P. 1
PTBA.AR2010_010411D

PTBA.AR2010_010411D

|Views: 310|Likes:
Dipublikasikan oleh Kadek Angga Yudhi Aditya

More info:

Published by: Kadek Angga Yudhi Aditya on Feb 20, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2014

pdf

text

original

PT Asam ASAM (PERSERO) Tbk PT BukitBUKITTbk 2010 Annual Report 1 LAPORAN TAHUNAN 2010 ANNUAL REPORT

Memacu Daya, Meningkatkan Hasil
Enhancing Capacity for Higher Output

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Mewujudkan Visi Menjadi Perusahaan Tambang Batu Bara Utama
Realizing a Major Coal Mining Company

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 1

S

ebagai salah satu perusahaan tambang utama di Indonesia, PTBA kini mewujudkan rencana optimalisasi potensinya dengan membangun infrastruktur untuk menunjang kegiatan produksi maupun transportasi, meningkatkan kapasitas produksi dan mengintegrasikan sistem pengelolaan hasil produksi dengan pemasokan batubara ke konsumen. Pelaksanaan program di tahun 2010 tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan Perseroan di masa mendatang yang kini mulai menunjukkan hasilnya.

Being one of Indonesia’s major coal mining

companies, PTBA optimizes its potentials by constructing infrastructure to support production and transportation, stepping up production capacity, and integrating production management system with coal supply to consumers. The 2010 program was part of the Company’s expansion plan that has come to fruition.

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operasional Yang Semakin Efisien
More Efficient Operations

Biaya Produksi
Production Cost

5,6%
The Company’s cost of self-managed production per ton at mine mouth is the lowest among similar companies. And yet the Company maintains its operating efficiency drive that has enabled production to increase at reduced output cost, although fuel and labor costs continue escalating. Hence, the Company successfully cut production cost per ton at mine mouth by 5.6% from the preceding year.

Biaya produksi batubara swakelola Perseroan di mulut tambang per ton adalah salah satu yang terendah di Indonesia untuk perusahaan sejenis. Namun demikian Perseroan tetap melakukan berbagai langkah efisiensi operasional, sehingga ditengah kecenderungan peningkatan biaya bahan bakar dan tenaga kerja, berhasil meningkatkan volume produksi dengan biaya per output produk yang semakin rendah. Dengan upaya tersebut Perseroan dapat menurunkan biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang sebesar 5,6% dari biaya tahun 2009.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 3

Volume Produksi dan Penjualan Yang Meningkat
Higher Production and Sales

Total Produksi
Production Total

7,4% 3,7%

Revitalisasi dan optimasi peralatan produksi membuat Perseroan mampu meningkatkan produksi hingga sebesar 7,4%, diiringi dengan keberhasilan perluasan pasar dan kerjasama dengan PTKA dalam upaya meningkatkan kapasitas angkut kereta api, sehingga volume penjualan batubara meningkat 3,0%. Revitalizing and optimizing production equipment boosted production by 7.4% and expanded market through joint operation with PTKA to improve railway loading capacity and resulted in coal sales increase of 3%.

Total Penjualan
SalesTotal

4

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Pengembangan Usaha Yang Terintegrasi dan Dinamis
Integrated and Dynamic Business Development

Realisasi pengembangan usaha secara terintegrasi kini telah semakin mewujud, yakni; pembangunan PLTU skala kecil dengan bobot pekerjaan telah mencapai 85%, pasar batubara kalori rendah dengan cadangan berlimpah yang semakin terbuka, pengembangan potensi ekonomis dari Coal Bed Methane (CBM) yang telah memasuki tahap persiapan pemboran eksplorasi dan pembangunan jalur KA khusus batubara ke Lampung yang telah sampai pada penandatanganan kontrak EPC. The result of integrated business development is getting more obvious: the construction of small-scale TPP was 85% completed, wider market for low-calorie coal with abundant reserves was ready, Coal Bed Methane (CBM) project was nearing exploration drilling phase, and EPC contract for constructing coal transporting railway to Lampung was signed.

Pembangunan PLTU
Power plant construction

PROPER HIJAU Green PROPER As evidence of its concern for environmental conservation.394 hectares divided into 12 zones. . Atas upaya pengelolaan lingkungan tambangnya.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 5 Standar Baru Dalam Pengembangan Lingkungan New Standards of Environmental Development Sebagai wujud kepedulian pada upaya pelestarian lingkungan. Perseroan melanjutkan pembangunan TAHURA Tanjung Enim seluas 5. For its effort to manage the surrounding environment. PTBA retained its National GREEN PROPER award in 2010. PTBA berhasil mempertahankan PROPER HIJAU tingkat Nasional di tahun 2010. the Company continued the development of Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA) measuring 5.394 HA yang terbagi atas 12 zona.

• Merekondisi dan memindahkan 2 unit BWE dari lokasi TAL ke MTBU. • Penggantian dan penambahan armada truk & shovel dengan kapasitas yang lebih besar. • Integrasi sistem penanganan produk. • Tahap lelang EPC dan negosiasi tarif listrik untuk PLTU mulut tambang 2 x 10 MW Peranap. Meningkatkan produksi swakelola dengan porsi di atas 40%. • Penunjukkan kontraktor EPC dan renegosiasi tarif listrik untuk PLTU Banjarsari 2 x 100 MW.6 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Sasaran Pengembangan Perusahaan Company Development Goal DIVERSIFIKASI PENDAPATAN Diversification of Earnings BATUBARA KALORI RENDAH Low Calorie Coal Pemanfaatan sebagai bahan bakar PLTU milik sendiri maupun milik IPP lain/PLN. PLTU Mulut Tambang 2x300 MW di Peranap Riau. Ombilin dan Peranap). Pembebasan Lahan 100% dan transmisi 88%. JANGKA PANJANG LONG TERM Mengembangkan potensi ekonomi CBM di wilayah konsesi PTBA (Tanjung Enim. • Membangun PLTU ukuran sedang dan besar untuk dijual ke PLN. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Thermal Power Plant • Menjual listrik kepada PLN. • Dijual sebagai BBG. • Upgrade peralatan hardware. • Pembangunan PLTU Unit Tanjung Enim 3 x 10 MW mencapai 85 %. TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology • Evaluasi dan penggantian sistem operasional secara berkala. • Upgrade perangkat keras. • Memperoleh proyek UKL dan UPL. PROGRAM 2010 2010 PROGRAM Memanfaatkan nilai ekonomi batubara kalori peringkat rendah sebesar lebih kurang 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum dieksploitasi. • Persiapan pemboran eksplorasi di Tanjung Enim. . terutama truk dan shovel. Meninigkatkan manfaat nilai ekonomi dari batubara kalori periingkat rendah sebesar kurang lebih 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum diproduksi. PERALATAN PRODUKSI Production Equipment • Optimalisasi 5 unit BWE sistem. • Membangun PLTU kecil untuk kebutuhan sendiri di tiga lokasi. • Penunjukan Kontraktor EPC untuk PLTU Tarahan 2 x 8 MW. • Perawatan rutin 3 unit BWE lainnya. • Memenuhi keperluan daya listrik sendiri. Menjadikan TI sebagai tulang punggung operasional Perseroan. • Ikut serta dalam proses tender IPP PLTU Mulut Tambang 2 x 300 MW dan 2 x 600 MW di Tanjung Enim. TUJUAN OBJECTIVE Menandatangani kontrak penjualan batubara peringkat rendah jangka panjang untuk PLTU milik PLN. PENGEMBANGAN OPERASIONAL Operational Development COAL BED METHANE (CBM) • Sebagai Bahan Bakar PLTU. • Memulai program penambahan APU.

• Melakukan asesmen terhadap 334 karyawan dan mempromosikan 45 karyawan.Tarahan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 7 INFRASTRUKTUR Infrastructure • Peningkatan kapasitas bongkar muat pelabuhan dan stockpile. • Pengembangan coal handling facility di Tanjung Enim dan di pelabuhan Tarahan. MENINGKATKAN TATA KELOLA Corporate Governance Development MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources Development MENINGKATKAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Environmental Development • Melengkapi seluruh pranata organisasi. • Melaksanakan program PKBL. • Meningkatkan pemanfaatan sumber daya air. • Revegetasi lahan pascatambang secara bertahap dan berkelanjutan. SDM yang memiliki kualitas internasional. • HOA pembangunan jalur KA khusus ke Tanjung Api-api (Sumsel) dengan Adani (India). • Pernyataan kepatuhan seluruh pegawai dalam penerapan COC GCG. Menunjang volume penjualan hingga 82 juta ton/tahun.439 peserta. • Asesmen oleh pihak independen. • Peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan evaluasi secara berkala. • Melakukan pelatihan SDM yang diikuti 3. • Memperbarui kesepakatan dalam Kontrak Kerja Bersama dengan wakil SPBA. secara bertahap di lokasi rencana Zona Penerima. • Pelaksanaan revegetasi dan pembangunan Taman Hutan Raya. Menjadi Good Corporate Citizen. • Tahap pembentukan SPP (unit whistleblower policy). COC dan Board Manual). • Pengesahan Soft Structure GCG (GCG Code. • Terpeliharanya lingkungan alam yang lebih asri. • Persiapan fasilitas produksi di MTBU mencapai 65%.. . • Panandatanganan kontrak EPC dan presentasi KA khusus Kertapati . • Memantau lingkungan di tiga lokasi utama sesuai standar BML. • Bekerja sama dengan KA untuk meningkatkan kapasitas angkut jaringan yang sudah ada. • Sosialisasi GCG pada pegawai. • Refurbishment dermaga di Kertapati. • Melaksanakan program Bina Wilayah. • Pelaksanaan program CSR dan pengembangan masyarakat. • Membangun jaringan KA khusus batubara. • Meningkatkan best practises penerapan GCG dan evaluasi berkala.

1 39.235 198.728 959.9 34.136) 3.008.028.310 48.3 59.736 8.2 135.212 1.304 1.043 2.908 759.225 58.987 1.385 128.750 1.150) 2.0 616.740 84.216.063 383.0 37.832 2.754 526.4 57.6 23.553 (1.661 76.092 (1.783.2 28.392 3.527 3.8 75.315 217.0 365.722.62 199.701.389 7.565) 2.154 (4.727.2 50.1) (26.IKHTISAR UTAMA 8 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Ikhtisar Keuangan Financial Highlights NERACA (Dalam juta Rp) ASET Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset lancar Taksiran Klaim atas Kelebihan Pembayaran Pajak Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Aset tidak lancar lainnya (bersih) Aset tidak lancar Jumlah aset KEWAJIBAN DAN EKUITAS Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Kewajiban lancar lainnya Kewajiban lancar Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban jangka panjang lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah kewajiban Hak minoritas Jumlah ekuitas Jumlah kewajiban dan ekuitas Modal kerja bersih 73.723 2.063 446.502 .988) 3.843.650.8 (11.6 41.005 701.3 62.466 5.844.505.054.292.8 40.8 60.7 30.675) (1.501 1.055) (6.686.891 2.2 42.901 158.699 5.266 774 911.19 644.949.451 74.152 562.483 69.002 (1.Depresiasi dan Amortisasi 62.1 25.909.078.733 79.875 6.6) (24.104.039 (3.301) 4.116 675.097 789.645.346.392 2010 2009 2008 PERHITUNGAN LABA RUGI (Dalam juta Rp.057 (5.04 111.281.0 117.304 872 26 2.498.4 42.304.352) 3.23 102.854 (4.423 610.1 26.4 23.720 1. kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Beban usaha Laba usaha Pendapatan lain-lain (bersih) Bagian (rugi)/laba bersih dari perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak penghasilan Pajak penghasilan Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham Harga pasar saham terhadap laba bersih per saham EBITDA Pengeluaran usaha** 7.8 28.366.258.596.551.954 2.156 4.771 2.644.836 128.063 ??? 8.008) 2.2 47.622.295.178 423.687 1.076.5 85.132 6.187 8.8 26.0 43.3 RASIO KEUANGAN Aset lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas PENGELUARAN MODAL (Dalam juta Rp) Rutin Pengembangan Jumlah pengeluaran modal * Disajikan kembali ** Harga Pokok Penjualan + Beban Usaha .376.166 (1.593) 2.5 178.220 2.493.022 6.041.848 1.0 135.369 431.527 5.734 2.133 548.743 2.762.556 46.156.228 (3.953 266.184 15 3.104 1.530.106.548.032.669.979 187.6) (35.372 8.709.542 921.746 8.391 122.459 409.2 31.133 4.578 3.4) (26.343 308 1.7 33.7 59.517 125.722.295.908 1.925 81.036.713) 9.512 6.147.792 151.8 491.7 88.972 199.947.942 56.707.846) 1.678 171.584 362.133.4) 24.158 301.402.957 RASIO-RASIO (Dalam %) RASIO PERTUMBUHAN Penjualan Laba kotor Laba usaha Laba bersih Laba bersih per saham RASIO USAHA Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba kotor terhadap penjualan usaha terhadap penjualan bersih terhadap penjualan kotor terhadap jumlah ekuitas usaha terhadap jumlah ekuitas bersih terhadap jumlah ekuitas kotor terhadap jumlah aset usaha terhadap jumlah aset bersih terhadap jumlah aset 46.3 36.238) 3.578 5.990 553.4 40.352.9 33.927 6.932 447.998.106.672 (837.380.624 420.304 741 9 2.9 54.078.7 57.072 174.699 4.2 35.075 997.315.650 (600.559 5.779 120.2 29.2 48.918 411.156 748.599.0 62.

841) 896.249 17.107.5 49.055 163.073 (678.211 2.7 21.519 1. net Current Assets Estimated claims for tax refund Investments in associated Mining properties.291.6 49.514 (1.979.1 4.019 97.009.181 2.509) 485.019 360.350 83.297) 656.56 800.803.765 547.675.67 2.1 25.318 2.001 3.174 668.562 (282.8 15.533.526 12.831 3. except earnings per share) 4.8 22.093 12.998 39.825 (725.335.304 315 38 1.030) 1.414 447.973 3.855 (2.Working Capital INCOME STATEMENTS (In million Rp.9 (In percentage) GROWTH RATIO Sales Gross profit Operating income Net income Earning per share OPERATIONAL RATIO Gross profit to sales Operating income to sales Net income to sales Gross profit to equity Operating income to equity Net income to equity Gross profit to total assets Operating income to total assets Net income to total assets FINANCIAL RATIO Current assets to currents liabilities Total liabilities to total assets Total liabilities to total equity CAPITAL EXPENDITURES (In million Rp) 24.5 27.480 (2.5 48.931 26.295.4 21.8 32.75) (601) 726.984 114. net Non Current Assets Total Assets LIABILITIES AND EQUITY Trade payables Accrued Expenses Taxes Payable Othar Cerrets Liabilities Total Currets Liabilities Provision for retirement and employee benefits Provision for environmental protection reclamation and mine closure Other long term liabilities Total Non Currets Liabilities Total Liabilities Minority Interest Total Total Liabilities And Equity Net .123.734 16.5 37.482 25.025 403.6 13.761 1.0 0.2 28.6 544.222.5 18.734 1.154 2.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 9 2007* 2.8 18.545 310.127 483 368.254 355.137 293. net Fixed assets.407) 1.451 2.838 71.198.3 39.771) (2.519 1.1 40.2 17.460 3.541 3.451 431.936) 1.304 211 17 738.082.Depreciation and Amortization .341 170.347 99.3 413.979.2 759.335.8 17.7 33.819 560.181 99.0 21.352 188.6 36.622.539 64.936 2006 1.533 292.347.112 1.107.857 Routine Development Total capital expenditures * As restated ** Cost of Sales + Operating Expenses . net Other current assets.571 455.7 58.831 3.159 261. net Other non-current assets.035 774.95 (180.181 2.241 898.1 15.228 BALANCE SHEET (In million Rp) ASSETS Cash and cash equivalents Trade receivables. net Inventories.501 3.6 60.501.6 21.59 194.970 Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income (net) Share in net (loss)/income of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net income of subsidiaries Net income Number of share (in million share) Earning per share Price earning ratio EBITDA Operating expenditures** RATIOS 16.95 75.7 34.3 17.295.080.916.2 43.153.508 271.776 12.87 744.

8 3.2 3.727.979.0 2.9 6.0 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Laba Bersih (Rp miliar) EBITDA (Rp miliar) Laba Bersih per Saham 1.493.123.5 656.0 211 315 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Dividen per Saham (Rp) 533 371 Meningkatkan efisiensi seraya fokus pada pengembangan usaha untuk memberi nilai yang lebih tinggi.7 2.0 1.7 2.909.304.IKHTISAR UTAMA 10 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Aset (Rp miliar) Penjualan 8.8 3.622.2 3.947.106.6 (Rp miliar) Laba Usaha (Rp miliar) Operating Income (Billion Rp) 8.2 7.078.533.2 738.844. 101 105 165 06 07 08 09 10 .722.082.107.3 2.184 872 (Rp) 2.7 726.669.7 8.2 4.8 897.216.9 7.008.707.0 2.548.1 741 485.9 3.9 1.

243 57.817 4.803.971 507.498.416.955.843 9.613 4.783 12.552 12.388.014 4.588 508.900.424 4.086.548.892 10.708 366.897.620 76.912 11.228.649 2.922 6.131.165.271.792 8.522 10.871.553.218 3.147.546 10.006.114 400.294 1.600.300.487.665.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 11 Ikhtisar Operasi Operational Highlights PRODUKSI (dalam ton) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi PEMBELIAN (dalam ton) • PT Bukit Asam Prima • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian ANGKUTAN KERETA API (dalam ton) Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan PENJUALAN (dalam ton) Domestik Ekspor Jumlah Penjualan 2010 2009 2008 2007 2006 PRODUCTION (in tons) Tanjung Enim Mining Unit (UPT) 6.339.690 8.312 12.586 9.750.461.277.400 1.783 574.915.846.819 391.850 11.476.695.776 1.310 4.728 2.630.251 722.736 8.683 840.400 1.388 13.884 3.429 8.240.870 8.566 8.090 6.258 1.397.002 12.852.333 574.321.472 2.165.840 1.835 400.114 9.169.757.109 712.430 10.536.150 1.501 1.984 1.430 6.077 10.509 5.030 10.240.510 • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat UPT Total Production Ombilin Mining Unit (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Total Production PURCHASES (in tons) 511.185 1.606.150 2.161 784.956.945 5.402 5.477 1.288.558 12.050.272.796 5.310.797.640 8.510 • PT Bukit Asam Prima • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Total Purchase Total Production & Purchase RAILWAY TRANSPORTATION (in tons) 8.484.199 10.012 9.657 3.580 8.175.722.320 Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation SALES (in tons) 8.968 2.896 Domestic Export Total Sales .022.280.426.920.013 1.781 2.511 8.763.770 783.454.049 560.209 880.100 2.940 10.712.595.068.637.950.144.734 6.478.180.612 12.450 1.

Juli July The Best Public Companies based on WAI dari Indonesia’s Best Wealth creators 2010 (Wealth added Index) Method Indonesia. National GREEN PROPER Award from Ministry of Environment. Aditama Predicate for Environment from EMR Ministry. dan Peringkat ke 3 GCG Implemention dalam Acara Business Review Award. 3rd Rank Operations Management. Stern Steward & co and Swa. and 3rd Rank GCG Implementation in Business Review Award presentation. 1st Rank Finance Performance. 2nd Rank in Mining Companies category in Investor Award presentation. The Most Trusted Company in GCG Award organized by The Indonesian Institute for Corporate Governance & SWA Magazine. The Best Public Company from Indonesia’s Best Wealth Creators 2010 (Wealth Added Index) Method Indonesia. September September Rangking 3 Annual Report Award 2009 kategori Non Keuangan Listed Company. 3rd Best Website in BUMN Award presentation. dalam acara Investor Award. Peringkat ke 1 Finance Performance. The Best Role of Stakeholder in IICD Corporate Governance Award 2010 from Investor Magazine. . Predikat Aditama untuk Lingkungan dari Kementrian ESDM. Peringkat ke 3 Operation Management. Peringkat 2 dengan Kategori Perusahaan Pertambangan. The Best Company of the Year in International Good Company Award presentation. Stern Steward & Co. The Best Role of Stakeholder dalam IICD Award Corporate Governance Award 2010 dari Majalah Investor. Mei May The Best Performing Listed Company 2010 dari Majalah Investor. 3rd Rank 2009 Annual Report Award (nonfinancial listed company). The Best Performing Listed Company 2010 by Investor Magazine version. Agustus August 3rd Best Website dalam acara BUMN Award.IKHTISAR UTAMA 12 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Main Highlights Penghargaan dan Sertifikasi Award and Certifications Januari January The Best Company Of The Year dalam International Good Company Award. November November PROPER HIJAU tingkat Nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup. and SWA Magazine Desember December Predikat Terpercaya dalam GCG Award yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance & Majalah Swa.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 13

Piagam dan Trofi Penghargaan
Sertificate and Trophy Awards

BUSINESS REVIEW AWARD

ADITAMA

ANNUAL REPORT AWARD

3rd BEST WEBSITE BUMN AWARD

AEI & BEI CHARITY GOLF TOURNAMENT

2nd BEST SUSTAINABILITY REPORTING

CORPORATE GOVERNANCE AWARD

SWA 100 : BEST WELATH CREATORS

IKHTISAR UTAMA

14

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Main Highlights

Peristiwa Penting 2010
2010 Significant Event

Februari

February

23

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTBA dan PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) tentang Pengembangan Gasifikasi Batubara dan Pemanfaatan Gas Hasilnya sebagai Bahan Baku dan Bahan Bakar di Pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) on Coal Gasification and Resultant Gas Usage as Raw Material and Fuel in PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) factory.

Maret

March

23

Penandatanganan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Operation & Maintenance (O&M) antara PT Bukit Asam Transpacific Railway (anak perusahaan PTBA) dan China Railway Group Limited di Beijing untuk Proyek Pembangunan Angkutan Kereta Api dan Pelabuhan Batubara dengan panjang jalur sekitar 307 KM dan kapasitas angkut 27 juta ton per tahun. Signing Engineering Procurement Construction (EPC) and Operation & Maintenance (O&M) Agreements between PT Bukit Asam Transpacific Railway (subsidiary of PTBA) and China Railway Group Limited in Beijing for Railway and Coal Port Development Project, length 307 Km and capacity 27 million tons per annum.

April

April

21
Juni

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2010, dengan salah satu keputusan Utama Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Annual General Meeting of Shareholders, one of the resolutions was to amend the Articles of Association.

June
Penandatanganan Nota Kesepahaman/MOU antara PTBA dan PLN tentang pasokan batubara kalori peringkat rendah ke PLTU milik PLN. Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT PLN to supply low-calorie coal to PLN TPP.

10

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 15

Agustus

August

25

Penandatanganan Head of Agreement (HOA) antara PTBA, PT Adani Global dan Pemprop Sumatera Selatan tentang Angkutan Batubara. Signing Head of Agreement (HOA) among PTBA, PT Adani Global and South Sumatera Provincial Administration regarding coal transportation.

November

November

15

Mempertahankan peringkat PROPER HIJAU tingkat Nasional. Retaining National GREEN PROPER Award.

Desember

December

1 3

PTBA membagikan Dividen Interim Tahun Buku 2010. Paying interim dividend for accounting year 2010.

Penandatanganan Amandemen Kontrak EPC PLTU mulut tambang Banjarsari 2 x 100 MW. Signing Amendment to EPC Contract for Banjarsari mine mouth 2x100MW TPP.

16

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Daftar Isi
Table of Contents
2 5
6 6 9 10 SEKILAS KINERJA PTBA PTBA Performance Highlights IKHTISAR UTAMA Main Highlihts Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Operasi Operational Highlights Penghargaan Dan Sertifikasi Award And Sertification Peristiwa Penting 2010 2010 Significant Event DAFTAR ISI Table of Contents INFORMASI PERSEROAN Corporate Information Visi dan Misi Visi and Mission Riwayat Singkat Brief History Kegiatan Usaha Business Activity Lokasi Operasi Perseroan Operational Location Sumber Daya dan Cadangan Batubara Coal Resources and Resources Produk Batubara Coal Products Alamat Kantor Office Address Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi Subsidiaries and Associated Companies Struktur Organisasi Organization Structure INFORMASI BAGI INVESTOR Investors Information Kondisi Pasar Modal Capital Market Condition Kronologis Pencatatan Saham PTBA Corporate Share ... Kinerja Saham Ptba Financial Highlights Daftar Pemegang Saham Shareholders Kebijakan Dividen Dividend Policy LAPORAN MANAJEMEN Management Report Laporan Komisaris utama Report from The President Commissioner Laporan Direktur Utama Report from the President Director LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Operational Management Report Rencana Strategis Strategic Plan

45 45 78

12 13
45 46 47 47 49 50 54 55 60

89 123 233

Pengembangan Usaha Business Development Risiko dan Manajemen Risiko Risk and Risk Management Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Perlindungan Lingkungan (K3LL) Health and Work Safety and Environmental Conservation Laporan Pelaksanaan Reklamasi dan Rehabilitasi Implementation Report of Reclamation and Rehabilitation Pengembangan Teknologi Informasi Information Technology Development Pengembangan Sumber Daya Manusia Human Resource Development PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Management Discussion and Analysis Kondisi Umum dan Prospek Usaha General Condition and Business Prospects
Kondisi umum perekonomian global dan Indonesia Lorem ipsum dolor sit amet Prospek permintaan batubara Coal Demand Prospects

157
122 122 122 133 119 111 111

Laporan Kinerja Usaha Business Performance Report
Segmen Batubara Lorem ipsum Segmen Briket Lorem ispum

64
64 64 67 23 23

Tinjauan Kinerja Keuangan Financial Review

46 47 47 49 50 54

Neraca Lorem Perhitungan Laba Rugi Lorem ipsum Arus Kas orem ipsum Rasio-rasio Keuangan Lorem ipsum Kebijakan Permodalan dan Modal Kerja Bersih Lorem ipsum dolor Realisasi Belanja Modal Lorem ipsum

45
56 45

55 60
64

69
45

Strategi Bisnis di Tahun 2011 2011 Business Strategy Informasi-informasi Material Material Information
Perjanjian-perjanjian Penting Lorem ipsum

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 17

64 67 23 23 25 35 34 122 122 123 111

Transaksi Benturan Kepentingan Lorem ipsum Transaksi Material Lorem ipsum Program Penjualan Kembali Saham Perseroan Lorem ipsum dolor Akuisisi lorem ipsm Pendirian Anak Perusahaan Lorem ipsum Transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa Lorem ipsum dolor sit amet Reklasifikasi Akun Lorem ipsum

122 122

Pelaksanaan Prinsip-prinsip Dasar GCG Implementation of GCG Basic Principles Perkara Hukum dan Lain-lain Lorem ipsum LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Corporate Social Resposibilities Pengantar Strategic Plan Program Kemitraan dan Bina LIngkungan Business Development

69
45 45

Kejadian Luar Biasa dan Informasi Setelah Tanggal Neraca Significant and Subsequent Events
Perubahan perundang-undangan dan peraturan pemerintah Lorem ipsum dolor sit amet Perubahan Kebijakan Akuntansi Lorem ipsum Kejadian setelah tanggal neraca Lorem ipsum dolor sit

157
122 123 123 123 6 45 55 60 122 122 122 122

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Corporate Governance Report Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Implementation of Corporate Governance
Tujuan Penerapan Lorem ipsum Assesment Praktek GCG Lorem ipsum Panduan dan Struktur Tata Kelola Lorem ipsum

45 78

89

RUPS Lorem ipsum Hubungan serta Koordinasi Dewan Komisaris dan Direksi Lorem ipsum Dewan Komisaris Board of Commissioner Direksi Board of Director Komite-komite dan Laporan Komite Committee and Committee Report Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Internal Audit and Control System Kode Etika Berperilaku Code of Conduct

123

233

Pengelolaan Pelestarian Lingkungan Risk and Risk Management Pemenuhan Hak-hak Karyawan dan Penghargaan terhadap Hak Azasi Manusia Health and Work Safety and Environmental Conservation Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan Implementation Report of Reclamation and Rehabilitation Komitmen terhadap Kualitas Produk dan Perlindungan Pelanggan Information Technology Development Hubungan Harmonis dengan Masyarakat berlandaskan Prinsip-prinsip Tata Kelola yang Baik Harmonious Relationship with The Community Based on Good Corporate Governance Principles DATA PERSEROAN Corporate Data Profil Dewan Komisaris Information Technology Development Profil Direksi Information Technology Development Profil Komite-komite Information Technology Development Profil Sekretaris Perusahaan Information Technology Development Profil Kepala Audit Internal Information Technology Development Surat Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Information Technology Development Referensi Silang Daftar Isi Dengan Peraturan Bapepam LK. Information Technology Development LAPORAN KEUANGAN AUDITAN Financial Statements

157
123 123 123 123 123 123 290

300

18

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

702 7.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 19 Informasi Perseroan Corporate Information 90.3 2.0 hektar hectares Luas seluruh wilayah kuasa pertambangan Perseroan Total Company’s Mining concession area miliar ton billion tons Total Sumber Daya batubara perseroan Total coal resources miliar ton billion tons Total cadangan tertambang perseroan Total mineable resources .

4. 5. 2. MISSION • • • • • Focus on core competency and sustainable growth Optimize shareholders’ return Promote a performance-based corporate culture Contribute to national economic development Contribute to the improvement of community welfare and the preservation of environment STRATEGI Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan dan terkemuka di Indonesia yang menerapkan Enam Langkah Strategis: 1. 6. 4. 6.INFORMASI PERUSAHAAN 20 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information VISI Menjadi Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan VISION To become an environmentally friendly coal-based energy company MISI • • • • • Fokus kepada core competency dan pertumbuhan yang berkesinambungan Memberikan tingkat pengembalian yang optimal kepada pemegang saham Meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Memberikan kontribusi pengembangan ekonomi nasional Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. 2. Fokus pada pertumbuhan produksi/penjualan batubara Fokus pada proyek-proyek dengan skala kesiapan 1 Restrukturisasi korporasi Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM serta meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan STRATEGY Indonesia’s leading environmentally friendly coal-based energy company that adopts Six Strategic Steps: 1. 3. Focus on the growth of coal production/sales Focus on projects with readiness scale 1 Corporate restructuring Boost human resource competence and regeneration as well as promote a performance-based corporate culture Improve remuneration system based on performancebased reward Promote performance rating in environmental management . 3. 5.

Selanjutnya mulai 1923 beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga 1940. To develop coal industry in Indonesia. pengangkutan dan perdagangan bahan-bahan galian terutama batubara. para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. pengolaham. In line with the national energy security development program. 2002 the Company became a publicly listed company on the Indonesian Stock Exchange under the code of “PTBA”. Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional. PN TABA converted its status to a limited liability company under the name of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. In 1950. in 1990 the Government merged Perum Tambang Batubara with the Company. Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batubara di Indonesia. the Indonesian Government approved the establishment of State-Owned Bukit Asam Coal Mine or Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). BRIEF HISTORY The coal mining in Tanjung Enim was initiated by the Dutch Colonial Government in 1919 by operating the first coal mine using open pit mining method in Air Laya. purifying. maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam bidang pengembangan bahan-bahan galian. Pada 1981.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 21 RIWAYAT SINGKAT Sejarah pertambangan batubara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di wilayah operasi pertama. Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: • Mengusahakan pertambangan yang meliputi penyelidikan umum. further called the Company. in accordance with the prevailing laws and regulations under the limited liability principles. exploration. exploitation. initial operation commenced in 1923 and lasted until 1940. pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan. Using underground mining method. while commercial production began in 1938. Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air. yang selanjutnya disebut Perseroan. terutama pertambangan batubara sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. eksploitasi. The Company business activities are as follows: • Mining operation covering general research. the mining workers fought for the nationalization of the mines. processing. yaitu di Tambang Air Laya. pemurnian. Mengusahakan pengolahan lebih lanjut atas hasil BUSINESS ACTIVITY Pursuant to Article 3 of the Company’s Articles of Association. transporting and trading of mining products particularly coal. the objective of the Company is to develop mining operation. In1981. • • . PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero). in 1993 the Company was assigned by the Government to develop coal briquette business. sedangkan produksi untuk kepentingan komersial dimulai pada 1938. Pada 1950. particularly coal mining. KEGIATAN USAHA Sesuai Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3. Further processing of mining products particularly coal. Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA”. On December 23. pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batubara. When the Dutch Colonial period ended in Indonesia. eksplorasi. Pada 23 Desember 2002.

Managing and operating ports and piers specifically designated for coal. Pabrik Briket Briquette Factory GRESIK Kap. Pelabuhan Port TARAHAN Stockpile Stockpile : 560.5 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 8. • • • • Trading products of the foregoing business activity. 12.000 ton/tahun tons/year 2. Mengusahakan dan mengoperasikan pembangkit tenaga listrik uap.000 DWT 3.000 ton/tahun tons/year 2. Pelabuhan Port TELUK BAYUR Stockpile Stockpile : 90. Memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang terkait dengan pertambangan batubara beserta hasil-hasil olahannya.27 miliar ton billion tons 2.5 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 40. LOKASI OPERASI PERSEROAN OPERATIONAL LOCATION SOUTH CHINA SEA PEKANBARU 2 1 PADANG 1 4 SAMARINDA BALIKPAPAN 2 3 1 1.59 miliar ton billion tons TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 6. baik untuk keperluan sendiri maupun untuk keperluan pihak lain. 95.02 miliar ton billion tons 3. baik di dalam maupun luar negeri. PRANAP CERENTI Kuasa Pertambangan Mining Concession Sumberdaya Resources : 0.000 DWT .000 ton/tahun tons/year 3. OMBILIN Unit Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 0.000 ton billion tons 1.000 DWT 1. Providing consultancy services and engineering in coalmining-related fields and processed mining output.INFORMASI PERUSAHAAN 22 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information • • • • produksi bahan-bahan galian terutama batubara. at home and abroad. TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources : 6.000 ton billion tons Kapasitas Capacity : 2. Managing and operating thermal power plant. Pabrik Briket Briquette Factory LAMPUNG Kap. for own purpose or for others. Pabrik Briket Briquette Factory TANJUNG ENIM Kap.35 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 1. JAKARTA Kantor Perwakilan Representative Office Kapasitas Capacity : 12 juta ton/tahun billion tons/year Kapal Ship : Max 80. Mengusahakan dan mengoperasikan pelabuhan dan dermaga khusus batubara.000 ton billion tons Kapasitas Capacity : 2.35 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 1. 8. Memperdagangkan hasil produksi sehubungan dengan usaha di atas. either for own use or for others.59 miliar ton billion tons 2 3 LAMPUNG JAVA SEA SURABAYA 3 INDIAN OCEAN 1. baik hasil sendiri maupun hasil produksi pihak lain. Dermaga Pier KERTAPATI Stockpile Stockpile : 50.80 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 0. baik untuk keperluan sendiri maupun keperluan pihak lain.10 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Resources : 0. either own or other parties’ production.

30 Apr 2010): 882 Ha.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010. Arahan Utara.950 hektar.950 hectares. yakni: • Lembah Segar dan Talawi (05.87.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010. 13 Apr 2010): 4. Tambang batubara Ombilin seluas 2.99 miliar ton billion tons 1 18 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim 1 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim 87 80 SUMBER DAYA DAN CADANGAN BATUBARA Perseroan memegang hak Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi sebagai berikut: Tambang batubara Tanjung Enim seluas 66. 13 Apr 2010): 22. Kungkilan. Sumatera Selatan.414 hektar yang meliputi Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat. 13 Apr 2010): 2. consisting of: • Lembah Segar dan Talawi (05.Perindagkop. South Sumatera.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010. Arahan Utara. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24. consisting of: • • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010.414 hectares covering Muara Enim Regency and Lahat Regency. 13 Apr 2010): 4. 30 Apr 2010): 3.29 miliar ton billion tons 1 11 1 Cadangan Tertambang Coal Resserve : 1.621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010. yang terdiri atas: • • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 23 sumberdaya cadangan tertambang Sumberdaya Coal Resources : 7.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010.937 Ha Banjarsari.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010.937 Ha Banjarsari.Perindagkop. 29 Okt 2010): 7. 30 Apr 2010): 2. Bunian. 30 Apr 2010): 3. Bunian. 13 Apr 2010): 22. 30 Apr 2010): 882 Ha. 13 Apr 2010): 2. Kungkilan. COAL RESOURCES AND RESERVES The Company holds Mining Consession in the following areas: Tanjung Enim coal mine of 66.87. 30 Apr 2010): 2.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010. 29 Okt 2010): 7.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010.950 Ha .621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010.950 Ha Ombilin coal mine of 3.

adb) FC 40 (%.000 14. COAL PRODUCTS The Company produces a variety of coal products with differing quality of content.0 5.700 7.300 6.7 13. kota madya Samarinda (melalui anak perusahaan PT Internasional Prima Coal) dengan no keputusan (454/375/HK-KS/VII/2010.96PPO289) measuring 17.414 Ha Selain IUP Operasi Produksi tersebut.0 billion tons.300 5. With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant. 27 Apr 2010) seluas 17. While total mineable reserves reached 1. maka jumlah cadangan tertambang menjadi 2. Coal Brand IPC 53 BA 55 BA 59 BA 63 BA 67 BA 70 (Kcal/kg.900 6.6 0.0 miliar ton. the Company has total mineable reserves of 2.2 41. excluding mineable reserves in the Mining Concession location at Lahat Regency which is in dispute with the local Administration. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008. Merujuk pada hasil penilaian sumber daya (resources) dan cadangan (reserve) oleh pihak independen yaitu “International Mining Consultant (IMC)” pada Desember 2008.500 5.7 47. the Company has total coal resources of 7. belum termasuk cadangan tertambang pada KP yang berlokasi di kabupaten Lahat yang berstatus sedang dalam tahap penyelesaian dengan Pemda setempat.ar) TM 34 30 28 21 18 14 (%. If the mineable reserves at Lahat Regency are included.adb) CV (%.5 42. Luas Tambang Batubara Tanjung Enim In addition to these Mining Concessions.1 39.0 5.3 miliar ton yang tersebar di seluruh KP tersebut di atas. and in Palaran District.5 45.INFORMASI PERUSAHAAN 24 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information 66.7 5. PRODUK BATUBARA Perseroan memiliki beragam jenis produk batubara sesuai dengan kadar kualitas yang terkandung di dalamnya.5 41. Apabila cadangan tertambang pada KP di Kabupaten Lahat diperhitungkan.0 .5 0.0 (%.8 billion tons.6 0.100 Ha dan di lokasi kecamatan Palaran.3 6.4 41.100 Ha.0 5.adb) TS 0.8 6.6 0. total sumber daya batubara (resources) Perseroan mencapai 7.0 40. Sedangkan jumlah cadangan tertambang mencapai 1.9 39. Indragiri Hulu Riau (09/IUP/545-02/IV/2010. 19 Jul 2010) seluas 3.adb) Ash 8 7.6 0.0 40.1 11.238 Ha.3 7. Perseroan juga memegang hak IUP Operasi Produksi dilokasi Peranap.3 billion tons throughout this Mining Concession area.8 miliar ton.238 Ha.adb) VM 39 (%. the Company also holds Mining Concession in Peranap Indragiri Hulu Riau (KW. Samarinda (through subsidiary PT Internasional Prima Coal measuring 3.adb) IM 15 (%.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 25 Area tambang Air Laya. Tanjung Enim .

Soekarno Hatta Km. 31 686 F.1 Teluk Bayur. Raya Natar Km. Indonesia P. Parigi No. Sumatera Selatan P. Bandar Lampung P. +62-754-61 021 F. Rasuna Said Blok X-5 Kav. Tanjung Enim Sumatera Selatan 31716 P. +62-721-774 266 Unit Usaha Gresik Gresik Business Unit Jl.INFORMASI PERUSAHAAN 26 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information KANTOR PUSAT Head Office Jl. +62-754-61 402 Dermaga Kertapati Kertapati Pier Jl. +62-21-727 96176 Unit Usaha Serang Serang Business Unit Jl. +62 734 096 452 352 F. +62-254-700 1236 Unit Usaha Tanjung Enim Tanjung Enim Business Unit Jl. 452 993 Pelabuhan Teluk Bayur Teluk Bayur Port Jl. 2-3 Jakarta 12950 P. +62-721-31 577 KANTOR PERWAKILAN JAKARTA Jakarta Representative Office Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. +62-711-512 617 F. +62-31-395 0601 . +62-721-783 558 F. Raya Manyar Km. 727 96241 F.7 Serang.1 Tanjung Enim 31716 P. 1A Blok M.+62-721-31 545. Kebayoran Baru Jakarta 12160 P. +62-24-6585 185 F. +62-21-525 4014 F.R. +62-751-62 522. H. +62-21-727 96115. +62-734-451 096. +62-734-451 096. Falatehan Raya No. 452 352 F. Tanjung Periuk No. +62-734-451 095. +62-24-6595 186 Unit Usaha Lampung Lampung Business Unit Jl. +62-21-525 4002 Unit Pengadaan Briket Briquette Business Unit Jl. Parigi No. Jawa Tengah P. +62-31-395 0288 F. +62 734 893 434 343 Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) Tanjung Enim Mining Unit Jl.1. Banten P. Jawa Timur P. 16 Natar. +62-711 511 388 Pelabuhan Tarahan Tarahan Port Jl. 6 Manyar Gresik 61151. +62-734-451 095. Raya Bojonegara Km. 452 352 F. 15 Tarahan. 452 993 Unit Usaha Semarang Semarang Business Unit Kawasan Industri Terboyo Blok O No. Sumatera Barat P. Lampung Selatan P. Stasiun Kereta Api Palembang. _62-751-63 533 Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Ombilin Mining Unit Sawahlunto Sumatera Barat P.1 Semarang. Parigi No. 31 996 F. 63 522. 1 Tanjung Enim 31716 Sumatera Selatan.

the Company sets up several subsidiaries to support the Company in reaching its production and sales target. berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : INVESTOR RELATION Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. Rasuna Said Blok X-5 Kav. Rasuna Said Blok X-5 Kav.99 65 10 51 .co.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 27 AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham. H.id ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI Sejalan dengan visi Perseroan untuk menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya-saing dan memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan. +62-21-525 4014 F. SUBSIDIARIES AND ASSOCIATED COMPANIES In line with the corporate vision to become a competitive coal-based energy company and to give optimum value to its stakeholders. 2-3 Jakarta 12950 P.99 99.ptba. maka Perseroan membentuk beberapa anak perusahaan yang bergerak sebagai sektor pendukung pencapaian target produksi dan penjualan Perseroan. +62-21-525 4002 www. +62-21-525 4002 INVESTOR RELATION Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl.99 99. maupun untuk pengembangan berbagai produk derivatif batubara. +62-21-525 4014 F. berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham. 2-3 Jakarta 12950 P.R. H.99 99.R. as well as in developing various coal derivative products. NAMA NAME TAHUN PENDIRIAN ESTABLISHMENT BIDANG USAHA CORE BUSINESS STATUS KEPEMILIKAN OWNERSHIP (%) PT Batubara Bukit Kendi PT Bukit Pembangkit Innovative PT Bukit Asam Prima PT Bukit Asam Metana Ombilin PT Bukit Asam Metana Enim PT Bukit Asam Metana Peranap PT Bukit Asam Banko PT Bukit Asam Transpacific Railway PT Internasional Prima Coal 1996 2005 2007 2007 2007 2007 2008 2008 2005 Penambangan batubara Coal mining Pembangkit listrik tenaga uap Thermal power plant Perdagangan batubara Coal trading Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan batubara Coal mining Angkutan batubara Coal transporting Penambangan batubara Coal mining Sudah operasi Operational Tahap pengembangan Developmental stage Sudah operasi Operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Sudah operasi Operational 75 41 99.

6 Jl. Jakarta Selatan 12920 P. Rasuna Said Kav.R. H. Jenderal Sudirman Kav. H. +62 21 570 9026 Notaris Fathiah Helmi Graha Irama Lt.INFORMASI PERUSAHAAN 28 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Information LEMBAGA PENUNJANG PASAR MODAL CAPITAL MARKET SUPPORTING INSTITUTIONS Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom Puri Datindo Wisma Sudirman Jl.R. Rasuna Said Blok X-1 Kav. X-7 No.6 Jakarta 12940. +62 21 570 9009 F. +62 21 521 2901 F. Indonesia P. 1 & 2 Kuningan.34 Jakarta 10220 P. +62 21 5290 7304-6 Kantor Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan PriceWaterHouseCoopers (PwC) Plaza 89 Jl. +62 21 5290 5555 / 5290 5050 .

PENGEMBANGAN KORPORAT Corporate Development ENDANG PURNOMO MGR. DIREKTUR UTAMA President Director SUKRISNO DONO BOESTAMI DIREKTUR KEUANGAN Finance Director MILAWARMA DIREKTUR OPERASI/ PRODUKSI Operations/Production Director HERI SUPRIYANTO DIREKTUR PENGEMBANGAN USAHA Business Development Director TIENDAS MANGEKA DIREKTUR NIAGA Commerce Director MAHBUB ISKANDAR DIREKTUR SDM & UMUM HR & General Affairs Director SUHERMAN SM. efisien dan efektif sesudai dengan perkembangan industri serta dalam rangka mencapai pertumbuhan kinerja yang optimal.A.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 29 STRUKTUR ORGANISASI Perseroan menerapkan struktur organisasi yang dinamis. SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources ERDAWATI MGR. PERENCANAAN KORPORAT Corporate Planning HANANTO BUDI LAKSONO SM. PEMASARAN BATUBARA Marketing WIRYAWAN SM. AKUNTANSI DAN ANGGARAN Accounting and Budgeting ISKANDAR MALIKI SM. the Company has total coal resources. PROGRAM KESEHATAN Health Program SONNY H. JAMIL SM. SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SURYO EKO HADIANTO SM. RUMAH SAKIT BUKIT ASAM Bukit Asam Hospital ACHMAD SUDARTO SEKRETARIS PERUSAHAAN Corporate Secretary M. SATUAN PENGAWASAN INTERN Internal Auditor FLIDELIN KATILI SM. Evaluation. KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Partnership and Community Development ZULFAHMI MGR. and Production Optimization EDY PURWANTO SM. HUKUM DAN ADMINISTRASI KORPORAT Legal and Corporate Administration AKHMAD ABBAS MGR. UNIT PELABUHAN TARAHAN Tarahan Port Unit MUZANI WAHAB GM. UNIT PERTAMBANGAN TANJUNG ENIM Tanjung Enim Mining Unit GM. UNIT PERTAMBANGAN OMBILIN Ombilin Mining Unit OCTAVINA GM. ORGANIZATION STRUCTURE With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant. UNIT PENGUSAHAAN BRIKET Briquette Business Unit GM: General Manager SM: Senior Manager Mgr: Manager Ka: Kepala Head Pgs: Pengganti Sementara Temporary Replacement . LOGISTIK Logistics KORPORAT Corporate UNIT OPERASIONAL Operational Unit MUNANDAR SAI SOHAR ANSYORI AKHMAD HARUN AL RASYID GM. UMUM DAN HUBUNGAN EKSTERNAL General Affairs and External Relations BAMBANG SUTRISNO SM. EVALUASI DAN OPTIMASI PRODUKSI Analysis. PENANGANAN DAN ANGKUTAN BATUBARA Coal Handlling and Transportation M. PERBENDAHARAAN DAN PENDANAAN Treasury and Funding DADAN RUSWANDANA SM. HARSONO KA. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008. ANALISIS. TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology MAIZAL GAZALI SM. UNIT DERMAGA KERTAPATI Kertapati Pier Unit PGS GM. BAGIR SM.

30 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 31 Informasi Bagi Investor Investors Information IHSG Kenaikan IHSG di tahun 2010 CPI surged in 2010 46.13% 33% COMPOSITE PRICE INDEX (CPI) Harga Saham Share Price Harga Saham PTBA naik di tahun 2010 Increase of PTBA share price in 2010 .

frekuensi transaksi dan nilai perdagangan atau kapitalisasi pasar.05 triliun. naik 26. banyak saham-saham emiten di bursa mencatat tingkat kenaikan yang cukup tinggi.74 triliun atau melonjak 94. IHSG ditutup pada level 3. Sepanjang 2010.35. Seiring dengan sentimen positif sinyal perbaikan kondisi perekonomian global maupun nasional. lebih rendah dari posisi penutupan tahun 2009.564.12 triliun. naik 60. membuat kelebihan likuiditas pasar modal dikwasan tersebut cenderung bergerak ke emerging market.1 % dari posisi sebesar Rp13. Pemodal asing turut berperan mempengaruhi pergerakan IHSG tersebut. Selama tahun 2010.51 atau mengalami kenaikan sebesar 46. saham PTBA tercatat sebagai anggota dari Jakarta . sebesar Rp 4. total rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp5. Tingkat kenaikan tersebut merupakan kenaikan indeks yang terbaik di Asia Pasifik.564.INFORMASI BAGI INVESTOR 32 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information KONDISI PASAR MODAL Seiring dengan perbaikan kondisi makroekonomi. Selanjutnya.79% dibandingkan nilai kapitalisasi pasar tahun 2009 yang sebesar Rp2.13% dibandingkan dengan penutupan akhir tahun 2009 di level 2. kegiatan transaksi pasar modal di BEI terus meningkat. lalu BEI membukukan nilai pembelian bersih (net buy) asing senilai Rp26. kegiatan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2010 berlangsung dinamis dengan kecenderungan menguat hingga akhir tahun.09 triliun. Hampir seluruh sahamsaham blue-chips yang tercatat di bursa dan tergabung dalam kelompok LQ45 mencatat kenaikan harga. KINERJA SAHAM PTBA Saham Perseroan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan PTBA sejak Initial Public Offering (IPO) Desember tahun 2002. diangka 2. Titik terendah posisi penutupan IHSG terjadi pada tanggal 8 Februari 2010. Hal tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).247.4% dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian tahun 2009. Seiring dengan peningkatan kegiatan transaksi dan level IHSG tersebut. Kebijakan stimulus ekonomi melalui ekspansi moneter di Amerika dan guncangan pasar uang di Eropa. angka IHSG tidak pernah lebih rendah dari angka penutupan tahun 2009 sepanjang perdagangan bursa di tahun 2010.019.703. Nilai kapitalisasi pasar saham di BEI pada di tahun 2010 mencapai angka Rp3. yakni pada level 2.35.38 triliun. sehingga pada akhir tahun 2010.475.78 triliun di tahun 2009. Selain tercatat di papan utama. termasuk Indonesia.

yakni pada harga Rp17.250 per saham. harga saham PTBA sempat mengalami peningkatan harga hingga berada di level Rp18.000 lembar saham. 33% dari volume perdagangan di kuartal I.250 per saham di akhir Desember 2009.300 per saham pada kuartal pertama 2010. Volume saham yang diperdagangkan selama kuartal ke II ini meningkat. Jakarta Islamic Index.400 per saham. Indeks Bisnis-27 dan Indeks Kompas 100.400 persaham sebelum akhirnya ditutup pada harga lebih tinggi dari posisi harga penutupan akhir tahun 2009. Namun demikian harga saham PTBA juga sempat mengalami koreksi dengan harga terendah terjadi pada posisi Rp15.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 33 Pelabuhan Tarahan Mining Index.700. Sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan di Bursa karena adanya sentimen positif perbaikan harga jual komoditas energi.290. saham PTBA lebih aktif diperdagangkan. .000 per saham. Kemudian harga saham PTBA pada akhir kuartal II ditutup pada level Rp17. Setelah ditutup pada posisi Rp17. dan mencatat kenaikan harga hingga menjadi Rp19. LQ45 (45 saham terlikuid si BEI). Pada kuartal II ini harga saham PTBA sempat kembali terkoreksi mencapai harga terendah Rp15. Sepanjang tahun 2010 saham PTBA mengalami perkembangan harga dan volume transaksi yang dinamis. yakni menjadi sebesar 288.

Year of 2010 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia.INFORMASI BAGI INVESTOR 34 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Pola pergerakan saham PTBA selama dua kuartal selanjutnya berulang. namun ditutup pada level yang lebih rendah di akhir kuartal.250 per saham. Di akhir penutupan bursa BEI. harga saham PTBA berada pada posisi Rp22. Year of 2009 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price . Volume saham yang diperdagangkan pada kuartal III dan IV semakin berkurang dengan semakin naiknya harga saham PTBA. Pola pergerakan saham PTBA dapat dilihat pada grafik ikhtisar saham dan tabel berikut.950 per lembar. Posisi penutupan ini menunjukkan harga PTBA meningkat sebesar 33% dari posisi penutupan tahun 2008. yaitu sebesar Rp17. Tahun 2010 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange. Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. Demikian pula pada kuartal ke IV. yakni mencapai titik tertinggi pada awal kuartal III. Tahun 2009 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange. tanggal 30 Desember 2009.

664.250 19.750 11.300 19.500 370.794.950 15.700 6.290.221.400 17.100 6.700 16.400 15.050 15.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 35 Harga dan Volume Transaksi Saham per Kuartal di Bursa Efek Indonesia (Rupiah) Quarterly Stock Price and Transaction Volume at the Jakarta Stock Exchange (Rupiah) 2010 PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Kuartal Pertama Kuartal Kedua Kuartal Ketiga Kuartal Keempat 18.892.500 610.532.100 18.250 372.199.500 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter Pengangkutan tanah dari tambang Banko Barat .500 159.250 22.500 13.000 20.950 2009 216.000 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Kuartal Pertama Kuartal Kedua Kuartal Ketiga Kuartal Keempat 8.100 17.000 288.450 6.000 248.200 14.450 22.000 224.700 17.600 14.100 18.763.750 10.

Lorem Ipsum dolor sit amet Edipiscing lorem ipsum dolor . Lorem Ipsum dolor sit amet Edipiscing lorem ipsum dolor 2.36 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 1 2 1.

49% 7. 25 Juni 2004 25 June 2004 Divestasi Lanjutan Pemerintah menawarkan sahamnya sejumlah 286.26% Negara: State: Publik: Public: 70. Pada IPO ini.74% 16.9 million without any issuance of new shares.5 million series B shares oowned by the Government and 31.19% 29. kecuali Negara Republik Indonesia. yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005.02% 34.68% 0.5 juta saham Seri B milik Pemerintah dan 31. Perseroan juga menerbitkan waran Seri I sebanyak 173. yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005. Further Divestment The Government offered its 286.25 juta yang diberikan kepada pemegang saham.98% . ang diberikan kepada pemegang saham.13% 22 Desember 2005 22 December 2005 65.28% 29.9 juta tanpa adanya penerbitan saham baru. Privatization by offering 346.49% 31 Desember 200531 Desember 2010 31 December 200531 December 2010 65.5 juta saham baru milik Perseroan. kecuali Negara Republik Indonesia.5 million new shares owned by the Company.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 37 KRONOLOGI PENCATATAN SAHAM PTBA SHARE LISTING CHRONOLOGY TANGGAL SAHAM DATE TINDAKAN KORPORASI CORPORATE KOMPOSISI KEPEMILIKAN OWNERSHIP COMPOSITION Pra IPO Pre IPO 23 Desember 2002 23 December 2002 Initial Public Offering Privatisasi dengan menawarkan 346.02% 27.72% 31 Desember 2004 31 December 2004 Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Masa Konversi Waran Seri I Berakhir Series I Warrant expire date Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Negara: State: Publik: Public: 70. Negara: State: Negara: State: Publik: Public: 100% 83.

Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Operasional BWE di Tambang Air Laya. Tanjung Enim .INFORMASI BAGI INVESTOR INVESTOR 38 PT Bukit Asam Tbk.

020 21.999.297 1.Yayasan .498.000 10.131.500 1.393 1. Komposisi Pemegang Saham Perseroan pada Akhir tahun 2010 & 2009 Composition of the Company’s Shareholders at End of the year 2010 & 2009 KEPEMILIKAN JUMLAH SAHAM TOTAL SHARE 2010 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .500 sehingga total modal dasar Perseroan adalah senilai Rp4.304.000 3.710.000.850 0.729.131.Asuransi .983.000 70.578.Koperasi .416 0.Perseroan Terbatas .900 446.004 4.689 3.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 39 PEMEGANG SAHAM Modal Dasar Perseroan terdiri atas 1 (satu) lembar saham Seri A Dwi Warna dengan nilai nominal Rp500 dan 7.Lembaga Keuangan .500 93.835.Bank .000 (empat triliun Rupiah).101 19.000 2.Perseroan Terbatas .999 lembar saham Seri B (saham biasa) dengan nilai nominal Rp3.999.000 29.372.457 2.Dana Pensiun .406.001 0.999.989.000 26.094.036.049 1.500 51.Badan Usaha Asing Subtotal Total 459.657.Perorangan Indonesia .000 12.304.00 29.900 501.02 2009 2010 % 2009 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .Lembaga Keuangan .Pemerintah Daerah .500 2.Perorangan Indonesia .500 65.225 0.261.276.Reksadana Subtotal Pemodal Asing .104 1.087.802.399 19.500 33.001 0.549 107.02 65.999.999.500 1.Koperasi .087.000.Reksadana Subtotal Pemodal Asing .Badan Usaha Asing Subtotal Total OWNERSHIP .153 28.702 32.166 0.Bank .103 1.Karywan .500 96.261.000 3.250.500 55.312.901 449.00 0.Asuransi .Yayasan .000.301 2.850 2.884.Perorangan Asing .068 1.227 0.Dana Pensiun .854.754 21.500 1.Perorangan Asing .549 0 77.500 28.000.801 2.50 1.474.148 2.421.645 80.50 100.322.227 0.819.23 4.Pemerintah Daerah .77 100.003 0.498.000 85.248 501.362 78.Karyawan .

053 775.000 0.350 4 96 100 35.044.044.00868 0.INFORMASI BAGI INVESTOR 40 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Investors Information Status Kepemilikan Saham Oleh Direksi Share Ownership by the Directors 2010 NAMA NAME LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE 2009 % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE Ir.710.000 138.01619 200.00599 0. Besaran dividen yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan.202 501.350 38 62 100 356.00260 0. Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.01727 Komposisi Pemegang Saham yang Memiliki Saham <5% Share Ownership by the Directors URAIAN Lokasi Domestik Asing Total Jenis Investor Ritel Institusi Total 30.044.929. Milawarma.Eng 200. manajemen akan membayarkan dividen minimal 30% dari laba bersih.00260 0.044.000 60. .850 806.000 398.000 60. Drs.000 0.312.500 770.350 4 96 100 304. M.549 449. Mahbub Iskandar Ir.000 138. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk menciptakan manfaat terbaik bagi para pemegang saham.00868 0.801 806. Hal ini dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.731.000 373.674.114. jumlah cadangan yang harus disisihkan dan rencana pengembangan usaha.370.297 806.00490 0.334.148 806.350 44 56 100 2010 % 2009 % DESCRIPTION Location Domestic Foreign Total Type of Investor Retail Institution Total KEBIJAKAN DIVIDEN Perseroan menetapkan kebijakan penggunaan laba bersih hasil operasional selama satu tahun buku dan membayar dividen secara tunai atas laba bersih setelah memperhatikan tingkat laba yang diperoleh. kecuali ditentukan lain oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Sukrisno Ir.

707.734 233.104 853.060 485.35 105.75 persaham yang sudah dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2010.835 380. Tahun 2010.885 1.227.05 532.770 2.39 164.480 101. Dalam beberapa tahun terakhir.73 50 % 50 % 50 % 50 % 45 % .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 41 Belt Conveyor dengan latar belakang Spreader. dividend Pay Out Ratio ditetapkan sebesar 45% dari laba tahun buku 2009.97 371.670 760.530 242. PTBA kembali membagikan dividen interim tahun buku 2010. Tanjung Enim Tahun 2010. Hal tersebut ditunjukkan pada tabel berikut. Dividen interim terakhir dibagikan dan dilaksanakan pada tahun 2009. TAHUN BUKU ACCOUNTING YEAR LABA BERSIH NET INCOME (Juta Rp) (Million Rp) DIVIDEN YANG DIBAGIKAN DIVIDEND PAID (Juta Rp) (Million Rp) DIVIDEN PER SAHAM DIVIDEND PER SHARE (Rp) (Million Rp) RASIO PEMBAYARAN DIVIDEND PAYOUT RATIO 2005 2006 2007 2008 2009 467. sebesar Rp66. seiring pelaksanaan pengembangan usaha. besaran dividen yang dibagikan selalu di atas batasan minimal tersebut.727.207 1.

higher than 2009 growth which was recorded at 4. pertama-tama saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ungkapan syukur kehadiratNya atas keberhasilan Perseroan dalam melalui tahun 2010 dengan cukup baik.42 Tbk Laporan Tahunan 2010 PT Bukit Asam Tbk. GDP Indonesia tumbuh sebesar 6. Professional attitude in developing business and facing challenges to seize opportunities and attain the Company’s long-term objective. yang dimotori oleh China dan India sebagai penggerak perekonomian kawasan. lebih tinggi dari peningkatan GDP tahun 2009 yang sebesar 4.1%. Indonesia’s GDP grew 6.Laporan Tahunan 2010 Laporan Komisaris Utama Report From The President Commissioner Peningkatan sikap profesional dalam mengembangkan usaha untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang guna mencapai tujuan jangka panjang Perseroan. On behalf of the Board of Commissioners I would like to take this opportunity to thank God for the Company’s success in passing the year 2010 successfully. Along with a few other Asian countries.5%. . To our distinguished shareholders. Bersama dengan beberapa negara di kawasan Asia. mengikuti kondusifnya perekonomian dunia yang mulai lepas dari pengaruh krisis finansial global di awal tahun 2009. Perekonomian Indonesia di tahun 2010 tumbuh cukup baik.5%.1%. with China and India as the driving forces. Mewakili Dewan Komisaris. Para Pemegang Saham yang Terhormat. In 2010 Indonesia’s economy was moving on the upward trend after the world economy recovered from global financial turmoil in early 2009.

Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 43 Dr.

Coal sales volume rose 3.7% menjadi 12. Banyak ekonom meyakini perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang stabil dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang. laba bersih Perseroan di tahun 2010 turun menjadi Rp2. Dengan perkiraan membaiknya permintaan dan harga komoditas tambang di masa-masa mendatang. sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. Perseroan mampu mencatat kinerja operasional yang baik. The Company had anticipated this circumstance and made various innovative efforts that managed to cut self-managed coal production cost at mine mouth by 5. Dewan Komisaris dan Direksi telah merumuskan dan menetapkan serangkaian program dan strategi pengembangan usaha yang dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perseroan.LAPORAN KOMISARIS UTAMA 44 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from The President Commissioner Meningkatnya konsumsi domestik serta kenaikan harga berbagai komoditas utama seperti hasil tambang.95 million tons. SUPERVISION AND EVALUATION OF MANAGEMENT PERFORMANCE Throughout the year under review the Board of Commissioners fulfilled its oversight responsibility towards the management . net profit decreased to Rp2. Namun demikian. Produksi berhasil ditingkatkan 7.01 triliun.per saham di akhir tahun 2010. Hal ini tampak dari pergerakan harga saham PTBA yang ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp 22. Sehingga. Dewan Komisaris melakukan tugas pengawasan terhadap kebijakan manajemen. such efficiency was insufficient to cover the declining income caused by lower selling price.950 per share at the end of 2010.950. rata-rata harga jual batubara Perseroan yang turun hingga sebesar 14. However. the Board of Commissioners and Board of Directors devised and established a series of program and strategy for business development which were incorporated in Corporate Long Term Plan. membuat kinerja keuangan Perseroan tidak sebaik tahun 2009. pada tahun pelaporan ini.7% to 12. KONDISI UMUM PERSEROAN Di tengah atmosfir perekonomian yang kondusif tersebut.4% menjadi sebesar 12. Stronger domestic consumer demand and higher prices of prime commodities such as coal and plantation produce were instrumental in Indonesia’s economic development. Keberhasilan upaya effisiensi operasional dan upaya merealisasikan era PTBA Emas yang mulai menampakkan wujudnya. Volume penjualan batubara naik 3. average coal selling price dropped 14. Production increased by 7. In anticipation of improving demand and price of mining products in the near future. The result was reflected in PTBA shares positive trend that closed 33% higher to Rp22. Laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872. Namun demikian.46 million tons. Stabilitas politik dan keamanan yang terjaga dan tingkat likuiditas perekonomian yang terpelihara membuat peringkat utang luar negeri membaik menjadi Ba1 (Moody’s) dan BB+ dengan oulook positif (Standard & Poors).01 trillion and net earning per share dropped to Rp872.5%.95 juta ton. Consequently.5% and consequently operating results were below 2009 performance. the Company performed very well. Many economists are convinced that Indonesia’s economy is stable and all set for further growth. PENGAWASAN DAN PENILAIAN ATAS KINERJA MANAJEMEN Sepanjang tahun pelaporan.46 juta ton. Perseroan telah mengantisipasi kondisi ini dan berhasil melakukan berbagai inovasi dalam operasional Perseroan sehingga mampu menurunkan biaya produksi batubara swakelola dimulut tambang sebesar 5.6% down from the preceding year. However. The success of operating efficiency drive and initiatives towards PTBA Golden Era were begining to take shape and always communicated to all stakeholders to preserve the Company’s good image.6% dari biaya tahun sebelumnya.4% to 12. effisiensi tersebut tidak cukup menutupi penurunan pendapatan akibat turunnya harga jual. senantiasa dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan. GENERAL CONDITION OF THE COMPANY In this favorable economic climate. Overall political stability and security as well as well-maintained financial liquidity improved the country’s foreign debt rating to Ba1 (Moody’s) and BB+ with positive outlook (Standard & Poors). termasuk batubara dan produk perkebunan adalah beberapa faktor pendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berdasarkan evaluasi atas kinerja operasional di tahun pelaporan. We request the Board of Directors to continually make operational innovations to allow higher operating efficiency. Komite GCG. the Board of Commissioners asked the Board of Directors to continually make operational innovations so that the Company may operate more efficiently amid fluctuating coal price and considering its varied coal quality. Business Risk and Post-Mining Committee. Based on the evaluation of the current year operating results. the Board of Commissioners is assisted by Audit Committee. Dalam melaksanakan tugas pengawasan dan memberikan nasihat. and gave counsel to the Board of Directors in performing its duty. Untuk lebih meningkatkan peran pengawasan dan praktik tata kelola yang baik. Remuneration and HRD Committee. management mechanism and operations of the Company. Dewan Komisaris telah To enhance supervision and good corporate governance practice. Dewan Komisaris telah merealisasikan pembentukan Komite GCG. yang secara rutin melakukan rapat-rapat konsultatif dengan pihak manajemen Perseroan. Nomination. Remunerasi & PSDM. Risiko Usaha & Pasca Tambang. Direksi juga diminta untuk memberi perhatian lebih pada kelancaran realisasi proyek-proyek pengembangan yang memiliki nilai sinergis dengan upaya peningkatan efisiensi operasional dan masih dalam kaitan pengembangan “core We also expected the Board of Directors to foster a strategic collaboration with PT KAI to ensure higher railway loading capacity from the mines to the ports so as to increase our future sales volume. and Insurance. mengingat harga jual batubara yang fluktuatif serta variasi kualitas batubara yang dimiliki oleh Perseroan. the Board of Commissioners reinforced its oversight and direction . seperti pembangunan PLTU mulut tambang untuk penggunaan sendiri. Dewan Komisaris juga memberi nasihat kepada Direksi agar melakukan upaya-upaya lebih tegas untuk mengamankan wilayah konsesi Perseroan demi menjaga aset Perseroan. GCG Committee. Direksi diminta untuk meningkatkan kerjasama strategis dengan PT KAI guna menjamin peningkatan daya angkut batubara dari areal tambang ke pelabuhan sehingga volume penjualan dapat senantiasa ditingkatkan di masa mendatang. Dewan Komisaris meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasi-inovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien. competency”. policy. who hold routine consultative and coordination meetings with the management. In addition. Selain itu. The Board of Directors was also urged to pay more attention to our development projects to create synergy with operating efficiency drive to develop core competency. Kami meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasiinovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien. The Board of Commissioners also called on the Board of Directors to be more resolute in safeguarding the Company’s concession areas to protect our assets. GCG Committee was set up. Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit. In the discharge of its duty. Selain itu. serta Komite Asuransi. Komite Nominasi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 45 mekanisme kepengurusan dan operasional Perseroan yang dijalankan oleh Direksi serta memberikan arahan dan nasihat kepada Direksi. such as the construction of mine mouth TPP for our own purpose.

disingkat Konarba dan PSDM. . Dewan Komisaris telah menegaskan agar Direksi dapat menindaklanjuti dan meningkatkan praktik GCG mengacu pada best practices demi meningkatkan kinerja Perseroan yang berkelanjutan. Dewan Komisaris dengan didukung oleh Komite-Komite telah meminta Direksi agar meningkatkan praktik GCG dengan semakin mengintensifkan upaya sosialisasi dan internalisasi Manual GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual. In this context. the Board of Commissioners has requested the Board of Directors to enhance GCG practice by intensifying socialization and internalization of the latest GCG Manual consisting of Board Manual. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Code of Conduct and GCG Code. under the supervision of Board of Commissioners. Dalam kaitan ini. PELAKSANAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Dengan pengawasan Dewan Komisaris. Code of responsibilities in human resource development by enlarging Nomination and Remuneration Committee to become Nomination.LAPORAN KOMISARIS UTAMA 46 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from The President Commissioner Pengecekan kadar asam dalam air memperkuat fungsi pengawasan dan pengarahan dibidang pengembangan sumber daya manusia dengan menambah tugas Konarba sehingga komite ini menjadi Komite Nominasi. the Board of Directrs has been advised to follow up the implementation of GCG best practices for the sake of the Company’s sustainable business growth. Remuneration and Human Resource Development Committee. Conduct. Direksi telah merencanakan secara intensif dan melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang berkelanjutan sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip GCG. With the support of related Committees. shortened to NR & HRD Committee. dan GCG Code. has intensively carried out the corporate social responsibility program being one of GCG principles. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERFORMANCE The Board of Directors.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 47

Perseroan telah menunjukkan komitmen dan inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui pelaksanaan serangkaian program yang meliputi PKBL, Bina Wilayah, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta programprogram yang berhubungan dengan pemenuhan hak-hak karyawan yang memberikan dampak ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan pegawai. Berbagai program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lingkungan dan internal Perseroan. Cakupan program yang menyeluruh ini juga berhasil menciptakan keseimbangan antara operasional bisnis dan CSR Perseroan di mana setiap pihak tidak hanya cukup menjadi penerima manfaat semata, namun juga turut memegang andil dalam penerapan program-program CSR secara berkelanjutan. Dalam bidang lingkungan, Perseroan menerapkan sistem akreditasi ISO 9001:2000 dan ISO 14001:2004 demi menjamin terlaksananya aplikasi sistem kerja yang berkualitas dan ramah lingkungan, sehingga berhasil terus mempertahankan peringkat PROPER Hijau, dari Kementerian Lingkungan Hidup.

The Company proves its commitment to the local community through Partnership, Community Development and Area Development Programs, environmental management and other programs directed towards the growth and development of the local community and employee well-being.

These programs are integrated and carried out jointly with the surrounding community and other relevant parties. An equilibrium between business operations and CSR aspects is reached where all parties involved act not only as receivers but also as givers in carrying out CSR programs.

The Company applies ISO 9001:2000 and ISO 14001:2004 for the application of high quality and environmentally friendly work system. For its commitment to good environmental management, the Company retained the Green PROPER rating from the Department of Environment

PENINGKATAN KOMPETENSI SDM
Dewan Komisaris dan Direksi telah menyelesaikan penyusunan RKAP tahun 2011 yang berisi serangkaian target dan program kerja dengan sasaran yang lebih tinggi, selaras dengan sasaran yang hendak dicapai dalam RJPP. Dengan latar belakang perekonomian yang semakin kondusif seperti tergambar di atas, Dewan Komisaris meyakini Direksi akan sanggup memenuhi seluruh target yang ditetapkan.

HUMAN RESOURCE COMPETENCE DEVELOPMENT
Approaching the year 2011 the Board of Commissioners and Board of Directors have prepared Annual Budget and Work Program, outlining work program with higher targets that is commensurate with the objective of Corporate Long Term Plan. Against a backdrop of improving economic condition as described previously, the Board of Commissioners is confident the Board of Directors has the ability to reach all the established targets. We appreciate the sifnificant success made by the Board of Directors in managing and developing our human resource. To ensure sustainable business growth, we advise the Board of Directors to be more focused on developing our employees as the strategic partners of the Company.

Dewan Komisaris mengapresiasi kemajuan-kemajuan berarti yang telah dicapai Direksi dalam mengelola dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Untuk menjaga kesinambungan bisnis di masa mendatang, Direksi diminta memberi perhatian lebih pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia dengan menempatkan karyawan sebagai strategic partner Perseroan. Berbagai capaian kinerja Perseroan dan implementasi rencana maupun strategi operasional tidak akan berhasil tanpa didukung oleh human capital yang kompeten. Oleh karena itu, Dewan Komisaris meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi

The Company’s achievements and business strategy realizations will not be possible without the support of competent human capital. Therefore, the Board of Commissioners advises the Board of Directors to continue implementing competence-performance-based remuneration

LAPORAN KOMISARIS UTAMA

48

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Report from The President Commissioner

Kami meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi sehingga tercipta sistem kerja produktif.
We advise the Board of Directors to continue implementing competence-based remuneration system to create a productive working condition.

dan kinerja sehingga tercipta sistem kerja produktif yang lebih mendukung pengembangan Perseroan.

system to improve productivity to support the Company’s business continuity.

STRATEGI BISNIS DI MASA DEPAN
Dewan Komisaris memberi arahan agar Direksi semakin mengoptimalkan potensi strategis Perseroan. Selain potensi sumber daya batubara yang belum ditambang secara optimal, Direksi juga diminta untuk mengembangkan potensi lainnya dalam rangka meningkatkan pendapatan. Pengembangan potensi lain di atas antara lain pengembangan potensi CBM dan pembangunan PLTU, baik di mulut tambang maupun non mulut tambang. Dalam hal ini, Dewan Komisaris meminta Direksi agar senantiasa mencermati tahapan perkembangan pelaksanaannya, terutama dampak lingkungan dan dampak terhadap mayarakat sekitar serta mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

FUTURE BUSINESS STRATEGY
The Board of Commissioners advises the Board of Directors to optimize other strategic potentials. Besides coal resources that are not optimally excavated, other potentials should also be developed to augment income.

Developing other potentials includes developing CBM potentials and constructing mine mouth and non-mine mouth TPPs. In this context, we ask the Board of Directors to observe the progress made, particularly its impact on the surrounding environment and community and anticipate any obstacle that may arise.

UCAPAN TERIMA KASIH
Dewan Komisaris optimis bahwa Perseroan akan mampu meningkatkan kinerja yang positif dengan terus bekerja keras dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tata kelola penambangan yang baik (good mining practice). Dewan Komisaris meminta seluruh jajaran manajemen dan karyawan agar bekerjasama secara sinergis, serta bersikap profesional dalam menjalankan

A NOTE OF THANKS
The Board of Commissioners is optimistic that the Company will thrive with good results by working hard, implementing good corporate governance principle and good mining practice. The Board of Commissioners expects the management together with the rank and file to work synergically and professionally to develop the Company.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 49

Pengangkutan Batubara melalui transportasi Kereta

tugas dan amanat untuk mengembangkan Perseroan. Mewakili Dewan Komisaris, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Direksi dan seluruh pegawai Perseroan atas kerjasama, loyalitas dan jerih payahnya dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang akan semakin terbuka di masa-masa mendatang sebagai bekal yang sangat bermanfaat bagi terwujudnya citacita pengembangan Perseroan di masa mendatang. Akhir kata, saya juga menyampaikan penghargaan kepada para pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaannya kepada PT Bukit Asam (Persero) Tbk selama ini.

On behalf of the Board of Commissioners, I wish to express our highest regard to all members of the management and personnel of the Company for their cooperation, loyalty and concerted effort in facing challenges and using every opportunity to attain the objective of the Company. In closing I would like to convey my appreciation to the stakeholders for their continued support and trust in PT Bukit Asam (Persero) Tbk all these years.

Atas nama Dewan Komisaris, On behalf of the Board of Commissioners,

Dr. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner

50

Tbk Laporan Tahunan 2010 PT Bukit Asam Tbk.Laporan Tahunan 2010

Laporan Direktur Utama
Report From The President Director

Fokus pada efisiensi operasional dan pengembangan usaha menuju perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia.

Para Pemegang Saham Perseroan Yang Terhormat,
Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nama Direksi, saya menyampaikan bahwa Perseroan telah berhasil melewati tahun 2010 dengan mempertahankan catatan kinerja yang lebih menjanjikan untuk tahun-tahun mendatang. Perseroan menghadapi tantangan eksternal berupa peningkatan persaingan usaha di pasar domestik, kecenderungan meningkatnya penggunaan batubara kalori lebih rendah dengan harga jual yang lebih rendah dan naiknya harga BBM dan tarif listrik. Peluang yang muncul dari membaiknya perekonomian global dan nasional adalah semakin meningkatnya penggunaan sumber energi alternatif termasuk batubara di kawasan Asia Pasifik maupun di pasar domestik.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 51

Ir. sukrisno

DirekturUtama President Director

LAPORAN DIREKTUR UTAMA

52

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Report from the President Director

Perseroan telah merespon dengan tepat kecenderungan peningkatan permintaan batubara tersebut dengan berhasil meningkatkan produksinya menjadi sebesar 12,46 juta ton, naik 7,4% dari tingkat produksi 11,60 juta ton di tahun sebelumnya. Demikian juga volume penjualan berhasil ditingkatkan 3,7% dari angka 12,48 juta ton menjadi 12,95 juta ton. Kenaikan penjualan ini selaras dengan keberhasilan kerjasama dengan PTKA sehingga meningkatkan kapasitas angkut KA batubara sebesar 3,0% di tahun 2010. Namun demikian, Perseroan harus menghadapi kenyataan berupa penurunan rata-rata harga jual produksinya di pasar. Hal ini membuat nilai penjualan total turun 11,6% menjadi Rp7,91 triliun dari angka sebesar Rp8,95 triliun di tahun sebelumnya. EBITDA mengalami penurunan sebesar 30,6% menjadi Rp2,66 triliun. Laba bersih Perseroan juga mengalami penurunan sebesar 26,4%, bertahan pada angka sebesar Rp2,01 triliun, sehingga laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872 dari angka sebesar Rp1.184 per saham di tahun sebelumnya. Perseroan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan mencanangkan program efisiensi operasional sebagai upaya menekan seluruh biaya operasional dibawah kendalinya, sekaligus mengantisipasi munculnya peluang usaha di masa mendatang. Berbagai upaya tersebut secara konisten dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. Hal ini tercermin dari reaksi para investor di pasar modal yang tetap memberikan apresiasinya, sehingga harga saham PTBA ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp22.950,- per saham di akhir tahun 2010, dengan intensitas perdagangan yang tetap likuid.

MEWUJUDKAN PELUANG PERTUMBUHAN MELALUI PENINGKATAN EFISIENSI OPERASIONAL DAN REALISASI RENCANA PENGEMBANGAN
Menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2010, Perseroan menjalankan dua strategi utama, yakni fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan merealisasikan rencana pengembangan usaha yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi dalam waktu dekat. Upaya efisiensi dilakukan melalui tiga cara yakni: menekan biaya produksi, meningkatkan effisiensi operasional serta meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola.

6% dari tahun 2009. serta optimalisasi inside dump. Perbaikan sistem kerja dilakukan diantaranya melalui penerapan sistem operasional terintegrasi. perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU. Perseroan melaksanakan upaya perbaikan sistem kerja. Termasuk dalam hal ini adalah pelaksanaan perawatan peralatan secara terencana dan perbaikan manajemen stockpile. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck. dengan dukungan Teknologi Informasi. .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 53 Pelaksanaan program efisiensi operasional berhasil menurunkan biaya produksi batubara di mulut tambang sebesar 5. Perseroan mulai merealisasikan berbagai rencana pengembangan usaha yang sebelumnya dirangkum kedalam lima strategi pengembangan. mencakup: penghematan konsumsi BBM. suku cadang dan material serta konsumsi energi listrik.95 juta ton. Pada tahun 2010. Untuk meningkatkan efisiensi operasional. Untuk meningkatkan kapasitas produksi tambang swakelola dilakukan dengan penambahan jumlah unit produksi serta peningkatan kapasitas alat produksi dari kapasitas dibawah 30 ton menjadi diatas 50 ton. Perseroan melaksanakan beberapa program untuk menekan biaya produksi. serta perbaikan maupun penggantian alat penambangan. Biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang juga berhasil ditekan hingga sebesar 5. tanpa membuka areal pit baru.6% dari biaya di tahun 2009. Perbaikan sarana dan prasarana dilakukan melalui antara lain: optimasi areal stockpile dan perbaikan komponen conveyor belt. Pelaksanaan seluruh program tersebut mampu meningkatkan produksi batubara Perseroan menjadi sebesar 12. perbaikan sarana dan prasarana.

yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. Perseroan akan segera mengoperasikan 2 sistem BWE dan 1 spreader yang baru dipindahkan dari lokasi TAL dan dalam operasinya menggunakan energi listrik. Perseroan meyakini biaya produksi per ton akan semakin rendah dengan beroperasinya PLTU ini. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM. Perseroan juga percaya akan berhasil menyelesaikan proyek PLTU untuk pemakaian sendiri berkapasitas kecil lainnya. prestasi pembangunan telah mencapai 85%. PLTU Mulut Tambang Banko Tengah (4 x 600 MW) maupun IPP lainnya. menjadi berbasis listrik produksi sendiri. Sesuai rencana. PLTU ini diharapkan siap beroperasi pada tahun 2011. Sedangkan realisasi pembangunan PLTU berkapasitas sedang maupun besar yakni diantaranya PLTU Mulut Tambang Banjarsari (2 x100 MW). Untuk PLTU Banjarsari. Akhir tahun 2010. mengingat bahan bakarnya menggunakan batubara kalori rendah yang selama ini menjadi by-product. pada tahun 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan . dilaksanakan dengan hatihati dan seksama. yakni pembangunan unit PLTU mulut tambang 3 x 10 MW milik sendiri di Tanjung Enim.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 54 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Proses pemindahan BWE ke MTB salah satu rencana strategis tersebut semakin mendekati penyelesaiannya.

melalui penanda tanganan kontrak angkutan jangka panjang (CTA). dilakukan melalui peningkatan kapasitas angkut pada jalur eksisting bekerja sama dengan PTKA. Studi Upaya Kelola Lingkungan(UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) untuk proyek ini telah diselesaikan dan diperoleh. yakni peningkatan kapasitas angkut batubara. Rencana pertama. dengan kemampuan sandar hingga kapal jenis Capesize yang berdaya angkut 150. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Lampung. Perseroan terus bergiat merealisasikan rencana strategis lain.000 ton. mengingat para mitra Perseroan sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM. Rencana kedua. Selain membangun jalur kereta api. Diharapkan pada tahun 2011 PPA telah ditanda tangani. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Lampung. dilakukan dengan membangun jalur KA baru. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 55 dengan PLN dan pembebasan lahan PLTU dan jaringan transmisi telah diselesaikan. dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. Program pengembangan lain yang dapat direalisasikan adalah pemanfaatan kandungan CBM untuk mendapatkan sumber pendapatan baru.7 juta ton ke Kertapati (naik bertahap). Pemboran eksplorasi CBM pertama (core hole) akan dilakukan pada awal tahun 2011. . dengan daya angkut menjadi 20 juta ton pertahun ke Tarahan (Lampung) dan 2. Penyelesaian pembangunan PLTU untuk pemakaian sendiri akan membuat kinerja operasional semakin efisien dan realisasi proyek CBM akan menambah sumber pendapatan Perseroan. sehingga pada akhir tahun 2010 proyek ini telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi dan civil works di Wilayah Kerja Tanjung Enim. melalui tiga rencana strategis. melalui pembentukan perusahaan baru.

Perseroan merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India. Angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tannjung enim ke pelabuhan Tanjung-Api-api (Sumatera Selatan). Pada bulan Maret 2010 proyek ini mencatat kemajuan lain berupa Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. Procurement and Construction) senilai US$1.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. Realisasi dua rencana strategis lainnya. Dengan ketiga skenario angkutan batubara tersebut. yakni akuisisi atau kerjasama dengan pengelola tambang batubara untuk memperluas area kelolaan dan meningkatkan cadangan . Adani Group. Perseroan optimis akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. Perseroan.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. Gubernur Sumsel dan ijin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI di tahun 2009. berjarak 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun. melalui BATR kini telah menindak lanjuti perkembangan tersebut dengan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses ijin pembangunan pelabuhan. Rencana ketiga.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 56 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Transportasi kereta api Batubara di TLS Tanjung Enim Proyek ini telah mendapatkan ijin prinsip dari Gubernur Lampung.

BERSAMA MITRA MEWUJUDKAN PENINGKATAN KINERJA Kerjasama strategis dengan PTKA selama tahun 2010 menghasilkan peningkatan daya angkut kereta api menjadi 10. dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang.2 juta ton dari 2. Hal ini telah dibuktikan dengan naiknya produksi total menjadi 12. peningkatan intensitas keberangkatan dan penambahan rangkaian gerbong. .5% menjadi sebesar 3. berupa pengadaan gerbong dan loko baru untuk meningkatkan daya angkut. Program ini diharapkan akan mampu meningkatkan daya angkut batubara secara signifikan. Di masa mendatang. Dalam kaitan CTA ini. serta adanya kordinasi intensif dengan PT KA. serta rencana pengembangan angkutan laut batubara tetap dipertimbangkan dan dijalankan secara prudent. target Perseroan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia dapat terealisir. Dengan cara demikian. Produksi swakelola juga telah meningkat 18. Perseroan optimis bahwa volume angkut melalui jalur KA eksisting ini akan dapat ditingkatkan sesuai dengan implementasi CTA yang mulai dijalankan sejak tahun 2010.8 juta ton atau tumbuh 3% dari angka tahun 2009. Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari penambahan gerbong pengangkut dan perbaikan sistem manajemen angkutan.6 juta ton di tahun sebelumnya.5 juta ton dari produksi 11. Perseroan melakukan kerjasama strategis dengan KA.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 57 Realisasi tiga rencana peningkatan daya angkut kereta akan membuat Perseroan mampu memasok batubara dari Tanjung Enim ke pasar domestik maupun global hingga sebesar 82 juta ton/tahun.7 juta ton di tahun 2009. Perseroan telah mempersiapkan seluruh jajarannya untuk memanfaatkan momen peningkatan permintaan batubara dan peningkatan daya angkut kereta di tahun-tahun mendatang dengan meningkatkan kapasitas produksi.

23 juta ton (63.72 juta ton (36. sekaligus mencakup jaminan pembelian dari potential buyer mitra kerjasama luar negeri dalam jangka panjang. Kami memaknai peran penting SDM bagi Perseroan dengan memberikan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan. yaitu spiritual. Perseroan menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai implementasi code of conduct yang berisi uraian butir-butir etika dan moral yang harus dipegang teguh oleh segenap jajaran SDM dalam berkarya di perusahaan. dari total volume penjualan sebesar 12. penjualan domestik adalah sebanyak 8. produksi batubara swakelola akan semakin meningkat. mengingat kerjasama peningkatan daya angkut yang dilakukan. komposisi penjualan ini akan lebih berimbang. Tahun 2010. emosi dan intelektual. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menerapkan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan sekaligus melaksanakan pengembangan karir berbasis kompetensi. Perseroan telah mempersiapkan SDM untuk merealisasikan rencana besar di masa mendatang dengan menyiapkan serangkaian program pelatihan terpadu dan program rekrutmen yang terencana.95 juta ton. seiring dengan peningkatan total produksi batubara. Pada tahun-tahun mendatang. Demikian juga dengan komposisi penjualan. seiring dengan telah selesainya persiapan produksi di MTBU dan program rekondisi 2 unit BWE dan 1 unit spreader. . tapi juga pada peningkatan kualitas mental dan spiritual guna menumbuhkan tri-logi kecerdasan. Perseroan telah mengimplementasikan Key Performance Indicators (KPI) dan Balanced Scorecard sebagai tools untuk mengukur kompetensi kinerja individual dan satuan kerja. Pelatihan tidak hanya ditujukan pada peningkatan kompetensi semata.5%). Untuk maksud tersebut dan dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan tata kelola yang baik.5%) dan ekspor sebanyak 4.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 58 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director Pada tahun-tahun mendatang.

Pengembangan tersebut diharapkan akan menjadi fasilitator dan akselerator bagi pertumbuhan usaha kecil yang membawa dampak berganda (multiplier effect) terhadap kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan Perseroan. terdiri atas enam fokus kegiatan meliputi (i) kegiatan ekonomi. Total dana yang digulirkan oleh Perseroan melalui PKBL . WUJUD TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Perseroan merancang pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan sasaran meningkatkan keikutsertaan masyarakat agar berkembang bersama Perseroan. program yang dilaksanakan meliputi pengembangan pola kemitraan usaha kecil dan koperasi. KEPEDULIAN MASYARAKAT. Sebagai wujud komitmen peningkatan penerapan praktek GCG tersebut. pada tahun 2010 Perseroan melakukan sosialisasi dan mengimplementasikan Pedoman GCG maupun Code of Conduct yang telah selesai dikaji dan disusun ulang. (v) tanggung jawab produk dan (vi) kemasyarakatan. (iv) praktek ketenaga kerjaan dan kelaikan kerja. Sosialisasi dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif kepada pegawai akan pentingnya peningkatan penerapan praktek GCG. Selain itu dilakukan penandatanganan pernyataan kepatuhan untuk melaksanakan aturan-aturan yang terkandung dalam Code of Conduct dan Pedoman GCG. Perseroan akan terus meningkatkan kualitas penerapan GCG ini dan melakukan evaluasi serta assessmen secara berkala. (iii) hak asasi manusia. Di bidang ekonomi. Dengan partisipasi tersebut. Perseroan telah menetapkan komitmen jangka panjang. kesejahteraan masyarakat ikut meningkat seiring dengan perkembangan usaha Perseroan. Perseroan telah merintis sosialisasi dan pelaksanaan COC dan Pedoman GCG tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan. Dalam melaksanakan CSR ini. didahului dengan penerapan butirbutir menyangkut ketentuan pengadaan barang dan jasa terhadap para pemasok dan mitra kerja.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 59 PENINGKATAN IMPLEMENTASI TATA KELOLA Perseroan meyakini bahwa seluruh raihan kinerja operasional tersebut akan dapat ditingkatkan secara berkesinambungan apabila Perseroan mampu secara konsisten meningkatkan kaidah-kaidah tata kelola yang baik. (ii) lingkungan. dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen dan kewirausahaan serta bantuan dana bergulir bagi usaha kecil dan koperasi yang tersebar di wilayah operasional Perseroan.

Direksi berpendapat bahwa peluang bagi pengembangan. Perseroan bertekad untuk meraih Proper Emas pada tahun-tahun mendatang. perluasan dan peningkatan volume penjualan batubara Perseroan akan semakin terbuka. Semua upaya tersebut merupakan jawaban terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat dunia akan terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik untuk kehidupan mendatang.934 ha menjadi Taman Hutan Raya. sedangkan tantangannya adalah memproduksi batubara dengan biaya yang lebih efisien untuk menjaga tingkat profitabiltas. Perseroan menerapkan serangkaian program rehabilitasi lingkungan purna tambang yang dirancang bersama konsultan independen serta menggunakan sistem terakreditasi ISO 14001:2004. Peluangnya adalah semakin meningkatnya permintaan batubara dunia maupun nasional. Dengan memperhatikan kondisi eksternal tersebut. naik 237% dari Rp27. Perseroan bahkan telah melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pascatambang dengan telah merancang dan merealisasikan rencana pengembangan daerah pascatambang seluas 5.LAPORAN DIREKTUR UTAMA 60 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report from the President Director pada tahun 2010 mencapai total Rp93.9 miliar di tahun 2009. Hasil nyata di tahun 2010 adalah keberhasilan mempertahankan peringkat Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup. Dari sisi permintaan domestik.9 miliar. MEWUJUDKAN KOMITMEN PELESTARIAN LINGKUNGAN Perseroan secara komprehensif menerapkan berbagai program untuk mewujudkan salah satu misi “memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan”. PANDANGAN KE DEPAN Semakin kondusifnya perekonomian global maupun nasional seperti diprediksikan oleh para ekonom diperkirakan membuka peluang dan tantangan bagi Perseroan. penyelesaian proyek PLTU tenaga batubara 10.000 MW tahap I akan ikut mendukung roda perekonomian nasional dan meningkatnya . Perseroan meyakini dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran akan memberikan dampak peningkatan kesejahtaraan masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat.

000 MW tahap kedua akan semakin meningkatkan kebutuhan batubara di tanah air. Vietnam maupun Malaysia seiring dengan pesatnya pertumbuhan perekonomian di negara tersebut. China. Atas nama Direksi On Behalf of the board of Directors Ir. Begitu pula kepada seluruh karyawan yang telah dengan penuh dedikasi menjadikan kerja sebagai ibadah. Untuk pasar ekspor. perbaikan kondisi perekonomian global terutama di kawasan Asia Pasifik diprediksi membuka peluang pasar di negara-negara seperti India. mengingat besarnya cadangan sumber daya yang dimiliki. Sebagai perusahaan yang berwawasan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia. yang memungkinkan Perseroan mampu mempertahankan kinerja usaha dan menyiapkan landasan yang baik bagi pertumbuhan usaha di masa mendatang. Penghargaan yang sama juga disampaikan kepada pemegang saham. PENUTUP Dalam kesempatan ini. Dengan menerapkan strategi pengembangan terintegrasi. didukung oleh SDM yang kompeten serta dilaksanakan dengan kualitas implementasi GCG yang meningkat akan membuat Perseroan mampu meraih peluang yang terbentang. kepercayaan dan kerjasamanya. Perseroan berada dalam posisi yang lebih baik untuk meraih peluang dalam memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut. kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Komisaris atas pengarahannya kepada Direksi. pelanggan dan mitra usaha atas dukungan. Realisasi PLTU 10.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 61 permintaan batubara. Sukrisno Direktur Utama President Director . Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan PT Bukit Asam (Persero) Tbk lainnya yang senantiasa memberikan kerjasama terbaik bagi kiprah dan pertumbuhan kinerja Perseroan secara berkelanjutan.

62 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 63 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report Perseroan melaksanakan pengembangan usaha secara bijkasana. memantau dan memitigasi seluruh risiko potensial. . mempersiapkan dan meningkatkan kompetensi SDM serta mengaplikasikan “green mining” untuk menjaga kelestarian alam.

Focus on development projects The Company concentrates in constructing new railway tracks and ports. Restrukturisasi Korporasi Dilakukan melalui pendirian anak-anak perusahaan yang menangani bisnis non-core. the Company has formulated its Corporate Strategic Plan. pembangunan PLTU milik sendiri. merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Perseroan yang akan dicapai pada kurun waktu 2009-2013 untuk menjamin pencapaian target-target yang ditetapkan. Perseroan telah menuntaskan penyusunan Rencana Strategis Perseroan. Peranap and other mines. Program yang dilakukan adalah melalui peningkatan daya angkut dari jaringan yang sudah ada dan peningkatan kapasitas pelabuhan. developing coal sea transport and acquiring potential mines. pengembangan angkutan laut batubara serta akuisisi tambang berpotensi. Sedang peningkatan produksi dan penjualan dilakukan melalui optimasi kinerja unit bersangkutan. pengoperasian dan pengembangan tambang Internasional Prima Coal (IPC). The Plan is based on global and Indonesian macro-economic forecast over a period between 2009 and 2013. Rencana tersebut disusun berdasarkan lanskap kondisi perekonomian global dan makro ekonomi Indonesia pada kurun waktu 2009-2013. Boost the competency and regeneration of human resource as well as promote a performance-based corporate culture Promote a performance-based reward system Improve performance rating in environmental management from green to gold • • . pengembangan tambang Peranap. which are: • • • • • • • • • • • • • • Focus on the growh of coal production and sales This is to overcome transporation problem that lies in the limited loading capacity of train being the only lowcost means of transport. Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM dan menciptakan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan dari hijau menjadi emas. pengembangan tambang-tambang lainnya. developing Indonesia Prima Coal (IPC). (See MD&A “Business Prospect”) Six main operating strategies of the Strategic Plan are the elaboration of the Company’s Vision and Mission to be accomplished in 2009-2013. Stepping up production and sales is carried out by optimizing the work of related units. This would mean increasing the loading capacity of existing railway system and the port handling capacity.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 64 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report RENCANA STRATEGIS PERSEROAN Sejalan dengan perkembangan perekonomian Indonesia maupun Global beberapa tahun terakhir dan mengantisipasi peluang peningkatan kebutuhan sumber energi. Rencana Strategis Perseroan terdiri dari enam strategi operasional utama. terutama batubara yang semakin terbuka. installing own thermal power station. (Lihat uraian MD&A: Prospek Usaha). CORPORATE STRATEGIC PLAN To respond to the world and national economic development and the increasing demand for energy resources particularly coal in the last few years. yakni keterbatasan daya angkut kereta-api sebagai satu-satunya sarana angkut paling ekonomis. Fokus pada proyek-proyek pengembangan Perseroan fokus pada pembangunan jaringan angkutan kereta api baru dan pelabuhan. yakni: • • Fokus pada pertumbuhan produksi dan penjualan batubara. Strategi operasional ini dimaksudkan untuk mengatasi hambatan transportasi. Corporate resctructuring This is done through setting up subsidiaries that handle non-core business.

Berbagai langkah aksi korporasi telah dilaksanakan untuk meningkatkan produksi dan mengatasi kendala-kendala yang selama ini membatasi kemampuan Perseroan untuk meningkatkan volume penjualan maupun produksi batubara. The Company takes business development measures aiming to step up production and sales. melalui kepemilikan sebesar 51% saham PT Internasional Prima Coal (IPC) yang berlokasi di Kalimantan Timur dengan nilai transaksi sebesar USD17. Berbagai aksi korporasi yang dilakukan sepanjang tahun 2009 dan upaya pengembangan usaha yang telah dirintis tahun sebelumnya adalah sebagai berikut. . The first acquisition of Mining Concession was accomplished in September 2008 through taking over a 51 percent ownership of PT International Prima Coal (IPC) located in East Kalimantan at a transaction value of US$ 17. Menurut taksiran Perseroan. expand coal product marketing area. and capitalizing on its abundant coal reserves and resources. memperluas pemasaran produk batubara serta memanfaatkan secara optimal potensi cadangan sumber dayanya yang berlimpah. ACQUISITION OF MINING CONCESSION A strategy implemented to increase coal production is the acquisition of new mines as alternative coal sources outside the mining area of Tanjung Enim and Ombilin.85 million. A prudent and integrated business development to ensure sustainable performance. Target jangka panjang Perseroan adalah mencapai era PTBA Emas. Untuk mewujudkan target tersebut. BUSINESS DEVELOPMENT In keeping with the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and maximizing stakeholders’ return. Various corporate actions have been taken to boost production and overcome the long standing obstacles that have limited the Company’s ability to increase production and sales. sebagai sumber alternatif produksi batubara.85 juta. Perseroan merealisasikan rencana pengembangan usahanya secara prudent dan berkesinambungan. IPC commenced operations in 2009. The long-term target is to arrive at an era of Golden PTBA. meningkatkan penjualan. AKUISISI KUASA PERTAMBANGAN (KP) Salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan produksi batu-bara adalah melalui akuisisi perusahaan tambang. IPC telah berproduksi sejak tahun 2009. Perseroan melakukan berbagai langkah pengembangan usaha dengan sasaran meningkatkan produksi. The Company estimates this area has coal reserves of 45 million tons. di luar areal tambang di Tanjung Enim dan Ombilin.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 65 PENGEMBANGAN USAHA Sesuai dengan visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing dan memberikan nilai optimal kepada para stakeholder. Akuisisi pertama KP dilakukan pada bulan September 2008. The year 2009 witnessed the following corporate actions and business development efforts that had actually started the preceding year: Pengembangan Usaha terintegrasi menjamin peningkatan kinerja yang berkelanjutan. the Company seeks to develop its business prudently and continuously. kawasan ini memiliki sumber daya batubara sebesar 45 juta ton.

First effort. Perseroan saat ini sedang mencari dan menjajagi beberapa potensi tambang potensial untuk diakuisi. Second. Namun demikian. maximizing the loading capacity of the existing railway tracks. teknis maupun legal. sehingga total kapasitas angkut menjadi INCREASE OF COAL TRANSPORT VOLUME The Company’s coal mines are located relatively far from the ports. pioneering the construction of new railway tracks from the mining area to the loading port that will facilitate efficient. Dimulai tahun 2008 lalu. big but low-quality reserves and long transporting distance. cadangan cukup besar namun kaulitas rendah dan jarak angkut cukup jauh. Perseroan menjalankan dua skenario utama peningkatan volume angkutan batubara. In 2010. tidak ada realisasi akusisi yang dilakukan.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 66 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Di tahun 2010. membuat kereta api menjadi sarana angkutan utama batubara yang paling ekonomis. as well as unfavorable price and business scheme. making trains the most economical means of transport. melakukan optimasi dan peningkatan daya angkut melalui jalur kereta-api yang telah ada. making total loading capacity of 22. peningkatan produksi dan penjualan batubara Perseroan harus selalu dikaitkan dengan kemampuan angkut produk melalui jalur kereta api ini. prompting the Company to take several measures to improve the train loading capacity. Upaya pertama. First. merintis pembangunan jalur kereta-api baru dari areal tambang ke pelabuhan muat yang memungkinkan penjualan produk batubara secara efisien. harga dan skema bisnis yang tidak sesuai dengan pihak Penjual.7 million tons. ekonomis dan memberikan hasil maksimal bagi Perseroan. meningkatkan secara bertahap kapasitas angkut kereta api eksisting dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan menjadi 20 juta ton dan dari Tanjung Enim ke Kertapati menjadi 2. economical coal sales and bring maximum return to the Company. the Company made two major scenarios to increase coal transport volume. In 2008. there was no acquisition made by the Company because there was no commercial potential mine. dengan pertimbangan utama antara lain: cadangan yang minim dan tidak ekonomis. technicaly as well as legally. The main obstacles included small and uneconomical reserves.7 juta ton per tahun.7 million Meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada secara bertahap menjadi sebesar 22. PENINGKATAN VOLUME ANGKUTAN BATUBARA Lokasi areal penambangan batubara Perseroan yang relatif jauh dari pelabuhan. . Consequently. yang mendorong Perseroan melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas angkutan kereta api. increasing coal production and sales is always related to the loading capacity of the railway facility. gradually increasing the existing railway loading capacity from Tanjung Enim to Tarahan Port to reach 20 million tons and from Tanjung Enim to Kertapati to reach 2.7 juta ton. Penyebabnya adalah belum adanya tambang yang layak secara komersial. Kedua. Pertama. Sebagai konsekuensi.

PTKA will increase the coal loading capacity through the existing tracks. the joint venture company will build a coal port in Srengsem. Proyek ini telah mendapatkan Ijin Prinsip dari Gubernur Lampung pada 22 September 2008 dan ijin prinsip dari tons per year. The establishment of this new transport company is directed towards supporting the Company’s coal production increase. Perjanjian tersebut juga mengatur dan menyepakati formula tarif tertentu dan memberlakukan sistem “Take or Pay”. the Company appointed an independent consultant Mott MacDonald to formulate tariff and ‘take or pay’ scheme for long-term railway coal transport. Under the agreement. dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. Salah satu alternatif yang dilakukan adalah pembentukan perusahaan patungan antara PTBA dengan PT Kereta Api Indonesia (PTKA). Selain membangun jalur kereta api. To guarantee increased railway loading volume. The agreement also fixes and agrees upon a certain tariff formula and enforce “Take or Pay” system. Perseroan melakukan Perjanjian Angkutan Batubara Jangka Panjang (Coal Transport Agreement /CTA) yang berlaku mulai 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2029 dengan pihak PTKA di bulan Oktober 2009. starting 2010. Dalam perjanjian tersebut. Upaya kedua. One alternative taken was forming a joint venture company between PTBA and PT Kereta Api Indonesia (PTKA). Perseroan menunjuk Konsultan Independen Mott Macdonald untuk merumuskan formula tarif dan formula take or pay angkutan kereta api batubara jangka panjang. This project was granted in-principle approval (approval in principle) by the Governor of Lampung on 22 September .7 million tons by yearend 2014. Besides building railway tracks. secara bertahap menjadi sebesar 22. setting up a new company. mulai tahun 2010.7 juta ton per tahun. yakni PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 67 22. dilakukan melalui pembentukan perusahaan baru. Pendirian perusahaan angkutan baru ini juga dimaksudkan untuk mendukung peningkatan produksi batubara Perseroan. which are PT Bukit Asam Transpacific Railway. melibatkan PTBA (10%). with the approval of EGMS dated 28 May 2008. Lampung. PT. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Srengsem. Tanjung Enim-Tarahan dan Tanjung Enim-Kertapati. Second effort. PT Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) and China Railway Engineering (10%). Lampung. involving PTBA (10%). setelah mendapat persetujuan RUPSLB tertanggal 28 Mei 2008. setelah mendapat persetujuan RUPSLB tanggal 28 Mei 2008. The new 307-km track will connect Tanjung Enim and Srengsem (Lampung). in October 2009 the Company entered into Coal Transport Agreement (CTA) with PTKA to cover the period from 1 January 2010 to 31 December 2029. Penyelesaian formula tarif tersebut penting untuk memastikan terlaksananya peningkatan angkutan batubara sesuai Perjanjian dan lebih memastikan perhitungan biaya angkutan yang menyertai peningkatan produksi batubara Perseroan. Sebagai tindak lanjut perjanjian tersebut. gradually to reach 22. PTKA menyanggupi untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada. yang akan membangun jalur KA baru. Skema pembiayaan 30% modal sendiri. with the approval of Extraordinary General Meeting of Sharesholders (EGMS) dated 28 May 2008. Further. Tanjung Enim-Tarahan and Tanjung Enim-Kertapati. This scheme is essential to ensure capacity upgrade is in accordance with the agreement and transport cost is commensurate with coal production increase. Total financing is 30% own funds and 70% borrowing. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Srengsem (Lampung). Untuk menjamin peningkatan volume angkutan kereta api. sedang 70% lainnya dari pinjaman. at an estimated loading capacity of 25 million tons per year. Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) dan China Railway Engineering (10%).7 juta ton pada akhir tahun 2014. which will build a new railway track.

In March 2010 EPC (Engineering. proyek-proyek pembangunan PLTU mulut tambang ini terbagi atas beberapa kelompok. 2008 and by the Governor of South Sumatera on 13 October 2008. the Company also had a joint project with Adani Group. stockpile and port was under way and port construction permit was issued. an in-principle approval was also issued for the construction of Special Railway Track by the Minister of Transportation in October 2009. India. dilakukan presentasi dihadapan Gubernur Lampung dan Gubernur SumSel beserta Dinas terkait mengenai Rencana Pembebasan Lahan. As a follow up. a survey was conducted for railway alignment and railway track designation. Langkah lain yang dilaksanakan adalah melakukan survey untuk alignment kereta api dan menetapkan trekking jalur KA. Procurement and Construction) senilai US$1.3 billion and O&M (Operator and Maintenance) 20-year contract worth US$3. in due time the Company will be in a position to sell its coal products by railway transport up to 82 million tons per year. Additionally. Pengembangan proyek ini selain bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik nasional juga untuk memenuhi kebutuhan operasional Perseroan. Perseroan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang. Selanjutnya akan memasuki tahap persiapan land acquisition.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. proyek ini juga telah memperoleh ijin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI. In addition. Writing up AMDAL (environmental impact assessment) for railway.5 billion were signed by BATR (PTBA subsidiary) and China Railway Group Limited to develop the project. the Company constructed Thermal Power Plant (TPP). Besides collaborating with China. Adani Group. PEMBANGUNAN PLTU MULUT TAMBANG Untuk meningkatkan pemanfaatan batubara berkalori rendah dan mendapatkan manfaat ekonomis yang berujung pada peningkatan imbal hasil kepada pemegang saham.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 68 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Gubernur Sumsel tanggal 13 Oktober 2008 dan pada Oktober 2009. to develop a 270-km railway track from Tanjung Enim to Tanjung Api-api (South Sumatera) to transport coal at an annual capacity of 35 million tons. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian tersebut. Berdasarkan besaran nilai investasi yang dibutuhkan dan proses internal yang harus dilakukan. pada bulan Maret 2010 telah dilakukan Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. Perkembangan selanjutnya. This project is expected to meet the electricity needs of the nation and the Company’s operations. Panjang jalur ini adalah 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun. Dengan demikian jika ketiga skenario angkutan batubara tersebut dapat berjalan sesuai rencana. yakni: CONSTRUCTION OF MINE MOUTH THERMAL POWER PLANT To optimize the use of low-calorie coal for economic benefit that will in turn maximize shareholders’ return.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. Rencana angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tannjung enim ke pelabuhan Tanjung-Api-api (Sumatera Selatan). Procurement and Construction) contract worth US$1. the mine mouth TPP projects are divided into several groups: . Perseroan akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. If the three scenarios of coal transport can proceed as planned. Land acquisition would be soon initiated. Perseroan juga merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India. Categorized according to the investment cost and the internal process. the Company made a presentation to the Governors of Lampung and South Sumatera regarding land clearance plan. Selain kerjasama dengan perusahaan asal China. BATR (Anak Perusahaan) dalam proses melakukan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses ijin pembangunan pelabuhan.

Tanjung Enim .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 69 Aktifitas Penambangan di Tambang Air Laya.

Construction (EPC) PLTU akibat adanya permintaan perubahan nilai kontrak EPC sebagai dampak krisis keuangan global yang membuat nilai kurs Dollar Amerika terhadap Rupiah dan Yuan berubah. menggantikan kontraktor sebelumnya yaitu Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. Besides increased EPC costs. Pembangunan proyek ini sempat terkendala oleh pelaksanaan tender ulang kontraktor Engineering. The project was built by a subsidiary that was set up in 2007. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) and Pembangkit Jawa Bali (PJB). membuat manajemen PT BPI mengajukan permintaan kenaikan harga jual listrik kepada PT PLN (Persero) yang akan dituangkan dalam Amandemen Power Purchase Agreement (PPA). PT Navigate Innovative Indonesia (NII) dan Pembangkit Jawa Bali (PJB). yaitu PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). cost overrun and adjusted price of coal as TPP fuel prompted the management of PT BPI to propose an increase in electricity selling tariff to PT PLN (Persero) which would be incorporated in Amendment to Power Purchase Agreement (PPA). dengan konsorsium PTBA. The construction of this project was delayed due to a re-tender process for Engineering. • Projects approved by GMS The construction of Banjarsari Mine Mouth TPP with a capacity of 2x100 MW in Lahat Regency. Selain kenaikan biaya EPC. The re-tender was caused by a request for change in EPC contract value following global financial crisis that affected the exchange rate of American Dollar against Rupiah and Yuan. Sebagian besar (70%) keperluan pendanaan pembangunan proyek dibiayai melalui pinjaman. Procurement. yaitu China National Electric Equipment Corporation. and the increased price of steel. Sumatera Selatan telah memperoleh persetujuan RUPSLB 10 Mei 2006. munculnya cost overrun dan revisi harga batubara sebagai bahan bakar PLTU. a consortium of PTBA.Ltd. sisanya (30%) melalui modal sendiri. was appointed replacing Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. serta adanya kenaikan harga baja. yang dibentuk tahun 2007. The major part or 70% of financing was borrowed and the remaining 30% was self-funded. South Sumatera was approved by EGMS on 10 May 2006. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI).Ltd. Melalui tender ulang tersebut diperoleh kontraktor baru. yang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera. Construction (EPC) contractor. Penyelesaian proyek peningkatan daya angkut KA akan membuat Perseroan menjadi salah satu pemasok batubara terbesar di Indonesia. China National Electric Equipment Corporation. .LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 70 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report • Proyek yang telah mendapat persetujuan melalui RUPS Pembangunan PLTU Mulut Tambang Banjarsari berkapasitas 2x100 MW di Kabupaten Lahat. Increased railway loading capacity will turn the Company into one of the largest coal suppliers in Indonesia. projected to meet the needs for electricity in Sumatera. Pelaksanaan proyek dilakukan oleh anak perusahaan. From the re-tender a new contractor. Procurement.

Total low-calorie coal to be supplied by PTBA for this project is estimated at 1 million tons per annum. Draft PPA telah dibahas dan disiapkan. proyek ini mencatat perkembangan lain dengan telah ditanda tanganinya Amandemen Kontrak EPC PLTU pada tanggal 3 Desember 2010. Land for this TPP was 100% acquired and certificated in the name of BPI.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 71 PLTU. Diharapkan persetujuan Menteri ESDM segera diperoleh. Tanjung Enim Bulan Agustus 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan dengan PLN. Perkembangan lainnya. while transmission land was 88% cleared. sehingga Amandemen PPA dapat ditandatangani di tahun 2011. Amandemen PPA akan ditandatangani setelah ada persetujuan Menteri ESDM mengenai Tarif Jual Beli Listrik yang baru. An Amendment to EPC contract for this project was signed on 3 December 2010. Draft amended PPA has been discussed and drawn up and will be signed soon after EMR Minister approves the new electricity tariff. The ministerial approval is expected any time soon and PPA Amendment can be signed in 2011. EMR Minister approval for the new tariff is still pending. new electricity tariff was agreed and would be included in the Amendment to PPA between the Company and PLN. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM. lahan untuk pembangunan PLTU ini telah 100% dibebaskan dan disertifikasi atas nama BPI. . Total kebutuhan batubara kalori rendah yang akan dipasok PTBA untuk keperluan proyek ini adalah sekitar 1 juta ton per tahun. sedang lahan untuk transmisi telah 88% dibebaskan. Selain perkembangan menyangkut PPA tersebut. In August 2010.

Perseroan bersama-sama mitra strategis juga melakukan serangkaian proses negosiasi tarif listrik (Purchase Power Agreement / PPA) dengan pihak PLN dan pembahasan skema pembiayaan proyek dengan potential lenders maupun potential insurer yang masih berlangsung hingga akhir 2009. under a joint venture agreement to build. the Company estimates that the Sumatera-Java electricity inter-connection has to be finalized in 2016. PLTU Mulut Tambang Tanjung Enim kapasitas 3x10 MW di Tanjung Enim. operasi dan pemeliharaan PLTU yang ditandatangani pada 2006. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim). partly through undersea cables. In March 2009 the Company entered into a TPP EPC contract with a consortium China Overseas Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd . As a follow-up the Company began preparing for land clearance. mempersiapkan wilayah khusus Kuasa Pertambangan untuk pasokan batubara ke PLTU. Perseroan memperkirakan proyek yang menghubungkan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera-Jawa ini harus selesai pada tahun 2016. Electricity distribution from the project site to Java Island is to be carried out through electric transmission line Sumatera-Java. In 2010. Together with its strategic partners the Company made a series of negotiations for electricity tariff (Purchase Power Agreement / PPA) with PLN and discussed the project payment scheme with potential lenders and potential insurers continuing towards the end of 2009. was suspended. sehingga terjadi penundaan negosiasi PLTU Banko Tengah yang produksi listriknya sebagian besar dipasok ke Pulau Jawa. This TPP project has not been approved by PTBA GMS. Pada tahun 2010. PLTU Mulut Tambang Banko Tengah dengan kapasitas 4x600 MW di Kabupaten Muara Enim. South Sumatera was designed to meet electricity demand in Sumatera and Java areas. Sumatera Selatan dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Sumatera dan Jawa. Pada bulan Maret 2009 Perseroan menandatangani perjanjian kontrak EPC PLTU dengan Konsorsium China Overseas • Projects not Requiring GMS Approval Tanjung Enim Mine Mouth 3x10MW TPP This TPP is constructed with the purpose of meeting the needs of Tanjung Enim Mining Unit. so negotiation on Banko Tengah TPP. For selling electricity from this TPP a proposal was submitted to PLN in 2007. Pada proyek ini Perseroan menggandeng mitra strategis dari Cina (China Huadian Corporation) dan beberapa mitra nasional (PLN. PLN was still concentrating on increasing electricity supply to Sumatera inter-connection system. Based on PLN 2010-2019 program. • Proyek yang tidak memerlukan Persetujuan RUPS. In this project the Company works with a strategic partner from China (China Huadian Corporation) and a few national partners (PLN. dengan perkiraan kebutuhan sebesar 10 – 12 juta ton per tahun. Pengaliran listrik dari areal proyek ke Pulau Jawa rencananya akan dilakukan melalui jaluran transmisi listrik Sumatera-Jawa.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 72 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report • Proyek yang belum Mendapat Persetujuan RUPS. sebagian akan melalui kabel bawah laut. operate and maintain TPP signed in 2006. preparing Mining Concession area for supplying coal to TPP at an estimated volume of 10 – 12 million tons per year. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk and Regental Administration of Muara Enim). Berdasarkan RUPTL PLN 2010-2019. Proposal penawaran penjualan listrik dari PLTU ini telah diajukan kepada PLN pada 2007. • Projects Yet to be Approved by GMS Mine Mouth TPP Banko Tengah of 4x600 MW in Muara Enim Regency. which supplied most of its electricity to Java. PLN masih perlu memprioritaskan pelaksanaan program-program pemenuhan tambahan pasokan listrik bagi sistem interkoneksi Sumatera sendiri. Pembangunan PLTU ini ditujukan untuk pemakaian sendiri di Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT). Proyek PLTU ini belum mendapatkan persetujuan RUPS PTBA. Perseroan kemudian menindak-lanjuti langkah ini dengan melaksanakan tahapan persiapan pembebasan lahan. melalui perjanjian usaha patungan pembangunan.

construction ad erection of boiler and ESP No. Adapun rincian pekerjaan yang telah dilaksanakan mencakup: detail desain. When completed this project will support coal mining efficiency program by shifting fuel-based to electricitybased energy consumption as fuel price is beyond the Company’s control.65% was completed. chimney. kemajuan pembangunan PLTU Tanjung Enim telah mencapai + 85.Ltd in Huangzhou. konstruksi dan erection boiler dan ESP No. Sedangkan pekerjaan yang sedang berlangsung antara lain mencakup : penyelesaian pekerjaan Cooling Tower. Until end of 2010. This TPP is fueled by waste coal which has never been utilized. Perseroan telah menindak lanjuti rencana ini dengan melakukan proses tender kontraktor EPC. yang harga produknya di luar kontrol Perseroan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 73 Penyelesaian seluruh proyek PLTU akan menjamin pemasaran 14 juta ton/tahun batubara kalori rendah dari areal sekitar Tanjung Enim dan Peranap. The completion of all TPP projects will secure annual sales of 14 million tons low-calorie coal from Tanjung Enim and Peranap areas. Setelah pada 2008 menunjuk Konsultan Teknis dan mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada Agustus 2009. China. construction and erection of boiler and ESP No. the Company invited tenders for EPC contractor. terutama mendukung kebutuhan operasional Perseroan di pelabuhan Tarahan. Pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 8 MW ini juga ditujukan untuk keperluan sendiri. . Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. major equipment shipment. pondasi lainnya. 2 and main power house (MPH) as well as overseeing EPC contractor work. Breakdown of work accomplished included detailed design. Dry Coal Shed. Selain itu diputuskan Black and Veatch International sebagai Konsultan Supervisi Pekerjaan EPC. PLTU Paket untuk Pelabuhan Tarahan. Work in progress included cooling tower. China. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi kegiatan penambangan batubara melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM.#2 dan Main Power House (MPH) dan pengawasan kegiatan EPC Kontraktor.65%.Ltd di Huangzhou. DM water. the construction was +85. Packet TPP for Tarahan Port This 2x8MW TPP is also designed to meet the Company’s own needs. Hingga akhir 2010. 3. – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. chimney. pondasi peralatan utama. After appointing Technical Consultant in 2008 and obtaining the Commissioners’ approval in August 2009.#3. dry coal shed. major equipment base. DM Water. Black and Veatch International was assigned as Consultant for supervising the EPC work. other foundation work. PLTU ini menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfa’atkan. particularly to support the Company’s operations in Tarahan port. konstruksi dan erection i boiler dan ESP No. menjadi berbasis listrik. shipment peralatan utama.

an EPC contractor was appointed and Contract Discussion Agreement (CDA) was discussed. represented by Indragiri Hulu Regental Company. Strategi yang diterapkan adalah dengan melakukan diversifikasi usaha guna meningkatkan nilai tambah. Construction will be parallel to the development of Peranap mine. in collaboration with PT Pertamina Hulu Energi (through PT PHE Metra Enim) and Arrow Energy Indonesia (through Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd). 27. the Company was still negotiating electricity selling tariff with the Local Administration of Indragiri Hulu Regency.5 % (through subsidiary. PLTU Mulut Tambang Peranap kapasitas 2x10 MW di Kabupaten Indragiri Hulu Riau Gagasan pembangunan proyek ini telah dimulai sejak 2008 dengan pelaksanaan studi pembangunan PLTU dan studi pengembangan tambang wilayah Kuasa Pertambangan Peranap. At the end of 2010. Until end of 2009. PT PHE Metra Enim. Ownership composition is PTBA 27. Perseroan masih dalam proses pembahasan jual beli listrik dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu. Sedangkan Konsultan Pengawas (Supervisi) telah dilakukan pelelangan dan sedang dalam proses penunjukan pemenang. Negotiation on electricity selling price with PLN and Indragiri Hulu Regental Administration. dengan struktur kepemilikan PTBA. Proses pembahasan jual beli listrik baik dengan PLN WRKR maupun dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu yang diwakili oleh Perusda Inhu juga masih berlangsung. Peranap Mine Mouth 2x10MW TPP in Indragiri Hulu Riau The idea of building this project started in 2008 after conducting studies in TPP construction and mine development in Peranap Mining Concession area. DEVELOPMENT OF COAL BED METHANE (CBM) Besides various efforts to boost production and improve mining efficiency. Proses Pelelangan Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Peranap mengalami batal tender karena tidak memenuhi syarat jumlah peserta yang hanya diikuti oleh 2 peserta.5% dan Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd 45%. bekerjasama dengan PT Pertamina Hulu Energi (melalui PT PHE Metra Enim) dan Arrow Energy Indonesia (melalui Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd).LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 74 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Hingga akhir 2010. diharapkan Perseroan dapat memanfaatkan batubara kalori rendah untuk mewujudkan komitmen pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat setempat. was still in progress. PT Bukit Asam Metana Enim).5% and Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd 45%. One alternative of business diversification in taking advantage of the abundant reserves was developing Coal Bed Methane (CBM) in Tanjung Enim. The strategy adopted was business diversification to improve added value. Hingga akhir 2010. Pembangunan PLTU akan dilakukan secara paralel dengan pengembangan tambang Peranap Sampai akhir 2009. Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Pelabuhan Tarahan telah ditunjuk dan dilanjutkan dengan proses CDA (Contract Discussion Agreement) dan pembahasan kontrak. The construction of TPP of this capacity should enable the Company to make use of low-calorie coal to meet the electricity needs of local community. PT Bukit Asam Metana Enim). . Melalui pembangunan PLTU berkapasitas 2x10 MW ini. the tender for EPC Contractor of Peranap TPP Construction failed as the number of participants (only two) was below requirement. PENGEMBANGAN COAL BED METHANE (CBM) Selain berbagai upaya peningkatan produksi dan efisiensi proses penambangan. the Company also made business expansion to strengthen its foundation. A bid for Contractor Overseer was opened and the winner had yet to be decided. Perseroan juga melakukan pengembangan usaha yang bertujuan untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan. 27. At the end of 2010. PT PHE Metra Enim 27.5 % (melalui anak perusahaan Perseroan. Salah satu alternatif diversifikasi usaha dalam memanfaatkan sumber daya Perseroan yang berlimpah adalah pengembangan Coal Bed Methane (CBM) di wilayah Tanjung Enim.

8-2. Saat ini sedang dalam proses negosiasi Joint Operation Agreement antara para pihak. Penandatanganan PSC untuk proyek ini telah dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2009 antara para pihak dengan BPMigas dengan komposisi para pihak 45% dan BPMigas 55% dan berlaku selama 30 tahun. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat dari perkiraan awal. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan angkutan laut tersebut akan dapat menunjang kinerja Perseroan DEVELOPMENT OF COAL SEA TRANSPORT To respond to the increasing coal demand in domestic and overseas market.6 trillion cubic feet (TCF) . PENGEMBANGAN ANGKUTAN LAUT BATUBARA Dengan mempertimbangkan semakin meningkatnya permintaan batubara domestik maupun global. valid for 30 years. The Production Sharing Contract (PSC) for this project was entered into on 4 August 2009 between the parties and BPMigas with a composition of the parties 45% and BPMigas 55%. Work Program & Budget and Manpower Placement Plan was approved by BPMIGAS. CBM content in this area will be exhausted within minimum 40 years.2. Currently negotiation for Joint Operation Agreement is under way among the parties.6 trillion cubic feet (TCF). The Company is optimistic that this project can be accomplished sooner than originally planned. Dengan perkiraan produksi sebesar 50 juta kaki kubik gas per hari (50 MMSCF/day) maka kandungan CBM di areal ini akan habis minimal dalam waktu 40 tahun. the Company made a more comprehensive feasibility study of coal sea transport development.8-2. Upaya Kelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) telah diperoleh dan sampai dengan akhir tahun 2010 telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi di Wilayah Kerja Tanjung Enim. considering PTBA has full coal geology data.6 trillion cubic feet (TCF) CBM content in Tanjung Enim is 0.8 . The exploration indicated a CBM content of 0.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 75 Mulai Juli 2008 tahap eksplorasi telah dilaksanakan melalui penentuan lokasi bor bagi pengambilan sample gas CBM Tanjung Enim. Perseroan kemudian melaksanakan studi kelayakan yang lebih komprehensif pengembangan angkutan laut batubara.8-2. In July 2008 exploration was commenced by designating drilling site to extract CBM gas sample in Tanjung Enim.6 trilliun cubic feet (TCF). mengingat PTBA sudah memiliki data geologi batubara yang lengkap. At an estimated production of 50 million cubic feet of gas per day (50 MMSCF/day).8 – 2. Indikasi awal dari proses eksplorasi tersebut menunjukkan kandungan CBM antara 0. The study showed that sea transport development would support the Company’s performance as it could reduce dependence on 0. PT Pertamina EP has full drilling and seismic data while Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd is experienced in CBM gas development in Australia. Environmental Management Action (UKL) and Environmental Monitoring Action (UPL) permits were obtained and at end 2010 preparation for exploration drilling in Tanjung Enim was in progress. PT Pertamina EP memiliki data bor dan seismik yang lengkap sementara Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM di Australia.6 trillion cubic feet (TCF) Kandungan CBM di Tanjung Enim berjumlah antara 0. Work Program & Budget dan Rencana Penempatan Tenaga Kerja (RPTK) telah disetujui oleh BPMIGAS.

other companies’ transport. In July 2009. meningkatkan posisi tawar dan mempermudah pendistribusian batubara. the Company obtained the Commissioners’ approval to develop coal sea transport to be followed up by preparatory measures to establish subsidiary company in coal sea transport.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 76 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report karena mampu mengurangi ketergantungan angkutan pada perusahaan lain. and to write up the strategic plan in 2010. Perseroan mendapatkan persetujuan Komisaris untuk mengembangkan angkutan laut batubara yang ditindak-lanjuti dengan langkah-langkah persiapan bagi pendirian anak perusahaan angkutan laut batubara dan penyusunan Rencana Strategis Pendirian anak perusahaan di tahun 2010. Bulan Juli 2009. improve bargaining position and facilitate coal distribution. Pelabuhan Tarahan .

untuk gas perumahan serta sebagai bahan baku pembuatan pupuk urea. Pada konsentrasi tertentu. saluran ventilasi yang kurang baik akan membuat gas ini ”terperangkap” pada areal penambangan dibawah tanah. Pada proses tambang dalam. as mostly done in China. sehingga tekanan hidrostatik akan menurun. yang umumnya dilakukan secara open pit. • • In deep mining. seperti banyak dilakukan di China. dimana air akan dipompa keluar dari lapisan batubara melalui proses pemompaan (dewatering). Di Indonesia pemanfaatan CBM sebagai PLTU tenaga gas telah diaplikasikan di Kalimantan. yang terkandung di dalam lapisan batubara sebagai hasil dari proses kimia dan fisika. Pemanfaatan gas CBM umumnya digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga gas. found in coal layer resulting from chemical and physical processes. pengupasan over burden yang dilakukan membuat kandungan CBM ini terbuang ke atmosfir dengan percuma dan menjadi salah satu unsur gas perusak lapisan ozon. Cara Produksi CBM     . poor ventilation shaft will trap this gas in mining area below. gas ini akan terbakar. overburden scraping wastes CBM content to the atmosphere to become a destroyer of ozone layer. Eksplorasi CBM dilakukan melalui teknik pemboran core hole & gas sampling dan proses Geologi & Geofisika. Dalam penambangan batubara di Indonesia. daerah penambangan batubara Sangatta. In Indonesia’s mostly open pit coal mining. Berpartisipasi pada upaya penurunan emisi gas penyumbang kerusakan lapisan ozon. selanjutnya gas dapat keluar dari batubara melalui cleat dan rekahan untuk dialirkan ke permukaan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 77 Apa itu CBM? • What is CBM? • • • • • • Coal Bed Methane (CBM) merupakan gas metana (CH4) yang terbentuk secara alami bersama dengan sejumlah kecil kandungan gas hidrokarbon dan non-hidrokarbon lainnya (85-99% metana). CBM umumnya diproduksi melalui lubang bor (exploitation hole). • Coal Bed Methane (CBM) is methane gas (CH4) that is naturally formed together with traces of other hydrocarbon and non-hydrocarbon gases (85%-99% methane). Eksploitasi CBM tidak berdampak pada proses produksi batubara saat ini. Manfaat Bagi PTBA • • • • Memberikan nilai tambah bagi Perseroan berupa sumber pendapatan baru. dengan menimbulkan ledakan. Meningkatkan keamanan proses penambangan apabila Perseroan merealisasikan rencana tambang dalam.

Risks identified are then mitigated and followed-up with anticipatory measures to address detrimental business condition.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 78 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO Perseroan mengoptimalkan peranan Manajemen Risiko untuk melakukan identifikasi dan mitigasi atas berbagai risiko yang dihadapi dan berpotensi menghambat pencapaian target Perseroan. Hasil identifikasi kemudian dimitigasi dan ditindak lanjuti dengan langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai perkembangan kondisi lingkungan usaha yang bisa berdampak negatif. sistematis serta berulang untuk meningkatkan kinerja pengelolaan risiko perusahaan yang berkelanjutan (continous improvement). Proses Manajemen Risiko Perseroan merupakan suatu proses terstruktur. Management Risk process in the Company is a structured. MEMBUAT KONTEKS Establish the Context KOMUNIKASI & KONSULTASI Communication & Consultation Identify Risks ANALISIS RISIKO Analyse Risks EVALUASI RISIKO Evaluate Risks MEMPERLAKUKAN RISIKO Treat Risks PEMANTAUAN & PENGKAJIAN IDENTIFIKASI RISIKO Penilaian Risiko Risk Assessment Monitor & Review . This process is based on AS/NZ 4360 risk management guide as depicted in the following chart. systematical and recurring process for continuous improvement of the Company’s performance. RISK DAN RISK MANAGEMENT The Company steps up the function of Risk Management to identify and mitigate various risks with potentials to constrain the Company from reaching its target. Proses ini mengacu pada pedoman manajemen risiko AS/NZ 4360 seperti digambarkan pada bagan berikut.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 79 Proses Pembubutan di Area Workshop Sosialisasi dan implementasi aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi”. yang mengacu pada standard terakreditasi AS/NZ 4360 untuk meningkatkan pengelolaan risiko perusahaan secara berkelanjutan. Socialization and implementation of “Integrated Corporate Risk Management Guide” under accredited AS/NZ 4360 standard to improve the Company’s ongoing risk management. .

Intensifikasi risk awareness process pada seluruh komponen Perseroan. Strategi umum yang diterapkan dalam pengelolaan risiko ini adalah: • • • • Mengintegrasikan seluruh proses bisnis ke dalam proses manajemen risiko. Pembaruan Risk Register secara konsisten melalui pemantauan risiko secara terus menerus Peningkatan kompetensi dan pengetahuan personil yang bertanggngung jawab dalam pengelolaan Risk Management baik melalui seminar maupun pelatihan Pengembangan Business Continuity Management yang didukung oleh Business Continuity Plan In 2010. 1 RISIKO MUTU Quality RISIKO ANGKUTAN KA Railway RISIKO HUKUM Legal issue RISIKO ASET Asset RISIKO LAHAN Land RISIKO POMPA Pump RISIKO KONTRAKTOR Contractor RISIKO SI SI 9 RISIKO PERSAINGAN Competition 17 RISIKO EKSPLORASI Exploration RISIKO INVESTASI Investment RISIKO NILAI TUKAR Exchange rate RISIKO KENAIKAN BIAYA OPERASI Operating cost 25 RISIKO KOMODITAS Commodity RISIKO TRANSAKSI STRATEGIS Strategic transaction RISIKO PENGADAAN Procurement RISIKO SOSIAL Social issue RISIKO KREDIT (KBL) Loan/credit 33 RISIKO DEMURRAGE Demurrage RISIKO PROYEK Project RISIKO PASAR 2 10 RISIKO SDM Manpower RISIKO BBM Fuel RISIKO ALAT Equipment RISIKO CHF CHF RISIKO SAFETY Safety RISIKO LINGKUNGAN Environment 18 26 34 3 11 19 27 35 Market 4 12 20 28 36 RISIKO STRIPPING RATIO Stripping ratio 5 13 21 RISIKO DOKUMEN Document RISIKO PAJAK Tax RISIKO HUBUNGAN INVESTOR Investor relations 29 37 FRAUD & CORRUPTION Fraud and corruption 6 14 22 30 RISIKO STAKEHOLDER Stakeholders 7 15 23 31 RISIKO KOLEKTIBILITAS Receivables turnover 8 16 RISIKO ANGKUTAN TONGKANG Barge transportation 24 RISIKO TDL Quality Risk 32 RISIKO FLUKTUASI Cash movement . the Company has compiled a list comprising 37 risks that should be routinely monitored to be followed by mitigating steps as follows. yakni: Based on the result of continued risk identification process since 2006. Perseroan telah merumuskan daftar 37 risiko yang harus dipantau secara rutin dan berkesinambungan untuk kemudian dilakukan langkah mitigasinya. Intensifying risk awareness process in all components of the Company.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 80 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Selama tahun 2010. fokus kerja sistem manajemen risiko adalah semakin meningkatkan intensitas dan kualitas pengelolaan risiko untuk menjamin peningkatan kinerja Perseroan. Consistently updating Risk Register by continuous risk monitoring. Upgrading the competence and knowledge of personnel responsible for Risk Management through seminars and training classes. Developing Business Continuity Management backed by Business Continuity Plan. • • Berdasarkan hasil identifikasi risiko yang dilakukan secara berkesinambungan sejak 2006. the work of risk management system was focused on intensifying the performance and improving the quality of risk management to support the Company in its performance. General strategy adopted in risk management includes: • • • • Integrating the whole business process into risk management process.

risiko SDM. caused by market variable movement of the Company’s product. receivables turnover. Risiko Investasi. contractor. Perseroan kemudian membagi lagi risiko tersebut kedalam beberapa kategori sebagai acuan dalam pengendalian risiko. Some of the 37 risks are high and extreme risks that need to be closely watched. Berisiko Tinggi (High Risk). information system. human error and system failure. These categories are Extreme Risk. project and CHF risks. manpower. • • Strategic Risks. risiko nilai tukar dan risiko harga komoditas. Included in this category are project. procurement. Risiko Kecelakaan Fatal. investment. pump. Risiko Pengadaan. . Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini antara lain risiko mutu produksi. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko hukum. serta pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat. Risiko Lahan. fatal accident. risiko lingkungan. risiko sosial dan risiko dokumen. exchange rate. Berisiko Sedang (Medium Risk) dan Berisiko Rendah (Low Risk).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 81 Secara garis besar tiga puluh tujuh risiko tersebut dapat dibagi menjadi lima kelompok. High Risk. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko proyek. commodity. Dari 37 jenis risiko tersebut ada beberapa risiko yang sangat diperhatikan karena level risikonya yang tinggi (high) dan sangat tinggi (extreme) yaitu: Risiko Hukum . Risiko Kontraktor. risiko kolektibilitas piutang. land. Risiko Fluktuasi Kas. Risiko Pasar. This category includes the risks of product quality. yaitu risiko yang disebabkan oleh ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal. The 37 risks are classified into five groups: • External Risks. stakeholder. • • Operational Risks. Included in this category are legal. Risiko Nilai Tukar. This category includes tax. Risiko Sistem Informasi. caused by unsound strategy and business decision making. risiko kontraktor dan risiko fraud and corruption. quality. risiko fluktuasi kas dan risiko kredit. social and document risks. • • Financial Risks . Medium Risk and Low Risk. Risiko Pasar. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pasar. risiko stakeholder. strategic transaction and investment risks. Included in this category are market. Risiko Mutu. investor relations. exchange rate and commodity price risks. cash movement. Risiko Keuangan. risiko pompa. yaitu risiko terjadinya kerugian akibat pergerakan variabel pasar produk Perseroan. cash movement and credit risks. Kategori tersebut adalah: Berisiko Sangat Tinggi (Extreme Risk). yang diakibatkan karena gejolak beberapa variabel makro. They are legal. yaitu risiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi target keuangan atau ukuran moneter perusahaan. caused by external factors. risiko transaksi strategis dan risiko investasi. environment. Risiko Komoditas . caused by fluctuations of the Company’s financial target or monetary measures due to macro variable changes. Risiko Operasional. caused by inadequacy or dysfunction of internal process. • • Market Risks. risiko hubungan investor. yaitu risiko yang diakibatkan oleh faktor-faktor eksternal. Risiko Strategis. yaitu risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan pelaksanaan strategi yang tidak tepat. The Company spreads the risks into several categories as guidance in risk management according to the effect they impose. Risiko Project dan Risiko CHF. market. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pajak. yaitu: • Risiko Eksternalitas. sesuai dengan dampak yang ditimbulkannya. contractor and fraud & corruption. kesalahan manusia dan kegagalan sistem.

sehingga terjadi perubahan status dari risiko-risiko dimaksud. the Company evaluated and mitigated all risks with detrimental potentials. . besides identifying fraud and corruption risks and devising mitigation measures. diharapkan seluruh satuan kerja dapat memahami pengelolaan risiko yang ada di unit-unit kerja serta menganggapnya sebagai early warning system dalam meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya terhadap jalannya usaha Perseroan. terkait pemberlakuan Peraturan Pelaksanaan dari UU no 4 tentang Minerba tahun 2009. The “Integrated Corporate Risk Management Guide” under AS/NZ 4360:2004 standard was disseminated to all functional units for implementation. the Company took care of the high risks identified. The Company finalized this permit issue and converted its concession to MBL (Mining Business Licence). handling and reporting risks. Identification and mitigation of extreme and high risks are the priority of risk management. The Guide contains information on the mechanism of measuring. and their risk level was lowered. Sepenjang tahun 2010 Perseroan telah melakukan pengkajian dan melakukan mitigasi atas seluruh risiko-risiko yang akan atau kemungkinan besar memberi dampak negatif terhadap operasional. pemetaan. The risk mitigated was legal risk associated with the implementation of Mineral and Coal Law No. Perseroan menindak lanjuti hasil mitigasi atas jenis risiko tinggi yang diidentifikasi. In 2010. mapping. penanggulangan dan pelaporan risiko. Mitigasi atas risiko langsung dilakukan terhadap risiko-risiko yang tergolong extreme dan high risk. Perseroan telah menyelesaikan masalah perizinan ini. 4/2009. Pedoman tersebut mencakup informasi mengenai mekanisme pengukuran. selain mulai mengidentifikasi dan menyusun langkah-langkah mitigasi risiko fraud and corruption. Identifikasi dan mitigasi kelompok risiko kategori extreme risk dan high risk sebagai prioritas penanganan dan penanggulangan risiko.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 82 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Pada tahun 2010. on the subject of conversion from MC to MBL. By using the guide to take risk mitigation measures. Perseroan juga terus melaksanakan sosialisasi dan menerapkan aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi”. Risiko yang telah ditindak lanjuti adalah risiko hukum. all work units are expected to understand the risk management as an early warning system to minimize risks and their effect on the overall performance. dan merubah izin pengelolaan wilayah konsesinya menjadi IUP. yakni perubahan KP menjadi IUP. Melalui penerapan atas pedoman pengenalan dan langkah mitigasi risiko tersebut. Extreme and high risks were mitigated. During 2010. yang mengacu pada standard As/NZS 4360:2004 keseluruh unit fungsional terkait.

• Penetapan kontrak penjualan dan pengiriman disesuaikan dengan kemampuan sandar dan bongkar muat jetty pihak penerima. low reputation Risiko masih berada pada level medium. • Seleksi ketat calon pembeli • Kerjasama erat dengan pelabuhan tujuan agar angkutan tongkang dapat sandar tepat waktu. dari risiko rendah menjadi risiko menengah Worsened from low to medium risk Meningkatnya stripping rasio Lower cash position. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Risiko kenaikan biaya operasi Higher operating costs Risiko kolektibilitas Receivables turnover Profit margin turun Lower profit margin • Monitoring biaya • Pelaksanaan program efisiensi • Cost control • Efficiency drive • Penagihan piutang secara intensif • Implementasi sangsi denda dalam kontrak • Intensive collection of receivables • Imposing penalty sanction • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut. • Seleksi ketat calon pembeli • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak. • Close cooperation with port of destination so barge can moor on time • Sales and delivery term in contract to suit mooring and unloading capacity of receiving jetty Risiko berhasil diturunkan kembali dari jenis risiko ekstrem. termasuk upaya mitigasi yang dilakukan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 83 Perubahan dan mitigasi atas beberapa risiko dimaksud. • Harga jual ekspor sesuai index harga internasional. keterlambatan pengiriman. disajikan dalam tabel berikut. • Penjualan berbasis product driven Membaik. menjadi risiko menengah Improved from extreme to medium risk Risiko Angkutan Tongkang Barge transportation Biaya angkut tongkang meningkat. lower loan repayment Risiko stripping rasio Stripping ratio Meningkatnya biaya produksi per ton Higher stripping ratio. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Membaik. • Penjualan berbasis product driven • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut. dari sebelumnya berada pada level rendah Worsened from low to medium risk . dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Meningkat. • Harga jual ekspor sesuai index harga internasional. • Penggalian sesuai sekuen penambangan. higher production cost per ton Risiko komoditas Commodity Rendahnya harga jual batubara perseroan Low coal selling price • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak. JENIS RISIKO TYPE OF RISK Risiko Kontraktor Contractor The following table describes the mitigation measures and risk level changes. • Penggalian sesuai sekuen penambangan. DAMPAK IMPACT Mutu produk menurun /berkurang Mutu produk menurun /berkurang LANGKAH MITIGASI MITIGATION MEASURES • Penilaian kinerja rutin • Pemeriksaan peralatan • Pengawasan dengan efektif • Routine performance evaluation • Equipment control • Effective supervision STATUS RISIKO RISK LEVEL Membaik. penurunan reputasi Higher barge charges. late delivery.

Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Unit Pemadam Kebakaran PT Bukit Asam Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat melalui pelatihan setiap unit kerja agar sadar risiko kecelakaan kerja dan penyediaan peralatan keselamatan kerja yang memadai sebagai wujud pertanggung-jawaban Perseroan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.84 PT Bukit Asam Tbk. Creating a safe and healthy working environment. training each work unit to be occupational risk conscious and providing adequate work safety appliances are the Company’s responsibility to the surrounding environment and community. .

Di tahun 2010. and in 2008 adopted WSH standard OHSAS 18001:2007. HEALTH AND ENVIRONMENTAL CONSERVATION WORK SAFETY AND HEALTH The Company sets a basic work safety and health (WSH) rule: “Work safety and health are the responsibility of all people. terdiri dari: WORK SAFETY. oleh sebab itu Perseroan bersama pihak terkait bertekad menciptakan lingkungan kerja yang sehat.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 85 PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA PERLINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Perseroan telah menetapkan kebijakan mendasar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Perseroan sejak 2007 menerapkan perluasan Standar Manajemen K3 (SMK3) dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan pada tahun 2008 juga menerapkan sistem standar K3 dari OHSAS 18001:2007. the Company has routinely held safety committee meetings with work units and working partners or mining contractors. According to the required implementation of WSH standard. dengan tujuan memotivasi pegawai dalam semua jenjang manajerial (dimulai dari lini manajemen) untuk menumbuhkan perhatian dan perilaku yang mendahulukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. the Company took three strategic steps in relation to WSH: • WSH-based human resource development for mining employee certification aimed at motivating employees of all managerial levels (from line management). yakni “Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tanggung jawab semua pihak. The Company and related parties are determined to create a healthy. Perseroan secara rutin melaksanakan pertemuan safety committee baik dengan unit-unit kerja terkait maupun dengan mitra kerja/kontraktor penambangan. In July 2010. dalam menerapkan SMK3. dengan standarisasi atau sertifikasi pegawai tambang. The implementation of such standard was followed by the adoption of Contractory Safety Management System (CSMS) designed to monitor the performance of the Company’s work units and its working partners or third party contractors in implementing WSH Management Standard. Pemberlakuan ketentuan tersebut kemudian diikuti dengan pelaksanaan contractory safety management system (CSMS) yang ditujukan untuk mengetahui kinerja satuan kerja di lingkungan Perseroan dan mitra kerja atau kontraktor pihak ke tiga. Perseroan telah mengintegrasikan semua sistem operasional ini kedalam Bukit Asam Management System (BAMS). yakni: • Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia berbasis K3. bebas cidera dan melakukan kegiatan operasional sesuai kaidah yang berlaku”. Sesuai dengan standar penerapan K3 yang disyaratkan. as follows: . the Company integrated all operating systems into Bukit Asam Management System (BAMS). Untuk mendapatkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang maksimum. to encourage awareness of WSH aspect. Perseroan melaksanakan 3 langkah strategis terkait dengan K3. to guarantee the quality of WSH practice in its operating areas. Hasil yang dicapai sebanyak 264 orang telah tersertifikasi. untuk menjamin kualitas pelaksanaan K3 diwilayah operasionalnya. Routine meetings are meant to remind all parties to adhere to all WSH regulations. in 2007 the Company implemented Work Safety and Health Management Standard laid down by the Department of Manpower and Transmigration. The outcome of the program was 264 people were certificated. injury-free working environment and operates by nomal operating standards” In a bid to meet maximum work safety and health standard. Sejak Juli 2010. Pertemuan rutin bertujuan mengingatkan semua pihak agar tetap melaksanakan segala ketentuan yang berkaitan dengan K3. In 2010.

PT Sucofindo. To ensure all parties concerned really observe WSH Management Standard. • Improving worthiness of production equipment and mine auxiliaries for equipment certification to guarantee that equipment are safe to use according to WSH standard. The result was 28 units were certificated (21 loaders. in 2010 the Company conducted external surveillance audit at Tanjung Enim Mining Unit in cooperation with an independent certification institution. according to OHSAS 180001:2007 certification. Another WSH Management Standard external audit based on Manpower Minister Regulation No. TUV NORD Indonesia. dengan standarisasi atau sertifikasi peralatan/unit. Dari kedua audit tersebut didapatkan hasil “tidak ada temuan Mayor”. Hasil yang dicapai sebanyak 28 unit telah tersertifikasi. terdiri dari pesawat angkat angkut (21 unit). Selain itu melakukan Audit Eksternal Sertifikasi SMK3 berbasis Permenaker 05/Men/1996 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent PT. dengan tujuan peralatan/unit dijamin aman dipergunakan sesuai kaidah keselamatan dan kesehatan kerja. 4 pressure vessels. 3 electrical installations) and +956 units (dump truck and heavy equipment) were labeled operating permit by KTT. 05/ Men/1996 was conducted at Tanjung Enim Mining Unit by an independent certification institution. Pada tahun 2010 Perseroan juga melakukan audit eksternal Surveilance OHSAS 18001:2007 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent TUV NORD Indonesia. • • Inserting WSH aspect in pre-qualification process of mining contractor candidates in implementing Contractor Safety Management System (CSMS) to discover partners’ performance in observing WSH Management System. The findings revealed that there were no major threats.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 86 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report JENIS SERTIFIKASI Pengawas Operasional Utama Pengawas Operasional Madya Pengawas Operasional Pertama Ahli K3 Umum Manajemen Perawatan Tambang Perencanaan Tambang Terbuka Operasi Penambangan Inspeksi K3 Operator Pesawat Angkat Angkut Juru ledak kls II Proteksi Radiasi 2009 5 33 68 1 0 0 0 0 19 0 0 2010 1 33 74 1 4 2 2 2 14 4 1 TOTAL 6 66 142 2 4 2 2 2 33 4 1 CERTIFICATION Chief Operations Supervisor Middle Operations Supervisor First Operations Supervisor General WSH Expert Mine Maintenance Management Open Mine Planning Mining Operation WSH Inspection Loader Operator Explosives Expert Class II Radiation Protection • Peningkatan Kelaikan Peralatan Produksi dan Penunjang tambang. dan sebanyak ± 956 unit (Dump truck & alat berat) telah diberi tanda ijin operasi oleh KTT. Untuk memastikan bahwa semua pihak terkait benar-benar melaksanakan segala ketentuan terkait dengan SMK3. Sucofindo. . bejana tekan (4 unit). instalasi listrik (3 unit). Memasukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam perencanaan prakualifikasi calon kontraktor penambangan pada penerapan program Contractor Safety Management System (CSMS) dengan tujuan mengetahui kinerja kontraktor/mitra kerja pada perseroan dalam penerapan SMK3.

Controlling fire in local residential areas. Mengatasi terjadinya risiko Kecelakaan Kerja. the Company forms Fire and Accident Control Team under the coordination of Work Safety & Health and Environment Work Force of Tanjung Enim Mining Unit. sepanjang tahun 2009. tasked to organize and control fire and accident handling activities. Maecenas congue. Suspendisse vel elementum nisi. Penanggulangan kebakaran pemukiman penduduk. E va c u a t i n g v i c t i m s o f M t . two serious injury and two minor injury) and accidents that caused no lost workdays or no injury 17 persons. Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Unit Pertambangan Tanjung Enim yang bertugas untuk mengorganisasikan dan mengendalikan kegiatan Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran. Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran telah melakukan kegiatan antara lain : • • • Evakuasi korban gempa bumi di Mentawai.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 87 Komitmen Perseroan dalam melaksanakan K3 ditunjukkan dengan keberhasilan audit pelaksanaan K3 berdasarkan sertifikasi OHSAS 180001: 2007 dan berdasarkan Permenaker 05/Men/1996. Tim ini juga dimungkinkan bertugas di luar lokasi tambang Perseroan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. To control work accident risks. Ut sed dapibus nibh. As a reflection of its concern for the local community. Mining accidents that occurred in 2010 involved 22 persons. this Team is also available to help people outside the mining compound as corporate social responsibility duty. Sekalipun pada dasarnya bertugas di lokasi tambang yang merupakan kegiatan internal perusahaan. Total kecelakaan tambang yang terjadi pada tahun 2010 berjumlah 22 orang. in 2010 the Fire and Accident Control Team provided assistance in the following areas: • • • Evacuating earthquake victims in Mentawai. Although mainly responsible for the Company’s internal purposes. 2 orang kategori kecelakaan berat & 2 orang kategori kecelakaan ringan) dan kecelakaan yang tidak mengakibatkan kehilangan hari kerja / non injury sebanyak 17 orang. porta non est. consisting of accidents resulting in lost workdays or causing injury to five persons (one fatality. Perseroan telah membentuk Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran yang berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Keselamatan. faucibus eget congue ac. M e ra p i e r u p t i o n i n Jogjakarta. Nunc accumsan consequat urna vitae sagittis. Manajemen K3 yang secara konsisten diterapkan oleh Perseroan dan segenap insan perusahaan membuat tahun 2010 berhasil dilalui dengan hanya mencatat 1 kecelakaan yang termasuk kategori fatal. . Evakuasi korban gunung Merapi di Jogjakarta. massa. WSH management that was consistently implemented by the Company and all personnel successfully brought the year 2010 to an end with only one fatal occupational hazard. ante non molestie congue. terdiri dari kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja / injury sebanyak 5 orang ( 1 orang kategori Fatal. Curabitur neque risus. Sebagai wujud kepedulian terhadap komunitas sekitar.

as well as prevention and control of PAK. The Company provides health-related education. Golden Flag Award for WSH Management Standard implementation under Manpower Minister Regulation No. Sesuai dengan peraturan (UU no. Atas usaha-usaha/ kinerja dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan maka pada tahun 2010. . unit pertambangan Tanjung Enim menerima penghargaan : • Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan dengan Katagori “Pratama” yaitu perusahaan yang baik dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan perusahaan pertambangan yang mempunyai pegawai diatas 1. Bukit Asam. The hospital also extends companypaid healthcare to employees and their family. Selain pemeriksaan berkala. • • (Uraian lebih lengkap Mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berbasis Permenaker 05/Men/1996 dengan predikat ”Bendera Emas” dengan pencapaian 91% dari pemenuhan 166 kriteria audit. in 2010 the Company through Tanjung Enim Mining Unit was awarded with: • Pratama Award for Mining Work Safety and Health. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan. untuk menjaga kesehatan para pegawai. Periodic medical check-ups are provided and health consciousness is enhanced. pencegahan dan pengontrolan terhadap risiko terjangkitnya PAK. konseling. signifying successful WSH management in a mining company employing more than 1. di PTBA pengelolaan pemeriksaan kesehatan berkala karyawan dilakukan oleh RS.000 people. fulfilling 91% of 166 audit criteria. the health of employees and their family also gets the Company’s attention as ruled by the law. serta penyakit serius lainnya. pelatihan. 1/1970. (Further discussion on WSH is provided in PTBA 2010 Sustainability Report under the same title). Perseroan melakukan kegiatan peningkatan kesadaran akan kesehatan kerja. the Company provides yearly medical check-ups for employees conducted by Bukit Asam Hospital. Bukit Asam juga melayani pemeriksaan kesehatan lainnya & pengobatan kepada karyawan & keluarga karyawan atas tanggungan perusahaan dan melayani pemeriksaan dan pengobatan masyarakat sekitar dengan biaya yang disubsidi oleh perusahaan.000 orang. seperti diamanatkan peraturan perundangan yang berlaku. dengan judul bab sama).LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 88 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Selain Keselamatan Kerja. For its effort in managing work safety and health. Selain itu RS. In accordance with Law No. as well as subsidized medical care to the local community. PAHK and other serious diseases. Perseroan juga memperhatikan kesehatan para pegawai maupun keluarga mereka.1 th 1970). PAHK. Perseraon melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap karyawannya minimal 1 tahun sekali. 05/Men/1996. In addition to work safety. training and counselling.

Penanganan korban di Rumah Sakit Tanjung Enim 3. Fasilitas operasi mata katarak di Rumah Sakit Tanjung Enim . Petugas Rescue PT Bukit Asam 2.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 89 2 1 3 1.

audit. Komitmen Perseroan terhadap perlindungan lingkungan. Perseroan senantiasa peduli terhadap lingkungan baik secara fisik maupun sosial sehingga menjadi bagian integral dari lingkungan global dalam melakukan pencegahan. performance evaluation of the environment and study of basic living cycle. Based on the system. the Company designed and executed various programs associated with environment. dituangkan dalam Kebijakan Lingkungan yakni: ”Dalam menjalankan kegiatan usahanya. and continued environmental management system. ENVIRONMENTAL CONSERVATION The Company operates in full compliance with the universally applied environmental management standards. The Company has finalized mining closure plan and five-year reclamation plan as the principal reclamation documents to be included in the Company’s annual work program. The Company complies with environmental regulations and implements a consistent. Perseroan menjalankan amanah peraturan sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Lingkungan No. 32/2009 regarding environmental protection and management.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 90 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report PERLINDUNGAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan operasionalnya dengan kepatuhan penuh terhadap standar-standar manajemen pengelolaan lingkungan yang berlaku secara universal. restoring. UKL and UPL documents which are the pre-requisites and parameter established in the preoperating period. UKL dan UPL yang merupakan prasyarat sekaligus parameter yang disepakati bersama sebelum adanya kegiatan operasional. Oleh karena itu setiap langkah operasional di lapangan senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan butir-butir sebagai mana tercantum dalam dokumen AMDAL. pemulihan. grouped into two major programs: Environmental Management and Environmental Monitoring. audit lingkungan. every step in the field is taken with due respect to the provisions in AMDAL. conserving and protecting the environment. serta menerapkan sistem manajemen lingkungan secara konsisten. terpadu. terdokumentasikan. integrated. The success of these programs implementation is measured by meeting a series of Environment Quality Standard parameters adjusted to the central/local government regulations or accreditation standards applied. and continuously improves its system to reach a maximum result. Berdasarkan sistem tersebut Perseroan kemudian mendesain dan melaksanakan berbagai program terkait dengan lingkungan yang tebagi atas 2 program utama. Keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut diukur melalui pemenuhan terhadap serangkaian parameter Baku Mutu Lingkungan (BML) yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah setempat/pemerintah pusat atau standar akreditasi yang digunakan dan pengukurannya dilaksanakan oleh pihak-pihak independen yang kompeten. The preparation of this document is to comply with Energy and . The Company’s commitment to protect the environment is elaborated in its Environmental Policy: ”The Company takes care of the physical and social environment in which it operates by preventing.” SERTIFIKASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan sistem terakreditasi ISO 14001:2004 untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pengelolaan lingkungan yang mencakup sistem manajemen lingkungan. Therefore. aktif dalam penaatan peraturan perundangan lingkungan dan persyaratan lainnya. The Company also observes the provisions of Law No. evaluasi kinerja lingkungan dan kajian daur hidup pokok. Perseroan telah menyelesaikan dokumen rencana penutupan tambang (RPT) dan rencana reklamasi lima tahunan (Jamrek) sebagai suatu dokumen utama pelaksanaan reklamasi yang kelak akan dijabarkan dalam rencana kegiatan ENVIRONMENTAL MANAGEMENT CERTIFICATION The Company adopts accredited ISO 14001:2004 system to ensure an effective environmental management covering management system. The measuring process was conducted by competent independent parties. terpelihara dan selalu melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan untuk memperoleh hasil yang maksimal”. documented. pelestarian dan perlindungan lingkungan.32 tahun 2009 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. yakni Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan.

developing and rehabilitating the surrounding environment.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 91 Kawasan Hutan Jadi. . monitoring. pemantauan. The Corporate Mission to contribute to public welfare and environment conservation is realized through Green Mining practice by continuously managing. Banko Barat Misi Perseroan salah satunya memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan diwujudkan dengan penerapan Green Mining yang mencakup pelaksanaan program-program pengelolaan. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan.

18/2008 and Government Regulation No. Hasil pengukuran kualitas lingkungan pertambangan berada jauh dibawah ambang batas menunjukkan bukti komitmen Perseroan terhadap pengelolaan lingkungan. The implementation of every environmental management program is monitored and evaluated by using the parameter taking into account the major effects arising from mining activities. To measure the effectiveness of environmental management. setiap tahun Perseroan menetapkan parameter indikator sasaran lingkungan sesuai dengan peraturan yang berlaku. . This is an effort to reach full compliance with the requirements so as to control the environmental impact of mining operations. 10/2010. Untuk mengukur efektivitas pengelolaan lingkungan. Gambaran umum program perlindungan lingkungan yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut. the Company sets a parameter of environment target indicators on a yearly basis in accordance with the law. sehingga dampak lingkungan dari operasional kegiatan tambang dapat dikendalikan. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company consistently manages the environment to reduce the impact of mining activity to the community and environment which is line with the Company’s mission. that is ”To give the utmost contribution to community welfare and environmental conservation”. The environmental protection program launched by the Company includes: PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak kegiatan pertambangan bagi lingkungan dan masyarakat. Penyelesaian penyusunan dokumen tersebut sebagai implementasi atas Permen no 18 tahun 2008 dan PP no 10 tahun 2010 dari ESDM. Evaluasi terhadap indikator sasaran lingkungan tersebut kemudian dibahas secara rutin setiap tahun pada forum manajemen lingkungan. sesuai dengan salah satu misi perusahaan. sesuai syarat ISO 14001: 2004. sebagai bagian upaya perbaikan terus menerus untuk mencapai tingkat kepatuhan yang maksimal.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 92 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report tahunan. Indikator tersebut mengacu ketentuan Pemda setempat (Pergub Sumsel no. The indicators are set based on South Sumatera Governor Regulation No. The Company’s mining environmental quality. yakni “Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan”. is an evidence of its commitment to environmental management. 18/2005 regarding environmental quality standard (BML). Setiap program pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang dijalankan kemudian dipantau dan dievaluasi dengan menggunakan parameter yang telah mempertimbangkan penilaian terhadap dampak utama yang muncul akibat kegiatan penambangan. 17 and No. which is far below the acceptable threshold. In accordance with ISO 14001:2004 standards evaluation of the environment target indicators is discussed annually on a routine basis in environmental management forum.17 dan no18 tahun 2005) mengenai pemenuhan baku mutu lingkungan untuk pemeriksaan beberapa indikator baku mutu lingkungan (BML). Mineral Resources (EMR) Minister Regulation No.

Pemeliharaan tanaman .17 of 2005. Hasil pengukuran pemantauan lingkungan atas parameter indikator BML untuk tahun 2010 The following is the result of environmental monitoring on BML indicator parameter in 2010 NO.87 . Ensuring the quality of air ambience & air emission within the area and its surrounding fulfills standard of environment quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.59 Menjamin Kualitas Udara Ambien dan Emisi Udara di Area Tambang dan Sekitarnya memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No. seluruh areal menunjukkan indikator berada dibawah BML yang dipersyaratkan. Muara Tiga Besar dan Banko Barat. SATUAN UNITS MAKS MAX LEVEL AKTUAL ACTUAL Menjamin Keluaran Air dari tambang memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No. Muara Tiga Besar and Banko Barat mines.0001.31 .01 0. The findings of measuring major pollutant indicators showed that all areas’ indicators were below BML.3.4 – 139 0.775 217 -8.100/ton III Pemenuhan Provisi Lingkungan Rp/ton Fulfillment for Rp/tonnes environmental provision Perseroan menjalankan program-program lingkungan diantaranya melalui: • • • pengelolaan The Company runs the following environmental management programs: • • • Monitoring converted land area Land clearance and reclamation of used mining sites Plants maintenance Pemantauan luas lahan terubah Pembukaan Lahan dan Reklamasi Lahan Bekas Tambang seusai peraturan yang berlaku.000 < 400 < 235 < 230 Rencana Plan Rp 4. 1 2 3 4 II pH Residu tersuspensi Besi (Fe) total Mangan (Mn) total mg/l mg/l mg/l 6-9 < 300 <7 <4 6 .000 2.3. SO2 CO NO2 O3 Debu Ug Ug Ug Ug Ug < 900 < 30.7 0. The Company measured and monitored major indicators in Tanjung Air Laya.8. 18 Th Ensuring released water from the mines meets standards of environmental quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.18 of 2005. Hasil pengukuran atas indikator cemaran utama pada tabel berikut menunjukkan. 17 Th 2005.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 93 Dalam rangka pengelolaan lingkungan tersebut Perseroan melakukan pengukuran dan pemantauan indikator utama pada areal lokasi kegiatan operasional di Tambang Air Laya.321 0.94 22 – 178 Actual Actual Rp 4.082/ton 22 . I PARAMETER PARAMETER 2005.001 .

• Regularly spraying dust using dust suppression system in stockpile locations and monitoring emissions from gensets and incinerators. Penanaman pohon di lokasi buffer zone dan lokasi yang final tambang. Emisi dan Effulent Program kemitraan dan bina lingkungan • • • • • • • • • Draining mud out of sedimentation pool Making sedimentation pool Cultivating and planting seedlings Management of top soil Management of mine acid water Management of erosion Reserach and development Emissions. 15 of 15 May 2005 concerning Emissions from Non-Moving Sources. Melakukan penyemprotan debu (dust suppression system) di lokasi stockpile secara reguler dan pemantauan emisi genset serta incenerator. effluent and waste is based on the standardized parameters as prescribed in the Governor of South Sumatera Regulation No. Pengelolaan kualitas udara dilakukan melalui diantaranya: • • • Pemeliharaan dan penyiraman jalan tambang dengan truk tangki air. 15 tanggal 15 Mei 2005 mengenai Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak (STB) untuk mengelola emisi. Pengolahan Limbah B3 • • • • • • • • • Pengurasan lumpur di kolam pengendap Pembuatan kolam pengendap lumpur Pembibitan dan penanaman Pengelolaan tanah pucuk Penanggulangan air asam tambang (AAT) Penanggulangan erosi Penelitian dan pengembangan Penanganan limbah b3. effluent dan limbah. effluent and waste control Partnership and community development program Perseroan menggunakan standar parameter yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. The management of emissions. Air quality control is carried out in a number of ways which are: • Maintaining and spraying mine roads with water tanks. . • Planting trees in buffer zone locations and final mining locations.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 94 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Incenerator.

antara lain seperti oli bekas. yang berasal dari unit kerja (bengkel). ENVIRONMENTAL MONITORING The Company routinely monitors the environmental condition of the surrounding mining area to minimize environmental damage. Hazardous waste. erosi hingga satwa liar dan biota air yang hidup di sekitar area pertambangan. Adapun langkah pengelolan selengkapnya adalah sebagai berikut: • Limbah umum. batere bekas dan filter oli bekas. dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darmo. Waste control is carried out in the following ways: • General waste originating from residential and mining areas is discharged into Desa Darmo dumping area. soil quality. The Company also controls regular general waste. pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar.85 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3. pencemaran tanah. yang berasal dari area perumahan dan area penambangan Perseroan. . sekaligus sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko lingkungan. and at the same time to mitigate risks to the environment. originating from work units (workshops). pengelolaannya dilakukan sesuai PP No. Perseroan secara berkelanjutan mengelola limbah B3 secara hati-hati sesuai peraturan perundangan yang berlaku. such as used oil. Selain melakukan daur ulang limbah B3 bekerjasama dengan mitra yang telah mempunyai izin KLH. burning hazardous waste using incinerators and using bioremediation process for hydocarbon-contaminated materials. Perseroan mengelola limbah umum dan limbah bahan berbahaya dan beracun. Limbah B3. Perseroan melakukan pembakaran limbah B3 dengan incenerator dan melaksanaan proses bioremediasi untuk material yang tercemar hydrokarbon. yakni dijadikan pupuk Bokashi yang kemudian dibeli oleh Perseroan untuk digunakan saat revegetasi lahan. Environmental monitoring activities included monitoring water quality. The Company consistently evaluates and controls hazardous and toxic wastes in concert with the prevailing laws and regulations. Selain emisi udara. By involving local community. erosion as well as wildlife and aquatic organisms living around the mining area. Untuk limbah yang bersifat organik. hazardous and toxic waste In addition to air emissions. 18 jo No. Waste management efforts carried out by the Company jointly with licensed partners include recycling hazardous waste. • • PEMANTAUAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi lingkungan di sekitar area penambangan dengan tujuan meminimalisir kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi. land pollution. used batteries and used oil filters. Kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan meliputi antara lain pemantauan kualitas air.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 95 Selain evaluasi emisi.85/1999 regarding management of hazardous waste. is processed in accordance with Government Regulation No. 18 jo No. air quality. kualitas udara. kualitas tanah. organic waste is processed by turning it into Bokashi fertilizer which is subsequently bought by the Company for land revegetation.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 96 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Pada tahun 2010. Ekonomi dan Budaya Social. Untuk pH dan debit air dilakukan setiap hari *) Twice a month (by third party and PTBA Lab). Perseroan melakukan aktifitas pemantauan rutin sebagai berikut: Routine monitoring activities In 2010 included the following: JENIS PEMANTAUAN OBJECT OF MONITORING JUMLAH TITIK PANTAU MONITORING POINTS 38 FREKWENSI PEMANTAUAN DILAKUKAN PIHAK INDEPENDEN MONITORING FREQUENCY BY INDEPENDENT PARTIES Dua kali sebulan (oleh Pihak 3 dan Lab PTBA). Economy and Culture 10 7 10 9 10 19 11 10 9 3 10 7 10 *Dilakukan oleh PTBA Done by PTBA . Daily for pH water debit *) Sekali sebulan Once a month Setiap Triwulan Every quarter Setiap Triwulan Every quarter Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali sebulan*) Once a month *) Sekali sebulan*) Once a month *) Kontinyu*) Continuous *) Sekali sebulan*) Once a month *) Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali setahun Once a year 1 Kualitas Air Water quality 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kualitas Udara Ambient Ambient air quality Emisi Udara (sumber tidak bergerak) Air emissions (non-moving sources) Kebisingan Noise Kualitas Tanah Soil quality Revegetasi Revegetation Lingkungan kerja Working environment Tanah Pucuk Top soil Swa bakar Spontaneous combustion Erosi Erosion Infeksi Saluran Pernafasan Akhir (ISPA) Upper Respiratory Tract Infection Satwa Liar Wildlife Biota Air Water biota Sosial.

serta pengembangan potensi lingkungan di masa mendatang. Cultivating seedlings by tissue culture method. baliho. Beberapa kegatan penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2010 dalah : • • • • • • Implementasi & pengembangan Mikoriza untuk medukung revegetasi lahan bekas tambang. Study and use of used oil for explosives (ANFO compound). Perseroan menyusun dokumen provisi lingkungan. put up banners. sesuai standar akutansi keuangan (PSAK 33). dan presentasi lingkungan. and gave presentation on the subject of environment. As a reflection of its commitment to environmental and post-mining management and in accordance with financial accounting standards. Several research activities conducted in 2010 were: • • • • • • Implementation & development of Mikoriza to support revegetation of used mining areas. the Company conducted various studies and researches to evaluate the condition of mining area and its surrounding. poster. . and to develop environment potentials in the future. study banding (bench marking). Perseroan juga melakukan sosialisasi lingkungan melalui pelatihan lingkungan. The Company implemented Green Mining pattern by planting trees outside the mining area and releasing fish in the rivers together with the community members. Sebagai wujud komitmen manajemen terhadap lingkungan dan pascatambang. Melakukan konservasi tanaman lokal Melakukan revegetasi dengan tanaman sawit dan uji coba revegetasi secara direct. Perseroan melakukan sejumlah kajian dan penelitian yang sekaligus merupakan bagian proses evaluasi kondisi lingkungan area pertambangan dan sekitarnya. Revegetation with oil palms and direct trial-and-run revegetation. used bench marking. spanduk. buku dan majalah lingkungan. Conservation of local plants. posters and billboards. distributed books and magazines. Melakukan pelatihan pengelolaan sampah terhadap masyarakat sekitar perusahaan Mengembangkan pembibitan dengan metode kultur jaringan ENVIRONMENTAL RESEARCH AND DEVELOPMENT To preserve the surrounding environment. Selain melaksanakan langkah-langkah Perlindungan tersebut.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 97 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Untuk menjaga lingkungan di areal kegiatannya. Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining dengan melakukan penanaman pohon-pohon di luar areal tambang dan penebaran ikan di badan sungai bersama masyarakat. To socialize with the local community the Company organized training programs. the Company prepared an environmental commission document. Kajian dan pemanfaatan oli bekas untuk peledakan (pencampuran ANFO). Training local community in waste management.

Atas berbagai upaya-upaya perlindungan lingkungan tersebut Perseroan kemudian meraih beberapa penghargaan dalam pengelolaan lingkungan. BIAYA DAN PENGHARGAAN UNTUK PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. or a total of Rp197 billion. Keseluruhan hasil pemantauan dan hasil evaluasi yang kemudian dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan menunjukan bahwa semua parameter lingkungan telah memenuhi BML. yaitu: • • Peringkat Hijau untuk PROPER Pusat maupun Provinsi Sumsel Peringkat Aditama untuk kategori Enviro Award dari Kementrian ESDM COST AND COMMENDATION FOR ENVIRONMENTAL MANAGEMENT AND CONSERVATION In compliance with the law. Perseroan telah menyisihkan dana untuk kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang jumlahnya ditetapkan sebagai provisi atas tiap satuan berat batubara yang diproduksi. yakni sebesar Rp24. dengan judul bab sama) (Further elaboration on Environmental Conservation is provided in PTBA Sustainability Report 2010.6% from Rp24. Jumlah dana tersebut meningkat 13. produksi dan komitmen Perseroan terhadap kelestarian lingkungan.12 miliar.2% from Rp174 billion in 2009 to Rp4. For its continued efforts in environmental conservation the Company received several environmental management awards: • • Green PROPER Rating from Environment Ministry and South Sumatera Governor Aditama Rating in Enviro Award from EMR Ministry (Uraian lebih lengkap mengenai Perlindungan Lingkungan ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. pada tahun 2010. Jumlah dana yang telah dikeluarkan untuk pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp29. under the same title) . Total funds disbursed for environmental management and conservation in 2010 totalled Rp29. in 2010 the funds allocated for this activity was increased 13.2 miliar. or went up 19.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 98 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining secara terpadu dalam kegiatan penambangan. Seiring dengan peningkatan.100/ton. jumlah provisi yang disisihkan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp4. Biaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan tersebut meningkat 19. yakni total sebesar Rp174 miliar.2 billion the preceding year.6% dari tahun lalu. The overall result of monitoring and evaluation performed in accordance with established standards showed that all environmental parameters met Environment Quality Standard. The Company implemented Green Mining pattern in its mining operations.100/ton. the Company allocated funds for environmental management and conservation program at an amount to be based on the weight of coal produced.2% dari tahun lalu.12 billion. atau total sejumlah Rp197 miliar. With increased production and the Company’s commitment to environmental conservation.

. Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA) development reflects the Company’s commitment to environmental conservation.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 99 Perawatan tanaman buah di area pembibitan. Tanjung Enim Pengembangan Tahura Tanjung Enim sebagai wujud komitmen Perseroan terhadap pelestarian lingkungan.

Melakukan penanaman Cover Crop. Rip Rap. Membuat saluran. Seluruh ketentuan tersebut telah dipenuhi oleh Perseroan seperti diuraikan pada bagian “Perlindungan Lingkungan” diatas. check dam. 4/2009 and Government Regulation No. vi Bioremediation. All the requirements were met by the Cpmpany as described in the preceding section of “Environmental Conservation”. 2. 4 Tahun 2009 dan Permen No 18 tahun 2008 mengenai Reklamasi dan penutupan Tambang yang menegaskan bahwa: i. wetland untuk limbah cair dan vii Mebuat kolam pengendap. vi Melaksanaan Bioremidiasi. 12. v. gradual and ongoing program. Gradual land clearance. Perseroan kemudian melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pasca tambang dengan menetapkan serta merancang daerah pascatambang seluas 1. 5. 8. 6. Receiving/Recreational Zone Utility Zone Plantation Forest Zone Collection Garden Zone Fruit Garden Zone Cattle Breeding Zone Water Recreation Zone Productive Research Zone Agro-forestry Zone Fishery Zone Camping Zone Animal Zone Pada tahun. rip rap. 7. iv. secara bertahap dan berkelanjutan. Menggunakan Incenerator untuk limbah. 8. Planting cover crop.400 ha menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA). 6. 11. A regional government regulation confirmed this plan to be a long-term. Canal. 3. 4 tahun 2004 tentang Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk di Kabupaten Muara Enim. 4. 10. 3. 5. The Company took a step further and pioneered in environmental conservation and post-mining rehabilitation by designating and designing a post-mining area of 1. The Company continued with the construction of Tahura Enim in accordance with Muara Enim Regency Regional Government Regulation No. pengapuran. 18/2008 concerning Reclamation and Mine Closing which required the following: i. iii. Zona Penerima/Rekreasi Zona Sarana Prasarana Zona Hutan Tanaman Zona Kebun Koleksi Zona Kebun Buah Zona Peternakan Zona Wisata Air Zona Penelitian Produktif Zona Pertanian/Agroforestry Zona Perikanan Zona Bumi Perkemahan Zona Satwa PROGRESS REPORT OF RECLAMATION AND REHABILITATION PROGRAM Land clearance and mining area reclamation have been carried out pursuant to the provision of Law No. post-mining reclamation program for Tahura Enim included the completion of: .400 ha to serve as Grand Forest Park. Pelaksanaan program reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang mengacu pada Rencana Induk Wilayah Pertambangan (RIWP) yang telah dibuat sejak tahun 1994 serta Master Plan pemanfaatan lahan bekas tambang batubara sebagai Tahura Enim.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 100 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report LAPORAN PELAKSANAAN REKLAMASI DAN REHABILITASI Pembukaan lahan dan proses reklamasi areal tambang Perseroan telah dilaksanakan sesuai dengan butir-butir ketentuan pada UU No. 9. ii. v. iii. program reklamasi lahan pascatambang sebagai Tahura Enim yang telah dilaksanakan adalah: In 2010. 11. Perseroan kemudian melaksanakan program pembangunan Tahura Enim sesuai dengan Perda Kabupaten Muara Enim No. 10. Rencana ini kemudian dikukuhkan untuk dilaksanakan melalui program jangka panjang. dengan membagi area pascatambang menjadi beberapa zona. 9. iv. The implementation of post-mining reclamation and rehabilitation program was in keeping with Mining Area Master Plan devised in 1994 and master plan for utilizing post-coal-mining area as Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA). ii. wetland for liquid waste and vii sedimentation pool. check dam. calcification. 4. 2. yaitu : 1. Ada proses pembentukan Slope & Back Slope. dalam bentuk Perda. 7. 12. Incinerator for waste. 4/2004 concerning Utilization of Used Coal Mining Area of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk in Muara Enim Regency. Slope & back slope. Pembukaan lahan dilakukan bertahap. dividing the post-mining area into several zones: 1.

etc. sarana olah raga Bowling. . .Proses pelaksanaan relokasi penduduk dan TPU untuk dijadikan buffer zone Tahura (jalur hijau).Relocating community membes and TPP to convert the area to TAHURA buffer zone.Pembuatan labiratorium Kultur Jaringan untuk mengembangkan jenis-jenis bibit yang unggul seperti: katet. . dan lain-lain . jogging track dan Futsal. jogging track and futsal court. Pada Zona Penelitian Produktif.Setting up tissue culture laboratory to cultivate prime seedlings such as rubber.Conducting local field survey jointly with Bengkulu University . Perseroan juga menyiapkan lahan TPU yang baru. oil palm. .Melakukan kerjasama penelitian lapangan lokal dengan Universitas Bengkulu. and preparing new TPP site.Melanjutkan rencana pembuatan kantor terpadu untuk Satker K31 dan BWE Sistem. bowling alley.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 101 Wetland dan Borashi di Banko Barat • Pada Zona Penerima: . • In Receiving Zone . Pada Zona Sarana dan Prasaran . sawit.Continuing the construction of sportshall.Setting up an integrated office of WSH work unit and BWE system In Productive Research Zone .Conducting reserach on intercrop plants jointly with UNSRI at Banko Barat • • .Melanjutkan pembuatan Gedung olah raga. • • In Utility Zone .Melakukan kerjasama penelitian jenis-jenis tanaman jarak dengan UNSRI di IUP Banko Barat. .

.Laporan Tahunan 2010 Tbk Laporan Tahunan 2010 Pusat Kontrol Alat-alat Operasional Supply Chain Management System meningkatkan efisiensi operasional Perseroan. Supply Chain Management System to support operating efficiency.102 PT Bukit Asam Tbk.

INFORMATION TECHNOLOGY DEVELOPMENT Information Technology is developed to support the realization of the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and to adopt the corporate development strategy. Puspa. Human Resources and Materials. dilanjutkan ke lokasi Unit Briket Natar dan Gersik. yaitu: • Memasang instalasi infrastruktur jaringan (leased-line WAN) ke lokasi Unit Pertambangan Ombilin. Risk Management. Tanjung Enim. Target yang dituju adalah: • Menerapkan prinsip-prinsip IT Governance. processing and resources capacity. PT Bukit Asam Prima (PT. durian. Meningkatkan kemampuan pengelolaan. Tahapan ini The Company is currently using Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) system that has integrated the main operating modules such as Operation & Maintenance. puspa. unit kerja Briket Jakarta dan Tanjung Enim. • • • In Plantation Forest Zone. sengon. Reviewing TAHURA Enim master plan . Resource Management and Performance Measurement. yakni Strategic Alignment. plant enrichment with local plants having high economic value in Air Laya and Banko Barat. Value Delivery. Enhancing IT management. Resource Management dan Performance Measurement. Sengon. baik di Airlaya maupun di Banko Barat. . Melakukan review master plan TAHURA ENIM. Human Resources dan Materials. Value Delivery. Financial. The Company consistently invests in the application and infrastructure of information technology in an effort to realize its vision. The Company has completed the following IT development program to support the improvement of its performance: • Installing network infrastructure (leased-line WAN) in the locations of Ombilin Mining Unit. Pengembangan teknologi informasi selama ini terbukti dapat mendukung peningkatan efisiensi. Developing information technology proves to enhance the efficiency and effectiveness of business performance. • • • • Saat ini Perseroan menggunakan sistem Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) yang telah mengintegrasikan modul-modul operasional utama yakni modul Operation & Maintenance. Financial. Menyempurnakan model bisnis menuju solusi terintegrasi. PT Bukit Asam Prima (PT BAP). BAP). PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Perseroan mengembangkan Teknologi Informasi untuk memberikan dukungan dalam pencapaian visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing tinggi dan strategi pertumbuhan Perseroan. Perseroan kemudian merealisasikan program pengembangan TI guna mendukung peningkatan kinerja Perseroan. proses dan sumberdaya IT. Perseroan mengganti tanaman pioneer (Akasia) dengan Jati. tanaman durian dan lain-lain. etc. Briquette Jakarta. Risk Management. and reflects the readiness of the Company to offer its best services to meet market needs and demand. The installation had a purpose of . Natar and Gersik units. Improving business model towards integrated solutions.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 103 • Pada zona Hutan Tanaman. efektivitas kinerja dan sekaligus merefleksikan kesiapan Perseroan dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan permintaan pasar. Pemasangan dilakukan guna mendukung implementasi laporan keuangan konsolidasi. Perseroan melakukan investasi berkesinambungan dalam bidang aplikasi maupun infrastruktur teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut. Perseroan melakukan pengkayaan tanama dengan jenis tanaman lokal yang bernilai ekonomis tinggi. The target of developing information technology system is: • Applying IT Governance principles that cover Strategic Alignment.Synchronizing TAHURA location with productive forest zone under permit to use productive forest zone.Dalam review ini Perseroan melakukan sinkronisasi lokasi rencana TAHURA dengan kawasan hutan produksi dengan kewajiban izin pakai kawasan hutan produksi. Replacing pioneer plants (acasia) with teak.

5 Tera. i.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 104 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report disusul dengan peningkatan kecepatan akses Network (WAN) sebagai berikut.5 Tera. for application ECMS 1. yakni mengganti 100 PC yang habis masa sewa dan 250 buah PC PIII & PIV (total 350 PC) serta penambahan sewa 50 Notebook. supporting the implementation of consolidated financial statements. Periodic review is made to repair and upgrade IT capacity and advantage to support the Company’s business operations.5 Tera.5 Tera dan untuk aplikasi SCMS 1. In 2010. the Company built up a new application. Perseroan membangun aplikasi baru yang masih dalam tahap proyek. The next step was upgrading PC capacity to support business processing to replace 100 PC whose rent expired and 250 PCP III & IV (total 350 PC).5 Tera and for SCMS application 1. this project was 58% completed and . • Mengembangkan Ellipse System dengan menerapkan Multi-District untuk kebutuhan konsolidasi keuangan (General Ledger).5 Tera.e. • Supply Chain Management System (SCMS) At end of 2010.Kadin Jakarta Tanjung Enim – Tarahan Tanjung Enim – Kertapati Tanjung Enim – Ombilin Tanjung Enim – BAPrima Jakarta Tanjung Enim – Briket Blok M Tanjung Enim – Briket Natar Tanjung Enim – Briket Gersik KONEKSI AWAL INITIAL CONNECTION 2 Mbps 1 Mbps 1 Mbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps Perseroan melakukan tinjauan berkala dan secara berkesinambungan memperbaiki serta meningkatkan kemampuan TI untuk mendukung bisnis Perseroan. Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 To expedite processing. Langkah ini disusul dengan peningkatan kemampuan PC untuk menunjang proses bisnis. followed by implementing Multi District Stage II (Fixed Assets and Payroll) to speed up the process of consolidating all subsidiaries’ financial statements. the Company increased storage capacity of Ellipse (ERP) application from 1 Tera to 2. Pada tahun 2010. • Developing Ellipse System with Multi-District application for financial consolidation needs (General Ledger). This stage was followed by improving the speed to access Network (WAN) as follows: UPGRADE 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps LOKASI LOCATION Tanjung Enim – M. dilanjutkan dengan menerapkan implementasi Multi Distrik Tahap II (Aktiva Tetap dan Payroll) untuk mempercepat proses konsolidasi laporan keuangan seluruh anak perusahaan. Perseroan kemudian meningkatkan kapasitas storage untuk aplikasi Ellipse (ERP) dari 1 Tera menjadi 2. yakni: Supply Chain Management System dan Enterprise Content Management System. Guna mendukung kecepatan pemrosesan. Supply Chain Management System and Enterprise Content Management System. untuk aplikasi ECMS 1. • Supply Chain Management System (SCMS). and to rent 50 Notebooks.

installation software and hardware. Untuk mendukung keandalan SCMS. IT personnel have been trained for report developer.5. aplikasi ini juga menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dan mengintegrasikan semua peralatan seperti alat ukur timbangan (belt scale dan truck scale) ke dalam SCMS. Selain itu tersedia aplikasi untuk analisa dan optimasi penjualan serta dashboard untuk reporting. Tanjung Enim location uses server shelf and blade server. network. mine to TLS. in accordance with the implementation phase. server back-up and server database. hardware (blade server management) dan backup & restore (Symantec) akan dilaksanakan ditahun 2011. this application also makes use of RFID (Radio Frequency Identification) technology and integrates all equipment such as belt scale and truck scale into SCMS. SCMS ini menggunakan teknologi berbasis windows. installation software and hardware. optimization and EIS. • expected to be finalized in 2nd quarter of 2011. transportation to marketing. marketing to invoice. diharapkan dapat diselesaikan pada triwulan I tahun 2011. integration and finance. while back-up system uses Symantec back-up exec 12. Jakarta location uses shelf server. Implementasi SCMS menggunakan 2 pusat data yang berlokasi di Tanjung Enim dan Jakarta. server backup.5. TLS to port. production. To guarantee system reliability and to prevent human error. Untuk lokasi Tanjung Enim menggunakan teknologi server berbasis rak server dan blade server. Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan sesuai tahapan implementasi kepada user.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 105 sebesar 58% yang diharapkan akan selesai pada triwulan II tahun 2011. citrix-based application server (2 servers). while blade server includes citrix-based application server (5 servers). transportasi dan pemasaran. sedangkan untuk blade server yaitu server aplikasi berbasis citrix (5 server). Sedangkan pelatihan untuk System Admin yang meliputi admin database (oracle). • Enterprise Content Mangement System (ECMS). key user. While Administrative System training covering admin database (Oracle). Supply Chain Management System terdiri dari rangkaian proses bisnis end-to-end dari perencanaan tambang. SCMS consists of a series of end-to-end business processes from mining plan. marketing to invoice. super user. Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 adalah sebesar 89%. server backup. Network. server data warehouse and web. TLS to port.e. Untuk personil TI telah dilakukan pelatihan untuk report developer. server development. untuk rak server yaitu server database. There is also an application for analysing and optimizing sales and dashboard for reporting. operating system (AIX and Windows). In a bid to support the implementation of the system. integration and finance. operating system (AIX dan Windows). the Company provides training for users. Server shelf includes server database. server database. pengelolaan stock. SCMS implementation uses two data centers located in Tanjung Enim and Jakarta. sedangkan untuk sistem backup menggunakan symantec backup exec 12. SCMS uses Windows-based technology and Unix(AIX)based database. optimization and EIS. i. stock management. the go-live system is run in several phases: orientation and planning. server back-up. server datawarehouse dan web. . and server development. proses go-live sistem ini dilaksanakan dalam beberapa phase yaitu orientation and planning. produksi. Untuk menjamin keandalan sistem dan menghindari adanya human error. hardware (blade server management) and back-up & restore (Symantec) will be conducted in 2011. Untuk lokasi Jakarta hanya menggunakan teknologi server rak yaitu server aplikasi berbasis citrix (2 server). key users and super users. To ensure SCMS reliability. dan database berbasis unix (aix). Enterprise Content Management System (ECMS) At end of 2010. business requirement. this project was 89% completed and expected to be finalized in 1st quarter of 2011. business requirement. mine to TLS.

While Administrative System training for IT personnel covering admin database (Oracle). retention (disposal schedule) and electronic document (without storage/go green and without physical document damage). backup & restore (TSM-Tivoli System Management) akan dilaksanakan tahun 2011. access control (for security). distribusi informasi. operating system (AIX dan HACMP). Meningkatkan transparansi dan menyederhanakan proses pengadaan. development. Melakukan pemantauan (monitoring) dan pengendalian kinerja kontrak dan kinerja vendor.e. E-procurement implementation has been prepared for further development in 2011. To support the implementation of the system. Application of Oracle-based ECMS (Oracle UCM and Oracle BPM). ECMS terdiri dari 2 aplikasi yaitu Workflow Elektronik (BPM-Business Process Management) dan Manajemen Arsip Elektronik (UCM-Universal Content Management). and process tracking. while Electronic File Management is for repository (speeding up information retrieval and update). ECMS application is used by PTBA to facilitate business management and document management. Electronic Workflow (BPM-Business Process Management) and Electronic File Management (UCM-Universal Content Management). network. selain server juga diperlukan storage. Menurunkan biaya proses pengadaan dan volume pekerjaan yang bersifat administrative Melakukan pemantauan (monitoring) proses. storage. monitoring beban kerja (load balancing) dan penelusuran posisi dari proses (tracking of process). database dan standby server. information distribution. dengan target yang akan dicapai diantaranya: • • • • • • Mempercepat dan meningkatkan proses pengadaan barang atau jasa. i. the Company provides training for end-users and admin application users. Mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif. hardware (blade server management) and back-up & restore (TSM-Tivoli System Management) will be conducted in 2011. Electronic Workflow is for workflow management. operating system (AIX and HACMP). Untuk implementasi sistem ini dibutuhkan hardware baru seperti server aplikasi produksi. IT personnel have been trained for report developer. database. Network. Sistem ini akan dikembangkan di tahun 2011. • • • • • • Accelerating and improving goods and services procurement Enhancing transparency and simplifying procurement process Obtaining more competitive prices quickly and accurately Reducing procurement cost and paper work volume Monitoring process Monitoring and controlling contractor and vendor performance . This system application requires new hardware such as production application server. with the following targets: Perseroan juga mulai merintis implementasi e-procurement. Aplikasi ECMS berbasis Oracle ECM (oracle UCM dan Oracle BPM). standby server. dimana Workflow Elektronik berfungsi untuk melakukan manajemen prosedur kerja (work flow management). akses kontrol (security). document management (the placement of physical document). development. hardware (blade server management). backup tape and scanner. cepat dan akurat. retensi (jadwal musnah) dan electronic document (tanpa ruang penyimpanan/go-green dan tanpa kerusakan dokumen fisik). Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan telah menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan terhadap end-user dan admin aplikasi. Sedangkan pelatihan untuk personil TI seperti System Admin yang meliputi admin database (oracle). load balancing.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 106 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Aplikasi ECMS adalah aplikasi yang digunakan di PTBA agar dapat memudahkan dalam melaksanakan manajemen proses bisnis dan manajemen dokumen. sedang Manajemen Arsip Elektronik berfungsi sebagai pusat repository (mempercepat pencarian dan update informasi). tape backup dan scanner. ECMS consists of two applications. manajemen dokumen (posisi penyimpanan fisik dokumen).

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 107 Ruang Kontrol Operasional .

and 89 people assigned in the Company’s subsidiaries and Pension Fund. 347 orang lulusan strata-1. Unit Pengusahaan Briket serta 89 orang yang diperbantukan pada anak perusahaan dan Dana Pensiun milik Perseroan. education and training.078 junior high and elementary school graduates. Perseroan berupaya mewujudkan misi untuk menyediakan SDM dan sistem manajemen SDM terbaik untuk menunjang pengembangan Perseroan. • • • • Perseroan meyakini berbagai pencapaian dan pertumbuhan kinerja yang diperoleh hingga saat ini merupakan wujud nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai Perseroan. pengembangan SDM. 214 under-graduates.201 people posted in various sites. Demografi pegawai menunjukkan 16 orang pegawai 2010 adalah lulusan sarjana Strata-2. 214 orang lulusan D-3. untuk menunjang pengembangan Perusahaan. pendidikan dan pelatihan. 347 graduates. Untuk mewujudkan misi dan visi tersebut.201 orang dengan lokasi penugasan yang tersebar di Unit Pertambangan Tanjung Enim. the Company has equipped itself with a comprehensive organization structure with the functions of human resource planning. Bukit Asam (Persero). development. This confidence leads to an understanding that human resource is the prime driving force of the entire business operations and the strategic partner of the Company. Melakukan penyelarasan (alignment) organisasi dan penyempurnaan sistem manajemen SDM. sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dibutuhkan pada berbagai bidang operasional Perseroan. human resource the competitive advantage of the Company”. Briquette Business Unit. Tbk.547 orang lulusan SLTA dan 1. Perseroan telah memiliki struktur organisasi yang lengkap dalam pengelolaan SDM.547 high school graduates and 1. Tbk. sebagai keunggulan kompetitif Perusahaan”. . Cultivating culture of excellence. 1. Perseroan memiliki jumlah pegawai sebanyak 3. depending on the scope of work required in various areas of the Company’s operation. Employee demography indicates that in 2010 the Company’s workforce consisted of 16 post-graduates. HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT The corporate mission in managing human resource is to have the best human resource and human resource management system in support of the Company’s development. Aligning organisation and improving human resource management system. Ombilin Mining Unit. administrasi kepegawaian dan hubungan industrial. Bukit Asam (Persero). In line with its human resource management strategy. Tanjung Enim Mining Unit. At the end of 2010. 1. the Company adopts a series of strategic measures in managing human resource as follows: • Developing and realizing personnel potentials and grooming professional candidates for management/ leadership level. While the corporate vision in managing human resource is “To make PT. The Company is confident that the countless achievements and growth in the Company performance reflect the hard work and dedication of all personnel. To realize such vision and mission. Sementara Visi Perusahaan dalam pengelolaan SDM adalah “Menjadikan SDM PT. Unit Pertambangan Ombilin. Sejalan dengan strategi pengelolaan SDM.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 108 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menetapkanmisipengelolaanSumberDayaManusia (SDM) adalah menyediakan SDM dan Sistem Manajemen SDM yang terbaik. Memfasilitasi pembentukan budaya unggul.078 orang lulusan jenjang penindikan SLTP hingga SD. Diakhir tahun 2010. meliputi fungsi perencanaan. Melalui berbagai fungsi tersebut. Through these functions the Company strives to accomplish its mission to install the best human resource and human resource management system in support of the Company’s continued growth. the Company employed 3. personnel administration and industrial relations. Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah strategis pengelolaan SDM sebagai berikut: • Mengusahakan pengembangan dan pemenuhan kompetensi pegawai serta penyiapan manajemen/ pemimpin Perseroan yang profesional. Keyakinan ini menumbuhkan pemahaman bahwa SDM merupakan unsur penggerak terpenting dari seluruh operasional bisnis yang dilaksanakan oleh Perseroan dan menempatkan SDM sebagai mitra strategis perusahaan.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 109 Bengkel Kerja di Tanjung Enim Pengembangan kompetensi pegawai yang berkelanjutan sebagai mitra strategis untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan. Continuously enhancing the competence of employees as strategic partners to support the Company’s future business development. .

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 110 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report SD s/d SLTP 1.6 6. 193 orang (6.61%) aged over 50.600 SLTA D3 S1 17 355 219 Tabel demografi pegawai menurut jenjang pendidikan Employee demography by education S2 TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. Employee demography by age 214 0.59%) berusia 30<35 30 < 35 35<40.2 0.546 19 persons (0.7 .7%) th.7 25 < 30 30 < 35 35 < 40 40 < 45 45<50 >50 >25 09 18. 102 orang 6.9 Under age classification.8 < 25.6 6.59%) aged 30<35.61%) berusia diatas 50 thn.7%) berusia 45<50.19%) berusia 25<30 th. employee demography comprises 5 Sementara berdasarkan umur pegawai.8 6.7 0. dan 1. 102 persons (3. 0.5 32.078 aged 45<50. komposisi demografi TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.03%) aged (3. and 1. 19 orang (0.044 persons (32. aged Perseroan adalah.16%)2. 1.430 orang (44.5 45<50 >50 >25 43.600 10 SLTA D3 S1 S2 17 355 219 16 S1 S2 347 214 Demografi pegawai menurut usia. 1.19%) aged 25<30.6 35 < 40 40 < 45 45<50 >50 >25 10 44. 408 persons (12.TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. 5 orang (0.430 persons (44.0 12.044 orang (32.0 12.5 1.133 09 1.078 1.1 27. 408 orang (12. 1.546 1.133 SD s/d SLTP SLTA D3 SD s/d SLTP 09 1.71 aged 40<45. 193 persons (6.9 2. PENDIDIKAN. berusia 40<45 th.7 0.6 18.5 40 < 45 45<50 >50 >25 10 43. 25 < 30 27.71%) 35 < 40 1.2 0.7 3.03%) berusia 35< 40 th.5 25 < 30 30 < 35 35 < 40 3.16%) berusia < 25 th.1 44.7 25 < 30 30 < 35 32.5 persons (0. SD s/d SLTP SLTA D3 S1 S2 09 40 < 45 10 16 Tabel demografi pegawai menurut usia 347 Demografi pegawai menurut usia.

adaptation. pass aptitude test. and interview. . Human Resource Department formulates a general policy of sourcing. learning spirit) Rekrutmen pegawai baru dilakukan sesuai analisa kebutuhan jangka panjang dengan mempertimbangkan kompetensi pegawai yang ada. attitude test. The Company sets several criteria in selecting human resources. selama tahun 2010 Perseroan menjalankan berbagai program. yakni: kapasitas calon SDM yang meliputi lulus uji kemampuan berpikir (analisa. To exercise its function. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements (the next three years for graduates and one year for senior high school graduates). kompetensi pegawai serta regenerasi Perseroan. Proses seleksi melibatkan pihak ketiga dan dilakukan melalui pemenuhan aspek administrasi. problem solving dan pengambilan keputusan). psikotes. Pada pelaksanaannya rekrutmen dilaksanakan berdasarkan rencana kebutuhan tenaga kerja jangka panjang (3 tahun kedepan untuk lulusan S-1 dan 1 tahun ke depan untuk lulusan setingkat SLTA). adaptasi. Prior to permanent employment. kemampuan kerjasama tim (komunikasi dan kepemimpinan) dan energi calon SDM (motivasi. medical check-up. which require applicants to pass several qualification tests: thinking ability (analysis. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements by considering the competence of the incumbents. psycho test. As employees aged over 45 (77%) outnumber those of younger age. selection. disebut Graduate Development Program. recruitment to allow regeneration and to maintain the Company’s competitive advantage. The Human Resource Department acts as facilitator and regulator of recruitment process. yakni sampai 77%. terlebih dahulu para calon pegawai tersebut mengikuti program management trainee. Selection is made involving a third party and applicants should meet administrative requirement. proses seleksi dan administrasi penerimaan pegawai. a prospective employee is required to take management trainee course. Sebelum diangkat menjadi pegawai tetap. and recruitment administration. tes kesehatan. HRD. bertindak sebagai fasilitator dan regulator proses penerimaan. Dalam menjalankan fungsinya. dan wawancara. REKRUTMEN PEGAWAI Perseroan menerapkan kebijakan rekrutmen umum yang menetapkan bahwa proses penerimaan pegawai berawal dari kebutuhan Satuan kerja (user) dan dalam bagian akhir (wawancara) juga melibatkan user. Untuk menjaga daya saing. Perseroan menetapkan beberapa kriteria dasar dalam seleksi SDM. termasuk rekrutmen dan pelatihan berkesinambungan. problem solving and decision making) teamwork spirit (communication and leadership) and stamina (motivation. HRD menetapkan kebijakan umum mengenai sourcing. the Company addressed the situation by conducting various programs such as training courses to boost employees’ competence.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 111 Kondisi demografi diatas menunjukkan jumlah pegawai Perseroan dengan usia diatas 45 tahun lebih dominan. kemauan belajar). called Graduate Development Program. RECRUITMENT OF EMPLOYEES General recruitment policy directs that recruitment process starts with the user and ends with the user (during interview).

Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja Perseroan di masa mendatang. Human resource development is a long-term investment that will positively affect the future performance of the Company. rekrutmen dilaksanakan dengan melakukan seleksi melalui asessmen kompetensi (teknis) untuk jenjang Jabatan IV ke bawah dan menggunakan assessment centre untuk Jenjang Jabatan III ke atas.260 employees. diikuti oleh 1. This training was designed for managers. Its aim was to enhance . Pelatihan ini diperuntukkan bagi para Manajer. mencakup: • Peningkatan kompetensi manajerial pegawai melalui program pengembangan manajemen. To fill vacant positions.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 112 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Operational Management Report Karyawan PTBA di ruang kerja Sedangkan untuk pengisian jabatan kosong.260 pegawai. One of the special management training progams in 2010 was “BA Management System”. new recruits are selected by technical competence assessment for position level IV and below. Program-program pelatihan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010. fulfil professional/certification requirements and to comply with the laws and regulations. Salah satu pelatihan khusus dalam bidang manajemen yang dilaksanakan pada tahun 2010 adalah “BA Management System”. attended by 576 participants. Training programs conducted in 2010 include: • Managerial competence development through management development program followed by 1. tuntutan profesi/sertifikasi dan ketentuan perundang-undangan. PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI Pelatihan dan pengembangan pegawai dilaksanakan berdasarkan analisa kebutuhan pelatihan dalam rangka pemenuhan kompetensi. Senior EMPLOYEE TRAINING AND DEVELOPMENT Employee training and development are based on analysis of training needs to realize employees’ potentials. diselenggarakan oleh LIPI. conducted by LIPI. and by an assessment center for position level III and above. senior managers and general managers.

technical competence assessment at level IV and V for 217 employees and nontechnical competence assessment at level III and IV for 117 employees. Pengembangan kompetensi SDM juga dilakukan sebagai bagian dari implementasi Sistem Manajemen PTBA Terintegrasi.2 million per employee.889 1. Technical competence development through Technical and Non-technical Training attended by 2. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman seluruh peserta atas penerapan sistem manajemen PTBA yang makin terintegrasi dan didukung oleh sistem teknologi informasi terkini yang tengah dan akan segera diimplementasikan. Perseroan telah menyelesaikan Leadership Development Programme untuk menyiapkan kader pemimpin perusahaan. .260 3. and workshop.179 pegawai. Competence Test for non-technical competence at level III. Peningkatan kompetensi teknis pegawai.93 miliar untuk mengembangkan kompetensi pegawai melalui pelatihan termasuk seminar dan workshop.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 113 • • Manajer dan General Manajer.439 Management Technical Total Tahun 2010. Secara total. Rekapitulasi penyelenggaraan training tahun 2010 2010 training programs conducted by the Company JENIS PELATIHAN EKSTERNAL EXTERNAL INTERNAL INTERNAL JUMLAH TOTAL TYPE OF TRAINING Manajemen Teknik Jumlah 136 414 550 1. Perseroan mengeluarkan biaya sebesar Rp10. Competence development is part of the implementation of Integrated BA Management System. In 2010. In total. sepanjang tahun 2010. melalui Pelatihan Teknik dan Non Teknik. the Company organized Leadership Development Program to groom company management candidates. IV and V for 334 employees.765 2.93 billion for the development of employee competence by way of training. averaging Rp3.179 employees. in 2010 the Company spent Rp10. sehingga rata-rata biaya pengembangan setiap pegawai adalah sebesar Rp3. diikuti oleh 2. dengan jumlah peserta mencapai 576. seminar.375 3.2 juta/pegawai. IV dan V sebanyak 334 pegawai. Asesmen kompetensi teknis dilakukan terhadap pegawai dengan jenjang jabatan IV dan V sebanyak 217 orang sedang asesmen kompetensi non teknis terhadap pegawai dengan jenjang jabatan III dan IV sebanyak 117 pegawai. • • all participants’ understanding of the integrated BA Management System backed by the most up-to-date information technology that would be implemented soon.124 1. Pelaksanaan Uji Kompetensi untuk kompetensi nonteknis (potensi) terhadap jenjang III.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

114

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operational Management Report

PERSAMAAN KESEMPATAN DALAM PENGEMBANGAN JENJANG KARIR
Perseroan terus mengembangkan dan menyempurnakan seluruh pranata yang mendukung penilaian kemampuan pegawai secara adil, fair dan transparan. Hal ini dilakukan untuk menjamin persamaan kesempatan bagi seluruh Pegawai dalam mengembangkan karir-nya sesuai dengan perkembangan perusahaan. Perseroan menerapkan sistem tools “Balanced Scorecard” untuk mendapatkan akurasi, kesamaan dan transparansi yang berimbang dalam menilai kompetensi seluruh pegawai, perkembangan karir, tanggung jawab dan remunerasinya. Perseroan kemudian memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai untuk memperjuangkan hak-haknya secara berimbang dan setara melalui Serikat Pekerja Bukit Asam (SPBA). Kesepakatan yang setara antara kewajiban maupun hak pegawai di satu pihak (baik secara pribadi maupun melalui SPBA) dengan Perseroan dilain pihak kemudian dituangkan dalam perjanjian kerja bersama (PKB). Melalui PKB ini pola hubungan industrial antara Perseroan dan dukungan pegawai terhadap keberlangsungan operasional yang kondusif lebih terjamin. Pengembangan karir dilakukan melalui rotasi/promosi berbasis kompetensi dan kinerja pegawai sesuai kebutuhan perusahaan. Sepanjang tahun 2010 lalu, Perseroan telah melakukan promosi terhadap 45 orang pegawai, selain telah meningkatkan 65 orang jenjang jabatan pegawai. Langkah rotasi dan promosi dalam meningkatkan kompetensi pegawai akan efektif jika dilakukan secara terencana dan didukung dengan staf yang mampu menilai kompetensi pegawai dengan tepat dan cermat. Sehingga pengembangan karir pegawai berjalan secara efektif, efisien dan selaras dengan perkembangan Perseroan.

EQUAL OPPORTUNITY IN CAREERDEVELOPMENT
The Company continued to develop and improve all systems and facilities in support of fair and transparent employee competence evaluation. This is to guarantee equal opportunity in career development for all employees in line with the Company’s own development. The Company applies “Balanced Scorecard” tool to ensure that all employees are appraised in an accurate, equal, balanced and transparent fashion in terms of their career development, responsibility and remuneration.

The Company gives all employees opportunity to fight for their equal and impartial rights through Bukit Asam Labor Union. Equality of rights and obligations between the employees (in person or by representation of Bukit Asam Labor Union) and the Company is incorporated in Collective Labor Agreement (CLA). This Agreement ensures the employees’ support to the Company’s continued operations in a conducive industrial relation.

Career development is also carried out by way of rotation/ promotion based on employee competence and performance according to the needs of the Company. During the year, 45 employees were promoted and 65 employees received position upgrade. Rotation and promotion in developing employee competence will be effective when done with good planning and supported by people who are able to make an accurate and thorough evaluation of employee competence to ensure career development is effected effectively and efficiently in accordance with the Company’s development.

REMUNERASI DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI
Perseroan menindaklanjuti peningkatan kompetensi SDM dan promosi jabatannya seimbang dengan peningkatan kompetensi dan penilaian kinerjanya. Proses manajemen kinerja ini berlangsung melalui siklus manajemen kinerja, mulai dari penyusunan rencana, performance review secara kontinyu dan penilaian kinerja secara berkala. Untuk menentukan kinerja seluruh pegawai perusahaan, Perseroan menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang direncanakan dan ditetapkan mulai level perusahaan, tingkat divisi/tim sampai dengan tingkat individu. Selanjutnya

EMPLOYEE REMUNERATION AND WELFARE
Competence development is followed by giving employees opportunity for career development commensurate with their performance. The process of performance management runs through performance management cycle that covers planning, continual and yearend performance review.

To evaluate the performance of all personnel, the Company applies Key Performance Indicator (KPI) that is put in place from corporate down to division/team and individual level. Monitoring system is also used to evaluate overall

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 115

Perseroan menetapkan proses pemantauan atas keseluruhan capaian kinerja masing-masing individu maupun group/ kelompok. Pemantauan dilakukan melalui coaching, counseling, dan controlling. Perseroan selanjutnya melakukan evaluasi atas kinerja seluruh insan perusahaan, baik pada tingkat individual, team maupun pada tingkat perusahaan secara periodik. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk dua tujuan, yakni feedback bagi pengembangan kompetensi SDM bersangkutan dan memberikan penghargaan untuk yang memiliki kinerja sama atau melebihi target sesuai kesepakatan KPI sebelumnya serta langkah pembinaan bagi yang kurang atau tidak dapat mencapai ukuran kinerja yang ditetapkan .

achievement of each individual or group. Monitoring is carried out through coaching, counselling and controlling. Periodic evaluation is made on all personnel, whether as an individual, a team or a company as a whole.

The result of this evaluation is then used for two purposes. First, as feedback for developing the employee’s competence and giving award for above standard achievement in accordance with Key Performance Indicator (KPI). And second, as coaching measures for those with below standard performance.

Secara berkala, remunerasi pegawai ditinjau dan disesuaikan dengan kompetensi dan prestasi kinerja.
Remuneration is commensurate with employees’ competence and performance.

Perseroan telah menerapkan standar penggajian berdasarkan pemeringkatan pegawai dan jenjang jabatan. Untuk memberikan remunerasi yang kompetitif, Perseroan mengikuti remuneration survey pada industri sejenis. Secara keseluruhan proses tersebut merupakan upaya standarisasi sistem kompensasi dan imbal jasa Perseroan yang diarahkan untuk meningkatkan motivasi pegawai dalam meningkatkan kompetensi dan kinerjanya. Selain remunerasi yang sejalan dengan perkembangan industri maupun kinerja, Perseroan memberikan tunjangan lain kepada pegawai dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR), jaminan kesehatan, uang pensiun dan hak cuti yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perseroan telah melaksanakan program “Jaminan Hari Tua” (JHT), Dana Pensiun Bukit Asam dan program pensiun “Tabungan Hari Tua”, bekerja sama dengan lembaga yang kompeten, sebagai bagian dari pemenuhan kesejahteraan pegawai. Perseroan juga menyediakan jaminan layanan kesehatan melalui RSBA dan program Asuransi Kesehatan Tugu mandiri untuk pegawai dan pensiunan pegawai.

The Company has devised a remuneration standard based on employee rank and position level. The Company also seeks to formulate a competitive remuneration standard by taking part in a remuneration survey in similar industry. The whole process is a means to standardize compensation and benefit system towards motivating employees to step up their competence and performance.

Besides performance-based remuneration, the Company provides other benefits in the form of holiday bonus, health insurance, pension and paid-leave in accordance with the prevailing regulations. The Company has set up Retirement Benefit Program, Bukit Asam Pension Fund and Retirement Savings Program in collaboration with reputable and competent institutions. These are all aimed at satisfying employees’ welfare. The Company also provides health care plans through Bukit Asam Hospitals and Tugu Mandiri Health Insurance Progam for employees and retirees.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

116

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operational Management Report

PENYELARASAN ORGANISASI DAN PENYEMPURNAAN SISTEM MANAJEMEN SDM
Perseroan dalam rangka menunjang pertumbuhan yang berkesinambungan telah melakukan evaluasi dan penyelarasan organisasi sesuai dengan dinamika perubahan perusahaan. Langkah penting lainnya yang dilakukan adalah penyempurnaan sistem pengembangan pegawai melalui penerapan “Talent Management” dengan tujuan diperolehnya gambaran rinci mengenai ketersediaan dan penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi. Melalui penerapan tersebut, maka pengembangan, seleksi dan nominasi pegawai berbasis pada kompetensi dan kinerja yang bersangkutan. Perseroan kemudian melakukan review atas model kompetensi yang digunakan sebagai acuan, diikuti pengembangan Assessment Center. Langkah-langkah tersebut kemudian berhasil menyempurnakan model kompetensi dan menyusun panduan assesment, setelah dilakukan review atas katalog kompetetensi inti, manajerial, karakteristik pribadi dan teknis, serta panduan asesmen kompetensi teknis.

ORGANIZATION ALIGNMENT AND HUMAN RESOURCE MANAGEMENT SYSTEM IMPROVEMENT
In a bid to ensure a sustainable growth the Company has conducted organisational assessment and alignment in accordance with the Company’s changing requirements.

Another important measure taken was improving employee development system through the application of “Talent Management” to arrive at a detailed picture of the availability and placement of employees as required by the organization. By this application, employee development, selection and nomination will be based on the individual employee’s competence and performance. The Company then reviewed the competence model used as reference and developed an Assessment Center.

These measures successfully improved competence model and produced assessment guide, after reviewing core competence catalogue, managerial aptitude, personal and technical characteristics, as well as technical competence assessment guide.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 117

PENINGKATAN BUDAYA UNGGUL
Pembentukan dan peningkatan Budaya Unggul merupakan bagian dari upaya memotivasi pegawai agar senantiasa berkinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi Perseroan. Program pembentukan dan peningkatan budaya unggul yang dilakukan pada tahun 2010, diantaranya: • Pengembangan assesment center, penyempurnaan model kompetensi dan penyempurnaan panduan assessment. Sosialisasi dan Implementasi sistem penghargaan dan sanksi yang dilakukan secara transparan dan terukur. Implementasi Balance Score Card di seluruh satuan kerja Perseroan, melalui standarisasi sistem manajemen kinerja yang diharapkan dapat mempercepat pembentukan budaya berbasis kinerja. Melakukan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PPKP), pada setiap semester, menggunakan KPI yang ditetapkan sebelumnya, sebagai acuan pemberian penghargaan dan pengembangan karyawan. Pembinaan mental dan spiritual pegawai serta mensosialisasikan nilai-nilai unggul Perseroan sebagai mana tertera pada buku Kode Etik Perseroan dan Manual GCG yang telah diperbaharui.

CULTIVATING CULTURE OF EXCELLENCE
Cultivating culture of excellense is an effort to motivate employees to constantly give their best performance and contribution to the Company. Culture of excellence cultivating program conducted in 2010 included:

• • •

• •

Developoment of assesment center, improvement of competence model and assessment guide. Dissemination and implementation of a transparent and measured reward and punishment system. Implementation of Balanced Score Card throughout the Company by way of standardizing performance management system expected to expedite the establishment of performance-based culture. Implementation of Employee Job Performance Rating in every semester, using pre-established Key Performance Indicator as the basis of reward and development of employees. Development of mental and spiritual aspects of employees and dissemination of values of excellence practiced by the Company as laid down in the Corporate Code of Conduct and the revised GCG Code.

118

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 119

Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis

Perbaikan dan pembangunan prasarana pendukung produksi serta penajaman pelaksanaan program efisiensi untuk menyambut peluang dan menjamin peningkatan kinerja berkelanjutan dimasa mendatang
Heading “Construction and Improvement of production supporting infrastructure and focused efficiency program in anticipation of business opportunity and sustainable future growth

With this promising development. As a consequence. coal and other mining minerals. Overall. Lembaga pemeringkat Standard & Poors meningkatkan peringkat utang luar negeri dari BB. batubara dan bahan mineral kembali meningkat. terus berlanjut di tahun 2010 lalu. European countries’ economic growth was stunted by fiscal crises in Portugal. Inflasi relatif terkendali pada kisaran 6. However. macro economic indicators prove that Indonesia’s economy is stable and ready to develop further in the years to come. The robust economic growth in the region raised demand and price of major commodities such as palm oil. Pemulihan perekonomian global yang dimulai sejak pertengahan 2009. Bank Indonesia benchmark rate was stable at 6. mainly China and India. secara keseluruhan indikator ekonomi makro menunjukkan perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang mantap dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang. demand for primary commodities including energy sources is expected to see an upward trend.991/US$ signifying a rise of 4.1% hike.94%. Akibatnya tingkat pertumbuhan perekonomian global di tahun 2010 tidak setinggi perkiraan semula. Increase in domestic consumption. Dengan demikian. investment and export spurred Indonesia’s GDP to post a 6. foreign exchange reserves improved totalling US$96. yang berada di kawasan Pasifik tak lepas dari dinamika pertumbuhan tersebut. Indonesia improved its foreign loan rating. Peningkatan perekonomian kawasan Asia Pasifik yang tinggi mendorong permintaan dan harga berbagai komoditas utama seperti CPO.21 billion.5% dan cadangan devisa meningkat mencapai angka US$ 96. Italia. Inflation was relatively under control at 6. Amerika Serikat masih mengalami kendala dengan defisit ganda dan tongkat pengangguran yang relatif tinggi. suku bunga rujukan BI tetap di kisaran 6.94%. kembali meningkat. terutama China dan India. dengan tingkat pertumbuhan terbesar lebih banyak disumbang oleh membaiknya perekonomian negara negara di kawasan Asia Pasifik.1%. developed countries’ monetary policy that kept interest rates at low levels coupled with monetary stimulus bail-out packages are expected to leave room in the financial market to boost investment and capital market activities. Perkembangan positif perekonomian tersebut. . The United States of America was still facing double digit deficit and higher unemployment rate.to BB. Perekonomian Indonesia. Pertumbuhan konsumsi domestik.5%. Rupiah exchange rate strengthened and closed at Rp8. global economic recovery in 2010 was not as high as had been predicted.4% On the face of the encouraging economic performance. diperkirakan akan membuat permintaan komoditas utama. Yunani dan Italia.menjadi BB. Kinerja perekonomian Indonesia tersebut membuat peringkat utang luar negeri Indonesia naik. GENERAL CONDITION AND BUSINESS PROSPECTS GENERAL CONDITION OF GLOBAL AND INDONESIAN ECONOMY The global economy began to recover in the middle of 2009 and continued through 2010 with the highest growth contributed by countries in the Asia Pacific region. higher than 4. Italy and Greece.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 120 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis KONDISI UMUM DAN PROSPEK USAHA KONDISI UMUM PEREKONOMIAN GLOBAL DAN INDONESIA. peningkatan kegiatan investasi dan perbaikan kinerja ekspor membuat GDP Indonesia mencatat kenaikan sebesar 6. sempat terguncang oleh krisis fiskal di negara Portugal. Indonesia is also tied to this economic growth dynamics.5%. Namun demikian sinyal kebijakan moneter negara-negara maju yang mempertahankan suku bunga rendah dan disertai paket stimulus moneter diperkirakan akan membuat pasar finansial tetap longgar untuk mendorong peningkatan investasi maupun kegiatan pasar modal. Rating agency Standard & Poors raised foreign loan grade from BB. Situated in the Asia Pacific region. dengan outlook positif dan lembaga pemeringkat Fitch telah meningkatka peringkat utang tersebut menjadi BB+ (satu tingkat dibawah investment grade).4% menjadi Rp8. lebih tinggi dari tahun sebelumnya. and Fitch Ratings raised it to BB+ (one grade lower than investment grade). 4. termasuk sumber energi. Ireland.991/US$. Kawasan Eropa sekalipun mengalami pertumbuhan. with positive outlook.21 miliar serta kurs rupiah ditutuup menguat 4. Irlandia.5% in 2009.

seperti ditunjukkan pada tabel berikut. whose economy is largely associated with the Atlantic region.2% % THD TOTAL 2009 16. June 2010.278. . Di tahun 2009 kontribusi batu-bara sebagai sumber energi mencapai 29.3% 3.184.1 2.023.151.8% -6.3% 65. -15.1 21.3% -11.6 1.8 9.e. dengan mayoritas kegiatan ekonominya terkait dengan kawasan Atlantik.4% of total coal consumption in the region. batubara tetap menduduki peringkat kedua sumber energi global utama setelah minyak bumi.7 9. was also impacted by world economic crisis.1 24.903.903.2 513.6 528. Konsumsi batubara di kedua negara tersebut juga tetap meningkat. COAL PROSPECTS Growth of World Coal Consumption According to BP Statistical Review of World Energy.6 614. mampu bertahan dengan tetap mencatat pertumbuhan perekonomian.0% -3. The same data indicated that the 2009 global economic crisis had caused energy source consumption (including coal) in most industrialized countries dropped.4 9. coal remained the second chief global energy source after crude oil.3 9.286.7% 0.0 1. China and India have been the biggest consumers for the past few years respectively at 71.2 111.1 1. batubara adalah sumber energi utama. Japan.2 107.6% North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Consumption REGION Sumber : BP Statistical Review of World Energy.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy. Dari total penggunaan batubara di kawasan Asia Pasifik. Konsumsi batubata Jepang di In the Asia Pacific region.5 2009 B 531.2% 0.3 % A THD B -11. During the world economic recession in 2009 these two countries stood fast with stable growth of economy and coal consumption.038.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 121 PROSPEK PERMINTAAN BATUBARA Perkembangan Konsumsi Batubara Dunia Sesuai dengan data BP Statistical Review of World Energy.4%.1 101. June 2010 1 ton oil equivalent = 1. Juni 2010.2 3.3 2.0 516. coal is the main energy source and the major part is used for TPP fuel.4% 6. konsumsi sumber energi.4 3.773. Data yang sama menunjukkan bahwa tahun di 2009. China dan India adalah konsumen utama sejak beberapa tahun terakhir dengan masing sebesar 71.7 22. i.3 106. dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU. Konversi 1 ton setara minyak = 1.4% dari total penggunaan sumber energi.9% 0.1 102. tidak luput dari pengaruh krisis perekonomian global.5 456.3 22. saat puncak krisis perekonomian global.644.3% -0.9 21.6 3. kedua negara ini.43 ton coal Di kawasan Asia Pasifik. Hanya di kawasan Asia Pasifik konsumsi batubara tetap mengalami peningkatan.0 526. Saat krisis perekonomian global tahun 2009 melanda. Only in the Asia Pacific region coal consumption remained high as shown in the following table: Realisasi Konsumsi Batubara Global (Dalam juta ton setara mnyak) Actual Global Coal Demand (In million tons of oil equivalent) KAWASAN Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Konsumsi Batubara Global 2005 2006 2007 2008 A 614.0 3.4% total konsumsi batubara Asia Pasifik.5% and 11.5% dan 11.0 2. Its coal consumption in 2009 dropped significantly.9 606. Jepang. In 2009 coal contribution reached 29. Juni 2010.1 602.4% of total energy source consumption.6 9. (termasuk batubara) di hampir seluruh kawasan negara industri utama dunia mengalami penurunan.7% 13.

215.6 245.1 40. seperti tampak pada tabel berikut.6 % A THD B -1.9% 3.2% 0.1% 0.151.0 1.1 28.0% 71. kebutuhan batubara dipenuhi dari kawasan terdekat.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.8 0.4% 0.0 7.7% -7.43 ton coal Perkembangan dan Proyeksi Produksi Batubara Dunia Mengingat biaya transportasi yang cukup besar.3 28. sebesar 8.5 54.8% 0.0 230.8 30.3% as shown in the following table.773.4%.4 7. .2 15.1 1.6 7.7 54.1 121.1% 0.3 6. as shown in the following table.8 39.406.6 38.1 1.4 1.4 1.1 7.100. due to the considerable coal consumption of China and India. Realisasi Konsumsi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Consumption (In million tons of oil equivalent) NEGARA Australia Bangladesh China China Hongkong SAR India Indonesia Jepang Malaysia New Zealand Philippines South Korea Taiwan Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik 2005 2006 2007 2008 A 53.313.2 0.2 128.6 0. Other countries in this region such as Taiwan and Thailand also decreased their consumption.9 30.5 54.2% 6.7 41. total consumption in Asia Pacific region in 2009 rose by 6. Sedangkan untuk kawasan Pasifik.0 2.9 1.6 5.8 38. However. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.7% 1.1 11. yakni -15.1 119.4 26.0 7.4% 11.8 4. recording a growth of 8.4 1.2 5.9 59.1 2.2 5.5% Australia China India Indonesia Japan Malaysia Philippines South Korea Taiwan Thailand Others Total Asia Pacific Coal Consumption Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik REGION Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 122 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis tahun 2009 lalu sempat turun cukup besar.7 14. trend ekonomi yang tetap positif membuat produksi batubara di kawasan ini di tahun 2009 tetap meningkat.0% -2.4% -20.7 184.0% -15.4% 1.6 0.3%.4 2009 B 50. Namun karena total konsumsi batubara China dan India yang besar. Hal tersebut tampak pada tabel berikut.3% 9.644.5% 0.8 14. Beberapa negara lain di kawasan ini.7 6. konsumsi batubara kawasan Asia Pasifik di tahun 2009 tetap meningkat sebesar 6.2% 1.5 210.5 6.2 28.1 2.2% -15.4 1.1 55.8% 14. Growth and Projection of World Coal Production Considering the high cost of transportation.1% 0. Dampak krisis perekonomian global yang lebih berpengaruh di kawasan Atlantik.023.0 66.6 12.0% 9.3%.4% 5.3 2.3 28.1 7.4 0. seperti Taiwan dan Thailand juga mengalami penurunan.0 195.4 1.3 2.537. secara keseluruhan.1 51.8% -3.3%.7 5.4 125.3% % THD TOTAL 2009 2. World crisis that had bigger impact on the Atlantic region consequently caused a decline in the region’s coal production.8 68.4 30.5 108.7 1.4% 6. coal demand is met by countries in the closest region. Konversi 1 ton setara minyak = 1.1 32.5% 1.3 7.903.4 24. membuat produksi batubara di kawasan tersebut rata-rata menurun. While in the Pacific region. the economic trend remained more stable and coal production continued to rise in 2009. Juni 2010.3% 3.

0% -1.2 0. Indonesia kini bersaing dengan Australia sebagai pemasok batubara terbesar di pasar global. Not only is China a consumer.8 444.0 141. menunjukkan bahwa laju pertumbuhan produksi batubara Indonesia sejak tahun 2005 berkembang lebih cepat dari pertumbuhan produksi Australia. In recent years Indonesia and Australia have met world coal demand (particularly in the Pacific region).2% 64.7 53. Sehingga selain sebagai konsumen.1% 0. sebagai konsumen batubara kedua terbesar.2% 17.637.43 ton coal China sebagai konsumen terbesar batubara di dunia.5 3. berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri. According to BP Statistical Review of World Energy. June 2010. but due to its insufficient production.3% 0. China adalah produsen batubara terbesar di dunia.9% Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy.3 1.0 637.8 140. mengingat keduanya mampu memproduksi batubara dalam jumlah melebihi kebutuhan domestik. China being the biggest consumer of coal in the world meets the major part of its demand by domestic mining.1 52.764.1 452.4 1.9 0.213.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 123 Realisasi Produksi Batubara Global (Dalam juta ton setara mnyak) Actual World Coal Production In million tons of oil equivalent KAWASAN 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B % THD TOTAL 2009 REGION North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Production Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Produksi Batubara Global 618. sehingga kekurangannya harus dipenuhi lewat impor. .1 634.044. memenuhi sebagian kebutuhannya melalui kegiatan penambangan dalam negeri.9 420.8 46. Konversi 1 ton setara minyak = 1.4% -7.3% -7.0 2.336.0 143.408.0% 1.3% 2. Data BP Statistical Review of World Energy. Indonesia dan Australia. sejak beberapa tahun terakhir merupakan negara pemasok batubara di pasar global (terutama wilayah Pasifik).0 144.3 438.3 3. Juni 2010.6 446. but it is also the largest coal producer in the world.8 629.144.9 578. as both countries are in a position to produce coal in excess of their domestic consumption.9 1.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy. strives to be self-sufficient.7 -9. it has to rely on import.6 1.5 57. Indonesia is now in competition with Australia to be the world largest coal supplier.0% 4.3 2.6% 12.0% 8. India.5 2. Juni 2010. Namun demikian produksi batubara India masih belum mencukupi.7 1.2 3. Demikian juga India.3 3.9 140.4 1. since 2005 Indonesia’s coal production has grown at a higher rate than that of Australia.871. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.035.882. the second largest coal consumer.5 50.

terutama di kawasan Asia Pasifik. increasing their contribution of 54% in 2009 to 61% in 2025. A study by Wood Mackenzie “Coal Market Service.0 28.1 2.641.425. The following illustration depicts the estimate.000 MW According to the study. peningkatan suplai batubara di pasar global dari angka 621 juta ton di tahun 2009 menjadi 1.4% 10.1 billion tons in 2025 as world economy bounces back and demand increases. June 2010” memprakirakan. Hal tersebut ditunjukkan pada illustrasi berikut.1 228.5% 7.000 800 Mt Other Venezuela Canada USA China Vietnam South Africa Colombia Russia 2009 2010 2011 2012 2013 2015 2016 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2014 2017 2025 600 400 200 0 Australia Indonesia Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Indonesia.5 3. dengan kontribusi meningkat dari perkiraan sebesar 54% di tahun 2009 menjadi 61% di tahun 2025.1% 1. akan tetap menjadi pemasok batubara utama di pasar global. June 2010” estimates world coal supply will increase from 621 million tons in 2009 to 1. biaya produksi batubara Indonesia tetap bersaing.4 181.9% 8.0 217.6% 14.200 1.6 195.2 119. Penyebabnya adalah. Countries in the Asia Pacific region.2 21.3 1.876. will dominate coal supply.120.0% 1. menurut kajian tersebut.4 28.3 1.216.205.3 28.1% 9. selain cadangan yang memadai dan tingkat konsumsi yang relatif rendah.4 22.2 32. enjoys low production costs. with its abundant reserves and relatively low consumption.3 25.770. mainly Indonesia and Australia.0 162.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 124 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Realisasi Produksi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Production (In million tons of oil equivalent) NEGARA 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B % THD TOTAL 2009 REGION Australia China India Indonesia Vietnam Lainnya Total Produksi Asia Pasifik 205.4% Australia China India Indonesia Vietnam Others Total Asia Pacific Coal Production Sumber / Source : BP Statistical Review of World Energy. Global Seaborne Thermal Coal Supply 2009-2025 1.3 210.3 220.0 133.7 1.5 155.282.2% 8.000 MW .0 1.045.552.8 1.1 93. Indonesia will retain its role as the major coal supplier in the world market especially in the Asia Pacific region.9 211.5% 8. terutama Indonesia dan Australia akan mendominasi pasokan. Sekalipun proyek PLTU berbahan bakar batubara dengan daya 10.9 1.3% 70.1% 10.1 miliar ton di tahun 2025 seiring membaiknya perekonomian global dan meningkatnya permintaan.43 ton coal Kajian Wood Mackenzie. June 2010 1 ton oil equivalent = 1. Even after the coal-fired 10.1 1. Juni 2010 Source: BP Statistical Review of World Energy.8 30. dalam “Coal Market Service.3% 9.1 170.8 23. This is because Indonesia. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik.6 140.1 2.9 18.2 1.

(termasuk Amerika Serikat. In the Pacific region outside OECD coal demand was predicted to increase at a high rate following the regional growth. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. Projected Supply by Exported Country Note: in million tons Proyeksi Konsumsi Batubara Dunia Perbaikan kondisi perekonomian global di tahun 2010 lalu turut mempengaruhi permintaan batubara global. yang mencakup 34 negara maju. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. and China is predicted to post the highest . suplai batubara Indonesia ke pasar global akan tetap mendominasi pada beberapa dekade mendatang. Tingkat pertumbuhan GDP Projected World Coal Consumption The economic upswing in 2010 impacted world coal demand. 323 million tons in 2015 and 374 million tons in 2020. sehingga membuat permintaan batubara kawasan ini meningkat dengan cepat Menurut kajian OECD. Dengan demikian. dengan jumlah ekspor diperkirakan mencapai 190 juta ton di tahun 2009. Indonesia is projected to be in a position to meet domestic coal demand and to step up its export supply. Its main production areas in Kalimantan using low-cost river transport.8%. hampir seluruh negera industri utama diperkirakan akan mencatat pertumbuhan perekonomian. Noember 2010 that covered 34 developed countries (including USA. sekaligus tetap meningkatkan pasokan ke pasar ekspor. Dengan daerah produksi utama di Kalimantan dengan sarana angkut melalui sungai yang berbiaya rendah dan di Sumatera dengan sarana kereta yang cukup ekonomis. in 2011 most industrialized countries will record economic growth. membuat harga jual sangat bersaing. at an estimated export volume of 190 million tons in 2009. untuk tahun 2011 mendatang. Jepang dan Korsel) memprediksikan pertumbuhan GDP tahun 2010 sebesar 2. November 2010. Indonesia will continue to dominate the world market with its coal supply in the next few decades. Indonesia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan batubara. Perekonomian kawasan Pasifik diluar OECD diperkirakan meningkat lebih cepat.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 125 tahap 1 dan tahap 2 telah beroperasi.8 %. TPP phase 1 and phase 2 are operational. Therefore. enable the Company to offer competitive seling prices. naik menjadi 323 juta ton di tahun 2015 dan mencapai 374 juta ton di tahun 2020. and in Sumatra with economical railway transport. According to OECD research. GDP growth of those countries vary. Japan and South Korea) predicted that in 2010 GDP would grow 2.

9%. in the next few decades world coal demand will be concentrated in the Pacific region. impacting coal demand in the Pacific region. sehingga mempengaruhi pertumbuhan permintaan batubara di kawasan Pasifik. Wood Mackenzie study estimates world coal market will increase from 720 million tons in 2010 to 1.2 miliar ton di tahun 2025. Sebaliknya. Taiwan 6% dan Korsel 4%.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 126 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Laboratorium Uji Kualitas Batubara di Tanjung Enim negara-negara tersebut bervariasi. growth followed by India. Senada dengan kajian tersebut. June 2010” memprediksi. Menurut Wood Mackenzie. In the same tune Wood Mackenzie in its study “Coal Market Service. 8.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). yakni tumbuh dari angka 484 juta ton menjadi 874 juta ton.2 billion tons in 2025. GDP China akan tumbuh cukup besar. On the other hand. this region is predicted to control 72% of world coal trading by sea. At end 2025. biro Wood Mackenzie dalam kajian “Coal Market Service. Pertumbuhan perekonomian global pada tahun-tahun mendatang akan tetap berlangsung. karena peningkatan penggunaan energi nuklir dan gas. dengan kontribusi permintaan terbesar dari kawasan Asia Pasifik. pertumbuhan pasar batubara global dari angka sebesar 720 juta ton di tahun 2010 menjadi 1. Asia Pacific region being the major consumer. . Taiwan 6% and South Korea 4%. Kajian Wood Mackenzie memprakirakan. the Atlantic region (North. dengan China diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi terbesar diikuti oleh India. dengan kisaran 3.9%.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). South America and Europe) will not increase their coal consumption as they are turning to nuclear and gas as energy sources. The world economy will continue to improve in the coming years at around 3. kawasan ini diperkirakan menguasai 72% perdagangan batubara global melalui laut. dalam beberapa dekade mendatang pertumbuhan konsumsi batubara global akan terkonsentrasi di kawasan Pasifik. from 484 million tons to 874 million tons. Di akhir 2025. Selatan dan Eropa) tidak akan mencatat pertumbuhan konsumsi batubara. kawasan Atlantik (Amerika Utara. June 2010” predicts GDP of China will increase by 8. According to Wood Mackenzie.

000 800 Mt Other Americas Europe Asia 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Di kawasan Asia Pasifik.000 800 Mt Pacific Total Atlantic Total Landbone Seaborne 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1.400 1. Sedang India dengan jumlah cadangan dan produksi yang lebih terbatas membuatnya berpotensi menjadi importir batubara terbesar dalam dekade mendatang.200 1. 2025 . Despite being the largest coal consumer. In the Asia Pacific region. Japan will be replaced by China and India as major coal importers. posisi Jepang sebagai salah satu importer batubara besar akan terus tergeser oleh China dan India. China is able to satisfy its own needs with domestic mine products. relatif mampu memenuhi kebutuhannya dari produksi tambang-tambang dalam negeri.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 127 Coal Demand Forecast by Trade Basin and Transport Mode 1. In the meantime India with its limited reserves and output is more likely to become the biggest coal importer in the coming decades.200 1. China sekalipun merupakan konsumen batubara terbesar.

coal contributes 26% . walaupun banyak membangun proyek PLTU serupa.28% of energy sources and mostly used for fueling TPP at 40% . yang mencapai 40% sampai 43%. The construction of coal-fired TPP in Malaysia and the Philippines will increase their coal import in the coming years.1% pertahun hingga tahun 2020. is able to be sulf-sufficient in coal requirements. While Indonesia. and 2% per annum from 2020 until 2035. 2025 .43%. Sedang Indonesia.e. A report by US Energy Information Administration in “Annual Energy Outlook 2010” has the same conclusion. terutama kawasan Asia Pasifik tingkat konsumsi batubara meningkat dengan laju rata-rata sebesar 1. in the longer term coal requirements of OECD countries (the majority is in the Atlantic region) will not increase as they are compensated by gas and nuclear sources.1% per annum until 2020. as shown in the following graph. juga menunjukkan kesimpulan senada. Sedang negara-negara Non-OECD.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 128 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Perkembangan pembangunan PLTU barbahan bakar batubara di Malaysia dan Filipina akan membuat permintaan impor dari kedua negara ini meningkat pesat di tahun-tahun mendatang. the rest being for industrial sector. despite its numerous TPP of similar nature.000 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 Mt Other Philippines Thailand Malaysia Taiwan South Korea Japan China India 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Kajian US Energy Information Administration dalam Annual Energy Oulook 2010. tidak mengalami pertumbuhan. terkompensasi oleh penggunaan gas dan energi nuklir. Kajian tersebut juga menunjukkan bahwa untuk periode waktu proyeksi tersebut. Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1. i. kebutuhan batubara di negara-negara OECD (mayoritas berada di kawasan Atlantik). yakni dalam jangka lebih panjang. lainnya untuk sektor industri. untuk kemudian meningkat dengan laju 2 % pertahun untuk periode 2020 hingga 2035. The report also says that in the period under study. namun akan mampu memenuhi kebutuhan batubara dari dalam negeri. persentasi kontribusi batubara sebagai sumber energi akan berada pada kisaran 26%-28% dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU. Seperti ditunjukkan pada diagram berikut. While Non-OECD countries particularly in the Asia Pacific region will increase their consumption at an average rate of 1.

Projected Coal Price in Pacific Region and Indonesia In line with the projected higher coal demand in the Pacific region.00 2005 52.00 . terutama di India.00 53. China dan Indonesia.30 40.85 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 26. Historical Japan Thermal Price Trend 6.65 34.30 37. as more and more TPPs using low-calorie coal are being built in the Pacific region.50 29.75 31. The rising trend of coal price in the Pacific region is shown in the following table. It should be noted that low-calorie coal will enjoy better price in the future. Hal yang patut di cermati adalah kecenderungan peningkatan harga batubara kalori rendah dimasa mendatang.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 129 Seaborne Thermal Coal Demand by Region 50 44 40 40 43 30 23 20 23 22 27 26 28 10 3 0 Electricity Industrial Other Sections Total 2 2 2007 2020 2035 Proyeksi Harga Batubara Di Kawasan Pasifik Seiring dengan proyeksi mingkatnya permintaan batubara di pasar Pasifik.50 34.25 2006 2007 55.00 40.75 2007 45. Kecenderungan peningkatan harga batubara di kawasan Pasifik diperlihatkan pada tabel berikut. particularly in India.322GAR 125. Wood Mackenzie research reveals that benchmark price in this region tends to increase in the coming few years.55 28.65 2008 2009 70. mengingat cukup banyaknya PLTU berbahan bakar batubara kalori rendah yang saat ini tengah dibangun dikawasan Pasifik.00 2010 98. China and Indonesia. riset Wood Mackenzie menunjukkan bahwa harga patokan batubara di kawasan Pasifik cenderung meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

07/Mt. global spot price has been volatile. benchmark price of all calorie types declined in March – May 2009.500 Gar sempat menyentuh angka US$125. pada bulan-bulan Maret-Mei 2009. For the past three years. But in July 2009 this benchmark price started picking up.12/Mt in March 2009. Historical Global Coal Spot Price Index 6. when the world financial crisis was at its peak.79/Mt. dengan harga patokan tertinggi terjadi pada bulan Juli 2008. The follwing graph shows the price trend. dengan titik terendah ada pada harga US$60. harga patokan batubara untuk periode 2009-2010. In the domestic market. harga pasar spot batubara global cenderung meningkat. Setelah itu.500 Gar calorie rose to US$125. Hal tersebut tergambarkan pada grafik berikut. sempat diwarnai penurunan. the highest occurred in July 2008 at US$194. terjadi pada bulan Maret 2009. as the world economy rebounded. seiring dengan trend pemulihan perekonomian global.12/ Mt. spot price dropped to its lowest US$60. Mulai akhir 2009. yang sempat menyentuh angka US$194. Historical Indonesian Coal Price Index 140 120 100 US$/mt 80 60 40 20 0 2 Jan 09 30 Jan 09 27 Feb 09 27 Mar 09 24 Apr 09 22 Mei 09 19 Jun 09 17 Jul 09 14 Aug 09 11 Sept 09 9 Okt 09 6 Nop 09 4 Des 09 31 Des 09 2 9Jan 10 25 Feb 10 26 Mar 10 23 Apr 10 21 Mei 10 18 Jun 10 16 Jul 10 13 Aug 10 10 Sep 10 ICI 6500Gar ICI 5800Gar ICI 5000Gar ICI 4200Gar . berlaku pada seluruh tipe kalori. harga spot batubara global sempat turun. Starting end 2009. Namun kemudian harga patokan ini sejak bulan Juli 2009 cenderung terus meningkat. saat puncak krisis finansial global melanda. Hal tersebut ditunjukkan pada grafik berikut.07/Mt. spot coal price also improved. sehingga harga patokan Indonesian Coal Index untuk kalori 6. as shown in the following graph.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 130 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Sementara dalam tiga tahun terakhir. harga patokan batubara global di pasar spot berfluktuasi.322GAR 220 200 180 160 US$/mt 140 120 100 80 60 40 20 05 Feb 02 Apr 30 Apr 19 Sep 16 Nop 8 Okt 10 4 Nop 10 05 Mar 28 Mei 25 Jun 23 Jul 22 Aug 19 Okt 14 Des 3 Des 10 08 Jan GC 2008 GC 2009 GC 2010 JFY 2010 Di pasar dalam negeri. Afterwards. and Indonesian Coal Index benchmark for 6.79/Mt.

PTBA and 49 other private mining companies. Ltd.487 39.e. Tanjung Enim . Nama Perusahaan Company Name 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PT Adaro PT Kaltim Prima PT Kideco Jaya Agung PT Arutmin PT Berau Coal (KKS) PT Indominco Mandiri PT Bukit Asam PT Trubaindo PT Gunung Bayan Pratama Produsen Swasta Lain (+ 39 Perusahaan) Total Produksi Total Production 2009 40. produksi batubara terus menunjukkan trend yang meningkat.689 Pengangkutan Batubara di Tambang Air Laya.337 12.936 2010 * 42.396 10. produksi batubara Indonesia tahun 2010.590 38. Di Indonesia. In 2010 Indonesia’s coal production reached 237. or up 10.154 24.801 237. Indonesian Coal Production and Consumption Indonesia’s coal output continued on the upward trend as reported by Energy Publishing Pty.252 11.142 46.913 5.312 215.184 4.. mencapai total 237. That considerable output came from one state-owned enterprise i.692 19.831 5. Produksi batubara sebesar itu. Seperti ditunjukkan oleh data publikasi “Indonesian Coal dan Power” (ICP) dari Energy Publishing Pty Ltd.878 20.1% from 2009 that stood at 215.9 juta ton. naik 10.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 131 Perkembangan Produksi dan Konsumsi Batubara Indonesia. The following table briefly describes coal production in 2010.053 52.1% dari produksi tahun 2009 yang sebesar 215.426 17. berasal dari 1 BUMN (PTBA) dan tidak kurang dari 49 perusahaan tambang swasta.7 million tons.7 juta ton.545 4.951 28. in its publication “Indonesian Coal and Power”.9 million tons.383 14.298 14. dengan gambaran ringkasan produksi tahun 2010 sebagai berikut.

9 87.5 44. Selain terkait dengan proyek Pemerintah untuk menyelesaikan proyek pembangunan PLTU 10.200 Kcal/kg AR.8 28. total coal requirement is projected to increase significantly. mostly used by TPPs as well as private and state firms. total kebutuhan batubara pada masa-masa mendatang akan meningkat cukup signifikan. dengan asumsi pembangunan PLTU berbahan bakar batubara berjalan lancar.033 39. konsumsi dan ekspor batubara Indonesia adalah sebagai berikut. jenis batubara yang digunakan untuk PLTU cenderung semakin bergeser ke arah batubara kalori rendah. On the domestic side.8 juta ton di tahun 2010.689 163.000 MW tahap pertama dan disusul dengan PLTU 10.000 MW tahap kedua. the increase will be more than 100% to 95. Hal ini terjadi karena harga jual batubara kalori rendah umumnya lebih rendah. EKSPOR EXPORT KONSUMSI CONSUMPTION 2007 2008 2009 2010 Source: Indonesian Coal and Power 193.4 32. kebutuhan batubara ini akan meningkat lebih dari 100% menjadi 95. and the rest for domestic consumption.488 158. Dari perkiraan realisasi kebutuhan batubara sebesar 40.866 Untuk konsumsi dalam negeri. In 2014.9 59. other industries also have a greater demand for coal due to conversion from oil to other energy sources. sekitar 46% jenis batubara yang akan digunakan adalah batubara kalori rendah dengan nilai kalori sebesar 4.9 40. kebutuhan batubara untuk sektor industri lain juga diperkirakan terus meningkat karena beralihnya pemanfaatan sumber energi lain selain minyak bumi.3 juta ton di tahun 2014.3 42.3 .000 MW TPP phase 1 and 2.3 million tons in 2014.1 8.4 43.556 204. export and consumption of coal in Indonesia. TPPs tend to switch to low-calorie coal because of its lower price. Besides the use by government projects in 10. Dimasa mendatang.200 (Kcal/kg AR). allowing cost efficiency. Untuk tahun 2014. Sisanya digunakan di dalam negeri.2 8.9 95.8 million tons in 2010. Domestic coal demand is expected to continue rising in the future.456 50.2 27.7 4. permintaan pasokan batubara di dalam negeri diproyeksikan terus meningkat.7 4. The following table shows actual production. Assuming the construction of PLN’s coal-fired TPP runs well.386 191.936 237.2 36. mayoritas digunakan sebagai bahan bakar PLTU maupun pembangkit listrik industri swasta dan BUMN. around 46% will be low-calorie coal with calorie level of 4.9 8.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 132 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Sebagian besar produksi batubara Indonesia dipasok ke pasar global. Based on projected coal requirement of 40.8 25. NILAI KALORI (KCAL/KG AR) CALORIE RATE (KCAL/KG AR) 2010 2011 2012 2013 2014 4200 5100 6100 Total 8.234 215.797 47. sehingga penggunaannya lebih efisien dari sisi biaya.9 78 35. Gambaran realisasi produksi. (in thousand tons) TAHUN PRODUKSI PRODUCTION The major part of Indonesia’s coal was delivered to global market.012 176. Proyeksi konsumsi batubara untuk PLTU milik PLN menunjukkan bahwa.148 47.

covering improved efficiency in production process to earn good margin. sehingga dapat mempertahankan marjin. Perseroan telah mempersiapkan strategi umum. the Company has devised general strategy. diantaranya melakukan proses produksi yang lebih effisien. As the domestic demand for low-calorie coal continues to rise. Dengan kecenderungan permintaan dalam negeri yang semakin banyak membutuhkan batubara kalori rendah. . Various factors as depicted above will create opportunities and at the same time pose challenges for the Company to devise its long-term business strategy.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 133 Kertapati Berbagai faktor seperti tergambar dari uraian mengenai permintaan batubara tersebut diatas menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi Perseroan dalam menentukan strategi bisnis jangka panjang.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 134 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Stockpile Pelabuhan Kertapati Tiga sasaran utama program efisiensi Perseroan: biaya produksi. efisiensi operasional. . peningkatan produksi swakelola.

To reach the production target. yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional produksi. Untuk meningkatkan effisiensi operasional. optimalisasi inside dump untuk memperpendek jarak angkut. the Company consistently implemented an integrated production strategy focused on production efficiency. . Peningkatan Effisiensi Operasional Perseroan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional penambangan. . . Perseroan secara konsisten menerapkan strategi produksi terintegrasi. Perseroan melaksanakan beberapa program.Condition-based maintenance of main equipment.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 135 LAPORAN KINERJA USAHA SEGMEN BATUBARA Perseroan menetapkan target peningkatan produksi batubara pada 2010. diantaranya mencakup: melakukan penghematan konsumsi BBM. maximizing selfmanaged coal production by optimum use of BWE (Bucket Wheel Excavator) system and developing shovel & truck mining system. Untuk mencapai target produksi tersebut. suku cadang/ material serta konsumsi energi listrik.Stock-pile management by FIFO system. among others by: • Integrated operating system backed by information technology. yakni: Perbaikan sistem kerja. .Stock-taking and continuous monitoring of supplies and spareparts. agar sejalan dengan keberhasilan program peningkatan kapasitas angkut kereta api. handling coal. Upaya-upaya tersebut ditujukan untuk mencapai 3 (tiga) sasaran utama yakni: menekan biaya produksi. . sparepart/ material and electricity consumption. Operational efficiency was improved by conducting various programs covering the following three groups of activity: Work system improvement. Perseroan melaksanakan beberapa program. improving operational efficiency and increasing self-managed coal production capacity. meningkatkan effisiensi operasional dan meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola. BUSINESS REVIEW COAL SEGMENT The Company aimed to step up its coal production in 2010 to keep up with railway bigger loading capacity.Melakukan perawatan terencana (condition base maintenance) peralatan utama. meliputi 3 kelompok upaya.Melaksanakan manajemen stockpile dengan menerapkan sistem FIFO. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck. Operational Efficiency Improvement The Company improved mining operational efficiency through many ways aimed at reducing production cost. dengan dukungan Teknologi Informasi. . mining and transporting activities were accurate and timely. handling batubara.Stripping ratio control according to plan. Untuk menekan biaya produksi. optimizing inside dump to shorten transporting distance. kualitas produksi dan jaminan ketersediaan batubara dengan tetap menjaga aspek Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan. the Company launched several programs including saving fuel. . This way. inventories were managed at optimum level. product quality and coal availability while preserving the environment and ensuring work safety and health. berbagai inovasi dan perbaikan menyangkut sistem kerja yang dilaksanakan Perseroan mencakup diantaranya: • Menerapkan sistem operasional terintegrasi. Dengan cara ini Perseroan mampu mengontrol tingkat persediaan dalam jumlah yang memadai (tidak berlebihan) memantau aktifitas penambangan dan pengangkutan dengan akurat serta tepat waktu. To reduce production cost.

seperti areal timbun dan areal stock-pile. • . Kegiatan yang dilakukan dalam hal ini menyangkut diantaranya: .Memperpendek jarak angkut tanah dengan melakukan inside dump. . Program yang dilakukan adalah penggantian dan penambahan alat produksi Shovel & Truck menjadi lebih besar terutama alat angkut tanah dari kapasitas 30-an ton menjadi 50 ton keatas pada areal penambangan swakelola. . . . Infrastructure improvement was mainly in mining area. .Melaksanakan stock opname dan monitoring persediaan barang dan suku cadang secara kontinyu. but also to support and anticipate higher mining activity in the future.Preparation of BWE as reclaimer of temporary stock.Pengelolaan lumpur dengan sistem gravitasi untuk menggantikan metode konvensional yang menggunakan pompa atau metode truck & shovel.Modifikasi dan perbaikan sistem conveyor belt. • • Replacement and addition of production machinery This program aimed to increase operating efficiency and production in 2010 and the ensuing years.Membuat program Conveyor Information System yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan (stadium) belt conveyor secara bertahap sehingga dapat merencanakan pekerjaan penggantian belt secara lebih baik untuk mengurangi jam breakdown mesin.Memperbesar kapasitas tampung temporary stock. juga untuk mendukung dan mengantisipasi peningkatan kegiatan penambangan Perseroan di masa mendatang. Prasarana yang diperbaiki terutama berada di areal tambang. Penggantian dan Penambahan Alat Produksi: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan effisiensi operasional juga mampu mendukung program peningkatan produksi di tahun 2010 maupun di masa mendatang. . .Shortening soil transporting distance by inside dump.Mempersiapkan penggunaan BWE sebagai reclaimer di temporary stock.Modification and repair of rotary car dumper and the like. .Melakukan blasting tanah penutup. . . dengan penjelasan lebih detail ada pada uraian tersendiri. such as piling and stock-pile areas: .Conveyor Information System program to detect belt conveyor damage by stages. allowing more efficient belt replacement schedule and reducing machine breakdown hours.Modifikasi dan perbaikan peralatan rotary car dumper dan sejenisnya.Perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU. 30 tons to over 50 tons in self-managed mining area.Modification and repair of conveyor belt.Mud handling with gravitation system to replace conventional method that uses pumps or trucks & shovels. melalui penggantian pulley secara teratur disertai pemasangan sensor infra merah. by regular replacement of pulley and installation of infra red censor. The program included replacement and addition of shovel & truck especially soil transporter with bigger capacity from approx. . . .Melakukan pengendalian stripping ratio sesuai rencana. as described in more detail separately.Cover soil blasting. Facilities and infrastructure improvement This program was designed not only to improve operating efficiency. . . .Increased storage of temporary stock.Repair and relocation of 2 BWE and 1 spreader from TAL to MTBU area. .PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 136 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis . • Perbaikan sarana dan prasarana: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional pada tahun 2010 lalu.

In 2007 the operation of BWE diminished due to limited area suitable for BWE system. The BWE’s to be relocated were overhauled to extend their operating life with another 15 years. Pengoperasian BWE tidak mengenal cuaca (bisa beroperasi meskipun pada cuaca hujan). Mulai tahun 2007 pengoperasian BWE berkurang karena keterbatasan area layak operasi bagi BWE system.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 137 Pembangunan PLTU 3 x 10 MW untuk mendukung operasi BWE System yang lebih efisien. starting in 2009 the Company made preparation to relocate BWE to Muara Tiga Besar Utara (MTBU) mine consisting of two BWE’s and one spreader. berupa 2 unit BWE dan 1 unit spreader. Dengan mempertimbangkan efisiensi serta optimalisasi asset operasi. Perseroan melakukan pembangunan PLTU 3x10 MW milik sendiri guna mendukung program operasi BWE system serta program efisiensi lain secara menyeluruh dengan menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfa’atkan. Repair and Relocation of BWE System The Company owned and operated five units of BWE in Tanjung Air Laya (TAL). Perseroan berhasil memanfaatan kembali alat BWE system yang sudah habis nilai bukunya. Dengan melaksanakan program revitalisasi BWE sytem dan Pembangunan PLTU 3 x 10 MW milik sendiri. BWE operation is weather proof (operable even in the rain) Existing skilled laborer can be employed. seluruhnya dioperasikan di areal Tambang Air Laya (TAL). Mendukung program penghematan energy yang digalakkan pemerintah. Optimizing BWE system was accompanied by the construction of own 3x10 MW TPP to back up BWE system and other efficiency programs using waste coal that had previously been squandered. . Memanfaatkan tenaga kerja terampil yang telah ada. nilai tambah yang minimum yang didapatkan perseroan seperti : • • • • • • Efisiensi biaya operasi penambangan akan membaik. In consideration of efficient and optimum operations of assets. maka akan memperpanjang umur operasi BWE system hingga 15 tahun kedepan dari umur operasi normal. Alat Produksi BWE system dapat dioperasikan dengan baik hingga selama 15 tahun kedepan. By revitalizing BWE system and constructing own 3x10 MW TPP. the Company gained an added value: • • • • • Mining operation will be more cost-efficient. Dalam waktu bersamaan Perseroan juga melakukan perbaikan besar (overhaul) terhadap BWE system yang akan direlokasi. Perseroan mulai tahun 2009 melakukan persiapan pemindahan BWE system ke lokasi Tambang Muara Tiga Besar Utara (MTBU). BWE equipment that has zero book value is re-utilized. Perbaikan dan Pemindahan BWE System Perseroan memiliki dan mengoperasikan 5 unit BWE system. Seiring dengan optimalisasi BWE system tersebut. Dengan program overhaul tersebut. BWE equipment can operate for another 15 years.

Continuous mining method uses excavating tool Bucket Wheel Excavator (BWE). at least 100 kPa and material hardness up to 5. Kapasitas penggalian BWE adalah sebesar 1. Ukuran peralatan BWE cukup besar. alat angkut ban berjalan (belt conveyor). Di Indonesia hanya PTBA yang mengoperasikan peralatan tambang BWE system dengan kapasitas besar. Hal ini karena kondisi areal penambangan PTBA. daya dukung tanah memadai. Open pit mining can generally be done by continuous mining method and conventional mining method.000 kPa. dan alat penyebar material (spreader). In Indonesia PTBA is the only company that operates high-capacity BWE mining equipment. Tanjung Enim. This is possible as the Company’s mining area in Tanjung Enim is flat and vast with adequate land support. . minimal 100 kPa dengan kekerasan material yang bisa digali sampai dengan 5. Metode penambangan menerus menggunakan alat gali Bucket Wheel Excavator (BWE).000 kPa. belt conveyor and material spreader. dengan jangkauan vertikal posisi high cut 12 m dan double deep step 12 m serta jangkauan horizon baik HC atau DDS 90 m tk.500 kw. yang relatif datar dan luas. diameter roda bucket 9 m.300 bcm/jam. dan berat total 520 ton.138 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Bucket Wheel Excavator BWE Tambang terbuka secara umum dapat dilakukan dengan metode penambangan menerus (continuous mining) dan metode penambangan konvensional. BWE beroperasi dengan daya listrik 1.

5.6 juta ton. or increased 5. Dari keseluruhan produksi tersebut. Perbaikan Bucket BWE di area bengkel .4 % dibandingkan volume produksi tahun 2009 yang berjumlah 11. Peningkatan produksi batubara pada tahun 2010 terutama berasal dari Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT).64 juta ton. maka kompetensi SDM Perseroan dalam mengelola tambang secara penuh akan semakin meningkat juga.6% dari produksi tahun sebelumnya sebesar 5. Perseroan berencana menaikkan kapasitas produksi swakelola. naik 7. Banko Barat. yaitu dari Tanjung Air Laya (TAL).34 juta ton. Unit Pertambangan Ombilin dan dari anak perusahaan. PT Internasional Prima Coal dan PT Batubara Bukit Kendi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 139 Perkembangan Produksi Pelaksanaan strategi operasional membuat Perseroan berhasil kembali meningkatkan volume produksi batubara menjadi 12.34 million tons the preceding year.5 juta ton. naik 5. Secara bertahap. and improve employees’ competence in mine management. The Company plans to gradually upgrade the capacity of self-managed production. Muara Tiga Besar Utara. produksi yang dilakukan secara swakelola meningkat menjadi 5. Dengan peningkatan secara bertahap.6% from 5.64 million tons.

to integrate SCMS and other systems including financial .144. i.8% 876. Marketing dan Penagihan.4% 107. Larger production was accompanied by a 3% rise in railway loading volume from 10.558 12.971 507. Guna menjaga keamanan pasokan kepada para konsumen.728 2.547 560.388 13.218 3.871. yaitu PT Bukit Asam Prima (BA Prima) pada 2007.175. Phase 3 is Marketing and Billing.402 116. PT Bukit Asam Prima (BA Prima) in 2007. To secure supply to consumers. Tahap keempat. Phase 1 is Mine to Train Loading Station (TLS).792 8.5% 9.022.049 40. Perseroan mendirikan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli batubara.781 2.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 140 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Produksi dan Pembelian Batubara (Ton) Coal Production and Purchase (Tons) URAIAN 2010 2009 PERUBAHAN % DESCRIPTION Produksi (dalam ton) Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian / Purchases • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian 511.546 10. to manage marketing. Tahap ketiga. Penanganan Batubara Perseroan mulai membangun Supply Chain Management System (SCMS) yang akan diterapkan dalam 5 tahap.757.243 57.796 5.280.8 million tons. Coal Handling To handle coal properly.6% 91.131. yaitu untuk menangani batubara mulai dari TLS sampai dengan Pelabuhan. Tahap pertama adalah Phase Mine to Train Loading Station (TLS).770 783.846. Phase TLS to Port.912 11.945 5.783 12. to handle coal from mining area to stock pile/TLS.2% 110.5 million tons to 10.185 89% 97% 107. Phase 4 is Integration and Finance. Integrasi dan Keuangan. the Company built up Supply Chain Management System (SCMS) that will be implemented in five phases.600. Tahap kedua.0% 6. sales and billing.8 juta ton.150 2.595.5 juta ton menjadi 10.e. yaitu pengelolaan pemasaran dan penjualan batubara serta proses penagihan.1% 119. the Company set up a subsidiary that is engaged in coal trading.620 76.783 574.333 574.461. yaitu untuk menangani material /batubara mulai area tambang hingga Stock Pile/TLS.477 1.4% 317. Phase 2 is TLS to Port.850 11. to handle coal from TLS to Port.630.4% Produksi (dalam ton) Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT Internasional Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian / Purchases • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian Kenaikan produksi ini selaras dengan peningkatan volume angkutan kereta api yang naik sebesar 3% dari 10.

Pengujian kualitas batubara kemudian dilakukan di areal tambang. For delivery by sea. stockpile di daerah penambangan sebelum pemuatan ke kereta api atau dikirim ke konsumen. As dictated by the system. yaitu tahapan untuk mengimplementasikan modul optimasi dan Executive Information System. Pengendalian kualitas. Phase 5 is Optimization and EIS. Perseroan melakukan penanganan batubara sesuai standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk menjamin kualitas dan pasokan batubara kepada konsumen. This measure is accompanied by performing general overhaul of stacker reclaimer in stockpile to speed up coal storing and loading process. the Company runs sampling tests to control the quality of coal to be excavated. Tahap kelima. The Company has an additional Hopper Blender facility to support coal blending process to produce coal quality that suits consumers’ needs. • • Quality Control The Company strictly controls product quality on every production stage according to Quality Management System ISO 9001:2008. Quality tests are then performed in the mine and mining stock-pile area before loading and delivery to customers by railway. Proses pengendalian kualitas ini berpedoman pada standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. The Company applies Quality Management System ISO 9001:2008 to control coal product quality. Perseroan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 untuk menjamin kualitas produk batubara yang dihasilkannya. The Company handles coal in accordance with the standards of ISO 9001:2000 Quality Management System to control product quality and supply to the consumers. diikuti dengan pengujian di areal stockpile pelabuhan sebelum pemuatan ke kapal. Perseroan menjaga kualitas produksi melalui mekanisme quality control yang ketat pada setiap tahapan produksi. which cover: • Stockpile Management Management of coal stockpile from production and blending process is conducted according to the classification of its calorie quality and consumers’ requirements. Perseroan telah melakukan penambahan fasilitas Hopper Blender untuk mendukung proses blending batubara agar menghasilkan kualitas batubara sesuai kebutuhan konsumen. system. Pengaturan tumpukan batubara hasil produksi dan proses blending dilakukan sesuai dengan klasifikasi kualitas kalorinya dan kebutuhan konsumen.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 141 yaitu tahapan untuk mengintegrasikan SCMS dengan sistem lainnya yang ada di PTBA termasuk dengan sistem keuangan. Perseroan melakukan uji sampling untuk memastikan kualitas batubara yang akan ditambang. Optimasi dan EIS. yang mencakup: • Pelaksanaan Manajemen Stockpile. Langkah tersebut diikuti dengan melakukan general overhaul stacker reclaimer di stockpile untuk mempercepat proses penyimpanan dan pemuatan batubara. . to implement optimization module and Executive Information System. testing is done on port stock-pile prior to loading to ships. Dengan sistem tersebut.

The process of coal transporation entails: • • • • • Arranging the volume and quality of coal to be transported by each train coach from Train Loading Station (TLS). . Pengawasan dan pencatatan distribusi batubara menuju Pelabuhan atau Dermaga. Unloading coal shipment from train coaches using Rotary Car Dumper (RCD) in ports and Apron Feeder (AF) in piers. This laboratory is also responsible for testing the quality of waste water from the mines to ensure compliance with the Environmental Quality Standard. Proses yang dilalui dalam pengangkutan batubara meliputi: • Pengaturan jumlah dan kualitas muatan batubara yang akan diangkut oleh masing-masing gerbong kereta api melalui Train Loading Station (TLS). Untuk mendukung program penjagaan kualitas Perseroan mulai membangun sistem manajemen penanganan batubara terintegrasi secara bertahap. Analisis kualitas batubara dilakukan oleh Unit laboratorium Perseroan yang telah menerima sertifikat Sistem Manajemen Mutu Laboratorium ISO/IEC 17025:2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). total volume angkutan batubara melalui kereta api ke Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati mencapai 10.5 juta ton.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 142 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Unit Laboratorium Perseroan telah terakreditasi dengan sertifikat ISO/IEC 17025: 2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Pelaksanaan bongkar muat batubara dari gerbong kereta-api menggunakan Rotary Car Dumper (RCD) di Pelabuhan dan Apron Feeder (AF) di Dermaga.5 million tons in 2009 to 8. Untuk tahun 2010. Laboratorium ini juga bertanggung jawab melakukan pengujian kualitas air buangan tambang untuk menjaga agar terpenuhinya Standar Baku Mutu Lingkungan. Tahun 2010. menjadi 8.1 juta ton. Supervising and recording coal distribution to ports or piers.7 juta ton pada 2010. the Company collaborates with PT Kereta Api Indonesia (PT KA). Coal shipment volume from Tanjung Enim to Tarahan Port rose 3% from 8.7 million tons in 2010.1 million tons. To support quality control program the Company sets up an integrated coal management system by stages. naik 5% dari 1. yakni penanganan batubara dari areal tambang sampai pemuatan kereta api (train loading station/TLS). Our laboratory is accredited by the National Accreditation Committee with Laboratory Quality Management System certification. sudah direalisasikan tahap pertama sistem ini.8 million tons or increased 3% from 2009 volume of 10.5 juta ton pada 2009. Coal quality analysis is performed by the Company’s laboratory that has Laboratory Quality Management System ISO/IEC 17025:2005 certification from the National Accreditation Committee.5 million tons.8 juta ton atau meningkat 3% dari volume tahun 2009 sebesar 10. total volume of coal shipment by train to Tarahan Port and Kertapati Pier reached 10.9 juta ton menjadi 2. While from Tanjung Enim to Kertapati increased 5% from 1.9 million tons to 2. Sedang dari Tanjung Enim ke pelabuhan Kertapati. Transportation In transporting coal from Tanjung Enim to Tarahan Port (Lampung) and Kertapati Pier (Palembang). In 2010 the first stage of this system was completed to handle coal from the mines to train loading stations. Volume angkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan mengalami peningkatan 3% dari 8. In 2010. Pengangkutan Perseroan bekerjasama secara intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KA) dalam proses pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan (Lampung) dan Dermaga Kertapati (Palembang).

Stacker Reclaimer di Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 2. Uji Kualitas Batubara dengan alat Atomic Absorbtion Spectro Photometer Edipiscing lorem ipsum dolor .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 143 1 2 3 1. Pengambilan sampel batubara di TLS Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 3.

Perseroan menindak lanjuti Coal Transportation Agreement (CTA) bersama-sama dengan PTKA. telah menunjuk konsultan independen untuk menyusun formula tarif dan formula take or pay. the Operations/Production Director of the Company was appointed Honorary Member of PT KA Executive Committee. (See discussion on “Business Development”).040 2009 8. The larger coal shipment volume was made possible by improved transportation management system and intensive cooordination between the Company and PT KA.430 10. The bigger loading capacity is believed to substantially increase sales from Tanjung Enim mine. Program pengembangan angkutan tersebut diyakini akan mampu mengatasi kendala Perseroan dalam meningkatkan jumlah penjualan batubara secara substansial dari lokasi tambang Tanjung Enim. Perseroan juga berperan langsung mendukung peningkatan kapasitas angkutan batubara.150 1.498. In 2009.050.100 2. Coal Transportation Agreement (CTA) with PT KA was was followed by the appointment of an independent consultant to formulate tariff and ”take or pay” schemes. The Company also directly supported the improvement of coal loading capacity by reparing rail-loop and routinely maintaining its own loading and unloading facilities. The Company pioneered the construction of new railway tracks to step up coal loading capacity. melalui perbaikan rail-loop dan perawatan rutin di fasilitas muat dan bongkar milik Perseroan.454.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 144 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis ANGKUTAN KERETA API Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan 2010 8. Pada tahun 2010 draft final report sudah disampaikan kepada para pihak. Perseroan juga telah merintis program pengembangan untuk angkutan KA khusus batubara yang baru untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara. (Lihat bahasan “Pengembangan Usaha”).940 10. the Company adopted the following .580 PERUBAHAN (%) 3% 5% 3% RAILWAY TRANSPORTATION Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari perbaikan sistem manajemen angkutan serta adanya koordinasi intensif antara Perseroan dengan PT KA.956.712. Mulai tahun tahun 2009. Direktur Operasi Produksi Perseroan diangkat menjadi Anggota Kehormatan Executive Committee PT KA. In 2010 the draft final report was submitted to all parties.763. Strategi Pemasaran Untuk menjamin berlangsungnya peningkatan penjualan dimasa-masa mendatang di tengah kecenderungan Marketing Strategy In an effort to secure future sales amidst the increasing tendency of coal demand.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 145 permintaan batubara yang meningkat. • Cooperation The Management routinely holds coordination meetings involving all production and supply chains. Oleh karena itu Perseroan selalu memberikan jaminan bahwa kualitas batubara yang diterima konsumen telah sesuai dengan kesepakatan kontrak terkait. Jaminan kualitas dikontrol melalui penerapan manajemen mutu yang melibatkan pelaksanaan proses analisis terakreditasi. Perseroan telah menindak lanjuti keluhan pelanggan tersebut. Perseroan membuka layanan pengaduan dengan menyediakan saluran telpon. Perseroan memberikan tanggapan yang cepat terhadap berbagai permintaan dan keluhan konsumen sebagai bagian dari komitmen pelayanan Perseroan. menjalankan strategi pemasaran meliputi: • Perseroan marketing strategy that included: Komitmen jaminan kualitas produk Jaminan kualitas ini sangat penting karena selain mempengaruhi kelancaran operasional bisnis konsumen juga merupakan faktor penentu tingkat kepercayaan konsumen agar terus menggunakan batubara hasil produksi Perseroan. Perseroan meyakini penerapan komitmen pelayanan terbaik akan mampu mendukung target peningkatan penjualan Perseroan di masa mendatang. Hasil diskusi kemudian digunakan sebagai dasar penentuan strategi produksi maupun penjualan yang paling sesuai untuk periode tiga bulan ke depan guna mendukung pencapaian target penjualan yang telah ditentukan. Findings are used as a basis of formulating production and sales strategy that is the most appropriate for the next three months to enable the Company to meet sales target. The Company. To support its customer service the Company sets up a customer center to handle complaints by telephone. The meetings discuss development in coal market condition. Quality is controlled by implementing quality management based on accredited analysis process. Untuk menjamin pelayanan pada pelanggan. therefore. Selama tahun 2010 Perseroan menerima 9 (sembilan) kali pengaduan dari pelanggan. • • Commitment to Customer Service The Company gives priority to transparency and responsibility principles in serving its customers to prove its commitment to providing the best customer service. The Company promptly responds to various demands and complaints from the customers. . The Company strongly believes that the best customer service will assist the Company to reach its increased sales target. permintaan konsumen hingga kendala produksi di lapangan maupun proses pengangkutan yang dapat mempengaruhi volume penjualan. • Commitment to Product Quality Commitment to quality is very important because not only does it affect the consumers’ business operations but it also plays a decisive factor of consumers’ trust in the coal product of the Company. Rakor membahas perkembangan kondisi pasar batubara. • Kerjasama Manajemen Perseroan menyelenggarakan Rapat Kordinasi (Rakor) yang melibatkan seluruh mata rantai produksi dan penjualan (supply chain) secara rutin. sehingga permasalahan dengan konsumen dimaksud telah diselesaikan. email maupun surat kepada pelanggan. In 2010 nine complaints from the customers were attended to and settled by the Company. is committed to ensuring the quality of coal delivered to consumers is in accordance with the quality agreed upon in the contract. Komitmen pelayanan pelanggan Perseroan selalu mengutamakan prinsip transparansi dan responsibilitas dalam memberikan layanan kepada konsumen demi memenuhi komitmen layanan terbaik kepada konsumen. consumer demand and production problems on site and in transporting process that may affect sales volume. e-mail or letter.

Average export selling price rose 3. Lihat bahasan “Kinerja Keuangan” A decrease of 18% in average domestic price during 2010 was due to higher sales volume of low-calorie coal and keener domestic competition for this product. sekalipun volume penjualan Perseroan meningkat. Using this system the Company can monitor coal stock level quickly and accurately and meet customers’ orders in appropriate quality and quantity. Metode Penjualan dan Perkembangan Harga Perseroan menjual batubara ke pasar domestik maupun ekspor dengan harga yang memberikan return terbaik. meningkatnya volume penjualan batubara kalori lebih rendah dan tingkat persaingan yang semakin tinggi untuk pemasaran domestik batubara kalori lebih rendah. • Supply Chain Management System Phase three of Supply Chain Management System (SCMS) was under way.01 Penurunan rata-rata harga jual batubara domestik ditahun 2010 yang sebesar 18% disebabkan oleh beberapa diantaranya. while selling price is always based on international thermal coal prices. Rata-rata harga jual batubara ekspor meningkat 3. pelabuhan dan keuangan. Kondisi harga penjualan yang kurang baik ini pada akhirnya mempengaruhi tingkat profitabilitas Perseroan yang akhirnya ikut turun.59 67.7%. port and finance activities.900 746. Perkembangan rata-rata harga jual batubara Perseroan Average coal selling price of the Company TAHUN YEAR DOMESTIK DOMESTIC (Rp/Ton) 2006 2007 2008 2009 2010 330.366 EKSPOR EKSPORT (US$/Ton) 44. Melalui penerapan sistem ini Perseroan memantau perkembangan perubahan kondisi stock batubara secara cepat dan akurat sehingga sanggup memenuhi komitmen kepada pembeli dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai.240 612. Selling Method and Price Trend The Company sells coal to domestic and export markets at prices that will earn maximum return. sedangkan harga penjualan selalu mengacu pada harga pasar batubara thermal internasional. mengikuti peningkatan harga jual di pasaran. This less rewarding price eventually affected the Company’s profitability despite the growing sales volume during the year under review.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 146 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Persiapan Implementasi Supply Chain Management System Perseroan mulai mempersiapkan penerapan tahap tiga dari Suply Chain Management System (SCMS) yakni integrasi kegiatan pemasaran. as reflected in the following table.73 64.50 68.50 47.697 345. (See discussion on “Financial Performance”) .645 506.7%. integrating marketing. seperti tercermin dalam tabel berikut. Trend rata-rata harga jual batubara Perseroan dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat. Average selling price of the Company’s coal over the past few years was on an upwared trend in line with the rising market prices. Sales is made under long-term sales contract and through spot market. Perseroan melakukan penjualan batubara dalam bentuk kontrak penjualan jangka panjang maupun melalui pasar spot.

42 million tons in 2009 to 4. i.7% dari tingkat penjualan tahun 2009. As cement industry developed. the Company is focusing more on the Pacific region under long-term sales contract. sehingga komposisi distribusi penjualan untuk industri semen meningkat menjadi 5% dari 4% di tahun 2009.0% dari 8.48 juta ton.95 million tons. up 3. raising its contribution to total sales from 4% in 2009 to 5% in 2010. Penjualan ini terdiri atas penjualan domestik sebanyak 8. sebesar 12. the Company’s sales to this industry also increased. The major part of the sales was intended to fulfill long-term supply contract with Thermal Power Plants (TPP). Vietnam.72 juta ton pada 2010 dengan mayoritas negara tujuan ekspor adalah China. Jepang.72 million tons. Of the total sales. Malaysia.40% from the previous year.07 juta ton pada 2009 menjadi 8.07 million tons in 2009 to 8. In line with a research on coal market prospects.95 juta ton.23 million tons and export of 4. Export sales volume went up from 4. naik 3. showing a growth of 35.72 million tons in 2010 mainly to Japan. Malaysia. Dengan demikian. Lihat bahasan ”Prospek Permintaan Batubara Performance and Distribution of Sales In 2010 the Company recorded a total sales volume of 12. meningkat dari angka sebesar 35. Bukit Asam TPP and Tarahan TPP.5 %. At this rate of domestic sales the Company has complied with the DMO (Domestic Market Obligation) regulation. Suralaya TPP. Perseroan kini lebih memfokuskan tujuan pemasaran batubara produknya ke kawasan Pasifik.5% and export 36.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 147 Conveyor Belt di Pelabuhan Tarahan Kinerja dan Distribusi Penjualan Tahun 2010 Perseroan mencatat volume penjualan total sebesar 12. PLTU Bukit Asam dan PLTU Tarahan. Volume penjualan ekspor kembali meningkat dari posisi 4. Taiwan dan Thailand. distribusi penjualan domestik menjadi 63. penjualan batubara untuk industri semen mengalami peningkatan. Dari total penjualan tersebut.42 juta ton di tahun 2009 menjadi 4.e. Vietnam.23 tons in 2010.72 juta ton.0% from 8. Taiwan and Thailand.48 million tons. Perseroan lebih memprioritaskan pola penjualan dalam jangka panjang. Sesuai dengan kajian prospek pemasaran batubara. (See ”Coal Prospects”) . Total penjualan untuk segmen PLTU ini memberikan kontribusi sebesar 79% dari penjualan domestik 2010. Sebagian besar dari volume penjualan tersebut untuk memenuhi kontrak jangka panjang pasokan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yaitu PLTU Suralaya. China. distribution of sales consisted of domestic market 63. Sales comprised domestic sales of 8. Therefore. volume penjualan domestik meningkat 2.23 ton pada 2010.5%. Seiring dengan peningkatan kegiatan industri semen.7% from the preceding year’s sales of 12.40% di tahun sebelumnya.5% sedangkan pasar ekspor menjadi 36. Dengan jumlah penjualan ke pasar domestik tersebut Perseroan telah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO).23 juta ton dan ekspor sebanyak 4. Total sales of this segment contributed 79% to domestic sales in 2010. domestic sales rose 2.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 148 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis DIAGRAM DISTRIBUSI PENJUALAN BATUBARA DOMESTIK MENURUT JENIS INDUSTRI Coal Domestic Sale Distribution by Industry Diagram Distribusi Penjualan Batubara Domestik Menurut Jenis Industri Distribution of Domestic Sales by Industry 5 16 13 PLTU 4 ‘09 ‘10 Lain-lain Semen 79 84 Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribution of Export Sales by Destination Country 12 8 1 3 8 16 10 1 Taiwn Thailand Vietnam ‘09 22 46 37 1 ‘10 26 Jepang India China Malaysia 9 Pakistan .

736 12.2% 0.392 760.990. Domestic consumers were more inclined to low-calorie coal type BA-59.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 149 Distribusi Penjualan Menurut Jenis Produk Distribution of Sales by Product URAIAN 2009 2010 PERUBAHAN % URAIAN Domestik • BA-59 (PLTU Bukit Asam) • BA-59 (PLTU Tarahan) • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 (PLTU Suralaya) • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT.935 154.696 5.564. Bukit Asam Prima • Batubara PT. Konsumen dalam negeri cenderung menggunakan jenis batubara kalori lebih rendah. selain memilih batubara kalori sedang dan tinggi.286 1. di tahun 2010 sebagian konsumen luar negeri menggunakan batubara kalori lebih rendah dari jenis BA-59.004 15.2% 108.0% 105.630 61. Bukit Asam Prima • Batubara PT. Bukit Asam Prima • Batubara PT.1% 18.282. BA67 dan BA-70.516 924.722. In 2010 several overseas consumers chose type BA-59 and this changed the composition of coal sales according to type.0% 78.5% 92.488 8.507 121.524 130. International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT. sehingga terjadi perubahan komposisi penjualan batubara menurut jenisnya. International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT.228. yaitu dari jenis BA-63.801 4.905 575.7% 0.809 928.014 77.153. dari jenis BA-59.7% 102. consumers continued changing the type of coal they used.172 138.031 283.565 Pada 2010 pergeseran pola konsumsi jenis batubara terus berlangsung.7% 25.833 70.1% 100.907 201.790 518.484.716 1.416.044 237. BA-67 and BA-70.551 162.0% Domestik • BA-59 (PLTU Bukit Asam) • BA-59 (PLTU Tarahan) • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 (PLTU Suralaya) • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT.8% 132.3% 3454.4% 106.864 15.776 7.2% 3975. Bukit Asam Prima • Batubara PT.251 4.170 1. Internasional Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 791.950.131 14.135.0% 96. Sedang untuk konsumen luar negeri.582 476.322 182.797 2.424 853. Internasional Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 12.587 70.501 269.097 297.068. .105. In 2010.700 8.955.0% 172.9% 147.743 142.9% 3.794 4.7% 1. overseas consumers preferred medium and high-calorie coal type BA-63.312 1.

9 million tons to Bukit Asam TPP and 0.96 juta ton.8% the year before.79 million tons in 2009.7% dari tingkat penjualan tahun 2009. allocating 5. BA-67 and BA-70 are the most popular in export market. Tahun 2010 penjualan batubara jenis BA-59 ke pasar ekspor naik 62% menjadi 1. yakni 5.9 juta ton dan konsumen industri lainnya sebesar 0. Menghadapi turunnya harga jual batubara di pasar domestik. Penjualan batubara dari lokasi IPC.8 %. melonjak dari sebesar 7. Medium-high-calorie coal type BA-63.32 juta ton dengan alokasi penjualan untuk PLTU Suralaya sebesar 5. Sales of coal type BA-70 was relatively stable.26 juta ton turun 0.3 juta ton dari angka penjualan sebesar 0.93 juta ton. Coal type BA-67 mostly used by TPPs and other industries recorded a sharp decline of 81. In 2010. The rising trend of low-calorie coal consumption in Indonesia did not favor the Company because the lower price of that coal type reduced the Company’s profitability. dengan mayoritas penggunaan oleh konsumen industri baja.8 juta ton di tahun sebelumnya.2% dari tahun sebelumnya. pada kisaran volume sebesar 0.8 million tons the previous year.32 million tons in 2009. Harga jual.79 juta ton di tahun 2009.700 tons. Sales of mostly low-calorie coal (5.3 million tons from 0. around 0. In 2010 the Company succedded in exporting coal type BA-63 up to 1. Penjualan batubara ke Suralaya hanya turun sebesar 3.2% from the preceding year. Batubara jenis BA-67 yang mayoritas digunakan untuk kebutuhan PLTU dan industri umum lainnya mencatat penurunan tajam. hingga sebesar 81.28 juta ton dari angka sebesar 1. Profitabilitas Perseroan mencatatkan profitabilitas batubara sebesar 29. Peningkatan penggunaan batubara kalori peringkat rendah di Indonesia memberi konsekuensi yang kurang bagus bagi Perseroan. yang kebanyakan dari jenis kalori lebih rendah.28 million tons from 1.700 ton.9 % menjadi hanya sebesar 0. BA-59 mencapai jumlah total sebesar 7. Batubara jenis BA-70 mencatat volume penjualan relatif stabil.3%. For domestic sales.96 million tons. Hasil ini sebagai imbas atas penurunan rata-rata harga jual batubara dipasar domestik hingga sebesar 18%. mengingat harga batubara jenis ini yang lebih rendah.26 million tons or dropped 0.8 million tons to other industries.3% compared to 39.9% to only 0. mulai BA-63. . Jenis batubara kalori menengah-tinggi. tercipta melalui mekanisme pasar.300 Kcal) from IPC jumped 7. PLTU Bukit Asam 0. Efficiency program is undertaken because reduction in expenditures is only possible on production side as selling price is fixed by market mechanism. 0.0 million tons to Suralaya TPP. BA-67 dan BA-70 adalah yang paling banyak diminati pasar ekspor. export sales of coal type BA-59 surged 62% to 1. sebesar 7. To cope with lower domestic price. Pada 2009 Perseroan berhasil mengekspor batubara jenis BA-63 hingga sebesar 1.300 Kcal. sehingga tingkat profitabilitas menjadi semakin mengecil. menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 39. the Company has taken several efficiency measures to cut production costs.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 150 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Untuk penjualan domestik. Perseroan telah melakukan berbagai langkah penghematan melalui program efisiensi produksi. Sales to Suralaya declined 3. Program effisiensi produksi dilaksanakan mengingat Perseroan hanya dapat mengendalikan pengeluaran pada komponen biaya produksi.7% from 7. BA-59 posted a total of 7.488 tons to 297. Peningkatan penjualan batubara BA-59 ke China turut mempengaruhi kenaikan ini.0 juta ton. This was the consequence of an 18% decline in average domestic selling price.8 juta ton.93 million tons mostly used by steel industry consumers.488 ton menjadi 297. Profitability The Company recorded a profitability of 29. resulting from bigger sales of BA-59 to China.

This type of briquette has superior qualities like lower volatile matter. generating stable and ecofriendly heat (odorless and smoke free). Namun angka penurunan ini tidak dapat mengkompensasi peningkatan biaya transportasi dan beban usaha lannya. the Company developed several production units in Tanjung Enim. After investment was made. the completion of several bigscale electric power plants in the country will also have an impact on the demand and price of coal. Perseroan meyakini bahwa harga batubara akan kembali meningkat di tahun 2011. Selain karena mulai pulihnya kondisi perekonomian global. Jenis briket ini memiliki kelebihan berupa volatile matter. meningkatkan intensitas pelaksanaan effisiensi produksi dan menyiapkan peningkatan kapasitas angkut batubara melalui kereta . The Company is the only company in Indonesia capable of producing carbonized briquette. Sedangkan briket non-karbonisasi diproduksi di Pabrik Briket Natar (Lampung) dan Gresik. sulphur and water content compared to non-carbonized briquette.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 151 Program effisiensi produksi sebetulnya memberikan hasil nyata. Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mampu memproduksi briket karbonisasi. “Business Strategy for 2011” SEGMEN BRIKET Pada 1993 Perseroan memulai usaha briket dengan membentuk Proyek Pengembangan Briket Batubara (P2B2). sulphur dan kadar air yang lebih rendah dibandingkan briket nonkarbonisasi sehingga proses pembakaran berlangsung lebih cepat dan mudah. lihat juga bahasan “Strategi Bisnis 2011” The production efficiency program went well and reduced production cost per ton by 11%. dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan mengembangkan beberapa unit produksi di Tanjung Enim. this reduction did not compensate increases in transport and other operating expenses. The briquette is produced in two types. Penurunan biaya produksi ini juga belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual yang lebih besar. Carbonized briquette is produced in Tanjung Enim factory. and bigger decrease in average selling price (See “Financial Performance”). In addition to global economic recovery as discussed in “Coal Prospects”. berupa penurunan biaya produksi per ton batubara sebesar 11%. Carbonized Briquette and Noncarbonized Briquette. . improving auxiliary facilities and amenities. the Company believes that 2011 will see rising coal prices in the market. panas yang dihasilkan stabil serta ramah lingkungan (tidak berbau dan tidak berasap). intensifying production efficiency and increasing railway loading capacity (see also discussion on. However. Gresik and Natar (Lampung). memperbaiki sarana penunjang. Some of the anticipatory steps taken were increasing self-managed production. penyelesaian beberapa pembangkit listrik skala besar di dalam negeri akan mempengaruhi permintaan dan harga batubara. lihat juga bahasan “Kinerja Keuangan” Memperhatikan tren pemulihan perekonomian global maupun nasional sepanjang tahun 2010. Oleh karena itu Perseroan telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi menyambut peluang yang terbuka. seperti disinggung pada bahasan “Prospek permintaan batubara”. BRIQUETTE SEGMENT The Company’s briquette business started in 1993 after Coal Briquette Development Project was set up. Beberapa langkah yang telah dilakukan diantaranya mempersiapkan peningkatan produksi swakelola. Gresik dan Natar (Lampung). enabling faster and easier burning process. Watching the world and domestic economic revival in 2010. Produksi briket karbonisasi dilakukan di Pabrik Tanjung Enim. the Company has taken several steps in anticipation of the coming business opportunities. Jenis briket yang diproduksi oleh Perseroan terdiri dari Briket Karbonisasi dan Briket Non-Karbonisasi. while non-carbonized briquette is produced in Natar (Lampung) and Gresik. For that reason.

mengingat sebagian gas yang beredar di pasaran juga mendapatkan subsidi. Perseroan mencatat penurunan profitabilitas segmen usaha briket yakni -24.818 per kilogram.130 and Rp2.712 tons or down 25% from 22.712 ton atau turun 25% dari penjualan tahun 2009 sebesar 22.615 5.182 ton. -24. Production costs ranged between Rp1. Briquette sales volume also dropped to 16.182 % (A : B) 2 97 85 75 BRIQUETTE SALES (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production Profitabilitas Tahun 2010. while selling prices ranged from Rp1.690 2009 (B) 3.004 5. causing a four-month production stoppage. Production plunged not only because Tanjung Enim factory delayed its production (commencing in December instead of July) but also due to licensing problem in Gresik factory.068 per kilogram.182 tons in 2009.664 18. Production and Sales In 2010.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 152 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Produksi dan Penjualan Tahun 2010.818 per kilogram. yaitu sebesar 22.862 % (A : B) 11 86 47 61 BRIQUETTE PRODUCTION (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production PENJUALAN BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 88 11.181 – Rp1. Harga pokok produksi briket berkisar antara Rp1.229 12. The downward trend of sales along with production decline was due to the market entry of LPG gas in 3-kg canisters and many consumers switched to this type of energy source. sementara harga jualnya berkisar Rp1.862 tons. down 39% from 2009 production level of 22.159 22.090 7. akibat harga produksi yang lebih tinggi dari harga jualnya. Bigger use of alternative energy to replace kerosene in small to medium-scale industry did not seem to significantly push the use of briquette.5%. due to higher production costs compared to selling prices.690 ton. the Company only managed to produce 18. PRODUKSI BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 411 12.862 ton.181 to Rp 1. . Volume penjualan briket juga mengalami penurunan. Penurunan volume produksi briket ini selain pabrik Tanjung Enim belum produksi sesuai rencana (rencana mulai produksi bulan Juli namun baru produksi bulan Desember) juga adanya kendala pengurusan ijin untuk pabrik Gresik sehingga mengalami stop produksi selama 4 (empat) bulan. Profitability In 2010.068 per kilogram.130 – Rp2.618 12. Penurunan Volume penjualan ini sejalan dengan turunnya produksi juga akibat pasar dimasuki Gas elpiji 3 kg sehingga banyak konsumen yang beralih ke Gas Elpiji 3 kg.690 tons of briquette. turun 39% dari tingkat produksi tahun 2009.602 5. menjadi 16. Peningkatan penggunaan energi gas. Perseroan hanya berhasil memproduksi briket sebesar 18.712 2009 (B) 4. The use of gas in replacement of kerosene grew at a faster pace because gas sold to the public was also subsidized. the Company recorded a low profitability in briquette business segment.909 22.022 16. Peningkatan penggunaan energi alternatif sebagai pengganti minyak tanah pada sejumlah industri kecil dan menengah tampaknya masih belum mendorong peningkatan penggunaan briket secara maksimal. sebagai pengganti minyak tanah justru lebih cepat berkembang.5%.

e.37 triliun dari posisi Rp5. Assets • Current Assets Total current assets was recorded at Rp6. ekuitas Perseroan naik 11.3% dari posisi Rp8.709. DOC farms. A larger scale of tobacco processing in East Java and Lombok is expected to open new markets for the Company’s briquette product.28 trillion. The largest portions of current assets were cash and cash equivalents 76.78 trillion or 84.4% dari jumlah keseluruhan aset lancar. Kenaikan kas dan setara kas tersebut terutama berasal dari hasil operasi tahun 2010.7% menjadi Rp6. Komposisi terbesar aset lancar adalah kas dan setara kas sebesar 76. as chicken consumption increased in the domestic market.65 triliun atau 76. total assets of the Company as of 31 December 2010 totalled Rp5. .022 6. trade payables 15. or 0.678 171.3% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp4. 0.7% to become Rp6. menjadi Rp2.2% of total assets.78 triliun atau 84.2% 103.05 triliun.178 423.Kas dan Setara Kas Posisi kas dan setara kas pada tahun 2010 naik sebesar Rp344.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 153 Namun demikian.645.97 miliar menjadi Rp5. But still.28 triliun.0%.0% and inventories 6.391 107.29 trillion in 2009. Total Kewajiban Perseroan sedikit turun.29 triliun di tahun 2009.0% dan persediaan sebesar 6. traditional consumers of the Company’s briquette.3% from the previous year position that was recorded at Rp4. Penjelasan atas pos-pos neraca utama yang menyebabkan perubahan tersebut adalah: ASET LANCAR (Dalam Rp Juta) FINANCIAL REVIEW BALANCE SHEET As presented in the financial highlight. This increase came mainly from 2010 operating results.08 trillion.0% of total assets.5% lower than Rp 2.104 1. i.05 triliun atau meningkat sebesar 7. seiring dengan peningkatan konsumsi ayam dalam negeri.4% of total current assets.6% 98. total aset Perseroan per 31 Desember 2010 mencapai Rp5. .927 6.4% 107.05 trillion or posting an increase of 7. This condition reflected that the Company’s liquidity was still on the safe level considering that previous year position was Rp6.97 billion to Rp5.70 triliun di tahun sebelumnya.054. With higher profit.37 trillion from Rp5. Selain itu peningkatan kegiatan pengolahan tembakau di Jawa Timur dan Lombok diharapkan membuka pasar baru bagi pemasaran produk briket Perseroan. diikuti piutang usaha 15.3% from the previous year position of Rp 8.71 trillion. .08 triliun di tahun sebelumnya.459 409.5 % lebih rendah dari posisi Rp2. or grew by 7.0 % dari total nilai aset. continued to grow and increase demand for briquette.901 158. Total liabilities slighly dropped to Rp 2. Description of major balance sheet accounts that caused the changes is presented below: CURRENT ASSETS (In Million Rupiah) 2010 2009 PERUBAHAN (%) Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset Lancar 5. diharapkan konsumen tradisional briket Perseroan. shareholders’ equity rose 11. Sebagai akibat kenaikan laba.05 trillion. mengingat posisi tahun sebelumnya adalah sebesar Rp6.783.953 4. Kondisi ini menggambarkan likuiditas Perseroan yang masih baik. TINJAUAN KINERJA KEUANGAN NERACA Seperti tampak pada neraca ikhtisar keuangan. naik 7.505.0%.70 trillion the preceding year.Cah and cash equivalents Cash and cash equivalents in 2010 rose Rp344. yakni peternakan DOC semakin berkembang dan meningkatkan permintaan briket.71 triliun.075 997.0% Cash and cash equivalents Trade receivables (net) Inventories (net) Other current assets Total current assests Aset • Aset Lancar Jumlah aset lancar mencapai Rp6.2% dari jumlah keseluruhan aset.3% 66.65 trillion or 76.

344.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 154 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi selama tahun 2010 mencapai Rp2.0% from the preceding year and for financing activities totalled Rp1. and time deposits Rp4.30% and 8.3% from previous year position. Cash used for financing activities increased due to bigger dividend payout for 2009 accounting year and larger allocation of funds for partnership and community development program.31 miliar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Lihat juga penjelasan / Tabel Perubahan Arus Kas) Net cash generated from operating activities in 2010 totalled Rp2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT BPD Sumatera Selatan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. down 9. With this composition of placement. ditempatkan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.00%.. .8% from the year before. The Company’s cash and cash equivalents were placed in PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.12% – 2.8.0 miliar atau 1. sedangkan kenaikan penggunaan dana untuk investasi disebabkan oleh realisasi beberapa kegiatan pengembangan yang telah direncanakan (lihat “Pengembangan Usaha” hal . and PT BPD Sumatera Selatan.).0 billion or 1. Kas dan setara kas Perseroan dalam bentuk deposito. serta deposito berjangka sebesar Rp4. while increasing amount of cash used for investment was caused by the realization of several business development projects (see Business Development page.5% dari jumlah keseluruhan deposito. turun 9. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.95 miliar. Rupiah denominated deposits were in the amount of Rp4.00%.344.5% of total deposits bearing interest rates between 5. up 31. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pendapatan bunga secara keseluruhan berjumlah Rp244.5 % dari jumlah keseluruhan deposito dengan tingkat bunga antara 5.49 triliun.49 trillion. Jumlah deposito dalam Dolar AS sebesar ekivalen Rp221.. placed in current accounts Rp93.30% .12% – 2.).. ditempatkan di rekening giro sebesar Rp93. melonjak 976.25%.0% dari tahun sebelumnya dan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp1. interest income totalled Rp244.95 billion. Penurunan kas dari aktivitas operasi terutama disebabkan turunnya penerimaan dari pelanggan. naik 31.8% dari posisi tahun sebelumnya. (See also elaboration / Changes in Cashflow) Piutang usaha Perseroan Trade Receivables 33..16 billion. Total US Dollar deposits amounted to Rp221.16 miliar.8 billion equivalent or approximately 4.8% Cash position in 2010 consisted of cash on hand Rp189 million.25%. Sedangkan kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp799. Posisi kas pada tahun 2010 terdiri dari kas di tangan sebesar Rp189 juta. bearing interest rates of 0.2% of total cash and cash equivalents.2% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.3% dari tahun sebelumnya.5% of total deposits. Cash decrease from operating activities was mainly due to smaller amount of revenues received from customers. dengan tingkat bunga antara 0.74 trillion or approximately 95.8% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.74 triliun atau sekitar 95. surged 976.31 billion. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.8% of total cash and cash equivalents. Cash used for investing activities amounted to Rp799. Sedangkan jumlah deposito dalam Rupiah adalah sebesar Rp4.96 trillion or 98. Dengan pola penempatan tersebut.88 miliar atau sekitar 4.96 triliun atau sebesar 98. Peningkatan penggunaan kas untuk aktivitas pendanaan disebabkan kenaikan pembagian laba atau deviden tahun buku 2009 dan peningkatan alokasi dana bagi kegiatan program kemitraan dan bina lingkungan.

4% as the Company had implemented the integrated coal processing system. Komposisi terbesar aset tidak lancar adalah aset tetap bersih sebesar 44. • Aset Tidak Lancar Jumlah aset tidak lancar Perseroan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp2.Trade Receivables In 2010 the Company had trade receivables of Rp0.3% compared to the previous year amount of Rp1. dropped 33. Inventories increase was controlled to below production increase of 7. Sparepart inventories were offset by provision for obsolete inventories amounting to Rp43.4% compared to the prevous year position of Rp409.Persediaan Posisi nilai persediaan bersih pada akhir tahun 2010 adalah Rp423. Piutang usaha ke pihak ketiga turun 13.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 155 . The increase in coal and material inventories was attributable to higher self-managed mining activity and coal production. To minimize loss.73 billion in 2009. Major non-current assets are net fixed assets 44.063.26 billion from Rp1.26 miliar.90 miliar.8%. the Company insured coal inventories in transit and spareparts and materials stored in the warehouses.85 miliar berupa suku cadang dan perlengkapan lainnya.51 trillion. karena Perseroan telah mulai mengimplementasikan sistem pengelolaan batubara terintegrasi.30 triliun.73 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp382. Kenaikan posisi persediaan batubara dan perlengkapan adalah akibat dari meningkatnya kegiatan penambangan swakelola dan naiknya produksi batubara Perseroan. diikuti beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan sebesar 15. (See Table of Receivables Collectibility and discussion on Changes in Cashflows) .3%.3%. investment in .3 trillion. Untuk meminimalkan terjadinya risiko kerugian.83 billion.063.9 billion in 2010 and trade receivables from related parties declined 42.68 billion or rose 3. turun 33.85 billion.9 miliar pada tahun 2010 dan piutang usaha pada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa turun 42.3% from Rp441. consisting of receivables from third parties Rp382.92 miliar dan piutang usaha ke pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp614. (Lihat juga Tabel Tingkat Kolektibilitas Piutang dan bahasan Perubahan Arus Kas) . deferred tax assets 15. sparepart and other material inventories Rp124. Non-current Assets At yearend 2010 non-current assets of the Company totalled Rp2.73 billion in 2009 to Rp382.22 billion.2%.73 miliar pada 2009.3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1.3%% to Rp614. yang terdiri dari piutang ke pihak ketiga sebesar Rp382.99 triliun.83 miliar sedangkan sisanya sebesar Rp124.3% menjadi sebesar Rp614. deferred exploration and development expenditure 15. Perseroan mengasuransikan persediaan batubara dalam perjalanan serta persediaan perlengkapan dan suku cadang yang ditempatkan di gudang.99 trillion. Trade receivables from third parties decreased 13.90 billion.26 billion. terdiri dari persediaan batubara sebesar Rp298.3% dari Rp441.4%. Kenaikan persediaan berhasil ditekan hingga berada dibawah tingkat kenaikan produksi yang mencapai 7.Piutang Usaha Piutang usaha Perseroan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp0.4% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp409.8%.Inventories Net inventories at yearend of 2010 were Rp423.68 miliar atau naik 3. aset pajak • .8% from 2009 figure of Rp1. Persediaan suku cadang tersebut telah dikurangkan dengan penyisihan persediaan usang sebesar Rp43.08 triliun atau naik 60.22 miliar.8% dari posisi di tahun 2009 sebesar Rp1. comprising coal inventories Rp298.51 triliun.26 miliar dari Rp1.08 trillion or increased 60.92 billion and receivables from related parties Rp614.

while accumulated depreciation increased only by Rp49.979 187.2% 32. and mining property 9.746 250. • Relokasi pabrik briket • Perbaikan prasarana produksi dan pelabuhan. The growth of fixed assets was made possible by the realization of several business development projects.8% 106. • Overhaul dan pemindahan BWE system ke areal MTBU.7% -5. The increase was caused by fixed assets increase in 2010 of Rp524.560 122.590 117.3% 60.187 26.8% Investment in associates Mining properties. • Overhaul and relocation of BWE system to MTBU area. net Deferred tax assets. • Relocation of briquette factory.053 30. net Fixed assets (net) Deferred exploration and development expenditures. yakni meliputi diantararanya: • Pembangunan PLTU 3X10 MW di Tanjung Enim.0%.9%.295.0 billion or grew substantially by 106. tangguhan sebesar 15. Kenaikan terjadi karena adanya penambahan aset tetap tahun 2010 yang sebesar Rp524. .2% akibat realisasi proyek pengembangan. • Fixed Assets Net fixed assets of the Company at end of 2010 stood at Rp921.542 921.0%.063 446.3% • Aset Tetap Aset tetap bersih yang dimiliki Perseroan pada akhir tahun 2009 tercatat sebesar Rp921.588 2. Perseroan telah mengasuransikan aset tetap tertentu di berbagai lokasi perusahaan.9% dan properti pertambangan 9.076. The Company insured certain fixed assets in various locations.0 miliar atau naik cukup substansial 106.4 miliar.21 billion. investasi pada perusahaan asosiasi sebesar 12. sedangkan akumulasi penyusutan bertambah hanya sejumlah Rp49. Composition of non-current assets is shown in the following table.2%. among others: • Construction of 3x10MW TPP in Tanjung Enim.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 156 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Aset Tetap 106.75 billion. • Renovation of production infrastructure and port.072 57.107 1. Kenaikan aset tetap adalah akibat realisasi pada beberapa proyek pengembangan Perseroan sepanjang tahun 2010 lalu.754 246.2% from the previous year position of Rp446.4 billion.620 199. Komposisi aset tidak lancar seperti tercantum pada tabel berikut.75 miliar.21 miliar.005 327. net Other non-current assets Non-current assets 316. ASET TIDAK LANCAR (dalam Rp juta) 2010 2009 PERUBAHAN (%) CURRENT ASSETS (in Rp milion) Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan (bersih) Aset pajak tangguhan (bersih) Aset tidak lancar lainnya Aset Tidak Lancar 266. associated companies 12. • Construction of MTBU production facilities. • Pembangunan sarana produksi di MTBU.2% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp446.4% 91.

28 trillion from Rp 2.4 billion and Rp40.Properti Pertambangan Properti pertambangan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp187.4 miliar dan Rp40. Some big exploration expenditure was related to the preparation of MTBU production for self-managed mining operations with BWS system. Nilai tersebut diperoleh setelah Perseroan mengakuisisi 51% saham IPC dengan jumlah pembayaran sebesar 17.3% dari jumlah keseluruhan kewajiban.Mining Property Mining property in 2010 recorded an amount of Rp187.06 billion in the preceding year. .8% from the previous year amount of Rp246. or equivalent to Rp163. Liabilities Total liabilities of the Company in 2010 dropped 0. Untuk beban ditangguhkan yang telah memasuki tahapan produksi dilakukan amortisasi dengan metode unit produksi. Rincian posisi kewajiban Perseroan per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut. masing-masing senilai Rp35.5 miliar.59 billion.9 miliar dari pemegang saham lama PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) dan PT Rajawali Corpora (PTRC).54 billion. Total current liabilities stood at Rp1.7% dari jumlah keseluruhan kewajiban. Total non-current liabilities amounted to Rp1.29 trillion the year before. Beberapa kegiatan eksplorasi yang memerlukan biaya cukup besar adalah persiapan produksi di MTBU untuk operasional tambang swakelola menggunakan BWE system.7% of total liabilities.15 trillion or 50.9 billion from previous shareholders PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) and PT Rajawali Corpora (PTRC). This expenditure was the cost of exploration and development of new mines.Beban Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan setelah dikurangi amortisasi pada akhir tahun 2010 tercatat sebesar Rp327.54 miliar.3% of total liabilities. Deferred expenditure in production stage is amortised by production unit method. baik yang masih dalam tahap eksplorasi dan pengembangan maupun yang telah memasuki masa produksi. This amount was achieved after the Company acquired 51% of IPC shares worth US$17. Increase in deferred exploration and development expenditure in 2010 was mainly due to preparing MTBU and Banko Tengah mining sites. turun dari posisi sebesar Rp199.06 miliar di tahun sebelumnya.5% to Rp2.5 billion respectively.13 trillion. either in exploration and development stage or in operating stage. Beban tersebut merupakan biaya eksplorasi dan pengembangan tambangtambang baru.59 miliar.15 triliun atau 50.29 triliun pada tahun sebelumnya.13 triliun atau 49. Kewajiban Jumlah total kewajiban Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 0. Sedangkan jumlah kewajiban tidak lancar sebesar Rp1. Peningkatan akun beban eksplorasi terjadi sehubungan dengan realisasi kegiatan pengembangan Perseroan.56 miliar atau naik sebesar 32. Jumlah kewajiban lancar sebesar Rp1. .56 billion or went up 32.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 157 .85 million.5% menjadi Rp2. Breakdown of liabilities at end 2010 is as follows: .Deferred Exploration and Development Expenditure Total deferred exploration and development expenditure less amortisation at end of 2010 was recorded at Rp327. Penurunan terjadi karena IPC telah memproduksi batubara secara komersial.28 triliun atau dari Rp 2. accounting for 49.85 juta dollar. .8% dari jumlah tahun sebelumnya yang sebesar Rp246. The decrease occurrs because IPC has commenced commercial production. Increase in exploration expenditure was related to the realization of several business development projects. declined from Rp199. Kenaikan jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan pada tahun 2010 terutama disebabkan adanya penyiapan lokasi penambangan di MTB dan Banko Tengah. costing Rp35. atau setara dengan Rp163.

38 triliun di tahun 2009. Kewajiban tersebut terdiri dari kewajiban yang timbul atas iuran produksi. . jasa angkutan kereta api. trade payables 6.380. sewa alat berat.2%. Komposisi terbesar kewajiban lancar adalah biaya yang masih harus dibayar sebesar 65.9% 98.466 5.3% 83.Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup .723 2.292. .858 7. jasa dermaga.Biaya Yang Masih Harus Dibayar Biaya masih harus dibayar pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp748.2%.Accrued Expenses In 2010 accrued expenses were recorded at Rp748.2%. Penyisihan imbalan kerja 6.281.Provision for environmental reclamation and mine closure . This account comprised production fee. coal handling at port.4%.Longterm liabilities net of current portion 959.133.500 PERUBAHAN 125.Provision for employee benefits 174.8% 45.230 13.097 789.1% .578 115.2%. hutang usaha sebesar 6. KEWAJIBAN DAN EKUITAS (dlm Rp juta) Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Pinjaman bank jangka pendek Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .372 8.728 23.Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan Beban Penutupan Tambang Terbuka Ombilin Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun .740 84. yakni menjadi sebesar Rp1.9% standing at Rp1.2%.521 69.37 billion the previous year.Penyisihan imbalan kerja Kewajiban Lancar Lainnya Kewajiban Lancar Kewajiban jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .Provision for environmental reclamation and mine closure .Others Long-term liabilities Total Liabilities -Minority Interest Equity Total Liabilities and Equity .722.7% 122. taxes payable 17. delayed shipment fine.2% .5% 92.828 1.836 13. jasa pihak ketiga.15 triliun dari posisi Rp1.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 158 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Kewajiban Lancar Kewajiban lancar Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 16. third party services.5% LIABILITIES AND EQUITY (in Rp million) Trade payable Accrued expenses Taxes payable Short-term bank loan Current maturities of longterm liabilities 37.147.24 billion.343 308 1. and employee expenses and tantiem for 2010 accounting year.451 74. or decreased 5.699 151.2%.478 1.38 trillion in 2009.235 197.1% and provision for environmental management 1.832 2.9 %. heavy equipment rent.2% dari Rp789.37 miliar pada tahun sebelumnya.9% 94.Lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah Kewajiban Hak Minoritas Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 2010 73.369 431.072 759. railway services.5% 88.366.2% 111.7% 108. provision for employee benefits 6.025 8.908 161.294 2009 58.078.156 748.3% 39.701.4%.736 8.209 57. • Current Liabilities In 2010 current liabilities decreased 16.512 6. diikuti hutang pajak sebesar 17. shipping and freight.0% .24 miliar. jasa angkutan kapal laut. This account consisted of accrued expenses 65.266 774 911.8% 124.15 trillion from Rp1.Provision for employee benefits Other current liabilities Current Liabilities .Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang .3% 99. turun sebesar 5.1% dan penyisihan untuk pengelolaan lingkungan hidup sebesar 1.792 126. denda keterlambatan kapal serta bonus pegawai dan tantiem tahun buku 2010.2% from Rp789.

.Taxes Payable Taxes payable declined 54. Jumlah penyisihan untuk manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan pada tahun ini naik 26. menjadi Rp1. iuran produksi. • Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban tidak lancar pada tahun ini meningkat sebesar 24.84 billion in 2010 due to lower profit in the current year. However.9% menjadi Rp73.10 miliar di tahun sebelumnya. Penurunan hutang pajak (PPh-29) terjadi karena penurunan pencapaian laba tahun berjalan. Total trade payables in 2010 rose 25.133.1% from 2009 amount of Rp431. .72 miliar.Trade Payables Trade payables are payables incurred due to purchase of third party goods and services in the normal course of business operations. .Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang Jumlah penyisihan untuk reklamasi lingkungan dan penutupan tambang pada tahun ini naik menjadi Rp174.6% and provision for environmental reclamation and mine closure 15. . menyebabkan kenaikan pada sub-akun biaya jasa angkutan kereta api dan kenaikan pada biaya jasa pihak ketiga (kontraktor penambangan).79 billion.Provision for Employee Benefits The Company calculates employee benefits according to accounting standard PSAK No. This increase .4% of total non-current liabilities. menjadi tinggal sebesar Rp197.34 billion or up 15.23 miliar.9% to Rp73.3% from 2009 to reach Rp1. . Non-current Liabilities This year non-current liabilities increased 24.3% dibandingkan tahun sebelumnya. Retirement benefit that was discontinued 31 December 2009 was based on independent actuarial assessment using projected unit credit method.72 billion. higher fuel prices raised railway services and third party (mining contractor) services costs.Hutang Pajak Jumlah hutang pajak 2010 turun sebesar 54.27 billion in 2009.27 miliar • Decrease of accrued expenses was mainly caused by smaller employee benefits (bonus and tantiem). dengan komposisi Penyisihan untuk Imbalan Kerja sebesar 84.34 miliar atau naik 15.Penyisihan Imbalan Kerja Perseroan menerapkan PSAK Nomor 24 (revisi 2004) tentang Imbalan Kerja dalam memperhitungkan manfaat karyawan. heavy equipment rent and shipping and freight.3% from Rp151.2% to Rp959.23 billion to Rp197. with provision for employee benefits accounting for 84.79 miliar. Manfaat pensiun yang berakhir sejak 31 Desember 2008 dihitung berdasarkan penilaian aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.133.07 billion compared to the preceding year amount of Rp759.16 miliar dibandingkan Rp58. production fee. .16 billion from Rp58. . Jumlah hutang usaha pada tahun 2010 naik 25.6% dan Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang sebesar 15. Kenaikan terjadi karena adanya peningkatan aktifitas produksi.Hutang Usaha Hutang Usaha merupakan kewajiban yang timbul karena adanya pembelian barang dan jasa kepada pihak ketiga dalam rangka menjalankan operasional perusahaan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 159 Penurunan biaya yang masih harus dibayar terutama disebabkan oleh turunnya bonus dan tantiem pegawai.2% menjadi Rp959.07 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp759. 24 (revised 2004) on Employee Benefits. Total provision for retirement benefits and employee benefits this year increased 26.4% dari total kewajiban tidak lancar.Provision for Environmental Reclamation and Mine Closure Total provision for environmental reclamation and mine closure in 2010 rose to Rp174.84 miliar.10 billion in the preceding year due to higher production activity.3% dari Rp151. Namun demikian seiring dengan naiknya BBM. . sewa alat berat dan jasa angkutan laut.1% dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp431.

Ekuitas Pada tahun 2010 terjadi peningkatan total ekuitas sebesar 11. Kenaikan ini disebabkan adanya laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2.843.34 triliun.082 to Rp4.2% menjadi sebesar Rp3.6% dari Rp8.854 (4.0 triliun dan oleh adanya kenaikan cadangan umum sebesar 17.650.4% 103.4% 103. rehabilitasi dan penutupan tambang lainnya yang semula Rp4.100 per ton of coal.593) 2.4% from the previous year.565) 2. average price of coal dropped 14.91 triliun.7 thousand per ton in the current year. net Share in net loss of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net (loss)/income of subsidiary Net income Number of shares (million) Earnings per share 2010 7.37 trillion from Rp5. .909.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 160 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis pada tahun sebelumnya.95 trillion in 2009.37 triliun.9% 64. as shown in the following table.304 1.6% from Rp8.1% 58.7% 166..008.675) (1.166 (1.6 thousand per ton in 2009 to Rp610. except earnings per share) Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income..7% dari 12. Equity In 2010 total equity increased 11.0 trillion and general reserve increase of 17. Pada periode tersebut.104.734 2.947. ditunjukan pada tabel berikut. turun 11.5% from average Rp714.2% to reach Rp3.304 872 2009 8.301) 4.95 triliun pada tahun sebelumnya.988) 3.7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5.6 ribu per ton pada 2009.RUGI Pendapatan Usaha PERHITUNGAN LABA RUGI (dlm Rp juta kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Usaha Laba Usaha Penghasilan Lain-lain (bersih) Bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan (bersih) Hak Min Atas Laba (Rugi) Bersih Anak Pers Konsolidasian Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham STATEMENT OF INCOME Operating Income Perubahan 88.762.7% from 12.6% 73.008) 2. This growth was contributed by net profit of Rp2.158 301. was mainly due to production increase of 7.4 % dari tahun sebelumnya.548.954 2.48 juta ton pada tahun 2009 menjadi 12. PERHITUNGAN LABA .295.154 (4.6% STATEMENTS OF INCOME (in Rp million.315 217.727.553 (1. rehabilitation and mine closure from Rp4.per ton batubara.70 trillion the previous year.7 ribu per ton pada tahun ini.7% to Rp6. Income decreased although sales volume grew 3.304.9% 138. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan produksi sebesar 7.menjadi Rp4. Pendapatan turun kendati volume penjualan Perseroan meningkat 3. kenaikan tarif biaya restorasi.48 million tons in 2009 to 12.352) 3.70 triliun menjadi sebesar Rp6.95 juta ton pada tahun 2010.713) 9.8% 75. menjadi Rp610.650 (600.039 (3.0% 69.891 2.258. During the period.082.2% 73.34 trillion.057 (5.032.238) 3.184 Pendapatan usaha Perseroan yang terdiri dari penjualan batubara dan briket batubara pada tahun 2010 mencapai Rp7. harga rata-rata batubara turun sebesar 14.95 million tons in 2010.599.100.346. higher other costs of restoration.91 trillion or dropped 11.5% dari rata-rata Rp714.002 (1. In 2010 the Company earned operating income from sales of coal and briquette totalling Rp7.

Lampung .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 161 Pengangkutan Batubara di Pelabuhan Tarahan.

8 20.5% dibandingkan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp1.Beban angkutan kereta api naik menjadi Rp1. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp446 per ton km tidak termasuk PPN.e. sewa Beban Pokok Penjualan alat berat 7.5% dan pembelian batubara 6.0% dari total keseluruhan beban pokok penjualan.2 30.0 % dan kenaikan tarif angkutan.5% compared to 2009 figure of Rp1.0 30.422. heavy equipment rent 7.2 ‘10 Sewa Alat Pemb. The Company was not in a position to control these tariffs except by holding intensive negotiations with PTKA.24 billion.5% and coal purchase 6.24 miliar. .0% of total cost of sales. .9 5.26 triliun.85 billion. upah dan kesejahteraan karyawan sebesar 12.8% from Rp4. The largest portions of this account are railway services 33.5 6.26 trillion. sebesar 33.85 miliar. i.0%.8 20.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 162 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan pada periode ini tercatat sebesar Rp4. employee salaries. representing an increase of 15.Cost of railway services rose to Rp1. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp325 per ton km tidak termasuk PPN. contributed by two increases.9 6. • Increase of cost of sales mainly occured in the following: .14 March 2010. .5 3.232.8% dari Rp4.2 10.Tariff of railway transport from Tanjung Enim to Tarahan increased from Rp287 to Rp305 per ton km excluding VAT during 1 January . royalti 11. Sedangkan dari Tanjung Enim ke Kertapati naik dari Rp394 menjadi Rp420 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010. and to Rp325 per ton km during 15 March .1 2.6 12. diikuti gaji.31 December 2010. Perseroan tidak bisa melakukan kontrol penuh atas biaya ini.10 trillion in 2009.3%.6 Alat & Suku Cadang Lainnya • Kenaikan beban pokok penjualan terutama terjadi pada: . Income and Average Selling Price of Coal During the period cost of sales was recorded at Rp4. mining fee 18.6 Angkutan KA Jasa Tambang Gaji Upah & Lainnya Royalti ‘09 10. Komposisi terbesar beban pokok penjualan adalah jasa angkutan kereta api. hanya naik sebesar 3.4%. karena dua hal.6 6.3%. increase in transport volume of 3.3%.0% and increase in transport tariff. posting a growth of 3. yakni terjadinya peningkatan volume angkutan sebesar 3.31 December 2010. excluding VAT. meningkat 15.232.3%. 4.1 5.422. wages and welfare 12.0%.. excluding VAT. Batubara BBM dan Pelumas 12.3 3. Tarif angkutan kereta api dari Tanjung Enim ke Tarahan naik dari Rp287 menjadi Rp305 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010.10 triliun pada tahun sebelumnya.4%. kecuali melalui proses negosiasi yang cukup ketat dengan pihak PT KA. jasa penambangan sebesar 18.While from Tanjung Enim to Kertapati increased from Rp394 to Rp420 per ton km for period of 1 January – 14 March 2010 and to Rp446 per ton km during 15 March . royalty 11.7 5.

akibat bertambahnya jumlah peralatan yang disewa akibat peningkatan kegiatan produksi. Disamping kenaikan harga komponen penunjang tersebut.0% to Rp781.3 billion to Rp157.1 billion.45 billion. .5% increase from 2009 amount of Rp410. kendaraan dan peralatan naik menjadi Rp322. .83 miliar. Rata-rata kenaikan BBM sepanjang tahun 2010 adalah sebesar 10. as a consequence of production increase.4 % dan perubahan perhitungan dasar pengenaan tarif royalti sesuai Surat Edaran No 32.Royalty and retribution rose to Rp470.0% menjadi sebesar Rp781. .83 billion.6% from Rp19.34 billion.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 163 . heavy equipment rent and electricity expenses.Fuel and lubricant purchase rose 27. adalah akibat peningkatan produksi. meningkat 14.Beban bahan bakar dan pelumas meningkat 27. or a 14. biaya sewa alat berat dan biaya listrik yang berada di luar kendali-nya. . Impact of Efficiency Program to Cost of Sales In 2010.3 miliar menjadi sebesar Rp157.Land and property tax jumped 156.Coal purchase went up 8.Mining fee decreased 6.E/35/DJB/2009 dari ESDM.62 miliar menjadi sebesar Rp257. seperti harga BBM.0 billion.Beban sewa alat berat.1 miliar. . posting an increase of 22. Pada tahun 2010. Sebagian tarif jasa penambangan ditetapkan dalam mata uang US dollar.5% dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp410.8% from 2009 that stood at Rp262.03 miliar akibat perubahan pola pembelian dari FOB menjadi CIF.34 miliar.9 billion to Rp51. The Company has constructed several development projects and finalized land clearance for those projects.34%.Pajak bumi dan bangunan meningkat cukup tinggi. Perseroan juga • . which were all beyond its control. • Pengaruh program effisiensi terhadap beban pokok penjualan.Beban royalti dan retribusi naik menjadi Rp470. coupled with the strengthening rupiah exchange rate against dollar. biaya angkutan. such as fuel. the Company was challenged by rising prices of auxiliary components of its operating activities.0 miliar. Perseroan telah melakukan pembangunan sejumlah proyek pengembangan dan melakukan proses pembebasan lahan untuk berbagai proyek tersebut.03 billion due to decreased overburden removal by mining contractor.03 billion resulting from altered purchasing term from FOB to CIF. Penyebab kenaikan ini adalah meningkatnya aktifitas penambangan swakelola dan naiknya bahan bakar serta pelumas.4% dari total sebesar Rp123. 156. Part of mining fee was denominated in US dollar. because more equipment were rented as a consequence of production increase. . vehicles and equipment rose to Rp322. Throughout the year fuel price rose with an average of10. Selain itu ada pengaruh penguatan nilia tukar rupiah terhadap US dollar. Hal ini diakibatkan oleh adanya kenaikan produksi batubara sebesar 7.6% dari Rp236.6% dari Rp19. Perseroan menghadapi kecenderungan peningkatan harga berbagai komponen penunjang kegiatan operasional perusahaan.E/35/DJB/2009.03 miliar karena adanya penurunan jumlah volume galian yang dipindahkan oleh kontraktor penambangan. .47 billion. .4% of total Rp123.Beban pembelian batubara meningkat 8. The increase was due to heightened activity in self-managed mines and higher price of fuel and lubricant.6% from Rp236.9 miliar menjadi sebesar Rp51. This was due to 7. .Jasa penambangan turun 6.34%.45 miliar.62 billion to Rp257. .47 miliar.8% dibandingkan dengan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp262.Rent of heavy equipment. . transportation.4% increase in production and a change in royalty calculation to observe SOE Ministry Circular No. 32. meningkat 22.

. including: . As a result of the efficiency drive. (Lihat kembali bagian ”Peningkatan Effisiensi Operasional”). self-managed coal production . Using average production cost per ton at mine mouth. and only increased 27. .6% dan adanya In addition to these increases.64 juta ton.80 triliun dan Rp 1. To maintain profitability. naik 5.79 trillion respectively. Perseroan melaksanakan program effisiensi yang secara umum ditujukan untuk menekan biaya operasional yang berada dalam kendalinya. In 2010. Tahun 2010. Membaiknya permintaan batubara juga meningkatkan persaingan dengan sesama perusahaan tambang yang berakibat harga jual di pasar domestik relatif tertekan.4%. hanya mengalami kenaikan sebesar 27.0 miliar menjadi Rp38.4%. jika dihitung rata-rata biaya produksi per ton di mulut tambang. produksi batubara swakelola naik 5. the Company carried out efficiency drive to cut operating expenses which are within its control (See ”Operational Efficiency Improvement”). . sebagai hasil kampanye penghematan atas pemakaian listirk pada seluruh jajaran. dengan total produksi batubara mencapai 5.34%.64 million tons. the Company was also facing consumers’ inclination towards cheaper lowcalorie coal with the same production cost.Sparepart and material cost dropped 34% from Rp174.8 billion to Rp114. sedangkan rata-rata harga BBM dan pelumas meningkat 10.4 miliar. Beberapa akun dalam pembukuan Perseroan yang menunjukkan pengaruh pelaksanaan program effisiensi yang dijalankan diantaranya mencakup: . Higher demand for coal also intensified competition among mining companies which caused domestic selling price to drop.4 billion as a result of the integrated routine maintenance system. self-managed mine production cost in 2010 dropped 5.Biaya pemakaian BBM dan pelumas berhasil ditekan.Fuel and lubricant cost was managed at a low level.8 miliar menjadi sebesar Rp114.4 miliar.80 tirllion and Rp1. while fuel and lubricant price rose an average 10.63% dari biaya produksi di tahun 2009.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 164 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis harus menghadapi kecenderungan penggunaan batubara kalori rendah yang harga jualnya lebih rendah. Sparepart and material inventory was also managed at reasonable level although self-managed operations also increased. kegiatan penambangan swakelola semakin ditingkatkan. Perseroan mampu menurunkan total biaya produksi batubara per ton mulut tambang untuk produksi dari areal swakelola.34 million tons in 2009. so that sparepart and material requirement may be maintained at optimal level.34 juta ton di tahun 2009. the Company was able to reduce coal production cost per ton at mine mouth in self-managed mines. sebagai hasil penerapan sistem perawatan rutin terintegrasi.Biaya suku cadang dan bahan turun 34% dari Rp174. namun biaya produksinya sama dengan biaya batubara kalori lebih tinggi. biaya produksi batubara swakelola di tahun 2010. Dengan demikian. . Total biaya produksi. termasuk iuran retribusi dari seluruh produksi batubara untuk tahun 2009 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp1. sehingga kebutuhan suku cadang dan bahan dapat ditekan pada tingkat yang optimal. selfmanaged mining operation was stepped up and total production increased to 5.4% from Rp41.4% dari Rp41. Dari pelaksanaan program efisiensi tersebut. up 5. Agar dapat menjaga tingkat profitabilitas operasional. Total production costs including retribution for all production in 2009 and 2010 were Rp1.34%.0 billion to Rp38.4 billion as a result of reduced electricity usage campaign at all levels of the organization.6% from 5. Several accounts in the Company’s books showed the impact of efficiency program.79 triliun.6% dari sejumlah 5.Biaya lsitrik turun 6. turun 5. sekalipun kegiatan operasional swakelola meningkat.Electricity cost declined 6. Persediaan suku cadang dan bahan juga dapat ditekan pada tingkat yang wajar.63% from production cost in 2009.

General and administrative expenses decreased 4. perawatan terencana peralatan produksi utama) turut mambantu menekan konsumsi BBM. selling and marketing expenses.35 triliun. The decrease was attributable to the efficiency program that was carried out consequently by all PTBA personnel. Peningkatan kegiatan swakelola yang lebih effisien membuat Perseroan semakin lebih mengandalkannya dalam memenuhi permintaan batubara dari para pelanggan. scheduled maintenance of main production equipment) also helped reducing fuel consumption.9% to Rp1. .35 trillion from Rp1. Beban Umum dan Administrasi pada tahun 2010 turun sebesar 4. .6% to Rp663.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 165 Biaya suku cadang dan bahan 34% increased 5. 1.30 40. inside dump.1 Penjualan & Pemasaran 2010 .295. penambahan peralatan.5 miliar dari sebesar Rp695. Operating expenses in 2010 increased 3.30 1.3 578. Beban Penjualan dan Pemasaran serta Beban Eksplorasi.0% while total coal production rose 7. pelaksanaan inside dump. Beban Usaha pada tahun 2010 hanya meningkat 3. • Operating Expenses The Company’s operating expenses comprised general and administrative expenses. and exploration expenses. sementara produksi batubara secara total naik 7.30 2009 21.9% menjadi Rp1.0%. Penurunan sub-akun tersebut salah satunya adalah hasil pelaksanaan program effisiensi yang dijalankan dengan konsekuen oleh seluruh jajaran Perseroan. The Company relied more on the efficient self-managed operation in meeting customers’ demand.6% menjadi Rp663.4%. dari Rp1.Biaya jasa penambangan turun sebesar 6.30 trillion in 2009.4 %.3 billion the previous year.5 billion from Rp695.3 miliar di tahun 2009.0 Beban Eksplorasi Umum dan Administrasi 40.Mining fee decreased 6. • Beban Usaha Beban Usaha Perseroan terdiri dari Beban Umum dan Administrasi.30 triliun pada tahun 2009.346. Effisiensi operasional melalui perbaikan sistem kerja (diantarnya: optimalisasi pelaksanaan back filling. Operating efficiency through improved work system (among others optimization of back filling.6% and new equipment were added.8 40.2 695.

karena sebagian biaya dimaksud. ditengah peningkatan aktifitas perusahaan. below production growth of 7. employee salaries.16 billion.7% menjadi Rp301.53 miliar dari nilai sebesar Rp578. • • Profit The Company’s overall performance throughout 2010 was impacted by falling coal prices in domestic market.95 billion in 2010.76 billion a year earlier. in spite of increased activities.76 miliar di tahun sebelumnya. Selling and marketing expenses increased 14% to Rp659. Beberapa biaya yang menunjukkan hal ini adalah misalnya pada biaya listrik.3 billion to Rp22. receivables from rent of Teluk Bayur pier of Rp22. hingga sebesar 152%. dibawah kenaikan produksi batubara Perseroan yang sebesar 7.04 billion in 2009.6% growth in exploration costs from Rp21. The growth was due to a few reasons: The Company earned a bigger interest on fund placement up to Rp244. • The decline in general and administrative expenses was due to lower Community Development expenses because partly was taken from 2009 profit in accordance with GMS resolution.31 miliar. as reflected in pre-tax operating profit decrease of 35. Perseroan berhasil mengendalikan jumlah pengeluaran. penerimaan atas sewa fasilitas dermaga Teluk Bayur sebesar Rp22. Laba Secara umum kinerja Perseroan di sepanjang tahun 2010 terpengaruh oleh turunnya harga jual batubara Perseroan di pasar domestik yang cukup signifikan.7% to Rp301.13 miliar menjadi sebesar Rp22.55 trillion in 2009 to Rp2.4%. fuel & lubricant.55 triliun pada 2009 menjadi Rp2.31 billion.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 166 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis Penurunan beban umum dan administrasi terutama disumbangkan oleh adanya penurunan biaya bantuan untuk Bina Lingkungan.7 billion.6% dari Rp21.7 miliar.30 trillion. Penyebabnya adalah naiknya biaya jasa angkutan kapal. Selain penurunan biaya. Besides cost reduction.04 miliar pada tahun 2009.1% from Rp3. Heavy equipment and vehicle rent contributed the most up to 152% reaching Rp32 billion due to increased production. the Company was able to control expenditures so that certain expenses were reasonably cut down. The Company also recorded a 8. menggunakan bagian laba tahun 2009 sesuai dengan keputusan RUPS. and heavy equipment and vehicle rent. This cost efficiency was reflected in electricity.95 miliar di tahun 2010.06 miliar dari Rp217. Perseroan juga mencatat kenaikan pada biaya eksplorasi sebesar 8. wages and welfare. Sewa kendaraan dan peralatan memberi porsi kenaikan tertinggi.53 billion from Rp578.06 billion from Rp217. Other Income (Expenses) Other income (net) in 2010 grew 38. BBM dan pelumas serta biaya perjalanan dinas yang secara rerata hanya naik sekitar 3-6%.1% dari Rp3. diantaranya: peningkatan pendapatan bunga atas penempatan dana hingga sebesar Rp244. This increase was caused by increase in shipping and freight. Peningkatan tersebut disebabkan oleh beberapa hal. menjadi sebesar Rp32 miliar karena naiknya kegiatan produksi. and gain on resale of the Company’s shares (from buy-back program in 2008) amounting to Rp48.30 triliun.4% Sedang beban penjualan dan pemasaran meningkat sebesar 14% menjadi Rp659. biaya gaji dan upah karyawan serta kenaikan pada sewa kendaraan dan peralatan. Hal ini tercermin dari perolehan laba usaha sebelum pajak yang turun sebesar 35.16 miliar dan keuntungan dari program penjualan kembali saham Perseroan (dari program pembelian kembali saham Perseroan pada tahun 2008) sebesar Rp48. sehingga kenaikan biaya-biaya tertentu berhasil ditahan pada tingkat yang wajar. . • Penghasilan (Beban) Lain-lain Penghasilan lain-lain (net) pada tahun 2010 naik 38. and business trips which rose 3%-6%.

. serta segera beroperasinya BWE system di MTBU. Perseroan berkeyakinan bahwa program efisiensi (cost reduction program) yang telah dicanangkan akan memberikan dampak positif pada kinerja Perseroan di tahun-tahun mendatang. turun 26.4% from Rp2. Keyakinan ini didukung oleh progress pembangunan PLTU 3x10 MW di mulut tambang untuk penggunaan sendiri yang akan segera beroperasi dan akan berakibat pada semakin menurunnya biaya BBM dan listrik. seperti diuraikan diatas. the Company is confident that cost reduction program that is already in place will positively impact future business results. as well as the forthcoming operation of BWE system at MTBU mine.76 triliun pada 2009 menjadi Rp2.0 per saham.76 trillion in 2009 to Rp2. Pada tahun 2010 laba bersih per saham Perseroan tercatat sebesar Rp872.0 per saham. Turunnya laba bersih akhirnya berpengaruh pada turunnya laba bersih per saham. Hal lain yang mengakibatkan turunnya laba Perseroan adalah naiknya komponen biaya transportasi angkutan batubara (kereta api). Operating profit decline resulted in net profit decrease of 26. Net profit drop consequently cut down net earning per share.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 167 Saraswati.184 per share in 2009.. This confidence is backed by the progress of constructing mine mouth 3x10MW TPP for own purpose. . Another factor that caused the net profit to drop was higher railway and sea transportation cost as well as royalty. coal production cost per ton was actually slashed. Kapal pengangkut batubara dengan kapasitas .4% dibandingkan dengan tahun 2009..4% from Rp1.184.. However.00 triliun pada 2010. Penurunan laba usaha ini diikuti dengan turunnya laba bersih Perseroan sebesar 26. As previously described. In 2010 net earning per share of the Company was Rp872.0 per share showing a slump of 26. Perseroan sebetulnya telah berhasil menurunkan biaya produksi per ton batubara. Namun angka penurunan ini belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual batubara Perseroan yang cukup besar.4% dari Rp2. biaya angkutan laut dan royalti.. but it was not enough to compensate falling average selling prices.0 trillion in 2010. which will soon operate and reduce fuel and electricity cost. sebesar Rp1.

amounting to Rp345.800.7% 541.720 4.8% Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi 976.31 billion (See note on fund placement “Cash Position” above).3% Kas dan setara kas akhir Perseroan mencatat arus kas positif pada tahun 2009. berasal dari pendapatan penjualan batubara sebesar Rp8.69 billion (See note “Income”).760.0% 295. dengan penjelasan sebagai berikut.494) 1.283 (581.6% Pembayaran royalti 4.709.235) 244.3% Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan -79. derived from coal sales of Rp8.041. The biggest cash expenditure for operating activities was suppliers and . penerimaan operasional lain sebesar Rp130.344.1% Penerimaan dari Pelanggan 25.2% Pembayaran pajak .924) (799.685 (714) 4.104 22.007. Pengeluaran kas The Company recorded positive cashflow in 2010.28 miliar dan pendapatan bunga Rp244.661.761) (4.791 200.858 (70.104 5.68 miliar.1% Penerimaan bunga -9.024.252.000) (149.235.0% Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN : Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan 31.371.210 2010 2009 PERUBAHAN URAIAN % ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : -4.000) (1.054.086 103.0% Dampak Selisih Kurs 54.308 2.2% Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas -112.371.549) (1.514) (874.373) 2.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 168 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis PERUBAHAN ARUS KAS URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : Penerimaan dari Pelanggan Penerimaan operasional lainnya Pembayaran royalti Pembayaran kepada pemasok dan karyawan Pembayaran pajak Penerimaaan klaim pajak Penerimaan bunga Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN : Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas Dampak Selisih Kurs Kas dan setara kas awal Kas dan setara kas akhir (1.3% 8. other operating income Rp130.709.489.729.8% Kas dan setara kas awal 7.274) 1083.694 130.79 billion.942 3.69 miliar (Lihat catatan “Pendapatan”).4% Penerimaan operasional lainnya 39. sebesar Rp345.2% Pembayaran kepada pemasok dan karyawan -30.408) (23.489. Net cash from operating activities amounted to Rp2.68 billion.28 billion and interest income Rp244.079) (9.371.79 miliar.8% (489.489.494) (17.794 8.108) (1.Penerimaaan klaim pajak 22.223) 1.442 5.871) (91.084 2.606. as explained below.31 miliar (Lihat catatan penempatan dana pada “Posisi Kas” diatas).160) (41.742) (4.932 (416.075 (1.949) 345. Dari kegiatan operasi Perseroan diperoleh arus kas masuk bersih Rp2.841) (109.787) (74.

hal .).8 billion in 2009 Cashflow for investing activities surged 976% to Rp799. (lihat juga “Realisasi Belanja Modal” hal ...11 miliar. Kas yang digunakan untuk kegiatan investasi naik tajam.6% from Rp416. Payment of royalty totalled Rp581...235.. the Company recorded an increase in expenditure as the Company paid out dividend up to Rp228. Perseroan mencatat peningkatan pengeluaran untuk membayar dividen hingga sebesar Rp228. sebesar Rp4. Dari sisi pendanaan. and “Corporate Social . sehingga total dividen yang dibayarkan pada tahun 2010 menjadi Rp1.). making total dividend payout in 2010 of Rp1. The Company did not use borrowed funds in all its investment in 2010. Perseroan tidak menggunakan dana pinjaman dalam seluruh investasinya di tahun 2010.. naik 542% dari angka sebesar Rp17 miliar di tahun 2009.2% from 2009.252.2% from Rp1.).2% dari tahun 2009 dan pembayaran pajak sebesar Rp874.252. constructing 3x10MW TPP in Tanjung Enim.51 billion or up 4.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 169 untuk kegiatan operasional terbesar berasal dari pembayaran kepada pemasok dan karyawan..7 billion.7 miliar. increasing 39.).3 miliar. and increasing capital injection to associated companies. naik 4. hingga 976% menjadi sebesar Rp799. The Company also increased funds for partnership and environmental development activities making a total of Rp109.51miliar. Selanjutnya adalah pembayaran royalti sebesar Rp581.11 billion or increased 542% from Rp 17 billion in 2009.. (See “Dividend Policy” page Responsibility” page ..800.84 miliar.. .2 miliar dari angka sebesar Rp74.. relocating two BWEs and one spreader from TAL to MTBU site. pemindahan 2 unit BWE system dan 1 unit spreader dari lokasi TAL ke MTBU dan penambahan setoran modal pada perusahaan asosiasi.3 miliar pada tahun 2009. Peningkatan kas untuk investasi tersebut dalam rangka realisasi rencana pengembangan usaha. dan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”.4 billion in 2009.23 miliar. naik 39. and tax payment of Rp874. (Lihat juga “Kebijakan Dividen”.8 miliar pada 2009. hal .3 billion in 2009. On the financing side.3 billion.6% dari angka Rp416.800.23 billion which decreased 30... sehingga total biaya PKBL yang dibayarkan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp109.4 miliar ditahun sebelumnya.. employees expenses totalling Rp4. Perseroan juga meningkatkan jumlah dana untuk program PKBL. turun sebesar 30. (see also “Capital Expenditure” pagel . The bigger investment was mainly made to realize business development projects.84 billion.235..2% dari jumlah Rp1. terutama digunakan untuk pembangunan PLTU 3x10 MW di Tanjung Enim.2 billion from Rp74.

It is calculated by dividing current assets with current liabilities.5 33.924) (799. One of the causes of improved turnover was faster settlement of receivables. Kolektibilitas Piutang Tingkat kolektibilitas piutang dihitung dengan membandingkan total piutang terhadap total hasil penjualan. Salah satu penyebab membaiknya tingkat kolektibilitas ini adalah membaiknya termin pembayaran piutang usaha.160) (9.6) (35.0 35.4 23.2 (11.4) 24.6) (24. The following table shows the Company’s receivables turnover.2 42. Dengan perhitungan tersebut tingkat kolektibilitas piutang (AR DOH) Perseroan adalah sebesar 46 hari. dihitung dengan mambagi aset lancar dengan kewajiban lancar. Based on this calculation the Company’s turnover was 46 days in 2010. showing an improvement from 61 days in 2009.7 59. dlm hari 46 61 (149.1 %. In 2010 the Company had a liquidity ratio of 579. Adapun tabel lengkap piutang perseroan adalah sebagai berikut: Turnover Turnover is calculated by comparing total receivables with total sales.787) (74. Liquidity This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term liabilities. .4) (26.3 59.1) (26.0 37.8 30.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 170 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis RASIO – RASIO KEUANGAN RASIO KEUANGAN (dalam %) RASIO PENDAPATAN Pendapatan Usaha Laba Kotor Laba Usaha Laba Bersih Laba Bersih per Saham RENTABILITAS Laba bersih terhadap penjualan (NPM) Laba bersih terhadap jumlah aset (ROA) Laba bersih terhadap jumlah ekuitas (ROE) LIKUIDITAS Aktiva lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas KOLEKTIBILITAS Total piutang thp total penjualan (AR DOH). membaik dari angka 61 hari di tahun 2009.8 40.8 2010 2009 Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo.1%. Tahun 2010 rasio likuiditas Perseroan adalah sebesar 579. proving that it was highly capable of settling its short term liabilities. Hal ini menunjukkan sangat kuatnya kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.274) 25.

Solvency This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term and long term liabilities.6% turun dari angka 47. 31 Desember 2010 Turnover as of 31 December 2010 (in million Rp) KATEGORI Jatuh tempo < 30 Hari Jatuh tempo 30 – 60 Hari Jatuh tempo 60-180 hari Jatuh tempo > 180 hari Jumlah Penyisihan piutang tak tertagih Jumlah Piutang Usaha (bersih) JUMLAH 897. Return This ratio reflects the Company’s ability to generate net profit by using resources it has on hand.261 (37.8%. maintaining its ability to fulfill its obligations.4% dari angka pada 2009 yang sebesar 30. Rasio solvabilitas dihitung dengan membandingkan total aset terhadap total kewajiban.4% ditahun 2009.5%. menunjukkan kemampuan Perseroan yang tetap tinggi dalam memenuhi kewajibannya. Rentabilitas terhadap aset (Return on Asset) juga mengalami penurunan. Leverage yang besar dapat meningkatkan EPS. the Company devises a capitalization . Solvency ratio is calculated by comparing total assets with total liabilities. A high leverage may increase EPS. Return on Asset also decreased from 33. Rentabilitas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 171 Tabel kolektibilitas piutang Perseroan.438 102. but also increase risks. Penurunan laba bersih Perseroan sebesar 26.8% pada 2009.8% in 2009 to 31.218 1.6%.0% dari angka tahun 2009 yang sebesar 33.3% or improved from 352.364 27.0%. Oleh karena itu Perseroan menetapkan kebijakan struktur permodalan yang dapat ditempuh agar dapat memaksimalkan CAPITALIZATION POLICY Capital structure is a balance between shareholders’ equity and borrowed funds consisting of short term and long term borrowing. Struktur modal dengan minimum biaya penggunaan dana (Weighted Average Cost of Capital / WACC) dapat mengakibatkan peningkatan nilai saham perusahaan.4% in 2010 net profit dropped Net Profit Margin to 25. Return on Equity went down from 47. Rentabilitas terhadap ekuitas (Return On Equity) menjadi 31.5% in 2009.4% from 30. Kenaikan kewajiban pada tahun 2010 menyebabkan solvabilitas Perseroan mencapai 382. A decrease of 26. yaitu menjadi 23.4% in 2009.8% in 2009 to 23. Therefore. Capital with minimum cost of funds (Weighted Average Cost of Capital / WACC) may increase the value of shares but does not increase net earning per share (EPS).3% naik dari 352. Increased liabilities in 2010 pushed the Company’s solvency to 382. namun sekaligus meningkatkan risiko.241 7. KEBIJAKAN PERMODALAN Struktur modal merupakan perimbangan antara penggunaan modal sendiri dengan pinjaman / hutang yang terdiri dari hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.083) 997. membuat rentabilitas terhadap penjualan (Net Profit Margin) turun menjadi 25.034.4% di tahun 2010.178 CATEGORY AMOUNT Maturing < 30 days Maturing 30 – 60 days Maturing 60-180 days Maturing > 180 days Total Provision for doubtul accounts Total trade receivables (net) Solvabilitas Menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang yang akan jatuh tempo. tetapi tidak berarti meningkatkan laba bersih persaham (EPS).

Seluruh modal kerja Perseroan ini dapat dipenuhi dari hasil operasional. Net Working Capital The Company’s growing activities that required bigger working capital resulted in an increase of Rp95.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 172 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis nilai perusahaan. corporate value and capital expenditure. Struktur modal ditinjau dengan melakukan evaluasi hubungan antara financial leverage. - • • • • • • Capital structure is reviewed by evaluating the connection of financial leverage. Capital structure is optimized by arranging an optimum combination of borrowing and equity to boost corporate value. .74 billion.50 trillion. Mengoptimalkan rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri yang menghasilkan peningkatan laba per saham. Tahun 2010 modal kerja Perseroan adalah sebesar Rp5. Jumlah investasi rutin yang Routine Investment This is an investment made by the Company in an effort to maintain its production level and operating efficiency which included repair and addition of routine operating facilities. policy to maximize its corporate value. tujuan dan langkah yang dapat ditempuh adalah: • Menetapkan target strukur modal yang optimal. Kombinasi struktur modal ditetapkan setelah melakukan analisa sensitivitas dengan berbagai variasi asumsi inti yang paling mungkin dihadapi oleh Perseroan. • • Taking into consideration the balance between financial risks and rate of return in order to improve corporate value. Capital structure combination is fixed after performing sensitivity analysis with various core assumptions that are most likely to be envisaged by the Company. termasuk antara lain perbaikan dan penambahan fasilitas operasional rutin. Struktur modal senantiasa mempertimbangkan keseimbangan antara risiko keuangan dan tingkat pengembalian dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan. The policy and its implementation are elaborated below: • Setting optimum capital structure target Using bigger borrowing proportion (than equity) if business risk is smaller. The Company is self-sufficient in meeting all of its working capital requirements. By optimizing economic rate of return and return on equity that increases earning per share. Struktur modal dupayakan optimal dengan mengatur kombinasi hutang dan modal sendiri (ekuitas) yang dapat memaksimalkan nilai Perseroan. Modal Kerja Bersih Peningkatan kegiatan Perseroan membuat modal kerja meningkat sebesar Rp95. In 2010 working capital was recorded at Rp5. REALISASI BELANJA MODAL Tunggu data client CAPITAL EXPENDITURE Investasi Rutin Merupakan investasi yang dilaksanakan oleh Perseroan dalam rangka mempertahankan tingkat produksi dan efisiensi operasi.74 miliar. Penggunaan proporsi hutang yang lebih besar (dari ekuitas) dapat dilakukan bila risiko usaha lebih kecil.40 triliun.50 triliun. Taking into account the effect of borrowing composition changes on share price. Kebijakan struktur permodalan Perseroan. naik dari modal kerja di tahun 2009 yang sebesar Rp5. nilai perusahaan dan biaya modal. Dilakukan dengan memperhitungkan penggunaan hutang yang menimbulkan kewajiban keuangan (tingkat bunga) dan mempengaruhi kondisi likuiditas perusahaan. Dilakukan dengan mempertimbangkan pengaruh perubahan komposisi hutang yang berdampak pada harga saham. By considering the use of borrowing that causes financial liabilities (interest rate) and affecting the Company’s liquidity.

any excess power will be distributed to the surronding community.4 miliar.66 billion or increased 567% from realized development investment in 2009 which was posted at Rp83.6% dari investasi rutin pada tahun 2009.53 billion. Tannjung enim production facilities and construction of Tanjung Enim Head Office made up the major part of routine investment. Jumlah investasi pengembangan pada tahun 2010 mencapai Rp553. Maintenance of Tarahan Port infrastructure. Proyek relokasi ini telah persiapkan sejak tahun 2009. seperti diuraikan berikut. Relokasi pabrik briket.53 miliar.0% dari realisasi investasi pengembangan pada tahun 2009. • • Relocating briquette factory Relocation started in 2009 as part of restructuring program of briquette business unit. Investment in . Total dana yang dikeluakan pada tahun 2010 Development Investment Investment for development is made with the purpose of expanding the Company’s business.66 miliar naik 567. This project was 85% finished at the end of the year. In 2010 the Company carried out the following development projects: • • Constructing 3x10MW TPP in Banko Barat (Tanjung Enim) This TPP will be used mainly for own purpose. and at the moment relocation was under way after the BWE units were overhauled.50 miliar. Investment in this project totalled Rp106. sebesar Rp 83.6% from routine investment in 2009 which stood at Rp46. Total dana yang dikeluarkan selama tahun 2010 adalah sebesar 317. sebesar Rp46. Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi unit segmen usaha briket. Proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2011. sisanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Total investment in 2010 was Rp317. Total dana yang dikeluarkan oleh Perseroan untuk proyek ini pada tahun 2010 adalah sebesar Rp106.02 billion. and completion was projected for mid 2011. proses pemindahan saat ini tengah dilaksanakan. Larger amount of investment was due to the realization of several development projects as described below.80 miliar.32 miliar atau naik 21. sarana produksi di Tanjung Enim dan pembangunan prasarana Kantor Pusat di Tanjung Enim mendominasi kebutuhan investasi rutin. At the end of the year the project was 62% completed and projected to be finalized early 2011. Persentase penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 85%. Pemindahan lokasi pabrik briket mulai dilaksanakan sejak tahun 2009.02 miliar. Perawatan sarana pelabuhan Tarahan dan perbaikan sarana produksi di Tanjung Enim dilakukan untuk mendukung target peningkatan produksi dan penjualan pada tahun-tahun mendatang.31 miliar. sehingga akumulasi biaya hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp324. Routine investment made in 2010 totalled Rp56. Setelah proses overhaul unit BWE selesai. Peningkatan investasi terjadi karena adanya realisasi beberapa rencana pengembangan Perseroan. • • • • Relocating 2 BWEs and 1 spreader from TAL to MTBU site. In 2010 development investment totalled Rp553.4 billion. Beberapa kegiatan investasi pengembangan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010 mencakup diantaranya: • • Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Banko Barat (Tanjung Enim). Maintenance of Tarahan Port infrastructure and repair of Tanjung Enim production facilities were conducted to support the target of larger production and sales in the coming years. so that total investment as of 31 December 2010 reached Rp165.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 173 dilakukan pada tahun 2010 mencapai Rp56.80 billion in 2010. Perawatan sarana Pelabuhan Tarahan. Investasi Pengembangan Investasi pengembangan dilakukan dengan tujuan mengembangkan bisnis Perseroan. Preparation started in 2009. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp165. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada pertengahan tahun 2011.32 billion or rose 21. Pembangunan PLTU ini dimaksudkan untuk penggunaan sendiri. Relokasi 2 unit BWE system dan 1 spreader dari area TAL ke MTBU.31 billion. increasing total expenditure as of 31 December 2010 to Rp324. Progress penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 62%.50 billion.

which is currently at the stage of designating exploration site. 2010 was recorded at Rp22.23 billion. PTBA-PTKA. Selain investasi tersebut diatas. Unrealized major investment plans include: • • • Capital payment for the establishment of joint venture company. sesuai rencana semula diantaranya adalah: • Investasi JV dengan PTKA tidak direalisasikan berkaitan dengan keberatan pihak PTKA terkait beban pajak inbreng aset. pada tahun 2010. one of which was CBM usage project.9 billion. Purchase and construction of PTBA head office building worth Rp225 billion.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 174 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis adalah sebesar Rp22. Completion is targetted for early 2011.9 miliar. in 2010 the Company carried out other development projects. . misalkan proyek pemanfaatan kandungan CBM. Investasi gedung untuk kantor PTBA di Jakarta yang masih dalam kajian pihak independen. increasing total investment in this project as of 31 December 2010 to Rp31. Proyek ini ditargetkan selesai pada awal tahun 2011.3 billion.23 miliar. In addition to the above listed investment. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan untuk proyek ini per 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp31. Suasana Tambang Air Laya di malam hari. Perseroan telah melaksanakan beberapa rencana pengembangan lain. amounting to Rp465. yang telah memasuki tahap penentuan lokasi sumur eksplorasi. Beberapa rencana investasi besar yang belum dapat direalisasikan pada tahun 2010.

so it will add a considerable economic value to the Company.. Bahan bakar PLTU ini rencananya menggunakan batubara dari areal produksi yang selama ini tidak dapat dijual. In anticipation of a more favorable economic condition in 2011. Beberapa strategi yang usaha yang telah dipersiapkan diuraikan secara ringkas sebagai berikut: Di bidang operasional. Perseroan akan mengamankan proses pembanguanan PLTU 3x10 MW mulut tambang di Tanjung Enim yang kini memasuki tahaptahap penyelesaian..PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 175 STRATEGI BISNIS 2011 Seperti tergambar pada uraian “Prospek permintaan batubara” (halaman . seperti tergambar pada uraian prospek permintaan batubara domestik. selaras dengan prakiraan kondisi perekonomian yang terus membaik. the Company is finalizing the overhaul and relocation of two BWEs and one spreader to MTBU site. Dalam jangka pendek. At end of 2010 85% of the construction was completed and expected to proceed as planned. This project will improve production efficiency because the power it generates will cover all electricity requirement that has so far been supplied by PLN. Keseluruhan strategi dan program kerja tahun 2011 ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Strategis Perseroan terintegrasi untuk periode 2009-2013 dengan target menuju era PTBA Emas. sales. Mengantisipasi kondisi yang lebih kondusif di tahun 2011 tersebut Perseroan menyiapkan berbagai strategi usaha. the Company has formulated a set of business strateges covering production. Penyelesaian proyek ini akan mampu meningkatkan effisiensi produksi mengingat listrik yang dihasilkannya akan mencukupi seluruh kebutuhan tenaga listrik perusahaan di areal pertambangan yang selama ini disuplai oleh PLN.. the Pacific region demand will be hampered by supply shortages following the massive flood in Queensland. bahkan ditingkatkan. Australia. The Company is finalizing the construction of its own mine mouth 3x10MW TPP in Tanjung Enim that is nearing completion. marjin keuntungan dengan demikian dapat dipertahankan.-. Australia. transportation and business development. Business strategy and work program for 2011 is part of an integrated Corporate Strategic Plan for 2009-2013 leading to PTBA Golden Era. The plant is designed to make use of coal that cannot be sold. This strategy is carried out in response to projected higher demand for low-calorie coal at low selling price. The production efficiency drive is expected to yield higher profit margin.. expected to be completed for operation as planned. On the operations side. sehingga akan mampu memberi tambahan nilai ekonomi yang cukup tinggi bagi Perseroan. The Company can now . Bersamaan dengan penyelesaian pembangunan PLTU tersebut. penjualan. Coinciding with the construction of Tanjung Enim TPP. proses overhaul dan pemindahan dua unit BWE system dan 1 unit sreader ke areal MTBU ditargetkan selesai pada waktunya. sehubungan dengan banjir yang melanda kawasan Queensland. kebutuhan batubara di kawasan Pasifik bahkan akan diwarnai dengan kekurangan pasokan. Strategi ini akan dijalankan dengan seksama. Several established business strategies are described briefly in the following sections. Dengan demikian Perseroan akan BUSINESS STRATEGY IN 2011 As described in ”Coal Prospects” page . as described in our discussion on domestic coal prospects. sebagai respon atas prakiraan semakin banyaknya permintaan batubara dengan kalori lebih rendah dengan harga jual yang juga lebih rendah. the Company seeks to step up production and efficiency to increase income and profit margin. coal demand in domestic as well as Pacific region markets is projected to continue rising in the next few years on the face of ongoing economic recovery.. kebutuhan batubara domestik maupun di kawasan Pasifik.. pengangkutan dan penembangan usaha. diperkirakan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. yang mencakup aspek produksi. Perseroan meyakini proyek ini akan selesai sesuai dengan yang ditargetkan. Melalui program peningkatan effisiensi produksi. Dengan kemajuan pembangunan pada akhir tahun 2010 sudah mencapai 85%. In the short term. Perseroan mentargetkan peningkatan produksi dan melanjutkan program peningkatan effisiensi produksi dengan sasaran meningkatkan pendapatan dan marjin laba.. ).

the Company plans to activate its subsidiary. Improvement was also made to conveyor. inventories can be maintained at optimum level. Perseroan berencana semakin mengintensifkan kegiatan anak perusahaan. train loading station (TLS). recliner. train loading station (TLS). Untuk mendukung peningkatan aktifitas produksi tersebut. Perseroan juga menargetkan peningkatan produksi dari beberapa anak perusahaannya.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 176 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis dapat mengoperasikan seluruh 5 (lima) BWE system yang dimilikinya secara penuh dengan didukung oleh supplai listrik dari PLTU milik sendiri. sehingga peningkatan produksi batubara Perseroan juga dapat diselaraskan. Using this system. To support production increase. the Company works and coordinates with PT KA in improving the railway loading capacity. yang akan membangun jalur kereta api dan pelabuhan khusus baru dari Tanjung Enim ke Lampung dengan kapasitas 20 juta ton per tahun. Selain kerjasama dengan PT KA. Dengan dukungan sistem tersebut. The coaches and locomotives ordered by PTKA under a joint scheme with the Company are expected to arrive on time. sehingga peningkatan angkut KA bisa terjadwal lebih akurat. recliner. Perseroan juga akan melakukan penggantian dan penambahan alat tambang utama sistem konvensional. sekaligus peningkatan aktivitas jual beli batubara oleh BA Prima. rotary car dumper (RCD) and rail loop to enhance coal transporting activity. that will build new railway track and port from Tanjung Enim to Lampung at a capacity of 20 million tons per year. that will enable the Company to monitor production and inventories in every stockpile area. rotary car dumper (RCD) dan rail loop dilakukan untuk mendukung peningkatan aktivitas angkutan batubara. Additionally. Melalui cara tersebut maka peningkatan produksi yang ditargetkan bisa terpenuhi. Perbaikan sarana conveyor. Besides collaborating with PT KA. PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). namun mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan akurat. Dibidang angkutan. Selain itu. PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). the Coal Transportat Agreement (CTA) with PTKA will hopefully be instrumental in harmonizing the higher capacity with the Company’s coal production. After obtaining licenses from the authorities. sehingga peningkatan kapasitas angkut lebih terjamin. Perseroan telah mengantisipasi upaya peningkatan kapasitas angkut dengan perbaikan fasilitas bongkar muat di pelabuhan Tarahan. simultaneously increasing sale and purchase of coal by BA Prima. the Company will replace conventional mining equipment. Perseroan akan segera menerapkan tahap berikutnya dari implementasi Supply Chain Management System (SCMS) dengan dukungan teknologi informasi. stockpile and port. the Company will finalize AMDAL for train. sehingga kapasitas angkut batubara mampu ditingkatkan secara substantial. Menyusul perolehan izin dari berbagai pihak operate all the five BWEs in its possession with electricy generated by its own TPP. Pemesanan gerbong angkut dan loko yang dilakukan PTA melalui skema kerjasama erat dengan Perseroan diharapkan tiba sesuai jadwal. Perseroan akan dapat menjaga tingkat persediaan pada kondisi yang paling ekonomis. The Company has a target of improving production of several subsidiaries. like IPC and BBK. In transportation. while still meeting customers’ orders appropriately. Terkait dengan angkutan ini Perseroan menargetkan dapat dicapainya persetujuan skema Coal Transport Agreement (CTA) dengan PTKA. and applies . the Company will soon implement the next phase of Supply Chain Management System (SCMS) supported by information technology. shovel & truck. with higher-capacity equipment with an expectation to reach production target. shovel and truck. Perseroan akan semakin meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan PTKA. Dermaga Kertapati maupun di stockpile areal penambangan. sehingga Perseroan dapat memonitor pergerakan produksi batubara dan kondisi persediaannya pada setiap areal stockpile. The Company supports the program of increasing loading capacity by improving loading and unloading facilities at Tarahan Port. In this connection. dengan kapasitas lebih besar. seperti IPC dan BBK. Kertapati Pier and in stockpile area.

environmental conservation and work safety. the Company is anticipating to sign an amended Power Purchase Agreement. demikian juga lahan transmisi yang diperlukan. Dalam bidang pengembangan usaha di bidang pembangkitan listrik. Good corporate governance will also be intensified through continuous improvement of work and management systems. Exploration of the well is expected to start soon to be followed by production. Perseroan berupaya meningkatkan kompetensi SDM melalui penyelenggaraan serangkaian training yang terarah. human resource competence will continue to be enhanced through more focused training courses to cover the technical skills and mental spiritual qualities. mengingat Amandepen Kontrak EPC telah lebih dahulu ditanda-tangani. for port development permit. Penanda-tanganan PPA akan menjadi langkah awal bagi realisasi pembangunan PLTU. khususnya kegiatan anak perusahaan PT Bukit Pembangkit Inovative (BPI) berkapasitas 2x100 MW. Untuk mendukung rencana peningkatan kegiatan operasional dan pengembangan usaha tersebut. Designation of railway track will be designated so land clearance can begin to prepare for new railway construction. INFORMASI – INFORMASI MATERIAL PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING Dalam menjalankan usahanya. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) at 2x100MW capacity. Keseluruhan program ini dilakukan demi menjamin tercapainya target operasional yang ditetapkan. For developing power plant business. When signed. sepanjang tahun 2010 Perseroan melakukan berbagai perjanjian-perjanjian penting dengan mitra kerja untuk mengamankan transaksi MATERIAL INFORMATION SIGNIFICANT AGREEMENTS During 2010 the Company entered into several significant agreements with business partners to . Perseroan juga mentargetkan penyelesaian penetapan trekking jalur KA dan dimulainya proses pembebasan lahan bagi pembangunan jalur KA baru ini. To support the production increase and business diversification. kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja. Perseroan mentargetkan penyelesaian AMDAL kereta api dan AMDAL stockpile dan pelabuhan serta perolehan izin pembangunan pelabuhan. Perseroan juga menyiapkan peningkatan program pengembangan komunitas. Selain itu Perseroan mentargetkan peningkatan kualitas tatakelola melalui upaya perbaikan berkesinambungan baik dari sistem kerja maupun sistem manajemen. Perseroan mentargetkan dilakukannya penandatanganan Amandemen PPA. Kegiatan pembuatan sumur bor explorasi ditargetkan mulai dilakukan yang akan langsung diikuti dengan proses peroduksinya. Lahan bagi pembangunan PLTU ini juga telah tersedia. particularly the business of subsidiary. Land required for the TPP and for transmission is also ready. Dalam rangka mengimbangi proyeksi peningkatan kegiatan operasional. The Company continues to honor its commitment to community development. baik dari sisi kemampuan teknis maupun pembinaan mental spiritual. the Company is engaged in the exploitation of Coal Bed Methane (CBM) found in the mining area of Tanjung Enim. The whole program is carried out to achieve the Company’s operating target. this amended agreement will be the start of TPP construction considering the amendment to EPC contract has been signed. Perseroan juga berencana mengintensifkan upaya pengembangan usaha melalui eksploitasi Coal Bed Methane (CBM) yang terkandung di dalam areal penambangan Tanjung Enim. As a business diversification.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 177 yang terkait langsung.

sebanyak 300.860. Besides with PT Indonesia Power. Tanggal 22 September 2010.000 ton untuk periode 1 Oktober 2010 sampai dengan 31 Maret 2011. Volume pengiriman akan disesuaikan setiap periode tertentu dan harga jual ditetapkan untuk setiap periode. Selling price would also be fixed for certain periods of supply. sejak tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 21 Desember 2012. The important clause stipulated shipment volume and selling price to be fixed periodically. effective for one year of supply and negotiated separately based on normal benchmark price. berlaku untuk masa satu tahun pasokan dan ditetapkan berdasarkan perundingan tersendiri dengan mengacu pada harga patokan yang lazim.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 178 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis operasional perusahaan.000 ton mulai 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2013. to supply 264. mengacu pada harga patokan yang lazim. The agreement stipulated that the Company will supply 17. safeguard its operations. Perseroan menandatangani perjanjian pengiriman batubara dengan PLN untuk 15 PLTU di Indonesia. Beberapa perjanjian penting yang dilakukan oleh Perseroan meliputi diantaranya: • Perjanjuan jual-beli batubara. . Perseroan telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU bukit asam untuk memasok batubara sebanyak 9. mengacu pada harga patokan yang lazim. Perjanjian ini ditandatangani tanggal 21 Mei 2004. Klausul perjanjian yang penting adalah volume pengiriman dan harga jual akan ditetapkan pada setiap periode tertentu. Price will be fixed according to prevailing regulations and normal practice. based on normal benchmark price. The agreement was for coal supply to UBPS in volume and quality to be determined once a year. Shipment volume and selling price will be determined periodically.000 tons of coal to Tarahan TPP from 1 April 2007 to 31 December 2031. Harga jual pasokan tersebut juga akan ditinjau setiap periode pasokan tertentu.132.000 ton mulai 1 April 2007 sampai dengan 31 Desember 2031. On 22 September 2010. Penentuan harga akan mengacu pada perturan yang berlaku dan parktek yang lazim. Perjanjian ini akan digantikan oleh perjanjian jual-beli batubara jangka panjang yang akan disepakati kemudian untuk jangka waktu perjanjian 20 tahun sejak April 2011 sampai dengan Maret 2030 dengan pasokan batubara sebanyak 264.000 tons to Bukit Asam TPP from 1 January 2004 until 31 December 2013.700. Perseroan akan memasok batubara untuk PLTU tarahan sebanyak 17.000 tons to 15 TPPs in Indonesia from 1 October 2010 to 31 March 2011.860. Pokok perjanjian menyangkut pemasokan batubara ke UBPS dengan volume dan kualitas yang akan ditetapkan setiap 1 tahun sekali. Isi perjanjian. This agreement will be superseded by long-term coal sales agreement for a 20-year term from April 2011 to March 2030. The Company also renewed coal sales agreement with PT PLN for Tarahan TPP on 9 October 2007. Selain dengan PT Indonesia Power. The ageement was signed 21 May 2004. which are: • Coal sales agreement The agreement was entered into with PT Indonesia Power – Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 on 2 October 2002 regarding a ten-year coal sales from 1 January tahun – 21 December 2012.000 ton. the Company also renewed coal sales agreement with PT PLN to supply 9.700. based on normal benchmark price. the Company signed coal sales agreement with PT PLN to supply 300.000 tons of coal. Perseroan menandatangani perjanjian jual beli batubara dengan PT Indonesia Power-Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 pada tanggal 2 Oktober 2002 mengenai penjualan batubara berjangka waktu 10 tahun. Perseroan juga telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU tarahan pada tanggal 9 Oktober 2007.132.

Additionally. MTBS. Coal volume. Perseroan melakukan perjanjian jasa pengapalan batubara dengan PT Arpeni Pratama Ocean Line (Arpeni) dan PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) dari pelabuhan Tarahan ke Pelabuhan PLTU Suralaya. TAL and other sites within the Company’s mining concession area during 1 April – 31 March 2012. Lampung. Selain ke Tarahan. the Company signed a similar agreement to transport coal to Kertapati Port. Tambang Air Laya dan lokasi lainnya dalam wilayah IUP Proses Produksi Perseroan untuk periode 1 April sampai dengan 31 Maret 2012. Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) di tambang Banko Barat untuk periode 1 Juli 2008 sampai dengan 30 Juni 2013. Perusahaan mengadakan perjanjian pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (“PTKA”). • • The Company signed a coal shipment agreement with PT Arpeni Pratama Ocoean Line (Arpeni) and PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) from Tarahan Port to Suralaya Port.30 June 2013. • • A mining service agreement was signed with PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) for Banko Barat mine during 1 July 2008 . Jumlah volume dan tarif angkutan telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. Palembang. Tarif angkutan untuk masing-masing tujuan pengiriman ditetapkan melalui perundingan dan ditinjau setiap periode waktu tertentu. Jumlah batubara yang diproduksi. sementara tarif jasa penambangan ditetapkan pada setiap periode produksi berdasarkan perundingan dan kesepakatan bersama. Lampung. Transport charges for each destination are negotiated and reviewed periodically. overburden removal volume and distance were determined in each agreement. while mining fee was fixed every period of production by negotiation and mutual agreement. Perseroan juga mengikat perjanjian pengangkutan batubara ke pelabuhan Kertapati.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 179 • Perjanjian jasa pengangkutan batubara. Palembang. The Company also entered into similar agrement with PT Pamapersada Nusantara (Pama) for MTBU. volume tanah yang dipindahkan. The term of the agreement with Arpeni was 1 July 2009 – 30 June 2012. Untuk perjanjian dengan Arpeni masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. masa • Coal delivery agreement The Company entered into coal delivery agreement with PT Kereta Api Indonesia (Persero) (”PTKA”) to transport coal from Tanjung Enim to Tarahan Port. dimana PTKA menyetujui untuk mengangkut batubara Perusahaan dari stasiun pemuatan batubara di Tanjung Enim ke pelabuhan batubara di Tarahan. jarak pemindahan pada masingmasing perjanjian telah ditetapkan. Volume and charges were fixed in . MTBS. Sedang dengan Bahtera. Selain itu Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Pamapersada Nusantara (Pama) di wilayah MTBU.

Selain itu Perseroan juga melakukan perjanjian pengangkutan batubara dengan Bahtera Bestari Shipping (BBS) dari pelabuhan Kertapati. Freight per ton and shipment volume were determined in the agrement. Pengangkutan Batubara di Pelabuhan Tarahan Edipiscing lorem ipsum dolor . • the agreement. Loading and discharging volume and charges were stated in the agreement. Palembang ke pelabuhan PLTU Suralaya. Tarif angkutan per ton dan volume pengiriman telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. • Perseroan juga melakukan perjanjian jasa bongkarmuat batubara dengan Arpeni dari Terminal Muat Batubara PTBA Tarahan ke Anchorage Pelabuhan Muat PTBA Tarahan. dengan kapasitas bongkar-muat dan tarif telah ditetapkan pada perjanjian tersebut. A similar agreement was also entered into with Bahtera Bestari Shipping (BBS) to ship coal from Kertapati Port. A coal loading & discharging agreement was signed with Arpeni from PTBA Loading Terminal Tarahan to PTBA Anchorage Loading Port Tarahan. Palembang to Suralaya Port. The term was from May 2007 to May 2010. With Bahtera. Agreement term was 1 July 2009 – 30 June 2012. Masa berlaku perjanjian terakhir adalah mulai Mei 2007 sampai dengan Mei 2010.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 180 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis berlaku perjanjian adalah mulai 1 September 2005 sampai dengan 31 Desember 2010. the term of the agreement was 1 September 2005 – 31 December 2010. Masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012.

3 as Attachment to Decision of Bapepam-LK Chairman No.B. 24 of 21 April 2010 drawn up before Notary Fathiah Helmi. yang dikeluarkan pada tanggal 25 November 2009. PENJUALAN KEMBALI SAHAM PERSEROAN Kondisi krisis keuangan global dan regional yang berpengaruh terhadap penurunan harga saham PTBA secara ekstrim membuat Perseroan melakukan program pembelian kembali saham Perseroan (Shares Buy Back) yang telah dikeluarkan dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia. AMENDMENT TO ARTICLES OF ASSOCIATION On 21 April 2010 the Company convened General Meeting of Shareholders. terhitung SHARES BUY BACK PROGRAM The global and regional financial crisis causing a sharp drop in PTBA share price prompted the Company to launch a Shares Buy Back program for the Company issued shares listed on PT Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange). Material Transaction is defined by BapepamLK Regulation No.2 dated 25 November 2010 (Kep-413/BL/2010) on ”Material Transactions and Core Business Changes”. The amendment was to limit the Board of Directors’ authority to relinquish or pledge the Company’s assets up to 50% of total net assets in one or more related or individual transactions. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pada tanggal 21 April tahun 2010 Perseroan menyelnggarakan Rapat Umum Pemegang Saham. Details of each agreement are given in Note 27 of the Company’s Audited Consolidated Financial Statements for the year ending 31 December 2010. one of the agenda items being the amendment of several articles in the Articles of Association. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut adalah sebagai respon atas berlakunya ketentuan Bapepam no IX. Perseroan melakukan program pembelian kembali saham secara bertahap dalam waktu 3 (tiga) bulan. IX. CONFLICT OF INTEREST TRANSACTIONS In 2010 there were no transactions involving conflict of interest made by the Company. XI.E. This Program is in accordance with Bapepam-LK Regulation No. Definisi Transaksi Material disini adalah sesuai dengan bunyi aturan pada Ketentuan Bapepam-LK no IX. baik berkaitan maupun tidak.E. Kep. SH.E. Sebagai tindak lanjut keputusan RUPS tersebut. 401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008. TRANSAKSI MATERIAL Pada tahun 2010 tidak ada Transaksi Material yang dilakukan Perseroan. SH.2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. sebagaimana telah ditetapkan pada akta notaris no. The Articles of Association were amended to conform to Bapepam Regulation No. Program ini dilakukan sesuai Peraturan Bapepam-LK No. As a follow up of the GMS resolution. TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN Pada tahun 2010 tidak ada Transaksi Benturan Kepentingan yang dilakukan Perseroan.B. untuk satu transaksi atau lebih. MATERIAL TRANSACTIONS In 2010 there were no material transactions made by the Company. the Company amended the Articles of Association by deed No. IX. Perubahan AD terakhir tersebut hanya dilakukan pada ketentuan batas maksimum kewenangan Direksi untuk melepas atau menjaminkan harta kekayaan Perseroan hingga sebesar 50% jumlah kekayaan bersih Perseroan.E.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 181 Detail dari masing-masing perjanjian tersebut dapat dilihat pada catatan 27 Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Perseroan telah melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan. .2 (Kep-413/PL/2009) on ”Material Transactions and Core Business Changes” dated 25 November 2010. 401/BL/2008 of 9 October 2008. The Company gradually bought back its shares within three months from 13 October 2008 to 13 January 2009. dengan salah satu agenda adalah perubahan beberapa pasal dari anggaran Dasar Perseroan. XI. Kep.24 tanggal 21 April 2010 oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi.2 tanggal 25 Nov 2009 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”.

.933 per share.903 per share. sebesar Rp48. Perseroan sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah. the Company sold back all the repurchased shares during 6 – 20 December 2010 at an average price of Rp21.000 lembar saham dengan harga perolehan rata-rata Rp4. Out of three bids.000.per lembar.882. Penjualan dilakukan pada rentang waktu antara tanggal 6 Desember 2010 sampai dengan 20 Desember.. the Company had bought back 2. pada tanggal 13 Januari 2009.000. Out of five companies reviewed. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi BBK karena ijin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. dengan harga pelaksanaan rata-rata sebesar Rp21. Hingga berakhirnya program tersebut. termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan. untuk menyelesaikan masalah ini.000. to settle the matter. This program was ratified in GMS on 28 May 2009.000 (one trillion Rupiah) to back up the shares buy back policy. Perseroan melakukan penawaran atas 3 perusahaan tambang prospek dengan potensi yang memadai. .000. baik karena jarak angkut yang terlalu jauh.7 billion and reported in the income statement under ”other income” account. Program ini telah dikukuhkan dalam RUPS pada tanggal 28 Mei 2009. there was no new acquisition in 2010. Dari tiga penawaran. the Indonesian Police closed the operations of BBK pending the issuance of licence to use forest area where BBK had its mine. ACQUISITION The Company conducted due diligence on a number of mines to be acquired. The Company made a fund allocation of maximum Rp 1. sementara 2 lainnya tidak dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat potensi minimal yang diterapkan.per lembar saham. one was not carried through for failure to agree on business scheme and value.(Satu Triliun Rupiah) untuk mendukung kebijakan shares buy back tersebut. When the program ended on 13 January 2009.000. Sehingga dengan demikian tidak ada realisasi akuisisi baru di tahun 2010. AKUISISI Perseroan telah melakukan proses Due diligence atas sejumlah tambang yang akan diakuisisi.933. Capital gain was booked at Rp48. In the year under review.. Pada tahun pelaporan ini. Perseroan telah menjual kembali seluruh saham hasil program pembelian kembali tersebut diatas.882. the Department of Energy & Mineral Resources and the Department of Forestry. Perseroan mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya Rp 1. Perseroan merealisasi shares buy back sejumlah 2. the Company made bids for three mining companies with adequate potentials. The Company is currently negotiating with several government institutions. Therefore. pada akun ”pendapatan lain-lain”. satu diantaranta tidak berlanjut karena tidak dicapai kesepakatan skema bisnis maupun nilai.000.903. Capital gain dari selisih dari program penjualan kembali saham Perseroan tersebut. PENDIRIAN ANAK PERUSAHAAAN Tidak Ada Pendirian anak Perusahaan baru di tahun 2010.7 miliar telah dilaporkan pada laporan rugi-laba. Two bids are still being evaluated by prospective parties.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 182 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis sejak 13 Oktober 2008 sampai dengan 13 Januari 2009.000. while the other two were dropped as they failed to meet the minimum requirements. whether for reason of long transporting distance. kualitas batubara yang tidak memadai maupun masalah legal. CLOSURE OF SUBSIDIARY’S OPERATIONS In February 2010.000 shares at an average price of Rp4. ESTABLISHMENT OF SUBSIDIARIES No subsidiary company was set up in 2010. Dari total 5 perusahaan yang diteliti. PENGHENTIAN KEGIATAN OPERASIONAL ANAK PERUSAHAAAN Pada bulan Pebruari 2010. coal quality or legal problems. Dua penawaran masih dalam tahap evaluasi dari pihak prospek.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 183 Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan. BBK’s total production in 2009 was recorded at 783 thousand tons or 6. • Penjualan batubara ke pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak-kontrak penjualan. penjualan. sales.5 million tons in the same year. Adapun transaksi dengan pihak afiliasi yang dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2010 adalah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut. bahan bakar. fuel.8% of the Company’s total production of 11. BBK had only produced 76. Jumlah produksi BBK pada periode operasi 2009 adalah sebesar 783 ribu ton atau 6. Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1. In 2010 up to the time of its business closure. sampai saat penghentian kegiatan operasinya.4% of the Company’s total assets of Rp8. Perseroan memiliki kebijakan sebagai berikut. Pengapalan dan pengangkutan batubara oleh pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak pengangkutan yang disepakati bersama berdasarkan hasil negosiasi dengan memperhatikan unsur-unsur biaya yang ada ditambah dengan marjin tertentu.971 ton. pembelian bahan peledak. In making transactions with related parties. Total assets stood at Rp 118 billion or 1. pembayaran premi asuransi serta pengelolaan dana pensiun. BBK baru berproduksi sebesar 76. The Company expects BBK operations will resume in the near future and that this suspension will not significantly affect the Company’s operations.4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8. sebesar 11. Pada tahun 2010. the Company adopts the following policy: • Sales of coal to related parties is based on sales contract which generally uses equivalent international index as a reference and adjusted to coal specification and shipping location. purchase of explosives.8% dari jumlah produksi Perseroan tahun 2009. payment of insurance premium and management of retirement fund. yang pada umumnya menggunakan indeks internasional yang setara sebagai perbandingan dan disesuaikan dengan spesifikasi dari batubara dan lokasi pengiriman. transaksi yang dilakukan Perseroan dengan sesama BUMN dapat dikategorikan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena berada di bawah entitas pengendali yang sama.7 billion as of 31 December 2010.971 tons of coal. Penempatan dana dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perjanjian yang saling menguntungkan dan memberikan benefit optimal pada Perseroan. Such transactions include placement of funds.722. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKI HUBUNGAN ISTIMEWA Sebagai BUMN dengan mayoritas saham dimiliki Pemerintah. Transaksi-transaksi tersebut meliputi penempatan dana. Related party transactions in 2010 are listed below: . pengangkutan dan pengapalan batubara. Dalam melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa tersebut. • • Placement of funds is based on requirements and under mutually beneficial agreement to provide optimum benefit for the Company.722.5 juta ton. • • Shipment and transportation of coal by related parties are governed by mutually agreeed transportation contract taking into account cost items plus certain margin. RELATED PARTY TRANSACTIONS As a state-owned enterprise (SOE) with majority shareholding owned by the State. transactions made by the Company with other SOEs may be classified as transactions with related parties being under the same controlling entity.7 miliar pada tanggal 31 Desember 2010. transport and shipment of coal.

22 Tentang Wilayah Pertambangan. on Mineral and Coal. 22 concerning Mining Zone. Pada tanggal 1 Februari 2010 Pemerintah menerbitkan PP 22 mengenai Wilayah Pertambangan. in conjunction with Law No 4/2009. KEJADIAN LUAR BIASA DAN INFORMASI MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN PERUBAHAN PERATURAN DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Perubahan Peraturan • Peraturan Pemerintah No.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 184 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis NAMA PIHAK PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Kaltim PT Bank Pembangunan Sumsel dan Babel PT Kereta Api Indonesia (Persero) PT Indonesia Power PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Semen Padang (Perseroa) PT Semen Andalas (Persero) PT Semen Baturaja (Persero) PT Timah (Persero) Tbk PT Bahtera Adhiguna (Persero) PT Antam (Persero). Tbk PT Pindad (Persero) PT Pertamina (Persero) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) SIFAT HUBUNGAN Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali Perusahaan di bawah entitas sepengendali TRANSAKSI Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Penempatan dana Pengangkutan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara dan pemakaian listrik Penjualan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara Penjualan batubara Pengapalan batubara Pembelian Emas Pembelian bahan peledak Pembelian bahan bakar Premi asuransi Dana Pensiun REKLASIFIKASI AKUN Perseroan telah melakukan reklasifikasi beberapa akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS The Company has reclassified several accounts in its consolidated financial statement for the year ending 31 Decmeber 2009 to conform to the presentation of consolidated financial statement for the year ending 31 December 2010. merupakan POST-BALANCE SHEET EVENTS and MATERIAL INFORMATION CHANGES IN REGULATIONS AND ACCOUNTING POLICIES Changes In Regulations • Government Regulation No 22 on Mining Zone On 1 February 2010 the Government issued Regulation No. This Regulation .

Peraturan ini berisi aturan mengenai jenis-jenis tambang mineral dan batubara. conversion from Mining Concession (MC) to MBL and other relevant provisions. • Peraturan Pemerintah No 23 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. mining industry is still waiting for the Minister to issue further instructions on this matter. 34/2009 In December 2009.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 185 aturan lanjutan atas terbitnya UU no 4. including Tanjung Air Laya. Tanjung Enim. validity of MBL. MTBU. penetapan Izin Usaha Penambangan (IUP). Sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. Ministerial Decree No. Tanjung Enim. • • stipulates mining zone. • Keputusan Menteri No. 23. exploration rules. To respond to the laws and regulations. . legal holder of MBL. merupakan aturan lanjutan atas terbitnya UU no 4. Pada tanggal 1 Februari 2010 Pemerintah menerbitkan PP 23. industri pertambangan masih menunggu pedoman kebijakan dan instruksi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (“ESDM”) mengeluarkan Peraturan Menteri No. which are also regulated by EMR Minister. tahun 2009 tentang Minerba. Peraturan ini berisi uraian wilayah pertambangan. 34/2009 Pada bulan Desember 2009. Perseroan telah menyampaikan permohonan ubahsuai Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP). South Sumatera. Government Regulation No 23 on Mineral and Coal Mining Business On 1 February 2010 the Government issued Regulation No. MTBU. Domestic prices will be based on international index benchmark prices. 34/2009 requiring mining companies to sell part of its production to domestic consumers (Domestic Market Obligation or DMO). Pelanggan domestik dan harga yang akan digunakan untuk porsi penjualan DMO akan mengikuti harga indeks internasional sebagai tolak ukur. the Minister of Energy and Mineral Resources (EMR) issued Regulation No. mapping of potential mines and other relevant regulations. masa berlaku IUP. Menindak lanjuti keluarnya Undang-undang dan Peraturan terkait tersebut. 1604/K/30/MEM/2010. 34/2009 yang mewajibkan perusahaan pertambangan untuk menjual sebagian hasil produksinya kepada pelanggan domestik (“Domestic Market Obligation” atau “DMO”).75%. As of this report date. badan hukum pemegang IUP.75%. areal IPC di Kalimantan dan sebagainya yang dimilikinya selama ini. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. yang juga ditentukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pada tahun pelaporan ini. 1604/K/30/MEM/2010 stipulates that minimum portion for DMO is 24. IPC in Kalimantan and other sites. UP Ombilin. the Company submitted application for conversing MC to MBL. In the year under review the Company obtained the conversion to Production MBL for all concession areas. mining business licence (MBL). EMR Minister Decree No. penetapan peta potensi tambang dan peraturan terkait lainnya. ketentuan eksplorasi. This Regulation stipulates the type of mineral and coal mines. in conjunction with Law No 4/2009 concerning Mineral and Coal. tentang Minerba. Perseroan telah mendapatkan izin ubahsuai Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Proses Produksi pada seluruh areal konsesi meliputi diantaraya areal Tanjung Air Laya. peralihan bentuk KP menjadi IUP dan peraturan terkait lainnya. Sumatera Selatan. Ombilin. persentase batas minimal DMO adalah 24.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan Peraturan Menteri No. Pemegang IUP-Eksplorasi. bank guarantee. bank garansi. Penempatan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang tidak menghilangkan kewajiban pemegang IUP dari ketentuan untuk melaksanakan aktivitas reklamasi dan pasca tambang. • Keputusan Menteri No. Holders of Production MBL should (1) make five-year reclamation plan. (2) rencana pasca tambang. harus memuat rencana eksplorasi didalam rencana kerja dan anggaran biaya ekplorasinya dan menyediakan jaminan reklamasi berupa deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah Pemegang IUP-Operasi Produksi. the Company had submitted reclamation bond in the form of accounting reserves (see Note 16) and would place deposits for mining closure. 18/2008 yang dikeluarkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral pada tanggal 29 Mei 2008. 17/2010 was issued explaining the mechanism of determining Indonesian Minerals and Coal Benchmark . At the time of reporting. either joint account or state-bank time deposits. Under this regulation the Company sent mining closure plan to South Sumatera Governor and expected to have it approved in 2010 and would place time deposits in 2013. ketentuannya antara lain. This regulation affirms the EMR Ministerial Regulation No.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 186 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Keputusan Pemerintah No PP 78 / 2010 Pada tanggal 20 Desember 2010. accounting reserve (if allowed). dan (4) menyediakan jaminan pasca tambang berupa deposito berjangka yang ditempatkan di bank pemerintah. ketentuannya antara lain. and (4) provide post-mining bond in the form of state-bank time deposits. (3) provide reclamation bond. Berdasarkan peraturan ini Perseroan telah mengirimkan rencana penutupan tambangnya ke Gubernur Sumatera Selatan dan diharapkan untuk disetujui pada tahun 2010 dan penempatan deposito baru akan dilakukan pada tahun 2013. i. 18/2008 dated 29 May 2008. • Government Regulation No. 78”) yang mengatur aktivitas reklamasi dan pascatambang untuk pemegang IUPEksplorasi dan IUP-Operasi Produksi. 78/2010 (“PP No. the Indonesian Government issued implementation regulations in relation to Mineral Law No. Government Regulation No. 17/2010 On 23 September 2010 EMR Ministerial Regulation No. Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan implementasi atas UndangUndang Mineral No. PP 78/2010 On 20 December 2010. 4/2009. (3) menyediakan jaminan reklamasi yang dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah. 78/2010 (“PP No. and provide reclamation bond in the form of state-bank time deposits. Perseroan telah menempatkan jaminan reklamasi tambang dalam bentuk cadangan akuntansi (lihat Catatan 16) dan akan melakukan penempatan deposito untuk penyisihan penutupan tambang. yaitu Peraturan Pemerintah No. atau cadangan akuntansi (bila diijinkan). 78”) that regulates reclamation and post-mining activities for holders of Exploration MBL and Production MBL. (2) post-mining plan. Holders of Exploration MBL should include exploration plan in their exploration work program and budget. 4/2009. Placement of reclamation bond and post-mining bond do not waive the obligation of MBL holders to execute reclamation and post-mining plan. 17/2010 yang menjelaskan mekanisme untuk • Ministerial Decree No. three years after mining closure plan is approved by South Sumatera Governor and Muara Enim Regent.e. harus menyiapkan (1) rencana reklamasi lima tahunan. Peraturan ini mengukuhkan keberlakuan Peraturan Menteri No. tiga tahun setelah dokumen rencana penutupan tambang disetujui oleh Gubernur Sumatera Selatan dan Bupati Muara Enim. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini.17 / 2010 Pada tanggal 23 September 2010.

IMCBP selling price vs actual selling price. Coal and Geothermal. 4/2009. Peraturan Menteri No. • Use surveyors appointed by Directorate General of Mineral. • Certain expense as adjustment to IMCBP (if FOB selling point is not mother ship). to assess state revenues (example: royalty or exploitation retribution).menggunakan surveyor yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Mineral. .mengutamakan penggunaan perusahaan asuransi nasional dimana syarat adopsi CIF digunakan. Untuk kontrak penjualan jangka panjang. 17/2010 mengatur antara lain: . sebagai salah satu peraturan pelaksana UU No. The Regulation also requires mining companies to: • Use boat/ship carrying Indonesian flag to transport mineral/coal.e.penerimaan beban tertentu sebagai penyesuaian untuk IMCBP (jika titik penjualan FOB yang sebenarnya bukan kapal induk).penggunaan harga rata-rata mineral/batubara dari indeks pasar internasional dan penggunaan free-onboard (“FOB”). 17/2010 allows a transitional period until 22 March 2011 to amend spot contract and 22 September 2011 for long term sales contract. For long term contracts.menggunakan kapal/perahu berbendera Indonesia untuk mengangkut mineral/batubara. Ministerial Regulation No.penggunaan pendekatan harga dasar (yaitu harga jual IMCBP vs harga jual aktual.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 187 menentukan Indonesian Minerals and Coal Benchmark Price (“IMCBP”). selling prices will be adjusted every year to IMCBP of the corresponding year. 17/2010 regulates among others: • Mineral/coal average price based on international market index. untuk perhitungan Penerimaan Negara (contoh: royalti atau biaya eksploitasi). seperti yang dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri No. Perusahaan juga telah menyesuaikan harga penjualan yang digunakan untuk menghitung royalti berdasarkan kalori dari masing-masing penjualan. mana yang lebih tinggi. harga yang ditetapkan akan disesuaikan setiap tahunnya berdasarkan harga IMCBP tahun tersebut. • Basic price approach i.dan . 17/2010. . Royalti dan iuran eksploitasi akan dihitung berdasarkan harga jual aktual tertinggi dan IMCBP. as one of the implementation guidelines of Law No. The management is confident that all short term coal sales contracts made by the Company has used IMCBPbased selling prices. Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh kontrak penjualan batubara jangka pendek yang dilakukan oleh Perseroan telah menggunakan harga jual yang sesuai dengan IMCBP. Price (IMCBP). The Ministerial Decree No. Peraturan Menteri No. Peraturan ini juga mengharuskan perusahaan pertambangan untuk: . • Give priority to national insurance companies using CIF term. dan . Dalam melakukan perhitungan royalti. free-on-board (FOB) term. This Regulation took effect on 23 September 2010. Royalty and exploitation retribution will be assessed according to the highest actual selling price and IMCBP as further explained in Ministerial Regulation No. 17/2010. 4/2009. Batubara dan Panas Bumi. Peraturan ini berlaku efektif pada tanggal 23 September 2010. kapal induk sebagai titik penjualan untuk menentukan IMCBP. whichever is higher. and mother ship as selling point to determine IMCBP. Royalty is assessed based on the selling prices according to the calorie content of each sale. 17/2010 memberikan masa transisi untuk merubah kontrak spot penjualan sampai dengan 22 Maret 2011 dan kontrak penjualan jangka panjang sampai dengan 22 September 2011. .

Jika nilai transaksi tersebut lebih dari 50% ekuitas.2 (Kep-413/BL/2009) regarding ”Material Transactions and Core Business Changes”. PSAK 12 (Revisi 2009) . maka wajib didahului dengan pelaksanaan RUPS / RUPSLB. In addition to definition and reporting procedure of material transactions. PSAK 5 (Revisi 2009) . PSAK 2 (Revisi 2009) .Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 3 (Revisi 2010) . The Regulation defines material transactions as certain transactions involving the same parties for the same purpose made consecutively over a certain period of time. • • • • • • • • PSAK 1 (Revised 2009) – Financial Statement Presentation PSAK 2 (Revised 2009) – Report on Cash Flows PSAK 3(Revised 2009) – Interim Financial Statement PSAK 4 (Revised 2009) – Consolidated Financial Statement and Stand-Alone Financial Statement PSAK 5 (Revised 2009) – Operations Segment PSAK 7 (Revised 2009) – Disclosure of Related Parties PSAK 8 (Revised 2010) – Subsequent Events PSAK 12 (Revised 2009) – Financial Report on . PSAK 4 (Revisi 2009) . Peraturan ini menegaskan batasan transaksi material yang diantaranya menjelaskan bahwa transaksi tertentu yang melibatkan pihak yang sama.Laporan Keuangan Interim.PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 188 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Management Discussion and Analysis • Ketentuan Bapepam-LK tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama Pada tanggal 25 November 2009 Bapepam LK mengeluarkan Peraturan no IX.Peristiwa Setelah Tanggal Neraca.Pengungkapan Pihak-Pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa. PSAK 7 (Revisi 2009) . Perseroan telah melakukan Perubahan Anggaran Dasar sehubungan dengan ketentuan ini. • • • • • • • • PSAK 1 (Revisi 2009) .Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan beberapa standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perseroan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011.Pelaporan Keuangan Mengenai CHANGES IN ACCOUNTING POLICY The Indonesian Institute of Public Accountants (IAI) has issued the following few revised accounting standards (PSAK) that may affect financial reporting for the period starting on or after 1 January 2011. Transaksi ini wajib dilaporkan dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak terjadiinya transaksi. Articles of Association were amended to conform to this Regulation in GMS that was convened on 21 April 2010. The value of material transactions is limited to 20% of equity or more. • Bapepam-LK Regulation regarding Material Transactions and Core Business Changes On 25 November 2009 Bapepam-LK issused Regulation No IX. this Regulation also stipulates what public companies should report in case of core business changes.E. These transactions must be reported within six months from the transaction date.Laporan Arus Kas. Peraturan ini juga menjelaskan hal-hal yang wajib dilaporkan Perusahaan publik jika melakukan perubahan atas kegiatan usaha utama. dianggap sebagai satu transaksi yang harus diakumulasikan. dilaksanakan untuk maksud sama namun dilakukan secara berurutan pada satu periode waktu tertentu. Selain mengenai definisi dan pelaporan Transaksi Material.E. Batasan Transaksi material yang ditetapkan diantaranya nilai transaksi adalah sebesar 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan. Any transaction that is worth more than 50% of equity needs the approval of GMS or EGMS. PSAK 8 (Revisi 2010) .Segmen Operasi.2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”. melalui RUPS yang diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010.

Changes in Accounting Estimates and Errors PSAK 48 (Revised 2009) – Decline in Asset Value PSAK 57 (Revised 2009) – Estimated Liabilities.Kebijakan Akuntansi. Contingent Liabilities and Contingent Assets IAI has also issued another revised accounting standards (PSAK) that may affect financial reporting for the period starting on or after 1 January 2012: • PSAK 10 (Revised 2009) – Effect of Exchange Rate Fluctuations Perseroan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan.Efek dari Perubahan Kurs Mata Uang Asing. • • • • • • • Participation in Operations and Assets under Common Control PSAK 15 (Revised 2009) – Investment in Associates PSAK 19 (Revised 2010) – Intangible Assets PSAK 22 (Revised 2010) – Business Merger PSAK 23 (Revised 2010) – Income PSAK 25 (Revised 2009) – Accounting Policies. • PSAK 57 (Revisi 2009) .Aset Tidak Berwujud.Pendapatan. • PSAK 22 (Revisi 2010) . • PSAK 15 (Revisi 2009) . The Company is still studying the possible effects of these accounting standards on its financial statements. Kewajiban Kontinjensi dan Aset Kontinjensi. SUBSEQUENT EVENTS There were no significant events subsequent to the audited consolidated financial statements date.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 189 Bagian Partisipasi Dalam Pengendalian Bersama Operasi dan Aset.Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi. Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan. • PSAK 48 (Revisi 2009) . • PSAK 23 (Revisi 2010) .Kewajiban Diestimasi. IAI juga telah menerbitkan standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perusahaan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: • PSAK 10 (Revisi 2009) . KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA Tidak ada kejadian material setelah berakhirnya periode laporan yang tercatat pada Laporan Audit Konsolidasian Perseroan. • PSAK 19 (Revisi 2010) . .Penurunan Nilai Aset.Penggabungan Usaha. • PSAK 25 (Revisi 2009) .

190 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 191 Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report Komitmen menerapkan praktek tata kelola perusahaan terbaik berimbang dan bersamaan dengan peningkatan integritas karyawan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan Committed to implementing balanced good corporate governance best practice and upholding employee integrity for a sustainable corporate growth .

responsibility. 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek GCG pada BUMN. Perseroan mulai melakukan implementasi butir-butir yang terkandung dalam panduan tersebut. . • • • • • • • To attain that goal. Enhancing the Company’s good image. accountability. employees. pelanggan. • Treating stakeholders more responsibly. The goal of implementing GCG throughout the Company is to allow: • Directing and managing the relationship among shareholders. • Managing risk more responsibly. independency and fairness. Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perseroan. Board of Commissioners. TUJUAN PENERAPAN Menindak lanjuti penyelesaian. penerbitan dan penerapan Panduan Implementasi Good Corporate Governance (GCG) yang berisi mekanisme kerja antar Organ Perusahaan. • • • Preventing irregularity in the management of the Company. accountability. Pembangunan integritas yang tinggi melalui nilai-nilai budaya tersebut diyakini akan semakin memberikan hasil maksimal pada mutu penerapan GCG. • Managing human resource discreetly. but also at demonstrating the Company’s belief in the advantage of practising GCG principles. Perseroan senantiasa berusaha menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. mitra kerja. melainkan dalam rangka melaksanakan keyakinan Perseroan akan manfaat positif dari penerapan praktek GCG. corresponding to the promotion of corporate values and culture which are reflected in the corporate code of ethics and culture. Direksi. Promoting work ethos. Such is aimed not only at complying with the State Minister for State-Owned Enterprises (SOE) Decree No. Memperbaiki budaya kerja Perseroan. Board of Directors. each level of operations will continue to consistently implement GCG practice in the best possible manner. Mendorong dan mendukung pengembangan Perseroan. Dewan Komisaris. karyawan. community and environment. Untuk mencapai tujuan tersebut. Kebijakan Pokok Perseroan (GCG Code) dan Kebijakankebijakan lain terkait GCG. partners. Tujuan Penerapan GCG di Perseroan adalah : • Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Pemegang Saham. independency dan fairness. Mengelola risiko secara lebih baik. mencakup azas transparency. • Promoting and supporting the Company’s growth. 117/M-MBU/2002 concerning Implementation of GCG Practices in SOEs.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 192 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA IMPLEMENTATION OF CORPORATE GOVERNANCE OBJECTIVE Following the establishment and enforcement of Good Corporate Governance (GCG) implementation guide on working mechanism among corporate organs (GCG Code) and other GCG policies. Mengelola sumber daya secara lebih amanah. the Company consistently implements good corporate governance (GCG) principles which include transparency. setiap level operasional kini dan kedepan bertekad menjalankan GCG secara konsisten dan sebaik mungkin. Hal tersebut dilaksanakan bukan hanya untuk menindak lanjuti Keputusan Menteri Negara BUMN RI No. High integrity influenced by such cultural values is believed to maximize the implementation of GCG. secara seimbang dengan pembangunan nilai-nilai dan budaya perusahaan yang tertuang dalam rumusan kode etik serta budaya perusahaan. Meningkatkan pertanggungjawaban kepada stakeholders. customers. Berdasarkan buku panduan yang ditujukan sebagai pedoman. Meningkatkan citra Perseroan (image) menjadi semakin baik. responsibility. serta masyarakat dan lingkungan. the Company has implemented every point in the GCG Code. Based on the Code.

improved operating efficiency and stakeholders’ return and corporate value.27 to 84. stakeholders’ satisfaction will be guaranteed by maximizing financial achievement and minimizing investment risk. • The Best Role of Stakeholder in ”IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” program jointly organized by IICD and Investor Magazine. Komitmen. consistency and success in implementing good corporate governance practice have earned the Company several awards and commendations from independent institutions in varied perspectives. nilai skor meningkat dari 82.11 di tahun 2010. mencakup : • Predikat Terpercaya berdasarkan Corporate Governance Perception Index yang diselenggarakan oleh IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) bekerja sama dengan majalah SWA dalam Acara “IICG . which are: • The Most Trusted based on Corporate Governance Perception Index conducted by IICG (Indonesian Institute for Corporate Governance) in collaboration with SWA Magazine presented in “IICG – GCG Award” program in Jakarta with an improved score from 82. sehingga membuat kepercayaan investor meningkat. preventing conflict of interest and boosting investors’ trust. Selain itu. meningkatkan efisiensi operasional.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 193 Lorem ipsum Edipiscing lorem ipsum dolor Mutu penerapan GCG yang baik dan konsisten akan mendukung peningkatan kinerja Perseroan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik. . konsistensi serta keberhasilan Perseroan dalam menerapkan tata kelola yang baik telah membuahkan berbagai bentuk penghargaan dari lembaga independen dari berbagai perspektif. Good and consistent implementation of GCG will support the Company’s operations as it allows better decision making. • The Company’s commitment. meningkatkan pelayanan kepada stakeholders yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan corporate value. The Best Role of Stakeholder dalam acara “IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” kerja sama IICD dengan Majalah Investor.11 in 2010. stakeholder satisfaction juga akan meningkat karena terjadinya perbaikan kinerja keuangan serta berkurangnya keputusan investasi yang mengandung benturan kepentingan.GCG Award” di Jakarta.27 menjadi 84. Likewise.

Direksi Board of Directors D.00 6. juga disampaikan beberapa rekomendasi serupa. Purwoko & Associates. Selain itu. Beberapa rekomendasi yang disampaikan diantaranya: • Melakukan revisi dan penyesuaian terhadap muatan GCG Code dan Board Manual mengacu pada perubahan Based on the assessment result. ASESMEN PRAKTEK GCG Perseroan terakhir kali melakukan assessment Praktek GCG pada tahun 2008.00 27.92 25. following the Company’s participation in various events launched by external assessor. Komisaris Board of Commissioners B.02 96.75 I II III 9. dilaksanakan oleh assesor independent Sodiq. Perseroan mendapatkan total skor 89.75.75 CAPAIAN B/A X 100 83. PURWOKO & ASSOCIATES.00 89.00 BAIK GOOD Dari hasil assesment tersebut.00 3.00 6.00 8.33 5. ASSESMENT OF GCG PRACTICE An assessment of GCG practice by the Company in 2008 was made by an independent assessor. Findings showed that the Company obtained a total score of 89.66 2. Komite Komisaris Board of Commissioners Committees C. Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary IV V Pengungkapan Informasi Disclosure Komitmen Commitment Skor Keseluruhan Total Score Peringkat Kualitas Penerapan GCG Quality Rating of GCG Implementation BOBOT WEIGHT A SKOR SCORE B 7.00 89.75 and termed Good Implementation of GCG.00 7. Adapun tabel skor hasil asesmen adalah sebagai berikut. Some of the recommended measures are: • Revise GCG Code and Board Manual to conform to amended laws (Corporate Law No.90 3. In addition. Assesor merekomendasikan berbagai perbaikan aturan dan peningkatan kualitas pelaksanaan praktek GCG yang sebaiknya dilakukan oleh Perseroan.80 24.79 80.27 75. dengan kesimpulan kualitas penerapan GCG Baik.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 194 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance • 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation kerjasama IICD dengan Business Review dalam acara “Business Review Award” di Singapura • 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation presented by IICD in collaboration with Business Review Magazine during ”Business Review Award” in Singapore.43 8. a few similar recommendations were also made.03 61. 40 year 2007). The score of the assessment is shown below: ASPEK ASPECT Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham/RUPS Shareholders’ right and responsibility /GMS Kebijakan GCG GCG policy Penerapan GCG GCG implementation A.64 90. Satuan Pengawasan Intern Internal Audit Unit E. .00 27. the assessor recommended a series of actions to be taken by the Company to improve the rules of implementing GCG.00 91. SODIQ. Menurut hasil asesmen tersebut.00 10.00 66. dari partisipasi Perseroan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh assesor eksternal.11 98.67 95. seperti dalam rangka penyelenggaraan IICGGCG Award yang diselenggarakan pada tahun 2010.00 3.00 100. such as IICG-GCG Award program in 2010.31 93.58 100.49 6.

996 employees out of 3. Considering the Company’s needs for better GCG implementation and fulfilment of those recommendations. • • including amendments to the Company’s Articles of Association. . yaitu : . Dissemination to employees of subsidiaries was done in July 2010. Deklarasi kepatuhan atau Pernyataan Kepatuhan telah didistribusikan kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No.Pelaksanaan lembar kepatuhan terhadap Pedoman perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap pegawai.Goods and services procurement policy .Kebijakan tentang Pengadaan Barang dan Jasa.Restriction of giving and receiving gift. which has been socialized to all personnel.996 Pegawai dari 3. pada tahun 2010 Perseroan melaksanakan beberapa upaya perbaikan tata laksana dan peningkatan kualitas penerapan GCG. in 2010 the Company made some improvement on GCG implementation as follows: • With the aid of a consultant.0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan. wewenang dan tanggung jawab Pemegang Saham/ RUPS secara jelas. bribe. 019 dated 31 August 2010. . sebanyak 2. Sampai akhir Desember 2010. termasuk perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. Declaration of compliance sheets were distributed to all employees under Official Memo of Human Resource & General Affairs Director No. Dengan mempertimbangkan kebutuhan perusahaan bagi terciptanya peningkatan penerapan GCG dan rekomendasirekomendasi tersebut. and the like . the Company developed a new GCG Soft Structure: .Code of Conduct Salah satu Soft Structure GCG adalah Code of Conduct yaitu Suatu Pedoman Perilaku bagi seluruh Jajaran Perseroan. a total of 2.Board Manual . Draw up and develop Code of Conduct as a separate document and enclose compliance sheets to be signed by all employees. Suap dan sejenisnya.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 195 • • peraturan perundang-undangan (UU No. authority and responsibility of shareholders /GMS.0%) have signed the Declaration of Compliance.Completion of code of conduct compliance sheets by all employees Sosialisasi Code of Conduct telah dilaksanakan dari tanggal 16 s.058 Pegawai (98.GCG Code . Menyusun dan Menyempurnakan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) sebagai sebuah dokumen tersendiri secara terpisah termasuk menyertakan didalamnya lembar kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap Pegawai. As of end of December 2010. Insert in the GCG Code description of right.058 employees (98.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas).Panduan Kerja Bagi Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual) . Menambahkan kedalam GCG Code uraian terkait dengan hak.Kebijakan tentang Benturan Kepentingan . Socialization of Code of Conduct to all employees within the Company was carried out from 16 to 27 December 2009. diantaranya sebagai sebagai berikut: • Perusahaan dibantu konsultan telah mengembangkan soft structure GCG yang baru.Code of Conduct • • Code of Conduct is a guide to direct the conduct of all personnel of the Company. .Procedure of reporting misconduct (whistle blowing system) .d. . 27 Desember 2009 kepada seluruh pegawai di satuan kerja maupun unit kerja dalam Perusahaan. elaborating on: .Tata Laksana Sistem Pelaporan Pelanggaran.GCG Code .Conflict of interest policy . 019 Tanggal 31 Agustus 2010. Code of Conduct ini telah disosialisasikan kepada seluruh Jajaran Perusahaan yang menjelaskan tentang: . Kemudian sosialisasi untuk pegawai yang berada di Anak Perusahaan juga telah dilaksanakan pada bulan Juli 2010.Kebijakan tentang Larangan Pemberian dan Penerimaan Hadiah.

Komite ini dibentuk terutama ditujukan untuk memperkuat penerapan GCG dari sisi penguatan sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia.996 employees out of 3. which a system audit proved to be closely related.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 196 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Pembentukan Komite GCG.0%) have signed such Declaration of Compliance. analysing and profiling corporate risk. Perseroan telah mendistribusikan dokumen “Pernyataan Kepatuhan” kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No. Pembentukan dan Pemberlakuan Sistem Manajemen PTBA. Prevention of Fraud and Corruption To implement one Code of Conduct principle which dictates that fraud and corruption be prevented. Detection of Fraud and Corruption The Company has covered the aspect of detecting fraud and corruption by running Integrated Corporate Risk Management System. Sistem ini dikembangkan melalui adopsi atas beberapa sistem operasional terakreditasi yang dalam proses audit sistemnya ternyata saling bersinggungan dengan erat. • • • • • • • • • • Handling of Fraud and Corruption The Company has drawn up a Misconduct Reporting System Team whose job description and reporting mechanism have been completed. Perseroan memperkuat sistem pengelolaan operasional terakreditasi dengan membentuk dan memberlakukan Sistem Manajemen PTBA. Sedangkan Deskripsi Pekerjaan (lingkup dan uraian Tugas) Tim SPP serta mekanisme Pelaporan Pelanggaran yang menjelaskan bagaimana alur pelaporan pelanggaran • Formation of GCG Committee The Company has formed GCG Committee to assist Board of Commissioners in ensuring continued implementation of GCG principle. Manajemen telah memasukan Risiko Fraud & Corruption kedalam identifikasi. 019 Tanggal 31 Agustus 2010.996 Pegawai dari 3058 Pegawai (98. Formation of Nomination. Pembentukan komite ini didahului dengan perangkapan tugas anggota komite dalam Komite Konarba dan GCG. Komite Nominasi. Establishment and Application of PTBA Management System The Company reinforced its accredited operations management system by establishing and applying PTBA management system. and since the fourth quarter of 2009 the management has included fraud and corruption risk in identifying. this Committee was merged with Nomination and Remuneration Committee. 2010. Pembentukan Komite Konarba dan PSDM. sebanyak 2.0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan tersebut. analisis dan Profil Risiko Korporat. Perseroan telah membentuk Komite GCG. Prior to its formation. Remuneration and Human Resource Development Committee. Deteksi Fraud & Corruption Perseroan telah menjalankan aspek deteksi terhadap fraud & corruption dengan menjalankan Sistem Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi. shortened to NR & HRD Committee has a new name and new members. the Company distributed “Declaration of Compliance” sheets to all employees under Official Memo of Human Resource and General Affairs Director No. As of end of December 2010. Pencegahan Fraud & Corruption Sebagai salah satu Implementasi dari Code of Conduct yaitu pencegahan fraud & corruption. Remuneration and HRD Committee Nomination. 019 of August 31.058 employees (98. This system is developed by adopting several accredited operations management systems. Sampai akhir Desember 2010. a total of 2. Remunerasi dan Pengembangan Sumberdaya Manusia atau disingkat Konarba dan PSDM merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaan. dimana sejak Trw IV 2009. Its formation is intended to reinforce the implementation of GCG with the function of human resource management. untuk membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. The job description . Penanganan Fraud & Corruption Perseroan saat ini telah membuat (draft) Susunan Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP).

yang dilaporkan pada bagian tata kelola perusahaan. Procedures of Handling Misconduct Report In the first quarter of 2011 the Board of Commissioners together with Corporate Management System Team and GCG Comittee will make a benchmarking of procedures set up in 2010 with other models applied by several companies who had earlier implemented whistle blowing system. recommendation after GCG assessment. SOE Law. cultural values. Perseroan telah menyelesaikan telaah ulang dan melakukan berbagai penyesuaian atas kebijakan dan Standard Operating Procedure (SOP) terkait tata kelola perusahaan. Undang-Undang BUMN. Penjelasan lebih lanjut dari kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas penerapan GCG sepanjang tahun 2010 tersebut diatas. and the latest GCG practice. After benchmarking. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. GCG Code. . • explains reporting workflow and requirements to be met when making a misconduct report. Corporate Management System Team will submit a draft decision letter regarding the formation of Whistle Blowing System Team to Board of Directors and Board of Commissioners for ratification and subsequent implementation. serta Kebijakan-kebijakan Tambahan. • Prosedur Penanganan Pelaporan Pelanggaran. GCG Code (Panduan Tata Kelola). Setelah melakukan benchmarking SMP akan mengajukan Draft SK Pembentukan Tim SPP/Whistle Blowing System kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk disahkan dan diimplementasikan. diuraikan dalam bagian-bagian berikut. PANDUAN DAN STRUKTUR TATA KELOLA Menindak lanjuti implementasi Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT). Sistem Manajemen Perusahaan (SMP) bersama dengan Komite GCG Dewan Komisaris akan melakukan benchmarking atas prosedur yang telah disusun pada tahun 2010. vision and mission. and Supplementary Policies.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 197 dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk membuat suatu laporan pelanggaran telah diselesaikan. which are reported in the corporate governance section. visi dan misi serta CORPORATE GOVERNANCE CODE AND STRUCTURE With the issuance of Corporate Law (UU PT). ini ke beberapa perusahaan yang telah lebih dahulu menerapakan Whistle Blowing System. nilai-nilai budaya yang dianut. vision and mission. Direncanakan pada Trw I 2011. karena ada beberapa model yang diterapkan oleh Perusahaan-perusahaan tersebut. Perseroan telah menerbitkan dan kemudian mengimpelementasikan Soft Structure GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual. Code of Conduct. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. nilai-nilai budaya. rekomendasi hasil assesment praktek GCG. Efforts taken to enhance the implementation of GCG principle in 2010 are elaborated further in the next sections. the Company re-evaluated and adjusted the policy and Standard Operating Procedure (SOP) associated with GCG. Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan. The result of all these was the production of a new GCG Soft Structure consisting of Board Manual. cultural values. Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan. Code of Conduct. serta perkembangan praktek GCG terkini. visi dan misi Perseroan serta praktek terbaik GCG.

Pengkajian dan penyesuaian secara berkesinambungan akan selalu disesuaikan untuk mencapai standar penerapan GCG yang terbaik bagi Perseroan. and other stakeholders in dealing with the Company. Struktur tata kelola di Perseroan Corporate Government Structure PEMEGANG SAHAM SHAREHOLDERS DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS KOMITE GCG GCG Comittee KOMITE RISIKO USAHA. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices. employees. Mengingat lingkungan bisnis bersifat dinamis dan berkembang. GCG Code will continue to be adjusted to internal and external condition.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 198 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance praktek-praktek terbaik (best practices) GCG. Insurance KOMITE NOMINASI & REMUNERASI Nomination & Remuneration Committee KOMITE AUDIT Audit Committee DIREKTUR UTAMA PRESIDENT DIRECTOR DIREKSI DIRECTORS DEWAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS SEKRETARIS PERUSAHAAAN Corporate Secretary SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SISTEM PENGAWASAN INTERN Internal Audit Unit GENERAL MANAGER / SENIOR MANAGER GENERAL MANAGERS / SENIOR MANAGERS PELANGGAN Customers PEGAWAI Employees KOMUNITAS Community . ASURANSI & PASCATAMBANG Business Risk. Pegawai. Board of Directors. cultural values. Direksi. maka Panduan Tata Kelola Perusahaan (GCG Code) tersebut akan selalu disesuaikan dengan kondisi internal maupun eksternal. Panduan GCG yang telah disusun menjadi acuan bagi Pemegang Saham. Review and adjustment will be an ongoing process in a bid to reach the best standard of GCG implementation by the Company. termasuk stakeholder lainnya dalam berhubungan dengan Perseroan. Panduan Tata Kelola Perusahaan tersebut berisikan prinsipprinsip pengelolaan perusahaan yang selanjutnya dijabarkan dalam berbagai kebijakan serta peraturan petunjuk teknis pelaksanaan. vision and mission. GCG Code contains corporate governance principles which are further elaborated in various policies and technical implementation rules. Given the dynamic and expansive nature of business environment. Dewan Komisaris. Board of Commissioners. GCG Code must be used as reference by shareholders.

Pembentukan sub-organ ini dilakukan sebagai bagian dari pembagian wewenang yang jelas untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara efektif. Board of Commissioners and Board of Directors and each has its own vital role in the implementation of GCG. fungsi dan tanggung-jawabnya semata-mata untuk kepentingan Perseroan. wadah para pemegang saham untuk bertindak secara setara dalam mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang ditanam dalam Perseroan. namun tidak dapat mengintervensi keputusan operasional yang menjadi wewenang Dewan Komisaris dan Direksi. a forum for the shareholders to act on an equal footing for adopting important resolutions associated with the capital invested in the Company. mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. The three corporate organs operate independently in their respective function. memutuskan pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara Direktur dan lainlain. Board of Commissioners is a corporate organ whose function is to supervise in a general as well as specific sense. Dewan Komisaris dan Direksi yang masingmasing mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. Corporate Organ As outlined in corporate governance structure. serta memberi nasihat kepada Direksi. GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS(GMS) Being the highest body within the Company. mengangkat dan memberhentikan Direktur dan Anggota Dewan Komisaris. . amend articles of association. membantu kelancaran operasional serta memberi masukan yang diperlukan untuk mengamankan kelancaran operasional Perseroan. Organ Perusahaan terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Such authority covers the right to ask Board of Commissioners and Board of Directors to give their accountability reports on the management of the Company. the Board of Commissioners and Board of Directors set up sub-organs according to the Company’s needs to provide assistance and input to support and safeguard the Company operations. etc. GMS cannot intervene in the day-to-day decision making by the Board of Commissioners and Board of Directors. the Company’s organ is composed of General Meeting of Shareholders. and give counsel to the Board of Directors. Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum atau khusus. Sedangkan Direksi merupakan Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung-jawab penuh atas kepengurusan Perseroan sehari-hari dan bertindak semata-mata untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. For day-to-day operations. divide duty and authority among directors. Wewenang tersebut mencakup meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan. mengubah anggaran dasar. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan instansi tertinggi dalam Perseroan. elect and terminate members of Board of Commissioners and Board of Directors. General Meeting of Shareholders (GMS) is the highest body within the Company. Sub-organs are set up for clear division of authority to effectively implement GCG principles. Dalam kegiatan operasional. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai instansi tertinggi dalam Perseroan. However. General Meeting of Shareholders (GMS) has the authority that is not conferred upon the Board of Commissioners or Board of Directors under the provisions of Articles of Association and the prevailing laws and regulations. Organ Perseroan ini menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip bahwa masing-masing organ berdiri secara independen dan menjalankan tugas. task and responsibility for the sole purpose of the Company.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 199 Organ Perusahaan Seperti tampak pada bagan struktur tata kelola perusahaan. While Board of Directors is an organ fully authorized and responsible for the day-to-day management of the Company in keeping with its purpose and objective. Dewan Komisaris dan Direksi membentuk sub-organ Perseroan yang sesuai dengan kebutuhan.

sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan dan peraturan perundang-undangan. Some important resolutions that must be made before the AGMS. Rencana korporasi lain yang bersifat material. stock split. Proposing plans for material transactions with respect to pledging the Company’s assets. seluruh pemegang saham mempunyai hak yang setara untuk mengusulkan hal-hal yang berkaitan pada keberlanjutan usaha. acquisition of the Company or closure of business unit.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 200 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance RUPS sesuai dengan penyelenggaraan-nya terbagi atas: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Perseroan menjamin untuk memberikan segala keterangan yang berkaitan dengan Perseroan kepada RUPS. Penunjukan Kantor Akuntan Publik terdaftar. yang waktu penyelenggaraannya bisa terjadi di luar waktu RUPST. iii. . iv. Appropriation of profit. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. Proposing plans for conflict of interest transactions. EGMS is held when the following actions are required: • • • • • • • Replacing members of Board of Commissioners and Board of Directors before the end of their term of office. a routine annual agenda held at least once a year within six months of the accounting yearend. Other agenda items in accordance with the Articles of Association. Therefore. There are two types of General Meeting of Shareholders (GMS) depending on the time they are convened: Annual General Meeting of Shareholders (AGMS). in order that every GMS resolution is adopted by thorough deliberation. stock split. Performance report delivered by Board of Directors. and rights issue. Beberapa keputusan penting tertentu menyangkut perusahaan yang tidak bisa menunggu terselenggaranya RUPST. Agenda of AGMS covers: i. At GMS. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. Any resolution adopted by GMS is solely for the benefit of the Company. dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). may be adopted at EGMS. Pengisian jabatan anggota Direksi atau dan Anggota Dewan Komisaris. iv. ii. baik karena pengunduran diri dan/atau sebab-sebab lainnya. Oleh karena itu. diselenggarakan minimal satu kali dan dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir. that may be convened any time outside the time of AGMS. sesuai AD dan ART Perseroan. Laporan atas kinerja perusahaan yang disampaikan oleh Direksi. Adanya rencana transaksi material menyangkut penjaminan aset perusahaan. Penetapan penggunaan laba. and in accordance with the Company’s Articles of Association and Corporate Polilcy. agenda rapat RUPST mencakup: i. dapat diambil dalam RUPSLB. Agenda lain sesuai ketentuan anggaran dasar Perseroan. Dalam RUPS. Appointment to Board of Directors and Board of Commissioners. such as shares buyback. pengambil-alihan perusahaan maupun penutupan unit usaha. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan semata-mata demi kepentingan Perseroan. as long as it does not contradict the Company’s interest and the law. At GMS. and Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS). Proposing material corporate plans. the Company guarantees that it will provide GMS with any information pertaining to the Company. agar setiap keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pertimbangan yang mendalam dan matang. dan right issue. seperti pembelian kembali saham Perseroan yang beredar. and v. Umumnya. serta v. iii. either due to resignation or for other reasons. Kondisi yang menyebabkan harus dilaksanakannya RUPSLB mencakup: • Penggantian Dewan Komisaris dan Wakil Direksi sebelum masa tugasnya berakhir. ii. Adanya rencana transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Appointment of Certified Public Accountant.

sepanjang tindakan tersebut tercatat pada buku Perseroan dan tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundangan. • Approving the appropriation of net profit earned by the Company in 2009 accounting year ending 31 December 2009. The meeting was attended by 81.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 201 Pemanggilan dan penyelenggaraan RUPSLB dilakukan melalui permintaan tertulis dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan disertai alasannya baik dari Dewan Komisaris atau dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna atau dari 1 (satu) Pemegang Saham atau lebih yang memiliki sedikitnya 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah. GMS or shareholders should not intervene in the duty. At the AGMS. including Series A Dwiwarna shares. . in 2010 the Company conducted AGMS on 21 April 2010. Sesuai dengan ketentuan. Berbagai keputusan yang dihasilkan dalam RUPST tersebut mencakup: • Menyetujui Laporan Tahunan Direksi mengenai keadaaan dan jalannya Perseroan selama tahun buku 2009 dan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2009 yang sekaligus merupakan pelaksanaan tanggung jawab sosial sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2007.48% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan. the following resolutions were adopted: • Approving Board of Directors’ Annual Report on the Company’s condition and performance during 2009 accounting year. Pursuant to Coporate Law No. function and authority of Board of Commissioners and Board of Directors without prejudice to the GMS prerogative to exercise its rights under the Articles of Association and the legislation. undangan dan pemberitahuan agenda rapat telah dimuat pada tanggal 4 April 2010 di surat kabar “Bisnis Indonesia”.Giving full release and discharge (volledig acquit et de charge) to Board of Directors and Board of Commissioners of the Company for their management and supervision actions throughout 2009 accounting year. Investor Daily and Sriwijaya Post newspapers on 4 April 2010. termasuk saham seri A Dwiwarna. fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. 40/2007. . Pasal 78 ayat 2.Mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sesuai laporannya No. Sesuai UU no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. dengan rincian: Proposal to convene EGMS should be made in writing with agenda items to be discussed at the meeting and backed by the reasons. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 dated 1 March 2010 with “fair in all material respects” opinion. The meeting procedures must conform to the existing laws and regulations. diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010. “Investor Daily” dan “Sriwijaya Post”. RUPS atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas. RUPS Tahunan tersebut dihadiri oleh 81. • Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2009 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009. . In keeping with the law. 40/2007 Article 78 clause 2. or by one shareholder or more owning at least 1/10 (one tenth) of total legal voting shares.Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2009. Perseroan menyelenggarakan satu kali RUPST.Ratifying the Company’s 2009 Financial Statements audited by the office of Certified Public Accountant according to its report No. selama tahun 2010. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 tanggal 01 Maret 2010 dengan pendapat “wajar dalam semua hal yang material”. with the following breakdown: . invitation and notice of meeting agenda was published in Bisnis Indonesia. and Annual Report on Partnership and Community Development Program in the same year that reflected the fulfillment of corporate social responsibility as stipulated in Law No. as long as those actions were reported in the books of the Company and were not in contradiction to the provisions of the law. . Proposal may be made by Board of Commissioners or holders of Series A Dwiwarna shares. Adapun tatacara RUPS harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.48% of total issued shares.

yang berarti Rp 66.55 billion allocated to Partnership Program of 2010.391. member firm of PriceWaterHouseCoopers to audit the Company’s consolidated financial statements for 2010. yakni KAP Tanudiredja.Sebesar 2% (dua persen) laba bersih atau sejumlah Rp54. • • RUPST tahun 2010 menetapkan dividen pay out ratio sebesar 45% dari laba Perseroan tahun 2009.391.Two percent (2%) of net profit amounting to Rp 54. approximately 45% of net profit. . AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit. termasuk menetapkan kondisi syarat-syarat penunjukkan termasuk namun tidak terbatas pada biaya pelaksanaan audit dimaksud. • Fixing Directors and Commissioners remuneration in the same amount as 2009 and authorizing Series A Dwiwarna shareholders to fix the Directors and Commissioners allowance for 2010 in accordance with the law. and fixing the terms and conditions of appointment including but not limited to the audit fee.48 miliar yang berarti Rp532.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 202 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report . Atas dividen final tersebut telah dibagikan sejumlah Rp153.Dividen diberikan pada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 1 Juni 2009.61 billion or Rp 66. and 2010 financial statement of Partnership and Community Development Program. An interim dividend totalling Rp 153. Wibisana & Rekan.Dibagikan sebagai dividen final sebesar Rp1. .14 billion for the purpose of statutory reserve and other reserves for the Company’s business development.61 miliar.00 West Indonesia Time and payment was made on 15 June 2009.75 per share. .Pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menindak lanjuti pembayaran dividen sesuai ketentuan dan peraturan perundangan.Empowering the Board of Directors of the Company to act on dividend payment in accordance with the provisions of the laws and regulations. Wibisana & Partners. . jam 16. RUPS menyetujui melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik.00 WIB dan dibayarkan pada tanggal 15 Juni 2009 .As final dividend payout amounting to Rp 1.75 per saham. Dividend was to be paid out to the shareholders recorded in the Company’s Shareholders Register on 1 June 2009 at 16. atau sekitar 45% laba bersih.14 miliar digunakan untuk cadangan wajib maupun cadangan lainnya dalam rangka pengembangan Perseroan. . . • Menetapkan besaran gaji Direksi dan Komisaris sama dengan tahun 2009 lalu dan melimpahkan kewenangan kepada Pemegang Saham Seri A untuk menetapkan jenis dan tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2010 sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.227.227.75 per share was paid out on 15 December 2009. . dan sebesar 51% (limapuluh satu persen) laba atau senilai Rp1. member Firm dari PriceWaterHouseCoopers untuk melakukan general audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan tahun buku 2010 dan laporan keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2010.AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit. Authorizing Board of Commissioners to appoint Certified Public Accountant Tanudiredja.55 miliar dialokasikan untuk Program kemitraan tahun 2010.48 billion or Rp 532.Fifty one percent (51%) of net profit worth Rp 1. and .75 per saham sebagai dividen interim yang telah dibagikan pada tanggal 15 Desember 2009.

1 on Planning and Convening GMS. Pasal 25 sampai dengan Pasal 28 Anggaran Dasar Perseroan dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan yang telah disampaikan dalam RUPS. • Ratifying the amendment to Article 4 through Article 10. . Article 25 through Article 28 of Articles of Association.I. serta memberi wewenang dan kuasa kepada Direktur Utama Perseroan untuk membuat akta Pernyataan Keputusan Rapat tersendiri dalam rangka perubahan Anggaran Dasar ini serta melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk memperoleh pengesahan atas perubahan Anggaran Dasar ini. IX. Sriwijaya Post and Investor Daily. COORDINATION BETWEEN BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORS Board of Commissioners and Board of Directors are two corporate organs responsible for the day-to-day management of the Company with differing duty and responsibility. Pasal 10 sampai dengan Pasal 23. Sriwijaya Post. and authorizing and empowering President Director to draw up a separate deed of Minutes of Meeting in connection with these amendments. AGMS results were sent to Bapepam and IDX on 25 June 2010 and advertised in Bisnis Indonesia. Article 10 through Article 23. HUBUNGAN SERTA KOORDINASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Dewan Komisaris dan Direksi adalah dua organ perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan seharihari. dan Investor Daily. and to recompose the entire Articles of Association submitted to AGMS. The main duty of Board of Commissioners is to supervise and the Board of Directors to carry out GMS resolutions and manage the Company’s operations. dengan tugas utama Dewan Komisaris sebagai pengawas dan Direksi dengan tugas utama melaksanakan keputusan RUPS dan mengelola operasional namun keduanya harus senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dan kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang. Tugas dan tanggung jawab masing-masing berbeda.1 tentang Rencana dan Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham. in accordance with Bapepam Regulation No.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 203 Pengangkutan batubara di pelabuhan Tarahan • Menyetujui mengubah Pasal 4 sampai dengan Pasal 10.IX. sesuai dengan Peraturan Bapepam No. and to take any action required to obtain approval of the amendments. but both should coordinate and work together to reach the corporate goal and long-term business continuity.I. Pengumuman hasil RUPS disampaikan pada tanggal 25 Juni 2010 ke Bapepam dan BEI serta diiklankan melalui surat kabar Bisnis Indonesia.

For the joint meetings to arrive at high quality decisions. give their feedback and advice that are all recorded in minutes of meeting. jika ada anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan. keduanya harus memiliki kesamaan pandangan atas visi. Untuk menyatukan pandangan dan memutuskan suatu persoalan penting menyangkut kelangsungan usaha dan operasional perusahaan. serta isu-isu strategis yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris. responsibility and authority in accordance with the law. For that purpose. In addition. peluang usaha. decisions of meetings are binding and made by deliberation to reach consensus or by majority votes. Untuk itu. Pada proses pengambilan suara. operasional. both organs should share the same vision. any Commissioner who has conflict of interest should refrain from voting and this condition is recorded in the minutes of meeting. As such. all agenda items are thoroughly prepared in advance. Kesepakatan penetapan tolok ukur ditujukan untuk menjaga agar tanggung jawab bersama dalam menjaga kesinambungan usaha Perseroan dapat terpenuhi sesuai azas akuntabilitas dan pertanggungjawaban dalam penerapan GCG. mission. Dewan Komisaris dan Direksi bersepakat menjadikan beberapa sasaran pokok sebagai tolok ukur kinerja bersama. tidak boleh ikut memberikan suara dan keterangan mengenai hal ini dicatat pada risalah rapat. pencapaian imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham dan perlindungan kepentingan pemangku kepentingan secara wajar. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. Board of Commissioners and Board of Directors agree to make several targets serve as the yardstick by which concerted efforts are measured: enforcement of internal control and risk management. mencakup : pelaksanaan kontrol internal dan manajemen risiko dengan baik. . At these meetings they discuss business plans. catatan dan nasihat yang dituangkan dalam risalah rapat. The yardstick is establlished to ensure that sustainable business development is reached in accordance with accountability and responsibility principles within GCG standards. Board of Commissioners and Board of Directors should mutually respect each other’s duty. Rapat ini adalah sebagai bentuk koordinasi dala rangka membahas laporanlaporan periodik Direksi dan memberikan tanggapan. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. nilai-nilai dan strategi Perseroan. Selain itu. membahas berbagai agenda menyangkut rencana kerja. Isu-isu strategis dan substantial bagi Perseroan yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris dibahas pada Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Komisaris secara berkala. Keputusan rapat dibuat berdasarkan azas musyawarah untuk mufakat atau diambil berdasarkan suara terbanyak serta mengikat untuk dilaksanakan tindak lanjutnya.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 204 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Oleh karenanya Dewan Komisaris dan Direksi harus senantiasa saling menghormati tugas. achievement of optimum shareholders return and reasonable protection of stakeholders interest. Dewan Komisaris senantiasa dijamin mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. misi. periodic meetings. Board of Commissioners and Board of Directors hold regular. These meetings also serve as a forum for the Commissioners to review Directors’ periodic reports. Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa mengagendakan pertemuan berkala. tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai peraturan perundangundangan dan anggaran dasar. maka seluruh agenda rapat senantiasa dipersiapkan dengan seksama. During voting. opportunities and strategic issues that need the Commissioners’ consent. Agar rapat koordinasi ini dapat memberikan keputusan yang berkualitas. To synchronize views and decisions over important matters associated with the Company’s operations and business growth. values and strategy of the Company.

Mahbub Iskandar JABATAN TITLE Conclusion made and decision taken at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors covered: JUMLAH RAPAT (A) 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 KEHADIRAN (B) 14 14 12 13 13 14 12 14 14 14 13 (B:A) 100 100 86 93 93 100 86 100 100 100 93 Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Direktur Utama President Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director . All procedures. Milawarma. pedoman kerja dan hubungan antara Dewan Komisaris dan ireksi telah ditetapkan dalam Board Manual. Seluruh tata cara. Board of Commissioners and Board of Directors held 14 joint meetings. mencakup diantaranya: NAMA NAME Dr. with topics of discussion as described in the Board of Commissioners’ Report. Beberapa kesimpulan maupun keputusan yang ditetapkan melalui rapat gabungan Direksi dan Komisaris. serta pengaturan rapat dan tata cara hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi. Tiendas Mangeka Ir. Abdul Latief Baky. Sukrisno Dono Boestami. Supriyadi Ir. duty. FIQ Ir. MHum. SE. Sedangkan tingkat kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dapat dilihat pada rekapitulasi kehadiran rapat sebagai berikut. MSc Ir. MSc. Pedoman ini mengikat setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan mencantumkan antara lain tanggung jawab. Drs. Ir. wewenang. specifying among others the responsibility. In 2010. working guide and relationship between Board of Commissioners and Board of Directors are laid down in Board Manual. Full and timely information on the Company’s latest condition is accesible to Board of Commissioners at all times. dengan pokok-pokok bahasan sebagaimana diuraikan pada Laporan Dewan Komisaris. Sepanjang tahun 2010. Heri Supriyanto Ir. This Manual binds all members of Board of Commissioners and Board of Directors.ME Suranto Soemarsono. M. kewajiban. as well as meeting procedures and coordination of work between Board of Commissioners and Board of Directors. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. authority.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 205 Dewan Komisaris senantiasa mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. etika Dewan Komisaris dan Direksi.Eng Ir. right and code of ethics of Board of Commissioners and Board of Directors. Thamrin Sihite. Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan mengadakan Rapat Gabungan sebanyak 14 (empat belas) kali. hak. MA Ir. Attendance of Board of Commissioners and Board of Directors at the meetings is shown below.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

206

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

Bidang Pengelolaan Perusahaan • Menerapkan strategi produk blending yang terintegrasi dengan kegiatan pemasaran sebagai salah satu cara mengelola persediaan batubara yang berlebih. • Percepatan realisasi pembangunan PLTU Tanjung Enim 3x10 MW. • Pengurusan perpanjangan izin usaha penambangan (pengganti KP) atas wilayah Tambang Air Laya. • Penetapan kebijakan harga floating sesuai pasar, pada kontrak-kontrak penjualan. Bidang Tata Kelola • Kesepakatan rumusan dan besaran Gaji Direksi dan Honorarium Komisaris untuk diajukan dalam RUPS. • Persetujuan Komisaris atas usulan Direksi mengenai besaran Insentif Kinerja Karyawan. • Kesepakatan mengenai agenda RUPS dan tanggal pelaksanaan RUPS. • Kesepakatan penetapan parameter Key Performance

Management • Adopting product blending strategy that is integrated with marketing activity to manage excess supply of coal. • Accelerating the construction of Tanjung Enim TPP 3x 10 MW. • Processing the extension of mining licence to replace Mining Concession over Air Laya Mine. • Fixing floating price according to market price in sales contracts.

• •

Indicator/Indikator Kinerja Utama (KPI/IKU) sesuai dengan Permeneg No.2 tahun 2009. Termasuk dalam paramater tersebut adalah besaran total biaya per ton penjualan sebagai salah satu parameter kuantitatif yang dinilai dalam menentukan KPI Direksi. Penetapan butir-butir TOR Audit Kinerja yang akan dilaksanakan oleh KAP. Persetujuan pembagian besaran Dividen Interim tahun buku 2009, sebesar Rp66,75 persaham dan mekanisme pembagiannya, tanpa RUPS, sesuai dengan praktek yang pernah dilakukan sebelumnya.

Governance • Approving the formula and amount of Board of Directors’ salaries and Commissioners’ fees to be proposed at GMS. • Giving Commissioner’s approval for the employee incentives as proposed by Board of Directors. • Agreeing upon GMS agenda and date. • Agreeing upon the parameter of Key Performance Indicator (KPI) in accordance with State Minister Decree No.2 of 2009. The paramater includes the amount of total cost per ton sales as a quantitative parameter used to determine Board of Directors’ KPI. • Laying down Terms of Reference of Performance Audit to be conducted by Certified Public Accountant. • Approving interim dividend payout of Rp66,75 per share for 2009, and the payment mechanism, without GMS approval, according to previous practice.

DEWAN KOMISARIS
Tugas utama Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan secara umum atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberikan nasihat atas kebijakan Direksi dalam menjalankan kepengurusan Perseroan. Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional yang merupakan tugas Direksi. Kinerja Komisaris dievaluasi secara berkala minimal setahun sekali berdasarkan kriteria evaluasi kinerja yang diajukan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi kepada Dewan Komisaris. Evaluasi Kinerja Komisaris dilakukan oleh Pemegang Saham dalam RUPS. Hasil evaluasi kinerja Anggota Dewan Komisaris akan digunakan oleh RUPS dalam memberikan remunerasi serta sebagai salah satu indikator dalam pengangkatan kembali dan pemberhentian Anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan.

BOARD OF COMMISSIONERS
The primary duty of Board of Commissioners is to supervise in a general and specific sense in accordance with the Articles of Association and give counsel to the Board of Directors in managing the Company. Board of Commissioners is not to intervene in Board of Directors’ duty of making decisions over operational matters. The performance of Board of Commissioners is appraised periodically, minimum annually, by GMS according to performance appraisal criteria established by Nomination and Remuneration Committee. The evaluation result will be used as indicators by GMS in remunerating, appointing and terminating members of Board of Commissioners.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 207

Komposisi Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Lorem ipsum dolor Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. Supriyadi Ir. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. Ir. Thamrin Sihite,ME Suranto Soemarsono, SE, MA Ir. Abdul Latief Baky, MSc, MHum, FIQ Independency of Independent Commissioner Two of the Company’s five Commissioners are Independent Commissioners, representing 40% of the total members of Board of Commissioners, in accordance with the requirements of the law. Indonesia Stock Exchange Decision No. Kep-05/ BEJ/07-2004 regarding Regulation No. I-A on Share and Equity Securities Listing by Listed Companies requires that every public company have Independent Commissioners representing at least 30% of total number of Commissioners.

Independensi Komisaris Independen
Jumlah Komisaris Independen Perseroan adalah dua orang, dari total 5 orang anggota komisaris, atau 40%, yang berarti telah memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. Keputusan Bursa Efek Indonesia No Kep-05/BEJ/07-2004 tentang Peraturan Nomor I-A Tentang Pencatatan Saham Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat, dimana setiap perusahaan publik harus memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan dan tidak bekerja pada Pemerintah termasuk departemen, lembaga non departemen dan kemiliteran dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. Komisaris Independen tidak memiliki hubungan keluarga dengan seluruh anggota Direksi maupun anggota Komisaris sampai derajat ketiga. Salah seorang anggota Komisaris Independen memiliki latar belakang pendidikan di bidang keuangan, untuk menjamin kompetensi pengawasan bidang keuangan Perseroan. Adapun Komisaris Independen kedua mempunyai latar belakang Pertambangan Administrasi dan Hukum untuk menunjang tugas-tugas Dewan Komisaris. Dengan dipenuhinya seluruh syarat dasar tersebut Perseroan meyakini anggota komisaris independen akan mampu memberikan masukan dan pengawasan yang independen.

Independent Commissioners have no business association or affiliation with the Company and do not work for any of the state ministry, non-ministry or military within the past three years. Nor do they have family relationship with other members of Board of Commissioners or Board of Directors down to the third level. One of the Independent Commissioners has a financial education background and competence to supervise the finances of the Company. The second Independent Commissioner is knowledgable in mining business, administration and law to support the work of Board of Commissioners.

Having complied with all the basic requirements, the Company believes the Independent Commissioners are capable of acting independently in their counselling and supervising function.

Pemilihan Dewan Komisaris
Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan. Proses pemilihan dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali. Untuk menjamin profesionalisme dan integritas calon komisaris, diselenggarakan fit and proper test yang seksama. Proses fit and proper test dilakukan secara terbuka, guna menjamin calon komisaris yang bersangkutan bebas dari afiliasi maupun benturan kepentingan lainnya, dan terpenuhinya kepentingan pemegang saham minoritas secara wajar.

Nomination of Board of Commissioners
Members of Board of Commissioners are nominated and terminated by GMS through a transparent process. Nomination takes place once in every five years. To make sure of the candidates’ professionalism and integrity, a thorough fit and proper test is conducted openly, to see to it that the candidates are free from any affiliation or conflict of interest, and that the minority shareholders’ interests are honored.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

208

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

Untuk menjamin Independensi, Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan.
To ensure independency, besides compliance with the law with respect to their nomination, double function between Commissioners and Directors is not warranted.

Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris
Komisaris Perseroan memiliki tugas dan tanggung-jawab utama yang meliputi: • Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi. Melakukan pengawasan dan memberi nasihat yang diperlukan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP), Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) serta ketentuan anggaran dasar Perseroan dan keputusan RUPS, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Meneliti, menelaah dan menandatangani serta memberikan persetujuan atau pengesahan terhadap RKAP yang disiapkan Direksi, selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum dimulainya tahun anggaran. Meneliti dan menelaah laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas pengawasan yang telah dilakukan kepada RUPS. Melaksanakan kewajiban lainnya dalam rangka tugas pengawasan dan pemberian nasihat, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar, dan keputusan RUPS.

Duty and Responsibility of Board of Commissioners
The Board of Commissioners has the following primary task and responsibility: • Supervising the policy and function of managing the Company by Board of Directors and giving counsel to the Board of Directors.

Monitoring and directing the Board of Directors in complying with Corporate Long Term Plan, Work Program & Budget, provisions of Articles of Association, resolutions of GMS, and the prevailing laws and regulations, and in concert with the purpose and objective of the Company.

Examining, reviewing, signing and approving or ratifying Work Program & Budget prepared by Board of Directors, no later than 60 (sixty) days prior to the beginning of new accounting year. Examining and reviewing periodic and annual reports, and signing annual reports prepared by Board of Directors.

Submitting report on performance of its supervisory duty to GMS. Performing other supervising and counselling duties, provided they are in keeping with the law, Articles of Association and GMS resolutions.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 209

Wewenang Dewan Komisaris
Dalam menjalankan tugas-tugas seperti tersebut diatas, Dewan Komisaris memiliki wewenang diantaranya:

Authority of Board of Commissioners In the discharge of its duty, the Board of Commissioners is authorized to: • Examine books, letters, and other papers, check and verify cash and other commercial instruments, and other property of the Company.

Melihat buku-buku, surat-surat, serta dokumendokumen lainnya, memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharga dan memeriksa kekayaan Perseroan. Meminta penjelasan dari Direksi atau pejabat lain mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan Mengetahui kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan Direksi serta meminta Direksi dan pejabat lain di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri rapat Dewan Komisaris. Memberhentikan sementara Anggota Direksi sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Menggunakan tenaga ahli untuk hal tertentu dan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.

Request explanation from Board of Directors or other officials concerning any and all matters concerning the management of the Company. Be informed of the policy and actions of Board of Directors, request Board of Directors and other officials under the Board of Directors and with the knowledge of Board of Directors to attend Board of Commissioners meetings. Suspend members(s) of Board of Directors in accordance with the Articles of Association. Manage the Company under specific circumstances for a certain period of time as ruled by the Articles of Association. Employ experts for certain purposes and for a certain period of time in accordance with the Articles of Association.

Rapat Dewan Komisaris
Proses pengawasan terhadap kegiatan operasional Perseroan dilakukan melalui rapat-rapat, evaluasi laporan operasional

Board of Commissioners Meeting
Supervision of the Company’s operations is done through meetings, evaluation of monthly operating reports and

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

210

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Corporate Governance Report

bulanan dan diskusi dengan komite-komite yang terkait sesuai dengan masalah yang perlu mendapat perhatian. Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan dengan ketentuan, diantaranya sebagai berikut: • Rapat Dewan Komisaris sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurangkurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Dewan Komisaris atau diwakili dalam rapat tersebut. Keputusan rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Apabila hal ini tidak tercapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. Setiap Anggota Dewan Komisaris berhak mengeluarkan 1 (satu) suara. Untuk pengambilan keputusan yang mengandung benturan kepentingan, anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan (jika ada) dilarang memberikan suara. Salinan risalah rapat Dewan Komisaris, termasuk dissenting opinion (jika ada) yang telah ditandatangani oleh seluruh peserta rapat yang hadir, wajib segera didistribusikan kepada seluruh Anggota Dewan Komisaris dan asli risalah dan daftar hadir rapat Dewan Komisaris, disimpan oleh Sekretaris Dewan Komisaris. Dewan Komisaris memiliki kewenangan untuk menanyakan tindak lanjut atas rekomendasi yang disampaikan dari hasil rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Dewan Komisaris dan rapat gabungan Dewan Komisaris-Direksi.

discussion with relevant committees according to the problems to be attended to. Board of Commissioners meeting is held under the following terms: • Board of Commissioners meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Commissioners or their proxies. Board of Commissioners meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. If no consensus is reached, decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total valid votes cast at the meeting. Each member of Board of Commissioners is entitled to cast one vote. When making decision over conflict of interest transactions, any Commissioner who has conflict of interest is not permitted to take part in the decision making process. Copies of minutes of Board of Commissioners meeting, including dissenting opinion (if any), that have been signed by all members present at the meeting, must be immediately distributed to all members of Board of Commissioners and the original copy of minutes and attendance list are kept by the Secretary to Board of Commissioners. Board of Commissioners is authorized to question the follow up of the recommendations made in the Board of Commissioners meetings and joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors.

Prosedur Penetapan dan Remunerasi Dewan Komisaris
Besaran remunerasi anggota Dewan Komisaris ditetapkan

Determination of Board of Commissioners’ Remuneration
The sum of Board of Commissioners’ remuneration is

Sesuai dengan kewenangannya, Dewan Komisaris akan mengawasi tindak lanjut atas pelaksanaan rekomendasi yang telah diberikan.
In accordance with its authority, the Board of Commissioners will supervise the follow up of its recommendations.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 211

setiap tahun dalam RUPS, didasarkan atas capaian kinerja Dewan Komisaris seusai hasil analisa dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi. Untuk menyusun dasar penetapan dan rekomendasi besaran remunerasi yang kredibel, KNR selalu melibatkan konsultan independen. Dengan dukungan database yang kuat dari survei pasar pada perusahaan sejenis dan sekelas Perseroan dan mempetimbangkan arahan KNR, konsultan independen menyusun beberapa faktor utama dalam mengusulkan besaran remunerasi Komisaris. Gambaran singkat prosedur penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagan berikut
Komite Nominasi & Remunerasi

determined annually at GMS, after taking into consideration the Board’s performance measured according to the analysis and recommendation of Nomination and Remuneration Committee. To fix a reasonable amount and make recommendation, NR Committee seeks the advise of an independent consultant. With the back-up of a reliable database, market survey in other companies of similar nature and equal level, and NR Committee recommendation, the independent consultant compile several major factors as a reference in fixing the amount of remuneration.

Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi

Konsultan Independen

Komite Nominasi & Remunerasi

Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Keberhasilan memitigasi risiko • ketersediaan waktu • Kompetensi dan pengalaman

Dewan Komisaris

Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi

Rapat Umum Pemegang Saham

Membahas dan menetapkan besaran honor dan tantiem anggota Dewan Komisaris

Honor dan Tantiem Dewan Komisaris

Besaran Remunerasi
Dewan Komisaris menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas honorarium, asuransi, tantiem serta fasilitas dan tunjangan lainnya. Remunerasi untuk Komisaris dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap Komisaris. Sesuai hasil RUPS tertanggal 21 April 2010, Komisaris Utama mendapat honorarium sebesar 50% dari gaji Direktur Utama,

Amount of Remuneration
Board of Commissioners receives routine and incidental remuneration consisting of honorarium, insurance, tantiem and other facilities and allowances. Remuneration paid to Commissioners may differ among them depending on their respective duty and responsibility. Remuneration of Board of Commissioners is proposed by NR Committee and resolved by GMS, and may differ among them

e. depending on their respective duty and responsibility.920.558.000 TUNJANGAN (RP) 395.264.231 TOTAL (RP) 2.. i..328.819. untuk tahun buku 2010.269.955.111.. which were 21 internal Commissioners meetings and 14 joint meetings with the Directors.. Komisaris Utama dan anggota komisaris juga menerima berbagai tunjangan. Anggota Dewan Komisaris lainnya mendapat honorarium sebesar40% dari gaji Direktur Utama. terdiri atas 21 kali pertemuan internal DK dan 14 kali rapat gabungan dengan Direksi.000.000 1. Taxes will be borne by each Commissioner individually.964.061.230.252.538. .000.801 9.012 TOTAL (RP) 1. Selain honorarium.769 4.520.811.451.906 URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris Note : .270.000 TUNJANGAN (RP) 379. meliputi . total remuneration for Board of Commissioners allocated for 2010 totalled Rp 9. Total remuneration for 2009 and 2010 is given below: URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris TAHUN 2009 ORANG 1 4 5 HONOR (RP) 600.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 212 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report yakni sebesar Rp50 juta per bulan.137.375 6. the Board of Commissioners also offered their views and recommendations in various areas of the Company’s operations and other matters according to their job and responsibility as described below: .Periode 30 Mei 2008 s/d 31 Desember 2010 jumlah Komisaris 5 orang termasuk 1 orang Komisaris utama Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris Selama tahun 2010 Dewan Komisaris menyelenggarakan total 35 pertemuan. i.000.666. ..769.5 miliar..517. Rp 50 million per month. GMS held on 21 April 2010 decided that President Commissioner’s honorarium was 50% of President Directors’s salary.502.600 1..000.000.594.000 2.154 1. . Rp 40 million per month. Pajak atas remunerasi Dewan Komisaris menjadi tanggungan masing-masing anggota Komisaris.8 juta per bulan dan sejumlah tantiem sesuai dengan kemampuan Perseroan.29 Mei 2008 jumlah Komisaris 6 orang termasuk 1 orang Komisaris utama .615.462 5. With one President Commissioner and four Commissioners.5 billion.740 1.377 3.939 TANTIEM (RP) 1.. dengan tingkat kehadiran masing-masing sebagai berikut.927. yaitu sebesar Rp40 juta perbulan.. Sepanjang tahun 2010 selain memberikan nasihat dan arahan dalam bentuk surat-menyurat kepada Direksi.368.369 7..170 TANTIEM (RP) 836.505.000 1.497.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak . with the following attendance rate: Throughout 2010 besides giving advice and direction to the Board of Directors.000 2. dengan rata-rata sebesar Rp27.920. Dewan Komisaris memberikan pandangan serta berbagai rekomendasi mencakup pengelolaan operasional maupun hal-hal lain sesuai tugas dan kewajibannya sebagaimana diuraikan sebagai berikut: Performance of Board of Commissioners Duty In 2010 Board of Commissioners held 35 meetings.520.000.635 2. .815. at an average of Rp 27..531 7.236.825.e. for accounting year 2010 President Commissioner and other Commissioners also received a number of allowances..791.8 million per month and tantiem according to the Company’s financial condition..330. In addition to honorarium. Other Commissioners received 40% of President Director’s salary. Adapun gambaran total remunerasi anggota Dewan Komisaris per tahun untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut..894 TAHUN 2010 ORANG 1 4 5 HONOR (RP) 600..359.339 1.Periode 1 Januari . Dengan jumlah Komisaris Utama adalah satu dan anggota Komisaris ada 4 (empat) maka total remunerasi untuk Dewan Komisaris yang dialokasikan oleh Perseroan pada tahun buku 2010 adalah sebesar Rp9.316.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 213 NAMA Dr. Produksi • Terkait dengan pencapaian produksi. FIQ JABATAN Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen JUMLAH RAPAT (A) 21 21 21 21 21 KEHADIRAN (B) 21 20 20 21 21 (B:A) 100 95 95 100 100 Rekomendasi Dewan Komisaris Bidang Keuangan • Pada rapat-rapat Dewan Komisaris dengan Direksi. Mengingat peningkatan daya angkut kereta api dari jalur eksisting pada tahun 2010 masih rendah (hanya naik 3%) Direksi diminta agar menjalin komunikasi lebih intensif dengan PT KAI. • Direksi diingatkan untuk menjaga arus kas Perseroan agar senantiasa dalam posisi yang baik. Board of Directors had to communicate more intensively with PT Kereta Api Indonesia (PTKA) to allow bigger increase in accordance with Coal Transportation Agreement (CTA). Thamrin Sihite. • Untuk meningkatkan kinerja perusahaan. sesuai Board of Commissioners Recommendation Finance • Board of Directors was requested to pay special attention to subsidiaries considering the latter’s mediocre performance in 2010. Ir. kepada Direksi diminta untuk lebih memperhatikan investasinya di anak-anak perusahaan mengingat kinerja anak perusahaan yang kurang baik pada tahun 2010 ini. • To step up profitability. Abdul Latief Baky. Supriyadi Ir. MA Ir. MHum. Considering the 2010 small increase (3%) of existing railway loading capacity. . Dewan Komisaris meminta agar produksi batubara Perseroan terus ditingkatkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2010. agar peningkatan daya angkut kereta api di tahun-tahun mendatang lebih substansial. SE. MSc. diputuskan dalam RUPS dan dapat berbeda antara masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan beban tugas serta tanggung jawabnya. • Board of Directors was reminded to maintain a good cash position and to make fund placement in safe and promising instruments.ME Suranto Soemarsono. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. khususnya dalam perolehan tingkat laba. Production • Board of Directors was advised to promote coal production to the level targetted in 2010 Work Program and Budget. Board of Directors was advised to focus on improving the Company’s business performance. • • Besaran remunerasi diusulkan oleh KNR. dan melakukan penempatan dana pada instrument keuangan yang baik dan aman bagi Perseroan. Direksi diminta memfokuskan upaya perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan .

meliputi aspek teknis. Terkait dengan peningkatan produksi. Dewan Komisaris merekomendasikan agar program efisiensi dalam kegiatan produksi dilanjutkannya dan ditingkatkannya penerapan program efisiensi dalam kegiatan produksi agar memberikan hasil akhir meningkatnya sehingga kinerja Perseroan yang menjadi semakin baik di masa mendatang. Direksi diminta mempersiapkan SDM Perseroan agar memiliki kemampuan kerja yang terus meningkat diiringi dengan komposisi biaya per ton yang lebih baik dari dibandingkan dengan mitra kontraktor penambangan. Dewan Komisaris. Board of Directors was advised to heed the input from marketing unit and monitor coal supply using the integrated IT system to ensure a well managed supply and market penetration. It is suggested to insert a clause on periodic review of selling price in accordance with common practice and the law. Board of Commissioners recommended that a feasibility study be conducted covering technical. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dengan Direksi dalam forum rapat gabungan. terutama baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. namun juga tetap mengingatkan agar dalam kontrak penjualan tersebut. In developing production infrastructure. Pemasaran • Direksi diminta lebih meningkatkan kegiatan pemasaran dan perluasan target market pemasaranpasar. Board of Commissioners supported a marketing strategy that prioritized long-term sales contracts. with the authorities’ permits. ekonomis. Marketing Board of Directors was requested to boost marketing and expand target market. dicantumkan klausul peninjauan harga jual secara periodik dengan acuan harga sesuai praktek praktik yang lazim dan sesuai peraturan perundangan. Dalam pengembangan prasarana produksi Perseroan. mendapatkan izin dari instansi terkait sesuai peraturan perundangan yang berlaku. It was recommended that production efficiency be enhanced to support improved overall performance of the Company. especially the development of Tarahan port facility that required a substantial investment. Dewan Komisaris mendukung dapat memahami strategi pemasaran yang mengedepankan pelaksanaan kontrak jangka panjang. Termasuk dalam hal ini antara lain adalah pengembangan sarana pelabuhan Tarahan yang membutuhkan biaya investasi cukup besar. dan lingkungan yang memenuhi syarat kelayakan. • • • • To step up production. Board of Directors was requested to upgrade the personnel’s competence to reach a better composition of cost per ton than other mining contractors. In production planning. Dewan Komisaris merekomendasikan dilakukannya studi kelayakan pada proyek-proyek pengembangan prasarana produksi Perseroan. • Corrective Action Committee (CAC). CAC diharuskan memberikan laporan secara berkala. Dalam merencanakan produksi. Board of Commissioners saw the need to install Corrective Action Committee (CAC) to audit the performance of all subsidiaries and joint venture projects. • Pengelolaan Risiko • Sesuai amanat RUPS. This will be discussed further at joint meetings and CAC is expected to report periodically. Direksi diminta untuk lebih memperhatikan upaya penyelarasan masukan dari aktivitas pemasaran dan produksi sehingga dapat mulai dan dapat memonitor pergerakan persediaan batubara melalui sistem IT terintegrasi. telah menetapkan batasan besaran .LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 214 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • • kesepakatan dalam Coal Transportation Agreement (CTA). economic and environmental aspects. Dewan Komisaris memandang perlunya dilakukan audit Kinerja pada seluruh anak perusahaan dan proyek kerjasama dengan membentuk Risk Management • In line with GMS recommendation. especially export market.

Dewan Komisaris merekomendasikan dalam pelaksanaannya mengikuti kaidah-kaidah bisnis yang berlaku dan selanjutnya agar melakukan evaluasi yang lebih komprehensif. terutama penyusunan kerangka kebijakan pensiun. • Board of Commissioners requested Board of Directors to make a more in-depth study of the Tanjung Api-Api • . Dewan Komisaris juga meminta Direksi memberitahukan mekanisme pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin). Board of Directors should seek Board of Commissioners’ approval. Sehubungan dengan rencana kerjasama Proyek • • • Business Development • Board of Commissioners agreed to invest in Peranap Thermal Power Plant (TPP) 2x10 MW. Electricity selling price should be parallel to maximum investment cost according to owner estimate (OE) to ensure financial feasibility and regulatory compliance. program rekrutmen dan outsorcing pegawai yang harus jelas dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Selain itu disarankan juga perusahaan membuat penilaian terhadap mitra kerjasama secara komprehensif guna memperoleh mitra strategis yang baik. Madura and South Sumatra. selain itu terkait dengan harga jual listrik dapat ditetapkan secara paralel dan biaya investasi maksimum sesuai dengan owner estimate (OE) sehingga kelayakannya secara finansial dan hukum tetap terjamin. which should be clear and compliant with the law. • With regard to new product development. If the value is substantial. Also. the Company’s participation in IPP tender should first be approved by Board of Commissioners. • • Pengembangan Usaha • Dewan Komisaris menyetujui investasi PLTU Peranap 2x10 MW yang dalam pelaksanaannya agar tetap memperhatikan upaya-upaya yang terintegrasi. Board of Commissioners reminded Board of Directors to devise a human resource grand design and development strategy. Dewan Komisaris mengingatkan Direksi untuk memberikan perhatian lebih pada penyusunan grand design dan strategi pengembangan SDM. Sehubungan dengan keikutsertaan perseroan dalam beberapa proses tender IPP. karena masih diperlukan beberapa studi untuk memastikan kecocokan batubara PTBA untuk dapat dijadikan kokas. and business partners be carefully selected to have good strategic partners. Untuk pengembangan produk baru. kepersertaan Perseroan dalam tender IPP harus disertai dengan persetujuan Dewan Komisaris terlebih dahulu. Board of Commissioners requested Board of Directors to reconsider its plan to conduct a feasibility study for Coal Gasification considering the reliability of the technology is not proven yet. particularly in terms of pension plan. Madura dan Sumatera Selatan. recruitment and outsourcing policy. • In connection with the Company’s participation in several tenders for Independent Power Plant. sesuai dengan mekanisme dimaksud harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris. seperti di Riau. Board of Commissioners recommended that common business practices be observed. as further studies would be necessary to discover if the Company’s coal is suitable to be processed into coke. Sumber Daya Manusia • Dewan Komisaris merekomendasikan penyusunan RJPP untuk pengembangan SDM Perseroan yang selaras dengan penerapan RJPP pengembangan Perseroan. Jika nilainya substansial. Board of Directors was asked to report the mechanism of non-routine goods and services procurement. • • Board of Commissioners has determined the size of investment in joint operations requiring Commissioners’ approval to be US$ 1 million.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 215 • investasi dalam rangka kerjasama operasi yang harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris adalah sebesar US$1 juta. • Considering the relatively massive investment involved. more comprehensive studies be made. such as IPP in Riau. Begitu juga dengan studi kelayakan kokas. Human Resource • Board of Commissioners recommended the write-up of Corporate Long Term Plan and that human resource development be adjusted to this long term plan. Dewan Komisaris meminta Direksi untuk mencermati perlu tidaknya melakukan studi kelayakan coal gasification mengingat keandalan teknologinya belum terjamin. the feasibility study for coke production. Sehubungan dengan relatif besarnya nilai investasi yang akan dikeluarkan.

002/Int-0100/PG. termasuk pelaksanaan opsi pelepasan cabang unit usaha yang prospeknya kurang bagus dan mengalami kerugian terus-menerus. considering its production output was low and operating loss continued to accumulate. the draft will be deliberated by Board of Commissioners and Board of Directors. .04/2010 tentang Ketentuan Fasilitas/Tunjangan Direksi dan Komisaris PTBA yang masih kurang tepat. . Prior to signing and enacting the Manual. Loading volume should be included in writing up Work Program and Budget. Kemampuan Vvolume angkut PT KAI harus benar-benar diperhatikan dalam penyusunan RKAP.Restrukturisasi usaha PT BAP.Restrukturisasi menyeluruh atas Unit Pengusahaan Briket. To reinforce the implementation of GCG practice. Board of Commissioners made the following recommendation to Board of Directors: . draft terkait terlebih dahulu disampaikan dan dibahas bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi. Dewan Komisaris juga meminta agar Direksi betulbetul memperhatikan komitmen peningkatan angkutan batubara dengan kereta dari PT KAI. yaitu: . . Kinerja dan Pengelolaan Anak Perusahaan • Dewan Komisaris menilai bahwa kinerja anak-anak perusahaan dan unit usaha PT BA harus ditingkatkan dan merekomendasikan kepada Direksi agar untuk masingmasing anak usaha dilakukan langkah penanganan spesifik. Dewan Komisaris memberikan catatan perlu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban Dekom dengan Direksi dalam Board Manual tersebut. • joint project. .Melakukan monitoring kinerja PT IPC secara lebih ketat mengingat kinerjanya yang tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan semula. Therefore. Tata Kelola • Dewan Komisaris meminta peninjauan kembali SK Direksi No 002/Int-0100/PG. 2/MBU/2009 tanggal 2009.Monitor IPC more closely as its performance was not in concert with what was originally planned. Board of Commissioners replaced members of Business Risk Committee. in keeping with good corporate governance principles and the legislations.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 216 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Tanjung Api-Api. Dewan Komisaris meminta Direksi agar melakukan kajian komprehensif atas kerjasama investasi ataupun keterlibatan PTBA yang akan diajukan sesuai dengan prinsip good corporate governance serta peraturan perundangan yang berlaku. mengingat realisasi dan rencana produksi yang rendah dan akumulasi kerugian operasional yang terus terjadi.Pengambilan keputusan yang lebih tegas atas status UP Ombilin. . Board of Commissioners noted there should be equilibrium between Board of Commissioners and Board of Directors in terms of duty and responsibility in Board Manual. . Governance • Board of Commissioners requested that Board of Directors Decision No. Dewan Komisaris mendukung pengkajian dan penyusunan Board Manual terbaru yang disusun dengan bantuan konsultan. SOE Minister Regulation No. harus juga berpedoman pada Permen BUMN No. Board of Commissioners asked Board of Directors to closely follow up PTKA’s commitment to increase railway loading capacity. 2/MBU/2009 of 2009 should be observed.Make a more adamant decision on the status of Ombilin Mining Unit. Dalam rangka penguatan penerapan praktek GCG Dewan Komisaris melakukan pergantian anggota Komite Risiko Performance and Management of Subsidiaries • Board of Commissioners was of the opinion that the performance of subsidiaries could be enhanced. Namun sebelum peresmian dan penanda-tanganan. Dalam hal ini. and exercising the option of releasing less potential and continuously losing business units. established GCG Committee apart from • • • • .04/2010 on Facilities/Allowances of Board of Directors and Board of Commissioners be reviewed as it is considered inappropriate.Conduct an overall restructuring of Briquette Business Unit (BU). Board of Commissioners endorsed the newly revised Board Manual with the help of a consultant.Restructure PT BAP.

diketuai anggota Direksi. atau Konarba dan PSDM. Board of Commissioners set up Corrective Action Committee (CAC) headed by a Director. Board of Directors should involve the local community and consider their nneds. membentuk Komite GCG tersendiri. CAC works under and reports to Board of Commissioners. as advised by GMS. Lain-lain • Sehubungan dengan rencana pengalihan aset Perseroan di Palembang kepada PDAM. sebagaimana diamanatkan oleh RUPS. yang terpisah dari Komite Nominasi dan Remunerasi. untuk memperkuat pengembangan dan pengelolaan SDM. Sehubungan dengan pelaksanaan audit kinerja atas anak perusahaan dan proyek kerjasama. terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2010. To conduct performance audit on subsidiaries and joint venture projects. Nomination and Remuneration Committee was reinforced and converted into Nomination. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Corporate Social Responsibility • In formulating and implementing corporate social responsibility program. Selain itu.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 217 Usaha. Dewan Komisaris berpendapat agar pengalihan aset sesuai dengan masa berlaku perjanjian dengan PDAM sesuai dengan ketentuan yang berlaku. CAC telah melaksanakan tugasnya dengan pengawasan dan arahan Dewan Komisaris dan saat ini CAC telah diminta laporannya oleh Dewan Komisaris. Dewan Komisaris memperkuat susunan Konarba dan merubah namanya menjadi Komite Nominasi. Dewan Komisaris memandang perlu dilakukannya kajian dari segi hukum. Assignment of asset should be in line with the term of agreement entered into with PDAM. Board of Commissioners approved the 2011 Work Program and Budget with a few notes. Direksi diminta memperhatikan kebutuhan serta melibatkan masyarakat sekitar. Remuneration and Human Resource Development Committee. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan • Dalam menyusun dan melaksanakan program tanggung jawab sosial. • • • • . Dewan Komisaris menyetujui RKAP 2011 dengan Others • In connection with the planned assignment of the Company’s assets in Palembang to PDAM (Regional Water Company). Board of Commissioners deemed it necessary to study the case from legal point of view. Dewan Komisaris telah membentuk Corrective Action Committee (CAC). For the purpose of supporting human resource management and development. sehingga dampak pelaksanaan program PKBL menjadi optimal Nomination and Remuneration Committee starting from 1 August 2010. so that Partnership and Community Development Program may achieve optimum results.

profitabilitas operasional meningkat dengan hasil akhir naiknya nilai Perseroan secara berkesinambungan. Anggota Direksi dipilih dan diangkat melalui RUPS. Milawarma. Batu Kajang. profitability is increased and corporate value is enhanced. Heri Supriyanto Ir. preparing and organizing 2010 GMS that was held on 21 April 2010. M. Mahbub Iskandar . seluruh calon Direksi menjalani fit and proper test secara terbuka.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 218 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • beberapa catatan. namun pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. Board of Directors members perform and make decisions according to their respective duty and authority but the performance of each member remains the Board’s collective responsibility.Eng Ir. sesuai dengan Keppres Nomor 75 Tahun 1996 tentang Ketentuan Pokok Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara: pada pasal 9 ayat (2). 75/1996 on Basic Provision of Coal Mining Agreement article 9 clause (2). Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambi keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. Batu Kajang. DIREKSI Direksi bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola Perseroan agar seluruh sumber daya berfungsi secara maksimal. Persoalan tersebut adalah persoalan Pemerintah. Board of Commissioners believes that the Company is not accountable to handle the complaints of Taka Paser Community. Dewan Komisaris terlibat aktif dalam merumuskan agenda. Komposisi Direksi saat ini terdiri atas seorang Direktur Utama dan 5 (lima) orang Direktur dengan susunan sebagai berikut: BOARD OF DIRECTORS Board of Directors is collectively in charge of and responsible for managing the Company to ensure all resources are employed to the maximum. The duty of President Director is coordinating all members in the performance of their duty. The current Board of Directors is composed of one President Director and five Directors as follows: Komposisi Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Direktur Utama President Director Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Pengembangan Usaha Direktur Niaga Direktur SDM & Umum Ir. Dewan Komisaris berpendapat bahwa Perseroan tidak memiliki kewajiban apapun atas pengaduan Masyarakat Adat Taka Paser. mempersiapkan dan mensukseskan pelaksanaan RUPS yang diselenggarakan pada 21 April 2010. • • • Board of Commissioners was actively involved in compiling agenda. Members are elected and nominated by GMS for a term of five years. Board of Commissioners reorganized the correspondence and filing sysem with the aid of a consultant. MSc Ir. To ensure they have the approriate integrity and qualification for their respective fields. this being the Government’s problem as stipulated by Presidential Decree No. Masing-masing anggota Direksi termasuk Direktur Utama memiliki kedudukan setara dengan tugas Direktur Utama adalah mengkordinasikan kegiatan seluruh kegiatan anggota Direksi. Sukrisno Dono Boestami. Tiendas Mangeka Ir. Drs. all candidates must take fit and proper tests openly. Untuk memastikan integritas dan profesionalitas di bidangnya. Members of Board of Directors including President Director are on an equal footing. dengan bantuan konsultan. untuk masa jabatan 5 tahun. Dewan Komisaris juga telah melakukan pembenahan mekanisme Tata Laksana Surat dan Kearsipan (TLSK).

Memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan atau yang diminta Anggota Dewan Komisaris. memastikan kelancaran komunikasi internal atau antar bagian dan eksternal dengan pemangku kepentingan serta menyusun dan melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. and the risks and conditions are weighed independently. • • • • • • • • . correct. responsive decisions are taken in any situation. Duty and Responsibility of Board of Directors The duty and responsibility of Board of Directors are managing the Company to achieve the main objective of the Company in an effetive and efficient manner to maximize stakeholders’ return. efisien dan memberikan nilai optimal kepada para pemangku kepentingan. effective. caring for minority shareholders’ fair interest and possessing clear work system and work charter. short and long term programs. as well as write-up and implementation of corporate social responsibility program.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 219 Independensi Direksi Komposisi Direksi Perseroan ditetapkan dengan seksama agar senantiasa dapat melakukan pengambilan keputusan secara cepat. Menyusun dan melaksanakan manajemen risiko yang mencakup seluruh aspek operasional Perseroan. Untuk menjaga independensi tersebut. efektif. The duty and responsibility include the following activities: • Formulation of corporate vision. The independent stance of Board of Directors means there is no outside intervention that may influence their judgement as required by the law and Articles of Association. Rincian tugas dan tanggung jawab Direksi meliputi: • Menyusun visi. mengendalikan sumber daya secara efektif dan efisien. To maintain their independency Board of Commissioners and Board of Directors have no family relationship down to the third level. misi dan nilai-nilai perusahaan. Explanation of anything questioned or requested by members of Board of Commissioners. vertically as well as horizontally. memperhatikan kepentingan minority shareholder secara wajar dan memiliki tata kerja dan pedoman kerja (charter) yang jelas. tepat. Formation of internal audit unit. managing resources effectively and efficiently. Independent attitude and action suggest there is no conflict of interest that may interfere with the Directors’ ability to act independently and be critical in considering every step they take. program jangka pendek maupun panjang. Menyiapkan pada waktunya RKAP dan perubahannya kepada Dewan Komisaris untuk mendapatkan pengesahan pada rapat Dewan Komisaris selambatlambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum tahun anggaran dimulai. ensuring smooth internal or inter-departmental and external communication with stakeholders. Sikap dan tindakan independen mengandung arti tidak ada kepentingan ataupun benturan kepentingan yang mungkin dapat mengganggu kemampuan setiap anggota Direksi untuk melaksanakan tugasnya secara mendiri dan memikirkan setiap langkah secara kritis. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Tugas dan tanggung jawab utama Direksi adalah mengelola Perseroan demi mencapai tujuan pendirian perusahaan dengan efektif. responsif pada setiap kondisi operasional dan mempertimbangkan segala risiko dan situasi secara independen. Antar seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris tidak ada hubungan kekeluargaan hingga tingkat ke tiga. Direksi Perseroan menjalan tugas secara independen juga berarti tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional Direksi yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan Anggaran Dasar PTBA. Menyusun satuan pengendalian internal.Performing independently means there is no outside intervention influencing the Board’s judgement that may sway them from the law and Articles of Association. Timely preparation of Work Program and Budget and its revisions for Board of Commissioners’ approval in Board of Commissioners meeting no later than 60 days before the beginning of new accounting year. Independency of Board of Directors Composition of Board of Directors is carefully set up to ensure timely. baik secara garis lurus maupun kesamping. Write-up and implementation of risk management covering all aspects of the Company’s operations. mission and values.

lengkap dengan seluruh dokumen-dokumen yang menyertai-nya termasuk dokumen keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang dokumen Perusahaan • Writing annual report that serves as accountability report of their performance in managing the Company. kebijakan dan program kerja yang ditetapkan. Directing. Sedangkan tugas dan tanggung jawab masing-masing Direktur secara spesifik adalah sebagai berikut: Direktur Utama • Bertugas untuk mengkordinir anggota Direksi lainnya. Menyiapkan Rencana Jangka Panjang (RJP) yang ditandatangani bersama dengan Komisaris untuk disahkan RUPS. policy and work program. Aligning all internal initiatives of the Company and ascertaining the Company’s improved competitiveness. komunikasi. • • • • • • • • . misi. ensuring compliance with the laws and regulations and coordinating risk management and business development. memastikan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi serta mengkordinir manajemen risiko dan pengembangan perusahaan. strategy. coordinating all functions of internal audit. accompanied by all supporting documents including financial reports as set forth in the Law concerning Corporate Documents. agar seluruh kegiatan berjalan sesuai visi. Preparing Work Program & Budget being the annual elaboration of Long Term Plan. Writing up Long Term Plan to be signed jointly with Commissioners and ratified by GMS. Setting general policy of Internal Control System and taking further action in response to audit findings reported by Internal Audit Unit. Bertanggung jawab untuk menyelaraskan seluruh inisiatif internal Perseroan dan memastikan terjadinya peningkatan kemampuan bersaing Perseroan. mission. developing and devising overall management strategy. While the duty and responsibility of each Director specifically are as follows: President Director • Coordinating all other members of Board of Directors. Mengarahkan. mengembangkan dan menetapkan strategi pengelolaan Perseroan secara menyeluruh. Menyiapkan kebijakan umum Sistem Pengendalian Internal dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas laporan hasil pemeriksaan yang dibuat oleh Satuan Pengawasan Internal. in order that all activities are in line with the Company’s vision.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 220 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance Independensi Direksi berarti juga tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional yang dilakukan sesuai peraturan perundangan dan Anggaran Dasar Perseroan. mengkordinasikan tugas operasional di bidang audit internal. • Membuat laporan tahunan sebagai wujud pertanggungjawaban atas kepengurusan Perseroan. business target. Menyiapkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan yang merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Jangka Panjang. communication. sasaran usaha. strategi.

at the same time securing funds required for business development. Responsible for Sales. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Analisis Evaluasi Optimasi Produksi serta Penanganan dan Angkutan Batubara. Providing guidance to Production Optimization Evaluation Analysis Work Unit and Coal Handling and Transporting Work Unit. Bertanggung jawab atas pengembangan dan perluasan pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan Commerce Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. Perbendaharaan dan Pendanaan serta Teknologi Informasi. Bertanggung-jawab untuk melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Perencanaan Korporat dan Pengembangan. Environment Units. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. controlling and evaluating the work of Coal Mining. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Akuntansi dan Anggaran. Developing operating units which are Tanjung Enim Mining Unit. Unit Pelabuhan Tarahan. Business Development Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. Operations/Production Director • Coordinating. Treasury. and developing mining and production efficiency program. Unit Dermaga Kertapati dan Unit Pertambangan Ombilin. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. keselamatan kerja. • • • • Direktur Operasi / Produksi • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. anggaran. akuntansi. income growth. Bertanggung jawab dalam meningkatkan nilai Perseroan (corporate value) melalui pengelolaan dana dan manajemen risiko. • • • • Direktur Pengembangan Usaha • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. • • • • . Tarahan Port Unit. controlling and evaluating the work of the Finance. mengendalikan dan mengevaluasi tugas operasional di bidang keuangan. Funding and Information Technology Work Units. Budget. Kertapati Pier Unit and Ombilin Mining Unit. lingkungan serta mengembangkan program efisiensi proses penambangan maupun produksi secara berkelanjutan. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. Distribution and Transportation Units. as well as optimum purchase of goods. Engineering. Responsible for nurturing Corporate Planning and Developemt Work Unit. sekaligus memastikan penyediaan pendanaan bagi pengembangan perusahaan. Finance Director • Coordinating. Providing guidance to Accounting. efficiency of coal supply management and transportation. Promoting corporate value through fund management and risk management. Budget and Accounting Divisions. and marketing development. mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas operasional bidang penambangan batubara. Melakukan pembinaan unit-unit operasional yang terdiri dari Unit Pertambangan Tanjung Enim.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 221 Direktur Keuangan • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. • • Direktur Niaga • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. bidang teknik. Work Safety. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan.

and marketing development. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Human Resource and General Affairs Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. Distribution and Transportation Units. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. responsibility and performance. efficiency of coal supply management and transportation. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. Prosedur ringkas penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut: • Komite Remunerasi dan Nominasi meminta konsultan independen melakukan kajian remunerasi bagi anggota Direksi. Konsultan Independen. recommending remuneration package and consideration. Komite Remunerasi dan Nominasi menyusun rekomendasi remunerasi bagi anggota Direksi. NR Committee recommends remuneration package and consideration to Board of Commissioners. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. lengkap Determination of Board of Directors’ Remuneration The Company determines the amount of Board of Directors’ remuneration commensurate with their duty. Brief procedure of fixing Board of Directors’ remuneration is as follows: • • NR Committee consults an independent consultant for making remuneration analysis. as well as optimum purchase of goods. menyusun rekomendasi usulan remunerasi lengkap dengan dasar pertimbangannya. Independent consultant works out remuneration formula. • • • Remunerasi Anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keseimbangan TATA KELOLA PERUSAHAAN antara besarnya tugas.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 222 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Good Corporate Governance • • upaya profitisasi unit-unit bisnis.tuan Kerja Pemasaran Batubara dan Logistik Melakukan pembinaan terhadap Unit Pengusahaan Briket • • Fostering Coal Marketing and Logistics Work Units. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. tanggungjawab dan kinerja masing-masing. Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memperluas pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan upaya profitisasi unit-unit bisnis. menyusun kriteria dasar penetapan honorarium. melakukan survey remunerasi pada industri sejenis. • • • • Prosedur Penetapan dan Remunerasi Direksi Perseroan menetapkan besaran remunerasi anggota Direksi berdasarkan keseimbangan antara tugas dan tanggungjawab serta kinerja. Melakukan pembinaan terhadap Satuan . Nurturing Briquette Business Unit. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. Responsible for Sales. income growth. Good Corporate Governance . conducts survey in similar industry.

Dewan Komisaris membahas usulan Komite Remunerasi dan Nominasi. RUPS melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan keputusan mengenai fasilitas dan/ atau tunjangan anggota Direksi. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Tugas dan tanggung jawab • KPI Direksi • Kompensasi dan pengalaman • Kemampuan/Kesehatan Perusahaan Rapat Umum Pemegang Saham Membahas. kepada Dewan Komisaris. RUPS menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi. Bagan ringkas prosedur penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut. GMS determines Board of Directors’ remuneration. GMS authorizes Board of Commissioners to execute GMS resolution regarding Board of Directors’ remuneration.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 223 • • • dengan dasar pertimbangannya. Komite Nominasi & Remunerasi Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi Konsultan Independen Komite Nominasi & Remunerasi Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Dewan Komisaris Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. menetapkan beberapa usulan termasuk daar pertimbangan. menetapkan dan memberi wewenang Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji dan tantiem Direksi Dewan Komisaris Menetapkan besaran gaji dan tantiem anggota Direksi sesuai mandat RUPS Gaji dan Tantiem Anggota Direksi . • • • Board of Commissioners discuses NR Committee’s proposal to be subsequently submitted to GMS. untuk diputuskan pada RUPS.

035.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak .977.404. Rp 90.444 2.000 1 5 6 GAJI (Rp) 1. total cash.672..864.624.537. Dengan jumlah Direktur Utama adalah satu dan anggota Direksi ada 5 (lima) maka total Remunerasi Direksi yang dialokasikan oleh Perseroan untuk tahun buku 2010 adalah sebesar Rp24.462 TOTAL (Rp) 4..e.800.9 billion.000 With one President Director and five Directors. URAIAN ORANG Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi URAIAN ORANG Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi 1 5 6 GAJI (Rp) 1.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 224 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Direksi menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas annual gross base salary (honorarium untuk Dewan Komisaris).. Pajak atas remunerasi Direksi menjadi tanggungan masing-masing anggota Direksi.419. yakni sebesar Rp58..198.204.9 million per month.208 TANTIEM (Rp) 1.923 13.574 Note : .199. terdiri dari .. i.461. GMS held on 21 April 2010 decided that President Director’s salary was Rp100. Selain gaji.e... Taxes will be borne by each Director individually. total earnings dan total remuneration serta fasilitas dan tunjangan lain yang jumlahnya direkomendasikan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi... sedangkan gaji Direktur lainnya rata-rata sebesar 90% dari gaji Direktur Utama....6 million per month.000 5.. Total remuneration of Board of Directors for 2009 and 2010 is given below: TAHUN 2009 TUNJANGAN (Rp) 547.024 4...860 19.240.714 9. total earnings and total remuneration.424. Board of Directors receives routine and incidental remuneration consisting of annual gross base salary (honorarium for Board of Commissioners).440...146 3.380. untuk tahun buku 2010. total remuneration for Board of Directors allocated for 2010 totalled Rp 24...984 TOTAL (Rp) 3.4 million per month.394. total cash.. comprising .538 11.440. . In addition to salary.204.577. for accounting year 2010 President Director and other Directors also received a range of facilities and allowances..... sedangkan tunjangan untuk anggota Direktur adalah sebesar 85% dari tunjangan Direktur Utama. Direktur Utama mendapat gaji sebesar Rp100.372.722 3..270 7.958.260 20.240.746 TANTIEM (Rp) 2. sesuai dengan kemampuan Perseroan..625. Direktur Utama dan anggota Direksi juga menerima berbagai fasilitas dan tunjangan.... . taking into consideration the Company’s financial strength. Rp58. Directors received tantiem at an amount to be decided by GMS.4 juta per bulan... .538.380..000 5.. while Director’s allowance was 85% of President Director’s.076. Direktur Utama mendapat tunjangan total Rp69. Jumlah total remunerasi yang diterima oleh anggota Dewan Komisaris dilaporkan oleh Perseroan dalam RUPS. The amount of facilities and allowances is determined by Board of Commissioners based on Board of Directors’ proposal.947 24. Sesuai hasil RUPS tetanggal 21 April 2010..624.9 miliar......013.000 6.288.. Tabel remunerasi yang diterima oleh Direksi untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut. i. Remuneration paid to Directors may differ among them depending on their respective duty and responsibility.000 6.464.916.9 juta perbulan.4 juta perbulan. plus other facilities and allowances as recommended by NR Committee..961. Remunerasi Direksi dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap anggota Direksi.. Selain gaji dan tunjangan Direksi mendapatkan tantiem yang besarnya ditetapkan melalui RUPS.466. and other Directors received 90% of President Director’s salary. On top of salaries and allowances..221.937...590...538.419. yaitu sebesar Rp90.590 TAHUN 2010 TUNJANGAN (Rp) 835. Besaran fasilitas dan tunjangan Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris atas usulan Direksi.236.719..4 million per month.714 15.527..423.6 juta perbulan. President Director’s allowance amounted to Rp69..955.800.

Evaluating the implementation of efficiency program.Accelerating the improvement of production facilities and infrastrucutre.Monitoring turnover rate and follow up action on delayed payment of receivables from related parties. Some of the topics discussed and decided upon in Board of Directors meeeting were related to: Operating Management • Finance . Rapat Direksi sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurang-kurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Direksi atau diwakili secara sah dalam rapat tersebut.Evaluating cash position and placement in maintaining liquidity and supporting the Company’s business oprations. Board of Directors Meeting Board of Directors meeting is held under the following terms: • • • • • • • Board of Directors meeting is held periodically at least once a month or at anytime as required. Salinan dari risalah rapat Direksi disampaikan kepada Dewan Komisaris selambat-lambatnya pada hari kerja berikutnya setelah Rapat Direksi diselenggarakan. . Aturan pengambilan keputusan lainnya pada Rapat Direksi pada dasarnya sama dengan aturan pada Rapat Dewan Komisaris. Keputusan rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. . The rules of making other decisions in Board of Directors meeting are basically the same as those applied to Board of Commissioners meeting. Board of Directors meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. manajemen stock dan penanganan batubara dari site sampai ke stockpile pelabuhan. Selama tahun 2010. membahas berbagai masalah pengelolaan Perseroan. Board of Directors held 21 meetings. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat.Evaluasi pelaksanaan program effisiensi.Evaluasi posisi kas dan penempatan kas dalam rangka menjaga likuiditas dan menunjang kegiatan operasional Perseroan • Produksi . rapat Direksi diselenggarakan sebanyak 21 (duapuluh satu) kali. Board of Directors meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Directors or their proxies.Evaluasi pemindahan sarana produksi BWE system.Pemantauan realisasi anggaran dan arus kas yang harus terjaga dengan baik.Monitoring budget and cashflow management. Beberapa masalah yang dibahas dan diputuskan bersama dalam Rapat Direksi di antaranya meliputi: Bidang Pengelolaan Operasional • Keuangan . . to discuss various things pertaining to the management of the Company. decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total votes legally cast at the meeting.Percepatan pelaksanaan perbaikan sarana dan prasarana produksi. Apabila hal ini tidak tercapai.Pemantauan tingkat kolektibilitas piutang dan tindak lanjut atas kelambatan penyelesaian piutang kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa. .Carrying out production blending. . Setiap Anggota Direksi berhak mengeluarkan 1 (satu) suara. Each member of Board of Directors is entitled to cast one vote.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 225 Rapat dan Risalah Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan dengan ketentuan. Production . . Copies of minutes of Board of Directors meeting must be submitted to Board of Commissioners no later than the next workday after the meeting is held. • . .Pelaksanaan blending produksi.Evaluating the relocation of BWE production system. . If no consensus is reached. diantaranya sebagai berikut: • Rapat Direksi diadakan secara berkala sekurangkurangnya sebulan sekali atau setiap waktu bila diperlukan. . . In 2010. stock management and coal handling from site to stock-pile at ports.

. Capital expenditure plan.Fixing the amount of employee incentives.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 226 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Kantor Pusat PT Bukit Asam di Tanjung Enim • Pemasaran . dalam pola saling mendukung pasokan pada pelanggan dengan biaya pengiriman yang lebih kompetitif. .Evaluating the execution of employee competence development program.Evaluasi kemungkinan pemasaran produk bersama anak perusahaan.Evaluating the realization of capital expenditure and determination of capital expenditure budget for 2011 and evaluating the result of business development drive. • . disseminating and applying employee Key Performance Indicator.Evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha dan penetapan kembali skala prioritas. . Human Resource Management and Welfare . at a more competitive delivery cost. Pengembangan Usaha . . IPC. IPC.Peningkatan kegiatan pemasaran.Evaluasi pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai.Evaluasi realisasi belanja modal dan penetapan anggaran belanja modal untuk tahun 2010 bersamasama dengan evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha. • • Business Development . • Marketing .Stepping up marketing efforts.Penetapan besaran insentif kinerja pegawai disertai sosialisasi dan penerapan KPI pegawai. • Pengelolaan dan Kesejahteraan SDM .Evaluating the implementation of business development program and readjustment of priority scale. . .Studying the possibility of product marketing and coal supplying to customers jointly with subsiadary. • • Rencana belanja modal.

.Eng Ir. Sukrisno Dono Boestami. yang meliputi Board Manual.. Heri Supriyanto Ir.. GCG Code. among others internal audit meeting and finalization of Whistle Blowing policy.. • Determination of interim dividend amount.s/d .s/d …. risk management. enhancing Partnership and Community Development Program... Bidang CSR • di antaranya.) The frequency of meetings and rate of attendance of Directors in Board of Directors meetings are shown in the following table: JUMLAH RAPAT (A) 21 21 21 21 21 21 KEHADIRAN (B) (B:A) NAMA Ir.. M. • Finalizing and disseminating GCG Soft Copy. perumusan solusi dan penyusunan alternatif tindakan untuk dilaporkan kepada Dewan Komisaris Bidang Manajemen Risiko • Yakni identifikasi risiko. Sc Ir. Laporan Manajemen hal…. CSR covering expanded function of Bukit Asam Hospital.... (Tindak lanjut dari hasil-hasil rapat ini dapat dilihat pada materi “Analisis dan Pembahasan Manajemen hal . • Finalization of GMS agenda. Management Report page .)... • Evaluating the implementation of Balanced Scorecard tools and setting parameter of Key Performance Indicator for Board of Directors and employees. Milawarma. • Internal Control.. di antaranya rapat internal audit dan finalisasi kebijakan Sistem Pengawasan dan Pengaduan (Whistleblower)... pelatihan emergency response team. training of emergency response team... Code of Conduct and Basic Policy.... formulating solution and optional actions to be reported to Board of Commissioners Risk Management • covering risk identification. risk mitigation and insurance of prime assets and inventories... • Finalisasi agenda pelaksanaan RUPS • Penetapan besaran dividen interim. tindak lanjut mitigasi risiko dan asuransi aset-aset utama Perseroan dan aset persediaan... • Bidang Pengendalian Internal. M. Bidang GCG di antaranya. approval procedure (with or without GMS) and interim dividend payment technicality. • Evaluasi implementasi tools Balanced Scorecard dan penetapan parameter pengukuran Key Performance Indicator bagi Direksi dan bagi pegawai.. Mahbub Iskandar JABATAN Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur .. pengelolaan risiko. GCG Code dan Code of Conduct/ Kode Etik dan Kebijakan Pokok Perseroan. (Follow up actions of these decisions of meeting are presented in “Management Discussion and Analysis” page . • Penyelesaian dan sosialisasi Soft Copy GCG. Tiendas Mangeka Ir. perkembangan penyaluran Program PKBL..... Adapun frekuensi rapat dan tingkat kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Direksi adalah sebagai berikut: Subsidiaries • Appraising the performance of subsidiaries.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 227 Anak Perusahaan • Evaluasi kinerja anak perusahaan.. GCG among others. peningkatan fungsi RSBA. and Corporate Social Responsibility Report page ... consisting of Board Manual..s/d … dan Laporan Tanggung Jawab Sosial pada halaman ….. Drs... usulan prosedur persetujuan (dengan atau tanpa RUPS) dan pelaksanaan pembagian dividen interim..

Beberapa pelatihan yang diikuti oleh Direksi pada tahun 2010.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 228 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi Direksi dalam menjalankan tugasnya. Training programs attended by Board of Directors in 2010 included: TANGGAL Jan 2010 Feb 2010 April 2010 Mei 2010 Mei 2010 Aug 2010 Aug 2010 Aug 2010 Okt 2010 Okt 2010 Nov 2010 Nov 2010 Des 2010 Des 2010 Des 2010 PELATIHAN / SEMINAR /TRAINING Commodities Outlook Global Macro Conference – Asia 2010 Seminar ARA 2009 dan Bedah Kasus Perpajakan Global Economic Outlook Coaltrans Transformation of the CFO Office (SAP) Seminar Pencegahan Tindak Pidana Korupsi oleh BUMN Evolution on Accounting for Employee Benefit Konferensi BUMN IBBEX Annual Conference The Rising Power of Indonesia Memanfaatkan Momentum Investasi & Ekspansi IFRS Implikasi Penerapan IFRS bagi Perusahaan di Indonesia Seminar Pengawasan BUMN Seminar on minimum coal dan mineral pricing – a practical look Prospek Ekonomi Indonesia 2011 TEMPAT Jakarta Hongkong Jakarta Jakarta Bali Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta PESERTA Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Niaga Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan Direktur Keuangan . mencakup antara lain: Board of Directors Training To improve the competence of Board of Directors in carrying out its duty. local as well as overseas seminars and workshops are routinely provided for and attended by members of Board of Directors. Direksi Perseroan secara rutin mengikuti berbagai pelatihan dan seminar baik didalam maupun diluar negeri.

three members of Board of Directors owned a minimum number of shares of the Company. Pada tahun 2010. i.000 113.MA Dr. SE.000 shares. In 2010. MM Ridho Kresna Wattimena. Umiyatun Hayati Triastuti. Hingga akhir tahun 2010 terdapat 4 (empat) komite yang membantu Dewan Komisaris. FIQ Anggota : Noeroso L. Mahbub Iskandar 138. tercatat ada 3 orang dari jajaran Direksi yang memiliki saham dalam jumlah minimal.000 lembar saham dan Bapak Mahbub Iskandar sejumlah 138. Until end of 2010 the Company had four Committees to assist Board of Commissioners. Jumlah yang dimiliki hanya sebatas yang diizinkan sesuai peraturan tersebut. Milawarma 60. hal ini sesuai dengan asas keterbukaan. MSc Anggota : Ir. personnel and activitity are as follows: Komite Audit Audit Committee Ketua : Suranto Sumarsono. Bambang Adi Winarso Phd Ir.000 lembar saham. MSc.SE. yakni Bapak Sukrisno sejumlah 200.000 Sukrisno Milawarma Mahbub Iskandar KOMITE-KOMITE DAN LAPORAN KOMITE Dewan Komisaris membentuk komite-komite fungsional di bawah Dewan Komisaris untuk menjaga akuntabilitas pengawasan dan penelaahan atas segala rencana operasional Perseroan dan agar dapat memberikan nasehat dan saran yang berkualitas.000 shares and Mr.000 2010 200. Abdul Latief Baky. Sukrisno 200. MHum.000 lembar saham. Mr.e..PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 229 Kepemilikan Saham Direksi dan Komisaris Direksi Perseroan memiliki saham Perseroan hanya dalam rangka investasi jangka panjang.) JUMLAH SAHAM NUMBER OF SHARE NAMA DIREKTUR NAME OF DIRECTOR 2009 200. personil dan kegiatan sebagai berikut: COMMITTEES AND COMMITTEE REPORT In order to ensure accountability in overseeing and reviewing all operating plans of the Company and to give quality counsel and suggestion.000 shares.. Mr.000 60. Antonaria MA Ketua : Ir. Risiko Usaha dan Pascatambang Ketua : Dr.000 138. MA Anggota : Azhar Zainuri. Sumarhadi SE MM Komite Asuransi. Thamrin Sihite ME Anggota : Ir. whose function. Wahyudi SE. MT. Ir.. dengan penjelasan fungsi. Ir. Bapak Milawarma sejumlah 60. Phd . PhD Komite Good Corporate Governance Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris Komite Nominasi Remunerasi dan PSDM Ketua : Ir. Faridha MSi Andi Novianto. (See “Investors Information” page . Board of Commissioners set up functional Committees under its authority. (Lihat juga “Informasi bagi Investor”) Share Ownership by Board of Directors and Board of Commissioners Share ownership by members of Board of Directors is only for long term investment in accordance with disclosure principle and in an amount permitted by relevant regulations.000 60.

• Bapepam Chairman Decision No. tanggal 1 Agustus 2002. dan bisnis tambang batubara. (iii) internal and external audit is performed in accordance with the established audit standards. and coal mining business. Pembentukan Komite Audit dilakukan berpedoman kepada: • Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-117/MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara. yang dibentuk oleh. KEP-117/MBU/2002 dated 1 August 2002 on Good Corporate Governance Practice in SOE. • Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-05/MBU/2006 tentang Komite Audit bagi Badan Usaha Milik Negara.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 230 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Audit Tujuan Komite Audit dibentuk dalam rangka membantu tugas Dewan Komisaris untuk mendorong diterapkannya tata kelola perusahaan yang baik. as well as review the scope. . The primary function of Audit Committee is in keeping with Indonesian GCG Code issued by the National Committee for Governance Policy. tanggal 20 Desember 2006. ketepatan. set up by and accountable to Board of Commissioners. Audit Committee Objective Audit Committee is formed to assist Board of Commissioners to implement good corporate governance. terbentuknya struktur pengendalian internal yang memadai. • SOE Minister Decree No. meningkatkan kualitas keterbukaan dan pelaporan keuangan. PER-05/MBU/2006 dated 20 December 2006 on Audit Committee of SOE. The formation of Audit Committee is pursuant to: • SOE Minister Decree No. kemandirian dan obyektifitas akuntan publik. accuracy. Kep-29/PM/2004 dated 29 September 2004 regarding Formation and Performance of Audit Committee. (ii) dilaksanakannya struktur pengendalian internal perusahaan dengan baik. Tugas utama Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan Pedoman Umum GCG Indonesia yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance. finance. Semua anggota komite audit adalah independen terhadap Direksi dan auditor eksteren. form adequate internal control structure. (iii) memastikan audit internal dan eksternal dilakukan sesuai standar audit yang berlaku. The objective of setting up Audit Committee is to make sure that (i) financial statements are presented fairly in accordance with the generally applied accounting principles. keuangan. (ii) internal control function is well fulfilled. independency and objectivity of public accountant. experienced and knowledgable in accounting. dan bekerja untuk. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang akuntansi. Sasaran pembentukan Komite Audit adalah: (i) memastikan kewajaran laporan keuangan perusahaan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. All Audit Committee members are not related to any director or external auditor. serta mengkaji ruang lingkup. and (iv) management takes action to follow up audit findings. Audit Committee works independently. dan (iv) adanya tindak lanjut temuan audit dilaksanakan oleh manajemen. enhance disclosure practice and financial reporting. • Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-29/PM/2004 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit tanggal 29 September 2004. Komite Audit bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan.

data and information of the Company and not to use them for personal gain. dana. funds. Beberapa uraian tugas dan tanggung jawab Komite Audit diantaranya tercakup pada uraian berikut. 01/SK/PTBA-KOM/2009 of 19 January 2009. evaluation. • To monitor compliance with the capital market laws and regulations and other regulations related to the Company’s business operations. and doing any other work related to the Commissioners’ work. termasuk mengevaluasi Piagam SPI (Internal Audit Charter) dan rencana kerja SPI. data dan informasi perusahaan dan tidak memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. • Menjaga kerahasiaan dokumen. • To communicate and coordinate with corresponding internal parties in the discharge of its duty and authority. penilaian. Duty and Responsibility of Audit Committee • To monitor and emphasize that accounting and financial records are made in accordance with accounting principles generally applied in Indonesia and other relevant regulations. • Bertanggung-jawab bahwa analisa. • Berkomunikasi dan berkordinasi dengan pihak-pihak internal terkait dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya tersebut diatas. . including making periodic site visits as deemed appopriate. • Memonitor kecukupan usaha manajemen dalam menjaga sistem pengendalian internal. identifying matters requiring the Commissioners’ attention. rekomendasi. Tugas dan tanggung-jawab Komite Audit • Memonitor dan menekankan bahwa proses pencatatan akuntansi dan keuangan Perseroan telah dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan peraturan lain yang berlaku. assets. • To ensure the existence and observance of Corporate Code of Conduct. • Memonitor ketaatan pada peraturan perundangundangan di bidang pasar modal dan di bidang lainnya yang terkait dengan kegiatan Perseroan. serta sumberdaya perusahaan lainnya. and other property. dan informasi yang disampaikan kepada Komisaris telah dilakukan secara baik dan profesional. Wewenang Komite Audit • Mengakses secara penuh dan bebas atas catatan atau informasi tentang karyawan. The duty and responsibility of Audit Committee are provided below. • To keep confidential all documents. aset. • To make sure that analysis. recommendation and information presented to Board of Commissioners are made properly and professionally. Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap Laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris. • Memastikan terdapat dan diterapkannya Kode Etik Perusahaan. kewajiban dan wewenang Komite Audit selengkapnya tertuang pada Piagam (Charter) Komite Audit Perseroan melalui Keputusan Dewan Komisaris No. termasuk melakukan kunjungan lapangan lapangan secara berkala sesuai kebutuhan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 231 Tugas. mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris. Authority of Audit Committee • To have full and free access to any record or information pertaining to employees. Audit Committee is responsible for giving input to Board of Commissioners regarding any report or information submitted by Board of Directors. 01/SK/PTBAKOM/2009 tanggal 19 Januari 2009. dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris. obligation and authority of Audit Committee are fully laid out in Audit Committee Charter under Board of Commissioners Decision No. • To monitor the management effort to maintain internal control system and to evaluate Internal Audit Charter and work program. The duty.

The Company has complied with GCG rules and norms with respect to the independency of Audit Committee members. Audit Committee of the Company is currently composed of three members. Komite Audit mengadakan 37 (tiga puluh tujuh) kali rapat berkala. Komisaris. rapat dengan pihak terkait. dengan tingkat kehadiran para anggotanya sebagai berikut: All members of Audit Committee are not affiliated with the directors or other commissioners. meetings with related parties. Direktur maupun karyawan dari perusahaan yang memiliki afiliasi maupun bisnis dengan PTBA. The profile of Audit Committee members is provided in “Corporate Data” section. Anggota Komite Audit tidak memiliki wewenang untuk merancang. yaitu berupa rapat interen. telah dipenuhi. bukan merupakan pemegang saham. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. i. one of them is Independent Commissioner concurrently Head of Audit Committee. Salah seorang anggota Komite Audit memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan keuangan sementara anggota lainnya memiliki latar belakang pendidikan bidang pertambangan sehingga dapat diyakini kompetensinya. salah satunya adalah Komisaris Independen yang sekaligus bertindak sebagai ketua Komite Audit. The Company’s Audit Committee is currently composed of Soeranto Soemarsono as Head. education and training. Audit Committee Report Audit Committee performs in accordance with Audit Committee Charter. directors or employees of companies that have affiliation or business relation with PTBA. all the criteria of independency of Audit Committee members as stipulated by GCG rules and principles are complied with. Laporan Komite Audit Komite Audit telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite Audit. Perseroan telah memenuhi persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. commissioners. memimpin maupun mengendalikan PTBA sebelum menjabat dan bukan merupakan mantan pimpinan maupun pegawai Kantor Akuntan Publik. Komite Audit Perseroan saat ini terdiri atas tiga anggota. or controlling shareholders of PTBA. Therefore. in terms of internal meetings. Selama tahun 2010. kunjungan kerja lapangan. In 2010. site visits. Dengan demikian seluruh persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. Profil Komite Audit Perseroan selengkapnya dapat dilihat pada bagian “Data Perseroan”.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 232 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Independensi dan Susunan Komite Audit Sesuai dengan pedoman umum GCG di Indonesia. Members of Audit Committee are not authorized to conceive. Azhar Zainuri dan Ridho Kresna Wattimena sebagai anggota. Seluruh anggota Komite Audit tidak memiliki afiliasi dengan Direktur. Komisaris lainnya maupun pemegang saham pengendali PTBA. Audit Committee held 37 meetings with the following attendance rate: . Independency and Composition of Audit Committee In accordance with general guidelines of GCG in Indonesia. Adapun susunan personalia Komite Audit Perseroan saat ini terdiri dari Soeranto Soemarsono sebagai Ketua. Suranto Soemarsono. manage or control PTBA before taking office and are not former management members or employees of a public accountant office.e. Azhar Zainuri and Ridho Kresna Wattimena as members. A member of Audit Committee is educated in economic and financial science and the other two are knowledgable in mining business so their competence is guaranteed. yaitu Suranto Soemarsono. Mr. They are not shareholders.

Directorate of Business Development. MM * Ridho Kresna Wattimena. and recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Purwantono. dan Direktorat Pengembangan Usaha. Suherman dan Surja (Ernst & Young) untuk melaksanakan audit kinerja terhadap Proyek Kerjasama dan Anak Perusahaan PTBA tahun buku 2010. SE. Requesting Internal Audit Unit to do the following: • Evaluating and proposing the method of aligning investment projects among SMP. Audit Committee held intensive discussions on various matters with public accountant and the management. 5. MT. Merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Tanudiredja. Ir. Wibisana & Partners. 3. Komite Audit telah secara aktif melakukan diskusi dan masukan dengan akuntan publik dan manajemen mengenai berbagai persoalan. Melaksanakan proses pemilihan dan penetapan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan Audit Kinerja Tahun Buku 2010 melalui suatu proses beauty contest yang adil oleh Tim Pemilihan KAP berdasarkan kerangka acuan kerja yang jelas dan transparan. dan antar Satuan Kerja lainnya. AEOP. member firm PriceWaterhouseCoopers untuk melaksanakan audit umum terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi PTBA dan Laporan Keuangan PKBL tahun buku 2010. Reviewing quarterly financial statements to be issued by the Company. Evaluating the work of Internal Audit Unit and the follow-up action on audit findings by the management. With respect to general and performance audit for 2010 accounting year. 5. PhD JABATAN Ketua Anggota Anggota JUMLAH RAPAT (A) 37 37 37 KEHADIRAN (B) 37 36 36 (B:A) % 100 97 97 Keterangan : *)Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. serta pada harga yang kompetitif dan merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Purwantono. 3.SE. termasuk memberikan saran perbaikan dan memastikan Laporan keuangan yang disajikan telah mematuhi prinsipprinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. Selecting and appointing Certified Public Accountant who would audit the Company’s 2010 operating results through a fair ‘beauty contest’ by CPA Selection Team with clearly defined terms of reference at competitive costs. 2. 4. Berkenaan pelaksanaan audit kinerja dan audit umum tahun buku 2010. member firm of PriceWaterhouseCoopers to perform general audit on PTBA Consolidated Financial Statement and Partnership and Community Development Program Financial Statement for 2010. Suherman and Surja (Ernst & Young) to perform audit on PTBA Joint Projects and Subsidiaries for accounting year 2010. Penelaahan ulang atas laporan keuangan triwulanan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 233 NAMA Suranto Sumarsono. Recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Tanudiredja. Tanggal 3 Juni 2010. 4. Audit Committee accomplished the following in 2010: 1. Termasuk dalam evaluasi tersebut adalah meminta SPI untuk melakukan berbagai kegiatan meliputi: • Melakukan kajian dan saran untuk menyeleraskan kajian penanganan proyek investasi diantara SMP. Kegiatan Komite Audit tahun 2010 meliputi: 1. advising on correction and ensuring the financial statements are presented fairly in accordance with the accounting principles generally applied in Indonesia. Melakukan evaluasi mengenai pelaksanaan pemerikasaan oleh Satuan Pengawas Interen dan Tindak Lanjut hasil temuan oleh Manajemen. Monitoring the execution of Performance Audit and General Audit in 2010. MA Azhar Zainuri. Melakukan pemantauan pelaksanaan Audit Kinerja dan Audit Umum tahun buku 2010. Wibisana & Rekan. AEOP. and other Work Units. 04/SK/PTBA-KOM/2010. . 2.

system. • Memperhatikan kontrak-kontrak antara PTBA dan pihak ketiga. • Checking the validity of Performance Bond for Construction of Tanjung Enim TPP 3 x 10 MW. • Memperhatikan dan meyakinkan bahwa transaksi antara PTBA dengan anak-anak perusahaan telah dilakukan secara wajar (arm’s length basis). sistem. sehingga pertanggungjawabannya dapat lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. including: • Giving input to Board of Commissioners in writing its comments on monthly performance reports and quarterly consolidated financial reports to SOE Ministry. BPR) in managing the fund of Partnership Program for better accountability and benefit to the community. Melaksanakan beberapa tugas khusus yang diberikan oleh Dewan Komisaris. • Memeriksa masa berlaku dari Surat Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond) atas kontrak Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim. BPR) di dalam pengelolaan dana Program Kemitraan. diantaranya mencakup: • Memberikan berbagai masukan pada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Laporan Kinerja Bulanan. • Making written proposals to the management to: . Laporan Keuangan Konsolidasi Triwulanan kepada Kementrian BUMN dan Draft RKAP 2011. • Mengingatkan kepada Satker terkait untuk membuat studi lebih terinci tentang kelanjutan usaha tambang PT. BPD Sumsel. etc. • Using State Auditor and external auditor general and performance audit findings to improve Internal Audit Unit’s performance.Improve management system of Partnership and Community Development Program (HR. . • Making recommendation to Board of Commissioners in writing its response to Board of Directors’ proposed (i) write-off and/or removal of unproductive assets.work with trustworthy financial institutions (BRI. • Memberi Saran tertulis kepada Manajemen untuk: . Performing several specific assignments given by Board of Commissioners. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas permohonan Direksi PTBA : (i) penghapusan dan atau pembongkaran sejumlah aset non produktif.) as starting 2010 general audit will be performed. • Meminta kepada satker Hukum untuk memberikan laporan kemajuan proses pensertifikatan tanah-tanah sitaan milik PTBA yang lebih terinci. dll) mengingat mulai tahun 2010 ini sudah diterapkan audit umum (general audit). BNI.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 234 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Memanfaatkan laporan hasil audit oleh BPK dan auditor eksternal (baik audit umum maupun audit kinerja) untuk meningkatkan kinerja SPI. Bank Mandiri. and proposing improvements to contractual clauses that do not provide enough protection for the Company. Batubara Bukit Kendi (BBK). . and (iii) assignment of land in Kertapati. BPD Sumsel. Bank Mandiri. • Ensuring that transactions between PTBA and subsidiaries are done on arm’s length basis. • Asking Legal Work Unit to report in more detail the progress of obtaining land certificates of PTBA’s confiscated land. • Scrutinizing contracts between PTBA and third parties. • Giving input to the management for the closing of Ombilin Mining Unit operations. • Advising relevant Work Units to take the right position towards projects with uncertain potentials. • Memberikan advis kepada Satker terkait untuk mengambil posisi yang benar terhadap proyek-proyek yang potensi kesinambungannya tidak jelas. BNI. (ii) pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial. dan (iii) pengalihan aset tanah di Kertapati. and draft work program and budget for 2011. • Memberikan saran kepada Manajemen untuk kepastian penutupan operasi UPO. . (ii) procurement of substantial goods and services.menyempurnakan sistem tatakelola PKBL (SDM.bekerjasama dengan lembaga keuangan yang kredibel (BRI. • Reminding Work Units concerned to make a more indepth study of the business continuity of PT Batubara Bukit Kendi (BBK). dan memberikan saran serta perbaikan atas klausul-klausul kontrak yang lemah atau merugikan PTBA.

07/SK/PTBA-KOM/VII/2010. and reporting important findings to Board of Commissioners. dan temu profesi sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. While its mission is to give professional input to Board of Commissioners in performing its oversight responsibilities and giving counsel to Board of Directors with regard to GCG principles implementation. Vision and Mission Good Corporate Governance Committee (GCG Committee) is set up to assist Board of Commissioners to oversee the practice of GCG by the Company. The Committee was previously combined with NR Committee as Nomination. Visi Komite GCG adalah “terlaksananya penerapan prinsipprinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berlandaskan peraturan perundang-undangan dan best practices dalam upaya pencapaian visi misi maupun sasaran dari Perusahaan”. GCG Committee was set up on 30 July 2010 under Board of Commissioners Decision No. Melakukan 2 (dua) kali Kunjungan Kerja Lapangan di Pelabuhan Tarahan. dan Dermaga Kertapati. 7. mission and objective of the Company”. Making two site visits to Tarahan Port. To enhance their proficiency. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite . Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan. dan temuan-temuan penting telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris. in 2010 Head and member of Audit Committee attended various conferences. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun Laporan Dewan Komisaris tentang pelaksanaan Corrective Actions atas Hasil Audit Kinerja tahun 2009. Attending education and training sessions.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 235 6. selanjutnya disebut Komite GCG bertugas membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. Attending two Cross Committee Business Meetings. pada tahun 2010 Ketua dan anggota Komite Audit telah mengikuti berbagai konferensi. Good Corporate Governance (GCG) Committee Objective. Sedangkan misinya adalah memberikan masukan kepada Dewan Komisaris secara profesional untuk terlaksananya pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi dalam bidang penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). . 6. Komite ini sebelumnya digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagai Komite Nominasi. • Giving input to Board of Commissioners in writing its report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings. Visi dan Misi Komite Good Corporate Governance. One of GCG primary duties is to assess the Company’s compliance with the laws and regulations governing GCG principles implementation. Komite Good Corporate Governance (GCG) Tujuan. The vision of GCG Committee is “Successfully implementing GCG principle and best practices in accordance with the law to realize the vision. 8. 7. Salah satu tugas utama Komite GCG adalah menelaah tingkat kepatuhan Perseroan pada peraturan perundangan yang berkaitan dengan penerapan prinsip dasar GCG. Komite GCG dibentuk pada tanggal 30 Juli 2010 melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 07/SK/ PTBA-KOM/VII/2010. panel discussions and professional meetings to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. dimana untuk meningkatkan kompetensinya. Remuneration and GCG Committee. diskusi panel. 8. Remunerasi dan GCG. Tanjung Enim Mining Unit and Kertapati Pier. Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE).

236 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

• • • • • . Assessing how far GCG principles (transparency. Mengidentifikasi instrumen GCG antara lain dokumen soft structure GCG dan telaah deskripsi potret penerapan GCG. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan peraturan perundangan yang berlaku. Akuntabilitas. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Bambang Adi Winarso Phd Ir. accountablity.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 237 Untuk tercapainya misi tersebut. responsibility. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. Responsible. 24 dated 21 April 2010. All GCG Committee members are not related to any director or external auditor. set up by and accountable to Board of Commissioners. and the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. Deed No. dan bekerja untuk. independency. MSc. dan Fairness). Independency and Composition of GCG Committee GCG Committee works independently. among others: • • Providing Board of Commissioners with professional and independent opinion regarding GCG issues. fairness) are implemented in the Company. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang tata kelola perusahaan yang baik. SUSUNAN KOMITE GCG PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: LOREM IPSUM DOLOR Ketua Anggota Ir. • Memberikan pendapat profesional dan independen kepada Dewan Komisaris terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Good Corporate Governance. SH. Pemantauan dan efektivitas praktek GCG dan menganalisa serta mengevaluasi kondisi penerapan GCG dan hasil pemantauan dan unsur-unsur GCG yang telah dilakukan melalui komite-komite. Komite GCG mendorong tersedianya soft structure GCG sebagai pedoman dalam penerapan prinsip-prinsip GCG oleh Perusahaan dan mendorong terciptanya pelaksanaan prinsip-prinsip dan praktek GCG yang lebih baik. To accomplish its mission. Independensi dan Susunan Komite GCG Komite GCG bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. yang dibentuk oleh. GCG Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. Duty and Responsibility The duty of GCG Committee is fully described in GCG Committee Charter. Identifying GCG instruments among others GCG soft structure documents and description of GCG implementation. Komite GCG dibentuk dengan berpedoman kepada Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi. Independen. The Committee also encourages better enforcement of GCG principles and practices. Melakukan penelaahan tingkat kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip GCG (Transparansi. Antonaria MA Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Komite GCG selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Komite GCG Perseroan dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. analysing and evaluating the condition of GCG implementation and monitoring findings and GCG elements enforced through Committees. GCG Committee puts in place GCG soft structure as a guide in implementing GCG principles by the Company. merangkap sebagai Komisaris Ir. Monitoring the effectiveness of GCG practice. Umiyatun Hayati Triastuti. experienced and knowledgable in good corporate governance practice.

Formulating GCG Soft Structure GCG implementation instrument. Memantau penerapan prinsip-prinsip GCG dengan melakukan rapatrapat berkala dengan Satuan Kerja Sistem Informasi Perusahaan sebagai unit kerja yang mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan prinsip-prinsip GCG di Perusahaan. Laporan Kegiatan Komite GCG Komite GCG telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite GCG.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 238 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Menyusun dan menyampaikan program kerja tahunan kepada Dewan Komisaris setiap akhir tahun berjalan. Selama tahun 2010. Umiyatun Hayati Triastuti MSc * Bambang Adi Winarso * Antonaria * Ketua merangkap Anggota Anggota Anggota 20 20 20 20 18 20 100 90 100 Keterangan : * ) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Revisi dilakukan pada susunan isi Board Manual untuk memperjelas hubungan Dewan Komisaris dan Direksi secara seimbang sesuai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. Penyusunan Soft Structure GCG. GCG Committee held 20 meetings with the following attendance rate: JUMLAH RAPAT KEHADIRAN % KEHADIRAN Ir. Monitoring GCG implementation By holding periodic meetings with Corporate Information System Work Unit being the unit responsible for coordinating the GCG practice. 2. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 30 Juli 2010 Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite GCG pada tahun 2010 secara garis besar terdiri atas (dua) kegiatan utama. Pemantauan Penerapan Prinsip-prinsip GCG. Dari hasil rapat berkala tersebut dapat ditemukenali kemajuan dan hambatan yang dihadapi In 2010 GCG Committee had two major activities. These two instruments were made official with the signing by President Director and President Commissioner. GCG soft structure. Dalam rangka penerapan prinsip-prinsip GCG telah disusun instrumen implementasi GCG yaitu soft structure GCG yang terdiri dari Panduan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik di PT Bukit Asam (GCG Code) dan Panduan Berprilaku bagi Seluruh Jajaran di PT Bukit Asam (Code of Conduct). yakni: i) melakukan kegiatan yang ada di rencana kerja dan ii) melakukan tugas khusus dari Dewan Komisaris. progress and constraint will be noted and improvements .e. i. namely i) those written in work program and ii) those assigned by Board of Commissioners. yaitu berupa rapat interen. kunjungan kerja lapangan. 2. untuk mendapatkan penetapan. meetings with related parties. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Kedua instrumen implementasi GCG tersebut telah disahkan melalui penandatatangan oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama. site visits. consists of GCG Code and Code of Conduct. Melakukan revisi Panduan Hubungan Kerja antara Dewan Komisaris dengan Direksi (Board Manual). Revising Board Manual to elaborate on the relationship between Board of Commissioners and Directors as provided for in the Amendment to Articles of Association. rapat dengan pihak terkait. At such meetings. education and training. yaitu: NAMA JABATAN GCG Committee Activity Report GCG Committee performs in accordance with GCG Committee Charter. • Writing up annual work program for submission to Board of Commissioners at yearend for its approval. in terms of internal meetings. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tugas-tugas tersebut diantaranya mencakup: 1. In 2010. Some of the assignments accomplished were: 1. Komite GCG mengadakan 20 (dua puluh) kali rapat berkala yang dihadiri para anggota.

Doing other assignments given by Board of Commissioners • Giving Board of Commissioners input regarding GCG issues in Board of Directors report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings.05/MBU/2008 tanggal 3 September 2008. With these procedures the Secretariat of Board of Commissioners is expected to facilitate the work of Board of Commissioners of overseeing and giving counsel as stated in the Articles of Association. dan diupayakan agar penerapan prinsip-prinsip GCG lebih baik hasilnya dari tahun-tahun sebelumnya. One indicator of this improvement is better assessment findings by independent parties. . • Giving Board of Commissioners input regarding Consultant Nindyo & Associates’ memorandum on Overall Review of Board of Commissioners Duty and Authority. Menyusun Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK). Making site visit Official site visit to Tanjung Enim Mining Unit was made together with other Committees on 6 November 2010. Matters requiring further attention were discovered during the visit that concerned GCG implementation by work units. 7. 6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris : • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai substansi prinsip-prinsip GCG dari laporan Direksi terhadap pelaksanaan Corrective Action atas Hasil Audit Kinerja Tahun 2009. 6. 5. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai memorandum dari Konsultan Nindyo & Assosiates tentang Kajian Umum mengenai Tugas dan Kewenangan Dewan Komisaris. Pengadaan Barang dan Jasa yang Bersifat Substansial (Bukan bersifat Rutin). Menindaklanjuti Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER. Selama kunjungan lapangan tersebut banyak ditemukan hal-hal yang memerlukan pemantauan lebih lanjut mengenai penererapan prinsip-prinsip GCG oleh satuan kerja di Perusahaan. • Giving input to Board of Commissioners for preparing its comments on draft 2011 Work Program and Budget. the Company has drafted goods and services procurement policy. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite will be suggested for better results in the future. Limitation of procuring non-routine goods and services is given by Board of Directors with the approval of Board of Commissioners. salah satunya indikatornya adalah meningkatnya nilai assessment penerapan GCG yang dilakukan oleh pihak independen. Compiling Procedures of Official Correspondence and Filing To practise good corporate governance. Procuring non-routine goods and services Acting on SOE Minister Regulation No. Dalam upaya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Batasan pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin) ditentukan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris. Attending two Cross Committee Business Meetings.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 239 3. 4. di Kesekretariatan Dewan Komisaris telah disusun tata laksana persuratan dinas dan kearsipan (TLSK) dengan mengacu kepada tata laksana persuratan dinas dan kearsipan yang sudah ada di Perusahaan. 7. • Memberikan laporan berupa masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Drat RKAP Tahun 2011 Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. Kunjungan Kerja Lapangan ke UP Tanjung Enim dilaksanakan bersamasama dengan Komite lainnya pada tanggal 6 November 2010. Perseroan telah menyusun kebijakan pengadaan barang dan jasa. 5. 3. 4. Dengan penyusunan tata laksana persuratan dinas dan kearsipan tersebut diharapkan peranan Sekretariat Dewan Komisaris dapat memperlancar tugas-tugas Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dan pemberian nasihat seperti yang diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan.05/MBU/2008 of 3 September 2008. PER. the Secretariat of Board of Commissioners has procedures of official correspondence and filing that is based on the existing procedures of official correspondence and filing of the Company.

Kepatuhan perusahaan atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah nominasi dan remunerasi. komite ini dibentuk untuk membantu Komisaris dalam melakukan pengawasan. Visi dan Misi Komite Nominasi. evaluasi dan menyusun rekomendasi dalam menetapkan antara lain: i)Norma (Standar) Nominasi dan Remunerasi. compliance with the law governing nomination and remuneration. Its additional tasks include reviewing manpower planning. set up by and accountable to Board of Commissioners. Deed No. is a committee that went through a change of name and membership in 2010. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) selanjutnya disebut Konarba dan PSDM. recruitment. All Committee members are not related to any director. The vision of NR & HRD Committee is ”Building synergy among Board of Commissioners. Independency and Composition of NR & HRD Committee NR & HRD Committee works independently. remuneration . Remuneration and Human Resource Development Committee. Anggaran Dasar Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi. dengan tugas membantu Komisaris dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan penetapan remunerasi dan peningkatan implementasi GCG. Remunerasi dan PSDM Tujuan. remuneration and development of human resource in accordance with the Company’s need and condition”. Sedangkan misinya adalah: Mendorong terciptanya sistem nominasi dan remunerasi yang fair untuk meningkatkan motivasi kerja. Tugas tambahan lainnya adalah melakukan Penelahan dan pemantauan implementasi sistem perencanaan tenaga kerja. After changing its name and membership. 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010 of 1 November 2010 on Appointment of Nomination and Remuneration Committee Members of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Remuneration and HRD Committee Objective. Vision and Mission Nomination. Komite ini dibentuk dengan berpedoman kepada peraturan perundangan yang berlaku. Sebelumnya komite ini bernama Komite Konarba dan GCG. Previously this Committee was known as NR & GCG Committee. no 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010. Direksi dan Pegawai melalui sistem nominasi dan remunerasi. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan serangkaian keputusan Dewan Komisaris mengenai Konarba. tanggal 1 November 2010. While its mission is “Promoting the creation of fair nomination and remuneration system to motivate employees. tentang Pengangkatan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Dewan Komisaris PT Bukit Asam (Persero) Tbk.rekruitmen. terciptanya sistem remunerasi yang layak dan memadai serta mendorong pelaksanaan prinsip dan praktek Good Corporate Governance yang lebih baik. and to make recommendations with respect to nomination and remuneration standards. yang dibentuk oleh. SH. selection and placement. serta bertanggung jawab kepada Dewan Nomination. further to be referred to as NR & HRD Committee. this Committee is assigned to help Board of Commissioners in its oversight and counselling responsibilities. 24 of 21 April 2010 and Board of Commissioners Decision No. in charge of assisting Board of Commissioners in matters pertaining to nomination. formulate proper and measurable remuneration system. Setelah mengalami perubahan nama dan keanggotaan. the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan”.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 240 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Nominasi.seleksi dan penempatan pegawai. merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaanya di tahun 2010. Independensi dan Susunan Anggota Komite Konarba dan PSDM Konarba dan PSDM bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. experienced and knowledgable in human resource nomination. This Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. remuneration and GCG implementation. Board of Directors and employees through competence-performance-based nomination. Visi Konarba dan PSDM adalah ”Terciptanya sinergi antara Komisaris. dengan yang terakhir adalah Keputusan Dewan Komisaris. dan pengembangan SDM yang berlandaskan kompetensi dan kinerja. and enhance GCG practice”. dan bekerja untuk.

Duty and Responsibility The task of NR & HRD Committee is fully incorporated in NR & HRD Charter covering: • Giving independent. professional opinion and recommendation to Board of Commissioners in matters pertaining to nomination and remuneration. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. . remunerasi. pengembangan sumberdaya manusia dan bisnis batubara.MA Fakhrudin Tieja SE MM Dr. Abdul Latief Baky. MSc. and development as well as coal business. Sumarhadi SE MM Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Konarba dan PSDM selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Konarba dan Pengembangan SDM dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. Wahyudi SE. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang nominasi. The composition of NR & HRD Committee as of 31 December 2010 is as follows: SUSUNAN ANGGOTA KONARBA DAN PSDM PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: THE COMPOSITION OF NR & HRD COMMITTEE AS OF 31 DECEMBER 2010 IS AS FOLLOW: Ketua Anggota Ir. • Memberikan pendapat independen dan profesional serta rekomendasi kepada Komisaris terhadap halhal yang berhubungan dengan masalah nominasi dan remunerasi. FIQ merangkap sebagai Komisaris Independen Noeroso L. MHum.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 241 Komisaris.

***) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No.04/2009 on 2009 Performance Appraisal and Board of Commissioners Letter No. Laporan Kegiatan Konarba Selama tahun 2010. that can be summed up as follows: • Approving Employee Performance Incentive Formula for 2009. PER02/MBU/2009 of 27 April 2009 Article 30 and SOE Minister Regulation No. THR dan bonus bagi seluruh pegawai. • • Assessing the Company’s compliance with laws and regulations that govern nomination and remuneration (such as Manpower Law. Ditetapkan menjadi Sekretaris Dewan Komisaris per 2 Agustus 2010.Menyiapkan formula Tantiem untuk Direksi tahun buku 2009 bersama konsultan Independen berdasarkan referensi peraturan perundangan antara lain: Permen BUMN Nomor: PER-02/MBU/2009 tanggal 27 April 2009 Pasal 30 dan Permen BUMN Nomor :PER -03/MBU/2009 tanggal 19 Oktober 2009 Pasal 5. Konarba dan PSDM telah mengadakan 23 (duapuluh tiga) kali rapat berkala dengan tingkat kehadiran sebagai berikut. Pengembangan Kriteria Nominasi. meetings with related parties.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 242 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • Menelaah tingkat kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah Nominasi dan Remunerasi (seperti UU Ketenagakerjaan. . dengan ikhtisar kegiatan sebagai berikut. Konarba dan PSDM telah melaksanakan tugas melalui rapat interen seperti disebutkan diatas.04/2009. rapat dengan pihak terkait. SOE Minister or Bapepam-LK Regulations). holiday allowance and bonus payment system. . and also retirement and compensation scheme in case of personnel retrenchment. and makes site visits. Peraturan dari Kementerian BUMN atau Bapepam-LK). KETUA/ANGGOTA Abdul Latief Baky Noeroso L. termasuk sistem pensiun dan kompensasi dalam hal terjadi pengurangan pegawai. Wahyudi * Fakhrudin Tieja** Sumarhadi*** JABATAN Ketua Anggota Anggota Anggota JUMLAH RAPAT 23 23 12 6 KEHADIRAN 23 22 12 6 % KEHADIRAN 100 97 100 100 Keterangan: *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No 08A/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 2 Agustus 2010 **) Diangkat kembali menjadi anggota Konarba tanggal 1 Juli 2010. 20/KOM/III/2010. dan Surat Komisaris No.Making Board of Directors Tantiem Formula for 2009 with the assistance of an independent consultant pursuant to SOE Minister Regulation No. Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi tentang penerapan sistem penggajian. • Menyetujui dan menyiapkan Formulasi Remunerasi. 066/KEP/INT-16100/OT. PER-03/MBU/2009 of 19 October 2009 Article 5. dan melakukan kunjungan kerja lapangan. . 066/KEP/INT-16100/OT. • • Nomination Criteria Making adjustments to Board of Directors long list criteria . subject to the law and Board of Directors Decision No. allowance. Melakukan penyesuaian atas kriteria Long List Direksi NR & HRD Committee holds internal meetings. 20/KOM/III/2010. pemberian tunjangan. dengan didasarkan peraturan perundangan yang berlaku. mengundurkan diri per 1 Agustus 2010. Making evaluation and recommendation in the implementation of salary. tentang Penilaian Kinerja Perusahaan 2009. SK Direksi No. 14/SK/PTBA-KOM/XI/201 tanggal 1 November 2010.Menyetujui pengembangan Formula Insentip Kinerja Pegawai tahun buku 2009.

.The legal ground for setting up GCG Committee was Board of Commissioners Decision No. dengan butirbutir temuan antara lain. restrukturisasi organisasi termasuk anak perusahaan. . GCG Committee made a separate report starting 3rd quarter of 2010 except July 2010.Menyiapkan seleksi anggota Konarba. Attending two Cross Committee Business Meetings. • Perlu mempertimbangkan ulang perhitungan IRR. Melakuan kunjungan kerja lapangan. .BAKOM/X/2009 tentang Konarba dan GCG.Menyiapkan seleksi anggota Sesdekom. 04/MBU/2009 on Requirements and Procedures of Appointing and Dismissing SOE Board Members.Implementasi konsep Peraturan Dewan Komisaris tentang Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK) di Lingkungan Dewan Komisaris PT BA. HR Development Strategic Plan Observing the work progress until 2010 particularly the formation of Assessment Center. • price assumption should be taken from Power Purchase Agreement with PLN.Implementing Procedures of Official Correspondence and Filing within Board of Commissioners.Penyiapan dan pemantauan pembentukan Komite GCG. • IRR should be recalculated.Reviewing Peranap Project .Melakukan Kajian Restrukturisasi Briket Batubara. Komite mencermati adanya progres pencapaian program kerja sampai tahun 2010 terutama terbentuknya Assesment Center. . 13/SK/PTBAKOM/X/2009 on NR & GCG Committee.Selecting Board of Commissioners Secretariat members . . • • • • Performing other assignments from Board of Commissioners . c) developing performance-based KPI formula. . c) pengembangan formula IKP berdasarkan kinerja pegawai. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite • for 2011-2014 to conform to SOE Minister Decision No.Preparing and monitoring the formation of GCG Committee . b) restructuring the organization including subsidiaries.The Committee came up with the following findings and suggestions: • price reference used was not suitable. .Selecting NR Committee members . Komite merekomendasikan agar restrukturisasi perlu segera dilaksanakan. • • . Disamping itu mencermati adanya penyesuaian dalam pengembangan SDM antara lain: a) restrukturisasi profil SDM dari sisi usia dan kompetensi. . . • Kurang sesuainya referensi harga yang digunakan. noting the adjustments to HR development such as a) restructuring HR profile by age and proficiency.Studying Coal Briquette Restructuring . .Dasar penyiapan pembentukan Komite GCG adalah surat keputusan (SK) nomor 13/SK/PT. • Pemantauan Pelaksanaan Rencana Strategis Pengembangan SDM. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris. Komite GCG telah menyiapkan laporan tersendiri dimulai Triwulan-III selain bulan Juli tahun 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 243 tahun 2011-2014berdasarkan pada SK Meneg BUMN no. • Asumsi harga yang digunakan sebaiknya PPA (Purchace Power Agreement) dengan PLN. Making site visits.Based on the study the Committee recommended that restructuring be immediately carried out. This decision was followed up by the two Committees report covering 4th quarter of 2009 and 1st – 2nd quarter of 2010. 04/MBU/2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara pengangkatan dan pemberhentian Anggota Direksi BUMN. SK ini ditindaklanjuti laporan kedua komite dalam buku yang dimulai dari laporan Triwulan-IV tahun 2009 dan laporan Triwulan 1 sampai dengan II tahun 2010.Berdasarkan kajian yang dilakukan. b).Melakukan Kajian Proyek Peranap. .

is set up to give independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. Business Risk and Post-Mining Committee to realize the corporate vision and mission. . Risiko Usaha dan Pasca Tambang yang profesional dan independen untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan. Mission: To give input with the purpose of: a. Business Risk and Post-Mining Committee. insurance. Meminimalkan risiko perusahaan yang mungkin terjadi di bidang pengembangan usaha. Vision: To be professional and independent Insurance. The vision and mission of BR Committee as stipulated in BR Committee Charter issued on 28 November 2009 are: 1. Risiko Usaha. Misi Komite Risiko Usaha : Memberikan masukan secara komprehensif dalam rangka: a. further referred to as BR Committee. adalah sebagai berikut: 1. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. dan Pascatambang. termasuk asuransi. yang diterbitkan pada 28 November 2009. Insurance. Minimizing risks that may arise in business development. selanjutnya disebut Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. Duty and Responsibility BR Committee is responsible for giving independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. Business Risk and Post-Mining Committee Insurance. environment and post-mining area management. BR Committee consistently recommends that all high and extreme business risks be identified and mitigated. kimia dan sosial). a. chemical and social) 2. Meminimalkan dampak negatif dari kegiatan perusahaan terhadap lingkungan (fisik. insurance. Risiko Usaha dan Pascatambang (KRU) Komite Asuransi. environment and post-mining area management.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 244 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Komite Asuransi. termasuk asuransi. Visi Komite Risiko Usaha : Menjadi Komite Asuransi. Minimizing negative impact of the Company’s activities on the environment (physical. production and marketing. b. Komite KRU senantiasa mengingatkan dan merekomendasikan agar seluruh risiko utama Perseroan yang masuk kategori high dan extreme risk di kenali dan dimitigasi. operasi produksi dan pemasaran. Visi dan Misi Komite Risiko Usaha sebagaimana dituangkan dalam Charter Komite Risiko Usaha PT Bukit Asam. Tugas dan Tanggung jawab Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. 2.

dan bekerja untuk. termasuk terhadap upaya PTBA dalam pengelolaan lingkungan secara fisik maupun sosial dan ekonomi serta pengelolaan pasca tambang. KRU berpendapat bahwa proyek-proyek pengembangan usaha yang sedang dilakukan seperti pengembangan angkutan kereta api dan pembangunan PLTU masih perlu dipercepat realisasinya. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. merangkap sebagai Komisaris Ir. Thamrin Sihite ME. Reviewing: Investment in Peranap Thermal Power Plant 2x10 MW • . PT Transpacific Railway Infrastructure dan China Railway Engineering Corporation dapat segera dipacu. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Independensi KRU dan Susunan Anggota Komite KRU bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. Independency and Composition of BR Committee BR Committee works independently. terutama berkaitan dengan kondisi lokal perusahaan. Untuk meningkatkan produksi dan penjualan batubara maka pengembangan angkutan kereta api eksisting yang merupakan kerjasama antara PTBA dan PTKA. experienced and knowledgable in their respective fields. Asuransi dan Pasca Tambang sepanjang tahun 2010 dituangkan dalam bentuk Laporan Komite Risiko Usaha. SUSUNAN KRU PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: LOREM IPSUM DOLOR Ketua Anggota Dr. regional and global term. To increase production and sales of coal. 01/SK/PTBA-KOM/2010 tanggal 3 Juni 2010. meliputi diantaranya: • • Evaluasi atas Laporan-laporan yang dikeluarkan Perusahaan Laporan dievaluasi untuk melihat faktor-faktor risiko yang dihadapi oleh Perseroan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 245 Tugas. Melakukan telaahan dan kajian terhadap investasi PLTU Peranap 2x10 MW. regional. PT Transpacific Railway Infrastructure and China Railway Engineering Corporation should proceed. **) Kontrak sudah selesai pada bulan Maret 2010 Adapun tugas dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Komite Risiko Usaha. All Committee members are not related to any director. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Tanggung Jawab dan Wewenang dari Komite Risiko Usaha dijabarkan secara rinci dalam piagam Komite Risiko Usaha (KRU Charter). Ir. dan global. The Committee is of the opinion business development projects such as railway development and TPP construction should be accelerated. serta rencana kerjasama antara PTBA. PhD Keterangan : *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Faridha MSi Andi Novianto. The duty. economic). in environment and post-mining area management (physical. responsibility and authority of BR Committee are elaborated in BR Committee Charter. yang dibentuk oleh. social. cooperation between PTBA and PTKA (Indonesian Railway Company) and among PTBA. set up by and accountable to Board of Commissioners. BR Committee reported its activities in 2010 in BR Committee Report that included: • • • Evaluating Company Reports Reports were evaluated to detect risks in local.

Attending two Cross Committee Business Meetings Attending Education and Training Program Participation of Committe Head in ‘The Rising Power of Indonesia Incorporaed: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ conference in Jakarta. . to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. teknis. (ii) aspek teknis dan (iii) aspek ekonomi. Terkait dengan program pengembangan prasarana produksi yang berlokasi di Tanjung Enim. memberikan masukan atas Drat RKAP Tahun 2011 dan lain-lain. expecially when it comes from external sources. dan lingkungan. Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. Evaluating Other Activities BR Committee evaluated TPP Independent Power Plant tenders. dan Tarahan. skema bisnis dan time frame penyerahan excess power). Yakni ke lokasi UP Tanjung Enim termasuk PLTU Tanjung Enim 3 x 10 MW. and a more comprehensive planning be made. • • • • • • BR Committee recommended the agreement be incorporated in the Company’s long-term plan and work program & budget. maka pendanaan proyek tersebut agar dikaji secara hati-hati. Developing Production Infrastructure The Committee believes the program of developing production infrastructure in Tanjung Enim. Air Laya and outside Air Laya. Diantaranya partisipasi Ketua KRU pada konferensi ‘The Rising Power of Indonesia Incorporated: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ di Jakarta. Kertapati. Considering the sizeable investment. Air Laya dan Non Air Laya. Melakukan telaahan dan kajian terhadap Perjanjian Jual Beli Batubara (PJBB) PTBA dengan PLN. KRU juga melakukan telaahan dan evaluasi terhadap kegiatan lainnya seperti Lelang IPP PLTU. financing should be carefully studied. termasuk apabila akan mendapatkan sumber pendanaan yang akan berasal dari luar PTBA. agar didapatkan alternatif yang tidak memberatkan. serta dilakukannya perencanaan yang lebih komperehensif. KRU berpendapat agar dikaji lebih mendalam dan selaras dengan rencana jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan produksi batubara. termasuk dari aspek ekonomi. etc. KRU merekomendasikan agar dilakukan kajian komprehensif terhadap rencana keterlibatan PTBA dalam Proyek Tanjung Api-Api. and to speed up TPP construction. Sehubungan dengan rencana Kerjasama Proyek Tanjung Api-api. Recommendation was made to boost production of Tanjung Enim. gave input and recommendation for 2011 work program and budget. Making Site Visits To Tanjung Enim Mining Unit including Tanjung Enim TPP 3x10 MW. termasuk dalam hal ini adalah penilaian kesiapan off taker (aspek regulasi. Mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan berkelanjutan. Kertapati and Tarahan should be scrutinized to be consistent with longterm plan of enhancing coal efficiency and production. Selain itu dalam meningkatkan penjualan perlu memperhatikan kemampuan infrastruktur.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 246 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • • • • • • KRU merekomendasikan beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan pembangunan PLTU dan kaitannya dengan rencana eksploitasi tambang adalah meliputi: (i) aspek administratif. KRU merekomendasikan peningkatan produksi di lokasi Tanjung Enim. serta percepatan penyelesaian pembangunan PLTU Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite. finansial. sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. KRU merekomendasikan PJBB tersebut dimasukkan dalam RJPP dan RKAP. Mengingat nilai investasi untuk hal ini akan sangat besar. sosial. Infrastructure capacity should also be taken into consideration in boosting sales.

and compliance with the prevailing laws and regulations. compliance officer serta investor relations. yang juga meliputi penyediaan Laporan Triwulan dan Laporan Tahunan. Sekretaris Perusahaan menjamin ketersediaan informasi terkini. For this reason. In general. CORPORATE SECRETARY The Corporate Secretary plays a major role in facilitating communication among the corporate organs. Memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan oleh setiap pemangku Kepentingan. analysts. Secara umum tugas Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut: • Mengikuti perkembangan dan peraturan-peraturan pasar modal serta memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal (investor relations). the Company establishes the function of Corporate Secretary who is directly accountable to President Director. The Company requires certain qualification of Corporate Secretary. As the function requires. Selain itu. media massa dan masyarakat umum. Perseroan menetapkan fungsi Sekretaris Perusahaan yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. Corporate Secretary ensures that the most current. the Company must have reliable document and information management system to ensure compliance with capital market laws and regulations. and guarantee the accountability of the Company’s performance report to stakeholders. . The information includes quarterly and annual financial reports. akan sangat mendukung kelancaran bisnis dan pengembangan usaha Perseroan. compliance officer and investor relations officer.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 247 SEKRETARIS PERUSAHAAN Sekretaris Perusahaan berperan besar dalam memperlancar hubungan antar Organ Perseroan. will promote the smooth operations and growth of the Company. khususnya pemegang saham. tepat waktu dan akurat mengenai Perseroan kepada para pemegang saham. analis. sebagai perusahaan publik. and periodically evaluating the performance of his/her duty. Fungsi utama Sekretaris Perusahaan ada tiga. yakni: sebagai liason officer. particularly the shareholders. Providing information for investors and other stakeholders (investor relations) • Fungsi utama Sekretaris Perseroan mencakup tiga bidang. yaitu sebagai liason officer. Perseroan menetapkan kualifikasi khusus untuk pejabat Sekretaris Perusahaan. relationship between the Company and its stakeholders. compliance officer serta investor relations. giving appropriate authority and resources. mass media and general public. hubungan antara Perseroan dengan stakeholders serta dipenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan juga wajib memiliki tata laksana dokumen dan informasi yang baik untuk membantu memastikan kepatuhan Perseroan terhadap perundang-undangan dan peraturan pasar modal serta untuk mendukung akuntabilitasi pelaporan kinerja dan tanggung jawab Perseroan kepada stakeholder. memberikan wewenang dan sumber daya yang memadai dan melakukan evaluasi berkala atas pelaksanaan tugasnya. Sesuai dengan fungsinya. Pembinaan hubungan baik dengan stakeholder strategis. As a public company. Favorable relationship with strategic stakeholders. punctual and accurate information regarding the Company is available for the shareholders. Corporate Secretary has triple main function: as liason officer. the duty of Corporate Secretary is as follows: • • Keeping abreast of capital market development and rules.

media. Tujuan dari penetapan kebijakan tersebut adalah untuk memastikan bahwa pengungkapan informasi Perseroan harus akurat serta dicatat. diolah. The Company has set a policy on “Information Disclosure and Confidentiality. sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. • • Giving input to Board of Directors in complying with capital market rules and regulations Acting as liaison officer among the Company. Rincian Press Release yang pernah dilaksanakan oleh Perseroan adalah: Corporate Secretary is assisted by other functions under his/her coordination. two non-deal roadshows and two events involving the journalists. yaitu Hubungan Investor.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 248 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • Memberi masukan kepada Direksi untuk mematuhi peraturan yang berhubungan dengan pasar modal Bertindak sebagai penghubung antara Perseroan dengan Bapepam-LK serta masyarakat. In 2010. Mulai bulan Juli 2009. among others the Government. and Insider Information” and “Document/ File Management” in an effort to abide by the transparency principle and GCG practice. 83 (delapan puluh tiga) kali one on one meeting. Sekretaris Perusahaan kemudian dibantu oleh fungsifungsi lain di bawah koordinasinya. yaitu antara lain Pemerintah. Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk dijabat oleh Achmad Sudarto. The objective of setting this policy is to make sure that information regarding the Company is disclosed accurately. mitra Perseroan dan masyarakat. Perseroan telah mengadakan 14 (empat belas) kali conference call. partners and public. and fostering good relationship with all other stakeholders besides shareholders. . Sepanjang tahun 2010. serta membina hubungan baik dengan seluruh stakeholder lain di luar pemegang saham. 83 oneon-one meetings. in accordance with the rules on disclosure of information. recorded. Perseroan telah mengeluarkan suatu kebijakan “Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta informasi orang dalam” dan kebijakan “Pengelolaan Dokumen/Arsip Perseroan”. processed. Achmad Sudarto has been the Corporate Secretary of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. BapepamLK and the public. mass media.e. 2 (dua) kali non-deal roadshow serta 2 (dua) kali kegiatan yang melibatkan wartawan. Komunikasi Perusahaan dan Kantor Perwakilan. compiled and reported over certain periods. dalam rangka memenuhi persyaratan azas keterbukaan dan pelaksanaan GCG. Corporate Communication and Representative Office. the Company conducted 14 conference calls. dirangkum dan dilaporkan dalam jangka waktu tertentu. Investor Relations. Since July 2009. i.

Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siapkan dana akuisisi Rp. . .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam incar 30% saham railway” . tahun 2010 Information disclosure events launched by the Company in 2010: BULAN Januari KEGIATAN .Pemberitahuan Rencana Penyelenggaraan RUPS .Laporan Perseroan telah melaksanakan penjualan seluruh saham hasil pembelian kembali saham Perseroan. .Pernyataan tidak melakukan eksplorasi pada periode Sept 10 – Mar 10 . . .Konfirmasi pemberitaan Detik “BPK temukan anak usaha PTBA rugikan Negara Rp.Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Dugaan korupsi Bukit Asam.Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu .Perseroan mengikuti Non Deal Roadshow di USA tanggal 1-5 Nopember 2010.Laporan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham periode Januari – Juni 2010 .36% saham Freeport”.Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siap akuisisi 9.Konfirmasi berita Bisnis Indonesia “Indonesia Power kurangi pasokan batubara PTBA” . .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Lanco Infratech jadi Mitra Bukit Asam” .Penyelenggaraan Public Expose.Konfirmasi pemberitaan media Kontan mengenai PTBA kaji rencana Stock Split. .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA bersaing jadi mitra BHP Biliton” .Hasil RUPS Tahunan . Penyampaian dan Laporan Hasil Public Expose .Panggilan RUPS tahunan Perseroan .Pembayaran Dividen Interim 2010.Konfirmasi pemberitaan media DetikFinance “BUMN diminta lepas cucu usaha”. .1. .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam gandeng South Africa Synthetic”. .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam Investasi PLTU $ 101 Juta”.Pernyataan tidak melakukan eksplorasi periode Maret – September 2010 .Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA diminta akuisisi saham Freeport”.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 249 Kegiatan Keterbukaan informasi yang dilaksanakan oleh Perseroan. .Pemberitahuan pergantian pejabat Senior Manajer Satuan Pengawas Intern.6 Miliar”.Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Direktur Bukit Asam bakal jadi tersangka” . PARA PIHAK BEI Februari Maret BEI April BEI Juni BEI Agustus September BEI BEI Oktober November Desember BEI BEI BEI .840 Miliar”. dua Direktur Bukit Asam akhirnya diperiksa Penyidik Kejagung” .

. Website Perseroan Mei Juni Juli Agustus Oktober . . Surat Kabar.ptba. PTBA jadi tuan rumah Indonesian Fire Rescue Challenge 2010.co.5%. .Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Desember 2009. .73 Triliun naik signifikan 60% pada tahun 2009. .id.6% dan ke PLTU Bukit Asam naik 5.Laba bersih Rp.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 250 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Tabel Penerbitan Press Release Tahun 2010: BULAN Januari Maret TOPIK / SUBJEK . in Indonesian and English. yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.ptba. Annual Report and other information may be obtained from the office of Corporate Secretary in the Head Office or Representative Offices.PTBA bagikan dividen final tahun buku 2009 Rp.-/ton.000. Website Perseroan Desember Selain itu. volume penjualan batubara naik 12% pada Triwulan III – 2010.5 juta ton. Pemegang saham dan masyarakat umum juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan Perseroan melalui situs http://www. Surat Kabar.Kontrak EPC dan O&M Proyek Railway “baru” kapasitas 25 juta ton/tahun ditandatangani.PTBA dan Pemprov Sumatera Selatan tandatangani Nota Kesepakatan Bersama Website Perseroan “Sumsel Siaga Bencana Berbasis Industri”. . volume penjualan batubara naik 10% pada Semester 1 – 2010. volume penjualan batubara PTBA Triwulan 1 naik 14%. setiap tahun Perseroan menerbitkan laporan tahunan dalam dua bahasa.PTBA Integrasikan Sistem Pasokan Batubara Surat Kabar. . Website Perseroan April Surat Kabar. yang menyediakan informasi mengenai kinerja Perseroan.Volume penjualan batubara PTBA Semester 1 – 2010 naik 10%.Harga jual batubara PTBA ke PLTU Tarahan naik 8. Each year the Company’s financial statements are published bilingually.685.228 Triliun.Pengumunan Laporan Keuangan per 30 September 2010. Website Perseroan Surat Kabar. .id for further information on the Company. Shareholders and the general public are welcome to visit our website http://www.Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Maret 2010. . Website Perseroan .Pengumunan Laporan Keuangan per 30 Juni 2010.1.2. total volume 5. Website erseroan. .co. Laporan Tahunan Perseroan dan informasi lainnya dapat diperoleh di Sekretariat Perusahaan di Kantor Pusat atau Perwakilan Perseroan. PTBA dan PLN tandatangani Nota Kesepahaman pemasokan batubara kalori rendah sebesar 9 Juta Ton/Tahun MEDIA Website Perseroan Surat Kabar.Harga jual batubara ke PLTU Suralaya untuk pasokan tahun 2010 disepakati menjadi Rp. to provide information on the Company’s business performance. Surat Kabar.

The system development includes: a. c. d. Upaya pengembangan sistem pengawasan dan pengendalian yang dilakukan meliputi: a. pembagian tugas dan keamanan aset Perseroan. otorisasi. reconciliation. Melakukan aktivitas pengendalian pada setiap tingkat dan unit dalam struktur organisasi Perseroan. Peningkatan lingkungan pengendalian internal yang disiplin dan terstruktur. Pelaksanaan kajian dan pengelolaan risiko usaha. Reviewing. job division and security of the Company’s assets. b. Developing information and communication system covering the process of reporting of operating activities. b. Meningkatkan dan mengembangkan sistem informasi Internal Audit and Control System The Management develops an effective internal audit and control system to safeguard the Company’s investment and assets. performance appraisal. meliputi proses untuk mengidentifikasi. analysing and managing business risk continuously. Establishing a disciplined and structured internal control environment.ptba. verifikasi. penilaian atas prestasi kerja. Exercising control over every level and unit within the organization. menganalisis. verification. d.co.id Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Manajemen mengembangkan sistem pengawasan dan pengendalian internal agar dapat berfungsi secara efektif untuk mengamankan investasi dan aset Perseroan. authority. associated with power. menilai dan mengelola risiko usaha yang relevan secara berkesinambungan. identifying. antara lain mengenai kewenangan. . financial condition and compliance with the law. rekonsiliasi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 251 www. c.

d dan e tersebut diatas. termasuk anak perusahaan..). dijabarkan masing-masing melalui pengembangan sistem diantaranya Sistem Manajemen Risiko (lihat uraian ”Sistem Manajemen Risiko”). Activities under point b and c are carried out by Corporate Management System Work Unit... As a working partner of External Auditor. Sesuai Ikhtisar Piagam SPI (SPI Charter) PTBA yang ditandatangani bersama Direksi dan Komisaris PTBA. Kegiatan yang meliputi butir b dan c tersebut diatas dilaksanakan oleh satuan kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP).. Quality Management System. including those of subsidiaries. recommendation. finansial dan ketaatan atas ketentuan dan peraturan yang berlaku. evaluation. IAU is described as follows: a. rekomendasi. elaborated in Risk Management System (see page . providing them with analysis. Under IAU Charter signed by Board of Directors and Board of Commissioners. untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas audit..). c.. penilaian... and act on IAU findings and recommendations. consultancy and information through the management.. . SPI mempunyai wewenang memperoleh akses terhadap dokumen. To perform efficiently IAU has to coordinate with Audit Committee. d and e are done with the involvement of Internal Audit Unit (IAU) Auditor Internal Auditor Internal bertindak sebagai Satuan Pengawasan Internal.. b. Environmental Management System and Work Safety and Health Management System (see page . dan komunikasi yang meliputi proses penyajian laporan mengenai kegiatan operasional. maka SPI : a. SPI memastikan bahwa seluruh elemen Perseroan berperan dan bertindak sesuai tugas dan kewajibannya serta menindak lanjuti rekomendasi dari hasil temuan SPI. to relevant data and information associated with audit work.. pencatatan personal dan fisik kekayaan perusahaan di seluruh unit kerja perusahaan. konsultansi dan informasi mengenai aktivitas Satuan Kerja melalui Pimpinan Perusahaan.. IAU has access to documents and records of company property in all work units.. dengan memberikan bantuan berupa analisa.. IAU is a work unit that exercises internal audit and control function to assist the management and other work units to perform their duty.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 252 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report e. Activities under point c. Sistem Manajemen Lingkungan dan Sistem Manajemen K3 (Lihat uraian ”Sistem Manajemen Bukit Asam”). e. dilaksanakan dengan melibatkan aktivitas Satuan Pengawasan Internal (SPI). SPI merupakan unit kerja yang menjalankan fungsi pengendalian/pengawasan internal untuk membantu Manajemen dan Satuan Kerja lainnya didalam pencapaian pelaksanaan tugas dan kewajibannya. .. IAU ensures all elements of the Company work and act according to established duties and responsibilities. b.. Melakukan pemantauan yaitu proses penilaian terhadap kualitas sistem pengendalian internal termasuk pelibatan fungsi internal audit pada setiap tingkat dan unit struktur organisasi Perseroan. Internal Auditor Internal Auditor serves as Internal Audit Unit (IAU). Sedangkan pelaksanaan kegiatan untuk butir c. Monitoring and evaluating the quality of internal control system and the involvement of internal audit function at every level and unit within the Company. Sistem Manajemen Mutu. IAU coordinates with IAU of the Company’s affiliates.

dengan ketentuan satu KAP hanya boleh melakukan audit secara berurutan maksimal 3 tahun. Wibisana & Rekan. to audit and give its opinion on the Company’s financial statements for the year ending 31 December 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 253 c. and as instructed by President Director. External Auditor The external auditor who audited the Company’s 2010 financial statements was appointed by AGMS by the recommendation of Board of Commissioners and Audit Committee. . e. Untuk kelancaran tugas. SPI harus berkoordinasi dengan Komite Audit. Full description of the role. authority and responsibility of Internal Audit is written in Internal Audit Charter. AGMS in April 2010 resolved to appoint the Office of Public Accountant Tanudiredja. Wibisana & Partners. Eksternal Auditor yang ditunjuk bertanggung jawab untuk menyampaikan opininya atas ketaatan laporan keuangan yang diaudit terhadap standar laporan keuangan yang berlaku. Eksternal Auditor Eksternal Auditor yang memeriksa laporan keuangan Perseroan tahun buku 2010 ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berdasarkan rekomendasi dari Komisaris dan Komite Audit. Untuk menjamin independensi dan kualitas hasil pemeriksaan Eksternal Auditor yang ditunjuk tidak boleh memiliki benturan kepentingan dengan setiap level pejabat Perseroan. Pada tahun 2010 + 90 % rekomendasi yang telah disampaikan SPI dapat ditindak lanjuti oleh Auditee dan sisanya akan ditindak lanjuti pada tahun 2011. subsidiaries and foundation in performing audit and providing technical assistance. member firm of PriceWaterHouseCoopers. The appointed external auditor must give its opinion on the compliance of audited financial statements with the accounting standards generally applied. d. To keep its professionalism. IAU conducted audit on eight work units. Uraian peran. In 2010 approximately 90% of IAU’s recommendations were acted on by auditees and the rest will be followed up in 2011. Untuk menjaga profesionalitas Perseroan melakukan pemilihan Eksternal Auditor setiap tahun. the appointed external auditor must have no conflicting interest with each level of the Company’s organ. SPI telah melakukan audit operasional di 8 (delapan) Satuan Kerja dan sesuai permintaan dan penugasan dari Direktur Utama. In line with Annual Audit Plan for 2010. SPI merupakan mitra kerja dari Auditor Eksternal. e. special audit on five work units. on condition that one public accountant office performs audit only for three years in a row. untuk memeriksa dan menyatakan opininya atas laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Auditor SPI harus mematuhi Kode Etik yang merupakan panduan peilaku dalam melaksanakan tugas audit yang mencerminkan tingkat profesionalisme auditor yang bersangkutan. SPI Anak Perusahaan dan Yayasan Milik Perusahaan dalam bentuk koordinasi pelaksanaan audit dan bantuan teknis. The scope of IAU covers internal audit work. SPI juga mempunyai hubungan dengan SPI Perusahaan Afiliasi. the Company selects external auditor every year. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan April 2010 memutuskan menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja. evaluating the effectiveness of GCG implementation and risk management. SPI telah melakukan audit khusus di 5 (lima) Satuan Kerja. wewenang dan tanggung-jawab selengkapnya ada pada Piagam (Charter) Audit Internal. evaluasi efektifitas implementasi prinsip-prinsip GCG dan evaluasi efektifitas Manajemen Risiko. To guarantee the independency and quality of audit. Ruang lingkup SPI meliputi Pengendalian Internal. member Firm dari PricewaterhouseCoopers. d. IAU Auditor should abide by the Code of Conduct in performing audit to reflect his/her professionalism. Sesuai Rencana Audit Tahunan (RAT) 2010.

Wibisana & Rekan melakukan audit atas laporan keuangan Perseroan. miliar.. Komisaris telah menetapkan jumlah biaya Eksternal Auditor sebesar Rp1... CMS. • Creating work best practices of international and national standards under GCG principles. and general audit on the Company’s financial statements. Sedangkan Misi Satuan Kerja SMP adalah : • Meningkatkan kualitas tatakelola Perusahaan agar sesuai dengan prinsip-prinsip GCG untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan bagi Pemegang Saham dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya. IAU and Corporate Secretary are directly accountable to President Director.. Tahun 2010 tersebut merupakan periode ke. Dalam struktur organisasi perusahaan. the same Public Accountant Office was appointed to audit PTBA performance at a cost of Rp . and Partnership and Community Development Program report. pada tahun 2010 dilakukan jasa audit kinerja atas kegiatan Anak Perusahaan dan Project Kerjasama PTBA.050.. SMP bersama-sama dengan SPI dan Sekretaris Perusahaan langsung berada di bawah kendali Direktur Utama. Wibisana & Partners to audit the Company’s financial statements. In the organization structure. Visi dari Satuan Kerja SMP adalah : Menjadi Satuan Kerja yang terpercaya dalam mengelola proses bisinis Perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten. The vision of CMS is to become a reliable work unit in managing the Company’s business process by consistently implementing GCG principles to enhance corporate value. . Kegiatan Auditor Eksternal • Pada tahun 2010 BPK-RI telah melakukan Audit System Pengendalian Intern (SPI) PTBA. Manajemen membentuk Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP). Apart from financial audit.000. • Mendorong terciptanya Kebijakan dan best practices/ standar kerja yang lazim berlaku baik secara nasional Corporate Management System Unit To strengthen internal audit and control system.095. the management set up Corporate Management System Work Unit (CMS).ditambah biaya “out of pocket” untuk jasa audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010 termasuk untuk audit PKBL..050. such audit is still in progress and expected to be finalized end of February 2011 Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan Dalam rangka memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian internal di Perseroan. Performance audit by Public Account Office was performed on the Company’s subsidiaries and joint projects..3 (tiga) KAP Tanudiredja. The year 2010 was the third year for the Office of Public Accountant Tanudiredja... saat ini masih dalam proses penyusunan draft Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Tim Audit BPK-RI..LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 254 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Periode Penunjukan dan Honorarium Berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. sehingga dapat meningkatkan nilai Perusahaan.. The mission of CMS is realized by: • Improving the quality of governance according to GCG principles for increased shareholder value and other stakeholders’ interest.. sudah termasuk PPN.095... Appointment and Fee With the power conferred by AGMS... Selain audit keuangan.. including VAT. serta jasa audit umum (General Audit) untuk Laporan Keuangan PTBA... KAP yang sama ditunjuk untuk melakukan audit kinerja PTBA dengan biaya sebesar Rp.000 plus out of pocket expenses for auditing consolidated financial statements of the Company for the year ending 31 December 2010. saat ini masih dalam pelaksanaan audit dengan target waktu penyelesaian Laporan Hasil Audit pada akhir Pebruari 2011. External Auditor Activity • In 2010 the State Auditor audited the Company’s internal control system and to this day their report is still in process. • Untuk audit yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP). Until the time of reporting. the Board of Commissioners fixed an audit fee of Rp1.

independensi. . which is subsequently formalized as guide. Selama tahun 2010.internal business process. • Senantiasa melakukan improvement proses bisnis internal SMP. terutama dari sisi keandalan sistem yang diterapkan dan hubungannya dengan kinerja. Meningkatkan budaya korporasi. SMP akan melakukan perbaikan pada sistem operasional yang diterapkan pada masing-masing unit tersebut. 4 SML audits on 14 work units scope ISO 14001. mengarahkan. CMS jointly with would-be users first prepares GCG soft structure. yang kemudian disahkan menjadi pedoman. Audit SMK3 sebanyak 4 kali audit terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup OHSAS 18001. independency. particularly in terms of system reliability and its association with performance. 2 SMM Lab audits on 3 coal laboratories scope ISO 17025. Strategi Satuan Kerja SMP adalah : • Meningkatkan komunikasi dengan BOD dan Seluruh Kepala Unit/ Kepala Satuan Kerja untuk mendapatkan data informasi yang diperlukan. • Meningkatkan objektifitas. kualitas dan waktu penyelesaian pekerjaan/audit. Throughout 2010. Audit SM Lab sebanyak The strategies adopted by CMS are: • Building communication with Board of Directors and all Work Unit Heads to obtain the necessary information. CMS improves the operating system applied in each unit. • Continually improving CMS. CMS is in charge of assisting President Director in developing.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 255 • maupun internasional di Perusahaan yang sesuai dengan Prinsip-prinsip GCG. • Working in cooperation with HR Work Unit for employee development and proficiency certification (especially Auditor) and optimal number of personnel. CMS performed 24 audits. Kemudian SMP melakukan pemantauan dan melaksanakan audit/evaluasi kinerja dari masing-masing unit. Secara periodik. SMP telah melaksanakan audit internal sebanyak 24 kali audit yang terdiri dari Audit SMM sebanyak 4 kali audit terhadap 15 Satuan Kerja Lingkup ISO 9001. quality and time efficiency in performing audit. Tugas dari SMP adalah membantu Direktur Utama dalam mengembangkan. • Enhancing objectivity. • Bekerjasama dengan Satuan kerja SDM untuk meningkatkan kompetensi Pegawai dan mendapatkan sertifikasi keahlian (khususnya Auditor) yang diperlukan serta jumlah personil yang optimal. 6 SMKP audits on 3 coal ports scope ISPS Code and 4 SMK audits on 31 work units scope Balance Scorecard. dan mengendalikan seluruh sistem manajemen yang diterapkan di perusahaan yang meliputi dan tidak terbatas pada: • Sistem Manajemen Mutu (SMM) • Sistem Manajemen Lingkungan (SML) • Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) • Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (SMM Lab) • Sistem Manajemen Risiko (SMR) • Sistem Manajemen Corporate Social Responsibility (SM CSR) • Sistem Manajemen Keamanan Pelabuhan (SMKP) • Sistem Manajemen Kinerja (SMK) • Sistem Manajemen Surat & Kearsipan Peranan SMP dalam peningkatan implementasi GCG adalah pertama menyiapkan/menyusun soft structure GCG bersamasama dengan unit yang akan melaksanakan. covering 4 SMM audits on 15 work units scope ISO 9001. • Cultivating corporate culture. Audit SML sebanyak 4 kali audit terhadap 14 Satuan Kerja Lingkup ISO 14001. Periodically. directing and controlling all management systems applied in the Company including but not limited to: • • • • • • • • • Quality Management System (SMM) Environment Management System (SML) Work Safety & Health Management System (SMK3) Laboratory Quality Management System (SMM Lab) Risk Management System (SMR) Corporate Social Responsibility Management System (SMCSR) Port Security Management System (SMKP) Performance Management System (SMK) Correspondence & Filing Management System In enhancing the implementation of GCG principles. 4 SMK3 audits on 16 work units scope OHSAS 18001. Next. CMS monitors and evaluates the performance of each unit.

In 2010 CMS finalized the establishment of SMBA. etc. as well as conflict of interest transactions. During its evaluation work in 2010. monitoring was done 4 times on 16 work units scope SMR on AS/NZ 4360. Pada tahun 2010 SMP telah melaksanakan pembangunan SMBA. and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one management system called Bukit Asam Management System (SMBA). SMP berpendapat Soft Structure GCG di perusahaan sudah memadai. Manajemen mengeluarkan kebijakan untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. SML ISO 14001:2004. CMS is currently revising some of the regulations to conform to the existing laws and regulations. SML ISO 14001:2004. . gifts. CMS discovered that GCG soft structure was sufficiently implemented. GCG Code. Audit SMKP sebanyak 6 kali audit terhadap 3 Pelabuhan batubara Lingkup ISPS Code dan Audit SMK sebanyak 4 kali audit terhadap 31 Satuan Kerja lingkup Balance Scorecard. Board of Commissioners’ Committee Charters. the management formulated a policy to integrate SMM ISO 9001:2008. Code of Conduct. Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi system. Hal ini berdasarkan kelengkapan aturan seperti Board Manual. Sesuai dengan perkembangan kegiatan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2010. suap dan sejenisnya serta aturan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan. dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). This was proven by the availability of Board Manual. regulations on goods and services procurement. GCG Code. SMP saat ini tengah melakukan revisi atas beberapa aturan tersebut dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan peraturan yang ada. Larangan pemberian dan penerimaan hadiah. Charter-charter untuk Komite di tingkat Komisaris.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 256 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report 2 kali audit terhadap 3 Laboratorium batubara Lingkup ISO 17025. Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa. bribes. To improve productivity and system efficiency. Sedangkan untuk implementasi Sistem Manajemen Risiko selama tahun 2010 telah dilakukan 4 kali monitoring terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup SMR berbasis AS/NZ 4360. Whereas on Risk Management System. Code of Conduct.

yang meliputi: • Etika Bisnis Perseroan. Etika Bisnis Perseroan merupakan penjelasan tentang bagaimana sikap dan perilaku Perseroan sebagai suatu entitas bisnis bersikap. Pedoman Kode Etik Perusahaan hasil kajian ulang tersebut telah diberlakukan dan disosialisasikan. beretika dan bertindak dalam upaya menyeimbangkan kepentingan Perseroan dengan kepentingan stakeholder sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan nilai-nilai korporasi yang sehat. • Disseminating Code of Conduct and Reporting Violation Disseminating Code of Conduct and procedures of reporting misconduct. Sosialisasi Code of Conduct dan tata cara pelaporan atas ketidaksesuaian perilaku. covering: • Business Code of Conduct The Company’s Business Code of Conduct gives directives as to how the Company should conduct its business with good ethics the way a business entity should. Company Regulations. We believe that GCG best practices. • Etika Perilaku Individu. Tahun 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 257 KODE ETIK Perseroan telah selesai melakukan kajian dan penyusunan kembali butir-butir ketentuan dalam Pedoman Kode Etik Perusahaan yang telah ada. beretika dan bertindak sesuai kaidah-kaidah dan ketentuan yang berlaku. readjusting its provisions with GCG Code and the most current common practices. . high integrity and good moral will save the Company from the risk of corporate failure. other laws and regulations. Pokok-pokok Kode Etik Pada dasarnya Pedoman Kode Etik Perseroan mengatur halhal yang menjadi tanggung jawab Perseroan. Etika Perilaku Individu merupakan penjelasan tentang bagaimana individu Jajaran Perseroan dalam berhubungan. This was proven by the global financial crisis in 2008 that was triggered by “moral hazard” within global scale financial companies in the USA. Code of Conduct is one of the Company’s tools to enhance everybody’s integrity so as to apply GCG best practices to the utmost level. penyimpangan atas Code of Conduct. • Individual Code of Conduct This is an explanation as to how individuals in the Company should act in communicating with others and behave in accordance with good ethics and common moral values. dilakukan secara efektif dan menyeluruh kepada Jajaran Perseroan dan stakeholder. the Company’s Code of Conduct regulates all matters under the responsibility of the Company. bersikap. disertai pananda-tanganan lembar pernyataan seluruh pegawai untuk mentaati dan melaksakan butir-butir ketentuan yang terkandung dalam Code of Conduct tersebut. accompanied by all employees’ signed statement of commitment to observe and put into practice the Code of Conduct. • Sosialisasi dan Pelaporan atas Pelanggaran. individu jajaran Perseroan maupun pihak lain yang melakukan bisnis dengan Perseroan. Perseroan berkeyakinan penerapan best practices GCG secara seimbang peningkatan integritas serta landasan moral yang tinggi akan lebih menjamin Perseroan agar terhindar dari risiko-risiko yang mengarah pada kegagalan korporasi. In 2010. menyesuaikan kembali aturan di dalamnya dengan Pedoman GCG dan praktek-praktek lazim terkini. and violation of Code of Conduct. Pemberlakuan dilakukan melalui penerbitan SK Direksi. yang pemicunya adalah “moral hazard” pada perusahaan finansial skala global di Amerika Serikat. Pedoman Kode Etik merupakan salah satu tools Perseroan dalam meningkatkan integritas insan perseroan di setiap level. Hal ini telah dibuktikan dengan terjadinya krisis finansial global tahun 2008 lalu. and imposition of penalty should be done effectively to all levels of the organization and stakeholders of the Company. individuals of the organization and other parties doing business with the Company. agar penerapan best practices GCG menjadi maksimal. Peraturan Perseroan. to balance the interest of the Company and that of the stakeholders in accordance with GCG principles and sound corporate values. the revised Code of Conduct was enacted by a Board of Directors decision. CODE OF CONDUCT The Company has finalized reviewing and revising the Code of Conduct. Main Points of Code of Conduct Basically. peraturan perundangan lainnya dan sanksi yang diterapkan.

Internal Control Perseroan. (vi) Menjaga keselamatan. The main rules contained in Business Code of Conduct are critical of the conduct of the Company’s business. (vii) Corporate image. (ii). Dissemination is then followed by implementation. Penyelenggaraan sosialisasi ini dilakukan oleh Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan. customers and partners. Work Ethics that should be upheld by every individual in the Company include: (i) Integrity and commitment. maka hasil kajian dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai kebijakan dan peraturan Perseroan. The Company is committed to effectively disseminating Code of Conduct by taking the following steps: • Disseminating Code of Conduct to all personnel. health and environment. Benturan kepentingan (conflict of interest). Evaluating the accomplishment or understanding of the personnel. kesehatan kerja dan lingkungan hidup. If required. selaku penanggung jawab implementasi GCG. • Pengkajian secara berkala butir-butir aturan Code of Conduct dalam rangka pengembangan Code of Conduct lebih lanjut. (v) Pemberian dan penerimaan hadiah (vi) Lingkungan. either during orientation or operating hours. Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi secara efektif dan menyeluruh dengan langkahlangkah sebagai berikut : • Melakukan sosialiasi Code of Conduct kepada seluruh Jajaran Perseroan. (v) Insider trading. Kerahasiaan informasi. Conflict of interest. Langkah sosialisasi kemudian diikuti dengan implementasi yang disertai penerapan sangsi bagi pelanggaran yang Socialization of Code of Conduct Socialization is an important phase of upholding Code of Conduct. berkordinasi dengan Satuan Kerja Sumber Daya Manusia (SDM). This is a statement of understanding and readiness of all personnel to observe the Code of Conduct and respect any party assigned by the Company to be in charge of the implementation. (viii) Etika hubungan dengan Stakeholders. (vii) Employment. (viii) Ethics of stakeholder relation. Internal Control of the Company. Sosialiasi Kode Etik Sosialisasi merupakan tahapan penting dari penerapan Code of Conduct. baik pada masa orientasi maupun masa bekerja. (v) Giving and receiving gifts (vi) Environment. iv) Pemberian donasi. Sedangkan Etika Kerja yang harus dipenuhi oleh individu jajaran Perseroan. Aturan pokok yang tercakup pada Etika Bisnis Perseroan yang memiliki aspek kritis terhadap jalannya operasional perusahaan antara lain: (i) Target yang harus dicapai oleh jajaran Manajemen dan Pegawai. (iii) Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. (iv). (viii) Keterlibatan dalam aktivitas politik dan (ix) Pemberian dan penerimaan hadiah. Merupakan lembar pernyataan mengenai pemahaman dan kesediaan Jajaran Perseroan untuk mematuhi Code of Conduct Perseroan dan pihak yang bertanggung jawab atas implementasinya. (iii) Compliance with laws and regulations. (ix) Ethics of working relation. meliputi antara lain: (i) Integritas dan komitmen. • • Implementation and socialization of Code of Conduct and Corporate Culture are tools in nurturing high integrity and good moral of people at every level in the organization. Compliance with the laws and regulations. Jika diperlukan. (v) Insider Trading. iv) Donating fund. findings from the review will be further embodied in rules and regulations of the Company. iii). (iv). Pelanggan dan Mitra Kerja dan melakukan penyegaran secara berkala • Melakukan evaluasi atas pencapaian atau pemahaman kepada Jajaran Perseroan. among others: (i) Target to be achieved by the management and employees.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 258 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • Pernyataan Kepatuhan Code of Conduct. (ix) Etika hubungan kerja. and imposition of sanction in case of violation. Periodically reviewing the provisions of Code of Conduct for further improvement. iii). (ii). • Statement of Compliance with Code of Conduct. (ii). Information confidentiality. and giving periodic refresher course. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. To stimulate people . (ii). (vii) Citra perseroan. (vii) Ketenagakerjaan. (viii) Political involvement and (ix) Giving and receiving gifts. (vi) Work safety.

Positif. in coordination with Human Resource Work Unit. maka penilaian kinerja pegawai di setiap level. Socialization is conducted by Corporate Management System Work Unit (CMS) being the unit responsible for GCG implementation. Professionalism and Faith. The basic philosophy in building the value system is work ethos of Trusting. to practice good ethics. yang berpengaruh terhadap promosi dan remunerasi. Rasional dan Sadar Biaya & Lingkungan. • • . Positive Always think and act positive in judging things to reach optimum result. Positive. Corporate Culture The Company has a value system that is adopted and implemented to build corporate culture. Sikap selalu berpikir dan bertindak positif dalam melihat sesuatu hal untuk meraih hasil yang lebih optimal. Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam budaya kerja “SiPrima” – Sinergi. saling memahami agar mampu bersinergi yang diwujudkan dalam 3 (tiga) tindakan pokok yaitu aktif memberikan dan menerima informasi yang benar dan bertanggung jawab. dan bersikap satria. everybody in the Company will be wiser and able to solve problems with a clearer mind and remain enthusistic in every situation to act for the Company’s benefit. reminding one another and acting gentlemanly. Profesional. By thinking positive. akan mempertimbangkan pula penilaian atas rekam jejak pegawai atas ketaatannya terhadap kode etik.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 259 Penerapan dan Sosialisasi Kode Etik dan Budaya Perusahaan sebagai salah satu alat dalam meningkatkan integritas dan moral insan pada setiap tingkat Perseroan. Sebagai insentif bagi penerapan kode etik yang baik. Open. Dengan berpikir POSITIF. Positif. Terbuka. agar tercipta rasa kebersamaan dan memiliki di antara seluruh Pegawai. Open All personnel are colleagues who should be understanding and open to one another in order to work synergically. Terbuka. Beriman. Perseroan melengkapi Panduan Kode Etik dengan Prosedur Pelaporan Pelanggan dan penerapan sangsi atas pelanggaran kode etik. Sikap saling mempercayai satu sama lain baik antara pimpinan dengan bawahan dan juga dengan sesama rekan kerja. dilakukan. These values are elaborated in work culture of Synergy. yaitu Percaya. TOPRC can be elaborated as follows: Trusting Trusting one another either between management and employees or among colleagues so as to foster sense of togetherness and sense of belonging. Filosofi dasar dalam membangun sistem nilai tersebut adalah sikap kerja “PTPRS”. through three principal deeds: actively taking and giving truthful and accountable information. Sikap yang menganggap Pegawai sebagai rekan kerja untuk saling terbuka. The Company complements Code of Conduct with procedures of reporting and imposing sanction on violation of Code of Conduct. PTPRS dapat diuraikan sebagai berikut: • Percaya. bersikap saling mengingatkan. Rational and Conscious of Cost & Environment (TOPRC). insan Perseroan akan lebih bijaksana karena dapat menyelesaikan masalah dengan pandangan yang lebih jernih serta tetap memiliki semangat untuk selalu memperbaiki apapun demi kepentingan perusahaan. Budaya Perusahaan Perseroan memiliki sistem nilai yang dianut dan dijalankan guna membangun budaya perusahaan. employee performance appraisal at every level that affects promotion and remuneration will take into account employees’ track record in observing Code of Conduct.

Bekerja Ikhlas. Therefore. Mampu memilah antara kenyataan dan perkiraan dalam membawa persoalan pada tempatnya. untuk menunjang penerapan tata-kelola perusahaan yang baik. Hal tersebut akan mencegah terjadinya praktekpraktek kecurangan dalam bekerja. action and management are based on objective and unprejudiced way of thinking. Bekerja Cerdas. This means every plan. Work Willingly Employees realize that working is not a purpose but a means to worship God. Conscious of Cost and Environment Appreciating every effort made by everyone for efficiency in every line. • Rasional. Pegawai menyadari bahwa bekerja bukanlah tujuan melainkan hanya sarana untuk beribadah kepada Allah SWT. This will prevent fraudulent practices from occurring at work. Rational Able to distinguish between fact and assumption in handling things. Ini berarti setiap rencana. Menjaga kelestarian lingkungan adalah komitmen kita bersama. the Company establishes easy and simple procedures but protective of the identity of witnesses and investigators. • • Kebijakan Pokok Perseroan Sebagai pelengkap dan bagian atas Panduan GCG. Whereas the culture of Synergy. Pegawai senantiasa bekerja dengan penuh semangat dan membina kerjasama yang baik sehingga terciptanya sinergi dalam bekerja. To ensure the effectiveness of whistle blowing policy. Menghargai setiap usaha yang dilakukan setiap individu untuk membantu melakukan efisiensi di semua lini serta menyadari apa yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan saat ini. employees should work willingly and guided by a strong faith. Pegawai bekerja secara profesional dan secara terus menerus melakukan perbaikan untuk mencapai operational excellence. Perseroan telah menyusun dan menetapkan serangkaian aturan kebijakan pokok operasional. tindakan dan pengendalian berlandaskan pada pola pikir yang objektif dan adil. mencakup di antaranya: Standard Policy The Company has compiled and formulated a series of standard operating policy to complement GCG Code. Work Smart Employees work with professionalism and constantly improve work to reach operational excellence. which cover the following: . Sadar Biaya dan Sadar Lingkungan. • Sedangkan Landasan Budaya kerja “SiPrima” diuraikan sebagai berikut: • Bekerja Keras. Oleh karena itu dalam bekerja harus selalu ikhlas dan dilandasi iman yang kuat.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 260 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Perseroan menetapkan prosedur yang mudah dan sederhana namun melindungi kerahasiaan identitas pelapor maupun penyelidik. Professionalism and Faith can be described as follows: Work Hard: Employees always work enthusiastically and foster good teamwork spirit to create synergy. and to be conscious of environment conservation as our commitment to think of the future and not just the present.

Transaksi Benturan Kepentingan Untuk menghindari terjadinya benturan kepentingan... the Company adopts the following policy: • Members of Board of Commissioners and Board of Directors must disclose their shareholding in the Company or other companies in a special register as .. The system is continually developed to anticipate possible risk and to mitigate existing risk. setting reporting procedures and defining types of misconduct that may be reported.. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan. dan Mempersiapkan mekanisme deteksi dini (early warning system) atas kemungkinan terjadinya masalah akibat suatu pelanggaran. Perseroan kemudian menetapkan halhal pokok yang terkait. the Company took the necessary measures including providing misconduct reporting media (hotline. dengan membentuk unit kerja khusus yang menangani hal tersebut serta dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan standar manajemen risiko yang menjadi acuan. Demi menjamin efektivitas pengawasan pelanggaran dan deteksi dini tersebut. Perseroan menetapkan prinsip-prinsip kebijakan sebagai berikut : • Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi harus mengungkapkan kepemilikan saham di Perseroan atau To ensure the effectiveness of misconduct control and early warning system. email.. Risk Management The Company establishes an integrated risk management system at the corporate level involving every work unit...PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 261 Aturan dan Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) Perseroan telah memberlakukan kebijakan serta Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) untuk berbagai tujuan. Developing risk management system is part of the Company’s long term strategy by forming special work unit to handle this matter systematically in accordance with the risk management system. Minimizing losses as a result of misconduct through early warning system. Sistem Manajemen Risiko yang ada selalu dikembangkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dan mengeliminasi risiko yang ada untuk mencapai tujuan Perseroan. Mengurangi kerugian yang terjadi akibat pelanggaran melalui deteksi dini... including: for various • • • • • Creating a conducive climate to encourage people to report any misconduct that may result in financial or non-financial losses (that may tarnish the Company’s image). diantaranya: • Menciptakan iklim kondusif dan mendorong pelaporan pelanggaran yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun non finansial (hal-hal yang dapat merusak citra Perusahaan)... Pengelolaan Risiko Perseroan telah mengembangkan sistem pengelolaan risiko secara terintegrasi di tingkat korporasi dengan melibatkan masing-masing satuan kerja. (Full description of risk management is presented in Risk Management section page .. ). To encourage people to report..) Conflict of Interest Transactions In an effort to prevent conflict of interest.. email.. special mailbox). s/d . kotak pos khusus). maka Perseroan menetapkan prosedur yang mampu menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan petugas investigasinya.. Untuk mendorong keberanian saksi pelapor. Rules and Procedures of Whistle Blowing Policy The Company sets a Whistle Blowing Policy purposes. (Uraian Pengelolaan Risiko selengkapnya ada pada bagian Manajemen Risiko. menetapkan prosedur pelaporan dan menetapkan dengan jelas jenis-jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan. the Company establishes procedures that will protect the identity of the witnesses and investigating officers. and Designing early warning system mechanism to anticipate any problem arising from misconduct. termasuk diantaranya: menyediakan media pelaporan pelanggaran (hot line. halaman .

Manajemen Kinerja Perseroan menerapkan sistem manajemen kinerja yang dikembangkan berdasarkan prinsip transparansi. Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. Setiap individu Jajaran Perseroan sebaiknya menghindari kepentingan ekonomi dalam perusahaan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan ekonomi. Every member of the Company must avoid economic interest in the Company that may cause financial conflict of interest. accountability. allowing employees to know what aspects are appraised so they can independently appraise their performance and compare it with the appraisal made by the Company. • . which means performance management is handled by work units that are able to handle it well based on measured criteria. independensi serta kewajaran. yang berarti manajemen kinerja dijalankan oleh unit kerja yang mampu melaksanakan dengan baik This way. Accountable. all elements of the Company may be free from domination by others. independency and fairness. Insider Trading The Company has set the rules on insider trading as stipulated in Code of Conduct. Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang menggunakan informasi penting dan rahasia bagi kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. The performance management should be Transparent. According to the Code of Conduct. It stipulates that the Company abides by the prevailing laws and regulations regarding insider information particularly with respect to access to delicate and confidential information. yang berarti semua karyawan dapat mengetahui ukuran apa saja yang dinilai sehingga yang bersangkutan secara mandiri dapat memperkirakan hasil penilaian kinerjanya dan dapat dibandingkan dengan hasil penilaian kinerja oleh Perseroan. bebas dari segala pengaruh dan tekanan pihak lain sehingga pengambilan keputusan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan dapat dilakukan secara obyektif. Every member of the Company must not use material and confidential information for personal gain or others’ benefit that may harm the Company. free from any influence and pressure by others to allow objective decision making when it comes to transactions with conflict of interest. anyone within the organization who has access to undisclosed material information should not abuse his/her position and authority to divulge such information to any party for the purpose of buying. Sesuai Panduan Kode Etik. Every member of the Company must not take advantage of their position for personal gain or othes’ benefit that may harm the interest of the Company. Transaksi orang dalam (Insider Trading) Aturan mengenai transaksi orang dalam diatur dalam Panduan Kode Etik. selling or retaining the Company shares. akuntabilitas. menjual atau menahan saham Perseroan. Dengan demikian seluruh elemen Perseroan dapat terhindar dari dominasi oleh satu pihak terhadap pihak lainnya.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 262 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report • • • di perusahaan lain dalam daftar khusus sebagaimana dipersyaratkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sistem penilaian kinerja diupayakan agar: • Transparan. individu jajaran Perseroan yang memiliki akses informasi material yang belum dipublikasikan secara luas dilarang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya dengan mengungkapkan informasi dimaksud kepada pihak tertentu untuk digunakan sebagai dasar membeli. Aturan tersebut menyatakan bahwa Perseroan memegang teguh peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai informasi orang dalam khususnya dalam hal akses informasi yang sensitif dan bersifat rahasia. Akuntabilitas. • • • required by the law. Performance Management The Company implements performance management system which is based on principles of transparency.

Independen. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) quarterly and annually. starting from general research. • Wajar. yang berarti manajemen kinerja dikembangkan berdasarkan target kinerja yang dapat dicapai. Transaksi Afiliasi Transaksi dengan pihak-pihak terafiliasi tersebut akan selalu dilakukan berdasarkan prinsip kesetaraan (arms length relationship) sehingga tidak merugikan kepentingan pemegang saham minoritas serta Perseroan. allowing performance management to be objectively appraised and according to established criteria without any influence or pressure. kegiatan pascatambang hingga pengusahaan pembangkitan energi. Receiving gift . post-mining down to energy generating activities. Affiliated Transactions Transactions with affiliated parties are always made on arm’s length relationship principle so as to protect the interests of the Company and minority shareholders. High quality of product and services is achieved as production process is in accordance with international standards applied in every stage of coal-based energy business. • Manajemen Mutu Perseroan menerapkan sistem manajemen mutu terpadu tentang pengendalian kualitas produk dan jasa yang dihasilkan oleh Perseroan. dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang jelas/terukur. Jaminan kualitas produk dan jasa merupakan hasil dari serangkaian kegiatan proses produksi yang sesuai dengan standar internasional yang dilakukan pada setiap kegiatan Usaha Energi berbasis Batubara. meaning performance management is developed based on reachable performance target. mulai dari tahap penyelidikan umum. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) periodically. The Company always fairly discloses affiliated transactions in accordance with the law. Giving and Receiving Gifts Gift is defined as any form of present given by the Company and its personnel to certain parties with a purpose of influencing such parties to benefit the Company unfairly.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 263 Manajemen Kinerja diterapkan dengan dukungan balanced scorecard dan pengukuran key performance indicator yang dilakukan secara periodik. Perseroan selalu mengungkapkan transaksi dengan pihakpihak terafiliasi secara wajar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelaksanaan manajemen kinerja ini didukung oleh penerapan tools Balanced Scorecard dan pengukuran Key Performance Indicator (KPI) yang dilakukan setiap triwulan dan tahunan. Fair. yakni penilaian terhadap manajemen kinerja dilakukan secara objektif dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang telah ditetapkan tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun. Pemberian dan Penerimaan Hadiah Pemberian hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk pemberian oleh jajaran Perseroan kepada pihakpihak tertentu dengan maksud mempengaruhi pihak-pihak Independent. kegiatan pengangkutan dan perdagangan. Quality Management The Company establishes an integrated quality management system for product and services quality control. transporting and trading.

efficient. Able to prevent conflict of interest and affiliated transactions by the personnel in procuring goods and services. transparan. tersebut agar dapat menguntungkan Perseroan di luar batas-batas kewajaran. Giving or receiving gifts is prohibited so as not to influence decision making by the personnel. kecuali jika pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan secara khusus oleh Perseroan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. fair/indiscriminative and accountable principles. adil/ tidak diskriminatif serta akuntabel. Assessed periodically with respect to system adequacy to ensure compliance with effective. terbuka dan bersaing. Pengembangan sistem pengadaan melalui sistem e-procurement dan e-auction dikembangkan dalam rangka mengimplementasikan prinsipprinsip GCG. Dikaji secara berkala mengenai kecukupan sistem pengadaan yang ada agar terpenuhi prinsip-prinsip efektif dan efisien.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 264 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Pemberian maupun penerimaan gratifikasi dilarang agar proses pengambilan keputusan oleh seluruh jajaran dalam Perseroan tidak terpengaruh. except when done in accordance with specific rules set by the Company or with the prevailing laws and regulations. giving or receiving presents are prohibited by the Company. transparan. Pada prinsipnya pemberian maupun penerimaan hadiah dilarang oleh Perseroan. is defined as any form of receipt by the Company and its personnel from certain parties to influence the decision of the Company to favor the present giver. terbuka dan bersaing. adil/tidak diskriminatif serta akuntabel . Penerimaan hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk penerimaan oleh Jajaran Perseroan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan maksud mempengaruhi keputusan Jajaran Perseroan yang menguntungkan si pemberi hadiah. Goods/Services Procurement Goods and services procurement is carried out by fair competition as governed by the law and in a manner that is effective. E-procurement and e-auction system has been installed to support procurement in the spirit of good corporate governance. . In principle. transparent. transparent. Langkah kebijakan yang dilakukan: • • Diimplementasikan secara konsisten . The system should be • • • • Implemented consistently. fair/ indiscriminative and accountable. competitive. competitive. efficient. Kewajiban untuk menghindari transaksi benturan kepentingan dan transaksi afiliasi oleh segenap Jajaran Perseroan dalam sistem pengadaan barang dan jasa. Pengadaan Barang/Jasa Proses pengadaan barang dan jasa diupayakan melalui persainganyangsehatsesuaidenganperaturandanperundangundangan yang berlaku dengan menjunjung prinsip-prinsip efektif dan efisien.

kecuali melalui otoritas khusus oleh Dewan Komisaris dan Direksi. memadai. Pengaturan mengenai informasi yang sensitif dan rahasia diatur lebih lanjut dalam kebijakan Tata Laksana Surat dan Kearsipan. Penerapan asas Transparansi Perseroan menjamin pengungkapan informasi materil dan relevan mengenai kinerja. financial condition and other particulars of the Company accessible to stakeholders. and timely disclosure of material and relevant information regarding business performance. Prinsip keterbukaan ini tidak mengurangi kewajiban untuk melindungi informasi rahasia mengenai Perseroan dan Pelanggan serta Mitra Kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini dapat dijelaskan pada uraian singkat mengenai penerapan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut. customers and work partners as stipulated by the law. Sedang informasi yang bersifat rahasia tidak boleh disampaikan. akurat. Example: Publicizing quarterly and audited annual financial report & performane report. The Company gives mandate to Corporate Secretary and his/her staff to uphold this transparency principle. Kebijakan-kebijakan tersebut melandasi akivitas Sekretaris Perusahaan. Salah satu media untuk melaksanakan keterbukaan informasi Perseroan ini adalah melalui official website Perseroan. Confidential information should not be disclosed. accurate. Confidentiality and Insider Information The Company promptly disseminates information to shareholders and other stakeholders in order to make quick decision. kondisi keuangan dan informasi lainnya secara jelas. Disclosure.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 265 Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta Informasi Orang Dalam Perseroan menyediakan dan memberitahukan informasiinformasi yang harus segera disampaikan kepada shareholder maupun stakeholder lainnya dalam rangka proses pengambilan keputusan yang cepat. Delicate and confidential information is regulated further in Letters and Files Handling Procedures. IMPLEMENTATION OF GCG BASIC PRINCIPLES The Company is always consequent in implementing GCG basic principles throughout its business operations. Perseroan memberi kewenangan kepada Sekretaris Perusahaan beserta jajarannya untuk menjalankan tugas dan perananya menerapkan asas Transparansi ini. comparable. One of the media for exercising disclosure is the Company’s official website. and disclosing material business expansion plan. This transparency principle does not prejudice the Company’s obligation to protect the confidentiality of information pertaining the Company. These policy guidelines are the basic rule for the Corporate Secretary’s activities. Implementation of Transparency Principle The Company ensures clear. The following describes briefly the implementation of GCG basic principles. except by specific authority given by the Commissioners and Directors. . dapat dibandingkan dan tepat waktu serta mudah diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. adequate. PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP DASAR GCG Perseroan senantiasa berupaya menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara konsekuen dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. Contoh: Laporan Keuangan & Laporan Kinerja Triwulanan dan Tahunan (Audited) yang disampaikan kepada Publik.

Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. and corporate performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. terdapat pengukuran kinerja (KPI) satuan kerja yang dilakukan pengukuran per triwulan dan tahunan. Akuntabilitas Kelompok. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. yakni: • Akuntabilitas Individu. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. Group Accountability This is a collective accountability that is attached to a group for its performance and achievement. . Akuntabilitas yang melekat kepada Perseroan secara menyeluruh dalam menjalankan aktivitas bisnisnya sesuai Anggaran Dasar Perseroan. pengukuran kinerja (KPI) untuk kinerja Korporat yang dilakukan per triwulan dan tahunan. Implementation of Accountability Principle The Company ensures the clarity of every level function.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 266 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Perseroan menerapkan tiga tingkatan akuntabilitas: akuntabilitas individu. Corporate Accountability Accountability that is inherent in the Company as a whole in conducting its business activities according to the Articles of Association. which are: • • • • • • Individual Accountability This accountability is associated with the reciprocal relationship between management and subordinates. Example: Employee performance appraisal made every semester. Accountability refers to the obligation of an individual or a work unit which is related to the exercise of authority and/or performance of duty mandated by the Company. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. penyampaian rencana pengembangan Perseroan yang material. and work unit performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. The Company introduces three levels of accountability. performance and accountability to allow effective management of the Company. Penerapan asas Akuntabilitas Perseroan menjamin kejelasan fungsi. Contoh: Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai yang dilaksanakan setiap semester. Perseroan memperkenalkan 3 (tiga) tingkatan akuntabilitas kepada jajarannya. Akuntabilitas yang melekat kepada hubungan antara pimpinan dengan bawahan dan berlaku kepada kedua belah pihak. Akuntabilitas Korporat. Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban seseorang atau organ kerja Peraseroan yang berkaitan dengan pelaksanaan wewenang yang dimilikinya dan/ atau pelaksanaan tanggung jawab yang dibebankan oleh Perseroan kepadanya. pelaksanaan dan pertanggungjawaban setiap level jajaran Perseroan yang memungkinkan pengelolaan Perseroan terlaksana secara efektif. Akuntabilitas yang melekat kepada kelompok yang harus ditanggung bersama atas kondisi dan kinerja yang tercapai. kelompok dan korporat.

Tanggung-jawab terhadap karyawan. Perseroan membuka akses informasi kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan sumbang-saran bagi kemajuan Perseroan. as well as devising and carrying out corporate social responsibility program. ras. berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku. The Company plans to conduct bench marking of Code of Conduct practice in the Company with the same practice in overseas as well as domestic counterparts. and regulating all transactions and investment plans with potential conflict of interest. tugas. Selain itu dalam pelaksanaan prinsip kesetaraan. By regulating these aspects it is believed that all corporate organs will function well and put great emphasis on independency. group. maka Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah lanjutan di tahun 2011 sebagai berikut. Penerapan asas Kewajaran / Fairness Perseroan menerapkan asas kesetaraan dengan memperlakukan seluruh stakeholder secara berimbang antara hak dan kewajiban (equal treatment) yang diberikan kepada dan oleh Perseroan. Responsibility towards employees as the Company’s major strategic partners is carried out through guiding. to improve GCG practice in the future the Company will take further actions in 2011. Penerapan asas Independensi Prinsip independensi ini diterapkan dengan penyusunan dan penerapan code of conduct. Implementation of Responsibility Principle Responsibility principle is applied through consistent compliance with laws and regulations. sebagai mitra strategis utama perseroan. termasuk pengaturan seluruh transaksi maupun rencana investasi yang mengandung atau berpotensi mengandung benturan kepentingan (conflict of interest). obligation. wewenang serta tanggung jawab masing-masing pihak. agama. dan kondisi fisik. performance of reciprocal obligation with business partners. . the Company gives equal opportunity in recruitment. kewajiban. duty. Perseroan berencana melakukan bench-marking atas pelaksanaan Code of Conduct yang telah disosialisasikan kepada seluruh jajaran perusahaan dengan praktek serupa di berbagai perusahaan yang setara baik di dalam maupun diluar negeri. In addition. melaksanakan kewajiban timbal-balik terhadap para mitra bisnis dan merancang serta melaksanakan program tanggungsosial perusahaan. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan pegawai. mutual respect for the right. golongan. Implementation of Fairness Principle The Company applies equality principle by giving equal treatment to all stakeholders with respect to their right and obligation. Dengan pengaturan ini diyakini seluruh bagian Organ Perseroan akan melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan mengutamakan independensi dan obyektifitas serta saling menghormati hak. developing and providing performance-based remuneration package. OTHERS Plans Relevant to GCG Practice In relation to GCG implementation in 2010. in implementing equality principle. gender. peningkatan kompetensi dan pemberian paket remunerasi yang sebanding dengan kinerjanya. good management of post-mining area. untuk meningkatkan penerapan praktek GCG. religion. dilaksanakan melalui pembinaan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 267 Penerapan asas Responsibilitas Prinsip pertanggung-jawaban diterapkan dengan senantiasa menerapkan dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. The Company provides access to information for all stakeholders to allow them to give suggestion for the benefit of the Company. Implementation of Independency Principle Independency principle is applied by writing up and enforcing Code of Conduct. gender and physical condition. race. objectivity. mengelola lingkungan bekas tambang dengan baik.Rencana Terkait Praktek GCG Menindaklanjuti program kerja terkait penerapan praktek GCG yang telah dilaksanakan tahun 2010. career development and performance regardless of ethnicity. LAIN-LAIN Rencana. authority and responsibility of respective parties.

Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi PTBA saat ini (sejak 16 Juli 2010) telah menerapkan Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi. Following the completion of Whistle Blowing System (WBS). . but it will also equip the personnel of this unit with basic to advanced training. yakni serangkaian peraturan dan kebijakan yang menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya secara adil. report. For an effective performance of this unit. For getting benchmarking and second opinion on GCG implementation. To get feedback for future GCG practice improvement. transparent and accountable manner. The system is on a par with the accredited SMM ISO 9001:2008. internally as well as externally. the Company will facilitate the evaluation of GCG practice by external qualified parties. Perseroan juga akan melengkapi unit ini dengan soft structure. selain seleksi kandidat petugas yang dilakukan dengan hati-hati Perseroan akan membekali personel di unit ini dengan serangkain pelatihan dasar maupun lanjutan dan menyediakan prasarana yang memadai. The Company will establish soft structure. the Company will set up WBS Team and the organization structure. After conducting workshops for General Manager. job description and personnel specification. review and assess GCG implementation in the Company. a set of rules and policies to ensure the unit functions in a fair. the Company will embark on internalizing and socializing GCG to all stakeholders. baik internal maupun eksternal. Untuk mendapatkan bench-marking dan second opinion atas penilaian penerapan praktek GCG. Untuk menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya. Agar proses internalisasi dan sosialisasi kepada seluruh stakeholder ini berjalan efektif. Perseroan akan segera membentuk unit pelaksana berupa Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP) /Whistle Blowing System (WBS). the Company plans to carry out GCG self-assessment training. the expanding business environment and scope have prompted the Company to seek and develop an international standard efficient and effective operating system. Untuk mendapatkan feed-back bagi perbaikan praktek GCG di tahun-tahun mendatang. For internalization and socialization to be effective.e.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 268 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Menindak lanjuti telah selesainya penyusunan ”Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran” (Whistle Blowing System). Additionally. Untuk maksud tersebut. the Company will regularly monitor. not only will the Company carefully select the candidates. uraian tugas dan spesifikasi personil unit SPP/WBS. i. and employee refresher courses on GCG and Code of Conduct practice. Perseroan akan melakukan monitoring. Senior Manager dan Manager serta melakukan sosialisasi praktek GCG maupun kepatuhan terhadap code-of conduct untuk semua Pegawai (refreshment). Langkah ini akan ditindak lanjuti dengan pelaksanaan self assessent praktek GCG oleh pihak internal Perseroan. For this purpose. and adequate infrastructure. GCG self-assessment will be exercised by people within the organization. Later. pelaporan secara reguler dan review atas penerapan GCG serta melakukan assessment implementasi GCG di PTBA. Setelah menyelenggarakan workshop untuk General Manager. lengkap dengan organisai. Senior Manager and Manager. Perseroan akan memulai langkah internalisasi dan sosialisasi GCG kepada seluruh stakeholder. Perseroan berencana melibatkan kerjasama dengan media luar yang independen dalam memberitakan program dimaksud. Sistem manajemen hadir dengan latar belakang adanya kesejajaran dalam implementasi standar operasi terakreditasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 dengan Sitem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001:2004 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Kecelakaan Kerja (SMK3) Bukit Asam Integrated Management System Since 16 July 2010 PTBA has implemented Bukit Asam Integrated Management System (SMBA). dinamakan SMBA. Perseroan juga berencana memfasilitasi dilakukannya evaluasi implementasi praktek GCG oleh pihak eksternal yang berkompeten dibidangnya. SML ISO 14001:2004 and SMK3 OHSAS 18001:2007. Perseroan berencana melaksanakan pelatihan self assesment GCG. the Company plans to involve external independent media in publicizing the program. transparan dan akuntable.

and reduction of cost due to more efficient usage of resources. elimination of document duplication. SML ISO 14001:2004 and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one single management system. dan dipersiapkan sejak tahun 2009. environment. Bagi Perseroan. SMK3 Management System is integrated Individual certification agency Certification Agencies merged are . accompanied by training and socialization with ample time to make sure the system can be implemented without significant obstacle and resistance. A benchmarking was also done with the Company’s equals who use the same system. SML. SML ISO 14001:2004. called Bukit Asam Management System (SMBA). hilangnya duplikasi dokumentasi. dan K3 lebih simpel. reduction of audit frequency. Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Against this backdrop. menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem dan potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien. prevention of conflict in system application. dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). peningkatan produktivitas sistem. mengurangi jumlah audit. efektif dan diakui secara internasional. Penyusunan sistem dilakukan dengan melibatkan konsultan yang kompeten diikuti dengan proses pelatihan dan sosialisasi sitem dengan tenggat waktu yang memadai. Berdasarkan latar belakang tersebut. melingkupi diantaranya: peta bisnis yang terkait aspek mutu. The system was built up with the aid of a competent consultant. SMBA interaction with the previous accredited operations management system and the prevailing laws and regulations is as follows: Current Condition Alteration SMM. Adapun gambaran interaksi SMBA dengan sistem manajemen operasional terakreditasi sebelumnya dan peraturan perundangan yang berlaku adalah sebagai berikut. work safety and health. The Company has benefitted from SMBA in many ways. Selain itu perkembangan lingkungan usaha dan lingkup kegiatan Perseroan yang dinamis membuat perusahaan harus mencari dan mengembangkan sistem operasional yang effisien. SMBA development has gone through various stages since 2009. dengan menerapkan SMBA. including less complicated business process in relation to quality. improvement of system productivity. Pengembangan SMBA telah melalui berbagai tahapan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 269 OHSAS 18001:2007. maka Perusahaan memandang perlu untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. Perseroan juga melakukan proses bench-marking terhadap perusahaan sekelas yang menerapkan sistem sejenis. ada banyak manfaat yang dapat diperoleh. the Company deemed it necessary to integrate SMM ISO 9001:2007. lingkungan. untuk meyakinkan sistem dapat diimplementasikan tanpa hambatan dan tanpa resitensi yang berarti.

SML. SMK3 SMM. SMK3 Badan Sertifikasi masing-masing Individual certification agency Sertifikat masing-masing Individual certificate Pedoman di masing-masing sistem Manual in each individual system Kebijakan di masing-masing sistem Policy in each individual system Sasaran di masing-masing sistem Target in each individual system Prosedur di masing-masing sistem Procedues in each individual system Prosedur operasional Operating procedures Perubahan Alteration Sistem Manajemen disatukan Management System is integrated Badan Sertifikasi menjadi satu Certification Agencies are merged Tetap/tidak berubah No change Pedoman disatukan Manuals are integrated Kebijakan disatukan Policies are integrated Tetap/tidak berubah No change Prosedur Manajemen disatukan Management procedures are integrated Tetap/tidak berubah No change .LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 270 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report Interaksi Acuan Sistem Manajemen Bukit Asam Interaction of Bukit Asam Management System UNDANG-UNDANG LAWS PERATURAN PEMERINTAH GOVERNMENT REGULATIONS KEPUTUSAN MENTERI MINISTER DECREES PERATURAN GUBERNUR GOVERNOR REGULATIONS PERATURAN BUPATI REGENT REGULATIONS ISO 9001: 2008 ISO 14001: 2004 OHSAS 18001: 2007 SMK3 Tiga Standar mempunyai persyaratan/ klausul yang sama 3 standards with similar terms/clauses SML SMM Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Matrix of effects of management system alteration before and after SMBA application is given below: Kondisi Saat Ini Current Condition SMM. SML.

Perseroan berkomitmen melaksanakan good mining practice guna mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui community development. Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan Cases Involving the Company Until yearend the Company was still facing two lawsuits related to operating licence and overlapping concession area. damages and losses. Selain itu. The Company is committed to exercising good mining practice in an effort to prevent environmental polution and to maintain a harmonious relationship with the surrounding community through community development program. the safety and well-being of employees and assets should be taken care of to prevent injuies. including the SOE Ministry and Forestry Ministry. karena izin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. PT Batubara Bukit Kendi (BBK) because the right to borrow and use the forest area where BBK had a mining area was still pending with the authorities. the Indonesian Police suspended the operations of our subsidiary. masalah K3 dari Pegawai dan Peralatan/Aset merupakan salah satu kebutuhan utama dan wajib diadakan oleh Perusahaan untuk mencegah kerusakan dan kerugian. termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan. To ensure the success of SMBA application.Peningkatan produktivitas sistem .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 271 Manfaat dari penerapan Sistem Manajemen yang terintegrasi adalah : • Proses bisnis yang terkait aspek mutu. The advantages of an integrated management system are: • less complicated business process in relation to quality. The Company is still in discussion with various government agencies. Izin Operasional Pada bulan Pebruari 2010. Operating Licence In February 2010. untuk meningkatkan produktivitas. • elimination of document duplication. work safety and health. the Company decided that it was essential to guarantee product quality as a key to achieving business sustainability.reduction of cost due to more efficient usage of resources.Potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien Untuk menjamin suksesnya integrasi system operasional yang dikembangkan melalui SMBA. • reduction of internal as well as external audit frequency. Perseroan sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah. dan K3 yang akan memberi pengaruh besar terhadap tercapainya tujuan dan sasaran Perseeroan. Perkara yang melibatkan Perseroan Hingga akhir tahun 2010 Perseroan menghadapi 2 dua perkara hukum. lingkungan. For this purpose the management and all employees are determined to implement SMBA to cultivate quality.improvement of system productivity. untuk menyelesaikan masalah ini. to find solution to this matter. to boost productivity. PT Batubara Bukit Kendi (BBK). dan K3 lebih sederhana • Hilangnya duplikasi dokumentasi • Mengurangi jumlah audit baik audit internal maupun audit eksternal • Menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem • Berdasarkan efektivitas implementasi system yang semakin meningkat maka hal ini akan berpengaruh kepada : . • More effective system application will result in: . Untuk mencapai tiga hal pokok tersebut. environment and WSH culture in reaching corporate goal. environment. seluruh pimpinan dan pegawai sadar dan berkomitmen menjalankan SMBA sehingga menjamin terciptanya Budaya Mutu. yakni menyangkut izin operasional dan tumpang tindih lahan. Lingkungan. In addition. We are hopefull BBK will resume operations in the near future and this suspension will not . . • prevention of conflict in system application. Perseroan menetapkan bahwa Mutu Produk adalah salah satu kinerja utama yang harus dicapai yang merupakan penentu kesinambungan bisnis perusahaan. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi anak perusahaan.

the Company was given Mining Concession (MC) to exploit an area in Lahat. As of 31 December 2009 BBK had total assets of Rp118 billion or 1. • On 16 December 2008 Palembang HC issued provisional . Mahkamah Agung memutuskan untuk membatalkan putusan PTTUN Medan. The award of MC was transferred by South Sumatera Governor to Lahat Regent in 2004. Gugatan dilayangkan kepada beberapa pihak termasuk Bupati Lahat sebagai tergugat pertama.LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 272 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Governance Report kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan. Claim was directed to several parties including Lahat Regent as the first respondent. PTTUN menolak upaya hukum banding Perusahaan. Dari sisi operasional. nilai kerugian Perseroan akibat adanya perkara ini tergolong non-material. masih terkait dengan kasus di atas. are as follows: • In 2003. SAHC rejected the Company’s appeal. the Company appealed to Medan State Administration High Court (SAHC). Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (“PTTUN“) Medan. Tumpang Tindih Lahan Perkara hukum terkait tumpang-tindih hak pengelolaan lahan dihadapi Perseroan di kabupaten Lahat. the Company faces the threat of losing prospective economic potentials in the form of coal resources in the disputed area. Kronologi dan jalannya perkara yang dihadapi oleh Perseroan terkait pengelolaan lahan di Lahat. Tanggal 12 Agustus 2008 PN Lahat mengeluarkan affect the Company’s overall operations. KP ini dialihkan pengurusannya oleh Gubernur Sumatera Selatan ke Bupati Lahat pada tahun 2004. adalah sebagai berikut. On 10 May 2007. • On 31 January 2008. Atas upaya hukum tersebut. Perusahaan diberikan KP untukmengeksploitasi daerah Lahat. the loss incurred by the Company as a result of this lawsuit is immaterial. Pada tanggal 29 Agustus 2005 melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (“PTUN“) Palembang. On 29 August 2005 through Palembang State Administration Court (SAC). Perusahaan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (“PN“) Lahat atas kerugian materil akibat pemberian KP kepada pihak lain. From the operating side. the Supreme Court decided to reverse the decision of Medan SAHC. With this provisional decision the Company appealed to Palembang High Court (HC). the Company filed a claim against Lahat Regent with respect to the issuance of several MCs to a few private companies for the same areas that are owned by the Company.70 miliar pada tanggal 31 Desember 2009.4% of the Company’s total assets of Rp8. Namun demikian Perseroan terancam kehilangan prospek potensi ekonomi cukup besar berupa kandungan sumberdaya batubara di daerah yang dipersengketakan. The Company is unable to explore and exploit this area that was once given coal mining concession. Kawasan yang sebelumnya telah mendapatkan izin Kuasa Penambangan batubara. However. Overlapping Concession Area The lawsuit involving the Company is associated with overlapping concession area in Lahat regency.722. the Supreme Court received the Company’s claim for reversal of the lower court’s decision. Perusahaan mengajukan gugatan kepada Bupati Lahat sehubungan dengan penerbitan beberapa KP kepada beberapa perusahaan swasta atas wilayah yang sama yang dimiliki oleh Perusahaan. • On 12 August 2008 Lahat DC issued provisional decision. rejected the respondent’s objection but also ruled that the Company’s claim was inadmissible. kini tidak dapat ditindak lanjuti ke-arah eksplorasi maupun eksploitasi batubara oleh Perseroan. Pada tanggal 31 Januari 2008.4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8. • On 14 December 2005. the Company filed a civil claim to Lahat District Court (DC) for material losses due to the award of MC to another party. Pada tanggal 10 Mei 2007.70 billion. • Pada tahun 2003. PTUN Palembang menolak gugatan Perusahaan. Palembang SAC rejected the Company’s claim. Mahkamah Agung telah menerima upaya hukum kasasi dari Perusahaan. still related to the above case. Pada tanggal 30 Juni 2006. • On 30 June 2006.722. menolak eksepsi tergugat tetapi juga menyatakan gugatan Perusahaan tidak dapat diterima. stating that Lahat DC was not in the power to judge the case. Pada tanggal 14 Desember 2005. Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1. • • • • Chronology and proceeding of the legal cases facing the Company in relation to area management in Lahat.

On 28 January 2010 the Supreme Court handed down a reversal verdict to reject the claim for reversal made by the respondents (Lahat Regent and parties) which notification was received by the Company on 1 December 2010. Tanggal 16 Desember 2008 PT Palembang mengeluarkan Putusan Sela. membatalkan Putusan Sela PN Lahat serta memerintahkan PN Lahat untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut. At the moment the Company is still awaiting the legal proceeding over the subject matter in Lahat DC. dan sampai dengan tanggal laporan keuangan ini. Perusahaan sedang menunggu proses persidangan atas pokok perkara di PN Lahat. menerima banding Perusahaan. With the provisional decision of Palembang HC. Tertanggal 9 Juli 2009 PN Lahat telah mengirimkan berkas perkara Kasasi ke Mahkamah Agung RI. . bahwa PN Lahat tidak berwenang mengadili perkara tersebut. Pada tanggal 02 November 2009 berkas perkara telah diterima Mahkamah Agung RI. yang relas pemberitahuannya diterima perusahaan tanggal 01 Desember 2010. dengan putusan Sela tersebut Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (“PT“) Palembang. accepting the Company’s appeal. reversing Lahat DC provisional decision and ordered Lahat DC to examine and judge the case. Dengan putusan sela PT Palembang tersebut para tergugat mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung RI. On 2 November 2009 the Supreme Court received the reversal claim dossier from Lahat DC and until the time of reporting this case was still in the hands of the Supreme Court.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 273 • • • • • Putusan Sela. the respondents claimed for reversal to the Supreme Court On 9 July 2009 Lahat DC sent the reversal claim dossier to the Supreme Court. telah menerbitkan Putusan Kasasi dengan Amar Putusan Menolak Permohonan Kasasi para tergugat (Bupati Lahat dkk). Tanggal 28 Januari 2010 Mahkamah Agung RI. saat ini perkara dalam proses Mahkamah Agung RI. Saat ini. • • • decision. perkara tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung RI.

274 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 275 Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Report On Corporate Social Responsibilities Peningkatan penyaluran dana dan kegiatan PKBL serta Bina Wilayah sebagai wujud komitmen kepedulian Perseroan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam secara berkesinambungan. Increased fund disbursement in the context of Partnership & Community Development and Area Development programs is proof of the Company’s commitment to continually improve community welfare and natural conservation. .

To enhance the effectiveness and quality of Corporate Social Responsibility (CSR) program. The Company invites the local community to join in the planning. (4) employment practices and proper work conditions. PER-05/ MBU/2007 of 27 April 2007 on SOE Partnership with SmallScale Businesses and Community Development Program. Showing concern for environmental conservation.LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 276 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Report on Corporate Social Responsibilities Untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pelaksanaan program. and (6) society. (2) environment. Penerapan jaminan keamanan penggunaan produk dan kepuasan pelanggan. Ensuring product safety and consumer satisfaction. The Company formulated a long-term integrated policy in the form of PTBA CSR Guidelines that were endorsed by the President Director at the end of 2009. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang With an aim of creating equitable economic. menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan pihak lain yang berkompeten dalam perencanaan dan pelaksanaan program. The guidelines focus on six main areas: (1) economy. (5) tanggung jawab produk. PTBA carries out Partnership and Community Development Program pursuant to State-Owned Enterprises Minister Regulation No. Perseroan mengajak-serta masyarakat secara langsung dalam proses perencanaan. These six focus activities are in line with international standards of CSR implementations as set by Global Reporting Initiatives (GRI). Keenam fokus kegiatan tersebut mengacu kepada kaidah internasional mengenai keberhasilan implementasi CSR yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiatives (GRI). including restoration of post-mining areas. Penerapan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan. Ensuring good health care and work safety as well as employee welfare improvement. yaitu: (1) ekonomi. (2) lingkungan. (4) praktik ketenagakerjaan dan kelaikan kerja. meliputi: • Pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal serta masyarakat secara luas. social and environmental development and welfare. Nurturing a harmonious relationship with local community by applying good corporate governance principles. involving the Local Administration and other competent parties to plan and execute its CSR programs. (3) hak azasi manusia. Jaminan pelaksanaan non diskriminasi dan penghargaan hak azasi manusia. pelaksanaan maupun monitoring program. Menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat yang dilandasi dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Guaranteeing non-discrimination and respect for human rights. (5) product responsibility. Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan terciptanya keseimbangan hasil kegiatan operasional dari sisi kinerja ekonomi. . termasuk restorasi lahan pasca tambang. sekaligus melaksanakan program yang berdampak langsung terhadap upaya pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat di lingkar tambang. (3) human rights. yang dirumuskan dalam strategi implementasi yang dilandasi oleh etika/norma bisnis yang berlaku. sosial dan lingkungan. Perseroan telah menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Perseroan telah mengambil langkah strategis yakni penyusunan dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). dan (6) kemasyarakatan. the Company has taken strategic steps by improving the mechanism of exercising its CSR function. executing and monitoring of the programs that directly affect the empowerment of the socio-economic life of the mining community. and formulated in the implementation strategy based on business ethics/norms generally applied: • • • • • • • • • • • Sustaining economic development and community empowerment to improve the welfare of local community and public at large. Peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. Perseroan telah merumuskan pola kebijakan jangka panjang yang terintegrasi dalam bentuk “Pedoman CSR PTBA” yang telah disahkan oleh Direktur Utama PTBA pada akhir 2009 yang mencakup enam fokus kegiatan.

Sepanjang tahun 2010. pada tahun 2010 telah direalisasikan biaya sebesar Rp21.. miliar.. Selain itu.. Melalui kedua program PKBL tersebut. melalui pemanfaatan dana dari Pembagian laba BUMN serta Surat Edaran Menteri Negara BUMN RI Nomor: SE-07/MBU/2008 tanggal 5 Mei 2008 tentang pelaksanaan PKBL.17 miliar. This program is designed to empower the community economic potentials and to improve the living standard of the society in a more extended area..% dari total anggaran sebesar Rp. Perseroan terus berupaya meningkatkan kemandirian mitra binaan sekaligus membantu memperluas PARTNERSHIP PROGRAM To continue empowering community economic potentials the Company focused on strengthening partners’ self-sufficiency and promoting the sales of partners’ products in nine provinces..PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 277 Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Kemitraan. billion or ………. Perseroan menjalankan UU no 40 Tahun 2007 pasal 74 tentang Tanggung Jawab Sosial melalui pembiayaan Perusahaan. and SOE Minister Circular No. Community Development Program is aimed at improving the community living standard by giving them financial aid and making them aware of the need for education. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. PARTNERSHIP AND COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM The objective of Partnership Program is elevating the resilience and independence of small-scale businesses and cooperatives in the surrounding area. Sedangkan sasaran dari kegiatan Bina Lingkungan adalah tumbuhnya kehidupan masyarakat yang sejahtera melalui pemberian bantuan bagi tumbuh dan berkembangnya kesadaran akan perlunya pendidikan... For Area Development a total of Rp 21.% of total budget of Rp ………. funded by SOE profit sharing. The Company also carries out Area Development Program to comply with the provision of Article 74 of Corporate Law No. Perseroan telah merealisasikan penyaluran dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan berjumlah Rp.17 billion was disbursed in 2010. Perseroan meyakini tumbuhnya kesejahtaraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat. Di samping itu Perseroan juga melaksanakan program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No. miliar atau . SE-07/MBU/2008 of 5 May 2008 on the implementation of Partnership and Community Development Program. and to preserve a harmonious relationship between the Company and the community. social interaction and harmony with natural surrounding. . 40 of 2007. PROGRAM KEMITRAAN Melanjutkan komitmen pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat. Through these two programs the Company is confident it is able to improve the socio-economic wellbeing of the community and enhance their self-reliance and competence. Sedangkan untuk program Bina Wilayah.. PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Sasaran yang dituju Program Kemitraan PTBA adalah peningkatan kemampuan usaha kecil dan koperasi di sekitar wilayah operasi Perseroan agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perseroan. interaksi social dan keselarasan dengan kelestarian lingkungan. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas.. In 2010 the Company extended funds for Partnership and Community Development Program amounting to Rp …………. billion.

kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar serta prospek pasar dari komoditas yang dihasilkan. Lampung. Jawa Tengah. Banten and East Java. Jawa Barat. South Sumatra. Lampung. Komoditas tradisional yang potensial untuk dikembangkan. Partnership Funds increased 354% from 2009 to reach Rp65. evaluating their character. Yogyakarta. . The Company is very selective in distributing partnership funds taking into consideration the conditions of prospective partners.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 278 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities penjualan produk mitra binaan di sembilan propinsi. Traditional commodity with development potentials. Membantu promosi dan pemasaran produk mitra binaan melalui berbagai kegiatan partisipasi pada serangkaian pameran di berbagai kota besar di Indonesia. entrepreneurship.e. DKI Jakarta. Central Java. Labor intensive commodity. Komoditas yang dapat menyerap tenaga kerja / padat karya. sociocultural condition of the neighboring community and market prospects of the commodity. Dalam pelaksanaannya. West Java. Throughout 2010 partners enjoyed the following program activities: • • • • • Distribution of Partnership Funds in soft loans to small businesses and cooperatives in eight areas. Entrepreneurship training for prospective partners Promoting and marketing partners’ products through participation in a number of exhibitions in major cities of Indonesia. Sedangkan jenis komoditas calon mitra binaan yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan pembinaan meliputi komoditas yang dapat menunjang kelancaran operasional Perseroan. seperti: • • • • Komoditas yang menjadi andalan daerah. DKI Jakarta. jiwa kewirausahaan yang dimiliki. yang meliputi karakter.5 miliar. Commodity with export potentials or orientation. Pelatihan Manajemen Kewirausahaan kepada calon mitra binaan. Perseroan telah meningkatkan penyaluran Dana Kemitraan hingga sebesar 354% dari realisasi tahun 2009. yakni Sumatera Selatan. kepada usaha kecil dan koperasi di delapan wilayah. Penyaluran Dana Kemitraan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi yang dimiliki oleh calon mitra binaan. Priority is given to commodity that supports the Company’s operations: • • • • Commodity that the area relies upon.5 billion in 2010. Di Yogyakarta. Komoditas yang berpeluang ekspor atau berorientasi ekspor. i. Banten dan Jawa Timur. sehingga mencapai angka Rp65. selama tahun 2010 program yang telah dilakukan terhadap mitra binaan adalah seperti berikut: • Penyaluran Dana Kemitraan dalam bentuk pinjaman lunak.

Asmi Astari 3. Prima AC. Pertanian Jamur Bapak Margono 2.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 279 2 1 3 1. Industri Songket Hj. Palembang .

418 931 14.3 miliar. Uraian selengkapnya mengenai realiasi kegiatan dan biaya Program Kemitraan dapat dilihat pada buku Laporan Keuangan PKBL tahun 2010. Full report on realized activities and disbursed funds in Partnership Program is presented in 2010 Financial Statement of Partnership and Community Development Program.Perdagangan . These funds were distributed to 575 small business units and cooperatives in soft loans amounting to Rp 14.448 65. Pinjaman . Perseroan telah merealisasikan dana Program Kemitraan sebesar Rp67.4 billion.449 2.304 67. Pembinaan . Realisasi Program Kemitraan URAIAN REALISASI 2009 REALISASI S/D DES 2010 A.793 8.Peternakan .Peternakan .Perkebunan .Lainnya Jumlah Jumlah Penyaluran Program Kemitraan 754 257 8 10 25 28 41 132 1.Jasa .254 15.4 billion.Perikanan .527 . serta dalam bentuk kerjasama penyaluran sebesar Rp51. or 95% of total allocated funds of Rp 71.83 miliar.3 billion.Industri .TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 280 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities Pada tahun 2010.746 25 145 165 228 2.Industri . the Company disbursed Rp 67.Perkebunan . Dana Kemitraan tersebut disalurkan untuk 575 unit Usaha Kecil dan koperasi dalam bentuk pinjaman lunak sebesar Rp14. and joint project funds of Rp51.Perikanan .4 miliar.832 1.83 billion in Partnership Funds.Pertanian .1 billion.Kerjasama Jumlah B.Perdagangan .1 miliar dan dalam bentuk biaya pembinaan sebesar Rp2. development funds totaling Rp 2.Jasa .950 235 240 205 605 925 869 51.703 1.232 340 57 36 12 26 140 463 2.Pertanian .Lainnya .4 miliar. atau 95% dari rencana penyaluran dana Program Kemitraan sebesar Rp71.050 8. In 2010.

082 114 374 25.993 10.848 1. Perseroan menggunakan beberapa parameter sebagai indikator keberhasilan Program Bina Lingkungan. This program is designed to improve the living standard of the community. yaitu Program Bantuan Bencana Alam. Dana Program Bina Lingkungan 2010 (A) 868 8. Religious Facilities Development and Natural Conservation. The funds were disbursed to finance various activities as shown in the following table.2 billion in 2009 to Rp25. termasuk di antaranya: • • Semakin membaiknya kondisi sosial masyarakat yang ada di sekitar perusahaan Semakin berkurangnya angka komplain atau keluhan dari masyarakat yang berkaitan dengan pemenuhan tanggung jawab sosial Perseroan. total dana yang disalurkan melalui pelaksanaan Program Bina Wilayah. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan Kesehatan Masyarakat. Untuk memantau tingkat keberhasilan program.687 295 12.100 935 7.083 1.7 billion in 2010. Pembangunan Sarana Umum. Along with the Company’s growing operations. Dana tersebut disalurkan untuk berbagai program kegiatan.147 223 % (A:B) 128 735 213 130 356 51 URAIAN Bantuan Bencana Alam Bantuan Pendidikan & Pelatihan Bantuan Kesehatan Masyarakat Bantuan Sarana & Prasarana Umum Bantuan Sarana Ibadah Bantuan Pelestarian Alam Bantuan Bantuan lainnya Biaya Operasional Jumlah DESCRIPTION . Perusahaan dapat menjalankan kegiatan bisnisnya dengan lancar serta terjalinnya hubungan yang harmonis dengan warga masyarakat sebagai salah satu stakeholder Perseroan. Community Health Improvement. funds for Community Development Program increased significantly by 110% from Rp12.2 miliar di tahun 2009 menjadi Rp25. seperti tampak pada tabel berikut.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 281 PROGRAM BINA LINGKUNGAN Program Bina Lingkungan PTBA dielaborasi dalam enam fokus kegiatan.223 210 2009 (B) 676 1. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pendidikan dan Pelatihan.7 miliar di tahun 2010. mencapai 110% dari Rp12. Pengembangan Sarana Ibadah dan Pelestarian Alam. which are Natural Disaster Relief Program. The Company uses a series of parameter as success indicators of Community Development Program. Public Facilities Construction. including: • • Better social condition of the surrounding community Less complaints from the community in relation to the fulfillment of the Company’s corporate social responsibility Smooth running of the Company’s operations in a harmonious association with members of the community being one of the stakeholders of the Company • • Seiring dengan peningkatan kegiatan Perseroan. COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM PTBA Community Development Program is focused on six main activities.173 4. mengalami peningkatan yang tinggi. Education and Training.

Perseroan melaksanakan kegiatan. • . Providing assistance in limb surgery for underprivileged people in Tanjung Agung. Tarahan dan Kertapati dan Ombilin.600 paket kepada warga prasejahtera di wilayah operasional perusahaan Kab Muara.47 miliar Pengerasan/pengaspalan jalan umum dan parit di wilayah pemukiman Ring 1 perusahaan sepanjang 3. Asphalting and hardening public road of 3. Fire in Muara Enim. Taman dan Air Mancur di Pusat Kota Tanjung Enim senilai Rp 3. diantaranya sebagai berikut: Public Health Improvement To complement the health improvement program previously conducted. West Sumatra. Muara Enim. • • • • • Kegiatan Khitanan Gratis bagi anak-anak dari KK Prasejahtera di wilayah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat. Lahat.47 billion. Tarahan. Kab Lahat. Perseroan juga memberikan bantuan pada korban bencana meletusnya G. Eruption of Mt. meliputi: • Pembangunan Monumen Perjuangan Tanjung Enim. Providing nutritious food of 13. South Sumatra. Muara Enim. Jumlah anak-anak yang dikhitan pada thn 2010 sebanyak 260 org Bantuan operasi bagi penderita Katarak dari KK prasejahtera di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. Constructing/renovating waste dumps in Lawang Kidul and Muara Enim. Sumatera Selatan Pada tahun 2010. Enim. the Company assisted the community in the following activities: • • • • Organizing mass religious circumcision for 260 underprivileged children in Muara Enim and Lahat. park and fountain in Tanjung Enim city worth Rp3.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 282 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities Program Bantuan Bencana Alam Bantuan bencana alam dilaksanakan dengan mempertimbangkan urgensi daerah terjadinya bencana serta kedekatan geografis dengan wilayah operasional perusahaan. Donating two generators to BARI Hospital. Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melanjutkan program kesehatan sebelumnya. Kertapati and Ombilin. Palembang.867 m Pembangunan Tempat Pengolahan Akhir Sampah(TPA) di Kecamatan Lawang Kidul dan penataan/rehab TPA Kecamatan Muara Enim. Central Java. In 2010 relief was extended to the following victims in disaster-stricken areas: • • • Earthquake and tsunami in Mentawai. Bantuan operasi penderita cacat kaki untuk warga tidak mampu dari Kecamatan Tanjung Agung.867 meters in Ring 1 zone of the Company. and landslide and flood in Wasior. Public Facilities Construction • • • • Constructing Monument of Heroic Battle.600 packets for underprivileged people in Muara Enim. Natural Disaster Relief Program Natural disaster relief program is launched by taking into consideration the gravity of the disaster and the geographical proximity to the Company’s operating area. Bantuan musibah kebakaran di Kabupaten. Organizing cataract surgery for 20 underprivileged patients in Muara Enim and Lahat. Bantuan 2 unit Genset untuk penerangan dan operasional Rumah Sakit BARI Palembang • Pembangunan Sarana Umum Dengan melakukan beberapa kegiatan terkait penyediaan maupun perbaikan sarana umum. Merapi dan korban banjir serta tanah longsor di Wasior. Selama tahun 2010 telah dilakukan kegiatan berupa: • • • Bantuan bantuan korban musibah gempa bumi/tsunami di Mentawai Sumatera Barat. sebanyak 20 mata. Papua. Bantuan nutrisi sebanyak 13. Muara Enim. Merapi.

a. Perseroan juga melakukan beberapa kegiatan terkait pelestarian alam. Masjid Al-Muhajirin Kelurahan Pasar Muara Enim. Semendo. At Taqwa Gunung Megang. Al Muttaqin Kec. Tablig Akbar. Tabliq Akbar. yakni: Natural Conservation The Company was engaged in natural conservation programs that include: . Pelestarian Lingkungan/Alam Dalam rangka pelaksanakan Program Bina Lingkungan. Gunung Megang. Merapi Timur and Lawang Kidul Financing an embarkation lounge. yakni: • Memberi bantuan renovasi Masjid/Musholla/TPA sebanyak 36 unit. Bantuan dana pembangunan Embarkasi Propinsi Lampung senilai Rp 1. Agung Lahat. Al Muttaqin Semendo. Israq Mi’raj di seluruh kecamatan Ring I perusahaan Religious Facilities Development • • • Providing renovation funds for 36 mosques/mushollas including As Syaadah Pasar Tanjung Enim. • • Renovating five community function halls in Merapi Barat.34 billion. peringatan Maulid Nabi. Masjid At-Taqwa Kec. Pengembangan Sarana Ibadah Dilakukan dengan melaksanakan beberapa kegiatan. Masjid Agung Lahat. dan lain-lain Bantuan dana untuk berbagai kegiatan keagamaan seperti MTQ. Masjid Nurul Huda. Masjid Al-Falah Kelurahan Muara Enim. Nurul Huda Pasar Tanjung Enim. Channeling funds for various religious activities such as MTQ. Kelurahan Pasar Tg Enim. Lampung totaling Rp1.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 283 Gedung Olahraga dibangun tahun 2010 Edipiscing lorem ipsum dolor • • Pembangunan/renovasi 5(lima) unit Balai Pertemuan Masyarakat di Kecamatan Merapi Barat. Maulid Nabi and Isra’ Mi’raj commemoration in all Ring I districts.l : Masjid As Syaadah Pasar Tg Enim. Al Muhajirin Pasar Muara Enim. Al Falah Muara Enim. Merapi Timur dan Lawang Kidul.34 miliar.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 284 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities • • • Gotong royong bersama masyarakat dan aparat pemerintah dalam pelaksanaan program Jumat Bersih dan Program Penghijauan Kota dengan menanam pohon dan membersihkan lingkungan di seluruh wilayah kecamatan ring I perusahaan. Dana Program Bina Wilayah 2010 (A) 2009 (B) % (A:B) BENTUK BANTUAN TYPE OF DONATION Jumlah . Perseroan selama ini secara proaktif telah menjalankan Program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. and in 2010 the aid amounted to Rp……… billion.000 batang di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim Bantuan tempat sampah organik/an-organik sebanyak 150 unit untuk sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum di Kota Lahat. The program is aimed at empowering the community economic potentials simultaneously honoring the Company’s commitment to improve their living standard.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Rincian pelaksanaan program dan biaya yang dikeluarkan dalam rangka Bina Wilayah adalah sebagai berikut: AREA DEVELOPMENT PROGRAM In addition to Partnership and Community Development Program in compliance with the SOE Minister regulations. 40/2007. Selama tahun 2010. miliar. Program Bina Wilayah dilaksanakan berupa pemberian bantuan fisik maupun non-fisik dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. Perseroan telah merealisasikan Program Bina Wilayah sebesar Rp…. Kota Muara Enim dan Tanjung Enim.000 shelter trees and productive plants in Lahat and Muara Enim. Distributing 150 organic and un-organic waste bins to schools and public places in Lahat. • • • Jointly with the community and government agencies launching Clean Friday and City Greening programs by planting trees and cleaning the areas of Ring I. the Company has been proactively managing Area Development Program in compliance with article 74 of Corporate Law No. Delivering 8. In this program the Company extends physical and nonphysical aid to a wider extended area. Muara Enim and Tanjung Enim. Penyerahan bantuan tanaman pelindung dan tanaman produktif (buah-buahan) sebanyak 8. PROGRAM BINA WILAYAH Di samping pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang mengacu kepada ketentuan Kementerian Negara BUMN.

Full report on environmental management program is presented in Chapter xx on Environmental Conservation page ……of this Annual Report. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company’s mission in environmental management is realized through continuously managing. Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor . Perseroan sangat menyadari FULFILLMENT OF EMPLOYEE RIGHTS AND RESPECT FOR HUMAN RIGHTS In the eyes of the Company. pemantauan. The Company is fully aware of the importance of creating a harmonious working TK Antra Sita. PEMENUHAN HAK-HAK KARYAWAN DAN PENGHARGAAN TERHADAP HAK AZASI MANUSIA Bagi Perseroan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 285 PENGELOLAAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Misi Perseroan dalam bidang pengelolaan lingkungan diwujudkan melalui penerapan program-program pengelolaan. employees are not only stakeholders but also assets who determine its success in achieving corporate objective and business target. selain menjadi salah satu pemangku kepentingan. monitoring. developing and rehabilitating the environment. karyawan merupakan aset yang menentukan di dalam keberhasilan Perseroan untuk mewujudkan tujuan dan mencapai target usahanya. Laporan selengkapnya mengenai program pengelolaan lingkungan dapat dibaca pada bagian “Perlindungan Lingkungan” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan.

286 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 1 2 3 1. Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 3. Lapangan Tenis Indoor. Tanjung Enim Edipiscing lorem ipsum dolor 2. Fasilitas Operasi Mata di RS Bukit Asam Edipiscing lorem ipsum dolor . Tempat Fitness.

Management Report on “Human Resource Management” page …. . agama. Dalam implementasi K3. of this Annual Report. Bidang “Pemasaran”. relationship between the management and all employees. Perseroan menetapkan dan memberlakukan kriteria yang ketat dalam proses dan output produksi maupun pengawasan kualitas setiap produknya. Laporan selengkapnya mengenai hal tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Pengelolaan Sumber Daya Manusia” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN Perseroan telah menerapkan serangkaian kebijakan terkait serta penyediaan sarana dan prasarana bagi setiap karyawan yang memungkinkan dicapainya standar kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan yang tinggi dalam industrinya. Oleh karenanya dalam setiap kegiatan organisasi. Full report on this aspect may be found in Chapter …. race. Report on realization of the Company’s commitment and full description of product quality and consumer protection are given in Management Report. religion. Perseroan telah memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) dari Depnakertrans RI. Perseroan menjalankan praktik atau perlakuan yang sama terhadap semua karyawan dengan tidak memandang suku. of this Annual Report. Full report is provided in Management Report on “Work Safety. health and environment. For this reason the Company sets very stringent criteria in production process and output as well as in quality control. facilities and amenities are in place for all employees so as to meet the industry high standards of work safety. Likewise. pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. ras. Both aspects have a significant effect on the continued growth of the Company. The Company treats every individual equally regardless of ethnicity.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 287 makna penting dari terciptanya hubungan kerja sama yang serasi antara manajemen dan seluruh karyawan Perseroan. of this Annual Report. “Marketing” page …. The Company has a certification in Work Safety and Health Management System from the Department of Manpower and Transmigration. Health and Environment” page …. WORK SAFETY. begitu pula semua karyawan memiliki kebebasan berserikat dan melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama. Laporan selengkapnya mengenai masalah tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. KOMITMEN TERHADAP KUALITAS PRODUK DAN PERLINDUNGAN PELANGGAN Perseroan menyadari makna penting dan manfaat dari pemenuhan standar kualitas serta perlindungan konsumen terhadap setiap produk yang dihasilkan. Wujud dari komitmen Perseroan serta uraian lengkap tentang kualitas produk dan perlindungan pelanggan dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen. the employees are free to unite and have a Collective Labor Agreement. COMMITMENT TO PRODUCT QUALITY AND CONSUMER PROTECTION The Company is fully aware of the importance and advantage of meeting product quality standard and ensuring consumer protection.. gender and political inclination. jender dan haluan politiknya. mengingat keduanya mempunyai pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan kinerja usaha secara berkelanjutan. HEALTH AND ENVIRONMENT A set of policy.

Full report on this subject is contained in Management Report. Perseroan juga membuka akses dan menjalin komunikasi timbal balik dengan masyarakat dan pihak-pihak yang terkait. the Company has formulated an integrated Corporate Social Responsibility program.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 288 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Social Responsibilities HUBUNGAN HARMONIS DENGAN MASYARAKAT BERLANDASKAN PRINSIPPRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK Perseroan telah merumuskan program Tanggung Jawab Jawab Sosial Perusahaan dalam sebuah pola yang terpadu. Perseroan secara sistematis telah melaksanakan serangkaian kegiatan dengan melibatkan masyarakat. serta Program Bina Wilayah. Sesuai dengan prinsip transparansi. baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan program-program yang terkait. LAPORAN KEBERKELANJUTAN Perseroan menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan ini. . HARMONIOUS RELATIONSHIP WITH THE COMMUNITY BASED ON GOOD CORPORATE GOVERNANCE PRINCIPLES Turning its vision into reality to maximize stakeholders’ return. transparent and measured performance in meeting its corporate social responsibility. The Report provides all stakeholders with a full accountability report of the Company’s professional. Through Partnership and Community Development Program and Area Development Program. the Company makes itself accessible and fosters reciprocal communication with the community and other relevant parties. Laporan yang membuktikan komitmen pelaksanaan program tanggung jawab sosial secara profesional. “Good Corporate Governance” page ……… of this Annual Report. transparan dan terukur tersebut merupakan pertanggungjawaban menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan mengenai pengelolaan dan realisasi program CSR. In accordance with transparency principle. Laporan selengkapnya mengenai Tata kelola yang baik dapat dibaca pada Bab Laporan Manajemen tentang “Good Corporate Governance” pada halaman xxx Laporan Tahunan ini. the Company systematically conducted activity programs involving the community either in planning or in executing such programs. untuk mewujudkan visi memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan Perseroan termasuk masyarakat. SUSTAINABILITY REPORT The Company issues Sustainability Report which is integral to this Annual Report. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 289 .

290 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 291 Data Perseroan Corporate Data .

Abdul Latief Baky. Ir. SE. ME Komisaris Commissioner Duduk dari kiri ke kanan : Seat from left to right : Ir. Umiyatun Hayati Triastuti. MHum. MSc Komisaris Commissioner Ir. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner .292 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Dewan Komisaris Board of Commissioners Berdiri dari kiri ke kanan : Stand from left to right : Dr. Thamrin Sihite. MSc. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 293 .

Transportasi. Has held the post of Commissioner since 2008. Bappenas (National Development Planning Board) since November 2010. Ir.D.DATA PERSEROAN 294 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Profile Dr. Participating in joint projects and training programs in the field of planning and transportation. Metereology and Geophysics (2000-2002). setelah menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 2004. She earned a graduate degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology (1987). serta Departemen Pertambangan dan Energi (1982-1994). Supriadi has been the Company’s President Commissioner since 2008. and Acting Division Head of Railway Transportation. Soemarsono was appointed Independent Commissioner in 2008. Meraih gelar S-1 bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung (1987). (1994) dalam Mining Engineering dengan spesialisasi Mining Economic dari The University of Queensland. Suranto Soemarsono. dan Penasehat Direktur Utama PT Dinamika Usaha Jaya sejak 2005. He is also an active guest senior lecturer in a number of universities in Indonesia and overseas. Dr. Her previous career with Bappenas starting in 2000 posted her as Deputy of Natural Resources and Environment Division (2007-2010). Saat ini juga menjadi Staf Ahli Menko Bidang Perekonomian. setelah menyelesaikan studi di International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) di Delft. Perjalanan karir sebelumnya di Bappenas sejak 2000 menjabat Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (2007-2010). Director of Transportation (2005-2007). Direktorat Transportasi (2002-2005). Previously he held other posts in the Coordinating Ministry of Economy from 1988.D. Kasubdit Transportasi Darat. Bidang Persaingan Usaha sejak 2008. dan Ph. . dan Komisaris PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Menjabat Komisaris Utama sejak 2008. KaBag Transportasi Kereta Api. Belanda (1981). Umiyatun Hayati Triastuti. Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim sejak November 2010. the Netherlands (1981). after completing his study in International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) in Delft. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. Previously he was posted as Finance Director of PT Barkatel Utama (2001-2006). SE. dan Pj. concurrently Expert Staff to National Development Planning Minister. Master of Science in Economic Policy from University of Illinois at Urbanna Champaign – the United States of America (1994). Australia. Perjalanan karir sebelumnya mencakup Direktur Keuangan PT Barkatel Utama (2001-2006). Metereologi dan Geofisika (2000-2002). sebelumnya memangku jabatan lain di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak 1988. Head of Sub Directorate of Land Transportation. Aktif sebagai dosen tamu dan dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia maupun manca negara. USA (1992). Direktur Transportasi (2005-2007). and Department of Mines and Energy (1982-1994). Meraih gelar S-1 Jurusan Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (1983) dan Master of Art in Economics & Finance di Western Illinois University. Following his appointment as Commissioner in 2004. Directorate of Transportation (2002-2005). He obtained a Master of Engineering Science degree (1991). USA (1992). serta menjadi Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Alam. MSc Komisaris Commissioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. Mr. He has been lecturing for graduate and post-graduate programs in Asia Banking Finance and Informatics Institute of Perbanas since 1998. He is a holder of graduate degree in Economics from University of Gadjah Mada (1983) and Master of Art in Economics & Finance from Western Illinois University. Meraih gelar Master of Engineering Science (1991). Environment and Climate Change Division. and Adviser to President Director of PT Dinamika Usaha Jaya in 2005. degree in Mining Engineering (1994) specializing in Mining Economics from the University of Queensland. and Commissioner of PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). Kantor Menko Bidang Produksi dan Distribusi (1994-1998). Natural Resources. and a Ph. Master of Science bidang Kebijakan Ekonomi di University of Illinois at Urbanna Champaign – Amerika Serikat (1994). the Coordinating Ministry of Production and Distribution (1994-1998). Aktif sebagai dosen program S-1 dan S-2 di Asian Banking Finance dan Informatics Institute of Perbanas sejak 1998. Penyeberangan. Pengalaman kerja sama dan training programs yang diikuti meliputi bidangbidang: Perencanaan. Australia. Currently he is an Expert Staff in the Coordinating Ministry of Economy and Business Competition (2008-present). Ferry and Inland Waterways.

Deputy Chairman of Legal and Mining Division (20102013). Head of Central Amdal (Analysis of Environmental Impact) Commission. Experience in professional organizations: Chairman of Indonesian Mining Experts Association (Perhapi) for two periods. concurrently Head of Education and Training Agency. Tohoku University. Administrative Affairs Director. Mining. . Indonesian Expert Technical Manager pada proyek kerjasama Biro Lingkungan dan Teknologi dengan The Office of Surface Mining USA. Ketua Komisi Amdal Pusat DPE (20002001). FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. Surabaya Stock Exchange (2005-2007). University of Tohoku-Sendai. Direktur Adminsitrasi. In his previous career he held various posts including Chairman of Listing Committee. Head of Environmental Management and Spatial Zone Division. M. Direktur Utama Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). Marketing Director and Operations Director of PT Karimun Granite (1990-1999). concurrently President Commissioner of PT Citta Trahindo Pratama since 2007. and Doctor of Engineering (1990) from Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. Department of Energy and Mineral Resources since 2009. Department of Mines and Energy (2000). Chairman of Coal Mining and Geothermal Committee (2008-2010). KomiteTetap .E. Perjalanan karir sebelumnya meliputi Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan DESDM (2007-2009). Dr. Commissioner of PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). Kegiatan di dalam organisasi Profesi menjabat sebagai Ketua Umum Perhapi (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) untuk 2 periode: 2001-2003. Mineral and Industrial Quarrying Committee (20102013). Jepang. gelar S-2 Magister Humaniora Ilmu Hukum Bisnis Universitas Gajah Mada (2007) dan Fellows Institute of Quarrying. Abdul Latief Baky. Kepala Bagian Pengelolaan Lingkungan dan Tata Ruang DPE (1993-2000). Master of Engineering (1987). His previous posts include Expert Staff to Minister of Society and Institution. Komisaris PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). Indonesian Expert Technical Manager of joint venture projects at Bureau of Environment and Technology with the Office of Surface Mining USA. MHum. UK (1996). dan Doctor of Engineering (1990) di Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. Direktur Pemasaran dan Direktur Operasi PT Karimun Granite (1990-1999). He has been an Independent Commissioner of the Company since 2008. Business Law Science.2007). UK (1996). Department of Energy and Mineral Resources (2007-2009). Department of Mines and Energy (1993-2000). Department of Mines and Energy (2000-2001). Thamrin Sihite. Appointed Commissioner in 2008. Sedangkan kegiatan di dalam organisasi Korporasi di Kadin ( Kamar Dagang dan Industri ) Indonesia sebagai Ketua Komite Tetap Batubara dan Panas Bumi (2008-2010). dan Managing Partner LAGR & Associates – Law Firm sejak 2006. University of Gajah Mada (2007) and Fellows Institute of Quarrying. Sihite holds a degree in General Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1979). Direktur Utama PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). Kepala Biro Lingkungan dan Teknologi Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) tahun 2000. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan Umum di Institut Teknologi Bandung (1979). Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan di Institut Teknologi Bandung (1977). gelar S-2 Magister Sains Ilmu Administrasi Bisnis Internasional Universitas Indonesia (2004). 2001-2003. yang dibiayai World Bank (1995-1997). sekaligus menjabat Komisaris Utama PT Citta Trahindo Pratama sejak 2007. Perjalanan k arir sebelumnya mencakup Ketua Komite Pencatatan Bursa Efek Surabaya (2005-2007). President Director of PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). President Director of Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). Master of Science.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 295 Dr. and Managing Partner of LAGR & Associates – Law Firm since 2006. 2003-2006. dan di APBI (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia) sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Perundang-Undangan (20102013). Mineral dan Bahan Galian Industri (2010-1013). Master of Engineering (1987). In business organizations: Indonesian Chamber of Commerce. He has a graduate degree in Mine Engineering from Bandung Institute of Technology (1977). Indonesian Coal Mining Association. and currently member of Perhapi Advisory Council. Head of Environment and Technology Bureau. serta menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian ESDM sejak 2009.Ir. Department of Energy and Mineral Resources (2001-2007). Ir. 2003-2006 dan saat ini bertindak sebagai Dewan Penasihat Perhapi. Head of Planning and Cooperation Bureau. Master of Human Studies. financed by World Bank (1995-1997). Komisaris Commisioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. MSc. Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama DESDM (2001.Sendai. International Business Administration from University of Indonesia (2004). Japan.

Sukrisno Direktur Utama President Director Ir. Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director . Drs.296 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Direksi Board of Directors Dari kiri ke kanan : From left to right : Ir. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. MSc Direktur Keuangan Financial Director Ir. Milawarma. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum HR & General Affairs Director Ir. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. M.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 297 .

DATA PERSEROAN 298 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Direksi Board of Directors’ Profile Ir. Senior Business Analyst /Professional of Business Development (1999-2003). Head of Business Diversification (1997-1999). Holder of Bachelor of Science degree in Civil Engineering from University of Wisconsin. Platteville (1985) and Master of Science degree in Project & Construction Management from Golden Gate University. San Francisco (1989). Kepala Departemen Operasi PT Semen Padang (1995-2001) dan Komisaris PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001).Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director Menjabat Direktur Operasi/Produksi Perseroan sejak 2006. Presiden Direktur PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004) dan Direktur Investment Banking PT Danareksa (1996-2001). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di UPN Veteran. Sukrisno Direktur Utama President Director Menjabat Direktur Utama sejak 2006. He has held the post of Operations/Production Director of the Company since 2006. Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan meliputi jabatan Sekretaris Perusahaan (2003-2006). Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Mesin di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya tahun 1980. Appointed Finance Director of the Company in 2006. MSc Direktur Keuangan Finance Director Menjabat Direktur Keuangan Perseroan sejak 2006. . His previous posts include Operations/Production Director of the Company (2001-2006). Yogyakarta (1987) and Master of Engineering degree from University of Wollongong. Ir. A holder of graduate degree in Mining from UPN Veteran. Sukrisno has held the post of President Director since 2006. Analis Bisnis/Profesional Senior Pengembangan Usaha (1999-2003). Australia (1995). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur Operasi/Produksi Perseroan (2001-2006). Milawarma. M. Dono Boestami.Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). and Head of Long Term Mine Planning Unit (1995-1996). He earned his graduate degree in Mechanical Engineering from Sepuluh November Institute of Technology in Surabaya in 1980. Kepala Diversifikasi Usaha (1997-1999). Meraih gelar Bachelor of Science Jurusan Civil Engineering di University of Wisconsin. Platteville (1985) dan Master of Science Jurusan Project & Construction Management di Golden Gate University. Yogyakarta (1987) dan Magister Engineering di University of Wollongong. Previous posts with the Company include Corporate Secretary (2003-2006). Head of Operations Department of PT Semen Padang (1995-2001) and Commissioner of PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). Australia (1995). dan Kepala Dinas Perencanaan Tambang Jangka Panjang (1995-1996). Ir. President Director of PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004) and Director of Investment Banking of PT Danareksa (1996-2001). His previous posts include Director of PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). San Francisco (1989).

Ir. Head of Regional Office of Mining and Energy. Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Universitas Srwiwijaya (1977). South Sumatera Province (2000-2001). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Direktur Pemasaran PT Semen Tonasa (2002-2005). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Kadis Pertambangan dan Pemanfaatan Energi Propinsi Sumatera Selatan (2000-2001). The Company appointed Ir. General Manager of Briquette Business (2001-2005). Pimpinan Proyek Pengembangan Briket Batubara (1993-2001) dan Kepala Divisi Pengembangan Keteknikan (1991-1993).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 299 Ir. dan Kabid Pengembangan Gas dan Energi Kanwil Pertambangan dan Energi Propinsi Sulawesi Selatan (1990-1995). . Head of Internal Audit Unit (1997-1998). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Institut Teknologi Bandung (1980). and Institute of State Administration . Appointed Human Resource & General Affairs Director in 2001. General Manager Pengusahaan Briket (2001-2005). Previous posts with the Company are President Director of PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). Senior Manajer Logistik Perseroan (2005-2006). South Sulawesi Province (1990-1995). Ir. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (1981). Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Menjabat Direktur Niaga Perseroan sejak 2006. and Head of Gas and Energy Development Division. dan S-1 di Lembaga Administrasi Negara . Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum Human Resource & General Affairs Director Menjabat Direktur SDM & Umum Perseroan sejak 2001. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Menjabat Direktur Pengembangan Usaha Perseroan sejak 2006. Director of Research and Development of PT Semen Tonasa (2002). Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan mencakup jabatan Dirketur Uama PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). Mangeka as Commerce Director in 2006.Ujung Pandang (1988). He has been Director of Business Development of the Company since 2006. Ahli Pengembangan SDM. Drs. Direktur Penelitian & Pengembangan PT Semen Tonasa (2002). His previous career placed him in various posts: Marketing Director of PT Semen Tonasa (2002-2005). His previous posts include Head of Mining and Energy Usage Unit. He is a graduate of Bandung Institute of Technology in Mining (1980). Ir Iskandar is a holder of graduate degree in Mining from University of Sriwijaya (1977). A graduate of Bandung Institute of Technology with a degree in Industrial Engineering (1981). Head of Business Development of the Company (2001-2002). Project Officer of Coal Briquette Business Expansion (1993-2001) and Head of Engineering Development Division (1991-1993). Kakanwil Pertambangan dan Energi Propinsi Aceh (1995-2000).Ujung Pandang (1988). Expert in Human Resource Development (1998-2001). Aceh Province (1995-2000). and Corporate Secretary of the Company (1991-1997). Kepala Pengembangan Usaha Perseroan (2001-2002). Senior Manager of Logistics of the Company (2005-2006).

Palembang (1992) and a master’s degree in Management (2009) from University of Sriwijaya. University of Sriwijaya. setelah sebelumnya menjabat sebagai Pemeriksa Utama (2007. Ak Sekertaris Perusahaan Corporate Secretary Menjabat sebagai Corporate Secretary sejak Juli 2009. Sudarto was appointed Corporate Secretary of the Company. sebelum akhirnya menjabat sebagai Corporate Secretary adalah Senior Manajer Perbendaharaan dan Pendanaan PTBA. sebagai Supervisor Akuntansi. Jakarta. Fakultas Ekonomi. MM. following his employment with PT Bumi Langoan.2009) dan sebagai Manajer Kelayakan dan Kendali Investasi (2005-2007). tahun 2009 dan Manajer Akuntansi di PTBA. Palembang (1992) dan S-2 Magister Management (2009) dari Universitas Sriwijaya. Meraih gelar S-1 Jurusan Akuntansi. In July 2009 Mr. tahun 2007. Bambang Sutrisno Kepala Satuan Pengawas Internal Head of Internal Audit Unit Menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal sejak tahun 2009. Jakarta. as Accounting Supervisor. . Mr. and later was appointed Accounting Manager in 2007 and Senior Manager of Treasury and Funding in 2009. Sutrisno was appointed Head of Internal Audit Unit in 2009. setelah sebelumnya bekerja pada PT Bumi Langoan. di Universitas Sriwijaya. SE. Bergabung dengan PTBA sejak 1984. He joined PTBA in 1992. following his assignment as Chief Auditor (2007-2009) and Manager of Investment Feasibility and Control (2005-2007). Mulai berkarir di PTBA sejak 1992. His academic studies earned him a graduate degree in Accounting from School of Economics. He has been with PTBA since 1984.DATA PERSEROAN 300 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Sekertaris Perusahaan dan SPI Corporate Secretary and Internal Audit Unit’s Profile Achmad Sudarto.

Magister Teknik dalam Geomekanika dari Institut Teknologi Bandung (1996). Became a member of Audit Committee in 2007. PT Padang Industrial Park and PT Andalas Rekasindo Pratama. PT Prinavin Prakarsa.D in Rock Mechanics from University of Queensland. PT Indothai Film Polytama. PT Prinavin Prakarsa. Perjalanan karir sebelumnya mencakup berbagai posisi termasuk Direktur pada beberapa perusahaan dalam periode 1996 . Ridho Kresna Wattimena. and is currently an Associate Professor in Rock Mechanics.2000. 1991).PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 301 Profil Komite Audit Audit Committee’s Profile Azhar Zainuri. Menjadi pengajar pada Jurusan Teknik Pertambangan ITB sejak 1993 dan Pasca Sarjana ITB sejak 1996. MT. Selain itu. He has been lecturing at Mining Engineering Department. aktif melakukan berbagai macam penelitian dan analisis dalam bidang pertambangan sejak 1993. MM Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat anggota Komite Audit sejak 2007. . PT Padang Industrial Park dan PT Andalas Rekasindo Pratama.e. sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (sejak 2000). 1991). Bandung Institute of Technology since 1993 and post-graduate program at Bandung Institute of Technology since 1996. and Ph. as well as Commissioner of PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005) and PT Kelana Nusantara (2000 – 2008). University of Indonesia (since 2000). Australia (2003). i. serta Komisaris PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005).D dalam Rock Mechanics dari University of Queensland. yaitu PT Guthrie Pasaman Nusantara. dan saat ini menjadi Associate Professor dalam Mekanika Batuan. Meraih gelar jurusan Teknik Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (1991). PhD Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat Anggota Komite Audit sejak 2007. serta telah menerbitkan banyak publikasi dalam bidang pertambangan dan mekanika batuan di dalam dan luar negeri. Meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (1985) dan Magister Manajemen pada Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI. concurrently lecturer at Department of Economics. and has produced many publications in mining and rock mechanics at home and abroad. Member of Audit Committee since 2007. Various positions he held in his previous career include Director of several companies over a period in 1996 . ser ta Ph. He is also active doing various kinds of research and analysis in mining which he started in 1993. Ir. serta PT Kelana Nusantara (2000 – 2008). SE. Master of Engineering in Geomechanics from Bandung Institute of Technology (1996).2000. PT Indothai Film Polytama. Australia (2003). PT Guthrie Pasaman Nusantara. He has a graduate degree in Economics from University of Indonesia (1985) and Master of Management degree from Indonesia Institute of Management Development (IPMI. Holds a degree in Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1991).

Mr. Jakarta. Mr. serta Vice Factory Manager dan berbagai posisi manajerial di Toray Group Indonesia. Remuneration and GCG Committee’s Profile Noeroso L. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi. Human Resources. Fakhrudin Tieja SE. Tieja has a graduate degree in Management and master’s degree in Human Resource Management from University of Muhammadiyah. USA (1990). and HSE at Toray Industries Inc & AOTS. MA Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. MM Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Actively participating in local and overseas seminars and training courses in the area of Total Production Management. Boston. Remunerasi dan PSDM Nomination. Japan. Aktif mengikuti berbagai seminar & training di dalam dan luar negeri. Komisaris PT AMM (2007). USA (1993). Muncie. antara lain mengenai Total Production Management. Master of Arts degree in Economics from Ball State University. Wahyudi has been a member of Nomination. Indiana. USA (1990).PCA FM (Radio Mitigasi Gempa dan Informasi Pendidikan & Lingkungan. Industrial Engineering.DATA PERSEROAN 302 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Nominasi. dan Peneliti Madya Bidang Ekonomi dan Keuangan. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak 2008. Badan Kebijakan Fiskal. Meraih S-1 bidang Manajemen dan S-2 bidang Human Resources Management di Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta. sebagai Direktur . Bantuan RNW Belanda) (2007 – sekarang). Previously he held various posts including Director of PCA FM Radio (Earthquake Mitigation and Educational and Environmental Information. Serving as Middle Researcher at Fiscal Policy Agency. and Vice Factory Manager and various managerial positions at Toray Group Indonesia (1982 – 2008). Human Resources Management dan HSE di Toray Industries Inc & AOTS Jepang. Remuneration and GCG Committee since 2008. with the aid of RNW Holland) (2007-present). Remuneration and GCG Committee since 2008. He received a graduate degree in Corporate Economics in Jakarta (1985). Departemen Keuangan (sejak 2008). Took one-month training in Environmental Economic Policy Analysis in Harvard University. . Commissioner of PT AMM (2007). Perjalanan karir sebelumnya. Industrial Engineering. Remunerasi dan GCG sejak 2008. Mendapat Certifiticate on Academic Preparation Program Boulder – Colorado USA (1988) dan meraih gelar Master of Arts in Economics di Ball State University. Perjalanan karir sebelumnya adalah sebagai Ketua Koperasi Puslitbang (sejak 1995). Wahyudi. Department of Finance since 2008 while actively observing climate change issues at the national and international level. (1982 – 2008). He has been a member of Nomination.

Participating in national and international seminars on industrial relations since 1979. Pendidikan S-1 Manajemen tahun 1983 dari Universitas Prof. dan S-3 Manajemen Pendidikan tahun 2002 dari Universitas Negeri Jakarta. Dr. Remuneration and HRD Committee in November 2010. S-2 Manajemen tahun 1996 dari Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia. Selain itu sejak 1979 – saat ini telah mengikuti seminar nasional dan internasional tentang hububungan industrial. dan sebagai Dekan di Fakultas Ekonomi pada Unuversitas yang sama sejak November 2010. and Dean of School of Economics of the same University since November 2010. Appointed member of Nomination. Dr. Menjabat sebagai Sekretaris Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Univesitas Prof. master’s degree in Management (1996) from Indonesian Tourism Development Institute and doctorate degree in Education Management (2002) from Universitas Negeri Jakarta. Post-Graduate Program of Management.Dr. Serving as Secretary. Moestopo (beragama) sejak tahun 2007. Sumarhadi Anggota Komite Nominasi . Moestopo (Beragama) since 2007. Remuneration and HRD Committee Menjabat sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak bulan Nopember 2010.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 303 Dr. Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. University of Prof. Holds a graduate degree in Management (1983) from University of Prof. . Moestopo (Beragama) Jakarta. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta.

Mineral Resources and Forestry. Kementrian Bidang Koordinasi Perekonomian. following his previous posts as Head of Electricity Division. International Trade) at the same university in 1993. He is Assistant to Deputy Head of Energy and Electricity. Kedeputian III Bidang Koordinasi Energi. Sumberdaya Mineral dan Kehutanan. Lexington USA in 1989 and doctorate program in Economics (Industrial Organization. Coordinating Ministry of Economy. International Trade) dari universitas yang sama tahun 1993. International Finance. setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Ketenagalistrikan. Energy Coordination. tahun 1983. 2010. 2009. Completed his graduate studies in Agribusiness at Bogor Institute of Agriculture in 1983. Remuneration and GCG Committee on October 1. Appointed member of Nomination. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selain menjabat sebagai Komisaris di PT Indonesia Comnet Plus. Winarso is also a guest lecturer in graduate and master programs at various universities at home and abroad. Menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Energi dan Ketanagalistrikan. Coordinating Ministry of Economy in addition to his assignment as Commissioner of PT Indonesia Comnet Plus. Phd Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. International Finance. and member of GCG Committee on July 30. Remuneration and GCG Committee’s Profile Bambang Adi Winarso. Lexington USA tahun 1989 dan menyelesaikan Program Doktor bidang Economics (Industrial Organization. kemudian menyelesaikan program Master bidang International Economics dari University of Kentucky.DATA PERSEROAN 304 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Good Corporate Governance Nomination. Selain itu mengajar sebagai Dosen Tamu pada program Master maupun Strata 1 di berbagai universitas dalam maupun luar negeri. master program in International Economics at University of Kentucky. Menyelesaikan pendidikan S-1 bidang Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor. Mr. .

Perth. Antonaria. a consulting firm. 2009 and member of GCG Committee on July 30. Bappenas. Direktorat Sumberdaya Mineral dan Pertambangan. Menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Teknik Sipil bidang Manajemen Konstruksi dari Institut Teknologi Bandung. kemudian menyelesaikan program Master of Arts in Development Studies (Studi Pembangunan) dari Murdoch University. a road construction contractor.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 305 Ir. selain mengikuti berbagai seminar dan training di dalam maupun di luar negeri. From 2002 to 2006 he was posted as Head of Small Scale Mining Business Subdirectorate. Bappenas hingga 2008. Mr. Antonaria was appointed member of Nomination. He completed his graduate studies in Civil Engineering. 2010. Bappenas. MA Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. Perth. Menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Iklim dan Cuaca. Until 2008 he was Head of Climate and Weather Sub-directorate. Australia tahun 1999. Bappenas. perusahaan konsultan. setelah sebelumnya 2002-2006 menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Lingkungan Usaha Pertambangan Rakyat. Sebelum berkarir di Bappenas. In addition. Construction Management at Bandung Institute of Technology in 1990. Remuneration and GCG Committee on October 1. pernah bekerja pada Hutama Prima Joint Operation. Directorate of Environment. tahun 1990. and PT Tripatra Engineering. Australia in 1999. he was employed by Hutama Prima Joint Operation. Prior to his career with Bappenas. he has participated in various domestic and overseas seminars and training sessions. Direktorat Lingkungan Hidup. Directorate of Mineral Resources and Mining. kontraktor pembangunan jalan dan PT Tripatra Engineering. and master program in Development Studies at Murdoch University. .

. Saat ini sebagai Peneliti di bidang Lingkungan (2004-sekarang). Noviarto was appointed member of Business Risk. menyelesaikan program Magister bidang Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia (2004). Insurance and Post-Mining Committee since March 16. D Anggota Komite Risiko Usaha. Faridha. Ph. Insurance and PostMining Committee. 2009 Mr. Menyelesaikan program doctoral pada Tohoku University.DATA PERSEROAN 306 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Profil Komite Risiko Usaha. Kepala SubBidang Dokumentasi dan Informasi-Puslitbangtek Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (2002-2004). Completed his doctorate program in Agriculture and Resource Economics at Tohoku University. Japan (2001). Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Maret 2009. 2009. dan Pasca Tambang sejak 16 Mei 2009. Risiko Usaha. Ir. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala SubBagian Pengelolaan Lingkungan Bid. Technological Research and Development Center for Electricity and Renewed Energy (20022004). General Mining Division. M. She has been a member of Business Risk. Asuransi Dan Pasca Tambang Business Risk. Saat ini menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Kehutanan pada Deputi Bidang Energi. Graduated from University of Syiah Kuala with a degree in Chemistry Engineering (1993) and further completed her master program in Environmental Sciences at University of Indonesia (2004). Jepang tahun 2001 di bidang Agriculture and Resource Economics. Pertambangan Umum-Biro Lingkungan dan Teknologi (1999-2002). Insurance and Post-Mining Committee’s Profile Andi Noviarto. Coordinating Ministry for Economy. Currently he is Assistant Deputy of Forestry at the office of Energy. Mineral Resources and Forestry. Has been an Environment Researcher since 2004. Sumber Daya Mineral. dan Kehutanan-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian On May 16. She was posted as Head of Environmental Management Sub-division.Si Anggota Komite Risiko Usaha. Menyelesaikan pendidikan Teknik Kimia dari Universitas Syiah Kuala (1993). Insurance and Post-Mining Committee Menjadi anggota Komite Asuransi. Environment and Technology Bureau (1999-2002). Insurance and Post-Mining Committee Menjadi Anggota Komite Risiko Usaha. Asuransi dan Pasca Tambang Member of Business Risk. Asuransi dan Pasca Tambang Member of the Business Risk. Head of Documentation and Information Sub-division.

Sempat mengikuti berbagai pelatihan. sebagai Team Leader Internal Audit (2005-2008). and PT Silkargo Indonesia Jakarta (Affiliate of PT Samudera Indonesia) as Manager of Finance Department (2008-present). Insurance and Post-Mining Committee Menjabat sebagai Anggota Komite Risiko Usaha. Karsowidjojo was appointed member of Business Risk. Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Mei 2009. One of the training sessions he attended was Officer Development Program at PT Samudera Indonesia. kemudian bergabung dengan PT Silkargo Indonesia Jakarta (Afiliasi PT Samudera Indonesia) dengan posisi sebagai Manager di Departemen Finance (2008-Sekarang). Fakultas Ekonomi (2003) di Jogjakarta. Menyelesaikan pendidikan kesarjanaan dari Universitas Islam Indonesia. . termasuk mengikuti program Officer Development Program di PT Samudera Indonesia. Asuransi dan Pasca Tambang Member of the Business Risk. Accounting Science.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 307 Pramuditho Karsowidjojo Anggota Komite Risiko Usaha. Prior to joining PTBA he worked for PT Samudera Indonesia. as Team Leader of Internal Audit (2005-2008). Bidang Akuntansi. Graduated from Islamic University of Indonesia. Sebelum bergabung dengan PTBA bekerja pada PT Samudera Indonesia. Insurance and Post-Mining Committee on 16 May 2009. Mr. School of Economics (2003) in Jogjakarta.

MSc Komisaris Commissioner Ir.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 67 dan Peraturan Bapepam No.6 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik. hereby state that we have approved and are fully responsible for the validity of the Company’s 2010 Annual Report. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono. Dewan Komisaris dan Direksi PT Bukit Asam (Persero) Tbk. we. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner .6 on Annual Report Submission Requirements for Public Companies. the Board of Commissioners and Directors of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. MSc. and Capital Market Supervisory Board Regulation No. MHum. In accordance with Corporate Law no. Thamrin Sihite. 40/2007. Abdul Latief Baky. X. ME Komisaris Commissioner Ir.x.DATA PERSEROAN 308 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Corporate Data Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Statement of Board of Commissioners and Directors Sesuai dengan Undang-Undang No. Umiyatun Hayati Triastuti. Ir. The Company’s Annual Report contains the Board of Commissioners’ Monitoring Report and Consolidated Financial Statement for the years ending 31 December 2010 and 2009. DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS Dr. menyatakan telah menyetujui dan bertanggung-jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2010. dengan ini kami. Chapter 67. SE.K. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. Laporan Tahunan ini juga memuat Laporan Tuga Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.K.

Drs. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum General Affairs & HRD Director .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 309 DIREKSI BOARD OF DIRECTORS Ir. Sukrisno Direktur Utama President Director Ir. Eng Direktur Operasi/Produksi Operation/Production Director Ir. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. MSc Direktur Keuangan Finance Director Ir. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. Milawarma M.

310 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 311 Laporan Keuangan Audited Financial Statement .

312 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->