Anda di halaman 1dari 9

MODUL VI MEMORI: MODEL-MODEL DAN METODE-METODE RISET

Memori atau ingatan adalah cara-cara yang kita gunakan untuk mempertahankan dan menarik pengalaman-pengalaman dari masa lau untuk digunakan saat ini (Tulving, 200b; Tulving & Craik, 2000). TUGAS-TUGAS YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR MEMORI

Tugas-tugas yang digunakan untuk mengukur memori

Tugas-tugas mengingat vs rekognisi

Tugas-tugas memori implisit vs memori eksplisit

Tugas-Tugas Mengingat versus Rekognisi Mengingat/ memanggil kembali ingatan: kita memproduksi sebuah fakta atau hal lain dari memori. Contoh kegiatan mengisi TTS.

11

Psikologi Kognitif Lusi Nur Ardhiani

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Rekognisi/ mengenali kembali: kita harus memilih atau sebaliknya mengidentifikasi sebuah item seperti yang sudah dipelajari sebelumnya. Contoh: menjawab soal pilihan ganda.

Memori yang dihasilkan dari rekognisi biasanya lebih baik dari pada mengingat (meskipun ada sejumlah pengecualian).

Tugas-tugas Memori-Implisit versus Memori Eksplisit Memori-Eksplisit, yaitu partisipan mengumpulkan kembali informasi dari memori secara sadar.

Memori-implisit, yaitu dimana kitamengumpulkan kembali sesuatu namun dilakukan tanpa kita sadari sepenuhnya

Berikut ini jenis-jenis tugas yang digunakan untuk mengukur memori: Tugas Tugas-tugas memori eksplisit Tugas-tugas pengetahuan deklaratif Tugas-tugas mengingat/ memanggil kembali Tugas pengingatan berseri Deskripsi Tugas Harus mengingat secara sadar informasi tertentu. Harus mengingat fakta Contoh Tugas Siapa yang menciptakan lagu Indonesia Raya? Siapa nama lengkap anda? Istilah bagi sekumpulan simptom adalah Ulangi angka-angka berikut ini dengan sama persis: 1 2 5 5 7 3 2 1 kata-kata apa saja yang terdapat dalam daftar berikut ini:

Harus menghasilkan sebuah fakta, kata, atau item-item lain dari memori Harus mengulangi penyebutan item di sebuah daftar sama persis setelah membaca atau mendengarnya Harus mengulangi penyebutan item dalam daftar namun urutannya

Tugas rekognisi bebas

11

Psikologi Kognitif Lusi Nur Ardhiani

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

tidak harus sama / bebas Tugas pengingatan berpetunjuk Harus mengingat sebuah daftar bersi pasanganpasangan item yang berbeda (terdapat petunjuk untuk mengidentifikasi item tertentu) Deskripsi Tugas Harus memilih atau mengidentifikasi sebuah item seperti yang sudah dipelajari sebelumnya

gajah, kambing, kacang, susu,air Kertas-putih ;langitbiru; mawar-merah; pisang-kuning; rambut-hitam jawablah: pisang.. Contoh Tugas Mengumpulkan kembali informasi dari memori secara sadar adalah tugas memori?a. eksplisit b. implisit Lengkapilah kata berikut ini dengan hal pertama yang terlintas dipikiran anda: cer Mengingat cara mengendarai mobil (bagi yang sudah menguasai)

Tugas Tugas-tugas rekognisi/mengen ali kembali

Tugas-tugas memori implisit

Harus menggambarkan informasi di dalam memori tanpa mengerti secara sadar bahwa anda sedang melakukannya Harus mengingat keahlian yang sudah dipelajari dan perilaku-perilaku otomatis, bukannya fakta-fakta

Tugas-tugas pengetahuan prosedural

MODEL-MODEL TRADISIONAL MEMORI Penyimpanan cerapan indra


memori Model-model tradisional memori

Penyimpanan pendek memori Penyimpanan panjang memori

jangka

jangka

Richard Atkinson dan Richard Shiffrin (1968) mengusulakan sebuah model alternative yang mengonsep memori berdasarkan 3 bentuk.

11

Psikologi Kognitif Lusi Nur Ardhiani

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Tempat

menyimpan

cerapan-indra

disebut

memori

cerapan

indra, yaitu kemampuan memori menyimpan sejumlah informasi indra yang relative terbatas untuk periode yang sangat singkat.

Tempat menyimpan informasi untuk waktu yang singkat, disebut memori jangka pendek, yaitu kemampuan memori menyimpan informasi persepsi untuk jumlah waktu yang lebih lama namun dengan kapasitas yang relative terbatas.

Tempat menyimpan informasi untuk waktu yang sangat lama, disebut memori jangka panjang, yaitu sebuah kapasitas memori yang sangat besar dalam kemampuannya menyimpan berbagai informasi pengalaman untuk periode yang sangat panjang, bahkan untuk waktu ynag tidak terbatas.

MODEL TINGKAT-TINGKAT PEMROSESAN Sebuah pemisahan yang radikal dari model tiga simpanan diatas adalah kerangka tingkatan-tingkatan pemrosesan, yang merumuskan bahwa memori tidak terdiri atas 3 atau berapa pun jumlah simpanan yang terpisah-pisah, 1972) Kerangka pikir tingkat-tingkat pemrosesan (F Craick & E Tulving): Tingkat Pemrosesan Fisik Dasar Pemrosesan Contoh namun lebih beragam disepanjang dimensi yang berkelanjutan berdasarkan kedalaman pengkodeannya (Craik & Lockhart

Ciri-ciri huruf yang GAMA semua huruf ditulis tampak secara visual dalam huruf besar Kombinasi-kombinasi Irama yang didengar saat bunyi yang menyertai suatu kata diucapkan huruf dan kata Makna kata Kangkung memiliki makna sejenis sayuran

Akustik

Semantik

11

Psikologi Kognitif Lusi Nur Ardhiani

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

SEBUAH MODEL YANG INTEGRATIF : MEMORI YANG SEDANG BEKERJA Model memori yang sedang bekerja (working memori) mungkin merupakan model yang paling banyak digunakan dan diterima dewasa ini. Memori yang sedang bekerja menyimpan hanya porsi memori jangka panjang yang diaktifkan paling belakangan, dan ia menggerakan elemen-elemen yang aktif ini kedalam dan keluar simpanan memori temporer yang singkat (Dosher, 2003). Sedangkan Baddeley memadukan empat elemen. Elemen pertama adalah Elemen sebuah kedua kerangka-sketsa adalah simpul visuospasial (visuopatial loop) sketchpad) menangani ambar visual yang singkat. fonologis (phonological menangani ujaran di dalam hati yang singkat ketika memahami ucapan verbal dan melatih kemampuan akustik. Elemen ketiga adalah eksekutif sentral (central executive) yang mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas atensi dan mengatur responrespon. Elemen ke empat adalah beberapa system-sistem pembantu tambahan saat menggarap tugas-tugas kognitif atau perseptual lainnya.

SISTEM-SISTEM MULTI-MEMORI Gagasan utama model ini adalah bahwa sistem-sistem yang multiplikatif ikut terlibat dalam penyimpanan dan pengulangan informasi. Tulving (1972) mengusulkan sebuah pemilahan antara 2 jenis memori. Memori Semantik : Menyimpan pengetahuan dunia secara umum. Hal ini adalah ingatan kita terhadap fakta-fakta yang tidak unik bagi kita dan tidak dipanggil dalam konteks temporal dalam khusus apa pun.

11

Psikologi Kognitif Lusi Nur Ardhiani

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Memori Episodik : menyimpan kejadian-kejadian atau episodeepisode yang dialami secara pribadi. sementara itu, Larry Squire menemukan konsep yang lebih luas berdasarkan riset neuropsikologis yang ia lakukan sebagai berikut: Memori

Deklaratif

Non- Deklaratif

Semantik

Episodik

Kemampuan prosedural (contoh: motorik, perseptual, kognitif PERSPEKTIF KONEKSIONIS Model ini juga dikenal

Pertandaan / priming (perseptual , semantik)

Pengon -disian

NonAsosiatif (habituasi, sensitisasi)

sebagai

model

pemrosesan

yang

didistribusikan secara paralel Para tokoh yang mendukung pandangan ini menyatakan bahwa berbagai konsep yang telah dijelaskan diatas, diantaranya memori yang sedang bekerja, model-model jaringan bagi memori, penyebaran aktivasi, pertandaan dan proses-proses paralel saling mengembangkan dan mendukung satu-sama lain. Daftar Pustaka Sternberg, R.J. 2008. Psikologi Kognitif edisi keempat. Yogyakarta : Pustaka Pelajar EVALUASI Berdasarkan deskripsi-deskripsi diatas, kita mampu mengidentifikasi 5 model dalam mempelajari memori yaitu: Model-model tradisional memori

11

Psikologi Kognitif Lusi Nur Ardhiani

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Model tingkat-tingkat pemrosesan Sebuah model yang integrative: memori yang sedang bekerja System-sistem multi memori Sebuah perspektif koneksionis

Berbagai model tersebut masih digunakan dan dikembangkan oleh berbagai praktisi psikologi kognitif sampai saat ini. Dapatkan anda mengidentifikasi model-model apa saja yang digunakan dalam beragam konsep mengenai memori berikut ini. Konsep 1.

Konsep 2

11

Psikologi Kognitif Lusi Nur Ardhiani

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Konsep 3

Konsep 4

11

Psikologi Kognitif Lusi Nur Ardhiani

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Konsep 5

11

Psikologi Kognitif Lusi Nur Ardhiani

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana