Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan hidupnya.

Untuk mempertahankan keseimbangan tersebut manusia

mempunyai kebutuhan tertentu yang harus terpenuhi dengan baik. Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut Maslow adalah sebuah teori yang dapat digunakan untuk memahami hubungan antara kebutuhan dasar manusia pad saat memberikan asuhan. Kebutuhan dasar manusia adalah hal-hal seperti makanan, air, keamanan dan cinta yang merupakan hal yang penting untuk bertahan hidup dan kesehatan. Kebutuhan yang dinyatakan memiliki tingkat paling tinggi dlm kebutuhan manusia adalah tercapainya aktualisasi diri. Untuk mencapai aktualisasi diri diperlukan konsep diri yang sehat. Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow sebagai berikut berdasarkan prioritas: B. Tujuan Adapun maksud dan tujuan penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan kebutuhan fisik. Dan juga dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam mempelajari ilmu kesehatan

BAB II PEMBAHASAN

A. Keamanan Lingkungan Lingkungan Klien mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien. Kebutuhan Fisiologis:

1. Oksigen 2. Kelembaban 3. Pengurangan Bahaya Fisik 4. Pengurangan Transmisi Patoge 5. Pengontrolan Polusi Faktor-faktor yang mempengaruhi:

1. Usia 2. Tingkat Kesadaran 3. Emosi 4. Status Metabolisme 5. Gangguan persepsi sensori

6. Informasi/komunikasi 7. Penggunaan antibiotik 8. Keadaan imunitas 9. Ketidakmampuan tubuh dlm memproduksi sel drh putih 10. Status nutrisi 11. Tingkat pengetahuan Macam-macam bahaya/kecelakaan:

Di rumah Di RS : Mikroorganisme Cahaya Kebisingan Cedera Kesalahan prosedur Peralatan medik, dll

Pencegahan Kecelakaan di RS: o Mengkaji tingkat kemampuan pasien untuk melindungi diri o Menjaga keselamatan psien yang gelisah o Dari infeksi

o Mengunci roda kereta dorong saat berhenti o Penghalang sisi tempat tidur o Bel yg mudah dijangkau o Meja yang mudah dijangkau o Kereta dorong ada penghalangnya o Kebersihan lantau o Prosedur tindakan, dll Kenyamanan Konsep kenyamanan memiliki subjektivitas yang sama dengan nyeri. Sifat nyeri Merupakan suatu kondisi yang lebih dari sekedar sensasi tunggal yang disebabkan oleh stimulus tertentu Faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri : 1. Usia 2. Jenis Kelamin 3. Kebudayaan 4. Makna nyeri 5. Perhatian 6. Ansietas 7. Keletihan

8. Pengalaman sebelum 9. Pengalaman sesudah 10. Dukungan Keluarga Meningkatkan Kenyamanan/Strategi kesehatan a. Sentuhan teraupeutik b. Akupresure c. Relaksasi dan Teknik Imajinasi d. Imajinasi terbimbing e. Bimbingan Antisipasi f. Distraksi Kenyamanan Lingkungan Selain keamanan untuk pasien yang perlu dijaga, kenyamanan lingkungan juga harus diperhatikan. Lingkungan yang nyaman akan menunjang cepatnya kesembuhan pasien. Menyiapkan Tempat Tidur Jenis persiapan tempat tidur 1. Unoccupid bed (tempat tidur yang belum ada klien di atasnya a) Closed bed (tempat tidur tertutup) b) Open bed (tempat tidur terbuka) c) Aether bed (tempat tidur pasca operasi) 2. Occupied bed (mengganti tempat tidur dengan klien diatasnya) Prinsip perawatan tempat tidur antara lain : 1. Tempat tidur pasien harus selalu bersih dan rapi

2. Linen diganti sesuai kebutuhan dan sewaktu-waktu jika kotor 3. Penggunaan linen bersih harus seuai kebutuhan dan tidak boros. Persiapan tempat tidur a) Pengertian menyiapkan tempat tidur pasien baru: Tempat tidur yang disiapkan untuk klien yang baru masuk atau menjalani rawat inap. b) Pengertian mengganti alat tenun tanpa pasien diatasnya adalah Mengganti alat tenun kotor pada tempat tidur klien dengan memindahkan klien kekursi/tempat duduk. Tujuan mengganti alat tenun tanpa pasien diatasnya adalah:

1. Membersihkan perasaan senang dan meningkatkan rasa nyaman pada pasien/klien 2. Meningkatkan mobilisasi klien 3. Memelihara kebersihan dan kerapian Pengertian menyiapkan tempat tidur pasien Post Op adalah: Tempat tidur yang disiapkan untuk klien pasca operasi yang dapat narkose (obat bius). Tujuan menyiapkan tempat tidur pasien post op/pasca bedah:

1. Menghangatkan klien 2. Mencegah penyulit/komplikasi post op/pasca bedah

Mengganti Alat Tenun fengan Pasien diatasnya (Occupied bed) adalah Mengganti alat tenun kotor pada tempat tidur klien tanpa memindahkan klien Tujuan:

1. Membersihkan perasaan senang dan meningkatkan rasa nyaman pada pasien/klien 2. Mencegah terjadinya dekubitus 3. Memelihara kebersihan dan kerapian.

B. Ambulansi dan Mobilitasi Ambulasi merupakan upaya seseoranga untuk melakukan latihan jalan atau berpindah tempat. Mobilitas merupakan suatu kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur. Jenis-jenis Mobilisasi 1. Mobilisasi penuh Kemampuan seseorang untuk bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi social dan menjalankan peran sehari-hari. 2. Mobilisasi sebagian Kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan yang jelas sehingga tidak mampu bergerak secara bebas. Mobilitas sebagian dibagi menjadi dua jenis, yaitu: Mobilitas sebagian temporer
7

Mobilitas sebagian permanen

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mobilitas 1. Gaya hidup Dapat mempengaruhi kemampuan mobilitas seseorang. 2. Proses penyakit/injury mempengaruhi fungsi sistem tubuh. 3. Kebudayaan Sebagai contoh,orang yang memiliki budaya sering berjalan jauh memiliki kemamapuan mobilitas yang kuat. 4. Tingkat energi seseorang Untuk dapat melakukan mobilitas yang baik, dibutuhkan energi yang cukup. 5. Usia dan status perkembangan Kemampuan atau kematangan fungsi alat gerak sejalan dengan perkembagan usia. Tindakan yang Berhubungan dengan Ambulasi dan Mobilitas 1. Latihan ambulasi 2. Duduk ditempat di atas tempat tidur Turun dan berdiri Membantu berjalan

Membantu ambulasi dengan memindahkan pasien Cara Pelaksanaan : 1) Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan.

2) Atur branchard dalam posisi terkunci. 3) Bantu pasien dengan 2-3 orang. 4) Berdiri menghadap pasien. 5) Silangkan tangan pasien di depan dada. 6) Tekuk lutut anda, kemudian masukkan tangan ke bawah tubuh pasien. 7) Orang pertama meletakkan tangan di bawah leher/ bahu dan bawah pinggang, orang kedua meletakkan tangan di bawah pinggang dan panggul pasien dan orang ketiga meletakkan tangan di bawah pinggul dan kaki. 8) Angkat bersama-sama dan pindahkan ke branchard 9) Atur posisi pasien di branchard

C. Istirahat dan Tidur Istirahat adalah keadaan yang relaks tanpa adanya tekanan emosional dan bukan dalam keadaan tidak beraktivitas, melainkan juga berhenti sejenak. Karekteristik Istirahat: Pada tahun 1967, Narrow mengemukakan enam karakteristik yang berhubungan dengan istirahat: Merasakan bahwa segala sesuatu dapat diatasi. Meras diterima. Mengetahui apa yang sedang terjadi. Bebas dari gangguan ketidaknyamanan.

Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktivitas yang memepunyai tujuan.

Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan. Tidur adalah suatu kondisi tidak sadar di mana individu dapat

dibangunkan oleh stimulus atau sensori yang sesuai. Jenis-jenis tidur : Terdapat dua jenis tidur yaitu: jenis tidur yang disebabkan oleh menurunnya kegiatan di dalam sistem pengaktivasi retikularis dan jenis tidur yang disebabkan oleh penyaluran isyarat-isyarat abnormal dari dalam otak, jenis tidur ini disebut dengan jenis tidur poradoks atau tidur rapid eye movement (NREM) 1. Tidur gelombang lambat (slow wave sleep)/ nonrapid eye movement (NREM) Tahap tidur jenis NREM a. Tahap 1 Adalah tahap transisi antara bangun dan tidur. b. Tahap 2 Merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus c. Tahap 3 Merupakan tahap tidur dengan ciri denyut nadi, frekuensi napas, dan proses tubuh lainnya lambat. Hal ini disebabkan oleh adanya dominasi sistem saraf parasimpatis sehingga sulit untuk bangun. menurun.

10

d. Tahap 4 Merupakan tahap tidur dalam dengan ciri kecepatan jantung dan pernapasan turun, jarang bergerak, sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat, sekresi lambung menurun dan tonus otot menurun. 2. Tidur paradoks/ tidur rapid eye movement (REM) Ciri tidur REM adalah: Biasanya disertai dengan mimpi aktif Lebih sulit dibangunkan daripada selama tidur nyenyak NREM. Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, menunjukkan inhibisi kuat proyeksi spinal atas sistem pengaktivasi retikularis Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur. Pada otot perifer, terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur. Mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat dan irregular, tekanan darah meningkat atau berfluktuasi, sekresi gaster meningkat, dan metabolisme meningkat. Tidur ini penting

Fungsi dan Tujuan Tidur Fungsi dan tujuan masih belum diketahui secara jelas. Meskipun demikian, tidur diduga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, dan kesehatan. Selain itu, stres pada paru-paru, sistem kardiovaskuler, endokrin, dan lain-lainnya juga menurun aktivitasnya. Energi

11

yang tersimpan selama tidur diarahkan untuk fungsi-fungsi seluler yang penting. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur Kualitas dan kuantitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kualitas tersebut dapat menunjukkan adanya kemampuan individu untuk tidur dan memperoleh jumlah istirahat sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan tidur, antara lain: 1. Penyakit Sakit dapat mempengaruhi kebutuhan tidur seseorang. Banyak penyakit yang dapat memperbesar kebutuhan tidur, seperti penyakit yang disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi limpa. 2. Latihan dan kelelahan Keletihan akibat aktivitas yang tinggi dapat memerlukan lebih banyak tidur untuk menjaga keseimbangan energi yang telah dikeluarkan. Hal tersebut terlihat pada seseorang yang telah melakukan aktivitas dan mencapai kelelahan. 3. Stress psikologis Kondisi stres psikologis dapat terjadi pada seseorang akibat ketegangan jiwa. Seseorang yang memiliki masalah psikologis akan mengalami kegelisahan sehingga sulit untuk tidur. 4. Obat

12

Beberapa jenis obat yang mempengaruhi proses tidur, seperti jenis golongan obat diuretik yang dapat menyebabkan insomnia;

antidepresan yang dapat menekan REM; kafein yang dapat meningkatkan saraf simpatis sehingga menyebabkan kesulitan untuk tidur; golongan beta bloker dapat berefek pada timbulnya insomnia; dan golongan narkotik dapat menekan REM sehingga mudah mengantuk. 5. Nutrisi Terpenuhinya kebutuhan nutrisi dapat mempercepat proses tidur. Konsumsi protein yang tinggi dapat menyebabkan individu tersebut akan mempercepat proses terjadinya tidur. Demikian sebaliknya, kebutuhan gizi yang kurang dapat juga mempengaruhi proses tidur, bahkan terkadang sulit untuk tidur. 6. Lingkungan Keadaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seseorang dapat nempercepat proses terjadinya tidur. Sebaliknya, lingkungan yang tidak aman dan nyaman bagi seseorang dapat menyebabkan hilangnya ketenangan sehingga mempengaruhi proses tidur. 7. Motivasi Merupakan suatu dorongan atau keinginan seseorang untuk tidur, sehingga dapat mempengaruhi proses tidur. Gangguan/Masalah Kebutuhan Tidur 1. Insomnia

13

Merupakan suatu keadaan yang menyebabkan individu tidak mampu mendapatkan tidur yang adekuat, baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga individu tersebut hanya tidur sebentar atau susah tidur. 2. Hipersomnia Merupakan gangguan tidur dengan kriteria tidur berlebihan. Pada umumnya, lebih dari sembilan jam pada malam hari. 3. Parasomnia Merupakan kumpulan beberapa penyakit yang dapat mengganggu pola tidur. Misalnya, somnambulisme (berjalan-jalan dalam tidur) yang banyak terjadi pada anak-anak, yaitu pada tahap III dan IV dari tidur NREM. 4. Enuresis Merupakan buang air kecil yang tidak disengaja pada waktu tidur atau disebut juga dengan istilah mengompol. 5. Apnea tidur dan mendengkur Mendengkur tidak termasuk gangguan tidur, tetapi mendengkur yang disertai dengan keadaan apnea dapat menjadi masalah, karena adanya rintangan dalam pengaliran udara di hidung dan mulut pada waktu tidur. 6. Narkolepsi Merupakan keadaan tidur yang tidak dapat dikendalikan, seperti tidur dalam keadaan berdiri, mengemudikan kendaraan, atau di tengah pembicaraan. 7. Mengigau

14

Merupakan suatu gangguan tidur bila terjadi terlalu sering dan di luar kebiasaan menyebabkan kualitas dan kebutuhan tidur berkurang. 8. Gangguan pola tidur secara umum Suatu keadaan ketika individu mengalami atau mempunyai resiko peubahan jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.

15

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Lingkungan Klien mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien 2. Lingkungan yang nyaman akan menunjang cepatnya kesembuhan pasien. 3. Ambulasi merupakan upaya seseoranga untuk melakukan latihan jalan atau berpindah tempat. Mobilitas merupakan suatu kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur. 4. Kebutuhan istirahat adalah keadaan yang relaks tanpa adanya tekanan emosional dan bukan dalam keadaan tidak beraktivitas, melainkan juga berhenti sejenak.

B. Saran Masih banyak pembahasan tentang kebutuhan fisik yang belum dapat penulis sebutkan dalam penulisan makalah ini, hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu pembahasan yang lebih luas sangat dibutuhkan demi kesempurnaan pengetahuan kita dalam mempelajari ilmu kesehatan.

16

DAFTAR PUSTAKA http://id.wikipedia.org/wiki/Abraham_Maslow http://kapukpkusolo.blogspot.com/2011/01/abraham-maslow-kebutuhan-dasarmanusia.html

17