Anda di halaman 1dari 14

Revolusi Tiongkok

Agustus 17, 2009 Tinggalkan Komentar Sejarah singkat Revolusi Tiongkok Mao Tje Tung telah melukiskan kedejarahan yang begitu spektakuler di Tiongkok , Mao Tje Tung berhasil memimpin gerakan rakyat dan menyusun Front Persatuan Demokrasi Rakyat, yang akhirnya ternyata berhasil menggulingkan kekuasaan Diktatur Kuomintang, yang ternyata korup dan tidak mampu mempertahankan diri biarpun mendapat sokongan besar berupa uang dan alat-alat dari Amerika Serikat. Politik Amerika Serikat di Tiongkok membuat sebagian kebijakan politiknya di Timur jauh telah mengalami kegagalan dengan terbentuknya Republik Rakyat Tiongkok dan berhasilnya Republik Rakyat tersebut mengkonsolidasikan kedudukannya secara cepat diseluruh dataran Tiongkok. Tiongkok menjadi berbentuk menjadi negara Republik sesudah Revolusi dikota Wuchang telah berhasil, yaitu pada tanggal 10-10-1911. Republik Tiongkok diproklamasikan pada tanggal 1-11912. Dr SunYat Sen menjadi Presiden pertama dari Republik Tiongkok. Tetapi untuk menjamin persatuan didalam negeri dan untuk mendapat sympati yang lebih besar lagi dari negara-negara besar ( Amerika, Inggris, dll ), maka Dr Sun Yat Sen menyerahkan kedudukan presiden pada Yuan Shih Kai, yang menjadi orang kepercayaan dan orang yang paling disenangi oleh negara-negara besar, karena jasanya pada Pemberontakan Boxer di Peking pada tahun 1901. Dalam pemberontakan ini Yuan Shih Kai dikenal sebagai orang yang Pro negara Barat. Ternyata Yuan Shih Kai bermimpi untukmenjadikan dirinya Kaisar atas nasihat dari orang Amerika, ia hendak merobah bentuk Republik menjadi Kerajaan. Peristiwa ini memaksa Dr Sun Yat Sen menyusun kekuatan rakyat di Tiongkok Selatan dengan Kanton sebagai pusatnya. 1924 di Kanton Dr Sun Yat Sen memimpin konggres Kuomintang yang terpenting dan juga turut dihadiri oleh Partai Komunis Tiongkok untuk menentukan sikap bersama dan menyusun satu Front nasional. Sebagai akibat dari konggres ini Tentara expedisi ke utara, yang dipimpin oleh Chiang Kai Shek, sedangkan Chou En Lai dan Mao Tje Tung mendapat kewajiban untuk mengorganisir Kaum Buruh dan Kaum Tani didaerah-daerah yang akan dilewati oleh Tentara expedisi itu. Karena disokong oleh gerakan rakyat, maka Tentara expedisi itu telah mendapat hasil yang memuaskan dan berhasil menaklukan semua panglima-panglima peran ( WarLord ) di utara dan mempersatukan Tiongkok. Tetapi ketika Shanghai dan Peking dapat dikuasai oleh Tentara expedisi, maka timbul-lah perpecahan hebat dan perang saudara hebat dimulai, karena Chiang Kai Shek mengambil tindakan yang sangat kejam terhadap orang-orang yang tidak menyetujui garis politiknya yang mau mengadakan Kompromi dengan Modal Besar dan Kaum Modal Raksasa asing. 1927-1937 Perang saudara pertama yang hebat dan melahirkan Tentara Merah, yang pada tahun 1937 dirubah namanya menjadi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok.

Chiang Kai Shek dibantu oleh penasihat militer Jerman tidak mampu menindas Tentara Merah Tiongkok yang setiap harinya berjumlah semakin besar dan lebih kuat karena mendapat sokongan dan simpati dari rakyat, walaupun Chiang Kai Shek telah membunuh para pemimpin rakyat yang ditangkap dan berjuta-juta rakyat biasa. Sementara itu negara-negara besar mempunyai kepentingan besar di Tiongkok telah memberi dukungan pada Chiang Kai Sek tetapi dukungan ini hanya cukup untuk mencegah Chiang Kai Shek ambruk karena oposisi rakyat, tetapi tidak cukup besar untuk mengusir serbuan tentara asing, yang menjadi kawan sekutu negara-negara besar itu. Kekuatan yang demikian besarnya itu apabila dimiliki oleh Chiang Kai Shek dianggap dapat merupakan bahaya bagi kepentingan-kepentingan negara-negara besar asing itu sendiri, yang menganggap Chiang Kai Shek selalu membutuhkan ! bantuan dari mereka. Akibatnya Jepang mulai memasuki wilayah dataran Tiongkok. 1931 1932 1933 Jepang menyerbu masuk di Manchuria. Jepang mendirikan pemarintahan boneka Manchukuo. Provinsi Jchol juga diserbu oleh Jepang.

1935 Tentara Jepang menyerbu masuk didaerah belakang Tembok Besar ( Great Wall ) 1936 Chiang Kai Shek diculik oleh Gen. Chang Hsueh Liang dan dengan pertolongan Chou En Lai. Chiang tidak sampai dibunuh dan Chiang menyataka bersedia membentuk Front nasional melawan Jepang. 1937 Tanggal 7 juli insiden di Lukuchiao ( Marcopollo Bridge ) yang menimbulkan perang TiongkokJepang. Akhir tahun 1937 Jepang menduduki Peiping dan lalu membentuk adanya pemerintahan Sementara dari Republik Tiongkok, yaitu satu Pemerintahan boneka. 1938 Sesudah merebut Shanghai dan Nanking, Jepang lalu mendirikan Pemerintahan Boneka Tiongkok yang dipimpin oleh Wang Ching Wei. Pada tanggal 5 Agustus 1945 jepang menyerah kalah dan Tiongkok mendapat kembali seluruh wilayahnya berikut juga pulau Formosa. Tiongkok menjadi salah satu negara besar One Of The Big Five dan menjadi salah satu anggota Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan: Uni Sovyet, Cina, Amerika, Inggris, Perancis yang semuanya mempunyai hak veto. Dengan kedudukan yang baru ini, maka semua negeri besar yang tadinya mempunyai hak-hak istimewa di Tiongkok, yaitu Hak Exterritorialities, lalu menghapuskan hak-hak ini. 1944-1946 Timbul lagi Perang Saudara di Tiongkok, Amerika mencoba mendamaikan

1946 Pada bulan januari kedua belah pihak telah berhasil menimbulkan adanya persetujuan untuk menghentikan segala permusuhan.Tetapi Chiang Kai Sek ternyata melanggar persetujuan ini. 1947 Timbul Perang Saudara hebat kedua kalinya dengan kesudahan Kuomintang digulingkan diseluruh Tiongkok. 1949 Tanggal 1 Oktober di Proklamirkan Republik Rakyat Tiongkok.

Pokok Pemikiran Mao Tje Tung Tentang Revolusi Analisis Kelas Dalam Masyarakat Tiongkok Analis kelas dalam praktek revolusi merupakan hal cukup penting pada dasarnya analisis kelas merupakan sebuah metode untuk memisahkan sipakah lawan dan kawan, Untuk membedakan sahabat yang sesungguhnya dan musuh yang sesungguhnya, tidak boleh tidak harus kita analisa secara umum kedudukan ekonomi klas-klas dalam masyarakat Tiongkok serta sikapnya masingmasing terhadap revolusi. Keadaan kelas Tiongkok Klas tuantanah dan klas komprador. Di Tiongkok setengah jajahan yang terbelakang ekonominya, klas tuantanah dan klas kompradorsama sekali merupakan embel-embel burjuasi internasional, yang hidup dan berkembangnya tergantung kepada imperialisme. Klas-klas ini mewakili hubungan-hubungan produksi yang paling terbelakang dan paling reaksioner di Tiongkok dan menghambat perkembangan tenaga produktif Tiongkok. Mereka berlawanan sama sekali dengan tujuan revolusi Burjuasi sedang. Klas ini mewakili hubungan-hubungan produksi kapitalis di kota dan di desa Tiongkok. Yang dimaksudkan dengan burjuasi sedang itu terutama ialah burjuasi nasional yang bertentangan sikapnya terhadap revolusi Tiongkok: mereka memerlukan revolusi dan menyetujui gerakan revolusioner melawan imperialisme dan rajaperang apabila mereka menderita karena pukulan modal asing dan tindasan rajaperang; tetapi mereka mencurigai revolusi apabila mereka merasa perkembangan klasnya untuk mencapai kedudukan burjuasi besar terancam oleh revolusi yang diikutsertai proletariat Tiongkok secara militan di dalam negeri dan disokong aktif oleh proletariat internasional di luar negeri. Gagasan politik mereka ialah membentuk suatu negara yang dikuasai oleh satu klas saja, yaitu burjuasi nasional Burjuasi kecil. Yang termasuk kategori ini ialah tani pemilik , pengusaha kerajinan tangan, intelektuil lapisan bawah pelajar dan mahasiswa, guru sekolah menengah dan sekolah dasar, pegawai negeri rendahan, kerani dan pengacara kecil pedagang kecil dan sebagainya. Baik ditinjau dari jumlahnya maupun dari watak klasnya, klas ini patut mendapat perhatian yang sangat besar.

Semi-proletariat. Yang dinamakan semi-proletariat di sini meliputi lima golongan: (1)sebagian besar dari tani setengah-pemilik , (2) tanimiskin, (3) tukang kerajinan tangan kecil, (4) pegawai toko-toko , dan (5) penjaja. Proletariat. Proletariat industri modern terdiri dari kira-kira dua juta orang. Berhubung dengan keterbelakangnya ekonomi Tiongkok, maka kaum proletar industri modern tidak banyak jumlahnya. Buruh industri yang lebihkurang dua juta itu terutama ialah buruh dari lima macam industri, yaitu keretaapi, pertambangan, pengangkutan laut, tekstik dan pembuatan kapal; dan sejumlah yang sangat besar di anataranya diperbudak dalam perusahaan modal asing. Meskipun tidak banyak jumlahnya, proletariat industri mewakili tenaga produktif yang baru di Tiongkok, merupakan klas yang paling progresif di Tiongkok modern dan menjadi kekuatan memimpin dalam gerakan revolusioner. Kaum proletar-gelandangan yang tidak kecil jumlahnya, terdiri dari kaum tani yang kehilangan kesempatan bekerja. Mereka itu paling terombang-ambing penghidupannya di antara manusia. Mereka mempunyai perkumpulan rahasia di mana-mana Dari uraian di atas dapatlah diketahui bahwa semua yang bersengkongkol dengan imperialisme rajaperang, birokrat, klas komprador, klas tuantanah besar dan bagi kaum intelektuil yang reaksioner yang bergantung pada mereka adalah musuh kita. Proletariat industri adalah kekuatan memimpin dalam revolusi kita. Seluruh semi-proletariat dan burjuasi kecil adalah sahabat kita yang terdekat. Adapun burjuasi sedang yang bimbang itu, sayap kanannya mungkin menjadi musuh kita, sayap kirinya mungkin menjadi sahabat kita tetapi kita harus selalu berjaga-jaga jangan sampai mereka mengacaukan front kita Tentang Revolusi Tiongkok Kondisi Internal Tiongkok Rejim raja perang-raja perang baru Kuomintang yang sekarang ini masih tetap merupakan rejim klas komperador di kota-kota klas gembong lalim setempat dan ningrat jahat di desa-desa, suatu rejim yang keluar menyerah kepada imperialisme dan ke dalam mengganti rajaperang-rajaperang lama dengan rajaperang-rajaperang baru, serta melakukan penghisapan ekonomi dan penindasan politik yang lebih kejam lagi daripada yang sudah-sudah terhadap klas buruh dan klas tani Tiongkok merupakan negeri setengah jajahan yang terbelakang ekonominya dan yang tidak langsung berada di bawah kekuasaan imperialis. Karena gejala aneh itu hanya bisa terjadi bersama-sama dengan gejala aneh lainnya, yaitu peperangan di kalangan rejim putih. Adalah salah satu ciri Tiongkok setengah jajahan, bahwa sejak tahun pertama Republik (1912), berbagai klik rajaperang lama dan baru yang disokong oleh imperialisme serta klas komprador dan klas gembong lalim setempat dan ningrat jahat dalam negeri terus menerus melakukan perang antara satu dengan lainnya. Gejala demikian itu tidak terdapat di negeri imperialis manapun di seluruh dunia ini dan bahkan juga tidak terdapat di tanah jajahan manapun yang langsung di bawah kekuasaan imperialis, tetapi hanya terdapat di negeri seperti di Tiongkok yang tidak langsung di bawah kekuasaan imperialis. Gejala itu timbul karena dua sebab, yaitu ekonomi pertanian local (bukan ekonomi kapitalis yang di satukan) dan politik pemecah belahan dan penghisapan

imperialis yang membagi-bagi Tiongkok menjadi lingkungan pengaruh mereka masing-masing. Perpecahan dan peperangan dalam waktu yang lama di kalangan rejim putih itu telah memberikan syarat bagi lahirnya dan dipertahankannya satu atau beberapa daerah Merah kecil di bawah pimpinan Partai Komunis di tengah-tengah kepungan rejim putih. Menurut petunjuk-petunjuk dari Internasionale Komunis dan Comite Central Partai , isi revolusi demokratis Tiongkok ialah menggulingkan kekuasaan imperialisme beserta alat-alatnya, yaitu rajaperang-rajaperang, di Tiongkok, untuk menyelesaikan revolusi nasional, melaksanakan revolusi agraria untuk menghapuskan penghisapan feodal atas kaum tani aoleh klas tuantanah. Permasalahan dalam Revolusi Permasahan pertama Memenuhi Kebutuhan massa Tugas inti dalam pelaksanaan revolusi ialah memobilisasi massa luas agar mereka turut serta dalam perang revolusioner untuk merobohkan imperialis dan Kuomintang (KMT), memperluas revolusi keseluruh negeri dan mengusir imperialis keluar dari Tiongkokbagaimanapun juga revolusi harus diperluas sampai keseluruh negeri, maka sedikitpun kita tidak harus mengabaikan dan memandang rendah terhadap Masalah kepentingan massa luas yang langsung mengenai dirinja dan Masalah penghidupan massa. Karena perang revolusioner adalah perang massa, maka hanja dengan jalan memobilisasi massa dan hanya dengan menyandarkan diri kepada massa, barulah perang itu dapat dijalankan. Dan dalam memobilisasi rakyat untuk menjalankan perang, tetapi sedikitpun tidak menjalankan pekerjaan lain, dapatkah kita mencapai tujuan untuk mengalahkan musuh ? Tentu saja tidak. Jika kita ingin mencapai kemenangan, kita harus bekerja lebih banyak lagi. Misalnya: memimpin tani dalam perjuangan agraria dan membagikan tanah kepada mereka; mempertinggi semangat tani dalam kerja, agar dapat memperlipatgandakan produksi pertanian; menjamin kepentingan buruh; mendirikan koperasi; memperkembangkan perniagaan dengan luar daerah; memecahkan soalsoal pakaian, makanan, perumahan, keperluan sehari-hari seperti kayu api, beras, minyak dan garam, serta soal kesehatan dan perkawinan dari massa. Dengan singkat, kita harus memperhatikan semua masalah penghidupan massa sehari2. Apabila kita memperhatikan masalah-masalah tersebut dan memecahkannja serta memenuhi keperluan2 massa, maka kita akan sungguh-sungguh menjadi organisator penghidupan massa, dan massa akan sungguhsungguh berpusat disekitar kita dan dengan hangat menyokong kerja tercapainya revolusi Semua masalah penghidupan massa ini harus dimasukkan dalam agenda revolusi, dengan harus mengadakan diskusi, mengambil keputusan, mendjulankannja dan memeriksanja.dan juga harus bertindak agar massa mengerti, bahwa revolusi mewakili kepentingan mereka, dan kepentingan revolusi adalah erat berhubungan dengan kepentingan mereka. Dengan demikian, supaya berdasarkan atas hal-hal ini, mereka mengerti tugas yang lebih tinggi yang kita ajukan ialah tugas perang revolusioner, agar mereka menyokong revolusi, memperluas revolusi keseluruh negeri, menerima seruan politik kita dan berjuang sampai akhir untuk kemenangan revolusi. Masalah yang kedua ialah masalah mengenai cara bekerja.

Kaum revolusioner merupakan pemimpin dan organisator perang revolusioner, juga adalah pemimpin dan organisator penghidupan massa. Mengorganisasi perang revolusioner dan memperbaiki penghidupan massa adalah dua tugas kita yang besar. Tentang masalah cara bekerja disini dengan genting sekali terbentang dihadapan kita. Bukan saja kita harus mengemukakan tugas, tetapi kita juga harus memecahkan cara mewudjudkan tugas itu
Modernisasi Jepang, Restorasi Meiji

Restorasi Meiji ( Meiji-ishin?), dikenal juga dengan sebutan Meiji Ishin, Revolusi, atau Pembaruan, adalah rangkaian kejadian yang menyebabkan perubahan pada struktur politik dan sosial Jepang. Restorasi Meiji terjadi pada tahun 1866 sampai 1869, tiga tahun yang mencakup akhir Zaman Edo dan awal Zaman Meiji. Restorasi ini merupakan akibat langsung dari dibukanya Jepang kepada kedatangan kapal dari dunia Barat yang dipimpin oleh perwira angkatan laut asal AS, Matthew Perry. Restorasi Meiji diawali ketika dibukanya jepang dari negara luar, yang pada saat itu dipimpin oleh Kaisar Meiji yang bernama Matsuhito. Kaisar Matsuhito menerapkan modernisasi disegala bidang hingga menyamai negara negara barat dan lebih difokuskan pada bidang pendidikan dengan cara meningkatkan anggaran pendidikan secara drastis, wajib belajar bagi penduduk jepang dan pengiriman pelajar pelajarnya untuk belajar di Eropa (Prancis dan Jerman) Pada saat Restorasi Meiji, Kaisar Meiji banyak memasok senjata senjata perang dari negara barat. Akhir abad 18 para Samurai (Satria berpedang / pesuruh yang dihormati karena pengabdiannya) melakukan pemberontakan karna tak ingin negaranya dijarah pedagang senjata dari barat yang terlalu mendominasi negara itu. Pemberontakan itu dipimpin oleh Katsumoto yang akhirnya tewas dalam pemberontakan tersebut. Sebelum Katsumoto tewas beliau masih sempat menitipkan KATANA-nya kepada sang kaisar. atar Belakang Jepang Menguasai Indonesia a. Modernisasi Jepang

Jepang awalnya merupakan Negara yang menganut sistem isolasi yaitu sistem dimana negara tersebut menutup diri dari pengaruh bangsa/ negara lain di luar negaranya. Baru pada tahun 1854, ketika Komodor Matthew Perry (orang Amerika Serikat) datang ke Jepang dengan tujuan untuk membuka kota pelabuhan Jepang maka Jepang terbuka bagi negara lain. Terjalin hubungan antara Jepang dan Amerika Serikat melalui perjanjian SHIMODA sehingga sejak itu pelabuhan di Jepang terbuka bagi perdagangan internasional. Saat itu yang memimpin Jepang adalah Shogun Tokugawa.

Perkembangan Jepang semakin tampak pada masa pemerintahan Pangeran Mutsuhito sebagai kaisar dengan gelar Tenno Meiji. Kaisar Meiji melakukan berbagai perubahan dalam segala bidang yang kemudian dikenal dengan Restorasi Meiji.Restorasi Meiji adalah perubahan Meiji dalam segala bidang kehidupan masyarakat guna mengejar ketinggalan dari bangsa Barat. Pembaharuan dan kebijakan tersebut diantaranya: Bidang Militer : 1. 2. Jepang menerapkan wajib militer bagi semua lapisan masyarakat. Membentuk tentara nasional.

Untuk mendukung kebijakan tersebut maka: Jepang membeli peralatan dan perlengkapan militer dari negara-negara Barat Jepang meniru sistem militer dari berbagai negara Barat seperti Angkatan Darat (dari Perancis dan Jerman), dan Angkatan Laut (dari Inggris) Sehingga Jepang telah mampu memiliki tentara nasional yang modern Bidang Pendidikan : 1. Membentuk Departemen Pengajaran

2. Memberlakukan wajib belajar bagi anak-anak usia 6-14 tahun. Di sekolah anak-anak ditanamkan rasa cinta tanah air dan kaisar Bidang Perdagangan : 1. Jepang memodernisasi pelabuhan dan perkapalan sehingga kegiatan perdagangan dapat berkembang 2. Didirikan bank-bank

Bidang Industri : 1. 2. Jepang mendirikan banyak pabrik yang mendukung perekonomiannya. Jepang menghasilkan mesin-mesin persenjataan sendiri.

Kebijakan lain : Dibentuk sistem pajak baru, dimana tanah milik daimyo (gubernur militer masa shogun) dibagikan pada petani sedangkan para daimyo menjadi pegawai pemerintah.

Dengan modernisasi tersebut maka Jepang menjadi negara maju, negara modern, negara besar yang sejajar dengan negara-negara Barat. b. Akibat Modernisasi Jepang

Modernisasi Jepang tahun 1868 menyebabkan negara Jepang :


Industri Jepang semakin berkembang dengan pesat Jumlah penduduk semakin bertambah sementara luas lahan semakin sempit (tidak sebanding dengan jumlah penduduk) Sebagai negara yang merasa telah kuat maka Jepang ingin mengikuti negara Barat yaitu berlomba untuk mendapatkan daerah jajahan. Daerah jajahan tersebut dapat digunakan sebagai daerah pemasok hasil industri dan daerah penghasil bahan baku industri.

Keinginan Jepang untuk mendapatkan daerah jajahan menyebabkan Jepang melakukan berbagai ekspansi seperti: 1) Jepang ingin menaklukkan daerah Cina maka pada 1894-1895 Jepang menyerang Cina dan terjadi perang yang dimenangkan Jepang dengan berhasil menguasai Semenanjung Liao Tsung dan Pulau Formosa (Taiwan) termasuk daerah Korea. 2) Jepang ingin menduduki Manchuria dan dengan terpaksa Jepang harus menghadapi Rusia yang saat itu berkuasa di Manchuria. Oleh karena itu terjadi perang JepangRusia (1904-1905), tetapi Jepang tetap saja menang dan berhasil mendapatkan Port Arthur dan Pulau Sachalin. Kemenangan Jepang terhadap Rusia ini menyebabkan Jepang semakin kuat kedudukannya setara dengan negara-negara Barat. 3) Dalam Perang Dunia I (1914-1918) ketika Jepang harus melawan Jerman, dia berhasil menguasai daerah jajahan Jerman di Asia. 4) 1927, PM. Baron Tanaka (Jepang) merencanakan ekspansi ke Asia dan menguasai Asia Timur sebab dengan otomatis daerah Asia Selatan dapat dikuasai pula. 5) 1931 Jepang menyerang Manchuria dan dapat menguasai 6 bulan mendapat perlawanan Cina. 6) 1932 didirikan kerajaan Manchuria dengan Henry Pu-Yi sebagai raja (bekas raja Cina dari dinasti Manshu) 7) Pertikaian Jepang-Cina terus berkobar hingga tahun 1937 terjadi insiden di atas jembatan Marco Polo (Jepang dengan persenjataan moderennya mengadakan pendaratan besarbesaran di Cina Utara dan Tengah menyebabakan Perang Jepang-Cina. Dari perang Jepang-Cina maka di mulainya menguasai wilayah Laut Selatan dan Asia Timur. Sementara itu negara-negara Pasifik semakin memperkuat kedudukannya.

c.

Pengaruh Modernisasi Jepang di Asia Pasifik

(Tokugawa Ieyasu) Kaisar pun akhirnya tersadar dari kesalahannya yang terlalu memaksakan paham modernisasi untuk negaranya sehingga menghilangkan budaya budaya luhur ketimuran yang dipegang teguh oleh bangsanya dan sudah diwariskan sejak nenek moyang dulu. Pada saat itu keluarlah Statement dari sang kaisar yang akhirnya menjadi prinsip hidup negara Jepang hingga saat ini. Statement itu lebih kurang berbunyi : Walaupun pakaian dan senjataku dari Barat, tetapi hatiku tetaplah dari Timur

AKHIR KESHOGUNAN dan AWAL KEKAISARAN Pembentukkan Aliansi Sat-cho, yaitu antara Saigo Takamori, pemimpin Satsuma, dengan Kido Takayoshi, pemimpin Choshu, adalah titik awal dari Restorasi Meiji. Aliansi ini dicetuskan oleh Sakamoto Ryoma, dengan tujuan melawan Keshogunan Tokugawa dan mengembalikan kekuasaan kepada Kaisar. Keshogunan Tokugawa resmi berakhir pada tanggal 9 November 1867, ketika Shogun Tokugawa ke-15, Tokugawa Yoshinobu "memberikan kekuasaannya ke Kaisar" dan 10 hari kemudian mundur dari jabatannya. Titik ini adalah awal "Restorasi" kekuasaan imperial. Walau begitu, Yoshinobu masih tetap memiliki kekuasaan yang signifikan.

Kemudian pada January 1868, dimulailah Perang Boshin (Perang Tahun Naga), yang diawali Pertempuran Toba Fushimi, dimana tentara yang dipimpin Choshu dan Satsuma mengalahkan tentara mantan shogun, dan membuat Kaisar mencopot seluruh kekuasaan yang dimiliki Yoshinobu. Sejumlah anggota keshogunan melarikan diri ke Hokkaido dan mencoba membuat negara baru, Republik Ezo, tapi usaha ini digagalkan pada penyerbuan Hakodate, Hokkaido. Kekalahan tentara mantan shogun adalah akhir dari Restorasi Meiji; dimana semua musuh kaisar berhasil dihancurkan.

SHOGUN Shogun adalah istilah bahasa Jepang yang berarti Jenderal. Dalam konteks sejarah Jepang, bila disebut pejabat shogun maka yang dimaksudkan adalah Sei-i Taishgun yang berarti Panglima Tertinggi Pasukan Ekspedisi melawan Orang Biadab (istilah "Taishgun" berarti panglima angkatan bersenjata). Sei-i Taishgun merupakan salah satu jabatan jenderal yang dibuat di luar sistem Taih Ritsury. Jabatan Sei-i Taishgun dihapus sejak Restorasi Meiji. Walaupun demikian, dalam bahasa Jepang, istilah shgun yang berarti jenderal dalam kemiliteran tetap digunakan hingga sekarang. Keshogunan Tokugawa (16031868) atau Keshogunan Edo (Edo bakufu) adalah pemerintahan diktator militer feodalisme di Jepang yang didirikan oleh Tokugawa Ieyasu dan secara turun temurun dipimpin oleh shogun keluarga Tokugawa. Dalam periode historis Jepang, masa pemerintahan Keshogunan Tokugawa disebut zaman Edo, karena ibu kota terletak di Edo yang sekarang disebut Tokyo. Keshogunan Tokugawa memerintah dari Istana Edo hingga Restorasi Meiji.

(Lambang Keluarga Tokugawa) Di masa Keshogunan Tokugawa, rakyat Jepang dibagi-bagi menurut sistem kelas berdasarkan pembagian kelas yang diciptakan Toyotomi Hideyoshi. Kelas samurai berada di hirarki paling atas, diikuti petani, pengrajin dan pedagang. Pemberontakan sering terjadi akibat pembagian sistem kelas yang kaku dan tidak memungkinkan orang untuk berpindah kelas. Pajak yang dikenakan terhadap petani selalu berjumlah tetap dengan tidak memperhitungkan inflasi. Samurai yang menguasai tanah harus menanggung akibatnya, karena jumlah pajak yang berhasil dikumpulkan semakin hari nilainya semakin berkurang. Perselisihan soal pajak sering menyulut pertikaian antara petani kaya dan kalangan samurai yang terhormat tapi kurang makmur. Pertikaian sering memicu kerusuhan lokal hingga pemberontakan berskala besar yang umumnya dapat segera dipadamkan. Kelompok anti keshogunan Tokugawa justru semakin bertambah kuat setelah keshogunan Tokugawa mengambil kebijakan untuk bersekutu dengan kekuatan asing.

ZAMAN di JEPANG Pada dasarnya, Jepang memiliki banyak jaman sesuai dengan perubahan masa dan kekuasaan. Namun, secara garis besar Jepang dibagi menjadi 5 periode. Periode tersebut meliputi 1. Abad kuno atau disebut dengan Kodai. Periode ini meliputi zaman primitif / Genshi Jidai (abad ke-3), zaman Yamato (592), zaman Nara (710), dan zaman Hei An (794-1192) 2. Abad pertengahan atau disebut dengan Chuusei yang meliputi zaman Kamakura (1192-1333), zaman Muromachi (1334-1573), dan zaman Azuchi Momoyama (15731603) 3. Abad pra modern atau Kinsei yang dimulai dengan zaman Edo (1603-1868) 4. Abad modern atau Kindai. Pada periode Jepang banyak mengalami perubahan dan mulai dikenal dunia luar. Zaman yan sering dibicarakan ini dikenal dengan zaman Meiji (1868-1912) 5. Dewasa ini atau lebih dikenal dengan Gendai. Periode ini meliputi zaman Taisho (1912-1926), zaman Showa (1926-1991), dan zaman Heisei (1991-sekarang?)

Dalam perputaran tiap zaman, Jepang juga mengalami perubahan kebudayaan. Namun, perubahan yang paling besar (meliputi social dan politik) adalah saat terjadinya Restorasi Meiji. Pada saat itu, Jepang dipaksa untuk kembali membuka diri untuk negara luar. Sumber : http://dechietensaiga.blogspot.com/2009/02/sejarah-restorasi-meiji.html http://id.shvoong.com/social-sciences/education/1870473-sejarah-jepang/ http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3597005

Rabu, November 30, 2011 No comments Perang Korea sebelum & setelah Perang Dunia II...... Lahirnya kekuatan adidaya baru setelah Perang Dunia II, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet, menyebabkan perdamaian dunia yang diharapkan tidak dapat terwujud dengan segera. Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berebut dan memperluas pengaruh ke seluruh dunia akibat perbedaan ideologi yang dimiliki. Pertikaian tersebut salah satunya adalah berdampak pada terjadinya Perang Korea. Perang saudara di Korea tersebut menyebabkan wilayahnya sampai saat ini masih terbagi atas Korea Utara dan Korea Selatan. a. Korea sebelum Perang Dunia II Korea atau Chason dalam bahasa Korea adalah sebuah wilayah berupa semenanjung yang berada di Asia Timur. Jepang sejak tahun 1593 telah mengincar wilayah Korea. Namun, berkat bantuan Cina, keinginan Jepang itu dapat dibendung. Ketika Perang CinaJepang (18941895) berakhir, Jepang makin intensif menggempur pertahanan Korea dan meningkatkan pengaruhnya. Pada tahun 1910 Jepang berhasil menguasai wilayah Korea secara penuh. Seperti halnya bentuk kolonialisme yang lain, Jepang juga melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap Korea. Semua sumber daya Korea dimanfaatkan untuk kepentingan Jepang. Jepang selain mengeksploitasi segala sumber daya Korea, juga menumbuhkan rasa kebangsaan kepada orang Korea. Pada tanggal 1 Maret 1919 tiga puluh tiga prajurit Korea berkumpul di Taman Pagoda, Seoul untuk memroklamasikan kemerdekaannya. Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Pergerakan Kemerdekaan Samit (1 Maret). Gerakan kemerdekaan seperti itu tentu saja tidak dikehendaki oleh pemerintah pendudukan Jepang karena gerakan tersebut jelasjelas menghendaki keluarnya Jepang dari wilayah Korea. Menghadapi keadaan itu, Jepang berusaha menggagalkan perlawanan tersebut. Meskipun gerakan itu mengalami kegagalan, rakyat Korea telah terilhami dan membangkitkan semangat kebangsaan. Puncaknya, bangsa Korea berani melakukan perlawanan bersenjata seperti yang terjadi di Korea. Rakyat Korea juga berhasil mendirikan pemerintahan sementara di Shanghai. b. Korea Setelah Perang Dunia II Ketika Jepang menyerah dalam Perang Dunia II, pasukan Sekutu yang terdiri atas Amerika Serikat dan Uni Soviet segera menduduki Korea. Dengan alasan memusnahkan sisa-sisa kekuatan Jepang yang berada di Utara, Uni Soviet mulai melancarkan serangan dan menduduki wilayah itu pada tanggal 12 Agustus 1945. Sementara itu, pasukan Amerika Serikat baru mendarat di Korea bagian selatan pada bulan

September 1945. Dengan demikian, mulai saat itu wilayah Korea diduduki dua negara adidaya, Amerika Serikat di selatan dan Uni Soviet di utara. Garis lintang 38 menjadi batas wilayah yang mereka duduki. Pasukan Amerika Serikat mulai tahun 1948 banyak yang ditarik pulang ke negerinya. Hanya para penasihat militer dalam jumlah kecil yang ditinggalkan di tempat itu. Hal itu berkaitan dengan mulai terbentuknya pemerintahan Republik Korea (Selatan) pada tanggal 15 Agustus 1948. Pusat pemerintahannya ditempatkan di Seoul. Presiden pertama Republik Korea adalah Dr. Syngman Rhee. Uni Soviet ternyata berbuat sama terhadap wilayah yang didudukinya di utara. Uni Soviet membentuk Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) pada tanggal 1 Mei 1948. Uni Soviet mengangkat Kim Il Sung sebagai presidennya. Uni Soviet baru meninggalkan Korea Utara setelah menandatangani perjanjian tentang pemberian bantuan ekonomi, militer, dan teknologi pada negara satelitnya itu. Korea Utara juga menjalin hubungan diplomatik dengan Cina. Dengan demikian, makin kukuh kekuatan komunis di Asia. Suasana tegang mulai terasa di Semenanjung Korea, setelah pihak Utara mulai memprovokasi dengan berbagai pelanggaran di perbatasan pada sekitar tahun 1949. Dengan alasan untuk menyatukan kembali Korea pada tanggal 25 Juli 1950 tentara Korea Utara melintasi garis demarkasi dan menyerbu Korea Selatan. Tentara Korea Selatan karena persenjataannya tidak memadai tidak berhasil menghalau tentara Korea Utara. Atas agresi Korea Utara itu, Korea Selatan mengadukan masalah itu ke Dewan Keamanan PBB. Sebagai solusinya, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang intinya memerintahkan pihak Korea Utara menarik pasukannya hingga garis lintang 38. Selain itu, Dewan Keamanan PBB juga meminta bantuan anggota PBB untuk memberi bantuan militer ke Korea. Untuk itu, segera dibentuk pasukan PBB yang berasal dari enam belas negara anggota. Amerika Serikat mendapat mandat Dewan Keamanan PBB untuk memimpin pasukan PBB ke Korea. Sebagai komandan pasukan PBB dipilih Jenderal Douglas Mac Arthur. Pasukan PBB berhasil mendesak pasukan Korea Utara bahkan melewati garis lintang 38. Pada tanggal 19 Oktober 1950 pasukan PBB berhasil menduduki Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Langkah itu dilakukan pasukan PBB karena menurut Mac Arthur keamanan di Semenanjung Korea akan terjadi apabila dua negara itu disatukan. Cina yang menjalin hubungan diplomatik dan seideologi dengan Korea Utara tidak menerima tindakan pasukan PBB tersebut. Cina berpendapat bahwa itu hanya strategi Amerika Serikat saja untuk memperluas pengaruhnya di Korea. Oleh karena tidak menerima tindakan pasukan PBB, Cina mengirimkan pasukannya dan membantu pertahanan pasukan Korea Utara. Pada tanggal 4 Januari 1951 pasukan PBB terdesak pasukan gabungan CinaKorea Utara. Bahkan, ibu kota Korea Selatan, Seoul jatuh ke tangan pasukan gabungan. Atas peristiwa yang mengejutkan tersebut, Dewan Keamanan PBB kembali bersidang. Dewan Keamanan PBB mengambil keputusan bahwa tindakan Cina membantu Korea Utara adalah salah dan sebagai konsekuensinya dijalankan embargo ekonomi terhadap negara tersebut. Pada tanggal 12 Maret 1951 pasukan PBB yang telah mengonsolidasikan diri berhasil merebut kembali kota Seoul, Korea Selatan. Gencatan senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan terjadi setelah Uni Soviet turut campur tangan. Kesepakatan perdamaian tercapai pada tanggal 27 Juli 1953. Pada hari itu, ditandatangani Persetujuan Pan Munjom yang menegaskan adanya dua Korea seperti yang kita kenal sekarang. Perang Korea yang berlangsung selama tiga tahun 19501953 telah menghancurkan segala sumber daya Korea. Jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan terpisah

dari keluarga mereka. Kerusakan itu makin menyedihkan. Oleh karena itu merupakan perang saudara sesama Korea dan meninggalkan luka yang masih terasa hingga sekarang.... Read more: http://texbuk.blogspot.com/2011/11/perang-korea-sebelum-setelahperang_7041.html#ixzz2AnTZ2kaH