dikeluarkan. Dewan Komisaris meminta Direksi untuk mencermati perlu tidaknya melakukan studi kelayakan coal gasification mengingat keandalan teknologinya belum terjamin. • In connection with the Company’s participation in several tenders for Independent Power Plant. Electricity selling price should be parallel to maximum investment cost according to owner estimate (OE) to ensure financial feasibility and regulatory compliance.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 215 • investasi dalam rangka kerjasama operasi yang harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris adalah sebesar US$1 juta. as further studies would be necessary to discover if the Company’s coal is suitable to be processed into coke. Selain itu disarankan juga perusahaan membuat penilaian terhadap mitra kerjasama secara komprehensif guna memperoleh mitra strategis yang baik. the feasibility study for coke production. Dewan Komisaris juga meminta Direksi memberitahukan mekanisme pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin). Jika nilainya substansial. seperti di Riau.

Melakukan monitoring kinerja PT IPC secara lebih ketat mengingat kinerjanya yang tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan semula. Kemampuan Vvolume angkut PT KAI harus benar-benar diperhatikan dalam penyusunan RKAP. • joint project. harus juga berpedoman pada Permen BUMN No. Board of Commissioners replaced members of Business Risk Committee.04/2010 on Facilities/Allowances of Board of Directors and Board of Commissioners be reviewed as it is considered inappropriate. Therefore. 2/MBU/2009 tanggal 2009. . Dewan Komisaris memberikan catatan perlu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban Dekom dengan Direksi dalam Board Manual tersebut. To reinforce the implementation of GCG practice. mengingat realisasi dan rencana produksi yang rendah dan akumulasi kerugian operasional yang terus terjadi. Board of Commissioners made the following recommendation to Board of Directors: . established GCG Committee apart from • • • • .Pengambilan keputusan yang lebih tegas atas status UP Ombilin. Dewan Komisaris mendukung pengkajian dan penyusunan Board Manual terbaru yang disusun dengan bantuan konsultan. the draft will be deliberated by Board of Commissioners and Board of Directors. in keeping with good corporate governance principles and the legislations. Board of Commissioners asked Board of Directors to closely follow up PTKA’s commitment to increase railway loading capacity. and exercising the option of releasing less potential and continuously losing business units. . considering its production output was low and operating loss continued to accumulate. Tata Kelola • Dewan Komisaris meminta peninjauan kembali SK Direksi No 002/Int-0100/PG. Board of Commissioners endorsed the newly revised Board Manual with the help of a consultant.Restrukturisasi usaha PT BAP. 2/MBU/2009 of 2009 should be observed. yaitu: . . Governance • Board of Commissioners requested that Board of Directors Decision No. Dewan Komisaris juga meminta agar Direksi betulbetul memperhatikan komitmen peningkatan angkutan batubara dengan kereta dari PT KAI. Dalam hal ini. Prior to signing and enacting the Manual.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 216 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Tanjung Api-Api. Kinerja dan Pengelolaan Anak Perusahaan • Dewan Komisaris menilai bahwa kinerja anak-anak perusahaan dan unit usaha PT BA harus ditingkatkan dan merekomendasikan kepada Direksi agar untuk masingmasing anak usaha dilakukan langkah penanganan spesifik.Restrukturisasi menyeluruh atas Unit Pengusahaan Briket. Dalam rangka penguatan penerapan praktek GCG Dewan Komisaris melakukan pergantian anggota Komite Risiko Performance and Management of Subsidiaries • Board of Commissioners was of the opinion that the performance of subsidiaries could be enhanced. .Monitor IPC more closely as its performance was not in concert with what was originally planned. .04/2010 tentang Ketentuan Fasilitas/Tunjangan Direksi dan Komisaris PTBA yang masih kurang tepat. Loading volume should be included in writing up Work Program and Budget. SOE Minister Regulation No.Restructure PT BAP. termasuk pelaksanaan opsi pelepasan cabang unit usaha yang prospeknya kurang bagus dan mengalami kerugian terus-menerus. draft terkait terlebih dahulu disampaikan dan dibahas bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi. Namun sebelum peresmian dan penanda-tanganan. . Dewan Komisaris meminta Direksi agar melakukan kajian komprehensif atas kerjasama investasi ataupun keterlibatan PTBA yang akan diajukan sesuai dengan prinsip good corporate governance serta peraturan perundangan yang berlaku.Conduct an overall restructuring of Briquette Business Unit (BU). Board of Commissioners noted there should be equilibrium between Board of Commissioners and Board of Directors in terms of duty and responsibility in Board Manual.Make a more adamant decision on the status of Ombilin Mining Unit. 002/Int-0100/PG.

• • • • . CAC works under and reports to Board of Commissioners. Assignment of asset should be in line with the term of agreement entered into with PDAM. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Lain-lain • Sehubungan dengan rencana pengalihan aset Perseroan di Palembang kepada PDAM. Board of Commissioners approved the 2011 Work Program and Budget with a few notes. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan • Dalam menyusun dan melaksanakan program tanggung jawab sosial. Board of Commissioners set up Corrective Action Committee (CAC) headed by a Director. Selain itu. Dewan Komisaris berpendapat agar pengalihan aset sesuai dengan masa berlaku perjanjian dengan PDAM sesuai dengan ketentuan yang berlaku. atau Konarba dan PSDM. so that Partnership and Community Development Program may achieve optimum results. CAC telah melaksanakan tugasnya dengan pengawasan dan arahan Dewan Komisaris dan saat ini CAC telah diminta laporannya oleh Dewan Komisaris. Corporate Social Responsibility • In formulating and implementing corporate social responsibility program. as advised by GMS. sebagaimana diamanatkan oleh RUPS. yang terpisah dari Komite Nominasi dan Remunerasi. Board of Directors should involve the local community and consider their nneds. Dewan Komisaris memperkuat susunan Konarba dan merubah namanya menjadi Komite Nominasi. To conduct performance audit on subsidiaries and joint venture projects. Sehubungan dengan pelaksanaan audit kinerja atas anak perusahaan dan proyek kerjasama. membentuk Komite GCG tersendiri. Direksi diminta memperhatikan kebutuhan serta melibatkan masyarakat sekitar. Dewan Komisaris menyetujui RKAP 2011 dengan Others • In connection with the planned assignment of the Company’s assets in Palembang to PDAM (Regional Water Company). untuk memperkuat pengembangan dan pengelolaan SDM. Dewan Komisaris memandang perlu dilakukannya kajian dari segi hukum. For the purpose of supporting human resource management and development.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 217 Usaha. diketuai anggota Direksi. terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2010. sehingga dampak pelaksanaan program PKBL menjadi optimal Nomination and Remuneration Committee starting from 1 August 2010. Board of Commissioners deemed it necessary to study the case from legal point of view. Nomination and Remuneration Committee was reinforced and converted into Nomination. Remuneration and Human Resource Development Committee. Dewan Komisaris telah membentuk Corrective Action Committee (CAC).

Heri Supriyanto Ir. Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambi keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. Dewan Komisaris berpendapat bahwa Perseroan tidak memiliki kewajiban apapun atas pengaduan Masyarakat Adat Taka Paser. Sukrisno Dono Boestami. all candidates must take fit and proper tests openly. 75/1996 on Basic Provision of Coal Mining Agreement article 9 clause (2). profitability is increased and corporate value is enhanced. dengan bantuan konsultan. Mahbub Iskandar . untuk masa jabatan 5 tahun. Drs. The duty of President Director is coordinating all members in the performance of their duty. this being the Government’s problem as stipulated by Presidential Decree No. mempersiapkan dan mensukseskan pelaksanaan RUPS yang diselenggarakan pada 21 April 2010. Komposisi Direksi saat ini terdiri atas seorang Direktur Utama dan 5 (lima) orang Direktur dengan susunan sebagai berikut: BOARD OF DIRECTORS Board of Directors is collectively in charge of and responsible for managing the Company to ensure all resources are employed to the maximum. Anggota Direksi dipilih dan diangkat melalui RUPS.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 218 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • beberapa catatan. Members are elected and nominated by GMS for a term of five years. Milawarma. seluruh calon Direksi menjalani fit and proper test secara terbuka. MSc Ir. To ensure they have the approriate integrity and qualification for their respective fields. M. Tiendas Mangeka Ir. namun pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. profitabilitas operasional meningkat dengan hasil akhir naiknya nilai Perseroan secara berkesinambungan. Members of Board of Directors including President Director are on an equal footing. • • • Board of Commissioners was actively involved in compiling agenda. Persoalan tersebut adalah persoalan Pemerintah. DIREKSI Direksi bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola Perseroan agar seluruh sumber daya berfungsi secara maksimal. Board of Directors members perform and make decisions according to their respective duty and authority but the performance of each member remains the Board’s collective responsibility.Eng Ir. Untuk memastikan integritas dan profesionalitas di bidangnya. Batu Kajang. The current Board of Directors is composed of one President Director and five Directors as follows: Komposisi Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Direktur Utama President Director Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Pengembangan Usaha Direktur Niaga Direktur SDM & Umum Ir. Masing-masing anggota Direksi termasuk Direktur Utama memiliki kedudukan setara dengan tugas Direktur Utama adalah mengkordinasikan kegiatan seluruh kegiatan anggota Direksi. Board of Commissioners believes that the Company is not accountable to handle the complaints of Taka Paser Community. sesuai dengan Keppres Nomor 75 Tahun 1996 tentang Ketentuan Pokok Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara: pada pasal 9 ayat (2). Dewan Komisaris juga telah melakukan pembenahan mekanisme Tata Laksana Surat dan Kearsipan (TLSK). preparing and organizing 2010 GMS that was held on 21 April 2010. Batu Kajang. Board of Commissioners reorganized the correspondence and filing sysem with the aid of a consultant. Dewan Komisaris terlibat aktif dalam merumuskan agenda.

mengendalikan sumber daya secara efektif dan efisien. Formation of internal audit unit. and the risks and conditions are weighed independently. efisien dan memberikan nilai optimal kepada para pemangku kepentingan. Independent attitude and action suggest there is no conflict of interest that may interfere with the Directors’ ability to act independently and be critical in considering every step they take. Sikap dan tindakan independen mengandung arti tidak ada kepentingan ataupun benturan kepentingan yang mungkin dapat mengganggu kemampuan setiap anggota Direksi untuk melaksanakan tugasnya secara mendiri dan memikirkan setiap langkah secara kritis.Performing independently means there is no outside intervention influencing the Board’s judgement that may sway them from the law and Articles of Association. Menyusun satuan pengendalian internal. Menyusun dan melaksanakan manajemen risiko yang mencakup seluruh aspek operasional Perseroan. Untuk menjaga independensi tersebut. managing resources effectively and efficiently. To maintain their independency Board of Commissioners and Board of Directors have no family relationship down to the third level. misi dan nilai-nilai perusahaan. short and long term programs. efektif. Timely preparation of Work Program and Budget and its revisions for Board of Commissioners’ approval in Board of Commissioners meeting no later than 60 days before the beginning of new accounting year. responsive decisions are taken in any situation. responsif pada setiap kondisi operasional dan mempertimbangkan segala risiko dan situasi secara independen. ensuring smooth internal or inter-departmental and external communication with stakeholders. Independency of Board of Directors Composition of Board of Directors is carefully set up to ensure timely. Direksi Perseroan menjalan tugas secara independen juga berarti tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional Direksi yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan Anggaran Dasar PTBA. memperhatikan kepentingan minority shareholder secara wajar dan memiliki tata kerja dan pedoman kerja (charter) yang jelas. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Tugas dan tanggung jawab utama Direksi adalah mengelola Perseroan demi mencapai tujuan pendirian perusahaan dengan efektif. The independent stance of Board of Directors means there is no outside intervention that may influence their judgement as required by the law and Articles of Association. Explanation of anything questioned or requested by members of Board of Commissioners. as well as write-up and implementation of corporate social responsibility program. program jangka pendek maupun panjang. baik secara garis lurus maupun kesamping. Antar seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris tidak ada hubungan kekeluargaan hingga tingkat ke tiga. tepat. memastikan kelancaran komunikasi internal atau antar bagian dan eksternal dengan pemangku kepentingan serta menyusun dan melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. effective. The duty and responsibility include the following activities: • Formulation of corporate vision. vertically as well as horizontally. correct. Write-up and implementation of risk management covering all aspects of the Company’s operations. caring for minority shareholders’ fair interest and possessing clear work system and work charter. Duty and Responsibility of Board of Directors The duty and responsibility of Board of Directors are managing the Company to achieve the main objective of the Company in an effetive and efficient manner to maximize stakeholders’ return. Memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan atau yang diminta Anggota Dewan Komisaris. Rincian tugas dan tanggung jawab Direksi meliputi: • Menyusun visi. mission and values. • • • • • • • • . Menyiapkan pada waktunya RKAP dan perubahannya kepada Dewan Komisaris untuk mendapatkan pengesahan pada rapat Dewan Komisaris selambatlambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum tahun anggaran dimulai.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 219 Independensi Direksi Komposisi Direksi Perseroan ditetapkan dengan seksama agar senantiasa dapat melakukan pengambilan keputusan secara cepat.

in order that all activities are in line with the Company’s vision. kebijakan dan program kerja yang ditetapkan. Mengarahkan. agar seluruh kegiatan berjalan sesuai visi. misi. mission. strategy. Bertanggung jawab untuk menyelaraskan seluruh inisiatif internal Perseroan dan memastikan terjadinya peningkatan kemampuan bersaing Perseroan. lengkap dengan seluruh dokumen-dokumen yang menyertai-nya termasuk dokumen keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang dokumen Perusahaan • Writing annual report that serves as accountability report of their performance in managing the Company. • Membuat laporan tahunan sebagai wujud pertanggungjawaban atas kepengurusan Perseroan. mengembangkan dan menetapkan strategi pengelolaan Perseroan secara menyeluruh. komunikasi. strategi. Menyiapkan kebijakan umum Sistem Pengendalian Internal dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas laporan hasil pemeriksaan yang dibuat oleh Satuan Pengawasan Internal. policy and work program. ensuring compliance with the laws and regulations and coordinating risk management and business development. Setting general policy of Internal Control System and taking further action in response to audit findings reported by Internal Audit Unit. • • • • • • • • . business target. Menyiapkan Rencana Jangka Panjang (RJP) yang ditandatangani bersama dengan Komisaris untuk disahkan RUPS. developing and devising overall management strategy. accompanied by all supporting documents including financial reports as set forth in the Law concerning Corporate Documents. sasaran usaha. Writing up Long Term Plan to be signed jointly with Commissioners and ratified by GMS. memastikan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi serta mengkordinir manajemen risiko dan pengembangan perusahaan. mengkordinasikan tugas operasional di bidang audit internal. communication. Preparing Work Program & Budget being the annual elaboration of Long Term Plan. coordinating all functions of internal audit.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 220 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance Independensi Direksi berarti juga tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional yang dilakukan sesuai peraturan perundangan dan Anggaran Dasar Perseroan. Sedangkan tugas dan tanggung jawab masing-masing Direktur secara spesifik adalah sebagai berikut: Direktur Utama • Bertugas untuk mengkordinir anggota Direksi lainnya. While the duty and responsibility of each Director specifically are as follows: President Director • Coordinating all other members of Board of Directors. Menyiapkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan yang merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Jangka Panjang. Directing. Aligning all internal initiatives of the Company and ascertaining the Company’s improved competitiveness.

Budget. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. keselamatan kerja. lingkungan serta mengembangkan program efisiensi proses penambangan maupun produksi secara berkelanjutan. income growth. • • Direktur Niaga • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Treasury. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. controlling and evaluating the work of the Finance. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. Business Development Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. and marketing development. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Akuntansi dan Anggaran. controlling and evaluating the work of Coal Mining. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. Bertanggung-jawab untuk melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Perencanaan Korporat dan Pengembangan. at the same time securing funds required for business development. Kertapati Pier Unit and Ombilin Mining Unit. Unit Pelabuhan Tarahan. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. • • • • Direktur Pengembangan Usaha • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Engineering. efficiency of coal supply management and transportation.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 221 Direktur Keuangan • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. Melakukan pembinaan unit-unit operasional yang terdiri dari Unit Pertambangan Tanjung Enim. Bertanggung jawab dalam meningkatkan nilai Perseroan (corporate value) melalui pengelolaan dana dan manajemen risiko. Responsible for nurturing Corporate Planning and Developemt Work Unit. Environment Units. Work Safety. Bertanggung jawab atas pengembangan dan perluasan pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan Commerce Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. Providing guidance to Accounting. Perbendaharaan dan Pendanaan serta Teknologi Informasi. akuntansi. mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas operasional bidang penambangan batubara. Developing operating units which are Tanjung Enim Mining Unit. • • • • . sekaligus memastikan penyediaan pendanaan bagi pengembangan perusahaan. anggaran. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Analisis Evaluasi Optimasi Produksi serta Penanganan dan Angkutan Batubara. Promoting corporate value through fund management and risk management. bidang teknik. Funding and Information Technology Work Units. Responsible for Sales. Providing guidance to Production Optimization Evaluation Analysis Work Unit and Coal Handling and Transporting Work Unit. Budget and Accounting Divisions. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. Distribution and Transportation Units. Operations/Production Director • Coordinating. Unit Dermaga Kertapati dan Unit Pertambangan Ombilin. mengendalikan dan mengevaluasi tugas operasional di bidang keuangan. Tarahan Port Unit. as well as optimum purchase of goods. and developing mining and production efficiency program. • • • • Direktur Operasi / Produksi • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. Finance Director • Coordinating.

NR Committee recommends remuneration package and consideration to Board of Commissioners.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 222 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance • • upaya profitisasi unit-unit bisnis. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. conducts survey in similar industry. Prosedur ringkas penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut: • Komite Remunerasi dan Nominasi meminta konsultan independen melakukan kajian remunerasi bagi anggota Direksi. Konsultan Independen. efficiency of coal supply management and transportation. menyusun rekomendasi usulan remunerasi lengkap dengan dasar pertimbangannya. Good Corporate Governance . pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. income growth. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memperluas pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan upaya profitisasi unit-unit bisnis. Responsible for Sales. responsibility and performance. Human Resource and General Affairs Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. Distribution and Transportation Units. tanggungjawab dan kinerja masing-masing. menyusun kriteria dasar penetapan honorarium. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Nurturing Briquette Business Unit. as well as optimum purchase of goods. Komite Remunerasi dan Nominasi menyusun rekomendasi remunerasi bagi anggota Direksi. melakukan survey remunerasi pada industri sejenis. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. • • • Remunerasi Anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keseimbangan TATA KELOLA PERUSAHAAN antara besarnya tugas. recommending remuneration package and consideration. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. Independent consultant works out remuneration formula. Brief procedure of fixing Board of Directors’ remuneration is as follows: • • NR Committee consults an independent consultant for making remuneration analysis. • • • • Prosedur Penetapan dan Remunerasi Direksi Perseroan menetapkan besaran remunerasi anggota Direksi berdasarkan keseimbangan antara tugas dan tanggungjawab serta kinerja. and marketing development. lengkap Determination of Board of Directors’ Remuneration The Company determines the amount of Board of Directors’ remuneration commensurate with their duty.tuan Kerja Pemasaran Batubara dan Logistik Melakukan pembinaan terhadap Unit Pengusahaan Briket • • Fostering Coal Marketing and Logistics Work Units. Melakukan pembinaan terhadap Satuan .

PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Tugas dan tanggung jawab • KPI Direksi • Kompensasi dan pengalaman • Kemampuan/Kesehatan Perusahaan Rapat Umum Pemegang Saham Membahas. GMS authorizes Board of Commissioners to execute GMS resolution regarding Board of Directors’ remuneration. menetapkan beberapa usulan termasuk daar pertimbangan. Bagan ringkas prosedur penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut. untuk diputuskan pada RUPS. • • • Board of Commissioners discuses NR Committee’s proposal to be subsequently submitted to GMS. RUPS melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan keputusan mengenai fasilitas dan/ atau tunjangan anggota Direksi. Dewan Komisaris membahas usulan Komite Remunerasi dan Nominasi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 223 • • • dengan dasar pertimbangannya. menetapkan dan memberi wewenang Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji dan tantiem Direksi Dewan Komisaris Menetapkan besaran gaji dan tantiem anggota Direksi sesuai mandat RUPS Gaji dan Tantiem Anggota Direksi . Komite Nominasi & Remunerasi Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi Konsultan Independen Komite Nominasi & Remunerasi Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Dewan Komisaris Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. GMS determines Board of Directors’ remuneration. kepada Dewan Komisaris. RUPS menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi.

. ...4 juta per bulan.204.624.270 7.260 20. Direktur Utama dan anggota Direksi juga menerima berbagai fasilitas dan tunjangan.800..860 19.947 24..9 billion. for accounting year 2010 President Director and other Directors also received a range of facilities and allowances..538.714 9. yakni sebesar Rp58...958..590.000 With one President Director and five Directors.624.9 million per month.013.e.464..419. total cash..916..423.419.e.577. sedangkan gaji Direktur lainnya rata-rata sebesar 90% dari gaji Direktur Utama..076.9 juta perbulan.440.000 6.288. Taxes will be borne by each Director individually. On top of salaries and allowances..198....236. i.000 5.372. yaitu sebesar Rp90. Directors received tantiem at an amount to be decided by GMS.000 6.6 million per month. Jumlah total remunerasi yang diterima oleh anggota Dewan Komisaris dilaporkan oleh Perseroan dalam RUPS.404.000 1 5 6 GAJI (Rp) 1.527.719.746 TANTIEM (Rp) 2. Total remuneration of Board of Directors for 2009 and 2010 is given below: TAHUN 2009 TUNJANGAN (Rp) 547.625.574 Note : . plus other facilities and allowances as recommended by NR Committee....444 2. Direktur Utama mendapat tunjangan total Rp69... GMS held on 21 April 2010 decided that President Director’s salary was Rp100. sesuai dengan kemampuan Perseroan.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak .722 3.035. Remuneration paid to Directors may differ among them depending on their respective duty and responsibility. URAIAN ORANG Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi URAIAN ORANG Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi 1 5 6 GAJI (Rp) 1. .. while Director’s allowance was 85% of President Director’s..955..424.864.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 224 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Direksi menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas annual gross base salary (honorarium untuk Dewan Komisaris).937...537. comprising . Selain gaji.440...961. total earnings dan total remuneration serta fasilitas dan tunjangan lain yang jumlahnya direkomendasikan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi..590 TAHUN 2010 TUNJANGAN (Rp) 835.. Direktur Utama mendapat gaji sebesar Rp100..4 million per month..538.380.000 5.. Besaran fasilitas dan tunjangan Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris atas usulan Direksi.. Rp 90. Rp58.. terdiri dari . Remunerasi Direksi dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap anggota Direksi..204.9 miliar.714 15. and other Directors received 90% of President Director’s salary.977...4 juta perbulan.672.4 million per month. Pajak atas remunerasi Direksi menjadi tanggungan masing-masing anggota Direksi. Board of Directors receives routine and incidental remuneration consisting of annual gross base salary (honorarium for Board of Commissioners). The amount of facilities and allowances is determined by Board of Commissioners based on Board of Directors’ proposal. Sesuai hasil RUPS tetanggal 21 April 2010.... Selain gaji dan tunjangan Direksi mendapatkan tantiem yang besarnya ditetapkan melalui RUPS.. taking into consideration the Company’s financial strength...221.. untuk tahun buku 2010. total cash.240. President Director’s allowance amounted to Rp69.024 4.240. .800.. Tabel remunerasi yang diterima oleh Direksi untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut.538 11. total earnings and total remuneration.923 13.380.984 TOTAL (Rp) 3.208 TANTIEM (Rp) 1.462 TOTAL (Rp) 4. sedangkan tunjangan untuk anggota Direktur adalah sebesar 85% dari tunjangan Direktur Utama. total remuneration for Board of Directors allocated for 2010 totalled Rp 24. i. In addition to salary. Dengan jumlah Direktur Utama adalah satu dan anggota Direksi ada 5 (lima) maka total Remunerasi Direksi yang dialokasikan oleh Perseroan untuk tahun buku 2010 adalah sebesar Rp24.146 3.466.394.461.6 juta perbulan.199....

Salinan dari risalah rapat Direksi disampaikan kepada Dewan Komisaris selambat-lambatnya pada hari kerja berikutnya setelah Rapat Direksi diselenggarakan. manajemen stock dan penanganan batubara dari site sampai ke stockpile pelabuhan. Aturan pengambilan keputusan lainnya pada Rapat Direksi pada dasarnya sama dengan aturan pada Rapat Dewan Komisaris. Keputusan rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.Evaluating the implementation of efficiency program.Evaluating the relocation of BWE production system.Pemantauan tingkat kolektibilitas piutang dan tindak lanjut atas kelambatan penyelesaian piutang kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa. Beberapa masalah yang dibahas dan diputuskan bersama dalam Rapat Direksi di antaranya meliputi: Bidang Pengelolaan Operasional • Keuangan .Percepatan pelaksanaan perbaikan sarana dan prasarana produksi. . Selama tahun 2010.Carrying out production blending. Copies of minutes of Board of Directors meeting must be submitted to Board of Commissioners no later than the next workday after the meeting is held. rapat Direksi diselenggarakan sebanyak 21 (duapuluh satu) kali.Evaluasi posisi kas dan penempatan kas dalam rangka menjaga likuiditas dan menunjang kegiatan operasional Perseroan • Produksi . . decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total votes legally cast at the meeting. . Board of Directors meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. .Pemantauan realisasi anggaran dan arus kas yang harus terjaga dengan baik. . maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. stock management and coal handling from site to stock-pile at ports. membahas berbagai masalah pengelolaan Perseroan.Pelaksanaan blending produksi. Setiap Anggota Direksi berhak mengeluarkan 1 (satu) suara. .Accelerating the improvement of production facilities and infrastrucutre. . Rapat Direksi sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurang-kurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Direksi atau diwakili secara sah dalam rapat tersebut. Each member of Board of Directors is entitled to cast one vote. In 2010.Evaluasi pelaksanaan program effisiensi.Monitoring budget and cashflow management.Evaluasi pemindahan sarana produksi BWE system. • . to discuss various things pertaining to the management of the Company. diantaranya sebagai berikut: • Rapat Direksi diadakan secara berkala sekurangkurangnya sebulan sekali atau setiap waktu bila diperlukan. Board of Directors Meeting Board of Directors meeting is held under the following terms: • • • • • • • Board of Directors meeting is held periodically at least once a month or at anytime as required. Board of Directors meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Directors or their proxies. . If no consensus is reached.Evaluating cash position and placement in maintaining liquidity and supporting the Company’s business oprations.Monitoring turnover rate and follow up action on delayed payment of receivables from related parties. The rules of making other decisions in Board of Directors meeting are basically the same as those applied to Board of Commissioners meeting. Apabila hal ini tidak tercapai. Some of the topics discussed and decided upon in Board of Directors meeeting were related to: Operating Management • Finance . Production . . Board of Directors held 21 meetings. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 225 Rapat dan Risalah Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan dengan ketentuan.

dalam pola saling mendukung pasokan pada pelanggan dengan biaya pengiriman yang lebih kompetitif.Studying the possibility of product marketing and coal supplying to customers jointly with subsiadary. . .Evaluasi pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai. • Marketing . . • . • • Rencana belanja modal. .Evaluating the realization of capital expenditure and determination of capital expenditure budget for 2011 and evaluating the result of business development drive.Evaluating the execution of employee competence development program. IPC.Evaluasi realisasi belanja modal dan penetapan anggaran belanja modal untuk tahun 2010 bersamasama dengan evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha. . • • Business Development .Evaluating the implementation of business development program and readjustment of priority scale.Fixing the amount of employee incentives.Stepping up marketing efforts. Capital expenditure plan. Human Resource Management and Welfare . Pengembangan Usaha . IPC. at a more competitive delivery cost.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 226 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Kantor Pusat PT Bukit Asam di Tanjung Enim • Pemasaran . . disseminating and applying employee Key Performance Indicator. • Pengelolaan dan Kesejahteraan SDM .Evaluasi kemungkinan pemasaran produk bersama anak perusahaan.Evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha dan penetapan kembali skala prioritas.Penetapan besaran insentif kinerja pegawai disertai sosialisasi dan penerapan KPI pegawai.Peningkatan kegiatan pemasaran.

risk management.. Sc Ir.... (Tindak lanjut dari hasil-hasil rapat ini dapat dilihat pada materi “Analisis dan Pembahasan Manajemen hal .. tindak lanjut mitigasi risiko dan asuransi aset-aset utama Perseroan dan aset persediaan. Sukrisno Dono Boestami. and Corporate Social Responsibility Report page ... M.. usulan prosedur persetujuan (dengan atau tanpa RUPS) dan pelaksanaan pembagian dividen interim. Bidang CSR • di antaranya.... Code of Conduct and Basic Policy. perkembangan penyaluran Program PKBL. di antaranya rapat internal audit dan finalisasi kebijakan Sistem Pengawasan dan Pengaduan (Whistleblower). • Evaluating the implementation of Balanced Scorecard tools and setting parameter of Key Performance Indicator for Board of Directors and employees. • Finalization of GMS agenda.. among others internal audit meeting and finalization of Whistle Blowing policy. • Finalizing and disseminating GCG Soft Copy... • Bidang Pengendalian Internal. enhancing Partnership and Community Development Program. GCG among others.. • Penyelesaian dan sosialisasi Soft Copy GCG....) The frequency of meetings and rate of attendance of Directors in Board of Directors meetings are shown in the following table: JUMLAH RAPAT (A) 21 21 21 21 21 21 KEHADIRAN (B) (B:A) NAMA Ir. yang meliputi Board Manual. Management Report page . GCG Code dan Code of Conduct/ Kode Etik dan Kebijakan Pokok Perseroan. Milawarma.. • Finalisasi agenda pelaksanaan RUPS • Penetapan besaran dividen interim. formulating solution and optional actions to be reported to Board of Commissioners Risk Management • covering risk identification... Drs. Laporan Manajemen hal…. pengelolaan risiko. pelatihan emergency response team.)... • Determination of interim dividend amount.. Mahbub Iskandar JABATAN Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur . training of emergency response team.. Bidang GCG di antaranya. Adapun frekuensi rapat dan tingkat kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Direksi adalah sebagai berikut: Subsidiaries • Appraising the performance of subsidiaries. risk mitigation and insurance of prime assets and inventories... • Internal Control.. consisting of Board Manual...s/d . (Follow up actions of these decisions of meeting are presented in “Management Discussion and Analysis” page .s/d …. peningkatan fungsi RSBA. Heri Supriyanto Ir. Tiendas Mangeka Ir. M..s/d … dan Laporan Tanggung Jawab Sosial pada halaman ….... • Evaluasi implementasi tools Balanced Scorecard dan penetapan parameter pengukuran Key Performance Indicator bagi Direksi dan bagi pegawai....PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 227 Anak Perusahaan • Evaluasi kinerja anak perusahaan. CSR covering expanded function of Bukit Asam Hospital. GCG Code. perumusan solusi dan penyusunan alternatif tindakan untuk dilaporkan kepada Dewan Komisaris Bidang Manajemen Risiko • Yakni identifikasi risiko. approval procedure (with or without GMS) and interim dividend payment technicality..Eng Ir.

mencakup antara lain: Board of Directors Training To improve the competence of Board of Directors in carrying out its duty. Training programs attended by Board of Directors in 2010 included: TANGGAL Jan 2010 Feb 2010 April 2010 Mei 2010 Mei 2010 Aug 2010 Aug 2010 Aug 2010 Okt 2010 Okt 2010 Nov 2010 Nov 2010 Des 2010 Des 2010 Des 2010 PELATIHAN / SEMINAR /TRAINING Commodities Outlook Global Macro Conference – Asia 2010 Seminar ARA 2009 dan Bedah Kasus Perpajakan Global Economic Outlook Coaltrans Transformation of the CFO Office (SAP) Seminar Pencegahan Tindak Pidana Korupsi oleh BUMN Evolution on Accounting for Employee Benefit Konferensi BUMN IBBEX Annual Conference The Rising Power of Indonesia Memanfaatkan Momentum Investasi & Ekspansi IFRS Implikasi Penerapan IFRS bagi Perusahaan di Indonesia Seminar Pengawasan BUMN Seminar on minimum coal dan mineral pricing – a practical look Prospek Ekonomi Indonesia 2011 TEMPAT Jakarta Hongkong Jakarta Jakarta Bali Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta PESERTA Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Niaga Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan . Beberapa pelatihan yang diikuti oleh Direksi pada tahun 2010. Direksi Perseroan secara rutin mengikuti berbagai pelatihan dan seminar baik didalam maupun diluar negeri. local as well as overseas seminars and workshops are routinely provided for and attended by members of Board of Directors.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 228 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi Direksi dalam menjalankan tugasnya.

SE. (See “Investors Information” page . PhD Komite Good Corporate Governance Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris Komite Nominasi Remunerasi dan PSDM Ketua : Ir. personnel and activitity are as follows: Komite Audit Audit Committee Ketua : Suranto Sumarsono. dengan penjelasan fungsi. (Lihat juga “Informasi bagi Investor”) Share Ownership by Board of Directors and Board of Commissioners Share ownership by members of Board of Directors is only for long term investment in accordance with disclosure principle and in an amount permitted by relevant regulations. Sukrisno 200. hal ini sesuai dengan asas keterbukaan. MT. Abdul Latief Baky. FIQ Anggota : Noeroso L. Milawarma 60. Ir. Phd .000 lembar saham.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 229 Kepemilikan Saham Direksi dan Komisaris Direksi Perseroan memiliki saham Perseroan hanya dalam rangka investasi jangka panjang.000 113. Mr. Bapak Milawarma sejumlah 60. Board of Commissioners set up functional Committees under its authority.000 60. In 2010. Mahbub Iskandar 138. Ir. personil dan kegiatan sebagai berikut: COMMITTEES AND COMMITTEE REPORT In order to ensure accountability in overseeing and reviewing all operating plans of the Company and to give quality counsel and suggestion. three members of Board of Directors owned a minimum number of shares of the Company. MSc. Umiyatun Hayati Triastuti. Wahyudi SE. MHum.MA Dr. Antonaria MA Ketua : Ir.) JUMLAH SAHAM NUMBER OF SHARE NAMA DIREKTUR NAME OF DIRECTOR 2009 200. Thamrin Sihite ME Anggota : Ir.000 shares. i.000 lembar saham.. Risiko Usaha dan Pascatambang Ketua : Dr. SE.e. Faridha MSi Andi Novianto.000 shares. Pada tahun 2010. Jumlah yang dimiliki hanya sebatas yang diizinkan sesuai peraturan tersebut. Hingga akhir tahun 2010 terdapat 4 (empat) komite yang membantu Dewan Komisaris.000 shares and Mr. Until end of 2010 the Company had four Committees to assist Board of Commissioners. MSc Anggota : Ir. Sumarhadi SE MM Komite Asuransi. MA Anggota : Azhar Zainuri. yakni Bapak Sukrisno sejumlah 200.000 2010 200. MM Ridho Kresna Wattimena.. Bambang Adi Winarso Phd Ir.000 60.000 138. tercatat ada 3 orang dari jajaran Direksi yang memiliki saham dalam jumlah minimal.000 lembar saham dan Bapak Mahbub Iskandar sejumlah 138. Mr.000 Sukrisno Milawarma Mahbub Iskandar KOMITE-KOMITE DAN LAPORAN KOMITE Dewan Komisaris membentuk komite-komite fungsional di bawah Dewan Komisaris untuk menjaga akuntabilitas pengawasan dan penelaahan atas segala rencana operasional Perseroan dan agar dapat memberikan nasehat dan saran yang berkualitas.. whose function.

• Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-05/MBU/2006 tentang Komite Audit bagi Badan Usaha Milik Negara. ketepatan. serta mengkaji ruang lingkup. form adequate internal control structure. Komite Audit bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. (iii) memastikan audit internal dan eksternal dilakukan sesuai standar audit yang berlaku. set up by and accountable to Board of Commissioners. The objective of setting up Audit Committee is to make sure that (i) financial statements are presented fairly in accordance with the generally applied accounting principles. Kep-29/PM/2004 dated 29 September 2004 regarding Formation and Performance of Audit Committee. The primary function of Audit Committee is in keeping with Indonesian GCG Code issued by the National Committee for Governance Policy. (ii) dilaksanakannya struktur pengendalian internal perusahaan dengan baik. experienced and knowledgable in accounting. dan (iv) adanya tindak lanjut temuan audit dilaksanakan oleh manajemen. tanggal 20 Desember 2006. as well as review the scope. • SOE Minister Decree No. Semua anggota komite audit adalah independen terhadap Direksi dan auditor eksteren. tanggal 1 Agustus 2002. All Audit Committee members are not related to any director or external auditor. kemandirian dan obyektifitas akuntan publik. Sasaran pembentukan Komite Audit adalah: (i) memastikan kewajaran laporan keuangan perusahaan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. • Bapepam Chairman Decision No. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang akuntansi. dan bekerja untuk. keuangan. Audit Committee works independently. KEP-117/MBU/2002 dated 1 August 2002 on Good Corporate Governance Practice in SOE. accuracy. yang dibentuk oleh.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 230 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Audit Tujuan Komite Audit dibentuk dalam rangka membantu tugas Dewan Komisaris untuk mendorong diterapkannya tata kelola perusahaan yang baik. . (ii) internal control function is well fulfilled. dan bisnis tambang batubara. Tugas utama Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan Pedoman Umum GCG Indonesia yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance. • Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-29/PM/2004 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit tanggal 29 September 2004. and (iv) management takes action to follow up audit findings. Pembentukan Komite Audit dilakukan berpedoman kepada: • Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-117/MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara. terbentuknya struktur pengendalian internal yang memadai. and coal mining business. PER-05/MBU/2006 dated 20 December 2006 on Audit Committee of SOE. enhance disclosure practice and financial reporting. (iii) internal and external audit is performed in accordance with the established audit standards. meningkatkan kualitas keterbukaan dan pelaporan keuangan. Audit Committee Objective Audit Committee is formed to assist Board of Commissioners to implement good corporate governance. independency and objectivity of public accountant. The formation of Audit Committee is pursuant to: • SOE Minister Decree No. finance.

and doing any other work related to the Commissioners’ work. The duty and responsibility of Audit Committee are provided below. dana. including making periodic site visits as deemed appopriate. • Memonitor ketaatan pada peraturan perundangundangan di bidang pasar modal dan di bidang lainnya yang terkait dengan kegiatan Perseroan. Wewenang Komite Audit • Mengakses secara penuh dan bebas atas catatan atau informasi tentang karyawan. Tugas dan tanggung-jawab Komite Audit • Memonitor dan menekankan bahwa proses pencatatan akuntansi dan keuangan Perseroan telah dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan peraturan lain yang berlaku. Authority of Audit Committee • To have full and free access to any record or information pertaining to employees. evaluation. data and information of the Company and not to use them for personal gain. • Bertanggung-jawab bahwa analisa. • To keep confidential all documents.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 231 Tugas. identifying matters requiring the Commissioners’ attention. • Menjaga kerahasiaan dokumen. termasuk melakukan kunjungan lapangan lapangan secara berkala sesuai kebutuhan. • To monitor compliance with the capital market laws and regulations and other regulations related to the Company’s business operations. • Memonitor kecukupan usaha manajemen dalam menjaga sistem pengendalian internal. • Berkomunikasi dan berkordinasi dengan pihak-pihak internal terkait dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya tersebut diatas. data dan informasi perusahaan dan tidak memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. 01/SK/PTBA-KOM/2009 of 19 January 2009. recommendation and information presented to Board of Commissioners are made properly and professionally. Audit Committee is responsible for giving input to Board of Commissioners regarding any report or information submitted by Board of Directors. and other property. 01/SK/PTBAKOM/2009 tanggal 19 Januari 2009. • To communicate and coordinate with corresponding internal parties in the discharge of its duty and authority. obligation and authority of Audit Committee are fully laid out in Audit Committee Charter under Board of Commissioners Decision No. • To monitor the management effort to maintain internal control system and to evaluate Internal Audit Charter and work program. dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris. • Memastikan terdapat dan diterapkannya Kode Etik Perusahaan. serta sumberdaya perusahaan lainnya. . mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris. Duty and Responsibility of Audit Committee • To monitor and emphasize that accounting and financial records are made in accordance with accounting principles generally applied in Indonesia and other relevant regulations. penilaian. kewajiban dan wewenang Komite Audit selengkapnya tertuang pada Piagam (Charter) Komite Audit Perseroan melalui Keputusan Dewan Komisaris No. The duty. Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap Laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris. funds. • To ensure the existence and observance of Corporate Code of Conduct. assets. dan informasi yang disampaikan kepada Komisaris telah dilakukan secara baik dan profesional. Beberapa uraian tugas dan tanggung jawab Komite Audit diantaranya tercakup pada uraian berikut. termasuk mengevaluasi Piagam SPI (Internal Audit Charter) dan rencana kerja SPI. • To make sure that analysis. aset. rekomendasi.

They are not shareholders. Adapun susunan personalia Komite Audit Perseroan saat ini terdiri dari Soeranto Soemarsono sebagai Ketua. dengan tingkat kehadiran para anggotanya sebagai berikut: All members of Audit Committee are not affiliated with the directors or other commissioners. Mr. yaitu Suranto Soemarsono. Salah seorang anggota Komite Audit memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan keuangan sementara anggota lainnya memiliki latar belakang pendidikan bidang pertambangan sehingga dapat diyakini kompetensinya. In 2010. yaitu berupa rapat interen. The Company’s Audit Committee is currently composed of Soeranto Soemarsono as Head. Komisaris lainnya maupun pemegang saham pengendali PTBA. Komite Audit Perseroan saat ini terdiri atas tiga anggota. or controlling shareholders of PTBA. Perseroan telah memenuhi persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. all the criteria of independency of Audit Committee members as stipulated by GCG rules and principles are complied with. kunjungan kerja lapangan. Selama tahun 2010. directors or employees of companies that have affiliation or business relation with PTBA. commissioners. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Audit Committee held 37 meetings with the following attendance rate: . Anggota Komite Audit tidak memiliki wewenang untuk merancang. Azhar Zainuri and Ridho Kresna Wattimena as members. one of them is Independent Commissioner concurrently Head of Audit Committee.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 232 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Independensi dan Susunan Komite Audit Sesuai dengan pedoman umum GCG di Indonesia. Komisaris. meetings with related parties. Independency and Composition of Audit Committee In accordance with general guidelines of GCG in Indonesia. Direktur maupun karyawan dari perusahaan yang memiliki afiliasi maupun bisnis dengan PTBA.e. Therefore. salah satunya adalah Komisaris Independen yang sekaligus bertindak sebagai ketua Komite Audit. Audit Committee Report Audit Committee performs in accordance with Audit Committee Charter. in terms of internal meetings. Profil Komite Audit Perseroan selengkapnya dapat dilihat pada bagian “Data Perseroan”. site visits. Seluruh anggota Komite Audit tidak memiliki afiliasi dengan Direktur. The profile of Audit Committee members is provided in “Corporate Data” section. Laporan Komite Audit Komite Audit telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite Audit. The Company has complied with GCG rules and norms with respect to the independency of Audit Committee members. bukan merupakan pemegang saham. Komite Audit mengadakan 37 (tiga puluh tujuh) kali rapat berkala. rapat dengan pihak terkait. i. A member of Audit Committee is educated in economic and financial science and the other two are knowledgable in mining business so their competence is guaranteed. Members of Audit Committee are not authorized to conceive. Suranto Soemarsono. Audit Committee of the Company is currently composed of three members. Azhar Zainuri dan Ridho Kresna Wattimena sebagai anggota. manage or control PTBA before taking office and are not former management members or employees of a public accountant office. Dengan demikian seluruh persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. telah dipenuhi. memimpin maupun mengendalikan PTBA sebelum menjabat dan bukan merupakan mantan pimpinan maupun pegawai Kantor Akuntan Publik. education and training.

2. PhD JABATAN Ketua Anggota Anggota JUMLAH RAPAT (A) 37 37 37 KEHADIRAN (B) 37 36 36 (B:A) % 100 97 97 Keterangan : *)Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Monitoring the execution of Performance Audit and General Audit in 2010. member firm PriceWaterhouseCoopers untuk melaksanakan audit umum terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi PTBA dan Laporan Keuangan PKBL tahun buku 2010. Wibisana & Rekan. Melakukan pemantauan pelaksanaan Audit Kinerja dan Audit Umum tahun buku 2010. Tanggal 3 Juni 2010. Merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Tanudiredja. Reviewing quarterly financial statements to be issued by the Company. 3. member firm of PriceWaterhouseCoopers to perform general audit on PTBA Consolidated Financial Statement and Partnership and Community Development Program Financial Statement for 2010. Termasuk dalam evaluasi tersebut adalah meminta SPI untuk melakukan berbagai kegiatan meliputi: • Melakukan kajian dan saran untuk menyeleraskan kajian penanganan proyek investasi diantara SMP. dan antar Satuan Kerja lainnya. Suherman and Surja (Ernst & Young) to perform audit on PTBA Joint Projects and Subsidiaries for accounting year 2010. Suherman dan Surja (Ernst & Young) untuk melaksanakan audit kinerja terhadap Proyek Kerjasama dan Anak Perusahaan PTBA tahun buku 2010. 3. Directorate of Business Development. termasuk memberikan saran perbaikan dan memastikan Laporan keuangan yang disajikan telah mematuhi prinsipprinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. Selecting and appointing Certified Public Accountant who would audit the Company’s 2010 operating results through a fair ‘beauty contest’ by CPA Selection Team with clearly defined terms of reference at competitive costs. Audit Committee accomplished the following in 2010: 1. 2. 04/SK/PTBA-KOM/2010. 4.SE. and other Work Units. Evaluating the work of Internal Audit Unit and the follow-up action on audit findings by the management. 5. Kegiatan Komite Audit tahun 2010 meliputi: 1. 4. MA Azhar Zainuri. Ir. 5. Recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Tanudiredja. Requesting Internal Audit Unit to do the following: • Evaluating and proposing the method of aligning investment projects among SMP. SE. Penelaahan ulang atas laporan keuangan triwulanan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. Audit Committee held intensive discussions on various matters with public accountant and the management. Wibisana & Partners. MM * Ridho Kresna Wattimena. AEOP. With respect to general and performance audit for 2010 accounting year. dan Direktorat Pengembangan Usaha. Komite Audit telah secara aktif melakukan diskusi dan masukan dengan akuntan publik dan manajemen mengenai berbagai persoalan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 233 NAMA Suranto Sumarsono. Melakukan evaluasi mengenai pelaksanaan pemerikasaan oleh Satuan Pengawas Interen dan Tindak Lanjut hasil temuan oleh Manajemen. serta pada harga yang kompetitif dan merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Purwantono. advising on correction and ensuring the financial statements are presented fairly in accordance with the accounting principles generally applied in Indonesia. Berkenaan pelaksanaan audit kinerja dan audit umum tahun buku 2010. Melaksanakan proses pemilihan dan penetapan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan Audit Kinerja Tahun Buku 2010 melalui suatu proses beauty contest yang adil oleh Tim Pemilihan KAP berdasarkan kerangka acuan kerja yang jelas dan transparan. . MT. AEOP. and recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Purwantono.

BPR) di dalam pengelolaan dana Program Kemitraan. BPR) in managing the fund of Partnership Program for better accountability and benefit to the community. and proposing improvements to contractual clauses that do not provide enough protection for the Company. • Scrutinizing contracts between PTBA and third parties. • Making recommendation to Board of Commissioners in writing its response to Board of Directors’ proposed (i) write-off and/or removal of unproductive assets. dan (iii) pengalihan aset tanah di Kertapati. BNI. Bank Mandiri. Batubara Bukit Kendi (BBK). • Memberikan advis kepada Satker terkait untuk mengambil posisi yang benar terhadap proyek-proyek yang potensi kesinambungannya tidak jelas. Laporan Keuangan Konsolidasi Triwulanan kepada Kementrian BUMN dan Draft RKAP 2011. . • Giving input to the management for the closing of Ombilin Mining Unit operations.bekerjasama dengan lembaga keuangan yang kredibel (BRI. • Ensuring that transactions between PTBA and subsidiaries are done on arm’s length basis. Bank Mandiri. • Mengingatkan kepada Satker terkait untuk membuat studi lebih terinci tentang kelanjutan usaha tambang PT. system. .menyempurnakan sistem tatakelola PKBL (SDM. • Meminta kepada satker Hukum untuk memberikan laporan kemajuan proses pensertifikatan tanah-tanah sitaan milik PTBA yang lebih terinci. • Memeriksa masa berlaku dari Surat Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond) atas kontrak Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim. • Using State Auditor and external auditor general and performance audit findings to improve Internal Audit Unit’s performance.) as starting 2010 general audit will be performed. sehingga pertanggungjawabannya dapat lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas permohonan Direksi PTBA : (i) penghapusan dan atau pembongkaran sejumlah aset non produktif. • Memperhatikan kontrak-kontrak antara PTBA dan pihak ketiga. and draft work program and budget for 2011. Performing several specific assignments given by Board of Commissioners. (ii) pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial. sistem. • Advising relevant Work Units to take the right position towards projects with uncertain potentials. • Memberi Saran tertulis kepada Manajemen untuk: . and (iii) assignment of land in Kertapati. (ii) procurement of substantial goods and services. .LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 234 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Memanfaatkan laporan hasil audit oleh BPK dan auditor eksternal (baik audit umum maupun audit kinerja) untuk meningkatkan kinerja SPI. • Asking Legal Work Unit to report in more detail the progress of obtaining land certificates of PTBA’s confiscated land. diantaranya mencakup: • Memberikan berbagai masukan pada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Laporan Kinerja Bulanan. • Memberikan saran kepada Manajemen untuk kepastian penutupan operasi UPO. Melaksanakan beberapa tugas khusus yang diberikan oleh Dewan Komisaris. dan memberikan saran serta perbaikan atas klausul-klausul kontrak yang lemah atau merugikan PTBA. BPD Sumsel.work with trustworthy financial institutions (BRI. etc. • Memperhatikan dan meyakinkan bahwa transaksi antara PTBA dengan anak-anak perusahaan telah dilakukan secara wajar (arm’s length basis). • Checking the validity of Performance Bond for Construction of Tanjung Enim TPP 3 x 10 MW. BNI. • Reminding Work Units concerned to make a more indepth study of the business continuity of PT Batubara Bukit Kendi (BBK). • Making written proposals to the management to: . dll) mengingat mulai tahun 2010 ini sudah diterapkan audit umum (general audit). including: • Giving input to Board of Commissioners in writing its comments on monthly performance reports and quarterly consolidated financial reports to SOE Ministry. BPD Sumsel.Improve management system of Partnership and Community Development Program (HR.

Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE). 7. . Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite . pada tahun 2010 Ketua dan anggota Komite Audit telah mengikuti berbagai konferensi. Remuneration and GCG Committee. Visi Komite GCG adalah “terlaksananya penerapan prinsipprinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berlandaskan peraturan perundang-undangan dan best practices dalam upaya pencapaian visi misi maupun sasaran dari Perusahaan”. Vision and Mission Good Corporate Governance Committee (GCG Committee) is set up to assist Board of Commissioners to oversee the practice of GCG by the Company. Visi dan Misi Komite Good Corporate Governance. Attending education and training sessions. While its mission is to give professional input to Board of Commissioners in performing its oversight responsibilities and giving counsel to Board of Directors with regard to GCG principles implementation. Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan. dan temuan-temuan penting telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris. diskusi panel. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010. Komite ini sebelumnya digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagai Komite Nominasi. 8. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun Laporan Dewan Komisaris tentang pelaksanaan Corrective Actions atas Hasil Audit Kinerja tahun 2009. To enhance their proficiency. Good Corporate Governance (GCG) Committee Objective. Sedangkan misinya adalah memberikan masukan kepada Dewan Komisaris secara profesional untuk terlaksananya pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi dalam bidang penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). The Committee was previously combined with NR Committee as Nomination.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 235 6. panel discussions and professional meetings to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. selanjutnya disebut Komite GCG bertugas membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. Remunerasi dan GCG. One of GCG primary duties is to assess the Company’s compliance with the laws and regulations governing GCG principles implementation. 6. GCG Committee was set up on 30 July 2010 under Board of Commissioners Decision No. 7. Salah satu tugas utama Komite GCG adalah menelaah tingkat kepatuhan Perseroan pada peraturan perundangan yang berkaitan dengan penerapan prinsip dasar GCG. The vision of GCG Committee is “Successfully implementing GCG principle and best practices in accordance with the law to realize the vision. • Giving input to Board of Commissioners in writing its report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings. 8. Attending two Cross Committee Business Meetings. mission and objective of the Company”. Melakukan 2 (dua) kali Kunjungan Kerja Lapangan di Pelabuhan Tarahan. and reporting important findings to Board of Commissioners. Komite GCG dibentuk pada tanggal 30 Juli 2010 melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 07/SK/ PTBA-KOM/VII/2010. Komite Good Corporate Governance (GCG) Tujuan. Making two site visits to Tarahan Port. dan temu profesi sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. dimana untuk meningkatkan kompetensinya. Tanjung Enim Mining Unit and Kertapati Pier. dan Dermaga Kertapati. in 2010 Head and member of Audit Committee attended various conferences.

236 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

dan Fairness). Umiyatun Hayati Triastuti. Assessing how far GCG principles (transparency.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 237 Untuk tercapainya misi tersebut. among others: • • Providing Board of Commissioners with professional and independent opinion regarding GCG issues. analysing and evaluating the condition of GCG implementation and monitoring findings and GCG elements enforced through Committees. GCG Committee puts in place GCG soft structure as a guide in implementing GCG principles by the Company. Komite GCG dibentuk dengan berpedoman kepada Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi. Komite GCG mendorong tersedianya soft structure GCG sebagai pedoman dalam penerapan prinsip-prinsip GCG oleh Perusahaan dan mendorong terciptanya pelaksanaan prinsip-prinsip dan praktek GCG yang lebih baik. GCG Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. Antonaria MA Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Komite GCG selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Komite GCG Perseroan dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. and the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. SUSUNAN KOMITE GCG PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: LOREM IPSUM DOLOR Ketua Anggota Ir. Monitoring the effectiveness of GCG practice. set up by and accountable to Board of Commissioners. Akuntabilitas. The Committee also encourages better enforcement of GCG principles and practices. yang dibentuk oleh. Independen. • Memberikan pendapat profesional dan independen kepada Dewan Komisaris terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Good Corporate Governance. Responsible. experienced and knowledgable in good corporate governance practice. independency. Mengidentifikasi instrumen GCG antara lain dokumen soft structure GCG dan telaah deskripsi potret penerapan GCG. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Melakukan penelaahan tingkat kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip GCG (Transparansi. All GCG Committee members are not related to any director or external auditor. Identifying GCG instruments among others GCG soft structure documents and description of GCG implementation. 24 dated 21 April 2010. Duty and Responsibility The duty of GCG Committee is fully described in GCG Committee Charter. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang tata kelola perusahaan yang baik. fairness) are implemented in the Company. • • • • • . MSc. responsibility. Pemantauan dan efektivitas praktek GCG dan menganalisa serta mengevaluasi kondisi penerapan GCG dan hasil pemantauan dan unsur-unsur GCG yang telah dilakukan melalui komite-komite. dan bekerja untuk. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan peraturan perundangan yang berlaku. merangkap sebagai Komisaris Ir. accountablity. Deed No. Independensi dan Susunan Komite GCG Komite GCG bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. SH. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. Bambang Adi Winarso Phd Ir. Independency and Composition of GCG Committee GCG Committee works independently. To accomplish its mission.

• Writing up annual work program for submission to Board of Commissioners at yearend for its approval. Komite GCG mengadakan 20 (dua puluh) kali rapat berkala yang dihadiri para anggota. Monitoring GCG implementation By holding periodic meetings with Corporate Information System Work Unit being the unit responsible for coordinating the GCG practice. namely i) those written in work program and ii) those assigned by Board of Commissioners. At such meetings. Dari hasil rapat berkala tersebut dapat ditemukenali kemajuan dan hambatan yang dihadapi In 2010 GCG Committee had two major activities. GCG soft structure. Some of the assignments accomplished were: 1. in terms of internal meetings. 2. Umiyatun Hayati Triastuti MSc * Bambang Adi Winarso * Antonaria * Ketua merangkap Anggota Anggota Anggota 20 20 20 20 18 20 100 90 100 Keterangan : * ) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tugas-tugas tersebut diantaranya mencakup: 1. kunjungan kerja lapangan.e. education and training. In 2010. rapat dengan pihak terkait. Penyusunan Soft Structure GCG. These two instruments were made official with the signing by President Director and President Commissioner. untuk mendapatkan penetapan. 2. Formulating GCG Soft Structure GCG implementation instrument. Kedua instrumen implementasi GCG tersebut telah disahkan melalui penandatatangan oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama. Dalam rangka penerapan prinsip-prinsip GCG telah disusun instrumen implementasi GCG yaitu soft structure GCG yang terdiri dari Panduan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik di PT Bukit Asam (GCG Code) dan Panduan Berprilaku bagi Seluruh Jajaran di PT Bukit Asam (Code of Conduct). i. Selama tahun 2010. site visits. Revisi dilakukan pada susunan isi Board Manual untuk memperjelas hubungan Dewan Komisaris dan Direksi secara seimbang sesuai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. GCG Committee held 20 meetings with the following attendance rate: JUMLAH RAPAT KEHADIRAN % KEHADIRAN Ir. yaitu: NAMA JABATAN GCG Committee Activity Report GCG Committee performs in accordance with GCG Committee Charter. Laporan Kegiatan Komite GCG Komite GCG telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite GCG. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 30 Juli 2010 Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite GCG pada tahun 2010 secara garis besar terdiri atas (dua) kegiatan utama. yakni: i) melakukan kegiatan yang ada di rencana kerja dan ii) melakukan tugas khusus dari Dewan Komisaris. Memantau penerapan prinsip-prinsip GCG dengan melakukan rapatrapat berkala dengan Satuan Kerja Sistem Informasi Perusahaan sebagai unit kerja yang mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan prinsip-prinsip GCG di Perusahaan. Melakukan revisi Panduan Hubungan Kerja antara Dewan Komisaris dengan Direksi (Board Manual). Revising Board Manual to elaborate on the relationship between Board of Commissioners and Directors as provided for in the Amendment to Articles of Association. consists of GCG Code and Code of Conduct. meetings with related parties. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. yaitu berupa rapat interen. progress and constraint will be noted and improvements .LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 238 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Menyusun dan menyampaikan program kerja tahunan kepada Dewan Komisaris setiap akhir tahun berjalan. Pemantauan Penerapan Prinsip-prinsip GCG.

7. 5. PER. Batasan pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin) ditentukan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris. di Kesekretariatan Dewan Komisaris telah disusun tata laksana persuratan dinas dan kearsipan (TLSK) dengan mengacu kepada tata laksana persuratan dinas dan kearsipan yang sudah ada di Perusahaan. • Giving input to Board of Commissioners for preparing its comments on draft 2011 Work Program and Budget. Menyusun Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK). 5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris : • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai substansi prinsip-prinsip GCG dari laporan Direksi terhadap pelaksanaan Corrective Action atas Hasil Audit Kinerja Tahun 2009. One indicator of this improvement is better assessment findings by independent parties. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai memorandum dari Konsultan Nindyo & Assosiates tentang Kajian Umum mengenai Tugas dan Kewenangan Dewan Komisaris. Selama kunjungan lapangan tersebut banyak ditemukan hal-hal yang memerlukan pemantauan lebih lanjut mengenai penererapan prinsip-prinsip GCG oleh satuan kerja di Perusahaan. Kunjungan Kerja Lapangan ke UP Tanjung Enim dilaksanakan bersamasama dengan Komite lainnya pada tanggal 6 November 2010. salah satunya indikatornya adalah meningkatnya nilai assessment penerapan GCG yang dilakukan oleh pihak independen. With these procedures the Secretariat of Board of Commissioners is expected to facilitate the work of Board of Commissioners of overseeing and giving counsel as stated in the Articles of Association. the Company has drafted goods and services procurement policy. • Memberikan laporan berupa masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Drat RKAP Tahun 2011 Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. PER. 6. Attending two Cross Committee Business Meetings. 6. Doing other assignments given by Board of Commissioners • Giving Board of Commissioners input regarding GCG issues in Board of Directors report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings. 4. Dalam upaya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. . Limitation of procuring non-routine goods and services is given by Board of Directors with the approval of Board of Commissioners. Dengan penyusunan tata laksana persuratan dinas dan kearsipan tersebut diharapkan peranan Sekretariat Dewan Komisaris dapat memperlancar tugas-tugas Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dan pemberian nasihat seperti yang diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Pengadaan Barang dan Jasa yang Bersifat Substansial (Bukan bersifat Rutin). Menindaklanjuti Peraturan Menteri Negara BUMN No. Perseroan telah menyusun kebijakan pengadaan barang dan jasa. Procuring non-routine goods and services Acting on SOE Minister Regulation No. Matters requiring further attention were discovered during the visit that concerned GCG implementation by work units. dan diupayakan agar penerapan prinsip-prinsip GCG lebih baik hasilnya dari tahun-tahun sebelumnya. the Secretariat of Board of Commissioners has procedures of official correspondence and filing that is based on the existing procedures of official correspondence and filing of the Company. Making site visit Official site visit to Tanjung Enim Mining Unit was made together with other Committees on 6 November 2010. 7. Compiling Procedures of Official Correspondence and Filing To practise good corporate governance.05/MBU/2008 of 3 September 2008. 3. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite will be suggested for better results in the future. 4. • Giving Board of Commissioners input regarding Consultant Nindyo & Associates’ memorandum on Overall Review of Board of Commissioners Duty and Authority.05/MBU/2008 tanggal 3 September 2008.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 239 3.

Deed No. Remunerasi dan PSDM Tujuan. recruitment. Direksi dan Pegawai melalui sistem nominasi dan remunerasi. dan pengembangan SDM yang berlandaskan kompetensi dan kinerja. in charge of assisting Board of Commissioners in matters pertaining to nomination. serta bertanggung jawab kepada Dewan Nomination. no 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010. remuneration . All Committee members are not related to any director. 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010 of 1 November 2010 on Appointment of Nomination and Remuneration Committee Members of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Sebelumnya komite ini bernama Komite Konarba dan GCG.rekruitmen. Vision and Mission Nomination. Its additional tasks include reviewing manpower planning.seleksi dan penempatan pegawai. is a committee that went through a change of name and membership in 2010. further to be referred to as NR & HRD Committee. remuneration and GCG implementation. komite ini dibentuk untuk membantu Komisaris dalam melakukan pengawasan. dengan yang terakhir adalah Keputusan Dewan Komisaris. tanggal 1 November 2010. Previously this Committee was known as NR & GCG Committee. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan serangkaian keputusan Dewan Komisaris mengenai Konarba. Visi Konarba dan PSDM adalah ”Terciptanya sinergi antara Komisaris. and to make recommendations with respect to nomination and remuneration standards. Independensi dan Susunan Anggota Komite Konarba dan PSDM Konarba dan PSDM bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. This Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. dan bekerja untuk.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 240 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Nominasi. SH. and enhance GCG practice”. tentang Pengangkatan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Dewan Komisaris PT Bukit Asam (Persero) Tbk. remuneration and development of human resource in accordance with the Company’s need and condition”. Tugas tambahan lainnya adalah melakukan Penelahan dan pemantauan implementasi sistem perencanaan tenaga kerja. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) selanjutnya disebut Konarba dan PSDM. Kepatuhan perusahaan atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah nominasi dan remunerasi. Remuneration and Human Resource Development Committee. terciptanya sistem remunerasi yang layak dan memadai serta mendorong pelaksanaan prinsip dan praktek Good Corporate Governance yang lebih baik. Independency and Composition of NR & HRD Committee NR & HRD Committee works independently. this Committee is assigned to help Board of Commissioners in its oversight and counselling responsibilities. formulate proper and measurable remuneration system. While its mission is “Promoting the creation of fair nomination and remuneration system to motivate employees. compliance with the law governing nomination and remuneration. set up by and accountable to Board of Commissioners. evaluasi dan menyusun rekomendasi dalam menetapkan antara lain: i)Norma (Standar) Nominasi dan Remunerasi. After changing its name and membership. Remuneration and HRD Committee Objective. sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan”. selection and placement. Sedangkan misinya adalah: Mendorong terciptanya sistem nominasi dan remunerasi yang fair untuk meningkatkan motivasi kerja. Board of Directors and employees through competence-performance-based nomination. Anggaran Dasar Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi. merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaanya di tahun 2010. Setelah mengalami perubahan nama dan keanggotaan. dengan tugas membantu Komisaris dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan penetapan remunerasi dan peningkatan implementasi GCG. yang dibentuk oleh. 24 of 21 April 2010 and Board of Commissioners Decision No. The vision of NR & HRD Committee is ”Building synergy among Board of Commissioners. experienced and knowledgable in human resource nomination. Komite ini dibentuk dengan berpedoman kepada peraturan perundangan yang berlaku. Visi dan Misi Komite Nominasi.

professional opinion and recommendation to Board of Commissioners in matters pertaining to nomination and remuneration. MHum. MSc. pengembangan sumberdaya manusia dan bisnis batubara. Wahyudi SE.MA Fakhrudin Tieja SE MM Dr.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 241 Komisaris. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. FIQ merangkap sebagai Komisaris Independen Noeroso L. Sumarhadi SE MM Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Konarba dan PSDM selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Konarba dan Pengembangan SDM dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. • Memberikan pendapat independen dan profesional serta rekomendasi kepada Komisaris terhadap halhal yang berhubungan dengan masalah nominasi dan remunerasi. Abdul Latief Baky. and development as well as coal business. remunerasi. . The composition of NR & HRD Committee as of 31 December 2010 is as follows: SUSUNAN ANGGOTA KONARBA DAN PSDM PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: THE COMPOSITION OF NR & HRD COMMITTEE AS OF 31 DECEMBER 2010 IS AS FOLLOW: Ketua Anggota Ir. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang nominasi. Duty and Responsibility The task of NR & HRD Committee is fully incorporated in NR & HRD Charter covering: • Giving independent.

Ditetapkan menjadi Sekretaris Dewan Komisaris per 2 Agustus 2010. dan Surat Komisaris No. THR dan bonus bagi seluruh pegawai. Melakukan penyesuaian atas kriteria Long List Direksi NR & HRD Committee holds internal meetings. ***) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. rapat dengan pihak terkait. pemberian tunjangan. • • Nomination Criteria Making adjustments to Board of Directors long list criteria . Laporan Kegiatan Konarba Selama tahun 2010. holiday allowance and bonus payment system. Wahyudi * Fakhrudin Tieja** Sumarhadi*** JABATAN Ketua Anggota Anggota Anggota JUMLAH RAPAT 23 23 12 6 KEHADIRAN 23 22 12 6 % KEHADIRAN 100 97 100 100 Keterangan: *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No 08A/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 2 Agustus 2010 **) Diangkat kembali menjadi anggota Konarba tanggal 1 Juli 2010.04/2009. SK Direksi No. dan melakukan kunjungan kerja lapangan. . mengundurkan diri per 1 Agustus 2010. • Menyetujui dan menyiapkan Formulasi Remunerasi. 066/KEP/INT-16100/OT. Konarba dan PSDM telah mengadakan 23 (duapuluh tiga) kali rapat berkala dengan tingkat kehadiran sebagai berikut. subject to the law and Board of Directors Decision No. PER02/MBU/2009 of 27 April 2009 Article 30 and SOE Minister Regulation No. tentang Penilaian Kinerja Perusahaan 2009. 20/KOM/III/2010. • • Assessing the Company’s compliance with laws and regulations that govern nomination and remuneration (such as Manpower Law.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 242 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • Menelaah tingkat kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah Nominasi dan Remunerasi (seperti UU Ketenagakerjaan. and makes site visits.04/2009 on 2009 Performance Appraisal and Board of Commissioners Letter No. Making evaluation and recommendation in the implementation of salary. 066/KEP/INT-16100/OT.Menyetujui pengembangan Formula Insentip Kinerja Pegawai tahun buku 2009. termasuk sistem pensiun dan kompensasi dalam hal terjadi pengurangan pegawai. PER-03/MBU/2009 of 19 October 2009 Article 5. dengan didasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Pengembangan Kriteria Nominasi. . and also retirement and compensation scheme in case of personnel retrenchment. .Making Board of Directors Tantiem Formula for 2009 with the assistance of an independent consultant pursuant to SOE Minister Regulation No. meetings with related parties. allowance. that can be summed up as follows: • Approving Employee Performance Incentive Formula for 2009. Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi tentang penerapan sistem penggajian. SOE Minister or Bapepam-LK Regulations). 14/SK/PTBA-KOM/XI/201 tanggal 1 November 2010. KETUA/ANGGOTA Abdul Latief Baky Noeroso L. 20/KOM/III/2010. dengan ikhtisar kegiatan sebagai berikut. Konarba dan PSDM telah melaksanakan tugas melalui rapat interen seperti disebutkan diatas.Menyiapkan formula Tantiem untuk Direksi tahun buku 2009 bersama konsultan Independen berdasarkan referensi peraturan perundangan antara lain: Permen BUMN Nomor: PER-02/MBU/2009 tanggal 27 April 2009 Pasal 30 dan Permen BUMN Nomor :PER -03/MBU/2009 tanggal 19 Oktober 2009 Pasal 5. Peraturan dari Kementerian BUMN atau Bapepam-LK).

Making site visits. 04/MBU/2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara pengangkatan dan pemberhentian Anggota Direksi BUMN. • price assumption should be taken from Power Purchase Agreement with PLN.BAKOM/X/2009 tentang Konarba dan GCG. b) restructuring the organization including subsidiaries. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite • for 2011-2014 to conform to SOE Minister Decision No. Komite mencermati adanya progres pencapaian program kerja sampai tahun 2010 terutama terbentuknya Assesment Center. This decision was followed up by the two Committees report covering 4th quarter of 2009 and 1st – 2nd quarter of 2010.Reviewing Peranap Project . GCG Committee made a separate report starting 3rd quarter of 2010 except July 2010. • • • • Performing other assignments from Board of Commissioners . . noting the adjustments to HR development such as a) restructuring HR profile by age and proficiency.Menyiapkan seleksi anggota Konarba. .Based on the study the Committee recommended that restructuring be immediately carried out. Melakuan kunjungan kerja lapangan. . Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.Melakukan Kajian Proyek Peranap. 13/SK/PTBAKOM/X/2009 on NR & GCG Committee. • • . . HR Development Strategic Plan Observing the work progress until 2010 particularly the formation of Assessment Center. dengan butirbutir temuan antara lain. Komite merekomendasikan agar restrukturisasi perlu segera dilaksanakan. SK ini ditindaklanjuti laporan kedua komite dalam buku yang dimulai dari laporan Triwulan-IV tahun 2009 dan laporan Triwulan 1 sampai dengan II tahun 2010. . . Attending two Cross Committee Business Meetings.Selecting Board of Commissioners Secretariat members .Dasar penyiapan pembentukan Komite GCG adalah surat keputusan (SK) nomor 13/SK/PT. • Pemantauan Pelaksanaan Rencana Strategis Pengembangan SDM. c) developing performance-based KPI formula.Implementasi konsep Peraturan Dewan Komisaris tentang Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK) di Lingkungan Dewan Komisaris PT BA.Berdasarkan kajian yang dilakukan. Disamping itu mencermati adanya penyesuaian dalam pengembangan SDM antara lain: a) restrukturisasi profil SDM dari sisi usia dan kompetensi. . c) pengembangan formula IKP berdasarkan kinerja pegawai. b).Implementing Procedures of Official Correspondence and Filing within Board of Commissioners.Melakukan Kajian Restrukturisasi Briket Batubara. .The Committee came up with the following findings and suggestions: • price reference used was not suitable.Preparing and monitoring the formation of GCG Committee . . Komite GCG telah menyiapkan laporan tersendiri dimulai Triwulan-III selain bulan Juli tahun 2010. . • Kurang sesuainya referensi harga yang digunakan. • IRR should be recalculated.Menyiapkan seleksi anggota Sesdekom. restrukturisasi organisasi termasuk anak perusahaan. . • Asumsi harga yang digunakan sebaiknya PPA (Purchace Power Agreement) dengan PLN.Penyiapan dan pemantauan pembentukan Komite GCG.Studying Coal Briquette Restructuring .The legal ground for setting up GCG Committee was Board of Commissioners Decision No.Selecting NR Committee members . 04/MBU/2009 on Requirements and Procedures of Appointing and Dismissing SOE Board Members.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 243 tahun 2011-2014berdasarkan pada SK Meneg BUMN no. • Perlu mempertimbangkan ulang perhitungan IRR.

Minimizing negative impact of the Company’s activities on the environment (physical. adalah sebagai berikut: 1. 2. Meminimalkan risiko perusahaan yang mungkin terjadi di bidang pengembangan usaha. insurance. environment and post-mining area management. Misi Komite Risiko Usaha : Memberikan masukan secara komprehensif dalam rangka: a. yang diterbitkan pada 28 November 2009. b. a. insurance. Insurance. Visi dan Misi Komite Risiko Usaha sebagaimana dituangkan dalam Charter Komite Risiko Usaha PT Bukit Asam. Meminimalkan dampak negatif dari kegiatan perusahaan terhadap lingkungan (fisik. Business Risk and Post-Mining Committee to realize the corporate vision and mission. termasuk asuransi. The vision and mission of BR Committee as stipulated in BR Committee Charter issued on 28 November 2009 are: 1. Minimizing risks that may arise in business development. BR Committee consistently recommends that all high and extreme business risks be identified and mitigated. environment and post-mining area management. Business Risk and Post-Mining Committee Insurance. Risiko Usaha dan Pasca Tambang yang profesional dan independen untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan. is set up to give independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. termasuk asuransi. Komite KRU senantiasa mengingatkan dan merekomendasikan agar seluruh risiko utama Perseroan yang masuk kategori high dan extreme risk di kenali dan dimitigasi. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. Vision: To be professional and independent Insurance. selanjutnya disebut Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. Visi Komite Risiko Usaha : Menjadi Komite Asuransi. kimia dan sosial). . Risiko Usaha. production and marketing. Risiko Usaha dan Pascatambang (KRU) Komite Asuransi. dan Pascatambang. Mission: To give input with the purpose of: a. further referred to as BR Committee. Tugas dan Tanggung jawab Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. Duty and Responsibility BR Committee is responsible for giving independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. chemical and social) 2. Business Risk and Post-Mining Committee.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 244 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Asuransi. operasi produksi dan pemasaran.

serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. The duty. Thamrin Sihite ME. Independensi KRU dan Susunan Anggota Komite KRU bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. serta rencana kerjasama antara PTBA. KRU berpendapat bahwa proyek-proyek pengembangan usaha yang sedang dilakukan seperti pengembangan angkutan kereta api dan pembangunan PLTU masih perlu dipercepat realisasinya. **) Kontrak sudah selesai pada bulan Maret 2010 Adapun tugas dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Komite Risiko Usaha. merangkap sebagai Komisaris Ir.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 245 Tugas. responsibility and authority of BR Committee are elaborated in BR Committee Charter. Ir. economic). All Committee members are not related to any director. PhD Keterangan : *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. SUSUNAN KRU PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: LOREM IPSUM DOLOR Ketua Anggota Dr. meliputi diantaranya: • • Evaluasi atas Laporan-laporan yang dikeluarkan Perusahaan Laporan dievaluasi untuk melihat faktor-faktor risiko yang dihadapi oleh Perseroan. termasuk terhadap upaya PTBA dalam pengelolaan lingkungan secara fisik maupun sosial dan ekonomi serta pengelolaan pasca tambang. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidangnya. PT Transpacific Railway Infrastructure and China Railway Engineering Corporation should proceed. yang dibentuk oleh. terutama berkaitan dengan kondisi lokal perusahaan. The Committee is of the opinion business development projects such as railway development and TPP construction should be accelerated. regional. PT Transpacific Railway Infrastructure dan China Railway Engineering Corporation dapat segera dipacu. Faridha MSi Andi Novianto. Tanggung Jawab dan Wewenang dari Komite Risiko Usaha dijabarkan secara rinci dalam piagam Komite Risiko Usaha (KRU Charter). Untuk meningkatkan produksi dan penjualan batubara maka pengembangan angkutan kereta api eksisting yang merupakan kerjasama antara PTBA dan PTKA. BR Committee reported its activities in 2010 in BR Committee Report that included: • • • Evaluating Company Reports Reports were evaluated to detect risks in local. experienced and knowledgable in their respective fields. dan bekerja untuk. Melakukan telaahan dan kajian terhadap investasi PLTU Peranap 2x10 MW. cooperation between PTBA and PTKA (Indonesian Railway Company) and among PTBA. Asuransi dan Pasca Tambang sepanjang tahun 2010 dituangkan dalam bentuk Laporan Komite Risiko Usaha. 01/SK/PTBA-KOM/2010 tanggal 3 Juni 2010. To increase production and sales of coal. social. Independency and Composition of BR Committee BR Committee works independently. regional and global term. Reviewing: Investment in Peranap Thermal Power Plant 2x10 MW • . in environment and post-mining area management (physical. dan global. set up by and accountable to Board of Commissioners.

sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. Yakni ke lokasi UP Tanjung Enim termasuk PLTU Tanjung Enim 3 x 10 MW. (ii) aspek teknis dan (iii) aspek ekonomi. Developing Production Infrastructure The Committee believes the program of developing production infrastructure in Tanjung Enim. finansial. and a more comprehensive planning be made. gave input and recommendation for 2011 work program and budget. maka pendanaan proyek tersebut agar dikaji secara hati-hati. Considering the sizeable investment. Kertapati. termasuk dalam hal ini adalah penilaian kesiapan off taker (aspek regulasi. dan Tarahan. Attending two Cross Committee Business Meetings Attending Education and Training Program Participation of Committe Head in ‘The Rising Power of Indonesia Incorporaed: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ conference in Jakarta. to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. skema bisnis dan time frame penyerahan excess power). serta dilakukannya perencanaan yang lebih komperehensif. serta percepatan penyelesaian pembangunan PLTU Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite. Recommendation was made to boost production of Tanjung Enim. Infrastructure capacity should also be taken into consideration in boosting sales. agar didapatkan alternatif yang tidak memberatkan. Sehubungan dengan rencana Kerjasama Proyek Tanjung Api-api. KRU juga melakukan telaahan dan evaluasi terhadap kegiatan lainnya seperti Lelang IPP PLTU. memberikan masukan atas Drat RKAP Tahun 2011 dan lain-lain. Diantaranya partisipasi Ketua KRU pada konferensi ‘The Rising Power of Indonesia Incorporated: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ di Jakarta. Selain itu dalam meningkatkan penjualan perlu memperhatikan kemampuan infrastruktur. Mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan berkelanjutan. • • • • • • BR Committee recommended the agreement be incorporated in the Company’s long-term plan and work program & budget. Mengingat nilai investasi untuk hal ini akan sangat besar. dan lingkungan. Air Laya dan Non Air Laya. Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. . KRU merekomendasikan PJBB tersebut dimasukkan dalam RJPP dan RKAP. KRU merekomendasikan agar dilakukan kajian komprehensif terhadap rencana keterlibatan PTBA dalam Proyek Tanjung Api-Api. Terkait dengan program pengembangan prasarana produksi yang berlokasi di Tanjung Enim. and to speed up TPP construction. termasuk apabila akan mendapatkan sumber pendanaan yang akan berasal dari luar PTBA. KRU merekomendasikan peningkatan produksi di lokasi Tanjung Enim. financing should be carefully studied. termasuk dari aspek ekonomi. Kertapati and Tarahan should be scrutinized to be consistent with longterm plan of enhancing coal efficiency and production. expecially when it comes from external sources. Air Laya and outside Air Laya. sosial. Melakukan telaahan dan kajian terhadap Perjanjian Jual Beli Batubara (PJBB) PTBA dengan PLN. Evaluating Other Activities BR Committee evaluated TPP Independent Power Plant tenders. teknis. etc.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 246 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • • • • • • KRU merekomendasikan beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan pembangunan PLTU dan kaitannya dengan rencana eksploitasi tambang adalah meliputi: (i) aspek administratif. KRU berpendapat agar dikaji lebih mendalam dan selaras dengan rencana jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan produksi batubara. Making Site Visits To Tanjung Enim Mining Unit including Tanjung Enim TPP 3x10 MW.

Sesuai dengan fungsinya. Favorable relationship with strategic stakeholders. the Company establishes the function of Corporate Secretary who is directly accountable to President Director. Corporate Secretary has triple main function: as liason officer. As a public company. In general. compliance officer serta investor relations. The information includes quarterly and annual financial reports. khususnya pemegang saham. compliance officer serta investor relations. As the function requires. analysts. mass media and general public. Perseroan juga wajib memiliki tata laksana dokumen dan informasi yang baik untuk membantu memastikan kepatuhan Perseroan terhadap perundang-undangan dan peraturan pasar modal serta untuk mendukung akuntabilitasi pelaporan kinerja dan tanggung jawab Perseroan kepada stakeholder. punctual and accurate information regarding the Company is available for the shareholders. and guarantee the accountability of the Company’s performance report to stakeholders. Fungsi utama Sekretaris Perusahaan ada tiga. yang juga meliputi penyediaan Laporan Triwulan dan Laporan Tahunan. Perseroan menetapkan kualifikasi khusus untuk pejabat Sekretaris Perusahaan. CORPORATE SECRETARY The Corporate Secretary plays a major role in facilitating communication among the corporate organs. hubungan antara Perseroan dengan stakeholders serta dipenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan oleh setiap pemangku Kepentingan. media massa dan masyarakat umum. compliance officer and investor relations officer. and compliance with the prevailing laws and regulations. giving appropriate authority and resources. memberikan wewenang dan sumber daya yang memadai dan melakukan evaluasi berkala atas pelaksanaan tugasnya. tepat waktu dan akurat mengenai Perseroan kepada para pemegang saham. Secara umum tugas Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut: • Mengikuti perkembangan dan peraturan-peraturan pasar modal serta memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal (investor relations). Perseroan menetapkan fungsi Sekretaris Perusahaan yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. The Company requires certain qualification of Corporate Secretary. Selain itu. Corporate Secretary ensures that the most current. the Company must have reliable document and information management system to ensure compliance with capital market laws and regulations. akan sangat mendukung kelancaran bisnis dan pengembangan usaha Perseroan. sebagai perusahaan publik. the duty of Corporate Secretary is as follows: • • Keeping abreast of capital market development and rules. Sekretaris Perusahaan menjamin ketersediaan informasi terkini. Providing information for investors and other stakeholders (investor relations) • Fungsi utama Sekretaris Perseroan mencakup tiga bidang.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 247 SEKRETARIS PERUSAHAAN Sekretaris Perusahaan berperan besar dalam memperlancar hubungan antar Organ Perseroan. yakni: sebagai liason officer. analis. relationship between the Company and its stakeholders. For this reason. will promote the smooth operations and growth of the Company. . and periodically evaluating the performance of his/her duty. yaitu sebagai liason officer. particularly the shareholders. Pembinaan hubungan baik dengan stakeholder strategis.

in accordance with the rules on disclosure of information. Mulai bulan Juli 2009. • • Giving input to Board of Directors in complying with capital market rules and regulations Acting as liaison officer among the Company. Tujuan dari penetapan kebijakan tersebut adalah untuk memastikan bahwa pengungkapan informasi Perseroan harus akurat serta dicatat. and fostering good relationship with all other stakeholders besides shareholders. yaitu Hubungan Investor. diolah. media. 2 (dua) kali non-deal roadshow serta 2 (dua) kali kegiatan yang melibatkan wartawan. Perseroan telah mengadakan 14 (empat belas) kali conference call. partners and public. sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. In 2010. Komunikasi Perusahaan dan Kantor Perwakilan. recorded. Perseroan telah mengeluarkan suatu kebijakan “Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta informasi orang dalam” dan kebijakan “Pengelolaan Dokumen/Arsip Perseroan”. Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk dijabat oleh Achmad Sudarto. . dalam rangka memenuhi persyaratan azas keterbukaan dan pelaksanaan GCG. The objective of setting this policy is to make sure that information regarding the Company is disclosed accurately. 83 oneon-one meetings. Since July 2009. The Company has set a policy on “Information Disclosure and Confidentiality. mitra Perseroan dan masyarakat. processed. BapepamLK and the public. Rincian Press Release yang pernah dilaksanakan oleh Perseroan adalah: Corporate Secretary is assisted by other functions under his/her coordination. Sekretaris Perusahaan kemudian dibantu oleh fungsifungsi lain di bawah koordinasinya. two non-deal roadshows and two events involving the journalists. Corporate Communication and Representative Office. compiled and reported over certain periods. Sepanjang tahun 2010. 83 (delapan puluh tiga) kali one on one meeting. Achmad Sudarto has been the Corporate Secretary of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mass media. yaitu antara lain Pemerintah. and Insider Information” and “Document/ File Management” in an effort to abide by the transparency principle and GCG practice. i.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 248 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • Memberi masukan kepada Direksi untuk mematuhi peraturan yang berhubungan dengan pasar modal Bertindak sebagai penghubung antara Perseroan dengan Bapepam-LK serta masyarakat. among others the Government.e. the Company conducted 14 conference calls. serta membina hubungan baik dengan seluruh stakeholder lain di luar pemegang saham. Investor Relations. dirangkum dan dilaporkan dalam jangka waktu tertentu.

Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam gandeng South Africa Synthetic”.Penyelenggaraan Public Expose.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 249 Kegiatan Keterbukaan informasi yang dilaksanakan oleh Perseroan.36% saham Freeport”. .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siapkan dana akuisisi Rp. . .Konfirmasi berita Bisnis Indonesia “Indonesia Power kurangi pasokan batubara PTBA” . . .Hasil RUPS Tahunan .Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu .Laporan Perseroan telah melaksanakan penjualan seluruh saham hasil pembelian kembali saham Perseroan.Laporan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham periode Januari – Juni 2010 .Konfirmasi pemberitaan media Kontan mengenai PTBA kaji rencana Stock Split.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA bersaing jadi mitra BHP Biliton” .Konfirmasi pemberitaan Detik “BPK temukan anak usaha PTBA rugikan Negara Rp.Pembayaran Dividen Interim 2010.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA diminta akuisisi saham Freeport”. Penyampaian dan Laporan Hasil Public Expose .Konfirmasi pemberitaan media DetikFinance “BUMN diminta lepas cucu usaha”. PARA PIHAK BEI Februari Maret BEI April BEI Juni BEI Agustus September BEI BEI Oktober November Desember BEI BEI BEI . tahun 2010 Information disclosure events launched by the Company in 2010: BULAN Januari KEGIATAN .Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Dugaan korupsi Bukit Asam.Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Direktur Bukit Asam bakal jadi tersangka” .Perseroan mengikuti Non Deal Roadshow di USA tanggal 1-5 Nopember 2010.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam Investasi PLTU $ 101 Juta”. dua Direktur Bukit Asam akhirnya diperiksa Penyidik Kejagung” . . .6 Miliar”.Pernyataan tidak melakukan eksplorasi pada periode Sept 10 – Mar 10 .Pernyataan tidak melakukan eksplorasi periode Maret – September 2010 . .Pemberitahuan pergantian pejabat Senior Manajer Satuan Pengawas Intern.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siap akuisisi 9. .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam incar 30% saham railway” . .Panggilan RUPS tahunan Perseroan .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Lanco Infratech jadi Mitra Bukit Asam” .Pemberitahuan Rencana Penyelenggaraan RUPS .840 Miliar”. .1.

ptba.Harga jual batubara PTBA ke PLTU Tarahan naik 8. to provide information on the Company’s business performance. Surat Kabar.000. Each year the Company’s financial statements are published bilingually.ptba. in Indonesian and English. Website Perseroan Mei Juni Juli Agustus Oktober . Website Perseroan Surat Kabar.685. yang menyediakan informasi mengenai kinerja Perseroan. Surat Kabar.5%.1.PTBA bagikan dividen final tahun buku 2009 Rp. .5 juta ton.Pengumunan Laporan Keuangan per 30 Juni 2010. volume penjualan batubara naik 10% pada Semester 1 – 2010. PTBA dan PLN tandatangani Nota Kesepahaman pemasokan batubara kalori rendah sebesar 9 Juta Ton/Tahun MEDIA Website Perseroan Surat Kabar. Website Perseroan . . total volume 5. Website erseroan. .co. volume penjualan batubara PTBA Triwulan 1 naik 14%. . Shareholders and the general public are welcome to visit our website http://www. .co. Laporan Tahunan Perseroan dan informasi lainnya dapat diperoleh di Sekretariat Perusahaan di Kantor Pusat atau Perwakilan Perseroan. . .id. setiap tahun Perseroan menerbitkan laporan tahunan dalam dua bahasa.Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Desember 2009.id for further information on the Company.228 Triliun.73 Triliun naik signifikan 60% pada tahun 2009. Surat Kabar. yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Website Perseroan Desember Selain itu.Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Maret 2010.PTBA dan Pemprov Sumatera Selatan tandatangani Nota Kesepakatan Bersama Website Perseroan “Sumsel Siaga Bencana Berbasis Industri”. Pemegang saham dan masyarakat umum juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan Perseroan melalui situs http://www. . PTBA jadi tuan rumah Indonesian Fire Rescue Challenge 2010.Volume penjualan batubara PTBA Semester 1 – 2010 naik 10%.Harga jual batubara ke PLTU Suralaya untuk pasokan tahun 2010 disepakati menjadi Rp.-/ton. . Annual Report and other information may be obtained from the office of Corporate Secretary in the Head Office or Representative Offices.PTBA Integrasikan Sistem Pasokan Batubara Surat Kabar.6% dan ke PLTU Bukit Asam naik 5. Website Perseroan April Surat Kabar. .LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 250 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Tabel Penerbitan Press Release Tahun 2010: BULAN Januari Maret TOPIK / SUBJEK .Laba bersih Rp.2. volume penjualan batubara naik 12% pada Triwulan III – 2010.Kontrak EPC dan O&M Proyek Railway “baru” kapasitas 25 juta ton/tahun ditandatangani.Pengumunan Laporan Keuangan per 30 September 2010.

d. financial condition and compliance with the law. verifikasi. Pelaksanaan kajian dan pengelolaan risiko usaha. rekonsiliasi. antara lain mengenai kewenangan. b. pembagian tugas dan keamanan aset Perseroan.co. associated with power. Melakukan aktivitas pengendalian pada setiap tingkat dan unit dalam struktur organisasi Perseroan. penilaian atas prestasi kerja. menilai dan mengelola risiko usaha yang relevan secara berkesinambungan. Reviewing. Meningkatkan dan mengembangkan sistem informasi Internal Audit and Control System The Management develops an effective internal audit and control system to safeguard the Company’s investment and assets.id Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Manajemen mengembangkan sistem pengawasan dan pengendalian internal agar dapat berfungsi secara efektif untuk mengamankan investasi dan aset Perseroan. authority. identifying. Peningkatan lingkungan pengendalian internal yang disiplin dan terstruktur. Developing information and communication system covering the process of reporting of operating activities.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 251 www. c. analysing and managing business risk continuously. verification. otorisasi. performance appraisal. b. Exercising control over every level and unit within the organization. menganalisis. d. meliputi proses untuk mengidentifikasi. c. Upaya pengembangan sistem pengawasan dan pengendalian yang dilakukan meliputi: a.ptba. Establishing a disciplined and structured internal control environment. reconciliation. job division and security of the Company’s assets. The system development includes: a. .

IAU ensures all elements of the Company work and act according to established duties and responsibilities. pencatatan personal dan fisik kekayaan perusahaan di seluruh unit kerja perusahaan.. Internal Auditor Internal Auditor serves as Internal Audit Unit (IAU). Activities under point b and c are carried out by Corporate Management System Work Unit. Quality Management System. untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas audit.. IAU coordinates with IAU of the Company’s affiliates. including those of subsidiaries. As a working partner of External Auditor. Environmental Management System and Work Safety and Health Management System (see page . Sesuai Ikhtisar Piagam SPI (SPI Charter) PTBA yang ditandatangani bersama Direksi dan Komisaris PTBA. IAU is described as follows: a.. IAU has access to documents and records of company property in all work units. elaborated in Risk Management System (see page . c.. IAU is a work unit that exercises internal audit and control function to assist the management and other work units to perform their duty.. d dan e tersebut diatas. To perform efficiently IAU has to coordinate with Audit Committee. b... Melakukan pemantauan yaitu proses penilaian terhadap kualitas sistem pengendalian internal termasuk pelibatan fungsi internal audit pada setiap tingkat dan unit struktur organisasi Perseroan.. dijabarkan masing-masing melalui pengembangan sistem diantaranya Sistem Manajemen Risiko (lihat uraian ”Sistem Manajemen Risiko”). Under IAU Charter signed by Board of Directors and Board of Commissioners. Monitoring and evaluating the quality of internal control system and the involvement of internal audit function at every level and unit within the Company. finansial dan ketaatan atas ketentuan dan peraturan yang berlaku. evaluation. Activities under point c. SPI mempunyai wewenang memperoleh akses terhadap dokumen. Sistem Manajemen Mutu. dan komunikasi yang meliputi proses penyajian laporan mengenai kegiatan operasional. SPI merupakan unit kerja yang menjalankan fungsi pengendalian/pengawasan internal untuk membantu Manajemen dan Satuan Kerja lainnya didalam pencapaian pelaksanaan tugas dan kewajibannya. Sedangkan pelaksanaan kegiatan untuk butir c.. rekomendasi. consultancy and information through the management. termasuk anak perusahaan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 252 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report e. Sistem Manajemen Lingkungan dan Sistem Manajemen K3 (Lihat uraian ”Sistem Manajemen Bukit Asam”).). Kegiatan yang meliputi butir b dan c tersebut diatas dilaksanakan oleh satuan kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP). d and e are done with the involvement of Internal Audit Unit (IAU) Auditor Internal Auditor Internal bertindak sebagai Satuan Pengawasan Internal..). .. maka SPI : a. recommendation. dilaksanakan dengan melibatkan aktivitas Satuan Pengawasan Internal (SPI). SPI memastikan bahwa seluruh elemen Perseroan berperan dan bertindak sesuai tugas dan kewajibannya serta menindak lanjuti rekomendasi dari hasil temuan SPI. . penilaian. dengan memberikan bantuan berupa analisa.. providing them with analysis. e. konsultansi dan informasi mengenai aktivitas Satuan Kerja melalui Pimpinan Perusahaan. and act on IAU findings and recommendations. b. to relevant data and information associated with audit work.....

Ruang lingkup SPI meliputi Pengendalian Internal. In 2010 approximately 90% of IAU’s recommendations were acted on by auditees and the rest will be followed up in 2011. SPI harus berkoordinasi dengan Komite Audit. and as instructed by President Director. . The appointed external auditor must give its opinion on the compliance of audited financial statements with the accounting standards generally applied. SPI juga mempunyai hubungan dengan SPI Perusahaan Afiliasi. untuk memeriksa dan menyatakan opininya atas laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. evaluasi efektifitas implementasi prinsip-prinsip GCG dan evaluasi efektifitas Manajemen Risiko. evaluating the effectiveness of GCG implementation and risk management. dengan ketentuan satu KAP hanya boleh melakukan audit secara berurutan maksimal 3 tahun. Pada tahun 2010 + 90 % rekomendasi yang telah disampaikan SPI dapat ditindak lanjuti oleh Auditee dan sisanya akan ditindak lanjuti pada tahun 2011. authority and responsibility of Internal Audit is written in Internal Audit Charter. e. special audit on five work units. the appointed external auditor must have no conflicting interest with each level of the Company’s organ. wewenang dan tanggung-jawab selengkapnya ada pada Piagam (Charter) Audit Internal. External Auditor The external auditor who audited the Company’s 2010 financial statements was appointed by AGMS by the recommendation of Board of Commissioners and Audit Committee. Wibisana & Rekan. Eksternal Auditor yang ditunjuk bertanggung jawab untuk menyampaikan opininya atas ketaatan laporan keuangan yang diaudit terhadap standar laporan keuangan yang berlaku. Untuk menjaga profesionalitas Perseroan melakukan pemilihan Eksternal Auditor setiap tahun. To guarantee the independency and quality of audit. e. member firm of PriceWaterHouseCoopers. Untuk kelancaran tugas. Sesuai Rencana Audit Tahunan (RAT) 2010. To keep its professionalism. to audit and give its opinion on the Company’s financial statements for the year ending 31 December 2010. IAU conducted audit on eight work units. Uraian peran. In line with Annual Audit Plan for 2010. IAU Auditor should abide by the Code of Conduct in performing audit to reflect his/her professionalism. The scope of IAU covers internal audit work. subsidiaries and foundation in performing audit and providing technical assistance. Auditor SPI harus mematuhi Kode Etik yang merupakan panduan peilaku dalam melaksanakan tugas audit yang mencerminkan tingkat profesionalisme auditor yang bersangkutan. SPI telah melakukan audit operasional di 8 (delapan) Satuan Kerja dan sesuai permintaan dan penugasan dari Direktur Utama. the Company selects external auditor every year. Full description of the role. on condition that one public accountant office performs audit only for three years in a row. d. member Firm dari PricewaterhouseCoopers. Eksternal Auditor Eksternal Auditor yang memeriksa laporan keuangan Perseroan tahun buku 2010 ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berdasarkan rekomendasi dari Komisaris dan Komite Audit.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 253 c. d. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan April 2010 memutuskan menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja. Untuk menjamin independensi dan kualitas hasil pemeriksaan Eksternal Auditor yang ditunjuk tidak boleh memiliki benturan kepentingan dengan setiap level pejabat Perseroan. SPI merupakan mitra kerja dari Auditor Eksternal. AGMS in April 2010 resolved to appoint the Office of Public Accountant Tanudiredja. SPI telah melakukan audit khusus di 5 (lima) Satuan Kerja. Wibisana & Partners. SPI Anak Perusahaan dan Yayasan Milik Perusahaan dalam bentuk koordinasi pelaksanaan audit dan bantuan teknis.

.. • Mendorong terciptanya Kebijakan dan best practices/ standar kerja yang lazim berlaku baik secara nasional Corporate Management System Unit To strengthen internal audit and control system.. Komisaris telah menetapkan jumlah biaya Eksternal Auditor sebesar Rp1.000 plus out of pocket expenses for auditing consolidated financial statements of the Company for the year ending 31 December 2010. Appointment and Fee With the power conferred by AGMS. External Auditor Activity • In 2010 the State Auditor audited the Company’s internal control system and to this day their report is still in process. The vision of CMS is to become a reliable work unit in managing the Company’s business process by consistently implementing GCG principles to enhance corporate value.000. and Partnership and Community Development Program report. including VAT. saat ini masih dalam proses penyusunan draft Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Tim Audit BPK-RI. IAU and Corporate Secretary are directly accountable to President Director. the same Public Accountant Office was appointed to audit PTBA performance at a cost of Rp . miliar... Wibisana & Rekan melakukan audit atas laporan keuangan Perseroan. The mission of CMS is realized by: • Improving the quality of governance according to GCG principles for increased shareholder value and other stakeholders’ interest. CMS.095. KAP yang sama ditunjuk untuk melakukan audit kinerja PTBA dengan biaya sebesar Rp..ditambah biaya “out of pocket” untuk jasa audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010 termasuk untuk audit PKBL. the management set up Corporate Management System Work Unit (CMS).... Kegiatan Auditor Eksternal • Pada tahun 2010 BPK-RI telah melakukan Audit System Pengendalian Intern (SPI) PTBA. Wibisana & Partners to audit the Company’s financial statements. • Creating work best practices of international and national standards under GCG principles.. SMP bersama-sama dengan SPI dan Sekretaris Perusahaan langsung berada di bawah kendali Direktur Utama.. In the organization structure. Until the time of reporting.. Sedangkan Misi Satuan Kerja SMP adalah : • Meningkatkan kualitas tatakelola Perusahaan agar sesuai dengan prinsip-prinsip GCG untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan bagi Pemegang Saham dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 254 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Periode Penunjukan dan Honorarium Berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.050.050. the Board of Commissioners fixed an audit fee of Rp1. Apart from financial audit.. Manajemen membentuk Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP).. pada tahun 2010 dilakukan jasa audit kinerja atas kegiatan Anak Perusahaan dan Project Kerjasama PTBA. sudah termasuk PPN.095. saat ini masih dalam pelaksanaan audit dengan target waktu penyelesaian Laporan Hasil Audit pada akhir Pebruari 2011. Performance audit by Public Account Office was performed on the Company’s subsidiaries and joint projects.. and general audit on the Company’s financial statements. Selain audit keuangan. The year 2010 was the third year for the Office of Public Accountant Tanudiredja.... • Untuk audit yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP).3 (tiga) KAP Tanudiredja. Visi dari Satuan Kerja SMP adalah : Menjadi Satuan Kerja yang terpercaya dalam mengelola proses bisinis Perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten. such audit is still in progress and expected to be finalized end of February 2011 Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan Dalam rangka memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian internal di Perseroan.. sehingga dapat meningkatkan nilai Perusahaan. serta jasa audit umum (General Audit) untuk Laporan Keuangan PTBA. Dalam struktur organisasi perusahaan. Tahun 2010 tersebut merupakan periode ke..

independensi. mengarahkan. quality and time efficiency in performing audit. CMS monitors and evaluates the performance of each unit. . 4 SML audits on 14 work units scope ISO 14001. 2 SMM Lab audits on 3 coal laboratories scope ISO 17025. Selama tahun 2010. SMP akan melakukan perbaikan pada sistem operasional yang diterapkan pada masing-masing unit tersebut. directing and controlling all management systems applied in the Company including but not limited to: • • • • • • • • • Quality Management System (SMM) Environment Management System (SML) Work Safety & Health Management System (SMK3) Laboratory Quality Management System (SMM Lab) Risk Management System (SMR) Corporate Social Responsibility Management System (SMCSR) Port Security Management System (SMKP) Performance Management System (SMK) Correspondence & Filing Management System In enhancing the implementation of GCG principles. kualitas dan waktu penyelesaian pekerjaan/audit. CMS improves the operating system applied in each unit. Audit SMK3 sebanyak 4 kali audit terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup OHSAS 18001. CMS is in charge of assisting President Director in developing. Secara periodik. • Bekerjasama dengan Satuan kerja SDM untuk meningkatkan kompetensi Pegawai dan mendapatkan sertifikasi keahlian (khususnya Auditor) yang diperlukan serta jumlah personil yang optimal. Audit SM Lab sebanyak The strategies adopted by CMS are: • Building communication with Board of Directors and all Work Unit Heads to obtain the necessary information. Strategi Satuan Kerja SMP adalah : • Meningkatkan komunikasi dengan BOD dan Seluruh Kepala Unit/ Kepala Satuan Kerja untuk mendapatkan data informasi yang diperlukan. independency.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 255 • maupun internasional di Perusahaan yang sesuai dengan Prinsip-prinsip GCG. dan mengendalikan seluruh sistem manajemen yang diterapkan di perusahaan yang meliputi dan tidak terbatas pada: • Sistem Manajemen Mutu (SMM) • Sistem Manajemen Lingkungan (SML) • Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) • Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (SMM Lab) • Sistem Manajemen Risiko (SMR) • Sistem Manajemen Corporate Social Responsibility (SM CSR) • Sistem Manajemen Keamanan Pelabuhan (SMKP) • Sistem Manajemen Kinerja (SMK) • Sistem Manajemen Surat & Kearsipan Peranan SMP dalam peningkatan implementasi GCG adalah pertama menyiapkan/menyusun soft structure GCG bersamasama dengan unit yang akan melaksanakan. 4 SMK3 audits on 16 work units scope OHSAS 18001. Audit SML sebanyak 4 kali audit terhadap 14 Satuan Kerja Lingkup ISO 14001. which is subsequently formalized as guide. CMS performed 24 audits. Meningkatkan budaya korporasi. • Continually improving CMS. covering 4 SMM audits on 15 work units scope ISO 9001. terutama dari sisi keandalan sistem yang diterapkan dan hubungannya dengan kinerja. particularly in terms of system reliability and its association with performance. • Cultivating corporate culture. CMS jointly with would-be users first prepares GCG soft structure. Next. Kemudian SMP melakukan pemantauan dan melaksanakan audit/evaluasi kinerja dari masing-masing unit. • Working in cooperation with HR Work Unit for employee development and proficiency certification (especially Auditor) and optimal number of personnel. • Senantiasa melakukan improvement proses bisnis internal SMP. Throughout 2010. 6 SMKP audits on 3 coal ports scope ISPS Code and 4 SMK audits on 31 work units scope Balance Scorecard. • Enhancing objectivity.internal business process. • Meningkatkan objektifitas. SMP telah melaksanakan audit internal sebanyak 24 kali audit yang terdiri dari Audit SMM sebanyak 4 kali audit terhadap 15 Satuan Kerja Lingkup ISO 9001. Tugas dari SMP adalah membantu Direktur Utama dalam mengembangkan. yang kemudian disahkan menjadi pedoman. Periodically.

the management formulated a policy to integrate SMM ISO 9001:2008. Manajemen mengeluarkan kebijakan untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. SML ISO 14001:2004. suap dan sejenisnya serta aturan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa. CMS discovered that GCG soft structure was sufficiently implemented. SMP berpendapat Soft Structure GCG di perusahaan sudah memadai. GCG Code. regulations on goods and services procurement. Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi system. GCG Code. Code of Conduct. bribes. Pada tahun 2010 SMP telah melaksanakan pembangunan SMBA. Whereas on Risk Management System. Sedangkan untuk implementasi Sistem Manajemen Risiko selama tahun 2010 telah dilakukan 4 kali monitoring terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup SMR berbasis AS/NZ 4360. Charter-charter untuk Komite di tingkat Komisaris. Hal ini berdasarkan kelengkapan aturan seperti Board Manual. Audit SMKP sebanyak 6 kali audit terhadap 3 Pelabuhan batubara Lingkup ISPS Code dan Audit SMK sebanyak 4 kali audit terhadap 31 Satuan Kerja lingkup Balance Scorecard. To improve productivity and system efficiency. SMP saat ini tengah melakukan revisi atas beberapa aturan tersebut dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan peraturan yang ada. monitoring was done 4 times on 16 work units scope SMR on AS/NZ 4360. During its evaluation work in 2010. dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). Code of Conduct. Board of Commissioners’ Committee Charters. gifts. CMS is currently revising some of the regulations to conform to the existing laws and regulations.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 256 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report 2 kali audit terhadap 3 Laboratorium batubara Lingkup ISO 17025. etc. . SML ISO 14001:2004. as well as conflict of interest transactions. Larangan pemberian dan penerimaan hadiah. In 2010 CMS finalized the establishment of SMBA. This was proven by the availability of Board Manual. and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one management system called Bukit Asam Management System (SMBA). Sesuai dengan perkembangan kegiatan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2010.

penyimpangan atas Code of Conduct. beretika dan bertindak sesuai kaidah-kaidah dan ketentuan yang berlaku. • Individual Code of Conduct This is an explanation as to how individuals in the Company should act in communicating with others and behave in accordance with good ethics and common moral values. bersikap. disertai pananda-tanganan lembar pernyataan seluruh pegawai untuk mentaati dan melaksakan butir-butir ketentuan yang terkandung dalam Code of Conduct tersebut. dilakukan secara efektif dan menyeluruh kepada Jajaran Perseroan dan stakeholder. and imposition of penalty should be done effectively to all levels of the organization and stakeholders of the Company. Peraturan Perseroan. Pemberlakuan dilakukan melalui penerbitan SK Direksi. • Etika Perilaku Individu. peraturan perundangan lainnya dan sanksi yang diterapkan. Sosialisasi Code of Conduct dan tata cara pelaporan atas ketidaksesuaian perilaku. yang pemicunya adalah “moral hazard” pada perusahaan finansial skala global di Amerika Serikat. accompanied by all employees’ signed statement of commitment to observe and put into practice the Code of Conduct. to balance the interest of the Company and that of the stakeholders in accordance with GCG principles and sound corporate values. Code of Conduct is one of the Company’s tools to enhance everybody’s integrity so as to apply GCG best practices to the utmost level. Hal ini telah dibuktikan dengan terjadinya krisis finansial global tahun 2008 lalu. . high integrity and good moral will save the Company from the risk of corporate failure. • Disseminating Code of Conduct and Reporting Violation Disseminating Code of Conduct and procedures of reporting misconduct. the revised Code of Conduct was enacted by a Board of Directors decision. Pokok-pokok Kode Etik Pada dasarnya Pedoman Kode Etik Perseroan mengatur halhal yang menjadi tanggung jawab Perseroan. agar penerapan best practices GCG menjadi maksimal. Tahun 2010. covering: • Business Code of Conduct The Company’s Business Code of Conduct gives directives as to how the Company should conduct its business with good ethics the way a business entity should. menyesuaikan kembali aturan di dalamnya dengan Pedoman GCG dan praktek-praktek lazim terkini. other laws and regulations. individu jajaran Perseroan maupun pihak lain yang melakukan bisnis dengan Perseroan. Company Regulations. Perseroan berkeyakinan penerapan best practices GCG secara seimbang peningkatan integritas serta landasan moral yang tinggi akan lebih menjamin Perseroan agar terhindar dari risiko-risiko yang mengarah pada kegagalan korporasi. Etika Perilaku Individu merupakan penjelasan tentang bagaimana individu Jajaran Perseroan dalam berhubungan. CODE OF CONDUCT The Company has finalized reviewing and revising the Code of Conduct.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 257 KODE ETIK Perseroan telah selesai melakukan kajian dan penyusunan kembali butir-butir ketentuan dalam Pedoman Kode Etik Perusahaan yang telah ada. yang meliputi: • Etika Bisnis Perseroan. and violation of Code of Conduct. • Sosialisasi dan Pelaporan atas Pelanggaran. Etika Bisnis Perseroan merupakan penjelasan tentang bagaimana sikap dan perilaku Perseroan sebagai suatu entitas bisnis bersikap. the Company’s Code of Conduct regulates all matters under the responsibility of the Company. individuals of the organization and other parties doing business with the Company. This was proven by the global financial crisis in 2008 that was triggered by “moral hazard” within global scale financial companies in the USA. Pedoman Kode Etik Perusahaan hasil kajian ulang tersebut telah diberlakukan dan disosialisasikan. Pedoman Kode Etik merupakan salah satu tools Perseroan dalam meningkatkan integritas insan perseroan di setiap level. Main Points of Code of Conduct Basically. readjusting its provisions with GCG Code and the most current common practices. beretika dan bertindak dalam upaya menyeimbangkan kepentingan Perseroan dengan kepentingan stakeholder sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan nilai-nilai korporasi yang sehat. We believe that GCG best practices. In 2010.

(vi) Work safety. (ix) Ethics of working relation. meliputi antara lain: (i) Integritas dan komitmen. either during orientation or operating hours. (vii) Ketenagakerjaan. (v) Giving and receiving gifts (vi) Environment. health and environment. (vii) Citra perseroan. (ii). and imposition of sanction in case of violation. Information confidentiality. selaku penanggung jawab implementasi GCG. Compliance with the laws and regulations. The main rules contained in Business Code of Conduct are critical of the conduct of the Company’s business. (iv). maka hasil kajian dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai kebijakan dan peraturan Perseroan. (iv). among others: (i) Target to be achieved by the management and employees. Evaluating the accomplishment or understanding of the personnel. (viii) Political involvement and (ix) Giving and receiving gifts. Merupakan lembar pernyataan mengenai pemahaman dan kesediaan Jajaran Perseroan untuk mematuhi Code of Conduct Perseroan dan pihak yang bertanggung jawab atas implementasinya.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 258 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Pernyataan Kepatuhan Code of Conduct. Aturan pokok yang tercakup pada Etika Bisnis Perseroan yang memiliki aspek kritis terhadap jalannya operasional perusahaan antara lain: (i) Target yang harus dicapai oleh jajaran Manajemen dan Pegawai. customers and partners. iv) Donating fund. Kerahasiaan informasi. (vi) Menjaga keselamatan. (ii). • Pengkajian secara berkala butir-butir aturan Code of Conduct dalam rangka pengembangan Code of Conduct lebih lanjut. Dissemination is then followed by implementation. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. Langkah sosialisasi kemudian diikuti dengan implementasi yang disertai penerapan sangsi bagi pelanggaran yang Socialization of Code of Conduct Socialization is an important phase of upholding Code of Conduct. (iii) Compliance with laws and regulations. Penyelenggaraan sosialisasi ini dilakukan oleh Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan. (iii) Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. • Statement of Compliance with Code of Conduct. Pelanggan dan Mitra Kerja dan melakukan penyegaran secara berkala • Melakukan evaluasi atas pencapaian atau pemahaman kepada Jajaran Perseroan. The Company is committed to effectively disseminating Code of Conduct by taking the following steps: • Disseminating Code of Conduct to all personnel. Sedangkan Etika Kerja yang harus dipenuhi oleh individu jajaran Perseroan. baik pada masa orientasi maupun masa bekerja. (viii) Etika hubungan dengan Stakeholders. To stimulate people . Periodically reviewing the provisions of Code of Conduct for further improvement. and giving periodic refresher course. (vii) Corporate image. findings from the review will be further embodied in rules and regulations of the Company. • • Implementation and socialization of Code of Conduct and Corporate Culture are tools in nurturing high integrity and good moral of people at every level in the organization. This is a statement of understanding and readiness of all personnel to observe the Code of Conduct and respect any party assigned by the Company to be in charge of the implementation. Internal Control of the Company. Work Ethics that should be upheld by every individual in the Company include: (i) Integrity and commitment. (v) Insider Trading. If required. Internal Control Perseroan. kesehatan kerja dan lingkungan hidup. iii). (ii). iv) Pemberian donasi. Benturan kepentingan (conflict of interest). Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi secara efektif dan menyeluruh dengan langkahlangkah sebagai berikut : • Melakukan sosialiasi Code of Conduct kepada seluruh Jajaran Perseroan. iii). Jika diperlukan. (viii) Keterlibatan dalam aktivitas politik dan (ix) Pemberian dan penerimaan hadiah. (v) Pemberian dan penerimaan hadiah (vi) Lingkungan. (vii) Employment. (v) Insider trading. berkordinasi dengan Satuan Kerja Sumber Daya Manusia (SDM). Sosialiasi Kode Etik Sosialisasi merupakan tahapan penting dari penerapan Code of Conduct. (ii). (ix) Etika hubungan kerja. (viii) Ethics of stakeholder relation. Conflict of interest.

The Company complements Code of Conduct with procedures of reporting and imposing sanction on violation of Code of Conduct. These values are elaborated in work culture of Synergy.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 259 Penerapan dan Sosialisasi Kode Etik dan Budaya Perusahaan sebagai salah satu alat dalam meningkatkan integritas dan moral insan pada setiap tingkat Perseroan. TOPRC can be elaborated as follows: Trusting Trusting one another either between management and employees or among colleagues so as to foster sense of togetherness and sense of belonging. Sikap saling mempercayai satu sama lain baik antara pimpinan dengan bawahan dan juga dengan sesama rekan kerja. Filosofi dasar dalam membangun sistem nilai tersebut adalah sikap kerja “PTPRS”. The basic philosophy in building the value system is work ethos of Trusting. • • . Corporate Culture The Company has a value system that is adopted and implemented to build corporate culture. yang berpengaruh terhadap promosi dan remunerasi. Beriman. Sikap yang menganggap Pegawai sebagai rekan kerja untuk saling terbuka. Terbuka. Rational and Conscious of Cost & Environment (TOPRC). Open. By thinking positive. Professionalism and Faith. PTPRS dapat diuraikan sebagai berikut: • Percaya. Perseroan melengkapi Panduan Kode Etik dengan Prosedur Pelaporan Pelanggan dan penerapan sangsi atas pelanggaran kode etik. dilakukan. Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam budaya kerja “SiPrima” – Sinergi. akan mempertimbangkan pula penilaian atas rekam jejak pegawai atas ketaatannya terhadap kode etik. Positive Always think and act positive in judging things to reach optimum result. reminding one another and acting gentlemanly. saling memahami agar mampu bersinergi yang diwujudkan dalam 3 (tiga) tindakan pokok yaitu aktif memberikan dan menerima informasi yang benar dan bertanggung jawab. employee performance appraisal at every level that affects promotion and remuneration will take into account employees’ track record in observing Code of Conduct. Positif. through three principal deeds: actively taking and giving truthful and accountable information. Positive. in coordination with Human Resource Work Unit. Rasional dan Sadar Biaya & Lingkungan. dan bersikap satria. bersikap saling mengingatkan. Socialization is conducted by Corporate Management System Work Unit (CMS) being the unit responsible for GCG implementation. insan Perseroan akan lebih bijaksana karena dapat menyelesaikan masalah dengan pandangan yang lebih jernih serta tetap memiliki semangat untuk selalu memperbaiki apapun demi kepentingan perusahaan. Budaya Perusahaan Perseroan memiliki sistem nilai yang dianut dan dijalankan guna membangun budaya perusahaan. Sebagai insentif bagi penerapan kode etik yang baik. everybody in the Company will be wiser and able to solve problems with a clearer mind and remain enthusistic in every situation to act for the Company’s benefit. Open All personnel are colleagues who should be understanding and open to one another in order to work synergically. Dengan berpikir POSITIF. yaitu Percaya. agar tercipta rasa kebersamaan dan memiliki di antara seluruh Pegawai. to practice good ethics. Profesional. Terbuka. Positif. Sikap selalu berpikir dan bertindak positif dalam melihat sesuatu hal untuk meraih hasil yang lebih optimal. maka penilaian kinerja pegawai di setiap level.

Bekerja Cerdas. To ensure the effectiveness of whistle blowing policy. • Rasional. the Company establishes easy and simple procedures but protective of the identity of witnesses and investigators. Therefore. action and management are based on objective and unprejudiced way of thinking. and to be conscious of environment conservation as our commitment to think of the future and not just the present. Sadar Biaya dan Sadar Lingkungan. mencakup di antaranya: Standard Policy The Company has compiled and formulated a series of standard operating policy to complement GCG Code. Work Willingly Employees realize that working is not a purpose but a means to worship God. tindakan dan pengendalian berlandaskan pada pola pikir yang objektif dan adil. Menghargai setiap usaha yang dilakukan setiap individu untuk membantu melakukan efisiensi di semua lini serta menyadari apa yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan saat ini. untuk menunjang penerapan tata-kelola perusahaan yang baik. • • Kebijakan Pokok Perseroan Sebagai pelengkap dan bagian atas Panduan GCG. Perseroan telah menyusun dan menetapkan serangkaian aturan kebijakan pokok operasional. • Sedangkan Landasan Budaya kerja “SiPrima” diuraikan sebagai berikut: • Bekerja Keras. Hal tersebut akan mencegah terjadinya praktekpraktek kecurangan dalam bekerja. Pegawai senantiasa bekerja dengan penuh semangat dan membina kerjasama yang baik sehingga terciptanya sinergi dalam bekerja. This means every plan. Rational Able to distinguish between fact and assumption in handling things. Ini berarti setiap rencana. Pegawai menyadari bahwa bekerja bukanlah tujuan melainkan hanya sarana untuk beribadah kepada Allah SWT. Bekerja Ikhlas. Whereas the culture of Synergy. Mampu memilah antara kenyataan dan perkiraan dalam membawa persoalan pada tempatnya. Oleh karena itu dalam bekerja harus selalu ikhlas dan dilandasi iman yang kuat. which cover the following: . Pegawai bekerja secara profesional dan secara terus menerus melakukan perbaikan untuk mencapai operational excellence. Menjaga kelestarian lingkungan adalah komitmen kita bersama. This will prevent fraudulent practices from occurring at work. Professionalism and Faith can be described as follows: Work Hard: Employees always work enthusiastically and foster good teamwork spirit to create synergy. Conscious of Cost and Environment Appreciating every effort made by everyone for efficiency in every line.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 260 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Perseroan menetapkan prosedur yang mudah dan sederhana namun melindungi kerahasiaan identitas pelapor maupun penyelidik. employees should work willingly and guided by a strong faith. Work Smart Employees work with professionalism and constantly improve work to reach operational excellence.

To encourage people to report.. the Company establishes procedures that will protect the identity of the witnesses and investigating officers. Untuk mendorong keberanian saksi pelapor. ).. s/d . dan Mempersiapkan mekanisme deteksi dini (early warning system) atas kemungkinan terjadinya masalah akibat suatu pelanggaran.. and Designing early warning system mechanism to anticipate any problem arising from misconduct. including: for various • • • • • Creating a conducive climate to encourage people to report any misconduct that may result in financial or non-financial losses (that may tarnish the Company’s image).. dengan membentuk unit kerja khusus yang menangani hal tersebut serta dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan standar manajemen risiko yang menjadi acuan. Developing risk management system is part of the Company’s long term strategy by forming special work unit to handle this matter systematically in accordance with the risk management system.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 261 Aturan dan Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) Perseroan telah memberlakukan kebijakan serta Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) untuk berbagai tujuan. Transaksi Benturan Kepentingan Untuk menghindari terjadinya benturan kepentingan.) Conflict of Interest Transactions In an effort to prevent conflict of interest.. maka Perseroan menetapkan prosedur yang mampu menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan petugas investigasinya. menetapkan prosedur pelaporan dan menetapkan dengan jelas jenis-jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan. Mengurangi kerugian yang terjadi akibat pelanggaran melalui deteksi dini.. The system is continually developed to anticipate possible risk and to mitigate existing risk.... termasuk diantaranya: menyediakan media pelaporan pelanggaran (hot line.. Perseroan kemudian menetapkan halhal pokok yang terkait. kotak pos khusus).. Minimizing losses as a result of misconduct through early warning system. Risk Management The Company establishes an integrated risk management system at the corporate level involving every work unit. Perseroan menetapkan prinsip-prinsip kebijakan sebagai berikut : • Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi harus mengungkapkan kepemilikan saham di Perseroan atau To ensure the effectiveness of misconduct control and early warning system.. special mailbox). halaman . (Full description of risk management is presented in Risk Management section page . Pengelolaan Risiko Perseroan telah mengembangkan sistem pengelolaan risiko secara terintegrasi di tingkat korporasi dengan melibatkan masing-masing satuan kerja. Rules and Procedures of Whistle Blowing Policy The Company sets a Whistle Blowing Policy purposes. setting reporting procedures and defining types of misconduct that may be reported. diantaranya: • Menciptakan iklim kondusif dan mendorong pelaporan pelanggaran yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun non finansial (hal-hal yang dapat merusak citra Perusahaan). Demi menjamin efektivitas pengawasan pelanggaran dan deteksi dini tersebut.. email. the Company took the necessary measures including providing misconduct reporting media (hotline. Sistem Manajemen Risiko yang ada selalu dikembangkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dan mengeliminasi risiko yang ada untuk mencapai tujuan Perseroan. (Uraian Pengelolaan Risiko selengkapnya ada pada bagian Manajemen Risiko... Pengembangan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan.. the Company adopts the following policy: • Members of Board of Commissioners and Board of Directors must disclose their shareholding in the Company or other companies in a special register as . email.

Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. Transaksi orang dalam (Insider Trading) Aturan mengenai transaksi orang dalam diatur dalam Panduan Kode Etik. Sesuai Panduan Kode Etik. Sistem penilaian kinerja diupayakan agar: • Transparan. Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang menggunakan informasi penting dan rahasia bagi kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. • • • required by the law. Every member of the Company must avoid economic interest in the Company that may cause financial conflict of interest. akuntabilitas.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 262 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • di perusahaan lain dalam daftar khusus sebagaimana dipersyaratkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. accountability. allowing employees to know what aspects are appraised so they can independently appraise their performance and compare it with the appraisal made by the Company. Accountable. According to the Code of Conduct. independency and fairness. Aturan tersebut menyatakan bahwa Perseroan memegang teguh peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai informasi orang dalam khususnya dalam hal akses informasi yang sensitif dan bersifat rahasia. Every member of the Company must not use material and confidential information for personal gain or others’ benefit that may harm the Company. The performance management should be Transparent. menjual atau menahan saham Perseroan. Insider Trading The Company has set the rules on insider trading as stipulated in Code of Conduct. which means performance management is handled by work units that are able to handle it well based on measured criteria. It stipulates that the Company abides by the prevailing laws and regulations regarding insider information particularly with respect to access to delicate and confidential information. anyone within the organization who has access to undisclosed material information should not abuse his/her position and authority to divulge such information to any party for the purpose of buying. Setiap individu Jajaran Perseroan sebaiknya menghindari kepentingan ekonomi dalam perusahaan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan ekonomi. • . Akuntabilitas. all elements of the Company may be free from domination by others. Every member of the Company must not take advantage of their position for personal gain or othes’ benefit that may harm the interest of the Company. bebas dari segala pengaruh dan tekanan pihak lain sehingga pengambilan keputusan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan dapat dilakukan secara obyektif. Performance Management The Company implements performance management system which is based on principles of transparency. Manajemen Kinerja Perseroan menerapkan sistem manajemen kinerja yang dikembangkan berdasarkan prinsip transparansi. free from any influence and pressure by others to allow objective decision making when it comes to transactions with conflict of interest. yang berarti manajemen kinerja dijalankan oleh unit kerja yang mampu melaksanakan dengan baik This way. yang berarti semua karyawan dapat mengetahui ukuran apa saja yang dinilai sehingga yang bersangkutan secara mandiri dapat memperkirakan hasil penilaian kinerjanya dan dapat dibandingkan dengan hasil penilaian kinerja oleh Perseroan. independensi serta kewajaran. selling or retaining the Company shares. individu jajaran Perseroan yang memiliki akses informasi material yang belum dipublikasikan secara luas dilarang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya dengan mengungkapkan informasi dimaksud kepada pihak tertentu untuk digunakan sebagai dasar membeli. Dengan demikian seluruh elemen Perseroan dapat terhindar dari dominasi oleh satu pihak terhadap pihak lainnya.

Jaminan kualitas produk dan jasa merupakan hasil dari serangkaian kegiatan proses produksi yang sesuai dengan standar internasional yang dilakukan pada setiap kegiatan Usaha Energi berbasis Batubara. • Wajar. • Manajemen Mutu Perseroan menerapkan sistem manajemen mutu terpadu tentang pengendalian kualitas produk dan jasa yang dihasilkan oleh Perseroan. Perseroan selalu mengungkapkan transaksi dengan pihakpihak terafiliasi secara wajar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 263 Manajemen Kinerja diterapkan dengan dukungan balanced scorecard dan pengukuran key performance indicator yang dilakukan secara periodik. Transaksi Afiliasi Transaksi dengan pihak-pihak terafiliasi tersebut akan selalu dilakukan berdasarkan prinsip kesetaraan (arms length relationship) sehingga tidak merugikan kepentingan pemegang saham minoritas serta Perseroan. Independen. Quality Management The Company establishes an integrated quality management system for product and services quality control. yakni penilaian terhadap manajemen kinerja dilakukan secara objektif dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang telah ditetapkan tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun. meaning performance management is developed based on reachable performance target. Giving and Receiving Gifts Gift is defined as any form of present given by the Company and its personnel to certain parties with a purpose of influencing such parties to benefit the Company unfairly. kegiatan pascatambang hingga pengusahaan pembangkitan energi. The Company always fairly discloses affiliated transactions in accordance with the law. Receiving gift . starting from general research. Affiliated Transactions Transactions with affiliated parties are always made on arm’s length relationship principle so as to protect the interests of the Company and minority shareholders. post-mining down to energy generating activities. allowing performance management to be objectively appraised and according to established criteria without any influence or pressure. yang berarti manajemen kinerja dikembangkan berdasarkan target kinerja yang dapat dicapai. dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang jelas/terukur. High quality of product and services is achieved as production process is in accordance with international standards applied in every stage of coal-based energy business. Pelaksanaan manajemen kinerja ini didukung oleh penerapan tools Balanced Scorecard dan pengukuran Key Performance Indicator (KPI) yang dilakukan setiap triwulan dan tahunan. transporting and trading. kegiatan pengangkutan dan perdagangan. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) quarterly and annually. mulai dari tahap penyelidikan umum. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) periodically. Fair. Pemberian dan Penerimaan Hadiah Pemberian hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk pemberian oleh jajaran Perseroan kepada pihakpihak tertentu dengan maksud mempengaruhi pihak-pihak Independent.

fair/indiscriminative and accountable principles. Pengembangan sistem pengadaan melalui sistem e-procurement dan e-auction dikembangkan dalam rangka mengimplementasikan prinsipprinsip GCG. Penerimaan hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk penerimaan oleh Jajaran Perseroan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan maksud mempengaruhi keputusan Jajaran Perseroan yang menguntungkan si pemberi hadiah. tersebut agar dapat menguntungkan Perseroan di luar batas-batas kewajaran. except when done in accordance with specific rules set by the Company or with the prevailing laws and regulations. fair/ indiscriminative and accountable. Langkah kebijakan yang dilakukan: • • Diimplementasikan secara konsisten . terbuka dan bersaing. In principle. Pada prinsipnya pemberian maupun penerimaan hadiah dilarang oleh Perseroan. Pengadaan Barang/Jasa Proses pengadaan barang dan jasa diupayakan melalui persainganyangsehatsesuaidenganperaturandanperundangundangan yang berlaku dengan menjunjung prinsip-prinsip efektif dan efisien. adil/ tidak diskriminatif serta akuntabel. efficient. efficient. transparan. Able to prevent conflict of interest and affiliated transactions by the personnel in procuring goods and services. Goods/Services Procurement Goods and services procurement is carried out by fair competition as governed by the law and in a manner that is effective. E-procurement and e-auction system has been installed to support procurement in the spirit of good corporate governance. . competitive. Dikaji secara berkala mengenai kecukupan sistem pengadaan yang ada agar terpenuhi prinsip-prinsip efektif dan efisien. giving or receiving presents are prohibited by the Company. transparan. The system should be • • • • Implemented consistently. kecuali jika pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan secara khusus oleh Perseroan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. competitive. transparent. transparent. is defined as any form of receipt by the Company and its personnel from certain parties to influence the decision of the Company to favor the present giver. Giving or receiving gifts is prohibited so as not to influence decision making by the personnel. adil/tidak diskriminatif serta akuntabel . Kewajiban untuk menghindari transaksi benturan kepentingan dan transaksi afiliasi oleh segenap Jajaran Perseroan dalam sistem pengadaan barang dan jasa. Assessed periodically with respect to system adequacy to ensure compliance with effective. terbuka dan bersaing.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 264 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Pemberian maupun penerimaan gratifikasi dilarang agar proses pengambilan keputusan oleh seluruh jajaran dalam Perseroan tidak terpengaruh.

adequate. This transparency principle does not prejudice the Company’s obligation to protect the confidentiality of information pertaining the Company. Hal ini dapat dijelaskan pada uraian singkat mengenai penerapan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut. kondisi keuangan dan informasi lainnya secara jelas. Disclosure. Delicate and confidential information is regulated further in Letters and Files Handling Procedures. Contoh: Laporan Keuangan & Laporan Kinerja Triwulanan dan Tahunan (Audited) yang disampaikan kepada Publik. and disclosing material business expansion plan. Example: Publicizing quarterly and audited annual financial report & performane report. Penerapan asas Transparansi Perseroan menjamin pengungkapan informasi materil dan relevan mengenai kinerja. accurate. Confidential information should not be disclosed. Prinsip keterbukaan ini tidak mengurangi kewajiban untuk melindungi informasi rahasia mengenai Perseroan dan Pelanggan serta Mitra Kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. memadai.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 265 Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta Informasi Orang Dalam Perseroan menyediakan dan memberitahukan informasiinformasi yang harus segera disampaikan kepada shareholder maupun stakeholder lainnya dalam rangka proses pengambilan keputusan yang cepat. Salah satu media untuk melaksanakan keterbukaan informasi Perseroan ini adalah melalui official website Perseroan. comparable. . IMPLEMENTATION OF GCG BASIC PRINCIPLES The Company is always consequent in implementing GCG basic principles throughout its business operations. dapat dibandingkan dan tepat waktu serta mudah diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. The following describes briefly the implementation of GCG basic principles. akurat. kecuali melalui otoritas khusus oleh Dewan Komisaris dan Direksi. except by specific authority given by the Commissioners and Directors. Confidentiality and Insider Information The Company promptly disseminates information to shareholders and other stakeholders in order to make quick decision. One of the media for exercising disclosure is the Company’s official website. Sedang informasi yang bersifat rahasia tidak boleh disampaikan. Kebijakan-kebijakan tersebut melandasi akivitas Sekretaris Perusahaan. Implementation of Transparency Principle The Company ensures clear. Pengaturan mengenai informasi yang sensitif dan rahasia diatur lebih lanjut dalam kebijakan Tata Laksana Surat dan Kearsipan. These policy guidelines are the basic rule for the Corporate Secretary’s activities. PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP DASAR GCG Perseroan senantiasa berupaya menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara konsekuen dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. financial condition and other particulars of the Company accessible to stakeholders. Perseroan memberi kewenangan kepada Sekretaris Perusahaan beserta jajarannya untuk menjalankan tugas dan perananya menerapkan asas Transparansi ini. customers and work partners as stipulated by the law. and timely disclosure of material and relevant information regarding business performance. The Company gives mandate to Corporate Secretary and his/her staff to uphold this transparency principle.

Akuntabilitas yang melekat kepada hubungan antara pimpinan dengan bawahan dan berlaku kepada kedua belah pihak. . Perseroan memperkenalkan 3 (tiga) tingkatan akuntabilitas kepada jajarannya. Contoh: Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai yang dilaksanakan setiap semester. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. Akuntabilitas yang melekat kepada Perseroan secara menyeluruh dalam menjalankan aktivitas bisnisnya sesuai Anggaran Dasar Perseroan. which are: • • • • • • Individual Accountability This accountability is associated with the reciprocal relationship between management and subordinates.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 266 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Perseroan menerapkan tiga tingkatan akuntabilitas: akuntabilitas individu. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. penyampaian rencana pengembangan Perseroan yang material. Group Accountability This is a collective accountability that is attached to a group for its performance and achievement. Example: Employee performance appraisal made every semester. Akuntabilitas Kelompok. pengukuran kinerja (KPI) untuk kinerja Korporat yang dilakukan per triwulan dan tahunan. Accountability refers to the obligation of an individual or a work unit which is related to the exercise of authority and/or performance of duty mandated by the Company. Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban seseorang atau organ kerja Peraseroan yang berkaitan dengan pelaksanaan wewenang yang dimilikinya dan/ atau pelaksanaan tanggung jawab yang dibebankan oleh Perseroan kepadanya. Implementation of Accountability Principle The Company ensures the clarity of every level function. performance and accountability to allow effective management of the Company. The Company introduces three levels of accountability. Penerapan asas Akuntabilitas Perseroan menjamin kejelasan fungsi. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. Akuntabilitas Korporat. and work unit performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. and corporate performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. yakni: • Akuntabilitas Individu. Akuntabilitas yang melekat kepada kelompok yang harus ditanggung bersama atas kondisi dan kinerja yang tercapai. Corporate Accountability Accountability that is inherent in the Company as a whole in conducting its business activities according to the Articles of Association. kelompok dan korporat. pelaksanaan dan pertanggungjawaban setiap level jajaran Perseroan yang memungkinkan pengelolaan Perseroan terlaksana secara efektif. terdapat pengukuran kinerja (KPI) satuan kerja yang dilakukan pengukuran per triwulan dan tahunan.

and regulating all transactions and investment plans with potential conflict of interest. developing and providing performance-based remuneration package. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan pegawai. objectivity. tugas. performance of reciprocal obligation with business partners. In addition.Rencana Terkait Praktek GCG Menindaklanjuti program kerja terkait penerapan praktek GCG yang telah dilaksanakan tahun 2010. gender and physical condition. berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku. Responsibility towards employees as the Company’s major strategic partners is carried out through guiding. dilaksanakan melalui pembinaan. as well as devising and carrying out corporate social responsibility program. kewajiban. wewenang serta tanggung jawab masing-masing pihak. agama. Selain itu dalam pelaksanaan prinsip kesetaraan. Implementation of Responsibility Principle Responsibility principle is applied through consistent compliance with laws and regulations. untuk meningkatkan penerapan praktek GCG. race. melaksanakan kewajiban timbal-balik terhadap para mitra bisnis dan merancang serta melaksanakan program tanggungsosial perusahaan. maka Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah lanjutan di tahun 2011 sebagai berikut.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 267 Penerapan asas Responsibilitas Prinsip pertanggung-jawaban diterapkan dengan senantiasa menerapkan dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. in implementing equality principle. Penerapan asas Independensi Prinsip independensi ini diterapkan dengan penyusunan dan penerapan code of conduct. Dengan pengaturan ini diyakini seluruh bagian Organ Perseroan akan melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan mengutamakan independensi dan obyektifitas serta saling menghormati hak. mengelola lingkungan bekas tambang dengan baik. authority and responsibility of respective parties. career development and performance regardless of ethnicity. religion. obligation. ras. LAIN-LAIN Rencana. By regulating these aspects it is believed that all corporate organs will function well and put great emphasis on independency. mutual respect for the right. Penerapan asas Kewajaran / Fairness Perseroan menerapkan asas kesetaraan dengan memperlakukan seluruh stakeholder secara berimbang antara hak dan kewajiban (equal treatment) yang diberikan kepada dan oleh Perseroan. group. Perseroan berencana melakukan bench-marking atas pelaksanaan Code of Conduct yang telah disosialisasikan kepada seluruh jajaran perusahaan dengan praktek serupa di berbagai perusahaan yang setara baik di dalam maupun diluar negeri. termasuk pengaturan seluruh transaksi maupun rencana investasi yang mengandung atau berpotensi mengandung benturan kepentingan (conflict of interest). peningkatan kompetensi dan pemberian paket remunerasi yang sebanding dengan kinerjanya. Implementation of Fairness Principle The Company applies equality principle by giving equal treatment to all stakeholders with respect to their right and obligation. gender. Tanggung-jawab terhadap karyawan. . The Company provides access to information for all stakeholders to allow them to give suggestion for the benefit of the Company. The Company plans to conduct bench marking of Code of Conduct practice in the Company with the same practice in overseas as well as domestic counterparts. golongan. Perseroan membuka akses informasi kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan sumbang-saran bagi kemajuan Perseroan. OTHERS Plans Relevant to GCG Practice In relation to GCG implementation in 2010. duty. to improve GCG practice in the future the Company will take further actions in 2011. Implementation of Independency Principle Independency principle is applied by writing up and enforcing Code of Conduct. sebagai mitra strategis utama perseroan. good management of post-mining area. dan kondisi fisik. the Company gives equal opportunity in recruitment.

Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi PTBA saat ini (sejak 16 Juli 2010) telah menerapkan Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi. Following the completion of Whistle Blowing System (WBS). the Company will embark on internalizing and socializing GCG to all stakeholders. Perseroan akan segera membentuk unit pelaksana berupa Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP) /Whistle Blowing System (WBS). Additionally. lengkap dengan organisai. pelaporan secara reguler dan review atas penerapan GCG serta melakukan assessment implementasi GCG di PTBA. Perseroan juga akan melengkapi unit ini dengan soft structure. GCG self-assessment will be exercised by people within the organization. The system is on a par with the accredited SMM ISO 9001:2008. and adequate infrastructure. the Company will regularly monitor. the Company plans to involve external independent media in publicizing the program. baik internal maupun eksternal. Perseroan juga berencana memfasilitasi dilakukannya evaluasi implementasi praktek GCG oleh pihak eksternal yang berkompeten dibidangnya.e. not only will the Company carefully select the candidates. Later. Langkah ini akan ditindak lanjuti dengan pelaksanaan self assessent praktek GCG oleh pihak internal Perseroan. For getting benchmarking and second opinion on GCG implementation. internally as well as externally. Perseroan berencana melibatkan kerjasama dengan media luar yang independen dalam memberitakan program dimaksud. review and assess GCG implementation in the Company. The Company will establish soft structure. Agar proses internalisasi dan sosialisasi kepada seluruh stakeholder ini berjalan efektif. Untuk mendapatkan bench-marking dan second opinion atas penilaian penerapan praktek GCG. For internalization and socialization to be effective. but it will also equip the personnel of this unit with basic to advanced training. Perseroan akan memulai langkah internalisasi dan sosialisasi GCG kepada seluruh stakeholder. report. the Company plans to carry out GCG self-assessment training. transparent and accountable manner. For an effective performance of this unit. Untuk maksud tersebut. Perseroan berencana melaksanakan pelatihan self assesment GCG. . Untuk menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya. Senior Manager dan Manager serta melakukan sosialisasi praktek GCG maupun kepatuhan terhadap code-of conduct untuk semua Pegawai (refreshment). To get feedback for future GCG practice improvement. dinamakan SMBA. yakni serangkaian peraturan dan kebijakan yang menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya secara adil. Senior Manager and Manager. the Company will set up WBS Team and the organization structure. the Company will facilitate the evaluation of GCG practice by external qualified parties. selain seleksi kandidat petugas yang dilakukan dengan hati-hati Perseroan akan membekali personel di unit ini dengan serangkain pelatihan dasar maupun lanjutan dan menyediakan prasarana yang memadai. the expanding business environment and scope have prompted the Company to seek and develop an international standard efficient and effective operating system. SML ISO 14001:2004 and SMK3 OHSAS 18001:2007. For this purpose. Sistem manajemen hadir dengan latar belakang adanya kesejajaran dalam implementasi standar operasi terakreditasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 dengan Sitem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001:2004 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Kecelakaan Kerja (SMK3) Bukit Asam Integrated Management System Since 16 July 2010 PTBA has implemented Bukit Asam Integrated Management System (SMBA). and employee refresher courses on GCG and Code of Conduct practice. Setelah menyelenggarakan workshop untuk General Manager. uraian tugas dan spesifikasi personil unit SPP/WBS. After conducting workshops for General Manager. job description and personnel specification. Perseroan akan melakukan monitoring. a set of rules and policies to ensure the unit functions in a fair. i.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 268 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Menindak lanjuti telah selesainya penyusunan ”Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran” (Whistle Blowing System). transparan dan akuntable. Untuk mendapatkan feed-back bagi perbaikan praktek GCG di tahun-tahun mendatang.

including less complicated business process in relation to quality. SMK3 Management System is integrated Individual certification agency Certification Agencies merged are . dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). hilangnya duplikasi dokumentasi. The system was built up with the aid of a competent consultant. work safety and health. peningkatan produktivitas sistem.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 269 OHSAS 18001:2007. improvement of system productivity. SML ISO 14001:2004 and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one single management system. A benchmarking was also done with the Company’s equals who use the same system. ada banyak manfaat yang dapat diperoleh. dengan menerapkan SMBA. efektif dan diakui secara internasional. maka Perusahaan memandang perlu untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. prevention of conflict in system application. lingkungan. Selain itu perkembangan lingkungan usaha dan lingkup kegiatan Perseroan yang dinamis membuat perusahaan harus mencari dan mengembangkan sistem operasional yang effisien. the Company deemed it necessary to integrate SMM ISO 9001:2007. Bagi Perseroan. Pengembangan SMBA telah melalui berbagai tahapan. dan dipersiapkan sejak tahun 2009. menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem dan potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien. accompanied by training and socialization with ample time to make sure the system can be implemented without significant obstacle and resistance. melingkupi diantaranya: peta bisnis yang terkait aspek mutu. Perseroan juga melakukan proses bench-marking terhadap perusahaan sekelas yang menerapkan sistem sejenis. Penyusunan sistem dilakukan dengan melibatkan konsultan yang kompeten diikuti dengan proses pelatihan dan sosialisasi sitem dengan tenggat waktu yang memadai. and reduction of cost due to more efficient usage of resources. SML ISO 14001:2004. dan K3 lebih simpel. untuk meyakinkan sistem dapat diimplementasikan tanpa hambatan dan tanpa resitensi yang berarti. elimination of document duplication. environment. Adapun gambaran interaksi SMBA dengan sistem manajemen operasional terakreditasi sebelumnya dan peraturan perundangan yang berlaku adalah sebagai berikut. called Bukit Asam Management System (SMBA). SMBA interaction with the previous accredited operations management system and the prevailing laws and regulations is as follows: Current Condition Alteration SMM. The Company has benefitted from SMBA in many ways. Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Against this backdrop. mengurangi jumlah audit. reduction of audit frequency. SMBA development has gone through various stages since 2009. SML. Berdasarkan latar belakang tersebut.

SMK3 SMM. SML.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 270 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Interaksi Acuan Sistem Manajemen Bukit Asam Interaction of Bukit Asam Management System UNDANG-UNDANG LAWS PERATURAN PEMERINTAH GOVERNMENT REGULATIONS KEPUTUSAN MENTERI MINISTER DECREES PERATURAN GUBERNUR GOVERNOR REGULATIONS PERATURAN BUPATI REGENT REGULATIONS ISO 9001: 2008 ISO 14001: 2004 OHSAS 18001: 2007 SMK3 Tiga Standar mempunyai persyaratan/ klausul yang sama 3 standards with similar terms/clauses SML SMM Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Matrix of effects of management system alteration before and after SMBA application is given below: Kondisi Saat Ini Current Condition SMM. SMK3 Badan Sertifikasi masing-masing Individual certification agency Sertifikat masing-masing Individual certificate Pedoman di masing-masing sistem Manual in each individual system Kebijakan di masing-masing sistem Policy in each individual system Sasaran di masing-masing sistem Target in each individual system Prosedur di masing-masing sistem Procedues in each individual system Prosedur operasional Operating procedures Perubahan Alteration Sistem Manajemen disatukan Management System is integrated Badan Sertifikasi menjadi satu Certification Agencies are merged Tetap/tidak berubah No change Pedoman disatukan Manuals are integrated Kebijakan disatukan Policies are integrated Tetap/tidak berubah No change Prosedur Manajemen disatukan Management procedures are integrated Tetap/tidak berubah No change . SML.

damages and losses. . Selain itu. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi anak perusahaan. to find solution to this matter. untuk menyelesaikan masalah ini.improvement of system productivity. environment. yakni menyangkut izin operasional dan tumpang tindih lahan. Perkara yang melibatkan Perseroan Hingga akhir tahun 2010 Perseroan menghadapi 2 dua perkara hukum. including the SOE Ministry and Forestry Ministry.Peningkatan produktivitas sistem . The Company is still in discussion with various government agencies.Potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien Untuk menjamin suksesnya integrasi system operasional yang dikembangkan melalui SMBA. The advantages of an integrated management system are: • less complicated business process in relation to quality. karena izin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. • More effective system application will result in: . to boost productivity. Perseroan sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 271 Manfaat dari penerapan Sistem Manajemen yang terintegrasi adalah : • Proses bisnis yang terkait aspek mutu. masalah K3 dari Pegawai dan Peralatan/Aset merupakan salah satu kebutuhan utama dan wajib diadakan oleh Perusahaan untuk mencegah kerusakan dan kerugian. Operating Licence In February 2010. The Company is committed to exercising good mining practice in an effort to prevent environmental polution and to maintain a harmonious relationship with the surrounding community through community development program. • prevention of conflict in system application. PT Batubara Bukit Kendi (BBK).reduction of cost due to more efficient usage of resources. Izin Operasional Pada bulan Pebruari 2010. work safety and health. To ensure the success of SMBA application. termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan. the Indonesian Police suspended the operations of our subsidiary. Untuk mencapai tiga hal pokok tersebut. dan K3 yang akan memberi pengaruh besar terhadap tercapainya tujuan dan sasaran Perseeroan. Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan Cases Involving the Company Until yearend the Company was still facing two lawsuits related to operating licence and overlapping concession area. Perseroan berkomitmen melaksanakan good mining practice guna mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui community development. the Company decided that it was essential to guarantee product quality as a key to achieving business sustainability. the safety and well-being of employees and assets should be taken care of to prevent injuies. Perseroan menetapkan bahwa Mutu Produk adalah salah satu kinerja utama yang harus dicapai yang merupakan penentu kesinambungan bisnis perusahaan. lingkungan. untuk meningkatkan produktivitas. PT Batubara Bukit Kendi (BBK) because the right to borrow and use the forest area where BBK had a mining area was still pending with the authorities. • elimination of document duplication. environment and WSH culture in reaching corporate goal. We are hopefull BBK will resume operations in the near future and this suspension will not . • reduction of internal as well as external audit frequency. Lingkungan. For this purpose the management and all employees are determined to implement SMBA to cultivate quality. In addition. seluruh pimpinan dan pegawai sadar dan berkomitmen menjalankan SMBA sehingga menjamin terciptanya Budaya Mutu. dan K3 lebih sederhana • Hilangnya duplikasi dokumentasi • Mengurangi jumlah audit baik audit internal maupun audit eksternal • Menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem • Berdasarkan efektivitas implementasi system yang semakin meningkat maka hal ini akan berpengaruh kepada : .

Tumpang Tindih Lahan Perkara hukum terkait tumpang-tindih hak pengelolaan lahan dihadapi Perseroan di kabupaten Lahat. the loss incurred by the Company as a result of this lawsuit is immaterial. On 29 August 2005 through Palembang State Administration Court (SAC). • Pada tahun 2003. The Company is unable to explore and exploit this area that was once given coal mining concession. Dari sisi operasional. PTTUN menolak upaya hukum banding Perusahaan. Claim was directed to several parties including Lahat Regent as the first respondent. Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (“PTTUN“) Medan. From the operating side. Perusahaan diberikan KP untukmengeksploitasi daerah Lahat. Overlapping Concession Area The lawsuit involving the Company is associated with overlapping concession area in Lahat regency.70 billion. adalah sebagai berikut.4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8. Namun demikian Perseroan terancam kehilangan prospek potensi ekonomi cukup besar berupa kandungan sumberdaya batubara di daerah yang dipersengketakan. Palembang SAC rejected the Company’s claim. As of 31 December 2009 BBK had total assets of Rp118 billion or 1. Pada tanggal 14 Desember 2005. the Supreme Court decided to reverse the decision of Medan SAHC. Pada tanggal 30 Juni 2006.4% of the Company’s total assets of Rp8. Tanggal 12 Agustus 2008 PN Lahat mengeluarkan affect the Company’s overall operations. masih terkait dengan kasus di atas. • On 14 December 2005. Kronologi dan jalannya perkara yang dihadapi oleh Perseroan terkait pengelolaan lahan di Lahat. Perusahaan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (“PN“) Lahat atas kerugian materil akibat pemberian KP kepada pihak lain. the Supreme Court received the Company’s claim for reversal of the lower court’s decision. nilai kerugian Perseroan akibat adanya perkara ini tergolong non-material. On 10 May 2007. The award of MC was transferred by South Sumatera Governor to Lahat Regent in 2004. With this provisional decision the Company appealed to Palembang High Court (HC). • • • • Chronology and proceeding of the legal cases facing the Company in relation to area management in Lahat. PTUN Palembang menolak gugatan Perusahaan. Kawasan yang sebelumnya telah mendapatkan izin Kuasa Penambangan batubara.722. KP ini dialihkan pengurusannya oleh Gubernur Sumatera Selatan ke Bupati Lahat pada tahun 2004. stating that Lahat DC was not in the power to judge the case. menolak eksepsi tergugat tetapi juga menyatakan gugatan Perusahaan tidak dapat diterima. rejected the respondent’s objection but also ruled that the Company’s claim was inadmissible. kini tidak dapat ditindak lanjuti ke-arah eksplorasi maupun eksploitasi batubara oleh Perseroan. the Company filed a civil claim to Lahat District Court (DC) for material losses due to the award of MC to another party. Pada tanggal 10 Mei 2007. • On 31 January 2008. Perusahaan mengajukan gugatan kepada Bupati Lahat sehubungan dengan penerbitan beberapa KP kepada beberapa perusahaan swasta atas wilayah yang sama yang dimiliki oleh Perusahaan. the Company appealed to Medan State Administration High Court (SAHC). are as follows: • In 2003. SAHC rejected the Company’s appeal. Pada tanggal 29 Agustus 2005 melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (“PTUN“) Palembang. Atas upaya hukum tersebut. • On 12 August 2008 Lahat DC issued provisional decision. • On 16 December 2008 Palembang HC issued provisional . Pada tanggal 31 Januari 2008.722. Mahkamah Agung memutuskan untuk membatalkan putusan PTTUN Medan. the Company filed a claim against Lahat Regent with respect to the issuance of several MCs to a few private companies for the same areas that are owned by the Company. Gugatan dilayangkan kepada beberapa pihak termasuk Bupati Lahat sebagai tergugat pertama. the Company faces the threat of losing prospective economic potentials in the form of coal resources in the disputed area. still related to the above case. Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1. the Company was given Mining Concession (MC) to exploit an area in Lahat. • On 30 June 2006. However.70 miliar pada tanggal 31 Desember 2009. Mahkamah Agung telah menerima upaya hukum kasasi dari Perusahaan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 272 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan.

reversing Lahat DC provisional decision and ordered Lahat DC to examine and judge the case. menerima banding Perusahaan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 273 • • • • • Putusan Sela. Tanggal 28 Januari 2010 Mahkamah Agung RI. saat ini perkara dalam proses Mahkamah Agung RI. yang relas pemberitahuannya diterima perusahaan tanggal 01 Desember 2010. dengan putusan Sela tersebut Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (“PT“) Palembang. Tanggal 16 Desember 2008 PT Palembang mengeluarkan Putusan Sela. • • • decision. dan sampai dengan tanggal laporan keuangan ini. Dengan putusan sela PT Palembang tersebut para tergugat mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung RI. Pada tanggal 02 November 2009 berkas perkara telah diterima Mahkamah Agung RI. At the moment the Company is still awaiting the legal proceeding over the subject matter in Lahat DC. With the provisional decision of Palembang HC. perkara tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung RI. Tertanggal 9 Juli 2009 PN Lahat telah mengirimkan berkas perkara Kasasi ke Mahkamah Agung RI. Saat ini. On 28 January 2010 the Supreme Court handed down a reversal verdict to reject the claim for reversal made by the respondents (Lahat Regent and parties) which notification was received by the Company on 1 December 2010. On 2 November 2009 the Supreme Court received the reversal claim dossier from Lahat DC and until the time of reporting this case was still in the hands of the Supreme Court. accepting the Company’s appeal. the respondents claimed for reversal to the Supreme Court On 9 July 2009 Lahat DC sent the reversal claim dossier to the Supreme Court. . telah menerbitkan Putusan Kasasi dengan Amar Putusan Menolak Permohonan Kasasi para tergugat (Bupati Lahat dkk). bahwa PN Lahat tidak berwenang mengadili perkara tersebut. membatalkan Putusan Sela PN Lahat serta memerintahkan PN Lahat untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut. Perusahaan sedang menunggu proses persidangan atas pokok perkara di PN Lahat.

274 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

. Increased fund disbursement in the context of Partnership & Community Development and Area Development programs is proof of the Company’s commitment to continually improve community welfare and natural conservation.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 275 Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Report On Corporate Social Responsibilities Peningkatan penyaluran dana dan kegiatan PKBL serta Bina Wilayah sebagai wujud komitmen kepedulian Perseroan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam secara berkesinambungan.

Penerapan jaminan keamanan penggunaan produk dan kepuasan pelanggan. (2) lingkungan. Penerapan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan. The guidelines focus on six main areas: (1) economy. (5) tanggung jawab produk. To enhance the effectiveness and quality of Corporate Social Responsibility (CSR) program. Peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. involving the Local Administration and other competent parties to plan and execute its CSR programs. Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan terciptanya keseimbangan hasil kegiatan operasional dari sisi kinerja ekonomi. (2) environment. and (6) society.LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 276 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report on Corporate Social Responsibilities Untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pelaksanaan program. sosial dan lingkungan. Ensuring product safety and consumer satisfaction. sekaligus melaksanakan program yang berdampak langsung terhadap upaya pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat di lingkar tambang. Perseroan telah menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Ensuring good health care and work safety as well as employee welfare improvement. These six focus activities are in line with international standards of CSR implementations as set by Global Reporting Initiatives (GRI). Showing concern for environmental conservation. yaitu: (1) ekonomi. (3) human rights. yang dirumuskan dalam strategi implementasi yang dilandasi oleh etika/norma bisnis yang berlaku. Menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat yang dilandasi dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. the Company has taken strategic steps by improving the mechanism of exercising its CSR function. PER-05/ MBU/2007 of 27 April 2007 on SOE Partnership with SmallScale Businesses and Community Development Program. executing and monitoring of the programs that directly affect the empowerment of the socio-economic life of the mining community. Nurturing a harmonious relationship with local community by applying good corporate governance principles. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang With an aim of creating equitable economic. termasuk restorasi lahan pasca tambang. . dan (6) kemasyarakatan. social and environmental development and welfare. Perseroan telah merumuskan pola kebijakan jangka panjang yang terintegrasi dalam bentuk “Pedoman CSR PTBA” yang telah disahkan oleh Direktur Utama PTBA pada akhir 2009 yang mencakup enam fokus kegiatan. (5) product responsibility. Keenam fokus kegiatan tersebut mengacu kepada kaidah internasional mengenai keberhasilan implementasi CSR yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiatives (GRI). pelaksanaan maupun monitoring program. The Company formulated a long-term integrated policy in the form of PTBA CSR Guidelines that were endorsed by the President Director at the end of 2009. Jaminan pelaksanaan non diskriminasi dan penghargaan hak azasi manusia. (4) employment practices and proper work conditions. (4) praktik ketenagakerjaan dan kelaikan kerja. and formulated in the implementation strategy based on business ethics/norms generally applied: • • • • • • • • • • • Sustaining economic development and community empowerment to improve the welfare of local community and public at large. PTBA carries out Partnership and Community Development Program pursuant to State-Owned Enterprises Minister Regulation No. meliputi: • Pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal serta masyarakat secara luas. Guaranteeing non-discrimination and respect for human rights. Perseroan telah mengambil langkah strategis yakni penyusunan dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). The Company invites the local community to join in the planning. Perseroan mengajak-serta masyarakat secara langsung dalam proses perencanaan. (3) hak azasi manusia. menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan pihak lain yang berkompeten dalam perencanaan dan pelaksanaan program. including restoration of post-mining areas.

. The Company also carries out Area Development Program to comply with the provision of Article 74 of Corporate Law No.% dari total anggaran sebesar Rp. billion.. Through these two programs the Company is confident it is able to improve the socio-economic wellbeing of the community and enhance their self-reliance and competence. Melalui kedua program PKBL tersebut.. For Area Development a total of Rp 21. melalui pemanfaatan dana dari Pembagian laba BUMN serta Surat Edaran Menteri Negara BUMN RI Nomor: SE-07/MBU/2008 tanggal 5 Mei 2008 tentang pelaksanaan PKBL..17 billion was disbursed in 2010. Perseroan telah merealisasikan penyaluran dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan berjumlah Rp. PARTNERSHIP AND COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM The objective of Partnership Program is elevating the resilience and independence of small-scale businesses and cooperatives in the surrounding area. Perseroan meyakini tumbuhnya kesejahtaraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat. Perseroan menjalankan UU no 40 Tahun 2007 pasal 74 tentang Tanggung Jawab Sosial melalui pembiayaan Perusahaan..17 miliar.. This program is designed to empower the community economic potentials and to improve the living standard of the society in a more extended area.% of total budget of Rp ………. miliar. PROGRAM KEMITRAAN Melanjutkan komitmen pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat. Community Development Program is aimed at improving the community living standard by giving them financial aid and making them aware of the need for education. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. Perseroan terus berupaya meningkatkan kemandirian mitra binaan sekaligus membantu memperluas PARTNERSHIP PROGRAM To continue empowering community economic potentials the Company focused on strengthening partners’ self-sufficiency and promoting the sales of partners’ products in nine provinces. billion or ………. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas. funded by SOE profit sharing.. . interaksi social dan keselarasan dengan kelestarian lingkungan. Sedangkan sasaran dari kegiatan Bina Lingkungan adalah tumbuhnya kehidupan masyarakat yang sejahtera melalui pemberian bantuan bagi tumbuh dan berkembangnya kesadaran akan perlunya pendidikan.. miliar atau . SE-07/MBU/2008 of 5 May 2008 on the implementation of Partnership and Community Development Program. In 2010 the Company extended funds for Partnership and Community Development Program amounting to Rp …………. and SOE Minister Circular No. and to preserve a harmonious relationship between the Company and the community. Sepanjang tahun 2010. pada tahun 2010 telah direalisasikan biaya sebesar Rp21. Sedangkan untuk program Bina Wilayah. social interaction and harmony with natural surrounding. 40 of 2007.. Selain itu.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 277 Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Kemitraan. PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Sasaran yang dituju Program Kemitraan PTBA adalah peningkatan kemampuan usaha kecil dan koperasi di sekitar wilayah operasi Perseroan agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perseroan. Di samping itu Perseroan juga melaksanakan program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No.

South Sumatra. Partnership Funds increased 354% from 2009 to reach Rp65. jiwa kewirausahaan yang dimiliki. Komoditas yang dapat menyerap tenaga kerja / padat karya. . Banten and East Java. Central Java. Labor intensive commodity. DKI Jakarta. Komoditas tradisional yang potensial untuk dikembangkan. Penyaluran Dana Kemitraan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi yang dimiliki oleh calon mitra binaan. Traditional commodity with development potentials. entrepreneurship. Komoditas yang berpeluang ekspor atau berorientasi ekspor. Throughout 2010 partners enjoyed the following program activities: • • • • • Distribution of Partnership Funds in soft loans to small businesses and cooperatives in eight areas. Jawa Barat. selama tahun 2010 program yang telah dilakukan terhadap mitra binaan adalah seperti berikut: • Penyaluran Dana Kemitraan dalam bentuk pinjaman lunak. Membantu promosi dan pemasaran produk mitra binaan melalui berbagai kegiatan partisipasi pada serangkaian pameran di berbagai kota besar di Indonesia.e. Commodity with export potentials or orientation. Entrepreneurship training for prospective partners Promoting and marketing partners’ products through participation in a number of exhibitions in major cities of Indonesia. seperti: • • • • Komoditas yang menjadi andalan daerah. West Java.5 billion in 2010. kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar serta prospek pasar dari komoditas yang dihasilkan. Lampung. i. kepada usaha kecil dan koperasi di delapan wilayah. DKI Jakarta.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 278 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities penjualan produk mitra binaan di sembilan propinsi. sehingga mencapai angka Rp65. Pelatihan Manajemen Kewirausahaan kepada calon mitra binaan. Sedangkan jenis komoditas calon mitra binaan yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan pembinaan meliputi komoditas yang dapat menunjang kelancaran operasional Perseroan. Jawa Tengah. sociocultural condition of the neighboring community and market prospects of the commodity. evaluating their character. yang meliputi karakter. Perseroan telah meningkatkan penyaluran Dana Kemitraan hingga sebesar 354% dari realisasi tahun 2009. Lampung. The Company is very selective in distributing partnership funds taking into consideration the conditions of prospective partners.5 miliar. Yogyakarta. yakni Sumatera Selatan. Dalam pelaksanaannya. Banten dan Jawa Timur. Priority is given to commodity that supports the Company’s operations: • • • • Commodity that the area relies upon. Di Yogyakarta.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 279 2 1 3 1. Palembang . Industri Songket Hj. Pertanian Jamur Bapak Margono 2. Prima AC. Asmi Astari 3.

serta dalam bentuk kerjasama penyaluran sebesar Rp51.Perkebunan .703 1.Perdagangan .950 235 240 205 605 925 869 51.Perdagangan .4 billion. the Company disbursed Rp 67.527 .418 931 14. Realisasi Program Kemitraan URAIAN REALISASI 2009 REALISASI S/D DES 2010 A.050 8.232 340 57 36 12 26 140 463 2. These funds were distributed to 575 small business units and cooperatives in soft loans amounting to Rp 14.4 miliar. Uraian selengkapnya mengenai realiasi kegiatan dan biaya Program Kemitraan dapat dilihat pada buku Laporan Keuangan PKBL tahun 2010.449 2. Pinjaman .Jasa .Perikanan . Perseroan telah merealisasikan dana Program Kemitraan sebesar Rp67.3 billion.Industri .3 miliar.Pertanian .793 8.Peternakan .Industri . or 95% of total allocated funds of Rp 71.Lainnya .Perkebunan .1 miliar dan dalam bentuk biaya pembinaan sebesar Rp2.83 miliar.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 280 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities Pada tahun 2010.304 67.832 1.254 15.Perikanan . and joint project funds of Rp51.Lainnya Jumlah Jumlah Penyaluran Program Kemitraan 754 257 8 10 25 28 41 132 1. atau 95% dari rencana penyaluran dana Program Kemitraan sebesar Rp71.4 miliar.1 billion. Full report on realized activities and disbursed funds in Partnership Program is presented in 2010 Financial Statement of Partnership and Community Development Program.Pertanian .Kerjasama Jumlah B. Pembinaan .83 billion in Partnership Funds.746 25 145 165 228 2. Dana Kemitraan tersebut disalurkan untuk 575 unit Usaha Kecil dan koperasi dalam bentuk pinjaman lunak sebesar Rp14.Jasa .4 billion. development funds totaling Rp 2. In 2010.448 65.Peternakan .

Pembangunan Sarana Umum.7 miliar di tahun 2010. Religious Facilities Development and Natural Conservation. Peningkatan Kesehatan Masyarakat. Along with the Company’s growing operations. Untuk memantau tingkat keberhasilan program. The funds were disbursed to finance various activities as shown in the following table.082 114 374 25. Pendidikan dan Pelatihan.2 miliar di tahun 2009 menjadi Rp25. Education and Training. mencapai 110% dari Rp12. termasuk di antaranya: • • Semakin membaiknya kondisi sosial masyarakat yang ada di sekitar perusahaan Semakin berkurangnya angka komplain atau keluhan dari masyarakat yang berkaitan dengan pemenuhan tanggung jawab sosial Perseroan. mengalami peningkatan yang tinggi.083 1. COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM PTBA Community Development Program is focused on six main activities. including: • • Better social condition of the surrounding community Less complaints from the community in relation to the fulfillment of the Company’s corporate social responsibility Smooth running of the Company’s operations in a harmonious association with members of the community being one of the stakeholders of the Company • • Seiring dengan peningkatan kegiatan Perseroan. total dana yang disalurkan melalui pelaksanaan Program Bina Wilayah.223 210 2009 (B) 676 1. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat. The Company uses a series of parameter as success indicators of Community Development Program.2 billion in 2009 to Rp25. Pengembangan Sarana Ibadah dan Pelestarian Alam. This program is designed to improve the living standard of the community. Dana Program Bina Lingkungan 2010 (A) 868 8. which are Natural Disaster Relief Program.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 281 PROGRAM BINA LINGKUNGAN Program Bina Lingkungan PTBA dielaborasi dalam enam fokus kegiatan.993 10. funds for Community Development Program increased significantly by 110% from Rp12.7 billion in 2010.848 1. Perseroan menggunakan beberapa parameter sebagai indikator keberhasilan Program Bina Lingkungan. Dana tersebut disalurkan untuk berbagai program kegiatan. yaitu Program Bantuan Bencana Alam. seperti tampak pada tabel berikut. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat.173 4.147 223 % (A:B) 128 735 213 130 356 51 URAIAN Bantuan Bencana Alam Bantuan Pendidikan & Pelatihan Bantuan Kesehatan Masyarakat Bantuan Sarana & Prasarana Umum Bantuan Sarana Ibadah Bantuan Pelestarian Alam Bantuan Bantuan lainnya Biaya Operasional Jumlah DESCRIPTION . Community Health Improvement. Public Facilities Construction. Perusahaan dapat menjalankan kegiatan bisnisnya dengan lancar serta terjalinnya hubungan yang harmonis dengan warga masyarakat sebagai salah satu stakeholder Perseroan.687 295 12.100 935 7.

867 m Pembangunan Tempat Pengolahan Akhir Sampah(TPA) di Kecamatan Lawang Kidul dan penataan/rehab TPA Kecamatan Muara Enim. Taman dan Air Mancur di Pusat Kota Tanjung Enim senilai Rp 3.47 miliar Pengerasan/pengaspalan jalan umum dan parit di wilayah pemukiman Ring 1 perusahaan sepanjang 3. Palembang. South Sumatra. meliputi: • Pembangunan Monumen Perjuangan Tanjung Enim. • • • • • Kegiatan Khitanan Gratis bagi anak-anak dari KK Prasejahtera di wilayah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat. Asphalting and hardening public road of 3.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 282 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities Program Bantuan Bencana Alam Bantuan bencana alam dilaksanakan dengan mempertimbangkan urgensi daerah terjadinya bencana serta kedekatan geografis dengan wilayah operasional perusahaan. Sumatera Selatan Pada tahun 2010. Constructing/renovating waste dumps in Lawang Kidul and Muara Enim.600 packets for underprivileged people in Muara Enim. Perseroan juga memberikan bantuan pada korban bencana meletusnya G. Enim. Muara Enim. Muara Enim. sebanyak 20 mata. Public Facilities Construction • • • • Constructing Monument of Heroic Battle. Bantuan nutrisi sebanyak 13. • . Eruption of Mt. Bantuan operasi penderita cacat kaki untuk warga tidak mampu dari Kecamatan Tanjung Agung. Muara Enim. Jumlah anak-anak yang dikhitan pada thn 2010 sebanyak 260 org Bantuan operasi bagi penderita Katarak dari KK prasejahtera di Kabupaten Muara Enim dan Lahat.867 meters in Ring 1 zone of the Company. Kertapati and Ombilin. the Company assisted the community in the following activities: • • • • Organizing mass religious circumcision for 260 underprivileged children in Muara Enim and Lahat. diantaranya sebagai berikut: Public Health Improvement To complement the health improvement program previously conducted. Tarahan dan Kertapati dan Ombilin. Papua. and landslide and flood in Wasior. Bantuan 2 unit Genset untuk penerangan dan operasional Rumah Sakit BARI Palembang • Pembangunan Sarana Umum Dengan melakukan beberapa kegiatan terkait penyediaan maupun perbaikan sarana umum. Merapi. Kab Lahat. park and fountain in Tanjung Enim city worth Rp3. Lahat. Perseroan melaksanakan kegiatan. Providing nutritious food of 13. Providing assistance in limb surgery for underprivileged people in Tanjung Agung.600 paket kepada warga prasejahtera di wilayah operasional perusahaan Kab Muara. Natural Disaster Relief Program Natural disaster relief program is launched by taking into consideration the gravity of the disaster and the geographical proximity to the Company’s operating area. Organizing cataract surgery for 20 underprivileged patients in Muara Enim and Lahat.47 billion. Donating two generators to BARI Hospital. Fire in Muara Enim. Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melanjutkan program kesehatan sebelumnya. Central Java. Selama tahun 2010 telah dilakukan kegiatan berupa: • • • Bantuan bantuan korban musibah gempa bumi/tsunami di Mentawai Sumatera Barat. West Sumatra. Bantuan musibah kebakaran di Kabupaten. In 2010 relief was extended to the following victims in disaster-stricken areas: • • • Earthquake and tsunami in Mentawai. Merapi dan korban banjir serta tanah longsor di Wasior. Tarahan.

a. Masjid Agung Lahat. Bantuan dana pembangunan Embarkasi Propinsi Lampung senilai Rp 1. Tablig Akbar. Kelurahan Pasar Tg Enim. Al Muttaqin Kec. Al Falah Muara Enim. Agung Lahat. Masjid At-Taqwa Kec.l : Masjid As Syaadah Pasar Tg Enim. yakni: • Memberi bantuan renovasi Masjid/Musholla/TPA sebanyak 36 unit. Lampung totaling Rp1. yakni: Natural Conservation The Company was engaged in natural conservation programs that include: . Gunung Megang. Al Muttaqin Semendo. Masjid Al-Muhajirin Kelurahan Pasar Muara Enim. Maulid Nabi and Isra’ Mi’raj commemoration in all Ring I districts. Pelestarian Lingkungan/Alam Dalam rangka pelaksanakan Program Bina Lingkungan. • • Renovating five community function halls in Merapi Barat. dan lain-lain Bantuan dana untuk berbagai kegiatan keagamaan seperti MTQ. At Taqwa Gunung Megang. Pengembangan Sarana Ibadah Dilakukan dengan melaksanakan beberapa kegiatan. Nurul Huda Pasar Tanjung Enim. Al Muhajirin Pasar Muara Enim. Perseroan juga melakukan beberapa kegiatan terkait pelestarian alam.34 billion.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 283 Gedung Olahraga dibangun tahun 2010 Edipiscing lorem ipsum dolor • • Pembangunan/renovasi 5(lima) unit Balai Pertemuan Masyarakat di Kecamatan Merapi Barat. Semendo. Masjid Nurul Huda. Masjid Al-Falah Kelurahan Muara Enim. Israq Mi’raj di seluruh kecamatan Ring I perusahaan Religious Facilities Development • • • Providing renovation funds for 36 mosques/mushollas including As Syaadah Pasar Tanjung Enim. peringatan Maulid Nabi.34 miliar. Tabliq Akbar. Merapi Timur and Lawang Kidul Financing an embarkation lounge. Merapi Timur dan Lawang Kidul. Channeling funds for various religious activities such as MTQ.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 284 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities • • • Gotong royong bersama masyarakat dan aparat pemerintah dalam pelaksanaan program Jumat Bersih dan Program Penghijauan Kota dengan menanam pohon dan membersihkan lingkungan di seluruh wilayah kecamatan ring I perusahaan. Rincian pelaksanaan program dan biaya yang dikeluarkan dalam rangka Bina Wilayah adalah sebagai berikut: AREA DEVELOPMENT PROGRAM In addition to Partnership and Community Development Program in compliance with the SOE Minister regulations. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. The program is aimed at empowering the community economic potentials simultaneously honoring the Company’s commitment to improve their living standard.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. In this program the Company extends physical and nonphysical aid to a wider extended area. Program Bina Wilayah dilaksanakan berupa pemberian bantuan fisik maupun non-fisik dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. the Company has been proactively managing Area Development Program in compliance with article 74 of Corporate Law No. Selama tahun 2010. Perseroan selama ini secara proaktif telah menjalankan Program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No. 40/2007. Distributing 150 organic and un-organic waste bins to schools and public places in Lahat. Delivering 8. Perseroan telah merealisasikan Program Bina Wilayah sebesar Rp….000 shelter trees and productive plants in Lahat and Muara Enim. PROGRAM BINA WILAYAH Di samping pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang mengacu kepada ketentuan Kementerian Negara BUMN. • • • Jointly with the community and government agencies launching Clean Friday and City Greening programs by planting trees and cleaning the areas of Ring I. Muara Enim and Tanjung Enim. Dana Program Bina Wilayah 2010 (A) 2009 (B) % (A:B) BENTUK BANTUAN TYPE OF DONATION Jumlah . Penyerahan bantuan tanaman pelindung dan tanaman produktif (buah-buahan) sebanyak 8.000 batang di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim Bantuan tempat sampah organik/an-organik sebanyak 150 unit untuk sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum di Kota Lahat. Kota Muara Enim dan Tanjung Enim. miliar. and in 2010 the aid amounted to Rp……… billion.

Perseroan sangat menyadari FULFILLMENT OF EMPLOYEE RIGHTS AND RESPECT FOR HUMAN RIGHTS In the eyes of the Company. employees are not only stakeholders but also assets who determine its success in achieving corporate objective and business target.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 285 PENGELOLAAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Misi Perseroan dalam bidang pengelolaan lingkungan diwujudkan melalui penerapan program-program pengelolaan. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan. developing and rehabilitating the environment. Full report on environmental management program is presented in Chapter xx on Environmental Conservation page ……of this Annual Report. selain menjadi salah satu pemangku kepentingan. pemantauan. Laporan selengkapnya mengenai program pengelolaan lingkungan dapat dibaca pada bagian “Perlindungan Lingkungan” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. PEMENUHAN HAK-HAK KARYAWAN DAN PENGHARGAAN TERHADAP HAK AZASI MANUSIA Bagi Perseroan. Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor . karyawan merupakan aset yang menentukan di dalam keberhasilan Perseroan untuk mewujudkan tujuan dan mencapai target usahanya. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company’s mission in environmental management is realized through continuously managing. The Company is fully aware of the importance of creating a harmonious working TK Antra Sita. monitoring.

286 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 1 2 3 1. Fasilitas Operasi Mata di RS Bukit Asam Edipiscing lorem ipsum dolor . Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 2. Lapangan Tenis Indoor. Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 3. Tempat Fitness.

Wujud dari komitmen Perseroan serta uraian lengkap tentang kualitas produk dan perlindungan pelanggan dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen. Full report on this aspect may be found in Chapter …. religion. “Marketing” page …. Report on realization of the Company’s commitment and full description of product quality and consumer protection are given in Management Report. facilities and amenities are in place for all employees so as to meet the industry high standards of work safety. of this Annual Report. Likewise.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 287 makna penting dari terciptanya hubungan kerja sama yang serasi antara manajemen dan seluruh karyawan Perseroan. ras. Both aspects have a significant effect on the continued growth of the Company. health and environment. . gender and political inclination. Laporan selengkapnya mengenai hal tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Pengelolaan Sumber Daya Manusia” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. The Company has a certification in Work Safety and Health Management System from the Department of Manpower and Transmigration. Laporan selengkapnya mengenai masalah tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. begitu pula semua karyawan memiliki kebebasan berserikat dan melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama.. For this reason the Company sets very stringent criteria in production process and output as well as in quality control. mengingat keduanya mempunyai pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan kinerja usaha secara berkelanjutan. of this Annual Report. relationship between the management and all employees. KOMITMEN TERHADAP KUALITAS PRODUK DAN PERLINDUNGAN PELANGGAN Perseroan menyadari makna penting dan manfaat dari pemenuhan standar kualitas serta perlindungan konsumen terhadap setiap produk yang dihasilkan. Bidang “Pemasaran”. Dalam implementasi K3. Health and Environment” page …. Perseroan telah memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) dari Depnakertrans RI. Full report is provided in Management Report on “Work Safety. of this Annual Report. race. pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. Perseroan menetapkan dan memberlakukan kriteria yang ketat dalam proses dan output produksi maupun pengawasan kualitas setiap produknya. Management Report on “Human Resource Management” page …. the employees are free to unite and have a Collective Labor Agreement. WORK SAFETY. agama. COMMITMENT TO PRODUCT QUALITY AND CONSUMER PROTECTION The Company is fully aware of the importance and advantage of meeting product quality standard and ensuring consumer protection. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN Perseroan telah menerapkan serangkaian kebijakan terkait serta penyediaan sarana dan prasarana bagi setiap karyawan yang memungkinkan dicapainya standar kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan yang tinggi dalam industrinya. Perseroan menjalankan praktik atau perlakuan yang sama terhadap semua karyawan dengan tidak memandang suku. Oleh karenanya dalam setiap kegiatan organisasi. jender dan haluan politiknya. The Company treats every individual equally regardless of ethnicity. HEALTH AND ENVIRONMENT A set of policy.

Laporan yang membuktikan komitmen pelaksanaan program tanggung jawab sosial secara profesional.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 288 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities HUBUNGAN HARMONIS DENGAN MASYARAKAT BERLANDASKAN PRINSIPPRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK Perseroan telah merumuskan program Tanggung Jawab Jawab Sosial Perusahaan dalam sebuah pola yang terpadu. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). the Company systematically conducted activity programs involving the community either in planning or in executing such programs. baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan program-program yang terkait. Sesuai dengan prinsip transparansi. the Company has formulated an integrated Corporate Social Responsibility program. Laporan selengkapnya mengenai Tata kelola yang baik dapat dibaca pada Bab Laporan Manajemen tentang “Good Corporate Governance” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. In accordance with transparency principle. . Through Partnership and Community Development Program and Area Development Program. “Good Corporate Governance” page ……… of this Annual Report. serta Program Bina Wilayah. untuk mewujudkan visi memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan Perseroan termasuk masyarakat. transparent and measured performance in meeting its corporate social responsibility. Full report on this subject is contained in Management Report. the Company makes itself accessible and fosters reciprocal communication with the community and other relevant parties. The Report provides all stakeholders with a full accountability report of the Company’s professional. LAPORAN KEBERKELANJUTAN Perseroan menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan ini. Perseroan secara sistematis telah melaksanakan serangkaian kegiatan dengan melibatkan masyarakat. Perseroan juga membuka akses dan menjalin komunikasi timbal balik dengan masyarakat dan pihak-pihak yang terkait. HARMONIOUS RELATIONSHIP WITH THE COMMUNITY BASED ON GOOD CORPORATE GOVERNANCE PRINCIPLES Turning its vision into reality to maximize stakeholders’ return. transparan dan terukur tersebut merupakan pertanggungjawaban menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan mengenai pengelolaan dan realisasi program CSR. SUSTAINABILITY REPORT The Company issues Sustainability Report which is integral to this Annual Report.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 289 .

290 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 291 Data Perseroan Corporate Data .

MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr.292 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Dewan Komisaris Board of Commissioners Berdiri dari kiri ke kanan : Stand from left to right : Dr. Umiyatun Hayati Triastuti. MHum. MSc. Ir. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono. Thamrin Sihite. ME Komisaris Commissioner Duduk dari kiri ke kanan : Seat from left to right : Ir. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner . Abdul Latief Baky. SE. MSc Komisaris Commissioner Ir.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 293 .

DATA PERSEROAN 294 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Profile Dr. Ferry and Inland Waterways. Previously he was posted as Finance Director of PT Barkatel Utama (2001-2006). MSc Komisaris Commissioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. Direktur Transportasi (2005-2007). Previously he held other posts in the Coordinating Ministry of Economy from 1988. . the Coordinating Ministry of Production and Distribution (1994-1998). He is a holder of graduate degree in Economics from University of Gadjah Mada (1983) and Master of Art in Economics & Finance from Western Illinois University. Meraih gelar S-1 Jurusan Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (1983) dan Master of Art in Economics & Finance di Western Illinois University. degree in Mining Engineering (1994) specializing in Mining Economics from the University of Queensland. Mr. Following his appointment as Commissioner in 2004. USA (1992). Dr. the Netherlands (1981). Pengalaman kerja sama dan training programs yang diikuti meliputi bidangbidang: Perencanaan. Kasubdit Transportasi Darat. Natural Resources. Umiyatun Hayati Triastuti. She earned a graduate degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology (1987). Soemarsono was appointed Independent Commissioner in 2008. (1994) dalam Mining Engineering dengan spesialisasi Mining Economic dari The University of Queensland. and Commissioner of PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). serta menjadi Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Alam. He is also an active guest senior lecturer in a number of universities in Indonesia and overseas. and a Ph. Ir. dan Komisaris PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). setelah menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 2004. after completing his study in International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) in Delft. sebelumnya memangku jabatan lain di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak 1988. Directorate of Transportation (2002-2005). Perjalanan karir sebelumnya mencakup Direktur Keuangan PT Barkatel Utama (2001-2006). Has held the post of Commissioner since 2008. dan Pj. Meraih gelar S-1 bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung (1987). SE. Bidang Persaingan Usaha sejak 2008. setelah menyelesaikan studi di International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) di Delft. serta Departemen Pertambangan dan Energi (1982-1994). Australia. Aktif sebagai dosen program S-1 dan S-2 di Asian Banking Finance dan Informatics Institute of Perbanas sejak 1998. Suranto Soemarsono. Supriadi has been the Company’s President Commissioner since 2008. Meraih gelar Master of Engineering Science (1991). Environment and Climate Change Division. Metereology and Geophysics (2000-2002). and Acting Division Head of Railway Transportation. Belanda (1981). Head of Sub Directorate of Land Transportation. He obtained a Master of Engineering Science degree (1991). Saat ini juga menjadi Staf Ahli Menko Bidang Perekonomian. and Adviser to President Director of PT Dinamika Usaha Jaya in 2005.D. Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim sejak November 2010.D. Participating in joint projects and training programs in the field of planning and transportation. KaBag Transportasi Kereta Api. He has been lecturing for graduate and post-graduate programs in Asia Banking Finance and Informatics Institute of Perbanas since 1998. concurrently Expert Staff to National Development Planning Minister. USA (1992). Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Menjabat Komisaris Utama sejak 2008. Her previous career with Bappenas starting in 2000 posted her as Deputy of Natural Resources and Environment Division (2007-2010). Penyeberangan. Currently he is an Expert Staff in the Coordinating Ministry of Economy and Business Competition (2008-present). Bappenas (National Development Planning Board) since November 2010. dan Ph. dan Penasehat Direktur Utama PT Dinamika Usaha Jaya sejak 2005. Aktif sebagai dosen tamu dan dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia maupun manca negara. Master of Science bidang Kebijakan Ekonomi di University of Illinois at Urbanna Champaign – Amerika Serikat (1994). Direktorat Transportasi (2002-2005). Transportasi. Australia. Kantor Menko Bidang Produksi dan Distribusi (1994-1998). Perjalanan karir sebelumnya di Bappenas sejak 2000 menjabat Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (2007-2010). Director of Transportation (2005-2007). and Department of Mines and Energy (1982-1994). Master of Science in Economic Policy from University of Illinois at Urbanna Champaign – the United States of America (1994). Metereologi dan Geofisika (2000-2002).

He has been an Independent Commissioner of the Company since 2008. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan Umum di Institut Teknologi Bandung (1979). Mineral and Industrial Quarrying Committee (20102013). yang dibiayai World Bank (1995-1997). MHum. Jepang. In his previous career he held various posts including Chairman of Listing Committee. Tohoku University. Dr. Mining. and currently member of Perhapi Advisory Council. Komisaris PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). Kegiatan di dalam organisasi Profesi menjabat sebagai Ketua Umum Perhapi (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) untuk 2 periode: 2001-2003. serta menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian ESDM sejak 2009. Kepala Biro Lingkungan dan Teknologi Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) tahun 2000. sekaligus menjabat Komisaris Utama PT Citta Trahindo Pratama sejak 2007. In business organizations: Indonesian Chamber of Commerce. . Master of Science. KomiteTetap . dan Doctor of Engineering (1990) di Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. 2003-2006. Master of Engineering (1987). Japan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 295 Dr. Kepala Bagian Pengelolaan Lingkungan dan Tata Ruang DPE (1993-2000). Thamrin Sihite. Indonesian Expert Technical Manager of joint venture projects at Bureau of Environment and Technology with the Office of Surface Mining USA. President Director of PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). Sihite holds a degree in General Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1979). Indonesian Coal Mining Association. Komisaris Commisioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. Direktur Adminsitrasi. M. MSc. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan di Institut Teknologi Bandung (1977). Chairman of Coal Mining and Geothermal Committee (2008-2010). President Director of Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). Perjalanan karir sebelumnya meliputi Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan DESDM (2007-2009). Department of Mines and Energy (2000-2001). Business Law Science. Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama DESDM (2001. gelar S-2 Magister Sains Ilmu Administrasi Bisnis Internasional Universitas Indonesia (2004).E. Experience in professional organizations: Chairman of Indonesian Mining Experts Association (Perhapi) for two periods. Surabaya Stock Exchange (2005-2007). dan Managing Partner LAGR & Associates – Law Firm sejak 2006. Commissioner of PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). Head of Environment and Technology Bureau. Department of Energy and Mineral Resources (2001-2007). Master of Human Studies. Abdul Latief Baky. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008.2007). Administrative Affairs Director.Ir. UK (1996). Appointed Commissioner in 2008. Head of Environmental Management and Spatial Zone Division. Mineral dan Bahan Galian Industri (2010-1013). UK (1996). Department of Energy and Mineral Resources (2007-2009). 2001-2003. International Business Administration from University of Indonesia (2004). Marketing Director and Operations Director of PT Karimun Granite (1990-1999). gelar S-2 Magister Humaniora Ilmu Hukum Bisnis Universitas Gajah Mada (2007) dan Fellows Institute of Quarrying. dan di APBI (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia) sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Perundang-Undangan (20102013). Ir. Deputy Chairman of Legal and Mining Division (20102013). University of Tohoku-Sendai. Direktur Pemasaran dan Direktur Operasi PT Karimun Granite (1990-1999). concurrently Head of Education and Training Agency. Indonesian Expert Technical Manager pada proyek kerjasama Biro Lingkungan dan Teknologi dengan The Office of Surface Mining USA. Perjalanan k arir sebelumnya mencakup Ketua Komite Pencatatan Bursa Efek Surabaya (2005-2007). Department of Mines and Energy (2000). and Doctor of Engineering (1990) from Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. Sedangkan kegiatan di dalam organisasi Korporasi di Kadin ( Kamar Dagang dan Industri ) Indonesia sebagai Ketua Komite Tetap Batubara dan Panas Bumi (2008-2010). He has a graduate degree in Mine Engineering from Bandung Institute of Technology (1977). Department of Energy and Mineral Resources since 2009. His previous posts include Expert Staff to Minister of Society and Institution. Head of Planning and Cooperation Bureau. Direktur Utama Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). Master of Engineering (1987). University of Gajah Mada (2007) and Fellows Institute of Quarrying. and Managing Partner of LAGR & Associates – Law Firm since 2006. Head of Central Amdal (Analysis of Environmental Impact) Commission. Department of Mines and Energy (1993-2000). concurrently President Commissioner of PT Citta Trahindo Pratama since 2007. financed by World Bank (1995-1997). Direktur Utama PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001).Sendai. Ketua Komisi Amdal Pusat DPE (20002001). 2003-2006 dan saat ini bertindak sebagai Dewan Penasihat Perhapi.

M. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum HR & General Affairs Director Ir. Milawarma.296 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Direksi Board of Directors Dari kiri ke kanan : From left to right : Ir. Sukrisno Direktur Utama President Director Ir. Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director . MSc Direktur Keuangan Financial Director Ir. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. Drs.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 297 .

Sukrisno Direktur Utama President Director Menjabat Direktur Utama sejak 2006.Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director Menjabat Direktur Operasi/Produksi Perseroan sejak 2006. Dono Boestami. Australia (1995). Head of Business Diversification (1997-1999).DATA PERSEROAN 298 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Direksi Board of Directors’ Profile Ir. Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur Operasi/Produksi Perseroan (2001-2006). President Director of PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004) and Director of Investment Banking of PT Danareksa (1996-2001). Analis Bisnis/Profesional Senior Pengembangan Usaha (1999-2003). Previous posts with the Company include Corporate Secretary (2003-2006). Australia (1995). dan Kepala Dinas Perencanaan Tambang Jangka Panjang (1995-1996). Kepala Diversifikasi Usaha (1997-1999). Yogyakarta (1987) and Master of Engineering degree from University of Wollongong. San Francisco (1989). and Head of Long Term Mine Planning Unit (1995-1996). Milawarma. Yogyakarta (1987) dan Magister Engineering di University of Wollongong. He earned his graduate degree in Mechanical Engineering from Sepuluh November Institute of Technology in Surabaya in 1980. Kepala Departemen Operasi PT Semen Padang (1995-2001) dan Komisaris PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). Sukrisno has held the post of President Director since 2006. M. Holder of Bachelor of Science degree in Civil Engineering from University of Wisconsin. Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di UPN Veteran. Meraih gelar Bachelor of Science Jurusan Civil Engineering di University of Wisconsin. A holder of graduate degree in Mining from UPN Veteran. Ir. MSc Direktur Keuangan Finance Director Menjabat Direktur Keuangan Perseroan sejak 2006. Platteville (1985) and Master of Science degree in Project & Construction Management from Golden Gate University. Senior Business Analyst /Professional of Business Development (1999-2003). Platteville (1985) dan Master of Science Jurusan Project & Construction Management di Golden Gate University. Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan meliputi jabatan Sekretaris Perusahaan (2003-2006). . His previous posts include Operations/Production Director of the Company (2001-2006). Appointed Finance Director of the Company in 2006. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Mesin di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya tahun 1980. Head of Operations Department of PT Semen Padang (1995-2001) and Commissioner of PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). Presiden Direktur PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004) dan Direktur Investment Banking PT Danareksa (1996-2001). San Francisco (1989). Ir. He has held the post of Operations/Production Director of the Company since 2006.Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). His previous posts include Director of PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006).

South Sumatera Province (2000-2001). . Kakanwil Pertambangan dan Energi Propinsi Aceh (1995-2000). Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Menjabat Direktur Pengembangan Usaha Perseroan sejak 2006. Aceh Province (1995-2000). Ahli Pengembangan SDM. dan Kabid Pengembangan Gas dan Energi Kanwil Pertambangan dan Energi Propinsi Sulawesi Selatan (1990-1995). Direktur Penelitian & Pengembangan PT Semen Tonasa (2002). and Corporate Secretary of the Company (1991-1997). His previous career placed him in various posts: Marketing Director of PT Semen Tonasa (2002-2005). Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum Human Resource & General Affairs Director Menjabat Direktur SDM & Umum Perseroan sejak 2001. Appointed Human Resource & General Affairs Director in 2001. Kepala Pengembangan Usaha Perseroan (2001-2002). dan S-1 di Lembaga Administrasi Negara . Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Institut Teknologi Bandung (1980). Previous posts with the Company are President Director of PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). General Manager of Briquette Business (2001-2005).Ujung Pandang (1988). Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan mencakup jabatan Dirketur Uama PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). Mangeka as Commerce Director in 2006. Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Direktur Pemasaran PT Semen Tonasa (2002-2005). Project Officer of Coal Briquette Business Expansion (1993-2001) and Head of Engineering Development Division (1991-1993). Expert in Human Resource Development (1998-2001). Director of Research and Development of PT Semen Tonasa (2002). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Kadis Pertambangan dan Pemanfaatan Energi Propinsi Sumatera Selatan (2000-2001). Head of Business Development of the Company (2001-2002). Ir. His previous posts include Head of Mining and Energy Usage Unit.Ujung Pandang (1988). South Sulawesi Province (1990-1995). Pimpinan Proyek Pengembangan Briket Batubara (1993-2001) dan Kepala Divisi Pengembangan Keteknikan (1991-1993). General Manager Pengusahaan Briket (2001-2005). Ir. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Menjabat Direktur Niaga Perseroan sejak 2006. Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Universitas Srwiwijaya (1977). and Head of Gas and Energy Development Division. and Institute of State Administration . He has been Director of Business Development of the Company since 2006. The Company appointed Ir. Head of Regional Office of Mining and Energy. Drs. Ir Iskandar is a holder of graduate degree in Mining from University of Sriwijaya (1977).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 299 Ir. A graduate of Bandung Institute of Technology with a degree in Industrial Engineering (1981). He is a graduate of Bandung Institute of Technology in Mining (1980). Head of Internal Audit Unit (1997-1998). Senior Manager of Logistics of the Company (2005-2006). Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (1981). Senior Manajer Logistik Perseroan (2005-2006).

Ak Sekertaris Perusahaan Corporate Secretary Menjabat sebagai Corporate Secretary sejak Juli 2009.2009) dan sebagai Manajer Kelayakan dan Kendali Investasi (2005-2007). tahun 2009 dan Manajer Akuntansi di PTBA. Fakultas Ekonomi. He joined PTBA in 1992. Palembang (1992) and a master’s degree in Management (2009) from University of Sriwijaya. di Universitas Sriwijaya. . Meraih gelar S-1 Jurusan Akuntansi. His academic studies earned him a graduate degree in Accounting from School of Economics. SE. Jakarta. Mulai berkarir di PTBA sejak 1992. following his assignment as Chief Auditor (2007-2009) and Manager of Investment Feasibility and Control (2005-2007). setelah sebelumnya menjabat sebagai Pemeriksa Utama (2007. tahun 2007. following his employment with PT Bumi Langoan. MM. setelah sebelumnya bekerja pada PT Bumi Langoan. University of Sriwijaya. Sutrisno was appointed Head of Internal Audit Unit in 2009. sebelum akhirnya menjabat sebagai Corporate Secretary adalah Senior Manajer Perbendaharaan dan Pendanaan PTBA. Mr. as Accounting Supervisor.DATA PERSEROAN 300 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Sekertaris Perusahaan dan SPI Corporate Secretary and Internal Audit Unit’s Profile Achmad Sudarto. Sudarto was appointed Corporate Secretary of the Company. He has been with PTBA since 1984. Jakarta. and later was appointed Accounting Manager in 2007 and Senior Manager of Treasury and Funding in 2009. Palembang (1992) dan S-2 Magister Management (2009) dari Universitas Sriwijaya. Bergabung dengan PTBA sejak 1984. In July 2009 Mr. sebagai Supervisor Akuntansi. Bambang Sutrisno Kepala Satuan Pengawas Internal Head of Internal Audit Unit Menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal sejak tahun 2009.

Master of Engineering in Geomechanics from Bandung Institute of Technology (1996). Australia (2003).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 301 Profil Komite Audit Audit Committee’s Profile Azhar Zainuri.2000. serta telah menerbitkan banyak publikasi dalam bidang pertambangan dan mekanika batuan di dalam dan luar negeri. Became a member of Audit Committee in 2007. i. PT Prinavin Prakarsa. Bandung Institute of Technology since 1993 and post-graduate program at Bandung Institute of Technology since 1996. serta PT Kelana Nusantara (2000 – 2008). Holds a degree in Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1991). PT Prinavin Prakarsa. sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (sejak 2000). Selain itu.D dalam Rock Mechanics dari University of Queensland. PT Padang Industrial Park dan PT Andalas Rekasindo Pratama. Australia (2003). Ridho Kresna Wattimena.e. as well as Commissioner of PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005) and PT Kelana Nusantara (2000 – 2008). PhD Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat Anggota Komite Audit sejak 2007. Ir. PT Indothai Film Polytama. University of Indonesia (since 2000). aktif melakukan berbagai macam penelitian dan analisis dalam bidang pertambangan sejak 1993. SE. MM Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat anggota Komite Audit sejak 2007.D in Rock Mechanics from University of Queensland. and has produced many publications in mining and rock mechanics at home and abroad. Member of Audit Committee since 2007.2000. Menjadi pengajar pada Jurusan Teknik Pertambangan ITB sejak 1993 dan Pasca Sarjana ITB sejak 1996. He has a graduate degree in Economics from University of Indonesia (1985) and Master of Management degree from Indonesia Institute of Management Development (IPMI. concurrently lecturer at Department of Economics. 1991). MT. PT Indothai Film Polytama. . PT Padang Industrial Park and PT Andalas Rekasindo Pratama. ser ta Ph. serta Komisaris PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005). Various positions he held in his previous career include Director of several companies over a period in 1996 . and Ph. Meraih gelar jurusan Teknik Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (1991). dan saat ini menjadi Associate Professor dalam Mekanika Batuan. He has been lecturing at Mining Engineering Department. Perjalanan karir sebelumnya mencakup berbagai posisi termasuk Direktur pada beberapa perusahaan dalam periode 1996 . 1991). and is currently an Associate Professor in Rock Mechanics. yaitu PT Guthrie Pasaman Nusantara. He is also active doing various kinds of research and analysis in mining which he started in 1993. Magister Teknik dalam Geomekanika dari Institut Teknologi Bandung (1996). PT Guthrie Pasaman Nusantara. Meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (1985) dan Magister Manajemen pada Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI.

sebagai Direktur . Actively participating in local and overseas seminars and training courses in the area of Total Production Management. Departemen Keuangan (sejak 2008). Fakhrudin Tieja SE. MA Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Perjalanan karir sebelumnya. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak 2008. MM Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Commissioner of PT AMM (2007). Previously he held various posts including Director of PCA FM Radio (Earthquake Mitigation and Educational and Environmental Information. Remuneration and GCG Committee since 2008. Master of Arts degree in Economics from Ball State University. Industrial Engineering. Japan. Remuneration and GCG Committee’s Profile Noeroso L. serta Vice Factory Manager dan berbagai posisi manajerial di Toray Group Indonesia.PCA FM (Radio Mitigasi Gempa dan Informasi Pendidikan & Lingkungan. USA (1993). (1982 – 2008). Wahyudi. Komisaris PT AMM (2007). Human Resources. Perjalanan karir sebelumnya adalah sebagai Ketua Koperasi Puslitbang (sejak 1995). Remuneration and GCG Committee since 2008. Serving as Middle Researcher at Fiscal Policy Agency. Indiana. Muncie. and HSE at Toray Industries Inc & AOTS. Bantuan RNW Belanda) (2007 – sekarang). Meraih S-1 bidang Manajemen dan S-2 bidang Human Resources Management di Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta. Remunerasi dan PSDM Nomination. Remunerasi dan GCG sejak 2008. Department of Finance since 2008 while actively observing climate change issues at the national and international level. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi. Industrial Engineering. He received a graduate degree in Corporate Economics in Jakarta (1985). and Vice Factory Manager and various managerial positions at Toray Group Indonesia (1982 – 2008). Aktif mengikuti berbagai seminar & training di dalam dan luar negeri.DATA PERSEROAN 302 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Nominasi. antara lain mengenai Total Production Management. Mr. USA (1990). Wahyudi has been a member of Nomination. . Boston. Tieja has a graduate degree in Management and master’s degree in Human Resource Management from University of Muhammadiyah. Took one-month training in Environmental Economic Policy Analysis in Harvard University. Mendapat Certifiticate on Academic Preparation Program Boulder – Colorado USA (1988) dan meraih gelar Master of Arts in Economics di Ball State University. with the aid of RNW Holland) (2007-present). USA (1990). Human Resources Management dan HSE di Toray Industries Inc & AOTS Jepang. dan Peneliti Madya Bidang Ekonomi dan Keuangan. Badan Kebijakan Fiskal. Mr. He has been a member of Nomination. Jakarta.

Moestopo (beragama) sejak tahun 2007. Remuneration and HRD Committee in November 2010. Appointed member of Nomination.Dr. Holds a graduate degree in Management (1983) from University of Prof. S-2 Manajemen tahun 1996 dari Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 303 Dr. Post-Graduate Program of Management. Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Pendidikan S-1 Manajemen tahun 1983 dari Universitas Prof. Serving as Secretary. Menjabat sebagai Sekretaris Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Univesitas Prof. Selain itu sejak 1979 – saat ini telah mengikuti seminar nasional dan internasional tentang hububungan industrial. . Moestopo (Beragama) Jakarta. Participating in national and international seminars on industrial relations since 1979. Sumarhadi Anggota Komite Nominasi . Moestopo (Beragama) since 2007. Remuneration and HRD Committee Menjabat sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak bulan Nopember 2010. dan sebagai Dekan di Fakultas Ekonomi pada Unuversitas yang sama sejak November 2010. master’s degree in Management (1996) from Indonesian Tourism Development Institute and doctorate degree in Education Management (2002) from Universitas Negeri Jakarta. University of Prof. Moestopo (Beragama) Jakarta. and Dean of School of Economics of the same University since November 2010. dan S-3 Manajemen Pendidikan tahun 2002 dari Universitas Negeri Jakarta. Dr. Dr. Dr.

master program in International Economics at University of Kentucky. Completed his graduate studies in Agribusiness at Bogor Institute of Agriculture in 1983. International Trade) at the same university in 1993. International Trade) dari universitas yang sama tahun 1993.DATA PERSEROAN 304 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Good Corporate Governance Nomination. Energy Coordination. Coordinating Ministry of Economy in addition to his assignment as Commissioner of PT Indonesia Comnet Plus. Selain itu mengajar sebagai Dosen Tamu pada program Master maupun Strata 1 di berbagai universitas dalam maupun luar negeri. . International Finance. Mr. kemudian menyelesaikan program Master bidang International Economics dari University of Kentucky. Phd Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. Lexington USA in 1989 and doctorate program in Economics (Industrial Organization. Appointed member of Nomination. setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Ketenagalistrikan. following his previous posts as Head of Electricity Division. Sumberdaya Mineral dan Kehutanan. Menyelesaikan pendidikan S-1 bidang Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor. International Finance. and member of GCG Committee on July 30. Remuneration and GCG Committee’s Profile Bambang Adi Winarso. tahun 1983. Kedeputian III Bidang Koordinasi Energi. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selain menjabat sebagai Komisaris di PT Indonesia Comnet Plus. He is Assistant to Deputy Head of Energy and Electricity. 2009. Kementrian Bidang Koordinasi Perekonomian. Menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Energi dan Ketanagalistrikan. Coordinating Ministry of Economy. Winarso is also a guest lecturer in graduate and master programs at various universities at home and abroad. Mineral Resources and Forestry. 2010. Lexington USA tahun 1989 dan menyelesaikan Program Doktor bidang Economics (Industrial Organization. Remuneration and GCG Committee on October 1.

He completed his graduate studies in Civil Engineering. Antonaria was appointed member of Nomination. setelah sebelumnya 2002-2006 menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Lingkungan Usaha Pertambangan Rakyat. Menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Iklim dan Cuaca. In addition. perusahaan konsultan. Construction Management at Bandung Institute of Technology in 1990. pernah bekerja pada Hutama Prima Joint Operation. Remuneration and GCG Committee on October 1. kontraktor pembangunan jalan dan PT Tripatra Engineering. Bappenas. he was employed by Hutama Prima Joint Operation. Prior to his career with Bappenas. he has participated in various domestic and overseas seminars and training sessions. Sebelum berkarir di Bappenas. Menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Teknik Sipil bidang Manajemen Konstruksi dari Institut Teknologi Bandung. Direktorat Sumberdaya Mineral dan Pertambangan. Perth. Bappenas. From 2002 to 2006 he was posted as Head of Small Scale Mining Business Subdirectorate. selain mengikuti berbagai seminar dan training di dalam maupun di luar negeri. Australia in 1999. kemudian menyelesaikan program Master of Arts in Development Studies (Studi Pembangunan) dari Murdoch University. a consulting firm. Bappenas hingga 2008. and PT Tripatra Engineering. Until 2008 he was Head of Climate and Weather Sub-directorate. tahun 1990. 2010. Directorate of Environment.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 305 Ir. Antonaria. a road construction contractor. . Australia tahun 1999. Mr. 2009 and member of GCG Committee on July 30. Bappenas. and master program in Development Studies at Murdoch University. Directorate of Mineral Resources and Mining. Direktorat Lingkungan Hidup. Perth. MA Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG.

D Anggota Komite Risiko Usaha.DATA PERSEROAN 306 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Risiko Usaha. Menyelesaikan pendidikan Teknik Kimia dari Universitas Syiah Kuala (1993). Jepang tahun 2001 di bidang Agriculture and Resource Economics. Asuransi Dan Pasca Tambang Business Risk. Ir. Completed his doctorate program in Agriculture and Resource Economics at Tohoku University. Ph. Faridha. M. Pertambangan Umum-Biro Lingkungan dan Teknologi (1999-2002). Has been an Environment Researcher since 2004. Noviarto was appointed member of Business Risk. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala SubBagian Pengelolaan Lingkungan Bid. Insurance and Post-Mining Committee since March 16. Asuransi dan Pasca Tambang Member of the Business Risk. Asuransi dan Pasca Tambang Member of Business Risk. menyelesaikan program Magister bidang Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia (2004). Menyelesaikan program doctoral pada Tohoku University.Si Anggota Komite Risiko Usaha. She was posted as Head of Environmental Management Sub-division. Graduated from University of Syiah Kuala with a degree in Chemistry Engineering (1993) and further completed her master program in Environmental Sciences at University of Indonesia (2004). Insurance and Post-Mining Committee’s Profile Andi Noviarto. Risiko Usaha. Insurance and Post-Mining Committee Menjadi Anggota Komite Risiko Usaha. Currently he is Assistant Deputy of Forestry at the office of Energy. Head of Documentation and Information Sub-division. Insurance and PostMining Committee. Insurance and Post-Mining Committee Menjadi anggota Komite Asuransi. 2009. Saat ini sebagai Peneliti di bidang Lingkungan (2004-sekarang). Technological Research and Development Center for Electricity and Renewed Energy (20022004). 2009 Mr. dan Pasca Tambang sejak 16 Mei 2009. Saat ini menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Kehutanan pada Deputi Bidang Energi. . dan Kehutanan-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian On May 16. She has been a member of Business Risk. Coordinating Ministry for Economy. Mineral Resources and Forestry. Sumber Daya Mineral. Kepala SubBidang Dokumentasi dan Informasi-Puslitbangtek Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (2002-2004). Japan (2001). Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Maret 2009. General Mining Division. Environment and Technology Bureau (1999-2002).

School of Economics (2003) in Jogjakarta. Asuransi dan Pasca Tambang Member of the Business Risk. Insurance and Post-Mining Committee on 16 May 2009.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 307 Pramuditho Karsowidjojo Anggota Komite Risiko Usaha. sebagai Team Leader Internal Audit (2005-2008). Fakultas Ekonomi (2003) di Jogjakarta. Sempat mengikuti berbagai pelatihan. Insurance and Post-Mining Committee Menjabat sebagai Anggota Komite Risiko Usaha. Bidang Akuntansi. Menyelesaikan pendidikan kesarjanaan dari Universitas Islam Indonesia. . Accounting Science. and PT Silkargo Indonesia Jakarta (Affiliate of PT Samudera Indonesia) as Manager of Finance Department (2008-present). One of the training sessions he attended was Officer Development Program at PT Samudera Indonesia. termasuk mengikuti program Officer Development Program di PT Samudera Indonesia. Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Mei 2009. kemudian bergabung dengan PT Silkargo Indonesia Jakarta (Afiliasi PT Samudera Indonesia) dengan posisi sebagai Manager di Departemen Finance (2008-Sekarang). Prior to joining PTBA he worked for PT Samudera Indonesia. Mr. Graduated from Islamic University of Indonesia. Karsowidjojo was appointed member of Business Risk. as Team Leader of Internal Audit (2005-2008). Sebelum bergabung dengan PTBA bekerja pada PT Samudera Indonesia.

ME Komisaris Commissioner Ir. In accordance with Corporate Law no.K.x. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono. dengan ini kami. we. Ir. DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS Dr. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. MHum. MSc Komisaris Commissioner Ir. Dewan Komisaris dan Direksi PT Bukit Asam (Persero) Tbk. the Board of Commissioners and Directors of PT Bukit Asam (Persero) Tbk.K.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 67 dan Peraturan Bapepam No. SE. hereby state that we have approved and are fully responsible for the validity of the Company’s 2010 Annual Report. Thamrin Sihite. Umiyatun Hayati Triastuti. MSc.DATA PERSEROAN 308 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Statement of Board of Commissioners and Directors Sesuai dengan Undang-Undang No. The Company’s Annual Report contains the Board of Commissioners’ Monitoring Report and Consolidated Financial Statement for the years ending 31 December 2010 and 2009. Abdul Latief Baky. X.6 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik. Laporan Tahunan ini juga memuat Laporan Tuga Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Chapter 67. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner . and Capital Market Supervisory Board Regulation No. 40/2007.6 on Annual Report Submission Requirements for Public Companies. menyatakan telah menyetujui dan bertanggung-jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2010.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 309 DIREKSI BOARD OF DIRECTORS Ir. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. Milawarma M. Drs. Sukrisno Direktur Utama President Director Ir. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum General Affairs & HRD Director . MSc Direktur Keuangan Finance Director Ir. Eng Direktur Operasi/Produksi Operation/Production Director Ir.

310 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 311 Laporan Keuangan Audited Financial Statement .

312 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .