MINGGU 12

ORGANISASI TATA NIAGA
Pokok Bahasan: KALKULASI HARGA IMPOR
Tujuan Instruksional Khusus: Mahasiswa dapat mengerti dan memahami KALKULASI Harga IMPOR

Referensi:

1. Hamdani & Leonardus Saiman, (2012), OTN, Bushindo, Cetakan III, 2. Amir M.S. , (2008), Handbook of Export-Import Business : Panduan Sukses Eksportir dan Importir PPM, Jakarta 3. Marolop Tandjung, Aspek dan Prosedur Ekspor-Impor, Penerbit Salemba Empat, 2011

POKOK BAHASAN

1. Kalkulasi impor (Import Calculation) 2. Harga Pokok Impor 3. PPh & PPN-BM 4. Bagan Perhitungan / Kalkulasi Impor

KALKULASI HARGA IMPOR
• Adalah penjumlah dari seluruh biaya yg dikeluarkan untuk memperoleh barang impor sampai diterima di gudang importir. Keseluruhan biaya itu dpt dibagi menjadi 7 kelompok, yitu: Biaya perolehan devisa/Nilai barang sesuai (FOB, CNF, CIF dll) Freight (Angkutan) Insurance (asuransi) Biaya bank (Pembukaan L/C dll) Bea masuk & Pungutan negara Biaya inklaring (handling charges) dan Biaya jasa lainnya.

• 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

CNF. 5. 2. 7. yitu: Biaya perolehan devisa/Nilai barang sesuai (FOB. • 1. 4.KALKULASI HARGA IMPOR • Adalah penjumlah dari seluruh biaya yg dikeluarkan untuk memperoleh barang impor sampai diterima di gudang importir. 6. CIF dll) Freight (Angkutan) Insurance (asuransi) Biaya bank (Pembukaan L/C dll) Bea masuk & Pungutan negara Biaya inklaring (handling charges) dan Biaya jasa lainnya. . Keseluruhan biaya itu dpt dibagi menjadi 7 kelompok. 3.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

00. • Jadi biaya perolehan adalah hasil perkalian antara harga beli barang impor dg kurs jual (selling rate) devisa dalam mata uang rupiah • Contoh : Harga beli barang impor CIF Tg Priok US $ 50. Kurs jual devisa pd saat pembukaan L/C Rp 9.00. HITUNG BIAYA PEROLEHAN DEVISA • Harga beli barang impor dlm valas dikalikan dg kurs jual devisa yg berlaku pd saat aplikasi pembukaan L/C atau • Kurs jual bank yg berlaku pd saat perintah transfer pembayaran dilakukan.000.000.00 x Rp 9.000 /US $ 1.1.00 . • Maka biaya perolehan devisa (Nilai lawan valuta) = US $ 50.000.000.000 = Rp 450.

Cara Hitung Bea Masuk • Tiap barang impor dikenakan Bea masuk secara internasional • Besarnya persentase bea masuk setiap barang dpt dilihat dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) yg dikeluarkan oleh Depkeu. Hitung besarnya Bea Masuk (BM) dg rumus: … % BM x (Nilai CIF x Kurs NDPBM) NDPBM = Nilai Dasar Perhitungan/Pengenaan Bea Masuk . • Cara menghitung bea masuk : 1. Lihat BTBMI pd saat barang akan dikeluarkan dari pabean 2.2.

000 x Rp 9.000.000 • Kurs NDPBM US $ 1 = Rp 9.Contoh • Misal Persentase BM 10% • Nilai CIF harga beli barang US $ 50.000 Maka besarnya BM sbb : 10% x (US$ 50.000) =  10% x Rp 450.000.000 .000 = Rp 45.

Bea Masuk dihitung dari : % BM X CNF NDPBM  bila asuransi dibayar buyer / pembeli tetapi dibayar di dalam negeri (Indonesia) % BM X CIF NDPBM  bila asuransi dibayar di Luar negeri  NDPBM : Nilai Dasar Pengenaan Bea Masuk . Nilai Lawan Valuta : yaitu sejumlah harga beli barang impor dikalikan dengan kurs jual devisa Bea Masuk. dari Asia non ASEAN 10% X FOB. yang dikeluarkan oleh Men-Keu setiap minggu sebagai dasar perhitungan BM.  Untuk freight : bila tidak ada B/L atau Airway Bill maka : freightnya dihitung 15% X FOB bila impor dari Eropa/Afrika dan USA. dari ASEAN 5% X FOB .KETENTUAN BIAYA IMPOR 1. 2.

Asuransi : biaya asuransi dapat dibayar di maskapai asuransi dalam negeri dan atau luar negeri.5% dari CNF. jika tidak ada polis maka asuransi ditentukan 0. konsekuensinya adalah jika dibayar di luar negeri maka BM dihitung dari CIF dan bila dibayar di dalam negeri dihitung dari CNF. Free From Average (FFA: untuk kerusakan umum saja). 5. 4. Syarat-syarat dapat dipilih : Total Lost Only (TLO). dan atau All Risk) .3.

bila punya API. 8. . Bila asuransi dibayar di DN = CNF NDPBM + BM Demikian juga untuk PPN dan PPnBM.5% dari Nilai Impor. Non API 7. PPN dan PPnBM kalau ada. Nilai Impor : Bila asuransi dibayar di LN = CIF NDPBM + BM 10.7. Pajak : terdiri PPh Pasal 22 impor. dihitung dari nilai impor dan harus diperhatikan asuransi dibayar di DN atau di LN.5% 9. Tarif PPh Impor : 2.

administrasi. Telp.Biaya Jasa Lainnya : Telex.11..Biaya Inklaring (Penerimaan Barang)  Stevedoring (FIOST / Liners)  Cargo doring  Los Loon  Biaya lainnya 12. dll . formulir.

• Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn-BM) dalam hal impor Barang Kena Pajak (BKP) yg menjadi dasar pengenaan pajak adalah nilai impor. • Harga pokok meliputi harga faktur ditambah semua beban yg dikeluarkan sampai barang tiba / ada di gudang pembeli / importir.HARGA POKOK IMPOR • Unsur harga pokok impor adalah semua beban / biaya yg dikeluarkan dlm rangka mengimpor komoditi ( barang & / jasa) sampai barang sampai di gudang pembeli / importir. .

Contoh : Impor Barang Kena Pajak. tarif PPN sbb: Tarif umum = 10% dan tarif ekspor 0%.000 = Rp 750.000 . • Nilai impor sebagai dasar pengenaan pajak = Rp 7.500.500.000 • PPN 10% x Rp 7.Tarif Pajak Penambahan Nilai (PPN) • Misal menurut ketentuan UU No 7 tahun 1984.250.000 Jumlah yg harus dibayar = Rp 8.

6. Bank commision : … % X CIF (Nilai lawan) 10.BAGAN PERHITUNGAN IMPOR 1. Los Loon : 12. + 3. Fax / telex / email 9. CIF (nilai lawan)  (penjumlahan angka 5. + 6. Harga Entreport = Rp xxx = Rp xxx = Rp xxx = Rp xxx (+) = Rp xxx . 5. 3. Stevedoring ( if FIOST) 11. 2.) = US $ … C & F (Rp) : C&F (valas) x selling rate atau kurs jual = Rp xxx Insurance : … % x C&F (Rp) = Rp xxx (+) 7. ) = Rp XXX BERBAGAI BIAYA: 8. 4. Nama barang / Commodity & Quantities = HS ( harmonize system) FOB Price (Sales) : quantities x FOB Price = US $ … Freight /FIOST : quantities x Freight = US $ … (+) C & F (valas) ( penjumlahan angka 2.

) = Rp xxx (+) 20. Freight = US $ … (+) 15. FOB Price (Valas) = US $ … 14. (sesuai kondisi) = Rp xxx 26. PPn Impor : … % x Nilai Pabean = Rp xxx 22. = Rp xxx CIF/C&F NDPBM : = Rp …. BM : = Rp …. 21. dst . + 19) ….. CIF/C&F NDPBM : (17 x NDPBM) = Rp xxx 19.. Nilai Pabean = Rp ….13. Bea Masuk (BM) :  . PPh Pasal 22 : … % x Nilai Pabean = Rp xxx 24. Sewa gudang : ……. Insurance: …% x CIF (Valas) = US $ … (+) 17.. …. (sesuai kondisi) = Rp xxx 25.% x CIF/C&F NDPBM (…% x 18. Biaya transpor : ……. CNF (Valas) = US $ … 16. CIF (valas) + Insurance = US $ XXX 18. Landed Cost  (12.. PPnBM : …(jika ada) = Rp xxx 23.

29.. 30. 32. Quantities = Rp xxxxxx Basic price  kira-2 yg dibutuhkan utk kegiatan impor yg disebut dg “Voorcalculatie import” . 33.26.) Quay (sewa dermaga) Assembling (biaya perakitan) Transport & document EMKL / EMKU Fee Bank interest Unplanning cost Basic Price Impor = Rp xxx = Rp xxx = Rp xxx = Rp xxx = Rp xxx = Rp xxx = Rp xxx = Rp xxx (+) = Rp xxxxx Jadi harga per unit / kg / liter atau satuan lain : Basic Price Impor ---------------------------. Warehouse (sewa gudang) Tuislag (ongkos angkut dari gudang lini I ke . 31. 27.x Rp 1. 28.

Penjelasan: • Nomor 1. 14. & 15..  nama & jumlah komoditi (dalam matrix tons. dan 18 hanya untuk menghitung tarif Bea Masuk (BM) • NDPBM = Nilai Dasar Pengenaan Bea Masuk besarnya ditentukan oleh Pemerintah untuk tiap komoditi (Dep Keuangan ) • Jenis-jenis biaya impor tidak sama untuk setiap produk / komoditi .. kilo liter.. & 4.  pemindahan langsung dari angka 2. • Poin 17.. 3. barrel dll) • Poin 13. unit.

Jadi. harga pokok meliputi harga faktur ditambah semua beban yg dikeluarkan sampai barang ada di gudang pembeli. Harga Pokok Impor • Semua beban yg dikeluarkan dlm rangka impor komoditi sampai komoditi tiba di gudang pembeli adalah merupakan unsur harga pokok. • Dg kata lain. • Ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas barang mewah (PPn-BM) .

• Tarif pajak pertambahan nilai ikuti PP / pajak yg terbaru. • Perhitungan adalah tarif pajak dibukukan dg Dasar Pengawasan Pajak. .• Dlm hal impor Barang Kena Pajak yg menjadi dasar pengenaan pajak adalah nilai impor. • Nilai impor adalah nilai berupa uang yg menjadi dasar perhitungan Bea Masuk ditambah pungutan / cukai lainnya sesuai yg dimaksud dlm ketentuan perundang-2-an pabean utk barang kena pajak. • Nilai impor yg menjadi pengenaan pajak adalah harga patokan impor (HPI) atau Cost Insurance and Freight ( CIF) ditambah dg semua biaya & pungutan / bea / cukai lainnya menurut ketentuan PP (Peraturan Per-undang-2-an) Pabean.

Contoh perhitungan Penyerahan oleh importir/pabrikan kpd agen tunggal : Harga barang PPN 10% x 5.000.000.500.000 PPn-BM 20% x 5.000 Maka harga yg hrs dibayar oleh agen tunggal = Rp 5.000 .000 = Rp 6.000.000.000 = Rp 1.000 = Rp 500.

500. biaya pengangkutan (Freight) sebesar DM 3.Cotoh soal perhitungan harga pokok impor • PT ABC di Jakarta mengimpor Piano Otomatis dari Jerman sebanyak 500 unit.000 (Jerman-Indonesia). . Piano diasuransikan dg premi 2%. PPn-BM 20%. PPN 10%. Harga barang tdk termasuk biaya pengangkutan. Syarat penyerahan barang FOB.000. Setelah tiba di Jakarta PT ABC membayar beban pengangkutan dari pelabuhan Tanjung Priok sampai gudang importir Rp 500. Harga per unit piano adalah DM 2. Berdasarkan data di atas.

. Harga pokok dibulatkan ke atas menjadi kelipatan Rp 5. dg Kurs DM 1.000. beli Rp 1.325. Jika importir ingin laba 50% berapa harga jual per unit piano tsb.315 dan kurs jual Rp 1.Saudara diminta untuk menghitung harga pokok per unit piano.

693.000 .101.000 (+) = Rp 1.000 Harga pokok 500 unit Piano = Rp 2.656.355.650.355.000 = Rp 169.000 = Rp 338.975.106.125.000 = Rp 1.250.325 = Rp 3.005.250.250.000 @ Rp 1.693.500 = DM 1.325 Premi asuransi 2 % x Rp 1.350.350.000.670.000 Biaya bongkar Rp 1.000 Biaya angkut (freight) DM 3.689.375.335.000 PPn-BM 20% x Rp 1.Jawab Harga 500 unit piano @ DM 2.693.000 (+) Jumlah PPN & PPn-BM = Rp 508.000 PPN 10% x Rp 1.350.000 Jumlah biaya bongkar dan pengangkutan = Rp 5.000 (+) = Rp 1.000 Biaya angkut Rp 3.000 = Rp 33.000 @ Rp 1.350.000 (+) = Rp 2.656.

x Rp 1 500 = Rp 4.Harga pokok piano per unit 2.375.000 --------------------. maka harga jual per unit piano = Rp 6.212.355.212.000 Jika importir ingin laba 50% per unit.710 Jadi harga pokok per unit piano = Rp 4.106.250.000 .710 Dibulatkan menjadi = Rp 4.

d. Los loon  biaya sewa alat-alat mekanis . barang yg memerlukan penanganan khusus. Cargodoring  biaya mengurus penyerahan barang dari perusahaan pelayaran. termauk biaya transportasi sampai barang dibongkar lagi di gudang importir. dimuat di atas truk di pintu darat gudang pelabuhan. Terdiri dari : 1. dan barang-barang yg mengganggu lingkungan (ditetapkan Dep Perhubungan) 4. Surcharges  biaya barang-barang berbahaya.Catatan : • Biaya inklaring : (handling charges)  biaya yg dikeluarkan untuk pengurusan barang dari wilayah Gapura Niaga mulai dari atas kapal s. Stevedoring  biaya menata dan menyusun barang di dalam gudang pelabuhan 2. sewa alat mekanis serta gudang selama barang menginap di pelabuhan. 3. bernilai tinggi. Biaya ini disebut juga dengan : • OPP (Ongkos Pelabuhan Pemuatan) • OPT ( Ongkos Pelabuhan Tujuan ) untuk tujuan barang impor.

MODEL LAIN KALKULASI IMPOR • • • • • • • • • • • • • Nama barang Jumlah (kuantum) Harga satuan Total harga C&F / CIF Nomor tarif pos ( HS ) Kurs jual devisa Kurs NDPBM Tarif PPN Impor Tarif Bea Masuk Tarif PPnBM Tarif PPh Pasal 22 Order/sales contract No. Tanggal Kalkulasi : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… .

.I. 2) Bea masuk : … % x (CNF/CIF Valuta x NDPBM) …% x ( … x … ) = Rp …. BIAYA PEROLEHAN 1) Nilai lawan valuta : ( CNF/CIF Valuta x Kurs Jual Devisa ( US $ …. X …) = Rp ….

PREMI ASURANSI 1) 2) 3) 4) Nilai Pertanggungan Risiko pertanggungan Persentase premi Jumlah premi : … % x Rp … : …. : All Risk/FFA/TLO : …. = Rp ….II. .

III. PUNGUTAN NEGARA 1) 2) 3) PPN Impor (CNF/CIF x NDPBM + Bea Masuk) : …% x ( … x … + …) PPnBM (CNF/CIF x NDPBM + Bea Masuk) : …% x ( … x … + …) PPh Pasal 22 (CNF/CIF x NDPBM + Bea Masuk) : …% x ( … x … + …) Total Pungutan Negara = Rp …. + = Rp …. = Rp …. = Rp …. .

.

Ton x Rp …. = Rp …. = Rp …. Ton x Rp …. = Rp …. . = Rp …. Uang Dermaga : : …. = Rp …. Delivery charge (OPP/OPT) : : …. Surcharge (Toeslag) : : …. Ton x Rp …. Ton x Rp …. Ongkos cargodoring (Menata/OPP/OPT) : : …. Sewa alat-alat mekanis (los loon): : ….IV. BIAYA INKLARING (HANDLING CHARGERS) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Ongkos Stevedoring (Muat bongkar/OPP/OPT) : : …. Ton x Rp …. = Rp …. Ton x Rp ….

= Rp ….d. Ton x Rp …. Ton x Rp …. 10) = Rp …. Ton x Rp …. = Rp …. 9) Jasa EMKL/Freight Forwarder: : …. 10) Biaya lain-lain : …. BIAYA INKLARING (HANDLING CHARGERS) 7) Transportasi: : ….IV. = Rp …. Jumlah Biaya 1) s. = Rp …. 8) Sewa Gudang: : …. Catatan : Biaya inklaring dpt juga dilakukan dg perhitungan All in dg EMKL/Freight Forwarder (Tarif borongan) .

BIAYA JASA LAINNYA 1) 2) 3) 4) Biaya administrasi / komisi importir Provisi bank. Jadi Harga Pokok Pengadaan (Total Biaya Pengadaan ) I s. .d. biaya L/C. Jasa lainnya … Jumlah biaya jasa lainnya = Rp … = Rp … = Rp … = Rp …. = Rp ….V. V = Rp …. negosiasi dll Bunga bank untuk ubtuk … bulan … bulan x … % x Rp ….

.

.

ORG TATA NIAGA (OTN) Minggu 01 & 02 Page 52 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful