Anda di halaman 1dari 79

BABIV ANAUSA PERMASALAHAN

IV.1. Analisa Dasar Kebutuhan Pota dan kur!kulum pendidikan perguruan tinggiyang semakin berkembang merupakan tantangan dalam dunia pendidikan. Menciptakan dan me!engkapi fasi!itas pendidikan adalah tantangan tersebut. . dalam buku Retasi dengan DiriSendiri mengatakan bawa kualitas kemampuan seseorang sangat ditunjang oleh kemampuannya dalam kehidupan sosial sehari hari. Kemampuan tersebut dapat diasah datam bentuk peminatan yaitu: salah satu pemecahan yang dapat menjawab

Penalaran, seni, olah raga, humaniora, dan rohani. Universitas Bina Nusantara tetah sebagaiberikut: 1) 4 organisasipena!aran 2) 5 organisasikerohanian 3) 17 organisasiOlah raga 4) 18 organisasi humaniora 5) 8 organisasi seni menyelenggarakan kegiatan tersebut

!V.1. Analisa Kegiatan dan Sistem Ruang


Untuk memenuhi kegiatan organisasi sebagaimana disebutkan di atas,

diperlukan analisa-analisa tertebih dahuiu sebetum masuk ke perancangan.

47

IV.2.1

zoning ruang:
1) Ruang publik 2) Ruang semiprivat 3) Ruang privat

4) Ruang servis
IV.2.1
Pemakairuang: 1) Mahasiswa 2) Pengunjung

3) Pengamat
4) Pengajar

5) Staff administratif
6) Alumni

7) Yayasan 8) Tamu I undangan

9) Servis
IV.2.3 Kegiatan

1) Pendidikan dan Pelatihan


2) Humaniora 3) Promosi dan Pertunjukkan

4) Olah raga

48

IV.2.4 Analisa Kebutuhan Ruang dan DimensiRuang Untuk mempermudah kelangsungan setiap aktivitas yang ada, maka Pusat Kegiatan Mahasiswa ini memerlukan kebutuhan ruang yang sesuai.

Beberapa sumber pokok diambil untuk menganalisa ruang, yaitu: 1. EducationalFacilities, America Institute of Architecture Campuss Planning Lim Kok Wing University- College- of Creative Technology Data Arsitek Asumsiberdasarkan pengamatan lapangan

Z. 3. 4. 5.

Besar kebutuhan ruang yang dibutuhkan tergantung pada jenis kegiatan, jumlah pemakai, sarana penunjang, dan waktu penggunaan dari berbagai akivitas kegiatan yang diadakan. Kegiatan ini dimulai dari pk.07.20 -

pk.21.00 (Senin sampai Minggu) Ruang-ruang yang dibutuhkan dalam Pusat


kegiatan Mahasiswa ini, dikelompokan menjadiKegiatan yang berhubungan dengan aktivitas pendidikan, pelatihan, pengembangan aktivitas: Penataran " " " "' " Kelas Teori Ruang Sekretartat Ruang Laboratorium Komputer Ruang Laboratorium bahasa Ruang Pertemuan (Meeting Room)

49

Seni dan Desain " Kelas Teori "

BengkelPraktek disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas Ruang Sekretariat

" Ruang latihan Tari " Ruang Latihan Kedap Suara

" MiniCinema

" Ruang Display " Ruang Fotografi

" Studio Gambar


" Ruang laboratorium Komputer

Kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas Humaniora:


" Ruang Sekretartat

"

Ruang Rapat kecil


Ruang Rapat bersama

"
"

Ruang Pertemuan (meeting room)


Ruang penyiaran

Kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas Kerohanian: " Ruang Kerohanian

Untuk kegiatan rohani rutin setiap Jumat dan hari lainnya,


(Musho!la khusus umat muslim).
" Ruang pertemuan keci!

50

Untuk kegiatan non rutin, doa, diskusi agama dan sebagainya ., Mading dan promosi kegiatan ., Ruang peralatan dan Ioker peralatan yang bekaitan dengan kegiatan

Untuk menyimpan

rohani dan perayaan keagamaan Keg:iatan yang Perunjukkan: ., Ruang pameran terbuka (outdoor) ekspo kegiatan pelatihan perancangan ruang luar berhubungan dengan aktivitas Promosi dan

Untuk

(eksterior), automotif Club, desain struktur dan infrastruktur, desaln produksi industri dan ekspo atribut o!ah raga dan budaya. ., Ruang pameran dalam ruangan (indoor) ekspo kegiatan organisasi penalaran, produksi produk

Untuk

desain,dan ekspo atribut senidan budaya. .. Ruang display prestasidan dokumentasi memajang piala, sertifikat, penghargaan, dan

Untuk

dokumentasi kegiatan-kegiatan atau prestasiyang pernah diikuti. " Minibioskop Untuk mempertunjukkan atau presentasi hasil karya yang

berkaitan dengan penggunaan lnformasiTeknologl

51

" Ruar.g cindera mata Untuk menjual berbagaj macam hasil produksi para mahasiswa, promosl kampus, alat"atat olah raga, kerohanian, dan sebagainya.
Kegiatan yang berhubungan dengan ak:tivitas Olah Raga:

" Lapangan outdoor Untuk olah raga Bulu tanglds, basket, tenis meja
Oojo tatihan indoor
Untuk clah raga aikido, taekwondo, karate, wushu, merpati

putih, bangau putih


4

Ruang ganti

Untuk semua aktivitas otah raga


Ke!liatan yang berhubungan dengan aktivitas Servis:

Pelengkap da.1

"' "

Ruang yayasar., ketua, sekretaris Ruang pengajar

" Ruang rapat " Ruang sekretariat dan administrasi " Ruang pengolahan data dan arsip
"
"

Parkir
Lobby

" Ruang tunggu dan komunitas mahasiswa


.. Plaza

52

.. Ruang tunggu dan komunitas mahasiswa .. Plaza "


$

Restoran dan pujasera

ATM
Toilet, servis dan gudang

..

Berikut Tabel 1 menampilkan Kebutuhan Ruang berdasarkan aktivitas kegiatan IV.2.5 Besaran Ruang Besaran Ruang dan Jumlah unit diterangkan da!am tabel3

IV.l.6 Program Ruang


Program ruang dan besaran ruang ditampilkan dalam tabel 4

IV.l.7 Kemungkinan fleksibilitas ruang


Efisiensi penggunaan ruang sangat dlperlukan mengingat adanya fungsi fungsi kegiatan yang hampir sama dan adanya ruang yang volume

pemakaiannya tidak terlalu padat,sehingga dapat dilakukan penggabungan pemakaian ruang dengan sistem pengaturan waktu, dan dengan demikian akan diperoleh ruang-ruang yang lebih sederhana.

53

No

h I T abei eb utu a R uang Berdasarkan AkflV"t as Keg1atan Kebutuhan Ruang Agenda K n Keglatan Nama UKM Kegiatan
Kelas Minielnema Bengket Pro. Indoor

Pro. Ol.Jidoor Lapangan

meeting room khusus

Bfna Nusantara Computer Club

r-2

(BNCC)

Learning and Training (LnT) Seminar, Workshop and EXPO

Rutin annual
monthly

[
[

[ [

BITMAP (Magazine and CD) Member Forum (MF) Fave Club BNCC launching

annual Rutin annual

[ [ [ [ [ [ [

[ [

Nusantara English Club Member Activity Group (MAG) -?> Debate, 2 (BNEC) Scrabble, Art of Speaking Rutin Program -7- Melting Pot, Parties, Outing

Bina

Program.
TOEFClass l Bina Nusantara Mandarin Club Kelas bahasa 3 (BNMC) Ketas kebudayaan Temu Keakraban Anggota
Washi (seni membuat boneka dart

event Rutin

[
[ [

Rutin
Rutin annual

[
[ [ [ [ [

kertas
Rutin Rutin Rutin [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [

4 Nippon Club

wash!)
Origami (senf melipat kertas dl Jepang)

Manga (menggambar komlk)


Igo (permainan catur Jepang) Kendo (seni bela dlri Jepang dengan pedang

Rutin Rutin
Jepang

bambu)
Perkenalan terhadap bahasa (hiragana, katakana, dan kanji) Nippon Kurabu No Syugoukai Keakraban Anggota Nippon Club)

Rutin
(Temu

annual
event

PANIC (Pekan AnlmasiNippon Club)

lI
' I
IKeluarga 5 (KMK)

ITumamen
Festival kebudayru n

)evon"t

,'v\ahasiswa

Katholl KMK Jumat KMKMalam

- -
.

Jannual

f.

f !

-!

- --- <'

I
1

'
! ! !

Rutin

Rutrn

Pener1ma8.!1Mahasiswa Baru (PMB)

annual

'

! f

Bible camp
Temu Keakraban KMK Latlhan Oasar Kepemlmplnan (LDK)

annual annual
event

! !

! !
I

"

Temu Rencana PastoralMahas1swa (TRPM) Pera}.1aan Natal


Perayaan Paskah Perayaan Utang Tahun KMK

j
event
annual annual
annual

! !

lz!arah dan Rekreasl (Ziarel<)


Retret

r r
!
!

event
annual event

...
,.

Konser tagt.i-lagu rohan1


Ljv' ln

Bakti sos1at
Bazaar murah

event event
Ievent

f f f !

Seminar

e'fflnt
Rutin

! f f

e Persekutuan Ofkoumene (

POSEKA PO MITEK
PO Syahdan
PO Malam

Rutin Rutin

r
f f f f

RuUn
Rutin

Pcrsekutuan Doa Ketompok Keen

Rutin

PIPA

.ev_e"!_
event

Ratret

*"

KelUl!ria Mahas1swa Buddha 7 Phammavaddhana (KMBD) Dhamma Class

Rutin Rutin

M..editasl Ctass
Perayaan: Ma.gha Puja

annual
annual

Perayaan Waisak

r
f

_,

Perayaan Kathina
Temu Keakmban Umat Buddhist Camp

annual

r
f

annual
annual

...
*"

Welcome Party
The Champs
PPD (l'elum Penghayatan Dhamma) Shaktl Sosial

event
cvont event

r
'

f
[ [ [ [

Walsak Tour

event event
Rutin [

e Majelis T!llllim

(MTI

Dauroh/ Pelatihan

Sholat idul Adha dan Pemotongan Hewan. Qurban annual Gebyar Mu1arram

[
[

annual

Maulld NabiMuhammad (Baksos)

annual
annual

r
f

musholla musholla musholla

Penyambutan Milhas1swa
Tafakur Alani (TA)

Baru

r
[

annual

Ramadhan d! Kampus (RADIUS)

annual
r
[ Rutin

....
musholla musholia

Porum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus


Daorah II (FSLDK DA II) event Rutin
event

SiiOiat Jumat
Kajian Jumat Xeputrian (IUK)

Kerja Bakt!
Bfmblngan Baca Qur'an (BBQ) Kajian Islam Terpadu (KIT)

Rutin event
event

r
I

Puasa Sunnah

Responsi
Kajian Tafslr (KASIR) Penerbitan Mading

Rutin Rutin
monthly

[ [ [ [

MT'S Pelatihan
' MT'S USAHA
lbadah Jumat
Latihan Rutifl

Perbalkan M usholla

event

Rutin

MT'S Workshop

Rutin event

r r

I
--

-------..
I

mushoUa

r r
J

..

9 UKM Hlndu

Rutin
Rutin

r r

10 UKM Band

kelas khus
f
e

Rest Concert

event event annual Rutin


event

Komrer Amal
Senl Tali Mahnsiswa 11 Nusantara (Stamanara) Bina

Temu Keakraban
Latihan Rut1n

r r

r
f

..

f f

r
kelas khus

Menglkuti berbagai kcmpetisl


Sen1 Teater Niahaslswa 12 Nusant<Jra (ST Manis) Bfna

Temu Keakraban
Latlhan rutin

annual
Rutin

r
f

r
"

kelas khus

Mengadakan pertunjukan drama


Paduan Suara N!ahasiswa Bfna
13 Nusantara (Paramabira}

event

r
..

Temu Keakraban Latihan Rutin

annual
Rutin
'

Training Centre
Kooser amal

monthly

e-vent
event

Mengtkutl Festival Paduan Suara


Mahastswa B1na

f f f f

Nusantara

14 Peclnta Alam (SWA ARAPALA) Temu Keakraban Kaderisasl

- Pendldlkan Dasar (DIKDAS)


Pendakian Kenangan Pendakian 2 Gunung Pengibaran Bendera

annual
Rutin

f f

annual annual event annual


event

r
f
f
'

Pendklikan lanjutan (DIKLAT) Ekspedisi

---1--,

r r

"'**

'*'

ovent
e.

'

Latlhan Fisik

Rutin
annual

Perayaao lT hun Klub Fotografi Bina Nusantara


15 (Kilfonara) Temu K<:'akraban kan dan Latlhan

r r
I

.,

r r

annual Rutin event event event Rutin event

Hunting
Review Hunt1ng

f f

""
[

Seminar
Foto Studio

r
[

..

Pameran
Bjna Nusantara Automotif ClUb 16
H (BNAC) Pelatihan

6-Voice

B-Voice On Ice
BVoice On Campus BVoice On Net

-.

Rulln Rutin
Rutin

r
I I
[

***

Rutin

18

Aikido

Latihan ruttn Lat1han dl tuar dojo Latihan rutin

19

Bangau Putih

Rutin -tevent
Rutin annual

[ [

Malam bulan pumama


Ujian kenaikan tfngkat Potanttkan
20

r
I

annual
annual

1\',erpati Putlh Karate


Taekwondo

Lat1han rutin latihan ruUn Latihan rutin

Rulln Rutin Rutin Rutin


Rutin

r
f

21
22
23

Wushu

Lat1han rutln

24 25 26
I

81na Nusantara Swtmming Club (BASIC) Latihan rutin

r
I
f

r r
[

M.engikut1 perlombaan
llasket Sepakbola
Latfhan n1ttn Rutin

tr't..'/1

Menglkuti Llga Sepakbola Mahasiswa DKI


Jakarta

event

...

Mengadakan Uga Ainus

Temu Keal<raban UKM


Bowl.1ng Mahaslswa Nusantara (Bombs) Blna

annual annual Rutin

f f

e --

Latihan rutin
Latihan n1tfn

*"
111**

27

80.\ABS Gathering
BOMBS Leng>Je Turnamen bflyard

Rutin

annual
event event

28
29

Volley
Bina Nusantara Tennis (SNTC)

Latihan rutin

Rutin Rutin event annual event

f f

'*'
f

C.Ui:
latlhan rutin
Pertandingan Persahabatan Sparing Partner Pcrtnndingan antar universitas Kejuaraan Nastonat

...
*'"*

,..
..

event
Rot!n 'annual

Blna Nusantara Softball Baseba'

30

Club (BNSC)

l..atlhan rutin BNSCCamp Sparring Buka purum bersama dan baksos Menglkut1 turnamon .Vtenyelenggarakan tomamen

,,, *""
[ [

...
"*

'*'

arlnual
annual

event
event
Rutin

'

31

Bututangkis

Latihan rut1n Latihan rutin Rapat

32
33

Tents Meja Kesekretartatan SMPT

Rut1n
Rutln

f f f Lokakarya

f f f
[ Seminar event

event

*'*

Bedah buku

event

f
[

f f

Pameran
Bazaar festivalsenidan budaya Malam Keakraban (Makrab)

event event
event
annual

f
[
[ [

.[

f
[

I --.. -..""
35 Teknik Ar.;ttektur 36 Tekntk StpU

Desaln visual

aksesories grafts,
perlklanan,

...

semooter

semester
semester semester semester semester semester

I
i

J J J

semester

produk
Oesa1n perancangan bangunan,

el<sterior,
interior

Desain struktur,
1nfrastruktur
Oesafn .produksiindustrf

semester

semester
semester semester semester semester semester semester semester
"""""'''""'"

37 Teknik fndustri 38 Te!mik Jnfonnatika

Desain Web,
r----- games
karakter 2D dan 3D,

kendaraan,

f f J J J J J f f J f f f !

f J f f f f J j f J ! f f J

-!

39 Sistem !nformas1
40 Sastra Mandarin

Website desain Kallgrafi, Kaligrafi,


budaya China

---

r
I
f

41 Sastra Jepang

semesw
semester somestor semester

If

f f f f f f f f f f f I f f f f f

"""'"-- -

-f

---

f f f J J

-----

[ [

r
[

r;.;.;.,. Jepang

an1mc

f I

f f f

Standard minimum besaran ruan


Standar besaran ruang
Ruang utama pendldikan Sumber

1iRuang kelas 2 Bengkelpraktek 3.Laboratorium

T
Ruang utama pe!atihan

1,9- Z m2!org 50-200 m2115 Org 1,9Z mZ/org 150m2115 org

NAD NAD NAD NAD NAD


asm

1 Bengke!. praktek 2 Studio gambar 3 Studio toto 4 Ruang penyiaran 5 Ruang !atihan tan, teater 5 Ruag ganti Ruang penunjang pertemuan 1 Ruang sekretariat 2 ruang pertemuan kecil 31Ruang pertemuan besar 41 Ruang rapat kecil 5 Ruang rapat besar 6 Ruang peralatan dan Ioker
I

4,25 m2/org
50m2!ruangan

50m2/ ruangan. NAD 16 rn x 1Z m StudiGerak 30% x (a) 5m21org 1.6 m2/org 1.5-Zrn2/org 1.5 m2/org: 1.5 2m2/ org 28m2 I ruangan 5.5 m21org 0.7m2/0rg Ruang pem.mjang promosi 1.8m21orgl 1mZ/pajangan; 3-5m2/ produk 50m2/ mangan 50m2/ruangan. lebar 1.2m/kursi Ruang pelengkap olah raga

TSS

1 Ruang administrasi
8 Bloskop 1cauditorium 2 pameran indoor 3,pameran outdoor

NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD


NAD

NAD NAD
ASM ASM

4fruang komersit 5 ruang informasi


6 Selasar aksesibilitas 1 lapangan outdoor 2 lapangan indoor

rodal

NAO NAD NAD NAD NAD TSS NAD


NAD

26 x14m (basket) 9x 18m (volley)

Ruang pelengkap
1 Lobby lnformasi Keamanan Toilet Wanita Toilet Pria R.Genset 1.5 m2/org 2.5 m:Uorg 2 m21org 1.5 m2/org 1.5 m2/org 20 m2/lantai 12 m2!lanta.i 25 m21lantai 30 m2/lantai 10 m2/lantai 3m2 20m2 1.22m2/org

2 .3 4 5 6 7 8
9 10, 11 12

'

R.AHU
R.Pompa R.Panel Listrik+Telepon R.Keamanan

NAD ASM
ASM
ASM
'

ASM

R.ATM
Gudang

NAD
ASM

13 Kantin

NAD
61

TabelKebutuhan Ruano Berdasarkan Zon!na. Jumlah Pemakaidan Jumlah Unit


Jumlah
NamaRmmg K-etas Teort
Ruar.g Sek.retarlat Ruang Laboratorlum Komputer
Pefaku

Jumfah
Ul'llit

Zonina
Privat mi Prlvat
Prtvat
Privat Privat

Mahaslswa Mahaslswa, alumni Mahasiswa

Pemakai 20

20
50
5 2 1 11 1 1 1 1
1

Ruang Laboratortum bahasa


Bengkel Praktek Ala!Berat Be!"tgke[ Pm.ktek R.uang Lalihan Teater Ruang Latlhan Tarl

Mahasiswa Mahaslswa Mahasisw.a


Mahas!swa

20 20 20
20 20
10 10

Pri.vat
Prtvat

Mahasiswa
Mahasiswa

Privat
Privat
pengamat, Pub!ie

uang La!lhan B<md


t\tlini Cinema
Ruang Display ProduksiDesain Ruang Fctografi stud!o Gambar

Mahasiswa, alumni, jpoogunjung,sia!f IMahasiswa fMahasiswa


iMahasiswa

50
15

Privaf
Privat

10

1
5

Privat
Privat
Semi Privat

Ruang R.apat keel!

IMahasiswa

10 10 100

4 1

Ruar.g Rapabersar1a
-Ruang Perte:11uan {meettng room)

Mahasiswa, alumni, staff


Mahaslswa, alumni, pengunju:ng.staff Mahastswa Mahasiswa, alumni, pengunjung, staff

pengamat,

Public
?tivat pen.gamat, Public

5U
5 200

2
1

R:uaog penyia:rat
Ruang; Kerohar!an Ruang pertemuan keel!

tMa.hasiswa, alumni alu..'i!fli, !Mahasiswa,


pengonjun.g, staff

Sen"J Privet
pengamat,
Public Pnvat

15

_Me.ding da!)romoslkegiatan Rva11g penifatan dan Joker


!

Matasiswa
alumni, pengunlimg, staff Mahasiswa, aiumnf,

100

'

1
5

Matu.:llsfswa,

pengamat, Public pengamat,

Ruang ameran terbuka (outdoor)

1 200 1
!

Rua11g pameran dalam rJangan (indoor)


Ruang d!sp ay prestasl dan dokumentasl Ruang clndera mata:

pengun;ung, staff

Public pengamat, Pubr"'


pengamat, Public

Mahasfswa,

a!umnr.

pangunjung, staff Mahas!swa, a!umnf, pengunjung, staff

50

50

1 1

ltapangan outdoor
Dojo latihar. indoor

mahasfswa, alumni mah:asiswa, a!umril


mahasiswa. alumni
staff

SemlPrivat
Semi Prtvat SemlPrivat Prlva! Plivat Prlvat
Privat

Ruang gantt
Ruang yayasan,ketua,sekmtaris
.Ruang pengajar

100 10

20
20 15 20 10

1 5 1
1

Ruans rapat Ruang admlffistrasi&keuangan Ruang pengo!ai1an data dan ars!p

staff staff staff


staff

1
3

Privat

1
j

Mahastswa,

alumni,
alumni,

pengamat, Servis

Pa.rk!r !Lobby
Ruang tunggu dan kom:.mitas !""'ahasfswa

fpengunjung, staff

200
10 50

Mahasiswa,

pengamat,
PubliC
pengomat, Pub!ic

pengur ur,g, staff alumni, Mahasiswa, pengunjung., staff Mahas!swa, a!umnf, pengunjung, staff

1
j

pengama'"..,
Pubfic
pengamat,

Piaza
Restaran dan pujasera
ATM
1Tollet,

50
200 10
10

1 1
1

aiumnf, pengunjung, staff


ipengunjung, staff

Mahasis..w.,

Public pengamat, Pubfie Servis

Mahasi$wa, 1

alumnt,

servis dan gudang

_l

staff sumber: a:la!isa ptihadl dan wawanca-ra

10

TabelProgram Ruang
Rmmg l.itama Pendidikan
Jml Unit
20

ama Ruar:g

Sesaranruang (M2) total

elas Teor!
Sirlwlasi 20%

70

140

Jumtah (M2)

140
30
110
100 200

Totalbesacan (M2)

boratarium
Laboratorium Macromedia I

100 100
100

Laboratorium Software
laboratortum Desafn

.,
1
Jumtah (M2)

100 100 500 100


6(10

Fl.aboratorium Bahasa
Sirt<ulasi 20%

100

Total be<aran {M2)

udio ga:nbar
Studio gambar (wet area)
"Studio Gambar {dry area)

21
3f
Jumlah (M2)

70

140 210
350

70

Sirkulas!20% Total besaran (M2) Bengkel Praktek alat berat

ro
4l0 150 150
100

engkel Praktek
1
j,

150

Bengkei Praktek Cesah kendaraan dan audio


Bengkel Praktek desain industrl Bengkel produksi kehudayaan China
8engkel produksi kebudayaan Je;>ang

150 100 100 100


100

1 1

100

100
100

Bengkel produksi Sast;a lnggris Bengl<el Praktek desain bangunan Bengkel


aksesoti

1
1 &

100

100 100
100

Praktek

desain

proouk

1j
1

100"
100

Studio Fotografi Bengkel Sablon


BengkelMagazine and CD
!

ll
H
1

50
100 150

50
100

tBengkel Desai;, struktur a infrastruktur


Slrkulasf 20%

150 1300
260; 1560

Jumlah (M2)
Totalbesaran (M2}

JUMLAH LUAS RUANG

2760

63

Taoe!Program Ruang '


Ruang Utama Pelatihan

I
i
total
7()

I
Nama Ruang Rl!ang Latihan
UKMoano

Besaran
ruang {MZ) 'Jml Unit
1

l
70
200

Latihan Tan
Latihan Teater Peratatan1 R.gantf 8: Loker

i 1 3
Jumlah (M2)

200
200 200

200
200

6701 135

Sfrkutas20%
Totalbesaran (M2)

i
I
805

TabelProgram Ruang
Ruang Permniana Pertemuan

Ruang

TI
Billa Nusantara tomputer Club (SNCC) Bioa Nusantara English Club (BNEC) Billa Nusantara Mano<!.rin Club (BNMC)

Besaran
ruang total

!Jml Unit (M2)

tanat 1\
1 1

30 30 30
30,

301

30
30

Nippon Club
Keiuarga Mahaslswa KathoUk (KfVkl{} Persekutuan Oikoumene 'PO} Kebarga Manaslswa
(KIM!D)

11
1

30 30
30 30 30 30 30
30 30 30 30

30

11

30
30 30 30 30 30
30

Buddha Dhammavaddhan.

1!
1 1
1

Majetis Taqtim {MT)

'

U!<M Hindu
UKMBand
I

SeniTai Mahasiswa Bfna Nusantara {Stamanara) Sent Teater f<Aahas!swa Bina Nusaotara (ST Manis) aduan Suara Mallaslswa Bina

1
1

Nusantara
1 1

(Paramablra)
Bina Nusantara A!Mmotif Club (BNAC)

30 30
30 30

lMa1asiswa

ama

Nusantara

Pectnta

Atam
1 1
1
I
1

(SWANAAAPALA) Kiub Fotografl Btna Nusantara (K!.lfonara} B-Vofce Aikido Bar:gau Patth MerpatiPutih

301
30 30

30

1
1

30
30
30

30 30

1 1 1
1

30
30 30 30
30

rKarateITael<won<Jo Wushu
Basket

30 30 30
30

1 1
1

sepaklrola

30
30
1 30

30
30

Bowling Mahasfswa Bina Nusantara {Bombs


JVot!ey fBina Nusantara Tennis Club {BNTC)

30
30 30

; ;

30
30 30 30 30 30 30

fB1r:a N.usantara Softball BasebaU Club (BNSC)

,aututangkis
TenlsMeja

1
1 1 1

30 30
30 30 30

Bina Nusantara Swimming C!ub (BAS!C)


Jurusan t eknk !nformatika

Jurusan S!stem informasi

65

Jurusan Teknik Komputerisasi


Jurusan Kornputerisasi Akuntansi

l 1

30 30 30 30 30

30

30

Jurusan Tekolk Arsitektur Jurusan Tekrrik: Sipil


Jurusan TeknfK lndustri

I
1 1
I

30
30

Juru5ali Desain komunikasi Visual

1
1 1

30
30
30,

Jurusan Matematika
Ju:rusan Statistik '" Tl

+ Tl

,Jurusan Sastra Mandarin

1
1

30

purusao1 Sastra inggris


jJurusan Sastra Jepang Jurussan Ma:najemen Ekonor:Ii Jurusan Akuntansi ekonomT Ruang persiapan

'

11
51
Jum\ah (M2)

30 30 30 30
30

30 30 30 30 30 30 30
30 30

ISO
1500
300

Strkuias!20%
Totalbesaran (M2)

HIOO 40 160

Rapat
Ruang rapat ked\ (UKI/1 a HMJ) Ruang Rapat bersama Meeting room A (seminar dan rohaP:'i KMBD} Meeting Room B (seminar dan rohaniHindu) Sirku\asi20% Totalbesaran (M2) 4 1

300

300

:
1

ISO ISO

ISO
!50
760

Jumlah (M2) 152

912 300 300 300

Kerohanian
Ruan:g Ror.an5 I<MK Ruang Rohan!PO Musho\la Ruang pertemuan ked\ Ruang Pera\atan dan Lol<er MT Ruang r>eralabl'l dan Loker PO Ruang Peralatan dan Loker l<MK Ruang Peralatan dan Loker KMBD Ruang ?eralatan dan Loker Hindu
Sirk lasl 20%

I l

i 1 1

300 300 300 40


40

2
1

80 40
40 40

1
j

40
40 40 40

1 Jum\ah (M2)

40
1180
36

Penylaran
Ruang Penyiaran B-Voice

I l

Totalbesaran (M2) I JumLah {AU) 70


7!l 7()

1216

l jsinrutasi 20%
Administrasi
!Ruang Yayasan
(Ruang Ketua dan Sekretaris

'5
Tctat besaran (M2} 100 100

35
1001

II

2!

ZOO!

66

jRuang Pengajar !Ruang Rapat adm tRuang administras1 iRuang Bag. Keuangan
fRuang Pengolahan data &.arsip

1
1
1!

100
40

100
40

'

1'
Jumlal' (M2)

200 100 100

200 100 100


840

Sirkulasl 20%
Tota!besaran (M2)

168

1008

JLIMLAH LUAS RUANG

5(1211

67

Tabe! Program Ruang


Ruang l'emmiang Promcsi

l
l
-

I
Nama Ruang 1 Ruan!l Promosl

Besaran

I
ruang

No

Jml Unit
pameran
r)

(NO.)

jtDtal

terbukal

11
1
1
Jumlah (Ml)

400

4001
500j

fRuang pa."neran datcm ruangan {(indoor) tRuang '----display

l I

5001

prestast

dan

(ookumentasi
Sirkutasi 20%

mol

zoo!
1100

220 Totat besaran {M2)


1320

21Ruang Komersil

I I
I I
,_
3,Ruang lnformasi

!Ruang dnrlcra mota Slrkulasi 20%

11
Jum!.ah (Ml)

300

>ooj
!

300

,
360!

60 Totalbesaran f,M'l)

Madtng dan promosikeglatan

Ruang

disptay

prestasi

ctarn

1i

701

7U'
200
170

dokumentasi
Slrku!asi 20%

11
JumtiD (M2)

I
200

55
Total besaran (Nil)
335

fTotai Keseluruhan

Ruang Pelengkap O!ahl'liga

II
I
Lapangan outdoor

IBesaran I I lruang

u
!No

500

500

!Nama Ruang

Jml Unit J(NO.)


Dojo 1 tatihan indoor
I

hotai
400
20

11Ruang Otah Raga


Ruang gantl
5 400
100

S1tkulas12.0%

Jumlatt (M2) 200 Total besanm {11'.2)

1000

I L

1200

TabelProgram Ruang Ruan Pel$ngkap

iBesaran
Nama Ruang Ruar.g Penerima
lobby Ruang ttmggu dan komt.tn'!tI mahasfswa 1 Plaza

JmlUnit
1

ruang {M2)
50

total

I
50 200 300!

1 1 1
1

200 300 400 50

)>;storan dan pujasera iATM


Siri<ulasl 20%

I
I
I

4001
50
1000

Jumlah (M2J

200
Total besaran {W.2) 1200
10 12
2

Servis
Jrotlet, pantry iSeculity office
!security post Gudang
Genset

60 12 4

1
2

5
1

5 50

25
50

Utftitas
Sirkutasi ZO%

' Jumlah (M2)


Totalbe-saran {M2}

20

20 171
34

200 12.5
1250 1250 250

Parkir
Sirkutasi 20%

1001
Jumlah (M2)

'
1500

Total besaran {M2)

JUMLAH LUAS RUANG

'

211110

atat Kebutuhan Ruang Pusat Kegiatan Mahasiswa


Ruang utama pendidikan Ruang utama pelatihan

2760

805
5021
2015

Ruang penunjang pertemuan Ruang Penunjang promosi Ruang peelengkap olah raga
Ruang pelengkap

1200

2900
"14701 OK

caiaian: luas 15.000 m2 KLB2

r
j

SIFAT KEGIATAN

PERSYARATAN RUANG

MACAM KEGIATAN

-I

RUANG KEMUNGKINAN PENGGABUNGAN i--- FLEKSIBEL

H I

TIOAK TETAP FREKUENSI KEGIATAN TETAP

_j

I'

PEMAKAIAN ! TERSENDIRI

RUANG TETAP

IV.3. Analisis Lingkungan


IV.3.1 Ana!isis Kondisi Tapak
Lokasitapak : JL Kebon Jeruk Raya, Jakarta Barat 11530 Luas Lahan : 100 x 150 meter = 15000m2 : 60%

KDB
KLB
Pemilik Kontur

:2
:Swasta Universitas Bina Nusantara : Datar

Dengan bentuk tapak yang persegl panjang, dibutuhkan pengolahan yang cermat, dimana pada akhirnya massa bangunan cenderung berbentuk bentuk tapaknya, dan biasanya

memanjang ke samping sesuai dengan

bentuk seperti ini identik dengan bangunan formaL lni adalah tantangan
bagipenulis yang harus dapat terjawab dengan baik.

70

IV.3.2. Kondisi Eksisting Tapak Jika melihat kondisi bangunan yang telah berdiri disekitarnya, maka
hampir keseluruhan bangunan tersebut adalah bangunan komersil karena dipengaruhi oleh keberadaan Universitas Bina Nusantara serta sekolah

swasta Tarsisius. Bangunan-bangunan yang ada disekitarnya:

Gambar 1 I Kondisi di sekitar tapak

71

IV.3.3 Analisis Mataharl dan !!dim Berdasarkan kondisi di lapangan diketahui bahwa:

Gambar12 Analisa peredaran arah matahari

Dengan mengetahui

hal

tersebut,

maka akan

mempengaruhi

peletakkan massa bangunan. Orientasi tapak cukup menguntungkan karena menghadap ke arah timur yang berhadapan dengan jatan utama.

Permasalahan di sisilain akan diatasi dengan ditanamnya pepohonan atau dengan pemasangan kisi-kisi. IV.JA Analisis SirkulasiKendaraan Sebe!um membahas analisis sirkulas kendaraan, perlu diketahui bahwa ukuran orientasi jalan dibuat fiktif untuk kepentingan proyek. Oleh karena itu analisis ini merupakan gabungan pengamatan keadaan

72

sebenarnya dengan ukuran yang telah ditentukan. Ukuran fiktif ini yang
akan dipergunakan se!anjutnya dalam proses perencanaan dan

perancangan proyek.

1
Tarsisius

Kmps Syahdan

Jl. Syahdan

Gambar 13 Analisa sirkulasi kepadatan kendaraan Sumber: Pegangamatan pribadi

73

Keterangan gambar No 1:
" Metrominino 91 berhenti tidak pada tempatnya menunggu para pelajar dan mahasiswa .. Crossing arah kendaraan dari dan ke kebon jeruk

" Mikroiet no 11 berhenti untuk mengangkut pelajar Tarsisius

Keterangan gambar no 1: Mikrolet no 24 berhentitidak pada tempatnya untuk mengangkut mahasiswa " Mikrolet no 11 mebgangkut mahasiswa ke arah Kebon Jeruk "' Crossing arah dari dan ke JL Kebon Jeruk ke JL Syahdan

Keterangan gambar no 3:

Crossing arah dari dan ke entrance kendaraan kampus Anggrek ke dan darijalan Anggrek

" Mikrolet no 11 dan 24 berhentitidak pada tempatnya

Arus terbesar melintasi jalan primer, diikuti dengan jalan sekunder. Datam menganalisa sirkulasikendaraan, pertimbangan yang diambil untuk menentukan pencapaian menuju tapak adalah: " " Frekuensikendaraan yang masuk Sifat kegiatan yang berlangsung

74

" Kondisi (bentuk) tapak " Arus lalu lintas sekitar tapak

Oleh karena itu, dalam pencapaian menuju Pusat Kegiatan Mahasiswa


initerdapat dua jenis pencapaian yaitu: " Pencapaian pencapaian untuk bagi umum para (pintu utama), merupakan umum

pengunjung

(mahasiswa),

(promosi}, para pengajar dan staff. " Pencapaian Servis, merupakan pencapaian bagi segala

sesuatu yang sifanya servis. Pencapaian ini memiliki arus yang terpisah dari pencapaian utama. IV.J.5 Anallsis Zoning dalam Tapak Analisa pembagian ruang berdasarkan fungsinya dibagi atas 3 fungsi utama,yaitu: "' Bangunan Utama

" Bangunan Penunjang "' Bangunan Pelengkap

75

Analisa

pembagian berdasarkan

ruang
fungsinya area yaitu:

dibagi atas

4
r

.. Ruang Publik (A) '" Ruang Semi privat


(B)

" Ruang Privat (C) .. Ruang Servis(D) IVA Aspek Bangunan


Gambar 14 zoning pada tapak

V.4.1. Analisa Po!a M.!lSsa Bangunan


Untuk mampu mendapatkan suatu pola bangunan yang secara dengan efektif konsep

melayani fungsi-fungsi utamanya dan

sesuai

Arsitektur Tropis, maka terdapat beberapa pertimbangan yaitu: ,. Penataan bangunan yang memberikan identitas pusat mahasiswa yang jelas.
<>

kegiatan

Penataan massa akan mempertimbangkan kondisitapak, iklim, serta usaha-usaha bangunan. penghematan energi dalam massa operasional

"'

Dapat menjalin suatu sehingga bangunan ini

komunikasi dengan

lingkungan sekitarnya yang asing di

tidak menjadi sesuatu

lingkungannya.

76

Mudah

dari

segi

aksesibilitas, poin

ini tak

hanya

menyangkut

pemakai gedung rutin, termasuk juga sirkulasl bagi masyarakat umum pada waktu-waktu tertentu. Dalam menentukan pola massa bangunan ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:

Pembagian zoning yang tetah ditetapkan Hubungan antar ruang, baik yang sifatnya langsung maupun tidak langsung

"'

"

Sirkulasikendaraan dan hbungannya dengan sirkulasimanusia

" Orientasibangunan Adapun dalam pemilihan pola massa bangunan terdapat beberapa

alternatif yang dapat dijadikan pertimbangan yaitu: IV.4.1.1 Massa Tungga! Terdapat beberapa hal apabila mengambil keputusan menggunakan massa tunggalseperti: .. Jarak pencapaian yang efektif

" Orientasikegiatan terpusat " Penggunaan makslmal


"
<>

lahan

yang

efektif

dan

efisien

secara

Efisiensi pada sistem mekanik dan utilitas

Keamanan terhadap kebakaran cukup su[it

77

" Cahaya alami

matahari dan penghawaan alami

hanya

didapat pada sisi-sisi luar bangunan " Biasanya ruangan tengah tidak dapat dimanfaatkan karena harus dibuat void
IV.4.1.1Massa Majemuk

Terdapat beberapa hal apabi!a mengambi! keputusan menggunakan massa majemuk seperti: "' Jarak pencapaian kurang efektif, karena jaraknya cukup jauh " Orientasi kegiatan tidak terpusat pada satu massa " Aktivitas kegiatan tersebar pada setiap massa

\ \

I
I

Gambar 15 Cahaya massa

alami pada majemuk

ltl
CAt,

YI>1cijlfJ'Io111k:
a.
.::11

tl]t'"d:.f:S-i

t""""'

lj"'Lt'Jl

.. Memudahkan setiap massa

untuk

mengenati perbedaan

kegiatan pada

7Q

" Setiap

massa dapat

diletakkan

dan

dirancang

untuk

menampilkan berbagaikesan yang ingin diperoleh ,. Cahaya dan penghawaan alami lebih efektif untuk

dimanfaatkan " Penggunaan lahan cukup besar " Keamanan terhadap bahaya kebakaran retatif lebih mudah dan aman Massa bangunan menurut Francis D. K. Ching, memiliki hubunganhubungan ruang dimana ruang-ruang saling berkaitan satu sama lain menurut fungsi, kedekatan, atau alur sirkutasi. Hubungan-hubungan itu besar berfungsi sebagai suatu kawasan tiga dimensi untuk ruang di dalamnya. Agar konsep ini diterima, penting adanya suatu perbedaan yang je!as datam ukuran di antara dua ruang.

1. Ruang yang sating berkaitan


,. Bagian yang sating berkaitan dari dua ruang dapat digunakan bersama secara seimbang dan masing ruang. Bagian yang sa!ing berkaitan dapat berlebur dengan salah satu ruang dan menjadi bagian yang integraldari ruang tersebut
Gambar 16

merata

oleh

masing

79

Bagian yang sating berkaitan dapat mengembangkan integritasnya sebagai sebuah ruang yang berfungsi penghubung bagi kedua ruang aslinya.

Z. Ruang yang bersebelahan


e

Bersebelahan adatah jenis hubungan ruang yang paling umum

" Membatasi pencapaian visual maupun fisik di antara dua ruang yang

Gambar 17

bersebelahan,

memperkuat perbedaan

individualistik masing-masing ruang dan menampung yang ada.


@

Muncul sebagai suatu bidang yang berdiri sendiri datam volume ruang tunggat.

" Dua kawasan yang

saling

bersebelahan

juga

dapat

terbentuk lantainya

perbedaan fungsi dengan sendirinya apabila ketinggian berbeda. 3. Ruang yang dihubungkan oleh sebuah ruang bersama " Sebuah ruang perantara sebagai ruangan ketiga dapat dimana disebut ruang

ketiga ini menjadi penghubung sifat dua ruang yang sating berbeda.
Gambar 18

1 L ----l
80

Ruang perantara dapat

berbentuk linier

untuk menghubungkan

kedua ruang yang berjauhan satu sama lain, atau menghubungkan sederetan ruang yang tidak mempunyai hubungan sama lain. " Jika cukup besar maka ruang perantara dapat menjadi ruang yang dominan dalam hubungan dan mampu mengorganisir sejumlah ruang. " Bentuk ruang perantara dapat ditentukan hanya oleh bentuk dan orientasidari kedua ruang yang dihubungkan atau dikaitkan. Selain itu, pemakaian massa bangunan akan membentuk organisasi ruang, diantaranya: langsung satu

L
I / :

I Gambar
---

I Organisast
iRu<mg t 1 erpusa

Keterangan

---

- ---+=, T

l
l
!

'

'

I Suatu
I ruang
Suatu

ruang dominan dimana sejumlah

I
I

: penge!ompokkan

I
12
I

sekunder dihadapkan.

I i
I

-I
1

LJ_L

I I , .ooo.ouo

J
I

I Linier
,

urutan

tinier

dari

ruangruang yang berulang

I
--'----L------- _

_j

81

-3 - -------------padiat
1

! Sebuah

ruang acuan

pusat

yang

I
I

I menjadi
j

organisasi

organisasi

ruang yang linear j

I 1 I

I berkembang menurut bentuk [


I j jari-jari

I
-dikelompokkan-j adanya

I Ruangruang

l berdasarkan
I

I hubungan I

atau bersama-sama ; ciri atau

I memanfaatkan
j hubungan visual

I
J

!
I

Grid ---- Ruangruang-diorganisi!l 1

I .

ODD DOD
L.--..l.- T""a'b-,el.-c1'""oc-:or-ccgaitisasi nlling Sumber: Susunannya

I dalam
I
1

kawasan grid

grid tiga

! strukturat atau
dimensi lain.

FranosD.K. Ching,-Arsiteki:ur:--se-n tu-k,-Ruang dan

IV.4.2 Bentuk Dasar Bangumm

Bentuk dasar bangunan ditentukan berdasarkan pertimbangan: Efektifitas dan fleksibilitas daiam mewadahi fungsi-fungsi atau kegiatan yang ada. .. Kemudahan da!am pengembangan .. lk!im, cuaca, dan keadaan lingkungan sekitar.

82

Penyesuaian dari lokasi, kondisi serta tuas tapak. Francis D.K. Ching datam bukunya berjudu! "Arsitektur: Bentuk Ruang dan

Susunannya", membagi ruang dengan unsur-unsur horisontal sebagai berikut: A. Bidang Dasar
e

Dasar suatu ruang dapat dibentuk oleh


bidang datar horisonta\ yang terletak sebagai suatu figur pada suatu latar belakang yang kontras. Berikut
ini

'

adatah caracara dimana bidang dasar ini secara visual dapat diperkuat.
Gambar 9 Sketsa bidang dasar dengan perbedaan yang kontras oleh Francis D.K Ching

"' Agar bidang dasar horisontal dapat dilihat sebagai suatu figur, maka han.Js ada perbedaan warna atau tekstur yang jelas antara bidang datar itu sendiri dengan peletakannya. " Semakin jelas batas-batas bidang tegaslah bidangnya. S. Bidang Dasar yang dipertinggi ., Bidang datar horisontal diangkat dari atas tanah yang menimbulkan permukaanpermukaan vertikal sepanjang sisi-sisinya yang horisontal tersebut, semakin

memperkuat pemisahan visual antara dasar tanah di sekitarnya. ., Peninggian sebagian dari suatu bidang dasar akan menciptakan

suatu ruang di dalam ruang yang lebih besar. Perubahan ketinggian

83

sepanjang sisi bidang yang ditinggikan adalah batas bidang tersebut dan memutuskan aliran ruang yang metalui permukaannya. " B!dang dasar yang ditinggikan akan tampak terpisah dari ruang di sekelilingnya. Namun, jika keadaan sisi-sisinya diperkuat dengan

perubahan bentuk, warna atau tekstur, maka kawasan itu menjadi plateau yang secara jeLas terpisah dari lingkungannya. ,. Derajat kesinambungan ruang maupun visual yang ada antara ruang yang ditinggikan dengan skala perbedaan tingginya.
1. - Sisi-sisi bidang ditentukan secara tegas

keadaan seketilingnya tergantung

pada

- Kesinambungan maupun visual dipertahankan Diberikan


pencapaian secara fisik

kemudahan

i
i

2.

Beberapa

hubungan

visual

eg'-ff'" r+ A J
I

'1

dipertahankan Kesinambungan ruang terputus


Pencapaian

--

uP--,
1

secara tangga

fisik ata

menuntut ramp

adanya

p ..

( 1 [1 I .
lfWM I

ml>ar 20 sketsa bidang yang diper'Jnggj

3. - Kesinambungan visualmaupun ruang terputus

Daerah bidang yang ditinggikan diiso!ir dari bidang tanah atau


bidang iantai

84

Bidang yang ditinggikan diubah menjadi unsur atap dibawahnya

dan

ruang

Bidang tanah dapat ditinggikan untuk menciptakan suatu panggung atau podium yang secara struktural dan visual menunjang bentuk bangunannya. Bidang tanah dapat meningkatkan nilai bangunan di atas lingkungannya atau memmjang ni!ai bangunan tersebut dalam pemandangan yang ada.

" Suatu bidang yang dipertinggi dapat

menbentuk ruang transisi

antara ruang luar dan ruang dalam suatu bangunan. .. Bidang tantai yang dipertinggi dapat membentuk suatu ruang ayng berfungsi lain dari aktivitas yang ada disekitamya atau juga untuk menegaskan suatu ruangan yang memilikifungsipaling utama.

C. Bldang Dasar yang diperendah


" Sebuah bidang datar horisontal yang masuk ke dalam tanah,

mengakibatkan permukaan-permukaan vertikal

yang terjadi dari

pemasukan bidang ini membentuk suatu volume ruang. .. Suatu daerah ruang dapat dipertegas dengan menurunkan sebagian dari lantai dasar yang ada. Batas-batas bidangnya ditentukan oleh permukaanpermukaan vertikal penurunan itu. Batasbatas itu tidak begitu saja ada seperti bidang yang dipertinggi, tetapisisisisi yang tampak mulai membentuk dindingdinding suatu ruang.

85

"

Kawasan ruang dapat lebih penyelesaian sekitarnya. bidang yang

dipertegas dengan membuat kontras diturunkan terhadap bidang dasar

..

Derajat

ruang

antar

kawasan

yang

diturunkan

dan tinggi

daerah bidang-

diseke!!lingnya bidang tersebut: 1.

tergantung

pada ska!a perbedaan

Kawasan yang diperendah dapat

merupakan

pemutusan

bidang tanah atau lantai dan tetap merupakan satukesatuan dari ruang di sekitarnya. 2. Pertambahan kedalam penurunan melemahkan hubungan

dengan visual ruang disekeli!ingnya, memperkuat pembentukannya sebagaivolume ruang yang berbeda. 3. Jika bidang dasar asal berada di atas batas tinggi mata kita,

maka bidang yang diturunkan tampak sebagai ruang yang

tersendiri dan jelas terpisah. " Apabila tindakan membuat tangga. menuju suatu ruang yang dipertinggi sifat bisa alami

meiukiskan

extrovert

ruang

atau

86

kepentingan

dari

ruang merendahkan suatu ruang di bawah

ruang sekelil!r.gnya bisa memberikan sifat yang introvert atau sifat menaungi dan melindungi.

IAit PO'!'Cltl!;"'

11\li \'lfi'UI\&knn .ti r:mm.!tm

Gam!lar 22 Sketsa potongan gambar ruang yang diperendah

..

Ruang yang diperendah memiliki keuntungan pada garis-garis pandang dan kua!itas akustik.

Pemilihan bentuk dasar bangunan, Pusat Kegiatan Mahasiswa sekatigus fasilitas-fasititas didasari oleh pertimbangan yaitu: " ., Pola sirkulasidan kegiatannya KondisiUngkungan fisik tapak

Kesan yang ingin ditampitkan sebagaibangunan berbagaimacam kegiatan.

I V.4.3 Analisa Sirku!asi dalam Bangunan


Pertimbangan datam memilih sirkutasipemakaian adalah: " " Diharapkan tidak terjadicrossing para pe!aku Dlberikan arah yang jelas bagipara pemakai dan Pengunjung

87

Ruang sirkutasi memakan tempat yang cukup besar di dalam ruang bangunan. Bagaimanapun bentuk dan skala suatu ruang sirkulasi harus

menampung gerak manusia. Beberapa jenis ruang sirkulasi yang dapat diambil sebagai dasar perencanaan sirkulasida!am bangunan yaitu:

A. Sirkuiasi Horisontal 1. Sirku!asi tertutup, berupa koridor


yang saling mengubungan ruang. a. Keterkaitan antar unit baik

b. Pencapaian retatif dekat

c. Pemanfaatan pencahayaan
dan penghawaan aiami
Gambar23

optimal

d. Pada kegiatn sirkutasi tidak ada


kontiniuitas visuaL

2. Sirkuiasiterbuka pada salah satu sisi.


a. keterkaitan antar koridor kurang baik b. CJarhak pencapain relatif jauh

c.

a aya dan penghawaan a!ami optimal

L- - -=--"":'"'J
Gambar 24

0 .

d. Memberikan visualpada ruang yang dihubungkan

88

3. Terbuka pada kedua sisinya; biasanya berupa koridor outdoor yang

[- ---- ------.-l,l.
.

menghubungkan massa bangunan.

-Mq< I

B. Slrkulasi Vertikal

'---=j =Ga-mb-ar 5-.-.

--J j

Untuk sirkulasisepertiini dapat dipergunakan penghubung sperti:

1. Lift
Sirkulasi ini sangat nyaman karena tidak memerlukan tenaga yang banyak untuk mencapai levelberikutnya. Lift memiliki ukuran atau standard ketentuan yang berbeda-beda sesuai kapasitasnya. Penggunaan lift akan memakai besaran lahan tertentu setiap

levelnya karena akan digunakan sebagaicore.

2. Tangga
Tangga dibedakan menjadi dua yaitu tangga biasa dan tangga darurat. Tangga memiliki standard ketentuan, mulai dari besaran tangga sampai ketinggian tangga, bahkan sampai pemilihan bahan yang tidak antislip. Terutama pada pintu serta tangga darurat, baik ukuran dan material ketentuan yang

jarak capainya harus sesuai dengan

berlaku agar tidak mempersulft pemakainya.

3. Ramp

89

Ramp digunakan

bagi keperluan penyandang

cacat

dan barang.

Ukuran yang disyaratkan kemiringan maksimumnya adalah 12 % dengan Iebar minimum 100 em. . Penempatan ramp harus dipertimbangkan efektifitas serta ruang yang terbuka. pemakaian

IV.4.4 Analisis Pemanfaatan Potensi Cahaya Matahari


Sebagai negara tropis yang menikmati cahaya matahari cukup

panjang, sebuah bangunan baiknya memaksimalkan cahaya alami untuk

90

pengematan energi buatan. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, dtantaranya yaitu penggunaannya harus daiam bentuk

cahaya tidak langsung untuk menghindari ikut sertanya radiasi matahari yang tinggi. Matahari di negara tropis memiliki sifat mendua yaitu dicintai karena memberikan energiberlimpah, namun juga dibenci karena teriknya ang memberikan ketidaknyamanan. Oleh karena itu dalam perancangan, arsitek harus menggali bagaimana memanfaatkan matahari sebagai sumber energi yang besar dan gratis menjadi bermanfaat dan membawa

keuntungan. Para ahli menyebutkan penggunaan cahaya alami membawa

keuntungan dalam beberapa bidang

yaitu: (Sunshine and health in

tropical Land, Majalah Bulanan Herworld,Maret 2004; 143)

a. Arsitektur (Architectural Benefits)


Cahaya dapat menjadi pemberi bentuk dan (form giver), citra

menampilkan (image).

suasana (atmosphere)

membentuk

b. Kesehatan (Medical Bem fits) Cahaya sangat berguna bagi kesehatan tubuh manusia, terutama metabolisme tubuh manusia. c. Ekonomi(EconomicalBenefits)

91

Cahaya dapat diperoleh secara cuma-cuma dan dapat membantu penghematan energibuatan. IV.4.4.1 Cahaya A!amiDalam Desain Arsitektur Cahaya alami merupakan unsur utama dalam terapan arsitektur tropis.Cahaya juga merupakan salah satu unsur dalam kreasi bentuk baru. Cahaya dapat menghasilkan warna dan i!usi optik pada manusia. Cahaya dapat menampitkan suatu kekontrasan penyimpangan dan variasi pada bentuk. Cahaya merupakan faktor penting untuk menampilkan karater bentuk dan ruang. Dalam desain arsitektur, penggunaan cahaya alami beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain: mempunyai

"

-Ctoya aWol

do .:::: ""'-----. . J Pada bangunan berlantai banyak dan 1 gemuk (berdenah rumit) sulit untuk 1 memanfaatkan cahaya a!ami matahari.

r------------- Bersifat alami (natural). Manusia pada dasarnya tidak ingin dicabut dari alam dan setalu ingin berada di dalam atau dekat dengan a!am. Memaksakan diri hidup terpisah dari lingkungan alami akan memicu ketegangan batin maupun fisik. Cahaya alami matahari , memiliki nitai-nilai yang tidak 1 tergantikan oleh cahaya buatan.

I
,

ITersediaberJ:impahdm cuma Cuma -l!nte.nsitas tidak mudah diatur, dapat I f sangat menyi!aukan atay sangat redup. ,

::1
1

Terbaharu!(tidak habis habisnya) -+Pacta. m.a lam han tida..k tersedia. - , . .

I MemTiiki si)ektrum cahaya !engl<ap I Sering membawa serta I j dalam ruangan.


i

panas masuk ke
I

--- ---- ---- ------__j

92

IMemiliki daya panas dan kimiawi yang


J

I Dapat
.

memudarkan wama. . . .

diperlukan agi ma hluk hidup di bumi.\

j.Memiliki daya panas dan kimiawi yang diperlukan bagi makhluk hidup di bumi

l
1

_j
1

I
j

I---- ---- cahaya aiami dalam desain arsiti:ktur -----_L--------------Tabet f 1 Ketebihan dan Kekurangan
Sumbe:r:Ernest Neufert;Data Arsitek

Pemakaian

energi

matahari

yang

pasif

berarti

penggunaan

komponen bangunan tertentu untuk tempat penyimpanan panas, misatnya dinding, tangitlangit, dan elemen kaca. Faktor yang mempengaruhidistribusicayaha alami di dalam ruangan

a.
b.

Luas bukaan jendela (window wall ratio) Karakter permukaan interior (warna pantulan pada dinding, Lantai dan langit-langit)

c. d.

Jenis kaca yang digunakan Barang didalam ruang (furniture, partisi, dan sebagainya) Dalam desain arsitektur yang memanfaatkan cahaya alami harus

juga memperhatikan kenyamanan penglihatan.

93

Foto :Z3 Untuk menghlndari radiasi matahali dan si[au yang berleblhan, bangunan ini menyiasati dengan penggunaan glass block dengan bidang yang cukup luas

IV.4.4.1.Strategi Pencahayaan AlamiDalam Ruangan

Untuk memasukkan cahaya alami dalam ruang dapat

menggunakan

bukaan pada bangunan. Secara garis besar. Strategi pencahayaan alami dalam ruang dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
A. Pencahayaan

dan samping
Pencahayaan dari samping
------,

r
f-.---

I
I
1
I

Kelebihan

!Cfekirt deniimb!dang kerja-- -- -1distribusi cahaya

. 1

Kekurangan

- -- --

terbatas untuk ruan

I f1endeia sebagai lubang view keluar


L

r.

'yang dalam (deep space) 7 jarak lebih Id .6 ) an meter 1 bangunan rapat I j


I

sekatigusbertungsr-

sebagai bukaan 1 tidal<-sesuai apab )arak-antar1i


-- --- I
_J

ventilasi alami

---- -- --.J
94

i I

cahaya tembut yang n1asuk pada sudut rendah (pagi dan sore hari)
Suml.Jer: E;nest Neufe:-tData Ars1tek

-----------

l
1
j

!,_----- -- - ---- -- - - -- ----------'""'---- . ----- --------- ---- ---- - --- --- - - ------ Tabel. i2 Keleblhan Can KekLTar.gan Cahaya alami dan sampmg

Pencahayaan dari

samping ini dalam

bentuk

jendeta.

Strategi

me;1yiasatinya adalah datam bentuk: Overstake sirip vertikat

sirip horizontal Materialbukaan Tirai (curtin)


Pencahayaan dari samping

posisi

dinding

disekitar

+r t-.g
l "'"
I

-.. lf!l!T!""'""

bangunan tidak terlalu luas, dimana dinding yang terlalu luas (ditunjang dengan posisJ matahari) akar. memberikan efek pemanasan pada bangunan.

r
I

Gambar26,27,28Sirip horinsontal

----l

L. ------ ..J

B. Pencahayaan dari atas


Penggunaan skylight dapat berupa jende!a tambahan pada atap dengan orientasi yang sama yang sama dengan jendela pada dinding bangunan,

95

atau dapat juga berupa celah /lubang pada atap.

Harus diperhatikan

adalah penggunaan cahaya alami yang tidak mengurangi kenyamanan thermal. Pencahayaan dari atas memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu:

i
Keuntung:_ ---=r
j

atas
Kekurangan .

Distribusi cahaya lebih merata

tTntegrasiC!enga.n ruangTebihmerata

-l
j

[ Radiasi matahari yang berlebihan


Mempengaruhi detail konstruksi

---i
t

: Cocok untukdaerah yimgpadatdimanarMasuknya- cahaya--retatir-sulit

I
[ jendeta sam ping kurang : dikontrotldiarahkan

I menguntungkan

Tabe!13 Ke!ebihan dan Kekurangan Cahaya aiamidari atas Sumber: Ernest Neufert; Data Arsitek

_1_ ..

..1

Oleh sebab cahaya yang bangunan

itu,

matahari memasuki dapat

diatur melalui beberapa strategi: a. Orientasi bangunan, sesuai tropis bukaan dengan sebaiknya pada sisi

terapan arsitektur diusahakan agar

timur dan barat dibatasikarena p<mas


Gambar 29,30,31 pencahayaan dart atas

96

langsung dari sinar matahari (direct heat gain) akan ruang menjadipanas dan silau (glare)

membuat

b.

Tata letak bangunan-bangunan dan iansekap dapat dipergunakan untuk mengontrol jumlah sinar matahari yang mengenai suatu ruangan dengan prinsip pembayangan (building shadow) Kedua teknik pencahayaan bangunan di atas dapat diterapkan pada

bangunan, keuntungan.

dengan beberapa perhitungan sehingga dapat

memperoleh

Foto 24 Pencaha -aan dari atas dengan jende!a tambahan di atap

IV.4.5 Sistem Penghawaan


Pada dasarnya sistem penghawaan terbagi atas dua jenis: 1. Penghawaan alami

97

Sistem penghawaan alami digunakan pada ruangan yang tidak membutuhkan kenyamanan thermalbuatan, kuaUtas akustik atau ruang yang sifatnya untuk orang bergerak dan pemakaian sementara. Biasanya ruangan olah raga, dan ruangan yang bersifat umum. 2. Penghawaan Buatan Penghawaan membutuhkan buatan digunakan akustik, pada ruang ruang-ruang yang laboratorium bersifat privat, untuk menjaga lobby

kualitas

keseimbangan suhu udara akibat radiasikomputer.

IV.4.6 Analisa Tata Ruang luar Maksud Penataan ru<mg luar


., "'
e

Menciptakan suasana yang dapat mendukung kegiatan di dalam bangunan Turut meningkatkan dan menjaga kualitas bangunan Menghijaukan dan memperindah lingkungan di sekitarnya

Fungsi darl penataan ruang luar


o

Sebagairuang penerima sebe!um memasukibangunan Sebagairuang sirkulasibagipejalan kaki dan kendaraan Sebagai buffer terhadap kebisingan dan polusiudara da!am tapak

"

98

Gambar32 Penghijauan sebagai buffer terhadap bising dan pengontrot ruang pandang

Hal-hal yang per!u diperhatikan dalam merancang tata ruang !uar bagi Pusat Kegiatan Mahasiswa Ruang luar harus dapat melayani kebutuhan gedung dan para pemakainya. Terdapat ruang-ruang yang cukup untuk bersos!a!isasi dan interaksi sesama mahasiswa dari berbagai komunitas organisasi. " Ruang luar dapat bertungsi sebagai sarana promosi dan kreativitas

kegiatan organisasi, baik kepada komunitas mahasiswa maupun publlk. " Sebagai pendukung bangunan, seperti jalur parkir, penghubung taman, (sirkulasi),

petetakkan fasilitas tambahan seperti sebagainya.

pedestrian dan

Faktor yang MempengaruhiPerancangan dan Penataan Ruang Luar

" Bentuk dan Orientasi Tapak Tapak umumnya berorientasi pada ruas jalan yang terbesar atau pada kawasan yang mempunyai kualitas yang lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya, atau pada arah/posisi/kawasan yang mampu memenuhi tujuan-

99

tujuan spesifik yang

tetah

ditentukan

sebetumnya. Orientasi tapak

seringkati menjadiorientasidaribangunan yang dibangun diatasnya. " Analisis Perencanaan dan Perancangan Bangunan Dalam hat ini konsep mengacu pada Arsitektur Tropis modern, yang dimana diketahuilndonesia sebagainegara beriklim tropis. N;.elihat komlisi iktim dan

ke!ebihan

serta kekurangan pada


pemakaian energi

tapak,

memungklnkan pelayanan

penghematan terhadap

buatan,

serta

terhadap kebutuhan fisik dan psikis manusia dan sebagainya. " OrientasiMatahari Perencanaan orientasi bangunan akan berpengaruh terhadap penentuan

daerah bukaan, ja!ur sirku!asi, penghijauan dan perkerasan.


"' KondisiEksisting Hngkungan sekitamya

Kondisi tingkungan, budaya masyarakat, lebar jalan, kepadatan lalu lintas dan sebagainya.
Rencana Elemen PengisiRuang

luar

1. Pmmosi Outdoor
., " Dengan pe;,utup atap Tanpa penutup atap

Z. Lapangan Olah raga 3. Plaza, pedesterian dan e!emen pendukung

!00

4. ELemen Penghijau

"

Unsur Estetis
Unsur peneduh Unsur pengontro!ruang pandang

"'

Pelindung/buffer terhadap bising Unsur pengarah

5. E!emen Pendukung
.. lampu taman Pergola

Koridor tinier
Tempat sampah

101

Tempat duduk

"
"

Pagar
dsb

6. Parklr
Pengelompokan E!emenEiemen Ruang Luar

" Hard material: Lampu,beton btok, grass block, dan sebagainya yang bertungsi sebagai pengeras jatan kendaraan, pejalan kaki, penerang
tapa!<

dan sebagainya
rumput,

" Soft material: air,

pepohonan yang

berfunsi sebagai

penutup tanah,pelindung,peneduh, buffer. IV.4.7

Analisa Struktur dan Konstruk!Bangunan

Dikarenakan bangumm ini direncanakan sebagai bangunan bertingkat, maka struktur dari bangunan

tersebut haarJS sesuai dengan persyaratan yang ada, dan struktur bagian

sepertiadanya sistem struktur bagian bawah (sub structure) atas (upper structure). Adapun "
<>

bagian dari sub structure terba.gi atas:

Pondasidalam: tiang pam:ang dan minipile Pondasidangkal: pondasimenerus

Up;:!er structure terbagiatas: ,. Struktur atap:baja dan kayu

,. Struktur badan
Dimana daiam menentukan sruktur badan diperlukan pertimbangan:

102

1. Dapat memenuhipertimbangan fungsional dari bangunan

Z. Tuntutan teknis ruang-ruang yang ada


3. Mencerinkan kesan bangunan yang direncanakan
4. Mudah dalam pelaksanaannya

5. Ekonomis 6. Mudah dalam peme!iharaannya

7. Sesuaidengan tema dan topik yang dipilih


Kemungkinan penggunaan bahan a. Konstruksi baja Kelebihan: " Cepat dalam pelaksanaan " Konstruksi ringan untuk bentang Iebar " Dimensinya re!atif kecil Kua!itas homogen Kekurangan: ,. ,. Tidak tahan terhadap apt Pemeliharaan sukar, selalu berubah-ubah. " ., Kurang tahan terhadap air Bentuk profit kurang bebas

tidak

tahan

terhadap cuaca

yang

b. Konstruksi beton Kelebihan:

103

.. "

Kekakuan tinggi Mudah pemeliharaannya Dapat menahan gaya beban luar yang cukup besar tanpa perubahan bentuk.

Bentuk plastis dan bebas.

"' Tahan terhadap cuaca dan api. .. Mudah diperoleh. Kekurangan: " Dimensinya besar.

" Kualitas tidak homogen " Pekerjaan di tempat membutuhkan waktu. terbatas bila

.. Sistem konstruksi konvensiona!, bentangan

dibandingkan dengan konstruksi beton prestress. c. Konstruksikayu Kelebihan: " "


"

Harganya Lebih murah. Mudah digantiatau diubah.


Beban sendirinya rtngan.

" Mudah didapat.

" Isolator yang balk terhadap listrik dan panas


Kekurangan:

.. Tidak tahan lama

104

" Tidak tahan terhadap cuaca .. Mudah terbakar Dimensinya relative besar untuk suatu bentangan tertentu. .. Memitikiperlemahan pada mata kayu. IV.4.8 Analisis Utilitas Bangunan IVA.8.1 Sistem Oistribusi Air Bersih Untuk penya!uran

Air bersih,

sumbernya berasal

dart

PAM. Untuk

distribusinya dapat digunakan sistem gravitasi atau "top down system". Adapun pertimbangan pemilihan sistem tersebut adatah: " Hemat Energi
e

Apabi!a listrik padam, air masih dapat mengatir karena adanya persediaan pada reservoir atas

Berikut bagan sistem air bersih:

PAM
------, r

" :7rvoir

Ruangan yang

L ------...., .-Pompa

'---l>i eservoir bawah

membutuhkan:

Toilet

-Studio gambar (wet area)

-Ruang ganti

105

IV.4.8.2 Sistem Pembuangan Air Kotor dan Kotoran Serikut bagan sistem air kotor, kotoran dan air hujan:

jM; kotor
1

I,

--

(sabun dan lemak): toilet studio gamr (wet are) Sablon 8: fotografi

Kotoran: toilet

...

106

IV.4.8.3 Sistem dlstribusi Listrik dan Telekomunikasi

PLN

H
!

Panel

I
l membutuhkan: Unit yang '
I -kelas
' AC
f--- ----bengkel

I Automatic
Switch

..._._..,,., --'

l - sirkulasi
L

! - komunikasi
----'

Sistem telekomunikasi Sistem telekomunikasi dibagi menjadi dua cakupan yaitu: intern dan Extern. Untuk intern:
" Tetepon

., Internet
@

Audio Video

" Telex, Facsimile Untuk Extern: .. Intercom Sistem Keamanan Sistem yang digunakan {selain dengan penjagaan konvensional) ada!ah dengan pengunaan kamera deteksi (CCTV), serta terdapat alarm yang diaktifkan pada saat kampus tutup.

107

IV.4.3.4 Sistem Penghawaan buatan

Penghawaan buatan berarti memakai AC, yang perlu adalah:

diketahui

" Untu'r< wang yang rnenuntut sistem akustik, dipertukan penghawaan


khusus karena setiap !ubang yang berhubungan dengan ruang luar

merupakan suatu perler;;ahan.


" Penghawaan buatan memerlukan perawatan khusus

" Dengan penghawaan buatan akan didapatkan penghawaan yang

tetap, dengan udara yang kering dan sejuk.

I
1

SISTEill AC

KELEBIHAN

/ Split Unit

, I

/1. Tidal< memerlukan ducting . dan fteksi el da!a.'"!l 1 penempatan tokasi. 2. Biaya awal relatif murah
karena bebas perawatan

11. l<apasitas ked!kurang


efts1en utk bangunan

. KELEMAHAN

i
j

besar.
merata.

I 2. Distribusl kurang

I
1

3. Blaya maintenance relatif murah.

i
'1
I

ra:ckage Unit

I i.;ldak memerlukan ducting


2. fleksibet dalam penempatI an lol<asi. 1 3. Usia lcbih panjang. 4. Biaya awallebih rendah , kanona tldak pertu pera1

' 1, Dtstrtbusi udara kurang


rnerata.

I I
.

watan khusus.

!
-c .,-n-t-ra_l_U_n-it--tl-1-._Me_si_npendlngin I
1

tinggi karena mesin berada dalam ruangan. 3. Pengoperasian ruang i kurang praktis, harus / dan t:iap unit merata.

I 2. Kebisingan

I
i
I

terpu;,;t--1'
I

8iaya awaltinggt----

I 2. Usia lebih panjang.


3. D'stribusi udara merata. operasian berpusat pada satu tempat.

pada satu tempat.

1 4. Pemeliharaan dan peng-

terutama ducting dan isolasi. 2. Ukuran shaft dan ducting besar.

untuk

j
j

l
1

1
J

Tingl<at kebisingan enda


L_

_j

108

Berdasarkan pertimbangan akan kebutuhan dan penyesuaian dengan jenis kegiatan, maka digunakan sistem pengkondisian udara buatan:

" central unit pada ruang auditorium, dan promosi indoor agar
pengendalian dan pengoperasian menjadi efektif dan dilakukan oleh satu operator

"' Window

Unit

Untuk

ruang-ruang kebutuhan

ketas

dan

bengkel tetap,

yang

memerlukan

tingkat

yang

tidak

memiliki

penghawaan dan sumber listrik sendiri.

IV.4.8.5 Sistem Keamanan Kebakaran


Yang penting adalah upaya da!am pengamanan terhadap terjadinya bahaya kebakaran dan usaha

pencegahan

kebakaran

penanggulangannya. Usaha-usaha tersebut antara lain: A. Pencegahan Pasif: " Pemutusan arus listrik secara otomatis bi!a terjadi pendek diruang tertentu dan melindungi kabeldengan plpa. " Selain itu juga dilakukan dengan metengkapi bangunan dengan hubungan

tangga darurat dan exhaust fan. B. C. Memperhatikan sumber-sumber terjadinya bahaya kebakaran. Pemakaian bahan bangunan diusahakan yang tidak mudah terbakar

atau tahan api. D. Menyediakan alat-alat penanggulangan kebakaran misalnya:

109

" Fire alarm i detector, smoke detector, thermal detector, yang bekerja otomatis bila terjadi kebakaran.
s

Portable fire extinguisher, dengan perletakan maksimal25 m.

" Fire hydrant yang di!etakan pada tempat yang strategis dengan jarak tertentu, yaitu 500800 m2 dengan radius 25 - 30 m.
e

Fire sprinkler, yang memiliki jangkauan sebesar 50 m 2 I head.

!V.4.!1.5 Sistem Penangkai Petir Melengkapi bangunan dengan penangkal petir untuk bangunan yang cukup tinggL Sistem instalasi penangkal petir terbagi atas: " Sistem konvensional (franklin) Prinsip dari sistem konvensionat ini ada!ah batang yang diletakan pada posisi tertinggi bangunan. Batang bias ini terbuat dari batangan

tembaga yang kemudian dihubungkan dengan

kabel tembaga menuju

elektroda yang ditanahkan. Sistem ini adalah sistem yang paling praktis dan murah, namun jangkauannya sangat terbatas. Sistem sangkar Faraday Sistem ini hamper sama dengan sistem Franklin, tetapi batang

penangkap petir tersebut diletakkan memanjang mengelilingi bangunan dengan jumlah eiektroda yang disesuaikan dengan banyaknya batang

penangkal petir sistem Franktln,

tadi. Sistem ini memiliki keunggulan yang lebih dari yaitu memiliki jangkauan yang luas, tetapi

1!0

kekurangannya adalah biaya yang diperlukan sedikit mahal, dan karena adanya kabel-kabel yang menge!Uingi bangunan dapat keindahan bangunan. IV.4.8.6 Pembuangan Sampah Dilakukan kemudian dengan dibuang sistem oleh horizontal, melalui petugas ke lokasi kereta penutup yang mengurangi

penampungan

sementara

sebelum ke pembuangan akhir.

SAMPAH
Ketas pujasera
administratif

EMPAT AMPAH

I
I

BAK
PENAMPUNGAN

.I PENAMPUNGAN "[ KOTA

111