PT Asam ASAM (PERSERO) Tbk PT BukitBUKITTbk 2010 Annual Report 1 LAPORAN TAHUNAN 2010 ANNUAL REPORT

Memacu Daya, Meningkatkan Hasil
Enhancing Capacity for Higher Output

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Mewujudkan Visi Menjadi Perusahaan Tambang Batu Bara Utama
Realizing a Major Coal Mining Company

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 1

S

ebagai salah satu perusahaan tambang utama di Indonesia, PTBA kini mewujudkan rencana optimalisasi potensinya dengan membangun infrastruktur untuk menunjang kegiatan produksi maupun transportasi, meningkatkan kapasitas produksi dan mengintegrasikan sistem pengelolaan hasil produksi dengan pemasokan batubara ke konsumen. Pelaksanaan program di tahun 2010 tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan Perseroan di masa mendatang yang kini mulai menunjukkan hasilnya.

Being one of Indonesia’s major coal mining

companies, PTBA optimizes its potentials by constructing infrastructure to support production and transportation, stepping up production capacity, and integrating production management system with coal supply to consumers. The 2010 program was part of the Company’s expansion plan that has come to fruition.

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operasional Yang Semakin Efisien
More Efficient Operations

Biaya Produksi
Production Cost

5,6%
The Company’s cost of self-managed production per ton at mine mouth is the lowest among similar companies. And yet the Company maintains its operating efficiency drive that has enabled production to increase at reduced output cost, although fuel and labor costs continue escalating. Hence, the Company successfully cut production cost per ton at mine mouth by 5.6% from the preceding year.

Biaya produksi batubara swakelola Perseroan di mulut tambang per ton adalah salah satu yang terendah di Indonesia untuk perusahaan sejenis. Namun demikian Perseroan tetap melakukan berbagai langkah efisiensi operasional, sehingga ditengah kecenderungan peningkatan biaya bahan bakar dan tenaga kerja, berhasil meningkatkan volume produksi dengan biaya per output produk yang semakin rendah. Dengan upaya tersebut Perseroan dapat menurunkan biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang sebesar 5,6% dari biaya tahun 2009.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 3

Volume Produksi dan Penjualan Yang Meningkat
Higher Production and Sales

Total Produksi
Production Total

7,4% 3,7%

Revitalisasi dan optimasi peralatan produksi membuat Perseroan mampu meningkatkan produksi hingga sebesar 7,4%, diiringi dengan keberhasilan perluasan pasar dan kerjasama dengan PTKA dalam upaya meningkatkan kapasitas angkut kereta api, sehingga volume penjualan batubara meningkat 3,0%. Revitalizing and optimizing production equipment boosted production by 7.4% and expanded market through joint operation with PTKA to improve railway loading capacity and resulted in coal sales increase of 3%.

Total Penjualan
SalesTotal

4

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Pengembangan Usaha Yang Terintegrasi dan Dinamis
Integrated and Dynamic Business Development

Realisasi pengembangan usaha secara terintegrasi kini telah semakin mewujud, yakni; pembangunan PLTU skala kecil dengan bobot pekerjaan telah mencapai 85%, pasar batubara kalori rendah dengan cadangan berlimpah yang semakin terbuka, pengembangan potensi ekonomis dari Coal Bed Methane (CBM) yang telah memasuki tahap persiapan pemboran eksplorasi dan pembangunan jalur KA khusus batubara ke Lampung yang telah sampai pada penandatanganan kontrak EPC. The result of integrated business development is getting more obvious: the construction of small-scale TPP was 85% completed, wider market for low-calorie coal with abundant reserves was ready, Coal Bed Methane (CBM) project was nearing exploration drilling phase, and EPC contract for constructing coal transporting railway to Lampung was signed.

Pembangunan PLTU
Power plant construction

PTBA retained its National GREEN PROPER award in 2010.394 hectares divided into 12 zones. For its effort to manage the surrounding environment. Atas upaya pengelolaan lingkungan tambangnya. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 5 Standar Baru Dalam Pengembangan Lingkungan New Standards of Environmental Development Sebagai wujud kepedulian pada upaya pelestarian lingkungan.394 HA yang terbagi atas 12 zona. PTBA berhasil mempertahankan PROPER HIJAU tingkat Nasional di tahun 2010. Perseroan melanjutkan pembangunan TAHURA Tanjung Enim seluas 5. PROPER HIJAU Green PROPER As evidence of its concern for environmental conservation. the Company continued the development of Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA) measuring 5.

TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology • Evaluasi dan penggantian sistem operasional secara berkala. • Merekondisi dan memindahkan 2 unit BWE dari lokasi TAL ke MTBU. • Memenuhi keperluan daya listrik sendiri. • Pembangunan PLTU Unit Tanjung Enim 3 x 10 MW mencapai 85 %. PENGEMBANGAN OPERASIONAL Operational Development COAL BED METHANE (CBM) • Sebagai Bahan Bakar PLTU. • Upgrade perangkat keras. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Thermal Power Plant • Menjual listrik kepada PLN. • Membangun PLTU kecil untuk kebutuhan sendiri di tiga lokasi.6 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Sasaran Pengembangan Perusahaan Company Development Goal DIVERSIFIKASI PENDAPATAN Diversification of Earnings BATUBARA KALORI RENDAH Low Calorie Coal Pemanfaatan sebagai bahan bakar PLTU milik sendiri maupun milik IPP lain/PLN. • Dijual sebagai BBG. Pembebasan Lahan 100% dan transmisi 88%. • Penunjukkan kontraktor EPC dan renegosiasi tarif listrik untuk PLTU Banjarsari 2 x 100 MW. • Perawatan rutin 3 unit BWE lainnya. • Membangun PLTU ukuran sedang dan besar untuk dijual ke PLN. PLTU Mulut Tambang 2x300 MW di Peranap Riau. • Memulai program penambahan APU. Meningkatkan produksi swakelola dengan porsi di atas 40%. • Penunjukan Kontraktor EPC untuk PLTU Tarahan 2 x 8 MW. JANGKA PANJANG LONG TERM Mengembangkan potensi ekonomi CBM di wilayah konsesi PTBA (Tanjung Enim. Menjadikan TI sebagai tulang punggung operasional Perseroan. • Persiapan pemboran eksplorasi di Tanjung Enim. • Integrasi sistem penanganan produk. PERALATAN PRODUKSI Production Equipment • Optimalisasi 5 unit BWE sistem. • Upgrade peralatan hardware. • Penggantian dan penambahan armada truk & shovel dengan kapasitas yang lebih besar. terutama truk dan shovel. • Memperoleh proyek UKL dan UPL. TUJUAN OBJECTIVE Menandatangani kontrak penjualan batubara peringkat rendah jangka panjang untuk PLTU milik PLN. PROGRAM 2010 2010 PROGRAM Memanfaatkan nilai ekonomi batubara kalori peringkat rendah sebesar lebih kurang 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum dieksploitasi. • Tahap lelang EPC dan negosiasi tarif listrik untuk PLTU mulut tambang 2 x 10 MW Peranap. Ombilin dan Peranap). • Ikut serta dalam proses tender IPP PLTU Mulut Tambang 2 x 300 MW dan 2 x 600 MW di Tanjung Enim. Meninigkatkan manfaat nilai ekonomi dari batubara kalori periingkat rendah sebesar kurang lebih 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum diproduksi. .

• Panandatanganan kontrak EPC dan presentasi KA khusus Kertapati . • Sosialisasi GCG pada pegawai. . Menjadi Good Corporate Citizen. Meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan evaluasi secara berkala. COC dan Board Manual). • Memantau lingkungan di tiga lokasi utama sesuai standar BML..439 peserta. • Meningkatkan pemanfaatan sumber daya air. • Pelaksanaan revegetasi dan pembangunan Taman Hutan Raya. Menunjang volume penjualan hingga 82 juta ton/tahun. • Melakukan pelatihan SDM yang diikuti 3. • Melakukan asesmen terhadap 334 karyawan dan mempromosikan 45 karyawan.Tarahan. • Melaksanakan program Bina Wilayah. • Melaksanakan program PKBL. • Revegetasi lahan pascatambang secara bertahap dan berkelanjutan. • Pernyataan kepatuhan seluruh pegawai dalam penerapan COC GCG. • Tahap pembentukan SPP (unit whistleblower policy). • HOA pembangunan jalur KA khusus ke Tanjung Api-api (Sumsel) dengan Adani (India). secara bertahap di lokasi rencana Zona Penerima. • Persiapan fasilitas produksi di MTBU mencapai 65%. • Asesmen oleh pihak independen. • Membangun jaringan KA khusus batubara. • Pelaksanaan program CSR dan pengembangan masyarakat. SDM yang memiliki kualitas internasional. • Memperbarui kesepakatan dalam Kontrak Kerja Bersama dengan wakil SPBA. • Pengembangan coal handling facility di Tanjung Enim dan di pelabuhan Tarahan. • Refurbishment dermaga di Kertapati. • Bekerja sama dengan KA untuk meningkatkan kapasitas angkut jaringan yang sudah ada. MENINGKATKAN TATA KELOLA Corporate Governance Development MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources Development MENINGKATKAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Environmental Development • Melengkapi seluruh pranata organisasi. • Meningkatkan best practises penerapan GCG dan evaluasi berkala.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 7 INFRASTRUKTUR Infrastructure • Peningkatan kapasitas bongkar muat pelabuhan dan stockpile. • Pengesahan Soft Structure GCG (GCG Code. • Terpeliharanya lingkungan alam yang lebih asri. • Peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

530.2 48.4 40.542 921.947.0 62.6) (35.220 2.7 57.036.1 26.104.728 959.498.150) 2.039 (3.0 365.713) 9.346.517 125.315 217.376.979 187.002 (1.366.075 997.156 4.734 2.235 198.5 85.133 548.389 7.891 2.909.2 28.556 46.133 4.352.750 1.3 36.720 1.593) 2.844.548.699 4.295.9 33.553 (1.678 171.Depresiasi dan Amortisasi 62.8 75.6 23.901 158.466 5.707.304 872 26 2.23 102.957 RASIO-RASIO (Dalam %) RASIO PERTUMBUHAN Penjualan Laba kotor Laba usaha Laba bersih Laba bersih per saham RASIO USAHA Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba kotor terhadap penjualan usaha terhadap penjualan bersih terhadap penjualan kotor terhadap jumlah ekuitas usaha terhadap jumlah ekuitas bersih terhadap jumlah ekuitas kotor terhadap jumlah aset usaha terhadap jumlah aset bersih terhadap jumlah aset 46.736 8.097 789.184 15 3.372 8.9 34.8 491.4 57.699 5.2 35.2 42.792 151.9 54.875 6.918 411.156.746 8.644.043 2.687 1.106.3 RASIO KEUANGAN Aset lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas PENGELUARAN MODAL (Dalam juta Rp) Rutin Pengembangan Jumlah pengeluaran modal * Disajikan kembali ** Harga Pokok Penjualan + Beban Usaha .1 25.258.988) 3.2 31.228 (3.136) 3.709.152 562.158 301.779 120.848 1.7 59.527 3.3 59.343 308 1.380.932 447.836 128.315.1) (26.953 266.041.3 62.686.04 111.IKHTISAR UTAMA 8 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Ikhtisar Keuangan Financial Highlights NERACA (Dalam juta Rp) ASET Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset lancar Taksiran Klaim atas Kelebihan Pembayaran Pajak Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Aset tidak lancar lainnya (bersih) Aset tidak lancar Jumlah aset KEWAJIBAN DAN EKUITAS Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Kewajiban lancar lainnya Kewajiban lancar Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban jangka panjang lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah kewajiban Hak minoritas Jumlah ekuitas Jumlah kewajiban dan ekuitas Modal kerja bersih 73.104 1.057 (5.8 26.078.722.216.502 .754 526.391 122.927 6.072 174.166 (1.132 6.459 409.063 ??? 8.832 2.092 (1.2 47.076.147.0 616.701.423 610.675) (1.783.501 1.178 423.733 79.740 84.116 675.672 (837.055) (6.743 2.578 5.225 58.622.7 30. kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Beban usaha Laba usaha Pendapatan lain-lain (bersih) Bagian (rugi)/laba bersih dari perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak penghasilan Pajak penghasilan Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham Harga pasar saham terhadap laba bersih per saham EBITDA Pengeluaran usaha** 7.650.008) 2.212 1.156 748.7 88.352) 3.998.645.584 362.266 774 911.8 60.4 23.8 (11.402.990 553.0 43.483 69.385 128.0 37.295.771 2.62 199.063 446.596.2 29.2 50.843.078.8 40.301) 4.7 33.154 (4.369 431.908 1.451 74.022 6.304 1.846) 1.942 56.578 3.292.392 2010 2009 2008 PERHITUNGAN LABA RUGI (Dalam juta Rp.727.925 81.762.187 8.505.650 (600.723 2.987 1.722.512 6.008.669.392 3.6 41.565) 2.4) 24.599.19 644.0 117.972 199.054.063 383.281.559 5.005 701.908 759.304.624 420.133.2 135.5 178.954 2.304 741 9 2.028.238) 3.527 5.551.032.4 42.949.6) (24.661 76.8 28.854 (4.0 135.493.4) (26.310 48.1 39.106.

482 25.979.6 13.501 3.181 2.480 (2.509) 485.8 32.407) 1.7 33.931 26.451 431.451 2.514 (1.622.803.198.350 83.153.776 12. net Current Assets Estimated claims for tax refund Investments in associated Mining properties.025 403.2 43.055 163.541 3.95 (180.825 (725.8 17.998 39.8 22.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 9 2007* 2.519 1.335.9 (In percentage) GROWTH RATIO Sales Gross profit Operating income Net income Earning per share OPERATIONAL RATIO Gross profit to sales Operating income to sales Net income to sales Gross profit to equity Operating income to equity Net income to equity Gross profit to total assets Operating income to total assets Net income to total assets FINANCIAL RATIO Current assets to currents liabilities Total liabilities to total assets Total liabilities to total equity CAPITAL EXPENDITURES (In million Rp) 24.123.771) (2.112 1.222.734 1.819 560.249 17.56 800.1 15.009.7 34.080.030) 1.831 3.Working Capital INCOME STATEMENTS (In million Rp.318 2.2 17.254 355.107.67 2.5 37.979.035 774.6 544.1 4.916.Depreciation and Amortization .347 99.734 16.347.019 360.352 188.082.2 28.761 1.341 170.335.6 49. net Non Current Assets Total Assets LIABILITIES AND EQUITY Trade payables Accrued Expenses Taxes Payable Othar Cerrets Liabilities Total Currets Liabilities Provision for retirement and employee benefits Provision for environmental protection reclamation and mine closure Other long term liabilities Total Non Currets Liabilities Total Liabilities Minority Interest Total Total Liabilities And Equity Net .001 3. except earnings per share) 4.973 3.2 759.7 58.5 27.936 2006 1.5 18.3 17.545 310.241 898.0 0.501.936) 1.295.675.508 271.8 18.181 2.181 99.019 97.137 293.460 3.304 211 17 738.5 49.838 71.1 25.857 Routine Development Total capital expenditures * As restated ** Cost of Sales + Operating Expenses .107.8 15.297) 656.75) (601) 726.211 2.1 40.304 315 38 1. net Fixed assets.970 Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income (net) Share in net (loss)/income of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net income of subsidiaries Net income Number of share (in million share) Earning per share Price earning ratio EBITDA Operating expenditures** RATIOS 16.295.291.855 (2.174 668.6 60.765 547.073 (678.533 292.6 21.4 21.831 3.7 21.95 75.526 12.3 39.59 194.414 447. net Other current assets.159 261.571 455.519 1.533.984 114.562 (282.5 48.154 2.539 64.87 744.6 36. net Inventories.3 413. net Other non-current assets.127 483 368.228 BALANCE SHEET (In million Rp) ASSETS Cash and cash equivalents Trade receivables.0 21.093 12.841) 896.

622.304.493.7 726.8 3.2 4.IKHTISAR UTAMA 10 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Aset (Rp miliar) Penjualan 8.707.909.106.008.9 7.082.2 7.669.533.979.078.3 2. 101 105 165 06 07 08 09 10 .727.9 1.2 3.7 8.123.2 738.184 872 (Rp) 2.722.9 6.0 2.548.1 741 485.0 1.5 656.0 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Laba Bersih (Rp miliar) EBITDA (Rp miliar) Laba Bersih per Saham 1.7 2.216.6 (Rp miliar) Laba Usaha (Rp miliar) Operating Income (Billion Rp) 8.0 2.2 3.0 211 315 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Dividen per Saham (Rp) 533 371 Meningkatkan efisiensi seraya fokus pada pengembangan usaha untuk memberi nilai yang lebih tinggi.107.844.8 897.9 3.8 3.7 2.947.

240.150 2.472 2.484.068.416.796 5.400 1.843 9.510 • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat UPT Total Production Ombilin Mining Unit (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Total Production PURCHASES (in tons) 511.086.728 2.022.840 1.783 574.509 5.426.792 8.613 4.430 10.454.199 10.218 3.940 10.131.161 784.310 4.984 1.169.892 10.536.510 • PT Bukit Asam Prima • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Total Purchase Total Production & Purchase RAILWAY TRANSPORTATION (in tons) 8.300.637.424 4.750.606.272.649 2.147.430 6.722.511 8.498.956.915.712.690 8.695.817 4.014 4.209 880.090 6.114 9.835 400.852.763.640 8.884 3.228.030 10.757.803.478.566 8.770 783.896 Domestic Export Total Sales .175.180.657 3.312 12.955.012 9.013 1.165.620 76.243 57.776 1.950.333 574.450 1.429 8.588 508.586 9.783 12.461.388 13.280.630.402 5.501 1.258 1.971 507.850 11.185 1.548.522 10.150 1.846.320 Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation SALES (in tons) 8.294 1.321.251 722.310.558 12.109 712.871.797.600.708 366.400 1.477 1.277.968 2.006.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 11 Ikhtisar Operasi Operational Highlights PRODUKSI (dalam ton) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi PEMBELIAN (dalam ton) • PT Bukit Asam Prima • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian ANGKUTAN KERETA API (dalam ton) Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan PENJUALAN (dalam ton) Domestik Ekspor Jumlah Penjualan 2010 2009 2008 2007 2006 PRODUCTION (in tons) Tanjung Enim Mining Unit (UPT) 6.595.002 12.476.240.271.144.288.552 12.683 840.165.945 5.553.819 391.077 10.100 2.487.781 2.920.339.049 560.114 400.546 10.050.912 11.897.870 8.397.922 6.580 8.736 8.900.734 6.612 12.665.388.

2nd Rank in Mining Companies category in Investor Award presentation. 3rd Rank Operations Management.IKHTISAR UTAMA 12 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Penghargaan dan Sertifikasi Award and Certifications Januari January The Best Company Of The Year dalam International Good Company Award. The Best Performing Listed Company 2010 by Investor Magazine version. The Best Role of Stakeholder in IICD Corporate Governance Award 2010 from Investor Magazine. Peringkat ke 3 Operation Management. dan Peringkat ke 3 GCG Implemention dalam Acara Business Review Award. Stern Steward & Co. . Stern Steward & co and Swa. Peringkat ke 1 Finance Performance. Juli July The Best Public Companies based on WAI dari Indonesia’s Best Wealth creators 2010 (Wealth added Index) Method Indonesia. Peringkat 2 dengan Kategori Perusahaan Pertambangan. The Best Role of Stakeholder dalam IICD Award Corporate Governance Award 2010 dari Majalah Investor. and 3rd Rank GCG Implementation in Business Review Award presentation. and SWA Magazine Desember December Predikat Terpercaya dalam GCG Award yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance & Majalah Swa. November November PROPER HIJAU tingkat Nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup. Predikat Aditama untuk Lingkungan dari Kementrian ESDM. The Best Public Company from Indonesia’s Best Wealth Creators 2010 (Wealth Added Index) Method Indonesia. The Best Company of the Year in International Good Company Award presentation. Agustus August 3rd Best Website dalam acara BUMN Award. Mei May The Best Performing Listed Company 2010 dari Majalah Investor. 1st Rank Finance Performance. Aditama Predicate for Environment from EMR Ministry. dalam acara Investor Award. 3rd Rank 2009 Annual Report Award (nonfinancial listed company). September September Rangking 3 Annual Report Award 2009 kategori Non Keuangan Listed Company. The Most Trusted Company in GCG Award organized by The Indonesian Institute for Corporate Governance & SWA Magazine. 3rd Best Website in BUMN Award presentation. National GREEN PROPER Award from Ministry of Environment.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 13

Piagam dan Trofi Penghargaan
Sertificate and Trophy Awards

BUSINESS REVIEW AWARD

ADITAMA

ANNUAL REPORT AWARD

3rd BEST WEBSITE BUMN AWARD

AEI & BEI CHARITY GOLF TOURNAMENT

2nd BEST SUSTAINABILITY REPORTING

CORPORATE GOVERNANCE AWARD

SWA 100 : BEST WELATH CREATORS

IKHTISAR UTAMA

14

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Main Highlights

Peristiwa Penting 2010
2010 Significant Event

Februari

February

23

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTBA dan PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) tentang Pengembangan Gasifikasi Batubara dan Pemanfaatan Gas Hasilnya sebagai Bahan Baku dan Bahan Bakar di Pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) on Coal Gasification and Resultant Gas Usage as Raw Material and Fuel in PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) factory.

Maret

March

23

Penandatanganan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Operation & Maintenance (O&M) antara PT Bukit Asam Transpacific Railway (anak perusahaan PTBA) dan China Railway Group Limited di Beijing untuk Proyek Pembangunan Angkutan Kereta Api dan Pelabuhan Batubara dengan panjang jalur sekitar 307 KM dan kapasitas angkut 27 juta ton per tahun. Signing Engineering Procurement Construction (EPC) and Operation & Maintenance (O&M) Agreements between PT Bukit Asam Transpacific Railway (subsidiary of PTBA) and China Railway Group Limited in Beijing for Railway and Coal Port Development Project, length 307 Km and capacity 27 million tons per annum.

April

April

21
Juni

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2010, dengan salah satu keputusan Utama Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Annual General Meeting of Shareholders, one of the resolutions was to amend the Articles of Association.

June
Penandatanganan Nota Kesepahaman/MOU antara PTBA dan PLN tentang pasokan batubara kalori peringkat rendah ke PLTU milik PLN. Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT PLN to supply low-calorie coal to PLN TPP.

10

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 15

Agustus

August

25

Penandatanganan Head of Agreement (HOA) antara PTBA, PT Adani Global dan Pemprop Sumatera Selatan tentang Angkutan Batubara. Signing Head of Agreement (HOA) among PTBA, PT Adani Global and South Sumatera Provincial Administration regarding coal transportation.

November

November

15

Mempertahankan peringkat PROPER HIJAU tingkat Nasional. Retaining National GREEN PROPER Award.

Desember

December

1 3

PTBA membagikan Dividen Interim Tahun Buku 2010. Paying interim dividend for accounting year 2010.

Penandatanganan Amandemen Kontrak EPC PLTU mulut tambang Banjarsari 2 x 100 MW. Signing Amendment to EPC Contract for Banjarsari mine mouth 2x100MW TPP.

16

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Daftar Isi
Table of Contents
2 5
6 6 9 10 SEKILAS KINERJA PTBA PTBA Performance Highlights IKHTISAR UTAMA Main Highlihts Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Operasi Operational Highlights Penghargaan Dan Sertifikasi Award And Sertification Peristiwa Penting 2010 2010 Significant Event DAFTAR ISI Table of Contents INFORMASI PERSEROAN Corporate Information Visi dan Misi Visi and Mission Riwayat Singkat Brief History Kegiatan Usaha Business Activity Lokasi Operasi Perseroan Operational Location Sumber Daya dan Cadangan Batubara Coal Resources and Resources Produk Batubara Coal Products Alamat Kantor Office Address Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi Subsidiaries and Associated Companies Struktur Organisasi Organization Structure INFORMASI BAGI INVESTOR Investors Information Kondisi Pasar Modal Capital Market Condition Kronologis Pencatatan Saham PTBA Corporate Share ... Kinerja Saham Ptba Financial Highlights Daftar Pemegang Saham Shareholders Kebijakan Dividen Dividend Policy LAPORAN MANAJEMEN Management Report Laporan Komisaris utama Report from The President Commissioner Laporan Direktur Utama Report from the President Director LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Operational Management Report Rencana Strategis Strategic Plan

45 45 78

12 13
45 46 47 47 49 50 54 55 60

89 123 233

Pengembangan Usaha Business Development Risiko dan Manajemen Risiko Risk and Risk Management Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Perlindungan Lingkungan (K3LL) Health and Work Safety and Environmental Conservation Laporan Pelaksanaan Reklamasi dan Rehabilitasi Implementation Report of Reclamation and Rehabilitation Pengembangan Teknologi Informasi Information Technology Development Pengembangan Sumber Daya Manusia Human Resource Development PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Management Discussion and Analysis Kondisi Umum dan Prospek Usaha General Condition and Business Prospects
Kondisi umum perekonomian global dan Indonesia Lorem ipsum dolor sit amet Prospek permintaan batubara Coal Demand Prospects

157
122 122 122 133 119 111 111

Laporan Kinerja Usaha Business Performance Report
Segmen Batubara Lorem ipsum Segmen Briket Lorem ispum

64
64 64 67 23 23

Tinjauan Kinerja Keuangan Financial Review

46 47 47 49 50 54

Neraca Lorem Perhitungan Laba Rugi Lorem ipsum Arus Kas orem ipsum Rasio-rasio Keuangan Lorem ipsum Kebijakan Permodalan dan Modal Kerja Bersih Lorem ipsum dolor Realisasi Belanja Modal Lorem ipsum

45
56 45

55 60
64

69
45

Strategi Bisnis di Tahun 2011 2011 Business Strategy Informasi-informasi Material Material Information
Perjanjian-perjanjian Penting Lorem ipsum

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 17

64 67 23 23 25 35 34 122 122 123 111

Transaksi Benturan Kepentingan Lorem ipsum Transaksi Material Lorem ipsum Program Penjualan Kembali Saham Perseroan Lorem ipsum dolor Akuisisi lorem ipsm Pendirian Anak Perusahaan Lorem ipsum Transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa Lorem ipsum dolor sit amet Reklasifikasi Akun Lorem ipsum

122 122

Pelaksanaan Prinsip-prinsip Dasar GCG Implementation of GCG Basic Principles Perkara Hukum dan Lain-lain Lorem ipsum LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Corporate Social Resposibilities Pengantar Strategic Plan Program Kemitraan dan Bina LIngkungan Business Development

69
45 45

Kejadian Luar Biasa dan Informasi Setelah Tanggal Neraca Significant and Subsequent Events
Perubahan perundang-undangan dan peraturan pemerintah Lorem ipsum dolor sit amet Perubahan Kebijakan Akuntansi Lorem ipsum Kejadian setelah tanggal neraca Lorem ipsum dolor sit

157
122 123 123 123 6 45 55 60 122 122 122 122

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Corporate Governance Report Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Implementation of Corporate Governance
Tujuan Penerapan Lorem ipsum Assesment Praktek GCG Lorem ipsum Panduan dan Struktur Tata Kelola Lorem ipsum

45 78

89

RUPS Lorem ipsum Hubungan serta Koordinasi Dewan Komisaris dan Direksi Lorem ipsum Dewan Komisaris Board of Commissioner Direksi Board of Director Komite-komite dan Laporan Komite Committee and Committee Report Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Internal Audit and Control System Kode Etika Berperilaku Code of Conduct

123

233

Pengelolaan Pelestarian Lingkungan Risk and Risk Management Pemenuhan Hak-hak Karyawan dan Penghargaan terhadap Hak Azasi Manusia Health and Work Safety and Environmental Conservation Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan Implementation Report of Reclamation and Rehabilitation Komitmen terhadap Kualitas Produk dan Perlindungan Pelanggan Information Technology Development Hubungan Harmonis dengan Masyarakat berlandaskan Prinsip-prinsip Tata Kelola yang Baik Harmonious Relationship with The Community Based on Good Corporate Governance Principles DATA PERSEROAN Corporate Data Profil Dewan Komisaris Information Technology Development Profil Direksi Information Technology Development Profil Komite-komite Information Technology Development Profil Sekretaris Perusahaan Information Technology Development Profil Kepala Audit Internal Information Technology Development Surat Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Information Technology Development Referensi Silang Daftar Isi Dengan Peraturan Bapepam LK. Information Technology Development LAPORAN KEUANGAN AUDITAN Financial Statements

157
123 123 123 123 123 123 290

300

18

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 19 Informasi Perseroan Corporate Information 90.0 hektar hectares Luas seluruh wilayah kuasa pertambangan Perseroan Total Company’s Mining concession area miliar ton billion tons Total Sumber Daya batubara perseroan Total coal resources miliar ton billion tons Total cadangan tertambang perseroan Total mineable resources .702 7.3 2.

Focus on the growth of coal production/sales Focus on projects with readiness scale 1 Corporate restructuring Boost human resource competence and regeneration as well as promote a performance-based corporate culture Improve remuneration system based on performancebased reward Promote performance rating in environmental management . 6. 2. 5. 4. Fokus pada pertumbuhan produksi/penjualan batubara Fokus pada proyek-proyek dengan skala kesiapan 1 Restrukturisasi korporasi Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM serta meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan STRATEGY Indonesia’s leading environmentally friendly coal-based energy company that adopts Six Strategic Steps: 1. 3. 6. 5. 3.INFORMASI PERUSAHAAN 20 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information VISI Menjadi Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan VISION To become an environmentally friendly coal-based energy company MISI • • • • • Fokus kepada core competency dan pertumbuhan yang berkesinambungan Memberikan tingkat pengembalian yang optimal kepada pemegang saham Meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Memberikan kontribusi pengembangan ekonomi nasional Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. MISSION • • • • • Focus on core competency and sustainable growth Optimize shareholders’ return Promote a performance-based corporate culture Contribute to national economic development Contribute to the improvement of community welfare and the preservation of environment STRATEGI Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan dan terkemuka di Indonesia yang menerapkan Enam Langkah Strategis: 1. 4. 2.

In line with the national energy security development program. in accordance with the prevailing laws and regulations under the limited liability principles. yaitu di Tambang Air Laya. PN TABA converted its status to a limited liability company under the name of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. In1981. transporting and trading of mining products particularly coal. eksploitasi. Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batubara di Indonesia. para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. sedangkan produksi untuk kepentingan komersial dimulai pada 1938. Mengusahakan pengolahan lebih lanjut atas hasil BUSINESS ACTIVITY Pursuant to Article 3 of the Company’s Articles of Association.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 21 RIWAYAT SINGKAT Sejarah pertambangan batubara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di wilayah operasi pertama. the mining workers fought for the nationalization of the mines. BRIEF HISTORY The coal mining in Tanjung Enim was initiated by the Dutch Colonial Government in 1919 by operating the first coal mine using open pit mining method in Air Laya. PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero). When the Dutch Colonial period ended in Indonesia. processing. The Company business activities are as follows: • Mining operation covering general research. yang selanjutnya disebut Perseroan. initial operation commenced in 1923 and lasted until 1940. KEGIATAN USAHA Sesuai Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3. pengolaham. Pada 1981. Further processing of mining products particularly coal. Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air. On December 23. exploration. Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional. while commercial production began in 1938. To develop coal industry in Indonesia. pemurnian. 2002 the Company became a publicly listed company on the Indonesian Stock Exchange under the code of “PTBA”. eksplorasi. • • . Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: • Mengusahakan pertambangan yang meliputi penyelidikan umum. the objective of the Company is to develop mining operation. in 1990 the Government merged Perum Tambang Batubara with the Company. Selanjutnya mulai 1923 beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga 1940. pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan. particularly coal mining. Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA”. Pada 1950. exploitation. In 1950. Using underground mining method. maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam bidang pengembangan bahan-bahan galian. further called the Company. Pada 23 Desember 2002. pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batubara. purifying. the Indonesian Government approved the establishment of State-Owned Bukit Asam Coal Mine or Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). pengangkutan dan perdagangan bahan-bahan galian terutama batubara. terutama pertambangan batubara sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. in 1993 the Company was assigned by the Government to develop coal briquette business.

Pelabuhan Port TARAHAN Stockpile Stockpile : 560.000 ton billion tons Kapasitas Capacity : 2. Pelabuhan Port TELUK BAYUR Stockpile Stockpile : 90.000 DWT .000 ton/tahun tons/year 2. at home and abroad. Managing and operating thermal power plant. Pabrik Briket Briquette Factory TANJUNG ENIM Kap. baik hasil sendiri maupun hasil produksi pihak lain.INFORMASI PERUSAHAAN 22 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information • • • • produksi bahan-bahan galian terutama batubara.5 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 40.59 miliar ton billion tons TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 6.10 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 0. 95. Providing consultancy services and engineering in coalmining-related fields and processed mining output.000 DWT 1. 8.27 miliar ton billion tons 2. Mengusahakan dan mengoperasikan pembangkit tenaga listrik uap. LOKASI OPERASI PERSEROAN OPERATIONAL LOCATION SOUTH CHINA SEA PEKANBARU 2 1 PADANG 1 4 SAMARINDA BALIKPAPAN 2 3 1 1. OMBILIN Unit Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 0.000 ton billion tons 1.000 ton billion tons Kapasitas Capacity : 2.000 ton/tahun tons/year 3. 12.02 miliar ton billion tons 3.35 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 1.59 miliar ton billion tons 2 3 LAMPUNG JAVA SEA SURABAYA 3 INDIAN OCEAN 1. Managing and operating ports and piers specifically designated for coal. baik untuk keperluan sendiri maupun keperluan pihak lain.000 ton/tahun tons/year 2. Dermaga Pier KERTAPATI Stockpile Stockpile : 50.80 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 0. Pabrik Briket Briquette Factory GRESIK Kap. Mengusahakan dan mengoperasikan pelabuhan dan dermaga khusus batubara. baik di dalam maupun luar negeri.35 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 1.5 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 8. either own or other parties’ production. either for own use or for others. for own purpose or for others. Pabrik Briket Briquette Factory LAMPUNG Kap. Memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang terkait dengan pertambangan batubara beserta hasil-hasil olahannya. baik untuk keperluan sendiri maupun untuk keperluan pihak lain. Memperdagangkan hasil produksi sehubungan dengan usaha di atas. TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 6. • • • • Trading products of the foregoing business activity. PRANAP CERENTI Kuasa Pertambangan Mining Concession Sumberdaya Resources : 0. JAKARTA Kantor Perwakilan Representative Office Kapasitas Capacity : 12 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 80.000 DWT 3.

Kungkilan. Tambang batubara Ombilin seluas 2.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010. 13 Apr 2010): 4. Sumatera Selatan.99 miliar ton billion tons 1 18 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim 1 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim 87 80 SUMBER DAYA DAN CADANGAN BATUBARA Perseroan memegang hak Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi sebagai berikut: Tambang batubara Tanjung Enim seluas 66. 30 Apr 2010): 2.Perindagkop. 30 Apr 2010): 3.87. South Sumatera. Bunian. COAL RESOURCES AND RESERVES The Company holds Mining Consession in the following areas: Tanjung Enim coal mine of 66.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010. 30 Apr 2010): 3. 13 Apr 2010): 22. 29 Okt 2010): 7.937 Ha Banjarsari.950 hectares.621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010. Kungkilan.950 Ha Ombilin coal mine of 3. yang terdiri atas: • • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010. 30 Apr 2010): 2. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24. Arahan Utara.937 Ha Banjarsari. Arahan Utara.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010.621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010. 13 Apr 2010): 2. Bunian.Perindagkop.29 miliar ton billion tons 1 11 1 Cadangan Tertambang Coal Resserve : 1. 30 Apr 2010): 882 Ha.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010. 30 Apr 2010): 882 Ha.950 hektar. 29 Okt 2010): 7.87. consisting of: • • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010.414 hektar yang meliputi Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat. 13 Apr 2010): 2.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010. consisting of: • Lembah Segar dan Talawi (05. yakni: • Lembah Segar dan Talawi (05.414 hectares covering Muara Enim Regency and Lahat Regency.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 23 sumberdaya cadangan tertambang Sumberdaya Coal Resources : 7. 13 Apr 2010): 22.950 Ha . 13 Apr 2010): 4.

2 41.100 Ha dan di lokasi kecamatan Palaran.3 billion tons throughout this Mining Concession area.9 39.0 40. 27 Apr 2010) seluas 17.500 5.adb) FC 40 (%. Perseroan juga memegang hak IUP Operasi Produksi dilokasi Peranap.adb) TS 0. excluding mineable reserves in the Mining Concession location at Lahat Regency which is in dispute with the local Administration.0 (%.238 Ha. Indragiri Hulu Riau (09/IUP/545-02/IV/2010.4 41. the Company has total mineable reserves of 2. PRODUK BATUBARA Perseroan memiliki beragam jenis produk batubara sesuai dengan kadar kualitas yang terkandung di dalamnya. With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant.0 .7 13. Coal Brand IPC 53 BA 55 BA 59 BA 63 BA 67 BA 70 (Kcal/kg. the Company has total coal resources of 7.414 Ha Selain IUP Operasi Produksi tersebut.INFORMASI PERUSAHAAN 24 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information 66.0 5.8 6. the Company also holds Mining Concession in Peranap Indragiri Hulu Riau (KW.adb) CV (%.adb) IM 15 (%.3 miliar ton yang tersebar di seluruh KP tersebut di atas.100 Ha. belum termasuk cadangan tertambang pada KP yang berlokasi di kabupaten Lahat yang berstatus sedang dalam tahap penyelesaian dengan Pemda setempat.adb) VM 39 (%.0 billion tons.300 6.5 45.1 11.8 billion tons.6 0. maka jumlah cadangan tertambang menjadi 2.ar) TM 34 30 28 21 18 14 (%.0 miliar ton.700 7.5 42.8 miliar ton. While total mineable reserves reached 1.6 0.96PPO289) measuring 17. kota madya Samarinda (melalui anak perusahaan PT Internasional Prima Coal) dengan no keputusan (454/375/HK-KS/VII/2010. Merujuk pada hasil penilaian sumber daya (resources) dan cadangan (reserve) oleh pihak independen yaitu “International Mining Consultant (IMC)” pada Desember 2008.0 5.900 6. and in Palaran District. Apabila cadangan tertambang pada KP di Kabupaten Lahat diperhitungkan.1 39.238 Ha.0 40.000 14. If the mineable reserves at Lahat Regency are included. Samarinda (through subsidiary PT Internasional Prima Coal measuring 3.3 6. total sumber daya batubara (resources) Perseroan mencapai 7. Luas Tambang Batubara Tanjung Enim In addition to these Mining Concessions.3 7.6 0.5 41. 19 Jul 2010) seluas 3. Sedangkan jumlah cadangan tertambang mencapai 1.7 5.6 0.0 5.7 47.adb) Ash 8 7.300 5. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008.5 0. COAL PRODUCTS The Company produces a variety of coal products with differing quality of content.

Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 25 Area tambang Air Laya.

Parigi No.+62-721-31 545. H. 31 686 F. Jawa Timur P. +62-24-6585 185 F. 452 352 F.1 Teluk Bayur.7 Serang. Lampung Selatan P. +62-754-61 021 F.INFORMASI PERUSAHAAN 26 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information KANTOR PUSAT Head Office Jl. 2-3 Jakarta 12950 P.1 Semarang. +62-734-451 096. +62-21-525 4002 Unit Pengadaan Briket Briquette Business Unit Jl. +62-711-512 617 F. +62-734-451 095. Parigi No. Jawa Tengah P. +62-721-774 266 Unit Usaha Gresik Gresik Business Unit Jl. +62 734 893 434 343 Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) Tanjung Enim Mining Unit Jl. 15 Tarahan. +62-21-727 96115. Soekarno Hatta Km. Indonesia P. Bandar Lampung P. Falatehan Raya No. Raya Natar Km. Sumatera Barat P. Tanjung Periuk No. Parigi No. +62-734-451 095.R. +62-31-395 0601 . 1A Blok M. +62-734-451 096. +62-21-727 96176 Unit Usaha Serang Serang Business Unit Jl. +62-21-525 4014 F.1 Tanjung Enim 31716 P. 1 Tanjung Enim 31716 Sumatera Selatan. Stasiun Kereta Api Palembang. 452 352 F. Sumatera Selatan P. Kebayoran Baru Jakarta 12160 P. _62-751-63 533 Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Ombilin Mining Unit Sawahlunto Sumatera Barat P. +62-711 511 388 Pelabuhan Tarahan Tarahan Port Jl. 452 993 Unit Usaha Semarang Semarang Business Unit Kawasan Industri Terboyo Blok O No. Raya Bojonegara Km. Banten P. 63 522. +62-31-395 0288 F. +62-254-700 1236 Unit Usaha Tanjung Enim Tanjung Enim Business Unit Jl. +62 734 096 452 352 F. 6 Manyar Gresik 61151. 452 993 Pelabuhan Teluk Bayur Teluk Bayur Port Jl. +62-754-61 402 Dermaga Kertapati Kertapati Pier Jl. 16 Natar.1. Raya Manyar Km. Tanjung Enim Sumatera Selatan 31716 P. +62-24-6595 186 Unit Usaha Lampung Lampung Business Unit Jl. +62-721-31 577 KANTOR PERWAKILAN JAKARTA Jakarta Representative Office Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. +62-721-783 558 F. 727 96241 F. 31 996 F. +62-751-62 522. Rasuna Said Blok X-5 Kav.

99 99. H.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 27 AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham. Rasuna Said Blok X-5 Kav. the Company sets up several subsidiaries to support the Company in reaching its production and sales target.99 99. berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham. Rasuna Said Blok X-5 Kav. as well as in developing various coal derivative products.R. berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : INVESTOR RELATION Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. maupun untuk pengembangan berbagai produk derivatif batubara.99 65 10 51 .R. NAMA NAME TAHUN PENDIRIAN ESTABLISHMENT BIDANG USAHA CORE BUSINESS STATUS KEPEMILIKAN OWNERSHIP (%) PT Batubara Bukit Kendi PT Bukit Pembangkit Innovative PT Bukit Asam Prima PT Bukit Asam Metana Ombilin PT Bukit Asam Metana Enim PT Bukit Asam Metana Peranap PT Bukit Asam Banko PT Bukit Asam Transpacific Railway PT Internasional Prima Coal 1996 2005 2007 2007 2007 2007 2008 2008 2005 Penambangan batubara Coal mining Pembangkit listrik tenaga uap Thermal power plant Perdagangan batubara Coal trading Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan batubara Coal mining Angkutan batubara Coal transporting Penambangan batubara Coal mining Sudah operasi Operational Tahap pengembangan Developmental stage Sudah operasi Operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Sudah operasi Operational 75 41 99. +62-21-525 4014 F. 2-3 Jakarta 12950 P. maka Perseroan membentuk beberapa anak perusahaan yang bergerak sebagai sektor pendukung pencapaian target produksi dan penjualan Perseroan. +62-21-525 4002 INVESTOR RELATION Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. +62-21-525 4002 www. H.id ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI Sejalan dengan visi Perseroan untuk menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya-saing dan memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan. +62-21-525 4014 F.ptba.co. 2-3 Jakarta 12950 P. SUBSIDIARIES AND ASSOCIATED COMPANIES In line with the corporate vision to become a competitive coal-based energy company and to give optimum value to its stakeholders.99 99.

6 Jl.INFORMASI PERUSAHAAN 28 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information LEMBAGA PENUNJANG PASAR MODAL CAPITAL MARKET SUPPORTING INSTITUTIONS Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom Puri Datindo Wisma Sudirman Jl. Indonesia P. Rasuna Said Kav.34 Jakarta 10220 P.R. Jakarta Selatan 12920 P. Rasuna Said Blok X-1 Kav. H. +62 21 570 9026 Notaris Fathiah Helmi Graha Irama Lt. 1 & 2 Kuningan. H.6 Jakarta 12940. +62 21 570 9009 F. +62 21 5290 5555 / 5290 5050 . +62 21 521 2901 F. X-7 No. Jenderal Sudirman Kav. +62 21 5290 7304-6 Kantor Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan PriceWaterHouseCoopers (PwC) Plaza 89 Jl.R.

ORGANIZATION STRUCTURE With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant. TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology MAIZAL GAZALI SM. PEMASARAN BATUBARA Marketing WIRYAWAN SM. UMUM DAN HUBUNGAN EKSTERNAL General Affairs and External Relations BAMBANG SUTRISNO SM. UNIT PELABUHAN TARAHAN Tarahan Port Unit MUZANI WAHAB GM. PENANGANAN DAN ANGKUTAN BATUBARA Coal Handlling and Transportation M. HUKUM DAN ADMINISTRASI KORPORAT Legal and Corporate Administration AKHMAD ABBAS MGR. efisien dan efektif sesudai dengan perkembangan industri serta dalam rangka mencapai pertumbuhan kinerja yang optimal. SATUAN PENGAWASAN INTERN Internal Auditor FLIDELIN KATILI SM. DIREKTUR UTAMA President Director SUKRISNO DONO BOESTAMI DIREKTUR KEUANGAN Finance Director MILAWARMA DIREKTUR OPERASI/ PRODUKSI Operations/Production Director HERI SUPRIYANTO DIREKTUR PENGEMBANGAN USAHA Business Development Director TIENDAS MANGEKA DIREKTUR NIAGA Commerce Director MAHBUB ISKANDAR DIREKTUR SDM & UMUM HR & General Affairs Director SUHERMAN SM. and Production Optimization EDY PURWANTO SM. KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Partnership and Community Development ZULFAHMI MGR. SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources ERDAWATI MGR. HARSONO KA. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008. UNIT DERMAGA KERTAPATI Kertapati Pier Unit PGS GM. UNIT PENGUSAHAAN BRIKET Briquette Business Unit GM: General Manager SM: Senior Manager Mgr: Manager Ka: Kepala Head Pgs: Pengganti Sementara Temporary Replacement . PERBENDAHARAAN DAN PENDANAAN Treasury and Funding DADAN RUSWANDANA SM. Evaluation.A. PERENCANAAN KORPORAT Corporate Planning HANANTO BUDI LAKSONO SM. PENGEMBANGAN KORPORAT Corporate Development ENDANG PURNOMO MGR. UNIT PERTAMBANGAN OMBILIN Ombilin Mining Unit OCTAVINA GM. PROGRAM KESEHATAN Health Program SONNY H. RUMAH SAKIT BUKIT ASAM Bukit Asam Hospital ACHMAD SUDARTO SEKRETARIS PERUSAHAAN Corporate Secretary M. SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SURYO EKO HADIANTO SM. the Company has total coal resources. LOGISTIK Logistics KORPORAT Corporate UNIT OPERASIONAL Operational Unit MUNANDAR SAI SOHAR ANSYORI AKHMAD HARUN AL RASYID GM. JAMIL SM. AKUNTANSI DAN ANGGARAN Accounting and Budgeting ISKANDAR MALIKI SM. EVALUASI DAN OPTIMASI PRODUKSI Analysis.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 29 STRUKTUR ORGANISASI Perseroan menerapkan struktur organisasi yang dinamis. UNIT PERTAMBANGAN TANJUNG ENIM Tanjung Enim Mining Unit GM. ANALISIS. BAGIR SM.

30 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

13% 33% COMPOSITE PRICE INDEX (CPI) Harga Saham Share Price Harga Saham PTBA naik di tahun 2010 Increase of PTBA share price in 2010 .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 31 Informasi Bagi Investor Investors Information IHSG Kenaikan IHSG di tahun 2010 CPI surged in 2010 46.

Pemodal asing turut berperan mempengaruhi pergerakan IHSG tersebut.51 atau mengalami kenaikan sebesar 46.INFORMASI BAGI INVESTOR 32 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information KONDISI PASAR MODAL Seiring dengan perbaikan kondisi makroekonomi. naik 26.09 triliun. banyak saham-saham emiten di bursa mencatat tingkat kenaikan yang cukup tinggi. Hampir seluruh sahamsaham blue-chips yang tercatat di bursa dan tergabung dalam kelompok LQ45 mencatat kenaikan harga. lebih rendah dari posisi penutupan tahun 2009. lalu BEI membukukan nilai pembelian bersih (net buy) asing senilai Rp26.703. Sepanjang 2010. frekuensi transaksi dan nilai perdagangan atau kapitalisasi pasar. diangka 2. Titik terendah posisi penutupan IHSG terjadi pada tanggal 8 Februari 2010. kegiatan transaksi pasar modal di BEI terus meningkat. Kebijakan stimulus ekonomi melalui ekspansi moneter di Amerika dan guncangan pasar uang di Eropa.247.4% dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian tahun 2009. Nilai kapitalisasi pasar saham di BEI pada di tahun 2010 mencapai angka Rp3. saham PTBA tercatat sebagai anggota dari Jakarta . IHSG ditutup pada level 3.12 triliun.79% dibandingkan nilai kapitalisasi pasar tahun 2009 yang sebesar Rp2. angka IHSG tidak pernah lebih rendah dari angka penutupan tahun 2009 sepanjang perdagangan bursa di tahun 2010. KINERJA SAHAM PTBA Saham Perseroan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan PTBA sejak Initial Public Offering (IPO) Desember tahun 2002.475. kegiatan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2010 berlangsung dinamis dengan kecenderungan menguat hingga akhir tahun. Hal tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).564. Tingkat kenaikan tersebut merupakan kenaikan indeks yang terbaik di Asia Pasifik.13% dibandingkan dengan penutupan akhir tahun 2009 di level 2. membuat kelebihan likuiditas pasar modal dikwasan tersebut cenderung bergerak ke emerging market. naik 60.38 triliun.35. yakni pada level 2. total rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp5. Seiring dengan peningkatan kegiatan transaksi dan level IHSG tersebut.05 triliun. Selanjutnya.35. Selain tercatat di papan utama.78 triliun di tahun 2009. Selama tahun 2010. Seiring dengan sentimen positif sinyal perbaikan kondisi perekonomian global maupun nasional.564. termasuk Indonesia. sehingga pada akhir tahun 2010.019.1 % dari posisi sebesar Rp13.74 triliun atau melonjak 94. sebesar Rp 4.

Namun demikian harga saham PTBA juga sempat mengalami koreksi dengan harga terendah terjadi pada posisi Rp15.700. harga saham PTBA sempat mengalami peningkatan harga hingga berada di level Rp18. yakni menjadi sebesar 288. saham PTBA lebih aktif diperdagangkan.000 per saham. dan mencatat kenaikan harga hingga menjadi Rp19.250 per saham.400 persaham sebelum akhirnya ditutup pada harga lebih tinggi dari posisi harga penutupan akhir tahun 2009. yakni pada harga Rp17. Jakarta Islamic Index. Kemudian harga saham PTBA pada akhir kuartal II ditutup pada level Rp17.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 33 Pelabuhan Tarahan Mining Index. 33% dari volume perdagangan di kuartal I.300 per saham pada kuartal pertama 2010. LQ45 (45 saham terlikuid si BEI).290.250 per saham di akhir Desember 2009. . Sepanjang tahun 2010 saham PTBA mengalami perkembangan harga dan volume transaksi yang dinamis. Volume saham yang diperdagangkan selama kuartal ke II ini meningkat. Sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan di Bursa karena adanya sentimen positif perbaikan harga jual komoditas energi.400 per saham. Pada kuartal II ini harga saham PTBA sempat kembali terkoreksi mencapai harga terendah Rp15.000 lembar saham. Indeks Bisnis-27 dan Indeks Kompas 100. Setelah ditutup pada posisi Rp17.

Volume saham yang diperdagangkan pada kuartal III dan IV semakin berkurang dengan semakin naiknya harga saham PTBA. Di akhir penutupan bursa BEI. tanggal 30 Desember 2009.INFORMASI BAGI INVESTOR 34 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Pola pergerakan saham PTBA selama dua kuartal selanjutnya berulang. Year of 2010 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. yaitu sebesar Rp17. yakni mencapai titik tertinggi pada awal kuartal III. Pola pergerakan saham PTBA dapat dilihat pada grafik ikhtisar saham dan tabel berikut. harga saham PTBA berada pada posisi Rp22. Tahun 2009 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange. Year of 2009 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price .250 per saham. Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. Posisi penutupan ini menunjukkan harga PTBA meningkat sebesar 33% dari posisi penutupan tahun 2008. Tahun 2010 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange. namun ditutup pada level yang lebih rendah di akhir kuartal. Demikian pula pada kuartal ke IV.950 per lembar.

000 248.200 14.300 19.700 16.763.950 15.700 6.400 15.500 370.000 288.000 20.100 6.199.100 18.250 22.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 35 Harga dan Volume Transaksi Saham per Kuartal di Bursa Efek Indonesia (Rupiah) Quarterly Stock Price and Transaction Volume at the Jakarta Stock Exchange (Rupiah) 2010 PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Kuartal Pertama Kuartal Kedua Kuartal Ketiga Kuartal Keempat 18.250 19.290.750 11.500 13.500 610.500 159.750 10.664.250 372.450 22.221.000 224.700 17.950 2009 216.892.100 17.400 17.100 18.050 15.500 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter Pengangkutan tanah dari tambang Banko Barat .450 6.000 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Kuartal Pertama Kuartal Kedua Kuartal Ketiga Kuartal Keempat 8.532.794.600 14.

Lorem Ipsum dolor sit amet Edipiscing lorem ipsum dolor 2.36 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 1 2 1. Lorem Ipsum dolor sit amet Edipiscing lorem ipsum dolor .

19% 29. yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005.26% Negara: State: Publik: Public: 70.98% .74% 16. kecuali Negara Republik Indonesia.5 million series B shares oowned by the Government and 31.9 million without any issuance of new shares.25 juta yang diberikan kepada pemegang saham. Negara: State: Negara: State: Publik: Public: 100% 83.49% 31 Desember 200531 Desember 2010 31 December 200531 December 2010 65.72% 31 Desember 2004 31 December 2004 Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Masa Konversi Waran Seri I Berakhir Series I Warrant expire date Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Negara: State: Publik: Public: 70.02% 27.68% 0. kecuali Negara Republik Indonesia. yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 37 KRONOLOGI PENCATATAN SAHAM PTBA SHARE LISTING CHRONOLOGY TANGGAL SAHAM DATE TINDAKAN KORPORASI CORPORATE KOMPOSISI KEPEMILIKAN OWNERSHIP COMPOSITION Pra IPO Pre IPO 23 Desember 2002 23 December 2002 Initial Public Offering Privatisasi dengan menawarkan 346. Privatization by offering 346.49% 7.5 juta saham baru milik Perseroan.13% 22 Desember 2005 22 December 2005 65.02% 34. ang diberikan kepada pemegang saham.5 million new shares owned by the Company.28% 29. 25 Juni 2004 25 June 2004 Divestasi Lanjutan Pemerintah menawarkan sahamnya sejumlah 286.9 juta tanpa adanya penerbitan saham baru. Further Divestment The Government offered its 286. Perseroan juga menerbitkan waran Seri I sebanyak 173. Pada IPO ini.5 juta saham Seri B milik Pemerintah dan 31.

Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Operasional BWE di Tambang Air Laya. Tanjung Enim .INFORMASI BAGI INVESTOR INVESTOR 38 PT Bukit Asam Tbk.

999 lembar saham Seri B (saham biasa) dengan nilai nominal Rp3.900 446.000 10.500 33.416 0.000 85.500 28.850 2.999.Perseroan Terbatas .227 0.999.77 100.Koperasi .001 0.297 1.50 100.003 0.500 51.304.710.312.802.000.801 2.225 0.Perorangan Asing .Dana Pensiun .Perseroan Terbatas .884.131.Reksadana Subtotal Pemodal Asing .000 3.Koperasi .850 0.02 2009 2010 % 2009 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .148 2.000.999.Yayasan .362 78.657.261.Perorangan Indonesia .989.001 0.901 449.457 2.000 29.500 1.Bank . Komposisi Pemegang Saham Perseroan pada Akhir tahun 2010 & 2009 Composition of the Company’s Shareholders at End of the year 2010 & 2009 KEPEMILIKAN JUMLAH SAHAM TOTAL SHARE 2010 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .Perorangan Asing .645 80.474.702 32.689 3.999.Bank .372.131.854.Pemerintah Daerah .Dana Pensiun .276.500 55.498.000 (empat triliun Rupiah).000 26.049 1.103 1.000 12.Lembaga Keuangan .Badan Usaha Asing Subtotal Total 459.50 1.983.549 107.393 1.004 4.500 65.Lembaga Keuangan .999.Pemerintah Daerah .500 96.020 21.036.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 39 PEMEGANG SAHAM Modal Dasar Perseroan terdiri atas 1 (satu) lembar saham Seri A Dwi Warna dengan nilai nominal Rp500 dan 7.23 4.153 28.00 0.02 65.500 93.101 19.Karywan .00 29.261.166 0.000 3.500 2.250.248 501.Yayasan .500 sehingga total modal dasar Perseroan adalah senilai Rp4.421.094.Asuransi .Badan Usaha Asing Subtotal Total OWNERSHIP .Reksadana Subtotal Pemodal Asing .000.104 1.227 0.578.406.900 501.Perorangan Indonesia .Karyawan .500 1.301 2.000.Asuransi .835.754 21.549 0 77.087.500 1.000 2.729.399 19.322.498.000 70.087.304.068 1.819.

Mahbub Iskandar Ir.000 0.044.00490 0.114.674. kecuali ditentukan lain oleh Rapat Umum Pemegang Saham.053 775. Besaran dividen yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan. Drs.00260 0.350 4 96 100 304.202 501.801 806.00599 0.312.00260 0.01619 200.500 770.350 38 62 100 356.850 806.370.350 44 56 100 2010 % 2009 % DESCRIPTION Location Domestic Foreign Total Type of Investor Retail Institution Total KEBIJAKAN DIVIDEN Perseroan menetapkan kebijakan penggunaan laba bersih hasil operasional selama satu tahun buku dan membayar dividen secara tunai atas laba bersih setelah memperhatikan tingkat laba yang diperoleh.01727 Komposisi Pemegang Saham yang Memiliki Saham <5% Share Ownership by the Directors URAIAN Lokasi Domestik Asing Total Jenis Investor Ritel Institusi Total 30. Hal ini dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.000 60.929. M. Milawarma.000 138.710.000 373.Eng 200.334.000 138.549 449.731.000 398. Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.148 806.INFORMASI BAGI INVESTOR 40 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Status Kepemilikan Saham Oleh Direksi Share Ownership by the Directors 2010 NAMA NAME LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE 2009 % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE Ir.350 4 96 100 35. . manajemen akan membayarkan dividen minimal 30% dari laba bersih. jumlah cadangan yang harus disisihkan dan rencana pengembangan usaha.044.044.00868 0.297 806.000 60.044.000 0.00868 0. Sukrisno Ir. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk menciptakan manfaat terbaik bagi para pemegang saham.

dividend Pay Out Ratio ditetapkan sebesar 45% dari laba tahun buku 2009. seiring pelaksanaan pengembangan usaha. Tahun 2010.05 532. Dalam beberapa tahun terakhir.060 485.885 1. Dividen interim terakhir dibagikan dan dilaksanakan pada tahun 2009.530 242.207 1.480 101. Hal tersebut ditunjukkan pada tabel berikut.770 2.734 233.835 380.39 164.727.75 persaham yang sudah dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2010.707.35 105. besaran dividen yang dibagikan selalu di atas batasan minimal tersebut. TAHUN BUKU ACCOUNTING YEAR LABA BERSIH NET INCOME (Juta Rp) (Million Rp) DIVIDEN YANG DIBAGIKAN DIVIDEND PAID (Juta Rp) (Million Rp) DIVIDEN PER SAHAM DIVIDEND PER SHARE (Rp) (Million Rp) RASIO PEMBAYARAN DIVIDEND PAYOUT RATIO 2005 2006 2007 2008 2009 467.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 41 Belt Conveyor dengan latar belakang Spreader. Tanjung Enim Tahun 2010. sebesar Rp66.97 371.73 50 % 50 % 50 % 50 % 45 % . PTBA kembali membagikan dividen interim tahun buku 2010.227.104 853.670 760.

Bersama dengan beberapa negara di kawasan Asia. Para Pemegang Saham yang Terhormat. To our distinguished shareholders. pertama-tama saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ungkapan syukur kehadiratNya atas keberhasilan Perseroan dalam melalui tahun 2010 dengan cukup baik. Along with a few other Asian countries.1%. On behalf of the Board of Commissioners I would like to take this opportunity to thank God for the Company’s success in passing the year 2010 successfully. GDP Indonesia tumbuh sebesar 6. . Perekonomian Indonesia di tahun 2010 tumbuh cukup baik. mengikuti kondusifnya perekonomian dunia yang mulai lepas dari pengaruh krisis finansial global di awal tahun 2009. Indonesia’s GDP grew 6. In 2010 Indonesia’s economy was moving on the upward trend after the world economy recovered from global financial turmoil in early 2009.5%. yang dimotori oleh China dan India sebagai penggerak perekonomian kawasan.42 Tbk Laporan Tahunan 2010 PT Bukit Asam Tbk.5%. Professional attitude in developing business and facing challenges to seize opportunities and attain the Company’s long-term objective. higher than 2009 growth which was recorded at 4. with China and India as the driving forces.Laporan Tahunan 2010 Laporan Komisaris Utama Report From The President Commissioner Peningkatan sikap profesional dalam mengembangkan usaha untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang guna mencapai tujuan jangka panjang Perseroan. Mewakili Dewan Komisaris. lebih tinggi dari peningkatan GDP tahun 2009 yang sebesar 4.1%.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 43 Dr. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner .

membuat kinerja keuangan Perseroan tidak sebaik tahun 2009. Perseroan mampu mencatat kinerja operasional yang baik. effisiensi tersebut tidak cukup menutupi penurunan pendapatan akibat turunnya harga jual. The Company had anticipated this circumstance and made various innovative efforts that managed to cut self-managed coal production cost at mine mouth by 5. sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. laba bersih Perseroan di tahun 2010 turun menjadi Rp2.LAPORAN KOMISARIS UTAMA 44 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from The President Commissioner Meningkatnya konsumsi domestik serta kenaikan harga berbagai komoditas utama seperti hasil tambang. Many economists are convinced that Indonesia’s economy is stable and all set for further growth. Stabilitas politik dan keamanan yang terjaga dan tingkat likuiditas perekonomian yang terpelihara membuat peringkat utang luar negeri membaik menjadi Ba1 (Moody’s) dan BB+ dengan oulook positif (Standard & Poors). average coal selling price dropped 14. Hal ini tampak dari pergerakan harga saham PTBA yang ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp 22. senantiasa dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan.950. However.per saham di akhir tahun 2010. termasuk batubara dan produk perkebunan adalah beberapa faktor pendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi Indonesia.4% to 12.01 triliun. Volume penjualan batubara naik 3. GENERAL CONDITION OF THE COMPANY In this favorable economic climate. Produksi berhasil ditingkatkan 7.7% to 12. such efficiency was insufficient to cover the declining income caused by lower selling price.7% menjadi 12. Namun demikian.46 juta ton. Overall political stability and security as well as well-maintained financial liquidity improved the country’s foreign debt rating to Ba1 (Moody’s) and BB+ with positive outlook (Standard & Poors). KONDISI UMUM PERSEROAN Di tengah atmosfir perekonomian yang kondusif tersebut. The success of operating efficiency drive and initiatives towards PTBA Golden Era were begining to take shape and always communicated to all stakeholders to preserve the Company’s good image.4% menjadi sebesar 12. net profit decreased to Rp2.5% and consequently operating results were below 2009 performance. SUPERVISION AND EVALUATION OF MANAGEMENT PERFORMANCE Throughout the year under review the Board of Commissioners fulfilled its oversight responsibility towards the management . rata-rata harga jual batubara Perseroan yang turun hingga sebesar 14. Dewan Komisaris melakukan tugas pengawasan terhadap kebijakan manajemen. Dewan Komisaris dan Direksi telah merumuskan dan menetapkan serangkaian program dan strategi pengembangan usaha yang dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perseroan. Namun demikian. Perseroan telah mengantisipasi kondisi ini dan berhasil melakukan berbagai inovasi dalam operasional Perseroan sehingga mampu menurunkan biaya produksi batubara swakelola dimulut tambang sebesar 5.01 trillion and net earning per share dropped to Rp872. In anticipation of improving demand and price of mining products in the near future. Dengan perkiraan membaiknya permintaan dan harga komoditas tambang di masa-masa mendatang. Stronger domestic consumer demand and higher prices of prime commodities such as coal and plantation produce were instrumental in Indonesia’s economic development. Consequently. Banyak ekonom meyakini perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang stabil dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang. Sehingga. PENGAWASAN DAN PENILAIAN ATAS KINERJA MANAJEMEN Sepanjang tahun pelaporan.950 per share at the end of 2010.5%.95 juta ton.46 million tons. Laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872. pada tahun pelaporan ini. Keberhasilan upaya effisiensi operasional dan upaya merealisasikan era PTBA Emas yang mulai menampakkan wujudnya.6% dari biaya tahun sebelumnya. the Company performed very well. Coal sales volume rose 3. The result was reflected in PTBA shares positive trend that closed 33% higher to Rp22.6% down from the preceding year. the Board of Commissioners and Board of Directors devised and established a series of program and strategy for business development which were incorporated in Corporate Long Term Plan. However.95 million tons. Production increased by 7.

Dewan Komisaris juga memberi nasihat kepada Direksi agar melakukan upaya-upaya lebih tegas untuk mengamankan wilayah konsesi Perseroan demi menjaga aset Perseroan. Direksi juga diminta untuk memberi perhatian lebih pada kelancaran realisasi proyek-proyek pengembangan yang memiliki nilai sinergis dengan upaya peningkatan efisiensi operasional dan masih dalam kaitan pengembangan “core We also expected the Board of Directors to foster a strategic collaboration with PT KAI to ensure higher railway loading capacity from the mines to the ports so as to increase our future sales volume. Dewan Komisaris telah To enhance supervision and good corporate governance practice. policy. GCG Committee. the Board of Commissioners reinforced its oversight and direction . Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit. management mechanism and operations of the Company. Dalam melaksanakan tugas pengawasan dan memberikan nasihat. In the discharge of its duty. the Board of Commissioners asked the Board of Directors to continually make operational innovations so that the Company may operate more efficiently amid fluctuating coal price and considering its varied coal quality. Business Risk and Post-Mining Committee. yang secara rutin melakukan rapat-rapat konsultatif dengan pihak manajemen Perseroan. Dewan Komisaris meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasi-inovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien. who hold routine consultative and coordination meetings with the management. and gave counsel to the Board of Directors in performing its duty. Selain itu. Based on the evaluation of the current year operating results. serta Komite Asuransi. We request the Board of Directors to continually make operational innovations to allow higher operating efficiency. Kami meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasiinovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien. Berdasarkan evaluasi atas kinerja operasional di tahun pelaporan. Remunerasi & PSDM. such as the construction of mine mouth TPP for our own purpose. the Board of Commissioners is assisted by Audit Committee. Risiko Usaha & Pasca Tambang. Dewan Komisaris telah merealisasikan pembentukan Komite GCG. mengingat harga jual batubara yang fluktuatif serta variasi kualitas batubara yang dimiliki oleh Perseroan. Nomination. Untuk lebih meningkatkan peran pengawasan dan praktik tata kelola yang baik. Komite GCG. Komite Nominasi. In addition. competency”. Selain itu. The Board of Directors was also urged to pay more attention to our development projects to create synergy with operating efficiency drive to develop core competency. Direksi diminta untuk meningkatkan kerjasama strategis dengan PT KAI guna menjamin peningkatan daya angkut batubara dari areal tambang ke pelabuhan sehingga volume penjualan dapat senantiasa ditingkatkan di masa mendatang. Remuneration and HRD Committee. The Board of Commissioners also called on the Board of Directors to be more resolute in safeguarding the Company’s concession areas to protect our assets. GCG Committee was set up. seperti pembangunan PLTU mulut tambang untuk penggunaan sendiri. and Insurance.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 45 mekanisme kepengurusan dan operasional Perseroan yang dijalankan oleh Direksi serta memberikan arahan dan nasihat kepada Direksi.

Dewan Komisaris dengan didukung oleh Komite-Komite telah meminta Direksi agar meningkatkan praktik GCG dengan semakin mengintensifkan upaya sosialisasi dan internalisasi Manual GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual. shortened to NR & HRD Committee. Direksi telah merencanakan secara intensif dan melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang berkelanjutan sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip GCG. disingkat Konarba dan PSDM. the Board of Directrs has been advised to follow up the implementation of GCG best practices for the sake of the Company’s sustainable business growth. dan GCG Code. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERFORMANCE The Board of Directors. PELAKSANAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Dengan pengawasan Dewan Komisaris. has intensively carried out the corporate social responsibility program being one of GCG principles. the Board of Commissioners has requested the Board of Directors to enhance GCG practice by intensifying socialization and internalization of the latest GCG Manual consisting of Board Manual.LAPORAN KOMISARIS UTAMA 46 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from The President Commissioner Pengecekan kadar asam dalam air memperkuat fungsi pengawasan dan pengarahan dibidang pengembangan sumber daya manusia dengan menambah tugas Konarba sehingga komite ini menjadi Komite Nominasi. under the supervision of Board of Commissioners. Code of Conduct and GCG Code. With the support of related Committees. Conduct. . In this context. Dalam kaitan ini. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Remuneration and Human Resource Development Committee. Dewan Komisaris telah menegaskan agar Direksi dapat menindaklanjuti dan meningkatkan praktik GCG mengacu pada best practices demi meningkatkan kinerja Perseroan yang berkelanjutan. Code of responsibilities in human resource development by enlarging Nomination and Remuneration Committee to become Nomination.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 47

Perseroan telah menunjukkan komitmen dan inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui pelaksanaan serangkaian program yang meliputi PKBL, Bina Wilayah, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta programprogram yang berhubungan dengan pemenuhan hak-hak karyawan yang memberikan dampak ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan pegawai. Berbagai program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lingkungan dan internal Perseroan. Cakupan program yang menyeluruh ini juga berhasil menciptakan keseimbangan antara operasional bisnis dan CSR Perseroan di mana setiap pihak tidak hanya cukup menjadi penerima manfaat semata, namun juga turut memegang andil dalam penerapan program-program CSR secara berkelanjutan. Dalam bidang lingkungan, Perseroan menerapkan sistem akreditasi ISO 9001:2000 dan ISO 14001:2004 demi menjamin terlaksananya aplikasi sistem kerja yang berkualitas dan ramah lingkungan, sehingga berhasil terus mempertahankan peringkat PROPER Hijau, dari Kementerian Lingkungan Hidup.

The Company proves its commitment to the local community through Partnership, Community Development and Area Development Programs, environmental management and other programs directed towards the growth and development of the local community and employee well-being.

These programs are integrated and carried out jointly with the surrounding community and other relevant parties. An equilibrium between business operations and CSR aspects is reached where all parties involved act not only as receivers but also as givers in carrying out CSR programs.

The Company applies ISO 9001:2000 and ISO 14001:2004 for the application of high quality and environmentally friendly work system. For its commitment to good environmental management, the Company retained the Green PROPER rating from the Department of Environment

PENINGKATAN KOMPETENSI SDM
Dewan Komisaris dan Direksi telah menyelesaikan penyusunan RKAP tahun 2011 yang berisi serangkaian target dan program kerja dengan sasaran yang lebih tinggi, selaras dengan sasaran yang hendak dicapai dalam RJPP. Dengan latar belakang perekonomian yang semakin kondusif seperti tergambar di atas, Dewan Komisaris meyakini Direksi akan sanggup memenuhi seluruh target yang ditetapkan.

HUMAN RESOURCE COMPETENCE DEVELOPMENT
Approaching the year 2011 the Board of Commissioners and Board of Directors have prepared Annual Budget and Work Program, outlining work program with higher targets that is commensurate with the objective of Corporate Long Term Plan. Against a backdrop of improving economic condition as described previously, the Board of Commissioners is confident the Board of Directors has the ability to reach all the established targets. We appreciate the sifnificant success made by the Board of Directors in managing and developing our human resource. To ensure sustainable business growth, we advise the Board of Directors to be more focused on developing our employees as the strategic partners of the Company.

Dewan Komisaris mengapresiasi kemajuan-kemajuan berarti yang telah dicapai Direksi dalam mengelola dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Untuk menjaga kesinambungan bisnis di masa mendatang, Direksi diminta memberi perhatian lebih pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia dengan menempatkan karyawan sebagai strategic partner Perseroan. Berbagai capaian kinerja Perseroan dan implementasi rencana maupun strategi operasional tidak akan berhasil tanpa didukung oleh human capital yang kompeten. Oleh karena itu, Dewan Komisaris meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi

The Company’s achievements and business strategy realizations will not be possible without the support of competent human capital. Therefore, the Board of Commissioners advises the Board of Directors to continue implementing competence-performance-based remuneration

LAPORAN KOMISARIS UTAMA

48

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Report from The President Commissioner

Kami meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi sehingga tercipta sistem kerja produktif.
We advise the Board of Directors to continue implementing competence-based remuneration system to create a productive working condition.

dan kinerja sehingga tercipta sistem kerja produktif yang lebih mendukung pengembangan Perseroan.

system to improve productivity to support the Company’s business continuity.

STRATEGI BISNIS DI MASA DEPAN
Dewan Komisaris memberi arahan agar Direksi semakin mengoptimalkan potensi strategis Perseroan. Selain potensi sumber daya batubara yang belum ditambang secara optimal, Direksi juga diminta untuk mengembangkan potensi lainnya dalam rangka meningkatkan pendapatan. Pengembangan potensi lain di atas antara lain pengembangan potensi CBM dan pembangunan PLTU, baik di mulut tambang maupun non mulut tambang. Dalam hal ini, Dewan Komisaris meminta Direksi agar senantiasa mencermati tahapan perkembangan pelaksanaannya, terutama dampak lingkungan dan dampak terhadap mayarakat sekitar serta mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

FUTURE BUSINESS STRATEGY
The Board of Commissioners advises the Board of Directors to optimize other strategic potentials. Besides coal resources that are not optimally excavated, other potentials should also be developed to augment income.

Developing other potentials includes developing CBM potentials and constructing mine mouth and non-mine mouth TPPs. In this context, we ask the Board of Directors to observe the progress made, particularly its impact on the surrounding environment and community and anticipate any obstacle that may arise.

UCAPAN TERIMA KASIH
Dewan Komisaris optimis bahwa Perseroan akan mampu meningkatkan kinerja yang positif dengan terus bekerja keras dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tata kelola penambangan yang baik (good mining practice). Dewan Komisaris meminta seluruh jajaran manajemen dan karyawan agar bekerjasama secara sinergis, serta bersikap profesional dalam menjalankan

A NOTE OF THANKS
The Board of Commissioners is optimistic that the Company will thrive with good results by working hard, implementing good corporate governance principle and good mining practice. The Board of Commissioners expects the management together with the rank and file to work synergically and professionally to develop the Company.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 49

Pengangkutan Batubara melalui transportasi Kereta

tugas dan amanat untuk mengembangkan Perseroan. Mewakili Dewan Komisaris, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Direksi dan seluruh pegawai Perseroan atas kerjasama, loyalitas dan jerih payahnya dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang akan semakin terbuka di masa-masa mendatang sebagai bekal yang sangat bermanfaat bagi terwujudnya citacita pengembangan Perseroan di masa mendatang. Akhir kata, saya juga menyampaikan penghargaan kepada para pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaannya kepada PT Bukit Asam (Persero) Tbk selama ini.

On behalf of the Board of Commissioners, I wish to express our highest regard to all members of the management and personnel of the Company for their cooperation, loyalty and concerted effort in facing challenges and using every opportunity to attain the objective of the Company. In closing I would like to convey my appreciation to the stakeholders for their continued support and trust in PT Bukit Asam (Persero) Tbk all these years.

Atas nama Dewan Komisaris, On behalf of the Board of Commissioners,

Dr. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner

50

Tbk Laporan Tahunan 2010 PT Bukit Asam Tbk.Laporan Tahunan 2010

Laporan Direktur Utama
Report From The President Director

Fokus pada efisiensi operasional dan pengembangan usaha menuju perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia.

Para Pemegang Saham Perseroan Yang Terhormat,
Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nama Direksi, saya menyampaikan bahwa Perseroan telah berhasil melewati tahun 2010 dengan mempertahankan catatan kinerja yang lebih menjanjikan untuk tahun-tahun mendatang. Perseroan menghadapi tantangan eksternal berupa peningkatan persaingan usaha di pasar domestik, kecenderungan meningkatnya penggunaan batubara kalori lebih rendah dengan harga jual yang lebih rendah dan naiknya harga BBM dan tarif listrik. Peluang yang muncul dari membaiknya perekonomian global dan nasional adalah semakin meningkatnya penggunaan sumber energi alternatif termasuk batubara di kawasan Asia Pasifik maupun di pasar domestik.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 51

Ir. sukrisno

DirekturUtama President Director

LAPORAN DIREKTUR UTAMA

52

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Report from the President Director

Perseroan telah merespon dengan tepat kecenderungan peningkatan permintaan batubara tersebut dengan berhasil meningkatkan produksinya menjadi sebesar 12,46 juta ton, naik 7,4% dari tingkat produksi 11,60 juta ton di tahun sebelumnya. Demikian juga volume penjualan berhasil ditingkatkan 3,7% dari angka 12,48 juta ton menjadi 12,95 juta ton. Kenaikan penjualan ini selaras dengan keberhasilan kerjasama dengan PTKA sehingga meningkatkan kapasitas angkut KA batubara sebesar 3,0% di tahun 2010. Namun demikian, Perseroan harus menghadapi kenyataan berupa penurunan rata-rata harga jual produksinya di pasar. Hal ini membuat nilai penjualan total turun 11,6% menjadi Rp7,91 triliun dari angka sebesar Rp8,95 triliun di tahun sebelumnya. EBITDA mengalami penurunan sebesar 30,6% menjadi Rp2,66 triliun. Laba bersih Perseroan juga mengalami penurunan sebesar 26,4%, bertahan pada angka sebesar Rp2,01 triliun, sehingga laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872 dari angka sebesar Rp1.184 per saham di tahun sebelumnya. Perseroan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan mencanangkan program efisiensi operasional sebagai upaya menekan seluruh biaya operasional dibawah kendalinya, sekaligus mengantisipasi munculnya peluang usaha di masa mendatang. Berbagai upaya tersebut secara konisten dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. Hal ini tercermin dari reaksi para investor di pasar modal yang tetap memberikan apresiasinya, sehingga harga saham PTBA ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp22.950,- per saham di akhir tahun 2010, dengan intensitas perdagangan yang tetap likuid.

MEWUJUDKAN PELUANG PERTUMBUHAN MELALUI PENINGKATAN EFISIENSI OPERASIONAL DAN REALISASI RENCANA PENGEMBANGAN
Menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2010, Perseroan menjalankan dua strategi utama, yakni fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan merealisasikan rencana pengembangan usaha yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi dalam waktu dekat. Upaya efisiensi dilakukan melalui tiga cara yakni: menekan biaya produksi, meningkatkan effisiensi operasional serta meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola.

mencakup: penghematan konsumsi BBM.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 53 Pelaksanaan program efisiensi operasional berhasil menurunkan biaya produksi batubara di mulut tambang sebesar 5. tanpa membuka areal pit baru. Termasuk dalam hal ini adalah pelaksanaan perawatan peralatan secara terencana dan perbaikan manajemen stockpile. serta perbaikan maupun penggantian alat penambangan. suku cadang dan material serta konsumsi energi listrik. Pada tahun 2010.6% dari biaya di tahun 2009. dengan dukungan Teknologi Informasi. . Pelaksanaan seluruh program tersebut mampu meningkatkan produksi batubara Perseroan menjadi sebesar 12. Perseroan melaksanakan upaya perbaikan sistem kerja.95 juta ton. Perseroan mulai merealisasikan berbagai rencana pengembangan usaha yang sebelumnya dirangkum kedalam lima strategi pengembangan. Untuk meningkatkan efisiensi operasional. Perbaikan sarana dan prasarana dilakukan melalui antara lain: optimasi areal stockpile dan perbaikan komponen conveyor belt. Perbaikan sistem kerja dilakukan diantaranya melalui penerapan sistem operasional terintegrasi. perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU. perbaikan sarana dan prasarana. serta optimalisasi inside dump.6% dari tahun 2009. Untuk meningkatkan kapasitas produksi tambang swakelola dilakukan dengan penambahan jumlah unit produksi serta peningkatan kapasitas alat produksi dari kapasitas dibawah 30 ton menjadi diatas 50 ton. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck. Perseroan melaksanakan beberapa program untuk menekan biaya produksi. Biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang juga berhasil ditekan hingga sebesar 5.

Perseroan juga percaya akan berhasil menyelesaikan proyek PLTU untuk pemakaian sendiri berkapasitas kecil lainnya. Untuk PLTU Banjarsari. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM. Perseroan akan segera mengoperasikan 2 sistem BWE dan 1 spreader yang baru dipindahkan dari lokasi TAL dan dalam operasinya menggunakan energi listrik. yakni pembangunan unit PLTU mulut tambang 3 x 10 MW milik sendiri di Tanjung Enim. prestasi pembangunan telah mencapai 85%.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 54 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Proses pemindahan BWE ke MTB salah satu rencana strategis tersebut semakin mendekati penyelesaiannya. PLTU ini diharapkan siap beroperasi pada tahun 2011. Perseroan meyakini biaya produksi per ton akan semakin rendah dengan beroperasinya PLTU ini. pada tahun 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan . Sedangkan realisasi pembangunan PLTU berkapasitas sedang maupun besar yakni diantaranya PLTU Mulut Tambang Banjarsari (2 x100 MW). mengingat bahan bakarnya menggunakan batubara kalori rendah yang selama ini menjadi by-product. menjadi berbasis listrik produksi sendiri. Sesuai rencana. Akhir tahun 2010. PLTU Mulut Tambang Banko Tengah (4 x 600 MW) maupun IPP lainnya. yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. dilaksanakan dengan hatihati dan seksama.

7 juta ton ke Kertapati (naik bertahap). perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Lampung. melalui tiga rencana strategis. dengan kemampuan sandar hingga kapal jenis Capesize yang berdaya angkut 150. melalui pembentukan perusahaan baru. Rencana kedua.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 55 dengan PLN dan pembebasan lahan PLTU dan jaringan transmisi telah diselesaikan. Penyelesaian pembangunan PLTU untuk pemakaian sendiri akan membuat kinerja operasional semakin efisien dan realisasi proyek CBM akan menambah sumber pendapatan Perseroan. Perseroan terus bergiat merealisasikan rencana strategis lain. Diharapkan pada tahun 2011 PPA telah ditanda tangani. Selain membangun jalur kereta api. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Lampung. . dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. Program pengembangan lain yang dapat direalisasikan adalah pemanfaatan kandungan CBM untuk mendapatkan sumber pendapatan baru. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat. dilakukan melalui peningkatan kapasitas angkut pada jalur eksisting bekerja sama dengan PTKA. melalui penanda tanganan kontrak angkutan jangka panjang (CTA). sehingga pada akhir tahun 2010 proyek ini telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi dan civil works di Wilayah Kerja Tanjung Enim. Rencana pertama. Studi Upaya Kelola Lingkungan(UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) untuk proyek ini telah diselesaikan dan diperoleh. dengan daya angkut menjadi 20 juta ton pertahun ke Tarahan (Lampung) dan 2. mengingat para mitra Perseroan sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM. Pemboran eksplorasi CBM pertama (core hole) akan dilakukan pada awal tahun 2011. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM. yakni peningkatan kapasitas angkut batubara. dilakukan dengan membangun jalur KA baru.000 ton.

LAPORAN DIREKTUR UTAMA 56 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Transportasi kereta api Batubara di TLS Tanjung Enim Proyek ini telah mendapatkan ijin prinsip dari Gubernur Lampung.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. melalui BATR kini telah menindak lanjuti perkembangan tersebut dengan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses ijin pembangunan pelabuhan.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. Dengan ketiga skenario angkutan batubara tersebut. Rencana ketiga. Procurement and Construction) senilai US$1. Perseroan optimis akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. Perseroan merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India. Pada bulan Maret 2010 proyek ini mencatat kemajuan lain berupa Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. yakni akuisisi atau kerjasama dengan pengelola tambang batubara untuk memperluas area kelolaan dan meningkatkan cadangan . Perseroan. Angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tannjung enim ke pelabuhan Tanjung-Api-api (Sumatera Selatan). Adani Group. Realisasi dua rencana strategis lainnya. berjarak 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun. Gubernur Sumsel dan ijin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI di tahun 2009.

target Perseroan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia dapat terealisir. peningkatan intensitas keberangkatan dan penambahan rangkaian gerbong.6 juta ton di tahun sebelumnya.2 juta ton dari 2. Program ini diharapkan akan mampu meningkatkan daya angkut batubara secara signifikan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 57 Realisasi tiga rencana peningkatan daya angkut kereta akan membuat Perseroan mampu memasok batubara dari Tanjung Enim ke pasar domestik maupun global hingga sebesar 82 juta ton/tahun. serta rencana pengembangan angkutan laut batubara tetap dipertimbangkan dan dijalankan secara prudent. dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang. Perseroan telah mempersiapkan seluruh jajarannya untuk memanfaatkan momen peningkatan permintaan batubara dan peningkatan daya angkut kereta di tahun-tahun mendatang dengan meningkatkan kapasitas produksi.5% menjadi sebesar 3. Hal ini telah dibuktikan dengan naiknya produksi total menjadi 12. Dengan cara demikian. Perseroan optimis bahwa volume angkut melalui jalur KA eksisting ini akan dapat ditingkatkan sesuai dengan implementasi CTA yang mulai dijalankan sejak tahun 2010. BERSAMA MITRA MEWUJUDKAN PENINGKATAN KINERJA Kerjasama strategis dengan PTKA selama tahun 2010 menghasilkan peningkatan daya angkut kereta api menjadi 10. Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari penambahan gerbong pengangkut dan perbaikan sistem manajemen angkutan. Dalam kaitan CTA ini. Produksi swakelola juga telah meningkat 18. Di masa mendatang.8 juta ton atau tumbuh 3% dari angka tahun 2009.7 juta ton di tahun 2009.5 juta ton dari produksi 11. berupa pengadaan gerbong dan loko baru untuk meningkatkan daya angkut. . Perseroan melakukan kerjasama strategis dengan KA. serta adanya kordinasi intensif dengan PT KA.

LAPORAN DIREKTUR UTAMA 58 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Pada tahun-tahun mendatang.95 juta ton. emosi dan intelektual. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menerapkan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan sekaligus melaksanakan pengembangan karir berbasis kompetensi. Tahun 2010. Perseroan telah mempersiapkan SDM untuk merealisasikan rencana besar di masa mendatang dengan menyiapkan serangkaian program pelatihan terpadu dan program rekrutmen yang terencana. yaitu spiritual. Perseroan telah mengimplementasikan Key Performance Indicators (KPI) dan Balanced Scorecard sebagai tools untuk mengukur kompetensi kinerja individual dan satuan kerja. seiring dengan telah selesainya persiapan produksi di MTBU dan program rekondisi 2 unit BWE dan 1 unit spreader. komposisi penjualan ini akan lebih berimbang. seiring dengan peningkatan total produksi batubara. tapi juga pada peningkatan kualitas mental dan spiritual guna menumbuhkan tri-logi kecerdasan. Perseroan menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai implementasi code of conduct yang berisi uraian butir-butir etika dan moral yang harus dipegang teguh oleh segenap jajaran SDM dalam berkarya di perusahaan. dari total volume penjualan sebesar 12. Untuk maksud tersebut dan dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan tata kelola yang baik.5%). penjualan domestik adalah sebanyak 8. Pada tahun-tahun mendatang. Demikian juga dengan komposisi penjualan. . Pelatihan tidak hanya ditujukan pada peningkatan kompetensi semata.23 juta ton (63. Kami memaknai peran penting SDM bagi Perseroan dengan memberikan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan. sekaligus mencakup jaminan pembelian dari potential buyer mitra kerjasama luar negeri dalam jangka panjang. produksi batubara swakelola akan semakin meningkat.5%) dan ekspor sebanyak 4. mengingat kerjasama peningkatan daya angkut yang dilakukan.72 juta ton (36.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 59 PENINGKATAN IMPLEMENTASI TATA KELOLA Perseroan meyakini bahwa seluruh raihan kinerja operasional tersebut akan dapat ditingkatkan secara berkesinambungan apabila Perseroan mampu secara konsisten meningkatkan kaidah-kaidah tata kelola yang baik. (ii) lingkungan. Perseroan telah merintis sosialisasi dan pelaksanaan COC dan Pedoman GCG tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan. Sebagai wujud komitmen peningkatan penerapan praktek GCG tersebut. Perseroan akan terus meningkatkan kualitas penerapan GCG ini dan melakukan evaluasi serta assessmen secara berkala. program yang dilaksanakan meliputi pengembangan pola kemitraan usaha kecil dan koperasi. Dalam melaksanakan CSR ini. Pengembangan tersebut diharapkan akan menjadi fasilitator dan akselerator bagi pertumbuhan usaha kecil yang membawa dampak berganda (multiplier effect) terhadap kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan Perseroan. (iii) hak asasi manusia. Perseroan telah menetapkan komitmen jangka panjang. kesejahteraan masyarakat ikut meningkat seiring dengan perkembangan usaha Perseroan. KEPEDULIAN MASYARAKAT. WUJUD TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Perseroan merancang pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan sasaran meningkatkan keikutsertaan masyarakat agar berkembang bersama Perseroan. Sosialisasi dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif kepada pegawai akan pentingnya peningkatan penerapan praktek GCG. Total dana yang digulirkan oleh Perseroan melalui PKBL . Selain itu dilakukan penandatanganan pernyataan kepatuhan untuk melaksanakan aturan-aturan yang terkandung dalam Code of Conduct dan Pedoman GCG. dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen dan kewirausahaan serta bantuan dana bergulir bagi usaha kecil dan koperasi yang tersebar di wilayah operasional Perseroan. Di bidang ekonomi. pada tahun 2010 Perseroan melakukan sosialisasi dan mengimplementasikan Pedoman GCG maupun Code of Conduct yang telah selesai dikaji dan disusun ulang. (v) tanggung jawab produk dan (vi) kemasyarakatan. didahului dengan penerapan butirbutir menyangkut ketentuan pengadaan barang dan jasa terhadap para pemasok dan mitra kerja. (iv) praktek ketenaga kerjaan dan kelaikan kerja. Dengan partisipasi tersebut. terdiri atas enam fokus kegiatan meliputi (i) kegiatan ekonomi.

sedangkan tantangannya adalah memproduksi batubara dengan biaya yang lebih efisien untuk menjaga tingkat profitabiltas.9 miliar. Perseroan meyakini dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran akan memberikan dampak peningkatan kesejahtaraan masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat. Dengan memperhatikan kondisi eksternal tersebut. MEWUJUDKAN KOMITMEN PELESTARIAN LINGKUNGAN Perseroan secara komprehensif menerapkan berbagai program untuk mewujudkan salah satu misi “memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan”. Dari sisi permintaan domestik. Perseroan menerapkan serangkaian program rehabilitasi lingkungan purna tambang yang dirancang bersama konsultan independen serta menggunakan sistem terakreditasi ISO 14001:2004. PANDANGAN KE DEPAN Semakin kondusifnya perekonomian global maupun nasional seperti diprediksikan oleh para ekonom diperkirakan membuka peluang dan tantangan bagi Perseroan. Direksi berpendapat bahwa peluang bagi pengembangan. Hasil nyata di tahun 2010 adalah keberhasilan mempertahankan peringkat Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup. Semua upaya tersebut merupakan jawaban terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat dunia akan terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik untuk kehidupan mendatang. perluasan dan peningkatan volume penjualan batubara Perseroan akan semakin terbuka.9 miliar di tahun 2009. penyelesaian proyek PLTU tenaga batubara 10. Peluangnya adalah semakin meningkatnya permintaan batubara dunia maupun nasional. naik 237% dari Rp27.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 60 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director pada tahun 2010 mencapai total Rp93. Perseroan bertekad untuk meraih Proper Emas pada tahun-tahun mendatang. Perseroan bahkan telah melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pascatambang dengan telah merancang dan merealisasikan rencana pengembangan daerah pascatambang seluas 5.934 ha menjadi Taman Hutan Raya.000 MW tahap I akan ikut mendukung roda perekonomian nasional dan meningkatnya .

yang memungkinkan Perseroan mampu mempertahankan kinerja usaha dan menyiapkan landasan yang baik bagi pertumbuhan usaha di masa mendatang. kepercayaan dan kerjasamanya.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 61 permintaan batubara. Untuk pasar ekspor. mengingat besarnya cadangan sumber daya yang dimiliki. Vietnam maupun Malaysia seiring dengan pesatnya pertumbuhan perekonomian di negara tersebut. kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Komisaris atas pengarahannya kepada Direksi. Perseroan berada dalam posisi yang lebih baik untuk meraih peluang dalam memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut. perbaikan kondisi perekonomian global terutama di kawasan Asia Pasifik diprediksi membuka peluang pasar di negara-negara seperti India. didukung oleh SDM yang kompeten serta dilaksanakan dengan kualitas implementasi GCG yang meningkat akan membuat Perseroan mampu meraih peluang yang terbentang. Dengan menerapkan strategi pengembangan terintegrasi. Atas nama Direksi On Behalf of the board of Directors Ir.000 MW tahap kedua akan semakin meningkatkan kebutuhan batubara di tanah air. Sebagai perusahaan yang berwawasan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia. China. Penghargaan yang sama juga disampaikan kepada pemegang saham. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan PT Bukit Asam (Persero) Tbk lainnya yang senantiasa memberikan kerjasama terbaik bagi kiprah dan pertumbuhan kinerja Perseroan secara berkelanjutan. PENUTUP Dalam kesempatan ini. pelanggan dan mitra usaha atas dukungan. Realisasi PLTU 10. Sukrisno Direktur Utama President Director . Begitu pula kepada seluruh karyawan yang telah dengan penuh dedikasi menjadikan kerja sebagai ibadah.

62 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

memantau dan memitigasi seluruh risiko potensial.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 63 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report Perseroan melaksanakan pengembangan usaha secara bijkasana. . mempersiapkan dan meningkatkan kompetensi SDM serta mengaplikasikan “green mining” untuk menjaga kelestarian alam.

Fokus pada proyek-proyek pengembangan Perseroan fokus pada pembangunan jaringan angkutan kereta api baru dan pelabuhan. pengembangan tambang-tambang lainnya. pembangunan PLTU milik sendiri. installing own thermal power station. which are: • • • • • • • • • • • • • • Focus on the growh of coal production and sales This is to overcome transporation problem that lies in the limited loading capacity of train being the only lowcost means of transport. the Company has formulated its Corporate Strategic Plan. Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM dan menciptakan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan dari hijau menjadi emas. Sedang peningkatan produksi dan penjualan dilakukan melalui optimasi kinerja unit bersangkutan. merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Perseroan yang akan dicapai pada kurun waktu 2009-2013 untuk menjamin pencapaian target-target yang ditetapkan. pengembangan tambang Peranap. Program yang dilakukan adalah melalui peningkatan daya angkut dari jaringan yang sudah ada dan peningkatan kapasitas pelabuhan. This would mean increasing the loading capacity of existing railway system and the port handling capacity. yakni: • • Fokus pada pertumbuhan produksi dan penjualan batubara. Restrukturisasi Korporasi Dilakukan melalui pendirian anak-anak perusahaan yang menangani bisnis non-core. Stepping up production and sales is carried out by optimizing the work of related units. Strategi operasional ini dimaksudkan untuk mengatasi hambatan transportasi. Boost the competency and regeneration of human resource as well as promote a performance-based corporate culture Promote a performance-based reward system Improve performance rating in environmental management from green to gold • • .LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 64 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report RENCANA STRATEGIS PERSEROAN Sejalan dengan perkembangan perekonomian Indonesia maupun Global beberapa tahun terakhir dan mengantisipasi peluang peningkatan kebutuhan sumber energi. developing coal sea transport and acquiring potential mines. Peranap and other mines. Perseroan telah menuntaskan penyusunan Rencana Strategis Perseroan. Corporate resctructuring This is done through setting up subsidiaries that handle non-core business. developing Indonesia Prima Coal (IPC). (See MD&A “Business Prospect”) Six main operating strategies of the Strategic Plan are the elaboration of the Company’s Vision and Mission to be accomplished in 2009-2013. Rencana Strategis Perseroan terdiri dari enam strategi operasional utama. terutama batubara yang semakin terbuka. (Lihat uraian MD&A: Prospek Usaha). pengoperasian dan pengembangan tambang Internasional Prima Coal (IPC). Focus on development projects The Company concentrates in constructing new railway tracks and ports. CORPORATE STRATEGIC PLAN To respond to the world and national economic development and the increasing demand for energy resources particularly coal in the last few years. The Plan is based on global and Indonesian macro-economic forecast over a period between 2009 and 2013. yakni keterbatasan daya angkut kereta-api sebagai satu-satunya sarana angkut paling ekonomis. pengembangan angkutan laut batubara serta akuisisi tambang berpotensi. Rencana tersebut disusun berdasarkan lanskap kondisi perekonomian global dan makro ekonomi Indonesia pada kurun waktu 2009-2013.

melalui kepemilikan sebesar 51% saham PT Internasional Prima Coal (IPC) yang berlokasi di Kalimantan Timur dengan nilai transaksi sebesar USD17. memperluas pemasaran produk batubara serta memanfaatkan secara optimal potensi cadangan sumber dayanya yang berlimpah. Target jangka panjang Perseroan adalah mencapai era PTBA Emas. di luar areal tambang di Tanjung Enim dan Ombilin. sebagai sumber alternatif produksi batubara. IPC telah berproduksi sejak tahun 2009. meningkatkan penjualan. Various corporate actions have been taken to boost production and overcome the long standing obstacles that have limited the Company’s ability to increase production and sales. kawasan ini memiliki sumber daya batubara sebesar 45 juta ton. The Company estimates this area has coal reserves of 45 million tons. The Company takes business development measures aiming to step up production and sales. ACQUISITION OF MINING CONCESSION A strategy implemented to increase coal production is the acquisition of new mines as alternative coal sources outside the mining area of Tanjung Enim and Ombilin. Perseroan melakukan berbagai langkah pengembangan usaha dengan sasaran meningkatkan produksi. BUSINESS DEVELOPMENT In keeping with the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and maximizing stakeholders’ return. the Company seeks to develop its business prudently and continuously. and capitalizing on its abundant coal reserves and resources. The first acquisition of Mining Concession was accomplished in September 2008 through taking over a 51 percent ownership of PT International Prima Coal (IPC) located in East Kalimantan at a transaction value of US$ 17. IPC commenced operations in 2009.85 juta. Berbagai langkah aksi korporasi telah dilaksanakan untuk meningkatkan produksi dan mengatasi kendala-kendala yang selama ini membatasi kemampuan Perseroan untuk meningkatkan volume penjualan maupun produksi batubara.85 million. Untuk mewujudkan target tersebut. . The year 2009 witnessed the following corporate actions and business development efforts that had actually started the preceding year: Pengembangan Usaha terintegrasi menjamin peningkatan kinerja yang berkelanjutan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 65 PENGEMBANGAN USAHA Sesuai dengan visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing dan memberikan nilai optimal kepada para stakeholder. Menurut taksiran Perseroan. Berbagai aksi korporasi yang dilakukan sepanjang tahun 2009 dan upaya pengembangan usaha yang telah dirintis tahun sebelumnya adalah sebagai berikut. expand coal product marketing area. A prudent and integrated business development to ensure sustainable performance. The long-term target is to arrive at an era of Golden PTBA. Perseroan merealisasikan rencana pengembangan usahanya secara prudent dan berkesinambungan. AKUISISI KUASA PERTAMBANGAN (KP) Salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan produksi batu-bara adalah melalui akuisisi perusahaan tambang. Akuisisi pertama KP dilakukan pada bulan September 2008.

Dimulai tahun 2008 lalu. melakukan optimasi dan peningkatan daya angkut melalui jalur kereta-api yang telah ada. Pertama. sehingga total kapasitas angkut menjadi INCREASE OF COAL TRANSPORT VOLUME The Company’s coal mines are located relatively far from the ports. merintis pembangunan jalur kereta-api baru dari areal tambang ke pelabuhan muat yang memungkinkan penjualan produk batubara secara efisien. In 2008. the Company made two major scenarios to increase coal transport volume.7 juta ton per tahun. as well as unfavorable price and business scheme. making total loading capacity of 22. Penyebabnya adalah belum adanya tambang yang layak secara komersial. Perseroan menjalankan dua skenario utama peningkatan volume angkutan batubara. The main obstacles included small and uneconomical reserves. prompting the Company to take several measures to improve the train loading capacity. cadangan cukup besar namun kaulitas rendah dan jarak angkut cukup jauh. teknis maupun legal. gradually increasing the existing railway loading capacity from Tanjung Enim to Tarahan Port to reach 20 million tons and from Tanjung Enim to Kertapati to reach 2. membuat kereta api menjadi sarana angkutan utama batubara yang paling ekonomis. maximizing the loading capacity of the existing railway tracks. big but low-quality reserves and long transporting distance. ekonomis dan memberikan hasil maksimal bagi Perseroan. Kedua.7 million tons. increasing coal production and sales is always related to the loading capacity of the railway facility. Consequently. Second.7 juta ton. Namun demikian. Sebagai konsekuensi. dengan pertimbangan utama antara lain: cadangan yang minim dan tidak ekonomis. First. technicaly as well as legally. making trains the most economical means of transport. Upaya pertama.7 million Meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada secara bertahap menjadi sebesar 22. In 2010. First effort. pioneering the construction of new railway tracks from the mining area to the loading port that will facilitate efficient. economical coal sales and bring maximum return to the Company. harga dan skema bisnis yang tidak sesuai dengan pihak Penjual.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 66 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Di tahun 2010. meningkatkan secara bertahap kapasitas angkut kereta api eksisting dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan menjadi 20 juta ton dan dari Tanjung Enim ke Kertapati menjadi 2. tidak ada realisasi akusisi yang dilakukan. Perseroan saat ini sedang mencari dan menjajagi beberapa potensi tambang potensial untuk diakuisi. . peningkatan produksi dan penjualan batubara Perseroan harus selalu dikaitkan dengan kemampuan angkut produk melalui jalur kereta api ini. there was no acquisition made by the Company because there was no commercial potential mine. yang mendorong Perseroan melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas angkutan kereta api. PENINGKATAN VOLUME ANGKUTAN BATUBARA Lokasi areal penambangan batubara Perseroan yang relatif jauh dari pelabuhan.

setelah mendapat persetujuan RUPSLB tanggal 28 Mei 2008. The agreement also fixes and agrees upon a certain tariff formula and enforce “Take or Pay” system. This scheme is essential to ensure capacity upgrade is in accordance with the agreement and transport cost is commensurate with coal production increase. Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) dan China Railway Engineering (10%). This project was granted in-principle approval (approval in principle) by the Governor of Lampung on 22 September .7 juta ton per tahun. Dalam perjanjian tersebut. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Srengsem (Lampung). Upaya kedua. PT Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) and China Railway Engineering (10%). with the approval of EGMS dated 28 May 2008. Skema pembiayaan 30% modal sendiri.7 juta ton pada akhir tahun 2014.7 million tons by yearend 2014. Further. the joint venture company will build a coal port in Srengsem. Under the agreement. mulai tahun 2010. which are PT Bukit Asam Transpacific Railway. The establishment of this new transport company is directed towards supporting the Company’s coal production increase. Perjanjian tersebut juga mengatur dan menyepakati formula tarif tertentu dan memberlakukan sistem “Take or Pay”. with the approval of Extraordinary General Meeting of Sharesholders (EGMS) dated 28 May 2008. Untuk menjamin peningkatan volume angkutan kereta api. Tanjung Enim-Tarahan and Tanjung Enim-Kertapati. secara bertahap menjadi sebesar 22. setelah mendapat persetujuan RUPSLB tertanggal 28 Mei 2008. involving PTBA (10%). Selain membangun jalur kereta api. starting 2010. To guarantee increased railway loading volume. sedang 70% lainnya dari pinjaman. Pendirian perusahaan angkutan baru ini juga dimaksudkan untuk mendukung peningkatan produksi batubara Perseroan. Proyek ini telah mendapatkan Ijin Prinsip dari Gubernur Lampung pada 22 September 2008 dan ijin prinsip dari tons per year. Penyelesaian formula tarif tersebut penting untuk memastikan terlaksananya peningkatan angkutan batubara sesuai Perjanjian dan lebih memastikan perhitungan biaya angkutan yang menyertai peningkatan produksi batubara Perseroan. Second effort. PTKA menyanggupi untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada. yakni PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR). in October 2009 the Company entered into Coal Transport Agreement (CTA) with PTKA to cover the period from 1 January 2010 to 31 December 2029. dilakukan melalui pembentukan perusahaan baru. Perseroan menunjuk Konsultan Independen Mott Macdonald untuk merumuskan formula tarif dan formula take or pay angkutan kereta api batubara jangka panjang. yang akan membangun jalur KA baru. Perseroan melakukan Perjanjian Angkutan Batubara Jangka Panjang (Coal Transport Agreement /CTA) yang berlaku mulai 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2029 dengan pihak PTKA di bulan Oktober 2009. Besides building railway tracks. dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. melibatkan PTBA (10%). at an estimated loading capacity of 25 million tons per year. Salah satu alternatif yang dilakukan adalah pembentukan perusahaan patungan antara PTBA dengan PT Kereta Api Indonesia (PTKA). Sebagai tindak lanjut perjanjian tersebut. the Company appointed an independent consultant Mott MacDonald to formulate tariff and ‘take or pay’ scheme for long-term railway coal transport. One alternative taken was forming a joint venture company between PTBA and PT Kereta Api Indonesia (PTKA). which will build a new railway track. setting up a new company. PTKA will increase the coal loading capacity through the existing tracks. Total financing is 30% own funds and 70% borrowing. PT.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 67 22. Tanjung Enim-Tarahan dan Tanjung Enim-Kertapati. Lampung. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Srengsem. The new 307-km track will connect Tanjung Enim and Srengsem (Lampung). Lampung. gradually to reach 22.

the mine mouth TPP projects are divided into several groups: . Perkembangan selanjutnya. Panjang jalur ini adalah 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun. the Company made a presentation to the Governors of Lampung and South Sumatera regarding land clearance plan.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. Berdasarkan besaran nilai investasi yang dibutuhkan dan proses internal yang harus dilakukan. Categorized according to the investment cost and the internal process. a survey was conducted for railway alignment and railway track designation. Dengan demikian jika ketiga skenario angkutan batubara tersebut dapat berjalan sesuai rencana. This project is expected to meet the electricity needs of the nation and the Company’s operations. Pengembangan proyek ini selain bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik nasional juga untuk memenuhi kebutuhan operasional Perseroan. Land acquisition would be soon initiated. Procurement and Construction) senilai US$1. If the three scenarios of coal transport can proceed as planned. Procurement and Construction) contract worth US$1. Langkah lain yang dilaksanakan adalah melakukan survey untuk alignment kereta api dan menetapkan trekking jalur KA. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian tersebut. As a follow up. Rencana angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tannjung enim ke pelabuhan Tanjung-Api-api (Sumatera Selatan). Writing up AMDAL (environmental impact assessment) for railway. BATR (Anak Perusahaan) dalam proses melakukan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses ijin pembangunan pelabuhan. In March 2010 EPC (Engineering. the Company also had a joint project with Adani Group. Perseroan akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. stockpile and port was under way and port construction permit was issued. Perseroan juga merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India. proyek-proyek pembangunan PLTU mulut tambang ini terbagi atas beberapa kelompok. yakni: CONSTRUCTION OF MINE MOUTH THERMAL POWER PLANT To optimize the use of low-calorie coal for economic benefit that will in turn maximize shareholders’ return. PEMBANGUNAN PLTU MULUT TAMBANG Untuk meningkatkan pemanfaatan batubara berkalori rendah dan mendapatkan manfaat ekonomis yang berujung pada peningkatan imbal hasil kepada pemegang saham. dilakukan presentasi dihadapan Gubernur Lampung dan Gubernur SumSel beserta Dinas terkait mengenai Rencana Pembebasan Lahan. Besides collaborating with China.3 billion and O&M (Operator and Maintenance) 20-year contract worth US$3. the Company constructed Thermal Power Plant (TPP). Additionally. Perseroan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang. 2008 and by the Governor of South Sumatera on 13 October 2008. an in-principle approval was also issued for the construction of Special Railway Track by the Minister of Transportation in October 2009. pada bulan Maret 2010 telah dilakukan Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. to develop a 270-km railway track from Tanjung Enim to Tanjung Api-api (South Sumatera) to transport coal at an annual capacity of 35 million tons.5 billion were signed by BATR (PTBA subsidiary) and China Railway Group Limited to develop the project. Adani Group. in due time the Company will be in a position to sell its coal products by railway transport up to 82 million tons per year.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 68 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Gubernur Sumsel tanggal 13 Oktober 2008 dan pada Oktober 2009. proyek ini juga telah memperoleh ijin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI. In addition. India. Selanjutnya akan memasuki tahap persiapan land acquisition.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. Selain kerjasama dengan perusahaan asal China.

Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 69 Aktifitas Penambangan di Tambang Air Laya.

. Procurement. The project was built by a subsidiary that was set up in 2007. The re-tender was caused by a request for change in EPC contract value following global financial crisis that affected the exchange rate of American Dollar against Rupiah and Yuan. Procurement. From the re-tender a new contractor. dengan konsorsium PTBA. Sebagian besar (70%) keperluan pendanaan pembangunan proyek dibiayai melalui pinjaman.Ltd. Construction (EPC) contractor. Selain kenaikan biaya EPC. cost overrun and adjusted price of coal as TPP fuel prompted the management of PT BPI to propose an increase in electricity selling tariff to PT PLN (Persero) which would be incorporated in Amendment to Power Purchase Agreement (PPA). China National Electric Equipment Corporation. and the increased price of steel. Pelaksanaan proyek dilakukan oleh anak perusahaan. was appointed replacing Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. Melalui tender ulang tersebut diperoleh kontraktor baru. yang dibentuk tahun 2007. Sumatera Selatan telah memperoleh persetujuan RUPSLB 10 Mei 2006. menggantikan kontraktor sebelumnya yaitu Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 70 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report • Proyek yang telah mendapat persetujuan melalui RUPS Pembangunan PLTU Mulut Tambang Banjarsari berkapasitas 2x100 MW di Kabupaten Lahat. yaitu PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). munculnya cost overrun dan revisi harga batubara sebagai bahan bakar PLTU. a consortium of PTBA. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). Construction (EPC) PLTU akibat adanya permintaan perubahan nilai kontrak EPC sebagai dampak krisis keuangan global yang membuat nilai kurs Dollar Amerika terhadap Rupiah dan Yuan berubah. sisanya (30%) melalui modal sendiri. Increased railway loading capacity will turn the Company into one of the largest coal suppliers in Indonesia. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) and Pembangkit Jawa Bali (PJB). Besides increased EPC costs. membuat manajemen PT BPI mengajukan permintaan kenaikan harga jual listrik kepada PT PLN (Persero) yang akan dituangkan dalam Amandemen Power Purchase Agreement (PPA). PT Navigate Innovative Indonesia (NII) dan Pembangkit Jawa Bali (PJB). The construction of this project was delayed due to a re-tender process for Engineering. • Projects approved by GMS The construction of Banjarsari Mine Mouth TPP with a capacity of 2x100 MW in Lahat Regency. Pembangunan proyek ini sempat terkendala oleh pelaksanaan tender ulang kontraktor Engineering. projected to meet the needs for electricity in Sumatera. South Sumatera was approved by EGMS on 10 May 2006. yang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera. The major part or 70% of financing was borrowed and the remaining 30% was self-funded. Penyelesaian proyek peningkatan daya angkut KA akan membuat Perseroan menjadi salah satu pemasok batubara terbesar di Indonesia. yaitu China National Electric Equipment Corporation.Ltd. serta adanya kenaikan harga baja.

Total kebutuhan batubara kalori rendah yang akan dipasok PTBA untuk keperluan proyek ini adalah sekitar 1 juta ton per tahun. Perkembangan lainnya. Draft PPA telah dibahas dan disiapkan. Selain perkembangan menyangkut PPA tersebut. Amandemen PPA akan ditandatangani setelah ada persetujuan Menteri ESDM mengenai Tarif Jual Beli Listrik yang baru. Draft amended PPA has been discussed and drawn up and will be signed soon after EMR Minister approves the new electricity tariff. The ministerial approval is expected any time soon and PPA Amendment can be signed in 2011. new electricity tariff was agreed and would be included in the Amendment to PPA between the Company and PLN. In August 2010. EMR Minister approval for the new tariff is still pending. sehingga Amandemen PPA dapat ditandatangani di tahun 2011. while transmission land was 88% cleared. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM. sedang lahan untuk transmisi telah 88% dibebaskan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 71 PLTU. . An Amendment to EPC contract for this project was signed on 3 December 2010. Land for this TPP was 100% acquired and certificated in the name of BPI. Total low-calorie coal to be supplied by PTBA for this project is estimated at 1 million tons per annum. proyek ini mencatat perkembangan lain dengan telah ditanda tanganinya Amandemen Kontrak EPC PLTU pada tanggal 3 Desember 2010. Tanjung Enim Bulan Agustus 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan dengan PLN. lahan untuk pembangunan PLTU ini telah 100% dibebaskan dan disertifikasi atas nama BPI. Diharapkan persetujuan Menteri ESDM segera diperoleh.

PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk and Regental Administration of Muara Enim). • Proyek yang tidak memerlukan Persetujuan RUPS. In 2010. mempersiapkan wilayah khusus Kuasa Pertambangan untuk pasokan batubara ke PLTU. Pada bulan Maret 2009 Perseroan menandatangani perjanjian kontrak EPC PLTU dengan Konsorsium China Overseas • Projects not Requiring GMS Approval Tanjung Enim Mine Mouth 3x10MW TPP This TPP is constructed with the purpose of meeting the needs of Tanjung Enim Mining Unit. operate and maintain TPP signed in 2006. Pengaliran listrik dari areal proyek ke Pulau Jawa rencananya akan dilakukan melalui jaluran transmisi listrik Sumatera-Jawa. so negotiation on Banko Tengah TPP. Electricity distribution from the project site to Java Island is to be carried out through electric transmission line Sumatera-Java. dengan perkiraan kebutuhan sebesar 10 – 12 juta ton per tahun. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim). South Sumatera was designed to meet electricity demand in Sumatera and Java areas. Pada proyek ini Perseroan menggandeng mitra strategis dari Cina (China Huadian Corporation) dan beberapa mitra nasional (PLN. For selling electricity from this TPP a proposal was submitted to PLN in 2007. partly through undersea cables. • Projects Yet to be Approved by GMS Mine Mouth TPP Banko Tengah of 4x600 MW in Muara Enim Regency. Pada tahun 2010. This TPP project has not been approved by PTBA GMS. PLTU Mulut Tambang Tanjung Enim kapasitas 3x10 MW di Tanjung Enim. PLTU Mulut Tambang Banko Tengah dengan kapasitas 4x600 MW di Kabupaten Muara Enim. sebagian akan melalui kabel bawah laut. In March 2009 the Company entered into a TPP EPC contract with a consortium China Overseas Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd . melalui perjanjian usaha patungan pembangunan. PLN was still concentrating on increasing electricity supply to Sumatera inter-connection system. PLN masih perlu memprioritaskan pelaksanaan program-program pemenuhan tambahan pasokan listrik bagi sistem interkoneksi Sumatera sendiri. under a joint venture agreement to build. As a follow-up the Company began preparing for land clearance. operasi dan pemeliharaan PLTU yang ditandatangani pada 2006. Together with its strategic partners the Company made a series of negotiations for electricity tariff (Purchase Power Agreement / PPA) with PLN and discussed the project payment scheme with potential lenders and potential insurers continuing towards the end of 2009. Perseroan bersama-sama mitra strategis juga melakukan serangkaian proses negosiasi tarif listrik (Purchase Power Agreement / PPA) dengan pihak PLN dan pembahasan skema pembiayaan proyek dengan potential lenders maupun potential insurer yang masih berlangsung hingga akhir 2009. Sumatera Selatan dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Sumatera dan Jawa.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 72 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report • Proyek yang belum Mendapat Persetujuan RUPS. Perseroan kemudian menindak-lanjuti langkah ini dengan melaksanakan tahapan persiapan pembebasan lahan. the Company estimates that the Sumatera-Java electricity inter-connection has to be finalized in 2016. Proposal penawaran penjualan listrik dari PLTU ini telah diajukan kepada PLN pada 2007. which supplied most of its electricity to Java. Based on PLN 2010-2019 program. Pembangunan PLTU ini ditujukan untuk pemakaian sendiri di Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT). Proyek PLTU ini belum mendapatkan persetujuan RUPS PTBA. In this project the Company works with a strategic partner from China (China Huadian Corporation) and a few national partners (PLN. sehingga terjadi penundaan negosiasi PLTU Banko Tengah yang produksi listriknya sebagian besar dipasok ke Pulau Jawa. was suspended. Perseroan memperkirakan proyek yang menghubungkan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera-Jawa ini harus selesai pada tahun 2016. Berdasarkan RUPTL PLN 2010-2019. preparing Mining Concession area for supplying coal to TPP at an estimated volume of 10 – 12 million tons per year.

#3. The completion of all TPP projects will secure annual sales of 14 million tons low-calorie coal from Tanjung Enim and Peranap areas. Pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 8 MW ini juga ditujukan untuk keperluan sendiri. major equipment shipment. construction and erection of boiler and ESP No. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi kegiatan penambangan batubara melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM. This TPP is fueled by waste coal which has never been utilized. PLTU ini menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfa’atkan. When completed this project will support coal mining efficiency program by shifting fuel-based to electricitybased energy consumption as fuel price is beyond the Company’s control. the Company invited tenders for EPC contractor. DM water.Ltd di Huangzhou. pondasi peralatan utama. DM Water. Black and Veatch International was assigned as Consultant for supervising the EPC work. . construction ad erection of boiler and ESP No. China. China. chimney. 3. Packet TPP for Tarahan Port This 2x8MW TPP is also designed to meet the Company’s own needs. yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. Dry Coal Shed. Hingga akhir 2010. menjadi berbasis listrik.65%. terutama mendukung kebutuhan operasional Perseroan di pelabuhan Tarahan. Sedangkan pekerjaan yang sedang berlangsung antara lain mencakup : penyelesaian pekerjaan Cooling Tower. After appointing Technical Consultant in 2008 and obtaining the Commissioners’ approval in August 2009. dry coal shed. Until end of 2010. 2 and main power house (MPH) as well as overseeing EPC contractor work.#2 dan Main Power House (MPH) dan pengawasan kegiatan EPC Kontraktor.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 73 Penyelesaian seluruh proyek PLTU akan menjamin pemasaran 14 juta ton/tahun batubara kalori rendah dari areal sekitar Tanjung Enim dan Peranap. konstruksi dan erection i boiler dan ESP No. Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. Setelah pada 2008 menunjuk Konsultan Teknis dan mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada Agustus 2009. PLTU Paket untuk Pelabuhan Tarahan. major equipment base. Breakdown of work accomplished included detailed design. kemajuan pembangunan PLTU Tanjung Enim telah mencapai + 85.Ltd in Huangzhou. Adapun rincian pekerjaan yang telah dilaksanakan mencakup: detail desain. pondasi lainnya. chimney. particularly to support the Company’s operations in Tarahan port. Selain itu diputuskan Black and Veatch International sebagai Konsultan Supervisi Pekerjaan EPC. konstruksi dan erection boiler dan ESP No. shipment peralatan utama. the construction was +85. – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. Work in progress included cooling tower.65% was completed. Perseroan telah menindak lanjuti rencana ini dengan melakukan proses tender kontraktor EPC. other foundation work.

. the Company also made business expansion to strengthen its foundation. bekerjasama dengan PT Pertamina Hulu Energi (melalui PT PHE Metra Enim) dan Arrow Energy Indonesia (melalui Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd). the tender for EPC Contractor of Peranap TPP Construction failed as the number of participants (only two) was below requirement. Negotiation on electricity selling price with PLN and Indragiri Hulu Regental Administration. At the end of 2010. Until end of 2009. Sedangkan Konsultan Pengawas (Supervisi) telah dilakukan pelelangan dan sedang dalam proses penunjukan pemenang.5 % (through subsidiary. represented by Indragiri Hulu Regental Company. Peranap Mine Mouth 2x10MW TPP in Indragiri Hulu Riau The idea of building this project started in 2008 after conducting studies in TPP construction and mine development in Peranap Mining Concession area. PLTU Mulut Tambang Peranap kapasitas 2x10 MW di Kabupaten Indragiri Hulu Riau Gagasan pembangunan proyek ini telah dimulai sejak 2008 dengan pelaksanaan studi pembangunan PLTU dan studi pengembangan tambang wilayah Kuasa Pertambangan Peranap. DEVELOPMENT OF COAL BED METHANE (CBM) Besides various efforts to boost production and improve mining efficiency. Perseroan masih dalam proses pembahasan jual beli listrik dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu. an EPC contractor was appointed and Contract Discussion Agreement (CDA) was discussed. The strategy adopted was business diversification to improve added value. Melalui pembangunan PLTU berkapasitas 2x10 MW ini. 27.5% and Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd 45%. PT Bukit Asam Metana Enim). Perseroan juga melakukan pengembangan usaha yang bertujuan untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan. Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Pelabuhan Tarahan telah ditunjuk dan dilanjutkan dengan proses CDA (Contract Discussion Agreement) dan pembahasan kontrak. The construction of TPP of this capacity should enable the Company to make use of low-calorie coal to meet the electricity needs of local community. Construction will be parallel to the development of Peranap mine. was still in progress. Pembangunan PLTU akan dilakukan secara paralel dengan pengembangan tambang Peranap Sampai akhir 2009. One alternative of business diversification in taking advantage of the abundant reserves was developing Coal Bed Methane (CBM) in Tanjung Enim. PENGEMBANGAN COAL BED METHANE (CBM) Selain berbagai upaya peningkatan produksi dan efisiensi proses penambangan.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 74 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Hingga akhir 2010. Ownership composition is PTBA 27. Proses Pelelangan Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Peranap mengalami batal tender karena tidak memenuhi syarat jumlah peserta yang hanya diikuti oleh 2 peserta. PT Bukit Asam Metana Enim). Strategi yang diterapkan adalah dengan melakukan diversifikasi usaha guna meningkatkan nilai tambah.5% dan Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd 45%. PT PHE Metra Enim 27. the Company was still negotiating electricity selling tariff with the Local Administration of Indragiri Hulu Regency. A bid for Contractor Overseer was opened and the winner had yet to be decided.5 % (melalui anak perusahaan Perseroan. diharapkan Perseroan dapat memanfaatkan batubara kalori rendah untuk mewujudkan komitmen pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat setempat. PT PHE Metra Enim. Hingga akhir 2010. At the end of 2010. dengan struktur kepemilikan PTBA. Proses pembahasan jual beli listrik baik dengan PLN WRKR maupun dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu yang diwakili oleh Perusda Inhu juga masih berlangsung. in collaboration with PT Pertamina Hulu Energi (through PT PHE Metra Enim) and Arrow Energy Indonesia (through Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd). Salah satu alternatif diversifikasi usaha dalam memanfaatkan sumber daya Perseroan yang berlimpah adalah pengembangan Coal Bed Methane (CBM) di wilayah Tanjung Enim. 27.

PT Pertamina EP has full drilling and seismic data while Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd is experienced in CBM gas development in Australia. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat dari perkiraan awal.8 .8-2. Environmental Management Action (UKL) and Environmental Monitoring Action (UPL) permits were obtained and at end 2010 preparation for exploration drilling in Tanjung Enim was in progress. Penandatanganan PSC untuk proyek ini telah dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2009 antara para pihak dengan BPMigas dengan komposisi para pihak 45% dan BPMigas 55% dan berlaku selama 30 tahun. Saat ini sedang dalam proses negosiasi Joint Operation Agreement antara para pihak.8-2. CBM content in this area will be exhausted within minimum 40 years. Indikasi awal dari proses eksplorasi tersebut menunjukkan kandungan CBM antara 0. Work Program & Budget dan Rencana Penempatan Tenaga Kerja (RPTK) telah disetujui oleh BPMIGAS.6 trilliun cubic feet (TCF).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 75 Mulai Juli 2008 tahap eksplorasi telah dilaksanakan melalui penentuan lokasi bor bagi pengambilan sample gas CBM Tanjung Enim. Dengan perkiraan produksi sebesar 50 juta kaki kubik gas per hari (50 MMSCF/day) maka kandungan CBM di areal ini akan habis minimal dalam waktu 40 tahun.8 – 2. At an estimated production of 50 million cubic feet of gas per day (50 MMSCF/day). PT Pertamina EP memiliki data bor dan seismik yang lengkap sementara Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM di Australia. The Company is optimistic that this project can be accomplished sooner than originally planned. Work Program & Budget and Manpower Placement Plan was approved by BPMIGAS. Currently negotiation for Joint Operation Agreement is under way among the parties. The study showed that sea transport development would support the Company’s performance as it could reduce dependence on 0. considering PTBA has full coal geology data. The exploration indicated a CBM content of 0.6 trillion cubic feet (TCF).8-2.2. the Company made a more comprehensive feasibility study of coal sea transport development. valid for 30 years. The Production Sharing Contract (PSC) for this project was entered into on 4 August 2009 between the parties and BPMigas with a composition of the parties 45% and BPMigas 55%. Perseroan kemudian melaksanakan studi kelayakan yang lebih komprehensif pengembangan angkutan laut batubara. In July 2008 exploration was commenced by designating drilling site to extract CBM gas sample in Tanjung Enim. PENGEMBANGAN ANGKUTAN LAUT BATUBARA Dengan mempertimbangkan semakin meningkatnya permintaan batubara domestik maupun global.6 trillion cubic feet (TCF) . mengingat PTBA sudah memiliki data geologi batubara yang lengkap.6 trillion cubic feet (TCF) CBM content in Tanjung Enim is 0. Upaya Kelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) telah diperoleh dan sampai dengan akhir tahun 2010 telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi di Wilayah Kerja Tanjung Enim.6 trillion cubic feet (TCF) Kandungan CBM di Tanjung Enim berjumlah antara 0. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan angkutan laut tersebut akan dapat menunjang kinerja Perseroan DEVELOPMENT OF COAL SEA TRANSPORT To respond to the increasing coal demand in domestic and overseas market.

Bulan Juli 2009. the Company obtained the Commissioners’ approval to develop coal sea transport to be followed up by preparatory measures to establish subsidiary company in coal sea transport. In July 2009. Perseroan mendapatkan persetujuan Komisaris untuk mengembangkan angkutan laut batubara yang ditindak-lanjuti dengan langkah-langkah persiapan bagi pendirian anak perusahaan angkutan laut batubara dan penyusunan Rencana Strategis Pendirian anak perusahaan di tahun 2010. improve bargaining position and facilitate coal distribution. meningkatkan posisi tawar dan mempermudah pendistribusian batubara. Pelabuhan Tarahan .LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 76 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report karena mampu mengurangi ketergantungan angkutan pada perusahaan lain. other companies’ transport. and to write up the strategic plan in 2010.

sehingga tekanan hidrostatik akan menurun. Pada konsentrasi tertentu. Cara Produksi CBM     . pengupasan over burden yang dilakukan membuat kandungan CBM ini terbuang ke atmosfir dengan percuma dan menjadi salah satu unsur gas perusak lapisan ozon. overburden scraping wastes CBM content to the atmosphere to become a destroyer of ozone layer. Manfaat Bagi PTBA • • • • Memberikan nilai tambah bagi Perseroan berupa sumber pendapatan baru. Dalam penambangan batubara di Indonesia. • Coal Bed Methane (CBM) is methane gas (CH4) that is naturally formed together with traces of other hydrocarbon and non-hydrocarbon gases (85%-99% methane). Di Indonesia pemanfaatan CBM sebagai PLTU tenaga gas telah diaplikasikan di Kalimantan. Eksploitasi CBM tidak berdampak pada proses produksi batubara saat ini. as mostly done in China. Berpartisipasi pada upaya penurunan emisi gas penyumbang kerusakan lapisan ozon.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 77 Apa itu CBM? • What is CBM? • • • • • • Coal Bed Methane (CBM) merupakan gas metana (CH4) yang terbentuk secara alami bersama dengan sejumlah kecil kandungan gas hidrokarbon dan non-hidrokarbon lainnya (85-99% metana). yang umumnya dilakukan secara open pit. untuk gas perumahan serta sebagai bahan baku pembuatan pupuk urea. found in coal layer resulting from chemical and physical processes. poor ventilation shaft will trap this gas in mining area below. Eksplorasi CBM dilakukan melalui teknik pemboran core hole & gas sampling dan proses Geologi & Geofisika. Pada proses tambang dalam. • • In deep mining. seperti banyak dilakukan di China. gas ini akan terbakar. Pemanfaatan gas CBM umumnya digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga gas. saluran ventilasi yang kurang baik akan membuat gas ini ”terperangkap” pada areal penambangan dibawah tanah. dimana air akan dipompa keluar dari lapisan batubara melalui proses pemompaan (dewatering). CBM umumnya diproduksi melalui lubang bor (exploitation hole). daerah penambangan batubara Sangatta. Meningkatkan keamanan proses penambangan apabila Perseroan merealisasikan rencana tambang dalam. selanjutnya gas dapat keluar dari batubara melalui cleat dan rekahan untuk dialirkan ke permukaan. yang terkandung di dalam lapisan batubara sebagai hasil dari proses kimia dan fisika. dengan menimbulkan ledakan. In Indonesia’s mostly open pit coal mining.

systematical and recurring process for continuous improvement of the Company’s performance.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 78 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO Perseroan mengoptimalkan peranan Manajemen Risiko untuk melakukan identifikasi dan mitigasi atas berbagai risiko yang dihadapi dan berpotensi menghambat pencapaian target Perseroan. This process is based on AS/NZ 4360 risk management guide as depicted in the following chart. Risks identified are then mitigated and followed-up with anticipatory measures to address detrimental business condition. Management Risk process in the Company is a structured. RISK DAN RISK MANAGEMENT The Company steps up the function of Risk Management to identify and mitigate various risks with potentials to constrain the Company from reaching its target. sistematis serta berulang untuk meningkatkan kinerja pengelolaan risiko perusahaan yang berkelanjutan (continous improvement). MEMBUAT KONTEKS Establish the Context KOMUNIKASI & KONSULTASI Communication & Consultation Identify Risks ANALISIS RISIKO Analyse Risks EVALUASI RISIKO Evaluate Risks MEMPERLAKUKAN RISIKO Treat Risks PEMANTAUAN & PENGKAJIAN IDENTIFIKASI RISIKO Penilaian Risiko Risk Assessment Monitor & Review . Proses ini mengacu pada pedoman manajemen risiko AS/NZ 4360 seperti digambarkan pada bagan berikut. Proses Manajemen Risiko Perseroan merupakan suatu proses terstruktur. Hasil identifikasi kemudian dimitigasi dan ditindak lanjuti dengan langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai perkembangan kondisi lingkungan usaha yang bisa berdampak negatif.

Socialization and implementation of “Integrated Corporate Risk Management Guide” under accredited AS/NZ 4360 standard to improve the Company’s ongoing risk management.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 79 Proses Pembubutan di Area Workshop Sosialisasi dan implementasi aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi”. yang mengacu pada standard terakreditasi AS/NZ 4360 untuk meningkatkan pengelolaan risiko perusahaan secara berkelanjutan. .

Intensifying risk awareness process in all components of the Company. Strategi umum yang diterapkan dalam pengelolaan risiko ini adalah: • • • • Mengintegrasikan seluruh proses bisnis ke dalam proses manajemen risiko. the work of risk management system was focused on intensifying the performance and improving the quality of risk management to support the Company in its performance. Perseroan telah merumuskan daftar 37 risiko yang harus dipantau secara rutin dan berkesinambungan untuk kemudian dilakukan langkah mitigasinya. 1 RISIKO MUTU Quality RISIKO ANGKUTAN KA Railway RISIKO HUKUM Legal issue RISIKO ASET Asset RISIKO LAHAN Land RISIKO POMPA Pump RISIKO KONTRAKTOR Contractor RISIKO SI SI 9 RISIKO PERSAINGAN Competition 17 RISIKO EKSPLORASI Exploration RISIKO INVESTASI Investment RISIKO NILAI TUKAR Exchange rate RISIKO KENAIKAN BIAYA OPERASI Operating cost 25 RISIKO KOMODITAS Commodity RISIKO TRANSAKSI STRATEGIS Strategic transaction RISIKO PENGADAAN Procurement RISIKO SOSIAL Social issue RISIKO KREDIT (KBL) Loan/credit 33 RISIKO DEMURRAGE Demurrage RISIKO PROYEK Project RISIKO PASAR 2 10 RISIKO SDM Manpower RISIKO BBM Fuel RISIKO ALAT Equipment RISIKO CHF CHF RISIKO SAFETY Safety RISIKO LINGKUNGAN Environment 18 26 34 3 11 19 27 35 Market 4 12 20 28 36 RISIKO STRIPPING RATIO Stripping ratio 5 13 21 RISIKO DOKUMEN Document RISIKO PAJAK Tax RISIKO HUBUNGAN INVESTOR Investor relations 29 37 FRAUD & CORRUPTION Fraud and corruption 6 14 22 30 RISIKO STAKEHOLDER Stakeholders 7 15 23 31 RISIKO KOLEKTIBILITAS Receivables turnover 8 16 RISIKO ANGKUTAN TONGKANG Barge transportation 24 RISIKO TDL Quality Risk 32 RISIKO FLUKTUASI Cash movement . the Company has compiled a list comprising 37 risks that should be routinely monitored to be followed by mitigating steps as follows. Intensifikasi risk awareness process pada seluruh komponen Perseroan. General strategy adopted in risk management includes: • • • • Integrating the whole business process into risk management process.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 80 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Selama tahun 2010. • • Berdasarkan hasil identifikasi risiko yang dilakukan secara berkesinambungan sejak 2006. Developing Business Continuity Management backed by Business Continuity Plan. yakni: Based on the result of continued risk identification process since 2006. Consistently updating Risk Register by continuous risk monitoring. Pembaruan Risk Register secara konsisten melalui pemantauan risiko secara terus menerus Peningkatan kompetensi dan pengetahuan personil yang bertanggngung jawab dalam pengelolaan Risk Management baik melalui seminar maupun pelatihan Pengembangan Business Continuity Management yang didukung oleh Business Continuity Plan In 2010. Upgrading the competence and knowledge of personnel responsible for Risk Management through seminars and training classes. fokus kerja sistem manajemen risiko adalah semakin meningkatkan intensitas dan kualitas pengelolaan risiko untuk menjamin peningkatan kinerja Perseroan.

Risiko Pasar. Risiko Operasional. social and document risks. Risiko Kecelakaan Fatal. Risiko Investasi. Some of the 37 risks are high and extreme risks that need to be closely watched. kesalahan manusia dan kegagalan sistem. Medium Risk and Low Risk. • • Strategic Risks. Berisiko Sedang (Medium Risk) dan Berisiko Rendah (Low Risk). yaitu risiko yang diakibatkan oleh faktor-faktor eksternal. Risiko Komoditas . The 37 risks are classified into five groups: • External Risks. contractor and fraud & corruption. caused by fluctuations of the Company’s financial target or monetary measures due to macro variable changes. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pajak. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko hukum. land. Risiko Pasar. risiko kontraktor dan risiko fraud and corruption. Risiko Strategis. manpower. They are legal. Risiko Nilai Tukar. investment. contractor. investor relations. This category includes tax. information system. cash movement. Risiko Pengadaan. human error and system failure. risiko lingkungan. Risiko Mutu. caused by unsound strategy and business decision making. Dari 37 jenis risiko tersebut ada beberapa risiko yang sangat diperhatikan karena level risikonya yang tinggi (high) dan sangat tinggi (extreme) yaitu: Risiko Hukum . risiko kolektibilitas piutang. Risiko Lahan. procurement. environment. yaitu risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan pelaksanaan strategi yang tidak tepat. risiko nilai tukar dan risiko harga komoditas. risiko hubungan investor. commodity. risiko stakeholder. yaitu risiko yang disebabkan oleh ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal. quality. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko proyek. Included in this category are project. yaitu risiko terjadinya kerugian akibat pergerakan variabel pasar produk Perseroan. Risiko Kontraktor. Perseroan kemudian membagi lagi risiko tersebut kedalam beberapa kategori sebagai acuan dalam pengendalian risiko. project and CHF risks. caused by inadequacy or dysfunction of internal process. yaitu risiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi target keuangan atau ukuran moneter perusahaan. This category includes the risks of product quality. caused by market variable movement of the Company’s product. risiko pompa. risiko SDM. market. yang diakibatkan karena gejolak beberapa variabel makro. • • Financial Risks . • • Operational Risks. serta pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat. Kategori tersebut adalah: Berisiko Sangat Tinggi (Extreme Risk). Berisiko Tinggi (High Risk). Risiko Fluktuasi Kas. pump. These categories are Extreme Risk. Included in this category are legal. exchange rate. yaitu: • Risiko Eksternalitas. . fatal accident.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 81 Secara garis besar tiga puluh tujuh risiko tersebut dapat dibagi menjadi lima kelompok. sesuai dengan dampak yang ditimbulkannya. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini antara lain risiko mutu produksi. cash movement and credit risks. Included in this category are market. risiko sosial dan risiko dokumen. risiko fluktuasi kas dan risiko kredit. The Company spreads the risks into several categories as guidance in risk management according to the effect they impose. Risiko Keuangan. caused by external factors. Risiko Project dan Risiko CHF. risiko transaksi strategis dan risiko investasi. exchange rate and commodity price risks. High Risk. receivables turnover. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pasar. stakeholder. strategic transaction and investment risks. • • Market Risks. Risiko Sistem Informasi.

the Company took care of the high risks identified. selain mulai mengidentifikasi dan menyusun langkah-langkah mitigasi risiko fraud and corruption. Identifikasi dan mitigasi kelompok risiko kategori extreme risk dan high risk sebagai prioritas penanganan dan penanggulangan risiko. the Company evaluated and mitigated all risks with detrimental potentials. dan merubah izin pengelolaan wilayah konsesinya menjadi IUP. During 2010. on the subject of conversion from MC to MBL. By using the guide to take risk mitigation measures. The Guide contains information on the mechanism of measuring. mapping. all work units are expected to understand the risk management as an early warning system to minimize risks and their effect on the overall performance. The risk mitigated was legal risk associated with the implementation of Mineral and Coal Law No. yakni perubahan KP menjadi IUP. Mitigasi atas risiko langsung dilakukan terhadap risiko-risiko yang tergolong extreme dan high risk. yang mengacu pada standard As/NZS 4360:2004 keseluruh unit fungsional terkait. The Company finalized this permit issue and converted its concession to MBL (Mining Business Licence). . penanggulangan dan pelaporan risiko. handling and reporting risks. Perseroan juga terus melaksanakan sosialisasi dan menerapkan aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi”. The “Integrated Corporate Risk Management Guide” under AS/NZ 4360:2004 standard was disseminated to all functional units for implementation. Extreme and high risks were mitigated. Identification and mitigation of extreme and high risks are the priority of risk management. pemetaan. terkait pemberlakuan Peraturan Pelaksanaan dari UU no 4 tentang Minerba tahun 2009. Melalui penerapan atas pedoman pengenalan dan langkah mitigasi risiko tersebut. sehingga terjadi perubahan status dari risiko-risiko dimaksud. Sepenjang tahun 2010 Perseroan telah melakukan pengkajian dan melakukan mitigasi atas seluruh risiko-risiko yang akan atau kemungkinan besar memberi dampak negatif terhadap operasional. diharapkan seluruh satuan kerja dapat memahami pengelolaan risiko yang ada di unit-unit kerja serta menganggapnya sebagai early warning system dalam meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya terhadap jalannya usaha Perseroan.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 82 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Pada tahun 2010. besides identifying fraud and corruption risks and devising mitigation measures. Risiko yang telah ditindak lanjuti adalah risiko hukum. and their risk level was lowered. Pedoman tersebut mencakup informasi mengenai mekanisme pengukuran. In 2010. 4/2009. Perseroan menindak lanjuti hasil mitigasi atas jenis risiko tinggi yang diidentifikasi. Perseroan telah menyelesaikan masalah perizinan ini.

keterlambatan pengiriman. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Meningkat. • Close cooperation with port of destination so barge can moor on time • Sales and delivery term in contract to suit mooring and unloading capacity of receiving jetty Risiko berhasil diturunkan kembali dari jenis risiko ekstrem. disajikan dalam tabel berikut. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Membaik. low reputation Risiko masih berada pada level medium. • Penggalian sesuai sekuen penambangan. • Seleksi ketat calon pembeli • Kerjasama erat dengan pelabuhan tujuan agar angkutan tongkang dapat sandar tepat waktu. DAMPAK IMPACT Mutu produk menurun /berkurang Mutu produk menurun /berkurang LANGKAH MITIGASI MITIGATION MEASURES • Penilaian kinerja rutin • Pemeriksaan peralatan • Pengawasan dengan efektif • Routine performance evaluation • Equipment control • Effective supervision STATUS RISIKO RISK LEVEL Membaik. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Risiko kenaikan biaya operasi Higher operating costs Risiko kolektibilitas Receivables turnover Profit margin turun Lower profit margin • Monitoring biaya • Pelaksanaan program efisiensi • Cost control • Efficiency drive • Penagihan piutang secara intensif • Implementasi sangsi denda dalam kontrak • Intensive collection of receivables • Imposing penalty sanction • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut. dari sebelumnya berada pada level rendah Worsened from low to medium risk . penurunan reputasi Higher barge charges. • Penjualan berbasis product driven Membaik. late delivery. higher production cost per ton Risiko komoditas Commodity Rendahnya harga jual batubara perseroan Low coal selling price • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak. JENIS RISIKO TYPE OF RISK Risiko Kontraktor Contractor The following table describes the mitigation measures and risk level changes. lower loan repayment Risiko stripping rasio Stripping ratio Meningkatnya biaya produksi per ton Higher stripping ratio. • Penjualan berbasis product driven • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 83 Perubahan dan mitigasi atas beberapa risiko dimaksud. menjadi risiko menengah Improved from extreme to medium risk Risiko Angkutan Tongkang Barge transportation Biaya angkut tongkang meningkat. • Seleksi ketat calon pembeli • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak. dari risiko rendah menjadi risiko menengah Worsened from low to medium risk Meningkatnya stripping rasio Lower cash position. • Harga jual ekspor sesuai index harga internasional. • Harga jual ekspor sesuai index harga internasional. • Penetapan kontrak penjualan dan pengiriman disesuaikan dengan kemampuan sandar dan bongkar muat jetty pihak penerima. termasuk upaya mitigasi yang dilakukan. • Penggalian sesuai sekuen penambangan.

training each work unit to be occupational risk conscious and providing adequate work safety appliances are the Company’s responsibility to the surrounding environment and community. Creating a safe and healthy working environment.84 PT Bukit Asam Tbk.Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Unit Pemadam Kebakaran PT Bukit Asam Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat melalui pelatihan setiap unit kerja agar sadar risiko kecelakaan kerja dan penyediaan peralatan keselamatan kerja yang memadai sebagai wujud pertanggung-jawaban Perseroan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. .

HEALTH AND ENVIRONMENTAL CONSERVATION WORK SAFETY AND HEALTH The Company sets a basic work safety and health (WSH) rule: “Work safety and health are the responsibility of all people. Perseroan sejak 2007 menerapkan perluasan Standar Manajemen K3 (SMK3) dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan pada tahun 2008 juga menerapkan sistem standar K3 dari OHSAS 18001:2007.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 85 PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA PERLINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Perseroan telah menetapkan kebijakan mendasar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. dengan tujuan memotivasi pegawai dalam semua jenjang manajerial (dimulai dari lini manajemen) untuk menumbuhkan perhatian dan perilaku yang mendahulukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. The implementation of such standard was followed by the adoption of Contractory Safety Management System (CSMS) designed to monitor the performance of the Company’s work units and its working partners or third party contractors in implementing WSH Management Standard. In July 2010. to encourage awareness of WSH aspect. Di tahun 2010. and in 2008 adopted WSH standard OHSAS 18001:2007. Perseroan melaksanakan 3 langkah strategis terkait dengan K3. terdiri dari: WORK SAFETY. yakni: • Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia berbasis K3. dengan standarisasi atau sertifikasi pegawai tambang. the Company has routinely held safety committee meetings with work units and working partners or mining contractors. the Company took three strategic steps in relation to WSH: • WSH-based human resource development for mining employee certification aimed at motivating employees of all managerial levels (from line management). to guarantee the quality of WSH practice in its operating areas. Untuk mendapatkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang maksimum. The Company and related parties are determined to create a healthy. injury-free working environment and operates by nomal operating standards” In a bid to meet maximum work safety and health standard. Perseroan secara rutin melaksanakan pertemuan safety committee baik dengan unit-unit kerja terkait maupun dengan mitra kerja/kontraktor penambangan. the Company integrated all operating systems into Bukit Asam Management System (BAMS). Sesuai dengan standar penerapan K3 yang disyaratkan. Pertemuan rutin bertujuan mengingatkan semua pihak agar tetap melaksanakan segala ketentuan yang berkaitan dengan K3. Perseroan telah mengintegrasikan semua sistem operasional ini kedalam Bukit Asam Management System (BAMS). The outcome of the program was 264 people were certificated. Sejak Juli 2010. According to the required implementation of WSH standard. yakni “Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tanggung jawab semua pihak. untuk menjamin kualitas pelaksanaan K3 diwilayah operasionalnya. dalam menerapkan SMK3. bebas cidera dan melakukan kegiatan operasional sesuai kaidah yang berlaku”. Hasil yang dicapai sebanyak 264 orang telah tersertifikasi. Pemberlakuan ketentuan tersebut kemudian diikuti dengan pelaksanaan contractory safety management system (CSMS) yang ditujukan untuk mengetahui kinerja satuan kerja di lingkungan Perseroan dan mitra kerja atau kontraktor pihak ke tiga. In 2010. oleh sebab itu Perseroan bersama pihak terkait bertekad menciptakan lingkungan kerja yang sehat. in 2007 the Company implemented Work Safety and Health Management Standard laid down by the Department of Manpower and Transmigration. as follows: . Routine meetings are meant to remind all parties to adhere to all WSH regulations.

05/ Men/1996 was conducted at Tanjung Enim Mining Unit by an independent certification institution. TUV NORD Indonesia. The findings revealed that there were no major threats. Selain itu melakukan Audit Eksternal Sertifikasi SMK3 berbasis Permenaker 05/Men/1996 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent PT. dan sebanyak ± 956 unit (Dump truck & alat berat) telah diberi tanda ijin operasi oleh KTT. instalasi listrik (3 unit). Dari kedua audit tersebut didapatkan hasil “tidak ada temuan Mayor”. dengan standarisasi atau sertifikasi peralatan/unit. Hasil yang dicapai sebanyak 28 unit telah tersertifikasi. To ensure all parties concerned really observe WSH Management Standard. bejana tekan (4 unit). Memasukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam perencanaan prakualifikasi calon kontraktor penambangan pada penerapan program Contractor Safety Management System (CSMS) dengan tujuan mengetahui kinerja kontraktor/mitra kerja pada perseroan dalam penerapan SMK3. Another WSH Management Standard external audit based on Manpower Minister Regulation No. in 2010 the Company conducted external surveillance audit at Tanjung Enim Mining Unit in cooperation with an independent certification institution. • • Inserting WSH aspect in pre-qualification process of mining contractor candidates in implementing Contractor Safety Management System (CSMS) to discover partners’ performance in observing WSH Management System. 3 electrical installations) and +956 units (dump truck and heavy equipment) were labeled operating permit by KTT. Sucofindo. PT Sucofindo.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 86 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report JENIS SERTIFIKASI Pengawas Operasional Utama Pengawas Operasional Madya Pengawas Operasional Pertama Ahli K3 Umum Manajemen Perawatan Tambang Perencanaan Tambang Terbuka Operasi Penambangan Inspeksi K3 Operator Pesawat Angkat Angkut Juru ledak kls II Proteksi Radiasi 2009 5 33 68 1 0 0 0 0 19 0 0 2010 1 33 74 1 4 2 2 2 14 4 1 TOTAL 6 66 142 2 4 2 2 2 33 4 1 CERTIFICATION Chief Operations Supervisor Middle Operations Supervisor First Operations Supervisor General WSH Expert Mine Maintenance Management Open Mine Planning Mining Operation WSH Inspection Loader Operator Explosives Expert Class II Radiation Protection • Peningkatan Kelaikan Peralatan Produksi dan Penunjang tambang. • Improving worthiness of production equipment and mine auxiliaries for equipment certification to guarantee that equipment are safe to use according to WSH standard. Pada tahun 2010 Perseroan juga melakukan audit eksternal Surveilance OHSAS 18001:2007 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent TUV NORD Indonesia. Untuk memastikan bahwa semua pihak terkait benar-benar melaksanakan segala ketentuan terkait dengan SMK3. terdiri dari pesawat angkat angkut (21 unit). The result was 28 units were certificated (21 loaders. . according to OHSAS 180001:2007 certification. dengan tujuan peralatan/unit dijamin aman dipergunakan sesuai kaidah keselamatan dan kesehatan kerja. 4 pressure vessels.

M e ra p i e r u p t i o n i n Jogjakarta. faucibus eget congue ac. Ut sed dapibus nibh. Maecenas congue. Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Unit Pertambangan Tanjung Enim yang bertugas untuk mengorganisasikan dan mengendalikan kegiatan Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran. Penanggulangan kebakaran pemukiman penduduk. Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran telah melakukan kegiatan antara lain : • • • Evakuasi korban gempa bumi di Mentawai. sepanjang tahun 2009. massa. Evakuasi korban gunung Merapi di Jogjakarta. Manajemen K3 yang secara konsisten diterapkan oleh Perseroan dan segenap insan perusahaan membuat tahun 2010 berhasil dilalui dengan hanya mencatat 1 kecelakaan yang termasuk kategori fatal. the Company forms Fire and Accident Control Team under the coordination of Work Safety & Health and Environment Work Force of Tanjung Enim Mining Unit.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 87 Komitmen Perseroan dalam melaksanakan K3 ditunjukkan dengan keberhasilan audit pelaksanaan K3 berdasarkan sertifikasi OHSAS 180001: 2007 dan berdasarkan Permenaker 05/Men/1996. Perseroan telah membentuk Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran yang berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Keselamatan. Tim ini juga dimungkinkan bertugas di luar lokasi tambang Perseroan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. Sebagai wujud kepedulian terhadap komunitas sekitar. Controlling fire in local residential areas. To control work accident risks. Total kecelakaan tambang yang terjadi pada tahun 2010 berjumlah 22 orang. Nunc accumsan consequat urna vitae sagittis. E va c u a t i n g v i c t i m s o f M t . porta non est. this Team is also available to help people outside the mining compound as corporate social responsibility duty. Although mainly responsible for the Company’s internal purposes. Suspendisse vel elementum nisi. As a reflection of its concern for the local community. Sekalipun pada dasarnya bertugas di lokasi tambang yang merupakan kegiatan internal perusahaan. WSH management that was consistently implemented by the Company and all personnel successfully brought the year 2010 to an end with only one fatal occupational hazard. 2 orang kategori kecelakaan berat & 2 orang kategori kecelakaan ringan) dan kecelakaan yang tidak mengakibatkan kehilangan hari kerja / non injury sebanyak 17 orang. tasked to organize and control fire and accident handling activities. consisting of accidents resulting in lost workdays or causing injury to five persons (one fatality. ante non molestie congue. Mining accidents that occurred in 2010 involved 22 persons. two serious injury and two minor injury) and accidents that caused no lost workdays or no injury 17 persons. . in 2010 the Fire and Accident Control Team provided assistance in the following areas: • • • Evacuating earthquake victims in Mentawai. terdiri dari kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja / injury sebanyak 5 orang ( 1 orang kategori Fatal. Mengatasi terjadinya risiko Kecelakaan Kerja. Curabitur neque risus.

In addition to work safety. fulfilling 91% of 166 audit criteria. Selain pemeriksaan berkala. The hospital also extends companypaid healthcare to employees and their family.1 th 1970). dengan judul bab sama). in 2010 the Company through Tanjung Enim Mining Unit was awarded with: • Pratama Award for Mining Work Safety and Health. 05/Men/1996. .000 people. Bukit Asam juga melayani pemeriksaan kesehatan lainnya & pengobatan kepada karyawan & keluarga karyawan atas tanggungan perusahaan dan melayani pemeriksaan dan pengobatan masyarakat sekitar dengan biaya yang disubsidi oleh perusahaan. as well as subsidized medical care to the local community. Periodic medical check-ups are provided and health consciousness is enhanced. unit pertambangan Tanjung Enim menerima penghargaan : • Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan dengan Katagori “Pratama” yaitu perusahaan yang baik dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan perusahaan pertambangan yang mempunyai pegawai diatas 1. For its effort in managing work safety and health. (Further discussion on WSH is provided in PTBA 2010 Sustainability Report under the same title). PAHK. Bukit Asam. seperti diamanatkan peraturan perundangan yang berlaku. Perseroan melakukan kegiatan peningkatan kesadaran akan kesehatan kerja. di PTBA pengelolaan pemeriksaan kesehatan berkala karyawan dilakukan oleh RS. Perseraon melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap karyawannya minimal 1 tahun sekali. Perseroan juga memperhatikan kesehatan para pegawai maupun keluarga mereka. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan. Selain itu RS. pelatihan. pencegahan dan pengontrolan terhadap risiko terjangkitnya PAK. 1/1970. Sesuai dengan peraturan (UU no. untuk menjaga kesehatan para pegawai. signifying successful WSH management in a mining company employing more than 1. Atas usaha-usaha/ kinerja dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan maka pada tahun 2010. PAHK and other serious diseases. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berbasis Permenaker 05/Men/1996 dengan predikat ”Bendera Emas” dengan pencapaian 91% dari pemenuhan 166 kriteria audit. • • (Uraian lebih lengkap Mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. the health of employees and their family also gets the Company’s attention as ruled by the law. serta penyakit serius lainnya.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 88 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Selain Keselamatan Kerja. konseling. The Company provides health-related education. training and counselling. as well as prevention and control of PAK. Golden Flag Award for WSH Management Standard implementation under Manpower Minister Regulation No. the Company provides yearly medical check-ups for employees conducted by Bukit Asam Hospital.000 orang. In accordance with Law No.

Penanganan korban di Rumah Sakit Tanjung Enim 3. Petugas Rescue PT Bukit Asam 2. Fasilitas operasi mata katarak di Rumah Sakit Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 89 2 1 3 1.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 90 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report PERLINDUNGAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan operasionalnya dengan kepatuhan penuh terhadap standar-standar manajemen pengelolaan lingkungan yang berlaku secara universal.32 tahun 2009 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Komitmen Perseroan terhadap perlindungan lingkungan. UKL and UPL documents which are the pre-requisites and parameter established in the preoperating period. audit. Berdasarkan sistem tersebut Perseroan kemudian mendesain dan melaksanakan berbagai program terkait dengan lingkungan yang tebagi atas 2 program utama. pelestarian dan perlindungan lingkungan. terpadu. The Company’s commitment to protect the environment is elaborated in its Environmental Policy: ”The Company takes care of the physical and social environment in which it operates by preventing. the Company designed and executed various programs associated with environment. The Company has finalized mining closure plan and five-year reclamation plan as the principal reclamation documents to be included in the Company’s annual work program. Based on the system. performance evaluation of the environment and study of basic living cycle. ENVIRONMENTAL CONSERVATION The Company operates in full compliance with the universally applied environmental management standards. and continued environmental management system. Perseroan telah menyelesaikan dokumen rencana penutupan tambang (RPT) dan rencana reklamasi lima tahunan (Jamrek) sebagai suatu dokumen utama pelaksanaan reklamasi yang kelak akan dijabarkan dalam rencana kegiatan ENVIRONMENTAL MANAGEMENT CERTIFICATION The Company adopts accredited ISO 14001:2004 system to ensure an effective environmental management covering management system. Therefore. Keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut diukur melalui pemenuhan terhadap serangkaian parameter Baku Mutu Lingkungan (BML) yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah setempat/pemerintah pusat atau standar akreditasi yang digunakan dan pengukurannya dilaksanakan oleh pihak-pihak independen yang kompeten. and continuously improves its system to reach a maximum result. The success of these programs implementation is measured by meeting a series of Environment Quality Standard parameters adjusted to the central/local government regulations or accreditation standards applied. Perseroan senantiasa peduli terhadap lingkungan baik secara fisik maupun sosial sehingga menjadi bagian integral dari lingkungan global dalam melakukan pencegahan. restoring. The Company complies with environmental regulations and implements a consistent. conserving and protecting the environment. serta menerapkan sistem manajemen lingkungan secara konsisten. Perseroan menjalankan amanah peraturan sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Lingkungan No. dituangkan dalam Kebijakan Lingkungan yakni: ”Dalam menjalankan kegiatan usahanya. The measuring process was conducted by competent independent parties. audit lingkungan. integrated. UKL dan UPL yang merupakan prasyarat sekaligus parameter yang disepakati bersama sebelum adanya kegiatan operasional. every step in the field is taken with due respect to the provisions in AMDAL. terdokumentasikan.” SERTIFIKASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan sistem terakreditasi ISO 14001:2004 untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pengelolaan lingkungan yang mencakup sistem manajemen lingkungan. The Company also observes the provisions of Law No. Oleh karena itu setiap langkah operasional di lapangan senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan butir-butir sebagai mana tercantum dalam dokumen AMDAL. aktif dalam penaatan peraturan perundangan lingkungan dan persyaratan lainnya. 32/2009 regarding environmental protection and management. pemulihan. documented. The preparation of this document is to comply with Energy and . evaluasi kinerja lingkungan dan kajian daur hidup pokok. yakni Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan. terpelihara dan selalu melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan untuk memperoleh hasil yang maksimal”. grouped into two major programs: Environmental Management and Environmental Monitoring.

pemantauan. . monitoring. Banko Barat Misi Perseroan salah satunya memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan diwujudkan dengan penerapan Green Mining yang mencakup pelaksanaan program-program pengelolaan. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 91 Kawasan Hutan Jadi. developing and rehabilitating the surrounding environment. The Corporate Mission to contribute to public welfare and environment conservation is realized through Green Mining practice by continuously managing.

This is an effort to reach full compliance with the requirements so as to control the environmental impact of mining operations. sebagai bagian upaya perbaikan terus menerus untuk mencapai tingkat kepatuhan yang maksimal. setiap tahun Perseroan menetapkan parameter indikator sasaran lingkungan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setiap program pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang dijalankan kemudian dipantau dan dievaluasi dengan menggunakan parameter yang telah mempertimbangkan penilaian terhadap dampak utama yang muncul akibat kegiatan penambangan. Penyelesaian penyusunan dokumen tersebut sebagai implementasi atas Permen no 18 tahun 2008 dan PP no 10 tahun 2010 dari ESDM.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 92 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report tahunan. Hasil pengukuran kualitas lingkungan pertambangan berada jauh dibawah ambang batas menunjukkan bukti komitmen Perseroan terhadap pengelolaan lingkungan. The implementation of every environmental management program is monitored and evaluated by using the parameter taking into account the major effects arising from mining activities. sehingga dampak lingkungan dari operasional kegiatan tambang dapat dikendalikan. To measure the effectiveness of environmental management. . 17 and No. Gambaran umum program perlindungan lingkungan yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut. 10/2010. Mineral Resources (EMR) Minister Regulation No. is an evidence of its commitment to environmental management. sesuai dengan salah satu misi perusahaan. 18/2005 regarding environmental quality standard (BML).17 dan no18 tahun 2005) mengenai pemenuhan baku mutu lingkungan untuk pemeriksaan beberapa indikator baku mutu lingkungan (BML). ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company consistently manages the environment to reduce the impact of mining activity to the community and environment which is line with the Company’s mission. Evaluasi terhadap indikator sasaran lingkungan tersebut kemudian dibahas secara rutin setiap tahun pada forum manajemen lingkungan. The indicators are set based on South Sumatera Governor Regulation No. 18/2008 and Government Regulation No. Untuk mengukur efektivitas pengelolaan lingkungan. The environmental protection program launched by the Company includes: PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak kegiatan pertambangan bagi lingkungan dan masyarakat. the Company sets a parameter of environment target indicators on a yearly basis in accordance with the law. that is ”To give the utmost contribution to community welfare and environmental conservation”. Indikator tersebut mengacu ketentuan Pemda setempat (Pergub Sumsel no. sesuai syarat ISO 14001: 2004. yakni “Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan”. which is far below the acceptable threshold. In accordance with ISO 14001:2004 standards evaluation of the environment target indicators is discussed annually on a routine basis in environmental management forum. The Company’s mining environmental quality.

31 .4 – 139 0. The Company measured and monitored major indicators in Tanjung Air Laya.18 of 2005. seluruh areal menunjukkan indikator berada dibawah BML yang dipersyaratkan. Pemeliharaan tanaman .3.3. 18 Th Ensuring released water from the mines meets standards of environmental quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.321 0.59 Menjamin Kualitas Udara Ambien dan Emisi Udara di Area Tambang dan Sekitarnya memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No. 1 2 3 4 II pH Residu tersuspensi Besi (Fe) total Mangan (Mn) total mg/l mg/l mg/l 6-9 < 300 <7 <4 6 . Hasil pengukuran atas indikator cemaran utama pada tabel berikut menunjukkan.8.082/ton 22 .94 22 – 178 Actual Actual Rp 4.0001. SATUAN UNITS MAKS MAX LEVEL AKTUAL ACTUAL Menjamin Keluaran Air dari tambang memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No.000 < 400 < 235 < 230 Rencana Plan Rp 4. The findings of measuring major pollutant indicators showed that all areas’ indicators were below BML.100/ton III Pemenuhan Provisi Lingkungan Rp/ton Fulfillment for Rp/tonnes environmental provision Perseroan menjalankan program-program lingkungan diantaranya melalui: • • • pengelolaan The Company runs the following environmental management programs: • • • Monitoring converted land area Land clearance and reclamation of used mining sites Plants maintenance Pemantauan luas lahan terubah Pembukaan Lahan dan Reklamasi Lahan Bekas Tambang seusai peraturan yang berlaku.01 0. Muara Tiga Besar dan Banko Barat.000 2.775 217 -8. 17 Th 2005.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 93 Dalam rangka pengelolaan lingkungan tersebut Perseroan melakukan pengukuran dan pemantauan indikator utama pada areal lokasi kegiatan operasional di Tambang Air Laya.87 . Muara Tiga Besar and Banko Barat mines. SO2 CO NO2 O3 Debu Ug Ug Ug Ug Ug < 900 < 30. Hasil pengukuran pemantauan lingkungan atas parameter indikator BML untuk tahun 2010 The following is the result of environmental monitoring on BML indicator parameter in 2010 NO.001 .7 0.17 of 2005. Ensuring the quality of air ambience & air emission within the area and its surrounding fulfills standard of environment quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no. I PARAMETER PARAMETER 2005.

• Regularly spraying dust using dust suppression system in stockpile locations and monitoring emissions from gensets and incinerators.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 94 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Incenerator. effluent and waste control Partnership and community development program Perseroan menggunakan standar parameter yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. effluent dan limbah. Emisi dan Effulent Program kemitraan dan bina lingkungan • • • • • • • • • Draining mud out of sedimentation pool Making sedimentation pool Cultivating and planting seedlings Management of top soil Management of mine acid water Management of erosion Reserach and development Emissions. effluent and waste is based on the standardized parameters as prescribed in the Governor of South Sumatera Regulation No. Pengelolaan kualitas udara dilakukan melalui diantaranya: • • • Pemeliharaan dan penyiraman jalan tambang dengan truk tangki air. Air quality control is carried out in a number of ways which are: • Maintaining and spraying mine roads with water tanks. Pengolahan Limbah B3 • • • • • • • • • Pengurasan lumpur di kolam pengendap Pembuatan kolam pengendap lumpur Pembibitan dan penanaman Pengelolaan tanah pucuk Penanggulangan air asam tambang (AAT) Penanggulangan erosi Penelitian dan pengembangan Penanganan limbah b3. Melakukan penyemprotan debu (dust suppression system) di lokasi stockpile secara reguler dan pemantauan emisi genset serta incenerator. . 15 tanggal 15 Mei 2005 mengenai Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak (STB) untuk mengelola emisi. The management of emissions. Penanaman pohon di lokasi buffer zone dan lokasi yang final tambang. • Planting trees in buffer zone locations and final mining locations. 15 of 15 May 2005 concerning Emissions from Non-Moving Sources.

Waste control is carried out in the following ways: • General waste originating from residential and mining areas is discharged into Desa Darmo dumping area. organic waste is processed by turning it into Bokashi fertilizer which is subsequently bought by the Company for land revegetation. antara lain seperti oli bekas. originating from work units (workshops). Adapun langkah pengelolan selengkapnya adalah sebagai berikut: • Limbah umum. pengelolaannya dilakukan sesuai PP No. The Company also controls regular general waste. Perseroan secara berkelanjutan mengelola limbah B3 secara hati-hati sesuai peraturan perundangan yang berlaku. yang berasal dari area perumahan dan area penambangan Perseroan. Environmental monitoring activities included monitoring water quality. Hazardous waste. Untuk limbah yang bersifat organik. kualitas tanah. land pollution. is processed in accordance with Government Regulation No. sekaligus sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko lingkungan.85/1999 regarding management of hazardous waste. The Company consistently evaluates and controls hazardous and toxic wastes in concert with the prevailing laws and regulations. and at the same time to mitigate risks to the environment. air quality. yang berasal dari unit kerja (bengkel). burning hazardous waste using incinerators and using bioremediation process for hydocarbon-contaminated materials. Selain emisi udara.85 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3. kualitas udara. Limbah B3. batere bekas dan filter oli bekas. pencemaran tanah. used batteries and used oil filters. yakni dijadikan pupuk Bokashi yang kemudian dibeli oleh Perseroan untuk digunakan saat revegetasi lahan. Kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan meliputi antara lain pemantauan kualitas air. Waste management efforts carried out by the Company jointly with licensed partners include recycling hazardous waste. Perseroan mengelola limbah umum dan limbah bahan berbahaya dan beracun. 18 jo No. dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darmo. hazardous and toxic waste In addition to air emissions. soil quality. • • PEMANTAUAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi lingkungan di sekitar area penambangan dengan tujuan meminimalisir kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi. Selain melakukan daur ulang limbah B3 bekerjasama dengan mitra yang telah mempunyai izin KLH. pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar. . ENVIRONMENTAL MONITORING The Company routinely monitors the environmental condition of the surrounding mining area to minimize environmental damage.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 95 Selain evaluasi emisi. Perseroan melakukan pembakaran limbah B3 dengan incenerator dan melaksanaan proses bioremediasi untuk material yang tercemar hydrokarbon. 18 jo No. erosion as well as wildlife and aquatic organisms living around the mining area. By involving local community. erosi hingga satwa liar dan biota air yang hidup di sekitar area pertambangan. such as used oil.

Daily for pH water debit *) Sekali sebulan Once a month Setiap Triwulan Every quarter Setiap Triwulan Every quarter Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali sebulan*) Once a month *) Sekali sebulan*) Once a month *) Kontinyu*) Continuous *) Sekali sebulan*) Once a month *) Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali setahun Once a year 1 Kualitas Air Water quality 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kualitas Udara Ambient Ambient air quality Emisi Udara (sumber tidak bergerak) Air emissions (non-moving sources) Kebisingan Noise Kualitas Tanah Soil quality Revegetasi Revegetation Lingkungan kerja Working environment Tanah Pucuk Top soil Swa bakar Spontaneous combustion Erosi Erosion Infeksi Saluran Pernafasan Akhir (ISPA) Upper Respiratory Tract Infection Satwa Liar Wildlife Biota Air Water biota Sosial. Ekonomi dan Budaya Social. Economy and Culture 10 7 10 9 10 19 11 10 9 3 10 7 10 *Dilakukan oleh PTBA Done by PTBA . Perseroan melakukan aktifitas pemantauan rutin sebagai berikut: Routine monitoring activities In 2010 included the following: JENIS PEMANTAUAN OBJECT OF MONITORING JUMLAH TITIK PANTAU MONITORING POINTS 38 FREKWENSI PEMANTAUAN DILAKUKAN PIHAK INDEPENDEN MONITORING FREQUENCY BY INDEPENDENT PARTIES Dua kali sebulan (oleh Pihak 3 dan Lab PTBA).LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 96 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Pada tahun 2010. Untuk pH dan debit air dilakukan setiap hari *) Twice a month (by third party and PTBA Lab).

used bench marking. the Company conducted various studies and researches to evaluate the condition of mining area and its surrounding. Perseroan menyusun dokumen provisi lingkungan. put up banners. The Company implemented Green Mining pattern by planting trees outside the mining area and releasing fish in the rivers together with the community members. Conservation of local plants. Training local community in waste management. Perseroan juga melakukan sosialisasi lingkungan melalui pelatihan lingkungan. . and to develop environment potentials in the future. study banding (bench marking). As a reflection of its commitment to environmental and post-mining management and in accordance with financial accounting standards. Perseroan melakukan sejumlah kajian dan penelitian yang sekaligus merupakan bagian proses evaluasi kondisi lingkungan area pertambangan dan sekitarnya. Kajian dan pemanfaatan oli bekas untuk peledakan (pencampuran ANFO). Several research activities conducted in 2010 were: • • • • • • Implementation & development of Mikoriza to support revegetation of used mining areas. and gave presentation on the subject of environment. spanduk. Melakukan pelatihan pengelolaan sampah terhadap masyarakat sekitar perusahaan Mengembangkan pembibitan dengan metode kultur jaringan ENVIRONMENTAL RESEARCH AND DEVELOPMENT To preserve the surrounding environment. poster. baliho.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 97 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Untuk menjaga lingkungan di areal kegiatannya. sesuai standar akutansi keuangan (PSAK 33). distributed books and magazines. Revegetation with oil palms and direct trial-and-run revegetation. Study and use of used oil for explosives (ANFO compound). Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining dengan melakukan penanaman pohon-pohon di luar areal tambang dan penebaran ikan di badan sungai bersama masyarakat. serta pengembangan potensi lingkungan di masa mendatang. Cultivating seedlings by tissue culture method. Selain melaksanakan langkah-langkah Perlindungan tersebut. buku dan majalah lingkungan. Melakukan konservasi tanaman lokal Melakukan revegetasi dengan tanaman sawit dan uji coba revegetasi secara direct. To socialize with the local community the Company organized training programs. the Company prepared an environmental commission document. Beberapa kegatan penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2010 dalah : • • • • • • Implementasi & pengembangan Mikoriza untuk medukung revegetasi lahan bekas tambang. posters and billboards. dan presentasi lingkungan. Sebagai wujud komitmen manajemen terhadap lingkungan dan pascatambang.

The overall result of monitoring and evaluation performed in accordance with established standards showed that all environmental parameters met Environment Quality Standard.2 miliar.12 billion. yakni total sebesar Rp174 miliar.100/ton.12 miliar. or went up 19. pada tahun 2010. Jumlah dana tersebut meningkat 13. Jumlah dana yang telah dikeluarkan untuk pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp29. jumlah provisi yang disisihkan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp4.6% from Rp24. under the same title) . Biaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan tersebut meningkat 19.2 billion the preceding year. With increased production and the Company’s commitment to environmental conservation. in 2010 the funds allocated for this activity was increased 13. yakni sebesar Rp24. the Company allocated funds for environmental management and conservation program at an amount to be based on the weight of coal produced. atau total sejumlah Rp197 miliar.100/ton. BIAYA DAN PENGHARGAAN UNTUK PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. dengan judul bab sama) (Further elaboration on Environmental Conservation is provided in PTBA Sustainability Report 2010. Total funds disbursed for environmental management and conservation in 2010 totalled Rp29. Seiring dengan peningkatan. yaitu: • • Peringkat Hijau untuk PROPER Pusat maupun Provinsi Sumsel Peringkat Aditama untuk kategori Enviro Award dari Kementrian ESDM COST AND COMMENDATION FOR ENVIRONMENTAL MANAGEMENT AND CONSERVATION In compliance with the law.2% from Rp174 billion in 2009 to Rp4. Keseluruhan hasil pemantauan dan hasil evaluasi yang kemudian dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan menunjukan bahwa semua parameter lingkungan telah memenuhi BML. Perseroan telah menyisihkan dana untuk kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang jumlahnya ditetapkan sebagai provisi atas tiap satuan berat batubara yang diproduksi. For its continued efforts in environmental conservation the Company received several environmental management awards: • • Green PROPER Rating from Environment Ministry and South Sumatera Governor Aditama Rating in Enviro Award from EMR Ministry (Uraian lebih lengkap mengenai Perlindungan Lingkungan ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. or a total of Rp197 billion. Atas berbagai upaya-upaya perlindungan lingkungan tersebut Perseroan kemudian meraih beberapa penghargaan dalam pengelolaan lingkungan.2% dari tahun lalu. produksi dan komitmen Perseroan terhadap kelestarian lingkungan. The Company implemented Green Mining pattern in its mining operations.6% dari tahun lalu.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 98 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining secara terpadu dalam kegiatan penambangan.

.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 99 Perawatan tanaman buah di area pembibitan. Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA) development reflects the Company’s commitment to environmental conservation. Tanjung Enim Pengembangan Tahura Tanjung Enim sebagai wujud komitmen Perseroan terhadap pelestarian lingkungan.

yaitu : 1. Incinerator for waste. check dam. 4. calcification. iv. 8. dividing the post-mining area into several zones: 1. post-mining reclamation program for Tahura Enim included the completion of: . 18/2008 concerning Reclamation and Mine Closing which required the following: i. secara bertahap dan berkelanjutan. dengan membagi area pascatambang menjadi beberapa zona. Slope & back slope. wetland untuk limbah cair dan vii Mebuat kolam pengendap. ii. v. Pembukaan lahan dilakukan bertahap. Seluruh ketentuan tersebut telah dipenuhi oleh Perseroan seperti diuraikan pada bagian “Perlindungan Lingkungan” diatas. 2. Perseroan kemudian melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pasca tambang dengan menetapkan serta merancang daerah pascatambang seluas 1. Rencana ini kemudian dikukuhkan untuk dilaksanakan melalui program jangka panjang. dalam bentuk Perda. v. gradual and ongoing program. Canal. Rip Rap. 7. 12. iii.400 ha menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA). Gradual land clearance. 4/2004 concerning Utilization of Used Coal Mining Area of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk in Muara Enim Regency. Perseroan kemudian melaksanakan program pembangunan Tahura Enim sesuai dengan Perda Kabupaten Muara Enim No. Menggunakan Incenerator untuk limbah. The Company took a step further and pioneered in environmental conservation and post-mining rehabilitation by designating and designing a post-mining area of 1. The implementation of post-mining reclamation and rehabilitation program was in keeping with Mining Area Master Plan devised in 1994 and master plan for utilizing post-coal-mining area as Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA). 10. 6. 4 Tahun 2009 dan Permen No 18 tahun 2008 mengenai Reklamasi dan penutupan Tambang yang menegaskan bahwa: i. vi Melaksanaan Bioremidiasi. The Company continued with the construction of Tahura Enim in accordance with Muara Enim Regency Regional Government Regulation No. All the requirements were met by the Cpmpany as described in the preceding section of “Environmental Conservation”. vi Bioremediation. 4 tahun 2004 tentang Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk di Kabupaten Muara Enim. Pelaksanaan program reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang mengacu pada Rencana Induk Wilayah Pertambangan (RIWP) yang telah dibuat sejak tahun 1994 serta Master Plan pemanfaatan lahan bekas tambang batubara sebagai Tahura Enim. 9. 11. pengapuran.400 ha to serve as Grand Forest Park. 3. ii. 12. 4. 5. program reklamasi lahan pascatambang sebagai Tahura Enim yang telah dilaksanakan adalah: In 2010.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 100 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report LAPORAN PELAKSANAAN REKLAMASI DAN REHABILITASI Pembukaan lahan dan proses reklamasi areal tambang Perseroan telah dilaksanakan sesuai dengan butir-butir ketentuan pada UU No. Ada proses pembentukan Slope & Back Slope. wetland for liquid waste and vii sedimentation pool. Planting cover crop. Receiving/Recreational Zone Utility Zone Plantation Forest Zone Collection Garden Zone Fruit Garden Zone Cattle Breeding Zone Water Recreation Zone Productive Research Zone Agro-forestry Zone Fishery Zone Camping Zone Animal Zone Pada tahun. 10. 7. Zona Penerima/Rekreasi Zona Sarana Prasarana Zona Hutan Tanaman Zona Kebun Koleksi Zona Kebun Buah Zona Peternakan Zona Wisata Air Zona Penelitian Produktif Zona Pertanian/Agroforestry Zona Perikanan Zona Bumi Perkemahan Zona Satwa PROGRESS REPORT OF RECLAMATION AND REHABILITATION PROGRAM Land clearance and mining area reclamation have been carried out pursuant to the provision of Law No. iv. iii. 5. 2. 9. 8. check dam. A regional government regulation confirmed this plan to be a long-term. Membuat saluran. 11. 4/2009 and Government Regulation No. rip rap. 6. Melakukan penanaman Cover Crop. 3.

Conducting reserach on intercrop plants jointly with UNSRI at Banko Barat • • . bowling alley. . jogging track dan Futsal.Melanjutkan pembuatan Gedung olah raga.Pembuatan labiratorium Kultur Jaringan untuk mengembangkan jenis-jenis bibit yang unggul seperti: katet. sawit. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 101 Wetland dan Borashi di Banko Barat • Pada Zona Penerima: . jogging track and futsal court. dan lain-lain .Continuing the construction of sportshall. oil palm. Pada Zona Penelitian Produktif. .Setting up an integrated office of WSH work unit and BWE system In Productive Research Zone . etc. . and preparing new TPP site.Melanjutkan rencana pembuatan kantor terpadu untuk Satker K31 dan BWE Sistem. Pada Zona Sarana dan Prasaran . • • In Utility Zone . • In Receiving Zone . .Conducting local field survey jointly with Bengkulu University . Perseroan juga menyiapkan lahan TPU yang baru.Proses pelaksanaan relokasi penduduk dan TPU untuk dijadikan buffer zone Tahura (jalur hijau).Melakukan kerjasama penelitian lapangan lokal dengan Universitas Bengkulu.Melakukan kerjasama penelitian jenis-jenis tanaman jarak dengan UNSRI di IUP Banko Barat.Relocating community membes and TPP to convert the area to TAHURA buffer zone. sarana olah raga Bowling.Setting up tissue culture laboratory to cultivate prime seedlings such as rubber.

. Supply Chain Management System to support operating efficiency.Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Pusat Kontrol Alat-alat Operasional Supply Chain Management System meningkatkan efisiensi operasional Perseroan.102 PT Bukit Asam Tbk.

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Perseroan mengembangkan Teknologi Informasi untuk memberikan dukungan dalam pencapaian visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing tinggi dan strategi pertumbuhan Perseroan. unit kerja Briket Jakarta dan Tanjung Enim. Natar and Gersik units. Human Resources dan Materials. Improving business model towards integrated solutions. Tanjung Enim. Melakukan review master plan TAHURA ENIM. Value Delivery. Developing information technology proves to enhance the efficiency and effectiveness of business performance. Financial. plant enrichment with local plants having high economic value in Air Laya and Banko Barat. The installation had a purpose of . .Dalam review ini Perseroan melakukan sinkronisasi lokasi rencana TAHURA dengan kawasan hutan produksi dengan kewajiban izin pakai kawasan hutan produksi. sengon. Replacing pioneer plants (acasia) with teak. BAP). Enhancing IT management. proses dan sumberdaya IT. Pemasangan dilakukan guna mendukung implementasi laporan keuangan konsolidasi. PT Bukit Asam Prima (PT. Human Resources and Materials. • • • • Saat ini Perseroan menggunakan sistem Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) yang telah mengintegrasikan modul-modul operasional utama yakni modul Operation & Maintenance. Tahapan ini The Company is currently using Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) system that has integrated the main operating modules such as Operation & Maintenance. INFORMATION TECHNOLOGY DEVELOPMENT Information Technology is developed to support the realization of the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and to adopt the corporate development strategy. PT Bukit Asam Prima (PT BAP). and reflects the readiness of the Company to offer its best services to meet market needs and demand. processing and resources capacity. Financial.Synchronizing TAHURA location with productive forest zone under permit to use productive forest zone. baik di Airlaya maupun di Banko Barat. The target of developing information technology system is: • Applying IT Governance principles that cover Strategic Alignment. Pengembangan teknologi informasi selama ini terbukti dapat mendukung peningkatan efisiensi. Value Delivery. • • • In Plantation Forest Zone. Sengon. yakni Strategic Alignment. Resource Management dan Performance Measurement. Resource Management and Performance Measurement. Perseroan melakukan investasi berkesinambungan dalam bidang aplikasi maupun infrastruktur teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut. Risk Management. Puspa. Reviewing TAHURA Enim master plan . Briquette Jakarta.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 103 • Pada zona Hutan Tanaman. Perseroan kemudian merealisasikan program pengembangan TI guna mendukung peningkatan kinerja Perseroan. Perseroan melakukan pengkayaan tanama dengan jenis tanaman lokal yang bernilai ekonomis tinggi. puspa. etc. Meningkatkan kemampuan pengelolaan. efektivitas kinerja dan sekaligus merefleksikan kesiapan Perseroan dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan permintaan pasar. durian. The Company has completed the following IT development program to support the improvement of its performance: • Installing network infrastructure (leased-line WAN) in the locations of Ombilin Mining Unit. Target yang dituju adalah: • Menerapkan prinsip-prinsip IT Governance. Menyempurnakan model bisnis menuju solusi terintegrasi. Risk Management. yaitu: • Memasang instalasi infrastruktur jaringan (leased-line WAN) ke lokasi Unit Pertambangan Ombilin. Perseroan mengganti tanaman pioneer (Akasia) dengan Jati. tanaman durian dan lain-lain. The Company consistently invests in the application and infrastructure of information technology in an effort to realize its vision. dilanjutkan ke lokasi Unit Briket Natar dan Gersik.

followed by implementing Multi District Stage II (Fixed Assets and Payroll) to speed up the process of consolidating all subsidiaries’ financial statements.5 Tera. Periodic review is made to repair and upgrade IT capacity and advantage to support the Company’s business operations. Perseroan membangun aplikasi baru yang masih dalam tahap proyek. this project was 58% completed and . Supply Chain Management System and Enterprise Content Management System. yakni mengganti 100 PC yang habis masa sewa dan 250 buah PC PIII & PIV (total 350 PC) serta penambahan sewa 50 Notebook. the Company increased storage capacity of Ellipse (ERP) application from 1 Tera to 2. dilanjutkan dengan menerapkan implementasi Multi Distrik Tahap II (Aktiva Tetap dan Payroll) untuk mempercepat proses konsolidasi laporan keuangan seluruh anak perusahaan. i. for application ECMS 1. • Supply Chain Management System (SCMS). Pada tahun 2010.5 Tera dan untuk aplikasi SCMS 1. and to rent 50 Notebooks.Kadin Jakarta Tanjung Enim – Tarahan Tanjung Enim – Kertapati Tanjung Enim – Ombilin Tanjung Enim – BAPrima Jakarta Tanjung Enim – Briket Blok M Tanjung Enim – Briket Natar Tanjung Enim – Briket Gersik KONEKSI AWAL INITIAL CONNECTION 2 Mbps 1 Mbps 1 Mbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps Perseroan melakukan tinjauan berkala dan secara berkesinambungan memperbaiki serta meningkatkan kemampuan TI untuk mendukung bisnis Perseroan. Langkah ini disusul dengan peningkatan kemampuan PC untuk menunjang proses bisnis.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 104 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report disusul dengan peningkatan kecepatan akses Network (WAN) sebagai berikut. This stage was followed by improving the speed to access Network (WAN) as follows: UPGRADE 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps LOKASI LOCATION Tanjung Enim – M. yakni: Supply Chain Management System dan Enterprise Content Management System. Perseroan kemudian meningkatkan kapasitas storage untuk aplikasi Ellipse (ERP) dari 1 Tera menjadi 2. untuk aplikasi ECMS 1. The next step was upgrading PC capacity to support business processing to replace 100 PC whose rent expired and 250 PCP III & IV (total 350 PC). • Developing Ellipse System with Multi-District application for financial consolidation needs (General Ledger). the Company built up a new application. Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 To expedite processing. Guna mendukung kecepatan pemrosesan.5 Tera.5 Tera. In 2010. supporting the implementation of consolidated financial statements.e.5 Tera and for SCMS application 1. • Supply Chain Management System (SCMS) At end of 2010.5 Tera. • Mengembangkan Ellipse System dengan menerapkan Multi-District untuk kebutuhan konsolidasi keuangan (General Ledger).

Untuk personil TI telah dilakukan pelatihan untuk report developer. transportasi dan pemasaran. produksi. TLS to port. installation software and hardware. mine to TLS. server data warehouse and web. SCMS implementation uses two data centers located in Tanjung Enim and Jakarta. citrix-based application server (2 servers). the Company provides training for users. Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 adalah sebesar 89%. in accordance with the implementation phase. Jakarta location uses shelf server. optimization and EIS. In a bid to support the implementation of the system. Implementasi SCMS menggunakan 2 pusat data yang berlokasi di Tanjung Enim dan Jakarta. pengelolaan stock. key user. business requirement. server backup.5. aplikasi ini juga menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dan mengintegrasikan semua peralatan seperti alat ukur timbangan (belt scale dan truck scale) ke dalam SCMS. marketing to invoice. integration and finance. Untuk mendukung keandalan SCMS. this application also makes use of RFID (Radio Frequency Identification) technology and integrates all equipment such as belt scale and truck scale into SCMS. business requirement. untuk rak server yaitu server database. mine to TLS. the go-live system is run in several phases: orientation and planning. operating system (AIX dan Windows). Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan sesuai tahapan implementasi kepada user. Tanjung Enim location uses server shelf and blade server. i. TLS to port. production. operating system (AIX and Windows). server datawarehouse dan web. . proses go-live sistem ini dilaksanakan dalam beberapa phase yaitu orientation and planning. Untuk menjamin keandalan sistem dan menghindari adanya human error. • expected to be finalized in 2nd quarter of 2011. hardware (blade server management) and back-up & restore (Symantec) will be conducted in 2011. SCMS uses Windows-based technology and Unix(AIX)based database. Enterprise Content Management System (ECMS) At end of 2010. IT personnel have been trained for report developer. installation software and hardware. this project was 89% completed and expected to be finalized in 1st quarter of 2011. SCMS consists of a series of end-to-end business processes from mining plan. diharapkan dapat diselesaikan pada triwulan I tahun 2011. While Administrative System training covering admin database (Oracle). server development.5. marketing to invoice. Sedangkan pelatihan untuk System Admin yang meliputi admin database (oracle). • Enterprise Content Mangement System (ECMS). and server development. transportation to marketing. server back-up and server database. key users and super users. Supply Chain Management System terdiri dari rangkaian proses bisnis end-to-end dari perencanaan tambang. To ensure SCMS reliability. Selain itu tersedia aplikasi untuk analisa dan optimasi penjualan serta dashboard untuk reporting. There is also an application for analysing and optimizing sales and dashboard for reporting. Untuk lokasi Jakarta hanya menggunakan teknologi server rak yaitu server aplikasi berbasis citrix (2 server). server back-up. dan database berbasis unix (aix). while back-up system uses Symantec back-up exec 12. stock management. Server shelf includes server database. integration and finance. sedangkan untuk sistem backup menggunakan symantec backup exec 12. while blade server includes citrix-based application server (5 servers). To guarantee system reliability and to prevent human error. network. super user. optimization and EIS. hardware (blade server management) dan backup & restore (Symantec) akan dilaksanakan ditahun 2011. SCMS ini menggunakan teknologi berbasis windows. Network.e. server database. Untuk lokasi Tanjung Enim menggunakan teknologi server berbasis rak server dan blade server.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 105 sebesar 58% yang diharapkan akan selesai pada triwulan II tahun 2011. sedangkan untuk blade server yaitu server aplikasi berbasis citrix (5 server). server backup.

Untuk implementasi sistem ini dibutuhkan hardware baru seperti server aplikasi produksi. backup & restore (TSM-Tivoli System Management) akan dilaksanakan tahun 2011. the Company provides training for end-users and admin application users. document management (the placement of physical document). development. Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan telah menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan terhadap end-user dan admin aplikasi. Mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif. operating system (AIX dan HACMP). hardware (blade server management). network. tape backup dan scanner. Application of Oracle-based ECMS (Oracle UCM and Oracle BPM). Meningkatkan transparansi dan menyederhanakan proses pengadaan. development. selain server juga diperlukan storage. Electronic Workflow (BPM-Business Process Management) and Electronic File Management (UCM-Universal Content Management). ECMS terdiri dari 2 aplikasi yaitu Workflow Elektronik (BPM-Business Process Management) dan Manajemen Arsip Elektronik (UCM-Universal Content Management). Menurunkan biaya proses pengadaan dan volume pekerjaan yang bersifat administrative Melakukan pemantauan (monitoring) proses.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 106 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Aplikasi ECMS adalah aplikasi yang digunakan di PTBA agar dapat memudahkan dalam melaksanakan manajemen proses bisnis dan manajemen dokumen. dimana Workflow Elektronik berfungsi untuk melakukan manajemen prosedur kerja (work flow management). Sistem ini akan dikembangkan di tahun 2011. operating system (AIX and HACMP). Electronic Workflow is for workflow management. information distribution. manajemen dokumen (posisi penyimpanan fisik dokumen). ECMS consists of two applications. Sedangkan pelatihan untuk personil TI seperti System Admin yang meliputi admin database (oracle). hardware (blade server management) and back-up & restore (TSM-Tivoli System Management) will be conducted in 2011.e. and process tracking. dengan target yang akan dicapai diantaranya: • • • • • • Mempercepat dan meningkatkan proses pengadaan barang atau jasa. access control (for security). retention (disposal schedule) and electronic document (without storage/go green and without physical document damage). standby server. E-procurement implementation has been prepared for further development in 2011. load balancing. IT personnel have been trained for report developer. storage. monitoring beban kerja (load balancing) dan penelusuran posisi dari proses (tracking of process). Aplikasi ECMS berbasis Oracle ECM (oracle UCM dan Oracle BPM). Melakukan pemantauan (monitoring) dan pengendalian kinerja kontrak dan kinerja vendor. database dan standby server. While Administrative System training for IT personnel covering admin database (Oracle). This system application requires new hardware such as production application server. with the following targets: Perseroan juga mulai merintis implementasi e-procurement. ECMS application is used by PTBA to facilitate business management and document management. distribusi informasi. sedang Manajemen Arsip Elektronik berfungsi sebagai pusat repository (mempercepat pencarian dan update informasi). i. • • • • • • Accelerating and improving goods and services procurement Enhancing transparency and simplifying procurement process Obtaining more competitive prices quickly and accurately Reducing procurement cost and paper work volume Monitoring process Monitoring and controlling contractor and vendor performance . backup tape and scanner. akses kontrol (security). Network. database. retensi (jadwal musnah) dan electronic document (tanpa ruang penyimpanan/go-green dan tanpa kerusakan dokumen fisik). To support the implementation of the system. cepat dan akurat. while Electronic File Management is for repository (speeding up information retrieval and update).

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 107 Ruang Kontrol Operasional .

the Company has equipped itself with a comprehensive organization structure with the functions of human resource planning. • • • • Perseroan meyakini berbagai pencapaian dan pertumbuhan kinerja yang diperoleh hingga saat ini merupakan wujud nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai Perseroan. HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT The corporate mission in managing human resource is to have the best human resource and human resource management system in support of the Company’s development. Perseroan memiliki jumlah pegawai sebanyak 3. While the corporate vision in managing human resource is “To make PT. Tbk. human resource the competitive advantage of the Company”. depending on the scope of work required in various areas of the Company’s operation. Demografi pegawai menunjukkan 16 orang pegawai 2010 adalah lulusan sarjana Strata-2. 347 orang lulusan strata-1. Briquette Business Unit.201 orang dengan lokasi penugasan yang tersebar di Unit Pertambangan Tanjung Enim. development. 347 graduates. Ombilin Mining Unit. administrasi kepegawaian dan hubungan industrial. Aligning organisation and improving human resource management system. Memfasilitasi pembentukan budaya unggul. This confidence leads to an understanding that human resource is the prime driving force of the entire business operations and the strategic partner of the Company. and 89 people assigned in the Company’s subsidiaries and Pension Fund. Tbk. Employee demography indicates that in 2010 the Company’s workforce consisted of 16 post-graduates. personnel administration and industrial relations. Sejalan dengan strategi pengelolaan SDM. The Company is confident that the countless achievements and growth in the Company performance reflect the hard work and dedication of all personnel. 214 orang lulusan D-3.078 junior high and elementary school graduates. 214 under-graduates. Unit Pertambangan Ombilin. Melakukan penyelarasan (alignment) organisasi dan penyempurnaan sistem manajemen SDM. Tanjung Enim Mining Unit. In line with its human resource management strategy. Keyakinan ini menumbuhkan pemahaman bahwa SDM merupakan unsur penggerak terpenting dari seluruh operasional bisnis yang dilaksanakan oleh Perseroan dan menempatkan SDM sebagai mitra strategis perusahaan. meliputi fungsi perencanaan. Perseroan telah memiliki struktur organisasi yang lengkap dalam pengelolaan SDM.547 orang lulusan SLTA dan 1.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 108 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menetapkanmisipengelolaanSumberDayaManusia (SDM) adalah menyediakan SDM dan Sistem Manajemen SDM yang terbaik. Perseroan berupaya mewujudkan misi untuk menyediakan SDM dan sistem manajemen SDM terbaik untuk menunjang pengembangan Perseroan. education and training. . Unit Pengusahaan Briket serta 89 orang yang diperbantukan pada anak perusahaan dan Dana Pensiun milik Perseroan. sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dibutuhkan pada berbagai bidang operasional Perseroan. pengembangan SDM. the Company employed 3.078 orang lulusan jenjang penindikan SLTP hingga SD. At the end of 2010. Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah strategis pengelolaan SDM sebagai berikut: • Mengusahakan pengembangan dan pemenuhan kompetensi pegawai serta penyiapan manajemen/ pemimpin Perseroan yang profesional. Untuk mewujudkan misi dan visi tersebut. sebagai keunggulan kompetitif Perusahaan”.201 people posted in various sites. pendidikan dan pelatihan.547 high school graduates and 1. Through these functions the Company strives to accomplish its mission to install the best human resource and human resource management system in support of the Company’s continued growth. To realize such vision and mission. 1. Bukit Asam (Persero). Diakhir tahun 2010. 1. the Company adopts a series of strategic measures in managing human resource as follows: • Developing and realizing personnel potentials and grooming professional candidates for management/ leadership level. untuk menunjang pengembangan Perusahaan. Cultivating culture of excellence. Sementara Visi Perusahaan dalam pengelolaan SDM adalah “Menjadikan SDM PT. Bukit Asam (Persero). Melalui berbagai fungsi tersebut.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 109 Bengkel Kerja di Tanjung Enim Pengembangan kompetensi pegawai yang berkelanjutan sebagai mitra strategis untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan. . Continuously enhancing the competence of employees as strategic partners to support the Company’s future business development.

8 < 25.546 19 persons (0.0 12. 1.5 1.61%) berusia diatas 50 thn.5 45<50 >50 >25 43.430 orang (44.5 persons (0.59%) aged 30<35.133 09 1.9 Under age classification.6 6. berusia 40<45 th.7%) berusia 45<50.430 persons (44.7 0. employee demography comprises 5 Sementara berdasarkan umur pegawai. Employee demography by age 214 0. PENDIDIKAN.044 orang (32. 5 orang (0.TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. komposisi demografi TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. 408 persons (12.7%) th.6 35 < 40 40 < 45 45<50 >50 >25 10 44.6 6. 193 persons (6.03%) berusia 35< 40 th.133 SD s/d SLTP SLTA D3 SD s/d SLTP 09 1. aged Perseroan adalah.16%)2. 25 < 30 27.5 25 < 30 30 < 35 35 < 40 3.7 25 < 30 30 < 35 35 < 40 40 < 45 45<50 >50 >25 09 18.7 0. LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 110 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report SD s/d SLTP 1.9 2.1 27.71%) 35 < 40 1.6 18.078 1.7 25 < 30 30 < 35 32.59%) berusia 30<35 30 < 35 35<40. 19 orang (0.5 32. 0.546 1.0 12. SD s/d SLTP SLTA D3 S1 S2 09 40 < 45 10 16 Tabel demografi pegawai menurut usia 347 Demografi pegawai menurut usia. 1.1 44. 102 orang 6. and 1.8 6.5 40 < 45 45<50 >50 >25 10 43.16%) berusia < 25 th.600 10 SLTA D3 S1 S2 17 355 219 16 S1 S2 347 214 Demografi pegawai menurut usia.19%) berusia 25<30 th.03%) aged (3.078 aged 45<50.044 persons (32. 102 persons (3. dan 1.61%) aged over 50.2 0.7 . 193 orang (6. 1.19%) aged 25<30.71 aged 40<45.600 SLTA D3 S1 17 355 219 Tabel demografi pegawai menurut jenjang pendidikan Employee demography by education S2 TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. 408 orang (12.2 0.7 3.

kemampuan kerjasama tim (komunikasi dan kepemimpinan) dan energi calon SDM (motivasi. medical check-up. Sebelum diangkat menjadi pegawai tetap. . REKRUTMEN PEGAWAI Perseroan menerapkan kebijakan rekrutmen umum yang menetapkan bahwa proses penerimaan pegawai berawal dari kebutuhan Satuan kerja (user) dan dalam bagian akhir (wawancara) juga melibatkan user. problem solving dan pengambilan keputusan). selama tahun 2010 Perseroan menjalankan berbagai program. kompetensi pegawai serta regenerasi Perseroan. Untuk menjaga daya saing. HRD. proses seleksi dan administrasi penerimaan pegawai. Pada pelaksanaannya rekrutmen dilaksanakan berdasarkan rencana kebutuhan tenaga kerja jangka panjang (3 tahun kedepan untuk lulusan S-1 dan 1 tahun ke depan untuk lulusan setingkat SLTA). a prospective employee is required to take management trainee course. To exercise its function. recruitment to allow regeneration and to maintain the Company’s competitive advantage. yakni: kapasitas calon SDM yang meliputi lulus uji kemampuan berpikir (analisa. Prior to permanent employment. and recruitment administration. learning spirit) Rekrutmen pegawai baru dilakukan sesuai analisa kebutuhan jangka panjang dengan mempertimbangkan kompetensi pegawai yang ada. and interview. As employees aged over 45 (77%) outnumber those of younger age. attitude test. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements by considering the competence of the incumbents. termasuk rekrutmen dan pelatihan berkesinambungan. Dalam menjalankan fungsinya. Proses seleksi melibatkan pihak ketiga dan dilakukan melalui pemenuhan aspek administrasi. adaptasi. pass aptitude test.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 111 Kondisi demografi diatas menunjukkan jumlah pegawai Perseroan dengan usia diatas 45 tahun lebih dominan. adaptation. psikotes. bertindak sebagai fasilitator dan regulator proses penerimaan. RECRUITMENT OF EMPLOYEES General recruitment policy directs that recruitment process starts with the user and ends with the user (during interview). The Human Resource Department acts as facilitator and regulator of recruitment process. tes kesehatan. yakni sampai 77%. disebut Graduate Development Program. problem solving and decision making) teamwork spirit (communication and leadership) and stamina (motivation. dan wawancara. psycho test. Human Resource Department formulates a general policy of sourcing. The Company sets several criteria in selecting human resources. terlebih dahulu para calon pegawai tersebut mengikuti program management trainee. Selection is made involving a third party and applicants should meet administrative requirement. called Graduate Development Program. the Company addressed the situation by conducting various programs such as training courses to boost employees’ competence. Perseroan menetapkan beberapa kriteria dasar dalam seleksi SDM. which require applicants to pass several qualification tests: thinking ability (analysis. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements (the next three years for graduates and one year for senior high school graduates). selection. HRD menetapkan kebijakan umum mengenai sourcing. kemauan belajar).

This training was designed for managers. diselenggarakan oleh LIPI. tuntutan profesi/sertifikasi dan ketentuan perundang-undangan. One of the special management training progams in 2010 was “BA Management System”. attended by 576 participants. conducted by LIPI.260 employees. fulfil professional/certification requirements and to comply with the laws and regulations. Pelatihan ini diperuntukkan bagi para Manajer. and by an assessment center for position level III and above. Senior EMPLOYEE TRAINING AND DEVELOPMENT Employee training and development are based on analysis of training needs to realize employees’ potentials. rekrutmen dilaksanakan dengan melakukan seleksi melalui asessmen kompetensi (teknis) untuk jenjang Jabatan IV ke bawah dan menggunakan assessment centre untuk Jenjang Jabatan III ke atas. Human resource development is a long-term investment that will positively affect the future performance of the Company. Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja Perseroan di masa mendatang. Salah satu pelatihan khusus dalam bidang manajemen yang dilaksanakan pada tahun 2010 adalah “BA Management System”. Program-program pelatihan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010. Its aim was to enhance . PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI Pelatihan dan pengembangan pegawai dilaksanakan berdasarkan analisa kebutuhan pelatihan dalam rangka pemenuhan kompetensi.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 112 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Karyawan PTBA di ruang kerja Sedangkan untuk pengisian jabatan kosong. diikuti oleh 1. senior managers and general managers. mencakup: • Peningkatan kompetensi manajerial pegawai melalui program pengembangan manajemen.260 pegawai. new recruits are selected by technical competence assessment for position level IV and below. Training programs conducted in 2010 include: • Managerial competence development through management development program followed by 1. To fill vacant positions.

technical competence assessment at level IV and V for 217 employees and nontechnical competence assessment at level III and IV for 117 employees. In 2010. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman seluruh peserta atas penerapan sistem manajemen PTBA yang makin terintegrasi dan didukung oleh sistem teknologi informasi terkini yang tengah dan akan segera diimplementasikan. and workshop. Pengembangan kompetensi SDM juga dilakukan sebagai bagian dari implementasi Sistem Manajemen PTBA Terintegrasi. Perseroan telah menyelesaikan Leadership Development Programme untuk menyiapkan kader pemimpin perusahaan. IV dan V sebanyak 334 pegawai. Competence Test for non-technical competence at level III.124 1. dengan jumlah peserta mencapai 576.93 billion for the development of employee competence by way of training.439 Management Technical Total Tahun 2010.179 employees. in 2010 the Company spent Rp10. Pelaksanaan Uji Kompetensi untuk kompetensi nonteknis (potensi) terhadap jenjang III. Peningkatan kompetensi teknis pegawai. averaging Rp3. seminar.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 113 • • Manajer dan General Manajer. IV and V for 334 employees.2 million per employee. • • all participants’ understanding of the integrated BA Management System backed by the most up-to-date information technology that would be implemented soon. melalui Pelatihan Teknik dan Non Teknik. Competence development is part of the implementation of Integrated BA Management System. sehingga rata-rata biaya pengembangan setiap pegawai adalah sebesar Rp3.765 2. sepanjang tahun 2010. diikuti oleh 2. Technical competence development through Technical and Non-technical Training attended by 2.179 pegawai.375 3. .93 miliar untuk mengembangkan kompetensi pegawai melalui pelatihan termasuk seminar dan workshop. Secara total.889 1. Asesmen kompetensi teknis dilakukan terhadap pegawai dengan jenjang jabatan IV dan V sebanyak 217 orang sedang asesmen kompetensi non teknis terhadap pegawai dengan jenjang jabatan III dan IV sebanyak 117 pegawai.260 3. Perseroan mengeluarkan biaya sebesar Rp10.2 juta/pegawai. In total. Rekapitulasi penyelenggaraan training tahun 2010 2010 training programs conducted by the Company JENIS PELATIHAN EKSTERNAL EXTERNAL INTERNAL INTERNAL JUMLAH TOTAL TYPE OF TRAINING Manajemen Teknik Jumlah 136 414 550 1. the Company organized Leadership Development Program to groom company management candidates.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

114

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operational Management Report

PERSAMAAN KESEMPATAN DALAM PENGEMBANGAN JENJANG KARIR
Perseroan terus mengembangkan dan menyempurnakan seluruh pranata yang mendukung penilaian kemampuan pegawai secara adil, fair dan transparan. Hal ini dilakukan untuk menjamin persamaan kesempatan bagi seluruh Pegawai dalam mengembangkan karir-nya sesuai dengan perkembangan perusahaan. Perseroan menerapkan sistem tools “Balanced Scorecard” untuk mendapatkan akurasi, kesamaan dan transparansi yang berimbang dalam menilai kompetensi seluruh pegawai, perkembangan karir, tanggung jawab dan remunerasinya. Perseroan kemudian memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai untuk memperjuangkan hak-haknya secara berimbang dan setara melalui Serikat Pekerja Bukit Asam (SPBA). Kesepakatan yang setara antara kewajiban maupun hak pegawai di satu pihak (baik secara pribadi maupun melalui SPBA) dengan Perseroan dilain pihak kemudian dituangkan dalam perjanjian kerja bersama (PKB). Melalui PKB ini pola hubungan industrial antara Perseroan dan dukungan pegawai terhadap keberlangsungan operasional yang kondusif lebih terjamin. Pengembangan karir dilakukan melalui rotasi/promosi berbasis kompetensi dan kinerja pegawai sesuai kebutuhan perusahaan. Sepanjang tahun 2010 lalu, Perseroan telah melakukan promosi terhadap 45 orang pegawai, selain telah meningkatkan 65 orang jenjang jabatan pegawai. Langkah rotasi dan promosi dalam meningkatkan kompetensi pegawai akan efektif jika dilakukan secara terencana dan didukung dengan staf yang mampu menilai kompetensi pegawai dengan tepat dan cermat. Sehingga pengembangan karir pegawai berjalan secara efektif, efisien dan selaras dengan perkembangan Perseroan.

EQUAL OPPORTUNITY IN CAREERDEVELOPMENT
The Company continued to develop and improve all systems and facilities in support of fair and transparent employee competence evaluation. This is to guarantee equal opportunity in career development for all employees in line with the Company’s own development. The Company applies “Balanced Scorecard” tool to ensure that all employees are appraised in an accurate, equal, balanced and transparent fashion in terms of their career development, responsibility and remuneration.

The Company gives all employees opportunity to fight for their equal and impartial rights through Bukit Asam Labor Union. Equality of rights and obligations between the employees (in person or by representation of Bukit Asam Labor Union) and the Company is incorporated in Collective Labor Agreement (CLA). This Agreement ensures the employees’ support to the Company’s continued operations in a conducive industrial relation.

Career development is also carried out by way of rotation/ promotion based on employee competence and performance according to the needs of the Company. During the year, 45 employees were promoted and 65 employees received position upgrade. Rotation and promotion in developing employee competence will be effective when done with good planning and supported by people who are able to make an accurate and thorough evaluation of employee competence to ensure career development is effected effectively and efficiently in accordance with the Company’s development.

REMUNERASI DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI
Perseroan menindaklanjuti peningkatan kompetensi SDM dan promosi jabatannya seimbang dengan peningkatan kompetensi dan penilaian kinerjanya. Proses manajemen kinerja ini berlangsung melalui siklus manajemen kinerja, mulai dari penyusunan rencana, performance review secara kontinyu dan penilaian kinerja secara berkala. Untuk menentukan kinerja seluruh pegawai perusahaan, Perseroan menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang direncanakan dan ditetapkan mulai level perusahaan, tingkat divisi/tim sampai dengan tingkat individu. Selanjutnya

EMPLOYEE REMUNERATION AND WELFARE
Competence development is followed by giving employees opportunity for career development commensurate with their performance. The process of performance management runs through performance management cycle that covers planning, continual and yearend performance review.

To evaluate the performance of all personnel, the Company applies Key Performance Indicator (KPI) that is put in place from corporate down to division/team and individual level. Monitoring system is also used to evaluate overall

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 115

Perseroan menetapkan proses pemantauan atas keseluruhan capaian kinerja masing-masing individu maupun group/ kelompok. Pemantauan dilakukan melalui coaching, counseling, dan controlling. Perseroan selanjutnya melakukan evaluasi atas kinerja seluruh insan perusahaan, baik pada tingkat individual, team maupun pada tingkat perusahaan secara periodik. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk dua tujuan, yakni feedback bagi pengembangan kompetensi SDM bersangkutan dan memberikan penghargaan untuk yang memiliki kinerja sama atau melebihi target sesuai kesepakatan KPI sebelumnya serta langkah pembinaan bagi yang kurang atau tidak dapat mencapai ukuran kinerja yang ditetapkan .

achievement of each individual or group. Monitoring is carried out through coaching, counselling and controlling. Periodic evaluation is made on all personnel, whether as an individual, a team or a company as a whole.

The result of this evaluation is then used for two purposes. First, as feedback for developing the employee’s competence and giving award for above standard achievement in accordance with Key Performance Indicator (KPI). And second, as coaching measures for those with below standard performance.

Secara berkala, remunerasi pegawai ditinjau dan disesuaikan dengan kompetensi dan prestasi kinerja.
Remuneration is commensurate with employees’ competence and performance.

Perseroan telah menerapkan standar penggajian berdasarkan pemeringkatan pegawai dan jenjang jabatan. Untuk memberikan remunerasi yang kompetitif, Perseroan mengikuti remuneration survey pada industri sejenis. Secara keseluruhan proses tersebut merupakan upaya standarisasi sistem kompensasi dan imbal jasa Perseroan yang diarahkan untuk meningkatkan motivasi pegawai dalam meningkatkan kompetensi dan kinerjanya. Selain remunerasi yang sejalan dengan perkembangan industri maupun kinerja, Perseroan memberikan tunjangan lain kepada pegawai dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR), jaminan kesehatan, uang pensiun dan hak cuti yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perseroan telah melaksanakan program “Jaminan Hari Tua” (JHT), Dana Pensiun Bukit Asam dan program pensiun “Tabungan Hari Tua”, bekerja sama dengan lembaga yang kompeten, sebagai bagian dari pemenuhan kesejahteraan pegawai. Perseroan juga menyediakan jaminan layanan kesehatan melalui RSBA dan program Asuransi Kesehatan Tugu mandiri untuk pegawai dan pensiunan pegawai.

The Company has devised a remuneration standard based on employee rank and position level. The Company also seeks to formulate a competitive remuneration standard by taking part in a remuneration survey in similar industry. The whole process is a means to standardize compensation and benefit system towards motivating employees to step up their competence and performance.

Besides performance-based remuneration, the Company provides other benefits in the form of holiday bonus, health insurance, pension and paid-leave in accordance with the prevailing regulations. The Company has set up Retirement Benefit Program, Bukit Asam Pension Fund and Retirement Savings Program in collaboration with reputable and competent institutions. These are all aimed at satisfying employees’ welfare. The Company also provides health care plans through Bukit Asam Hospitals and Tugu Mandiri Health Insurance Progam for employees and retirees.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

116

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operational Management Report

PENYELARASAN ORGANISASI DAN PENYEMPURNAAN SISTEM MANAJEMEN SDM
Perseroan dalam rangka menunjang pertumbuhan yang berkesinambungan telah melakukan evaluasi dan penyelarasan organisasi sesuai dengan dinamika perubahan perusahaan. Langkah penting lainnya yang dilakukan adalah penyempurnaan sistem pengembangan pegawai melalui penerapan “Talent Management” dengan tujuan diperolehnya gambaran rinci mengenai ketersediaan dan penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi. Melalui penerapan tersebut, maka pengembangan, seleksi dan nominasi pegawai berbasis pada kompetensi dan kinerja yang bersangkutan. Perseroan kemudian melakukan review atas model kompetensi yang digunakan sebagai acuan, diikuti pengembangan Assessment Center. Langkah-langkah tersebut kemudian berhasil menyempurnakan model kompetensi dan menyusun panduan assesment, setelah dilakukan review atas katalog kompetetensi inti, manajerial, karakteristik pribadi dan teknis, serta panduan asesmen kompetensi teknis.

ORGANIZATION ALIGNMENT AND HUMAN RESOURCE MANAGEMENT SYSTEM IMPROVEMENT
In a bid to ensure a sustainable growth the Company has conducted organisational assessment and alignment in accordance with the Company’s changing requirements.

Another important measure taken was improving employee development system through the application of “Talent Management” to arrive at a detailed picture of the availability and placement of employees as required by the organization. By this application, employee development, selection and nomination will be based on the individual employee’s competence and performance. The Company then reviewed the competence model used as reference and developed an Assessment Center.

These measures successfully improved competence model and produced assessment guide, after reviewing core competence catalogue, managerial aptitude, personal and technical characteristics, as well as technical competence assessment guide.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 117

PENINGKATAN BUDAYA UNGGUL
Pembentukan dan peningkatan Budaya Unggul merupakan bagian dari upaya memotivasi pegawai agar senantiasa berkinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi Perseroan. Program pembentukan dan peningkatan budaya unggul yang dilakukan pada tahun 2010, diantaranya: • Pengembangan assesment center, penyempurnaan model kompetensi dan penyempurnaan panduan assessment. Sosialisasi dan Implementasi sistem penghargaan dan sanksi yang dilakukan secara transparan dan terukur. Implementasi Balance Score Card di seluruh satuan kerja Perseroan, melalui standarisasi sistem manajemen kinerja yang diharapkan dapat mempercepat pembentukan budaya berbasis kinerja. Melakukan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PPKP), pada setiap semester, menggunakan KPI yang ditetapkan sebelumnya, sebagai acuan pemberian penghargaan dan pengembangan karyawan. Pembinaan mental dan spiritual pegawai serta mensosialisasikan nilai-nilai unggul Perseroan sebagai mana tertera pada buku Kode Etik Perseroan dan Manual GCG yang telah diperbaharui.

CULTIVATING CULTURE OF EXCELLENCE
Cultivating culture of excellense is an effort to motivate employees to constantly give their best performance and contribution to the Company. Culture of excellence cultivating program conducted in 2010 included:

• • •

• •

Developoment of assesment center, improvement of competence model and assessment guide. Dissemination and implementation of a transparent and measured reward and punishment system. Implementation of Balanced Score Card throughout the Company by way of standardizing performance management system expected to expedite the establishment of performance-based culture. Implementation of Employee Job Performance Rating in every semester, using pre-established Key Performance Indicator as the basis of reward and development of employees. Development of mental and spiritual aspects of employees and dissemination of values of excellence practiced by the Company as laid down in the Corporate Code of Conduct and the revised GCG Code.

118

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 119

Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis

Perbaikan dan pembangunan prasarana pendukung produksi serta penajaman pelaksanaan program efisiensi untuk menyambut peluang dan menjamin peningkatan kinerja berkelanjutan dimasa mendatang
Heading “Construction and Improvement of production supporting infrastructure and focused efficiency program in anticipation of business opportunity and sustainable future growth

94%. batubara dan bahan mineral kembali meningkat.991/US$. investment and export spurred Indonesia’s GDP to post a 6. yang berada di kawasan Pasifik tak lepas dari dinamika pertumbuhan tersebut. Amerika Serikat masih mengalami kendala dengan defisit ganda dan tongkat pengangguran yang relatif tinggi.menjadi BB.5%.1%. Pemulihan perekonomian global yang dimulai sejak pertengahan 2009.21 billion. foreign exchange reserves improved totalling US$96. Akibatnya tingkat pertumbuhan perekonomian global di tahun 2010 tidak setinggi perkiraan semula.4% On the face of the encouraging economic performance. European countries’ economic growth was stunted by fiscal crises in Portugal. higher than 4.5% dan cadangan devisa meningkat mencapai angka US$ 96.4% menjadi Rp8. termasuk sumber energi. Rating agency Standard & Poors raised foreign loan grade from BB. Kinerja perekonomian Indonesia tersebut membuat peringkat utang luar negeri Indonesia naik. Indonesia improved its foreign loan rating. secara keseluruhan indikator ekonomi makro menunjukkan perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang mantap dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang. coal and other mining minerals. suku bunga rujukan BI tetap di kisaran 6.5% in 2009. lebih tinggi dari tahun sebelumnya. The United States of America was still facing double digit deficit and higher unemployment rate. As a consequence. However. Peningkatan perekonomian kawasan Asia Pasifik yang tinggi mendorong permintaan dan harga berbagai komoditas utama seperti CPO. With this promising development. terutama China dan India.94%. Rupiah exchange rate strengthened and closed at Rp8.to BB. Situated in the Asia Pacific region. The robust economic growth in the region raised demand and price of major commodities such as palm oil. Perekonomian Indonesia. macro economic indicators prove that Indonesia’s economy is stable and ready to develop further in the years to come. Perkembangan positif perekonomian tersebut. GENERAL CONDITION AND BUSINESS PROSPECTS GENERAL CONDITION OF GLOBAL AND INDONESIAN ECONOMY The global economy began to recover in the middle of 2009 and continued through 2010 with the highest growth contributed by countries in the Asia Pacific region. Bank Indonesia benchmark rate was stable at 6. developed countries’ monetary policy that kept interest rates at low levels coupled with monetary stimulus bail-out packages are expected to leave room in the financial market to boost investment and capital market activities. Pertumbuhan konsumsi domestik. with positive outlook. . Italia. Irlandia.5%. Kawasan Eropa sekalipun mengalami pertumbuhan. demand for primary commodities including energy sources is expected to see an upward trend. 4. Lembaga pemeringkat Standard & Poors meningkatkan peringkat utang luar negeri dari BB. dengan tingkat pertumbuhan terbesar lebih banyak disumbang oleh membaiknya perekonomian negara negara di kawasan Asia Pasifik. Inflasi relatif terkendali pada kisaran 6. sempat terguncang oleh krisis fiskal di negara Portugal.21 miliar serta kurs rupiah ditutuup menguat 4. Overall.991/US$ signifying a rise of 4. Inflation was relatively under control at 6. Dengan demikian. and Fitch Ratings raised it to BB+ (one grade lower than investment grade).PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 120 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis KONDISI UMUM DAN PROSPEK USAHA KONDISI UMUM PEREKONOMIAN GLOBAL DAN INDONESIA. Ireland. terus berlanjut di tahun 2010 lalu. global economic recovery in 2010 was not as high as had been predicted. Indonesia is also tied to this economic growth dynamics. kembali meningkat. Namun demikian sinyal kebijakan moneter negara-negara maju yang mempertahankan suku bunga rendah dan disertai paket stimulus moneter diperkirakan akan membuat pasar finansial tetap longgar untuk mendorong peningkatan investasi maupun kegiatan pasar modal. Italy and Greece. mainly China and India. peningkatan kegiatan investasi dan perbaikan kinerja ekspor membuat GDP Indonesia mencatat kenaikan sebesar 6. diperkirakan akan membuat permintaan komoditas utama. Yunani dan Italia. dengan outlook positif dan lembaga pemeringkat Fitch telah meningkatka peringkat utang tersebut menjadi BB+ (satu tingkat dibawah investment grade). Increase in domestic consumption.1% hike.

5% and 11.7 9.6 1.3% 65.644.0 1. Hanya di kawasan Asia Pasifik konsumsi batubara tetap mengalami peningkatan.773.2% % THD TOTAL 2009 16.7 22. seperti ditunjukkan pada tabel berikut. Konsumsi batubata Jepang di In the Asia Pacific region.3% 3. dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU.4 9. saat puncak krisis perekonomian global.0 526.43 ton coal Di kawasan Asia Pasifik.6% North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Consumption REGION Sumber : BP Statistical Review of World Energy.1 21.4% of total energy source consumption. konsumsi sumber energi.038. was also impacted by world economic crisis.278.0 3. batubara tetap menduduki peringkat kedua sumber energi global utama setelah minyak bumi.2 111.5 456. June 2010. (termasuk batubara) di hampir seluruh kawasan negara industri utama dunia mengalami penurunan.9 606.3% -11.5% dan 11. i.3% -0.3 9.4% of total coal consumption in the region.3 2.2 107. The same data indicated that the 2009 global economic crisis had caused energy source consumption (including coal) in most industrialized countries dropped.3 22.3 106.5 2009 B 531. dengan mayoritas kegiatan ekonominya terkait dengan kawasan Atlantik. mampu bertahan dengan tetap mencatat pertumbuhan perekonomian. In 2009 coal contribution reached 29. Konversi 1 ton setara minyak = 1. Its coal consumption in 2009 dropped significantly. Juni 2010. Dari total penggunaan batubara di kawasan Asia Pasifik.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy. China and India have been the biggest consumers for the past few years respectively at 71. kedua negara ini.0% -3. COAL PROSPECTS Growth of World Coal Consumption According to BP Statistical Review of World Energy.4%. coal is the main energy source and the major part is used for TPP fuel. Data yang sama menunjukkan bahwa tahun di 2009.1 2.7% 13.9% 0.8 9.1 24. .2 3.e. Di tahun 2009 kontribusi batu-bara sebagai sumber energi mencapai 29.1 101. China dan India adalah konsumen utama sejak beberapa tahun terakhir dengan masing sebesar 71.184. Konsumsi batubara di kedua negara tersebut juga tetap meningkat. Saat krisis perekonomian global tahun 2009 melanda. coal remained the second chief global energy source after crude oil.1 602.903.2 513. Juni 2010. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.2% 0.1 1. -15.6 9.4% 6.6 528.0 516.151.8% -6. batubara adalah sumber energi utama.3 % A THD B -11.903.023. whose economy is largely associated with the Atlantic region.4 3.1 102. Only in the Asia Pacific region coal consumption remained high as shown in the following table: Realisasi Konsumsi Batubara Global (Dalam juta ton setara mnyak) Actual Global Coal Demand (In million tons of oil equivalent) KAWASAN Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Konsumsi Batubara Global 2005 2006 2007 2008 A 614.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 121 PROSPEK PERMINTAAN BATUBARA Perkembangan Konsumsi Batubara Dunia Sesuai dengan data BP Statistical Review of World Energy. Japan.6 3.0 2.4% dari total penggunaan sumber energi. Jepang.7% 0.4% total konsumsi batubara Asia Pasifik. tidak luput dari pengaruh krisis perekonomian global.9 21.286. During the world economic recession in 2009 these two countries stood fast with stable growth of economy and coal consumption.6 614.

4% 6.2 128.4%. .313.215.1 32.1 1.0% -2.0 7.151.1 28. the economic trend remained more stable and coal production continued to rise in 2009.4% 5.406.0% 9.9 1. While in the Pacific region.8 4.3%.3% 9.100. sebesar 8.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 122 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis tahun 2009 lalu sempat turun cukup besar.4 30.7 184.6 38. secara keseluruhan.7 1.1 2.3% 3.4 0.3 2. konsumsi batubara kawasan Asia Pasifik di tahun 2009 tetap meningkat sebesar 6.9 59.4 26. yakni -15.9 30. Juni 2010.7 6. seperti tampak pada tabel berikut.3% as shown in the following table.6 245.903.5% 1.3 7.43 ton coal Perkembangan dan Proyeksi Produksi Batubara Dunia Mengingat biaya transportasi yang cukup besar.2% 0.7% -7.1% 0.6 5.1 40.2 0.8 30.1 1.4% 1.3 28. membuat produksi batubara di kawasan tersebut rata-rata menurun.6 7.1 7.4% 0.5% 0. Other countries in this region such as Taiwan and Thailand also decreased their consumption. Sedangkan untuk kawasan Pasifik.7 14.8% -3.5 54.2% 6. coal demand is met by countries in the closest region.8 68.1 11.773.8 38.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.3%.4% 11. Dampak krisis perekonomian global yang lebih berpengaruh di kawasan Atlantik. Growth and Projection of World Coal Production Considering the high cost of transportation. Hal tersebut tampak pada tabel berikut.4 1.3 2.4 7.4 1. World crisis that had bigger impact on the Atlantic region consequently caused a decline in the region’s coal production.537.8 39.023.7 54.2 28.8 14. Konversi 1 ton setara minyak = 1.7% 1.1% 0.2 15.1 7.0 66.4 125.6 12.3%. trend ekonomi yang tetap positif membuat produksi batubara di kawasan ini di tahun 2009 tetap meningkat.7 5.644.2 5.3 28. However.5 6.0% -15.1 2.8% 0.2 5.6 % A THD B -1.7 41.6 0.0 7. total consumption in Asia Pacific region in 2009 rose by 6.1 51. Namun karena total konsumsi batubara China dan India yang besar. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.0% 71. Realisasi Konsumsi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Consumption (In million tons of oil equivalent) NEGARA Australia Bangladesh China China Hongkong SAR India Indonesia Jepang Malaysia New Zealand Philippines South Korea Taiwan Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik 2005 2006 2007 2008 A 53. kebutuhan batubara dipenuhi dari kawasan terdekat.1 119.4 24. Beberapa negara lain di kawasan ini.4 1.8% 14.4% -20.1 55.1% 0.5% Australia China India Indonesia Japan Malaysia Philippines South Korea Taiwan Thailand Others Total Asia Pacific Coal Consumption Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik REGION Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.9% 3.3 6.0 195.0 1.2% -15.4 1.4 1.3% % THD TOTAL 2009 2. recording a growth of 8.4 2009 B 50.0 230.0 2. seperti Taiwan dan Thailand juga mengalami penurunan.8 0.5 54.1 121.6 0.2% 1. due to the considerable coal consumption of China and India. as shown in the following table.5 210.5 108.

2 0.0 2.5 50.0% -1. Juni 2010.5 2. In recent years Indonesia and Australia have met world coal demand (particularly in the Pacific region).8 629. Juni 2010.044.3 3.035.764.6 446. China adalah produsen batubara terbesar di dunia.4% -7. berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.3 3. Konversi 1 ton setara minyak = 1.9 140. sehingga kekurangannya harus dipenuhi lewat impor.4 1. but it is also the largest coal producer in the world.2% 64. Indonesia is now in competition with Australia to be the world largest coal supplier.0% 4.3% 0.9 1.4 1.3 1.43 ton coal China sebagai konsumen terbesar batubara di dunia. memenuhi sebagian kebutuhannya melalui kegiatan penambangan dalam negeri.3 438.0 141.9% Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.3% 2. China being the biggest consumer of coal in the world meets the major part of its demand by domestic mining. According to BP Statistical Review of World Energy.9 0. sejak beberapa tahun terakhir merupakan negara pemasok batubara di pasar global (terutama wilayah Pasifik).213. but due to its insufficient production. Sehingga selain sebagai konsumen.1 634.6% 12. as both countries are in a position to produce coal in excess of their domestic consumption.8 46.1 52.882.5 57.144.2% 17.336. strives to be self-sufficient. Data BP Statistical Review of World Energy. mengingat keduanya mampu memproduksi batubara dalam jumlah melebihi kebutuhan domestik. Namun demikian produksi batubara India masih belum mencukupi.0 143. June 2010 1 ton oil equivalent = 1. Not only is China a consumer. menunjukkan bahwa laju pertumbuhan produksi batubara Indonesia sejak tahun 2005 berkembang lebih cepat dari pertumbuhan produksi Australia.8 140. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 123 Realisasi Produksi Batubara Global (Dalam juta ton setara mnyak) Actual World Coal Production In million tons of oil equivalent KAWASAN 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B % THD TOTAL 2009 REGION North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Production Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Produksi Batubara Global 618.5 3. Indonesia dan Australia.0% 8.0 144.7 -9.9 420.7 1. Demikian juga India. it has to rely on import.637.1 452.871.6 1.0% 1.408.0 637. India. sebagai konsumen batubara kedua terbesar.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.9 578.2 3.3% -7. Indonesia kini bersaing dengan Australia sebagai pemasok batubara terbesar di pasar global.3 2.1% 0.8 444.7 53. June 2010. since 2005 Indonesia’s coal production has grown at a higher rate than that of Australia. the second largest coal consumer.

3 28.8 23.282.5 3.3 25. Hal tersebut ditunjukkan pada illustrasi berikut.8 30. The following illustration depicts the estimate.9 211.6% 14.0 1.770.4 28.000 MW According to the study. Indonesia will retain its role as the major coal supplier in the world market especially in the Asia Pacific region. terutama di kawasan Asia Pasifik.8 1. June 2010” estimates world coal supply will increase from 621 million tons in 2009 to 1.0 28.2 32. Even after the coal-fired 10.1 2.6 195. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik. akan tetap menjadi pemasok batubara utama di pasar global.5 155. will dominate coal supply. mainly Indonesia and Australia.2 21. A study by Wood Mackenzie “Coal Market Service.6 140.9% 8.045. enjoys low production costs. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.1% 9.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 124 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Realisasi Produksi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Production (In million tons of oil equivalent) NEGARA 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B % THD TOTAL 2009 REGION Australia China India Indonesia Vietnam Lainnya Total Produksi Asia Pasifik 205.43 ton coal Kajian Wood Mackenzie. Sekalipun proyek PLTU berbahan bakar batubara dengan daya 10.1 miliar ton di tahun 2025 seiring membaiknya perekonomian global dan meningkatnya permintaan. dengan kontribusi meningkat dari perkiraan sebesar 54% di tahun 2009 menjadi 61% di tahun 2025. Countries in the Asia Pacific region.1 170.0 162.1 93.4 181.2 119.552.2% 8. Global Seaborne Thermal Coal Supply 2009-2025 1.3 210.216.7 1.3% 9.3 1.5% 7.3% 70.0 217.876.641. This is because Indonesia.425. increasing their contribution of 54% in 2009 to 61% in 2025.000 MW .9 18. with its abundant reserves and relatively low consumption.000 800 Mt Other Venezuela Canada USA China Vietnam South Africa Colombia Russia 2009 2010 2011 2012 2013 2015 2016 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2014 2017 2025 600 400 200 0 Australia Indonesia Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Indonesia.3 1. peningkatan suplai batubara di pasar global dari angka 621 juta ton di tahun 2009 menjadi 1.1 228. June 2010” memprakirakan. terutama Indonesia dan Australia akan mendominasi pasokan.4% Australia China India Indonesia Vietnam Others Total Asia Pacific Coal Production Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.1 billion tons in 2025 as world economy bounces back and demand increases.4% 10.1% 1. selain cadangan yang memadai dan tingkat konsumsi yang relatif rendah.2 1.1 2.1% 10.5% 8.4 22.3 220. biaya produksi batubara Indonesia tetap bersaing.120.9 1.0 133. dalam “Coal Market Service. Juni 2010 Source: BP Statistical Review of World Energy. menurut kajian tersebut.1 1.200 1.205. Penyebabnya adalah.0% 1.

In the Pacific region outside OECD coal demand was predicted to increase at a high rate following the regional growth. sehingga membuat permintaan batubara kawasan ini meningkat dengan cepat Menurut kajian OECD. Jepang dan Korsel) memprediksikan pertumbuhan GDP tahun 2010 sebesar 2. According to OECD research. in 2011 most industrialized countries will record economic growth. TPP phase 1 and phase 2 are operational. Perekonomian kawasan Pasifik diluar OECD diperkirakan meningkat lebih cepat. Dengan daerah produksi utama di Kalimantan dengan sarana angkut melalui sungai yang berbiaya rendah dan di Sumatera dengan sarana kereta yang cukup ekonomis.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 125 tahap 1 dan tahap 2 telah beroperasi. Tingkat pertumbuhan GDP Projected World Coal Consumption The economic upswing in 2010 impacted world coal demand. yang mencakup 34 negara maju. hampir seluruh negera industri utama diperkirakan akan mencatat pertumbuhan perekonomian. November 2010. membuat harga jual sangat bersaing. and China is predicted to post the highest . Indonesia will continue to dominate the world market with its coal supply in the next few decades. Its main production areas in Kalimantan using low-cost river transport. 323 million tons in 2015 and 374 million tons in 2020. enable the Company to offer competitive seling prices. Dengan demikian. Japan and South Korea) predicted that in 2010 GDP would grow 2. GDP growth of those countries vary. Noember 2010 that covered 34 developed countries (including USA. Indonesia is projected to be in a position to meet domestic coal demand and to step up its export supply. dengan jumlah ekspor diperkirakan mencapai 190 juta ton di tahun 2009. suplai batubara Indonesia ke pasar global akan tetap mendominasi pada beberapa dekade mendatang. at an estimated export volume of 190 million tons in 2009. untuk tahun 2011 mendatang. naik menjadi 323 juta ton di tahun 2015 dan mencapai 374 juta ton di tahun 2020. Therefore.8 %. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. sekaligus tetap meningkatkan pasokan ke pasar ekspor. Projected Supply by Exported Country Note: in million tons Proyeksi Konsumsi Batubara Dunia Perbaikan kondisi perekonomian global di tahun 2010 lalu turut mempengaruhi permintaan batubara global. Indonesia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan batubara. (termasuk Amerika Serikat. and in Sumatra with economical railway transport.8%. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook.

The world economy will continue to improve in the coming years at around 3. this region is predicted to control 72% of world coal trading by sea. the Atlantic region (North. June 2010” predicts GDP of China will increase by 8. dengan kisaran 3. Selatan dan Eropa) tidak akan mencatat pertumbuhan konsumsi batubara.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). In the same tune Wood Mackenzie in its study “Coal Market Service. dengan kontribusi permintaan terbesar dari kawasan Asia Pasifik. karena peningkatan penggunaan energi nuklir dan gas. On the other hand. yakni tumbuh dari angka 484 juta ton menjadi 874 juta ton. Wood Mackenzie study estimates world coal market will increase from 720 million tons in 2010 to 1. kawasan Atlantik (Amerika Utara. biro Wood Mackenzie dalam kajian “Coal Market Service. dalam beberapa dekade mendatang pertumbuhan konsumsi batubara global akan terkonsentrasi di kawasan Pasifik. Kajian Wood Mackenzie memprakirakan. Sebaliknya. in the next few decades world coal demand will be concentrated in the Pacific region. Pertumbuhan perekonomian global pada tahun-tahun mendatang akan tetap berlangsung. Taiwan 6% dan Korsel 4%.9%.2 miliar ton di tahun 2025. Senada dengan kajian tersebut. from 484 million tons to 874 million tons. pertumbuhan pasar batubara global dari angka sebesar 720 juta ton di tahun 2010 menjadi 1. kawasan ini diperkirakan menguasai 72% perdagangan batubara global melalui laut. 8. South America and Europe) will not increase their coal consumption as they are turning to nuclear and gas as energy sources.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). sehingga mempengaruhi pertumbuhan permintaan batubara di kawasan Pasifik. At end 2025. Menurut Wood Mackenzie. growth followed by India. Taiwan 6% and South Korea 4%. According to Wood Mackenzie. GDP China akan tumbuh cukup besar. Asia Pacific region being the major consumer. . dengan China diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi terbesar diikuti oleh India.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 126 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Laboratorium Uji Kualitas Batubara di Tanjung Enim negara-negara tersebut bervariasi. June 2010” memprediksi. impacting coal demand in the Pacific region.9%.2 billion tons in 2025. Di akhir 2025.

200 1. Despite being the largest coal consumer. relatif mampu memenuhi kebutuhannya dari produksi tambang-tambang dalam negeri.200 1. posisi Jepang sebagai salah satu importer batubara besar akan terus tergeser oleh China dan India.400 1. Japan will be replaced by China and India as major coal importers. In the Asia Pacific region.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 127 Coal Demand Forecast by Trade Basin and Transport Mode 1. China sekalipun merupakan konsumen batubara terbesar. China is able to satisfy its own needs with domestic mine products.000 800 Mt Other Americas Europe Asia 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Di kawasan Asia Pasifik. 2025 .000 800 Mt Pacific Total Atlantic Total Landbone Seaborne 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1. In the meantime India with its limited reserves and output is more likely to become the biggest coal importer in the coming decades. Sedang India dengan jumlah cadangan dan produksi yang lebih terbatas membuatnya berpotensi menjadi importir batubara terbesar dalam dekade mendatang.

namun akan mampu memenuhi kebutuhan batubara dari dalam negeri. 2025 . coal contributes 26% . The report also says that in the period under study. yang mencapai 40% sampai 43%.e. Sedang Indonesia.28% of energy sources and mostly used for fueling TPP at 40% . and 2% per annum from 2020 until 2035. yakni dalam jangka lebih panjang. the rest being for industrial sector. Kajian tersebut juga menunjukkan bahwa untuk periode waktu proyeksi tersebut. The construction of coal-fired TPP in Malaysia and the Philippines will increase their coal import in the coming years.000 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 Mt Other Philippines Thailand Malaysia Taiwan South Korea Japan China India 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Kajian US Energy Information Administration dalam Annual Energy Oulook 2010. terutama kawasan Asia Pasifik tingkat konsumsi batubara meningkat dengan laju rata-rata sebesar 1. Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1.1% per annum until 2020. Sedang negara-negara Non-OECD. tidak mengalami pertumbuhan. untuk kemudian meningkat dengan laju 2 % pertahun untuk periode 2020 hingga 2035. A report by US Energy Information Administration in “Annual Energy Outlook 2010” has the same conclusion.1% pertahun hingga tahun 2020. i. juga menunjukkan kesimpulan senada.43%. in the longer term coal requirements of OECD countries (the majority is in the Atlantic region) will not increase as they are compensated by gas and nuclear sources. While Indonesia.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 128 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Perkembangan pembangunan PLTU barbahan bakar batubara di Malaysia dan Filipina akan membuat permintaan impor dari kedua negara ini meningkat pesat di tahun-tahun mendatang. kebutuhan batubara di negara-negara OECD (mayoritas berada di kawasan Atlantik). as shown in the following graph. lainnya untuk sektor industri. terkompensasi oleh penggunaan gas dan energi nuklir. is able to be sulf-sufficient in coal requirements. despite its numerous TPP of similar nature. walaupun banyak membangun proyek PLTU serupa. persentasi kontribusi batubara sebagai sumber energi akan berada pada kisaran 26%-28% dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU. Seperti ditunjukkan pada diagram berikut. While Non-OECD countries particularly in the Asia Pacific region will increase their consumption at an average rate of 1.

It should be noted that low-calorie coal will enjoy better price in the future.00 2010 98. China and Indonesia. The rising trend of coal price in the Pacific region is shown in the following table.85 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 26.00 40. Kecenderungan peningkatan harga batubara di kawasan Pasifik diperlihatkan pada tabel berikut. Wood Mackenzie research reveals that benchmark price in this region tends to increase in the coming few years.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 129 Seaborne Thermal Coal Demand by Region 50 44 40 40 43 30 23 20 23 22 27 26 28 10 3 0 Electricity Industrial Other Sections Total 2 2 2007 2020 2035 Proyeksi Harga Batubara Di Kawasan Pasifik Seiring dengan proyeksi mingkatnya permintaan batubara di pasar Pasifik.00 2005 52.65 2008 2009 70. China dan Indonesia.322GAR 125.30 40.00 53.55 28.50 29. terutama di India. riset Wood Mackenzie menunjukkan bahwa harga patokan batubara di kawasan Pasifik cenderung meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Hal yang patut di cermati adalah kecenderungan peningkatan harga batubara kalori rendah dimasa mendatang. particularly in India.25 2006 2007 55. Historical Japan Thermal Price Trend 6.75 2007 45.30 37.75 31.65 34. as more and more TPPs using low-calorie coal are being built in the Pacific region. mengingat cukup banyaknya PLTU berbahan bakar batubara kalori rendah yang saat ini tengah dibangun dikawasan Pasifik.00 .50 34. Projected Coal Price in Pacific Region and Indonesia In line with the projected higher coal demand in the Pacific region.

saat puncak krisis finansial global melanda. as the world economy rebounded. Historical Global Coal Spot Price Index 6. harga patokan batubara untuk periode 2009-2010. global spot price has been volatile. benchmark price of all calorie types declined in March – May 2009. when the world financial crisis was at its peak. dengan titik terendah ada pada harga US$60. In the domestic market. harga pasar spot batubara global cenderung meningkat. the highest occurred in July 2008 at US$194. But in July 2009 this benchmark price started picking up. Starting end 2009. Hal tersebut ditunjukkan pada grafik berikut.79/Mt. harga patokan batubara global di pasar spot berfluktuasi. Afterwards.500 Gar sempat menyentuh angka US$125. Setelah itu. sempat diwarnai penurunan. Namun kemudian harga patokan ini sejak bulan Juli 2009 cenderung terus meningkat. berlaku pada seluruh tipe kalori. Hal tersebut tergambarkan pada grafik berikut.12/Mt in March 2009.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 130 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Sementara dalam tiga tahun terakhir. and Indonesian Coal Index benchmark for 6. pada bulan-bulan Maret-Mei 2009. as shown in the following graph. spot price dropped to its lowest US$60. harga spot batubara global sempat turun. Historical Indonesian Coal Price Index 140 120 100 US$/mt 80 60 40 20 0 2 Jan 09 30 Jan 09 27 Feb 09 27 Mar 09 24 Apr 09 22 Mei 09 19 Jun 09 17 Jul 09 14 Aug 09 11 Sept 09 9 Okt 09 6 Nop 09 4 Des 09 31 Des 09 2 9Jan 10 25 Feb 10 26 Mar 10 23 Apr 10 21 Mei 10 18 Jun 10 16 Jul 10 13 Aug 10 10 Sep 10 ICI 6500Gar ICI 5800Gar ICI 5000Gar ICI 4200Gar . Mulai akhir 2009. sehingga harga patokan Indonesian Coal Index untuk kalori 6.07/Mt. yang sempat menyentuh angka US$194. For the past three years.07/Mt. terjadi pada bulan Maret 2009. seiring dengan trend pemulihan perekonomian global. dengan harga patokan tertinggi terjadi pada bulan Juli 2008.322GAR 220 200 180 160 US$/mt 140 120 100 80 60 40 20 05 Feb 02 Apr 30 Apr 19 Sep 16 Nop 8 Okt 10 4 Nop 10 05 Mar 28 Mei 25 Jun 23 Jul 22 Aug 19 Okt 14 Des 3 Des 10 08 Jan GC 2008 GC 2009 GC 2010 JFY 2010 Di pasar dalam negeri. spot coal price also improved. The follwing graph shows the price trend.12/ Mt.500 Gar calorie rose to US$125.79/Mt.

Tanjung Enim . That considerable output came from one state-owned enterprise i.1% dari produksi tahun 2009 yang sebesar 215.154 24.1% from 2009 that stood at 215.878 20.545 4.487 39. dengan gambaran ringkasan produksi tahun 2010 sebagai berikut. produksi batubara terus menunjukkan trend yang meningkat. mencapai total 237.298 14.426 17. naik 10.312 215.e. Nama Perusahaan Company Name 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PT Adaro PT Kaltim Prima PT Kideco Jaya Agung PT Arutmin PT Berau Coal (KKS) PT Indominco Mandiri PT Bukit Asam PT Trubaindo PT Gunung Bayan Pratama Produsen Swasta Lain (+ 39 Perusahaan) Total Produksi Total Production 2009 40. In 2010 Indonesia’s coal production reached 237. Produksi batubara sebesar itu.951 28.936 2010 * 42.337 12.142 46. produksi batubara Indonesia tahun 2010. or up 10. Di Indonesia. Ltd..801 237.689 Pengangkutan Batubara di Tambang Air Laya. The following table briefly describes coal production in 2010.383 14.7 million tons.692 19.9 million tons.396 10.252 11. in its publication “Indonesian Coal and Power”.590 38.053 52. PTBA and 49 other private mining companies. berasal dari 1 BUMN (PTBA) dan tidak kurang dari 49 perusahaan tambang swasta.9 juta ton. Seperti ditunjukkan oleh data publikasi “Indonesian Coal dan Power” (ICP) dari Energy Publishing Pty Ltd.7 juta ton.913 5.831 5. Indonesian Coal Production and Consumption Indonesia’s coal output continued on the upward trend as reported by Energy Publishing Pty.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 131 Perkembangan Produksi dan Konsumsi Batubara Indonesia.184 4.

2 8.4 32.2 27. and the rest for domestic consumption.9 87.866 Untuk konsumsi dalam negeri.386 191.3 million tons in 2014.4 43. other industries also have a greater demand for coal due to conversion from oil to other energy sources.936 237. The following table shows actual production.9 59. TPPs tend to switch to low-calorie coal because of its lower price. NILAI KALORI (KCAL/KG AR) CALORIE RATE (KCAL/KG AR) 2010 2011 2012 2013 2014 4200 5100 6100 Total 8.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 132 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Sebagian besar produksi batubara Indonesia dipasok ke pasar global.012 176.000 MW tahap pertama dan disusul dengan PLTU 10. jenis batubara yang digunakan untuk PLTU cenderung semakin bergeser ke arah batubara kalori rendah.000 MW tahap kedua.9 40. konsumsi dan ekspor batubara Indonesia adalah sebagai berikut. In 2014.3 42. On the domestic side. sehingga penggunaannya lebih efisien dari sisi biaya. Domestic coal demand is expected to continue rising in the future. permintaan pasokan batubara di dalam negeri diproyeksikan terus meningkat.8 juta ton di tahun 2010.1 8. Sisanya digunakan di dalam negeri.9 78 35. export and consumption of coal in Indonesia.556 204.148 47. kebutuhan batubara ini akan meningkat lebih dari 100% menjadi 95.9 8. (in thousand tons) TAHUN PRODUKSI PRODUCTION The major part of Indonesia’s coal was delivered to global market. sekitar 46% jenis batubara yang akan digunakan adalah batubara kalori rendah dengan nilai kalori sebesar 4. total coal requirement is projected to increase significantly. Untuk tahun 2014. Based on projected coal requirement of 40.488 158.2 36.000 MW TPP phase 1 and 2. Hal ini terjadi karena harga jual batubara kalori rendah umumnya lebih rendah. allowing cost efficiency.7 4. EKSPOR EXPORT KONSUMSI CONSUMPTION 2007 2008 2009 2010 Source: Indonesian Coal and Power 193. Gambaran realisasi produksi.3 .9 95. Dimasa mendatang. kebutuhan batubara untuk sektor industri lain juga diperkirakan terus meningkat karena beralihnya pemanfaatan sumber energi lain selain minyak bumi.8 25. Besides the use by government projects in 10. Assuming the construction of PLN’s coal-fired TPP runs well. Dari perkiraan realisasi kebutuhan batubara sebesar 40.7 4.8 28.456 50.033 39.200 (Kcal/kg AR). dengan asumsi pembangunan PLTU berbahan bakar batubara berjalan lancar.200 Kcal/kg AR. the increase will be more than 100% to 95. mayoritas digunakan sebagai bahan bakar PLTU maupun pembangkit listrik industri swasta dan BUMN.3 juta ton di tahun 2014.8 million tons in 2010. around 46% will be low-calorie coal with calorie level of 4. Proyeksi konsumsi batubara untuk PLTU milik PLN menunjukkan bahwa.689 163.234 215. total kebutuhan batubara pada masa-masa mendatang akan meningkat cukup signifikan.797 47.5 44. mostly used by TPPs as well as private and state firms. Selain terkait dengan proyek Pemerintah untuk menyelesaikan proyek pembangunan PLTU 10.

Dengan kecenderungan permintaan dalam negeri yang semakin banyak membutuhkan batubara kalori rendah. sehingga dapat mempertahankan marjin. Perseroan telah mempersiapkan strategi umum. Various factors as depicted above will create opportunities and at the same time pose challenges for the Company to devise its long-term business strategy. diantaranya melakukan proses produksi yang lebih effisien. covering improved efficiency in production process to earn good margin. . the Company has devised general strategy. As the domestic demand for low-calorie coal continues to rise.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 133 Kertapati Berbagai faktor seperti tergambar dari uraian mengenai permintaan batubara tersebut diatas menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi Perseroan dalam menentukan strategi bisnis jangka panjang.

peningkatan produksi swakelola. efisiensi operasional. .PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 134 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Stockpile Pelabuhan Kertapati Tiga sasaran utama program efisiensi Perseroan: biaya produksi.

optimizing inside dump to shorten transporting distance. dengan dukungan Teknologi Informasi. mining and transporting activities were accurate and timely. To reduce production cost. among others by: • Integrated operating system backed by information technology. agar sejalan dengan keberhasilan program peningkatan kapasitas angkut kereta api. Peningkatan Effisiensi Operasional Perseroan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional penambangan. . . handling coal. Upaya-upaya tersebut ditujukan untuk mencapai 3 (tiga) sasaran utama yakni: menekan biaya produksi. Untuk menekan biaya produksi. berbagai inovasi dan perbaikan menyangkut sistem kerja yang dilaksanakan Perseroan mencakup diantaranya: • Menerapkan sistem operasional terintegrasi. Operational Efficiency Improvement The Company improved mining operational efficiency through many ways aimed at reducing production cost. Operational efficiency was improved by conducting various programs covering the following three groups of activity: Work system improvement. Dengan cara ini Perseroan mampu mengontrol tingkat persediaan dalam jumlah yang memadai (tidak berlebihan) memantau aktifitas penambangan dan pengangkutan dengan akurat serta tepat waktu.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 135 LAPORAN KINERJA USAHA SEGMEN BATUBARA Perseroan menetapkan target peningkatan produksi batubara pada 2010.Stock-taking and continuous monitoring of supplies and spareparts. diantaranya mencakup: melakukan penghematan konsumsi BBM. kualitas produksi dan jaminan ketersediaan batubara dengan tetap menjaga aspek Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan. To reach the production target. the Company consistently implemented an integrated production strategy focused on production efficiency. BUSINESS REVIEW COAL SEGMENT The Company aimed to step up its coal production in 2010 to keep up with railway bigger loading capacity. the Company launched several programs including saving fuel. inventories were managed at optimum level. Perseroan melaksanakan beberapa program.Melakukan perawatan terencana (condition base maintenance) peralatan utama. Untuk meningkatkan effisiensi operasional. This way. handling batubara. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck. suku cadang/ material serta konsumsi energi listrik.Condition-based maintenance of main equipment. .Stripping ratio control according to plan. sparepart/ material and electricity consumption. improving operational efficiency and increasing self-managed coal production capacity. Perseroan melaksanakan beberapa program. .Melaksanakan manajemen stockpile dengan menerapkan sistem FIFO. Untuk mencapai target produksi tersebut. meliputi 3 kelompok upaya. meningkatkan effisiensi operasional dan meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola.Stock-pile management by FIFO system. maximizing selfmanaged coal production by optimum use of BWE (Bucket Wheel Excavator) system and developing shovel & truck mining system. optimalisasi inside dump untuk memperpendek jarak angkut. . . . product quality and coal availability while preserving the environment and ensuring work safety and health. yakni: Perbaikan sistem kerja. yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional produksi. Perseroan secara konsisten menerapkan strategi produksi terintegrasi.

Repair and relocation of 2 BWE and 1 spreader from TAL to MTBU area.Modification and repair of conveyor belt. Facilities and infrastructure improvement This program was designed not only to improve operating efficiency. .Mempersiapkan penggunaan BWE sebagai reclaimer di temporary stock. . dengan penjelasan lebih detail ada pada uraian tersendiri. but also to support and anticipate higher mining activity in the future.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 136 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis .Perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU. . as described in more detail separately.Modifikasi dan perbaikan sistem conveyor belt. allowing more efficient belt replacement schedule and reducing machine breakdown hours.Membuat program Conveyor Information System yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan (stadium) belt conveyor secara bertahap sehingga dapat merencanakan pekerjaan penggantian belt secara lebih baik untuk mengurangi jam breakdown mesin. .Mud handling with gravitation system to replace conventional method that uses pumps or trucks & shovels.Melakukan blasting tanah penutup. • • Replacement and addition of production machinery This program aimed to increase operating efficiency and production in 2010 and the ensuing years. Program yang dilakukan adalah penggantian dan penambahan alat produksi Shovel & Truck menjadi lebih besar terutama alat angkut tanah dari kapasitas 30-an ton menjadi 50 ton keatas pada areal penambangan swakelola.Pengelolaan lumpur dengan sistem gravitasi untuk menggantikan metode konvensional yang menggunakan pompa atau metode truck & shovel. juga untuk mendukung dan mengantisipasi peningkatan kegiatan penambangan Perseroan di masa mendatang. Infrastructure improvement was mainly in mining area. . The program included replacement and addition of shovel & truck especially soil transporter with bigger capacity from approx. . Penggantian dan Penambahan Alat Produksi: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan effisiensi operasional juga mampu mendukung program peningkatan produksi di tahun 2010 maupun di masa mendatang. melalui penggantian pulley secara teratur disertai pemasangan sensor infra merah.Modification and repair of rotary car dumper and the like.Shortening soil transporting distance by inside dump. . . .Modifikasi dan perbaikan peralatan rotary car dumper dan sejenisnya. by regular replacement of pulley and installation of infra red censor. such as piling and stock-pile areas: .Conveyor Information System program to detect belt conveyor damage by stages.Increased storage of temporary stock. . . seperti areal timbun dan areal stock-pile. . . . .Memperbesar kapasitas tampung temporary stock. 30 tons to over 50 tons in self-managed mining area. .Preparation of BWE as reclaimer of temporary stock. Prasarana yang diperbaiki terutama berada di areal tambang. .Melaksanakan stock opname dan monitoring persediaan barang dan suku cadang secara kontinyu. • Perbaikan sarana dan prasarana: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional pada tahun 2010 lalu. • .Memperpendek jarak angkut tanah dengan melakukan inside dump.Melakukan pengendalian stripping ratio sesuai rencana.Cover soil blasting. Kegiatan yang dilakukan dalam hal ini menyangkut diantaranya: .

maka akan memperpanjang umur operasi BWE system hingga 15 tahun kedepan dari umur operasi normal. Repair and Relocation of BWE System The Company owned and operated five units of BWE in Tanjung Air Laya (TAL). Optimizing BWE system was accompanied by the construction of own 3x10 MW TPP to back up BWE system and other efficiency programs using waste coal that had previously been squandered. Pengoperasian BWE tidak mengenal cuaca (bisa beroperasi meskipun pada cuaca hujan). Dengan mempertimbangkan efisiensi serta optimalisasi asset operasi. In 2007 the operation of BWE diminished due to limited area suitable for BWE system. . Seiring dengan optimalisasi BWE system tersebut. Mendukung program penghematan energy yang digalakkan pemerintah. BWE operation is weather proof (operable even in the rain) Existing skilled laborer can be employed. Perseroan melakukan pembangunan PLTU 3x10 MW milik sendiri guna mendukung program operasi BWE system serta program efisiensi lain secara menyeluruh dengan menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfa’atkan. By revitalizing BWE system and constructing own 3x10 MW TPP.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 137 Pembangunan PLTU 3 x 10 MW untuk mendukung operasi BWE System yang lebih efisien. Mulai tahun 2007 pengoperasian BWE berkurang karena keterbatasan area layak operasi bagi BWE system. Alat Produksi BWE system dapat dioperasikan dengan baik hingga selama 15 tahun kedepan. seluruhnya dioperasikan di areal Tambang Air Laya (TAL). Dalam waktu bersamaan Perseroan juga melakukan perbaikan besar (overhaul) terhadap BWE system yang akan direlokasi. In consideration of efficient and optimum operations of assets. BWE equipment can operate for another 15 years. Dengan melaksanakan program revitalisasi BWE sytem dan Pembangunan PLTU 3 x 10 MW milik sendiri. BWE equipment that has zero book value is re-utilized. the Company gained an added value: • • • • • Mining operation will be more cost-efficient. Perseroan mulai tahun 2009 melakukan persiapan pemindahan BWE system ke lokasi Tambang Muara Tiga Besar Utara (MTBU). Dengan program overhaul tersebut. nilai tambah yang minimum yang didapatkan perseroan seperti : • • • • • • Efisiensi biaya operasi penambangan akan membaik. Perbaikan dan Pemindahan BWE System Perseroan memiliki dan mengoperasikan 5 unit BWE system. berupa 2 unit BWE dan 1 unit spreader. Memanfaatkan tenaga kerja terampil yang telah ada. The BWE’s to be relocated were overhauled to extend their operating life with another 15 years. Perseroan berhasil memanfaatan kembali alat BWE system yang sudah habis nilai bukunya. starting in 2009 the Company made preparation to relocate BWE to Muara Tiga Besar Utara (MTBU) mine consisting of two BWE’s and one spreader.

dan alat penyebar material (spreader). Ukuran peralatan BWE cukup besar. daya dukung tanah memadai.300 bcm/jam. . This is possible as the Company’s mining area in Tanjung Enim is flat and vast with adequate land support. Kapasitas penggalian BWE adalah sebesar 1. dengan jangkauan vertikal posisi high cut 12 m dan double deep step 12 m serta jangkauan horizon baik HC atau DDS 90 m tk. Di Indonesia hanya PTBA yang mengoperasikan peralatan tambang BWE system dengan kapasitas besar. Metode penambangan menerus menggunakan alat gali Bucket Wheel Excavator (BWE). dan berat total 520 ton. Tanjung Enim. Open pit mining can generally be done by continuous mining method and conventional mining method.500 kw.000 kPa. In Indonesia PTBA is the only company that operates high-capacity BWE mining equipment.000 kPa. BWE beroperasi dengan daya listrik 1. diameter roda bucket 9 m. alat angkut ban berjalan (belt conveyor). Continuous mining method uses excavating tool Bucket Wheel Excavator (BWE). yang relatif datar dan luas. minimal 100 kPa dengan kekerasan material yang bisa digali sampai dengan 5. belt conveyor and material spreader. at least 100 kPa and material hardness up to 5.138 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Bucket Wheel Excavator BWE Tambang terbuka secara umum dapat dilakukan dengan metode penambangan menerus (continuous mining) dan metode penambangan konvensional. Hal ini karena kondisi areal penambangan PTBA.

Secara bertahap. Perbaikan Bucket BWE di area bengkel . or increased 5.64 million tons. Perseroan berencana menaikkan kapasitas produksi swakelola. 5. yaitu dari Tanjung Air Laya (TAL). PT Internasional Prima Coal dan PT Batubara Bukit Kendi.4 % dibandingkan volume produksi tahun 2009 yang berjumlah 11. produksi yang dilakukan secara swakelola meningkat menjadi 5.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 139 Perkembangan Produksi Pelaksanaan strategi operasional membuat Perseroan berhasil kembali meningkatkan volume produksi batubara menjadi 12. and improve employees’ competence in mine management. naik 7. The Company plans to gradually upgrade the capacity of self-managed production. Peningkatan produksi batubara pada tahun 2010 terutama berasal dari Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT).5 juta ton. Unit Pertambangan Ombilin dan dari anak perusahaan. Banko Barat.64 juta ton.6% dari produksi tahun sebelumnya sebesar 5.6% from 5. naik 5. Muara Tiga Besar Utara. maka kompetensi SDM Perseroan dalam mengelola tambang secara penuh akan semakin meningkat juga.6 juta ton. Dengan peningkatan secara bertahap. Dari keseluruhan produksi tersebut.34 million tons the preceding year.34 juta ton.

728 2. to manage marketing.e.8% 876. Penanganan Batubara Perseroan mulai membangun Supply Chain Management System (SCMS) yang akan diterapkan dalam 5 tahap.477 1. to handle coal from mining area to stock pile/TLS. To secure supply to consumers.4% 317.185 89% 97% 107.595.546 10.402 116. the Company built up Supply Chain Management System (SCMS) that will be implemented in five phases. the Company set up a subsidiary that is engaged in coal trading.792 8.280.783 12.871.846.945 5.049 40.8 million tons.2% 110. Tahap kedua. yaitu PT Bukit Asam Prima (BA Prima) pada 2007.4% Produksi (dalam ton) Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian / Purchases • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian Kenaikan produksi ini selaras dengan peningkatan volume angkutan kereta api yang naik sebesar 3% dari 10.0% 6. Tahap pertama adalah Phase Mine to Train Loading Station (TLS).757. Marketing dan Penagihan.796 5.175.243 57. Coal Handling To handle coal properly. i. yaitu untuk menangani batubara mulai dari TLS sampai dengan Pelabuhan.461. to handle coal from TLS to Port.1% 119.150 2. Larger production was accompanied by a 3% rise in railway loading volume from 10.547 560. Phase TLS to Port.5 million tons to 10.5% 9. Phase 2 is TLS to Port.630.022. yaitu pengelolaan pemasaran dan penjualan batubara serta proses penagihan. Phase 3 is Marketing and Billing.770 783.144.388 13. to integrate SCMS and other systems including financial .620 76.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 140 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Produksi dan Pembelian Batubara (Ton) Coal Production and Purchase (Tons) URAIAN 2010 2009 PERUBAHAN % DESCRIPTION Produksi (dalam ton) Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian / Purchases • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian 511. yaitu untuk menangani material /batubara mulai area tambang hingga Stock Pile/TLS.783 574.131.600. PT Bukit Asam Prima (BA Prima) in 2007.912 11.6% 91.333 574.971 507. sales and billing. Phase 1 is Mine to Train Loading Station (TLS). Integrasi dan Keuangan.5 juta ton menjadi 10. Tahap keempat. Tahap ketiga. Perseroan mendirikan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli batubara.218 3. Phase 4 is Integration and Finance.4% 107.8 juta ton.558 12. Guna menjaga keamanan pasokan kepada para konsumen.850 11.781 2.

Pengendalian kualitas. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 141 yaitu tahapan untuk mengintegrasikan SCMS dengan sistem lainnya yang ada di PTBA termasuk dengan sistem keuangan. The Company applies Quality Management System ISO 9001:2008 to control coal product quality. Perseroan menjaga kualitas produksi melalui mekanisme quality control yang ketat pada setiap tahapan produksi. testing is done on port stock-pile prior to loading to ships. Perseroan melakukan uji sampling untuk memastikan kualitas batubara yang akan ditambang. Dengan sistem tersebut. stockpile di daerah penambangan sebelum pemuatan ke kereta api atau dikirim ke konsumen. As dictated by the system. to implement optimization module and Executive Information System. Optimasi dan EIS. Phase 5 is Optimization and EIS. • • Quality Control The Company strictly controls product quality on every production stage according to Quality Management System ISO 9001:2008. Proses pengendalian kualitas ini berpedoman pada standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Perseroan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 untuk menjamin kualitas produk batubara yang dihasilkannya. Pengujian kualitas batubara kemudian dilakukan di areal tambang. For delivery by sea. system. The Company has an additional Hopper Blender facility to support coal blending process to produce coal quality that suits consumers’ needs. which cover: • Stockpile Management Management of coal stockpile from production and blending process is conducted according to the classification of its calorie quality and consumers’ requirements. Quality tests are then performed in the mine and mining stock-pile area before loading and delivery to customers by railway. Langkah tersebut diikuti dengan melakukan general overhaul stacker reclaimer di stockpile untuk mempercepat proses penyimpanan dan pemuatan batubara. Pengaturan tumpukan batubara hasil produksi dan proses blending dilakukan sesuai dengan klasifikasi kualitas kalorinya dan kebutuhan konsumen. the Company runs sampling tests to control the quality of coal to be excavated. yaitu tahapan untuk mengimplementasikan modul optimasi dan Executive Information System. diikuti dengan pengujian di areal stockpile pelabuhan sebelum pemuatan ke kapal. yang mencakup: • Pelaksanaan Manajemen Stockpile. This measure is accompanied by performing general overhaul of stacker reclaimer in stockpile to speed up coal storing and loading process. Perseroan melakukan penanganan batubara sesuai standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk menjamin kualitas dan pasokan batubara kepada konsumen. Perseroan telah melakukan penambahan fasilitas Hopper Blender untuk mendukung proses blending batubara agar menghasilkan kualitas batubara sesuai kebutuhan konsumen. The Company handles coal in accordance with the standards of ISO 9001:2000 Quality Management System to control product quality and supply to the consumers. Tahap kelima.

9 juta ton menjadi 2.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 142 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Unit Laboratorium Perseroan telah terakreditasi dengan sertifikat ISO/IEC 17025: 2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).1 million tons. sudah direalisasikan tahap pertama sistem ini. Laboratorium ini juga bertanggung jawab melakukan pengujian kualitas air buangan tambang untuk menjaga agar terpenuhinya Standar Baku Mutu Lingkungan. the Company collaborates with PT Kereta Api Indonesia (PT KA).7 million tons in 2010. Volume angkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan mengalami peningkatan 3% dari 8. Supervising and recording coal distribution to ports or piers. yakni penanganan batubara dari areal tambang sampai pemuatan kereta api (train loading station/TLS).8 million tons or increased 3% from 2009 volume of 10. total volume angkutan batubara melalui kereta api ke Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati mencapai 10. Transportation In transporting coal from Tanjung Enim to Tarahan Port (Lampung) and Kertapati Pier (Palembang). Proses yang dilalui dalam pengangkutan batubara meliputi: • Pengaturan jumlah dan kualitas muatan batubara yang akan diangkut oleh masing-masing gerbong kereta api melalui Train Loading Station (TLS). total volume of coal shipment by train to Tarahan Port and Kertapati Pier reached 10. Pengawasan dan pencatatan distribusi batubara menuju Pelabuhan atau Dermaga. Untuk mendukung program penjagaan kualitas Perseroan mulai membangun sistem manajemen penanganan batubara terintegrasi secara bertahap. The process of coal transporation entails: • • • • • Arranging the volume and quality of coal to be transported by each train coach from Train Loading Station (TLS).1 juta ton. Pelaksanaan bongkar muat batubara dari gerbong kereta-api menggunakan Rotary Car Dumper (RCD) di Pelabuhan dan Apron Feeder (AF) di Dermaga.5 juta ton pada 2009. Pengangkutan Perseroan bekerjasama secara intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KA) dalam proses pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan (Lampung) dan Dermaga Kertapati (Palembang). While from Tanjung Enim to Kertapati increased 5% from 1. Untuk tahun 2010. Analisis kualitas batubara dilakukan oleh Unit laboratorium Perseroan yang telah menerima sertifikat Sistem Manajemen Mutu Laboratorium ISO/IEC 17025:2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).7 juta ton pada 2010.8 juta ton atau meningkat 3% dari volume tahun 2009 sebesar 10. . menjadi 8. Sedang dari Tanjung Enim ke pelabuhan Kertapati. In 2010. Unloading coal shipment from train coaches using Rotary Car Dumper (RCD) in ports and Apron Feeder (AF) in piers. This laboratory is also responsible for testing the quality of waste water from the mines to ensure compliance with the Environmental Quality Standard. Coal quality analysis is performed by the Company’s laboratory that has Laboratory Quality Management System ISO/IEC 17025:2005 certification from the National Accreditation Committee. Tahun 2010.5 million tons in 2009 to 8. To support quality control program the Company sets up an integrated coal management system by stages.5 million tons. In 2010 the first stage of this system was completed to handle coal from the mines to train loading stations.5 juta ton.9 million tons to 2. Coal shipment volume from Tanjung Enim to Tarahan Port rose 3% from 8. Our laboratory is accredited by the National Accreditation Committee with Laboratory Quality Management System certification. naik 5% dari 1.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 143 1 2 3 1. Pengambilan sampel batubara di TLS Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 3. Uji Kualitas Batubara dengan alat Atomic Absorbtion Spectro Photometer Edipiscing lorem ipsum dolor . Stacker Reclaimer di Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 2.

the Company adopted the following .940 10. the Operations/Production Director of the Company was appointed Honorary Member of PT KA Executive Committee.956. Perseroan juga berperan langsung mendukung peningkatan kapasitas angkutan batubara.150 1. (Lihat bahasan “Pengembangan Usaha”). melalui perbaikan rail-loop dan perawatan rutin di fasilitas muat dan bongkar milik Perseroan. The bigger loading capacity is believed to substantially increase sales from Tanjung Enim mine. In 2010 the draft final report was submitted to all parties. The Company pioneered the construction of new railway tracks to step up coal loading capacity.050.580 PERUBAHAN (%) 3% 5% 3% RAILWAY TRANSPORTATION Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari perbaikan sistem manajemen angkutan serta adanya koordinasi intensif antara Perseroan dengan PT KA.040 2009 8. The Company also directly supported the improvement of coal loading capacity by reparing rail-loop and routinely maintaining its own loading and unloading facilities.498. The larger coal shipment volume was made possible by improved transportation management system and intensive cooordination between the Company and PT KA. In 2009. telah menunjuk konsultan independen untuk menyusun formula tarif dan formula take or pay. (See discussion on “Business Development”).100 2. Direktur Operasi Produksi Perseroan diangkat menjadi Anggota Kehormatan Executive Committee PT KA. Mulai tahun tahun 2009.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 144 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis ANGKUTAN KERETA API Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan 2010 8.712. Pada tahun 2010 draft final report sudah disampaikan kepada para pihak. Program pengembangan angkutan tersebut diyakini akan mampu mengatasi kendala Perseroan dalam meningkatkan jumlah penjualan batubara secara substansial dari lokasi tambang Tanjung Enim. Strategi Pemasaran Untuk menjamin berlangsungnya peningkatan penjualan dimasa-masa mendatang di tengah kecenderungan Marketing Strategy In an effort to secure future sales amidst the increasing tendency of coal demand. Perseroan menindak lanjuti Coal Transportation Agreement (CTA) bersama-sama dengan PTKA. Perseroan juga telah merintis program pengembangan untuk angkutan KA khusus batubara yang baru untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara. Coal Transportation Agreement (CTA) with PT KA was was followed by the appointment of an independent consultant to formulate tariff and ”take or pay” schemes.454.763.430 10.

Perseroan memberikan tanggapan yang cepat terhadap berbagai permintaan dan keluhan konsumen sebagai bagian dari komitmen pelayanan Perseroan. • Commitment to Product Quality Commitment to quality is very important because not only does it affect the consumers’ business operations but it also plays a decisive factor of consumers’ trust in the coal product of the Company. The Company. is committed to ensuring the quality of coal delivered to consumers is in accordance with the quality agreed upon in the contract. The Company promptly responds to various demands and complaints from the customers. • • Commitment to Customer Service The Company gives priority to transparency and responsibility principles in serving its customers to prove its commitment to providing the best customer service. Oleh karena itu Perseroan selalu memberikan jaminan bahwa kualitas batubara yang diterima konsumen telah sesuai dengan kesepakatan kontrak terkait. • Kerjasama Manajemen Perseroan menyelenggarakan Rapat Kordinasi (Rakor) yang melibatkan seluruh mata rantai produksi dan penjualan (supply chain) secara rutin. therefore. Perseroan membuka layanan pengaduan dengan menyediakan saluran telpon. Hasil diskusi kemudian digunakan sebagai dasar penentuan strategi produksi maupun penjualan yang paling sesuai untuk periode tiga bulan ke depan guna mendukung pencapaian target penjualan yang telah ditentukan. Perseroan telah menindak lanjuti keluhan pelanggan tersebut. e-mail or letter. . permintaan konsumen hingga kendala produksi di lapangan maupun proses pengangkutan yang dapat mempengaruhi volume penjualan. Jaminan kualitas dikontrol melalui penerapan manajemen mutu yang melibatkan pelaksanaan proses analisis terakreditasi. To support its customer service the Company sets up a customer center to handle complaints by telephone. consumer demand and production problems on site and in transporting process that may affect sales volume. In 2010 nine complaints from the customers were attended to and settled by the Company. menjalankan strategi pemasaran meliputi: • Perseroan marketing strategy that included: Komitmen jaminan kualitas produk Jaminan kualitas ini sangat penting karena selain mempengaruhi kelancaran operasional bisnis konsumen juga merupakan faktor penentu tingkat kepercayaan konsumen agar terus menggunakan batubara hasil produksi Perseroan. Komitmen pelayanan pelanggan Perseroan selalu mengutamakan prinsip transparansi dan responsibilitas dalam memberikan layanan kepada konsumen demi memenuhi komitmen layanan terbaik kepada konsumen. The Company strongly believes that the best customer service will assist the Company to reach its increased sales target. Quality is controlled by implementing quality management based on accredited analysis process.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 145 permintaan batubara yang meningkat. Rakor membahas perkembangan kondisi pasar batubara. Selama tahun 2010 Perseroan menerima 9 (sembilan) kali pengaduan dari pelanggan. Perseroan meyakini penerapan komitmen pelayanan terbaik akan mampu mendukung target peningkatan penjualan Perseroan di masa mendatang. email maupun surat kepada pelanggan. The meetings discuss development in coal market condition. • Cooperation The Management routinely holds coordination meetings involving all production and supply chains. Untuk menjamin pelayanan pada pelanggan. Findings are used as a basis of formulating production and sales strategy that is the most appropriate for the next three months to enable the Company to meet sales target. sehingga permasalahan dengan konsumen dimaksud telah diselesaikan.

Average export selling price rose 3. Perseroan melakukan penjualan batubara dalam bentuk kontrak penjualan jangka panjang maupun melalui pasar spot. integrating marketing.50 68.01 Penurunan rata-rata harga jual batubara domestik ditahun 2010 yang sebesar 18% disebabkan oleh beberapa diantaranya. meningkatnya volume penjualan batubara kalori lebih rendah dan tingkat persaingan yang semakin tinggi untuk pemasaran domestik batubara kalori lebih rendah. Perkembangan rata-rata harga jual batubara Perseroan Average coal selling price of the Company TAHUN YEAR DOMESTIK DOMESTIC (Rp/Ton) 2006 2007 2008 2009 2010 330. (See discussion on “Financial Performance”) .900 746.240 612.50 47. Trend rata-rata harga jual batubara Perseroan dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat. sedangkan harga penjualan selalu mengacu pada harga pasar batubara thermal internasional. Using this system the Company can monitor coal stock level quickly and accurately and meet customers’ orders in appropriate quality and quantity. Rata-rata harga jual batubara ekspor meningkat 3.645 506. Sales is made under long-term sales contract and through spot market. seperti tercermin dalam tabel berikut. • Supply Chain Management System Phase three of Supply Chain Management System (SCMS) was under way. while selling price is always based on international thermal coal prices.366 EKSPOR EKSPORT (US$/Ton) 44. Lihat bahasan “Kinerja Keuangan” A decrease of 18% in average domestic price during 2010 was due to higher sales volume of low-calorie coal and keener domestic competition for this product. Metode Penjualan dan Perkembangan Harga Perseroan menjual batubara ke pasar domestik maupun ekspor dengan harga yang memberikan return terbaik. sekalipun volume penjualan Perseroan meningkat. port and finance activities.7%. Average selling price of the Company’s coal over the past few years was on an upwared trend in line with the rising market prices. mengikuti peningkatan harga jual di pasaran. Kondisi harga penjualan yang kurang baik ini pada akhirnya mempengaruhi tingkat profitabilitas Perseroan yang akhirnya ikut turun.7%.59 67. Selling Method and Price Trend The Company sells coal to domestic and export markets at prices that will earn maximum return. Melalui penerapan sistem ini Perseroan memantau perkembangan perubahan kondisi stock batubara secara cepat dan akurat sehingga sanggup memenuhi komitmen kepada pembeli dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai. This less rewarding price eventually affected the Company’s profitability despite the growing sales volume during the year under review. as reflected in the following table. pelabuhan dan keuangan.697 345.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 146 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Persiapan Implementasi Supply Chain Management System Perseroan mulai mempersiapkan penerapan tahap tiga dari Suply Chain Management System (SCMS) yakni integrasi kegiatan pemasaran.73 64.

72 juta ton. Seiring dengan peningkatan kegiatan industri semen. Suralaya TPP. Of the total sales.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 147 Conveyor Belt di Pelabuhan Tarahan Kinerja dan Distribusi Penjualan Tahun 2010 Perseroan mencatat volume penjualan total sebesar 12. Lihat bahasan ”Prospek Permintaan Batubara Performance and Distribution of Sales In 2010 the Company recorded a total sales volume of 12. penjualan batubara untuk industri semen mengalami peningkatan.95 million tons. domestic sales rose 2. Malaysia. Bukit Asam TPP and Tarahan TPP. Taiwan dan Thailand. At this rate of domestic sales the Company has complied with the DMO (Domestic Market Obligation) regulation. In line with a research on coal market prospects. naik 3. Dengan demikian.48 juta ton. Malaysia. (See ”Coal Prospects”) . Therefore. distribution of sales consisted of domestic market 63.23 tons in 2010. Perseroan kini lebih memfokuskan tujuan pemasaran batubara produknya ke kawasan Pasifik.72 million tons.72 million tons in 2010 mainly to Japan. volume penjualan domestik meningkat 2.5% sedangkan pasar ekspor menjadi 36. Sales comprised domestic sales of 8.23 juta ton dan ekspor sebanyak 4.40% from the previous year. the Company’s sales to this industry also increased.42 juta ton di tahun 2009 menjadi 4. Taiwan and Thailand. Volume penjualan ekspor kembali meningkat dari posisi 4. Penjualan ini terdiri atas penjualan domestik sebanyak 8. sebesar 12.95 juta ton. Dari total penjualan tersebut. distribusi penjualan domestik menjadi 63. Export sales volume went up from 4. Total penjualan untuk segmen PLTU ini memberikan kontribusi sebesar 79% dari penjualan domestik 2010.40% di tahun sebelumnya. Vietnam. The major part of the sales was intended to fulfill long-term supply contract with Thermal Power Plants (TPP). i. showing a growth of 35. Sesuai dengan kajian prospek pemasaran batubara. Sebagian besar dari volume penjualan tersebut untuk memenuhi kontrak jangka panjang pasokan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yaitu PLTU Suralaya.72 juta ton pada 2010 dengan mayoritas negara tujuan ekspor adalah China. Perseroan lebih memprioritaskan pola penjualan dalam jangka panjang.07 million tons in 2009 to 8. the Company is focusing more on the Pacific region under long-term sales contract. As cement industry developed. China. meningkat dari angka sebesar 35. sehingga komposisi distribusi penjualan untuk industri semen meningkat menjadi 5% dari 4% di tahun 2009.07 juta ton pada 2009 menjadi 8.e.5%.48 million tons.0% from 8.7% from the preceding year’s sales of 12. Dengan jumlah penjualan ke pasar domestik tersebut Perseroan telah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Total sales of this segment contributed 79% to domestic sales in 2010.23 million tons and export of 4. Vietnam.0% dari 8. raising its contribution to total sales from 4% in 2009 to 5% in 2010.42 million tons in 2009 to 4. PLTU Bukit Asam dan PLTU Tarahan.5% and export 36. up 3.7% dari tingkat penjualan tahun 2009.23 ton pada 2010. Jepang.5 %.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 148 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis DIAGRAM DISTRIBUSI PENJUALAN BATUBARA DOMESTIK MENURUT JENIS INDUSTRI Coal Domestic Sale Distribution by Industry Diagram Distribusi Penjualan Batubara Domestik Menurut Jenis Industri Distribution of Domestic Sales by Industry 5 16 13 PLTU 4 ‘09 ‘10 Lain-lain Semen 79 84 Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribution of Export Sales by Destination Country 12 8 1 3 8 16 10 1 Taiwn Thailand Vietnam ‘09 22 46 37 1 ‘10 26 Jepang India China Malaysia 9 Pakistan .

Sedang untuk konsumen luar negeri.7% 102.8% 132. consumers continued changing the type of coal they used.0% 96. di tahun 2010 sebagian konsumen luar negeri menggunakan batubara kalori lebih rendah dari jenis BA-59.0% 172. selain memilih batubara kalori sedang dan tinggi.864 15. International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT.716 1.135.392 760.790 518.322 182.524 130.700 8.153.2% 108.131 14.736 12. Bukit Asam Prima • Batubara PT.905 575.282.228.743 142.068.0% 78.516 924.551 162.696 5.0% 105.1% 18. Internasional Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 12. BA-67 and BA-70.501 269.801 4.7% 25.9% 3.582 476.5% 92.097 297.312 1.776 7.507 121. Bukit Asam Prima • Batubara PT.424 853.2% 3975. dari jenis BA-59.7% 1.833 70.172 138. Konsumen dalam negeri cenderung menggunakan jenis batubara kalori lebih rendah.907 201. overseas consumers preferred medium and high-calorie coal type BA-63.3% 3454.105.955.7% 0.014 77. Bukit Asam Prima • Batubara PT. BA67 dan BA-70. Domestic consumers were more inclined to low-calorie coal type BA-59.565 Pada 2010 pergeseran pola konsumsi jenis batubara terus berlangsung. In 2010.044 237.935 154.794 4.722.809 928.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 149 Distribusi Penjualan Menurut Jenis Produk Distribution of Sales by Product URAIAN 2009 2010 PERUBAHAN % URAIAN Domestik • BA-59 (PLTU Bukit Asam) • BA-59 (PLTU Tarahan) • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 (PLTU Suralaya) • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT.990.2% 0.416.488 8.251 4. Internasional Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 791.9% 147.4% 106.630 61. .564.031 283. In 2010 several overseas consumers chose type BA-59 and this changed the composition of coal sales according to type.797 2.004 15.0% Domestik • BA-59 (PLTU Bukit Asam) • BA-59 (PLTU Tarahan) • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 (PLTU Suralaya) • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT. sehingga terjadi perubahan komposisi penjualan batubara menurut jenisnya.286 1. Bukit Asam Prima • Batubara PT.484. yaitu dari jenis BA-63.950.170 1. International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT.1% 100.587 70.

Sales of mostly low-calorie coal (5.9 % menjadi hanya sebesar 0. pada kisaran volume sebesar 0. BA-59 mencapai jumlah total sebesar 7. Tahun 2010 penjualan batubara jenis BA-59 ke pasar ekspor naik 62% menjadi 1.2% from the preceding year. Harga jual.0 juta ton. mengingat harga batubara jenis ini yang lebih rendah.3% compared to 39. melonjak dari sebesar 7.28 million tons from 1.93 million tons mostly used by steel industry consumers. sebesar 7. sehingga tingkat profitabilitas menjadi semakin mengecil. yakni 5.8 juta ton di tahun sebelumnya. Program effisiensi produksi dilaksanakan mengingat Perseroan hanya dapat mengendalikan pengeluaran pada komponen biaya produksi. In 2010 the Company succedded in exporting coal type BA-63 up to 1.0 million tons to Suralaya TPP. This was the consequence of an 18% decline in average domestic selling price. menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 39.7% dari tingkat penjualan tahun 2009.300 Kcal. The rising trend of low-calorie coal consumption in Indonesia did not favor the Company because the lower price of that coal type reduced the Company’s profitability.3%.3 million tons from 0. export sales of coal type BA-59 surged 62% to 1. resulting from bigger sales of BA-59 to China.32 juta ton dengan alokasi penjualan untuk PLTU Suralaya sebesar 5. Penjualan batubara ke Suralaya hanya turun sebesar 3.8% the year before.488 ton menjadi 297.26 million tons or dropped 0. Hasil ini sebagai imbas atas penurunan rata-rata harga jual batubara dipasar domestik hingga sebesar 18%. BA-67 and BA-70 are the most popular in export market. Efficiency program is undertaken because reduction in expenditures is only possible on production side as selling price is fixed by market mechanism. Peningkatan penggunaan batubara kalori peringkat rendah di Indonesia memberi konsekuensi yang kurang bagus bagi Perseroan. around 0. tercipta melalui mekanisme pasar.96 million tons. dengan mayoritas penggunaan oleh konsumen industri baja. Batubara jenis BA-67 yang mayoritas digunakan untuk kebutuhan PLTU dan industri umum lainnya mencatat penurunan tajam.7% from 7. Pada 2009 Perseroan berhasil mengekspor batubara jenis BA-63 hingga sebesar 1. Penjualan batubara dari lokasi IPC.9 juta ton dan konsumen industri lainnya sebesar 0. In 2010. Menghadapi turunnya harga jual batubara di pasar domestik.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 150 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Untuk penjualan domestik.300 Kcal) from IPC jumped 7. Jenis batubara kalori menengah-tinggi. For domestic sales.26 juta ton turun 0.28 juta ton dari angka sebesar 1.3 juta ton dari angka penjualan sebesar 0.79 juta ton di tahun 2009. 0. BA-59 posted a total of 7. Sales of coal type BA-70 was relatively stable.9% to only 0. allocating 5.79 million tons in 2009. BA-67 dan BA-70 adalah yang paling banyak diminati pasar ekspor. Profitability The Company recorded a profitability of 29.9 million tons to Bukit Asam TPP and 0.700 tons.8 million tons the previous year. hingga sebesar 81.2% dari tahun sebelumnya.93 juta ton. PLTU Bukit Asam 0.8 million tons to other industries.488 tons to 297. To cope with lower domestic price. mulai BA-63.700 ton. Profitabilitas Perseroan mencatatkan profitabilitas batubara sebesar 29. the Company has taken several efficiency measures to cut production costs. . yang kebanyakan dari jenis kalori lebih rendah.8 juta ton. Sales to Suralaya declined 3. Medium-high-calorie coal type BA-63.8 %. Perseroan telah melakukan berbagai langkah penghematan melalui program efisiensi produksi. Peningkatan penjualan batubara BA-59 ke China turut mempengaruhi kenaikan ini.32 million tons in 2009.96 juta ton. Coal type BA-67 mostly used by TPPs and other industries recorded a sharp decline of 81. Batubara jenis BA-70 mencatat volume penjualan relatif stabil.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 151 Program effisiensi produksi sebetulnya memberikan hasil nyata. generating stable and ecofriendly heat (odorless and smoke free). Oleh karena itu Perseroan telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi menyambut peluang yang terbuka. Gresik dan Natar (Lampung). enabling faster and easier burning process. Jenis briket ini memiliki kelebihan berupa volatile matter. Some of the anticipatory steps taken were increasing self-managed production. panas yang dihasilkan stabil serta ramah lingkungan (tidak berbau dan tidak berasap). lihat juga bahasan “Strategi Bisnis 2011” The production efficiency program went well and reduced production cost per ton by 11%. After investment was made. berupa penurunan biaya produksi per ton batubara sebesar 11%. Penurunan biaya produksi ini juga belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual yang lebih besar. BRIQUETTE SEGMENT The Company’s briquette business started in 1993 after Coal Briquette Development Project was set up. the Company developed several production units in Tanjung Enim. Perseroan meyakini bahwa harga batubara akan kembali meningkat di tahun 2011. sulphur dan kadar air yang lebih rendah dibandingkan briket nonkarbonisasi sehingga proses pembakaran berlangsung lebih cepat dan mudah. Produksi briket karbonisasi dilakukan di Pabrik Tanjung Enim. Gresik and Natar (Lampung). sulphur and water content compared to non-carbonized briquette. meningkatkan intensitas pelaksanaan effisiensi produksi dan menyiapkan peningkatan kapasitas angkut batubara melalui kereta . seperti disinggung pada bahasan “Prospek permintaan batubara”. Selain karena mulai pulihnya kondisi perekonomian global. For that reason. This type of briquette has superior qualities like lower volatile matter. intensifying production efficiency and increasing railway loading capacity (see also discussion on. the Company believes that 2011 will see rising coal prices in the market. and bigger decrease in average selling price (See “Financial Performance”). the completion of several bigscale electric power plants in the country will also have an impact on the demand and price of coal. the Company has taken several steps in anticipation of the coming business opportunities. The Company is the only company in Indonesia capable of producing carbonized briquette. In addition to global economic recovery as discussed in “Coal Prospects”. this reduction did not compensate increases in transport and other operating expenses. Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mampu memproduksi briket karbonisasi. . while non-carbonized briquette is produced in Natar (Lampung) and Gresik. penyelesaian beberapa pembangkit listrik skala besar di dalam negeri akan mempengaruhi permintaan dan harga batubara. dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan mengembangkan beberapa unit produksi di Tanjung Enim. The briquette is produced in two types. Carbonized Briquette and Noncarbonized Briquette. Namun angka penurunan ini tidak dapat mengkompensasi peningkatan biaya transportasi dan beban usaha lannya. However. Watching the world and domestic economic revival in 2010. Sedangkan briket non-karbonisasi diproduksi di Pabrik Briket Natar (Lampung) dan Gresik. Beberapa langkah yang telah dilakukan diantaranya mempersiapkan peningkatan produksi swakelola. Jenis briket yang diproduksi oleh Perseroan terdiri dari Briket Karbonisasi dan Briket Non-Karbonisasi. “Business Strategy for 2011” SEGMEN BRIKET Pada 1993 Perseroan memulai usaha briket dengan membentuk Proyek Pengembangan Briket Batubara (P2B2). improving auxiliary facilities and amenities. lihat juga bahasan “Kinerja Keuangan” Memperhatikan tren pemulihan perekonomian global maupun nasional sepanjang tahun 2010. Carbonized briquette is produced in Tanjung Enim factory. memperbaiki sarana penunjang.

181 – Rp1. menjadi 16. mengingat sebagian gas yang beredar di pasaran juga mendapatkan subsidi. turun 39% dari tingkat produksi tahun 2009. . Volume penjualan briket juga mengalami penurunan.862 ton. down 39% from 2009 production level of 22.229 12. -24.182 ton. Peningkatan penggunaan energi alternatif sebagai pengganti minyak tanah pada sejumlah industri kecil dan menengah tampaknya masih belum mendorong peningkatan penggunaan briket secara maksimal.690 tons of briquette. Production and Sales In 2010.712 tons or down 25% from 22. sementara harga jualnya berkisar Rp1. Perseroan mencatat penurunan profitabilitas segmen usaha briket yakni -24. Bigger use of alternative energy to replace kerosene in small to medium-scale industry did not seem to significantly push the use of briquette.818 per kilogram.130 – Rp2. while selling prices ranged from Rp1.5%. Production plunged not only because Tanjung Enim factory delayed its production (commencing in December instead of July) but also due to licensing problem in Gresik factory.004 5. Harga pokok produksi briket berkisar antara Rp1.022 16.182 tons in 2009.712 2009 (B) 4.615 5. yaitu sebesar 22.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 152 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Produksi dan Penjualan Tahun 2010.182 % (A : B) 2 97 85 75 BRIQUETTE SALES (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production Profitabilitas Tahun 2010.690 2009 (B) 3. Peningkatan penggunaan energi gas.690 ton.712 ton atau turun 25% dari penjualan tahun 2009 sebesar 22. sebagai pengganti minyak tanah justru lebih cepat berkembang.909 22. the Company recorded a low profitability in briquette business segment.159 22. Perseroan hanya berhasil memproduksi briket sebesar 18.862 tons. the Company only managed to produce 18.068 per kilogram. akibat harga produksi yang lebih tinggi dari harga jualnya.618 12. causing a four-month production stoppage. due to higher production costs compared to selling prices. The downward trend of sales along with production decline was due to the market entry of LPG gas in 3-kg canisters and many consumers switched to this type of energy source.664 18. The use of gas in replacement of kerosene grew at a faster pace because gas sold to the public was also subsidized.602 5. Production costs ranged between Rp1.5%.818 per kilogram. Profitability In 2010. Penurunan Volume penjualan ini sejalan dengan turunnya produksi juga akibat pasar dimasuki Gas elpiji 3 kg sehingga banyak konsumen yang beralih ke Gas Elpiji 3 kg. PRODUKSI BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 411 12.090 7. Penurunan volume produksi briket ini selain pabrik Tanjung Enim belum produksi sesuai rencana (rencana mulai produksi bulan Juli namun baru produksi bulan Desember) juga adanya kendala pengurusan ijin untuk pabrik Gresik sehingga mengalami stop produksi selama 4 (empat) bulan. Briquette sales volume also dropped to 16.862 % (A : B) 11 86 47 61 BRIQUETTE PRODUCTION (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production PENJUALAN BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 88 11.068 per kilogram.130 and Rp2.181 to Rp 1.

7% to become Rp6. traditional consumers of the Company’s briquette. shareholders’ equity rose 11.2% of total assets.Cah and cash equivalents Cash and cash equivalents in 2010 rose Rp344. Assets • Current Assets Total current assets was recorded at Rp6.783. i. Penjelasan atas pos-pos neraca utama yang menyebabkan perubahan tersebut adalah: ASET LANCAR (Dalam Rp Juta) FINANCIAL REVIEW BALANCE SHEET As presented in the financial highlight. Komposisi terbesar aset lancar adalah kas dan setara kas sebesar 76. mengingat posisi tahun sebelumnya adalah sebesar Rp6. total aset Perseroan per 31 Desember 2010 mencapai Rp5.71 trillion.3% from the previous year position of Rp 8. trade payables 15. seiring dengan peningkatan konsumsi ayam dalam negeri.71 triliun. naik 7.70 trillion the preceding year.05 trillion.0% Cash and cash equivalents Trade receivables (net) Inventories (net) Other current assets Total current assests Aset • Aset Lancar Jumlah aset lancar mencapai Rp6.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 153 Namun demikian. TINJAUAN KINERJA KEUANGAN NERACA Seperti tampak pada neraca ikhtisar keuangan.0%. Description of major balance sheet accounts that caused the changes is presented below: CURRENT ASSETS (In Million Rupiah) 2010 2009 PERUBAHAN (%) Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset Lancar 5. Kondisi ini menggambarkan likuiditas Perseroan yang masih baik.78 triliun atau 84.104 1. as chicken consumption increased in the domestic market.901 158.2% 103.0% dan persediaan sebesar 6. With higher profit.3% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp4.70 triliun di tahun sebelumnya. But still. or grew by 7. .3% from the previous year position that was recorded at Rp4.075 997. yakni peternakan DOC semakin berkembang dan meningkatkan permintaan briket.6% 98.022 6. This increase came mainly from 2010 operating results.65 triliun atau 76.7% menjadi Rp6.05 trillion or posting an increase of 7.05 triliun.97 billion to Rp5. This condition reflected that the Company’s liquidity was still on the safe level considering that previous year position was Rp6.0% of total assets. DOC farms. Sebagai akibat kenaikan laba.29 trillion in 2009.Kas dan Setara Kas Posisi kas dan setara kas pada tahun 2010 naik sebesar Rp344.391 107.08 trillion. Total Kewajiban Perseroan sedikit turun. Selain itu peningkatan kegiatan pengolahan tembakau di Jawa Timur dan Lombok diharapkan membuka pasar baru bagi pemasaran produk briket Perseroan.29 triliun di tahun 2009.3% dari posisi Rp8.678 171.054. A larger scale of tobacco processing in East Java and Lombok is expected to open new markets for the Company’s briquette product.28 triliun.645. diharapkan konsumen tradisional briket Perseroan.709.4% 107. menjadi Rp2.0% and inventories 6. ekuitas Perseroan naik 11. .3% 66.28 trillion.505.78 trillion or 84.2% dari jumlah keseluruhan aset.05 triliun atau meningkat sebesar 7.4% of total current assets. diikuti piutang usaha 15.37 trillion from Rp5.e.97 miliar menjadi Rp5.65 trillion or 76. Kenaikan kas dan setara kas tersebut terutama berasal dari hasil operasi tahun 2010.5% lower than Rp 2.0%.0 % dari total nilai aset.08 triliun di tahun sebelumnya.178 423. Total liabilities slighly dropped to Rp 2.5 % lebih rendah dari posisi Rp2.953 4.459 409.927 6.37 triliun dari posisi Rp5. total assets of the Company as of 31 December 2010 totalled Rp5. The largest portions of current assets were cash and cash equivalents 76. or 0. .4% dari jumlah keseluruhan aset lancar. 0. continued to grow and increase demand for briquette.

12% – 2. melonjak 976. Jumlah deposito dalam Dolar AS sebesar ekivalen Rp221.5 % dari jumlah keseluruhan deposito dengan tingkat bunga antara 5. Sedangkan jumlah deposito dalam Rupiah adalah sebesar Rp4.30% . (Lihat juga penjelasan / Tabel Perubahan Arus Kas) Net cash generated from operating activities in 2010 totalled Rp2.8. bearing interest rates of 0.8% of total cash and cash equivalents.31 miliar.16 miliar. The Company’s cash and cash equivalents were placed in PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.0 miliar atau 1. pendapatan bunga secara keseluruhan berjumlah Rp244.25%. Cash used for financing activities increased due to bigger dividend payout for 2009 accounting year and larger allocation of funds for partnership and community development program.). interest income totalled Rp244. With this composition of placement. serta deposito berjangka sebesar Rp4.8% from the year before.0% dari tahun sebelumnya dan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp1.8 billion equivalent or approximately 4. naik 31.74 trillion or approximately 95.74 triliun atau sekitar 95. Sedangkan kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp799.49 triliun.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 154 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi selama tahun 2010 mencapai Rp2.344. while increasing amount of cash used for investment was caused by the realization of several business development projects (see Business Development page. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cash decrease from operating activities was mainly due to smaller amount of revenues received from customers. turun 9. ditempatkan di rekening giro sebesar Rp93.2% of total cash and cash equivalents.88 miliar atau sekitar 4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. and time deposits Rp4.49 trillion. Penurunan kas dari aktivitas operasi terutama disebabkan turunnya penerimaan dari pelanggan.95 billion. sedangkan kenaikan penggunaan dana untuk investasi disebabkan oleh realisasi beberapa kegiatan pengembangan yang telah direncanakan (lihat “Pengembangan Usaha” hal .0% from the preceding year and for financing activities totalled Rp1. up 31. Cash used for investing activities amounted to Rp799.). surged 976.30% and 8. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT BPD Sumatera Selatan. (See also elaboration / Changes in Cashflow) Piutang usaha Perseroan Trade Receivables 33. dengan tingkat bunga antara 0.5% of total deposits.5% of total deposits bearing interest rates between 5.8% dari posisi tahun sebelumnya. down 9..25%.16 billion.5% dari jumlah keseluruhan deposito.8% Cash position in 2010 consisted of cash on hand Rp189 million.96 trillion or 98. Dengan pola penempatan tersebut.00%..31 billion. Peningkatan penggunaan kas untuk aktivitas pendanaan disebabkan kenaikan pembagian laba atau deviden tahun buku 2009 dan peningkatan alokasi dana bagi kegiatan program kemitraan dan bina lingkungan. Rupiah denominated deposits were in the amount of Rp4. Total US Dollar deposits amounted to Rp221. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.3% dari tahun sebelumnya.12% – 2. .8% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.96 triliun atau sebesar 98.2% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.3% from previous year position. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.344.. placed in current accounts Rp93.0 billion or 1.. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. and PT BPD Sumatera Selatan. Kas dan setara kas Perseroan dalam bentuk deposito. ditempatkan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.00%.95 miliar. Posisi kas pada tahun 2010 terdiri dari kas di tangan sebesar Rp189 juta.

4%.3% dari Rp441.Trade Receivables In 2010 the Company had trade receivables of Rp0. investment in . Inventories increase was controlled to below production increase of 7.Inventories Net inventories at yearend of 2010 were Rp423.83 billion. turun 33.3% from Rp441.8%.30 triliun.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 155 . Major non-current assets are net fixed assets 44.Persediaan Posisi nilai persediaan bersih pada akhir tahun 2010 adalah Rp423.26 billion from Rp1.90 billion.3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1. (Lihat juga Tabel Tingkat Kolektibilitas Piutang dan bahasan Perubahan Arus Kas) . Perseroan mengasuransikan persediaan batubara dalam perjalanan serta persediaan perlengkapan dan suku cadang yang ditempatkan di gudang.3%% to Rp614.26 billion.85 billion. consisting of receivables from third parties Rp382.3%. Non-current Assets At yearend 2010 non-current assets of the Company totalled Rp2.2%.4% compared to the prevous year position of Rp409. comprising coal inventories Rp298.51 trillion.22 billion.08 trillion or increased 60. Kenaikan persediaan berhasil ditekan hingga berada dibawah tingkat kenaikan produksi yang mencapai 7.063. the Company insured coal inventories in transit and spareparts and materials stored in the warehouses.3 trillion.4% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp409. terdiri dari persediaan batubara sebesar Rp298.8% from 2009 figure of Rp1.8%.73 miliar pada 2009.68 miliar atau naik 3. Komposisi terbesar aset tidak lancar adalah aset tetap bersih sebesar 44.8% dari posisi di tahun 2009 sebesar Rp1. Kenaikan posisi persediaan batubara dan perlengkapan adalah akibat dari meningkatnya kegiatan penambangan swakelola dan naiknya produksi batubara Perseroan. karena Perseroan telah mulai mengimplementasikan sistem pengelolaan batubara terintegrasi.3% menjadi sebesar Rp614. dropped 33. deferred tax assets 15. Untuk meminimalkan terjadinya risiko kerugian.4% as the Company had implemented the integrated coal processing system. (See Table of Receivables Collectibility and discussion on Changes in Cashflows) .51 triliun.99 triliun.26 miliar. Trade receivables from third parties decreased 13. Sparepart inventories were offset by provision for obsolete inventories amounting to Rp43.3%.85 miliar berupa suku cadang dan perlengkapan lainnya.9 miliar pada tahun 2010 dan piutang usaha pada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa turun 42. aset pajak • . sparepart and other material inventories Rp124. diikuti beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan sebesar 15.99 trillion.26 miliar dari Rp1.92 miliar dan piutang usaha ke pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp614.063.90 miliar. • Aset Tidak Lancar Jumlah aset tidak lancar Perseroan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp2.68 billion or rose 3.73 billion in 2009.3% compared to the previous year amount of Rp1.83 miliar sedangkan sisanya sebesar Rp124. Persediaan suku cadang tersebut telah dikurangkan dengan penyisihan persediaan usang sebesar Rp43.22 miliar. To minimize loss. yang terdiri dari piutang ke pihak ketiga sebesar Rp382. The increase in coal and material inventories was attributable to higher self-managed mining activity and coal production.73 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp382. Piutang usaha ke pihak ketiga turun 13.92 billion and receivables from related parties Rp614.9 billion in 2010 and trade receivables from related parties declined 42. deferred exploration and development expenditure 15.73 billion in 2009 to Rp382.08 triliun atau naik 60.Piutang Usaha Piutang usaha Perseroan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp0.

979 187.4% 91. net Deferred tax assets.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 156 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Aset Tetap 106.746 250.0%.8% 106. The Company insured certain fixed assets in various locations.75 miliar.3% 60. .8% Investment in associates Mining properties.560 122.0%. • Pembangunan sarana produksi di MTBU.2% 32. tangguhan sebesar 15.0 miliar atau naik cukup substansial 106. The growth of fixed assets was made possible by the realization of several business development projects. • Relocation of briquette factory.295.187 26.107 1.542 921. net Fixed assets (net) Deferred exploration and development expenditures.21 miliar.75 billion. investasi pada perusahaan asosiasi sebesar 12. among others: • Construction of 3x10MW TPP in Tanjung Enim.2% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp446.005 327.7% -5. Composition of non-current assets is shown in the following table. sedangkan akumulasi penyusutan bertambah hanya sejumlah Rp49. while accumulated depreciation increased only by Rp49.053 30. Kenaikan terjadi karena adanya penambahan aset tetap tahun 2010 yang sebesar Rp524. • Fixed Assets Net fixed assets of the Company at end of 2010 stood at Rp921. associated companies 12. ASET TIDAK LANCAR (dalam Rp juta) 2010 2009 PERUBAHAN (%) CURRENT ASSETS (in Rp milion) Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan (bersih) Aset pajak tangguhan (bersih) Aset tidak lancar lainnya Aset Tidak Lancar 266.9% dan properti pertambangan 9. • Construction of MTBU production facilities.590 117.3% • Aset Tetap Aset tetap bersih yang dimiliki Perseroan pada akhir tahun 2009 tercatat sebesar Rp921. The increase was caused by fixed assets increase in 2010 of Rp524.063 446.620 199. and mining property 9. net Other non-current assets Non-current assets 316.2%. • Overhaul dan pemindahan BWE system ke areal MTBU.21 billion. • Relokasi pabrik briket • Perbaikan prasarana produksi dan pelabuhan.0 billion or grew substantially by 106.072 57. yakni meliputi diantararanya: • Pembangunan PLTU 3X10 MW di Tanjung Enim.076.4 miliar.2% akibat realisasi proyek pengembangan.754 246. • Overhaul and relocation of BWE system to MTBU area. Kenaikan aset tetap adalah akibat realisasi pada beberapa proyek pengembangan Perseroan sepanjang tahun 2010 lalu.9%. Perseroan telah mengasuransikan aset tetap tertentu di berbagai lokasi perusahaan.4 billion.2% from the previous year position of Rp446. Komposisi aset tidak lancar seperti tercantum pada tabel berikut.588 2. • Renovation of production infrastructure and port.

baik yang masih dalam tahap eksplorasi dan pengembangan maupun yang telah memasuki masa produksi. The decrease occurrs because IPC has commenced commercial production.85 juta dollar.4 billion and Rp40.13 trillion. Breakdown of liabilities at end 2010 is as follows: . Total current liabilities stood at Rp1. Deferred expenditure in production stage is amortised by production unit method. costing Rp35.5 billion respectively.15 triliun atau 50. or equivalent to Rp163.29 triliun pada tahun sebelumnya.Deferred Exploration and Development Expenditure Total deferred exploration and development expenditure less amortisation at end of 2010 was recorded at Rp327.3% dari jumlah keseluruhan kewajiban.56 billion or went up 32.59 miliar.8% from the previous year amount of Rp246.06 miliar di tahun sebelumnya.7% of total liabilities. Sedangkan jumlah kewajiban tidak lancar sebesar Rp1.Mining Property Mining property in 2010 recorded an amount of Rp187. Kewajiban Jumlah total kewajiban Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 0. Peningkatan akun beban eksplorasi terjadi sehubungan dengan realisasi kegiatan pengembangan Perseroan. atau setara dengan Rp163. Untuk beban ditangguhkan yang telah memasuki tahapan produksi dilakukan amortisasi dengan metode unit produksi.28 triliun atau dari Rp 2. .7% dari jumlah keseluruhan kewajiban. Some big exploration expenditure was related to the preparation of MTBU production for self-managed mining operations with BWS system. This expenditure was the cost of exploration and development of new mines. Increase in deferred exploration and development expenditure in 2010 was mainly due to preparing MTBU and Banko Tengah mining sites. Nilai tersebut diperoleh setelah Perseroan mengakuisisi 51% saham IPC dengan jumlah pembayaran sebesar 17. Kenaikan jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan pada tahun 2010 terutama disebabkan adanya penyiapan lokasi penambangan di MTB dan Banko Tengah.Beban Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan setelah dikurangi amortisasi pada akhir tahun 2010 tercatat sebesar Rp327. Beban tersebut merupakan biaya eksplorasi dan pengembangan tambangtambang baru.5% menjadi Rp2. This amount was achieved after the Company acquired 51% of IPC shares worth US$17.5 miliar. Beberapa kegiatan eksplorasi yang memerlukan biaya cukup besar adalah persiapan produksi di MTBU untuk operasional tambang swakelola menggunakan BWE system. Jumlah kewajiban lancar sebesar Rp1.85 million.13 triliun atau 49.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 157 .59 billion.Properti Pertambangan Properti pertambangan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp187.54 miliar.06 billion in the preceding year. Rincian posisi kewajiban Perseroan per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut.9 billion from previous shareholders PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) and PT Rajawali Corpora (PTRC).28 trillion from Rp 2. Increase in exploration expenditure was related to the realization of several business development projects.15 trillion or 50. declined from Rp199.4 miliar dan Rp40. either in exploration and development stage or in operating stage. masing-masing senilai Rp35.3% of total liabilities.54 billion. turun dari posisi sebesar Rp199. .5% to Rp2.8% dari jumlah tahun sebelumnya yang sebesar Rp246. . Penurunan terjadi karena IPC telah memproduksi batubara secara komersial.56 miliar atau naik sebesar 32. Liabilities Total liabilities of the Company in 2010 dropped 0. Total non-current liabilities amounted to Rp1.29 trillion the year before.9 miliar dari pemegang saham lama PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) dan PT Rajawali Corpora (PTRC). accounting for 49.

trade payables 6.5% LIABILITIES AND EQUITY (in Rp million) Trade payable Accrued expenses Taxes payable Short-term bank loan Current maturities of longterm liabilities 37.9 %.372 8.2%.235 197.5% 88. delayed shipment fine.078. .521 69.9% 94. Kewajiban tersebut terdiri dari kewajiban yang timbul atas iuran produksi.Penyisihan imbalan kerja Kewajiban Lancar Lainnya Kewajiban Lancar Kewajiban jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .Provision for environmental reclamation and mine closure . jasa angkutan kapal laut.2%.722. jasa dermaga.Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup . denda keterlambatan kapal serta bonus pegawai dan tantiem tahun buku 2010.9% standing at Rp1.7% 122.Provision for employee benefits 174. jasa angkutan kereta api.836 13.15 triliun dari posisi Rp1.466 5. This account consisted of accrued expenses 65. sewa alat berat.512 6.2% .3% 83. and employee expenses and tantiem for 2010 accounting year.2% 111.097 789. • Current Liabilities In 2010 current liabilities decreased 16. heavy equipment rent. shipping and freight. hutang usaha sebesar 6.294 2009 58. yakni menjadi sebesar Rp1.380.736 8. third party services.38 triliun di tahun 2009.2%.1% .8% 124.4%.4%.2% dari Rp789.0% . provision for employee benefits 6.2% from Rp789. This account comprised production fee.292.Provision for employee benefits Other current liabilities Current Liabilities .2%. turun sebesar 5.Biaya Yang Masih Harus Dibayar Biaya masih harus dibayar pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp748.366.Accrued Expenses In 2010 accrued expenses were recorded at Rp748.209 57.701.578 115. Penyisihan imbalan kerja 6. Komposisi terbesar kewajiban lancar adalah biaya yang masih harus dibayar sebesar 65.699 151.9% 98.37 miliar pada tahun sebelumnya.133.Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan Beban Penutupan Tambang Terbuka Ombilin Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun .2%.3% 99. or decreased 5.24 billion.5% 92.156 748.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 158 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Kewajiban Lancar Kewajiban lancar Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 16. KEWAJIBAN DAN EKUITAS (dlm Rp juta) Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Pinjaman bank jangka pendek Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun . railway services.369 431.723 2.24 miliar.Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang .451 74.500 PERUBAHAN 125.15 trillion from Rp1.230 13.832 2.8% 45.Others Long-term liabilities Total Liabilities -Minority Interest Equity Total Liabilities and Equity .38 trillion in 2009.147.Lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah Kewajiban Hak Minoritas Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 2010 73.7% 108.828 1.3% 39. taxes payable 17. coal handling at port.343 308 1.728 23.Provision for environmental reclamation and mine closure .2%.025 8.37 billion the previous year.281.266 774 911. diikuti hutang pajak sebesar 17.908 161.740 84.792 126.858 7.478 1.Longterm liabilities net of current portion 959.1% dan penyisihan untuk pengelolaan lingkungan hidup sebesar 1. jasa pihak ketiga. .1% and provision for environmental management 1.072 759.

23 miliar.84 miliar.Penyisihan Imbalan Kerja Perseroan menerapkan PSAK Nomor 24 (revisi 2004) tentang Imbalan Kerja dalam memperhitungkan manfaat karyawan.1% dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp431. 24 (revised 2004) on Employee Benefits.Provision for Employee Benefits The Company calculates employee benefits according to accounting standard PSAK No. dengan komposisi Penyisihan untuk Imbalan Kerja sebesar 84.6% and provision for environmental reclamation and mine closure 15. menjadi Rp1.Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang Jumlah penyisihan untuk reklamasi lingkungan dan penutupan tambang pada tahun ini naik menjadi Rp174. . menjadi tinggal sebesar Rp197. .Provision for Environmental Reclamation and Mine Closure Total provision for environmental reclamation and mine closure in 2010 rose to Rp174.16 miliar dibandingkan Rp58.6% dan Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang sebesar 15.72 billion.4% of total non-current liabilities. .3% from Rp151. • Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban tidak lancar pada tahun ini meningkat sebesar 24. iuran produksi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 159 Penurunan biaya yang masih harus dibayar terutama disebabkan oleh turunnya bonus dan tantiem pegawai.16 billion from Rp58.34 miliar atau naik 15.84 billion in 2010 due to lower profit in the current year. .9% menjadi Rp73. Jumlah hutang usaha pada tahun 2010 naik 25.27 miliar • Decrease of accrued expenses was mainly caused by smaller employee benefits (bonus and tantiem). This increase .Hutang Usaha Hutang Usaha merupakan kewajiban yang timbul karena adanya pembelian barang dan jasa kepada pihak ketiga dalam rangka menjalankan operasional perusahaan.133.72 miliar.4% dari total kewajiban tidak lancar. Non-current Liabilities This year non-current liabilities increased 24.23 billion to Rp197. However.133. .79 billion. Total trade payables in 2010 rose 25. . higher fuel prices raised railway services and third party (mining contractor) services costs. with provision for employee benefits accounting for 84.Hutang Pajak Jumlah hutang pajak 2010 turun sebesar 54. Retirement benefit that was discontinued 31 December 2009 was based on independent actuarial assessment using projected unit credit method.07 billion compared to the preceding year amount of Rp759. Kenaikan terjadi karena adanya peningkatan aktifitas produksi.27 billion in 2009.79 miliar. heavy equipment rent and shipping and freight.2% menjadi Rp959.2% to Rp959.Taxes Payable Taxes payable declined 54.9% to Rp73.Trade Payables Trade payables are payables incurred due to purchase of third party goods and services in the normal course of business operations. Jumlah penyisihan untuk manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan pada tahun ini naik 26.07 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp759. Manfaat pensiun yang berakhir sejak 31 Desember 2008 dihitung berdasarkan penilaian aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.3% dari Rp151. . Penurunan hutang pajak (PPh-29) terjadi karena penurunan pencapaian laba tahun berjalan.1% from 2009 amount of Rp431.10 billion in the preceding year due to higher production activity.10 miliar di tahun sebelumnya. production fee.34 billion or up 15. Total provision for retirement benefits and employee benefits this year increased 26. sewa alat berat dan jasa angkutan laut.3% from 2009 to reach Rp1. menyebabkan kenaikan pada sub-akun biaya jasa angkutan kereta api dan kenaikan pada biaya jasa pihak ketiga (kontraktor penambangan). . Namun demikian seiring dengan naiknya BBM.3% dibandingkan tahun sebelumnya.

7% from 12.7 thousand per ton in the current year. Equity In 2010 total equity increased 11.650.184 Pendapatan usaha Perseroan yang terdiri dari penjualan batubara dan briket batubara pada tahun 2010 mencapai Rp7.6% STATEMENTS OF INCOME (in Rp million.734 2.6 ribu per ton pada 2009.91 trillion or dropped 11.104.002 (1.7% to Rp6.166 (1.762.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 160 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis pada tahun sebelumnya.70 triliun menjadi sebesar Rp6.032.37 triliun..0 trillion and general reserve increase of 17.082. .4 % dari tahun sebelumnya.891 2.7% dari 12.6 thousand per ton in 2009 to Rp610.7% 166..95 trillion in 2009.082 to Rp4.008.91 triliun. as shown in the following table.650 (600. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan produksi sebesar 7.675) (1.158 301.854 (4. was mainly due to production increase of 7.548.1% 58.304 872 2009 8.039 (3.0 triliun dan oleh adanya kenaikan cadangan umum sebesar 17. PERHITUNGAN LABA .593) 2.295. menjadi Rp610. except earnings per share) Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income.258.909. turun 11.7 ribu per ton pada tahun ini.37 trillion from Rp5.48 million tons in 2009 to 12.713) 9.95 triliun pada tahun sebelumnya.menjadi Rp4. In 2010 the Company earned operating income from sales of coal and briquette totalling Rp7.988) 3.per ton batubara. During the period. Kenaikan ini disebabkan adanya laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2. average price of coal dropped 14.95 juta ton pada tahun 2010.238) 3. net Share in net loss of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net (loss)/income of subsidiary Net income Number of shares (million) Earnings per share 2010 7. rehabilitasi dan penutupan tambang lainnya yang semula Rp4.6% dari Rp8.100 per ton of coal.0% 69. kenaikan tarif biaya restorasi.352) 3.304 1.6% 73.100.346. Pada periode tersebut.9% 138. This growth was contributed by net profit of Rp2. Income decreased although sales volume grew 3. harga rata-rata batubara turun sebesar 14.4% 103.5% dari rata-rata Rp714.2% menjadi sebesar Rp3.95 million tons in 2010. higher other costs of restoration.553 (1. rehabilitation and mine closure from Rp4.727.947.8% 75.008) 2.599. ditunjukan pada tabel berikut.954 2.48 juta ton pada tahun 2009 menjadi 12.70 trillion the previous year. Ekuitas Pada tahun 2010 terjadi peningkatan total ekuitas sebesar 11.34 triliun. Pendapatan turun kendati volume penjualan Perseroan meningkat 3.057 (5.RUGI Pendapatan Usaha PERHITUNGAN LABA RUGI (dlm Rp juta kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Usaha Laba Usaha Penghasilan Lain-lain (bersih) Bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan (bersih) Hak Min Atas Laba (Rugi) Bersih Anak Pers Konsolidasian Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham STATEMENT OF INCOME Operating Income Perubahan 88.7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5.301) 4.2% to reach Rp3.2% 73.6% from Rp8.565) 2.4% from the previous year.304.34 trillion.154 (4.843.5% from average Rp714.4% 103.315 217.9% 64.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 161 Pengangkutan Batubara di Pelabuhan Tarahan. Lampung .

31 December 2010. hanya naik sebesar 3. yakni terjadinya peningkatan volume angkutan sebesar 3. sebesar 33. heavy equipment rent 7.Cost of railway services rose to Rp1.85 miliar.232. Batubara BBM dan Pelumas 12.8 20.While from Tanjung Enim to Kertapati increased from Rp394 to Rp420 per ton km for period of 1 January – 14 March 2010 and to Rp446 per ton km during 15 March . Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp325 per ton km tidak termasuk PPN. Income and Average Selling Price of Coal During the period cost of sales was recorded at Rp4. Sedangkan dari Tanjung Enim ke Kertapati naik dari Rp394 menjadi Rp420 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010.0%.0 30.10 triliun pada tahun sebelumnya.5% dan pembelian batubara 6. contributed by two increases.3%.Tariff of railway transport from Tanjung Enim to Tarahan increased from Rp287 to Rp305 per ton km excluding VAT during 1 January .3%. and to Rp325 per ton km during 15 March .0% of total cost of sales. posting a growth of 3. kecuali melalui proses negosiasi yang cukup ketat dengan pihak PT KA.232.6 Angkutan KA Jasa Tambang Gaji Upah & Lainnya Royalti ‘09 10.5 6.14 March 2010.5% compared to 2009 figure of Rp1. .PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 162 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan pada periode ini tercatat sebesar Rp4.24 miliar. Komposisi terbesar beban pokok penjualan adalah jasa angkutan kereta api.2 10. employee salaries.0%.31 December 2010.85 billion.9 6.422.7 5. upah dan kesejahteraan karyawan sebesar 12. sewa Beban Pokok Penjualan alat berat 7.8% dari Rp4. • Increase of cost of sales mainly occured in the following: .2 30.24 billion.0% and increase in transport tariff.10 trillion in 2009.8 20.0% dari total keseluruhan beban pokok penjualan. mining fee 18. excluding VAT.2 ‘10 Sewa Alat Pemb.0 % dan kenaikan tarif angkutan. i. increase in transport volume of 3.3 3.Beban angkutan kereta api naik menjadi Rp1. karena dua hal.e.1 5.6 6. wages and welfare 12.6 12.3%. The Company was not in a position to control these tariffs except by holding intensive negotiations with PTKA.26 trillion. diikuti gaji. royalty 11. royalti 11.9 5.1 2. excluding VAT. jasa penambangan sebesar 18.3%. Tarif angkutan kereta api dari Tanjung Enim ke Tarahan naik dari Rp287 menjadi Rp305 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010.. representing an increase of 15. The largest portions of this account are railway services 33. .26 triliun.5% dibandingkan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp1.4%.422.6 Alat & Suku Cadang Lainnya • Kenaikan beban pokok penjualan terutama terjadi pada: . meningkat 15. .4%. Perseroan tidak bisa melakukan kontrol penuh atas biaya ini.8% from Rp4.5 3. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp446 per ton km tidak termasuk PPN. 4.5% and coal purchase 6.

E/35/DJB/2009 dari ESDM.34%. Sebagian tarif jasa penambangan ditetapkan dalam mata uang US dollar. because more equipment were rented as a consequence of production increase.4 % dan perubahan perhitungan dasar pengenaan tarif royalti sesuai Surat Edaran No 32. Part of mining fee was denominated in US dollar.0 billion. Pada tahun 2010. which were all beyond its control.E/35/DJB/2009.83 miliar.Land and property tax jumped 156. biaya sewa alat berat dan biaya listrik yang berada di luar kendali-nya. Rata-rata kenaikan BBM sepanjang tahun 2010 adalah sebesar 10.1 billion. Selain itu ada pengaruh penguatan nilia tukar rupiah terhadap US dollar.9 billion to Rp51. Disamping kenaikan harga komponen penunjang tersebut. Perseroan telah melakukan pembangunan sejumlah proyek pengembangan dan melakukan proses pembebasan lahan untuk berbagai proyek tersebut.Rent of heavy equipment. seperti harga BBM.3 billion to Rp157. . The increase was due to heightened activity in self-managed mines and higher price of fuel and lubricant.4% dari total sebesar Rp123. . . transportation. vehicles and equipment rose to Rp322. Penyebab kenaikan ini adalah meningkatnya aktifitas penambangan swakelola dan naiknya bahan bakar serta pelumas. as a consequence of production increase.62 miliar menjadi sebesar Rp257.Royalty and retribution rose to Rp470.Beban royalti dan retribusi naik menjadi Rp470. meningkat 14.62 billion to Rp257.0% to Rp781.34 billion. Impact of Efficiency Program to Cost of Sales In 2010. .Jasa penambangan turun 6.8% from 2009 that stood at Rp262. . .03 billion resulting from altered purchasing term from FOB to CIF. akibat bertambahnya jumlah peralatan yang disewa akibat peningkatan kegiatan produksi.4% of total Rp123.6% from Rp236.Beban bahan bakar dan pelumas meningkat 27.8% dibandingkan dengan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp262. the Company was challenged by rising prices of auxiliary components of its operating activities. . . meningkat 22. . such as fuel. adalah akibat peningkatan produksi.Beban sewa alat berat. Perseroan juga • .34%.83 billion. heavy equipment rent and electricity expenses. Throughout the year fuel price rose with an average of10.5% dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp410. coupled with the strengthening rupiah exchange rate against dollar.6% dari Rp19. Hal ini diakibatkan oleh adanya kenaikan produksi batubara sebesar 7.6% from Rp19. Perseroan menghadapi kecenderungan peningkatan harga berbagai komponen penunjang kegiatan operasional perusahaan.9 miliar menjadi sebesar Rp51. or a 14.34 miliar.5% increase from 2009 amount of Rp410.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 163 .3 miliar menjadi sebesar Rp157.47 billion. posting an increase of 22.45 miliar.0 miliar.03 miliar karena adanya penurunan jumlah volume galian yang dipindahkan oleh kontraktor penambangan. kendaraan dan peralatan naik menjadi Rp322.Mining fee decreased 6.Pajak bumi dan bangunan meningkat cukup tinggi.45 billion. biaya angkutan.1 miliar.Beban pembelian batubara meningkat 8.4% increase in production and a change in royalty calculation to observe SOE Ministry Circular No. .Coal purchase went up 8.Fuel and lubricant purchase rose 27.6% dari Rp236. .0% menjadi sebesar Rp781. The Company has constructed several development projects and finalized land clearance for those projects.47 miliar.03 billion due to decreased overburden removal by mining contractor. 156. • Pengaruh program effisiensi terhadap beban pokok penjualan.03 miliar akibat perubahan pola pembelian dari FOB menjadi CIF. 32. This was due to 7.

6% from 5.4%. including: . jika dihitung rata-rata biaya produksi per ton di mulut tambang. As a result of the efficiency drive. up 5.0 billion to Rp38.0 miliar menjadi Rp38.4 billion as a result of the integrated routine maintenance system. Dengan demikian. To maintain profitability. dengan total produksi batubara mencapai 5.Biaya lsitrik turun 6. Total production costs including retribution for all production in 2009 and 2010 were Rp1.Sparepart and material cost dropped 34% from Rp174. (Lihat kembali bagian ”Peningkatan Effisiensi Operasional”).4 billion as a result of reduced electricity usage campaign at all levels of the organization. self-managed mine production cost in 2010 dropped 5. Tahun 2010. produksi batubara swakelola naik 5. Using average production cost per ton at mine mouth. Higher demand for coal also intensified competition among mining companies which caused domestic selling price to drop. the Company was able to reduce coal production cost per ton at mine mouth in self-managed mines.79 triliun.34 million tons in 2009. Several accounts in the Company’s books showed the impact of efficiency program. sedangkan rata-rata harga BBM dan pelumas meningkat 10. Total biaya produksi.Fuel and lubricant cost was managed at a low level. Perseroan melaksanakan program effisiensi yang secara umum ditujukan untuk menekan biaya operasional yang berada dalam kendalinya.4 miliar.64 million tons.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 164 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis harus menghadapi kecenderungan penggunaan batubara kalori rendah yang harga jualnya lebih rendah.Electricity cost declined 6. self-managed coal production .34 juta ton di tahun 2009.8 miliar menjadi sebesar Rp114. termasuk iuran retribusi dari seluruh produksi batubara untuk tahun 2009 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp1.Biaya suku cadang dan bahan turun 34% dari Rp174.64 juta ton. In 2010.34%. selfmanaged mining operation was stepped up and total production increased to 5.8 billion to Rp114. turun 5. while fuel and lubricant price rose an average 10.4% dari Rp41.63% from production cost in 2009. Sparepart and material inventory was also managed at reasonable level although self-managed operations also increased.80 triliun dan Rp 1. hanya mengalami kenaikan sebesar 27. namun biaya produksinya sama dengan biaya batubara kalori lebih tinggi. biaya produksi batubara swakelola di tahun 2010.63% dari biaya produksi di tahun 2009. the Company carried out efficiency drive to cut operating expenses which are within its control (See ”Operational Efficiency Improvement”). sekalipun kegiatan operasional swakelola meningkat. .4% from Rp41.6% dari sejumlah 5.80 tirllion and Rp1. and only increased 27. naik 5. Agar dapat menjaga tingkat profitabilitas operasional. sehingga kebutuhan suku cadang dan bahan dapat ditekan pada tingkat yang optimal.4 miliar. Persediaan suku cadang dan bahan juga dapat ditekan pada tingkat yang wajar. Perseroan mampu menurunkan total biaya produksi batubara per ton mulut tambang untuk produksi dari areal swakelola.6% dan adanya In addition to these increases. so that sparepart and material requirement may be maintained at optimal level. . Dari pelaksanaan program efisiensi tersebut. . sebagai hasil penerapan sistem perawatan rutin terintegrasi.Biaya pemakaian BBM dan pelumas berhasil ditekan. sebagai hasil kampanye penghematan atas pemakaian listirk pada seluruh jajaran. Membaiknya permintaan batubara juga meningkatkan persaingan dengan sesama perusahaan tambang yang berakibat harga jual di pasar domestik relatif tertekan. kegiatan penambangan swakelola semakin ditingkatkan. Beberapa akun dalam pembukuan Perseroan yang menunjukkan pengaruh pelaksanaan program effisiensi yang dijalankan diantaranya mencakup: . the Company was also facing consumers’ inclination towards cheaper lowcalorie coal with the same production cost.34%.4%.79 trillion respectively. .

Peningkatan kegiatan swakelola yang lebih effisien membuat Perseroan semakin lebih mengandalkannya dalam memenuhi permintaan batubara dari para pelanggan.35 trillion from Rp1. selling and marketing expenses. 1. • Operating Expenses The Company’s operating expenses comprised general and administrative expenses.3 miliar di tahun 2009.9% to Rp1. .5 miliar dari sebesar Rp695.5 billion from Rp695. Operating efficiency through improved work system (among others optimization of back filling. and exploration expenses.4 %. Beban Umum dan Administrasi pada tahun 2010 turun sebesar 4.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 165 Biaya suku cadang dan bahan 34% increased 5.9% menjadi Rp1.6% and new equipment were added.35 triliun.295. Beban Usaha pada tahun 2010 hanya meningkat 3.30 triliun pada tahun 2009. perawatan terencana peralatan produksi utama) turut mambantu menekan konsumsi BBM.30 2009 21. Penurunan sub-akun tersebut salah satunya adalah hasil pelaksanaan program effisiensi yang dijalankan dengan konsekuen oleh seluruh jajaran Perseroan. • Beban Usaha Beban Usaha Perseroan terdiri dari Beban Umum dan Administrasi. General and administrative expenses decreased 4. dari Rp1. Effisiensi operasional melalui perbaikan sistem kerja (diantarnya: optimalisasi pelaksanaan back filling.Biaya jasa penambangan turun sebesar 6. inside dump.2 695.0%.30 trillion in 2009.6% to Rp663. . pelaksanaan inside dump.346. scheduled maintenance of main production equipment) also helped reducing fuel consumption.Mining fee decreased 6.0 Beban Eksplorasi Umum dan Administrasi 40.0% while total coal production rose 7.3 billion the previous year.3 578.6% menjadi Rp663.30 1. penambahan peralatan.30 40. The decrease was attributable to the efficiency program that was carried out consequently by all PTBA personnel. Beban Penjualan dan Pemasaran serta Beban Eksplorasi.4%.8 40. The Company relied more on the efficient self-managed operation in meeting customers’ demand.1 Penjualan & Pemasaran 2010 . sementara produksi batubara secara total naik 7. Operating expenses in 2010 increased 3.

30 trillion.55 triliun pada 2009 menjadi Rp2. karena sebagian biaya dimaksud.76 miliar di tahun sebelumnya. • The decline in general and administrative expenses was due to lower Community Development expenses because partly was taken from 2009 profit in accordance with GMS resolution. and heavy equipment and vehicle rent. The Company also recorded a 8. • • Profit The Company’s overall performance throughout 2010 was impacted by falling coal prices in domestic market.7% to Rp301. biaya gaji dan upah karyawan serta kenaikan pada sewa kendaraan dan peralatan. the Company was able to control expenditures so that certain expenses were reasonably cut down.55 trillion in 2009 to Rp2. ditengah peningkatan aktifitas perusahaan. The growth was due to a few reasons: The Company earned a bigger interest on fund placement up to Rp244.04 billion in 2009. and gain on resale of the Company’s shares (from buy-back program in 2008) amounting to Rp48.13 miliar menjadi sebesar Rp22. in spite of increased activities.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 166 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Penurunan beban umum dan administrasi terutama disumbangkan oleh adanya penurunan biaya bantuan untuk Bina Lingkungan. Hal ini tercermin dari perolehan laba usaha sebelum pajak yang turun sebesar 35. employee salaries. fuel & lubricant.6% growth in exploration costs from Rp21. as reflected in pre-tax operating profit decrease of 35. wages and welfare. Heavy equipment and vehicle rent contributed the most up to 152% reaching Rp32 billion due to increased production. hingga sebesar 152%. Other Income (Expenses) Other income (net) in 2010 grew 38. Perseroan juga mencatat kenaikan pada biaya eksplorasi sebesar 8.06 miliar dari Rp217. This increase was caused by increase in shipping and freight. below production growth of 7. dibawah kenaikan produksi batubara Perseroan yang sebesar 7. sehingga kenaikan biaya-biaya tertentu berhasil ditahan pada tingkat yang wajar. penerimaan atas sewa fasilitas dermaga Teluk Bayur sebesar Rp22. menggunakan bagian laba tahun 2009 sesuai dengan keputusan RUPS.95 miliar di tahun 2010. receivables from rent of Teluk Bayur pier of Rp22. . • Penghasilan (Beban) Lain-lain Penghasilan lain-lain (net) pada tahun 2010 naik 38. Peningkatan tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Sewa kendaraan dan peralatan memberi porsi kenaikan tertinggi.16 miliar dan keuntungan dari program penjualan kembali saham Perseroan (dari program pembelian kembali saham Perseroan pada tahun 2008) sebesar Rp48.4%.53 billion from Rp578.16 billion. Perseroan berhasil mengendalikan jumlah pengeluaran.7 billion.6% dari Rp21. and business trips which rose 3%-6%.76 billion a year earlier. Laba Secara umum kinerja Perseroan di sepanjang tahun 2010 terpengaruh oleh turunnya harga jual batubara Perseroan di pasar domestik yang cukup signifikan.95 billion in 2010. diantaranya: peningkatan pendapatan bunga atas penempatan dana hingga sebesar Rp244.06 billion from Rp217.1% from Rp3. Beberapa biaya yang menunjukkan hal ini adalah misalnya pada biaya listrik. Selling and marketing expenses increased 14% to Rp659.3 billion to Rp22.1% dari Rp3. Penyebabnya adalah naiknya biaya jasa angkutan kapal. This cost efficiency was reflected in electricity.7 miliar. BBM dan pelumas serta biaya perjalanan dinas yang secara rerata hanya naik sekitar 3-6%.4% Sedang beban penjualan dan pemasaran meningkat sebesar 14% menjadi Rp659.04 miliar pada tahun 2009.31 billion.31 miliar. Besides cost reduction.30 triliun. Selain penurunan biaya.53 miliar dari nilai sebesar Rp578.7% menjadi Rp301. menjadi sebesar Rp32 miliar karena naiknya kegiatan produksi.

0 trillion in 2010.4% from Rp2. This confidence is backed by the progress of constructing mine mouth 3x10MW TPP for own purpose..184 per share in 2009..0 per saham. . Perseroan sebetulnya telah berhasil menurunkan biaya produksi per ton batubara. In 2010 net earning per share of the Company was Rp872. seperti diuraikan diatas. Another factor that caused the net profit to drop was higher railway and sea transportation cost as well as royalty. turun 26. the Company is confident that cost reduction program that is already in place will positively impact future business results. Turunnya laba bersih akhirnya berpengaruh pada turunnya laba bersih per saham. Namun angka penurunan ini belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual batubara Perseroan yang cukup besar.4% dibandingkan dengan tahun 2009.. Hal lain yang mengakibatkan turunnya laba Perseroan adalah naiknya komponen biaya transportasi angkutan batubara (kereta api). Kapal pengangkut batubara dengan kapasitas .76 triliun pada 2009 menjadi Rp2.. as well as the forthcoming operation of BWE system at MTBU mine.. As previously described. but it was not enough to compensate falling average selling prices. serta segera beroperasinya BWE system di MTBU. Penurunan laba usaha ini diikuti dengan turunnya laba bersih Perseroan sebesar 26. which will soon operate and reduce fuel and electricity cost. Pada tahun 2010 laba bersih per saham Perseroan tercatat sebesar Rp872.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 167 Saraswati. biaya angkutan laut dan royalti.0 per share showing a slump of 26. Keyakinan ini didukung oleh progress pembangunan PLTU 3x10 MW di mulut tambang untuk penggunaan sendiri yang akan segera beroperasi dan akan berakibat pada semakin menurunnya biaya BBM dan listrik. sebesar Rp1. coal production cost per ton was actually slashed. Perseroan berkeyakinan bahwa program efisiensi (cost reduction program) yang telah dicanangkan akan memberikan dampak positif pada kinerja Perseroan di tahun-tahun mendatang.00 triliun pada 2010.4% dari Rp2.0 per saham. Operating profit decline resulted in net profit decrease of 26. However.76 trillion in 2009 to Rp2.184. Net profit drop consequently cut down net earning per share.4% from Rp1.

041.709.694 130. derived from coal sales of Rp8.742) (4. sebesar Rp345.2% Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas -112.8% Kas dan setara kas awal 7.086 103.1% Penerimaan bunga -9.661.800. dengan penjelasan sebagai berikut.489.8% Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi 976.7% 541.924) (799.606.079) (9. The biggest cash expenditure for operating activities was suppliers and .68 billion. other operating income Rp130.371.283 (581.791 200.69 billion (See note “Income”).054.69 miliar (Lihat catatan “Pendapatan”).3% 8.1% Penerimaan dari Pelanggan 25.2% Pembayaran pajak .729.942 3.494) 1.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 168 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis PERUBAHAN ARUS KAS URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : Penerimaan dari Pelanggan Penerimaan operasional lainnya Pembayaran royalti Pembayaran kepada pemasok dan karyawan Pembayaran pajak Penerimaaan klaim pajak Penerimaan bunga Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN : Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas Dampak Selisih Kurs Kas dan setara kas awal Kas dan setara kas akhir (1.0% Dampak Selisih Kurs 54.4% Penerimaan operasional lainnya 39.709.442 5.408) (23.28 billion and interest income Rp244.760.489.Penerimaaan klaim pajak 22.344.949) 345.007.0% 295.000) (149.235.084 2.371.68 miliar. as explained below.000) (1.79 miliar.8% (489.514) (874.373) 2.108) (1.549) (1.0% Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN : Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan 31. amounting to Rp345. Net cash from operating activities amounted to Rp2.024.235) 244.871) (91.841) (109.6% Pembayaran royalti 4. Dari kegiatan operasi Perseroan diperoleh arus kas masuk bersih Rp2.223) 1.685 (714) 4. Pengeluaran kas The Company recorded positive cashflow in 2010.2% Pembayaran kepada pemasok dan karyawan -30.252. berasal dari pendapatan penjualan batubara sebesar Rp8.787) (74.308 2.160) (41.489.371.720 4.210 2010 2009 PERUBAHAN URAIAN % ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : -4. penerimaan operasional lain sebesar Rp130.274) 1083.3% Kas dan setara kas akhir Perseroan mencatat arus kas positif pada tahun 2009.28 miliar dan pendapatan bunga Rp244.932 (416.104 5.761) (4.494) (17.104 22.3% Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan -79.858 (70.31 miliar (Lihat catatan penempatan dana pada “Posisi Kas” diatas).31 billion (See note on fund placement “Cash Position” above).794 8.79 billion.075 (1.

.4 billion in 2009. naik 542% dari angka sebesar Rp17 miliar di tahun 2009..PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 169 untuk kegiatan operasional terbesar berasal dari pembayaran kepada pemasok dan karyawan.2% from Rp1..235.). making total dividend payout in 2010 of Rp1.6% dari angka Rp416. and increasing capital injection to associated companies.23 miliar.3 billion in 2009.. (see also “Capital Expenditure” pagel .51miliar. hingga 976% menjadi sebesar Rp799.2% dari tahun 2009 dan pembayaran pajak sebesar Rp874.. Peningkatan kas untuk investasi tersebut dalam rangka realisasi rencana pengembangan usaha. Dari sisi pendanaan.. . pemindahan 2 unit BWE system dan 1 unit spreader dari lokasi TAL ke MTBU dan penambahan setoran modal pada perusahaan asosiasi. and “Corporate Social . constructing 3x10MW TPP in Tanjung Enim. relocating two BWEs and one spreader from TAL to MTBU site.).7 billion.11 miliar. On the financing side..800. hal .. Perseroan tidak menggunakan dana pinjaman dalam seluruh investasinya di tahun 2010. Perseroan mencatat peningkatan pengeluaran untuk membayar dividen hingga sebesar Rp228..2% dari jumlah Rp1. Perseroan juga meningkatkan jumlah dana untuk program PKBL. The bigger investment was mainly made to realize business development projects. turun sebesar 30.2 billion from Rp74.4 miliar ditahun sebelumnya.). increasing 39. sebesar Rp4.. and tax payment of Rp874.8 miliar pada 2009.7 miliar. sehingga total dividen yang dibayarkan pada tahun 2010 menjadi Rp1. employees expenses totalling Rp4.2% from 2009. The Company also increased funds for partnership and environmental development activities making a total of Rp109. Selanjutnya adalah pembayaran royalti sebesar Rp581.3 miliar.2 miliar dari angka sebesar Rp74.252.51 billion or up 4. The Company did not use borrowed funds in all its investment in 2010.6% from Rp416. (lihat juga “Realisasi Belanja Modal” hal .252. Payment of royalty totalled Rp581. sehingga total biaya PKBL yang dibayarkan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp109..8 billion in 2009 Cashflow for investing activities surged 976% to Rp799.23 billion which decreased 30. (Lihat juga “Kebijakan Dividen”. dan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”. (See “Dividend Policy” page Responsibility” page . terutama digunakan untuk pembangunan PLTU 3x10 MW di Tanjung Enim. Kas yang digunakan untuk kegiatan investasi naik tajam. hal ..3 miliar pada tahun 2009..84 billion.84 miliar..800..11 billion or increased 542% from Rp 17 billion in 2009. naik 39. the Company recorded an increase in expenditure as the Company paid out dividend up to Rp228.235. naik 4.).3 billion.

membaik dari angka 61 hari di tahun 2009.274) 25. dihitung dengan mambagi aset lancar dengan kewajiban lancar. showing an improvement from 61 days in 2009. Adapun tabel lengkap piutang perseroan adalah sebagai berikut: Turnover Turnover is calculated by comparing total receivables with total sales.8 40.8 30.6) (24. Tahun 2010 rasio likuiditas Perseroan adalah sebesar 579.3 59.0 35. proving that it was highly capable of settling its short term liabilities. Hal ini menunjukkan sangat kuatnya kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.8 2010 2009 Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo.0 37.7 59. dlm hari 46 61 (149.4) (26.160) (9.2 (11.787) (74. It is calculated by dividing current assets with current liabilities.1%.1 %. Kolektibilitas Piutang Tingkat kolektibilitas piutang dihitung dengan membandingkan total piutang terhadap total hasil penjualan.1) (26.4 23.6) (35. Dengan perhitungan tersebut tingkat kolektibilitas piutang (AR DOH) Perseroan adalah sebesar 46 hari.924) (799. Based on this calculation the Company’s turnover was 46 days in 2010. . The following table shows the Company’s receivables turnover. In 2010 the Company had a liquidity ratio of 579. Salah satu penyebab membaiknya tingkat kolektibilitas ini adalah membaiknya termin pembayaran piutang usaha.2 42. One of the causes of improved turnover was faster settlement of receivables.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 170 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis RASIO – RASIO KEUANGAN RASIO KEUANGAN (dalam %) RASIO PENDAPATAN Pendapatan Usaha Laba Kotor Laba Usaha Laba Bersih Laba Bersih per Saham RENTABILITAS Laba bersih terhadap penjualan (NPM) Laba bersih terhadap jumlah aset (ROA) Laba bersih terhadap jumlah ekuitas (ROE) LIKUIDITAS Aktiva lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas KOLEKTIBILITAS Total piutang thp total penjualan (AR DOH). Liquidity This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term liabilities.5 33.4) 24.

but also increase risks.178 CATEGORY AMOUNT Maturing < 30 days Maturing 30 – 60 days Maturing 60-180 days Maturing > 180 days Total Provision for doubtul accounts Total trade receivables (net) Solvabilitas Menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang yang akan jatuh tempo. maintaining its ability to fulfill its obligations.8%. Oleh karena itu Perseroan menetapkan kebijakan struktur permodalan yang dapat ditempuh agar dapat memaksimalkan CAPITALIZATION POLICY Capital structure is a balance between shareholders’ equity and borrowed funds consisting of short term and long term borrowing. Kenaikan kewajiban pada tahun 2010 menyebabkan solvabilitas Perseroan mencapai 382. A decrease of 26.4% dari angka pada 2009 yang sebesar 30.5% in 2009. Solvency ratio is calculated by comparing total assets with total liabilities. menunjukkan kemampuan Perseroan yang tetap tinggi dalam memenuhi kewajibannya. tetapi tidak berarti meningkatkan laba bersih persaham (EPS). Therefore.218 1. Rentabilitas terhadap aset (Return on Asset) juga mengalami penurunan.364 27.4% in 2010 net profit dropped Net Profit Margin to 25. Leverage yang besar dapat meningkatkan EPS. Solvency This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term and long term liabilities.4% in 2009.8% pada 2009. Rentabilitas terhadap ekuitas (Return On Equity) menjadi 31.6%.261 (37.3% or improved from 352.0% dari angka tahun 2009 yang sebesar 33.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 171 Tabel kolektibilitas piutang Perseroan. Return on Asset also decreased from 33.438 102. Rentabilitas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.5%. A high leverage may increase EPS. Rasio solvabilitas dihitung dengan membandingkan total aset terhadap total kewajiban. namun sekaligus meningkatkan risiko. 31 Desember 2010 Turnover as of 31 December 2010 (in million Rp) KATEGORI Jatuh tempo < 30 Hari Jatuh tempo 30 – 60 Hari Jatuh tempo 60-180 hari Jatuh tempo > 180 hari Jumlah Penyisihan piutang tak tertagih Jumlah Piutang Usaha (bersih) JUMLAH 897. yaitu menjadi 23. Return This ratio reflects the Company’s ability to generate net profit by using resources it has on hand. membuat rentabilitas terhadap penjualan (Net Profit Margin) turun menjadi 25.4% di tahun 2010. Increased liabilities in 2010 pushed the Company’s solvency to 382. KEBIJAKAN PERMODALAN Struktur modal merupakan perimbangan antara penggunaan modal sendiri dengan pinjaman / hutang yang terdiri dari hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.4% ditahun 2009.241 7. Capital with minimum cost of funds (Weighted Average Cost of Capital / WACC) may increase the value of shares but does not increase net earning per share (EPS). Struktur modal dengan minimum biaya penggunaan dana (Weighted Average Cost of Capital / WACC) dapat mengakibatkan peningkatan nilai saham perusahaan. the Company devises a capitalization .083) 997.0%.8% in 2009 to 31.6% turun dari angka 47. Penurunan laba bersih Perseroan sebesar 26.034. Return on Equity went down from 47.8% in 2009 to 23.3% naik dari 352.4% from 30.

50 trillion. Taking into account the effect of borrowing composition changes on share price. By considering the use of borrowing that causes financial liabilities (interest rate) and affecting the Company’s liquidity. Struktur modal senantiasa mempertimbangkan keseimbangan antara risiko keuangan dan tingkat pengembalian dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan. Seluruh modal kerja Perseroan ini dapat dipenuhi dari hasil operasional.74 miliar. Capital structure is optimized by arranging an optimum combination of borrowing and equity to boost corporate value. policy to maximize its corporate value. Struktur modal ditinjau dengan melakukan evaluasi hubungan antara financial leverage. nilai perusahaan dan biaya modal. Tahun 2010 modal kerja Perseroan adalah sebesar Rp5. Penggunaan proporsi hutang yang lebih besar (dari ekuitas) dapat dilakukan bila risiko usaha lebih kecil. termasuk antara lain perbaikan dan penambahan fasilitas operasional rutin. Kombinasi struktur modal ditetapkan setelah melakukan analisa sensitivitas dengan berbagai variasi asumsi inti yang paling mungkin dihadapi oleh Perseroan. The Company is self-sufficient in meeting all of its working capital requirements. tujuan dan langkah yang dapat ditempuh adalah: • Menetapkan target strukur modal yang optimal. Jumlah investasi rutin yang Routine Investment This is an investment made by the Company in an effort to maintain its production level and operating efficiency which included repair and addition of routine operating facilities. Dilakukan dengan mempertimbangkan pengaruh perubahan komposisi hutang yang berdampak pada harga saham. Modal Kerja Bersih Peningkatan kegiatan Perseroan membuat modal kerja meningkat sebesar Rp95. corporate value and capital expenditure.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 172 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis nilai perusahaan. • • Taking into consideration the balance between financial risks and rate of return in order to improve corporate value. Struktur modal dupayakan optimal dengan mengatur kombinasi hutang dan modal sendiri (ekuitas) yang dapat memaksimalkan nilai Perseroan. In 2010 working capital was recorded at Rp5. - • • • • • • Capital structure is reviewed by evaluating the connection of financial leverage. The policy and its implementation are elaborated below: • Setting optimum capital structure target Using bigger borrowing proportion (than equity) if business risk is smaller. naik dari modal kerja di tahun 2009 yang sebesar Rp5. Dilakukan dengan memperhitungkan penggunaan hutang yang menimbulkan kewajiban keuangan (tingkat bunga) dan mempengaruhi kondisi likuiditas perusahaan. Kebijakan struktur permodalan Perseroan.50 triliun. .40 triliun. Mengoptimalkan rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri yang menghasilkan peningkatan laba per saham. By optimizing economic rate of return and return on equity that increases earning per share.74 billion. REALISASI BELANJA MODAL Tunggu data client CAPITAL EXPENDITURE Investasi Rutin Merupakan investasi yang dilaksanakan oleh Perseroan dalam rangka mempertahankan tingkat produksi dan efisiensi operasi. Capital structure combination is fixed after performing sensitivity analysis with various core assumptions that are most likely to be envisaged by the Company. Net Working Capital The Company’s growing activities that required bigger working capital resulted in an increase of Rp95.

Maintenance of Tarahan Port infrastructure.32 miliar atau naik 21. Jumlah investasi pengembangan pada tahun 2010 mencapai Rp553.80 billion in 2010.02 billion. Total dana yang dikeluarkan oleh Perseroan untuk proyek ini pada tahun 2010 adalah sebesar Rp106. Total dana yang dikeluarkan selama tahun 2010 adalah sebesar 317. Tannjung enim production facilities and construction of Tanjung Enim Head Office made up the major part of routine investment. Pembangunan PLTU ini dimaksudkan untuk penggunaan sendiri. In 2010 development investment totalled Rp553. and at the moment relocation was under way after the BWE units were overhauled.32 billion or rose 21. Total dana yang dikeluakan pada tahun 2010 Development Investment Investment for development is made with the purpose of expanding the Company’s business. and completion was projected for mid 2011.80 miliar. Beberapa kegiatan investasi pengembangan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010 mencakup diantaranya: • • Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Banko Barat (Tanjung Enim).6% from routine investment in 2009 which stood at Rp46.66 billion or increased 567% from realized development investment in 2009 which was posted at Rp83. Perawatan sarana pelabuhan Tarahan dan perbaikan sarana produksi di Tanjung Enim dilakukan untuk mendukung target peningkatan produksi dan penjualan pada tahun-tahun mendatang. proses pemindahan saat ini tengah dilaksanakan. Progress penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 62%.31 miliar. Relokasi pabrik briket.31 billion.66 miliar naik 567. Persentase penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 85%. any excess power will be distributed to the surronding community. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp165.50 miliar. Preparation started in 2009. increasing total expenditure as of 31 December 2010 to Rp324.6% dari investasi rutin pada tahun 2009. Setelah proses overhaul unit BWE selesai.53 miliar. At the end of the year the project was 62% completed and projected to be finalized early 2011. Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi unit segmen usaha briket. Proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2011. Investment in . sebesar Rp 83. Peningkatan investasi terjadi karena adanya realisasi beberapa rencana pengembangan Perseroan. • • • • Relocating 2 BWEs and 1 spreader from TAL to MTBU site. In 2010 the Company carried out the following development projects: • • Constructing 3x10MW TPP in Banko Barat (Tanjung Enim) This TPP will be used mainly for own purpose. sarana produksi di Tanjung Enim dan pembangunan prasarana Kantor Pusat di Tanjung Enim mendominasi kebutuhan investasi rutin. so that total investment as of 31 December 2010 reached Rp165. Larger amount of investment was due to the realization of several development projects as described below. Routine investment made in 2010 totalled Rp56. Total investment in 2010 was Rp317. Investasi Pengembangan Investasi pengembangan dilakukan dengan tujuan mengembangkan bisnis Perseroan. This project was 85% finished at the end of the year. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada pertengahan tahun 2011. Pemindahan lokasi pabrik briket mulai dilaksanakan sejak tahun 2009. sebesar Rp46. • • Relocating briquette factory Relocation started in 2009 as part of restructuring program of briquette business unit.50 billion.53 billion. Proyek relokasi ini telah persiapkan sejak tahun 2009. seperti diuraikan berikut.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 173 dilakukan pada tahun 2010 mencapai Rp56.02 miliar. sisanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.0% dari realisasi investasi pengembangan pada tahun 2009. Relokasi 2 unit BWE system dan 1 spreader dari area TAL ke MTBU. sehingga akumulasi biaya hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp324.4 miliar.4 billion. Perawatan sarana Pelabuhan Tarahan. Maintenance of Tarahan Port infrastructure and repair of Tanjung Enim production facilities were conducted to support the target of larger production and sales in the coming years. Investment in this project totalled Rp106.

Beberapa rencana investasi besar yang belum dapat direalisasikan pada tahun 2010. In addition to the above listed investment. Purchase and construction of PTBA head office building worth Rp225 billion. Unrealized major investment plans include: • • • Capital payment for the establishment of joint venture company. which is currently at the stage of designating exploration site. misalkan proyek pemanfaatan kandungan CBM. Proyek ini ditargetkan selesai pada awal tahun 2011. Completion is targetted for early 2011. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan untuk proyek ini per 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp31.9 miliar.23 miliar. yang telah memasuki tahap penentuan lokasi sumur eksplorasi. pada tahun 2010. Suasana Tambang Air Laya di malam hari. Perseroan telah melaksanakan beberapa rencana pengembangan lain. Selain investasi tersebut diatas. .9 billion. amounting to Rp465. PTBA-PTKA. 2010 was recorded at Rp22. in 2010 the Company carried out other development projects. Investasi gedung untuk kantor PTBA di Jakarta yang masih dalam kajian pihak independen. sesuai rencana semula diantaranya adalah: • Investasi JV dengan PTKA tidak direalisasikan berkaitan dengan keberatan pihak PTKA terkait beban pajak inbreng aset.23 billion.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 174 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis adalah sebesar Rp22.3 billion. increasing total investment in this project as of 31 December 2010 to Rp31. one of which was CBM usage project.

the Pacific region demand will be hampered by supply shortages following the massive flood in Queensland.. The Company can now .. the Company has formulated a set of business strateges covering production. Business strategy and work program for 2011 is part of an integrated Corporate Strategic Plan for 2009-2013 leading to PTBA Golden Era. so it will add a considerable economic value to the Company. The Company is finalizing the construction of its own mine mouth 3x10MW TPP in Tanjung Enim that is nearing completion. diperkirakan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. bahkan ditingkatkan. Australia. Several established business strategies are described briefly in the following sections.. Bahan bakar PLTU ini rencananya menggunakan batubara dari areal produksi yang selama ini tidak dapat dijual. seperti tergambar pada uraian prospek permintaan batubara domestik. Beberapa strategi yang usaha yang telah dipersiapkan diuraikan secara ringkas sebagai berikut: Di bidang operasional. kebutuhan batubara domestik maupun di kawasan Pasifik... transportation and business development. the Company seeks to step up production and efficiency to increase income and profit margin.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 175 STRATEGI BISNIS 2011 Seperti tergambar pada uraian “Prospek permintaan batubara” (halaman . ). Dengan demikian Perseroan akan BUSINESS STRATEGY IN 2011 As described in ”Coal Prospects” page . In the short term. kebutuhan batubara di kawasan Pasifik bahkan akan diwarnai dengan kekurangan pasokan. sehubungan dengan banjir yang melanda kawasan Queensland. The production efficiency drive is expected to yield higher profit margin. Dalam jangka pendek. Keseluruhan strategi dan program kerja tahun 2011 ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Strategis Perseroan terintegrasi untuk periode 2009-2013 dengan target menuju era PTBA Emas. Melalui program peningkatan effisiensi produksi. pengangkutan dan penembangan usaha. Dengan kemajuan pembangunan pada akhir tahun 2010 sudah mencapai 85%. Australia. Bersamaan dengan penyelesaian pembangunan PLTU tersebut. On the operations side. In anticipation of a more favorable economic condition in 2011. sehingga akan mampu memberi tambahan nilai ekonomi yang cukup tinggi bagi Perseroan. expected to be completed for operation as planned. At end of 2010 85% of the construction was completed and expected to proceed as planned. Perseroan meyakini proyek ini akan selesai sesuai dengan yang ditargetkan. selaras dengan prakiraan kondisi perekonomian yang terus membaik. Mengantisipasi kondisi yang lebih kondusif di tahun 2011 tersebut Perseroan menyiapkan berbagai strategi usaha. penjualan. the Company is finalizing the overhaul and relocation of two BWEs and one spreader to MTBU site. Penyelesaian proyek ini akan mampu meningkatkan effisiensi produksi mengingat listrik yang dihasilkannya akan mencukupi seluruh kebutuhan tenaga listrik perusahaan di areal pertambangan yang selama ini disuplai oleh PLN. This strategy is carried out in response to projected higher demand for low-calorie coal at low selling price. marjin keuntungan dengan demikian dapat dipertahankan. Perseroan mentargetkan peningkatan produksi dan melanjutkan program peningkatan effisiensi produksi dengan sasaran meningkatkan pendapatan dan marjin laba.. proses overhaul dan pemindahan dua unit BWE system dan 1 unit sreader ke areal MTBU ditargetkan selesai pada waktunya.-. coal demand in domestic as well as Pacific region markets is projected to continue rising in the next few years on the face of ongoing economic recovery. Perseroan akan mengamankan proses pembanguanan PLTU 3x10 MW mulut tambang di Tanjung Enim yang kini memasuki tahaptahap penyelesaian. sales. This project will improve production efficiency because the power it generates will cover all electricity requirement that has so far been supplied by PLN. as described in our discussion on domestic coal prospects. Coinciding with the construction of Tanjung Enim TPP. Strategi ini akan dijalankan dengan seksama. yang mencakup aspek produksi. sebagai respon atas prakiraan semakin banyaknya permintaan batubara dengan kalori lebih rendah dengan harga jual yang juga lebih rendah. The plant is designed to make use of coal that cannot be sold..

namun mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan akurat. Kertapati Pier and in stockpile area. seperti IPC dan BBK. Improvement was also made to conveyor. rotary car dumper (RCD) dan rail loop dilakukan untuk mendukung peningkatan aktivitas angkutan batubara. that will enable the Company to monitor production and inventories in every stockpile area. Perseroan telah mengantisipasi upaya peningkatan kapasitas angkut dengan perbaikan fasilitas bongkar muat di pelabuhan Tarahan. rotary car dumper (RCD) and rail loop to enhance coal transporting activity. In transportation. the Company will finalize AMDAL for train. After obtaining licenses from the authorities. In this connection. the Coal Transportat Agreement (CTA) with PTKA will hopefully be instrumental in harmonizing the higher capacity with the Company’s coal production. PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). Menyusul perolehan izin dari berbagai pihak operate all the five BWEs in its possession with electricy generated by its own TPP. Perseroan akan semakin meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan PTKA. shovel & truck. the Company plans to activate its subsidiary. The Company has a target of improving production of several subsidiaries. Untuk mendukung peningkatan aktifitas produksi tersebut. sehingga peningkatan angkut KA bisa terjadwal lebih akurat. Perseroan berencana semakin mengintensifkan kegiatan anak perusahaan. Perseroan juga menargetkan peningkatan produksi dari beberapa anak perusahaannya. Perseroan akan segera menerapkan tahap berikutnya dari implementasi Supply Chain Management System (SCMS) dengan dukungan teknologi informasi. Dengan dukungan sistem tersebut. Melalui cara tersebut maka peningkatan produksi yang ditargetkan bisa terpenuhi. sekaligus peningkatan aktivitas jual beli batubara oleh BA Prima. Pemesanan gerbong angkut dan loko yang dilakukan PTA melalui skema kerjasama erat dengan Perseroan diharapkan tiba sesuai jadwal. the Company will soon implement the next phase of Supply Chain Management System (SCMS) supported by information technology. train loading station (TLS). sehingga peningkatan kapasitas angkut lebih terjamin. Perseroan juga akan melakukan penggantian dan penambahan alat tambang utama sistem konvensional. while still meeting customers’ orders appropriately. yang akan membangun jalur kereta api dan pelabuhan khusus baru dari Tanjung Enim ke Lampung dengan kapasitas 20 juta ton per tahun. recliner. shovel and truck. like IPC and BBK. that will build new railway track and port from Tanjung Enim to Lampung at a capacity of 20 million tons per year. train loading station (TLS). PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). Additionally. sehingga kapasitas angkut batubara mampu ditingkatkan secara substantial. Selain itu. recliner. simultaneously increasing sale and purchase of coal by BA Prima. Besides collaborating with PT KA. Perbaikan sarana conveyor. To support production increase. Perseroan akan dapat menjaga tingkat persediaan pada kondisi yang paling ekonomis. Terkait dengan angkutan ini Perseroan menargetkan dapat dicapainya persetujuan skema Coal Transport Agreement (CTA) dengan PTKA. The coaches and locomotives ordered by PTKA under a joint scheme with the Company are expected to arrive on time. Dibidang angkutan. stockpile and port. inventories can be maintained at optimum level. sehingga Perseroan dapat memonitor pergerakan produksi batubara dan kondisi persediaannya pada setiap areal stockpile. dengan kapasitas lebih besar. and applies . sehingga peningkatan produksi batubara Perseroan juga dapat diselaraskan. The Company supports the program of increasing loading capacity by improving loading and unloading facilities at Tarahan Port. the Company will replace conventional mining equipment. Selain kerjasama dengan PT KA. with higher-capacity equipment with an expectation to reach production target. Dermaga Kertapati maupun di stockpile areal penambangan.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 176 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis dapat mengoperasikan seluruh 5 (lima) BWE system yang dimilikinya secara penuh dengan didukung oleh supplai listrik dari PLTU milik sendiri. Using this system. the Company works and coordinates with PT KA in improving the railway loading capacity.

Penanda-tanganan PPA akan menjadi langkah awal bagi realisasi pembangunan PLTU. Untuk mendukung rencana peningkatan kegiatan operasional dan pengembangan usaha tersebut. For developing power plant business. Kegiatan pembuatan sumur bor explorasi ditargetkan mulai dilakukan yang akan langsung diikuti dengan proses peroduksinya. Designation of railway track will be designated so land clearance can begin to prepare for new railway construction. Land required for the TPP and for transmission is also ready. the Company is anticipating to sign an amended Power Purchase Agreement. When signed. kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja. Perseroan juga berencana mengintensifkan upaya pengembangan usaha melalui eksploitasi Coal Bed Methane (CBM) yang terkandung di dalam areal penambangan Tanjung Enim. mengingat Amandepen Kontrak EPC telah lebih dahulu ditanda-tangani. Dalam rangka mengimbangi proyeksi peningkatan kegiatan operasional. Perseroan berupaya meningkatkan kompetensi SDM melalui penyelenggaraan serangkaian training yang terarah. Good corporate governance will also be intensified through continuous improvement of work and management systems. Lahan bagi pembangunan PLTU ini juga telah tersedia. baik dari sisi kemampuan teknis maupun pembinaan mental spiritual. this amended agreement will be the start of TPP construction considering the amendment to EPC contract has been signed. for port development permit. The Company continues to honor its commitment to community development. Perseroan juga menyiapkan peningkatan program pengembangan komunitas. Perseroan mentargetkan dilakukannya penandatanganan Amandemen PPA. the Company is engaged in the exploitation of Coal Bed Methane (CBM) found in the mining area of Tanjung Enim.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 177 yang terkait langsung. demikian juga lahan transmisi yang diperlukan. To support the production increase and business diversification. Dalam bidang pengembangan usaha di bidang pembangkitan listrik. khususnya kegiatan anak perusahaan PT Bukit Pembangkit Inovative (BPI) berkapasitas 2x100 MW. sepanjang tahun 2010 Perseroan melakukan berbagai perjanjian-perjanjian penting dengan mitra kerja untuk mengamankan transaksi MATERIAL INFORMATION SIGNIFICANT AGREEMENTS During 2010 the Company entered into several significant agreements with business partners to . As a business diversification. environmental conservation and work safety. Perseroan juga mentargetkan penyelesaian penetapan trekking jalur KA dan dimulainya proses pembebasan lahan bagi pembangunan jalur KA baru ini. particularly the business of subsidiary. human resource competence will continue to be enhanced through more focused training courses to cover the technical skills and mental spiritual qualities. The whole program is carried out to achieve the Company’s operating target. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) at 2x100MW capacity. Perseroan mentargetkan penyelesaian AMDAL kereta api dan AMDAL stockpile dan pelabuhan serta perolehan izin pembangunan pelabuhan. Selain itu Perseroan mentargetkan peningkatan kualitas tatakelola melalui upaya perbaikan berkesinambungan baik dari sistem kerja maupun sistem manajemen. Exploration of the well is expected to start soon to be followed by production. Keseluruhan program ini dilakukan demi menjamin tercapainya target operasional yang ditetapkan. INFORMASI – INFORMASI MATERIAL PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING Dalam menjalankan usahanya.

Price will be fixed according to prevailing regulations and normal practice. Perseroan telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU bukit asam untuk memasok batubara sebanyak 9. Perseroan menandatangani perjanjian jual beli batubara dengan PT Indonesia Power-Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 pada tanggal 2 Oktober 2002 mengenai penjualan batubara berjangka waktu 10 tahun.132.000 ton. which are: • Coal sales agreement The agreement was entered into with PT Indonesia Power – Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 on 2 October 2002 regarding a ten-year coal sales from 1 January tahun – 21 December 2012. Shipment volume and selling price will be determined periodically. Klausul perjanjian yang penting adalah volume pengiriman dan harga jual akan ditetapkan pada setiap periode tertentu. Besides with PT Indonesia Power. On 22 September 2010. Perseroan menandatangani perjanjian pengiriman batubara dengan PLN untuk 15 PLTU di Indonesia. based on normal benchmark price. effective for one year of supply and negotiated separately based on normal benchmark price. Penentuan harga akan mengacu pada perturan yang berlaku dan parktek yang lazim. Perjanjian ini akan digantikan oleh perjanjian jual-beli batubara jangka panjang yang akan disepakati kemudian untuk jangka waktu perjanjian 20 tahun sejak April 2011 sampai dengan Maret 2030 dengan pasokan batubara sebanyak 264. Perseroan juga telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU tarahan pada tanggal 9 Oktober 2007. Selain dengan PT Indonesia Power. Beberapa perjanjian penting yang dilakukan oleh Perseroan meliputi diantaranya: • Perjanjuan jual-beli batubara.700.700.000 ton untuk periode 1 Oktober 2010 sampai dengan 31 Maret 2011.132.860. the Company signed coal sales agreement with PT PLN to supply 300. Tanggal 22 September 2010. mengacu pada harga patokan yang lazim. Isi perjanjian.000 ton mulai 1 April 2007 sampai dengan 31 Desember 2031. sebanyak 300.000 tons to 15 TPPs in Indonesia from 1 October 2010 to 31 March 2011. The agreement stipulated that the Company will supply 17. the Company also renewed coal sales agreement with PT PLN to supply 9. berlaku untuk masa satu tahun pasokan dan ditetapkan berdasarkan perundingan tersendiri dengan mengacu pada harga patokan yang lazim. The agreement was for coal supply to UBPS in volume and quality to be determined once a year. Volume pengiriman akan disesuaikan setiap periode tertentu dan harga jual ditetapkan untuk setiap periode. This agreement will be superseded by long-term coal sales agreement for a 20-year term from April 2011 to March 2030. Pokok perjanjian menyangkut pemasokan batubara ke UBPS dengan volume dan kualitas yang akan ditetapkan setiap 1 tahun sekali. The important clause stipulated shipment volume and selling price to be fixed periodically. Selling price would also be fixed for certain periods of supply.000 tons of coal. The Company also renewed coal sales agreement with PT PLN for Tarahan TPP on 9 October 2007. . to supply 264. Perjanjian ini ditandatangani tanggal 21 Mei 2004. Harga jual pasokan tersebut juga akan ditinjau setiap periode pasokan tertentu.860. safeguard its operations. sejak tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 21 Desember 2012. mengacu pada harga patokan yang lazim.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 178 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis operasional perusahaan. based on normal benchmark price.000 ton mulai 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2013.000 tons to Bukit Asam TPP from 1 January 2004 until 31 December 2013. The ageement was signed 21 May 2004.000 tons of coal to Tarahan TPP from 1 April 2007 to 31 December 2031. Perseroan akan memasok batubara untuk PLTU tarahan sebanyak 17.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 179 • Perjanjian jasa pengangkutan batubara. Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) di tambang Banko Barat untuk periode 1 Juli 2008 sampai dengan 30 Juni 2013. Transport charges for each destination are negotiated and reviewed periodically. Tambang Air Laya dan lokasi lainnya dalam wilayah IUP Proses Produksi Perseroan untuk periode 1 April sampai dengan 31 Maret 2012. Untuk perjanjian dengan Arpeni masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. volume tanah yang dipindahkan. The Company also entered into similar agrement with PT Pamapersada Nusantara (Pama) for MTBU. Tarif angkutan untuk masing-masing tujuan pengiriman ditetapkan melalui perundingan dan ditinjau setiap periode waktu tertentu. MTBS. Perusahaan mengadakan perjanjian pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (“PTKA”).30 June 2013. Jumlah volume dan tarif angkutan telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. overburden removal volume and distance were determined in each agreement. Lampung. • • A mining service agreement was signed with PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) for Banko Barat mine during 1 July 2008 . Perseroan juga mengikat perjanjian pengangkutan batubara ke pelabuhan Kertapati. sementara tarif jasa penambangan ditetapkan pada setiap periode produksi berdasarkan perundingan dan kesepakatan bersama. Additionally. Palembang. MTBS. Jumlah batubara yang diproduksi. Palembang. TAL and other sites within the Company’s mining concession area during 1 April – 31 March 2012. Selain itu Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Pamapersada Nusantara (Pama) di wilayah MTBU. Selain ke Tarahan. Perseroan melakukan perjanjian jasa pengapalan batubara dengan PT Arpeni Pratama Ocean Line (Arpeni) dan PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) dari pelabuhan Tarahan ke Pelabuhan PLTU Suralaya. Sedang dengan Bahtera. masa • Coal delivery agreement The Company entered into coal delivery agreement with PT Kereta Api Indonesia (Persero) (”PTKA”) to transport coal from Tanjung Enim to Tarahan Port. dimana PTKA menyetujui untuk mengangkut batubara Perusahaan dari stasiun pemuatan batubara di Tanjung Enim ke pelabuhan batubara di Tarahan. while mining fee was fixed every period of production by negotiation and mutual agreement. Volume and charges were fixed in . Coal volume. The term of the agreement with Arpeni was 1 July 2009 – 30 June 2012. • • The Company signed a coal shipment agreement with PT Arpeni Pratama Ocoean Line (Arpeni) and PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) from Tarahan Port to Suralaya Port. Lampung. jarak pemindahan pada masingmasing perjanjian telah ditetapkan. the Company signed a similar agreement to transport coal to Kertapati Port.

A coal loading & discharging agreement was signed with Arpeni from PTBA Loading Terminal Tarahan to PTBA Anchorage Loading Port Tarahan. Agreement term was 1 July 2009 – 30 June 2012. Palembang to Suralaya Port. dengan kapasitas bongkar-muat dan tarif telah ditetapkan pada perjanjian tersebut. The term was from May 2007 to May 2010. Freight per ton and shipment volume were determined in the agrement. Tarif angkutan per ton dan volume pengiriman telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. Selain itu Perseroan juga melakukan perjanjian pengangkutan batubara dengan Bahtera Bestari Shipping (BBS) dari pelabuhan Kertapati. • Perseroan juga melakukan perjanjian jasa bongkarmuat batubara dengan Arpeni dari Terminal Muat Batubara PTBA Tarahan ke Anchorage Pelabuhan Muat PTBA Tarahan. Loading and discharging volume and charges were stated in the agreement. Masa berlaku perjanjian terakhir adalah mulai Mei 2007 sampai dengan Mei 2010. • the agreement. the term of the agreement was 1 September 2005 – 31 December 2010.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 180 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis berlaku perjanjian adalah mulai 1 September 2005 sampai dengan 31 Desember 2010. Pengangkutan Batubara di Pelabuhan Tarahan Edipiscing lorem ipsum dolor . Palembang ke pelabuhan PLTU Suralaya. With Bahtera. A similar agreement was also entered into with Bahtera Bestari Shipping (BBS) to ship coal from Kertapati Port. Masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012.

The amendment was to limit the Board of Directors’ authority to relinquish or pledge the Company’s assets up to 50% of total net assets in one or more related or individual transactions. baik berkaitan maupun tidak. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut adalah sebagai respon atas berlakunya ketentuan Bapepam no IX. 24 of 21 April 2010 drawn up before Notary Fathiah Helmi.E. IX.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 181 Detail dari masing-masing perjanjian tersebut dapat dilihat pada catatan 27 Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. 401/BL/2008 of 9 October 2008. Kep. The Articles of Association were amended to conform to Bapepam Regulation No. .2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. terhitung SHARES BUY BACK PROGRAM The global and regional financial crisis causing a sharp drop in PTBA share price prompted the Company to launch a Shares Buy Back program for the Company issued shares listed on PT Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange). XI. CONFLICT OF INTEREST TRANSACTIONS In 2010 there were no transactions involving conflict of interest made by the Company.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. This Program is in accordance with Bapepam-LK Regulation No. sebagaimana telah ditetapkan pada akta notaris no.3 as Attachment to Decision of Bapepam-LK Chairman No. Definisi Transaksi Material disini adalah sesuai dengan bunyi aturan pada Ketentuan Bapepam-LK no IX. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pada tanggal 21 April tahun 2010 Perseroan menyelnggarakan Rapat Umum Pemegang Saham. Perseroan melakukan program pembelian kembali saham secara bertahap dalam waktu 3 (tiga) bulan. XI. As a follow up of the GMS resolution. Perubahan AD terakhir tersebut hanya dilakukan pada ketentuan batas maksimum kewenangan Direksi untuk melepas atau menjaminkan harta kekayaan Perseroan hingga sebesar 50% jumlah kekayaan bersih Perseroan.2 dated 25 November 2010 (Kep-413/BL/2010) on ”Material Transactions and Core Business Changes”. Details of each agreement are given in Note 27 of the Company’s Audited Consolidated Financial Statements for the year ending 31 December 2010. Kep. Sebagai tindak lanjut keputusan RUPS tersebut. SH.E.24 tanggal 21 April 2010 oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi. The Company gradually bought back its shares within three months from 13 October 2008 to 13 January 2009.B. PENJUALAN KEMBALI SAHAM PERSEROAN Kondisi krisis keuangan global dan regional yang berpengaruh terhadap penurunan harga saham PTBA secara ekstrim membuat Perseroan melakukan program pembelian kembali saham Perseroan (Shares Buy Back) yang telah dikeluarkan dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia.E. TRANSAKSI MATERIAL Pada tahun 2010 tidak ada Transaksi Material yang dilakukan Perseroan. dengan salah satu agenda adalah perubahan beberapa pasal dari anggaran Dasar Perseroan.E.2 (Kep-413/PL/2009) on ”Material Transactions and Core Business Changes” dated 25 November 2010. one of the agenda items being the amendment of several articles in the Articles of Association. yang dikeluarkan pada tanggal 25 November 2009. untuk satu transaksi atau lebih. the Company amended the Articles of Association by deed No. 401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008.B. Program ini dilakukan sesuai Peraturan Bapepam-LK No. TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN Pada tahun 2010 tidak ada Transaksi Benturan Kepentingan yang dilakukan Perseroan. Material Transaction is defined by BapepamLK Regulation No.2 tanggal 25 Nov 2009 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. SH. MATERIAL TRANSACTIONS In 2010 there were no material transactions made by the Company. IX. AMENDMENT TO ARTICLES OF ASSOCIATION On 21 April 2010 the Company convened General Meeting of Shareholders. Perseroan telah melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

7 miliar telah dilaporkan pada laporan rugi-laba.per lembar. there was no new acquisition in 2010. ACQUISITION The Company conducted due diligence on a number of mines to be acquired. to settle the matter. the Company made bids for three mining companies with adequate potentials. whether for reason of long transporting distance. pada tanggal 13 Januari 2009.7 billion and reported in the income statement under ”other income” account. Perseroan sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah.000 shares at an average price of Rp4. termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan. Pada tahun pelaporan ini..000.000. Program ini telah dikukuhkan dalam RUPS pada tanggal 28 Mei 2009.000.000 (one trillion Rupiah) to back up the shares buy back policy.per lembar saham. pada akun ”pendapatan lain-lain”. This program was ratified in GMS on 28 May 2009. kualitas batubara yang tidak memadai maupun masalah legal. dengan harga pelaksanaan rata-rata sebesar Rp21.933. Perseroan merealisasi shares buy back sejumlah 2. Dari tiga penawaran. AKUISISI Perseroan telah melakukan proses Due diligence atas sejumlah tambang yang akan diakuisisi.. untuk menyelesaikan masalah ini.000 lembar saham dengan harga perolehan rata-rata Rp4. baik karena jarak angkut yang terlalu jauh. Out of three bids. The Company made a fund allocation of maximum Rp 1. Out of five companies reviewed. Capital gain was booked at Rp48. Hingga berakhirnya program tersebut. Perseroan melakukan penawaran atas 3 perusahaan tambang prospek dengan potensi yang memadai.882. Capital gain dari selisih dari program penjualan kembali saham Perseroan tersebut. Perseroan mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya Rp 1. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi BBK karena ijin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. coal quality or legal problems.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 182 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis sejak 13 Oktober 2008 sampai dengan 13 Januari 2009.000. Two bids are still being evaluated by prospective parties. In the year under review.000. .903.882. sementara 2 lainnya tidak dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat potensi minimal yang diterapkan.903 per share.000. the Indonesian Police closed the operations of BBK pending the issuance of licence to use forest area where BBK had its mine.000. the Company sold back all the repurchased shares during 6 – 20 December 2010 at an average price of Rp21. sebesar Rp48. Dari total 5 perusahaan yang diteliti. one was not carried through for failure to agree on business scheme and value. Dua penawaran masih dalam tahap evaluasi dari pihak prospek. Sehingga dengan demikian tidak ada realisasi akuisisi baru di tahun 2010.(Satu Triliun Rupiah) untuk mendukung kebijakan shares buy back tersebut. Penjualan dilakukan pada rentang waktu antara tanggal 6 Desember 2010 sampai dengan 20 Desember.933 per share. the Department of Energy & Mineral Resources and the Department of Forestry. PENGHENTIAN KEGIATAN OPERASIONAL ANAK PERUSAHAAAN Pada bulan Pebruari 2010. When the program ended on 13 January 2009. Therefore. ESTABLISHMENT OF SUBSIDIARIES No subsidiary company was set up in 2010. CLOSURE OF SUBSIDIARY’S OPERATIONS In February 2010. PENDIRIAN ANAK PERUSAHAAAN Tidak Ada Pendirian anak Perusahaan baru di tahun 2010. satu diantaranta tidak berlanjut karena tidak dicapai kesepakatan skema bisnis maupun nilai. while the other two were dropped as they failed to meet the minimum requirements.. the Company had bought back 2. Perseroan telah menjual kembali seluruh saham hasil program pembelian kembali tersebut diatas. The Company is currently negotiating with several government institutions.

8% of the Company’s total production of 11. fuel. pengangkutan dan pengapalan batubara. Adapun transaksi dengan pihak afiliasi yang dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2010 adalah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut.7 miliar pada tanggal 31 Desember 2010. sales. • • Shipment and transportation of coal by related parties are governed by mutually agreeed transportation contract taking into account cost items plus certain margin. BBK had only produced 76. purchase of explosives. transaksi yang dilakukan Perseroan dengan sesama BUMN dapat dikategorikan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena berada di bawah entitas pengendali yang sama. BBK’s total production in 2009 was recorded at 783 thousand tons or 6. BBK baru berproduksi sebesar 76. Jumlah produksi BBK pada periode operasi 2009 adalah sebesar 783 ribu ton atau 6. transactions made by the Company with other SOEs may be classified as transactions with related parties being under the same controlling entity. In 2010 up to the time of its business closure. Such transactions include placement of funds. Total assets stood at Rp 118 billion or 1.5 juta ton. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKI HUBUNGAN ISTIMEWA Sebagai BUMN dengan mayoritas saham dimiliki Pemerintah.8% dari jumlah produksi Perseroan tahun 2009. Perseroan memiliki kebijakan sebagai berikut. transport and shipment of coal. Dalam melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa tersebut.971 ton.5 million tons in the same year. yang pada umumnya menggunakan indeks internasional yang setara sebagai perbandingan dan disesuaikan dengan spesifikasi dari batubara dan lokasi pengiriman.971 tons of coal.4% of the Company’s total assets of Rp8. bahan bakar. Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1. pembelian bahan peledak. payment of insurance premium and management of retirement fund. The Company expects BBK operations will resume in the near future and that this suspension will not significantly affect the Company’s operations. Pada tahun 2010. sampai saat penghentian kegiatan operasinya.722.722. pembayaran premi asuransi serta pengelolaan dana pensiun. penjualan. • Penjualan batubara ke pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak-kontrak penjualan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 183 Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan. Related party transactions in 2010 are listed below: . Penempatan dana dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perjanjian yang saling menguntungkan dan memberikan benefit optimal pada Perseroan. the Company adopts the following policy: • Sales of coal to related parties is based on sales contract which generally uses equivalent international index as a reference and adjusted to coal specification and shipping location. sebesar 11.7 billion as of 31 December 2010. RELATED PARTY TRANSACTIONS As a state-owned enterprise (SOE) with majority shareholding owned by the State. Transaksi-transaksi tersebut meliputi penempatan dana. Pengapalan dan pengangkutan batubara oleh pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak pengangkutan yang disepakati bersama berdasarkan hasil negosiasi dengan memperhatikan unsur-unsur biaya yang ada ditambah dengan marjin tertentu. • • Placement of funds is based on requirements and under mutually beneficial agreement to provide optimum benefit for the Company. In making transactions with related parties.4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8.

This Regulation . on Mineral and Coal. 22 concerning Mining Zone. in conjunction with Law No 4/2009.22 Tentang Wilayah Pertambangan.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 184 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis NAMA PIHAK PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Kaltim PT Bank Pembangunan Sumsel dan Babel PT Kereta Api Indonesia (Persero) PT Indonesia Power PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Semen Padang (Perseroa) PT Semen Andalas (Persero) PT Semen Baturaja (Persero) PT Timah (Persero) Tbk PT Bahtera Adhiguna (Persero) PT Antam (Persero). Pada tanggal 1 Februari 2010 Pemerintah menerbitkan PP 22 mengenai Wilayah Pertambangan. merupakan POST-BALANCE SHEET EVENTS and MATERIAL INFORMATION CHANGES IN REGULATIONS AND ACCOUNTING POLICIES Changes In Regulations • Government Regulation No 22 on Mining Zone On 1 February 2010 the Government issued Regulation No. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS The Company has reclassified several accounts in its consolidated financial statement for the year ending 31 Decmeber 2009 to conform to the presentation of consolidated financial statement for the year ending 31 December 2010. Tbk PT Pindad (Persero) PT Pertamina (Persero) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) SIFAT HUBUNGAN Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali TRANSAKSI Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Pengangkutan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara dan pemakaian listrik Penjualan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara Pengapalan batubara Pembelian Emas Pembelian bahan peledak Pembelian bahan bakar Premi asuransi Dana Pensiun REKLASIFIKASI AKUN Perseroan telah melakukan reklasifikasi beberapa akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. KEJADIAN LUAR BIASA DAN INFORMASI MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN PERUBAHAN PERATURAN DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Perubahan Peraturan • Peraturan Pemerintah No.

Tanjung Enim. in conjunction with Law No 4/2009 concerning Mineral and Coal. Peraturan ini berisi aturan mengenai jenis-jenis tambang mineral dan batubara. areal IPC di Kalimantan dan sebagainya yang dimilikinya selama ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (“ESDM”) mengeluarkan Peraturan Menteri No. Government Regulation No 23 on Mineral and Coal Mining Business On 1 February 2010 the Government issued Regulation No. Ombilin. Menindak lanjuti keluarnya Undang-undang dan Peraturan terkait tersebut. 1604/K/30/MEM/2010. Pada tanggal 1 Februari 2010 Pemerintah menerbitkan PP 23. merupakan aturan lanjutan atas terbitnya UU no 4. legal holder of MBL. 23. 34/2009 requiring mining companies to sell part of its production to domestic consumers (Domestic Market Obligation or DMO). UP Ombilin. penetapan peta potensi tambang dan peraturan terkait lainnya. tentang Minerba. Perseroan telah menyampaikan permohonan ubahsuai Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP). mapping of potential mines and other relevant regulations. persentase batas minimal DMO adalah 24. Ministerial Decree No. Tanjung Enim. yang juga ditentukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pelanggan domestik dan harga yang akan digunakan untuk porsi penjualan DMO akan mengikuti harga indeks internasional sebagai tolak ukur. Sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.75%. mining business licence (MBL). 34/2009 yang mewajibkan perusahaan pertambangan untuk menjual sebagian hasil produksinya kepada pelanggan domestik (“Domestic Market Obligation” atau “DMO”). • Peraturan Pemerintah No 23 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. As of this report date. mining industry is still waiting for the Minister to issue further instructions on this matter. MTBU. . In the year under review the Company obtained the conversion to Production MBL for all concession areas. Perseroan telah mendapatkan izin ubahsuai Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Proses Produksi pada seluruh areal konsesi meliputi diantaraya areal Tanjung Air Laya. MTBU. This Regulation stipulates the type of mineral and coal mines. penetapan Izin Usaha Penambangan (IUP). industri pertambangan masih menunggu pedoman kebijakan dan instruksi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. validity of MBL. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. South Sumatera. the Minister of Energy and Mineral Resources (EMR) issued Regulation No. Sumatera Selatan. IPC in Kalimantan and other sites. conversion from Mining Concession (MC) to MBL and other relevant provisions. ketentuan eksplorasi. the Company submitted application for conversing MC to MBL. 34/2009 In December 2009. Pada tahun pelaporan ini. To respond to the laws and regulations. badan hukum pemegang IUP.75%. Domestic prices will be based on international index benchmark prices. Peraturan ini berisi uraian wilayah pertambangan. exploration rules. masa berlaku IUP. 34/2009 Pada bulan Desember 2009. 1604/K/30/MEM/2010 stipulates that minimum portion for DMO is 24. • Keputusan Menteri No. EMR Minister Decree No. which are also regulated by EMR Minister. peralihan bentuk KP menjadi IUP dan peraturan terkait lainnya. including Tanjung Air Laya.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 185 aturan lanjutan atas terbitnya UU no 4. • • stipulates mining zone. tahun 2009 tentang Minerba.

Under this regulation the Company sent mining closure plan to South Sumatera Governor and expected to have it approved in 2010 and would place time deposits in 2013. (3) provide reclamation bond. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan Peraturan Menteri No.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 186 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Keputusan Pemerintah No PP 78 / 2010 Pada tanggal 20 Desember 2010. dan (4) menyediakan jaminan pasca tambang berupa deposito berjangka yang ditempatkan di bank pemerintah. three years after mining closure plan is approved by South Sumatera Governor and Muara Enim Regent. harus memuat rencana eksplorasi didalam rencana kerja dan anggaran biaya ekplorasinya dan menyediakan jaminan reklamasi berupa deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah Pemegang IUP-Operasi Produksi. (3) menyediakan jaminan reklamasi yang dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah. Government Regulation No. the Company had submitted reclamation bond in the form of accounting reserves (see Note 16) and would place deposits for mining closure. 4/2009. 4/2009. 17/2010 yang menjelaskan mekanisme untuk • Ministerial Decree No. yaitu Peraturan Pemerintah No. 18/2008 yang dikeluarkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral pada tanggal 29 Mei 2008. Holders of Production MBL should (1) make five-year reclamation plan. harus menyiapkan (1) rencana reklamasi lima tahunan. Perseroan telah menempatkan jaminan reklamasi tambang dalam bentuk cadangan akuntansi (lihat Catatan 16) dan akan melakukan penempatan deposito untuk penyisihan penutupan tambang. 18/2008 dated 29 May 2008. • Keputusan Menteri No. ketentuannya antara lain. and (4) provide post-mining bond in the form of state-bank time deposits. 17/2010 On 23 September 2010 EMR Ministerial Regulation No. This regulation affirms the EMR Ministerial Regulation No. Penempatan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang tidak menghilangkan kewajiban pemegang IUP dari ketentuan untuk melaksanakan aktivitas reklamasi dan pasca tambang. 17/2010 was issued explaining the mechanism of determining Indonesian Minerals and Coal Benchmark .e. 78”) that regulates reclamation and post-mining activities for holders of Exploration MBL and Production MBL. either joint account or state-bank time deposits. Placement of reclamation bond and post-mining bond do not waive the obligation of MBL holders to execute reclamation and post-mining plan. (2) post-mining plan.17 / 2010 Pada tanggal 23 September 2010. 78/2010 (“PP No. 78/2010 (“PP No. Holders of Exploration MBL should include exploration plan in their exploration work program and budget. (2) rencana pasca tambang. and provide reclamation bond in the form of state-bank time deposits. 78”) yang mengatur aktivitas reklamasi dan pascatambang untuk pemegang IUPEksplorasi dan IUP-Operasi Produksi. Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan implementasi atas UndangUndang Mineral No. bank guarantee. PP 78/2010 On 20 December 2010. accounting reserve (if allowed). i. Berdasarkan peraturan ini Perseroan telah mengirimkan rencana penutupan tambangnya ke Gubernur Sumatera Selatan dan diharapkan untuk disetujui pada tahun 2010 dan penempatan deposito baru akan dilakukan pada tahun 2013. bank garansi. At the time of reporting. Pemegang IUP-Eksplorasi. the Indonesian Government issued implementation regulations in relation to Mineral Law No. atau cadangan akuntansi (bila diijinkan). Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. tiga tahun setelah dokumen rencana penutupan tambang disetujui oleh Gubernur Sumatera Selatan dan Bupati Muara Enim. Peraturan ini mengukuhkan keberlakuan Peraturan Menteri No. ketentuannya antara lain. • Government Regulation No.

seperti yang dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri No.dan . For long term contracts. Royalti dan iuran eksploitasi akan dihitung berdasarkan harga jual aktual tertinggi dan IMCBP. 17/2010. • Certain expense as adjustment to IMCBP (if FOB selling point is not mother ship). The Ministerial Decree No. Peraturan ini berlaku efektif pada tanggal 23 September 2010. Untuk kontrak penjualan jangka panjang. Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh kontrak penjualan batubara jangka pendek yang dilakukan oleh Perseroan telah menggunakan harga jual yang sesuai dengan IMCBP. 4/2009. 17/2010 allows a transitional period until 22 March 2011 to amend spot contract and 22 September 2011 for long term sales contract. Peraturan Menteri No. whichever is higher. sebagai salah satu peraturan pelaksana UU No. Price (IMCBP).penggunaan harga rata-rata mineral/batubara dari indeks pasar internasional dan penggunaan free-onboard (“FOB”). 17/2010. . selling prices will be adjusted every year to IMCBP of the corresponding year. harga yang ditetapkan akan disesuaikan setiap tahunnya berdasarkan harga IMCBP tahun tersebut. Batubara dan Panas Bumi. Coal and Geothermal. free-on-board (FOB) term.penggunaan pendekatan harga dasar (yaitu harga jual IMCBP vs harga jual aktual. to assess state revenues (example: royalty or exploitation retribution).menggunakan kapal/perahu berbendera Indonesia untuk mengangkut mineral/batubara. untuk perhitungan Penerimaan Negara (contoh: royalti atau biaya eksploitasi). Peraturan Menteri No. mana yang lebih tinggi. The management is confident that all short term coal sales contracts made by the Company has used IMCBPbased selling prices. dan .e. kapal induk sebagai titik penjualan untuk menentukan IMCBP. as one of the implementation guidelines of Law No. 4/2009.mengutamakan penggunaan perusahaan asuransi nasional dimana syarat adopsi CIF digunakan. The Regulation also requires mining companies to: • Use boat/ship carrying Indonesian flag to transport mineral/coal. Peraturan ini juga mengharuskan perusahaan pertambangan untuk: . IMCBP selling price vs actual selling price.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 187 menentukan Indonesian Minerals and Coal Benchmark Price (“IMCBP”).menggunakan surveyor yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Mineral. This Regulation took effect on 23 September 2010. Royalty and exploitation retribution will be assessed according to the highest actual selling price and IMCBP as further explained in Ministerial Regulation No. . Dalam melakukan perhitungan royalti. 17/2010 memberikan masa transisi untuk merubah kontrak spot penjualan sampai dengan 22 Maret 2011 dan kontrak penjualan jangka panjang sampai dengan 22 September 2011. 17/2010 regulates among others: • Mineral/coal average price based on international market index. and mother ship as selling point to determine IMCBP. Perusahaan juga telah menyesuaikan harga penjualan yang digunakan untuk menghitung royalti berdasarkan kalori dari masing-masing penjualan. • Basic price approach i. • Give priority to national insurance companies using CIF term.penerimaan beban tertentu sebagai penyesuaian untuk IMCBP (jika titik penjualan FOB yang sebenarnya bukan kapal induk). Royalty is assessed based on the selling prices according to the calorie content of each sale. 17/2010 mengatur antara lain: . • Use surveyors appointed by Directorate General of Mineral. . Ministerial Regulation No.

Pengungkapan Pihak-Pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa. PSAK 8 (Revisi 2010) . The value of material transactions is limited to 20% of equity or more.Laporan Keuangan Interim. dianggap sebagai satu transaksi yang harus diakumulasikan. • Bapepam-LK Regulation regarding Material Transactions and Core Business Changes On 25 November 2009 Bapepam-LK issused Regulation No IX. Batasan Transaksi material yang ditetapkan diantaranya nilai transaksi adalah sebesar 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan.Laporan Arus Kas. this Regulation also stipulates what public companies should report in case of core business changes. dilaksanakan untuk maksud sama namun dilakukan secara berurutan pada satu periode waktu tertentu. melalui RUPS yang diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010. PSAK 4 (Revisi 2009) . Perseroan telah melakukan Perubahan Anggaran Dasar sehubungan dengan ketentuan ini. These transactions must be reported within six months from the transaction date. PSAK 12 (Revisi 2009) . Peraturan ini menegaskan batasan transaksi material yang diantaranya menjelaskan bahwa transaksi tertentu yang melibatkan pihak yang sama. The Regulation defines material transactions as certain transactions involving the same parties for the same purpose made consecutively over a certain period of time. Selain mengenai definisi dan pelaporan Transaksi Material. Peraturan ini juga menjelaskan hal-hal yang wajib dilaporkan Perusahaan publik jika melakukan perubahan atas kegiatan usaha utama.2 (Kep-413/BL/2009) regarding ”Material Transactions and Core Business Changes”. Jika nilai transaksi tersebut lebih dari 50% ekuitas. PSAK 7 (Revisi 2009) . PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan beberapa standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perseroan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011. PSAK 5 (Revisi 2009) . Articles of Association were amended to conform to this Regulation in GMS that was convened on 21 April 2010. Transaksi ini wajib dilaporkan dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak terjadiinya transaksi.Penyajian Laporan Keuangan.E. • • • • • • • • PSAK 1 (Revisi 2009) . maka wajib didahului dengan pelaksanaan RUPS / RUPSLB.Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. PSAK 3 (Revisi 2010) . PSAK 2 (Revisi 2009) .E.Pelaporan Keuangan Mengenai CHANGES IN ACCOUNTING POLICY The Indonesian Institute of Public Accountants (IAI) has issued the following few revised accounting standards (PSAK) that may affect financial reporting for the period starting on or after 1 January 2011. In addition to definition and reporting procedure of material transactions. Any transaction that is worth more than 50% of equity needs the approval of GMS or EGMS.Peristiwa Setelah Tanggal Neraca. • • • • • • • • PSAK 1 (Revised 2009) – Financial Statement Presentation PSAK 2 (Revised 2009) – Report on Cash Flows PSAK 3(Revised 2009) – Interim Financial Statement PSAK 4 (Revised 2009) – Consolidated Financial Statement and Stand-Alone Financial Statement PSAK 5 (Revised 2009) – Operations Segment PSAK 7 (Revised 2009) – Disclosure of Related Parties PSAK 8 (Revised 2010) – Subsequent Events PSAK 12 (Revised 2009) – Financial Report on .PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 188 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Ketentuan Bapepam-LK tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama Pada tanggal 25 November 2009 Bapepam LK mengeluarkan Peraturan no IX.Segmen Operasi.2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”.

Penggabungan Usaha. Kewajiban Kontinjensi dan Aset Kontinjensi. • PSAK 57 (Revisi 2009) .Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi.Efek dari Perubahan Kurs Mata Uang Asing.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 189 Bagian Partisipasi Dalam Pengendalian Bersama Operasi dan Aset.Kebijakan Akuntansi. KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA Tidak ada kejadian material setelah berakhirnya periode laporan yang tercatat pada Laporan Audit Konsolidasian Perseroan. Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan. The Company is still studying the possible effects of these accounting standards on its financial statements. • PSAK 25 (Revisi 2009) . • • • • • • • Participation in Operations and Assets under Common Control PSAK 15 (Revised 2009) – Investment in Associates PSAK 19 (Revised 2010) – Intangible Assets PSAK 22 (Revised 2010) – Business Merger PSAK 23 (Revised 2010) – Income PSAK 25 (Revised 2009) – Accounting Policies.Kewajiban Diestimasi. • PSAK 15 (Revisi 2009) . • PSAK 19 (Revisi 2010) .Aset Tidak Berwujud.Penurunan Nilai Aset.Pendapatan. SUBSEQUENT EVENTS There were no significant events subsequent to the audited consolidated financial statements date. Contingent Liabilities and Contingent Assets IAI has also issued another revised accounting standards (PSAK) that may affect financial reporting for the period starting on or after 1 January 2012: • PSAK 10 (Revised 2009) – Effect of Exchange Rate Fluctuations Perseroan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan. Changes in Accounting Estimates and Errors PSAK 48 (Revised 2009) – Decline in Asset Value PSAK 57 (Revised 2009) – Estimated Liabilities. • PSAK 23 (Revisi 2010) . IAI juga telah menerbitkan standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perusahaan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: • PSAK 10 (Revisi 2009) . • PSAK 22 (Revisi 2010) . . • PSAK 48 (Revisi 2009) .

190 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 191 Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report Komitmen menerapkan praktek tata kelola perusahaan terbaik berimbang dan bersamaan dengan peningkatan integritas karyawan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan Committed to implementing balanced good corporate governance best practice and upholding employee integrity for a sustainable corporate growth .

Perseroan senantiasa berusaha menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Meningkatkan pertanggungjawaban kepada stakeholders. Tujuan Penerapan GCG di Perseroan adalah : • Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Pemegang Saham. secara seimbang dengan pembangunan nilai-nilai dan budaya perusahaan yang tertuang dalam rumusan kode etik serta budaya perusahaan. corresponding to the promotion of corporate values and culture which are reflected in the corporate code of ethics and culture. pelanggan. serta masyarakat dan lingkungan. • Promoting and supporting the Company’s growth. TUJUAN PENERAPAN Menindak lanjuti penyelesaian. Mengelola sumber daya secara lebih amanah. responsibility. Enhancing the Company’s good image. responsibility. partners. • • • Preventing irregularity in the management of the Company. accountability. melainkan dalam rangka melaksanakan keyakinan Perseroan akan manfaat positif dari penerapan praktek GCG. • Managing risk more responsibly. High integrity influenced by such cultural values is believed to maximize the implementation of GCG. Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perseroan. Hal tersebut dilaksanakan bukan hanya untuk menindak lanjuti Keputusan Menteri Negara BUMN RI No. Meningkatkan citra Perseroan (image) menjadi semakin baik. • • • • • • • To attain that goal. Untuk mencapai tujuan tersebut. accountability. independency dan fairness. setiap level operasional kini dan kedepan bertekad menjalankan GCG secara konsisten dan sebaik mungkin. each level of operations will continue to consistently implement GCG practice in the best possible manner. Board of Directors. penerbitan dan penerapan Panduan Implementasi Good Corporate Governance (GCG) yang berisi mekanisme kerja antar Organ Perusahaan. community and environment. mitra kerja. but also at demonstrating the Company’s belief in the advantage of practising GCG principles. . Mengelola risiko secara lebih baik. Direksi. customers. Berdasarkan buku panduan yang ditujukan sebagai pedoman. employees. karyawan. Such is aimed not only at complying with the State Minister for State-Owned Enterprises (SOE) Decree No. independency and fairness. Board of Commissioners. 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek GCG pada BUMN. Based on the Code.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 192 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA IMPLEMENTATION OF CORPORATE GOVERNANCE OBJECTIVE Following the establishment and enforcement of Good Corporate Governance (GCG) implementation guide on working mechanism among corporate organs (GCG Code) and other GCG policies. the Company consistently implements good corporate governance (GCG) principles which include transparency. 117/M-MBU/2002 concerning Implementation of GCG Practices in SOEs. The goal of implementing GCG throughout the Company is to allow: • Directing and managing the relationship among shareholders. Perseroan mulai melakukan implementasi butir-butir yang terkandung dalam panduan tersebut. • Managing human resource discreetly. mencakup azas transparency. Promoting work ethos. Mendorong dan mendukung pengembangan Perseroan. Dewan Komisaris. the Company has implemented every point in the GCG Code. Kebijakan Pokok Perseroan (GCG Code) dan Kebijakankebijakan lain terkait GCG. Memperbaiki budaya kerja Perseroan. Pembangunan integritas yang tinggi melalui nilai-nilai budaya tersebut diyakini akan semakin memberikan hasil maksimal pada mutu penerapan GCG. • Treating stakeholders more responsibly.

preventing conflict of interest and boosting investors’ trust.11 di tahun 2010. nilai skor meningkat dari 82. sehingga membuat kepercayaan investor meningkat. consistency and success in implementing good corporate governance practice have earned the Company several awards and commendations from independent institutions in varied perspectives. • The Best Role of Stakeholder in ”IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” program jointly organized by IICD and Investor Magazine. Good and consistent implementation of GCG will support the Company’s operations as it allows better decision making.27 to 84. mencakup : • Predikat Terpercaya berdasarkan Corporate Governance Perception Index yang diselenggarakan oleh IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) bekerja sama dengan majalah SWA dalam Acara “IICG . stakeholders’ satisfaction will be guaranteed by maximizing financial achievement and minimizing investment risk.GCG Award” di Jakarta. meningkatkan efisiensi operasional. stakeholder satisfaction juga akan meningkat karena terjadinya perbaikan kinerja keuangan serta berkurangnya keputusan investasi yang mengandung benturan kepentingan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 193 Lorem ipsum Edipiscing lorem ipsum dolor Mutu penerapan GCG yang baik dan konsisten akan mendukung peningkatan kinerja Perseroan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik. . improved operating efficiency and stakeholders’ return and corporate value. Selain itu. • The Company’s commitment. The Best Role of Stakeholder dalam acara “IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” kerja sama IICD dengan Majalah Investor. konsistensi serta keberhasilan Perseroan dalam menerapkan tata kelola yang baik telah membuahkan berbagai bentuk penghargaan dari lembaga independen dari berbagai perspektif.27 menjadi 84. Komitmen. Likewise. which are: • The Most Trusted based on Corporate Governance Perception Index conducted by IICG (Indonesian Institute for Corporate Governance) in collaboration with SWA Magazine presented in “IICG – GCG Award” program in Jakarta with an improved score from 82. meningkatkan pelayanan kepada stakeholders yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan corporate value.11 in 2010.

58 100.92 25.75 I II III 9.00 6.00 3. juga disampaikan beberapa rekomendasi serupa.00 7.00 10.00 89. Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary IV V Pengungkapan Informasi Disclosure Komitmen Commitment Skor Keseluruhan Total Score Peringkat Kualitas Penerapan GCG Quality Rating of GCG Implementation BOBOT WEIGHT A SKOR SCORE B 7.33 5.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 194 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance • 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation kerjasama IICD dengan Business Review dalam acara “Business Review Award” di Singapura • 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation presented by IICD in collaboration with Business Review Magazine during ”Business Review Award” in Singapore. Komisaris Board of Commissioners B. Purwoko & Associates.27 75. seperti dalam rangka penyelenggaraan IICGGCG Award yang diselenggarakan pada tahun 2010. SODIQ.00 3.64 90. Direksi Board of Directors D.43 8.00 66. dari partisipasi Perseroan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh assesor eksternal. 40 year 2007). Perseroan mendapatkan total skor 89. ASESMEN PRAKTEK GCG Perseroan terakhir kali melakukan assessment Praktek GCG pada tahun 2008.00 6. the assessor recommended a series of actions to be taken by the Company to improve the rules of implementing GCG.75.00 27. Selain itu. The score of the assessment is shown below: ASPEK ASPECT Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham/RUPS Shareholders’ right and responsibility /GMS Kebijakan GCG GCG policy Penerapan GCG GCG implementation A. following the Company’s participation in various events launched by external assessor.00 89. Komite Komisaris Board of Commissioners Committees C. Adapun tabel skor hasil asesmen adalah sebagai berikut. In addition.03 61.02 96. ASSESMENT OF GCG PRACTICE An assessment of GCG practice by the Company in 2008 was made by an independent assessor.31 93.67 95.00 27. Some of the recommended measures are: • Revise GCG Code and Board Manual to conform to amended laws (Corporate Law No.00 8. dengan kesimpulan kualitas penerapan GCG Baik. Beberapa rekomendasi yang disampaikan diantaranya: • Melakukan revisi dan penyesuaian terhadap muatan GCG Code dan Board Manual mengacu pada perubahan Based on the assessment result.75 and termed Good Implementation of GCG.66 2. dilaksanakan oleh assesor independent Sodiq. Assesor merekomendasikan berbagai perbaikan aturan dan peningkatan kualitas pelaksanaan praktek GCG yang sebaiknya dilakukan oleh Perseroan.80 24. Menurut hasil asesmen tersebut.49 6. Satuan Pengawasan Intern Internal Audit Unit E. a few similar recommendations were also made. PURWOKO & ASSOCIATES.75 CAPAIAN B/A X 100 83. .11 98.90 3.00 BAIK GOOD Dari hasil assesment tersebut. such as IICG-GCG Award program in 2010.00 100.00 91.79 80. Findings showed that the Company obtained a total score of 89.

Code of Conduct ini telah disosialisasikan kepada seluruh Jajaran Perusahaan yang menjelaskan tentang: .Completion of code of conduct compliance sheets by all employees Sosialisasi Code of Conduct telah dilaksanakan dari tanggal 16 s.Code of Conduct Salah satu Soft Structure GCG adalah Code of Conduct yaitu Suatu Pedoman Perilaku bagi seluruh Jajaran Perseroan.Goods and services procurement policy . Deklarasi kepatuhan atau Pernyataan Kepatuhan telah didistribusikan kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No.Code of Conduct • • Code of Conduct is a guide to direct the conduct of all personnel of the Company. wewenang dan tanggung jawab Pemegang Saham/ RUPS secara jelas.Kebijakan tentang Benturan Kepentingan . in 2010 the Company made some improvement on GCG implementation as follows: • With the aid of a consultant. . Declaration of compliance sheets were distributed to all employees under Official Memo of Human Resource & General Affairs Director No.Kebijakan tentang Pengadaan Barang dan Jasa. termasuk perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. which has been socialized to all personnel. Socialization of Code of Conduct to all employees within the Company was carried out from 16 to 27 December 2009.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas). and the like .Restriction of giving and receiving gift. • • including amendments to the Company’s Articles of Association. Menyusun dan Menyempurnakan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) sebagai sebuah dokumen tersendiri secara terpisah termasuk menyertakan didalamnya lembar kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap Pegawai. diantaranya sebagai sebagai berikut: • Perusahaan dibantu konsultan telah mengembangkan soft structure GCG yang baru.GCG Code . Sampai akhir Desember 2010. Kemudian sosialisasi untuk pegawai yang berada di Anak Perusahaan juga telah dilaksanakan pada bulan Juli 2010.058 Pegawai (98. . sebanyak 2. authority and responsibility of shareholders /GMS. yaitu : .Pelaksanaan lembar kepatuhan terhadap Pedoman perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap pegawai. As of end of December 2010. bribe. Insert in the GCG Code description of right. Suap dan sejenisnya.996 employees out of 3.0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan.Board Manual . . a total of 2.GCG Code .d.Procedure of reporting misconduct (whistle blowing system) . Menambahkan kedalam GCG Code uraian terkait dengan hak. Dissemination to employees of subsidiaries was done in July 2010. . 019 dated 31 August 2010. Draw up and develop Code of Conduct as a separate document and enclose compliance sheets to be signed by all employees. 019 Tanggal 31 Agustus 2010.058 employees (98.Conflict of interest policy . 27 Desember 2009 kepada seluruh pegawai di satuan kerja maupun unit kerja dalam Perusahaan.Panduan Kerja Bagi Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual) . the Company developed a new GCG Soft Structure: . Dengan mempertimbangkan kebutuhan perusahaan bagi terciptanya peningkatan penerapan GCG dan rekomendasirekomendasi tersebut. elaborating on: .Tata Laksana Sistem Pelaporan Pelanggaran.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 195 • • peraturan perundang-undangan (UU No.Kebijakan tentang Larangan Pemberian dan Penerimaan Hadiah.996 Pegawai dari 3. Considering the Company’s needs for better GCG implementation and fulfilment of those recommendations. pada tahun 2010 Perseroan melaksanakan beberapa upaya perbaikan tata laksana dan peningkatan kualitas penerapan GCG.0%) have signed the Declaration of Compliance.

a total of 2. 019 of August 31. Remuneration and HRD Committee Nomination. 019 Tanggal 31 Agustus 2010. Pencegahan Fraud & Corruption Sebagai salah satu Implementasi dari Code of Conduct yaitu pencegahan fraud & corruption.058 employees (98. Perseroan memperkuat sistem pengelolaan operasional terakreditasi dengan membentuk dan memberlakukan Sistem Manajemen PTBA. 2010. Formation of Nomination. Sedangkan Deskripsi Pekerjaan (lingkup dan uraian Tugas) Tim SPP serta mekanisme Pelaporan Pelanggaran yang menjelaskan bagaimana alur pelaporan pelanggaran • Formation of GCG Committee The Company has formed GCG Committee to assist Board of Commissioners in ensuring continued implementation of GCG principle. Pembentukan komite ini didahului dengan perangkapan tugas anggota komite dalam Komite Konarba dan GCG. Prevention of Fraud and Corruption To implement one Code of Conduct principle which dictates that fraud and corruption be prevented. the Company distributed “Declaration of Compliance” sheets to all employees under Official Memo of Human Resource and General Affairs Director No. analysing and profiling corporate risk. and since the fourth quarter of 2009 the management has included fraud and corruption risk in identifying. Komite Nominasi. shortened to NR & HRD Committee has a new name and new members.0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan tersebut. Detection of Fraud and Corruption The Company has covered the aspect of detecting fraud and corruption by running Integrated Corporate Risk Management System. Pembentukan dan Pemberlakuan Sistem Manajemen PTBA. This system is developed by adopting several accredited operations management systems. dimana sejak Trw IV 2009. untuk membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. Establishment and Application of PTBA Management System The Company reinforced its accredited operations management system by establishing and applying PTBA management system. this Committee was merged with Nomination and Remuneration Committee. sebanyak 2. Pembentukan Komite Konarba dan PSDM. Perseroan telah mendistribusikan dokumen “Pernyataan Kepatuhan” kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No. Sistem ini dikembangkan melalui adopsi atas beberapa sistem operasional terakreditasi yang dalam proses audit sistemnya ternyata saling bersinggungan dengan erat.0%) have signed such Declaration of Compliance. Deteksi Fraud & Corruption Perseroan telah menjalankan aspek deteksi terhadap fraud & corruption dengan menjalankan Sistem Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi. As of end of December 2010. Manajemen telah memasukan Risiko Fraud & Corruption kedalam identifikasi. Its formation is intended to reinforce the implementation of GCG with the function of human resource management. Prior to its formation. The job description . which a system audit proved to be closely related. • • • • • • • • • • Handling of Fraud and Corruption The Company has drawn up a Misconduct Reporting System Team whose job description and reporting mechanism have been completed.996 Pegawai dari 3058 Pegawai (98. analisis dan Profil Risiko Korporat. Komite ini dibentuk terutama ditujukan untuk memperkuat penerapan GCG dari sisi penguatan sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia. Remunerasi dan Pengembangan Sumberdaya Manusia atau disingkat Konarba dan PSDM merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 196 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Pembentukan Komite GCG. Remuneration and Human Resource Development Committee. Perseroan telah membentuk Komite GCG. Sampai akhir Desember 2010.996 employees out of 3. Penanganan Fraud & Corruption Perseroan saat ini telah membuat (draft) Susunan Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP).

which are reported in the corporate governance section. Penjelasan lebih lanjut dari kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas penerapan GCG sepanjang tahun 2010 tersebut diatas. Procedures of Handling Misconduct Report In the first quarter of 2011 the Board of Commissioners together with Corporate Management System Team and GCG Comittee will make a benchmarking of procedures set up in 2010 with other models applied by several companies who had earlier implemented whistle blowing system. and the latest GCG practice. vision and mission. Direncanakan pada Trw I 2011. visi dan misi serta CORPORATE GOVERNANCE CODE AND STRUCTURE With the issuance of Corporate Law (UU PT). Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan. Efforts taken to enhance the implementation of GCG principle in 2010 are elaborated further in the next sections. • explains reporting workflow and requirements to be met when making a misconduct report. SOE Law. recommendation after GCG assessment. • Prosedur Penanganan Pelaporan Pelanggaran. visi dan misi Perseroan serta praktek terbaik GCG. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. rekomendasi hasil assesment praktek GCG. Perseroan telah menyelesaikan telaah ulang dan melakukan berbagai penyesuaian atas kebijakan dan Standard Operating Procedure (SOP) terkait tata kelola perusahaan. The result of all these was the production of a new GCG Soft Structure consisting of Board Manual. nilai-nilai budaya. yang dilaporkan pada bagian tata kelola perusahaan. serta Kebijakan-kebijakan Tambahan. diuraikan dalam bagian-bagian berikut. After benchmarking. ini ke beberapa perusahaan yang telah lebih dahulu menerapakan Whistle Blowing System. and Supplementary Policies. Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan. Undang-Undang BUMN. serta perkembangan praktek GCG terkini. GCG Code (Panduan Tata Kelola). GCG Code. Perseroan telah menerbitkan dan kemudian mengimpelementasikan Soft Structure GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 197 dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk membuat suatu laporan pelanggaran telah diselesaikan. Setelah melakukan benchmarking SMP akan mengajukan Draft SK Pembentukan Tim SPP/Whistle Blowing System kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk disahkan dan diimplementasikan. Sistem Manajemen Perusahaan (SMP) bersama dengan Komite GCG Dewan Komisaris akan melakukan benchmarking atas prosedur yang telah disusun pada tahun 2010. nilai-nilai budaya yang dianut. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. PANDUAN DAN STRUKTUR TATA KELOLA Menindak lanjuti implementasi Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT). cultural values. cultural values. vision and mission. Corporate Management System Team will submit a draft decision letter regarding the formation of Whistle Blowing System Team to Board of Directors and Board of Commissioners for ratification and subsequent implementation. the Company re-evaluated and adjusted the policy and Standard Operating Procedure (SOP) associated with GCG. karena ada beberapa model yang diterapkan oleh Perusahaan-perusahaan tersebut. Code of Conduct. . Code of Conduct.

Pegawai. Given the dynamic and expansive nature of business environment. GCG Code contains corporate governance principles which are further elaborated in various policies and technical implementation rules. GCG Code will continue to be adjusted to internal and external condition. GCG Code must be used as reference by shareholders. vision and mission. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. termasuk stakeholder lainnya dalam berhubungan dengan Perseroan. Pengkajian dan penyesuaian secara berkesinambungan akan selalu disesuaikan untuk mencapai standar penerapan GCG yang terbaik bagi Perseroan. cultural values. Insurance KOMITE NOMINASI & REMUNERASI Nomination & Remuneration Committee KOMITE AUDIT Audit Committee DIREKTUR UTAMA PRESIDENT DIRECTOR DIREKSI DIRECTORS DEWAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS SEKRETARIS PERUSAHAAAN Corporate Secretary SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SISTEM PENGAWASAN INTERN Internal Audit Unit GENERAL MANAGER / SENIOR MANAGER GENERAL MANAGERS / SENIOR MANAGERS PELANGGAN Customers PEGAWAI Employees KOMUNITAS Community . Panduan GCG yang telah disusun menjadi acuan bagi Pemegang Saham. Direksi. Panduan Tata Kelola Perusahaan tersebut berisikan prinsipprinsip pengelolaan perusahaan yang selanjutnya dijabarkan dalam berbagai kebijakan serta peraturan petunjuk teknis pelaksanaan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 198 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance praktek-praktek terbaik (best practices) GCG. Board of Commissioners. Mengingat lingkungan bisnis bersifat dinamis dan berkembang. Review and adjustment will be an ongoing process in a bid to reach the best standard of GCG implementation by the Company. and other stakeholders in dealing with the Company. Board of Directors. Struktur tata kelola di Perseroan Corporate Government Structure PEMEGANG SAHAM SHAREHOLDERS DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS KOMITE GCG GCG Comittee KOMITE RISIKO USAHA. employees. ASURANSI & PASCATAMBANG Business Risk. Dewan Komisaris. maka Panduan Tata Kelola Perusahaan (GCG Code) tersebut akan selalu disesuaikan dengan kondisi internal maupun eksternal.

Dalam kegiatan operasional. memutuskan pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara Direktur dan lainlain. Corporate Organ As outlined in corporate governance structure. Wewenang tersebut mencakup meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan. GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS(GMS) Being the highest body within the Company. Sub-organs are set up for clear division of authority to effectively implement GCG principles. etc. Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum atau khusus. and give counsel to the Board of Directors. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan instansi tertinggi dalam Perseroan. . Pembentukan sub-organ ini dilakukan sebagai bagian dari pembagian wewenang yang jelas untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara efektif. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai instansi tertinggi dalam Perseroan. Dewan Komisaris dan Direksi yang masingmasing mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. Board of Commissioners and Board of Directors and each has its own vital role in the implementation of GCG. namun tidak dapat mengintervensi keputusan operasional yang menjadi wewenang Dewan Komisaris dan Direksi. wadah para pemegang saham untuk bertindak secara setara dalam mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang ditanam dalam Perseroan. Sedangkan Direksi merupakan Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung-jawab penuh atas kepengurusan Perseroan sehari-hari dan bertindak semata-mata untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. GMS cannot intervene in the day-to-day decision making by the Board of Commissioners and Board of Directors. the Board of Commissioners and Board of Directors set up sub-organs according to the Company’s needs to provide assistance and input to support and safeguard the Company operations. a forum for the shareholders to act on an equal footing for adopting important resolutions associated with the capital invested in the Company. While Board of Directors is an organ fully authorized and responsible for the day-to-day management of the Company in keeping with its purpose and objective.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 199 Organ Perusahaan Seperti tampak pada bagan struktur tata kelola perusahaan. divide duty and authority among directors. amend articles of association. elect and terminate members of Board of Commissioners and Board of Directors. mengangkat dan memberhentikan Direktur dan Anggota Dewan Komisaris. General Meeting of Shareholders (GMS) is the highest body within the Company. The three corporate organs operate independently in their respective function. the Company’s organ is composed of General Meeting of Shareholders. Organ Perseroan ini menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip bahwa masing-masing organ berdiri secara independen dan menjalankan tugas. mengubah anggaran dasar. task and responsibility for the sole purpose of the Company. Organ Perusahaan terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dewan Komisaris dan Direksi membentuk sub-organ Perseroan yang sesuai dengan kebutuhan. membantu kelancaran operasional serta memberi masukan yang diperlukan untuk mengamankan kelancaran operasional Perseroan. fungsi dan tanggung-jawabnya semata-mata untuk kepentingan Perseroan. However. Board of Commissioners is a corporate organ whose function is to supervise in a general as well as specific sense. Such authority covers the right to ask Board of Commissioners and Board of Directors to give their accountability reports on the management of the Company. serta memberi nasihat kepada Direksi. For day-to-day operations. General Meeting of Shareholders (GMS) has the authority that is not conferred upon the Board of Commissioners or Board of Directors under the provisions of Articles of Association and the prevailing laws and regulations. mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

seluruh pemegang saham mempunyai hak yang setara untuk mengusulkan hal-hal yang berkaitan pada keberlanjutan usaha. EGMS is held when the following actions are required: • • • • • • • Replacing members of Board of Commissioners and Board of Directors before the end of their term of office. At GMS. a routine annual agenda held at least once a year within six months of the accounting yearend. such as shares buyback. . that may be convened any time outside the time of AGMS. may be adopted at EGMS. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. and in accordance with the Company’s Articles of Association and Corporate Polilcy. pengambil-alihan perusahaan maupun penutupan unit usaha. dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). iv. Proposing plans for conflict of interest transactions. Rencana korporasi lain yang bersifat material. Proposing material corporate plans. Any resolution adopted by GMS is solely for the benefit of the Company. iv. iii. Umumnya. Performance report delivered by Board of Directors. Penunjukan Kantor Akuntan Publik terdaftar. baik karena pengunduran diri dan/atau sebab-sebab lainnya. There are two types of General Meeting of Shareholders (GMS) depending on the time they are convened: Annual General Meeting of Shareholders (AGMS). Perseroan menjamin untuk memberikan segala keterangan yang berkaitan dengan Perseroan kepada RUPS. ii. as long as it does not contradict the Company’s interest and the law. Oleh karena itu. and rights issue.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 200 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance RUPS sesuai dengan penyelenggaraan-nya terbagi atas: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). stock split. in order that every GMS resolution is adopted by thorough deliberation. Kondisi yang menyebabkan harus dilaksanakannya RUPSLB mencakup: • Penggantian Dewan Komisaris dan Wakil Direksi sebelum masa tugasnya berakhir. the Company guarantees that it will provide GMS with any information pertaining to the Company. and Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS). Other agenda items in accordance with the Articles of Association. sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan dan peraturan perundang-undangan. Agenda lain sesuai ketentuan anggaran dasar Perseroan. Adanya rencana transaksi material menyangkut penjaminan aset perusahaan. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan semata-mata demi kepentingan Perseroan. Appointment to Board of Directors and Board of Commissioners. agenda rapat RUPST mencakup: i. Some important resolutions that must be made before the AGMS. acquisition of the Company or closure of business unit. Beberapa keputusan penting tertentu menyangkut perusahaan yang tidak bisa menunggu terselenggaranya RUPST. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. Penetapan penggunaan laba. yang waktu penyelenggaraannya bisa terjadi di luar waktu RUPST. seperti pembelian kembali saham Perseroan yang beredar. and v. Laporan atas kinerja perusahaan yang disampaikan oleh Direksi. sesuai AD dan ART Perseroan. agar setiap keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pertimbangan yang mendalam dan matang. dan right issue. Pengisian jabatan anggota Direksi atau dan Anggota Dewan Komisaris. Appropriation of profit. either due to resignation or for other reasons. iii. Dalam RUPS. ii. At GMS. serta v. Adanya rencana transaksi yang mengandung benturan kepentingan. stock split. dapat diambil dalam RUPSLB. diselenggarakan minimal satu kali dan dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir. Agenda of AGMS covers: i. Appointment of Certified Public Accountant. Proposing plans for material transactions with respect to pledging the Company’s assets. Therefore.

dengan rincian: Proposal to convene EGMS should be made in writing with agenda items to be discussed at the meeting and backed by the reasons.48% of total issued shares.48% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan. • Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2009 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009. Berbagai keputusan yang dihasilkan dalam RUPST tersebut mencakup: • Menyetujui Laporan Tahunan Direksi mengenai keadaaan dan jalannya Perseroan selama tahun buku 2009 dan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2009 yang sekaligus merupakan pelaksanaan tanggung jawab sosial sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2007. At the AGMS. In keeping with the law. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 dated 1 March 2010 with “fair in all material respects” opinion. Sesuai UU no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. . Pursuant to Coporate Law No.Ratifying the Company’s 2009 Financial Statements audited by the office of Certified Public Accountant according to its report No. and Annual Report on Partnership and Community Development Program in the same year that reflected the fulfillment of corporate social responsibility as stipulated in Law No. 40/2007 Article 78 clause 2.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 201 Pemanggilan dan penyelenggaraan RUPSLB dilakukan melalui permintaan tertulis dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan disertai alasannya baik dari Dewan Komisaris atau dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna atau dari 1 (satu) Pemegang Saham atau lebih yang memiliki sedikitnya 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah. sepanjang tindakan tersebut tercatat pada buku Perseroan dan tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundangan. Proposal may be made by Board of Commissioners or holders of Series A Dwiwarna shares. selama tahun 2010. invitation and notice of meeting agenda was published in Bisnis Indonesia. in 2010 the Company conducted AGMS on 21 April 2010. as long as those actions were reported in the books of the Company and were not in contradiction to the provisions of the law. Adapun tatacara RUPS harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. GMS or shareholders should not intervene in the duty. Sesuai dengan ketentuan. the following resolutions were adopted: • Approving Board of Directors’ Annual Report on the Company’s condition and performance during 2009 accounting year. • Approving the appropriation of net profit earned by the Company in 2009 accounting year ending 31 December 2009. undangan dan pemberitahuan agenda rapat telah dimuat pada tanggal 4 April 2010 di surat kabar “Bisnis Indonesia”. . . Perseroan menyelenggarakan satu kali RUPST. fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. with the following breakdown: . or by one shareholder or more owning at least 1/10 (one tenth) of total legal voting shares. “Investor Daily” dan “Sriwijaya Post”. including Series A Dwiwarna shares. termasuk saham seri A Dwiwarna. The meeting was attended by 81. 40/2007. RUPS atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas. diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010. Pasal 78 ayat 2. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 tanggal 01 Maret 2010 dengan pendapat “wajar dalam semua hal yang material”. function and authority of Board of Commissioners and Board of Directors without prejudice to the GMS prerogative to exercise its rights under the Articles of Association and the legislation. . Investor Daily and Sriwijaya Post newspapers on 4 April 2010. RUPS Tahunan tersebut dihadiri oleh 81. The meeting procedures must conform to the existing laws and regulations.Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2009.Giving full release and discharge (volledig acquit et de charge) to Board of Directors and Board of Commissioners of the Company for their management and supervision actions throughout 2009 accounting year.Mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sesuai laporannya No.

391. • Fixing Directors and Commissioners remuneration in the same amount as 2009 and authorizing Series A Dwiwarna shareholders to fix the Directors and Commissioners allowance for 2010 in accordance with the law.48 billion or Rp 532.Fifty one percent (51%) of net profit worth Rp 1.391. and 2010 financial statement of Partnership and Community Development Program.Dibagikan sebagai dividen final sebesar Rp1. RUPS menyetujui melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik.75 per share was paid out on 15 December 2009. member firm of PriceWaterHouseCoopers to audit the Company’s consolidated financial statements for 2010.55 miliar dialokasikan untuk Program kemitraan tahun 2010.227. . member Firm dari PriceWaterHouseCoopers untuk melakukan general audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan tahun buku 2010 dan laporan keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2010.Two percent (2%) of net profit amounting to Rp 54. • • RUPST tahun 2010 menetapkan dividen pay out ratio sebesar 45% dari laba Perseroan tahun 2009. . • Menetapkan besaran gaji Direksi dan Komisaris sama dengan tahun 2009 lalu dan melimpahkan kewenangan kepada Pemegang Saham Seri A untuk menetapkan jenis dan tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2010 sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.Dividen diberikan pada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 1 Juni 2009. Wibisana & Rekan. yakni KAP Tanudiredja.14 billion for the purpose of statutory reserve and other reserves for the Company’s business development. jam 16. . and fixing the terms and conditions of appointment including but not limited to the audit fee. approximately 45% of net profit.75 per share. Authorizing Board of Commissioners to appoint Certified Public Accountant Tanudiredja. dan sebesar 51% (limapuluh satu persen) laba atau senilai Rp1.00 West Indonesia Time and payment was made on 15 June 2009.00 WIB dan dibayarkan pada tanggal 15 Juni 2009 .55 billion allocated to Partnership Program of 2010. termasuk menetapkan kondisi syarat-syarat penunjukkan termasuk namun tidak terbatas pada biaya pelaksanaan audit dimaksud.48 miliar yang berarti Rp532.Sebesar 2% (dua persen) laba bersih atau sejumlah Rp54. Wibisana & Partners.75 per saham sebagai dividen interim yang telah dibagikan pada tanggal 15 Desember 2009. Atas dividen final tersebut telah dibagikan sejumlah Rp153.14 miliar digunakan untuk cadangan wajib maupun cadangan lainnya dalam rangka pengembangan Perseroan.75 per saham.Pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menindak lanjuti pembayaran dividen sesuai ketentuan dan peraturan perundangan.AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit. . . .LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 202 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report .As final dividend payout amounting to Rp 1. and . yang berarti Rp 66. atau sekitar 45% laba bersih.Empowering the Board of Directors of the Company to act on dividend payment in accordance with the provisions of the laws and regulations.61 billion or Rp 66. An interim dividend totalling Rp 153. . Dividend was to be paid out to the shareholders recorded in the Company’s Shareholders Register on 1 June 2009 at 16.227.61 miliar. AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit.

. in accordance with Bapepam Regulation No.1 tentang Rencana dan Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham. Article 25 through Article 28 of Articles of Association. Pasal 10 sampai dengan Pasal 23. Pasal 25 sampai dengan Pasal 28 Anggaran Dasar Perseroan dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan yang telah disampaikan dalam RUPS. and to recompose the entire Articles of Association submitted to AGMS. COORDINATION BETWEEN BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORS Board of Commissioners and Board of Directors are two corporate organs responsible for the day-to-day management of the Company with differing duty and responsibility. • Ratifying the amendment to Article 4 through Article 10. Sriwijaya Post and Investor Daily.I. serta memberi wewenang dan kuasa kepada Direktur Utama Perseroan untuk membuat akta Pernyataan Keputusan Rapat tersendiri dalam rangka perubahan Anggaran Dasar ini serta melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk memperoleh pengesahan atas perubahan Anggaran Dasar ini. sesuai dengan Peraturan Bapepam No. HUBUNGAN SERTA KOORDINASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Dewan Komisaris dan Direksi adalah dua organ perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan seharihari. Tugas dan tanggung jawab masing-masing berbeda. but both should coordinate and work together to reach the corporate goal and long-term business continuity. The main duty of Board of Commissioners is to supervise and the Board of Directors to carry out GMS resolutions and manage the Company’s operations. Sriwijaya Post.IX. and authorizing and empowering President Director to draw up a separate deed of Minutes of Meeting in connection with these amendments. dan Investor Daily.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 203 Pengangkutan batubara di pelabuhan Tarahan • Menyetujui mengubah Pasal 4 sampai dengan Pasal 10. and to take any action required to obtain approval of the amendments. IX.1 on Planning and Convening GMS. dengan tugas utama Dewan Komisaris sebagai pengawas dan Direksi dengan tugas utama melaksanakan keputusan RUPS dan mengelola operasional namun keduanya harus senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dan kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang. AGMS results were sent to Bapepam and IDX on 25 June 2010 and advertised in Bisnis Indonesia.I. Article 10 through Article 23. Pengumuman hasil RUPS disampaikan pada tanggal 25 Juni 2010 ke Bapepam dan BEI serta diiklankan melalui surat kabar Bisnis Indonesia.

Agar rapat koordinasi ini dapat memberikan keputusan yang berkualitas. opportunities and strategic issues that need the Commissioners’ consent. pencapaian imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham dan perlindungan kepentingan pemangku kepentingan secara wajar. For that purpose. . tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai peraturan perundangundangan dan anggaran dasar. Keputusan rapat dibuat berdasarkan azas musyawarah untuk mufakat atau diambil berdasarkan suara terbanyak serta mengikat untuk dilaksanakan tindak lanjutnya. As such. jika ada anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan. Rapat ini adalah sebagai bentuk koordinasi dala rangka membahas laporanlaporan periodik Direksi dan memberikan tanggapan. For the joint meetings to arrive at high quality decisions. peluang usaha. Pada proses pengambilan suara. values and strategy of the Company. Dewan Komisaris dan Direksi bersepakat menjadikan beberapa sasaran pokok sebagai tolok ukur kinerja bersama. serta isu-isu strategis yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris. achievement of optimum shareholders return and reasonable protection of stakeholders interest. all agenda items are thoroughly prepared in advance. decisions of meetings are binding and made by deliberation to reach consensus or by majority votes. periodic meetings. tidak boleh ikut memberikan suara dan keterangan mengenai hal ini dicatat pada risalah rapat. keduanya harus memiliki kesamaan pandangan atas visi. Board of Commissioners and Board of Directors agree to make several targets serve as the yardstick by which concerted efforts are measured: enforcement of internal control and risk management. misi. Untuk itu. Kesepakatan penetapan tolok ukur ditujukan untuk menjaga agar tanggung jawab bersama dalam menjaga kesinambungan usaha Perseroan dapat terpenuhi sesuai azas akuntabilitas dan pertanggungjawaban dalam penerapan GCG. At these meetings they discuss business plans. Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa mengagendakan pertemuan berkala. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. both organs should share the same vision. maka seluruh agenda rapat senantiasa dipersiapkan dengan seksama. These meetings also serve as a forum for the Commissioners to review Directors’ periodic reports. Untuk menyatukan pandangan dan memutuskan suatu persoalan penting menyangkut kelangsungan usaha dan operasional perusahaan. any Commissioner who has conflict of interest should refrain from voting and this condition is recorded in the minutes of meeting. The yardstick is establlished to ensure that sustainable business development is reached in accordance with accountability and responsibility principles within GCG standards. responsibility and authority in accordance with the law. Selain itu.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 204 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Oleh karenanya Dewan Komisaris dan Direksi harus senantiasa saling menghormati tugas. During voting. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. operasional. Isu-isu strategis dan substantial bagi Perseroan yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris dibahas pada Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. Board of Commissioners and Board of Directors should mutually respect each other’s duty. Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Komisaris secara berkala. Dewan Komisaris senantiasa dijamin mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. mission. membahas berbagai agenda menyangkut rencana kerja. give their feedback and advice that are all recorded in minutes of meeting. catatan dan nasihat yang dituangkan dalam risalah rapat. In addition. nilai-nilai dan strategi Perseroan. Board of Commissioners and Board of Directors hold regular. To synchronize views and decisions over important matters associated with the Company’s operations and business growth. mencakup : pelaksanaan kontrol internal dan manajemen risiko dengan baik.

MSc Ir. Supriyadi Ir. authority. Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan mengadakan Rapat Gabungan sebanyak 14 (empat belas) kali.Eng Ir.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 205 Dewan Komisaris senantiasa mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. Sukrisno Dono Boestami. FIQ Ir. Heri Supriyanto Ir. Thamrin Sihite. Seluruh tata cara. MHum. right and code of ethics of Board of Commissioners and Board of Directors. SE. wewenang. In 2010. Sepanjang tahun 2010. Board of Commissioners and Board of Directors held 14 joint meetings. MSc. Sedangkan tingkat kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dapat dilihat pada rekapitulasi kehadiran rapat sebagai berikut. serta pengaturan rapat dan tata cara hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi. Abdul Latief Baky. with topics of discussion as described in the Board of Commissioners’ Report. hak. working guide and relationship between Board of Commissioners and Board of Directors are laid down in Board Manual. Tiendas Mangeka Ir. duty. Full and timely information on the Company’s latest condition is accesible to Board of Commissioners at all times. MA Ir. Ir. All procedures. etika Dewan Komisaris dan Direksi. dengan pokok-pokok bahasan sebagaimana diuraikan pada Laporan Dewan Komisaris. Milawarma. kewajiban. as well as meeting procedures and coordination of work between Board of Commissioners and Board of Directors.ME Suranto Soemarsono. specifying among others the responsibility. This Manual binds all members of Board of Commissioners and Board of Directors. Beberapa kesimpulan maupun keputusan yang ditetapkan melalui rapat gabungan Direksi dan Komisaris. Attendance of Board of Commissioners and Board of Directors at the meetings is shown below. pedoman kerja dan hubungan antara Dewan Komisaris dan ireksi telah ditetapkan dalam Board Manual. M. Drs. Pedoman ini mengikat setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan mencantumkan antara lain tanggung jawab. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. Mahbub Iskandar JABATAN TITLE Conclusion made and decision taken at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors covered: JUMLAH RAPAT (A) 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 KEHADIRAN (B) 14 14 12 13 13 14 12 14 14 14 13 (B:A) 100 100 86 93 93 100 86 100 100 100 93 Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Direktur Utama President Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director . mencakup diantaranya: NAMA NAME Dr.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

206

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

Bidang Pengelolaan Perusahaan • Menerapkan strategi produk blending yang terintegrasi dengan kegiatan pemasaran sebagai salah satu cara mengelola persediaan batubara yang berlebih. • Percepatan realisasi pembangunan PLTU Tanjung Enim 3x10 MW. • Pengurusan perpanjangan izin usaha penambangan (pengganti KP) atas wilayah Tambang Air Laya. • Penetapan kebijakan harga floating sesuai pasar, pada kontrak-kontrak penjualan. Bidang Tata Kelola • Kesepakatan rumusan dan besaran Gaji Direksi dan Honorarium Komisaris untuk diajukan dalam RUPS. • Persetujuan Komisaris atas usulan Direksi mengenai besaran Insentif Kinerja Karyawan. • Kesepakatan mengenai agenda RUPS dan tanggal pelaksanaan RUPS. • Kesepakatan penetapan parameter Key Performance

Management • Adopting product blending strategy that is integrated with marketing activity to manage excess supply of coal. • Accelerating the construction of Tanjung Enim TPP 3x 10 MW. • Processing the extension of mining licence to replace Mining Concession over Air Laya Mine. • Fixing floating price according to market price in sales contracts.

• •

Indicator/Indikator Kinerja Utama (KPI/IKU) sesuai dengan Permeneg No.2 tahun 2009. Termasuk dalam paramater tersebut adalah besaran total biaya per ton penjualan sebagai salah satu parameter kuantitatif yang dinilai dalam menentukan KPI Direksi. Penetapan butir-butir TOR Audit Kinerja yang akan dilaksanakan oleh KAP. Persetujuan pembagian besaran Dividen Interim tahun buku 2009, sebesar Rp66,75 persaham dan mekanisme pembagiannya, tanpa RUPS, sesuai dengan praktek yang pernah dilakukan sebelumnya.

Governance • Approving the formula and amount of Board of Directors’ salaries and Commissioners’ fees to be proposed at GMS. • Giving Commissioner’s approval for the employee incentives as proposed by Board of Directors. • Agreeing upon GMS agenda and date. • Agreeing upon the parameter of Key Performance Indicator (KPI) in accordance with State Minister Decree No.2 of 2009. The paramater includes the amount of total cost per ton sales as a quantitative parameter used to determine Board of Directors’ KPI. • Laying down Terms of Reference of Performance Audit to be conducted by Certified Public Accountant. • Approving interim dividend payout of Rp66,75 per share for 2009, and the payment mechanism, without GMS approval, according to previous practice.

DEWAN KOMISARIS
Tugas utama Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan secara umum atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberikan nasihat atas kebijakan Direksi dalam menjalankan kepengurusan Perseroan. Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional yang merupakan tugas Direksi. Kinerja Komisaris dievaluasi secara berkala minimal setahun sekali berdasarkan kriteria evaluasi kinerja yang diajukan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi kepada Dewan Komisaris. Evaluasi Kinerja Komisaris dilakukan oleh Pemegang Saham dalam RUPS. Hasil evaluasi kinerja Anggota Dewan Komisaris akan digunakan oleh RUPS dalam memberikan remunerasi serta sebagai salah satu indikator dalam pengangkatan kembali dan pemberhentian Anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan.

BOARD OF COMMISSIONERS
The primary duty of Board of Commissioners is to supervise in a general and specific sense in accordance with the Articles of Association and give counsel to the Board of Directors in managing the Company. Board of Commissioners is not to intervene in Board of Directors’ duty of making decisions over operational matters. The performance of Board of Commissioners is appraised periodically, minimum annually, by GMS according to performance appraisal criteria established by Nomination and Remuneration Committee. The evaluation result will be used as indicators by GMS in remunerating, appointing and terminating members of Board of Commissioners.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 207

Komposisi Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Lorem ipsum dolor Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. Supriyadi Ir. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. Ir. Thamrin Sihite,ME Suranto Soemarsono, SE, MA Ir. Abdul Latief Baky, MSc, MHum, FIQ Independency of Independent Commissioner Two of the Company’s five Commissioners are Independent Commissioners, representing 40% of the total members of Board of Commissioners, in accordance with the requirements of the law. Indonesia Stock Exchange Decision No. Kep-05/ BEJ/07-2004 regarding Regulation No. I-A on Share and Equity Securities Listing by Listed Companies requires that every public company have Independent Commissioners representing at least 30% of total number of Commissioners.

Independensi Komisaris Independen
Jumlah Komisaris Independen Perseroan adalah dua orang, dari total 5 orang anggota komisaris, atau 40%, yang berarti telah memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. Keputusan Bursa Efek Indonesia No Kep-05/BEJ/07-2004 tentang Peraturan Nomor I-A Tentang Pencatatan Saham Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat, dimana setiap perusahaan publik harus memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan dan tidak bekerja pada Pemerintah termasuk departemen, lembaga non departemen dan kemiliteran dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. Komisaris Independen tidak memiliki hubungan keluarga dengan seluruh anggota Direksi maupun anggota Komisaris sampai derajat ketiga. Salah seorang anggota Komisaris Independen memiliki latar belakang pendidikan di bidang keuangan, untuk menjamin kompetensi pengawasan bidang keuangan Perseroan. Adapun Komisaris Independen kedua mempunyai latar belakang Pertambangan Administrasi dan Hukum untuk menunjang tugas-tugas Dewan Komisaris. Dengan dipenuhinya seluruh syarat dasar tersebut Perseroan meyakini anggota komisaris independen akan mampu memberikan masukan dan pengawasan yang independen.

Independent Commissioners have no business association or affiliation with the Company and do not work for any of the state ministry, non-ministry or military within the past three years. Nor do they have family relationship with other members of Board of Commissioners or Board of Directors down to the third level. One of the Independent Commissioners has a financial education background and competence to supervise the finances of the Company. The second Independent Commissioner is knowledgable in mining business, administration and law to support the work of Board of Commissioners.

Having complied with all the basic requirements, the Company believes the Independent Commissioners are capable of acting independently in their counselling and supervising function.

Pemilihan Dewan Komisaris
Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan. Proses pemilihan dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali. Untuk menjamin profesionalisme dan integritas calon komisaris, diselenggarakan fit and proper test yang seksama. Proses fit and proper test dilakukan secara terbuka, guna menjamin calon komisaris yang bersangkutan bebas dari afiliasi maupun benturan kepentingan lainnya, dan terpenuhinya kepentingan pemegang saham minoritas secara wajar.

Nomination of Board of Commissioners
Members of Board of Commissioners are nominated and terminated by GMS through a transparent process. Nomination takes place once in every five years. To make sure of the candidates’ professionalism and integrity, a thorough fit and proper test is conducted openly, to see to it that the candidates are free from any affiliation or conflict of interest, and that the minority shareholders’ interests are honored.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

208

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

Untuk menjamin Independensi, Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan.
To ensure independency, besides compliance with the law with respect to their nomination, double function between Commissioners and Directors is not warranted.

Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris
Komisaris Perseroan memiliki tugas dan tanggung-jawab utama yang meliputi: • Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi. Melakukan pengawasan dan memberi nasihat yang diperlukan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP), Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) serta ketentuan anggaran dasar Perseroan dan keputusan RUPS, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Meneliti, menelaah dan menandatangani serta memberikan persetujuan atau pengesahan terhadap RKAP yang disiapkan Direksi, selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum dimulainya tahun anggaran. Meneliti dan menelaah laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas pengawasan yang telah dilakukan kepada RUPS. Melaksanakan kewajiban lainnya dalam rangka tugas pengawasan dan pemberian nasihat, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar, dan keputusan RUPS.

Duty and Responsibility of Board of Commissioners
The Board of Commissioners has the following primary task and responsibility: • Supervising the policy and function of managing the Company by Board of Directors and giving counsel to the Board of Directors.

Monitoring and directing the Board of Directors in complying with Corporate Long Term Plan, Work Program & Budget, provisions of Articles of Association, resolutions of GMS, and the prevailing laws and regulations, and in concert with the purpose and objective of the Company.

Examining, reviewing, signing and approving or ratifying Work Program & Budget prepared by Board of Directors, no later than 60 (sixty) days prior to the beginning of new accounting year. Examining and reviewing periodic and annual reports, and signing annual reports prepared by Board of Directors.

Submitting report on performance of its supervisory duty to GMS. Performing other supervising and counselling duties, provided they are in keeping with the law, Articles of Association and GMS resolutions.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 209

Wewenang Dewan Komisaris
Dalam menjalankan tugas-tugas seperti tersebut diatas, Dewan Komisaris memiliki wewenang diantaranya:

Authority of Board of Commissioners In the discharge of its duty, the Board of Commissioners is authorized to: • Examine books, letters, and other papers, check and verify cash and other commercial instruments, and other property of the Company.

Melihat buku-buku, surat-surat, serta dokumendokumen lainnya, memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharga dan memeriksa kekayaan Perseroan. Meminta penjelasan dari Direksi atau pejabat lain mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan Mengetahui kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan Direksi serta meminta Direksi dan pejabat lain di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri rapat Dewan Komisaris. Memberhentikan sementara Anggota Direksi sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Menggunakan tenaga ahli untuk hal tertentu dan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.

Request explanation from Board of Directors or other officials concerning any and all matters concerning the management of the Company. Be informed of the policy and actions of Board of Directors, request Board of Directors and other officials under the Board of Directors and with the knowledge of Board of Directors to attend Board of Commissioners meetings. Suspend members(s) of Board of Directors in accordance with the Articles of Association. Manage the Company under specific circumstances for a certain period of time as ruled by the Articles of Association. Employ experts for certain purposes and for a certain period of time in accordance with the Articles of Association.

Rapat Dewan Komisaris
Proses pengawasan terhadap kegiatan operasional Perseroan dilakukan melalui rapat-rapat, evaluasi laporan operasional

Board of Commissioners Meeting
Supervision of the Company’s operations is done through meetings, evaluation of monthly operating reports and

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

210

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

bulanan dan diskusi dengan komite-komite yang terkait sesuai dengan masalah yang perlu mendapat perhatian. Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan dengan ketentuan, diantaranya sebagai berikut: • Rapat Dewan Komisaris sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurangkurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Dewan Komisaris atau diwakili dalam rapat tersebut. Keputusan rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Apabila hal ini tidak tercapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. Setiap Anggota Dewan Komisaris berhak mengeluarkan 1 (satu) suara. Untuk pengambilan keputusan yang mengandung benturan kepentingan, anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan (jika ada) dilarang memberikan suara. Salinan risalah rapat Dewan Komisaris, termasuk dissenting opinion (jika ada) yang telah ditandatangani oleh seluruh peserta rapat yang hadir, wajib segera didistribusikan kepada seluruh Anggota Dewan Komisaris dan asli risalah dan daftar hadir rapat Dewan Komisaris, disimpan oleh Sekretaris Dewan Komisaris. Dewan Komisaris memiliki kewenangan untuk menanyakan tindak lanjut atas rekomendasi yang disampaikan dari hasil rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Dewan Komisaris dan rapat gabungan Dewan Komisaris-Direksi.

discussion with relevant committees according to the problems to be attended to. Board of Commissioners meeting is held under the following terms: • Board of Commissioners meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Commissioners or their proxies. Board of Commissioners meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. If no consensus is reached, decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total valid votes cast at the meeting. Each member of Board of Commissioners is entitled to cast one vote. When making decision over conflict of interest transactions, any Commissioner who has conflict of interest is not permitted to take part in the decision making process. Copies of minutes of Board of Commissioners meeting, including dissenting opinion (if any), that have been signed by all members present at the meeting, must be immediately distributed to all members of Board of Commissioners and the original copy of minutes and attendance list are kept by the Secretary to Board of Commissioners. Board of Commissioners is authorized to question the follow up of the recommendations made in the Board of Commissioners meetings and joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors.

Prosedur Penetapan dan Remunerasi Dewan Komisaris
Besaran remunerasi anggota Dewan Komisaris ditetapkan

Determination of Board of Commissioners’ Remuneration
The sum of Board of Commissioners’ remuneration is

Sesuai dengan kewenangannya, Dewan Komisaris akan mengawasi tindak lanjut atas pelaksanaan rekomendasi yang telah diberikan.
In accordance with its authority, the Board of Commissioners will supervise the follow up of its recommendations.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 211

setiap tahun dalam RUPS, didasarkan atas capaian kinerja Dewan Komisaris seusai hasil analisa dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi. Untuk menyusun dasar penetapan dan rekomendasi besaran remunerasi yang kredibel, KNR selalu melibatkan konsultan independen. Dengan dukungan database yang kuat dari survei pasar pada perusahaan sejenis dan sekelas Perseroan dan mempetimbangkan arahan KNR, konsultan independen menyusun beberapa faktor utama dalam mengusulkan besaran remunerasi Komisaris. Gambaran singkat prosedur penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagan berikut
Komite Nominasi & Remunerasi

determined annually at GMS, after taking into consideration the Board’s performance measured according to the analysis and recommendation of Nomination and Remuneration Committee. To fix a reasonable amount and make recommendation, NR Committee seeks the advise of an independent consultant. With the back-up of a reliable database, market survey in other companies of similar nature and equal level, and NR Committee recommendation, the independent consultant compile several major factors as a reference in fixing the amount of remuneration.

Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi

Konsultan Independen

Komite Nominasi & Remunerasi

Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Keberhasilan memitigasi risiko • ketersediaan waktu • Kompetensi dan pengalaman

Dewan Komisaris

Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi

Rapat Umum Pemegang Saham

Membahas dan menetapkan besaran honor dan tantiem anggota Dewan Komisaris

Honor dan Tantiem Dewan Komisaris

Besaran Remunerasi
Dewan Komisaris menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas honorarium, asuransi, tantiem serta fasilitas dan tunjangan lainnya. Remunerasi untuk Komisaris dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap Komisaris. Sesuai hasil RUPS tertanggal 21 April 2010, Komisaris Utama mendapat honorarium sebesar 50% dari gaji Direktur Utama,

Amount of Remuneration
Board of Commissioners receives routine and incidental remuneration consisting of honorarium, insurance, tantiem and other facilities and allowances. Remuneration paid to Commissioners may differ among them depending on their respective duty and responsibility. Remuneration of Board of Commissioners is proposed by NR Committee and resolved by GMS, and may differ among them

.270.000 1.666.5 miliar.. Adapun gambaran total remunerasi anggota Dewan Komisaris per tahun untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut.825.8 million per month and tantiem according to the Company’s financial condition.. the Board of Commissioners also offered their views and recommendations in various areas of the Company’s operations and other matters according to their job and responsibility as described below: .29 Mei 2008 jumlah Komisaris 6 orang termasuk 1 orang Komisaris utama . GMS held on 21 April 2010 decided that President Commissioner’s honorarium was 50% of President Directors’s salary.558.927.520.497. Pajak atas remunerasi Dewan Komisaris menjadi tanggungan masing-masing anggota Komisaris.154 1. Other Commissioners received 40% of President Director’s salary. untuk tahun buku 2010. dengan tingkat kehadiran masing-masing sebagai berikut..061. which were 21 internal Commissioners meetings and 14 joint meetings with the Directors. for accounting year 2010 President Commissioner and other Commissioners also received a number of allowances. depending on their respective duty and responsibility.252.920.5 billion.. .000. Komisaris Utama dan anggota komisaris juga menerima berbagai tunjangan. total remuneration for Board of Commissioners allocated for 2010 totalled Rp 9..359.236. Dengan jumlah Komisaris Utama adalah satu dan anggota Komisaris ada 4 (empat) maka total remunerasi untuk Dewan Komisaris yang dialokasikan oleh Perseroan pada tahun buku 2010 adalah sebesar Rp9.000 2. i.462 5.. In addition to honorarium. Total remuneration for 2009 and 2010 is given below: URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris TAHUN 2009 ORANG 1 4 5 HONOR (RP) 600.815.955.000 TUNJANGAN (RP) 395.000.8 juta per bulan dan sejumlah tantiem sesuai dengan kemampuan Perseroan.000.e.316.517.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak . Sepanjang tahun 2010 selain memberikan nasihat dan arahan dalam bentuk surat-menyurat kepada Direksi.170 TANTIEM (RP) 836.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 212 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report yakni sebesar Rp50 juta per bulan.964.801 9.e..600 1.635 2.920.. with the following attendance rate: Throughout 2010 besides giving advice and direction to the Board of Directors. Anggota Dewan Komisaris lainnya mendapat honorarium sebesar40% dari gaji Direktur Utama.377 3.538..264.906 URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris Note : .594. With one President Commissioner and four Commissioners. Rp 40 million per month.819.375 6.740 1.769.894 TAHUN 2010 ORANG 1 4 5 HONOR (RP) 600. i.000 1..Periode 1 Januari .939 TANTIEM (RP) 1.000.000 2. terdiri atas 21 kali pertemuan internal DK dan 14 kali rapat gabungan dengan Direksi.137. .328.339 1.791.111.451.769 4.230.330. yaitu sebesar Rp40 juta perbulan.000. at an average of Rp 27. .269.505.012 TOTAL (RP) 1. Selain honorarium.000. .368.Periode 30 Mei 2008 s/d 31 Desember 2010 jumlah Komisaris 5 orang termasuk 1 orang Komisaris utama Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris Selama tahun 2010 Dewan Komisaris menyelenggarakan total 35 pertemuan.. Taxes will be borne by each Commissioner individually.502.231 TOTAL (RP) 2. meliputi . Dewan Komisaris memberikan pandangan serta berbagai rekomendasi mencakup pengelolaan operasional maupun hal-hal lain sesuai tugas dan kewajibannya sebagaimana diuraikan sebagai berikut: Performance of Board of Commissioners Duty In 2010 Board of Commissioners held 35 meetings.615.000 TUNJANGAN (RP) 379. Rp 50 million per month.531 7. dengan rata-rata sebesar Rp27...520.369 7..811.

Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. • Board of Directors was reminded to maintain a good cash position and to make fund placement in safe and promising instruments. Board of Directors was advised to focus on improving the Company’s business performance. Direksi diminta memfokuskan upaya perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan . Board of Directors had to communicate more intensively with PT Kereta Api Indonesia (PTKA) to allow bigger increase in accordance with Coal Transportation Agreement (CTA). Considering the 2010 small increase (3%) of existing railway loading capacity. sesuai Board of Commissioners Recommendation Finance • Board of Directors was requested to pay special attention to subsidiaries considering the latter’s mediocre performance in 2010. • Untuk meningkatkan kinerja perusahaan. • • Besaran remunerasi diusulkan oleh KNR. khususnya dalam perolehan tingkat laba. dan melakukan penempatan dana pada instrument keuangan yang baik dan aman bagi Perseroan. MA Ir. diputuskan dalam RUPS dan dapat berbeda antara masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan beban tugas serta tanggung jawabnya. • To step up profitability. agar peningkatan daya angkut kereta api di tahun-tahun mendatang lebih substansial.ME Suranto Soemarsono. Abdul Latief Baky. SE. MSc.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 213 NAMA Dr. MHum. Thamrin Sihite. Ir. Supriyadi Ir. Production • Board of Directors was advised to promote coal production to the level targetted in 2010 Work Program and Budget. FIQ JABATAN Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen JUMLAH RAPAT (A) 21 21 21 21 21 KEHADIRAN (B) 21 20 20 21 21 (B:A) 100 95 95 100 100 Rekomendasi Dewan Komisaris Bidang Keuangan • Pada rapat-rapat Dewan Komisaris dengan Direksi. • Direksi diingatkan untuk menjaga arus kas Perseroan agar senantiasa dalam posisi yang baik. Mengingat peningkatan daya angkut kereta api dari jalur eksisting pada tahun 2010 masih rendah (hanya naik 3%) Direksi diminta agar menjalin komunikasi lebih intensif dengan PT KAI. kepada Direksi diminta untuk lebih memperhatikan investasinya di anak-anak perusahaan mengingat kinerja anak perusahaan yang kurang baik pada tahun 2010 ini. Produksi • Terkait dengan pencapaian produksi. . Dewan Komisaris meminta agar produksi batubara Perseroan terus ditingkatkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2010.

Dewan Komisaris memandang perlunya dilakukan audit Kinerja pada seluruh anak perusahaan dan proyek kerjasama dengan membentuk Risk Management • In line with GMS recommendation. Board of Directors was advised to heed the input from marketing unit and monitor coal supply using the integrated IT system to ensure a well managed supply and market penetration. It was recommended that production efficiency be enhanced to support improved overall performance of the Company. This will be discussed further at joint meetings and CAC is expected to report periodically. economic and environmental aspects. especially the development of Tarahan port facility that required a substantial investment. with the authorities’ permits. • Pengelolaan Risiko • Sesuai amanat RUPS. telah menetapkan batasan besaran . mendapatkan izin dari instansi terkait sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Direksi diminta untuk lebih memperhatikan upaya penyelarasan masukan dari aktivitas pemasaran dan produksi sehingga dapat mulai dan dapat memonitor pergerakan persediaan batubara melalui sistem IT terintegrasi. Board of Commissioners supported a marketing strategy that prioritized long-term sales contracts. It is suggested to insert a clause on periodic review of selling price in accordance with common practice and the law. especially export market. • • • • To step up production. Termasuk dalam hal ini antara lain adalah pengembangan sarana pelabuhan Tarahan yang membutuhkan biaya investasi cukup besar. namun juga tetap mengingatkan agar dalam kontrak penjualan tersebut. dicantumkan klausul peninjauan harga jual secara periodik dengan acuan harga sesuai praktek praktik yang lazim dan sesuai peraturan perundangan. CAC diharuskan memberikan laporan secara berkala. terutama baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dengan Direksi dalam forum rapat gabungan. Dewan Komisaris merekomendasikan dilakukannya studi kelayakan pada proyek-proyek pengembangan prasarana produksi Perseroan. dan lingkungan yang memenuhi syarat kelayakan. Terkait dengan peningkatan produksi. Direksi diminta mempersiapkan SDM Perseroan agar memiliki kemampuan kerja yang terus meningkat diiringi dengan komposisi biaya per ton yang lebih baik dari dibandingkan dengan mitra kontraktor penambangan. In production planning. Dewan Komisaris. Board of Commissioners recommended that a feasibility study be conducted covering technical. Dalam merencanakan produksi. • Corrective Action Committee (CAC). Dewan Komisaris mendukung dapat memahami strategi pemasaran yang mengedepankan pelaksanaan kontrak jangka panjang. Board of Directors was requested to upgrade the personnel’s competence to reach a better composition of cost per ton than other mining contractors. Pemasaran • Direksi diminta lebih meningkatkan kegiatan pemasaran dan perluasan target market pemasaranpasar. Dewan Komisaris merekomendasikan agar program efisiensi dalam kegiatan produksi dilanjutkannya dan ditingkatkannya penerapan program efisiensi dalam kegiatan produksi agar memberikan hasil akhir meningkatnya sehingga kinerja Perseroan yang menjadi semakin baik di masa mendatang. Dalam pengembangan prasarana produksi Perseroan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 214 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • • kesepakatan dalam Coal Transportation Agreement (CTA). ekonomis. Board of Commissioners saw the need to install Corrective Action Committee (CAC) to audit the performance of all subsidiaries and joint venture projects. Marketing Board of Directors was requested to boost marketing and expand target market. In developing production infrastructure. meliputi aspek teknis.

Selain itu disarankan juga perusahaan membuat penilaian terhadap mitra kerjasama secara komprehensif guna memperoleh mitra strategis yang baik. Board of Directors should seek Board of Commissioners’ approval. recruitment and outsourcing policy. Begitu juga dengan studi kelayakan kokas. Sehubungan dengan keikutsertaan perseroan dalam beberapa proses tender IPP. • With regard to new product development. the Company’s participation in IPP tender should first be approved by Board of Commissioners. selain itu terkait dengan harga jual listrik dapat ditetapkan secara paralel dan biaya investasi maksimum sesuai dengan owner estimate (OE) sehingga kelayakannya secara finansial dan hukum tetap terjamin. seperti di Riau. Madura and South Sumatra. If the value is substantial. Dewan Komisaris merekomendasikan dalam pelaksanaannya mengikuti kaidah-kaidah bisnis yang berlaku dan selanjutnya agar melakukan evaluasi yang lebih komprehensif. Sehubungan dengan relatif besarnya nilai investasi yang akan dikeluarkan. Board of Directors was asked to report the mechanism of non-routine goods and services procurement. Human Resource • Board of Commissioners recommended the write-up of Corporate Long Term Plan and that human resource development be adjusted to this long term plan. sesuai dengan mekanisme dimaksud harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris. Dewan Komisaris mengingatkan Direksi untuk memberikan perhatian lebih pada penyusunan grand design dan strategi pengembangan SDM. Dewan Komisaris meminta Direksi untuk mencermati perlu tidaknya melakukan studi kelayakan coal gasification mengingat keandalan teknologinya belum terjamin. more comprehensive studies be made. and business partners be carefully selected to have good strategic partners. Board of Commissioners recommended that common business practices be observed. kepersertaan Perseroan dalam tender IPP harus disertai dengan persetujuan Dewan Komisaris terlebih dahulu. Board of Commissioners reminded Board of Directors to devise a human resource grand design and development strategy. Also. Dewan Komisaris juga meminta Direksi memberitahukan mekanisme pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin). Board of Commissioners requested Board of Directors to reconsider its plan to conduct a feasibility study for Coal Gasification considering the reliability of the technology is not proven yet. Madura dan Sumatera Selatan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 215 • investasi dalam rangka kerjasama operasi yang harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris adalah sebesar US$1 juta. • • Pengembangan Usaha • Dewan Komisaris menyetujui investasi PLTU Peranap 2x10 MW yang dalam pelaksanaannya agar tetap memperhatikan upaya-upaya yang terintegrasi. particularly in terms of pension plan. • In connection with the Company’s participation in several tenders for Independent Power Plant. Jika nilainya substansial. program rekrutmen dan outsorcing pegawai yang harus jelas dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. terutama penyusunan kerangka kebijakan pensiun. as further studies would be necessary to discover if the Company’s coal is suitable to be processed into coke. • Considering the relatively massive investment involved. Sehubungan dengan rencana kerjasama Proyek • • • Business Development • Board of Commissioners agreed to invest in Peranap Thermal Power Plant (TPP) 2x10 MW. which should be clear and compliant with the law. the feasibility study for coke production. • Board of Commissioners requested Board of Directors to make a more in-depth study of the Tanjung Api-Api • . • • Board of Commissioners has determined the size of investment in joint operations requiring Commissioners’ approval to be US$ 1 million. Sumber Daya Manusia • Dewan Komisaris merekomendasikan penyusunan RJPP untuk pengembangan SDM Perseroan yang selaras dengan penerapan RJPP pengembangan Perseroan. Electricity selling price should be parallel to maximum investment cost according to owner estimate (OE) to ensure financial feasibility and regulatory compliance. Untuk pengembangan produk baru. karena masih diperlukan beberapa studi untuk memastikan kecocokan batubara PTBA untuk dapat dijadikan kokas. such as IPP in Riau.

Kemampuan Vvolume angkut PT KAI harus benar-benar diperhatikan dalam penyusunan RKAP. 2/MBU/2009 tanggal 2009. harus juga berpedoman pada Permen BUMN No. Dewan Komisaris memberikan catatan perlu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban Dekom dengan Direksi dalam Board Manual tersebut. draft terkait terlebih dahulu disampaikan dan dibahas bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi. Board of Commissioners asked Board of Directors to closely follow up PTKA’s commitment to increase railway loading capacity. Loading volume should be included in writing up Work Program and Budget. 2/MBU/2009 of 2009 should be observed. established GCG Committee apart from • • • • .Restructure PT BAP. . Tata Kelola • Dewan Komisaris meminta peninjauan kembali SK Direksi No 002/Int-0100/PG.04/2010 tentang Ketentuan Fasilitas/Tunjangan Direksi dan Komisaris PTBA yang masih kurang tepat. To reinforce the implementation of GCG practice. Dalam rangka penguatan penerapan praktek GCG Dewan Komisaris melakukan pergantian anggota Komite Risiko Performance and Management of Subsidiaries • Board of Commissioners was of the opinion that the performance of subsidiaries could be enhanced.Restrukturisasi menyeluruh atas Unit Pengusahaan Briket. in keeping with good corporate governance principles and the legislations. Prior to signing and enacting the Manual. Namun sebelum peresmian dan penanda-tanganan. 002/Int-0100/PG. Dewan Komisaris mendukung pengkajian dan penyusunan Board Manual terbaru yang disusun dengan bantuan konsultan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 216 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Tanjung Api-Api. Therefore. .Melakukan monitoring kinerja PT IPC secara lebih ketat mengingat kinerjanya yang tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan semula. the draft will be deliberated by Board of Commissioners and Board of Directors. . termasuk pelaksanaan opsi pelepasan cabang unit usaha yang prospeknya kurang bagus dan mengalami kerugian terus-menerus. Governance • Board of Commissioners requested that Board of Directors Decision No. Kinerja dan Pengelolaan Anak Perusahaan • Dewan Komisaris menilai bahwa kinerja anak-anak perusahaan dan unit usaha PT BA harus ditingkatkan dan merekomendasikan kepada Direksi agar untuk masingmasing anak usaha dilakukan langkah penanganan spesifik.Conduct an overall restructuring of Briquette Business Unit (BU).04/2010 on Facilities/Allowances of Board of Directors and Board of Commissioners be reviewed as it is considered inappropriate. . . considering its production output was low and operating loss continued to accumulate. Board of Commissioners endorsed the newly revised Board Manual with the help of a consultant. Dewan Komisaris meminta Direksi agar melakukan kajian komprehensif atas kerjasama investasi ataupun keterlibatan PTBA yang akan diajukan sesuai dengan prinsip good corporate governance serta peraturan perundangan yang berlaku. .Restrukturisasi usaha PT BAP.Pengambilan keputusan yang lebih tegas atas status UP Ombilin. Board of Commissioners noted there should be equilibrium between Board of Commissioners and Board of Directors in terms of duty and responsibility in Board Manual. • joint project. Dewan Komisaris juga meminta agar Direksi betulbetul memperhatikan komitmen peningkatan angkutan batubara dengan kereta dari PT KAI. and exercising the option of releasing less potential and continuously losing business units. Board of Commissioners replaced members of Business Risk Committee. Board of Commissioners made the following recommendation to Board of Directors: . mengingat realisasi dan rencana produksi yang rendah dan akumulasi kerugian operasional yang terus terjadi. SOE Minister Regulation No.Monitor IPC more closely as its performance was not in concert with what was originally planned. Dalam hal ini.Make a more adamant decision on the status of Ombilin Mining Unit. yaitu: .

CAC works under and reports to Board of Commissioners. Corporate Social Responsibility • In formulating and implementing corporate social responsibility program. so that Partnership and Community Development Program may achieve optimum results. diketuai anggota Direksi. For the purpose of supporting human resource management and development. membentuk Komite GCG tersendiri. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dewan Komisaris menyetujui RKAP 2011 dengan Others • In connection with the planned assignment of the Company’s assets in Palembang to PDAM (Regional Water Company). untuk memperkuat pengembangan dan pengelolaan SDM. Nomination and Remuneration Committee was reinforced and converted into Nomination. CAC telah melaksanakan tugasnya dengan pengawasan dan arahan Dewan Komisaris dan saat ini CAC telah diminta laporannya oleh Dewan Komisaris. Dewan Komisaris telah membentuk Corrective Action Committee (CAC). sehingga dampak pelaksanaan program PKBL menjadi optimal Nomination and Remuneration Committee starting from 1 August 2010. Dewan Komisaris memperkuat susunan Konarba dan merubah namanya menjadi Komite Nominasi. Sehubungan dengan pelaksanaan audit kinerja atas anak perusahaan dan proyek kerjasama. Assignment of asset should be in line with the term of agreement entered into with PDAM. Dewan Komisaris memandang perlu dilakukannya kajian dari segi hukum. Lain-lain • Sehubungan dengan rencana pengalihan aset Perseroan di Palembang kepada PDAM. Remuneration and Human Resource Development Committee. Board of Commissioners deemed it necessary to study the case from legal point of view. Selain itu. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan • Dalam menyusun dan melaksanakan program tanggung jawab sosial. as advised by GMS. Dewan Komisaris berpendapat agar pengalihan aset sesuai dengan masa berlaku perjanjian dengan PDAM sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sebagaimana diamanatkan oleh RUPS. Direksi diminta memperhatikan kebutuhan serta melibatkan masyarakat sekitar. To conduct performance audit on subsidiaries and joint venture projects. Board of Directors should involve the local community and consider their nneds. Board of Commissioners approved the 2011 Work Program and Budget with a few notes. Board of Commissioners set up Corrective Action Committee (CAC) headed by a Director. terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 217 Usaha. • • • • . yang terpisah dari Komite Nominasi dan Remunerasi. atau Konarba dan PSDM.

Drs. DIREKSI Direksi bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola Perseroan agar seluruh sumber daya berfungsi secara maksimal. mempersiapkan dan mensukseskan pelaksanaan RUPS yang diselenggarakan pada 21 April 2010. seluruh calon Direksi menjalani fit and proper test secara terbuka. Board of Commissioners reorganized the correspondence and filing sysem with the aid of a consultant.Eng Ir. Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambi keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. Members are elected and nominated by GMS for a term of five years. Members of Board of Directors including President Director are on an equal footing.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 218 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • beberapa catatan. To ensure they have the approriate integrity and qualification for their respective fields. preparing and organizing 2010 GMS that was held on 21 April 2010. Heri Supriyanto Ir. Board of Directors members perform and make decisions according to their respective duty and authority but the performance of each member remains the Board’s collective responsibility. Milawarma. Untuk memastikan integritas dan profesionalitas di bidangnya. Tiendas Mangeka Ir. Batu Kajang. Persoalan tersebut adalah persoalan Pemerintah. 75/1996 on Basic Provision of Coal Mining Agreement article 9 clause (2). dengan bantuan konsultan. untuk masa jabatan 5 tahun. Dewan Komisaris juga telah melakukan pembenahan mekanisme Tata Laksana Surat dan Kearsipan (TLSK). namun pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. M. profitability is increased and corporate value is enhanced. profitabilitas operasional meningkat dengan hasil akhir naiknya nilai Perseroan secara berkesinambungan. • • • Board of Commissioners was actively involved in compiling agenda. Anggota Direksi dipilih dan diangkat melalui RUPS. The duty of President Director is coordinating all members in the performance of their duty. Board of Commissioners believes that the Company is not accountable to handle the complaints of Taka Paser Community. this being the Government’s problem as stipulated by Presidential Decree No. Komposisi Direksi saat ini terdiri atas seorang Direktur Utama dan 5 (lima) orang Direktur dengan susunan sebagai berikut: BOARD OF DIRECTORS Board of Directors is collectively in charge of and responsible for managing the Company to ensure all resources are employed to the maximum. Batu Kajang. Mahbub Iskandar . Sukrisno Dono Boestami. Masing-masing anggota Direksi termasuk Direktur Utama memiliki kedudukan setara dengan tugas Direktur Utama adalah mengkordinasikan kegiatan seluruh kegiatan anggota Direksi. sesuai dengan Keppres Nomor 75 Tahun 1996 tentang Ketentuan Pokok Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara: pada pasal 9 ayat (2). MSc Ir. Dewan Komisaris berpendapat bahwa Perseroan tidak memiliki kewajiban apapun atas pengaduan Masyarakat Adat Taka Paser. Dewan Komisaris terlibat aktif dalam merumuskan agenda. The current Board of Directors is composed of one President Director and five Directors as follows: Komposisi Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Direktur Utama President Director Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Pengembangan Usaha Direktur Niaga Direktur SDM & Umum Ir. all candidates must take fit and proper tests openly.

caring for minority shareholders’ fair interest and possessing clear work system and work charter. Antar seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris tidak ada hubungan kekeluargaan hingga tingkat ke tiga. mission and values. Formation of internal audit unit. To maintain their independency Board of Commissioners and Board of Directors have no family relationship down to the third level. managing resources effectively and efficiently. Menyusun satuan pengendalian internal. Timely preparation of Work Program and Budget and its revisions for Board of Commissioners’ approval in Board of Commissioners meeting no later than 60 days before the beginning of new accounting year. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Tugas dan tanggung jawab utama Direksi adalah mengelola Perseroan demi mencapai tujuan pendirian perusahaan dengan efektif. Direksi Perseroan menjalan tugas secara independen juga berarti tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional Direksi yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan Anggaran Dasar PTBA. as well as write-up and implementation of corporate social responsibility program. efektif. program jangka pendek maupun panjang. Menyiapkan pada waktunya RKAP dan perubahannya kepada Dewan Komisaris untuk mendapatkan pengesahan pada rapat Dewan Komisaris selambatlambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum tahun anggaran dimulai. mengendalikan sumber daya secara efektif dan efisien. Rincian tugas dan tanggung jawab Direksi meliputi: • Menyusun visi. Untuk menjaga independensi tersebut. Sikap dan tindakan independen mengandung arti tidak ada kepentingan ataupun benturan kepentingan yang mungkin dapat mengganggu kemampuan setiap anggota Direksi untuk melaksanakan tugasnya secara mendiri dan memikirkan setiap langkah secara kritis.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 219 Independensi Direksi Komposisi Direksi Perseroan ditetapkan dengan seksama agar senantiasa dapat melakukan pengambilan keputusan secara cepat. correct. vertically as well as horizontally. misi dan nilai-nilai perusahaan. memperhatikan kepentingan minority shareholder secara wajar dan memiliki tata kerja dan pedoman kerja (charter) yang jelas. Memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan atau yang diminta Anggota Dewan Komisaris. Menyusun dan melaksanakan manajemen risiko yang mencakup seluruh aspek operasional Perseroan. tepat. Independent attitude and action suggest there is no conflict of interest that may interfere with the Directors’ ability to act independently and be critical in considering every step they take. baik secara garis lurus maupun kesamping. short and long term programs. and the risks and conditions are weighed independently. • • • • • • • • . The duty and responsibility include the following activities: • Formulation of corporate vision. efisien dan memberikan nilai optimal kepada para pemangku kepentingan. ensuring smooth internal or inter-departmental and external communication with stakeholders. responsif pada setiap kondisi operasional dan mempertimbangkan segala risiko dan situasi secara independen. Independency of Board of Directors Composition of Board of Directors is carefully set up to ensure timely. Duty and Responsibility of Board of Directors The duty and responsibility of Board of Directors are managing the Company to achieve the main objective of the Company in an effetive and efficient manner to maximize stakeholders’ return. responsive decisions are taken in any situation. memastikan kelancaran komunikasi internal atau antar bagian dan eksternal dengan pemangku kepentingan serta menyusun dan melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan.Performing independently means there is no outside intervention influencing the Board’s judgement that may sway them from the law and Articles of Association. The independent stance of Board of Directors means there is no outside intervention that may influence their judgement as required by the law and Articles of Association. effective. Write-up and implementation of risk management covering all aspects of the Company’s operations. Explanation of anything questioned or requested by members of Board of Commissioners.

sasaran usaha. kebijakan dan program kerja yang ditetapkan. komunikasi. Mengarahkan. strategi. Writing up Long Term Plan to be signed jointly with Commissioners and ratified by GMS. Setting general policy of Internal Control System and taking further action in response to audit findings reported by Internal Audit Unit. mission. agar seluruh kegiatan berjalan sesuai visi. business target. policy and work program. developing and devising overall management strategy. communication. • • • • • • • • . accompanied by all supporting documents including financial reports as set forth in the Law concerning Corporate Documents. Directing. Preparing Work Program & Budget being the annual elaboration of Long Term Plan. lengkap dengan seluruh dokumen-dokumen yang menyertai-nya termasuk dokumen keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang dokumen Perusahaan • Writing annual report that serves as accountability report of their performance in managing the Company.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 220 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance Independensi Direksi berarti juga tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional yang dilakukan sesuai peraturan perundangan dan Anggaran Dasar Perseroan. coordinating all functions of internal audit. Sedangkan tugas dan tanggung jawab masing-masing Direktur secara spesifik adalah sebagai berikut: Direktur Utama • Bertugas untuk mengkordinir anggota Direksi lainnya. strategy. Menyiapkan Rencana Jangka Panjang (RJP) yang ditandatangani bersama dengan Komisaris untuk disahkan RUPS. misi. memastikan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi serta mengkordinir manajemen risiko dan pengembangan perusahaan. in order that all activities are in line with the Company’s vision. While the duty and responsibility of each Director specifically are as follows: President Director • Coordinating all other members of Board of Directors. Bertanggung jawab untuk menyelaraskan seluruh inisiatif internal Perseroan dan memastikan terjadinya peningkatan kemampuan bersaing Perseroan. Aligning all internal initiatives of the Company and ascertaining the Company’s improved competitiveness. mengembangkan dan menetapkan strategi pengelolaan Perseroan secara menyeluruh. ensuring compliance with the laws and regulations and coordinating risk management and business development. mengkordinasikan tugas operasional di bidang audit internal. Menyiapkan kebijakan umum Sistem Pengendalian Internal dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas laporan hasil pemeriksaan yang dibuat oleh Satuan Pengawasan Internal. • Membuat laporan tahunan sebagai wujud pertanggungjawaban atas kepengurusan Perseroan. Menyiapkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan yang merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Jangka Panjang.

Environment Units. Budget and Accounting Divisions. Distribution and Transportation Units. keselamatan kerja. bidang teknik. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. Funding and Information Technology Work Units. Bertanggung-jawab untuk melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Perencanaan Korporat dan Pengembangan. Engineering. Work Safety. Tarahan Port Unit. Treasury. mengendalikan dan mengevaluasi tugas operasional di bidang keuangan. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. Responsible for Sales. and marketing development. Unit Pelabuhan Tarahan. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Akuntansi dan Anggaran. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Analisis Evaluasi Optimasi Produksi serta Penanganan dan Angkutan Batubara. as well as optimum purchase of goods. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. controlling and evaluating the work of Coal Mining. Perbendaharaan dan Pendanaan serta Teknologi Informasi. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. • • • • . Developing operating units which are Tanjung Enim Mining Unit. Bertanggung jawab atas pengembangan dan perluasan pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan Commerce Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. Kertapati Pier Unit and Ombilin Mining Unit. efficiency of coal supply management and transportation. income growth. • • • • Direktur Pengembangan Usaha • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. Finance Director • Coordinating. Providing guidance to Production Optimization Evaluation Analysis Work Unit and Coal Handling and Transporting Work Unit. Responsible for nurturing Corporate Planning and Developemt Work Unit. Budget. and developing mining and production efficiency program. Business Development Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. • • Direktur Niaga • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Bertanggung jawab dalam meningkatkan nilai Perseroan (corporate value) melalui pengelolaan dana dan manajemen risiko. Providing guidance to Accounting. lingkungan serta mengembangkan program efisiensi proses penambangan maupun produksi secara berkelanjutan. Operations/Production Director • Coordinating. at the same time securing funds required for business development. • • • • Direktur Operasi / Produksi • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. Unit Dermaga Kertapati dan Unit Pertambangan Ombilin. Promoting corporate value through fund management and risk management. mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas operasional bidang penambangan batubara. akuntansi. sekaligus memastikan penyediaan pendanaan bagi pengembangan perusahaan. Melakukan pembinaan unit-unit operasional yang terdiri dari Unit Pertambangan Tanjung Enim.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 221 Direktur Keuangan • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. anggaran. controlling and evaluating the work of the Finance.

recommending remuneration package and consideration. • • • • Prosedur Penetapan dan Remunerasi Direksi Perseroan menetapkan besaran remunerasi anggota Direksi berdasarkan keseimbangan antara tugas dan tanggungjawab serta kinerja.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 222 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance • • upaya profitisasi unit-unit bisnis. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. tanggungjawab dan kinerja masing-masing. lengkap Determination of Board of Directors’ Remuneration The Company determines the amount of Board of Directors’ remuneration commensurate with their duty. Responsible for Sales. menyusun kriteria dasar penetapan honorarium. Human Resource and General Affairs Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. NR Committee recommends remuneration package and consideration to Board of Commissioners. conducts survey in similar industry. Nurturing Briquette Business Unit. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. Good Corporate Governance . Distribution and Transportation Units. Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memperluas pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan upaya profitisasi unit-unit bisnis. responsibility and performance. income growth. efficiency of coal supply management and transportation. Independent consultant works out remuneration formula. Prosedur ringkas penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut: • Komite Remunerasi dan Nominasi meminta konsultan independen melakukan kajian remunerasi bagi anggota Direksi.tuan Kerja Pemasaran Batubara dan Logistik Melakukan pembinaan terhadap Unit Pengusahaan Briket • • Fostering Coal Marketing and Logistics Work Units. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. • • • Remunerasi Anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keseimbangan TATA KELOLA PERUSAHAAN antara besarnya tugas. melakukan survey remunerasi pada industri sejenis. and marketing development. Konsultan Independen. as well as optimum purchase of goods. Melakukan pembinaan terhadap Satuan . serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. menyusun rekomendasi usulan remunerasi lengkap dengan dasar pertimbangannya. Brief procedure of fixing Board of Directors’ remuneration is as follows: • • NR Committee consults an independent consultant for making remuneration analysis. Komite Remunerasi dan Nominasi menyusun rekomendasi remunerasi bagi anggota Direksi.

RUPS melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan keputusan mengenai fasilitas dan/ atau tunjangan anggota Direksi. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Tugas dan tanggung jawab • KPI Direksi • Kompensasi dan pengalaman • Kemampuan/Kesehatan Perusahaan Rapat Umum Pemegang Saham Membahas. menetapkan dan memberi wewenang Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji dan tantiem Direksi Dewan Komisaris Menetapkan besaran gaji dan tantiem anggota Direksi sesuai mandat RUPS Gaji dan Tantiem Anggota Direksi . GMS determines Board of Directors’ remuneration. • • • Board of Commissioners discuses NR Committee’s proposal to be subsequently submitted to GMS. Komite Nominasi & Remunerasi Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi Konsultan Independen Komite Nominasi & Remunerasi Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Dewan Komisaris Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. Dewan Komisaris membahas usulan Komite Remunerasi dan Nominasi. kepada Dewan Komisaris. menetapkan beberapa usulan termasuk daar pertimbangan. RUPS menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi. Bagan ringkas prosedur penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut. untuk diputuskan pada RUPS.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 223 • • • dengan dasar pertimbangannya. GMS authorizes Board of Commissioners to execute GMS resolution regarding Board of Directors’ remuneration.

.e.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak ...527.. Sesuai hasil RUPS tetanggal 21 April 2010.538 11.. Besaran fasilitas dan tunjangan Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris atas usulan Direksi.. In addition to salary.208 TANTIEM (Rp) 1. yaitu sebesar Rp90..722 3... Taxes will be borne by each Director individually. total earnings and total remuneration.. sedangkan tunjangan untuk anggota Direktur adalah sebesar 85% dari tunjangan Direktur Utama.537. total cash. .947 24. Board of Directors receives routine and incidental remuneration consisting of annual gross base salary (honorarium for Board of Commissioners).916.240.746 TANTIEM (Rp) 2..860 19. plus other facilities and allowances as recommended by NR Committee.146 3.380. Remuneration paid to Directors may differ among them depending on their respective duty and responsibility.937..461.9 billion.590 TAHUN 2010 TUNJANGAN (Rp) 835..394.9 juta perbulan. Direktur Utama mendapat gaji sebesar Rp100.538.9 million per month.024 4.288.......000 5...444 2.424.236. comprising .538.204.199. Direktur Utama mendapat tunjangan total Rp69....958. Tabel remunerasi yang diterima oleh Direksi untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut.. Dengan jumlah Direktur Utama adalah satu dan anggota Direksi ada 5 (lima) maka total Remunerasi Direksi yang dialokasikan oleh Perseroan untuk tahun buku 2010 adalah sebesar Rp24...9 miliar.624...4 million per month.198. terdiri dari .221..977... i.714 15.440.380. President Director’s allowance amounted to Rp69.625.240..LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 224 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Direksi menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas annual gross base salary (honorarium untuk Dewan Komisaris). total earnings dan total remuneration serta fasilitas dan tunjangan lain yang jumlahnya direkomendasikan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi.. for accounting year 2010 President Director and other Directors also received a range of facilities and allowances. Direktur Utama dan anggota Direksi juga menerima berbagai fasilitas dan tunjangan. total remuneration for Board of Directors allocated for 2010 totalled Rp 24. GMS held on 21 April 2010 decided that President Director’s salary was Rp100. total cash.719.590.800. URAIAN ORANG Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi URAIAN ORANG Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi 1 5 6 GAJI (Rp) 1.. Rp58.035. On top of salaries and allowances.000 1 5 6 GAJI (Rp) 1. The amount of facilities and allowances is determined by Board of Commissioners based on Board of Directors’ proposal.440. while Director’s allowance was 85% of President Director’s. i..000 5.462 TOTAL (Rp) 4.6 million per month.923 13.800...574 Note : .000 With one President Director and five Directors.270 7..624. Selain gaji dan tunjangan Direksi mendapatkan tantiem yang besarnya ditetapkan melalui RUPS.419..672. and other Directors received 90% of President Director’s salary. Total remuneration of Board of Directors for 2009 and 2010 is given below: TAHUN 2009 TUNJANGAN (Rp) 547.4 million per month.404...464.955. yakni sebesar Rp58.419.e. Selain gaji.4 juta per bulan.577..000 6..013.864.961.372. sedangkan gaji Direktur lainnya rata-rata sebesar 90% dari gaji Direktur Utama.4 juta perbulan.260 20. sesuai dengan kemampuan Perseroan.984 TOTAL (Rp) 3..466. Rp 90.. Jumlah total remunerasi yang diterima oleh anggota Dewan Komisaris dilaporkan oleh Perseroan dalam RUPS. Pajak atas remunerasi Direksi menjadi tanggungan masing-masing anggota Direksi. taking into consideration the Company’s financial strength.423. Remunerasi Direksi dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap anggota Direksi..000 6.6 juta perbulan.076.. Directors received tantiem at an amount to be decided by GMS...714 9.204. untuk tahun buku 2010. ..

maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. Each member of Board of Directors is entitled to cast one vote. Copies of minutes of Board of Directors meeting must be submitted to Board of Commissioners no later than the next workday after the meeting is held. . . Selama tahun 2010. manajemen stock dan penanganan batubara dari site sampai ke stockpile pelabuhan. The rules of making other decisions in Board of Directors meeting are basically the same as those applied to Board of Commissioners meeting. In 2010. . Salinan dari risalah rapat Direksi disampaikan kepada Dewan Komisaris selambat-lambatnya pada hari kerja berikutnya setelah Rapat Direksi diselenggarakan. decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total votes legally cast at the meeting.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 225 Rapat dan Risalah Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan dengan ketentuan.Pelaksanaan blending produksi. .Evaluasi pelaksanaan program effisiensi. Board of Directors meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. Keputusan rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. . membahas berbagai masalah pengelolaan Perseroan. stock management and coal handling from site to stock-pile at ports. to discuss various things pertaining to the management of the Company. .Pemantauan tingkat kolektibilitas piutang dan tindak lanjut atas kelambatan penyelesaian piutang kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa.Accelerating the improvement of production facilities and infrastrucutre.Pemantauan realisasi anggaran dan arus kas yang harus terjaga dengan baik.Evaluating cash position and placement in maintaining liquidity and supporting the Company’s business oprations. • . Setiap Anggota Direksi berhak mengeluarkan 1 (satu) suara.Evaluating the relocation of BWE production system. Production . diantaranya sebagai berikut: • Rapat Direksi diadakan secara berkala sekurangkurangnya sebulan sekali atau setiap waktu bila diperlukan. Board of Directors meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Directors or their proxies. . Beberapa masalah yang dibahas dan diputuskan bersama dalam Rapat Direksi di antaranya meliputi: Bidang Pengelolaan Operasional • Keuangan . Board of Directors Meeting Board of Directors meeting is held under the following terms: • • • • • • • Board of Directors meeting is held periodically at least once a month or at anytime as required. Apabila hal ini tidak tercapai.Evaluating the implementation of efficiency program. .Monitoring turnover rate and follow up action on delayed payment of receivables from related parties.Percepatan pelaksanaan perbaikan sarana dan prasarana produksi. . rapat Direksi diselenggarakan sebanyak 21 (duapuluh satu) kali.Monitoring budget and cashflow management. If no consensus is reached. Aturan pengambilan keputusan lainnya pada Rapat Direksi pada dasarnya sama dengan aturan pada Rapat Dewan Komisaris. .Evaluasi pemindahan sarana produksi BWE system. Rapat Direksi sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurang-kurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Direksi atau diwakili secara sah dalam rapat tersebut.Carrying out production blending. Board of Directors held 21 meetings.Evaluasi posisi kas dan penempatan kas dalam rangka menjaga likuiditas dan menunjang kegiatan operasional Perseroan • Produksi . Some of the topics discussed and decided upon in Board of Directors meeeting were related to: Operating Management • Finance .

. .Stepping up marketing efforts. • . dalam pola saling mendukung pasokan pada pelanggan dengan biaya pengiriman yang lebih kompetitif.Evaluasi pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai.Peningkatan kegiatan pemasaran.Evaluasi realisasi belanja modal dan penetapan anggaran belanja modal untuk tahun 2010 bersamasama dengan evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha. .Evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha dan penetapan kembali skala prioritas. .Evaluating the realization of capital expenditure and determination of capital expenditure budget for 2011 and evaluating the result of business development drive. at a more competitive delivery cost. • • Business Development . • Pengelolaan dan Kesejahteraan SDM . • • Rencana belanja modal.Studying the possibility of product marketing and coal supplying to customers jointly with subsiadary. • Marketing . Capital expenditure plan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 226 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Kantor Pusat PT Bukit Asam di Tanjung Enim • Pemasaran . . Pengembangan Usaha .Evaluasi kemungkinan pemasaran produk bersama anak perusahaan.Fixing the amount of employee incentives. . disseminating and applying employee Key Performance Indicator.Evaluating the implementation of business development program and readjustment of priority scale.Evaluating the execution of employee competence development program. IPC. IPC. Human Resource Management and Welfare .Penetapan besaran insentif kinerja pegawai disertai sosialisasi dan penerapan KPI pegawai.

pelatihan emergency response team. Sc Ir... • Determination of interim dividend amount... Bidang CSR • di antaranya.... perkembangan penyaluran Program PKBL. GCG among others. • Evaluasi implementasi tools Balanced Scorecard dan penetapan parameter pengukuran Key Performance Indicator bagi Direksi dan bagi pegawai. formulating solution and optional actions to be reported to Board of Commissioners Risk Management • covering risk identification... • Evaluating the implementation of Balanced Scorecard tools and setting parameter of Key Performance Indicator for Board of Directors and employees. (Tindak lanjut dari hasil-hasil rapat ini dapat dilihat pada materi “Analisis dan Pembahasan Manajemen hal . • Bidang Pengendalian Internal.. Adapun frekuensi rapat dan tingkat kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Direksi adalah sebagai berikut: Subsidiaries • Appraising the performance of subsidiaries.... peningkatan fungsi RSBA. M.Eng Ir. • Finalizing and disseminating GCG Soft Copy.. di antaranya rapat internal audit dan finalisasi kebijakan Sistem Pengawasan dan Pengaduan (Whistleblower). CSR covering expanded function of Bukit Asam Hospital..) The frequency of meetings and rate of attendance of Directors in Board of Directors meetings are shown in the following table: JUMLAH RAPAT (A) 21 21 21 21 21 21 KEHADIRAN (B) (B:A) NAMA Ir. M. Code of Conduct and Basic Policy. Management Report page .s/d … dan Laporan Tanggung Jawab Sosial pada halaman …. Bidang GCG di antaranya. consisting of Board Manual. tindak lanjut mitigasi risiko dan asuransi aset-aset utama Perseroan dan aset persediaan. • Finalisasi agenda pelaksanaan RUPS • Penetapan besaran dividen interim....s/d …. enhancing Partnership and Community Development Program. Milawarma.... usulan prosedur persetujuan (dengan atau tanpa RUPS) dan pelaksanaan pembagian dividen interim. among others internal audit meeting and finalization of Whistle Blowing policy. (Follow up actions of these decisions of meeting are presented in “Management Discussion and Analysis” page ... • Finalization of GMS agenda. GCG Code dan Code of Conduct/ Kode Etik dan Kebijakan Pokok Perseroan. Heri Supriyanto Ir. approval procedure (with or without GMS) and interim dividend payment technicality.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 227 Anak Perusahaan • Evaluasi kinerja anak perusahaan. risk mitigation and insurance of prime assets and inventories.. Mahbub Iskandar JABATAN Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur . • Penyelesaian dan sosialisasi Soft Copy GCG.. GCG Code. training of emergency response team.... yang meliputi Board Manual.. Laporan Manajemen hal…..)..... perumusan solusi dan penyusunan alternatif tindakan untuk dilaporkan kepada Dewan Komisaris Bidang Manajemen Risiko • Yakni identifikasi risiko.. pengelolaan risiko. Drs. and Corporate Social Responsibility Report page . Sukrisno Dono Boestami..s/d ... risk management. Tiendas Mangeka Ir. • Internal Control.

local as well as overseas seminars and workshops are routinely provided for and attended by members of Board of Directors. Direksi Perseroan secara rutin mengikuti berbagai pelatihan dan seminar baik didalam maupun diluar negeri. mencakup antara lain: Board of Directors Training To improve the competence of Board of Directors in carrying out its duty. Beberapa pelatihan yang diikuti oleh Direksi pada tahun 2010.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 228 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi Direksi dalam menjalankan tugasnya. Training programs attended by Board of Directors in 2010 included: TANGGAL Jan 2010 Feb 2010 April 2010 Mei 2010 Mei 2010 Aug 2010 Aug 2010 Aug 2010 Okt 2010 Okt 2010 Nov 2010 Nov 2010 Des 2010 Des 2010 Des 2010 PELATIHAN / SEMINAR /TRAINING Commodities Outlook Global Macro Conference – Asia 2010 Seminar ARA 2009 dan Bedah Kasus Perpajakan Global Economic Outlook Coaltrans Transformation of the CFO Office (SAP) Seminar Pencegahan Tindak Pidana Korupsi oleh BUMN Evolution on Accounting for Employee Benefit Konferensi BUMN IBBEX Annual Conference The Rising Power of Indonesia Memanfaatkan Momentum Investasi & Ekspansi IFRS Implikasi Penerapan IFRS bagi Perusahaan di Indonesia Seminar Pengawasan BUMN Seminar on minimum coal dan mineral pricing – a practical look Prospek Ekonomi Indonesia 2011 TEMPAT Jakarta Hongkong Jakarta Jakarta Bali Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta PESERTA Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Niaga Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan .

MA Anggota : Azhar Zainuri. Mr. personnel and activitity are as follows: Komite Audit Audit Committee Ketua : Suranto Sumarsono. Phd .000 shares. PhD Komite Good Corporate Governance Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris Komite Nominasi Remunerasi dan PSDM Ketua : Ir. Sukrisno 200. Abdul Latief Baky.000 lembar saham. (See “Investors Information” page . MM Ridho Kresna Wattimena. MT. Milawarma 60. (Lihat juga “Informasi bagi Investor”) Share Ownership by Board of Directors and Board of Commissioners Share ownership by members of Board of Directors is only for long term investment in accordance with disclosure principle and in an amount permitted by relevant regulations. Wahyudi SE. Thamrin Sihite ME Anggota : Ir.000 113. tercatat ada 3 orang dari jajaran Direksi yang memiliki saham dalam jumlah minimal. Faridha MSi Andi Novianto.000 lembar saham. MHum.000 Sukrisno Milawarma Mahbub Iskandar KOMITE-KOMITE DAN LAPORAN KOMITE Dewan Komisaris membentuk komite-komite fungsional di bawah Dewan Komisaris untuk menjaga akuntabilitas pengawasan dan penelaahan atas segala rencana operasional Perseroan dan agar dapat memberikan nasehat dan saran yang berkualitas.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 229 Kepemilikan Saham Direksi dan Komisaris Direksi Perseroan memiliki saham Perseroan hanya dalam rangka investasi jangka panjang. MSc Anggota : Ir. whose function. Umiyatun Hayati Triastuti. Until end of 2010 the Company had four Committees to assist Board of Commissioners. Pada tahun 2010. Bapak Milawarma sejumlah 60. Mahbub Iskandar 138. In 2010. dengan penjelasan fungsi. Jumlah yang dimiliki hanya sebatas yang diizinkan sesuai peraturan tersebut. three members of Board of Directors owned a minimum number of shares of the Company. Ir. Sumarhadi SE MM Komite Asuransi.000 lembar saham dan Bapak Mahbub Iskandar sejumlah 138. Ir. Hingga akhir tahun 2010 terdapat 4 (empat) komite yang membantu Dewan Komisaris. MSc. personil dan kegiatan sebagai berikut: COMMITTEES AND COMMITTEE REPORT In order to ensure accountability in overseeing and reviewing all operating plans of the Company and to give quality counsel and suggestion.. hal ini sesuai dengan asas keterbukaan.e.000 60. Antonaria MA Ketua : Ir.MA Dr.000 2010 200.000 shares. Risiko Usaha dan Pascatambang Ketua : Dr. SE. FIQ Anggota : Noeroso L. Mr.000 shares and Mr.000 60. Bambang Adi Winarso Phd Ir. yakni Bapak Sukrisno sejumlah 200.000 138. i... Board of Commissioners set up functional Committees under its authority.) JUMLAH SAHAM NUMBER OF SHARE NAMA DIREKTUR NAME OF DIRECTOR 2009 200.SE.

(ii) internal control function is well fulfilled. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang akuntansi. form adequate internal control structure. • Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-05/MBU/2006 tentang Komite Audit bagi Badan Usaha Milik Negara. The primary function of Audit Committee is in keeping with Indonesian GCG Code issued by the National Committee for Governance Policy. (iii) internal and external audit is performed in accordance with the established audit standards. (iii) memastikan audit internal dan eksternal dilakukan sesuai standar audit yang berlaku. • Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-29/PM/2004 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit tanggal 29 September 2004. • SOE Minister Decree No. independency and objectivity of public accountant. All Audit Committee members are not related to any director or external auditor. serta mengkaji ruang lingkup. yang dibentuk oleh. dan bekerja untuk. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. kemandirian dan obyektifitas akuntan publik. Semua anggota komite audit adalah independen terhadap Direksi dan auditor eksteren. accuracy. KEP-117/MBU/2002 dated 1 August 2002 on Good Corporate Governance Practice in SOE. finance. . meningkatkan kualitas keterbukaan dan pelaporan keuangan. and (iv) management takes action to follow up audit findings. The formation of Audit Committee is pursuant to: • SOE Minister Decree No. The objective of setting up Audit Committee is to make sure that (i) financial statements are presented fairly in accordance with the generally applied accounting principles. Audit Committee Objective Audit Committee is formed to assist Board of Commissioners to implement good corporate governance. and coal mining business. Tugas utama Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan Pedoman Umum GCG Indonesia yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance. • Bapepam Chairman Decision No. Sasaran pembentukan Komite Audit adalah: (i) memastikan kewajaran laporan keuangan perusahaan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. tanggal 1 Agustus 2002. (ii) dilaksanakannya struktur pengendalian internal perusahaan dengan baik. as well as review the scope. keuangan. Pembentukan Komite Audit dilakukan berpedoman kepada: • Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-117/MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara. dan bisnis tambang batubara. dan (iv) adanya tindak lanjut temuan audit dilaksanakan oleh manajemen. PER-05/MBU/2006 dated 20 December 2006 on Audit Committee of SOE. enhance disclosure practice and financial reporting. ketepatan. Audit Committee works independently. tanggal 20 Desember 2006. set up by and accountable to Board of Commissioners. Kep-29/PM/2004 dated 29 September 2004 regarding Formation and Performance of Audit Committee. terbentuknya struktur pengendalian internal yang memadai. experienced and knowledgable in accounting. Komite Audit bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 230 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Audit Tujuan Komite Audit dibentuk dalam rangka membantu tugas Dewan Komisaris untuk mendorong diterapkannya tata kelola perusahaan yang baik.

01/SK/PTBA-KOM/2009 of 19 January 2009. • Memastikan terdapat dan diterapkannya Kode Etik Perusahaan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 231 Tugas. identifying matters requiring the Commissioners’ attention. evaluation. and doing any other work related to the Commissioners’ work. data dan informasi perusahaan dan tidak memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. dana. Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap Laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris. Tugas dan tanggung-jawab Komite Audit • Memonitor dan menekankan bahwa proses pencatatan akuntansi dan keuangan Perseroan telah dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan peraturan lain yang berlaku. The duty and responsibility of Audit Committee are provided below. • To monitor compliance with the capital market laws and regulations and other regulations related to the Company’s business operations. • To make sure that analysis. 01/SK/PTBAKOM/2009 tanggal 19 Januari 2009. Audit Committee is responsible for giving input to Board of Commissioners regarding any report or information submitted by Board of Directors. termasuk mengevaluasi Piagam SPI (Internal Audit Charter) dan rencana kerja SPI. The duty. • Memonitor ketaatan pada peraturan perundangundangan di bidang pasar modal dan di bidang lainnya yang terkait dengan kegiatan Perseroan. rekomendasi. kewajiban dan wewenang Komite Audit selengkapnya tertuang pada Piagam (Charter) Komite Audit Perseroan melalui Keputusan Dewan Komisaris No. • To ensure the existence and observance of Corporate Code of Conduct. termasuk melakukan kunjungan lapangan lapangan secara berkala sesuai kebutuhan. Duty and Responsibility of Audit Committee • To monitor and emphasize that accounting and financial records are made in accordance with accounting principles generally applied in Indonesia and other relevant regulations. • To communicate and coordinate with corresponding internal parties in the discharge of its duty and authority. • Menjaga kerahasiaan dokumen. Wewenang Komite Audit • Mengakses secara penuh dan bebas atas catatan atau informasi tentang karyawan. • To keep confidential all documents. recommendation and information presented to Board of Commissioners are made properly and professionally. assets. Beberapa uraian tugas dan tanggung jawab Komite Audit diantaranya tercakup pada uraian berikut. serta sumberdaya perusahaan lainnya. . and other property. dan informasi yang disampaikan kepada Komisaris telah dilakukan secara baik dan profesional. • Berkomunikasi dan berkordinasi dengan pihak-pihak internal terkait dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya tersebut diatas. penilaian. funds. mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris. Authority of Audit Committee • To have full and free access to any record or information pertaining to employees. • To monitor the management effort to maintain internal control system and to evaluate Internal Audit Charter and work program. dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris. data and information of the Company and not to use them for personal gain. aset. • Bertanggung-jawab bahwa analisa. obligation and authority of Audit Committee are fully laid out in Audit Committee Charter under Board of Commissioners Decision No. including making periodic site visits as deemed appopriate. • Memonitor kecukupan usaha manajemen dalam menjaga sistem pengendalian internal.

Komisaris lainnya maupun pemegang saham pengendali PTBA. Azhar Zainuri and Ridho Kresna Wattimena as members. Direktur maupun karyawan dari perusahaan yang memiliki afiliasi maupun bisnis dengan PTBA. yaitu berupa rapat interen. A member of Audit Committee is educated in economic and financial science and the other two are knowledgable in mining business so their competence is guaranteed. Laporan Komite Audit Komite Audit telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite Audit.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 232 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Independensi dan Susunan Komite Audit Sesuai dengan pedoman umum GCG di Indonesia. Komite Audit mengadakan 37 (tiga puluh tujuh) kali rapat berkala. Salah seorang anggota Komite Audit memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan keuangan sementara anggota lainnya memiliki latar belakang pendidikan bidang pertambangan sehingga dapat diyakini kompetensinya. Audit Committee of the Company is currently composed of three members. manage or control PTBA before taking office and are not former management members or employees of a public accountant office. Seluruh anggota Komite Audit tidak memiliki afiliasi dengan Direktur. education and training. Anggota Komite Audit tidak memiliki wewenang untuk merancang. site visits. Adapun susunan personalia Komite Audit Perseroan saat ini terdiri dari Soeranto Soemarsono sebagai Ketua. kunjungan kerja lapangan. in terms of internal meetings. telah dipenuhi. Therefore. Perseroan telah memenuhi persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. one of them is Independent Commissioner concurrently Head of Audit Committee. rapat dengan pihak terkait. Independency and Composition of Audit Committee In accordance with general guidelines of GCG in Indonesia. bukan merupakan pemegang saham. yaitu Suranto Soemarsono. Komisaris. dengan tingkat kehadiran para anggotanya sebagai berikut: All members of Audit Committee are not affiliated with the directors or other commissioners. Suranto Soemarsono. memimpin maupun mengendalikan PTBA sebelum menjabat dan bukan merupakan mantan pimpinan maupun pegawai Kantor Akuntan Publik. In 2010. or controlling shareholders of PTBA. salah satunya adalah Komisaris Independen yang sekaligus bertindak sebagai ketua Komite Audit. Dengan demikian seluruh persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. commissioners. Audit Committee held 37 meetings with the following attendance rate: . The Company’s Audit Committee is currently composed of Soeranto Soemarsono as Head. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. all the criteria of independency of Audit Committee members as stipulated by GCG rules and principles are complied with. meetings with related parties. Komite Audit Perseroan saat ini terdiri atas tiga anggota. Audit Committee Report Audit Committee performs in accordance with Audit Committee Charter. Members of Audit Committee are not authorized to conceive. directors or employees of companies that have affiliation or business relation with PTBA. Profil Komite Audit Perseroan selengkapnya dapat dilihat pada bagian “Data Perseroan”. i. They are not shareholders. Selama tahun 2010. The Company has complied with GCG rules and norms with respect to the independency of Audit Committee members. The profile of Audit Committee members is provided in “Corporate Data” section. Azhar Zainuri dan Ridho Kresna Wattimena sebagai anggota. Mr.e.

3. 2. Evaluating the work of Internal Audit Unit and the follow-up action on audit findings by the management. Suherman dan Surja (Ernst & Young) untuk melaksanakan audit kinerja terhadap Proyek Kerjasama dan Anak Perusahaan PTBA tahun buku 2010. Reviewing quarterly financial statements to be issued by the Company. Berkenaan pelaksanaan audit kinerja dan audit umum tahun buku 2010. Suherman and Surja (Ernst & Young) to perform audit on PTBA Joint Projects and Subsidiaries for accounting year 2010. Audit Committee held intensive discussions on various matters with public accountant and the management. Ir. PhD JABATAN Ketua Anggota Anggota JUMLAH RAPAT (A) 37 37 37 KEHADIRAN (B) 37 36 36 (B:A) % 100 97 97 Keterangan : *)Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. termasuk memberikan saran perbaikan dan memastikan Laporan keuangan yang disajikan telah mematuhi prinsipprinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. 2. Penelaahan ulang atas laporan keuangan triwulanan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. Requesting Internal Audit Unit to do the following: • Evaluating and proposing the method of aligning investment projects among SMP. Monitoring the execution of Performance Audit and General Audit in 2010. Merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Tanudiredja. 4. 5. serta pada harga yang kompetitif dan merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Purwantono. Tanggal 3 Juni 2010. SE. Melaksanakan proses pemilihan dan penetapan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan Audit Kinerja Tahun Buku 2010 melalui suatu proses beauty contest yang adil oleh Tim Pemilihan KAP berdasarkan kerangka acuan kerja yang jelas dan transparan. AEOP. and other Work Units. AEOP. Komite Audit telah secara aktif melakukan diskusi dan masukan dengan akuntan publik dan manajemen mengenai berbagai persoalan. Directorate of Business Development. member firm of PriceWaterhouseCoopers to perform general audit on PTBA Consolidated Financial Statement and Partnership and Community Development Program Financial Statement for 2010. dan Direktorat Pengembangan Usaha. advising on correction and ensuring the financial statements are presented fairly in accordance with the accounting principles generally applied in Indonesia.SE. Wibisana & Partners. 4. Kegiatan Komite Audit tahun 2010 meliputi: 1. member firm PriceWaterhouseCoopers untuk melaksanakan audit umum terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi PTBA dan Laporan Keuangan PKBL tahun buku 2010. 5. With respect to general and performance audit for 2010 accounting year. Termasuk dalam evaluasi tersebut adalah meminta SPI untuk melakukan berbagai kegiatan meliputi: • Melakukan kajian dan saran untuk menyeleraskan kajian penanganan proyek investasi diantara SMP. Audit Committee accomplished the following in 2010: 1. 04/SK/PTBA-KOM/2010. Wibisana & Rekan. Melakukan pemantauan pelaksanaan Audit Kinerja dan Audit Umum tahun buku 2010. MT. dan antar Satuan Kerja lainnya. 3. . MA Azhar Zainuri. and recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Purwantono. Recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Tanudiredja. MM * Ridho Kresna Wattimena.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 233 NAMA Suranto Sumarsono. Selecting and appointing Certified Public Accountant who would audit the Company’s 2010 operating results through a fair ‘beauty contest’ by CPA Selection Team with clearly defined terms of reference at competitive costs. Melakukan evaluasi mengenai pelaksanaan pemerikasaan oleh Satuan Pengawas Interen dan Tindak Lanjut hasil temuan oleh Manajemen.

Laporan Keuangan Konsolidasi Triwulanan kepada Kementrian BUMN dan Draft RKAP 2011.menyempurnakan sistem tatakelola PKBL (SDM. • Advising relevant Work Units to take the right position towards projects with uncertain potentials. BNI. • Making written proposals to the management to: . and draft work program and budget for 2011. etc. BPR) in managing the fund of Partnership Program for better accountability and benefit to the community.) as starting 2010 general audit will be performed. • Ensuring that transactions between PTBA and subsidiaries are done on arm’s length basis.Improve management system of Partnership and Community Development Program (HR. • Reminding Work Units concerned to make a more indepth study of the business continuity of PT Batubara Bukit Kendi (BBK). sehingga pertanggungjawabannya dapat lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. including: • Giving input to Board of Commissioners in writing its comments on monthly performance reports and quarterly consolidated financial reports to SOE Ministry. • Giving input to the management for the closing of Ombilin Mining Unit operations. . • Mengingatkan kepada Satker terkait untuk membuat studi lebih terinci tentang kelanjutan usaha tambang PT. • Making recommendation to Board of Commissioners in writing its response to Board of Directors’ proposed (i) write-off and/or removal of unproductive assets. BPR) di dalam pengelolaan dana Program Kemitraan. • Meminta kepada satker Hukum untuk memberikan laporan kemajuan proses pensertifikatan tanah-tanah sitaan milik PTBA yang lebih terinci. • Checking the validity of Performance Bond for Construction of Tanjung Enim TPP 3 x 10 MW. and (iii) assignment of land in Kertapati. sistem. dan memberikan saran serta perbaikan atas klausul-klausul kontrak yang lemah atau merugikan PTBA. Bank Mandiri. dll) mengingat mulai tahun 2010 ini sudah diterapkan audit umum (general audit). dan (iii) pengalihan aset tanah di Kertapati. . system. BPD Sumsel. • Memberikan saran kepada Manajemen untuk kepastian penutupan operasi UPO. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas permohonan Direksi PTBA : (i) penghapusan dan atau pembongkaran sejumlah aset non produktif.bekerjasama dengan lembaga keuangan yang kredibel (BRI. BNI.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 234 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Memanfaatkan laporan hasil audit oleh BPK dan auditor eksternal (baik audit umum maupun audit kinerja) untuk meningkatkan kinerja SPI. diantaranya mencakup: • Memberikan berbagai masukan pada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Laporan Kinerja Bulanan. Bank Mandiri. (ii) procurement of substantial goods and services. Performing several specific assignments given by Board of Commissioners. (ii) pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial. • Using State Auditor and external auditor general and performance audit findings to improve Internal Audit Unit’s performance. • Memberi Saran tertulis kepada Manajemen untuk: . BPD Sumsel.work with trustworthy financial institutions (BRI. • Scrutinizing contracts between PTBA and third parties. . • Memperhatikan dan meyakinkan bahwa transaksi antara PTBA dengan anak-anak perusahaan telah dilakukan secara wajar (arm’s length basis). • Memperhatikan kontrak-kontrak antara PTBA dan pihak ketiga. • Memberikan advis kepada Satker terkait untuk mengambil posisi yang benar terhadap proyek-proyek yang potensi kesinambungannya tidak jelas. • Asking Legal Work Unit to report in more detail the progress of obtaining land certificates of PTBA’s confiscated land. Melaksanakan beberapa tugas khusus yang diberikan oleh Dewan Komisaris. and proposing improvements to contractual clauses that do not provide enough protection for the Company. • Memeriksa masa berlaku dari Surat Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond) atas kontrak Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim. Batubara Bukit Kendi (BBK).

Visi dan Misi Komite Good Corporate Governance. Making two site visits to Tarahan Port. Vision and Mission Good Corporate Governance Committee (GCG Committee) is set up to assist Board of Commissioners to oversee the practice of GCG by the Company. One of GCG primary duties is to assess the Company’s compliance with the laws and regulations governing GCG principles implementation. Remuneration and GCG Committee. Attending two Cross Committee Business Meetings. selanjutnya disebut Komite GCG bertugas membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 235 6. dan temuan-temuan penting telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris. dan Dermaga Kertapati. in 2010 Head and member of Audit Committee attended various conferences. Komite ini sebelumnya digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagai Komite Nominasi. Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan. 8. mission and objective of the Company”. . dan temu profesi sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. Tanjung Enim Mining Unit and Kertapati Pier. and reporting important findings to Board of Commissioners. 6. dimana untuk meningkatkan kompetensinya. Salah satu tugas utama Komite GCG adalah menelaah tingkat kepatuhan Perseroan pada peraturan perundangan yang berkaitan dengan penerapan prinsip dasar GCG. While its mission is to give professional input to Board of Commissioners in performing its oversight responsibilities and giving counsel to Board of Directors with regard to GCG principles implementation. Remunerasi dan GCG. GCG Committee was set up on 30 July 2010 under Board of Commissioners Decision No. 7. Visi Komite GCG adalah “terlaksananya penerapan prinsipprinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berlandaskan peraturan perundang-undangan dan best practices dalam upaya pencapaian visi misi maupun sasaran dari Perusahaan”. The vision of GCG Committee is “Successfully implementing GCG principle and best practices in accordance with the law to realize the vision. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun Laporan Dewan Komisaris tentang pelaksanaan Corrective Actions atas Hasil Audit Kinerja tahun 2009. 7. pada tahun 2010 Ketua dan anggota Komite Audit telah mengikuti berbagai konferensi. Sedangkan misinya adalah memberikan masukan kepada Dewan Komisaris secara profesional untuk terlaksananya pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi dalam bidang penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). diskusi panel. Komite GCG dibentuk pada tanggal 30 Juli 2010 melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 07/SK/ PTBA-KOM/VII/2010. Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE). 8. The Committee was previously combined with NR Committee as Nomination. Melakukan 2 (dua) kali Kunjungan Kerja Lapangan di Pelabuhan Tarahan. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite . 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010. panel discussions and professional meetings to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. Komite Good Corporate Governance (GCG) Tujuan. To enhance their proficiency. Good Corporate Governance (GCG) Committee Objective. Attending education and training sessions. • Giving input to Board of Commissioners in writing its report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings.

236 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

Mengidentifikasi instrumen GCG antara lain dokumen soft structure GCG dan telaah deskripsi potret penerapan GCG. • Memberikan pendapat profesional dan independen kepada Dewan Komisaris terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Good Corporate Governance. Assessing how far GCG principles (transparency. Komite GCG mendorong tersedianya soft structure GCG sebagai pedoman dalam penerapan prinsip-prinsip GCG oleh Perusahaan dan mendorong terciptanya pelaksanaan prinsip-prinsip dan praktek GCG yang lebih baik. MSc. To accomplish its mission.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 237 Untuk tercapainya misi tersebut. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan peraturan perundangan yang berlaku. fairness) are implemented in the Company. set up by and accountable to Board of Commissioners. SH. Monitoring the effectiveness of GCG practice. dan bekerja untuk. independency. Duty and Responsibility The duty of GCG Committee is fully described in GCG Committee Charter. Akuntabilitas. Antonaria MA Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Komite GCG selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Komite GCG Perseroan dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. dan Fairness). and the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. Independency and Composition of GCG Committee GCG Committee works independently. GCG Committee puts in place GCG soft structure as a guide in implementing GCG principles by the Company. Pemantauan dan efektivitas praktek GCG dan menganalisa serta mengevaluasi kondisi penerapan GCG dan hasil pemantauan dan unsur-unsur GCG yang telah dilakukan melalui komite-komite. merangkap sebagai Komisaris Ir. All GCG Committee members are not related to any director or external auditor. SUSUNAN KOMITE GCG PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: LOREM IPSUM DOLOR Ketua Anggota Ir. Independen. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang tata kelola perusahaan yang baik. • • • • • . Bambang Adi Winarso Phd Ir. GCG Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. Responsible. The Committee also encourages better enforcement of GCG principles and practices. among others: • • Providing Board of Commissioners with professional and independent opinion regarding GCG issues. Deed No. Identifying GCG instruments among others GCG soft structure documents and description of GCG implementation. Umiyatun Hayati Triastuti. Independensi dan Susunan Komite GCG Komite GCG bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. 24 dated 21 April 2010. experienced and knowledgable in good corporate governance practice. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. yang dibentuk oleh. analysing and evaluating the condition of GCG implementation and monitoring findings and GCG elements enforced through Committees. accountablity. responsibility. Melakukan penelaahan tingkat kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip GCG (Transparansi. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. Komite GCG dibentuk dengan berpedoman kepada Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi.

Melakukan revisi Panduan Hubungan Kerja antara Dewan Komisaris dengan Direksi (Board Manual). 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 30 Juli 2010 Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite GCG pada tahun 2010 secara garis besar terdiri atas (dua) kegiatan utama. Revising Board Manual to elaborate on the relationship between Board of Commissioners and Directors as provided for in the Amendment to Articles of Association. Monitoring GCG implementation By holding periodic meetings with Corporate Information System Work Unit being the unit responsible for coordinating the GCG practice. yaitu: NAMA JABATAN GCG Committee Activity Report GCG Committee performs in accordance with GCG Committee Charter. Kedua instrumen implementasi GCG tersebut telah disahkan melalui penandatatangan oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama. These two instruments were made official with the signing by President Director and President Commissioner. 2. Umiyatun Hayati Triastuti MSc * Bambang Adi Winarso * Antonaria * Ketua merangkap Anggota Anggota Anggota 20 20 20 20 18 20 100 90 100 Keterangan : * ) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Penyusunan Soft Structure GCG.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 238 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Menyusun dan menyampaikan program kerja tahunan kepada Dewan Komisaris setiap akhir tahun berjalan. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tugas-tugas tersebut diantaranya mencakup: 1. Selama tahun 2010. yakni: i) melakukan kegiatan yang ada di rencana kerja dan ii) melakukan tugas khusus dari Dewan Komisaris. • Writing up annual work program for submission to Board of Commissioners at yearend for its approval. Pemantauan Penerapan Prinsip-prinsip GCG. Laporan Kegiatan Komite GCG Komite GCG telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite GCG. Some of the assignments accomplished were: 1. i. Dari hasil rapat berkala tersebut dapat ditemukenali kemajuan dan hambatan yang dihadapi In 2010 GCG Committee had two major activities. yaitu berupa rapat interen. 2. In 2010. education and training. in terms of internal meetings. Revisi dilakukan pada susunan isi Board Manual untuk memperjelas hubungan Dewan Komisaris dan Direksi secara seimbang sesuai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. GCG soft structure. GCG Committee held 20 meetings with the following attendance rate: JUMLAH RAPAT KEHADIRAN % KEHADIRAN Ir. namely i) those written in work program and ii) those assigned by Board of Commissioners. site visits. kunjungan kerja lapangan. Komite GCG mengadakan 20 (dua puluh) kali rapat berkala yang dihadiri para anggota. Formulating GCG Soft Structure GCG implementation instrument. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Dalam rangka penerapan prinsip-prinsip GCG telah disusun instrumen implementasi GCG yaitu soft structure GCG yang terdiri dari Panduan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik di PT Bukit Asam (GCG Code) dan Panduan Berprilaku bagi Seluruh Jajaran di PT Bukit Asam (Code of Conduct).e. untuk mendapatkan penetapan. consists of GCG Code and Code of Conduct. At such meetings. Memantau penerapan prinsip-prinsip GCG dengan melakukan rapatrapat berkala dengan Satuan Kerja Sistem Informasi Perusahaan sebagai unit kerja yang mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan prinsip-prinsip GCG di Perusahaan. meetings with related parties. rapat dengan pihak terkait. progress and constraint will be noted and improvements .

Menyusun Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK). 6. Selama kunjungan lapangan tersebut banyak ditemukan hal-hal yang memerlukan pemantauan lebih lanjut mengenai penererapan prinsip-prinsip GCG oleh satuan kerja di Perusahaan. • Memberikan laporan berupa masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Drat RKAP Tahun 2011 Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 239 3. Batasan pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin) ditentukan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris. Perseroan telah menyusun kebijakan pengadaan barang dan jasa. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai memorandum dari Konsultan Nindyo & Assosiates tentang Kajian Umum mengenai Tugas dan Kewenangan Dewan Komisaris. Dengan penyusunan tata laksana persuratan dinas dan kearsipan tersebut diharapkan peranan Sekretariat Dewan Komisaris dapat memperlancar tugas-tugas Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dan pemberian nasihat seperti yang diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Compiling Procedures of Official Correspondence and Filing To practise good corporate governance. Doing other assignments given by Board of Commissioners • Giving Board of Commissioners input regarding GCG issues in Board of Directors report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings. One indicator of this improvement is better assessment findings by independent parties. the Company has drafted goods and services procurement policy. salah satunya indikatornya adalah meningkatnya nilai assessment penerapan GCG yang dilakukan oleh pihak independen. 7. 3. 4. PER.05/MBU/2008 tanggal 3 September 2008. 5. PER. • Giving input to Board of Commissioners for preparing its comments on draft 2011 Work Program and Budget. Menindaklanjuti Peraturan Menteri Negara BUMN No. Matters requiring further attention were discovered during the visit that concerned GCG implementation by work units. Making site visit Official site visit to Tanjung Enim Mining Unit was made together with other Committees on 6 November 2010. dan diupayakan agar penerapan prinsip-prinsip GCG lebih baik hasilnya dari tahun-tahun sebelumnya. Limitation of procuring non-routine goods and services is given by Board of Directors with the approval of Board of Commissioners. Kunjungan Kerja Lapangan ke UP Tanjung Enim dilaksanakan bersamasama dengan Komite lainnya pada tanggal 6 November 2010. Procuring non-routine goods and services Acting on SOE Minister Regulation No. Pengadaan Barang dan Jasa yang Bersifat Substansial (Bukan bersifat Rutin). Dalam upaya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Attending two Cross Committee Business Meetings. With these procedures the Secretariat of Board of Commissioners is expected to facilitate the work of Board of Commissioners of overseeing and giving counsel as stated in the Articles of Association. di Kesekretariatan Dewan Komisaris telah disusun tata laksana persuratan dinas dan kearsipan (TLSK) dengan mengacu kepada tata laksana persuratan dinas dan kearsipan yang sudah ada di Perusahaan. 6.05/MBU/2008 of 3 September 2008. • Giving Board of Commissioners input regarding Consultant Nindyo & Associates’ memorandum on Overall Review of Board of Commissioners Duty and Authority. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris : • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai substansi prinsip-prinsip GCG dari laporan Direksi terhadap pelaksanaan Corrective Action atas Hasil Audit Kinerja Tahun 2009. . the Secretariat of Board of Commissioners has procedures of official correspondence and filing that is based on the existing procedures of official correspondence and filing of the Company. 7. 5. 4. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite will be suggested for better results in the future.

yang dibentuk oleh. dengan yang terakhir adalah Keputusan Dewan Komisaris. remuneration and GCG implementation. evaluasi dan menyusun rekomendasi dalam menetapkan antara lain: i)Norma (Standar) Nominasi dan Remunerasi. The vision of NR & HRD Committee is ”Building synergy among Board of Commissioners. 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010 of 1 November 2010 on Appointment of Nomination and Remuneration Committee Members of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. terciptanya sistem remunerasi yang layak dan memadai serta mendorong pelaksanaan prinsip dan praktek Good Corporate Governance yang lebih baik. Tugas tambahan lainnya adalah melakukan Penelahan dan pemantauan implementasi sistem perencanaan tenaga kerja. dan bekerja untuk. further to be referred to as NR & HRD Committee. While its mission is “Promoting the creation of fair nomination and remuneration system to motivate employees. this Committee is assigned to help Board of Commissioners in its oversight and counselling responsibilities. formulate proper and measurable remuneration system. SH. selection and placement. Remuneration and Human Resource Development Committee. set up by and accountable to Board of Commissioners. and to make recommendations with respect to nomination and remuneration standards. Sebelumnya komite ini bernama Komite Konarba dan GCG. Sedangkan misinya adalah: Mendorong terciptanya sistem nominasi dan remunerasi yang fair untuk meningkatkan motivasi kerja. Board of Directors and employees through competence-performance-based nomination. Komite ini dibentuk dengan berpedoman kepada peraturan perundangan yang berlaku. dan pengembangan SDM yang berlandaskan kompetensi dan kinerja. All Committee members are not related to any director. remuneration . Independency and Composition of NR & HRD Committee NR & HRD Committee works independently. Previously this Committee was known as NR & GCG Committee. Direksi dan Pegawai melalui sistem nominasi dan remunerasi. This Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. Kepatuhan perusahaan atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah nominasi dan remunerasi. and enhance GCG practice”. tanggal 1 November 2010. remuneration and development of human resource in accordance with the Company’s need and condition”. Visi Konarba dan PSDM adalah ”Terciptanya sinergi antara Komisaris. recruitment. Remuneration and HRD Committee Objective. merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaanya di tahun 2010. the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. After changing its name and membership. is a committee that went through a change of name and membership in 2010. Anggaran Dasar Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi.seleksi dan penempatan pegawai. Independensi dan Susunan Anggota Komite Konarba dan PSDM Konarba dan PSDM bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. Vision and Mission Nomination. sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan”. compliance with the law governing nomination and remuneration. Its additional tasks include reviewing manpower planning. in charge of assisting Board of Commissioners in matters pertaining to nomination. experienced and knowledgable in human resource nomination. 24 of 21 April 2010 and Board of Commissioners Decision No. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan serangkaian keputusan Dewan Komisaris mengenai Konarba. komite ini dibentuk untuk membantu Komisaris dalam melakukan pengawasan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 240 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Nominasi. dengan tugas membantu Komisaris dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan penetapan remunerasi dan peningkatan implementasi GCG. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) selanjutnya disebut Konarba dan PSDM. serta bertanggung jawab kepada Dewan Nomination. Remunerasi dan PSDM Tujuan. Visi dan Misi Komite Nominasi. no 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010.rekruitmen. tentang Pengangkatan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Dewan Komisaris PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Deed No. Setelah mengalami perubahan nama dan keanggotaan.

Abdul Latief Baky. MSc. Duty and Responsibility The task of NR & HRD Committee is fully incorporated in NR & HRD Charter covering: • Giving independent.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 241 Komisaris. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang nominasi. professional opinion and recommendation to Board of Commissioners in matters pertaining to nomination and remuneration. pengembangan sumberdaya manusia dan bisnis batubara. remunerasi. Wahyudi SE. FIQ merangkap sebagai Komisaris Independen Noeroso L. • Memberikan pendapat independen dan profesional serta rekomendasi kepada Komisaris terhadap halhal yang berhubungan dengan masalah nominasi dan remunerasi. The composition of NR & HRD Committee as of 31 December 2010 is as follows: SUSUNAN ANGGOTA KONARBA DAN PSDM PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: THE COMPOSITION OF NR & HRD COMMITTEE AS OF 31 DECEMBER 2010 IS AS FOLLOW: Ketua Anggota Ir. .MA Fakhrudin Tieja SE MM Dr. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. and development as well as coal business. MHum. Sumarhadi SE MM Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Konarba dan PSDM selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Konarba dan Pengembangan SDM dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut.

Peraturan dari Kementerian BUMN atau Bapepam-LK). pemberian tunjangan. • • Nomination Criteria Making adjustments to Board of Directors long list criteria .Menyiapkan formula Tantiem untuk Direksi tahun buku 2009 bersama konsultan Independen berdasarkan referensi peraturan perundangan antara lain: Permen BUMN Nomor: PER-02/MBU/2009 tanggal 27 April 2009 Pasal 30 dan Permen BUMN Nomor :PER -03/MBU/2009 tanggal 19 Oktober 2009 Pasal 5. PER02/MBU/2009 of 27 April 2009 Article 30 and SOE Minister Regulation No. dan melakukan kunjungan kerja lapangan. dengan ikhtisar kegiatan sebagai berikut. SK Direksi No. Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi tentang penerapan sistem penggajian. 14/SK/PTBA-KOM/XI/201 tanggal 1 November 2010. SOE Minister or Bapepam-LK Regulations). meetings with related parties. Ditetapkan menjadi Sekretaris Dewan Komisaris per 2 Agustus 2010. Melakukan penyesuaian atas kriteria Long List Direksi NR & HRD Committee holds internal meetings. 066/KEP/INT-16100/OT.Making Board of Directors Tantiem Formula for 2009 with the assistance of an independent consultant pursuant to SOE Minister Regulation No.Menyetujui pengembangan Formula Insentip Kinerja Pegawai tahun buku 2009. that can be summed up as follows: • Approving Employee Performance Incentive Formula for 2009. 20/KOM/III/2010. • Menyetujui dan menyiapkan Formulasi Remunerasi. Laporan Kegiatan Konarba Selama tahun 2010.04/2009 on 2009 Performance Appraisal and Board of Commissioners Letter No. . subject to the law and Board of Directors Decision No. allowance. 066/KEP/INT-16100/OT. Pengembangan Kriteria Nominasi. • • Assessing the Company’s compliance with laws and regulations that govern nomination and remuneration (such as Manpower Law.04/2009. . PER-03/MBU/2009 of 19 October 2009 Article 5. . Konarba dan PSDM telah mengadakan 23 (duapuluh tiga) kali rapat berkala dengan tingkat kehadiran sebagai berikut. mengundurkan diri per 1 Agustus 2010. dan Surat Komisaris No. tentang Penilaian Kinerja Perusahaan 2009. holiday allowance and bonus payment system. rapat dengan pihak terkait. THR dan bonus bagi seluruh pegawai. termasuk sistem pensiun dan kompensasi dalam hal terjadi pengurangan pegawai. Wahyudi * Fakhrudin Tieja** Sumarhadi*** JABATAN Ketua Anggota Anggota Anggota JUMLAH RAPAT 23 23 12 6 KEHADIRAN 23 22 12 6 % KEHADIRAN 100 97 100 100 Keterangan: *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No 08A/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 2 Agustus 2010 **) Diangkat kembali menjadi anggota Konarba tanggal 1 Juli 2010. dengan didasarkan peraturan perundangan yang berlaku. and makes site visits. KETUA/ANGGOTA Abdul Latief Baky Noeroso L. Konarba dan PSDM telah melaksanakan tugas melalui rapat interen seperti disebutkan diatas. 20/KOM/III/2010. Making evaluation and recommendation in the implementation of salary.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 242 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • Menelaah tingkat kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah Nominasi dan Remunerasi (seperti UU Ketenagakerjaan. and also retirement and compensation scheme in case of personnel retrenchment. ***) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No.

Implementing Procedures of Official Correspondence and Filing within Board of Commissioners. . .Penyiapan dan pemantauan pembentukan Komite GCG. dengan butirbutir temuan antara lain. b) restructuring the organization including subsidiaries.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 243 tahun 2011-2014berdasarkan pada SK Meneg BUMN no. .Menyiapkan seleksi anggota Konarba.Dasar penyiapan pembentukan Komite GCG adalah surat keputusan (SK) nomor 13/SK/PT.The legal ground for setting up GCG Committee was Board of Commissioners Decision No. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.Preparing and monitoring the formation of GCG Committee . . • Kurang sesuainya referensi harga yang digunakan.Reviewing Peranap Project .Selecting Board of Commissioners Secretariat members . Melakuan kunjungan kerja lapangan. . . • Asumsi harga yang digunakan sebaiknya PPA (Purchace Power Agreement) dengan PLN. . • • .Studying Coal Briquette Restructuring . 04/MBU/2009 on Requirements and Procedures of Appointing and Dismissing SOE Board Members. Komite mencermati adanya progres pencapaian program kerja sampai tahun 2010 terutama terbentuknya Assesment Center. restrukturisasi organisasi termasuk anak perusahaan. • IRR should be recalculated. • Perlu mempertimbangkan ulang perhitungan IRR.The Committee came up with the following findings and suggestions: • price reference used was not suitable. • • • • Performing other assignments from Board of Commissioners .Implementasi konsep Peraturan Dewan Komisaris tentang Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK) di Lingkungan Dewan Komisaris PT BA. Making site visits. Komite merekomendasikan agar restrukturisasi perlu segera dilaksanakan.Berdasarkan kajian yang dilakukan.Melakukan Kajian Restrukturisasi Briket Batubara. HR Development Strategic Plan Observing the work progress until 2010 particularly the formation of Assessment Center. .Melakukan Kajian Proyek Peranap. 13/SK/PTBAKOM/X/2009 on NR & GCG Committee. • Pemantauan Pelaksanaan Rencana Strategis Pengembangan SDM.BAKOM/X/2009 tentang Konarba dan GCG. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite • for 2011-2014 to conform to SOE Minister Decision No. .Menyiapkan seleksi anggota Sesdekom. GCG Committee made a separate report starting 3rd quarter of 2010 except July 2010. . • price assumption should be taken from Power Purchase Agreement with PLN. c) developing performance-based KPI formula.Selecting NR Committee members .Based on the study the Committee recommended that restructuring be immediately carried out. noting the adjustments to HR development such as a) restructuring HR profile by age and proficiency. 04/MBU/2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara pengangkatan dan pemberhentian Anggota Direksi BUMN. Disamping itu mencermati adanya penyesuaian dalam pengembangan SDM antara lain: a) restrukturisasi profil SDM dari sisi usia dan kompetensi. SK ini ditindaklanjuti laporan kedua komite dalam buku yang dimulai dari laporan Triwulan-IV tahun 2009 dan laporan Triwulan 1 sampai dengan II tahun 2010. Komite GCG telah menyiapkan laporan tersendiri dimulai Triwulan-III selain bulan Juli tahun 2010. . This decision was followed up by the two Committees report covering 4th quarter of 2009 and 1st – 2nd quarter of 2010. c) pengembangan formula IKP berdasarkan kinerja pegawai. Attending two Cross Committee Business Meetings. b).

The vision and mission of BR Committee as stipulated in BR Committee Charter issued on 28 November 2009 are: 1.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 244 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Asuransi. Minimizing negative impact of the Company’s activities on the environment (physical. insurance. Misi Komite Risiko Usaha : Memberikan masukan secara komprehensif dalam rangka: a. Business Risk and Post-Mining Committee Insurance. Meminimalkan risiko perusahaan yang mungkin terjadi di bidang pengembangan usaha. Business Risk and Post-Mining Committee to realize the corporate vision and mission. Mission: To give input with the purpose of: a. Insurance. chemical and social) 2. termasuk asuransi. selanjutnya disebut Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. Risiko Usaha. adalah sebagai berikut: 1. dan Pascatambang. Meminimalkan dampak negatif dari kegiatan perusahaan terhadap lingkungan (fisik. production and marketing. insurance. yang diterbitkan pada 28 November 2009. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. Vision: To be professional and independent Insurance. is set up to give independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. . Visi Komite Risiko Usaha : Menjadi Komite Asuransi. Risiko Usaha dan Pascatambang (KRU) Komite Asuransi. Duty and Responsibility BR Committee is responsible for giving independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. kimia dan sosial). environment and post-mining area management. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. termasuk asuransi. operasi produksi dan pemasaran. BR Committee consistently recommends that all high and extreme business risks be identified and mitigated. b. Visi dan Misi Komite Risiko Usaha sebagaimana dituangkan dalam Charter Komite Risiko Usaha PT Bukit Asam. Business Risk and Post-Mining Committee. Minimizing risks that may arise in business development. Risiko Usaha dan Pasca Tambang yang profesional dan independen untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan. Komite KRU senantiasa mengingatkan dan merekomendasikan agar seluruh risiko utama Perseroan yang masuk kategori high dan extreme risk di kenali dan dimitigasi. environment and post-mining area management. further referred to as BR Committee. Tugas dan Tanggung jawab Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. a. 2.

meliputi diantaranya: • • Evaluasi atas Laporan-laporan yang dikeluarkan Perusahaan Laporan dievaluasi untuk melihat faktor-faktor risiko yang dihadapi oleh Perseroan. Independency and Composition of BR Committee BR Committee works independently.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 245 Tugas. Independensi KRU dan Susunan Anggota Komite KRU bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. economic). PT Transpacific Railway Infrastructure dan China Railway Engineering Corporation dapat segera dipacu. merangkap sebagai Komisaris Ir. Thamrin Sihite ME. Faridha MSi Andi Novianto. responsibility and authority of BR Committee are elaborated in BR Committee Charter. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. cooperation between PTBA and PTKA (Indonesian Railway Company) and among PTBA. Untuk meningkatkan produksi dan penjualan batubara maka pengembangan angkutan kereta api eksisting yang merupakan kerjasama antara PTBA dan PTKA. set up by and accountable to Board of Commissioners. PT Transpacific Railway Infrastructure and China Railway Engineering Corporation should proceed. To increase production and sales of coal. KRU berpendapat bahwa proyek-proyek pengembangan usaha yang sedang dilakukan seperti pengembangan angkutan kereta api dan pembangunan PLTU masih perlu dipercepat realisasinya. in environment and post-mining area management (physical. BR Committee reported its activities in 2010 in BR Committee Report that included: • • • Evaluating Company Reports Reports were evaluated to detect risks in local. Asuransi dan Pasca Tambang sepanjang tahun 2010 dituangkan dalam bentuk Laporan Komite Risiko Usaha. SUSUNAN KRU PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: LOREM IPSUM DOLOR Ketua Anggota Dr. 01/SK/PTBA-KOM/2010 tanggal 3 Juni 2010. serta rencana kerjasama antara PTBA. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Melakukan telaahan dan kajian terhadap investasi PLTU Peranap 2x10 MW. terutama berkaitan dengan kondisi lokal perusahaan. termasuk terhadap upaya PTBA dalam pengelolaan lingkungan secara fisik maupun sosial dan ekonomi serta pengelolaan pasca tambang. dan global. yang dibentuk oleh. dan bekerja untuk. **) Kontrak sudah selesai pada bulan Maret 2010 Adapun tugas dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Komite Risiko Usaha. The Committee is of the opinion business development projects such as railway development and TPP construction should be accelerated. Tanggung Jawab dan Wewenang dari Komite Risiko Usaha dijabarkan secara rinci dalam piagam Komite Risiko Usaha (KRU Charter). Reviewing: Investment in Peranap Thermal Power Plant 2x10 MW • . social. Ir. experienced and knowledgable in their respective fields. regional and global term. PhD Keterangan : *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. All Committee members are not related to any director. The duty. regional.

Diantaranya partisipasi Ketua KRU pada konferensi ‘The Rising Power of Indonesia Incorporated: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ di Jakarta. Terkait dengan program pengembangan prasarana produksi yang berlokasi di Tanjung Enim. to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. sosial. Mengingat nilai investasi untuk hal ini akan sangat besar. Evaluating Other Activities BR Committee evaluated TPP Independent Power Plant tenders. Kertapati and Tarahan should be scrutinized to be consistent with longterm plan of enhancing coal efficiency and production. Mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan berkelanjutan. financing should be carefully studied. Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. Recommendation was made to boost production of Tanjung Enim. KRU merekomendasikan PJBB tersebut dimasukkan dalam RJPP dan RKAP. Air Laya dan Non Air Laya. agar didapatkan alternatif yang tidak memberatkan. etc. and a more comprehensive planning be made. expecially when it comes from external sources. termasuk apabila akan mendapatkan sumber pendanaan yang akan berasal dari luar PTBA. sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. Attending two Cross Committee Business Meetings Attending Education and Training Program Participation of Committe Head in ‘The Rising Power of Indonesia Incorporaed: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ conference in Jakarta. . Yakni ke lokasi UP Tanjung Enim termasuk PLTU Tanjung Enim 3 x 10 MW. Melakukan telaahan dan kajian terhadap Perjanjian Jual Beli Batubara (PJBB) PTBA dengan PLN. gave input and recommendation for 2011 work program and budget. Developing Production Infrastructure The Committee believes the program of developing production infrastructure in Tanjung Enim. skema bisnis dan time frame penyerahan excess power). dan lingkungan. maka pendanaan proyek tersebut agar dikaji secara hati-hati. Considering the sizeable investment. Infrastructure capacity should also be taken into consideration in boosting sales. KRU juga melakukan telaahan dan evaluasi terhadap kegiatan lainnya seperti Lelang IPP PLTU. termasuk dari aspek ekonomi. dan Tarahan. termasuk dalam hal ini adalah penilaian kesiapan off taker (aspek regulasi. memberikan masukan atas Drat RKAP Tahun 2011 dan lain-lain. and to speed up TPP construction. serta percepatan penyelesaian pembangunan PLTU Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite. teknis.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 246 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • • • • • • KRU merekomendasikan beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan pembangunan PLTU dan kaitannya dengan rencana eksploitasi tambang adalah meliputi: (i) aspek administratif. Selain itu dalam meningkatkan penjualan perlu memperhatikan kemampuan infrastruktur. KRU merekomendasikan peningkatan produksi di lokasi Tanjung Enim. Kertapati. • • • • • • BR Committee recommended the agreement be incorporated in the Company’s long-term plan and work program & budget. Sehubungan dengan rencana Kerjasama Proyek Tanjung Api-api. (ii) aspek teknis dan (iii) aspek ekonomi. Air Laya and outside Air Laya. KRU berpendapat agar dikaji lebih mendalam dan selaras dengan rencana jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan produksi batubara. serta dilakukannya perencanaan yang lebih komperehensif. Making Site Visits To Tanjung Enim Mining Unit including Tanjung Enim TPP 3x10 MW. KRU merekomendasikan agar dilakukan kajian komprehensif terhadap rencana keterlibatan PTBA dalam Proyek Tanjung Api-Api. finansial.

and periodically evaluating the performance of his/her duty. the Company must have reliable document and information management system to ensure compliance with capital market laws and regulations. giving appropriate authority and resources. the duty of Corporate Secretary is as follows: • • Keeping abreast of capital market development and rules. punctual and accurate information regarding the Company is available for the shareholders. compliance officer serta investor relations. As a public company. Corporate Secretary ensures that the most current. CORPORATE SECRETARY The Corporate Secretary plays a major role in facilitating communication among the corporate organs. For this reason. Favorable relationship with strategic stakeholders. tepat waktu dan akurat mengenai Perseroan kepada para pemegang saham. analysts. khususnya pemegang saham. Perseroan juga wajib memiliki tata laksana dokumen dan informasi yang baik untuk membantu memastikan kepatuhan Perseroan terhadap perundang-undangan dan peraturan pasar modal serta untuk mendukung akuntabilitasi pelaporan kinerja dan tanggung jawab Perseroan kepada stakeholder. Perseroan menetapkan fungsi Sekretaris Perusahaan yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. will promote the smooth operations and growth of the Company. . sebagai perusahaan publik. Secara umum tugas Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut: • Mengikuti perkembangan dan peraturan-peraturan pasar modal serta memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal (investor relations). Selain itu. Pembinaan hubungan baik dengan stakeholder strategis. As the function requires. Memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan oleh setiap pemangku Kepentingan. Sekretaris Perusahaan menjamin ketersediaan informasi terkini. compliance officer serta investor relations. media massa dan masyarakat umum. the Company establishes the function of Corporate Secretary who is directly accountable to President Director. Fungsi utama Sekretaris Perusahaan ada tiga. compliance officer and investor relations officer. In general. yang juga meliputi penyediaan Laporan Triwulan dan Laporan Tahunan. memberikan wewenang dan sumber daya yang memadai dan melakukan evaluasi berkala atas pelaksanaan tugasnya. particularly the shareholders. The Company requires certain qualification of Corporate Secretary.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 247 SEKRETARIS PERUSAHAAN Sekretaris Perusahaan berperan besar dalam memperlancar hubungan antar Organ Perseroan. yaitu sebagai liason officer. Corporate Secretary has triple main function: as liason officer. analis. and guarantee the accountability of the Company’s performance report to stakeholders. Perseroan menetapkan kualifikasi khusus untuk pejabat Sekretaris Perusahaan. relationship between the Company and its stakeholders. yakni: sebagai liason officer. hubungan antara Perseroan dengan stakeholders serta dipenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. The information includes quarterly and annual financial reports. Sesuai dengan fungsinya. akan sangat mendukung kelancaran bisnis dan pengembangan usaha Perseroan. mass media and general public. and compliance with the prevailing laws and regulations. Providing information for investors and other stakeholders (investor relations) • Fungsi utama Sekretaris Perseroan mencakup tiga bidang.

the Company conducted 14 conference calls. Tujuan dari penetapan kebijakan tersebut adalah untuk memastikan bahwa pengungkapan informasi Perseroan harus akurat serta dicatat. • • Giving input to Board of Directors in complying with capital market rules and regulations Acting as liaison officer among the Company. Mulai bulan Juli 2009. in accordance with the rules on disclosure of information. media.e. Achmad Sudarto has been the Corporate Secretary of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. . partners and public. processed. among others the Government. Sekretaris Perusahaan kemudian dibantu oleh fungsifungsi lain di bawah koordinasinya. yaitu antara lain Pemerintah. i. 83 (delapan puluh tiga) kali one on one meeting. Corporate Communication and Representative Office. yaitu Hubungan Investor.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 248 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • Memberi masukan kepada Direksi untuk mematuhi peraturan yang berhubungan dengan pasar modal Bertindak sebagai penghubung antara Perseroan dengan Bapepam-LK serta masyarakat. Perseroan telah mengadakan 14 (empat belas) kali conference call. diolah. mitra Perseroan dan masyarakat. BapepamLK and the public. and Insider Information” and “Document/ File Management” in an effort to abide by the transparency principle and GCG practice. Investor Relations. compiled and reported over certain periods. mass media. Komunikasi Perusahaan dan Kantor Perwakilan. Perseroan telah mengeluarkan suatu kebijakan “Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta informasi orang dalam” dan kebijakan “Pengelolaan Dokumen/Arsip Perseroan”. Rincian Press Release yang pernah dilaksanakan oleh Perseroan adalah: Corporate Secretary is assisted by other functions under his/her coordination. The objective of setting this policy is to make sure that information regarding the Company is disclosed accurately. 83 oneon-one meetings. Since July 2009. serta membina hubungan baik dengan seluruh stakeholder lain di luar pemegang saham. Sepanjang tahun 2010. Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk dijabat oleh Achmad Sudarto. dirangkum dan dilaporkan dalam jangka waktu tertentu. dalam rangka memenuhi persyaratan azas keterbukaan dan pelaksanaan GCG. The Company has set a policy on “Information Disclosure and Confidentiality. In 2010. two non-deal roadshows and two events involving the journalists. 2 (dua) kali non-deal roadshow serta 2 (dua) kali kegiatan yang melibatkan wartawan. and fostering good relationship with all other stakeholders besides shareholders. recorded.

Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siap akuisisi 9.840 Miliar”.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA bersaing jadi mitra BHP Biliton” .Pemberitahuan pergantian pejabat Senior Manajer Satuan Pengawas Intern.Penyelenggaraan Public Expose.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA diminta akuisisi saham Freeport”.Pembayaran Dividen Interim 2010.Konfirmasi pemberitaan media DetikFinance “BUMN diminta lepas cucu usaha”.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Lanco Infratech jadi Mitra Bukit Asam” . .Konfirmasi pemberitaan Detik “BPK temukan anak usaha PTBA rugikan Negara Rp. .Panggilan RUPS tahunan Perseroan .Pernyataan tidak melakukan eksplorasi periode Maret – September 2010 .Konfirmasi pemberitaan media Kontan mengenai PTBA kaji rencana Stock Split.Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Dugaan korupsi Bukit Asam. PARA PIHAK BEI Februari Maret BEI April BEI Juni BEI Agustus September BEI BEI Oktober November Desember BEI BEI BEI . .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam gandeng South Africa Synthetic”.Laporan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham periode Januari – Juni 2010 .Laporan Perseroan telah melaksanakan penjualan seluruh saham hasil pembelian kembali saham Perseroan.Konfirmasi berita Bisnis Indonesia “Indonesia Power kurangi pasokan batubara PTBA” . .36% saham Freeport”.Pernyataan tidak melakukan eksplorasi pada periode Sept 10 – Mar 10 . tahun 2010 Information disclosure events launched by the Company in 2010: BULAN Januari KEGIATAN . dua Direktur Bukit Asam akhirnya diperiksa Penyidik Kejagung” . Penyampaian dan Laporan Hasil Public Expose .Perseroan mengikuti Non Deal Roadshow di USA tanggal 1-5 Nopember 2010. .6 Miliar”. . .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siapkan dana akuisisi Rp. .Pemberitahuan Rencana Penyelenggaraan RUPS .Hasil RUPS Tahunan . .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 249 Kegiatan Keterbukaan informasi yang dilaksanakan oleh Perseroan.Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Direktur Bukit Asam bakal jadi tersangka” .Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu . .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam Investasi PLTU $ 101 Juta”.1.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam incar 30% saham railway” . .

000.id for further information on the Company.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 250 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Tabel Penerbitan Press Release Tahun 2010: BULAN Januari Maret TOPIK / SUBJEK . Website Perseroan Surat Kabar. setiap tahun Perseroan menerbitkan laporan tahunan dalam dua bahasa. .Harga jual batubara PTBA ke PLTU Tarahan naik 8. Surat Kabar. Shareholders and the general public are welcome to visit our website http://www. .685.5%. PTBA jadi tuan rumah Indonesian Fire Rescue Challenge 2010. Surat Kabar. yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.id. Website Perseroan Mei Juni Juli Agustus Oktober .Harga jual batubara ke PLTU Suralaya untuk pasokan tahun 2010 disepakati menjadi Rp. volume penjualan batubara naik 10% pada Semester 1 – 2010.PTBA bagikan dividen final tahun buku 2009 Rp. PTBA dan PLN tandatangani Nota Kesepahaman pemasokan batubara kalori rendah sebesar 9 Juta Ton/Tahun MEDIA Website Perseroan Surat Kabar.1.2.73 Triliun naik signifikan 60% pada tahun 2009. yang menyediakan informasi mengenai kinerja Perseroan. . volume penjualan batubara naik 12% pada Triwulan III – 2010. .Kontrak EPC dan O&M Proyek Railway “baru” kapasitas 25 juta ton/tahun ditandatangani.Pengumunan Laporan Keuangan per 30 Juni 2010. in Indonesian and English. total volume 5.ptba. Website Perseroan .ptba.Pengumunan Laporan Keuangan per 30 September 2010. .co. . Each year the Company’s financial statements are published bilingually. . Website Perseroan April Surat Kabar. to provide information on the Company’s business performance. volume penjualan batubara PTBA Triwulan 1 naik 14%. Laporan Tahunan Perseroan dan informasi lainnya dapat diperoleh di Sekretariat Perusahaan di Kantor Pusat atau Perwakilan Perseroan. Pemegang saham dan masyarakat umum juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan Perseroan melalui situs http://www.PTBA Integrasikan Sistem Pasokan Batubara Surat Kabar.-/ton. .Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Desember 2009.6% dan ke PLTU Bukit Asam naik 5. Annual Report and other information may be obtained from the office of Corporate Secretary in the Head Office or Representative Offices. Website erseroan. Website Perseroan Desember Selain itu.Volume penjualan batubara PTBA Semester 1 – 2010 naik 10%. Surat Kabar.Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Maret 2010.228 Triliun. .Laba bersih Rp.PTBA dan Pemprov Sumatera Selatan tandatangani Nota Kesepakatan Bersama Website Perseroan “Sumsel Siaga Bencana Berbasis Industri”.5 juta ton.co. .

id Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Manajemen mengembangkan sistem pengawasan dan pengendalian internal agar dapat berfungsi secara efektif untuk mengamankan investasi dan aset Perseroan. Upaya pengembangan sistem pengawasan dan pengendalian yang dilakukan meliputi: a. Peningkatan lingkungan pengendalian internal yang disiplin dan terstruktur. b. job division and security of the Company’s assets. verifikasi. b.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 251 www. The system development includes: a. c. d. verification. Meningkatkan dan mengembangkan sistem informasi Internal Audit and Control System The Management develops an effective internal audit and control system to safeguard the Company’s investment and assets. Pelaksanaan kajian dan pengelolaan risiko usaha. Establishing a disciplined and structured internal control environment.ptba. pembagian tugas dan keamanan aset Perseroan. meliputi proses untuk mengidentifikasi. performance appraisal. penilaian atas prestasi kerja. identifying. reconciliation. antara lain mengenai kewenangan. financial condition and compliance with the law. otorisasi. Melakukan aktivitas pengendalian pada setiap tingkat dan unit dalam struktur organisasi Perseroan. authority. menilai dan mengelola risiko usaha yang relevan secara berkesinambungan.co. rekonsiliasi. associated with power. menganalisis. c. Developing information and communication system covering the process of reporting of operating activities. Reviewing. . analysing and managing business risk continuously. Exercising control over every level and unit within the organization. d.

Monitoring and evaluating the quality of internal control system and the involvement of internal audit function at every level and unit within the Company. finansial dan ketaatan atas ketentuan dan peraturan yang berlaku. SPI merupakan unit kerja yang menjalankan fungsi pengendalian/pengawasan internal untuk membantu Manajemen dan Satuan Kerja lainnya didalam pencapaian pelaksanaan tugas dan kewajibannya.. untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas audit.. penilaian. IAU coordinates with IAU of the Company’s affiliates. termasuk anak perusahaan. Sedangkan pelaksanaan kegiatan untuk butir c. dan komunikasi yang meliputi proses penyajian laporan mengenai kegiatan operasional. IAU is a work unit that exercises internal audit and control function to assist the management and other work units to perform their duty. providing them with analysis.. Sistem Manajemen Mutu. Quality Management System. SPI mempunyai wewenang memperoleh akses terhadap dokumen. pencatatan personal dan fisik kekayaan perusahaan di seluruh unit kerja perusahaan. consultancy and information through the management.. Sistem Manajemen Lingkungan dan Sistem Manajemen K3 (Lihat uraian ”Sistem Manajemen Bukit Asam”).. Activities under point c. Activities under point b and c are carried out by Corporate Management System Work Unit. IAU has access to documents and records of company property in all work units. to relevant data and information associated with audit work. b. recommendation. IAU ensures all elements of the Company work and act according to established duties and responsibilities. Melakukan pemantauan yaitu proses penilaian terhadap kualitas sistem pengendalian internal termasuk pelibatan fungsi internal audit pada setiap tingkat dan unit struktur organisasi Perseroan. elaborated in Risk Management System (see page . and act on IAU findings and recommendations.).. b. IAU is described as follows: a. Environmental Management System and Work Safety and Health Management System (see page . . e.. rekomendasi. Under IAU Charter signed by Board of Directors and Board of Commissioners.. Internal Auditor Internal Auditor serves as Internal Audit Unit (IAU). As a working partner of External Auditor.. To perform efficiently IAU has to coordinate with Audit Committee. konsultansi dan informasi mengenai aktivitas Satuan Kerja melalui Pimpinan Perusahaan. dijabarkan masing-masing melalui pengembangan sistem diantaranya Sistem Manajemen Risiko (lihat uraian ”Sistem Manajemen Risiko”). d dan e tersebut diatas. d and e are done with the involvement of Internal Audit Unit (IAU) Auditor Internal Auditor Internal bertindak sebagai Satuan Pengawasan Internal.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 252 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report e. dengan memberikan bantuan berupa analisa. .. c. Sesuai Ikhtisar Piagam SPI (SPI Charter) PTBA yang ditandatangani bersama Direksi dan Komisaris PTBA. Kegiatan yang meliputi butir b dan c tersebut diatas dilaksanakan oleh satuan kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP)... dilaksanakan dengan melibatkan aktivitas Satuan Pengawasan Internal (SPI). maka SPI : a.. SPI memastikan bahwa seluruh elemen Perseroan berperan dan bertindak sesuai tugas dan kewajibannya serta menindak lanjuti rekomendasi dari hasil temuan SPI. evaluation..).. including those of subsidiaries..

d. In 2010 approximately 90% of IAU’s recommendations were acted on by auditees and the rest will be followed up in 2011. member firm of PriceWaterHouseCoopers. Pada tahun 2010 + 90 % rekomendasi yang telah disampaikan SPI dapat ditindak lanjuti oleh Auditee dan sisanya akan ditindak lanjuti pada tahun 2011. IAU Auditor should abide by the Code of Conduct in performing audit to reflect his/her professionalism. wewenang dan tanggung-jawab selengkapnya ada pada Piagam (Charter) Audit Internal. member Firm dari PricewaterhouseCoopers. Uraian peran. SPI telah melakukan audit khusus di 5 (lima) Satuan Kerja. Wibisana & Rekan. to audit and give its opinion on the Company’s financial statements for the year ending 31 December 2010. the appointed external auditor must have no conflicting interest with each level of the Company’s organ. Wibisana & Partners. In line with Annual Audit Plan for 2010. Sesuai Rencana Audit Tahunan (RAT) 2010. SPI telah melakukan audit operasional di 8 (delapan) Satuan Kerja dan sesuai permintaan dan penugasan dari Direktur Utama. Untuk menjamin independensi dan kualitas hasil pemeriksaan Eksternal Auditor yang ditunjuk tidak boleh memiliki benturan kepentingan dengan setiap level pejabat Perseroan. To guarantee the independency and quality of audit. e. Ruang lingkup SPI meliputi Pengendalian Internal. SPI merupakan mitra kerja dari Auditor Eksternal. SPI juga mempunyai hubungan dengan SPI Perusahaan Afiliasi. SPI Anak Perusahaan dan Yayasan Milik Perusahaan dalam bentuk koordinasi pelaksanaan audit dan bantuan teknis. special audit on five work units. Eksternal Auditor Eksternal Auditor yang memeriksa laporan keuangan Perseroan tahun buku 2010 ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berdasarkan rekomendasi dari Komisaris dan Komite Audit. on condition that one public accountant office performs audit only for three years in a row. Untuk kelancaran tugas. Full description of the role. IAU conducted audit on eight work units. dengan ketentuan satu KAP hanya boleh melakukan audit secara berurutan maksimal 3 tahun. evaluating the effectiveness of GCG implementation and risk management. The appointed external auditor must give its opinion on the compliance of audited financial statements with the accounting standards generally applied. Untuk menjaga profesionalitas Perseroan melakukan pemilihan Eksternal Auditor setiap tahun. e. The scope of IAU covers internal audit work. AGMS in April 2010 resolved to appoint the Office of Public Accountant Tanudiredja. subsidiaries and foundation in performing audit and providing technical assistance. evaluasi efektifitas implementasi prinsip-prinsip GCG dan evaluasi efektifitas Manajemen Risiko. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan April 2010 memutuskan menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja. External Auditor The external auditor who audited the Company’s 2010 financial statements was appointed by AGMS by the recommendation of Board of Commissioners and Audit Committee. the Company selects external auditor every year. SPI harus berkoordinasi dengan Komite Audit. d. and as instructed by President Director. To keep its professionalism. untuk memeriksa dan menyatakan opininya atas laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Eksternal Auditor yang ditunjuk bertanggung jawab untuk menyampaikan opininya atas ketaatan laporan keuangan yang diaudit terhadap standar laporan keuangan yang berlaku. Auditor SPI harus mematuhi Kode Etik yang merupakan panduan peilaku dalam melaksanakan tugas audit yang mencerminkan tingkat profesionalisme auditor yang bersangkutan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 253 c. . authority and responsibility of Internal Audit is written in Internal Audit Charter.

• Mendorong terciptanya Kebijakan dan best practices/ standar kerja yang lazim berlaku baik secara nasional Corporate Management System Unit To strengthen internal audit and control system.. KAP yang sama ditunjuk untuk melakukan audit kinerja PTBA dengan biaya sebesar Rp. The mission of CMS is realized by: • Improving the quality of governance according to GCG principles for increased shareholder value and other stakeholders’ interest..LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 254 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Periode Penunjukan dan Honorarium Berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. serta jasa audit umum (General Audit) untuk Laporan Keuangan PTBA. The vision of CMS is to become a reliable work unit in managing the Company’s business process by consistently implementing GCG principles to enhance corporate value. • Creating work best practices of international and national standards under GCG principles. including VAT. sehingga dapat meningkatkan nilai Perusahaan.095. Visi dari Satuan Kerja SMP adalah : Menjadi Satuan Kerja yang terpercaya dalam mengelola proses bisinis Perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten.. Manajemen membentuk Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP). saat ini masih dalam pelaksanaan audit dengan target waktu penyelesaian Laporan Hasil Audit pada akhir Pebruari 2011.000. Tahun 2010 tersebut merupakan periode ke.050. such audit is still in progress and expected to be finalized end of February 2011 Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan Dalam rangka memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian internal di Perseroan. pada tahun 2010 dilakukan jasa audit kinerja atas kegiatan Anak Perusahaan dan Project Kerjasama PTBA.. .. sudah termasuk PPN. • Untuk audit yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP)...000 plus out of pocket expenses for auditing consolidated financial statements of the Company for the year ending 31 December 2010. Wibisana & Rekan melakukan audit atas laporan keuangan Perseroan. and Partnership and Community Development Program report. CMS. and general audit on the Company’s financial statements.. Kegiatan Auditor Eksternal • Pada tahun 2010 BPK-RI telah melakukan Audit System Pengendalian Intern (SPI) PTBA..050. miliar. Apart from financial audit.. saat ini masih dalam proses penyusunan draft Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Tim Audit BPK-RI.. The year 2010 was the third year for the Office of Public Accountant Tanudiredja. Until the time of reporting. In the organization structure.3 (tiga) KAP Tanudiredja. Performance audit by Public Account Office was performed on the Company’s subsidiaries and joint projects.. Wibisana & Partners to audit the Company’s financial statements..095..ditambah biaya “out of pocket” untuk jasa audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010 termasuk untuk audit PKBL. Dalam struktur organisasi perusahaan. the same Public Accountant Office was appointed to audit PTBA performance at a cost of Rp . Selain audit keuangan. the management set up Corporate Management System Work Unit (CMS)... Sedangkan Misi Satuan Kerja SMP adalah : • Meningkatkan kualitas tatakelola Perusahaan agar sesuai dengan prinsip-prinsip GCG untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan bagi Pemegang Saham dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya.. IAU and Corporate Secretary are directly accountable to President Director. External Auditor Activity • In 2010 the State Auditor audited the Company’s internal control system and to this day their report is still in process. Appointment and Fee With the power conferred by AGMS. Komisaris telah menetapkan jumlah biaya Eksternal Auditor sebesar Rp1.. SMP bersama-sama dengan SPI dan Sekretaris Perusahaan langsung berada di bawah kendali Direktur Utama. the Board of Commissioners fixed an audit fee of Rp1..

Next. . 4 SML audits on 14 work units scope ISO 14001. CMS performed 24 audits. Strategi Satuan Kerja SMP adalah : • Meningkatkan komunikasi dengan BOD dan Seluruh Kepala Unit/ Kepala Satuan Kerja untuk mendapatkan data informasi yang diperlukan. CMS is in charge of assisting President Director in developing. • Senantiasa melakukan improvement proses bisnis internal SMP. kualitas dan waktu penyelesaian pekerjaan/audit. yang kemudian disahkan menjadi pedoman. SMP telah melaksanakan audit internal sebanyak 24 kali audit yang terdiri dari Audit SMM sebanyak 4 kali audit terhadap 15 Satuan Kerja Lingkup ISO 9001. independensi. mengarahkan. • Bekerjasama dengan Satuan kerja SDM untuk meningkatkan kompetensi Pegawai dan mendapatkan sertifikasi keahlian (khususnya Auditor) yang diperlukan serta jumlah personil yang optimal. 4 SMK3 audits on 16 work units scope OHSAS 18001. CMS monitors and evaluates the performance of each unit. Audit SM Lab sebanyak The strategies adopted by CMS are: • Building communication with Board of Directors and all Work Unit Heads to obtain the necessary information. Selama tahun 2010. Audit SML sebanyak 4 kali audit terhadap 14 Satuan Kerja Lingkup ISO 14001. Periodically. dan mengendalikan seluruh sistem manajemen yang diterapkan di perusahaan yang meliputi dan tidak terbatas pada: • Sistem Manajemen Mutu (SMM) • Sistem Manajemen Lingkungan (SML) • Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) • Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (SMM Lab) • Sistem Manajemen Risiko (SMR) • Sistem Manajemen Corporate Social Responsibility (SM CSR) • Sistem Manajemen Keamanan Pelabuhan (SMKP) • Sistem Manajemen Kinerja (SMK) • Sistem Manajemen Surat & Kearsipan Peranan SMP dalam peningkatan implementasi GCG adalah pertama menyiapkan/menyusun soft structure GCG bersamasama dengan unit yang akan melaksanakan. Throughout 2010. CMS improves the operating system applied in each unit. particularly in terms of system reliability and its association with performance. • Meningkatkan objektifitas. directing and controlling all management systems applied in the Company including but not limited to: • • • • • • • • • Quality Management System (SMM) Environment Management System (SML) Work Safety & Health Management System (SMK3) Laboratory Quality Management System (SMM Lab) Risk Management System (SMR) Corporate Social Responsibility Management System (SMCSR) Port Security Management System (SMKP) Performance Management System (SMK) Correspondence & Filing Management System In enhancing the implementation of GCG principles. 2 SMM Lab audits on 3 coal laboratories scope ISO 17025. covering 4 SMM audits on 15 work units scope ISO 9001. which is subsequently formalized as guide. Secara periodik. Meningkatkan budaya korporasi. • Continually improving CMS. Audit SMK3 sebanyak 4 kali audit terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup OHSAS 18001. SMP akan melakukan perbaikan pada sistem operasional yang diterapkan pada masing-masing unit tersebut.internal business process. terutama dari sisi keandalan sistem yang diterapkan dan hubungannya dengan kinerja. • Enhancing objectivity. • Cultivating corporate culture. independency. 6 SMKP audits on 3 coal ports scope ISPS Code and 4 SMK audits on 31 work units scope Balance Scorecard. Kemudian SMP melakukan pemantauan dan melaksanakan audit/evaluasi kinerja dari masing-masing unit. • Working in cooperation with HR Work Unit for employee development and proficiency certification (especially Auditor) and optimal number of personnel. quality and time efficiency in performing audit. CMS jointly with would-be users first prepares GCG soft structure.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 255 • maupun internasional di Perusahaan yang sesuai dengan Prinsip-prinsip GCG. Tugas dari SMP adalah membantu Direktur Utama dalam mengembangkan.

Sedangkan untuk implementasi Sistem Manajemen Risiko selama tahun 2010 telah dilakukan 4 kali monitoring terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup SMR berbasis AS/NZ 4360.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 256 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report 2 kali audit terhadap 3 Laboratorium batubara Lingkup ISO 17025. Hal ini berdasarkan kelengkapan aturan seperti Board Manual. To improve productivity and system efficiency. SML ISO 14001:2004. GCG Code. Code of Conduct. the management formulated a policy to integrate SMM ISO 9001:2008. GCG Code. In 2010 CMS finalized the establishment of SMBA. Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi system. This was proven by the availability of Board Manual. bribes. SML ISO 14001:2004. Code of Conduct. Manajemen mengeluarkan kebijakan untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. as well as conflict of interest transactions. monitoring was done 4 times on 16 work units scope SMR on AS/NZ 4360. Sesuai dengan perkembangan kegiatan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2010. Charter-charter untuk Komite di tingkat Komisaris. and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one management system called Bukit Asam Management System (SMBA). etc. CMS is currently revising some of the regulations to conform to the existing laws and regulations. regulations on goods and services procurement. dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). Audit SMKP sebanyak 6 kali audit terhadap 3 Pelabuhan batubara Lingkup ISPS Code dan Audit SMK sebanyak 4 kali audit terhadap 31 Satuan Kerja lingkup Balance Scorecard. gifts. . SMP saat ini tengah melakukan revisi atas beberapa aturan tersebut dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan peraturan yang ada. Board of Commissioners’ Committee Charters. Pada tahun 2010 SMP telah melaksanakan pembangunan SMBA. Larangan pemberian dan penerimaan hadiah. SMP berpendapat Soft Structure GCG di perusahaan sudah memadai. During its evaluation work in 2010. CMS discovered that GCG soft structure was sufficiently implemented. suap dan sejenisnya serta aturan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa. Whereas on Risk Management System.

CODE OF CONDUCT The Company has finalized reviewing and revising the Code of Conduct. Pokok-pokok Kode Etik Pada dasarnya Pedoman Kode Etik Perseroan mengatur halhal yang menjadi tanggung jawab Perseroan. • Disseminating Code of Conduct and Reporting Violation Disseminating Code of Conduct and procedures of reporting misconduct. Tahun 2010. readjusting its provisions with GCG Code and the most current common practices. • Etika Perilaku Individu. Pedoman Kode Etik Perusahaan hasil kajian ulang tersebut telah diberlakukan dan disosialisasikan. Sosialisasi Code of Conduct dan tata cara pelaporan atas ketidaksesuaian perilaku. individuals of the organization and other parties doing business with the Company. beretika dan bertindak dalam upaya menyeimbangkan kepentingan Perseroan dengan kepentingan stakeholder sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan nilai-nilai korporasi yang sehat. and violation of Code of Conduct. Etika Perilaku Individu merupakan penjelasan tentang bagaimana individu Jajaran Perseroan dalam berhubungan. accompanied by all employees’ signed statement of commitment to observe and put into practice the Code of Conduct. dilakukan secara efektif dan menyeluruh kepada Jajaran Perseroan dan stakeholder. menyesuaikan kembali aturan di dalamnya dengan Pedoman GCG dan praktek-praktek lazim terkini. other laws and regulations. This was proven by the global financial crisis in 2008 that was triggered by “moral hazard” within global scale financial companies in the USA. the revised Code of Conduct was enacted by a Board of Directors decision. beretika dan bertindak sesuai kaidah-kaidah dan ketentuan yang berlaku. Pemberlakuan dilakukan melalui penerbitan SK Direksi. agar penerapan best practices GCG menjadi maksimal. the Company’s Code of Conduct regulates all matters under the responsibility of the Company. disertai pananda-tanganan lembar pernyataan seluruh pegawai untuk mentaati dan melaksakan butir-butir ketentuan yang terkandung dalam Code of Conduct tersebut. yang meliputi: • Etika Bisnis Perseroan. Etika Bisnis Perseroan merupakan penjelasan tentang bagaimana sikap dan perilaku Perseroan sebagai suatu entitas bisnis bersikap. high integrity and good moral will save the Company from the risk of corporate failure. • Sosialisasi dan Pelaporan atas Pelanggaran. yang pemicunya adalah “moral hazard” pada perusahaan finansial skala global di Amerika Serikat. . peraturan perundangan lainnya dan sanksi yang diterapkan. Main Points of Code of Conduct Basically. Peraturan Perseroan. In 2010. Hal ini telah dibuktikan dengan terjadinya krisis finansial global tahun 2008 lalu.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 257 KODE ETIK Perseroan telah selesai melakukan kajian dan penyusunan kembali butir-butir ketentuan dalam Pedoman Kode Etik Perusahaan yang telah ada. Code of Conduct is one of the Company’s tools to enhance everybody’s integrity so as to apply GCG best practices to the utmost level. We believe that GCG best practices. penyimpangan atas Code of Conduct. Company Regulations. individu jajaran Perseroan maupun pihak lain yang melakukan bisnis dengan Perseroan. • Individual Code of Conduct This is an explanation as to how individuals in the Company should act in communicating with others and behave in accordance with good ethics and common moral values. and imposition of penalty should be done effectively to all levels of the organization and stakeholders of the Company. to balance the interest of the Company and that of the stakeholders in accordance with GCG principles and sound corporate values. bersikap. Perseroan berkeyakinan penerapan best practices GCG secara seimbang peningkatan integritas serta landasan moral yang tinggi akan lebih menjamin Perseroan agar terhindar dari risiko-risiko yang mengarah pada kegagalan korporasi. covering: • Business Code of Conduct The Company’s Business Code of Conduct gives directives as to how the Company should conduct its business with good ethics the way a business entity should. Pedoman Kode Etik merupakan salah satu tools Perseroan dalam meningkatkan integritas insan perseroan di setiap level.

and imposition of sanction in case of violation. Conflict of interest. Jika diperlukan. Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi secara efektif dan menyeluruh dengan langkahlangkah sebagai berikut : • Melakukan sosialiasi Code of Conduct kepada seluruh Jajaran Perseroan. berkordinasi dengan Satuan Kerja Sumber Daya Manusia (SDM). (iv). baik pada masa orientasi maupun masa bekerja. Merupakan lembar pernyataan mengenai pemahaman dan kesediaan Jajaran Perseroan untuk mematuhi Code of Conduct Perseroan dan pihak yang bertanggung jawab atas implementasinya. Benturan kepentingan (conflict of interest). among others: (i) Target to be achieved by the management and employees. To stimulate people . Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. (vii) Citra perseroan. health and environment. meliputi antara lain: (i) Integritas dan komitmen. (v) Insider trading. maka hasil kajian dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai kebijakan dan peraturan Perseroan. iv) Pemberian donasi. (ii). Periodically reviewing the provisions of Code of Conduct for further improvement. iii). Kerahasiaan informasi. • Statement of Compliance with Code of Conduct. Langkah sosialisasi kemudian diikuti dengan implementasi yang disertai penerapan sangsi bagi pelanggaran yang Socialization of Code of Conduct Socialization is an important phase of upholding Code of Conduct. (ix) Ethics of working relation. Sedangkan Etika Kerja yang harus dipenuhi oleh individu jajaran Perseroan. findings from the review will be further embodied in rules and regulations of the Company. Aturan pokok yang tercakup pada Etika Bisnis Perseroan yang memiliki aspek kritis terhadap jalannya operasional perusahaan antara lain: (i) Target yang harus dicapai oleh jajaran Manajemen dan Pegawai.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 258 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Pernyataan Kepatuhan Code of Conduct. either during orientation or operating hours. Internal Control of the Company. iv) Donating fund. Pelanggan dan Mitra Kerja dan melakukan penyegaran secara berkala • Melakukan evaluasi atas pencapaian atau pemahaman kepada Jajaran Perseroan. (iii) Compliance with laws and regulations. Information confidentiality. kesehatan kerja dan lingkungan hidup. (viii) Etika hubungan dengan Stakeholders. • • Implementation and socialization of Code of Conduct and Corporate Culture are tools in nurturing high integrity and good moral of people at every level in the organization. Compliance with the laws and regulations. Penyelenggaraan sosialisasi ini dilakukan oleh Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan. (vi) Menjaga keselamatan. This is a statement of understanding and readiness of all personnel to observe the Code of Conduct and respect any party assigned by the Company to be in charge of the implementation. selaku penanggung jawab implementasi GCG. If required. (iv). • Pengkajian secara berkala butir-butir aturan Code of Conduct dalam rangka pengembangan Code of Conduct lebih lanjut. Sosialiasi Kode Etik Sosialisasi merupakan tahapan penting dari penerapan Code of Conduct. (vii) Ketenagakerjaan. (v) Pemberian dan penerimaan hadiah (vi) Lingkungan. (vii) Employment. The Company is committed to effectively disseminating Code of Conduct by taking the following steps: • Disseminating Code of Conduct to all personnel. Internal Control Perseroan. Work Ethics that should be upheld by every individual in the Company include: (i) Integrity and commitment. (viii) Keterlibatan dalam aktivitas politik dan (ix) Pemberian dan penerimaan hadiah. (ix) Etika hubungan kerja. (ii). (v) Giving and receiving gifts (vi) Environment. (v) Insider Trading. Dissemination is then followed by implementation. Evaluating the accomplishment or understanding of the personnel. (ii). iii). (vii) Corporate image. (viii) Ethics of stakeholder relation. The main rules contained in Business Code of Conduct are critical of the conduct of the Company’s business. (viii) Political involvement and (ix) Giving and receiving gifts. (vi) Work safety. and giving periodic refresher course. (ii). (iii) Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. customers and partners.

Terbuka. Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam budaya kerja “SiPrima” – Sinergi. Rational and Conscious of Cost & Environment (TOPRC). By thinking positive. yang berpengaruh terhadap promosi dan remunerasi. Filosofi dasar dalam membangun sistem nilai tersebut adalah sikap kerja “PTPRS”. reminding one another and acting gentlemanly. The Company complements Code of Conduct with procedures of reporting and imposing sanction on violation of Code of Conduct. Rasional dan Sadar Biaya & Lingkungan. Budaya Perusahaan Perseroan memiliki sistem nilai yang dianut dan dijalankan guna membangun budaya perusahaan. • • . to practice good ethics. Dengan berpikir POSITIF. Sikap yang menganggap Pegawai sebagai rekan kerja untuk saling terbuka. Open. maka penilaian kinerja pegawai di setiap level. akan mempertimbangkan pula penilaian atas rekam jejak pegawai atas ketaatannya terhadap kode etik. Positif. bersikap saling mengingatkan. insan Perseroan akan lebih bijaksana karena dapat menyelesaikan masalah dengan pandangan yang lebih jernih serta tetap memiliki semangat untuk selalu memperbaiki apapun demi kepentingan perusahaan. Socialization is conducted by Corporate Management System Work Unit (CMS) being the unit responsible for GCG implementation. through three principal deeds: actively taking and giving truthful and accountable information. everybody in the Company will be wiser and able to solve problems with a clearer mind and remain enthusistic in every situation to act for the Company’s benefit. Terbuka. PTPRS dapat diuraikan sebagai berikut: • Percaya. employee performance appraisal at every level that affects promotion and remuneration will take into account employees’ track record in observing Code of Conduct. Corporate Culture The Company has a value system that is adopted and implemented to build corporate culture.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 259 Penerapan dan Sosialisasi Kode Etik dan Budaya Perusahaan sebagai salah satu alat dalam meningkatkan integritas dan moral insan pada setiap tingkat Perseroan. Sikap saling mempercayai satu sama lain baik antara pimpinan dengan bawahan dan juga dengan sesama rekan kerja. dilakukan. Positive Always think and act positive in judging things to reach optimum result. agar tercipta rasa kebersamaan dan memiliki di antara seluruh Pegawai. Sikap selalu berpikir dan bertindak positif dalam melihat sesuatu hal untuk meraih hasil yang lebih optimal. TOPRC can be elaborated as follows: Trusting Trusting one another either between management and employees or among colleagues so as to foster sense of togetherness and sense of belonging. Beriman. Sebagai insentif bagi penerapan kode etik yang baik. Positive. Professionalism and Faith. yaitu Percaya. Perseroan melengkapi Panduan Kode Etik dengan Prosedur Pelaporan Pelanggan dan penerapan sangsi atas pelanggaran kode etik. Positif. Profesional. saling memahami agar mampu bersinergi yang diwujudkan dalam 3 (tiga) tindakan pokok yaitu aktif memberikan dan menerima informasi yang benar dan bertanggung jawab. in coordination with Human Resource Work Unit. dan bersikap satria. The basic philosophy in building the value system is work ethos of Trusting. These values are elaborated in work culture of Synergy. Open All personnel are colleagues who should be understanding and open to one another in order to work synergically.

tindakan dan pengendalian berlandaskan pada pola pikir yang objektif dan adil. employees should work willingly and guided by a strong faith. Therefore. untuk menunjang penerapan tata-kelola perusahaan yang baik. and to be conscious of environment conservation as our commitment to think of the future and not just the present. Bekerja Ikhlas. action and management are based on objective and unprejudiced way of thinking. Work Willingly Employees realize that working is not a purpose but a means to worship God. Conscious of Cost and Environment Appreciating every effort made by everyone for efficiency in every line. Perseroan telah menyusun dan menetapkan serangkaian aturan kebijakan pokok operasional. Work Smart Employees work with professionalism and constantly improve work to reach operational excellence. Rational Able to distinguish between fact and assumption in handling things. • Rasional. Whereas the culture of Synergy. Bekerja Cerdas. which cover the following: . • • Kebijakan Pokok Perseroan Sebagai pelengkap dan bagian atas Panduan GCG. Pegawai senantiasa bekerja dengan penuh semangat dan membina kerjasama yang baik sehingga terciptanya sinergi dalam bekerja. Ini berarti setiap rencana. Pegawai bekerja secara profesional dan secara terus menerus melakukan perbaikan untuk mencapai operational excellence. Pegawai menyadari bahwa bekerja bukanlah tujuan melainkan hanya sarana untuk beribadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu dalam bekerja harus selalu ikhlas dan dilandasi iman yang kuat. mencakup di antaranya: Standard Policy The Company has compiled and formulated a series of standard operating policy to complement GCG Code. Sadar Biaya dan Sadar Lingkungan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 260 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Perseroan menetapkan prosedur yang mudah dan sederhana namun melindungi kerahasiaan identitas pelapor maupun penyelidik. the Company establishes easy and simple procedures but protective of the identity of witnesses and investigators. Mampu memilah antara kenyataan dan perkiraan dalam membawa persoalan pada tempatnya. • Sedangkan Landasan Budaya kerja “SiPrima” diuraikan sebagai berikut: • Bekerja Keras. Menghargai setiap usaha yang dilakukan setiap individu untuk membantu melakukan efisiensi di semua lini serta menyadari apa yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan saat ini. Menjaga kelestarian lingkungan adalah komitmen kita bersama. To ensure the effectiveness of whistle blowing policy. This will prevent fraudulent practices from occurring at work. This means every plan. Hal tersebut akan mencegah terjadinya praktekpraktek kecurangan dalam bekerja. Professionalism and Faith can be described as follows: Work Hard: Employees always work enthusiastically and foster good teamwork spirit to create synergy.

. s/d .. Sistem Manajemen Risiko yang ada selalu dikembangkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dan mengeliminasi risiko yang ada untuk mencapai tujuan Perseroan. (Uraian Pengelolaan Risiko selengkapnya ada pada bagian Manajemen Risiko. halaman .... Demi menjamin efektivitas pengawasan pelanggaran dan deteksi dini tersebut. menetapkan prosedur pelaporan dan menetapkan dengan jelas jenis-jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan. setting reporting procedures and defining types of misconduct that may be reported.) Conflict of Interest Transactions In an effort to prevent conflict of interest. (Full description of risk management is presented in Risk Management section page .. including: for various • • • • • Creating a conducive climate to encourage people to report any misconduct that may result in financial or non-financial losses (that may tarnish the Company’s image). Rules and Procedures of Whistle Blowing Policy The Company sets a Whistle Blowing Policy purposes... Perseroan kemudian menetapkan halhal pokok yang terkait. kotak pos khusus). and Designing early warning system mechanism to anticipate any problem arising from misconduct.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 261 Aturan dan Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) Perseroan telah memberlakukan kebijakan serta Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) untuk berbagai tujuan. Perseroan menetapkan prinsip-prinsip kebijakan sebagai berikut : • Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi harus mengungkapkan kepemilikan saham di Perseroan atau To ensure the effectiveness of misconduct control and early warning system.. Minimizing losses as a result of misconduct through early warning system.. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan. the Company adopts the following policy: • Members of Board of Commissioners and Board of Directors must disclose their shareholding in the Company or other companies in a special register as .. Transaksi Benturan Kepentingan Untuk menghindari terjadinya benturan kepentingan. The system is continually developed to anticipate possible risk and to mitigate existing risk.. dengan membentuk unit kerja khusus yang menangani hal tersebut serta dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan standar manajemen risiko yang menjadi acuan.. To encourage people to report. Developing risk management system is part of the Company’s long term strategy by forming special work unit to handle this matter systematically in accordance with the risk management system. diantaranya: • Menciptakan iklim kondusif dan mendorong pelaporan pelanggaran yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun non finansial (hal-hal yang dapat merusak citra Perusahaan).. special mailbox).. Mengurangi kerugian yang terjadi akibat pelanggaran melalui deteksi dini. email. the Company establishes procedures that will protect the identity of the witnesses and investigating officers. Pengelolaan Risiko Perseroan telah mengembangkan sistem pengelolaan risiko secara terintegrasi di tingkat korporasi dengan melibatkan masing-masing satuan kerja.. dan Mempersiapkan mekanisme deteksi dini (early warning system) atas kemungkinan terjadinya masalah akibat suatu pelanggaran. maka Perseroan menetapkan prosedur yang mampu menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan petugas investigasinya. termasuk diantaranya: menyediakan media pelaporan pelanggaran (hot line. ). email. Risk Management The Company establishes an integrated risk management system at the corporate level involving every work unit. Untuk mendorong keberanian saksi pelapor. the Company took the necessary measures including providing misconduct reporting media (hotline.

Sistem penilaian kinerja diupayakan agar: • Transparan. According to the Code of Conduct. Aturan tersebut menyatakan bahwa Perseroan memegang teguh peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai informasi orang dalam khususnya dalam hal akses informasi yang sensitif dan bersifat rahasia.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 262 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • di perusahaan lain dalam daftar khusus sebagaimana dipersyaratkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Accountable. Every member of the Company must avoid economic interest in the Company that may cause financial conflict of interest. individu jajaran Perseroan yang memiliki akses informasi material yang belum dipublikasikan secara luas dilarang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya dengan mengungkapkan informasi dimaksud kepada pihak tertentu untuk digunakan sebagai dasar membeli. which means performance management is handled by work units that are able to handle it well based on measured criteria. Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang menggunakan informasi penting dan rahasia bagi kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. • . allowing employees to know what aspects are appraised so they can independently appraise their performance and compare it with the appraisal made by the Company. bebas dari segala pengaruh dan tekanan pihak lain sehingga pengambilan keputusan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan dapat dilakukan secara obyektif. Performance Management The Company implements performance management system which is based on principles of transparency. Insider Trading The Company has set the rules on insider trading as stipulated in Code of Conduct. Transaksi orang dalam (Insider Trading) Aturan mengenai transaksi orang dalam diatur dalam Panduan Kode Etik. yang berarti manajemen kinerja dijalankan oleh unit kerja yang mampu melaksanakan dengan baik This way. Dengan demikian seluruh elemen Perseroan dapat terhindar dari dominasi oleh satu pihak terhadap pihak lainnya. The performance management should be Transparent. Manajemen Kinerja Perseroan menerapkan sistem manajemen kinerja yang dikembangkan berdasarkan prinsip transparansi. yang berarti semua karyawan dapat mengetahui ukuran apa saja yang dinilai sehingga yang bersangkutan secara mandiri dapat memperkirakan hasil penilaian kinerjanya dan dapat dibandingkan dengan hasil penilaian kinerja oleh Perseroan. independency and fairness. free from any influence and pressure by others to allow objective decision making when it comes to transactions with conflict of interest. all elements of the Company may be free from domination by others. Every member of the Company must not take advantage of their position for personal gain or othes’ benefit that may harm the interest of the Company. Akuntabilitas. It stipulates that the Company abides by the prevailing laws and regulations regarding insider information particularly with respect to access to delicate and confidential information. independensi serta kewajaran. menjual atau menahan saham Perseroan. akuntabilitas. accountability. selling or retaining the Company shares. Every member of the Company must not use material and confidential information for personal gain or others’ benefit that may harm the Company. • • • required by the law. Sesuai Panduan Kode Etik. anyone within the organization who has access to undisclosed material information should not abuse his/her position and authority to divulge such information to any party for the purpose of buying. Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. Setiap individu Jajaran Perseroan sebaiknya menghindari kepentingan ekonomi dalam perusahaan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan ekonomi.

Fair. starting from general research. Giving and Receiving Gifts Gift is defined as any form of present given by the Company and its personnel to certain parties with a purpose of influencing such parties to benefit the Company unfairly. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) periodically. dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang jelas/terukur. The Company always fairly discloses affiliated transactions in accordance with the law. • Manajemen Mutu Perseroan menerapkan sistem manajemen mutu terpadu tentang pengendalian kualitas produk dan jasa yang dihasilkan oleh Perseroan. kegiatan pascatambang hingga pengusahaan pembangkitan energi. Pelaksanaan manajemen kinerja ini didukung oleh penerapan tools Balanced Scorecard dan pengukuran Key Performance Indicator (KPI) yang dilakukan setiap triwulan dan tahunan. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) quarterly and annually. Jaminan kualitas produk dan jasa merupakan hasil dari serangkaian kegiatan proses produksi yang sesuai dengan standar internasional yang dilakukan pada setiap kegiatan Usaha Energi berbasis Batubara. Transaksi Afiliasi Transaksi dengan pihak-pihak terafiliasi tersebut akan selalu dilakukan berdasarkan prinsip kesetaraan (arms length relationship) sehingga tidak merugikan kepentingan pemegang saham minoritas serta Perseroan. Quality Management The Company establishes an integrated quality management system for product and services quality control. kegiatan pengangkutan dan perdagangan. yakni penilaian terhadap manajemen kinerja dilakukan secara objektif dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang telah ditetapkan tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun. Affiliated Transactions Transactions with affiliated parties are always made on arm’s length relationship principle so as to protect the interests of the Company and minority shareholders. transporting and trading. Perseroan selalu mengungkapkan transaksi dengan pihakpihak terafiliasi secara wajar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 263 Manajemen Kinerja diterapkan dengan dukungan balanced scorecard dan pengukuran key performance indicator yang dilakukan secara periodik. mulai dari tahap penyelidikan umum. yang berarti manajemen kinerja dikembangkan berdasarkan target kinerja yang dapat dicapai. High quality of product and services is achieved as production process is in accordance with international standards applied in every stage of coal-based energy business. Receiving gift . allowing performance management to be objectively appraised and according to established criteria without any influence or pressure. Independen. meaning performance management is developed based on reachable performance target. Pemberian dan Penerimaan Hadiah Pemberian hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk pemberian oleh jajaran Perseroan kepada pihakpihak tertentu dengan maksud mempengaruhi pihak-pihak Independent. post-mining down to energy generating activities. • Wajar.

kecuali jika pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan secara khusus oleh Perseroan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. terbuka dan bersaing. Pengembangan sistem pengadaan melalui sistem e-procurement dan e-auction dikembangkan dalam rangka mengimplementasikan prinsipprinsip GCG. Goods/Services Procurement Goods and services procurement is carried out by fair competition as governed by the law and in a manner that is effective. giving or receiving presents are prohibited by the Company. competitive. tersebut agar dapat menguntungkan Perseroan di luar batas-batas kewajaran. efficient. competitive. adil/tidak diskriminatif serta akuntabel . Kewajiban untuk menghindari transaksi benturan kepentingan dan transaksi afiliasi oleh segenap Jajaran Perseroan dalam sistem pengadaan barang dan jasa. transparan. fair/ indiscriminative and accountable. Giving or receiving gifts is prohibited so as not to influence decision making by the personnel. terbuka dan bersaing. efficient. In principle. Penerimaan hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk penerimaan oleh Jajaran Perseroan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan maksud mempengaruhi keputusan Jajaran Perseroan yang menguntungkan si pemberi hadiah. is defined as any form of receipt by the Company and its personnel from certain parties to influence the decision of the Company to favor the present giver. transparent. Assessed periodically with respect to system adequacy to ensure compliance with effective. Able to prevent conflict of interest and affiliated transactions by the personnel in procuring goods and services. except when done in accordance with specific rules set by the Company or with the prevailing laws and regulations. Dikaji secara berkala mengenai kecukupan sistem pengadaan yang ada agar terpenuhi prinsip-prinsip efektif dan efisien. Pengadaan Barang/Jasa Proses pengadaan barang dan jasa diupayakan melalui persainganyangsehatsesuaidenganperaturandanperundangundangan yang berlaku dengan menjunjung prinsip-prinsip efektif dan efisien. transparan. transparent.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 264 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Pemberian maupun penerimaan gratifikasi dilarang agar proses pengambilan keputusan oleh seluruh jajaran dalam Perseroan tidak terpengaruh. fair/indiscriminative and accountable principles. Pada prinsipnya pemberian maupun penerimaan hadiah dilarang oleh Perseroan. . E-procurement and e-auction system has been installed to support procurement in the spirit of good corporate governance. adil/ tidak diskriminatif serta akuntabel. The system should be • • • • Implemented consistently. Langkah kebijakan yang dilakukan: • • Diimplementasikan secara konsisten .

customers and work partners as stipulated by the law. comparable. Hal ini dapat dijelaskan pada uraian singkat mengenai penerapan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut. Delicate and confidential information is regulated further in Letters and Files Handling Procedures. and disclosing material business expansion plan. kecuali melalui otoritas khusus oleh Dewan Komisaris dan Direksi. Pengaturan mengenai informasi yang sensitif dan rahasia diatur lebih lanjut dalam kebijakan Tata Laksana Surat dan Kearsipan. Disclosure. One of the media for exercising disclosure is the Company’s official website. except by specific authority given by the Commissioners and Directors. adequate. kondisi keuangan dan informasi lainnya secara jelas. Confidentiality and Insider Information The Company promptly disseminates information to shareholders and other stakeholders in order to make quick decision. PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP DASAR GCG Perseroan senantiasa berupaya menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara konsekuen dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. dapat dibandingkan dan tepat waktu serta mudah diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. Implementation of Transparency Principle The Company ensures clear. Kebijakan-kebijakan tersebut melandasi akivitas Sekretaris Perusahaan. . Perseroan memberi kewenangan kepada Sekretaris Perusahaan beserta jajarannya untuk menjalankan tugas dan perananya menerapkan asas Transparansi ini. Confidential information should not be disclosed. IMPLEMENTATION OF GCG BASIC PRINCIPLES The Company is always consequent in implementing GCG basic principles throughout its business operations. financial condition and other particulars of the Company accessible to stakeholders.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 265 Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta Informasi Orang Dalam Perseroan menyediakan dan memberitahukan informasiinformasi yang harus segera disampaikan kepada shareholder maupun stakeholder lainnya dalam rangka proses pengambilan keputusan yang cepat. accurate. Sedang informasi yang bersifat rahasia tidak boleh disampaikan. The following describes briefly the implementation of GCG basic principles. Penerapan asas Transparansi Perseroan menjamin pengungkapan informasi materil dan relevan mengenai kinerja. Example: Publicizing quarterly and audited annual financial report & performane report. Contoh: Laporan Keuangan & Laporan Kinerja Triwulanan dan Tahunan (Audited) yang disampaikan kepada Publik. memadai. Salah satu media untuk melaksanakan keterbukaan informasi Perseroan ini adalah melalui official website Perseroan. akurat. This transparency principle does not prejudice the Company’s obligation to protect the confidentiality of information pertaining the Company. These policy guidelines are the basic rule for the Corporate Secretary’s activities. The Company gives mandate to Corporate Secretary and his/her staff to uphold this transparency principle. and timely disclosure of material and relevant information regarding business performance. Prinsip keterbukaan ini tidak mengurangi kewajiban untuk melindungi informasi rahasia mengenai Perseroan dan Pelanggan serta Mitra Kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

which are: • • • • • • Individual Accountability This accountability is associated with the reciprocal relationship between management and subordinates. Corporate Accountability Accountability that is inherent in the Company as a whole in conducting its business activities according to the Articles of Association. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. performance and accountability to allow effective management of the Company. Contoh: Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai yang dilaksanakan setiap semester. Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban seseorang atau organ kerja Peraseroan yang berkaitan dengan pelaksanaan wewenang yang dimilikinya dan/ atau pelaksanaan tanggung jawab yang dibebankan oleh Perseroan kepadanya. yakni: • Akuntabilitas Individu. Example: Employee performance appraisal made every semester. Perseroan memperkenalkan 3 (tiga) tingkatan akuntabilitas kepada jajarannya. Accountability refers to the obligation of an individual or a work unit which is related to the exercise of authority and/or performance of duty mandated by the Company. pengukuran kinerja (KPI) untuk kinerja Korporat yang dilakukan per triwulan dan tahunan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 266 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Perseroan menerapkan tiga tingkatan akuntabilitas: akuntabilitas individu. Implementation of Accountability Principle The Company ensures the clarity of every level function. terdapat pengukuran kinerja (KPI) satuan kerja yang dilakukan pengukuran per triwulan dan tahunan. Akuntabilitas yang melekat kepada kelompok yang harus ditanggung bersama atas kondisi dan kinerja yang tercapai. . Akuntabilitas Kelompok. kelompok dan korporat. Akuntabilitas Korporat. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. and work unit performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. Akuntabilitas yang melekat kepada hubungan antara pimpinan dengan bawahan dan berlaku kepada kedua belah pihak. Group Accountability This is a collective accountability that is attached to a group for its performance and achievement. pelaksanaan dan pertanggungjawaban setiap level jajaran Perseroan yang memungkinkan pengelolaan Perseroan terlaksana secara efektif. penyampaian rencana pengembangan Perseroan yang material. Penerapan asas Akuntabilitas Perseroan menjamin kejelasan fungsi. and corporate performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. Akuntabilitas yang melekat kepada Perseroan secara menyeluruh dalam menjalankan aktivitas bisnisnya sesuai Anggaran Dasar Perseroan. The Company introduces three levels of accountability. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan.

untuk meningkatkan penerapan praktek GCG. melaksanakan kewajiban timbal-balik terhadap para mitra bisnis dan merancang serta melaksanakan program tanggungsosial perusahaan. . agama. as well as devising and carrying out corporate social responsibility program. berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku. the Company gives equal opportunity in recruitment. Perseroan berencana melakukan bench-marking atas pelaksanaan Code of Conduct yang telah disosialisasikan kepada seluruh jajaran perusahaan dengan praktek serupa di berbagai perusahaan yang setara baik di dalam maupun diluar negeri. Penerapan asas Kewajaran / Fairness Perseroan menerapkan asas kesetaraan dengan memperlakukan seluruh stakeholder secara berimbang antara hak dan kewajiban (equal treatment) yang diberikan kepada dan oleh Perseroan. Tanggung-jawab terhadap karyawan. to improve GCG practice in the future the Company will take further actions in 2011. mutual respect for the right. dan kondisi fisik. wewenang serta tanggung jawab masing-masing pihak.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 267 Penerapan asas Responsibilitas Prinsip pertanggung-jawaban diterapkan dengan senantiasa menerapkan dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. Selain itu dalam pelaksanaan prinsip kesetaraan. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan pegawai. LAIN-LAIN Rencana. gender. gender and physical condition. Implementation of Fairness Principle The Company applies equality principle by giving equal treatment to all stakeholders with respect to their right and obligation. Penerapan asas Independensi Prinsip independensi ini diterapkan dengan penyusunan dan penerapan code of conduct. and regulating all transactions and investment plans with potential conflict of interest. authority and responsibility of respective parties. peningkatan kompetensi dan pemberian paket remunerasi yang sebanding dengan kinerjanya. objectivity. dilaksanakan melalui pembinaan. in implementing equality principle. Perseroan membuka akses informasi kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan sumbang-saran bagi kemajuan Perseroan. race. Implementation of Independency Principle Independency principle is applied by writing up and enforcing Code of Conduct. Dengan pengaturan ini diyakini seluruh bagian Organ Perseroan akan melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan mengutamakan independensi dan obyektifitas serta saling menghormati hak. Implementation of Responsibility Principle Responsibility principle is applied through consistent compliance with laws and regulations. duty.Rencana Terkait Praktek GCG Menindaklanjuti program kerja terkait penerapan praktek GCG yang telah dilaksanakan tahun 2010. developing and providing performance-based remuneration package. tugas. career development and performance regardless of ethnicity. Responsibility towards employees as the Company’s major strategic partners is carried out through guiding. good management of post-mining area. The Company provides access to information for all stakeholders to allow them to give suggestion for the benefit of the Company. performance of reciprocal obligation with business partners. golongan. group. mengelola lingkungan bekas tambang dengan baik. By regulating these aspects it is believed that all corporate organs will function well and put great emphasis on independency. obligation. OTHERS Plans Relevant to GCG Practice In relation to GCG implementation in 2010. termasuk pengaturan seluruh transaksi maupun rencana investasi yang mengandung atau berpotensi mengandung benturan kepentingan (conflict of interest). ras. maka Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah lanjutan di tahun 2011 sebagai berikut. In addition. kewajiban. The Company plans to conduct bench marking of Code of Conduct practice in the Company with the same practice in overseas as well as domestic counterparts. religion. sebagai mitra strategis utama perseroan.

Perseroan juga berencana memfasilitasi dilakukannya evaluasi implementasi praktek GCG oleh pihak eksternal yang berkompeten dibidangnya. Langkah ini akan ditindak lanjuti dengan pelaksanaan self assessent praktek GCG oleh pihak internal Perseroan. the Company will regularly monitor. transparan dan akuntable. SML ISO 14001:2004 and SMK3 OHSAS 18001:2007. Perseroan juga akan melengkapi unit ini dengan soft structure. transparent and accountable manner.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 268 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Menindak lanjuti telah selesainya penyusunan ”Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran” (Whistle Blowing System). Sistem manajemen hadir dengan latar belakang adanya kesejajaran dalam implementasi standar operasi terakreditasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 dengan Sitem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001:2004 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Kecelakaan Kerja (SMK3) Bukit Asam Integrated Management System Since 16 July 2010 PTBA has implemented Bukit Asam Integrated Management System (SMBA). For this purpose. Perseroan akan segera membentuk unit pelaksana berupa Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP) /Whistle Blowing System (WBS). the Company will embark on internalizing and socializing GCG to all stakeholders. and adequate infrastructure.e. baik internal maupun eksternal. Agar proses internalisasi dan sosialisasi kepada seluruh stakeholder ini berjalan efektif. review and assess GCG implementation in the Company. GCG self-assessment will be exercised by people within the organization. Untuk menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya. pelaporan secara reguler dan review atas penerapan GCG serta melakukan assessment implementasi GCG di PTBA. not only will the Company carefully select the candidates. The system is on a par with the accredited SMM ISO 9001:2008. yakni serangkaian peraturan dan kebijakan yang menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya secara adil. Additionally. Senior Manager dan Manager serta melakukan sosialisasi praktek GCG maupun kepatuhan terhadap code-of conduct untuk semua Pegawai (refreshment). Perseroan akan melakukan monitoring. and employee refresher courses on GCG and Code of Conduct practice. . Following the completion of Whistle Blowing System (WBS). For internalization and socialization to be effective. Later. uraian tugas dan spesifikasi personil unit SPP/WBS. the Company plans to involve external independent media in publicizing the program. Perseroan berencana melibatkan kerjasama dengan media luar yang independen dalam memberitakan program dimaksud. the expanding business environment and scope have prompted the Company to seek and develop an international standard efficient and effective operating system. After conducting workshops for General Manager. the Company will facilitate the evaluation of GCG practice by external qualified parties. report. Untuk maksud tersebut. Setelah menyelenggarakan workshop untuk General Manager. the Company plans to carry out GCG self-assessment training. For an effective performance of this unit. Untuk mendapatkan bench-marking dan second opinion atas penilaian penerapan praktek GCG. lengkap dengan organisai. i. but it will also equip the personnel of this unit with basic to advanced training. selain seleksi kandidat petugas yang dilakukan dengan hati-hati Perseroan akan membekali personel di unit ini dengan serangkain pelatihan dasar maupun lanjutan dan menyediakan prasarana yang memadai. internally as well as externally. Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi PTBA saat ini (sejak 16 Juli 2010) telah menerapkan Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi. Untuk mendapatkan feed-back bagi perbaikan praktek GCG di tahun-tahun mendatang. dinamakan SMBA. Senior Manager and Manager. a set of rules and policies to ensure the unit functions in a fair. The Company will establish soft structure. Perseroan akan memulai langkah internalisasi dan sosialisasi GCG kepada seluruh stakeholder. Perseroan berencana melaksanakan pelatihan self assesment GCG. job description and personnel specification. For getting benchmarking and second opinion on GCG implementation. To get feedback for future GCG practice improvement. the Company will set up WBS Team and the organization structure.

untuk meyakinkan sistem dapat diimplementasikan tanpa hambatan dan tanpa resitensi yang berarti. the Company deemed it necessary to integrate SMM ISO 9001:2007. peningkatan produktivitas sistem. SML ISO 14001:2004. and reduction of cost due to more efficient usage of resources. dan K3 lebih simpel. SMBA interaction with the previous accredited operations management system and the prevailing laws and regulations is as follows: Current Condition Alteration SMM. Perseroan juga melakukan proses bench-marking terhadap perusahaan sekelas yang menerapkan sistem sejenis. Pengembangan SMBA telah melalui berbagai tahapan. efektif dan diakui secara internasional. SMK3 Management System is integrated Individual certification agency Certification Agencies merged are . ada banyak manfaat yang dapat diperoleh. Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Against this backdrop. menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem dan potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Berdasarkan latar belakang tersebut. dengan menerapkan SMBA. mengurangi jumlah audit. Adapun gambaran interaksi SMBA dengan sistem manajemen operasional terakreditasi sebelumnya dan peraturan perundangan yang berlaku adalah sebagai berikut. The system was built up with the aid of a competent consultant. maka Perusahaan memandang perlu untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. including less complicated business process in relation to quality. work safety and health. reduction of audit frequency. improvement of system productivity. elimination of document duplication. Bagi Perseroan. dan dipersiapkan sejak tahun 2009. SML. Selain itu perkembangan lingkungan usaha dan lingkup kegiatan Perseroan yang dinamis membuat perusahaan harus mencari dan mengembangkan sistem operasional yang effisien. accompanied by training and socialization with ample time to make sure the system can be implemented without significant obstacle and resistance. hilangnya duplikasi dokumentasi. called Bukit Asam Management System (SMBA). Penyusunan sistem dilakukan dengan melibatkan konsultan yang kompeten diikuti dengan proses pelatihan dan sosialisasi sitem dengan tenggat waktu yang memadai. The Company has benefitted from SMBA in many ways.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 269 OHSAS 18001:2007. SMBA development has gone through various stages since 2009. environment. A benchmarking was also done with the Company’s equals who use the same system. dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). prevention of conflict in system application. melingkupi diantaranya: peta bisnis yang terkait aspek mutu. lingkungan. SML ISO 14001:2004 and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one single management system.

SML.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 270 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Interaksi Acuan Sistem Manajemen Bukit Asam Interaction of Bukit Asam Management System UNDANG-UNDANG LAWS PERATURAN PEMERINTAH GOVERNMENT REGULATIONS KEPUTUSAN MENTERI MINISTER DECREES PERATURAN GUBERNUR GOVERNOR REGULATIONS PERATURAN BUPATI REGENT REGULATIONS ISO 9001: 2008 ISO 14001: 2004 OHSAS 18001: 2007 SMK3 Tiga Standar mempunyai persyaratan/ klausul yang sama 3 standards with similar terms/clauses SML SMM Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Matrix of effects of management system alteration before and after SMBA application is given below: Kondisi Saat Ini Current Condition SMM. SML. SMK3 Badan Sertifikasi masing-masing Individual certification agency Sertifikat masing-masing Individual certificate Pedoman di masing-masing sistem Manual in each individual system Kebijakan di masing-masing sistem Policy in each individual system Sasaran di masing-masing sistem Target in each individual system Prosedur di masing-masing sistem Procedues in each individual system Prosedur operasional Operating procedures Perubahan Alteration Sistem Manajemen disatukan Management System is integrated Badan Sertifikasi menjadi satu Certification Agencies are merged Tetap/tidak berubah No change Pedoman disatukan Manuals are integrated Kebijakan disatukan Policies are integrated Tetap/tidak berubah No change Prosedur Manajemen disatukan Management procedures are integrated Tetap/tidak berubah No change . SMK3 SMM.

termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan. karena izin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. lingkungan. dan K3 yang akan memberi pengaruh besar terhadap tercapainya tujuan dan sasaran Perseeroan. PT Batubara Bukit Kendi (BBK) because the right to borrow and use the forest area where BBK had a mining area was still pending with the authorities. • prevention of conflict in system application. To ensure the success of SMBA application. .improvement of system productivity. The Company is still in discussion with various government agencies. Untuk mencapai tiga hal pokok tersebut. work safety and health. seluruh pimpinan dan pegawai sadar dan berkomitmen menjalankan SMBA sehingga menjamin terciptanya Budaya Mutu. masalah K3 dari Pegawai dan Peralatan/Aset merupakan salah satu kebutuhan utama dan wajib diadakan oleh Perusahaan untuk mencegah kerusakan dan kerugian. The Company is committed to exercising good mining practice in an effort to prevent environmental polution and to maintain a harmonious relationship with the surrounding community through community development program.reduction of cost due to more efficient usage of resources. • reduction of internal as well as external audit frequency. to boost productivity. Selain itu. Perkara yang melibatkan Perseroan Hingga akhir tahun 2010 Perseroan menghadapi 2 dua perkara hukum. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi anak perusahaan. In addition. Perseroan berkomitmen melaksanakan good mining practice guna mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui community development. the Company decided that it was essential to guarantee product quality as a key to achieving business sustainability. untuk meningkatkan produktivitas. Perseroan menetapkan bahwa Mutu Produk adalah salah satu kinerja utama yang harus dicapai yang merupakan penentu kesinambungan bisnis perusahaan. PT Batubara Bukit Kendi (BBK). including the SOE Ministry and Forestry Ministry. For this purpose the management and all employees are determined to implement SMBA to cultivate quality. untuk menyelesaikan masalah ini.Potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien Untuk menjamin suksesnya integrasi system operasional yang dikembangkan melalui SMBA. environment and WSH culture in reaching corporate goal. to find solution to this matter. We are hopefull BBK will resume operations in the near future and this suspension will not .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 271 Manfaat dari penerapan Sistem Manajemen yang terintegrasi adalah : • Proses bisnis yang terkait aspek mutu. yakni menyangkut izin operasional dan tumpang tindih lahan. Lingkungan. environment. Izin Operasional Pada bulan Pebruari 2010. Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan Cases Involving the Company Until yearend the Company was still facing two lawsuits related to operating licence and overlapping concession area. the safety and well-being of employees and assets should be taken care of to prevent injuies.Peningkatan produktivitas sistem . dan K3 lebih sederhana • Hilangnya duplikasi dokumentasi • Mengurangi jumlah audit baik audit internal maupun audit eksternal • Menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem • Berdasarkan efektivitas implementasi system yang semakin meningkat maka hal ini akan berpengaruh kepada : . • elimination of document duplication. The advantages of an integrated management system are: • less complicated business process in relation to quality. Perseroan sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah. the Indonesian Police suspended the operations of our subsidiary. Operating Licence In February 2010. • More effective system application will result in: . damages and losses.

the Supreme Court received the Company’s claim for reversal of the lower court’s decision. Pada tanggal 31 Januari 2008. KP ini dialihkan pengurusannya oleh Gubernur Sumatera Selatan ke Bupati Lahat pada tahun 2004. PTTUN menolak upaya hukum banding Perusahaan. Claim was directed to several parties including Lahat Regent as the first respondent. the Company filed a civil claim to Lahat District Court (DC) for material losses due to the award of MC to another party.4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8. Perusahaan mengajukan gugatan kepada Bupati Lahat sehubungan dengan penerbitan beberapa KP kepada beberapa perusahaan swasta atas wilayah yang sama yang dimiliki oleh Perusahaan. The award of MC was transferred by South Sumatera Governor to Lahat Regent in 2004. However. • On 14 December 2005. Pada tanggal 30 Juni 2006. the Company faces the threat of losing prospective economic potentials in the form of coal resources in the disputed area. are as follows: • In 2003. adalah sebagai berikut. the Company filed a claim against Lahat Regent with respect to the issuance of several MCs to a few private companies for the same areas that are owned by the Company. Palembang SAC rejected the Company’s claim. From the operating side. • • • • Chronology and proceeding of the legal cases facing the Company in relation to area management in Lahat. Tumpang Tindih Lahan Perkara hukum terkait tumpang-tindih hak pengelolaan lahan dihadapi Perseroan di kabupaten Lahat.4% of the Company’s total assets of Rp8. still related to the above case.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 272 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan. Gugatan dilayangkan kepada beberapa pihak termasuk Bupati Lahat sebagai tergugat pertama.722. Pada tanggal 29 Agustus 2005 melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (“PTUN“) Palembang. the loss incurred by the Company as a result of this lawsuit is immaterial. menolak eksepsi tergugat tetapi juga menyatakan gugatan Perusahaan tidak dapat diterima.70 miliar pada tanggal 31 Desember 2009. SAHC rejected the Company’s appeal. Pada tanggal 14 Desember 2005. As of 31 December 2009 BBK had total assets of Rp118 billion or 1. Overlapping Concession Area The lawsuit involving the Company is associated with overlapping concession area in Lahat regency. Pada tanggal 10 Mei 2007.70 billion. masih terkait dengan kasus di atas. On 10 May 2007. Dari sisi operasional. • On 12 August 2008 Lahat DC issued provisional decision. Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (“PTTUN“) Medan. Kronologi dan jalannya perkara yang dihadapi oleh Perseroan terkait pengelolaan lahan di Lahat. Tanggal 12 Agustus 2008 PN Lahat mengeluarkan affect the Company’s overall operations. Perusahaan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (“PN“) Lahat atas kerugian materil akibat pemberian KP kepada pihak lain. the Supreme Court decided to reverse the decision of Medan SAHC. • On 16 December 2008 Palembang HC issued provisional . Atas upaya hukum tersebut. the Company was given Mining Concession (MC) to exploit an area in Lahat. kini tidak dapat ditindak lanjuti ke-arah eksplorasi maupun eksploitasi batubara oleh Perseroan. Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1. Perusahaan diberikan KP untukmengeksploitasi daerah Lahat. Mahkamah Agung telah menerima upaya hukum kasasi dari Perusahaan. • On 30 June 2006. stating that Lahat DC was not in the power to judge the case. • Pada tahun 2003. Namun demikian Perseroan terancam kehilangan prospek potensi ekonomi cukup besar berupa kandungan sumberdaya batubara di daerah yang dipersengketakan. Kawasan yang sebelumnya telah mendapatkan izin Kuasa Penambangan batubara. • On 31 January 2008. On 29 August 2005 through Palembang State Administration Court (SAC).722. With this provisional decision the Company appealed to Palembang High Court (HC). nilai kerugian Perseroan akibat adanya perkara ini tergolong non-material. Mahkamah Agung memutuskan untuk membatalkan putusan PTTUN Medan. The Company is unable to explore and exploit this area that was once given coal mining concession. PTUN Palembang menolak gugatan Perusahaan. rejected the respondent’s objection but also ruled that the Company’s claim was inadmissible. the Company appealed to Medan State Administration High Court (SAHC).

the respondents claimed for reversal to the Supreme Court On 9 July 2009 Lahat DC sent the reversal claim dossier to the Supreme Court. membatalkan Putusan Sela PN Lahat serta memerintahkan PN Lahat untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut. dengan putusan Sela tersebut Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (“PT“) Palembang. Tanggal 28 Januari 2010 Mahkamah Agung RI. With the provisional decision of Palembang HC.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 273 • • • • • Putusan Sela. reversing Lahat DC provisional decision and ordered Lahat DC to examine and judge the case. • • • decision. . bahwa PN Lahat tidak berwenang mengadili perkara tersebut. perkara tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung RI. Pada tanggal 02 November 2009 berkas perkara telah diterima Mahkamah Agung RI. telah menerbitkan Putusan Kasasi dengan Amar Putusan Menolak Permohonan Kasasi para tergugat (Bupati Lahat dkk). On 28 January 2010 the Supreme Court handed down a reversal verdict to reject the claim for reversal made by the respondents (Lahat Regent and parties) which notification was received by the Company on 1 December 2010. Tanggal 16 Desember 2008 PT Palembang mengeluarkan Putusan Sela. Saat ini. On 2 November 2009 the Supreme Court received the reversal claim dossier from Lahat DC and until the time of reporting this case was still in the hands of the Supreme Court. accepting the Company’s appeal. At the moment the Company is still awaiting the legal proceeding over the subject matter in Lahat DC. Tertanggal 9 Juli 2009 PN Lahat telah mengirimkan berkas perkara Kasasi ke Mahkamah Agung RI. Dengan putusan sela PT Palembang tersebut para tergugat mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung RI. dan sampai dengan tanggal laporan keuangan ini. saat ini perkara dalam proses Mahkamah Agung RI. menerima banding Perusahaan. Perusahaan sedang menunggu proses persidangan atas pokok perkara di PN Lahat. yang relas pemberitahuannya diterima perusahaan tanggal 01 Desember 2010.

274 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

. Increased fund disbursement in the context of Partnership & Community Development and Area Development programs is proof of the Company’s commitment to continually improve community welfare and natural conservation.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 275 Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Report On Corporate Social Responsibilities Peningkatan penyaluran dana dan kegiatan PKBL serta Bina Wilayah sebagai wujud komitmen kepedulian Perseroan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam secara berkesinambungan.

(2) lingkungan. Menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat yang dilandasi dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Penerapan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan. sosial dan lingkungan. Ensuring good health care and work safety as well as employee welfare improvement.LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 276 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report on Corporate Social Responsibilities Untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pelaksanaan program. (3) human rights. Penerapan jaminan keamanan penggunaan produk dan kepuasan pelanggan. termasuk restorasi lahan pasca tambang. yaitu: (1) ekonomi. Jaminan pelaksanaan non diskriminasi dan penghargaan hak azasi manusia. The guidelines focus on six main areas: (1) economy. Ensuring product safety and consumer satisfaction. Showing concern for environmental conservation. Keenam fokus kegiatan tersebut mengacu kepada kaidah internasional mengenai keberhasilan implementasi CSR yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiatives (GRI). involving the Local Administration and other competent parties to plan and execute its CSR programs. and (6) society. dan (6) kemasyarakatan. pelaksanaan maupun monitoring program. Nurturing a harmonious relationship with local community by applying good corporate governance principles. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang With an aim of creating equitable economic. sekaligus melaksanakan program yang berdampak langsung terhadap upaya pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat di lingkar tambang. (5) tanggung jawab produk. The Company invites the local community to join in the planning. menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan pihak lain yang berkompeten dalam perencanaan dan pelaksanaan program. . Perseroan telah merumuskan pola kebijakan jangka panjang yang terintegrasi dalam bentuk “Pedoman CSR PTBA” yang telah disahkan oleh Direktur Utama PTBA pada akhir 2009 yang mencakup enam fokus kegiatan. PTBA carries out Partnership and Community Development Program pursuant to State-Owned Enterprises Minister Regulation No. PER-05/ MBU/2007 of 27 April 2007 on SOE Partnership with SmallScale Businesses and Community Development Program. yang dirumuskan dalam strategi implementasi yang dilandasi oleh etika/norma bisnis yang berlaku. Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan terciptanya keseimbangan hasil kegiatan operasional dari sisi kinerja ekonomi. (5) product responsibility. meliputi: • Pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal serta masyarakat secara luas. social and environmental development and welfare. including restoration of post-mining areas. executing and monitoring of the programs that directly affect the empowerment of the socio-economic life of the mining community. Peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. Perseroan mengajak-serta masyarakat secara langsung dalam proses perencanaan. (3) hak azasi manusia. (4) employment practices and proper work conditions. the Company has taken strategic steps by improving the mechanism of exercising its CSR function. (4) praktik ketenagakerjaan dan kelaikan kerja. Perseroan telah menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Perseroan telah mengambil langkah strategis yakni penyusunan dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). To enhance the effectiveness and quality of Corporate Social Responsibility (CSR) program. Guaranteeing non-discrimination and respect for human rights. and formulated in the implementation strategy based on business ethics/norms generally applied: • • • • • • • • • • • Sustaining economic development and community empowerment to improve the welfare of local community and public at large. (2) environment. These six focus activities are in line with international standards of CSR implementations as set by Global Reporting Initiatives (GRI). The Company formulated a long-term integrated policy in the form of PTBA CSR Guidelines that were endorsed by the President Director at the end of 2009.

Di samping itu Perseroan juga melaksanakan program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No... 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas. This program is designed to empower the community economic potentials and to improve the living standard of the society in a more extended area. Perseroan telah merealisasikan penyaluran dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan berjumlah Rp. melalui pemanfaatan dana dari Pembagian laba BUMN serta Surat Edaran Menteri Negara BUMN RI Nomor: SE-07/MBU/2008 tanggal 5 Mei 2008 tentang pelaksanaan PKBL. Through these two programs the Company is confident it is able to improve the socio-economic wellbeing of the community and enhance their self-reliance and competence. interaksi social dan keselarasan dengan kelestarian lingkungan.17 billion was disbursed in 2010. Perseroan meyakini tumbuhnya kesejahtaraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat.% of total budget of Rp ………. funded by SOE profit sharing. Community Development Program is aimed at improving the community living standard by giving them financial aid and making them aware of the need for education. PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Sasaran yang dituju Program Kemitraan PTBA adalah peningkatan kemampuan usaha kecil dan koperasi di sekitar wilayah operasi Perseroan agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perseroan.. Sedangkan untuk program Bina Wilayah. billion. pada tahun 2010 telah direalisasikan biaya sebesar Rp21.17 miliar..PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 277 Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Kemitraan. social interaction and harmony with natural surrounding. PROGRAM KEMITRAAN Melanjutkan komitmen pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat.. . Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. SE-07/MBU/2008 of 5 May 2008 on the implementation of Partnership and Community Development Program. miliar. miliar atau .. Sedangkan sasaran dari kegiatan Bina Lingkungan adalah tumbuhnya kehidupan masyarakat yang sejahtera melalui pemberian bantuan bagi tumbuh dan berkembangnya kesadaran akan perlunya pendidikan.. Perseroan terus berupaya meningkatkan kemandirian mitra binaan sekaligus membantu memperluas PARTNERSHIP PROGRAM To continue empowering community economic potentials the Company focused on strengthening partners’ self-sufficiency and promoting the sales of partners’ products in nine provinces. In 2010 the Company extended funds for Partnership and Community Development Program amounting to Rp …………. For Area Development a total of Rp 21.% dari total anggaran sebesar Rp. Sepanjang tahun 2010. and to preserve a harmonious relationship between the Company and the community. 40 of 2007. The Company also carries out Area Development Program to comply with the provision of Article 74 of Corporate Law No. Melalui kedua program PKBL tersebut.. Perseroan menjalankan UU no 40 Tahun 2007 pasal 74 tentang Tanggung Jawab Sosial melalui pembiayaan Perusahaan.. billion or ………. PARTNERSHIP AND COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM The objective of Partnership Program is elevating the resilience and independence of small-scale businesses and cooperatives in the surrounding area. Selain itu. and SOE Minister Circular No.

Dalam pelaksanaannya. Lampung. Commodity with export potentials or orientation. Penyaluran Dana Kemitraan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi yang dimiliki oleh calon mitra binaan. Entrepreneurship training for prospective partners Promoting and marketing partners’ products through participation in a number of exhibitions in major cities of Indonesia.5 miliar. South Sumatra. Partnership Funds increased 354% from 2009 to reach Rp65. Pelatihan Manajemen Kewirausahaan kepada calon mitra binaan. Di Yogyakarta. Sedangkan jenis komoditas calon mitra binaan yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan pembinaan meliputi komoditas yang dapat menunjang kelancaran operasional Perseroan. The Company is very selective in distributing partnership funds taking into consideration the conditions of prospective partners. jiwa kewirausahaan yang dimiliki.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 278 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities penjualan produk mitra binaan di sembilan propinsi. Komoditas yang dapat menyerap tenaga kerja / padat karya. Banten dan Jawa Timur. sehingga mencapai angka Rp65. sociocultural condition of the neighboring community and market prospects of the commodity. Priority is given to commodity that supports the Company’s operations: • • • • Commodity that the area relies upon. Perseroan telah meningkatkan penyaluran Dana Kemitraan hingga sebesar 354% dari realisasi tahun 2009.e.5 billion in 2010. Jawa Tengah. evaluating their character. entrepreneurship. seperti: • • • • Komoditas yang menjadi andalan daerah. Traditional commodity with development potentials. Labor intensive commodity. West Java. Lampung. yakni Sumatera Selatan. i. kepada usaha kecil dan koperasi di delapan wilayah. Komoditas tradisional yang potensial untuk dikembangkan. selama tahun 2010 program yang telah dilakukan terhadap mitra binaan adalah seperti berikut: • Penyaluran Dana Kemitraan dalam bentuk pinjaman lunak. DKI Jakarta. Banten and East Java. Membantu promosi dan pemasaran produk mitra binaan melalui berbagai kegiatan partisipasi pada serangkaian pameran di berbagai kota besar di Indonesia. yang meliputi karakter. Yogyakarta. DKI Jakarta. kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar serta prospek pasar dari komoditas yang dihasilkan. Throughout 2010 partners enjoyed the following program activities: • • • • • Distribution of Partnership Funds in soft loans to small businesses and cooperatives in eight areas. Central Java. Jawa Barat. . Komoditas yang berpeluang ekspor atau berorientasi ekspor.

Prima AC. Industri Songket Hj. Asmi Astari 3.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 279 2 1 3 1. Pertanian Jamur Bapak Margono 2. Palembang .

793 8.832 1.254 15.418 931 14. Pembinaan .Industri .Perkebunan .83 billion in Partnership Funds.Lainnya .3 billion.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 280 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities Pada tahun 2010.Pertanian .Peternakan . Full report on realized activities and disbursed funds in Partnership Program is presented in 2010 Financial Statement of Partnership and Community Development Program.Perdagangan .Pertanian . or 95% of total allocated funds of Rp 71.Jasa .050 8.232 340 57 36 12 26 140 463 2.Jasa . atau 95% dari rencana penyaluran dana Program Kemitraan sebesar Rp71. Realisasi Program Kemitraan URAIAN REALISASI 2009 REALISASI S/D DES 2010 A. development funds totaling Rp 2. Perseroan telah merealisasikan dana Program Kemitraan sebesar Rp67.Perikanan .Perikanan .1 miliar dan dalam bentuk biaya pembinaan sebesar Rp2.746 25 145 165 228 2.448 65. These funds were distributed to 575 small business units and cooperatives in soft loans amounting to Rp 14. serta dalam bentuk kerjasama penyaluran sebesar Rp51.4 miliar. Pinjaman .Kerjasama Jumlah B. the Company disbursed Rp 67.83 miliar.4 billion. Dana Kemitraan tersebut disalurkan untuk 575 unit Usaha Kecil dan koperasi dalam bentuk pinjaman lunak sebesar Rp14.Industri .703 1.3 miliar.Perdagangan .1 billion.4 billion. In 2010.Perkebunan .449 2.Peternakan .950 235 240 205 605 925 869 51.Lainnya Jumlah Jumlah Penyaluran Program Kemitraan 754 257 8 10 25 28 41 132 1.527 .4 miliar. and joint project funds of Rp51.304 67. Uraian selengkapnya mengenai realiasi kegiatan dan biaya Program Kemitraan dapat dilihat pada buku Laporan Keuangan PKBL tahun 2010.

223 210 2009 (B) 676 1.7 billion in 2010.7 miliar di tahun 2010. mengalami peningkatan yang tinggi. The funds were disbursed to finance various activities as shown in the following table.083 1. Religious Facilities Development and Natural Conservation. Public Facilities Construction. Education and Training. Community Health Improvement. Peningkatan Kesehatan Masyarakat.173 4.147 223 % (A:B) 128 735 213 130 356 51 URAIAN Bantuan Bencana Alam Bantuan Pendidikan & Pelatihan Bantuan Kesehatan Masyarakat Bantuan Sarana & Prasarana Umum Bantuan Sarana Ibadah Bantuan Pelestarian Alam Bantuan Bantuan lainnya Biaya Operasional Jumlah DESCRIPTION . total dana yang disalurkan melalui pelaksanaan Program Bina Wilayah.2 miliar di tahun 2009 menjadi Rp25. Pembangunan Sarana Umum. The Company uses a series of parameter as success indicators of Community Development Program.993 10. Dana Program Bina Lingkungan 2010 (A) 868 8. including: • • Better social condition of the surrounding community Less complaints from the community in relation to the fulfillment of the Company’s corporate social responsibility Smooth running of the Company’s operations in a harmonious association with members of the community being one of the stakeholders of the Company • • Seiring dengan peningkatan kegiatan Perseroan. Perseroan menggunakan beberapa parameter sebagai indikator keberhasilan Program Bina Lingkungan.082 114 374 25. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat.687 295 12. Pendidikan dan Pelatihan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 281 PROGRAM BINA LINGKUNGAN Program Bina Lingkungan PTBA dielaborasi dalam enam fokus kegiatan. which are Natural Disaster Relief Program.100 935 7. yaitu Program Bantuan Bencana Alam. Untuk memantau tingkat keberhasilan program. Dana tersebut disalurkan untuk berbagai program kegiatan. Pengembangan Sarana Ibadah dan Pelestarian Alam. Perusahaan dapat menjalankan kegiatan bisnisnya dengan lancar serta terjalinnya hubungan yang harmonis dengan warga masyarakat sebagai salah satu stakeholder Perseroan. seperti tampak pada tabel berikut.848 1. funds for Community Development Program increased significantly by 110% from Rp12. mencapai 110% dari Rp12.2 billion in 2009 to Rp25. Along with the Company’s growing operations. This program is designed to improve the living standard of the community. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat. COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM PTBA Community Development Program is focused on six main activities. termasuk di antaranya: • • Semakin membaiknya kondisi sosial masyarakat yang ada di sekitar perusahaan Semakin berkurangnya angka komplain atau keluhan dari masyarakat yang berkaitan dengan pemenuhan tanggung jawab sosial Perseroan.

Natural Disaster Relief Program Natural disaster relief program is launched by taking into consideration the gravity of the disaster and the geographical proximity to the Company’s operating area. Central Java.600 paket kepada warga prasejahtera di wilayah operasional perusahaan Kab Muara. Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melanjutkan program kesehatan sebelumnya. Public Facilities Construction • • • • Constructing Monument of Heroic Battle. Perseroan melaksanakan kegiatan. park and fountain in Tanjung Enim city worth Rp3. Constructing/renovating waste dumps in Lawang Kidul and Muara Enim. Providing assistance in limb surgery for underprivileged people in Tanjung Agung. Tarahan. Taman dan Air Mancur di Pusat Kota Tanjung Enim senilai Rp 3. Muara Enim. Muara Enim. Kertapati and Ombilin.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 282 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities Program Bantuan Bencana Alam Bantuan bencana alam dilaksanakan dengan mempertimbangkan urgensi daerah terjadinya bencana serta kedekatan geografis dengan wilayah operasional perusahaan. South Sumatra.867 meters in Ring 1 zone of the Company. meliputi: • Pembangunan Monumen Perjuangan Tanjung Enim. Eruption of Mt. diantaranya sebagai berikut: Public Health Improvement To complement the health improvement program previously conducted. Perseroan juga memberikan bantuan pada korban bencana meletusnya G. Lahat. Bantuan operasi penderita cacat kaki untuk warga tidak mampu dari Kecamatan Tanjung Agung. Papua. Palembang. Enim. West Sumatra. Merapi dan korban banjir serta tanah longsor di Wasior. Bantuan musibah kebakaran di Kabupaten. Bantuan nutrisi sebanyak 13. Muara Enim. Asphalting and hardening public road of 3. Donating two generators to BARI Hospital. Fire in Muara Enim. Kab Lahat. • . Selama tahun 2010 telah dilakukan kegiatan berupa: • • • Bantuan bantuan korban musibah gempa bumi/tsunami di Mentawai Sumatera Barat. Tarahan dan Kertapati dan Ombilin. In 2010 relief was extended to the following victims in disaster-stricken areas: • • • Earthquake and tsunami in Mentawai. Merapi. and landslide and flood in Wasior. • • • • • Kegiatan Khitanan Gratis bagi anak-anak dari KK Prasejahtera di wilayah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat.47 miliar Pengerasan/pengaspalan jalan umum dan parit di wilayah pemukiman Ring 1 perusahaan sepanjang 3. the Company assisted the community in the following activities: • • • • Organizing mass religious circumcision for 260 underprivileged children in Muara Enim and Lahat. Sumatera Selatan Pada tahun 2010. Organizing cataract surgery for 20 underprivileged patients in Muara Enim and Lahat. Jumlah anak-anak yang dikhitan pada thn 2010 sebanyak 260 org Bantuan operasi bagi penderita Katarak dari KK prasejahtera di Kabupaten Muara Enim dan Lahat.867 m Pembangunan Tempat Pengolahan Akhir Sampah(TPA) di Kecamatan Lawang Kidul dan penataan/rehab TPA Kecamatan Muara Enim.600 packets for underprivileged people in Muara Enim.47 billion. Providing nutritious food of 13. sebanyak 20 mata. Bantuan 2 unit Genset untuk penerangan dan operasional Rumah Sakit BARI Palembang • Pembangunan Sarana Umum Dengan melakukan beberapa kegiatan terkait penyediaan maupun perbaikan sarana umum.

Al Muttaqin Kec. peringatan Maulid Nabi. a. Masjid Al-Muhajirin Kelurahan Pasar Muara Enim. Al Falah Muara Enim. Merapi Timur dan Lawang Kidul. Semendo.34 miliar. Lampung totaling Rp1. Kelurahan Pasar Tg Enim. Masjid At-Taqwa Kec. At Taqwa Gunung Megang. • • Renovating five community function halls in Merapi Barat. yakni: Natural Conservation The Company was engaged in natural conservation programs that include: . Gunung Megang. Agung Lahat. Masjid Agung Lahat. Channeling funds for various religious activities such as MTQ. Israq Mi’raj di seluruh kecamatan Ring I perusahaan Religious Facilities Development • • • Providing renovation funds for 36 mosques/mushollas including As Syaadah Pasar Tanjung Enim. Perseroan juga melakukan beberapa kegiatan terkait pelestarian alam. Maulid Nabi and Isra’ Mi’raj commemoration in all Ring I districts. Pengembangan Sarana Ibadah Dilakukan dengan melaksanakan beberapa kegiatan.l : Masjid As Syaadah Pasar Tg Enim. Tablig Akbar.34 billion. Masjid Nurul Huda. Nurul Huda Pasar Tanjung Enim. Al Muhajirin Pasar Muara Enim. Al Muttaqin Semendo. Merapi Timur and Lawang Kidul Financing an embarkation lounge.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 283 Gedung Olahraga dibangun tahun 2010 Edipiscing lorem ipsum dolor • • Pembangunan/renovasi 5(lima) unit Balai Pertemuan Masyarakat di Kecamatan Merapi Barat. dan lain-lain Bantuan dana untuk berbagai kegiatan keagamaan seperti MTQ. Tabliq Akbar. yakni: • Memberi bantuan renovasi Masjid/Musholla/TPA sebanyak 36 unit. Bantuan dana pembangunan Embarkasi Propinsi Lampung senilai Rp 1. Masjid Al-Falah Kelurahan Muara Enim. Pelestarian Lingkungan/Alam Dalam rangka pelaksanakan Program Bina Lingkungan.

PROGRAM BINA WILAYAH Di samping pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang mengacu kepada ketentuan Kementerian Negara BUMN. • • • Jointly with the community and government agencies launching Clean Friday and City Greening programs by planting trees and cleaning the areas of Ring I. Penyerahan bantuan tanaman pelindung dan tanaman produktif (buah-buahan) sebanyak 8.000 shelter trees and productive plants in Lahat and Muara Enim. Muara Enim and Tanjung Enim. Program Bina Wilayah dilaksanakan berupa pemberian bantuan fisik maupun non-fisik dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Distributing 150 organic and un-organic waste bins to schools and public places in Lahat.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 284 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities • • • Gotong royong bersama masyarakat dan aparat pemerintah dalam pelaksanaan program Jumat Bersih dan Program Penghijauan Kota dengan menanam pohon dan membersihkan lingkungan di seluruh wilayah kecamatan ring I perusahaan. In this program the Company extends physical and nonphysical aid to a wider extended area. Dana Program Bina Wilayah 2010 (A) 2009 (B) % (A:B) BENTUK BANTUAN TYPE OF DONATION Jumlah . miliar. 40/2007. Kota Muara Enim dan Tanjung Enim. Rincian pelaksanaan program dan biaya yang dikeluarkan dalam rangka Bina Wilayah adalah sebagai berikut: AREA DEVELOPMENT PROGRAM In addition to Partnership and Community Development Program in compliance with the SOE Minister regulations. The program is aimed at empowering the community economic potentials simultaneously honoring the Company’s commitment to improve their living standard.000 batang di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim Bantuan tempat sampah organik/an-organik sebanyak 150 unit untuk sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum di Kota Lahat. Perseroan selama ini secara proaktif telah menjalankan Program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No. and in 2010 the aid amounted to Rp……… billion. Delivering 8. the Company has been proactively managing Area Development Program in compliance with article 74 of Corporate Law No. Selama tahun 2010.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perseroan telah merealisasikan Program Bina Wilayah sebesar Rp….

Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor . PEMENUHAN HAK-HAK KARYAWAN DAN PENGHARGAAN TERHADAP HAK AZASI MANUSIA Bagi Perseroan. monitoring. The Company is fully aware of the importance of creating a harmonious working TK Antra Sita. selain menjadi salah satu pemangku kepentingan. Full report on environmental management program is presented in Chapter xx on Environmental Conservation page ……of this Annual Report. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company’s mission in environmental management is realized through continuously managing. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan. employees are not only stakeholders but also assets who determine its success in achieving corporate objective and business target. developing and rehabilitating the environment.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 285 PENGELOLAAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Misi Perseroan dalam bidang pengelolaan lingkungan diwujudkan melalui penerapan program-program pengelolaan. Laporan selengkapnya mengenai program pengelolaan lingkungan dapat dibaca pada bagian “Perlindungan Lingkungan” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. pemantauan. karyawan merupakan aset yang menentukan di dalam keberhasilan Perseroan untuk mewujudkan tujuan dan mencapai target usahanya. Perseroan sangat menyadari FULFILLMENT OF EMPLOYEE RIGHTS AND RESPECT FOR HUMAN RIGHTS In the eyes of the Company.

Tempat Fitness. Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 2.286 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 1 2 3 1. Lapangan Tenis Indoor. Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 3. Fasilitas Operasi Mata di RS Bukit Asam Edipiscing lorem ipsum dolor .

Dalam implementasi K3.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 287 makna penting dari terciptanya hubungan kerja sama yang serasi antara manajemen dan seluruh karyawan Perseroan. of this Annual Report. Likewise. religion. HEALTH AND ENVIRONMENT A set of policy. Management Report on “Human Resource Management” page …. Laporan selengkapnya mengenai hal tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Pengelolaan Sumber Daya Manusia” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. Perseroan menjalankan praktik atau perlakuan yang sama terhadap semua karyawan dengan tidak memandang suku. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN Perseroan telah menerapkan serangkaian kebijakan terkait serta penyediaan sarana dan prasarana bagi setiap karyawan yang memungkinkan dicapainya standar kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan yang tinggi dalam industrinya. Full report on this aspect may be found in Chapter …. relationship between the management and all employees. Oleh karenanya dalam setiap kegiatan organisasi. WORK SAFETY. Wujud dari komitmen Perseroan serta uraian lengkap tentang kualitas produk dan perlindungan pelanggan dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen. Report on realization of the Company’s commitment and full description of product quality and consumer protection are given in Management Report.. “Marketing” page …. For this reason the Company sets very stringent criteria in production process and output as well as in quality control. KOMITMEN TERHADAP KUALITAS PRODUK DAN PERLINDUNGAN PELANGGAN Perseroan menyadari makna penting dan manfaat dari pemenuhan standar kualitas serta perlindungan konsumen terhadap setiap produk yang dihasilkan. begitu pula semua karyawan memiliki kebebasan berserikat dan melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama. of this Annual Report. Full report is provided in Management Report on “Work Safety. jender dan haluan politiknya. COMMITMENT TO PRODUCT QUALITY AND CONSUMER PROTECTION The Company is fully aware of the importance and advantage of meeting product quality standard and ensuring consumer protection. Perseroan menetapkan dan memberlakukan kriteria yang ketat dalam proses dan output produksi maupun pengawasan kualitas setiap produknya. facilities and amenities are in place for all employees so as to meet the industry high standards of work safety. Laporan selengkapnya mengenai masalah tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. mengingat keduanya mempunyai pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan kinerja usaha secara berkelanjutan. pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. Both aspects have a significant effect on the continued growth of the Company. ras. Bidang “Pemasaran”. Health and Environment” page …. the employees are free to unite and have a Collective Labor Agreement. Perseroan telah memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) dari Depnakertrans RI. The Company has a certification in Work Safety and Health Management System from the Department of Manpower and Transmigration. race. of this Annual Report. . gender and political inclination. agama. The Company treats every individual equally regardless of ethnicity. health and environment.

Full report on this subject is contained in Management Report. the Company systematically conducted activity programs involving the community either in planning or in executing such programs. the Company has formulated an integrated Corporate Social Responsibility program. untuk mewujudkan visi memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan Perseroan termasuk masyarakat. Perseroan secara sistematis telah melaksanakan serangkaian kegiatan dengan melibatkan masyarakat. Perseroan juga membuka akses dan menjalin komunikasi timbal balik dengan masyarakat dan pihak-pihak yang terkait. Sesuai dengan prinsip transparansi. transparent and measured performance in meeting its corporate social responsibility. The Report provides all stakeholders with a full accountability report of the Company’s professional. Through Partnership and Community Development Program and Area Development Program. the Company makes itself accessible and fosters reciprocal communication with the community and other relevant parties. “Good Corporate Governance” page ……… of this Annual Report. serta Program Bina Wilayah. In accordance with transparency principle.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 288 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities HUBUNGAN HARMONIS DENGAN MASYARAKAT BERLANDASKAN PRINSIPPRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK Perseroan telah merumuskan program Tanggung Jawab Jawab Sosial Perusahaan dalam sebuah pola yang terpadu. HARMONIOUS RELATIONSHIP WITH THE COMMUNITY BASED ON GOOD CORPORATE GOVERNANCE PRINCIPLES Turning its vision into reality to maximize stakeholders’ return. . baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan program-program yang terkait. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). LAPORAN KEBERKELANJUTAN Perseroan menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan ini. Laporan selengkapnya mengenai Tata kelola yang baik dapat dibaca pada Bab Laporan Manajemen tentang “Good Corporate Governance” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. Laporan yang membuktikan komitmen pelaksanaan program tanggung jawab sosial secara profesional. transparan dan terukur tersebut merupakan pertanggungjawaban menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan mengenai pengelolaan dan realisasi program CSR. SUSTAINABILITY REPORT The Company issues Sustainability Report which is integral to this Annual Report.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 289 .

290 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 291 Data Perseroan Corporate Data .

MHum. MSc. Umiyatun Hayati Triastuti. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono. Abdul Latief Baky. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner . MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. ME Komisaris Commissioner Duduk dari kiri ke kanan : Seat from left to right : Ir. Ir.292 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Dewan Komisaris Board of Commissioners Berdiri dari kiri ke kanan : Stand from left to right : Dr. MSc Komisaris Commissioner Ir. SE. Thamrin Sihite.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 293 .

Environment and Climate Change Division. Aktif sebagai dosen program S-1 dan S-2 di Asian Banking Finance dan Informatics Institute of Perbanas sejak 1998. dan Komisaris PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). Has held the post of Commissioner since 2008. Director of Transportation (2005-2007). Meraih gelar Master of Engineering Science (1991). Umiyatun Hayati Triastuti. KaBag Transportasi Kereta Api. Her previous career with Bappenas starting in 2000 posted her as Deputy of Natural Resources and Environment Division (2007-2010). after completing his study in International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) in Delft. and Department of Mines and Energy (1982-1994). Bidang Persaingan Usaha sejak 2008. He is also an active guest senior lecturer in a number of universities in Indonesia and overseas. Direktorat Transportasi (2002-2005). serta Departemen Pertambangan dan Energi (1982-1994). Belanda (1981). and a Ph. Directorate of Transportation (2002-2005). (1994) dalam Mining Engineering dengan spesialisasi Mining Economic dari The University of Queensland. Natural Resources. MSc Komisaris Commissioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. Dr.D. Transportasi. Metereology and Geophysics (2000-2002). and Acting Division Head of Railway Transportation. Previously he was posted as Finance Director of PT Barkatel Utama (2001-2006). Kantor Menko Bidang Produksi dan Distribusi (1994-1998). Supriadi has been the Company’s President Commissioner since 2008. dan Pj. Pengalaman kerja sama dan training programs yang diikuti meliputi bidangbidang: Perencanaan. Australia. Metereologi dan Geofisika (2000-2002). Master of Science in Economic Policy from University of Illinois at Urbanna Champaign – the United States of America (1994). Ferry and Inland Waterways. Perjalanan karir sebelumnya di Bappenas sejak 2000 menjabat Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (2007-2010). Master of Science bidang Kebijakan Ekonomi di University of Illinois at Urbanna Champaign – Amerika Serikat (1994). Perjalanan karir sebelumnya mencakup Direktur Keuangan PT Barkatel Utama (2001-2006). Australia. the Coordinating Ministry of Production and Distribution (1994-1998). USA (1992). concurrently Expert Staff to National Development Planning Minister. . USA (1992). Following his appointment as Commissioner in 2004. SE. He obtained a Master of Engineering Science degree (1991). Kasubdit Transportasi Darat. He is a holder of graduate degree in Economics from University of Gadjah Mada (1983) and Master of Art in Economics & Finance from Western Illinois University. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Menjabat Komisaris Utama sejak 2008. He has been lecturing for graduate and post-graduate programs in Asia Banking Finance and Informatics Institute of Perbanas since 1998. Meraih gelar S-1 Jurusan Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (1983) dan Master of Art in Economics & Finance di Western Illinois University. Head of Sub Directorate of Land Transportation. the Netherlands (1981). Saat ini juga menjadi Staf Ahli Menko Bidang Perekonomian. Participating in joint projects and training programs in the field of planning and transportation. setelah menyelesaikan studi di International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) di Delft. Previously he held other posts in the Coordinating Ministry of Economy from 1988.D. setelah menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 2004. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. Meraih gelar S-1 bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung (1987). serta menjadi Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Alam. Aktif sebagai dosen tamu dan dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia maupun manca negara. Suranto Soemarsono. Ir. degree in Mining Engineering (1994) specializing in Mining Economics from the University of Queensland. She earned a graduate degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology (1987). sebelumnya memangku jabatan lain di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak 1988. Direktur Transportasi (2005-2007). Bappenas (National Development Planning Board) since November 2010. dan Penasehat Direktur Utama PT Dinamika Usaha Jaya sejak 2005. Mr. Soemarsono was appointed Independent Commissioner in 2008. Currently he is an Expert Staff in the Coordinating Ministry of Economy and Business Competition (2008-present). and Adviser to President Director of PT Dinamika Usaha Jaya in 2005.DATA PERSEROAN 294 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Profile Dr. Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim sejak November 2010. Penyeberangan. and Commissioner of PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). dan Ph.

dan Doctor of Engineering (1990) di Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. University of Tohoku-Sendai. Sedangkan kegiatan di dalam organisasi Korporasi di Kadin ( Kamar Dagang dan Industri ) Indonesia sebagai Ketua Komite Tetap Batubara dan Panas Bumi (2008-2010). FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. serta menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian ESDM sejak 2009. Mineral and Industrial Quarrying Committee (20102013). Indonesian Expert Technical Manager pada proyek kerjasama Biro Lingkungan dan Teknologi dengan The Office of Surface Mining USA. Jepang. M. Business Law Science. Surabaya Stock Exchange (2005-2007). MHum. and Doctor of Engineering (1990) from Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. Abdul Latief Baky. KomiteTetap . and currently member of Perhapi Advisory Council. Department of Energy and Mineral Resources (2001-2007). Experience in professional organizations: Chairman of Indonesian Mining Experts Association (Perhapi) for two periods. gelar S-2 Magister Sains Ilmu Administrasi Bisnis Internasional Universitas Indonesia (2004). Kepala Biro Lingkungan dan Teknologi Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) tahun 2000. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan Umum di Institut Teknologi Bandung (1979). Deputy Chairman of Legal and Mining Division (20102013). Indonesian Coal Mining Association. Mineral dan Bahan Galian Industri (2010-1013). yang dibiayai World Bank (1995-1997).Ir. Department of Energy and Mineral Resources (2007-2009).E. sekaligus menjabat Komisaris Utama PT Citta Trahindo Pratama sejak 2007. Japan. He has a graduate degree in Mine Engineering from Bandung Institute of Technology (1977). Direktur Utama Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). UK (1996). Direktur Utama PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001).2007). University of Gajah Mada (2007) and Fellows Institute of Quarrying. Perjalanan karir sebelumnya meliputi Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan DESDM (2007-2009). Thamrin Sihite. President Director of PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). He has been an Independent Commissioner of the Company since 2008. Department of Mines and Energy (2000). dan Managing Partner LAGR & Associates – Law Firm sejak 2006. UK (1996). International Business Administration from University of Indonesia (2004). Komisaris Commisioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. His previous posts include Expert Staff to Minister of Society and Institution. Sihite holds a degree in General Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1979). President Director of Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). and Managing Partner of LAGR & Associates – Law Firm since 2006. Mining. Komisaris PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). Department of Mines and Energy (1993-2000). Head of Environmental Management and Spatial Zone Division.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 295 Dr. Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama DESDM (2001. Kepala Bagian Pengelolaan Lingkungan dan Tata Ruang DPE (1993-2000).Sendai. MSc. Head of Central Amdal (Analysis of Environmental Impact) Commission. Chairman of Coal Mining and Geothermal Committee (2008-2010). Master of Engineering (1987). Marketing Director and Operations Director of PT Karimun Granite (1990-1999). Direktur Adminsitrasi. . Master of Human Studies. Kegiatan di dalam organisasi Profesi menjabat sebagai Ketua Umum Perhapi (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) untuk 2 periode: 2001-2003. Commissioner of PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). Appointed Commissioner in 2008. concurrently Head of Education and Training Agency. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan di Institut Teknologi Bandung (1977). gelar S-2 Magister Humaniora Ilmu Hukum Bisnis Universitas Gajah Mada (2007) dan Fellows Institute of Quarrying. Master of Science. Tohoku University. 2001-2003. Department of Energy and Mineral Resources since 2009. Administrative Affairs Director. Perjalanan k arir sebelumnya mencakup Ketua Komite Pencatatan Bursa Efek Surabaya (2005-2007). concurrently President Commissioner of PT Citta Trahindo Pratama since 2007. Dr. 2003-2006. 2003-2006 dan saat ini bertindak sebagai Dewan Penasihat Perhapi. In his previous career he held various posts including Chairman of Listing Committee. Direktur Pemasaran dan Direktur Operasi PT Karimun Granite (1990-1999). Ketua Komisi Amdal Pusat DPE (20002001). financed by World Bank (1995-1997). Indonesian Expert Technical Manager of joint venture projects at Bureau of Environment and Technology with the Office of Surface Mining USA. Master of Engineering (1987). Ir. Head of Planning and Cooperation Bureau. dan di APBI (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia) sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Perundang-Undangan (20102013). Head of Environment and Technology Bureau. In business organizations: Indonesian Chamber of Commerce. Department of Mines and Energy (2000-2001).

Milawarma. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum HR & General Affairs Director Ir. MSc Direktur Keuangan Financial Director Ir. M. Drs. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director . Sukrisno Direktur Utama President Director Ir.296 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Direksi Board of Directors Dari kiri ke kanan : From left to right : Ir.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 297 .

Australia (1995). . A holder of graduate degree in Mining from UPN Veteran. Platteville (1985) and Master of Science degree in Project & Construction Management from Golden Gate University. Head of Operations Department of PT Semen Padang (1995-2001) and Commissioner of PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). He has held the post of Operations/Production Director of the Company since 2006. San Francisco (1989). Sukrisno has held the post of President Director since 2006. Yogyakarta (1987) and Master of Engineering degree from University of Wollongong. Presiden Direktur PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004) dan Direktur Investment Banking PT Danareksa (1996-2001). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di UPN Veteran. Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan meliputi jabatan Sekretaris Perusahaan (2003-2006). Kepala Departemen Operasi PT Semen Padang (1995-2001) dan Komisaris PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). Kepala Diversifikasi Usaha (1997-1999). President Director of PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004) and Director of Investment Banking of PT Danareksa (1996-2001). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur Operasi/Produksi Perseroan (2001-2006). Yogyakarta (1987) dan Magister Engineering di University of Wollongong. Ir. and Head of Long Term Mine Planning Unit (1995-1996). dan Kepala Dinas Perencanaan Tambang Jangka Panjang (1995-1996). Meraih gelar Bachelor of Science Jurusan Civil Engineering di University of Wisconsin. Sukrisno Direktur Utama President Director Menjabat Direktur Utama sejak 2006. Australia (1995).DATA PERSEROAN 298 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Direksi Board of Directors’ Profile Ir. MSc Direktur Keuangan Finance Director Menjabat Direktur Keuangan Perseroan sejak 2006. Holder of Bachelor of Science degree in Civil Engineering from University of Wisconsin. Dono Boestami.Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director Menjabat Direktur Operasi/Produksi Perseroan sejak 2006. Platteville (1985) dan Master of Science Jurusan Project & Construction Management di Golden Gate University. Head of Business Diversification (1997-1999). Milawarma. M. His previous posts include Operations/Production Director of the Company (2001-2006). Previous posts with the Company include Corporate Secretary (2003-2006). Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Mesin di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya tahun 1980. He earned his graduate degree in Mechanical Engineering from Sepuluh November Institute of Technology in Surabaya in 1980. His previous posts include Director of PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). Appointed Finance Director of the Company in 2006. San Francisco (1989). Senior Business Analyst /Professional of Business Development (1999-2003). Ir. Analis Bisnis/Profesional Senior Pengembangan Usaha (1999-2003).Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006).

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 299 Ir. Ir Iskandar is a holder of graduate degree in Mining from University of Sriwijaya (1977). South Sulawesi Province (1990-1995). Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Menjabat Direktur Niaga Perseroan sejak 2006. and Corporate Secretary of the Company (1991-1997). The Company appointed Ir. Head of Regional Office of Mining and Energy. General Manager of Briquette Business (2001-2005). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Direktur Pemasaran PT Semen Tonasa (2002-2005). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Universitas Srwiwijaya (1977). A graduate of Bandung Institute of Technology with a degree in Industrial Engineering (1981). Kepala Pengembangan Usaha Perseroan (2001-2002). Direktur Penelitian & Pengembangan PT Semen Tonasa (2002). dan Kabid Pengembangan Gas dan Energi Kanwil Pertambangan dan Energi Propinsi Sulawesi Selatan (1990-1995). General Manager Pengusahaan Briket (2001-2005). Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan mencakup jabatan Dirketur Uama PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). Project Officer of Coal Briquette Business Expansion (1993-2001) and Head of Engineering Development Division (1991-1993). and Institute of State Administration . and Head of Gas and Energy Development Division. Previous posts with the Company are President Director of PT Bukit Pembangkit Innovative (2006).Ujung Pandang (1988). Kakanwil Pertambangan dan Energi Propinsi Aceh (1995-2000). His previous posts include Head of Mining and Energy Usage Unit. Appointed Human Resource & General Affairs Director in 2001. Mangeka as Commerce Director in 2006. His previous career placed him in various posts: Marketing Director of PT Semen Tonasa (2002-2005). Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (1981). Pimpinan Proyek Pengembangan Briket Batubara (1993-2001) dan Kepala Divisi Pengembangan Keteknikan (1991-1993). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Institut Teknologi Bandung (1980). Director of Research and Development of PT Semen Tonasa (2002). . Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum Human Resource & General Affairs Director Menjabat Direktur SDM & Umum Perseroan sejak 2001. Senior Manajer Logistik Perseroan (2005-2006). Aceh Province (1995-2000). Ir. He is a graduate of Bandung Institute of Technology in Mining (1980). Expert in Human Resource Development (1998-2001). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Kadis Pertambangan dan Pemanfaatan Energi Propinsi Sumatera Selatan (2000-2001). He has been Director of Business Development of the Company since 2006.Ujung Pandang (1988). Ahli Pengembangan SDM. South Sumatera Province (2000-2001). Drs. Head of Business Development of the Company (2001-2002). Ir. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Menjabat Direktur Pengembangan Usaha Perseroan sejak 2006. Senior Manager of Logistics of the Company (2005-2006). dan S-1 di Lembaga Administrasi Negara . Head of Internal Audit Unit (1997-1998).

tahun 2009 dan Manajer Akuntansi di PTBA. setelah sebelumnya bekerja pada PT Bumi Langoan. Bergabung dengan PTBA sejak 1984. MM. Meraih gelar S-1 Jurusan Akuntansi. Palembang (1992) dan S-2 Magister Management (2009) dari Universitas Sriwijaya. Mulai berkarir di PTBA sejak 1992. following his assignment as Chief Auditor (2007-2009) and Manager of Investment Feasibility and Control (2005-2007). In July 2009 Mr.DATA PERSEROAN 300 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Sekertaris Perusahaan dan SPI Corporate Secretary and Internal Audit Unit’s Profile Achmad Sudarto. Jakarta. Ak Sekertaris Perusahaan Corporate Secretary Menjabat sebagai Corporate Secretary sejak Juli 2009. following his employment with PT Bumi Langoan. and later was appointed Accounting Manager in 2007 and Senior Manager of Treasury and Funding in 2009. tahun 2007. Jakarta. University of Sriwijaya. Sudarto was appointed Corporate Secretary of the Company. sebagai Supervisor Akuntansi. Palembang (1992) and a master’s degree in Management (2009) from University of Sriwijaya. He has been with PTBA since 1984. setelah sebelumnya menjabat sebagai Pemeriksa Utama (2007.2009) dan sebagai Manajer Kelayakan dan Kendali Investasi (2005-2007). Sutrisno was appointed Head of Internal Audit Unit in 2009. His academic studies earned him a graduate degree in Accounting from School of Economics. as Accounting Supervisor. Bambang Sutrisno Kepala Satuan Pengawas Internal Head of Internal Audit Unit Menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal sejak tahun 2009. Mr. SE. di Universitas Sriwijaya. sebelum akhirnya menjabat sebagai Corporate Secretary adalah Senior Manajer Perbendaharaan dan Pendanaan PTBA. Fakultas Ekonomi. He joined PTBA in 1992. .

PT Indothai Film Polytama. Perjalanan karir sebelumnya mencakup berbagai posisi termasuk Direktur pada beberapa perusahaan dalam periode 1996 . and has produced many publications in mining and rock mechanics at home and abroad. PT Guthrie Pasaman Nusantara. Became a member of Audit Committee in 2007. PT Prinavin Prakarsa. PT Indothai Film Polytama. PT Prinavin Prakarsa. He is also active doing various kinds of research and analysis in mining which he started in 1993. Meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (1985) dan Magister Manajemen pada Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI. Selain itu. i. Ridho Kresna Wattimena. 1991). He has been lecturing at Mining Engineering Department. PT Padang Industrial Park dan PT Andalas Rekasindo Pratama. serta telah menerbitkan banyak publikasi dalam bidang pertambangan dan mekanika batuan di dalam dan luar negeri.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 301 Profil Komite Audit Audit Committee’s Profile Azhar Zainuri.D in Rock Mechanics from University of Queensland. Australia (2003). . Member of Audit Committee since 2007. 1991). ser ta Ph. Meraih gelar jurusan Teknik Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (1991). as well as Commissioner of PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005) and PT Kelana Nusantara (2000 – 2008). aktif melakukan berbagai macam penelitian dan analisis dalam bidang pertambangan sejak 1993. He has a graduate degree in Economics from University of Indonesia (1985) and Master of Management degree from Indonesia Institute of Management Development (IPMI. MM Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat anggota Komite Audit sejak 2007. Various positions he held in his previous career include Director of several companies over a period in 1996 . sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (sejak 2000). Magister Teknik dalam Geomekanika dari Institut Teknologi Bandung (1996). Holds a degree in Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1991). Menjadi pengajar pada Jurusan Teknik Pertambangan ITB sejak 1993 dan Pasca Sarjana ITB sejak 1996. and is currently an Associate Professor in Rock Mechanics. University of Indonesia (since 2000).e. SE.D dalam Rock Mechanics dari University of Queensland. serta Komisaris PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005). and Ph.2000. Australia (2003). Ir. concurrently lecturer at Department of Economics. PT Padang Industrial Park and PT Andalas Rekasindo Pratama. serta PT Kelana Nusantara (2000 – 2008). MT. Master of Engineering in Geomechanics from Bandung Institute of Technology (1996). PhD Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat Anggota Komite Audit sejak 2007. yaitu PT Guthrie Pasaman Nusantara. Bandung Institute of Technology since 1993 and post-graduate program at Bandung Institute of Technology since 1996. dan saat ini menjadi Associate Professor dalam Mekanika Batuan.2000.

DATA PERSEROAN 302 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Nominasi. USA (1990). Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi. Muncie. Took one-month training in Environmental Economic Policy Analysis in Harvard University. USA (1993). USA (1990). sebagai Direktur . Human Resources Management dan HSE di Toray Industries Inc & AOTS Jepang. Actively participating in local and overseas seminars and training courses in the area of Total Production Management. Wahyudi has been a member of Nomination. MM Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Japan. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak 2008. Remuneration and GCG Committee’s Profile Noeroso L. . Aktif mengikuti berbagai seminar & training di dalam dan luar negeri. Meraih S-1 bidang Manajemen dan S-2 bidang Human Resources Management di Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta. Remuneration and GCG Committee since 2008. Jakarta. Commissioner of PT AMM (2007). Remunerasi dan PSDM Nomination. Departemen Keuangan (sejak 2008). Department of Finance since 2008 while actively observing climate change issues at the national and international level. Master of Arts degree in Economics from Ball State University. and HSE at Toray Industries Inc & AOTS. serta Vice Factory Manager dan berbagai posisi manajerial di Toray Group Indonesia. Industrial Engineering. dan Peneliti Madya Bidang Ekonomi dan Keuangan. Komisaris PT AMM (2007). Mr. He has been a member of Nomination. Wahyudi. and Vice Factory Manager and various managerial positions at Toray Group Indonesia (1982 – 2008). Human Resources. Perjalanan karir sebelumnya. Indiana. Fakhrudin Tieja SE. Bantuan RNW Belanda) (2007 – sekarang). antara lain mengenai Total Production Management. (1982 – 2008). Tieja has a graduate degree in Management and master’s degree in Human Resource Management from University of Muhammadiyah. Serving as Middle Researcher at Fiscal Policy Agency. Perjalanan karir sebelumnya adalah sebagai Ketua Koperasi Puslitbang (sejak 1995).PCA FM (Radio Mitigasi Gempa dan Informasi Pendidikan & Lingkungan. Badan Kebijakan Fiskal. Remunerasi dan GCG sejak 2008. Mr. He received a graduate degree in Corporate Economics in Jakarta (1985). Mendapat Certifiticate on Academic Preparation Program Boulder – Colorado USA (1988) dan meraih gelar Master of Arts in Economics di Ball State University. Industrial Engineering. MA Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Remuneration and GCG Committee since 2008. Boston. with the aid of RNW Holland) (2007-present). Previously he held various posts including Director of PCA FM Radio (Earthquake Mitigation and Educational and Environmental Information.

Dr. Moestopo (beragama) sejak tahun 2007. S-2 Manajemen tahun 1996 dari Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia. Post-Graduate Program of Management. Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. University of Prof. Remuneration and HRD Committee Menjabat sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak bulan Nopember 2010. Serving as Secretary. Sumarhadi Anggota Komite Nominasi . Moestopo (Beragama) Jakarta. Appointed member of Nomination. Selain itu sejak 1979 – saat ini telah mengikuti seminar nasional dan internasional tentang hububungan industrial. Pendidikan S-1 Manajemen tahun 1983 dari Universitas Prof. Holds a graduate degree in Management (1983) from University of Prof. Moestopo (Beragama) since 2007. Dr. Menjabat sebagai Sekretaris Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Univesitas Prof. dan S-3 Manajemen Pendidikan tahun 2002 dari Universitas Negeri Jakarta. Participating in national and international seminars on industrial relations since 1979.Dr. master’s degree in Management (1996) from Indonesian Tourism Development Institute and doctorate degree in Education Management (2002) from Universitas Negeri Jakarta. . and Dean of School of Economics of the same University since November 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 303 Dr. Remuneration and HRD Committee in November 2010. Moestopo (Beragama) Jakarta. dan sebagai Dekan di Fakultas Ekonomi pada Unuversitas yang sama sejak November 2010. Dr.

Remuneration and GCG Committee on October 1. Completed his graduate studies in Agribusiness at Bogor Institute of Agriculture in 1983. Coordinating Ministry of Economy. kemudian menyelesaikan program Master bidang International Economics dari University of Kentucky. International Finance. Kedeputian III Bidang Koordinasi Energi. Kementrian Bidang Koordinasi Perekonomian. Coordinating Ministry of Economy in addition to his assignment as Commissioner of PT Indonesia Comnet Plus. International Trade) at the same university in 1993. . master program in International Economics at University of Kentucky. Lexington USA tahun 1989 dan menyelesaikan Program Doktor bidang Economics (Industrial Organization. Appointed member of Nomination. tahun 1983. following his previous posts as Head of Electricity Division. 2010. Menyelesaikan pendidikan S-1 bidang Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor. Lexington USA in 1989 and doctorate program in Economics (Industrial Organization. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selain menjabat sebagai Komisaris di PT Indonesia Comnet Plus. setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Ketenagalistrikan. 2009. He is Assistant to Deputy Head of Energy and Electricity. Winarso is also a guest lecturer in graduate and master programs at various universities at home and abroad. Phd Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. Energy Coordination. Menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Energi dan Ketanagalistrikan. Mr. and member of GCG Committee on July 30.DATA PERSEROAN 304 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Good Corporate Governance Nomination. Mineral Resources and Forestry. Selain itu mengajar sebagai Dosen Tamu pada program Master maupun Strata 1 di berbagai universitas dalam maupun luar negeri. Remuneration and GCG Committee’s Profile Bambang Adi Winarso. Sumberdaya Mineral dan Kehutanan. International Trade) dari universitas yang sama tahun 1993. International Finance.

selain mengikuti berbagai seminar dan training di dalam maupun di luar negeri. Construction Management at Bandung Institute of Technology in 1990. Bappenas. Remuneration and GCG Committee on October 1. In addition. Australia in 1999. Bappenas hingga 2008. . Until 2008 he was Head of Climate and Weather Sub-directorate. MA Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. kontraktor pembangunan jalan dan PT Tripatra Engineering. Perth. perusahaan konsultan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 305 Ir. setelah sebelumnya 2002-2006 menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Lingkungan Usaha Pertambangan Rakyat. he has participated in various domestic and overseas seminars and training sessions. a consulting firm. Sebelum berkarir di Bappenas. Antonaria. Directorate of Environment. From 2002 to 2006 he was posted as Head of Small Scale Mining Business Subdirectorate. Direktorat Lingkungan Hidup. Menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Iklim dan Cuaca. tahun 1990. 2009 and member of GCG Committee on July 30. Perth. Directorate of Mineral Resources and Mining. Prior to his career with Bappenas. and PT Tripatra Engineering. he was employed by Hutama Prima Joint Operation. pernah bekerja pada Hutama Prima Joint Operation. Menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Teknik Sipil bidang Manajemen Konstruksi dari Institut Teknologi Bandung. and master program in Development Studies at Murdoch University. Antonaria was appointed member of Nomination. Australia tahun 1999. a road construction contractor. Mr. Direktorat Sumberdaya Mineral dan Pertambangan. Bappenas. 2010. kemudian menyelesaikan program Master of Arts in Development Studies (Studi Pembangunan) dari Murdoch University. Bappenas. He completed his graduate studies in Civil Engineering.

dan Pasca Tambang sejak 16 Mei 2009. She has been a member of Business Risk. Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Maret 2009. Faridha. Head of Documentation and Information Sub-division. Technological Research and Development Center for Electricity and Renewed Energy (20022004). Menyelesaikan program doctoral pada Tohoku University. Sumber Daya Mineral. Completed his doctorate program in Agriculture and Resource Economics at Tohoku University. Insurance and Post-Mining Committee Menjadi Anggota Komite Risiko Usaha. Insurance and Post-Mining Committee’s Profile Andi Noviarto. Coordinating Ministry for Economy. Insurance and PostMining Committee. Has been an Environment Researcher since 2004. Risiko Usaha. Insurance and Post-Mining Committee Menjadi anggota Komite Asuransi. Graduated from University of Syiah Kuala with a degree in Chemistry Engineering (1993) and further completed her master program in Environmental Sciences at University of Indonesia (2004). Saat ini menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Kehutanan pada Deputi Bidang Energi.DATA PERSEROAN 306 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Risiko Usaha. Asuransi dan Pasca Tambang Member of Business Risk. Mineral Resources and Forestry. Environment and Technology Bureau (1999-2002). Saat ini sebagai Peneliti di bidang Lingkungan (2004-sekarang). Asuransi dan Pasca Tambang Member of the Business Risk. menyelesaikan program Magister bidang Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia (2004). 2009 Mr. D Anggota Komite Risiko Usaha. Currently he is Assistant Deputy of Forestry at the office of Energy.Si Anggota Komite Risiko Usaha. Insurance and Post-Mining Committee since March 16. General Mining Division. Menyelesaikan pendidikan Teknik Kimia dari Universitas Syiah Kuala (1993). M. Ir. dan Kehutanan-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian On May 16. Jepang tahun 2001 di bidang Agriculture and Resource Economics. Japan (2001). She was posted as Head of Environmental Management Sub-division. . Asuransi Dan Pasca Tambang Business Risk. 2009. Kepala SubBidang Dokumentasi dan Informasi-Puslitbangtek Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (2002-2004). Noviarto was appointed member of Business Risk. Ph. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala SubBagian Pengelolaan Lingkungan Bid. Pertambangan Umum-Biro Lingkungan dan Teknologi (1999-2002).

Bidang Akuntansi. Graduated from Islamic University of Indonesia. Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Mei 2009. One of the training sessions he attended was Officer Development Program at PT Samudera Indonesia. termasuk mengikuti program Officer Development Program di PT Samudera Indonesia. and PT Silkargo Indonesia Jakarta (Affiliate of PT Samudera Indonesia) as Manager of Finance Department (2008-present). sebagai Team Leader Internal Audit (2005-2008). Sempat mengikuti berbagai pelatihan. Accounting Science. Asuransi dan Pasca Tambang Member of the Business Risk. kemudian bergabung dengan PT Silkargo Indonesia Jakarta (Afiliasi PT Samudera Indonesia) dengan posisi sebagai Manager di Departemen Finance (2008-Sekarang). Insurance and Post-Mining Committee Menjabat sebagai Anggota Komite Risiko Usaha. as Team Leader of Internal Audit (2005-2008). Fakultas Ekonomi (2003) di Jogjakarta.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 307 Pramuditho Karsowidjojo Anggota Komite Risiko Usaha. School of Economics (2003) in Jogjakarta. Mr. Insurance and Post-Mining Committee on 16 May 2009. . Menyelesaikan pendidikan kesarjanaan dari Universitas Islam Indonesia. Sebelum bergabung dengan PTBA bekerja pada PT Samudera Indonesia. Karsowidjojo was appointed member of Business Risk. Prior to joining PTBA he worked for PT Samudera Indonesia.

the Board of Commissioners and Directors of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. ME Komisaris Commissioner Ir. Dewan Komisaris dan Direksi PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono. and Capital Market Supervisory Board Regulation No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 67 dan Peraturan Bapepam No. MHum.6 on Annual Report Submission Requirements for Public Companies. DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS Dr.DATA PERSEROAN 308 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Statement of Board of Commissioners and Directors Sesuai dengan Undang-Undang No. hereby state that we have approved and are fully responsible for the validity of the Company’s 2010 Annual Report.6 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner . MSc. Abdul Latief Baky. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. we. Laporan Tahunan ini juga memuat Laporan Tuga Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. SE.K. dengan ini kami. MSc Komisaris Commissioner Ir. In accordance with Corporate Law no. Umiyatun Hayati Triastuti. 40/2007. The Company’s Annual Report contains the Board of Commissioners’ Monitoring Report and Consolidated Financial Statement for the years ending 31 December 2010 and 2009.K. X. Chapter 67.x. Ir. Thamrin Sihite. menyatakan telah menyetujui dan bertanggung-jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2010.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 309 DIREKSI BOARD OF DIRECTORS Ir. Drs. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum General Affairs & HRD Director . Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. Milawarma M. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. MSc Direktur Keuangan Finance Director Ir. Eng Direktur Operasi/Produksi Operation/Production Director Ir. Sukrisno Direktur Utama President Director Ir.

310 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 311 Laporan Keuangan Audited Financial Statement .

312 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful