Anda di halaman 1dari 1

TACROLIMUS UNTUK TRANSPLANTASI, GANGGUAN KULIT, DAN ARTRITIS REMATOID

9 September 2012 by yosephvera

in Dermatologi, Kesehatan, Penyakit Dalam.

Tacrolimus untuk Transplantasi, Gangguan Kulit, dan Artritis Rematoid

Tacrolimus merupakan senyawa imunosupresif yang dihasilkan oleh Streptomyces tsukubaensis, dikenal juga sebagai protein FK-506. Tacrolimus adalah antibiotik makrosiklik laktonlaktam, merupakan imunosupresan yang lebih poten dibanding siklosporin. Tacrolimus diberikan kepada pasien setelah transplantasi dengan tujuan untuk mencegah penolakan organ. Batasan toksik atau terapetik bervariasi tergantung kepada organ yang ditransplantasikan dan waktu semenjak pascatransplantasi.

Peran penting sel T pada pathogenesis rheumatoid arthritis (RA) sudah diketahui dengan baik. Tacrolimus adalah suatu immunomodulator yang berperan menghambat aktivasi sel T. Tacrolimus tampaknya adalah pilihan terapi yang efektif dan aman untuk pasien RA yang intoleran atau resisten terhadap penggunaan disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs). Selain digunakan sebagai monotherapy, tacrolimus juga cukup berhasil digunakan sebagai bagian terapi kombinasi untuk RA, khususnya dikombinasikan dengan methotrexate.

Tacrolimus menawarkan suatu pendekatan terapetik tambahan untuk penanganan gangguan kulit imunologis. Tacrolimus adalah terapi alternative yang aman dan efektif untuk dermatitis atopik. Kegunaan klinis dari tacrolimus oral pada penyakit kulit sangat terbatas karena berpotensi menimbulkan efek samping berbahaya seperti infeksi, hipertensi, hiperglikemia, hyperkalemia, neurotoksisitas, nefrotoksisitas, dan peningkatan risiko neoplasia.

Sumber:

Shouma Dutta and Yasmeen Ahmad. The efficacy and safety of tacrolimus in rheumatoid arthritis. Therapeutic Advances in Musculoskeletal Disease. December 2011 vol. 3 no. 6 page 283-291.

Yoseph LS. Sebuah Ringkasan.

PA Skaehill. Tacrolimus in dermatologic disorders. Ann Pharmacother. May 1, 2001 vol. 35 no. 5 page 582-588.