Anda di halaman 1dari 5

LO. 1. Memahami dan Menjelaskan Cairan dan Larutan LI. 1.1.

Definisi Cairan dan Larutan Cairan pada semua bagian tanaman, tubuh manusia, dan tubuh hewan adalah larutan berbagai za dalam air dan merupakan tempat reaksi-reaksi biokimiawi terjasi secara umum. Cairan pada umumnya daoat melarutkan berbagai macam padatan, cairan lain dan gas membentuk larutan. Larutan merupakan campuran homogeny yang terdiri atas 2 komponen atau lebih yang jumlahnya sedikit dinyatakan sebagai solute (terlarut), sedangkan yang jumlahnya lebih banyak dinyatakan sebagai solven (pelarut). Bila larutan berujud suatu cairan, maka pelarutnya adalah cairan. Bila pelarutnya air, larutan cukup dinyatakan dengan larutan dan tidak perlu dinyatakan larutan dalam air. LI. 1.2. Perbedaan Cairan dan Larutan Cairan lebih pekat dari pada larutan. Cairan sama dengan Liquid sedangkan larutan sama dengan Aquades.

LI. 1.3 Faktor yang mempengaruhi kelarutan Suhu : untuk campuran padat-cair (T > makan kelarutan >) Sifat solute dan solven berlaku Like dissolve like yang artinya : suatu solute akan mudah larut dalam solven yang punya sifat yang sama dengan solute. Tekanan : berpengaruh pada gas. Pengaruh ion Sejenis : adanya ion sejenis dalam larutan akan mengurangi kelarutan. Pengadukan, Luas permukaan sentuhan zat.

LO. 2. Memahami dan menjelaskan cairan tubuh LI 2.1 Macam-macam cairan tubuh Jumlah cairan tubuh total kurang lebih 55-60% daari berat badan dan presentase ini berhubungan dengan jumlah lemak dalam tubuh, jenis kelamin dan umur. Cairan tubuh dapat dibagi dalam 2 kompartemen besar yaitu : intrasel dan ekstrasel. a.) Kompartemen intrasel Cairan intrasel adalah cairan yang terdapat dalam sel tubuh. Voumenya kurang lebih 33 % dari berat badan (60 % air tubuh total). Kandungan air intrasel lebih banyak disbanding ekstrasel. Cairan intrasel berperan pada proses pebaikan sel, menghasilkan, menyimpan dan pemnggunaan energi. Selain itu, cairan intrasel juga berperan dalam proses replikasi dan berbagai fungsi khusus antara lain sebagai cairan untuk mempertahankan volume dan osmolalitas cairan ekstrasel.

Kandung elektrolit intrasel : dalam cairan intrasel, kation utama adalah kalium sedangkan anion utama adalah fosfat dan protein. Ion K+, Mg2+, dan PO42+ merupakan solute yang dominan untuk menimbulkan efek osmotic pada cairan intrasel. Ion K+ juga penting dalam proses biolistrik.

b.) Kompartemen Ekstrasel Cairan ekstrasel adalah cairan yang terdapat di luar sel tubuh. Cairan ekstrasel terdiri dari : - Cairan interstisium atau cairan antar-sel,yang berada diantara sel-sel - Cairan intra-vaskular, yang berada dalam pembuluh darah yang merupakan bagian air dari plasma darah. - Cairan trans-sel, yang berada dalam rongga-rongga khusus, misalnya cairan otak (likuor serebsospinal), bola mata, sendi. Jumlah cairan trans-sel relative sedikit. Dengan menggunakan berbagai marker, volume ccairan ekstrasel sebesar 42-53% jumlah cairan tubuh total untuk marker klorida dan 30-33% untuk marker inulin dan sulfat. Volume cairan ekstrasel 24% dari berat badan orang dewasa. Kandungan elektrolit pada ekstrasel Kation utama dalam cairan ekstrasel adalah natrium (Na+), kation ekstrasel lainnya adalah Kalium (K+), kalsium (Ca2+), dan Magnesium (Mg2+). Untuk menjaga netralitas listrik, di dalam cairan ekstrasel terdapat anion klorida, bikarbonat dan albumin.

LI. 2.2 Kadar Normal elektrolit dalam cairan ekstrasel LI. 2.3. Keseimbangan Gibbs-Donnan Keseimbangan antara cairan intasel dan ekstrasel yang timbul akibat member. Protein yang merupakan suatu molekul besar bermuatan negative bukan hanya menrupakan suatu molekul besar namun merupakan suatu partikel aktif yang berperan mempertahankan tekanan osmotik. Protein ini tidak dapat berpindah, ia mempengaruhi ion mempertahankan netralitas electron (keseimbangan muatan positif dan negative) sebanding dengan keseimbangan tekanan osmotic di kedua sisi membrane. Hasil akhir dari keseimbangan ini adalah berpindahnya cairan dari kompartemen yang kurang mengandung protein ke kompartemen yang lebih banyak mengandung protein. LO.3. Memahami dan Menjelaskan Dehidrasi LI. 3.1 Definisi Dehidrasi Dehidrasi adalah keadaan dimana berkurangnya volume air tanpa elektrolit (natrium) atau berkurangnya air jauh melebihi berkurangnya natrium dari cairan ekstrasel akibatnya terjadi peningkatan natrium dalam ekstrasel sehingga cairan intrasel akan masuk ke ekstrasel (voume cairan intrasel berkurang). LI 3.2 Klasifikasi Dehidrasi

Dehidrasi isotonis (isonatremik) terjadi ketika kehilangan cairan hampir sama dengan konsentrasi natrium pada darah. Dehidrasi hipotonis (hiponatremik) terjadi ketika kehilangan cairan dengan kandungan natrium lebih banyak dari darah (kehilangan cairan hipertonis) Dehidrasi hipertonis (hipernatremik) terjadi ketika kehilangan cairan dengan kandungan natrium lebih sedikit dari darah (kehilangan cairan hipotonis),

LI 3.3 Gejala Dehidrasi -Dehidarasi Ringan : tidak ada gejala yang mencolok, tandanya hanya terlihat agak lesu. -Dehidrasi Sedang : gelisah, kehausan, mata cekung, kulit keriput -Dehidrasi Berat : muntah terus menerus, kesadaran menurun, lemas luar biasa, tidak kencing 6 jam/ labih kadang kejang dan panas tinggi. LI. 3.4 Penatalaksanaan Dengan Rehidrasi yaitu pemberian cairan untuk mengganti cairan yang hilang. Kehilangan cairan tidak sekedar dengan kehilangan air tetapi juga kehilangan elektrolit. LO.4 Memahami dan menjelaskan Gangguan keseimbangan Aid dan elektrolit 4.1 Definisi Gangguan keseimbangan elektrolit umumnya berhubungan dengan ketidakseimbangan natrium dan kalium. Prinsip utama ketidakseimbangan tersebut adalah : -Ketidakseimbangan elektrolit umumnya disebabkan oleh pemasukan dan pengeluaran natrium yang tidak seimbang. Kelebihan natrium dalam darah akan meningkatkan tekanan osmotik dan menahan air lebih banyak sehingga tekanan darah meningkat. -Ketdakseimbangan kalium jarang terjadi, namun jauh lebih berbahaya disbanding dengan ketidakseimbangan natrium. Kelebihan ion kalium darah menyebabkan gangguan berupa penurunan potensi trans-membran sel. 4.2 Macam-macam gangguan keseimbangan elektrolit - Hiponatremia, terjadi bila : a.) jumlah asupan cairan melebihi kemampuan ekskresi, b.) ketidakmampyan menekan sekresi ADH misalnya pada kehilangan cairan melalui saluran cerna atau gagal jantung atau sirosis hati atau pada SIADH (syndrome of inappropriate ADH- Secretion) berdasarkan prinsip di atas maka etiologi hiponatremia dapat dibagi atas : - Hiponatremia dengan ADH meningkat - Hiponatremia dengan ADH tekanan fisiologik

- Hiponatremia dengan osmolalitas plasma normal atau tinggi. Menurut waktu terjadinya, hiponatremia terbagi atas2 yaitu : Hiponatremia kronik : berlangsung lambat lebih dari 48 jam. Adanya gejala seperti, lemas dan mengantuk. Hiponatremia akut : berlangsung cepat kurang dari 48 jam. Adanya gejala seperti, penurunan kesadaran dan kejang. -Hipokalemia : terhadi bila kadar kalium dalam plasma kurang dari 3.4 mEq/L . penyebab hipokalemia yaitu : 1. Asupan kalium yang kurang 2. Pengeluaran kalium berlebihan 3. kalium masuk ke dalam sel. LO. 5. Memahami dan menjelaskan minum sesuai etika islam 1. Meniatkan minum untuk dapat beribadah kepada Allah agar bernilai pahala. 2. Memulai minum dengan membaca basmallah 3. Minum dengan tangan kanan.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,Jika salah seorang dari kalian hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya. (HR. Muslim) 4. Tidak bernafas dan meniup air minum. Ada beberapa hadits mengenai hal ini:Dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya. (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263) 5. Bernafas tiga kali ketika minum.Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu beliau mengatakan, Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam minum beliau mengambil nafas di luar wadah air minum sebanyak tiga kali. Dan beliau bersabda, Hal itu lebih segar, lebih enak dan lebih nikmat. 6. Larangan minum langsung dari mulut teko/ceret.Dari Abu Hurairah, beliau berkata, Rasulullah melarang minum langsung dari mulut qirbah (wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang lainnya. (HR Bukhari no. 5627) 7. Minum dengan posisi duduk.Terdapat hadits yang melarang minum sambil berdiri. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, 8. Puas dengan minuman yang ada dan tidak mencelanya.

Daftar pustaka http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-penyakit/181-diare.html (accessed: Wednesday, February 15th, 2012 at 18.45 WIB) Ummu Nafisah.2009. Wahai Anakku, Beginilah Cara Minum Rasulullah. http://muslimah.or.id/fikih/wahai-anakku-beginilah-cara-minum-rasulullah.html (accessed: Wednesday, February 15th, 2012 at 17.00 WIB) Sumardjo Damin. Pengantar kimia: buku panduan mahasiswi kedokteran dan program strata I fakultas bioeksakta. Jakarta. EGC : 2009