Anda di halaman 1dari 9

No.

01 / VI / 2 Januari 2003

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI


INFLASI BULAN DESEMBER 2002 SEBESAR

1,20

PERSEN

Pada bulan Desember 2002 terjadi inflasi 1.20 persen. Dari 43 kota IHK tercatat 41 kota mengalami inflasi, dan dua kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado yang mencapai 3,84 persen, dan terendah di Palangkaraya 0,22 persen. Sedangkan deflasi terjadi di Padang minus 0,90 persen dan Bandar Lampung minus 0,52 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut: kelompok bahan makanan sebesar 2,42 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 1,01 persen; kelompok perumahan 1,05 persen, kelompok sandang 0,59 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,11 persen; dan kelompok transpor & komunikasi sebesar 0,65 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2002 atau tingkat inflasi year on year (Desember 2002 terhadap Desember 2001) sebesar 10,03 persen. Kelompok yang memberikan andil inflasi tertinggi selama tahun 2002 adalah kelompok perumahan sebesar 2,79 persen. Komoditas yang paling dominan memberikan andil inflasi nasional selama tahun 2002 adalah tarif listrik 0,70 persen. ah Mengakhiri tahun 2002 perkembangan harga berbagai komoditas menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 43 kota pada bulan Desember 2002 terjadi inflasi 1,20 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 270,87 pada bulan November 2002 menjadi 274,13 pada bulan Desember 2002. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2002 atau inflasi year on year (Desember 2002 terhadap Desember 2001) adalah 10,03 persen. Beberapa jenis barang dan jasa yang mengalami kenaikan harga/tarif selama bulan Desember 2002 antara lain : cabe merah, tarif listrik, tomat sayur, nasi beserta lauk, beras, bawang merah, angkutan antar kota, ikan segar, cabe rawit, kentang, daging sapi, gas elpiji, gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, kelapa dan mie. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah : daging ayam ras, ketimun, pisang dan kacang panjang. Seluruh kelompok pengeluaran yang tercakup dalam IHK mengalami inflasi, masing-maing adalah : kelompok bahan makanan yang mencapai 2,42 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 1,01 persen, kelompok perumahan 1,05 persen, kelompok sandang 0,59 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,11 persen dan kelompok transpor & komunikasi sebesar 0,65 persen. Pada bulan Desember 2002 kelompok bahan makanan memberikan andil 0,63 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,19 persen; kelompok perumahan 0,24 persen; kelompok sandang 0,05 persen; kelompok kesehatan 0,01 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen; dan kelompok transpor dan komunikasi 0,07 persen. Berita Resmi Statistik No. 01 / VI / 2 Januari 2003 1

Tabel 1. Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Nasional bulan Desember 2002 dan selama tahun 2002 (persen) Kelompok Pengeluaran (1) UMUM 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Bahan Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan, Rekreasi & Olahraga Transpor dan Komunikasi Desember 2002 (2) Januari-Desember 2002 (3)

1,20
0,63 0,19 0,24 0,05 0,01 0,01 0,07

10,03
2,36 1,72 2,79 0,26 0,31 0,82 1,77

Gambar 1. SUMBANGAN KELOMPOK PENGELUARAN TERHADAP INFLASI NASIONAL BULAN DESEMBER 2002 1.4

1.2

0.8

0.6

0.4

0.2

Umum 2. Makanan jadi 5. Kesehatan

3. Perumahan 6. Pendidikan

1. Bhn.makanan 4. Sandang 7. Transpor

Berita Resmi Statistik No .01 / VI / 2 Januari 2003

Tabel 2. Laju inflasi gabungan 43 kota bulan Desember 2002, tahun kalender 2002 dan tahun ke tahun Desember 2002 terhadap Desember 2001 menurut kelompok pengeluaran.

Kelompok Pengeluaran [1] U m u m 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Bahan Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan, Rekreasi &Olah raga Transpor dan Komunikasi

IHK Desember 2001 [2] 249,15 290,74 278,75 208,57 277,90 262,99 224,12 221,47

IHK Desember 2002 [3] 274,13 317,29 304,35 235,08 285,38 277,79 248,43 255,85

Inflasi bulan Desember 2002 *) [4] 1,20 2,42 1,01 1,05 0,59 0,27 0,11 0,65

Laju inflasi tahun kalender 2002 **) [5] 10,03 9,13 9,18 12,71 2,69 5,63 10,85 15,52

Inflasi Tahun ke tahun **) [6] 10,03 9,13 9,18 12,71 2,69 5,63 10,85 15,52

*) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2002 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2002 terhadap IHK bulan Desember 2001. .

Gambar 2. PERKEMBANGAN IHK 43 KOTA (1996 =100) DESEMBER 2001 - DESEMBER 2002
340 320 300 280 260 240 220 200 180 160
Des'01 Jan'02 Feb'02 Maret'02 April'02 Mei'02 Juni'02 Juli'02 Agust'02 Sept'02 Okt'02 Nov'02 Des'02

umum sandang

bhn makanan kesehatan

makanan jadi pendidikan

perumahan transpor

Berita Resmi Statistik No. 01 / VI / 2 Januari 2003

INFLASI SELAMA TAHUN 2002 Selama (Januari-Desember) tahun 2002 telah terjadi inflasi sebesar 10,03 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 249,15 pada bulan Desember 2001 menjadi 274,13 pada bulan Desember 2002. Dalam kurun waktu 12 bulan selama tahun 2002, sepuluh bulan di antaranya mengalami inflasi yang berkisar antara 0,29 persen pada bulan Agustus dan tertingi 1,99 persen pada bulan Januari. Sedangkan dua bulan yang lain yaitu Maret dan April mengalami deflasi (masing-masing minus 0,02 persen dan minus 0,24 persen). Dilihat dari besarnya sumbangan/andil inflasi, selama tahun 2002 kelompok bahan makanan memberikan andil 2,36 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,72 persen; kelompok perumahan 2,79 persen, kelompok sandang 0,26 persen; kelompok kesehatan 0,31 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,82 persen; dan kelompok transpor dan komunikasi 1,77 persen (lihat tabel 1). Selama tahun 2002 seluruh kelompok pengeluaran yang tercakup dalam IHK mengalami inflasi, masing-masing: kelompok bahan makanan 9,13 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 9,18 persen; kelompok perumahan 12,71 persen; kelompok sandang 2,69 persen; kelompok kesehatan 5,63 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 10,85 persen dan kelompok transpor dan komunikasi 15,52 persen (lihat tabel 2). Jenis barang dan jasa yang dominan memberikan sumbangan inflasi selama tahun 2002 antara lain: tarif listrik 0,70 persen, kontrak rumah 0,61 persen, beras 0,59 persen, tarif telpon 0,54 persen, angkutan dalam kota 0,52 persen, cabe merah 0,42 persen, bensin pompa 0,38 persen, minyak tanah 0,34 persen, rokok kretek filter 0,30 persen, nasi beserta lauk 0,29 persen, sewa rumah 0,26 persen, uang sekolah SLTA 0,22 persen, rokok kretek 0,20 persen, upah pembantu rumahtangga 0, 19 persen; mie dan cabe rawit masing-masing 0,18 persen, uang sekolah SLTP 0,17 persen, upah tukang 0,16 persen, tomat sayur 0,14 persen; roti manis dan uang kuliah akademi/PT masing-masing 0,12 persen, uang sekolah SD 0,11 persen; semen, gas elpiji, dan minyak goreng masing-masing 0,10 persen; bus antar kota dan bubur masing-masing 0,08 persen; bawang merah, kacang panjang dan pisang masingmasing 0,07 persen.

12

Gambar 3. SUMBANGAN KELOMPOK PENGELUARAN TERHADAP INFLASI NASIONAL SELAMA TAHUN 2002

10

1
0

Umum 2. Makanan jadi 5. Kesehatan

3. Perumahan 6. Pendidikan

1. Bhn.makanan 4. Sandang 7. Transpor

Berita Resmi Statistik No .01 / VI / 2 Januari 2003

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan Kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2002 mengalami inflasi yang mencapai 2,42 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 309,80 pada bulan November 2002 menjadi 317,29 pada bulan Desember 2002. Sebelas sub kelompok dalam kelompok ini seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan yang mencapai 12,87 persen dan inflasi terendah terjadi pada sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,09 persen. Kelompok ini pada bulan Desember 2002 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,63 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: cabe merah 0,16 persen, tomat sayur 0,12 persen; beras, bawang merah masing-masing 0,06 persen, ikan segar 0,05 persen, cabe rawit 0,04 persen; daging sapi, kentang masing-masing 0,03 persen; telur ayam ras, kelapa, minyak goreng masing-masing 0,02 persen; jagung muda, jeruk, pepaya, semangka, tomat buah masing-masing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah daging ayam ras minus 0,03 persen; kacang panjang, ketimun, pisang masing-masing minus 0,01 persen. 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Kelompok ini pada bulan Desember 2002 mengalami kenaikan indeks dari 301,30 pada bulan November 2002 menjadi 304,35 pada bulan Desember 2002 atau terjadi inflasi sebesar 1,01 persen. Semua sub kelompok yang ada dalam kelompok ini mengalami inflasi yaitu: sub kelompok makanan jadi 1,25 persen, sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,92 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,37 persen. Kelompok ini pada bulan Desember 2002 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,19 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah : nasi dengan lauk 0,07 persen; mie, gula pasir masing-masing 0,02 persen; gado-gado, sate, roti manis, bubur, rokok kretek, rokok kretek filter masing-masing 0,01 persen. 3. P e r u m a h a n Kelompok perumahan pada bulan Desember 2002 mengalami inflasi sebesar 1,05 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 232,64 pada bulan November 2002 menjadi 235,08 pada bulan Desember 2002. Semua sub kelompok yang ada dalam kelompok ini mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air 3,50 persen dan inflasi terendah terjadi pada sub kelompok perlengkapan rumahtangga 0,28 persen. Pada bulan Desember 2002 secara keseluruhan kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,24 persen. Jenis barang dan jasa yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: tarif listrik 0,14 persen, gas elpiji 0,03 persen; kontrak rumah, pasir, sewa rumah, upah tukang, dan upah pembantu rumahtangga masing-masing 0,01 persen.

Berita Resmi Statistik No. 01 / VI / 2 Januari 2003

4. S a n d a n g Kelompok sandang pada bulan Desember 2002 mengalami inflasi 0,59 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 283,72 pada bulan November 2002 menjadi 285,38 pada bulan Desember 2002. Semua sub kelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok sandang laki-laki 0,70 persen dan inflasi terendah terjadi pada sub kelompok sandang wanita 0,51 persen. Kelompok ini pada bulan Desember 2002 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah emas perhiasan dan sandang laki-laki masing-masing 0.01 persen. 5. K e s e h a t a n Kelompok kesehatan pada bulan Desember 2002 mengalami inflasi 0,27 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 277,03 pada bulan November 2002 menjadi 277,79 pada bulan Desember 2002. Kedua sub kelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi yaitu : sub kelompok jasa kesehatan dan obat-obatan 0,35 persen dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetik 0,24 persen. Kelompok ini pada bulan Desember 2002 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi nasional sebesar 0,01 persen. 6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada bulan Desember 2002 mengalami inflasi 0,11 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 248,15 pada bulan November 2002 menjadi 248,43 pada bulan Desember 2002. Secara keseluruhan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan Desember 2002 memberikan sumbangan inflasi nasional sebesar 0,01 persen. 7. Transpor dan Komunikasi Kelompok transpor dan komunikasi pada bulan Desember 2002 mengalami inflasi sebesar 0,65 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 254,21 pada bulan November 2002 menjadi 255,85 pada bulan Desember 2002. Kelompok ini pada bulan Desember 2002 memberikan sumbangan terhadap inflasi nasional sebesar 0,07 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah angkutan antar kota 0,06 persen dan angkutan dalam kota 0,01 persen.

Berita Resmi Statistik No .01 / VI / 2 Januari 2003

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN Laju inflasi tahun kalender sampai dengan bulan Desember 2002 sebesar 10,03 persen. Sedangkan laju inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2000 dan tahun 2001 masing-masing sebesar 9,35 persen dan 12,55 persen. Besarnya laju inflasi year on year untuk bulan Desember 2002 terhadap Desember 2001 sebesar 10,03 persen. Sedangkan laju inflasi year on year untuk bulan Desember 2000 terhadap Desember 1999 sebesar 9,35 persen dan Desember 2001 terhadap Desember 2000 sebesar 12,55 persen. Tabel 3. Perbandingan Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year, Tahun 2000-2002 Inflasi 2000 1,94 9,35 9,35 2001 1,62 12,55 12,55 2002 1,20 10,03 10,03

1. Desember 2. Januari Desember (Tahun kalender) 3. Desember thd. Desember (year on year)
(tahun n) (tahun n-1)

Gambar 4. PERBANDINGAN INFLASI TAHUN KALENDER 2000-2002


14 12 10
INFLASI (%)

8 6 4 2 0

Jan

Jan-Feb Jan-Mrt Jan-Apr Jan-Mei Jan-Jun

Jan-Jul

JanAgust

Jan-Sept Jan-Okt Jan-Nop Jan-Des

2000

2001

2002

Gambar 5. PERBANDINGAN INFLASI YEAR ON YEAR 2000-2002

16 14 12
INFLASI (%)

10 8 6 4 2 0 -2

Jan-Jan

Feb-Feb

Mrt-Mrt

Apr-Apr

Mei-Mei

Jun-Jun

Jul-Jul

Ags-Ags

Sept-Sept

Okt-Okt

Nop-Nop

Des-Des

2000 thd 1999

2001 thd 2000

2002 thd 2001

Berita Resmi Statistik No. 01 / VI / 2 Januari 2003

PERBANDINGAN ANTAR KOTA Pada bulan Desember 2002 terjadi inflasi 1,20 persen. Dari 43 kota IHK tercatat 41 kota mengalami inflasi, dan dua kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado yang mencapai 3,84 persen, dan terendah di Palangkaraya 0,22 persen. Sedangkan deflasi terjadi Bandar Lampung minus 0,52 persen dan Padang minus 0,90 persen. 1. Perbandingan antar Kota di Pulau Sumatera Pada bulan Desember 2002 dua kota IHK yang ada di wilayah pulau Sumatera mengalami deflasi, yaitu Bandar Lampung minus 0,52 persen dan Padang minus 0,90 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Padang Sidempuan sebesar 2,59 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Jambi sebesar 1,18 persen (lihat tabel 4). Tabel 4. Perbandingan Indeks dan Inflasi/deflasi bulan Desember 2002 Kota-kota di Pulau Sumatera dengan Nasional DESEMBER 2002 IHK Inflasi (%) 1,46 294,12 1,69 284,94 2,28 292,58 1,88 274,02 2,59 272,17 2,18 293,25 -0,90 290,44 1,78 292,73 1,70 237,00 1,18 263,87 1,59 297,73 1,20 273,19 -0,52 289,10 274,13 1,20

KOTA 1. Banda Aceh 2. Lhokseumawe 3. Medan 4. Pematang Siantar 5. Padang Sidempuan 6. Sibolga 7. Padang 8. Pekanbaru 9. Batam 10. Jambi 11. Palembang 12. Bengkulu 13. Bandar Lampung Nasional

2. Perbandingan antar Kota di Pulau Jawa Pada bulan Desember 2002 kota-kota IHK di pulau Jawa yang berjumlah 14 kota, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Cirebon sebesar 1,83 persen dan inflasi terendah di Purwokerto sebesar 0,45 persen (lihat tabel 5).

3. Perbandingan antar kota di luar Pulau Jawa dan Sumatera Pada bulan Desember 2002 dari 16 kota IHK di wilayah ini, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado yaitu 3,84 persen dan inflasi terendah di Palangkaraya 0,22 persen (lihat tabel 6).

Berita Resmi Statistik No .01 / VI / 2 Januari 2003

Tabel 5.

Perbandingan Indeks dan Inflasi bulan Desember 2002 Kota-kota di Pulau Jawa dengan Nasional DESEMBER 2002 IHK Inflasi (%) 0,97 266,20 0,78 269,54 0,78 248,71 1,10 261,76 1,83 272,06 1,18 263,85 0,45 275,31 1,43 253,69 0,87 268,61 1,27 279,70 1,62 273,74 1,21 304,56 1,44 279,33 1,51 299,47 274,13 1,20

KOTA 1. Jakarta 2. Bandung 3. Serang/Cilegon 4. Tasikmalaya 5. Cirebon 6. Semarang 7. Purwokerto 8. Tegal 9. Surakarta 10. Yogyakarta 11. Surabaya 12. Malang 13. Kediri 14. Jember Nasional

Tabel 6.

Perbandingan Indeks dan Inflasi bulan Desember 2002 Kota-kota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera dengan Nasional KOTA DESEMBER 2002 IHK Inflasi (%) 1,67 281,18 1,43 271,46 1,79 270,93 0,82 283,90 0,22 263,71 1,51 283,10 1,13 260,90 1,02 272,65 1,22 278,25 3,84 309,92 2,95 339,40 1,11 266,71 1,11 309,24 2,56 285,29 1,18 288,76 1,66 276,12 274,13 1,20

1. Denpasar 2. Mataram 3. Kupang 4. Pontianak 5. Palangkaraya 6. Sampit 7. Banjarmasin 8. Samarinda 9. Balikpapan 10. Manado 11. Palu 12. Makassar 13. Kendari 14. Ambon 15. Ternate 16. Jayapura Nasional

Berita Resmi Statistik No. 01 / VI / 2 Januari 2003

Beri Nilai