PT Asam ASAM (PERSERO) Tbk PT BukitBUKITTbk 2010 Annual Report 1 LAPORAN TAHUNAN 2010 ANNUAL REPORT

Memacu Daya, Meningkatkan Hasil
Enhancing Capacity for Higher Output

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Mewujudkan Visi Menjadi Perusahaan Tambang Batu Bara Utama
Realizing a Major Coal Mining Company

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 1

S

ebagai salah satu perusahaan tambang utama di Indonesia, PTBA kini mewujudkan rencana optimalisasi potensinya dengan membangun infrastruktur untuk menunjang kegiatan produksi maupun transportasi, meningkatkan kapasitas produksi dan mengintegrasikan sistem pengelolaan hasil produksi dengan pemasokan batubara ke konsumen. Pelaksanaan program di tahun 2010 tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan Perseroan di masa mendatang yang kini mulai menunjukkan hasilnya.

Being one of Indonesia’s major coal mining

companies, PTBA optimizes its potentials by constructing infrastructure to support production and transportation, stepping up production capacity, and integrating production management system with coal supply to consumers. The 2010 program was part of the Company’s expansion plan that has come to fruition.

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operasional Yang Semakin Efisien
More Efficient Operations

Biaya Produksi
Production Cost

5,6%
The Company’s cost of self-managed production per ton at mine mouth is the lowest among similar companies. And yet the Company maintains its operating efficiency drive that has enabled production to increase at reduced output cost, although fuel and labor costs continue escalating. Hence, the Company successfully cut production cost per ton at mine mouth by 5.6% from the preceding year.

Biaya produksi batubara swakelola Perseroan di mulut tambang per ton adalah salah satu yang terendah di Indonesia untuk perusahaan sejenis. Namun demikian Perseroan tetap melakukan berbagai langkah efisiensi operasional, sehingga ditengah kecenderungan peningkatan biaya bahan bakar dan tenaga kerja, berhasil meningkatkan volume produksi dengan biaya per output produk yang semakin rendah. Dengan upaya tersebut Perseroan dapat menurunkan biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang sebesar 5,6% dari biaya tahun 2009.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 3

Volume Produksi dan Penjualan Yang Meningkat
Higher Production and Sales

Total Produksi
Production Total

7,4% 3,7%

Revitalisasi dan optimasi peralatan produksi membuat Perseroan mampu meningkatkan produksi hingga sebesar 7,4%, diiringi dengan keberhasilan perluasan pasar dan kerjasama dengan PTKA dalam upaya meningkatkan kapasitas angkut kereta api, sehingga volume penjualan batubara meningkat 3,0%. Revitalizing and optimizing production equipment boosted production by 7.4% and expanded market through joint operation with PTKA to improve railway loading capacity and resulted in coal sales increase of 3%.

Total Penjualan
SalesTotal

4

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Pengembangan Usaha Yang Terintegrasi dan Dinamis
Integrated and Dynamic Business Development

Realisasi pengembangan usaha secara terintegrasi kini telah semakin mewujud, yakni; pembangunan PLTU skala kecil dengan bobot pekerjaan telah mencapai 85%, pasar batubara kalori rendah dengan cadangan berlimpah yang semakin terbuka, pengembangan potensi ekonomis dari Coal Bed Methane (CBM) yang telah memasuki tahap persiapan pemboran eksplorasi dan pembangunan jalur KA khusus batubara ke Lampung yang telah sampai pada penandatanganan kontrak EPC. The result of integrated business development is getting more obvious: the construction of small-scale TPP was 85% completed, wider market for low-calorie coal with abundant reserves was ready, Coal Bed Methane (CBM) project was nearing exploration drilling phase, and EPC contract for constructing coal transporting railway to Lampung was signed.

Pembangunan PLTU
Power plant construction

. Atas upaya pengelolaan lingkungan tambangnya. PTBA berhasil mempertahankan PROPER HIJAU tingkat Nasional di tahun 2010.394 HA yang terbagi atas 12 zona. For its effort to manage the surrounding environment. Perseroan melanjutkan pembangunan TAHURA Tanjung Enim seluas 5.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 5 Standar Baru Dalam Pengembangan Lingkungan New Standards of Environmental Development Sebagai wujud kepedulian pada upaya pelestarian lingkungan. the Company continued the development of Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA) measuring 5.394 hectares divided into 12 zones. PTBA retained its National GREEN PROPER award in 2010. PROPER HIJAU Green PROPER As evidence of its concern for environmental conservation.

• Persiapan pemboran eksplorasi di Tanjung Enim. Meninigkatkan manfaat nilai ekonomi dari batubara kalori periingkat rendah sebesar kurang lebih 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum diproduksi. PERALATAN PRODUKSI Production Equipment • Optimalisasi 5 unit BWE sistem. • Penunjukan Kontraktor EPC untuk PLTU Tarahan 2 x 8 MW. PENGEMBANGAN OPERASIONAL Operational Development COAL BED METHANE (CBM) • Sebagai Bahan Bakar PLTU. • Perawatan rutin 3 unit BWE lainnya. JANGKA PANJANG LONG TERM Mengembangkan potensi ekonomi CBM di wilayah konsesi PTBA (Tanjung Enim. • Memulai program penambahan APU. . Ombilin dan Peranap). PLTU Mulut Tambang 2x300 MW di Peranap Riau. PROGRAM 2010 2010 PROGRAM Memanfaatkan nilai ekonomi batubara kalori peringkat rendah sebesar lebih kurang 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum dieksploitasi. • Memperoleh proyek UKL dan UPL. • Pembangunan PLTU Unit Tanjung Enim 3 x 10 MW mencapai 85 %. Meningkatkan produksi swakelola dengan porsi di atas 40%. • Membangun PLTU ukuran sedang dan besar untuk dijual ke PLN.6 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Sasaran Pengembangan Perusahaan Company Development Goal DIVERSIFIKASI PENDAPATAN Diversification of Earnings BATUBARA KALORI RENDAH Low Calorie Coal Pemanfaatan sebagai bahan bakar PLTU milik sendiri maupun milik IPP lain/PLN. TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology • Evaluasi dan penggantian sistem operasional secara berkala. • Ikut serta dalam proses tender IPP PLTU Mulut Tambang 2 x 300 MW dan 2 x 600 MW di Tanjung Enim. • Penunjukkan kontraktor EPC dan renegosiasi tarif listrik untuk PLTU Banjarsari 2 x 100 MW. • Upgrade peralatan hardware. • Membangun PLTU kecil untuk kebutuhan sendiri di tiga lokasi. • Dijual sebagai BBG. TUJUAN OBJECTIVE Menandatangani kontrak penjualan batubara peringkat rendah jangka panjang untuk PLTU milik PLN. • Memenuhi keperluan daya listrik sendiri. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Thermal Power Plant • Menjual listrik kepada PLN. • Penggantian dan penambahan armada truk & shovel dengan kapasitas yang lebih besar. Pembebasan Lahan 100% dan transmisi 88%. • Merekondisi dan memindahkan 2 unit BWE dari lokasi TAL ke MTBU. Menjadikan TI sebagai tulang punggung operasional Perseroan. • Integrasi sistem penanganan produk. terutama truk dan shovel. • Tahap lelang EPC dan negosiasi tarif listrik untuk PLTU mulut tambang 2 x 10 MW Peranap. • Upgrade perangkat keras.

• Pengembangan coal handling facility di Tanjung Enim dan di pelabuhan Tarahan.. • Asesmen oleh pihak independen. • Sosialisasi GCG pada pegawai. . MENINGKATKAN TATA KELOLA Corporate Governance Development MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources Development MENINGKATKAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Environmental Development • Melengkapi seluruh pranata organisasi. • Bekerja sama dengan KA untuk meningkatkan kapasitas angkut jaringan yang sudah ada. SDM yang memiliki kualitas internasional.Tarahan. • Pelaksanaan revegetasi dan pembangunan Taman Hutan Raya. • Panandatanganan kontrak EPC dan presentasi KA khusus Kertapati .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 7 INFRASTRUKTUR Infrastructure • Peningkatan kapasitas bongkar muat pelabuhan dan stockpile. Meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan evaluasi secara berkala. • Tahap pembentukan SPP (unit whistleblower policy). • Melakukan asesmen terhadap 334 karyawan dan mempromosikan 45 karyawan. COC dan Board Manual). • Meningkatkan pemanfaatan sumber daya air. • Memantau lingkungan di tiga lokasi utama sesuai standar BML. • Persiapan fasilitas produksi di MTBU mencapai 65%. • Melakukan pelatihan SDM yang diikuti 3. secara bertahap di lokasi rencana Zona Penerima. • Pernyataan kepatuhan seluruh pegawai dalam penerapan COC GCG. • Pelaksanaan program CSR dan pengembangan masyarakat.439 peserta. • Melaksanakan program Bina Wilayah. • Peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. • Pengesahan Soft Structure GCG (GCG Code. Menunjang volume penjualan hingga 82 juta ton/tahun. • Revegetasi lahan pascatambang secara bertahap dan berkelanjutan. Menjadi Good Corporate Citizen. • Memperbarui kesepakatan dalam Kontrak Kerja Bersama dengan wakil SPBA. • Meningkatkan best practises penerapan GCG dan evaluasi berkala. • HOA pembangunan jalur KA khusus ke Tanjung Api-api (Sumsel) dengan Adani (India). • Membangun jaringan KA khusus batubara. • Melaksanakan program PKBL. • Terpeliharanya lingkungan alam yang lebih asri. • Refurbishment dermaga di Kertapati.

0 62.005 701.150) 2.599.483 69.4 42.8 (11.846) 1.542 921.063 446.154 (4.783.028.158 301.661 76.9 33.304 872 26 2.8 40.106.IKHTISAR UTAMA 8 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Ikhtisar Keuangan Financial Highlights NERACA (Dalam juta Rp) ASET Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset lancar Taksiran Klaim atas Kelebihan Pembayaran Pajak Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Aset tidak lancar lainnya (bersih) Aset tidak lancar Jumlah aset KEWAJIBAN DAN EKUITAS Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Kewajiban lancar lainnya Kewajiban lancar Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban jangka panjang lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah kewajiban Hak minoritas Jumlah ekuitas Jumlah kewajiban dan ekuitas Modal kerja bersih 73.743 2.315 217.369 431.740 84.008) 2.949.156 748.1) (26.734 2.266 774 911.1 39.901 158.392 2010 2009 2008 PERHITUNGAN LABA RUGI (Dalam juta Rp.2 28.4) 24.750 1.713) 9.988) 3.505.043 2.942 56.385 128.723 2.23 102.701.530.346.063 ??? 8.8 28.559 5.832 2.310 48.672 (837.947.022 6.644.6) (24.4 57.292.352.301) 4.925 81.918 411.402.498.156 4.389 7.0 43.669.097 789.216.0 117.596.2 29.7 88.238) 3.624 420.008.304 1.228 (3.6) (35.152 562.645.733 79.451 74.551.722.686. kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Beban usaha Laba usaha Pendapatan lain-lain (bersih) Bagian (rugi)/laba bersih dari perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak penghasilan Pajak penghasilan Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham Harga pasar saham terhadap laba bersih per saham EBITDA Pengeluaran usaha** 7.04 111.3 62.8 491.9 54.054.295.771 2.225 58.352) 3.8 60.304 741 9 2.9 34.565) 2.104 1.990 553.039 (3.391 122.057 (5.184 15 3.1 26.106.187 8.258.972 199.4 40.754 526.459 409.032.62 199.953 266.0 616.979 187.8 26.987 1.779 120.909.501 1.366.4 23.844.650.3 RASIO KEUANGAN Aset lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas PENGELUARAN MODAL (Dalam juta Rp) Rutin Pengembangan Jumlah pengeluaran modal * Disajikan kembali ** Harga Pokok Penjualan + Beban Usaha .527 3.998.7 30.132 6.343 308 1.166 (1.908 759.133.707.133 548.687 1.548.848 1.2 42.281.954 2.854 (4.736 8.Depresiasi dan Amortisasi 62.2 31.372 8.376.2 50.2 47.002 (1.055) (6.7 59.2 48.178 423.19 644.6 23.1 25.295.0 135.078.527 5.891 2.392 3.932 447.622.578 5.078.836 128.593) 2.5 85.709.762.063 383.650 (600.553 (1.5 178.720 1.7 57.304.212 1.092 (1.556 46.116 675.076.675) (1.2 135.678 171.584 362.493.727.104.957 RASIO-RASIO (Dalam %) RASIO PERTUMBUHAN Penjualan Laba kotor Laba usaha Laba bersih Laba bersih per saham RASIO USAHA Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba kotor terhadap penjualan usaha terhadap penjualan bersih terhadap penjualan kotor terhadap jumlah ekuitas usaha terhadap jumlah ekuitas bersih terhadap jumlah ekuitas kotor terhadap jumlah aset usaha terhadap jumlah aset bersih terhadap jumlah aset 46.7 33.2 35.315.075 997.722.728 959.908 1.380.136) 3.6 41.875 6.0 365.578 3.746 8.502 .843.512 6.147.235 198.041.220 2.4) (26.133 4.156.072 174.3 59.699 4.927 6.423 610.8 75.0 37.466 5.3 36.036.699 5.517 125.792 151.

8 22.127 483 368.019 97.025 403.297) 656.970 Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income (net) Share in net (loss)/income of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net income of subsidiaries Net income Number of share (in million share) Earning per share Price earning ratio EBITDA Operating expenditures** RATIOS 16. net Other non-current assets.9 (In percentage) GROWTH RATIO Sales Gross profit Operating income Net income Earning per share OPERATIONAL RATIO Gross profit to sales Operating income to sales Net income to sales Gross profit to equity Operating income to equity Net income to equity Gross profit to total assets Operating income to total assets Net income to total assets FINANCIAL RATIO Current assets to currents liabilities Total liabilities to total assets Total liabilities to total equity CAPITAL EXPENDITURES (In million Rp) 24.6 21.249 17.080.545 310.009.973 3.855 (2.Working Capital INCOME STATEMENTS (In million Rp.984 114.734 1.035 774.295.675.936 2006 1.0 0.2 17.87 744.931 26.936) 1.5 37.3 413.6 60.347.75) (601) 726.3 17.480 (2.414 447.Depreciation and Amortization .460 3.082.093 12.019 360.073 (678.5 18.112 1.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 9 2007* 2.6 49.95 (180.350 83.2 28.352 188.998 39.2 759.8 17.335.5 48.291.222.533 292.501 3.055 163.174 668.181 2.107.8 32.341 170.841) 896.1 25.407) 1.8 15.7 58.2 43.776 12.211 2.825 (725.803.771) (2.181 2.508 271.304 211 17 738.304 315 38 1.482 25.857 Routine Development Total capital expenditures * As restated ** Cost of Sales + Operating Expenses . net Other current assets.819 560.318 2.254 355.001 3.030) 1.56 800.95 75.622.539 64.831 3.519 1.228 BALANCE SHEET (In million Rp) ASSETS Cash and cash equivalents Trade receivables.4 21.347 99. net Fixed assets.159 261.519 1.1 40.59 194.451 2.541 3.501.526 12.7 21.3 39.571 455.137 293.241 898.107.153.6 544.765 547. except earnings per share) 4.5 49.838 71.181 99.67 2.562 (282.734 16.533.295.6 13.451 431.1 4.198.514 (1.0 21.916.1 15.123.979.761 1.154 2.6 36.5 27.509) 485.335.979.7 33. net Non Current Assets Total Assets LIABILITIES AND EQUITY Trade payables Accrued Expenses Taxes Payable Othar Cerrets Liabilities Total Currets Liabilities Provision for retirement and employee benefits Provision for environmental protection reclamation and mine closure Other long term liabilities Total Non Currets Liabilities Total Liabilities Minority Interest Total Total Liabilities And Equity Net .7 34.8 18.831 3. net Inventories. net Current Assets Estimated claims for tax refund Investments in associated Mining properties.

0 1.8 3.7 2.548.8 897.304.669.947.844.107.082.909.0 2.184 872 (Rp) 2.727.9 6.0 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Laba Bersih (Rp miliar) EBITDA (Rp miliar) Laba Bersih per Saham 1.9 7.979.2 3.622.IKHTISAR UTAMA 10 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Aset (Rp miliar) Penjualan 8.7 8.3 2.9 1.2 738.7 726.8 3.2 4.106.722.5 656.9 3.707.533.2 3.216.0 2.2 7.493.008. 101 105 165 06 07 08 09 10 .078.123.6 (Rp miliar) Laba Usaha (Rp miliar) Operating Income (Billion Rp) 8.7 2.1 741 485.0 211 315 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Dividen per Saham (Rp) 533 371 Meningkatkan efisiensi seraya fokus pada pengembangan usaha untuk memberi nilai yang lebih tinggi.

750.870 8.240.400 1.131.586 9.950.424 4.430 10.955.006.763.522 10.896 Domestic Export Total Sales .637.300.487.310.277.552 12.783 574.922 6.783 12.770 783.450 1.022.722.320 Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation SALES (in tons) 8.708 366.049 560.736 8.400 1.100 2.546 10.548.846.915.175.333 574.566 8.339.161 784.920.012 9.984 1.477 1.288.454.429 8.580 8.050.030 10.114 9.781 2.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 11 Ikhtisar Operasi Operational Highlights PRODUKSI (dalam ton) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi PEMBELIAN (dalam ton) • PT Bukit Asam Prima • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian ANGKUTAN KERETA API (dalam ton) Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan PENJUALAN (dalam ton) Domestik Ekspor Jumlah Penjualan 2010 2009 2008 2007 2006 PRODUCTION (in tons) Tanjung Enim Mining Unit (UPT) 6.595.940 10.792 8.426.897.884 3.900.090 6.472 2.553.612 12.272.484.312 12.165.002 12.169.199 10.796 5.068.109 712.209 880.147.144.956.086.613 4.817 4.014 4.150 1.077 10.850 11.478.218 3.843 9.501 1.498.695.388 13.388.734 6.510 • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat UPT Total Production Ombilin Mining Unit (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Total Production PURCHASES (in tons) 511.228.657 3.840 1.683 840.665.797.588 508.430 6.185 1.640 8.476.251 722.606.835 400.150 2.258 1.912 11.240.397.971 507.013 1.757.892 10.852.600.558 12.280.690 8.871.712.620 76.510 • PT Bukit Asam Prima • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Total Purchase Total Production & Purchase RAILWAY TRANSPORTATION (in tons) 8.461.509 5.819 391.536.945 5.114 400.776 1.310 4.402 5.321.165.271.416.630.728 2.511 8.803.294 1.243 57.649 2.180.968 2.

Peringkat 2 dengan Kategori Perusahaan Pertambangan. Predikat Aditama untuk Lingkungan dari Kementrian ESDM. Stern Steward & co and Swa. The Best Role of Stakeholder dalam IICD Award Corporate Governance Award 2010 dari Majalah Investor. Stern Steward & Co. and 3rd Rank GCG Implementation in Business Review Award presentation. dalam acara Investor Award. Peringkat ke 1 Finance Performance. Aditama Predicate for Environment from EMR Ministry. 3rd Rank 2009 Annual Report Award (nonfinancial listed company). The Best Role of Stakeholder in IICD Corporate Governance Award 2010 from Investor Magazine. The Best Performing Listed Company 2010 by Investor Magazine version. The Most Trusted Company in GCG Award organized by The Indonesian Institute for Corporate Governance & SWA Magazine. Peringkat ke 3 Operation Management. National GREEN PROPER Award from Ministry of Environment. 3rd Rank Operations Management. dan Peringkat ke 3 GCG Implemention dalam Acara Business Review Award. September September Rangking 3 Annual Report Award 2009 kategori Non Keuangan Listed Company. The Best Company of the Year in International Good Company Award presentation. 1st Rank Finance Performance. Juli July The Best Public Companies based on WAI dari Indonesia’s Best Wealth creators 2010 (Wealth added Index) Method Indonesia. Mei May The Best Performing Listed Company 2010 dari Majalah Investor. . 2nd Rank in Mining Companies category in Investor Award presentation. 3rd Best Website in BUMN Award presentation. November November PROPER HIJAU tingkat Nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup. The Best Public Company from Indonesia’s Best Wealth Creators 2010 (Wealth Added Index) Method Indonesia. Agustus August 3rd Best Website dalam acara BUMN Award.IKHTISAR UTAMA 12 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Penghargaan dan Sertifikasi Award and Certifications Januari January The Best Company Of The Year dalam International Good Company Award. and SWA Magazine Desember December Predikat Terpercaya dalam GCG Award yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance & Majalah Swa.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 13

Piagam dan Trofi Penghargaan
Sertificate and Trophy Awards

BUSINESS REVIEW AWARD

ADITAMA

ANNUAL REPORT AWARD

3rd BEST WEBSITE BUMN AWARD

AEI & BEI CHARITY GOLF TOURNAMENT

2nd BEST SUSTAINABILITY REPORTING

CORPORATE GOVERNANCE AWARD

SWA 100 : BEST WELATH CREATORS

IKHTISAR UTAMA

14

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Main Highlights

Peristiwa Penting 2010
2010 Significant Event

Februari

February

23

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTBA dan PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) tentang Pengembangan Gasifikasi Batubara dan Pemanfaatan Gas Hasilnya sebagai Bahan Baku dan Bahan Bakar di Pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) on Coal Gasification and Resultant Gas Usage as Raw Material and Fuel in PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) factory.

Maret

March

23

Penandatanganan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Operation & Maintenance (O&M) antara PT Bukit Asam Transpacific Railway (anak perusahaan PTBA) dan China Railway Group Limited di Beijing untuk Proyek Pembangunan Angkutan Kereta Api dan Pelabuhan Batubara dengan panjang jalur sekitar 307 KM dan kapasitas angkut 27 juta ton per tahun. Signing Engineering Procurement Construction (EPC) and Operation & Maintenance (O&M) Agreements between PT Bukit Asam Transpacific Railway (subsidiary of PTBA) and China Railway Group Limited in Beijing for Railway and Coal Port Development Project, length 307 Km and capacity 27 million tons per annum.

April

April

21
Juni

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2010, dengan salah satu keputusan Utama Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Annual General Meeting of Shareholders, one of the resolutions was to amend the Articles of Association.

June
Penandatanganan Nota Kesepahaman/MOU antara PTBA dan PLN tentang pasokan batubara kalori peringkat rendah ke PLTU milik PLN. Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT PLN to supply low-calorie coal to PLN TPP.

10

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 15

Agustus

August

25

Penandatanganan Head of Agreement (HOA) antara PTBA, PT Adani Global dan Pemprop Sumatera Selatan tentang Angkutan Batubara. Signing Head of Agreement (HOA) among PTBA, PT Adani Global and South Sumatera Provincial Administration regarding coal transportation.

November

November

15

Mempertahankan peringkat PROPER HIJAU tingkat Nasional. Retaining National GREEN PROPER Award.

Desember

December

1 3

PTBA membagikan Dividen Interim Tahun Buku 2010. Paying interim dividend for accounting year 2010.

Penandatanganan Amandemen Kontrak EPC PLTU mulut tambang Banjarsari 2 x 100 MW. Signing Amendment to EPC Contract for Banjarsari mine mouth 2x100MW TPP.

16

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Daftar Isi
Table of Contents
2 5
6 6 9 10 SEKILAS KINERJA PTBA PTBA Performance Highlights IKHTISAR UTAMA Main Highlihts Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Operasi Operational Highlights Penghargaan Dan Sertifikasi Award And Sertification Peristiwa Penting 2010 2010 Significant Event DAFTAR ISI Table of Contents INFORMASI PERSEROAN Corporate Information Visi dan Misi Visi and Mission Riwayat Singkat Brief History Kegiatan Usaha Business Activity Lokasi Operasi Perseroan Operational Location Sumber Daya dan Cadangan Batubara Coal Resources and Resources Produk Batubara Coal Products Alamat Kantor Office Address Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi Subsidiaries and Associated Companies Struktur Organisasi Organization Structure INFORMASI BAGI INVESTOR Investors Information Kondisi Pasar Modal Capital Market Condition Kronologis Pencatatan Saham PTBA Corporate Share ... Kinerja Saham Ptba Financial Highlights Daftar Pemegang Saham Shareholders Kebijakan Dividen Dividend Policy LAPORAN MANAJEMEN Management Report Laporan Komisaris utama Report from The President Commissioner Laporan Direktur Utama Report from the President Director LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Operational Management Report Rencana Strategis Strategic Plan

45 45 78

12 13
45 46 47 47 49 50 54 55 60

89 123 233

Pengembangan Usaha Business Development Risiko dan Manajemen Risiko Risk and Risk Management Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Perlindungan Lingkungan (K3LL) Health and Work Safety and Environmental Conservation Laporan Pelaksanaan Reklamasi dan Rehabilitasi Implementation Report of Reclamation and Rehabilitation Pengembangan Teknologi Informasi Information Technology Development Pengembangan Sumber Daya Manusia Human Resource Development PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Management Discussion and Analysis Kondisi Umum dan Prospek Usaha General Condition and Business Prospects
Kondisi umum perekonomian global dan Indonesia Lorem ipsum dolor sit amet Prospek permintaan batubara Coal Demand Prospects

157
122 122 122 133 119 111 111

Laporan Kinerja Usaha Business Performance Report
Segmen Batubara Lorem ipsum Segmen Briket Lorem ispum

64
64 64 67 23 23

Tinjauan Kinerja Keuangan Financial Review

46 47 47 49 50 54

Neraca Lorem Perhitungan Laba Rugi Lorem ipsum Arus Kas orem ipsum Rasio-rasio Keuangan Lorem ipsum Kebijakan Permodalan dan Modal Kerja Bersih Lorem ipsum dolor Realisasi Belanja Modal Lorem ipsum

45
56 45

55 60
64

69
45

Strategi Bisnis di Tahun 2011 2011 Business Strategy Informasi-informasi Material Material Information
Perjanjian-perjanjian Penting Lorem ipsum

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 17

64 67 23 23 25 35 34 122 122 123 111

Transaksi Benturan Kepentingan Lorem ipsum Transaksi Material Lorem ipsum Program Penjualan Kembali Saham Perseroan Lorem ipsum dolor Akuisisi lorem ipsm Pendirian Anak Perusahaan Lorem ipsum Transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa Lorem ipsum dolor sit amet Reklasifikasi Akun Lorem ipsum

122 122

Pelaksanaan Prinsip-prinsip Dasar GCG Implementation of GCG Basic Principles Perkara Hukum dan Lain-lain Lorem ipsum LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Corporate Social Resposibilities Pengantar Strategic Plan Program Kemitraan dan Bina LIngkungan Business Development

69
45 45

Kejadian Luar Biasa dan Informasi Setelah Tanggal Neraca Significant and Subsequent Events
Perubahan perundang-undangan dan peraturan pemerintah Lorem ipsum dolor sit amet Perubahan Kebijakan Akuntansi Lorem ipsum Kejadian setelah tanggal neraca Lorem ipsum dolor sit

157
122 123 123 123 6 45 55 60 122 122 122 122

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Corporate Governance Report Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Implementation of Corporate Governance
Tujuan Penerapan Lorem ipsum Assesment Praktek GCG Lorem ipsum Panduan dan Struktur Tata Kelola Lorem ipsum

45 78

89

RUPS Lorem ipsum Hubungan serta Koordinasi Dewan Komisaris dan Direksi Lorem ipsum Dewan Komisaris Board of Commissioner Direksi Board of Director Komite-komite dan Laporan Komite Committee and Committee Report Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Internal Audit and Control System Kode Etika Berperilaku Code of Conduct

123

233

Pengelolaan Pelestarian Lingkungan Risk and Risk Management Pemenuhan Hak-hak Karyawan dan Penghargaan terhadap Hak Azasi Manusia Health and Work Safety and Environmental Conservation Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan Implementation Report of Reclamation and Rehabilitation Komitmen terhadap Kualitas Produk dan Perlindungan Pelanggan Information Technology Development Hubungan Harmonis dengan Masyarakat berlandaskan Prinsip-prinsip Tata Kelola yang Baik Harmonious Relationship with The Community Based on Good Corporate Governance Principles DATA PERSEROAN Corporate Data Profil Dewan Komisaris Information Technology Development Profil Direksi Information Technology Development Profil Komite-komite Information Technology Development Profil Sekretaris Perusahaan Information Technology Development Profil Kepala Audit Internal Information Technology Development Surat Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Information Technology Development Referensi Silang Daftar Isi Dengan Peraturan Bapepam LK. Information Technology Development LAPORAN KEUANGAN AUDITAN Financial Statements

157
123 123 123 123 123 123 290

300

18

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

0 hektar hectares Luas seluruh wilayah kuasa pertambangan Perseroan Total Company’s Mining concession area miliar ton billion tons Total Sumber Daya batubara perseroan Total coal resources miliar ton billion tons Total cadangan tertambang perseroan Total mineable resources .702 7.3 2.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 19 Informasi Perseroan Corporate Information 90.

5. 3. 2. Focus on the growth of coal production/sales Focus on projects with readiness scale 1 Corporate restructuring Boost human resource competence and regeneration as well as promote a performance-based corporate culture Improve remuneration system based on performancebased reward Promote performance rating in environmental management . MISSION • • • • • Focus on core competency and sustainable growth Optimize shareholders’ return Promote a performance-based corporate culture Contribute to national economic development Contribute to the improvement of community welfare and the preservation of environment STRATEGI Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan dan terkemuka di Indonesia yang menerapkan Enam Langkah Strategis: 1. 6. 5. Fokus pada pertumbuhan produksi/penjualan batubara Fokus pada proyek-proyek dengan skala kesiapan 1 Restrukturisasi korporasi Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM serta meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan STRATEGY Indonesia’s leading environmentally friendly coal-based energy company that adopts Six Strategic Steps: 1. 4. 4. 3. 2.INFORMASI PERUSAHAAN 20 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information VISI Menjadi Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan VISION To become an environmentally friendly coal-based energy company MISI • • • • • Fokus kepada core competency dan pertumbuhan yang berkesinambungan Memberikan tingkat pengembalian yang optimal kepada pemegang saham Meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Memberikan kontribusi pengembangan ekonomi nasional Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. 6.

further called the Company. In1981. transporting and trading of mining products particularly coal. Pada 23 Desember 2002. Pada 1981. On December 23. Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). sedangkan produksi untuk kepentingan komersial dimulai pada 1938. the mining workers fought for the nationalization of the mines. exploration. the Indonesian Government approved the establishment of State-Owned Bukit Asam Coal Mine or Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional. When the Dutch Colonial period ended in Indonesia. Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: • Mengusahakan pertambangan yang meliputi penyelidikan umum. The Company business activities are as follows: • Mining operation covering general research. BRIEF HISTORY The coal mining in Tanjung Enim was initiated by the Dutch Colonial Government in 1919 by operating the first coal mine using open pit mining method in Air Laya. para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. initial operation commenced in 1923 and lasted until 1940. 2002 the Company became a publicly listed company on the Indonesian Stock Exchange under the code of “PTBA”. Using underground mining method. In line with the national energy security development program. terutama pertambangan batubara sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 21 RIWAYAT SINGKAT Sejarah pertambangan batubara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di wilayah operasi pertama. processing. eksploitasi. in accordance with the prevailing laws and regulations under the limited liability principles. exploitation. pengangkutan dan perdagangan bahan-bahan galian terutama batubara. pengolaham. To develop coal industry in Indonesia. pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan. • • . Mengusahakan pengolahan lebih lanjut atas hasil BUSINESS ACTIVITY Pursuant to Article 3 of the Company’s Articles of Association. in 1993 the Company was assigned by the Government to develop coal briquette business. in 1990 the Government merged Perum Tambang Batubara with the Company. PN TABA converted its status to a limited liability company under the name of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batubara. yang selanjutnya disebut Perseroan. the objective of the Company is to develop mining operation. Pada 1950. purifying. pemurnian. Selanjutnya mulai 1923 beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga 1940. Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batubara di Indonesia. eksplorasi. Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA”. PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero). Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air. yaitu di Tambang Air Laya. Further processing of mining products particularly coal. while commercial production began in 1938. particularly coal mining. KEGIATAN USAHA Sesuai Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3. In 1950. maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam bidang pengembangan bahan-bahan galian.

95. Managing and operating thermal power plant. Mengusahakan dan mengoperasikan pembangkit tenaga listrik uap.02 miliar ton billion tons 3. LOKASI OPERASI PERSEROAN OPERATIONAL LOCATION SOUTH CHINA SEA PEKANBARU 2 1 PADANG 1 4 SAMARINDA BALIKPAPAN 2 3 1 1. baik di dalam maupun luar negeri. JAKARTA Kantor Perwakilan Representative Office Kapasitas Capacity : 12 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 80.59 miliar ton billion tons TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 6.000 ton billion tons Kapasitas Capacity : 2.000 DWT .000 ton billion tons 1. Memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang terkait dengan pertambangan batubara beserta hasil-hasil olahannya. OMBILIN Unit Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 0. either for own use or for others.INFORMASI PERUSAHAAN 22 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information • • • • produksi bahan-bahan galian terutama batubara.10 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 0. baik untuk keperluan sendiri maupun keperluan pihak lain. Pelabuhan Port TARAHAN Stockpile Stockpile : 560.35 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 1. baik untuk keperluan sendiri maupun untuk keperluan pihak lain. Memperdagangkan hasil produksi sehubungan dengan usaha di atas. Mengusahakan dan mengoperasikan pelabuhan dan dermaga khusus batubara. Pabrik Briket Briquette Factory TANJUNG ENIM Kap. • • • • Trading products of the foregoing business activity. baik hasil sendiri maupun hasil produksi pihak lain.5 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 40. Pelabuhan Port TELUK BAYUR Stockpile Stockpile : 90.000 DWT 1.59 miliar ton billion tons 2 3 LAMPUNG JAVA SEA SURABAYA 3 INDIAN OCEAN 1. PRANAP CERENTI Kuasa Pertambangan Mining Concession Sumberdaya Resources : 0. Managing and operating ports and piers specifically designated for coal. Pabrik Briket Briquette Factory LAMPUNG Kap. at home and abroad. for own purpose or for others. Providing consultancy services and engineering in coalmining-related fields and processed mining output. 12.000 ton/tahun tons/year 2. TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 6.5 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 8. Dermaga Pier KERTAPATI Stockpile Stockpile : 50.27 miliar ton billion tons 2.35 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 1. either own or other parties’ production.000 DWT 3. 8.80 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 0. Pabrik Briket Briquette Factory GRESIK Kap.000 ton/tahun tons/year 2.000 ton billion tons Kapasitas Capacity : 2.000 ton/tahun tons/year 3.

29 miliar ton billion tons 1 11 1 Cadangan Tertambang Coal Resserve : 1. 13 Apr 2010): 4.414 hectares covering Muara Enim Regency and Lahat Regency. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24. 13 Apr 2010): 2. 30 Apr 2010): 3. 30 Apr 2010): 882 Ha. Bunian. yakni: • Lembah Segar dan Talawi (05.950 Ha .423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24. Kungkilan. 13 Apr 2010): 4. 29 Okt 2010): 7. COAL RESOURCES AND RESERVES The Company holds Mining Consession in the following areas: Tanjung Enim coal mine of 66.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010.937 Ha Banjarsari. Tambang batubara Ombilin seluas 2. 29 Okt 2010): 7.621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010. Sumatera Selatan. 13 Apr 2010): 2. 13 Apr 2010): 22. 30 Apr 2010): 882 Ha. 30 Apr 2010): 3. 30 Apr 2010): 2. yang terdiri atas: • • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010.414 hektar yang meliputi Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 23 sumberdaya cadangan tertambang Sumberdaya Coal Resources : 7. Arahan Utara.Perindagkop.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010.937 Ha Banjarsari. 30 Apr 2010): 2. South Sumatera.99 miliar ton billion tons 1 18 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim 1 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim 87 80 SUMBER DAYA DAN CADANGAN BATUBARA Perseroan memegang hak Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi sebagai berikut: Tambang batubara Tanjung Enim seluas 66. consisting of: • • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010. 13 Apr 2010): 22.621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010.87.950 hektar.87. consisting of: • Lembah Segar dan Talawi (05. Arahan Utara.950 hectares. Kungkilan.Perindagkop.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010. Bunian.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010.950 Ha Ombilin coal mine of 3.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010.

Samarinda (through subsidiary PT Internasional Prima Coal measuring 3. maka jumlah cadangan tertambang menjadi 2.0 (%.1 39. While total mineable reserves reached 1.adb) TS 0.ar) TM 34 30 28 21 18 14 (%. Perseroan juga memegang hak IUP Operasi Produksi dilokasi Peranap.300 6.5 45.100 Ha.adb) FC 40 (%.INFORMASI PERUSAHAAN 24 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information 66.100 Ha dan di lokasi kecamatan Palaran.238 Ha. the Company has total coal resources of 7.000 14.0 miliar ton.adb) VM 39 (%.300 5.3 7. Merujuk pada hasil penilaian sumber daya (resources) dan cadangan (reserve) oleh pihak independen yaitu “International Mining Consultant (IMC)” pada Desember 2008. the Company has total mineable reserves of 2.0 billion tons.3 6. Indragiri Hulu Riau (09/IUP/545-02/IV/2010. 27 Apr 2010) seluas 17.900 6. and in Palaran District.3 billion tons throughout this Mining Concession area.9 39. If the mineable reserves at Lahat Regency are included.5 0. Apabila cadangan tertambang pada KP di Kabupaten Lahat diperhitungkan.5 42. kota madya Samarinda (melalui anak perusahaan PT Internasional Prima Coal) dengan no keputusan (454/375/HK-KS/VII/2010.4 41.5 41. belum termasuk cadangan tertambang pada KP yang berlokasi di kabupaten Lahat yang berstatus sedang dalam tahap penyelesaian dengan Pemda setempat. Coal Brand IPC 53 BA 55 BA 59 BA 63 BA 67 BA 70 (Kcal/kg.700 7.414 Ha Selain IUP Operasi Produksi tersebut.238 Ha. Sedangkan jumlah cadangan tertambang mencapai 1.0 .8 6.8 billion tons.7 47. PRODUK BATUBARA Perseroan memiliki beragam jenis produk batubara sesuai dengan kadar kualitas yang terkandung di dalamnya.8 miliar ton. Luas Tambang Batubara Tanjung Enim In addition to these Mining Concessions.0 5.0 40.7 13.1 11.96PPO289) measuring 17.0 5. COAL PRODUCTS The Company produces a variety of coal products with differing quality of content.3 miliar ton yang tersebar di seluruh KP tersebut di atas. With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant.adb) Ash 8 7. total sumber daya batubara (resources) Perseroan mencapai 7.500 5.adb) CV (%.6 0.6 0. 19 Jul 2010) seluas 3.adb) IM 15 (%.0 40. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008.6 0.6 0.0 5.2 41.7 5. excluding mineable reserves in the Mining Concession location at Lahat Regency which is in dispute with the local Administration. the Company also holds Mining Concession in Peranap Indragiri Hulu Riau (KW.

Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 25 Area tambang Air Laya.

Stasiun Kereta Api Palembang. 1A Blok M. Raya Natar Km. 31 996 F. +62-721-783 558 F. _62-751-63 533 Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Ombilin Mining Unit Sawahlunto Sumatera Barat P. Sumatera Barat P. +62-21-525 4002 Unit Pengadaan Briket Briquette Business Unit Jl. Rasuna Said Blok X-5 Kav. Parigi No. +62-754-61 021 F. +62-734-451 095. +62-21-727 96176 Unit Usaha Serang Serang Business Unit Jl. +62-754-61 402 Dermaga Kertapati Kertapati Pier Jl. +62-721-31 577 KANTOR PERWAKILAN JAKARTA Jakarta Representative Office Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. +62-734-451 095. +62-734-451 096. Sumatera Selatan P. Parigi No. Raya Manyar Km. 31 686 F. +62 734 096 452 352 F. 6 Manyar Gresik 61151. Tanjung Enim Sumatera Selatan 31716 P. +62-21-727 96115.+62-721-31 545. Banten P. 1 Tanjung Enim 31716 Sumatera Selatan. Indonesia P. Kebayoran Baru Jakarta 12160 P.1. +62-24-6585 185 F. Jawa Tengah P. 452 352 F. +62-711-512 617 F. +62-721-774 266 Unit Usaha Gresik Gresik Business Unit Jl.7 Serang.INFORMASI PERUSAHAAN 26 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information KANTOR PUSAT Head Office Jl. Raya Bojonegara Km. +62-24-6595 186 Unit Usaha Lampung Lampung Business Unit Jl.1 Teluk Bayur. +62-31-395 0288 F. 452 352 F. +62-21-525 4014 F. +62-751-62 522. +62 734 893 434 343 Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) Tanjung Enim Mining Unit Jl. Tanjung Periuk No. 2-3 Jakarta 12950 P. H. Jawa Timur P. 15 Tarahan. 727 96241 F. Falatehan Raya No. Parigi No. Bandar Lampung P. 452 993 Unit Usaha Semarang Semarang Business Unit Kawasan Industri Terboyo Blok O No.1 Tanjung Enim 31716 P.R. +62-711 511 388 Pelabuhan Tarahan Tarahan Port Jl. 452 993 Pelabuhan Teluk Bayur Teluk Bayur Port Jl. +62-254-700 1236 Unit Usaha Tanjung Enim Tanjung Enim Business Unit Jl. Soekarno Hatta Km. 16 Natar. 63 522. +62-31-395 0601 . Lampung Selatan P.1 Semarang. +62-734-451 096.

as well as in developing various coal derivative products. H.ptba.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 27 AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham. SUBSIDIARIES AND ASSOCIATED COMPANIES In line with the corporate vision to become a competitive coal-based energy company and to give optimum value to its stakeholders. berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham. NAMA NAME TAHUN PENDIRIAN ESTABLISHMENT BIDANG USAHA CORE BUSINESS STATUS KEPEMILIKAN OWNERSHIP (%) PT Batubara Bukit Kendi PT Bukit Pembangkit Innovative PT Bukit Asam Prima PT Bukit Asam Metana Ombilin PT Bukit Asam Metana Enim PT Bukit Asam Metana Peranap PT Bukit Asam Banko PT Bukit Asam Transpacific Railway PT Internasional Prima Coal 1996 2005 2007 2007 2007 2007 2008 2008 2005 Penambangan batubara Coal mining Pembangkit listrik tenaga uap Thermal power plant Perdagangan batubara Coal trading Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan batubara Coal mining Angkutan batubara Coal transporting Penambangan batubara Coal mining Sudah operasi Operational Tahap pengembangan Developmental stage Sudah operasi Operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Sudah operasi Operational 75 41 99. maupun untuk pengembangan berbagai produk derivatif batubara.R.99 99. the Company sets up several subsidiaries to support the Company in reaching its production and sales target. maka Perseroan membentuk beberapa anak perusahaan yang bergerak sebagai sektor pendukung pencapaian target produksi dan penjualan Perseroan.99 65 10 51 . H.id ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI Sejalan dengan visi Perseroan untuk menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya-saing dan memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan.co.99 99.R. +62-21-525 4002 www. Rasuna Said Blok X-5 Kav. +62-21-525 4002 INVESTOR RELATION Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. +62-21-525 4014 F. 2-3 Jakarta 12950 P. Rasuna Said Blok X-5 Kav. +62-21-525 4014 F. 2-3 Jakarta 12950 P. berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : INVESTOR RELATION Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl.99 99.

X-7 No. Rasuna Said Kav.R.INFORMASI PERUSAHAAN 28 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information LEMBAGA PENUNJANG PASAR MODAL CAPITAL MARKET SUPPORTING INSTITUTIONS Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom Puri Datindo Wisma Sudirman Jl. +62 21 570 9009 F. H. +62 21 570 9026 Notaris Fathiah Helmi Graha Irama Lt.6 Jl.6 Jakarta 12940. +62 21 5290 7304-6 Kantor Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan PriceWaterHouseCoopers (PwC) Plaza 89 Jl.34 Jakarta 10220 P. +62 21 5290 5555 / 5290 5050 . Rasuna Said Blok X-1 Kav. H. +62 21 521 2901 F. Jenderal Sudirman Kav. Jakarta Selatan 12920 P. Indonesia P. 1 & 2 Kuningan.R.

PENANGANAN DAN ANGKUTAN BATUBARA Coal Handlling and Transportation M. JAMIL SM. LOGISTIK Logistics KORPORAT Corporate UNIT OPERASIONAL Operational Unit MUNANDAR SAI SOHAR ANSYORI AKHMAD HARUN AL RASYID GM. UNIT DERMAGA KERTAPATI Kertapati Pier Unit PGS GM. PROGRAM KESEHATAN Health Program SONNY H. PERENCANAAN KORPORAT Corporate Planning HANANTO BUDI LAKSONO SM.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 29 STRUKTUR ORGANISASI Perseroan menerapkan struktur organisasi yang dinamis. SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SURYO EKO HADIANTO SM. efisien dan efektif sesudai dengan perkembangan industri serta dalam rangka mencapai pertumbuhan kinerja yang optimal. AKUNTANSI DAN ANGGARAN Accounting and Budgeting ISKANDAR MALIKI SM. RUMAH SAKIT BUKIT ASAM Bukit Asam Hospital ACHMAD SUDARTO SEKRETARIS PERUSAHAAN Corporate Secretary M. SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources ERDAWATI MGR. UMUM DAN HUBUNGAN EKSTERNAL General Affairs and External Relations BAMBANG SUTRISNO SM. PEMASARAN BATUBARA Marketing WIRYAWAN SM. PERBENDAHARAAN DAN PENDANAAN Treasury and Funding DADAN RUSWANDANA SM. ORGANIZATION STRUCTURE With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant. UNIT PERTAMBANGAN OMBILIN Ombilin Mining Unit OCTAVINA GM. HUKUM DAN ADMINISTRASI KORPORAT Legal and Corporate Administration AKHMAD ABBAS MGR. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008. Evaluation.A. SATUAN PENGAWASAN INTERN Internal Auditor FLIDELIN KATILI SM. and Production Optimization EDY PURWANTO SM. the Company has total coal resources. TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology MAIZAL GAZALI SM. HARSONO KA. EVALUASI DAN OPTIMASI PRODUKSI Analysis. DIREKTUR UTAMA President Director SUKRISNO DONO BOESTAMI DIREKTUR KEUANGAN Finance Director MILAWARMA DIREKTUR OPERASI/ PRODUKSI Operations/Production Director HERI SUPRIYANTO DIREKTUR PENGEMBANGAN USAHA Business Development Director TIENDAS MANGEKA DIREKTUR NIAGA Commerce Director MAHBUB ISKANDAR DIREKTUR SDM & UMUM HR & General Affairs Director SUHERMAN SM. PENGEMBANGAN KORPORAT Corporate Development ENDANG PURNOMO MGR. UNIT PENGUSAHAAN BRIKET Briquette Business Unit GM: General Manager SM: Senior Manager Mgr: Manager Ka: Kepala Head Pgs: Pengganti Sementara Temporary Replacement . UNIT PERTAMBANGAN TANJUNG ENIM Tanjung Enim Mining Unit GM. ANALISIS. UNIT PELABUHAN TARAHAN Tarahan Port Unit MUZANI WAHAB GM. KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Partnership and Community Development ZULFAHMI MGR. BAGIR SM.

30 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 31 Informasi Bagi Investor Investors Information IHSG Kenaikan IHSG di tahun 2010 CPI surged in 2010 46.13% 33% COMPOSITE PRICE INDEX (CPI) Harga Saham Share Price Harga Saham PTBA naik di tahun 2010 Increase of PTBA share price in 2010 .

Seiring dengan peningkatan kegiatan transaksi dan level IHSG tersebut. kegiatan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2010 berlangsung dinamis dengan kecenderungan menguat hingga akhir tahun. Selama tahun 2010.13% dibandingkan dengan penutupan akhir tahun 2009 di level 2. banyak saham-saham emiten di bursa mencatat tingkat kenaikan yang cukup tinggi.1 % dari posisi sebesar Rp13.05 triliun. naik 60. Kebijakan stimulus ekonomi melalui ekspansi moneter di Amerika dan guncangan pasar uang di Eropa.564. Hampir seluruh sahamsaham blue-chips yang tercatat di bursa dan tergabung dalam kelompok LQ45 mencatat kenaikan harga.12 triliun.38 triliun. IHSG ditutup pada level 3. angka IHSG tidak pernah lebih rendah dari angka penutupan tahun 2009 sepanjang perdagangan bursa di tahun 2010. lebih rendah dari posisi penutupan tahun 2009. naik 26.247.79% dibandingkan nilai kapitalisasi pasar tahun 2009 yang sebesar Rp2. Tingkat kenaikan tersebut merupakan kenaikan indeks yang terbaik di Asia Pasifik. diangka 2.4% dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian tahun 2009. frekuensi transaksi dan nilai perdagangan atau kapitalisasi pasar. saham PTBA tercatat sebagai anggota dari Jakarta .51 atau mengalami kenaikan sebesar 46.35.475.INFORMASI BAGI INVESTOR 32 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information KONDISI PASAR MODAL Seiring dengan perbaikan kondisi makroekonomi. Pemodal asing turut berperan mempengaruhi pergerakan IHSG tersebut. Titik terendah posisi penutupan IHSG terjadi pada tanggal 8 Februari 2010. membuat kelebihan likuiditas pasar modal dikwasan tersebut cenderung bergerak ke emerging market. kegiatan transaksi pasar modal di BEI terus meningkat. Sepanjang 2010. Nilai kapitalisasi pasar saham di BEI pada di tahun 2010 mencapai angka Rp3. KINERJA SAHAM PTBA Saham Perseroan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan PTBA sejak Initial Public Offering (IPO) Desember tahun 2002. sebesar Rp 4.35.564. Seiring dengan sentimen positif sinyal perbaikan kondisi perekonomian global maupun nasional.74 triliun atau melonjak 94. lalu BEI membukukan nilai pembelian bersih (net buy) asing senilai Rp26. Selanjutnya. termasuk Indonesia.78 triliun di tahun 2009. yakni pada level 2.703. sehingga pada akhir tahun 2010. total rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp5. Selain tercatat di papan utama.09 triliun. Hal tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).019.

yakni pada harga Rp17. Volume saham yang diperdagangkan selama kuartal ke II ini meningkat.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 33 Pelabuhan Tarahan Mining Index. Jakarta Islamic Index.300 per saham pada kuartal pertama 2010.290. LQ45 (45 saham terlikuid si BEI). saham PTBA lebih aktif diperdagangkan. dan mencatat kenaikan harga hingga menjadi Rp19. .250 per saham. Pada kuartal II ini harga saham PTBA sempat kembali terkoreksi mencapai harga terendah Rp15.400 per saham. 33% dari volume perdagangan di kuartal I. Sepanjang tahun 2010 saham PTBA mengalami perkembangan harga dan volume transaksi yang dinamis. Setelah ditutup pada posisi Rp17. Kemudian harga saham PTBA pada akhir kuartal II ditutup pada level Rp17. harga saham PTBA sempat mengalami peningkatan harga hingga berada di level Rp18. yakni menjadi sebesar 288. Sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan di Bursa karena adanya sentimen positif perbaikan harga jual komoditas energi.400 persaham sebelum akhirnya ditutup pada harga lebih tinggi dari posisi harga penutupan akhir tahun 2009. Indeks Bisnis-27 dan Indeks Kompas 100.250 per saham di akhir Desember 2009. Namun demikian harga saham PTBA juga sempat mengalami koreksi dengan harga terendah terjadi pada posisi Rp15.000 lembar saham.700.000 per saham.

tanggal 30 Desember 2009. Tahun 2010 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange. harga saham PTBA berada pada posisi Rp22.250 per saham. yaitu sebesar Rp17.950 per lembar. Posisi penutupan ini menunjukkan harga PTBA meningkat sebesar 33% dari posisi penutupan tahun 2008. namun ditutup pada level yang lebih rendah di akhir kuartal. Year of 2009 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price . Pola pergerakan saham PTBA dapat dilihat pada grafik ikhtisar saham dan tabel berikut. Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. Di akhir penutupan bursa BEI. Tahun 2009 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange. yakni mencapai titik tertinggi pada awal kuartal III.INFORMASI BAGI INVESTOR 34 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Pola pergerakan saham PTBA selama dua kuartal selanjutnya berulang. Year of 2010 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. Demikian pula pada kuartal ke IV. Volume saham yang diperdagangkan pada kuartal III dan IV semakin berkurang dengan semakin naiknya harga saham PTBA.

950 15.221.250 19.500 370.450 6.750 11.100 6.700 16.300 19.700 17.050 15.199.100 18.000 224.250 22.700 6.400 17.290.450 22.600 14.892.500 13.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 35 Harga dan Volume Transaksi Saham per Kuartal di Bursa Efek Indonesia (Rupiah) Quarterly Stock Price and Transaction Volume at the Jakarta Stock Exchange (Rupiah) 2010 PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Kuartal Pertama Kuartal Kedua Kuartal Ketiga Kuartal Keempat 18.500 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter Pengangkutan tanah dari tambang Banko Barat .000 248.950 2009 216.750 10.000 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Kuartal Pertama Kuartal Kedua Kuartal Ketiga Kuartal Keempat 8.763.200 14.532.000 20.500 159.500 610.400 15.664.100 17.100 18.794.000 288.250 372.

Lorem Ipsum dolor sit amet Edipiscing lorem ipsum dolor . Lorem Ipsum dolor sit amet Edipiscing lorem ipsum dolor 2.36 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 1 2 1.

9 juta tanpa adanya penerbitan saham baru.02% 27.19% 29.98% . Pada IPO ini. kecuali Negara Republik Indonesia. kecuali Negara Republik Indonesia.49% 7.25 juta yang diberikan kepada pemegang saham.28% 29.49% 31 Desember 200531 Desember 2010 31 December 200531 December 2010 65.5 juta saham baru milik Perseroan.9 million without any issuance of new shares.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 37 KRONOLOGI PENCATATAN SAHAM PTBA SHARE LISTING CHRONOLOGY TANGGAL SAHAM DATE TINDAKAN KORPORASI CORPORATE KOMPOSISI KEPEMILIKAN OWNERSHIP COMPOSITION Pra IPO Pre IPO 23 Desember 2002 23 December 2002 Initial Public Offering Privatisasi dengan menawarkan 346. Negara: State: Negara: State: Publik: Public: 100% 83.02% 34.5 million series B shares oowned by the Government and 31. Further Divestment The Government offered its 286. Privatization by offering 346.26% Negara: State: Publik: Public: 70.68% 0. Perseroan juga menerbitkan waran Seri I sebanyak 173.5 juta saham Seri B milik Pemerintah dan 31. yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005. ang diberikan kepada pemegang saham.5 million new shares owned by the Company.72% 31 Desember 2004 31 December 2004 Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Masa Konversi Waran Seri I Berakhir Series I Warrant expire date Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Negara: State: Publik: Public: 70. yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005.13% 22 Desember 2005 22 December 2005 65.74% 16. 25 Juni 2004 25 June 2004 Divestasi Lanjutan Pemerintah menawarkan sahamnya sejumlah 286.

Tanjung Enim .Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Operasional BWE di Tambang Air Laya.INFORMASI BAGI INVESTOR INVESTOR 38 PT Bukit Asam Tbk.

Dana Pensiun .421.000 85.Reksadana Subtotal Pemodal Asing .000.850 2.166 0.000. Komposisi Pemegang Saham Perseroan pada Akhir tahun 2010 & 2009 Composition of the Company’s Shareholders at End of the year 2010 & 2009 KEPEMILIKAN JUMLAH SAHAM TOTAL SHARE 2010 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .819.500 51.474.Perseroan Terbatas .094.Perorangan Asing .416 0.999.004 4.999 lembar saham Seri B (saham biasa) dengan nilai nominal Rp3.901 449.225 0.900 501.000 3.802.Karyawan .Yayasan .000 29.500 65.131.500 sehingga total modal dasar Perseroan adalah senilai Rp4.000 3.153 28.000.Koperasi .549 107.148 2.500 33.104 1.500 1.999.000 10.835.578.003 0.Badan Usaha Asing Subtotal Total 459.983.50 100.729.801 2.999.457 2.322.00 29.227 0.Dana Pensiun .999.989.498.702 32.Perorangan Asing .087.Yayasan .500 55.000.227 0.900 446.Bank .001 0.Perorangan Indonesia .248 501.645 80.393 1.297 1.301 2.000 2.854.Perseroan Terbatas .304.500 28.549 0 77.710.500 1.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 39 PEMEGANG SAHAM Modal Dasar Perseroan terdiri atas 1 (satu) lembar saham Seri A Dwi Warna dengan nilai nominal Rp500 dan 7.498.884.399 19.131.406.312.000 (empat triliun Rupiah).304.02 65.000 26.Koperasi .261.087.250.276.036.Pemerintah Daerah .Bank .020 21.Perorangan Indonesia .103 1.77 100.Lembaga Keuangan .23 4.500 93.657.Karywan .02 2009 2010 % 2009 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .500 2.850 0.Badan Usaha Asing Subtotal Total OWNERSHIP .Asuransi .00 0.Lembaga Keuangan .Asuransi .500 1.Pemerintah Daerah .754 21.000 70.362 78.500 96.068 1.001 0.689 3.101 19.261.999.000 12.049 1.Reksadana Subtotal Pemodal Asing .50 1.372.

00490 0.INFORMASI BAGI INVESTOR 40 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Status Kepemilikan Saham Oleh Direksi Share Ownership by the Directors 2010 NAMA NAME LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE 2009 % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE Ir.000 0.350 4 96 100 304. Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. Milawarma.202 501.00868 0.044.00599 0.114. .312.850 806.Eng 200.350 38 62 100 356.01619 200.00260 0.350 4 96 100 35. Drs. M.044.500 770.000 398.710.00868 0.929. jumlah cadangan yang harus disisihkan dan rencana pengembangan usaha.801 806.370. kecuali ditentukan lain oleh Rapat Umum Pemegang Saham.000 373.000 138.01727 Komposisi Pemegang Saham yang Memiliki Saham <5% Share Ownership by the Directors URAIAN Lokasi Domestik Asing Total Jenis Investor Ritel Institusi Total 30. manajemen akan membayarkan dividen minimal 30% dari laba bersih. Mahbub Iskandar Ir.000 0.297 806. Hal ini dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.000 138.148 806.053 775.000 60. Besaran dividen yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan.549 449. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk menciptakan manfaat terbaik bagi para pemegang saham.00260 0. Sukrisno Ir.731.674.334.044.000 60.350 44 56 100 2010 % 2009 % DESCRIPTION Location Domestic Foreign Total Type of Investor Retail Institution Total KEBIJAKAN DIVIDEN Perseroan menetapkan kebijakan penggunaan laba bersih hasil operasional selama satu tahun buku dan membayar dividen secara tunai atas laba bersih setelah memperhatikan tingkat laba yang diperoleh.044.

05 532.35 105.73 50 % 50 % 50 % 50 % 45 % . TAHUN BUKU ACCOUNTING YEAR LABA BERSIH NET INCOME (Juta Rp) (Million Rp) DIVIDEN YANG DIBAGIKAN DIVIDEND PAID (Juta Rp) (Million Rp) DIVIDEN PER SAHAM DIVIDEND PER SHARE (Rp) (Million Rp) RASIO PEMBAYARAN DIVIDEND PAYOUT RATIO 2005 2006 2007 2008 2009 467. Tanjung Enim Tahun 2010. Hal tersebut ditunjukkan pada tabel berikut. sebesar Rp66. PTBA kembali membagikan dividen interim tahun buku 2010. Dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2010.530 242. dividend Pay Out Ratio ditetapkan sebesar 45% dari laba tahun buku 2009.060 485.707.39 164.207 1.727.770 2.734 233. besaran dividen yang dibagikan selalu di atas batasan minimal tersebut.670 760.835 380. Dividen interim terakhir dibagikan dan dilaksanakan pada tahun 2009.885 1. seiring pelaksanaan pengembangan usaha.480 101.227.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 41 Belt Conveyor dengan latar belakang Spreader.104 853.75 persaham yang sudah dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2010.97 371.

42 Tbk Laporan Tahunan 2010 PT Bukit Asam Tbk. In 2010 Indonesia’s economy was moving on the upward trend after the world economy recovered from global financial turmoil in early 2009. yang dimotori oleh China dan India sebagai penggerak perekonomian kawasan. Bersama dengan beberapa negara di kawasan Asia. mengikuti kondusifnya perekonomian dunia yang mulai lepas dari pengaruh krisis finansial global di awal tahun 2009. Mewakili Dewan Komisaris. On behalf of the Board of Commissioners I would like to take this opportunity to thank God for the Company’s success in passing the year 2010 successfully. GDP Indonesia tumbuh sebesar 6.5%. To our distinguished shareholders. higher than 2009 growth which was recorded at 4. .1%. lebih tinggi dari peningkatan GDP tahun 2009 yang sebesar 4.5%.Laporan Tahunan 2010 Laporan Komisaris Utama Report From The President Commissioner Peningkatan sikap profesional dalam mengembangkan usaha untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang guna mencapai tujuan jangka panjang Perseroan.1%. with China and India as the driving forces. Para Pemegang Saham yang Terhormat. Along with a few other Asian countries. Indonesia’s GDP grew 6. pertama-tama saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ungkapan syukur kehadiratNya atas keberhasilan Perseroan dalam melalui tahun 2010 dengan cukup baik. Professional attitude in developing business and facing challenges to seize opportunities and attain the Company’s long-term objective. Perekonomian Indonesia di tahun 2010 tumbuh cukup baik.

Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 43 Dr.

Volume penjualan batubara naik 3.5% and consequently operating results were below 2009 performance.6% dari biaya tahun sebelumnya. termasuk batubara dan produk perkebunan adalah beberapa faktor pendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi Indonesia. In anticipation of improving demand and price of mining products in the near future. Dengan perkiraan membaiknya permintaan dan harga komoditas tambang di masa-masa mendatang.7% menjadi 12. laba bersih Perseroan di tahun 2010 turun menjadi Rp2. Consequently.950. However. PENGAWASAN DAN PENILAIAN ATAS KINERJA MANAJEMEN Sepanjang tahun pelaporan.7% to 12. such efficiency was insufficient to cover the declining income caused by lower selling price. The success of operating efficiency drive and initiatives towards PTBA Golden Era were begining to take shape and always communicated to all stakeholders to preserve the Company’s good image.46 million tons. Coal sales volume rose 3. effisiensi tersebut tidak cukup menutupi penurunan pendapatan akibat turunnya harga jual. Stabilitas politik dan keamanan yang terjaga dan tingkat likuiditas perekonomian yang terpelihara membuat peringkat utang luar negeri membaik menjadi Ba1 (Moody’s) dan BB+ dengan oulook positif (Standard & Poors). rata-rata harga jual batubara Perseroan yang turun hingga sebesar 14. Keberhasilan upaya effisiensi operasional dan upaya merealisasikan era PTBA Emas yang mulai menampakkan wujudnya. Banyak ekonom meyakini perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang stabil dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang. pada tahun pelaporan ini. Many economists are convinced that Indonesia’s economy is stable and all set for further growth. sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. Dewan Komisaris melakukan tugas pengawasan terhadap kebijakan manajemen. Namun demikian.01 triliun. average coal selling price dropped 14. GENERAL CONDITION OF THE COMPANY In this favorable economic climate. Produksi berhasil ditingkatkan 7.6% down from the preceding year. Overall political stability and security as well as well-maintained financial liquidity improved the country’s foreign debt rating to Ba1 (Moody’s) and BB+ with positive outlook (Standard & Poors).per saham di akhir tahun 2010. senantiasa dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan. Dewan Komisaris dan Direksi telah merumuskan dan menetapkan serangkaian program dan strategi pengembangan usaha yang dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perseroan.95 juta ton. Stronger domestic consumer demand and higher prices of prime commodities such as coal and plantation produce were instrumental in Indonesia’s economic development. KONDISI UMUM PERSEROAN Di tengah atmosfir perekonomian yang kondusif tersebut. the Board of Commissioners and Board of Directors devised and established a series of program and strategy for business development which were incorporated in Corporate Long Term Plan.95 million tons. Namun demikian. The result was reflected in PTBA shares positive trend that closed 33% higher to Rp22.01 trillion and net earning per share dropped to Rp872. Hal ini tampak dari pergerakan harga saham PTBA yang ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp 22.5%. membuat kinerja keuangan Perseroan tidak sebaik tahun 2009. SUPERVISION AND EVALUATION OF MANAGEMENT PERFORMANCE Throughout the year under review the Board of Commissioners fulfilled its oversight responsibility towards the management .4% to 12. Production increased by 7. Sehingga.4% menjadi sebesar 12. net profit decreased to Rp2.950 per share at the end of 2010. Perseroan telah mengantisipasi kondisi ini dan berhasil melakukan berbagai inovasi dalam operasional Perseroan sehingga mampu menurunkan biaya produksi batubara swakelola dimulut tambang sebesar 5. However.LAPORAN KOMISARIS UTAMA 44 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from The President Commissioner Meningkatnya konsumsi domestik serta kenaikan harga berbagai komoditas utama seperti hasil tambang.46 juta ton. the Company performed very well. The Company had anticipated this circumstance and made various innovative efforts that managed to cut self-managed coal production cost at mine mouth by 5. Perseroan mampu mencatat kinerja operasional yang baik. Laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872.

We request the Board of Directors to continually make operational innovations to allow higher operating efficiency. such as the construction of mine mouth TPP for our own purpose. Selain itu. Direksi juga diminta untuk memberi perhatian lebih pada kelancaran realisasi proyek-proyek pengembangan yang memiliki nilai sinergis dengan upaya peningkatan efisiensi operasional dan masih dalam kaitan pengembangan “core We also expected the Board of Directors to foster a strategic collaboration with PT KAI to ensure higher railway loading capacity from the mines to the ports so as to increase our future sales volume. Berdasarkan evaluasi atas kinerja operasional di tahun pelaporan. Business Risk and Post-Mining Committee. In addition. Untuk lebih meningkatkan peran pengawasan dan praktik tata kelola yang baik. and gave counsel to the Board of Directors in performing its duty. who hold routine consultative and coordination meetings with the management. the Board of Commissioners is assisted by Audit Committee. The Board of Commissioners also called on the Board of Directors to be more resolute in safeguarding the Company’s concession areas to protect our assets. The Board of Directors was also urged to pay more attention to our development projects to create synergy with operating efficiency drive to develop core competency. serta Komite Asuransi. mengingat harga jual batubara yang fluktuatif serta variasi kualitas batubara yang dimiliki oleh Perseroan. Komite GCG. the Board of Commissioners asked the Board of Directors to continually make operational innovations so that the Company may operate more efficiently amid fluctuating coal price and considering its varied coal quality. Remuneration and HRD Committee. management mechanism and operations of the Company. competency”. GCG Committee was set up. policy. Dewan Komisaris meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasi-inovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien. Nomination. Dalam melaksanakan tugas pengawasan dan memberikan nasihat. the Board of Commissioners reinforced its oversight and direction . yang secara rutin melakukan rapat-rapat konsultatif dengan pihak manajemen Perseroan. Based on the evaluation of the current year operating results. Dewan Komisaris telah To enhance supervision and good corporate governance practice. GCG Committee. Selain itu. Remunerasi & PSDM. Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit. Dewan Komisaris juga memberi nasihat kepada Direksi agar melakukan upaya-upaya lebih tegas untuk mengamankan wilayah konsesi Perseroan demi menjaga aset Perseroan. Risiko Usaha & Pasca Tambang. seperti pembangunan PLTU mulut tambang untuk penggunaan sendiri. Direksi diminta untuk meningkatkan kerjasama strategis dengan PT KAI guna menjamin peningkatan daya angkut batubara dari areal tambang ke pelabuhan sehingga volume penjualan dapat senantiasa ditingkatkan di masa mendatang. Komite Nominasi. and Insurance.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 45 mekanisme kepengurusan dan operasional Perseroan yang dijalankan oleh Direksi serta memberikan arahan dan nasihat kepada Direksi. In the discharge of its duty. Kami meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasiinovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien. Dewan Komisaris telah merealisasikan pembentukan Komite GCG.

dan GCG Code. Dewan Komisaris dengan didukung oleh Komite-Komite telah meminta Direksi agar meningkatkan praktik GCG dengan semakin mengintensifkan upaya sosialisasi dan internalisasi Manual GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual. the Board of Directrs has been advised to follow up the implementation of GCG best practices for the sake of the Company’s sustainable business growth. shortened to NR & HRD Committee. Dewan Komisaris telah menegaskan agar Direksi dapat menindaklanjuti dan meningkatkan praktik GCG mengacu pada best practices demi meningkatkan kinerja Perseroan yang berkelanjutan. Remuneration and Human Resource Development Committee. disingkat Konarba dan PSDM. Dalam kaitan ini. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. . CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERFORMANCE The Board of Directors.LAPORAN KOMISARIS UTAMA 46 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from The President Commissioner Pengecekan kadar asam dalam air memperkuat fungsi pengawasan dan pengarahan dibidang pengembangan sumber daya manusia dengan menambah tugas Konarba sehingga komite ini menjadi Komite Nominasi. the Board of Commissioners has requested the Board of Directors to enhance GCG practice by intensifying socialization and internalization of the latest GCG Manual consisting of Board Manual. With the support of related Committees. Code of Conduct and GCG Code. Code of responsibilities in human resource development by enlarging Nomination and Remuneration Committee to become Nomination. PELAKSANAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Dengan pengawasan Dewan Komisaris. In this context. has intensively carried out the corporate social responsibility program being one of GCG principles. Conduct. under the supervision of Board of Commissioners. Direksi telah merencanakan secara intensif dan melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang berkelanjutan sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip GCG.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 47

Perseroan telah menunjukkan komitmen dan inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui pelaksanaan serangkaian program yang meliputi PKBL, Bina Wilayah, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta programprogram yang berhubungan dengan pemenuhan hak-hak karyawan yang memberikan dampak ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan pegawai. Berbagai program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lingkungan dan internal Perseroan. Cakupan program yang menyeluruh ini juga berhasil menciptakan keseimbangan antara operasional bisnis dan CSR Perseroan di mana setiap pihak tidak hanya cukup menjadi penerima manfaat semata, namun juga turut memegang andil dalam penerapan program-program CSR secara berkelanjutan. Dalam bidang lingkungan, Perseroan menerapkan sistem akreditasi ISO 9001:2000 dan ISO 14001:2004 demi menjamin terlaksananya aplikasi sistem kerja yang berkualitas dan ramah lingkungan, sehingga berhasil terus mempertahankan peringkat PROPER Hijau, dari Kementerian Lingkungan Hidup.

The Company proves its commitment to the local community through Partnership, Community Development and Area Development Programs, environmental management and other programs directed towards the growth and development of the local community and employee well-being.

These programs are integrated and carried out jointly with the surrounding community and other relevant parties. An equilibrium between business operations and CSR aspects is reached where all parties involved act not only as receivers but also as givers in carrying out CSR programs.

The Company applies ISO 9001:2000 and ISO 14001:2004 for the application of high quality and environmentally friendly work system. For its commitment to good environmental management, the Company retained the Green PROPER rating from the Department of Environment

PENINGKATAN KOMPETENSI SDM
Dewan Komisaris dan Direksi telah menyelesaikan penyusunan RKAP tahun 2011 yang berisi serangkaian target dan program kerja dengan sasaran yang lebih tinggi, selaras dengan sasaran yang hendak dicapai dalam RJPP. Dengan latar belakang perekonomian yang semakin kondusif seperti tergambar di atas, Dewan Komisaris meyakini Direksi akan sanggup memenuhi seluruh target yang ditetapkan.

HUMAN RESOURCE COMPETENCE DEVELOPMENT
Approaching the year 2011 the Board of Commissioners and Board of Directors have prepared Annual Budget and Work Program, outlining work program with higher targets that is commensurate with the objective of Corporate Long Term Plan. Against a backdrop of improving economic condition as described previously, the Board of Commissioners is confident the Board of Directors has the ability to reach all the established targets. We appreciate the sifnificant success made by the Board of Directors in managing and developing our human resource. To ensure sustainable business growth, we advise the Board of Directors to be more focused on developing our employees as the strategic partners of the Company.

Dewan Komisaris mengapresiasi kemajuan-kemajuan berarti yang telah dicapai Direksi dalam mengelola dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Untuk menjaga kesinambungan bisnis di masa mendatang, Direksi diminta memberi perhatian lebih pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia dengan menempatkan karyawan sebagai strategic partner Perseroan. Berbagai capaian kinerja Perseroan dan implementasi rencana maupun strategi operasional tidak akan berhasil tanpa didukung oleh human capital yang kompeten. Oleh karena itu, Dewan Komisaris meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi

The Company’s achievements and business strategy realizations will not be possible without the support of competent human capital. Therefore, the Board of Commissioners advises the Board of Directors to continue implementing competence-performance-based remuneration

LAPORAN KOMISARIS UTAMA

48

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Report from The President Commissioner

Kami meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi sehingga tercipta sistem kerja produktif.
We advise the Board of Directors to continue implementing competence-based remuneration system to create a productive working condition.

dan kinerja sehingga tercipta sistem kerja produktif yang lebih mendukung pengembangan Perseroan.

system to improve productivity to support the Company’s business continuity.

STRATEGI BISNIS DI MASA DEPAN
Dewan Komisaris memberi arahan agar Direksi semakin mengoptimalkan potensi strategis Perseroan. Selain potensi sumber daya batubara yang belum ditambang secara optimal, Direksi juga diminta untuk mengembangkan potensi lainnya dalam rangka meningkatkan pendapatan. Pengembangan potensi lain di atas antara lain pengembangan potensi CBM dan pembangunan PLTU, baik di mulut tambang maupun non mulut tambang. Dalam hal ini, Dewan Komisaris meminta Direksi agar senantiasa mencermati tahapan perkembangan pelaksanaannya, terutama dampak lingkungan dan dampak terhadap mayarakat sekitar serta mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

FUTURE BUSINESS STRATEGY
The Board of Commissioners advises the Board of Directors to optimize other strategic potentials. Besides coal resources that are not optimally excavated, other potentials should also be developed to augment income.

Developing other potentials includes developing CBM potentials and constructing mine mouth and non-mine mouth TPPs. In this context, we ask the Board of Directors to observe the progress made, particularly its impact on the surrounding environment and community and anticipate any obstacle that may arise.

UCAPAN TERIMA KASIH
Dewan Komisaris optimis bahwa Perseroan akan mampu meningkatkan kinerja yang positif dengan terus bekerja keras dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tata kelola penambangan yang baik (good mining practice). Dewan Komisaris meminta seluruh jajaran manajemen dan karyawan agar bekerjasama secara sinergis, serta bersikap profesional dalam menjalankan

A NOTE OF THANKS
The Board of Commissioners is optimistic that the Company will thrive with good results by working hard, implementing good corporate governance principle and good mining practice. The Board of Commissioners expects the management together with the rank and file to work synergically and professionally to develop the Company.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 49

Pengangkutan Batubara melalui transportasi Kereta

tugas dan amanat untuk mengembangkan Perseroan. Mewakili Dewan Komisaris, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Direksi dan seluruh pegawai Perseroan atas kerjasama, loyalitas dan jerih payahnya dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang akan semakin terbuka di masa-masa mendatang sebagai bekal yang sangat bermanfaat bagi terwujudnya citacita pengembangan Perseroan di masa mendatang. Akhir kata, saya juga menyampaikan penghargaan kepada para pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaannya kepada PT Bukit Asam (Persero) Tbk selama ini.

On behalf of the Board of Commissioners, I wish to express our highest regard to all members of the management and personnel of the Company for their cooperation, loyalty and concerted effort in facing challenges and using every opportunity to attain the objective of the Company. In closing I would like to convey my appreciation to the stakeholders for their continued support and trust in PT Bukit Asam (Persero) Tbk all these years.

Atas nama Dewan Komisaris, On behalf of the Board of Commissioners,

Dr. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner

50

Tbk Laporan Tahunan 2010 PT Bukit Asam Tbk.Laporan Tahunan 2010

Laporan Direktur Utama
Report From The President Director

Fokus pada efisiensi operasional dan pengembangan usaha menuju perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia.

Para Pemegang Saham Perseroan Yang Terhormat,
Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nama Direksi, saya menyampaikan bahwa Perseroan telah berhasil melewati tahun 2010 dengan mempertahankan catatan kinerja yang lebih menjanjikan untuk tahun-tahun mendatang. Perseroan menghadapi tantangan eksternal berupa peningkatan persaingan usaha di pasar domestik, kecenderungan meningkatnya penggunaan batubara kalori lebih rendah dengan harga jual yang lebih rendah dan naiknya harga BBM dan tarif listrik. Peluang yang muncul dari membaiknya perekonomian global dan nasional adalah semakin meningkatnya penggunaan sumber energi alternatif termasuk batubara di kawasan Asia Pasifik maupun di pasar domestik.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 51

Ir. sukrisno

DirekturUtama President Director

LAPORAN DIREKTUR UTAMA

52

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Report from the President Director

Perseroan telah merespon dengan tepat kecenderungan peningkatan permintaan batubara tersebut dengan berhasil meningkatkan produksinya menjadi sebesar 12,46 juta ton, naik 7,4% dari tingkat produksi 11,60 juta ton di tahun sebelumnya. Demikian juga volume penjualan berhasil ditingkatkan 3,7% dari angka 12,48 juta ton menjadi 12,95 juta ton. Kenaikan penjualan ini selaras dengan keberhasilan kerjasama dengan PTKA sehingga meningkatkan kapasitas angkut KA batubara sebesar 3,0% di tahun 2010. Namun demikian, Perseroan harus menghadapi kenyataan berupa penurunan rata-rata harga jual produksinya di pasar. Hal ini membuat nilai penjualan total turun 11,6% menjadi Rp7,91 triliun dari angka sebesar Rp8,95 triliun di tahun sebelumnya. EBITDA mengalami penurunan sebesar 30,6% menjadi Rp2,66 triliun. Laba bersih Perseroan juga mengalami penurunan sebesar 26,4%, bertahan pada angka sebesar Rp2,01 triliun, sehingga laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872 dari angka sebesar Rp1.184 per saham di tahun sebelumnya. Perseroan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan mencanangkan program efisiensi operasional sebagai upaya menekan seluruh biaya operasional dibawah kendalinya, sekaligus mengantisipasi munculnya peluang usaha di masa mendatang. Berbagai upaya tersebut secara konisten dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. Hal ini tercermin dari reaksi para investor di pasar modal yang tetap memberikan apresiasinya, sehingga harga saham PTBA ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp22.950,- per saham di akhir tahun 2010, dengan intensitas perdagangan yang tetap likuid.

MEWUJUDKAN PELUANG PERTUMBUHAN MELALUI PENINGKATAN EFISIENSI OPERASIONAL DAN REALISASI RENCANA PENGEMBANGAN
Menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2010, Perseroan menjalankan dua strategi utama, yakni fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan merealisasikan rencana pengembangan usaha yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi dalam waktu dekat. Upaya efisiensi dilakukan melalui tiga cara yakni: menekan biaya produksi, meningkatkan effisiensi operasional serta meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola.

Perbaikan sistem kerja dilakukan diantaranya melalui penerapan sistem operasional terintegrasi. Pada tahun 2010.6% dari biaya di tahun 2009. Untuk meningkatkan kapasitas produksi tambang swakelola dilakukan dengan penambahan jumlah unit produksi serta peningkatan kapasitas alat produksi dari kapasitas dibawah 30 ton menjadi diatas 50 ton. Perseroan melaksanakan upaya perbaikan sistem kerja. mencakup: penghematan konsumsi BBM.95 juta ton. . dengan dukungan Teknologi Informasi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 53 Pelaksanaan program efisiensi operasional berhasil menurunkan biaya produksi batubara di mulut tambang sebesar 5. serta perbaikan maupun penggantian alat penambangan. tanpa membuka areal pit baru. Pelaksanaan seluruh program tersebut mampu meningkatkan produksi batubara Perseroan menjadi sebesar 12. serta optimalisasi inside dump. Perseroan melaksanakan beberapa program untuk menekan biaya produksi. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck. perbaikan sarana dan prasarana. Perbaikan sarana dan prasarana dilakukan melalui antara lain: optimasi areal stockpile dan perbaikan komponen conveyor belt. Perseroan mulai merealisasikan berbagai rencana pengembangan usaha yang sebelumnya dirangkum kedalam lima strategi pengembangan. Untuk meningkatkan efisiensi operasional. suku cadang dan material serta konsumsi energi listrik. Termasuk dalam hal ini adalah pelaksanaan perawatan peralatan secara terencana dan perbaikan manajemen stockpile. Biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang juga berhasil ditekan hingga sebesar 5. perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU.6% dari tahun 2009.

yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. menjadi berbasis listrik produksi sendiri. pada tahun 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan . PLTU Mulut Tambang Banko Tengah (4 x 600 MW) maupun IPP lainnya. Perseroan juga percaya akan berhasil menyelesaikan proyek PLTU untuk pemakaian sendiri berkapasitas kecil lainnya. Untuk PLTU Banjarsari. mengingat bahan bakarnya menggunakan batubara kalori rendah yang selama ini menjadi by-product. Akhir tahun 2010. yakni pembangunan unit PLTU mulut tambang 3 x 10 MW milik sendiri di Tanjung Enim. Sesuai rencana. Perseroan meyakini biaya produksi per ton akan semakin rendah dengan beroperasinya PLTU ini. prestasi pembangunan telah mencapai 85%. PLTU ini diharapkan siap beroperasi pada tahun 2011. Perseroan akan segera mengoperasikan 2 sistem BWE dan 1 spreader yang baru dipindahkan dari lokasi TAL dan dalam operasinya menggunakan energi listrik. Sedangkan realisasi pembangunan PLTU berkapasitas sedang maupun besar yakni diantaranya PLTU Mulut Tambang Banjarsari (2 x100 MW).LAPORAN DIREKTUR UTAMA 54 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Proses pemindahan BWE ke MTB salah satu rencana strategis tersebut semakin mendekati penyelesaiannya. dilaksanakan dengan hatihati dan seksama. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM.

melalui penanda tanganan kontrak angkutan jangka panjang (CTA).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 55 dengan PLN dan pembebasan lahan PLTU dan jaringan transmisi telah diselesaikan. dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. yakni peningkatan kapasitas angkut batubara. Selain membangun jalur kereta api.7 juta ton ke Kertapati (naik bertahap). Perseroan terus bergiat merealisasikan rencana strategis lain. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Lampung. . melalui pembentukan perusahaan baru. dilakukan melalui peningkatan kapasitas angkut pada jalur eksisting bekerja sama dengan PTKA. Pemboran eksplorasi CBM pertama (core hole) akan dilakukan pada awal tahun 2011. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM. Rencana kedua.000 ton. Penyelesaian pembangunan PLTU untuk pemakaian sendiri akan membuat kinerja operasional semakin efisien dan realisasi proyek CBM akan menambah sumber pendapatan Perseroan. Diharapkan pada tahun 2011 PPA telah ditanda tangani. Program pengembangan lain yang dapat direalisasikan adalah pemanfaatan kandungan CBM untuk mendapatkan sumber pendapatan baru. mengingat para mitra Perseroan sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat. dengan daya angkut menjadi 20 juta ton pertahun ke Tarahan (Lampung) dan 2. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Lampung. sehingga pada akhir tahun 2010 proyek ini telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi dan civil works di Wilayah Kerja Tanjung Enim. melalui tiga rencana strategis. Studi Upaya Kelola Lingkungan(UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) untuk proyek ini telah diselesaikan dan diperoleh. Rencana pertama. dilakukan dengan membangun jalur KA baru. dengan kemampuan sandar hingga kapal jenis Capesize yang berdaya angkut 150.

Perseroan merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India. Procurement and Construction) senilai US$1. Angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tannjung enim ke pelabuhan Tanjung-Api-api (Sumatera Selatan). melalui BATR kini telah menindak lanjuti perkembangan tersebut dengan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses ijin pembangunan pelabuhan.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 56 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Transportasi kereta api Batubara di TLS Tanjung Enim Proyek ini telah mendapatkan ijin prinsip dari Gubernur Lampung. Realisasi dua rencana strategis lainnya. Perseroan. Gubernur Sumsel dan ijin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI di tahun 2009.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. Perseroan optimis akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. Pada bulan Maret 2010 proyek ini mencatat kemajuan lain berupa Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. Rencana ketiga. yakni akuisisi atau kerjasama dengan pengelola tambang batubara untuk memperluas area kelolaan dan meningkatkan cadangan . Adani Group. Dengan ketiga skenario angkutan batubara tersebut. berjarak 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun.

2 juta ton dari 2. Program ini diharapkan akan mampu meningkatkan daya angkut batubara secara signifikan. peningkatan intensitas keberangkatan dan penambahan rangkaian gerbong. Perseroan telah mempersiapkan seluruh jajarannya untuk memanfaatkan momen peningkatan permintaan batubara dan peningkatan daya angkut kereta di tahun-tahun mendatang dengan meningkatkan kapasitas produksi.5% menjadi sebesar 3. target Perseroan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia dapat terealisir. Produksi swakelola juga telah meningkat 18. Perseroan melakukan kerjasama strategis dengan KA. serta adanya kordinasi intensif dengan PT KA. dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang. Hal ini telah dibuktikan dengan naiknya produksi total menjadi 12. Perseroan optimis bahwa volume angkut melalui jalur KA eksisting ini akan dapat ditingkatkan sesuai dengan implementasi CTA yang mulai dijalankan sejak tahun 2010. Dalam kaitan CTA ini. Di masa mendatang. serta rencana pengembangan angkutan laut batubara tetap dipertimbangkan dan dijalankan secara prudent. berupa pengadaan gerbong dan loko baru untuk meningkatkan daya angkut. .7 juta ton di tahun 2009.6 juta ton di tahun sebelumnya. BERSAMA MITRA MEWUJUDKAN PENINGKATAN KINERJA Kerjasama strategis dengan PTKA selama tahun 2010 menghasilkan peningkatan daya angkut kereta api menjadi 10. Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari penambahan gerbong pengangkut dan perbaikan sistem manajemen angkutan.5 juta ton dari produksi 11.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 57 Realisasi tiga rencana peningkatan daya angkut kereta akan membuat Perseroan mampu memasok batubara dari Tanjung Enim ke pasar domestik maupun global hingga sebesar 82 juta ton/tahun. Dengan cara demikian.8 juta ton atau tumbuh 3% dari angka tahun 2009.

5%). Tahun 2010. Perseroan menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai implementasi code of conduct yang berisi uraian butir-butir etika dan moral yang harus dipegang teguh oleh segenap jajaran SDM dalam berkarya di perusahaan. komposisi penjualan ini akan lebih berimbang.72 juta ton (36. tapi juga pada peningkatan kualitas mental dan spiritual guna menumbuhkan tri-logi kecerdasan. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menerapkan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan sekaligus melaksanakan pengembangan karir berbasis kompetensi. Pelatihan tidak hanya ditujukan pada peningkatan kompetensi semata. Pada tahun-tahun mendatang. mengingat kerjasama peningkatan daya angkut yang dilakukan.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 58 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Pada tahun-tahun mendatang.5%) dan ekspor sebanyak 4. seiring dengan telah selesainya persiapan produksi di MTBU dan program rekondisi 2 unit BWE dan 1 unit spreader. seiring dengan peningkatan total produksi batubara. produksi batubara swakelola akan semakin meningkat. Kami memaknai peran penting SDM bagi Perseroan dengan memberikan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan. yaitu spiritual.95 juta ton. dari total volume penjualan sebesar 12. . Perseroan telah mempersiapkan SDM untuk merealisasikan rencana besar di masa mendatang dengan menyiapkan serangkaian program pelatihan terpadu dan program rekrutmen yang terencana. Untuk maksud tersebut dan dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan tata kelola yang baik. sekaligus mencakup jaminan pembelian dari potential buyer mitra kerjasama luar negeri dalam jangka panjang. penjualan domestik adalah sebanyak 8. Perseroan telah mengimplementasikan Key Performance Indicators (KPI) dan Balanced Scorecard sebagai tools untuk mengukur kompetensi kinerja individual dan satuan kerja.23 juta ton (63. Demikian juga dengan komposisi penjualan. emosi dan intelektual.

KEPEDULIAN MASYARAKAT. Total dana yang digulirkan oleh Perseroan melalui PKBL . Dengan partisipasi tersebut. (v) tanggung jawab produk dan (vi) kemasyarakatan. Sebagai wujud komitmen peningkatan penerapan praktek GCG tersebut. (ii) lingkungan. Sosialisasi dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif kepada pegawai akan pentingnya peningkatan penerapan praktek GCG. Di bidang ekonomi. WUJUD TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Perseroan merancang pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan sasaran meningkatkan keikutsertaan masyarakat agar berkembang bersama Perseroan. (iv) praktek ketenaga kerjaan dan kelaikan kerja. dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen dan kewirausahaan serta bantuan dana bergulir bagi usaha kecil dan koperasi yang tersebar di wilayah operasional Perseroan. Perseroan telah merintis sosialisasi dan pelaksanaan COC dan Pedoman GCG tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan. didahului dengan penerapan butirbutir menyangkut ketentuan pengadaan barang dan jasa terhadap para pemasok dan mitra kerja. Selain itu dilakukan penandatanganan pernyataan kepatuhan untuk melaksanakan aturan-aturan yang terkandung dalam Code of Conduct dan Pedoman GCG. Dalam melaksanakan CSR ini.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 59 PENINGKATAN IMPLEMENTASI TATA KELOLA Perseroan meyakini bahwa seluruh raihan kinerja operasional tersebut akan dapat ditingkatkan secara berkesinambungan apabila Perseroan mampu secara konsisten meningkatkan kaidah-kaidah tata kelola yang baik. program yang dilaksanakan meliputi pengembangan pola kemitraan usaha kecil dan koperasi. pada tahun 2010 Perseroan melakukan sosialisasi dan mengimplementasikan Pedoman GCG maupun Code of Conduct yang telah selesai dikaji dan disusun ulang. Pengembangan tersebut diharapkan akan menjadi fasilitator dan akselerator bagi pertumbuhan usaha kecil yang membawa dampak berganda (multiplier effect) terhadap kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan Perseroan. (iii) hak asasi manusia. terdiri atas enam fokus kegiatan meliputi (i) kegiatan ekonomi. kesejahteraan masyarakat ikut meningkat seiring dengan perkembangan usaha Perseroan. Perseroan akan terus meningkatkan kualitas penerapan GCG ini dan melakukan evaluasi serta assessmen secara berkala. Perseroan telah menetapkan komitmen jangka panjang.

LAPORAN DIREKTUR UTAMA 60 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director pada tahun 2010 mencapai total Rp93. Perseroan bahkan telah melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pascatambang dengan telah merancang dan merealisasikan rencana pengembangan daerah pascatambang seluas 5. Semua upaya tersebut merupakan jawaban terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat dunia akan terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik untuk kehidupan mendatang. sedangkan tantangannya adalah memproduksi batubara dengan biaya yang lebih efisien untuk menjaga tingkat profitabiltas.000 MW tahap I akan ikut mendukung roda perekonomian nasional dan meningkatnya . Hasil nyata di tahun 2010 adalah keberhasilan mempertahankan peringkat Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup.9 miliar di tahun 2009. Peluangnya adalah semakin meningkatnya permintaan batubara dunia maupun nasional. Perseroan meyakini dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran akan memberikan dampak peningkatan kesejahtaraan masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat. PANDANGAN KE DEPAN Semakin kondusifnya perekonomian global maupun nasional seperti diprediksikan oleh para ekonom diperkirakan membuka peluang dan tantangan bagi Perseroan. perluasan dan peningkatan volume penjualan batubara Perseroan akan semakin terbuka. MEWUJUDKAN KOMITMEN PELESTARIAN LINGKUNGAN Perseroan secara komprehensif menerapkan berbagai program untuk mewujudkan salah satu misi “memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan”. penyelesaian proyek PLTU tenaga batubara 10.9 miliar. Dari sisi permintaan domestik. Perseroan bertekad untuk meraih Proper Emas pada tahun-tahun mendatang. naik 237% dari Rp27. Dengan memperhatikan kondisi eksternal tersebut. Perseroan menerapkan serangkaian program rehabilitasi lingkungan purna tambang yang dirancang bersama konsultan independen serta menggunakan sistem terakreditasi ISO 14001:2004. Direksi berpendapat bahwa peluang bagi pengembangan.934 ha menjadi Taman Hutan Raya.

Penghargaan yang sama juga disampaikan kepada pemegang saham.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 61 permintaan batubara.000 MW tahap kedua akan semakin meningkatkan kebutuhan batubara di tanah air. Dengan menerapkan strategi pengembangan terintegrasi. Perseroan berada dalam posisi yang lebih baik untuk meraih peluang dalam memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut. didukung oleh SDM yang kompeten serta dilaksanakan dengan kualitas implementasi GCG yang meningkat akan membuat Perseroan mampu meraih peluang yang terbentang. PENUTUP Dalam kesempatan ini. China. yang memungkinkan Perseroan mampu mempertahankan kinerja usaha dan menyiapkan landasan yang baik bagi pertumbuhan usaha di masa mendatang. Sebagai perusahaan yang berwawasan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia. Vietnam maupun Malaysia seiring dengan pesatnya pertumbuhan perekonomian di negara tersebut. Sukrisno Direktur Utama President Director . Begitu pula kepada seluruh karyawan yang telah dengan penuh dedikasi menjadikan kerja sebagai ibadah. mengingat besarnya cadangan sumber daya yang dimiliki. perbaikan kondisi perekonomian global terutama di kawasan Asia Pasifik diprediksi membuka peluang pasar di negara-negara seperti India. Untuk pasar ekspor. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan PT Bukit Asam (Persero) Tbk lainnya yang senantiasa memberikan kerjasama terbaik bagi kiprah dan pertumbuhan kinerja Perseroan secara berkelanjutan. kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Komisaris atas pengarahannya kepada Direksi. Atas nama Direksi On Behalf of the board of Directors Ir. pelanggan dan mitra usaha atas dukungan. kepercayaan dan kerjasamanya. Realisasi PLTU 10.

62 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

mempersiapkan dan meningkatkan kompetensi SDM serta mengaplikasikan “green mining” untuk menjaga kelestarian alam. memantau dan memitigasi seluruh risiko potensial.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 63 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report Perseroan melaksanakan pengembangan usaha secara bijkasana. .

Boost the competency and regeneration of human resource as well as promote a performance-based corporate culture Promote a performance-based reward system Improve performance rating in environmental management from green to gold • • . The Plan is based on global and Indonesian macro-economic forecast over a period between 2009 and 2013. pembangunan PLTU milik sendiri. Rencana tersebut disusun berdasarkan lanskap kondisi perekonomian global dan makro ekonomi Indonesia pada kurun waktu 2009-2013. yakni keterbatasan daya angkut kereta-api sebagai satu-satunya sarana angkut paling ekonomis. Corporate resctructuring This is done through setting up subsidiaries that handle non-core business. the Company has formulated its Corporate Strategic Plan. Restrukturisasi Korporasi Dilakukan melalui pendirian anak-anak perusahaan yang menangani bisnis non-core. (See MD&A “Business Prospect”) Six main operating strategies of the Strategic Plan are the elaboration of the Company’s Vision and Mission to be accomplished in 2009-2013. yakni: • • Fokus pada pertumbuhan produksi dan penjualan batubara. developing Indonesia Prima Coal (IPC). Program yang dilakukan adalah melalui peningkatan daya angkut dari jaringan yang sudah ada dan peningkatan kapasitas pelabuhan. Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM dan menciptakan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan dari hijau menjadi emas. pengembangan tambang-tambang lainnya.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 64 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report RENCANA STRATEGIS PERSEROAN Sejalan dengan perkembangan perekonomian Indonesia maupun Global beberapa tahun terakhir dan mengantisipasi peluang peningkatan kebutuhan sumber energi. installing own thermal power station. Rencana Strategis Perseroan terdiri dari enam strategi operasional utama. pengembangan angkutan laut batubara serta akuisisi tambang berpotensi. which are: • • • • • • • • • • • • • • Focus on the growh of coal production and sales This is to overcome transporation problem that lies in the limited loading capacity of train being the only lowcost means of transport. Fokus pada proyek-proyek pengembangan Perseroan fokus pada pembangunan jaringan angkutan kereta api baru dan pelabuhan. merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Perseroan yang akan dicapai pada kurun waktu 2009-2013 untuk menjamin pencapaian target-target yang ditetapkan. Sedang peningkatan produksi dan penjualan dilakukan melalui optimasi kinerja unit bersangkutan. pengoperasian dan pengembangan tambang Internasional Prima Coal (IPC). Focus on development projects The Company concentrates in constructing new railway tracks and ports. Peranap and other mines. CORPORATE STRATEGIC PLAN To respond to the world and national economic development and the increasing demand for energy resources particularly coal in the last few years. Perseroan telah menuntaskan penyusunan Rencana Strategis Perseroan. Stepping up production and sales is carried out by optimizing the work of related units. This would mean increasing the loading capacity of existing railway system and the port handling capacity. Strategi operasional ini dimaksudkan untuk mengatasi hambatan transportasi. terutama batubara yang semakin terbuka. developing coal sea transport and acquiring potential mines. pengembangan tambang Peranap. (Lihat uraian MD&A: Prospek Usaha).

The year 2009 witnessed the following corporate actions and business development efforts that had actually started the preceding year: Pengembangan Usaha terintegrasi menjamin peningkatan kinerja yang berkelanjutan. Various corporate actions have been taken to boost production and overcome the long standing obstacles that have limited the Company’s ability to increase production and sales. The first acquisition of Mining Concession was accomplished in September 2008 through taking over a 51 percent ownership of PT International Prima Coal (IPC) located in East Kalimantan at a transaction value of US$ 17. A prudent and integrated business development to ensure sustainable performance. and capitalizing on its abundant coal reserves and resources. IPC telah berproduksi sejak tahun 2009. IPC commenced operations in 2009. Untuk mewujudkan target tersebut. Perseroan melakukan berbagai langkah pengembangan usaha dengan sasaran meningkatkan produksi. Perseroan merealisasikan rencana pengembangan usahanya secara prudent dan berkesinambungan.85 juta. The Company estimates this area has coal reserves of 45 million tons.85 million. meningkatkan penjualan. BUSINESS DEVELOPMENT In keeping with the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and maximizing stakeholders’ return. Target jangka panjang Perseroan adalah mencapai era PTBA Emas. Berbagai aksi korporasi yang dilakukan sepanjang tahun 2009 dan upaya pengembangan usaha yang telah dirintis tahun sebelumnya adalah sebagai berikut. Menurut taksiran Perseroan. di luar areal tambang di Tanjung Enim dan Ombilin. Akuisisi pertama KP dilakukan pada bulan September 2008. The Company takes business development measures aiming to step up production and sales. the Company seeks to develop its business prudently and continuously. kawasan ini memiliki sumber daya batubara sebesar 45 juta ton. Berbagai langkah aksi korporasi telah dilaksanakan untuk meningkatkan produksi dan mengatasi kendala-kendala yang selama ini membatasi kemampuan Perseroan untuk meningkatkan volume penjualan maupun produksi batubara. expand coal product marketing area. ACQUISITION OF MINING CONCESSION A strategy implemented to increase coal production is the acquisition of new mines as alternative coal sources outside the mining area of Tanjung Enim and Ombilin. memperluas pemasaran produk batubara serta memanfaatkan secara optimal potensi cadangan sumber dayanya yang berlimpah. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 65 PENGEMBANGAN USAHA Sesuai dengan visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing dan memberikan nilai optimal kepada para stakeholder. sebagai sumber alternatif produksi batubara. melalui kepemilikan sebesar 51% saham PT Internasional Prima Coal (IPC) yang berlokasi di Kalimantan Timur dengan nilai transaksi sebesar USD17. AKUISISI KUASA PERTAMBANGAN (KP) Salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan produksi batu-bara adalah melalui akuisisi perusahaan tambang. The long-term target is to arrive at an era of Golden PTBA.

Perseroan menjalankan dua skenario utama peningkatan volume angkutan batubara. increasing coal production and sales is always related to the loading capacity of the railway facility. cadangan cukup besar namun kaulitas rendah dan jarak angkut cukup jauh. ekonomis dan memberikan hasil maksimal bagi Perseroan. . economical coal sales and bring maximum return to the Company. sehingga total kapasitas angkut menjadi INCREASE OF COAL TRANSPORT VOLUME The Company’s coal mines are located relatively far from the ports. Penyebabnya adalah belum adanya tambang yang layak secara komersial. gradually increasing the existing railway loading capacity from Tanjung Enim to Tarahan Port to reach 20 million tons and from Tanjung Enim to Kertapati to reach 2. Sebagai konsekuensi.7 million Meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada secara bertahap menjadi sebesar 22. teknis maupun legal. Consequently. yang mendorong Perseroan melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas angkutan kereta api. Kedua. maximizing the loading capacity of the existing railway tracks. dengan pertimbangan utama antara lain: cadangan yang minim dan tidak ekonomis. PENINGKATAN VOLUME ANGKUTAN BATUBARA Lokasi areal penambangan batubara Perseroan yang relatif jauh dari pelabuhan. there was no acquisition made by the Company because there was no commercial potential mine. meningkatkan secara bertahap kapasitas angkut kereta api eksisting dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan menjadi 20 juta ton dan dari Tanjung Enim ke Kertapati menjadi 2. prompting the Company to take several measures to improve the train loading capacity. merintis pembangunan jalur kereta-api baru dari areal tambang ke pelabuhan muat yang memungkinkan penjualan produk batubara secara efisien. melakukan optimasi dan peningkatan daya angkut melalui jalur kereta-api yang telah ada. The main obstacles included small and uneconomical reserves. peningkatan produksi dan penjualan batubara Perseroan harus selalu dikaitkan dengan kemampuan angkut produk melalui jalur kereta api ini. pioneering the construction of new railway tracks from the mining area to the loading port that will facilitate efficient.7 juta ton per tahun. First. membuat kereta api menjadi sarana angkutan utama batubara yang paling ekonomis. making trains the most economical means of transport. tidak ada realisasi akusisi yang dilakukan. Namun demikian. Pertama.7 juta ton.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 66 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Di tahun 2010. Upaya pertama. big but low-quality reserves and long transporting distance. In 2008. the Company made two major scenarios to increase coal transport volume. technicaly as well as legally. as well as unfavorable price and business scheme. Second. In 2010. Dimulai tahun 2008 lalu.7 million tons. making total loading capacity of 22. harga dan skema bisnis yang tidak sesuai dengan pihak Penjual. Perseroan saat ini sedang mencari dan menjajagi beberapa potensi tambang potensial untuk diakuisi. First effort.

7 million tons by yearend 2014. Upaya kedua. PTKA menyanggupi untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada. with the approval of EGMS dated 28 May 2008. PTKA will increase the coal loading capacity through the existing tracks. Pendirian perusahaan angkutan baru ini juga dimaksudkan untuk mendukung peningkatan produksi batubara Perseroan. Proyek ini telah mendapatkan Ijin Prinsip dari Gubernur Lampung pada 22 September 2008 dan ijin prinsip dari tons per year. Dalam perjanjian tersebut. Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) dan China Railway Engineering (10%). yang akan membangun jalur KA baru. melibatkan PTBA (10%). Sebagai tindak lanjut perjanjian tersebut. mulai tahun 2010. starting 2010. To guarantee increased railway loading volume. PT Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) and China Railway Engineering (10%). dilakukan melalui pembentukan perusahaan baru. The establishment of this new transport company is directed towards supporting the Company’s coal production increase. at an estimated loading capacity of 25 million tons per year. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Srengsem (Lampung). Lampung. One alternative taken was forming a joint venture company between PTBA and PT Kereta Api Indonesia (PTKA). setelah mendapat persetujuan RUPSLB tertanggal 28 Mei 2008.7 juta ton per tahun. This project was granted in-principle approval (approval in principle) by the Governor of Lampung on 22 September . This scheme is essential to ensure capacity upgrade is in accordance with the agreement and transport cost is commensurate with coal production increase. the joint venture company will build a coal port in Srengsem. Perjanjian tersebut juga mengatur dan menyepakati formula tarif tertentu dan memberlakukan sistem “Take or Pay”. Second effort. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Srengsem. Besides building railway tracks. Total financing is 30% own funds and 70% borrowing. which will build a new railway track. Tanjung Enim-Tarahan dan Tanjung Enim-Kertapati. involving PTBA (10%). setelah mendapat persetujuan RUPSLB tanggal 28 Mei 2008. The new 307-km track will connect Tanjung Enim and Srengsem (Lampung). gradually to reach 22. with the approval of Extraordinary General Meeting of Sharesholders (EGMS) dated 28 May 2008. Perseroan menunjuk Konsultan Independen Mott Macdonald untuk merumuskan formula tarif dan formula take or pay angkutan kereta api batubara jangka panjang.7 juta ton pada akhir tahun 2014. Selain membangun jalur kereta api. the Company appointed an independent consultant Mott MacDonald to formulate tariff and ‘take or pay’ scheme for long-term railway coal transport. Lampung. yakni PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR). Perseroan melakukan Perjanjian Angkutan Batubara Jangka Panjang (Coal Transport Agreement /CTA) yang berlaku mulai 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2029 dengan pihak PTKA di bulan Oktober 2009. Salah satu alternatif yang dilakukan adalah pembentukan perusahaan patungan antara PTBA dengan PT Kereta Api Indonesia (PTKA). The agreement also fixes and agrees upon a certain tariff formula and enforce “Take or Pay” system.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 67 22. dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. PT. Untuk menjamin peningkatan volume angkutan kereta api. sedang 70% lainnya dari pinjaman. Penyelesaian formula tarif tersebut penting untuk memastikan terlaksananya peningkatan angkutan batubara sesuai Perjanjian dan lebih memastikan perhitungan biaya angkutan yang menyertai peningkatan produksi batubara Perseroan. Tanjung Enim-Tarahan and Tanjung Enim-Kertapati. Further. setting up a new company. Under the agreement. in October 2009 the Company entered into Coal Transport Agreement (CTA) with PTKA to cover the period from 1 January 2010 to 31 December 2029. secara bertahap menjadi sebesar 22. Skema pembiayaan 30% modal sendiri. which are PT Bukit Asam Transpacific Railway.

As a follow up. stockpile and port was under way and port construction permit was issued. India. the mine mouth TPP projects are divided into several groups: . Perseroan juga merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India. Adani Group. to develop a 270-km railway track from Tanjung Enim to Tanjung Api-api (South Sumatera) to transport coal at an annual capacity of 35 million tons. Panjang jalur ini adalah 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun. pada bulan Maret 2010 telah dilakukan Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. Perkembangan selanjutnya. Perseroan akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. Selanjutnya akan memasuki tahap persiapan land acquisition. If the three scenarios of coal transport can proceed as planned. the Company also had a joint project with Adani Group. the Company made a presentation to the Governors of Lampung and South Sumatera regarding land clearance plan. Besides collaborating with China. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian tersebut. Rencana angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tannjung enim ke pelabuhan Tanjung-Api-api (Sumatera Selatan). In addition. Selain kerjasama dengan perusahaan asal China. the Company constructed Thermal Power Plant (TPP). Additionally. Pengembangan proyek ini selain bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik nasional juga untuk memenuhi kebutuhan operasional Perseroan. 2008 and by the Governor of South Sumatera on 13 October 2008. an in-principle approval was also issued for the construction of Special Railway Track by the Minister of Transportation in October 2009.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. Land acquisition would be soon initiated. Categorized according to the investment cost and the internal process. Berdasarkan besaran nilai investasi yang dibutuhkan dan proses internal yang harus dilakukan.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 68 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Gubernur Sumsel tanggal 13 Oktober 2008 dan pada Oktober 2009. proyek-proyek pembangunan PLTU mulut tambang ini terbagi atas beberapa kelompok.3 billion and O&M (Operator and Maintenance) 20-year contract worth US$3.5 billion were signed by BATR (PTBA subsidiary) and China Railway Group Limited to develop the project. dilakukan presentasi dihadapan Gubernur Lampung dan Gubernur SumSel beserta Dinas terkait mengenai Rencana Pembebasan Lahan. BATR (Anak Perusahaan) dalam proses melakukan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses ijin pembangunan pelabuhan. proyek ini juga telah memperoleh ijin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI. Writing up AMDAL (environmental impact assessment) for railway. In March 2010 EPC (Engineering. in due time the Company will be in a position to sell its coal products by railway transport up to 82 million tons per year. Dengan demikian jika ketiga skenario angkutan batubara tersebut dapat berjalan sesuai rencana. This project is expected to meet the electricity needs of the nation and the Company’s operations. Perseroan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. Langkah lain yang dilaksanakan adalah melakukan survey untuk alignment kereta api dan menetapkan trekking jalur KA. Procurement and Construction) contract worth US$1. Procurement and Construction) senilai US$1. PEMBANGUNAN PLTU MULUT TAMBANG Untuk meningkatkan pemanfaatan batubara berkalori rendah dan mendapatkan manfaat ekonomis yang berujung pada peningkatan imbal hasil kepada pemegang saham. yakni: CONSTRUCTION OF MINE MOUTH THERMAL POWER PLANT To optimize the use of low-calorie coal for economic benefit that will in turn maximize shareholders’ return. a survey was conducted for railway alignment and railway track designation.

Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 69 Aktifitas Penambangan di Tambang Air Laya.

From the re-tender a new contractor. menggantikan kontraktor sebelumnya yaitu Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. Procurement. membuat manajemen PT BPI mengajukan permintaan kenaikan harga jual listrik kepada PT PLN (Persero) yang akan dituangkan dalam Amandemen Power Purchase Agreement (PPA). The construction of this project was delayed due to a re-tender process for Engineering. The project was built by a subsidiary that was set up in 2007. Melalui tender ulang tersebut diperoleh kontraktor baru. cost overrun and adjusted price of coal as TPP fuel prompted the management of PT BPI to propose an increase in electricity selling tariff to PT PLN (Persero) which would be incorporated in Amendment to Power Purchase Agreement (PPA). yaitu China National Electric Equipment Corporation. The major part or 70% of financing was borrowed and the remaining 30% was self-funded. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) dan Pembangkit Jawa Bali (PJB). dengan konsorsium PTBA. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). Procurement. Increased railway loading capacity will turn the Company into one of the largest coal suppliers in Indonesia. Sebagian besar (70%) keperluan pendanaan pembangunan proyek dibiayai melalui pinjaman. The re-tender was caused by a request for change in EPC contract value following global financial crisis that affected the exchange rate of American Dollar against Rupiah and Yuan. yang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera. and the increased price of steel. Pelaksanaan proyek dilakukan oleh anak perusahaan.Ltd.Ltd. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) and Pembangkit Jawa Bali (PJB). China National Electric Equipment Corporation. sisanya (30%) melalui modal sendiri. South Sumatera was approved by EGMS on 10 May 2006. yang dibentuk tahun 2007.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 70 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report • Proyek yang telah mendapat persetujuan melalui RUPS Pembangunan PLTU Mulut Tambang Banjarsari berkapasitas 2x100 MW di Kabupaten Lahat. Pembangunan proyek ini sempat terkendala oleh pelaksanaan tender ulang kontraktor Engineering. Sumatera Selatan telah memperoleh persetujuan RUPSLB 10 Mei 2006. Besides increased EPC costs. . serta adanya kenaikan harga baja. yaitu PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). munculnya cost overrun dan revisi harga batubara sebagai bahan bakar PLTU. was appointed replacing Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. Penyelesaian proyek peningkatan daya angkut KA akan membuat Perseroan menjadi salah satu pemasok batubara terbesar di Indonesia. Construction (EPC) PLTU akibat adanya permintaan perubahan nilai kontrak EPC sebagai dampak krisis keuangan global yang membuat nilai kurs Dollar Amerika terhadap Rupiah dan Yuan berubah. • Projects approved by GMS The construction of Banjarsari Mine Mouth TPP with a capacity of 2x100 MW in Lahat Regency. Construction (EPC) contractor. Selain kenaikan biaya EPC. a consortium of PTBA. projected to meet the needs for electricity in Sumatera.

. proyek ini mencatat perkembangan lain dengan telah ditanda tanganinya Amandemen Kontrak EPC PLTU pada tanggal 3 Desember 2010. EMR Minister approval for the new tariff is still pending. The ministerial approval is expected any time soon and PPA Amendment can be signed in 2011. lahan untuk pembangunan PLTU ini telah 100% dibebaskan dan disertifikasi atas nama BPI. Diharapkan persetujuan Menteri ESDM segera diperoleh. Draft PPA telah dibahas dan disiapkan. In August 2010. Total low-calorie coal to be supplied by PTBA for this project is estimated at 1 million tons per annum. sedang lahan untuk transmisi telah 88% dibebaskan. Perkembangan lainnya. new electricity tariff was agreed and would be included in the Amendment to PPA between the Company and PLN.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 71 PLTU. Selain perkembangan menyangkut PPA tersebut. Amandemen PPA akan ditandatangani setelah ada persetujuan Menteri ESDM mengenai Tarif Jual Beli Listrik yang baru. while transmission land was 88% cleared. Land for this TPP was 100% acquired and certificated in the name of BPI. Draft amended PPA has been discussed and drawn up and will be signed soon after EMR Minister approves the new electricity tariff. Total kebutuhan batubara kalori rendah yang akan dipasok PTBA untuk keperluan proyek ini adalah sekitar 1 juta ton per tahun. sehingga Amandemen PPA dapat ditandatangani di tahun 2011. An Amendment to EPC contract for this project was signed on 3 December 2010. Tanjung Enim Bulan Agustus 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan dengan PLN. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM.

preparing Mining Concession area for supplying coal to TPP at an estimated volume of 10 – 12 million tons per year. dengan perkiraan kebutuhan sebesar 10 – 12 juta ton per tahun. • Proyek yang tidak memerlukan Persetujuan RUPS. Pada proyek ini Perseroan menggandeng mitra strategis dari Cina (China Huadian Corporation) dan beberapa mitra nasional (PLN. In March 2009 the Company entered into a TPP EPC contract with a consortium China Overseas Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd . PLTU Mulut Tambang Tanjung Enim kapasitas 3x10 MW di Tanjung Enim. In this project the Company works with a strategic partner from China (China Huadian Corporation) and a few national partners (PLN. was suspended. Pada tahun 2010. so negotiation on Banko Tengah TPP. In 2010. Pengaliran listrik dari areal proyek ke Pulau Jawa rencananya akan dilakukan melalui jaluran transmisi listrik Sumatera-Jawa. mempersiapkan wilayah khusus Kuasa Pertambangan untuk pasokan batubara ke PLTU. Electricity distribution from the project site to Java Island is to be carried out through electric transmission line Sumatera-Java. PLN masih perlu memprioritaskan pelaksanaan program-program pemenuhan tambahan pasokan listrik bagi sistem interkoneksi Sumatera sendiri. Pada bulan Maret 2009 Perseroan menandatangani perjanjian kontrak EPC PLTU dengan Konsorsium China Overseas • Projects not Requiring GMS Approval Tanjung Enim Mine Mouth 3x10MW TPP This TPP is constructed with the purpose of meeting the needs of Tanjung Enim Mining Unit. operasi dan pemeliharaan PLTU yang ditandatangani pada 2006. PLN was still concentrating on increasing electricity supply to Sumatera inter-connection system. under a joint venture agreement to build. Together with its strategic partners the Company made a series of negotiations for electricity tariff (Purchase Power Agreement / PPA) with PLN and discussed the project payment scheme with potential lenders and potential insurers continuing towards the end of 2009. Proposal penawaran penjualan listrik dari PLTU ini telah diajukan kepada PLN pada 2007. the Company estimates that the Sumatera-Java electricity inter-connection has to be finalized in 2016. This TPP project has not been approved by PTBA GMS. • Projects Yet to be Approved by GMS Mine Mouth TPP Banko Tengah of 4x600 MW in Muara Enim Regency. Perseroan kemudian menindak-lanjuti langkah ini dengan melaksanakan tahapan persiapan pembebasan lahan. Based on PLN 2010-2019 program. Berdasarkan RUPTL PLN 2010-2019. Perseroan memperkirakan proyek yang menghubungkan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera-Jawa ini harus selesai pada tahun 2016. sehingga terjadi penundaan negosiasi PLTU Banko Tengah yang produksi listriknya sebagian besar dipasok ke Pulau Jawa. Pembangunan PLTU ini ditujukan untuk pemakaian sendiri di Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT). PLTU Mulut Tambang Banko Tengah dengan kapasitas 4x600 MW di Kabupaten Muara Enim. sebagian akan melalui kabel bawah laut. which supplied most of its electricity to Java. Proyek PLTU ini belum mendapatkan persetujuan RUPS PTBA. Perseroan bersama-sama mitra strategis juga melakukan serangkaian proses negosiasi tarif listrik (Purchase Power Agreement / PPA) dengan pihak PLN dan pembahasan skema pembiayaan proyek dengan potential lenders maupun potential insurer yang masih berlangsung hingga akhir 2009. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk and Regental Administration of Muara Enim). Sumatera Selatan dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Sumatera dan Jawa. South Sumatera was designed to meet electricity demand in Sumatera and Java areas. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim). As a follow-up the Company began preparing for land clearance. For selling electricity from this TPP a proposal was submitted to PLN in 2007. partly through undersea cables. operate and maintain TPP signed in 2006.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 72 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report • Proyek yang belum Mendapat Persetujuan RUPS. melalui perjanjian usaha patungan pembangunan.

Pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 8 MW ini juga ditujukan untuk keperluan sendiri. chimney. . particularly to support the Company’s operations in Tarahan port. menjadi berbasis listrik.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 73 Penyelesaian seluruh proyek PLTU akan menjamin pemasaran 14 juta ton/tahun batubara kalori rendah dari areal sekitar Tanjung Enim dan Peranap. major equipment shipment. DM water. pondasi lainnya. Hingga akhir 2010.65%. Dry Coal Shed. PLTU Paket untuk Pelabuhan Tarahan.#3. yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. dry coal shed. The completion of all TPP projects will secure annual sales of 14 million tons low-calorie coal from Tanjung Enim and Peranap areas. Work in progress included cooling tower. Perseroan telah menindak lanjuti rencana ini dengan melakukan proses tender kontraktor EPC. major equipment base. Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. Packet TPP for Tarahan Port This 2x8MW TPP is also designed to meet the Company’s own needs. 2 and main power house (MPH) as well as overseeing EPC contractor work.Ltd di Huangzhou. Setelah pada 2008 menunjuk Konsultan Teknis dan mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada Agustus 2009. Sedangkan pekerjaan yang sedang berlangsung antara lain mencakup : penyelesaian pekerjaan Cooling Tower. Adapun rincian pekerjaan yang telah dilaksanakan mencakup: detail desain. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi kegiatan penambangan batubara melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM. the construction was +85. China. construction and erection of boiler and ESP No. Breakdown of work accomplished included detailed design. This TPP is fueled by waste coal which has never been utilized. construction ad erection of boiler and ESP No.#2 dan Main Power House (MPH) dan pengawasan kegiatan EPC Kontraktor. When completed this project will support coal mining efficiency program by shifting fuel-based to electricitybased energy consumption as fuel price is beyond the Company’s control. – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. kemajuan pembangunan PLTU Tanjung Enim telah mencapai + 85. shipment peralatan utama. konstruksi dan erection i boiler dan ESP No. Until end of 2010.Ltd in Huangzhou. DM Water. PLTU ini menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfa’atkan. other foundation work.65% was completed. pondasi peralatan utama. konstruksi dan erection boiler dan ESP No. terutama mendukung kebutuhan operasional Perseroan di pelabuhan Tarahan. the Company invited tenders for EPC contractor. 3. chimney. After appointing Technical Consultant in 2008 and obtaining the Commissioners’ approval in August 2009. China. Selain itu diputuskan Black and Veatch International sebagai Konsultan Supervisi Pekerjaan EPC. Black and Veatch International was assigned as Consultant for supervising the EPC work.

5% and Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd 45%. Sedangkan Konsultan Pengawas (Supervisi) telah dilakukan pelelangan dan sedang dalam proses penunjukan pemenang. the Company also made business expansion to strengthen its foundation. PENGEMBANGAN COAL BED METHANE (CBM) Selain berbagai upaya peningkatan produksi dan efisiensi proses penambangan. Perseroan juga melakukan pengembangan usaha yang bertujuan untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan. . The strategy adopted was business diversification to improve added value. Ownership composition is PTBA 27. Proses Pelelangan Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Peranap mengalami batal tender karena tidak memenuhi syarat jumlah peserta yang hanya diikuti oleh 2 peserta. The construction of TPP of this capacity should enable the Company to make use of low-calorie coal to meet the electricity needs of local community. represented by Indragiri Hulu Regental Company. the tender for EPC Contractor of Peranap TPP Construction failed as the number of participants (only two) was below requirement.5% dan Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd 45%. At the end of 2010. Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Pelabuhan Tarahan telah ditunjuk dan dilanjutkan dengan proses CDA (Contract Discussion Agreement) dan pembahasan kontrak. DEVELOPMENT OF COAL BED METHANE (CBM) Besides various efforts to boost production and improve mining efficiency. Peranap Mine Mouth 2x10MW TPP in Indragiri Hulu Riau The idea of building this project started in 2008 after conducting studies in TPP construction and mine development in Peranap Mining Concession area. At the end of 2010.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 74 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Hingga akhir 2010. Pembangunan PLTU akan dilakukan secara paralel dengan pengembangan tambang Peranap Sampai akhir 2009. Salah satu alternatif diversifikasi usaha dalam memanfaatkan sumber daya Perseroan yang berlimpah adalah pengembangan Coal Bed Methane (CBM) di wilayah Tanjung Enim. A bid for Contractor Overseer was opened and the winner had yet to be decided. Proses pembahasan jual beli listrik baik dengan PLN WRKR maupun dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu yang diwakili oleh Perusda Inhu juga masih berlangsung. an EPC contractor was appointed and Contract Discussion Agreement (CDA) was discussed. dengan struktur kepemilikan PTBA. PT PHE Metra Enim. PT Bukit Asam Metana Enim). Melalui pembangunan PLTU berkapasitas 2x10 MW ini. Construction will be parallel to the development of Peranap mine. 27. 27.5 % (through subsidiary. PT Bukit Asam Metana Enim). the Company was still negotiating electricity selling tariff with the Local Administration of Indragiri Hulu Regency. Until end of 2009. PT PHE Metra Enim 27. was still in progress.5 % (melalui anak perusahaan Perseroan. Hingga akhir 2010. Perseroan masih dalam proses pembahasan jual beli listrik dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu. in collaboration with PT Pertamina Hulu Energi (through PT PHE Metra Enim) and Arrow Energy Indonesia (through Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd). Strategi yang diterapkan adalah dengan melakukan diversifikasi usaha guna meningkatkan nilai tambah. diharapkan Perseroan dapat memanfaatkan batubara kalori rendah untuk mewujudkan komitmen pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat setempat. One alternative of business diversification in taking advantage of the abundant reserves was developing Coal Bed Methane (CBM) in Tanjung Enim. PLTU Mulut Tambang Peranap kapasitas 2x10 MW di Kabupaten Indragiri Hulu Riau Gagasan pembangunan proyek ini telah dimulai sejak 2008 dengan pelaksanaan studi pembangunan PLTU dan studi pengembangan tambang wilayah Kuasa Pertambangan Peranap. Negotiation on electricity selling price with PLN and Indragiri Hulu Regental Administration. bekerjasama dengan PT Pertamina Hulu Energi (melalui PT PHE Metra Enim) dan Arrow Energy Indonesia (melalui Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd).

2.6 trilliun cubic feet (TCF).6 trillion cubic feet (TCF) CBM content in Tanjung Enim is 0.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 75 Mulai Juli 2008 tahap eksplorasi telah dilaksanakan melalui penentuan lokasi bor bagi pengambilan sample gas CBM Tanjung Enim.6 trillion cubic feet (TCF) Kandungan CBM di Tanjung Enim berjumlah antara 0. Saat ini sedang dalam proses negosiasi Joint Operation Agreement antara para pihak. Upaya Kelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) telah diperoleh dan sampai dengan akhir tahun 2010 telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi di Wilayah Kerja Tanjung Enim. Currently negotiation for Joint Operation Agreement is under way among the parties. considering PTBA has full coal geology data.6 trillion cubic feet (TCF) . Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat dari perkiraan awal. Dengan perkiraan produksi sebesar 50 juta kaki kubik gas per hari (50 MMSCF/day) maka kandungan CBM di areal ini akan habis minimal dalam waktu 40 tahun. PENGEMBANGAN ANGKUTAN LAUT BATUBARA Dengan mempertimbangkan semakin meningkatnya permintaan batubara domestik maupun global. valid for 30 years. The exploration indicated a CBM content of 0. Perseroan kemudian melaksanakan studi kelayakan yang lebih komprehensif pengembangan angkutan laut batubara. Work Program & Budget and Manpower Placement Plan was approved by BPMIGAS. PT Pertamina EP has full drilling and seismic data while Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd is experienced in CBM gas development in Australia. Penandatanganan PSC untuk proyek ini telah dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2009 antara para pihak dengan BPMigas dengan komposisi para pihak 45% dan BPMigas 55% dan berlaku selama 30 tahun. In July 2008 exploration was commenced by designating drilling site to extract CBM gas sample in Tanjung Enim.8-2. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan angkutan laut tersebut akan dapat menunjang kinerja Perseroan DEVELOPMENT OF COAL SEA TRANSPORT To respond to the increasing coal demand in domestic and overseas market. The study showed that sea transport development would support the Company’s performance as it could reduce dependence on 0.8-2. PT Pertamina EP memiliki data bor dan seismik yang lengkap sementara Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM di Australia. Indikasi awal dari proses eksplorasi tersebut menunjukkan kandungan CBM antara 0.8 . The Company is optimistic that this project can be accomplished sooner than originally planned.6 trillion cubic feet (TCF). mengingat PTBA sudah memiliki data geologi batubara yang lengkap. Environmental Management Action (UKL) and Environmental Monitoring Action (UPL) permits were obtained and at end 2010 preparation for exploration drilling in Tanjung Enim was in progress. At an estimated production of 50 million cubic feet of gas per day (50 MMSCF/day). Work Program & Budget dan Rencana Penempatan Tenaga Kerja (RPTK) telah disetujui oleh BPMIGAS. The Production Sharing Contract (PSC) for this project was entered into on 4 August 2009 between the parties and BPMigas with a composition of the parties 45% and BPMigas 55%. the Company made a more comprehensive feasibility study of coal sea transport development. CBM content in this area will be exhausted within minimum 40 years.8-2.8 – 2.

In July 2009. the Company obtained the Commissioners’ approval to develop coal sea transport to be followed up by preparatory measures to establish subsidiary company in coal sea transport.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 76 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report karena mampu mengurangi ketergantungan angkutan pada perusahaan lain. and to write up the strategic plan in 2010. improve bargaining position and facilitate coal distribution. Perseroan mendapatkan persetujuan Komisaris untuk mengembangkan angkutan laut batubara yang ditindak-lanjuti dengan langkah-langkah persiapan bagi pendirian anak perusahaan angkutan laut batubara dan penyusunan Rencana Strategis Pendirian anak perusahaan di tahun 2010. Bulan Juli 2009. other companies’ transport. meningkatkan posisi tawar dan mempermudah pendistribusian batubara. Pelabuhan Tarahan .

yang terkandung di dalam lapisan batubara sebagai hasil dari proses kimia dan fisika. poor ventilation shaft will trap this gas in mining area below. Pada proses tambang dalam. daerah penambangan batubara Sangatta. dengan menimbulkan ledakan. Berpartisipasi pada upaya penurunan emisi gas penyumbang kerusakan lapisan ozon. Eksploitasi CBM tidak berdampak pada proses produksi batubara saat ini. Cara Produksi CBM     . found in coal layer resulting from chemical and physical processes. Dalam penambangan batubara di Indonesia. sehingga tekanan hidrostatik akan menurun. • Coal Bed Methane (CBM) is methane gas (CH4) that is naturally formed together with traces of other hydrocarbon and non-hydrocarbon gases (85%-99% methane). dimana air akan dipompa keluar dari lapisan batubara melalui proses pemompaan (dewatering). • • In deep mining. as mostly done in China.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 77 Apa itu CBM? • What is CBM? • • • • • • Coal Bed Methane (CBM) merupakan gas metana (CH4) yang terbentuk secara alami bersama dengan sejumlah kecil kandungan gas hidrokarbon dan non-hidrokarbon lainnya (85-99% metana). Pemanfaatan gas CBM umumnya digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga gas. CBM umumnya diproduksi melalui lubang bor (exploitation hole). seperti banyak dilakukan di China. selanjutnya gas dapat keluar dari batubara melalui cleat dan rekahan untuk dialirkan ke permukaan. gas ini akan terbakar. Pada konsentrasi tertentu. In Indonesia’s mostly open pit coal mining. saluran ventilasi yang kurang baik akan membuat gas ini ”terperangkap” pada areal penambangan dibawah tanah. untuk gas perumahan serta sebagai bahan baku pembuatan pupuk urea. Di Indonesia pemanfaatan CBM sebagai PLTU tenaga gas telah diaplikasikan di Kalimantan. overburden scraping wastes CBM content to the atmosphere to become a destroyer of ozone layer. pengupasan over burden yang dilakukan membuat kandungan CBM ini terbuang ke atmosfir dengan percuma dan menjadi salah satu unsur gas perusak lapisan ozon. yang umumnya dilakukan secara open pit. Eksplorasi CBM dilakukan melalui teknik pemboran core hole & gas sampling dan proses Geologi & Geofisika. Meningkatkan keamanan proses penambangan apabila Perseroan merealisasikan rencana tambang dalam. Manfaat Bagi PTBA • • • • Memberikan nilai tambah bagi Perseroan berupa sumber pendapatan baru.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 78 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO Perseroan mengoptimalkan peranan Manajemen Risiko untuk melakukan identifikasi dan mitigasi atas berbagai risiko yang dihadapi dan berpotensi menghambat pencapaian target Perseroan. systematical and recurring process for continuous improvement of the Company’s performance. Risks identified are then mitigated and followed-up with anticipatory measures to address detrimental business condition. This process is based on AS/NZ 4360 risk management guide as depicted in the following chart. MEMBUAT KONTEKS Establish the Context KOMUNIKASI & KONSULTASI Communication & Consultation Identify Risks ANALISIS RISIKO Analyse Risks EVALUASI RISIKO Evaluate Risks MEMPERLAKUKAN RISIKO Treat Risks PEMANTAUAN & PENGKAJIAN IDENTIFIKASI RISIKO Penilaian Risiko Risk Assessment Monitor & Review . Proses Manajemen Risiko Perseroan merupakan suatu proses terstruktur. Hasil identifikasi kemudian dimitigasi dan ditindak lanjuti dengan langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai perkembangan kondisi lingkungan usaha yang bisa berdampak negatif. RISK DAN RISK MANAGEMENT The Company steps up the function of Risk Management to identify and mitigate various risks with potentials to constrain the Company from reaching its target. sistematis serta berulang untuk meningkatkan kinerja pengelolaan risiko perusahaan yang berkelanjutan (continous improvement). Management Risk process in the Company is a structured. Proses ini mengacu pada pedoman manajemen risiko AS/NZ 4360 seperti digambarkan pada bagan berikut.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 79 Proses Pembubutan di Area Workshop Sosialisasi dan implementasi aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi”. . yang mengacu pada standard terakreditasi AS/NZ 4360 untuk meningkatkan pengelolaan risiko perusahaan secara berkelanjutan. Socialization and implementation of “Integrated Corporate Risk Management Guide” under accredited AS/NZ 4360 standard to improve the Company’s ongoing risk management.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 80 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Selama tahun 2010. Strategi umum yang diterapkan dalam pengelolaan risiko ini adalah: • • • • Mengintegrasikan seluruh proses bisnis ke dalam proses manajemen risiko. the Company has compiled a list comprising 37 risks that should be routinely monitored to be followed by mitigating steps as follows. Consistently updating Risk Register by continuous risk monitoring. 1 RISIKO MUTU Quality RISIKO ANGKUTAN KA Railway RISIKO HUKUM Legal issue RISIKO ASET Asset RISIKO LAHAN Land RISIKO POMPA Pump RISIKO KONTRAKTOR Contractor RISIKO SI SI 9 RISIKO PERSAINGAN Competition 17 RISIKO EKSPLORASI Exploration RISIKO INVESTASI Investment RISIKO NILAI TUKAR Exchange rate RISIKO KENAIKAN BIAYA OPERASI Operating cost 25 RISIKO KOMODITAS Commodity RISIKO TRANSAKSI STRATEGIS Strategic transaction RISIKO PENGADAAN Procurement RISIKO SOSIAL Social issue RISIKO KREDIT (KBL) Loan/credit 33 RISIKO DEMURRAGE Demurrage RISIKO PROYEK Project RISIKO PASAR 2 10 RISIKO SDM Manpower RISIKO BBM Fuel RISIKO ALAT Equipment RISIKO CHF CHF RISIKO SAFETY Safety RISIKO LINGKUNGAN Environment 18 26 34 3 11 19 27 35 Market 4 12 20 28 36 RISIKO STRIPPING RATIO Stripping ratio 5 13 21 RISIKO DOKUMEN Document RISIKO PAJAK Tax RISIKO HUBUNGAN INVESTOR Investor relations 29 37 FRAUD & CORRUPTION Fraud and corruption 6 14 22 30 RISIKO STAKEHOLDER Stakeholders 7 15 23 31 RISIKO KOLEKTIBILITAS Receivables turnover 8 16 RISIKO ANGKUTAN TONGKANG Barge transportation 24 RISIKO TDL Quality Risk 32 RISIKO FLUKTUASI Cash movement . Perseroan telah merumuskan daftar 37 risiko yang harus dipantau secara rutin dan berkesinambungan untuk kemudian dilakukan langkah mitigasinya. yakni: Based on the result of continued risk identification process since 2006. the work of risk management system was focused on intensifying the performance and improving the quality of risk management to support the Company in its performance. Intensifikasi risk awareness process pada seluruh komponen Perseroan. fokus kerja sistem manajemen risiko adalah semakin meningkatkan intensitas dan kualitas pengelolaan risiko untuk menjamin peningkatan kinerja Perseroan. Developing Business Continuity Management backed by Business Continuity Plan. Upgrading the competence and knowledge of personnel responsible for Risk Management through seminars and training classes. Intensifying risk awareness process in all components of the Company. Pembaruan Risk Register secara konsisten melalui pemantauan risiko secara terus menerus Peningkatan kompetensi dan pengetahuan personil yang bertanggngung jawab dalam pengelolaan Risk Management baik melalui seminar maupun pelatihan Pengembangan Business Continuity Management yang didukung oleh Business Continuity Plan In 2010. • • Berdasarkan hasil identifikasi risiko yang dilakukan secara berkesinambungan sejak 2006. General strategy adopted in risk management includes: • • • • Integrating the whole business process into risk management process.

. Risiko Investasi. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pasar. contractor and fraud & corruption. investor relations. serta pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat. Risiko Fluktuasi Kas. risiko lingkungan. Risiko Pasar. risiko sosial dan risiko dokumen. receivables turnover. caused by external factors. Included in this category are project. This category includes tax. market. Risiko Operasional. These categories are Extreme Risk. Risiko Nilai Tukar. pump. Some of the 37 risks are high and extreme risks that need to be closely watched. social and document risks. risiko kolektibilitas piutang. kesalahan manusia dan kegagalan sistem. stakeholder. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pajak. Risiko Kontraktor. Berisiko Tinggi (High Risk). cash movement. investment. caused by market variable movement of the Company’s product. yaitu: • Risiko Eksternalitas. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini antara lain risiko mutu produksi. • • Operational Risks. caused by fluctuations of the Company’s financial target or monetary measures due to macro variable changes. Risiko Kecelakaan Fatal. Risiko Pasar. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko hukum. risiko SDM. caused by unsound strategy and business decision making. risiko transaksi strategis dan risiko investasi. project and CHF risks. yaitu risiko yang diakibatkan oleh faktor-faktor eksternal. yaitu risiko terjadinya kerugian akibat pergerakan variabel pasar produk Perseroan. Included in this category are market. • • Market Risks. Included in this category are legal. Risiko Pengadaan. High Risk. Risiko Mutu. • • Strategic Risks. environment. manpower. Dari 37 jenis risiko tersebut ada beberapa risiko yang sangat diperhatikan karena level risikonya yang tinggi (high) dan sangat tinggi (extreme) yaitu: Risiko Hukum . They are legal. information system. Risiko Sistem Informasi. risiko nilai tukar dan risiko harga komoditas. Berisiko Sedang (Medium Risk) dan Berisiko Rendah (Low Risk). exchange rate. Risiko Strategis. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko proyek. procurement. human error and system failure. yang diakibatkan karena gejolak beberapa variabel makro. quality. contractor. Risiko Komoditas .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 81 Secara garis besar tiga puluh tujuh risiko tersebut dapat dibagi menjadi lima kelompok. risiko pompa. exchange rate and commodity price risks. sesuai dengan dampak yang ditimbulkannya. Kategori tersebut adalah: Berisiko Sangat Tinggi (Extreme Risk). This category includes the risks of product quality. risiko kontraktor dan risiko fraud and corruption. fatal accident. risiko fluktuasi kas dan risiko kredit. Risiko Project dan Risiko CHF. cash movement and credit risks. yaitu risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan pelaksanaan strategi yang tidak tepat. Risiko Keuangan. yaitu risiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi target keuangan atau ukuran moneter perusahaan. yaitu risiko yang disebabkan oleh ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal. The Company spreads the risks into several categories as guidance in risk management according to the effect they impose. caused by inadequacy or dysfunction of internal process. Medium Risk and Low Risk. land. risiko stakeholder. • • Financial Risks . Risiko Lahan. Perseroan kemudian membagi lagi risiko tersebut kedalam beberapa kategori sebagai acuan dalam pengendalian risiko. risiko hubungan investor. commodity. strategic transaction and investment risks. The 37 risks are classified into five groups: • External Risks.

handling and reporting risks. The Guide contains information on the mechanism of measuring. Perseroan telah menyelesaikan masalah perizinan ini. 4/2009.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 82 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Pada tahun 2010. Melalui penerapan atas pedoman pengenalan dan langkah mitigasi risiko tersebut. . Extreme and high risks were mitigated. Sepenjang tahun 2010 Perseroan telah melakukan pengkajian dan melakukan mitigasi atas seluruh risiko-risiko yang akan atau kemungkinan besar memberi dampak negatif terhadap operasional. By using the guide to take risk mitigation measures. The Company finalized this permit issue and converted its concession to MBL (Mining Business Licence). yang mengacu pada standard As/NZS 4360:2004 keseluruh unit fungsional terkait. Perseroan menindak lanjuti hasil mitigasi atas jenis risiko tinggi yang diidentifikasi. besides identifying fraud and corruption risks and devising mitigation measures. Mitigasi atas risiko langsung dilakukan terhadap risiko-risiko yang tergolong extreme dan high risk. the Company evaluated and mitigated all risks with detrimental potentials. sehingga terjadi perubahan status dari risiko-risiko dimaksud. yakni perubahan KP menjadi IUP. selain mulai mengidentifikasi dan menyusun langkah-langkah mitigasi risiko fraud and corruption. Identification and mitigation of extreme and high risks are the priority of risk management. During 2010. The “Integrated Corporate Risk Management Guide” under AS/NZ 4360:2004 standard was disseminated to all functional units for implementation. In 2010. dan merubah izin pengelolaan wilayah konsesinya menjadi IUP. Perseroan juga terus melaksanakan sosialisasi dan menerapkan aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi”. diharapkan seluruh satuan kerja dapat memahami pengelolaan risiko yang ada di unit-unit kerja serta menganggapnya sebagai early warning system dalam meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya terhadap jalannya usaha Perseroan. terkait pemberlakuan Peraturan Pelaksanaan dari UU no 4 tentang Minerba tahun 2009. the Company took care of the high risks identified. Identifikasi dan mitigasi kelompok risiko kategori extreme risk dan high risk sebagai prioritas penanganan dan penanggulangan risiko. Risiko yang telah ditindak lanjuti adalah risiko hukum. on the subject of conversion from MC to MBL. Pedoman tersebut mencakup informasi mengenai mekanisme pengukuran. all work units are expected to understand the risk management as an early warning system to minimize risks and their effect on the overall performance. and their risk level was lowered. penanggulangan dan pelaporan risiko. mapping. The risk mitigated was legal risk associated with the implementation of Mineral and Coal Law No. pemetaan.

dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Membaik. low reputation Risiko masih berada pada level medium. keterlambatan pengiriman. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Meningkat. • Penggalian sesuai sekuen penambangan. dari risiko rendah menjadi risiko menengah Worsened from low to medium risk Meningkatnya stripping rasio Lower cash position. late delivery. • Penggalian sesuai sekuen penambangan. • Penjualan berbasis product driven • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut. penurunan reputasi Higher barge charges. • Harga jual ekspor sesuai index harga internasional. JENIS RISIKO TYPE OF RISK Risiko Kontraktor Contractor The following table describes the mitigation measures and risk level changes. • Penjualan berbasis product driven Membaik. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Risiko kenaikan biaya operasi Higher operating costs Risiko kolektibilitas Receivables turnover Profit margin turun Lower profit margin • Monitoring biaya • Pelaksanaan program efisiensi • Cost control • Efficiency drive • Penagihan piutang secara intensif • Implementasi sangsi denda dalam kontrak • Intensive collection of receivables • Imposing penalty sanction • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut. disajikan dalam tabel berikut. • Seleksi ketat calon pembeli • Kerjasama erat dengan pelabuhan tujuan agar angkutan tongkang dapat sandar tepat waktu.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 83 Perubahan dan mitigasi atas beberapa risiko dimaksud. termasuk upaya mitigasi yang dilakukan. • Harga jual ekspor sesuai index harga internasional. • Penetapan kontrak penjualan dan pengiriman disesuaikan dengan kemampuan sandar dan bongkar muat jetty pihak penerima. • Close cooperation with port of destination so barge can moor on time • Sales and delivery term in contract to suit mooring and unloading capacity of receiving jetty Risiko berhasil diturunkan kembali dari jenis risiko ekstrem. lower loan repayment Risiko stripping rasio Stripping ratio Meningkatnya biaya produksi per ton Higher stripping ratio. dari sebelumnya berada pada level rendah Worsened from low to medium risk . • Seleksi ketat calon pembeli • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak. higher production cost per ton Risiko komoditas Commodity Rendahnya harga jual batubara perseroan Low coal selling price • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak. DAMPAK IMPACT Mutu produk menurun /berkurang Mutu produk menurun /berkurang LANGKAH MITIGASI MITIGATION MEASURES • Penilaian kinerja rutin • Pemeriksaan peralatan • Pengawasan dengan efektif • Routine performance evaluation • Equipment control • Effective supervision STATUS RISIKO RISK LEVEL Membaik. menjadi risiko menengah Improved from extreme to medium risk Risiko Angkutan Tongkang Barge transportation Biaya angkut tongkang meningkat.

Creating a safe and healthy working environment. . training each work unit to be occupational risk conscious and providing adequate work safety appliances are the Company’s responsibility to the surrounding environment and community.84 PT Bukit Asam Tbk.Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Unit Pemadam Kebakaran PT Bukit Asam Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat melalui pelatihan setiap unit kerja agar sadar risiko kecelakaan kerja dan penyediaan peralatan keselamatan kerja yang memadai sebagai wujud pertanggung-jawaban Perseroan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Hasil yang dicapai sebanyak 264 orang telah tersertifikasi. Pertemuan rutin bertujuan mengingatkan semua pihak agar tetap melaksanakan segala ketentuan yang berkaitan dengan K3. Untuk mendapatkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang maksimum. Pemberlakuan ketentuan tersebut kemudian diikuti dengan pelaksanaan contractory safety management system (CSMS) yang ditujukan untuk mengetahui kinerja satuan kerja di lingkungan Perseroan dan mitra kerja atau kontraktor pihak ke tiga. The outcome of the program was 264 people were certificated. and in 2008 adopted WSH standard OHSAS 18001:2007. dalam menerapkan SMK3. terdiri dari: WORK SAFETY. According to the required implementation of WSH standard. dengan standarisasi atau sertifikasi pegawai tambang. dengan tujuan memotivasi pegawai dalam semua jenjang manajerial (dimulai dari lini manajemen) untuk menumbuhkan perhatian dan perilaku yang mendahulukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Perseroan sejak 2007 menerapkan perluasan Standar Manajemen K3 (SMK3) dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan pada tahun 2008 juga menerapkan sistem standar K3 dari OHSAS 18001:2007. Perseroan melaksanakan 3 langkah strategis terkait dengan K3. In 2010. the Company has routinely held safety committee meetings with work units and working partners or mining contractors. in 2007 the Company implemented Work Safety and Health Management Standard laid down by the Department of Manpower and Transmigration. Di tahun 2010. HEALTH AND ENVIRONMENTAL CONSERVATION WORK SAFETY AND HEALTH The Company sets a basic work safety and health (WSH) rule: “Work safety and health are the responsibility of all people. Routine meetings are meant to remind all parties to adhere to all WSH regulations. injury-free working environment and operates by nomal operating standards” In a bid to meet maximum work safety and health standard. In July 2010. to encourage awareness of WSH aspect. bebas cidera dan melakukan kegiatan operasional sesuai kaidah yang berlaku”. the Company integrated all operating systems into Bukit Asam Management System (BAMS). The implementation of such standard was followed by the adoption of Contractory Safety Management System (CSMS) designed to monitor the performance of the Company’s work units and its working partners or third party contractors in implementing WSH Management Standard. untuk menjamin kualitas pelaksanaan K3 diwilayah operasionalnya. yakni: • Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia berbasis K3. oleh sebab itu Perseroan bersama pihak terkait bertekad menciptakan lingkungan kerja yang sehat. to guarantee the quality of WSH practice in its operating areas.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 85 PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA PERLINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Perseroan telah menetapkan kebijakan mendasar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Perseroan telah mengintegrasikan semua sistem operasional ini kedalam Bukit Asam Management System (BAMS). The Company and related parties are determined to create a healthy. yakni “Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tanggung jawab semua pihak. the Company took three strategic steps in relation to WSH: • WSH-based human resource development for mining employee certification aimed at motivating employees of all managerial levels (from line management). as follows: . Sesuai dengan standar penerapan K3 yang disyaratkan. Perseroan secara rutin melaksanakan pertemuan safety committee baik dengan unit-unit kerja terkait maupun dengan mitra kerja/kontraktor penambangan. Sejak Juli 2010.

dengan standarisasi atau sertifikasi peralatan/unit. Hasil yang dicapai sebanyak 28 unit telah tersertifikasi. To ensure all parties concerned really observe WSH Management Standard. according to OHSAS 180001:2007 certification. in 2010 the Company conducted external surveillance audit at Tanjung Enim Mining Unit in cooperation with an independent certification institution. Pada tahun 2010 Perseroan juga melakukan audit eksternal Surveilance OHSAS 18001:2007 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent TUV NORD Indonesia. 3 electrical installations) and +956 units (dump truck and heavy equipment) were labeled operating permit by KTT. Memasukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam perencanaan prakualifikasi calon kontraktor penambangan pada penerapan program Contractor Safety Management System (CSMS) dengan tujuan mengetahui kinerja kontraktor/mitra kerja pada perseroan dalam penerapan SMK3. dengan tujuan peralatan/unit dijamin aman dipergunakan sesuai kaidah keselamatan dan kesehatan kerja. PT Sucofindo. Selain itu melakukan Audit Eksternal Sertifikasi SMK3 berbasis Permenaker 05/Men/1996 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent PT. The result was 28 units were certificated (21 loaders. dan sebanyak ± 956 unit (Dump truck & alat berat) telah diberi tanda ijin operasi oleh KTT. Untuk memastikan bahwa semua pihak terkait benar-benar melaksanakan segala ketentuan terkait dengan SMK3. • • Inserting WSH aspect in pre-qualification process of mining contractor candidates in implementing Contractor Safety Management System (CSMS) to discover partners’ performance in observing WSH Management System. The findings revealed that there were no major threats. 4 pressure vessels.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 86 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report JENIS SERTIFIKASI Pengawas Operasional Utama Pengawas Operasional Madya Pengawas Operasional Pertama Ahli K3 Umum Manajemen Perawatan Tambang Perencanaan Tambang Terbuka Operasi Penambangan Inspeksi K3 Operator Pesawat Angkat Angkut Juru ledak kls II Proteksi Radiasi 2009 5 33 68 1 0 0 0 0 19 0 0 2010 1 33 74 1 4 2 2 2 14 4 1 TOTAL 6 66 142 2 4 2 2 2 33 4 1 CERTIFICATION Chief Operations Supervisor Middle Operations Supervisor First Operations Supervisor General WSH Expert Mine Maintenance Management Open Mine Planning Mining Operation WSH Inspection Loader Operator Explosives Expert Class II Radiation Protection • Peningkatan Kelaikan Peralatan Produksi dan Penunjang tambang. TUV NORD Indonesia. Sucofindo. terdiri dari pesawat angkat angkut (21 unit). • Improving worthiness of production equipment and mine auxiliaries for equipment certification to guarantee that equipment are safe to use according to WSH standard. instalasi listrik (3 unit). Another WSH Management Standard external audit based on Manpower Minister Regulation No. . 05/ Men/1996 was conducted at Tanjung Enim Mining Unit by an independent certification institution. Dari kedua audit tersebut didapatkan hasil “tidak ada temuan Mayor”. bejana tekan (4 unit).

Evakuasi korban gunung Merapi di Jogjakarta. M e ra p i e r u p t i o n i n Jogjakarta. Nunc accumsan consequat urna vitae sagittis. To control work accident risks. sepanjang tahun 2009. Total kecelakaan tambang yang terjadi pada tahun 2010 berjumlah 22 orang. Sekalipun pada dasarnya bertugas di lokasi tambang yang merupakan kegiatan internal perusahaan. this Team is also available to help people outside the mining compound as corporate social responsibility duty. Controlling fire in local residential areas. . consisting of accidents resulting in lost workdays or causing injury to five persons (one fatality. Mengatasi terjadinya risiko Kecelakaan Kerja. ante non molestie congue. Maecenas congue.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 87 Komitmen Perseroan dalam melaksanakan K3 ditunjukkan dengan keberhasilan audit pelaksanaan K3 berdasarkan sertifikasi OHSAS 180001: 2007 dan berdasarkan Permenaker 05/Men/1996. massa. in 2010 the Fire and Accident Control Team provided assistance in the following areas: • • • Evacuating earthquake victims in Mentawai. WSH management that was consistently implemented by the Company and all personnel successfully brought the year 2010 to an end with only one fatal occupational hazard. Although mainly responsible for the Company’s internal purposes. faucibus eget congue ac. tasked to organize and control fire and accident handling activities. Penanggulangan kebakaran pemukiman penduduk. Perseroan telah membentuk Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran yang berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Keselamatan. Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Unit Pertambangan Tanjung Enim yang bertugas untuk mengorganisasikan dan mengendalikan kegiatan Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran. 2 orang kategori kecelakaan berat & 2 orang kategori kecelakaan ringan) dan kecelakaan yang tidak mengakibatkan kehilangan hari kerja / non injury sebanyak 17 orang. terdiri dari kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja / injury sebanyak 5 orang ( 1 orang kategori Fatal. Mining accidents that occurred in 2010 involved 22 persons. Sebagai wujud kepedulian terhadap komunitas sekitar. Suspendisse vel elementum nisi. Manajemen K3 yang secara konsisten diterapkan oleh Perseroan dan segenap insan perusahaan membuat tahun 2010 berhasil dilalui dengan hanya mencatat 1 kecelakaan yang termasuk kategori fatal. the Company forms Fire and Accident Control Team under the coordination of Work Safety & Health and Environment Work Force of Tanjung Enim Mining Unit. porta non est. As a reflection of its concern for the local community. Ut sed dapibus nibh. Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran telah melakukan kegiatan antara lain : • • • Evakuasi korban gempa bumi di Mentawai. two serious injury and two minor injury) and accidents that caused no lost workdays or no injury 17 persons. Tim ini juga dimungkinkan bertugas di luar lokasi tambang Perseroan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. Curabitur neque risus. E va c u a t i n g v i c t i m s o f M t .

05/Men/1996. Perseroan melakukan kegiatan peningkatan kesadaran akan kesehatan kerja. Perseroan juga memperhatikan kesehatan para pegawai maupun keluarga mereka. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berbasis Permenaker 05/Men/1996 dengan predikat ”Bendera Emas” dengan pencapaian 91% dari pemenuhan 166 kriteria audit. the Company provides yearly medical check-ups for employees conducted by Bukit Asam Hospital. • • (Uraian lebih lengkap Mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. For its effort in managing work safety and health. untuk menjaga kesehatan para pegawai. serta penyakit serius lainnya. Selain pemeriksaan berkala.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 88 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Selain Keselamatan Kerja.1 th 1970). Periodic medical check-ups are provided and health consciousness is enhanced. di PTBA pengelolaan pemeriksaan kesehatan berkala karyawan dilakukan oleh RS. Bukit Asam. pencegahan dan pengontrolan terhadap risiko terjangkitnya PAK. training and counselling. signifying successful WSH management in a mining company employing more than 1. Sesuai dengan peraturan (UU no.000 orang. The Company provides health-related education. 1/1970. In addition to work safety. . Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan. in 2010 the Company through Tanjung Enim Mining Unit was awarded with: • Pratama Award for Mining Work Safety and Health. Selain itu RS. seperti diamanatkan peraturan perundangan yang berlaku.000 people. pelatihan. PAHK and other serious diseases. as well as prevention and control of PAK. Bukit Asam juga melayani pemeriksaan kesehatan lainnya & pengobatan kepada karyawan & keluarga karyawan atas tanggungan perusahaan dan melayani pemeriksaan dan pengobatan masyarakat sekitar dengan biaya yang disubsidi oleh perusahaan. In accordance with Law No. dengan judul bab sama). fulfilling 91% of 166 audit criteria. unit pertambangan Tanjung Enim menerima penghargaan : • Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan dengan Katagori “Pratama” yaitu perusahaan yang baik dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan perusahaan pertambangan yang mempunyai pegawai diatas 1. the health of employees and their family also gets the Company’s attention as ruled by the law. PAHK. konseling. as well as subsidized medical care to the local community. (Further discussion on WSH is provided in PTBA 2010 Sustainability Report under the same title). Perseraon melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap karyawannya minimal 1 tahun sekali. Golden Flag Award for WSH Management Standard implementation under Manpower Minister Regulation No. The hospital also extends companypaid healthcare to employees and their family. Atas usaha-usaha/ kinerja dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan maka pada tahun 2010.

Fasilitas operasi mata katarak di Rumah Sakit Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 89 2 1 3 1. Penanganan korban di Rumah Sakit Tanjung Enim 3. Petugas Rescue PT Bukit Asam 2.

The Company has finalized mining closure plan and five-year reclamation plan as the principal reclamation documents to be included in the Company’s annual work program. pemulihan.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 90 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report PERLINDUNGAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan operasionalnya dengan kepatuhan penuh terhadap standar-standar manajemen pengelolaan lingkungan yang berlaku secara universal. Perseroan senantiasa peduli terhadap lingkungan baik secara fisik maupun sosial sehingga menjadi bagian integral dari lingkungan global dalam melakukan pencegahan. yakni Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan. audit lingkungan. grouped into two major programs: Environmental Management and Environmental Monitoring.32 tahun 2009 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. and continued environmental management system. pelestarian dan perlindungan lingkungan. Keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut diukur melalui pemenuhan terhadap serangkaian parameter Baku Mutu Lingkungan (BML) yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah setempat/pemerintah pusat atau standar akreditasi yang digunakan dan pengukurannya dilaksanakan oleh pihak-pihak independen yang kompeten. The Company also observes the provisions of Law No. ENVIRONMENTAL CONSERVATION The Company operates in full compliance with the universally applied environmental management standards. evaluasi kinerja lingkungan dan kajian daur hidup pokok. every step in the field is taken with due respect to the provisions in AMDAL. Perseroan menjalankan amanah peraturan sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Lingkungan No. The measuring process was conducted by competent independent parties. Berdasarkan sistem tersebut Perseroan kemudian mendesain dan melaksanakan berbagai program terkait dengan lingkungan yang tebagi atas 2 program utama. the Company designed and executed various programs associated with environment. documented. serta menerapkan sistem manajemen lingkungan secara konsisten.” SERTIFIKASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan sistem terakreditasi ISO 14001:2004 untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pengelolaan lingkungan yang mencakup sistem manajemen lingkungan. The preparation of this document is to comply with Energy and . The success of these programs implementation is measured by meeting a series of Environment Quality Standard parameters adjusted to the central/local government regulations or accreditation standards applied. aktif dalam penaatan peraturan perundangan lingkungan dan persyaratan lainnya. The Company’s commitment to protect the environment is elaborated in its Environmental Policy: ”The Company takes care of the physical and social environment in which it operates by preventing. audit. Komitmen Perseroan terhadap perlindungan lingkungan. and continuously improves its system to reach a maximum result. terpadu. conserving and protecting the environment. The Company complies with environmental regulations and implements a consistent. terpelihara dan selalu melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan untuk memperoleh hasil yang maksimal”. UKL and UPL documents which are the pre-requisites and parameter established in the preoperating period. Therefore. 32/2009 regarding environmental protection and management. dituangkan dalam Kebijakan Lingkungan yakni: ”Dalam menjalankan kegiatan usahanya. performance evaluation of the environment and study of basic living cycle. UKL dan UPL yang merupakan prasyarat sekaligus parameter yang disepakati bersama sebelum adanya kegiatan operasional. restoring. integrated. Based on the system. terdokumentasikan. Oleh karena itu setiap langkah operasional di lapangan senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan butir-butir sebagai mana tercantum dalam dokumen AMDAL. Perseroan telah menyelesaikan dokumen rencana penutupan tambang (RPT) dan rencana reklamasi lima tahunan (Jamrek) sebagai suatu dokumen utama pelaksanaan reklamasi yang kelak akan dijabarkan dalam rencana kegiatan ENVIRONMENTAL MANAGEMENT CERTIFICATION The Company adopts accredited ISO 14001:2004 system to ensure an effective environmental management covering management system.

Banko Barat Misi Perseroan salah satunya memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan diwujudkan dengan penerapan Green Mining yang mencakup pelaksanaan program-program pengelolaan. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan. . The Corporate Mission to contribute to public welfare and environment conservation is realized through Green Mining practice by continuously managing. monitoring. pemantauan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 91 Kawasan Hutan Jadi. developing and rehabilitating the surrounding environment.

ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company consistently manages the environment to reduce the impact of mining activity to the community and environment which is line with the Company’s mission. The Company’s mining environmental quality. Penyelesaian penyusunan dokumen tersebut sebagai implementasi atas Permen no 18 tahun 2008 dan PP no 10 tahun 2010 dari ESDM. In accordance with ISO 14001:2004 standards evaluation of the environment target indicators is discussed annually on a routine basis in environmental management forum.17 dan no18 tahun 2005) mengenai pemenuhan baku mutu lingkungan untuk pemeriksaan beberapa indikator baku mutu lingkungan (BML). This is an effort to reach full compliance with the requirements so as to control the environmental impact of mining operations. The indicators are set based on South Sumatera Governor Regulation No. Mineral Resources (EMR) Minister Regulation No. setiap tahun Perseroan menetapkan parameter indikator sasaran lingkungan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Evaluasi terhadap indikator sasaran lingkungan tersebut kemudian dibahas secara rutin setiap tahun pada forum manajemen lingkungan. the Company sets a parameter of environment target indicators on a yearly basis in accordance with the law. sesuai dengan salah satu misi perusahaan. . which is far below the acceptable threshold. Gambaran umum program perlindungan lingkungan yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut. yakni “Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan”. The environmental protection program launched by the Company includes: PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak kegiatan pertambangan bagi lingkungan dan masyarakat. sehingga dampak lingkungan dari operasional kegiatan tambang dapat dikendalikan. 18/2005 regarding environmental quality standard (BML). To measure the effectiveness of environmental management. The implementation of every environmental management program is monitored and evaluated by using the parameter taking into account the major effects arising from mining activities. sebagai bagian upaya perbaikan terus menerus untuk mencapai tingkat kepatuhan yang maksimal. 17 and No. that is ”To give the utmost contribution to community welfare and environmental conservation”. 10/2010. Hasil pengukuran kualitas lingkungan pertambangan berada jauh dibawah ambang batas menunjukkan bukti komitmen Perseroan terhadap pengelolaan lingkungan. Setiap program pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang dijalankan kemudian dipantau dan dievaluasi dengan menggunakan parameter yang telah mempertimbangkan penilaian terhadap dampak utama yang muncul akibat kegiatan penambangan. Untuk mengukur efektivitas pengelolaan lingkungan. Indikator tersebut mengacu ketentuan Pemda setempat (Pergub Sumsel no. 18/2008 and Government Regulation No. sesuai syarat ISO 14001: 2004. is an evidence of its commitment to environmental management.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 92 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report tahunan.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 93 Dalam rangka pengelolaan lingkungan tersebut Perseroan melakukan pengukuran dan pemantauan indikator utama pada areal lokasi kegiatan operasional di Tambang Air Laya.7 0. SO2 CO NO2 O3 Debu Ug Ug Ug Ug Ug < 900 < 30. SATUAN UNITS MAKS MAX LEVEL AKTUAL ACTUAL Menjamin Keluaran Air dari tambang memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No.4 – 139 0.01 0. Hasil pengukuran atas indikator cemaran utama pada tabel berikut menunjukkan.082/ton 22 .000 2.17 of 2005. The Company measured and monitored major indicators in Tanjung Air Laya.775 217 -8. seluruh areal menunjukkan indikator berada dibawah BML yang dipersyaratkan.18 of 2005. Ensuring the quality of air ambience & air emission within the area and its surrounding fulfills standard of environment quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no. I PARAMETER PARAMETER 2005.001 . 1 2 3 4 II pH Residu tersuspensi Besi (Fe) total Mangan (Mn) total mg/l mg/l mg/l 6-9 < 300 <7 <4 6 . Pemeliharaan tanaman .31 .3.0001. The findings of measuring major pollutant indicators showed that all areas’ indicators were below BML. Hasil pengukuran pemantauan lingkungan atas parameter indikator BML untuk tahun 2010 The following is the result of environmental monitoring on BML indicator parameter in 2010 NO.100/ton III Pemenuhan Provisi Lingkungan Rp/ton Fulfillment for Rp/tonnes environmental provision Perseroan menjalankan program-program lingkungan diantaranya melalui: • • • pengelolaan The Company runs the following environmental management programs: • • • Monitoring converted land area Land clearance and reclamation of used mining sites Plants maintenance Pemantauan luas lahan terubah Pembukaan Lahan dan Reklamasi Lahan Bekas Tambang seusai peraturan yang berlaku.87 .000 < 400 < 235 < 230 Rencana Plan Rp 4.8. 18 Th Ensuring released water from the mines meets standards of environmental quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.3.59 Menjamin Kualitas Udara Ambien dan Emisi Udara di Area Tambang dan Sekitarnya memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No.321 0. 17 Th 2005. Muara Tiga Besar dan Banko Barat. Muara Tiga Besar and Banko Barat mines.94 22 – 178 Actual Actual Rp 4.

Emisi dan Effulent Program kemitraan dan bina lingkungan • • • • • • • • • Draining mud out of sedimentation pool Making sedimentation pool Cultivating and planting seedlings Management of top soil Management of mine acid water Management of erosion Reserach and development Emissions. Air quality control is carried out in a number of ways which are: • Maintaining and spraying mine roads with water tanks. 15 of 15 May 2005 concerning Emissions from Non-Moving Sources. • Regularly spraying dust using dust suppression system in stockpile locations and monitoring emissions from gensets and incinerators. • Planting trees in buffer zone locations and final mining locations. The management of emissions. Pengelolaan kualitas udara dilakukan melalui diantaranya: • • • Pemeliharaan dan penyiraman jalan tambang dengan truk tangki air. . effluent and waste control Partnership and community development program Perseroan menggunakan standar parameter yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. effluent and waste is based on the standardized parameters as prescribed in the Governor of South Sumatera Regulation No. Penanaman pohon di lokasi buffer zone dan lokasi yang final tambang.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 94 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Incenerator. Pengolahan Limbah B3 • • • • • • • • • Pengurasan lumpur di kolam pengendap Pembuatan kolam pengendap lumpur Pembibitan dan penanaman Pengelolaan tanah pucuk Penanggulangan air asam tambang (AAT) Penanggulangan erosi Penelitian dan pengembangan Penanganan limbah b3. effluent dan limbah. Melakukan penyemprotan debu (dust suppression system) di lokasi stockpile secara reguler dan pemantauan emisi genset serta incenerator. 15 tanggal 15 Mei 2005 mengenai Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak (STB) untuk mengelola emisi.

Hazardous waste. air quality. pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar. kualitas udara. . yang berasal dari unit kerja (bengkel). used batteries and used oil filters. Kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan meliputi antara lain pemantauan kualitas air. By involving local community. The Company consistently evaluates and controls hazardous and toxic wastes in concert with the prevailing laws and regulations. Perseroan secara berkelanjutan mengelola limbah B3 secara hati-hati sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 18 jo No. pengelolaannya dilakukan sesuai PP No. erosion as well as wildlife and aquatic organisms living around the mining area. sekaligus sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko lingkungan. Environmental monitoring activities included monitoring water quality. batere bekas dan filter oli bekas. such as used oil. Perseroan melakukan pembakaran limbah B3 dengan incenerator dan melaksanaan proses bioremediasi untuk material yang tercemar hydrokarbon. Limbah B3. is processed in accordance with Government Regulation No. land pollution.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 95 Selain evaluasi emisi. Selain melakukan daur ulang limbah B3 bekerjasama dengan mitra yang telah mempunyai izin KLH. The Company also controls regular general waste. Adapun langkah pengelolan selengkapnya adalah sebagai berikut: • Limbah umum. • • PEMANTAUAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi lingkungan di sekitar area penambangan dengan tujuan meminimalisir kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi. yakni dijadikan pupuk Bokashi yang kemudian dibeli oleh Perseroan untuk digunakan saat revegetasi lahan. originating from work units (workshops). organic waste is processed by turning it into Bokashi fertilizer which is subsequently bought by the Company for land revegetation. soil quality.85 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3. Selain emisi udara. pencemaran tanah. yang berasal dari area perumahan dan area penambangan Perseroan. erosi hingga satwa liar dan biota air yang hidup di sekitar area pertambangan. and at the same time to mitigate risks to the environment. 18 jo No. Waste management efforts carried out by the Company jointly with licensed partners include recycling hazardous waste. Untuk limbah yang bersifat organik.85/1999 regarding management of hazardous waste. ENVIRONMENTAL MONITORING The Company routinely monitors the environmental condition of the surrounding mining area to minimize environmental damage. kualitas tanah. hazardous and toxic waste In addition to air emissions. antara lain seperti oli bekas. Perseroan mengelola limbah umum dan limbah bahan berbahaya dan beracun. burning hazardous waste using incinerators and using bioremediation process for hydocarbon-contaminated materials. Waste control is carried out in the following ways: • General waste originating from residential and mining areas is discharged into Desa Darmo dumping area. dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darmo.

Daily for pH water debit *) Sekali sebulan Once a month Setiap Triwulan Every quarter Setiap Triwulan Every quarter Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali sebulan*) Once a month *) Sekali sebulan*) Once a month *) Kontinyu*) Continuous *) Sekali sebulan*) Once a month *) Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali setahun Once a year 1 Kualitas Air Water quality 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kualitas Udara Ambient Ambient air quality Emisi Udara (sumber tidak bergerak) Air emissions (non-moving sources) Kebisingan Noise Kualitas Tanah Soil quality Revegetasi Revegetation Lingkungan kerja Working environment Tanah Pucuk Top soil Swa bakar Spontaneous combustion Erosi Erosion Infeksi Saluran Pernafasan Akhir (ISPA) Upper Respiratory Tract Infection Satwa Liar Wildlife Biota Air Water biota Sosial. Untuk pH dan debit air dilakukan setiap hari *) Twice a month (by third party and PTBA Lab). Perseroan melakukan aktifitas pemantauan rutin sebagai berikut: Routine monitoring activities In 2010 included the following: JENIS PEMANTAUAN OBJECT OF MONITORING JUMLAH TITIK PANTAU MONITORING POINTS 38 FREKWENSI PEMANTAUAN DILAKUKAN PIHAK INDEPENDEN MONITORING FREQUENCY BY INDEPENDENT PARTIES Dua kali sebulan (oleh Pihak 3 dan Lab PTBA). Economy and Culture 10 7 10 9 10 19 11 10 9 3 10 7 10 *Dilakukan oleh PTBA Done by PTBA . Ekonomi dan Budaya Social.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 96 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Pada tahun 2010.

Kajian dan pemanfaatan oli bekas untuk peledakan (pencampuran ANFO). Perseroan menyusun dokumen provisi lingkungan. Sebagai wujud komitmen manajemen terhadap lingkungan dan pascatambang. put up banners. Melakukan pelatihan pengelolaan sampah terhadap masyarakat sekitar perusahaan Mengembangkan pembibitan dengan metode kultur jaringan ENVIRONMENTAL RESEARCH AND DEVELOPMENT To preserve the surrounding environment. distributed books and magazines. dan presentasi lingkungan. the Company conducted various studies and researches to evaluate the condition of mining area and its surrounding. The Company implemented Green Mining pattern by planting trees outside the mining area and releasing fish in the rivers together with the community members. and to develop environment potentials in the future. Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining dengan melakukan penanaman pohon-pohon di luar areal tambang dan penebaran ikan di badan sungai bersama masyarakat. poster. Perseroan melakukan sejumlah kajian dan penelitian yang sekaligus merupakan bagian proses evaluasi kondisi lingkungan area pertambangan dan sekitarnya. Several research activities conducted in 2010 were: • • • • • • Implementation & development of Mikoriza to support revegetation of used mining areas. used bench marking.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 97 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Untuk menjaga lingkungan di areal kegiatannya. Perseroan juga melakukan sosialisasi lingkungan melalui pelatihan lingkungan. posters and billboards. . Conservation of local plants. Revegetation with oil palms and direct trial-and-run revegetation. spanduk. Study and use of used oil for explosives (ANFO compound). sesuai standar akutansi keuangan (PSAK 33). the Company prepared an environmental commission document. baliho. and gave presentation on the subject of environment. Melakukan konservasi tanaman lokal Melakukan revegetasi dengan tanaman sawit dan uji coba revegetasi secara direct. To socialize with the local community the Company organized training programs. As a reflection of its commitment to environmental and post-mining management and in accordance with financial accounting standards. Training local community in waste management. buku dan majalah lingkungan. study banding (bench marking). Selain melaksanakan langkah-langkah Perlindungan tersebut. Cultivating seedlings by tissue culture method. serta pengembangan potensi lingkungan di masa mendatang. Beberapa kegatan penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2010 dalah : • • • • • • Implementasi & pengembangan Mikoriza untuk medukung revegetasi lahan bekas tambang.

For its continued efforts in environmental conservation the Company received several environmental management awards: • • Green PROPER Rating from Environment Ministry and South Sumatera Governor Aditama Rating in Enviro Award from EMR Ministry (Uraian lebih lengkap mengenai Perlindungan Lingkungan ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. Jumlah dana tersebut meningkat 13.2% from Rp174 billion in 2009 to Rp4. Perseroan telah menyisihkan dana untuk kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang jumlahnya ditetapkan sebagai provisi atas tiap satuan berat batubara yang diproduksi.12 miliar.100/ton. under the same title) . yakni sebesar Rp24. Jumlah dana yang telah dikeluarkan untuk pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp29. in 2010 the funds allocated for this activity was increased 13.12 billion. or a total of Rp197 billion. Seiring dengan peningkatan. BIAYA DAN PENGHARGAAN UNTUK PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. produksi dan komitmen Perseroan terhadap kelestarian lingkungan. atau total sejumlah Rp197 miliar. With increased production and the Company’s commitment to environmental conservation. Biaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan tersebut meningkat 19.2 billion the preceding year. The overall result of monitoring and evaluation performed in accordance with established standards showed that all environmental parameters met Environment Quality Standard. Atas berbagai upaya-upaya perlindungan lingkungan tersebut Perseroan kemudian meraih beberapa penghargaan dalam pengelolaan lingkungan.100/ton. The Company implemented Green Mining pattern in its mining operations. jumlah provisi yang disisihkan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp4. dengan judul bab sama) (Further elaboration on Environmental Conservation is provided in PTBA Sustainability Report 2010.2 miliar. Keseluruhan hasil pemantauan dan hasil evaluasi yang kemudian dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan menunjukan bahwa semua parameter lingkungan telah memenuhi BML. the Company allocated funds for environmental management and conservation program at an amount to be based on the weight of coal produced.2% dari tahun lalu. Total funds disbursed for environmental management and conservation in 2010 totalled Rp29. pada tahun 2010. yakni total sebesar Rp174 miliar.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 98 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining secara terpadu dalam kegiatan penambangan. yaitu: • • Peringkat Hijau untuk PROPER Pusat maupun Provinsi Sumsel Peringkat Aditama untuk kategori Enviro Award dari Kementrian ESDM COST AND COMMENDATION FOR ENVIRONMENTAL MANAGEMENT AND CONSERVATION In compliance with the law. or went up 19.6% dari tahun lalu.6% from Rp24.

Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA) development reflects the Company’s commitment to environmental conservation. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 99 Perawatan tanaman buah di area pembibitan. Tanjung Enim Pengembangan Tahura Tanjung Enim sebagai wujud komitmen Perseroan terhadap pelestarian lingkungan.

check dam. Seluruh ketentuan tersebut telah dipenuhi oleh Perseroan seperti diuraikan pada bagian “Perlindungan Lingkungan” diatas. 3. post-mining reclamation program for Tahura Enim included the completion of: . Canal. 4. 12. Incinerator for waste. vi Bioremediation. secara bertahap dan berkelanjutan. Rencana ini kemudian dikukuhkan untuk dilaksanakan melalui program jangka panjang.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 100 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report LAPORAN PELAKSANAAN REKLAMASI DAN REHABILITASI Pembukaan lahan dan proses reklamasi areal tambang Perseroan telah dilaksanakan sesuai dengan butir-butir ketentuan pada UU No. 4 tahun 2004 tentang Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk di Kabupaten Muara Enim. 11.400 ha menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA). 4/2009 and Government Regulation No. 10. 10. 4/2004 concerning Utilization of Used Coal Mining Area of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk in Muara Enim Regency. v. 6. 5. The Company took a step further and pioneered in environmental conservation and post-mining rehabilitation by designating and designing a post-mining area of 1. 4 Tahun 2009 dan Permen No 18 tahun 2008 mengenai Reklamasi dan penutupan Tambang yang menegaskan bahwa: i. 3. program reklamasi lahan pascatambang sebagai Tahura Enim yang telah dilaksanakan adalah: In 2010. Pelaksanaan program reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang mengacu pada Rencana Induk Wilayah Pertambangan (RIWP) yang telah dibuat sejak tahun 1994 serta Master Plan pemanfaatan lahan bekas tambang batubara sebagai Tahura Enim. Ada proses pembentukan Slope & Back Slope. iv. rip rap.400 ha to serve as Grand Forest Park. 4. iv. 9. calcification. 9. dengan membagi area pascatambang menjadi beberapa zona. 12. Rip Rap. 2. wetland for liquid waste and vii sedimentation pool. yaitu : 1. vi Melaksanaan Bioremidiasi. pengapuran. All the requirements were met by the Cpmpany as described in the preceding section of “Environmental Conservation”. Gradual land clearance. Membuat saluran. Zona Penerima/Rekreasi Zona Sarana Prasarana Zona Hutan Tanaman Zona Kebun Koleksi Zona Kebun Buah Zona Peternakan Zona Wisata Air Zona Penelitian Produktif Zona Pertanian/Agroforestry Zona Perikanan Zona Bumi Perkemahan Zona Satwa PROGRESS REPORT OF RECLAMATION AND REHABILITATION PROGRAM Land clearance and mining area reclamation have been carried out pursuant to the provision of Law No. ii. 2. iii. Pembukaan lahan dilakukan bertahap. 8. iii. ii. 7. dalam bentuk Perda. 6. dividing the post-mining area into several zones: 1. A regional government regulation confirmed this plan to be a long-term. 5. v. Perseroan kemudian melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pasca tambang dengan menetapkan serta merancang daerah pascatambang seluas 1. gradual and ongoing program. Planting cover crop. 8. The Company continued with the construction of Tahura Enim in accordance with Muara Enim Regency Regional Government Regulation No. Perseroan kemudian melaksanakan program pembangunan Tahura Enim sesuai dengan Perda Kabupaten Muara Enim No. Menggunakan Incenerator untuk limbah. Slope & back slope. Melakukan penanaman Cover Crop. 11. Receiving/Recreational Zone Utility Zone Plantation Forest Zone Collection Garden Zone Fruit Garden Zone Cattle Breeding Zone Water Recreation Zone Productive Research Zone Agro-forestry Zone Fishery Zone Camping Zone Animal Zone Pada tahun. 18/2008 concerning Reclamation and Mine Closing which required the following: i. The implementation of post-mining reclamation and rehabilitation program was in keeping with Mining Area Master Plan devised in 1994 and master plan for utilizing post-coal-mining area as Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA). wetland untuk limbah cair dan vii Mebuat kolam pengendap. 7. check dam.

bowling alley. .Setting up an integrated office of WSH work unit and BWE system In Productive Research Zone . oil palm. .Proses pelaksanaan relokasi penduduk dan TPU untuk dijadikan buffer zone Tahura (jalur hijau).Conducting reserach on intercrop plants jointly with UNSRI at Banko Barat • • . sawit.Melakukan kerjasama penelitian jenis-jenis tanaman jarak dengan UNSRI di IUP Banko Barat. jogging track dan Futsal.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 101 Wetland dan Borashi di Banko Barat • Pada Zona Penerima: . Perseroan juga menyiapkan lahan TPU yang baru.Melanjutkan rencana pembuatan kantor terpadu untuk Satker K31 dan BWE Sistem. and preparing new TPP site. dan lain-lain . • • In Utility Zone .Melanjutkan pembuatan Gedung olah raga. . • In Receiving Zone . Pada Zona Sarana dan Prasaran .Conducting local field survey jointly with Bengkulu University . sarana olah raga Bowling.Pembuatan labiratorium Kultur Jaringan untuk mengembangkan jenis-jenis bibit yang unggul seperti: katet. etc.Continuing the construction of sportshall. Pada Zona Penelitian Produktif. jogging track and futsal court. .Relocating community membes and TPP to convert the area to TAHURA buffer zone.Setting up tissue culture laboratory to cultivate prime seedlings such as rubber.Melakukan kerjasama penelitian lapangan lokal dengan Universitas Bengkulu. .

Supply Chain Management System to support operating efficiency. .Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Pusat Kontrol Alat-alat Operasional Supply Chain Management System meningkatkan efisiensi operasional Perseroan.102 PT Bukit Asam Tbk.

Reviewing TAHURA Enim master plan . Pemasangan dilakukan guna mendukung implementasi laporan keuangan konsolidasi. plant enrichment with local plants having high economic value in Air Laya and Banko Barat. PT Bukit Asam Prima (PT BAP).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 103 • Pada zona Hutan Tanaman. Value Delivery. sengon. Perseroan melakukan investasi berkesinambungan dalam bidang aplikasi maupun infrastruktur teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut. unit kerja Briket Jakarta dan Tanjung Enim. Pengembangan teknologi informasi selama ini terbukti dapat mendukung peningkatan efisiensi. processing and resources capacity. • • • In Plantation Forest Zone. BAP). Target yang dituju adalah: • Menerapkan prinsip-prinsip IT Governance. Natar and Gersik units. Sengon. Developing information technology proves to enhance the efficiency and effectiveness of business performance. puspa. and reflects the readiness of the Company to offer its best services to meet market needs and demand. Perseroan mengganti tanaman pioneer (Akasia) dengan Jati. Melakukan review master plan TAHURA ENIM. Financial. durian. Human Resources dan Materials. INFORMATION TECHNOLOGY DEVELOPMENT Information Technology is developed to support the realization of the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and to adopt the corporate development strategy. Tahapan ini The Company is currently using Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) system that has integrated the main operating modules such as Operation & Maintenance. PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Perseroan mengembangkan Teknologi Informasi untuk memberikan dukungan dalam pencapaian visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing tinggi dan strategi pertumbuhan Perseroan. Perseroan melakukan pengkayaan tanama dengan jenis tanaman lokal yang bernilai ekonomis tinggi. efektivitas kinerja dan sekaligus merefleksikan kesiapan Perseroan dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan permintaan pasar. Briquette Jakarta. Puspa. etc. The Company has completed the following IT development program to support the improvement of its performance: • Installing network infrastructure (leased-line WAN) in the locations of Ombilin Mining Unit. The Company consistently invests in the application and infrastructure of information technology in an effort to realize its vision. Risk Management. Menyempurnakan model bisnis menuju solusi terintegrasi. tanaman durian dan lain-lain. Meningkatkan kemampuan pengelolaan. yaitu: • Memasang instalasi infrastruktur jaringan (leased-line WAN) ke lokasi Unit Pertambangan Ombilin. PT Bukit Asam Prima (PT. Financial. Replacing pioneer plants (acasia) with teak. Perseroan kemudian merealisasikan program pengembangan TI guna mendukung peningkatan kinerja Perseroan. The installation had a purpose of . Resource Management and Performance Measurement. . Tanjung Enim. Improving business model towards integrated solutions. yakni Strategic Alignment. Enhancing IT management. Human Resources and Materials. baik di Airlaya maupun di Banko Barat. The target of developing information technology system is: • Applying IT Governance principles that cover Strategic Alignment.Synchronizing TAHURA location with productive forest zone under permit to use productive forest zone.Dalam review ini Perseroan melakukan sinkronisasi lokasi rencana TAHURA dengan kawasan hutan produksi dengan kewajiban izin pakai kawasan hutan produksi. Resource Management dan Performance Measurement. Risk Management. proses dan sumberdaya IT. dilanjutkan ke lokasi Unit Briket Natar dan Gersik. Value Delivery. • • • • Saat ini Perseroan menggunakan sistem Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) yang telah mengintegrasikan modul-modul operasional utama yakni modul Operation & Maintenance.

this project was 58% completed and .Kadin Jakarta Tanjung Enim – Tarahan Tanjung Enim – Kertapati Tanjung Enim – Ombilin Tanjung Enim – BAPrima Jakarta Tanjung Enim – Briket Blok M Tanjung Enim – Briket Natar Tanjung Enim – Briket Gersik KONEKSI AWAL INITIAL CONNECTION 2 Mbps 1 Mbps 1 Mbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps Perseroan melakukan tinjauan berkala dan secara berkesinambungan memperbaiki serta meningkatkan kemampuan TI untuk mendukung bisnis Perseroan. • Supply Chain Management System (SCMS). Periodic review is made to repair and upgrade IT capacity and advantage to support the Company’s business operations. untuk aplikasi ECMS 1. Guna mendukung kecepatan pemrosesan. Supply Chain Management System and Enterprise Content Management System. Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 To expedite processing. the Company built up a new application. the Company increased storage capacity of Ellipse (ERP) application from 1 Tera to 2.5 Tera and for SCMS application 1. Langkah ini disusul dengan peningkatan kemampuan PC untuk menunjang proses bisnis. supporting the implementation of consolidated financial statements.5 Tera dan untuk aplikasi SCMS 1.5 Tera.5 Tera. followed by implementing Multi District Stage II (Fixed Assets and Payroll) to speed up the process of consolidating all subsidiaries’ financial statements. yakni mengganti 100 PC yang habis masa sewa dan 250 buah PC PIII & PIV (total 350 PC) serta penambahan sewa 50 Notebook. and to rent 50 Notebooks. Perseroan membangun aplikasi baru yang masih dalam tahap proyek. • Developing Ellipse System with Multi-District application for financial consolidation needs (General Ledger). dilanjutkan dengan menerapkan implementasi Multi Distrik Tahap II (Aktiva Tetap dan Payroll) untuk mempercepat proses konsolidasi laporan keuangan seluruh anak perusahaan. yakni: Supply Chain Management System dan Enterprise Content Management System. This stage was followed by improving the speed to access Network (WAN) as follows: UPGRADE 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps LOKASI LOCATION Tanjung Enim – M.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 104 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report disusul dengan peningkatan kecepatan akses Network (WAN) sebagai berikut.5 Tera. Perseroan kemudian meningkatkan kapasitas storage untuk aplikasi Ellipse (ERP) dari 1 Tera menjadi 2. The next step was upgrading PC capacity to support business processing to replace 100 PC whose rent expired and 250 PCP III & IV (total 350 PC). i. • Supply Chain Management System (SCMS) At end of 2010.e.5 Tera. In 2010. Pada tahun 2010. for application ECMS 1. • Mengembangkan Ellipse System dengan menerapkan Multi-District untuk kebutuhan konsolidasi keuangan (General Ledger).

Enterprise Content Management System (ECMS) At end of 2010. • Enterprise Content Mangement System (ECMS). Untuk mendukung keandalan SCMS. SCMS consists of a series of end-to-end business processes from mining plan. business requirement. server datawarehouse dan web. server back-up.5. installation software and hardware. in accordance with the implementation phase. Server shelf includes server database. pengelolaan stock. SCMS uses Windows-based technology and Unix(AIX)based database. production.e. transportation to marketing. server development. marketing to invoice. stock management. Untuk personil TI telah dilakukan pelatihan untuk report developer. Untuk lokasi Jakarta hanya menggunakan teknologi server rak yaitu server aplikasi berbasis citrix (2 server). server backup. this application also makes use of RFID (Radio Frequency Identification) technology and integrates all equipment such as belt scale and truck scale into SCMS. Supply Chain Management System terdiri dari rangkaian proses bisnis end-to-end dari perencanaan tambang. key users and super users. while back-up system uses Symantec back-up exec 12. • expected to be finalized in 2nd quarter of 2011. SCMS ini menggunakan teknologi berbasis windows. marketing to invoice. SCMS implementation uses two data centers located in Tanjung Enim and Jakarta. Jakarta location uses shelf server. There is also an application for analysing and optimizing sales and dashboard for reporting. key user. IT personnel have been trained for report developer. produksi. and server development. this project was 89% completed and expected to be finalized in 1st quarter of 2011. while blade server includes citrix-based application server (5 servers). operating system (AIX and Windows). transportasi dan pemasaran. . integration and finance. sedangkan untuk blade server yaitu server aplikasi berbasis citrix (5 server). super user. sedangkan untuk sistem backup menggunakan symantec backup exec 12. server back-up and server database. integration and finance. Selain itu tersedia aplikasi untuk analisa dan optimasi penjualan serta dashboard untuk reporting. optimization and EIS. operating system (AIX dan Windows). To guarantee system reliability and to prevent human error. i. Untuk menjamin keandalan sistem dan menghindari adanya human error. TLS to port.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 105 sebesar 58% yang diharapkan akan selesai pada triwulan II tahun 2011. server backup. In a bid to support the implementation of the system. network. Untuk lokasi Tanjung Enim menggunakan teknologi server berbasis rak server dan blade server. the go-live system is run in several phases: orientation and planning. hardware (blade server management) dan backup & restore (Symantec) akan dilaksanakan ditahun 2011. aplikasi ini juga menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dan mengintegrasikan semua peralatan seperti alat ukur timbangan (belt scale dan truck scale) ke dalam SCMS. Sedangkan pelatihan untuk System Admin yang meliputi admin database (oracle). the Company provides training for users. Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 adalah sebesar 89%. dan database berbasis unix (aix).5. TLS to port. hardware (blade server management) and back-up & restore (Symantec) will be conducted in 2011. server database. Tanjung Enim location uses server shelf and blade server. business requirement. citrix-based application server (2 servers). Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan sesuai tahapan implementasi kepada user. mine to TLS. diharapkan dapat diselesaikan pada triwulan I tahun 2011. mine to TLS. To ensure SCMS reliability. Implementasi SCMS menggunakan 2 pusat data yang berlokasi di Tanjung Enim dan Jakarta. Network. proses go-live sistem ini dilaksanakan dalam beberapa phase yaitu orientation and planning. While Administrative System training covering admin database (Oracle). optimization and EIS. installation software and hardware. server data warehouse and web. untuk rak server yaitu server database.

Application of Oracle-based ECMS (Oracle UCM and Oracle BPM). standby server. monitoring beban kerja (load balancing) dan penelusuran posisi dari proses (tracking of process). distribusi informasi. Sedangkan pelatihan untuk personil TI seperti System Admin yang meliputi admin database (oracle). retention (disposal schedule) and electronic document (without storage/go green and without physical document damage). information distribution. and process tracking. Electronic Workflow is for workflow management. To support the implementation of the system. Menurunkan biaya proses pengadaan dan volume pekerjaan yang bersifat administrative Melakukan pemantauan (monitoring) proses. • • • • • • Accelerating and improving goods and services procurement Enhancing transparency and simplifying procurement process Obtaining more competitive prices quickly and accurately Reducing procurement cost and paper work volume Monitoring process Monitoring and controlling contractor and vendor performance . load balancing. manajemen dokumen (posisi penyimpanan fisik dokumen). the Company provides training for end-users and admin application users. tape backup dan scanner. Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan telah menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan terhadap end-user dan admin aplikasi. database. hardware (blade server management). dimana Workflow Elektronik berfungsi untuk melakukan manajemen prosedur kerja (work flow management). operating system (AIX dan HACMP).e. IT personnel have been trained for report developer. backup & restore (TSM-Tivoli System Management) akan dilaksanakan tahun 2011. E-procurement implementation has been prepared for further development in 2011. network. backup tape and scanner. Meningkatkan transparansi dan menyederhanakan proses pengadaan. document management (the placement of physical document). ECMS terdiri dari 2 aplikasi yaitu Workflow Elektronik (BPM-Business Process Management) dan Manajemen Arsip Elektronik (UCM-Universal Content Management).LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 106 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Aplikasi ECMS adalah aplikasi yang digunakan di PTBA agar dapat memudahkan dalam melaksanakan manajemen proses bisnis dan manajemen dokumen. cepat dan akurat. with the following targets: Perseroan juga mulai merintis implementasi e-procurement. dengan target yang akan dicapai diantaranya: • • • • • • Mempercepat dan meningkatkan proses pengadaan barang atau jasa. Melakukan pemantauan (monitoring) dan pengendalian kinerja kontrak dan kinerja vendor. sedang Manajemen Arsip Elektronik berfungsi sebagai pusat repository (mempercepat pencarian dan update informasi). Mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif. operating system (AIX and HACMP). Network. While Administrative System training for IT personnel covering admin database (Oracle). Untuk implementasi sistem ini dibutuhkan hardware baru seperti server aplikasi produksi. retensi (jadwal musnah) dan electronic document (tanpa ruang penyimpanan/go-green dan tanpa kerusakan dokumen fisik). Electronic Workflow (BPM-Business Process Management) and Electronic File Management (UCM-Universal Content Management). Sistem ini akan dikembangkan di tahun 2011. development. development. storage. database dan standby server. while Electronic File Management is for repository (speeding up information retrieval and update). hardware (blade server management) and back-up & restore (TSM-Tivoli System Management) will be conducted in 2011. akses kontrol (security). ECMS application is used by PTBA to facilitate business management and document management. This system application requires new hardware such as production application server. i. Aplikasi ECMS berbasis Oracle ECM (oracle UCM dan Oracle BPM). ECMS consists of two applications. selain server juga diperlukan storage. access control (for security).

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 107 Ruang Kontrol Operasional .

078 orang lulusan jenjang penindikan SLTP hingga SD. Bukit Asam (Persero). Aligning organisation and improving human resource management system. 1. Through these functions the Company strives to accomplish its mission to install the best human resource and human resource management system in support of the Company’s continued growth. education and training. Sementara Visi Perusahaan dalam pengelolaan SDM adalah “Menjadikan SDM PT. At the end of 2010. 214 orang lulusan D-3. Tbk. the Company adopts a series of strategic measures in managing human resource as follows: • Developing and realizing personnel potentials and grooming professional candidates for management/ leadership level. untuk menunjang pengembangan Perusahaan. Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah strategis pengelolaan SDM sebagai berikut: • Mengusahakan pengembangan dan pemenuhan kompetensi pegawai serta penyiapan manajemen/ pemimpin Perseroan yang profesional. Melalui berbagai fungsi tersebut. 1. Demografi pegawai menunjukkan 16 orang pegawai 2010 adalah lulusan sarjana Strata-2. Perseroan memiliki jumlah pegawai sebanyak 3. Diakhir tahun 2010.201 orang dengan lokasi penugasan yang tersebar di Unit Pertambangan Tanjung Enim.547 high school graduates and 1.201 people posted in various sites. Untuk mewujudkan misi dan visi tersebut. In line with its human resource management strategy. sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dibutuhkan pada berbagai bidang operasional Perseroan.547 orang lulusan SLTA dan 1. Perseroan telah memiliki struktur organisasi yang lengkap dalam pengelolaan SDM. and 89 people assigned in the Company’s subsidiaries and Pension Fund. Bukit Asam (Persero). personnel administration and industrial relations. Keyakinan ini menumbuhkan pemahaman bahwa SDM merupakan unsur penggerak terpenting dari seluruh operasional bisnis yang dilaksanakan oleh Perseroan dan menempatkan SDM sebagai mitra strategis perusahaan. pendidikan dan pelatihan. Employee demography indicates that in 2010 the Company’s workforce consisted of 16 post-graduates. To realize such vision and mission. While the corporate vision in managing human resource is “To make PT. the Company employed 3. 347 orang lulusan strata-1. Tbk. Tanjung Enim Mining Unit. 214 under-graduates. 347 graduates. Memfasilitasi pembentukan budaya unggul. depending on the scope of work required in various areas of the Company’s operation. Unit Pertambangan Ombilin. development. the Company has equipped itself with a comprehensive organization structure with the functions of human resource planning.078 junior high and elementary school graduates. Melakukan penyelarasan (alignment) organisasi dan penyempurnaan sistem manajemen SDM.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 108 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menetapkanmisipengelolaanSumberDayaManusia (SDM) adalah menyediakan SDM dan Sistem Manajemen SDM yang terbaik. sebagai keunggulan kompetitif Perusahaan”. meliputi fungsi perencanaan. Unit Pengusahaan Briket serta 89 orang yang diperbantukan pada anak perusahaan dan Dana Pensiun milik Perseroan. The Company is confident that the countless achievements and growth in the Company performance reflect the hard work and dedication of all personnel. administrasi kepegawaian dan hubungan industrial. Cultivating culture of excellence. HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT The corporate mission in managing human resource is to have the best human resource and human resource management system in support of the Company’s development. Briquette Business Unit. pengembangan SDM. Sejalan dengan strategi pengelolaan SDM. Ombilin Mining Unit. . human resource the competitive advantage of the Company”. This confidence leads to an understanding that human resource is the prime driving force of the entire business operations and the strategic partner of the Company. • • • • Perseroan meyakini berbagai pencapaian dan pertumbuhan kinerja yang diperoleh hingga saat ini merupakan wujud nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai Perseroan. Perseroan berupaya mewujudkan misi untuk menyediakan SDM dan sistem manajemen SDM terbaik untuk menunjang pengembangan Perseroan.

. Continuously enhancing the competence of employees as strategic partners to support the Company’s future business development.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 109 Bengkel Kerja di Tanjung Enim Pengembangan kompetensi pegawai yang berkelanjutan sebagai mitra strategis untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan.

546 1. Employee demography by age 214 0.5 32. 408 orang (12. 25 < 30 27.1 44. 102 persons (3.078 1.6 6.19%) aged 25<30.03%) berusia 35< 40 th.9 2.5 45<50 >50 >25 43.6 35 < 40 40 < 45 45<50 >50 >25 10 44. employee demography comprises 5 Sementara berdasarkan umur pegawai. PENDIDIKAN.078 aged 45<50.6 6.133 09 1.59%) berusia 30<35 30 < 35 35<40. 5 orang (0. 408 persons (12.19%) berusia 25<30 th.5 persons (0.7 25 < 30 30 < 35 35 < 40 40 < 45 45<50 >50 >25 09 18.5 1. LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 110 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report SD s/d SLTP 1. 102 orang 6.7%) berusia 45<50.61%) berusia diatas 50 thn. aged Perseroan adalah. dan 1.600 SLTA D3 S1 17 355 219 Tabel demografi pegawai menurut jenjang pendidikan Employee demography by education S2 TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.0 12.TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. 1. 193 persons (6.59%) aged 30<35.5 40 < 45 45<50 >50 >25 10 43.8 < 25. 193 orang (6.044 persons (32. berusia 40<45 th.16%)2. 0. komposisi demografi TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.71 aged 40<45.7 0.7 3. 19 orang (0. 1.600 10 SLTA D3 S1 S2 17 355 219 16 S1 S2 347 214 Demografi pegawai menurut usia.0 12. 1.133 SD s/d SLTP SLTA D3 SD s/d SLTP 09 1.6 18.430 orang (44.71%) 35 < 40 1.9 Under age classification.8 6.7 .16%) berusia < 25 th.430 persons (44.7%) th.2 0.5 25 < 30 30 < 35 35 < 40 3.61%) aged over 50.044 orang (32.03%) aged (3.7 0.1 27. and 1. SD s/d SLTP SLTA D3 S1 S2 09 40 < 45 10 16 Tabel demografi pegawai menurut usia 347 Demografi pegawai menurut usia.546 19 persons (0.2 0.7 25 < 30 30 < 35 32.

selama tahun 2010 Perseroan menjalankan berbagai program. RECRUITMENT OF EMPLOYEES General recruitment policy directs that recruitment process starts with the user and ends with the user (during interview). disebut Graduate Development Program. terlebih dahulu para calon pegawai tersebut mengikuti program management trainee. yakni sampai 77%. Proses seleksi melibatkan pihak ketiga dan dilakukan melalui pemenuhan aspek administrasi. psikotes. kemampuan kerjasama tim (komunikasi dan kepemimpinan) dan energi calon SDM (motivasi. Selection is made involving a third party and applicants should meet administrative requirement. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements (the next three years for graduates and one year for senior high school graduates). adaptation. Sebelum diangkat menjadi pegawai tetap. attitude test. medical check-up. problem solving dan pengambilan keputusan). HRD menetapkan kebijakan umum mengenai sourcing. kemauan belajar). problem solving and decision making) teamwork spirit (communication and leadership) and stamina (motivation. proses seleksi dan administrasi penerimaan pegawai. tes kesehatan. Untuk menjaga daya saing. Dalam menjalankan fungsinya. HRD. called Graduate Development Program. pass aptitude test. which require applicants to pass several qualification tests: thinking ability (analysis. yakni: kapasitas calon SDM yang meliputi lulus uji kemampuan berpikir (analisa. adaptasi. To exercise its function. . selection. As employees aged over 45 (77%) outnumber those of younger age. psycho test. Prior to permanent employment. Perseroan menetapkan beberapa kriteria dasar dalam seleksi SDM. Human Resource Department formulates a general policy of sourcing. a prospective employee is required to take management trainee course. REKRUTMEN PEGAWAI Perseroan menerapkan kebijakan rekrutmen umum yang menetapkan bahwa proses penerimaan pegawai berawal dari kebutuhan Satuan kerja (user) dan dalam bagian akhir (wawancara) juga melibatkan user. dan wawancara. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements by considering the competence of the incumbents. and interview. Pada pelaksanaannya rekrutmen dilaksanakan berdasarkan rencana kebutuhan tenaga kerja jangka panjang (3 tahun kedepan untuk lulusan S-1 dan 1 tahun ke depan untuk lulusan setingkat SLTA). learning spirit) Rekrutmen pegawai baru dilakukan sesuai analisa kebutuhan jangka panjang dengan mempertimbangkan kompetensi pegawai yang ada. The Company sets several criteria in selecting human resources. the Company addressed the situation by conducting various programs such as training courses to boost employees’ competence. kompetensi pegawai serta regenerasi Perseroan. The Human Resource Department acts as facilitator and regulator of recruitment process. recruitment to allow regeneration and to maintain the Company’s competitive advantage. termasuk rekrutmen dan pelatihan berkesinambungan. bertindak sebagai fasilitator dan regulator proses penerimaan. and recruitment administration.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 111 Kondisi demografi diatas menunjukkan jumlah pegawai Perseroan dengan usia diatas 45 tahun lebih dominan.

260 employees. fulfil professional/certification requirements and to comply with the laws and regulations. and by an assessment center for position level III and above. conducted by LIPI.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 112 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Karyawan PTBA di ruang kerja Sedangkan untuk pengisian jabatan kosong. attended by 576 participants. diikuti oleh 1. Training programs conducted in 2010 include: • Managerial competence development through management development program followed by 1. Human resource development is a long-term investment that will positively affect the future performance of the Company. diselenggarakan oleh LIPI. Program-program pelatihan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010. rekrutmen dilaksanakan dengan melakukan seleksi melalui asessmen kompetensi (teknis) untuk jenjang Jabatan IV ke bawah dan menggunakan assessment centre untuk Jenjang Jabatan III ke atas. This training was designed for managers. PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI Pelatihan dan pengembangan pegawai dilaksanakan berdasarkan analisa kebutuhan pelatihan dalam rangka pemenuhan kompetensi.260 pegawai. One of the special management training progams in 2010 was “BA Management System”. tuntutan profesi/sertifikasi dan ketentuan perundang-undangan. Salah satu pelatihan khusus dalam bidang manajemen yang dilaksanakan pada tahun 2010 adalah “BA Management System”. Pelatihan ini diperuntukkan bagi para Manajer. senior managers and general managers. new recruits are selected by technical competence assessment for position level IV and below. mencakup: • Peningkatan kompetensi manajerial pegawai melalui program pengembangan manajemen. To fill vacant positions. Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja Perseroan di masa mendatang. Senior EMPLOYEE TRAINING AND DEVELOPMENT Employee training and development are based on analysis of training needs to realize employees’ potentials. Its aim was to enhance .

439 Management Technical Total Tahun 2010.124 1. Rekapitulasi penyelenggaraan training tahun 2010 2010 training programs conducted by the Company JENIS PELATIHAN EKSTERNAL EXTERNAL INTERNAL INTERNAL JUMLAH TOTAL TYPE OF TRAINING Manajemen Teknik Jumlah 136 414 550 1.260 3. In total. and workshop. Perseroan telah menyelesaikan Leadership Development Programme untuk menyiapkan kader pemimpin perusahaan. .179 pegawai.889 1. Peningkatan kompetensi teknis pegawai. Pengembangan kompetensi SDM juga dilakukan sebagai bagian dari implementasi Sistem Manajemen PTBA Terintegrasi. diikuti oleh 2. dengan jumlah peserta mencapai 576. melalui Pelatihan Teknik dan Non Teknik. seminar. sehingga rata-rata biaya pengembangan setiap pegawai adalah sebesar Rp3. In 2010. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman seluruh peserta atas penerapan sistem manajemen PTBA yang makin terintegrasi dan didukung oleh sistem teknologi informasi terkini yang tengah dan akan segera diimplementasikan.93 miliar untuk mengembangkan kompetensi pegawai melalui pelatihan termasuk seminar dan workshop. IV dan V sebanyak 334 pegawai. Secara total. in 2010 the Company spent Rp10. Competence Test for non-technical competence at level III. Asesmen kompetensi teknis dilakukan terhadap pegawai dengan jenjang jabatan IV dan V sebanyak 217 orang sedang asesmen kompetensi non teknis terhadap pegawai dengan jenjang jabatan III dan IV sebanyak 117 pegawai.765 2. Perseroan mengeluarkan biaya sebesar Rp10.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 113 • • Manajer dan General Manajer.93 billion for the development of employee competence by way of training. sepanjang tahun 2010. Technical competence development through Technical and Non-technical Training attended by 2. Competence development is part of the implementation of Integrated BA Management System. the Company organized Leadership Development Program to groom company management candidates. Pelaksanaan Uji Kompetensi untuk kompetensi nonteknis (potensi) terhadap jenjang III.2 juta/pegawai.179 employees. IV and V for 334 employees. technical competence assessment at level IV and V for 217 employees and nontechnical competence assessment at level III and IV for 117 employees. averaging Rp3.375 3. • • all participants’ understanding of the integrated BA Management System backed by the most up-to-date information technology that would be implemented soon.2 million per employee.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

114

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operational Management Report

PERSAMAAN KESEMPATAN DALAM PENGEMBANGAN JENJANG KARIR
Perseroan terus mengembangkan dan menyempurnakan seluruh pranata yang mendukung penilaian kemampuan pegawai secara adil, fair dan transparan. Hal ini dilakukan untuk menjamin persamaan kesempatan bagi seluruh Pegawai dalam mengembangkan karir-nya sesuai dengan perkembangan perusahaan. Perseroan menerapkan sistem tools “Balanced Scorecard” untuk mendapatkan akurasi, kesamaan dan transparansi yang berimbang dalam menilai kompetensi seluruh pegawai, perkembangan karir, tanggung jawab dan remunerasinya. Perseroan kemudian memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai untuk memperjuangkan hak-haknya secara berimbang dan setara melalui Serikat Pekerja Bukit Asam (SPBA). Kesepakatan yang setara antara kewajiban maupun hak pegawai di satu pihak (baik secara pribadi maupun melalui SPBA) dengan Perseroan dilain pihak kemudian dituangkan dalam perjanjian kerja bersama (PKB). Melalui PKB ini pola hubungan industrial antara Perseroan dan dukungan pegawai terhadap keberlangsungan operasional yang kondusif lebih terjamin. Pengembangan karir dilakukan melalui rotasi/promosi berbasis kompetensi dan kinerja pegawai sesuai kebutuhan perusahaan. Sepanjang tahun 2010 lalu, Perseroan telah melakukan promosi terhadap 45 orang pegawai, selain telah meningkatkan 65 orang jenjang jabatan pegawai. Langkah rotasi dan promosi dalam meningkatkan kompetensi pegawai akan efektif jika dilakukan secara terencana dan didukung dengan staf yang mampu menilai kompetensi pegawai dengan tepat dan cermat. Sehingga pengembangan karir pegawai berjalan secara efektif, efisien dan selaras dengan perkembangan Perseroan.

EQUAL OPPORTUNITY IN CAREERDEVELOPMENT
The Company continued to develop and improve all systems and facilities in support of fair and transparent employee competence evaluation. This is to guarantee equal opportunity in career development for all employees in line with the Company’s own development. The Company applies “Balanced Scorecard” tool to ensure that all employees are appraised in an accurate, equal, balanced and transparent fashion in terms of their career development, responsibility and remuneration.

The Company gives all employees opportunity to fight for their equal and impartial rights through Bukit Asam Labor Union. Equality of rights and obligations between the employees (in person or by representation of Bukit Asam Labor Union) and the Company is incorporated in Collective Labor Agreement (CLA). This Agreement ensures the employees’ support to the Company’s continued operations in a conducive industrial relation.

Career development is also carried out by way of rotation/ promotion based on employee competence and performance according to the needs of the Company. During the year, 45 employees were promoted and 65 employees received position upgrade. Rotation and promotion in developing employee competence will be effective when done with good planning and supported by people who are able to make an accurate and thorough evaluation of employee competence to ensure career development is effected effectively and efficiently in accordance with the Company’s development.

REMUNERASI DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI
Perseroan menindaklanjuti peningkatan kompetensi SDM dan promosi jabatannya seimbang dengan peningkatan kompetensi dan penilaian kinerjanya. Proses manajemen kinerja ini berlangsung melalui siklus manajemen kinerja, mulai dari penyusunan rencana, performance review secara kontinyu dan penilaian kinerja secara berkala. Untuk menentukan kinerja seluruh pegawai perusahaan, Perseroan menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang direncanakan dan ditetapkan mulai level perusahaan, tingkat divisi/tim sampai dengan tingkat individu. Selanjutnya

EMPLOYEE REMUNERATION AND WELFARE
Competence development is followed by giving employees opportunity for career development commensurate with their performance. The process of performance management runs through performance management cycle that covers planning, continual and yearend performance review.

To evaluate the performance of all personnel, the Company applies Key Performance Indicator (KPI) that is put in place from corporate down to division/team and individual level. Monitoring system is also used to evaluate overall

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 115

Perseroan menetapkan proses pemantauan atas keseluruhan capaian kinerja masing-masing individu maupun group/ kelompok. Pemantauan dilakukan melalui coaching, counseling, dan controlling. Perseroan selanjutnya melakukan evaluasi atas kinerja seluruh insan perusahaan, baik pada tingkat individual, team maupun pada tingkat perusahaan secara periodik. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk dua tujuan, yakni feedback bagi pengembangan kompetensi SDM bersangkutan dan memberikan penghargaan untuk yang memiliki kinerja sama atau melebihi target sesuai kesepakatan KPI sebelumnya serta langkah pembinaan bagi yang kurang atau tidak dapat mencapai ukuran kinerja yang ditetapkan .

achievement of each individual or group. Monitoring is carried out through coaching, counselling and controlling. Periodic evaluation is made on all personnel, whether as an individual, a team or a company as a whole.

The result of this evaluation is then used for two purposes. First, as feedback for developing the employee’s competence and giving award for above standard achievement in accordance with Key Performance Indicator (KPI). And second, as coaching measures for those with below standard performance.

Secara berkala, remunerasi pegawai ditinjau dan disesuaikan dengan kompetensi dan prestasi kinerja.
Remuneration is commensurate with employees’ competence and performance.

Perseroan telah menerapkan standar penggajian berdasarkan pemeringkatan pegawai dan jenjang jabatan. Untuk memberikan remunerasi yang kompetitif, Perseroan mengikuti remuneration survey pada industri sejenis. Secara keseluruhan proses tersebut merupakan upaya standarisasi sistem kompensasi dan imbal jasa Perseroan yang diarahkan untuk meningkatkan motivasi pegawai dalam meningkatkan kompetensi dan kinerjanya. Selain remunerasi yang sejalan dengan perkembangan industri maupun kinerja, Perseroan memberikan tunjangan lain kepada pegawai dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR), jaminan kesehatan, uang pensiun dan hak cuti yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perseroan telah melaksanakan program “Jaminan Hari Tua” (JHT), Dana Pensiun Bukit Asam dan program pensiun “Tabungan Hari Tua”, bekerja sama dengan lembaga yang kompeten, sebagai bagian dari pemenuhan kesejahteraan pegawai. Perseroan juga menyediakan jaminan layanan kesehatan melalui RSBA dan program Asuransi Kesehatan Tugu mandiri untuk pegawai dan pensiunan pegawai.

The Company has devised a remuneration standard based on employee rank and position level. The Company also seeks to formulate a competitive remuneration standard by taking part in a remuneration survey in similar industry. The whole process is a means to standardize compensation and benefit system towards motivating employees to step up their competence and performance.

Besides performance-based remuneration, the Company provides other benefits in the form of holiday bonus, health insurance, pension and paid-leave in accordance with the prevailing regulations. The Company has set up Retirement Benefit Program, Bukit Asam Pension Fund and Retirement Savings Program in collaboration with reputable and competent institutions. These are all aimed at satisfying employees’ welfare. The Company also provides health care plans through Bukit Asam Hospitals and Tugu Mandiri Health Insurance Progam for employees and retirees.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

116

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operational Management Report

PENYELARASAN ORGANISASI DAN PENYEMPURNAAN SISTEM MANAJEMEN SDM
Perseroan dalam rangka menunjang pertumbuhan yang berkesinambungan telah melakukan evaluasi dan penyelarasan organisasi sesuai dengan dinamika perubahan perusahaan. Langkah penting lainnya yang dilakukan adalah penyempurnaan sistem pengembangan pegawai melalui penerapan “Talent Management” dengan tujuan diperolehnya gambaran rinci mengenai ketersediaan dan penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi. Melalui penerapan tersebut, maka pengembangan, seleksi dan nominasi pegawai berbasis pada kompetensi dan kinerja yang bersangkutan. Perseroan kemudian melakukan review atas model kompetensi yang digunakan sebagai acuan, diikuti pengembangan Assessment Center. Langkah-langkah tersebut kemudian berhasil menyempurnakan model kompetensi dan menyusun panduan assesment, setelah dilakukan review atas katalog kompetetensi inti, manajerial, karakteristik pribadi dan teknis, serta panduan asesmen kompetensi teknis.

ORGANIZATION ALIGNMENT AND HUMAN RESOURCE MANAGEMENT SYSTEM IMPROVEMENT
In a bid to ensure a sustainable growth the Company has conducted organisational assessment and alignment in accordance with the Company’s changing requirements.

Another important measure taken was improving employee development system through the application of “Talent Management” to arrive at a detailed picture of the availability and placement of employees as required by the organization. By this application, employee development, selection and nomination will be based on the individual employee’s competence and performance. The Company then reviewed the competence model used as reference and developed an Assessment Center.

These measures successfully improved competence model and produced assessment guide, after reviewing core competence catalogue, managerial aptitude, personal and technical characteristics, as well as technical competence assessment guide.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 117

PENINGKATAN BUDAYA UNGGUL
Pembentukan dan peningkatan Budaya Unggul merupakan bagian dari upaya memotivasi pegawai agar senantiasa berkinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi Perseroan. Program pembentukan dan peningkatan budaya unggul yang dilakukan pada tahun 2010, diantaranya: • Pengembangan assesment center, penyempurnaan model kompetensi dan penyempurnaan panduan assessment. Sosialisasi dan Implementasi sistem penghargaan dan sanksi yang dilakukan secara transparan dan terukur. Implementasi Balance Score Card di seluruh satuan kerja Perseroan, melalui standarisasi sistem manajemen kinerja yang diharapkan dapat mempercepat pembentukan budaya berbasis kinerja. Melakukan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PPKP), pada setiap semester, menggunakan KPI yang ditetapkan sebelumnya, sebagai acuan pemberian penghargaan dan pengembangan karyawan. Pembinaan mental dan spiritual pegawai serta mensosialisasikan nilai-nilai unggul Perseroan sebagai mana tertera pada buku Kode Etik Perseroan dan Manual GCG yang telah diperbaharui.

CULTIVATING CULTURE OF EXCELLENCE
Cultivating culture of excellense is an effort to motivate employees to constantly give their best performance and contribution to the Company. Culture of excellence cultivating program conducted in 2010 included:

• • •

• •

Developoment of assesment center, improvement of competence model and assessment guide. Dissemination and implementation of a transparent and measured reward and punishment system. Implementation of Balanced Score Card throughout the Company by way of standardizing performance management system expected to expedite the establishment of performance-based culture. Implementation of Employee Job Performance Rating in every semester, using pre-established Key Performance Indicator as the basis of reward and development of employees. Development of mental and spiritual aspects of employees and dissemination of values of excellence practiced by the Company as laid down in the Corporate Code of Conduct and the revised GCG Code.

118

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 119

Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis

Perbaikan dan pembangunan prasarana pendukung produksi serta penajaman pelaksanaan program efisiensi untuk menyambut peluang dan menjamin peningkatan kinerja berkelanjutan dimasa mendatang
Heading “Construction and Improvement of production supporting infrastructure and focused efficiency program in anticipation of business opportunity and sustainable future growth

5%. foreign exchange reserves improved totalling US$96.4% menjadi Rp8.21 miliar serta kurs rupiah ditutuup menguat 4. coal and other mining minerals. termasuk sumber energi. Italy and Greece. kembali meningkat.menjadi BB. yang berada di kawasan Pasifik tak lepas dari dinamika pertumbuhan tersebut. investment and export spurred Indonesia’s GDP to post a 6. Perkembangan positif perekonomian tersebut. Increase in domestic consumption. macro economic indicators prove that Indonesia’s economy is stable and ready to develop further in the years to come. higher than 4. Irlandia.1% hike. Dengan demikian. .1%. Pemulihan perekonomian global yang dimulai sejak pertengahan 2009. diperkirakan akan membuat permintaan komoditas utama. Inflasi relatif terkendali pada kisaran 6. demand for primary commodities including energy sources is expected to see an upward trend.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 120 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis KONDISI UMUM DAN PROSPEK USAHA KONDISI UMUM PEREKONOMIAN GLOBAL DAN INDONESIA.5% in 2009. suku bunga rujukan BI tetap di kisaran 6. terutama China dan India.5% dan cadangan devisa meningkat mencapai angka US$ 96. Bank Indonesia benchmark rate was stable at 6. Indonesia improved its foreign loan rating. Pertumbuhan konsumsi domestik. sempat terguncang oleh krisis fiskal di negara Portugal. European countries’ economic growth was stunted by fiscal crises in Portugal. However. Lembaga pemeringkat Standard & Poors meningkatkan peringkat utang luar negeri dari BB.to BB. terus berlanjut di tahun 2010 lalu. The United States of America was still facing double digit deficit and higher unemployment rate. Akibatnya tingkat pertumbuhan perekonomian global di tahun 2010 tidak setinggi perkiraan semula. Ireland. global economic recovery in 2010 was not as high as had been predicted. Perekonomian Indonesia. Indonesia is also tied to this economic growth dynamics. GENERAL CONDITION AND BUSINESS PROSPECTS GENERAL CONDITION OF GLOBAL AND INDONESIAN ECONOMY The global economy began to recover in the middle of 2009 and continued through 2010 with the highest growth contributed by countries in the Asia Pacific region. With this promising development. peningkatan kegiatan investasi dan perbaikan kinerja ekspor membuat GDP Indonesia mencatat kenaikan sebesar 6. 4. with positive outlook.21 billion. and Fitch Ratings raised it to BB+ (one grade lower than investment grade).94%. Rupiah exchange rate strengthened and closed at Rp8. Overall. mainly China and India. dengan outlook positif dan lembaga pemeringkat Fitch telah meningkatka peringkat utang tersebut menjadi BB+ (satu tingkat dibawah investment grade).991/US$ signifying a rise of 4. Situated in the Asia Pacific region. Kawasan Eropa sekalipun mengalami pertumbuhan. batubara dan bahan mineral kembali meningkat. secara keseluruhan indikator ekonomi makro menunjukkan perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang mantap dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang. Amerika Serikat masih mengalami kendala dengan defisit ganda dan tongkat pengangguran yang relatif tinggi. Italia. dengan tingkat pertumbuhan terbesar lebih banyak disumbang oleh membaiknya perekonomian negara negara di kawasan Asia Pasifik. Rating agency Standard & Poors raised foreign loan grade from BB. Peningkatan perekonomian kawasan Asia Pasifik yang tinggi mendorong permintaan dan harga berbagai komoditas utama seperti CPO. As a consequence. The robust economic growth in the region raised demand and price of major commodities such as palm oil.991/US$. Inflation was relatively under control at 6.94%. Namun demikian sinyal kebijakan moneter negara-negara maju yang mempertahankan suku bunga rendah dan disertai paket stimulus moneter diperkirakan akan membuat pasar finansial tetap longgar untuk mendorong peningkatan investasi maupun kegiatan pasar modal.4% On the face of the encouraging economic performance. lebih tinggi dari tahun sebelumnya. developed countries’ monetary policy that kept interest rates at low levels coupled with monetary stimulus bail-out packages are expected to leave room in the financial market to boost investment and capital market activities. Kinerja perekonomian Indonesia tersebut membuat peringkat utang luar negeri Indonesia naik.5%. Yunani dan Italia.

Dari total penggunaan batubara di kawasan Asia Pasifik.6 528. COAL PROSPECTS Growth of World Coal Consumption According to BP Statistical Review of World Energy.0 1.184.3% 65. Jepang. In 2009 coal contribution reached 29.5% and 11. Konversi 1 ton setara minyak = 1. Konsumsi batubata Jepang di In the Asia Pacific region.9 21. During the world economic recession in 2009 these two countries stood fast with stable growth of economy and coal consumption. was also impacted by world economic crisis.3% 3.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 121 PROSPEK PERMINTAAN BATUBARA Perkembangan Konsumsi Batubara Dunia Sesuai dengan data BP Statistical Review of World Energy.286.2% % THD TOTAL 2009 16.2 111.5% dan 11.4%. dengan mayoritas kegiatan ekonominya terkait dengan kawasan Atlantik.903. saat puncak krisis perekonomian global. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.4% dari total penggunaan sumber energi.5 2009 B 531.6% North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Consumption REGION Sumber : BP Statistical Review of World Energy.1 1.151. batubara tetap menduduki peringkat kedua sumber energi global utama setelah minyak bumi.6 9.1 24. Japan.1 2. Hanya di kawasan Asia Pasifik konsumsi batubara tetap mengalami peningkatan.4% total konsumsi batubara Asia Pasifik.4% of total energy source consumption. (termasuk batubara) di hampir seluruh kawasan negara industri utama dunia mengalami penurunan. coal is the main energy source and the major part is used for TPP fuel. dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU.4% 6.3 106.3 9. mampu bertahan dengan tetap mencatat pertumbuhan perekonomian. kedua negara ini.7% 0. tidak luput dari pengaruh krisis perekonomian global.023.1 21.7% 13. China dan India adalah konsumen utama sejak beberapa tahun terakhir dengan masing sebesar 71.4 3. -15. coal remained the second chief global energy source after crude oil.3 2. Juni 2010.4 9.7 22. .3% -0. Saat krisis perekonomian global tahun 2009 melanda.0 3.6 614.8% -6.0 516.0% -3. i.6 1.e.0 526.3 % A THD B -11.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.2 3.278.2 513.644.9 606.43 ton coal Di kawasan Asia Pasifik. Only in the Asia Pacific region coal consumption remained high as shown in the following table: Realisasi Konsumsi Batubara Global (Dalam juta ton setara mnyak) Actual Global Coal Demand (In million tons of oil equivalent) KAWASAN Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Konsumsi Batubara Global 2005 2006 2007 2008 A 614. Its coal consumption in 2009 dropped significantly.3 22.773.4% of total coal consumption in the region.3% -11.5 456.2% 0.2 107. The same data indicated that the 2009 global economic crisis had caused energy source consumption (including coal) in most industrialized countries dropped. Di tahun 2009 kontribusi batu-bara sebagai sumber energi mencapai 29. June 2010.6 3.0 2. seperti ditunjukkan pada tabel berikut. batubara adalah sumber energi utama.9% 0.1 602. China and India have been the biggest consumers for the past few years respectively at 71. Konsumsi batubara di kedua negara tersebut juga tetap meningkat.1 102. Juni 2010.903. konsumsi sumber energi.7 9.1 101. Data yang sama menunjukkan bahwa tahun di 2009. whose economy is largely associated with the Atlantic region.038.8 9.

7% 1.2 5.903.7 6. sebesar 8.8% 14.4 26.6 38.0% 9.1 51. World crisis that had bigger impact on the Atlantic region consequently caused a decline in the region’s coal production.1 7. kebutuhan batubara dipenuhi dari kawasan terdekat.4 0.4 30.1 11.1 1.6 12.2 28.3%. Realisasi Konsumsi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Consumption (In million tons of oil equivalent) NEGARA Australia Bangladesh China China Hongkong SAR India Indonesia Jepang Malaysia New Zealand Philippines South Korea Taiwan Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik 2005 2006 2007 2008 A 53.7 14.9 30.4%. recording a growth of 8.6 % A THD B -1.1% 0.3 6.4 1.4 2009 B 50. the economic trend remained more stable and coal production continued to rise in 2009. trend ekonomi yang tetap positif membuat produksi batubara di kawasan ini di tahun 2009 tetap meningkat.3% as shown in the following table.2% -15.4% 1. total consumption in Asia Pacific region in 2009 rose by 6.151.0% -15.215. Beberapa negara lain di kawasan ini.5 210.2 128.2 0. konsumsi batubara kawasan Asia Pasifik di tahun 2009 tetap meningkat sebesar 6.4 24.4% 11.1 40.3 2.023.3%. However.4% 6.1 121.1 28. Sedangkan untuk kawasan Pasifik.773.8 0.5 54. Namun karena total konsumsi batubara China dan India yang besar.2% 6.1% 0.43 ton coal Perkembangan dan Proyeksi Produksi Batubara Dunia Mengingat biaya transportasi yang cukup besar. secara keseluruhan. Juni 2010.644.9% 3.1 55.3 28.7 41.406. . Growth and Projection of World Coal Production Considering the high cost of transportation. While in the Pacific region.2 5.0 2.1 2.9 1.2% 1. seperti tampak pada tabel berikut.313. June 2010 1 ton oil equivalent = 1. due to the considerable coal consumption of China and India.9 59.3%.3% 9.5% Australia China India Indonesia Japan Malaysia Philippines South Korea Taiwan Thailand Others Total Asia Pacific Coal Consumption Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik REGION Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.3% % THD TOTAL 2009 2.8% -3.7 1.0% 71.3 7.6 0.8% 0. Other countries in this region such as Taiwan and Thailand also decreased their consumption.7 184. Konversi 1 ton setara minyak = 1.1 1.1 119.8 4.4% -20. yakni -15.8 68.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.5 108. seperti Taiwan dan Thailand juga mengalami penurunan.8 38.1 32.1 2.6 245.100.7 5.0 7.1% 0.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 122 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis tahun 2009 lalu sempat turun cukup besar. membuat produksi batubara di kawasan tersebut rata-rata menurun.3 28. coal demand is met by countries in the closest region.8 39.5 54.4 1.0 195.7% -7.0 66.0 1.3% 3. Dampak krisis perekonomian global yang lebih berpengaruh di kawasan Atlantik.6 7.4% 0.4 1.5 6. as shown in the following table.8 30.537.4% 5.0 230. Hal tersebut tampak pada tabel berikut.5% 0.4 1.7 54.1 7.6 0.8 14.0% -2.6 5.0 7.5% 1.2% 0.4 7.3 2.2 15.4 125.4 1.

6 1.3 3. memenuhi sebagian kebutuhannya melalui kegiatan penambangan dalam negeri.3% 2.9% Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy. strives to be self-sufficient. Demikian juga India. mengingat keduanya mampu memproduksi batubara dalam jumlah melebihi kebutuhan domestik.2 0.5 3.7 -9.0 141.0% 1.2% 64.2 3.3 1.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 123 Realisasi Produksi Batubara Global (Dalam juta ton setara mnyak) Actual World Coal Production In million tons of oil equivalent KAWASAN 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B % THD TOTAL 2009 REGION North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Production Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Produksi Batubara Global 618.3% 0.764.9 420.144.9 140.8 444.3 2.9 1. as both countries are in a position to produce coal in excess of their domestic consumption.1 634.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy. since 2005 Indonesia’s coal production has grown at a higher rate than that of Australia.3% -7. India.871. Indonesia is now in competition with Australia to be the world largest coal supplier. Konversi 1 ton setara minyak = 1.0 2. sehingga kekurangannya harus dipenuhi lewat impor. .0 637.8 46. June 2010.9 0.8 629. Namun demikian produksi batubara India masih belum mencukupi. menunjukkan bahwa laju pertumbuhan produksi batubara Indonesia sejak tahun 2005 berkembang lebih cepat dari pertumbuhan produksi Australia.3 438. sejak beberapa tahun terakhir merupakan negara pemasok batubara di pasar global (terutama wilayah Pasifik). Not only is China a consumer.213.035.0% 4. China adalah produsen batubara terbesar di dunia. June 2010 1 ton oil equivalent = 1. Sehingga selain sebagai konsumen.0% -1.8 140.6 446.9 578.5 50.408. According to BP Statistical Review of World Energy.0 143. but due to its insufficient production.2% 17. China being the biggest consumer of coal in the world meets the major part of its demand by domestic mining. it has to rely on import.044. Indonesia kini bersaing dengan Australia sebagai pemasok batubara terbesar di pasar global.637. but it is also the largest coal producer in the world. the second largest coal consumer.336.7 1.1% 0.4 1. Juni 2010.5 57.4 1. sebagai konsumen batubara kedua terbesar.1 52.1 452. Data BP Statistical Review of World Energy.0 144.6% 12.0% 8.43 ton coal China sebagai konsumen terbesar batubara di dunia.5 2. Juni 2010. berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri. Indonesia dan Australia.7 53.882.3 3. In recent years Indonesia and Australia have met world coal demand (particularly in the Pacific region).4% -7.

120. mainly Indonesia and Australia.3 210.5% 8.000 800 Mt Other Venezuela Canada USA China Vietnam South Africa Colombia Russia 2009 2010 2011 2012 2013 2015 2016 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2014 2017 2025 600 400 200 0 Australia Indonesia Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Indonesia.1% 10. A study by Wood Mackenzie “Coal Market Service. The following illustration depicts the estimate.43 ton coal Kajian Wood Mackenzie.3 28. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.0 28. dalam “Coal Market Service.3 1. with its abundant reserves and relatively low consumption.3% 70.200 1. Hal tersebut ditunjukkan pada illustrasi berikut. will dominate coal supply. akan tetap menjadi pemasok batubara utama di pasar global.000 MW .045.5 155.9% 8.641. Penyebabnya adalah.1 1.3% 9.216.2 21. Sekalipun proyek PLTU berbahan bakar batubara dengan daya 10.5 3.5% 7. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik. biaya produksi batubara Indonesia tetap bersaing. menurut kajian tersebut. peningkatan suplai batubara di pasar global dari angka 621 juta ton di tahun 2009 menjadi 1.000 MW According to the study.2 1. June 2010” memprakirakan.4 22.1 billion tons in 2025 as world economy bounces back and demand increases.2% 8.9 18. June 2010” estimates world coal supply will increase from 621 million tons in 2009 to 1. dengan kontribusi meningkat dari perkiraan sebesar 54% di tahun 2009 menjadi 61% di tahun 2025.1 170.1 miliar ton di tahun 2025 seiring membaiknya perekonomian global dan meningkatnya permintaan. This is because Indonesia.1% 1.4% 10.1 2.282.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 124 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Realisasi Produksi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Production (In million tons of oil equivalent) NEGARA 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B % THD TOTAL 2009 REGION Australia China India Indonesia Vietnam Lainnya Total Produksi Asia Pasifik 205.4 28.8 30. Countries in the Asia Pacific region.4 181.9 211.0% 1.3 25.3 1.2 119.3 220. Juni 2010 Source: BP Statistical Review of World Energy.8 23. Indonesia will retain its role as the major coal supplier in the world market especially in the Asia Pacific region.9 1.425.0 133.552. terutama Indonesia dan Australia akan mendominasi pasokan.6 140.7 1.770. enjoys low production costs. increasing their contribution of 54% in 2009 to 61% in 2025.0 162.1% 9.2 32.205. terutama di kawasan Asia Pasifik.4% Australia China India Indonesia Vietnam Others Total Asia Pacific Coal Production Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.1 2.876.1 228.0 1. Even after the coal-fired 10. selain cadangan yang memadai dan tingkat konsumsi yang relatif rendah.0 217.1 93.8 1.6% 14. Global Seaborne Thermal Coal Supply 2009-2025 1.6 195.

Therefore. suplai batubara Indonesia ke pasar global akan tetap mendominasi pada beberapa dekade mendatang.8 %. and China is predicted to post the highest . OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. Tingkat pertumbuhan GDP Projected World Coal Consumption The economic upswing in 2010 impacted world coal demand. (termasuk Amerika Serikat. Noember 2010 that covered 34 developed countries (including USA. TPP phase 1 and phase 2 are operational. In the Pacific region outside OECD coal demand was predicted to increase at a high rate following the regional growth. Its main production areas in Kalimantan using low-cost river transport. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. According to OECD research.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 125 tahap 1 dan tahap 2 telah beroperasi. enable the Company to offer competitive seling prices. membuat harga jual sangat bersaing. Jepang dan Korsel) memprediksikan pertumbuhan GDP tahun 2010 sebesar 2. Indonesia will continue to dominate the world market with its coal supply in the next few decades. yang mencakup 34 negara maju. Dengan demikian. and in Sumatra with economical railway transport.8%. sekaligus tetap meningkatkan pasokan ke pasar ekspor. dengan jumlah ekspor diperkirakan mencapai 190 juta ton di tahun 2009. Indonesia is projected to be in a position to meet domestic coal demand and to step up its export supply. naik menjadi 323 juta ton di tahun 2015 dan mencapai 374 juta ton di tahun 2020. sehingga membuat permintaan batubara kawasan ini meningkat dengan cepat Menurut kajian OECD. Indonesia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan batubara. Perekonomian kawasan Pasifik diluar OECD diperkirakan meningkat lebih cepat. 323 million tons in 2015 and 374 million tons in 2020. hampir seluruh negera industri utama diperkirakan akan mencatat pertumbuhan perekonomian. at an estimated export volume of 190 million tons in 2009. untuk tahun 2011 mendatang. in 2011 most industrialized countries will record economic growth. Dengan daerah produksi utama di Kalimantan dengan sarana angkut melalui sungai yang berbiaya rendah dan di Sumatera dengan sarana kereta yang cukup ekonomis. November 2010. Projected Supply by Exported Country Note: in million tons Proyeksi Konsumsi Batubara Dunia Perbaikan kondisi perekonomian global di tahun 2010 lalu turut mempengaruhi permintaan batubara global. Japan and South Korea) predicted that in 2010 GDP would grow 2. GDP growth of those countries vary.

In the same tune Wood Mackenzie in its study “Coal Market Service. impacting coal demand in the Pacific region. this region is predicted to control 72% of world coal trading by sea. Sebaliknya. dengan China diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi terbesar diikuti oleh India.9%.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 126 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Laboratorium Uji Kualitas Batubara di Tanjung Enim negara-negara tersebut bervariasi. Taiwan 6% dan Korsel 4%. Wood Mackenzie study estimates world coal market will increase from 720 million tons in 2010 to 1. 8. kawasan Atlantik (Amerika Utara. the Atlantic region (North. Menurut Wood Mackenzie.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). . At end 2025.2 billion tons in 2025. dengan kontribusi permintaan terbesar dari kawasan Asia Pasifik. kawasan ini diperkirakan menguasai 72% perdagangan batubara global melalui laut. sehingga mempengaruhi pertumbuhan permintaan batubara di kawasan Pasifik. The world economy will continue to improve in the coming years at around 3.9%. Di akhir 2025. Selatan dan Eropa) tidak akan mencatat pertumbuhan konsumsi batubara. pertumbuhan pasar batubara global dari angka sebesar 720 juta ton di tahun 2010 menjadi 1.2 miliar ton di tahun 2025. yakni tumbuh dari angka 484 juta ton menjadi 874 juta ton. Asia Pacific region being the major consumer. Pertumbuhan perekonomian global pada tahun-tahun mendatang akan tetap berlangsung. Kajian Wood Mackenzie memprakirakan.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). On the other hand. South America and Europe) will not increase their coal consumption as they are turning to nuclear and gas as energy sources. growth followed by India. June 2010” predicts GDP of China will increase by 8. in the next few decades world coal demand will be concentrated in the Pacific region. from 484 million tons to 874 million tons. biro Wood Mackenzie dalam kajian “Coal Market Service. June 2010” memprediksi. Taiwan 6% and South Korea 4%. GDP China akan tumbuh cukup besar. According to Wood Mackenzie. dengan kisaran 3. Senada dengan kajian tersebut. dalam beberapa dekade mendatang pertumbuhan konsumsi batubara global akan terkonsentrasi di kawasan Pasifik. karena peningkatan penggunaan energi nuklir dan gas.

2025 .200 1. In the meantime India with its limited reserves and output is more likely to become the biggest coal importer in the coming decades.000 800 Mt Pacific Total Atlantic Total Landbone Seaborne 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1. In the Asia Pacific region. China is able to satisfy its own needs with domestic mine products. Japan will be replaced by China and India as major coal importers.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 127 Coal Demand Forecast by Trade Basin and Transport Mode 1. relatif mampu memenuhi kebutuhannya dari produksi tambang-tambang dalam negeri. China sekalipun merupakan konsumen batubara terbesar.000 800 Mt Other Americas Europe Asia 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Di kawasan Asia Pasifik.200 1. posisi Jepang sebagai salah satu importer batubara besar akan terus tergeser oleh China dan India.400 1. Despite being the largest coal consumer. Sedang India dengan jumlah cadangan dan produksi yang lebih terbatas membuatnya berpotensi menjadi importir batubara terbesar dalam dekade mendatang.

Sedang negara-negara Non-OECD.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 128 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Perkembangan pembangunan PLTU barbahan bakar batubara di Malaysia dan Filipina akan membuat permintaan impor dari kedua negara ini meningkat pesat di tahun-tahun mendatang. yakni dalam jangka lebih panjang. terkompensasi oleh penggunaan gas dan energi nuklir. yang mencapai 40% sampai 43%. tidak mengalami pertumbuhan. Seperti ditunjukkan pada diagram berikut.000 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 Mt Other Philippines Thailand Malaysia Taiwan South Korea Japan China India 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Kajian US Energy Information Administration dalam Annual Energy Oulook 2010. namun akan mampu memenuhi kebutuhan batubara dari dalam negeri. While Non-OECD countries particularly in the Asia Pacific region will increase their consumption at an average rate of 1. untuk kemudian meningkat dengan laju 2 % pertahun untuk periode 2020 hingga 2035. terutama kawasan Asia Pasifik tingkat konsumsi batubara meningkat dengan laju rata-rata sebesar 1. despite its numerous TPP of similar nature. coal contributes 26% . A report by US Energy Information Administration in “Annual Energy Outlook 2010” has the same conclusion. persentasi kontribusi batubara sebagai sumber energi akan berada pada kisaran 26%-28% dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU.e.1% per annum until 2020. lainnya untuk sektor industri. in the longer term coal requirements of OECD countries (the majority is in the Atlantic region) will not increase as they are compensated by gas and nuclear sources.1% pertahun hingga tahun 2020. While Indonesia. and 2% per annum from 2020 until 2035. Kajian tersebut juga menunjukkan bahwa untuk periode waktu proyeksi tersebut. i. Sedang Indonesia. as shown in the following graph. juga menunjukkan kesimpulan senada.43%. walaupun banyak membangun proyek PLTU serupa. the rest being for industrial sector. kebutuhan batubara di negara-negara OECD (mayoritas berada di kawasan Atlantik). The report also says that in the period under study.28% of energy sources and mostly used for fueling TPP at 40% . Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1. 2025 . The construction of coal-fired TPP in Malaysia and the Philippines will increase their coal import in the coming years. is able to be sulf-sufficient in coal requirements.

The rising trend of coal price in the Pacific region is shown in the following table. Wood Mackenzie research reveals that benchmark price in this region tends to increase in the coming few years. China dan Indonesia. particularly in India.75 31.65 2008 2009 70.322GAR 125.00 53. Kecenderungan peningkatan harga batubara di kawasan Pasifik diperlihatkan pada tabel berikut.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 129 Seaborne Thermal Coal Demand by Region 50 44 40 40 43 30 23 20 23 22 27 26 28 10 3 0 Electricity Industrial Other Sections Total 2 2 2007 2020 2035 Proyeksi Harga Batubara Di Kawasan Pasifik Seiring dengan proyeksi mingkatnya permintaan batubara di pasar Pasifik. Historical Japan Thermal Price Trend 6. terutama di India. Projected Coal Price in Pacific Region and Indonesia In line with the projected higher coal demand in the Pacific region. China and Indonesia.25 2006 2007 55. It should be noted that low-calorie coal will enjoy better price in the future.00 2005 52.30 37.00 40.65 34.00 .50 34.55 28. Hal yang patut di cermati adalah kecenderungan peningkatan harga batubara kalori rendah dimasa mendatang.50 29. riset Wood Mackenzie menunjukkan bahwa harga patokan batubara di kawasan Pasifik cenderung meningkat dalam beberapa tahun mendatang.85 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 26. as more and more TPPs using low-calorie coal are being built in the Pacific region.75 2007 45.00 2010 98.30 40. mengingat cukup banyaknya PLTU berbahan bakar batubara kalori rendah yang saat ini tengah dibangun dikawasan Pasifik.

saat puncak krisis finansial global melanda. pada bulan-bulan Maret-Mei 2009. spot coal price also improved. when the world financial crisis was at its peak. Historical Global Coal Spot Price Index 6. Starting end 2009.12/ Mt. seiring dengan trend pemulihan perekonomian global. Historical Indonesian Coal Price Index 140 120 100 US$/mt 80 60 40 20 0 2 Jan 09 30 Jan 09 27 Feb 09 27 Mar 09 24 Apr 09 22 Mei 09 19 Jun 09 17 Jul 09 14 Aug 09 11 Sept 09 9 Okt 09 6 Nop 09 4 Des 09 31 Des 09 2 9Jan 10 25 Feb 10 26 Mar 10 23 Apr 10 21 Mei 10 18 Jun 10 16 Jul 10 13 Aug 10 10 Sep 10 ICI 6500Gar ICI 5800Gar ICI 5000Gar ICI 4200Gar . dengan titik terendah ada pada harga US$60. Afterwards.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 130 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Sementara dalam tiga tahun terakhir. Setelah itu. benchmark price of all calorie types declined in March – May 2009. In the domestic market.500 Gar calorie rose to US$125. But in July 2009 this benchmark price started picking up. Hal tersebut tergambarkan pada grafik berikut. the highest occurred in July 2008 at US$194. Mulai akhir 2009.322GAR 220 200 180 160 US$/mt 140 120 100 80 60 40 20 05 Feb 02 Apr 30 Apr 19 Sep 16 Nop 8 Okt 10 4 Nop 10 05 Mar 28 Mei 25 Jun 23 Jul 22 Aug 19 Okt 14 Des 3 Des 10 08 Jan GC 2008 GC 2009 GC 2010 JFY 2010 Di pasar dalam negeri. global spot price has been volatile. harga spot batubara global sempat turun. Hal tersebut ditunjukkan pada grafik berikut. yang sempat menyentuh angka US$194.07/Mt.12/Mt in March 2009. berlaku pada seluruh tipe kalori.79/Mt. spot price dropped to its lowest US$60. Namun kemudian harga patokan ini sejak bulan Juli 2009 cenderung terus meningkat. harga patokan batubara global di pasar spot berfluktuasi. as shown in the following graph. as the world economy rebounded. The follwing graph shows the price trend. terjadi pada bulan Maret 2009. and Indonesian Coal Index benchmark for 6. sempat diwarnai penurunan. For the past three years.79/Mt.07/Mt.500 Gar sempat menyentuh angka US$125. harga pasar spot batubara global cenderung meningkat. sehingga harga patokan Indonesian Coal Index untuk kalori 6. harga patokan batubara untuk periode 2009-2010. dengan harga patokan tertinggi terjadi pada bulan Juli 2008.

produksi batubara terus menunjukkan trend yang meningkat. The following table briefly describes coal production in 2010. Indonesian Coal Production and Consumption Indonesia’s coal output continued on the upward trend as reported by Energy Publishing Pty. In 2010 Indonesia’s coal production reached 237.312 215.396 10.692 19. or up 10. PTBA and 49 other private mining companies.831 5.142 46.936 2010 * 42.053 52.383 14.590 38. dengan gambaran ringkasan produksi tahun 2010 sebagai berikut. Di Indonesia.9 million tons. Tanjung Enim .426 17.689 Pengangkutan Batubara di Tambang Air Laya.252 11.9 juta ton.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 131 Perkembangan Produksi dan Konsumsi Batubara Indonesia. Ltd. naik 10.7 juta ton.184 4.1% from 2009 that stood at 215.e.154 24. mencapai total 237.545 4.337 12.487 39.801 237.878 20. berasal dari 1 BUMN (PTBA) dan tidak kurang dari 49 perusahaan tambang swasta. Seperti ditunjukkan oleh data publikasi “Indonesian Coal dan Power” (ICP) dari Energy Publishing Pty Ltd.1% dari produksi tahun 2009 yang sebesar 215.913 5. in its publication “Indonesian Coal and Power”..298 14. Produksi batubara sebesar itu.7 million tons. That considerable output came from one state-owned enterprise i. produksi batubara Indonesia tahun 2010.951 28. Nama Perusahaan Company Name 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PT Adaro PT Kaltim Prima PT Kideco Jaya Agung PT Arutmin PT Berau Coal (KKS) PT Indominco Mandiri PT Bukit Asam PT Trubaindo PT Gunung Bayan Pratama Produsen Swasta Lain (+ 39 Perusahaan) Total Produksi Total Production 2009 40.

1 8. allowing cost efficiency. Dari perkiraan realisasi kebutuhan batubara sebesar 40.9 95.386 191.488 158.5 44.797 47. Untuk tahun 2014. export and consumption of coal in Indonesia. jenis batubara yang digunakan untuk PLTU cenderung semakin bergeser ke arah batubara kalori rendah. Dimasa mendatang.234 215. Hal ini terjadi karena harga jual batubara kalori rendah umumnya lebih rendah.148 47. On the domestic side. Based on projected coal requirement of 40.4 32. the increase will be more than 100% to 95.689 163.9 87. kebutuhan batubara untuk sektor industri lain juga diperkirakan terus meningkat karena beralihnya pemanfaatan sumber energi lain selain minyak bumi. kebutuhan batubara ini akan meningkat lebih dari 100% menjadi 95. mostly used by TPPs as well as private and state firms.9 59.8 28.000 MW TPP phase 1 and 2.456 50.3 42.9 40.200 (Kcal/kg AR). Selain terkait dengan proyek Pemerintah untuk menyelesaikan proyek pembangunan PLTU 10. Besides the use by government projects in 10.3 million tons in 2014. Gambaran realisasi produksi.033 39.3 .8 million tons in 2010.8 25. The following table shows actual production. total coal requirement is projected to increase significantly.7 4.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 132 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Sebagian besar produksi batubara Indonesia dipasok ke pasar global.3 juta ton di tahun 2014.200 Kcal/kg AR.2 36.000 MW tahap kedua. NILAI KALORI (KCAL/KG AR) CALORIE RATE (KCAL/KG AR) 2010 2011 2012 2013 2014 4200 5100 6100 Total 8.556 204.8 juta ton di tahun 2010.000 MW tahap pertama dan disusul dengan PLTU 10. around 46% will be low-calorie coal with calorie level of 4. TPPs tend to switch to low-calorie coal because of its lower price. sekitar 46% jenis batubara yang akan digunakan adalah batubara kalori rendah dengan nilai kalori sebesar 4.2 8. konsumsi dan ekspor batubara Indonesia adalah sebagai berikut. In 2014.9 78 35. dengan asumsi pembangunan PLTU berbahan bakar batubara berjalan lancar. Proyeksi konsumsi batubara untuk PLTU milik PLN menunjukkan bahwa.936 237. Sisanya digunakan di dalam negeri. Domestic coal demand is expected to continue rising in the future. Assuming the construction of PLN’s coal-fired TPP runs well. EKSPOR EXPORT KONSUMSI CONSUMPTION 2007 2008 2009 2010 Source: Indonesian Coal and Power 193. sehingga penggunaannya lebih efisien dari sisi biaya.2 27. mayoritas digunakan sebagai bahan bakar PLTU maupun pembangkit listrik industri swasta dan BUMN. permintaan pasokan batubara di dalam negeri diproyeksikan terus meningkat.9 8.012 176.866 Untuk konsumsi dalam negeri.7 4. and the rest for domestic consumption. other industries also have a greater demand for coal due to conversion from oil to other energy sources.4 43. (in thousand tons) TAHUN PRODUKSI PRODUCTION The major part of Indonesia’s coal was delivered to global market. total kebutuhan batubara pada masa-masa mendatang akan meningkat cukup signifikan.

Dengan kecenderungan permintaan dalam negeri yang semakin banyak membutuhkan batubara kalori rendah. covering improved efficiency in production process to earn good margin. As the domestic demand for low-calorie coal continues to rise. Perseroan telah mempersiapkan strategi umum. . diantaranya melakukan proses produksi yang lebih effisien. Various factors as depicted above will create opportunities and at the same time pose challenges for the Company to devise its long-term business strategy. sehingga dapat mempertahankan marjin. the Company has devised general strategy.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 133 Kertapati Berbagai faktor seperti tergambar dari uraian mengenai permintaan batubara tersebut diatas menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi Perseroan dalam menentukan strategi bisnis jangka panjang.

. efisiensi operasional. peningkatan produksi swakelola.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 134 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Stockpile Pelabuhan Kertapati Tiga sasaran utama program efisiensi Perseroan: biaya produksi.

To reduce production cost. . mining and transporting activities were accurate and timely. inventories were managed at optimum level. sparepart/ material and electricity consumption.Condition-based maintenance of main equipment. Upaya-upaya tersebut ditujukan untuk mencapai 3 (tiga) sasaran utama yakni: menekan biaya produksi. . improving operational efficiency and increasing self-managed coal production capacity. . berbagai inovasi dan perbaikan menyangkut sistem kerja yang dilaksanakan Perseroan mencakup diantaranya: • Menerapkan sistem operasional terintegrasi.Melakukan perawatan terencana (condition base maintenance) peralatan utama. handling coal. To reach the production target. maximizing selfmanaged coal production by optimum use of BWE (Bucket Wheel Excavator) system and developing shovel & truck mining system. Dengan cara ini Perseroan mampu mengontrol tingkat persediaan dalam jumlah yang memadai (tidak berlebihan) memantau aktifitas penambangan dan pengangkutan dengan akurat serta tepat waktu. Perseroan secara konsisten menerapkan strategi produksi terintegrasi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 135 LAPORAN KINERJA USAHA SEGMEN BATUBARA Perseroan menetapkan target peningkatan produksi batubara pada 2010. the Company consistently implemented an integrated production strategy focused on production efficiency. kualitas produksi dan jaminan ketersediaan batubara dengan tetap menjaga aspek Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Perseroan melaksanakan beberapa program.Stock-pile management by FIFO system. Untuk mencapai target produksi tersebut. Untuk meningkatkan effisiensi operasional.Melaksanakan manajemen stockpile dengan menerapkan sistem FIFO. Operational Efficiency Improvement The Company improved mining operational efficiency through many ways aimed at reducing production cost. This way. Perseroan melaksanakan beberapa program. yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional produksi.Stock-taking and continuous monitoring of supplies and spareparts. among others by: • Integrated operating system backed by information technology. the Company launched several programs including saving fuel. Untuk menekan biaya produksi. dengan dukungan Teknologi Informasi. agar sejalan dengan keberhasilan program peningkatan kapasitas angkut kereta api. meliputi 3 kelompok upaya. . BUSINESS REVIEW COAL SEGMENT The Company aimed to step up its coal production in 2010 to keep up with railway bigger loading capacity. optimizing inside dump to shorten transporting distance. product quality and coal availability while preserving the environment and ensuring work safety and health. . . memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck. . Operational efficiency was improved by conducting various programs covering the following three groups of activity: Work system improvement. suku cadang/ material serta konsumsi energi listrik. Peningkatan Effisiensi Operasional Perseroan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional penambangan. optimalisasi inside dump untuk memperpendek jarak angkut. handling batubara. meningkatkan effisiensi operasional dan meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola. diantaranya mencakup: melakukan penghematan konsumsi BBM. yakni: Perbaikan sistem kerja.Stripping ratio control according to plan.

.Modification and repair of conveyor belt.Cover soil blasting.Membuat program Conveyor Information System yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan (stadium) belt conveyor secara bertahap sehingga dapat merencanakan pekerjaan penggantian belt secara lebih baik untuk mengurangi jam breakdown mesin. . . . seperti areal timbun dan areal stock-pile. Penggantian dan Penambahan Alat Produksi: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan effisiensi operasional juga mampu mendukung program peningkatan produksi di tahun 2010 maupun di masa mendatang.Memperbesar kapasitas tampung temporary stock. as described in more detail separately.Perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU. dengan penjelasan lebih detail ada pada uraian tersendiri.Repair and relocation of 2 BWE and 1 spreader from TAL to MTBU area.Memperpendek jarak angkut tanah dengan melakukan inside dump.Modifikasi dan perbaikan sistem conveyor belt. 30 tons to over 50 tons in self-managed mining area. . • Perbaikan sarana dan prasarana: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional pada tahun 2010 lalu. . .Melakukan blasting tanah penutup. melalui penggantian pulley secara teratur disertai pemasangan sensor infra merah. Kegiatan yang dilakukan dalam hal ini menyangkut diantaranya: . .Mempersiapkan penggunaan BWE sebagai reclaimer di temporary stock. . • • Replacement and addition of production machinery This program aimed to increase operating efficiency and production in 2010 and the ensuing years. The program included replacement and addition of shovel & truck especially soil transporter with bigger capacity from approx.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 136 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis . • . but also to support and anticipate higher mining activity in the future. such as piling and stock-pile areas: . by regular replacement of pulley and installation of infra red censor. .Melaksanakan stock opname dan monitoring persediaan barang dan suku cadang secara kontinyu.Modification and repair of rotary car dumper and the like. allowing more efficient belt replacement schedule and reducing machine breakdown hours.Modifikasi dan perbaikan peralatan rotary car dumper dan sejenisnya. .Conveyor Information System program to detect belt conveyor damage by stages. Infrastructure improvement was mainly in mining area.Increased storage of temporary stock. .Preparation of BWE as reclaimer of temporary stock.Mud handling with gravitation system to replace conventional method that uses pumps or trucks & shovels. . juga untuk mendukung dan mengantisipasi peningkatan kegiatan penambangan Perseroan di masa mendatang. Program yang dilakukan adalah penggantian dan penambahan alat produksi Shovel & Truck menjadi lebih besar terutama alat angkut tanah dari kapasitas 30-an ton menjadi 50 ton keatas pada areal penambangan swakelola.Melakukan pengendalian stripping ratio sesuai rencana. . Prasarana yang diperbaiki terutama berada di areal tambang. Facilities and infrastructure improvement This program was designed not only to improve operating efficiency. . .Pengelolaan lumpur dengan sistem gravitasi untuk menggantikan metode konvensional yang menggunakan pompa atau metode truck & shovel. .Shortening soil transporting distance by inside dump.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 137 Pembangunan PLTU 3 x 10 MW untuk mendukung operasi BWE System yang lebih efisien. Mendukung program penghematan energy yang digalakkan pemerintah. Seiring dengan optimalisasi BWE system tersebut. . In consideration of efficient and optimum operations of assets. By revitalizing BWE system and constructing own 3x10 MW TPP. Dengan melaksanakan program revitalisasi BWE sytem dan Pembangunan PLTU 3 x 10 MW milik sendiri. The BWE’s to be relocated were overhauled to extend their operating life with another 15 years. Optimizing BWE system was accompanied by the construction of own 3x10 MW TPP to back up BWE system and other efficiency programs using waste coal that had previously been squandered. Perbaikan dan Pemindahan BWE System Perseroan memiliki dan mengoperasikan 5 unit BWE system. Dalam waktu bersamaan Perseroan juga melakukan perbaikan besar (overhaul) terhadap BWE system yang akan direlokasi. Mulai tahun 2007 pengoperasian BWE berkurang karena keterbatasan area layak operasi bagi BWE system. the Company gained an added value: • • • • • Mining operation will be more cost-efficient. BWE operation is weather proof (operable even in the rain) Existing skilled laborer can be employed. berupa 2 unit BWE dan 1 unit spreader. starting in 2009 the Company made preparation to relocate BWE to Muara Tiga Besar Utara (MTBU) mine consisting of two BWE’s and one spreader. BWE equipment can operate for another 15 years. Perseroan melakukan pembangunan PLTU 3x10 MW milik sendiri guna mendukung program operasi BWE system serta program efisiensi lain secara menyeluruh dengan menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfa’atkan. Dengan mempertimbangkan efisiensi serta optimalisasi asset operasi. Pengoperasian BWE tidak mengenal cuaca (bisa beroperasi meskipun pada cuaca hujan). BWE equipment that has zero book value is re-utilized. Repair and Relocation of BWE System The Company owned and operated five units of BWE in Tanjung Air Laya (TAL). Perseroan berhasil memanfaatan kembali alat BWE system yang sudah habis nilai bukunya. In 2007 the operation of BWE diminished due to limited area suitable for BWE system. Dengan program overhaul tersebut. nilai tambah yang minimum yang didapatkan perseroan seperti : • • • • • • Efisiensi biaya operasi penambangan akan membaik. Memanfaatkan tenaga kerja terampil yang telah ada. Alat Produksi BWE system dapat dioperasikan dengan baik hingga selama 15 tahun kedepan. seluruhnya dioperasikan di areal Tambang Air Laya (TAL). maka akan memperpanjang umur operasi BWE system hingga 15 tahun kedepan dari umur operasi normal. Perseroan mulai tahun 2009 melakukan persiapan pemindahan BWE system ke lokasi Tambang Muara Tiga Besar Utara (MTBU).

alat angkut ban berjalan (belt conveyor). diameter roda bucket 9 m. Kapasitas penggalian BWE adalah sebesar 1.300 bcm/jam. minimal 100 kPa dengan kekerasan material yang bisa digali sampai dengan 5.138 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Bucket Wheel Excavator BWE Tambang terbuka secara umum dapat dilakukan dengan metode penambangan menerus (continuous mining) dan metode penambangan konvensional. belt conveyor and material spreader. yang relatif datar dan luas. In Indonesia PTBA is the only company that operates high-capacity BWE mining equipment. . Metode penambangan menerus menggunakan alat gali Bucket Wheel Excavator (BWE). Open pit mining can generally be done by continuous mining method and conventional mining method. dan berat total 520 ton.000 kPa. Di Indonesia hanya PTBA yang mengoperasikan peralatan tambang BWE system dengan kapasitas besar.000 kPa. dan alat penyebar material (spreader).500 kw. dengan jangkauan vertikal posisi high cut 12 m dan double deep step 12 m serta jangkauan horizon baik HC atau DDS 90 m tk. Ukuran peralatan BWE cukup besar. Continuous mining method uses excavating tool Bucket Wheel Excavator (BWE). This is possible as the Company’s mining area in Tanjung Enim is flat and vast with adequate land support. at least 100 kPa and material hardness up to 5. Tanjung Enim. BWE beroperasi dengan daya listrik 1. daya dukung tanah memadai. Hal ini karena kondisi areal penambangan PTBA.

yaitu dari Tanjung Air Laya (TAL).64 million tons.6 juta ton.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 139 Perkembangan Produksi Pelaksanaan strategi operasional membuat Perseroan berhasil kembali meningkatkan volume produksi batubara menjadi 12. and improve employees’ competence in mine management. Unit Pertambangan Ombilin dan dari anak perusahaan.34 million tons the preceding year. Secara bertahap.34 juta ton. produksi yang dilakukan secara swakelola meningkat menjadi 5. maka kompetensi SDM Perseroan dalam mengelola tambang secara penuh akan semakin meningkat juga. Dengan peningkatan secara bertahap. Perbaikan Bucket BWE di area bengkel . Dari keseluruhan produksi tersebut. Perseroan berencana menaikkan kapasitas produksi swakelola. Peningkatan produksi batubara pada tahun 2010 terutama berasal dari Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT).6% dari produksi tahun sebelumnya sebesar 5.6% from 5.4 % dibandingkan volume produksi tahun 2009 yang berjumlah 11.5 juta ton. or increased 5. Banko Barat. PT Internasional Prima Coal dan PT Batubara Bukit Kendi. 5.64 juta ton. naik 7. naik 5. Muara Tiga Besar Utara. The Company plans to gradually upgrade the capacity of self-managed production.

to handle coal from TLS to Port.5 juta ton menjadi 10. Penanganan Batubara Perseroan mulai membangun Supply Chain Management System (SCMS) yang akan diterapkan dalam 5 tahap.546 10. Coal Handling To handle coal properly.558 12.2% 110.144.630.6% 91. Guna menjaga keamanan pasokan kepada para konsumen. To secure supply to consumers.049 40. Phase 4 is Integration and Finance.333 574.871.796 5.131.595. PT Bukit Asam Prima (BA Prima) in 2007.770 783.4% 107.783 574. to manage marketing. Phase TLS to Port. yaitu PT Bukit Asam Prima (BA Prima) pada 2007.388 13.757.402 116. to integrate SCMS and other systems including financial .945 5.280.850 11.783 12. Tahap pertama adalah Phase Mine to Train Loading Station (TLS).5 million tons to 10. yaitu untuk menangani batubara mulai dari TLS sampai dengan Pelabuhan.e.5% 9. Phase 1 is Mine to Train Loading Station (TLS).547 560.185 89% 97% 107.150 2.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 140 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Produksi dan Pembelian Batubara (Ton) Coal Production and Purchase (Tons) URAIAN 2010 2009 PERUBAHAN % DESCRIPTION Produksi (dalam ton) Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian / Purchases • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian 511. Phase 2 is TLS to Port.971 507. Larger production was accompanied by a 3% rise in railway loading volume from 10.4% Produksi (dalam ton) Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian / Purchases • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian Kenaikan produksi ini selaras dengan peningkatan volume angkutan kereta api yang naik sebesar 3% dari 10.620 76.846.781 2. yaitu untuk menangani material /batubara mulai area tambang hingga Stock Pile/TLS. the Company set up a subsidiary that is engaged in coal trading.8 juta ton.243 57.477 1.0% 6. to handle coal from mining area to stock pile/TLS. yaitu pengelolaan pemasaran dan penjualan batubara serta proses penagihan. Tahap kedua. the Company built up Supply Chain Management System (SCMS) that will be implemented in five phases.4% 317.022. Phase 3 is Marketing and Billing. Perseroan mendirikan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli batubara. sales and billing. Tahap ketiga. Integrasi dan Keuangan. Marketing dan Penagihan.792 8.8 million tons.728 2. i.600.8% 876. Tahap keempat.1% 119.912 11.461.175.218 3.

Phase 5 is Optimization and EIS. Proses pengendalian kualitas ini berpedoman pada standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. • • Quality Control The Company strictly controls product quality on every production stage according to Quality Management System ISO 9001:2008. Perseroan melakukan penanganan batubara sesuai standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk menjamin kualitas dan pasokan batubara kepada konsumen. Dengan sistem tersebut. Pengendalian kualitas. Perseroan melakukan uji sampling untuk memastikan kualitas batubara yang akan ditambang. The Company has an additional Hopper Blender facility to support coal blending process to produce coal quality that suits consumers’ needs. Perseroan telah melakukan penambahan fasilitas Hopper Blender untuk mendukung proses blending batubara agar menghasilkan kualitas batubara sesuai kebutuhan konsumen. the Company runs sampling tests to control the quality of coal to be excavated. Optimasi dan EIS. The Company handles coal in accordance with the standards of ISO 9001:2000 Quality Management System to control product quality and supply to the consumers.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 141 yaitu tahapan untuk mengintegrasikan SCMS dengan sistem lainnya yang ada di PTBA termasuk dengan sistem keuangan. testing is done on port stock-pile prior to loading to ships. to implement optimization module and Executive Information System. This measure is accompanied by performing general overhaul of stacker reclaimer in stockpile to speed up coal storing and loading process. Tahap kelima. . Langkah tersebut diikuti dengan melakukan general overhaul stacker reclaimer di stockpile untuk mempercepat proses penyimpanan dan pemuatan batubara. diikuti dengan pengujian di areal stockpile pelabuhan sebelum pemuatan ke kapal. Quality tests are then performed in the mine and mining stock-pile area before loading and delivery to customers by railway. which cover: • Stockpile Management Management of coal stockpile from production and blending process is conducted according to the classification of its calorie quality and consumers’ requirements. Pengujian kualitas batubara kemudian dilakukan di areal tambang. system. Perseroan menjaga kualitas produksi melalui mekanisme quality control yang ketat pada setiap tahapan produksi. The Company applies Quality Management System ISO 9001:2008 to control coal product quality. yang mencakup: • Pelaksanaan Manajemen Stockpile. Perseroan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 untuk menjamin kualitas produk batubara yang dihasilkannya. As dictated by the system. Pengaturan tumpukan batubara hasil produksi dan proses blending dilakukan sesuai dengan klasifikasi kualitas kalorinya dan kebutuhan konsumen. For delivery by sea. yaitu tahapan untuk mengimplementasikan modul optimasi dan Executive Information System. stockpile di daerah penambangan sebelum pemuatan ke kereta api atau dikirim ke konsumen.

5 million tons. Volume angkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan mengalami peningkatan 3% dari 8.9 million tons to 2. yakni penanganan batubara dari areal tambang sampai pemuatan kereta api (train loading station/TLS).5 million tons in 2009 to 8. The process of coal transporation entails: • • • • • Arranging the volume and quality of coal to be transported by each train coach from Train Loading Station (TLS). Untuk mendukung program penjagaan kualitas Perseroan mulai membangun sistem manajemen penanganan batubara terintegrasi secara bertahap. Sedang dari Tanjung Enim ke pelabuhan Kertapati. Analisis kualitas batubara dilakukan oleh Unit laboratorium Perseroan yang telah menerima sertifikat Sistem Manajemen Mutu Laboratorium ISO/IEC 17025:2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Tahun 2010. Coal quality analysis is performed by the Company’s laboratory that has Laboratory Quality Management System ISO/IEC 17025:2005 certification from the National Accreditation Committee. Unloading coal shipment from train coaches using Rotary Car Dumper (RCD) in ports and Apron Feeder (AF) in piers. Our laboratory is accredited by the National Accreditation Committee with Laboratory Quality Management System certification. Laboratorium ini juga bertanggung jawab melakukan pengujian kualitas air buangan tambang untuk menjaga agar terpenuhinya Standar Baku Mutu Lingkungan.8 million tons or increased 3% from 2009 volume of 10.9 juta ton menjadi 2. naik 5% dari 1. Proses yang dilalui dalam pengangkutan batubara meliputi: • Pengaturan jumlah dan kualitas muatan batubara yang akan diangkut oleh masing-masing gerbong kereta api melalui Train Loading Station (TLS). To support quality control program the Company sets up an integrated coal management system by stages. Untuk tahun 2010. In 2010 the first stage of this system was completed to handle coal from the mines to train loading stations. the Company collaborates with PT Kereta Api Indonesia (PT KA). While from Tanjung Enim to Kertapati increased 5% from 1.1 juta ton.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 142 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Unit Laboratorium Perseroan telah terakreditasi dengan sertifikat ISO/IEC 17025: 2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).1 million tons. Supervising and recording coal distribution to ports or piers.8 juta ton atau meningkat 3% dari volume tahun 2009 sebesar 10. Pengangkutan Perseroan bekerjasama secara intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KA) dalam proses pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan (Lampung) dan Dermaga Kertapati (Palembang). sudah direalisasikan tahap pertama sistem ini.7 juta ton pada 2010. Coal shipment volume from Tanjung Enim to Tarahan Port rose 3% from 8. Transportation In transporting coal from Tanjung Enim to Tarahan Port (Lampung) and Kertapati Pier (Palembang). menjadi 8. This laboratory is also responsible for testing the quality of waste water from the mines to ensure compliance with the Environmental Quality Standard. Pelaksanaan bongkar muat batubara dari gerbong kereta-api menggunakan Rotary Car Dumper (RCD) di Pelabuhan dan Apron Feeder (AF) di Dermaga. Pengawasan dan pencatatan distribusi batubara menuju Pelabuhan atau Dermaga. . total volume of coal shipment by train to Tarahan Port and Kertapati Pier reached 10. In 2010. total volume angkutan batubara melalui kereta api ke Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati mencapai 10.5 juta ton pada 2009.7 million tons in 2010.5 juta ton.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 143 1 2 3 1. Stacker Reclaimer di Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 2. Pengambilan sampel batubara di TLS Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 3. Uji Kualitas Batubara dengan alat Atomic Absorbtion Spectro Photometer Edipiscing lorem ipsum dolor .

Perseroan menindak lanjuti Coal Transportation Agreement (CTA) bersama-sama dengan PTKA. the Operations/Production Director of the Company was appointed Honorary Member of PT KA Executive Committee.763.150 1.454. (See discussion on “Business Development”).956. Program pengembangan angkutan tersebut diyakini akan mampu mengatasi kendala Perseroan dalam meningkatkan jumlah penjualan batubara secara substansial dari lokasi tambang Tanjung Enim. Perseroan juga telah merintis program pengembangan untuk angkutan KA khusus batubara yang baru untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara. the Company adopted the following . (Lihat bahasan “Pengembangan Usaha”). The larger coal shipment volume was made possible by improved transportation management system and intensive cooordination between the Company and PT KA.040 2009 8. The Company also directly supported the improvement of coal loading capacity by reparing rail-loop and routinely maintaining its own loading and unloading facilities.712.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 144 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis ANGKUTAN KERETA API Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan 2010 8. The Company pioneered the construction of new railway tracks to step up coal loading capacity. telah menunjuk konsultan independen untuk menyusun formula tarif dan formula take or pay. melalui perbaikan rail-loop dan perawatan rutin di fasilitas muat dan bongkar milik Perseroan.050. Mulai tahun tahun 2009.580 PERUBAHAN (%) 3% 5% 3% RAILWAY TRANSPORTATION Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari perbaikan sistem manajemen angkutan serta adanya koordinasi intensif antara Perseroan dengan PT KA. Strategi Pemasaran Untuk menjamin berlangsungnya peningkatan penjualan dimasa-masa mendatang di tengah kecenderungan Marketing Strategy In an effort to secure future sales amidst the increasing tendency of coal demand. The bigger loading capacity is believed to substantially increase sales from Tanjung Enim mine. Coal Transportation Agreement (CTA) with PT KA was was followed by the appointment of an independent consultant to formulate tariff and ”take or pay” schemes.430 10. Perseroan juga berperan langsung mendukung peningkatan kapasitas angkutan batubara. Pada tahun 2010 draft final report sudah disampaikan kepada para pihak. In 2010 the draft final report was submitted to all parties.100 2.498.940 10. In 2009. Direktur Operasi Produksi Perseroan diangkat menjadi Anggota Kehormatan Executive Committee PT KA.

Perseroan memberikan tanggapan yang cepat terhadap berbagai permintaan dan keluhan konsumen sebagai bagian dari komitmen pelayanan Perseroan. Rakor membahas perkembangan kondisi pasar batubara. • Kerjasama Manajemen Perseroan menyelenggarakan Rapat Kordinasi (Rakor) yang melibatkan seluruh mata rantai produksi dan penjualan (supply chain) secara rutin. In 2010 nine complaints from the customers were attended to and settled by the Company. . The Company promptly responds to various demands and complaints from the customers. Perseroan meyakini penerapan komitmen pelayanan terbaik akan mampu mendukung target peningkatan penjualan Perseroan di masa mendatang. Jaminan kualitas dikontrol melalui penerapan manajemen mutu yang melibatkan pelaksanaan proses analisis terakreditasi. Komitmen pelayanan pelanggan Perseroan selalu mengutamakan prinsip transparansi dan responsibilitas dalam memberikan layanan kepada konsumen demi memenuhi komitmen layanan terbaik kepada konsumen. • • Commitment to Customer Service The Company gives priority to transparency and responsibility principles in serving its customers to prove its commitment to providing the best customer service.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 145 permintaan batubara yang meningkat. Selama tahun 2010 Perseroan menerima 9 (sembilan) kali pengaduan dari pelanggan. Quality is controlled by implementing quality management based on accredited analysis process. permintaan konsumen hingga kendala produksi di lapangan maupun proses pengangkutan yang dapat mempengaruhi volume penjualan. The Company strongly believes that the best customer service will assist the Company to reach its increased sales target. sehingga permasalahan dengan konsumen dimaksud telah diselesaikan. Perseroan telah menindak lanjuti keluhan pelanggan tersebut. The Company. e-mail or letter. Hasil diskusi kemudian digunakan sebagai dasar penentuan strategi produksi maupun penjualan yang paling sesuai untuk periode tiga bulan ke depan guna mendukung pencapaian target penjualan yang telah ditentukan. Findings are used as a basis of formulating production and sales strategy that is the most appropriate for the next three months to enable the Company to meet sales target. email maupun surat kepada pelanggan. • Cooperation The Management routinely holds coordination meetings involving all production and supply chains. To support its customer service the Company sets up a customer center to handle complaints by telephone. Untuk menjamin pelayanan pada pelanggan. menjalankan strategi pemasaran meliputi: • Perseroan marketing strategy that included: Komitmen jaminan kualitas produk Jaminan kualitas ini sangat penting karena selain mempengaruhi kelancaran operasional bisnis konsumen juga merupakan faktor penentu tingkat kepercayaan konsumen agar terus menggunakan batubara hasil produksi Perseroan. is committed to ensuring the quality of coal delivered to consumers is in accordance with the quality agreed upon in the contract. Perseroan membuka layanan pengaduan dengan menyediakan saluran telpon. The meetings discuss development in coal market condition. Oleh karena itu Perseroan selalu memberikan jaminan bahwa kualitas batubara yang diterima konsumen telah sesuai dengan kesepakatan kontrak terkait. therefore. consumer demand and production problems on site and in transporting process that may affect sales volume. • Commitment to Product Quality Commitment to quality is very important because not only does it affect the consumers’ business operations but it also plays a decisive factor of consumers’ trust in the coal product of the Company.

01 Penurunan rata-rata harga jual batubara domestik ditahun 2010 yang sebesar 18% disebabkan oleh beberapa diantaranya.50 68.50 47. as reflected in the following table. pelabuhan dan keuangan. port and finance activities. sedangkan harga penjualan selalu mengacu pada harga pasar batubara thermal internasional.7%. Perkembangan rata-rata harga jual batubara Perseroan Average coal selling price of the Company TAHUN YEAR DOMESTIK DOMESTIC (Rp/Ton) 2006 2007 2008 2009 2010 330.900 746. seperti tercermin dalam tabel berikut.59 67. Perseroan melakukan penjualan batubara dalam bentuk kontrak penjualan jangka panjang maupun melalui pasar spot. Sales is made under long-term sales contract and through spot market. Average export selling price rose 3.645 506. mengikuti peningkatan harga jual di pasaran. • Supply Chain Management System Phase three of Supply Chain Management System (SCMS) was under way. Trend rata-rata harga jual batubara Perseroan dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat. Selling Method and Price Trend The Company sells coal to domestic and export markets at prices that will earn maximum return. Rata-rata harga jual batubara ekspor meningkat 3.697 345. Lihat bahasan “Kinerja Keuangan” A decrease of 18% in average domestic price during 2010 was due to higher sales volume of low-calorie coal and keener domestic competition for this product.73 64. meningkatnya volume penjualan batubara kalori lebih rendah dan tingkat persaingan yang semakin tinggi untuk pemasaran domestik batubara kalori lebih rendah. integrating marketing. Kondisi harga penjualan yang kurang baik ini pada akhirnya mempengaruhi tingkat profitabilitas Perseroan yang akhirnya ikut turun.366 EKSPOR EKSPORT (US$/Ton) 44.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 146 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Persiapan Implementasi Supply Chain Management System Perseroan mulai mempersiapkan penerapan tahap tiga dari Suply Chain Management System (SCMS) yakni integrasi kegiatan pemasaran. while selling price is always based on international thermal coal prices. sekalipun volume penjualan Perseroan meningkat. Using this system the Company can monitor coal stock level quickly and accurately and meet customers’ orders in appropriate quality and quantity. Melalui penerapan sistem ini Perseroan memantau perkembangan perubahan kondisi stock batubara secara cepat dan akurat sehingga sanggup memenuhi komitmen kepada pembeli dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai. Metode Penjualan dan Perkembangan Harga Perseroan menjual batubara ke pasar domestik maupun ekspor dengan harga yang memberikan return terbaik. (See discussion on “Financial Performance”) .7%. Average selling price of the Company’s coal over the past few years was on an upwared trend in line with the rising market prices.240 612. This less rewarding price eventually affected the Company’s profitability despite the growing sales volume during the year under review.

95 juta ton. distribution of sales consisted of domestic market 63. Volume penjualan ekspor kembali meningkat dari posisi 4. Total penjualan untuk segmen PLTU ini memberikan kontribusi sebesar 79% dari penjualan domestik 2010. sebesar 12. raising its contribution to total sales from 4% in 2009 to 5% in 2010. Sebagian besar dari volume penjualan tersebut untuk memenuhi kontrak jangka panjang pasokan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yaitu PLTU Suralaya. the Company is focusing more on the Pacific region under long-term sales contract. At this rate of domestic sales the Company has complied with the DMO (Domestic Market Obligation) regulation. naik 3. Sales comprised domestic sales of 8.72 million tons.7% dari tingkat penjualan tahun 2009. Of the total sales. meningkat dari angka sebesar 35.e. distribusi penjualan domestik menjadi 63.72 million tons in 2010 mainly to Japan. Perseroan lebih memprioritaskan pola penjualan dalam jangka panjang. Taiwan and Thailand. the Company’s sales to this industry also increased. Jepang.7% from the preceding year’s sales of 12.48 juta ton. Therefore. Vietnam. As cement industry developed.5% sedangkan pasar ekspor menjadi 36. Total sales of this segment contributed 79% to domestic sales in 2010. penjualan batubara untuk industri semen mengalami peningkatan.48 million tons.5%. Dengan demikian.5% and export 36. Dari total penjualan tersebut. showing a growth of 35. Seiring dengan peningkatan kegiatan industri semen. The major part of the sales was intended to fulfill long-term supply contract with Thermal Power Plants (TPP). i. sehingga komposisi distribusi penjualan untuk industri semen meningkat menjadi 5% dari 4% di tahun 2009.0% from 8.0% dari 8. Penjualan ini terdiri atas penjualan domestik sebanyak 8. PLTU Bukit Asam dan PLTU Tarahan. Malaysia. up 3. Taiwan dan Thailand.40% from the previous year. domestic sales rose 2.23 million tons and export of 4. Lihat bahasan ”Prospek Permintaan Batubara Performance and Distribution of Sales In 2010 the Company recorded a total sales volume of 12.42 million tons in 2009 to 4. Vietnam.72 juta ton. Malaysia.07 million tons in 2009 to 8.40% di tahun sebelumnya.95 million tons. volume penjualan domestik meningkat 2.23 juta ton dan ekspor sebanyak 4. Sesuai dengan kajian prospek pemasaran batubara. Suralaya TPP. Export sales volume went up from 4.5 %.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 147 Conveyor Belt di Pelabuhan Tarahan Kinerja dan Distribusi Penjualan Tahun 2010 Perseroan mencatat volume penjualan total sebesar 12.07 juta ton pada 2009 menjadi 8.72 juta ton pada 2010 dengan mayoritas negara tujuan ekspor adalah China. China. Perseroan kini lebih memfokuskan tujuan pemasaran batubara produknya ke kawasan Pasifik. In line with a research on coal market prospects. (See ”Coal Prospects”) .23 ton pada 2010. Bukit Asam TPP and Tarahan TPP.42 juta ton di tahun 2009 menjadi 4. Dengan jumlah penjualan ke pasar domestik tersebut Perseroan telah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO).23 tons in 2010.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 148 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis DIAGRAM DISTRIBUSI PENJUALAN BATUBARA DOMESTIK MENURUT JENIS INDUSTRI Coal Domestic Sale Distribution by Industry Diagram Distribusi Penjualan Batubara Domestik Menurut Jenis Industri Distribution of Domestic Sales by Industry 5 16 13 PLTU 4 ‘09 ‘10 Lain-lain Semen 79 84 Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribution of Export Sales by Destination Country 12 8 1 3 8 16 10 1 Taiwn Thailand Vietnam ‘09 22 46 37 1 ‘10 26 Jepang India China Malaysia 9 Pakistan .

International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT.424 853. Bukit Asam Prima • Batubara PT.044 237.9% 147.864 15. In 2010.2% 108. International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT.696 5.565 Pada 2010 pergeseran pola konsumsi jenis batubara terus berlangsung.3% 3454.172 138.031 283.7% 25.0% 172. Internasional Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 791. Internasional Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 12.097 297.7% 102.809 928.068.990.516 924. Domestic consumers were more inclined to low-calorie coal type BA-59.9% 3.955.322 182. In 2010 several overseas consumers chose type BA-59 and this changed the composition of coal sales according to type.794 4.905 575.170 1.7% 0. Bukit Asam Prima • Batubara PT.135.228.907 201.501 269.2% 3975.801 4.5% 92.0% Domestik • BA-59 (PLTU Bukit Asam) • BA-59 (PLTU Tarahan) • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 (PLTU Suralaya) • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT. sehingga terjadi perubahan komposisi penjualan batubara menurut jenisnya.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 149 Distribusi Penjualan Menurut Jenis Produk Distribution of Sales by Product URAIAN 2009 2010 PERUBAHAN % URAIAN Domestik • BA-59 (PLTU Bukit Asam) • BA-59 (PLTU Tarahan) • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 (PLTU Suralaya) • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT.7% 1. BA67 dan BA-70.833 70.935 154.014 77.630 61.2% 0.153.4% 106.950. overseas consumers preferred medium and high-calorie coal type BA-63.736 12.312 1.551 162.0% 96.716 1.564.8% 132.722. . yaitu dari jenis BA-63.743 142.587 70.582 476. Bukit Asam Prima • Batubara PT.790 518.488 8.131 14.251 4.0% 105. BA-67 and BA-70. Konsumen dalam negeri cenderung menggunakan jenis batubara kalori lebih rendah.1% 100. consumers continued changing the type of coal they used.004 15. Bukit Asam Prima • Batubara PT.700 8.484.776 7. di tahun 2010 sebagian konsumen luar negeri menggunakan batubara kalori lebih rendah dari jenis BA-59.524 130. dari jenis BA-59.105.797 2.416.0% 78.1% 18.507 121. selain memilih batubara kalori sedang dan tinggi.286 1. Sedang untuk konsumen luar negeri.392 760.282.

export sales of coal type BA-59 surged 62% to 1. Sales of coal type BA-70 was relatively stable.8 million tons the previous year.2% from the preceding year. .0 juta ton. In 2010.0 million tons to Suralaya TPP.96 million tons.28 million tons from 1. hingga sebesar 81. resulting from bigger sales of BA-59 to China.8 %.3%. In 2010 the Company succedded in exporting coal type BA-63 up to 1. Harga jual.96 juta ton.3 million tons from 0.300 Kcal.3% compared to 39. mulai BA-63. BA-59 posted a total of 7. Program effisiensi produksi dilaksanakan mengingat Perseroan hanya dapat mengendalikan pengeluaran pada komponen biaya produksi. Batubara jenis BA-67 yang mayoritas digunakan untuk kebutuhan PLTU dan industri umum lainnya mencatat penurunan tajam.8 juta ton di tahun sebelumnya.700 tons. around 0.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 150 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Untuk penjualan domestik. Profitability The Company recorded a profitability of 29. Peningkatan penggunaan batubara kalori peringkat rendah di Indonesia memberi konsekuensi yang kurang bagus bagi Perseroan. Jenis batubara kalori menengah-tinggi.8 juta ton. Menghadapi turunnya harga jual batubara di pasar domestik.7% from 7. sehingga tingkat profitabilitas menjadi semakin mengecil. Tahun 2010 penjualan batubara jenis BA-59 ke pasar ekspor naik 62% menjadi 1.700 ton. To cope with lower domestic price. mengingat harga batubara jenis ini yang lebih rendah. melonjak dari sebesar 7.488 tons to 297. Penjualan batubara ke Suralaya hanya turun sebesar 3. Penjualan batubara dari lokasi IPC. allocating 5.9% to only 0. BA-67 and BA-70 are the most popular in export market.79 million tons in 2009.9 million tons to Bukit Asam TPP and 0.79 juta ton di tahun 2009. yakni 5.9 juta ton dan konsumen industri lainnya sebesar 0.9 % menjadi hanya sebesar 0. yang kebanyakan dari jenis kalori lebih rendah. Sales to Suralaya declined 3. dengan mayoritas penggunaan oleh konsumen industri baja.300 Kcal) from IPC jumped 7. sebesar 7. Medium-high-calorie coal type BA-63. Pada 2009 Perseroan berhasil mengekspor batubara jenis BA-63 hingga sebesar 1. pada kisaran volume sebesar 0.32 juta ton dengan alokasi penjualan untuk PLTU Suralaya sebesar 5. Profitabilitas Perseroan mencatatkan profitabilitas batubara sebesar 29. Efficiency program is undertaken because reduction in expenditures is only possible on production side as selling price is fixed by market mechanism.8% the year before. BA-67 dan BA-70 adalah yang paling banyak diminati pasar ekspor. For domestic sales. Perseroan telah melakukan berbagai langkah penghematan melalui program efisiensi produksi.93 million tons mostly used by steel industry consumers.488 ton menjadi 297. PLTU Bukit Asam 0.7% dari tingkat penjualan tahun 2009. Peningkatan penjualan batubara BA-59 ke China turut mempengaruhi kenaikan ini.8 million tons to other industries.26 million tons or dropped 0.26 juta ton turun 0. This was the consequence of an 18% decline in average domestic selling price.32 million tons in 2009. tercipta melalui mekanisme pasar. Coal type BA-67 mostly used by TPPs and other industries recorded a sharp decline of 81.28 juta ton dari angka sebesar 1. the Company has taken several efficiency measures to cut production costs. 0.3 juta ton dari angka penjualan sebesar 0.93 juta ton. BA-59 mencapai jumlah total sebesar 7. Sales of mostly low-calorie coal (5. The rising trend of low-calorie coal consumption in Indonesia did not favor the Company because the lower price of that coal type reduced the Company’s profitability.2% dari tahun sebelumnya. Hasil ini sebagai imbas atas penurunan rata-rata harga jual batubara dipasar domestik hingga sebesar 18%. menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 39. Batubara jenis BA-70 mencatat volume penjualan relatif stabil.

meningkatkan intensitas pelaksanaan effisiensi produksi dan menyiapkan peningkatan kapasitas angkut batubara melalui kereta . For that reason. this reduction did not compensate increases in transport and other operating expenses. intensifying production efficiency and increasing railway loading capacity (see also discussion on. The briquette is produced in two types. improving auxiliary facilities and amenities. Jenis briket yang diproduksi oleh Perseroan terdiri dari Briket Karbonisasi dan Briket Non-Karbonisasi. Namun angka penurunan ini tidak dapat mengkompensasi peningkatan biaya transportasi dan beban usaha lannya. Carbonized Briquette and Noncarbonized Briquette. while non-carbonized briquette is produced in Natar (Lampung) and Gresik. Gresik and Natar (Lampung). the Company has taken several steps in anticipation of the coming business opportunities. the completion of several bigscale electric power plants in the country will also have an impact on the demand and price of coal. Sedangkan briket non-karbonisasi diproduksi di Pabrik Briket Natar (Lampung) dan Gresik. Selain karena mulai pulihnya kondisi perekonomian global. Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mampu memproduksi briket karbonisasi. seperti disinggung pada bahasan “Prospek permintaan batubara”. “Business Strategy for 2011” SEGMEN BRIKET Pada 1993 Perseroan memulai usaha briket dengan membentuk Proyek Pengembangan Briket Batubara (P2B2). In addition to global economic recovery as discussed in “Coal Prospects”. lihat juga bahasan “Kinerja Keuangan” Memperhatikan tren pemulihan perekonomian global maupun nasional sepanjang tahun 2010. sulphur and water content compared to non-carbonized briquette. This type of briquette has superior qualities like lower volatile matter. and bigger decrease in average selling price (See “Financial Performance”). Some of the anticipatory steps taken were increasing self-managed production. memperbaiki sarana penunjang. berupa penurunan biaya produksi per ton batubara sebesar 11%. Penurunan biaya produksi ini juga belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual yang lebih besar. Oleh karena itu Perseroan telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi menyambut peluang yang terbuka. penyelesaian beberapa pembangkit listrik skala besar di dalam negeri akan mempengaruhi permintaan dan harga batubara. generating stable and ecofriendly heat (odorless and smoke free). enabling faster and easier burning process. Beberapa langkah yang telah dilakukan diantaranya mempersiapkan peningkatan produksi swakelola. Produksi briket karbonisasi dilakukan di Pabrik Tanjung Enim. Watching the world and domestic economic revival in 2010. sulphur dan kadar air yang lebih rendah dibandingkan briket nonkarbonisasi sehingga proses pembakaran berlangsung lebih cepat dan mudah. The Company is the only company in Indonesia capable of producing carbonized briquette. After investment was made. Gresik dan Natar (Lampung). Carbonized briquette is produced in Tanjung Enim factory. However. Perseroan meyakini bahwa harga batubara akan kembali meningkat di tahun 2011. dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan mengembangkan beberapa unit produksi di Tanjung Enim. the Company believes that 2011 will see rising coal prices in the market. panas yang dihasilkan stabil serta ramah lingkungan (tidak berbau dan tidak berasap).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 151 Program effisiensi produksi sebetulnya memberikan hasil nyata. the Company developed several production units in Tanjung Enim. lihat juga bahasan “Strategi Bisnis 2011” The production efficiency program went well and reduced production cost per ton by 11%. Jenis briket ini memiliki kelebihan berupa volatile matter. . BRIQUETTE SEGMENT The Company’s briquette business started in 1993 after Coal Briquette Development Project was set up.

690 2009 (B) 3.229 12. Volume penjualan briket juga mengalami penurunan. causing a four-month production stoppage.618 12.068 per kilogram. Perseroan mencatat penurunan profitabilitas segmen usaha briket yakni -24.664 18.690 ton. Penurunan volume produksi briket ini selain pabrik Tanjung Enim belum produksi sesuai rencana (rencana mulai produksi bulan Juli namun baru produksi bulan Desember) juga adanya kendala pengurusan ijin untuk pabrik Gresik sehingga mengalami stop produksi selama 4 (empat) bulan.159 22. yaitu sebesar 22.182 ton.5%. The downward trend of sales along with production decline was due to the market entry of LPG gas in 3-kg canisters and many consumers switched to this type of energy source. mengingat sebagian gas yang beredar di pasaran juga mendapatkan subsidi. Profitability In 2010. . Production costs ranged between Rp1. Harga pokok produksi briket berkisar antara Rp1.818 per kilogram.712 2009 (B) 4. PRODUKSI BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 411 12. sebagai pengganti minyak tanah justru lebih cepat berkembang.181 to Rp 1. the Company recorded a low profitability in briquette business segment. akibat harga produksi yang lebih tinggi dari harga jualnya.712 ton atau turun 25% dari penjualan tahun 2009 sebesar 22. Bigger use of alternative energy to replace kerosene in small to medium-scale industry did not seem to significantly push the use of briquette.909 22. Peningkatan penggunaan energi alternatif sebagai pengganti minyak tanah pada sejumlah industri kecil dan menengah tampaknya masih belum mendorong peningkatan penggunaan briket secara maksimal.181 – Rp1. menjadi 16. the Company only managed to produce 18.130 and Rp2.5%. Briquette sales volume also dropped to 16.004 5.862 tons.182 tons in 2009.068 per kilogram.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 152 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Produksi dan Penjualan Tahun 2010. Production and Sales In 2010. due to higher production costs compared to selling prices.602 5.690 tons of briquette.712 tons or down 25% from 22. turun 39% dari tingkat produksi tahun 2009.862 % (A : B) 11 86 47 61 BRIQUETTE PRODUCTION (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production PENJUALAN BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 88 11. Production plunged not only because Tanjung Enim factory delayed its production (commencing in December instead of July) but also due to licensing problem in Gresik factory.615 5. sementara harga jualnya berkisar Rp1.022 16. Penurunan Volume penjualan ini sejalan dengan turunnya produksi juga akibat pasar dimasuki Gas elpiji 3 kg sehingga banyak konsumen yang beralih ke Gas Elpiji 3 kg. The use of gas in replacement of kerosene grew at a faster pace because gas sold to the public was also subsidized. -24.130 – Rp2.090 7.862 ton. Peningkatan penggunaan energi gas. Perseroan hanya berhasil memproduksi briket sebesar 18. while selling prices ranged from Rp1. down 39% from 2009 production level of 22.182 % (A : B) 2 97 85 75 BRIQUETTE SALES (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production Profitabilitas Tahun 2010.818 per kilogram.

diharapkan konsumen tradisional briket Perseroan. Description of major balance sheet accounts that caused the changes is presented below: CURRENT ASSETS (In Million Rupiah) 2010 2009 PERUBAHAN (%) Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset Lancar 5.08 trillion.70 triliun di tahun sebelumnya.78 triliun atau 84. 0. Assets • Current Assets Total current assets was recorded at Rp6. shareholders’ equity rose 11. . traditional consumers of the Company’s briquette.Cah and cash equivalents Cash and cash equivalents in 2010 rose Rp344.4% 107.05 triliun. Total liabilities slighly dropped to Rp 2. mengingat posisi tahun sebelumnya adalah sebesar Rp6. This increase came mainly from 2010 operating results.5 % lebih rendah dari posisi Rp2. Selain itu peningkatan kegiatan pengolahan tembakau di Jawa Timur dan Lombok diharapkan membuka pasar baru bagi pemasaran produk briket Perseroan.71 trillion.28 trillion.4% dari jumlah keseluruhan aset lancar. diikuti piutang usaha 15. or 0.0%.65 triliun atau 76.783.054. trade payables 15.08 triliun di tahun sebelumnya.645.37 triliun dari posisi Rp5.953 4.6% 98.0% dan persediaan sebesar 6.0 % dari total nilai aset. or grew by 7. menjadi Rp2.7% menjadi Rp6.97 miliar menjadi Rp5. i.2% of total assets.71 triliun. as chicken consumption increased in the domestic market. Kondisi ini menggambarkan likuiditas Perseroan yang masih baik. total assets of the Company as of 31 December 2010 totalled Rp5.2% 103. The largest portions of current assets were cash and cash equivalents 76.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 153 Namun demikian.391 107.927 6. .5% lower than Rp 2.70 trillion the preceding year. seiring dengan peningkatan konsumsi ayam dalam negeri.3% from the previous year position that was recorded at Rp4.0%.05 trillion.901 158.05 triliun atau meningkat sebesar 7.2% dari jumlah keseluruhan aset. This condition reflected that the Company’s liquidity was still on the safe level considering that previous year position was Rp6. TINJAUAN KINERJA KEUANGAN NERACA Seperti tampak pada neraca ikhtisar keuangan. DOC farms. Sebagai akibat kenaikan laba.022 6.0% of total assets.505.678 171.104 1. A larger scale of tobacco processing in East Java and Lombok is expected to open new markets for the Company’s briquette product. yakni peternakan DOC semakin berkembang dan meningkatkan permintaan briket.4% of total current assets. Kenaikan kas dan setara kas tersebut terutama berasal dari hasil operasi tahun 2010.178 423.97 billion to Rp5.3% dari posisi Rp8. total aset Perseroan per 31 Desember 2010 mencapai Rp5. naik 7.05 trillion or posting an increase of 7. With higher profit.3% from the previous year position of Rp 8.3% 66.3% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp4.709.459 409.Kas dan Setara Kas Posisi kas dan setara kas pada tahun 2010 naik sebesar Rp344. Penjelasan atas pos-pos neraca utama yang menyebabkan perubahan tersebut adalah: ASET LANCAR (Dalam Rp Juta) FINANCIAL REVIEW BALANCE SHEET As presented in the financial highlight.7% to become Rp6.37 trillion from Rp5. Komposisi terbesar aset lancar adalah kas dan setara kas sebesar 76.075 997.29 trillion in 2009. .28 triliun.29 triliun di tahun 2009.65 trillion or 76.78 trillion or 84.0% and inventories 6. continued to grow and increase demand for briquette. ekuitas Perseroan naik 11.e.0% Cash and cash equivalents Trade receivables (net) Inventories (net) Other current assets Total current assests Aset • Aset Lancar Jumlah aset lancar mencapai Rp6. But still. Total Kewajiban Perseroan sedikit turun.

8% Cash position in 2010 consisted of cash on hand Rp189 million. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.0% from the preceding year and for financing activities totalled Rp1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. turun 9. ditempatkan di rekening giro sebesar Rp93.8% of total cash and cash equivalents.0 miliar atau 1. sedangkan kenaikan penggunaan dana untuk investasi disebabkan oleh realisasi beberapa kegiatan pengembangan yang telah direncanakan (lihat “Pengembangan Usaha” hal . dengan tingkat bunga antara 0.8 billion equivalent or approximately 4. (Lihat juga penjelasan / Tabel Perubahan Arus Kas) Net cash generated from operating activities in 2010 totalled Rp2.25%. naik 31.2% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.96 triliun atau sebesar 98.96 trillion or 98.95 miliar.74 triliun atau sekitar 95.30% and 8. serta deposito berjangka sebesar Rp4.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 154 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi selama tahun 2010 mencapai Rp2. down 9.16 miliar. Penurunan kas dari aktivitas operasi terutama disebabkan turunnya penerimaan dari pelanggan.88 miliar atau sekitar 4. ditempatkan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.344.344. surged 976.00%. up 31.12% – 2. Sedangkan jumlah deposito dalam Rupiah adalah sebesar Rp4. Cash used for financing activities increased due to bigger dividend payout for 2009 accounting year and larger allocation of funds for partnership and community development program. Sedangkan kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp799.16 billion..0% dari tahun sebelumnya dan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp1.2% of total cash and cash equivalents. interest income totalled Rp244. Cash decrease from operating activities was mainly due to smaller amount of revenues received from customers. The Company’s cash and cash equivalents were placed in PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. placed in current accounts Rp93.25%.).5% of total deposits bearing interest rates between 5.0 billion or 1. while increasing amount of cash used for investment was caused by the realization of several business development projects (see Business Development page.49 trillion.74 trillion or approximately 95. (See also elaboration / Changes in Cashflow) Piutang usaha Perseroan Trade Receivables 33. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.49 triliun.8% dari posisi tahun sebelumnya...12% – 2. Jumlah deposito dalam Dolar AS sebesar ekivalen Rp221. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Posisi kas pada tahun 2010 terdiri dari kas di tangan sebesar Rp189 juta. Rupiah denominated deposits were in the amount of Rp4.95 billion. and PT BPD Sumatera Selatan. Peningkatan penggunaan kas untuk aktivitas pendanaan disebabkan kenaikan pembagian laba atau deviden tahun buku 2009 dan peningkatan alokasi dana bagi kegiatan program kemitraan dan bina lingkungan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT BPD Sumatera Selatan.). pendapatan bunga secara keseluruhan berjumlah Rp244..3% dari tahun sebelumnya. Dengan pola penempatan tersebut.31 miliar.5 % dari jumlah keseluruhan deposito dengan tingkat bunga antara 5. bearing interest rates of 0.8% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.5% dari jumlah keseluruhan deposito. melonjak 976.30% .00%.8% from the year before.31 billion. Cash used for investing activities amounted to Rp799. and time deposits Rp4. .3% from previous year position. Total US Dollar deposits amounted to Rp221.8. Kas dan setara kas Perseroan dalam bentuk deposito.5% of total deposits. With this composition of placement.

90 miliar.73 billion in 2009.26 billion. comprising coal inventories Rp298.063.4%. sparepart and other material inventories Rp124.92 billion and receivables from related parties Rp614. Major non-current assets are net fixed assets 44. Kenaikan posisi persediaan batubara dan perlengkapan adalah akibat dari meningkatnya kegiatan penambangan swakelola dan naiknya produksi batubara Perseroan. Perseroan mengasuransikan persediaan batubara dalam perjalanan serta persediaan perlengkapan dan suku cadang yang ditempatkan di gudang. turun 33.4% compared to the prevous year position of Rp409.22 miliar. • Aset Tidak Lancar Jumlah aset tidak lancar Perseroan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp2.8% from 2009 figure of Rp1.22 billion.85 miliar berupa suku cadang dan perlengkapan lainnya. diikuti beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan sebesar 15. aset pajak • .3%. the Company insured coal inventories in transit and spareparts and materials stored in the warehouses. Komposisi terbesar aset tidak lancar adalah aset tetap bersih sebesar 44.68 billion or rose 3. To minimize loss.26 miliar dari Rp1. The increase in coal and material inventories was attributable to higher self-managed mining activity and coal production.08 trillion or increased 60. dropped 33.3% dari Rp441. (Lihat juga Tabel Tingkat Kolektibilitas Piutang dan bahasan Perubahan Arus Kas) .3%% to Rp614.73 billion in 2009 to Rp382.73 miliar pada 2009.73 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp382.3% compared to the previous year amount of Rp1. (See Table of Receivables Collectibility and discussion on Changes in Cashflows) . deferred tax assets 15.3 trillion.85 billion.99 triliun.2%. Trade receivables from third parties decreased 13. deferred exploration and development expenditure 15.8% dari posisi di tahun 2009 sebesar Rp1. Inventories increase was controlled to below production increase of 7.68 miliar atau naik 3.8%.30 triliun.9 miliar pada tahun 2010 dan piutang usaha pada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa turun 42. Untuk meminimalkan terjadinya risiko kerugian. Kenaikan persediaan berhasil ditekan hingga berada dibawah tingkat kenaikan produksi yang mencapai 7. Non-current Assets At yearend 2010 non-current assets of the Company totalled Rp2. Persediaan suku cadang tersebut telah dikurangkan dengan penyisihan persediaan usang sebesar Rp43.83 miliar sedangkan sisanya sebesar Rp124.8%.90 billion. Sparepart inventories were offset by provision for obsolete inventories amounting to Rp43.92 miliar dan piutang usaha ke pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp614. investment in .3%.51 trillion. terdiri dari persediaan batubara sebesar Rp298.4% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp409. Piutang usaha ke pihak ketiga turun 13.51 triliun.Piutang Usaha Piutang usaha Perseroan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp0.26 miliar.3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1. consisting of receivables from third parties Rp382.08 triliun atau naik 60.4% as the Company had implemented the integrated coal processing system.3% from Rp441. yang terdiri dari piutang ke pihak ketiga sebesar Rp382.Trade Receivables In 2010 the Company had trade receivables of Rp0.3% menjadi sebesar Rp614.063.83 billion.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 155 .Inventories Net inventories at yearend of 2010 were Rp423. karena Perseroan telah mulai mengimplementasikan sistem pengelolaan batubara terintegrasi.99 trillion.Persediaan Posisi nilai persediaan bersih pada akhir tahun 2010 adalah Rp423.26 billion from Rp1.9 billion in 2010 and trade receivables from related parties declined 42.

746 250. • Relocation of briquette factory.754 246.979 187. Composition of non-current assets is shown in the following table. The Company insured certain fixed assets in various locations.9% dan properti pertambangan 9.2% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp446. ASET TIDAK LANCAR (dalam Rp juta) 2010 2009 PERUBAHAN (%) CURRENT ASSETS (in Rp milion) Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan (bersih) Aset pajak tangguhan (bersih) Aset tidak lancar lainnya Aset Tidak Lancar 266. Perseroan telah mengasuransikan aset tetap tertentu di berbagai lokasi perusahaan.2% akibat realisasi proyek pengembangan.3% 60.75 miliar.187 26.053 30. The growth of fixed assets was made possible by the realization of several business development projects. net Deferred tax assets. • Overhaul and relocation of BWE system to MTBU area.588 2.2%. and mining property 9.21 miliar. associated companies 12. Kenaikan terjadi karena adanya penambahan aset tetap tahun 2010 yang sebesar Rp524.295. net Other non-current assets Non-current assets 316.560 122. sedangkan akumulasi penyusutan bertambah hanya sejumlah Rp49.590 117.8% 106. • Fixed Assets Net fixed assets of the Company at end of 2010 stood at Rp921. • Construction of MTBU production facilities.542 921. yakni meliputi diantararanya: • Pembangunan PLTU 3X10 MW di Tanjung Enim.3% • Aset Tetap Aset tetap bersih yang dimiliki Perseroan pada akhir tahun 2009 tercatat sebesar Rp921.0%.076. while accumulated depreciation increased only by Rp49. • Renovation of production infrastructure and port.8% Investment in associates Mining properties. • Overhaul dan pemindahan BWE system ke areal MTBU. • Pembangunan sarana produksi di MTBU.21 billion. net Fixed assets (net) Deferred exploration and development expenditures.4% 91. .4 billion.620 199.4 miliar. Kenaikan aset tetap adalah akibat realisasi pada beberapa proyek pengembangan Perseroan sepanjang tahun 2010 lalu.0 billion or grew substantially by 106. • Relokasi pabrik briket • Perbaikan prasarana produksi dan pelabuhan.0%.7% -5.107 1.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 156 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Aset Tetap 106.75 billion.2% 32.063 446.2% from the previous year position of Rp446. tangguhan sebesar 15. Komposisi aset tidak lancar seperti tercantum pada tabel berikut.005 327. among others: • Construction of 3x10MW TPP in Tanjung Enim. The increase was caused by fixed assets increase in 2010 of Rp524.9%.072 57. investasi pada perusahaan asosiasi sebesar 12.0 miliar atau naik cukup substansial 106.

. atau setara dengan Rp163.4 miliar dan Rp40. Kewajiban Jumlah total kewajiban Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 0. accounting for 49. Nilai tersebut diperoleh setelah Perseroan mengakuisisi 51% saham IPC dengan jumlah pembayaran sebesar 17. Total current liabilities stood at Rp1.7% of total liabilities. Untuk beban ditangguhkan yang telah memasuki tahapan produksi dilakukan amortisasi dengan metode unit produksi.8% dari jumlah tahun sebelumnya yang sebesar Rp246.15 trillion or 50.3% of total liabilities. Beberapa kegiatan eksplorasi yang memerlukan biaya cukup besar adalah persiapan produksi di MTBU untuk operasional tambang swakelola menggunakan BWE system.59 miliar.7% dari jumlah keseluruhan kewajiban.Mining Property Mining property in 2010 recorded an amount of Rp187. This expenditure was the cost of exploration and development of new mines. or equivalent to Rp163. either in exploration and development stage or in operating stage.5 miliar.54 billion.4 billion and Rp40. The decrease occurrs because IPC has commenced commercial production. Increase in exploration expenditure was related to the realization of several business development projects. Penurunan terjadi karena IPC telah memproduksi batubara secara komersial.5% to Rp2. Beban tersebut merupakan biaya eksplorasi dan pengembangan tambangtambang baru.15 triliun atau 50. Some big exploration expenditure was related to the preparation of MTBU production for self-managed mining operations with BWS system.85 million.13 triliun atau 49.06 miliar di tahun sebelumnya. Deferred expenditure in production stage is amortised by production unit method. Sedangkan jumlah kewajiban tidak lancar sebesar Rp1.28 trillion from Rp 2.13 trillion.59 billion. Rincian posisi kewajiban Perseroan per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut. declined from Rp199. turun dari posisi sebesar Rp199. baik yang masih dalam tahap eksplorasi dan pengembangan maupun yang telah memasuki masa produksi.5 billion respectively. Liabilities Total liabilities of the Company in 2010 dropped 0. Total non-current liabilities amounted to Rp1.Properti Pertambangan Properti pertambangan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp187.54 miliar. masing-masing senilai Rp35.3% dari jumlah keseluruhan kewajiban.28 triliun atau dari Rp 2. costing Rp35.Beban Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan setelah dikurangi amortisasi pada akhir tahun 2010 tercatat sebesar Rp327. Peningkatan akun beban eksplorasi terjadi sehubungan dengan realisasi kegiatan pengembangan Perseroan.29 trillion the year before.Deferred Exploration and Development Expenditure Total deferred exploration and development expenditure less amortisation at end of 2010 was recorded at Rp327.56 billion or went up 32. Breakdown of liabilities at end 2010 is as follows: . Increase in deferred exploration and development expenditure in 2010 was mainly due to preparing MTBU and Banko Tengah mining sites.56 miliar atau naik sebesar 32.85 juta dollar.9 miliar dari pemegang saham lama PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) dan PT Rajawali Corpora (PTRC). . Jumlah kewajiban lancar sebesar Rp1. This amount was achieved after the Company acquired 51% of IPC shares worth US$17.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 157 .8% from the previous year amount of Rp246. Kenaikan jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan pada tahun 2010 terutama disebabkan adanya penyiapan lokasi penambangan di MTB dan Banko Tengah.5% menjadi Rp2.9 billion from previous shareholders PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) and PT Rajawali Corpora (PTRC). .29 triliun pada tahun sebelumnya.06 billion in the preceding year.

This account consisted of accrued expenses 65.723 2.Penyisihan imbalan kerja Kewajiban Lancar Lainnya Kewajiban Lancar Kewajiban jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .369 431.5% 92.Provision for environmental reclamation and mine closure .156 748. KEWAJIBAN DAN EKUITAS (dlm Rp juta) Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Pinjaman bank jangka pendek Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun . denda keterlambatan kapal serta bonus pegawai dan tantiem tahun buku 2010.792 126.701. • Current Liabilities In 2010 current liabilities decreased 16.38 trillion in 2009.Provision for employee benefits 174.Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang .133.7% 108. jasa angkutan kapal laut.1% dan penyisihan untuk pengelolaan lingkungan hidup sebesar 1. .281. turun sebesar 5.466 5. taxes payable 17.Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup .8% 45. jasa angkutan kereta api.025 8.147. and employee expenses and tantiem for 2010 accounting year.38 triliun di tahun 2009. Kewajiban tersebut terdiri dari kewajiban yang timbul atas iuran produksi. provision for employee benefits 6.2%. trade payables 6.209 57.380. jasa dermaga.9 %. .0% .1% . railway services.Longterm liabilities net of current portion 959.740 84.8% 124.2%.521 69. or decreased 5. sewa alat berat.072 759.2% 111.3% 83.372 8. yakni menjadi sebesar Rp1.37 billion the previous year.9% 98.836 13.699 151. delayed shipment fine.292. jasa pihak ketiga.230 13.24 miliar. diikuti hutang pajak sebesar 17.2% .15 triliun dari posisi Rp1.7% 122.2% dari Rp789.4%.2%.37 miliar pada tahun sebelumnya.266 774 911.Lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah Kewajiban Hak Minoritas Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 2010 73.722.366.451 74.908 161.832 2.1% and provision for environmental management 1.Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan Beban Penutupan Tambang Terbuka Ombilin Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun .294 2009 58.15 trillion from Rp1.9% standing at Rp1.343 308 1.24 billion.828 1. Penyisihan imbalan kerja 6.512 6. third party services.3% 39.Provision for employee benefits Other current liabilities Current Liabilities . coal handling at port.Biaya Yang Masih Harus Dibayar Biaya masih harus dibayar pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp748. heavy equipment rent.500 PERUBAHAN 125. shipping and freight.5% LIABILITIES AND EQUITY (in Rp million) Trade payable Accrued expenses Taxes payable Short-term bank loan Current maturities of longterm liabilities 37.478 1.858 7.235 197.2%.5% 88.097 789.2% from Rp789.3% 99.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 158 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Kewajiban Lancar Kewajiban lancar Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 16.4%.578 115.Accrued Expenses In 2010 accrued expenses were recorded at Rp748.2%.9% 94.Provision for environmental reclamation and mine closure .736 8. This account comprised production fee. Komposisi terbesar kewajiban lancar adalah biaya yang masih harus dibayar sebesar 65.728 23.078.Others Long-term liabilities Total Liabilities -Minority Interest Equity Total Liabilities and Equity . hutang usaha sebesar 6.2%.

79 billion. higher fuel prices raised railway services and third party (mining contractor) services costs. sewa alat berat dan jasa angkutan laut.Provision for Employee Benefits The Company calculates employee benefits according to accounting standard PSAK No.133. Jumlah penyisihan untuk manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan pada tahun ini naik 26.133. Manfaat pensiun yang berakhir sejak 31 Desember 2008 dihitung berdasarkan penilaian aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. 24 (revised 2004) on Employee Benefits.27 miliar • Decrease of accrued expenses was mainly caused by smaller employee benefits (bonus and tantiem). menyebabkan kenaikan pada sub-akun biaya jasa angkutan kereta api dan kenaikan pada biaya jasa pihak ketiga (kontraktor penambangan).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 159 Penurunan biaya yang masih harus dibayar terutama disebabkan oleh turunnya bonus dan tantiem pegawai. Total provision for retirement benefits and employee benefits this year increased 26.6% and provision for environmental reclamation and mine closure 15. . Kenaikan terjadi karena adanya peningkatan aktifitas produksi.4% of total non-current liabilities. .3% from 2009 to reach Rp1. menjadi Rp1.10 miliar di tahun sebelumnya.3% dibandingkan tahun sebelumnya.6% dan Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang sebesar 15. This increase .2% menjadi Rp959. dengan komposisi Penyisihan untuk Imbalan Kerja sebesar 84.1% from 2009 amount of Rp431.23 miliar.27 billion in 2009. production fee. menjadi tinggal sebesar Rp197.3% from Rp151.9% to Rp73.Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang Jumlah penyisihan untuk reklamasi lingkungan dan penutupan tambang pada tahun ini naik menjadi Rp174.07 billion compared to the preceding year amount of Rp759. .2% to Rp959.34 miliar atau naik 15.84 billion in 2010 due to lower profit in the current year. .79 miliar.4% dari total kewajiban tidak lancar.Hutang Pajak Jumlah hutang pajak 2010 turun sebesar 54.84 miliar. Retirement benefit that was discontinued 31 December 2009 was based on independent actuarial assessment using projected unit credit method. Non-current Liabilities This year non-current liabilities increased 24.16 miliar dibandingkan Rp58.Hutang Usaha Hutang Usaha merupakan kewajiban yang timbul karena adanya pembelian barang dan jasa kepada pihak ketiga dalam rangka menjalankan operasional perusahaan.07 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp759.9% menjadi Rp73.Provision for Environmental Reclamation and Mine Closure Total provision for environmental reclamation and mine closure in 2010 rose to Rp174.1% dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp431. .16 billion from Rp58. Total trade payables in 2010 rose 25.34 billion or up 15. Namun demikian seiring dengan naiknya BBM.Penyisihan Imbalan Kerja Perseroan menerapkan PSAK Nomor 24 (revisi 2004) tentang Imbalan Kerja dalam memperhitungkan manfaat karyawan.Trade Payables Trade payables are payables incurred due to purchase of third party goods and services in the normal course of business operations. . .10 billion in the preceding year due to higher production activity. Jumlah hutang usaha pada tahun 2010 naik 25. iuran produksi.72 billion. • Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban tidak lancar pada tahun ini meningkat sebesar 24. .Taxes Payable Taxes payable declined 54.72 miliar.3% dari Rp151.23 billion to Rp197. with provision for employee benefits accounting for 84. heavy equipment rent and shipping and freight. However. Penurunan hutang pajak (PPh-29) terjadi karena penurunan pencapaian laba tahun berjalan.

was mainly due to production increase of 7.91 triliun.70 trillion the previous year.6% from Rp8. higher other costs of restoration.5% dari rata-rata Rp714.7% 166. This growth was contributed by net profit of Rp2.95 juta ton pada tahun 2010.2% to reach Rp3.057 (5.238) 3.854 (4.315 217.008.295. as shown in the following table.891 2.593) 2.599.7 ribu per ton pada tahun ini.184 Pendapatan usaha Perseroan yang terdiri dari penjualan batubara dan briket batubara pada tahun 2010 mencapai Rp7.346.166 (1.734 2. .548.6 thousand per ton in 2009 to Rp610.91 trillion or dropped 11.0 trillion and general reserve increase of 17. rehabilitasi dan penutupan tambang lainnya yang semula Rp4.RUGI Pendapatan Usaha PERHITUNGAN LABA RUGI (dlm Rp juta kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Usaha Laba Usaha Penghasilan Lain-lain (bersih) Bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan (bersih) Hak Min Atas Laba (Rugi) Bersih Anak Pers Konsolidasian Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham STATEMENT OF INCOME Operating Income Perubahan 88..843. Equity In 2010 total equity increased 11. menjadi Rp610.553 (1. harga rata-rata batubara turun sebesar 14.650 (600.48 million tons in 2009 to 12.947. Ekuitas Pada tahun 2010 terjadi peningkatan total ekuitas sebesar 11.4 % dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan adanya laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2.104.008) 2.154 (4.909.8% 75.6% 73.039 (3. average price of coal dropped 14. except earnings per share) Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income.5% from average Rp714.675) (1.002 (1.304 1. Income decreased although sales volume grew 3. kenaikan tarif biaya restorasi.650.0% 69.34 trillion.304. In 2010 the Company earned operating income from sales of coal and briquette totalling Rp7.258.4% 103.4% from the previous year.37 triliun.1% 58.954 2.6% dari Rp8. rehabilitation and mine closure from Rp4.100 per ton of coal.9% 138.7 thousand per ton in the current year.7% dari 12.menjadi Rp4. ditunjukan pada tabel berikut. PERHITUNGAN LABA .032.2% menjadi sebesar Rp3.2% 73.95 triliun pada tahun sebelumnya.0 triliun dan oleh adanya kenaikan cadangan umum sebesar 17.37 trillion from Rp5. During the period.6% STATEMENTS OF INCOME (in Rp million. Pada periode tersebut.7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5.per ton batubara.082.6 ribu per ton pada 2009.7% from 12.304 872 2009 8.70 triliun menjadi sebesar Rp6.4% 103.352) 3.082 to Rp4.48 juta ton pada tahun 2009 menjadi 12.9% 64.988) 3.34 triliun.762.301) 4.713) 9. net Share in net loss of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net (loss)/income of subsidiary Net income Number of shares (million) Earnings per share 2010 7.565) 2..PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 160 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis pada tahun sebelumnya. turun 11.95 trillion in 2009.727.100. Pendapatan turun kendati volume penjualan Perseroan meningkat 3.95 million tons in 2010. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan produksi sebesar 7.7% to Rp6.158 301.

Lampung .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 161 Pengangkutan Batubara di Pelabuhan Tarahan.

232.5% dibandingkan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp1. yakni terjadinya peningkatan volume angkutan sebesar 3. employee salaries. Income and Average Selling Price of Coal During the period cost of sales was recorded at Rp4.Beban angkutan kereta api naik menjadi Rp1.24 billion.8 20. Komposisi terbesar beban pokok penjualan adalah jasa angkutan kereta api.5 6. diikuti gaji.3%.8 20.3%. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp446 per ton km tidak termasuk PPN. jasa penambangan sebesar 18. sebesar 33.6 Angkutan KA Jasa Tambang Gaji Upah & Lainnya Royalti ‘09 10. royalti 11. • Increase of cost of sales mainly occured in the following: .8% dari Rp4.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 162 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan pada periode ini tercatat sebesar Rp4. and to Rp325 per ton km during 15 March . hanya naik sebesar 3.0% dari total keseluruhan beban pokok penjualan.5% compared to 2009 figure of Rp1.26 triliun.26 trillion.6 6.Tariff of railway transport from Tanjung Enim to Tarahan increased from Rp287 to Rp305 per ton km excluding VAT during 1 January .0% and increase in transport tariff. . heavy equipment rent 7. 4.. The largest portions of this account are railway services 33.10 triliun pada tahun sebelumnya.3 3. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp325 per ton km tidak termasuk PPN.0%.31 December 2010. Sedangkan dari Tanjung Enim ke Kertapati naik dari Rp394 menjadi Rp420 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010. .2 30.5 3. royalty 11.31 December 2010.10 trillion in 2009. karena dua hal.Cost of railway services rose to Rp1.While from Tanjung Enim to Kertapati increased from Rp394 to Rp420 per ton km for period of 1 January – 14 March 2010 and to Rp446 per ton km during 15 March .1 5.422. Tarif angkutan kereta api dari Tanjung Enim ke Tarahan naik dari Rp287 menjadi Rp305 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010.9 6. i.3%.3%. meningkat 15. excluding VAT.5% dan pembelian batubara 6.6 Alat & Suku Cadang Lainnya • Kenaikan beban pokok penjualan terutama terjadi pada: .e. Batubara BBM dan Pelumas 12. excluding VAT. wages and welfare 12.0 % dan kenaikan tarif angkutan. contributed by two increases.7 5. sewa Beban Pokok Penjualan alat berat 7. representing an increase of 15.4%. Perseroan tidak bisa melakukan kontrol penuh atas biaya ini.0%.5% and coal purchase 6. kecuali melalui proses negosiasi yang cukup ketat dengan pihak PT KA. mining fee 18. .0% of total cost of sales.1 2.6 12.85 miliar.422.9 5. upah dan kesejahteraan karyawan sebesar 12. posting a growth of 3.232.8% from Rp4.0 30.24 miliar.2 10.4%.2 ‘10 Sewa Alat Pemb.85 billion. The Company was not in a position to control these tariffs except by holding intensive negotiations with PTKA.14 March 2010. increase in transport volume of 3.

5% dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp410. kendaraan dan peralatan naik menjadi Rp322. Hal ini diakibatkan oleh adanya kenaikan produksi batubara sebesar 7.Beban sewa alat berat.Jasa penambangan turun 6. 32.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 163 .0% to Rp781.0 miliar.6% dari Rp19.Coal purchase went up 8. . meningkat 22.Royalty and retribution rose to Rp470. adalah akibat peningkatan produksi. the Company was challenged by rising prices of auxiliary components of its operating activities. . . Impact of Efficiency Program to Cost of Sales In 2010.1 miliar.03 miliar karena adanya penurunan jumlah volume galian yang dipindahkan oleh kontraktor penambangan. coupled with the strengthening rupiah exchange rate against dollar. akibat bertambahnya jumlah peralatan yang disewa akibat peningkatan kegiatan produksi.34%.9 billion to Rp51.E/35/DJB/2009.83 billion.6% from Rp236.5% increase from 2009 amount of Rp410. .3 billion to Rp157.34 miliar.8% from 2009 that stood at Rp262.Mining fee decreased 6.8% dibandingkan dengan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp262.45 miliar. Perseroan juga • .4% increase in production and a change in royalty calculation to observe SOE Ministry Circular No.83 miliar. meningkat 14.Beban pembelian batubara meningkat 8. .62 miliar menjadi sebesar Rp257. • Pengaruh program effisiensi terhadap beban pokok penjualan. because more equipment were rented as a consequence of production increase. .4 % dan perubahan perhitungan dasar pengenaan tarif royalti sesuai Surat Edaran No 32.0 billion. Perseroan telah melakukan pembangunan sejumlah proyek pengembangan dan melakukan proses pembebasan lahan untuk berbagai proyek tersebut.03 miliar akibat perubahan pola pembelian dari FOB menjadi CIF.Fuel and lubricant purchase rose 27.62 billion to Rp257.E/35/DJB/2009 dari ESDM. seperti harga BBM. Selain itu ada pengaruh penguatan nilia tukar rupiah terhadap US dollar.03 billion due to decreased overburden removal by mining contractor.Land and property tax jumped 156.Beban royalti dan retribusi naik menjadi Rp470. Sebagian tarif jasa penambangan ditetapkan dalam mata uang US dollar. which were all beyond its control.Beban bahan bakar dan pelumas meningkat 27. The increase was due to heightened activity in self-managed mines and higher price of fuel and lubricant. biaya angkutan.6% from Rp19.Rent of heavy equipment. heavy equipment rent and electricity expenses.6% dari Rp236. .34 billion. . 156. . posting an increase of 22. Penyebab kenaikan ini adalah meningkatnya aktifitas penambangan swakelola dan naiknya bahan bakar serta pelumas. biaya sewa alat berat dan biaya listrik yang berada di luar kendali-nya.0% menjadi sebesar Rp781.9 miliar menjadi sebesar Rp51. vehicles and equipment rose to Rp322.47 billion. Throughout the year fuel price rose with an average of10. Rata-rata kenaikan BBM sepanjang tahun 2010 adalah sebesar 10.Pajak bumi dan bangunan meningkat cukup tinggi.45 billion. Disamping kenaikan harga komponen penunjang tersebut. Part of mining fee was denominated in US dollar. Pada tahun 2010.47 miliar. such as fuel.34%. The Company has constructed several development projects and finalized land clearance for those projects.3 miliar menjadi sebesar Rp157. . Perseroan menghadapi kecenderungan peningkatan harga berbagai komponen penunjang kegiatan operasional perusahaan.03 billion resulting from altered purchasing term from FOB to CIF. transportation. .1 billion. This was due to 7.4% of total Rp123. or a 14.4% dari total sebesar Rp123. as a consequence of production increase.

Sparepart and material inventory was also managed at reasonable level although self-managed operations also increased. Higher demand for coal also intensified competition among mining companies which caused domestic selling price to drop. .Biaya suku cadang dan bahan turun 34% dari Rp174. Using average production cost per ton at mine mouth.4 miliar.4%. . dengan total produksi batubara mencapai 5.6% from 5. As a result of the efficiency drive.4 miliar. selfmanaged mining operation was stepped up and total production increased to 5.Fuel and lubricant cost was managed at a low level.Electricity cost declined 6. Perseroan mampu menurunkan total biaya produksi batubara per ton mulut tambang untuk produksi dari areal swakelola. sehingga kebutuhan suku cadang dan bahan dapat ditekan pada tingkat yang optimal. produksi batubara swakelola naik 5. self-managed mine production cost in 2010 dropped 5. sedangkan rata-rata harga BBM dan pelumas meningkat 10. sekalipun kegiatan operasional swakelola meningkat. . self-managed coal production . turun 5. Persediaan suku cadang dan bahan juga dapat ditekan pada tingkat yang wajar.0 miliar menjadi Rp38.34%. kegiatan penambangan swakelola semakin ditingkatkan. Total production costs including retribution for all production in 2009 and 2010 were Rp1.63% from production cost in 2009.4 billion as a result of the integrated routine maintenance system. (Lihat kembali bagian ”Peningkatan Effisiensi Operasional”).8 miliar menjadi sebesar Rp114.80 triliun dan Rp 1. namun biaya produksinya sama dengan biaya batubara kalori lebih tinggi. Tahun 2010.0 billion to Rp38. up 5. Perseroan melaksanakan program effisiensi yang secara umum ditujukan untuk menekan biaya operasional yang berada dalam kendalinya.Sparepart and material cost dropped 34% from Rp174.64 million tons. termasuk iuran retribusi dari seluruh produksi batubara untuk tahun 2009 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp1.63% dari biaya produksi di tahun 2009.34 juta ton di tahun 2009.Biaya lsitrik turun 6.64 juta ton. sebagai hasil kampanye penghematan atas pemakaian listirk pada seluruh jajaran.80 tirllion and Rp1. so that sparepart and material requirement may be maintained at optimal level. In 2010. Agar dapat menjaga tingkat profitabilitas operasional. To maintain profitability. Beberapa akun dalam pembukuan Perseroan yang menunjukkan pengaruh pelaksanaan program effisiensi yang dijalankan diantaranya mencakup: .4% dari Rp41. while fuel and lubricant price rose an average 10. including: .4 billion as a result of reduced electricity usage campaign at all levels of the organization. jika dihitung rata-rata biaya produksi per ton di mulut tambang.8 billion to Rp114.6% dan adanya In addition to these increases.6% dari sejumlah 5. Dari pelaksanaan program efisiensi tersebut.4% from Rp41. Total biaya produksi. Several accounts in the Company’s books showed the impact of efficiency program. naik 5. biaya produksi batubara swakelola di tahun 2010. Membaiknya permintaan batubara juga meningkatkan persaingan dengan sesama perusahaan tambang yang berakibat harga jual di pasar domestik relatif tertekan. the Company was able to reduce coal production cost per ton at mine mouth in self-managed mines. sebagai hasil penerapan sistem perawatan rutin terintegrasi.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 164 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis harus menghadapi kecenderungan penggunaan batubara kalori rendah yang harga jualnya lebih rendah. .Biaya pemakaian BBM dan pelumas berhasil ditekan. Dengan demikian. and only increased 27.79 triliun.4%. hanya mengalami kenaikan sebesar 27. the Company carried out efficiency drive to cut operating expenses which are within its control (See ”Operational Efficiency Improvement”).34 million tons in 2009.34%. the Company was also facing consumers’ inclination towards cheaper lowcalorie coal with the same production cost.79 trillion respectively.

sementara produksi batubara secara total naik 7. Beban Penjualan dan Pemasaran serta Beban Eksplorasi.30 1.30 trillion in 2009.35 triliun.1 Penjualan & Pemasaran 2010 . Operating expenses in 2010 increased 3. The decrease was attributable to the efficiency program that was carried out consequently by all PTBA personnel.35 trillion from Rp1. General and administrative expenses decreased 4.9% to Rp1. 1. • Beban Usaha Beban Usaha Perseroan terdiri dari Beban Umum dan Administrasi. Penurunan sub-akun tersebut salah satunya adalah hasil pelaksanaan program effisiensi yang dijalankan dengan konsekuen oleh seluruh jajaran Perseroan. perawatan terencana peralatan produksi utama) turut mambantu menekan konsumsi BBM.6% menjadi Rp663.0 Beban Eksplorasi Umum dan Administrasi 40.9% menjadi Rp1.0% while total coal production rose 7.30 2009 21. inside dump. penambahan peralatan. Peningkatan kegiatan swakelola yang lebih effisien membuat Perseroan semakin lebih mengandalkannya dalam memenuhi permintaan batubara dari para pelanggan.295.4%. The Company relied more on the efficient self-managed operation in meeting customers’ demand.30 triliun pada tahun 2009.3 miliar di tahun 2009.30 40. pelaksanaan inside dump. and exploration expenses.Mining fee decreased 6.3 578.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 165 Biaya suku cadang dan bahan 34% increased 5.6% and new equipment were added. • Operating Expenses The Company’s operating expenses comprised general and administrative expenses.346.5 miliar dari sebesar Rp695. Beban Umum dan Administrasi pada tahun 2010 turun sebesar 4.0%.8 40.5 billion from Rp695.Biaya jasa penambangan turun sebesar 6.2 695.6% to Rp663.4 %. . .3 billion the previous year. dari Rp1. Operating efficiency through improved work system (among others optimization of back filling. Beban Usaha pada tahun 2010 hanya meningkat 3. Effisiensi operasional melalui perbaikan sistem kerja (diantarnya: optimalisasi pelaksanaan back filling. selling and marketing expenses. scheduled maintenance of main production equipment) also helped reducing fuel consumption.

Laba Secara umum kinerja Perseroan di sepanjang tahun 2010 terpengaruh oleh turunnya harga jual batubara Perseroan di pasar domestik yang cukup signifikan. • The decline in general and administrative expenses was due to lower Community Development expenses because partly was taken from 2009 profit in accordance with GMS resolution. and business trips which rose 3%-6%. This cost efficiency was reflected in electricity.04 miliar pada tahun 2009.53 miliar dari nilai sebesar Rp578.4% Sedang beban penjualan dan pemasaran meningkat sebesar 14% menjadi Rp659. Beberapa biaya yang menunjukkan hal ini adalah misalnya pada biaya listrik. ditengah peningkatan aktifitas perusahaan. Sewa kendaraan dan peralatan memberi porsi kenaikan tertinggi. in spite of increased activities.04 billion in 2009. receivables from rent of Teluk Bayur pier of Rp22. The growth was due to a few reasons: The Company earned a bigger interest on fund placement up to Rp244. . dibawah kenaikan produksi batubara Perseroan yang sebesar 7.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 166 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Penurunan beban umum dan administrasi terutama disumbangkan oleh adanya penurunan biaya bantuan untuk Bina Lingkungan. Penyebabnya adalah naiknya biaya jasa angkutan kapal. diantaranya: peningkatan pendapatan bunga atas penempatan dana hingga sebesar Rp244. Peningkatan tersebut disebabkan oleh beberapa hal. below production growth of 7.4%.95 billion in 2010.6% dari Rp21. penerimaan atas sewa fasilitas dermaga Teluk Bayur sebesar Rp22. BBM dan pelumas serta biaya perjalanan dinas yang secara rerata hanya naik sekitar 3-6%.1% from Rp3. employee salaries. sehingga kenaikan biaya-biaya tertentu berhasil ditahan pada tingkat yang wajar. karena sebagian biaya dimaksud. menjadi sebesar Rp32 miliar karena naiknya kegiatan produksi. and heavy equipment and vehicle rent.53 billion from Rp578.7 billion. Selling and marketing expenses increased 14% to Rp659. Besides cost reduction. Hal ini tercermin dari perolehan laba usaha sebelum pajak yang turun sebesar 35. biaya gaji dan upah karyawan serta kenaikan pada sewa kendaraan dan peralatan.55 triliun pada 2009 menjadi Rp2. fuel & lubricant. the Company was able to control expenditures so that certain expenses were reasonably cut down. The Company also recorded a 8. • • Profit The Company’s overall performance throughout 2010 was impacted by falling coal prices in domestic market. Perseroan juga mencatat kenaikan pada biaya eksplorasi sebesar 8. menggunakan bagian laba tahun 2009 sesuai dengan keputusan RUPS.31 miliar. This increase was caused by increase in shipping and freight.30 trillion. hingga sebesar 152%.7% to Rp301. Other Income (Expenses) Other income (net) in 2010 grew 38. Heavy equipment and vehicle rent contributed the most up to 152% reaching Rp32 billion due to increased production.7% menjadi Rp301. • Penghasilan (Beban) Lain-lain Penghasilan lain-lain (net) pada tahun 2010 naik 38. Perseroan berhasil mengendalikan jumlah pengeluaran.95 miliar di tahun 2010.55 trillion in 2009 to Rp2.76 miliar di tahun sebelumnya.31 billion.3 billion to Rp22.1% dari Rp3.16 billion. and gain on resale of the Company’s shares (from buy-back program in 2008) amounting to Rp48.06 billion from Rp217.06 miliar dari Rp217. Selain penurunan biaya.6% growth in exploration costs from Rp21. as reflected in pre-tax operating profit decrease of 35. wages and welfare.7 miliar.30 triliun.16 miliar dan keuntungan dari program penjualan kembali saham Perseroan (dari program pembelian kembali saham Perseroan pada tahun 2008) sebesar Rp48.76 billion a year earlier.13 miliar menjadi sebesar Rp22.

Another factor that caused the net profit to drop was higher railway and sea transportation cost as well as royalty.0 per saham. coal production cost per ton was actually slashed. but it was not enough to compensate falling average selling prices. which will soon operate and reduce fuel and electricity cost.76 trillion in 2009 to Rp2. . Net profit drop consequently cut down net earning per share. In 2010 net earning per share of the Company was Rp872. turun 26. Penurunan laba usaha ini diikuti dengan turunnya laba bersih Perseroan sebesar 26.4% dibandingkan dengan tahun 2009.4% from Rp2. As previously described..184. the Company is confident that cost reduction program that is already in place will positively impact future business results.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 167 Saraswati. Keyakinan ini didukung oleh progress pembangunan PLTU 3x10 MW di mulut tambang untuk penggunaan sendiri yang akan segera beroperasi dan akan berakibat pada semakin menurunnya biaya BBM dan listrik.. Hal lain yang mengakibatkan turunnya laba Perseroan adalah naiknya komponen biaya transportasi angkutan batubara (kereta api). Operating profit decline resulted in net profit decrease of 26..4% dari Rp2. Turunnya laba bersih akhirnya berpengaruh pada turunnya laba bersih per saham. Namun angka penurunan ini belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual batubara Perseroan yang cukup besar. Perseroan berkeyakinan bahwa program efisiensi (cost reduction program) yang telah dicanangkan akan memberikan dampak positif pada kinerja Perseroan di tahun-tahun mendatang.4% from Rp1.184 per share in 2009.0 per share showing a slump of 26. However. Pada tahun 2010 laba bersih per saham Perseroan tercatat sebesar Rp872. as well as the forthcoming operation of BWE system at MTBU mine..00 triliun pada 2010. biaya angkutan laut dan royalti. sebesar Rp1. Kapal pengangkut batubara dengan kapasitas .0 trillion in 2010. Perseroan sebetulnya telah berhasil menurunkan biaya produksi per ton batubara..76 triliun pada 2009 menjadi Rp2.0 per saham. This confidence is backed by the progress of constructing mine mouth 3x10MW TPP for own purpose. serta segera beroperasinya BWE system di MTBU. seperti diuraikan diatas.

berasal dari pendapatan penjualan batubara sebesar Rp8.7% 541.787) (74.494) (17.69 miliar (Lihat catatan “Pendapatan”).729.371.489.31 miliar (Lihat catatan penempatan dana pada “Posisi Kas” diatas).283 (581.3% Kas dan setara kas akhir Perseroan mencatat arus kas positif pada tahun 2009.0% Dampak Selisih Kurs 54.31 billion (See note on fund placement “Cash Position” above).024.949) 345.086 103.68 miliar.791 200.2% Pembayaran kepada pemasok dan karyawan -30.104 5.489.720 4. Pengeluaran kas The Company recorded positive cashflow in 2010.000) (1.489.054.841) (109.1% Penerimaan dari Pelanggan 25.685 (714) 4.3% Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan -79.274) 1083.408) (23. sebesar Rp345.942 3.8% (489. The biggest cash expenditure for operating activities was suppliers and .373) 2.007.709.69 billion (See note “Income”).344.2% Pembayaran pajak .79 miliar.160) (41.041.606.761) (4.858 (70.371. other operating income Rp130.6% Pembayaran royalti 4.924) (799.210 2010 2009 PERUBAHAN URAIAN % ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : -4.0% Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN : Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan 31.4% Penerimaan operasional lainnya 39. derived from coal sales of Rp8.235.000) (149.079) (9.Penerimaaan klaim pajak 22.800.084 2.308 2.28 miliar dan pendapatan bunga Rp244.694 130.108) (1.104 22. dengan penjelasan sebagai berikut. amounting to Rp345.709.932 (416.661.742) (4.3% 8.514) (874.794 8.1% Penerimaan bunga -9.223) 1.28 billion and interest income Rp244.494) 1.8% Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi 976. as explained below.871) (91.8% Kas dan setara kas awal 7.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 168 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis PERUBAHAN ARUS KAS URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : Penerimaan dari Pelanggan Penerimaan operasional lainnya Pembayaran royalti Pembayaran kepada pemasok dan karyawan Pembayaran pajak Penerimaaan klaim pajak Penerimaan bunga Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN : Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas Dampak Selisih Kurs Kas dan setara kas awal Kas dan setara kas akhir (1.68 billion.0% 295. Dari kegiatan operasi Perseroan diperoleh arus kas masuk bersih Rp2.2% Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas -112. Net cash from operating activities amounted to Rp2.371. penerimaan operasional lain sebesar Rp130.252.760.235) 244.442 5.075 (1.549) (1.79 billion.

. Selanjutnya adalah pembayaran royalti sebesar Rp581. (lihat juga “Realisasi Belanja Modal” hal . sehingga total dividen yang dibayarkan pada tahun 2010 menjadi Rp1.. and “Corporate Social ..800. pemindahan 2 unit BWE system dan 1 unit spreader dari lokasi TAL ke MTBU dan penambahan setoran modal pada perusahaan asosiasi.4 miliar ditahun sebelumnya. employees expenses totalling Rp4... constructing 3x10MW TPP in Tanjung Enim. . increasing 39.)...7 billion. and increasing capital injection to associated companies.. The Company did not use borrowed funds in all its investment in 2010. and tax payment of Rp874.2% from 2009. Kas yang digunakan untuk kegiatan investasi naik tajam. Perseroan mencatat peningkatan pengeluaran untuk membayar dividen hingga sebesar Rp228.7 miliar.11 miliar. Dari sisi pendanaan.. relocating two BWEs and one spreader from TAL to MTBU site.6% from Rp416.23 miliar.23 billion which decreased 30. (Lihat juga “Kebijakan Dividen”.84 billion. On the financing side.235..2 miliar dari angka sebesar Rp74.11 billion or increased 542% from Rp 17 billion in 2009.2% dari jumlah Rp1. naik 39.84 miliar. (see also “Capital Expenditure” pagel . naik 4. sehingga total biaya PKBL yang dibayarkan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp109.4 billion in 2009. the Company recorded an increase in expenditure as the Company paid out dividend up to Rp228. sebesar Rp4. Peningkatan kas untuk investasi tersebut dalam rangka realisasi rencana pengembangan usaha. (See “Dividend Policy” page Responsibility” page . naik 542% dari angka sebesar Rp17 miliar di tahun 2009.51miliar.800.3 miliar...6% dari angka Rp416. Payment of royalty totalled Rp581.3 billion in 2009. Perseroan tidak menggunakan dana pinjaman dalam seluruh investasinya di tahun 2010. The Company also increased funds for partnership and environmental development activities making a total of Rp109. making total dividend payout in 2010 of Rp1.8 billion in 2009 Cashflow for investing activities surged 976% to Rp799.8 miliar pada 2009... dan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 169 untuk kegiatan operasional terbesar berasal dari pembayaran kepada pemasok dan karyawan.2 billion from Rp74.3 miliar pada tahun 2009. The bigger investment was mainly made to realize business development projects.).2% from Rp1. hal . turun sebesar 30. hal ..235.).2% dari tahun 2009 dan pembayaran pajak sebesar Rp874.51 billion or up 4. hingga 976% menjadi sebesar Rp799. Perseroan juga meningkatkan jumlah dana untuk program PKBL.3 billion.).252.252. terutama digunakan untuk pembangunan PLTU 3x10 MW di Tanjung Enim.

1 %. The following table shows the Company’s receivables turnover.6) (24.4 23.8 30.1%.1) (26. Liquidity This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term liabilities. Based on this calculation the Company’s turnover was 46 days in 2010. membaik dari angka 61 hari di tahun 2009.0 35.160) (9. One of the causes of improved turnover was faster settlement of receivables.8 2010 2009 Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo. proving that it was highly capable of settling its short term liabilities. Dengan perhitungan tersebut tingkat kolektibilitas piutang (AR DOH) Perseroan adalah sebesar 46 hari. dlm hari 46 61 (149.274) 25.2 42. dihitung dengan mambagi aset lancar dengan kewajiban lancar.7 59. Kolektibilitas Piutang Tingkat kolektibilitas piutang dihitung dengan membandingkan total piutang terhadap total hasil penjualan. Hal ini menunjukkan sangat kuatnya kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.8 40.924) (799.2 (11.5 33. Salah satu penyebab membaiknya tingkat kolektibilitas ini adalah membaiknya termin pembayaran piutang usaha. In 2010 the Company had a liquidity ratio of 579.4) 24.4) (26. . It is calculated by dividing current assets with current liabilities.0 37.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 170 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis RASIO – RASIO KEUANGAN RASIO KEUANGAN (dalam %) RASIO PENDAPATAN Pendapatan Usaha Laba Kotor Laba Usaha Laba Bersih Laba Bersih per Saham RENTABILITAS Laba bersih terhadap penjualan (NPM) Laba bersih terhadap jumlah aset (ROA) Laba bersih terhadap jumlah ekuitas (ROE) LIKUIDITAS Aktiva lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas KOLEKTIBILITAS Total piutang thp total penjualan (AR DOH). Adapun tabel lengkap piutang perseroan adalah sebagai berikut: Turnover Turnover is calculated by comparing total receivables with total sales. showing an improvement from 61 days in 2009.787) (74. Tahun 2010 rasio likuiditas Perseroan adalah sebesar 579.3 59.6) (35.

Solvency This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term and long term liabilities. Rentabilitas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.3% naik dari 352. Return on Equity went down from 47. Increased liabilities in 2010 pushed the Company’s solvency to 382.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 171 Tabel kolektibilitas piutang Perseroan. Solvency ratio is calculated by comparing total assets with total liabilities. Struktur modal dengan minimum biaya penggunaan dana (Weighted Average Cost of Capital / WACC) dapat mengakibatkan peningkatan nilai saham perusahaan.8% in 2009 to 23. Leverage yang besar dapat meningkatkan EPS.8% in 2009 to 31. Oleh karena itu Perseroan menetapkan kebijakan struktur permodalan yang dapat ditempuh agar dapat memaksimalkan CAPITALIZATION POLICY Capital structure is a balance between shareholders’ equity and borrowed funds consisting of short term and long term borrowing.364 27.4% in 2010 net profit dropped Net Profit Margin to 25. namun sekaligus meningkatkan risiko.034.218 1. Therefore. Return on Asset also decreased from 33. yaitu menjadi 23.3% or improved from 352.261 (37. A decrease of 26.0% dari angka tahun 2009 yang sebesar 33.178 CATEGORY AMOUNT Maturing < 30 days Maturing 30 – 60 days Maturing 60-180 days Maturing > 180 days Total Provision for doubtul accounts Total trade receivables (net) Solvabilitas Menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang yang akan jatuh tempo. A high leverage may increase EPS. Return This ratio reflects the Company’s ability to generate net profit by using resources it has on hand.4% in 2009. membuat rentabilitas terhadap penjualan (Net Profit Margin) turun menjadi 25. Capital with minimum cost of funds (Weighted Average Cost of Capital / WACC) may increase the value of shares but does not increase net earning per share (EPS).4% ditahun 2009.5% in 2009.4% from 30. menunjukkan kemampuan Perseroan yang tetap tinggi dalam memenuhi kewajibannya. but also increase risks. Rentabilitas terhadap aset (Return on Asset) juga mengalami penurunan. Kenaikan kewajiban pada tahun 2010 menyebabkan solvabilitas Perseroan mencapai 382. Rasio solvabilitas dihitung dengan membandingkan total aset terhadap total kewajiban.8% pada 2009. 31 Desember 2010 Turnover as of 31 December 2010 (in million Rp) KATEGORI Jatuh tempo < 30 Hari Jatuh tempo 30 – 60 Hari Jatuh tempo 60-180 hari Jatuh tempo > 180 hari Jumlah Penyisihan piutang tak tertagih Jumlah Piutang Usaha (bersih) JUMLAH 897.4% dari angka pada 2009 yang sebesar 30.083) 997.0%. KEBIJAKAN PERMODALAN Struktur modal merupakan perimbangan antara penggunaan modal sendiri dengan pinjaman / hutang yang terdiri dari hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.5%.6%.6% turun dari angka 47. Rentabilitas terhadap ekuitas (Return On Equity) menjadi 31. tetapi tidak berarti meningkatkan laba bersih persaham (EPS).241 7. maintaining its ability to fulfill its obligations. the Company devises a capitalization .4% di tahun 2010.438 102.8%. Penurunan laba bersih Perseroan sebesar 26.

Seluruh modal kerja Perseroan ini dapat dipenuhi dari hasil operasional. Dilakukan dengan memperhitungkan penggunaan hutang yang menimbulkan kewajiban keuangan (tingkat bunga) dan mempengaruhi kondisi likuiditas perusahaan. Capital structure is optimized by arranging an optimum combination of borrowing and equity to boost corporate value. Struktur modal dupayakan optimal dengan mengatur kombinasi hutang dan modal sendiri (ekuitas) yang dapat memaksimalkan nilai Perseroan. - • • • • • • Capital structure is reviewed by evaluating the connection of financial leverage. Modal Kerja Bersih Peningkatan kegiatan Perseroan membuat modal kerja meningkat sebesar Rp95. tujuan dan langkah yang dapat ditempuh adalah: • Menetapkan target strukur modal yang optimal. .74 miliar.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 172 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis nilai perusahaan.40 triliun. By considering the use of borrowing that causes financial liabilities (interest rate) and affecting the Company’s liquidity. Taking into account the effect of borrowing composition changes on share price. termasuk antara lain perbaikan dan penambahan fasilitas operasional rutin. policy to maximize its corporate value. Net Working Capital The Company’s growing activities that required bigger working capital resulted in an increase of Rp95. REALISASI BELANJA MODAL Tunggu data client CAPITAL EXPENDITURE Investasi Rutin Merupakan investasi yang dilaksanakan oleh Perseroan dalam rangka mempertahankan tingkat produksi dan efisiensi operasi. Capital structure combination is fixed after performing sensitivity analysis with various core assumptions that are most likely to be envisaged by the Company. Jumlah investasi rutin yang Routine Investment This is an investment made by the Company in an effort to maintain its production level and operating efficiency which included repair and addition of routine operating facilities. By optimizing economic rate of return and return on equity that increases earning per share.50 trillion. Struktur modal ditinjau dengan melakukan evaluasi hubungan antara financial leverage. naik dari modal kerja di tahun 2009 yang sebesar Rp5.50 triliun. Penggunaan proporsi hutang yang lebih besar (dari ekuitas) dapat dilakukan bila risiko usaha lebih kecil. Dilakukan dengan mempertimbangkan pengaruh perubahan komposisi hutang yang berdampak pada harga saham. The Company is self-sufficient in meeting all of its working capital requirements. Kombinasi struktur modal ditetapkan setelah melakukan analisa sensitivitas dengan berbagai variasi asumsi inti yang paling mungkin dihadapi oleh Perseroan. corporate value and capital expenditure. Kebijakan struktur permodalan Perseroan. Struktur modal senantiasa mempertimbangkan keseimbangan antara risiko keuangan dan tingkat pengembalian dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan. nilai perusahaan dan biaya modal. In 2010 working capital was recorded at Rp5. Tahun 2010 modal kerja Perseroan adalah sebesar Rp5. Mengoptimalkan rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri yang menghasilkan peningkatan laba per saham.74 billion. The policy and its implementation are elaborated below: • Setting optimum capital structure target Using bigger borrowing proportion (than equity) if business risk is smaller. • • Taking into consideration the balance between financial risks and rate of return in order to improve corporate value.

Perawatan sarana pelabuhan Tarahan dan perbaikan sarana produksi di Tanjung Enim dilakukan untuk mendukung target peningkatan produksi dan penjualan pada tahun-tahun mendatang.6% dari investasi rutin pada tahun 2009. Total dana yang dikeluakan pada tahun 2010 Development Investment Investment for development is made with the purpose of expanding the Company’s business. Relokasi 2 unit BWE system dan 1 spreader dari area TAL ke MTBU. Progress penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 62%. so that total investment as of 31 December 2010 reached Rp165. and completion was projected for mid 2011.53 miliar. proses pemindahan saat ini tengah dilaksanakan.80 billion in 2010. Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi unit segmen usaha briket. Proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2011. Beberapa kegiatan investasi pengembangan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010 mencakup diantaranya: • • Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Banko Barat (Tanjung Enim). sarana produksi di Tanjung Enim dan pembangunan prasarana Kantor Pusat di Tanjung Enim mendominasi kebutuhan investasi rutin. In 2010 the Company carried out the following development projects: • • Constructing 3x10MW TPP in Banko Barat (Tanjung Enim) This TPP will be used mainly for own purpose. Total investment in 2010 was Rp317. Maintenance of Tarahan Port infrastructure and repair of Tanjung Enim production facilities were conducted to support the target of larger production and sales in the coming years. Pembangunan PLTU ini dimaksudkan untuk penggunaan sendiri. Tannjung enim production facilities and construction of Tanjung Enim Head Office made up the major part of routine investment.66 miliar naik 567. • • • • Relocating 2 BWEs and 1 spreader from TAL to MTBU site.50 miliar. Proyek relokasi ini telah persiapkan sejak tahun 2009. At the end of the year the project was 62% completed and projected to be finalized early 2011. Persentase penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 85%. This project was 85% finished at the end of the year. Total dana yang dikeluarkan oleh Perseroan untuk proyek ini pada tahun 2010 adalah sebesar Rp106.6% from routine investment in 2009 which stood at Rp46. and at the moment relocation was under way after the BWE units were overhauled.53 billion. seperti diuraikan berikut. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada pertengahan tahun 2011. Larger amount of investment was due to the realization of several development projects as described below. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp165. Investment in this project totalled Rp106. Perawatan sarana Pelabuhan Tarahan. Peningkatan investasi terjadi karena adanya realisasi beberapa rencana pengembangan Perseroan. Total dana yang dikeluarkan selama tahun 2010 adalah sebesar 317.32 miliar atau naik 21. Maintenance of Tarahan Port infrastructure. sebesar Rp46.31 billion. In 2010 development investment totalled Rp553. Investasi Pengembangan Investasi pengembangan dilakukan dengan tujuan mengembangkan bisnis Perseroan. • • Relocating briquette factory Relocation started in 2009 as part of restructuring program of briquette business unit. increasing total expenditure as of 31 December 2010 to Rp324.02 miliar.31 miliar. Routine investment made in 2010 totalled Rp56.0% dari realisasi investasi pengembangan pada tahun 2009. Jumlah investasi pengembangan pada tahun 2010 mencapai Rp553.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 173 dilakukan pada tahun 2010 mencapai Rp56.50 billion.4 billion.4 miliar. sebesar Rp 83.80 miliar. sisanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Relokasi pabrik briket. Preparation started in 2009. Investment in . Pemindahan lokasi pabrik briket mulai dilaksanakan sejak tahun 2009.66 billion or increased 567% from realized development investment in 2009 which was posted at Rp83.02 billion. any excess power will be distributed to the surronding community. Setelah proses overhaul unit BWE selesai. sehingga akumulasi biaya hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp324.32 billion or rose 21.

2010 was recorded at Rp22. yang telah memasuki tahap penentuan lokasi sumur eksplorasi.3 billion. Investasi gedung untuk kantor PTBA di Jakarta yang masih dalam kajian pihak independen. Proyek ini ditargetkan selesai pada awal tahun 2011.9 billion.23 miliar. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan untuk proyek ini per 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp31. sesuai rencana semula diantaranya adalah: • Investasi JV dengan PTKA tidak direalisasikan berkaitan dengan keberatan pihak PTKA terkait beban pajak inbreng aset. Beberapa rencana investasi besar yang belum dapat direalisasikan pada tahun 2010. Completion is targetted for early 2011. Selain investasi tersebut diatas. Unrealized major investment plans include: • • • Capital payment for the establishment of joint venture company. . amounting to Rp465. increasing total investment in this project as of 31 December 2010 to Rp31. In addition to the above listed investment. in 2010 the Company carried out other development projects. misalkan proyek pemanfaatan kandungan CBM. Perseroan telah melaksanakan beberapa rencana pengembangan lain.23 billion.9 miliar. pada tahun 2010. PTBA-PTKA.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 174 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis adalah sebesar Rp22. one of which was CBM usage project. Suasana Tambang Air Laya di malam hari. which is currently at the stage of designating exploration site. Purchase and construction of PTBA head office building worth Rp225 billion.

diperkirakan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. the Company seeks to step up production and efficiency to increase income and profit margin. The production efficiency drive is expected to yield higher profit margin. yang mencakup aspek produksi. Dengan kemajuan pembangunan pada akhir tahun 2010 sudah mencapai 85%. Mengantisipasi kondisi yang lebih kondusif di tahun 2011 tersebut Perseroan menyiapkan berbagai strategi usaha. sebagai respon atas prakiraan semakin banyaknya permintaan batubara dengan kalori lebih rendah dengan harga jual yang juga lebih rendah. Penyelesaian proyek ini akan mampu meningkatkan effisiensi produksi mengingat listrik yang dihasilkannya akan mencukupi seluruh kebutuhan tenaga listrik perusahaan di areal pertambangan yang selama ini disuplai oleh PLN. In the short term. coal demand in domestic as well as Pacific region markets is projected to continue rising in the next few years on the face of ongoing economic recovery. Perseroan meyakini proyek ini akan selesai sesuai dengan yang ditargetkan. so it will add a considerable economic value to the Company.. At end of 2010 85% of the construction was completed and expected to proceed as planned. Business strategy and work program for 2011 is part of an integrated Corporate Strategic Plan for 2009-2013 leading to PTBA Golden Era. The Company is finalizing the construction of its own mine mouth 3x10MW TPP in Tanjung Enim that is nearing completion.-. the Pacific region demand will be hampered by supply shortages following the massive flood in Queensland. Strategi ini akan dijalankan dengan seksama. marjin keuntungan dengan demikian dapat dipertahankan.. Bahan bakar PLTU ini rencananya menggunakan batubara dari areal produksi yang selama ini tidak dapat dijual.. sehubungan dengan banjir yang melanda kawasan Queensland. Keseluruhan strategi dan program kerja tahun 2011 ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Strategis Perseroan terintegrasi untuk periode 2009-2013 dengan target menuju era PTBA Emas. expected to be completed for operation as planned. Perseroan akan mengamankan proses pembanguanan PLTU 3x10 MW mulut tambang di Tanjung Enim yang kini memasuki tahaptahap penyelesaian. Bersamaan dengan penyelesaian pembangunan PLTU tersebut. Melalui program peningkatan effisiensi produksi.. kebutuhan batubara di kawasan Pasifik bahkan akan diwarnai dengan kekurangan pasokan. Several established business strategies are described briefly in the following sections.. penjualan. as described in our discussion on domestic coal prospects.. the Company is finalizing the overhaul and relocation of two BWEs and one spreader to MTBU site. Australia. the Company has formulated a set of business strateges covering production. sales.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 175 STRATEGI BISNIS 2011 Seperti tergambar pada uraian “Prospek permintaan batubara” (halaman .. This project will improve production efficiency because the power it generates will cover all electricity requirement that has so far been supplied by PLN. Beberapa strategi yang usaha yang telah dipersiapkan diuraikan secara ringkas sebagai berikut: Di bidang operasional. On the operations side. proses overhaul dan pemindahan dua unit BWE system dan 1 unit sreader ke areal MTBU ditargetkan selesai pada waktunya. Dalam jangka pendek. kebutuhan batubara domestik maupun di kawasan Pasifik. Australia. Dengan demikian Perseroan akan BUSINESS STRATEGY IN 2011 As described in ”Coal Prospects” page . seperti tergambar pada uraian prospek permintaan batubara domestik. transportation and business development. This strategy is carried out in response to projected higher demand for low-calorie coal at low selling price. Perseroan mentargetkan peningkatan produksi dan melanjutkan program peningkatan effisiensi produksi dengan sasaran meningkatkan pendapatan dan marjin laba. selaras dengan prakiraan kondisi perekonomian yang terus membaik. The plant is designed to make use of coal that cannot be sold. ). In anticipation of a more favorable economic condition in 2011. bahkan ditingkatkan. sehingga akan mampu memberi tambahan nilai ekonomi yang cukup tinggi bagi Perseroan. Coinciding with the construction of Tanjung Enim TPP. pengangkutan dan penembangan usaha. The Company can now .

stockpile and port. Perseroan akan segera menerapkan tahap berikutnya dari implementasi Supply Chain Management System (SCMS) dengan dukungan teknologi informasi. The coaches and locomotives ordered by PTKA under a joint scheme with the Company are expected to arrive on time. like IPC and BBK. Untuk mendukung peningkatan aktifitas produksi tersebut. Perseroan telah mengantisipasi upaya peningkatan kapasitas angkut dengan perbaikan fasilitas bongkar muat di pelabuhan Tarahan. seperti IPC dan BBK. Terkait dengan angkutan ini Perseroan menargetkan dapat dicapainya persetujuan skema Coal Transport Agreement (CTA) dengan PTKA. sehingga Perseroan dapat memonitor pergerakan produksi batubara dan kondisi persediaannya pada setiap areal stockpile. Improvement was also made to conveyor. the Company will finalize AMDAL for train. Kertapati Pier and in stockpile area. train loading station (TLS). rotary car dumper (RCD) and rail loop to enhance coal transporting activity. Perseroan berencana semakin mengintensifkan kegiatan anak perusahaan. sehingga peningkatan angkut KA bisa terjadwal lebih akurat. sekaligus peningkatan aktivitas jual beli batubara oleh BA Prima. rotary car dumper (RCD) dan rail loop dilakukan untuk mendukung peningkatan aktivitas angkutan batubara. shovel and truck. Dermaga Kertapati maupun di stockpile areal penambangan. PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). the Company will soon implement the next phase of Supply Chain Management System (SCMS) supported by information technology. Besides collaborating with PT KA. Perseroan akan semakin meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan PTKA. train loading station (TLS). the Company will replace conventional mining equipment. recliner. and applies . Perseroan juga menargetkan peningkatan produksi dari beberapa anak perusahaannya. simultaneously increasing sale and purchase of coal by BA Prima. Using this system. the Company plans to activate its subsidiary. with higher-capacity equipment with an expectation to reach production target. The Company has a target of improving production of several subsidiaries. the Company works and coordinates with PT KA in improving the railway loading capacity. Menyusul perolehan izin dari berbagai pihak operate all the five BWEs in its possession with electricy generated by its own TPP. sehingga kapasitas angkut batubara mampu ditingkatkan secara substantial.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 176 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis dapat mengoperasikan seluruh 5 (lima) BWE system yang dimilikinya secara penuh dengan didukung oleh supplai listrik dari PLTU milik sendiri. recliner. Perseroan juga akan melakukan penggantian dan penambahan alat tambang utama sistem konvensional. Dengan dukungan sistem tersebut. shovel & truck. sehingga peningkatan produksi batubara Perseroan juga dapat diselaraskan. Pemesanan gerbong angkut dan loko yang dilakukan PTA melalui skema kerjasama erat dengan Perseroan diharapkan tiba sesuai jadwal. In this connection. To support production increase. while still meeting customers’ orders appropriately. sehingga peningkatan kapasitas angkut lebih terjamin. Additionally. Selain kerjasama dengan PT KA. PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). After obtaining licenses from the authorities. The Company supports the program of increasing loading capacity by improving loading and unloading facilities at Tarahan Port. that will build new railway track and port from Tanjung Enim to Lampung at a capacity of 20 million tons per year. yang akan membangun jalur kereta api dan pelabuhan khusus baru dari Tanjung Enim ke Lampung dengan kapasitas 20 juta ton per tahun. inventories can be maintained at optimum level. Perbaikan sarana conveyor. In transportation. namun mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan akurat. Dibidang angkutan. that will enable the Company to monitor production and inventories in every stockpile area. Melalui cara tersebut maka peningkatan produksi yang ditargetkan bisa terpenuhi. the Coal Transportat Agreement (CTA) with PTKA will hopefully be instrumental in harmonizing the higher capacity with the Company’s coal production. dengan kapasitas lebih besar. Perseroan akan dapat menjaga tingkat persediaan pada kondisi yang paling ekonomis. Selain itu.

human resource competence will continue to be enhanced through more focused training courses to cover the technical skills and mental spiritual qualities. particularly the business of subsidiary. Perseroan berupaya meningkatkan kompetensi SDM melalui penyelenggaraan serangkaian training yang terarah. For developing power plant business. Perseroan juga berencana mengintensifkan upaya pengembangan usaha melalui eksploitasi Coal Bed Methane (CBM) yang terkandung di dalam areal penambangan Tanjung Enim.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 177 yang terkait langsung. kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja. Perseroan mentargetkan penyelesaian AMDAL kereta api dan AMDAL stockpile dan pelabuhan serta perolehan izin pembangunan pelabuhan. baik dari sisi kemampuan teknis maupun pembinaan mental spiritual. Keseluruhan program ini dilakukan demi menjamin tercapainya target operasional yang ditetapkan. khususnya kegiatan anak perusahaan PT Bukit Pembangkit Inovative (BPI) berkapasitas 2x100 MW. Exploration of the well is expected to start soon to be followed by production. mengingat Amandepen Kontrak EPC telah lebih dahulu ditanda-tangani. The whole program is carried out to achieve the Company’s operating target. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) at 2x100MW capacity. the Company is engaged in the exploitation of Coal Bed Methane (CBM) found in the mining area of Tanjung Enim. this amended agreement will be the start of TPP construction considering the amendment to EPC contract has been signed. Perseroan juga mentargetkan penyelesaian penetapan trekking jalur KA dan dimulainya proses pembebasan lahan bagi pembangunan jalur KA baru ini. environmental conservation and work safety. Untuk mendukung rencana peningkatan kegiatan operasional dan pengembangan usaha tersebut. Penanda-tanganan PPA akan menjadi langkah awal bagi realisasi pembangunan PLTU. To support the production increase and business diversification. Designation of railway track will be designated so land clearance can begin to prepare for new railway construction. As a business diversification. the Company is anticipating to sign an amended Power Purchase Agreement. Good corporate governance will also be intensified through continuous improvement of work and management systems. demikian juga lahan transmisi yang diperlukan. Land required for the TPP and for transmission is also ready. INFORMASI – INFORMASI MATERIAL PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING Dalam menjalankan usahanya. The Company continues to honor its commitment to community development. Lahan bagi pembangunan PLTU ini juga telah tersedia. Dalam rangka mengimbangi proyeksi peningkatan kegiatan operasional. Kegiatan pembuatan sumur bor explorasi ditargetkan mulai dilakukan yang akan langsung diikuti dengan proses peroduksinya. Perseroan mentargetkan dilakukannya penandatanganan Amandemen PPA. Selain itu Perseroan mentargetkan peningkatan kualitas tatakelola melalui upaya perbaikan berkesinambungan baik dari sistem kerja maupun sistem manajemen. for port development permit. When signed. Dalam bidang pengembangan usaha di bidang pembangkitan listrik. sepanjang tahun 2010 Perseroan melakukan berbagai perjanjian-perjanjian penting dengan mitra kerja untuk mengamankan transaksi MATERIAL INFORMATION SIGNIFICANT AGREEMENTS During 2010 the Company entered into several significant agreements with business partners to . Perseroan juga menyiapkan peningkatan program pengembangan komunitas.

000 ton untuk periode 1 Oktober 2010 sampai dengan 31 Maret 2011. Shipment volume and selling price will be determined periodically. This agreement will be superseded by long-term coal sales agreement for a 20-year term from April 2011 to March 2030.000 ton mulai 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2013. sebanyak 300. Isi perjanjian. effective for one year of supply and negotiated separately based on normal benchmark price.000 ton. The agreement was for coal supply to UBPS in volume and quality to be determined once a year.000 tons to 15 TPPs in Indonesia from 1 October 2010 to 31 March 2011. Perseroan menandatangani perjanjian pengiriman batubara dengan PLN untuk 15 PLTU di Indonesia. Klausul perjanjian yang penting adalah volume pengiriman dan harga jual akan ditetapkan pada setiap periode tertentu. The ageement was signed 21 May 2004. Perjanjian ini akan digantikan oleh perjanjian jual-beli batubara jangka panjang yang akan disepakati kemudian untuk jangka waktu perjanjian 20 tahun sejak April 2011 sampai dengan Maret 2030 dengan pasokan batubara sebanyak 264. On 22 September 2010. Price will be fixed according to prevailing regulations and normal practice. Perseroan telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU bukit asam untuk memasok batubara sebanyak 9. which are: • Coal sales agreement The agreement was entered into with PT Indonesia Power – Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 on 2 October 2002 regarding a ten-year coal sales from 1 January tahun – 21 December 2012. Tanggal 22 September 2010. Harga jual pasokan tersebut juga akan ditinjau setiap periode pasokan tertentu. Besides with PT Indonesia Power. Selain dengan PT Indonesia Power. Perseroan menandatangani perjanjian jual beli batubara dengan PT Indonesia Power-Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 pada tanggal 2 Oktober 2002 mengenai penjualan batubara berjangka waktu 10 tahun.000 tons of coal.000 tons of coal to Tarahan TPP from 1 April 2007 to 31 December 2031. The Company also renewed coal sales agreement with PT PLN for Tarahan TPP on 9 October 2007. Selling price would also be fixed for certain periods of supply. Perseroan juga telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU tarahan pada tanggal 9 Oktober 2007. mengacu pada harga patokan yang lazim. The agreement stipulated that the Company will supply 17. berlaku untuk masa satu tahun pasokan dan ditetapkan berdasarkan perundingan tersendiri dengan mengacu pada harga patokan yang lazim.132.000 ton mulai 1 April 2007 sampai dengan 31 Desember 2031. Beberapa perjanjian penting yang dilakukan oleh Perseroan meliputi diantaranya: • Perjanjuan jual-beli batubara.700.860. mengacu pada harga patokan yang lazim.860.700.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 178 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis operasional perusahaan. Pokok perjanjian menyangkut pemasokan batubara ke UBPS dengan volume dan kualitas yang akan ditetapkan setiap 1 tahun sekali.132. the Company also renewed coal sales agreement with PT PLN to supply 9. The important clause stipulated shipment volume and selling price to be fixed periodically. Volume pengiriman akan disesuaikan setiap periode tertentu dan harga jual ditetapkan untuk setiap periode. . Perseroan akan memasok batubara untuk PLTU tarahan sebanyak 17. the Company signed coal sales agreement with PT PLN to supply 300. sejak tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 21 Desember 2012.000 tons to Bukit Asam TPP from 1 January 2004 until 31 December 2013. to supply 264. based on normal benchmark price. Perjanjian ini ditandatangani tanggal 21 Mei 2004. Penentuan harga akan mengacu pada perturan yang berlaku dan parktek yang lazim. safeguard its operations. based on normal benchmark price.

Untuk perjanjian dengan Arpeni masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. Coal volume. volume tanah yang dipindahkan. Volume and charges were fixed in . • • A mining service agreement was signed with PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) for Banko Barat mine during 1 July 2008 . jarak pemindahan pada masingmasing perjanjian telah ditetapkan. Palembang. Tarif angkutan untuk masing-masing tujuan pengiriman ditetapkan melalui perundingan dan ditinjau setiap periode waktu tertentu. TAL and other sites within the Company’s mining concession area during 1 April – 31 March 2012. Tambang Air Laya dan lokasi lainnya dalam wilayah IUP Proses Produksi Perseroan untuk periode 1 April sampai dengan 31 Maret 2012. Perseroan juga mengikat perjanjian pengangkutan batubara ke pelabuhan Kertapati. dimana PTKA menyetujui untuk mengangkut batubara Perusahaan dari stasiun pemuatan batubara di Tanjung Enim ke pelabuhan batubara di Tarahan. while mining fee was fixed every period of production by negotiation and mutual agreement. The Company also entered into similar agrement with PT Pamapersada Nusantara (Pama) for MTBU. MTBS. Selain ke Tarahan. Perusahaan mengadakan perjanjian pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (“PTKA”). Transport charges for each destination are negotiated and reviewed periodically. overburden removal volume and distance were determined in each agreement. Perseroan melakukan perjanjian jasa pengapalan batubara dengan PT Arpeni Pratama Ocean Line (Arpeni) dan PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) dari pelabuhan Tarahan ke Pelabuhan PLTU Suralaya. • • The Company signed a coal shipment agreement with PT Arpeni Pratama Ocoean Line (Arpeni) and PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) from Tarahan Port to Suralaya Port. Selain itu Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Pamapersada Nusantara (Pama) di wilayah MTBU. Lampung. Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) di tambang Banko Barat untuk periode 1 Juli 2008 sampai dengan 30 Juni 2013. Additionally.30 June 2013. Palembang. masa • Coal delivery agreement The Company entered into coal delivery agreement with PT Kereta Api Indonesia (Persero) (”PTKA”) to transport coal from Tanjung Enim to Tarahan Port. sementara tarif jasa penambangan ditetapkan pada setiap periode produksi berdasarkan perundingan dan kesepakatan bersama.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 179 • Perjanjian jasa pengangkutan batubara. the Company signed a similar agreement to transport coal to Kertapati Port. The term of the agreement with Arpeni was 1 July 2009 – 30 June 2012. Jumlah batubara yang diproduksi. Lampung. Sedang dengan Bahtera. Jumlah volume dan tarif angkutan telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. MTBS.

• the agreement. Selain itu Perseroan juga melakukan perjanjian pengangkutan batubara dengan Bahtera Bestari Shipping (BBS) dari pelabuhan Kertapati. Loading and discharging volume and charges were stated in the agreement. Palembang to Suralaya Port. dengan kapasitas bongkar-muat dan tarif telah ditetapkan pada perjanjian tersebut.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 180 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis berlaku perjanjian adalah mulai 1 September 2005 sampai dengan 31 Desember 2010. Freight per ton and shipment volume were determined in the agrement. Tarif angkutan per ton dan volume pengiriman telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. With Bahtera. A similar agreement was also entered into with Bahtera Bestari Shipping (BBS) to ship coal from Kertapati Port. Agreement term was 1 July 2009 – 30 June 2012. A coal loading & discharging agreement was signed with Arpeni from PTBA Loading Terminal Tarahan to PTBA Anchorage Loading Port Tarahan. Masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. The term was from May 2007 to May 2010. • Perseroan juga melakukan perjanjian jasa bongkarmuat batubara dengan Arpeni dari Terminal Muat Batubara PTBA Tarahan ke Anchorage Pelabuhan Muat PTBA Tarahan. Masa berlaku perjanjian terakhir adalah mulai Mei 2007 sampai dengan Mei 2010. the term of the agreement was 1 September 2005 – 31 December 2010. Palembang ke pelabuhan PLTU Suralaya. Pengangkutan Batubara di Pelabuhan Tarahan Edipiscing lorem ipsum dolor .

2 tanggal 25 Nov 2009 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. untuk satu transaksi atau lebih. SH. XI.E. 401/BL/2008 of 9 October 2008. terhitung SHARES BUY BACK PROGRAM The global and regional financial crisis causing a sharp drop in PTBA share price prompted the Company to launch a Shares Buy Back program for the Company issued shares listed on PT Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange). Program ini dilakukan sesuai Peraturan Bapepam-LK No.B. 24 of 21 April 2010 drawn up before Notary Fathiah Helmi. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut adalah sebagai respon atas berlakunya ketentuan Bapepam no IX. This Program is in accordance with Bapepam-LK Regulation No. Perubahan AD terakhir tersebut hanya dilakukan pada ketentuan batas maksimum kewenangan Direksi untuk melepas atau menjaminkan harta kekayaan Perseroan hingga sebesar 50% jumlah kekayaan bersih Perseroan. one of the agenda items being the amendment of several articles in the Articles of Association.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 181 Detail dari masing-masing perjanjian tersebut dapat dilihat pada catatan 27 Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. 401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008.E. XI. Definisi Transaksi Material disini adalah sesuai dengan bunyi aturan pada Ketentuan Bapepam-LK no IX. Sebagai tindak lanjut keputusan RUPS tersebut. dengan salah satu agenda adalah perubahan beberapa pasal dari anggaran Dasar Perseroan.E. Material Transaction is defined by BapepamLK Regulation No.2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN Pada tahun 2010 tidak ada Transaksi Benturan Kepentingan yang dilakukan Perseroan. SH. AMENDMENT TO ARTICLES OF ASSOCIATION On 21 April 2010 the Company convened General Meeting of Shareholders. IX. . yang dikeluarkan pada tanggal 25 November 2009.3 as Attachment to Decision of Bapepam-LK Chairman No. As a follow up of the GMS resolution. Kep. MATERIAL TRANSACTIONS In 2010 there were no material transactions made by the Company.2 dated 25 November 2010 (Kep-413/BL/2010) on ”Material Transactions and Core Business Changes”. PENJUALAN KEMBALI SAHAM PERSEROAN Kondisi krisis keuangan global dan regional yang berpengaruh terhadap penurunan harga saham PTBA secara ekstrim membuat Perseroan melakukan program pembelian kembali saham Perseroan (Shares Buy Back) yang telah dikeluarkan dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia.2 (Kep-413/PL/2009) on ”Material Transactions and Core Business Changes” dated 25 November 2010. TRANSAKSI MATERIAL Pada tahun 2010 tidak ada Transaksi Material yang dilakukan Perseroan. The amendment was to limit the Board of Directors’ authority to relinquish or pledge the Company’s assets up to 50% of total net assets in one or more related or individual transactions. IX. Kep. Perseroan telah melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan.E. Perseroan melakukan program pembelian kembali saham secara bertahap dalam waktu 3 (tiga) bulan.B.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Details of each agreement are given in Note 27 of the Company’s Audited Consolidated Financial Statements for the year ending 31 December 2010. The Articles of Association were amended to conform to Bapepam Regulation No. baik berkaitan maupun tidak. The Company gradually bought back its shares within three months from 13 October 2008 to 13 January 2009.24 tanggal 21 April 2010 oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi. sebagaimana telah ditetapkan pada akta notaris no. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pada tanggal 21 April tahun 2010 Perseroan menyelnggarakan Rapat Umum Pemegang Saham. the Company amended the Articles of Association by deed No. CONFLICT OF INTEREST TRANSACTIONS In 2010 there were no transactions involving conflict of interest made by the Company.

untuk menyelesaikan masalah ini. Perseroan mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya Rp 1. kualitas batubara yang tidak memadai maupun masalah legal. termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan. Capital gain was booked at Rp48. the Company had bought back 2.000. Pada tahun pelaporan ini. coal quality or legal problems. Capital gain dari selisih dari program penjualan kembali saham Perseroan tersebut.000 (one trillion Rupiah) to back up the shares buy back policy.933 per share. This program was ratified in GMS on 28 May 2009. while the other two were dropped as they failed to meet the minimum requirements. the Company sold back all the repurchased shares during 6 – 20 December 2010 at an average price of Rp21.per lembar saham.000. there was no new acquisition in 2010. Therefore. Out of three bids. ESTABLISHMENT OF SUBSIDIARIES No subsidiary company was set up in 2010. to settle the matter. baik karena jarak angkut yang terlalu jauh. . pada tanggal 13 Januari 2009. When the program ended on 13 January 2009.000 lembar saham dengan harga perolehan rata-rata Rp4. Perseroan telah menjual kembali seluruh saham hasil program pembelian kembali tersebut diatas. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi BBK karena ijin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. dengan harga pelaksanaan rata-rata sebesar Rp21. Perseroan melakukan penawaran atas 3 perusahaan tambang prospek dengan potensi yang memadai. pada akun ”pendapatan lain-lain”.7 billion and reported in the income statement under ”other income” account..(Satu Triliun Rupiah) untuk mendukung kebijakan shares buy back tersebut.882. one was not carried through for failure to agree on business scheme and value. the Company made bids for three mining companies with adequate potentials. sementara 2 lainnya tidak dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat potensi minimal yang diterapkan. Hingga berakhirnya program tersebut. The Company made a fund allocation of maximum Rp 1. Dari total 5 perusahaan yang diteliti.000. whether for reason of long transporting distance.903 per share.. Program ini telah dikukuhkan dalam RUPS pada tanggal 28 Mei 2009.. Dua penawaran masih dalam tahap evaluasi dari pihak prospek. the Indonesian Police closed the operations of BBK pending the issuance of licence to use forest area where BBK had its mine.903. Penjualan dilakukan pada rentang waktu antara tanggal 6 Desember 2010 sampai dengan 20 Desember. CLOSURE OF SUBSIDIARY’S OPERATIONS In February 2010.per lembar. Perseroan merealisasi shares buy back sejumlah 2.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 182 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis sejak 13 Oktober 2008 sampai dengan 13 Januari 2009.000.000.000. The Company is currently negotiating with several government institutions. In the year under review. Dari tiga penawaran. Two bids are still being evaluated by prospective parties. PENDIRIAN ANAK PERUSAHAAAN Tidak Ada Pendirian anak Perusahaan baru di tahun 2010. the Department of Energy & Mineral Resources and the Department of Forestry. Sehingga dengan demikian tidak ada realisasi akuisisi baru di tahun 2010. satu diantaranta tidak berlanjut karena tidak dicapai kesepakatan skema bisnis maupun nilai. AKUISISI Perseroan telah melakukan proses Due diligence atas sejumlah tambang yang akan diakuisisi.882. Perseroan sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah.933.000.7 miliar telah dilaporkan pada laporan rugi-laba. Out of five companies reviewed. ACQUISITION The Company conducted due diligence on a number of mines to be acquired. sebesar Rp48. PENGHENTIAN KEGIATAN OPERASIONAL ANAK PERUSAHAAAN Pada bulan Pebruari 2010.000 shares at an average price of Rp4.

5 juta ton. Dalam melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa tersebut. purchase of explosives.7 billion as of 31 December 2010.722. Perseroan memiliki kebijakan sebagai berikut. Penempatan dana dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perjanjian yang saling menguntungkan dan memberikan benefit optimal pada Perseroan. Related party transactions in 2010 are listed below: . Total assets stood at Rp 118 billion or 1. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKI HUBUNGAN ISTIMEWA Sebagai BUMN dengan mayoritas saham dimiliki Pemerintah. fuel. Such transactions include placement of funds. • • Shipment and transportation of coal by related parties are governed by mutually agreeed transportation contract taking into account cost items plus certain margin.4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8.8% of the Company’s total production of 11. sampai saat penghentian kegiatan operasinya. RELATED PARTY TRANSACTIONS As a state-owned enterprise (SOE) with majority shareholding owned by the State. the Company adopts the following policy: • Sales of coal to related parties is based on sales contract which generally uses equivalent international index as a reference and adjusted to coal specification and shipping location. pengangkutan dan pengapalan batubara. transport and shipment of coal. Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1. • • Placement of funds is based on requirements and under mutually beneficial agreement to provide optimum benefit for the Company.4% of the Company’s total assets of Rp8. transactions made by the Company with other SOEs may be classified as transactions with related parties being under the same controlling entity. BBK had only produced 76. Adapun transaksi dengan pihak afiliasi yang dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2010 adalah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut.7 miliar pada tanggal 31 Desember 2010.722.971 ton. sebesar 11. Pada tahun 2010.8% dari jumlah produksi Perseroan tahun 2009. BBK’s total production in 2009 was recorded at 783 thousand tons or 6. payment of insurance premium and management of retirement fund. BBK baru berproduksi sebesar 76. pembelian bahan peledak. sales. Jumlah produksi BBK pada periode operasi 2009 adalah sebesar 783 ribu ton atau 6. transaksi yang dilakukan Perseroan dengan sesama BUMN dapat dikategorikan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena berada di bawah entitas pengendali yang sama. Transaksi-transaksi tersebut meliputi penempatan dana. bahan bakar. penjualan. Pengapalan dan pengangkutan batubara oleh pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak pengangkutan yang disepakati bersama berdasarkan hasil negosiasi dengan memperhatikan unsur-unsur biaya yang ada ditambah dengan marjin tertentu. The Company expects BBK operations will resume in the near future and that this suspension will not significantly affect the Company’s operations.971 tons of coal. In making transactions with related parties.5 million tons in the same year. yang pada umumnya menggunakan indeks internasional yang setara sebagai perbandingan dan disesuaikan dengan spesifikasi dari batubara dan lokasi pengiriman.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 183 Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan. In 2010 up to the time of its business closure. • Penjualan batubara ke pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak-kontrak penjualan. pembayaran premi asuransi serta pengelolaan dana pensiun.

22 concerning Mining Zone. in conjunction with Law No 4/2009. This Regulation .PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 184 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis NAMA PIHAK PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Kaltim PT Bank Pembangunan Sumsel dan Babel PT Kereta Api Indonesia (Persero) PT Indonesia Power PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Semen Padang (Perseroa) PT Semen Andalas (Persero) PT Semen Baturaja (Persero) PT Timah (Persero) Tbk PT Bahtera Adhiguna (Persero) PT Antam (Persero). on Mineral and Coal. Pada tanggal 1 Februari 2010 Pemerintah menerbitkan PP 22 mengenai Wilayah Pertambangan.22 Tentang Wilayah Pertambangan. Tbk PT Pindad (Persero) PT Pertamina (Persero) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) SIFAT HUBUNGAN Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali TRANSAKSI Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Pengangkutan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara dan pemakaian listrik Penjualan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara Pengapalan batubara Pembelian Emas Pembelian bahan peledak Pembelian bahan bakar Premi asuransi Dana Pensiun REKLASIFIKASI AKUN Perseroan telah melakukan reklasifikasi beberapa akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. KEJADIAN LUAR BIASA DAN INFORMASI MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN PERUBAHAN PERATURAN DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Perubahan Peraturan • Peraturan Pemerintah No. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS The Company has reclassified several accounts in its consolidated financial statement for the year ending 31 Decmeber 2009 to conform to the presentation of consolidated financial statement for the year ending 31 December 2010. merupakan POST-BALANCE SHEET EVENTS and MATERIAL INFORMATION CHANGES IN REGULATIONS AND ACCOUNTING POLICIES Changes In Regulations • Government Regulation No 22 on Mining Zone On 1 February 2010 the Government issued Regulation No.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. validity of MBL. Sumatera Selatan. 34/2009 yang mewajibkan perusahaan pertambangan untuk menjual sebagian hasil produksinya kepada pelanggan domestik (“Domestic Market Obligation” atau “DMO”). IPC in Kalimantan and other sites.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 185 aturan lanjutan atas terbitnya UU no 4. Peraturan ini berisi uraian wilayah pertambangan. peralihan bentuk KP menjadi IUP dan peraturan terkait lainnya. which are also regulated by EMR Minister. Pada tahun pelaporan ini. the Minister of Energy and Mineral Resources (EMR) issued Regulation No. Tanjung Enim. Perseroan telah mendapatkan izin ubahsuai Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Proses Produksi pada seluruh areal konsesi meliputi diantaraya areal Tanjung Air Laya. Ombilin. • • stipulates mining zone. MTBU. penetapan Izin Usaha Penambangan (IUP). persentase batas minimal DMO adalah 24. legal holder of MBL. In the year under review the Company obtained the conversion to Production MBL for all concession areas. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. Menindak lanjuti keluarnya Undang-undang dan Peraturan terkait tersebut. To respond to the laws and regulations. Ministerial Decree No. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (“ESDM”) mengeluarkan Peraturan Menteri No. Pada tanggal 1 Februari 2010 Pemerintah menerbitkan PP 23. Perseroan telah menyampaikan permohonan ubahsuai Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP). . mapping of potential mines and other relevant regulations. including Tanjung Air Laya. penetapan peta potensi tambang dan peraturan terkait lainnya. EMR Minister Decree No. exploration rules. 1604/K/30/MEM/2010 stipulates that minimum portion for DMO is 24. Tanjung Enim. tahun 2009 tentang Minerba. Government Regulation No 23 on Mineral and Coal Mining Business On 1 February 2010 the Government issued Regulation No. • Keputusan Menteri No. in conjunction with Law No 4/2009 concerning Mineral and Coal. industri pertambangan masih menunggu pedoman kebijakan dan instruksi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. areal IPC di Kalimantan dan sebagainya yang dimilikinya selama ini. yang juga ditentukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. masa berlaku IUP. As of this report date. the Company submitted application for conversing MC to MBL. mining industry is still waiting for the Minister to issue further instructions on this matter. 23. MTBU. 1604/K/30/MEM/2010. badan hukum pemegang IUP. merupakan aturan lanjutan atas terbitnya UU no 4. • Peraturan Pemerintah No 23 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Domestic prices will be based on international index benchmark prices. 34/2009 requiring mining companies to sell part of its production to domestic consumers (Domestic Market Obligation or DMO). Pelanggan domestik dan harga yang akan digunakan untuk porsi penjualan DMO akan mengikuti harga indeks internasional sebagai tolak ukur. 34/2009 Pada bulan Desember 2009. UP Ombilin. South Sumatera. This Regulation stipulates the type of mineral and coal mines. mining business licence (MBL). Peraturan ini berisi aturan mengenai jenis-jenis tambang mineral dan batubara. conversion from Mining Concession (MC) to MBL and other relevant provisions. tentang Minerba. 34/2009 In December 2009. ketentuan eksplorasi.75%.75%.

harus menyiapkan (1) rencana reklamasi lima tahunan. Placement of reclamation bond and post-mining bond do not waive the obligation of MBL holders to execute reclamation and post-mining plan. 4/2009. (3) provide reclamation bond. PP 78/2010 On 20 December 2010. atau cadangan akuntansi (bila diijinkan). Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan implementasi atas UndangUndang Mineral No. the Indonesian Government issued implementation regulations in relation to Mineral Law No. ketentuannya antara lain. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan Peraturan Menteri No. three years after mining closure plan is approved by South Sumatera Governor and Muara Enim Regent. Holders of Production MBL should (1) make five-year reclamation plan. Perseroan telah menempatkan jaminan reklamasi tambang dalam bentuk cadangan akuntansi (lihat Catatan 16) dan akan melakukan penempatan deposito untuk penyisihan penutupan tambang. Berdasarkan peraturan ini Perseroan telah mengirimkan rencana penutupan tambangnya ke Gubernur Sumatera Selatan dan diharapkan untuk disetujui pada tahun 2010 dan penempatan deposito baru akan dilakukan pada tahun 2013. bank guarantee. 17/2010 was issued explaining the mechanism of determining Indonesian Minerals and Coal Benchmark . • Keputusan Menteri No. At the time of reporting. 18/2008 yang dikeluarkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral pada tanggal 29 Mei 2008. dan (4) menyediakan jaminan pasca tambang berupa deposito berjangka yang ditempatkan di bank pemerintah. Holders of Exploration MBL should include exploration plan in their exploration work program and budget. 78/2010 (“PP No. 18/2008 dated 29 May 2008. i. harus memuat rencana eksplorasi didalam rencana kerja dan anggaran biaya ekplorasinya dan menyediakan jaminan reklamasi berupa deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah Pemegang IUP-Operasi Produksi. Pemegang IUP-Eksplorasi.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 186 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Keputusan Pemerintah No PP 78 / 2010 Pada tanggal 20 Desember 2010. and provide reclamation bond in the form of state-bank time deposits. 17/2010 yang menjelaskan mekanisme untuk • Ministerial Decree No. 78/2010 (“PP No. This regulation affirms the EMR Ministerial Regulation No.17 / 2010 Pada tanggal 23 September 2010.e. (2) rencana pasca tambang. 78”) yang mengatur aktivitas reklamasi dan pascatambang untuk pemegang IUPEksplorasi dan IUP-Operasi Produksi. 4/2009. • Government Regulation No. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. accounting reserve (if allowed). Penempatan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang tidak menghilangkan kewajiban pemegang IUP dari ketentuan untuk melaksanakan aktivitas reklamasi dan pasca tambang. (3) menyediakan jaminan reklamasi yang dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah. Under this regulation the Company sent mining closure plan to South Sumatera Governor and expected to have it approved in 2010 and would place time deposits in 2013. Government Regulation No. (2) post-mining plan. 17/2010 On 23 September 2010 EMR Ministerial Regulation No. the Company had submitted reclamation bond in the form of accounting reserves (see Note 16) and would place deposits for mining closure. either joint account or state-bank time deposits. 78”) that regulates reclamation and post-mining activities for holders of Exploration MBL and Production MBL. bank garansi. yaitu Peraturan Pemerintah No. Peraturan ini mengukuhkan keberlakuan Peraturan Menteri No. ketentuannya antara lain. tiga tahun setelah dokumen rencana penutupan tambang disetujui oleh Gubernur Sumatera Selatan dan Bupati Muara Enim. and (4) provide post-mining bond in the form of state-bank time deposits.

Royalti dan iuran eksploitasi akan dihitung berdasarkan harga jual aktual tertinggi dan IMCBP. • Basic price approach i. Untuk kontrak penjualan jangka panjang. This Regulation took effect on 23 September 2010. mana yang lebih tinggi. Dalam melakukan perhitungan royalti. to assess state revenues (example: royalty or exploitation retribution). 17/2010 memberikan masa transisi untuk merubah kontrak spot penjualan sampai dengan 22 Maret 2011 dan kontrak penjualan jangka panjang sampai dengan 22 September 2011. Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh kontrak penjualan batubara jangka pendek yang dilakukan oleh Perseroan telah menggunakan harga jual yang sesuai dengan IMCBP. For long term contracts.menggunakan surveyor yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Mineral. and mother ship as selling point to determine IMCBP. 17/2010. Peraturan ini juga mengharuskan perusahaan pertambangan untuk: . Peraturan Menteri No. Peraturan ini berlaku efektif pada tanggal 23 September 2010. as one of the implementation guidelines of Law No. The management is confident that all short term coal sales contracts made by the Company has used IMCBPbased selling prices. untuk perhitungan Penerimaan Negara (contoh: royalti atau biaya eksploitasi). whichever is higher. . 17/2010 allows a transitional period until 22 March 2011 to amend spot contract and 22 September 2011 for long term sales contract.e. kapal induk sebagai titik penjualan untuk menentukan IMCBP.penggunaan pendekatan harga dasar (yaitu harga jual IMCBP vs harga jual aktual. free-on-board (FOB) term. The Regulation also requires mining companies to: • Use boat/ship carrying Indonesian flag to transport mineral/coal. Peraturan Menteri No. 17/2010 mengatur antara lain: . dan . The Ministerial Decree No. .penerimaan beban tertentu sebagai penyesuaian untuk IMCBP (jika titik penjualan FOB yang sebenarnya bukan kapal induk).mengutamakan penggunaan perusahaan asuransi nasional dimana syarat adopsi CIF digunakan. 17/2010. Royalty and exploitation retribution will be assessed according to the highest actual selling price and IMCBP as further explained in Ministerial Regulation No. seperti yang dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri No. Perusahaan juga telah menyesuaikan harga penjualan yang digunakan untuk menghitung royalti berdasarkan kalori dari masing-masing penjualan.penggunaan harga rata-rata mineral/batubara dari indeks pasar internasional dan penggunaan free-onboard (“FOB”). Ministerial Regulation No.dan . • Use surveyors appointed by Directorate General of Mineral. 17/2010 regulates among others: • Mineral/coal average price based on international market index. harga yang ditetapkan akan disesuaikan setiap tahunnya berdasarkan harga IMCBP tahun tersebut. Coal and Geothermal. • Give priority to national insurance companies using CIF term. Price (IMCBP). sebagai salah satu peraturan pelaksana UU No. IMCBP selling price vs actual selling price. 4/2009. Batubara dan Panas Bumi. . Royalty is assessed based on the selling prices according to the calorie content of each sale.menggunakan kapal/perahu berbendera Indonesia untuk mengangkut mineral/batubara. • Certain expense as adjustment to IMCBP (if FOB selling point is not mother ship). selling prices will be adjusted every year to IMCBP of the corresponding year.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 187 menentukan Indonesian Minerals and Coal Benchmark Price (“IMCBP”). 4/2009.

Laporan Keuangan Interim.Pelaporan Keuangan Mengenai CHANGES IN ACCOUNTING POLICY The Indonesian Institute of Public Accountants (IAI) has issued the following few revised accounting standards (PSAK) that may affect financial reporting for the period starting on or after 1 January 2011. Batasan Transaksi material yang ditetapkan diantaranya nilai transaksi adalah sebesar 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan beberapa standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perseroan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011. The value of material transactions is limited to 20% of equity or more. maka wajib didahului dengan pelaksanaan RUPS / RUPSLB. Peraturan ini menegaskan batasan transaksi material yang diantaranya menjelaskan bahwa transaksi tertentu yang melibatkan pihak yang sama. Perseroan telah melakukan Perubahan Anggaran Dasar sehubungan dengan ketentuan ini. Articles of Association were amended to conform to this Regulation in GMS that was convened on 21 April 2010. • • • • • • • • PSAK 1 (Revisi 2009) . • Bapepam-LK Regulation regarding Material Transactions and Core Business Changes On 25 November 2009 Bapepam-LK issused Regulation No IX.E. These transactions must be reported within six months from the transaction date. PSAK 3 (Revisi 2010) . PSAK 8 (Revisi 2010) . Transaksi ini wajib dilaporkan dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak terjadiinya transaksi.Penyajian Laporan Keuangan.Pengungkapan Pihak-Pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa.2 (Kep-413/BL/2009) regarding ”Material Transactions and Core Business Changes”.2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. The Regulation defines material transactions as certain transactions involving the same parties for the same purpose made consecutively over a certain period of time. PSAK 12 (Revisi 2009) . • • • • • • • • PSAK 1 (Revised 2009) – Financial Statement Presentation PSAK 2 (Revised 2009) – Report on Cash Flows PSAK 3(Revised 2009) – Interim Financial Statement PSAK 4 (Revised 2009) – Consolidated Financial Statement and Stand-Alone Financial Statement PSAK 5 (Revised 2009) – Operations Segment PSAK 7 (Revised 2009) – Disclosure of Related Parties PSAK 8 (Revised 2010) – Subsequent Events PSAK 12 (Revised 2009) – Financial Report on . PSAK 5 (Revisi 2009) . this Regulation also stipulates what public companies should report in case of core business changes.Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 188 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Ketentuan Bapepam-LK tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama Pada tanggal 25 November 2009 Bapepam LK mengeluarkan Peraturan no IX. Jika nilai transaksi tersebut lebih dari 50% ekuitas.Segmen Operasi. melalui RUPS yang diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010. In addition to definition and reporting procedure of material transactions. Peraturan ini juga menjelaskan hal-hal yang wajib dilaporkan Perusahaan publik jika melakukan perubahan atas kegiatan usaha utama. Selain mengenai definisi dan pelaporan Transaksi Material.Laporan Arus Kas. PSAK 2 (Revisi 2009) .E. dianggap sebagai satu transaksi yang harus diakumulasikan. dilaksanakan untuk maksud sama namun dilakukan secara berurutan pada satu periode waktu tertentu. Any transaction that is worth more than 50% of equity needs the approval of GMS or EGMS. PSAK 7 (Revisi 2009) .Peristiwa Setelah Tanggal Neraca. PSAK 4 (Revisi 2009) .

• PSAK 23 (Revisi 2010) . Changes in Accounting Estimates and Errors PSAK 48 (Revised 2009) – Decline in Asset Value PSAK 57 (Revised 2009) – Estimated Liabilities. IAI juga telah menerbitkan standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perusahaan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: • PSAK 10 (Revisi 2009) . • PSAK 22 (Revisi 2010) . . • • • • • • • Participation in Operations and Assets under Common Control PSAK 15 (Revised 2009) – Investment in Associates PSAK 19 (Revised 2010) – Intangible Assets PSAK 22 (Revised 2010) – Business Merger PSAK 23 (Revised 2010) – Income PSAK 25 (Revised 2009) – Accounting Policies. SUBSEQUENT EVENTS There were no significant events subsequent to the audited consolidated financial statements date.Pendapatan.Kebijakan Akuntansi.Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi.Aset Tidak Berwujud. The Company is still studying the possible effects of these accounting standards on its financial statements.Penggabungan Usaha.Penurunan Nilai Aset. • PSAK 25 (Revisi 2009) . Contingent Liabilities and Contingent Assets IAI has also issued another revised accounting standards (PSAK) that may affect financial reporting for the period starting on or after 1 January 2012: • PSAK 10 (Revised 2009) – Effect of Exchange Rate Fluctuations Perseroan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan. • PSAK 57 (Revisi 2009) .Efek dari Perubahan Kurs Mata Uang Asing. • PSAK 15 (Revisi 2009) . Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan.Kewajiban Diestimasi. • PSAK 48 (Revisi 2009) . KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA Tidak ada kejadian material setelah berakhirnya periode laporan yang tercatat pada Laporan Audit Konsolidasian Perseroan. Kewajiban Kontinjensi dan Aset Kontinjensi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 189 Bagian Partisipasi Dalam Pengendalian Bersama Operasi dan Aset. • PSAK 19 (Revisi 2010) .

190 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 191 Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report Komitmen menerapkan praktek tata kelola perusahaan terbaik berimbang dan bersamaan dengan peningkatan integritas karyawan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan Committed to implementing balanced good corporate governance best practice and upholding employee integrity for a sustainable corporate growth .

117/M-MBU/2002 concerning Implementation of GCG Practices in SOEs. • Promoting and supporting the Company’s growth. Hal tersebut dilaksanakan bukan hanya untuk menindak lanjuti Keputusan Menteri Negara BUMN RI No. the Company consistently implements good corporate governance (GCG) principles which include transparency. customers. mencakup azas transparency. corresponding to the promotion of corporate values and culture which are reflected in the corporate code of ethics and culture. Memperbaiki budaya kerja Perseroan. 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek GCG pada BUMN. each level of operations will continue to consistently implement GCG practice in the best possible manner. Mengelola risiko secara lebih baik. Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perseroan. the Company has implemented every point in the GCG Code. Based on the Code. Meningkatkan citra Perseroan (image) menjadi semakin baik. Mengelola sumber daya secara lebih amanah. Kebijakan Pokok Perseroan (GCG Code) dan Kebijakankebijakan lain terkait GCG. • Managing risk more responsibly. accountability. Enhancing the Company’s good image. karyawan. Direksi. • • • • • • • To attain that goal. Board of Directors. penerbitan dan penerapan Panduan Implementasi Good Corporate Governance (GCG) yang berisi mekanisme kerja antar Organ Perusahaan. but also at demonstrating the Company’s belief in the advantage of practising GCG principles. mitra kerja. . Meningkatkan pertanggungjawaban kepada stakeholders. accountability. Berdasarkan buku panduan yang ditujukan sebagai pedoman. • • • Preventing irregularity in the management of the Company. setiap level operasional kini dan kedepan bertekad menjalankan GCG secara konsisten dan sebaik mungkin. responsibility. Untuk mencapai tujuan tersebut. independency and fairness. melainkan dalam rangka melaksanakan keyakinan Perseroan akan manfaat positif dari penerapan praktek GCG. secara seimbang dengan pembangunan nilai-nilai dan budaya perusahaan yang tertuang dalam rumusan kode etik serta budaya perusahaan. Dewan Komisaris. Pembangunan integritas yang tinggi melalui nilai-nilai budaya tersebut diyakini akan semakin memberikan hasil maksimal pada mutu penerapan GCG. Board of Commissioners. pelanggan. partners. • Treating stakeholders more responsibly. • Managing human resource discreetly. community and environment.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 192 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA IMPLEMENTATION OF CORPORATE GOVERNANCE OBJECTIVE Following the establishment and enforcement of Good Corporate Governance (GCG) implementation guide on working mechanism among corporate organs (GCG Code) and other GCG policies. Promoting work ethos. Perseroan mulai melakukan implementasi butir-butir yang terkandung dalam panduan tersebut. Tujuan Penerapan GCG di Perseroan adalah : • Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Pemegang Saham. Perseroan senantiasa berusaha menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. High integrity influenced by such cultural values is believed to maximize the implementation of GCG. Such is aimed not only at complying with the State Minister for State-Owned Enterprises (SOE) Decree No. serta masyarakat dan lingkungan. TUJUAN PENERAPAN Menindak lanjuti penyelesaian. The goal of implementing GCG throughout the Company is to allow: • Directing and managing the relationship among shareholders. Mendorong dan mendukung pengembangan Perseroan. independency dan fairness. employees. responsibility.

The Best Role of Stakeholder dalam acara “IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” kerja sama IICD dengan Majalah Investor. meningkatkan pelayanan kepada stakeholders yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan corporate value. konsistensi serta keberhasilan Perseroan dalam menerapkan tata kelola yang baik telah membuahkan berbagai bentuk penghargaan dari lembaga independen dari berbagai perspektif. Likewise. • The Company’s commitment. Good and consistent implementation of GCG will support the Company’s operations as it allows better decision making. . improved operating efficiency and stakeholders’ return and corporate value.11 in 2010.27 menjadi 84. stakeholder satisfaction juga akan meningkat karena terjadinya perbaikan kinerja keuangan serta berkurangnya keputusan investasi yang mengandung benturan kepentingan. preventing conflict of interest and boosting investors’ trust.11 di tahun 2010. • The Best Role of Stakeholder in ”IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” program jointly organized by IICD and Investor Magazine.GCG Award” di Jakarta. Selain itu. nilai skor meningkat dari 82. sehingga membuat kepercayaan investor meningkat. Komitmen. consistency and success in implementing good corporate governance practice have earned the Company several awards and commendations from independent institutions in varied perspectives. meningkatkan efisiensi operasional.27 to 84. stakeholders’ satisfaction will be guaranteed by maximizing financial achievement and minimizing investment risk. which are: • The Most Trusted based on Corporate Governance Perception Index conducted by IICG (Indonesian Institute for Corporate Governance) in collaboration with SWA Magazine presented in “IICG – GCG Award” program in Jakarta with an improved score from 82. mencakup : • Predikat Terpercaya berdasarkan Corporate Governance Perception Index yang diselenggarakan oleh IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) bekerja sama dengan majalah SWA dalam Acara “IICG .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 193 Lorem ipsum Edipiscing lorem ipsum dolor Mutu penerapan GCG yang baik dan konsisten akan mendukung peningkatan kinerja Perseroan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik.

Perseroan mendapatkan total skor 89. Adapun tabel skor hasil asesmen adalah sebagai berikut. PURWOKO & ASSOCIATES.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 194 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance • 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation kerjasama IICD dengan Business Review dalam acara “Business Review Award” di Singapura • 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation presented by IICD in collaboration with Business Review Magazine during ”Business Review Award” in Singapore. Findings showed that the Company obtained a total score of 89.33 5. seperti dalam rangka penyelenggaraan IICGGCG Award yang diselenggarakan pada tahun 2010. a few similar recommendations were also made.67 95.00 91. Direksi Board of Directors D.00 89. The score of the assessment is shown below: ASPEK ASPECT Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham/RUPS Shareholders’ right and responsibility /GMS Kebijakan GCG GCG policy Penerapan GCG GCG implementation A. Menurut hasil asesmen tersebut.00 6.00 27.03 61.75 and termed Good Implementation of GCG.43 8.27 75.00 10. following the Company’s participation in various events launched by external assessor. Selain itu. dilaksanakan oleh assesor independent Sodiq. Purwoko & Associates. ASSESMENT OF GCG PRACTICE An assessment of GCG practice by the Company in 2008 was made by an independent assessor.00 27.00 89.75.90 3.11 98.80 24. Satuan Pengawasan Intern Internal Audit Unit E. In addition. .79 80.66 2. Some of the recommended measures are: • Revise GCG Code and Board Manual to conform to amended laws (Corporate Law No.49 6. juga disampaikan beberapa rekomendasi serupa. Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary IV V Pengungkapan Informasi Disclosure Komitmen Commitment Skor Keseluruhan Total Score Peringkat Kualitas Penerapan GCG Quality Rating of GCG Implementation BOBOT WEIGHT A SKOR SCORE B 7.00 3. Beberapa rekomendasi yang disampaikan diantaranya: • Melakukan revisi dan penyesuaian terhadap muatan GCG Code dan Board Manual mengacu pada perubahan Based on the assessment result.31 93. Assesor merekomendasikan berbagai perbaikan aturan dan peningkatan kualitas pelaksanaan praktek GCG yang sebaiknya dilakukan oleh Perseroan. 40 year 2007). such as IICG-GCG Award program in 2010. SODIQ.92 25.75 I II III 9.00 7.64 90.00 66.02 96.58 100.00 BAIK GOOD Dari hasil assesment tersebut.00 3.00 8. ASESMEN PRAKTEK GCG Perseroan terakhir kali melakukan assessment Praktek GCG pada tahun 2008.75 CAPAIAN B/A X 100 83. Komite Komisaris Board of Commissioners Committees C.00 6.00 100. dari partisipasi Perseroan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh assesor eksternal. Komisaris Board of Commissioners B. the assessor recommended a series of actions to be taken by the Company to improve the rules of implementing GCG. dengan kesimpulan kualitas penerapan GCG Baik.

Kemudian sosialisasi untuk pegawai yang berada di Anak Perusahaan juga telah dilaksanakan pada bulan Juli 2010.996 Pegawai dari 3. a total of 2. Draw up and develop Code of Conduct as a separate document and enclose compliance sheets to be signed by all employees. yaitu : . Considering the Company’s needs for better GCG implementation and fulfilment of those recommendations. wewenang dan tanggung jawab Pemegang Saham/ RUPS secara jelas. elaborating on: .058 Pegawai (98.Code of Conduct Salah satu Soft Structure GCG adalah Code of Conduct yaitu Suatu Pedoman Perilaku bagi seluruh Jajaran Perseroan.Goods and services procurement policy . .Code of Conduct • • Code of Conduct is a guide to direct the conduct of all personnel of the Company. . • • including amendments to the Company’s Articles of Association. Deklarasi kepatuhan atau Pernyataan Kepatuhan telah didistribusikan kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No. 019 dated 31 August 2010.Conflict of interest policy .Kebijakan tentang Larangan Pemberian dan Penerimaan Hadiah. Menyusun dan Menyempurnakan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) sebagai sebuah dokumen tersendiri secara terpisah termasuk menyertakan didalamnya lembar kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap Pegawai. . which has been socialized to all personnel. and the like .Pelaksanaan lembar kepatuhan terhadap Pedoman perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap pegawai. Dengan mempertimbangkan kebutuhan perusahaan bagi terciptanya peningkatan penerapan GCG dan rekomendasirekomendasi tersebut. in 2010 the Company made some improvement on GCG implementation as follows: • With the aid of a consultant. the Company developed a new GCG Soft Structure: . authority and responsibility of shareholders /GMS. bribe. Socialization of Code of Conduct to all employees within the Company was carried out from 16 to 27 December 2009. Suap dan sejenisnya. pada tahun 2010 Perseroan melaksanakan beberapa upaya perbaikan tata laksana dan peningkatan kualitas penerapan GCG.Completion of code of conduct compliance sheets by all employees Sosialisasi Code of Conduct telah dilaksanakan dari tanggal 16 s. Dissemination to employees of subsidiaries was done in July 2010.GCG Code .Panduan Kerja Bagi Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual) . 019 Tanggal 31 Agustus 2010.GCG Code .058 employees (98. Code of Conduct ini telah disosialisasikan kepada seluruh Jajaran Perusahaan yang menjelaskan tentang: .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 195 • • peraturan perundang-undangan (UU No. Insert in the GCG Code description of right. termasuk perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas). .0%) have signed the Declaration of Compliance.Restriction of giving and receiving gift.Procedure of reporting misconduct (whistle blowing system) .d. As of end of December 2010. sebanyak 2.996 employees out of 3. 27 Desember 2009 kepada seluruh pegawai di satuan kerja maupun unit kerja dalam Perusahaan.Tata Laksana Sistem Pelaporan Pelanggaran.Kebijakan tentang Pengadaan Barang dan Jasa.Kebijakan tentang Benturan Kepentingan . Menambahkan kedalam GCG Code uraian terkait dengan hak.0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan.Board Manual . Declaration of compliance sheets were distributed to all employees under Official Memo of Human Resource & General Affairs Director No. diantaranya sebagai sebagai berikut: • Perusahaan dibantu konsultan telah mengembangkan soft structure GCG yang baru. Sampai akhir Desember 2010.

Establishment and Application of PTBA Management System The Company reinforced its accredited operations management system by establishing and applying PTBA management system. analysing and profiling corporate risk. Sistem ini dikembangkan melalui adopsi atas beberapa sistem operasional terakreditasi yang dalam proses audit sistemnya ternyata saling bersinggungan dengan erat.0%) have signed such Declaration of Compliance. Perseroan telah mendistribusikan dokumen “Pernyataan Kepatuhan” kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No. Remuneration and Human Resource Development Committee. Pembentukan komite ini didahului dengan perangkapan tugas anggota komite dalam Komite Konarba dan GCG. sebanyak 2. Perseroan memperkuat sistem pengelolaan operasional terakreditasi dengan membentuk dan memberlakukan Sistem Manajemen PTBA. 019 of August 31. This system is developed by adopting several accredited operations management systems.996 employees out of 3. Its formation is intended to reinforce the implementation of GCG with the function of human resource management. analisis dan Profil Risiko Korporat. Formation of Nomination. Penanganan Fraud & Corruption Perseroan saat ini telah membuat (draft) Susunan Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP).LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 196 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Pembentukan Komite GCG. this Committee was merged with Nomination and Remuneration Committee. • • • • • • • • • • Handling of Fraud and Corruption The Company has drawn up a Misconduct Reporting System Team whose job description and reporting mechanism have been completed. Pencegahan Fraud & Corruption Sebagai salah satu Implementasi dari Code of Conduct yaitu pencegahan fraud & corruption. The job description . Remuneration and HRD Committee Nomination. Sampai akhir Desember 2010. Prior to its formation. shortened to NR & HRD Committee has a new name and new members. Deteksi Fraud & Corruption Perseroan telah menjalankan aspek deteksi terhadap fraud & corruption dengan menjalankan Sistem Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi.0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan tersebut. 2010. Pembentukan Komite Konarba dan PSDM. dimana sejak Trw IV 2009. Prevention of Fraud and Corruption To implement one Code of Conduct principle which dictates that fraud and corruption be prevented. As of end of December 2010. Manajemen telah memasukan Risiko Fraud & Corruption kedalam identifikasi. untuk membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan.058 employees (98. Komite Nominasi. Remunerasi dan Pengembangan Sumberdaya Manusia atau disingkat Konarba dan PSDM merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaan. Pembentukan dan Pemberlakuan Sistem Manajemen PTBA. Sedangkan Deskripsi Pekerjaan (lingkup dan uraian Tugas) Tim SPP serta mekanisme Pelaporan Pelanggaran yang menjelaskan bagaimana alur pelaporan pelanggaran • Formation of GCG Committee The Company has formed GCG Committee to assist Board of Commissioners in ensuring continued implementation of GCG principle. which a system audit proved to be closely related.996 Pegawai dari 3058 Pegawai (98. the Company distributed “Declaration of Compliance” sheets to all employees under Official Memo of Human Resource and General Affairs Director No. and since the fourth quarter of 2009 the management has included fraud and corruption risk in identifying. 019 Tanggal 31 Agustus 2010. Perseroan telah membentuk Komite GCG. Detection of Fraud and Corruption The Company has covered the aspect of detecting fraud and corruption by running Integrated Corporate Risk Management System. a total of 2. Komite ini dibentuk terutama ditujukan untuk memperkuat penerapan GCG dari sisi penguatan sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia.

After benchmarking. Perseroan telah menyelesaikan telaah ulang dan melakukan berbagai penyesuaian atas kebijakan dan Standard Operating Procedure (SOP) terkait tata kelola perusahaan. nilai-nilai budaya yang dianut. Undang-Undang BUMN. serta perkembangan praktek GCG terkini. Efforts taken to enhance the implementation of GCG principle in 2010 are elaborated further in the next sections. which are reported in the corporate governance section. Code of Conduct. Sistem Manajemen Perusahaan (SMP) bersama dengan Komite GCG Dewan Komisaris akan melakukan benchmarking atas prosedur yang telah disusun pada tahun 2010. The result of all these was the production of a new GCG Soft Structure consisting of Board Manual. vision and mission. serta Kebijakan-kebijakan Tambahan. Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan. SOE Law. Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. Procedures of Handling Misconduct Report In the first quarter of 2011 the Board of Commissioners together with Corporate Management System Team and GCG Comittee will make a benchmarking of procedures set up in 2010 with other models applied by several companies who had earlier implemented whistle blowing system. vision and mission. ini ke beberapa perusahaan yang telah lebih dahulu menerapakan Whistle Blowing System. GCG Code (Panduan Tata Kelola). and Supplementary Policies. . GCG Code. Setelah melakukan benchmarking SMP akan mengajukan Draft SK Pembentukan Tim SPP/Whistle Blowing System kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk disahkan dan diimplementasikan. recommendation after GCG assessment. • explains reporting workflow and requirements to be met when making a misconduct report. diuraikan dalam bagian-bagian berikut. visi dan misi serta CORPORATE GOVERNANCE CODE AND STRUCTURE With the issuance of Corporate Law (UU PT). cultural values. Penjelasan lebih lanjut dari kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas penerapan GCG sepanjang tahun 2010 tersebut diatas. Code of Conduct.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 197 dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk membuat suatu laporan pelanggaran telah diselesaikan. rekomendasi hasil assesment praktek GCG. yang dilaporkan pada bagian tata kelola perusahaan. Corporate Management System Team will submit a draft decision letter regarding the formation of Whistle Blowing System Team to Board of Directors and Board of Commissioners for ratification and subsequent implementation. Perseroan telah menerbitkan dan kemudian mengimpelementasikan Soft Structure GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual. karena ada beberapa model yang diterapkan oleh Perusahaan-perusahaan tersebut. and the latest GCG practice. nilai-nilai budaya. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. visi dan misi Perseroan serta praktek terbaik GCG. • Prosedur Penanganan Pelaporan Pelanggaran. the Company re-evaluated and adjusted the policy and Standard Operating Procedure (SOP) associated with GCG. cultural values. PANDUAN DAN STRUKTUR TATA KELOLA Menindak lanjuti implementasi Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT). Direncanakan pada Trw I 2011.

Review and adjustment will be an ongoing process in a bid to reach the best standard of GCG implementation by the Company. ASURANSI & PASCATAMBANG Business Risk. Pengkajian dan penyesuaian secara berkesinambungan akan selalu disesuaikan untuk mencapai standar penerapan GCG yang terbaik bagi Perseroan. Dewan Komisaris. Panduan GCG yang telah disusun menjadi acuan bagi Pemegang Saham. Panduan Tata Kelola Perusahaan tersebut berisikan prinsipprinsip pengelolaan perusahaan yang selanjutnya dijabarkan dalam berbagai kebijakan serta peraturan petunjuk teknis pelaksanaan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 198 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance praktek-praktek terbaik (best practices) GCG. Struktur tata kelola di Perseroan Corporate Government Structure PEMEGANG SAHAM SHAREHOLDERS DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS KOMITE GCG GCG Comittee KOMITE RISIKO USAHA. GCG Code contains corporate governance principles which are further elaborated in various policies and technical implementation rules. maka Panduan Tata Kelola Perusahaan (GCG Code) tersebut akan selalu disesuaikan dengan kondisi internal maupun eksternal. and other stakeholders in dealing with the Company. Board of Commissioners. vision and mission. GCG Code will continue to be adjusted to internal and external condition. Direksi. Mengingat lingkungan bisnis bersifat dinamis dan berkembang. employees. Insurance KOMITE NOMINASI & REMUNERASI Nomination & Remuneration Committee KOMITE AUDIT Audit Committee DIREKTUR UTAMA PRESIDENT DIRECTOR DIREKSI DIRECTORS DEWAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS SEKRETARIS PERUSAHAAAN Corporate Secretary SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SISTEM PENGAWASAN INTERN Internal Audit Unit GENERAL MANAGER / SENIOR MANAGER GENERAL MANAGERS / SENIOR MANAGERS PELANGGAN Customers PEGAWAI Employees KOMUNITAS Community . cultural values. Pegawai. Given the dynamic and expansive nature of business environment. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. GCG Code must be used as reference by shareholders. termasuk stakeholder lainnya dalam berhubungan dengan Perseroan. Board of Directors.

elect and terminate members of Board of Commissioners and Board of Directors. Sedangkan Direksi merupakan Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung-jawab penuh atas kepengurusan Perseroan sehari-hari dan bertindak semata-mata untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Dewan Komisaris dan Direksi membentuk sub-organ Perseroan yang sesuai dengan kebutuhan. However. Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum atau khusus. a forum for the shareholders to act on an equal footing for adopting important resolutions associated with the capital invested in the Company. memutuskan pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara Direktur dan lainlain. GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS(GMS) Being the highest body within the Company. the Company’s organ is composed of General Meeting of Shareholders. Dewan Komisaris dan Direksi yang masingmasing mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. Such authority covers the right to ask Board of Commissioners and Board of Directors to give their accountability reports on the management of the Company. Organ Perseroan ini menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip bahwa masing-masing organ berdiri secara independen dan menjalankan tugas. fungsi dan tanggung-jawabnya semata-mata untuk kepentingan Perseroan. Wewenang tersebut mencakup meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai instansi tertinggi dalam Perseroan. Sub-organs are set up for clear division of authority to effectively implement GCG principles. Board of Commissioners is a corporate organ whose function is to supervise in a general as well as specific sense. amend articles of association. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan instansi tertinggi dalam Perseroan. etc. mengangkat dan memberhentikan Direktur dan Anggota Dewan Komisaris. task and responsibility for the sole purpose of the Company. Dalam kegiatan operasional. mengubah anggaran dasar. Board of Commissioners and Board of Directors and each has its own vital role in the implementation of GCG. Organ Perusahaan terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). General Meeting of Shareholders (GMS) is the highest body within the Company. The three corporate organs operate independently in their respective function. General Meeting of Shareholders (GMS) has the authority that is not conferred upon the Board of Commissioners or Board of Directors under the provisions of Articles of Association and the prevailing laws and regulations. . serta memberi nasihat kepada Direksi. Pembentukan sub-organ ini dilakukan sebagai bagian dari pembagian wewenang yang jelas untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara efektif. mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. namun tidak dapat mengintervensi keputusan operasional yang menjadi wewenang Dewan Komisaris dan Direksi. divide duty and authority among directors. For day-to-day operations. GMS cannot intervene in the day-to-day decision making by the Board of Commissioners and Board of Directors. Corporate Organ As outlined in corporate governance structure.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 199 Organ Perusahaan Seperti tampak pada bagan struktur tata kelola perusahaan. membantu kelancaran operasional serta memberi masukan yang diperlukan untuk mengamankan kelancaran operasional Perseroan. While Board of Directors is an organ fully authorized and responsible for the day-to-day management of the Company in keeping with its purpose and objective. wadah para pemegang saham untuk bertindak secara setara dalam mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang ditanam dalam Perseroan. the Board of Commissioners and Board of Directors set up sub-organs according to the Company’s needs to provide assistance and input to support and safeguard the Company operations. and give counsel to the Board of Directors.

Perseroan menjamin untuk memberikan segala keterangan yang berkaitan dengan Perseroan kepada RUPS. Any resolution adopted by GMS is solely for the benefit of the Company. acquisition of the Company or closure of business unit. Penunjukan Kantor Akuntan Publik terdaftar. diselenggarakan minimal satu kali dan dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir. agar setiap keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pertimbangan yang mendalam dan matang. stock split. ii.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 200 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance RUPS sesuai dengan penyelenggaraan-nya terbagi atas: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). At GMS. dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). and v. sesuai AD dan ART Perseroan. pengambil-alihan perusahaan maupun penutupan unit usaha. in order that every GMS resolution is adopted by thorough deliberation. There are two types of General Meeting of Shareholders (GMS) depending on the time they are convened: Annual General Meeting of Shareholders (AGMS). seluruh pemegang saham mempunyai hak yang setara untuk mengusulkan hal-hal yang berkaitan pada keberlanjutan usaha. yang waktu penyelenggaraannya bisa terjadi di luar waktu RUPST. Beberapa keputusan penting tertentu menyangkut perusahaan yang tidak bisa menunggu terselenggaranya RUPST. Agenda lain sesuai ketentuan anggaran dasar Perseroan. Therefore. sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan dan peraturan perundang-undangan. Proposing plans for conflict of interest transactions. ii. Appropriation of profit. Other agenda items in accordance with the Articles of Association. agenda rapat RUPST mencakup: i. . iii. Some important resolutions that must be made before the AGMS. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. iv. Performance report delivered by Board of Directors. such as shares buyback. Appointment of Certified Public Accountant. Adanya rencana transaksi yang mengandung benturan kepentingan. and Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS). stock split. that may be convened any time outside the time of AGMS. dan right issue. the Company guarantees that it will provide GMS with any information pertaining to the Company. and in accordance with the Company’s Articles of Association and Corporate Polilcy. At GMS. and rights issue. Rencana korporasi lain yang bersifat material. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. EGMS is held when the following actions are required: • • • • • • • Replacing members of Board of Commissioners and Board of Directors before the end of their term of office. either due to resignation or for other reasons. Dalam RUPS. dapat diambil dalam RUPSLB. Penetapan penggunaan laba. Agenda of AGMS covers: i. iii. Oleh karena itu. Umumnya. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan semata-mata demi kepentingan Perseroan. Adanya rencana transaksi material menyangkut penjaminan aset perusahaan. as long as it does not contradict the Company’s interest and the law. Kondisi yang menyebabkan harus dilaksanakannya RUPSLB mencakup: • Penggantian Dewan Komisaris dan Wakil Direksi sebelum masa tugasnya berakhir. serta v. baik karena pengunduran diri dan/atau sebab-sebab lainnya. seperti pembelian kembali saham Perseroan yang beredar. Proposing plans for material transactions with respect to pledging the Company’s assets. may be adopted at EGMS. Appointment to Board of Directors and Board of Commissioners. iv. Laporan atas kinerja perusahaan yang disampaikan oleh Direksi. Pengisian jabatan anggota Direksi atau dan Anggota Dewan Komisaris. a routine annual agenda held at least once a year within six months of the accounting yearend. Proposing material corporate plans.

Proposal may be made by Board of Commissioners or holders of Series A Dwiwarna shares. Pursuant to Coporate Law No. termasuk saham seri A Dwiwarna. and Annual Report on Partnership and Community Development Program in the same year that reflected the fulfillment of corporate social responsibility as stipulated in Law No.Giving full release and discharge (volledig acquit et de charge) to Board of Directors and Board of Commissioners of the Company for their management and supervision actions throughout 2009 accounting year. fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. • Approving the appropriation of net profit earned by the Company in 2009 accounting year ending 31 December 2009.48% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan.Ratifying the Company’s 2009 Financial Statements audited by the office of Certified Public Accountant according to its report No. • Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2009 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 tanggal 01 Maret 2010 dengan pendapat “wajar dalam semua hal yang material”. as long as those actions were reported in the books of the Company and were not in contradiction to the provisions of the law. In keeping with the law. sepanjang tindakan tersebut tercatat pada buku Perseroan dan tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundangan.Mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sesuai laporannya No. “Investor Daily” dan “Sriwijaya Post”. Sesuai UU no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. . Berbagai keputusan yang dihasilkan dalam RUPST tersebut mencakup: • Menyetujui Laporan Tahunan Direksi mengenai keadaaan dan jalannya Perseroan selama tahun buku 2009 dan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2009 yang sekaligus merupakan pelaksanaan tanggung jawab sosial sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2007. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 201 Pemanggilan dan penyelenggaraan RUPSLB dilakukan melalui permintaan tertulis dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan disertai alasannya baik dari Dewan Komisaris atau dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna atau dari 1 (satu) Pemegang Saham atau lebih yang memiliki sedikitnya 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.48% of total issued shares. . Investor Daily and Sriwijaya Post newspapers on 4 April 2010. 40/2007. GMS or shareholders should not intervene in the duty. function and authority of Board of Commissioners and Board of Directors without prejudice to the GMS prerogative to exercise its rights under the Articles of Association and the legislation. in 2010 the Company conducted AGMS on 21 April 2010. . The meeting was attended by 81. Sesuai dengan ketentuan. Perseroan menyelenggarakan satu kali RUPST. diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010. the following resolutions were adopted: • Approving Board of Directors’ Annual Report on the Company’s condition and performance during 2009 accounting year. invitation and notice of meeting agenda was published in Bisnis Indonesia. undangan dan pemberitahuan agenda rapat telah dimuat pada tanggal 4 April 2010 di surat kabar “Bisnis Indonesia”. or by one shareholder or more owning at least 1/10 (one tenth) of total legal voting shares. Adapun tatacara RUPS harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. RUPS atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas. Pasal 78 ayat 2. At the AGMS. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 dated 1 March 2010 with “fair in all material respects” opinion. including Series A Dwiwarna shares. selama tahun 2010. RUPS Tahunan tersebut dihadiri oleh 81. The meeting procedures must conform to the existing laws and regulations. with the following breakdown: . dengan rincian: Proposal to convene EGMS should be made in writing with agenda items to be discussed at the meeting and backed by the reasons. 40/2007 Article 78 clause 2.Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2009.

An interim dividend totalling Rp 153. termasuk menetapkan kondisi syarat-syarat penunjukkan termasuk namun tidak terbatas pada biaya pelaksanaan audit dimaksud.55 billion allocated to Partnership Program of 2010. . Authorizing Board of Commissioners to appoint Certified Public Accountant Tanudiredja.75 per saham. jam 16. dan sebesar 51% (limapuluh satu persen) laba atau senilai Rp1.75 per share was paid out on 15 December 2009.61 billion or Rp 66. yang berarti Rp 66.391. Atas dividen final tersebut telah dibagikan sejumlah Rp153. • Fixing Directors and Commissioners remuneration in the same amount as 2009 and authorizing Series A Dwiwarna shareholders to fix the Directors and Commissioners allowance for 2010 in accordance with the law. .LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 202 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report . yakni KAP Tanudiredja.Empowering the Board of Directors of the Company to act on dividend payment in accordance with the provisions of the laws and regulations.Sebesar 2% (dua persen) laba bersih atau sejumlah Rp54. member Firm dari PriceWaterHouseCoopers untuk melakukan general audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan tahun buku 2010 dan laporan keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2010.Pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menindak lanjuti pembayaran dividen sesuai ketentuan dan peraturan perundangan. • Menetapkan besaran gaji Direksi dan Komisaris sama dengan tahun 2009 lalu dan melimpahkan kewenangan kepada Pemegang Saham Seri A untuk menetapkan jenis dan tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2010 sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. .227.75 per saham sebagai dividen interim yang telah dibagikan pada tanggal 15 Desember 2009. Wibisana & Partners. • • RUPST tahun 2010 menetapkan dividen pay out ratio sebesar 45% dari laba Perseroan tahun 2009. .Dibagikan sebagai dividen final sebesar Rp1.48 miliar yang berarti Rp532. . and fixing the terms and conditions of appointment including but not limited to the audit fee. approximately 45% of net profit. and 2010 financial statement of Partnership and Community Development Program.227.75 per share. Wibisana & Rekan. atau sekitar 45% laba bersih. .00 West Indonesia Time and payment was made on 15 June 2009. and .61 miliar.Two percent (2%) of net profit amounting to Rp 54. AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit.391.14 miliar digunakan untuk cadangan wajib maupun cadangan lainnya dalam rangka pengembangan Perseroan.48 billion or Rp 532.14 billion for the purpose of statutory reserve and other reserves for the Company’s business development. member firm of PriceWaterHouseCoopers to audit the Company’s consolidated financial statements for 2010. RUPS menyetujui melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik.Dividen diberikan pada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 1 Juni 2009. . Dividend was to be paid out to the shareholders recorded in the Company’s Shareholders Register on 1 June 2009 at 16.Fifty one percent (51%) of net profit worth Rp 1.00 WIB dan dibayarkan pada tanggal 15 Juni 2009 .As final dividend payout amounting to Rp 1.55 miliar dialokasikan untuk Program kemitraan tahun 2010.AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit.

but both should coordinate and work together to reach the corporate goal and long-term business continuity. IX. in accordance with Bapepam Regulation No. and to take any action required to obtain approval of the amendments. and authorizing and empowering President Director to draw up a separate deed of Minutes of Meeting in connection with these amendments. Article 10 through Article 23.1 on Planning and Convening GMS. Pasal 10 sampai dengan Pasal 23.I. Sriwijaya Post. serta memberi wewenang dan kuasa kepada Direktur Utama Perseroan untuk membuat akta Pernyataan Keputusan Rapat tersendiri dalam rangka perubahan Anggaran Dasar ini serta melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk memperoleh pengesahan atas perubahan Anggaran Dasar ini. Pasal 25 sampai dengan Pasal 28 Anggaran Dasar Perseroan dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan yang telah disampaikan dalam RUPS.1 tentang Rencana dan Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham. HUBUNGAN SERTA KOORDINASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Dewan Komisaris dan Direksi adalah dua organ perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan seharihari. Sriwijaya Post and Investor Daily. The main duty of Board of Commissioners is to supervise and the Board of Directors to carry out GMS resolutions and manage the Company’s operations. • Ratifying the amendment to Article 4 through Article 10. dengan tugas utama Dewan Komisaris sebagai pengawas dan Direksi dengan tugas utama melaksanakan keputusan RUPS dan mengelola operasional namun keduanya harus senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dan kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang. sesuai dengan Peraturan Bapepam No. Article 25 through Article 28 of Articles of Association. Pengumuman hasil RUPS disampaikan pada tanggal 25 Juni 2010 ke Bapepam dan BEI serta diiklankan melalui surat kabar Bisnis Indonesia. and to recompose the entire Articles of Association submitted to AGMS. COORDINATION BETWEEN BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORS Board of Commissioners and Board of Directors are two corporate organs responsible for the day-to-day management of the Company with differing duty and responsibility.IX. dan Investor Daily. . AGMS results were sent to Bapepam and IDX on 25 June 2010 and advertised in Bisnis Indonesia.I. Tugas dan tanggung jawab masing-masing berbeda.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 203 Pengangkutan batubara di pelabuhan Tarahan • Menyetujui mengubah Pasal 4 sampai dengan Pasal 10.

Kesepakatan penetapan tolok ukur ditujukan untuk menjaga agar tanggung jawab bersama dalam menjaga kesinambungan usaha Perseroan dapat terpenuhi sesuai azas akuntabilitas dan pertanggungjawaban dalam penerapan GCG. tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai peraturan perundangundangan dan anggaran dasar. peluang usaha. As such. For that purpose. At these meetings they discuss business plans. Keputusan rapat dibuat berdasarkan azas musyawarah untuk mufakat atau diambil berdasarkan suara terbanyak serta mengikat untuk dilaksanakan tindak lanjutnya. misi. mission. decisions of meetings are binding and made by deliberation to reach consensus or by majority votes. During voting. In addition. Agar rapat koordinasi ini dapat memberikan keputusan yang berkualitas. pencapaian imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham dan perlindungan kepentingan pemangku kepentingan secara wajar. values and strategy of the Company. Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Komisaris secara berkala. Isu-isu strategis dan substantial bagi Perseroan yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris dibahas pada Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. . maka seluruh agenda rapat senantiasa dipersiapkan dengan seksama. all agenda items are thoroughly prepared in advance. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. give their feedback and advice that are all recorded in minutes of meeting. operasional.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 204 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Oleh karenanya Dewan Komisaris dan Direksi harus senantiasa saling menghormati tugas. Rapat ini adalah sebagai bentuk koordinasi dala rangka membahas laporanlaporan periodik Direksi dan memberikan tanggapan. membahas berbagai agenda menyangkut rencana kerja. jika ada anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan. catatan dan nasihat yang dituangkan dalam risalah rapat. periodic meetings. Untuk menyatukan pandangan dan memutuskan suatu persoalan penting menyangkut kelangsungan usaha dan operasional perusahaan. Dewan Komisaris dan Direksi bersepakat menjadikan beberapa sasaran pokok sebagai tolok ukur kinerja bersama. Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa mengagendakan pertemuan berkala. For the joint meetings to arrive at high quality decisions. tidak boleh ikut memberikan suara dan keterangan mengenai hal ini dicatat pada risalah rapat. serta isu-isu strategis yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris. Board of Commissioners and Board of Directors hold regular. Untuk itu. The yardstick is establlished to ensure that sustainable business development is reached in accordance with accountability and responsibility principles within GCG standards. both organs should share the same vision. Selain itu. responsibility and authority in accordance with the law. any Commissioner who has conflict of interest should refrain from voting and this condition is recorded in the minutes of meeting. mencakup : pelaksanaan kontrol internal dan manajemen risiko dengan baik. Pada proses pengambilan suara. achievement of optimum shareholders return and reasonable protection of stakeholders interest. Board of Commissioners and Board of Directors agree to make several targets serve as the yardstick by which concerted efforts are measured: enforcement of internal control and risk management. Board of Commissioners and Board of Directors should mutually respect each other’s duty. Dewan Komisaris senantiasa dijamin mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. keduanya harus memiliki kesamaan pandangan atas visi. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. opportunities and strategic issues that need the Commissioners’ consent. nilai-nilai dan strategi Perseroan. These meetings also serve as a forum for the Commissioners to review Directors’ periodic reports. To synchronize views and decisions over important matters associated with the Company’s operations and business growth.

kewajiban. wewenang. Heri Supriyanto Ir. M. Tiendas Mangeka Ir. dengan pokok-pokok bahasan sebagaimana diuraikan pada Laporan Dewan Komisaris. MA Ir. Milawarma.Eng Ir. All procedures. Board of Commissioners and Board of Directors held 14 joint meetings. Drs. MHum. Sedangkan tingkat kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dapat dilihat pada rekapitulasi kehadiran rapat sebagai berikut. MSc. mencakup diantaranya: NAMA NAME Dr. Pedoman ini mengikat setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan mencantumkan antara lain tanggung jawab. Attendance of Board of Commissioners and Board of Directors at the meetings is shown below. serta pengaturan rapat dan tata cara hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi.ME Suranto Soemarsono. working guide and relationship between Board of Commissioners and Board of Directors are laid down in Board Manual. with topics of discussion as described in the Board of Commissioners’ Report. Sepanjang tahun 2010. Full and timely information on the Company’s latest condition is accesible to Board of Commissioners at all times. Ir. Abdul Latief Baky. In 2010. pedoman kerja dan hubungan antara Dewan Komisaris dan ireksi telah ditetapkan dalam Board Manual. hak. authority. This Manual binds all members of Board of Commissioners and Board of Directors. SE. Mahbub Iskandar JABATAN TITLE Conclusion made and decision taken at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors covered: JUMLAH RAPAT (A) 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 KEHADIRAN (B) 14 14 12 13 13 14 12 14 14 14 13 (B:A) 100 100 86 93 93 100 86 100 100 100 93 Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Direktur Utama President Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director . Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. Seluruh tata cara. right and code of ethics of Board of Commissioners and Board of Directors. FIQ Ir. Beberapa kesimpulan maupun keputusan yang ditetapkan melalui rapat gabungan Direksi dan Komisaris. as well as meeting procedures and coordination of work between Board of Commissioners and Board of Directors.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 205 Dewan Komisaris senantiasa mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. etika Dewan Komisaris dan Direksi. Sukrisno Dono Boestami. specifying among others the responsibility. Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan mengadakan Rapat Gabungan sebanyak 14 (empat belas) kali. Thamrin Sihite. duty. Supriyadi Ir. MSc Ir.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

206

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

Bidang Pengelolaan Perusahaan • Menerapkan strategi produk blending yang terintegrasi dengan kegiatan pemasaran sebagai salah satu cara mengelola persediaan batubara yang berlebih. • Percepatan realisasi pembangunan PLTU Tanjung Enim 3x10 MW. • Pengurusan perpanjangan izin usaha penambangan (pengganti KP) atas wilayah Tambang Air Laya. • Penetapan kebijakan harga floating sesuai pasar, pada kontrak-kontrak penjualan. Bidang Tata Kelola • Kesepakatan rumusan dan besaran Gaji Direksi dan Honorarium Komisaris untuk diajukan dalam RUPS. • Persetujuan Komisaris atas usulan Direksi mengenai besaran Insentif Kinerja Karyawan. • Kesepakatan mengenai agenda RUPS dan tanggal pelaksanaan RUPS. • Kesepakatan penetapan parameter Key Performance

Management • Adopting product blending strategy that is integrated with marketing activity to manage excess supply of coal. • Accelerating the construction of Tanjung Enim TPP 3x 10 MW. • Processing the extension of mining licence to replace Mining Concession over Air Laya Mine. • Fixing floating price according to market price in sales contracts.

• •

Indicator/Indikator Kinerja Utama (KPI/IKU) sesuai dengan Permeneg No.2 tahun 2009. Termasuk dalam paramater tersebut adalah besaran total biaya per ton penjualan sebagai salah satu parameter kuantitatif yang dinilai dalam menentukan KPI Direksi. Penetapan butir-butir TOR Audit Kinerja yang akan dilaksanakan oleh KAP. Persetujuan pembagian besaran Dividen Interim tahun buku 2009, sebesar Rp66,75 persaham dan mekanisme pembagiannya, tanpa RUPS, sesuai dengan praktek yang pernah dilakukan sebelumnya.

Governance • Approving the formula and amount of Board of Directors’ salaries and Commissioners’ fees to be proposed at GMS. • Giving Commissioner’s approval for the employee incentives as proposed by Board of Directors. • Agreeing upon GMS agenda and date. • Agreeing upon the parameter of Key Performance Indicator (KPI) in accordance with State Minister Decree No.2 of 2009. The paramater includes the amount of total cost per ton sales as a quantitative parameter used to determine Board of Directors’ KPI. • Laying down Terms of Reference of Performance Audit to be conducted by Certified Public Accountant. • Approving interim dividend payout of Rp66,75 per share for 2009, and the payment mechanism, without GMS approval, according to previous practice.

DEWAN KOMISARIS
Tugas utama Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan secara umum atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberikan nasihat atas kebijakan Direksi dalam menjalankan kepengurusan Perseroan. Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional yang merupakan tugas Direksi. Kinerja Komisaris dievaluasi secara berkala minimal setahun sekali berdasarkan kriteria evaluasi kinerja yang diajukan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi kepada Dewan Komisaris. Evaluasi Kinerja Komisaris dilakukan oleh Pemegang Saham dalam RUPS. Hasil evaluasi kinerja Anggota Dewan Komisaris akan digunakan oleh RUPS dalam memberikan remunerasi serta sebagai salah satu indikator dalam pengangkatan kembali dan pemberhentian Anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan.

BOARD OF COMMISSIONERS
The primary duty of Board of Commissioners is to supervise in a general and specific sense in accordance with the Articles of Association and give counsel to the Board of Directors in managing the Company. Board of Commissioners is not to intervene in Board of Directors’ duty of making decisions over operational matters. The performance of Board of Commissioners is appraised periodically, minimum annually, by GMS according to performance appraisal criteria established by Nomination and Remuneration Committee. The evaluation result will be used as indicators by GMS in remunerating, appointing and terminating members of Board of Commissioners.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 207

Komposisi Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Lorem ipsum dolor Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. Supriyadi Ir. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. Ir. Thamrin Sihite,ME Suranto Soemarsono, SE, MA Ir. Abdul Latief Baky, MSc, MHum, FIQ Independency of Independent Commissioner Two of the Company’s five Commissioners are Independent Commissioners, representing 40% of the total members of Board of Commissioners, in accordance with the requirements of the law. Indonesia Stock Exchange Decision No. Kep-05/ BEJ/07-2004 regarding Regulation No. I-A on Share and Equity Securities Listing by Listed Companies requires that every public company have Independent Commissioners representing at least 30% of total number of Commissioners.

Independensi Komisaris Independen
Jumlah Komisaris Independen Perseroan adalah dua orang, dari total 5 orang anggota komisaris, atau 40%, yang berarti telah memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. Keputusan Bursa Efek Indonesia No Kep-05/BEJ/07-2004 tentang Peraturan Nomor I-A Tentang Pencatatan Saham Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat, dimana setiap perusahaan publik harus memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan dan tidak bekerja pada Pemerintah termasuk departemen, lembaga non departemen dan kemiliteran dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. Komisaris Independen tidak memiliki hubungan keluarga dengan seluruh anggota Direksi maupun anggota Komisaris sampai derajat ketiga. Salah seorang anggota Komisaris Independen memiliki latar belakang pendidikan di bidang keuangan, untuk menjamin kompetensi pengawasan bidang keuangan Perseroan. Adapun Komisaris Independen kedua mempunyai latar belakang Pertambangan Administrasi dan Hukum untuk menunjang tugas-tugas Dewan Komisaris. Dengan dipenuhinya seluruh syarat dasar tersebut Perseroan meyakini anggota komisaris independen akan mampu memberikan masukan dan pengawasan yang independen.

Independent Commissioners have no business association or affiliation with the Company and do not work for any of the state ministry, non-ministry or military within the past three years. Nor do they have family relationship with other members of Board of Commissioners or Board of Directors down to the third level. One of the Independent Commissioners has a financial education background and competence to supervise the finances of the Company. The second Independent Commissioner is knowledgable in mining business, administration and law to support the work of Board of Commissioners.

Having complied with all the basic requirements, the Company believes the Independent Commissioners are capable of acting independently in their counselling and supervising function.

Pemilihan Dewan Komisaris
Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan. Proses pemilihan dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali. Untuk menjamin profesionalisme dan integritas calon komisaris, diselenggarakan fit and proper test yang seksama. Proses fit and proper test dilakukan secara terbuka, guna menjamin calon komisaris yang bersangkutan bebas dari afiliasi maupun benturan kepentingan lainnya, dan terpenuhinya kepentingan pemegang saham minoritas secara wajar.

Nomination of Board of Commissioners
Members of Board of Commissioners are nominated and terminated by GMS through a transparent process. Nomination takes place once in every five years. To make sure of the candidates’ professionalism and integrity, a thorough fit and proper test is conducted openly, to see to it that the candidates are free from any affiliation or conflict of interest, and that the minority shareholders’ interests are honored.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

208

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

Untuk menjamin Independensi, Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan.
To ensure independency, besides compliance with the law with respect to their nomination, double function between Commissioners and Directors is not warranted.

Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris
Komisaris Perseroan memiliki tugas dan tanggung-jawab utama yang meliputi: • Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi. Melakukan pengawasan dan memberi nasihat yang diperlukan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP), Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) serta ketentuan anggaran dasar Perseroan dan keputusan RUPS, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Meneliti, menelaah dan menandatangani serta memberikan persetujuan atau pengesahan terhadap RKAP yang disiapkan Direksi, selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum dimulainya tahun anggaran. Meneliti dan menelaah laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas pengawasan yang telah dilakukan kepada RUPS. Melaksanakan kewajiban lainnya dalam rangka tugas pengawasan dan pemberian nasihat, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar, dan keputusan RUPS.

Duty and Responsibility of Board of Commissioners
The Board of Commissioners has the following primary task and responsibility: • Supervising the policy and function of managing the Company by Board of Directors and giving counsel to the Board of Directors.

Monitoring and directing the Board of Directors in complying with Corporate Long Term Plan, Work Program & Budget, provisions of Articles of Association, resolutions of GMS, and the prevailing laws and regulations, and in concert with the purpose and objective of the Company.

Examining, reviewing, signing and approving or ratifying Work Program & Budget prepared by Board of Directors, no later than 60 (sixty) days prior to the beginning of new accounting year. Examining and reviewing periodic and annual reports, and signing annual reports prepared by Board of Directors.

Submitting report on performance of its supervisory duty to GMS. Performing other supervising and counselling duties, provided they are in keeping with the law, Articles of Association and GMS resolutions.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 209

Wewenang Dewan Komisaris
Dalam menjalankan tugas-tugas seperti tersebut diatas, Dewan Komisaris memiliki wewenang diantaranya:

Authority of Board of Commissioners In the discharge of its duty, the Board of Commissioners is authorized to: • Examine books, letters, and other papers, check and verify cash and other commercial instruments, and other property of the Company.

Melihat buku-buku, surat-surat, serta dokumendokumen lainnya, memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharga dan memeriksa kekayaan Perseroan. Meminta penjelasan dari Direksi atau pejabat lain mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan Mengetahui kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan Direksi serta meminta Direksi dan pejabat lain di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri rapat Dewan Komisaris. Memberhentikan sementara Anggota Direksi sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Menggunakan tenaga ahli untuk hal tertentu dan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.

Request explanation from Board of Directors or other officials concerning any and all matters concerning the management of the Company. Be informed of the policy and actions of Board of Directors, request Board of Directors and other officials under the Board of Directors and with the knowledge of Board of Directors to attend Board of Commissioners meetings. Suspend members(s) of Board of Directors in accordance with the Articles of Association. Manage the Company under specific circumstances for a certain period of time as ruled by the Articles of Association. Employ experts for certain purposes and for a certain period of time in accordance with the Articles of Association.

Rapat Dewan Komisaris
Proses pengawasan terhadap kegiatan operasional Perseroan dilakukan melalui rapat-rapat, evaluasi laporan operasional

Board of Commissioners Meeting
Supervision of the Company’s operations is done through meetings, evaluation of monthly operating reports and

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

210

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

bulanan dan diskusi dengan komite-komite yang terkait sesuai dengan masalah yang perlu mendapat perhatian. Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan dengan ketentuan, diantaranya sebagai berikut: • Rapat Dewan Komisaris sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurangkurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Dewan Komisaris atau diwakili dalam rapat tersebut. Keputusan rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Apabila hal ini tidak tercapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. Setiap Anggota Dewan Komisaris berhak mengeluarkan 1 (satu) suara. Untuk pengambilan keputusan yang mengandung benturan kepentingan, anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan (jika ada) dilarang memberikan suara. Salinan risalah rapat Dewan Komisaris, termasuk dissenting opinion (jika ada) yang telah ditandatangani oleh seluruh peserta rapat yang hadir, wajib segera didistribusikan kepada seluruh Anggota Dewan Komisaris dan asli risalah dan daftar hadir rapat Dewan Komisaris, disimpan oleh Sekretaris Dewan Komisaris. Dewan Komisaris memiliki kewenangan untuk menanyakan tindak lanjut atas rekomendasi yang disampaikan dari hasil rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Dewan Komisaris dan rapat gabungan Dewan Komisaris-Direksi.

discussion with relevant committees according to the problems to be attended to. Board of Commissioners meeting is held under the following terms: • Board of Commissioners meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Commissioners or their proxies. Board of Commissioners meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. If no consensus is reached, decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total valid votes cast at the meeting. Each member of Board of Commissioners is entitled to cast one vote. When making decision over conflict of interest transactions, any Commissioner who has conflict of interest is not permitted to take part in the decision making process. Copies of minutes of Board of Commissioners meeting, including dissenting opinion (if any), that have been signed by all members present at the meeting, must be immediately distributed to all members of Board of Commissioners and the original copy of minutes and attendance list are kept by the Secretary to Board of Commissioners. Board of Commissioners is authorized to question the follow up of the recommendations made in the Board of Commissioners meetings and joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors.

Prosedur Penetapan dan Remunerasi Dewan Komisaris
Besaran remunerasi anggota Dewan Komisaris ditetapkan

Determination of Board of Commissioners’ Remuneration
The sum of Board of Commissioners’ remuneration is

Sesuai dengan kewenangannya, Dewan Komisaris akan mengawasi tindak lanjut atas pelaksanaan rekomendasi yang telah diberikan.
In accordance with its authority, the Board of Commissioners will supervise the follow up of its recommendations.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 211

setiap tahun dalam RUPS, didasarkan atas capaian kinerja Dewan Komisaris seusai hasil analisa dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi. Untuk menyusun dasar penetapan dan rekomendasi besaran remunerasi yang kredibel, KNR selalu melibatkan konsultan independen. Dengan dukungan database yang kuat dari survei pasar pada perusahaan sejenis dan sekelas Perseroan dan mempetimbangkan arahan KNR, konsultan independen menyusun beberapa faktor utama dalam mengusulkan besaran remunerasi Komisaris. Gambaran singkat prosedur penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagan berikut
Komite Nominasi & Remunerasi

determined annually at GMS, after taking into consideration the Board’s performance measured according to the analysis and recommendation of Nomination and Remuneration Committee. To fix a reasonable amount and make recommendation, NR Committee seeks the advise of an independent consultant. With the back-up of a reliable database, market survey in other companies of similar nature and equal level, and NR Committee recommendation, the independent consultant compile several major factors as a reference in fixing the amount of remuneration.

Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi

Konsultan Independen

Komite Nominasi & Remunerasi

Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Keberhasilan memitigasi risiko • ketersediaan waktu • Kompetensi dan pengalaman

Dewan Komisaris

Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi

Rapat Umum Pemegang Saham

Membahas dan menetapkan besaran honor dan tantiem anggota Dewan Komisaris

Honor dan Tantiem Dewan Komisaris

Besaran Remunerasi
Dewan Komisaris menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas honorarium, asuransi, tantiem serta fasilitas dan tunjangan lainnya. Remunerasi untuk Komisaris dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap Komisaris. Sesuai hasil RUPS tertanggal 21 April 2010, Komisaris Utama mendapat honorarium sebesar 50% dari gaji Direktur Utama,

Amount of Remuneration
Board of Commissioners receives routine and incidental remuneration consisting of honorarium, insurance, tantiem and other facilities and allowances. Remuneration paid to Commissioners may differ among them depending on their respective duty and responsibility. Remuneration of Board of Commissioners is proposed by NR Committee and resolved by GMS, and may differ among them

230..000.368. dengan rata-rata sebesar Rp27.520.769.000 2.531 7. i.811.375 6. meliputi .. Adapun gambaran total remunerasi anggota Dewan Komisaris per tahun untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut.955. for accounting year 2010 President Commissioner and other Commissioners also received a number of allowances. Pajak atas remunerasi Dewan Komisaris menjadi tanggungan masing-masing anggota Komisaris. Komisaris Utama dan anggota komisaris juga menerima berbagai tunjangan.000 1. with the following attendance rate: Throughout 2010 besides giving advice and direction to the Board of Directors.264.359.231 TOTAL (RP) 2.927.170 TANTIEM (RP) 836.e.000.e.600 1.451.000.558. . Selain honorarium.502. at an average of Rp 27...517. depending on their respective duty and responsibility.252.111.769 4.369 7.000 TUNJANGAN (RP) 395.666. In addition to honorarium.... terdiri atas 21 kali pertemuan internal DK dan 14 kali rapat gabungan dengan Direksi.894 TAHUN 2010 ORANG 1 4 5 HONOR (RP) 600.939 TANTIEM (RP) 1.5 billion.000 1.269. Rp 40 million per month.505.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak .5 miliar.740 1.061. Sepanjang tahun 2010 selain memberikan nasihat dan arahan dalam bentuk surat-menyurat kepada Direksi.815. Taxes will be borne by each Commissioner individually..801 9.. total remuneration for Board of Commissioners allocated for 2010 totalled Rp 9.377 3.Periode 1 Januari .520.. Rp 50 million per month.137.000. GMS held on 21 April 2010 decided that President Commissioner’s honorarium was 50% of President Directors’s salary. With one President Commissioner and four Commissioners. .920. Anggota Dewan Komisaris lainnya mendapat honorarium sebesar40% dari gaji Direktur Utama.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 212 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report yakni sebesar Rp50 juta per bulan. i.328.154 1. Dengan jumlah Komisaris Utama adalah satu dan anggota Komisaris ada 4 (empat) maka total remunerasi untuk Dewan Komisaris yang dialokasikan oleh Perseroan pada tahun buku 2010 adalah sebesar Rp9.964.330..825.819.920. the Board of Commissioners also offered their views and recommendations in various areas of the Company’s operations and other matters according to their job and responsibility as described below: .012 TOTAL (RP) 1. .000 2.Periode 30 Mei 2008 s/d 31 Desember 2010 jumlah Komisaris 5 orang termasuk 1 orang Komisaris utama Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris Selama tahun 2010 Dewan Komisaris menyelenggarakan total 35 pertemuan.462 5.236. Total remuneration for 2009 and 2010 is given below: URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris TAHUN 2009 ORANG 1 4 5 HONOR (RP) 600.000 TUNJANGAN (RP) 379.339 1.000.538.8 juta per bulan dan sejumlah tantiem sesuai dengan kemampuan Perseroan. yaitu sebesar Rp40 juta perbulan.000.791.8 million per month and tantiem according to the Company’s financial condition.906 URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris Note : . ..615.270.316. untuk tahun buku 2010. which were 21 internal Commissioners meetings and 14 joint meetings with the Directors..29 Mei 2008 jumlah Komisaris 6 orang termasuk 1 orang Komisaris utama . dengan tingkat kehadiran masing-masing sebagai berikut..635 2.497. Dewan Komisaris memberikan pandangan serta berbagai rekomendasi mencakup pengelolaan operasional maupun hal-hal lain sesuai tugas dan kewajibannya sebagaimana diuraikan sebagai berikut: Performance of Board of Commissioners Duty In 2010 Board of Commissioners held 35 meetings.594.. Other Commissioners received 40% of President Director’s salary.

. agar peningkatan daya angkut kereta api di tahun-tahun mendatang lebih substansial. Produksi • Terkait dengan pencapaian produksi. MA Ir. Thamrin Sihite. kepada Direksi diminta untuk lebih memperhatikan investasinya di anak-anak perusahaan mengingat kinerja anak perusahaan yang kurang baik pada tahun 2010 ini. Dewan Komisaris meminta agar produksi batubara Perseroan terus ditingkatkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2010. Ir. Board of Directors was advised to focus on improving the Company’s business performance. MHum. Abdul Latief Baky.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 213 NAMA Dr. Considering the 2010 small increase (3%) of existing railway loading capacity. • Untuk meningkatkan kinerja perusahaan. • • Besaran remunerasi diusulkan oleh KNR. Supriyadi Ir.ME Suranto Soemarsono. • To step up profitability. FIQ JABATAN Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen JUMLAH RAPAT (A) 21 21 21 21 21 KEHADIRAN (B) 21 20 20 21 21 (B:A) 100 95 95 100 100 Rekomendasi Dewan Komisaris Bidang Keuangan • Pada rapat-rapat Dewan Komisaris dengan Direksi. dan melakukan penempatan dana pada instrument keuangan yang baik dan aman bagi Perseroan. diputuskan dalam RUPS dan dapat berbeda antara masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan beban tugas serta tanggung jawabnya. Production • Board of Directors was advised to promote coal production to the level targetted in 2010 Work Program and Budget. sesuai Board of Commissioners Recommendation Finance • Board of Directors was requested to pay special attention to subsidiaries considering the latter’s mediocre performance in 2010. Board of Directors had to communicate more intensively with PT Kereta Api Indonesia (PTKA) to allow bigger increase in accordance with Coal Transportation Agreement (CTA). SE. Mengingat peningkatan daya angkut kereta api dari jalur eksisting pada tahun 2010 masih rendah (hanya naik 3%) Direksi diminta agar menjalin komunikasi lebih intensif dengan PT KAI. khususnya dalam perolehan tingkat laba. • Direksi diingatkan untuk menjaga arus kas Perseroan agar senantiasa dalam posisi yang baik. • Board of Directors was reminded to maintain a good cash position and to make fund placement in safe and promising instruments. MSc. Direksi diminta memfokuskan upaya perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan . Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr.

Pemasaran • Direksi diminta lebih meningkatkan kegiatan pemasaran dan perluasan target market pemasaranpasar. In production planning. It was recommended that production efficiency be enhanced to support improved overall performance of the Company. • • • • To step up production. Termasuk dalam hal ini antara lain adalah pengembangan sarana pelabuhan Tarahan yang membutuhkan biaya investasi cukup besar. dicantumkan klausul peninjauan harga jual secara periodik dengan acuan harga sesuai praktek praktik yang lazim dan sesuai peraturan perundangan. Board of Commissioners saw the need to install Corrective Action Committee (CAC) to audit the performance of all subsidiaries and joint venture projects. In developing production infrastructure. Dewan Komisaris memandang perlunya dilakukan audit Kinerja pada seluruh anak perusahaan dan proyek kerjasama dengan membentuk Risk Management • In line with GMS recommendation. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dengan Direksi dalam forum rapat gabungan. economic and environmental aspects. ekonomis. Direksi diminta untuk lebih memperhatikan upaya penyelarasan masukan dari aktivitas pemasaran dan produksi sehingga dapat mulai dan dapat memonitor pergerakan persediaan batubara melalui sistem IT terintegrasi. Direksi diminta mempersiapkan SDM Perseroan agar memiliki kemampuan kerja yang terus meningkat diiringi dengan komposisi biaya per ton yang lebih baik dari dibandingkan dengan mitra kontraktor penambangan. CAC diharuskan memberikan laporan secara berkala. Dewan Komisaris merekomendasikan dilakukannya studi kelayakan pada proyek-proyek pengembangan prasarana produksi Perseroan. Dewan Komisaris. Board of Commissioners recommended that a feasibility study be conducted covering technical. Board of Commissioners supported a marketing strategy that prioritized long-term sales contracts. It is suggested to insert a clause on periodic review of selling price in accordance with common practice and the law. This will be discussed further at joint meetings and CAC is expected to report periodically. telah menetapkan batasan besaran . mendapatkan izin dari instansi terkait sesuai peraturan perundangan yang berlaku.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 214 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • • kesepakatan dalam Coal Transportation Agreement (CTA). • Corrective Action Committee (CAC). terutama baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Dalam merencanakan produksi. • Pengelolaan Risiko • Sesuai amanat RUPS. meliputi aspek teknis. Marketing Board of Directors was requested to boost marketing and expand target market. Board of Directors was requested to upgrade the personnel’s competence to reach a better composition of cost per ton than other mining contractors. with the authorities’ permits. namun juga tetap mengingatkan agar dalam kontrak penjualan tersebut. Board of Directors was advised to heed the input from marketing unit and monitor coal supply using the integrated IT system to ensure a well managed supply and market penetration. Dewan Komisaris mendukung dapat memahami strategi pemasaran yang mengedepankan pelaksanaan kontrak jangka panjang. especially export market. especially the development of Tarahan port facility that required a substantial investment. Dalam pengembangan prasarana produksi Perseroan. Dewan Komisaris merekomendasikan agar program efisiensi dalam kegiatan produksi dilanjutkannya dan ditingkatkannya penerapan program efisiensi dalam kegiatan produksi agar memberikan hasil akhir meningkatnya sehingga kinerja Perseroan yang menjadi semakin baik di masa mendatang. Terkait dengan peningkatan produksi. dan lingkungan yang memenuhi syarat kelayakan.

• In connection with the Company’s participation in several tenders for Independent Power Plant. Sehubungan dengan relatif besarnya nilai investasi yang akan dikeluarkan. terutama penyusunan kerangka kebijakan pensiun. sesuai dengan mekanisme dimaksud harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris. Board of Directors should seek Board of Commissioners’ approval. Madura dan Sumatera Selatan. the Company’s participation in IPP tender should first be approved by Board of Commissioners. kepersertaan Perseroan dalam tender IPP harus disertai dengan persetujuan Dewan Komisaris terlebih dahulu. particularly in terms of pension plan. Sehubungan dengan keikutsertaan perseroan dalam beberapa proses tender IPP. Sumber Daya Manusia • Dewan Komisaris merekomendasikan penyusunan RJPP untuk pengembangan SDM Perseroan yang selaras dengan penerapan RJPP pengembangan Perseroan. • With regard to new product development. recruitment and outsourcing policy. Human Resource • Board of Commissioners recommended the write-up of Corporate Long Term Plan and that human resource development be adjusted to this long term plan. Dewan Komisaris meminta Direksi untuk mencermati perlu tidaknya melakukan studi kelayakan coal gasification mengingat keandalan teknologinya belum terjamin. Also. which should be clear and compliant with the law. Dewan Komisaris merekomendasikan dalam pelaksanaannya mengikuti kaidah-kaidah bisnis yang berlaku dan selanjutnya agar melakukan evaluasi yang lebih komprehensif. the feasibility study for coke production. program rekrutmen dan outsorcing pegawai yang harus jelas dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. selain itu terkait dengan harga jual listrik dapat ditetapkan secara paralel dan biaya investasi maksimum sesuai dengan owner estimate (OE) sehingga kelayakannya secara finansial dan hukum tetap terjamin. such as IPP in Riau. karena masih diperlukan beberapa studi untuk memastikan kecocokan batubara PTBA untuk dapat dijadikan kokas. more comprehensive studies be made. Board of Commissioners reminded Board of Directors to devise a human resource grand design and development strategy. Jika nilainya substansial. and business partners be carefully selected to have good strategic partners. • Considering the relatively massive investment involved. Dewan Komisaris juga meminta Direksi memberitahukan mekanisme pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin). • Board of Commissioners requested Board of Directors to make a more in-depth study of the Tanjung Api-Api • . • • Pengembangan Usaha • Dewan Komisaris menyetujui investasi PLTU Peranap 2x10 MW yang dalam pelaksanaannya agar tetap memperhatikan upaya-upaya yang terintegrasi. Board of Commissioners requested Board of Directors to reconsider its plan to conduct a feasibility study for Coal Gasification considering the reliability of the technology is not proven yet. as further studies would be necessary to discover if the Company’s coal is suitable to be processed into coke. Begitu juga dengan studi kelayakan kokas. If the value is substantial. Board of Commissioners recommended that common business practices be observed. seperti di Riau.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 215 • investasi dalam rangka kerjasama operasi yang harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris adalah sebesar US$1 juta. Dewan Komisaris mengingatkan Direksi untuk memberikan perhatian lebih pada penyusunan grand design dan strategi pengembangan SDM. Sehubungan dengan rencana kerjasama Proyek • • • Business Development • Board of Commissioners agreed to invest in Peranap Thermal Power Plant (TPP) 2x10 MW. Untuk pengembangan produk baru. Board of Directors was asked to report the mechanism of non-routine goods and services procurement. Electricity selling price should be parallel to maximum investment cost according to owner estimate (OE) to ensure financial feasibility and regulatory compliance. Selain itu disarankan juga perusahaan membuat penilaian terhadap mitra kerjasama secara komprehensif guna memperoleh mitra strategis yang baik. • • Board of Commissioners has determined the size of investment in joint operations requiring Commissioners’ approval to be US$ 1 million. Madura and South Sumatra.

and exercising the option of releasing less potential and continuously losing business units. Board of Commissioners replaced members of Business Risk Committee. Dewan Komisaris memberikan catatan perlu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban Dekom dengan Direksi dalam Board Manual tersebut. Prior to signing and enacting the Manual. 2/MBU/2009 tanggal 2009. mengingat realisasi dan rencana produksi yang rendah dan akumulasi kerugian operasional yang terus terjadi.Make a more adamant decision on the status of Ombilin Mining Unit.Restrukturisasi menyeluruh atas Unit Pengusahaan Briket. . yaitu: .Melakukan monitoring kinerja PT IPC secara lebih ketat mengingat kinerjanya yang tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan semula.04/2010 tentang Ketentuan Fasilitas/Tunjangan Direksi dan Komisaris PTBA yang masih kurang tepat. . SOE Minister Regulation No. 002/Int-0100/PG. Kemampuan Vvolume angkut PT KAI harus benar-benar diperhatikan dalam penyusunan RKAP. Namun sebelum peresmian dan penanda-tanganan. in keeping with good corporate governance principles and the legislations.04/2010 on Facilities/Allowances of Board of Directors and Board of Commissioners be reviewed as it is considered inappropriate. Loading volume should be included in writing up Work Program and Budget. Board of Commissioners endorsed the newly revised Board Manual with the help of a consultant. Board of Commissioners made the following recommendation to Board of Directors: . • joint project. Dewan Komisaris mendukung pengkajian dan penyusunan Board Manual terbaru yang disusun dengan bantuan konsultan. Governance • Board of Commissioners requested that Board of Directors Decision No. Kinerja dan Pengelolaan Anak Perusahaan • Dewan Komisaris menilai bahwa kinerja anak-anak perusahaan dan unit usaha PT BA harus ditingkatkan dan merekomendasikan kepada Direksi agar untuk masingmasing anak usaha dilakukan langkah penanganan spesifik.Restructure PT BAP. Dewan Komisaris juga meminta agar Direksi betulbetul memperhatikan komitmen peningkatan angkutan batubara dengan kereta dari PT KAI. . termasuk pelaksanaan opsi pelepasan cabang unit usaha yang prospeknya kurang bagus dan mengalami kerugian terus-menerus. To reinforce the implementation of GCG practice.Pengambilan keputusan yang lebih tegas atas status UP Ombilin. established GCG Committee apart from • • • • .Restrukturisasi usaha PT BAP. . harus juga berpedoman pada Permen BUMN No. Board of Commissioners asked Board of Directors to closely follow up PTKA’s commitment to increase railway loading capacity. .Conduct an overall restructuring of Briquette Business Unit (BU). Dalam rangka penguatan penerapan praktek GCG Dewan Komisaris melakukan pergantian anggota Komite Risiko Performance and Management of Subsidiaries • Board of Commissioners was of the opinion that the performance of subsidiaries could be enhanced. . Tata Kelola • Dewan Komisaris meminta peninjauan kembali SK Direksi No 002/Int-0100/PG. Therefore. Dewan Komisaris meminta Direksi agar melakukan kajian komprehensif atas kerjasama investasi ataupun keterlibatan PTBA yang akan diajukan sesuai dengan prinsip good corporate governance serta peraturan perundangan yang berlaku. the draft will be deliberated by Board of Commissioners and Board of Directors.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 216 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Tanjung Api-Api. 2/MBU/2009 of 2009 should be observed. considering its production output was low and operating loss continued to accumulate. Dalam hal ini. Board of Commissioners noted there should be equilibrium between Board of Commissioners and Board of Directors in terms of duty and responsibility in Board Manual.Monitor IPC more closely as its performance was not in concert with what was originally planned. draft terkait terlebih dahulu disampaikan dan dibahas bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi.

sebagaimana diamanatkan oleh RUPS. Board of Directors should involve the local community and consider their nneds. membentuk Komite GCG tersendiri. as advised by GMS. terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2010. Board of Commissioners deemed it necessary to study the case from legal point of view. • • • • . Dewan Komisaris menyetujui RKAP 2011 dengan Others • In connection with the planned assignment of the Company’s assets in Palembang to PDAM (Regional Water Company). diketuai anggota Direksi. Dewan Komisaris telah membentuk Corrective Action Committee (CAC). Direksi diminta memperhatikan kebutuhan serta melibatkan masyarakat sekitar. so that Partnership and Community Development Program may achieve optimum results. Board of Commissioners set up Corrective Action Committee (CAC) headed by a Director. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Assignment of asset should be in line with the term of agreement entered into with PDAM. Selain itu. sehingga dampak pelaksanaan program PKBL menjadi optimal Nomination and Remuneration Committee starting from 1 August 2010. Dewan Komisaris memandang perlu dilakukannya kajian dari segi hukum. Dewan Komisaris berpendapat agar pengalihan aset sesuai dengan masa berlaku perjanjian dengan PDAM sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Board of Commissioners approved the 2011 Work Program and Budget with a few notes. Lain-lain • Sehubungan dengan rencana pengalihan aset Perseroan di Palembang kepada PDAM. To conduct performance audit on subsidiaries and joint venture projects.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 217 Usaha. Remuneration and Human Resource Development Committee. untuk memperkuat pengembangan dan pengelolaan SDM. Nomination and Remuneration Committee was reinforced and converted into Nomination. atau Konarba dan PSDM. Dewan Komisaris memperkuat susunan Konarba dan merubah namanya menjadi Komite Nominasi. For the purpose of supporting human resource management and development. Corporate Social Responsibility • In formulating and implementing corporate social responsibility program. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan • Dalam menyusun dan melaksanakan program tanggung jawab sosial. CAC works under and reports to Board of Commissioners. yang terpisah dari Komite Nominasi dan Remunerasi. Sehubungan dengan pelaksanaan audit kinerja atas anak perusahaan dan proyek kerjasama. CAC telah melaksanakan tugasnya dengan pengawasan dan arahan Dewan Komisaris dan saat ini CAC telah diminta laporannya oleh Dewan Komisaris.

Board of Commissioners reorganized the correspondence and filing sysem with the aid of a consultant. Komposisi Direksi saat ini terdiri atas seorang Direktur Utama dan 5 (lima) orang Direktur dengan susunan sebagai berikut: BOARD OF DIRECTORS Board of Directors is collectively in charge of and responsible for managing the Company to ensure all resources are employed to the maximum. Drs. Members of Board of Directors including President Director are on an equal footing.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 218 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • beberapa catatan. Heri Supriyanto Ir. Board of Directors members perform and make decisions according to their respective duty and authority but the performance of each member remains the Board’s collective responsibility. 75/1996 on Basic Provision of Coal Mining Agreement article 9 clause (2). untuk masa jabatan 5 tahun. all candidates must take fit and proper tests openly. The duty of President Director is coordinating all members in the performance of their duty. DIREKSI Direksi bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola Perseroan agar seluruh sumber daya berfungsi secara maksimal. mempersiapkan dan mensukseskan pelaksanaan RUPS yang diselenggarakan pada 21 April 2010. The current Board of Directors is composed of one President Director and five Directors as follows: Komposisi Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Direktur Utama President Director Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Pengembangan Usaha Direktur Niaga Direktur SDM & Umum Ir. MSc Ir. Masing-masing anggota Direksi termasuk Direktur Utama memiliki kedudukan setara dengan tugas Direktur Utama adalah mengkordinasikan kegiatan seluruh kegiatan anggota Direksi. Dewan Komisaris terlibat aktif dalam merumuskan agenda. To ensure they have the approriate integrity and qualification for their respective fields. dengan bantuan konsultan.Eng Ir. preparing and organizing 2010 GMS that was held on 21 April 2010. profitability is increased and corporate value is enhanced. Batu Kajang. Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambi keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. • • • Board of Commissioners was actively involved in compiling agenda. sesuai dengan Keppres Nomor 75 Tahun 1996 tentang Ketentuan Pokok Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara: pada pasal 9 ayat (2). Milawarma. Batu Kajang. Board of Commissioners believes that the Company is not accountable to handle the complaints of Taka Paser Community. Sukrisno Dono Boestami. seluruh calon Direksi menjalani fit and proper test secara terbuka. Mahbub Iskandar . Persoalan tersebut adalah persoalan Pemerintah. Dewan Komisaris juga telah melakukan pembenahan mekanisme Tata Laksana Surat dan Kearsipan (TLSK). Dewan Komisaris berpendapat bahwa Perseroan tidak memiliki kewajiban apapun atas pengaduan Masyarakat Adat Taka Paser. Untuk memastikan integritas dan profesionalitas di bidangnya. Tiendas Mangeka Ir. Members are elected and nominated by GMS for a term of five years. profitabilitas operasional meningkat dengan hasil akhir naiknya nilai Perseroan secara berkesinambungan. Anggota Direksi dipilih dan diangkat melalui RUPS. M. namun pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. this being the Government’s problem as stipulated by Presidential Decree No.

Memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan atau yang diminta Anggota Dewan Komisaris. misi dan nilai-nilai perusahaan. memperhatikan kepentingan minority shareholder secara wajar dan memiliki tata kerja dan pedoman kerja (charter) yang jelas. efisien dan memberikan nilai optimal kepada para pemangku kepentingan. Write-up and implementation of risk management covering all aspects of the Company’s operations. Timely preparation of Work Program and Budget and its revisions for Board of Commissioners’ approval in Board of Commissioners meeting no later than 60 days before the beginning of new accounting year. Antar seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris tidak ada hubungan kekeluargaan hingga tingkat ke tiga. Menyiapkan pada waktunya RKAP dan perubahannya kepada Dewan Komisaris untuk mendapatkan pengesahan pada rapat Dewan Komisaris selambatlambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum tahun anggaran dimulai. as well as write-up and implementation of corporate social responsibility program. effective.Performing independently means there is no outside intervention influencing the Board’s judgement that may sway them from the law and Articles of Association. Rincian tugas dan tanggung jawab Direksi meliputi: • Menyusun visi. Independency of Board of Directors Composition of Board of Directors is carefully set up to ensure timely. efektif. Independent attitude and action suggest there is no conflict of interest that may interfere with the Directors’ ability to act independently and be critical in considering every step they take. Direksi Perseroan menjalan tugas secara independen juga berarti tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional Direksi yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan Anggaran Dasar PTBA. baik secara garis lurus maupun kesamping. short and long term programs. program jangka pendek maupun panjang. Menyusun dan melaksanakan manajemen risiko yang mencakup seluruh aspek operasional Perseroan. correct. responsif pada setiap kondisi operasional dan mempertimbangkan segala risiko dan situasi secara independen. mission and values. The independent stance of Board of Directors means there is no outside intervention that may influence their judgement as required by the law and Articles of Association. responsive decisions are taken in any situation. To maintain their independency Board of Commissioners and Board of Directors have no family relationship down to the third level. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Tugas dan tanggung jawab utama Direksi adalah mengelola Perseroan demi mencapai tujuan pendirian perusahaan dengan efektif. The duty and responsibility include the following activities: • Formulation of corporate vision. Duty and Responsibility of Board of Directors The duty and responsibility of Board of Directors are managing the Company to achieve the main objective of the Company in an effetive and efficient manner to maximize stakeholders’ return. managing resources effectively and efficiently. vertically as well as horizontally. Untuk menjaga independensi tersebut. ensuring smooth internal or inter-departmental and external communication with stakeholders. memastikan kelancaran komunikasi internal atau antar bagian dan eksternal dengan pemangku kepentingan serta menyusun dan melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. caring for minority shareholders’ fair interest and possessing clear work system and work charter. Menyusun satuan pengendalian internal. Explanation of anything questioned or requested by members of Board of Commissioners. mengendalikan sumber daya secara efektif dan efisien.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 219 Independensi Direksi Komposisi Direksi Perseroan ditetapkan dengan seksama agar senantiasa dapat melakukan pengambilan keputusan secara cepat. • • • • • • • • . and the risks and conditions are weighed independently. tepat. Sikap dan tindakan independen mengandung arti tidak ada kepentingan ataupun benturan kepentingan yang mungkin dapat mengganggu kemampuan setiap anggota Direksi untuk melaksanakan tugasnya secara mendiri dan memikirkan setiap langkah secara kritis. Formation of internal audit unit.

Menyiapkan Rencana Jangka Panjang (RJP) yang ditandatangani bersama dengan Komisaris untuk disahkan RUPS. Menyiapkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan yang merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Jangka Panjang. lengkap dengan seluruh dokumen-dokumen yang menyertai-nya termasuk dokumen keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang dokumen Perusahaan • Writing annual report that serves as accountability report of their performance in managing the Company. in order that all activities are in line with the Company’s vision. Menyiapkan kebijakan umum Sistem Pengendalian Internal dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas laporan hasil pemeriksaan yang dibuat oleh Satuan Pengawasan Internal. Bertanggung jawab untuk menyelaraskan seluruh inisiatif internal Perseroan dan memastikan terjadinya peningkatan kemampuan bersaing Perseroan. Sedangkan tugas dan tanggung jawab masing-masing Direktur secara spesifik adalah sebagai berikut: Direktur Utama • Bertugas untuk mengkordinir anggota Direksi lainnya. Setting general policy of Internal Control System and taking further action in response to audit findings reported by Internal Audit Unit. kebijakan dan program kerja yang ditetapkan. communication. komunikasi. Mengarahkan. • Membuat laporan tahunan sebagai wujud pertanggungjawaban atas kepengurusan Perseroan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 220 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance Independensi Direksi berarti juga tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional yang dilakukan sesuai peraturan perundangan dan Anggaran Dasar Perseroan. memastikan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi serta mengkordinir manajemen risiko dan pengembangan perusahaan. Preparing Work Program & Budget being the annual elaboration of Long Term Plan. mengkordinasikan tugas operasional di bidang audit internal. ensuring compliance with the laws and regulations and coordinating risk management and business development. Directing. Writing up Long Term Plan to be signed jointly with Commissioners and ratified by GMS. mengembangkan dan menetapkan strategi pengelolaan Perseroan secara menyeluruh. accompanied by all supporting documents including financial reports as set forth in the Law concerning Corporate Documents. strategy. While the duty and responsibility of each Director specifically are as follows: President Director • Coordinating all other members of Board of Directors. business target. coordinating all functions of internal audit. policy and work program. developing and devising overall management strategy. strategi. agar seluruh kegiatan berjalan sesuai visi. • • • • • • • • . sasaran usaha. misi. mission. Aligning all internal initiatives of the Company and ascertaining the Company’s improved competitiveness.

Finance Director • Coordinating. controlling and evaluating the work of the Finance. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Akuntansi dan Anggaran. Treasury. controlling and evaluating the work of Coal Mining. Kertapati Pier Unit and Ombilin Mining Unit. akuntansi. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. bidang teknik. keselamatan kerja. Tarahan Port Unit. Funding and Information Technology Work Units. Unit Dermaga Kertapati dan Unit Pertambangan Ombilin. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. Business Development Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. and developing mining and production efficiency program. Responsible for Sales. as well as optimum purchase of goods. Melakukan pembinaan unit-unit operasional yang terdiri dari Unit Pertambangan Tanjung Enim. Operations/Production Director • Coordinating. Environment Units. and marketing development. lingkungan serta mengembangkan program efisiensi proses penambangan maupun produksi secara berkelanjutan. Budget. • • Direktur Niaga • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Providing guidance to Production Optimization Evaluation Analysis Work Unit and Coal Handling and Transporting Work Unit. • • • • Direktur Pengembangan Usaha • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Unit Pelabuhan Tarahan. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. mengendalikan dan mengevaluasi tugas operasional di bidang keuangan. Engineering. Perbendaharaan dan Pendanaan serta Teknologi Informasi. Distribution and Transportation Units. Responsible for nurturing Corporate Planning and Developemt Work Unit. income growth. Bertanggung jawab dalam meningkatkan nilai Perseroan (corporate value) melalui pengelolaan dana dan manajemen risiko. at the same time securing funds required for business development. Work Safety. mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas operasional bidang penambangan batubara. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. Bertanggung jawab atas pengembangan dan perluasan pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan Commerce Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. Developing operating units which are Tanjung Enim Mining Unit. Providing guidance to Accounting. • • • • Direktur Operasi / Produksi • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. sekaligus memastikan penyediaan pendanaan bagi pengembangan perusahaan. efficiency of coal supply management and transportation. Promoting corporate value through fund management and risk management. Budget and Accounting Divisions. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 221 Direktur Keuangan • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. anggaran. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Analisis Evaluasi Optimasi Produksi serta Penanganan dan Angkutan Batubara. Bertanggung-jawab untuk melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Perencanaan Korporat dan Pengembangan. • • • • .

lengkap Determination of Board of Directors’ Remuneration The Company determines the amount of Board of Directors’ remuneration commensurate with their duty. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. efficiency of coal supply management and transportation. NR Committee recommends remuneration package and consideration to Board of Commissioners. Responsible for Sales. Komite Remunerasi dan Nominasi menyusun rekomendasi remunerasi bagi anggota Direksi. responsibility and performance. conducts survey in similar industry. Prosedur ringkas penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut: • Komite Remunerasi dan Nominasi meminta konsultan independen melakukan kajian remunerasi bagi anggota Direksi. menyusun rekomendasi usulan remunerasi lengkap dengan dasar pertimbangannya. income growth. as well as optimum purchase of goods. Distribution and Transportation Units. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. Melakukan pembinaan terhadap Satuan . efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memperluas pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan upaya profitisasi unit-unit bisnis. Nurturing Briquette Business Unit. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. • • • • Prosedur Penetapan dan Remunerasi Direksi Perseroan menetapkan besaran remunerasi anggota Direksi berdasarkan keseimbangan antara tugas dan tanggungjawab serta kinerja. melakukan survey remunerasi pada industri sejenis. recommending remuneration package and consideration.tuan Kerja Pemasaran Batubara dan Logistik Melakukan pembinaan terhadap Unit Pengusahaan Briket • • Fostering Coal Marketing and Logistics Work Units.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 222 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance • • upaya profitisasi unit-unit bisnis. tanggungjawab dan kinerja masing-masing. Independent consultant works out remuneration formula. Brief procedure of fixing Board of Directors’ remuneration is as follows: • • NR Committee consults an independent consultant for making remuneration analysis. • • • Remunerasi Anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keseimbangan TATA KELOLA PERUSAHAAN antara besarnya tugas. Human Resource and General Affairs Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. and marketing development. Good Corporate Governance . Bertanggung jawab atas bidang penjualan. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Konsultan Independen. menyusun kriteria dasar penetapan honorarium.

GMS determines Board of Directors’ remuneration. RUPS melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan keputusan mengenai fasilitas dan/ atau tunjangan anggota Direksi. • • • Board of Commissioners discuses NR Committee’s proposal to be subsequently submitted to GMS. menetapkan dan memberi wewenang Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji dan tantiem Direksi Dewan Komisaris Menetapkan besaran gaji dan tantiem anggota Direksi sesuai mandat RUPS Gaji dan Tantiem Anggota Direksi . untuk diputuskan pada RUPS. Bagan ringkas prosedur penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut. Dewan Komisaris membahas usulan Komite Remunerasi dan Nominasi. kepada Dewan Komisaris. RUPS menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 223 • • • dengan dasar pertimbangannya. GMS authorizes Board of Commissioners to execute GMS resolution regarding Board of Directors’ remuneration. Komite Nominasi & Remunerasi Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi Konsultan Independen Komite Nominasi & Remunerasi Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Dewan Komisaris Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. menetapkan beberapa usulan termasuk daar pertimbangan. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Tugas dan tanggung jawab • KPI Direksi • Kompensasi dan pengalaman • Kemampuan/Kesehatan Perusahaan Rapat Umum Pemegang Saham Membahas.

719... sedangkan tunjangan untuk anggota Direktur adalah sebesar 85% dari tunjangan Direktur Utama.527. Pajak atas remunerasi Direksi menjadi tanggungan masing-masing anggota Direksi.000 5.860 19.4 million per month. Rp 90..e.146 3. Direktur Utama dan anggota Direksi juga menerima berbagai fasilitas dan tunjangan.380.076..Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak ..423. taking into consideration the Company’s financial strength.9 million per month.270 7..462 TOTAL (Rp) 4. yaitu sebesar Rp90.537.577.000 5.288..961.9 juta perbulan.... . In addition to salary.e.714 9.440. total cash... Taxes will be borne by each Director individually.404. i. Total remuneration of Board of Directors for 2009 and 2010 is given below: TAHUN 2009 TUNJANGAN (Rp) 547. Tabel remunerasi yang diterima oleh Direksi untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut. Sesuai hasil RUPS tetanggal 21 April 2010...923 13.947 24.625.. Remuneration paid to Directors may differ among them depending on their respective duty and responsibility..4 juta perbulan.. untuk tahun buku 2010.024 4.672.9 miliar. The amount of facilities and allowances is determined by Board of Commissioners based on Board of Directors’ proposal.013..466.240. Remunerasi Direksi dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap anggota Direksi.538 11.372.221.958.204....380. Dengan jumlah Direktur Utama adalah satu dan anggota Direksi ada 5 (lima) maka total Remunerasi Direksi yang dialokasikan oleh Perseroan untuk tahun buku 2010 adalah sebesar Rp24. URAIAN ORANG Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi URAIAN ORANG Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi 1 5 6 GAJI (Rp) 1..574 Note : . Jumlah total remunerasi yang diterima oleh anggota Dewan Komisaris dilaporkan oleh Perseroan dalam RUPS.208 TANTIEM (Rp) 1..916.714 15. On top of salaries and allowances.746 TANTIEM (Rp) 2.. .199. Directors received tantiem at an amount to be decided by GMS.000 1 5 6 GAJI (Rp) 1.984 TOTAL (Rp) 3.204.444 2.800. yakni sebesar Rp58. Board of Directors receives routine and incidental remuneration consisting of annual gross base salary (honorarium for Board of Commissioners).LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 224 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Direksi menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas annual gross base salary (honorarium untuk Dewan Komisaris). President Director’s allowance amounted to Rp69. for accounting year 2010 President Director and other Directors also received a range of facilities and allowances..977. and other Directors received 90% of President Director’s salary. total remuneration for Board of Directors allocated for 2010 totalled Rp 24.722 3... total cash....4 million per month....394.419. sesuai dengan kemampuan Perseroan.955.000 6..6 juta perbulan.6 million per month.... Selain gaji.624...4 juta per bulan.. Besaran fasilitas dan tunjangan Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris atas usulan Direksi.800.9 billion. Direktur Utama mendapat gaji sebesar Rp100. comprising .590. total earnings dan total remuneration serta fasilitas dan tunjangan lain yang jumlahnya direkomendasikan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi.000 With one President Director and five Directors. terdiri dari .035..937..624. i.198. Selain gaji dan tunjangan Direksi mendapatkan tantiem yang besarnya ditetapkan melalui RUPS. Rp58.424.538. sedangkan gaji Direktur lainnya rata-rata sebesar 90% dari gaji Direktur Utama. . GMS held on 21 April 2010 decided that President Director’s salary was Rp100. plus other facilities and allowances as recommended by NR Committee..236..464..240.419.000 6... total earnings and total remuneration. while Director’s allowance was 85% of President Director’s.440.864.461. Direktur Utama mendapat tunjangan total Rp69..260 20.538...590 TAHUN 2010 TUNJANGAN (Rp) 835.

. Board of Directors Meeting Board of Directors meeting is held under the following terms: • • • • • • • Board of Directors meeting is held periodically at least once a month or at anytime as required. . Rapat Direksi sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurang-kurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Direksi atau diwakili secara sah dalam rapat tersebut. Board of Directors meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. . Beberapa masalah yang dibahas dan diputuskan bersama dalam Rapat Direksi di antaranya meliputi: Bidang Pengelolaan Operasional • Keuangan .Evaluating the relocation of BWE production system. Setiap Anggota Direksi berhak mengeluarkan 1 (satu) suara.Carrying out production blending.Pelaksanaan blending produksi. diantaranya sebagai berikut: • Rapat Direksi diadakan secara berkala sekurangkurangnya sebulan sekali atau setiap waktu bila diperlukan. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. Copies of minutes of Board of Directors meeting must be submitted to Board of Commissioners no later than the next workday after the meeting is held.Evaluasi pemindahan sarana produksi BWE system. rapat Direksi diselenggarakan sebanyak 21 (duapuluh satu) kali.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 225 Rapat dan Risalah Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan dengan ketentuan. In 2010. Keputusan rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. . to discuss various things pertaining to the management of the Company. Salinan dari risalah rapat Direksi disampaikan kepada Dewan Komisaris selambat-lambatnya pada hari kerja berikutnya setelah Rapat Direksi diselenggarakan. Board of Directors meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Directors or their proxies. The rules of making other decisions in Board of Directors meeting are basically the same as those applied to Board of Commissioners meeting. . .Evaluasi posisi kas dan penempatan kas dalam rangka menjaga likuiditas dan menunjang kegiatan operasional Perseroan • Produksi . If no consensus is reached. Aturan pengambilan keputusan lainnya pada Rapat Direksi pada dasarnya sama dengan aturan pada Rapat Dewan Komisaris. . .Percepatan pelaksanaan perbaikan sarana dan prasarana produksi. Board of Directors held 21 meetings. Production .Evaluasi pelaksanaan program effisiensi.Evaluating cash position and placement in maintaining liquidity and supporting the Company’s business oprations. Apabila hal ini tidak tercapai.Monitoring turnover rate and follow up action on delayed payment of receivables from related parties. Selama tahun 2010. stock management and coal handling from site to stock-pile at ports. .Monitoring budget and cashflow management. Each member of Board of Directors is entitled to cast one vote.Pemantauan realisasi anggaran dan arus kas yang harus terjaga dengan baik. • .Pemantauan tingkat kolektibilitas piutang dan tindak lanjut atas kelambatan penyelesaian piutang kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa. . decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total votes legally cast at the meeting. manajemen stock dan penanganan batubara dari site sampai ke stockpile pelabuhan.Accelerating the improvement of production facilities and infrastrucutre. Some of the topics discussed and decided upon in Board of Directors meeeting were related to: Operating Management • Finance . membahas berbagai masalah pengelolaan Perseroan.Evaluating the implementation of efficiency program.

Evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha dan penetapan kembali skala prioritas. . disseminating and applying employee Key Performance Indicator. Human Resource Management and Welfare .Penetapan besaran insentif kinerja pegawai disertai sosialisasi dan penerapan KPI pegawai. Capital expenditure plan.Evaluasi kemungkinan pemasaran produk bersama anak perusahaan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 226 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Kantor Pusat PT Bukit Asam di Tanjung Enim • Pemasaran . .Evaluating the realization of capital expenditure and determination of capital expenditure budget for 2011 and evaluating the result of business development drive. . . • • Rencana belanja modal. • • Business Development . • Marketing .Evaluating the implementation of business development program and readjustment of priority scale.Evaluating the execution of employee competence development program.Evaluasi pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai. Pengembangan Usaha . .Studying the possibility of product marketing and coal supplying to customers jointly with subsiadary. at a more competitive delivery cost. . IPC.Fixing the amount of employee incentives.Stepping up marketing efforts. • Pengelolaan dan Kesejahteraan SDM . dalam pola saling mendukung pasokan pada pelanggan dengan biaya pengiriman yang lebih kompetitif.Peningkatan kegiatan pemasaran. IPC.Evaluasi realisasi belanja modal dan penetapan anggaran belanja modal untuk tahun 2010 bersamasama dengan evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha. • .

(Follow up actions of these decisions of meeting are presented in “Management Discussion and Analysis” page . pelatihan emergency response team. • Internal Control. tindak lanjut mitigasi risiko dan asuransi aset-aset utama Perseroan dan aset persediaan. risk mitigation and insurance of prime assets and inventories. CSR covering expanded function of Bukit Asam Hospital.... approval procedure (with or without GMS) and interim dividend payment technicality. Bidang CSR • di antaranya.. M. • Determination of interim dividend amount. usulan prosedur persetujuan (dengan atau tanpa RUPS) dan pelaksanaan pembagian dividen interim. Sukrisno Dono Boestami.. di antaranya rapat internal audit dan finalisasi kebijakan Sistem Pengawasan dan Pengaduan (Whistleblower). GCG Code.. enhancing Partnership and Community Development Program. M.. GCG among others. • Evaluasi implementasi tools Balanced Scorecard dan penetapan parameter pengukuran Key Performance Indicator bagi Direksi dan bagi pegawai..... Drs.. Bidang GCG di antaranya. • Evaluating the implementation of Balanced Scorecard tools and setting parameter of Key Performance Indicator for Board of Directors and employees.s/d .) The frequency of meetings and rate of attendance of Directors in Board of Directors meetings are shown in the following table: JUMLAH RAPAT (A) 21 21 21 21 21 21 KEHADIRAN (B) (B:A) NAMA Ir. • Finalisasi agenda pelaksanaan RUPS • Penetapan besaran dividen interim... Management Report page . Laporan Manajemen hal…. Adapun frekuensi rapat dan tingkat kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Direksi adalah sebagai berikut: Subsidiaries • Appraising the performance of subsidiaries. Milawarma. • Penyelesaian dan sosialisasi Soft Copy GCG... Mahbub Iskandar JABATAN Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur .. consisting of Board Manual...). (Tindak lanjut dari hasil-hasil rapat ini dapat dilihat pada materi “Analisis dan Pembahasan Manajemen hal . GCG Code dan Code of Conduct/ Kode Etik dan Kebijakan Pokok Perseroan. yang meliputi Board Manual. risk management.. • Bidang Pengendalian Internal... training of emergency response team. • Finalization of GMS agenda... Tiendas Mangeka Ir. Heri Supriyanto Ir.. pengelolaan risiko.s/d … dan Laporan Tanggung Jawab Sosial pada halaman …... perumusan solusi dan penyusunan alternatif tindakan untuk dilaporkan kepada Dewan Komisaris Bidang Manajemen Risiko • Yakni identifikasi risiko..s/d ….PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 227 Anak Perusahaan • Evaluasi kinerja anak perusahaan.Eng Ir. • Finalizing and disseminating GCG Soft Copy... peningkatan fungsi RSBA.. formulating solution and optional actions to be reported to Board of Commissioners Risk Management • covering risk identification.. and Corporate Social Responsibility Report page ... Sc Ir... perkembangan penyaluran Program PKBL... Code of Conduct and Basic Policy. among others internal audit meeting and finalization of Whistle Blowing policy.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 228 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi Direksi dalam menjalankan tugasnya. Training programs attended by Board of Directors in 2010 included: TANGGAL Jan 2010 Feb 2010 April 2010 Mei 2010 Mei 2010 Aug 2010 Aug 2010 Aug 2010 Okt 2010 Okt 2010 Nov 2010 Nov 2010 Des 2010 Des 2010 Des 2010 PELATIHAN / SEMINAR /TRAINING Commodities Outlook Global Macro Conference – Asia 2010 Seminar ARA 2009 dan Bedah Kasus Perpajakan Global Economic Outlook Coaltrans Transformation of the CFO Office (SAP) Seminar Pencegahan Tindak Pidana Korupsi oleh BUMN Evolution on Accounting for Employee Benefit Konferensi BUMN IBBEX Annual Conference The Rising Power of Indonesia Memanfaatkan Momentum Investasi & Ekspansi IFRS Implikasi Penerapan IFRS bagi Perusahaan di Indonesia Seminar Pengawasan BUMN Seminar on minimum coal dan mineral pricing – a practical look Prospek Ekonomi Indonesia 2011 TEMPAT Jakarta Hongkong Jakarta Jakarta Bali Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta PESERTA Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Niaga Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan . Beberapa pelatihan yang diikuti oleh Direksi pada tahun 2010. local as well as overseas seminars and workshops are routinely provided for and attended by members of Board of Directors. mencakup antara lain: Board of Directors Training To improve the competence of Board of Directors in carrying out its duty. Direksi Perseroan secara rutin mengikuti berbagai pelatihan dan seminar baik didalam maupun diluar negeri.

Sukrisno 200. dengan penjelasan fungsi. tercatat ada 3 orang dari jajaran Direksi yang memiliki saham dalam jumlah minimal. (Lihat juga “Informasi bagi Investor”) Share Ownership by Board of Directors and Board of Commissioners Share ownership by members of Board of Directors is only for long term investment in accordance with disclosure principle and in an amount permitted by relevant regulations. Milawarma 60. MT. Antonaria MA Ketua : Ir.. Pada tahun 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 229 Kepemilikan Saham Direksi dan Komisaris Direksi Perseroan memiliki saham Perseroan hanya dalam rangka investasi jangka panjang. PhD Komite Good Corporate Governance Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris Komite Nominasi Remunerasi dan PSDM Ketua : Ir. Thamrin Sihite ME Anggota : Ir. Mr. Abdul Latief Baky.SE. Board of Commissioners set up functional Committees under its authority. Mr. Mahbub Iskandar 138.000 60. In 2010. Until end of 2010 the Company had four Committees to assist Board of Commissioners. Ir..000 lembar saham. Jumlah yang dimiliki hanya sebatas yang diizinkan sesuai peraturan tersebut. MHum. Risiko Usaha dan Pascatambang Ketua : Dr. Ir.MA Dr. personil dan kegiatan sebagai berikut: COMMITTEES AND COMMITTEE REPORT In order to ensure accountability in overseeing and reviewing all operating plans of the Company and to give quality counsel and suggestion.000 lembar saham dan Bapak Mahbub Iskandar sejumlah 138. Hingga akhir tahun 2010 terdapat 4 (empat) komite yang membantu Dewan Komisaris. Wahyudi SE.000 shares and Mr. yakni Bapak Sukrisno sejumlah 200. (See “Investors Information” page . SE. whose function. hal ini sesuai dengan asas keterbukaan.e. MSc Anggota : Ir.000 shares. Sumarhadi SE MM Komite Asuransi.000 2010 200.) JUMLAH SAHAM NUMBER OF SHARE NAMA DIREKTUR NAME OF DIRECTOR 2009 200. i.000 lembar saham. Bapak Milawarma sejumlah 60. three members of Board of Directors owned a minimum number of shares of the Company. MSc.000 138.000 shares.. FIQ Anggota : Noeroso L. Phd . Bambang Adi Winarso Phd Ir. Umiyatun Hayati Triastuti.000 60. Faridha MSi Andi Novianto. MA Anggota : Azhar Zainuri. personnel and activitity are as follows: Komite Audit Audit Committee Ketua : Suranto Sumarsono.000 113.000 Sukrisno Milawarma Mahbub Iskandar KOMITE-KOMITE DAN LAPORAN KOMITE Dewan Komisaris membentuk komite-komite fungsional di bawah Dewan Komisaris untuk menjaga akuntabilitas pengawasan dan penelaahan atas segala rencana operasional Perseroan dan agar dapat memberikan nasehat dan saran yang berkualitas. MM Ridho Kresna Wattimena.

set up by and accountable to Board of Commissioners. finance. independency and objectivity of public accountant. Audit Committee Objective Audit Committee is formed to assist Board of Commissioners to implement good corporate governance. Pembentukan Komite Audit dilakukan berpedoman kepada: • Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-117/MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara. • Bapepam Chairman Decision No. Tugas utama Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan Pedoman Umum GCG Indonesia yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance. Audit Committee works independently. Kep-29/PM/2004 dated 29 September 2004 regarding Formation and Performance of Audit Committee. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang akuntansi. meningkatkan kualitas keterbukaan dan pelaporan keuangan. as well as review the scope. and (iv) management takes action to follow up audit findings. enhance disclosure practice and financial reporting. tanggal 20 Desember 2006. • Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-05/MBU/2006 tentang Komite Audit bagi Badan Usaha Milik Negara. All Audit Committee members are not related to any director or external auditor. Komite Audit bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. The formation of Audit Committee is pursuant to: • SOE Minister Decree No. experienced and knowledgable in accounting. terbentuknya struktur pengendalian internal yang memadai. keuangan. ketepatan. form adequate internal control structure. tanggal 1 Agustus 2002. dan bisnis tambang batubara. Sasaran pembentukan Komite Audit adalah: (i) memastikan kewajaran laporan keuangan perusahaan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. (iii) internal and external audit is performed in accordance with the established audit standards. (ii) internal control function is well fulfilled. dan (iv) adanya tindak lanjut temuan audit dilaksanakan oleh manajemen. and coal mining business. Semua anggota komite audit adalah independen terhadap Direksi dan auditor eksteren. PER-05/MBU/2006 dated 20 December 2006 on Audit Committee of SOE. The primary function of Audit Committee is in keeping with Indonesian GCG Code issued by the National Committee for Governance Policy. serta mengkaji ruang lingkup. (iii) memastikan audit internal dan eksternal dilakukan sesuai standar audit yang berlaku. • SOE Minister Decree No. The objective of setting up Audit Committee is to make sure that (i) financial statements are presented fairly in accordance with the generally applied accounting principles. yang dibentuk oleh.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 230 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Audit Tujuan Komite Audit dibentuk dalam rangka membantu tugas Dewan Komisaris untuk mendorong diterapkannya tata kelola perusahaan yang baik. dan bekerja untuk. (ii) dilaksanakannya struktur pengendalian internal perusahaan dengan baik. accuracy. KEP-117/MBU/2002 dated 1 August 2002 on Good Corporate Governance Practice in SOE. kemandirian dan obyektifitas akuntan publik. • Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-29/PM/2004 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit tanggal 29 September 2004. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. .

• Bertanggung-jawab bahwa analisa. penilaian. • To monitor compliance with the capital market laws and regulations and other regulations related to the Company’s business operations. rekomendasi. Duty and Responsibility of Audit Committee • To monitor and emphasize that accounting and financial records are made in accordance with accounting principles generally applied in Indonesia and other relevant regulations. • To monitor the management effort to maintain internal control system and to evaluate Internal Audit Charter and work program. termasuk melakukan kunjungan lapangan lapangan secara berkala sesuai kebutuhan. • Memastikan terdapat dan diterapkannya Kode Etik Perusahaan. Wewenang Komite Audit • Mengakses secara penuh dan bebas atas catatan atau informasi tentang karyawan. recommendation and information presented to Board of Commissioners are made properly and professionally.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 231 Tugas. assets. The duty. . dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris. • Menjaga kerahasiaan dokumen. Tugas dan tanggung-jawab Komite Audit • Memonitor dan menekankan bahwa proses pencatatan akuntansi dan keuangan Perseroan telah dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan peraturan lain yang berlaku. identifying matters requiring the Commissioners’ attention. serta sumberdaya perusahaan lainnya. • Memonitor ketaatan pada peraturan perundangundangan di bidang pasar modal dan di bidang lainnya yang terkait dengan kegiatan Perseroan. Authority of Audit Committee • To have full and free access to any record or information pertaining to employees. Beberapa uraian tugas dan tanggung jawab Komite Audit diantaranya tercakup pada uraian berikut. aset. The duty and responsibility of Audit Committee are provided below. • To keep confidential all documents. • Memonitor kecukupan usaha manajemen dalam menjaga sistem pengendalian internal. and other property. funds. dana. • To communicate and coordinate with corresponding internal parties in the discharge of its duty and authority. Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap Laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris. data and information of the Company and not to use them for personal gain. 01/SK/PTBA-KOM/2009 of 19 January 2009. kewajiban dan wewenang Komite Audit selengkapnya tertuang pada Piagam (Charter) Komite Audit Perseroan melalui Keputusan Dewan Komisaris No. and doing any other work related to the Commissioners’ work. • To ensure the existence and observance of Corporate Code of Conduct. evaluation. mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris. 01/SK/PTBAKOM/2009 tanggal 19 Januari 2009. including making periodic site visits as deemed appopriate. termasuk mengevaluasi Piagam SPI (Internal Audit Charter) dan rencana kerja SPI. • Berkomunikasi dan berkordinasi dengan pihak-pihak internal terkait dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya tersebut diatas. Audit Committee is responsible for giving input to Board of Commissioners regarding any report or information submitted by Board of Directors. • To make sure that analysis. data dan informasi perusahaan dan tidak memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. obligation and authority of Audit Committee are fully laid out in Audit Committee Charter under Board of Commissioners Decision No. dan informasi yang disampaikan kepada Komisaris telah dilakukan secara baik dan profesional.

Therefore. Komite Audit mengadakan 37 (tiga puluh tujuh) kali rapat berkala. A member of Audit Committee is educated in economic and financial science and the other two are knowledgable in mining business so their competence is guaranteed. bukan merupakan pemegang saham. directors or employees of companies that have affiliation or business relation with PTBA. meetings with related parties. in terms of internal meetings. Audit Committee Report Audit Committee performs in accordance with Audit Committee Charter. Audit Committee of the Company is currently composed of three members. one of them is Independent Commissioner concurrently Head of Audit Committee. Komisaris.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 232 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Independensi dan Susunan Komite Audit Sesuai dengan pedoman umum GCG di Indonesia. Profil Komite Audit Perseroan selengkapnya dapat dilihat pada bagian “Data Perseroan”. Independency and Composition of Audit Committee In accordance with general guidelines of GCG in Indonesia. or controlling shareholders of PTBA. Members of Audit Committee are not authorized to conceive. dengan tingkat kehadiran para anggotanya sebagai berikut: All members of Audit Committee are not affiliated with the directors or other commissioners. kunjungan kerja lapangan. Komisaris lainnya maupun pemegang saham pengendali PTBA. Azhar Zainuri dan Ridho Kresna Wattimena sebagai anggota. yaitu berupa rapat interen. They are not shareholders. Laporan Komite Audit Komite Audit telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite Audit. telah dipenuhi. Salah seorang anggota Komite Audit memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan keuangan sementara anggota lainnya memiliki latar belakang pendidikan bidang pertambangan sehingga dapat diyakini kompetensinya. commissioners. Seluruh anggota Komite Audit tidak memiliki afiliasi dengan Direktur. rapat dengan pihak terkait. salah satunya adalah Komisaris Independen yang sekaligus bertindak sebagai ketua Komite Audit. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Suranto Soemarsono. Adapun susunan personalia Komite Audit Perseroan saat ini terdiri dari Soeranto Soemarsono sebagai Ketua. Anggota Komite Audit tidak memiliki wewenang untuk merancang. Audit Committee held 37 meetings with the following attendance rate: . The profile of Audit Committee members is provided in “Corporate Data” section. Azhar Zainuri and Ridho Kresna Wattimena as members. Dengan demikian seluruh persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. education and training. Selama tahun 2010. all the criteria of independency of Audit Committee members as stipulated by GCG rules and principles are complied with. site visits. Mr. Perseroan telah memenuhi persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. yaitu Suranto Soemarsono. manage or control PTBA before taking office and are not former management members or employees of a public accountant office. The Company’s Audit Committee is currently composed of Soeranto Soemarsono as Head.e. Komite Audit Perseroan saat ini terdiri atas tiga anggota. The Company has complied with GCG rules and norms with respect to the independency of Audit Committee members. Direktur maupun karyawan dari perusahaan yang memiliki afiliasi maupun bisnis dengan PTBA. i. memimpin maupun mengendalikan PTBA sebelum menjabat dan bukan merupakan mantan pimpinan maupun pegawai Kantor Akuntan Publik. In 2010.

Directorate of Business Development. member firm PriceWaterhouseCoopers untuk melaksanakan audit umum terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi PTBA dan Laporan Keuangan PKBL tahun buku 2010. serta pada harga yang kompetitif dan merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Purwantono. Melakukan evaluasi mengenai pelaksanaan pemerikasaan oleh Satuan Pengawas Interen dan Tindak Lanjut hasil temuan oleh Manajemen. AEOP. Suherman dan Surja (Ernst & Young) untuk melaksanakan audit kinerja terhadap Proyek Kerjasama dan Anak Perusahaan PTBA tahun buku 2010.SE. Requesting Internal Audit Unit to do the following: • Evaluating and proposing the method of aligning investment projects among SMP. 2. Ir. MA Azhar Zainuri. PhD JABATAN Ketua Anggota Anggota JUMLAH RAPAT (A) 37 37 37 KEHADIRAN (B) 37 36 36 (B:A) % 100 97 97 Keterangan : *)Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Komite Audit telah secara aktif melakukan diskusi dan masukan dengan akuntan publik dan manajemen mengenai berbagai persoalan. Reviewing quarterly financial statements to be issued by the Company. Merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Tanudiredja. 3. Evaluating the work of Internal Audit Unit and the follow-up action on audit findings by the management. dan Direktorat Pengembangan Usaha. Suherman and Surja (Ernst & Young) to perform audit on PTBA Joint Projects and Subsidiaries for accounting year 2010. 4. SE. 2. dan antar Satuan Kerja lainnya. Melakukan pemantauan pelaksanaan Audit Kinerja dan Audit Umum tahun buku 2010. Kegiatan Komite Audit tahun 2010 meliputi: 1.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 233 NAMA Suranto Sumarsono. 3. MM * Ridho Kresna Wattimena. Tanggal 3 Juni 2010. termasuk memberikan saran perbaikan dan memastikan Laporan keuangan yang disajikan telah mematuhi prinsipprinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. 04/SK/PTBA-KOM/2010. Wibisana & Partners. AEOP. Wibisana & Rekan. MT. Termasuk dalam evaluasi tersebut adalah meminta SPI untuk melakukan berbagai kegiatan meliputi: • Melakukan kajian dan saran untuk menyeleraskan kajian penanganan proyek investasi diantara SMP. 4. Melaksanakan proses pemilihan dan penetapan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan Audit Kinerja Tahun Buku 2010 melalui suatu proses beauty contest yang adil oleh Tim Pemilihan KAP berdasarkan kerangka acuan kerja yang jelas dan transparan. member firm of PriceWaterhouseCoopers to perform general audit on PTBA Consolidated Financial Statement and Partnership and Community Development Program Financial Statement for 2010. . and other Work Units. Audit Committee accomplished the following in 2010: 1. 5. Audit Committee held intensive discussions on various matters with public accountant and the management. Berkenaan pelaksanaan audit kinerja dan audit umum tahun buku 2010. 5. and recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Purwantono. Recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Tanudiredja. Monitoring the execution of Performance Audit and General Audit in 2010. Selecting and appointing Certified Public Accountant who would audit the Company’s 2010 operating results through a fair ‘beauty contest’ by CPA Selection Team with clearly defined terms of reference at competitive costs. Penelaahan ulang atas laporan keuangan triwulanan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. With respect to general and performance audit for 2010 accounting year. advising on correction and ensuring the financial statements are presented fairly in accordance with the accounting principles generally applied in Indonesia.

• Giving input to the management for the closing of Ombilin Mining Unit operations. sehingga pertanggungjawabannya dapat lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. • Reminding Work Units concerned to make a more indepth study of the business continuity of PT Batubara Bukit Kendi (BBK). Bank Mandiri. Laporan Keuangan Konsolidasi Triwulanan kepada Kementrian BUMN dan Draft RKAP 2011. Melaksanakan beberapa tugas khusus yang diberikan oleh Dewan Komisaris. BPD Sumsel. • Meminta kepada satker Hukum untuk memberikan laporan kemajuan proses pensertifikatan tanah-tanah sitaan milik PTBA yang lebih terinci. and (iii) assignment of land in Kertapati.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 234 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Memanfaatkan laporan hasil audit oleh BPK dan auditor eksternal (baik audit umum maupun audit kinerja) untuk meningkatkan kinerja SPI. etc. • Ensuring that transactions between PTBA and subsidiaries are done on arm’s length basis. Batubara Bukit Kendi (BBK). BPR) di dalam pengelolaan dana Program Kemitraan. including: • Giving input to Board of Commissioners in writing its comments on monthly performance reports and quarterly consolidated financial reports to SOE Ministry. system. Performing several specific assignments given by Board of Commissioners. • Memperhatikan dan meyakinkan bahwa transaksi antara PTBA dengan anak-anak perusahaan telah dilakukan secara wajar (arm’s length basis). diantaranya mencakup: • Memberikan berbagai masukan pada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Laporan Kinerja Bulanan. BPD Sumsel. Bank Mandiri. • Memberikan advis kepada Satker terkait untuk mengambil posisi yang benar terhadap proyek-proyek yang potensi kesinambungannya tidak jelas. • Memberikan saran kepada Manajemen untuk kepastian penutupan operasi UPO. (ii) pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial. • Scrutinizing contracts between PTBA and third parties. BNI. . • Asking Legal Work Unit to report in more detail the progress of obtaining land certificates of PTBA’s confiscated land. (ii) procurement of substantial goods and services. • Memperhatikan kontrak-kontrak antara PTBA dan pihak ketiga. • Making recommendation to Board of Commissioners in writing its response to Board of Directors’ proposed (i) write-off and/or removal of unproductive assets.work with trustworthy financial institutions (BRI. • Mengingatkan kepada Satker terkait untuk membuat studi lebih terinci tentang kelanjutan usaha tambang PT.) as starting 2010 general audit will be performed. • Making written proposals to the management to: . sistem. • Memeriksa masa berlaku dari Surat Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond) atas kontrak Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim. .menyempurnakan sistem tatakelola PKBL (SDM. dan memberikan saran serta perbaikan atas klausul-klausul kontrak yang lemah atau merugikan PTBA. . • Using State Auditor and external auditor general and performance audit findings to improve Internal Audit Unit’s performance.Improve management system of Partnership and Community Development Program (HR. • Checking the validity of Performance Bond for Construction of Tanjung Enim TPP 3 x 10 MW. and proposing improvements to contractual clauses that do not provide enough protection for the Company. and draft work program and budget for 2011. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas permohonan Direksi PTBA : (i) penghapusan dan atau pembongkaran sejumlah aset non produktif. • Memberi Saran tertulis kepada Manajemen untuk: . dan (iii) pengalihan aset tanah di Kertapati.bekerjasama dengan lembaga keuangan yang kredibel (BRI. BPR) in managing the fund of Partnership Program for better accountability and benefit to the community. dll) mengingat mulai tahun 2010 ini sudah diterapkan audit umum (general audit). BNI. • Advising relevant Work Units to take the right position towards projects with uncertain potentials.

• Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun Laporan Dewan Komisaris tentang pelaksanaan Corrective Actions atas Hasil Audit Kinerja tahun 2009. Komite Good Corporate Governance (GCG) Tujuan. pada tahun 2010 Ketua dan anggota Komite Audit telah mengikuti berbagai konferensi. Visi dan Misi Komite Good Corporate Governance. 7. One of GCG primary duties is to assess the Company’s compliance with the laws and regulations governing GCG principles implementation. Making two site visits to Tarahan Port. dan temuan-temuan penting telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris. dan Dermaga Kertapati. . Remuneration and GCG Committee. Attending education and training sessions. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite . in 2010 Head and member of Audit Committee attended various conferences. Good Corporate Governance (GCG) Committee Objective. 8. dan temu profesi sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. 6. Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE). Salah satu tugas utama Komite GCG adalah menelaah tingkat kepatuhan Perseroan pada peraturan perundangan yang berkaitan dengan penerapan prinsip dasar GCG. 8. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 235 6. 7. Komite GCG dibentuk pada tanggal 30 Juli 2010 melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 07/SK/ PTBA-KOM/VII/2010. Remunerasi dan GCG. Visi Komite GCG adalah “terlaksananya penerapan prinsipprinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berlandaskan peraturan perundang-undangan dan best practices dalam upaya pencapaian visi misi maupun sasaran dari Perusahaan”. mission and objective of the Company”. The Committee was previously combined with NR Committee as Nomination. • Giving input to Board of Commissioners in writing its report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings. Komite ini sebelumnya digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagai Komite Nominasi. and reporting important findings to Board of Commissioners. selanjutnya disebut Komite GCG bertugas membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. While its mission is to give professional input to Board of Commissioners in performing its oversight responsibilities and giving counsel to Board of Directors with regard to GCG principles implementation. GCG Committee was set up on 30 July 2010 under Board of Commissioners Decision No. Sedangkan misinya adalah memberikan masukan kepada Dewan Komisaris secara profesional untuk terlaksananya pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi dalam bidang penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Tanjung Enim Mining Unit and Kertapati Pier. Attending two Cross Committee Business Meetings. Melakukan 2 (dua) kali Kunjungan Kerja Lapangan di Pelabuhan Tarahan. diskusi panel. To enhance their proficiency. Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan. dimana untuk meningkatkan kompetensinya. The vision of GCG Committee is “Successfully implementing GCG principle and best practices in accordance with the law to realize the vision. panel discussions and professional meetings to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. Vision and Mission Good Corporate Governance Committee (GCG Committee) is set up to assist Board of Commissioners to oversee the practice of GCG by the Company.

236 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. SUSUNAN KOMITE GCG PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: LOREM IPSUM DOLOR Ketua Anggota Ir. Independency and Composition of GCG Committee GCG Committee works independently.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 237 Untuk tercapainya misi tersebut. GCG Committee puts in place GCG soft structure as a guide in implementing GCG principles by the Company. merangkap sebagai Komisaris Ir. • • • • • . among others: • • Providing Board of Commissioners with professional and independent opinion regarding GCG issues. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. All GCG Committee members are not related to any director or external auditor. SH. Akuntabilitas. Antonaria MA Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Komite GCG selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Komite GCG Perseroan dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. dan bekerja untuk. set up by and accountable to Board of Commissioners. fairness) are implemented in the Company. Identifying GCG instruments among others GCG soft structure documents and description of GCG implementation. Komite GCG dibentuk dengan berpedoman kepada Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi. Pemantauan dan efektivitas praktek GCG dan menganalisa serta mengevaluasi kondisi penerapan GCG dan hasil pemantauan dan unsur-unsur GCG yang telah dilakukan melalui komite-komite. 24 dated 21 April 2010. and the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. independency. GCG Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. analysing and evaluating the condition of GCG implementation and monitoring findings and GCG elements enforced through Committees. Melakukan penelaahan tingkat kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip GCG (Transparansi. Mengidentifikasi instrumen GCG antara lain dokumen soft structure GCG dan telaah deskripsi potret penerapan GCG. Deed No. Umiyatun Hayati Triastuti. experienced and knowledgable in good corporate governance practice. Independensi dan Susunan Komite GCG Komite GCG bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. Bambang Adi Winarso Phd Ir. Independen. Komite GCG mendorong tersedianya soft structure GCG sebagai pedoman dalam penerapan prinsip-prinsip GCG oleh Perusahaan dan mendorong terciptanya pelaksanaan prinsip-prinsip dan praktek GCG yang lebih baik. accountablity. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang tata kelola perusahaan yang baik. The Committee also encourages better enforcement of GCG principles and practices. dan Fairness). Assessing how far GCG principles (transparency. MSc. Monitoring the effectiveness of GCG practice. Duty and Responsibility The duty of GCG Committee is fully described in GCG Committee Charter. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan peraturan perundangan yang berlaku. Responsible. • Memberikan pendapat profesional dan independen kepada Dewan Komisaris terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Good Corporate Governance. To accomplish its mission. responsibility. yang dibentuk oleh.

yaitu: NAMA JABATAN GCG Committee Activity Report GCG Committee performs in accordance with GCG Committee Charter. At such meetings. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. kunjungan kerja lapangan. Selama tahun 2010. untuk mendapatkan penetapan. GCG soft structure. progress and constraint will be noted and improvements . Dalam rangka penerapan prinsip-prinsip GCG telah disusun instrumen implementasi GCG yaitu soft structure GCG yang terdiri dari Panduan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik di PT Bukit Asam (GCG Code) dan Panduan Berprilaku bagi Seluruh Jajaran di PT Bukit Asam (Code of Conduct). 2. • Writing up annual work program for submission to Board of Commissioners at yearend for its approval. education and training. consists of GCG Code and Code of Conduct. Dari hasil rapat berkala tersebut dapat ditemukenali kemajuan dan hambatan yang dihadapi In 2010 GCG Committee had two major activities. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 30 Juli 2010 Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite GCG pada tahun 2010 secara garis besar terdiri atas (dua) kegiatan utama. yakni: i) melakukan kegiatan yang ada di rencana kerja dan ii) melakukan tugas khusus dari Dewan Komisaris. rapat dengan pihak terkait.e. site visits. Melakukan revisi Panduan Hubungan Kerja antara Dewan Komisaris dengan Direksi (Board Manual). In 2010. GCG Committee held 20 meetings with the following attendance rate: JUMLAH RAPAT KEHADIRAN % KEHADIRAN Ir. Pemantauan Penerapan Prinsip-prinsip GCG. Some of the assignments accomplished were: 1. Formulating GCG Soft Structure GCG implementation instrument. 2. Revising Board Manual to elaborate on the relationship between Board of Commissioners and Directors as provided for in the Amendment to Articles of Association. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tugas-tugas tersebut diantaranya mencakup: 1. Laporan Kegiatan Komite GCG Komite GCG telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite GCG. These two instruments were made official with the signing by President Director and President Commissioner.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 238 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Menyusun dan menyampaikan program kerja tahunan kepada Dewan Komisaris setiap akhir tahun berjalan. meetings with related parties. yaitu berupa rapat interen. namely i) those written in work program and ii) those assigned by Board of Commissioners. Memantau penerapan prinsip-prinsip GCG dengan melakukan rapatrapat berkala dengan Satuan Kerja Sistem Informasi Perusahaan sebagai unit kerja yang mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan prinsip-prinsip GCG di Perusahaan. Umiyatun Hayati Triastuti MSc * Bambang Adi Winarso * Antonaria * Ketua merangkap Anggota Anggota Anggota 20 20 20 20 18 20 100 90 100 Keterangan : * ) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Komite GCG mengadakan 20 (dua puluh) kali rapat berkala yang dihadiri para anggota. Kedua instrumen implementasi GCG tersebut telah disahkan melalui penandatatangan oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama. in terms of internal meetings. Penyusunan Soft Structure GCG. Monitoring GCG implementation By holding periodic meetings with Corporate Information System Work Unit being the unit responsible for coordinating the GCG practice. Revisi dilakukan pada susunan isi Board Manual untuk memperjelas hubungan Dewan Komisaris dan Direksi secara seimbang sesuai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. i.

Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris : • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai substansi prinsip-prinsip GCG dari laporan Direksi terhadap pelaksanaan Corrective Action atas Hasil Audit Kinerja Tahun 2009. Attending two Cross Committee Business Meetings. Kunjungan Kerja Lapangan ke UP Tanjung Enim dilaksanakan bersamasama dengan Komite lainnya pada tanggal 6 November 2010. salah satunya indikatornya adalah meningkatnya nilai assessment penerapan GCG yang dilakukan oleh pihak independen. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite will be suggested for better results in the future. Limitation of procuring non-routine goods and services is given by Board of Directors with the approval of Board of Commissioners. 5. Procuring non-routine goods and services Acting on SOE Minister Regulation No. PER. dan diupayakan agar penerapan prinsip-prinsip GCG lebih baik hasilnya dari tahun-tahun sebelumnya. Batasan pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin) ditentukan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris. 7. di Kesekretariatan Dewan Komisaris telah disusun tata laksana persuratan dinas dan kearsipan (TLSK) dengan mengacu kepada tata laksana persuratan dinas dan kearsipan yang sudah ada di Perusahaan. 4.05/MBU/2008 tanggal 3 September 2008. • Giving input to Board of Commissioners for preparing its comments on draft 2011 Work Program and Budget. Doing other assignments given by Board of Commissioners • Giving Board of Commissioners input regarding GCG issues in Board of Directors report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings. 3.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 239 3. Compiling Procedures of Official Correspondence and Filing To practise good corporate governance. Pengadaan Barang dan Jasa yang Bersifat Substansial (Bukan bersifat Rutin). Menyusun Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK). 6. the Secretariat of Board of Commissioners has procedures of official correspondence and filing that is based on the existing procedures of official correspondence and filing of the Company. Matters requiring further attention were discovered during the visit that concerned GCG implementation by work units. Menindaklanjuti Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER. 7. Making site visit Official site visit to Tanjung Enim Mining Unit was made together with other Committees on 6 November 2010. With these procedures the Secretariat of Board of Commissioners is expected to facilitate the work of Board of Commissioners of overseeing and giving counsel as stated in the Articles of Association. . One indicator of this improvement is better assessment findings by independent parties.05/MBU/2008 of 3 September 2008. Selama kunjungan lapangan tersebut banyak ditemukan hal-hal yang memerlukan pemantauan lebih lanjut mengenai penererapan prinsip-prinsip GCG oleh satuan kerja di Perusahaan. Perseroan telah menyusun kebijakan pengadaan barang dan jasa. the Company has drafted goods and services procurement policy. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai memorandum dari Konsultan Nindyo & Assosiates tentang Kajian Umum mengenai Tugas dan Kewenangan Dewan Komisaris. • Giving Board of Commissioners input regarding Consultant Nindyo & Associates’ memorandum on Overall Review of Board of Commissioners Duty and Authority. Dengan penyusunan tata laksana persuratan dinas dan kearsipan tersebut diharapkan peranan Sekretariat Dewan Komisaris dapat memperlancar tugas-tugas Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dan pemberian nasihat seperti yang diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan. 6. Dalam upaya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. 5. 4. • Memberikan laporan berupa masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Drat RKAP Tahun 2011 Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan.

Visi dan Misi Komite Nominasi. Anggaran Dasar Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi. Vision and Mission Nomination. Tugas tambahan lainnya adalah melakukan Penelahan dan pemantauan implementasi sistem perencanaan tenaga kerja. Sebelumnya komite ini bernama Komite Konarba dan GCG. serta bertanggung jawab kepada Dewan Nomination. formulate proper and measurable remuneration system. sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan”. While its mission is “Promoting the creation of fair nomination and remuneration system to motivate employees. dan pengembangan SDM yang berlandaskan kompetensi dan kinerja. Remunerasi dan PSDM Tujuan. The vision of NR & HRD Committee is ”Building synergy among Board of Commissioners. this Committee is assigned to help Board of Commissioners in its oversight and counselling responsibilities.rekruitmen. dengan tugas membantu Komisaris dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan penetapan remunerasi dan peningkatan implementasi GCG. After changing its name and membership. Komite ini dibentuk dengan berpedoman kepada peraturan perundangan yang berlaku. tanggal 1 November 2010. the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. experienced and knowledgable in human resource nomination. is a committee that went through a change of name and membership in 2010. Setelah mengalami perubahan nama dan keanggotaan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 240 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Nominasi. dan bekerja untuk. further to be referred to as NR & HRD Committee. and to make recommendations with respect to nomination and remuneration standards. remuneration and development of human resource in accordance with the Company’s need and condition”. remuneration . Remuneration and HRD Committee Objective. Previously this Committee was known as NR & GCG Committee. SH. dengan yang terakhir adalah Keputusan Dewan Komisaris. Visi Konarba dan PSDM adalah ”Terciptanya sinergi antara Komisaris. selection and placement. komite ini dibentuk untuk membantu Komisaris dalam melakukan pengawasan. yang dibentuk oleh. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) selanjutnya disebut Konarba dan PSDM. Deed No. set up by and accountable to Board of Commissioners. merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaanya di tahun 2010. and enhance GCG practice”. This Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. Direksi dan Pegawai melalui sistem nominasi dan remunerasi. Independency and Composition of NR & HRD Committee NR & HRD Committee works independently.seleksi dan penempatan pegawai. Independensi dan Susunan Anggota Komite Konarba dan PSDM Konarba dan PSDM bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. tentang Pengangkatan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Dewan Komisaris PT Bukit Asam (Persero) Tbk. 24 of 21 April 2010 and Board of Commissioners Decision No. no 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010. remuneration and GCG implementation. compliance with the law governing nomination and remuneration. Board of Directors and employees through competence-performance-based nomination. terciptanya sistem remunerasi yang layak dan memadai serta mendorong pelaksanaan prinsip dan praktek Good Corporate Governance yang lebih baik. All Committee members are not related to any director. evaluasi dan menyusun rekomendasi dalam menetapkan antara lain: i)Norma (Standar) Nominasi dan Remunerasi. Sedangkan misinya adalah: Mendorong terciptanya sistem nominasi dan remunerasi yang fair untuk meningkatkan motivasi kerja. Remuneration and Human Resource Development Committee. recruitment. in charge of assisting Board of Commissioners in matters pertaining to nomination. 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010 of 1 November 2010 on Appointment of Nomination and Remuneration Committee Members of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Its additional tasks include reviewing manpower planning. Kepatuhan perusahaan atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah nominasi dan remunerasi. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan serangkaian keputusan Dewan Komisaris mengenai Konarba.

Duty and Responsibility The task of NR & HRD Committee is fully incorporated in NR & HRD Charter covering: • Giving independent. MHum.MA Fakhrudin Tieja SE MM Dr. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. remunerasi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 241 Komisaris. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang nominasi. professional opinion and recommendation to Board of Commissioners in matters pertaining to nomination and remuneration. and development as well as coal business. Sumarhadi SE MM Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Konarba dan PSDM selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Konarba dan Pengembangan SDM dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. Abdul Latief Baky. pengembangan sumberdaya manusia dan bisnis batubara. FIQ merangkap sebagai Komisaris Independen Noeroso L. The composition of NR & HRD Committee as of 31 December 2010 is as follows: SUSUNAN ANGGOTA KONARBA DAN PSDM PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: THE COMPOSITION OF NR & HRD COMMITTEE AS OF 31 DECEMBER 2010 IS AS FOLLOW: Ketua Anggota Ir. . MSc. • Memberikan pendapat independen dan profesional serta rekomendasi kepada Komisaris terhadap halhal yang berhubungan dengan masalah nominasi dan remunerasi. Wahyudi SE.

PER02/MBU/2009 of 27 April 2009 Article 30 and SOE Minister Regulation No.04/2009. Laporan Kegiatan Konarba Selama tahun 2010. and makes site visits. 066/KEP/INT-16100/OT. Peraturan dari Kementerian BUMN atau Bapepam-LK). dan melakukan kunjungan kerja lapangan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 242 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • Menelaah tingkat kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah Nominasi dan Remunerasi (seperti UU Ketenagakerjaan. meetings with related parties. 20/KOM/III/2010. • • Assessing the Company’s compliance with laws and regulations that govern nomination and remuneration (such as Manpower Law. dan Surat Komisaris No.04/2009 on 2009 Performance Appraisal and Board of Commissioners Letter No. PER-03/MBU/2009 of 19 October 2009 Article 5. Wahyudi * Fakhrudin Tieja** Sumarhadi*** JABATAN Ketua Anggota Anggota Anggota JUMLAH RAPAT 23 23 12 6 KEHADIRAN 23 22 12 6 % KEHADIRAN 100 97 100 100 Keterangan: *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No 08A/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 2 Agustus 2010 **) Diangkat kembali menjadi anggota Konarba tanggal 1 Juli 2010. . dengan ikhtisar kegiatan sebagai berikut. . subject to the law and Board of Directors Decision No. rapat dengan pihak terkait. mengundurkan diri per 1 Agustus 2010.Menyiapkan formula Tantiem untuk Direksi tahun buku 2009 bersama konsultan Independen berdasarkan referensi peraturan perundangan antara lain: Permen BUMN Nomor: PER-02/MBU/2009 tanggal 27 April 2009 Pasal 30 dan Permen BUMN Nomor :PER -03/MBU/2009 tanggal 19 Oktober 2009 Pasal 5. tentang Penilaian Kinerja Perusahaan 2009. SOE Minister or Bapepam-LK Regulations). termasuk sistem pensiun dan kompensasi dalam hal terjadi pengurangan pegawai. holiday allowance and bonus payment system. Konarba dan PSDM telah melaksanakan tugas melalui rapat interen seperti disebutkan diatas. • • Nomination Criteria Making adjustments to Board of Directors long list criteria . . ***) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. allowance. Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi tentang penerapan sistem penggajian. pemberian tunjangan. dengan didasarkan peraturan perundangan yang berlaku. 066/KEP/INT-16100/OT. THR dan bonus bagi seluruh pegawai. KETUA/ANGGOTA Abdul Latief Baky Noeroso L. Making evaluation and recommendation in the implementation of salary. Ditetapkan menjadi Sekretaris Dewan Komisaris per 2 Agustus 2010. 14/SK/PTBA-KOM/XI/201 tanggal 1 November 2010. and also retirement and compensation scheme in case of personnel retrenchment. that can be summed up as follows: • Approving Employee Performance Incentive Formula for 2009. Melakukan penyesuaian atas kriteria Long List Direksi NR & HRD Committee holds internal meetings.Menyetujui pengembangan Formula Insentip Kinerja Pegawai tahun buku 2009. • Menyetujui dan menyiapkan Formulasi Remunerasi. Konarba dan PSDM telah mengadakan 23 (duapuluh tiga) kali rapat berkala dengan tingkat kehadiran sebagai berikut.Making Board of Directors Tantiem Formula for 2009 with the assistance of an independent consultant pursuant to SOE Minister Regulation No. SK Direksi No. Pengembangan Kriteria Nominasi. 20/KOM/III/2010.

. . Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite • for 2011-2014 to conform to SOE Minister Decision No. 13/SK/PTBAKOM/X/2009 on NR & GCG Committee. • Kurang sesuainya referensi harga yang digunakan.Berdasarkan kajian yang dilakukan. .Selecting Board of Commissioners Secretariat members .Selecting NR Committee members . b). noting the adjustments to HR development such as a) restructuring HR profile by age and proficiency.The Committee came up with the following findings and suggestions: • price reference used was not suitable. • Asumsi harga yang digunakan sebaiknya PPA (Purchace Power Agreement) dengan PLN. • IRR should be recalculated. Attending two Cross Committee Business Meetings. • • . Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.Studying Coal Briquette Restructuring .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 243 tahun 2011-2014berdasarkan pada SK Meneg BUMN no. restrukturisasi organisasi termasuk anak perusahaan.Menyiapkan seleksi anggota Konarba. Komite mencermati adanya progres pencapaian program kerja sampai tahun 2010 terutama terbentuknya Assesment Center.Implementasi konsep Peraturan Dewan Komisaris tentang Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK) di Lingkungan Dewan Komisaris PT BA. • Pemantauan Pelaksanaan Rencana Strategis Pengembangan SDM. Making site visits.Implementing Procedures of Official Correspondence and Filing within Board of Commissioners.Dasar penyiapan pembentukan Komite GCG adalah surat keputusan (SK) nomor 13/SK/PT. GCG Committee made a separate report starting 3rd quarter of 2010 except July 2010. Komite GCG telah menyiapkan laporan tersendiri dimulai Triwulan-III selain bulan Juli tahun 2010. Melakuan kunjungan kerja lapangan. . SK ini ditindaklanjuti laporan kedua komite dalam buku yang dimulai dari laporan Triwulan-IV tahun 2009 dan laporan Triwulan 1 sampai dengan II tahun 2010.Reviewing Peranap Project . . Komite merekomendasikan agar restrukturisasi perlu segera dilaksanakan.Menyiapkan seleksi anggota Sesdekom. . dengan butirbutir temuan antara lain. HR Development Strategic Plan Observing the work progress until 2010 particularly the formation of Assessment Center. .The legal ground for setting up GCG Committee was Board of Commissioners Decision No. This decision was followed up by the two Committees report covering 4th quarter of 2009 and 1st – 2nd quarter of 2010. c) developing performance-based KPI formula. . b) restructuring the organization including subsidiaries. c) pengembangan formula IKP berdasarkan kinerja pegawai.Melakukan Kajian Restrukturisasi Briket Batubara. . • Perlu mempertimbangkan ulang perhitungan IRR. 04/MBU/2009 on Requirements and Procedures of Appointing and Dismissing SOE Board Members. • • • • Performing other assignments from Board of Commissioners .Preparing and monitoring the formation of GCG Committee . Disamping itu mencermati adanya penyesuaian dalam pengembangan SDM antara lain: a) restrukturisasi profil SDM dari sisi usia dan kompetensi. . 04/MBU/2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara pengangkatan dan pemberhentian Anggota Direksi BUMN.Based on the study the Committee recommended that restructuring be immediately carried out.BAKOM/X/2009 tentang Konarba dan GCG.Penyiapan dan pemantauan pembentukan Komite GCG.Melakukan Kajian Proyek Peranap. • price assumption should be taken from Power Purchase Agreement with PLN. .

Minimizing negative impact of the Company’s activities on the environment (physical. Insurance. insurance. termasuk asuransi. Mission: To give input with the purpose of: a. Business Risk and Post-Mining Committee Insurance. Misi Komite Risiko Usaha : Memberikan masukan secara komprehensif dalam rangka: a. 2. chemical and social) 2. Visi dan Misi Komite Risiko Usaha sebagaimana dituangkan dalam Charter Komite Risiko Usaha PT Bukit Asam. further referred to as BR Committee. Business Risk and Post-Mining Committee to realize the corporate vision and mission. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. Risiko Usaha dan Pasca Tambang yang profesional dan independen untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan. Risiko Usaha. Komite KRU senantiasa mengingatkan dan merekomendasikan agar seluruh risiko utama Perseroan yang masuk kategori high dan extreme risk di kenali dan dimitigasi. Vision: To be professional and independent Insurance. Risiko Usaha dan Pascatambang (KRU) Komite Asuransi. . BR Committee consistently recommends that all high and extreme business risks be identified and mitigated. b. production and marketing. The vision and mission of BR Committee as stipulated in BR Committee Charter issued on 28 November 2009 are: 1. a. Duty and Responsibility BR Committee is responsible for giving independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. Meminimalkan risiko perusahaan yang mungkin terjadi di bidang pengembangan usaha.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 244 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Asuransi. environment and post-mining area management. environment and post-mining area management. Business Risk and Post-Mining Committee. Tugas dan Tanggung jawab Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. adalah sebagai berikut: 1. Meminimalkan dampak negatif dari kegiatan perusahaan terhadap lingkungan (fisik. Minimizing risks that may arise in business development. selanjutnya disebut Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. Visi Komite Risiko Usaha : Menjadi Komite Asuransi. operasi produksi dan pemasaran. is set up to give independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. insurance. dan Pascatambang. kimia dan sosial). yang diterbitkan pada 28 November 2009. termasuk asuransi.

serta rencana kerjasama antara PTBA. To increase production and sales of coal. The duty. terutama berkaitan dengan kondisi lokal perusahaan. Ir. Faridha MSi Andi Novianto. dan bekerja untuk. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. dan global.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 245 Tugas. PhD Keterangan : *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Thamrin Sihite ME. merangkap sebagai Komisaris Ir. set up by and accountable to Board of Commissioners. social. yang dibentuk oleh. KRU berpendapat bahwa proyek-proyek pengembangan usaha yang sedang dilakukan seperti pengembangan angkutan kereta api dan pembangunan PLTU masih perlu dipercepat realisasinya. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidangnya. PT Transpacific Railway Infrastructure and China Railway Engineering Corporation should proceed. The Committee is of the opinion business development projects such as railway development and TPP construction should be accelerated. Asuransi dan Pasca Tambang sepanjang tahun 2010 dituangkan dalam bentuk Laporan Komite Risiko Usaha. Untuk meningkatkan produksi dan penjualan batubara maka pengembangan angkutan kereta api eksisting yang merupakan kerjasama antara PTBA dan PTKA. in environment and post-mining area management (physical. Melakukan telaahan dan kajian terhadap investasi PLTU Peranap 2x10 MW. regional and global term. Tanggung Jawab dan Wewenang dari Komite Risiko Usaha dijabarkan secara rinci dalam piagam Komite Risiko Usaha (KRU Charter). termasuk terhadap upaya PTBA dalam pengelolaan lingkungan secara fisik maupun sosial dan ekonomi serta pengelolaan pasca tambang. economic). All Committee members are not related to any director. BR Committee reported its activities in 2010 in BR Committee Report that included: • • • Evaluating Company Reports Reports were evaluated to detect risks in local. regional. PT Transpacific Railway Infrastructure dan China Railway Engineering Corporation dapat segera dipacu. responsibility and authority of BR Committee are elaborated in BR Committee Charter. meliputi diantaranya: • • Evaluasi atas Laporan-laporan yang dikeluarkan Perusahaan Laporan dievaluasi untuk melihat faktor-faktor risiko yang dihadapi oleh Perseroan. Reviewing: Investment in Peranap Thermal Power Plant 2x10 MW • . SUSUNAN KRU PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: LOREM IPSUM DOLOR Ketua Anggota Dr. experienced and knowledgable in their respective fields. **) Kontrak sudah selesai pada bulan Maret 2010 Adapun tugas dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Komite Risiko Usaha. cooperation between PTBA and PTKA (Indonesian Railway Company) and among PTBA. Independency and Composition of BR Committee BR Committee works independently. Independensi KRU dan Susunan Anggota Komite KRU bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. 01/SK/PTBA-KOM/2010 tanggal 3 Juni 2010.

• • • • • • BR Committee recommended the agreement be incorporated in the Company’s long-term plan and work program & budget. maka pendanaan proyek tersebut agar dikaji secara hati-hati. dan lingkungan. Kertapati and Tarahan should be scrutinized to be consistent with longterm plan of enhancing coal efficiency and production. expecially when it comes from external sources. Kertapati. dan Tarahan. Yakni ke lokasi UP Tanjung Enim termasuk PLTU Tanjung Enim 3 x 10 MW. Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. serta percepatan penyelesaian pembangunan PLTU Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite. termasuk dari aspek ekonomi. and a more comprehensive planning be made. Melakukan telaahan dan kajian terhadap Perjanjian Jual Beli Batubara (PJBB) PTBA dengan PLN. agar didapatkan alternatif yang tidak memberatkan. termasuk dalam hal ini adalah penilaian kesiapan off taker (aspek regulasi. KRU juga melakukan telaahan dan evaluasi terhadap kegiatan lainnya seperti Lelang IPP PLTU. Making Site Visits To Tanjung Enim Mining Unit including Tanjung Enim TPP 3x10 MW. Evaluating Other Activities BR Committee evaluated TPP Independent Power Plant tenders. Selain itu dalam meningkatkan penjualan perlu memperhatikan kemampuan infrastruktur. Air Laya and outside Air Laya. memberikan masukan atas Drat RKAP Tahun 2011 dan lain-lain. serta dilakukannya perencanaan yang lebih komperehensif. (ii) aspek teknis dan (iii) aspek ekonomi. Diantaranya partisipasi Ketua KRU pada konferensi ‘The Rising Power of Indonesia Incorporated: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ di Jakarta. . sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. skema bisnis dan time frame penyerahan excess power). Air Laya dan Non Air Laya. Infrastructure capacity should also be taken into consideration in boosting sales. Sehubungan dengan rencana Kerjasama Proyek Tanjung Api-api. KRU merekomendasikan peningkatan produksi di lokasi Tanjung Enim. Considering the sizeable investment. termasuk apabila akan mendapatkan sumber pendanaan yang akan berasal dari luar PTBA. Terkait dengan program pengembangan prasarana produksi yang berlokasi di Tanjung Enim. teknis. finansial. KRU merekomendasikan agar dilakukan kajian komprehensif terhadap rencana keterlibatan PTBA dalam Proyek Tanjung Api-Api. Mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan berkelanjutan. Developing Production Infrastructure The Committee believes the program of developing production infrastructure in Tanjung Enim. to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. Mengingat nilai investasi untuk hal ini akan sangat besar. etc. financing should be carefully studied. Attending two Cross Committee Business Meetings Attending Education and Training Program Participation of Committe Head in ‘The Rising Power of Indonesia Incorporaed: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ conference in Jakarta. and to speed up TPP construction. sosial.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 246 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • • • • • • KRU merekomendasikan beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan pembangunan PLTU dan kaitannya dengan rencana eksploitasi tambang adalah meliputi: (i) aspek administratif. KRU berpendapat agar dikaji lebih mendalam dan selaras dengan rencana jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan produksi batubara. Recommendation was made to boost production of Tanjung Enim. gave input and recommendation for 2011 work program and budget. KRU merekomendasikan PJBB tersebut dimasukkan dalam RJPP dan RKAP.

analysts. Sesuai dengan fungsinya. Providing information for investors and other stakeholders (investor relations) • Fungsi utama Sekretaris Perseroan mencakup tiga bidang. the duty of Corporate Secretary is as follows: • • Keeping abreast of capital market development and rules. the Company must have reliable document and information management system to ensure compliance with capital market laws and regulations. CORPORATE SECRETARY The Corporate Secretary plays a major role in facilitating communication among the corporate organs. Fungsi utama Sekretaris Perusahaan ada tiga. Corporate Secretary ensures that the most current. tepat waktu dan akurat mengenai Perseroan kepada para pemegang saham. Secara umum tugas Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut: • Mengikuti perkembangan dan peraturan-peraturan pasar modal serta memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal (investor relations). Memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan oleh setiap pemangku Kepentingan. and periodically evaluating the performance of his/her duty. particularly the shareholders. yakni: sebagai liason officer. mass media and general public. For this reason.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 247 SEKRETARIS PERUSAHAAN Sekretaris Perusahaan berperan besar dalam memperlancar hubungan antar Organ Perseroan. hubungan antara Perseroan dengan stakeholders serta dipenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. giving appropriate authority and resources. compliance officer serta investor relations. will promote the smooth operations and growth of the Company. analis. . yang juga meliputi penyediaan Laporan Triwulan dan Laporan Tahunan. Perseroan menetapkan kualifikasi khusus untuk pejabat Sekretaris Perusahaan. Sekretaris Perusahaan menjamin ketersediaan informasi terkini. Corporate Secretary has triple main function: as liason officer. akan sangat mendukung kelancaran bisnis dan pengembangan usaha Perseroan. As a public company. Pembinaan hubungan baik dengan stakeholder strategis. sebagai perusahaan publik. The Company requires certain qualification of Corporate Secretary. In general. the Company establishes the function of Corporate Secretary who is directly accountable to President Director. The information includes quarterly and annual financial reports. and compliance with the prevailing laws and regulations. Favorable relationship with strategic stakeholders. media massa dan masyarakat umum. and guarantee the accountability of the Company’s performance report to stakeholders. khususnya pemegang saham. As the function requires. relationship between the Company and its stakeholders. Perseroan juga wajib memiliki tata laksana dokumen dan informasi yang baik untuk membantu memastikan kepatuhan Perseroan terhadap perundang-undangan dan peraturan pasar modal serta untuk mendukung akuntabilitasi pelaporan kinerja dan tanggung jawab Perseroan kepada stakeholder. compliance officer serta investor relations. Perseroan menetapkan fungsi Sekretaris Perusahaan yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. compliance officer and investor relations officer. memberikan wewenang dan sumber daya yang memadai dan melakukan evaluasi berkala atas pelaksanaan tugasnya. punctual and accurate information regarding the Company is available for the shareholders. yaitu sebagai liason officer. Selain itu.

two non-deal roadshows and two events involving the journalists. Perseroan telah mengeluarkan suatu kebijakan “Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta informasi orang dalam” dan kebijakan “Pengelolaan Dokumen/Arsip Perseroan”. among others the Government. i. Perseroan telah mengadakan 14 (empat belas) kali conference call. the Company conducted 14 conference calls. . Sepanjang tahun 2010. diolah. Komunikasi Perusahaan dan Kantor Perwakilan. in accordance with the rules on disclosure of information. Since July 2009. 2 (dua) kali non-deal roadshow serta 2 (dua) kali kegiatan yang melibatkan wartawan. yaitu antara lain Pemerintah. mitra Perseroan dan masyarakat. partners and public. 83 (delapan puluh tiga) kali one on one meeting. processed. The objective of setting this policy is to make sure that information regarding the Company is disclosed accurately. media. Corporate Communication and Representative Office. and Insider Information” and “Document/ File Management” in an effort to abide by the transparency principle and GCG practice. dalam rangka memenuhi persyaratan azas keterbukaan dan pelaksanaan GCG. The Company has set a policy on “Information Disclosure and Confidentiality. • • Giving input to Board of Directors in complying with capital market rules and regulations Acting as liaison officer among the Company. 83 oneon-one meetings. yaitu Hubungan Investor.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 248 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • Memberi masukan kepada Direksi untuk mematuhi peraturan yang berhubungan dengan pasar modal Bertindak sebagai penghubung antara Perseroan dengan Bapepam-LK serta masyarakat. Tujuan dari penetapan kebijakan tersebut adalah untuk memastikan bahwa pengungkapan informasi Perseroan harus akurat serta dicatat. sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. Sekretaris Perusahaan kemudian dibantu oleh fungsifungsi lain di bawah koordinasinya. mass media. and fostering good relationship with all other stakeholders besides shareholders. Achmad Sudarto has been the Corporate Secretary of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. In 2010.e. dirangkum dan dilaporkan dalam jangka waktu tertentu. Mulai bulan Juli 2009. compiled and reported over certain periods. Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk dijabat oleh Achmad Sudarto. serta membina hubungan baik dengan seluruh stakeholder lain di luar pemegang saham. Rincian Press Release yang pernah dilaksanakan oleh Perseroan adalah: Corporate Secretary is assisted by other functions under his/her coordination. Investor Relations. recorded. BapepamLK and the public.

. tahun 2010 Information disclosure events launched by the Company in 2010: BULAN Januari KEGIATAN .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam Investasi PLTU $ 101 Juta”.Hasil RUPS Tahunan . .Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siapkan dana akuisisi Rp. .Konfirmasi pemberitaan media Kontan mengenai PTBA kaji rencana Stock Split.Pernyataan tidak melakukan eksplorasi periode Maret – September 2010 .Pembayaran Dividen Interim 2010.Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Direktur Bukit Asam bakal jadi tersangka” .Laporan Perseroan telah melaksanakan penjualan seluruh saham hasil pembelian kembali saham Perseroan. . .Konfirmasi pemberitaan Detik “BPK temukan anak usaha PTBA rugikan Negara Rp.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA diminta akuisisi saham Freeport”. Penyampaian dan Laporan Hasil Public Expose . PARA PIHAK BEI Februari Maret BEI April BEI Juni BEI Agustus September BEI BEI Oktober November Desember BEI BEI BEI .Konfirmasi berita Bisnis Indonesia “Indonesia Power kurangi pasokan batubara PTBA” . .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 249 Kegiatan Keterbukaan informasi yang dilaksanakan oleh Perseroan.Laporan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham periode Januari – Juni 2010 .Pemberitahuan pergantian pejabat Senior Manajer Satuan Pengawas Intern.840 Miliar”.1.Pernyataan tidak melakukan eksplorasi pada periode Sept 10 – Mar 10 .Pemberitahuan Rencana Penyelenggaraan RUPS .36% saham Freeport”.Perseroan mengikuti Non Deal Roadshow di USA tanggal 1-5 Nopember 2010.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Lanco Infratech jadi Mitra Bukit Asam” .Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Dugaan korupsi Bukit Asam. .Konfirmasi pemberitaan media DetikFinance “BUMN diminta lepas cucu usaha”.6 Miliar”. .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siap akuisisi 9. dua Direktur Bukit Asam akhirnya diperiksa Penyidik Kejagung” . . .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam incar 30% saham railway” .Panggilan RUPS tahunan Perseroan .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam gandeng South Africa Synthetic”.Penyelenggaraan Public Expose. .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA bersaing jadi mitra BHP Biliton” .

Pemegang saham dan masyarakat umum juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan Perseroan melalui situs http://www.000. Website Perseroan Mei Juni Juli Agustus Oktober .Kontrak EPC dan O&M Proyek Railway “baru” kapasitas 25 juta ton/tahun ditandatangani.ptba.73 Triliun naik signifikan 60% pada tahun 2009. volume penjualan batubara PTBA Triwulan 1 naik 14%. volume penjualan batubara naik 12% pada Triwulan III – 2010. . total volume 5.228 Triliun. PTBA dan PLN tandatangani Nota Kesepahaman pemasokan batubara kalori rendah sebesar 9 Juta Ton/Tahun MEDIA Website Perseroan Surat Kabar.co. Surat Kabar.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 250 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Tabel Penerbitan Press Release Tahun 2010: BULAN Januari Maret TOPIK / SUBJEK .Pengumunan Laporan Keuangan per 30 Juni 2010.Laba bersih Rp.PTBA dan Pemprov Sumatera Selatan tandatangani Nota Kesepakatan Bersama Website Perseroan “Sumsel Siaga Bencana Berbasis Industri”.PTBA bagikan dividen final tahun buku 2009 Rp.6% dan ke PLTU Bukit Asam naik 5.1.5 juta ton.Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Desember 2009. Annual Report and other information may be obtained from the office of Corporate Secretary in the Head Office or Representative Offices. Website Perseroan April Surat Kabar. yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.2.685. volume penjualan batubara naik 10% pada Semester 1 – 2010.Pengumunan Laporan Keuangan per 30 September 2010. Website Perseroan Desember Selain itu. in Indonesian and English. PTBA jadi tuan rumah Indonesian Fire Rescue Challenge 2010.Harga jual batubara ke PLTU Suralaya untuk pasokan tahun 2010 disepakati menjadi Rp.id. Website Perseroan . Each year the Company’s financial statements are published bilingually. . setiap tahun Perseroan menerbitkan laporan tahunan dalam dua bahasa.-/ton. Website erseroan. Shareholders and the general public are welcome to visit our website http://www. Website Perseroan Surat Kabar. . . Laporan Tahunan Perseroan dan informasi lainnya dapat diperoleh di Sekretariat Perusahaan di Kantor Pusat atau Perwakilan Perseroan. Surat Kabar.co.PTBA Integrasikan Sistem Pasokan Batubara Surat Kabar.ptba.Volume penjualan batubara PTBA Semester 1 – 2010 naik 10%.5%. . Surat Kabar. . to provide information on the Company’s business performance. . yang menyediakan informasi mengenai kinerja Perseroan. . .id for further information on the Company.Harga jual batubara PTBA ke PLTU Tarahan naik 8.Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Maret 2010. .

c. Developing information and communication system covering the process of reporting of operating activities. otorisasi. Peningkatan lingkungan pengendalian internal yang disiplin dan terstruktur. penilaian atas prestasi kerja. Pelaksanaan kajian dan pengelolaan risiko usaha. financial condition and compliance with the law. Exercising control over every level and unit within the organization. associated with power. job division and security of the Company’s assets. Establishing a disciplined and structured internal control environment.co. d. meliputi proses untuk mengidentifikasi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 251 www. analysing and managing business risk continuously. Reviewing. antara lain mengenai kewenangan. menganalisis. menilai dan mengelola risiko usaha yang relevan secara berkesinambungan. identifying. Upaya pengembangan sistem pengawasan dan pengendalian yang dilakukan meliputi: a. reconciliation. authority. performance appraisal. Meningkatkan dan mengembangkan sistem informasi Internal Audit and Control System The Management develops an effective internal audit and control system to safeguard the Company’s investment and assets.id Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Manajemen mengembangkan sistem pengawasan dan pengendalian internal agar dapat berfungsi secara efektif untuk mengamankan investasi dan aset Perseroan. verifikasi.ptba. c. Melakukan aktivitas pengendalian pada setiap tingkat dan unit dalam struktur organisasi Perseroan. The system development includes: a. pembagian tugas dan keamanan aset Perseroan. d. b. verification. rekonsiliasi. b. .

providing them with analysis. IAU coordinates with IAU of the Company’s affiliates.. d dan e tersebut diatas. SPI memastikan bahwa seluruh elemen Perseroan berperan dan bertindak sesuai tugas dan kewajibannya serta menindak lanjuti rekomendasi dari hasil temuan SPI.. rekomendasi. To perform efficiently IAU has to coordinate with Audit Committee.. Sistem Manajemen Lingkungan dan Sistem Manajemen K3 (Lihat uraian ”Sistem Manajemen Bukit Asam”). .. untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas audit.. dilaksanakan dengan melibatkan aktivitas Satuan Pengawasan Internal (SPI). maka SPI : a.. to relevant data and information associated with audit work. konsultansi dan informasi mengenai aktivitas Satuan Kerja melalui Pimpinan Perusahaan. c... recommendation. SPI merupakan unit kerja yang menjalankan fungsi pengendalian/pengawasan internal untuk membantu Manajemen dan Satuan Kerja lainnya didalam pencapaian pelaksanaan tugas dan kewajibannya..LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 252 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report e. elaborated in Risk Management System (see page . Quality Management System. Internal Auditor Internal Auditor serves as Internal Audit Unit (IAU). finansial dan ketaatan atas ketentuan dan peraturan yang berlaku. Activities under point b and c are carried out by Corporate Management System Work Unit.). Environmental Management System and Work Safety and Health Management System (see page . b. Sistem Manajemen Mutu. consultancy and information through the management. Activities under point c. . IAU is a work unit that exercises internal audit and control function to assist the management and other work units to perform their duty.. Kegiatan yang meliputi butir b dan c tersebut diatas dilaksanakan oleh satuan kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP). dan komunikasi yang meliputi proses penyajian laporan mengenai kegiatan operasional.. dengan memberikan bantuan berupa analisa.). Sedangkan pelaksanaan kegiatan untuk butir c. IAU is described as follows: a. IAU has access to documents and records of company property in all work units. As a working partner of External Auditor. Monitoring and evaluating the quality of internal control system and the involvement of internal audit function at every level and unit within the Company... IAU ensures all elements of the Company work and act according to established duties and responsibilities. termasuk anak perusahaan. penilaian. dijabarkan masing-masing melalui pengembangan sistem diantaranya Sistem Manajemen Risiko (lihat uraian ”Sistem Manajemen Risiko”). e. pencatatan personal dan fisik kekayaan perusahaan di seluruh unit kerja perusahaan.. Under IAU Charter signed by Board of Directors and Board of Commissioners. and act on IAU findings and recommendations. Sesuai Ikhtisar Piagam SPI (SPI Charter) PTBA yang ditandatangani bersama Direksi dan Komisaris PTBA. including those of subsidiaries.. evaluation. Melakukan pemantauan yaitu proses penilaian terhadap kualitas sistem pengendalian internal termasuk pelibatan fungsi internal audit pada setiap tingkat dan unit struktur organisasi Perseroan. d and e are done with the involvement of Internal Audit Unit (IAU) Auditor Internal Auditor Internal bertindak sebagai Satuan Pengawasan Internal. b.. SPI mempunyai wewenang memperoleh akses terhadap dokumen.

e. member Firm dari PricewaterhouseCoopers. Untuk kelancaran tugas. to audit and give its opinion on the Company’s financial statements for the year ending 31 December 2010. Eksternal Auditor Eksternal Auditor yang memeriksa laporan keuangan Perseroan tahun buku 2010 ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berdasarkan rekomendasi dari Komisaris dan Komite Audit. evaluating the effectiveness of GCG implementation and risk management. The scope of IAU covers internal audit work. To keep its professionalism. The appointed external auditor must give its opinion on the compliance of audited financial statements with the accounting standards generally applied. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan April 2010 memutuskan menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja. In line with Annual Audit Plan for 2010. To guarantee the independency and quality of audit. d. Auditor SPI harus mematuhi Kode Etik yang merupakan panduan peilaku dalam melaksanakan tugas audit yang mencerminkan tingkat profesionalisme auditor yang bersangkutan. special audit on five work units. External Auditor The external auditor who audited the Company’s 2010 financial statements was appointed by AGMS by the recommendation of Board of Commissioners and Audit Committee. Full description of the role. Uraian peran. SPI telah melakukan audit khusus di 5 (lima) Satuan Kerja. IAU conducted audit on eight work units. AGMS in April 2010 resolved to appoint the Office of Public Accountant Tanudiredja. d. member firm of PriceWaterHouseCoopers. authority and responsibility of Internal Audit is written in Internal Audit Charter. SPI juga mempunyai hubungan dengan SPI Perusahaan Afiliasi. subsidiaries and foundation in performing audit and providing technical assistance. Wibisana & Rekan. SPI merupakan mitra kerja dari Auditor Eksternal. Eksternal Auditor yang ditunjuk bertanggung jawab untuk menyampaikan opininya atas ketaatan laporan keuangan yang diaudit terhadap standar laporan keuangan yang berlaku. . SPI telah melakukan audit operasional di 8 (delapan) Satuan Kerja dan sesuai permintaan dan penugasan dari Direktur Utama. In 2010 approximately 90% of IAU’s recommendations were acted on by auditees and the rest will be followed up in 2011. SPI harus berkoordinasi dengan Komite Audit. wewenang dan tanggung-jawab selengkapnya ada pada Piagam (Charter) Audit Internal. Wibisana & Partners. Untuk menjamin independensi dan kualitas hasil pemeriksaan Eksternal Auditor yang ditunjuk tidak boleh memiliki benturan kepentingan dengan setiap level pejabat Perseroan. the Company selects external auditor every year. IAU Auditor should abide by the Code of Conduct in performing audit to reflect his/her professionalism. Sesuai Rencana Audit Tahunan (RAT) 2010. on condition that one public accountant office performs audit only for three years in a row. SPI Anak Perusahaan dan Yayasan Milik Perusahaan dalam bentuk koordinasi pelaksanaan audit dan bantuan teknis. Ruang lingkup SPI meliputi Pengendalian Internal.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 253 c. dengan ketentuan satu KAP hanya boleh melakukan audit secara berurutan maksimal 3 tahun. e. untuk memeriksa dan menyatakan opininya atas laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Untuk menjaga profesionalitas Perseroan melakukan pemilihan Eksternal Auditor setiap tahun. and as instructed by President Director. the appointed external auditor must have no conflicting interest with each level of the Company’s organ. evaluasi efektifitas implementasi prinsip-prinsip GCG dan evaluasi efektifitas Manajemen Risiko. Pada tahun 2010 + 90 % rekomendasi yang telah disampaikan SPI dapat ditindak lanjuti oleh Auditee dan sisanya akan ditindak lanjuti pada tahun 2011.

. including VAT. • Untuk audit yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP).. • Creating work best practices of international and national standards under GCG principles.000 plus out of pocket expenses for auditing consolidated financial statements of the Company for the year ending 31 December 2010. Performance audit by Public Account Office was performed on the Company’s subsidiaries and joint projects.3 (tiga) KAP Tanudiredja. Wibisana & Partners to audit the Company’s financial statements. Tahun 2010 tersebut merupakan periode ke. SMP bersama-sama dengan SPI dan Sekretaris Perusahaan langsung berada di bawah kendali Direktur Utama. such audit is still in progress and expected to be finalized end of February 2011 Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan Dalam rangka memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian internal di Perseroan. and general audit on the Company’s financial statements. serta jasa audit umum (General Audit) untuk Laporan Keuangan PTBA. Wibisana & Rekan melakukan audit atas laporan keuangan Perseroan. sehingga dapat meningkatkan nilai Perusahaan.... the management set up Corporate Management System Work Unit (CMS). KAP yang sama ditunjuk untuk melakukan audit kinerja PTBA dengan biaya sebesar Rp. Komisaris telah menetapkan jumlah biaya Eksternal Auditor sebesar Rp1. Visi dari Satuan Kerja SMP adalah : Menjadi Satuan Kerja yang terpercaya dalam mengelola proses bisinis Perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten. IAU and Corporate Secretary are directly accountable to President Director...095..050.. • Mendorong terciptanya Kebijakan dan best practices/ standar kerja yang lazim berlaku baik secara nasional Corporate Management System Unit To strengthen internal audit and control system. . the same Public Accountant Office was appointed to audit PTBA performance at a cost of Rp ..... CMS. Manajemen membentuk Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP). In the organization structure. sudah termasuk PPN. saat ini masih dalam proses penyusunan draft Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Tim Audit BPK-RI.ditambah biaya “out of pocket” untuk jasa audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010 termasuk untuk audit PKBL. The vision of CMS is to become a reliable work unit in managing the Company’s business process by consistently implementing GCG principles to enhance corporate value. Appointment and Fee With the power conferred by AGMS. Sedangkan Misi Satuan Kerja SMP adalah : • Meningkatkan kualitas tatakelola Perusahaan agar sesuai dengan prinsip-prinsip GCG untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan bagi Pemegang Saham dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya. the Board of Commissioners fixed an audit fee of Rp1. Kegiatan Auditor Eksternal • Pada tahun 2010 BPK-RI telah melakukan Audit System Pengendalian Intern (SPI) PTBA. Selain audit keuangan. Until the time of reporting.050. Dalam struktur organisasi perusahaan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 254 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Periode Penunjukan dan Honorarium Berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.000. The year 2010 was the third year for the Office of Public Accountant Tanudiredja.. pada tahun 2010 dilakukan jasa audit kinerja atas kegiatan Anak Perusahaan dan Project Kerjasama PTBA.. saat ini masih dalam pelaksanaan audit dengan target waktu penyelesaian Laporan Hasil Audit pada akhir Pebruari 2011...095. and Partnership and Community Development Program report. The mission of CMS is realized by: • Improving the quality of governance according to GCG principles for increased shareholder value and other stakeholders’ interest. Apart from financial audit. External Auditor Activity • In 2010 the State Auditor audited the Company’s internal control system and to this day their report is still in process.. miliar..

dan mengendalikan seluruh sistem manajemen yang diterapkan di perusahaan yang meliputi dan tidak terbatas pada: • Sistem Manajemen Mutu (SMM) • Sistem Manajemen Lingkungan (SML) • Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) • Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (SMM Lab) • Sistem Manajemen Risiko (SMR) • Sistem Manajemen Corporate Social Responsibility (SM CSR) • Sistem Manajemen Keamanan Pelabuhan (SMKP) • Sistem Manajemen Kinerja (SMK) • Sistem Manajemen Surat & Kearsipan Peranan SMP dalam peningkatan implementasi GCG adalah pertama menyiapkan/menyusun soft structure GCG bersamasama dengan unit yang akan melaksanakan. • Senantiasa melakukan improvement proses bisnis internal SMP. . CMS monitors and evaluates the performance of each unit. directing and controlling all management systems applied in the Company including but not limited to: • • • • • • • • • Quality Management System (SMM) Environment Management System (SML) Work Safety & Health Management System (SMK3) Laboratory Quality Management System (SMM Lab) Risk Management System (SMR) Corporate Social Responsibility Management System (SMCSR) Port Security Management System (SMKP) Performance Management System (SMK) Correspondence & Filing Management System In enhancing the implementation of GCG principles. • Enhancing objectivity. SMP telah melaksanakan audit internal sebanyak 24 kali audit yang terdiri dari Audit SMM sebanyak 4 kali audit terhadap 15 Satuan Kerja Lingkup ISO 9001. Kemudian SMP melakukan pemantauan dan melaksanakan audit/evaluasi kinerja dari masing-masing unit. Meningkatkan budaya korporasi. Audit SM Lab sebanyak The strategies adopted by CMS are: • Building communication with Board of Directors and all Work Unit Heads to obtain the necessary information. 6 SMKP audits on 3 coal ports scope ISPS Code and 4 SMK audits on 31 work units scope Balance Scorecard. kualitas dan waktu penyelesaian pekerjaan/audit. CMS performed 24 audits. Selama tahun 2010. yang kemudian disahkan menjadi pedoman. Audit SML sebanyak 4 kali audit terhadap 14 Satuan Kerja Lingkup ISO 14001.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 255 • maupun internasional di Perusahaan yang sesuai dengan Prinsip-prinsip GCG. quality and time efficiency in performing audit. 2 SMM Lab audits on 3 coal laboratories scope ISO 17025. which is subsequently formalized as guide. Next. 4 SML audits on 14 work units scope ISO 14001. independency. • Bekerjasama dengan Satuan kerja SDM untuk meningkatkan kompetensi Pegawai dan mendapatkan sertifikasi keahlian (khususnya Auditor) yang diperlukan serta jumlah personil yang optimal. Audit SMK3 sebanyak 4 kali audit terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup OHSAS 18001. CMS is in charge of assisting President Director in developing. • Working in cooperation with HR Work Unit for employee development and proficiency certification (especially Auditor) and optimal number of personnel. CMS improves the operating system applied in each unit. Periodically. Secara periodik. Strategi Satuan Kerja SMP adalah : • Meningkatkan komunikasi dengan BOD dan Seluruh Kepala Unit/ Kepala Satuan Kerja untuk mendapatkan data informasi yang diperlukan. mengarahkan. • Meningkatkan objektifitas. CMS jointly with would-be users first prepares GCG soft structure. SMP akan melakukan perbaikan pada sistem operasional yang diterapkan pada masing-masing unit tersebut. covering 4 SMM audits on 15 work units scope ISO 9001. 4 SMK3 audits on 16 work units scope OHSAS 18001.internal business process. terutama dari sisi keandalan sistem yang diterapkan dan hubungannya dengan kinerja. particularly in terms of system reliability and its association with performance. • Continually improving CMS. Tugas dari SMP adalah membantu Direktur Utama dalam mengembangkan. Throughout 2010. • Cultivating corporate culture. independensi.

Charter-charter untuk Komite di tingkat Komisaris. GCG Code. CMS discovered that GCG soft structure was sufficiently implemented. . Hal ini berdasarkan kelengkapan aturan seperti Board Manual. regulations on goods and services procurement. SMP saat ini tengah melakukan revisi atas beberapa aturan tersebut dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan peraturan yang ada. Larangan pemberian dan penerimaan hadiah. as well as conflict of interest transactions. dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa. Board of Commissioners’ Committee Charters. SMP berpendapat Soft Structure GCG di perusahaan sudah memadai. bribes. Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi system. During its evaluation work in 2010. suap dan sejenisnya serta aturan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan. gifts. Pada tahun 2010 SMP telah melaksanakan pembangunan SMBA. SML ISO 14001:2004. Whereas on Risk Management System. This was proven by the availability of Board Manual. Code of Conduct. and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one management system called Bukit Asam Management System (SMBA). the management formulated a policy to integrate SMM ISO 9001:2008.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 256 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report 2 kali audit terhadap 3 Laboratorium batubara Lingkup ISO 17025. GCG Code. Manajemen mengeluarkan kebijakan untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. CMS is currently revising some of the regulations to conform to the existing laws and regulations. Sedangkan untuk implementasi Sistem Manajemen Risiko selama tahun 2010 telah dilakukan 4 kali monitoring terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup SMR berbasis AS/NZ 4360. monitoring was done 4 times on 16 work units scope SMR on AS/NZ 4360. SML ISO 14001:2004. etc. To improve productivity and system efficiency. Audit SMKP sebanyak 6 kali audit terhadap 3 Pelabuhan batubara Lingkup ISPS Code dan Audit SMK sebanyak 4 kali audit terhadap 31 Satuan Kerja lingkup Balance Scorecard. Code of Conduct. Sesuai dengan perkembangan kegiatan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2010. In 2010 CMS finalized the establishment of SMBA.

dilakukan secara efektif dan menyeluruh kepada Jajaran Perseroan dan stakeholder. peraturan perundangan lainnya dan sanksi yang diterapkan. individuals of the organization and other parties doing business with the Company.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 257 KODE ETIK Perseroan telah selesai melakukan kajian dan penyusunan kembali butir-butir ketentuan dalam Pedoman Kode Etik Perusahaan yang telah ada. Perseroan berkeyakinan penerapan best practices GCG secara seimbang peningkatan integritas serta landasan moral yang tinggi akan lebih menjamin Perseroan agar terhindar dari risiko-risiko yang mengarah pada kegagalan korporasi. penyimpangan atas Code of Conduct. • Etika Perilaku Individu. Code of Conduct is one of the Company’s tools to enhance everybody’s integrity so as to apply GCG best practices to the utmost level. Hal ini telah dibuktikan dengan terjadinya krisis finansial global tahun 2008 lalu. yang meliputi: • Etika Bisnis Perseroan. Pedoman Kode Etik Perusahaan hasil kajian ulang tersebut telah diberlakukan dan disosialisasikan. and imposition of penalty should be done effectively to all levels of the organization and stakeholders of the Company. Pemberlakuan dilakukan melalui penerbitan SK Direksi. bersikap. accompanied by all employees’ signed statement of commitment to observe and put into practice the Code of Conduct. yang pemicunya adalah “moral hazard” pada perusahaan finansial skala global di Amerika Serikat. the revised Code of Conduct was enacted by a Board of Directors decision. Main Points of Code of Conduct Basically. In 2010. Sosialisasi Code of Conduct dan tata cara pelaporan atas ketidaksesuaian perilaku. the Company’s Code of Conduct regulates all matters under the responsibility of the Company. covering: • Business Code of Conduct The Company’s Business Code of Conduct gives directives as to how the Company should conduct its business with good ethics the way a business entity should. • Individual Code of Conduct This is an explanation as to how individuals in the Company should act in communicating with others and behave in accordance with good ethics and common moral values. readjusting its provisions with GCG Code and the most current common practices. Pedoman Kode Etik merupakan salah satu tools Perseroan dalam meningkatkan integritas insan perseroan di setiap level. beretika dan bertindak sesuai kaidah-kaidah dan ketentuan yang berlaku. individu jajaran Perseroan maupun pihak lain yang melakukan bisnis dengan Perseroan. high integrity and good moral will save the Company from the risk of corporate failure. to balance the interest of the Company and that of the stakeholders in accordance with GCG principles and sound corporate values. disertai pananda-tanganan lembar pernyataan seluruh pegawai untuk mentaati dan melaksakan butir-butir ketentuan yang terkandung dalam Code of Conduct tersebut. • Sosialisasi dan Pelaporan atas Pelanggaran. Company Regulations. Peraturan Perseroan. other laws and regulations. Etika Perilaku Individu merupakan penjelasan tentang bagaimana individu Jajaran Perseroan dalam berhubungan. This was proven by the global financial crisis in 2008 that was triggered by “moral hazard” within global scale financial companies in the USA. • Disseminating Code of Conduct and Reporting Violation Disseminating Code of Conduct and procedures of reporting misconduct. We believe that GCG best practices. Pokok-pokok Kode Etik Pada dasarnya Pedoman Kode Etik Perseroan mengatur halhal yang menjadi tanggung jawab Perseroan. menyesuaikan kembali aturan di dalamnya dengan Pedoman GCG dan praktek-praktek lazim terkini. CODE OF CONDUCT The Company has finalized reviewing and revising the Code of Conduct. Tahun 2010. Etika Bisnis Perseroan merupakan penjelasan tentang bagaimana sikap dan perilaku Perseroan sebagai suatu entitas bisnis bersikap. and violation of Code of Conduct. beretika dan bertindak dalam upaya menyeimbangkan kepentingan Perseroan dengan kepentingan stakeholder sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan nilai-nilai korporasi yang sehat. . agar penerapan best practices GCG menjadi maksimal.

health and environment. Penyelenggaraan sosialisasi ini dilakukan oleh Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan. Merupakan lembar pernyataan mengenai pemahaman dan kesediaan Jajaran Perseroan untuk mematuhi Code of Conduct Perseroan dan pihak yang bertanggung jawab atas implementasinya. among others: (i) Target to be achieved by the management and employees. Work Ethics that should be upheld by every individual in the Company include: (i) Integrity and commitment. This is a statement of understanding and readiness of all personnel to observe the Code of Conduct and respect any party assigned by the Company to be in charge of the implementation. Sosialiasi Kode Etik Sosialisasi merupakan tahapan penting dari penerapan Code of Conduct. (viii) Ethics of stakeholder relation. Sedangkan Etika Kerja yang harus dipenuhi oleh individu jajaran Perseroan. (viii) Political involvement and (ix) Giving and receiving gifts. (ii). • Statement of Compliance with Code of Conduct. (ii). Compliance with the laws and regulations. and giving periodic refresher course. and imposition of sanction in case of violation. (ix) Etika hubungan kerja. (vii) Employment. (iv). Benturan kepentingan (conflict of interest). either during orientation or operating hours. (vii) Citra perseroan. • • Implementation and socialization of Code of Conduct and Corporate Culture are tools in nurturing high integrity and good moral of people at every level in the organization. If required. iii). berkordinasi dengan Satuan Kerja Sumber Daya Manusia (SDM). (iii) Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Jika diperlukan. iii). baik pada masa orientasi maupun masa bekerja. (vii) Ketenagakerjaan. (ii). (ix) Ethics of working relation. (vi) Work safety. Langkah sosialisasi kemudian diikuti dengan implementasi yang disertai penerapan sangsi bagi pelanggaran yang Socialization of Code of Conduct Socialization is an important phase of upholding Code of Conduct. selaku penanggung jawab implementasi GCG. Kerahasiaan informasi. The main rules contained in Business Code of Conduct are critical of the conduct of the Company’s business. (vii) Corporate image. (vi) Menjaga keselamatan. Aturan pokok yang tercakup pada Etika Bisnis Perseroan yang memiliki aspek kritis terhadap jalannya operasional perusahaan antara lain: (i) Target yang harus dicapai oleh jajaran Manajemen dan Pegawai. (v) Pemberian dan penerimaan hadiah (vi) Lingkungan. (viii) Etika hubungan dengan Stakeholders. (v) Giving and receiving gifts (vi) Environment. Periodically reviewing the provisions of Code of Conduct for further improvement. Evaluating the accomplishment or understanding of the personnel. Internal Control Perseroan. customers and partners. iv) Pemberian donasi. (v) Insider trading. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi secara efektif dan menyeluruh dengan langkahlangkah sebagai berikut : • Melakukan sosialiasi Code of Conduct kepada seluruh Jajaran Perseroan. Conflict of interest.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 258 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Pernyataan Kepatuhan Code of Conduct. (ii). Pelanggan dan Mitra Kerja dan melakukan penyegaran secara berkala • Melakukan evaluasi atas pencapaian atau pemahaman kepada Jajaran Perseroan. kesehatan kerja dan lingkungan hidup. iv) Donating fund. • Pengkajian secara berkala butir-butir aturan Code of Conduct dalam rangka pengembangan Code of Conduct lebih lanjut. The Company is committed to effectively disseminating Code of Conduct by taking the following steps: • Disseminating Code of Conduct to all personnel. Information confidentiality. (viii) Keterlibatan dalam aktivitas politik dan (ix) Pemberian dan penerimaan hadiah. meliputi antara lain: (i) Integritas dan komitmen. Internal Control of the Company. (iii) Compliance with laws and regulations. Dissemination is then followed by implementation. findings from the review will be further embodied in rules and regulations of the Company. (iv). maka hasil kajian dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai kebijakan dan peraturan Perseroan. To stimulate people . (v) Insider Trading.

Sikap saling mempercayai satu sama lain baik antara pimpinan dengan bawahan dan juga dengan sesama rekan kerja. reminding one another and acting gentlemanly. Sikap selalu berpikir dan bertindak positif dalam melihat sesuatu hal untuk meraih hasil yang lebih optimal. Filosofi dasar dalam membangun sistem nilai tersebut adalah sikap kerja “PTPRS”. Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam budaya kerja “SiPrima” – Sinergi. Beriman. TOPRC can be elaborated as follows: Trusting Trusting one another either between management and employees or among colleagues so as to foster sense of togetherness and sense of belonging. By thinking positive. Rasional dan Sadar Biaya & Lingkungan. Budaya Perusahaan Perseroan memiliki sistem nilai yang dianut dan dijalankan guna membangun budaya perusahaan. yang berpengaruh terhadap promosi dan remunerasi. in coordination with Human Resource Work Unit. akan mempertimbangkan pula penilaian atas rekam jejak pegawai atas ketaatannya terhadap kode etik. • • . to practice good ethics. Profesional. Professionalism and Faith. agar tercipta rasa kebersamaan dan memiliki di antara seluruh Pegawai. Corporate Culture The Company has a value system that is adopted and implemented to build corporate culture. Terbuka. Positive. Positif. Sikap yang menganggap Pegawai sebagai rekan kerja untuk saling terbuka. bersikap saling mengingatkan. Sebagai insentif bagi penerapan kode etik yang baik. saling memahami agar mampu bersinergi yang diwujudkan dalam 3 (tiga) tindakan pokok yaitu aktif memberikan dan menerima informasi yang benar dan bertanggung jawab. Terbuka. Positif. everybody in the Company will be wiser and able to solve problems with a clearer mind and remain enthusistic in every situation to act for the Company’s benefit.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 259 Penerapan dan Sosialisasi Kode Etik dan Budaya Perusahaan sebagai salah satu alat dalam meningkatkan integritas dan moral insan pada setiap tingkat Perseroan. Socialization is conducted by Corporate Management System Work Unit (CMS) being the unit responsible for GCG implementation. PTPRS dapat diuraikan sebagai berikut: • Percaya. Perseroan melengkapi Panduan Kode Etik dengan Prosedur Pelaporan Pelanggan dan penerapan sangsi atas pelanggaran kode etik. employee performance appraisal at every level that affects promotion and remuneration will take into account employees’ track record in observing Code of Conduct. dilakukan. Dengan berpikir POSITIF. Open. dan bersikap satria. through three principal deeds: actively taking and giving truthful and accountable information. yaitu Percaya. Positive Always think and act positive in judging things to reach optimum result. insan Perseroan akan lebih bijaksana karena dapat menyelesaikan masalah dengan pandangan yang lebih jernih serta tetap memiliki semangat untuk selalu memperbaiki apapun demi kepentingan perusahaan. The basic philosophy in building the value system is work ethos of Trusting. Open All personnel are colleagues who should be understanding and open to one another in order to work synergically. These values are elaborated in work culture of Synergy. The Company complements Code of Conduct with procedures of reporting and imposing sanction on violation of Code of Conduct. Rational and Conscious of Cost & Environment (TOPRC). maka penilaian kinerja pegawai di setiap level.

Professionalism and Faith can be described as follows: Work Hard: Employees always work enthusiastically and foster good teamwork spirit to create synergy. which cover the following: . Conscious of Cost and Environment Appreciating every effort made by everyone for efficiency in every line. Rational Able to distinguish between fact and assumption in handling things. untuk menunjang penerapan tata-kelola perusahaan yang baik. • Sedangkan Landasan Budaya kerja “SiPrima” diuraikan sebagai berikut: • Bekerja Keras. mencakup di antaranya: Standard Policy The Company has compiled and formulated a series of standard operating policy to complement GCG Code. Sadar Biaya dan Sadar Lingkungan. This means every plan. employees should work willingly and guided by a strong faith. Therefore. Bekerja Cerdas. Pegawai senantiasa bekerja dengan penuh semangat dan membina kerjasama yang baik sehingga terciptanya sinergi dalam bekerja. and to be conscious of environment conservation as our commitment to think of the future and not just the present. Menghargai setiap usaha yang dilakukan setiap individu untuk membantu melakukan efisiensi di semua lini serta menyadari apa yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan saat ini. This will prevent fraudulent practices from occurring at work. Oleh karena itu dalam bekerja harus selalu ikhlas dan dilandasi iman yang kuat. Pegawai bekerja secara profesional dan secara terus menerus melakukan perbaikan untuk mencapai operational excellence. Work Smart Employees work with professionalism and constantly improve work to reach operational excellence. Mampu memilah antara kenyataan dan perkiraan dalam membawa persoalan pada tempatnya. Perseroan telah menyusun dan menetapkan serangkaian aturan kebijakan pokok operasional. action and management are based on objective and unprejudiced way of thinking. Menjaga kelestarian lingkungan adalah komitmen kita bersama. Work Willingly Employees realize that working is not a purpose but a means to worship God. tindakan dan pengendalian berlandaskan pada pola pikir yang objektif dan adil.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 260 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Perseroan menetapkan prosedur yang mudah dan sederhana namun melindungi kerahasiaan identitas pelapor maupun penyelidik. Pegawai menyadari bahwa bekerja bukanlah tujuan melainkan hanya sarana untuk beribadah kepada Allah SWT. • • Kebijakan Pokok Perseroan Sebagai pelengkap dan bagian atas Panduan GCG. Whereas the culture of Synergy. the Company establishes easy and simple procedures but protective of the identity of witnesses and investigators. • Rasional. Ini berarti setiap rencana. Bekerja Ikhlas. Hal tersebut akan mencegah terjadinya praktekpraktek kecurangan dalam bekerja. To ensure the effectiveness of whistle blowing policy.

Risk Management The Company establishes an integrated risk management system at the corporate level involving every work unit.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 261 Aturan dan Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) Perseroan telah memberlakukan kebijakan serta Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) untuk berbagai tujuan. To encourage people to report. maka Perseroan menetapkan prosedur yang mampu menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan petugas investigasinya. email. email.. halaman . Transaksi Benturan Kepentingan Untuk menghindari terjadinya benturan kepentingan.. (Full description of risk management is presented in Risk Management section page .) Conflict of Interest Transactions In an effort to prevent conflict of interest. Demi menjamin efektivitas pengawasan pelanggaran dan deteksi dini tersebut.. menetapkan prosedur pelaporan dan menetapkan dengan jelas jenis-jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan. ). the Company took the necessary measures including providing misconduct reporting media (hotline. setting reporting procedures and defining types of misconduct that may be reported.. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan.... Minimizing losses as a result of misconduct through early warning system. Perseroan kemudian menetapkan halhal pokok yang terkait. Rules and Procedures of Whistle Blowing Policy The Company sets a Whistle Blowing Policy purposes. s/d . the Company establishes procedures that will protect the identity of the witnesses and investigating officers. kotak pos khusus). and Designing early warning system mechanism to anticipate any problem arising from misconduct. The system is continually developed to anticipate possible risk and to mitigate existing risk. dengan membentuk unit kerja khusus yang menangani hal tersebut serta dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan standar manajemen risiko yang menjadi acuan.. the Company adopts the following policy: • Members of Board of Commissioners and Board of Directors must disclose their shareholding in the Company or other companies in a special register as . Mengurangi kerugian yang terjadi akibat pelanggaran melalui deteksi dini. Perseroan menetapkan prinsip-prinsip kebijakan sebagai berikut : • Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi harus mengungkapkan kepemilikan saham di Perseroan atau To ensure the effectiveness of misconduct control and early warning system. Developing risk management system is part of the Company’s long term strategy by forming special work unit to handle this matter systematically in accordance with the risk management system.. (Uraian Pengelolaan Risiko selengkapnya ada pada bagian Manajemen Risiko. Sistem Manajemen Risiko yang ada selalu dikembangkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dan mengeliminasi risiko yang ada untuk mencapai tujuan Perseroan... Pengelolaan Risiko Perseroan telah mengembangkan sistem pengelolaan risiko secara terintegrasi di tingkat korporasi dengan melibatkan masing-masing satuan kerja.. Untuk mendorong keberanian saksi pelapor... termasuk diantaranya: menyediakan media pelaporan pelanggaran (hot line... including: for various • • • • • Creating a conducive climate to encourage people to report any misconduct that may result in financial or non-financial losses (that may tarnish the Company’s image). special mailbox). dan Mempersiapkan mekanisme deteksi dini (early warning system) atas kemungkinan terjadinya masalah akibat suatu pelanggaran. diantaranya: • Menciptakan iklim kondusif dan mendorong pelaporan pelanggaran yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun non finansial (hal-hal yang dapat merusak citra Perusahaan).

The performance management should be Transparent. yang berarti semua karyawan dapat mengetahui ukuran apa saja yang dinilai sehingga yang bersangkutan secara mandiri dapat memperkirakan hasil penilaian kinerjanya dan dapat dibandingkan dengan hasil penilaian kinerja oleh Perseroan. Every member of the Company must not take advantage of their position for personal gain or othes’ benefit that may harm the interest of the Company. Setiap individu Jajaran Perseroan sebaiknya menghindari kepentingan ekonomi dalam perusahaan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan ekonomi. Transaksi orang dalam (Insider Trading) Aturan mengenai transaksi orang dalam diatur dalam Panduan Kode Etik. Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. According to the Code of Conduct. individu jajaran Perseroan yang memiliki akses informasi material yang belum dipublikasikan secara luas dilarang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya dengan mengungkapkan informasi dimaksud kepada pihak tertentu untuk digunakan sebagai dasar membeli. Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang menggunakan informasi penting dan rahasia bagi kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. anyone within the organization who has access to undisclosed material information should not abuse his/her position and authority to divulge such information to any party for the purpose of buying. Performance Management The Company implements performance management system which is based on principles of transparency. accountability. Akuntabilitas. independency and fairness. Every member of the Company must avoid economic interest in the Company that may cause financial conflict of interest. • . which means performance management is handled by work units that are able to handle it well based on measured criteria. Dengan demikian seluruh elemen Perseroan dapat terhindar dari dominasi oleh satu pihak terhadap pihak lainnya. Sistem penilaian kinerja diupayakan agar: • Transparan. Insider Trading The Company has set the rules on insider trading as stipulated in Code of Conduct. • • • required by the law. menjual atau menahan saham Perseroan. Aturan tersebut menyatakan bahwa Perseroan memegang teguh peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai informasi orang dalam khususnya dalam hal akses informasi yang sensitif dan bersifat rahasia. free from any influence and pressure by others to allow objective decision making when it comes to transactions with conflict of interest. bebas dari segala pengaruh dan tekanan pihak lain sehingga pengambilan keputusan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan dapat dilakukan secara obyektif.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 262 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • di perusahaan lain dalam daftar khusus sebagaimana dipersyaratkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Every member of the Company must not use material and confidential information for personal gain or others’ benefit that may harm the Company. akuntabilitas. allowing employees to know what aspects are appraised so they can independently appraise their performance and compare it with the appraisal made by the Company. selling or retaining the Company shares. Sesuai Panduan Kode Etik. Manajemen Kinerja Perseroan menerapkan sistem manajemen kinerja yang dikembangkan berdasarkan prinsip transparansi. yang berarti manajemen kinerja dijalankan oleh unit kerja yang mampu melaksanakan dengan baik This way. Accountable. all elements of the Company may be free from domination by others. It stipulates that the Company abides by the prevailing laws and regulations regarding insider information particularly with respect to access to delicate and confidential information. independensi serta kewajaran.

Giving and Receiving Gifts Gift is defined as any form of present given by the Company and its personnel to certain parties with a purpose of influencing such parties to benefit the Company unfairly. kegiatan pengangkutan dan perdagangan. Quality Management The Company establishes an integrated quality management system for product and services quality control. • Wajar. High quality of product and services is achieved as production process is in accordance with international standards applied in every stage of coal-based energy business. • Manajemen Mutu Perseroan menerapkan sistem manajemen mutu terpadu tentang pengendalian kualitas produk dan jasa yang dihasilkan oleh Perseroan. Affiliated Transactions Transactions with affiliated parties are always made on arm’s length relationship principle so as to protect the interests of the Company and minority shareholders. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) periodically. Fair. Receiving gift . post-mining down to energy generating activities. mulai dari tahap penyelidikan umum. transporting and trading. Pelaksanaan manajemen kinerja ini didukung oleh penerapan tools Balanced Scorecard dan pengukuran Key Performance Indicator (KPI) yang dilakukan setiap triwulan dan tahunan. allowing performance management to be objectively appraised and according to established criteria without any influence or pressure.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 263 Manajemen Kinerja diterapkan dengan dukungan balanced scorecard dan pengukuran key performance indicator yang dilakukan secara periodik. dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang jelas/terukur. The Company always fairly discloses affiliated transactions in accordance with the law. yakni penilaian terhadap manajemen kinerja dilakukan secara objektif dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang telah ditetapkan tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun. yang berarti manajemen kinerja dikembangkan berdasarkan target kinerja yang dapat dicapai. starting from general research. Perseroan selalu mengungkapkan transaksi dengan pihakpihak terafiliasi secara wajar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. meaning performance management is developed based on reachable performance target. Jaminan kualitas produk dan jasa merupakan hasil dari serangkaian kegiatan proses produksi yang sesuai dengan standar internasional yang dilakukan pada setiap kegiatan Usaha Energi berbasis Batubara. Independen. Transaksi Afiliasi Transaksi dengan pihak-pihak terafiliasi tersebut akan selalu dilakukan berdasarkan prinsip kesetaraan (arms length relationship) sehingga tidak merugikan kepentingan pemegang saham minoritas serta Perseroan. Pemberian dan Penerimaan Hadiah Pemberian hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk pemberian oleh jajaran Perseroan kepada pihakpihak tertentu dengan maksud mempengaruhi pihak-pihak Independent. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) quarterly and annually. kegiatan pascatambang hingga pengusahaan pembangkitan energi.

adil/tidak diskriminatif serta akuntabel . Pengadaan Barang/Jasa Proses pengadaan barang dan jasa diupayakan melalui persainganyangsehatsesuaidenganperaturandanperundangundangan yang berlaku dengan menjunjung prinsip-prinsip efektif dan efisien. fair/ indiscriminative and accountable. . Penerimaan hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk penerimaan oleh Jajaran Perseroan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan maksud mempengaruhi keputusan Jajaran Perseroan yang menguntungkan si pemberi hadiah. adil/ tidak diskriminatif serta akuntabel. efficient. terbuka dan bersaing. competitive. E-procurement and e-auction system has been installed to support procurement in the spirit of good corporate governance. tersebut agar dapat menguntungkan Perseroan di luar batas-batas kewajaran. competitive. Kewajiban untuk menghindari transaksi benturan kepentingan dan transaksi afiliasi oleh segenap Jajaran Perseroan dalam sistem pengadaan barang dan jasa. Dikaji secara berkala mengenai kecukupan sistem pengadaan yang ada agar terpenuhi prinsip-prinsip efektif dan efisien. efficient. transparan. Langkah kebijakan yang dilakukan: • • Diimplementasikan secara konsisten . except when done in accordance with specific rules set by the Company or with the prevailing laws and regulations. In principle. Able to prevent conflict of interest and affiliated transactions by the personnel in procuring goods and services. Goods/Services Procurement Goods and services procurement is carried out by fair competition as governed by the law and in a manner that is effective. Pada prinsipnya pemberian maupun penerimaan hadiah dilarang oleh Perseroan. Assessed periodically with respect to system adequacy to ensure compliance with effective.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 264 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Pemberian maupun penerimaan gratifikasi dilarang agar proses pengambilan keputusan oleh seluruh jajaran dalam Perseroan tidak terpengaruh. Giving or receiving gifts is prohibited so as not to influence decision making by the personnel. is defined as any form of receipt by the Company and its personnel from certain parties to influence the decision of the Company to favor the present giver. transparan. Pengembangan sistem pengadaan melalui sistem e-procurement dan e-auction dikembangkan dalam rangka mengimplementasikan prinsipprinsip GCG. transparent. giving or receiving presents are prohibited by the Company. fair/indiscriminative and accountable principles. The system should be • • • • Implemented consistently. terbuka dan bersaing. transparent. kecuali jika pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan secara khusus oleh Perseroan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Implementation of Transparency Principle The Company ensures clear. adequate. PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP DASAR GCG Perseroan senantiasa berupaya menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara konsekuen dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. These policy guidelines are the basic rule for the Corporate Secretary’s activities. Sedang informasi yang bersifat rahasia tidak boleh disampaikan. . IMPLEMENTATION OF GCG BASIC PRINCIPLES The Company is always consequent in implementing GCG basic principles throughout its business operations. dapat dibandingkan dan tepat waktu serta mudah diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. Confidentiality and Insider Information The Company promptly disseminates information to shareholders and other stakeholders in order to make quick decision. One of the media for exercising disclosure is the Company’s official website. Example: Publicizing quarterly and audited annual financial report & performane report. kondisi keuangan dan informasi lainnya secara jelas. comparable. Delicate and confidential information is regulated further in Letters and Files Handling Procedures. financial condition and other particulars of the Company accessible to stakeholders. This transparency principle does not prejudice the Company’s obligation to protect the confidentiality of information pertaining the Company. customers and work partners as stipulated by the law. except by specific authority given by the Commissioners and Directors. Prinsip keterbukaan ini tidak mengurangi kewajiban untuk melindungi informasi rahasia mengenai Perseroan dan Pelanggan serta Mitra Kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. memadai.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 265 Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta Informasi Orang Dalam Perseroan menyediakan dan memberitahukan informasiinformasi yang harus segera disampaikan kepada shareholder maupun stakeholder lainnya dalam rangka proses pengambilan keputusan yang cepat. Salah satu media untuk melaksanakan keterbukaan informasi Perseroan ini adalah melalui official website Perseroan. Pengaturan mengenai informasi yang sensitif dan rahasia diatur lebih lanjut dalam kebijakan Tata Laksana Surat dan Kearsipan. Contoh: Laporan Keuangan & Laporan Kinerja Triwulanan dan Tahunan (Audited) yang disampaikan kepada Publik. Hal ini dapat dijelaskan pada uraian singkat mengenai penerapan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut. Disclosure. The following describes briefly the implementation of GCG basic principles. and timely disclosure of material and relevant information regarding business performance. Penerapan asas Transparansi Perseroan menjamin pengungkapan informasi materil dan relevan mengenai kinerja. Perseroan memberi kewenangan kepada Sekretaris Perusahaan beserta jajarannya untuk menjalankan tugas dan perananya menerapkan asas Transparansi ini. accurate. Confidential information should not be disclosed. akurat. kecuali melalui otoritas khusus oleh Dewan Komisaris dan Direksi. Kebijakan-kebijakan tersebut melandasi akivitas Sekretaris Perusahaan. The Company gives mandate to Corporate Secretary and his/her staff to uphold this transparency principle. and disclosing material business expansion plan.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 266 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Perseroan menerapkan tiga tingkatan akuntabilitas: akuntabilitas individu. Akuntabilitas yang melekat kepada hubungan antara pimpinan dengan bawahan dan berlaku kepada kedua belah pihak. Penerapan asas Akuntabilitas Perseroan menjamin kejelasan fungsi. Accountability refers to the obligation of an individual or a work unit which is related to the exercise of authority and/or performance of duty mandated by the Company. penyampaian rencana pengembangan Perseroan yang material. Corporate Accountability Accountability that is inherent in the Company as a whole in conducting its business activities according to the Articles of Association. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. Perseroan memperkenalkan 3 (tiga) tingkatan akuntabilitas kepada jajarannya. Akuntabilitas Kelompok. performance and accountability to allow effective management of the Company. and corporate performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. which are: • • • • • • Individual Accountability This accountability is associated with the reciprocal relationship between management and subordinates. and work unit performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. Example: Employee performance appraisal made every semester. Akuntabilitas Korporat. Contoh: Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai yang dilaksanakan setiap semester. terdapat pengukuran kinerja (KPI) satuan kerja yang dilakukan pengukuran per triwulan dan tahunan. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. Akuntabilitas yang melekat kepada Perseroan secara menyeluruh dalam menjalankan aktivitas bisnisnya sesuai Anggaran Dasar Perseroan. Akuntabilitas yang melekat kepada kelompok yang harus ditanggung bersama atas kondisi dan kinerja yang tercapai. yakni: • Akuntabilitas Individu. . The Company introduces three levels of accountability. pengukuran kinerja (KPI) untuk kinerja Korporat yang dilakukan per triwulan dan tahunan. pelaksanaan dan pertanggungjawaban setiap level jajaran Perseroan yang memungkinkan pengelolaan Perseroan terlaksana secara efektif. Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban seseorang atau organ kerja Peraseroan yang berkaitan dengan pelaksanaan wewenang yang dimilikinya dan/ atau pelaksanaan tanggung jawab yang dibebankan oleh Perseroan kepadanya. kelompok dan korporat. Implementation of Accountability Principle The Company ensures the clarity of every level function. Group Accountability This is a collective accountability that is attached to a group for its performance and achievement.

By regulating these aspects it is believed that all corporate organs will function well and put great emphasis on independency. career development and performance regardless of ethnicity. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan pegawai. LAIN-LAIN Rencana. Perseroan berencana melakukan bench-marking atas pelaksanaan Code of Conduct yang telah disosialisasikan kepada seluruh jajaran perusahaan dengan praktek serupa di berbagai perusahaan yang setara baik di dalam maupun diluar negeri. peningkatan kompetensi dan pemberian paket remunerasi yang sebanding dengan kinerjanya. race. Implementation of Responsibility Principle Responsibility principle is applied through consistent compliance with laws and regulations. in implementing equality principle. dilaksanakan melalui pembinaan. objectivity. golongan.Rencana Terkait Praktek GCG Menindaklanjuti program kerja terkait penerapan praktek GCG yang telah dilaksanakan tahun 2010. gender. In addition. untuk meningkatkan penerapan praktek GCG. Responsibility towards employees as the Company’s major strategic partners is carried out through guiding. mengelola lingkungan bekas tambang dengan baik. Penerapan asas Kewajaran / Fairness Perseroan menerapkan asas kesetaraan dengan memperlakukan seluruh stakeholder secara berimbang antara hak dan kewajiban (equal treatment) yang diberikan kepada dan oleh Perseroan. Dengan pengaturan ini diyakini seluruh bagian Organ Perseroan akan melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan mengutamakan independensi dan obyektifitas serta saling menghormati hak. ras. Implementation of Fairness Principle The Company applies equality principle by giving equal treatment to all stakeholders with respect to their right and obligation. wewenang serta tanggung jawab masing-masing pihak. sebagai mitra strategis utama perseroan. to improve GCG practice in the future the Company will take further actions in 2011. dan kondisi fisik. Implementation of Independency Principle Independency principle is applied by writing up and enforcing Code of Conduct.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 267 Penerapan asas Responsibilitas Prinsip pertanggung-jawaban diterapkan dengan senantiasa menerapkan dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. religion. kewajiban. melaksanakan kewajiban timbal-balik terhadap para mitra bisnis dan merancang serta melaksanakan program tanggungsosial perusahaan. . agama. Perseroan membuka akses informasi kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan sumbang-saran bagi kemajuan Perseroan. Tanggung-jawab terhadap karyawan. maka Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah lanjutan di tahun 2011 sebagai berikut. berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku. Selain itu dalam pelaksanaan prinsip kesetaraan. The Company provides access to information for all stakeholders to allow them to give suggestion for the benefit of the Company. obligation. The Company plans to conduct bench marking of Code of Conduct practice in the Company with the same practice in overseas as well as domestic counterparts. good management of post-mining area. OTHERS Plans Relevant to GCG Practice In relation to GCG implementation in 2010. mutual respect for the right. as well as devising and carrying out corporate social responsibility program. and regulating all transactions and investment plans with potential conflict of interest. group. gender and physical condition. the Company gives equal opportunity in recruitment. performance of reciprocal obligation with business partners. Penerapan asas Independensi Prinsip independensi ini diterapkan dengan penyusunan dan penerapan code of conduct. developing and providing performance-based remuneration package. tugas. authority and responsibility of respective parties. termasuk pengaturan seluruh transaksi maupun rencana investasi yang mengandung atau berpotensi mengandung benturan kepentingan (conflict of interest). duty.

. review and assess GCG implementation in the Company. pelaporan secara reguler dan review atas penerapan GCG serta melakukan assessment implementasi GCG di PTBA. the Company will set up WBS Team and the organization structure. the expanding business environment and scope have prompted the Company to seek and develop an international standard efficient and effective operating system. and employee refresher courses on GCG and Code of Conduct practice. For getting benchmarking and second opinion on GCG implementation. the Company will embark on internalizing and socializing GCG to all stakeholders. transparent and accountable manner. Senior Manager and Manager. Untuk menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya. the Company plans to involve external independent media in publicizing the program. Sistem manajemen hadir dengan latar belakang adanya kesejajaran dalam implementasi standar operasi terakreditasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 dengan Sitem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001:2004 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Kecelakaan Kerja (SMK3) Bukit Asam Integrated Management System Since 16 July 2010 PTBA has implemented Bukit Asam Integrated Management System (SMBA). GCG self-assessment will be exercised by people within the organization. not only will the Company carefully select the candidates. the Company will regularly monitor. Following the completion of Whistle Blowing System (WBS). job description and personnel specification. uraian tugas dan spesifikasi personil unit SPP/WBS. For internalization and socialization to be effective. Langkah ini akan ditindak lanjuti dengan pelaksanaan self assessent praktek GCG oleh pihak internal Perseroan. The system is on a par with the accredited SMM ISO 9001:2008. Untuk mendapatkan bench-marking dan second opinion atas penilaian penerapan praktek GCG. Senior Manager dan Manager serta melakukan sosialisasi praktek GCG maupun kepatuhan terhadap code-of conduct untuk semua Pegawai (refreshment). selain seleksi kandidat petugas yang dilakukan dengan hati-hati Perseroan akan membekali personel di unit ini dengan serangkain pelatihan dasar maupun lanjutan dan menyediakan prasarana yang memadai.e. The Company will establish soft structure. but it will also equip the personnel of this unit with basic to advanced training. baik internal maupun eksternal. Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi PTBA saat ini (sejak 16 Juli 2010) telah menerapkan Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi. a set of rules and policies to ensure the unit functions in a fair. For an effective performance of this unit. Setelah menyelenggarakan workshop untuk General Manager. dinamakan SMBA. Agar proses internalisasi dan sosialisasi kepada seluruh stakeholder ini berjalan efektif. Later. Perseroan akan segera membentuk unit pelaksana berupa Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP) /Whistle Blowing System (WBS). Perseroan akan memulai langkah internalisasi dan sosialisasi GCG kepada seluruh stakeholder.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 268 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Menindak lanjuti telah selesainya penyusunan ”Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran” (Whistle Blowing System). Perseroan berencana melibatkan kerjasama dengan media luar yang independen dalam memberitakan program dimaksud. the Company plans to carry out GCG self-assessment training. Perseroan akan melakukan monitoring. lengkap dengan organisai. SML ISO 14001:2004 and SMK3 OHSAS 18001:2007. transparan dan akuntable. To get feedback for future GCG practice improvement. internally as well as externally. For this purpose. Perseroan juga akan melengkapi unit ini dengan soft structure. yakni serangkaian peraturan dan kebijakan yang menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya secara adil. Untuk maksud tersebut. i. and adequate infrastructure. the Company will facilitate the evaluation of GCG practice by external qualified parties. Perseroan juga berencana memfasilitasi dilakukannya evaluasi implementasi praktek GCG oleh pihak eksternal yang berkompeten dibidangnya. Perseroan berencana melaksanakan pelatihan self assesment GCG. Additionally. report. Untuk mendapatkan feed-back bagi perbaikan praktek GCG di tahun-tahun mendatang. After conducting workshops for General Manager.

lingkungan. prevention of conflict in system application. SMK3 Management System is integrated Individual certification agency Certification Agencies merged are . ada banyak manfaat yang dapat diperoleh. dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). Bagi Perseroan. Perseroan juga melakukan proses bench-marking terhadap perusahaan sekelas yang menerapkan sistem sejenis. mengurangi jumlah audit. SMBA development has gone through various stages since 2009. hilangnya duplikasi dokumentasi. Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Against this backdrop. efektif dan diakui secara internasional. The system was built up with the aid of a competent consultant. elimination of document duplication. melingkupi diantaranya: peta bisnis yang terkait aspek mutu. work safety and health. SML. Penyusunan sistem dilakukan dengan melibatkan konsultan yang kompeten diikuti dengan proses pelatihan dan sosialisasi sitem dengan tenggat waktu yang memadai. The Company has benefitted from SMBA in many ways. improvement of system productivity. SMBA interaction with the previous accredited operations management system and the prevailing laws and regulations is as follows: Current Condition Alteration SMM. reduction of audit frequency. maka Perusahaan memandang perlu untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. A benchmarking was also done with the Company’s equals who use the same system. including less complicated business process in relation to quality. dan dipersiapkan sejak tahun 2009. dengan menerapkan SMBA. Adapun gambaran interaksi SMBA dengan sistem manajemen operasional terakreditasi sebelumnya dan peraturan perundangan yang berlaku adalah sebagai berikut. environment. accompanied by training and socialization with ample time to make sure the system can be implemented without significant obstacle and resistance. dan K3 lebih simpel. and reduction of cost due to more efficient usage of resources. SML ISO 14001:2004 and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one single management system. Pengembangan SMBA telah melalui berbagai tahapan. peningkatan produktivitas sistem. Berdasarkan latar belakang tersebut. the Company deemed it necessary to integrate SMM ISO 9001:2007. called Bukit Asam Management System (SMBA). Selain itu perkembangan lingkungan usaha dan lingkup kegiatan Perseroan yang dinamis membuat perusahaan harus mencari dan mengembangkan sistem operasional yang effisien. untuk meyakinkan sistem dapat diimplementasikan tanpa hambatan dan tanpa resitensi yang berarti. menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem dan potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien. SML ISO 14001:2004.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 269 OHSAS 18001:2007.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 270 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Interaksi Acuan Sistem Manajemen Bukit Asam Interaction of Bukit Asam Management System UNDANG-UNDANG LAWS PERATURAN PEMERINTAH GOVERNMENT REGULATIONS KEPUTUSAN MENTERI MINISTER DECREES PERATURAN GUBERNUR GOVERNOR REGULATIONS PERATURAN BUPATI REGENT REGULATIONS ISO 9001: 2008 ISO 14001: 2004 OHSAS 18001: 2007 SMK3 Tiga Standar mempunyai persyaratan/ klausul yang sama 3 standards with similar terms/clauses SML SMM Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Matrix of effects of management system alteration before and after SMBA application is given below: Kondisi Saat Ini Current Condition SMM. SMK3 Badan Sertifikasi masing-masing Individual certification agency Sertifikat masing-masing Individual certificate Pedoman di masing-masing sistem Manual in each individual system Kebijakan di masing-masing sistem Policy in each individual system Sasaran di masing-masing sistem Target in each individual system Prosedur di masing-masing sistem Procedues in each individual system Prosedur operasional Operating procedures Perubahan Alteration Sistem Manajemen disatukan Management System is integrated Badan Sertifikasi menjadi satu Certification Agencies are merged Tetap/tidak berubah No change Pedoman disatukan Manuals are integrated Kebijakan disatukan Policies are integrated Tetap/tidak berubah No change Prosedur Manajemen disatukan Management procedures are integrated Tetap/tidak berubah No change . SML. SML. SMK3 SMM.

Selain itu.improvement of system productivity. . the safety and well-being of employees and assets should be taken care of to prevent injuies. For this purpose the management and all employees are determined to implement SMBA to cultivate quality. work safety and health. • prevention of conflict in system application. • More effective system application will result in: . Izin Operasional Pada bulan Pebruari 2010. untuk menyelesaikan masalah ini. The advantages of an integrated management system are: • less complicated business process in relation to quality. dan K3 lebih sederhana • Hilangnya duplikasi dokumentasi • Mengurangi jumlah audit baik audit internal maupun audit eksternal • Menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem • Berdasarkan efektivitas implementasi system yang semakin meningkat maka hal ini akan berpengaruh kepada : . masalah K3 dari Pegawai dan Peralatan/Aset merupakan salah satu kebutuhan utama dan wajib diadakan oleh Perusahaan untuk mencegah kerusakan dan kerugian. environment. the Indonesian Police suspended the operations of our subsidiary. the Company decided that it was essential to guarantee product quality as a key to achieving business sustainability. Lingkungan. Perseroan berkomitmen melaksanakan good mining practice guna mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui community development. PT Batubara Bukit Kendi (BBK). to boost productivity. The Company is still in discussion with various government agencies. To ensure the success of SMBA application. Perkara yang melibatkan Perseroan Hingga akhir tahun 2010 Perseroan menghadapi 2 dua perkara hukum. Operating Licence In February 2010. termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan. dan K3 yang akan memberi pengaruh besar terhadap tercapainya tujuan dan sasaran Perseeroan. yakni menyangkut izin operasional dan tumpang tindih lahan. environment and WSH culture in reaching corporate goal. Untuk mencapai tiga hal pokok tersebut. damages and losses. Perseroan sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi anak perusahaan. seluruh pimpinan dan pegawai sadar dan berkomitmen menjalankan SMBA sehingga menjamin terciptanya Budaya Mutu. PT Batubara Bukit Kendi (BBK) because the right to borrow and use the forest area where BBK had a mining area was still pending with the authorities. Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan Cases Involving the Company Until yearend the Company was still facing two lawsuits related to operating licence and overlapping concession area. karena izin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. In addition.Peningkatan produktivitas sistem .reduction of cost due to more efficient usage of resources. lingkungan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 271 Manfaat dari penerapan Sistem Manajemen yang terintegrasi adalah : • Proses bisnis yang terkait aspek mutu. We are hopefull BBK will resume operations in the near future and this suspension will not . untuk meningkatkan produktivitas. including the SOE Ministry and Forestry Ministry. • reduction of internal as well as external audit frequency. The Company is committed to exercising good mining practice in an effort to prevent environmental polution and to maintain a harmonious relationship with the surrounding community through community development program. to find solution to this matter. Perseroan menetapkan bahwa Mutu Produk adalah salah satu kinerja utama yang harus dicapai yang merupakan penentu kesinambungan bisnis perusahaan. • elimination of document duplication.Potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien Untuk menjamin suksesnya integrasi system operasional yang dikembangkan melalui SMBA.

4% of the Company’s total assets of Rp8. • On 16 December 2008 Palembang HC issued provisional . • On 31 January 2008. the Company filed a civil claim to Lahat District Court (DC) for material losses due to the award of MC to another party. adalah sebagai berikut. • Pada tahun 2003. PTTUN menolak upaya hukum banding Perusahaan. masih terkait dengan kasus di atas. Overlapping Concession Area The lawsuit involving the Company is associated with overlapping concession area in Lahat regency. Mahkamah Agung memutuskan untuk membatalkan putusan PTTUN Medan. the Company was given Mining Concession (MC) to exploit an area in Lahat. Palembang SAC rejected the Company’s claim. From the operating side. Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (“PTTUN“) Medan. are as follows: • In 2003. menolak eksepsi tergugat tetapi juga menyatakan gugatan Perusahaan tidak dapat diterima.722. Tanggal 12 Agustus 2008 PN Lahat mengeluarkan affect the Company’s overall operations. Pada tanggal 14 Desember 2005. the Company faces the threat of losing prospective economic potentials in the form of coal resources in the disputed area.70 miliar pada tanggal 31 Desember 2009. KP ini dialihkan pengurusannya oleh Gubernur Sumatera Selatan ke Bupati Lahat pada tahun 2004. Pada tanggal 30 Juni 2006. Kronologi dan jalannya perkara yang dihadapi oleh Perseroan terkait pengelolaan lahan di Lahat. the Supreme Court received the Company’s claim for reversal of the lower court’s decision. stating that Lahat DC was not in the power to judge the case. the Company filed a claim against Lahat Regent with respect to the issuance of several MCs to a few private companies for the same areas that are owned by the Company. still related to the above case. the Company appealed to Medan State Administration High Court (SAHC). the Supreme Court decided to reverse the decision of Medan SAHC. Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1.70 billion. Pada tanggal 31 Januari 2008. Dari sisi operasional. Kawasan yang sebelumnya telah mendapatkan izin Kuasa Penambangan batubara. nilai kerugian Perseroan akibat adanya perkara ini tergolong non-material.722. The award of MC was transferred by South Sumatera Governor to Lahat Regent in 2004. Perusahaan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (“PN“) Lahat atas kerugian materil akibat pemberian KP kepada pihak lain. rejected the respondent’s objection but also ruled that the Company’s claim was inadmissible. On 10 May 2007. With this provisional decision the Company appealed to Palembang High Court (HC). Pada tanggal 29 Agustus 2005 melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (“PTUN“) Palembang. kini tidak dapat ditindak lanjuti ke-arah eksplorasi maupun eksploitasi batubara oleh Perseroan. Atas upaya hukum tersebut. Gugatan dilayangkan kepada beberapa pihak termasuk Bupati Lahat sebagai tergugat pertama. • On 30 June 2006. • On 14 December 2005. Tumpang Tindih Lahan Perkara hukum terkait tumpang-tindih hak pengelolaan lahan dihadapi Perseroan di kabupaten Lahat. Namun demikian Perseroan terancam kehilangan prospek potensi ekonomi cukup besar berupa kandungan sumberdaya batubara di daerah yang dipersengketakan. the loss incurred by the Company as a result of this lawsuit is immaterial.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 272 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan. • On 12 August 2008 Lahat DC issued provisional decision. As of 31 December 2009 BBK had total assets of Rp118 billion or 1. • • • • Chronology and proceeding of the legal cases facing the Company in relation to area management in Lahat. SAHC rejected the Company’s appeal. Perusahaan mengajukan gugatan kepada Bupati Lahat sehubungan dengan penerbitan beberapa KP kepada beberapa perusahaan swasta atas wilayah yang sama yang dimiliki oleh Perusahaan. However. The Company is unable to explore and exploit this area that was once given coal mining concession. PTUN Palembang menolak gugatan Perusahaan.4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8. Mahkamah Agung telah menerima upaya hukum kasasi dari Perusahaan. Pada tanggal 10 Mei 2007. On 29 August 2005 through Palembang State Administration Court (SAC). Perusahaan diberikan KP untukmengeksploitasi daerah Lahat. Claim was directed to several parties including Lahat Regent as the first respondent.

saat ini perkara dalam proses Mahkamah Agung RI. telah menerbitkan Putusan Kasasi dengan Amar Putusan Menolak Permohonan Kasasi para tergugat (Bupati Lahat dkk). dan sampai dengan tanggal laporan keuangan ini. bahwa PN Lahat tidak berwenang mengadili perkara tersebut. Tanggal 16 Desember 2008 PT Palembang mengeluarkan Putusan Sela. Tanggal 28 Januari 2010 Mahkamah Agung RI. Pada tanggal 02 November 2009 berkas perkara telah diterima Mahkamah Agung RI. At the moment the Company is still awaiting the legal proceeding over the subject matter in Lahat DC. Saat ini. the respondents claimed for reversal to the Supreme Court On 9 July 2009 Lahat DC sent the reversal claim dossier to the Supreme Court. dengan putusan Sela tersebut Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (“PT“) Palembang. Tertanggal 9 Juli 2009 PN Lahat telah mengirimkan berkas perkara Kasasi ke Mahkamah Agung RI. On 28 January 2010 the Supreme Court handed down a reversal verdict to reject the claim for reversal made by the respondents (Lahat Regent and parties) which notification was received by the Company on 1 December 2010. yang relas pemberitahuannya diterima perusahaan tanggal 01 Desember 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 273 • • • • • Putusan Sela. On 2 November 2009 the Supreme Court received the reversal claim dossier from Lahat DC and until the time of reporting this case was still in the hands of the Supreme Court. Perusahaan sedang menunggu proses persidangan atas pokok perkara di PN Lahat. menerima banding Perusahaan. perkara tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung RI. accepting the Company’s appeal. • • • decision. Dengan putusan sela PT Palembang tersebut para tergugat mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung RI. With the provisional decision of Palembang HC. reversing Lahat DC provisional decision and ordered Lahat DC to examine and judge the case. . membatalkan Putusan Sela PN Lahat serta memerintahkan PN Lahat untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

274 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 275 Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Report On Corporate Social Responsibilities Peningkatan penyaluran dana dan kegiatan PKBL serta Bina Wilayah sebagai wujud komitmen kepedulian Perseroan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam secara berkesinambungan. Increased fund disbursement in the context of Partnership & Community Development and Area Development programs is proof of the Company’s commitment to continually improve community welfare and natural conservation. .

The guidelines focus on six main areas: (1) economy. yang dirumuskan dalam strategi implementasi yang dilandasi oleh etika/norma bisnis yang berlaku. Perseroan telah mengambil langkah strategis yakni penyusunan dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Showing concern for environmental conservation. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang With an aim of creating equitable economic. executing and monitoring of the programs that directly affect the empowerment of the socio-economic life of the mining community. the Company has taken strategic steps by improving the mechanism of exercising its CSR function. Guaranteeing non-discrimination and respect for human rights. (5) tanggung jawab produk. and (6) society. and formulated in the implementation strategy based on business ethics/norms generally applied: • • • • • • • • • • • Sustaining economic development and community empowerment to improve the welfare of local community and public at large. Menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat yang dilandasi dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. PTBA carries out Partnership and Community Development Program pursuant to State-Owned Enterprises Minister Regulation No. Perseroan telah menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. dan (6) kemasyarakatan. Penerapan jaminan keamanan penggunaan produk dan kepuasan pelanggan. Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan terciptanya keseimbangan hasil kegiatan operasional dari sisi kinerja ekonomi. Penerapan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan. pelaksanaan maupun monitoring program. (4) praktik ketenagakerjaan dan kelaikan kerja. Nurturing a harmonious relationship with local community by applying good corporate governance principles. sosial dan lingkungan. Perseroan telah merumuskan pola kebijakan jangka panjang yang terintegrasi dalam bentuk “Pedoman CSR PTBA” yang telah disahkan oleh Direktur Utama PTBA pada akhir 2009 yang mencakup enam fokus kegiatan. Peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. Ensuring good health care and work safety as well as employee welfare improvement. (5) product responsibility. (3) hak azasi manusia. (3) human rights. PER-05/ MBU/2007 of 27 April 2007 on SOE Partnership with SmallScale Businesses and Community Development Program. To enhance the effectiveness and quality of Corporate Social Responsibility (CSR) program. Keenam fokus kegiatan tersebut mengacu kepada kaidah internasional mengenai keberhasilan implementasi CSR yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiatives (GRI). termasuk restorasi lahan pasca tambang. (4) employment practices and proper work conditions. The Company formulated a long-term integrated policy in the form of PTBA CSR Guidelines that were endorsed by the President Director at the end of 2009.LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 276 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report on Corporate Social Responsibilities Untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pelaksanaan program. (2) lingkungan. Perseroan mengajak-serta masyarakat secara langsung dalam proses perencanaan. yaitu: (1) ekonomi. These six focus activities are in line with international standards of CSR implementations as set by Global Reporting Initiatives (GRI). social and environmental development and welfare. involving the Local Administration and other competent parties to plan and execute its CSR programs. Jaminan pelaksanaan non diskriminasi dan penghargaan hak azasi manusia. The Company invites the local community to join in the planning. . including restoration of post-mining areas. meliputi: • Pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal serta masyarakat secara luas. sekaligus melaksanakan program yang berdampak langsung terhadap upaya pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat di lingkar tambang. Ensuring product safety and consumer satisfaction. (2) environment. menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan pihak lain yang berkompeten dalam perencanaan dan pelaksanaan program.

Di samping itu Perseroan juga melaksanakan program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No. Sedangkan untuk program Bina Wilayah. Perseroan terus berupaya meningkatkan kemandirian mitra binaan sekaligus membantu memperluas PARTNERSHIP PROGRAM To continue empowering community economic potentials the Company focused on strengthening partners’ self-sufficiency and promoting the sales of partners’ products in nine provinces. melalui pemanfaatan dana dari Pembagian laba BUMN serta Surat Edaran Menteri Negara BUMN RI Nomor: SE-07/MBU/2008 tanggal 5 Mei 2008 tentang pelaksanaan PKBL. billion or ………. This program is designed to empower the community economic potentials and to improve the living standard of the society in a more extended area.. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas. billion. Through these two programs the Company is confident it is able to improve the socio-economic wellbeing of the community and enhance their self-reliance and competence. PARTNERSHIP AND COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM The objective of Partnership Program is elevating the resilience and independence of small-scale businesses and cooperatives in the surrounding area. Sedangkan sasaran dari kegiatan Bina Lingkungan adalah tumbuhnya kehidupan masyarakat yang sejahtera melalui pemberian bantuan bagi tumbuh dan berkembangnya kesadaran akan perlunya pendidikan. miliar. miliar atau . Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. funded by SOE profit sharing. For Area Development a total of Rp 21..17 miliar...% of total budget of Rp ………. Perseroan menjalankan UU no 40 Tahun 2007 pasal 74 tentang Tanggung Jawab Sosial melalui pembiayaan Perusahaan. PROGRAM KEMITRAAN Melanjutkan komitmen pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat..% dari total anggaran sebesar Rp. Perseroan meyakini tumbuhnya kesejahtaraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat. social interaction and harmony with natural surrounding. The Company also carries out Area Development Program to comply with the provision of Article 74 of Corporate Law No.. interaksi social dan keselarasan dengan kelestarian lingkungan. and to preserve a harmonious relationship between the Company and the community. Selain itu. Community Development Program is aimed at improving the community living standard by giving them financial aid and making them aware of the need for education. PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Sasaran yang dituju Program Kemitraan PTBA adalah peningkatan kemampuan usaha kecil dan koperasi di sekitar wilayah operasi Perseroan agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perseroan. In 2010 the Company extended funds for Partnership and Community Development Program amounting to Rp ………….. Melalui kedua program PKBL tersebut. 40 of 2007. Sepanjang tahun 2010.. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 277 Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Kemitraan. pada tahun 2010 telah direalisasikan biaya sebesar Rp21. SE-07/MBU/2008 of 5 May 2008 on the implementation of Partnership and Community Development Program. and SOE Minister Circular No.. Perseroan telah merealisasikan penyaluran dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan berjumlah Rp.17 billion was disbursed in 2010.

Membantu promosi dan pemasaran produk mitra binaan melalui berbagai kegiatan partisipasi pada serangkaian pameran di berbagai kota besar di Indonesia. evaluating their character. i. Priority is given to commodity that supports the Company’s operations: • • • • Commodity that the area relies upon.5 miliar. Dalam pelaksanaannya. Labor intensive commodity. Di Yogyakarta. Banten dan Jawa Timur. sehingga mencapai angka Rp65. DKI Jakarta. Jawa Barat.5 billion in 2010. South Sumatra. Komoditas yang dapat menyerap tenaga kerja / padat karya. kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar serta prospek pasar dari komoditas yang dihasilkan. Banten and East Java. entrepreneurship. jiwa kewirausahaan yang dimiliki. selama tahun 2010 program yang telah dilakukan terhadap mitra binaan adalah seperti berikut: • Penyaluran Dana Kemitraan dalam bentuk pinjaman lunak. sociocultural condition of the neighboring community and market prospects of the commodity. Komoditas tradisional yang potensial untuk dikembangkan.e.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 278 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities penjualan produk mitra binaan di sembilan propinsi. Central Java. Yogyakarta. West Java. kepada usaha kecil dan koperasi di delapan wilayah. The Company is very selective in distributing partnership funds taking into consideration the conditions of prospective partners. Partnership Funds increased 354% from 2009 to reach Rp65. Pelatihan Manajemen Kewirausahaan kepada calon mitra binaan. Lampung. Lampung. yakni Sumatera Selatan. Sedangkan jenis komoditas calon mitra binaan yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan pembinaan meliputi komoditas yang dapat menunjang kelancaran operasional Perseroan. DKI Jakarta. Jawa Tengah. Traditional commodity with development potentials. Penyaluran Dana Kemitraan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi yang dimiliki oleh calon mitra binaan. seperti: • • • • Komoditas yang menjadi andalan daerah. Commodity with export potentials or orientation. Throughout 2010 partners enjoyed the following program activities: • • • • • Distribution of Partnership Funds in soft loans to small businesses and cooperatives in eight areas. yang meliputi karakter. Komoditas yang berpeluang ekspor atau berorientasi ekspor. . Entrepreneurship training for prospective partners Promoting and marketing partners’ products through participation in a number of exhibitions in major cities of Indonesia. Perseroan telah meningkatkan penyaluran Dana Kemitraan hingga sebesar 354% dari realisasi tahun 2009.

Palembang . Industri Songket Hj. Asmi Astari 3.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 279 2 1 3 1. Prima AC. Pertanian Jamur Bapak Margono 2.

Pertanian . or 95% of total allocated funds of Rp 71.832 1.Perdagangan .418 931 14.Jasa .4 miliar.Peternakan . development funds totaling Rp 2.83 miliar. Uraian selengkapnya mengenai realiasi kegiatan dan biaya Program Kemitraan dapat dilihat pada buku Laporan Keuangan PKBL tahun 2010.950 235 240 205 605 925 869 51.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 280 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities Pada tahun 2010.83 billion in Partnership Funds. Perseroan telah merealisasikan dana Program Kemitraan sebesar Rp67.Pertanian . the Company disbursed Rp 67.Kerjasama Jumlah B.050 8.Perikanan .Perkebunan .Perdagangan . serta dalam bentuk kerjasama penyaluran sebesar Rp51.527 . Realisasi Program Kemitraan URAIAN REALISASI 2009 REALISASI S/D DES 2010 A.448 65.746 25 145 165 228 2.254 15.793 8.4 billion.Perkebunan . In 2010.1 billion.4 miliar.Peternakan .1 miliar dan dalam bentuk biaya pembinaan sebesar Rp2.Industri . These funds were distributed to 575 small business units and cooperatives in soft loans amounting to Rp 14.Perikanan .4 billion.703 1.Lainnya .Jasa .Industri .232 340 57 36 12 26 140 463 2. Dana Kemitraan tersebut disalurkan untuk 575 unit Usaha Kecil dan koperasi dalam bentuk pinjaman lunak sebesar Rp14.Lainnya Jumlah Jumlah Penyaluran Program Kemitraan 754 257 8 10 25 28 41 132 1.3 miliar.449 2. Pinjaman .304 67. Full report on realized activities and disbursed funds in Partnership Program is presented in 2010 Financial Statement of Partnership and Community Development Program. Pembinaan .3 billion. atau 95% dari rencana penyaluran dana Program Kemitraan sebesar Rp71. and joint project funds of Rp51.

100 935 7. The Company uses a series of parameter as success indicators of Community Development Program. including: • • Better social condition of the surrounding community Less complaints from the community in relation to the fulfillment of the Company’s corporate social responsibility Smooth running of the Company’s operations in a harmonious association with members of the community being one of the stakeholders of the Company • • Seiring dengan peningkatan kegiatan Perseroan. total dana yang disalurkan melalui pelaksanaan Program Bina Wilayah. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat.083 1. COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM PTBA Community Development Program is focused on six main activities.993 10. mencapai 110% dari Rp12. which are Natural Disaster Relief Program.687 295 12. Along with the Company’s growing operations. mengalami peningkatan yang tinggi. Dana tersebut disalurkan untuk berbagai program kegiatan. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat.2 billion in 2009 to Rp25.082 114 374 25. yaitu Program Bantuan Bencana Alam. Pembangunan Sarana Umum.223 210 2009 (B) 676 1. The funds were disbursed to finance various activities as shown in the following table. Pendidikan dan Pelatihan. Religious Facilities Development and Natural Conservation. Community Health Improvement. Untuk memantau tingkat keberhasilan program.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 281 PROGRAM BINA LINGKUNGAN Program Bina Lingkungan PTBA dielaborasi dalam enam fokus kegiatan. funds for Community Development Program increased significantly by 110% from Rp12. seperti tampak pada tabel berikut. Perseroan menggunakan beberapa parameter sebagai indikator keberhasilan Program Bina Lingkungan.7 billion in 2010. Public Facilities Construction.147 223 % (A:B) 128 735 213 130 356 51 URAIAN Bantuan Bencana Alam Bantuan Pendidikan & Pelatihan Bantuan Kesehatan Masyarakat Bantuan Sarana & Prasarana Umum Bantuan Sarana Ibadah Bantuan Pelestarian Alam Bantuan Bantuan lainnya Biaya Operasional Jumlah DESCRIPTION . termasuk di antaranya: • • Semakin membaiknya kondisi sosial masyarakat yang ada di sekitar perusahaan Semakin berkurangnya angka komplain atau keluhan dari masyarakat yang berkaitan dengan pemenuhan tanggung jawab sosial Perseroan. This program is designed to improve the living standard of the community. Pengembangan Sarana Ibadah dan Pelestarian Alam.7 miliar di tahun 2010.848 1.2 miliar di tahun 2009 menjadi Rp25. Dana Program Bina Lingkungan 2010 (A) 868 8. Peningkatan Kesehatan Masyarakat.173 4. Education and Training. Perusahaan dapat menjalankan kegiatan bisnisnya dengan lancar serta terjalinnya hubungan yang harmonis dengan warga masyarakat sebagai salah satu stakeholder Perseroan.

and landslide and flood in Wasior. Fire in Muara Enim. Bantuan operasi penderita cacat kaki untuk warga tidak mampu dari Kecamatan Tanjung Agung.600 paket kepada warga prasejahtera di wilayah operasional perusahaan Kab Muara. South Sumatra. Enim. park and fountain in Tanjung Enim city worth Rp3. Selama tahun 2010 telah dilakukan kegiatan berupa: • • • Bantuan bantuan korban musibah gempa bumi/tsunami di Mentawai Sumatera Barat.867 m Pembangunan Tempat Pengolahan Akhir Sampah(TPA) di Kecamatan Lawang Kidul dan penataan/rehab TPA Kecamatan Muara Enim. Central Java. Lahat. Kab Lahat. Sumatera Selatan Pada tahun 2010. Merapi dan korban banjir serta tanah longsor di Wasior.47 miliar Pengerasan/pengaspalan jalan umum dan parit di wilayah pemukiman Ring 1 perusahaan sepanjang 3. Taman dan Air Mancur di Pusat Kota Tanjung Enim senilai Rp 3. Providing assistance in limb surgery for underprivileged people in Tanjung Agung. • . Muara Enim. meliputi: • Pembangunan Monumen Perjuangan Tanjung Enim. the Company assisted the community in the following activities: • • • • Organizing mass religious circumcision for 260 underprivileged children in Muara Enim and Lahat. Bantuan 2 unit Genset untuk penerangan dan operasional Rumah Sakit BARI Palembang • Pembangunan Sarana Umum Dengan melakukan beberapa kegiatan terkait penyediaan maupun perbaikan sarana umum. Organizing cataract surgery for 20 underprivileged patients in Muara Enim and Lahat. Tarahan dan Kertapati dan Ombilin. Papua. Constructing/renovating waste dumps in Lawang Kidul and Muara Enim. Eruption of Mt. Public Facilities Construction • • • • Constructing Monument of Heroic Battle.867 meters in Ring 1 zone of the Company. Donating two generators to BARI Hospital.600 packets for underprivileged people in Muara Enim.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 282 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities Program Bantuan Bencana Alam Bantuan bencana alam dilaksanakan dengan mempertimbangkan urgensi daerah terjadinya bencana serta kedekatan geografis dengan wilayah operasional perusahaan. Providing nutritious food of 13. Merapi. West Sumatra.47 billion. In 2010 relief was extended to the following victims in disaster-stricken areas: • • • Earthquake and tsunami in Mentawai. Asphalting and hardening public road of 3. Palembang. diantaranya sebagai berikut: Public Health Improvement To complement the health improvement program previously conducted. Muara Enim. Natural Disaster Relief Program Natural disaster relief program is launched by taking into consideration the gravity of the disaster and the geographical proximity to the Company’s operating area. Bantuan nutrisi sebanyak 13. Jumlah anak-anak yang dikhitan pada thn 2010 sebanyak 260 org Bantuan operasi bagi penderita Katarak dari KK prasejahtera di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melanjutkan program kesehatan sebelumnya. sebanyak 20 mata. Muara Enim. Tarahan. • • • • • Kegiatan Khitanan Gratis bagi anak-anak dari KK Prasejahtera di wilayah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat. Bantuan musibah kebakaran di Kabupaten. Kertapati and Ombilin. Perseroan melaksanakan kegiatan. Perseroan juga memberikan bantuan pada korban bencana meletusnya G.

dan lain-lain Bantuan dana untuk berbagai kegiatan keagamaan seperti MTQ. Masjid At-Taqwa Kec. a. Al Muttaqin Kec. yakni: Natural Conservation The Company was engaged in natural conservation programs that include: . • • Renovating five community function halls in Merapi Barat. Pelestarian Lingkungan/Alam Dalam rangka pelaksanakan Program Bina Lingkungan. Merapi Timur and Lawang Kidul Financing an embarkation lounge. Maulid Nabi and Isra’ Mi’raj commemoration in all Ring I districts. Al Muttaqin Semendo. Bantuan dana pembangunan Embarkasi Propinsi Lampung senilai Rp 1. Masjid Al-Falah Kelurahan Muara Enim. yakni: • Memberi bantuan renovasi Masjid/Musholla/TPA sebanyak 36 unit. Al Muhajirin Pasar Muara Enim. Masjid Al-Muhajirin Kelurahan Pasar Muara Enim. Masjid Nurul Huda. At Taqwa Gunung Megang. Pengembangan Sarana Ibadah Dilakukan dengan melaksanakan beberapa kegiatan. Channeling funds for various religious activities such as MTQ. Masjid Agung Lahat.34 billion.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 283 Gedung Olahraga dibangun tahun 2010 Edipiscing lorem ipsum dolor • • Pembangunan/renovasi 5(lima) unit Balai Pertemuan Masyarakat di Kecamatan Merapi Barat. Nurul Huda Pasar Tanjung Enim.34 miliar. peringatan Maulid Nabi. Perseroan juga melakukan beberapa kegiatan terkait pelestarian alam. Tablig Akbar. Merapi Timur dan Lawang Kidul. Semendo. Kelurahan Pasar Tg Enim. Tabliq Akbar.l : Masjid As Syaadah Pasar Tg Enim. Lampung totaling Rp1. Israq Mi’raj di seluruh kecamatan Ring I perusahaan Religious Facilities Development • • • Providing renovation funds for 36 mosques/mushollas including As Syaadah Pasar Tanjung Enim. Al Falah Muara Enim. Agung Lahat. Gunung Megang.

miliar.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 284 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities • • • Gotong royong bersama masyarakat dan aparat pemerintah dalam pelaksanaan program Jumat Bersih dan Program Penghijauan Kota dengan menanam pohon dan membersihkan lingkungan di seluruh wilayah kecamatan ring I perusahaan.000 shelter trees and productive plants in Lahat and Muara Enim. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Rincian pelaksanaan program dan biaya yang dikeluarkan dalam rangka Bina Wilayah adalah sebagai berikut: AREA DEVELOPMENT PROGRAM In addition to Partnership and Community Development Program in compliance with the SOE Minister regulations. Delivering 8. the Company has been proactively managing Area Development Program in compliance with article 74 of Corporate Law No. Distributing 150 organic and un-organic waste bins to schools and public places in Lahat. The program is aimed at empowering the community economic potentials simultaneously honoring the Company’s commitment to improve their living standard. • • • Jointly with the community and government agencies launching Clean Friday and City Greening programs by planting trees and cleaning the areas of Ring I. PROGRAM BINA WILAYAH Di samping pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang mengacu kepada ketentuan Kementerian Negara BUMN. Selama tahun 2010. Perseroan telah merealisasikan Program Bina Wilayah sebesar Rp….40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Kota Muara Enim dan Tanjung Enim. Dana Program Bina Wilayah 2010 (A) 2009 (B) % (A:B) BENTUK BANTUAN TYPE OF DONATION Jumlah . Perseroan selama ini secara proaktif telah menjalankan Program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No. In this program the Company extends physical and nonphysical aid to a wider extended area. 40/2007. Penyerahan bantuan tanaman pelindung dan tanaman produktif (buah-buahan) sebanyak 8. and in 2010 the aid amounted to Rp……… billion. Program Bina Wilayah dilaksanakan berupa pemberian bantuan fisik maupun non-fisik dengan jangkauan wilayah yang lebih luas.000 batang di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim Bantuan tempat sampah organik/an-organik sebanyak 150 unit untuk sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum di Kota Lahat. Muara Enim and Tanjung Enim.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 285 PENGELOLAAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Misi Perseroan dalam bidang pengelolaan lingkungan diwujudkan melalui penerapan program-program pengelolaan. selain menjadi salah satu pemangku kepentingan. employees are not only stakeholders but also assets who determine its success in achieving corporate objective and business target. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan. developing and rehabilitating the environment. pemantauan. The Company is fully aware of the importance of creating a harmonious working TK Antra Sita. Full report on environmental management program is presented in Chapter xx on Environmental Conservation page ……of this Annual Report. Laporan selengkapnya mengenai program pengelolaan lingkungan dapat dibaca pada bagian “Perlindungan Lingkungan” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company’s mission in environmental management is realized through continuously managing. monitoring. PEMENUHAN HAK-HAK KARYAWAN DAN PENGHARGAAN TERHADAP HAK AZASI MANUSIA Bagi Perseroan. Perseroan sangat menyadari FULFILLMENT OF EMPLOYEE RIGHTS AND RESPECT FOR HUMAN RIGHTS In the eyes of the Company. Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor . karyawan merupakan aset yang menentukan di dalam keberhasilan Perseroan untuk mewujudkan tujuan dan mencapai target usahanya.

286 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 1 2 3 1. Lapangan Tenis Indoor. Fasilitas Operasi Mata di RS Bukit Asam Edipiscing lorem ipsum dolor . Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 2. Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 3. Tempat Fitness.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 287 makna penting dari terciptanya hubungan kerja sama yang serasi antara manajemen dan seluruh karyawan Perseroan. Full report on this aspect may be found in Chapter …. Wujud dari komitmen Perseroan serta uraian lengkap tentang kualitas produk dan perlindungan pelanggan dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen. Perseroan menjalankan praktik atau perlakuan yang sama terhadap semua karyawan dengan tidak memandang suku. Oleh karenanya dalam setiap kegiatan organisasi. Dalam implementasi K3. health and environment. of this Annual Report. Full report is provided in Management Report on “Work Safety. Management Report on “Human Resource Management” page …. Health and Environment” page …. Perseroan menetapkan dan memberlakukan kriteria yang ketat dalam proses dan output produksi maupun pengawasan kualitas setiap produknya. Perseroan telah memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) dari Depnakertrans RI. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN Perseroan telah menerapkan serangkaian kebijakan terkait serta penyediaan sarana dan prasarana bagi setiap karyawan yang memungkinkan dicapainya standar kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan yang tinggi dalam industrinya. mengingat keduanya mempunyai pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan kinerja usaha secara berkelanjutan. Report on realization of the Company’s commitment and full description of product quality and consumer protection are given in Management Report.. of this Annual Report. . Both aspects have a significant effect on the continued growth of the Company. Laporan selengkapnya mengenai hal tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Pengelolaan Sumber Daya Manusia” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. Likewise. ras. Laporan selengkapnya mengenai masalah tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. agama. facilities and amenities are in place for all employees so as to meet the industry high standards of work safety. the employees are free to unite and have a Collective Labor Agreement. religion. relationship between the management and all employees. pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. of this Annual Report. The Company has a certification in Work Safety and Health Management System from the Department of Manpower and Transmigration. begitu pula semua karyawan memiliki kebebasan berserikat dan melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama. For this reason the Company sets very stringent criteria in production process and output as well as in quality control. “Marketing” page …. gender and political inclination. jender dan haluan politiknya. HEALTH AND ENVIRONMENT A set of policy. race. Bidang “Pemasaran”. COMMITMENT TO PRODUCT QUALITY AND CONSUMER PROTECTION The Company is fully aware of the importance and advantage of meeting product quality standard and ensuring consumer protection. KOMITMEN TERHADAP KUALITAS PRODUK DAN PERLINDUNGAN PELANGGAN Perseroan menyadari makna penting dan manfaat dari pemenuhan standar kualitas serta perlindungan konsumen terhadap setiap produk yang dihasilkan. The Company treats every individual equally regardless of ethnicity. WORK SAFETY.

HARMONIOUS RELATIONSHIP WITH THE COMMUNITY BASED ON GOOD CORPORATE GOVERNANCE PRINCIPLES Turning its vision into reality to maximize stakeholders’ return. SUSTAINABILITY REPORT The Company issues Sustainability Report which is integral to this Annual Report. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). LAPORAN KEBERKELANJUTAN Perseroan menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan ini. Laporan yang membuktikan komitmen pelaksanaan program tanggung jawab sosial secara profesional. The Report provides all stakeholders with a full accountability report of the Company’s professional.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 288 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities HUBUNGAN HARMONIS DENGAN MASYARAKAT BERLANDASKAN PRINSIPPRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK Perseroan telah merumuskan program Tanggung Jawab Jawab Sosial Perusahaan dalam sebuah pola yang terpadu. the Company systematically conducted activity programs involving the community either in planning or in executing such programs. Perseroan juga membuka akses dan menjalin komunikasi timbal balik dengan masyarakat dan pihak-pihak yang terkait. “Good Corporate Governance” page ……… of this Annual Report. . the Company makes itself accessible and fosters reciprocal communication with the community and other relevant parties. Perseroan secara sistematis telah melaksanakan serangkaian kegiatan dengan melibatkan masyarakat. untuk mewujudkan visi memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan Perseroan termasuk masyarakat. In accordance with transparency principle. Sesuai dengan prinsip transparansi. serta Program Bina Wilayah. Laporan selengkapnya mengenai Tata kelola yang baik dapat dibaca pada Bab Laporan Manajemen tentang “Good Corporate Governance” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. transparent and measured performance in meeting its corporate social responsibility. baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan program-program yang terkait. the Company has formulated an integrated Corporate Social Responsibility program. Through Partnership and Community Development Program and Area Development Program. Full report on this subject is contained in Management Report. transparan dan terukur tersebut merupakan pertanggungjawaban menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan mengenai pengelolaan dan realisasi program CSR.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 289 .

290 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 291 Data Perseroan Corporate Data .

Thamrin Sihite. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. MSc. Ir. ME Komisaris Commissioner Duduk dari kiri ke kanan : Seat from left to right : Ir. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono.292 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Dewan Komisaris Board of Commissioners Berdiri dari kiri ke kanan : Stand from left to right : Dr. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner . Umiyatun Hayati Triastuti. Abdul Latief Baky. MHum. MSc Komisaris Commissioner Ir. SE.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 293 .

. Soemarsono was appointed Independent Commissioner in 2008. dan Komisaris PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). MSc Komisaris Commissioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. setelah menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 2004. Umiyatun Hayati Triastuti.DATA PERSEROAN 294 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Profile Dr. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Menjabat Komisaris Utama sejak 2008. Meraih gelar Master of Engineering Science (1991). dan Penasehat Direktur Utama PT Dinamika Usaha Jaya sejak 2005. Perjalanan karir sebelumnya mencakup Direktur Keuangan PT Barkatel Utama (2001-2006). Bidang Persaingan Usaha sejak 2008. and Commissioner of PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). Master of Science in Economic Policy from University of Illinois at Urbanna Champaign – the United States of America (1994). degree in Mining Engineering (1994) specializing in Mining Economics from the University of Queensland. Following his appointment as Commissioner in 2004. (1994) dalam Mining Engineering dengan spesialisasi Mining Economic dari The University of Queensland. Previously he held other posts in the Coordinating Ministry of Economy from 1988. Belanda (1981). Australia. Director of Transportation (2005-2007).D. Ir. USA (1992). Australia. serta menjadi Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Alam. Transportasi. Suranto Soemarsono. Participating in joint projects and training programs in the field of planning and transportation. Metereology and Geophysics (2000-2002). Her previous career with Bappenas starting in 2000 posted her as Deputy of Natural Resources and Environment Division (2007-2010). Previously he was posted as Finance Director of PT Barkatel Utama (2001-2006). Direktorat Transportasi (2002-2005). Kasubdit Transportasi Darat. Metereologi dan Geofisika (2000-2002). Perjalanan karir sebelumnya di Bappenas sejak 2000 menjabat Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (2007-2010). and Adviser to President Director of PT Dinamika Usaha Jaya in 2005. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. Aktif sebagai dosen program S-1 dan S-2 di Asian Banking Finance dan Informatics Institute of Perbanas sejak 1998. Master of Science bidang Kebijakan Ekonomi di University of Illinois at Urbanna Champaign – Amerika Serikat (1994). dan Pj. dan Ph. and a Ph. He has been lecturing for graduate and post-graduate programs in Asia Banking Finance and Informatics Institute of Perbanas since 1998. Environment and Climate Change Division. the Coordinating Ministry of Production and Distribution (1994-1998). sebelumnya memangku jabatan lain di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak 1988. the Netherlands (1981). She earned a graduate degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology (1987). and Acting Division Head of Railway Transportation. Currently he is an Expert Staff in the Coordinating Ministry of Economy and Business Competition (2008-present). Meraih gelar S-1 Jurusan Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (1983) dan Master of Art in Economics & Finance di Western Illinois University. Head of Sub Directorate of Land Transportation.D. He is also an active guest senior lecturer in a number of universities in Indonesia and overseas. Has held the post of Commissioner since 2008. Supriadi has been the Company’s President Commissioner since 2008. Meraih gelar S-1 bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung (1987). KaBag Transportasi Kereta Api. Ferry and Inland Waterways. Direktur Transportasi (2005-2007). Bappenas (National Development Planning Board) since November 2010. Dr. USA (1992). Directorate of Transportation (2002-2005). after completing his study in International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) in Delft. and Department of Mines and Energy (1982-1994). Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim sejak November 2010. serta Departemen Pertambangan dan Energi (1982-1994). He is a holder of graduate degree in Economics from University of Gadjah Mada (1983) and Master of Art in Economics & Finance from Western Illinois University. Kantor Menko Bidang Produksi dan Distribusi (1994-1998). Pengalaman kerja sama dan training programs yang diikuti meliputi bidangbidang: Perencanaan. Saat ini juga menjadi Staf Ahli Menko Bidang Perekonomian. Mr. setelah menyelesaikan studi di International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) di Delft. SE. Aktif sebagai dosen tamu dan dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia maupun manca negara. concurrently Expert Staff to National Development Planning Minister. Penyeberangan. He obtained a Master of Engineering Science degree (1991). Natural Resources.

Head of Environmental Management and Spatial Zone Division. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan Umum di Institut Teknologi Bandung (1979). Chairman of Coal Mining and Geothermal Committee (2008-2010). Japan. Department of Energy and Mineral Resources (2007-2009). International Business Administration from University of Indonesia (2004). and Doctor of Engineering (1990) from Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. dan di APBI (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia) sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Perundang-Undangan (20102013). 2001-2003. Surabaya Stock Exchange (2005-2007). and currently member of Perhapi Advisory Council. Head of Environment and Technology Bureau. concurrently President Commissioner of PT Citta Trahindo Pratama since 2007. Department of Energy and Mineral Resources (2001-2007). Ir.Ir. Master of Engineering (1987). financed by World Bank (1995-1997). MSc. Mining. Deputy Chairman of Legal and Mining Division (20102013). He has a graduate degree in Mine Engineering from Bandung Institute of Technology (1977). Master of Engineering (1987). and Managing Partner of LAGR & Associates – Law Firm since 2006. Jepang.E. yang dibiayai World Bank (1995-1997). 2003-2006. dan Managing Partner LAGR & Associates – Law Firm sejak 2006. Mineral and Industrial Quarrying Committee (20102013). Perjalanan k arir sebelumnya mencakup Ketua Komite Pencatatan Bursa Efek Surabaya (2005-2007). UK (1996). FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. Direktur Adminsitrasi. Department of Mines and Energy (2000-2001). Thamrin Sihite. 2003-2006 dan saat ini bertindak sebagai Dewan Penasihat Perhapi. Sihite holds a degree in General Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1979). Kepala Biro Lingkungan dan Teknologi Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) tahun 2000. In business organizations: Indonesian Chamber of Commerce. gelar S-2 Magister Sains Ilmu Administrasi Bisnis Internasional Universitas Indonesia (2004). M.Sendai. President Director of Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). His previous posts include Expert Staff to Minister of Society and Institution. He has been an Independent Commissioner of the Company since 2008. dan Doctor of Engineering (1990) di Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. Business Law Science. Appointed Commissioner in 2008. Ketua Komisi Amdal Pusat DPE (20002001). Indonesian Coal Mining Association. Mineral dan Bahan Galian Industri (2010-1013). Perjalanan karir sebelumnya meliputi Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan DESDM (2007-2009). Abdul Latief Baky. Master of Human Studies. Tohoku University. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan di Institut Teknologi Bandung (1977). Direktur Pemasaran dan Direktur Operasi PT Karimun Granite (1990-1999). Kepala Bagian Pengelolaan Lingkungan dan Tata Ruang DPE (1993-2000). Indonesian Expert Technical Manager pada proyek kerjasama Biro Lingkungan dan Teknologi dengan The Office of Surface Mining USA. Komisaris PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). gelar S-2 Magister Humaniora Ilmu Hukum Bisnis Universitas Gajah Mada (2007) dan Fellows Institute of Quarrying. Department of Mines and Energy (1993-2000). serta menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian ESDM sejak 2009. Direktur Utama Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). Head of Planning and Cooperation Bureau. Experience in professional organizations: Chairman of Indonesian Mining Experts Association (Perhapi) for two periods. Indonesian Expert Technical Manager of joint venture projects at Bureau of Environment and Technology with the Office of Surface Mining USA. sekaligus menjabat Komisaris Utama PT Citta Trahindo Pratama sejak 2007.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 295 Dr. Direktur Utama PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). Department of Mines and Energy (2000). Department of Energy and Mineral Resources since 2009. Marketing Director and Operations Director of PT Karimun Granite (1990-1999). . UK (1996). Administrative Affairs Director. Sedangkan kegiatan di dalam organisasi Korporasi di Kadin ( Kamar Dagang dan Industri ) Indonesia sebagai Ketua Komite Tetap Batubara dan Panas Bumi (2008-2010). Master of Science. Kegiatan di dalam organisasi Profesi menjabat sebagai Ketua Umum Perhapi (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) untuk 2 periode: 2001-2003. President Director of PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). Head of Central Amdal (Analysis of Environmental Impact) Commission. University of Gajah Mada (2007) and Fellows Institute of Quarrying. University of Tohoku-Sendai. Komisaris Commisioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. Dr. KomiteTetap . Commissioner of PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama DESDM (2001. concurrently Head of Education and Training Agency. MHum. In his previous career he held various posts including Chairman of Listing Committee.2007).

Sukrisno Direktur Utama President Director Ir. Milawarma. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum HR & General Affairs Director Ir. Drs.296 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Direksi Board of Directors Dari kiri ke kanan : From left to right : Ir. Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director . MSc Direktur Keuangan Financial Director Ir. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. M.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 297 .

Kepala Departemen Operasi PT Semen Padang (1995-2001) dan Komisaris PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). Milawarma. His previous posts include Operations/Production Director of the Company (2001-2006). A holder of graduate degree in Mining from UPN Veteran. Previous posts with the Company include Corporate Secretary (2003-2006). San Francisco (1989). His previous posts include Director of PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). Senior Business Analyst /Professional of Business Development (1999-2003). Presiden Direktur PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004) dan Direktur Investment Banking PT Danareksa (1996-2001). President Director of PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004) and Director of Investment Banking of PT Danareksa (1996-2001). Dono Boestami. Ir. Platteville (1985) dan Master of Science Jurusan Project & Construction Management di Golden Gate University. Australia (1995). He earned his graduate degree in Mechanical Engineering from Sepuluh November Institute of Technology in Surabaya in 1980. and Head of Long Term Mine Planning Unit (1995-1996). Platteville (1985) and Master of Science degree in Project & Construction Management from Golden Gate University. San Francisco (1989). Analis Bisnis/Profesional Senior Pengembangan Usaha (1999-2003). Yogyakarta (1987) and Master of Engineering degree from University of Wollongong. Sukrisno Direktur Utama President Director Menjabat Direktur Utama sejak 2006. Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di UPN Veteran.DATA PERSEROAN 298 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Direksi Board of Directors’ Profile Ir. dan Kepala Dinas Perencanaan Tambang Jangka Panjang (1995-1996). . Kepala Diversifikasi Usaha (1997-1999). Sukrisno has held the post of President Director since 2006. Australia (1995). MSc Direktur Keuangan Finance Director Menjabat Direktur Keuangan Perseroan sejak 2006. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Mesin di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya tahun 1980. Head of Business Diversification (1997-1999). Head of Operations Department of PT Semen Padang (1995-2001) and Commissioner of PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). Holder of Bachelor of Science degree in Civil Engineering from University of Wisconsin.Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). Appointed Finance Director of the Company in 2006. Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan meliputi jabatan Sekretaris Perusahaan (2003-2006). He has held the post of Operations/Production Director of the Company since 2006. Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur Operasi/Produksi Perseroan (2001-2006). Yogyakarta (1987) dan Magister Engineering di University of Wollongong. Meraih gelar Bachelor of Science Jurusan Civil Engineering di University of Wisconsin.Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director Menjabat Direktur Operasi/Produksi Perseroan sejak 2006. M. Ir.

Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Kadis Pertambangan dan Pemanfaatan Energi Propinsi Sumatera Selatan (2000-2001). Ir. Kakanwil Pertambangan dan Energi Propinsi Aceh (1995-2000). South Sumatera Province (2000-2001).Ujung Pandang (1988). Head of Regional Office of Mining and Energy. Project Officer of Coal Briquette Business Expansion (1993-2001) and Head of Engineering Development Division (1991-1993). His previous career placed him in various posts: Marketing Director of PT Semen Tonasa (2002-2005). . Pimpinan Proyek Pengembangan Briket Batubara (1993-2001) dan Kepala Divisi Pengembangan Keteknikan (1991-1993). His previous posts include Head of Mining and Energy Usage Unit. Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Universitas Srwiwijaya (1977).Ujung Pandang (1988). Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan mencakup jabatan Dirketur Uama PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). General Manager Pengusahaan Briket (2001-2005). Senior Manajer Logistik Perseroan (2005-2006). Expert in Human Resource Development (1998-2001). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Institut Teknologi Bandung (1980). Ahli Pengembangan SDM. Aceh Province (1995-2000).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 299 Ir. and Head of Gas and Energy Development Division. Appointed Human Resource & General Affairs Director in 2001. Kepala Pengembangan Usaha Perseroan (2001-2002). General Manager of Briquette Business (2001-2005). and Corporate Secretary of the Company (1991-1997). Mangeka as Commerce Director in 2006. Previous posts with the Company are President Director of PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). Ir. dan S-1 di Lembaga Administrasi Negara . Senior Manager of Logistics of the Company (2005-2006). Director of Research and Development of PT Semen Tonasa (2002). Head of Business Development of the Company (2001-2002). Head of Internal Audit Unit (1997-1998). Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Menjabat Direktur Pengembangan Usaha Perseroan sejak 2006. He has been Director of Business Development of the Company since 2006. Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Direktur Pemasaran PT Semen Tonasa (2002-2005). Ir Iskandar is a holder of graduate degree in Mining from University of Sriwijaya (1977). Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (1981). South Sulawesi Province (1990-1995). and Institute of State Administration . Direktur Penelitian & Pengembangan PT Semen Tonasa (2002). A graduate of Bandung Institute of Technology with a degree in Industrial Engineering (1981). The Company appointed Ir. He is a graduate of Bandung Institute of Technology in Mining (1980). Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Menjabat Direktur Niaga Perseroan sejak 2006. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum Human Resource & General Affairs Director Menjabat Direktur SDM & Umum Perseroan sejak 2001. Drs. dan Kabid Pengembangan Gas dan Energi Kanwil Pertambangan dan Energi Propinsi Sulawesi Selatan (1990-1995).

He joined PTBA in 1992. following his assignment as Chief Auditor (2007-2009) and Manager of Investment Feasibility and Control (2005-2007). His academic studies earned him a graduate degree in Accounting from School of Economics. Sudarto was appointed Corporate Secretary of the Company.2009) dan sebagai Manajer Kelayakan dan Kendali Investasi (2005-2007). setelah sebelumnya menjabat sebagai Pemeriksa Utama (2007. He has been with PTBA since 1984. sebagai Supervisor Akuntansi. Fakultas Ekonomi. tahun 2007. Palembang (1992) dan S-2 Magister Management (2009) dari Universitas Sriwijaya. Jakarta. sebelum akhirnya menjabat sebagai Corporate Secretary adalah Senior Manajer Perbendaharaan dan Pendanaan PTBA. as Accounting Supervisor. In July 2009 Mr. setelah sebelumnya bekerja pada PT Bumi Langoan. Mr. Mulai berkarir di PTBA sejak 1992. University of Sriwijaya. following his employment with PT Bumi Langoan. Bergabung dengan PTBA sejak 1984. Sutrisno was appointed Head of Internal Audit Unit in 2009. Jakarta.DATA PERSEROAN 300 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Sekertaris Perusahaan dan SPI Corporate Secretary and Internal Audit Unit’s Profile Achmad Sudarto. tahun 2009 dan Manajer Akuntansi di PTBA. Ak Sekertaris Perusahaan Corporate Secretary Menjabat sebagai Corporate Secretary sejak Juli 2009. di Universitas Sriwijaya. SE. Bambang Sutrisno Kepala Satuan Pengawas Internal Head of Internal Audit Unit Menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal sejak tahun 2009. Palembang (1992) and a master’s degree in Management (2009) from University of Sriwijaya. MM. and later was appointed Accounting Manager in 2007 and Senior Manager of Treasury and Funding in 2009. . Meraih gelar S-1 Jurusan Akuntansi.

dan saat ini menjadi Associate Professor dalam Mekanika Batuan.2000. and is currently an Associate Professor in Rock Mechanics. serta PT Kelana Nusantara (2000 – 2008). Menjadi pengajar pada Jurusan Teknik Pertambangan ITB sejak 1993 dan Pasca Sarjana ITB sejak 1996. Ridho Kresna Wattimena. Australia (2003).e. ser ta Ph. and Ph. PT Padang Industrial Park dan PT Andalas Rekasindo Pratama. PT Indothai Film Polytama. serta telah menerbitkan banyak publikasi dalam bidang pertambangan dan mekanika batuan di dalam dan luar negeri. Selain itu. PT Guthrie Pasaman Nusantara. serta Komisaris PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005). Ir. Australia (2003). 1991). and has produced many publications in mining and rock mechanics at home and abroad.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 301 Profil Komite Audit Audit Committee’s Profile Azhar Zainuri. . sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (sejak 2000). Meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (1985) dan Magister Manajemen pada Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI. University of Indonesia (since 2000). MM Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat anggota Komite Audit sejak 2007. aktif melakukan berbagai macam penelitian dan analisis dalam bidang pertambangan sejak 1993. Meraih gelar jurusan Teknik Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (1991). PhD Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat Anggota Komite Audit sejak 2007. PT Prinavin Prakarsa.D dalam Rock Mechanics dari University of Queensland. Magister Teknik dalam Geomekanika dari Institut Teknologi Bandung (1996). Perjalanan karir sebelumnya mencakup berbagai posisi termasuk Direktur pada beberapa perusahaan dalam periode 1996 . as well as Commissioner of PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005) and PT Kelana Nusantara (2000 – 2008).2000. Member of Audit Committee since 2007. He is also active doing various kinds of research and analysis in mining which he started in 1993. concurrently lecturer at Department of Economics. i. Various positions he held in his previous career include Director of several companies over a period in 1996 . 1991). Became a member of Audit Committee in 2007. PT Padang Industrial Park and PT Andalas Rekasindo Pratama. He has been lecturing at Mining Engineering Department. SE. PT Prinavin Prakarsa. MT.D in Rock Mechanics from University of Queensland. Bandung Institute of Technology since 1993 and post-graduate program at Bandung Institute of Technology since 1996. He has a graduate degree in Economics from University of Indonesia (1985) and Master of Management degree from Indonesia Institute of Management Development (IPMI. PT Indothai Film Polytama. Master of Engineering in Geomechanics from Bandung Institute of Technology (1996). Holds a degree in Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1991). yaitu PT Guthrie Pasaman Nusantara.

dan Peneliti Madya Bidang Ekonomi dan Keuangan. Remuneration and GCG Committee since 2008. Remuneration and GCG Committee since 2008. serta Vice Factory Manager dan berbagai posisi manajerial di Toray Group Indonesia.PCA FM (Radio Mitigasi Gempa dan Informasi Pendidikan & Lingkungan. Department of Finance since 2008 while actively observing climate change issues at the national and international level. Bantuan RNW Belanda) (2007 – sekarang). Commissioner of PT AMM (2007). Mr. Japan. Industrial Engineering. Remunerasi dan PSDM Nomination. Muncie. Departemen Keuangan (sejak 2008). USA (1990). Indiana. Industrial Engineering. Serving as Middle Researcher at Fiscal Policy Agency. Komisaris PT AMM (2007). Boston. Mr. Actively participating in local and overseas seminars and training courses in the area of Total Production Management. and HSE at Toray Industries Inc & AOTS. Master of Arts degree in Economics from Ball State University. Remunerasi dan GCG sejak 2008. antara lain mengenai Total Production Management. Perjalanan karir sebelumnya adalah sebagai Ketua Koperasi Puslitbang (sejak 1995). with the aid of RNW Holland) (2007-present). Jakarta. Aktif mengikuti berbagai seminar & training di dalam dan luar negeri. Wahyudi has been a member of Nomination. Remuneration and GCG Committee’s Profile Noeroso L. He received a graduate degree in Corporate Economics in Jakarta (1985). Human Resources. Tieja has a graduate degree in Management and master’s degree in Human Resource Management from University of Muhammadiyah. Mendapat Certifiticate on Academic Preparation Program Boulder – Colorado USA (1988) dan meraih gelar Master of Arts in Economics di Ball State University. He has been a member of Nomination. sebagai Direktur . Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi. USA (1993). Human Resources Management dan HSE di Toray Industries Inc & AOTS Jepang. Meraih S-1 bidang Manajemen dan S-2 bidang Human Resources Management di Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta. Perjalanan karir sebelumnya.DATA PERSEROAN 302 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Nominasi. MA Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. USA (1990). Took one-month training in Environmental Economic Policy Analysis in Harvard University. Wahyudi. Previously he held various posts including Director of PCA FM Radio (Earthquake Mitigation and Educational and Environmental Information. Badan Kebijakan Fiskal. (1982 – 2008). and Vice Factory Manager and various managerial positions at Toray Group Indonesia (1982 – 2008). . Fakhrudin Tieja SE. MM Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak 2008.

. Moestopo (Beragama) Jakarta. Menjabat sebagai Sekretaris Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Univesitas Prof. Appointed member of Nomination. Participating in national and international seminars on industrial relations since 1979. and Dean of School of Economics of the same University since November 2010. University of Prof. Sumarhadi Anggota Komite Nominasi . Dr. Serving as Secretary. Moestopo (Beragama) since 2007. master’s degree in Management (1996) from Indonesian Tourism Development Institute and doctorate degree in Education Management (2002) from Universitas Negeri Jakarta. Moestopo (Beragama) Jakarta. Remuneration and HRD Committee in November 2010. dan S-3 Manajemen Pendidikan tahun 2002 dari Universitas Negeri Jakarta. Dr. Dr. dan sebagai Dekan di Fakultas Ekonomi pada Unuversitas yang sama sejak November 2010. Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Holds a graduate degree in Management (1983) from University of Prof. Post-Graduate Program of Management.Dr. Moestopo (beragama) sejak tahun 2007.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 303 Dr. Pendidikan S-1 Manajemen tahun 1983 dari Universitas Prof. Remuneration and HRD Committee Menjabat sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak bulan Nopember 2010. S-2 Manajemen tahun 1996 dari Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia. Selain itu sejak 1979 – saat ini telah mengikuti seminar nasional dan internasional tentang hububungan industrial.

Lexington USA tahun 1989 dan menyelesaikan Program Doktor bidang Economics (Industrial Organization. Mr. Kedeputian III Bidang Koordinasi Energi. Energy Coordination. master program in International Economics at University of Kentucky. kemudian menyelesaikan program Master bidang International Economics dari University of Kentucky. 2010. Completed his graduate studies in Agribusiness at Bogor Institute of Agriculture in 1983. International Trade) dari universitas yang sama tahun 1993.DATA PERSEROAN 304 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Good Corporate Governance Nomination. Lexington USA in 1989 and doctorate program in Economics (Industrial Organization. Winarso is also a guest lecturer in graduate and master programs at various universities at home and abroad. . following his previous posts as Head of Electricity Division. Mineral Resources and Forestry. International Trade) at the same university in 1993. Selain itu mengajar sebagai Dosen Tamu pada program Master maupun Strata 1 di berbagai universitas dalam maupun luar negeri. Remuneration and GCG Committee’s Profile Bambang Adi Winarso. Coordinating Ministry of Economy. International Finance. He is Assistant to Deputy Head of Energy and Electricity. Coordinating Ministry of Economy in addition to his assignment as Commissioner of PT Indonesia Comnet Plus. tahun 1983. 2009. Appointed member of Nomination. Phd Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. Kementrian Bidang Koordinasi Perekonomian. and member of GCG Committee on July 30. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selain menjabat sebagai Komisaris di PT Indonesia Comnet Plus. International Finance. Menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Energi dan Ketanagalistrikan. Remuneration and GCG Committee on October 1. Menyelesaikan pendidikan S-1 bidang Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor. setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Ketenagalistrikan. Sumberdaya Mineral dan Kehutanan.

kemudian menyelesaikan program Master of Arts in Development Studies (Studi Pembangunan) dari Murdoch University. Remuneration and GCG Committee on October 1. Until 2008 he was Head of Climate and Weather Sub-directorate. Prior to his career with Bappenas. he was employed by Hutama Prima Joint Operation. Menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Teknik Sipil bidang Manajemen Konstruksi dari Institut Teknologi Bandung. . a road construction contractor. pernah bekerja pada Hutama Prima Joint Operation. tahun 1990. and master program in Development Studies at Murdoch University. setelah sebelumnya 2002-2006 menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Lingkungan Usaha Pertambangan Rakyat. Perth. Menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Iklim dan Cuaca. MA Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. Australia in 1999. Bappenas. Australia tahun 1999. 2010. Directorate of Environment. kontraktor pembangunan jalan dan PT Tripatra Engineering. Mr. Bappenas hingga 2008. perusahaan konsultan. Directorate of Mineral Resources and Mining. 2009 and member of GCG Committee on July 30. Sebelum berkarir di Bappenas. In addition.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 305 Ir. Bappenas. selain mengikuti berbagai seminar dan training di dalam maupun di luar negeri. Bappenas. Perth. a consulting firm. Antonaria was appointed member of Nomination. He completed his graduate studies in Civil Engineering. he has participated in various domestic and overseas seminars and training sessions. Direktorat Lingkungan Hidup. Antonaria. and PT Tripatra Engineering. Direktorat Sumberdaya Mineral dan Pertambangan. From 2002 to 2006 he was posted as Head of Small Scale Mining Business Subdirectorate. Construction Management at Bandung Institute of Technology in 1990.

Si Anggota Komite Risiko Usaha. Insurance and Post-Mining Committee Menjadi Anggota Komite Risiko Usaha. Insurance and Post-Mining Committee’s Profile Andi Noviarto. Noviarto was appointed member of Business Risk. Pertambangan Umum-Biro Lingkungan dan Teknologi (1999-2002). . She was posted as Head of Environmental Management Sub-division. Menyelesaikan program doctoral pada Tohoku University. Completed his doctorate program in Agriculture and Resource Economics at Tohoku University. 2009. D Anggota Komite Risiko Usaha. Asuransi dan Pasca Tambang Member of Business Risk. General Mining Division. Sumber Daya Mineral. Asuransi dan Pasca Tambang Member of the Business Risk. Japan (2001). Faridha. Mineral Resources and Forestry. Insurance and Post-Mining Committee since March 16. Currently he is Assistant Deputy of Forestry at the office of Energy. dan Pasca Tambang sejak 16 Mei 2009. Coordinating Ministry for Economy. Has been an Environment Researcher since 2004. Saat ini sebagai Peneliti di bidang Lingkungan (2004-sekarang). Environment and Technology Bureau (1999-2002). 2009 Mr.DATA PERSEROAN 306 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Risiko Usaha. Technological Research and Development Center for Electricity and Renewed Energy (20022004). Asuransi Dan Pasca Tambang Business Risk. Menyelesaikan pendidikan Teknik Kimia dari Universitas Syiah Kuala (1993). Ph. Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Maret 2009. Graduated from University of Syiah Kuala with a degree in Chemistry Engineering (1993) and further completed her master program in Environmental Sciences at University of Indonesia (2004). Ir. Kepala SubBidang Dokumentasi dan Informasi-Puslitbangtek Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (2002-2004). Jepang tahun 2001 di bidang Agriculture and Resource Economics. Head of Documentation and Information Sub-division. She has been a member of Business Risk. Insurance and Post-Mining Committee Menjadi anggota Komite Asuransi. dan Kehutanan-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian On May 16. menyelesaikan program Magister bidang Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia (2004). Risiko Usaha. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala SubBagian Pengelolaan Lingkungan Bid. Insurance and PostMining Committee. Saat ini menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Kehutanan pada Deputi Bidang Energi. M.

Karsowidjojo was appointed member of Business Risk. as Team Leader of Internal Audit (2005-2008). Mr. sebagai Team Leader Internal Audit (2005-2008). termasuk mengikuti program Officer Development Program di PT Samudera Indonesia. Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Mei 2009. Accounting Science. Fakultas Ekonomi (2003) di Jogjakarta.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 307 Pramuditho Karsowidjojo Anggota Komite Risiko Usaha. Asuransi dan Pasca Tambang Member of the Business Risk. kemudian bergabung dengan PT Silkargo Indonesia Jakarta (Afiliasi PT Samudera Indonesia) dengan posisi sebagai Manager di Departemen Finance (2008-Sekarang). Bidang Akuntansi. and PT Silkargo Indonesia Jakarta (Affiliate of PT Samudera Indonesia) as Manager of Finance Department (2008-present). . Prior to joining PTBA he worked for PT Samudera Indonesia. Insurance and Post-Mining Committee Menjabat sebagai Anggota Komite Risiko Usaha. One of the training sessions he attended was Officer Development Program at PT Samudera Indonesia. Menyelesaikan pendidikan kesarjanaan dari Universitas Islam Indonesia. Sebelum bergabung dengan PTBA bekerja pada PT Samudera Indonesia. Sempat mengikuti berbagai pelatihan. Graduated from Islamic University of Indonesia. Insurance and Post-Mining Committee on 16 May 2009. School of Economics (2003) in Jogjakarta.

K. Umiyatun Hayati Triastuti. DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS Dr. Thamrin Sihite. ME Komisaris Commissioner Ir. and Capital Market Supervisory Board Regulation No. the Board of Commissioners and Directors of PT Bukit Asam (Persero) Tbk.6 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik. MHum. MSc. In accordance with Corporate Law no. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner . Chapter 67. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono. Abdul Latief Baky. 40/2007. Laporan Tahunan ini juga memuat Laporan Tuga Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. menyatakan telah menyetujui dan bertanggung-jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2010. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. MSc Komisaris Commissioner Ir. Dewan Komisaris dan Direksi PT Bukit Asam (Persero) Tbk. hereby state that we have approved and are fully responsible for the validity of the Company’s 2010 Annual Report.6 on Annual Report Submission Requirements for Public Companies.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 67 dan Peraturan Bapepam No. The Company’s Annual Report contains the Board of Commissioners’ Monitoring Report and Consolidated Financial Statement for the years ending 31 December 2010 and 2009. dengan ini kami. SE.x. Ir. X.DATA PERSEROAN 308 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Statement of Board of Commissioners and Directors Sesuai dengan Undang-Undang No. we.K.

Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum General Affairs & HRD Director . Drs. Milawarma M. Eng Direktur Operasi/Produksi Operation/Production Director Ir. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. MSc Direktur Keuangan Finance Director Ir.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 309 DIREKSI BOARD OF DIRECTORS Ir. Sukrisno Direktur Utama President Director Ir.

310 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 311 Laporan Keuangan Audited Financial Statement .

312 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful