PT Asam ASAM (PERSERO) Tbk PT BukitBUKITTbk 2010 Annual Report 1 LAPORAN TAHUNAN 2010 ANNUAL REPORT

Memacu Daya, Meningkatkan Hasil
Enhancing Capacity for Higher Output

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Mewujudkan Visi Menjadi Perusahaan Tambang Batu Bara Utama
Realizing a Major Coal Mining Company

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 1

S

ebagai salah satu perusahaan tambang utama di Indonesia, PTBA kini mewujudkan rencana optimalisasi potensinya dengan membangun infrastruktur untuk menunjang kegiatan produksi maupun transportasi, meningkatkan kapasitas produksi dan mengintegrasikan sistem pengelolaan hasil produksi dengan pemasokan batubara ke konsumen. Pelaksanaan program di tahun 2010 tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan Perseroan di masa mendatang yang kini mulai menunjukkan hasilnya.

Being one of Indonesia’s major coal mining

companies, PTBA optimizes its potentials by constructing infrastructure to support production and transportation, stepping up production capacity, and integrating production management system with coal supply to consumers. The 2010 program was part of the Company’s expansion plan that has come to fruition.

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operasional Yang Semakin Efisien
More Efficient Operations

Biaya Produksi
Production Cost

5,6%
The Company’s cost of self-managed production per ton at mine mouth is the lowest among similar companies. And yet the Company maintains its operating efficiency drive that has enabled production to increase at reduced output cost, although fuel and labor costs continue escalating. Hence, the Company successfully cut production cost per ton at mine mouth by 5.6% from the preceding year.

Biaya produksi batubara swakelola Perseroan di mulut tambang per ton adalah salah satu yang terendah di Indonesia untuk perusahaan sejenis. Namun demikian Perseroan tetap melakukan berbagai langkah efisiensi operasional, sehingga ditengah kecenderungan peningkatan biaya bahan bakar dan tenaga kerja, berhasil meningkatkan volume produksi dengan biaya per output produk yang semakin rendah. Dengan upaya tersebut Perseroan dapat menurunkan biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang sebesar 5,6% dari biaya tahun 2009.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 3

Volume Produksi dan Penjualan Yang Meningkat
Higher Production and Sales

Total Produksi
Production Total

7,4% 3,7%

Revitalisasi dan optimasi peralatan produksi membuat Perseroan mampu meningkatkan produksi hingga sebesar 7,4%, diiringi dengan keberhasilan perluasan pasar dan kerjasama dengan PTKA dalam upaya meningkatkan kapasitas angkut kereta api, sehingga volume penjualan batubara meningkat 3,0%. Revitalizing and optimizing production equipment boosted production by 7.4% and expanded market through joint operation with PTKA to improve railway loading capacity and resulted in coal sales increase of 3%.

Total Penjualan
SalesTotal

4

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Pengembangan Usaha Yang Terintegrasi dan Dinamis
Integrated and Dynamic Business Development

Realisasi pengembangan usaha secara terintegrasi kini telah semakin mewujud, yakni; pembangunan PLTU skala kecil dengan bobot pekerjaan telah mencapai 85%, pasar batubara kalori rendah dengan cadangan berlimpah yang semakin terbuka, pengembangan potensi ekonomis dari Coal Bed Methane (CBM) yang telah memasuki tahap persiapan pemboran eksplorasi dan pembangunan jalur KA khusus batubara ke Lampung yang telah sampai pada penandatanganan kontrak EPC. The result of integrated business development is getting more obvious: the construction of small-scale TPP was 85% completed, wider market for low-calorie coal with abundant reserves was ready, Coal Bed Methane (CBM) project was nearing exploration drilling phase, and EPC contract for constructing coal transporting railway to Lampung was signed.

Pembangunan PLTU
Power plant construction

394 HA yang terbagi atas 12 zona. For its effort to manage the surrounding environment.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 5 Standar Baru Dalam Pengembangan Lingkungan New Standards of Environmental Development Sebagai wujud kepedulian pada upaya pelestarian lingkungan. Atas upaya pengelolaan lingkungan tambangnya.394 hectares divided into 12 zones. the Company continued the development of Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA) measuring 5. . Perseroan melanjutkan pembangunan TAHURA Tanjung Enim seluas 5. PTBA retained its National GREEN PROPER award in 2010. PROPER HIJAU Green PROPER As evidence of its concern for environmental conservation. PTBA berhasil mempertahankan PROPER HIJAU tingkat Nasional di tahun 2010.

TUJUAN OBJECTIVE Menandatangani kontrak penjualan batubara peringkat rendah jangka panjang untuk PLTU milik PLN. JANGKA PANJANG LONG TERM Mengembangkan potensi ekonomi CBM di wilayah konsesi PTBA (Tanjung Enim. terutama truk dan shovel. Meninigkatkan manfaat nilai ekonomi dari batubara kalori periingkat rendah sebesar kurang lebih 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum diproduksi. PENGEMBANGAN OPERASIONAL Operational Development COAL BED METHANE (CBM) • Sebagai Bahan Bakar PLTU. TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology • Evaluasi dan penggantian sistem operasional secara berkala. • Penggantian dan penambahan armada truk & shovel dengan kapasitas yang lebih besar. • Memenuhi keperluan daya listrik sendiri. Pembebasan Lahan 100% dan transmisi 88%. • Ikut serta dalam proses tender IPP PLTU Mulut Tambang 2 x 300 MW dan 2 x 600 MW di Tanjung Enim. . • Perawatan rutin 3 unit BWE lainnya. • Memulai program penambahan APU. • Penunjukkan kontraktor EPC dan renegosiasi tarif listrik untuk PLTU Banjarsari 2 x 100 MW. • Persiapan pemboran eksplorasi di Tanjung Enim. Ombilin dan Peranap). • Upgrade perangkat keras. • Penunjukan Kontraktor EPC untuk PLTU Tarahan 2 x 8 MW. • Merekondisi dan memindahkan 2 unit BWE dari lokasi TAL ke MTBU. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Thermal Power Plant • Menjual listrik kepada PLN. • Dijual sebagai BBG. • Membangun PLTU ukuran sedang dan besar untuk dijual ke PLN. • Upgrade peralatan hardware. • Membangun PLTU kecil untuk kebutuhan sendiri di tiga lokasi. • Integrasi sistem penanganan produk. • Pembangunan PLTU Unit Tanjung Enim 3 x 10 MW mencapai 85 %. PERALATAN PRODUKSI Production Equipment • Optimalisasi 5 unit BWE sistem. • Tahap lelang EPC dan negosiasi tarif listrik untuk PLTU mulut tambang 2 x 10 MW Peranap. PROGRAM 2010 2010 PROGRAM Memanfaatkan nilai ekonomi batubara kalori peringkat rendah sebesar lebih kurang 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum dieksploitasi. PLTU Mulut Tambang 2x300 MW di Peranap Riau. Meningkatkan produksi swakelola dengan porsi di atas 40%.6 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Sasaran Pengembangan Perusahaan Company Development Goal DIVERSIFIKASI PENDAPATAN Diversification of Earnings BATUBARA KALORI RENDAH Low Calorie Coal Pemanfaatan sebagai bahan bakar PLTU milik sendiri maupun milik IPP lain/PLN. • Memperoleh proyek UKL dan UPL. Menjadikan TI sebagai tulang punggung operasional Perseroan.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 7 INFRASTRUKTUR Infrastructure • Peningkatan kapasitas bongkar muat pelabuhan dan stockpile. • Melaksanakan program PKBL. • HOA pembangunan jalur KA khusus ke Tanjung Api-api (Sumsel) dengan Adani (India). • Pernyataan kepatuhan seluruh pegawai dalam penerapan COC GCG. • Terpeliharanya lingkungan alam yang lebih asri. • Peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. • Melakukan pelatihan SDM yang diikuti 3. • Meningkatkan best practises penerapan GCG dan evaluasi berkala. secara bertahap di lokasi rencana Zona Penerima. • Revegetasi lahan pascatambang secara bertahap dan berkelanjutan.439 peserta. • Tahap pembentukan SPP (unit whistleblower policy). MENINGKATKAN TATA KELOLA Corporate Governance Development MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources Development MENINGKATKAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Environmental Development • Melengkapi seluruh pranata organisasi. Menjadi Good Corporate Citizen. SDM yang memiliki kualitas internasional. .. • Refurbishment dermaga di Kertapati. Meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan evaluasi secara berkala. • Sosialisasi GCG pada pegawai.Tarahan. • Panandatanganan kontrak EPC dan presentasi KA khusus Kertapati . Menunjang volume penjualan hingga 82 juta ton/tahun. • Pelaksanaan program CSR dan pengembangan masyarakat. • Bekerja sama dengan KA untuk meningkatkan kapasitas angkut jaringan yang sudah ada. • Memantau lingkungan di tiga lokasi utama sesuai standar BML. • Membangun jaringan KA khusus batubara. • Asesmen oleh pihak independen. • Melakukan asesmen terhadap 334 karyawan dan mempromosikan 45 karyawan. COC dan Board Manual). • Melaksanakan program Bina Wilayah. • Memperbarui kesepakatan dalam Kontrak Kerja Bersama dengan wakil SPBA. • Pengembangan coal handling facility di Tanjung Enim dan di pelabuhan Tarahan. • Persiapan fasilitas produksi di MTBU mencapai 65%. • Pelaksanaan revegetasi dan pembangunan Taman Hutan Raya. • Meningkatkan pemanfaatan sumber daya air. • Pengesahan Soft Structure GCG (GCG Code.

854 (4.369 431.147.459 409.846) 1.713) 9.2 135.343 308 1.380.389 7.451 74.116 675.266 774 911.0 616.530.7 30.154 (4.908 759.493.043 2.779 120.041.466 5.2 35.678 171.502 .304 872 26 2.7 33.927 6.750 1.304 1.972 199.4 23.988) 3.701.483 69.156.152 562.225 58.078.292.7 88.057 (5.178 423.551.578 3.762.423 610.063 383.097 789.315 217.346.304.005 701.593) 2.0 135.104 1.076.0 365.8 75.6) (24.8 28.402.979 187.501 1.008) 2.376.599.901 158.722.783.2 42.187 8.106.517 125.836 128.7 59.2 47.5 178.235 198.949.4) (26.0 117.6 23.942 56.584 362.740 84.4 42.156 4.1) (26.4 40.392 3.352) 3.875 6.2 29.675) (1.743 2.072 174.092 (1.707.754 526.132 6.Depresiasi dan Amortisasi 62.2 31.527 3.4) 24.055) (6.106.7 57.736 8.62 199. kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Beban usaha Laba usaha Pendapatan lain-lain (bersih) Bagian (rugi)/laba bersih dari perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak penghasilan Pajak penghasilan Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham Harga pasar saham terhadap laba bersih per saham EBITDA Pengeluaran usaha** 7.391 122.947.844.909.542 921.2 50.039 (3.9 54.624 420.0 37.512 6.133 548.310 48.727.158 301.166 (1.505.075 997.136) 3.1 26.8 491.746 8.19 644.998.661 76.722.596.843.918 411.3 59.078.372 8.565) 2.720 1.04 111.2 28.3 RASIO KEUANGAN Aset lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas PENGELUARAN MODAL (Dalam juta Rp) Rutin Pengembangan Jumlah pengeluaran modal * Disajikan kembali ** Harga Pokok Penjualan + Beban Usaha .104.054.669.8 60.6 41.957 RASIO-RASIO (Dalam %) RASIO PERTUMBUHAN Penjualan Laba kotor Laba usaha Laba bersih Laba bersih per saham RASIO USAHA Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba kotor terhadap penjualan usaha terhadap penjualan bersih terhadap penjualan kotor terhadap jumlah ekuitas usaha terhadap jumlah ekuitas bersih terhadap jumlah ekuitas kotor terhadap jumlah aset usaha terhadap jumlah aset bersih terhadap jumlah aset 46.559 5.366.6) (35.063 ??? 8.954 2.733 79.0 43.891 2.1 39.IKHTISAR UTAMA 8 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Ikhtisar Keuangan Financial Highlights NERACA (Dalam juta Rp) ASET Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset lancar Taksiran Klaim atas Kelebihan Pembayaran Pajak Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Aset tidak lancar lainnya (bersih) Aset tidak lancar Jumlah aset KEWAJIBAN DAN EKUITAS Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Kewajiban lancar lainnya Kewajiban lancar Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban jangka panjang lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah kewajiban Hak minoritas Jumlah ekuitas Jumlah kewajiban dan ekuitas Modal kerja bersih 73.9 34.709.228 (3.2 48.036.498.022 6.8 (11.028.315.953 266.184 15 3.281.8 26.8 40.672 (837.295.578 5.848 1.258.150) 2.352.304 741 9 2.008.032.133 4.622.908 1.3 62.723 2.4 57.687 1.392 2010 2009 2008 PERHITUNGAN LABA RUGI (Dalam juta Rp.699 4.792 151.686.987 1.990 553.063 446.734 2.925 81.385 128.295.527 5.220 2.548.650.9 33.650 (600.644.156 748.932 447.301) 4.728 959.238) 3.212 1.699 5.002 (1.832 2.771 2.216.23 102.645.556 46.5 85.133.0 62.553 (1.1 25.3 36.

8 15.539 64.451 431.451 2.352 188.241 898.249 17.7 34.841) 896.761 1.916.6 60. net Current Assets Estimated claims for tax refund Investments in associated Mining properties.080.153.7 21.765 547.3 17.541 3.347 99.159 261.1 4.107.519 1.181 2.973 3.335.803.979.519 1.622.4 21.2 43.984 114.174 668.335. net Other non-current assets.979.291.95 (180.5 37.7 33.675.5 18.414 447.8 22.571 455.501 3.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 9 2007* 2.2 28.67 2.2 17.3 39.035 774.831 3.254 355.1 40.6 21.95 75.019 97.970 Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income (net) Share in net (loss)/income of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net income of subsidiaries Net income Number of share (in million share) Earning per share Price earning ratio EBITDA Operating expenditures** RATIOS 16.508 271.123.304 211 17 738.998 39. net Non Current Assets Total Assets LIABILITIES AND EQUITY Trade payables Accrued Expenses Taxes Payable Othar Cerrets Liabilities Total Currets Liabilities Provision for retirement and employee benefits Provision for environmental protection reclamation and mine closure Other long term liabilities Total Non Currets Liabilities Total Liabilities Minority Interest Total Total Liabilities And Equity Net .107.857 Routine Development Total capital expenditures * As restated ** Cost of Sales + Operating Expenses .501.6 36.3 413.771) (2.Depreciation and Amortization .2 759.480 (2.407) 1.341 170.855 (2. net Other current assets.734 1.1 15.514 (1.030) 1.936 2006 1.055 163.931 26.509) 485.776 12.5 48.009.350 83.019 360.6 544.Working Capital INCOME STATEMENTS (In million Rp. net Inventories.734 16.127 483 368.001 3.825 (725.460 3.297) 656.56 800.1 25.87 744.0 0.59 194.073 (678.025 403.093 12.222.75) (601) 726.8 17. except earnings per share) 4.198.533 292.831 3. net Fixed assets.7 58.526 12.112 1.304 315 38 1.838 71.181 99.5 49.9 (In percentage) GROWTH RATIO Sales Gross profit Operating income Net income Earning per share OPERATIONAL RATIO Gross profit to sales Operating income to sales Net income to sales Gross profit to equity Operating income to equity Net income to equity Gross profit to total assets Operating income to total assets Net income to total assets FINANCIAL RATIO Current assets to currents liabilities Total liabilities to total assets Total liabilities to total equity CAPITAL EXPENDITURES (In million Rp) 24.8 18.0 21.347.137 293.181 2.8 32.154 2.482 25.228 BALANCE SHEET (In million Rp) ASSETS Cash and cash equivalents Trade receivables.545 310.562 (282.211 2.936) 1.6 13.295.318 2.082.819 560.5 27.295.533.6 49.

7 8.8 3.707.2 738.078.9 3.979.7 726.622. 101 105 165 06 07 08 09 10 .0 2.9 7.533.727.106.2 3.2 3.548.7 2.0 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Laba Bersih (Rp miliar) EBITDA (Rp miliar) Laba Bersih per Saham 1.9 1.8 897.1 741 485.8 3.184 872 (Rp) 2.909.082.947.669.722.107.9 6.304.IKHTISAR UTAMA 10 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Aset (Rp miliar) Penjualan 8.7 2.5 656.493.3 2.008.216.6 (Rp miliar) Laba Usaha (Rp miliar) Operating Income (Billion Rp) 8.2 4.0 2.0 211 315 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Dividen per Saham (Rp) 533 371 Meningkatkan efisiensi seraya fokus pada pengembangan usaha untuk memberi nilai yang lebih tinggi.844.0 1.123.2 7.

796 5.050.510 • PT Bukit Asam Prima • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Total Purchase Total Production & Purchase RAILWAY TRANSPORTATION (in tons) 8.606.950.892 10.450 1.109 712.817 4.511 8.477 1.536.783 574.915.870 8.558 12.955.288.077 10.900.734 6.114 9.426.553.022.271.763.400 1.750.294 1.150 1.165.006.416.871.510 • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat UPT Total Production Ombilin Mining Unit (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Total Production PURCHASES (in tons) 511.757.484.783 12.310 4.956.552 12.843 9.430 10.321.522 10.228.461.014 4.640 8.797.509 5.846.165.712.649 2.971 507.300.722.792 8.501 1.657 3.280.897.683 840.402 5.478.068.546 10.312 12.049 560.240.100 2.333 574.588 508.940 10.161 784.637.147.429 8.169.277.630.984 1.586 9.240.835 400.498.090 6.776 1.310.472 2.620 76.600.454.665.920.708 366.388.850 11.770 783.320 Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation SALES (in tons) 8.131.258 1.424 4.209 880.968 2.781 2.819 391.922 6.487.884 3.272.476.912 11.803.199 10.339.243 57.144.736 8.728 2.595.185 1.388 13.690 8.013 1.397.612 12.430 6.566 8.150 2.180.218 3.580 8.840 1.114 400.002 12.852.086.613 4.896 Domestic Export Total Sales .175.548.400 1.251 722.030 10.695.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 11 Ikhtisar Operasi Operational Highlights PRODUKSI (dalam ton) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi PEMBELIAN (dalam ton) • PT Bukit Asam Prima • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian ANGKUTAN KERETA API (dalam ton) Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan PENJUALAN (dalam ton) Domestik Ekspor Jumlah Penjualan 2010 2009 2008 2007 2006 PRODUCTION (in tons) Tanjung Enim Mining Unit (UPT) 6.945 5.012 9.

The Best Role of Stakeholder in IICD Corporate Governance Award 2010 from Investor Magazine. and SWA Magazine Desember December Predikat Terpercaya dalam GCG Award yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance & Majalah Swa. September September Rangking 3 Annual Report Award 2009 kategori Non Keuangan Listed Company. Stern Steward & co and Swa. 2nd Rank in Mining Companies category in Investor Award presentation. Stern Steward & Co. 3rd Best Website in BUMN Award presentation. 1st Rank Finance Performance. Peringkat ke 3 Operation Management. The Best Role of Stakeholder dalam IICD Award Corporate Governance Award 2010 dari Majalah Investor. and 3rd Rank GCG Implementation in Business Review Award presentation. The Best Company of the Year in International Good Company Award presentation. Predikat Aditama untuk Lingkungan dari Kementrian ESDM. Peringkat ke 1 Finance Performance. Aditama Predicate for Environment from EMR Ministry. The Best Public Company from Indonesia’s Best Wealth Creators 2010 (Wealth Added Index) Method Indonesia. dan Peringkat ke 3 GCG Implemention dalam Acara Business Review Award. . Juli July The Best Public Companies based on WAI dari Indonesia’s Best Wealth creators 2010 (Wealth added Index) Method Indonesia. The Most Trusted Company in GCG Award organized by The Indonesian Institute for Corporate Governance & SWA Magazine. 3rd Rank 2009 Annual Report Award (nonfinancial listed company). 3rd Rank Operations Management. November November PROPER HIJAU tingkat Nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup. Agustus August 3rd Best Website dalam acara BUMN Award. Mei May The Best Performing Listed Company 2010 dari Majalah Investor. National GREEN PROPER Award from Ministry of Environment. dalam acara Investor Award.IKHTISAR UTAMA 12 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Penghargaan dan Sertifikasi Award and Certifications Januari January The Best Company Of The Year dalam International Good Company Award. The Best Performing Listed Company 2010 by Investor Magazine version. Peringkat 2 dengan Kategori Perusahaan Pertambangan.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 13

Piagam dan Trofi Penghargaan
Sertificate and Trophy Awards

BUSINESS REVIEW AWARD

ADITAMA

ANNUAL REPORT AWARD

3rd BEST WEBSITE BUMN AWARD

AEI & BEI CHARITY GOLF TOURNAMENT

2nd BEST SUSTAINABILITY REPORTING

CORPORATE GOVERNANCE AWARD

SWA 100 : BEST WELATH CREATORS

IKHTISAR UTAMA

14

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Main Highlights

Peristiwa Penting 2010
2010 Significant Event

Februari

February

23

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTBA dan PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) tentang Pengembangan Gasifikasi Batubara dan Pemanfaatan Gas Hasilnya sebagai Bahan Baku dan Bahan Bakar di Pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) on Coal Gasification and Resultant Gas Usage as Raw Material and Fuel in PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) factory.

Maret

March

23

Penandatanganan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Operation & Maintenance (O&M) antara PT Bukit Asam Transpacific Railway (anak perusahaan PTBA) dan China Railway Group Limited di Beijing untuk Proyek Pembangunan Angkutan Kereta Api dan Pelabuhan Batubara dengan panjang jalur sekitar 307 KM dan kapasitas angkut 27 juta ton per tahun. Signing Engineering Procurement Construction (EPC) and Operation & Maintenance (O&M) Agreements between PT Bukit Asam Transpacific Railway (subsidiary of PTBA) and China Railway Group Limited in Beijing for Railway and Coal Port Development Project, length 307 Km and capacity 27 million tons per annum.

April

April

21
Juni

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2010, dengan salah satu keputusan Utama Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Annual General Meeting of Shareholders, one of the resolutions was to amend the Articles of Association.

June
Penandatanganan Nota Kesepahaman/MOU antara PTBA dan PLN tentang pasokan batubara kalori peringkat rendah ke PLTU milik PLN. Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT PLN to supply low-calorie coal to PLN TPP.

10

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 15

Agustus

August

25

Penandatanganan Head of Agreement (HOA) antara PTBA, PT Adani Global dan Pemprop Sumatera Selatan tentang Angkutan Batubara. Signing Head of Agreement (HOA) among PTBA, PT Adani Global and South Sumatera Provincial Administration regarding coal transportation.

November

November

15

Mempertahankan peringkat PROPER HIJAU tingkat Nasional. Retaining National GREEN PROPER Award.

Desember

December

1 3

PTBA membagikan Dividen Interim Tahun Buku 2010. Paying interim dividend for accounting year 2010.

Penandatanganan Amandemen Kontrak EPC PLTU mulut tambang Banjarsari 2 x 100 MW. Signing Amendment to EPC Contract for Banjarsari mine mouth 2x100MW TPP.

16

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Daftar Isi
Table of Contents
2 5
6 6 9 10 SEKILAS KINERJA PTBA PTBA Performance Highlights IKHTISAR UTAMA Main Highlihts Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Operasi Operational Highlights Penghargaan Dan Sertifikasi Award And Sertification Peristiwa Penting 2010 2010 Significant Event DAFTAR ISI Table of Contents INFORMASI PERSEROAN Corporate Information Visi dan Misi Visi and Mission Riwayat Singkat Brief History Kegiatan Usaha Business Activity Lokasi Operasi Perseroan Operational Location Sumber Daya dan Cadangan Batubara Coal Resources and Resources Produk Batubara Coal Products Alamat Kantor Office Address Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi Subsidiaries and Associated Companies Struktur Organisasi Organization Structure INFORMASI BAGI INVESTOR Investors Information Kondisi Pasar Modal Capital Market Condition Kronologis Pencatatan Saham PTBA Corporate Share ... Kinerja Saham Ptba Financial Highlights Daftar Pemegang Saham Shareholders Kebijakan Dividen Dividend Policy LAPORAN MANAJEMEN Management Report Laporan Komisaris utama Report from The President Commissioner Laporan Direktur Utama Report from the President Director LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Operational Management Report Rencana Strategis Strategic Plan

45 45 78

12 13
45 46 47 47 49 50 54 55 60

89 123 233

Pengembangan Usaha Business Development Risiko dan Manajemen Risiko Risk and Risk Management Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Perlindungan Lingkungan (K3LL) Health and Work Safety and Environmental Conservation Laporan Pelaksanaan Reklamasi dan Rehabilitasi Implementation Report of Reclamation and Rehabilitation Pengembangan Teknologi Informasi Information Technology Development Pengembangan Sumber Daya Manusia Human Resource Development PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Management Discussion and Analysis Kondisi Umum dan Prospek Usaha General Condition and Business Prospects
Kondisi umum perekonomian global dan Indonesia Lorem ipsum dolor sit amet Prospek permintaan batubara Coal Demand Prospects

157
122 122 122 133 119 111 111

Laporan Kinerja Usaha Business Performance Report
Segmen Batubara Lorem ipsum Segmen Briket Lorem ispum

64
64 64 67 23 23

Tinjauan Kinerja Keuangan Financial Review

46 47 47 49 50 54

Neraca Lorem Perhitungan Laba Rugi Lorem ipsum Arus Kas orem ipsum Rasio-rasio Keuangan Lorem ipsum Kebijakan Permodalan dan Modal Kerja Bersih Lorem ipsum dolor Realisasi Belanja Modal Lorem ipsum

45
56 45

55 60
64

69
45

Strategi Bisnis di Tahun 2011 2011 Business Strategy Informasi-informasi Material Material Information
Perjanjian-perjanjian Penting Lorem ipsum

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 17

64 67 23 23 25 35 34 122 122 123 111

Transaksi Benturan Kepentingan Lorem ipsum Transaksi Material Lorem ipsum Program Penjualan Kembali Saham Perseroan Lorem ipsum dolor Akuisisi lorem ipsm Pendirian Anak Perusahaan Lorem ipsum Transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa Lorem ipsum dolor sit amet Reklasifikasi Akun Lorem ipsum

122 122

Pelaksanaan Prinsip-prinsip Dasar GCG Implementation of GCG Basic Principles Perkara Hukum dan Lain-lain Lorem ipsum LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Corporate Social Resposibilities Pengantar Strategic Plan Program Kemitraan dan Bina LIngkungan Business Development

69
45 45

Kejadian Luar Biasa dan Informasi Setelah Tanggal Neraca Significant and Subsequent Events
Perubahan perundang-undangan dan peraturan pemerintah Lorem ipsum dolor sit amet Perubahan Kebijakan Akuntansi Lorem ipsum Kejadian setelah tanggal neraca Lorem ipsum dolor sit

157
122 123 123 123 6 45 55 60 122 122 122 122

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Corporate Governance Report Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Implementation of Corporate Governance
Tujuan Penerapan Lorem ipsum Assesment Praktek GCG Lorem ipsum Panduan dan Struktur Tata Kelola Lorem ipsum

45 78

89

RUPS Lorem ipsum Hubungan serta Koordinasi Dewan Komisaris dan Direksi Lorem ipsum Dewan Komisaris Board of Commissioner Direksi Board of Director Komite-komite dan Laporan Komite Committee and Committee Report Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Internal Audit and Control System Kode Etika Berperilaku Code of Conduct

123

233

Pengelolaan Pelestarian Lingkungan Risk and Risk Management Pemenuhan Hak-hak Karyawan dan Penghargaan terhadap Hak Azasi Manusia Health and Work Safety and Environmental Conservation Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan Implementation Report of Reclamation and Rehabilitation Komitmen terhadap Kualitas Produk dan Perlindungan Pelanggan Information Technology Development Hubungan Harmonis dengan Masyarakat berlandaskan Prinsip-prinsip Tata Kelola yang Baik Harmonious Relationship with The Community Based on Good Corporate Governance Principles DATA PERSEROAN Corporate Data Profil Dewan Komisaris Information Technology Development Profil Direksi Information Technology Development Profil Komite-komite Information Technology Development Profil Sekretaris Perusahaan Information Technology Development Profil Kepala Audit Internal Information Technology Development Surat Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Information Technology Development Referensi Silang Daftar Isi Dengan Peraturan Bapepam LK. Information Technology Development LAPORAN KEUANGAN AUDITAN Financial Statements

157
123 123 123 123 123 123 290

300

18

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

702 7.0 hektar hectares Luas seluruh wilayah kuasa pertambangan Perseroan Total Company’s Mining concession area miliar ton billion tons Total Sumber Daya batubara perseroan Total coal resources miliar ton billion tons Total cadangan tertambang perseroan Total mineable resources .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 19 Informasi Perseroan Corporate Information 90.3 2.

2. 3. 6. MISSION • • • • • Focus on core competency and sustainable growth Optimize shareholders’ return Promote a performance-based corporate culture Contribute to national economic development Contribute to the improvement of community welfare and the preservation of environment STRATEGI Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan dan terkemuka di Indonesia yang menerapkan Enam Langkah Strategis: 1. 3. 2. 5. Focus on the growth of coal production/sales Focus on projects with readiness scale 1 Corporate restructuring Boost human resource competence and regeneration as well as promote a performance-based corporate culture Improve remuneration system based on performancebased reward Promote performance rating in environmental management . 4. 5.INFORMASI PERUSAHAAN 20 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information VISI Menjadi Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan VISION To become an environmentally friendly coal-based energy company MISI • • • • • Fokus kepada core competency dan pertumbuhan yang berkesinambungan Memberikan tingkat pengembalian yang optimal kepada pemegang saham Meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Memberikan kontribusi pengembangan ekonomi nasional Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. 4. Fokus pada pertumbuhan produksi/penjualan batubara Fokus pada proyek-proyek dengan skala kesiapan 1 Restrukturisasi korporasi Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM serta meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan STRATEGY Indonesia’s leading environmentally friendly coal-based energy company that adopts Six Strategic Steps: 1. 6.

Selanjutnya mulai 1923 beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga 1940. Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: • Mengusahakan pertambangan yang meliputi penyelidikan umum. Further processing of mining products particularly coal. Pada 1981. the objective of the Company is to develop mining operation. Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional. When the Dutch Colonial period ended in Indonesia. To develop coal industry in Indonesia. • • . in 1993 the Company was assigned by the Government to develop coal briquette business. further called the Company. the Indonesian Government approved the establishment of State-Owned Bukit Asam Coal Mine or Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam bidang pengembangan bahan-bahan galian. Pada 23 Desember 2002. Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batubara di Indonesia. yaitu di Tambang Air Laya. Mengusahakan pengolahan lebih lanjut atas hasil BUSINESS ACTIVITY Pursuant to Article 3 of the Company’s Articles of Association. para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. transporting and trading of mining products particularly coal. pengangkutan dan perdagangan bahan-bahan galian terutama batubara. while commercial production began in 1938. pengolaham. processing. 2002 the Company became a publicly listed company on the Indonesian Stock Exchange under the code of “PTBA”. PN TABA converted its status to a limited liability company under the name of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. the mining workers fought for the nationalization of the mines. initial operation commenced in 1923 and lasted until 1940. terutama pertambangan batubara sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batubara. purifying. Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 21 RIWAYAT SINGKAT Sejarah pertambangan batubara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di wilayah operasi pertama. KEGIATAN USAHA Sesuai Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3. Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA”. eksploitasi. particularly coal mining. exploitation. pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan. In line with the national energy security development program. BRIEF HISTORY The coal mining in Tanjung Enim was initiated by the Dutch Colonial Government in 1919 by operating the first coal mine using open pit mining method in Air Laya. Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). in accordance with the prevailing laws and regulations under the limited liability principles. In 1950. Pada 1950. eksplorasi. PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero). sedangkan produksi untuk kepentingan komersial dimulai pada 1938. yang selanjutnya disebut Perseroan. Using underground mining method. in 1990 the Government merged Perum Tambang Batubara with the Company. The Company business activities are as follows: • Mining operation covering general research. pemurnian. In1981. exploration. On December 23.

000 DWT 1.000 ton/tahun tons/year 3. JAKARTA Kantor Perwakilan Representative Office Kapasitas Capacity : 12 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 80. baik untuk keperluan sendiri maupun untuk keperluan pihak lain. Mengusahakan dan mengoperasikan pelabuhan dan dermaga khusus batubara. • • • • Trading products of the foregoing business activity. PRANAP CERENTI Kuasa Pertambangan Mining Concession Sumberdaya Resources : 0. Pabrik Briket Briquette Factory LAMPUNG Kap. OMBILIN Unit Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 0. either own or other parties’ production.35 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 1. Dermaga Pier KERTAPATI Stockpile Stockpile : 50.59 miliar ton billion tons 2 3 LAMPUNG JAVA SEA SURABAYA 3 INDIAN OCEAN 1. baik hasil sendiri maupun hasil produksi pihak lain. Pabrik Briket Briquette Factory TANJUNG ENIM Kap.INFORMASI PERUSAHAAN 22 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information • • • • produksi bahan-bahan galian terutama batubara.35 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 1.80 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 0.02 miliar ton billion tons 3.000 ton billion tons 1.000 DWT 3.000 DWT . Managing and operating ports and piers specifically designated for coal.000 ton billion tons Kapasitas Capacity : 2. either for own use or for others. Providing consultancy services and engineering in coalmining-related fields and processed mining output.59 miliar ton billion tons TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 6. Pelabuhan Port TELUK BAYUR Stockpile Stockpile : 90. for own purpose or for others. baik di dalam maupun luar negeri. 95.000 ton/tahun tons/year 2. TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 6. Memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang terkait dengan pertambangan batubara beserta hasil-hasil olahannya.000 ton billion tons Kapasitas Capacity : 2. baik untuk keperluan sendiri maupun keperluan pihak lain. LOKASI OPERASI PERSEROAN OPERATIONAL LOCATION SOUTH CHINA SEA PEKANBARU 2 1 PADANG 1 4 SAMARINDA BALIKPAPAN 2 3 1 1.5 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 8. Pabrik Briket Briquette Factory GRESIK Kap.27 miliar ton billion tons 2. 8. Mengusahakan dan mengoperasikan pembangkit tenaga listrik uap. Memperdagangkan hasil produksi sehubungan dengan usaha di atas.10 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 0. 12. at home and abroad.5 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 40. Managing and operating thermal power plant. Pelabuhan Port TARAHAN Stockpile Stockpile : 560.000 ton/tahun tons/year 2.

751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010.87. consisting of: • • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24. 30 Apr 2010): 882 Ha. COAL RESOURCES AND RESERVES The Company holds Mining Consession in the following areas: Tanjung Enim coal mine of 66. 30 Apr 2010): 3. Sumatera Selatan.937 Ha Banjarsari. 13 Apr 2010): 4. yang terdiri atas: • • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010. 13 Apr 2010): 4.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010.414 hectares covering Muara Enim Regency and Lahat Regency.950 Ha . 13 Apr 2010): 2.950 hektar. 29 Okt 2010): 7.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010. 30 Apr 2010): 2.Perindagkop. South Sumatera. 13 Apr 2010): 2. 30 Apr 2010): 3. 13 Apr 2010): 22. 29 Okt 2010): 7.937 Ha Banjarsari. 30 Apr 2010): 2. Tambang batubara Ombilin seluas 2. 13 Apr 2010): 22. yakni: • Lembah Segar dan Talawi (05.950 hectares.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 23 sumberdaya cadangan tertambang Sumberdaya Coal Resources : 7. Bunian.99 miliar ton billion tons 1 18 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim 1 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim 87 80 SUMBER DAYA DAN CADANGAN BATUBARA Perseroan memegang hak Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi sebagai berikut: Tambang batubara Tanjung Enim seluas 66. Arahan Utara.621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010. Bunian.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010. Arahan Utara. 30 Apr 2010): 882 Ha.950 Ha Ombilin coal mine of 3.414 hektar yang meliputi Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010. consisting of: • Lembah Segar dan Talawi (05.Perindagkop.87.29 miliar ton billion tons 1 11 1 Cadangan Tertambang Coal Resserve : 1. Kungkilan.621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010. Kungkilan. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24.

the Company also holds Mining Concession in Peranap Indragiri Hulu Riau (KW.6 0.INFORMASI PERUSAHAAN 24 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information 66.adb) IM 15 (%. Coal Brand IPC 53 BA 55 BA 59 BA 63 BA 67 BA 70 (Kcal/kg.700 7. Samarinda (through subsidiary PT Internasional Prima Coal measuring 3.414 Ha Selain IUP Operasi Produksi tersebut.238 Ha.0 5. maka jumlah cadangan tertambang menjadi 2.900 6.3 7.238 Ha.0 (%.7 5.adb) Ash 8 7.8 miliar ton.7 47. the Company has total mineable reserves of 2.3 billion tons throughout this Mining Concession area. PRODUK BATUBARA Perseroan memiliki beragam jenis produk batubara sesuai dengan kadar kualitas yang terkandung di dalamnya.300 5.5 42. Apabila cadangan tertambang pada KP di Kabupaten Lahat diperhitungkan. and in Palaran District.adb) CV (%.0 miliar ton. the Company has total coal resources of 7.3 miliar ton yang tersebar di seluruh KP tersebut di atas.500 5.0 billion tons.6 0.9 39.2 41.5 0.adb) TS 0. belum termasuk cadangan tertambang pada KP yang berlokasi di kabupaten Lahat yang berstatus sedang dalam tahap penyelesaian dengan Pemda setempat.adb) VM 39 (%.6 0. excluding mineable reserves in the Mining Concession location at Lahat Regency which is in dispute with the local Administration.96PPO289) measuring 17.adb) FC 40 (%.0 40.0 40. Luas Tambang Batubara Tanjung Enim In addition to these Mining Concessions. Perseroan juga memegang hak IUP Operasi Produksi dilokasi Peranap.100 Ha dan di lokasi kecamatan Palaran.6 0. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008.5 41.0 . kota madya Samarinda (melalui anak perusahaan PT Internasional Prima Coal) dengan no keputusan (454/375/HK-KS/VII/2010. Sedangkan jumlah cadangan tertambang mencapai 1.4 41. While total mineable reserves reached 1.0 5. total sumber daya batubara (resources) Perseroan mencapai 7.8 billion tons.ar) TM 34 30 28 21 18 14 (%.1 11.5 45.000 14.0 5.1 39. With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant. If the mineable reserves at Lahat Regency are included.3 6.100 Ha.7 13. 27 Apr 2010) seluas 17.8 6. COAL PRODUCTS The Company produces a variety of coal products with differing quality of content. Merujuk pada hasil penilaian sumber daya (resources) dan cadangan (reserve) oleh pihak independen yaitu “International Mining Consultant (IMC)” pada Desember 2008. Indragiri Hulu Riau (09/IUP/545-02/IV/2010. 19 Jul 2010) seluas 3.300 6.

Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 25 Area tambang Air Laya.

+62 734 096 452 352 F. 452 993 Unit Usaha Semarang Semarang Business Unit Kawasan Industri Terboyo Blok O No. 1 Tanjung Enim 31716 Sumatera Selatan. Falatehan Raya No.1. +62-21-727 96176 Unit Usaha Serang Serang Business Unit Jl. Stasiun Kereta Api Palembang. Banten P. 31 686 F. H. Kebayoran Baru Jakarta 12160 P. +62-31-395 0601 . 16 Natar. +62-21-525 4002 Unit Pengadaan Briket Briquette Business Unit Jl. Parigi No. +62-24-6585 185 F. +62-711 511 388 Pelabuhan Tarahan Tarahan Port Jl. +62-254-700 1236 Unit Usaha Tanjung Enim Tanjung Enim Business Unit Jl. 31 996 F. Lampung Selatan P. Raya Bojonegara Km. +62-721-31 577 KANTOR PERWAKILAN JAKARTA Jakarta Representative Office Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. +62 734 893 434 343 Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) Tanjung Enim Mining Unit Jl. Parigi No. Bandar Lampung P. +62-21-727 96115. Tanjung Enim Sumatera Selatan 31716 P. 15 Tarahan. +62-21-525 4014 F.1 Semarang. Jawa Timur P. +62-734-451 096. Sumatera Barat P.INFORMASI PERUSAHAAN 26 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information KANTOR PUSAT Head Office Jl. +62-734-451 095. 2-3 Jakarta 12950 P. 6 Manyar Gresik 61151. +62-734-451 096.R. +62-24-6595 186 Unit Usaha Lampung Lampung Business Unit Jl. Raya Manyar Km.7 Serang. +62-751-62 522. +62-734-451 095. +62-721-774 266 Unit Usaha Gresik Gresik Business Unit Jl. 727 96241 F. Indonesia P. 63 522. Parigi No. Tanjung Periuk No.+62-721-31 545. +62-31-395 0288 F. +62-754-61 021 F. 452 993 Pelabuhan Teluk Bayur Teluk Bayur Port Jl. 1A Blok M. +62-721-783 558 F. Sumatera Selatan P. 452 352 F. Rasuna Said Blok X-5 Kav. Soekarno Hatta Km.1 Teluk Bayur. +62-711-512 617 F.1 Tanjung Enim 31716 P. Jawa Tengah P. Raya Natar Km. +62-754-61 402 Dermaga Kertapati Kertapati Pier Jl. _62-751-63 533 Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Ombilin Mining Unit Sawahlunto Sumatera Barat P. 452 352 F.

berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : INVESTOR RELATION Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl.ptba.id ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI Sejalan dengan visi Perseroan untuk menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya-saing dan memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 27 AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham. SUBSIDIARIES AND ASSOCIATED COMPANIES In line with the corporate vision to become a competitive coal-based energy company and to give optimum value to its stakeholders. Rasuna Said Blok X-5 Kav.R. +62-21-525 4002 www. the Company sets up several subsidiaries to support the Company in reaching its production and sales target. NAMA NAME TAHUN PENDIRIAN ESTABLISHMENT BIDANG USAHA CORE BUSINESS STATUS KEPEMILIKAN OWNERSHIP (%) PT Batubara Bukit Kendi PT Bukit Pembangkit Innovative PT Bukit Asam Prima PT Bukit Asam Metana Ombilin PT Bukit Asam Metana Enim PT Bukit Asam Metana Peranap PT Bukit Asam Banko PT Bukit Asam Transpacific Railway PT Internasional Prima Coal 1996 2005 2007 2007 2007 2007 2008 2008 2005 Penambangan batubara Coal mining Pembangkit listrik tenaga uap Thermal power plant Perdagangan batubara Coal trading Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan batubara Coal mining Angkutan batubara Coal transporting Penambangan batubara Coal mining Sudah operasi Operational Tahap pengembangan Developmental stage Sudah operasi Operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Sudah operasi Operational 75 41 99.99 99. berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham. H.99 65 10 51 . +62-21-525 4002 INVESTOR RELATION Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. H. 2-3 Jakarta 12950 P. +62-21-525 4014 F. maka Perseroan membentuk beberapa anak perusahaan yang bergerak sebagai sektor pendukung pencapaian target produksi dan penjualan Perseroan.R. as well as in developing various coal derivative products. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 2-3 Jakarta 12950 P.co. maupun untuk pengembangan berbagai produk derivatif batubara.99 99.99 99. +62-21-525 4014 F.

R. Indonesia P. Rasuna Said Blok X-1 Kav. H. Jenderal Sudirman Kav. 1 & 2 Kuningan. +62 21 521 2901 F.INFORMASI PERUSAHAAN 28 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information LEMBAGA PENUNJANG PASAR MODAL CAPITAL MARKET SUPPORTING INSTITUTIONS Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom Puri Datindo Wisma Sudirman Jl.6 Jl. H. +62 21 570 9026 Notaris Fathiah Helmi Graha Irama Lt. X-7 No.34 Jakarta 10220 P. +62 21 5290 5555 / 5290 5050 . Rasuna Said Kav.R.6 Jakarta 12940. +62 21 570 9009 F. Jakarta Selatan 12920 P. +62 21 5290 7304-6 Kantor Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan PriceWaterHouseCoopers (PwC) Plaza 89 Jl.

UNIT DERMAGA KERTAPATI Kertapati Pier Unit PGS GM. PERBENDAHARAAN DAN PENDANAAN Treasury and Funding DADAN RUSWANDANA SM. efisien dan efektif sesudai dengan perkembangan industri serta dalam rangka mencapai pertumbuhan kinerja yang optimal. SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources ERDAWATI MGR. ANALISIS. PERENCANAAN KORPORAT Corporate Planning HANANTO BUDI LAKSONO SM. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008. ORGANIZATION STRUCTURE With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant. JAMIL SM.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 29 STRUKTUR ORGANISASI Perseroan menerapkan struktur organisasi yang dinamis. EVALUASI DAN OPTIMASI PRODUKSI Analysis. PEMASARAN BATUBARA Marketing WIRYAWAN SM. and Production Optimization EDY PURWANTO SM. PENANGANAN DAN ANGKUTAN BATUBARA Coal Handlling and Transportation M. UNIT PERTAMBANGAN OMBILIN Ombilin Mining Unit OCTAVINA GM. LOGISTIK Logistics KORPORAT Corporate UNIT OPERASIONAL Operational Unit MUNANDAR SAI SOHAR ANSYORI AKHMAD HARUN AL RASYID GM. UMUM DAN HUBUNGAN EKSTERNAL General Affairs and External Relations BAMBANG SUTRISNO SM. PROGRAM KESEHATAN Health Program SONNY H. UNIT PERTAMBANGAN TANJUNG ENIM Tanjung Enim Mining Unit GM. SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SURYO EKO HADIANTO SM. HUKUM DAN ADMINISTRASI KORPORAT Legal and Corporate Administration AKHMAD ABBAS MGR. SATUAN PENGAWASAN INTERN Internal Auditor FLIDELIN KATILI SM. UNIT PENGUSAHAAN BRIKET Briquette Business Unit GM: General Manager SM: Senior Manager Mgr: Manager Ka: Kepala Head Pgs: Pengganti Sementara Temporary Replacement . BAGIR SM. HARSONO KA. KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Partnership and Community Development ZULFAHMI MGR. Evaluation. PENGEMBANGAN KORPORAT Corporate Development ENDANG PURNOMO MGR. AKUNTANSI DAN ANGGARAN Accounting and Budgeting ISKANDAR MALIKI SM. DIREKTUR UTAMA President Director SUKRISNO DONO BOESTAMI DIREKTUR KEUANGAN Finance Director MILAWARMA DIREKTUR OPERASI/ PRODUKSI Operations/Production Director HERI SUPRIYANTO DIREKTUR PENGEMBANGAN USAHA Business Development Director TIENDAS MANGEKA DIREKTUR NIAGA Commerce Director MAHBUB ISKANDAR DIREKTUR SDM & UMUM HR & General Affairs Director SUHERMAN SM. TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology MAIZAL GAZALI SM.A. RUMAH SAKIT BUKIT ASAM Bukit Asam Hospital ACHMAD SUDARTO SEKRETARIS PERUSAHAAN Corporate Secretary M. UNIT PELABUHAN TARAHAN Tarahan Port Unit MUZANI WAHAB GM. the Company has total coal resources.

30 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 31 Informasi Bagi Investor Investors Information IHSG Kenaikan IHSG di tahun 2010 CPI surged in 2010 46.13% 33% COMPOSITE PRICE INDEX (CPI) Harga Saham Share Price Harga Saham PTBA naik di tahun 2010 Increase of PTBA share price in 2010 .

38 triliun. kegiatan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2010 berlangsung dinamis dengan kecenderungan menguat hingga akhir tahun. naik 26.05 triliun.703.INFORMASI BAGI INVESTOR 32 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information KONDISI PASAR MODAL Seiring dengan perbaikan kondisi makroekonomi. kegiatan transaksi pasar modal di BEI terus meningkat. KINERJA SAHAM PTBA Saham Perseroan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan PTBA sejak Initial Public Offering (IPO) Desember tahun 2002. banyak saham-saham emiten di bursa mencatat tingkat kenaikan yang cukup tinggi.564. sehingga pada akhir tahun 2010.09 triliun. lebih rendah dari posisi penutupan tahun 2009. Hal tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). lalu BEI membukukan nilai pembelian bersih (net buy) asing senilai Rp26. termasuk Indonesia. saham PTBA tercatat sebagai anggota dari Jakarta .13% dibandingkan dengan penutupan akhir tahun 2009 di level 2. frekuensi transaksi dan nilai perdagangan atau kapitalisasi pasar. yakni pada level 2.79% dibandingkan nilai kapitalisasi pasar tahun 2009 yang sebesar Rp2. diangka 2.4% dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian tahun 2009. Tingkat kenaikan tersebut merupakan kenaikan indeks yang terbaik di Asia Pasifik.78 triliun di tahun 2009. Titik terendah posisi penutupan IHSG terjadi pada tanggal 8 Februari 2010. total rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp5. Selama tahun 2010. Seiring dengan sentimen positif sinyal perbaikan kondisi perekonomian global maupun nasional. Selanjutnya. Kebijakan stimulus ekonomi melalui ekspansi moneter di Amerika dan guncangan pasar uang di Eropa. Seiring dengan peningkatan kegiatan transaksi dan level IHSG tersebut. Hampir seluruh sahamsaham blue-chips yang tercatat di bursa dan tergabung dalam kelompok LQ45 mencatat kenaikan harga.1 % dari posisi sebesar Rp13.475.74 triliun atau melonjak 94.019. Selain tercatat di papan utama.564.12 triliun. Pemodal asing turut berperan mempengaruhi pergerakan IHSG tersebut.35. membuat kelebihan likuiditas pasar modal dikwasan tersebut cenderung bergerak ke emerging market. naik 60. Nilai kapitalisasi pasar saham di BEI pada di tahun 2010 mencapai angka Rp3. IHSG ditutup pada level 3. Sepanjang 2010.247.51 atau mengalami kenaikan sebesar 46. angka IHSG tidak pernah lebih rendah dari angka penutupan tahun 2009 sepanjang perdagangan bursa di tahun 2010.35. sebesar Rp 4.

Kemudian harga saham PTBA pada akhir kuartal II ditutup pada level Rp17. Jakarta Islamic Index.000 lembar saham. LQ45 (45 saham terlikuid si BEI). Indeks Bisnis-27 dan Indeks Kompas 100.300 per saham pada kuartal pertama 2010. yakni menjadi sebesar 288. Sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan di Bursa karena adanya sentimen positif perbaikan harga jual komoditas energi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 33 Pelabuhan Tarahan Mining Index. Volume saham yang diperdagangkan selama kuartal ke II ini meningkat. dan mencatat kenaikan harga hingga menjadi Rp19.700. harga saham PTBA sempat mengalami peningkatan harga hingga berada di level Rp18. Namun demikian harga saham PTBA juga sempat mengalami koreksi dengan harga terendah terjadi pada posisi Rp15. . 33% dari volume perdagangan di kuartal I.290. Pada kuartal II ini harga saham PTBA sempat kembali terkoreksi mencapai harga terendah Rp15.000 per saham.400 persaham sebelum akhirnya ditutup pada harga lebih tinggi dari posisi harga penutupan akhir tahun 2009. saham PTBA lebih aktif diperdagangkan. yakni pada harga Rp17. Sepanjang tahun 2010 saham PTBA mengalami perkembangan harga dan volume transaksi yang dinamis.400 per saham.250 per saham di akhir Desember 2009.250 per saham. Setelah ditutup pada posisi Rp17.

INFORMASI BAGI INVESTOR 34 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Pola pergerakan saham PTBA selama dua kuartal selanjutnya berulang. Demikian pula pada kuartal ke IV.950 per lembar. harga saham PTBA berada pada posisi Rp22. Tahun 2009 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange. Posisi penutupan ini menunjukkan harga PTBA meningkat sebesar 33% dari posisi penutupan tahun 2008.250 per saham. Volume saham yang diperdagangkan pada kuartal III dan IV semakin berkurang dengan semakin naiknya harga saham PTBA. Year of 2009 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price . Year of 2010 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. Pola pergerakan saham PTBA dapat dilihat pada grafik ikhtisar saham dan tabel berikut. yaitu sebesar Rp17. Tahun 2010 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange. Di akhir penutupan bursa BEI. namun ditutup pada level yang lebih rendah di akhir kuartal. yakni mencapai titik tertinggi pada awal kuartal III. tanggal 30 Desember 2009.

700 6.000 20.000 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Kuartal Pertama Kuartal Kedua Kuartal Ketiga Kuartal Keempat 8.500 610.750 10.450 6.400 17.290.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 35 Harga dan Volume Transaksi Saham per Kuartal di Bursa Efek Indonesia (Rupiah) Quarterly Stock Price and Transaction Volume at the Jakarta Stock Exchange (Rupiah) 2010 PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Kuartal Pertama Kuartal Kedua Kuartal Ketiga Kuartal Keempat 18.100 17.794.250 19.450 22.200 14.750 11.500 13.250 22.199.221.050 15.950 2009 216.763.700 16.664.100 6.400 15.532.100 18.250 372.000 288.000 248.892.600 14.500 370.700 17.950 15.500 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter Pengangkutan tanah dari tambang Banko Barat .000 224.300 19.100 18.500 159.

Lorem Ipsum dolor sit amet Edipiscing lorem ipsum dolor . Lorem Ipsum dolor sit amet Edipiscing lorem ipsum dolor 2.36 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 1 2 1.

25 juta yang diberikan kepada pemegang saham.68% 0.5 million series B shares oowned by the Government and 31.13% 22 Desember 2005 22 December 2005 65. Negara: State: Negara: State: Publik: Public: 100% 83.5 juta saham Seri B milik Pemerintah dan 31. Perseroan juga menerbitkan waran Seri I sebanyak 173.26% Negara: State: Publik: Public: 70.02% 27. Pada IPO ini.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 37 KRONOLOGI PENCATATAN SAHAM PTBA SHARE LISTING CHRONOLOGY TANGGAL SAHAM DATE TINDAKAN KORPORASI CORPORATE KOMPOSISI KEPEMILIKAN OWNERSHIP COMPOSITION Pra IPO Pre IPO 23 Desember 2002 23 December 2002 Initial Public Offering Privatisasi dengan menawarkan 346.49% 31 Desember 200531 Desember 2010 31 December 200531 December 2010 65.5 juta saham baru milik Perseroan.5 million new shares owned by the Company. Privatization by offering 346. kecuali Negara Republik Indonesia.19% 29. 25 Juni 2004 25 June 2004 Divestasi Lanjutan Pemerintah menawarkan sahamnya sejumlah 286.9 million without any issuance of new shares.74% 16.49% 7. yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005.72% 31 Desember 2004 31 December 2004 Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Masa Konversi Waran Seri I Berakhir Series I Warrant expire date Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Negara: State: Publik: Public: 70. ang diberikan kepada pemegang saham.9 juta tanpa adanya penerbitan saham baru. yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005.28% 29.02% 34. Further Divestment The Government offered its 286. kecuali Negara Republik Indonesia.98% .

Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Operasional BWE di Tambang Air Laya.INFORMASI BAGI INVESTOR INVESTOR 38 PT Bukit Asam Tbk. Tanjung Enim .

301 2.835.131.000 70.999.Perseroan Terbatas .900 446.036.500 93.Perseroan Terbatas .068 1.Lembaga Keuangan .474.227 0.000 3.087.Reksadana Subtotal Pemodal Asing .Yayasan .884.999.850 2.500 96.77 100.00 29.276.000.500 55.000 10.578.854.250.Perorangan Asing .Reksadana Subtotal Pemodal Asing .901 449.500 65.131.001 0.000 3.322.457 2.900 501.406.702 32.297 1.416 0.999 lembar saham Seri B (saham biasa) dengan nilai nominal Rp3.500 1.227 0.049 1.261.801 2.372.729.304.362 78.50 100.Koperasi .261.399 19.Asuransi .104 1.Lembaga Keuangan .225 0.999.498.001 0.Perorangan Asing .Perorangan Indonesia .Dana Pensiun .421.999.Perorangan Indonesia .312.Yayasan .50 1.498.710.000.689 3.850 0.304.000.657.Dana Pensiun .23 4.549 107.Koperasi .148 2.101 19.819.Asuransi .Karywan .Badan Usaha Asing Subtotal Total OWNERSHIP .Pemerintah Daerah .645 80.989.754 21.000 12.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 39 PEMEGANG SAHAM Modal Dasar Perseroan terdiri atas 1 (satu) lembar saham Seri A Dwi Warna dengan nilai nominal Rp500 dan 7.Karyawan .999.Bank .393 1.500 33.003 0.02 65.549 0 77.103 1.000 29.000.248 501.004 4.500 1.094.Bank .500 1.983. Komposisi Pemegang Saham Perseroan pada Akhir tahun 2010 & 2009 Composition of the Company’s Shareholders at End of the year 2010 & 2009 KEPEMILIKAN JUMLAH SAHAM TOTAL SHARE 2010 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .500 28.802.02 2009 2010 % 2009 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .Pemerintah Daerah .500 2.000 2.500 sehingga total modal dasar Perseroan adalah senilai Rp4.00 0.000 85.166 0.000 26.087.Badan Usaha Asing Subtotal Total 459.020 21.000 (empat triliun Rupiah).153 28.500 51.

M.Eng 200. Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.850 806.929.801 806.000 373.500 770.00868 0.000 0.01727 Komposisi Pemegang Saham yang Memiliki Saham <5% Share Ownership by the Directors URAIAN Lokasi Domestik Asing Total Jenis Investor Ritel Institusi Total 30.000 138. Besaran dividen yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan.549 449.000 398.INFORMASI BAGI INVESTOR 40 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Status Kepemilikan Saham Oleh Direksi Share Ownership by the Directors 2010 NAMA NAME LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE 2009 % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE Ir. kecuali ditentukan lain oleh Rapat Umum Pemegang Saham.710.01619 200.370. Drs.000 138.297 806.148 806. Sukrisno Ir.053 775.044.202 501.000 60.00868 0.350 38 62 100 356.044.000 60. . Hal ini dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk menciptakan manfaat terbaik bagi para pemegang saham.00260 0.114. manajemen akan membayarkan dividen minimal 30% dari laba bersih. Mahbub Iskandar Ir.00260 0. Milawarma.044.731.00599 0.350 4 96 100 35.000 0.312. jumlah cadangan yang harus disisihkan dan rencana pengembangan usaha.350 4 96 100 304.674.350 44 56 100 2010 % 2009 % DESCRIPTION Location Domestic Foreign Total Type of Investor Retail Institution Total KEBIJAKAN DIVIDEN Perseroan menetapkan kebijakan penggunaan laba bersih hasil operasional selama satu tahun buku dan membayar dividen secara tunai atas laba bersih setelah memperhatikan tingkat laba yang diperoleh.00490 0.044.334.

885 1.770 2.104 853.39 164. besaran dividen yang dibagikan selalu di atas batasan minimal tersebut. sebesar Rp66. Tahun 2010.207 1.35 105.727. Hal tersebut ditunjukkan pada tabel berikut. PTBA kembali membagikan dividen interim tahun buku 2010.05 532.734 233.530 242. seiring pelaksanaan pengembangan usaha.670 760.227. Dalam beberapa tahun terakhir.835 380.97 371.73 50 % 50 % 50 % 50 % 45 % .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 41 Belt Conveyor dengan latar belakang Spreader. dividend Pay Out Ratio ditetapkan sebesar 45% dari laba tahun buku 2009.060 485. TAHUN BUKU ACCOUNTING YEAR LABA BERSIH NET INCOME (Juta Rp) (Million Rp) DIVIDEN YANG DIBAGIKAN DIVIDEND PAID (Juta Rp) (Million Rp) DIVIDEN PER SAHAM DIVIDEND PER SHARE (Rp) (Million Rp) RASIO PEMBAYARAN DIVIDEND PAYOUT RATIO 2005 2006 2007 2008 2009 467.75 persaham yang sudah dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2010.707.480 101. Tanjung Enim Tahun 2010. Dividen interim terakhir dibagikan dan dilaksanakan pada tahun 2009.

Indonesia’s GDP grew 6. Mewakili Dewan Komisaris. Para Pemegang Saham yang Terhormat.Laporan Tahunan 2010 Laporan Komisaris Utama Report From The President Commissioner Peningkatan sikap profesional dalam mengembangkan usaha untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang guna mencapai tujuan jangka panjang Perseroan. Bersama dengan beberapa negara di kawasan Asia. lebih tinggi dari peningkatan GDP tahun 2009 yang sebesar 4.5%. mengikuti kondusifnya perekonomian dunia yang mulai lepas dari pengaruh krisis finansial global di awal tahun 2009. yang dimotori oleh China dan India sebagai penggerak perekonomian kawasan. In 2010 Indonesia’s economy was moving on the upward trend after the world economy recovered from global financial turmoil in early 2009. GDP Indonesia tumbuh sebesar 6. pertama-tama saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ungkapan syukur kehadiratNya atas keberhasilan Perseroan dalam melalui tahun 2010 dengan cukup baik. Professional attitude in developing business and facing challenges to seize opportunities and attain the Company’s long-term objective.1%. To our distinguished shareholders. On behalf of the Board of Commissioners I would like to take this opportunity to thank God for the Company’s success in passing the year 2010 successfully. Perekonomian Indonesia di tahun 2010 tumbuh cukup baik. .1%. with China and India as the driving forces.5%. higher than 2009 growth which was recorded at 4. Along with a few other Asian countries.42 Tbk Laporan Tahunan 2010 PT Bukit Asam Tbk.

Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 43 Dr.

Production increased by 7.95 juta ton.7% menjadi 12. Stabilitas politik dan keamanan yang terjaga dan tingkat likuiditas perekonomian yang terpelihara membuat peringkat utang luar negeri membaik menjadi Ba1 (Moody’s) dan BB+ dengan oulook positif (Standard & Poors). The result was reflected in PTBA shares positive trend that closed 33% higher to Rp22. GENERAL CONDITION OF THE COMPANY In this favorable economic climate. The Company had anticipated this circumstance and made various innovative efforts that managed to cut self-managed coal production cost at mine mouth by 5. Sehingga.4% menjadi sebesar 12. In anticipation of improving demand and price of mining products in the near future. Banyak ekonom meyakini perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang stabil dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang.LAPORAN KOMISARIS UTAMA 44 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from The President Commissioner Meningkatnya konsumsi domestik serta kenaikan harga berbagai komoditas utama seperti hasil tambang. pada tahun pelaporan ini.6% dari biaya tahun sebelumnya. PENGAWASAN DAN PENILAIAN ATAS KINERJA MANAJEMEN Sepanjang tahun pelaporan. Volume penjualan batubara naik 3.01 triliun.6% down from the preceding year. Coal sales volume rose 3.46 juta ton. Overall political stability and security as well as well-maintained financial liquidity improved the country’s foreign debt rating to Ba1 (Moody’s) and BB+ with positive outlook (Standard & Poors). net profit decreased to Rp2. laba bersih Perseroan di tahun 2010 turun menjadi Rp2. However. Laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872.01 trillion and net earning per share dropped to Rp872. termasuk batubara dan produk perkebunan adalah beberapa faktor pendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi Indonesia.7% to 12. Keberhasilan upaya effisiensi operasional dan upaya merealisasikan era PTBA Emas yang mulai menampakkan wujudnya. membuat kinerja keuangan Perseroan tidak sebaik tahun 2009.4% to 12.5% and consequently operating results were below 2009 performance. SUPERVISION AND EVALUATION OF MANAGEMENT PERFORMANCE Throughout the year under review the Board of Commissioners fulfilled its oversight responsibility towards the management . Namun demikian.5%. such efficiency was insufficient to cover the declining income caused by lower selling price.per saham di akhir tahun 2010. The success of operating efficiency drive and initiatives towards PTBA Golden Era were begining to take shape and always communicated to all stakeholders to preserve the Company’s good image. Namun demikian. average coal selling price dropped 14. Dewan Komisaris dan Direksi telah merumuskan dan menetapkan serangkaian program dan strategi pengembangan usaha yang dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perseroan. rata-rata harga jual batubara Perseroan yang turun hingga sebesar 14. senantiasa dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan. the Company performed very well. Perseroan telah mengantisipasi kondisi ini dan berhasil melakukan berbagai inovasi dalam operasional Perseroan sehingga mampu menurunkan biaya produksi batubara swakelola dimulut tambang sebesar 5. Dewan Komisaris melakukan tugas pengawasan terhadap kebijakan manajemen.950 per share at the end of 2010. Stronger domestic consumer demand and higher prices of prime commodities such as coal and plantation produce were instrumental in Indonesia’s economic development. Perseroan mampu mencatat kinerja operasional yang baik. Many economists are convinced that Indonesia’s economy is stable and all set for further growth. Produksi berhasil ditingkatkan 7. sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. Consequently. the Board of Commissioners and Board of Directors devised and established a series of program and strategy for business development which were incorporated in Corporate Long Term Plan. effisiensi tersebut tidak cukup menutupi penurunan pendapatan akibat turunnya harga jual. However.46 million tons. KONDISI UMUM PERSEROAN Di tengah atmosfir perekonomian yang kondusif tersebut.95 million tons.950. Dengan perkiraan membaiknya permintaan dan harga komoditas tambang di masa-masa mendatang. Hal ini tampak dari pergerakan harga saham PTBA yang ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp 22.

yang secara rutin melakukan rapat-rapat konsultatif dengan pihak manajemen Perseroan. who hold routine consultative and coordination meetings with the management. Kami meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasiinovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien. Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit. Komite GCG. Remunerasi & PSDM.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 45 mekanisme kepengurusan dan operasional Perseroan yang dijalankan oleh Direksi serta memberikan arahan dan nasihat kepada Direksi. management mechanism and operations of the Company. policy. GCG Committee was set up. the Board of Commissioners reinforced its oversight and direction . the Board of Commissioners is assisted by Audit Committee. Komite Nominasi. and gave counsel to the Board of Directors in performing its duty. Dewan Komisaris telah To enhance supervision and good corporate governance practice. such as the construction of mine mouth TPP for our own purpose. mengingat harga jual batubara yang fluktuatif serta variasi kualitas batubara yang dimiliki oleh Perseroan. Dewan Komisaris meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasi-inovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien. seperti pembangunan PLTU mulut tambang untuk penggunaan sendiri. The Board of Directors was also urged to pay more attention to our development projects to create synergy with operating efficiency drive to develop core competency. We request the Board of Directors to continually make operational innovations to allow higher operating efficiency. Risiko Usaha & Pasca Tambang. Business Risk and Post-Mining Committee. serta Komite Asuransi. GCG Committee. In the discharge of its duty. Dalam melaksanakan tugas pengawasan dan memberikan nasihat. Selain itu. and Insurance. The Board of Commissioners also called on the Board of Directors to be more resolute in safeguarding the Company’s concession areas to protect our assets. the Board of Commissioners asked the Board of Directors to continually make operational innovations so that the Company may operate more efficiently amid fluctuating coal price and considering its varied coal quality. In addition. competency”. Direksi diminta untuk meningkatkan kerjasama strategis dengan PT KAI guna menjamin peningkatan daya angkut batubara dari areal tambang ke pelabuhan sehingga volume penjualan dapat senantiasa ditingkatkan di masa mendatang. Nomination. Dewan Komisaris juga memberi nasihat kepada Direksi agar melakukan upaya-upaya lebih tegas untuk mengamankan wilayah konsesi Perseroan demi menjaga aset Perseroan. Selain itu. Based on the evaluation of the current year operating results. Dewan Komisaris telah merealisasikan pembentukan Komite GCG. Untuk lebih meningkatkan peran pengawasan dan praktik tata kelola yang baik. Remuneration and HRD Committee. Berdasarkan evaluasi atas kinerja operasional di tahun pelaporan. Direksi juga diminta untuk memberi perhatian lebih pada kelancaran realisasi proyek-proyek pengembangan yang memiliki nilai sinergis dengan upaya peningkatan efisiensi operasional dan masih dalam kaitan pengembangan “core We also expected the Board of Directors to foster a strategic collaboration with PT KAI to ensure higher railway loading capacity from the mines to the ports so as to increase our future sales volume.

. the Board of Commissioners has requested the Board of Directors to enhance GCG practice by intensifying socialization and internalization of the latest GCG Manual consisting of Board Manual. shortened to NR & HRD Committee. Conduct. the Board of Directrs has been advised to follow up the implementation of GCG best practices for the sake of the Company’s sustainable business growth. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. dan GCG Code. has intensively carried out the corporate social responsibility program being one of GCG principles. Code of Conduct and GCG Code. PELAKSANAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Dengan pengawasan Dewan Komisaris. Dalam kaitan ini. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERFORMANCE The Board of Directors. Dewan Komisaris dengan didukung oleh Komite-Komite telah meminta Direksi agar meningkatkan praktik GCG dengan semakin mengintensifkan upaya sosialisasi dan internalisasi Manual GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual. Code of responsibilities in human resource development by enlarging Nomination and Remuneration Committee to become Nomination. disingkat Konarba dan PSDM.LAPORAN KOMISARIS UTAMA 46 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from The President Commissioner Pengecekan kadar asam dalam air memperkuat fungsi pengawasan dan pengarahan dibidang pengembangan sumber daya manusia dengan menambah tugas Konarba sehingga komite ini menjadi Komite Nominasi. Direksi telah merencanakan secara intensif dan melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang berkelanjutan sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip GCG. With the support of related Committees. In this context. under the supervision of Board of Commissioners. Remuneration and Human Resource Development Committee. Dewan Komisaris telah menegaskan agar Direksi dapat menindaklanjuti dan meningkatkan praktik GCG mengacu pada best practices demi meningkatkan kinerja Perseroan yang berkelanjutan.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 47

Perseroan telah menunjukkan komitmen dan inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui pelaksanaan serangkaian program yang meliputi PKBL, Bina Wilayah, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta programprogram yang berhubungan dengan pemenuhan hak-hak karyawan yang memberikan dampak ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan pegawai. Berbagai program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lingkungan dan internal Perseroan. Cakupan program yang menyeluruh ini juga berhasil menciptakan keseimbangan antara operasional bisnis dan CSR Perseroan di mana setiap pihak tidak hanya cukup menjadi penerima manfaat semata, namun juga turut memegang andil dalam penerapan program-program CSR secara berkelanjutan. Dalam bidang lingkungan, Perseroan menerapkan sistem akreditasi ISO 9001:2000 dan ISO 14001:2004 demi menjamin terlaksananya aplikasi sistem kerja yang berkualitas dan ramah lingkungan, sehingga berhasil terus mempertahankan peringkat PROPER Hijau, dari Kementerian Lingkungan Hidup.

The Company proves its commitment to the local community through Partnership, Community Development and Area Development Programs, environmental management and other programs directed towards the growth and development of the local community and employee well-being.

These programs are integrated and carried out jointly with the surrounding community and other relevant parties. An equilibrium between business operations and CSR aspects is reached where all parties involved act not only as receivers but also as givers in carrying out CSR programs.

The Company applies ISO 9001:2000 and ISO 14001:2004 for the application of high quality and environmentally friendly work system. For its commitment to good environmental management, the Company retained the Green PROPER rating from the Department of Environment

PENINGKATAN KOMPETENSI SDM
Dewan Komisaris dan Direksi telah menyelesaikan penyusunan RKAP tahun 2011 yang berisi serangkaian target dan program kerja dengan sasaran yang lebih tinggi, selaras dengan sasaran yang hendak dicapai dalam RJPP. Dengan latar belakang perekonomian yang semakin kondusif seperti tergambar di atas, Dewan Komisaris meyakini Direksi akan sanggup memenuhi seluruh target yang ditetapkan.

HUMAN RESOURCE COMPETENCE DEVELOPMENT
Approaching the year 2011 the Board of Commissioners and Board of Directors have prepared Annual Budget and Work Program, outlining work program with higher targets that is commensurate with the objective of Corporate Long Term Plan. Against a backdrop of improving economic condition as described previously, the Board of Commissioners is confident the Board of Directors has the ability to reach all the established targets. We appreciate the sifnificant success made by the Board of Directors in managing and developing our human resource. To ensure sustainable business growth, we advise the Board of Directors to be more focused on developing our employees as the strategic partners of the Company.

Dewan Komisaris mengapresiasi kemajuan-kemajuan berarti yang telah dicapai Direksi dalam mengelola dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Untuk menjaga kesinambungan bisnis di masa mendatang, Direksi diminta memberi perhatian lebih pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia dengan menempatkan karyawan sebagai strategic partner Perseroan. Berbagai capaian kinerja Perseroan dan implementasi rencana maupun strategi operasional tidak akan berhasil tanpa didukung oleh human capital yang kompeten. Oleh karena itu, Dewan Komisaris meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi

The Company’s achievements and business strategy realizations will not be possible without the support of competent human capital. Therefore, the Board of Commissioners advises the Board of Directors to continue implementing competence-performance-based remuneration

LAPORAN KOMISARIS UTAMA

48

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Report from The President Commissioner

Kami meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi sehingga tercipta sistem kerja produktif.
We advise the Board of Directors to continue implementing competence-based remuneration system to create a productive working condition.

dan kinerja sehingga tercipta sistem kerja produktif yang lebih mendukung pengembangan Perseroan.

system to improve productivity to support the Company’s business continuity.

STRATEGI BISNIS DI MASA DEPAN
Dewan Komisaris memberi arahan agar Direksi semakin mengoptimalkan potensi strategis Perseroan. Selain potensi sumber daya batubara yang belum ditambang secara optimal, Direksi juga diminta untuk mengembangkan potensi lainnya dalam rangka meningkatkan pendapatan. Pengembangan potensi lain di atas antara lain pengembangan potensi CBM dan pembangunan PLTU, baik di mulut tambang maupun non mulut tambang. Dalam hal ini, Dewan Komisaris meminta Direksi agar senantiasa mencermati tahapan perkembangan pelaksanaannya, terutama dampak lingkungan dan dampak terhadap mayarakat sekitar serta mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

FUTURE BUSINESS STRATEGY
The Board of Commissioners advises the Board of Directors to optimize other strategic potentials. Besides coal resources that are not optimally excavated, other potentials should also be developed to augment income.

Developing other potentials includes developing CBM potentials and constructing mine mouth and non-mine mouth TPPs. In this context, we ask the Board of Directors to observe the progress made, particularly its impact on the surrounding environment and community and anticipate any obstacle that may arise.

UCAPAN TERIMA KASIH
Dewan Komisaris optimis bahwa Perseroan akan mampu meningkatkan kinerja yang positif dengan terus bekerja keras dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tata kelola penambangan yang baik (good mining practice). Dewan Komisaris meminta seluruh jajaran manajemen dan karyawan agar bekerjasama secara sinergis, serta bersikap profesional dalam menjalankan

A NOTE OF THANKS
The Board of Commissioners is optimistic that the Company will thrive with good results by working hard, implementing good corporate governance principle and good mining practice. The Board of Commissioners expects the management together with the rank and file to work synergically and professionally to develop the Company.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 49

Pengangkutan Batubara melalui transportasi Kereta

tugas dan amanat untuk mengembangkan Perseroan. Mewakili Dewan Komisaris, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Direksi dan seluruh pegawai Perseroan atas kerjasama, loyalitas dan jerih payahnya dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang akan semakin terbuka di masa-masa mendatang sebagai bekal yang sangat bermanfaat bagi terwujudnya citacita pengembangan Perseroan di masa mendatang. Akhir kata, saya juga menyampaikan penghargaan kepada para pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaannya kepada PT Bukit Asam (Persero) Tbk selama ini.

On behalf of the Board of Commissioners, I wish to express our highest regard to all members of the management and personnel of the Company for their cooperation, loyalty and concerted effort in facing challenges and using every opportunity to attain the objective of the Company. In closing I would like to convey my appreciation to the stakeholders for their continued support and trust in PT Bukit Asam (Persero) Tbk all these years.

Atas nama Dewan Komisaris, On behalf of the Board of Commissioners,

Dr. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner

50

Tbk Laporan Tahunan 2010 PT Bukit Asam Tbk.Laporan Tahunan 2010

Laporan Direktur Utama
Report From The President Director

Fokus pada efisiensi operasional dan pengembangan usaha menuju perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia.

Para Pemegang Saham Perseroan Yang Terhormat,
Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nama Direksi, saya menyampaikan bahwa Perseroan telah berhasil melewati tahun 2010 dengan mempertahankan catatan kinerja yang lebih menjanjikan untuk tahun-tahun mendatang. Perseroan menghadapi tantangan eksternal berupa peningkatan persaingan usaha di pasar domestik, kecenderungan meningkatnya penggunaan batubara kalori lebih rendah dengan harga jual yang lebih rendah dan naiknya harga BBM dan tarif listrik. Peluang yang muncul dari membaiknya perekonomian global dan nasional adalah semakin meningkatnya penggunaan sumber energi alternatif termasuk batubara di kawasan Asia Pasifik maupun di pasar domestik.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 51

Ir. sukrisno

DirekturUtama President Director

LAPORAN DIREKTUR UTAMA

52

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Report from the President Director

Perseroan telah merespon dengan tepat kecenderungan peningkatan permintaan batubara tersebut dengan berhasil meningkatkan produksinya menjadi sebesar 12,46 juta ton, naik 7,4% dari tingkat produksi 11,60 juta ton di tahun sebelumnya. Demikian juga volume penjualan berhasil ditingkatkan 3,7% dari angka 12,48 juta ton menjadi 12,95 juta ton. Kenaikan penjualan ini selaras dengan keberhasilan kerjasama dengan PTKA sehingga meningkatkan kapasitas angkut KA batubara sebesar 3,0% di tahun 2010. Namun demikian, Perseroan harus menghadapi kenyataan berupa penurunan rata-rata harga jual produksinya di pasar. Hal ini membuat nilai penjualan total turun 11,6% menjadi Rp7,91 triliun dari angka sebesar Rp8,95 triliun di tahun sebelumnya. EBITDA mengalami penurunan sebesar 30,6% menjadi Rp2,66 triliun. Laba bersih Perseroan juga mengalami penurunan sebesar 26,4%, bertahan pada angka sebesar Rp2,01 triliun, sehingga laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872 dari angka sebesar Rp1.184 per saham di tahun sebelumnya. Perseroan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan mencanangkan program efisiensi operasional sebagai upaya menekan seluruh biaya operasional dibawah kendalinya, sekaligus mengantisipasi munculnya peluang usaha di masa mendatang. Berbagai upaya tersebut secara konisten dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. Hal ini tercermin dari reaksi para investor di pasar modal yang tetap memberikan apresiasinya, sehingga harga saham PTBA ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp22.950,- per saham di akhir tahun 2010, dengan intensitas perdagangan yang tetap likuid.

MEWUJUDKAN PELUANG PERTUMBUHAN MELALUI PENINGKATAN EFISIENSI OPERASIONAL DAN REALISASI RENCANA PENGEMBANGAN
Menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2010, Perseroan menjalankan dua strategi utama, yakni fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan merealisasikan rencana pengembangan usaha yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi dalam waktu dekat. Upaya efisiensi dilakukan melalui tiga cara yakni: menekan biaya produksi, meningkatkan effisiensi operasional serta meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola.

Perseroan mulai merealisasikan berbagai rencana pengembangan usaha yang sebelumnya dirangkum kedalam lima strategi pengembangan. Biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang juga berhasil ditekan hingga sebesar 5. Perbaikan sistem kerja dilakukan diantaranya melalui penerapan sistem operasional terintegrasi. Pada tahun 2010. Perbaikan sarana dan prasarana dilakukan melalui antara lain: optimasi areal stockpile dan perbaikan komponen conveyor belt. tanpa membuka areal pit baru. serta optimalisasi inside dump. . Perseroan melaksanakan beberapa program untuk menekan biaya produksi.6% dari tahun 2009.6% dari biaya di tahun 2009. Perseroan melaksanakan upaya perbaikan sistem kerja. suku cadang dan material serta konsumsi energi listrik. Pelaksanaan seluruh program tersebut mampu meningkatkan produksi batubara Perseroan menjadi sebesar 12.95 juta ton. mencakup: penghematan konsumsi BBM. perbaikan sarana dan prasarana. Untuk meningkatkan kapasitas produksi tambang swakelola dilakukan dengan penambahan jumlah unit produksi serta peningkatan kapasitas alat produksi dari kapasitas dibawah 30 ton menjadi diatas 50 ton. Termasuk dalam hal ini adalah pelaksanaan perawatan peralatan secara terencana dan perbaikan manajemen stockpile. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck. Untuk meningkatkan efisiensi operasional. serta perbaikan maupun penggantian alat penambangan. perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU. dengan dukungan Teknologi Informasi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 53 Pelaksanaan program efisiensi operasional berhasil menurunkan biaya produksi batubara di mulut tambang sebesar 5.

mengingat bahan bakarnya menggunakan batubara kalori rendah yang selama ini menjadi by-product. Sesuai rencana. Untuk PLTU Banjarsari. Sedangkan realisasi pembangunan PLTU berkapasitas sedang maupun besar yakni diantaranya PLTU Mulut Tambang Banjarsari (2 x100 MW). Perseroan meyakini biaya produksi per ton akan semakin rendah dengan beroperasinya PLTU ini. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM. yakni pembangunan unit PLTU mulut tambang 3 x 10 MW milik sendiri di Tanjung Enim. PLTU Mulut Tambang Banko Tengah (4 x 600 MW) maupun IPP lainnya. pada tahun 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan . menjadi berbasis listrik produksi sendiri. PLTU ini diharapkan siap beroperasi pada tahun 2011. Akhir tahun 2010. yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. dilaksanakan dengan hatihati dan seksama. Perseroan akan segera mengoperasikan 2 sistem BWE dan 1 spreader yang baru dipindahkan dari lokasi TAL dan dalam operasinya menggunakan energi listrik. prestasi pembangunan telah mencapai 85%. Perseroan juga percaya akan berhasil menyelesaikan proyek PLTU untuk pemakaian sendiri berkapasitas kecil lainnya.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 54 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Proses pemindahan BWE ke MTB salah satu rencana strategis tersebut semakin mendekati penyelesaiannya.

Selain membangun jalur kereta api. dilakukan melalui peningkatan kapasitas angkut pada jalur eksisting bekerja sama dengan PTKA. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Lampung.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 55 dengan PLN dan pembebasan lahan PLTU dan jaringan transmisi telah diselesaikan. yakni peningkatan kapasitas angkut batubara. dengan daya angkut menjadi 20 juta ton pertahun ke Tarahan (Lampung) dan 2. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM. melalui tiga rencana strategis. Pemboran eksplorasi CBM pertama (core hole) akan dilakukan pada awal tahun 2011. mengingat para mitra Perseroan sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM.000 ton. dilakukan dengan membangun jalur KA baru. dengan kemampuan sandar hingga kapal jenis Capesize yang berdaya angkut 150. sehingga pada akhir tahun 2010 proyek ini telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi dan civil works di Wilayah Kerja Tanjung Enim. Rencana kedua. Diharapkan pada tahun 2011 PPA telah ditanda tangani. Penyelesaian pembangunan PLTU untuk pemakaian sendiri akan membuat kinerja operasional semakin efisien dan realisasi proyek CBM akan menambah sumber pendapatan Perseroan. dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. melalui penanda tanganan kontrak angkutan jangka panjang (CTA).7 juta ton ke Kertapati (naik bertahap). melalui pembentukan perusahaan baru. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Lampung. . Studi Upaya Kelola Lingkungan(UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) untuk proyek ini telah diselesaikan dan diperoleh. Perseroan terus bergiat merealisasikan rencana strategis lain. Program pengembangan lain yang dapat direalisasikan adalah pemanfaatan kandungan CBM untuk mendapatkan sumber pendapatan baru. Rencana pertama.

yakni akuisisi atau kerjasama dengan pengelola tambang batubara untuk memperluas area kelolaan dan meningkatkan cadangan . Perseroan. Adani Group.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 56 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Transportasi kereta api Batubara di TLS Tanjung Enim Proyek ini telah mendapatkan ijin prinsip dari Gubernur Lampung. Realisasi dua rencana strategis lainnya. Angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tannjung enim ke pelabuhan Tanjung-Api-api (Sumatera Selatan). Rencana ketiga. Pada bulan Maret 2010 proyek ini mencatat kemajuan lain berupa Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. Perseroan optimis akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. Procurement and Construction) senilai US$1. Perseroan merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. Gubernur Sumsel dan ijin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI di tahun 2009. melalui BATR kini telah menindak lanjuti perkembangan tersebut dengan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses ijin pembangunan pelabuhan. Dengan ketiga skenario angkutan batubara tersebut. berjarak 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun.

