Anda di halaman 1dari 29

Laporan kasus

Tinea kruris et manus

Keterangan Penderita
Nama Umur Jenis Kelamin Alamat : Ny. N : 53 tahun : Perempuan : Sukasari Kec.Cilaku Kab.Cianjur. : SMA : Islam : Sudah menikah

Pendidikan Agama Status Marital

Anamnesis
Keluhan Utama:
Bercak kemerahan pada bokong, dan lengan yang terasa gatal.

Anamnesis Khusus:

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien mengeluh gatal sejak 2 bulan SMRS, gatal disertai bercak dan bruntus kemerahan, gatal dirasakan memberat saat berkeringat. Bercak dan bruntus semakin hari semakin meluas namun bagian tengahnya sudah membaik. Keluhan ini dirasakan juga di tangan. gatal (+) dan kadang terasa panas, oleh pasien di garuk. Bercak disertai adanya sisik yang kasar dan tipis. Demam disangkal. Pasien mengaku sering menggunakan pakaian ketat dan dikeluarga menggunakan handuk secara bersamaan.

Riwayat Penyakit Dahulu Sakit seperti ini sebelumnya disangkal. Riwayat Penyakit Keluarga Suami pasien mengalami gejala yang serupa Riwayat pengobatan belum pernah diobati Riwayat alergi Alergi obat,makanan/minuman,debu disangkal.

Pemeriksaan Fisik
Vital Sign:
Keadaan umum Kesadaran
TD

: Tampak sakit ringan : composmentis


100/60 mmHg

NADI
RESPIRASI SUHU

65 x/menit
20 x/menit 37,2C

Status Generalis
Kepala Rambut: alopecia (-) Mata: conjunctiva tak anemis, sklera tak ikterik Hidung: sekret (-) Mulut: hiperemis (-), mukosa buccal basah, erosi (-)

Leher
Thoraks

KGB: tidak teraba membesar, massa (-)


Bentuk dan gerak simetris, sonor, wheezing (-), rhonchi (-) BJ murni reguler, murmur (-) Datar, lembut, BU (+) Deformitas (-), udem (-), RCT < 2 dtk Kulit: lihat status dermatologikus

Abdomen Ekstremitas

Status Dermatologikus
Distribusi A/R Karakteristik Regional Lengan kiri dan bokong Multiple,polisiklik,central healing,berbatas tegas,menimbul,kering,ukuran bervariasi dengan diameter 0,1-10 cm. Eritema,skuama, papul

Efluroesensi

Pemeriksaan Lab
Tidak dilakukan

Resume
Pasien mengeluh pruritus sejak 2 bulan SMRS, eritem (+) dan papul (+), pruritus memberat saat berkeringat. Eritem serta papul semakin hari semakin meluas namun bagian tengahnya sudah membaik. Keluhan ini dirasakan juga di tangan. Bercak disertai skuama yang kasar dan tipis. Pasien mengaku sering menggunakan pakaian ketat dan dikeluarga menggunakan handuk secara bersamaan. Status dermatologikus distribusi regional. regio kruris, dan extremitas. Lesi Multiple, polisiklik, central healing, berbatas tegas, menimbul, kering, ukuran bervariasi dengan diameter 5-10cm. Efloresensi eritema, papul, skuama..

Diagnosis
Diagnosis banding: Tinea cruris et manus Dermatitis seboroik

Diagnosis kerja: Tinea cruris et manus

Penatalaksanaan
Umum:
Mengganti pakaian dalam 2x sehari Menjaga kebersihan diri Jangan sering digaruk Tidak boleh menggunakan celana terlalu ketat

Khusus:
Topikal
ketokonazol cr 2 % yang dioleskan 2x sehari selama 2 minggu. Dilanjutkan 2 minggu setelah lesi penyembuhan.

Sistemik
ketokonazol tab 200 mg/hr selama 2 minggu pada pagi hari setelah makan. CTM 2 x 4 mg

PROGNOSIS Quo at vitam : ad bonam Quo at fungsionam : ad bonam Quo at sanationam : ad bonam

Tinjauan Pustaka

Definisi Tinea kruris adalah dematofitosis pada lipat paha, daerah perineum, dan sekitar anus. Dermatofitosis merupakan penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan kuku, yang disebabkan oleh golongan jamur dermatofita.

Epidemiologi
Tinea corporis adalah infeksi umum yang sering terlihat pada daerah dengan iklim yang panas dan lembab. Seperti infeksi jamur yang lain, kondisi yang hangat dan lembab membantu penyebaran infeksi ini.

Etiologi
Dermatofita adalah golongan jamur yang menyebabkan dermatofitosis. Golongan jamur ini mempunyai sifat mencernakan keratin. Dermatofita termasuk kelas Fungi imperfecti, yang terbagi dalam 3 genus, yaitu Microsporum, Trichophyton, dan Epidermophyton.

GejalaKlinis
Tinea kruris dapat bersifat akut atau menahun, bahkan dapat merupakan penyakit yang berlangsung seumur hidup. Lesi kulit dapat terbatas pada daerah genito-krural saja, atau meluas ke daerah sekitar anus, daerah gluteus dan perut bagian bawah, atau bagian tubuh yang lain.

Kelainan kulit yang tampak pada sela paha merupakan lesi berbatas tegas. Peradangan pada tepi lebih nyata daripada daerah tengahnya. Efloresensi terdiri atas macammacam bentuk yang primer dan sekunder (polimorfi). Bila penyakit ini menjadi menahun, dapat berupa bercak hitam disertai sedkit sisik.

Diagnosis
Diagnosis bisa ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan ruam yang diderita pasien Infeksi dapat terjadi setelah kontak dengan orang yang terinfeksi atau hewan atau objek yang baru terinfeksi.

Diagnosa Banding
Tidaklah begitu sukar untuk menentukan diagnosis tinea korporis pada umumnya, namun ada beberapa penyakit kulit yang dapat mericuhkan diagnosis itu, misalnya dermatitis seboroika, psoriasis, dan pitiriasisrosea.

Penatalaksanaan
Terapitopikal
Obat-obat baru ini diantaranya tolnaftat 2%; tolsiklat, haloprogin, berbagai macam preparat imidazol dan alilamin tersedia dalam berbagai formulasi. Dan semua obat-obat baru ini memberikan keberhasilan terapi (70-100%). Terapi topikal digunakan 1-2 kali sehari selama 2 minggu tergantung agen yang digunakan. Topikal azol dan allilamin menunjukkan angka perbaikan perbaikan klinik yang tinggi.Berikut obat yang sering digunakan

Terapisistemik
Griseofulvin. Griseofulvin 500 mg sehari untuk dewasa, sedangkan anak-anak 10-25 mg/kgBB sehari. Lama pemberian griseofulvin pada tinea korporis adalah 3-4 minggu, diberikan bila lesi luas atau bila dengan pengobatan topikal tidak ada perbaikan.

Ketokonazol. Merupakan OAJ sistemik pertama yang berspektrum luas, fungistatik, termasuk golongan imidazol. Dosisnya 200 mg per hari selama 10 hari 2 minggu pada pagi hari setelah makan

Flukonazol. Mempunyai mekanisme kerja sama dengan golongan imidazol, namun absorbsi tidak dipengaruhi oleh makanan atau kadar asam lambung. Itrakonazol. Merupakan OAJ golongan triazol, sangat lipofilik, spektrum luas, bersifat fungistatik dan efektif untuk dermatofita, ragi, jamur dismorfik maupun jamur dematiacea. Absorbsi maksimum dicapai bila obat diminum bersama dengan makanan.

Amfoterisin B. Merupakan anti jamur golongan polyen yang diproduksi oleh Streptomyces nodosus. Bersifat fungistatik, pada konsentrasi rendah akan menghambat pertumbuhan jamur, protozoa dan alga. Digunakan sebagai obat pilihan pada pasien dengan infeksi jamur yang membahayakan jiwa dan tidak sembuh dengan preparat azol.

wassalam
Terima kasih