Anda di halaman 1dari 34

ENZIM

by Sri Widia Ningsih

DEFENISI
Kata kunci definisi enzim: 1. Aktif 2. Katalis 3. Protein 4. Spesifik Penjelasan: Aktif: mengingat demikian spesifik interaksi antara substrat dan enzim, maka bagian tersebut dinamai sebagai situs aktif (active site) atau lebih tepat lagi situs katalitik (catalytic site) Katalis: selain mempunyai kemampuan mengubah suatu senyawa, juga kemampuan membawa atau memindahkan suatu senyawa dari suatu keadaan ke keadaan lain dengan mempercepat laju reaksi Protein: semua enzim memiliki ciri dan sifat protein

Interaksi yang spesifik dari enzim dengan suatu molekul tertentu dan menyebabkan pengaktifan molekul tersebut selanjutnya mengakibatkan perubahan struktur sehingga menimbulkan gagasan akan substrat.

Thermolabil. Mudah rusak bila dipanaskan lebih dari 600 C Suhu: optimum 300C, minimum 0 0C, maksimum 400C Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, rekasinya menjadi sangat cepat dan berulang ulang (turn over reaksi) Bekerja didalam sel (endoenzim) dan diluar sel (eksoenzim) Merupakan senyawa protein, sehingga sifat protein masih melekat pada enzim

Sifat sifat enzim

Umumnya enzim bekerja mengkatalis reaksi satu arah, meskipun ada yang mengkatalis reaksi dua arah
Lanjutan

Dalam proses katalisis suatu reaksi, enzim bereaksi terlebih dahulu dengan substrat sehingga terbentuklah senyawa baru atau kompleks enzim substrat E + S ES E+P Umumnya enzim tidak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor.

Enzim dapat meningkatkan laju reaksi sekitar 107-1013 kali lebih cepat dari katalis non enzim
Lanjutan

Enzim dapat menurunkan aktivasi suatu reaksi

energi

Enzim mempunyai sifat spesifitas yang menyebabkan enzim sangat memilih substrat yang akan dikenali, diikat dan diolah lebih lanjut


Lanjutan

Enzim bersifat koloid, luas permukaan besar, bersifat hidrofil Dapat bereaksi dengan senyawa asam maupun basa, kation maupun anion Enzim sangat peka terhadap faktor-faktor yang menyebabkan denaturasi protein seperti suhu, pH.

Enzim dapat dipacu maupun dihambat aktivitasnya.


Enzim merupakan biokatalisator yang dalam jumlah sedikit memacu laju reaksi tanpa merubah keseimbangan reaksi. Enzim bermolekul besar

Susunan Enzim
Protein Enzim
Enzim Konjugasi

Enzim protein sederhana

Protein + Bukan Protein

Protein = apoenzim

Bukan protein = Gugus prostetik

Organik = Koenzim

Anorganik = kofaktor

Struktur Protein
H O | || +H N C C N 3 | | R1 H
ujung amino bebas

H O H O | || | || CCNCCN | | | | R2 H R3 H

H | CC | R

O O

H | R C COOH | NH2
asam amino
+H N 3

IKATAN PEPTIDA

ujung karboksil bebas

ASAM AMINO DALAM LARUTAN SELALU BERMUATAN PROTEIN JUGA SELALU BERMUATAN COO

aa1

aa2

aa3

aa4

aa5

aa6

RANTAI PEPTIDA 20 jenis a.a. dasar

MEKANISME KERJA ENZIM


Reaksi enzim D-asam amino oksidase (Oksidoreduktase)

asam amino

H | R C COO | NH2

+ O2

R C COO || NH
|

+H 2 O 2

H2O+ H+ R C COO - + NH 4 + || O

Mekanisme Hidrolisis Lemak Menjadi Asam Lemak

kead. transisi G
E. level

tanpa katalisator Ea dgn katalisator inorg Ea' Ea'' kead. awal G = Perubahan E. bebas kead. akhir dgn enzim

E. bebas

Perjalanan reaksi

Karakteristik Enzim
enzim A+B
Katalis Biologi

pH

Specificity

Model Sisi Aktif Enzim (Emil Fisher)


produk

Substrat

produk

Kompleks enzim substart

Enzim

Molekul bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim. Enzim dan substrat akan bergabung. Di dalam enzim terdapat sisi aktif yang tersusun dari sejumlah kecil asam amino. Bentuk sisi aktif enzim kaku dan spesifik, sehingga hanya yang bentuknya sama dengan substrat membentuk reaksi enzim-subsrat kompleks. Analogi: Kunci yang masuk ke dalam

Teori Kecocokan yang Terinduksi/Induced Fit Model (Koshland)

Menurut teori kecocokan yang terinduksi, sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel. Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif termodifikasi melingkupinya membentuk kompleks. Analogi: Sarung tangan karet dan tangan. Ketika produk sudah terlepas dari kompleks , enzim kembali tidak aktif menjadi bentuk yang lepas hingga substrat yang lain kembali bereaksi dengan enzim tersebut.

Penggolongan dan tata nama enzim


Enzim diberi nama sesuai dengan nama substrat dan reaksi yang dikatalisis Biasanya ditambah akhiran -ase Ditetapkan oleh Commision on Enzymes of the International Union of Biochemistry

Kelas

Tipe reaksi

Oksidoreduktase enzim yang mengkatalis reaksi oksidasi-reduksi (oksidase,reduktase) (memisahkan dan menambahkan elektron atau hidrogen ) Transferase (Kinase) Hidrolase (protease, lipase, amilase, laktase) Ligase (fumarase) Isomerase (epimerase) Polimerase (tiokinase) memindahkan gugus senyawa kimia Enzim yang mengkatalis reaksi hidrolisis (memutuskan ikatan kimia dengan penambahan air) Mengkatalis reaksi pengabungan dua senyawa yang disertai perurairan molekul ATP (membentuk ikatan rangkap) mengkatalisir perubahan isomer menggabungkan monomer-monomer sehingga terbentuk polimer

LETAK ENZIM DALAM SEL (Pusat Aktif Enzim)


BERKAITAN DGN FUNGSI ORGANEL Ybs. ENZIM MITOKONDRIAL Reaksi pengadaan energi, reaksi oksidasi yang menghasilkan energi ENZIM RIBOSOMAL Reaksi biosintesis protein ENZIM INTI Berkaitan dengan perangkat genetika ENZIM LISOSOM Berkaitan dengan proses digestif intrasellular, Destruksi hidrolitik bahan yang tak diperlukan sel EENZIM MIKROSOMAL Reaksi hidroksilasi dalam sintesis hormon steroid Metabolisme dan inaktivasi obat

Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Enzim


Konsentrasi Enzim Konsentrasi substrat Pengaruh Suhu Pengaruh pH Pengaruh inhibitor Pengaruh aktivator

Pengaruh Konsentrasi Enzim dan Substrat


Kecepatan reaksi bergantung pada konsentrasi enzim yang berperan sebagai katalisator Pada gambar terlihat, banyaknya substrat ditransformasikan sesuai dengan tingginya konsentrasi enzim yang digunakan

Pengaruh suhu
Reaksi yang dikatalis oleh enzim peka terhadap suhu. Enzim sebagai protein akan mengalami denaturasi jika suhu dinaikkan akibatnya daya kerja enzim menurun Suhu optimum reaksi tubuh 370 C

Pengaruh pH
Sifat ionik gugus karboksil dan gugus amino mudah dipengaruhi pH sehingga berpengaruh terhadap aktivitas enzim Enzim bekerja pada kisaran pH 68 (mendekati netral) Perubahan pH menyebabkan denaturasi enzim dan mengakibatkan hilangnya aktivitas enzim

Pengaruh Inhibitor
Apabila aktivitas menjadi terhambat oleh senyawa atau gugus senyawa tersebut, maka senyawa ini disebut sebagai inhibitor. Tidak semua inhibitor merugikan. Dalam sel terdapat inhibitor yang berfungsi sebagai regulator reaksi enzim Inhibitor dibagi menjadi tiga: inhibitor kompetitif, non-kompetitif,dan un-kompetitif E + S ES E+P

Pengaruh Aktivator
Aktivator adalah zat zat yang dapat menggiatkan proses-proses enzimatis yang pada umumnya bahan bahan yang tahan terhadap pemanasan serta mampunyai sifat sifat yang non spesifik. Cth. HCl yang terdapat pada lambung merupakan aktivator yang merubah pepsinogen menjadi pepsin yang aktif. Dalam proses ini yang merupakan sebagai penggiat adalah ion-ion H.

KOENZIM
Holoenzim : Apoenzim (bag protein) dan Koenzim Koenzim : molekul organik yang spesifik, tahan terhadap panas, berat molekul rendah, mudah terdisiosiasi dan mudah dipisahkan dari enzimnya dengan cara dialisis Senyawa organik Tahan panas, Mudah terdisosiasi Dpt dipisahkan dari enzimnya dg cara dialisis Mentranspor gugus kimia/elektron dari 1 enzim ke enzim lainnya Contoh : NAD,NADP, dll

KOENZIM SEBAGAI KOSUBSTRAT


Terjadi proses kebalikan dari proses kimia substrat jika substrat mengalami oksidasi maka koenzim mengalami reduksi Hasil pencapaian koenzim yang sebenarnya ingin dicapai pada reaksi bukan substratnya, pada glikolisis akan terbentuk asam laktat dan piruvat namum yang ingin dipertahankan adalah koenzim NAD (nicotinamide adenine dinucleotida)

Sebagian besar dari koenzim adalah turunan dari keluarga vitamin B Keluarga vit B yang langsung bekerja sebagai koenzim adalah asam lipoat dan biotin Sebagian lain baru berfungsi bila mengalami sedikit perubahan seperti asam folat, B12 , B1, B2 dan B6 Sebagian lain berfungsi bila terjadi perubahan yang besar menjadi turunannya seperti niasin, riboflavin dan
asam pantotenat

Koenzim lainnya bukan keluarga vit B tapi masih golongan vitamin yaitu, vit C dan Vit K Koenzim yang bukan dari golongan vitamin adalah Koenzim Q (KoQ atau Q) berperan dalam pemindahan elektron dan sintesis ATP dalam mitokondria

Ikatan koenzim dengan apoenzim yang sangat kuat disebut sebagai gugus prostetik

Beberapa katalis yang bukan enzim dapat kita temukan seperti ikatan yang kuat dari apoenzim dengan logam disebut Metaloenzim

Beda Enzim dan Koenzim


Enzim -Merupakan biokatalisator -Bersifat termolabil -Dapat dirusak oleh logam berat -Berberat molekul besar -Letak enzim tertentu didalam sel -Hanya mengkatalis 1 macam reaksi Koenzim -Senyawa organik yg diperlukan untuk aktifitas suatu enzim tertentu -Bersifat termostabil -Berat molekul rendah -Banyak terdapat pd vit,B Komplek -Bisa dianggap sebagai substrat kedua

Thank You