Produksi swakelola juga telah meningkat 18.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 57 Realisasi tiga rencana peningkatan daya angkut kereta akan membuat Perseroan mampu memasok batubara dari Tanjung Enim ke pasar domestik maupun global hingga sebesar 82 juta ton/tahun. Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari penambahan gerbong pengangkut dan perbaikan sistem manajemen angkutan. Dalam kaitan CTA ini.6 juta ton di tahun sebelumnya.2 juta ton dari 2. berupa pengadaan gerbong dan loko baru untuk meningkatkan daya angkut. Dengan cara demikian.5 juta ton dari produksi 11. peningkatan intensitas keberangkatan dan penambahan rangkaian gerbong.7 juta ton di tahun 2009. Program ini diharapkan akan mampu meningkatkan daya angkut batubara secara signifikan. BERSAMA MITRA MEWUJUDKAN PENINGKATAN KINERJA Kerjasama strategis dengan PTKA selama tahun 2010 menghasilkan peningkatan daya angkut kereta api menjadi 10. Perseroan telah mempersiapkan seluruh jajarannya untuk memanfaatkan momen peningkatan permintaan batubara dan peningkatan daya angkut kereta di tahun-tahun mendatang dengan meningkatkan kapasitas produksi.5% menjadi sebesar 3. Perseroan melakukan kerjasama strategis dengan KA. serta adanya kordinasi intensif dengan PT KA. serta rencana pengembangan angkutan laut batubara tetap dipertimbangkan dan dijalankan secara prudent.8 juta ton atau tumbuh 3% dari angka tahun 2009. . dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang. target Perseroan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia dapat terealisir. Hal ini telah dibuktikan dengan naiknya produksi total menjadi 12. Perseroan optimis bahwa volume angkut melalui jalur KA eksisting ini akan dapat ditingkatkan sesuai dengan implementasi CTA yang mulai dijalankan sejak tahun 2010. Di masa mendatang.

Perseroan telah mempersiapkan SDM untuk merealisasikan rencana besar di masa mendatang dengan menyiapkan serangkaian program pelatihan terpadu dan program rekrutmen yang terencana. produksi batubara swakelola akan semakin meningkat. dari total volume penjualan sebesar 12. komposisi penjualan ini akan lebih berimbang. mengingat kerjasama peningkatan daya angkut yang dilakukan. penjualan domestik adalah sebanyak 8. Perseroan telah mengimplementasikan Key Performance Indicators (KPI) dan Balanced Scorecard sebagai tools untuk mengukur kompetensi kinerja individual dan satuan kerja. Kami memaknai peran penting SDM bagi Perseroan dengan memberikan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan. seiring dengan telah selesainya persiapan produksi di MTBU dan program rekondisi 2 unit BWE dan 1 unit spreader. Untuk maksud tersebut dan dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan tata kelola yang baik.5%).95 juta ton. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menerapkan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan sekaligus melaksanakan pengembangan karir berbasis kompetensi.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 58 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Pada tahun-tahun mendatang. sekaligus mencakup jaminan pembelian dari potential buyer mitra kerjasama luar negeri dalam jangka panjang. Demikian juga dengan komposisi penjualan. Pelatihan tidak hanya ditujukan pada peningkatan kompetensi semata.5%) dan ekspor sebanyak 4. Pada tahun-tahun mendatang. yaitu spiritual.72 juta ton (36. seiring dengan peningkatan total produksi batubara. tapi juga pada peningkatan kualitas mental dan spiritual guna menumbuhkan tri-logi kecerdasan. Perseroan menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai implementasi code of conduct yang berisi uraian butir-butir etika dan moral yang harus dipegang teguh oleh segenap jajaran SDM dalam berkarya di perusahaan. . Tahun 2010. emosi dan intelektual.23 juta ton (63.

Di bidang ekonomi. KEPEDULIAN MASYARAKAT. pada tahun 2010 Perseroan melakukan sosialisasi dan mengimplementasikan Pedoman GCG maupun Code of Conduct yang telah selesai dikaji dan disusun ulang. terdiri atas enam fokus kegiatan meliputi (i) kegiatan ekonomi. WUJUD TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Perseroan merancang pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan sasaran meningkatkan keikutsertaan masyarakat agar berkembang bersama Perseroan. Perseroan telah menetapkan komitmen jangka panjang. (v) tanggung jawab produk dan (vi) kemasyarakatan. program yang dilaksanakan meliputi pengembangan pola kemitraan usaha kecil dan koperasi. Sosialisasi dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif kepada pegawai akan pentingnya peningkatan penerapan praktek GCG. Selain itu dilakukan penandatanganan pernyataan kepatuhan untuk melaksanakan aturan-aturan yang terkandung dalam Code of Conduct dan Pedoman GCG. Dengan partisipasi tersebut. didahului dengan penerapan butirbutir menyangkut ketentuan pengadaan barang dan jasa terhadap para pemasok dan mitra kerja. Pengembangan tersebut diharapkan akan menjadi fasilitator dan akselerator bagi pertumbuhan usaha kecil yang membawa dampak berganda (multiplier effect) terhadap kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan Perseroan. Total dana yang digulirkan oleh Perseroan melalui PKBL . Perseroan akan terus meningkatkan kualitas penerapan GCG ini dan melakukan evaluasi serta assessmen secara berkala. dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen dan kewirausahaan serta bantuan dana bergulir bagi usaha kecil dan koperasi yang tersebar di wilayah operasional Perseroan. kesejahteraan masyarakat ikut meningkat seiring dengan perkembangan usaha Perseroan. (iv) praktek ketenaga kerjaan dan kelaikan kerja. Sebagai wujud komitmen peningkatan penerapan praktek GCG tersebut.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 59 PENINGKATAN IMPLEMENTASI TATA KELOLA Perseroan meyakini bahwa seluruh raihan kinerja operasional tersebut akan dapat ditingkatkan secara berkesinambungan apabila Perseroan mampu secara konsisten meningkatkan kaidah-kaidah tata kelola yang baik. (iii) hak asasi manusia. (ii) lingkungan. Perseroan telah merintis sosialisasi dan pelaksanaan COC dan Pedoman GCG tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan. Dalam melaksanakan CSR ini.

naik 237% dari Rp27.934 ha menjadi Taman Hutan Raya. Semua upaya tersebut merupakan jawaban terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat dunia akan terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik untuk kehidupan mendatang.9 miliar. Perseroan bahkan telah melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pascatambang dengan telah merancang dan merealisasikan rencana pengembangan daerah pascatambang seluas 5.000 MW tahap I akan ikut mendukung roda perekonomian nasional dan meningkatnya .LAPORAN DIREKTUR UTAMA 60 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director pada tahun 2010 mencapai total Rp93. Hasil nyata di tahun 2010 adalah keberhasilan mempertahankan peringkat Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup.9 miliar di tahun 2009. Dengan memperhatikan kondisi eksternal tersebut. perluasan dan peningkatan volume penjualan batubara Perseroan akan semakin terbuka. sedangkan tantangannya adalah memproduksi batubara dengan biaya yang lebih efisien untuk menjaga tingkat profitabiltas. PANDANGAN KE DEPAN Semakin kondusifnya perekonomian global maupun nasional seperti diprediksikan oleh para ekonom diperkirakan membuka peluang dan tantangan bagi Perseroan. Dari sisi permintaan domestik. MEWUJUDKAN KOMITMEN PELESTARIAN LINGKUNGAN Perseroan secara komprehensif menerapkan berbagai program untuk mewujudkan salah satu misi “memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan”. Direksi berpendapat bahwa peluang bagi pengembangan. Perseroan meyakini dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran akan memberikan dampak peningkatan kesejahtaraan masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat. Perseroan bertekad untuk meraih Proper Emas pada tahun-tahun mendatang. penyelesaian proyek PLTU tenaga batubara 10. Perseroan menerapkan serangkaian program rehabilitasi lingkungan purna tambang yang dirancang bersama konsultan independen serta menggunakan sistem terakreditasi ISO 14001:2004. Peluangnya adalah semakin meningkatnya permintaan batubara dunia maupun nasional.

Untuk pasar ekspor. Atas nama Direksi On Behalf of the board of Directors Ir. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan PT Bukit Asam (Persero) Tbk lainnya yang senantiasa memberikan kerjasama terbaik bagi kiprah dan pertumbuhan kinerja Perseroan secara berkelanjutan. didukung oleh SDM yang kompeten serta dilaksanakan dengan kualitas implementasi GCG yang meningkat akan membuat Perseroan mampu meraih peluang yang terbentang. China.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 61 permintaan batubara. Perseroan berada dalam posisi yang lebih baik untuk meraih peluang dalam memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut. pelanggan dan mitra usaha atas dukungan. PENUTUP Dalam kesempatan ini. Begitu pula kepada seluruh karyawan yang telah dengan penuh dedikasi menjadikan kerja sebagai ibadah. Realisasi PLTU 10. perbaikan kondisi perekonomian global terutama di kawasan Asia Pasifik diprediksi membuka peluang pasar di negara-negara seperti India. Sukrisno Direktur Utama President Director .000 MW tahap kedua akan semakin meningkatkan kebutuhan batubara di tanah air. Dengan menerapkan strategi pengembangan terintegrasi. Vietnam maupun Malaysia seiring dengan pesatnya pertumbuhan perekonomian di negara tersebut. yang memungkinkan Perseroan mampu mempertahankan kinerja usaha dan menyiapkan landasan yang baik bagi pertumbuhan usaha di masa mendatang. kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Komisaris atas pengarahannya kepada Direksi. kepercayaan dan kerjasamanya. Sebagai perusahaan yang berwawasan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia. Penghargaan yang sama juga disampaikan kepada pemegang saham. mengingat besarnya cadangan sumber daya yang dimiliki.

62 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

memantau dan memitigasi seluruh risiko potensial.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 63 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report Perseroan melaksanakan pengembangan usaha secara bijkasana. . mempersiapkan dan meningkatkan kompetensi SDM serta mengaplikasikan “green mining” untuk menjaga kelestarian alam.

pembangunan PLTU milik sendiri. Restrukturisasi Korporasi Dilakukan melalui pendirian anak-anak perusahaan yang menangani bisnis non-core.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 64 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report RENCANA STRATEGIS PERSEROAN Sejalan dengan perkembangan perekonomian Indonesia maupun Global beberapa tahun terakhir dan mengantisipasi peluang peningkatan kebutuhan sumber energi. Rencana Strategis Perseroan terdiri dari enam strategi operasional utama. The Plan is based on global and Indonesian macro-economic forecast over a period between 2009 and 2013. merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Perseroan yang akan dicapai pada kurun waktu 2009-2013 untuk menjamin pencapaian target-target yang ditetapkan. pengembangan angkutan laut batubara serta akuisisi tambang berpotensi. pengoperasian dan pengembangan tambang Internasional Prima Coal (IPC). Boost the competency and regeneration of human resource as well as promote a performance-based corporate culture Promote a performance-based reward system Improve performance rating in environmental management from green to gold • • . Sedang peningkatan produksi dan penjualan dilakukan melalui optimasi kinerja unit bersangkutan. pengembangan tambang-tambang lainnya. This would mean increasing the loading capacity of existing railway system and the port handling capacity. pengembangan tambang Peranap. Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM dan menciptakan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan dari hijau menjadi emas. yakni: • • Fokus pada pertumbuhan produksi dan penjualan batubara. (Lihat uraian MD&A: Prospek Usaha). (See MD&A “Business Prospect”) Six main operating strategies of the Strategic Plan are the elaboration of the Company’s Vision and Mission to be accomplished in 2009-2013. Strategi operasional ini dimaksudkan untuk mengatasi hambatan transportasi. developing Indonesia Prima Coal (IPC). Focus on development projects The Company concentrates in constructing new railway tracks and ports. Fokus pada proyek-proyek pengembangan Perseroan fokus pada pembangunan jaringan angkutan kereta api baru dan pelabuhan. which are: • • • • • • • • • • • • • • Focus on the growh of coal production and sales This is to overcome transporation problem that lies in the limited loading capacity of train being the only lowcost means of transport. Program yang dilakukan adalah melalui peningkatan daya angkut dari jaringan yang sudah ada dan peningkatan kapasitas pelabuhan. Rencana tersebut disusun berdasarkan lanskap kondisi perekonomian global dan makro ekonomi Indonesia pada kurun waktu 2009-2013. Peranap and other mines. Stepping up production and sales is carried out by optimizing the work of related units. the Company has formulated its Corporate Strategic Plan. yakni keterbatasan daya angkut kereta-api sebagai satu-satunya sarana angkut paling ekonomis. developing coal sea transport and acquiring potential mines. terutama batubara yang semakin terbuka. CORPORATE STRATEGIC PLAN To respond to the world and national economic development and the increasing demand for energy resources particularly coal in the last few years. installing own thermal power station. Perseroan telah menuntaskan penyusunan Rencana Strategis Perseroan. Corporate resctructuring This is done through setting up subsidiaries that handle non-core business.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 65 PENGEMBANGAN USAHA Sesuai dengan visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing dan memberikan nilai optimal kepada para stakeholder. sebagai sumber alternatif produksi batubara. Untuk mewujudkan target tersebut. memperluas pemasaran produk batubara serta memanfaatkan secara optimal potensi cadangan sumber dayanya yang berlimpah. The first acquisition of Mining Concession was accomplished in September 2008 through taking over a 51 percent ownership of PT International Prima Coal (IPC) located in East Kalimantan at a transaction value of US$ 17.85 juta. di luar areal tambang di Tanjung Enim dan Ombilin. Berbagai langkah aksi korporasi telah dilaksanakan untuk meningkatkan produksi dan mengatasi kendala-kendala yang selama ini membatasi kemampuan Perseroan untuk meningkatkan volume penjualan maupun produksi batubara. kawasan ini memiliki sumber daya batubara sebesar 45 juta ton. Perseroan melakukan berbagai langkah pengembangan usaha dengan sasaran meningkatkan produksi. BUSINESS DEVELOPMENT In keeping with the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and maximizing stakeholders’ return. meningkatkan penjualan.85 million. The long-term target is to arrive at an era of Golden PTBA. Akuisisi pertama KP dilakukan pada bulan September 2008. expand coal product marketing area. and capitalizing on its abundant coal reserves and resources. Berbagai aksi korporasi yang dilakukan sepanjang tahun 2009 dan upaya pengembangan usaha yang telah dirintis tahun sebelumnya adalah sebagai berikut. Menurut taksiran Perseroan. Perseroan merealisasikan rencana pengembangan usahanya secara prudent dan berkesinambungan. AKUISISI KUASA PERTAMBANGAN (KP) Salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan produksi batu-bara adalah melalui akuisisi perusahaan tambang. the Company seeks to develop its business prudently and continuously. A prudent and integrated business development to ensure sustainable performance. The Company takes business development measures aiming to step up production and sales. Target jangka panjang Perseroan adalah mencapai era PTBA Emas. ACQUISITION OF MINING CONCESSION A strategy implemented to increase coal production is the acquisition of new mines as alternative coal sources outside the mining area of Tanjung Enim and Ombilin. . Various corporate actions have been taken to boost production and overcome the long standing obstacles that have limited the Company’s ability to increase production and sales. IPC commenced operations in 2009. The year 2009 witnessed the following corporate actions and business development efforts that had actually started the preceding year: Pengembangan Usaha terintegrasi menjamin peningkatan kinerja yang berkelanjutan. IPC telah berproduksi sejak tahun 2009. melalui kepemilikan sebesar 51% saham PT Internasional Prima Coal (IPC) yang berlokasi di Kalimantan Timur dengan nilai transaksi sebesar USD17. The Company estimates this area has coal reserves of 45 million tons.

7 juta ton. making total loading capacity of 22. ekonomis dan memberikan hasil maksimal bagi Perseroan. there was no acquisition made by the Company because there was no commercial potential mine. Kedua. teknis maupun legal. maximizing the loading capacity of the existing railway tracks. Perseroan menjalankan dua skenario utama peningkatan volume angkutan batubara. Pertama. increasing coal production and sales is always related to the loading capacity of the railway facility. Upaya pertama. peningkatan produksi dan penjualan batubara Perseroan harus selalu dikaitkan dengan kemampuan angkut produk melalui jalur kereta api ini. economical coal sales and bring maximum return to the Company.7 million Meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada secara bertahap menjadi sebesar 22. technicaly as well as legally. PENINGKATAN VOLUME ANGKUTAN BATUBARA Lokasi areal penambangan batubara Perseroan yang relatif jauh dari pelabuhan. The main obstacles included small and uneconomical reserves. big but low-quality reserves and long transporting distance. melakukan optimasi dan peningkatan daya angkut melalui jalur kereta-api yang telah ada. In 2008. Perseroan saat ini sedang mencari dan menjajagi beberapa potensi tambang potensial untuk diakuisi. meningkatkan secara bertahap kapasitas angkut kereta api eksisting dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan menjadi 20 juta ton dan dari Tanjung Enim ke Kertapati menjadi 2. Sebagai konsekuensi. dengan pertimbangan utama antara lain: cadangan yang minim dan tidak ekonomis. prompting the Company to take several measures to improve the train loading capacity. Penyebabnya adalah belum adanya tambang yang layak secara komersial.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 66 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Di tahun 2010. Dimulai tahun 2008 lalu. harga dan skema bisnis yang tidak sesuai dengan pihak Penjual. as well as unfavorable price and business scheme. First effort. pioneering the construction of new railway tracks from the mining area to the loading port that will facilitate efficient. Namun demikian. In 2010. tidak ada realisasi akusisi yang dilakukan.7 million tons. yang mendorong Perseroan melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas angkutan kereta api. merintis pembangunan jalur kereta-api baru dari areal tambang ke pelabuhan muat yang memungkinkan penjualan produk batubara secara efisien. . sehingga total kapasitas angkut menjadi INCREASE OF COAL TRANSPORT VOLUME The Company’s coal mines are located relatively far from the ports. gradually increasing the existing railway loading capacity from Tanjung Enim to Tarahan Port to reach 20 million tons and from Tanjung Enim to Kertapati to reach 2.7 juta ton per tahun. cadangan cukup besar namun kaulitas rendah dan jarak angkut cukup jauh. membuat kereta api menjadi sarana angkutan utama batubara yang paling ekonomis. Consequently. Second. making trains the most economical means of transport. First. the Company made two major scenarios to increase coal transport volume.

Tanjung Enim-Tarahan and Tanjung Enim-Kertapati. setting up a new company. dilakukan melalui pembentukan perusahaan baru. Salah satu alternatif yang dilakukan adalah pembentukan perusahaan patungan antara PTBA dengan PT Kereta Api Indonesia (PTKA). PTKA will increase the coal loading capacity through the existing tracks. with the approval of EGMS dated 28 May 2008. at an estimated loading capacity of 25 million tons per year. Perjanjian tersebut juga mengatur dan menyepakati formula tarif tertentu dan memberlakukan sistem “Take or Pay”. sedang 70% lainnya dari pinjaman. The agreement also fixes and agrees upon a certain tariff formula and enforce “Take or Pay” system. Under the agreement.7 juta ton pada akhir tahun 2014. The new 307-km track will connect Tanjung Enim and Srengsem (Lampung). Skema pembiayaan 30% modal sendiri. Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) dan China Railway Engineering (10%). The establishment of this new transport company is directed towards supporting the Company’s coal production increase. Perseroan menunjuk Konsultan Independen Mott Macdonald untuk merumuskan formula tarif dan formula take or pay angkutan kereta api batubara jangka panjang. with the approval of Extraordinary General Meeting of Sharesholders (EGMS) dated 28 May 2008. Upaya kedua. gradually to reach 22. yang akan membangun jalur KA baru. which will build a new railway track. PTKA menyanggupi untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada. PT Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) and China Railway Engineering (10%). Untuk menjamin peningkatan volume angkutan kereta api. Penyelesaian formula tarif tersebut penting untuk memastikan terlaksananya peningkatan angkutan batubara sesuai Perjanjian dan lebih memastikan perhitungan biaya angkutan yang menyertai peningkatan produksi batubara Perseroan. melibatkan PTBA (10%). Lampung. Perseroan melakukan Perjanjian Angkutan Batubara Jangka Panjang (Coal Transport Agreement /CTA) yang berlaku mulai 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2029 dengan pihak PTKA di bulan Oktober 2009. the Company appointed an independent consultant Mott MacDonald to formulate tariff and ‘take or pay’ scheme for long-term railway coal transport.7 juta ton per tahun. yakni PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR). Total financing is 30% own funds and 70% borrowing. Besides building railway tracks. starting 2010. To guarantee increased railway loading volume. secara bertahap menjadi sebesar 22. which are PT Bukit Asam Transpacific Railway. Lampung. setelah mendapat persetujuan RUPSLB tertanggal 28 Mei 2008. mulai tahun 2010. PT. Dalam perjanjian tersebut. Selain membangun jalur kereta api. This scheme is essential to ensure capacity upgrade is in accordance with the agreement and transport cost is commensurate with coal production increase. dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. setelah mendapat persetujuan RUPSLB tanggal 28 Mei 2008. Pendirian perusahaan angkutan baru ini juga dimaksudkan untuk mendukung peningkatan produksi batubara Perseroan. the joint venture company will build a coal port in Srengsem. Second effort. involving PTBA (10%). One alternative taken was forming a joint venture company between PTBA and PT Kereta Api Indonesia (PTKA). Tanjung Enim-Tarahan dan Tanjung Enim-Kertapati.7 million tons by yearend 2014. This project was granted in-principle approval (approval in principle) by the Governor of Lampung on 22 September . Proyek ini telah mendapatkan Ijin Prinsip dari Gubernur Lampung pada 22 September 2008 dan ijin prinsip dari tons per year.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 67 22. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Srengsem (Lampung). Sebagai tindak lanjut perjanjian tersebut. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Srengsem. in October 2009 the Company entered into Coal Transport Agreement (CTA) with PTKA to cover the period from 1 January 2010 to 31 December 2029. Further.

Perkembangan selanjutnya.3 billion and O&M (Operator and Maintenance) 20-year contract worth US$3. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian tersebut. Rencana angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tannjung enim ke pelabuhan Tanjung-Api-api (Sumatera Selatan). pada bulan Maret 2010 telah dilakukan Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. Selanjutnya akan memasuki tahap persiapan land acquisition. As a follow up. Adani Group. Perseroan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 68 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Gubernur Sumsel tanggal 13 Oktober 2008 dan pada Oktober 2009. BATR (Anak Perusahaan) dalam proses melakukan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses ijin pembangunan pelabuhan. Writing up AMDAL (environmental impact assessment) for railway. This project is expected to meet the electricity needs of the nation and the Company’s operations. India. PEMBANGUNAN PLTU MULUT TAMBANG Untuk meningkatkan pemanfaatan batubara berkalori rendah dan mendapatkan manfaat ekonomis yang berujung pada peningkatan imbal hasil kepada pemegang saham. the Company also had a joint project with Adani Group. proyek-proyek pembangunan PLTU mulut tambang ini terbagi atas beberapa kelompok. In addition. Procurement and Construction) senilai US$1. in due time the Company will be in a position to sell its coal products by railway transport up to 82 million tons per year. Pengembangan proyek ini selain bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik nasional juga untuk memenuhi kebutuhan operasional Perseroan. the mine mouth TPP projects are divided into several groups: .5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. If the three scenarios of coal transport can proceed as planned. Additionally. Panjang jalur ini adalah 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. a survey was conducted for railway alignment and railway track designation. the Company constructed Thermal Power Plant (TPP). dilakukan presentasi dihadapan Gubernur Lampung dan Gubernur SumSel beserta Dinas terkait mengenai Rencana Pembebasan Lahan. Besides collaborating with China. In March 2010 EPC (Engineering. Categorized according to the investment cost and the internal process. an in-principle approval was also issued for the construction of Special Railway Track by the Minister of Transportation in October 2009. Selain kerjasama dengan perusahaan asal China. Dengan demikian jika ketiga skenario angkutan batubara tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Berdasarkan besaran nilai investasi yang dibutuhkan dan proses internal yang harus dilakukan. to develop a 270-km railway track from Tanjung Enim to Tanjung Api-api (South Sumatera) to transport coal at an annual capacity of 35 million tons.5 billion were signed by BATR (PTBA subsidiary) and China Railway Group Limited to develop the project. Perseroan akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. yakni: CONSTRUCTION OF MINE MOUTH THERMAL POWER PLANT To optimize the use of low-calorie coal for economic benefit that will in turn maximize shareholders’ return. stockpile and port was under way and port construction permit was issued. the Company made a presentation to the Governors of Lampung and South Sumatera regarding land clearance plan. Procurement and Construction) contract worth US$1. proyek ini juga telah memperoleh ijin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI. Land acquisition would be soon initiated. 2008 and by the Governor of South Sumatera on 13 October 2008. Perseroan juga merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India. Langkah lain yang dilaksanakan adalah melakukan survey untuk alignment kereta api dan menetapkan trekking jalur KA.

Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 69 Aktifitas Penambangan di Tambang Air Laya.

Pelaksanaan proyek dilakukan oleh anak perusahaan. • Projects approved by GMS The construction of Banjarsari Mine Mouth TPP with a capacity of 2x100 MW in Lahat Regency. The major part or 70% of financing was borrowed and the remaining 30% was self-funded. projected to meet the needs for electricity in Sumatera. . menggantikan kontraktor sebelumnya yaitu Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. Penyelesaian proyek peningkatan daya angkut KA akan membuat Perseroan menjadi salah satu pemasok batubara terbesar di Indonesia. Procurement. sisanya (30%) melalui modal sendiri. Sumatera Selatan telah memperoleh persetujuan RUPSLB 10 Mei 2006. The project was built by a subsidiary that was set up in 2007. Besides increased EPC costs. cost overrun and adjusted price of coal as TPP fuel prompted the management of PT BPI to propose an increase in electricity selling tariff to PT PLN (Persero) which would be incorporated in Amendment to Power Purchase Agreement (PPA). China National Electric Equipment Corporation. yang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera. The construction of this project was delayed due to a re-tender process for Engineering. From the re-tender a new contractor. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) and Pembangkit Jawa Bali (PJB). a consortium of PTBA. munculnya cost overrun dan revisi harga batubara sebagai bahan bakar PLTU. and the increased price of steel. Pembangunan proyek ini sempat terkendala oleh pelaksanaan tender ulang kontraktor Engineering.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 70 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report • Proyek yang telah mendapat persetujuan melalui RUPS Pembangunan PLTU Mulut Tambang Banjarsari berkapasitas 2x100 MW di Kabupaten Lahat. was appointed replacing Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. dengan konsorsium PTBA. Construction (EPC) PLTU akibat adanya permintaan perubahan nilai kontrak EPC sebagai dampak krisis keuangan global yang membuat nilai kurs Dollar Amerika terhadap Rupiah dan Yuan berubah.Ltd. Construction (EPC) contractor. Procurement.Ltd. Increased railway loading capacity will turn the Company into one of the largest coal suppliers in Indonesia. Selain kenaikan biaya EPC. Melalui tender ulang tersebut diperoleh kontraktor baru. yaitu China National Electric Equipment Corporation. yang dibentuk tahun 2007. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). yaitu PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). Sebagian besar (70%) keperluan pendanaan pembangunan proyek dibiayai melalui pinjaman. The re-tender was caused by a request for change in EPC contract value following global financial crisis that affected the exchange rate of American Dollar against Rupiah and Yuan. South Sumatera was approved by EGMS on 10 May 2006. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) dan Pembangkit Jawa Bali (PJB). membuat manajemen PT BPI mengajukan permintaan kenaikan harga jual listrik kepada PT PLN (Persero) yang akan dituangkan dalam Amandemen Power Purchase Agreement (PPA). serta adanya kenaikan harga baja.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 71 PLTU. Draft PPA telah dibahas dan disiapkan. sehingga Amandemen PPA dapat ditandatangani di tahun 2011. An Amendment to EPC contract for this project was signed on 3 December 2010. proyek ini mencatat perkembangan lain dengan telah ditanda tanganinya Amandemen Kontrak EPC PLTU pada tanggal 3 Desember 2010. lahan untuk pembangunan PLTU ini telah 100% dibebaskan dan disertifikasi atas nama BPI. Selain perkembangan menyangkut PPA tersebut. EMR Minister approval for the new tariff is still pending. while transmission land was 88% cleared. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM. . new electricity tariff was agreed and would be included in the Amendment to PPA between the Company and PLN. Total kebutuhan batubara kalori rendah yang akan dipasok PTBA untuk keperluan proyek ini adalah sekitar 1 juta ton per tahun. Tanjung Enim Bulan Agustus 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan dengan PLN. In August 2010. Perkembangan lainnya. Diharapkan persetujuan Menteri ESDM segera diperoleh. The ministerial approval is expected any time soon and PPA Amendment can be signed in 2011. Amandemen PPA akan ditandatangani setelah ada persetujuan Menteri ESDM mengenai Tarif Jual Beli Listrik yang baru. Draft amended PPA has been discussed and drawn up and will be signed soon after EMR Minister approves the new electricity tariff. Total low-calorie coal to be supplied by PTBA for this project is estimated at 1 million tons per annum. sedang lahan untuk transmisi telah 88% dibebaskan. Land for this TPP was 100% acquired and certificated in the name of BPI.

Pada proyek ini Perseroan menggandeng mitra strategis dari Cina (China Huadian Corporation) dan beberapa mitra nasional (PLN. under a joint venture agreement to build. This TPP project has not been approved by PTBA GMS. so negotiation on Banko Tengah TPP. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim). Pengaliran listrik dari areal proyek ke Pulau Jawa rencananya akan dilakukan melalui jaluran transmisi listrik Sumatera-Jawa. the Company estimates that the Sumatera-Java electricity inter-connection has to be finalized in 2016. Perseroan kemudian menindak-lanjuti langkah ini dengan melaksanakan tahapan persiapan pembebasan lahan. partly through undersea cables. As a follow-up the Company began preparing for land clearance. • Proyek yang tidak memerlukan Persetujuan RUPS.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 72 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report • Proyek yang belum Mendapat Persetujuan RUPS. In 2010. melalui perjanjian usaha patungan pembangunan. preparing Mining Concession area for supplying coal to TPP at an estimated volume of 10 – 12 million tons per year. Electricity distribution from the project site to Java Island is to be carried out through electric transmission line Sumatera-Java. Perseroan memperkirakan proyek yang menghubungkan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera-Jawa ini harus selesai pada tahun 2016. dengan perkiraan kebutuhan sebesar 10 – 12 juta ton per tahun. operasi dan pemeliharaan PLTU yang ditandatangani pada 2006. For selling electricity from this TPP a proposal was submitted to PLN in 2007. Perseroan bersama-sama mitra strategis juga melakukan serangkaian proses negosiasi tarif listrik (Purchase Power Agreement / PPA) dengan pihak PLN dan pembahasan skema pembiayaan proyek dengan potential lenders maupun potential insurer yang masih berlangsung hingga akhir 2009. Together with its strategic partners the Company made a series of negotiations for electricity tariff (Purchase Power Agreement / PPA) with PLN and discussed the project payment scheme with potential lenders and potential insurers continuing towards the end of 2009. Pada tahun 2010. PLN masih perlu memprioritaskan pelaksanaan program-program pemenuhan tambahan pasokan listrik bagi sistem interkoneksi Sumatera sendiri. Sumatera Selatan dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Sumatera dan Jawa. Proposal penawaran penjualan listrik dari PLTU ini telah diajukan kepada PLN pada 2007. PLN was still concentrating on increasing electricity supply to Sumatera inter-connection system. mempersiapkan wilayah khusus Kuasa Pertambangan untuk pasokan batubara ke PLTU. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk and Regental Administration of Muara Enim). Proyek PLTU ini belum mendapatkan persetujuan RUPS PTBA. Based on PLN 2010-2019 program. sebagian akan melalui kabel bawah laut. Pembangunan PLTU ini ditujukan untuk pemakaian sendiri di Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT). In this project the Company works with a strategic partner from China (China Huadian Corporation) and a few national partners (PLN. PLTU Mulut Tambang Tanjung Enim kapasitas 3x10 MW di Tanjung Enim. operate and maintain TPP signed in 2006. PLTU Mulut Tambang Banko Tengah dengan kapasitas 4x600 MW di Kabupaten Muara Enim. In March 2009 the Company entered into a TPP EPC contract with a consortium China Overseas Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd . • Projects Yet to be Approved by GMS Mine Mouth TPP Banko Tengah of 4x600 MW in Muara Enim Regency. Pada bulan Maret 2009 Perseroan menandatangani perjanjian kontrak EPC PLTU dengan Konsorsium China Overseas • Projects not Requiring GMS Approval Tanjung Enim Mine Mouth 3x10MW TPP This TPP is constructed with the purpose of meeting the needs of Tanjung Enim Mining Unit. sehingga terjadi penundaan negosiasi PLTU Banko Tengah yang produksi listriknya sebagian besar dipasok ke Pulau Jawa. South Sumatera was designed to meet electricity demand in Sumatera and Java areas. was suspended. which supplied most of its electricity to Java. Berdasarkan RUPTL PLN 2010-2019.

menjadi berbasis listrik. chimney.65% was completed. Hingga akhir 2010. Sedangkan pekerjaan yang sedang berlangsung antara lain mencakup : penyelesaian pekerjaan Cooling Tower. Breakdown of work accomplished included detailed design. the Company invited tenders for EPC contractor. Until end of 2010. The completion of all TPP projects will secure annual sales of 14 million tons low-calorie coal from Tanjung Enim and Peranap areas.Ltd in Huangzhou. pondasi lainnya. DM Water. This TPP is fueled by waste coal which has never been utilized. Pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 8 MW ini juga ditujukan untuk keperluan sendiri. After appointing Technical Consultant in 2008 and obtaining the Commissioners’ approval in August 2009. DM water.#3. Adapun rincian pekerjaan yang telah dilaksanakan mencakup: detail desain. dry coal shed. Work in progress included cooling tower.#2 dan Main Power House (MPH) dan pengawasan kegiatan EPC Kontraktor. construction ad erection of boiler and ESP No. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi kegiatan penambangan batubara melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM. chimney. konstruksi dan erection i boiler dan ESP No. yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. major equipment base. Selain itu diputuskan Black and Veatch International sebagai Konsultan Supervisi Pekerjaan EPC. terutama mendukung kebutuhan operasional Perseroan di pelabuhan Tarahan. Setelah pada 2008 menunjuk Konsultan Teknis dan mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada Agustus 2009. kemajuan pembangunan PLTU Tanjung Enim telah mencapai + 85.65%.Ltd di Huangzhou. the construction was +85. – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. China.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 73 Penyelesaian seluruh proyek PLTU akan menjamin pemasaran 14 juta ton/tahun batubara kalori rendah dari areal sekitar Tanjung Enim dan Peranap. shipment peralatan utama. other foundation work. PLTU Paket untuk Pelabuhan Tarahan. major equipment shipment. konstruksi dan erection boiler dan ESP No. 3. Black and Veatch International was assigned as Consultant for supervising the EPC work. particularly to support the Company’s operations in Tarahan port. pondasi peralatan utama. When completed this project will support coal mining efficiency program by shifting fuel-based to electricitybased energy consumption as fuel price is beyond the Company’s control. Packet TPP for Tarahan Port This 2x8MW TPP is also designed to meet the Company’s own needs. Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. PLTU ini menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfa’atkan. China. Dry Coal Shed. . 2 and main power house (MPH) as well as overseeing EPC contractor work. construction and erection of boiler and ESP No. Perseroan telah menindak lanjuti rencana ini dengan melakukan proses tender kontraktor EPC.

Salah satu alternatif diversifikasi usaha dalam memanfaatkan sumber daya Perseroan yang berlimpah adalah pengembangan Coal Bed Methane (CBM) di wilayah Tanjung Enim. Perseroan juga melakukan pengembangan usaha yang bertujuan untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan. At the end of 2010. Perseroan masih dalam proses pembahasan jual beli listrik dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu. Hingga akhir 2010. the Company was still negotiating electricity selling tariff with the Local Administration of Indragiri Hulu Regency. One alternative of business diversification in taking advantage of the abundant reserves was developing Coal Bed Methane (CBM) in Tanjung Enim. Melalui pembangunan PLTU berkapasitas 2x10 MW ini. Until end of 2009. 27.5% and Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd 45%. PENGEMBANGAN COAL BED METHANE (CBM) Selain berbagai upaya peningkatan produksi dan efisiensi proses penambangan. the Company also made business expansion to strengthen its foundation.5 % (through subsidiary. Pembangunan PLTU akan dilakukan secara paralel dengan pengembangan tambang Peranap Sampai akhir 2009.5 % (melalui anak perusahaan Perseroan.5% dan Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd 45%. Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Pelabuhan Tarahan telah ditunjuk dan dilanjutkan dengan proses CDA (Contract Discussion Agreement) dan pembahasan kontrak. Negotiation on electricity selling price with PLN and Indragiri Hulu Regental Administration. bekerjasama dengan PT Pertamina Hulu Energi (melalui PT PHE Metra Enim) dan Arrow Energy Indonesia (melalui Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd). PT PHE Metra Enim. Proses pembahasan jual beli listrik baik dengan PLN WRKR maupun dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu yang diwakili oleh Perusda Inhu juga masih berlangsung. an EPC contractor was appointed and Contract Discussion Agreement (CDA) was discussed. diharapkan Perseroan dapat memanfaatkan batubara kalori rendah untuk mewujudkan komitmen pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat setempat. Sedangkan Konsultan Pengawas (Supervisi) telah dilakukan pelelangan dan sedang dalam proses penunjukan pemenang. Peranap Mine Mouth 2x10MW TPP in Indragiri Hulu Riau The idea of building this project started in 2008 after conducting studies in TPP construction and mine development in Peranap Mining Concession area. A bid for Contractor Overseer was opened and the winner had yet to be decided. PT PHE Metra Enim 27. The construction of TPP of this capacity should enable the Company to make use of low-calorie coal to meet the electricity needs of local community. PT Bukit Asam Metana Enim). . represented by Indragiri Hulu Regental Company.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 74 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Hingga akhir 2010. Construction will be parallel to the development of Peranap mine. PLTU Mulut Tambang Peranap kapasitas 2x10 MW di Kabupaten Indragiri Hulu Riau Gagasan pembangunan proyek ini telah dimulai sejak 2008 dengan pelaksanaan studi pembangunan PLTU dan studi pengembangan tambang wilayah Kuasa Pertambangan Peranap. 27. The strategy adopted was business diversification to improve added value. PT Bukit Asam Metana Enim). the tender for EPC Contractor of Peranap TPP Construction failed as the number of participants (only two) was below requirement. in collaboration with PT Pertamina Hulu Energi (through PT PHE Metra Enim) and Arrow Energy Indonesia (through Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd). dengan struktur kepemilikan PTBA. Strategi yang diterapkan adalah dengan melakukan diversifikasi usaha guna meningkatkan nilai tambah. Proses Pelelangan Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Peranap mengalami batal tender karena tidak memenuhi syarat jumlah peserta yang hanya diikuti oleh 2 peserta. DEVELOPMENT OF COAL BED METHANE (CBM) Besides various efforts to boost production and improve mining efficiency. was still in progress. Ownership composition is PTBA 27. At the end of 2010.

PT Pertamina EP has full drilling and seismic data while Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd is experienced in CBM gas development in Australia.8 .8 – 2. mengingat PTBA sudah memiliki data geologi batubara yang lengkap.8-2. Upaya Kelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) telah diperoleh dan sampai dengan akhir tahun 2010 telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi di Wilayah Kerja Tanjung Enim. The exploration indicated a CBM content of 0.6 trilliun cubic feet (TCF). Currently negotiation for Joint Operation Agreement is under way among the parties. Penandatanganan PSC untuk proyek ini telah dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2009 antara para pihak dengan BPMigas dengan komposisi para pihak 45% dan BPMigas 55% dan berlaku selama 30 tahun. PENGEMBANGAN ANGKUTAN LAUT BATUBARA Dengan mempertimbangkan semakin meningkatnya permintaan batubara domestik maupun global. Work Program & Budget dan Rencana Penempatan Tenaga Kerja (RPTK) telah disetujui oleh BPMIGAS. The Company is optimistic that this project can be accomplished sooner than originally planned. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan angkutan laut tersebut akan dapat menunjang kinerja Perseroan DEVELOPMENT OF COAL SEA TRANSPORT To respond to the increasing coal demand in domestic and overseas market.6 trillion cubic feet (TCF). The Production Sharing Contract (PSC) for this project was entered into on 4 August 2009 between the parties and BPMigas with a composition of the parties 45% and BPMigas 55%. CBM content in this area will be exhausted within minimum 40 years. PT Pertamina EP memiliki data bor dan seismik yang lengkap sementara Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM di Australia. considering PTBA has full coal geology data.6 trillion cubic feet (TCF) Kandungan CBM di Tanjung Enim berjumlah antara 0. valid for 30 years.6 trillion cubic feet (TCF) CBM content in Tanjung Enim is 0. Perseroan kemudian melaksanakan studi kelayakan yang lebih komprehensif pengembangan angkutan laut batubara.2. the Company made a more comprehensive feasibility study of coal sea transport development. Work Program & Budget and Manpower Placement Plan was approved by BPMIGAS. The study showed that sea transport development would support the Company’s performance as it could reduce dependence on 0. In July 2008 exploration was commenced by designating drilling site to extract CBM gas sample in Tanjung Enim.8-2.6 trillion cubic feet (TCF) . Indikasi awal dari proses eksplorasi tersebut menunjukkan kandungan CBM antara 0. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat dari perkiraan awal.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 75 Mulai Juli 2008 tahap eksplorasi telah dilaksanakan melalui penentuan lokasi bor bagi pengambilan sample gas CBM Tanjung Enim. Saat ini sedang dalam proses negosiasi Joint Operation Agreement antara para pihak. Environmental Management Action (UKL) and Environmental Monitoring Action (UPL) permits were obtained and at end 2010 preparation for exploration drilling in Tanjung Enim was in progress.8-2. Dengan perkiraan produksi sebesar 50 juta kaki kubik gas per hari (50 MMSCF/day) maka kandungan CBM di areal ini akan habis minimal dalam waktu 40 tahun. At an estimated production of 50 million cubic feet of gas per day (50 MMSCF/day).

and to write up the strategic plan in 2010. meningkatkan posisi tawar dan mempermudah pendistribusian batubara. improve bargaining position and facilitate coal distribution. other companies’ transport. In July 2009. the Company obtained the Commissioners’ approval to develop coal sea transport to be followed up by preparatory measures to establish subsidiary company in coal sea transport. Bulan Juli 2009.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 76 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report karena mampu mengurangi ketergantungan angkutan pada perusahaan lain. Pelabuhan Tarahan . Perseroan mendapatkan persetujuan Komisaris untuk mengembangkan angkutan laut batubara yang ditindak-lanjuti dengan langkah-langkah persiapan bagi pendirian anak perusahaan angkutan laut batubara dan penyusunan Rencana Strategis Pendirian anak perusahaan di tahun 2010.

In Indonesia’s mostly open pit coal mining. seperti banyak dilakukan di China. poor ventilation shaft will trap this gas in mining area below. Pemanfaatan gas CBM umumnya digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga gas. selanjutnya gas dapat keluar dari batubara melalui cleat dan rekahan untuk dialirkan ke permukaan. Pada proses tambang dalam. pengupasan over burden yang dilakukan membuat kandungan CBM ini terbuang ke atmosfir dengan percuma dan menjadi salah satu unsur gas perusak lapisan ozon. Di Indonesia pemanfaatan CBM sebagai PLTU tenaga gas telah diaplikasikan di Kalimantan. • Coal Bed Methane (CBM) is methane gas (CH4) that is naturally formed together with traces of other hydrocarbon and non-hydrocarbon gases (85%-99% methane). dimana air akan dipompa keluar dari lapisan batubara melalui proses pemompaan (dewatering). Cara Produksi CBM     . untuk gas perumahan serta sebagai bahan baku pembuatan pupuk urea. • • In deep mining. Pada konsentrasi tertentu. as mostly done in China. dengan menimbulkan ledakan. gas ini akan terbakar. CBM umumnya diproduksi melalui lubang bor (exploitation hole). daerah penambangan batubara Sangatta.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 77 Apa itu CBM? • What is CBM? • • • • • • Coal Bed Methane (CBM) merupakan gas metana (CH4) yang terbentuk secara alami bersama dengan sejumlah kecil kandungan gas hidrokarbon dan non-hidrokarbon lainnya (85-99% metana). found in coal layer resulting from chemical and physical processes. Manfaat Bagi PTBA • • • • Memberikan nilai tambah bagi Perseroan berupa sumber pendapatan baru. Berpartisipasi pada upaya penurunan emisi gas penyumbang kerusakan lapisan ozon. saluran ventilasi yang kurang baik akan membuat gas ini ”terperangkap” pada areal penambangan dibawah tanah. yang terkandung di dalam lapisan batubara sebagai hasil dari proses kimia dan fisika. overburden scraping wastes CBM content to the atmosphere to become a destroyer of ozone layer. sehingga tekanan hidrostatik akan menurun. Meningkatkan keamanan proses penambangan apabila Perseroan merealisasikan rencana tambang dalam. Eksplorasi CBM dilakukan melalui teknik pemboran core hole & gas sampling dan proses Geologi & Geofisika. Dalam penambangan batubara di Indonesia. yang umumnya dilakukan secara open pit. Eksploitasi CBM tidak berdampak pada proses produksi batubara saat ini.

RISK DAN RISK MANAGEMENT The Company steps up the function of Risk Management to identify and mitigate various risks with potentials to constrain the Company from reaching its target. sistematis serta berulang untuk meningkatkan kinerja pengelolaan risiko perusahaan yang berkelanjutan (continous improvement).LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 78 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO Perseroan mengoptimalkan peranan Manajemen Risiko untuk melakukan identifikasi dan mitigasi atas berbagai risiko yang dihadapi dan berpotensi menghambat pencapaian target Perseroan. Management Risk process in the Company is a structured. Proses ini mengacu pada pedoman manajemen risiko AS/NZ 4360 seperti digambarkan pada bagan berikut. Hasil identifikasi kemudian dimitigasi dan ditindak lanjuti dengan langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai perkembangan kondisi lingkungan usaha yang bisa berdampak negatif. systematical and recurring process for continuous improvement of the Company’s performance. This process is based on AS/NZ 4360 risk management guide as depicted in the following chart. Proses Manajemen Risiko Perseroan merupakan suatu proses terstruktur. MEMBUAT KONTEKS Establish the Context KOMUNIKASI & KONSULTASI Communication & Consultation Identify Risks ANALISIS RISIKO Analyse Risks EVALUASI RISIKO Evaluate Risks MEMPERLAKUKAN RISIKO Treat Risks PEMANTAUAN & PENGKAJIAN IDENTIFIKASI RISIKO Penilaian Risiko Risk Assessment Monitor & Review . Risks identified are then mitigated and followed-up with anticipatory measures to address detrimental business condition.

. yang mengacu pada standard terakreditasi AS/NZ 4360 untuk meningkatkan pengelolaan risiko perusahaan secara berkelanjutan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 79 Proses Pembubutan di Area Workshop Sosialisasi dan implementasi aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi”. Socialization and implementation of “Integrated Corporate Risk Management Guide” under accredited AS/NZ 4360 standard to improve the Company’s ongoing risk management.

yakni: Based on the result of continued risk identification process since 2006. Perseroan telah merumuskan daftar 37 risiko yang harus dipantau secara rutin dan berkesinambungan untuk kemudian dilakukan langkah mitigasinya. the work of risk management system was focused on intensifying the performance and improving the quality of risk management to support the Company in its performance. Developing Business Continuity Management backed by Business Continuity Plan. Strategi umum yang diterapkan dalam pengelolaan risiko ini adalah: • • • • Mengintegrasikan seluruh proses bisnis ke dalam proses manajemen risiko. Intensifying risk awareness process in all components of the Company. General strategy adopted in risk management includes: • • • • Integrating the whole business process into risk management process. 1 RISIKO MUTU Quality RISIKO ANGKUTAN KA Railway RISIKO HUKUM Legal issue RISIKO ASET Asset RISIKO LAHAN Land RISIKO POMPA Pump RISIKO KONTRAKTOR Contractor RISIKO SI SI 9 RISIKO PERSAINGAN Competition 17 RISIKO EKSPLORASI Exploration RISIKO INVESTASI Investment RISIKO NILAI TUKAR Exchange rate RISIKO KENAIKAN BIAYA OPERASI Operating cost 25 RISIKO KOMODITAS Commodity RISIKO TRANSAKSI STRATEGIS Strategic transaction RISIKO PENGADAAN Procurement RISIKO SOSIAL Social issue RISIKO KREDIT (KBL) Loan/credit 33 RISIKO DEMURRAGE Demurrage RISIKO PROYEK Project RISIKO PASAR 2 10 RISIKO SDM Manpower RISIKO BBM Fuel RISIKO ALAT Equipment RISIKO CHF CHF RISIKO SAFETY Safety RISIKO LINGKUNGAN Environment 18 26 34 3 11 19 27 35 Market 4 12 20 28 36 RISIKO STRIPPING RATIO Stripping ratio 5 13 21 RISIKO DOKUMEN Document RISIKO PAJAK Tax RISIKO HUBUNGAN INVESTOR Investor relations 29 37 FRAUD & CORRUPTION Fraud and corruption 6 14 22 30 RISIKO STAKEHOLDER Stakeholders 7 15 23 31 RISIKO KOLEKTIBILITAS Receivables turnover 8 16 RISIKO ANGKUTAN TONGKANG Barge transportation 24 RISIKO TDL Quality Risk 32 RISIKO FLUKTUASI Cash movement .LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 80 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Selama tahun 2010. Pembaruan Risk Register secara konsisten melalui pemantauan risiko secara terus menerus Peningkatan kompetensi dan pengetahuan personil yang bertanggngung jawab dalam pengelolaan Risk Management baik melalui seminar maupun pelatihan Pengembangan Business Continuity Management yang didukung oleh Business Continuity Plan In 2010. Upgrading the competence and knowledge of personnel responsible for Risk Management through seminars and training classes. fokus kerja sistem manajemen risiko adalah semakin meningkatkan intensitas dan kualitas pengelolaan risiko untuk menjamin peningkatan kinerja Perseroan. • • Berdasarkan hasil identifikasi risiko yang dilakukan secara berkesinambungan sejak 2006. Consistently updating Risk Register by continuous risk monitoring. the Company has compiled a list comprising 37 risks that should be routinely monitored to be followed by mitigating steps as follows. Intensifikasi risk awareness process pada seluruh komponen Perseroan.

yaitu: • Risiko Eksternalitas. Dari 37 jenis risiko tersebut ada beberapa risiko yang sangat diperhatikan karena level risikonya yang tinggi (high) dan sangat tinggi (extreme) yaitu: Risiko Hukum . yaitu risiko yang diakibatkan oleh faktor-faktor eksternal. human error and system failure. Risiko Sistem Informasi. Risiko Project dan Risiko CHF. risiko sosial dan risiko dokumen. caused by inadequacy or dysfunction of internal process. exchange rate and commodity price risks. Included in this category are market. This category includes tax. social and document risks. commodity. Risiko Fluktuasi Kas. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko proyek. risiko nilai tukar dan risiko harga komoditas. Included in this category are legal. Risiko Lahan. These categories are Extreme Risk. Risiko Strategis. They are legal. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pasar. Risiko Pasar. pump. caused by unsound strategy and business decision making. environment. cash movement. caused by external factors. Included in this category are project. market. Perseroan kemudian membagi lagi risiko tersebut kedalam beberapa kategori sebagai acuan dalam pengendalian risiko. Kategori tersebut adalah: Berisiko Sangat Tinggi (Extreme Risk). manpower. yaitu risiko terjadinya kerugian akibat pergerakan variabel pasar produk Perseroan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 81 Secara garis besar tiga puluh tujuh risiko tersebut dapat dibagi menjadi lima kelompok. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini antara lain risiko mutu produksi. risiko fluktuasi kas dan risiko kredit. This category includes the risks of product quality. • • Strategic Risks. Risiko Operasional. contractor. risiko SDM. yaitu risiko yang disebabkan oleh ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal. risiko lingkungan. risiko hubungan investor. yaitu risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan pelaksanaan strategi yang tidak tepat. fatal accident. The Company spreads the risks into several categories as guidance in risk management according to the effect they impose. Risiko Kontraktor. caused by fluctuations of the Company’s financial target or monetary measures due to macro variable changes. kesalahan manusia dan kegagalan sistem. risiko pompa. exchange rate. risiko kontraktor dan risiko fraud and corruption. information system. cash movement and credit risks. project and CHF risks. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko hukum. procurement. The 37 risks are classified into five groups: • External Risks. Risiko Mutu. . • • Operational Risks. High Risk. Risiko Pasar. Risiko Pengadaan. stakeholder. risiko stakeholder. Risiko Investasi. land. Medium Risk and Low Risk. investment. investor relations. quality. serta pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat. sesuai dengan dampak yang ditimbulkannya. • • Market Risks. • • Financial Risks . strategic transaction and investment risks. risiko transaksi strategis dan risiko investasi. Risiko Kecelakaan Fatal. receivables turnover. caused by market variable movement of the Company’s product. Risiko Nilai Tukar. risiko kolektibilitas piutang. yaitu risiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi target keuangan atau ukuran moneter perusahaan. Risiko Keuangan. yang diakibatkan karena gejolak beberapa variabel makro. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pajak. contractor and fraud & corruption. Some of the 37 risks are high and extreme risks that need to be closely watched. Berisiko Sedang (Medium Risk) dan Berisiko Rendah (Low Risk). Berisiko Tinggi (High Risk). Risiko Komoditas .

Perseroan juga terus melaksanakan sosialisasi dan menerapkan aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi”. besides identifying fraud and corruption risks and devising mitigation measures. yang mengacu pada standard As/NZS 4360:2004 keseluruh unit fungsional terkait. selain mulai mengidentifikasi dan menyusun langkah-langkah mitigasi risiko fraud and corruption. Risiko yang telah ditindak lanjuti adalah risiko hukum. Identifikasi dan mitigasi kelompok risiko kategori extreme risk dan high risk sebagai prioritas penanganan dan penanggulangan risiko. the Company took care of the high risks identified. The “Integrated Corporate Risk Management Guide” under AS/NZ 4360:2004 standard was disseminated to all functional units for implementation.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 82 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Pada tahun 2010. . the Company evaluated and mitigated all risks with detrimental potentials. mapping. The Guide contains information on the mechanism of measuring. on the subject of conversion from MC to MBL. Perseroan menindak lanjuti hasil mitigasi atas jenis risiko tinggi yang diidentifikasi. all work units are expected to understand the risk management as an early warning system to minimize risks and their effect on the overall performance. Extreme and high risks were mitigated. sehingga terjadi perubahan status dari risiko-risiko dimaksud. The Company finalized this permit issue and converted its concession to MBL (Mining Business Licence). Mitigasi atas risiko langsung dilakukan terhadap risiko-risiko yang tergolong extreme dan high risk. yakni perubahan KP menjadi IUP. Sepenjang tahun 2010 Perseroan telah melakukan pengkajian dan melakukan mitigasi atas seluruh risiko-risiko yang akan atau kemungkinan besar memberi dampak negatif terhadap operasional. dan merubah izin pengelolaan wilayah konsesinya menjadi IUP. The risk mitigated was legal risk associated with the implementation of Mineral and Coal Law No. During 2010. 4/2009. Perseroan telah menyelesaikan masalah perizinan ini. In 2010. penanggulangan dan pelaporan risiko. Melalui penerapan atas pedoman pengenalan dan langkah mitigasi risiko tersebut. and their risk level was lowered. diharapkan seluruh satuan kerja dapat memahami pengelolaan risiko yang ada di unit-unit kerja serta menganggapnya sebagai early warning system dalam meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya terhadap jalannya usaha Perseroan. Identification and mitigation of extreme and high risks are the priority of risk management. handling and reporting risks. pemetaan. Pedoman tersebut mencakup informasi mengenai mekanisme pengukuran. terkait pemberlakuan Peraturan Pelaksanaan dari UU no 4 tentang Minerba tahun 2009. By using the guide to take risk mitigation measures.

• Harga jual ekspor sesuai index harga internasional. disajikan dalam tabel berikut.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 83 Perubahan dan mitigasi atas beberapa risiko dimaksud. DAMPAK IMPACT Mutu produk menurun /berkurang Mutu produk menurun /berkurang LANGKAH MITIGASI MITIGATION MEASURES • Penilaian kinerja rutin • Pemeriksaan peralatan • Pengawasan dengan efektif • Routine performance evaluation • Equipment control • Effective supervision STATUS RISIKO RISK LEVEL Membaik. • Harga jual ekspor sesuai index harga internasional. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Meningkat. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Risiko kenaikan biaya operasi Higher operating costs Risiko kolektibilitas Receivables turnover Profit margin turun Lower profit margin • Monitoring biaya • Pelaksanaan program efisiensi • Cost control • Efficiency drive • Penagihan piutang secara intensif • Implementasi sangsi denda dalam kontrak • Intensive collection of receivables • Imposing penalty sanction • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut. low reputation Risiko masih berada pada level medium. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Membaik. menjadi risiko menengah Improved from extreme to medium risk Risiko Angkutan Tongkang Barge transportation Biaya angkut tongkang meningkat. higher production cost per ton Risiko komoditas Commodity Rendahnya harga jual batubara perseroan Low coal selling price • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak. • Seleksi ketat calon pembeli • Kerjasama erat dengan pelabuhan tujuan agar angkutan tongkang dapat sandar tepat waktu. • Penggalian sesuai sekuen penambangan. dari risiko rendah menjadi risiko menengah Worsened from low to medium risk Meningkatnya stripping rasio Lower cash position. • Close cooperation with port of destination so barge can moor on time • Sales and delivery term in contract to suit mooring and unloading capacity of receiving jetty Risiko berhasil diturunkan kembali dari jenis risiko ekstrem. • Seleksi ketat calon pembeli • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak. lower loan repayment Risiko stripping rasio Stripping ratio Meningkatnya biaya produksi per ton Higher stripping ratio. • Penggalian sesuai sekuen penambangan. • Penjualan berbasis product driven Membaik. late delivery. keterlambatan pengiriman. JENIS RISIKO TYPE OF RISK Risiko Kontraktor Contractor The following table describes the mitigation measures and risk level changes. penurunan reputasi Higher barge charges. • Penetapan kontrak penjualan dan pengiriman disesuaikan dengan kemampuan sandar dan bongkar muat jetty pihak penerima. dari sebelumnya berada pada level rendah Worsened from low to medium risk . • Penjualan berbasis product driven • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut. termasuk upaya mitigasi yang dilakukan.

.84 PT Bukit Asam Tbk. Creating a safe and healthy working environment.Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Unit Pemadam Kebakaran PT Bukit Asam Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat melalui pelatihan setiap unit kerja agar sadar risiko kecelakaan kerja dan penyediaan peralatan keselamatan kerja yang memadai sebagai wujud pertanggung-jawaban Perseroan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. training each work unit to be occupational risk conscious and providing adequate work safety appliances are the Company’s responsibility to the surrounding environment and community.

Pertemuan rutin bertujuan mengingatkan semua pihak agar tetap melaksanakan segala ketentuan yang berkaitan dengan K3. dengan tujuan memotivasi pegawai dalam semua jenjang manajerial (dimulai dari lini manajemen) untuk menumbuhkan perhatian dan perilaku yang mendahulukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. the Company has routinely held safety committee meetings with work units and working partners or mining contractors. Untuk mendapatkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang maksimum. yakni “Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tanggung jawab semua pihak. to encourage awareness of WSH aspect. The Company and related parties are determined to create a healthy. Sejak Juli 2010. The implementation of such standard was followed by the adoption of Contractory Safety Management System (CSMS) designed to monitor the performance of the Company’s work units and its working partners or third party contractors in implementing WSH Management Standard. Perseroan melaksanakan 3 langkah strategis terkait dengan K3. as follows: . Perseroan secara rutin melaksanakan pertemuan safety committee baik dengan unit-unit kerja terkait maupun dengan mitra kerja/kontraktor penambangan. The outcome of the program was 264 people were certificated. In 2010. dalam menerapkan SMK3. yakni: • Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia berbasis K3. Perseroan sejak 2007 menerapkan perluasan Standar Manajemen K3 (SMK3) dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan pada tahun 2008 juga menerapkan sistem standar K3 dari OHSAS 18001:2007. bebas cidera dan melakukan kegiatan operasional sesuai kaidah yang berlaku”. Perseroan telah mengintegrasikan semua sistem operasional ini kedalam Bukit Asam Management System (BAMS). injury-free working environment and operates by nomal operating standards” In a bid to meet maximum work safety and health standard. Routine meetings are meant to remind all parties to adhere to all WSH regulations. the Company integrated all operating systems into Bukit Asam Management System (BAMS). According to the required implementation of WSH standard. Sesuai dengan standar penerapan K3 yang disyaratkan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 85 PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA PERLINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Perseroan telah menetapkan kebijakan mendasar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. and in 2008 adopted WSH standard OHSAS 18001:2007. oleh sebab itu Perseroan bersama pihak terkait bertekad menciptakan lingkungan kerja yang sehat. the Company took three strategic steps in relation to WSH: • WSH-based human resource development for mining employee certification aimed at motivating employees of all managerial levels (from line management). terdiri dari: WORK SAFETY. In July 2010. Hasil yang dicapai sebanyak 264 orang telah tersertifikasi. dengan standarisasi atau sertifikasi pegawai tambang. untuk menjamin kualitas pelaksanaan K3 diwilayah operasionalnya. HEALTH AND ENVIRONMENTAL CONSERVATION WORK SAFETY AND HEALTH The Company sets a basic work safety and health (WSH) rule: “Work safety and health are the responsibility of all people. to guarantee the quality of WSH practice in its operating areas. Di tahun 2010. in 2007 the Company implemented Work Safety and Health Management Standard laid down by the Department of Manpower and Transmigration. Pemberlakuan ketentuan tersebut kemudian diikuti dengan pelaksanaan contractory safety management system (CSMS) yang ditujukan untuk mengetahui kinerja satuan kerja di lingkungan Perseroan dan mitra kerja atau kontraktor pihak ke tiga.

TUV NORD Indonesia. 05/ Men/1996 was conducted at Tanjung Enim Mining Unit by an independent certification institution. Hasil yang dicapai sebanyak 28 unit telah tersertifikasi. • Improving worthiness of production equipment and mine auxiliaries for equipment certification to guarantee that equipment are safe to use according to WSH standard. Pada tahun 2010 Perseroan juga melakukan audit eksternal Surveilance OHSAS 18001:2007 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent TUV NORD Indonesia. The result was 28 units were certificated (21 loaders. according to OHSAS 180001:2007 certification. Another WSH Management Standard external audit based on Manpower Minister Regulation No. . dan sebanyak ± 956 unit (Dump truck & alat berat) telah diberi tanda ijin operasi oleh KTT. instalasi listrik (3 unit). 4 pressure vessels. • • Inserting WSH aspect in pre-qualification process of mining contractor candidates in implementing Contractor Safety Management System (CSMS) to discover partners’ performance in observing WSH Management System. Untuk memastikan bahwa semua pihak terkait benar-benar melaksanakan segala ketentuan terkait dengan SMK3. terdiri dari pesawat angkat angkut (21 unit). PT Sucofindo. 3 electrical installations) and +956 units (dump truck and heavy equipment) were labeled operating permit by KTT. bejana tekan (4 unit). Dari kedua audit tersebut didapatkan hasil “tidak ada temuan Mayor”. dengan standarisasi atau sertifikasi peralatan/unit.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 86 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report JENIS SERTIFIKASI Pengawas Operasional Utama Pengawas Operasional Madya Pengawas Operasional Pertama Ahli K3 Umum Manajemen Perawatan Tambang Perencanaan Tambang Terbuka Operasi Penambangan Inspeksi K3 Operator Pesawat Angkat Angkut Juru ledak kls II Proteksi Radiasi 2009 5 33 68 1 0 0 0 0 19 0 0 2010 1 33 74 1 4 2 2 2 14 4 1 TOTAL 6 66 142 2 4 2 2 2 33 4 1 CERTIFICATION Chief Operations Supervisor Middle Operations Supervisor First Operations Supervisor General WSH Expert Mine Maintenance Management Open Mine Planning Mining Operation WSH Inspection Loader Operator Explosives Expert Class II Radiation Protection • Peningkatan Kelaikan Peralatan Produksi dan Penunjang tambang. The findings revealed that there were no major threats. To ensure all parties concerned really observe WSH Management Standard. in 2010 the Company conducted external surveillance audit at Tanjung Enim Mining Unit in cooperation with an independent certification institution. Selain itu melakukan Audit Eksternal Sertifikasi SMK3 berbasis Permenaker 05/Men/1996 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent PT. Sucofindo. Memasukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam perencanaan prakualifikasi calon kontraktor penambangan pada penerapan program Contractor Safety Management System (CSMS) dengan tujuan mengetahui kinerja kontraktor/mitra kerja pada perseroan dalam penerapan SMK3. dengan tujuan peralatan/unit dijamin aman dipergunakan sesuai kaidah keselamatan dan kesehatan kerja.

. ante non molestie congue. Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran telah melakukan kegiatan antara lain : • • • Evakuasi korban gempa bumi di Mentawai. Although mainly responsible for the Company’s internal purposes. Maecenas congue. WSH management that was consistently implemented by the Company and all personnel successfully brought the year 2010 to an end with only one fatal occupational hazard. As a reflection of its concern for the local community. in 2010 the Fire and Accident Control Team provided assistance in the following areas: • • • Evacuating earthquake victims in Mentawai. consisting of accidents resulting in lost workdays or causing injury to five persons (one fatality. To control work accident risks. Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Unit Pertambangan Tanjung Enim yang bertugas untuk mengorganisasikan dan mengendalikan kegiatan Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran. 2 orang kategori kecelakaan berat & 2 orang kategori kecelakaan ringan) dan kecelakaan yang tidak mengakibatkan kehilangan hari kerja / non injury sebanyak 17 orang. Manajemen K3 yang secara konsisten diterapkan oleh Perseroan dan segenap insan perusahaan membuat tahun 2010 berhasil dilalui dengan hanya mencatat 1 kecelakaan yang termasuk kategori fatal. Tim ini juga dimungkinkan bertugas di luar lokasi tambang Perseroan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. Mengatasi terjadinya risiko Kecelakaan Kerja. massa. two serious injury and two minor injury) and accidents that caused no lost workdays or no injury 17 persons. this Team is also available to help people outside the mining compound as corporate social responsibility duty. Controlling fire in local residential areas.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 87 Komitmen Perseroan dalam melaksanakan K3 ditunjukkan dengan keberhasilan audit pelaksanaan K3 berdasarkan sertifikasi OHSAS 180001: 2007 dan berdasarkan Permenaker 05/Men/1996. Evakuasi korban gunung Merapi di Jogjakarta. Penanggulangan kebakaran pemukiman penduduk. Sekalipun pada dasarnya bertugas di lokasi tambang yang merupakan kegiatan internal perusahaan. Total kecelakaan tambang yang terjadi pada tahun 2010 berjumlah 22 orang. porta non est. the Company forms Fire and Accident Control Team under the coordination of Work Safety & Health and Environment Work Force of Tanjung Enim Mining Unit. faucibus eget congue ac. tasked to organize and control fire and accident handling activities. Perseroan telah membentuk Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran yang berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Keselamatan. Sebagai wujud kepedulian terhadap komunitas sekitar. Curabitur neque risus. sepanjang tahun 2009. E va c u a t i n g v i c t i m s o f M t . Suspendisse vel elementum nisi. Ut sed dapibus nibh. Mining accidents that occurred in 2010 involved 22 persons. M e ra p i e r u p t i o n i n Jogjakarta. Nunc accumsan consequat urna vitae sagittis. terdiri dari kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja / injury sebanyak 5 orang ( 1 orang kategori Fatal.

05/Men/1996. the health of employees and their family also gets the Company’s attention as ruled by the law. unit pertambangan Tanjung Enim menerima penghargaan : • Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan dengan Katagori “Pratama” yaitu perusahaan yang baik dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan perusahaan pertambangan yang mempunyai pegawai diatas 1. Selain pemeriksaan berkala. Atas usaha-usaha/ kinerja dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan maka pada tahun 2010. seperti diamanatkan peraturan perundangan yang berlaku.000 orang. Perseroan juga memperhatikan kesehatan para pegawai maupun keluarga mereka. (Further discussion on WSH is provided in PTBA 2010 Sustainability Report under the same title).000 people. as well as prevention and control of PAK. The Company provides health-related education. konseling. dengan judul bab sama). Selain itu RS. • • (Uraian lebih lengkap Mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. pelatihan. Bukit Asam. training and counselling. 1/1970. . The hospital also extends companypaid healthcare to employees and their family. Periodic medical check-ups are provided and health consciousness is enhanced. Golden Flag Award for WSH Management Standard implementation under Manpower Minister Regulation No. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berbasis Permenaker 05/Men/1996 dengan predikat ”Bendera Emas” dengan pencapaian 91% dari pemenuhan 166 kriteria audit. PAHK and other serious diseases.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 88 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Selain Keselamatan Kerja. For its effort in managing work safety and health. the Company provides yearly medical check-ups for employees conducted by Bukit Asam Hospital. In addition to work safety. Bukit Asam juga melayani pemeriksaan kesehatan lainnya & pengobatan kepada karyawan & keluarga karyawan atas tanggungan perusahaan dan melayani pemeriksaan dan pengobatan masyarakat sekitar dengan biaya yang disubsidi oleh perusahaan. pencegahan dan pengontrolan terhadap risiko terjangkitnya PAK. in 2010 the Company through Tanjung Enim Mining Unit was awarded with: • Pratama Award for Mining Work Safety and Health. serta penyakit serius lainnya. Perseraon melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap karyawannya minimal 1 tahun sekali. PAHK. Sesuai dengan peraturan (UU no.1 th 1970). Perseroan melakukan kegiatan peningkatan kesadaran akan kesehatan kerja. as well as subsidized medical care to the local community. di PTBA pengelolaan pemeriksaan kesehatan berkala karyawan dilakukan oleh RS. signifying successful WSH management in a mining company employing more than 1. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan. untuk menjaga kesehatan para pegawai. fulfilling 91% of 166 audit criteria. In accordance with Law No.

Penanganan korban di Rumah Sakit Tanjung Enim 3. Petugas Rescue PT Bukit Asam 2. Fasilitas operasi mata katarak di Rumah Sakit Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 89 2 1 3 1.

every step in the field is taken with due respect to the provisions in AMDAL. pelestarian dan perlindungan lingkungan. Based on the system. The preparation of this document is to comply with Energy and . restoring. terpelihara dan selalu melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan untuk memperoleh hasil yang maksimal”. yakni Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan. and continuously improves its system to reach a maximum result. Perseroan senantiasa peduli terhadap lingkungan baik secara fisik maupun sosial sehingga menjadi bagian integral dari lingkungan global dalam melakukan pencegahan. Perseroan menjalankan amanah peraturan sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Lingkungan No. The Company complies with environmental regulations and implements a consistent.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 90 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report PERLINDUNGAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan operasionalnya dengan kepatuhan penuh terhadap standar-standar manajemen pengelolaan lingkungan yang berlaku secara universal. documented. and continued environmental management system. The Company’s commitment to protect the environment is elaborated in its Environmental Policy: ”The Company takes care of the physical and social environment in which it operates by preventing. audit lingkungan. conserving and protecting the environment. dituangkan dalam Kebijakan Lingkungan yakni: ”Dalam menjalankan kegiatan usahanya. 32/2009 regarding environmental protection and management. The success of these programs implementation is measured by meeting a series of Environment Quality Standard parameters adjusted to the central/local government regulations or accreditation standards applied. terdokumentasikan. performance evaluation of the environment and study of basic living cycle. Keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut diukur melalui pemenuhan terhadap serangkaian parameter Baku Mutu Lingkungan (BML) yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah setempat/pemerintah pusat atau standar akreditasi yang digunakan dan pengukurannya dilaksanakan oleh pihak-pihak independen yang kompeten. The measuring process was conducted by competent independent parties. aktif dalam penaatan peraturan perundangan lingkungan dan persyaratan lainnya.” SERTIFIKASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan sistem terakreditasi ISO 14001:2004 untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pengelolaan lingkungan yang mencakup sistem manajemen lingkungan. terpadu. ENVIRONMENTAL CONSERVATION The Company operates in full compliance with the universally applied environmental management standards. grouped into two major programs: Environmental Management and Environmental Monitoring. audit. UKL and UPL documents which are the pre-requisites and parameter established in the preoperating period. Therefore. Oleh karena itu setiap langkah operasional di lapangan senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan butir-butir sebagai mana tercantum dalam dokumen AMDAL. serta menerapkan sistem manajemen lingkungan secara konsisten. Berdasarkan sistem tersebut Perseroan kemudian mendesain dan melaksanakan berbagai program terkait dengan lingkungan yang tebagi atas 2 program utama. pemulihan. integrated.32 tahun 2009 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Perseroan telah menyelesaikan dokumen rencana penutupan tambang (RPT) dan rencana reklamasi lima tahunan (Jamrek) sebagai suatu dokumen utama pelaksanaan reklamasi yang kelak akan dijabarkan dalam rencana kegiatan ENVIRONMENTAL MANAGEMENT CERTIFICATION The Company adopts accredited ISO 14001:2004 system to ensure an effective environmental management covering management system. Komitmen Perseroan terhadap perlindungan lingkungan. the Company designed and executed various programs associated with environment. The Company also observes the provisions of Law No. The Company has finalized mining closure plan and five-year reclamation plan as the principal reclamation documents to be included in the Company’s annual work program. UKL dan UPL yang merupakan prasyarat sekaligus parameter yang disepakati bersama sebelum adanya kegiatan operasional. evaluasi kinerja lingkungan dan kajian daur hidup pokok.

monitoring. Banko Barat Misi Perseroan salah satunya memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan diwujudkan dengan penerapan Green Mining yang mencakup pelaksanaan program-program pengelolaan. developing and rehabilitating the surrounding environment. . pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 91 Kawasan Hutan Jadi. The Corporate Mission to contribute to public welfare and environment conservation is realized through Green Mining practice by continuously managing. pemantauan.

Indikator tersebut mengacu ketentuan Pemda setempat (Pergub Sumsel no. The Company’s mining environmental quality. 10/2010. Setiap program pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang dijalankan kemudian dipantau dan dievaluasi dengan menggunakan parameter yang telah mempertimbangkan penilaian terhadap dampak utama yang muncul akibat kegiatan penambangan. . setiap tahun Perseroan menetapkan parameter indikator sasaran lingkungan sesuai dengan peraturan yang berlaku. sesuai syarat ISO 14001: 2004. 18/2005 regarding environmental quality standard (BML). In accordance with ISO 14001:2004 standards evaluation of the environment target indicators is discussed annually on a routine basis in environmental management forum. This is an effort to reach full compliance with the requirements so as to control the environmental impact of mining operations.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 92 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report tahunan. yakni “Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan”. which is far below the acceptable threshold. 18/2008 and Government Regulation No. Untuk mengukur efektivitas pengelolaan lingkungan. is an evidence of its commitment to environmental management. 17 and No. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company consistently manages the environment to reduce the impact of mining activity to the community and environment which is line with the Company’s mission. The implementation of every environmental management program is monitored and evaluated by using the parameter taking into account the major effects arising from mining activities. The environmental protection program launched by the Company includes: PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak kegiatan pertambangan bagi lingkungan dan masyarakat. To measure the effectiveness of environmental management.17 dan no18 tahun 2005) mengenai pemenuhan baku mutu lingkungan untuk pemeriksaan beberapa indikator baku mutu lingkungan (BML). The indicators are set based on South Sumatera Governor Regulation No. the Company sets a parameter of environment target indicators on a yearly basis in accordance with the law. sesuai dengan salah satu misi perusahaan. Evaluasi terhadap indikator sasaran lingkungan tersebut kemudian dibahas secara rutin setiap tahun pada forum manajemen lingkungan. sehingga dampak lingkungan dari operasional kegiatan tambang dapat dikendalikan. Penyelesaian penyusunan dokumen tersebut sebagai implementasi atas Permen no 18 tahun 2008 dan PP no 10 tahun 2010 dari ESDM. Hasil pengukuran kualitas lingkungan pertambangan berada jauh dibawah ambang batas menunjukkan bukti komitmen Perseroan terhadap pengelolaan lingkungan. Mineral Resources (EMR) Minister Regulation No. sebagai bagian upaya perbaikan terus menerus untuk mencapai tingkat kepatuhan yang maksimal. that is ”To give the utmost contribution to community welfare and environmental conservation”. Gambaran umum program perlindungan lingkungan yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut.

Pemeliharaan tanaman . The findings of measuring major pollutant indicators showed that all areas’ indicators were below BML.8. SO2 CO NO2 O3 Debu Ug Ug Ug Ug Ug < 900 < 30.01 0. Ensuring the quality of air ambience & air emission within the area and its surrounding fulfills standard of environment quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.31 .3. seluruh areal menunjukkan indikator berada dibawah BML yang dipersyaratkan. Muara Tiga Besar dan Banko Barat. 17 Th 2005. 1 2 3 4 II pH Residu tersuspensi Besi (Fe) total Mangan (Mn) total mg/l mg/l mg/l 6-9 < 300 <7 <4 6 . Muara Tiga Besar and Banko Barat mines. I PARAMETER PARAMETER 2005.001 .59 Menjamin Kualitas Udara Ambien dan Emisi Udara di Area Tambang dan Sekitarnya memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No.775 217 -8.0001.4 – 139 0.082/ton 22 .18 of 2005. The Company measured and monitored major indicators in Tanjung Air Laya. Hasil pengukuran pemantauan lingkungan atas parameter indikator BML untuk tahun 2010 The following is the result of environmental monitoring on BML indicator parameter in 2010 NO.000 < 400 < 235 < 230 Rencana Plan Rp 4.100/ton III Pemenuhan Provisi Lingkungan Rp/ton Fulfillment for Rp/tonnes environmental provision Perseroan menjalankan program-program lingkungan diantaranya melalui: • • • pengelolaan The Company runs the following environmental management programs: • • • Monitoring converted land area Land clearance and reclamation of used mining sites Plants maintenance Pemantauan luas lahan terubah Pembukaan Lahan dan Reklamasi Lahan Bekas Tambang seusai peraturan yang berlaku.000 2. Hasil pengukuran atas indikator cemaran utama pada tabel berikut menunjukkan.94 22 – 178 Actual Actual Rp 4. SATUAN UNITS MAKS MAX LEVEL AKTUAL ACTUAL Menjamin Keluaran Air dari tambang memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No.7 0.87 .17 of 2005.321 0.3. 18 Th Ensuring released water from the mines meets standards of environmental quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 93 Dalam rangka pengelolaan lingkungan tersebut Perseroan melakukan pengukuran dan pemantauan indikator utama pada areal lokasi kegiatan operasional di Tambang Air Laya.

Pengelolaan kualitas udara dilakukan melalui diantaranya: • • • Pemeliharaan dan penyiraman jalan tambang dengan truk tangki air. Melakukan penyemprotan debu (dust suppression system) di lokasi stockpile secara reguler dan pemantauan emisi genset serta incenerator. 15 tanggal 15 Mei 2005 mengenai Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak (STB) untuk mengelola emisi. • Planting trees in buffer zone locations and final mining locations. The management of emissions. effluent and waste is based on the standardized parameters as prescribed in the Governor of South Sumatera Regulation No. Emisi dan Effulent Program kemitraan dan bina lingkungan • • • • • • • • • Draining mud out of sedimentation pool Making sedimentation pool Cultivating and planting seedlings Management of top soil Management of mine acid water Management of erosion Reserach and development Emissions. . • Regularly spraying dust using dust suppression system in stockpile locations and monitoring emissions from gensets and incinerators. Penanaman pohon di lokasi buffer zone dan lokasi yang final tambang. 15 of 15 May 2005 concerning Emissions from Non-Moving Sources. Air quality control is carried out in a number of ways which are: • Maintaining and spraying mine roads with water tanks.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 94 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Incenerator. Pengolahan Limbah B3 • • • • • • • • • Pengurasan lumpur di kolam pengendap Pembuatan kolam pengendap lumpur Pembibitan dan penanaman Pengelolaan tanah pucuk Penanggulangan air asam tambang (AAT) Penanggulangan erosi Penelitian dan pengembangan Penanganan limbah b3. effluent dan limbah. effluent and waste control Partnership and community development program Perseroan menggunakan standar parameter yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No.

Untuk limbah yang bersifat organik. such as used oil. air quality. Environmental monitoring activities included monitoring water quality. • • PEMANTAUAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi lingkungan di sekitar area penambangan dengan tujuan meminimalisir kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi.85/1999 regarding management of hazardous waste. Adapun langkah pengelolan selengkapnya adalah sebagai berikut: • Limbah umum. ENVIRONMENTAL MONITORING The Company routinely monitors the environmental condition of the surrounding mining area to minimize environmental damage. Selain emisi udara. dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darmo. kualitas tanah. Limbah B3. . sekaligus sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko lingkungan. By involving local community. burning hazardous waste using incinerators and using bioremediation process for hydocarbon-contaminated materials. organic waste is processed by turning it into Bokashi fertilizer which is subsequently bought by the Company for land revegetation. batere bekas dan filter oli bekas. land pollution. erosi hingga satwa liar dan biota air yang hidup di sekitar area pertambangan. and at the same time to mitigate risks to the environment. yang berasal dari unit kerja (bengkel). erosion as well as wildlife and aquatic organisms living around the mining area. Hazardous waste. 18 jo No. The Company consistently evaluates and controls hazardous and toxic wastes in concert with the prevailing laws and regulations. Kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan meliputi antara lain pemantauan kualitas air. soil quality. yakni dijadikan pupuk Bokashi yang kemudian dibeli oleh Perseroan untuk digunakan saat revegetasi lahan. Perseroan secara berkelanjutan mengelola limbah B3 secara hati-hati sesuai peraturan perundangan yang berlaku. pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 95 Selain evaluasi emisi. used batteries and used oil filters. The Company also controls regular general waste. Perseroan melakukan pembakaran limbah B3 dengan incenerator dan melaksanaan proses bioremediasi untuk material yang tercemar hydrokarbon. hazardous and toxic waste In addition to air emissions. antara lain seperti oli bekas. Perseroan mengelola limbah umum dan limbah bahan berbahaya dan beracun.85 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3. kualitas udara. 18 jo No. originating from work units (workshops). pencemaran tanah. Selain melakukan daur ulang limbah B3 bekerjasama dengan mitra yang telah mempunyai izin KLH. Waste control is carried out in the following ways: • General waste originating from residential and mining areas is discharged into Desa Darmo dumping area. is processed in accordance with Government Regulation No. pengelolaannya dilakukan sesuai PP No. Waste management efforts carried out by the Company jointly with licensed partners include recycling hazardous waste. yang berasal dari area perumahan dan area penambangan Perseroan.

Economy and Culture 10 7 10 9 10 19 11 10 9 3 10 7 10 *Dilakukan oleh PTBA Done by PTBA . Untuk pH dan debit air dilakukan setiap hari *) Twice a month (by third party and PTBA Lab).LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 96 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Pada tahun 2010. Daily for pH water debit *) Sekali sebulan Once a month Setiap Triwulan Every quarter Setiap Triwulan Every quarter Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali sebulan*) Once a month *) Sekali sebulan*) Once a month *) Kontinyu*) Continuous *) Sekali sebulan*) Once a month *) Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali setahun Once a year 1 Kualitas Air Water quality 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kualitas Udara Ambient Ambient air quality Emisi Udara (sumber tidak bergerak) Air emissions (non-moving sources) Kebisingan Noise Kualitas Tanah Soil quality Revegetasi Revegetation Lingkungan kerja Working environment Tanah Pucuk Top soil Swa bakar Spontaneous combustion Erosi Erosion Infeksi Saluran Pernafasan Akhir (ISPA) Upper Respiratory Tract Infection Satwa Liar Wildlife Biota Air Water biota Sosial. Perseroan melakukan aktifitas pemantauan rutin sebagai berikut: Routine monitoring activities In 2010 included the following: JENIS PEMANTAUAN OBJECT OF MONITORING JUMLAH TITIK PANTAU MONITORING POINTS 38 FREKWENSI PEMANTAUAN DILAKUKAN PIHAK INDEPENDEN MONITORING FREQUENCY BY INDEPENDENT PARTIES Dua kali sebulan (oleh Pihak 3 dan Lab PTBA). Ekonomi dan Budaya Social.

Melakukan konservasi tanaman lokal Melakukan revegetasi dengan tanaman sawit dan uji coba revegetasi secara direct. Sebagai wujud komitmen manajemen terhadap lingkungan dan pascatambang. distributed books and magazines.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 97 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Untuk menjaga lingkungan di areal kegiatannya. Revegetation with oil palms and direct trial-and-run revegetation. Perseroan juga melakukan sosialisasi lingkungan melalui pelatihan lingkungan. . Perseroan menyusun dokumen provisi lingkungan. sesuai standar akutansi keuangan (PSAK 33). Training local community in waste management. Perseroan melakukan sejumlah kajian dan penelitian yang sekaligus merupakan bagian proses evaluasi kondisi lingkungan area pertambangan dan sekitarnya. spanduk. the Company prepared an environmental commission document. The Company implemented Green Mining pattern by planting trees outside the mining area and releasing fish in the rivers together with the community members. Selain melaksanakan langkah-langkah Perlindungan tersebut. dan presentasi lingkungan. Cultivating seedlings by tissue culture method. Study and use of used oil for explosives (ANFO compound). Beberapa kegatan penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2010 dalah : • • • • • • Implementasi & pengembangan Mikoriza untuk medukung revegetasi lahan bekas tambang. baliho. poster. Kajian dan pemanfaatan oli bekas untuk peledakan (pencampuran ANFO). the Company conducted various studies and researches to evaluate the condition of mining area and its surrounding. and gave presentation on the subject of environment. buku dan majalah lingkungan. used bench marking. Several research activities conducted in 2010 were: • • • • • • Implementation & development of Mikoriza to support revegetation of used mining areas. study banding (bench marking). To socialize with the local community the Company organized training programs. Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining dengan melakukan penanaman pohon-pohon di luar areal tambang dan penebaran ikan di badan sungai bersama masyarakat. Conservation of local plants. serta pengembangan potensi lingkungan di masa mendatang. put up banners. posters and billboards. Melakukan pelatihan pengelolaan sampah terhadap masyarakat sekitar perusahaan Mengembangkan pembibitan dengan metode kultur jaringan ENVIRONMENTAL RESEARCH AND DEVELOPMENT To preserve the surrounding environment. As a reflection of its commitment to environmental and post-mining management and in accordance with financial accounting standards. and to develop environment potentials in the future.

pada tahun 2010. Perseroan telah menyisihkan dana untuk kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang jumlahnya ditetapkan sebagai provisi atas tiap satuan berat batubara yang diproduksi. Jumlah dana yang telah dikeluarkan untuk pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp29.2% dari tahun lalu.12 miliar. dengan judul bab sama) (Further elaboration on Environmental Conservation is provided in PTBA Sustainability Report 2010. in 2010 the funds allocated for this activity was increased 13.100/ton. under the same title) .100/ton. yakni total sebesar Rp174 miliar. jumlah provisi yang disisihkan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp4. With increased production and the Company’s commitment to environmental conservation. BIAYA DAN PENGHARGAAN UNTUK PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Biaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan tersebut meningkat 19.2% from Rp174 billion in 2009 to Rp4. For its continued efforts in environmental conservation the Company received several environmental management awards: • • Green PROPER Rating from Environment Ministry and South Sumatera Governor Aditama Rating in Enviro Award from EMR Ministry (Uraian lebih lengkap mengenai Perlindungan Lingkungan ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. Atas berbagai upaya-upaya perlindungan lingkungan tersebut Perseroan kemudian meraih beberapa penghargaan dalam pengelolaan lingkungan. or went up 19. Total funds disbursed for environmental management and conservation in 2010 totalled Rp29.12 billion.2 billion the preceding year. Seiring dengan peningkatan. atau total sejumlah Rp197 miliar. produksi dan komitmen Perseroan terhadap kelestarian lingkungan. The Company implemented Green Mining pattern in its mining operations. Jumlah dana tersebut meningkat 13. or a total of Rp197 billion. yaitu: • • Peringkat Hijau untuk PROPER Pusat maupun Provinsi Sumsel Peringkat Aditama untuk kategori Enviro Award dari Kementrian ESDM COST AND COMMENDATION FOR ENVIRONMENTAL MANAGEMENT AND CONSERVATION In compliance with the law.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 98 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining secara terpadu dalam kegiatan penambangan.2 miliar.6% dari tahun lalu. Keseluruhan hasil pemantauan dan hasil evaluasi yang kemudian dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan menunjukan bahwa semua parameter lingkungan telah memenuhi BML.6% from Rp24. the Company allocated funds for environmental management and conservation program at an amount to be based on the weight of coal produced. yakni sebesar Rp24. The overall result of monitoring and evaluation performed in accordance with established standards showed that all environmental parameters met Environment Quality Standard.

. Tanjung Enim Pengembangan Tahura Tanjung Enim sebagai wujud komitmen Perseroan terhadap pelestarian lingkungan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 99 Perawatan tanaman buah di area pembibitan. Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA) development reflects the Company’s commitment to environmental conservation.

dengan membagi area pascatambang menjadi beberapa zona. 11. 4/2004 concerning Utilization of Used Coal Mining Area of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk in Muara Enim Regency. The Company took a step further and pioneered in environmental conservation and post-mining rehabilitation by designating and designing a post-mining area of 1. secara bertahap dan berkelanjutan. 5. Membuat saluran. Rencana ini kemudian dikukuhkan untuk dilaksanakan melalui program jangka panjang. 3. program reklamasi lahan pascatambang sebagai Tahura Enim yang telah dilaksanakan adalah: In 2010. wetland for liquid waste and vii sedimentation pool. vi Melaksanaan Bioremidiasi. 12. Perseroan kemudian melaksanakan program pembangunan Tahura Enim sesuai dengan Perda Kabupaten Muara Enim No. calcification. Melakukan penanaman Cover Crop. iv. 7. vi Bioremediation. 4 Tahun 2009 dan Permen No 18 tahun 2008 mengenai Reklamasi dan penutupan Tambang yang menegaskan bahwa: i. Planting cover crop. Gradual land clearance. iii. 18/2008 concerning Reclamation and Mine Closing which required the following: i. dividing the post-mining area into several zones: 1.400 ha to serve as Grand Forest Park. Receiving/Recreational Zone Utility Zone Plantation Forest Zone Collection Garden Zone Fruit Garden Zone Cattle Breeding Zone Water Recreation Zone Productive Research Zone Agro-forestry Zone Fishery Zone Camping Zone Animal Zone Pada tahun. 5. Rip Rap. wetland untuk limbah cair dan vii Mebuat kolam pengendap. 9. Seluruh ketentuan tersebut telah dipenuhi oleh Perseroan seperti diuraikan pada bagian “Perlindungan Lingkungan” diatas. 10. 4. 2. The implementation of post-mining reclamation and rehabilitation program was in keeping with Mining Area Master Plan devised in 1994 and master plan for utilizing post-coal-mining area as Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA). check dam. gradual and ongoing program. iii.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 100 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report LAPORAN PELAKSANAAN REKLAMASI DAN REHABILITASI Pembukaan lahan dan proses reklamasi areal tambang Perseroan telah dilaksanakan sesuai dengan butir-butir ketentuan pada UU No.400 ha menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA). Menggunakan Incenerator untuk limbah. Pelaksanaan program reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang mengacu pada Rencana Induk Wilayah Pertambangan (RIWP) yang telah dibuat sejak tahun 1994 serta Master Plan pemanfaatan lahan bekas tambang batubara sebagai Tahura Enim. 8. 11. Zona Penerima/Rekreasi Zona Sarana Prasarana Zona Hutan Tanaman Zona Kebun Koleksi Zona Kebun Buah Zona Peternakan Zona Wisata Air Zona Penelitian Produktif Zona Pertanian/Agroforestry Zona Perikanan Zona Bumi Perkemahan Zona Satwa PROGRESS REPORT OF RECLAMATION AND REHABILITATION PROGRAM Land clearance and mining area reclamation have been carried out pursuant to the provision of Law No. All the requirements were met by the Cpmpany as described in the preceding section of “Environmental Conservation”. 12. yaitu : 1. Ada proses pembentukan Slope & Back Slope. 8. v. 4 tahun 2004 tentang Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk di Kabupaten Muara Enim. rip rap. 4/2009 and Government Regulation No. 10. 9. Pembukaan lahan dilakukan bertahap. dalam bentuk Perda. 3. 6. 4. Incinerator for waste. Slope & back slope. 2. iv. ii. post-mining reclamation program for Tahura Enim included the completion of: . ii. 7. v. pengapuran. check dam. Perseroan kemudian melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pasca tambang dengan menetapkan serta merancang daerah pascatambang seluas 1. The Company continued with the construction of Tahura Enim in accordance with Muara Enim Regency Regional Government Regulation No. Canal. 6. A regional government regulation confirmed this plan to be a long-term.

Continuing the construction of sportshall.Conducting reserach on intercrop plants jointly with UNSRI at Banko Barat • • .Melanjutkan rencana pembuatan kantor terpadu untuk Satker K31 dan BWE Sistem. dan lain-lain . . • • In Utility Zone . .Melakukan kerjasama penelitian jenis-jenis tanaman jarak dengan UNSRI di IUP Banko Barat.Melanjutkan pembuatan Gedung olah raga. . jogging track dan Futsal. sarana olah raga Bowling. Pada Zona Penelitian Produktif.Setting up tissue culture laboratory to cultivate prime seedlings such as rubber. .Proses pelaksanaan relokasi penduduk dan TPU untuk dijadikan buffer zone Tahura (jalur hijau).Setting up an integrated office of WSH work unit and BWE system In Productive Research Zone . sawit. Perseroan juga menyiapkan lahan TPU yang baru. Pada Zona Sarana dan Prasaran . . etc.Pembuatan labiratorium Kultur Jaringan untuk mengembangkan jenis-jenis bibit yang unggul seperti: katet. bowling alley. jogging track and futsal court.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 101 Wetland dan Borashi di Banko Barat • Pada Zona Penerima: . • In Receiving Zone .Relocating community membes and TPP to convert the area to TAHURA buffer zone.Melakukan kerjasama penelitian lapangan lokal dengan Universitas Bengkulu. and preparing new TPP site. oil palm.Conducting local field survey jointly with Bengkulu University .

Supply Chain Management System to support operating efficiency.Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Pusat Kontrol Alat-alat Operasional Supply Chain Management System meningkatkan efisiensi operasional Perseroan. .102 PT Bukit Asam Tbk.

The target of developing information technology system is: • Applying IT Governance principles that cover Strategic Alignment. Melakukan review master plan TAHURA ENIM. The Company consistently invests in the application and infrastructure of information technology in an effort to realize its vision. Sengon. Human Resources dan Materials. efektivitas kinerja dan sekaligus merefleksikan kesiapan Perseroan dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan permintaan pasar. baik di Airlaya maupun di Banko Barat. Developing information technology proves to enhance the efficiency and effectiveness of business performance. Perseroan melakukan investasi berkesinambungan dalam bidang aplikasi maupun infrastruktur teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut. Perseroan mengganti tanaman pioneer (Akasia) dengan Jati. unit kerja Briket Jakarta dan Tanjung Enim. tanaman durian dan lain-lain. PT Bukit Asam Prima (PT. Pengembangan teknologi informasi selama ini terbukti dapat mendukung peningkatan efisiensi. Value Delivery. Financial. sengon.Synchronizing TAHURA location with productive forest zone under permit to use productive forest zone. Meningkatkan kemampuan pengelolaan. Financial. Briquette Jakarta.Dalam review ini Perseroan melakukan sinkronisasi lokasi rencana TAHURA dengan kawasan hutan produksi dengan kewajiban izin pakai kawasan hutan produksi. • • • In Plantation Forest Zone. etc. Risk Management. Puspa. Natar and Gersik units. Improving business model towards integrated solutions. Tahapan ini The Company is currently using Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) system that has integrated the main operating modules such as Operation & Maintenance. proses dan sumberdaya IT. Tanjung Enim. . Resource Management and Performance Measurement. Perseroan kemudian merealisasikan program pengembangan TI guna mendukung peningkatan kinerja Perseroan. yakni Strategic Alignment. yaitu: • Memasang instalasi infrastruktur jaringan (leased-line WAN) ke lokasi Unit Pertambangan Ombilin. Value Delivery. Target yang dituju adalah: • Menerapkan prinsip-prinsip IT Governance.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 103 • Pada zona Hutan Tanaman. PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Perseroan mengembangkan Teknologi Informasi untuk memberikan dukungan dalam pencapaian visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing tinggi dan strategi pertumbuhan Perseroan. • • • • Saat ini Perseroan menggunakan sistem Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) yang telah mengintegrasikan modul-modul operasional utama yakni modul Operation & Maintenance. Replacing pioneer plants (acasia) with teak. Human Resources and Materials. dilanjutkan ke lokasi Unit Briket Natar dan Gersik. plant enrichment with local plants having high economic value in Air Laya and Banko Barat. The Company has completed the following IT development program to support the improvement of its performance: • Installing network infrastructure (leased-line WAN) in the locations of Ombilin Mining Unit. and reflects the readiness of the Company to offer its best services to meet market needs and demand. BAP). Menyempurnakan model bisnis menuju solusi terintegrasi. Enhancing IT management. Risk Management. Reviewing TAHURA Enim master plan . durian. INFORMATION TECHNOLOGY DEVELOPMENT Information Technology is developed to support the realization of the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and to adopt the corporate development strategy. Resource Management dan Performance Measurement. The installation had a purpose of . processing and resources capacity. puspa. PT Bukit Asam Prima (PT BAP). Perseroan melakukan pengkayaan tanama dengan jenis tanaman lokal yang bernilai ekonomis tinggi. Pemasangan dilakukan guna mendukung implementasi laporan keuangan konsolidasi.

This stage was followed by improving the speed to access Network (WAN) as follows: UPGRADE 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps LOKASI LOCATION Tanjung Enim – M.5 Tera. for application ECMS 1. followed by implementing Multi District Stage II (Fixed Assets and Payroll) to speed up the process of consolidating all subsidiaries’ financial statements. • Developing Ellipse System with Multi-District application for financial consolidation needs (General Ledger). i. yakni mengganti 100 PC yang habis masa sewa dan 250 buah PC PIII & PIV (total 350 PC) serta penambahan sewa 50 Notebook. In 2010.e. • Supply Chain Management System (SCMS).5 Tera. Periodic review is made to repair and upgrade IT capacity and advantage to support the Company’s business operations.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 104 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report disusul dengan peningkatan kecepatan akses Network (WAN) sebagai berikut. Perseroan kemudian meningkatkan kapasitas storage untuk aplikasi Ellipse (ERP) dari 1 Tera menjadi 2. • Supply Chain Management System (SCMS) At end of 2010. Perseroan membangun aplikasi baru yang masih dalam tahap proyek. Supply Chain Management System and Enterprise Content Management System. supporting the implementation of consolidated financial statements. • Mengembangkan Ellipse System dengan menerapkan Multi-District untuk kebutuhan konsolidasi keuangan (General Ledger). and to rent 50 Notebooks. Guna mendukung kecepatan pemrosesan.5 Tera.5 Tera dan untuk aplikasi SCMS 1. this project was 58% completed and . The next step was upgrading PC capacity to support business processing to replace 100 PC whose rent expired and 250 PCP III & IV (total 350 PC). Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 To expedite processing.5 Tera. Pada tahun 2010. dilanjutkan dengan menerapkan implementasi Multi Distrik Tahap II (Aktiva Tetap dan Payroll) untuk mempercepat proses konsolidasi laporan keuangan seluruh anak perusahaan. the Company built up a new application. yakni: Supply Chain Management System dan Enterprise Content Management System. untuk aplikasi ECMS 1.Kadin Jakarta Tanjung Enim – Tarahan Tanjung Enim – Kertapati Tanjung Enim – Ombilin Tanjung Enim – BAPrima Jakarta Tanjung Enim – Briket Blok M Tanjung Enim – Briket Natar Tanjung Enim – Briket Gersik KONEKSI AWAL INITIAL CONNECTION 2 Mbps 1 Mbps 1 Mbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps Perseroan melakukan tinjauan berkala dan secara berkesinambungan memperbaiki serta meningkatkan kemampuan TI untuk mendukung bisnis Perseroan. the Company increased storage capacity of Ellipse (ERP) application from 1 Tera to 2.5 Tera and for SCMS application 1. Langkah ini disusul dengan peningkatan kemampuan PC untuk menunjang proses bisnis.

To guarantee system reliability and to prevent human error. super user. optimization and EIS. marketing to invoice. dan database berbasis unix (aix). mine to TLS. key users and super users. server back-up and server database. this application also makes use of RFID (Radio Frequency Identification) technology and integrates all equipment such as belt scale and truck scale into SCMS. SCMS ini menggunakan teknologi berbasis windows. SCMS implementation uses two data centers located in Tanjung Enim and Jakarta. Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 adalah sebesar 89%. untuk rak server yaitu server database. produksi. diharapkan dapat diselesaikan pada triwulan I tahun 2011. production. and server development. Untuk lokasi Tanjung Enim menggunakan teknologi server berbasis rak server dan blade server. Sedangkan pelatihan untuk System Admin yang meliputi admin database (oracle). Untuk personil TI telah dilakukan pelatihan untuk report developer. SCMS uses Windows-based technology and Unix(AIX)based database. pengelolaan stock. To ensure SCMS reliability. network. the Company provides training for users. integration and finance. stock management. operating system (AIX dan Windows). server datawarehouse dan web. in accordance with the implementation phase. .5. hardware (blade server management) and back-up & restore (Symantec) will be conducted in 2011. mine to TLS. There is also an application for analysing and optimizing sales and dashboard for reporting. marketing to invoice. i. SCMS consists of a series of end-to-end business processes from mining plan. citrix-based application server (2 servers). this project was 89% completed and expected to be finalized in 1st quarter of 2011. sedangkan untuk sistem backup menggunakan symantec backup exec 12. Tanjung Enim location uses server shelf and blade server. In a bid to support the implementation of the system. operating system (AIX and Windows). installation software and hardware. installation software and hardware. Enterprise Content Management System (ECMS) At end of 2010. business requirement.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 105 sebesar 58% yang diharapkan akan selesai pada triwulan II tahun 2011. IT personnel have been trained for report developer. TLS to port.5. transportation to marketing.e. TLS to port. transportasi dan pemasaran. Untuk lokasi Jakarta hanya menggunakan teknologi server rak yaitu server aplikasi berbasis citrix (2 server). sedangkan untuk blade server yaitu server aplikasi berbasis citrix (5 server). proses go-live sistem ini dilaksanakan dalam beberapa phase yaitu orientation and planning. Untuk menjamin keandalan sistem dan menghindari adanya human error. Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan sesuai tahapan implementasi kepada user. Selain itu tersedia aplikasi untuk analisa dan optimasi penjualan serta dashboard untuk reporting. optimization and EIS. hardware (blade server management) dan backup & restore (Symantec) akan dilaksanakan ditahun 2011. server backup. while blade server includes citrix-based application server (5 servers). Server shelf includes server database. server back-up. Jakarta location uses shelf server. Network. Untuk mendukung keandalan SCMS. Supply Chain Management System terdiri dari rangkaian proses bisnis end-to-end dari perencanaan tambang. server backup. server database. the go-live system is run in several phases: orientation and planning. server development. • expected to be finalized in 2nd quarter of 2011. server data warehouse and web. while back-up system uses Symantec back-up exec 12. business requirement. • Enterprise Content Mangement System (ECMS). Implementasi SCMS menggunakan 2 pusat data yang berlokasi di Tanjung Enim dan Jakarta. key user. integration and finance. While Administrative System training covering admin database (Oracle). aplikasi ini juga menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dan mengintegrasikan semua peralatan seperti alat ukur timbangan (belt scale dan truck scale) ke dalam SCMS.

i. While Administrative System training for IT personnel covering admin database (Oracle). Untuk implementasi sistem ini dibutuhkan hardware baru seperti server aplikasi produksi. load balancing. akses kontrol (security). network. Mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif. tape backup dan scanner. standby server. information distribution. ECMS terdiri dari 2 aplikasi yaitu Workflow Elektronik (BPM-Business Process Management) dan Manajemen Arsip Elektronik (UCM-Universal Content Management). storage. To support the implementation of the system. Menurunkan biaya proses pengadaan dan volume pekerjaan yang bersifat administrative Melakukan pemantauan (monitoring) proses. backup tape and scanner. the Company provides training for end-users and admin application users. while Electronic File Management is for repository (speeding up information retrieval and update). selain server juga diperlukan storage.e. hardware (blade server management). Electronic Workflow (BPM-Business Process Management) and Electronic File Management (UCM-Universal Content Management). retention (disposal schedule) and electronic document (without storage/go green and without physical document damage). operating system (AIX and HACMP). sedang Manajemen Arsip Elektronik berfungsi sebagai pusat repository (mempercepat pencarian dan update informasi). • • • • • • Accelerating and improving goods and services procurement Enhancing transparency and simplifying procurement process Obtaining more competitive prices quickly and accurately Reducing procurement cost and paper work volume Monitoring process Monitoring and controlling contractor and vendor performance . Sistem ini akan dikembangkan di tahun 2011. manajemen dokumen (posisi penyimpanan fisik dokumen). ECMS consists of two applications. access control (for security). IT personnel have been trained for report developer. hardware (blade server management) and back-up & restore (TSM-Tivoli System Management) will be conducted in 2011. and process tracking. Meningkatkan transparansi dan menyederhanakan proses pengadaan. dimana Workflow Elektronik berfungsi untuk melakukan manajemen prosedur kerja (work flow management). This system application requires new hardware such as production application server. Network. monitoring beban kerja (load balancing) dan penelusuran posisi dari proses (tracking of process). with the following targets: Perseroan juga mulai merintis implementasi e-procurement. database dan standby server. cepat dan akurat. dengan target yang akan dicapai diantaranya: • • • • • • Mempercepat dan meningkatkan proses pengadaan barang atau jasa. backup & restore (TSM-Tivoli System Management) akan dilaksanakan tahun 2011. database. operating system (AIX dan HACMP).LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 106 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Aplikasi ECMS adalah aplikasi yang digunakan di PTBA agar dapat memudahkan dalam melaksanakan manajemen proses bisnis dan manajemen dokumen. ECMS application is used by PTBA to facilitate business management and document management. Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan telah menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan terhadap end-user dan admin aplikasi. E-procurement implementation has been prepared for further development in 2011. Melakukan pemantauan (monitoring) dan pengendalian kinerja kontrak dan kinerja vendor. Sedangkan pelatihan untuk personil TI seperti System Admin yang meliputi admin database (oracle). Electronic Workflow is for workflow management. distribusi informasi. retensi (jadwal musnah) dan electronic document (tanpa ruang penyimpanan/go-green dan tanpa kerusakan dokumen fisik). development. Aplikasi ECMS berbasis Oracle ECM (oracle UCM dan Oracle BPM). development. document management (the placement of physical document). Application of Oracle-based ECMS (Oracle UCM and Oracle BPM).

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 107 Ruang Kontrol Operasional .

Bukit Asam (Persero). Perseroan memiliki jumlah pegawai sebanyak 3. human resource the competitive advantage of the Company”. . personnel administration and industrial relations. Cultivating culture of excellence. the Company employed 3. Demografi pegawai menunjukkan 16 orang pegawai 2010 adalah lulusan sarjana Strata-2. Tbk. Through these functions the Company strives to accomplish its mission to install the best human resource and human resource management system in support of the Company’s continued growth. the Company adopts a series of strategic measures in managing human resource as follows: • Developing and realizing personnel potentials and grooming professional candidates for management/ leadership level.547 orang lulusan SLTA dan 1. meliputi fungsi perencanaan. Ombilin Mining Unit.547 high school graduates and 1. 347 orang lulusan strata-1. Unit Pengusahaan Briket serta 89 orang yang diperbantukan pada anak perusahaan dan Dana Pensiun milik Perseroan. development. Unit Pertambangan Ombilin. To realize such vision and mission. Aligning organisation and improving human resource management system. and 89 people assigned in the Company’s subsidiaries and Pension Fund. pengembangan SDM. Perseroan berupaya mewujudkan misi untuk menyediakan SDM dan sistem manajemen SDM terbaik untuk menunjang pengembangan Perseroan.078 orang lulusan jenjang penindikan SLTP hingga SD. 1. pendidikan dan pelatihan. untuk menunjang pengembangan Perusahaan. Sejalan dengan strategi pengelolaan SDM. administrasi kepegawaian dan hubungan industrial. Briquette Business Unit. This confidence leads to an understanding that human resource is the prime driving force of the entire business operations and the strategic partner of the Company. • • • • Perseroan meyakini berbagai pencapaian dan pertumbuhan kinerja yang diperoleh hingga saat ini merupakan wujud nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai Perseroan. depending on the scope of work required in various areas of the Company’s operation. sebagai keunggulan kompetitif Perusahaan”. At the end of 2010. Employee demography indicates that in 2010 the Company’s workforce consisted of 16 post-graduates. Keyakinan ini menumbuhkan pemahaman bahwa SDM merupakan unsur penggerak terpenting dari seluruh operasional bisnis yang dilaksanakan oleh Perseroan dan menempatkan SDM sebagai mitra strategis perusahaan. Melalui berbagai fungsi tersebut. Diakhir tahun 2010.078 junior high and elementary school graduates.201 people posted in various sites. the Company has equipped itself with a comprehensive organization structure with the functions of human resource planning.201 orang dengan lokasi penugasan yang tersebar di Unit Pertambangan Tanjung Enim. Perseroan telah memiliki struktur organisasi yang lengkap dalam pengelolaan SDM. 347 graduates. Tbk. In line with its human resource management strategy. Untuk mewujudkan misi dan visi tersebut. Melakukan penyelarasan (alignment) organisasi dan penyempurnaan sistem manajemen SDM. Sementara Visi Perusahaan dalam pengelolaan SDM adalah “Menjadikan SDM PT. education and training. The Company is confident that the countless achievements and growth in the Company performance reflect the hard work and dedication of all personnel. 214 under-graduates. 1. Tanjung Enim Mining Unit. sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dibutuhkan pada berbagai bidang operasional Perseroan. While the corporate vision in managing human resource is “To make PT. 214 orang lulusan D-3.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 108 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menetapkanmisipengelolaanSumberDayaManusia (SDM) adalah menyediakan SDM dan Sistem Manajemen SDM yang terbaik. Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah strategis pengelolaan SDM sebagai berikut: • Mengusahakan pengembangan dan pemenuhan kompetensi pegawai serta penyiapan manajemen/ pemimpin Perseroan yang profesional. Bukit Asam (Persero). HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT The corporate mission in managing human resource is to have the best human resource and human resource management system in support of the Company’s development. Memfasilitasi pembentukan budaya unggul.

. Continuously enhancing the competence of employees as strategic partners to support the Company’s future business development.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 109 Bengkel Kerja di Tanjung Enim Pengembangan kompetensi pegawai yang berkelanjutan sebagai mitra strategis untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan.

6 6.61%) aged over 50.59%) berusia 30<35 30 < 35 35<40.61%) berusia diatas 50 thn. 408 persons (12.5 25 < 30 30 < 35 35 < 40 3.71 aged 40<45.5 persons (0. SD s/d SLTP SLTA D3 S1 S2 09 40 < 45 10 16 Tabel demografi pegawai menurut usia 347 Demografi pegawai menurut usia. 193 orang (6.7 3.430 orang (44.078 aged 45<50.0 12.600 10 SLTA D3 S1 S2 17 355 219 16 S1 S2 347 214 Demografi pegawai menurut usia. 1.9 Under age classification.19%) berusia 25<30 th.03%) berusia 35< 40 th.8 < 25.16%) berusia < 25 th.1 27. 19 orang (0. employee demography comprises 5 Sementara berdasarkan umur pegawai. 102 persons (3.2 0. berusia 40<45 th.546 19 persons (0. 193 persons (6.9 2.16%)2.7 25 < 30 30 < 35 35 < 40 40 < 45 45<50 >50 >25 09 18.7%) th.7%) berusia 45<50.430 persons (44.5 40 < 45 45<50 >50 >25 10 43.133 SD s/d SLTP SLTA D3 SD s/d SLTP 09 1.6 18. PENDIDIKAN.078 1. 1. aged Perseroan adalah. 25 < 30 27. 102 orang 6. dan 1.71%) 35 < 40 1.0 12.546 1.8 6.5 45<50 >50 >25 43.5 1.6 6.TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.7 25 < 30 30 < 35 32. Employee demography by age 214 0. LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 110 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report SD s/d SLTP 1.044 persons (32.7 0. 0. 408 orang (12.1 44.19%) aged 25<30.5 32. komposisi demografi TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.03%) aged (3. and 1.59%) aged 30<35.2 0. 1.6 35 < 40 40 < 45 45<50 >50 >25 10 44.133 09 1.600 SLTA D3 S1 17 355 219 Tabel demografi pegawai menurut jenjang pendidikan Employee demography by education S2 TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.7 0. 5 orang (0.7 .044 orang (32.

dan wawancara. Dalam menjalankan fungsinya. The Company sets several criteria in selecting human resources. a prospective employee is required to take management trainee course. psikotes. and recruitment administration. Sebelum diangkat menjadi pegawai tetap. attitude test. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements by considering the competence of the incumbents. called Graduate Development Program. and interview. psycho test. The Human Resource Department acts as facilitator and regulator of recruitment process. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements (the next three years for graduates and one year for senior high school graduates). disebut Graduate Development Program. REKRUTMEN PEGAWAI Perseroan menerapkan kebijakan rekrutmen umum yang menetapkan bahwa proses penerimaan pegawai berawal dari kebutuhan Satuan kerja (user) dan dalam bagian akhir (wawancara) juga melibatkan user. recruitment to allow regeneration and to maintain the Company’s competitive advantage. the Company addressed the situation by conducting various programs such as training courses to boost employees’ competence. Human Resource Department formulates a general policy of sourcing. kemauan belajar). adaptation. HRD menetapkan kebijakan umum mengenai sourcing. As employees aged over 45 (77%) outnumber those of younger age. kemampuan kerjasama tim (komunikasi dan kepemimpinan) dan energi calon SDM (motivasi. Prior to permanent employment. yakni: kapasitas calon SDM yang meliputi lulus uji kemampuan berpikir (analisa. Untuk menjaga daya saing. Pada pelaksanaannya rekrutmen dilaksanakan berdasarkan rencana kebutuhan tenaga kerja jangka panjang (3 tahun kedepan untuk lulusan S-1 dan 1 tahun ke depan untuk lulusan setingkat SLTA). adaptasi. pass aptitude test. Perseroan menetapkan beberapa kriteria dasar dalam seleksi SDM. problem solving and decision making) teamwork spirit (communication and leadership) and stamina (motivation. Proses seleksi melibatkan pihak ketiga dan dilakukan melalui pemenuhan aspek administrasi. tes kesehatan. . RECRUITMENT OF EMPLOYEES General recruitment policy directs that recruitment process starts with the user and ends with the user (during interview). which require applicants to pass several qualification tests: thinking ability (analysis. terlebih dahulu para calon pegawai tersebut mengikuti program management trainee. Selection is made involving a third party and applicants should meet administrative requirement. medical check-up. selama tahun 2010 Perseroan menjalankan berbagai program. HRD. termasuk rekrutmen dan pelatihan berkesinambungan. yakni sampai 77%. kompetensi pegawai serta regenerasi Perseroan. bertindak sebagai fasilitator dan regulator proses penerimaan. selection. problem solving dan pengambilan keputusan). learning spirit) Rekrutmen pegawai baru dilakukan sesuai analisa kebutuhan jangka panjang dengan mempertimbangkan kompetensi pegawai yang ada.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 111 Kondisi demografi diatas menunjukkan jumlah pegawai Perseroan dengan usia diatas 45 tahun lebih dominan. proses seleksi dan administrasi penerimaan pegawai. To exercise its function.

diikuti oleh 1.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 112 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Karyawan PTBA di ruang kerja Sedangkan untuk pengisian jabatan kosong. Training programs conducted in 2010 include: • Managerial competence development through management development program followed by 1. mencakup: • Peningkatan kompetensi manajerial pegawai melalui program pengembangan manajemen. Salah satu pelatihan khusus dalam bidang manajemen yang dilaksanakan pada tahun 2010 adalah “BA Management System”. new recruits are selected by technical competence assessment for position level IV and below. Program-program pelatihan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010. This training was designed for managers. Pelatihan ini diperuntukkan bagi para Manajer. senior managers and general managers.260 pegawai. conducted by LIPI. Senior EMPLOYEE TRAINING AND DEVELOPMENT Employee training and development are based on analysis of training needs to realize employees’ potentials. Human resource development is a long-term investment that will positively affect the future performance of the Company. rekrutmen dilaksanakan dengan melakukan seleksi melalui asessmen kompetensi (teknis) untuk jenjang Jabatan IV ke bawah dan menggunakan assessment centre untuk Jenjang Jabatan III ke atas. fulfil professional/certification requirements and to comply with the laws and regulations. diselenggarakan oleh LIPI. Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja Perseroan di masa mendatang. One of the special management training progams in 2010 was “BA Management System”. tuntutan profesi/sertifikasi dan ketentuan perundang-undangan. attended by 576 participants. Its aim was to enhance . and by an assessment center for position level III and above.260 employees. To fill vacant positions. PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI Pelatihan dan pengembangan pegawai dilaksanakan berdasarkan analisa kebutuhan pelatihan dalam rangka pemenuhan kompetensi.

124 1. IV and V for 334 employees.889 1. dengan jumlah peserta mencapai 576. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 113 • • Manajer dan General Manajer.93 miliar untuk mengembangkan kompetensi pegawai melalui pelatihan termasuk seminar dan workshop.375 3. • • all participants’ understanding of the integrated BA Management System backed by the most up-to-date information technology that would be implemented soon.260 3. Technical competence development through Technical and Non-technical Training attended by 2. sehingga rata-rata biaya pengembangan setiap pegawai adalah sebesar Rp3. seminar.765 2. Competence development is part of the implementation of Integrated BA Management System. technical competence assessment at level IV and V for 217 employees and nontechnical competence assessment at level III and IV for 117 employees. IV dan V sebanyak 334 pegawai. in 2010 the Company spent Rp10. melalui Pelatihan Teknik dan Non Teknik. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman seluruh peserta atas penerapan sistem manajemen PTBA yang makin terintegrasi dan didukung oleh sistem teknologi informasi terkini yang tengah dan akan segera diimplementasikan. Peningkatan kompetensi teknis pegawai. the Company organized Leadership Development Program to groom company management candidates. Perseroan telah menyelesaikan Leadership Development Programme untuk menyiapkan kader pemimpin perusahaan. Asesmen kompetensi teknis dilakukan terhadap pegawai dengan jenjang jabatan IV dan V sebanyak 217 orang sedang asesmen kompetensi non teknis terhadap pegawai dengan jenjang jabatan III dan IV sebanyak 117 pegawai. averaging Rp3.179 employees.179 pegawai. Perseroan mengeluarkan biaya sebesar Rp10. diikuti oleh 2. In 2010. Rekapitulasi penyelenggaraan training tahun 2010 2010 training programs conducted by the Company JENIS PELATIHAN EKSTERNAL EXTERNAL INTERNAL INTERNAL JUMLAH TOTAL TYPE OF TRAINING Manajemen Teknik Jumlah 136 414 550 1. sepanjang tahun 2010. In total. Pengembangan kompetensi SDM juga dilakukan sebagai bagian dari implementasi Sistem Manajemen PTBA Terintegrasi. and workshop. Pelaksanaan Uji Kompetensi untuk kompetensi nonteknis (potensi) terhadap jenjang III.2 million per employee.93 billion for the development of employee competence by way of training.2 juta/pegawai.439 Management Technical Total Tahun 2010. Competence Test for non-technical competence at level III. Secara total.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

114

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operational Management Report

PERSAMAAN KESEMPATAN DALAM PENGEMBANGAN JENJANG KARIR
Perseroan terus mengembangkan dan menyempurnakan seluruh pranata yang mendukung penilaian kemampuan pegawai secara adil, fair dan transparan. Hal ini dilakukan untuk menjamin persamaan kesempatan bagi seluruh Pegawai dalam mengembangkan karir-nya sesuai dengan perkembangan perusahaan. Perseroan menerapkan sistem tools “Balanced Scorecard” untuk mendapatkan akurasi, kesamaan dan transparansi yang berimbang dalam menilai kompetensi seluruh pegawai, perkembangan karir, tanggung jawab dan remunerasinya. Perseroan kemudian memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai untuk memperjuangkan hak-haknya secara berimbang dan setara melalui Serikat Pekerja Bukit Asam (SPBA). Kesepakatan yang setara antara kewajiban maupun hak pegawai di satu pihak (baik secara pribadi maupun melalui SPBA) dengan Perseroan dilain pihak kemudian dituangkan dalam perjanjian kerja bersama (PKB). Melalui PKB ini pola hubungan industrial antara Perseroan dan dukungan pegawai terhadap keberlangsungan operasional yang kondusif lebih terjamin. Pengembangan karir dilakukan melalui rotasi/promosi berbasis kompetensi dan kinerja pegawai sesuai kebutuhan perusahaan. Sepanjang tahun 2010 lalu, Perseroan telah melakukan promosi terhadap 45 orang pegawai, selain telah meningkatkan 65 orang jenjang jabatan pegawai. Langkah rotasi dan promosi dalam meningkatkan kompetensi pegawai akan efektif jika dilakukan secara terencana dan didukung dengan staf yang mampu menilai kompetensi pegawai dengan tepat dan cermat. Sehingga pengembangan karir pegawai berjalan secara efektif, efisien dan selaras dengan perkembangan Perseroan.

EQUAL OPPORTUNITY IN CAREERDEVELOPMENT
The Company continued to develop and improve all systems and facilities in support of fair and transparent employee competence evaluation. This is to guarantee equal opportunity in career development for all employees in line with the Company’s own development. The Company applies “Balanced Scorecard” tool to ensure that all employees are appraised in an accurate, equal, balanced and transparent fashion in terms of their career development, responsibility and remuneration.

The Company gives all employees opportunity to fight for their equal and impartial rights through Bukit Asam Labor Union. Equality of rights and obligations between the employees (in person or by representation of Bukit Asam Labor Union) and the Company is incorporated in Collective Labor Agreement (CLA). This Agreement ensures the employees’ support to the Company’s continued operations in a conducive industrial relation.

Career development is also carried out by way of rotation/ promotion based on employee competence and performance according to the needs of the Company. During the year, 45 employees were promoted and 65 employees received position upgrade. Rotation and promotion in developing employee competence will be effective when done with good planning and supported by people who are able to make an accurate and thorough evaluation of employee competence to ensure career development is effected effectively and efficiently in accordance with the Company’s development.

REMUNERASI DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI
Perseroan menindaklanjuti peningkatan kompetensi SDM dan promosi jabatannya seimbang dengan peningkatan kompetensi dan penilaian kinerjanya. Proses manajemen kinerja ini berlangsung melalui siklus manajemen kinerja, mulai dari penyusunan rencana, performance review secara kontinyu dan penilaian kinerja secara berkala. Untuk menentukan kinerja seluruh pegawai perusahaan, Perseroan menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang direncanakan dan ditetapkan mulai level perusahaan, tingkat divisi/tim sampai dengan tingkat individu. Selanjutnya

EMPLOYEE REMUNERATION AND WELFARE
Competence development is followed by giving employees opportunity for career development commensurate with their performance. The process of performance management runs through performance management cycle that covers planning, continual and yearend performance review.

To evaluate the performance of all personnel, the Company applies Key Performance Indicator (KPI) that is put in place from corporate down to division/team and individual level. Monitoring system is also used to evaluate overall

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 115

Perseroan menetapkan proses pemantauan atas keseluruhan capaian kinerja masing-masing individu maupun group/ kelompok. Pemantauan dilakukan melalui coaching, counseling, dan controlling. Perseroan selanjutnya melakukan evaluasi atas kinerja seluruh insan perusahaan, baik pada tingkat individual, team maupun pada tingkat perusahaan secara periodik. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk dua tujuan, yakni feedback bagi pengembangan kompetensi SDM bersangkutan dan memberikan penghargaan untuk yang memiliki kinerja sama atau melebihi target sesuai kesepakatan KPI sebelumnya serta langkah pembinaan bagi yang kurang atau tidak dapat mencapai ukuran kinerja yang ditetapkan .

achievement of each individual or group. Monitoring is carried out through coaching, counselling and controlling. Periodic evaluation is made on all personnel, whether as an individual, a team or a company as a whole.

The result of this evaluation is then used for two purposes. First, as feedback for developing the employee’s competence and giving award for above standard achievement in accordance with Key Performance Indicator (KPI). And second, as coaching measures for those with below standard performance.

Secara berkala, remunerasi pegawai ditinjau dan disesuaikan dengan kompetensi dan prestasi kinerja.
Remuneration is commensurate with employees’ competence and performance.

Perseroan telah menerapkan standar penggajian berdasarkan pemeringkatan pegawai dan jenjang jabatan. Untuk memberikan remunerasi yang kompetitif, Perseroan mengikuti remuneration survey pada industri sejenis. Secara keseluruhan proses tersebut merupakan upaya standarisasi sistem kompensasi dan imbal jasa Perseroan yang diarahkan untuk meningkatkan motivasi pegawai dalam meningkatkan kompetensi dan kinerjanya. Selain remunerasi yang sejalan dengan perkembangan industri maupun kinerja, Perseroan memberikan tunjangan lain kepada pegawai dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR), jaminan kesehatan, uang pensiun dan hak cuti yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perseroan telah melaksanakan program “Jaminan Hari Tua” (JHT), Dana Pensiun Bukit Asam dan program pensiun “Tabungan Hari Tua”, bekerja sama dengan lembaga yang kompeten, sebagai bagian dari pemenuhan kesejahteraan pegawai. Perseroan juga menyediakan jaminan layanan kesehatan melalui RSBA dan program Asuransi Kesehatan Tugu mandiri untuk pegawai dan pensiunan pegawai.

The Company has devised a remuneration standard based on employee rank and position level. The Company also seeks to formulate a competitive remuneration standard by taking part in a remuneration survey in similar industry. The whole process is a means to standardize compensation and benefit system towards motivating employees to step up their competence and performance.

Besides performance-based remuneration, the Company provides other benefits in the form of holiday bonus, health insurance, pension and paid-leave in accordance with the prevailing regulations. The Company has set up Retirement Benefit Program, Bukit Asam Pension Fund and Retirement Savings Program in collaboration with reputable and competent institutions. These are all aimed at satisfying employees’ welfare. The Company also provides health care plans through Bukit Asam Hospitals and Tugu Mandiri Health Insurance Progam for employees and retirees.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

116

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operational Management Report

PENYELARASAN ORGANISASI DAN PENYEMPURNAAN SISTEM MANAJEMEN SDM
Perseroan dalam rangka menunjang pertumbuhan yang berkesinambungan telah melakukan evaluasi dan penyelarasan organisasi sesuai dengan dinamika perubahan perusahaan. Langkah penting lainnya yang dilakukan adalah penyempurnaan sistem pengembangan pegawai melalui penerapan “Talent Management” dengan tujuan diperolehnya gambaran rinci mengenai ketersediaan dan penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi. Melalui penerapan tersebut, maka pengembangan, seleksi dan nominasi pegawai berbasis pada kompetensi dan kinerja yang bersangkutan. Perseroan kemudian melakukan review atas model kompetensi yang digunakan sebagai acuan, diikuti pengembangan Assessment Center. Langkah-langkah tersebut kemudian berhasil menyempurnakan model kompetensi dan menyusun panduan assesment, setelah dilakukan review atas katalog kompetetensi inti, manajerial, karakteristik pribadi dan teknis, serta panduan asesmen kompetensi teknis.

ORGANIZATION ALIGNMENT AND HUMAN RESOURCE MANAGEMENT SYSTEM IMPROVEMENT
In a bid to ensure a sustainable growth the Company has conducted organisational assessment and alignment in accordance with the Company’s changing requirements.

Another important measure taken was improving employee development system through the application of “Talent Management” to arrive at a detailed picture of the availability and placement of employees as required by the organization. By this application, employee development, selection and nomination will be based on the individual employee’s competence and performance. The Company then reviewed the competence model used as reference and developed an Assessment Center.

These measures successfully improved competence model and produced assessment guide, after reviewing core competence catalogue, managerial aptitude, personal and technical characteristics, as well as technical competence assessment guide.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 117

PENINGKATAN BUDAYA UNGGUL
Pembentukan dan peningkatan Budaya Unggul merupakan bagian dari upaya memotivasi pegawai agar senantiasa berkinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi Perseroan. Program pembentukan dan peningkatan budaya unggul yang dilakukan pada tahun 2010, diantaranya: • Pengembangan assesment center, penyempurnaan model kompetensi dan penyempurnaan panduan assessment. Sosialisasi dan Implementasi sistem penghargaan dan sanksi yang dilakukan secara transparan dan terukur. Implementasi Balance Score Card di seluruh satuan kerja Perseroan, melalui standarisasi sistem manajemen kinerja yang diharapkan dapat mempercepat pembentukan budaya berbasis kinerja. Melakukan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PPKP), pada setiap semester, menggunakan KPI yang ditetapkan sebelumnya, sebagai acuan pemberian penghargaan dan pengembangan karyawan. Pembinaan mental dan spiritual pegawai serta mensosialisasikan nilai-nilai unggul Perseroan sebagai mana tertera pada buku Kode Etik Perseroan dan Manual GCG yang telah diperbaharui.

CULTIVATING CULTURE OF EXCELLENCE
Cultivating culture of excellense is an effort to motivate employees to constantly give their best performance and contribution to the Company. Culture of excellence cultivating program conducted in 2010 included:

• • •

• •

Developoment of assesment center, improvement of competence model and assessment guide. Dissemination and implementation of a transparent and measured reward and punishment system. Implementation of Balanced Score Card throughout the Company by way of standardizing performance management system expected to expedite the establishment of performance-based culture. Implementation of Employee Job Performance Rating in every semester, using pre-established Key Performance Indicator as the basis of reward and development of employees. Development of mental and spiritual aspects of employees and dissemination of values of excellence practiced by the Company as laid down in the Corporate Code of Conduct and the revised GCG Code.

118

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 119

Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis

Perbaikan dan pembangunan prasarana pendukung produksi serta penajaman pelaksanaan program efisiensi untuk menyambut peluang dan menjamin peningkatan kinerja berkelanjutan dimasa mendatang
Heading “Construction and Improvement of production supporting infrastructure and focused efficiency program in anticipation of business opportunity and sustainable future growth

. termasuk sumber energi.4% menjadi Rp8. kembali meningkat. Indonesia is also tied to this economic growth dynamics. macro economic indicators prove that Indonesia’s economy is stable and ready to develop further in the years to come. 4. Perekonomian Indonesia. Lembaga pemeringkat Standard & Poors meningkatkan peringkat utang luar negeri dari BB. Italy and Greece. batubara dan bahan mineral kembali meningkat. terutama China dan India. Irlandia. and Fitch Ratings raised it to BB+ (one grade lower than investment grade). developed countries’ monetary policy that kept interest rates at low levels coupled with monetary stimulus bail-out packages are expected to leave room in the financial market to boost investment and capital market activities.21 miliar serta kurs rupiah ditutuup menguat 4. sempat terguncang oleh krisis fiskal di negara Portugal.5% in 2009.94%. foreign exchange reserves improved totalling US$96. Amerika Serikat masih mengalami kendala dengan defisit ganda dan tongkat pengangguran yang relatif tinggi. With this promising development. Yunani dan Italia.21 billion. terus berlanjut di tahun 2010 lalu. Rating agency Standard & Poors raised foreign loan grade from BB. mainly China and India. As a consequence. Namun demikian sinyal kebijakan moneter negara-negara maju yang mempertahankan suku bunga rendah dan disertai paket stimulus moneter diperkirakan akan membuat pasar finansial tetap longgar untuk mendorong peningkatan investasi maupun kegiatan pasar modal. Italia. Ireland. Peningkatan perekonomian kawasan Asia Pasifik yang tinggi mendorong permintaan dan harga berbagai komoditas utama seperti CPO. higher than 4. demand for primary commodities including energy sources is expected to see an upward trend. European countries’ economic growth was stunted by fiscal crises in Portugal.5%.5% dan cadangan devisa meningkat mencapai angka US$ 96. Pemulihan perekonomian global yang dimulai sejak pertengahan 2009. The robust economic growth in the region raised demand and price of major commodities such as palm oil. Kawasan Eropa sekalipun mengalami pertumbuhan. Dengan demikian. global economic recovery in 2010 was not as high as had been predicted.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 120 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis KONDISI UMUM DAN PROSPEK USAHA KONDISI UMUM PEREKONOMIAN GLOBAL DAN INDONESIA. Akibatnya tingkat pertumbuhan perekonomian global di tahun 2010 tidak setinggi perkiraan semula. suku bunga rujukan BI tetap di kisaran 6. Increase in domestic consumption. dengan outlook positif dan lembaga pemeringkat Fitch telah meningkatka peringkat utang tersebut menjadi BB+ (satu tingkat dibawah investment grade). Indonesia improved its foreign loan rating. investment and export spurred Indonesia’s GDP to post a 6. diperkirakan akan membuat permintaan komoditas utama.94%. The United States of America was still facing double digit deficit and higher unemployment rate.to BB.4% On the face of the encouraging economic performance. yang berada di kawasan Pasifik tak lepas dari dinamika pertumbuhan tersebut. Perkembangan positif perekonomian tersebut. Inflasi relatif terkendali pada kisaran 6.991/US$.menjadi BB. Rupiah exchange rate strengthened and closed at Rp8. Bank Indonesia benchmark rate was stable at 6. dengan tingkat pertumbuhan terbesar lebih banyak disumbang oleh membaiknya perekonomian negara negara di kawasan Asia Pasifik. However. Pertumbuhan konsumsi domestik.1%. Inflation was relatively under control at 6.5%. coal and other mining minerals. secara keseluruhan indikator ekonomi makro menunjukkan perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang mantap dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang. Overall. GENERAL CONDITION AND BUSINESS PROSPECTS GENERAL CONDITION OF GLOBAL AND INDONESIAN ECONOMY The global economy began to recover in the middle of 2009 and continued through 2010 with the highest growth contributed by countries in the Asia Pacific region. Situated in the Asia Pacific region. with positive outlook. Kinerja perekonomian Indonesia tersebut membuat peringkat utang luar negeri Indonesia naik. peningkatan kegiatan investasi dan perbaikan kinerja ekspor membuat GDP Indonesia mencatat kenaikan sebesar 6. lebih tinggi dari tahun sebelumnya.991/US$ signifying a rise of 4.1% hike.

4% of total coal consumption in the region.9 21.2 513. dengan mayoritas kegiatan ekonominya terkait dengan kawasan Atlantik.773.3 22. mampu bertahan dengan tetap mencatat pertumbuhan perekonomian. coal remained the second chief global energy source after crude oil.0 516.3 % A THD B -11.8% -6.903.9% 0.e.1 2. batubara adalah sumber energi utama. COAL PROSPECTS Growth of World Coal Consumption According to BP Statistical Review of World Energy. China dan India adalah konsumen utama sejak beberapa tahun terakhir dengan masing sebesar 71. Its coal consumption in 2009 dropped significantly.0 2.6 1.2% % THD TOTAL 2009 16. kedua negara ini.7% 0.286.3 106. tidak luput dari pengaruh krisis perekonomian global.6 3.2% 0.3 2. konsumsi sumber energi.1 24.0 1.43 ton coal Di kawasan Asia Pasifik. The same data indicated that the 2009 global economic crisis had caused energy source consumption (including coal) in most industrialized countries dropped. dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU. Hanya di kawasan Asia Pasifik konsumsi batubara tetap mengalami peningkatan.6 528.1 101. i. Juni 2010. seperti ditunjukkan pada tabel berikut.8 9.023.2 107.7% 13.151.644. Data yang sama menunjukkan bahwa tahun di 2009.038.903.4%. coal is the main energy source and the major part is used for TPP fuel. Konsumsi batubara di kedua negara tersebut juga tetap meningkat.1 1. Juni 2010. In 2009 coal contribution reached 29. China and India have been the biggest consumers for the past few years respectively at 71. -15. .0 526.3% 3.3% -0. Japan.4% total konsumsi batubara Asia Pasifik. During the world economic recession in 2009 these two countries stood fast with stable growth of economy and coal consumption.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy. (termasuk batubara) di hampir seluruh kawasan negara industri utama dunia mengalami penurunan.5 456. batubara tetap menduduki peringkat kedua sumber energi global utama setelah minyak bumi. Saat krisis perekonomian global tahun 2009 melanda.5 2009 B 531. Di tahun 2009 kontribusi batu-bara sebagai sumber energi mencapai 29.7 9.4 3.1 21. Jepang.6% North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Consumption REGION Sumber : BP Statistical Review of World Energy. June 2010. Konversi 1 ton setara minyak = 1. was also impacted by world economic crisis.7 22. Dari total penggunaan batubara di kawasan Asia Pasifik. saat puncak krisis perekonomian global.1 102.0% -3.6 614.5% dan 11. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.3% -11.0 3.2 111.4 9.5% and 11.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 121 PROSPEK PERMINTAAN BATUBARA Perkembangan Konsumsi Batubara Dunia Sesuai dengan data BP Statistical Review of World Energy.1 602. Only in the Asia Pacific region coal consumption remained high as shown in the following table: Realisasi Konsumsi Batubara Global (Dalam juta ton setara mnyak) Actual Global Coal Demand (In million tons of oil equivalent) KAWASAN Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Konsumsi Batubara Global 2005 2006 2007 2008 A 614.3 9.4% 6. whose economy is largely associated with the Atlantic region.278.2 3.184.3% 65.4% of total energy source consumption.4% dari total penggunaan sumber energi. Konsumsi batubata Jepang di In the Asia Pacific region.6 9.9 606.

6 7. Realisasi Konsumsi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Consumption (In million tons of oil equivalent) NEGARA Australia Bangladesh China China Hongkong SAR India Indonesia Jepang Malaysia New Zealand Philippines South Korea Taiwan Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik 2005 2006 2007 2008 A 53.2 5.7 184.1 119.1 7.7 5. the economic trend remained more stable and coal production continued to rise in 2009.4 26.2 5. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.773. yakni -15.4% 0.1 28.0 66.1% 0.1 40.8 0.9 1. Dampak krisis perekonomian global yang lebih berpengaruh di kawasan Atlantik.7 1.4 125.5% 1.3 7.0 195.9 59.100.8 39. sebesar 8.2% 1.7 6.5 54.8 30.6 245.0% -15. coal demand is met by countries in the closest region.3% % THD TOTAL 2009 2. While in the Pacific region.3% as shown in the following table.2 15.7 14. Hal tersebut tampak pada tabel berikut. total consumption in Asia Pacific region in 2009 rose by 6.644.9% 3.8% 14.8% 0.9 30.4% 1.0 2. secara keseluruhan. recording a growth of 8. Growth and Projection of World Coal Production Considering the high cost of transportation.8 4.6 % A THD B -1.3 28.7% -7. Juni 2010.215.4% 5.4 1.4 1.1 32. Sedangkan untuk kawasan Pasifik.4% 11.4 7.1 2.8 14.5 108.4 24. seperti Taiwan dan Thailand juga mengalami penurunan.0% -2. Namun karena total konsumsi batubara China dan India yang besar.4 0.3 2.5% Australia China India Indonesia Japan Malaysia Philippines South Korea Taiwan Thailand Others Total Asia Pacific Coal Consumption Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik REGION Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.2 0. kebutuhan batubara dipenuhi dari kawasan terdekat.6 5.1 7.1% 0.0% 9.7 54. However.6 0.5% 0.313.0 1. due to the considerable coal consumption of China and India.5 54. konsumsi batubara kawasan Asia Pasifik di tahun 2009 tetap meningkat sebesar 6.1 1.2 28.3%.7 41.5 6.023.6 38.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy. Other countries in this region such as Taiwan and Thailand also decreased their consumption.3% 9.4 1.5 210.3 2. seperti tampak pada tabel berikut.8 68.6 0.0 230.0 7.1 11.903.4 1. trend ekonomi yang tetap positif membuat produksi batubara di kawasan ini di tahun 2009 tetap meningkat.4 1.1 55.1% 0.1 51.4 30.4%. as shown in the following table.43 ton coal Perkembangan dan Proyeksi Produksi Batubara Dunia Mengingat biaya transportasi yang cukup besar.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 122 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis tahun 2009 lalu sempat turun cukup besar.1 121.1 1. .537.151.4% 6. Beberapa negara lain di kawasan ini. Konversi 1 ton setara minyak = 1.1 2.0 7.3%.4 2009 B 50.7% 1.2 128.8% -3.3%.2% -15. World crisis that had bigger impact on the Atlantic region consequently caused a decline in the region’s coal production.8 38.406.3% 3.4% -20.6 12.2% 6.0% 71. membuat produksi batubara di kawasan tersebut rata-rata menurun.3 6.3 28.2% 0.

menunjukkan bahwa laju pertumbuhan produksi batubara Indonesia sejak tahun 2005 berkembang lebih cepat dari pertumbuhan produksi Australia.4 1.4% -7. memenuhi sebagian kebutuhannya melalui kegiatan penambangan dalam negeri.8 140.9% Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.7 53. Demikian juga India. China being the biggest consumer of coal in the world meets the major part of its demand by domestic mining.408. Indonesia kini bersaing dengan Australia sebagai pemasok batubara terbesar di pasar global.1% 0.2 3.9 1.7 1.9 0. June 2010.0 141.1 634.43 ton coal China sebagai konsumen terbesar batubara di dunia.0 637.9 578.213.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.3% 2.5 57. In recent years Indonesia and Australia have met world coal demand (particularly in the Pacific region). Namun demikian produksi batubara India masih belum mencukupi. Sehingga selain sebagai konsumen. sebagai konsumen batubara kedua terbesar. sejak beberapa tahun terakhir merupakan negara pemasok batubara di pasar global (terutama wilayah Pasifik).6 1.6 446. the second largest coal consumer.7 -9.2 0. Indonesia is now in competition with Australia to be the world largest coal supplier.3 1.1 52.0 144. mengingat keduanya mampu memproduksi batubara dalam jumlah melebihi kebutuhan domestik.3 3. but it is also the largest coal producer in the world. . it has to rely on import.5 2.6% 12. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.3 3. but due to its insufficient production.8 629. India. Not only is China a consumer. Indonesia dan Australia.2% 17.9 420.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 123 Realisasi Produksi Batubara Global (Dalam juta ton setara mnyak) Actual World Coal Production In million tons of oil equivalent KAWASAN 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B % THD TOTAL 2009 REGION North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Production Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Produksi Batubara Global 618.8 46. since 2005 Indonesia’s coal production has grown at a higher rate than that of Australia.4 1. as both countries are in a position to produce coal in excess of their domestic consumption.1 452. Data BP Statistical Review of World Energy.0% -1.637.0% 4.3 438.3% 0.9 140. Juni 2010.035.871.882. Juni 2010.5 50. China adalah produsen batubara terbesar di dunia.2% 64.764. Konversi 1 ton setara minyak = 1.8 444.144. berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.0 143. sehingga kekurangannya harus dipenuhi lewat impor.5 3.0% 8.0 2.3% -7.044. According to BP Statistical Review of World Energy.0% 1.3 2. strives to be self-sufficient.336.

4 181.6 140.641.6% 14. Global Seaborne Thermal Coal Supply 2009-2025 1.876.1 170. menurut kajian tersebut.1 1. terutama Indonesia dan Australia akan mendominasi pasokan. Even after the coal-fired 10. June 2010” memprakirakan.045.4% Australia China India Indonesia Vietnam Others Total Asia Pacific Coal Production Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy. The following illustration depicts the estimate.2 1.770.5% 8.0 28.9 18.3 1. with its abundant reserves and relatively low consumption. This is because Indonesia. Sekalipun proyek PLTU berbahan bakar batubara dengan daya 10. selain cadangan yang memadai dan tingkat konsumsi yang relatif rendah.1 93.9 211.5 3.0 133.2% 8.7 1. dengan kontribusi meningkat dari perkiraan sebesar 54% di tahun 2009 menjadi 61% di tahun 2025. enjoys low production costs. peningkatan suplai batubara di pasar global dari angka 621 juta ton di tahun 2009 menjadi 1.2 21.0 1.8 30. A study by Wood Mackenzie “Coal Market Service. increasing their contribution of 54% in 2009 to 61% in 2025.4 28. will dominate coal supply.205.1 228.1% 10.120.000 800 Mt Other Venezuela Canada USA China Vietnam South Africa Colombia Russia 2009 2010 2011 2012 2013 2015 2016 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2014 2017 2025 600 400 200 0 Australia Indonesia Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Indonesia.9% 8. Penyebabnya adalah.3 220. akan tetap menjadi pemasok batubara utama di pasar global.1 miliar ton di tahun 2025 seiring membaiknya perekonomian global dan meningkatnya permintaan.000 MW According to the study. terutama di kawasan Asia Pasifik.3 210.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 124 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Realisasi Produksi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Production (In million tons of oil equivalent) NEGARA 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B % THD TOTAL 2009 REGION Australia China India Indonesia Vietnam Lainnya Total Produksi Asia Pasifik 205.0 217.425.8 1.0 162.3 28.1 2. mainly Indonesia and Australia.1 2.8 23.5% 7.1% 1. Hal tersebut ditunjukkan pada illustrasi berikut.0% 1.3 25.3% 70.5 155.4% 10.282. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.1% 9.552. biaya produksi batubara Indonesia tetap bersaing. June 2010” estimates world coal supply will increase from 621 million tons in 2009 to 1.200 1. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik.3 1.2 32.1 billion tons in 2025 as world economy bounces back and demand increases.000 MW .216. Countries in the Asia Pacific region. Indonesia will retain its role as the major coal supplier in the world market especially in the Asia Pacific region.3% 9.2 119.4 22. Juni 2010 Source: BP Statistical Review of World Energy.43 ton coal Kajian Wood Mackenzie.6 195.9 1. dalam “Coal Market Service.

According to OECD research. Indonesia is projected to be in a position to meet domestic coal demand and to step up its export supply.8 %. untuk tahun 2011 mendatang. Indonesia will continue to dominate the world market with its coal supply in the next few decades. at an estimated export volume of 190 million tons in 2009. hampir seluruh negera industri utama diperkirakan akan mencatat pertumbuhan perekonomian. naik menjadi 323 juta ton di tahun 2015 dan mencapai 374 juta ton di tahun 2020. and China is predicted to post the highest . November 2010. Perekonomian kawasan Pasifik diluar OECD diperkirakan meningkat lebih cepat. Projected Supply by Exported Country Note: in million tons Proyeksi Konsumsi Batubara Dunia Perbaikan kondisi perekonomian global di tahun 2010 lalu turut mempengaruhi permintaan batubara global. membuat harga jual sangat bersaing. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. and in Sumatra with economical railway transport. Jepang dan Korsel) memprediksikan pertumbuhan GDP tahun 2010 sebesar 2.8%. sekaligus tetap meningkatkan pasokan ke pasar ekspor.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 125 tahap 1 dan tahap 2 telah beroperasi. yang mencakup 34 negara maju. in 2011 most industrialized countries will record economic growth. suplai batubara Indonesia ke pasar global akan tetap mendominasi pada beberapa dekade mendatang. TPP phase 1 and phase 2 are operational. enable the Company to offer competitive seling prices. Therefore. Japan and South Korea) predicted that in 2010 GDP would grow 2. GDP growth of those countries vary. Dengan demikian. sehingga membuat permintaan batubara kawasan ini meningkat dengan cepat Menurut kajian OECD. Its main production areas in Kalimantan using low-cost river transport. dengan jumlah ekspor diperkirakan mencapai 190 juta ton di tahun 2009. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. 323 million tons in 2015 and 374 million tons in 2020. Dengan daerah produksi utama di Kalimantan dengan sarana angkut melalui sungai yang berbiaya rendah dan di Sumatera dengan sarana kereta yang cukup ekonomis. Noember 2010 that covered 34 developed countries (including USA. Tingkat pertumbuhan GDP Projected World Coal Consumption The economic upswing in 2010 impacted world coal demand. (termasuk Amerika Serikat. In the Pacific region outside OECD coal demand was predicted to increase at a high rate following the regional growth. Indonesia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan batubara.

1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). Asia Pacific region being the major consumer. kawasan ini diperkirakan menguasai 72% perdagangan batubara global melalui laut.2 billion tons in 2025. Pertumbuhan perekonomian global pada tahun-tahun mendatang akan tetap berlangsung. the Atlantic region (North. 8. GDP China akan tumbuh cukup besar.9%.9%. The world economy will continue to improve in the coming years at around 3. impacting coal demand in the Pacific region. karena peningkatan penggunaan energi nuklir dan gas. June 2010” memprediksi. pertumbuhan pasar batubara global dari angka sebesar 720 juta ton di tahun 2010 menjadi 1. Di akhir 2025. sehingga mempengaruhi pertumbuhan permintaan batubara di kawasan Pasifik. . this region is predicted to control 72% of world coal trading by sea. Senada dengan kajian tersebut. Kajian Wood Mackenzie memprakirakan. dengan kontribusi permintaan terbesar dari kawasan Asia Pasifik. Taiwan 6% dan Korsel 4%. According to Wood Mackenzie. Taiwan 6% and South Korea 4%. dengan China diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi terbesar diikuti oleh India. biro Wood Mackenzie dalam kajian “Coal Market Service. growth followed by India. On the other hand. Menurut Wood Mackenzie. June 2010” predicts GDP of China will increase by 8. Sebaliknya. from 484 million tons to 874 million tons. At end 2025. Wood Mackenzie study estimates world coal market will increase from 720 million tons in 2010 to 1.2 miliar ton di tahun 2025.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 126 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Laboratorium Uji Kualitas Batubara di Tanjung Enim negara-negara tersebut bervariasi. South America and Europe) will not increase their coal consumption as they are turning to nuclear and gas as energy sources.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). Selatan dan Eropa) tidak akan mencatat pertumbuhan konsumsi batubara. kawasan Atlantik (Amerika Utara. dalam beberapa dekade mendatang pertumbuhan konsumsi batubara global akan terkonsentrasi di kawasan Pasifik. in the next few decades world coal demand will be concentrated in the Pacific region. yakni tumbuh dari angka 484 juta ton menjadi 874 juta ton. dengan kisaran 3. In the same tune Wood Mackenzie in its study “Coal Market Service.

relatif mampu memenuhi kebutuhannya dari produksi tambang-tambang dalam negeri. In the Asia Pacific region. China sekalipun merupakan konsumen batubara terbesar.400 1. 2025 .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 127 Coal Demand Forecast by Trade Basin and Transport Mode 1. Despite being the largest coal consumer.000 800 Mt Pacific Total Atlantic Total Landbone Seaborne 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1.000 800 Mt Other Americas Europe Asia 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Di kawasan Asia Pasifik. posisi Jepang sebagai salah satu importer batubara besar akan terus tergeser oleh China dan India. Japan will be replaced by China and India as major coal importers. Sedang India dengan jumlah cadangan dan produksi yang lebih terbatas membuatnya berpotensi menjadi importir batubara terbesar dalam dekade mendatang.200 1. In the meantime India with its limited reserves and output is more likely to become the biggest coal importer in the coming decades. China is able to satisfy its own needs with domestic mine products.200 1.

terkompensasi oleh penggunaan gas dan energi nuklir. is able to be sulf-sufficient in coal requirements.000 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 Mt Other Philippines Thailand Malaysia Taiwan South Korea Japan China India 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Kajian US Energy Information Administration dalam Annual Energy Oulook 2010. terutama kawasan Asia Pasifik tingkat konsumsi batubara meningkat dengan laju rata-rata sebesar 1. in the longer term coal requirements of OECD countries (the majority is in the Atlantic region) will not increase as they are compensated by gas and nuclear sources. While Indonesia. i. A report by US Energy Information Administration in “Annual Energy Outlook 2010” has the same conclusion. namun akan mampu memenuhi kebutuhan batubara dari dalam negeri. The construction of coal-fired TPP in Malaysia and the Philippines will increase their coal import in the coming years.43%. juga menunjukkan kesimpulan senada. as shown in the following graph. lainnya untuk sektor industri. untuk kemudian meningkat dengan laju 2 % pertahun untuk periode 2020 hingga 2035.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 128 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Perkembangan pembangunan PLTU barbahan bakar batubara di Malaysia dan Filipina akan membuat permintaan impor dari kedua negara ini meningkat pesat di tahun-tahun mendatang. Kajian tersebut juga menunjukkan bahwa untuk periode waktu proyeksi tersebut. yakni dalam jangka lebih panjang. and 2% per annum from 2020 until 2035. yang mencapai 40% sampai 43%. coal contributes 26% . Sedang negara-negara Non-OECD.28% of energy sources and mostly used for fueling TPP at 40% . Seperti ditunjukkan pada diagram berikut.1% pertahun hingga tahun 2020. walaupun banyak membangun proyek PLTU serupa. The report also says that in the period under study. While Non-OECD countries particularly in the Asia Pacific region will increase their consumption at an average rate of 1. the rest being for industrial sector. 2025 . persentasi kontribusi batubara sebagai sumber energi akan berada pada kisaran 26%-28% dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU.1% per annum until 2020. Sedang Indonesia. despite its numerous TPP of similar nature.e. kebutuhan batubara di negara-negara OECD (mayoritas berada di kawasan Atlantik). Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1. tidak mengalami pertumbuhan.

85 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 26.50 29.65 34.00 40. The rising trend of coal price in the Pacific region is shown in the following table. Kecenderungan peningkatan harga batubara di kawasan Pasifik diperlihatkan pada tabel berikut.00 2010 98. Hal yang patut di cermati adalah kecenderungan peningkatan harga batubara kalori rendah dimasa mendatang. Projected Coal Price in Pacific Region and Indonesia In line with the projected higher coal demand in the Pacific region.25 2006 2007 55. riset Wood Mackenzie menunjukkan bahwa harga patokan batubara di kawasan Pasifik cenderung meningkat dalam beberapa tahun mendatang.75 31. It should be noted that low-calorie coal will enjoy better price in the future.65 2008 2009 70. Historical Japan Thermal Price Trend 6.50 34.30 40. China dan Indonesia. particularly in India.322GAR 125.00 . as more and more TPPs using low-calorie coal are being built in the Pacific region. terutama di India.00 2005 52. mengingat cukup banyaknya PLTU berbahan bakar batubara kalori rendah yang saat ini tengah dibangun dikawasan Pasifik.75 2007 45.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 129 Seaborne Thermal Coal Demand by Region 50 44 40 40 43 30 23 20 23 22 27 26 28 10 3 0 Electricity Industrial Other Sections Total 2 2 2007 2020 2035 Proyeksi Harga Batubara Di Kawasan Pasifik Seiring dengan proyeksi mingkatnya permintaan batubara di pasar Pasifik. China and Indonesia.30 37.00 53.55 28. Wood Mackenzie research reveals that benchmark price in this region tends to increase in the coming few years.

spot coal price also improved. Namun kemudian harga patokan ini sejak bulan Juli 2009 cenderung terus meningkat. harga patokan batubara untuk periode 2009-2010. sempat diwarnai penurunan. global spot price has been volatile. Afterwards. saat puncak krisis finansial global melanda. and Indonesian Coal Index benchmark for 6. Historical Global Coal Spot Price Index 6.500 Gar calorie rose to US$125.12/ Mt. Starting end 2009. In the domestic market. seiring dengan trend pemulihan perekonomian global. But in July 2009 this benchmark price started picking up. benchmark price of all calorie types declined in March – May 2009. Hal tersebut tergambarkan pada grafik berikut. yang sempat menyentuh angka US$194. berlaku pada seluruh tipe kalori. harga spot batubara global sempat turun.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 130 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Sementara dalam tiga tahun terakhir. Historical Indonesian Coal Price Index 140 120 100 US$/mt 80 60 40 20 0 2 Jan 09 30 Jan 09 27 Feb 09 27 Mar 09 24 Apr 09 22 Mei 09 19 Jun 09 17 Jul 09 14 Aug 09 11 Sept 09 9 Okt 09 6 Nop 09 4 Des 09 31 Des 09 2 9Jan 10 25 Feb 10 26 Mar 10 23 Apr 10 21 Mei 10 18 Jun 10 16 Jul 10 13 Aug 10 10 Sep 10 ICI 6500Gar ICI 5800Gar ICI 5000Gar ICI 4200Gar . dengan harga patokan tertinggi terjadi pada bulan Juli 2008.322GAR 220 200 180 160 US$/mt 140 120 100 80 60 40 20 05 Feb 02 Apr 30 Apr 19 Sep 16 Nop 8 Okt 10 4 Nop 10 05 Mar 28 Mei 25 Jun 23 Jul 22 Aug 19 Okt 14 Des 3 Des 10 08 Jan GC 2008 GC 2009 GC 2010 JFY 2010 Di pasar dalam negeri. terjadi pada bulan Maret 2009.79/Mt. harga pasar spot batubara global cenderung meningkat. the highest occurred in July 2008 at US$194.12/Mt in March 2009.07/Mt. harga patokan batubara global di pasar spot berfluktuasi. The follwing graph shows the price trend. Setelah itu. when the world financial crisis was at its peak. dengan titik terendah ada pada harga US$60. as the world economy rebounded. pada bulan-bulan Maret-Mei 2009. as shown in the following graph.500 Gar sempat menyentuh angka US$125. Mulai akhir 2009. sehingga harga patokan Indonesian Coal Index untuk kalori 6.07/Mt.79/Mt. For the past three years. Hal tersebut ditunjukkan pada grafik berikut. spot price dropped to its lowest US$60.

053 52. berasal dari 1 BUMN (PTBA) dan tidak kurang dari 49 perusahaan tambang swasta..487 39. produksi batubara terus menunjukkan trend yang meningkat.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 131 Perkembangan Produksi dan Konsumsi Batubara Indonesia.e. Seperti ditunjukkan oleh data publikasi “Indonesian Coal dan Power” (ICP) dari Energy Publishing Pty Ltd.298 14.831 5.801 237.545 4. dengan gambaran ringkasan produksi tahun 2010 sebagai berikut.154 24.878 20. or up 10.1% dari produksi tahun 2009 yang sebesar 215.337 12. The following table briefly describes coal production in 2010.590 38.9 juta ton.426 17.7 million tons.1% from 2009 that stood at 215. In 2010 Indonesia’s coal production reached 237.689 Pengangkutan Batubara di Tambang Air Laya. Nama Perusahaan Company Name 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PT Adaro PT Kaltim Prima PT Kideco Jaya Agung PT Arutmin PT Berau Coal (KKS) PT Indominco Mandiri PT Bukit Asam PT Trubaindo PT Gunung Bayan Pratama Produsen Swasta Lain (+ 39 Perusahaan) Total Produksi Total Production 2009 40.951 28. produksi batubara Indonesia tahun 2010.383 14.9 million tons.936 2010 * 42.7 juta ton. Tanjung Enim .184 4. Di Indonesia.142 46. mencapai total 237. naik 10.396 10. Ltd. in its publication “Indonesian Coal and Power”.252 11. PTBA and 49 other private mining companies. That considerable output came from one state-owned enterprise i.913 5.692 19. Produksi batubara sebesar itu. Indonesian Coal Production and Consumption Indonesia’s coal output continued on the upward trend as reported by Energy Publishing Pty.312 215.

200 (Kcal/kg AR).386 191.9 95.4 43.8 million tons in 2010. the increase will be more than 100% to 95.3 . and the rest for domestic consumption.9 59.3 42.5 44. Dimasa mendatang.1 8. dengan asumsi pembangunan PLTU berbahan bakar batubara berjalan lancar.012 176.000 MW tahap pertama dan disusul dengan PLTU 10. Dari perkiraan realisasi kebutuhan batubara sebesar 40.4 32.556 204. Hal ini terjadi karena harga jual batubara kalori rendah umumnya lebih rendah. Proyeksi konsumsi batubara untuk PLTU milik PLN menunjukkan bahwa.8 28.000 MW TPP phase 1 and 2.936 237. sekitar 46% jenis batubara yang akan digunakan adalah batubara kalori rendah dengan nilai kalori sebesar 4.200 Kcal/kg AR.8 juta ton di tahun 2010. TPPs tend to switch to low-calorie coal because of its lower price. export and consumption of coal in Indonesia.234 215.033 39.797 47. NILAI KALORI (KCAL/KG AR) CALORIE RATE (KCAL/KG AR) 2010 2011 2012 2013 2014 4200 5100 6100 Total 8.148 47. total coal requirement is projected to increase significantly.7 4. EKSPOR EXPORT KONSUMSI CONSUMPTION 2007 2008 2009 2010 Source: Indonesian Coal and Power 193. (in thousand tons) TAHUN PRODUKSI PRODUCTION The major part of Indonesia’s coal was delivered to global market.689 163.8 25. Gambaran realisasi produksi.2 36. jenis batubara yang digunakan untuk PLTU cenderung semakin bergeser ke arah batubara kalori rendah.9 40. mayoritas digunakan sebagai bahan bakar PLTU maupun pembangkit listrik industri swasta dan BUMN. other industries also have a greater demand for coal due to conversion from oil to other energy sources.2 8. sehingga penggunaannya lebih efisien dari sisi biaya.7 4.9 78 35.456 50.2 27. Selain terkait dengan proyek Pemerintah untuk menyelesaikan proyek pembangunan PLTU 10. Domestic coal demand is expected to continue rising in the future.000 MW tahap kedua.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 132 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Sebagian besar produksi batubara Indonesia dipasok ke pasar global. kebutuhan batubara ini akan meningkat lebih dari 100% menjadi 95. Assuming the construction of PLN’s coal-fired TPP runs well. allowing cost efficiency. Based on projected coal requirement of 40. On the domestic side. total kebutuhan batubara pada masa-masa mendatang akan meningkat cukup signifikan. mostly used by TPPs as well as private and state firms. Sisanya digunakan di dalam negeri.3 million tons in 2014. kebutuhan batubara untuk sektor industri lain juga diperkirakan terus meningkat karena beralihnya pemanfaatan sumber energi lain selain minyak bumi.3 juta ton di tahun 2014.9 87. permintaan pasokan batubara di dalam negeri diproyeksikan terus meningkat. Untuk tahun 2014. In 2014. around 46% will be low-calorie coal with calorie level of 4. konsumsi dan ekspor batubara Indonesia adalah sebagai berikut. The following table shows actual production.488 158. Besides the use by government projects in 10.866 Untuk konsumsi dalam negeri.9 8.

the Company has devised general strategy. covering improved efficiency in production process to earn good margin.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 133 Kertapati Berbagai faktor seperti tergambar dari uraian mengenai permintaan batubara tersebut diatas menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi Perseroan dalam menentukan strategi bisnis jangka panjang. sehingga dapat mempertahankan marjin. As the domestic demand for low-calorie coal continues to rise. diantaranya melakukan proses produksi yang lebih effisien. Perseroan telah mempersiapkan strategi umum. . Various factors as depicted above will create opportunities and at the same time pose challenges for the Company to devise its long-term business strategy. Dengan kecenderungan permintaan dalam negeri yang semakin banyak membutuhkan batubara kalori rendah.

. peningkatan produksi swakelola.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 134 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Stockpile Pelabuhan Kertapati Tiga sasaran utama program efisiensi Perseroan: biaya produksi. efisiensi operasional.

. Operational efficiency was improved by conducting various programs covering the following three groups of activity: Work system improvement. To reduce production cost. the Company consistently implemented an integrated production strategy focused on production efficiency. yakni: Perbaikan sistem kerja. . Untuk mencapai target produksi tersebut. maximizing selfmanaged coal production by optimum use of BWE (Bucket Wheel Excavator) system and developing shovel & truck mining system. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck. product quality and coal availability while preserving the environment and ensuring work safety and health. kualitas produksi dan jaminan ketersediaan batubara dengan tetap menjaga aspek Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Upaya-upaya tersebut ditujukan untuk mencapai 3 (tiga) sasaran utama yakni: menekan biaya produksi. Perseroan melaksanakan beberapa program. Perseroan secara konsisten menerapkan strategi produksi terintegrasi. optimalisasi inside dump untuk memperpendek jarak angkut. handling batubara. suku cadang/ material serta konsumsi energi listrik. . agar sejalan dengan keberhasilan program peningkatan kapasitas angkut kereta api. yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional produksi.Condition-based maintenance of main equipment.Melaksanakan manajemen stockpile dengan menerapkan sistem FIFO. diantaranya mencakup: melakukan penghematan konsumsi BBM.Stock-pile management by FIFO system. among others by: • Integrated operating system backed by information technology.Stock-taking and continuous monitoring of supplies and spareparts. meliputi 3 kelompok upaya. improving operational efficiency and increasing self-managed coal production capacity. Peningkatan Effisiensi Operasional Perseroan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional penambangan. the Company launched several programs including saving fuel. Dengan cara ini Perseroan mampu mengontrol tingkat persediaan dalam jumlah yang memadai (tidak berlebihan) memantau aktifitas penambangan dan pengangkutan dengan akurat serta tepat waktu. . .Stripping ratio control according to plan. Operational Efficiency Improvement The Company improved mining operational efficiency through many ways aimed at reducing production cost. . Untuk menekan biaya produksi. sparepart/ material and electricity consumption. mining and transporting activities were accurate and timely.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 135 LAPORAN KINERJA USAHA SEGMEN BATUBARA Perseroan menetapkan target peningkatan produksi batubara pada 2010. dengan dukungan Teknologi Informasi. berbagai inovasi dan perbaikan menyangkut sistem kerja yang dilaksanakan Perseroan mencakup diantaranya: • Menerapkan sistem operasional terintegrasi. BUSINESS REVIEW COAL SEGMENT The Company aimed to step up its coal production in 2010 to keep up with railway bigger loading capacity. . To reach the production target. inventories were managed at optimum level. meningkatkan effisiensi operasional dan meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola. Untuk meningkatkan effisiensi operasional. handling coal. optimizing inside dump to shorten transporting distance. Perseroan melaksanakan beberapa program.Melakukan perawatan terencana (condition base maintenance) peralatan utama. This way.

but also to support and anticipate higher mining activity in the future. Penggantian dan Penambahan Alat Produksi: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan effisiensi operasional juga mampu mendukung program peningkatan produksi di tahun 2010 maupun di masa mendatang. Prasarana yang diperbaiki terutama berada di areal tambang.Repair and relocation of 2 BWE and 1 spreader from TAL to MTBU area. Kegiatan yang dilakukan dalam hal ini menyangkut diantaranya: . by regular replacement of pulley and installation of infra red censor. .Membuat program Conveyor Information System yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan (stadium) belt conveyor secara bertahap sehingga dapat merencanakan pekerjaan penggantian belt secara lebih baik untuk mengurangi jam breakdown mesin.Pengelolaan lumpur dengan sistem gravitasi untuk menggantikan metode konvensional yang menggunakan pompa atau metode truck & shovel.Memperbesar kapasitas tampung temporary stock. . .Modification and repair of rotary car dumper and the like. • Perbaikan sarana dan prasarana: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional pada tahun 2010 lalu. .Melakukan pengendalian stripping ratio sesuai rencana. Infrastructure improvement was mainly in mining area. . 30 tons to over 50 tons in self-managed mining area. such as piling and stock-pile areas: .Modification and repair of conveyor belt. The program included replacement and addition of shovel & truck especially soil transporter with bigger capacity from approx.Memperpendek jarak angkut tanah dengan melakukan inside dump. . . .PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 136 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis . melalui penggantian pulley secara teratur disertai pemasangan sensor infra merah. seperti areal timbun dan areal stock-pile. .Mempersiapkan penggunaan BWE sebagai reclaimer di temporary stock. . .Conveyor Information System program to detect belt conveyor damage by stages. .Modifikasi dan perbaikan sistem conveyor belt. . . . as described in more detail separately. • • Replacement and addition of production machinery This program aimed to increase operating efficiency and production in 2010 and the ensuing years. Facilities and infrastructure improvement This program was designed not only to improve operating efficiency. • .Perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU.Increased storage of temporary stock. .Shortening soil transporting distance by inside dump. Program yang dilakukan adalah penggantian dan penambahan alat produksi Shovel & Truck menjadi lebih besar terutama alat angkut tanah dari kapasitas 30-an ton menjadi 50 ton keatas pada areal penambangan swakelola.Preparation of BWE as reclaimer of temporary stock.Mud handling with gravitation system to replace conventional method that uses pumps or trucks & shovels. allowing more efficient belt replacement schedule and reducing machine breakdown hours.Melakukan blasting tanah penutup. juga untuk mendukung dan mengantisipasi peningkatan kegiatan penambangan Perseroan di masa mendatang. .Melaksanakan stock opname dan monitoring persediaan barang dan suku cadang secara kontinyu.Cover soil blasting. dengan penjelasan lebih detail ada pada uraian tersendiri.Modifikasi dan perbaikan peralatan rotary car dumper dan sejenisnya.

Dengan mempertimbangkan efisiensi serta optimalisasi asset operasi. Mendukung program penghematan energy yang digalakkan pemerintah. Perseroan berhasil memanfaatan kembali alat BWE system yang sudah habis nilai bukunya. the Company gained an added value: • • • • • Mining operation will be more cost-efficient. BWE operation is weather proof (operable even in the rain) Existing skilled laborer can be employed. Optimizing BWE system was accompanied by the construction of own 3x10 MW TPP to back up BWE system and other efficiency programs using waste coal that had previously been squandered. BWE equipment that has zero book value is re-utilized.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 137 Pembangunan PLTU 3 x 10 MW untuk mendukung operasi BWE System yang lebih efisien. Seiring dengan optimalisasi BWE system tersebut. The BWE’s to be relocated were overhauled to extend their operating life with another 15 years. By revitalizing BWE system and constructing own 3x10 MW TPP. Perseroan mulai tahun 2009 melakukan persiapan pemindahan BWE system ke lokasi Tambang Muara Tiga Besar Utara (MTBU). Perseroan melakukan pembangunan PLTU 3x10 MW milik sendiri guna mendukung program operasi BWE system serta program efisiensi lain secara menyeluruh dengan menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfa’atkan. berupa 2 unit BWE dan 1 unit spreader. Perbaikan dan Pemindahan BWE System Perseroan memiliki dan mengoperasikan 5 unit BWE system. . Dengan program overhaul tersebut. seluruhnya dioperasikan di areal Tambang Air Laya (TAL). starting in 2009 the Company made preparation to relocate BWE to Muara Tiga Besar Utara (MTBU) mine consisting of two BWE’s and one spreader. Mulai tahun 2007 pengoperasian BWE berkurang karena keterbatasan area layak operasi bagi BWE system. Pengoperasian BWE tidak mengenal cuaca (bisa beroperasi meskipun pada cuaca hujan). Memanfaatkan tenaga kerja terampil yang telah ada. In consideration of efficient and optimum operations of assets. Repair and Relocation of BWE System The Company owned and operated five units of BWE in Tanjung Air Laya (TAL). maka akan memperpanjang umur operasi BWE system hingga 15 tahun kedepan dari umur operasi normal. nilai tambah yang minimum yang didapatkan perseroan seperti : • • • • • • Efisiensi biaya operasi penambangan akan membaik. In 2007 the operation of BWE diminished due to limited area suitable for BWE system. BWE equipment can operate for another 15 years. Dalam waktu bersamaan Perseroan juga melakukan perbaikan besar (overhaul) terhadap BWE system yang akan direlokasi. Alat Produksi BWE system dapat dioperasikan dengan baik hingga selama 15 tahun kedepan. Dengan melaksanakan program revitalisasi BWE sytem dan Pembangunan PLTU 3 x 10 MW milik sendiri.

Kapasitas penggalian BWE adalah sebesar 1.000 kPa.300 bcm/jam. dan alat penyebar material (spreader). at least 100 kPa and material hardness up to 5. dan berat total 520 ton. Di Indonesia hanya PTBA yang mengoperasikan peralatan tambang BWE system dengan kapasitas besar. Hal ini karena kondisi areal penambangan PTBA. Metode penambangan menerus menggunakan alat gali Bucket Wheel Excavator (BWE). Continuous mining method uses excavating tool Bucket Wheel Excavator (BWE).138 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Bucket Wheel Excavator BWE Tambang terbuka secara umum dapat dilakukan dengan metode penambangan menerus (continuous mining) dan metode penambangan konvensional. alat angkut ban berjalan (belt conveyor). Ukuran peralatan BWE cukup besar.500 kw. BWE beroperasi dengan daya listrik 1. minimal 100 kPa dengan kekerasan material yang bisa digali sampai dengan 5. dengan jangkauan vertikal posisi high cut 12 m dan double deep step 12 m serta jangkauan horizon baik HC atau DDS 90 m tk. Open pit mining can generally be done by continuous mining method and conventional mining method.000 kPa. belt conveyor and material spreader. daya dukung tanah memadai. Tanjung Enim. In Indonesia PTBA is the only company that operates high-capacity BWE mining equipment. . diameter roda bucket 9 m. yang relatif datar dan luas. This is possible as the Company’s mining area in Tanjung Enim is flat and vast with adequate land support.

maka kompetensi SDM Perseroan dalam mengelola tambang secara penuh akan semakin meningkat juga.64 juta ton. 5. Muara Tiga Besar Utara.6 juta ton. Perseroan berencana menaikkan kapasitas produksi swakelola. Peningkatan produksi batubara pada tahun 2010 terutama berasal dari Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 139 Perkembangan Produksi Pelaksanaan strategi operasional membuat Perseroan berhasil kembali meningkatkan volume produksi batubara menjadi 12.5 juta ton. produksi yang dilakukan secara swakelola meningkat menjadi 5.34 juta ton. Banko Barat. Unit Pertambangan Ombilin dan dari anak perusahaan. The Company plans to gradually upgrade the capacity of self-managed production. and improve employees’ competence in mine management. Dengan peningkatan secara bertahap. naik 5. or increased 5. Secara bertahap. naik 7. Perbaikan Bucket BWE di area bengkel . Dari keseluruhan produksi tersebut.64 million tons.34 million tons the preceding year.6% from 5. PT Internasional Prima Coal dan PT Batubara Bukit Kendi.6% dari produksi tahun sebelumnya sebesar 5.4 % dibandingkan volume produksi tahun 2009 yang berjumlah 11. yaitu dari Tanjung Air Laya (TAL).

280.600. Perseroan mendirikan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli batubara. to handle coal from mining area to stock pile/TLS. Guna menjaga keamanan pasokan kepada para konsumen. Penanganan Batubara Perseroan mulai membangun Supply Chain Management System (SCMS) yang akan diterapkan dalam 5 tahap. Integrasi dan Keuangan. yaitu untuk menangani material /batubara mulai area tambang hingga Stock Pile/TLS. yaitu untuk menangani batubara mulai dari TLS sampai dengan Pelabuhan.547 560.770 783.595.620 76.850 11. the Company set up a subsidiary that is engaged in coal trading.4% 107.558 12.218 3.144.912 11. Phase 2 is TLS to Port. Tahap ketiga.871.5% 9.150 2.8% 876.6% 91. sales and billing. Phase 3 is Marketing and Billing.0% 6.783 574. yaitu PT Bukit Asam Prima (BA Prima) pada 2007. to manage marketing.796 5.333 574.175.185 89% 97% 107.5 million tons to 10.757.728 2.8 juta ton. Tahap pertama adalah Phase Mine to Train Loading Station (TLS).971 507. PT Bukit Asam Prima (BA Prima) in 2007.781 2. Tahap kedua.402 116.477 1.792 8.546 10.4% 317.461.8 million tons. Marketing dan Penagihan.846.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 140 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Produksi dan Pembelian Batubara (Ton) Coal Production and Purchase (Tons) URAIAN 2010 2009 PERUBAHAN % DESCRIPTION Produksi (dalam ton) Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian / Purchases • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian 511. to handle coal from TLS to Port. Coal Handling To handle coal properly.243 57. Phase 1 is Mine to Train Loading Station (TLS).5 juta ton menjadi 10.1% 119. Larger production was accompanied by a 3% rise in railway loading volume from 10. Tahap keempat.783 12.131. Phase 4 is Integration and Finance. to integrate SCMS and other systems including financial .4% Produksi (dalam ton) Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian / Purchases • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian Kenaikan produksi ini selaras dengan peningkatan volume angkutan kereta api yang naik sebesar 3% dari 10. Phase TLS to Port. the Company built up Supply Chain Management System (SCMS) that will be implemented in five phases.2% 110.388 13. i.630.022.e. To secure supply to consumers. yaitu pengelolaan pemasaran dan penjualan batubara serta proses penagihan.049 40.945 5.

Langkah tersebut diikuti dengan melakukan general overhaul stacker reclaimer di stockpile untuk mempercepat proses penyimpanan dan pemuatan batubara. diikuti dengan pengujian di areal stockpile pelabuhan sebelum pemuatan ke kapal. Dengan sistem tersebut. Proses pengendalian kualitas ini berpedoman pada standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 141 yaitu tahapan untuk mengintegrasikan SCMS dengan sistem lainnya yang ada di PTBA termasuk dengan sistem keuangan. Phase 5 is Optimization and EIS. The Company has an additional Hopper Blender facility to support coal blending process to produce coal quality that suits consumers’ needs. For delivery by sea. the Company runs sampling tests to control the quality of coal to be excavated. yaitu tahapan untuk mengimplementasikan modul optimasi dan Executive Information System. Perseroan menjaga kualitas produksi melalui mekanisme quality control yang ketat pada setiap tahapan produksi. Perseroan melakukan penanganan batubara sesuai standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk menjamin kualitas dan pasokan batubara kepada konsumen. Quality tests are then performed in the mine and mining stock-pile area before loading and delivery to customers by railway. The Company applies Quality Management System ISO 9001:2008 to control coal product quality. The Company handles coal in accordance with the standards of ISO 9001:2000 Quality Management System to control product quality and supply to the consumers. to implement optimization module and Executive Information System. • • Quality Control The Company strictly controls product quality on every production stage according to Quality Management System ISO 9001:2008. testing is done on port stock-pile prior to loading to ships. As dictated by the system. system. Perseroan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 untuk menjamin kualitas produk batubara yang dihasilkannya. Pengendalian kualitas. stockpile di daerah penambangan sebelum pemuatan ke kereta api atau dikirim ke konsumen. Pengaturan tumpukan batubara hasil produksi dan proses blending dilakukan sesuai dengan klasifikasi kualitas kalorinya dan kebutuhan konsumen. This measure is accompanied by performing general overhaul of stacker reclaimer in stockpile to speed up coal storing and loading process. which cover: • Stockpile Management Management of coal stockpile from production and blending process is conducted according to the classification of its calorie quality and consumers’ requirements. yang mencakup: • Pelaksanaan Manajemen Stockpile. Pengujian kualitas batubara kemudian dilakukan di areal tambang. Tahap kelima. . Optimasi dan EIS. Perseroan telah melakukan penambahan fasilitas Hopper Blender untuk mendukung proses blending batubara agar menghasilkan kualitas batubara sesuai kebutuhan konsumen. Perseroan melakukan uji sampling untuk memastikan kualitas batubara yang akan ditambang.

total volume angkutan batubara melalui kereta api ke Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati mencapai 10.1 juta ton. Our laboratory is accredited by the National Accreditation Committee with Laboratory Quality Management System certification. Coal shipment volume from Tanjung Enim to Tarahan Port rose 3% from 8. In 2010 the first stage of this system was completed to handle coal from the mines to train loading stations.1 million tons. Sedang dari Tanjung Enim ke pelabuhan Kertapati. Pengawasan dan pencatatan distribusi batubara menuju Pelabuhan atau Dermaga.5 million tons in 2009 to 8. the Company collaborates with PT Kereta Api Indonesia (PT KA).5 juta ton pada 2009.9 juta ton menjadi 2.9 million tons to 2.7 million tons in 2010. Transportation In transporting coal from Tanjung Enim to Tarahan Port (Lampung) and Kertapati Pier (Palembang). Proses yang dilalui dalam pengangkutan batubara meliputi: • Pengaturan jumlah dan kualitas muatan batubara yang akan diangkut oleh masing-masing gerbong kereta api melalui Train Loading Station (TLS). yakni penanganan batubara dari areal tambang sampai pemuatan kereta api (train loading station/TLS). Tahun 2010. While from Tanjung Enim to Kertapati increased 5% from 1. This laboratory is also responsible for testing the quality of waste water from the mines to ensure compliance with the Environmental Quality Standard. sudah direalisasikan tahap pertama sistem ini. Coal quality analysis is performed by the Company’s laboratory that has Laboratory Quality Management System ISO/IEC 17025:2005 certification from the National Accreditation Committee. The process of coal transporation entails: • • • • • Arranging the volume and quality of coal to be transported by each train coach from Train Loading Station (TLS). Laboratorium ini juga bertanggung jawab melakukan pengujian kualitas air buangan tambang untuk menjaga agar terpenuhinya Standar Baku Mutu Lingkungan. In 2010.8 juta ton atau meningkat 3% dari volume tahun 2009 sebesar 10. Pengangkutan Perseroan bekerjasama secara intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KA) dalam proses pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan (Lampung) dan Dermaga Kertapati (Palembang).5 million tons. Analisis kualitas batubara dilakukan oleh Unit laboratorium Perseroan yang telah menerima sertifikat Sistem Manajemen Mutu Laboratorium ISO/IEC 17025:2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).8 million tons or increased 3% from 2009 volume of 10. menjadi 8. total volume of coal shipment by train to Tarahan Port and Kertapati Pier reached 10. Unloading coal shipment from train coaches using Rotary Car Dumper (RCD) in ports and Apron Feeder (AF) in piers. Volume angkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan mengalami peningkatan 3% dari 8. naik 5% dari 1.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 142 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Unit Laboratorium Perseroan telah terakreditasi dengan sertifikat ISO/IEC 17025: 2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).7 juta ton pada 2010. To support quality control program the Company sets up an integrated coal management system by stages.5 juta ton. Pelaksanaan bongkar muat batubara dari gerbong kereta-api menggunakan Rotary Car Dumper (RCD) di Pelabuhan dan Apron Feeder (AF) di Dermaga. Untuk tahun 2010. . Supervising and recording coal distribution to ports or piers. Untuk mendukung program penjagaan kualitas Perseroan mulai membangun sistem manajemen penanganan batubara terintegrasi secara bertahap.

Pengambilan sampel batubara di TLS Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 3. Uji Kualitas Batubara dengan alat Atomic Absorbtion Spectro Photometer Edipiscing lorem ipsum dolor .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 143 1 2 3 1. Stacker Reclaimer di Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 2.

712. (Lihat bahasan “Pengembangan Usaha”).763.454. (See discussion on “Business Development”). the Operations/Production Director of the Company was appointed Honorary Member of PT KA Executive Committee. In 2010 the draft final report was submitted to all parties.430 10. The Company also directly supported the improvement of coal loading capacity by reparing rail-loop and routinely maintaining its own loading and unloading facilities.050.100 2. The bigger loading capacity is believed to substantially increase sales from Tanjung Enim mine. The Company pioneered the construction of new railway tracks to step up coal loading capacity. Coal Transportation Agreement (CTA) with PT KA was was followed by the appointment of an independent consultant to formulate tariff and ”take or pay” schemes. the Company adopted the following .940 10. Mulai tahun tahun 2009. telah menunjuk konsultan independen untuk menyusun formula tarif dan formula take or pay. Program pengembangan angkutan tersebut diyakini akan mampu mengatasi kendala Perseroan dalam meningkatkan jumlah penjualan batubara secara substansial dari lokasi tambang Tanjung Enim. Perseroan juga berperan langsung mendukung peningkatan kapasitas angkutan batubara.150 1. Perseroan juga telah merintis program pengembangan untuk angkutan KA khusus batubara yang baru untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara. In 2009. The larger coal shipment volume was made possible by improved transportation management system and intensive cooordination between the Company and PT KA.956.040 2009 8. Strategi Pemasaran Untuk menjamin berlangsungnya peningkatan penjualan dimasa-masa mendatang di tengah kecenderungan Marketing Strategy In an effort to secure future sales amidst the increasing tendency of coal demand.580 PERUBAHAN (%) 3% 5% 3% RAILWAY TRANSPORTATION Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari perbaikan sistem manajemen angkutan serta adanya koordinasi intensif antara Perseroan dengan PT KA. Direktur Operasi Produksi Perseroan diangkat menjadi Anggota Kehormatan Executive Committee PT KA. Perseroan menindak lanjuti Coal Transportation Agreement (CTA) bersama-sama dengan PTKA. melalui perbaikan rail-loop dan perawatan rutin di fasilitas muat dan bongkar milik Perseroan.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 144 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis ANGKUTAN KERETA API Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan 2010 8.498. Pada tahun 2010 draft final report sudah disampaikan kepada para pihak.

The Company strongly believes that the best customer service will assist the Company to reach its increased sales target. The Company. The meetings discuss development in coal market condition. Perseroan memberikan tanggapan yang cepat terhadap berbagai permintaan dan keluhan konsumen sebagai bagian dari komitmen pelayanan Perseroan. Quality is controlled by implementing quality management based on accredited analysis process. therefore. Selama tahun 2010 Perseroan menerima 9 (sembilan) kali pengaduan dari pelanggan. Jaminan kualitas dikontrol melalui penerapan manajemen mutu yang melibatkan pelaksanaan proses analisis terakreditasi. menjalankan strategi pemasaran meliputi: • Perseroan marketing strategy that included: Komitmen jaminan kualitas produk Jaminan kualitas ini sangat penting karena selain mempengaruhi kelancaran operasional bisnis konsumen juga merupakan faktor penentu tingkat kepercayaan konsumen agar terus menggunakan batubara hasil produksi Perseroan. Findings are used as a basis of formulating production and sales strategy that is the most appropriate for the next three months to enable the Company to meet sales target. Rakor membahas perkembangan kondisi pasar batubara. In 2010 nine complaints from the customers were attended to and settled by the Company. Komitmen pelayanan pelanggan Perseroan selalu mengutamakan prinsip transparansi dan responsibilitas dalam memberikan layanan kepada konsumen demi memenuhi komitmen layanan terbaik kepada konsumen. consumer demand and production problems on site and in transporting process that may affect sales volume.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 145 permintaan batubara yang meningkat. e-mail or letter. Perseroan meyakini penerapan komitmen pelayanan terbaik akan mampu mendukung target peningkatan penjualan Perseroan di masa mendatang. email maupun surat kepada pelanggan. . Perseroan membuka layanan pengaduan dengan menyediakan saluran telpon. is committed to ensuring the quality of coal delivered to consumers is in accordance with the quality agreed upon in the contract. sehingga permasalahan dengan konsumen dimaksud telah diselesaikan. Perseroan telah menindak lanjuti keluhan pelanggan tersebut. • Cooperation The Management routinely holds coordination meetings involving all production and supply chains. To support its customer service the Company sets up a customer center to handle complaints by telephone. • Commitment to Product Quality Commitment to quality is very important because not only does it affect the consumers’ business operations but it also plays a decisive factor of consumers’ trust in the coal product of the Company. Hasil diskusi kemudian digunakan sebagai dasar penentuan strategi produksi maupun penjualan yang paling sesuai untuk periode tiga bulan ke depan guna mendukung pencapaian target penjualan yang telah ditentukan. permintaan konsumen hingga kendala produksi di lapangan maupun proses pengangkutan yang dapat mempengaruhi volume penjualan. The Company promptly responds to various demands and complaints from the customers. • • Commitment to Customer Service The Company gives priority to transparency and responsibility principles in serving its customers to prove its commitment to providing the best customer service. • Kerjasama Manajemen Perseroan menyelenggarakan Rapat Kordinasi (Rakor) yang melibatkan seluruh mata rantai produksi dan penjualan (supply chain) secara rutin. Untuk menjamin pelayanan pada pelanggan. Oleh karena itu Perseroan selalu memberikan jaminan bahwa kualitas batubara yang diterima konsumen telah sesuai dengan kesepakatan kontrak terkait.

Perkembangan rata-rata harga jual batubara Perseroan Average coal selling price of the Company TAHUN YEAR DOMESTIK DOMESTIC (Rp/Ton) 2006 2007 2008 2009 2010 330. Perseroan melakukan penjualan batubara dalam bentuk kontrak penjualan jangka panjang maupun melalui pasar spot.645 506. Using this system the Company can monitor coal stock level quickly and accurately and meet customers’ orders in appropriate quality and quantity. pelabuhan dan keuangan. Metode Penjualan dan Perkembangan Harga Perseroan menjual batubara ke pasar domestik maupun ekspor dengan harga yang memberikan return terbaik.7%. Rata-rata harga jual batubara ekspor meningkat 3. Selling Method and Price Trend The Company sells coal to domestic and export markets at prices that will earn maximum return.50 68. sedangkan harga penjualan selalu mengacu pada harga pasar batubara thermal internasional. mengikuti peningkatan harga jual di pasaran. as reflected in the following table. Trend rata-rata harga jual batubara Perseroan dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat. • Supply Chain Management System Phase three of Supply Chain Management System (SCMS) was under way. This less rewarding price eventually affected the Company’s profitability despite the growing sales volume during the year under review. Lihat bahasan “Kinerja Keuangan” A decrease of 18% in average domestic price during 2010 was due to higher sales volume of low-calorie coal and keener domestic competition for this product. seperti tercermin dalam tabel berikut.240 612. integrating marketing. Kondisi harga penjualan yang kurang baik ini pada akhirnya mempengaruhi tingkat profitabilitas Perseroan yang akhirnya ikut turun.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 146 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Persiapan Implementasi Supply Chain Management System Perseroan mulai mempersiapkan penerapan tahap tiga dari Suply Chain Management System (SCMS) yakni integrasi kegiatan pemasaran.900 746. sekalipun volume penjualan Perseroan meningkat.73 64.366 EKSPOR EKSPORT (US$/Ton) 44.7%. while selling price is always based on international thermal coal prices.50 47. Average export selling price rose 3. Melalui penerapan sistem ini Perseroan memantau perkembangan perubahan kondisi stock batubara secara cepat dan akurat sehingga sanggup memenuhi komitmen kepada pembeli dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai.59 67. Average selling price of the Company’s coal over the past few years was on an upwared trend in line with the rising market prices.01 Penurunan rata-rata harga jual batubara domestik ditahun 2010 yang sebesar 18% disebabkan oleh beberapa diantaranya. Sales is made under long-term sales contract and through spot market. (See discussion on “Financial Performance”) .697 345. meningkatnya volume penjualan batubara kalori lebih rendah dan tingkat persaingan yang semakin tinggi untuk pemasaran domestik batubara kalori lebih rendah. port and finance activities.

Sesuai dengan kajian prospek pemasaran batubara. Taiwan and Thailand.72 million tons. Total sales of this segment contributed 79% to domestic sales in 2010. Vietnam. PLTU Bukit Asam dan PLTU Tarahan.e.72 juta ton. Sales comprised domestic sales of 8. As cement industry developed. domestic sales rose 2.23 million tons and export of 4. naik 3.23 ton pada 2010.72 million tons in 2010 mainly to Japan. raising its contribution to total sales from 4% in 2009 to 5% in 2010. Dengan jumlah penjualan ke pasar domestik tersebut Perseroan telah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO).42 million tons in 2009 to 4.5 %. Vietnam.48 juta ton. Suralaya TPP. Malaysia. Volume penjualan ekspor kembali meningkat dari posisi 4.5%. (See ”Coal Prospects”) .95 million tons. Jepang.23 juta ton dan ekspor sebanyak 4. Of the total sales. Penjualan ini terdiri atas penjualan domestik sebanyak 8. the Company is focusing more on the Pacific region under long-term sales contract. Seiring dengan peningkatan kegiatan industri semen.48 million tons. Lihat bahasan ”Prospek Permintaan Batubara Performance and Distribution of Sales In 2010 the Company recorded a total sales volume of 12. At this rate of domestic sales the Company has complied with the DMO (Domestic Market Obligation) regulation. i. volume penjualan domestik meningkat 2. sehingga komposisi distribusi penjualan untuk industri semen meningkat menjadi 5% dari 4% di tahun 2009. the Company’s sales to this industry also increased. Dengan demikian. Perseroan lebih memprioritaskan pola penjualan dalam jangka panjang. Sebagian besar dari volume penjualan tersebut untuk memenuhi kontrak jangka panjang pasokan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yaitu PLTU Suralaya.0% from 8.5% and export 36. Taiwan dan Thailand.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 147 Conveyor Belt di Pelabuhan Tarahan Kinerja dan Distribusi Penjualan Tahun 2010 Perseroan mencatat volume penjualan total sebesar 12. The major part of the sales was intended to fulfill long-term supply contract with Thermal Power Plants (TPP).95 juta ton.7% from the preceding year’s sales of 12. Therefore.40% from the previous year. China. up 3.7% dari tingkat penjualan tahun 2009.5% sedangkan pasar ekspor menjadi 36.72 juta ton pada 2010 dengan mayoritas negara tujuan ekspor adalah China.23 tons in 2010. showing a growth of 35. Dari total penjualan tersebut.40% di tahun sebelumnya. sebesar 12. Export sales volume went up from 4. Perseroan kini lebih memfokuskan tujuan pemasaran batubara produknya ke kawasan Pasifik. Bukit Asam TPP and Tarahan TPP.07 million tons in 2009 to 8.42 juta ton di tahun 2009 menjadi 4.0% dari 8. distribusi penjualan domestik menjadi 63. distribution of sales consisted of domestic market 63. Total penjualan untuk segmen PLTU ini memberikan kontribusi sebesar 79% dari penjualan domestik 2010.07 juta ton pada 2009 menjadi 8. In line with a research on coal market prospects. meningkat dari angka sebesar 35. Malaysia. penjualan batubara untuk industri semen mengalami peningkatan.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 148 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis DIAGRAM DISTRIBUSI PENJUALAN BATUBARA DOMESTIK MENURUT JENIS INDUSTRI Coal Domestic Sale Distribution by Industry Diagram Distribusi Penjualan Batubara Domestik Menurut Jenis Industri Distribution of Domestic Sales by Industry 5 16 13 PLTU 4 ‘09 ‘10 Lain-lain Semen 79 84 Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribution of Export Sales by Destination Country 12 8 1 3 8 16 10 1 Taiwn Thailand Vietnam ‘09 22 46 37 1 ‘10 26 Jepang India China Malaysia 9 Pakistan .

7% 0.736 12.907 201.990.776 7.1% 100.0% 78.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 149 Distribusi Penjualan Menurut Jenis Produk Distribution of Sales by Product URAIAN 2009 2010 PERUBAHAN % URAIAN Domestik • BA-59 (PLTU Bukit Asam) • BA-59 (PLTU Tarahan) • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 (PLTU Suralaya) • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT.722. yaitu dari jenis BA-63.864 15.587 70. dari jenis BA-59. Bukit Asam Prima • Batubara PT.7% 25.312 1. selain memilih batubara kalori sedang dan tinggi. sehingga terjadi perubahan komposisi penjualan batubara menurut jenisnya.228.135.507 121.097 297.322 182.172 138.516 924.8% 132. International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT.950.790 518.7% 1. In 2010 several overseas consumers chose type BA-59 and this changed the composition of coal sales according to type.2% 3975.716 1.416. International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT. Sedang untuk konsumen luar negeri.131 14.392 760.044 237.153.031 283.3% 3454.551 162.282.905 575.105.501 269.833 70.630 61.488 8.564.9% 147.582 476.7% 102.4% 106. .286 1.251 4.004 15.068.5% 92. Bukit Asam Prima • Batubara PT.743 142.9% 3. overseas consumers preferred medium and high-calorie coal type BA-63.0% 96. Bukit Asam Prima • Batubara PT.700 8.524 130.809 928.2% 108. BA67 dan BA-70. Internasional Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 12.565 Pada 2010 pergeseran pola konsumsi jenis batubara terus berlangsung.794 4.801 4. consumers continued changing the type of coal they used.955.424 853.696 5. Domestic consumers were more inclined to low-calorie coal type BA-59. Internasional Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 791.1% 18. di tahun 2010 sebagian konsumen luar negeri menggunakan batubara kalori lebih rendah dari jenis BA-59.0% 105.797 2.0% 172.484. BA-67 and BA-70.0% Domestik • BA-59 (PLTU Bukit Asam) • BA-59 (PLTU Tarahan) • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 (PLTU Suralaya) • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT.170 1. Konsumen dalam negeri cenderung menggunakan jenis batubara kalori lebih rendah. In 2010. Bukit Asam Prima • Batubara PT.014 77.935 154.2% 0.

Batubara jenis BA-70 mencatat volume penjualan relatif stabil.8 million tons the previous year. Jenis batubara kalori menengah-tinggi. For domestic sales.28 million tons from 1.7% dari tingkat penjualan tahun 2009.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 150 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Untuk penjualan domestik.9 million tons to Bukit Asam TPP and 0. Pada 2009 Perseroan berhasil mengekspor batubara jenis BA-63 hingga sebesar 1. Hasil ini sebagai imbas atas penurunan rata-rata harga jual batubara dipasar domestik hingga sebesar 18%. the Company has taken several efficiency measures to cut production costs.2% dari tahun sebelumnya.26 juta ton turun 0.9 juta ton dan konsumen industri lainnya sebesar 0.3%.3 juta ton dari angka penjualan sebesar 0. Penjualan batubara dari lokasi IPC.2% from the preceding year.8 million tons to other industries.28 juta ton dari angka sebesar 1. hingga sebesar 81.8 juta ton. Sales of mostly low-calorie coal (5. In 2010 the Company succedded in exporting coal type BA-63 up to 1. This was the consequence of an 18% decline in average domestic selling price.3 million tons from 0. pada kisaran volume sebesar 0.32 million tons in 2009. Profitability The Company recorded a profitability of 29.8 juta ton di tahun sebelumnya.0 million tons to Suralaya TPP. BA-67 dan BA-70 adalah yang paling banyak diminati pasar ekspor. export sales of coal type BA-59 surged 62% to 1. BA-59 posted a total of 7. Coal type BA-67 mostly used by TPPs and other industries recorded a sharp decline of 81. Sales of coal type BA-70 was relatively stable.26 million tons or dropped 0.7% from 7. menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 39. Profitabilitas Perseroan mencatatkan profitabilitas batubara sebesar 29. Peningkatan penggunaan batubara kalori peringkat rendah di Indonesia memberi konsekuensi yang kurang bagus bagi Perseroan. Medium-high-calorie coal type BA-63.93 juta ton. mulai BA-63. BA-67 and BA-70 are the most popular in export market. allocating 5.700 ton. mengingat harga batubara jenis ini yang lebih rendah. dengan mayoritas penggunaan oleh konsumen industri baja.0 juta ton. BA-59 mencapai jumlah total sebesar 7. yang kebanyakan dari jenis kalori lebih rendah. Menghadapi turunnya harga jual batubara di pasar domestik.79 million tons in 2009. Sales to Suralaya declined 3. . To cope with lower domestic price. resulting from bigger sales of BA-59 to China. Perseroan telah melakukan berbagai langkah penghematan melalui program efisiensi produksi. In 2010.9% to only 0.32 juta ton dengan alokasi penjualan untuk PLTU Suralaya sebesar 5. Peningkatan penjualan batubara BA-59 ke China turut mempengaruhi kenaikan ini.96 million tons. tercipta melalui mekanisme pasar. around 0.93 million tons mostly used by steel industry consumers.488 tons to 297.8 %.488 ton menjadi 297. The rising trend of low-calorie coal consumption in Indonesia did not favor the Company because the lower price of that coal type reduced the Company’s profitability. Batubara jenis BA-67 yang mayoritas digunakan untuk kebutuhan PLTU dan industri umum lainnya mencatat penurunan tajam.700 tons. sehingga tingkat profitabilitas menjadi semakin mengecil.300 Kcal.79 juta ton di tahun 2009. 0. Harga jual.3% compared to 39. PLTU Bukit Asam 0.9 % menjadi hanya sebesar 0.96 juta ton. Program effisiensi produksi dilaksanakan mengingat Perseroan hanya dapat mengendalikan pengeluaran pada komponen biaya produksi. Efficiency program is undertaken because reduction in expenditures is only possible on production side as selling price is fixed by market mechanism.300 Kcal) from IPC jumped 7. yakni 5. Tahun 2010 penjualan batubara jenis BA-59 ke pasar ekspor naik 62% menjadi 1.8% the year before. Penjualan batubara ke Suralaya hanya turun sebesar 3. melonjak dari sebesar 7. sebesar 7.

However. intensifying production efficiency and increasing railway loading capacity (see also discussion on. enabling faster and easier burning process. For that reason. Some of the anticipatory steps taken were increasing self-managed production. Beberapa langkah yang telah dilakukan diantaranya mempersiapkan peningkatan produksi swakelola. Jenis briket yang diproduksi oleh Perseroan terdiri dari Briket Karbonisasi dan Briket Non-Karbonisasi. Jenis briket ini memiliki kelebihan berupa volatile matter. while non-carbonized briquette is produced in Natar (Lampung) and Gresik. lihat juga bahasan “Strategi Bisnis 2011” The production efficiency program went well and reduced production cost per ton by 11%. Selain karena mulai pulihnya kondisi perekonomian global. “Business Strategy for 2011” SEGMEN BRIKET Pada 1993 Perseroan memulai usaha briket dengan membentuk Proyek Pengembangan Briket Batubara (P2B2). The Company is the only company in Indonesia capable of producing carbonized briquette. and bigger decrease in average selling price (See “Financial Performance”). this reduction did not compensate increases in transport and other operating expenses. meningkatkan intensitas pelaksanaan effisiensi produksi dan menyiapkan peningkatan kapasitas angkut batubara melalui kereta . sulphur and water content compared to non-carbonized briquette. the Company has taken several steps in anticipation of the coming business opportunities. memperbaiki sarana penunjang. In addition to global economic recovery as discussed in “Coal Prospects”. generating stable and ecofriendly heat (odorless and smoke free). Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mampu memproduksi briket karbonisasi. dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan mengembangkan beberapa unit produksi di Tanjung Enim. Carbonized Briquette and Noncarbonized Briquette. the completion of several bigscale electric power plants in the country will also have an impact on the demand and price of coal. seperti disinggung pada bahasan “Prospek permintaan batubara”. Produksi briket karbonisasi dilakukan di Pabrik Tanjung Enim. Namun angka penurunan ini tidak dapat mengkompensasi peningkatan biaya transportasi dan beban usaha lannya. improving auxiliary facilities and amenities. lihat juga bahasan “Kinerja Keuangan” Memperhatikan tren pemulihan perekonomian global maupun nasional sepanjang tahun 2010. panas yang dihasilkan stabil serta ramah lingkungan (tidak berbau dan tidak berasap). Penurunan biaya produksi ini juga belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual yang lebih besar. Watching the world and domestic economic revival in 2010. berupa penurunan biaya produksi per ton batubara sebesar 11%. BRIQUETTE SEGMENT The Company’s briquette business started in 1993 after Coal Briquette Development Project was set up.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 151 Program effisiensi produksi sebetulnya memberikan hasil nyata. After investment was made. sulphur dan kadar air yang lebih rendah dibandingkan briket nonkarbonisasi sehingga proses pembakaran berlangsung lebih cepat dan mudah. Perseroan meyakini bahwa harga batubara akan kembali meningkat di tahun 2011. penyelesaian beberapa pembangkit listrik skala besar di dalam negeri akan mempengaruhi permintaan dan harga batubara. Oleh karena itu Perseroan telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi menyambut peluang yang terbuka. Sedangkan briket non-karbonisasi diproduksi di Pabrik Briket Natar (Lampung) dan Gresik. the Company developed several production units in Tanjung Enim. Carbonized briquette is produced in Tanjung Enim factory. The briquette is produced in two types. This type of briquette has superior qualities like lower volatile matter. the Company believes that 2011 will see rising coal prices in the market. Gresik dan Natar (Lampung). . Gresik and Natar (Lampung).

229 12. turun 39% dari tingkat produksi tahun 2009.712 2009 (B) 4.690 tons of briquette. The use of gas in replacement of kerosene grew at a faster pace because gas sold to the public was also subsidized. Perseroan mencatat penurunan profitabilitas segmen usaha briket yakni -24.818 per kilogram.712 tons or down 25% from 22. due to higher production costs compared to selling prices.712 ton atau turun 25% dari penjualan tahun 2009 sebesar 22. The downward trend of sales along with production decline was due to the market entry of LPG gas in 3-kg canisters and many consumers switched to this type of energy source.690 2009 (B) 3. . Harga pokok produksi briket berkisar antara Rp1.068 per kilogram. down 39% from 2009 production level of 22. Peningkatan penggunaan energi gas. Volume penjualan briket juga mengalami penurunan.664 18.130 and Rp2.5%. the Company recorded a low profitability in briquette business segment.181 to Rp 1.159 22.090 7.5%.909 22. Bigger use of alternative energy to replace kerosene in small to medium-scale industry did not seem to significantly push the use of briquette.004 5. Penurunan volume produksi briket ini selain pabrik Tanjung Enim belum produksi sesuai rencana (rencana mulai produksi bulan Juli namun baru produksi bulan Desember) juga adanya kendala pengurusan ijin untuk pabrik Gresik sehingga mengalami stop produksi selama 4 (empat) bulan. Briquette sales volume also dropped to 16.862 tons. causing a four-month production stoppage. Peningkatan penggunaan energi alternatif sebagai pengganti minyak tanah pada sejumlah industri kecil dan menengah tampaknya masih belum mendorong peningkatan penggunaan briket secara maksimal.181 – Rp1. Penurunan Volume penjualan ini sejalan dengan turunnya produksi juga akibat pasar dimasuki Gas elpiji 3 kg sehingga banyak konsumen yang beralih ke Gas Elpiji 3 kg. Perseroan hanya berhasil memproduksi briket sebesar 18.862 % (A : B) 11 86 47 61 BRIQUETTE PRODUCTION (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production PENJUALAN BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 88 11. sementara harga jualnya berkisar Rp1. yaitu sebesar 22. mengingat sebagian gas yang beredar di pasaran juga mendapatkan subsidi.690 ton.068 per kilogram. Production costs ranged between Rp1.182 % (A : B) 2 97 85 75 BRIQUETTE SALES (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production Profitabilitas Tahun 2010. -24.615 5. Production and Sales In 2010. PRODUKSI BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 411 12. sebagai pengganti minyak tanah justru lebih cepat berkembang.182 tons in 2009.022 16.130 – Rp2.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 152 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Produksi dan Penjualan Tahun 2010. menjadi 16. Production plunged not only because Tanjung Enim factory delayed its production (commencing in December instead of July) but also due to licensing problem in Gresik factory. while selling prices ranged from Rp1. akibat harga produksi yang lebih tinggi dari harga jualnya.618 12. Profitability In 2010.818 per kilogram.182 ton.602 5. the Company only managed to produce 18.862 ton.

naik 7.2% of total assets. seiring dengan peningkatan konsumsi ayam dalam negeri.05 triliun atau meningkat sebesar 7.0% Cash and cash equivalents Trade receivables (net) Inventories (net) Other current assets Total current assests Aset • Aset Lancar Jumlah aset lancar mencapai Rp6.0% of total assets.3% from the previous year position of Rp 8. Komposisi terbesar aset lancar adalah kas dan setara kas sebesar 76.Kas dan Setara Kas Posisi kas dan setara kas pada tahun 2010 naik sebesar Rp344.783.6% 98. .0%.678 171. continued to grow and increase demand for briquette.5% lower than Rp 2. This condition reflected that the Company’s liquidity was still on the safe level considering that previous year position was Rp6.71 triliun.78 trillion or 84. diikuti piutang usaha 15.78 triliun atau 84.70 trillion the preceding year.901 158. A larger scale of tobacco processing in East Java and Lombok is expected to open new markets for the Company’s briquette product.075 997.37 trillion from Rp5. The largest portions of current assets were cash and cash equivalents 76. This increase came mainly from 2010 operating results. total assets of the Company as of 31 December 2010 totalled Rp5.0% and inventories 6. TINJAUAN KINERJA KEUANGAN NERACA Seperti tampak pada neraca ikhtisar keuangan. diharapkan konsumen tradisional briket Perseroan. as chicken consumption increased in the domestic market.0%. Penjelasan atas pos-pos neraca utama yang menyebabkan perubahan tersebut adalah: ASET LANCAR (Dalam Rp Juta) FINANCIAL REVIEW BALANCE SHEET As presented in the financial highlight. or 0.08 trillion.3% 66.05 trillion.3% dari posisi Rp8. i.Cah and cash equivalents Cash and cash equivalents in 2010 rose Rp344. traditional consumers of the Company’s briquette. Kondisi ini menggambarkan likuiditas Perseroan yang masih baik.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 153 Namun demikian.459 409.709. Total liabilities slighly dropped to Rp 2.054. Total Kewajiban Perseroan sedikit turun. 0.7% to become Rp6.391 107.08 triliun di tahun sebelumnya.178 423. ekuitas Perseroan naik 11.29 triliun di tahun 2009. .05 triliun.28 trillion.104 1. shareholders’ equity rose 11. trade payables 15.645.0% dan persediaan sebesar 6.0 % dari total nilai aset. Selain itu peningkatan kegiatan pengolahan tembakau di Jawa Timur dan Lombok diharapkan membuka pasar baru bagi pemasaran produk briket Perseroan.953 4.37 triliun dari posisi Rp5.4% of total current assets.05 trillion or posting an increase of 7.70 triliun di tahun sebelumnya. mengingat posisi tahun sebelumnya adalah sebesar Rp6.2% dari jumlah keseluruhan aset.28 triliun. total aset Perseroan per 31 Desember 2010 mencapai Rp5.3% from the previous year position that was recorded at Rp4. Sebagai akibat kenaikan laba.3% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp4. But still.2% 103.97 miliar menjadi Rp5.927 6.97 billion to Rp5. Description of major balance sheet accounts that caused the changes is presented below: CURRENT ASSETS (In Million Rupiah) 2010 2009 PERUBAHAN (%) Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset Lancar 5.65 trillion or 76.505.022 6. DOC farms. or grew by 7. yakni peternakan DOC semakin berkembang dan meningkatkan permintaan briket.4% 107.65 triliun atau 76. Kenaikan kas dan setara kas tersebut terutama berasal dari hasil operasi tahun 2010.4% dari jumlah keseluruhan aset lancar.71 trillion. Assets • Current Assets Total current assets was recorded at Rp6.5 % lebih rendah dari posisi Rp2. . menjadi Rp2.7% menjadi Rp6. With higher profit.e.29 trillion in 2009.

turun 9. Cash used for investing activities amounted to Rp799.344. bearing interest rates of 0. pendapatan bunga secara keseluruhan berjumlah Rp244.74 triliun atau sekitar 95. Total US Dollar deposits amounted to Rp221. Posisi kas pada tahun 2010 terdiri dari kas di tangan sebesar Rp189 juta. (Lihat juga penjelasan / Tabel Perubahan Arus Kas) Net cash generated from operating activities in 2010 totalled Rp2. down 9.8% of total cash and cash equivalents.344.8% Cash position in 2010 consisted of cash on hand Rp189 million.2% of total cash and cash equivalents.25%. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. naik 31. ditempatkan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.). placed in current accounts Rp93.3% dari tahun sebelumnya. Rupiah denominated deposits were in the amount of Rp4.8. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.5 % dari jumlah keseluruhan deposito dengan tingkat bunga antara 5. up 31. and PT BPD Sumatera Selatan.0 miliar atau 1. The Company’s cash and cash equivalents were placed in PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.00%. ditempatkan di rekening giro sebesar Rp93.. surged 976.31 billion.)..16 billion.8% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT BPD Sumatera Selatan.8 billion equivalent or approximately 4.49 trillion. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. With this composition of placement.31 miliar.25%.8% from the year before. melonjak 976.0% dari tahun sebelumnya dan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp1.74 trillion or approximately 95.2% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas. dengan tingkat bunga antara 0. sedangkan kenaikan penggunaan dana untuk investasi disebabkan oleh realisasi beberapa kegiatan pengembangan yang telah direncanakan (lihat “Pengembangan Usaha” hal .49 triliun.0% from the preceding year and for financing activities totalled Rp1. . Jumlah deposito dalam Dolar AS sebesar ekivalen Rp221..12% – 2. interest income totalled Rp244.88 miliar atau sekitar 4. Cash used for financing activities increased due to bigger dividend payout for 2009 accounting year and larger allocation of funds for partnership and community development program.95 billion. Cash decrease from operating activities was mainly due to smaller amount of revenues received from customers.12% – 2.8% dari posisi tahun sebelumnya. and time deposits Rp4. Dengan pola penempatan tersebut. Sedangkan kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp799.00%. Peningkatan penggunaan kas untuk aktivitas pendanaan disebabkan kenaikan pembagian laba atau deviden tahun buku 2009 dan peningkatan alokasi dana bagi kegiatan program kemitraan dan bina lingkungan.16 miliar.95 miliar.5% of total deposits bearing interest rates between 5. Sedangkan jumlah deposito dalam Rupiah adalah sebesar Rp4.96 trillion or 98..5% dari jumlah keseluruhan deposito.5% of total deposits.30% and 8. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.0 billion or 1. serta deposito berjangka sebesar Rp4. (See also elaboration / Changes in Cashflow) Piutang usaha Perseroan Trade Receivables 33.3% from previous year position. Penurunan kas dari aktivitas operasi terutama disebabkan turunnya penerimaan dari pelanggan. Kas dan setara kas Perseroan dalam bentuk deposito.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 154 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi selama tahun 2010 mencapai Rp2.30% . while increasing amount of cash used for investment was caused by the realization of several business development projects (see Business Development page. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.96 triliun atau sebesar 98.

Trade receivables from third parties decreased 13.26 miliar.2%.3% dari Rp441.90 billion. sparepart and other material inventories Rp124. Piutang usaha ke pihak ketiga turun 13. Non-current Assets At yearend 2010 non-current assets of the Company totalled Rp2.85 billion. Kenaikan posisi persediaan batubara dan perlengkapan adalah akibat dari meningkatnya kegiatan penambangan swakelola dan naiknya produksi batubara Perseroan. karena Perseroan telah mulai mengimplementasikan sistem pengelolaan batubara terintegrasi.063. Sparepart inventories were offset by provision for obsolete inventories amounting to Rp43. turun 33.90 miliar.3%. diikuti beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan sebesar 15.92 miliar dan piutang usaha ke pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp614.3%% to Rp614.Persediaan Posisi nilai persediaan bersih pada akhir tahun 2010 adalah Rp423.4% compared to the prevous year position of Rp409. Perseroan mengasuransikan persediaan batubara dalam perjalanan serta persediaan perlengkapan dan suku cadang yang ditempatkan di gudang. Persediaan suku cadang tersebut telah dikurangkan dengan penyisihan persediaan usang sebesar Rp43.Inventories Net inventories at yearend of 2010 were Rp423.4% as the Company had implemented the integrated coal processing system. Untuk meminimalkan terjadinya risiko kerugian.26 billion from Rp1.3% menjadi sebesar Rp614.8% from 2009 figure of Rp1.26 miliar dari Rp1.8%. yang terdiri dari piutang ke pihak ketiga sebesar Rp382.73 miliar pada 2009. (See Table of Receivables Collectibility and discussion on Changes in Cashflows) .83 billion.92 billion and receivables from related parties Rp614.73 billion in 2009 to Rp382.99 triliun. consisting of receivables from third parties Rp382. Komposisi terbesar aset tidak lancar adalah aset tetap bersih sebesar 44.8%.3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1. • Aset Tidak Lancar Jumlah aset tidak lancar Perseroan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp2. The increase in coal and material inventories was attributable to higher self-managed mining activity and coal production.063.73 billion in 2009.4% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp409.Trade Receivables In 2010 the Company had trade receivables of Rp0. aset pajak • . the Company insured coal inventories in transit and spareparts and materials stored in the warehouses.99 trillion.85 miliar berupa suku cadang dan perlengkapan lainnya. Major non-current assets are net fixed assets 44.9 billion in 2010 and trade receivables from related parties declined 42.51 trillion.22 miliar.4%. comprising coal inventories Rp298.3 trillion.Piutang Usaha Piutang usaha Perseroan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp0.68 billion or rose 3.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 155 .68 miliar atau naik 3.73 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp382.51 triliun. To minimize loss. deferred tax assets 15.26 billion.08 trillion or increased 60.30 triliun. Kenaikan persediaan berhasil ditekan hingga berada dibawah tingkat kenaikan produksi yang mencapai 7. investment in . deferred exploration and development expenditure 15. Inventories increase was controlled to below production increase of 7.22 billion. terdiri dari persediaan batubara sebesar Rp298. (Lihat juga Tabel Tingkat Kolektibilitas Piutang dan bahasan Perubahan Arus Kas) . dropped 33.83 miliar sedangkan sisanya sebesar Rp124.9 miliar pada tahun 2010 dan piutang usaha pada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa turun 42.8% dari posisi di tahun 2009 sebesar Rp1.3%.08 triliun atau naik 60.3% compared to the previous year amount of Rp1.3% from Rp441.

072 57. • Overhaul dan pemindahan BWE system ke areal MTBU.9%.0 miliar atau naik cukup substansial 106.754 246.063 446.21 billion. • Relokasi pabrik briket • Perbaikan prasarana produksi dan pelabuhan.75 billion.4 miliar. The growth of fixed assets was made possible by the realization of several business development projects. Kenaikan terjadi karena adanya penambahan aset tetap tahun 2010 yang sebesar Rp524. Composition of non-current assets is shown in the following table. net Deferred tax assets.21 miliar.4% 91.746 250.590 117.0%.2% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp446.9% dan properti pertambangan 9.8% 106.0 billion or grew substantially by 106. ASET TIDAK LANCAR (dalam Rp juta) 2010 2009 PERUBAHAN (%) CURRENT ASSETS (in Rp milion) Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan (bersih) Aset pajak tangguhan (bersih) Aset tidak lancar lainnya Aset Tidak Lancar 266.2%.8% Investment in associates Mining properties.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 156 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Aset Tetap 106. Kenaikan aset tetap adalah akibat realisasi pada beberapa proyek pengembangan Perseroan sepanjang tahun 2010 lalu.005 327.0%. sedangkan akumulasi penyusutan bertambah hanya sejumlah Rp49.979 187.053 30.542 921. • Relocation of briquette factory. • Renovation of production infrastructure and port.4 billion.107 1.187 26. associated companies 12.076. The increase was caused by fixed assets increase in 2010 of Rp524.75 miliar. Komposisi aset tidak lancar seperti tercantum pada tabel berikut.3% 60.560 122.2% from the previous year position of Rp446.3% • Aset Tetap Aset tetap bersih yang dimiliki Perseroan pada akhir tahun 2009 tercatat sebesar Rp921. while accumulated depreciation increased only by Rp49.2% 32. and mining property 9. • Fixed Assets Net fixed assets of the Company at end of 2010 stood at Rp921. Perseroan telah mengasuransikan aset tetap tertentu di berbagai lokasi perusahaan. investasi pada perusahaan asosiasi sebesar 12.2% akibat realisasi proyek pengembangan. tangguhan sebesar 15.620 199. net Other non-current assets Non-current assets 316. among others: • Construction of 3x10MW TPP in Tanjung Enim. yakni meliputi diantararanya: • Pembangunan PLTU 3X10 MW di Tanjung Enim.295. . net Fixed assets (net) Deferred exploration and development expenditures. • Construction of MTBU production facilities.7% -5. • Overhaul and relocation of BWE system to MTBU area. • Pembangunan sarana produksi di MTBU.588 2. The Company insured certain fixed assets in various locations.

29 triliun pada tahun sebelumnya. declined from Rp199. Liabilities Total liabilities of the Company in 2010 dropped 0. .15 triliun atau 50. Rincian posisi kewajiban Perseroan per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut. Nilai tersebut diperoleh setelah Perseroan mengakuisisi 51% saham IPC dengan jumlah pembayaran sebesar 17. Peningkatan akun beban eksplorasi terjadi sehubungan dengan realisasi kegiatan pengembangan Perseroan.9 billion from previous shareholders PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) and PT Rajawali Corpora (PTRC). or equivalent to Rp163.7% dari jumlah keseluruhan kewajiban.8% from the previous year amount of Rp246. Total non-current liabilities amounted to Rp1. Some big exploration expenditure was related to the preparation of MTBU production for self-managed mining operations with BWS system.13 triliun atau 49.54 billion.5% to Rp2. baik yang masih dalam tahap eksplorasi dan pengembangan maupun yang telah memasuki masa produksi. Total current liabilities stood at Rp1. Untuk beban ditangguhkan yang telah memasuki tahapan produksi dilakukan amortisasi dengan metode unit produksi. turun dari posisi sebesar Rp199. .13 trillion. Deferred expenditure in production stage is amortised by production unit method.06 miliar di tahun sebelumnya. masing-masing senilai Rp35.Mining Property Mining property in 2010 recorded an amount of Rp187. accounting for 49.28 trillion from Rp 2. This amount was achieved after the Company acquired 51% of IPC shares worth US$17.85 million.56 miliar atau naik sebesar 32.5 billion respectively. .85 juta dollar.06 billion in the preceding year. Beban tersebut merupakan biaya eksplorasi dan pengembangan tambangtambang baru.7% of total liabilities.56 billion or went up 32.Properti Pertambangan Properti pertambangan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp187.9 miliar dari pemegang saham lama PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) dan PT Rajawali Corpora (PTRC).54 miliar.5% menjadi Rp2. Kenaikan jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan pada tahun 2010 terutama disebabkan adanya penyiapan lokasi penambangan di MTB dan Banko Tengah. This expenditure was the cost of exploration and development of new mines. costing Rp35.59 billion. Penurunan terjadi karena IPC telah memproduksi batubara secara komersial.59 miliar. either in exploration and development stage or in operating stage. Increase in exploration expenditure was related to the realization of several business development projects. Jumlah kewajiban lancar sebesar Rp1.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 157 .Beban Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan setelah dikurangi amortisasi pada akhir tahun 2010 tercatat sebesar Rp327. The decrease occurrs because IPC has commenced commercial production.15 trillion or 50. Breakdown of liabilities at end 2010 is as follows: . Sedangkan jumlah kewajiban tidak lancar sebesar Rp1. Increase in deferred exploration and development expenditure in 2010 was mainly due to preparing MTBU and Banko Tengah mining sites. Beberapa kegiatan eksplorasi yang memerlukan biaya cukup besar adalah persiapan produksi di MTBU untuk operasional tambang swakelola menggunakan BWE system.4 billion and Rp40.28 triliun atau dari Rp 2.3% of total liabilities.29 trillion the year before.8% dari jumlah tahun sebelumnya yang sebesar Rp246. atau setara dengan Rp163. Kewajiban Jumlah total kewajiban Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 0.3% dari jumlah keseluruhan kewajiban.4 miliar dan Rp40.Deferred Exploration and Development Expenditure Total deferred exploration and development expenditure less amortisation at end of 2010 was recorded at Rp327.5 miliar.

8% 45.Provision for employee benefits 174.699 151.3% 83.38 trillion in 2009.Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang .7% 122.343 308 1.723 2.230 13.740 84.266 774 911. jasa dermaga.Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup .15 triliun dari posisi Rp1.235 197.Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan Beban Penutupan Tambang Terbuka Ombilin Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun .8% 124. jasa angkutan kereta api. This account comprised production fee.366.2%.578 115. This account consisted of accrued expenses 65.9 %. and employee expenses and tantiem for 2010 accounting year.4%.828 1.2% .37 miliar pada tahun sebelumnya.836 13. Kewajiban tersebut terdiri dari kewajiban yang timbul atas iuran produksi. . delayed shipment fine.156 748.3% 39.147. third party services.736 8. heavy equipment rent. railway services.792 126. shipping and freight.24 miliar.292.24 billion.209 57.5% LIABILITIES AND EQUITY (in Rp million) Trade payable Accrued expenses Taxes payable Short-term bank loan Current maturities of longterm liabilities 37.4%.1% and provision for environmental management 1.Lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah Kewajiban Hak Minoritas Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 2010 73. Komposisi terbesar kewajiban lancar adalah biaya yang masih harus dibayar sebesar 65.Others Long-term liabilities Total Liabilities -Minority Interest Equity Total Liabilities and Equity .2%.133. hutang usaha sebesar 6. jasa pihak ketiga.832 2. or decreased 5.1% dan penyisihan untuk pengelolaan lingkungan hidup sebesar 1.Accrued Expenses In 2010 accrued expenses were recorded at Rp748. diikuti hutang pajak sebesar 17.9% standing at Rp1.701.728 23.858 7.Penyisihan imbalan kerja Kewajiban Lancar Lainnya Kewajiban Lancar Kewajiban jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .500 PERUBAHAN 125. jasa angkutan kapal laut. coal handling at port.3% 99.372 8.5% 88. sewa alat berat.512 6. trade payables 6.466 5.078.7% 108.Biaya Yang Masih Harus Dibayar Biaya masih harus dibayar pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp748.380.451 74. turun sebesar 5.521 69.722.Provision for environmental reclamation and mine closure .369 431.Longterm liabilities net of current portion 959. . yakni menjadi sebesar Rp1.9% 98.2%.281.072 759.2%.478 1.025 8.2% dari Rp789. • Current Liabilities In 2010 current liabilities decreased 16.1% . provision for employee benefits 6.Provision for employee benefits Other current liabilities Current Liabilities .0% .5% 92. taxes payable 17. denda keterlambatan kapal serta bonus pegawai dan tantiem tahun buku 2010.2% 111.15 trillion from Rp1.097 789.9% 94.37 billion the previous year.2%.2% from Rp789.Provision for environmental reclamation and mine closure .294 2009 58. KEWAJIBAN DAN EKUITAS (dlm Rp juta) Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Pinjaman bank jangka pendek Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .2%.908 161.38 triliun di tahun 2009.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 158 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Kewajiban Lancar Kewajiban lancar Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 16. Penyisihan imbalan kerja 6.

Hutang Usaha Hutang Usaha merupakan kewajiban yang timbul karena adanya pembelian barang dan jasa kepada pihak ketiga dalam rangka menjalankan operasional perusahaan.Hutang Pajak Jumlah hutang pajak 2010 turun sebesar 54. production fee.72 miliar.23 billion to Rp197. .16 billion from Rp58.3% dibandingkan tahun sebelumnya.Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang Jumlah penyisihan untuk reklamasi lingkungan dan penutupan tambang pada tahun ini naik menjadi Rp174. • Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban tidak lancar pada tahun ini meningkat sebesar 24. iuran produksi.3% from 2009 to reach Rp1.72 billion.Penyisihan Imbalan Kerja Perseroan menerapkan PSAK Nomor 24 (revisi 2004) tentang Imbalan Kerja dalam memperhitungkan manfaat karyawan. Total provision for retirement benefits and employee benefits this year increased 26. higher fuel prices raised railway services and third party (mining contractor) services costs. menjadi Rp1.10 billion in the preceding year due to higher production activity.Provision for Employee Benefits The Company calculates employee benefits according to accounting standard PSAK No.84 miliar.9% to Rp73.6% and provision for environmental reclamation and mine closure 15.27 miliar • Decrease of accrued expenses was mainly caused by smaller employee benefits (bonus and tantiem). . menjadi tinggal sebesar Rp197. with provision for employee benefits accounting for 84.1% dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp431. Retirement benefit that was discontinued 31 December 2009 was based on independent actuarial assessment using projected unit credit method. Jumlah hutang usaha pada tahun 2010 naik 25.4% of total non-current liabilities.84 billion in 2010 due to lower profit in the current year. Non-current Liabilities This year non-current liabilities increased 24. Total trade payables in 2010 rose 25.34 billion or up 15.07 billion compared to the preceding year amount of Rp759. Namun demikian seiring dengan naiknya BBM.133. sewa alat berat dan jasa angkutan laut. heavy equipment rent and shipping and freight.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 159 Penurunan biaya yang masih harus dibayar terutama disebabkan oleh turunnya bonus dan tantiem pegawai.79 miliar.23 miliar.07 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp759. Penurunan hutang pajak (PPh-29) terjadi karena penurunan pencapaian laba tahun berjalan.3% dari Rp151. . . Manfaat pensiun yang berakhir sejak 31 Desember 2008 dihitung berdasarkan penilaian aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.16 miliar dibandingkan Rp58. .2% menjadi Rp959. Jumlah penyisihan untuk manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan pada tahun ini naik 26.Trade Payables Trade payables are payables incurred due to purchase of third party goods and services in the normal course of business operations.Taxes Payable Taxes payable declined 54.2% to Rp959.79 billion.1% from 2009 amount of Rp431.6% dan Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang sebesar 15.10 miliar di tahun sebelumnya. Kenaikan terjadi karena adanya peningkatan aktifitas produksi. However.9% menjadi Rp73. 24 (revised 2004) on Employee Benefits.27 billion in 2009. This increase . menyebabkan kenaikan pada sub-akun biaya jasa angkutan kereta api dan kenaikan pada biaya jasa pihak ketiga (kontraktor penambangan).3% from Rp151.133. .34 miliar atau naik 15.4% dari total kewajiban tidak lancar. .Provision for Environmental Reclamation and Mine Closure Total provision for environmental reclamation and mine closure in 2010 rose to Rp174. dengan komposisi Penyisihan untuk Imbalan Kerja sebesar 84. .

8% 75.650.548.6% STATEMENTS OF INCOME (in Rp million.258. .843.166 (1.675) (1.100.002 (1.34 trillion.346. rehabilitasi dan penutupan tambang lainnya yang semula Rp4.988) 3.039 (3.95 triliun pada tahun sebelumnya..553 (1.301) 4.854 (4.032.6% dari Rp8. was mainly due to production increase of 7.4% 103.37 triliun.91 trillion or dropped 11. Pendapatan turun kendati volume penjualan Perseroan meningkat 3.650 (600. average price of coal dropped 14.9% 64.7% from 12. PERHITUNGAN LABA .PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 160 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis pada tahun sebelumnya.34 triliun.0% 69.RUGI Pendapatan Usaha PERHITUNGAN LABA RUGI (dlm Rp juta kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Usaha Laba Usaha Penghasilan Lain-lain (bersih) Bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan (bersih) Hak Min Atas Laba (Rugi) Bersih Anak Pers Konsolidasian Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham STATEMENT OF INCOME Operating Income Perubahan 88.154 (4.082.6 thousand per ton in 2009 to Rp610. net Share in net loss of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net (loss)/income of subsidiary Net income Number of shares (million) Earnings per share 2010 7.008.295.menjadi Rp4.238) 3.37 trillion from Rp5.7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5. This growth was contributed by net profit of Rp2.95 trillion in 2009. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan produksi sebesar 7.352) 3.7% to Rp6.057 (5.158 301.7% 166.95 juta ton pada tahun 2010. During the period.713) 9. rehabilitation and mine closure from Rp4.1% 58.891 2. In 2010 the Company earned operating income from sales of coal and briquette totalling Rp7.91 triliun.184 Pendapatan usaha Perseroan yang terdiri dari penjualan batubara dan briket batubara pada tahun 2010 mencapai Rp7. as shown in the following table.0 trillion and general reserve increase of 17.599. Ekuitas Pada tahun 2010 terjadi peningkatan total ekuitas sebesar 11.734 2. Equity In 2010 total equity increased 11. turun 11. except earnings per share) Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income.4% from the previous year.2% menjadi sebesar Rp3.947. menjadi Rp610.7 ribu per ton pada tahun ini.6% from Rp8.95 million tons in 2010.008) 2.100 per ton of coal.7% dari 12. kenaikan tarif biaya restorasi.5% dari rata-rata Rp714. Pada periode tersebut.954 2.2% 73. harga rata-rata batubara turun sebesar 14.909. Income decreased although sales volume grew 3.4% 103.0 triliun dan oleh adanya kenaikan cadangan umum sebesar 17.4 % dari tahun sebelumnya. ditunjukan pada tabel berikut..48 juta ton pada tahun 2009 menjadi 12.9% 138. Kenaikan ini disebabkan adanya laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2.5% from average Rp714.70 trillion the previous year.593) 2.7 thousand per ton in the current year.2% to reach Rp3.304 872 2009 8.304.304 1.082 to Rp4.per ton batubara. higher other costs of restoration.762.104.6 ribu per ton pada 2009.70 triliun menjadi sebesar Rp6.48 million tons in 2009 to 12.315 217.565) 2.727.6% 73.

Lampung .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 161 Pengangkutan Batubara di Pelabuhan Tarahan.

i. Sedangkan dari Tanjung Enim ke Kertapati naik dari Rp394 menjadi Rp420 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010. .Cost of railway services rose to Rp1.3%. The Company was not in a position to control these tariffs except by holding intensive negotiations with PTKA.Beban angkutan kereta api naik menjadi Rp1. The largest portions of this account are railway services 33.8% dari Rp4. Komposisi terbesar beban pokok penjualan adalah jasa angkutan kereta api. Income and Average Selling Price of Coal During the period cost of sales was recorded at Rp4.422.24 billion.0 30.24 miliar. . karena dua hal.232.26 triliun.4%. . excluding VAT. royalti 11.0 % dan kenaikan tarif angkutan.While from Tanjung Enim to Kertapati increased from Rp394 to Rp420 per ton km for period of 1 January – 14 March 2010 and to Rp446 per ton km during 15 March .4%.85 miliar. Perseroan tidak bisa melakukan kontrol penuh atas biaya ini.e. employee salaries.0% and increase in transport tariff. jasa penambangan sebesar 18.8 20.8% from Rp4. Tarif angkutan kereta api dari Tanjung Enim ke Tarahan naik dari Rp287 menjadi Rp305 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010. sebesar 33.5% dibandingkan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp1.3%.1 2. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp325 per ton km tidak termasuk PPN.10 triliun pada tahun sebelumnya. sewa Beban Pokok Penjualan alat berat 7. diikuti gaji. kecuali melalui proses negosiasi yang cukup ketat dengan pihak PT KA.14 March 2010.26 trillion. posting a growth of 3. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp446 per ton km tidak termasuk PPN.232.2 30.7 5.5 3. royalty 11. yakni terjadinya peningkatan volume angkutan sebesar 3.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 162 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan pada periode ini tercatat sebesar Rp4.10 trillion in 2009.6 Angkutan KA Jasa Tambang Gaji Upah & Lainnya Royalti ‘09 10.0%.85 billion. • Increase of cost of sales mainly occured in the following: .5% compared to 2009 figure of Rp1. mining fee 18. contributed by two increases.31 December 2010.0% of total cost of sales.9 5. upah dan kesejahteraan karyawan sebesar 12. hanya naik sebesar 3. heavy equipment rent 7.0%.31 December 2010. Batubara BBM dan Pelumas 12.1 5. wages and welfare 12.9 6.3%. 4.422.6 6. excluding VAT.8 20.3 3.2 10. representing an increase of 15. increase in transport volume of 3.5 6.5% and coal purchase 6.6 Alat & Suku Cadang Lainnya • Kenaikan beban pokok penjualan terutama terjadi pada: .0% dari total keseluruhan beban pokok penjualan.2 ‘10 Sewa Alat Pemb.3%. meningkat 15.5% dan pembelian batubara 6. and to Rp325 per ton km during 15 March .6 12..Tariff of railway transport from Tanjung Enim to Tarahan increased from Rp287 to Rp305 per ton km excluding VAT during 1 January .

8% dibandingkan dengan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp262. kendaraan dan peralatan naik menjadi Rp322. Perseroan menghadapi kecenderungan peningkatan harga berbagai komponen penunjang kegiatan operasional perusahaan.03 miliar karena adanya penurunan jumlah volume galian yang dipindahkan oleh kontraktor penambangan. Penyebab kenaikan ini adalah meningkatnya aktifitas penambangan swakelola dan naiknya bahan bakar serta pelumas. such as fuel.4% of total Rp123. Rata-rata kenaikan BBM sepanjang tahun 2010 adalah sebesar 10.6% from Rp19. Sebagian tarif jasa penambangan ditetapkan dalam mata uang US dollar. coupled with the strengthening rupiah exchange rate against dollar.Fuel and lubricant purchase rose 27.Beban royalti dan retribusi naik menjadi Rp470. which were all beyond its control. .Pajak bumi dan bangunan meningkat cukup tinggi. transportation.8% from 2009 that stood at Rp262. Throughout the year fuel price rose with an average of10.4% increase in production and a change in royalty calculation to observe SOE Ministry Circular No.34%.45 miliar.62 miliar menjadi sebesar Rp257. 156. . meningkat 14.Mining fee decreased 6. Impact of Efficiency Program to Cost of Sales In 2010. seperti harga BBM.Royalty and retribution rose to Rp470. akibat bertambahnya jumlah peralatan yang disewa akibat peningkatan kegiatan produksi.0% menjadi sebesar Rp781.0 miliar. .Land and property tax jumped 156.34%. Disamping kenaikan harga komponen penunjang tersebut.E/35/DJB/2009.1 miliar.6% from Rp236. posting an increase of 22.0 billion. The increase was due to heightened activity in self-managed mines and higher price of fuel and lubricant.9 billion to Rp51. Selain itu ada pengaruh penguatan nilia tukar rupiah terhadap US dollar. .34 billion. . as a consequence of production increase. meningkat 22. Hal ini diakibatkan oleh adanya kenaikan produksi batubara sebesar 7.03 billion due to decreased overburden removal by mining contractor. Part of mining fee was denominated in US dollar.Beban bahan bakar dan pelumas meningkat 27.03 billion resulting from altered purchasing term from FOB to CIF.3 billion to Rp157. vehicles and equipment rose to Rp322. The Company has constructed several development projects and finalized land clearance for those projects.1 billion.6% dari Rp19.83 billion. Pada tahun 2010. . . because more equipment were rented as a consequence of production increase. • Pengaruh program effisiensi terhadap beban pokok penjualan.5% increase from 2009 amount of Rp410. or a 14. 32.03 miliar akibat perubahan pola pembelian dari FOB menjadi CIF.Rent of heavy equipment.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 163 .Coal purchase went up 8. .0% to Rp781. biaya angkutan.62 billion to Rp257.Beban sewa alat berat.Jasa penambangan turun 6. .47 billion. Perseroan telah melakukan pembangunan sejumlah proyek pengembangan dan melakukan proses pembebasan lahan untuk berbagai proyek tersebut.34 miliar.5% dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp410. adalah akibat peningkatan produksi.3 miliar menjadi sebesar Rp157. heavy equipment rent and electricity expenses.4 % dan perubahan perhitungan dasar pengenaan tarif royalti sesuai Surat Edaran No 32.83 miliar.6% dari Rp236.4% dari total sebesar Rp123.9 miliar menjadi sebesar Rp51. the Company was challenged by rising prices of auxiliary components of its operating activities. .45 billion. biaya sewa alat berat dan biaya listrik yang berada di luar kendali-nya.E/35/DJB/2009 dari ESDM.Beban pembelian batubara meningkat 8. This was due to 7. Perseroan juga • . .47 miliar.

34 million tons in 2009. sehingga kebutuhan suku cadang dan bahan dapat ditekan pada tingkat yang optimal. produksi batubara swakelola naik 5.4 billion as a result of reduced electricity usage campaign at all levels of the organization. up 5. Using average production cost per ton at mine mouth.Sparepart and material cost dropped 34% from Rp174. including: . Total production costs including retribution for all production in 2009 and 2010 were Rp1.Biaya lsitrik turun 6. In 2010. so that sparepart and material requirement may be maintained at optimal level.79 trillion respectively. Agar dapat menjaga tingkat profitabilitas operasional. while fuel and lubricant price rose an average 10. termasuk iuran retribusi dari seluruh produksi batubara untuk tahun 2009 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp1.6% dari sejumlah 5. hanya mengalami kenaikan sebesar 27.Electricity cost declined 6.63% dari biaya produksi di tahun 2009.80 triliun dan Rp 1.0 billion to Rp38.Fuel and lubricant cost was managed at a low level.Biaya suku cadang dan bahan turun 34% dari Rp174. As a result of the efficiency drive. self-managed coal production . the Company was also facing consumers’ inclination towards cheaper lowcalorie coal with the same production cost.4 miliar. Perseroan mampu menurunkan total biaya produksi batubara per ton mulut tambang untuk produksi dari areal swakelola. Persediaan suku cadang dan bahan juga dapat ditekan pada tingkat yang wajar. Several accounts in the Company’s books showed the impact of efficiency program. Higher demand for coal also intensified competition among mining companies which caused domestic selling price to drop. Perseroan melaksanakan program effisiensi yang secara umum ditujukan untuk menekan biaya operasional yang berada dalam kendalinya. (Lihat kembali bagian ”Peningkatan Effisiensi Operasional”). selfmanaged mining operation was stepped up and total production increased to 5. sebagai hasil kampanye penghematan atas pemakaian listirk pada seluruh jajaran.4 billion as a result of the integrated routine maintenance system. . turun 5. Dari pelaksanaan program efisiensi tersebut.8 billion to Rp114.Biaya pemakaian BBM dan pelumas berhasil ditekan. Total biaya produksi. . To maintain profitability.63% from production cost in 2009.4 miliar. dengan total produksi batubara mencapai 5. sedangkan rata-rata harga BBM dan pelumas meningkat 10. kegiatan penambangan swakelola semakin ditingkatkan.6% dan adanya In addition to these increases. .64 million tons.4%. naik 5. sebagai hasil penerapan sistem perawatan rutin terintegrasi.34%. Dengan demikian. Membaiknya permintaan batubara juga meningkatkan persaingan dengan sesama perusahaan tambang yang berakibat harga jual di pasar domestik relatif tertekan.34 juta ton di tahun 2009. biaya produksi batubara swakelola di tahun 2010.80 tirllion and Rp1. Tahun 2010. jika dihitung rata-rata biaya produksi per ton di mulut tambang. sekalipun kegiatan operasional swakelola meningkat.64 juta ton.6% from 5. namun biaya produksinya sama dengan biaya batubara kalori lebih tinggi.4% dari Rp41.34%.4% from Rp41. self-managed mine production cost in 2010 dropped 5.0 miliar menjadi Rp38. the Company carried out efficiency drive to cut operating expenses which are within its control (See ”Operational Efficiency Improvement”). the Company was able to reduce coal production cost per ton at mine mouth in self-managed mines.8 miliar menjadi sebesar Rp114. and only increased 27. Sparepart and material inventory was also managed at reasonable level although self-managed operations also increased. .79 triliun.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 164 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis harus menghadapi kecenderungan penggunaan batubara kalori rendah yang harga jualnya lebih rendah. Beberapa akun dalam pembukuan Perseroan yang menunjukkan pengaruh pelaksanaan program effisiensi yang dijalankan diantaranya mencakup: .4%.

4%.30 trillion in 2009. Beban Penjualan dan Pemasaran serta Beban Eksplorasi.3 billion the previous year. • Operating Expenses The Company’s operating expenses comprised general and administrative expenses.5 billion from Rp695. Operating expenses in 2010 increased 3. and exploration expenses.4 %. sementara produksi batubara secara total naik 7. Effisiensi operasional melalui perbaikan sistem kerja (diantarnya: optimalisasi pelaksanaan back filling.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 165 Biaya suku cadang dan bahan 34% increased 5. Beban Usaha pada tahun 2010 hanya meningkat 3.30 1.6% to Rp663. Operating efficiency through improved work system (among others optimization of back filling. The Company relied more on the efficient self-managed operation in meeting customers’ demand.0%.35 trillion from Rp1. . General and administrative expenses decreased 4. pelaksanaan inside dump.Mining fee decreased 6. .2 695.30 triliun pada tahun 2009. • Beban Usaha Beban Usaha Perseroan terdiri dari Beban Umum dan Administrasi. inside dump.6% and new equipment were added.35 triliun.0 Beban Eksplorasi Umum dan Administrasi 40.8 40. selling and marketing expenses.30 40.Biaya jasa penambangan turun sebesar 6. penambahan peralatan. dari Rp1. Peningkatan kegiatan swakelola yang lebih effisien membuat Perseroan semakin lebih mengandalkannya dalam memenuhi permintaan batubara dari para pelanggan. perawatan terencana peralatan produksi utama) turut mambantu menekan konsumsi BBM. 1.0% while total coal production rose 7.3 miliar di tahun 2009.6% menjadi Rp663. Penurunan sub-akun tersebut salah satunya adalah hasil pelaksanaan program effisiensi yang dijalankan dengan konsekuen oleh seluruh jajaran Perseroan. Beban Umum dan Administrasi pada tahun 2010 turun sebesar 4. The decrease was attributable to the efficiency program that was carried out consequently by all PTBA personnel.1 Penjualan & Pemasaran 2010 . scheduled maintenance of main production equipment) also helped reducing fuel consumption.5 miliar dari sebesar Rp695.9% menjadi Rp1.3 578.30 2009 21.9% to Rp1.346.295.

13 miliar menjadi sebesar Rp22. sehingga kenaikan biaya-biaya tertentu berhasil ditahan pada tingkat yang wajar.3 billion to Rp22. menggunakan bagian laba tahun 2009 sesuai dengan keputusan RUPS.31 miliar.6% growth in exploration costs from Rp21. and heavy equipment and vehicle rent.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 166 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Penurunan beban umum dan administrasi terutama disumbangkan oleh adanya penurunan biaya bantuan untuk Bina Lingkungan. below production growth of 7. Perseroan berhasil mengendalikan jumlah pengeluaran. Sewa kendaraan dan peralatan memberi porsi kenaikan tertinggi.7% menjadi Rp301.06 billion from Rp217. • • Profit The Company’s overall performance throughout 2010 was impacted by falling coal prices in domestic market. Beberapa biaya yang menunjukkan hal ini adalah misalnya pada biaya listrik.95 billion in 2010. Selling and marketing expenses increased 14% to Rp659. Laba Secara umum kinerja Perseroan di sepanjang tahun 2010 terpengaruh oleh turunnya harga jual batubara Perseroan di pasar domestik yang cukup signifikan.6% dari Rp21.55 triliun pada 2009 menjadi Rp2. The Company also recorded a 8.04 miliar pada tahun 2009. Perseroan juga mencatat kenaikan pada biaya eksplorasi sebesar 8.7 miliar.7% to Rp301.4% Sedang beban penjualan dan pemasaran meningkat sebesar 14% menjadi Rp659. menjadi sebesar Rp32 miliar karena naiknya kegiatan produksi.1% dari Rp3.04 billion in 2009. karena sebagian biaya dimaksud. hingga sebesar 152%.4%. This cost efficiency was reflected in electricity. Selain penurunan biaya.76 miliar di tahun sebelumnya. ditengah peningkatan aktifitas perusahaan.7 billion. as reflected in pre-tax operating profit decrease of 35. and gain on resale of the Company’s shares (from buy-back program in 2008) amounting to Rp48.76 billion a year earlier. and business trips which rose 3%-6%. in spite of increased activities.31 billion. penerimaan atas sewa fasilitas dermaga Teluk Bayur sebesar Rp22. Hal ini tercermin dari perolehan laba usaha sebelum pajak yang turun sebesar 35. BBM dan pelumas serta biaya perjalanan dinas yang secara rerata hanya naik sekitar 3-6%.30 trillion. the Company was able to control expenditures so that certain expenses were reasonably cut down. biaya gaji dan upah karyawan serta kenaikan pada sewa kendaraan dan peralatan.95 miliar di tahun 2010. Besides cost reduction. dibawah kenaikan produksi batubara Perseroan yang sebesar 7. Peningkatan tersebut disebabkan oleh beberapa hal.53 miliar dari nilai sebesar Rp578.55 trillion in 2009 to Rp2.30 triliun.16 billion. Heavy equipment and vehicle rent contributed the most up to 152% reaching Rp32 billion due to increased production. Other Income (Expenses) Other income (net) in 2010 grew 38.16 miliar dan keuntungan dari program penjualan kembali saham Perseroan (dari program pembelian kembali saham Perseroan pada tahun 2008) sebesar Rp48. Penyebabnya adalah naiknya biaya jasa angkutan kapal. The growth was due to a few reasons: The Company earned a bigger interest on fund placement up to Rp244. receivables from rent of Teluk Bayur pier of Rp22. • Penghasilan (Beban) Lain-lain Penghasilan lain-lain (net) pada tahun 2010 naik 38. employee salaries. • The decline in general and administrative expenses was due to lower Community Development expenses because partly was taken from 2009 profit in accordance with GMS resolution. fuel & lubricant. diantaranya: peningkatan pendapatan bunga atas penempatan dana hingga sebesar Rp244. This increase was caused by increase in shipping and freight.1% from Rp3.06 miliar dari Rp217.53 billion from Rp578. wages and welfare. .

In 2010 net earning per share of the Company was Rp872. Perseroan sebetulnya telah berhasil menurunkan biaya produksi per ton batubara. However.. coal production cost per ton was actually slashed.184.0 trillion in 2010.0 per share showing a slump of 26. This confidence is backed by the progress of constructing mine mouth 3x10MW TPP for own purpose. Namun angka penurunan ini belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual batubara Perseroan yang cukup besar. .. Hal lain yang mengakibatkan turunnya laba Perseroan adalah naiknya komponen biaya transportasi angkutan batubara (kereta api).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 167 Saraswati.184 per share in 2009.0 per saham. turun 26.. as well as the forthcoming operation of BWE system at MTBU mine..4% from Rp2. Kapal pengangkut batubara dengan kapasitas .76 triliun pada 2009 menjadi Rp2. Perseroan berkeyakinan bahwa program efisiensi (cost reduction program) yang telah dicanangkan akan memberikan dampak positif pada kinerja Perseroan di tahun-tahun mendatang. Penurunan laba usaha ini diikuti dengan turunnya laba bersih Perseroan sebesar 26. which will soon operate and reduce fuel and electricity cost. but it was not enough to compensate falling average selling prices. As previously described.00 triliun pada 2010. biaya angkutan laut dan royalti. Another factor that caused the net profit to drop was higher railway and sea transportation cost as well as royalty. seperti diuraikan diatas.4% dari Rp2.0 per saham.. serta segera beroperasinya BWE system di MTBU. Operating profit decline resulted in net profit decrease of 26.4% dibandingkan dengan tahun 2009. the Company is confident that cost reduction program that is already in place will positively impact future business results. Net profit drop consequently cut down net earning per share. Turunnya laba bersih akhirnya berpengaruh pada turunnya laba bersih per saham. Pada tahun 2010 laba bersih per saham Perseroan tercatat sebesar Rp872.4% from Rp1. Keyakinan ini didukung oleh progress pembangunan PLTU 3x10 MW di mulut tambang untuk penggunaan sendiri yang akan segera beroperasi dan akan berakibat pada semakin menurunnya biaya BBM dan listrik. sebesar Rp1.76 trillion in 2009 to Rp2.

549) (1.949) 345.0% Dampak Selisih Kurs 54.373) 2.235.007.720 4.3% Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan -79.68 miliar.371.344.041.942 3.210 2010 2009 PERUBAHAN URAIAN % ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : -4.371.709.661.8% Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi 976. Pengeluaran kas The Company recorded positive cashflow in 2010. derived from coal sales of Rp8.4% Penerimaan operasional lainnya 39.28 miliar dan pendapatan bunga Rp244. Net cash from operating activities amounted to Rp2.858 (70.252.694 130.28 billion and interest income Rp244. as explained below.800.489.794 8.0% 295.308 2.2% Pembayaran kepada pemasok dan karyawan -30.104 5.079) (9.000) (1.084 2.514) (874.054. other operating income Rp130. dengan penjelasan sebagai berikut.761) (4.871) (91.075 (1.79 miliar.1% Penerimaan dari Pelanggan 25.742) (4.489.274) 1083.223) 1. berasal dari pendapatan penjualan batubara sebesar Rp8. sebesar Rp345.729.932 (416.924) (799.0% Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN : Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan 31. amounting to Rp345. Dari kegiatan operasi Perseroan diperoleh arus kas masuk bersih Rp2.3% 8.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 168 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis PERUBAHAN ARUS KAS URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : Penerimaan dari Pelanggan Penerimaan operasional lainnya Pembayaran royalti Pembayaran kepada pemasok dan karyawan Pembayaran pajak Penerimaaan klaim pajak Penerimaan bunga Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN : Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas Dampak Selisih Kurs Kas dan setara kas awal Kas dan setara kas akhir (1.8% Kas dan setara kas awal 7.31 billion (See note on fund placement “Cash Position” above).760.685 (714) 4.7% 541.31 miliar (Lihat catatan penempatan dana pada “Posisi Kas” diatas).787) (74.3% Kas dan setara kas akhir Perseroan mencatat arus kas positif pada tahun 2009.104 22.235) 244.494) (17.68 billion. The biggest cash expenditure for operating activities was suppliers and .841) (109.024.2% Pembayaran pajak .283 (581.8% (489.408) (23.442 5.606. penerimaan operasional lain sebesar Rp130.160) (41.69 miliar (Lihat catatan “Pendapatan”).79 billion.1% Penerimaan bunga -9.2% Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas -112.000) (149.494) 1.489.371.69 billion (See note “Income”).791 200.6% Pembayaran royalti 4.108) (1.709.086 103.Penerimaaan klaim pajak 22.

. (See “Dividend Policy” page Responsibility” page .. Payment of royalty totalled Rp581.84 miliar...2% dari jumlah Rp1.51miliar.3 billion in 2009.. hingga 976% menjadi sebesar Rp799. Perseroan juga meningkatkan jumlah dana untuk program PKBL.800. pemindahan 2 unit BWE system dan 1 unit spreader dari lokasi TAL ke MTBU dan penambahan setoran modal pada perusahaan asosiasi.2 miliar dari angka sebesar Rp74.23 billion which decreased 30. hal .2% from Rp1. Selanjutnya adalah pembayaran royalti sebesar Rp581.8 miliar pada 2009..84 billion. making total dividend payout in 2010 of Rp1.6% dari angka Rp416. increasing 39.235. sebesar Rp4.8 billion in 2009 Cashflow for investing activities surged 976% to Rp799.. The bigger investment was mainly made to realize business development projects. . hal . sehingga total dividen yang dibayarkan pada tahun 2010 menjadi Rp1. terutama digunakan untuk pembangunan PLTU 3x10 MW di Tanjung Enim...11 billion or increased 542% from Rp 17 billion in 2009. and increasing capital injection to associated companies. and “Corporate Social .7 billion. Dari sisi pendanaan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 169 untuk kegiatan operasional terbesar berasal dari pembayaran kepada pemasok dan karyawan. employees expenses totalling Rp4. sehingga total biaya PKBL yang dibayarkan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp109. dan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”. the Company recorded an increase in expenditure as the Company paid out dividend up to Rp228.2 billion from Rp74.11 miliar. The Company also increased funds for partnership and environmental development activities making a total of Rp109. Perseroan tidak menggunakan dana pinjaman dalam seluruh investasinya di tahun 2010. constructing 3x10MW TPP in Tanjung Enim.23 miliar.. (Lihat juga “Kebijakan Dividen”. relocating two BWEs and one spreader from TAL to MTBU site..800.3 miliar pada tahun 2009.. and tax payment of Rp874. (see also “Capital Expenditure” pagel . naik 542% dari angka sebesar Rp17 miliar di tahun 2009. turun sebesar 30. Peningkatan kas untuk investasi tersebut dalam rangka realisasi rencana pengembangan usaha.2% from 2009.4 miliar ditahun sebelumnya.6% from Rp416.).. (lihat juga “Realisasi Belanja Modal” hal . naik 4.3 miliar.)..51 billion or up 4. Kas yang digunakan untuk kegiatan investasi naik tajam.252. The Company did not use borrowed funds in all its investment in 2010..235.7 miliar.).252. On the financing side.3 billion. Perseroan mencatat peningkatan pengeluaran untuk membayar dividen hingga sebesar Rp228.4 billion in 2009.2% dari tahun 2009 dan pembayaran pajak sebesar Rp874. naik 39.).

Hal ini menunjukkan sangat kuatnya kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.1) (26.8 2010 2009 Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo. Tahun 2010 rasio likuiditas Perseroan adalah sebesar 579.8 40. dlm hari 46 61 (149.2 (11. dihitung dengan mambagi aset lancar dengan kewajiban lancar.6) (35. Based on this calculation the Company’s turnover was 46 days in 2010. membaik dari angka 61 hari di tahun 2009.274) 25.3 59.5 33.0 35.924) (799. Kolektibilitas Piutang Tingkat kolektibilitas piutang dihitung dengan membandingkan total piutang terhadap total hasil penjualan. Adapun tabel lengkap piutang perseroan adalah sebagai berikut: Turnover Turnover is calculated by comparing total receivables with total sales. Liquidity This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term liabilities. One of the causes of improved turnover was faster settlement of receivables. showing an improvement from 61 days in 2009. The following table shows the Company’s receivables turnover. In 2010 the Company had a liquidity ratio of 579.7 59.8 30.1 %. .160) (9. Salah satu penyebab membaiknya tingkat kolektibilitas ini adalah membaiknya termin pembayaran piutang usaha.4) 24.1%. It is calculated by dividing current assets with current liabilities.6) (24.787) (74.0 37. proving that it was highly capable of settling its short term liabilities.2 42.4 23.4) (26.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 170 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis RASIO – RASIO KEUANGAN RASIO KEUANGAN (dalam %) RASIO PENDAPATAN Pendapatan Usaha Laba Kotor Laba Usaha Laba Bersih Laba Bersih per Saham RENTABILITAS Laba bersih terhadap penjualan (NPM) Laba bersih terhadap jumlah aset (ROA) Laba bersih terhadap jumlah ekuitas (ROE) LIKUIDITAS Aktiva lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas KOLEKTIBILITAS Total piutang thp total penjualan (AR DOH). Dengan perhitungan tersebut tingkat kolektibilitas piutang (AR DOH) Perseroan adalah sebesar 46 hari.

A decrease of 26. Return on Asset also decreased from 33. A high leverage may increase EPS. Increased liabilities in 2010 pushed the Company’s solvency to 382.4% from 30. yaitu menjadi 23. Capital with minimum cost of funds (Weighted Average Cost of Capital / WACC) may increase the value of shares but does not increase net earning per share (EPS). the Company devises a capitalization .4% ditahun 2009. but also increase risks. menunjukkan kemampuan Perseroan yang tetap tinggi dalam memenuhi kewajibannya.8% in 2009 to 23.178 CATEGORY AMOUNT Maturing < 30 days Maturing 30 – 60 days Maturing 60-180 days Maturing > 180 days Total Provision for doubtul accounts Total trade receivables (net) Solvabilitas Menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang yang akan jatuh tempo.8% pada 2009.8% in 2009 to 31. Rentabilitas terhadap aset (Return on Asset) juga mengalami penurunan.5%.5% in 2009. Rentabilitas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.6% turun dari angka 47. Return This ratio reflects the Company’s ability to generate net profit by using resources it has on hand.218 1. Leverage yang besar dapat meningkatkan EPS. Rasio solvabilitas dihitung dengan membandingkan total aset terhadap total kewajiban.0%.4% di tahun 2010.438 102.6%. 31 Desember 2010 Turnover as of 31 December 2010 (in million Rp) KATEGORI Jatuh tempo < 30 Hari Jatuh tempo 30 – 60 Hari Jatuh tempo 60-180 hari Jatuh tempo > 180 hari Jumlah Penyisihan piutang tak tertagih Jumlah Piutang Usaha (bersih) JUMLAH 897.4% in 2009.8%.4% in 2010 net profit dropped Net Profit Margin to 25. Struktur modal dengan minimum biaya penggunaan dana (Weighted Average Cost of Capital / WACC) dapat mengakibatkan peningkatan nilai saham perusahaan. Solvency ratio is calculated by comparing total assets with total liabilities.364 27.034. Kenaikan kewajiban pada tahun 2010 menyebabkan solvabilitas Perseroan mencapai 382. tetapi tidak berarti meningkatkan laba bersih persaham (EPS).3% or improved from 352.083) 997.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 171 Tabel kolektibilitas piutang Perseroan. Oleh karena itu Perseroan menetapkan kebijakan struktur permodalan yang dapat ditempuh agar dapat memaksimalkan CAPITALIZATION POLICY Capital structure is a balance between shareholders’ equity and borrowed funds consisting of short term and long term borrowing. KEBIJAKAN PERMODALAN Struktur modal merupakan perimbangan antara penggunaan modal sendiri dengan pinjaman / hutang yang terdiri dari hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Penurunan laba bersih Perseroan sebesar 26. namun sekaligus meningkatkan risiko.0% dari angka tahun 2009 yang sebesar 33. Rentabilitas terhadap ekuitas (Return On Equity) menjadi 31. Solvency This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term and long term liabilities.3% naik dari 352. Therefore. membuat rentabilitas terhadap penjualan (Net Profit Margin) turun menjadi 25. Return on Equity went down from 47.261 (37.4% dari angka pada 2009 yang sebesar 30. maintaining its ability to fulfill its obligations.241 7.

policy to maximize its corporate value. Modal Kerja Bersih Peningkatan kegiatan Perseroan membuat modal kerja meningkat sebesar Rp95. Struktur modal dupayakan optimal dengan mengatur kombinasi hutang dan modal sendiri (ekuitas) yang dapat memaksimalkan nilai Perseroan. Jumlah investasi rutin yang Routine Investment This is an investment made by the Company in an effort to maintain its production level and operating efficiency which included repair and addition of routine operating facilities. By optimizing economic rate of return and return on equity that increases earning per share. By considering the use of borrowing that causes financial liabilities (interest rate) and affecting the Company’s liquidity. The Company is self-sufficient in meeting all of its working capital requirements. Capital structure combination is fixed after performing sensitivity analysis with various core assumptions that are most likely to be envisaged by the Company. Dilakukan dengan memperhitungkan penggunaan hutang yang menimbulkan kewajiban keuangan (tingkat bunga) dan mempengaruhi kondisi likuiditas perusahaan. Kebijakan struktur permodalan Perseroan. • • Taking into consideration the balance between financial risks and rate of return in order to improve corporate value. Mengoptimalkan rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri yang menghasilkan peningkatan laba per saham. Struktur modal ditinjau dengan melakukan evaluasi hubungan antara financial leverage. Kombinasi struktur modal ditetapkan setelah melakukan analisa sensitivitas dengan berbagai variasi asumsi inti yang paling mungkin dihadapi oleh Perseroan. tujuan dan langkah yang dapat ditempuh adalah: • Menetapkan target strukur modal yang optimal. In 2010 working capital was recorded at Rp5.50 trillion. REALISASI BELANJA MODAL Tunggu data client CAPITAL EXPENDITURE Investasi Rutin Merupakan investasi yang dilaksanakan oleh Perseroan dalam rangka mempertahankan tingkat produksi dan efisiensi operasi. The policy and its implementation are elaborated below: • Setting optimum capital structure target Using bigger borrowing proportion (than equity) if business risk is smaller.74 miliar. Dilakukan dengan mempertimbangkan pengaruh perubahan komposisi hutang yang berdampak pada harga saham.40 triliun. Struktur modal senantiasa mempertimbangkan keseimbangan antara risiko keuangan dan tingkat pengembalian dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan. . Seluruh modal kerja Perseroan ini dapat dipenuhi dari hasil operasional.50 triliun. corporate value and capital expenditure. nilai perusahaan dan biaya modal. Capital structure is optimized by arranging an optimum combination of borrowing and equity to boost corporate value. termasuk antara lain perbaikan dan penambahan fasilitas operasional rutin.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 172 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis nilai perusahaan. - • • • • • • Capital structure is reviewed by evaluating the connection of financial leverage.74 billion. Taking into account the effect of borrowing composition changes on share price. Penggunaan proporsi hutang yang lebih besar (dari ekuitas) dapat dilakukan bila risiko usaha lebih kecil. Net Working Capital The Company’s growing activities that required bigger working capital resulted in an increase of Rp95. Tahun 2010 modal kerja Perseroan adalah sebesar Rp5. naik dari modal kerja di tahun 2009 yang sebesar Rp5.

Proyek ini ditargetkan akan selesai pada pertengahan tahun 2011. Larger amount of investment was due to the realization of several development projects as described below. Investasi Pengembangan Investasi pengembangan dilakukan dengan tujuan mengembangkan bisnis Perseroan. any excess power will be distributed to the surronding community.31 miliar. Relokasi pabrik briket. sehingga akumulasi biaya hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp324.32 billion or rose 21. Perawatan sarana pelabuhan Tarahan dan perbaikan sarana produksi di Tanjung Enim dilakukan untuk mendukung target peningkatan produksi dan penjualan pada tahun-tahun mendatang. Progress penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 62%.32 miliar atau naik 21. Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi unit segmen usaha briket.4 miliar.31 billion.66 miliar naik 567. • • Relocating briquette factory Relocation started in 2009 as part of restructuring program of briquette business unit. Investment in . and completion was projected for mid 2011.53 miliar. sebesar Rp 83. Investment in this project totalled Rp106. • • • • Relocating 2 BWEs and 1 spreader from TAL to MTBU site. and at the moment relocation was under way after the BWE units were overhauled. In 2010 development investment totalled Rp553.4 billion.50 billion. so that total investment as of 31 December 2010 reached Rp165. Beberapa kegiatan investasi pengembangan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010 mencakup diantaranya: • • Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Banko Barat (Tanjung Enim). Pemindahan lokasi pabrik briket mulai dilaksanakan sejak tahun 2009.6% from routine investment in 2009 which stood at Rp46.02 miliar. Total dana yang dikeluarkan oleh Perseroan untuk proyek ini pada tahun 2010 adalah sebesar Rp106. increasing total expenditure as of 31 December 2010 to Rp324. Preparation started in 2009. Peningkatan investasi terjadi karena adanya realisasi beberapa rencana pengembangan Perseroan.50 miliar. Maintenance of Tarahan Port infrastructure. Persentase penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 85%. Routine investment made in 2010 totalled Rp56. In 2010 the Company carried out the following development projects: • • Constructing 3x10MW TPP in Banko Barat (Tanjung Enim) This TPP will be used mainly for own purpose. At the end of the year the project was 62% completed and projected to be finalized early 2011. Proyek relokasi ini telah persiapkan sejak tahun 2009. Total dana yang dikeluarkan selama tahun 2010 adalah sebesar 317. seperti diuraikan berikut. Setelah proses overhaul unit BWE selesai.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 173 dilakukan pada tahun 2010 mencapai Rp56. Pembangunan PLTU ini dimaksudkan untuk penggunaan sendiri. Perawatan sarana Pelabuhan Tarahan. sebesar Rp46. proses pemindahan saat ini tengah dilaksanakan. Tannjung enim production facilities and construction of Tanjung Enim Head Office made up the major part of routine investment.6% dari investasi rutin pada tahun 2009.0% dari realisasi investasi pengembangan pada tahun 2009. sisanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.02 billion. sarana produksi di Tanjung Enim dan pembangunan prasarana Kantor Pusat di Tanjung Enim mendominasi kebutuhan investasi rutin.80 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2011. Total investment in 2010 was Rp317. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp165. This project was 85% finished at the end of the year.66 billion or increased 567% from realized development investment in 2009 which was posted at Rp83. Maintenance of Tarahan Port infrastructure and repair of Tanjung Enim production facilities were conducted to support the target of larger production and sales in the coming years. Jumlah investasi pengembangan pada tahun 2010 mencapai Rp553.53 billion. Relokasi 2 unit BWE system dan 1 spreader dari area TAL ke MTBU. Total dana yang dikeluakan pada tahun 2010 Development Investment Investment for development is made with the purpose of expanding the Company’s business.80 billion in 2010.

Suasana Tambang Air Laya di malam hari. Selain investasi tersebut diatas. Purchase and construction of PTBA head office building worth Rp225 billion.23 miliar. Perseroan telah melaksanakan beberapa rencana pengembangan lain. pada tahun 2010. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan untuk proyek ini per 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp31. 2010 was recorded at Rp22. one of which was CBM usage project.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 174 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis adalah sebesar Rp22. PTBA-PTKA. Investasi gedung untuk kantor PTBA di Jakarta yang masih dalam kajian pihak independen. misalkan proyek pemanfaatan kandungan CBM. which is currently at the stage of designating exploration site. Completion is targetted for early 2011. .23 billion.9 billion. Unrealized major investment plans include: • • • Capital payment for the establishment of joint venture company. amounting to Rp465. yang telah memasuki tahap penentuan lokasi sumur eksplorasi.9 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada awal tahun 2011. in 2010 the Company carried out other development projects. In addition to the above listed investment. Beberapa rencana investasi besar yang belum dapat direalisasikan pada tahun 2010. increasing total investment in this project as of 31 December 2010 to Rp31.3 billion. sesuai rencana semula diantaranya adalah: • Investasi JV dengan PTKA tidak direalisasikan berkaitan dengan keberatan pihak PTKA terkait beban pajak inbreng aset.

bahkan ditingkatkan. sehingga akan mampu memberi tambahan nilai ekonomi yang cukup tinggi bagi Perseroan. seperti tergambar pada uraian prospek permintaan batubara domestik. marjin keuntungan dengan demikian dapat dipertahankan. expected to be completed for operation as planned.. Coinciding with the construction of Tanjung Enim TPP. the Company has formulated a set of business strateges covering production. kebutuhan batubara domestik maupun di kawasan Pasifik. the Company seeks to step up production and efficiency to increase income and profit margin. Bersamaan dengan penyelesaian pembangunan PLTU tersebut... Beberapa strategi yang usaha yang telah dipersiapkan diuraikan secara ringkas sebagai berikut: Di bidang operasional. Several established business strategies are described briefly in the following sections. Strategi ini akan dijalankan dengan seksama.-. This project will improve production efficiency because the power it generates will cover all electricity requirement that has so far been supplied by PLN. Mengantisipasi kondisi yang lebih kondusif di tahun 2011 tersebut Perseroan menyiapkan berbagai strategi usaha. On the operations side. Penyelesaian proyek ini akan mampu meningkatkan effisiensi produksi mengingat listrik yang dihasilkannya akan mencukupi seluruh kebutuhan tenaga listrik perusahaan di areal pertambangan yang selama ini disuplai oleh PLN. ). Dengan demikian Perseroan akan BUSINESS STRATEGY IN 2011 As described in ”Coal Prospects” page . In the short term... The Company is finalizing the construction of its own mine mouth 3x10MW TPP in Tanjung Enim that is nearing completion. This strategy is carried out in response to projected higher demand for low-calorie coal at low selling price.. penjualan. pengangkutan dan penembangan usaha. Melalui program peningkatan effisiensi produksi. as described in our discussion on domestic coal prospects. The Company can now . In anticipation of a more favorable economic condition in 2011. sales. the Pacific region demand will be hampered by supply shortages following the massive flood in Queensland. Keseluruhan strategi dan program kerja tahun 2011 ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Strategis Perseroan terintegrasi untuk periode 2009-2013 dengan target menuju era PTBA Emas. transportation and business development. Dalam jangka pendek. proses overhaul dan pemindahan dua unit BWE system dan 1 unit sreader ke areal MTBU ditargetkan selesai pada waktunya. Australia. Australia. The production efficiency drive is expected to yield higher profit margin. Perseroan akan mengamankan proses pembanguanan PLTU 3x10 MW mulut tambang di Tanjung Enim yang kini memasuki tahaptahap penyelesaian. diperkirakan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. yang mencakup aspek produksi. Perseroan mentargetkan peningkatan produksi dan melanjutkan program peningkatan effisiensi produksi dengan sasaran meningkatkan pendapatan dan marjin laba. Perseroan meyakini proyek ini akan selesai sesuai dengan yang ditargetkan.. sehubungan dengan banjir yang melanda kawasan Queensland. sebagai respon atas prakiraan semakin banyaknya permintaan batubara dengan kalori lebih rendah dengan harga jual yang juga lebih rendah. so it will add a considerable economic value to the Company.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 175 STRATEGI BISNIS 2011 Seperti tergambar pada uraian “Prospek permintaan batubara” (halaman . Dengan kemajuan pembangunan pada akhir tahun 2010 sudah mencapai 85%. Business strategy and work program for 2011 is part of an integrated Corporate Strategic Plan for 2009-2013 leading to PTBA Golden Era. the Company is finalizing the overhaul and relocation of two BWEs and one spreader to MTBU site. The plant is designed to make use of coal that cannot be sold. coal demand in domestic as well as Pacific region markets is projected to continue rising in the next few years on the face of ongoing economic recovery. kebutuhan batubara di kawasan Pasifik bahkan akan diwarnai dengan kekurangan pasokan. selaras dengan prakiraan kondisi perekonomian yang terus membaik. At end of 2010 85% of the construction was completed and expected to proceed as planned. Bahan bakar PLTU ini rencananya menggunakan batubara dari areal produksi yang selama ini tidak dapat dijual.

recliner. Perseroan akan segera menerapkan tahap berikutnya dari implementasi Supply Chain Management System (SCMS) dengan dukungan teknologi informasi. the Company plans to activate its subsidiary. the Coal Transportat Agreement (CTA) with PTKA will hopefully be instrumental in harmonizing the higher capacity with the Company’s coal production. Using this system. the Company will soon implement the next phase of Supply Chain Management System (SCMS) supported by information technology. Perseroan juga menargetkan peningkatan produksi dari beberapa anak perusahaannya. train loading station (TLS). Perseroan akan semakin meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan PTKA. sehingga peningkatan kapasitas angkut lebih terjamin. Dengan dukungan sistem tersebut. Untuk mendukung peningkatan aktifitas produksi tersebut. Besides collaborating with PT KA. Perseroan berencana semakin mengintensifkan kegiatan anak perusahaan. shovel and truck. Selain itu. The coaches and locomotives ordered by PTKA under a joint scheme with the Company are expected to arrive on time. the Company works and coordinates with PT KA in improving the railway loading capacity. shovel & truck. Kertapati Pier and in stockpile area. In transportation. Perseroan juga akan melakukan penggantian dan penambahan alat tambang utama sistem konvensional. sehingga peningkatan produksi batubara Perseroan juga dapat diselaraskan. seperti IPC dan BBK. Perbaikan sarana conveyor.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 176 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis dapat mengoperasikan seluruh 5 (lima) BWE system yang dimilikinya secara penuh dengan didukung oleh supplai listrik dari PLTU milik sendiri. train loading station (TLS). Dermaga Kertapati maupun di stockpile areal penambangan. Additionally. Terkait dengan angkutan ini Perseroan menargetkan dapat dicapainya persetujuan skema Coal Transport Agreement (CTA) dengan PTKA. that will enable the Company to monitor production and inventories in every stockpile area. After obtaining licenses from the authorities. the Company will finalize AMDAL for train. The Company has a target of improving production of several subsidiaries. The Company supports the program of increasing loading capacity by improving loading and unloading facilities at Tarahan Port. Dibidang angkutan. with higher-capacity equipment with an expectation to reach production target. PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). Perseroan telah mengantisipasi upaya peningkatan kapasitas angkut dengan perbaikan fasilitas bongkar muat di pelabuhan Tarahan. that will build new railway track and port from Tanjung Enim to Lampung at a capacity of 20 million tons per year. the Company will replace conventional mining equipment. PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). while still meeting customers’ orders appropriately. In this connection. Selain kerjasama dengan PT KA. sehingga peningkatan angkut KA bisa terjadwal lebih akurat. recliner. Improvement was also made to conveyor. yang akan membangun jalur kereta api dan pelabuhan khusus baru dari Tanjung Enim ke Lampung dengan kapasitas 20 juta ton per tahun. Pemesanan gerbong angkut dan loko yang dilakukan PTA melalui skema kerjasama erat dengan Perseroan diharapkan tiba sesuai jadwal. rotary car dumper (RCD) dan rail loop dilakukan untuk mendukung peningkatan aktivitas angkutan batubara. Melalui cara tersebut maka peningkatan produksi yang ditargetkan bisa terpenuhi. simultaneously increasing sale and purchase of coal by BA Prima. sekaligus peningkatan aktivitas jual beli batubara oleh BA Prima. like IPC and BBK. Perseroan akan dapat menjaga tingkat persediaan pada kondisi yang paling ekonomis. sehingga Perseroan dapat memonitor pergerakan produksi batubara dan kondisi persediaannya pada setiap areal stockpile. rotary car dumper (RCD) and rail loop to enhance coal transporting activity. stockpile and port. and applies . To support production increase. Menyusul perolehan izin dari berbagai pihak operate all the five BWEs in its possession with electricy generated by its own TPP. sehingga kapasitas angkut batubara mampu ditingkatkan secara substantial. namun mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan akurat. inventories can be maintained at optimum level. dengan kapasitas lebih besar.

sepanjang tahun 2010 Perseroan melakukan berbagai perjanjian-perjanjian penting dengan mitra kerja untuk mengamankan transaksi MATERIAL INFORMATION SIGNIFICANT AGREEMENTS During 2010 the Company entered into several significant agreements with business partners to . khususnya kegiatan anak perusahaan PT Bukit Pembangkit Inovative (BPI) berkapasitas 2x100 MW. Selain itu Perseroan mentargetkan peningkatan kualitas tatakelola melalui upaya perbaikan berkesinambungan baik dari sistem kerja maupun sistem manajemen. demikian juga lahan transmisi yang diperlukan. Perseroan mentargetkan penyelesaian AMDAL kereta api dan AMDAL stockpile dan pelabuhan serta perolehan izin pembangunan pelabuhan. mengingat Amandepen Kontrak EPC telah lebih dahulu ditanda-tangani. INFORMASI – INFORMASI MATERIAL PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING Dalam menjalankan usahanya. Exploration of the well is expected to start soon to be followed by production. Perseroan juga mentargetkan penyelesaian penetapan trekking jalur KA dan dimulainya proses pembebasan lahan bagi pembangunan jalur KA baru ini. Dalam rangka mengimbangi proyeksi peningkatan kegiatan operasional. Perseroan juga menyiapkan peningkatan program pengembangan komunitas. Dalam bidang pengembangan usaha di bidang pembangkitan listrik. Untuk mendukung rencana peningkatan kegiatan operasional dan pengembangan usaha tersebut. the Company is engaged in the exploitation of Coal Bed Methane (CBM) found in the mining area of Tanjung Enim. Penanda-tanganan PPA akan menjadi langkah awal bagi realisasi pembangunan PLTU. Perseroan mentargetkan dilakukannya penandatanganan Amandemen PPA. Perseroan berupaya meningkatkan kompetensi SDM melalui penyelenggaraan serangkaian training yang terarah. for port development permit. this amended agreement will be the start of TPP construction considering the amendment to EPC contract has been signed. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) at 2x100MW capacity. Land required for the TPP and for transmission is also ready. the Company is anticipating to sign an amended Power Purchase Agreement. As a business diversification.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 177 yang terkait langsung. Keseluruhan program ini dilakukan demi menjamin tercapainya target operasional yang ditetapkan. The whole program is carried out to achieve the Company’s operating target. For developing power plant business. The Company continues to honor its commitment to community development. Lahan bagi pembangunan PLTU ini juga telah tersedia. Good corporate governance will also be intensified through continuous improvement of work and management systems. human resource competence will continue to be enhanced through more focused training courses to cover the technical skills and mental spiritual qualities. environmental conservation and work safety. kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja. Perseroan juga berencana mengintensifkan upaya pengembangan usaha melalui eksploitasi Coal Bed Methane (CBM) yang terkandung di dalam areal penambangan Tanjung Enim. To support the production increase and business diversification. baik dari sisi kemampuan teknis maupun pembinaan mental spiritual. particularly the business of subsidiary. Kegiatan pembuatan sumur bor explorasi ditargetkan mulai dilakukan yang akan langsung diikuti dengan proses peroduksinya. When signed. Designation of railway track will be designated so land clearance can begin to prepare for new railway construction.

effective for one year of supply and negotiated separately based on normal benchmark price.700. The Company also renewed coal sales agreement with PT PLN for Tarahan TPP on 9 October 2007. Perseroan menandatangani perjanjian jual beli batubara dengan PT Indonesia Power-Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 pada tanggal 2 Oktober 2002 mengenai penjualan batubara berjangka waktu 10 tahun. based on normal benchmark price. Perseroan juga telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU tarahan pada tanggal 9 Oktober 2007.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 178 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis operasional perusahaan. the Company also renewed coal sales agreement with PT PLN to supply 9.000 ton mulai 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2013.000 ton untuk periode 1 Oktober 2010 sampai dengan 31 Maret 2011.000 ton mulai 1 April 2007 sampai dengan 31 Desember 2031.132. Volume pengiriman akan disesuaikan setiap periode tertentu dan harga jual ditetapkan untuk setiap periode. The ageement was signed 21 May 2004.000 tons to Bukit Asam TPP from 1 January 2004 until 31 December 2013. Perjanjian ini akan digantikan oleh perjanjian jual-beli batubara jangka panjang yang akan disepakati kemudian untuk jangka waktu perjanjian 20 tahun sejak April 2011 sampai dengan Maret 2030 dengan pasokan batubara sebanyak 264. sebanyak 300.000 ton. berlaku untuk masa satu tahun pasokan dan ditetapkan berdasarkan perundingan tersendiri dengan mengacu pada harga patokan yang lazim. Perseroan menandatangani perjanjian pengiriman batubara dengan PLN untuk 15 PLTU di Indonesia. Pokok perjanjian menyangkut pemasokan batubara ke UBPS dengan volume dan kualitas yang akan ditetapkan setiap 1 tahun sekali. Klausul perjanjian yang penting adalah volume pengiriman dan harga jual akan ditetapkan pada setiap periode tertentu. Besides with PT Indonesia Power. Price will be fixed according to prevailing regulations and normal practice. the Company signed coal sales agreement with PT PLN to supply 300.860. Harga jual pasokan tersebut juga akan ditinjau setiap periode pasokan tertentu. based on normal benchmark price. The agreement stipulated that the Company will supply 17. Perseroan telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU bukit asam untuk memasok batubara sebanyak 9. Penentuan harga akan mengacu pada perturan yang berlaku dan parktek yang lazim.000 tons of coal. Tanggal 22 September 2010.700. Selain dengan PT Indonesia Power. Beberapa perjanjian penting yang dilakukan oleh Perseroan meliputi diantaranya: • Perjanjuan jual-beli batubara. mengacu pada harga patokan yang lazim.000 tons of coal to Tarahan TPP from 1 April 2007 to 31 December 2031.132. The important clause stipulated shipment volume and selling price to be fixed periodically. sejak tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 21 Desember 2012. Perjanjian ini ditandatangani tanggal 21 Mei 2004. On 22 September 2010. This agreement will be superseded by long-term coal sales agreement for a 20-year term from April 2011 to March 2030.860. Shipment volume and selling price will be determined periodically. Perseroan akan memasok batubara untuk PLTU tarahan sebanyak 17. which are: • Coal sales agreement The agreement was entered into with PT Indonesia Power – Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 on 2 October 2002 regarding a ten-year coal sales from 1 January tahun – 21 December 2012. safeguard its operations. to supply 264. Isi perjanjian. mengacu pada harga patokan yang lazim. The agreement was for coal supply to UBPS in volume and quality to be determined once a year.000 tons to 15 TPPs in Indonesia from 1 October 2010 to 31 March 2011. Selling price would also be fixed for certain periods of supply. .

Selain itu Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Pamapersada Nusantara (Pama) di wilayah MTBU. Sedang dengan Bahtera. Selain ke Tarahan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 179 • Perjanjian jasa pengangkutan batubara. Transport charges for each destination are negotiated and reviewed periodically. the Company signed a similar agreement to transport coal to Kertapati Port. Perseroan melakukan perjanjian jasa pengapalan batubara dengan PT Arpeni Pratama Ocean Line (Arpeni) dan PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) dari pelabuhan Tarahan ke Pelabuhan PLTU Suralaya.30 June 2013. while mining fee was fixed every period of production by negotiation and mutual agreement. jarak pemindahan pada masingmasing perjanjian telah ditetapkan. overburden removal volume and distance were determined in each agreement. Lampung. Coal volume. masa • Coal delivery agreement The Company entered into coal delivery agreement with PT Kereta Api Indonesia (Persero) (”PTKA”) to transport coal from Tanjung Enim to Tarahan Port. Tarif angkutan untuk masing-masing tujuan pengiriman ditetapkan melalui perundingan dan ditinjau setiap periode waktu tertentu. Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) di tambang Banko Barat untuk periode 1 Juli 2008 sampai dengan 30 Juni 2013. Jumlah volume dan tarif angkutan telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. MTBS. Lampung. Tambang Air Laya dan lokasi lainnya dalam wilayah IUP Proses Produksi Perseroan untuk periode 1 April sampai dengan 31 Maret 2012. Perusahaan mengadakan perjanjian pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (“PTKA”). Perseroan juga mengikat perjanjian pengangkutan batubara ke pelabuhan Kertapati. Untuk perjanjian dengan Arpeni masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. Jumlah batubara yang diproduksi. Volume and charges were fixed in . Palembang. TAL and other sites within the Company’s mining concession area during 1 April – 31 March 2012. • • The Company signed a coal shipment agreement with PT Arpeni Pratama Ocoean Line (Arpeni) and PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) from Tarahan Port to Suralaya Port. The term of the agreement with Arpeni was 1 July 2009 – 30 June 2012. sementara tarif jasa penambangan ditetapkan pada setiap periode produksi berdasarkan perundingan dan kesepakatan bersama. MTBS. Additionally. Palembang. dimana PTKA menyetujui untuk mengangkut batubara Perusahaan dari stasiun pemuatan batubara di Tanjung Enim ke pelabuhan batubara di Tarahan. volume tanah yang dipindahkan. • • A mining service agreement was signed with PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) for Banko Barat mine during 1 July 2008 . The Company also entered into similar agrement with PT Pamapersada Nusantara (Pama) for MTBU.

• the agreement. Pengangkutan Batubara di Pelabuhan Tarahan Edipiscing lorem ipsum dolor . Masa berlaku perjanjian terakhir adalah mulai Mei 2007 sampai dengan Mei 2010. • Perseroan juga melakukan perjanjian jasa bongkarmuat batubara dengan Arpeni dari Terminal Muat Batubara PTBA Tarahan ke Anchorage Pelabuhan Muat PTBA Tarahan. Palembang to Suralaya Port. Freight per ton and shipment volume were determined in the agrement. the term of the agreement was 1 September 2005 – 31 December 2010. Tarif angkutan per ton dan volume pengiriman telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. Palembang ke pelabuhan PLTU Suralaya. Masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. Loading and discharging volume and charges were stated in the agreement. A similar agreement was also entered into with Bahtera Bestari Shipping (BBS) to ship coal from Kertapati Port. A coal loading & discharging agreement was signed with Arpeni from PTBA Loading Terminal Tarahan to PTBA Anchorage Loading Port Tarahan. Selain itu Perseroan juga melakukan perjanjian pengangkutan batubara dengan Bahtera Bestari Shipping (BBS) dari pelabuhan Kertapati. With Bahtera.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 180 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis berlaku perjanjian adalah mulai 1 September 2005 sampai dengan 31 Desember 2010. Agreement term was 1 July 2009 – 30 June 2012. dengan kapasitas bongkar-muat dan tarif telah ditetapkan pada perjanjian tersebut. The term was from May 2007 to May 2010.

2 (Kep-413/PL/2009) on ”Material Transactions and Core Business Changes” dated 25 November 2010. The amendment was to limit the Board of Directors’ authority to relinquish or pledge the Company’s assets up to 50% of total net assets in one or more related or individual transactions. .3 as Attachment to Decision of Bapepam-LK Chairman No. Program ini dilakukan sesuai Peraturan Bapepam-LK No.E. terhitung SHARES BUY BACK PROGRAM The global and regional financial crisis causing a sharp drop in PTBA share price prompted the Company to launch a Shares Buy Back program for the Company issued shares listed on PT Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange). SH. The Articles of Association were amended to conform to Bapepam Regulation No. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut adalah sebagai respon atas berlakunya ketentuan Bapepam no IX. CONFLICT OF INTEREST TRANSACTIONS In 2010 there were no transactions involving conflict of interest made by the Company. one of the agenda items being the amendment of several articles in the Articles of Association. sebagaimana telah ditetapkan pada akta notaris no.E. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pada tanggal 21 April tahun 2010 Perseroan menyelnggarakan Rapat Umum Pemegang Saham. Details of each agreement are given in Note 27 of the Company’s Audited Consolidated Financial Statements for the year ending 31 December 2010. Perseroan melakukan program pembelian kembali saham secara bertahap dalam waktu 3 (tiga) bulan.E. MATERIAL TRANSACTIONS In 2010 there were no material transactions made by the Company. AMENDMENT TO ARTICLES OF ASSOCIATION On 21 April 2010 the Company convened General Meeting of Shareholders.B. PENJUALAN KEMBALI SAHAM PERSEROAN Kondisi krisis keuangan global dan regional yang berpengaruh terhadap penurunan harga saham PTBA secara ekstrim membuat Perseroan melakukan program pembelian kembali saham Perseroan (Shares Buy Back) yang telah dikeluarkan dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia. TRANSAKSI MATERIAL Pada tahun 2010 tidak ada Transaksi Material yang dilakukan Perseroan.2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. SH. The Company gradually bought back its shares within three months from 13 October 2008 to 13 January 2009. yang dikeluarkan pada tanggal 25 November 2009. dengan salah satu agenda adalah perubahan beberapa pasal dari anggaran Dasar Perseroan. Material Transaction is defined by BapepamLK Regulation No. TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN Pada tahun 2010 tidak ada Transaksi Benturan Kepentingan yang dilakukan Perseroan. As a follow up of the GMS resolution. 24 of 21 April 2010 drawn up before Notary Fathiah Helmi. Kep. baik berkaitan maupun tidak. 401/BL/2008 of 9 October 2008. untuk satu transaksi atau lebih. 401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008. Sebagai tindak lanjut keputusan RUPS tersebut.2 tanggal 25 Nov 2009 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Definisi Transaksi Material disini adalah sesuai dengan bunyi aturan pada Ketentuan Bapepam-LK no IX. Kep. XI. XI. Perseroan telah melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan. IX.E.2 dated 25 November 2010 (Kep-413/BL/2010) on ”Material Transactions and Core Business Changes”.24 tanggal 21 April 2010 oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi.B. IX. the Company amended the Articles of Association by deed No. Perubahan AD terakhir tersebut hanya dilakukan pada ketentuan batas maksimum kewenangan Direksi untuk melepas atau menjaminkan harta kekayaan Perseroan hingga sebesar 50% jumlah kekayaan bersih Perseroan. This Program is in accordance with Bapepam-LK Regulation No.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 181 Detail dari masing-masing perjanjian tersebut dapat dilihat pada catatan 27 Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.

Capital gain was booked at Rp48. In the year under review.882. When the program ended on 13 January 2009. Out of five companies reviewed... Capital gain dari selisih dari program penjualan kembali saham Perseroan tersebut. Dari tiga penawaran. pada tanggal 13 Januari 2009.000 shares at an average price of Rp4. Perseroan telah menjual kembali seluruh saham hasil program pembelian kembali tersebut diatas. Program ini telah dikukuhkan dalam RUPS pada tanggal 28 Mei 2009. AKUISISI Perseroan telah melakukan proses Due diligence atas sejumlah tambang yang akan diakuisisi. ACQUISITION The Company conducted due diligence on a number of mines to be acquired. the Company had bought back 2. This program was ratified in GMS on 28 May 2009.per lembar.933. Penjualan dilakukan pada rentang waktu antara tanggal 6 Desember 2010 sampai dengan 20 Desember. Two bids are still being evaluated by prospective parties. Perseroan melakukan penawaran atas 3 perusahaan tambang prospek dengan potensi yang memadai.000 (one trillion Rupiah) to back up the shares buy back policy.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 182 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis sejak 13 Oktober 2008 sampai dengan 13 Januari 2009. termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan. PENDIRIAN ANAK PERUSAHAAAN Tidak Ada Pendirian anak Perusahaan baru di tahun 2010.000. Out of three bids. coal quality or legal problems. satu diantaranta tidak berlanjut karena tidak dicapai kesepakatan skema bisnis maupun nilai. untuk menyelesaikan masalah ini. sebesar Rp48. Sehingga dengan demikian tidak ada realisasi akuisisi baru di tahun 2010. The Company made a fund allocation of maximum Rp 1.7 billion and reported in the income statement under ”other income” account.000. Pada tahun pelaporan ini. there was no new acquisition in 2010. the Indonesian Police closed the operations of BBK pending the issuance of licence to use forest area where BBK had its mine. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi BBK karena ijin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.933 per share. Perseroan mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya Rp 1. Perseroan merealisasi shares buy back sejumlah 2.903 per share. Dua penawaran masih dalam tahap evaluasi dari pihak prospek. Perseroan sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah. whether for reason of long transporting distance.903.. Hingga berakhirnya program tersebut. PENGHENTIAN KEGIATAN OPERASIONAL ANAK PERUSAHAAAN Pada bulan Pebruari 2010.000 lembar saham dengan harga perolehan rata-rata Rp4. pada akun ”pendapatan lain-lain”. while the other two were dropped as they failed to meet the minimum requirements.per lembar saham.000.(Satu Triliun Rupiah) untuk mendukung kebijakan shares buy back tersebut. one was not carried through for failure to agree on business scheme and value. dengan harga pelaksanaan rata-rata sebesar Rp21. ESTABLISHMENT OF SUBSIDIARIES No subsidiary company was set up in 2010.000. baik karena jarak angkut yang terlalu jauh. the Company made bids for three mining companies with adequate potentials.000. the Company sold back all the repurchased shares during 6 – 20 December 2010 at an average price of Rp21. The Company is currently negotiating with several government institutions.7 miliar telah dilaporkan pada laporan rugi-laba. to settle the matter. the Department of Energy & Mineral Resources and the Department of Forestry. CLOSURE OF SUBSIDIARY’S OPERATIONS In February 2010. Dari total 5 perusahaan yang diteliti.000.882. Therefore.000. . sementara 2 lainnya tidak dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat potensi minimal yang diterapkan. kualitas batubara yang tidak memadai maupun masalah legal.

Total assets stood at Rp 118 billion or 1.8% dari jumlah produksi Perseroan tahun 2009.4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8. purchase of explosives. fuel. transaksi yang dilakukan Perseroan dengan sesama BUMN dapat dikategorikan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena berada di bawah entitas pengendali yang sama.5 juta ton.971 tons of coal. Related party transactions in 2010 are listed below: . transactions made by the Company with other SOEs may be classified as transactions with related parties being under the same controlling entity.722. In 2010 up to the time of its business closure. Jumlah produksi BBK pada periode operasi 2009 adalah sebesar 783 ribu ton atau 6. yang pada umumnya menggunakan indeks internasional yang setara sebagai perbandingan dan disesuaikan dengan spesifikasi dari batubara dan lokasi pengiriman. sampai saat penghentian kegiatan operasinya. the Company adopts the following policy: • Sales of coal to related parties is based on sales contract which generally uses equivalent international index as a reference and adjusted to coal specification and shipping location. Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1. sebesar 11. BBK baru berproduksi sebesar 76.7 billion as of 31 December 2010. • • Shipment and transportation of coal by related parties are governed by mutually agreeed transportation contract taking into account cost items plus certain margin. payment of insurance premium and management of retirement fund. Transaksi-transaksi tersebut meliputi penempatan dana. • • Placement of funds is based on requirements and under mutually beneficial agreement to provide optimum benefit for the Company. In making transactions with related parties. BBK had only produced 76. pembelian bahan peledak. Such transactions include placement of funds. Pada tahun 2010. pengangkutan dan pengapalan batubara. Penempatan dana dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perjanjian yang saling menguntungkan dan memberikan benefit optimal pada Perseroan. sales.7 miliar pada tanggal 31 Desember 2010. BBK’s total production in 2009 was recorded at 783 thousand tons or 6. Pengapalan dan pengangkutan batubara oleh pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak pengangkutan yang disepakati bersama berdasarkan hasil negosiasi dengan memperhatikan unsur-unsur biaya yang ada ditambah dengan marjin tertentu. Dalam melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa tersebut.4% of the Company’s total assets of Rp8. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKI HUBUNGAN ISTIMEWA Sebagai BUMN dengan mayoritas saham dimiliki Pemerintah. pembayaran premi asuransi serta pengelolaan dana pensiun. • Penjualan batubara ke pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak-kontrak penjualan.971 ton.722. Adapun transaksi dengan pihak afiliasi yang dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2010 adalah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut. RELATED PARTY TRANSACTIONS As a state-owned enterprise (SOE) with majority shareholding owned by the State.5 million tons in the same year.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 183 Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan. transport and shipment of coal. The Company expects BBK operations will resume in the near future and that this suspension will not significantly affect the Company’s operations. Perseroan memiliki kebijakan sebagai berikut. penjualan.8% of the Company’s total production of 11. bahan bakar.

This Regulation . KEJADIAN LUAR BIASA DAN INFORMASI MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN PERUBAHAN PERATURAN DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Perubahan Peraturan • Peraturan Pemerintah No. merupakan POST-BALANCE SHEET EVENTS and MATERIAL INFORMATION CHANGES IN REGULATIONS AND ACCOUNTING POLICIES Changes In Regulations • Government Regulation No 22 on Mining Zone On 1 February 2010 the Government issued Regulation No.22 Tentang Wilayah Pertambangan. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS The Company has reclassified several accounts in its consolidated financial statement for the year ending 31 Decmeber 2009 to conform to the presentation of consolidated financial statement for the year ending 31 December 2010.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 184 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis NAMA PIHAK PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Kaltim PT Bank Pembangunan Sumsel dan Babel PT Kereta Api Indonesia (Persero) PT Indonesia Power PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Semen Padang (Perseroa) PT Semen Andalas (Persero) PT Semen Baturaja (Persero) PT Timah (Persero) Tbk PT Bahtera Adhiguna (Persero) PT Antam (Persero). 22 concerning Mining Zone. on Mineral and Coal. Pada tanggal 1 Februari 2010 Pemerintah menerbitkan PP 22 mengenai Wilayah Pertambangan. in conjunction with Law No 4/2009. Tbk PT Pindad (Persero) PT Pertamina (Persero) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) SIFAT HUBUNGAN Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali TRANSAKSI Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Pengangkutan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara dan pemakaian listrik Penjualan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara Pengapalan batubara Pembelian Emas Pembelian bahan peledak Pembelian bahan bakar Premi asuransi Dana Pensiun REKLASIFIKASI AKUN Perseroan telah melakukan reklasifikasi beberapa akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.

penetapan peta potensi tambang dan peraturan terkait lainnya. exploration rules. industri pertambangan masih menunggu pedoman kebijakan dan instruksi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Tanjung Enim. Menindak lanjuti keluarnya Undang-undang dan Peraturan terkait tersebut. Government Regulation No 23 on Mineral and Coal Mining Business On 1 February 2010 the Government issued Regulation No. badan hukum pemegang IUP. yang juga ditentukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. Peraturan ini berisi aturan mengenai jenis-jenis tambang mineral dan batubara. UP Ombilin. penetapan Izin Usaha Penambangan (IUP). tahun 2009 tentang Minerba. 34/2009 Pada bulan Desember 2009. Peraturan ini berisi uraian wilayah pertambangan. Tanjung Enim. South Sumatera. mapping of potential mines and other relevant regulations. which are also regulated by EMR Minister. In the year under review the Company obtained the conversion to Production MBL for all concession areas.75%. tentang Minerba. . IPC in Kalimantan and other sites. in conjunction with Law No 4/2009 concerning Mineral and Coal. peralihan bentuk KP menjadi IUP dan peraturan terkait lainnya. merupakan aturan lanjutan atas terbitnya UU no 4. areal IPC di Kalimantan dan sebagainya yang dimilikinya selama ini. the Minister of Energy and Mineral Resources (EMR) issued Regulation No. persentase batas minimal DMO adalah 24. Sumatera Selatan. MTBU. As of this report date. including Tanjung Air Laya. validity of MBL. MTBU.75%. Sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. legal holder of MBL. 1604/K/30/MEM/2010. 34/2009 yang mewajibkan perusahaan pertambangan untuk menjual sebagian hasil produksinya kepada pelanggan domestik (“Domestic Market Obligation” atau “DMO”). Pelanggan domestik dan harga yang akan digunakan untuk porsi penjualan DMO akan mengikuti harga indeks internasional sebagai tolak ukur.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 185 aturan lanjutan atas terbitnya UU no 4. masa berlaku IUP. Pada tanggal 1 Februari 2010 Pemerintah menerbitkan PP 23. EMR Minister Decree No. 34/2009 In December 2009. Ministerial Decree No. 1604/K/30/MEM/2010 stipulates that minimum portion for DMO is 24. mining industry is still waiting for the Minister to issue further instructions on this matter. 23. Perseroan telah menyampaikan permohonan ubahsuai Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP). • • stipulates mining zone. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (“ESDM”) mengeluarkan Peraturan Menteri No. mining business licence (MBL). • Keputusan Menteri No. Perseroan telah mendapatkan izin ubahsuai Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Proses Produksi pada seluruh areal konsesi meliputi diantaraya areal Tanjung Air Laya. the Company submitted application for conversing MC to MBL. Ombilin. To respond to the laws and regulations. conversion from Mining Concession (MC) to MBL and other relevant provisions. Domestic prices will be based on international index benchmark prices. • Peraturan Pemerintah No 23 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. ketentuan eksplorasi. 34/2009 requiring mining companies to sell part of its production to domestic consumers (Domestic Market Obligation or DMO). This Regulation stipulates the type of mineral and coal mines. Pada tahun pelaporan ini.

bank guarantee. Penempatan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang tidak menghilangkan kewajiban pemegang IUP dari ketentuan untuk melaksanakan aktivitas reklamasi dan pasca tambang. Holders of Exploration MBL should include exploration plan in their exploration work program and budget. Holders of Production MBL should (1) make five-year reclamation plan. Placement of reclamation bond and post-mining bond do not waive the obligation of MBL holders to execute reclamation and post-mining plan. i. 4/2009. 17/2010 On 23 September 2010 EMR Ministerial Regulation No. atau cadangan akuntansi (bila diijinkan). 78/2010 (“PP No. and (4) provide post-mining bond in the form of state-bank time deposits. 78/2010 (“PP No. and provide reclamation bond in the form of state-bank time deposits. harus menyiapkan (1) rencana reklamasi lima tahunan. Under this regulation the Company sent mining closure plan to South Sumatera Governor and expected to have it approved in 2010 and would place time deposits in 2013. 78”) that regulates reclamation and post-mining activities for holders of Exploration MBL and Production MBL. Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan implementasi atas UndangUndang Mineral No. Pemegang IUP-Eksplorasi. the Indonesian Government issued implementation regulations in relation to Mineral Law No. 4/2009. 78”) yang mengatur aktivitas reklamasi dan pascatambang untuk pemegang IUPEksplorasi dan IUP-Operasi Produksi. either joint account or state-bank time deposits. Peraturan ini mengukuhkan keberlakuan Peraturan Menteri No. dan (4) menyediakan jaminan pasca tambang berupa deposito berjangka yang ditempatkan di bank pemerintah. yaitu Peraturan Pemerintah No. tiga tahun setelah dokumen rencana penutupan tambang disetujui oleh Gubernur Sumatera Selatan dan Bupati Muara Enim.17 / 2010 Pada tanggal 23 September 2010. ketentuannya antara lain. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan Peraturan Menteri No. (3) provide reclamation bond. • Keputusan Menteri No. harus memuat rencana eksplorasi didalam rencana kerja dan anggaran biaya ekplorasinya dan menyediakan jaminan reklamasi berupa deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah Pemegang IUP-Operasi Produksi.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 186 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Keputusan Pemerintah No PP 78 / 2010 Pada tanggal 20 Desember 2010. Government Regulation No. 18/2008 yang dikeluarkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral pada tanggal 29 Mei 2008. Perseroan telah menempatkan jaminan reklamasi tambang dalam bentuk cadangan akuntansi (lihat Catatan 16) dan akan melakukan penempatan deposito untuk penyisihan penutupan tambang. the Company had submitted reclamation bond in the form of accounting reserves (see Note 16) and would place deposits for mining closure. This regulation affirms the EMR Ministerial Regulation No. ketentuannya antara lain. PP 78/2010 On 20 December 2010. three years after mining closure plan is approved by South Sumatera Governor and Muara Enim Regent. 17/2010 was issued explaining the mechanism of determining Indonesian Minerals and Coal Benchmark . (2) rencana pasca tambang.e. At the time of reporting. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. 17/2010 yang menjelaskan mekanisme untuk • Ministerial Decree No. (3) menyediakan jaminan reklamasi yang dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah. • Government Regulation No. Berdasarkan peraturan ini Perseroan telah mengirimkan rencana penutupan tambangnya ke Gubernur Sumatera Selatan dan diharapkan untuk disetujui pada tahun 2010 dan penempatan deposito baru akan dilakukan pada tahun 2013. (2) post-mining plan. accounting reserve (if allowed). bank garansi. 18/2008 dated 29 May 2008.

Royalty and exploitation retribution will be assessed according to the highest actual selling price and IMCBP as further explained in Ministerial Regulation No. untuk perhitungan Penerimaan Negara (contoh: royalti atau biaya eksploitasi). • Use surveyors appointed by Directorate General of Mineral. • Give priority to national insurance companies using CIF term.mengutamakan penggunaan perusahaan asuransi nasional dimana syarat adopsi CIF digunakan. Peraturan ini berlaku efektif pada tanggal 23 September 2010. Perusahaan juga telah menyesuaikan harga penjualan yang digunakan untuk menghitung royalti berdasarkan kalori dari masing-masing penjualan. and mother ship as selling point to determine IMCBP. 4/2009. selling prices will be adjusted every year to IMCBP of the corresponding year. . The management is confident that all short term coal sales contracts made by the Company has used IMCBPbased selling prices. . Royalti dan iuran eksploitasi akan dihitung berdasarkan harga jual aktual tertinggi dan IMCBP. IMCBP selling price vs actual selling price. 17/2010.penerimaan beban tertentu sebagai penyesuaian untuk IMCBP (jika titik penjualan FOB yang sebenarnya bukan kapal induk).dan . 17/2010 mengatur antara lain: . The Ministerial Decree No. dan . Coal and Geothermal.penggunaan harga rata-rata mineral/batubara dari indeks pasar internasional dan penggunaan free-onboard (“FOB”). to assess state revenues (example: royalty or exploitation retribution). For long term contracts. sebagai salah satu peraturan pelaksana UU No. kapal induk sebagai titik penjualan untuk menentukan IMCBP.menggunakan kapal/perahu berbendera Indonesia untuk mengangkut mineral/batubara. Peraturan Menteri No.penggunaan pendekatan harga dasar (yaitu harga jual IMCBP vs harga jual aktual. . Batubara dan Panas Bumi. • Certain expense as adjustment to IMCBP (if FOB selling point is not mother ship). seperti yang dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri No. 17/2010 allows a transitional period until 22 March 2011 to amend spot contract and 22 September 2011 for long term sales contract. Peraturan Menteri No. Untuk kontrak penjualan jangka panjang. Price (IMCBP). free-on-board (FOB) term. This Regulation took effect on 23 September 2010. 17/2010 memberikan masa transisi untuk merubah kontrak spot penjualan sampai dengan 22 Maret 2011 dan kontrak penjualan jangka panjang sampai dengan 22 September 2011.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 187 menentukan Indonesian Minerals and Coal Benchmark Price (“IMCBP”). Peraturan ini juga mengharuskan perusahaan pertambangan untuk: .menggunakan surveyor yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Mineral.e. The Regulation also requires mining companies to: • Use boat/ship carrying Indonesian flag to transport mineral/coal. Dalam melakukan perhitungan royalti. 4/2009. Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh kontrak penjualan batubara jangka pendek yang dilakukan oleh Perseroan telah menggunakan harga jual yang sesuai dengan IMCBP. as one of the implementation guidelines of Law No. 17/2010 regulates among others: • Mineral/coal average price based on international market index. harga yang ditetapkan akan disesuaikan setiap tahunnya berdasarkan harga IMCBP tahun tersebut. • Basic price approach i. mana yang lebih tinggi. Ministerial Regulation No. whichever is higher. Royalty is assessed based on the selling prices according to the calorie content of each sale. 17/2010.

2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. PSAK 2 (Revisi 2009) . These transactions must be reported within six months from the transaction date. In addition to definition and reporting procedure of material transactions. Peraturan ini juga menjelaskan hal-hal yang wajib dilaporkan Perusahaan publik jika melakukan perubahan atas kegiatan usaha utama.E. Selain mengenai definisi dan pelaporan Transaksi Material. Jika nilai transaksi tersebut lebih dari 50% ekuitas. Peraturan ini menegaskan batasan transaksi material yang diantaranya menjelaskan bahwa transaksi tertentu yang melibatkan pihak yang sama. this Regulation also stipulates what public companies should report in case of core business changes. • Bapepam-LK Regulation regarding Material Transactions and Core Business Changes On 25 November 2009 Bapepam-LK issused Regulation No IX. Articles of Association were amended to conform to this Regulation in GMS that was convened on 21 April 2010. PSAK 12 (Revisi 2009) . Perseroan telah melakukan Perubahan Anggaran Dasar sehubungan dengan ketentuan ini. PSAK 7 (Revisi 2009) .E. Batasan Transaksi material yang ditetapkan diantaranya nilai transaksi adalah sebesar 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan.Penyajian Laporan Keuangan. Transaksi ini wajib dilaporkan dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak terjadiinya transaksi. Any transaction that is worth more than 50% of equity needs the approval of GMS or EGMS.Laporan Arus Kas. maka wajib didahului dengan pelaksanaan RUPS / RUPSLB. PSAK 4 (Revisi 2009) . • • • • • • • • PSAK 1 (Revisi 2009) . dianggap sebagai satu transaksi yang harus diakumulasikan.Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri.Peristiwa Setelah Tanggal Neraca.Segmen Operasi. PSAK 8 (Revisi 2010) . PSAK 5 (Revisi 2009) .PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 188 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Ketentuan Bapepam-LK tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama Pada tanggal 25 November 2009 Bapepam LK mengeluarkan Peraturan no IX. • • • • • • • • PSAK 1 (Revised 2009) – Financial Statement Presentation PSAK 2 (Revised 2009) – Report on Cash Flows PSAK 3(Revised 2009) – Interim Financial Statement PSAK 4 (Revised 2009) – Consolidated Financial Statement and Stand-Alone Financial Statement PSAK 5 (Revised 2009) – Operations Segment PSAK 7 (Revised 2009) – Disclosure of Related Parties PSAK 8 (Revised 2010) – Subsequent Events PSAK 12 (Revised 2009) – Financial Report on .Pelaporan Keuangan Mengenai CHANGES IN ACCOUNTING POLICY The Indonesian Institute of Public Accountants (IAI) has issued the following few revised accounting standards (PSAK) that may affect financial reporting for the period starting on or after 1 January 2011. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan beberapa standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perseroan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011.Laporan Keuangan Interim. The value of material transactions is limited to 20% of equity or more.2 (Kep-413/BL/2009) regarding ”Material Transactions and Core Business Changes”. melalui RUPS yang diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010. The Regulation defines material transactions as certain transactions involving the same parties for the same purpose made consecutively over a certain period of time. PSAK 3 (Revisi 2010) . dilaksanakan untuk maksud sama namun dilakukan secara berurutan pada satu periode waktu tertentu.Pengungkapan Pihak-Pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa.

Aset Tidak Berwujud. • • • • • • • Participation in Operations and Assets under Common Control PSAK 15 (Revised 2009) – Investment in Associates PSAK 19 (Revised 2010) – Intangible Assets PSAK 22 (Revised 2010) – Business Merger PSAK 23 (Revised 2010) – Income PSAK 25 (Revised 2009) – Accounting Policies. • PSAK 48 (Revisi 2009) . KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA Tidak ada kejadian material setelah berakhirnya periode laporan yang tercatat pada Laporan Audit Konsolidasian Perseroan. .Kebijakan Akuntansi.Kewajiban Diestimasi.Efek dari Perubahan Kurs Mata Uang Asing. • PSAK 57 (Revisi 2009) . Changes in Accounting Estimates and Errors PSAK 48 (Revised 2009) – Decline in Asset Value PSAK 57 (Revised 2009) – Estimated Liabilities. Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan. Contingent Liabilities and Contingent Assets IAI has also issued another revised accounting standards (PSAK) that may affect financial reporting for the period starting on or after 1 January 2012: • PSAK 10 (Revised 2009) – Effect of Exchange Rate Fluctuations Perseroan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan. • PSAK 25 (Revisi 2009) .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 189 Bagian Partisipasi Dalam Pengendalian Bersama Operasi dan Aset. • PSAK 15 (Revisi 2009) . IAI juga telah menerbitkan standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perusahaan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: • PSAK 10 (Revisi 2009) .Pendapatan. Kewajiban Kontinjensi dan Aset Kontinjensi. • PSAK 19 (Revisi 2010) . • PSAK 23 (Revisi 2010) . • PSAK 22 (Revisi 2010) .Penurunan Nilai Aset. The Company is still studying the possible effects of these accounting standards on its financial statements.Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi. SUBSEQUENT EVENTS There were no significant events subsequent to the audited consolidated financial statements date.Penggabungan Usaha.

190 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 191 Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report Komitmen menerapkan praktek tata kelola perusahaan terbaik berimbang dan bersamaan dengan peningkatan integritas karyawan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan Committed to implementing balanced good corporate governance best practice and upholding employee integrity for a sustainable corporate growth .

• Managing risk more responsibly. Promoting work ethos. serta masyarakat dan lingkungan. 117/M-MBU/2002 concerning Implementation of GCG Practices in SOEs. setiap level operasional kini dan kedepan bertekad menjalankan GCG secara konsisten dan sebaik mungkin. each level of operations will continue to consistently implement GCG practice in the best possible manner. Hal tersebut dilaksanakan bukan hanya untuk menindak lanjuti Keputusan Menteri Negara BUMN RI No. melainkan dalam rangka melaksanakan keyakinan Perseroan akan manfaat positif dari penerapan praktek GCG. secara seimbang dengan pembangunan nilai-nilai dan budaya perusahaan yang tertuang dalam rumusan kode etik serta budaya perusahaan. 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek GCG pada BUMN. Board of Directors. Mengelola risiko secara lebih baik. responsibility. responsibility. Pembangunan integritas yang tinggi melalui nilai-nilai budaya tersebut diyakini akan semakin memberikan hasil maksimal pada mutu penerapan GCG. partners. independency and fairness. Kebijakan Pokok Perseroan (GCG Code) dan Kebijakankebijakan lain terkait GCG. Meningkatkan citra Perseroan (image) menjadi semakin baik. pelanggan. but also at demonstrating the Company’s belief in the advantage of practising GCG principles. TUJUAN PENERAPAN Menindak lanjuti penyelesaian. Mengelola sumber daya secara lebih amanah. • • • Preventing irregularity in the management of the Company. customers. Berdasarkan buku panduan yang ditujukan sebagai pedoman. The goal of implementing GCG throughout the Company is to allow: • Directing and managing the relationship among shareholders. employees. penerbitan dan penerapan Panduan Implementasi Good Corporate Governance (GCG) yang berisi mekanisme kerja antar Organ Perusahaan. • Treating stakeholders more responsibly. Board of Commissioners. Based on the Code. Perseroan mulai melakukan implementasi butir-butir yang terkandung dalam panduan tersebut. Such is aimed not only at complying with the State Minister for State-Owned Enterprises (SOE) Decree No. Direksi. Untuk mencapai tujuan tersebut. mencakup azas transparency. • • • • • • • To attain that goal. . Enhancing the Company’s good image. community and environment. accountability. • Managing human resource discreetly. mitra kerja. Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perseroan. Perseroan senantiasa berusaha menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Meningkatkan pertanggungjawaban kepada stakeholders. karyawan. Memperbaiki budaya kerja Perseroan. the Company consistently implements good corporate governance (GCG) principles which include transparency. High integrity influenced by such cultural values is believed to maximize the implementation of GCG. Tujuan Penerapan GCG di Perseroan adalah : • Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Pemegang Saham. the Company has implemented every point in the GCG Code.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 192 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA IMPLEMENTATION OF CORPORATE GOVERNANCE OBJECTIVE Following the establishment and enforcement of Good Corporate Governance (GCG) implementation guide on working mechanism among corporate organs (GCG Code) and other GCG policies. Dewan Komisaris. Mendorong dan mendukung pengembangan Perseroan. corresponding to the promotion of corporate values and culture which are reflected in the corporate code of ethics and culture. • Promoting and supporting the Company’s growth. accountability. independency dan fairness.

meningkatkan efisiensi operasional.11 di tahun 2010. sehingga membuat kepercayaan investor meningkat. stakeholders’ satisfaction will be guaranteed by maximizing financial achievement and minimizing investment risk. meningkatkan pelayanan kepada stakeholders yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan corporate value. improved operating efficiency and stakeholders’ return and corporate value. Selain itu. The Best Role of Stakeholder dalam acara “IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” kerja sama IICD dengan Majalah Investor. consistency and success in implementing good corporate governance practice have earned the Company several awards and commendations from independent institutions in varied perspectives. • The Best Role of Stakeholder in ”IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” program jointly organized by IICD and Investor Magazine. Likewise.GCG Award” di Jakarta. nilai skor meningkat dari 82. . stakeholder satisfaction juga akan meningkat karena terjadinya perbaikan kinerja keuangan serta berkurangnya keputusan investasi yang mengandung benturan kepentingan. preventing conflict of interest and boosting investors’ trust.11 in 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 193 Lorem ipsum Edipiscing lorem ipsum dolor Mutu penerapan GCG yang baik dan konsisten akan mendukung peningkatan kinerja Perseroan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik. Komitmen. mencakup : • Predikat Terpercaya berdasarkan Corporate Governance Perception Index yang diselenggarakan oleh IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) bekerja sama dengan majalah SWA dalam Acara “IICG . konsistensi serta keberhasilan Perseroan dalam menerapkan tata kelola yang baik telah membuahkan berbagai bentuk penghargaan dari lembaga independen dari berbagai perspektif.27 menjadi 84. which are: • The Most Trusted based on Corporate Governance Perception Index conducted by IICG (Indonesian Institute for Corporate Governance) in collaboration with SWA Magazine presented in “IICG – GCG Award” program in Jakarta with an improved score from 82.27 to 84. Good and consistent implementation of GCG will support the Company’s operations as it allows better decision making. • The Company’s commitment.

00 91. ASESMEN PRAKTEK GCG Perseroan terakhir kali melakukan assessment Praktek GCG pada tahun 2008. such as IICG-GCG Award program in 2010.00 7. Komite Komisaris Board of Commissioners Committees C.00 66.03 61.00 89. Satuan Pengawasan Intern Internal Audit Unit E.75 CAPAIAN B/A X 100 83. In addition.58 100.27 75.00 3. juga disampaikan beberapa rekomendasi serupa.00 100. The score of the assessment is shown below: ASPEK ASPECT Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham/RUPS Shareholders’ right and responsibility /GMS Kebijakan GCG GCG policy Penerapan GCG GCG implementation A.49 6. Perseroan mendapatkan total skor 89.00 27.31 93. ASSESMENT OF GCG PRACTICE An assessment of GCG practice by the Company in 2008 was made by an independent assessor. Beberapa rekomendasi yang disampaikan diantaranya: • Melakukan revisi dan penyesuaian terhadap muatan GCG Code dan Board Manual mengacu pada perubahan Based on the assessment result.79 80. dengan kesimpulan kualitas penerapan GCG Baik.43 8. Purwoko & Associates. SODIQ. . following the Company’s participation in various events launched by external assessor.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 194 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance • 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation kerjasama IICD dengan Business Review dalam acara “Business Review Award” di Singapura • 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation presented by IICD in collaboration with Business Review Magazine during ”Business Review Award” in Singapore.66 2.67 95. a few similar recommendations were also made.75 I II III 9.00 6. 40 year 2007).75.00 3. PURWOKO & ASSOCIATES. dari partisipasi Perseroan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh assesor eksternal.00 BAIK GOOD Dari hasil assesment tersebut.00 6. dilaksanakan oleh assesor independent Sodiq. Komisaris Board of Commissioners B. Some of the recommended measures are: • Revise GCG Code and Board Manual to conform to amended laws (Corporate Law No.00 89. Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary IV V Pengungkapan Informasi Disclosure Komitmen Commitment Skor Keseluruhan Total Score Peringkat Kualitas Penerapan GCG Quality Rating of GCG Implementation BOBOT WEIGHT A SKOR SCORE B 7. Findings showed that the Company obtained a total score of 89.64 90.00 8. Adapun tabel skor hasil asesmen adalah sebagai berikut.90 3. Selain itu.92 25. Direksi Board of Directors D. Assesor merekomendasikan berbagai perbaikan aturan dan peningkatan kualitas pelaksanaan praktek GCG yang sebaiknya dilakukan oleh Perseroan.00 27. Menurut hasil asesmen tersebut.11 98. seperti dalam rangka penyelenggaraan IICGGCG Award yang diselenggarakan pada tahun 2010. the assessor recommended a series of actions to be taken by the Company to improve the rules of implementing GCG.33 5.80 24.00 10.02 96.75 and termed Good Implementation of GCG.

Socialization of Code of Conduct to all employees within the Company was carried out from 16 to 27 December 2009.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 195 • • peraturan perundang-undangan (UU No.Procedure of reporting misconduct (whistle blowing system) .Kebijakan tentang Larangan Pemberian dan Penerimaan Hadiah.Board Manual . 019 dated 31 August 2010. Draw up and develop Code of Conduct as a separate document and enclose compliance sheets to be signed by all employees. in 2010 the Company made some improvement on GCG implementation as follows: • With the aid of a consultant.Restriction of giving and receiving gift. Menambahkan kedalam GCG Code uraian terkait dengan hak. and the like . . . Deklarasi kepatuhan atau Pernyataan Kepatuhan telah didistribusikan kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No. • • including amendments to the Company’s Articles of Association. a total of 2. Insert in the GCG Code description of right. Kemudian sosialisasi untuk pegawai yang berada di Anak Perusahaan juga telah dilaksanakan pada bulan Juli 2010.Goods and services procurement policy . Code of Conduct ini telah disosialisasikan kepada seluruh Jajaran Perusahaan yang menjelaskan tentang: . sebanyak 2. pada tahun 2010 Perseroan melaksanakan beberapa upaya perbaikan tata laksana dan peningkatan kualitas penerapan GCG.d. diantaranya sebagai sebagai berikut: • Perusahaan dibantu konsultan telah mengembangkan soft structure GCG yang baru. the Company developed a new GCG Soft Structure: . bribe. 27 Desember 2009 kepada seluruh pegawai di satuan kerja maupun unit kerja dalam Perusahaan. Suap dan sejenisnya.058 Pegawai (98. .Kebijakan tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Menyusun dan Menyempurnakan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) sebagai sebuah dokumen tersendiri secara terpisah termasuk menyertakan didalamnya lembar kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap Pegawai. Dissemination to employees of subsidiaries was done in July 2010.Code of Conduct • • Code of Conduct is a guide to direct the conduct of all personnel of the Company.Conflict of interest policy . Considering the Company’s needs for better GCG implementation and fulfilment of those recommendations. . authority and responsibility of shareholders /GMS.0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan. termasuk perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. wewenang dan tanggung jawab Pemegang Saham/ RUPS secara jelas. Declaration of compliance sheets were distributed to all employees under Official Memo of Human Resource & General Affairs Director No.Code of Conduct Salah satu Soft Structure GCG adalah Code of Conduct yaitu Suatu Pedoman Perilaku bagi seluruh Jajaran Perseroan. Sampai akhir Desember 2010. yaitu : .GCG Code .Completion of code of conduct compliance sheets by all employees Sosialisasi Code of Conduct telah dilaksanakan dari tanggal 16 s. As of end of December 2010.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas). 019 Tanggal 31 Agustus 2010. Dengan mempertimbangkan kebutuhan perusahaan bagi terciptanya peningkatan penerapan GCG dan rekomendasirekomendasi tersebut.996 Pegawai dari 3.0%) have signed the Declaration of Compliance.996 employees out of 3.Kebijakan tentang Benturan Kepentingan .GCG Code .058 employees (98. which has been socialized to all personnel.Tata Laksana Sistem Pelaporan Pelanggaran.Pelaksanaan lembar kepatuhan terhadap Pedoman perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap pegawai.Panduan Kerja Bagi Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual) . elaborating on: .

Sampai akhir Desember 2010. Its formation is intended to reinforce the implementation of GCG with the function of human resource management. analysing and profiling corporate risk.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 196 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Pembentukan Komite GCG. Deteksi Fraud & Corruption Perseroan telah menjalankan aspek deteksi terhadap fraud & corruption dengan menjalankan Sistem Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi. Perseroan memperkuat sistem pengelolaan operasional terakreditasi dengan membentuk dan memberlakukan Sistem Manajemen PTBA. Pembentukan komite ini didahului dengan perangkapan tugas anggota komite dalam Komite Konarba dan GCG. Penanganan Fraud & Corruption Perseroan saat ini telah membuat (draft) Susunan Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP).058 employees (98. • • • • • • • • • • Handling of Fraud and Corruption The Company has drawn up a Misconduct Reporting System Team whose job description and reporting mechanism have been completed. 019 Tanggal 31 Agustus 2010. 2010. The job description . shortened to NR & HRD Committee has a new name and new members.0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan tersebut. Komite ini dibentuk terutama ditujukan untuk memperkuat penerapan GCG dari sisi penguatan sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia. Manajemen telah memasukan Risiko Fraud & Corruption kedalam identifikasi. Establishment and Application of PTBA Management System The Company reinforced its accredited operations management system by establishing and applying PTBA management system. Remuneration and HRD Committee Nomination. Detection of Fraud and Corruption The Company has covered the aspect of detecting fraud and corruption by running Integrated Corporate Risk Management System.996 employees out of 3.0%) have signed such Declaration of Compliance. Prevention of Fraud and Corruption To implement one Code of Conduct principle which dictates that fraud and corruption be prevented. Pencegahan Fraud & Corruption Sebagai salah satu Implementasi dari Code of Conduct yaitu pencegahan fraud & corruption.996 Pegawai dari 3058 Pegawai (98. a total of 2. untuk membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. Formation of Nomination. 019 of August 31. Remunerasi dan Pengembangan Sumberdaya Manusia atau disingkat Konarba dan PSDM merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaan. Pembentukan dan Pemberlakuan Sistem Manajemen PTBA. Sistem ini dikembangkan melalui adopsi atas beberapa sistem operasional terakreditasi yang dalam proses audit sistemnya ternyata saling bersinggungan dengan erat. dimana sejak Trw IV 2009. Perseroan telah mendistribusikan dokumen “Pernyataan Kepatuhan” kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No. and since the fourth quarter of 2009 the management has included fraud and corruption risk in identifying. As of end of December 2010. Pembentukan Komite Konarba dan PSDM. the Company distributed “Declaration of Compliance” sheets to all employees under Official Memo of Human Resource and General Affairs Director No. Sedangkan Deskripsi Pekerjaan (lingkup dan uraian Tugas) Tim SPP serta mekanisme Pelaporan Pelanggaran yang menjelaskan bagaimana alur pelaporan pelanggaran • Formation of GCG Committee The Company has formed GCG Committee to assist Board of Commissioners in ensuring continued implementation of GCG principle. Perseroan telah membentuk Komite GCG. Remuneration and Human Resource Development Committee. This system is developed by adopting several accredited operations management systems. this Committee was merged with Nomination and Remuneration Committee. analisis dan Profil Risiko Korporat. Komite Nominasi. sebanyak 2. which a system audit proved to be closely related. Prior to its formation.

and the latest GCG practice. GCG Code (Panduan Tata Kelola). visi dan misi Perseroan serta praktek terbaik GCG. SOE Law. serta Kebijakan-kebijakan Tambahan. nilai-nilai budaya yang dianut. rekomendasi hasil assesment praktek GCG. • Prosedur Penanganan Pelaporan Pelanggaran. nilai-nilai budaya. PANDUAN DAN STRUKTUR TATA KELOLA Menindak lanjuti implementasi Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT). yang dilaporkan pada bagian tata kelola perusahaan. Efforts taken to enhance the implementation of GCG principle in 2010 are elaborated further in the next sections. Procedures of Handling Misconduct Report In the first quarter of 2011 the Board of Commissioners together with Corporate Management System Team and GCG Comittee will make a benchmarking of procedures set up in 2010 with other models applied by several companies who had earlier implemented whistle blowing system. which are reported in the corporate governance section. Corporate Management System Team will submit a draft decision letter regarding the formation of Whistle Blowing System Team to Board of Directors and Board of Commissioners for ratification and subsequent implementation. Code of Conduct. Sistem Manajemen Perusahaan (SMP) bersama dengan Komite GCG Dewan Komisaris akan melakukan benchmarking atas prosedur yang telah disusun pada tahun 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 197 dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk membuat suatu laporan pelanggaran telah diselesaikan. Penjelasan lebih lanjut dari kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas penerapan GCG sepanjang tahun 2010 tersebut diatas. karena ada beberapa model yang diterapkan oleh Perusahaan-perusahaan tersebut. vision and mission. cultural values. ini ke beberapa perusahaan yang telah lebih dahulu menerapakan Whistle Blowing System. Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan. cultural values. Setelah melakukan benchmarking SMP akan mengajukan Draft SK Pembentukan Tim SPP/Whistle Blowing System kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk disahkan dan diimplementasikan. Undang-Undang BUMN. Perseroan telah menerbitkan dan kemudian mengimpelementasikan Soft Structure GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual. vision and mission. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. Direncanakan pada Trw I 2011. After benchmarking. The result of all these was the production of a new GCG Soft Structure consisting of Board Manual. . the Company re-evaluated and adjusted the policy and Standard Operating Procedure (SOP) associated with GCG. Code of Conduct. recommendation after GCG assessment. Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan. visi dan misi serta CORPORATE GOVERNANCE CODE AND STRUCTURE With the issuance of Corporate Law (UU PT). GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. serta perkembangan praktek GCG terkini. • explains reporting workflow and requirements to be met when making a misconduct report. and Supplementary Policies. GCG Code. diuraikan dalam bagian-bagian berikut. Perseroan telah menyelesaikan telaah ulang dan melakukan berbagai penyesuaian atas kebijakan dan Standard Operating Procedure (SOP) terkait tata kelola perusahaan.

Given the dynamic and expansive nature of business environment. Direksi. ASURANSI & PASCATAMBANG Business Risk. Board of Directors. Dewan Komisaris. Struktur tata kelola di Perseroan Corporate Government Structure PEMEGANG SAHAM SHAREHOLDERS DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS KOMITE GCG GCG Comittee KOMITE RISIKO USAHA. maka Panduan Tata Kelola Perusahaan (GCG Code) tersebut akan selalu disesuaikan dengan kondisi internal maupun eksternal. Panduan GCG yang telah disusun menjadi acuan bagi Pemegang Saham. cultural values. employees. GCG Code will continue to be adjusted to internal and external condition. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. Board of Commissioners. vision and mission.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 198 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance praktek-praktek terbaik (best practices) GCG. GCG Code contains corporate governance principles which are further elaborated in various policies and technical implementation rules. and other stakeholders in dealing with the Company. GCG Code must be used as reference by shareholders. termasuk stakeholder lainnya dalam berhubungan dengan Perseroan. Mengingat lingkungan bisnis bersifat dinamis dan berkembang. Pengkajian dan penyesuaian secara berkesinambungan akan selalu disesuaikan untuk mencapai standar penerapan GCG yang terbaik bagi Perseroan. Insurance KOMITE NOMINASI & REMUNERASI Nomination & Remuneration Committee KOMITE AUDIT Audit Committee DIREKTUR UTAMA PRESIDENT DIRECTOR DIREKSI DIRECTORS DEWAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS SEKRETARIS PERUSAHAAAN Corporate Secretary SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SISTEM PENGAWASAN INTERN Internal Audit Unit GENERAL MANAGER / SENIOR MANAGER GENERAL MANAGERS / SENIOR MANAGERS PELANGGAN Customers PEGAWAI Employees KOMUNITAS Community . Pegawai. Panduan Tata Kelola Perusahaan tersebut berisikan prinsipprinsip pengelolaan perusahaan yang selanjutnya dijabarkan dalam berbagai kebijakan serta peraturan petunjuk teknis pelaksanaan. Review and adjustment will be an ongoing process in a bid to reach the best standard of GCG implementation by the Company.

memutuskan pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara Direktur dan lainlain. mengubah anggaran dasar. divide duty and authority among directors. Pembentukan sub-organ ini dilakukan sebagai bagian dari pembagian wewenang yang jelas untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara efektif. While Board of Directors is an organ fully authorized and responsible for the day-to-day management of the Company in keeping with its purpose and objective. task and responsibility for the sole purpose of the Company. Wewenang tersebut mencakup meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan. General Meeting of Shareholders (GMS) has the authority that is not conferred upon the Board of Commissioners or Board of Directors under the provisions of Articles of Association and the prevailing laws and regulations. GMS cannot intervene in the day-to-day decision making by the Board of Commissioners and Board of Directors. Board of Commissioners and Board of Directors and each has its own vital role in the implementation of GCG. However. Dalam kegiatan operasional. mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Board of Commissioners is a corporate organ whose function is to supervise in a general as well as specific sense. elect and terminate members of Board of Commissioners and Board of Directors. mengangkat dan memberhentikan Direktur dan Anggota Dewan Komisaris. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai instansi tertinggi dalam Perseroan. Such authority covers the right to ask Board of Commissioners and Board of Directors to give their accountability reports on the management of the Company. GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS(GMS) Being the highest body within the Company. the Company’s organ is composed of General Meeting of Shareholders.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 199 Organ Perusahaan Seperti tampak pada bagan struktur tata kelola perusahaan. membantu kelancaran operasional serta memberi masukan yang diperlukan untuk mengamankan kelancaran operasional Perseroan. Dewan Komisaris dan Direksi yang masingmasing mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. the Board of Commissioners and Board of Directors set up sub-organs according to the Company’s needs to provide assistance and input to support and safeguard the Company operations. General Meeting of Shareholders (GMS) is the highest body within the Company. a forum for the shareholders to act on an equal footing for adopting important resolutions associated with the capital invested in the Company. namun tidak dapat mengintervensi keputusan operasional yang menjadi wewenang Dewan Komisaris dan Direksi. . etc. The three corporate organs operate independently in their respective function. Organ Perseroan ini menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip bahwa masing-masing organ berdiri secara independen dan menjalankan tugas. amend articles of association. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan instansi tertinggi dalam Perseroan. Sedangkan Direksi merupakan Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung-jawab penuh atas kepengurusan Perseroan sehari-hari dan bertindak semata-mata untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. fungsi dan tanggung-jawabnya semata-mata untuk kepentingan Perseroan. Dewan Komisaris dan Direksi membentuk sub-organ Perseroan yang sesuai dengan kebutuhan. wadah para pemegang saham untuk bertindak secara setara dalam mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang ditanam dalam Perseroan. serta memberi nasihat kepada Direksi. Sub-organs are set up for clear division of authority to effectively implement GCG principles. Corporate Organ As outlined in corporate governance structure. and give counsel to the Board of Directors. Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum atau khusus. Organ Perusahaan terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). For day-to-day operations.

the Company guarantees that it will provide GMS with any information pertaining to the Company. iv. Pengisian jabatan anggota Direksi atau dan Anggota Dewan Komisaris. diselenggarakan minimal satu kali dan dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir. Perseroan menjamin untuk memberikan segala keterangan yang berkaitan dengan Perseroan kepada RUPS. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. seperti pembelian kembali saham Perseroan yang beredar. as long as it does not contradict the Company’s interest and the law. and rights issue. iii. a routine annual agenda held at least once a year within six months of the accounting yearend. dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). and Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS). seluruh pemegang saham mempunyai hak yang setara untuk mengusulkan hal-hal yang berkaitan pada keberlanjutan usaha. yang waktu penyelenggaraannya bisa terjadi di luar waktu RUPST. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan semata-mata demi kepentingan Perseroan. Penunjukan Kantor Akuntan Publik terdaftar. dan right issue. iv. At GMS. EGMS is held when the following actions are required: • • • • • • • Replacing members of Board of Commissioners and Board of Directors before the end of their term of office. . Beberapa keputusan penting tertentu menyangkut perusahaan yang tidak bisa menunggu terselenggaranya RUPST. dapat diambil dalam RUPSLB. acquisition of the Company or closure of business unit. Dalam RUPS. sesuai AD dan ART Perseroan. Any resolution adopted by GMS is solely for the benefit of the Company. may be adopted at EGMS. stock split. ii. Performance report delivered by Board of Directors. Umumnya. that may be convened any time outside the time of AGMS. Proposing plans for conflict of interest transactions. Proposing plans for material transactions with respect to pledging the Company’s assets. Rencana korporasi lain yang bersifat material. Adanya rencana transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Adanya rencana transaksi material menyangkut penjaminan aset perusahaan. Other agenda items in accordance with the Articles of Association. Proposing material corporate plans. serta v. stock split. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. agenda rapat RUPST mencakup: i. Agenda lain sesuai ketentuan anggaran dasar Perseroan. Some important resolutions that must be made before the AGMS. baik karena pengunduran diri dan/atau sebab-sebab lainnya. iii. There are two types of General Meeting of Shareholders (GMS) depending on the time they are convened: Annual General Meeting of Shareholders (AGMS). Laporan atas kinerja perusahaan yang disampaikan oleh Direksi. pengambil-alihan perusahaan maupun penutupan unit usaha.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 200 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance RUPS sesuai dengan penyelenggaraan-nya terbagi atas: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Penetapan penggunaan laba. Appropriation of profit. Therefore. Appointment to Board of Directors and Board of Commissioners. either due to resignation or for other reasons. and in accordance with the Company’s Articles of Association and Corporate Polilcy. Kondisi yang menyebabkan harus dilaksanakannya RUPSLB mencakup: • Penggantian Dewan Komisaris dan Wakil Direksi sebelum masa tugasnya berakhir. and v. Agenda of AGMS covers: i. Appointment of Certified Public Accountant. in order that every GMS resolution is adopted by thorough deliberation. At GMS. Oleh karena itu. such as shares buyback. sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan dan peraturan perundang-undangan. agar setiap keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pertimbangan yang mendalam dan matang. ii.

Investor Daily and Sriwijaya Post newspapers on 4 April 2010. Sesuai dengan ketentuan. with the following breakdown: . or by one shareholder or more owning at least 1/10 (one tenth) of total legal voting shares. 40/2007. GMS or shareholders should not intervene in the duty.Ratifying the Company’s 2009 Financial Statements audited by the office of Certified Public Accountant according to its report No. The meeting was attended by 81. Adapun tatacara RUPS harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 tanggal 01 Maret 2010 dengan pendapat “wajar dalam semua hal yang material”. fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. termasuk saham seri A Dwiwarna. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 201 Pemanggilan dan penyelenggaraan RUPSLB dilakukan melalui permintaan tertulis dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan disertai alasannya baik dari Dewan Komisaris atau dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna atau dari 1 (satu) Pemegang Saham atau lebih yang memiliki sedikitnya 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah. “Investor Daily” dan “Sriwijaya Post”. and Annual Report on Partnership and Community Development Program in the same year that reflected the fulfillment of corporate social responsibility as stipulated in Law No. At the AGMS. Perseroan menyelenggarakan satu kali RUPST. The meeting procedures must conform to the existing laws and regulations.48% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan. selama tahun 2010. Proposal may be made by Board of Commissioners or holders of Series A Dwiwarna shares. as long as those actions were reported in the books of the Company and were not in contradiction to the provisions of the law.Mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sesuai laporannya No. in 2010 the Company conducted AGMS on 21 April 2010. RUPS atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas. 40/2007 Article 78 clause 2. diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010. RUPS Tahunan tersebut dihadiri oleh 81. sepanjang tindakan tersebut tercatat pada buku Perseroan dan tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundangan.Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2009. In keeping with the law. the following resolutions were adopted: • Approving Board of Directors’ Annual Report on the Company’s condition and performance during 2009 accounting year. • Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2009 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009. Sesuai UU no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. dengan rincian: Proposal to convene EGMS should be made in writing with agenda items to be discussed at the meeting and backed by the reasons. Berbagai keputusan yang dihasilkan dalam RUPST tersebut mencakup: • Menyetujui Laporan Tahunan Direksi mengenai keadaaan dan jalannya Perseroan selama tahun buku 2009 dan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2009 yang sekaligus merupakan pelaksanaan tanggung jawab sosial sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2007. invitation and notice of meeting agenda was published in Bisnis Indonesia. including Series A Dwiwarna shares.Giving full release and discharge (volledig acquit et de charge) to Board of Directors and Board of Commissioners of the Company for their management and supervision actions throughout 2009 accounting year. Pasal 78 ayat 2.48% of total issued shares. • Approving the appropriation of net profit earned by the Company in 2009 accounting year ending 31 December 2009. . . A100301006/DC2/HSH/ II/2010 dated 1 March 2010 with “fair in all material respects” opinion. . undangan dan pemberitahuan agenda rapat telah dimuat pada tanggal 4 April 2010 di surat kabar “Bisnis Indonesia”. Pursuant to Coporate Law No. function and authority of Board of Commissioners and Board of Directors without prejudice to the GMS prerogative to exercise its rights under the Articles of Association and the legislation.

75 per share.75 per saham. RUPS menyetujui melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik.Sebesar 2% (dua persen) laba bersih atau sejumlah Rp54.14 billion for the purpose of statutory reserve and other reserves for the Company’s business development. .Dibagikan sebagai dividen final sebesar Rp1.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 202 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report .As final dividend payout amounting to Rp 1. jam 16. . • Fixing Directors and Commissioners remuneration in the same amount as 2009 and authorizing Series A Dwiwarna shareholders to fix the Directors and Commissioners allowance for 2010 in accordance with the law.227.391. yakni KAP Tanudiredja.00 West Indonesia Time and payment was made on 15 June 2009.61 billion or Rp 66.75 per saham sebagai dividen interim yang telah dibagikan pada tanggal 15 Desember 2009. An interim dividend totalling Rp 153. and fixing the terms and conditions of appointment including but not limited to the audit fee.75 per share was paid out on 15 December 2009. . .391. Authorizing Board of Commissioners to appoint Certified Public Accountant Tanudiredja. Dividend was to be paid out to the shareholders recorded in the Company’s Shareholders Register on 1 June 2009 at 16.55 billion allocated to Partnership Program of 2010.48 miliar yang berarti Rp532.00 WIB dan dibayarkan pada tanggal 15 Juni 2009 . dan sebesar 51% (limapuluh satu persen) laba atau senilai Rp1.227. approximately 45% of net profit.48 billion or Rp 532. • • RUPST tahun 2010 menetapkan dividen pay out ratio sebesar 45% dari laba Perseroan tahun 2009. AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit.Pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menindak lanjuti pembayaran dividen sesuai ketentuan dan peraturan perundangan. member firm of PriceWaterHouseCoopers to audit the Company’s consolidated financial statements for 2010. yang berarti Rp 66. • Menetapkan besaran gaji Direksi dan Komisaris sama dengan tahun 2009 lalu dan melimpahkan kewenangan kepada Pemegang Saham Seri A untuk menetapkan jenis dan tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2010 sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.Empowering the Board of Directors of the Company to act on dividend payment in accordance with the provisions of the laws and regulations. Wibisana & Rekan. .14 miliar digunakan untuk cadangan wajib maupun cadangan lainnya dalam rangka pengembangan Perseroan.61 miliar. and 2010 financial statement of Partnership and Community Development Program. Wibisana & Partners.Two percent (2%) of net profit amounting to Rp 54. .AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit.55 miliar dialokasikan untuk Program kemitraan tahun 2010.Fifty one percent (51%) of net profit worth Rp 1. atau sekitar 45% laba bersih. member Firm dari PriceWaterHouseCoopers untuk melakukan general audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan tahun buku 2010 dan laporan keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2010. Atas dividen final tersebut telah dibagikan sejumlah Rp153.Dividen diberikan pada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 1 Juni 2009. termasuk menetapkan kondisi syarat-syarat penunjukkan termasuk namun tidak terbatas pada biaya pelaksanaan audit dimaksud. . and .

Sriwijaya Post. dan Investor Daily. The main duty of Board of Commissioners is to supervise and the Board of Directors to carry out GMS resolutions and manage the Company’s operations. Article 10 through Article 23. sesuai dengan Peraturan Bapepam No. HUBUNGAN SERTA KOORDINASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Dewan Komisaris dan Direksi adalah dua organ perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan seharihari. in accordance with Bapepam Regulation No. and authorizing and empowering President Director to draw up a separate deed of Minutes of Meeting in connection with these amendments. • Ratifying the amendment to Article 4 through Article 10. COORDINATION BETWEEN BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORS Board of Commissioners and Board of Directors are two corporate organs responsible for the day-to-day management of the Company with differing duty and responsibility.I.1 on Planning and Convening GMS.IX. Pengumuman hasil RUPS disampaikan pada tanggal 25 Juni 2010 ke Bapepam dan BEI serta diiklankan melalui surat kabar Bisnis Indonesia. Article 25 through Article 28 of Articles of Association. . Pasal 10 sampai dengan Pasal 23.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 203 Pengangkutan batubara di pelabuhan Tarahan • Menyetujui mengubah Pasal 4 sampai dengan Pasal 10. and to recompose the entire Articles of Association submitted to AGMS.1 tentang Rencana dan Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham. but both should coordinate and work together to reach the corporate goal and long-term business continuity. and to take any action required to obtain approval of the amendments. Tugas dan tanggung jawab masing-masing berbeda. dengan tugas utama Dewan Komisaris sebagai pengawas dan Direksi dengan tugas utama melaksanakan keputusan RUPS dan mengelola operasional namun keduanya harus senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dan kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang. Pasal 25 sampai dengan Pasal 28 Anggaran Dasar Perseroan dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan yang telah disampaikan dalam RUPS.I. serta memberi wewenang dan kuasa kepada Direktur Utama Perseroan untuk membuat akta Pernyataan Keputusan Rapat tersendiri dalam rangka perubahan Anggaran Dasar ini serta melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk memperoleh pengesahan atas perubahan Anggaran Dasar ini. IX. Sriwijaya Post and Investor Daily. AGMS results were sent to Bapepam and IDX on 25 June 2010 and advertised in Bisnis Indonesia.

To synchronize views and decisions over important matters associated with the Company’s operations and business growth. values and strategy of the Company. any Commissioner who has conflict of interest should refrain from voting and this condition is recorded in the minutes of meeting. Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Komisaris secara berkala. Untuk itu.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 204 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Oleh karenanya Dewan Komisaris dan Direksi harus senantiasa saling menghormati tugas. Untuk menyatukan pandangan dan memutuskan suatu persoalan penting menyangkut kelangsungan usaha dan operasional perusahaan. Isu-isu strategis dan substantial bagi Perseroan yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris dibahas pada Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. Agar rapat koordinasi ini dapat memberikan keputusan yang berkualitas. mission. operasional. As such. Kesepakatan penetapan tolok ukur ditujukan untuk menjaga agar tanggung jawab bersama dalam menjaga kesinambungan usaha Perseroan dapat terpenuhi sesuai azas akuntabilitas dan pertanggungjawaban dalam penerapan GCG. Keputusan rapat dibuat berdasarkan azas musyawarah untuk mufakat atau diambil berdasarkan suara terbanyak serta mengikat untuk dilaksanakan tindak lanjutnya. Board of Commissioners and Board of Directors should mutually respect each other’s duty. membahas berbagai agenda menyangkut rencana kerja. For that purpose. responsibility and authority in accordance with the law. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. maka seluruh agenda rapat senantiasa dipersiapkan dengan seksama. These meetings also serve as a forum for the Commissioners to review Directors’ periodic reports. pencapaian imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham dan perlindungan kepentingan pemangku kepentingan secara wajar. mencakup : pelaksanaan kontrol internal dan manajemen risiko dengan baik. tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai peraturan perundangundangan dan anggaran dasar. misi. In addition. catatan dan nasihat yang dituangkan dalam risalah rapat. Dewan Komisaris dan Direksi bersepakat menjadikan beberapa sasaran pokok sebagai tolok ukur kinerja bersama. jika ada anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan. give their feedback and advice that are all recorded in minutes of meeting. . Board of Commissioners and Board of Directors agree to make several targets serve as the yardstick by which concerted efforts are measured: enforcement of internal control and risk management. Dewan Komisaris senantiasa dijamin mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. all agenda items are thoroughly prepared in advance. decisions of meetings are binding and made by deliberation to reach consensus or by majority votes. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. both organs should share the same vision. Rapat ini adalah sebagai bentuk koordinasi dala rangka membahas laporanlaporan periodik Direksi dan memberikan tanggapan. peluang usaha. At these meetings they discuss business plans. achievement of optimum shareholders return and reasonable protection of stakeholders interest. serta isu-isu strategis yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris. During voting. Selain itu. The yardstick is establlished to ensure that sustainable business development is reached in accordance with accountability and responsibility principles within GCG standards. Board of Commissioners and Board of Directors hold regular. periodic meetings. Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa mengagendakan pertemuan berkala. keduanya harus memiliki kesamaan pandangan atas visi. nilai-nilai dan strategi Perseroan. Pada proses pengambilan suara. For the joint meetings to arrive at high quality decisions. opportunities and strategic issues that need the Commissioners’ consent. tidak boleh ikut memberikan suara dan keterangan mengenai hal ini dicatat pada risalah rapat.

Thamrin Sihite. as well as meeting procedures and coordination of work between Board of Commissioners and Board of Directors.ME Suranto Soemarsono. Seluruh tata cara. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. MA Ir. authority. Abdul Latief Baky. Board of Commissioners and Board of Directors held 14 joint meetings. SE. Sedangkan tingkat kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dapat dilihat pada rekapitulasi kehadiran rapat sebagai berikut. Beberapa kesimpulan maupun keputusan yang ditetapkan melalui rapat gabungan Direksi dan Komisaris. hak. In 2010. pedoman kerja dan hubungan antara Dewan Komisaris dan ireksi telah ditetapkan dalam Board Manual. working guide and relationship between Board of Commissioners and Board of Directors are laid down in Board Manual. Sukrisno Dono Boestami. dengan pokok-pokok bahasan sebagaimana diuraikan pada Laporan Dewan Komisaris. All procedures. Full and timely information on the Company’s latest condition is accesible to Board of Commissioners at all times.Eng Ir. FIQ Ir. Mahbub Iskandar JABATAN TITLE Conclusion made and decision taken at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors covered: JUMLAH RAPAT (A) 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 KEHADIRAN (B) 14 14 12 13 13 14 12 14 14 14 13 (B:A) 100 100 86 93 93 100 86 100 100 100 93 Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Direktur Utama President Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director . serta pengaturan rapat dan tata cara hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi. Pedoman ini mengikat setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan mencantumkan antara lain tanggung jawab. Ir. kewajiban. specifying among others the responsibility. Sepanjang tahun 2010. etika Dewan Komisaris dan Direksi. wewenang. MSc Ir. mencakup diantaranya: NAMA NAME Dr. right and code of ethics of Board of Commissioners and Board of Directors. Heri Supriyanto Ir. with topics of discussion as described in the Board of Commissioners’ Report. Drs.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 205 Dewan Komisaris senantiasa mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan mengadakan Rapat Gabungan sebanyak 14 (empat belas) kali. M. Milawarma. Tiendas Mangeka Ir. duty. This Manual binds all members of Board of Commissioners and Board of Directors. Supriyadi Ir. MHum. MSc. Attendance of Board of Commissioners and Board of Directors at the meetings is shown below.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

206

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

Bidang Pengelolaan Perusahaan • Menerapkan strategi produk blending yang terintegrasi dengan kegiatan pemasaran sebagai salah satu cara mengelola persediaan batubara yang berlebih. • Percepatan realisasi pembangunan PLTU Tanjung Enim 3x10 MW. • Pengurusan perpanjangan izin usaha penambangan (pengganti KP) atas wilayah Tambang Air Laya. • Penetapan kebijakan harga floating sesuai pasar, pada kontrak-kontrak penjualan. Bidang Tata Kelola • Kesepakatan rumusan dan besaran Gaji Direksi dan Honorarium Komisaris untuk diajukan dalam RUPS. • Persetujuan Komisaris atas usulan Direksi mengenai besaran Insentif Kinerja Karyawan. • Kesepakatan mengenai agenda RUPS dan tanggal pelaksanaan RUPS. • Kesepakatan penetapan parameter Key Performance

Management • Adopting product blending strategy that is integrated with marketing activity to manage excess supply of coal. • Accelerating the construction of Tanjung Enim TPP 3x 10 MW. • Processing the extension of mining licence to replace Mining Concession over Air Laya Mine. • Fixing floating price according to market price in sales contracts.

• •

Indicator/Indikator Kinerja Utama (KPI/IKU) sesuai dengan Permeneg No.2 tahun 2009. Termasuk dalam paramater tersebut adalah besaran total biaya per ton penjualan sebagai salah satu parameter kuantitatif yang dinilai dalam menentukan KPI Direksi. Penetapan butir-butir TOR Audit Kinerja yang akan dilaksanakan oleh KAP. Persetujuan pembagian besaran Dividen Interim tahun buku 2009, sebesar Rp66,75 persaham dan mekanisme pembagiannya, tanpa RUPS, sesuai dengan praktek yang pernah dilakukan sebelumnya.

Governance • Approving the formula and amount of Board of Directors’ salaries and Commissioners’ fees to be proposed at GMS. • Giving Commissioner’s approval for the employee incentives as proposed by Board of Directors. • Agreeing upon GMS agenda and date. • Agreeing upon the parameter of Key Performance Indicator (KPI) in accordance with State Minister Decree No.2 of 2009. The paramater includes the amount of total cost per ton sales as a quantitative parameter used to determine Board of Directors’ KPI. • Laying down Terms of Reference of Performance Audit to be conducted by Certified Public Accountant. • Approving interim dividend payout of Rp66,75 per share for 2009, and the payment mechanism, without GMS approval, according to previous practice.

DEWAN KOMISARIS
Tugas utama Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan secara umum atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberikan nasihat atas kebijakan Direksi dalam menjalankan kepengurusan Perseroan. Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional yang merupakan tugas Direksi. Kinerja Komisaris dievaluasi secara berkala minimal setahun sekali berdasarkan kriteria evaluasi kinerja yang diajukan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi kepada Dewan Komisaris. Evaluasi Kinerja Komisaris dilakukan oleh Pemegang Saham dalam RUPS. Hasil evaluasi kinerja Anggota Dewan Komisaris akan digunakan oleh RUPS dalam memberikan remunerasi serta sebagai salah satu indikator dalam pengangkatan kembali dan pemberhentian Anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan.

BOARD OF COMMISSIONERS
The primary duty of Board of Commissioners is to supervise in a general and specific sense in accordance with the Articles of Association and give counsel to the Board of Directors in managing the Company. Board of Commissioners is not to intervene in Board of Directors’ duty of making decisions over operational matters. The performance of Board of Commissioners is appraised periodically, minimum annually, by GMS according to performance appraisal criteria established by Nomination and Remuneration Committee. The evaluation result will be used as indicators by GMS in remunerating, appointing and terminating members of Board of Commissioners.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 207

Komposisi Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Lorem ipsum dolor Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. Supriyadi Ir. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. Ir. Thamrin Sihite,ME Suranto Soemarsono, SE, MA Ir. Abdul Latief Baky, MSc, MHum, FIQ Independency of Independent Commissioner Two of the Company’s five Commissioners are Independent Commissioners, representing 40% of the total members of Board of Commissioners, in accordance with the requirements of the law. Indonesia Stock Exchange Decision No. Kep-05/ BEJ/07-2004 regarding Regulation No. I-A on Share and Equity Securities Listing by Listed Companies requires that every public company have Independent Commissioners representing at least 30% of total number of Commissioners.

Independensi Komisaris Independen
Jumlah Komisaris Independen Perseroan adalah dua orang, dari total 5 orang anggota komisaris, atau 40%, yang berarti telah memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. Keputusan Bursa Efek Indonesia No Kep-05/BEJ/07-2004 tentang Peraturan Nomor I-A Tentang Pencatatan Saham Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat, dimana setiap perusahaan publik harus memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan dan tidak bekerja pada Pemerintah termasuk departemen, lembaga non departemen dan kemiliteran dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. Komisaris Independen tidak memiliki hubungan keluarga dengan seluruh anggota Direksi maupun anggota Komisaris sampai derajat ketiga. Salah seorang anggota Komisaris Independen memiliki latar belakang pendidikan di bidang keuangan, untuk menjamin kompetensi pengawasan bidang keuangan Perseroan. Adapun Komisaris Independen kedua mempunyai latar belakang Pertambangan Administrasi dan Hukum untuk menunjang tugas-tugas Dewan Komisaris. Dengan dipenuhinya seluruh syarat dasar tersebut Perseroan meyakini anggota komisaris independen akan mampu memberikan masukan dan pengawasan yang independen.

Independent Commissioners have no business association or affiliation with the Company and do not work for any of the state ministry, non-ministry or military within the past three years. Nor do they have family relationship with other members of Board of Commissioners or Board of Directors down to the third level. One of the Independent Commissioners has a financial education background and competence to supervise the finances of the Company. The second Independent Commissioner is knowledgable in mining business, administration and law to support the work of Board of Commissioners.

Having complied with all the basic requirements, the Company believes the Independent Commissioners are capable of acting independently in their counselling and supervising function.

Pemilihan Dewan Komisaris
Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan. Proses pemilihan dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali. Untuk menjamin profesionalisme dan integritas calon komisaris, diselenggarakan fit and proper test yang seksama. Proses fit and proper test dilakukan secara terbuka, guna menjamin calon komisaris yang bersangkutan bebas dari afiliasi maupun benturan kepentingan lainnya, dan terpenuhinya kepentingan pemegang saham minoritas secara wajar.

Nomination of Board of Commissioners
Members of Board of Commissioners are nominated and terminated by GMS through a transparent process. Nomination takes place once in every five years. To make sure of the candidates’ professionalism and integrity, a thorough fit and proper test is conducted openly, to see to it that the candidates are free from any affiliation or conflict of interest, and that the minority shareholders’ interests are honored.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

208

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

Untuk menjamin Independensi, Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan.
To ensure independency, besides compliance with the law with respect to their nomination, double function between Commissioners and Directors is not warranted.

Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris
Komisaris Perseroan memiliki tugas dan tanggung-jawab utama yang meliputi: • Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi. Melakukan pengawasan dan memberi nasihat yang diperlukan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP), Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) serta ketentuan anggaran dasar Perseroan dan keputusan RUPS, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Meneliti, menelaah dan menandatangani serta memberikan persetujuan atau pengesahan terhadap RKAP yang disiapkan Direksi, selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum dimulainya tahun anggaran. Meneliti dan menelaah laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas pengawasan yang telah dilakukan kepada RUPS. Melaksanakan kewajiban lainnya dalam rangka tugas pengawasan dan pemberian nasihat, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar, dan keputusan RUPS.

Duty and Responsibility of Board of Commissioners
The Board of Commissioners has the following primary task and responsibility: • Supervising the policy and function of managing the Company by Board of Directors and giving counsel to the Board of Directors.

Monitoring and directing the Board of Directors in complying with Corporate Long Term Plan, Work Program & Budget, provisions of Articles of Association, resolutions of GMS, and the prevailing laws and regulations, and in concert with the purpose and objective of the Company.

Examining, reviewing, signing and approving or ratifying Work Program & Budget prepared by Board of Directors, no later than 60 (sixty) days prior to the beginning of new accounting year. Examining and reviewing periodic and annual reports, and signing annual reports prepared by Board of Directors.

Submitting report on performance of its supervisory duty to GMS. Performing other supervising and counselling duties, provided they are in keeping with the law, Articles of Association and GMS resolutions.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 209

Wewenang Dewan Komisaris
Dalam menjalankan tugas-tugas seperti tersebut diatas, Dewan Komisaris memiliki wewenang diantaranya:

Authority of Board of Commissioners In the discharge of its duty, the Board of Commissioners is authorized to: • Examine books, letters, and other papers, check and verify cash and other commercial instruments, and other property of the Company.

Melihat buku-buku, surat-surat, serta dokumendokumen lainnya, memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharga dan memeriksa kekayaan Perseroan. Meminta penjelasan dari Direksi atau pejabat lain mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan Mengetahui kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan Direksi serta meminta Direksi dan pejabat lain di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri rapat Dewan Komisaris. Memberhentikan sementara Anggota Direksi sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Menggunakan tenaga ahli untuk hal tertentu dan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.

Request explanation from Board of Directors or other officials concerning any and all matters concerning the management of the Company. Be informed of the policy and actions of Board of Directors, request Board of Directors and other officials under the Board of Directors and with the knowledge of Board of Directors to attend Board of Commissioners meetings. Suspend members(s) of Board of Directors in accordance with the Articles of Association. Manage the Company under specific circumstances for a certain period of time as ruled by the Articles of Association. Employ experts for certain purposes and for a certain period of time in accordance with the Articles of Association.

Rapat Dewan Komisaris
Proses pengawasan terhadap kegiatan operasional Perseroan dilakukan melalui rapat-rapat, evaluasi laporan operasional

Board of Commissioners Meeting
Supervision of the Company’s operations is done through meetings, evaluation of monthly operating reports and

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

210

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

bulanan dan diskusi dengan komite-komite yang terkait sesuai dengan masalah yang perlu mendapat perhatian. Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan dengan ketentuan, diantaranya sebagai berikut: • Rapat Dewan Komisaris sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurangkurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Dewan Komisaris atau diwakili dalam rapat tersebut. Keputusan rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Apabila hal ini tidak tercapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. Setiap Anggota Dewan Komisaris berhak mengeluarkan 1 (satu) suara. Untuk pengambilan keputusan yang mengandung benturan kepentingan, anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan (jika ada) dilarang memberikan suara. Salinan risalah rapat Dewan Komisaris, termasuk dissenting opinion (jika ada) yang telah ditandatangani oleh seluruh peserta rapat yang hadir, wajib segera didistribusikan kepada seluruh Anggota Dewan Komisaris dan asli risalah dan daftar hadir rapat Dewan Komisaris, disimpan oleh Sekretaris Dewan Komisaris. Dewan Komisaris memiliki kewenangan untuk menanyakan tindak lanjut atas rekomendasi yang disampaikan dari hasil rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Dewan Komisaris dan rapat gabungan Dewan Komisaris-Direksi.

discussion with relevant committees according to the problems to be attended to. Board of Commissioners meeting is held under the following terms: • Board of Commissioners meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Commissioners or their proxies. Board of Commissioners meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. If no consensus is reached, decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total valid votes cast at the meeting. Each member of Board of Commissioners is entitled to cast one vote. When making decision over conflict of interest transactions, any Commissioner who has conflict of interest is not permitted to take part in the decision making process. Copies of minutes of Board of Commissioners meeting, including dissenting opinion (if any), that have been signed by all members present at the meeting, must be immediately distributed to all members of Board of Commissioners and the original copy of minutes and attendance list are kept by the Secretary to Board of Commissioners. Board of Commissioners is authorized to question the follow up of the recommendations made in the Board of Commissioners meetings and joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors.

Prosedur Penetapan dan Remunerasi Dewan Komisaris
Besaran remunerasi anggota Dewan Komisaris ditetapkan

Determination of Board of Commissioners’ Remuneration
The sum of Board of Commissioners’ remuneration is

Sesuai dengan kewenangannya, Dewan Komisaris akan mengawasi tindak lanjut atas pelaksanaan rekomendasi yang telah diberikan.
In accordance with its authority, the Board of Commissioners will supervise the follow up of its recommendations.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 211

setiap tahun dalam RUPS, didasarkan atas capaian kinerja Dewan Komisaris seusai hasil analisa dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi. Untuk menyusun dasar penetapan dan rekomendasi besaran remunerasi yang kredibel, KNR selalu melibatkan konsultan independen. Dengan dukungan database yang kuat dari survei pasar pada perusahaan sejenis dan sekelas Perseroan dan mempetimbangkan arahan KNR, konsultan independen menyusun beberapa faktor utama dalam mengusulkan besaran remunerasi Komisaris. Gambaran singkat prosedur penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagan berikut
Komite Nominasi & Remunerasi

determined annually at GMS, after taking into consideration the Board’s performance measured according to the analysis and recommendation of Nomination and Remuneration Committee. To fix a reasonable amount and make recommendation, NR Committee seeks the advise of an independent consultant. With the back-up of a reliable database, market survey in other companies of similar nature and equal level, and NR Committee recommendation, the independent consultant compile several major factors as a reference in fixing the amount of remuneration.

Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi

Konsultan Independen

Komite Nominasi & Remunerasi

Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Keberhasilan memitigasi risiko • ketersediaan waktu • Kompetensi dan pengalaman

Dewan Komisaris

Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi

Rapat Umum Pemegang Saham

Membahas dan menetapkan besaran honor dan tantiem anggota Dewan Komisaris

Honor dan Tantiem Dewan Komisaris

Besaran Remunerasi
Dewan Komisaris menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas honorarium, asuransi, tantiem serta fasilitas dan tunjangan lainnya. Remunerasi untuk Komisaris dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap Komisaris. Sesuai hasil RUPS tertanggal 21 April 2010, Komisaris Utama mendapat honorarium sebesar 50% dari gaji Direktur Utama,

Amount of Remuneration
Board of Commissioners receives routine and incidental remuneration consisting of honorarium, insurance, tantiem and other facilities and allowances. Remuneration paid to Commissioners may differ among them depending on their respective duty and responsibility. Remuneration of Board of Commissioners is proposed by NR Committee and resolved by GMS, and may differ among them

111.000.520.359.815.594. Selain honorarium. the Board of Commissioners also offered their views and recommendations in various areas of the Company’s operations and other matters according to their job and responsibility as described below: .600 1.5 miliar.375 6.137..635 2.264.520.8 juta per bulan dan sejumlah tantiem sesuai dengan kemampuan Perseroan.. meliputi .000 TUNJANGAN (RP) 379..e.558.000 2. Dengan jumlah Komisaris Utama adalah satu dan anggota Komisaris ada 4 (empat) maka total remunerasi untuk Dewan Komisaris yang dialokasikan oleh Perseroan pada tahun buku 2010 adalah sebesar Rp9..000..538. dengan rata-rata sebesar Rp27.. In addition to honorarium.000 1. Rp 50 million per month. at an average of Rp 27. untuk tahun buku 2010.Periode 30 Mei 2008 s/d 31 Desember 2010 jumlah Komisaris 5 orang termasuk 1 orang Komisaris utama Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris Selama tahun 2010 Dewan Komisaris menyelenggarakan total 35 pertemuan. GMS held on 21 April 2010 decided that President Commissioner’s honorarium was 50% of President Directors’s salary.791.505.769.29 Mei 2008 jumlah Komisaris 6 orang termasuk 1 orang Komisaris utama .000 1.231 TOTAL (RP) 2.825. for accounting year 2010 President Commissioner and other Commissioners also received a number of allowances.920. Dewan Komisaris memberikan pandangan serta berbagai rekomendasi mencakup pengelolaan operasional maupun hal-hal lain sesuai tugas dan kewajibannya sebagaimana diuraikan sebagai berikut: Performance of Board of Commissioners Duty In 2010 Board of Commissioners held 35 meetings.230. total remuneration for Board of Commissioners allocated for 2010 totalled Rp 9.170 TANTIEM (RP) 836..955.. Adapun gambaran total remunerasi anggota Dewan Komisaris per tahun untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut.801 9.666.000 TUNJANGAN (RP) 395..964. depending on their respective duty and responsibility..906 URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris Note : .000.368.517. which were 21 internal Commissioners meetings and 14 joint meetings with the Directors.. .894 TAHUN 2010 ORANG 1 4 5 HONOR (RP) 600. .270.. Taxes will be borne by each Commissioner individually. .451. terdiri atas 21 kali pertemuan internal DK dan 14 kali rapat gabungan dengan Direksi. yaitu sebesar Rp40 juta perbulan. i.920.615.252.531 7.330. Pajak atas remunerasi Dewan Komisaris menjadi tanggungan masing-masing anggota Komisaris. Rp 40 million per month. With one President Commissioner and four Commissioners.000.316..012 TOTAL (RP) 1.236.061.000 2.819. .Periode 1 Januari .000.377 3. dengan tingkat kehadiran masing-masing sebagai berikut. Total remuneration for 2009 and 2010 is given below: URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris TAHUN 2009 ORANG 1 4 5 HONOR (RP) 600.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak .328.769 4.. with the following attendance rate: Throughout 2010 besides giving advice and direction to the Board of Directors.497.5 billion. i.339 1..927.502.000.e.811. Anggota Dewan Komisaris lainnya mendapat honorarium sebesar40% dari gaji Direktur Utama.269.462 5.154 1.740 1.939 TANTIEM (RP) 1. Sepanjang tahun 2010 selain memberikan nasihat dan arahan dalam bentuk surat-menyurat kepada Direksi. Other Commissioners received 40% of President Director’s salary.369 7.8 million per month and tantiem according to the Company’s financial condition. Komisaris Utama dan anggota komisaris juga menerima berbagai tunjangan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 212 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report yakni sebesar Rp50 juta per bulan.

MHum. sesuai Board of Commissioners Recommendation Finance • Board of Directors was requested to pay special attention to subsidiaries considering the latter’s mediocre performance in 2010. agar peningkatan daya angkut kereta api di tahun-tahun mendatang lebih substansial. kepada Direksi diminta untuk lebih memperhatikan investasinya di anak-anak perusahaan mengingat kinerja anak perusahaan yang kurang baik pada tahun 2010 ini.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 213 NAMA Dr. MA Ir. • To step up profitability. Produksi • Terkait dengan pencapaian produksi. Production • Board of Directors was advised to promote coal production to the level targetted in 2010 Work Program and Budget. Abdul Latief Baky.ME Suranto Soemarsono. Thamrin Sihite. • • Besaran remunerasi diusulkan oleh KNR. Board of Directors was advised to focus on improving the Company’s business performance. Board of Directors had to communicate more intensively with PT Kereta Api Indonesia (PTKA) to allow bigger increase in accordance with Coal Transportation Agreement (CTA). SE. Supriyadi Ir. • Board of Directors was reminded to maintain a good cash position and to make fund placement in safe and promising instruments. diputuskan dalam RUPS dan dapat berbeda antara masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan beban tugas serta tanggung jawabnya. dan melakukan penempatan dana pada instrument keuangan yang baik dan aman bagi Perseroan. • Direksi diingatkan untuk menjaga arus kas Perseroan agar senantiasa dalam posisi yang baik. khususnya dalam perolehan tingkat laba. Dewan Komisaris meminta agar produksi batubara Perseroan terus ditingkatkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2010. Ir. Direksi diminta memfokuskan upaya perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan . • Untuk meningkatkan kinerja perusahaan. MSc. FIQ JABATAN Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen JUMLAH RAPAT (A) 21 21 21 21 21 KEHADIRAN (B) 21 20 20 21 21 (B:A) 100 95 95 100 100 Rekomendasi Dewan Komisaris Bidang Keuangan • Pada rapat-rapat Dewan Komisaris dengan Direksi. Mengingat peningkatan daya angkut kereta api dari jalur eksisting pada tahun 2010 masih rendah (hanya naik 3%) Direksi diminta agar menjalin komunikasi lebih intensif dengan PT KAI. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. Considering the 2010 small increase (3%) of existing railway loading capacity. .

Dewan Komisaris. Dewan Komisaris memandang perlunya dilakukan audit Kinerja pada seluruh anak perusahaan dan proyek kerjasama dengan membentuk Risk Management • In line with GMS recommendation. terutama baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Terkait dengan peningkatan produksi. especially export market. This will be discussed further at joint meetings and CAC is expected to report periodically. Direksi diminta untuk lebih memperhatikan upaya penyelarasan masukan dari aktivitas pemasaran dan produksi sehingga dapat mulai dan dapat memonitor pergerakan persediaan batubara melalui sistem IT terintegrasi. Board of Directors was advised to heed the input from marketing unit and monitor coal supply using the integrated IT system to ensure a well managed supply and market penetration. It is suggested to insert a clause on periodic review of selling price in accordance with common practice and the law. In developing production infrastructure. dicantumkan klausul peninjauan harga jual secara periodik dengan acuan harga sesuai praktek praktik yang lazim dan sesuai peraturan perundangan. • Corrective Action Committee (CAC). • Pengelolaan Risiko • Sesuai amanat RUPS. meliputi aspek teknis. Marketing Board of Directors was requested to boost marketing and expand target market. Dewan Komisaris mendukung dapat memahami strategi pemasaran yang mengedepankan pelaksanaan kontrak jangka panjang. Pemasaran • Direksi diminta lebih meningkatkan kegiatan pemasaran dan perluasan target market pemasaranpasar. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dengan Direksi dalam forum rapat gabungan. • • • • To step up production. Direksi diminta mempersiapkan SDM Perseroan agar memiliki kemampuan kerja yang terus meningkat diiringi dengan komposisi biaya per ton yang lebih baik dari dibandingkan dengan mitra kontraktor penambangan. Board of Commissioners saw the need to install Corrective Action Committee (CAC) to audit the performance of all subsidiaries and joint venture projects. Termasuk dalam hal ini antara lain adalah pengembangan sarana pelabuhan Tarahan yang membutuhkan biaya investasi cukup besar.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 214 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • • kesepakatan dalam Coal Transportation Agreement (CTA). ekonomis. Board of Commissioners supported a marketing strategy that prioritized long-term sales contracts. namun juga tetap mengingatkan agar dalam kontrak penjualan tersebut. Dewan Komisaris merekomendasikan dilakukannya studi kelayakan pada proyek-proyek pengembangan prasarana produksi Perseroan. CAC diharuskan memberikan laporan secara berkala. In production planning. dan lingkungan yang memenuhi syarat kelayakan. Dewan Komisaris merekomendasikan agar program efisiensi dalam kegiatan produksi dilanjutkannya dan ditingkatkannya penerapan program efisiensi dalam kegiatan produksi agar memberikan hasil akhir meningkatnya sehingga kinerja Perseroan yang menjadi semakin baik di masa mendatang. especially the development of Tarahan port facility that required a substantial investment. economic and environmental aspects. mendapatkan izin dari instansi terkait sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Board of Directors was requested to upgrade the personnel’s competence to reach a better composition of cost per ton than other mining contractors. Board of Commissioners recommended that a feasibility study be conducted covering technical. telah menetapkan batasan besaran . with the authorities’ permits. It was recommended that production efficiency be enhanced to support improved overall performance of the Company. Dalam merencanakan produksi. Dalam pengembangan prasarana produksi Perseroan.

sesuai dengan mekanisme dimaksud harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris. program rekrutmen dan outsorcing pegawai yang harus jelas dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. particularly in terms of pension plan. Electricity selling price should be parallel to maximum investment cost according to owner estimate (OE) to ensure financial feasibility and regulatory compliance. Board of Directors should seek Board of Commissioners’ approval. Board of Commissioners requested Board of Directors to reconsider its plan to conduct a feasibility study for Coal Gasification considering the reliability of the technology is not proven yet. Sumber Daya Manusia • Dewan Komisaris merekomendasikan penyusunan RJPP untuk pengembangan SDM Perseroan yang selaras dengan penerapan RJPP pengembangan Perseroan. and business partners be carefully selected to have good strategic partners. • Board of Commissioners requested Board of Directors to make a more in-depth study of the Tanjung Api-Api • . Dewan Komisaris meminta Direksi untuk mencermati perlu tidaknya melakukan studi kelayakan coal gasification mengingat keandalan teknologinya belum terjamin. • • Board of Commissioners has determined the size of investment in joint operations requiring Commissioners’ approval to be US$ 1 million. Board of Commissioners reminded Board of Directors to devise a human resource grand design and development strategy. Dewan Komisaris mengingatkan Direksi untuk memberikan perhatian lebih pada penyusunan grand design dan strategi pengembangan SDM. Sehubungan dengan rencana kerjasama Proyek • • • Business Development • Board of Commissioners agreed to invest in Peranap Thermal Power Plant (TPP) 2x10 MW.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 215 • investasi dalam rangka kerjasama operasi yang harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris adalah sebesar US$1 juta. Selain itu disarankan juga perusahaan membuat penilaian terhadap mitra kerjasama secara komprehensif guna memperoleh mitra strategis yang baik. Human Resource • Board of Commissioners recommended the write-up of Corporate Long Term Plan and that human resource development be adjusted to this long term plan. Sehubungan dengan keikutsertaan perseroan dalam beberapa proses tender IPP. recruitment and outsourcing policy. Jika nilainya substansial. Madura and South Sumatra. Untuk pengembangan produk baru. If the value is substantial. karena masih diperlukan beberapa studi untuk memastikan kecocokan batubara PTBA untuk dapat dijadikan kokas. Board of Commissioners recommended that common business practices be observed. Dewan Komisaris juga meminta Direksi memberitahukan mekanisme pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin). the feasibility study for coke production. terutama penyusunan kerangka kebijakan pensiun. seperti di Riau. as further studies would be necessary to discover if the Company’s coal is suitable to be processed into coke. Also. Begitu juga dengan studi kelayakan kokas. Board of Directors was asked to report the mechanism of non-routine goods and services procurement. more comprehensive studies be made. such as IPP in Riau. • With regard to new product development. the Company’s participation in IPP tender should first be approved by Board of Commissioners. • • Pengembangan Usaha • Dewan Komisaris menyetujui investasi PLTU Peranap 2x10 MW yang dalam pelaksanaannya agar tetap memperhatikan upaya-upaya yang terintegrasi. selain itu terkait dengan harga jual listrik dapat ditetapkan secara paralel dan biaya investasi maksimum sesuai dengan owner estimate (OE) sehingga kelayakannya secara finansial dan hukum tetap terjamin. Madura dan Sumatera Selatan. which should be clear and compliant with the law. kepersertaan Perseroan dalam tender IPP harus disertai dengan persetujuan Dewan Komisaris terlebih dahulu. • Considering the relatively massive investment involved. • In connection with the Company’s participation in several tenders for Independent Power Plant. Sehubungan dengan relatif besarnya nilai investasi yang akan dikeluarkan. Dewan Komisaris merekomendasikan dalam pelaksanaannya mengikuti kaidah-kaidah bisnis yang berlaku dan selanjutnya agar melakukan evaluasi yang lebih komprehensif.

termasuk pelaksanaan opsi pelepasan cabang unit usaha yang prospeknya kurang bagus dan mengalami kerugian terus-menerus. the draft will be deliberated by Board of Commissioners and Board of Directors. yaitu: . mengingat realisasi dan rencana produksi yang rendah dan akumulasi kerugian operasional yang terus terjadi. Therefore. 002/Int-0100/PG.Pengambilan keputusan yang lebih tegas atas status UP Ombilin. Dewan Komisaris juga meminta agar Direksi betulbetul memperhatikan komitmen peningkatan angkutan batubara dengan kereta dari PT KAI. and exercising the option of releasing less potential and continuously losing business units. • joint project. Board of Commissioners made the following recommendation to Board of Directors: . Dewan Komisaris mendukung pengkajian dan penyusunan Board Manual terbaru yang disusun dengan bantuan konsultan. To reinforce the implementation of GCG practice. Kinerja dan Pengelolaan Anak Perusahaan • Dewan Komisaris menilai bahwa kinerja anak-anak perusahaan dan unit usaha PT BA harus ditingkatkan dan merekomendasikan kepada Direksi agar untuk masingmasing anak usaha dilakukan langkah penanganan spesifik. .Restrukturisasi usaha PT BAP. Dalam hal ini.Monitor IPC more closely as its performance was not in concert with what was originally planned. . Board of Commissioners asked Board of Directors to closely follow up PTKA’s commitment to increase railway loading capacity. Governance • Board of Commissioners requested that Board of Directors Decision No. 2/MBU/2009 of 2009 should be observed.Melakukan monitoring kinerja PT IPC secara lebih ketat mengingat kinerjanya yang tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan semula. established GCG Committee apart from • • • • . Tata Kelola • Dewan Komisaris meminta peninjauan kembali SK Direksi No 002/Int-0100/PG. Dalam rangka penguatan penerapan praktek GCG Dewan Komisaris melakukan pergantian anggota Komite Risiko Performance and Management of Subsidiaries • Board of Commissioners was of the opinion that the performance of subsidiaries could be enhanced. Dewan Komisaris meminta Direksi agar melakukan kajian komprehensif atas kerjasama investasi ataupun keterlibatan PTBA yang akan diajukan sesuai dengan prinsip good corporate governance serta peraturan perundangan yang berlaku. Loading volume should be included in writing up Work Program and Budget. draft terkait terlebih dahulu disampaikan dan dibahas bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi. harus juga berpedoman pada Permen BUMN No. Board of Commissioners endorsed the newly revised Board Manual with the help of a consultant. . .LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 216 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Tanjung Api-Api.Restrukturisasi menyeluruh atas Unit Pengusahaan Briket. Dewan Komisaris memberikan catatan perlu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban Dekom dengan Direksi dalam Board Manual tersebut. . Prior to signing and enacting the Manual.04/2010 tentang Ketentuan Fasilitas/Tunjangan Direksi dan Komisaris PTBA yang masih kurang tepat. Kemampuan Vvolume angkut PT KAI harus benar-benar diperhatikan dalam penyusunan RKAP.Restructure PT BAP.Conduct an overall restructuring of Briquette Business Unit (BU). considering its production output was low and operating loss continued to accumulate. 2/MBU/2009 tanggal 2009. in keeping with good corporate governance principles and the legislations. SOE Minister Regulation No. Board of Commissioners noted there should be equilibrium between Board of Commissioners and Board of Directors in terms of duty and responsibility in Board Manual. Namun sebelum peresmian dan penanda-tanganan. . Board of Commissioners replaced members of Business Risk Committee.04/2010 on Facilities/Allowances of Board of Directors and Board of Commissioners be reviewed as it is considered inappropriate.Make a more adamant decision on the status of Ombilin Mining Unit.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 217 Usaha. diketuai anggota Direksi. Dewan Komisaris berpendapat agar pengalihan aset sesuai dengan masa berlaku perjanjian dengan PDAM sesuai dengan ketentuan yang berlaku. as advised by GMS. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. sebagaimana diamanatkan oleh RUPS. Dewan Komisaris memandang perlu dilakukannya kajian dari segi hukum. yang terpisah dari Komite Nominasi dan Remunerasi. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan • Dalam menyusun dan melaksanakan program tanggung jawab sosial. Dewan Komisaris menyetujui RKAP 2011 dengan Others • In connection with the planned assignment of the Company’s assets in Palembang to PDAM (Regional Water Company). CAC works under and reports to Board of Commissioners. membentuk Komite GCG tersendiri. Dewan Komisaris telah membentuk Corrective Action Committee (CAC). Selain itu. • • • • . To conduct performance audit on subsidiaries and joint venture projects. Dewan Komisaris memperkuat susunan Konarba dan merubah namanya menjadi Komite Nominasi. sehingga dampak pelaksanaan program PKBL menjadi optimal Nomination and Remuneration Committee starting from 1 August 2010. Board of Directors should involve the local community and consider their nneds. Direksi diminta memperhatikan kebutuhan serta melibatkan masyarakat sekitar. Board of Commissioners set up Corrective Action Committee (CAC) headed by a Director. Board of Commissioners deemed it necessary to study the case from legal point of view. Assignment of asset should be in line with the term of agreement entered into with PDAM. CAC telah melaksanakan tugasnya dengan pengawasan dan arahan Dewan Komisaris dan saat ini CAC telah diminta laporannya oleh Dewan Komisaris. Board of Commissioners approved the 2011 Work Program and Budget with a few notes. untuk memperkuat pengembangan dan pengelolaan SDM. terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2010. Nomination and Remuneration Committee was reinforced and converted into Nomination. Corporate Social Responsibility • In formulating and implementing corporate social responsibility program. so that Partnership and Community Development Program may achieve optimum results. atau Konarba dan PSDM. Lain-lain • Sehubungan dengan rencana pengalihan aset Perseroan di Palembang kepada PDAM. For the purpose of supporting human resource management and development. Sehubungan dengan pelaksanaan audit kinerja atas anak perusahaan dan proyek kerjasama. Remuneration and Human Resource Development Committee.

Board of Directors members perform and make decisions according to their respective duty and authority but the performance of each member remains the Board’s collective responsibility. Sukrisno Dono Boestami. Untuk memastikan integritas dan profesionalitas di bidangnya. Drs. DIREKSI Direksi bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola Perseroan agar seluruh sumber daya berfungsi secara maksimal. Members are elected and nominated by GMS for a term of five years. Batu Kajang. Tiendas Mangeka Ir. sesuai dengan Keppres Nomor 75 Tahun 1996 tentang Ketentuan Pokok Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara: pada pasal 9 ayat (2). Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambi keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. Dewan Komisaris terlibat aktif dalam merumuskan agenda. To ensure they have the approriate integrity and qualification for their respective fields. The current Board of Directors is composed of one President Director and five Directors as follows: Komposisi Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Direktur Utama President Director Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Pengembangan Usaha Direktur Niaga Direktur SDM & Umum Ir. • • • Board of Commissioners was actively involved in compiling agenda. Board of Commissioners believes that the Company is not accountable to handle the complaints of Taka Paser Community. Dewan Komisaris juga telah melakukan pembenahan mekanisme Tata Laksana Surat dan Kearsipan (TLSK). MSc Ir. this being the Government’s problem as stipulated by Presidential Decree No. dengan bantuan konsultan. Dewan Komisaris berpendapat bahwa Perseroan tidak memiliki kewajiban apapun atas pengaduan Masyarakat Adat Taka Paser. Board of Commissioners reorganized the correspondence and filing sysem with the aid of a consultant. Heri Supriyanto Ir. preparing and organizing 2010 GMS that was held on 21 April 2010. profitability is increased and corporate value is enhanced. Milawarma. seluruh calon Direksi menjalani fit and proper test secara terbuka. Mahbub Iskandar .Eng Ir.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 218 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • beberapa catatan. The duty of President Director is coordinating all members in the performance of their duty. untuk masa jabatan 5 tahun. mempersiapkan dan mensukseskan pelaksanaan RUPS yang diselenggarakan pada 21 April 2010. all candidates must take fit and proper tests openly. Komposisi Direksi saat ini terdiri atas seorang Direktur Utama dan 5 (lima) orang Direktur dengan susunan sebagai berikut: BOARD OF DIRECTORS Board of Directors is collectively in charge of and responsible for managing the Company to ensure all resources are employed to the maximum. Members of Board of Directors including President Director are on an equal footing. 75/1996 on Basic Provision of Coal Mining Agreement article 9 clause (2). M. namun pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. Anggota Direksi dipilih dan diangkat melalui RUPS. profitabilitas operasional meningkat dengan hasil akhir naiknya nilai Perseroan secara berkesinambungan. Batu Kajang. Masing-masing anggota Direksi termasuk Direktur Utama memiliki kedudukan setara dengan tugas Direktur Utama adalah mengkordinasikan kegiatan seluruh kegiatan anggota Direksi. Persoalan tersebut adalah persoalan Pemerintah.

misi dan nilai-nilai perusahaan. Menyusun dan melaksanakan manajemen risiko yang mencakup seluruh aspek operasional Perseroan. The duty and responsibility include the following activities: • Formulation of corporate vision. To maintain their independency Board of Commissioners and Board of Directors have no family relationship down to the third level. Sikap dan tindakan independen mengandung arti tidak ada kepentingan ataupun benturan kepentingan yang mungkin dapat mengganggu kemampuan setiap anggota Direksi untuk melaksanakan tugasnya secara mendiri dan memikirkan setiap langkah secara kritis. Duty and Responsibility of Board of Directors The duty and responsibility of Board of Directors are managing the Company to achieve the main objective of the Company in an effetive and efficient manner to maximize stakeholders’ return. short and long term programs. Direksi Perseroan menjalan tugas secara independen juga berarti tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional Direksi yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan Anggaran Dasar PTBA. The independent stance of Board of Directors means there is no outside intervention that may influence their judgement as required by the law and Articles of Association. Rincian tugas dan tanggung jawab Direksi meliputi: • Menyusun visi. efektif. correct. Formation of internal audit unit. tepat. managing resources effectively and efficiently. responsive decisions are taken in any situation. mission and values. and the risks and conditions are weighed independently. caring for minority shareholders’ fair interest and possessing clear work system and work charter. memastikan kelancaran komunikasi internal atau antar bagian dan eksternal dengan pemangku kepentingan serta menyusun dan melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. Explanation of anything questioned or requested by members of Board of Commissioners. program jangka pendek maupun panjang.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 219 Independensi Direksi Komposisi Direksi Perseroan ditetapkan dengan seksama agar senantiasa dapat melakukan pengambilan keputusan secara cepat. as well as write-up and implementation of corporate social responsibility program. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Tugas dan tanggung jawab utama Direksi adalah mengelola Perseroan demi mencapai tujuan pendirian perusahaan dengan efektif. efisien dan memberikan nilai optimal kepada para pemangku kepentingan. Independent attitude and action suggest there is no conflict of interest that may interfere with the Directors’ ability to act independently and be critical in considering every step they take. mengendalikan sumber daya secara efektif dan efisien. Timely preparation of Work Program and Budget and its revisions for Board of Commissioners’ approval in Board of Commissioners meeting no later than 60 days before the beginning of new accounting year. Antar seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris tidak ada hubungan kekeluargaan hingga tingkat ke tiga. • • • • • • • • . responsif pada setiap kondisi operasional dan mempertimbangkan segala risiko dan situasi secara independen. Memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan atau yang diminta Anggota Dewan Komisaris. Menyiapkan pada waktunya RKAP dan perubahannya kepada Dewan Komisaris untuk mendapatkan pengesahan pada rapat Dewan Komisaris selambatlambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum tahun anggaran dimulai. baik secara garis lurus maupun kesamping. effective. Independency of Board of Directors Composition of Board of Directors is carefully set up to ensure timely. vertically as well as horizontally. Menyusun satuan pengendalian internal. Untuk menjaga independensi tersebut. memperhatikan kepentingan minority shareholder secara wajar dan memiliki tata kerja dan pedoman kerja (charter) yang jelas. ensuring smooth internal or inter-departmental and external communication with stakeholders.Performing independently means there is no outside intervention influencing the Board’s judgement that may sway them from the law and Articles of Association. Write-up and implementation of risk management covering all aspects of the Company’s operations.

mission. coordinating all functions of internal audit. Sedangkan tugas dan tanggung jawab masing-masing Direktur secara spesifik adalah sebagai berikut: Direktur Utama • Bertugas untuk mengkordinir anggota Direksi lainnya. mengkordinasikan tugas operasional di bidang audit internal. Menyiapkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan yang merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Jangka Panjang. policy and work program. memastikan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi serta mengkordinir manajemen risiko dan pengembangan perusahaan. misi.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 220 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance Independensi Direksi berarti juga tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional yang dilakukan sesuai peraturan perundangan dan Anggaran Dasar Perseroan. communication. mengembangkan dan menetapkan strategi pengelolaan Perseroan secara menyeluruh. Mengarahkan. strategy. Directing. business target. Menyiapkan Rencana Jangka Panjang (RJP) yang ditandatangani bersama dengan Komisaris untuk disahkan RUPS. strategi. • • • • • • • • . developing and devising overall management strategy. Preparing Work Program & Budget being the annual elaboration of Long Term Plan. lengkap dengan seluruh dokumen-dokumen yang menyertai-nya termasuk dokumen keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang dokumen Perusahaan • Writing annual report that serves as accountability report of their performance in managing the Company. kebijakan dan program kerja yang ditetapkan. accompanied by all supporting documents including financial reports as set forth in the Law concerning Corporate Documents. Writing up Long Term Plan to be signed jointly with Commissioners and ratified by GMS. Setting general policy of Internal Control System and taking further action in response to audit findings reported by Internal Audit Unit. komunikasi. Menyiapkan kebijakan umum Sistem Pengendalian Internal dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas laporan hasil pemeriksaan yang dibuat oleh Satuan Pengawasan Internal. Aligning all internal initiatives of the Company and ascertaining the Company’s improved competitiveness. in order that all activities are in line with the Company’s vision. sasaran usaha. agar seluruh kegiatan berjalan sesuai visi. Bertanggung jawab untuk menyelaraskan seluruh inisiatif internal Perseroan dan memastikan terjadinya peningkatan kemampuan bersaing Perseroan. ensuring compliance with the laws and regulations and coordinating risk management and business development. • Membuat laporan tahunan sebagai wujud pertanggungjawaban atas kepengurusan Perseroan. While the duty and responsibility of each Director specifically are as follows: President Director • Coordinating all other members of Board of Directors.

Distribution and Transportation Units. Developing operating units which are Tanjung Enim Mining Unit. Business Development Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. and developing mining and production efficiency program. lingkungan serta mengembangkan program efisiensi proses penambangan maupun produksi secara berkelanjutan. Bertanggung jawab atas pengembangan dan perluasan pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan Commerce Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. Tarahan Port Unit. anggaran.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 221 Direktur Keuangan • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. income growth. akuntansi. mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas operasional bidang penambangan batubara. keselamatan kerja. • • • • Direktur Pengembangan Usaha • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Providing guidance to Production Optimization Evaluation Analysis Work Unit and Coal Handling and Transporting Work Unit. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. Engineering. mengendalikan dan mengevaluasi tugas operasional di bidang keuangan. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Akuntansi dan Anggaran. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Analisis Evaluasi Optimasi Produksi serta Penanganan dan Angkutan Batubara. • • Direktur Niaga • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Unit Dermaga Kertapati dan Unit Pertambangan Ombilin. Budget. sekaligus memastikan penyediaan pendanaan bagi pengembangan perusahaan. Work Safety. • • • • . Environment Units. Funding and Information Technology Work Units. Perbendaharaan dan Pendanaan serta Teknologi Informasi. Budget and Accounting Divisions. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. as well as optimum purchase of goods. Finance Director • Coordinating. Operations/Production Director • Coordinating. and marketing development. bidang teknik. Promoting corporate value through fund management and risk management. at the same time securing funds required for business development. Unit Pelabuhan Tarahan. Bertanggung jawab dalam meningkatkan nilai Perseroan (corporate value) melalui pengelolaan dana dan manajemen risiko. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. Treasury. Responsible for nurturing Corporate Planning and Developemt Work Unit. Providing guidance to Accounting. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. efficiency of coal supply management and transportation. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. Responsible for Sales. Melakukan pembinaan unit-unit operasional yang terdiri dari Unit Pertambangan Tanjung Enim. • • • • Direktur Operasi / Produksi • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. controlling and evaluating the work of the Finance. controlling and evaluating the work of Coal Mining. Bertanggung-jawab untuk melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Perencanaan Korporat dan Pengembangan. Kertapati Pier Unit and Ombilin Mining Unit.

menyusun kriteria dasar penetapan honorarium.tuan Kerja Pemasaran Batubara dan Logistik Melakukan pembinaan terhadap Unit Pengusahaan Briket • • Fostering Coal Marketing and Logistics Work Units. NR Committee recommends remuneration package and consideration to Board of Commissioners. Distribution and Transportation Units. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. conducts survey in similar industry. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. and marketing development. tanggungjawab dan kinerja masing-masing. recommending remuneration package and consideration. Independent consultant works out remuneration formula. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. Nurturing Briquette Business Unit. Prosedur ringkas penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut: • Komite Remunerasi dan Nominasi meminta konsultan independen melakukan kajian remunerasi bagi anggota Direksi. Good Corporate Governance . Bertanggung jawab atas bidang penjualan. • • • Remunerasi Anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keseimbangan TATA KELOLA PERUSAHAAN antara besarnya tugas. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. Brief procedure of fixing Board of Directors’ remuneration is as follows: • • NR Committee consults an independent consultant for making remuneration analysis. Komite Remunerasi dan Nominasi menyusun rekomendasi remunerasi bagi anggota Direksi. Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memperluas pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan upaya profitisasi unit-unit bisnis. • • • • Prosedur Penetapan dan Remunerasi Direksi Perseroan menetapkan besaran remunerasi anggota Direksi berdasarkan keseimbangan antara tugas dan tanggungjawab serta kinerja. responsibility and performance. as well as optimum purchase of goods. income growth. Konsultan Independen. efficiency of coal supply management and transportation. Melakukan pembinaan terhadap Satuan . lengkap Determination of Board of Directors’ Remuneration The Company determines the amount of Board of Directors’ remuneration commensurate with their duty. menyusun rekomendasi usulan remunerasi lengkap dengan dasar pertimbangannya. Responsible for Sales.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 222 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance • • upaya profitisasi unit-unit bisnis. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. Human Resource and General Affairs Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. melakukan survey remunerasi pada industri sejenis.

• • • Board of Commissioners discuses NR Committee’s proposal to be subsequently submitted to GMS. GMS authorizes Board of Commissioners to execute GMS resolution regarding Board of Directors’ remuneration.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 223 • • • dengan dasar pertimbangannya. RUPS menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Tugas dan tanggung jawab • KPI Direksi • Kompensasi dan pengalaman • Kemampuan/Kesehatan Perusahaan Rapat Umum Pemegang Saham Membahas. menetapkan dan memberi wewenang Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji dan tantiem Direksi Dewan Komisaris Menetapkan besaran gaji dan tantiem anggota Direksi sesuai mandat RUPS Gaji dan Tantiem Anggota Direksi . kepada Dewan Komisaris. Komite Nominasi & Remunerasi Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi Konsultan Independen Komite Nominasi & Remunerasi Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Dewan Komisaris Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. Bagan ringkas prosedur penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut. menetapkan beberapa usulan termasuk daar pertimbangan. GMS determines Board of Directors’ remuneration. untuk diputuskan pada RUPS. Dewan Komisaris membahas usulan Komite Remunerasi dan Nominasi. RUPS melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan keputusan mengenai fasilitas dan/ atau tunjangan anggota Direksi.

035.. taking into consideration the Company’s financial strength. untuk tahun buku 2010.380.. Direktur Utama mendapat tunjangan total Rp69.923 13.537.4 million per month..000 With one President Director and five Directors.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 224 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Direksi menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas annual gross base salary (honorarium untuk Dewan Komisaris). Board of Directors receives routine and incidental remuneration consisting of annual gross base salary (honorarium for Board of Commissioners).. URAIAN ORANG Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi URAIAN ORANG Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi 1 5 6 GAJI (Rp) 1. terdiri dari . Dengan jumlah Direktur Utama adalah satu dan anggota Direksi ada 5 (lima) maka total Remunerasi Direksi yang dialokasikan oleh Perseroan untuk tahun buku 2010 adalah sebesar Rp24.4 juta perbulan.461.538 11.574 Note : .. while Director’s allowance was 85% of President Director’s. President Director’s allowance amounted to Rp69. yaitu sebesar Rp90..625...... i.. comprising .013.424.722 3. The amount of facilities and allowances is determined by Board of Commissioners based on Board of Directors’ proposal.208 TANTIEM (Rp) 1.800...240.955. total earnings and total remuneration.000 5.240. and other Directors received 90% of President Director’s salary..466.204. Rp58.937.444 2...236.590.000 6. Tabel remunerasi yang diterima oleh Direksi untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut.672.419. plus other facilities and allowances as recommended by NR Committee.6 juta perbulan.860 19.714 15. Remuneration paid to Directors may differ among them depending on their respective duty and responsibility..000 1 5 6 GAJI (Rp) 1. Rp 90.380. On top of salaries and allowances... i..288. sedangkan tunjangan untuk anggota Direktur adalah sebesar 85% dari tunjangan Direktur Utama.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak . .423.984 TOTAL (Rp) 3..440. sesuai dengan kemampuan Perseroan. Sesuai hasil RUPS tetanggal 21 April 2010. Direktur Utama dan anggota Direksi juga menerima berbagai fasilitas dan tunjangan..000 6.204. Jumlah total remunerasi yang diterima oleh anggota Dewan Komisaris dilaporkan oleh Perseroan dalam RUPS.9 miliar..372..6 million per month.538. .624.000 5. total cash.590 TAHUN 2010 TUNJANGAN (Rp) 835.419.076.. Remunerasi Direksi dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap anggota Direksi.198.. In addition to salary. Besaran fasilitas dan tunjangan Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris atas usulan Direksi... Taxes will be borne by each Director individually..800. Pajak atas remunerasi Direksi menjadi tanggungan masing-masing anggota Direksi. total earnings dan total remuneration serta fasilitas dan tunjangan lain yang jumlahnya direkomendasikan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi.4 juta per bulan.464.9 juta perbulan..746 TANTIEM (Rp) 2..719.4 million per month...961.624.958.947 24. .9 billion.404.462 TOTAL (Rp) 4.146 3.. yakni sebesar Rp58.. Selain gaji.. total remuneration for Board of Directors allocated for 2010 totalled Rp 24. for accounting year 2010 President Director and other Directors also received a range of facilities and allowances.527.864..577. Direktur Utama mendapat gaji sebesar Rp100..538..260 20. sedangkan gaji Direktur lainnya rata-rata sebesar 90% dari gaji Direktur Utama.977..394. Selain gaji dan tunjangan Direksi mendapatkan tantiem yang besarnya ditetapkan melalui RUPS...440.221.. Directors received tantiem at an amount to be decided by GMS.270 7.e...e. total cash..024 4. GMS held on 21 April 2010 decided that President Director’s salary was Rp100.714 9. Total remuneration of Board of Directors for 2009 and 2010 is given below: TAHUN 2009 TUNJANGAN (Rp) 547...199..916.9 million per month.

Pemantauan tingkat kolektibilitas piutang dan tindak lanjut atas kelambatan penyelesaian piutang kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa. Board of Directors meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Directors or their proxies. . membahas berbagai masalah pengelolaan Perseroan. . . .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 225 Rapat dan Risalah Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan dengan ketentuan. Board of Directors Meeting Board of Directors meeting is held under the following terms: • • • • • • • Board of Directors meeting is held periodically at least once a month or at anytime as required.Evaluasi pemindahan sarana produksi BWE system. . Salinan dari risalah rapat Direksi disampaikan kepada Dewan Komisaris selambat-lambatnya pada hari kerja berikutnya setelah Rapat Direksi diselenggarakan. .Carrying out production blending. rapat Direksi diselenggarakan sebanyak 21 (duapuluh satu) kali. Aturan pengambilan keputusan lainnya pada Rapat Direksi pada dasarnya sama dengan aturan pada Rapat Dewan Komisaris. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. If no consensus is reached. Rapat Direksi sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurang-kurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Direksi atau diwakili secara sah dalam rapat tersebut.Evaluating cash position and placement in maintaining liquidity and supporting the Company’s business oprations. Apabila hal ini tidak tercapai.Monitoring turnover rate and follow up action on delayed payment of receivables from related parties. to discuss various things pertaining to the management of the Company. Copies of minutes of Board of Directors meeting must be submitted to Board of Commissioners no later than the next workday after the meeting is held. • . Board of Directors meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. Board of Directors held 21 meetings.Evaluasi posisi kas dan penempatan kas dalam rangka menjaga likuiditas dan menunjang kegiatan operasional Perseroan • Produksi . manajemen stock dan penanganan batubara dari site sampai ke stockpile pelabuhan.Pemantauan realisasi anggaran dan arus kas yang harus terjaga dengan baik.Evaluating the relocation of BWE production system. Beberapa masalah yang dibahas dan diputuskan bersama dalam Rapat Direksi di antaranya meliputi: Bidang Pengelolaan Operasional • Keuangan . decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total votes legally cast at the meeting. Production . . .Evaluasi pelaksanaan program effisiensi.Percepatan pelaksanaan perbaikan sarana dan prasarana produksi. Some of the topics discussed and decided upon in Board of Directors meeeting were related to: Operating Management • Finance . Setiap Anggota Direksi berhak mengeluarkan 1 (satu) suara.Accelerating the improvement of production facilities and infrastrucutre. Selama tahun 2010.Evaluating the implementation of efficiency program.Monitoring budget and cashflow management. stock management and coal handling from site to stock-pile at ports. . In 2010. diantaranya sebagai berikut: • Rapat Direksi diadakan secara berkala sekurangkurangnya sebulan sekali atau setiap waktu bila diperlukan. Each member of Board of Directors is entitled to cast one vote.Pelaksanaan blending produksi. The rules of making other decisions in Board of Directors meeting are basically the same as those applied to Board of Commissioners meeting. . Keputusan rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.

. . . . Capital expenditure plan. • Marketing . IPC. dalam pola saling mendukung pasokan pada pelanggan dengan biaya pengiriman yang lebih kompetitif. • • Business Development .Evaluating the implementation of business development program and readjustment of priority scale.Fixing the amount of employee incentives.Evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha dan penetapan kembali skala prioritas.Evaluasi pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai. • .Stepping up marketing efforts. .Evaluasi kemungkinan pemasaran produk bersama anak perusahaan.Evaluating the realization of capital expenditure and determination of capital expenditure budget for 2011 and evaluating the result of business development drive. IPC.Evaluating the execution of employee competence development program.Evaluasi realisasi belanja modal dan penetapan anggaran belanja modal untuk tahun 2010 bersamasama dengan evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha.Studying the possibility of product marketing and coal supplying to customers jointly with subsiadary. • • Rencana belanja modal. disseminating and applying employee Key Performance Indicator.Peningkatan kegiatan pemasaran. Human Resource Management and Welfare .LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 226 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Kantor Pusat PT Bukit Asam di Tanjung Enim • Pemasaran . • Pengelolaan dan Kesejahteraan SDM . Pengembangan Usaha . at a more competitive delivery cost.Penetapan besaran insentif kinerja pegawai disertai sosialisasi dan penerapan KPI pegawai. .

• Penyelesaian dan sosialisasi Soft Copy GCG.. CSR covering expanded function of Bukit Asam Hospital.s/d . Code of Conduct and Basic Policy. risk mitigation and insurance of prime assets and inventories. GCG Code. Bidang GCG di antaranya. risk management...)... usulan prosedur persetujuan (dengan atau tanpa RUPS) dan pelaksanaan pembagian dividen interim. M... Adapun frekuensi rapat dan tingkat kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Direksi adalah sebagai berikut: Subsidiaries • Appraising the performance of subsidiaries... • Bidang Pengendalian Internal.. GCG among others....Eng Ir. and Corporate Social Responsibility Report page .... M. Milawarma. Drs.. yang meliputi Board Manual.. Management Report page . training of emergency response team. Mahbub Iskandar JABATAN Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur . pengelolaan risiko.) The frequency of meetings and rate of attendance of Directors in Board of Directors meetings are shown in the following table: JUMLAH RAPAT (A) 21 21 21 21 21 21 KEHADIRAN (B) (B:A) NAMA Ir... perumusan solusi dan penyusunan alternatif tindakan untuk dilaporkan kepada Dewan Komisaris Bidang Manajemen Risiko • Yakni identifikasi risiko. Laporan Manajemen hal…... • Evaluating the implementation of Balanced Scorecard tools and setting parameter of Key Performance Indicator for Board of Directors and employees. enhancing Partnership and Community Development Program. among others internal audit meeting and finalization of Whistle Blowing policy. • Internal Control.. formulating solution and optional actions to be reported to Board of Commissioners Risk Management • covering risk identification. tindak lanjut mitigasi risiko dan asuransi aset-aset utama Perseroan dan aset persediaan.. • Finalization of GMS agenda... di antaranya rapat internal audit dan finalisasi kebijakan Sistem Pengawasan dan Pengaduan (Whistleblower). approval procedure (with or without GMS) and interim dividend payment technicality.. GCG Code dan Code of Conduct/ Kode Etik dan Kebijakan Pokok Perseroan... Heri Supriyanto Ir.. • Finalisasi agenda pelaksanaan RUPS • Penetapan besaran dividen interim... • Determination of interim dividend amount. Sukrisno Dono Boestami. • Finalizing and disseminating GCG Soft Copy. pelatihan emergency response team. Bidang CSR • di antaranya. perkembangan penyaluran Program PKBL.. (Tindak lanjut dari hasil-hasil rapat ini dapat dilihat pada materi “Analisis dan Pembahasan Manajemen hal . Tiendas Mangeka Ir...s/d …. • Evaluasi implementasi tools Balanced Scorecard dan penetapan parameter pengukuran Key Performance Indicator bagi Direksi dan bagi pegawai.. Sc Ir. (Follow up actions of these decisions of meeting are presented in “Management Discussion and Analysis” page .s/d … dan Laporan Tanggung Jawab Sosial pada halaman …. peningkatan fungsi RSBA...PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 227 Anak Perusahaan • Evaluasi kinerja anak perusahaan. consisting of Board Manual.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 228 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi Direksi dalam menjalankan tugasnya. Beberapa pelatihan yang diikuti oleh Direksi pada tahun 2010. local as well as overseas seminars and workshops are routinely provided for and attended by members of Board of Directors. mencakup antara lain: Board of Directors Training To improve the competence of Board of Directors in carrying out its duty. Direksi Perseroan secara rutin mengikuti berbagai pelatihan dan seminar baik didalam maupun diluar negeri. Training programs attended by Board of Directors in 2010 included: TANGGAL Jan 2010 Feb 2010 April 2010 Mei 2010 Mei 2010 Aug 2010 Aug 2010 Aug 2010 Okt 2010 Okt 2010 Nov 2010 Nov 2010 Des 2010 Des 2010 Des 2010 PELATIHAN / SEMINAR /TRAINING Commodities Outlook Global Macro Conference – Asia 2010 Seminar ARA 2009 dan Bedah Kasus Perpajakan Global Economic Outlook Coaltrans Transformation of the CFO Office (SAP) Seminar Pencegahan Tindak Pidana Korupsi oleh BUMN Evolution on Accounting for Employee Benefit Konferensi BUMN IBBEX Annual Conference The Rising Power of Indonesia Memanfaatkan Momentum Investasi & Ekspansi IFRS Implikasi Penerapan IFRS bagi Perusahaan di Indonesia Seminar Pengawasan BUMN Seminar on minimum coal dan mineral pricing – a practical look Prospek Ekonomi Indonesia 2011 TEMPAT Jakarta Hongkong Jakarta Jakarta Bali Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta PESERTA Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Niaga Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan .

Umiyatun Hayati Triastuti..000 113. SE.000 2010 200. In 2010. personil dan kegiatan sebagai berikut: COMMITTEES AND COMMITTEE REPORT In order to ensure accountability in overseeing and reviewing all operating plans of the Company and to give quality counsel and suggestion. Abdul Latief Baky. PhD Komite Good Corporate Governance Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris Komite Nominasi Remunerasi dan PSDM Ketua : Ir. MSc.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 229 Kepemilikan Saham Direksi dan Komisaris Direksi Perseroan memiliki saham Perseroan hanya dalam rangka investasi jangka panjang. Pada tahun 2010.000 Sukrisno Milawarma Mahbub Iskandar KOMITE-KOMITE DAN LAPORAN KOMITE Dewan Komisaris membentuk komite-komite fungsional di bawah Dewan Komisaris untuk menjaga akuntabilitas pengawasan dan penelaahan atas segala rencana operasional Perseroan dan agar dapat memberikan nasehat dan saran yang berkualitas. Hingga akhir tahun 2010 terdapat 4 (empat) komite yang membantu Dewan Komisaris. Antonaria MA Ketua : Ir..000 lembar saham dan Bapak Mahbub Iskandar sejumlah 138. personnel and activitity are as follows: Komite Audit Audit Committee Ketua : Suranto Sumarsono. Board of Commissioners set up functional Committees under its authority. MSc Anggota : Ir. Until end of 2010 the Company had four Committees to assist Board of Commissioners.000 shares and Mr. Sukrisno 200.000 138. tercatat ada 3 orang dari jajaran Direksi yang memiliki saham dalam jumlah minimal. Ir. Mr. Bambang Adi Winarso Phd Ir. dengan penjelasan fungsi.000 lembar saham. MHum.SE. Phd .000 60. (Lihat juga “Informasi bagi Investor”) Share Ownership by Board of Directors and Board of Commissioners Share ownership by members of Board of Directors is only for long term investment in accordance with disclosure principle and in an amount permitted by relevant regulations. hal ini sesuai dengan asas keterbukaan. MA Anggota : Azhar Zainuri. Thamrin Sihite ME Anggota : Ir. Bapak Milawarma sejumlah 60. whose function. Risiko Usaha dan Pascatambang Ketua : Dr. Sumarhadi SE MM Komite Asuransi. Milawarma 60.000 shares.) JUMLAH SAHAM NUMBER OF SHARE NAMA DIREKTUR NAME OF DIRECTOR 2009 200.000 lembar saham. MM Ridho Kresna Wattimena. MT.MA Dr. Ir. FIQ Anggota : Noeroso L. yakni Bapak Sukrisno sejumlah 200. Mr.000 60. (See “Investors Information” page .e. Wahyudi SE. Mahbub Iskandar 138. i.000 shares. Faridha MSi Andi Novianto.. Jumlah yang dimiliki hanya sebatas yang diizinkan sesuai peraturan tersebut. three members of Board of Directors owned a minimum number of shares of the Company.

dan bekerja untuk. accuracy. Kep-29/PM/2004 dated 29 September 2004 regarding Formation and Performance of Audit Committee. (ii) internal control function is well fulfilled. tanggal 20 Desember 2006. Komite Audit bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. form adequate internal control structure. Audit Committee works independently. as well as review the scope. (iii) memastikan audit internal dan eksternal dilakukan sesuai standar audit yang berlaku. . Sasaran pembentukan Komite Audit adalah: (i) memastikan kewajaran laporan keuangan perusahaan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. and (iv) management takes action to follow up audit findings. All Audit Committee members are not related to any director or external auditor. (ii) dilaksanakannya struktur pengendalian internal perusahaan dengan baik. enhance disclosure practice and financial reporting. (iii) internal and external audit is performed in accordance with the established audit standards. Audit Committee Objective Audit Committee is formed to assist Board of Commissioners to implement good corporate governance. • Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-05/MBU/2006 tentang Komite Audit bagi Badan Usaha Milik Negara. PER-05/MBU/2006 dated 20 December 2006 on Audit Committee of SOE. independency and objectivity of public accountant. Semua anggota komite audit adalah independen terhadap Direksi dan auditor eksteren. dan (iv) adanya tindak lanjut temuan audit dilaksanakan oleh manajemen. serta mengkaji ruang lingkup. set up by and accountable to Board of Commissioners. The formation of Audit Committee is pursuant to: • SOE Minister Decree No. and coal mining business. Pembentukan Komite Audit dilakukan berpedoman kepada: • Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-117/MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara. • Bapepam Chairman Decision No. terbentuknya struktur pengendalian internal yang memadai. The primary function of Audit Committee is in keeping with Indonesian GCG Code issued by the National Committee for Governance Policy. dan bisnis tambang batubara. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. The objective of setting up Audit Committee is to make sure that (i) financial statements are presented fairly in accordance with the generally applied accounting principles. experienced and knowledgable in accounting. KEP-117/MBU/2002 dated 1 August 2002 on Good Corporate Governance Practice in SOE. yang dibentuk oleh. tanggal 1 Agustus 2002. finance. ketepatan. kemandirian dan obyektifitas akuntan publik. • SOE Minister Decree No. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang akuntansi. keuangan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 230 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Audit Tujuan Komite Audit dibentuk dalam rangka membantu tugas Dewan Komisaris untuk mendorong diterapkannya tata kelola perusahaan yang baik. Tugas utama Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan Pedoman Umum GCG Indonesia yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance. • Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-29/PM/2004 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit tanggal 29 September 2004. meningkatkan kualitas keterbukaan dan pelaporan keuangan.

termasuk mengevaluasi Piagam SPI (Internal Audit Charter) dan rencana kerja SPI. . • To monitor the management effort to maintain internal control system and to evaluate Internal Audit Charter and work program. • To communicate and coordinate with corresponding internal parties in the discharge of its duty and authority. dana. Duty and Responsibility of Audit Committee • To monitor and emphasize that accounting and financial records are made in accordance with accounting principles generally applied in Indonesia and other relevant regulations. • Memonitor kecukupan usaha manajemen dalam menjaga sistem pengendalian internal. and doing any other work related to the Commissioners’ work. dan informasi yang disampaikan kepada Komisaris telah dilakukan secara baik dan profesional. and other property. • To monitor compliance with the capital market laws and regulations and other regulations related to the Company’s business operations. Tugas dan tanggung-jawab Komite Audit • Memonitor dan menekankan bahwa proses pencatatan akuntansi dan keuangan Perseroan telah dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan peraturan lain yang berlaku. The duty. • Berkomunikasi dan berkordinasi dengan pihak-pihak internal terkait dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya tersebut diatas. termasuk melakukan kunjungan lapangan lapangan secara berkala sesuai kebutuhan. Authority of Audit Committee • To have full and free access to any record or information pertaining to employees. Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap Laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris. rekomendasi. Beberapa uraian tugas dan tanggung jawab Komite Audit diantaranya tercakup pada uraian berikut. • Memonitor ketaatan pada peraturan perundangundangan di bidang pasar modal dan di bidang lainnya yang terkait dengan kegiatan Perseroan. • Menjaga kerahasiaan dokumen. aset. 01/SK/PTBA-KOM/2009 of 19 January 2009. data and information of the Company and not to use them for personal gain. • To make sure that analysis. assets. including making periodic site visits as deemed appopriate. mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris. obligation and authority of Audit Committee are fully laid out in Audit Committee Charter under Board of Commissioners Decision No. kewajiban dan wewenang Komite Audit selengkapnya tertuang pada Piagam (Charter) Komite Audit Perseroan melalui Keputusan Dewan Komisaris No. • Memastikan terdapat dan diterapkannya Kode Etik Perusahaan. recommendation and information presented to Board of Commissioners are made properly and professionally. The duty and responsibility of Audit Committee are provided below.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 231 Tugas. dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris. evaluation. funds. penilaian. • To ensure the existence and observance of Corporate Code of Conduct. serta sumberdaya perusahaan lainnya. data dan informasi perusahaan dan tidak memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Wewenang Komite Audit • Mengakses secara penuh dan bebas atas catatan atau informasi tentang karyawan. 01/SK/PTBAKOM/2009 tanggal 19 Januari 2009. • To keep confidential all documents. • Bertanggung-jawab bahwa analisa. identifying matters requiring the Commissioners’ attention. Audit Committee is responsible for giving input to Board of Commissioners regarding any report or information submitted by Board of Directors.

A member of Audit Committee is educated in economic and financial science and the other two are knowledgable in mining business so their competence is guaranteed. The Company has complied with GCG rules and norms with respect to the independency of Audit Committee members. Komite Audit mengadakan 37 (tiga puluh tujuh) kali rapat berkala.e. Azhar Zainuri dan Ridho Kresna Wattimena sebagai anggota. Suranto Soemarsono. Selama tahun 2010. Adapun susunan personalia Komite Audit Perseroan saat ini terdiri dari Soeranto Soemarsono sebagai Ketua. They are not shareholders. all the criteria of independency of Audit Committee members as stipulated by GCG rules and principles are complied with. i. education and training. Komite Audit Perseroan saat ini terdiri atas tiga anggota. In 2010. manage or control PTBA before taking office and are not former management members or employees of a public accountant office. Komisaris lainnya maupun pemegang saham pengendali PTBA. meetings with related parties. or controlling shareholders of PTBA. Dengan demikian seluruh persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. Audit Committee of the Company is currently composed of three members. rapat dengan pihak terkait. The profile of Audit Committee members is provided in “Corporate Data” section. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Azhar Zainuri and Ridho Kresna Wattimena as members. Direktur maupun karyawan dari perusahaan yang memiliki afiliasi maupun bisnis dengan PTBA. directors or employees of companies that have affiliation or business relation with PTBA. Members of Audit Committee are not authorized to conceive. Audit Committee held 37 meetings with the following attendance rate: . memimpin maupun mengendalikan PTBA sebelum menjabat dan bukan merupakan mantan pimpinan maupun pegawai Kantor Akuntan Publik. commissioners. Therefore. salah satunya adalah Komisaris Independen yang sekaligus bertindak sebagai ketua Komite Audit. Anggota Komite Audit tidak memiliki wewenang untuk merancang. one of them is Independent Commissioner concurrently Head of Audit Committee. telah dipenuhi. Profil Komite Audit Perseroan selengkapnya dapat dilihat pada bagian “Data Perseroan”. yaitu Suranto Soemarsono.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 232 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Independensi dan Susunan Komite Audit Sesuai dengan pedoman umum GCG di Indonesia. site visits. dengan tingkat kehadiran para anggotanya sebagai berikut: All members of Audit Committee are not affiliated with the directors or other commissioners. Audit Committee Report Audit Committee performs in accordance with Audit Committee Charter. The Company’s Audit Committee is currently composed of Soeranto Soemarsono as Head. Mr. bukan merupakan pemegang saham. Laporan Komite Audit Komite Audit telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite Audit. in terms of internal meetings. Salah seorang anggota Komite Audit memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan keuangan sementara anggota lainnya memiliki latar belakang pendidikan bidang pertambangan sehingga dapat diyakini kompetensinya. Independency and Composition of Audit Committee In accordance with general guidelines of GCG in Indonesia. kunjungan kerja lapangan. Komisaris. Seluruh anggota Komite Audit tidak memiliki afiliasi dengan Direktur. yaitu berupa rapat interen. Perseroan telah memenuhi persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG.

Wibisana & Rekan. MT. 5. Tanggal 3 Juni 2010. Ir. 5. 4. Audit Committee held intensive discussions on various matters with public accountant and the management. MA Azhar Zainuri. member firm of PriceWaterhouseCoopers to perform general audit on PTBA Consolidated Financial Statement and Partnership and Community Development Program Financial Statement for 2010. Merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Tanudiredja. Directorate of Business Development. 3. Komite Audit telah secara aktif melakukan diskusi dan masukan dengan akuntan publik dan manajemen mengenai berbagai persoalan. Berkenaan pelaksanaan audit kinerja dan audit umum tahun buku 2010. Audit Committee accomplished the following in 2010: 1. Wibisana & Partners. Recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Tanudiredja. Reviewing quarterly financial statements to be issued by the Company. AEOP. Suherman dan Surja (Ernst & Young) untuk melaksanakan audit kinerja terhadap Proyek Kerjasama dan Anak Perusahaan PTBA tahun buku 2010. Penelaahan ulang atas laporan keuangan triwulanan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. With respect to general and performance audit for 2010 accounting year. Termasuk dalam evaluasi tersebut adalah meminta SPI untuk melakukan berbagai kegiatan meliputi: • Melakukan kajian dan saran untuk menyeleraskan kajian penanganan proyek investasi diantara SMP. 4. dan Direktorat Pengembangan Usaha.SE. Melaksanakan proses pemilihan dan penetapan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan Audit Kinerja Tahun Buku 2010 melalui suatu proses beauty contest yang adil oleh Tim Pemilihan KAP berdasarkan kerangka acuan kerja yang jelas dan transparan. and other Work Units. SE. MM * Ridho Kresna Wattimena. advising on correction and ensuring the financial statements are presented fairly in accordance with the accounting principles generally applied in Indonesia. 2.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 233 NAMA Suranto Sumarsono. Suherman and Surja (Ernst & Young) to perform audit on PTBA Joint Projects and Subsidiaries for accounting year 2010. Monitoring the execution of Performance Audit and General Audit in 2010. member firm PriceWaterhouseCoopers untuk melaksanakan audit umum terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi PTBA dan Laporan Keuangan PKBL tahun buku 2010. Melakukan pemantauan pelaksanaan Audit Kinerja dan Audit Umum tahun buku 2010. 2. 04/SK/PTBA-KOM/2010. and recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Purwantono. . AEOP. PhD JABATAN Ketua Anggota Anggota JUMLAH RAPAT (A) 37 37 37 KEHADIRAN (B) 37 36 36 (B:A) % 100 97 97 Keterangan : *)Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Kegiatan Komite Audit tahun 2010 meliputi: 1. Melakukan evaluasi mengenai pelaksanaan pemerikasaan oleh Satuan Pengawas Interen dan Tindak Lanjut hasil temuan oleh Manajemen. Selecting and appointing Certified Public Accountant who would audit the Company’s 2010 operating results through a fair ‘beauty contest’ by CPA Selection Team with clearly defined terms of reference at competitive costs. 3. termasuk memberikan saran perbaikan dan memastikan Laporan keuangan yang disajikan telah mematuhi prinsipprinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. dan antar Satuan Kerja lainnya. serta pada harga yang kompetitif dan merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Purwantono. Evaluating the work of Internal Audit Unit and the follow-up action on audit findings by the management. Requesting Internal Audit Unit to do the following: • Evaluating and proposing the method of aligning investment projects among SMP.

diantaranya mencakup: • Memberikan berbagai masukan pada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Laporan Kinerja Bulanan. Performing several specific assignments given by Board of Commissioners. BPR) di dalam pengelolaan dana Program Kemitraan. BPR) in managing the fund of Partnership Program for better accountability and benefit to the community. . • Making recommendation to Board of Commissioners in writing its response to Board of Directors’ proposed (i) write-off and/or removal of unproductive assets. and proposing improvements to contractual clauses that do not provide enough protection for the Company. • Ensuring that transactions between PTBA and subsidiaries are done on arm’s length basis. sehingga pertanggungjawabannya dapat lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. • Scrutinizing contracts between PTBA and third parties.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 234 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Memanfaatkan laporan hasil audit oleh BPK dan auditor eksternal (baik audit umum maupun audit kinerja) untuk meningkatkan kinerja SPI. Laporan Keuangan Konsolidasi Triwulanan kepada Kementrian BUMN dan Draft RKAP 2011.menyempurnakan sistem tatakelola PKBL (SDM. • Memberikan advis kepada Satker terkait untuk mengambil posisi yang benar terhadap proyek-proyek yang potensi kesinambungannya tidak jelas. including: • Giving input to Board of Commissioners in writing its comments on monthly performance reports and quarterly consolidated financial reports to SOE Ministry. Bank Mandiri. • Memperhatikan kontrak-kontrak antara PTBA dan pihak ketiga. • Memberi Saran tertulis kepada Manajemen untuk: . etc.bekerjasama dengan lembaga keuangan yang kredibel (BRI. Bank Mandiri. • Making written proposals to the management to: . BPD Sumsel. dll) mengingat mulai tahun 2010 ini sudah diterapkan audit umum (general audit). • Memeriksa masa berlaku dari Surat Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond) atas kontrak Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim. • Advising relevant Work Units to take the right position towards projects with uncertain potentials. dan (iii) pengalihan aset tanah di Kertapati. dan memberikan saran serta perbaikan atas klausul-klausul kontrak yang lemah atau merugikan PTBA. • Checking the validity of Performance Bond for Construction of Tanjung Enim TPP 3 x 10 MW. • Meminta kepada satker Hukum untuk memberikan laporan kemajuan proses pensertifikatan tanah-tanah sitaan milik PTBA yang lebih terinci. • Using State Auditor and external auditor general and performance audit findings to improve Internal Audit Unit’s performance. .Improve management system of Partnership and Community Development Program (HR.) as starting 2010 general audit will be performed. (ii) pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial. • Asking Legal Work Unit to report in more detail the progress of obtaining land certificates of PTBA’s confiscated land. . • Memperhatikan dan meyakinkan bahwa transaksi antara PTBA dengan anak-anak perusahaan telah dilakukan secara wajar (arm’s length basis). • Mengingatkan kepada Satker terkait untuk membuat studi lebih terinci tentang kelanjutan usaha tambang PT. • Giving input to the management for the closing of Ombilin Mining Unit operations. BNI. and (iii) assignment of land in Kertapati.work with trustworthy financial institutions (BRI. and draft work program and budget for 2011. BNI. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas permohonan Direksi PTBA : (i) penghapusan dan atau pembongkaran sejumlah aset non produktif. (ii) procurement of substantial goods and services. • Memberikan saran kepada Manajemen untuk kepastian penutupan operasi UPO. BPD Sumsel. system. Melaksanakan beberapa tugas khusus yang diberikan oleh Dewan Komisaris. Batubara Bukit Kendi (BBK). • Reminding Work Units concerned to make a more indepth study of the business continuity of PT Batubara Bukit Kendi (BBK). sistem.

Visi dan Misi Komite Good Corporate Governance. 8. The Committee was previously combined with NR Committee as Nomination. 6. dan temu profesi sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. selanjutnya disebut Komite GCG bertugas membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun Laporan Dewan Komisaris tentang pelaksanaan Corrective Actions atas Hasil Audit Kinerja tahun 2009. 8. Remunerasi dan GCG. mission and objective of the Company”. Melakukan 2 (dua) kali Kunjungan Kerja Lapangan di Pelabuhan Tarahan. Tanjung Enim Mining Unit and Kertapati Pier. Visi Komite GCG adalah “terlaksananya penerapan prinsipprinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berlandaskan peraturan perundang-undangan dan best practices dalam upaya pencapaian visi misi maupun sasaran dari Perusahaan”. To enhance their proficiency. Attending education and training sessions. Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE). Sedangkan misinya adalah memberikan masukan kepada Dewan Komisaris secara profesional untuk terlaksananya pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi dalam bidang penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 235 6. dan temuan-temuan penting telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris. While its mission is to give professional input to Board of Commissioners in performing its oversight responsibilities and giving counsel to Board of Directors with regard to GCG principles implementation. diskusi panel. and reporting important findings to Board of Commissioners. • Giving input to Board of Commissioners in writing its report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings. Komite ini sebelumnya digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagai Komite Nominasi. Salah satu tugas utama Komite GCG adalah menelaah tingkat kepatuhan Perseroan pada peraturan perundangan yang berkaitan dengan penerapan prinsip dasar GCG. Komite Good Corporate Governance (GCG) Tujuan. GCG Committee was set up on 30 July 2010 under Board of Commissioners Decision No. One of GCG primary duties is to assess the Company’s compliance with the laws and regulations governing GCG principles implementation. dimana untuk meningkatkan kompetensinya. in 2010 Head and member of Audit Committee attended various conferences. panel discussions and professional meetings to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. dan Dermaga Kertapati. Making two site visits to Tarahan Port. The vision of GCG Committee is “Successfully implementing GCG principle and best practices in accordance with the law to realize the vision. Good Corporate Governance (GCG) Committee Objective. Komite GCG dibentuk pada tanggal 30 Juli 2010 melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 07/SK/ PTBA-KOM/VII/2010. pada tahun 2010 Ketua dan anggota Komite Audit telah mengikuti berbagai konferensi. Vision and Mission Good Corporate Governance Committee (GCG Committee) is set up to assist Board of Commissioners to oversee the practice of GCG by the Company. Remuneration and GCG Committee. 7. . Attending two Cross Committee Business Meetings. 7. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010. Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite .

236 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

Monitoring the effectiveness of GCG practice. Antonaria MA Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Komite GCG selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Komite GCG Perseroan dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. Deed No. accountablity. merangkap sebagai Komisaris Ir. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang tata kelola perusahaan yang baik. SUSUNAN KOMITE GCG PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: LOREM IPSUM DOLOR Ketua Anggota Ir. Akuntabilitas. Independensi dan Susunan Komite GCG Komite GCG bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. and the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. among others: • • Providing Board of Commissioners with professional and independent opinion regarding GCG issues. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. set up by and accountable to Board of Commissioners. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan peraturan perundangan yang berlaku. Melakukan penelaahan tingkat kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip GCG (Transparansi. fairness) are implemented in the Company. analysing and evaluating the condition of GCG implementation and monitoring findings and GCG elements enforced through Committees. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. Independency and Composition of GCG Committee GCG Committee works independently. The Committee also encourages better enforcement of GCG principles and practices. Mengidentifikasi instrumen GCG antara lain dokumen soft structure GCG dan telaah deskripsi potret penerapan GCG. Duty and Responsibility The duty of GCG Committee is fully described in GCG Committee Charter. Komite GCG mendorong tersedianya soft structure GCG sebagai pedoman dalam penerapan prinsip-prinsip GCG oleh Perusahaan dan mendorong terciptanya pelaksanaan prinsip-prinsip dan praktek GCG yang lebih baik. Identifying GCG instruments among others GCG soft structure documents and description of GCG implementation. Responsible. SH. MSc.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 237 Untuk tercapainya misi tersebut. independency. Bambang Adi Winarso Phd Ir. Umiyatun Hayati Triastuti. Independen. Assessing how far GCG principles (transparency. 24 dated 21 April 2010. yang dibentuk oleh. To accomplish its mission. Komite GCG dibentuk dengan berpedoman kepada Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi. dan bekerja untuk. All GCG Committee members are not related to any director or external auditor. experienced and knowledgable in good corporate governance practice. • Memberikan pendapat profesional dan independen kepada Dewan Komisaris terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Good Corporate Governance. responsibility. • • • • • . GCG Committee puts in place GCG soft structure as a guide in implementing GCG principles by the Company. GCG Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. Pemantauan dan efektivitas praktek GCG dan menganalisa serta mengevaluasi kondisi penerapan GCG dan hasil pemantauan dan unsur-unsur GCG yang telah dilakukan melalui komite-komite. dan Fairness).

education and training. Monitoring GCG implementation By holding periodic meetings with Corporate Information System Work Unit being the unit responsible for coordinating the GCG practice. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 30 Juli 2010 Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite GCG pada tahun 2010 secara garis besar terdiri atas (dua) kegiatan utama. Kedua instrumen implementasi GCG tersebut telah disahkan melalui penandatatangan oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama. At such meetings. GCG soft structure. • Writing up annual work program for submission to Board of Commissioners at yearend for its approval. Umiyatun Hayati Triastuti MSc * Bambang Adi Winarso * Antonaria * Ketua merangkap Anggota Anggota Anggota 20 20 20 20 18 20 100 90 100 Keterangan : * ) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. namely i) those written in work program and ii) those assigned by Board of Commissioners. consists of GCG Code and Code of Conduct. meetings with related parties. Selama tahun 2010. 2. site visits. yaitu berupa rapat interen. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tugas-tugas tersebut diantaranya mencakup: 1. Penyusunan Soft Structure GCG. Some of the assignments accomplished were: 1. rapat dengan pihak terkait. Laporan Kegiatan Komite GCG Komite GCG telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite GCG. Dari hasil rapat berkala tersebut dapat ditemukenali kemajuan dan hambatan yang dihadapi In 2010 GCG Committee had two major activities. untuk mendapatkan penetapan. Komite GCG mengadakan 20 (dua puluh) kali rapat berkala yang dihadiri para anggota. Dalam rangka penerapan prinsip-prinsip GCG telah disusun instrumen implementasi GCG yaitu soft structure GCG yang terdiri dari Panduan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik di PT Bukit Asam (GCG Code) dan Panduan Berprilaku bagi Seluruh Jajaran di PT Bukit Asam (Code of Conduct). i. In 2010. Pemantauan Penerapan Prinsip-prinsip GCG. Revisi dilakukan pada susunan isi Board Manual untuk memperjelas hubungan Dewan Komisaris dan Direksi secara seimbang sesuai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. Memantau penerapan prinsip-prinsip GCG dengan melakukan rapatrapat berkala dengan Satuan Kerja Sistem Informasi Perusahaan sebagai unit kerja yang mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan prinsip-prinsip GCG di Perusahaan. These two instruments were made official with the signing by President Director and President Commissioner. Formulating GCG Soft Structure GCG implementation instrument. Revising Board Manual to elaborate on the relationship between Board of Commissioners and Directors as provided for in the Amendment to Articles of Association. in terms of internal meetings. yakni: i) melakukan kegiatan yang ada di rencana kerja dan ii) melakukan tugas khusus dari Dewan Komisaris.e. yaitu: NAMA JABATAN GCG Committee Activity Report GCG Committee performs in accordance with GCG Committee Charter. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 238 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Menyusun dan menyampaikan program kerja tahunan kepada Dewan Komisaris setiap akhir tahun berjalan. progress and constraint will be noted and improvements . GCG Committee held 20 meetings with the following attendance rate: JUMLAH RAPAT KEHADIRAN % KEHADIRAN Ir. Melakukan revisi Panduan Hubungan Kerja antara Dewan Komisaris dengan Direksi (Board Manual). kunjungan kerja lapangan. 2.

7. • Giving Board of Commissioners input regarding Consultant Nindyo & Associates’ memorandum on Overall Review of Board of Commissioners Duty and Authority. di Kesekretariatan Dewan Komisaris telah disusun tata laksana persuratan dinas dan kearsipan (TLSK) dengan mengacu kepada tata laksana persuratan dinas dan kearsipan yang sudah ada di Perusahaan. Limitation of procuring non-routine goods and services is given by Board of Directors with the approval of Board of Commissioners. Dalam upaya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. 6. Matters requiring further attention were discovered during the visit that concerned GCG implementation by work units. Doing other assignments given by Board of Commissioners • Giving Board of Commissioners input regarding GCG issues in Board of Directors report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings. 7. Perseroan telah menyusun kebijakan pengadaan barang dan jasa. 6. the Company has drafted goods and services procurement policy. dan diupayakan agar penerapan prinsip-prinsip GCG lebih baik hasilnya dari tahun-tahun sebelumnya. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite will be suggested for better results in the future. 4. Pengadaan Barang dan Jasa yang Bersifat Substansial (Bukan bersifat Rutin). Compiling Procedures of Official Correspondence and Filing To practise good corporate governance. salah satunya indikatornya adalah meningkatnya nilai assessment penerapan GCG yang dilakukan oleh pihak independen. One indicator of this improvement is better assessment findings by independent parties. Selama kunjungan lapangan tersebut banyak ditemukan hal-hal yang memerlukan pemantauan lebih lanjut mengenai penererapan prinsip-prinsip GCG oleh satuan kerja di Perusahaan. • Memberikan laporan berupa masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Drat RKAP Tahun 2011 Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. 4. Procuring non-routine goods and services Acting on SOE Minister Regulation No. Making site visit Official site visit to Tanjung Enim Mining Unit was made together with other Committees on 6 November 2010. PER. • Giving input to Board of Commissioners for preparing its comments on draft 2011 Work Program and Budget. Menyusun Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK). 5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris : • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai substansi prinsip-prinsip GCG dari laporan Direksi terhadap pelaksanaan Corrective Action atas Hasil Audit Kinerja Tahun 2009. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai memorandum dari Konsultan Nindyo & Assosiates tentang Kajian Umum mengenai Tugas dan Kewenangan Dewan Komisaris. the Secretariat of Board of Commissioners has procedures of official correspondence and filing that is based on the existing procedures of official correspondence and filing of the Company.05/MBU/2008 of 3 September 2008. Kunjungan Kerja Lapangan ke UP Tanjung Enim dilaksanakan bersamasama dengan Komite lainnya pada tanggal 6 November 2010. 3. Attending two Cross Committee Business Meetings. Menindaklanjuti Peraturan Menteri Negara BUMN No.05/MBU/2008 tanggal 3 September 2008. Batasan pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin) ditentukan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris. Dengan penyusunan tata laksana persuratan dinas dan kearsipan tersebut diharapkan peranan Sekretariat Dewan Komisaris dapat memperlancar tugas-tugas Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dan pemberian nasihat seperti yang diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan. 5. With these procedures the Secretariat of Board of Commissioners is expected to facilitate the work of Board of Commissioners of overseeing and giving counsel as stated in the Articles of Association. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 239 3. PER.

Setelah mengalami perubahan nama dan keanggotaan. set up by and accountable to Board of Commissioners. and to make recommendations with respect to nomination and remuneration standards. Independensi dan Susunan Anggota Komite Konarba dan PSDM Konarba dan PSDM bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. This Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. is a committee that went through a change of name and membership in 2010. remuneration . Direksi dan Pegawai melalui sistem nominasi dan remunerasi.rekruitmen. Anggaran Dasar Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi. yang dibentuk oleh. Sebelumnya komite ini bernama Komite Konarba dan GCG. dan pengembangan SDM yang berlandaskan kompetensi dan kinerja. evaluasi dan menyusun rekomendasi dalam menetapkan antara lain: i)Norma (Standar) Nominasi dan Remunerasi. Remuneration and Human Resource Development Committee. selection and placement. The vision of NR & HRD Committee is ”Building synergy among Board of Commissioners. Board of Directors and employees through competence-performance-based nomination. After changing its name and membership. tanggal 1 November 2010. Independency and Composition of NR & HRD Committee NR & HRD Committee works independently. dengan yang terakhir adalah Keputusan Dewan Komisaris. merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaanya di tahun 2010. Komite ini dibentuk dengan berpedoman kepada peraturan perundangan yang berlaku. experienced and knowledgable in human resource nomination. Sedangkan misinya adalah: Mendorong terciptanya sistem nominasi dan remunerasi yang fair untuk meningkatkan motivasi kerja. formulate proper and measurable remuneration system. this Committee is assigned to help Board of Commissioners in its oversight and counselling responsibilities. All Committee members are not related to any director. remuneration and GCG implementation. serta bertanggung jawab kepada Dewan Nomination.seleksi dan penempatan pegawai. tentang Pengangkatan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Dewan Komisaris PT Bukit Asam (Persero) Tbk. 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010 of 1 November 2010 on Appointment of Nomination and Remuneration Committee Members of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. 24 of 21 April 2010 and Board of Commissioners Decision No. Previously this Committee was known as NR & GCG Committee. the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. further to be referred to as NR & HRD Committee. Remuneration and HRD Committee Objective. While its mission is “Promoting the creation of fair nomination and remuneration system to motivate employees. Visi dan Misi Komite Nominasi. Remunerasi dan PSDM Tujuan. Visi Konarba dan PSDM adalah ”Terciptanya sinergi antara Komisaris. dan bekerja untuk. Kepatuhan perusahaan atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah nominasi dan remunerasi. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) selanjutnya disebut Konarba dan PSDM. remuneration and development of human resource in accordance with the Company’s need and condition”. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan serangkaian keputusan Dewan Komisaris mengenai Konarba. terciptanya sistem remunerasi yang layak dan memadai serta mendorong pelaksanaan prinsip dan praktek Good Corporate Governance yang lebih baik. compliance with the law governing nomination and remuneration. Vision and Mission Nomination. dengan tugas membantu Komisaris dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan penetapan remunerasi dan peningkatan implementasi GCG. sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan”. komite ini dibentuk untuk membantu Komisaris dalam melakukan pengawasan. Tugas tambahan lainnya adalah melakukan Penelahan dan pemantauan implementasi sistem perencanaan tenaga kerja. recruitment.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 240 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Nominasi. no 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010. Its additional tasks include reviewing manpower planning. SH. and enhance GCG practice”. in charge of assisting Board of Commissioners in matters pertaining to nomination. Deed No.

MA Fakhrudin Tieja SE MM Dr. pengembangan sumberdaya manusia dan bisnis batubara. • Memberikan pendapat independen dan profesional serta rekomendasi kepada Komisaris terhadap halhal yang berhubungan dengan masalah nominasi dan remunerasi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 241 Komisaris. Abdul Latief Baky. Sumarhadi SE MM Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Konarba dan PSDM selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Konarba dan Pengembangan SDM dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. . MHum. MSc. FIQ merangkap sebagai Komisaris Independen Noeroso L. Duty and Responsibility The task of NR & HRD Committee is fully incorporated in NR & HRD Charter covering: • Giving independent. The composition of NR & HRD Committee as of 31 December 2010 is as follows: SUSUNAN ANGGOTA KONARBA DAN PSDM PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: THE COMPOSITION OF NR & HRD COMMITTEE AS OF 31 DECEMBER 2010 IS AS FOLLOW: Ketua Anggota Ir. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang nominasi. professional opinion and recommendation to Board of Commissioners in matters pertaining to nomination and remuneration. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. and development as well as coal business. remunerasi. Wahyudi SE.

and makes site visits. SOE Minister or Bapepam-LK Regulations). . allowance. Wahyudi * Fakhrudin Tieja** Sumarhadi*** JABATAN Ketua Anggota Anggota Anggota JUMLAH RAPAT 23 23 12 6 KEHADIRAN 23 22 12 6 % KEHADIRAN 100 97 100 100 Keterangan: *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No 08A/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 2 Agustus 2010 **) Diangkat kembali menjadi anggota Konarba tanggal 1 Juli 2010. dengan didasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Melakukan penyesuaian atas kriteria Long List Direksi NR & HRD Committee holds internal meetings. dan Surat Komisaris No.04/2009. Ditetapkan menjadi Sekretaris Dewan Komisaris per 2 Agustus 2010.Making Board of Directors Tantiem Formula for 2009 with the assistance of an independent consultant pursuant to SOE Minister Regulation No.Menyetujui pengembangan Formula Insentip Kinerja Pegawai tahun buku 2009. 14/SK/PTBA-KOM/XI/201 tanggal 1 November 2010. rapat dengan pihak terkait. KETUA/ANGGOTA Abdul Latief Baky Noeroso L. ***) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Konarba dan PSDM telah mengadakan 23 (duapuluh tiga) kali rapat berkala dengan tingkat kehadiran sebagai berikut. mengundurkan diri per 1 Agustus 2010. • • Assessing the Company’s compliance with laws and regulations that govern nomination and remuneration (such as Manpower Law. 20/KOM/III/2010. tentang Penilaian Kinerja Perusahaan 2009. • • Nomination Criteria Making adjustments to Board of Directors long list criteria . Peraturan dari Kementerian BUMN atau Bapepam-LK). holiday allowance and bonus payment system. . termasuk sistem pensiun dan kompensasi dalam hal terjadi pengurangan pegawai. that can be summed up as follows: • Approving Employee Performance Incentive Formula for 2009. Pengembangan Kriteria Nominasi.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 242 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • Menelaah tingkat kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah Nominasi dan Remunerasi (seperti UU Ketenagakerjaan. SK Direksi No.Menyiapkan formula Tantiem untuk Direksi tahun buku 2009 bersama konsultan Independen berdasarkan referensi peraturan perundangan antara lain: Permen BUMN Nomor: PER-02/MBU/2009 tanggal 27 April 2009 Pasal 30 dan Permen BUMN Nomor :PER -03/MBU/2009 tanggal 19 Oktober 2009 Pasal 5. and also retirement and compensation scheme in case of personnel retrenchment. PER02/MBU/2009 of 27 April 2009 Article 30 and SOE Minister Regulation No. PER-03/MBU/2009 of 19 October 2009 Article 5. pemberian tunjangan. subject to the law and Board of Directors Decision No. meetings with related parties. 066/KEP/INT-16100/OT. dengan ikhtisar kegiatan sebagai berikut. 20/KOM/III/2010. Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi tentang penerapan sistem penggajian. . 066/KEP/INT-16100/OT. dan melakukan kunjungan kerja lapangan. THR dan bonus bagi seluruh pegawai. Konarba dan PSDM telah melaksanakan tugas melalui rapat interen seperti disebutkan diatas. • Menyetujui dan menyiapkan Formulasi Remunerasi. Making evaluation and recommendation in the implementation of salary. Laporan Kegiatan Konarba Selama tahun 2010.04/2009 on 2009 Performance Appraisal and Board of Commissioners Letter No.

Making site visits. noting the adjustments to HR development such as a) restructuring HR profile by age and proficiency. . . SK ini ditindaklanjuti laporan kedua komite dalam buku yang dimulai dari laporan Triwulan-IV tahun 2009 dan laporan Triwulan 1 sampai dengan II tahun 2010. . • price assumption should be taken from Power Purchase Agreement with PLN.Implementing Procedures of Official Correspondence and Filing within Board of Commissioners. GCG Committee made a separate report starting 3rd quarter of 2010 except July 2010. . . HR Development Strategic Plan Observing the work progress until 2010 particularly the formation of Assessment Center.Penyiapan dan pemantauan pembentukan Komite GCG.BAKOM/X/2009 tentang Konarba dan GCG. Komite GCG telah menyiapkan laporan tersendiri dimulai Triwulan-III selain bulan Juli tahun 2010. c) developing performance-based KPI formula. This decision was followed up by the two Committees report covering 4th quarter of 2009 and 1st – 2nd quarter of 2010.Selecting Board of Commissioners Secretariat members .Melakukan Kajian Restrukturisasi Briket Batubara. . • Pemantauan Pelaksanaan Rencana Strategis Pengembangan SDM. Attending two Cross Committee Business Meetings. b) restructuring the organization including subsidiaries. • Asumsi harga yang digunakan sebaiknya PPA (Purchace Power Agreement) dengan PLN.Berdasarkan kajian yang dilakukan. 04/MBU/2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara pengangkatan dan pemberhentian Anggota Direksi BUMN. . Melakuan kunjungan kerja lapangan. 04/MBU/2009 on Requirements and Procedures of Appointing and Dismissing SOE Board Members.Dasar penyiapan pembentukan Komite GCG adalah surat keputusan (SK) nomor 13/SK/PT. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.Melakukan Kajian Proyek Peranap. Disamping itu mencermati adanya penyesuaian dalam pengembangan SDM antara lain: a) restrukturisasi profil SDM dari sisi usia dan kompetensi. c) pengembangan formula IKP berdasarkan kinerja pegawai.Studying Coal Briquette Restructuring .Preparing and monitoring the formation of GCG Committee . Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite • for 2011-2014 to conform to SOE Minister Decision No.The legal ground for setting up GCG Committee was Board of Commissioners Decision No.Based on the study the Committee recommended that restructuring be immediately carried out. b). • • • • Performing other assignments from Board of Commissioners . . restrukturisasi organisasi termasuk anak perusahaan.The Committee came up with the following findings and suggestions: • price reference used was not suitable. • Kurang sesuainya referensi harga yang digunakan. . .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 243 tahun 2011-2014berdasarkan pada SK Meneg BUMN no. Komite merekomendasikan agar restrukturisasi perlu segera dilaksanakan.Menyiapkan seleksi anggota Sesdekom. dengan butirbutir temuan antara lain.Implementasi konsep Peraturan Dewan Komisaris tentang Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK) di Lingkungan Dewan Komisaris PT BA. • • .Menyiapkan seleksi anggota Konarba. 13/SK/PTBAKOM/X/2009 on NR & GCG Committee. Komite mencermati adanya progres pencapaian program kerja sampai tahun 2010 terutama terbentuknya Assesment Center. • IRR should be recalculated. • Perlu mempertimbangkan ulang perhitungan IRR. .Reviewing Peranap Project .Selecting NR Committee members .

Duty and Responsibility BR Committee is responsible for giving independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. adalah sebagai berikut: 1. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. Meminimalkan risiko perusahaan yang mungkin terjadi di bidang pengembangan usaha. is set up to give independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. Komite KRU senantiasa mengingatkan dan merekomendasikan agar seluruh risiko utama Perseroan yang masuk kategori high dan extreme risk di kenali dan dimitigasi. Minimizing negative impact of the Company’s activities on the environment (physical. environment and post-mining area management. operasi produksi dan pemasaran. termasuk asuransi. Misi Komite Risiko Usaha : Memberikan masukan secara komprehensif dalam rangka: a. insurance. Risiko Usaha. dan Pascatambang. production and marketing. selanjutnya disebut Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. Tugas dan Tanggung jawab Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. further referred to as BR Committee. b. Business Risk and Post-Mining Committee to realize the corporate vision and mission. BR Committee consistently recommends that all high and extreme business risks be identified and mitigated. a. Visi dan Misi Komite Risiko Usaha sebagaimana dituangkan dalam Charter Komite Risiko Usaha PT Bukit Asam. Minimizing risks that may arise in business development. Mission: To give input with the purpose of: a. kimia dan sosial). Insurance. Risiko Usaha dan Pasca Tambang yang profesional dan independen untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan. termasuk asuransi. environment and post-mining area management. Business Risk and Post-Mining Committee Insurance. yang diterbitkan pada 28 November 2009. insurance. Meminimalkan dampak negatif dari kegiatan perusahaan terhadap lingkungan (fisik. 2. Vision: To be professional and independent Insurance. Business Risk and Post-Mining Committee. . Risiko Usaha dan Pascatambang (KRU) Komite Asuransi. Visi Komite Risiko Usaha : Menjadi Komite Asuransi. The vision and mission of BR Committee as stipulated in BR Committee Charter issued on 28 November 2009 are: 1.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 244 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Asuransi. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. chemical and social) 2.

cooperation between PTBA and PTKA (Indonesian Railway Company) and among PTBA.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 245 Tugas. The Committee is of the opinion business development projects such as railway development and TPP construction should be accelerated. regional and global term. Untuk meningkatkan produksi dan penjualan batubara maka pengembangan angkutan kereta api eksisting yang merupakan kerjasama antara PTBA dan PTKA. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidangnya. 01/SK/PTBA-KOM/2010 tanggal 3 Juni 2010. termasuk terhadap upaya PTBA dalam pengelolaan lingkungan secara fisik maupun sosial dan ekonomi serta pengelolaan pasca tambang. Ir. The duty. Faridha MSi Andi Novianto. Reviewing: Investment in Peranap Thermal Power Plant 2x10 MW • . serta rencana kerjasama antara PTBA. in environment and post-mining area management (physical. **) Kontrak sudah selesai pada bulan Maret 2010 Adapun tugas dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Komite Risiko Usaha. merangkap sebagai Komisaris Ir. social. PT Transpacific Railway Infrastructure and China Railway Engineering Corporation should proceed. Melakukan telaahan dan kajian terhadap investasi PLTU Peranap 2x10 MW. Independency and Composition of BR Committee BR Committee works independently. Asuransi dan Pasca Tambang sepanjang tahun 2010 dituangkan dalam bentuk Laporan Komite Risiko Usaha. terutama berkaitan dengan kondisi lokal perusahaan. dan bekerja untuk. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. economic). meliputi diantaranya: • • Evaluasi atas Laporan-laporan yang dikeluarkan Perusahaan Laporan dievaluasi untuk melihat faktor-faktor risiko yang dihadapi oleh Perseroan. responsibility and authority of BR Committee are elaborated in BR Committee Charter. Thamrin Sihite ME. To increase production and sales of coal. experienced and knowledgable in their respective fields. regional. KRU berpendapat bahwa proyek-proyek pengembangan usaha yang sedang dilakukan seperti pengembangan angkutan kereta api dan pembangunan PLTU masih perlu dipercepat realisasinya. dan global. set up by and accountable to Board of Commissioners. All Committee members are not related to any director. yang dibentuk oleh. SUSUNAN KRU PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: LOREM IPSUM DOLOR Ketua Anggota Dr. Tanggung Jawab dan Wewenang dari Komite Risiko Usaha dijabarkan secara rinci dalam piagam Komite Risiko Usaha (KRU Charter). Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. PT Transpacific Railway Infrastructure dan China Railway Engineering Corporation dapat segera dipacu. PhD Keterangan : *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. BR Committee reported its activities in 2010 in BR Committee Report that included: • • • Evaluating Company Reports Reports were evaluated to detect risks in local. Independensi KRU dan Susunan Anggota Komite KRU bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan.

Kertapati and Tarahan should be scrutinized to be consistent with longterm plan of enhancing coal efficiency and production. finansial. Evaluating Other Activities BR Committee evaluated TPP Independent Power Plant tenders. Mengingat nilai investasi untuk hal ini akan sangat besar. Melakukan telaahan dan kajian terhadap Perjanjian Jual Beli Batubara (PJBB) PTBA dengan PLN. Developing Production Infrastructure The Committee believes the program of developing production infrastructure in Tanjung Enim. Selain itu dalam meningkatkan penjualan perlu memperhatikan kemampuan infrastruktur. Air Laya and outside Air Laya. and a more comprehensive planning be made. skema bisnis dan time frame penyerahan excess power). Considering the sizeable investment. serta percepatan penyelesaian pembangunan PLTU Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite. KRU juga melakukan telaahan dan evaluasi terhadap kegiatan lainnya seperti Lelang IPP PLTU. memberikan masukan atas Drat RKAP Tahun 2011 dan lain-lain. termasuk dalam hal ini adalah penilaian kesiapan off taker (aspek regulasi. Kertapati. expecially when it comes from external sources. KRU merekomendasikan PJBB tersebut dimasukkan dalam RJPP dan RKAP. Infrastructure capacity should also be taken into consideration in boosting sales. sosial. termasuk dari aspek ekonomi.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 246 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • • • • • • KRU merekomendasikan beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan pembangunan PLTU dan kaitannya dengan rencana eksploitasi tambang adalah meliputi: (i) aspek administratif. • • • • • • BR Committee recommended the agreement be incorporated in the Company’s long-term plan and work program & budget. termasuk apabila akan mendapatkan sumber pendanaan yang akan berasal dari luar PTBA. teknis. Attending two Cross Committee Business Meetings Attending Education and Training Program Participation of Committe Head in ‘The Rising Power of Indonesia Incorporaed: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ conference in Jakarta. and to speed up TPP construction. KRU merekomendasikan agar dilakukan kajian komprehensif terhadap rencana keterlibatan PTBA dalam Proyek Tanjung Api-Api. KRU merekomendasikan peningkatan produksi di lokasi Tanjung Enim. dan Tarahan. Making Site Visits To Tanjung Enim Mining Unit including Tanjung Enim TPP 3x10 MW. . gave input and recommendation for 2011 work program and budget. Terkait dengan program pengembangan prasarana produksi yang berlokasi di Tanjung Enim. Sehubungan dengan rencana Kerjasama Proyek Tanjung Api-api. Yakni ke lokasi UP Tanjung Enim termasuk PLTU Tanjung Enim 3 x 10 MW. KRU berpendapat agar dikaji lebih mendalam dan selaras dengan rencana jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan produksi batubara. to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. Diantaranya partisipasi Ketua KRU pada konferensi ‘The Rising Power of Indonesia Incorporated: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ di Jakarta. (ii) aspek teknis dan (iii) aspek ekonomi. maka pendanaan proyek tersebut agar dikaji secara hati-hati. Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. agar didapatkan alternatif yang tidak memberatkan. dan lingkungan. Air Laya dan Non Air Laya. financing should be carefully studied. etc. sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. serta dilakukannya perencanaan yang lebih komperehensif. Recommendation was made to boost production of Tanjung Enim. Mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan berkelanjutan.

Sesuai dengan fungsinya. Perseroan menetapkan fungsi Sekretaris Perusahaan yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. Sekretaris Perusahaan menjamin ketersediaan informasi terkini. Pembinaan hubungan baik dengan stakeholder strategis. the Company establishes the function of Corporate Secretary who is directly accountable to President Director. khususnya pemegang saham. the Company must have reliable document and information management system to ensure compliance with capital market laws and regulations. yaitu sebagai liason officer. and compliance with the prevailing laws and regulations. yakni: sebagai liason officer. . Providing information for investors and other stakeholders (investor relations) • Fungsi utama Sekretaris Perseroan mencakup tiga bidang. Perseroan juga wajib memiliki tata laksana dokumen dan informasi yang baik untuk membantu memastikan kepatuhan Perseroan terhadap perundang-undangan dan peraturan pasar modal serta untuk mendukung akuntabilitasi pelaporan kinerja dan tanggung jawab Perseroan kepada stakeholder. compliance officer serta investor relations. particularly the shareholders. For this reason. Fungsi utama Sekretaris Perusahaan ada tiga. In general. and guarantee the accountability of the Company’s performance report to stakeholders. Corporate Secretary ensures that the most current. As a public company. Favorable relationship with strategic stakeholders. yang juga meliputi penyediaan Laporan Triwulan dan Laporan Tahunan. and periodically evaluating the performance of his/her duty. media massa dan masyarakat umum. akan sangat mendukung kelancaran bisnis dan pengembangan usaha Perseroan. The Company requires certain qualification of Corporate Secretary. Secara umum tugas Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut: • Mengikuti perkembangan dan peraturan-peraturan pasar modal serta memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal (investor relations). will promote the smooth operations and growth of the Company. Selain itu.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 247 SEKRETARIS PERUSAHAAN Sekretaris Perusahaan berperan besar dalam memperlancar hubungan antar Organ Perseroan. giving appropriate authority and resources. Memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan oleh setiap pemangku Kepentingan. the duty of Corporate Secretary is as follows: • • Keeping abreast of capital market development and rules. hubungan antara Perseroan dengan stakeholders serta dipenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. CORPORATE SECRETARY The Corporate Secretary plays a major role in facilitating communication among the corporate organs. analysts. analis. As the function requires. sebagai perusahaan publik. The information includes quarterly and annual financial reports. compliance officer serta investor relations. tepat waktu dan akurat mengenai Perseroan kepada para pemegang saham. punctual and accurate information regarding the Company is available for the shareholders. compliance officer and investor relations officer. Corporate Secretary has triple main function: as liason officer. Perseroan menetapkan kualifikasi khusus untuk pejabat Sekretaris Perusahaan. mass media and general public. relationship between the Company and its stakeholders. memberikan wewenang dan sumber daya yang memadai dan melakukan evaluasi berkala atas pelaksanaan tugasnya.

Achmad Sudarto has been the Corporate Secretary of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Investor Relations. Rincian Press Release yang pernah dilaksanakan oleh Perseroan adalah: Corporate Secretary is assisted by other functions under his/her coordination. Since July 2009. 83 (delapan puluh tiga) kali one on one meeting. and fostering good relationship with all other stakeholders besides shareholders. i. Tujuan dari penetapan kebijakan tersebut adalah untuk memastikan bahwa pengungkapan informasi Perseroan harus akurat serta dicatat. Perseroan telah mengadakan 14 (empat belas) kali conference call. In 2010. mitra Perseroan dan masyarakat. The objective of setting this policy is to make sure that information regarding the Company is disclosed accurately. 2 (dua) kali non-deal roadshow serta 2 (dua) kali kegiatan yang melibatkan wartawan. two non-deal roadshows and two events involving the journalists. BapepamLK and the public. compiled and reported over certain periods. dalam rangka memenuhi persyaratan azas keterbukaan dan pelaksanaan GCG. Perseroan telah mengeluarkan suatu kebijakan “Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta informasi orang dalam” dan kebijakan “Pengelolaan Dokumen/Arsip Perseroan”. recorded. Sekretaris Perusahaan kemudian dibantu oleh fungsifungsi lain di bawah koordinasinya.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 248 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • Memberi masukan kepada Direksi untuk mematuhi peraturan yang berhubungan dengan pasar modal Bertindak sebagai penghubung antara Perseroan dengan Bapepam-LK serta masyarakat. Komunikasi Perusahaan dan Kantor Perwakilan. media. serta membina hubungan baik dengan seluruh stakeholder lain di luar pemegang saham. The Company has set a policy on “Information Disclosure and Confidentiality. diolah. partners and public. Mulai bulan Juli 2009. 83 oneon-one meetings. and Insider Information” and “Document/ File Management” in an effort to abide by the transparency principle and GCG practice. • • Giving input to Board of Directors in complying with capital market rules and regulations Acting as liaison officer among the Company. among others the Government. Sepanjang tahun 2010. mass media. yaitu Hubungan Investor. dirangkum dan dilaporkan dalam jangka waktu tertentu. Corporate Communication and Representative Office. the Company conducted 14 conference calls. in accordance with the rules on disclosure of information. sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. yaitu antara lain Pemerintah. Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk dijabat oleh Achmad Sudarto. . processed.e.

.Panggilan RUPS tahunan Perseroan .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam Investasi PLTU $ 101 Juta”.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siap akuisisi 9.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 249 Kegiatan Keterbukaan informasi yang dilaksanakan oleh Perseroan. tahun 2010 Information disclosure events launched by the Company in 2010: BULAN Januari KEGIATAN .Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Direktur Bukit Asam bakal jadi tersangka” . . . Penyampaian dan Laporan Hasil Public Expose .Hasil RUPS Tahunan .Konfirmasi pemberitaan media Kontan mengenai PTBA kaji rencana Stock Split. .Perseroan mengikuti Non Deal Roadshow di USA tanggal 1-5 Nopember 2010.6 Miliar”.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA diminta akuisisi saham Freeport”. .Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu .1.Pembayaran Dividen Interim 2010.840 Miliar”.Konfirmasi pemberitaan Detik “BPK temukan anak usaha PTBA rugikan Negara Rp.Pemberitahuan Rencana Penyelenggaraan RUPS .36% saham Freeport”. . . .Pemberitahuan pergantian pejabat Senior Manajer Satuan Pengawas Intern.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam gandeng South Africa Synthetic”.Penyelenggaraan Public Expose.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Lanco Infratech jadi Mitra Bukit Asam” .Laporan Perseroan telah melaksanakan penjualan seluruh saham hasil pembelian kembali saham Perseroan. .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siapkan dana akuisisi Rp.Konfirmasi pemberitaan media DetikFinance “BUMN diminta lepas cucu usaha”.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam incar 30% saham railway” .Pernyataan tidak melakukan eksplorasi pada periode Sept 10 – Mar 10 .Konfirmasi berita Bisnis Indonesia “Indonesia Power kurangi pasokan batubara PTBA” .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA bersaing jadi mitra BHP Biliton” . . PARA PIHAK BEI Februari Maret BEI April BEI Juni BEI Agustus September BEI BEI Oktober November Desember BEI BEI BEI .Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Dugaan korupsi Bukit Asam.Laporan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham periode Januari – Juni 2010 .Pernyataan tidak melakukan eksplorasi periode Maret – September 2010 . . dua Direktur Bukit Asam akhirnya diperiksa Penyidik Kejagung” .

1.2. volume penjualan batubara naik 12% pada Triwulan III – 2010. Website Perseroan April Surat Kabar. .Volume penjualan batubara PTBA Semester 1 – 2010 naik 10%.Kontrak EPC dan O&M Proyek Railway “baru” kapasitas 25 juta ton/tahun ditandatangani. in Indonesian and English.Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Maret 2010.ptba. yang menyediakan informasi mengenai kinerja Perseroan.Laba bersih Rp. . PTBA jadi tuan rumah Indonesian Fire Rescue Challenge 2010. Surat Kabar.Harga jual batubara ke PLTU Suralaya untuk pasokan tahun 2010 disepakati menjadi Rp.co.id for further information on the Company. Website erseroan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 250 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Tabel Penerbitan Press Release Tahun 2010: BULAN Januari Maret TOPIK / SUBJEK .ptba.Pengumunan Laporan Keuangan per 30 Juni 2010. Pemegang saham dan masyarakat umum juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan Perseroan melalui situs http://www. Surat Kabar.-/ton. . volume penjualan batubara naik 10% pada Semester 1 – 2010.000. setiap tahun Perseroan menerbitkan laporan tahunan dalam dua bahasa.PTBA dan Pemprov Sumatera Selatan tandatangani Nota Kesepakatan Bersama Website Perseroan “Sumsel Siaga Bencana Berbasis Industri”. Surat Kabar.co. volume penjualan batubara PTBA Triwulan 1 naik 14%.685.5 juta ton.6% dan ke PLTU Bukit Asam naik 5. . . Each year the Company’s financial statements are published bilingually.PTBA Integrasikan Sistem Pasokan Batubara Surat Kabar. . . Website Perseroan Mei Juni Juli Agustus Oktober . to provide information on the Company’s business performance.PTBA bagikan dividen final tahun buku 2009 Rp. Laporan Tahunan Perseroan dan informasi lainnya dapat diperoleh di Sekretariat Perusahaan di Kantor Pusat atau Perwakilan Perseroan. Website Perseroan . Shareholders and the general public are welcome to visit our website http://www. . . Website Perseroan Surat Kabar.5%. total volume 5.Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Desember 2009. Website Perseroan Desember Selain itu.228 Triliun.id.Pengumunan Laporan Keuangan per 30 September 2010. PTBA dan PLN tandatangani Nota Kesepahaman pemasokan batubara kalori rendah sebesar 9 Juta Ton/Tahun MEDIA Website Perseroan Surat Kabar.Harga jual batubara PTBA ke PLTU Tarahan naik 8. .73 Triliun naik signifikan 60% pada tahun 2009. Annual Report and other information may be obtained from the office of Corporate Secretary in the Head Office or Representative Offices. yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

. Upaya pengembangan sistem pengawasan dan pengendalian yang dilakukan meliputi: a. antara lain mengenai kewenangan. verifikasi. pembagian tugas dan keamanan aset Perseroan. reconciliation. Pelaksanaan kajian dan pengelolaan risiko usaha. performance appraisal. c. analysing and managing business risk continuously.co. penilaian atas prestasi kerja.ptba.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 251 www. authority. identifying. Peningkatan lingkungan pengendalian internal yang disiplin dan terstruktur. Exercising control over every level and unit within the organization. b. menilai dan mengelola risiko usaha yang relevan secara berkesinambungan. Developing information and communication system covering the process of reporting of operating activities. Establishing a disciplined and structured internal control environment. d. The system development includes: a. associated with power. Reviewing. Melakukan aktivitas pengendalian pada setiap tingkat dan unit dalam struktur organisasi Perseroan. d. rekonsiliasi. job division and security of the Company’s assets. Meningkatkan dan mengembangkan sistem informasi Internal Audit and Control System The Management develops an effective internal audit and control system to safeguard the Company’s investment and assets. verification. meliputi proses untuk mengidentifikasi. b. menganalisis. financial condition and compliance with the law.id Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Manajemen mengembangkan sistem pengawasan dan pengendalian internal agar dapat berfungsi secara efektif untuk mengamankan investasi dan aset Perseroan. c. otorisasi.

maka SPI : a.).. konsultansi dan informasi mengenai aktivitas Satuan Kerja melalui Pimpinan Perusahaan. penilaian. b.). d and e are done with the involvement of Internal Audit Unit (IAU) Auditor Internal Auditor Internal bertindak sebagai Satuan Pengawasan Internal. IAU coordinates with IAU of the Company’s affiliates. As a working partner of External Auditor. recommendation. IAU is described as follows: a. Internal Auditor Internal Auditor serves as Internal Audit Unit (IAU).. evaluation.. SPI memastikan bahwa seluruh elemen Perseroan berperan dan bertindak sesuai tugas dan kewajibannya serta menindak lanjuti rekomendasi dari hasil temuan SPI. to relevant data and information associated with audit work. Kegiatan yang meliputi butir b dan c tersebut diatas dilaksanakan oleh satuan kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP).. elaborated in Risk Management System (see page . .LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 252 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report e.. Sistem Manajemen Mutu... rekomendasi. Environmental Management System and Work Safety and Health Management System (see page . untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas audit. b. Monitoring and evaluating the quality of internal control system and the involvement of internal audit function at every level and unit within the Company. including those of subsidiaries... SPI mempunyai wewenang memperoleh akses terhadap dokumen. Sistem Manajemen Lingkungan dan Sistem Manajemen K3 (Lihat uraian ”Sistem Manajemen Bukit Asam”). Activities under point c. c. dengan memberikan bantuan berupa analisa. consultancy and information through the management. pencatatan personal dan fisik kekayaan perusahaan di seluruh unit kerja perusahaan.. e. and act on IAU findings and recommendations. SPI merupakan unit kerja yang menjalankan fungsi pengendalian/pengawasan internal untuk membantu Manajemen dan Satuan Kerja lainnya didalam pencapaian pelaksanaan tugas dan kewajibannya. Quality Management System.. Sesuai Ikhtisar Piagam SPI (SPI Charter) PTBA yang ditandatangani bersama Direksi dan Komisaris PTBA. termasuk anak perusahaan.. dilaksanakan dengan melibatkan aktivitas Satuan Pengawasan Internal (SPI). IAU is a work unit that exercises internal audit and control function to assist the management and other work units to perform their duty. IAU has access to documents and records of company property in all work units. Under IAU Charter signed by Board of Directors and Board of Commissioners. . d dan e tersebut diatas. finansial dan ketaatan atas ketentuan dan peraturan yang berlaku. Melakukan pemantauan yaitu proses penilaian terhadap kualitas sistem pengendalian internal termasuk pelibatan fungsi internal audit pada setiap tingkat dan unit struktur organisasi Perseroan.. IAU ensures all elements of the Company work and act according to established duties and responsibilities. dan komunikasi yang meliputi proses penyajian laporan mengenai kegiatan operasional.. To perform efficiently IAU has to coordinate with Audit Committee. Activities under point b and c are carried out by Corporate Management System Work Unit. Sedangkan pelaksanaan kegiatan untuk butir c. providing them with analysis. dijabarkan masing-masing melalui pengembangan sistem diantaranya Sistem Manajemen Risiko (lihat uraian ”Sistem Manajemen Risiko”)...

The scope of IAU covers internal audit work. SPI Anak Perusahaan dan Yayasan Milik Perusahaan dalam bentuk koordinasi pelaksanaan audit dan bantuan teknis. To keep its professionalism. wewenang dan tanggung-jawab selengkapnya ada pada Piagam (Charter) Audit Internal. . SPI telah melakukan audit operasional di 8 (delapan) Satuan Kerja dan sesuai permintaan dan penugasan dari Direktur Utama. evaluasi efektifitas implementasi prinsip-prinsip GCG dan evaluasi efektifitas Manajemen Risiko. Auditor SPI harus mematuhi Kode Etik yang merupakan panduan peilaku dalam melaksanakan tugas audit yang mencerminkan tingkat profesionalisme auditor yang bersangkutan. Wibisana & Rekan. Ruang lingkup SPI meliputi Pengendalian Internal. e. SPI merupakan mitra kerja dari Auditor Eksternal. External Auditor The external auditor who audited the Company’s 2010 financial statements was appointed by AGMS by the recommendation of Board of Commissioners and Audit Committee. e. In line with Annual Audit Plan for 2010. Untuk kelancaran tugas. member firm of PriceWaterHouseCoopers. To guarantee the independency and quality of audit. SPI telah melakukan audit khusus di 5 (lima) Satuan Kerja. SPI harus berkoordinasi dengan Komite Audit. Pada tahun 2010 + 90 % rekomendasi yang telah disampaikan SPI dapat ditindak lanjuti oleh Auditee dan sisanya akan ditindak lanjuti pada tahun 2011. to audit and give its opinion on the Company’s financial statements for the year ending 31 December 2010. member Firm dari PricewaterhouseCoopers. In 2010 approximately 90% of IAU’s recommendations were acted on by auditees and the rest will be followed up in 2011. Full description of the role. Wibisana & Partners. Untuk menjaga profesionalitas Perseroan melakukan pemilihan Eksternal Auditor setiap tahun. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan April 2010 memutuskan menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja. d. on condition that one public accountant office performs audit only for three years in a row. subsidiaries and foundation in performing audit and providing technical assistance. Eksternal Auditor Eksternal Auditor yang memeriksa laporan keuangan Perseroan tahun buku 2010 ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berdasarkan rekomendasi dari Komisaris dan Komite Audit.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 253 c. Eksternal Auditor yang ditunjuk bertanggung jawab untuk menyampaikan opininya atas ketaatan laporan keuangan yang diaudit terhadap standar laporan keuangan yang berlaku. and as instructed by President Director. the Company selects external auditor every year. The appointed external auditor must give its opinion on the compliance of audited financial statements with the accounting standards generally applied. Untuk menjamin independensi dan kualitas hasil pemeriksaan Eksternal Auditor yang ditunjuk tidak boleh memiliki benturan kepentingan dengan setiap level pejabat Perseroan. d. special audit on five work units. SPI juga mempunyai hubungan dengan SPI Perusahaan Afiliasi. evaluating the effectiveness of GCG implementation and risk management. authority and responsibility of Internal Audit is written in Internal Audit Charter. Sesuai Rencana Audit Tahunan (RAT) 2010. IAU conducted audit on eight work units. AGMS in April 2010 resolved to appoint the Office of Public Accountant Tanudiredja. the appointed external auditor must have no conflicting interest with each level of the Company’s organ. untuk memeriksa dan menyatakan opininya atas laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. dengan ketentuan satu KAP hanya boleh melakukan audit secara berurutan maksimal 3 tahun. IAU Auditor should abide by the Code of Conduct in performing audit to reflect his/her professionalism. Uraian peran.

. CMS.. The vision of CMS is to become a reliable work unit in managing the Company’s business process by consistently implementing GCG principles to enhance corporate value. KAP yang sama ditunjuk untuk melakukan audit kinerja PTBA dengan biaya sebesar Rp. Wibisana & Partners to audit the Company’s financial statements.. Kegiatan Auditor Eksternal • Pada tahun 2010 BPK-RI telah melakukan Audit System Pengendalian Intern (SPI) PTBA. the management set up Corporate Management System Work Unit (CMS)... Appointment and Fee With the power conferred by AGMS. sudah termasuk PPN... Until the time of reporting. • Untuk audit yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP). In the organization structure..000. SMP bersama-sama dengan SPI dan Sekretaris Perusahaan langsung berada di bawah kendali Direktur Utama. pada tahun 2010 dilakukan jasa audit kinerja atas kegiatan Anak Perusahaan dan Project Kerjasama PTBA. Sedangkan Misi Satuan Kerja SMP adalah : • Meningkatkan kualitas tatakelola Perusahaan agar sesuai dengan prinsip-prinsip GCG untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan bagi Pemegang Saham dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya. Wibisana & Rekan melakukan audit atas laporan keuangan Perseroan. and Partnership and Community Development Program report.3 (tiga) KAP Tanudiredja. the same Public Accountant Office was appointed to audit PTBA performance at a cost of Rp .. miliar. The year 2010 was the third year for the Office of Public Accountant Tanudiredja. Visi dari Satuan Kerja SMP adalah : Menjadi Satuan Kerja yang terpercaya dalam mengelola proses bisinis Perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten. Apart from financial audit. • Mendorong terciptanya Kebijakan dan best practices/ standar kerja yang lazim berlaku baik secara nasional Corporate Management System Unit To strengthen internal audit and control system.095.050.000 plus out of pocket expenses for auditing consolidated financial statements of the Company for the year ending 31 December 2010.ditambah biaya “out of pocket” untuk jasa audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010 termasuk untuk audit PKBL. including VAT. • Creating work best practices of international and national standards under GCG principles. The mission of CMS is realized by: • Improving the quality of governance according to GCG principles for increased shareholder value and other stakeholders’ interest.050.. serta jasa audit umum (General Audit) untuk Laporan Keuangan PTBA. and general audit on the Company’s financial statements. the Board of Commissioners fixed an audit fee of Rp1.. IAU and Corporate Secretary are directly accountable to President Director.... Selain audit keuangan. saat ini masih dalam proses penyusunan draft Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Tim Audit BPK-RI. sehingga dapat meningkatkan nilai Perusahaan. Manajemen membentuk Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP)... Dalam struktur organisasi perusahaan.. External Auditor Activity • In 2010 the State Auditor audited the Company’s internal control system and to this day their report is still in process.095.. Performance audit by Public Account Office was performed on the Company’s subsidiaries and joint projects. Tahun 2010 tersebut merupakan periode ke.. such audit is still in progress and expected to be finalized end of February 2011 Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan Dalam rangka memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian internal di Perseroan. saat ini masih dalam pelaksanaan audit dengan target waktu penyelesaian Laporan Hasil Audit pada akhir Pebruari 2011.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 254 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Periode Penunjukan dan Honorarium Berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Komisaris telah menetapkan jumlah biaya Eksternal Auditor sebesar Rp1. .

Periodically. Meningkatkan budaya korporasi. CMS improves the operating system applied in each unit. Throughout 2010. 4 SML audits on 14 work units scope ISO 14001. CMS performed 24 audits. • Senantiasa melakukan improvement proses bisnis internal SMP. Selama tahun 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 255 • maupun internasional di Perusahaan yang sesuai dengan Prinsip-prinsip GCG. Secara periodik. covering 4 SMM audits on 15 work units scope ISO 9001. CMS monitors and evaluates the performance of each unit. yang kemudian disahkan menjadi pedoman. particularly in terms of system reliability and its association with performance. independency. Next. CMS is in charge of assisting President Director in developing. CMS jointly with would-be users first prepares GCG soft structure. SMP telah melaksanakan audit internal sebanyak 24 kali audit yang terdiri dari Audit SMM sebanyak 4 kali audit terhadap 15 Satuan Kerja Lingkup ISO 9001. Audit SM Lab sebanyak The strategies adopted by CMS are: • Building communication with Board of Directors and all Work Unit Heads to obtain the necessary information. mengarahkan. quality and time efficiency in performing audit. 4 SMK3 audits on 16 work units scope OHSAS 18001. • Working in cooperation with HR Work Unit for employee development and proficiency certification (especially Auditor) and optimal number of personnel. SMP akan melakukan perbaikan pada sistem operasional yang diterapkan pada masing-masing unit tersebut. terutama dari sisi keandalan sistem yang diterapkan dan hubungannya dengan kinerja. independensi. dan mengendalikan seluruh sistem manajemen yang diterapkan di perusahaan yang meliputi dan tidak terbatas pada: • Sistem Manajemen Mutu (SMM) • Sistem Manajemen Lingkungan (SML) • Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) • Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (SMM Lab) • Sistem Manajemen Risiko (SMR) • Sistem Manajemen Corporate Social Responsibility (SM CSR) • Sistem Manajemen Keamanan Pelabuhan (SMKP) • Sistem Manajemen Kinerja (SMK) • Sistem Manajemen Surat & Kearsipan Peranan SMP dalam peningkatan implementasi GCG adalah pertama menyiapkan/menyusun soft structure GCG bersamasama dengan unit yang akan melaksanakan. • Cultivating corporate culture. Audit SMK3 sebanyak 4 kali audit terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup OHSAS 18001. kualitas dan waktu penyelesaian pekerjaan/audit. • Bekerjasama dengan Satuan kerja SDM untuk meningkatkan kompetensi Pegawai dan mendapatkan sertifikasi keahlian (khususnya Auditor) yang diperlukan serta jumlah personil yang optimal. 2 SMM Lab audits on 3 coal laboratories scope ISO 17025.internal business process. Kemudian SMP melakukan pemantauan dan melaksanakan audit/evaluasi kinerja dari masing-masing unit. directing and controlling all management systems applied in the Company including but not limited to: • • • • • • • • • Quality Management System (SMM) Environment Management System (SML) Work Safety & Health Management System (SMK3) Laboratory Quality Management System (SMM Lab) Risk Management System (SMR) Corporate Social Responsibility Management System (SMCSR) Port Security Management System (SMKP) Performance Management System (SMK) Correspondence & Filing Management System In enhancing the implementation of GCG principles. Strategi Satuan Kerja SMP adalah : • Meningkatkan komunikasi dengan BOD dan Seluruh Kepala Unit/ Kepala Satuan Kerja untuk mendapatkan data informasi yang diperlukan. Audit SML sebanyak 4 kali audit terhadap 14 Satuan Kerja Lingkup ISO 14001. Tugas dari SMP adalah membantu Direktur Utama dalam mengembangkan. • Enhancing objectivity. • Continually improving CMS. which is subsequently formalized as guide. . 6 SMKP audits on 3 coal ports scope ISPS Code and 4 SMK audits on 31 work units scope Balance Scorecard. • Meningkatkan objektifitas.

Board of Commissioners’ Committee Charters. This was proven by the availability of Board Manual. In 2010 CMS finalized the establishment of SMBA. Pada tahun 2010 SMP telah melaksanakan pembangunan SMBA. suap dan sejenisnya serta aturan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan. During its evaluation work in 2010. SML ISO 14001:2004. Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa. as well as conflict of interest transactions. Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi system. etc. and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one management system called Bukit Asam Management System (SMBA). Audit SMKP sebanyak 6 kali audit terhadap 3 Pelabuhan batubara Lingkup ISPS Code dan Audit SMK sebanyak 4 kali audit terhadap 31 Satuan Kerja lingkup Balance Scorecard. Charter-charter untuk Komite di tingkat Komisaris. Sedangkan untuk implementasi Sistem Manajemen Risiko selama tahun 2010 telah dilakukan 4 kali monitoring terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup SMR berbasis AS/NZ 4360. CMS discovered that GCG soft structure was sufficiently implemented. Larangan pemberian dan penerimaan hadiah. CMS is currently revising some of the regulations to conform to the existing laws and regulations. Code of Conduct. SMP saat ini tengah melakukan revisi atas beberapa aturan tersebut dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan peraturan yang ada. GCG Code. SML ISO 14001:2004. the management formulated a policy to integrate SMM ISO 9001:2008. Manajemen mengeluarkan kebijakan untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. Code of Conduct. SMP berpendapat Soft Structure GCG di perusahaan sudah memadai. bribes. Sesuai dengan perkembangan kegiatan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2010. regulations on goods and services procurement. dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). To improve productivity and system efficiency. Whereas on Risk Management System. Hal ini berdasarkan kelengkapan aturan seperti Board Manual. GCG Code. gifts.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 256 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report 2 kali audit terhadap 3 Laboratorium batubara Lingkup ISO 17025. monitoring was done 4 times on 16 work units scope SMR on AS/NZ 4360. .

Peraturan Perseroan. to balance the interest of the Company and that of the stakeholders in accordance with GCG principles and sound corporate values. CODE OF CONDUCT The Company has finalized reviewing and revising the Code of Conduct. menyesuaikan kembali aturan di dalamnya dengan Pedoman GCG dan praktek-praktek lazim terkini. and violation of Code of Conduct.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 257 KODE ETIK Perseroan telah selesai melakukan kajian dan penyusunan kembali butir-butir ketentuan dalam Pedoman Kode Etik Perusahaan yang telah ada. • Individual Code of Conduct This is an explanation as to how individuals in the Company should act in communicating with others and behave in accordance with good ethics and common moral values. Pemberlakuan dilakukan melalui penerbitan SK Direksi. Perseroan berkeyakinan penerapan best practices GCG secara seimbang peningkatan integritas serta landasan moral yang tinggi akan lebih menjamin Perseroan agar terhindar dari risiko-risiko yang mengarah pada kegagalan korporasi. individu jajaran Perseroan maupun pihak lain yang melakukan bisnis dengan Perseroan. beretika dan bertindak sesuai kaidah-kaidah dan ketentuan yang berlaku. Sosialisasi Code of Conduct dan tata cara pelaporan atas ketidaksesuaian perilaku. the revised Code of Conduct was enacted by a Board of Directors decision. Tahun 2010. disertai pananda-tanganan lembar pernyataan seluruh pegawai untuk mentaati dan melaksakan butir-butir ketentuan yang terkandung dalam Code of Conduct tersebut. and imposition of penalty should be done effectively to all levels of the organization and stakeholders of the Company. • Etika Perilaku Individu. • Sosialisasi dan Pelaporan atas Pelanggaran. • Disseminating Code of Conduct and Reporting Violation Disseminating Code of Conduct and procedures of reporting misconduct. peraturan perundangan lainnya dan sanksi yang diterapkan. Etika Perilaku Individu merupakan penjelasan tentang bagaimana individu Jajaran Perseroan dalam berhubungan. Pedoman Kode Etik Perusahaan hasil kajian ulang tersebut telah diberlakukan dan disosialisasikan. Pokok-pokok Kode Etik Pada dasarnya Pedoman Kode Etik Perseroan mengatur halhal yang menjadi tanggung jawab Perseroan. yang pemicunya adalah “moral hazard” pada perusahaan finansial skala global di Amerika Serikat. We believe that GCG best practices. Main Points of Code of Conduct Basically. yang meliputi: • Etika Bisnis Perseroan. individuals of the organization and other parties doing business with the Company. Hal ini telah dibuktikan dengan terjadinya krisis finansial global tahun 2008 lalu. penyimpangan atas Code of Conduct. Pedoman Kode Etik merupakan salah satu tools Perseroan dalam meningkatkan integritas insan perseroan di setiap level. . accompanied by all employees’ signed statement of commitment to observe and put into practice the Code of Conduct. In 2010. Code of Conduct is one of the Company’s tools to enhance everybody’s integrity so as to apply GCG best practices to the utmost level. high integrity and good moral will save the Company from the risk of corporate failure. Etika Bisnis Perseroan merupakan penjelasan tentang bagaimana sikap dan perilaku Perseroan sebagai suatu entitas bisnis bersikap. agar penerapan best practices GCG menjadi maksimal. covering: • Business Code of Conduct The Company’s Business Code of Conduct gives directives as to how the Company should conduct its business with good ethics the way a business entity should. the Company’s Code of Conduct regulates all matters under the responsibility of the Company. This was proven by the global financial crisis in 2008 that was triggered by “moral hazard” within global scale financial companies in the USA. bersikap. beretika dan bertindak dalam upaya menyeimbangkan kepentingan Perseroan dengan kepentingan stakeholder sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan nilai-nilai korporasi yang sehat. other laws and regulations. Company Regulations. readjusting its provisions with GCG Code and the most current common practices. dilakukan secara efektif dan menyeluruh kepada Jajaran Perseroan dan stakeholder.

Jika diperlukan. iii). (ii). (ii). Dissemination is then followed by implementation. berkordinasi dengan Satuan Kerja Sumber Daya Manusia (SDM). (ii). This is a statement of understanding and readiness of all personnel to observe the Code of Conduct and respect any party assigned by the Company to be in charge of the implementation. and imposition of sanction in case of violation. Internal Control of the Company. Conflict of interest. maka hasil kajian dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai kebijakan dan peraturan Perseroan. (ix) Etika hubungan kerja. • • Implementation and socialization of Code of Conduct and Corporate Culture are tools in nurturing high integrity and good moral of people at every level in the organization. Langkah sosialisasi kemudian diikuti dengan implementasi yang disertai penerapan sangsi bagi pelanggaran yang Socialization of Code of Conduct Socialization is an important phase of upholding Code of Conduct. iv) Donating fund. • Statement of Compliance with Code of Conduct. If required. (vii) Employment. Benturan kepentingan (conflict of interest). (vi) Work safety. kesehatan kerja dan lingkungan hidup. baik pada masa orientasi maupun masa bekerja. Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi secara efektif dan menyeluruh dengan langkahlangkah sebagai berikut : • Melakukan sosialiasi Code of Conduct kepada seluruh Jajaran Perseroan.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 258 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Pernyataan Kepatuhan Code of Conduct. meliputi antara lain: (i) Integritas dan komitmen. (viii) Political involvement and (ix) Giving and receiving gifts. selaku penanggung jawab implementasi GCG. Compliance with the laws and regulations. findings from the review will be further embodied in rules and regulations of the Company. (v) Giving and receiving gifts (vi) Environment. (iv). (v) Insider trading. (ii). among others: (i) Target to be achieved by the management and employees. Sosialiasi Kode Etik Sosialisasi merupakan tahapan penting dari penerapan Code of Conduct. (vii) Ketenagakerjaan. (v) Pemberian dan penerimaan hadiah (vi) Lingkungan. Aturan pokok yang tercakup pada Etika Bisnis Perseroan yang memiliki aspek kritis terhadap jalannya operasional perusahaan antara lain: (i) Target yang harus dicapai oleh jajaran Manajemen dan Pegawai. Penyelenggaraan sosialisasi ini dilakukan oleh Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan. (iv). (vi) Menjaga keselamatan. Merupakan lembar pernyataan mengenai pemahaman dan kesediaan Jajaran Perseroan untuk mematuhi Code of Conduct Perseroan dan pihak yang bertanggung jawab atas implementasinya. iv) Pemberian donasi. and giving periodic refresher course. customers and partners. Sedangkan Etika Kerja yang harus dipenuhi oleh individu jajaran Perseroan. (viii) Etika hubungan dengan Stakeholders. To stimulate people . (vii) Citra perseroan. (vii) Corporate image. Internal Control Perseroan. (viii) Keterlibatan dalam aktivitas politik dan (ix) Pemberian dan penerimaan hadiah. (ix) Ethics of working relation. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. • Pengkajian secara berkala butir-butir aturan Code of Conduct dalam rangka pengembangan Code of Conduct lebih lanjut. (v) Insider Trading. Periodically reviewing the provisions of Code of Conduct for further improvement. Pelanggan dan Mitra Kerja dan melakukan penyegaran secara berkala • Melakukan evaluasi atas pencapaian atau pemahaman kepada Jajaran Perseroan. The Company is committed to effectively disseminating Code of Conduct by taking the following steps: • Disseminating Code of Conduct to all personnel. (iii) Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. (iii) Compliance with laws and regulations. Evaluating the accomplishment or understanding of the personnel. The main rules contained in Business Code of Conduct are critical of the conduct of the Company’s business. iii). (viii) Ethics of stakeholder relation. either during orientation or operating hours. health and environment. Information confidentiality. Kerahasiaan informasi. Work Ethics that should be upheld by every individual in the Company include: (i) Integrity and commitment.

These values are elaborated in work culture of Synergy. Sikap yang menganggap Pegawai sebagai rekan kerja untuk saling terbuka. employee performance appraisal at every level that affects promotion and remuneration will take into account employees’ track record in observing Code of Conduct. Budaya Perusahaan Perseroan memiliki sistem nilai yang dianut dan dijalankan guna membangun budaya perusahaan. Sikap selalu berpikir dan bertindak positif dalam melihat sesuatu hal untuk meraih hasil yang lebih optimal. Dengan berpikir POSITIF. Positif. Terbuka. yaitu Percaya. agar tercipta rasa kebersamaan dan memiliki di antara seluruh Pegawai. Professionalism and Faith. Beriman. Rasional dan Sadar Biaya & Lingkungan. Terbuka. The basic philosophy in building the value system is work ethos of Trusting. Rational and Conscious of Cost & Environment (TOPRC). to practice good ethics. Positif. Socialization is conducted by Corporate Management System Work Unit (CMS) being the unit responsible for GCG implementation. By thinking positive. reminding one another and acting gentlemanly. through three principal deeds: actively taking and giving truthful and accountable information. Sebagai insentif bagi penerapan kode etik yang baik. Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam budaya kerja “SiPrima” – Sinergi. The Company complements Code of Conduct with procedures of reporting and imposing sanction on violation of Code of Conduct. Positive. everybody in the Company will be wiser and able to solve problems with a clearer mind and remain enthusistic in every situation to act for the Company’s benefit. PTPRS dapat diuraikan sebagai berikut: • Percaya. Sikap saling mempercayai satu sama lain baik antara pimpinan dengan bawahan dan juga dengan sesama rekan kerja. dan bersikap satria. Positive Always think and act positive in judging things to reach optimum result. in coordination with Human Resource Work Unit. akan mempertimbangkan pula penilaian atas rekam jejak pegawai atas ketaatannya terhadap kode etik. yang berpengaruh terhadap promosi dan remunerasi. dilakukan. Filosofi dasar dalam membangun sistem nilai tersebut adalah sikap kerja “PTPRS”. • • . bersikap saling mengingatkan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 259 Penerapan dan Sosialisasi Kode Etik dan Budaya Perusahaan sebagai salah satu alat dalam meningkatkan integritas dan moral insan pada setiap tingkat Perseroan. maka penilaian kinerja pegawai di setiap level. saling memahami agar mampu bersinergi yang diwujudkan dalam 3 (tiga) tindakan pokok yaitu aktif memberikan dan menerima informasi yang benar dan bertanggung jawab. Open. Profesional. insan Perseroan akan lebih bijaksana karena dapat menyelesaikan masalah dengan pandangan yang lebih jernih serta tetap memiliki semangat untuk selalu memperbaiki apapun demi kepentingan perusahaan. Corporate Culture The Company has a value system that is adopted and implemented to build corporate culture. Open All personnel are colleagues who should be understanding and open to one another in order to work synergically. Perseroan melengkapi Panduan Kode Etik dengan Prosedur Pelaporan Pelanggan dan penerapan sangsi atas pelanggaran kode etik. TOPRC can be elaborated as follows: Trusting Trusting one another either between management and employees or among colleagues so as to foster sense of togetherness and sense of belonging.

Perseroan telah menyusun dan menetapkan serangkaian aturan kebijakan pokok operasional. tindakan dan pengendalian berlandaskan pada pola pikir yang objektif dan adil. Ini berarti setiap rencana. Professionalism and Faith can be described as follows: Work Hard: Employees always work enthusiastically and foster good teamwork spirit to create synergy. employees should work willingly and guided by a strong faith. action and management are based on objective and unprejudiced way of thinking. the Company establishes easy and simple procedures but protective of the identity of witnesses and investigators. This means every plan. Therefore.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 260 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Perseroan menetapkan prosedur yang mudah dan sederhana namun melindungi kerahasiaan identitas pelapor maupun penyelidik. mencakup di antaranya: Standard Policy The Company has compiled and formulated a series of standard operating policy to complement GCG Code. Pegawai bekerja secara profesional dan secara terus menerus melakukan perbaikan untuk mencapai operational excellence. Mampu memilah antara kenyataan dan perkiraan dalam membawa persoalan pada tempatnya. Menjaga kelestarian lingkungan adalah komitmen kita bersama. Bekerja Cerdas. Sadar Biaya dan Sadar Lingkungan. Work Willingly Employees realize that working is not a purpose but a means to worship God. Hal tersebut akan mencegah terjadinya praktekpraktek kecurangan dalam bekerja. untuk menunjang penerapan tata-kelola perusahaan yang baik. Menghargai setiap usaha yang dilakukan setiap individu untuk membantu melakukan efisiensi di semua lini serta menyadari apa yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan saat ini. • • Kebijakan Pokok Perseroan Sebagai pelengkap dan bagian atas Panduan GCG. which cover the following: . • Sedangkan Landasan Budaya kerja “SiPrima” diuraikan sebagai berikut: • Bekerja Keras. Pegawai menyadari bahwa bekerja bukanlah tujuan melainkan hanya sarana untuk beribadah kepada Allah SWT. Bekerja Ikhlas. • Rasional. To ensure the effectiveness of whistle blowing policy. and to be conscious of environment conservation as our commitment to think of the future and not just the present. Oleh karena itu dalam bekerja harus selalu ikhlas dan dilandasi iman yang kuat. Conscious of Cost and Environment Appreciating every effort made by everyone for efficiency in every line. Work Smart Employees work with professionalism and constantly improve work to reach operational excellence. Rational Able to distinguish between fact and assumption in handling things. Whereas the culture of Synergy. Pegawai senantiasa bekerja dengan penuh semangat dan membina kerjasama yang baik sehingga terciptanya sinergi dalam bekerja. This will prevent fraudulent practices from occurring at work.

.. Minimizing losses as a result of misconduct through early warning system. menetapkan prosedur pelaporan dan menetapkan dengan jelas jenis-jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan.. termasuk diantaranya: menyediakan media pelaporan pelanggaran (hot line.. the Company establishes procedures that will protect the identity of the witnesses and investigating officers. and Designing early warning system mechanism to anticipate any problem arising from misconduct. Rules and Procedures of Whistle Blowing Policy The Company sets a Whistle Blowing Policy purposes.) Conflict of Interest Transactions In an effort to prevent conflict of interest... Mengurangi kerugian yang terjadi akibat pelanggaran melalui deteksi dini. Transaksi Benturan Kepentingan Untuk menghindari terjadinya benturan kepentingan. email. Demi menjamin efektivitas pengawasan pelanggaran dan deteksi dini tersebut. kotak pos khusus).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 261 Aturan dan Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) Perseroan telah memberlakukan kebijakan serta Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) untuk berbagai tujuan. (Full description of risk management is presented in Risk Management section page . halaman . The system is continually developed to anticipate possible risk and to mitigate existing risk. Perseroan kemudian menetapkan halhal pokok yang terkait. (Uraian Pengelolaan Risiko selengkapnya ada pada bagian Manajemen Risiko. dengan membentuk unit kerja khusus yang menangani hal tersebut serta dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan standar manajemen risiko yang menjadi acuan.. setting reporting procedures and defining types of misconduct that may be reported. special mailbox). dan Mempersiapkan mekanisme deteksi dini (early warning system) atas kemungkinan terjadinya masalah akibat suatu pelanggaran. the Company took the necessary measures including providing misconduct reporting media (hotline. Pengelolaan Risiko Perseroan telah mengembangkan sistem pengelolaan risiko secara terintegrasi di tingkat korporasi dengan melibatkan masing-masing satuan kerja. maka Perseroan menetapkan prosedur yang mampu menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan petugas investigasinya.. including: for various • • • • • Creating a conducive climate to encourage people to report any misconduct that may result in financial or non-financial losses (that may tarnish the Company’s image). email. the Company adopts the following policy: • Members of Board of Commissioners and Board of Directors must disclose their shareholding in the Company or other companies in a special register as . To encourage people to report. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan... s/d . Risk Management The Company establishes an integrated risk management system at the corporate level involving every work unit... Developing risk management system is part of the Company’s long term strategy by forming special work unit to handle this matter systematically in accordance with the risk management system. Sistem Manajemen Risiko yang ada selalu dikembangkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dan mengeliminasi risiko yang ada untuk mencapai tujuan Perseroan.... Untuk mendorong keberanian saksi pelapor. ).. diantaranya: • Menciptakan iklim kondusif dan mendorong pelaporan pelanggaran yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun non finansial (hal-hal yang dapat merusak citra Perusahaan). Perseroan menetapkan prinsip-prinsip kebijakan sebagai berikut : • Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi harus mengungkapkan kepemilikan saham di Perseroan atau To ensure the effectiveness of misconduct control and early warning system.

Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. selling or retaining the Company shares. individu jajaran Perseroan yang memiliki akses informasi material yang belum dipublikasikan secara luas dilarang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya dengan mengungkapkan informasi dimaksud kepada pihak tertentu untuk digunakan sebagai dasar membeli. Accountable. accountability. independency and fairness. • . yang berarti semua karyawan dapat mengetahui ukuran apa saja yang dinilai sehingga yang bersangkutan secara mandiri dapat memperkirakan hasil penilaian kinerjanya dan dapat dibandingkan dengan hasil penilaian kinerja oleh Perseroan. Akuntabilitas. free from any influence and pressure by others to allow objective decision making when it comes to transactions with conflict of interest. It stipulates that the Company abides by the prevailing laws and regulations regarding insider information particularly with respect to access to delicate and confidential information. Transaksi orang dalam (Insider Trading) Aturan mengenai transaksi orang dalam diatur dalam Panduan Kode Etik. allowing employees to know what aspects are appraised so they can independently appraise their performance and compare it with the appraisal made by the Company. Every member of the Company must not take advantage of their position for personal gain or othes’ benefit that may harm the interest of the Company. According to the Code of Conduct. yang berarti manajemen kinerja dijalankan oleh unit kerja yang mampu melaksanakan dengan baik This way. independensi serta kewajaran. all elements of the Company may be free from domination by others.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 262 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • di perusahaan lain dalam daftar khusus sebagaimana dipersyaratkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sistem penilaian kinerja diupayakan agar: • Transparan. anyone within the organization who has access to undisclosed material information should not abuse his/her position and authority to divulge such information to any party for the purpose of buying. Aturan tersebut menyatakan bahwa Perseroan memegang teguh peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai informasi orang dalam khususnya dalam hal akses informasi yang sensitif dan bersifat rahasia. Every member of the Company must avoid economic interest in the Company that may cause financial conflict of interest. Manajemen Kinerja Perseroan menerapkan sistem manajemen kinerja yang dikembangkan berdasarkan prinsip transparansi. menjual atau menahan saham Perseroan. bebas dari segala pengaruh dan tekanan pihak lain sehingga pengambilan keputusan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan dapat dilakukan secara obyektif. Every member of the Company must not use material and confidential information for personal gain or others’ benefit that may harm the Company. Setiap individu Jajaran Perseroan sebaiknya menghindari kepentingan ekonomi dalam perusahaan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan ekonomi. akuntabilitas. which means performance management is handled by work units that are able to handle it well based on measured criteria. The performance management should be Transparent. Sesuai Panduan Kode Etik. Dengan demikian seluruh elemen Perseroan dapat terhindar dari dominasi oleh satu pihak terhadap pihak lainnya. • • • required by the law. Performance Management The Company implements performance management system which is based on principles of transparency. Insider Trading The Company has set the rules on insider trading as stipulated in Code of Conduct. Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang menggunakan informasi penting dan rahasia bagi kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan.

allowing performance management to be objectively appraised and according to established criteria without any influence or pressure. Transaksi Afiliasi Transaksi dengan pihak-pihak terafiliasi tersebut akan selalu dilakukan berdasarkan prinsip kesetaraan (arms length relationship) sehingga tidak merugikan kepentingan pemegang saham minoritas serta Perseroan. Perseroan selalu mengungkapkan transaksi dengan pihakpihak terafiliasi secara wajar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jaminan kualitas produk dan jasa merupakan hasil dari serangkaian kegiatan proses produksi yang sesuai dengan standar internasional yang dilakukan pada setiap kegiatan Usaha Energi berbasis Batubara. yang berarti manajemen kinerja dikembangkan berdasarkan target kinerja yang dapat dicapai. Pelaksanaan manajemen kinerja ini didukung oleh penerapan tools Balanced Scorecard dan pengukuran Key Performance Indicator (KPI) yang dilakukan setiap triwulan dan tahunan. transporting and trading. post-mining down to energy generating activities. kegiatan pengangkutan dan perdagangan. mulai dari tahap penyelidikan umum.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 263 Manajemen Kinerja diterapkan dengan dukungan balanced scorecard dan pengukuran key performance indicator yang dilakukan secara periodik. Giving and Receiving Gifts Gift is defined as any form of present given by the Company and its personnel to certain parties with a purpose of influencing such parties to benefit the Company unfairly. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) periodically. dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang jelas/terukur. kegiatan pascatambang hingga pengusahaan pembangkitan energi. Fair. High quality of product and services is achieved as production process is in accordance with international standards applied in every stage of coal-based energy business. yakni penilaian terhadap manajemen kinerja dilakukan secara objektif dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang telah ditetapkan tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun. • Manajemen Mutu Perseroan menerapkan sistem manajemen mutu terpadu tentang pengendalian kualitas produk dan jasa yang dihasilkan oleh Perseroan. Receiving gift . Independen. The Company always fairly discloses affiliated transactions in accordance with the law. Pemberian dan Penerimaan Hadiah Pemberian hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk pemberian oleh jajaran Perseroan kepada pihakpihak tertentu dengan maksud mempengaruhi pihak-pihak Independent. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) quarterly and annually. Quality Management The Company establishes an integrated quality management system for product and services quality control. Affiliated Transactions Transactions with affiliated parties are always made on arm’s length relationship principle so as to protect the interests of the Company and minority shareholders. starting from general research. meaning performance management is developed based on reachable performance target. • Wajar.

adil/ tidak diskriminatif serta akuntabel. giving or receiving presents are prohibited by the Company. E-procurement and e-auction system has been installed to support procurement in the spirit of good corporate governance. efficient. transparent.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 264 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Pemberian maupun penerimaan gratifikasi dilarang agar proses pengambilan keputusan oleh seluruh jajaran dalam Perseroan tidak terpengaruh. The system should be • • • • Implemented consistently. efficient. Kewajiban untuk menghindari transaksi benturan kepentingan dan transaksi afiliasi oleh segenap Jajaran Perseroan dalam sistem pengadaan barang dan jasa. transparan. Able to prevent conflict of interest and affiliated transactions by the personnel in procuring goods and services. kecuali jika pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan secara khusus oleh Perseroan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Goods/Services Procurement Goods and services procurement is carried out by fair competition as governed by the law and in a manner that is effective. terbuka dan bersaing. transparan. Pada prinsipnya pemberian maupun penerimaan hadiah dilarang oleh Perseroan. competitive. tersebut agar dapat menguntungkan Perseroan di luar batas-batas kewajaran. adil/tidak diskriminatif serta akuntabel . Assessed periodically with respect to system adequacy to ensure compliance with effective. is defined as any form of receipt by the Company and its personnel from certain parties to influence the decision of the Company to favor the present giver. Langkah kebijakan yang dilakukan: • • Diimplementasikan secara konsisten . terbuka dan bersaing. Pengadaan Barang/Jasa Proses pengadaan barang dan jasa diupayakan melalui persainganyangsehatsesuaidenganperaturandanperundangundangan yang berlaku dengan menjunjung prinsip-prinsip efektif dan efisien. fair/indiscriminative and accountable principles. Dikaji secara berkala mengenai kecukupan sistem pengadaan yang ada agar terpenuhi prinsip-prinsip efektif dan efisien. . Penerimaan hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk penerimaan oleh Jajaran Perseroan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan maksud mempengaruhi keputusan Jajaran Perseroan yang menguntungkan si pemberi hadiah. competitive. fair/ indiscriminative and accountable. Giving or receiving gifts is prohibited so as not to influence decision making by the personnel. In principle. Pengembangan sistem pengadaan melalui sistem e-procurement dan e-auction dikembangkan dalam rangka mengimplementasikan prinsipprinsip GCG. except when done in accordance with specific rules set by the Company or with the prevailing laws and regulations. transparent.

akurat. dapat dibandingkan dan tepat waktu serta mudah diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. and timely disclosure of material and relevant information regarding business performance. IMPLEMENTATION OF GCG BASIC PRINCIPLES The Company is always consequent in implementing GCG basic principles throughout its business operations. Perseroan memberi kewenangan kepada Sekretaris Perusahaan beserta jajarannya untuk menjalankan tugas dan perananya menerapkan asas Transparansi ini. Example: Publicizing quarterly and audited annual financial report & performane report. and disclosing material business expansion plan. financial condition and other particulars of the Company accessible to stakeholders. accurate.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 265 Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta Informasi Orang Dalam Perseroan menyediakan dan memberitahukan informasiinformasi yang harus segera disampaikan kepada shareholder maupun stakeholder lainnya dalam rangka proses pengambilan keputusan yang cepat. Confidential information should not be disclosed. memadai. comparable. PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP DASAR GCG Perseroan senantiasa berupaya menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara konsekuen dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. Disclosure. Confidentiality and Insider Information The Company promptly disseminates information to shareholders and other stakeholders in order to make quick decision. customers and work partners as stipulated by the law. . Implementation of Transparency Principle The Company ensures clear. One of the media for exercising disclosure is the Company’s official website. This transparency principle does not prejudice the Company’s obligation to protect the confidentiality of information pertaining the Company. kecuali melalui otoritas khusus oleh Dewan Komisaris dan Direksi. The Company gives mandate to Corporate Secretary and his/her staff to uphold this transparency principle. Salah satu media untuk melaksanakan keterbukaan informasi Perseroan ini adalah melalui official website Perseroan. Penerapan asas Transparansi Perseroan menjamin pengungkapan informasi materil dan relevan mengenai kinerja. adequate. Hal ini dapat dijelaskan pada uraian singkat mengenai penerapan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut. These policy guidelines are the basic rule for the Corporate Secretary’s activities. Pengaturan mengenai informasi yang sensitif dan rahasia diatur lebih lanjut dalam kebijakan Tata Laksana Surat dan Kearsipan. except by specific authority given by the Commissioners and Directors. Kebijakan-kebijakan tersebut melandasi akivitas Sekretaris Perusahaan. Prinsip keterbukaan ini tidak mengurangi kewajiban untuk melindungi informasi rahasia mengenai Perseroan dan Pelanggan serta Mitra Kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. The following describes briefly the implementation of GCG basic principles. Contoh: Laporan Keuangan & Laporan Kinerja Triwulanan dan Tahunan (Audited) yang disampaikan kepada Publik. Sedang informasi yang bersifat rahasia tidak boleh disampaikan. kondisi keuangan dan informasi lainnya secara jelas. Delicate and confidential information is regulated further in Letters and Files Handling Procedures.

. Penerapan asas Akuntabilitas Perseroan menjamin kejelasan fungsi. Group Accountability This is a collective accountability that is attached to a group for its performance and achievement. which are: • • • • • • Individual Accountability This accountability is associated with the reciprocal relationship between management and subordinates. pengukuran kinerja (KPI) untuk kinerja Korporat yang dilakukan per triwulan dan tahunan. kelompok dan korporat. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. and work unit performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. Contoh: Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai yang dilaksanakan setiap semester. pelaksanaan dan pertanggungjawaban setiap level jajaran Perseroan yang memungkinkan pengelolaan Perseroan terlaksana secara efektif. and corporate performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. Implementation of Accountability Principle The Company ensures the clarity of every level function. Akuntabilitas yang melekat kepada Perseroan secara menyeluruh dalam menjalankan aktivitas bisnisnya sesuai Anggaran Dasar Perseroan. Corporate Accountability Accountability that is inherent in the Company as a whole in conducting its business activities according to the Articles of Association. terdapat pengukuran kinerja (KPI) satuan kerja yang dilakukan pengukuran per triwulan dan tahunan. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. performance and accountability to allow effective management of the Company. penyampaian rencana pengembangan Perseroan yang material. Akuntabilitas Korporat. Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban seseorang atau organ kerja Peraseroan yang berkaitan dengan pelaksanaan wewenang yang dimilikinya dan/ atau pelaksanaan tanggung jawab yang dibebankan oleh Perseroan kepadanya. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. Akuntabilitas yang melekat kepada kelompok yang harus ditanggung bersama atas kondisi dan kinerja yang tercapai. Example: Employee performance appraisal made every semester. The Company introduces three levels of accountability. Akuntabilitas Kelompok. Accountability refers to the obligation of an individual or a work unit which is related to the exercise of authority and/or performance of duty mandated by the Company. Akuntabilitas yang melekat kepada hubungan antara pimpinan dengan bawahan dan berlaku kepada kedua belah pihak. Perseroan memperkenalkan 3 (tiga) tingkatan akuntabilitas kepada jajarannya. yakni: • Akuntabilitas Individu.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 266 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Perseroan menerapkan tiga tingkatan akuntabilitas: akuntabilitas individu. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan.

LAIN-LAIN Rencana. Implementation of Fairness Principle The Company applies equality principle by giving equal treatment to all stakeholders with respect to their right and obligation. mutual respect for the right. wewenang serta tanggung jawab masing-masing pihak. The Company plans to conduct bench marking of Code of Conduct practice in the Company with the same practice in overseas as well as domestic counterparts. Implementation of Independency Principle Independency principle is applied by writing up and enforcing Code of Conduct. Perseroan membuka akses informasi kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan sumbang-saran bagi kemajuan Perseroan. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan pegawai. Tanggung-jawab terhadap karyawan. Implementation of Responsibility Principle Responsibility principle is applied through consistent compliance with laws and regulations. peningkatan kompetensi dan pemberian paket remunerasi yang sebanding dengan kinerjanya. Penerapan asas Kewajaran / Fairness Perseroan menerapkan asas kesetaraan dengan memperlakukan seluruh stakeholder secara berimbang antara hak dan kewajiban (equal treatment) yang diberikan kepada dan oleh Perseroan. sebagai mitra strategis utama perseroan. group. termasuk pengaturan seluruh transaksi maupun rencana investasi yang mengandung atau berpotensi mengandung benturan kepentingan (conflict of interest).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 267 Penerapan asas Responsibilitas Prinsip pertanggung-jawaban diterapkan dengan senantiasa menerapkan dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. gender and physical condition. Dengan pengaturan ini diyakini seluruh bagian Organ Perseroan akan melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan mengutamakan independensi dan obyektifitas serta saling menghormati hak. golongan. obligation. . Selain itu dalam pelaksanaan prinsip kesetaraan. kewajiban. ras. authority and responsibility of respective parties. OTHERS Plans Relevant to GCG Practice In relation to GCG implementation in 2010. tugas. to improve GCG practice in the future the Company will take further actions in 2011. Responsibility towards employees as the Company’s major strategic partners is carried out through guiding. dan kondisi fisik. duty.Rencana Terkait Praktek GCG Menindaklanjuti program kerja terkait penerapan praktek GCG yang telah dilaksanakan tahun 2010. berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku. career development and performance regardless of ethnicity. in implementing equality principle. performance of reciprocal obligation with business partners. melaksanakan kewajiban timbal-balik terhadap para mitra bisnis dan merancang serta melaksanakan program tanggungsosial perusahaan. maka Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah lanjutan di tahun 2011 sebagai berikut. the Company gives equal opportunity in recruitment. developing and providing performance-based remuneration package. In addition. untuk meningkatkan penerapan praktek GCG. and regulating all transactions and investment plans with potential conflict of interest. agama. gender. The Company provides access to information for all stakeholders to allow them to give suggestion for the benefit of the Company. good management of post-mining area. race. dilaksanakan melalui pembinaan. Perseroan berencana melakukan bench-marking atas pelaksanaan Code of Conduct yang telah disosialisasikan kepada seluruh jajaran perusahaan dengan praktek serupa di berbagai perusahaan yang setara baik di dalam maupun diluar negeri. Penerapan asas Independensi Prinsip independensi ini diterapkan dengan penyusunan dan penerapan code of conduct. religion. By regulating these aspects it is believed that all corporate organs will function well and put great emphasis on independency. objectivity. as well as devising and carrying out corporate social responsibility program. mengelola lingkungan bekas tambang dengan baik.

the Company will embark on internalizing and socializing GCG to all stakeholders. Setelah menyelenggarakan workshop untuk General Manager. Later. For this purpose. Perseroan juga berencana memfasilitasi dilakukannya evaluasi implementasi praktek GCG oleh pihak eksternal yang berkompeten dibidangnya. a set of rules and policies to ensure the unit functions in a fair.e. Perseroan juga akan melengkapi unit ini dengan soft structure. and employee refresher courses on GCG and Code of Conduct practice. yakni serangkaian peraturan dan kebijakan yang menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya secara adil. the Company will set up WBS Team and the organization structure. lengkap dengan organisai. After conducting workshops for General Manager. the Company will facilitate the evaluation of GCG practice by external qualified parties.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 268 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Menindak lanjuti telah selesainya penyusunan ”Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran” (Whistle Blowing System). Perseroan akan memulai langkah internalisasi dan sosialisasi GCG kepada seluruh stakeholder. Untuk mendapatkan bench-marking dan second opinion atas penilaian penerapan praktek GCG. Untuk menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya. pelaporan secara reguler dan review atas penerapan GCG serta melakukan assessment implementasi GCG di PTBA. Perseroan berencana melibatkan kerjasama dengan media luar yang independen dalam memberitakan program dimaksud. report. For an effective performance of this unit. The system is on a par with the accredited SMM ISO 9001:2008. For getting benchmarking and second opinion on GCG implementation. Untuk mendapatkan feed-back bagi perbaikan praktek GCG di tahun-tahun mendatang. Untuk maksud tersebut. the expanding business environment and scope have prompted the Company to seek and develop an international standard efficient and effective operating system. and adequate infrastructure. SML ISO 14001:2004 and SMK3 OHSAS 18001:2007. . Senior Manager dan Manager serta melakukan sosialisasi praktek GCG maupun kepatuhan terhadap code-of conduct untuk semua Pegawai (refreshment). GCG self-assessment will be exercised by people within the organization. Agar proses internalisasi dan sosialisasi kepada seluruh stakeholder ini berjalan efektif. i. uraian tugas dan spesifikasi personil unit SPP/WBS. Sistem manajemen hadir dengan latar belakang adanya kesejajaran dalam implementasi standar operasi terakreditasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 dengan Sitem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001:2004 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Kecelakaan Kerja (SMK3) Bukit Asam Integrated Management System Since 16 July 2010 PTBA has implemented Bukit Asam Integrated Management System (SMBA). internally as well as externally. Perseroan berencana melaksanakan pelatihan self assesment GCG. Additionally. transparan dan akuntable. selain seleksi kandidat petugas yang dilakukan dengan hati-hati Perseroan akan membekali personel di unit ini dengan serangkain pelatihan dasar maupun lanjutan dan menyediakan prasarana yang memadai. the Company will regularly monitor. review and assess GCG implementation in the Company. To get feedback for future GCG practice improvement. the Company plans to carry out GCG self-assessment training. Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi PTBA saat ini (sejak 16 Juli 2010) telah menerapkan Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi. baik internal maupun eksternal. For internalization and socialization to be effective. Perseroan akan segera membentuk unit pelaksana berupa Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP) /Whistle Blowing System (WBS). but it will also equip the personnel of this unit with basic to advanced training. dinamakan SMBA. job description and personnel specification. Following the completion of Whistle Blowing System (WBS). Langkah ini akan ditindak lanjuti dengan pelaksanaan self assessent praktek GCG oleh pihak internal Perseroan. Senior Manager and Manager. not only will the Company carefully select the candidates. The Company will establish soft structure. transparent and accountable manner. Perseroan akan melakukan monitoring. the Company plans to involve external independent media in publicizing the program.

maka Perusahaan memandang perlu untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. the Company deemed it necessary to integrate SMM ISO 9001:2007. The system was built up with the aid of a competent consultant. work safety and health. dengan menerapkan SMBA. elimination of document duplication. Berdasarkan latar belakang tersebut. Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Against this backdrop. reduction of audit frequency. dan dipersiapkan sejak tahun 2009. environment. lingkungan. prevention of conflict in system application. hilangnya duplikasi dokumentasi. SMK3 Management System is integrated Individual certification agency Certification Agencies merged are . SMBA interaction with the previous accredited operations management system and the prevailing laws and regulations is as follows: Current Condition Alteration SMM. SML ISO 14001:2004 and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one single management system. mengurangi jumlah audit. Selain itu perkembangan lingkungan usaha dan lingkup kegiatan Perseroan yang dinamis membuat perusahaan harus mencari dan mengembangkan sistem operasional yang effisien. The Company has benefitted from SMBA in many ways. improvement of system productivity. efektif dan diakui secara internasional. Pengembangan SMBA telah melalui berbagai tahapan. ada banyak manfaat yang dapat diperoleh. Adapun gambaran interaksi SMBA dengan sistem manajemen operasional terakreditasi sebelumnya dan peraturan perundangan yang berlaku adalah sebagai berikut. Bagi Perseroan. SMBA development has gone through various stages since 2009. SML ISO 14001:2004. peningkatan produktivitas sistem. accompanied by training and socialization with ample time to make sure the system can be implemented without significant obstacle and resistance. untuk meyakinkan sistem dapat diimplementasikan tanpa hambatan dan tanpa resitensi yang berarti. including less complicated business process in relation to quality. Penyusunan sistem dilakukan dengan melibatkan konsultan yang kompeten diikuti dengan proses pelatihan dan sosialisasi sitem dengan tenggat waktu yang memadai. dan K3 lebih simpel. SML. melingkupi diantaranya: peta bisnis yang terkait aspek mutu. Perseroan juga melakukan proses bench-marking terhadap perusahaan sekelas yang menerapkan sistem sejenis.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 269 OHSAS 18001:2007. A benchmarking was also done with the Company’s equals who use the same system. dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). and reduction of cost due to more efficient usage of resources. menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem dan potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien. called Bukit Asam Management System (SMBA).

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 270 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Interaksi Acuan Sistem Manajemen Bukit Asam Interaction of Bukit Asam Management System UNDANG-UNDANG LAWS PERATURAN PEMERINTAH GOVERNMENT REGULATIONS KEPUTUSAN MENTERI MINISTER DECREES PERATURAN GUBERNUR GOVERNOR REGULATIONS PERATURAN BUPATI REGENT REGULATIONS ISO 9001: 2008 ISO 14001: 2004 OHSAS 18001: 2007 SMK3 Tiga Standar mempunyai persyaratan/ klausul yang sama 3 standards with similar terms/clauses SML SMM Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Matrix of effects of management system alteration before and after SMBA application is given below: Kondisi Saat Ini Current Condition SMM. SMK3 Badan Sertifikasi masing-masing Individual certification agency Sertifikat masing-masing Individual certificate Pedoman di masing-masing sistem Manual in each individual system Kebijakan di masing-masing sistem Policy in each individual system Sasaran di masing-masing sistem Target in each individual system Prosedur di masing-masing sistem Procedues in each individual system Prosedur operasional Operating procedures Perubahan Alteration Sistem Manajemen disatukan Management System is integrated Badan Sertifikasi menjadi satu Certification Agencies are merged Tetap/tidak berubah No change Pedoman disatukan Manuals are integrated Kebijakan disatukan Policies are integrated Tetap/tidak berubah No change Prosedur Manajemen disatukan Management procedures are integrated Tetap/tidak berubah No change . SMK3 SMM. SML. SML.

yakni menyangkut izin operasional dan tumpang tindih lahan. Untuk mencapai tiga hal pokok tersebut. the safety and well-being of employees and assets should be taken care of to prevent injuies. Operating Licence In February 2010. Izin Operasional Pada bulan Pebruari 2010. • More effective system application will result in: . Lingkungan. environment. karena izin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.reduction of cost due to more efficient usage of resources. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi anak perusahaan. The Company is still in discussion with various government agencies. Perkara yang melibatkan Perseroan Hingga akhir tahun 2010 Perseroan menghadapi 2 dua perkara hukum. The advantages of an integrated management system are: • less complicated business process in relation to quality. damages and losses. seluruh pimpinan dan pegawai sadar dan berkomitmen menjalankan SMBA sehingga menjamin terciptanya Budaya Mutu. including the SOE Ministry and Forestry Ministry. the Company decided that it was essential to guarantee product quality as a key to achieving business sustainability. termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan.improvement of system productivity. Selain itu. • reduction of internal as well as external audit frequency. masalah K3 dari Pegawai dan Peralatan/Aset merupakan salah satu kebutuhan utama dan wajib diadakan oleh Perusahaan untuk mencegah kerusakan dan kerugian. Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan Cases Involving the Company Until yearend the Company was still facing two lawsuits related to operating licence and overlapping concession area. untuk meningkatkan produktivitas. the Indonesian Police suspended the operations of our subsidiary. work safety and health. untuk menyelesaikan masalah ini. environment and WSH culture in reaching corporate goal. Perseroan berkomitmen melaksanakan good mining practice guna mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui community development. Perseroan menetapkan bahwa Mutu Produk adalah salah satu kinerja utama yang harus dicapai yang merupakan penentu kesinambungan bisnis perusahaan. to find solution to this matter. We are hopefull BBK will resume operations in the near future and this suspension will not .Potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien Untuk menjamin suksesnya integrasi system operasional yang dikembangkan melalui SMBA. PT Batubara Bukit Kendi (BBK) because the right to borrow and use the forest area where BBK had a mining area was still pending with the authorities. Perseroan sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah. In addition. For this purpose the management and all employees are determined to implement SMBA to cultivate quality.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 271 Manfaat dari penerapan Sistem Manajemen yang terintegrasi adalah : • Proses bisnis yang terkait aspek mutu. To ensure the success of SMBA application.Peningkatan produktivitas sistem . lingkungan. PT Batubara Bukit Kendi (BBK). . The Company is committed to exercising good mining practice in an effort to prevent environmental polution and to maintain a harmonious relationship with the surrounding community through community development program. to boost productivity. • prevention of conflict in system application. • elimination of document duplication. dan K3 yang akan memberi pengaruh besar terhadap tercapainya tujuan dan sasaran Perseeroan. dan K3 lebih sederhana • Hilangnya duplikasi dokumentasi • Mengurangi jumlah audit baik audit internal maupun audit eksternal • Menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem • Berdasarkan efektivitas implementasi system yang semakin meningkat maka hal ini akan berpengaruh kepada : .

As of 31 December 2009 BBK had total assets of Rp118 billion or 1. Perusahaan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (“PN“) Lahat atas kerugian materil akibat pemberian KP kepada pihak lain. The Company is unable to explore and exploit this area that was once given coal mining concession. Kawasan yang sebelumnya telah mendapatkan izin Kuasa Penambangan batubara.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 272 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan. the Company filed a civil claim to Lahat District Court (DC) for material losses due to the award of MC to another party. the Supreme Court received the Company’s claim for reversal of the lower court’s decision.70 billion. Perusahaan diberikan KP untukmengeksploitasi daerah Lahat. Atas upaya hukum tersebut. the Supreme Court decided to reverse the decision of Medan SAHC. PTTUN menolak upaya hukum banding Perusahaan. • On 12 August 2008 Lahat DC issued provisional decision. are as follows: • In 2003. SAHC rejected the Company’s appeal. On 29 August 2005 through Palembang State Administration Court (SAC). Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (“PTTUN“) Medan.4% of the Company’s total assets of Rp8. • On 16 December 2008 Palembang HC issued provisional . Pada tanggal 31 Januari 2008.722. Pada tanggal 10 Mei 2007. Mahkamah Agung memutuskan untuk membatalkan putusan PTTUN Medan. Pada tanggal 14 Desember 2005. • On 14 December 2005. • • • • Chronology and proceeding of the legal cases facing the Company in relation to area management in Lahat. masih terkait dengan kasus di atas. menolak eksepsi tergugat tetapi juga menyatakan gugatan Perusahaan tidak dapat diterima. Tumpang Tindih Lahan Perkara hukum terkait tumpang-tindih hak pengelolaan lahan dihadapi Perseroan di kabupaten Lahat. Perusahaan mengajukan gugatan kepada Bupati Lahat sehubungan dengan penerbitan beberapa KP kepada beberapa perusahaan swasta atas wilayah yang sama yang dimiliki oleh Perusahaan.4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8. the Company filed a claim against Lahat Regent with respect to the issuance of several MCs to a few private companies for the same areas that are owned by the Company. the Company was given Mining Concession (MC) to exploit an area in Lahat. • On 30 June 2006. Palembang SAC rejected the Company’s claim. Pada tanggal 30 Juni 2006. Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1. Gugatan dilayangkan kepada beberapa pihak termasuk Bupati Lahat sebagai tergugat pertama.70 miliar pada tanggal 31 Desember 2009. On 10 May 2007. Namun demikian Perseroan terancam kehilangan prospek potensi ekonomi cukup besar berupa kandungan sumberdaya batubara di daerah yang dipersengketakan. kini tidak dapat ditindak lanjuti ke-arah eksplorasi maupun eksploitasi batubara oleh Perseroan. KP ini dialihkan pengurusannya oleh Gubernur Sumatera Selatan ke Bupati Lahat pada tahun 2004. The award of MC was transferred by South Sumatera Governor to Lahat Regent in 2004. the loss incurred by the Company as a result of this lawsuit is immaterial. rejected the respondent’s objection but also ruled that the Company’s claim was inadmissible. adalah sebagai berikut. Dari sisi operasional. the Company faces the threat of losing prospective economic potentials in the form of coal resources in the disputed area. still related to the above case. Mahkamah Agung telah menerima upaya hukum kasasi dari Perusahaan. Overlapping Concession Area The lawsuit involving the Company is associated with overlapping concession area in Lahat regency. Pada tanggal 29 Agustus 2005 melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (“PTUN“) Palembang. With this provisional decision the Company appealed to Palembang High Court (HC). • On 31 January 2008. Kronologi dan jalannya perkara yang dihadapi oleh Perseroan terkait pengelolaan lahan di Lahat. From the operating side. However. Tanggal 12 Agustus 2008 PN Lahat mengeluarkan affect the Company’s overall operations. • Pada tahun 2003. stating that Lahat DC was not in the power to judge the case. Claim was directed to several parties including Lahat Regent as the first respondent. the Company appealed to Medan State Administration High Court (SAHC).722. PTUN Palembang menolak gugatan Perusahaan. nilai kerugian Perseroan akibat adanya perkara ini tergolong non-material.

membatalkan Putusan Sela PN Lahat serta memerintahkan PN Lahat untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut. accepting the Company’s appeal. saat ini perkara dalam proses Mahkamah Agung RI. perkara tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung RI. • • • decision. Tertanggal 9 Juli 2009 PN Lahat telah mengirimkan berkas perkara Kasasi ke Mahkamah Agung RI. Tanggal 16 Desember 2008 PT Palembang mengeluarkan Putusan Sela. telah menerbitkan Putusan Kasasi dengan Amar Putusan Menolak Permohonan Kasasi para tergugat (Bupati Lahat dkk). bahwa PN Lahat tidak berwenang mengadili perkara tersebut. reversing Lahat DC provisional decision and ordered Lahat DC to examine and judge the case. menerima banding Perusahaan. With the provisional decision of Palembang HC. . yang relas pemberitahuannya diterima perusahaan tanggal 01 Desember 2010. At the moment the Company is still awaiting the legal proceeding over the subject matter in Lahat DC. On 2 November 2009 the Supreme Court received the reversal claim dossier from Lahat DC and until the time of reporting this case was still in the hands of the Supreme Court. Tanggal 28 Januari 2010 Mahkamah Agung RI. Perusahaan sedang menunggu proses persidangan atas pokok perkara di PN Lahat. dan sampai dengan tanggal laporan keuangan ini. Pada tanggal 02 November 2009 berkas perkara telah diterima Mahkamah Agung RI. the respondents claimed for reversal to the Supreme Court On 9 July 2009 Lahat DC sent the reversal claim dossier to the Supreme Court. On 28 January 2010 the Supreme Court handed down a reversal verdict to reject the claim for reversal made by the respondents (Lahat Regent and parties) which notification was received by the Company on 1 December 2010. Dengan putusan sela PT Palembang tersebut para tergugat mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung RI. dengan putusan Sela tersebut Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (“PT“) Palembang.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 273 • • • • • Putusan Sela. Saat ini.

274 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

Increased fund disbursement in the context of Partnership & Community Development and Area Development programs is proof of the Company’s commitment to continually improve community welfare and natural conservation. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 275 Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Report On Corporate Social Responsibilities Peningkatan penyaluran dana dan kegiatan PKBL serta Bina Wilayah sebagai wujud komitmen kepedulian Perseroan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam secara berkesinambungan.

Guaranteeing non-discrimination and respect for human rights. The Company formulated a long-term integrated policy in the form of PTBA CSR Guidelines that were endorsed by the President Director at the end of 2009. Peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. Showing concern for environmental conservation. and (6) society. Penerapan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan. Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan terciptanya keseimbangan hasil kegiatan operasional dari sisi kinerja ekonomi. termasuk restorasi lahan pasca tambang. executing and monitoring of the programs that directly affect the empowerment of the socio-economic life of the mining community. (4) employment practices and proper work conditions. sosial dan lingkungan. sekaligus melaksanakan program yang berdampak langsung terhadap upaya pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat di lingkar tambang. Menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat yang dilandasi dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. dan (6) kemasyarakatan. Keenam fokus kegiatan tersebut mengacu kepada kaidah internasional mengenai keberhasilan implementasi CSR yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiatives (GRI). menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan pihak lain yang berkompeten dalam perencanaan dan pelaksanaan program. and formulated in the implementation strategy based on business ethics/norms generally applied: • • • • • • • • • • • Sustaining economic development and community empowerment to improve the welfare of local community and public at large. social and environmental development and welfare. (5) product responsibility. Perseroan telah menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-05/ MBU/2007 of 27 April 2007 on SOE Partnership with SmallScale Businesses and Community Development Program. . These six focus activities are in line with international standards of CSR implementations as set by Global Reporting Initiatives (GRI). (2) environment. Perseroan telah mengambil langkah strategis yakni penyusunan dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Jaminan pelaksanaan non diskriminasi dan penghargaan hak azasi manusia. To enhance the effectiveness and quality of Corporate Social Responsibility (CSR) program. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang With an aim of creating equitable economic. The Company invites the local community to join in the planning. Penerapan jaminan keamanan penggunaan produk dan kepuasan pelanggan. Perseroan telah merumuskan pola kebijakan jangka panjang yang terintegrasi dalam bentuk “Pedoman CSR PTBA” yang telah disahkan oleh Direktur Utama PTBA pada akhir 2009 yang mencakup enam fokus kegiatan. Ensuring product safety and consumer satisfaction.LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 276 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report on Corporate Social Responsibilities Untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pelaksanaan program. including restoration of post-mining areas. (2) lingkungan. the Company has taken strategic steps by improving the mechanism of exercising its CSR function. (5) tanggung jawab produk. involving the Local Administration and other competent parties to plan and execute its CSR programs. yang dirumuskan dalam strategi implementasi yang dilandasi oleh etika/norma bisnis yang berlaku. Ensuring good health care and work safety as well as employee welfare improvement. (4) praktik ketenagakerjaan dan kelaikan kerja. meliputi: • Pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal serta masyarakat secara luas. yaitu: (1) ekonomi. Perseroan mengajak-serta masyarakat secara langsung dalam proses perencanaan. PTBA carries out Partnership and Community Development Program pursuant to State-Owned Enterprises Minister Regulation No. (3) hak azasi manusia. pelaksanaan maupun monitoring program. (3) human rights. Nurturing a harmonious relationship with local community by applying good corporate governance principles. The guidelines focus on six main areas: (1) economy.

billion or ………. and to preserve a harmonious relationship between the Company and the community. . PARTNERSHIP AND COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM The objective of Partnership Program is elevating the resilience and independence of small-scale businesses and cooperatives in the surrounding area. melalui pemanfaatan dana dari Pembagian laba BUMN serta Surat Edaran Menteri Negara BUMN RI Nomor: SE-07/MBU/2008 tanggal 5 Mei 2008 tentang pelaksanaan PKBL. Sedangkan untuk program Bina Wilayah... Perseroan telah merealisasikan penyaluran dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan berjumlah Rp. interaksi social dan keselarasan dengan kelestarian lingkungan. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas. Sepanjang tahun 2010. PROGRAM KEMITRAAN Melanjutkan komitmen pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat. Perseroan terus berupaya meningkatkan kemandirian mitra binaan sekaligus membantu memperluas PARTNERSHIP PROGRAM To continue empowering community economic potentials the Company focused on strengthening partners’ self-sufficiency and promoting the sales of partners’ products in nine provinces. Perseroan menjalankan UU no 40 Tahun 2007 pasal 74 tentang Tanggung Jawab Sosial melalui pembiayaan Perusahaan. The Company also carries out Area Development Program to comply with the provision of Article 74 of Corporate Law No. miliar atau .... For Area Development a total of Rp 21.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 277 Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Kemitraan. Selain itu. In 2010 the Company extended funds for Partnership and Community Development Program amounting to Rp ………….% of total budget of Rp ………. billion. funded by SOE profit sharing.. SE-07/MBU/2008 of 5 May 2008 on the implementation of Partnership and Community Development Program. Melalui kedua program PKBL tersebut. Through these two programs the Company is confident it is able to improve the socio-economic wellbeing of the community and enhance their self-reliance and competence.. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat dengan jangkauan wilayah yang lebih luas.% dari total anggaran sebesar Rp.. Community Development Program is aimed at improving the community living standard by giving them financial aid and making them aware of the need for education. Perseroan meyakini tumbuhnya kesejahtaraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat. miliar. PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Sasaran yang dituju Program Kemitraan PTBA adalah peningkatan kemampuan usaha kecil dan koperasi di sekitar wilayah operasi Perseroan agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perseroan. and SOE Minister Circular No.17 miliar. This program is designed to empower the community economic potentials and to improve the living standard of the society in a more extended area. Sedangkan sasaran dari kegiatan Bina Lingkungan adalah tumbuhnya kehidupan masyarakat yang sejahtera melalui pemberian bantuan bagi tumbuh dan berkembangnya kesadaran akan perlunya pendidikan. Di samping itu Perseroan juga melaksanakan program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No.. 40 of 2007.17 billion was disbursed in 2010. pada tahun 2010 telah direalisasikan biaya sebesar Rp21. social interaction and harmony with natural surrounding.

Commodity with export potentials or orientation. Jawa Barat. Pelatihan Manajemen Kewirausahaan kepada calon mitra binaan. Penyaluran Dana Kemitraan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi yang dimiliki oleh calon mitra binaan. kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar serta prospek pasar dari komoditas yang dihasilkan. evaluating their character.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 278 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities penjualan produk mitra binaan di sembilan propinsi. The Company is very selective in distributing partnership funds taking into consideration the conditions of prospective partners. selama tahun 2010 program yang telah dilakukan terhadap mitra binaan adalah seperti berikut: • Penyaluran Dana Kemitraan dalam bentuk pinjaman lunak. sehingga mencapai angka Rp65. Membantu promosi dan pemasaran produk mitra binaan melalui berbagai kegiatan partisipasi pada serangkaian pameran di berbagai kota besar di Indonesia. South Sumatra. yakni Sumatera Selatan. Dalam pelaksanaannya. Banten and East Java. kepada usaha kecil dan koperasi di delapan wilayah.e. Central Java. jiwa kewirausahaan yang dimiliki. sociocultural condition of the neighboring community and market prospects of the commodity. West Java. . Di Yogyakarta. i. Banten dan Jawa Timur. Throughout 2010 partners enjoyed the following program activities: • • • • • Distribution of Partnership Funds in soft loans to small businesses and cooperatives in eight areas. DKI Jakarta. Labor intensive commodity. Sedangkan jenis komoditas calon mitra binaan yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan pembinaan meliputi komoditas yang dapat menunjang kelancaran operasional Perseroan.5 billion in 2010. Jawa Tengah.5 miliar. Lampung. yang meliputi karakter. Partnership Funds increased 354% from 2009 to reach Rp65. seperti: • • • • Komoditas yang menjadi andalan daerah. Entrepreneurship training for prospective partners Promoting and marketing partners’ products through participation in a number of exhibitions in major cities of Indonesia. Lampung. Komoditas tradisional yang potensial untuk dikembangkan. Perseroan telah meningkatkan penyaluran Dana Kemitraan hingga sebesar 354% dari realisasi tahun 2009. entrepreneurship. DKI Jakarta. Komoditas yang dapat menyerap tenaga kerja / padat karya. Priority is given to commodity that supports the Company’s operations: • • • • Commodity that the area relies upon. Traditional commodity with development potentials. Komoditas yang berpeluang ekspor atau berorientasi ekspor. Yogyakarta.

Pertanian Jamur Bapak Margono 2. Palembang . Industri Songket Hj. Asmi Astari 3. Prima AC.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 279 2 1 3 1.

418 931 14.Pertanian . Perseroan telah merealisasikan dana Program Kemitraan sebesar Rp67.950 235 240 205 605 925 869 51.703 1.254 15. Realisasi Program Kemitraan URAIAN REALISASI 2009 REALISASI S/D DES 2010 A.Lainnya .Jasa .4 miliar.Perikanan .449 2.4 billion. serta dalam bentuk kerjasama penyaluran sebesar Rp51. development funds totaling Rp 2.4 billion.3 miliar.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 280 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities Pada tahun 2010.050 8.746 25 145 165 228 2. Full report on realized activities and disbursed funds in Partnership Program is presented in 2010 Financial Statement of Partnership and Community Development Program.527 .Perikanan .1 billion. and joint project funds of Rp51.448 65. Uraian selengkapnya mengenai realiasi kegiatan dan biaya Program Kemitraan dapat dilihat pada buku Laporan Keuangan PKBL tahun 2010.Industri .1 miliar dan dalam bentuk biaya pembinaan sebesar Rp2.Jasa .Kerjasama Jumlah B.Perkebunan . or 95% of total allocated funds of Rp 71. In 2010.304 67.Perdagangan .793 8. atau 95% dari rencana penyaluran dana Program Kemitraan sebesar Rp71. the Company disbursed Rp 67.83 miliar.Perkebunan .Pertanian .Peternakan .832 1.232 340 57 36 12 26 140 463 2. Pembinaan . Pinjaman .Industri .4 miliar. Dana Kemitraan tersebut disalurkan untuk 575 unit Usaha Kecil dan koperasi dalam bentuk pinjaman lunak sebesar Rp14.Lainnya Jumlah Jumlah Penyaluran Program Kemitraan 754 257 8 10 25 28 41 132 1.83 billion in Partnership Funds. These funds were distributed to 575 small business units and cooperatives in soft loans amounting to Rp 14.Perdagangan .Peternakan .3 billion.

Community Health Improvement.993 10. funds for Community Development Program increased significantly by 110% from Rp12. mencapai 110% dari Rp12.223 210 2009 (B) 676 1. Dana Program Bina Lingkungan 2010 (A) 868 8. Public Facilities Construction.848 1. Untuk memantau tingkat keberhasilan program.7 billion in 2010. seperti tampak pada tabel berikut.173 4. Perseroan menggunakan beberapa parameter sebagai indikator keberhasilan Program Bina Lingkungan. Perusahaan dapat menjalankan kegiatan bisnisnya dengan lancar serta terjalinnya hubungan yang harmonis dengan warga masyarakat sebagai salah satu stakeholder Perseroan. termasuk di antaranya: • • Semakin membaiknya kondisi sosial masyarakat yang ada di sekitar perusahaan Semakin berkurangnya angka komplain atau keluhan dari masyarakat yang berkaitan dengan pemenuhan tanggung jawab sosial Perseroan.082 114 374 25. including: • • Better social condition of the surrounding community Less complaints from the community in relation to the fulfillment of the Company’s corporate social responsibility Smooth running of the Company’s operations in a harmonious association with members of the community being one of the stakeholders of the Company • • Seiring dengan peningkatan kegiatan Perseroan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 281 PROGRAM BINA LINGKUNGAN Program Bina Lingkungan PTBA dielaborasi dalam enam fokus kegiatan. COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM PTBA Community Development Program is focused on six main activities.2 billion in 2009 to Rp25. mengalami peningkatan yang tinggi. Peningkatan Kesehatan Masyarakat. The Company uses a series of parameter as success indicators of Community Development Program.100 935 7. The funds were disbursed to finance various activities as shown in the following table. Pendidikan dan Pelatihan. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat. This program is designed to improve the living standard of the community. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan Sarana Ibadah dan Pelestarian Alam. Along with the Company’s growing operations. Religious Facilities Development and Natural Conservation.083 1.7 miliar di tahun 2010. Education and Training. Dana tersebut disalurkan untuk berbagai program kegiatan. which are Natural Disaster Relief Program.147 223 % (A:B) 128 735 213 130 356 51 URAIAN Bantuan Bencana Alam Bantuan Pendidikan & Pelatihan Bantuan Kesehatan Masyarakat Bantuan Sarana & Prasarana Umum Bantuan Sarana Ibadah Bantuan Pelestarian Alam Bantuan Bantuan lainnya Biaya Operasional Jumlah DESCRIPTION . yaitu Program Bantuan Bencana Alam. Pembangunan Sarana Umum.687 295 12. total dana yang disalurkan melalui pelaksanaan Program Bina Wilayah.2 miliar di tahun 2009 menjadi Rp25.

Bantuan musibah kebakaran di Kabupaten. Taman dan Air Mancur di Pusat Kota Tanjung Enim senilai Rp 3. Jumlah anak-anak yang dikhitan pada thn 2010 sebanyak 260 org Bantuan operasi bagi penderita Katarak dari KK prasejahtera di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. Muara Enim. the Company assisted the community in the following activities: • • • • Organizing mass religious circumcision for 260 underprivileged children in Muara Enim and Lahat. • . Merapi.600 paket kepada warga prasejahtera di wilayah operasional perusahaan Kab Muara. Bantuan nutrisi sebanyak 13. Eruption of Mt. diantaranya sebagai berikut: Public Health Improvement To complement the health improvement program previously conducted. Fire in Muara Enim. Kertapati and Ombilin.47 miliar Pengerasan/pengaspalan jalan umum dan parit di wilayah pemukiman Ring 1 perusahaan sepanjang 3. meliputi: • Pembangunan Monumen Perjuangan Tanjung Enim. Bantuan 2 unit Genset untuk penerangan dan operasional Rumah Sakit BARI Palembang • Pembangunan Sarana Umum Dengan melakukan beberapa kegiatan terkait penyediaan maupun perbaikan sarana umum. Perseroan juga memberikan bantuan pada korban bencana meletusnya G. Papua. Public Facilities Construction • • • • Constructing Monument of Heroic Battle. Muara Enim.867 meters in Ring 1 zone of the Company. Enim.600 packets for underprivileged people in Muara Enim. Selama tahun 2010 telah dilakukan kegiatan berupa: • • • Bantuan bantuan korban musibah gempa bumi/tsunami di Mentawai Sumatera Barat. Sumatera Selatan Pada tahun 2010. sebanyak 20 mata. Perseroan melaksanakan kegiatan. West Sumatra. Constructing/renovating waste dumps in Lawang Kidul and Muara Enim. • • • • • Kegiatan Khitanan Gratis bagi anak-anak dari KK Prasejahtera di wilayah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat.867 m Pembangunan Tempat Pengolahan Akhir Sampah(TPA) di Kecamatan Lawang Kidul dan penataan/rehab TPA Kecamatan Muara Enim. Tarahan.47 billion. Providing assistance in limb surgery for underprivileged people in Tanjung Agung. Muara Enim. In 2010 relief was extended to the following victims in disaster-stricken areas: • • • Earthquake and tsunami in Mentawai. Palembang. Lahat. Bantuan operasi penderita cacat kaki untuk warga tidak mampu dari Kecamatan Tanjung Agung. Kab Lahat. and landslide and flood in Wasior. Tarahan dan Kertapati dan Ombilin. Donating two generators to BARI Hospital.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 282 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities Program Bantuan Bencana Alam Bantuan bencana alam dilaksanakan dengan mempertimbangkan urgensi daerah terjadinya bencana serta kedekatan geografis dengan wilayah operasional perusahaan. South Sumatra. Natural Disaster Relief Program Natural disaster relief program is launched by taking into consideration the gravity of the disaster and the geographical proximity to the Company’s operating area. Asphalting and hardening public road of 3. Central Java. park and fountain in Tanjung Enim city worth Rp3. Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melanjutkan program kesehatan sebelumnya. Providing nutritious food of 13. Merapi dan korban banjir serta tanah longsor di Wasior. Organizing cataract surgery for 20 underprivileged patients in Muara Enim and Lahat.

Channeling funds for various religious activities such as MTQ. Masjid Agung Lahat. Gunung Megang. Tablig Akbar. Nurul Huda Pasar Tanjung Enim. Masjid Nurul Huda. Kelurahan Pasar Tg Enim. Al Falah Muara Enim.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 283 Gedung Olahraga dibangun tahun 2010 Edipiscing lorem ipsum dolor • • Pembangunan/renovasi 5(lima) unit Balai Pertemuan Masyarakat di Kecamatan Merapi Barat. Lampung totaling Rp1. Israq Mi’raj di seluruh kecamatan Ring I perusahaan Religious Facilities Development • • • Providing renovation funds for 36 mosques/mushollas including As Syaadah Pasar Tanjung Enim.l : Masjid As Syaadah Pasar Tg Enim. Merapi Timur and Lawang Kidul Financing an embarkation lounge. yakni: Natural Conservation The Company was engaged in natural conservation programs that include: . • • Renovating five community function halls in Merapi Barat. Al Muttaqin Kec. dan lain-lain Bantuan dana untuk berbagai kegiatan keagamaan seperti MTQ. peringatan Maulid Nabi. Bantuan dana pembangunan Embarkasi Propinsi Lampung senilai Rp 1. Al Muttaqin Semendo. Semendo. At Taqwa Gunung Megang. Merapi Timur dan Lawang Kidul. Maulid Nabi and Isra’ Mi’raj commemoration in all Ring I districts. Masjid Al-Falah Kelurahan Muara Enim. yakni: • Memberi bantuan renovasi Masjid/Musholla/TPA sebanyak 36 unit. Agung Lahat.34 billion.34 miliar. Masjid Al-Muhajirin Kelurahan Pasar Muara Enim. a. Perseroan juga melakukan beberapa kegiatan terkait pelestarian alam. Al Muhajirin Pasar Muara Enim. Tabliq Akbar. Pengembangan Sarana Ibadah Dilakukan dengan melaksanakan beberapa kegiatan. Pelestarian Lingkungan/Alam Dalam rangka pelaksanakan Program Bina Lingkungan. Masjid At-Taqwa Kec.

Distributing 150 organic and un-organic waste bins to schools and public places in Lahat. Perseroan telah merealisasikan Program Bina Wilayah sebesar Rp…. and in 2010 the aid amounted to Rp……… billion. Program Bina Wilayah dilaksanakan berupa pemberian bantuan fisik maupun non-fisik dengan jangkauan wilayah yang lebih luas.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 284 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities • • • Gotong royong bersama masyarakat dan aparat pemerintah dalam pelaksanaan program Jumat Bersih dan Program Penghijauan Kota dengan menanam pohon dan membersihkan lingkungan di seluruh wilayah kecamatan ring I perusahaan.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Penyerahan bantuan tanaman pelindung dan tanaman produktif (buah-buahan) sebanyak 8. • • • Jointly with the community and government agencies launching Clean Friday and City Greening programs by planting trees and cleaning the areas of Ring I. the Company has been proactively managing Area Development Program in compliance with article 74 of Corporate Law No. The program is aimed at empowering the community economic potentials simultaneously honoring the Company’s commitment to improve their living standard. Perseroan selama ini secara proaktif telah menjalankan Program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No. Dana Program Bina Wilayah 2010 (A) 2009 (B) % (A:B) BENTUK BANTUAN TYPE OF DONATION Jumlah . Muara Enim and Tanjung Enim. 40/2007. Kota Muara Enim dan Tanjung Enim.000 shelter trees and productive plants in Lahat and Muara Enim. Delivering 8. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. PROGRAM BINA WILAYAH Di samping pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang mengacu kepada ketentuan Kementerian Negara BUMN. Selama tahun 2010. miliar. Rincian pelaksanaan program dan biaya yang dikeluarkan dalam rangka Bina Wilayah adalah sebagai berikut: AREA DEVELOPMENT PROGRAM In addition to Partnership and Community Development Program in compliance with the SOE Minister regulations.000 batang di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim Bantuan tempat sampah organik/an-organik sebanyak 150 unit untuk sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum di Kota Lahat. In this program the Company extends physical and nonphysical aid to a wider extended area.

Perseroan sangat menyadari FULFILLMENT OF EMPLOYEE RIGHTS AND RESPECT FOR HUMAN RIGHTS In the eyes of the Company. employees are not only stakeholders but also assets who determine its success in achieving corporate objective and business target. Laporan selengkapnya mengenai program pengelolaan lingkungan dapat dibaca pada bagian “Perlindungan Lingkungan” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor . selain menjadi salah satu pemangku kepentingan. The Company is fully aware of the importance of creating a harmonious working TK Antra Sita.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 285 PENGELOLAAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Misi Perseroan dalam bidang pengelolaan lingkungan diwujudkan melalui penerapan program-program pengelolaan. karyawan merupakan aset yang menentukan di dalam keberhasilan Perseroan untuk mewujudkan tujuan dan mencapai target usahanya. PEMENUHAN HAK-HAK KARYAWAN DAN PENGHARGAAN TERHADAP HAK AZASI MANUSIA Bagi Perseroan. developing and rehabilitating the environment. Full report on environmental management program is presented in Chapter xx on Environmental Conservation page ……of this Annual Report. pemantauan. monitoring. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company’s mission in environmental management is realized through continuously managing. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan.

Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 3. Fasilitas Operasi Mata di RS Bukit Asam Edipiscing lorem ipsum dolor . Lapangan Tenis Indoor.286 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 1 2 3 1. Tempat Fitness. Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 2.

religion. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN Perseroan telah menerapkan serangkaian kebijakan terkait serta penyediaan sarana dan prasarana bagi setiap karyawan yang memungkinkan dicapainya standar kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan yang tinggi dalam industrinya. Perseroan telah memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) dari Depnakertrans RI. . begitu pula semua karyawan memiliki kebebasan berserikat dan melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 287 makna penting dari terciptanya hubungan kerja sama yang serasi antara manajemen dan seluruh karyawan Perseroan. The Company has a certification in Work Safety and Health Management System from the Department of Manpower and Transmigration. of this Annual Report. facilities and amenities are in place for all employees so as to meet the industry high standards of work safety. relationship between the management and all employees. Health and Environment” page …. Wujud dari komitmen Perseroan serta uraian lengkap tentang kualitas produk dan perlindungan pelanggan dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen. Likewise. COMMITMENT TO PRODUCT QUALITY AND CONSUMER PROTECTION The Company is fully aware of the importance and advantage of meeting product quality standard and ensuring consumer protection. WORK SAFETY.. Bidang “Pemasaran”. the employees are free to unite and have a Collective Labor Agreement. Laporan selengkapnya mengenai hal tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Pengelolaan Sumber Daya Manusia” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. Oleh karenanya dalam setiap kegiatan organisasi. Full report on this aspect may be found in Chapter …. Perseroan menetapkan dan memberlakukan kriteria yang ketat dalam proses dan output produksi maupun pengawasan kualitas setiap produknya. agama. Both aspects have a significant effect on the continued growth of the Company. gender and political inclination. Laporan selengkapnya mengenai masalah tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. KOMITMEN TERHADAP KUALITAS PRODUK DAN PERLINDUNGAN PELANGGAN Perseroan menyadari makna penting dan manfaat dari pemenuhan standar kualitas serta perlindungan konsumen terhadap setiap produk yang dihasilkan. mengingat keduanya mempunyai pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan kinerja usaha secara berkelanjutan. jender dan haluan politiknya. The Company treats every individual equally regardless of ethnicity. Full report is provided in Management Report on “Work Safety. race. of this Annual Report. For this reason the Company sets very stringent criteria in production process and output as well as in quality control. Perseroan menjalankan praktik atau perlakuan yang sama terhadap semua karyawan dengan tidak memandang suku. Dalam implementasi K3. “Marketing” page …. ras. Management Report on “Human Resource Management” page …. of this Annual Report. health and environment. Report on realization of the Company’s commitment and full description of product quality and consumer protection are given in Management Report. HEALTH AND ENVIRONMENT A set of policy. pada halaman xxx Laporan Tahunan ini.

. transparan dan terukur tersebut merupakan pertanggungjawaban menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan mengenai pengelolaan dan realisasi program CSR. LAPORAN KEBERKELANJUTAN Perseroan menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan ini. HARMONIOUS RELATIONSHIP WITH THE COMMUNITY BASED ON GOOD CORPORATE GOVERNANCE PRINCIPLES Turning its vision into reality to maximize stakeholders’ return. Laporan selengkapnya mengenai Tata kelola yang baik dapat dibaca pada Bab Laporan Manajemen tentang “Good Corporate Governance” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. In accordance with transparency principle.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 288 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities HUBUNGAN HARMONIS DENGAN MASYARAKAT BERLANDASKAN PRINSIPPRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK Perseroan telah merumuskan program Tanggung Jawab Jawab Sosial Perusahaan dalam sebuah pola yang terpadu. SUSTAINABILITY REPORT The Company issues Sustainability Report which is integral to this Annual Report. Laporan yang membuktikan komitmen pelaksanaan program tanggung jawab sosial secara profesional. serta Program Bina Wilayah. Perseroan secara sistematis telah melaksanakan serangkaian kegiatan dengan melibatkan masyarakat. The Report provides all stakeholders with a full accountability report of the Company’s professional. transparent and measured performance in meeting its corporate social responsibility. untuk mewujudkan visi memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan Perseroan termasuk masyarakat. the Company systematically conducted activity programs involving the community either in planning or in executing such programs. the Company has formulated an integrated Corporate Social Responsibility program. baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan program-program yang terkait. Through Partnership and Community Development Program and Area Development Program. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). the Company makes itself accessible and fosters reciprocal communication with the community and other relevant parties. Full report on this subject is contained in Management Report. Perseroan juga membuka akses dan menjalin komunikasi timbal balik dengan masyarakat dan pihak-pihak yang terkait. Sesuai dengan prinsip transparansi. “Good Corporate Governance” page ……… of this Annual Report.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 289 .

290 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 291 Data Perseroan Corporate Data .

MHum. Thamrin Sihite. MSc. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono. Abdul Latief Baky. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner . SE. Ir. MSc Komisaris Commissioner Ir. ME Komisaris Commissioner Duduk dari kiri ke kanan : Seat from left to right : Ir. Umiyatun Hayati Triastuti.292 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Dewan Komisaris Board of Commissioners Berdiri dari kiri ke kanan : Stand from left to right : Dr.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 293 .

Master of Science bidang Kebijakan Ekonomi di University of Illinois at Urbanna Champaign – Amerika Serikat (1994). Previously he was posted as Finance Director of PT Barkatel Utama (2001-2006). Perjalanan karir sebelumnya di Bappenas sejak 2000 menjabat Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (2007-2010). Environment and Climate Change Division. . Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim sejak November 2010.D.D. Metereology and Geophysics (2000-2002). Mr. Directorate of Transportation (2002-2005). Supriadi has been the Company’s President Commissioner since 2008. Bappenas (National Development Planning Board) since November 2010. setelah menyelesaikan studi di International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) di Delft. dan Penasehat Direktur Utama PT Dinamika Usaha Jaya sejak 2005. and Commissioner of PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). after completing his study in International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) in Delft. USA (1992). Ferry and Inland Waterways. dan Komisaris PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). SE. dan Ph. MSc Komisaris Commissioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. Currently he is an Expert Staff in the Coordinating Ministry of Economy and Business Competition (2008-present). Metereologi dan Geofisika (2000-2002). Soemarsono was appointed Independent Commissioner in 2008. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Menjabat Komisaris Utama sejak 2008. Aktif sebagai dosen tamu dan dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia maupun manca negara. Suranto Soemarsono. concurrently Expert Staff to National Development Planning Minister. (1994) dalam Mining Engineering dengan spesialisasi Mining Economic dari The University of Queensland. KaBag Transportasi Kereta Api. Penyeberangan. Australia. Meraih gelar Master of Engineering Science (1991). Master of Science in Economic Policy from University of Illinois at Urbanna Champaign – the United States of America (1994). Ir. Direktur Transportasi (2005-2007). He is also an active guest senior lecturer in a number of universities in Indonesia and overseas. and a Ph. Meraih gelar S-1 bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung (1987). Transportasi.DATA PERSEROAN 294 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Profile Dr. setelah menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 2004. the Coordinating Ministry of Production and Distribution (1994-1998). Meraih gelar S-1 Jurusan Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (1983) dan Master of Art in Economics & Finance di Western Illinois University. Previously he held other posts in the Coordinating Ministry of Economy from 1988. Australia. sebelumnya memangku jabatan lain di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak 1988. Head of Sub Directorate of Land Transportation. serta menjadi Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Alam. USA (1992). Kasubdit Transportasi Darat. Bidang Persaingan Usaha sejak 2008. Kantor Menko Bidang Produksi dan Distribusi (1994-1998). Following his appointment as Commissioner in 2004. Participating in joint projects and training programs in the field of planning and transportation. Director of Transportation (2005-2007). Aktif sebagai dosen program S-1 dan S-2 di Asian Banking Finance dan Informatics Institute of Perbanas sejak 1998. Perjalanan karir sebelumnya mencakup Direktur Keuangan PT Barkatel Utama (2001-2006). Saat ini juga menjadi Staf Ahli Menko Bidang Perekonomian. He has been lecturing for graduate and post-graduate programs in Asia Banking Finance and Informatics Institute of Perbanas since 1998. Has held the post of Commissioner since 2008. She earned a graduate degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology (1987). He obtained a Master of Engineering Science degree (1991). and Acting Division Head of Railway Transportation. Belanda (1981). serta Departemen Pertambangan dan Energi (1982-1994). Umiyatun Hayati Triastuti. Her previous career with Bappenas starting in 2000 posted her as Deputy of Natural Resources and Environment Division (2007-2010). Natural Resources. Pengalaman kerja sama dan training programs yang diikuti meliputi bidangbidang: Perencanaan. dan Pj. and Department of Mines and Energy (1982-1994). Direktorat Transportasi (2002-2005). degree in Mining Engineering (1994) specializing in Mining Economics from the University of Queensland. Dr. He is a holder of graduate degree in Economics from University of Gadjah Mada (1983) and Master of Art in Economics & Finance from Western Illinois University. the Netherlands (1981). and Adviser to President Director of PT Dinamika Usaha Jaya in 2005.

In business organizations: Indonesian Chamber of Commerce. Kepala Biro Lingkungan dan Teknologi Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) tahun 2000. Head of Planning and Cooperation Bureau. Master of Engineering (1987). Dr. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan Umum di Institut Teknologi Bandung (1979).2007). Perjalanan karir sebelumnya meliputi Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan DESDM (2007-2009). Mining. Direktur Pemasaran dan Direktur Operasi PT Karimun Granite (1990-1999). dan Doctor of Engineering (1990) di Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. In his previous career he held various posts including Chairman of Listing Committee. Mineral dan Bahan Galian Industri (2010-1013). Head of Central Amdal (Analysis of Environmental Impact) Commission. President Director of PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). 2001-2003. Komisaris PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). Department of Energy and Mineral Resources (2001-2007). Department of Mines and Energy (1993-2000). Master of Human Studies. Master of Science. Komisaris Commisioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. He has a graduate degree in Mine Engineering from Bandung Institute of Technology (1977). MSc. Marketing Director and Operations Director of PT Karimun Granite (1990-1999). Surabaya Stock Exchange (2005-2007). concurrently Head of Education and Training Agency. M. . Department of Mines and Energy (2000). UK (1996). University of Gajah Mada (2007) and Fellows Institute of Quarrying. Perjalanan k arir sebelumnya mencakup Ketua Komite Pencatatan Bursa Efek Surabaya (2005-2007). Direktur Adminsitrasi. 2003-2006 dan saat ini bertindak sebagai Dewan Penasihat Perhapi.E. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan di Institut Teknologi Bandung (1977). and Managing Partner of LAGR & Associates – Law Firm since 2006. Abdul Latief Baky. Kegiatan di dalam organisasi Profesi menjabat sebagai Ketua Umum Perhapi (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) untuk 2 periode: 2001-2003. gelar S-2 Magister Humaniora Ilmu Hukum Bisnis Universitas Gajah Mada (2007) dan Fellows Institute of Quarrying. Mineral and Industrial Quarrying Committee (20102013). KomiteTetap . University of Tohoku-Sendai. Sedangkan kegiatan di dalam organisasi Korporasi di Kadin ( Kamar Dagang dan Industri ) Indonesia sebagai Ketua Komite Tetap Batubara dan Panas Bumi (2008-2010). dan di APBI (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia) sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Perundang-Undangan (20102013).Sendai. MHum. gelar S-2 Magister Sains Ilmu Administrasi Bisnis Internasional Universitas Indonesia (2004). Sihite holds a degree in General Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1979). Department of Energy and Mineral Resources since 2009. Ketua Komisi Amdal Pusat DPE (20002001). Administrative Affairs Director. Commissioner of PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). Japan. Ir. Tohoku University. concurrently President Commissioner of PT Citta Trahindo Pratama since 2007. 2003-2006. yang dibiayai World Bank (1995-1997). His previous posts include Expert Staff to Minister of Society and Institution. Indonesian Expert Technical Manager pada proyek kerjasama Biro Lingkungan dan Teknologi dengan The Office of Surface Mining USA. dan Managing Partner LAGR & Associates – Law Firm sejak 2006.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 295 Dr. sekaligus menjabat Komisaris Utama PT Citta Trahindo Pratama sejak 2007. Thamrin Sihite. Experience in professional organizations: Chairman of Indonesian Mining Experts Association (Perhapi) for two periods. Chairman of Coal Mining and Geothermal Committee (2008-2010). UK (1996). and Doctor of Engineering (1990) from Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. Department of Mines and Energy (2000-2001). Master of Engineering (1987). He has been an Independent Commissioner of the Company since 2008. Deputy Chairman of Legal and Mining Division (20102013). Jepang. International Business Administration from University of Indonesia (2004). financed by World Bank (1995-1997). Department of Energy and Mineral Resources (2007-2009). President Director of Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). serta menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian ESDM sejak 2009. Direktur Utama PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). Kepala Bagian Pengelolaan Lingkungan dan Tata Ruang DPE (1993-2000). Direktur Utama Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). Business Law Science. Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama DESDM (2001. Indonesian Expert Technical Manager of joint venture projects at Bureau of Environment and Technology with the Office of Surface Mining USA. Appointed Commissioner in 2008. Head of Environment and Technology Bureau. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. Head of Environmental Management and Spatial Zone Division. Indonesian Coal Mining Association.Ir. and currently member of Perhapi Advisory Council.

Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director .296 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Direksi Board of Directors Dari kiri ke kanan : From left to right : Ir. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum HR & General Affairs Director Ir. Sukrisno Direktur Utama President Director Ir. Drs. M. MSc Direktur Keuangan Financial Director Ir. Milawarma. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 297 .

Australia (1995). Sukrisno Direktur Utama President Director Menjabat Direktur Utama sejak 2006. dan Kepala Dinas Perencanaan Tambang Jangka Panjang (1995-1996). . San Francisco (1989). Presiden Direktur PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004) dan Direktur Investment Banking PT Danareksa (1996-2001). Platteville (1985) dan Master of Science Jurusan Project & Construction Management di Golden Gate University.Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). Meraih gelar Bachelor of Science Jurusan Civil Engineering di University of Wisconsin. Previous posts with the Company include Corporate Secretary (2003-2006). Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan meliputi jabatan Sekretaris Perusahaan (2003-2006). Senior Business Analyst /Professional of Business Development (1999-2003). M.DATA PERSEROAN 298 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Direksi Board of Directors’ Profile Ir. President Director of PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004) and Director of Investment Banking of PT Danareksa (1996-2001). A holder of graduate degree in Mining from UPN Veteran. Appointed Finance Director of the Company in 2006. Dono Boestami. Kepala Departemen Operasi PT Semen Padang (1995-2001) dan Komisaris PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). MSc Direktur Keuangan Finance Director Menjabat Direktur Keuangan Perseroan sejak 2006. Kepala Diversifikasi Usaha (1997-1999). Yogyakarta (1987) dan Magister Engineering di University of Wollongong. and Head of Long Term Mine Planning Unit (1995-1996). Head of Business Diversification (1997-1999). Analis Bisnis/Profesional Senior Pengembangan Usaha (1999-2003).Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director Menjabat Direktur Operasi/Produksi Perseroan sejak 2006. His previous posts include Director of PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). San Francisco (1989). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur Operasi/Produksi Perseroan (2001-2006). Ir. Sukrisno has held the post of President Director since 2006. Milawarma. Yogyakarta (1987) and Master of Engineering degree from University of Wollongong. His previous posts include Operations/Production Director of the Company (2001-2006). Holder of Bachelor of Science degree in Civil Engineering from University of Wisconsin. He has held the post of Operations/Production Director of the Company since 2006. Platteville (1985) and Master of Science degree in Project & Construction Management from Golden Gate University. Head of Operations Department of PT Semen Padang (1995-2001) and Commissioner of PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). Australia (1995). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di UPN Veteran. He earned his graduate degree in Mechanical Engineering from Sepuluh November Institute of Technology in Surabaya in 1980. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Mesin di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya tahun 1980. Ir.

and Head of Gas and Energy Development Division. Director of Research and Development of PT Semen Tonasa (2002). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Institut Teknologi Bandung (1980). He is a graduate of Bandung Institute of Technology in Mining (1980). dan Kabid Pengembangan Gas dan Energi Kanwil Pertambangan dan Energi Propinsi Sulawesi Selatan (1990-1995). Expert in Human Resource Development (1998-2001). Direktur Penelitian & Pengembangan PT Semen Tonasa (2002). and Corporate Secretary of the Company (1991-1997). South Sulawesi Province (1990-1995). General Manager of Briquette Business (2001-2005). Kakanwil Pertambangan dan Energi Propinsi Aceh (1995-2000). Appointed Human Resource & General Affairs Director in 2001. . dan S-1 di Lembaga Administrasi Negara . Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum Human Resource & General Affairs Director Menjabat Direktur SDM & Umum Perseroan sejak 2001.Ujung Pandang (1988). Kepala Pengembangan Usaha Perseroan (2001-2002). Head of Internal Audit Unit (1997-1998). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Direktur Pemasaran PT Semen Tonasa (2002-2005). Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Menjabat Direktur Pengembangan Usaha Perseroan sejak 2006.Ujung Pandang (1988). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Universitas Srwiwijaya (1977). The Company appointed Ir.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 299 Ir. Drs. Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Kadis Pertambangan dan Pemanfaatan Energi Propinsi Sumatera Selatan (2000-2001). Ir. Senior Manager of Logistics of the Company (2005-2006). A graduate of Bandung Institute of Technology with a degree in Industrial Engineering (1981). His previous posts include Head of Mining and Energy Usage Unit. Ir. Head of Regional Office of Mining and Energy. Project Officer of Coal Briquette Business Expansion (1993-2001) and Head of Engineering Development Division (1991-1993). and Institute of State Administration . Head of Business Development of the Company (2001-2002). Mangeka as Commerce Director in 2006. Aceh Province (1995-2000). Ir Iskandar is a holder of graduate degree in Mining from University of Sriwijaya (1977). Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (1981). He has been Director of Business Development of the Company since 2006. His previous career placed him in various posts: Marketing Director of PT Semen Tonasa (2002-2005). General Manager Pengusahaan Briket (2001-2005). Previous posts with the Company are President Director of PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Menjabat Direktur Niaga Perseroan sejak 2006. Senior Manajer Logistik Perseroan (2005-2006). Ahli Pengembangan SDM. Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan mencakup jabatan Dirketur Uama PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). Pimpinan Proyek Pengembangan Briket Batubara (1993-2001) dan Kepala Divisi Pengembangan Keteknikan (1991-1993). South Sumatera Province (2000-2001).

Bergabung dengan PTBA sejak 1984. Jakarta. and later was appointed Accounting Manager in 2007 and Senior Manager of Treasury and Funding in 2009. following his employment with PT Bumi Langoan. as Accounting Supervisor. tahun 2007. following his assignment as Chief Auditor (2007-2009) and Manager of Investment Feasibility and Control (2005-2007). setelah sebelumnya bekerja pada PT Bumi Langoan. Palembang (1992) and a master’s degree in Management (2009) from University of Sriwijaya. . He joined PTBA in 1992. sebagai Supervisor Akuntansi. In July 2009 Mr. Fakultas Ekonomi. Ak Sekertaris Perusahaan Corporate Secretary Menjabat sebagai Corporate Secretary sejak Juli 2009. Mulai berkarir di PTBA sejak 1992.2009) dan sebagai Manajer Kelayakan dan Kendali Investasi (2005-2007). setelah sebelumnya menjabat sebagai Pemeriksa Utama (2007. sebelum akhirnya menjabat sebagai Corporate Secretary adalah Senior Manajer Perbendaharaan dan Pendanaan PTBA. di Universitas Sriwijaya. Jakarta. His academic studies earned him a graduate degree in Accounting from School of Economics. SE. He has been with PTBA since 1984.DATA PERSEROAN 300 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Sekertaris Perusahaan dan SPI Corporate Secretary and Internal Audit Unit’s Profile Achmad Sudarto. Mr. tahun 2009 dan Manajer Akuntansi di PTBA. Sutrisno was appointed Head of Internal Audit Unit in 2009. MM. Palembang (1992) dan S-2 Magister Management (2009) dari Universitas Sriwijaya. Bambang Sutrisno Kepala Satuan Pengawas Internal Head of Internal Audit Unit Menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal sejak tahun 2009. Sudarto was appointed Corporate Secretary of the Company. University of Sriwijaya. Meraih gelar S-1 Jurusan Akuntansi.

e. Menjadi pengajar pada Jurusan Teknik Pertambangan ITB sejak 1993 dan Pasca Sarjana ITB sejak 1996. Various positions he held in his previous career include Director of several companies over a period in 1996 . sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (sejak 2000).2000. Became a member of Audit Committee in 2007. 1991). . PT Indothai Film Polytama.2000. and is currently an Associate Professor in Rock Mechanics.D in Rock Mechanics from University of Queensland. SE. He has been lecturing at Mining Engineering Department. Meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (1985) dan Magister Manajemen pada Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI. 1991).D dalam Rock Mechanics dari University of Queensland. ser ta Ph. He is also active doing various kinds of research and analysis in mining which he started in 1993. aktif melakukan berbagai macam penelitian dan analisis dalam bidang pertambangan sejak 1993. Holds a degree in Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1991). Ir. MM Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat anggota Komite Audit sejak 2007. Magister Teknik dalam Geomekanika dari Institut Teknologi Bandung (1996). PT Prinavin Prakarsa. serta PT Kelana Nusantara (2000 – 2008). Australia (2003). serta Komisaris PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005). as well as Commissioner of PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005) and PT Kelana Nusantara (2000 – 2008). PT Guthrie Pasaman Nusantara. MT. concurrently lecturer at Department of Economics. dan saat ini menjadi Associate Professor dalam Mekanika Batuan. Australia (2003). PhD Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat Anggota Komite Audit sejak 2007. Master of Engineering in Geomechanics from Bandung Institute of Technology (1996). He has a graduate degree in Economics from University of Indonesia (1985) and Master of Management degree from Indonesia Institute of Management Development (IPMI. Perjalanan karir sebelumnya mencakup berbagai posisi termasuk Direktur pada beberapa perusahaan dalam periode 1996 . PT Padang Industrial Park dan PT Andalas Rekasindo Pratama. Selain itu. PT Prinavin Prakarsa. i. PT Padang Industrial Park and PT Andalas Rekasindo Pratama. Bandung Institute of Technology since 1993 and post-graduate program at Bandung Institute of Technology since 1996. Member of Audit Committee since 2007. Ridho Kresna Wattimena.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 301 Profil Komite Audit Audit Committee’s Profile Azhar Zainuri. PT Indothai Film Polytama. serta telah menerbitkan banyak publikasi dalam bidang pertambangan dan mekanika batuan di dalam dan luar negeri. yaitu PT Guthrie Pasaman Nusantara. University of Indonesia (since 2000). Meraih gelar jurusan Teknik Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (1991). and has produced many publications in mining and rock mechanics at home and abroad. and Ph.

Komisaris PT AMM (2007). Industrial Engineering.DATA PERSEROAN 302 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Nominasi. antara lain mengenai Total Production Management. USA (1993). MM Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Jakarta. He has been a member of Nomination. Wahyudi. Took one-month training in Environmental Economic Policy Analysis in Harvard University.PCA FM (Radio Mitigasi Gempa dan Informasi Pendidikan & Lingkungan. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak 2008. Serving as Middle Researcher at Fiscal Policy Agency. MA Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Badan Kebijakan Fiskal. Mr. (1982 – 2008). Indiana. He received a graduate degree in Corporate Economics in Jakarta (1985). Fakhrudin Tieja SE. Mendapat Certifiticate on Academic Preparation Program Boulder – Colorado USA (1988) dan meraih gelar Master of Arts in Economics di Ball State University. Bantuan RNW Belanda) (2007 – sekarang). Mr. Master of Arts degree in Economics from Ball State University. Muncie. Commissioner of PT AMM (2007). . Departemen Keuangan (sejak 2008). Department of Finance since 2008 while actively observing climate change issues at the national and international level. Industrial Engineering. Aktif mengikuti berbagai seminar & training di dalam dan luar negeri. Japan. Human Resources. USA (1990). Meraih S-1 bidang Manajemen dan S-2 bidang Human Resources Management di Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tieja has a graduate degree in Management and master’s degree in Human Resource Management from University of Muhammadiyah. Remunerasi dan GCG sejak 2008. Wahyudi has been a member of Nomination. USA (1990). and HSE at Toray Industries Inc & AOTS. with the aid of RNW Holland) (2007-present). Previously he held various posts including Director of PCA FM Radio (Earthquake Mitigation and Educational and Environmental Information. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi. Boston. sebagai Direktur . serta Vice Factory Manager dan berbagai posisi manajerial di Toray Group Indonesia. Human Resources Management dan HSE di Toray Industries Inc & AOTS Jepang. Remuneration and GCG Committee’s Profile Noeroso L. and Vice Factory Manager and various managerial positions at Toray Group Indonesia (1982 – 2008). Perjalanan karir sebelumnya. Remuneration and GCG Committee since 2008. dan Peneliti Madya Bidang Ekonomi dan Keuangan. Actively participating in local and overseas seminars and training courses in the area of Total Production Management. Perjalanan karir sebelumnya adalah sebagai Ketua Koperasi Puslitbang (sejak 1995). Remunerasi dan PSDM Nomination. Remuneration and GCG Committee since 2008.

Moestopo (Beragama) since 2007. University of Prof. Dr. Moestopo (beragama) sejak tahun 2007. Sumarhadi Anggota Komite Nominasi . Selain itu sejak 1979 – saat ini telah mengikuti seminar nasional dan internasional tentang hububungan industrial. Post-Graduate Program of Management. dan sebagai Dekan di Fakultas Ekonomi pada Unuversitas yang sama sejak November 2010. Appointed member of Nomination. and Dean of School of Economics of the same University since November 2010.Dr. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta. Remuneration and HRD Committee Menjabat sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak bulan Nopember 2010. master’s degree in Management (1996) from Indonesian Tourism Development Institute and doctorate degree in Education Management (2002) from Universitas Negeri Jakarta. Menjabat sebagai Sekretaris Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Univesitas Prof. dan S-3 Manajemen Pendidikan tahun 2002 dari Universitas Negeri Jakarta. Pendidikan S-1 Manajemen tahun 1983 dari Universitas Prof. Holds a graduate degree in Management (1983) from University of Prof.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 303 Dr. Serving as Secretary. Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Dr. Remuneration and HRD Committee in November 2010. Participating in national and international seminars on industrial relations since 1979. S-2 Manajemen tahun 1996 dari Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia. Moestopo (Beragama) Jakarta. .

Completed his graduate studies in Agribusiness at Bogor Institute of Agriculture in 1983. International Finance. International Trade) dari universitas yang sama tahun 1993. He is Assistant to Deputy Head of Energy and Electricity. setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Ketenagalistrikan. Coordinating Ministry of Economy in addition to his assignment as Commissioner of PT Indonesia Comnet Plus.DATA PERSEROAN 304 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Good Corporate Governance Nomination. Remuneration and GCG Committee on October 1. Remuneration and GCG Committee’s Profile Bambang Adi Winarso. Winarso is also a guest lecturer in graduate and master programs at various universities at home and abroad. Selain itu mengajar sebagai Dosen Tamu pada program Master maupun Strata 1 di berbagai universitas dalam maupun luar negeri. Lexington USA tahun 1989 dan menyelesaikan Program Doktor bidang Economics (Industrial Organization. Energy Coordination. Menyelesaikan pendidikan S-1 bidang Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor. following his previous posts as Head of Electricity Division. . 2009. master program in International Economics at University of Kentucky. tahun 1983. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selain menjabat sebagai Komisaris di PT Indonesia Comnet Plus. International Trade) at the same university in 1993. kemudian menyelesaikan program Master bidang International Economics dari University of Kentucky. Coordinating Ministry of Economy. 2010. International Finance. Phd Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. Mineral Resources and Forestry. Lexington USA in 1989 and doctorate program in Economics (Industrial Organization. and member of GCG Committee on July 30. Kedeputian III Bidang Koordinasi Energi. Menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Energi dan Ketanagalistrikan. Sumberdaya Mineral dan Kehutanan. Appointed member of Nomination. Kementrian Bidang Koordinasi Perekonomian. Mr.

Bappenas. pernah bekerja pada Hutama Prima Joint Operation.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 305 Ir. Menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Teknik Sipil bidang Manajemen Konstruksi dari Institut Teknologi Bandung. . 2009 and member of GCG Committee on July 30. he has participated in various domestic and overseas seminars and training sessions. Bappenas. Perth. Direktorat Sumberdaya Mineral dan Pertambangan. a road construction contractor. Direktorat Lingkungan Hidup. selain mengikuti berbagai seminar dan training di dalam maupun di luar negeri. kontraktor pembangunan jalan dan PT Tripatra Engineering. and master program in Development Studies at Murdoch University. From 2002 to 2006 he was posted as Head of Small Scale Mining Business Subdirectorate. Construction Management at Bandung Institute of Technology in 1990. Australia tahun 1999. kemudian menyelesaikan program Master of Arts in Development Studies (Studi Pembangunan) dari Murdoch University. MA Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. Bappenas hingga 2008. tahun 1990. Perth. Menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Iklim dan Cuaca. perusahaan konsultan. Remuneration and GCG Committee on October 1. setelah sebelumnya 2002-2006 menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Lingkungan Usaha Pertambangan Rakyat. Australia in 1999. Bappenas. a consulting firm. Antonaria. Directorate of Environment. In addition. Sebelum berkarir di Bappenas. 2010. Prior to his career with Bappenas. Until 2008 he was Head of Climate and Weather Sub-directorate. Mr. He completed his graduate studies in Civil Engineering. and PT Tripatra Engineering. Directorate of Mineral Resources and Mining. Antonaria was appointed member of Nomination. he was employed by Hutama Prima Joint Operation.

dan Kehutanan-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian On May 16. Pertambangan Umum-Biro Lingkungan dan Teknologi (1999-2002). 2009. Head of Documentation and Information Sub-division. . Menyelesaikan program doctoral pada Tohoku University. Asuransi dan Pasca Tambang Member of Business Risk. Jepang tahun 2001 di bidang Agriculture and Resource Economics. General Mining Division. menyelesaikan program Magister bidang Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia (2004). Sumber Daya Mineral. Menyelesaikan pendidikan Teknik Kimia dari Universitas Syiah Kuala (1993). Currently he is Assistant Deputy of Forestry at the office of Energy.DATA PERSEROAN 306 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Risiko Usaha. 2009 Mr. Saat ini sebagai Peneliti di bidang Lingkungan (2004-sekarang). dan Pasca Tambang sejak 16 Mei 2009. Asuransi dan Pasca Tambang Member of the Business Risk. D Anggota Komite Risiko Usaha. Has been an Environment Researcher since 2004. Asuransi Dan Pasca Tambang Business Risk. Faridha. Ph. Insurance and PostMining Committee. Graduated from University of Syiah Kuala with a degree in Chemistry Engineering (1993) and further completed her master program in Environmental Sciences at University of Indonesia (2004). Japan (2001). Mineral Resources and Forestry. She was posted as Head of Environmental Management Sub-division. Environment and Technology Bureau (1999-2002). Saat ini menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Kehutanan pada Deputi Bidang Energi. Insurance and Post-Mining Committee Menjadi Anggota Komite Risiko Usaha. Insurance and Post-Mining Committee since March 16. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala SubBagian Pengelolaan Lingkungan Bid. Risiko Usaha. Noviarto was appointed member of Business Risk. Kepala SubBidang Dokumentasi dan Informasi-Puslitbangtek Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (2002-2004).Si Anggota Komite Risiko Usaha. Coordinating Ministry for Economy. Technological Research and Development Center for Electricity and Renewed Energy (20022004). She has been a member of Business Risk. Insurance and Post-Mining Committee Menjadi anggota Komite Asuransi. Completed his doctorate program in Agriculture and Resource Economics at Tohoku University. Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Maret 2009. Insurance and Post-Mining Committee’s Profile Andi Noviarto. M. Ir.

Menyelesaikan pendidikan kesarjanaan dari Universitas Islam Indonesia. termasuk mengikuti program Officer Development Program di PT Samudera Indonesia. as Team Leader of Internal Audit (2005-2008). Graduated from Islamic University of Indonesia. and PT Silkargo Indonesia Jakarta (Affiliate of PT Samudera Indonesia) as Manager of Finance Department (2008-present). Mr. Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Mei 2009. School of Economics (2003) in Jogjakarta. . Prior to joining PTBA he worked for PT Samudera Indonesia.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 307 Pramuditho Karsowidjojo Anggota Komite Risiko Usaha. Fakultas Ekonomi (2003) di Jogjakarta. sebagai Team Leader Internal Audit (2005-2008). Karsowidjojo was appointed member of Business Risk. Bidang Akuntansi. Sempat mengikuti berbagai pelatihan. Accounting Science. kemudian bergabung dengan PT Silkargo Indonesia Jakarta (Afiliasi PT Samudera Indonesia) dengan posisi sebagai Manager di Departemen Finance (2008-Sekarang). Sebelum bergabung dengan PTBA bekerja pada PT Samudera Indonesia. Asuransi dan Pasca Tambang Member of the Business Risk. Insurance and Post-Mining Committee on 16 May 2009. Insurance and Post-Mining Committee Menjabat sebagai Anggota Komite Risiko Usaha. One of the training sessions he attended was Officer Development Program at PT Samudera Indonesia.

Dewan Komisaris dan Direksi PT Bukit Asam (Persero) Tbk. In accordance with Corporate Law no. The Company’s Annual Report contains the Board of Commissioners’ Monitoring Report and Consolidated Financial Statement for the years ending 31 December 2010 and 2009. Umiyatun Hayati Triastuti. menyatakan telah menyetujui dan bertanggung-jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2010.6 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik.K. ME Komisaris Commissioner Ir. MSc.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 67 dan Peraturan Bapepam No.x. Laporan Tahunan ini juga memuat Laporan Tuga Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Ir. the Board of Commissioners and Directors of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS Dr. Chapter 67. and Capital Market Supervisory Board Regulation No. SE.K. MHum. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono. we. Thamrin Sihite.6 on Annual Report Submission Requirements for Public Companies. MSc Komisaris Commissioner Ir. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner . 40/2007.DATA PERSEROAN 308 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Statement of Board of Commissioners and Directors Sesuai dengan Undang-Undang No. X. Abdul Latief Baky. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. hereby state that we have approved and are fully responsible for the validity of the Company’s 2010 Annual Report. dengan ini kami.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 309 DIREKSI BOARD OF DIRECTORS Ir. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum General Affairs & HRD Director . Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. Sukrisno Direktur Utama President Director Ir. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. Drs. Milawarma M. MSc Direktur Keuangan Finance Director Ir. Eng Direktur Operasi/Produksi Operation/Production Director Ir.

310 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 311 Laporan Keuangan Audited Financial Statement .

312 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .