Anda di halaman 1dari 10

Skenario Rasanya Nyut-Nyutan Sakti (32 tahun) datang ke klinik dokter gigi karena gigi gerahamnya yang telah

lama berlubang tiba-tiba berdenyut dan sakit sekali. Dokter gigi melakukan pemeriksaan tes vitalitas pulpa, tes palpasi, dan tes perkusi dan rontgen foto periapikal. Dokter gigi berusaha mengidentifikasi penyakit pulpa dan periapikal pada gigi Sakti karena perbedaan diagnosa akan menentukan perawatan yang berbeda. Setelah beberapa waktu mendiskusikan rencana perawatan dan menjelaskan tahapan pekerjaannya pada Sakti, dokter gigi akhirnya memutuskan untuk melakukan pulpektomi vital. Sakti selama ini tidak mengetahui kenapa giginya yang dulu hanya berlubang kecil dapat menjadi pulpitis dan mengakibatkan sakit yang tidak tertahankan. Bagaimana Saudara menjelaskan hal ini ?

Terminologi

1. Pulpektomi

: pengambilan seluruh jaringan pulpa dalam saluran akar

2. Pulpitis : radang pada jaringan pulpa gigi. Pulpitis diawali oleh karies,kemudian menjadi hiperemi pulpa, dan akhirnya terjadi pulpitis setelah mengenai kavum pulpa 3. Tes vitalitas pulpa : penggunaan stimulus mekanik, elektrik, atau termal untuk melihat kondisi pulpa 4. Tes perkusi : tes untuk mengevaluasi status periodonsium sekitar suatu gigi. Gigi diberi pukulan cepat dan tidak keras, mula-mula dengan jari dengan intensitas rendah, kemudian intensitas ditingkatkan dengan menggunakan tangkai suatu instrumen, untuk menentukan apakah gigi terasa sakit. 5. Tes palpasi : tes ini dilakukan dengan ujung jari menggunakan tekanan ringan untuk memeriksa konsistensi jaringan dan respon rasa sakit, untuk mengecek ada atau tidaknya oedema,kelainan periapikal, dan limfadenopati.

Identifikasi Masalah 1. Apa saja jenis penyakit pada pulpa ? 2. Apa saja jenis penyakit pada periapikal ? 3. Bagaiman proses terjadinya pulpitis dan akibatnya jika dibiarkan ? 4. Apa saja jenis pemeriksaan sebelum melakukan perawata pada pulpa ? 5. Bagaimana cara melakukan tes vitalitas pulpa ? 6. Bagaimana gambaran rontgen periapikal pada penyakit pulpa ? 7. Apa saja jenis-jenis diagnosa ? 8. Apa saja perawatan yang dilakukan pada pulpa selain pulpektomi ? 9. Apakah faktor yang mempengaruhi jenis perawatan pada jaringan pulpa ? 10. Apa alasan dokter gigi melakukan perawatan pulpektomi vital pada gigi sakti ? 11. Bagaimana tahapan pekerjaan pulpektomi vital ?

1. Apa saja jenis penyakit pada pulpa ? Pulpitis reversibel, terbagi dua yaitu iritatio pulpa dan hiperemi pulpa Pulpitis irreversibel o Akut o Kronis : asimptomatik, pupitis hiperplastik kronik, dan resorpsi internal Nekrosis pulpa Gangren pulpa Perbedaan antara pulpitis reversibel dan irreversibel : rasa sakit pulpitis irreversibel lebih parah dan berlangsung lama. Pada pulpitis reversibel, penyebab rasa sakit umumnya peka terhadap suatu stimulus, sedangkan pulpitis irreversibel rasa sakit datang spontan/ tanpa stimulus

2. Apa saja jenis penyakit pada periapikal ? abses periapikal abses ini biasanya dimulai di region periapikal dari akar gigi dan sebagai akibat dari pulpa yang non vital atau pulpa yang mengalami degenerasi. Abses ini merupakan keadaan yang berkepanjangan dari reaksi peradangan dalam tingkat yang lebih rendah dari jaringan konektif periapikal terhadap iritasi pulpa. Karakteristik dari keadaan ini dapat terlihat adanya pembentukan pus yang aktif Granuloma periapikal Merupaka bentuk lain yang lebih berat dari keadaan periodontitis apikalis yang kronis. Karakteristik ditandai dengan terbentuknya jaringan granulomatous periapikal, sebagai reaksi terhadap iritasi pulpa yang terus menerus dan dijumpai kapsul kolagen di pinggirnya Kista periapikal Kista adalah suatu ruangan patologis yang berisi cairan kental, semi liquid, dan dapat berada pada jaringan lunak dan keras. Kista periapikal merupakan reaksi inflamasi dari jaringan periapikal yang berkembang dari keadaan lesi kronis dengan menetapnya jaringan granulomatous. 3. Bagaiman proses terjadinya pulpitis dan akibatnya jika dibiarkan ? Pulpitis diawali oleh terjadinya karies email kemudian karies menjalar ke dentin, lalu berlanjut ke ruangan pulpa sehingga pulpa terinfeksi dan mengalami inflamasi dan mengakibatkan terjadinya pulpitis. Pulpitis yang dibiarkan tanpa perawatan, lama kelamaan akan meluas ke jaringan periapikal,sehingga menyebabkan abses periapikal, granuloma periapikal, dan kista periapikal.

4. Apa saja jenis pemeriksaan sebelum melakukan perawatan pada pulpa ? Pemeriksaan subjektif, berupa anamnesa Pemeriksaan objektif, berupa tes vitalitas pulpa, tes palpasi, tes perkusi Pemeriksaan intraoral,berupa : abnormal pada muka, pipi, bibir perubahan warna pada jaringan sekitar gigi Pemeriksaan ekstraoral : nodus limfe wajah 5. Bagaimana cara melakukan tes vitalitas pulpa ? Vitalitas termal Pada gigi normal : pada suhu 20 derajat celcius dan 50 derajat celcius tidak terasa sakit.Tes vitalitas termal panas dapat menggunakan gutta perca yang dilelehkan dan diletakkan pada gigi. Tes vitalitas termal dingin, menggunakan klor etil atau dapat juga menggunakan es dan karbon dioksida (es kering) diletakkan di kapas pada gigi yang diperiksa. Pada pulpitis, terjadi reaksi ngilu atau sakit jika distimulasi oleh termal dingin atau panas. Tes kavitas Dengan mengebur pertemuan email dan dentin dengan kecepatan rendah tanpa anastesi, jika sudah mencapai sedikit pulpa apakah terasa sakit atau tidak Arus listrik Menstimulasi respon pulpa dengan mengenakan arus listrik yang semakin meningkat pada gigi. Suatu respon positif adalah suatu indikasi vitalitas dan membantu dalam menentukan normalitas atau abnormalitas pulpa tersebut. Tidak adanya respon terhadap stimulus listrik, dapat merupakan indikasi adanya nekrosis pulpa.

6. Bagaimana gambaran rontgen periapikal pada penyakit pulpa ? Pada pulpitis reversibel, gambaran radiografis normal, tidak ada perubahan periapeks Pada pulpitis irreversible, gambaran radiograf mungkin menunjukkan sedikit penebalan ligament periodontal, kadang-kadang erosi lamina dura. Tidak ada perubahan radiolusensi di periapeks, kecuali considensing osteitis yang kadangkadang terjadi Pada nekrosis pulpa, gambaran radiografis kemungkinan tampak penebalan ligament periodontal dan adanya radiolusensi periapikal.

7. Apa saja jenis-jenis diagnosa ? Diagnosa klinis, yaitu subjektif(anamnesa) dan objektif Diagnosa lab, yaitu tes radiologi, bakteriologis Diagnosa defenitif/ diagnosa banding, yaitu mencari perbedaan terhadap suatu penyakit dengan penyakit lain yang mempunyai kesamaan. 8. Apa saja perawatan yang dilakukan pada pulpa selain pulpektomi ? Perawatan pulpa Konservatif : mempertahankan vitalitas pulpa, yaitu pulpotomi dan pulp capping Radikal : setelah didevitalisasi dan pulpa sudah dalam keadaan non vital, yaitu mumifikasi dan pulpektomi ( didevitalisasi dengan arsen).

9. Apakah faktor yang mempengaruhi jenis perawatan pada jaringan pulpa ? Tergantung pada diagnosa Pastikan keluhan utama Informasi lengkap kesehatan umum dan kesehatan gigi Pemeriksaan subjektif, objektif, radiologi Analisa data yang diterima 10. Apa alasan dokter gigi melakukan perawatan pulpektomi vital pada gigi sakti ? Tanda-tanda sakit gigi pada sakti, berupa sakit yang tidak tertahankan, tiba-tiba berdenyut dan sakit sekali mengindikasi terjadinya pulpitis irreversibel. Dan dilihat dari umur sakti (32 tahun) dimana foramen apical telah tertutup sempurna, maka dilakukan pulpektomi vital, karena pupektomi hanya boleh dilakukan pada gigi yang foramen apikanya telah tertutup sempurna. 11. Bagaimana tahapan pekerjaan pulpektomi vital ?

Skema
Sakti (32 tahun)

Gigi geraham berlubang, tibatiba berdenyut, dan sakit sekali subjektif

pemeriksaan

objektif radiologi

Diagnosis dan prognosis

Karies email

pulpa

pulpitis

periapikal

patofisiologi

Jenis-jenis penyakit

perawatan

Jenis-jenis penyakit

Pulpektomi vital

Pada pulpa, jenis perawatan yang lain

Learning Objective

1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai patofisiologi penyakit pulpa dan periapikal 2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai jenis-jenis penyakit pulpa dan periapikal serta pemeriksaan, diagnosis, dan prognosis penyakit tersebut 3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai perawatan yang dilakukan pada pulpa

1. Patofisiologi penyakit pulpa dan periapikal Diawali oleh proses karies, yang disebabkan oleh multifaktor, yaitu faktor host, mikroflora mulut, substrat, dan waktu. Adanya mikroflora mulut dalam bentuk plak merupakan syarat utama terbentuknya karies. Karies merupakan peyakit kronis yang berkembang dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Lamanya waktu yang dibutuhkan karies yang berkembang menjadi suatu lubang bervariasi dan diperkirakan 6-48 bulan. Karies email dentin pulpa Jika karies sudah mencapai dentin, akan menyebabkan terbukanya dentin sehingga terjadi hipersensitivitas dentin. Berdasarkan teori hidrodinamik, rangsangan yang menyebabkan rasa sakit diteruskan ke pulpa dalam suatu mekanisme hidrodinamik, yaitu pergerakan secara cepat pada tubulus dentin.gerakan cairan ini akan mengubah bentuk odontoblas atau prosesusnya sehingga mengakibatkan rasa sakit. Adanya hembusan udara atau karena perbedaan tekanan, maka sel-sel odontoblas yang rusak masuk ke dalam tubulus dentin bersama-sama dengan cairan tubulus dentin. Sel-sel ini akan merangsang ujung saraf yang terletak dekat dengan pulpa dan akan menimbulkan rasa sakit atau ngilu. Karies superfisialis karies media (disertai rasa nyeri yang spontan pada saat pulpa terangsang oleh suhu dingin atau makanan yang manis dan segera hilang jika rangsangan dihilangkan) karies pulpa atau pulpitis (terjadi peradangan kamar pulpa yang berisi saraf, pembuluh darah, pembuluh limfe sehingga timbul rasa nyeri yang hebat) jika karies terus berlanjut dan mengenai daerah yang lebih dalam, akan menyebabkan terjadinya gangren pulpa. Terdapat tiga karakteristik pulpa yang mempengaruhi proses inflamasi a) Pulpa tidak dapat mengkompensasi reaksi inflamasi secara adekuat karena dibatasi oleh dinding pulpa yang keras. Inflamasi akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah dan meningkatkan volume jaringan karena transudasi cairan b) Edema pada pulpa akan menyebabkan kontriksi pembuluh darah, sehingga jaringan pulpa tidak adekuat dalam mekanisme pertahanan , dan edema juga menyebabkan aliran darah terputus, menyebabkan pulpa menjadi nekrosis c) Karena gigi berada pada rahang, maka bakteri akan menyebar melalui foramen apical menuju jaringan periapikal Setelah menuju saluran akar dan menyebar ke jaringan periapikal, akan membentuk abses periapikal akut dan bila prosesnya kronik akan menjadi kelainan berupa abses kronik, granuloma, dan kista radikular. Pulpitis periodontitis apikalis abses periapikal, granuloma periapikal, kista periapikal