Contoh Proposal Bantuan Pengajuan Penambahan Ruang Kelas Baru BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara maksimalmaka diperlukan proses pembelajaran yang kondusif dengan melibatkan semuakomponen pembelajaran secara optimal. Salah satu komponen penting yangmenjadikan proses pembelajaran menjadi lancar dan kondusif adalah ruang kelas. Ruang kelas sebagai tempat belajar melakukan aktivitas pembelajaranmemiliki peranan yang strategis dalam rangka menciptakan suasana dan rasabelajar bagi para siswa. Keberadaannya membawa dampak yang lebih luas seperti,rasa aman, rasa memiliki, ketenangan dan hal-hal positif lainnya. Nama Sekolah sebagaisalah satu sekolah di......... jugamerasakan betapa pentingnya keberadaan ruang kelas sebagai salah satu unsurpenentu keberhasilan proses pembelajaran. Sekolah yang memiliki siswa ---- orangyang terbagi dalam ---- kelas (rombongan belajar) ini saat ini memiliki --ruangkelas, sehingga idealnya masih membutuhkan --- ruang kelas lagi dan -- ruang praktik. Dari ---- ruang kelas yang ada --- kelas dan --- ruang praktik diantaranya MasihKurang. Bertolak dari pemikiran di atas maka Nama Sekolah menganggap bahwa pembangunan ruang kelas baru di NamaSekolah adalah hal yang sangat penting dan mendesak untuk diwujudkan. Untuk itulah kami mengajukan PROPOSAL Bantuan Penambahan Ruang Kelas B.Visi dan Misi Visi ----------------------------------VISI SEKOLAH-------------------------------Misi -------------------------------------ISI MISI SEKOLAH----------------------------------C. Tujuan dan Sasaran ---------------------------------------ISI TUJUAN SEKOLAHDAN SASARAN SEKOLAH------------------------------Memberikan tempat belajar siswa dengan segalaperlengkapannya. Menghindari mobilitas siswa pada saat jam efektifsehingga waktu yang tersedia dapat digunakan untuk belajar secara optimal. Agar pelaksanaan praktik sesuai dengan tingkat kemampuansiswa tanpa adanya alasan keterbatasan tempat di sekolah. BAB II PROGRAM PENAMBAHAN RUANG KELAS A. Tahap perencanaan Melakukan pendataan kondisi bangunan Membuat gambar sesuai kebutuhan : Tata letak bangunan Denah, tampak, potongan Instalasi listrik penerangan Instalasi air bersih dan air kotor Gambar detail meliputi antara lain : kolom, atap, kosen,dan kuda-kuda dll. c. Menyusun analisis kebutuhan bahan dengan jenis dankwalitas sesuai dengan kondisi setempat, analisa harga satuan dan tenaga kerja; d. Membuat RAB pekerjaan penambahan ruang baru sekolah; e. Membuat rencana waktu pelaksanaan pekerjaan; f. Menyusun rencana kebutuhan tenaga kerja. B. Tahap pelaksanaan Mengarahkan dan membimbing secara periodik kepadapelaksana selama pekerjaan berlangsung. Memeriksa dan membuat laporan kemajuan pekerjaan terhadaphasil pelaksanaan pekerjaan Pembangunan yang dilakukan oleh pelaksana. Memantau dan membuat laporan harian, mingguan dan bulananpelaksnaan pekerjaan kepada tim pembangunan Membuat foto perkembangan fisik pekerjaan yang menunjukan

Amien.kondisi awal (0%). menengah (50%) dan akhir (100%). Rencana Pembiayaan Ruang Kelas Baru secara Keseluruhan Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan ruang kelas barusecara keseluruhan adalah sebesar Rp --------------------------------(-------------------)dengan rincian anggaran biaya terlampir.-. BAB III PENDANAAN A. Tempat.Oktober 2011 Ketua Komite Sekolah Menyetujui Kepala Sekolah Nama Komite BAB V PE N UTU P -----------------------------------------------------------------------------------------------------------DAFTAR LAMPIRAN Analisa Daftar Ruang Kelas dan Jumlah Siswa Foto – foto Fisik Rencana Anggaran Biaya (RAB) Surat Pernyataan Dana Pendamping Surat Pernyataan Pelaksanaan dengan Swakelola SK Tim Rehabilitasi Data Siswa Foto Copy Rekening Sekolah . Kami berharap bahwa proposal ini mendapat persetujuansehingga Pembangunan Ruang Kelas Baru di NamaSekolah segera dapat direalisasikan guna menciptakan suasana proses pembelajaranyang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan secara maksimal.

1 Lokasi . Adapun gedung kantor yang saat ini ditempati beraiamat di Graha ASEI Jalan Abdu! Muis No. Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) no. Dengan memiiiki gedung kantor sendiri juga untuk memberikan kepastian untuk jangka panjang dalam peiayanan yang mencover wilayah tersebut.Dir/HKM tentang “Pedoman pengadaaan Barang dan Jasa” lampiran SKD Bag III angka 3 tentang “Metode Lelang Terbuka” tangga! 19 Juni 2009 III. ha! ini kurang memberikan arti bagi penyebaran peiayanan yang mendekatkan kepada pasar. sehingga KC Jakarta II memeriukan gedung / ruangan kantor baru di iokasi lain. maka sesuai keputusan Pemegang Saham. 07/DK-ASEI/XII/2011 tentang Pengesahan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) tahun 2012. Direksi PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) telah mendapatkan persetujuan anggaran pembelian gedung kantor yang pada saat ini ditujukan untuk memiiiki sendiri gedung/ruangan Kantor Cabang Jakarta II melalui Keputusan Dewan Komisaris PT. yaitu Gedung beriantai 4 yang dimiliki ASEI dimana Kantor Cabang Jakarta II menempati iantai 2 gedung tersebut sejak tahun 2009.Kerangka Acuan Kerja (TOR) Pengadaan Bangunan Gedung kantor Cabang Jakarta II KERANGKA ACUAN KERJA (TOR) PENGADAAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG JAKARTA II Disusun Oleh : TIM PENGADAAN GEDUNG KANTOR CABANG JAKARTA II PT. II. Mengenai Iokasi mengingat kantor pemasaran yang dimiliki saat ini yaitu Kantor Pemasaran Tebet berada di wiiayah Jakarta selatan maka pemilihan gedung lebih dikehendaki di wilayah Jakarta Selatan dan tidak satu wilayah dengan kantor cabang ASEI lainnya. serta sekaiigus meningkatkan nilai-nilai promosi perusahaan dan mengoptimatkan pengeluaran perusahaan. Dengan demikian daiam satu gedung ada 2 Kantor cabang ASEI. PERSYARATAN GEDUNG / RUANG KANTOR CABANG JAKARTA II Persyaratan atas Gedung / Ruang Kantor yang akan dibeli adalah sebagai berikut: 1) Gedung / Ruang Kantor adalah bangunan yang telah berdiri diatas tanah miiik sendiri atau Hak Guna Bangunan atau Ruangan Kantor daiam gedung (strata title) dengan dokumen kepemilikan yang sah. ASURANSI EKSPOR INDONESIA (Persero) JAKARTA 2012 I MAKSUD DAN TUJUAN Dalam rangka mempersiapkan sarana dan prasarana Kantor Cabang Jakarta II dengan tujuan mengakomodasi peningkatan kinerja kedepan. 2) Kriteria Gedung / Ruang Kantor yang akan menjadi Kantor Cabang Jakarta II adalah sebagai berikut: 2. Saat ini Gedung Graha ASEI selain disewakan sebagian kepada pihak luar juga dipergunakan oleh Kantor Cabang Utama Jakarta. Diharapkan dengan menyediakan ruang kantor yang cukup luas untuk mengantisipasi perkembangan kantor cabang dalam kurun waktu yang panjang. METODE PENGADAAN Metode pengadaaan pembelian gedung dilaksanakan dengan metode lelang terbuka sesuai dengan SK Direksi nomor 24/065/Kep. 110 Jakarta Pusat.

2.4 Ketersediaan fasilitas a)Tersedia listrik dengan daya listrik minimum 2.5 Keamanan Lingkungan sekitar aman untuk karyawan dan nasabah. b) Air yang memadai (PAM/Pompa Air). dengan asumsi luas pemakaian perorang 10 m2 .a) Berlokasi di wilayah bisnis.200 watt dan dapat ditingkatkan menjadj minimum 16. 2. dan juga memenuhi standard keamanan gedung pada umumnya baik bagi gedung itu sendiri maupun isinya (misalnya adanya tangga darurat) 2. diutamakan di wilayah Jakarta Selatan b) Memberikan citra positif bagi perusahaan.3 Akses a) Mudah diakses baik melalui kendaraan pribadi atau angkutan umum (Public transportation}. 2.2 Kondisi dan Luas Bangunan: a) Bangunan siap pakai dengan kondisi layak pakai (tidak memiliki kerusakan yang dapat mengganggu jalannya operasiona! Kantor Cabang) b) Luas bangunan berkisar dari 500m2 sarnpai 1000 m2 untuk dapat menampung pengembangan pegawai mendatang sebanyak ± 50-100 orang. c) Line Telepon.1 Lokasi . d) Area parkir yang memadai.6 Harga/ Menggunakan kewajaran harga yang didasarkan pada: Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) Nilai Pasar bangunan lain di Wilayah sama Nilai hasil penelitian appraisal Perpajakan ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sedangkan mekanisme pembayaran dan pembebanan atas biaya lain-lain ditetapkan sesuai dengan kesepakatan antar pihak. 2. c) Dekat dengan wilayah agen dan broker utama KC Jakarta II d) Tidak rawan banjir dan kerusuhan 2. b) Mudah dijangkau oleh nasabah dan rekanan.000 watt.

sedangkan mekanisme pembayaran dan pembebanan atas biaya lain-lain ditetapkan sesuai dengan kesepakatan antar pihak.a) Berlokasi di wilayah bisnis.000 watt. 7. dan juga memenuhi standard keamanan gedung pada umumnya baik bagi gedung itu sendiri maupun isinya (misalnya adanya tangga darurat) 2. 2. lembaga independen peniiai asset .6 Harga/ Menggunakan kewajaran harga yang didasarkan pada: Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) Nilai Pasar bangunan lain di Wilayah sama Nilai hasil penelitian appraisal Perpajakan ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.200 watt dan dapat ditingkatkan menjadj minimum 16. d) Area parkir yang memadai. b) Mudah dijangkau oleh nasabah dan rekanan. Appraisal Dalam rangka untuk menilai kewajaran harga atas gedung yang akan dibeli.2 Kondisi dan Luas Bangunan: a) Bangunan siap pakai dengan kondisi layak pakai (tidak memiliki kerusakan yang dapat mengganggu jalannya operasiona! Kantor Cabang) b) Luas bangunan berkisar dari 500m2 sarnpai 1000 m2 untuk dapat menampung pengembangan pegawai mendatang sebanyak ± 50-100 orang. c) Dekat dengan wilayah agen dan broker utama KC Jakarta II d) Tidak rawan banjir dan kerusuhan 2.5 Keamanan Lingkungan sekitar aman untuk karyawan dan nasabah. diutamakan di wilayah Jakarta Selatan b) Memberikan citra positif bagi perusahaan. dengan asumsi luas pemakaian perorang 10 m2 . 2.3 Akses a) Mudah diakses baik melalui kendaraan pribadi atau angkutan umum (Public transportation}. b) Air yang memadai (PAM/Pompa Air). c) Line Telepon.4 Ketersediaan fasilitas a)Tersedia listrik dengan daya listrik minimum 2. 2.

Lokasi (b) Berlokasi di wiiayah bisnis. Pengembang Gedung atau Ruang Kantor Strata Title 3. (d) Dekat dgn wi!h agen dan broker KG Jakarta II (e) Tdk rawan banjir dan kerusuhan 2. (d) Area parkir yang memadai 5. 4. Ketersediaan Fasilitas (a) Tersedia listrik min 2200 kwh (b) Air yang memadai (PAM/Pompa Air).(Appraisal) akan ditunjuk untuk melakukan penelitian dan peniiaiannya. Akses (a) Mudah diakses baik melalui kendaraan (b) Mudah dijangkau oieh nasabah dan rekanan. Perorangan yang mempunyai property atau mempunyai informasi property VI. Keamanan 6. . (c) Memberikan citra positif bag! perusahaan. Perusahaan Agen Perumahan yang memiliki reputasi baik 2. Harga V. Kondisi dan Luas Bangunan (a) Bangunan siap pakai dengan kondisj jayak pakai (b) Luas bangunan 3. Harga yang ditentukan oleh appraisal akan menjadi acuan dalam menentukan harga jual beli gedung tersebut IV. PEMBOBOTAN TERHADAP KRITERIA Pembobotan (scoring) yang dipergunakan atas setiap kriteria adalah sebagai berikut : 1. PESERTA LELANG 1. Peserta Lelang wajib menyerahkan dokumen sebagai berikut. PENAWARAN 1. (c) Line Telepon.

samping kiri-kanan dan mnimal 5 photo lokasi dalam gedung c. 4. Kiarifikasi dan negosiasl Terhadap 3 perusahaan dengan hasil evaluasi tertinggi akan diundang untuk dilakukan klariflkasi dan negosiasi IX. Kepada calon pemenang akan diadakan panggilan dan pengaturan administrasi lebih lanjut X. Photo copy PBB tahun 2011. HR.a. Penyampaikan photo Gedung yang terbaru yang menampakan sisi depan.00 dan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan sesuai akte atau perorangan yang mempunyai hak menjual property dimaksud dan diberi cap perusahaan. sertifikat kepemilikan. Tim berwenang untuk tidak memberikan alasan – alasan berhasii atau tidaknya suatu penawaran b. Surat penawaran harga asli harus dibuat diatas kop surat perusahaan atau surat biasa bermeterai Rp 6. Penawaran ditujukan kepada: Tim Pengadaan Gedung Kantor Cabang Jakarta II PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) Gedung Menara Kadin Indonesia Lt. 5. Jadwal . b. bahwa property yang ditawarkan tidak dalam sengketa. Rasuna Said Blok X – 5 Kav 2 -3 Jakarta Seiatan Attn : S I Gunawan Surat penawaran sudah harus dimasukkan: Hari : sebagaimana jadwal di bawah Tanggal : sebagaimana jadwal di bawah Waktu : Pukul 16:00 WIB 3. Pada sampul dokumen penawaran tidak boleh terdapat tulisan – tuiisan lain. e. Pemenuhan kriteria VIII. 2. Keputusan Pemenang Lelang Keputusan pemenang lelang didasarkan pada pertimbangan sebagai berikut: a. Kelengkapan dokumen yang disampaikan. Surat penawaran Gedung sebagaimana criteria tersebut di atas b. 1MB dli Surat pernyataan dari peserta lelang. Proposal penawaran dianggap tidak sah dan batal apabila 1) Disampaikan di luar batas waktu yang telah ditentukan 2) Tidak mengikuti persyaratan sesuai dengan TOR ini VII. Penetapan Pemenang a. symbol – symbol atau apapun yang menandakan identitas peserta. 22 Jl. d.000. Surat penunjukan dari pemilik property kepada peserta lelang jika peserta leiang bukan pemilik property yang ditawarkan.

Pembuatan TOR .Proses Tahap juai-beli dan pembayarans/d 9 Nopember 2012 Tidak diadakan surat – menyurat sehubungan dengan TOR pengadaan ini .Persiapan Pengumuman Undangan Lelang .NoJenis Kegiatan/AktivitasWaktu 1.12 Okt 2012 12.Pengajuan Pengumuman ke Koran .Pembukaan Dokumen Lelang14 September 2012 6.Pengumuman Pemenang Lelang30 Oktober 2012 15.Menyusun Rencana Kerja dan syarat-syarat (RKS/TOR) .Survey Lokasi20-26 September 2012 9.Penilaian dan Evaluasi Pertama Penawaran Gedung19 September 2012 7.Pengumuman 3 besar pemenang dan pengiriman undangan Negosiasi dan klarifikasi22 Oktober2012 Negosiasi dan klarifikasi terhadap 3 besar24 Oktober 2012 14.Aanwijizg4 September 2012 4Penerimaan Dokumen Lelangs/d 13 September 2012 5.Pelaksanaan Appraisal atas 3 Gedung terpiiih28 Sept.Pemuatan di Korans/d 27 Agustus 2012 s/d 28 Agustus 2012 29 Agustus 2012 3.Pengajuan usuian TOR Persetujuan TORs/d 14 Agustus 2012 s/d 15 Agustus 2012 s/d Agustus 2012 2.Penyiapan draft iklan Pengumuman lelang .