Anda di halaman 1dari 28

Giardia lamblia

1 Juni 2009 pisangkipas Tinggalkan komentar Go to comments

Giardia lamblia (identik dengan Lamblia intestinalis dan Giardia duodenalis) adalah protozoa parasit yang membentuk koloni dan bereproduksi di usus kecil, menyebabkan giardiasis (infeksi usus kecil). Parasit giardia ini menambatkan dirinya ke epithelium melalui cakram berperekat diperutnya dan bereproduksi melalui pembelahan biner. Giardiasis tidak tersebar melalui darah, dan tidak menyebar ke bagian sistem pencernaan lainnya namun tetap berada di usus kecil. Mereka menyerap nutrisi dari lumen (dinding dalam) usus kecil dan tidak memerlukan oksigen untuk hidupnya (anaerob). Host Giardian Giardia mempengaruhi manusia, tetapi juga menjadi salah satu parasit yang paling umum menjangkiti kucing, anjing dan burung. Juga dapat menjadikan binatang menyusui sebagai host misalnya: sapi, berang-berang, rusa, dan domba. Manifestasi dan gejala infeksi Kolonisasi Giardia menyebabkan radang usus dan villous atrophia ( mengurangi kemampuan absorpsi dari usus). Gejala infeksi meliputi:

Diare, rasa tidak nyaman pada perut, buang gas yang berlebihan (kentut yang berbau busuk) bersendawa dengan bau seperti belerang yang menyebabkan seseorang ingin muak dan muntah, steatorrhoea (feses berwarna pucat, berbau busuk, dan licin), nyeri pada daerah epigastric (antara dada dan perut), perut sering kembung, mual, kurang nafsu makan, mungkin (tapi jarang) muntah-muntah yang banyak, kehilangan berat badan, Pus, lendir dan darah yang tidak biasa di feses.

Dalam individu yang sehat, tubuh biasanya dapat membatasi infeksi. Sedangkan pada pasien yang immunocompromised (kekurangan kekebalan tubuh), infeksi dapat berlangsung lama. Orang yang mengalami infeksi Giardia berulang umumnya adalah mereka yang memiliki kekurangan IgA, dan dapat mengembangkan penyakit kronis. Kekurangan Lactase juga dapat mengembangkan suatu infeksi Giardia, namun ini biasanya tidak berlangsung lebih dari beberapa minggu, dan pemulihan penuh akan terjadi kemudian. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa giardiasis harus dianggap sebagai penyebab kekurangan vitamin B12, ini akibat dari masalah-masalah yang disebabkannya di dalam sistem penyerapan usus. Penularan Infeksi Giardia dapat terjadi melalui proses menelan yaitu bisa melalui air minum, makanan,

atau oleh rute faecal-oral (bisa melalui tangan yang terkontaminasi maupun melalui praktek seks yang melibatkan lidah dan anus). Cyst (kista?) Giardia dapat bertahan di air hangat dalam hitungan minggu sampai bulanan dan karena itu dapat hadir dalam air sumur, sumber air tergenang seperti kolam alami, dan bahkan sumber air yang terlihat bersih dan jernih di gunung/pegunungan.

Siklus hidup Giardia Pencegahan Pada daerah terbuka dimana jarang ditemukan air di permukaan tanah, memerlukan penyaringan dengan filter yang memiliki nominal 1-pori ukuran mikrometer. Disarankan untuk menggunakan yodium atau klorin dioksida pada air yang akan dikonsumsi. Parameter air seperti suhu, kekeruhan, dan kepekatan juga dapat mempengaruhi efektivitas suatu perawatan terhadap infeksi. Ingat, bahwa tidak semua orang terlihat bergejala walaupun di dalam tubuhnya terdapat Giardia. Oleh sebab itu diperlukan kewaspadaan universal dalam prilaku keseharian khususnya perhatian utama pada anak-anak yang bisa tertular penyakit ini dari makananminuman yang kebersihannya diragukan. Diagnosis dan Pengobatan Infeksi Giardia lamblia pada manusia sering tidak dapat didiagnosa (misdiagnosed). Diagnosis akurat memerlukan tes antigen atau jika tidak tersedia, dapat dilakukan pemeriksaan parasit dari feses. Beberapa tes pada feses diperlukan karena cysts dan trophozoites kadang tidak konsisten terlihat pada feses. Mengingat sifat pengujian sulit untuk menemukan infeksi, termasuk banyak negatif palsu, beberapa pasien harus dirawat berdasarkan bukti empiris yaitu memperlakukan berdasarkan gejala. Infeksi pada manusia secara konvensional diobati dengan metronidazole, tinidazole atau nitazoxanide. Metronidazole, walaupun pada saat ini merupakan obat terapi lini depan, namun bisa menyebabkan mutagenic (mutasi gen) pada bakteri dan menyebabkan kanker pada tikus (putih) sehingga harus dihindari selama kehamilan. Salah satu yang paling umum adalah pengobatan alternatif berberine sulfate (ditemukan pada akar anggur Oregon,

goldenseal, yellowroot, dan berbagai tanaman lainnya). Berberine telah memiliki efek antimicrobial dan antipyretic. Namun harus dihindari penggunaannya pada wanita hamil karena dapat merangsang rahim (untuk berkontraksi). Pada dosis tinggi, berberine dapat menyebabkan bradycardia dan hypotension (tekanan darah rendah). Sumber : Wikipedia. Pic source : Wikipedia.org (public domain by LadyofHats pub).

Giardiasis umumnya disebut demam berang-berang adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa flagellata Giardia lamblia. Organisme giardia menghuni saluran pencernaan pada hewan jinak dan buas, dan juga manusia. Penyakit ini menyebabkan gastroenteritis pada manusia, menginfeksi sekitar 200 juta orang di seluruh dunia. Dasar kelainan : Bentuk trofozoit giardia lamblia memberi iritasi mukosa duodenum meningkatkan sekresi mukus dan lemak serta menyebabkan dehidrasi I. Diagnosis Masa inkubasi : 1 sampai 3 minggu A. Keluhan pokok

Diare, tinja kadang mengandung banyak lemak Mual, muntah Nyeri dan kram daerah epigastrium Flatulen Keluhan-keluhan berlangsung 5-7 hari atau berbulan-bulan Terjadi sindroma malabsorbsi Penurunan berat badan

B. Tanda Utama - Tinja


Berbau menusuk Seperti minyak dan mengapung Bisa bercampur dengan lendir dan darah

C. Pemeriksaan Laboratorium

Tinja Sekret Duodenal, biopsi jaringan : kista giardia lamblia

D. Pemeriksaaan khusus

Enterotest untuk memeriksa duodenum immunodiagnostik

II. Komplikasi

Sindrom malabsorbsi Penurunan berat badan

III. Penatalaksanaan A. Terapi Umum 1. Istirahat

Atasi dehidrasi

2. Diet 3. Medikamentosa

Obat pertama : o Quinakrine hidroklorida 3 x 100 mg selama 5 hari o Metronidazol o 2 gram sehari dosis tunggal selama 3 hari o atau 3 x 750 mg selama 5 hari, dan 3 x 250 mg selama 5 hari Obat Alternatif : -

B. Terapi Komplikasi IV. Prognosis Umumnya baik Clasass: Flagelata Family: Hexamitidae Genus Giardia Species: Giardia lalmblia Protozoa ini ditemukan pertama kali oleh Leuwenhoek pada tahun 1681, yang ia temukan pada fesesnya sendiri. Spesies protozoa ini banyak ditemukan didaerah yang beriklim panas. Anak-anak peka terhadap infeksi penyakit ini, dimana G. Lamblia adalah flagellata yang paling sering dijumpai pada saluran pencernaan manusia. Daur hidup Giardia lamblia hidup dalam usus halus orang yaitu bagian duodenum, jejenum dan bagian atas dari ileum, melekat pada permukaan epithel usus. Protozoa dapat berenang dengan cepat menggunakan flagellanya. Pada seorang yang menderita berat penyakit ini , ditemukan 14 milyard parasit dalam fesesnya, sedangkan pada infeksi sedang ditemukan sekitar 300 juta cyste. Dalam usus halus dimana isi usus berbentuk cairan, parasit ditemukan dalam bentuk trophozoit, tetapi setelah masuk kedalam colon parasit akan membentuk cyste.. Pertama-tama flagella memendek, cytoplasma mengental dan dinding menebal, kemudian cyste keluar melalui feses. Pada awal terbentuknya cyste, ditemukan dua nukleoli, setelah sejam kemudian

ditemukan 4 nukleoli.. Bila cyste tertelan hospes maka cyste tersebut langsung masuk kedalam duodenum, flagella tumbuh dan terbentuk trophozoit kembali. Patologi Kebanyakan kasus infeksi tidak menunjukkan gejala infeksi, biasanya ada orang yang lebih peka terhadap penyakit ini daripada lainnya. Pada suatu kasus terjadi sekresi cairan mukosa berlebihan sehingga terjadi diaree, dehydrasi, sakit perut dan berat badan menurun. Feses terlihat berlemak tetapi tidak ditemukan darah. Protozoa tidak merusak sel hospes, tetapi memakan cairan mukosa pada epithel usus, sehingga menghambat absorpsi lemak dan unsur nutrisi lain, hal ini memacu terjadinya gejala penyakit tersebut diatas. Cairan empedu dapat terserang sehingga menyebabkan jaundice (penyakit kuning/icterus) dan sakit perut (colic). Penyakit tidak menyebabkan fatal, tetapi sangat mengganggu. Diagnosis dan pengobatan Dengan menemukan trophozoit dan cyste dalam feses dapat dijadikan pedoman diagnosis. Pengobatan dilakukan dengan pemberian Quinacrin atau metronidazole, biasanya sembuh dalam beberapa hari.

Giardiasis (Demam Linsang)


Giardiasis mungkin lazim terdapat pada penderita diare di negeri kita. Tetapi karena tidak begitu berbahaya, laporan dan publikasi tentang penyakit ini jarang ditemukan di majalah kesehatan yang beredar. Demikian juga masih langka presentasi para ahli pada seminar penyakit tropis. Boleh dikatakan, tidak ada perhatian dari para ahli terhadap penyakit Giardiasis. Maksud publikasi ini juga untuk menggugah para klinikus agar tidak mengabaikan penyakit ini. Penyakit ini termasuk penyakit yang ditularkan melalui air minum yang tidak bersih. Disebut demam linsang, karena parasit Giardiasis lamblia penyebab penyakit, terdapat pada kotoran berang-berang (linsang). Sebetulnya parasit G. lamblia juga terdapat pada kotoran tikus kesturi (cecurut) dan juga kotoran hewan peliharaan lain, baik yang ternak atau binatang rumah lain seperti kucing dan anjing. Bila manusia tertular parasit ini dari minum air yang tercemar kotoran hewan yang mengandung parasit, mungkin tidak memperlihatkan gejala sakit. Pada yang sakit timbul gejala, antara lain: - Kramp perut - Mual- mual - Berat badan turun - Rasa letih (capai) meskipun istirahat seharian Keluhan ini bisa berlangsung 1-3 minggu. Meskipun tidak menunjukkan gejala sakit, seorang yang sudah tertular parasit dapat menularkan parasit ini pada orang lain misalnya di dalam keluarga dan teman di tempat bekerja maupun di sekolah. Penyakit ini terdapat di seluruh dunia terutama pedesaan, di mana sanitasi air minum masih kurang mendapat perhatian.

Penularan seperti penyakit saluran cerna lain, terjadi secara tangan ke mulut (hand-to-mouth transfer). Misalnya, seorang juru masak yang kurang bersih mencuci tangan sebelum mengolah bahan makanan, atau seorang ibu yang kurang memperhatikan kebersihan tangan selesai mengganti popok bayinya atau perawat bayi yang memindahkan parasit ke bayi lain, karena kurang menjaga kebersihan tangan. Penderita giardiasis seringnya adalah anak-anak dan bayi, atau orang dewasa umur 20-40 tahun. Parasit Giardia lamblia Parasit ini sudah diidentifikasi oleh Leewenhoek pada tahun 1681, dengan menggunakan mikroskop konvensional yang menemukan pada waktu memeriksa tinja yang encer dan seorang penderita diare. Parasit ini ditemukan di semua negara di dunia. Penularan parasit dimulai dari menelan parasit dalam bentuk kista. Karena asam lambung bentuk kista yang mempunyai dinding tebal, pecah, dan keluarlah bentuk tropozoit. Bentuk tropozoit segera membelah dua dan bergerombol dengan parasit lain di daerah usus halus, yang kemudian mulai menimbulkan gejala gangguan saluran cerna. Bentuknya ini mirip buah pear yang dibelah dan mempunyai sepasang cambuk (flagela) untuk membantu bergerak dan berenang bebas di dalam lumen usus. Tropozoit ini kontak dengan cairan empedu, mengubah campuran makanan dan enzym pencernaan. Kemudian mulai menembus lapisan selaput lendir usus, sambil terus membelah memperbanyak diri sampai bertahun-tahun. Bentuk tropozoit ada yang mati karena enzym pencernaan dan ada yang berubah menjadi bentuk kista yang berdinding tebal dan keras. Yang ikut aliran cairan usus, ikut keluar bersama kotoran. Karena dikotori hewan, air sungai, air danau, air selokan, atau mata air di pegunungan mudah tercemar. Parasit G. lamblia mencemari air permukaan, bersama-saama: - Virus Hepatitis A, menyebabkan sakit kuning (hepatitis). - Kuman Salmonella (menyebabkan penyakit demam tipus) - Kuman Campilobacter yang menyebabkan penyakit diare yang agak sering ditemukan pada manusia akibat tertular dan mengkonsumsi daging babi atau susu mentah. Sanitasi air minum perlu diperhatikan untuk menghindari penularan parasit, virus, dan kuman penyebab penyakit tersebut. Pustaka
Macam-macam Penyakit Menular dan Cara Pencegahannya Oleh Faisal Yatim, DTM&H, MPH

Giardiasis

DEFINISI Giardiasis adalah infeksi usus halus yang disebabkan Giardia lamblia.

PENYEBAB Giardia lamblia, parasit bersel tunggal.

Parasit ini ditularkan dari orang ke orang melalui kista dalam tinja. Penularan langsung terjadi diantara anak-anak atau mitra seksual, atau secara tidak langsung melalui air atau makanan yang terkontaminasi.

Giardiasis terjadi di seluruh dunia dan terutama pada anak-anak dan di daerah yang tingkat kebersihannya buruk. Lebih sering ditemukan pada laki-laki homoseksual dan pada orang-orang yang mengadakan perjalanan ke negara-negara berkembang. Penyakit ini juga lebih sering menyerang: orang-orang yang memiliki kadar asam lambung yang rendah orang yang lambungnya sudah diangkat melalui pembedahan penderita pankreatitis kronis penderita gangguan sistem kekebalan. GEJALA Gejala-gejalanya biasanya ringan, yaitu berupa : - mual yang hilang-timbul - bersendawa - pengeluaran gas yang meningkat (flatulensi) - rasa tidak enak di perut - tinja yang sangat banyak dan berbau busuk - diare. Bila infeksinya berat, penderita tidak dapat menyerap zat-zat yang penting dari makanan sehingga berat badannya menyusut. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap tinja atau sekret dari usus dua belas jari. Mungkin pemeriksaan tinja ini perlu dilakukan beberapa kali, karena tidak semua tinja yang mengandung parasit penyebab penyakit ini. PENGOBATAN Kuinakrin per-oral (melalui mulut) sangat efektif untuk giardiasis. Tetapi obat ini bisa menimbulkan gangguan saluran pencernaan dan tingkah laku yang abnormal (jarang).

Metronidazol juga efektif dan menimbulkan efek samping yang lebih sedikit, tetapi belum disahkan sebagai perngobatan untuk giardiasis oleh FDA. Furazolidon sebetulnya tidak seefektif kuinakrin atau metronidazol, tetapi karena tersedia dalam bentuk sirup, mudah diberikan untuk anak-anak. Untuk wanita hamil bisa diberikan paromomisi>n, tetapi hanya jika gejalanya berat. Orang yang tinggal dengan penderita atau mengadakan kontak seksual dengan penderita, harus menjalani pemeriksaan oleh dokter dan (bila perlu) menjalani pengobatan.

Obat Rujukan BIATRON 500 CORSAGYL TABLET 250 MG DUMOZOL TABLET FARNAT FLAGYL FORTE TABLET FORTAGYL INFUS GABBRYL TABLET METROFUSIN INFUS 500 MG METROL TABLET METROZINE TABLET 250 MG NEO PRODIAR SYRUP RODOGYL TABLET TRICHODAZOL 0,5 G TRICHODAZOL TABLET 250 MG TROGIAR TABLET 250 MG VAGIZOL OVULE VELAZOL 500 MG

GIARDIA LAMBLIA PENDAHULUAN Giardiasis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh protozoa patogen yaitu Giardia lamblia atau dikenal juga sebagai Giardia intestinalis atau Giardia duodenalis atau Lamblia intestinalis. Giardia lamblia berasal dari famili Hexamitidae, subfilum Mastigophora, filum Sarcomastigophora. Patogen ini hidup berkoloni di lumen usus halus manusia dan lebih sering menyerang anak usia balita dan sekolah dibandingkan orang dewasa. Morfologi Giardia lamblia memiliki 2 stadium, yaitu stadium trofozoit dan stadium kista. Trofozoit berukuran panjang 9-20 m, lebar 5-15 m. Berbentuk oval hingga ada yang berbentuk buah pear atau bentuk hati. Bentuk trofozoit spesies ini memiliki : sucking disc pada ujung anteriornya, yaitu area konkaf yang menutupi setengah dari permukaan ventral. Dua buah nuclei yang terletak simetris bilateral. Nuklei tersebut mengandung sedikit kromatin perifer namun memiliki kariosom besar yang berada di tengah.

Sebuah axostyle, terdiri dari 2 axonema yang membagi dua tubuhnya. Dua buah median bodies (parabasal bodies), diduga memiliki peranan dalam proses metabolisme. Empat flagella yang terletak di lateral, 2 lateral di ventral, dan 2 terletak di kaudal. Kista berukuran lebih kecil daripada trofozoit yaitu panjang 8-18 m dan lebar 7-10 m. Letak kariosom lebih eksentrik bila dibandingkan dengan trofozoit. Pada kista yang telah matur terdapat 4 buah median bodies, 4 buah nuclei, dan dapat pula ditemukan longitudinal fibers. Siklus hidup Dalam silkus hidupnya, G. Lamblia mengalami 2 stadium, yaitu stadium trofozoit yang dapat hidup bebas di dalam usus halus manusia dan kista stadium infektif yang keluar ke lingkungan melalui feses manusia. Tertelannya kista dari air minum dan makanan yang terkontaminasi atau dapat juga melalui kontak individu merupakan awal dari infeksi. Setelah melewati gaster, kista menuju usus halus. Ekskistasi terjadi di duodenum, setelah itu multiplikasi terjadi melalui pembelahan biner dengan interval kurang lebih 8

Giardiasis adalah nama dari penyakit yang disebabkan oleh Giardia yang merupakan parasit pada saluran pencernaan. parasit ini temasuk kedalam protozoa yang dapat menginfeksi baik manusia ataupun anjing dan kucing atau hewan lainnya. karena kemampuannya ini Giardiasis termasuk kedalam kelompok penyakit zoonosis, penyakit yang dapat ditularkan oleh hewan ke manusia atau sebaliknya. penyakit ini juga termaasuk kedalam penyakit yang dapat menular melalui air (water born disease) dan melalui makanan (food borne diseases). Tips untuk menghindari Giardiasis: 1. Menjalankan kebersihan secara teratur, cucitangan sebelum dan sesudah menyentuh hewan peliharaan begitu juga anggota keluarhga yang lain. 2. cucitangan dengan bersih sebelum menyentuh makanan dan sebelum makan 3. memasak semua makanan dan minuman, cuci dengan bersih makanan yang dimakan secara mentah 4. hindari menelan air pada saat melakukan aktifitas yang menyebabkan kita harus masuk kedalam air 5. Biasakan hewan peliharaan anda untuk membuah kotaran ditempat yang dapat dilakukan tindakan pengontrolan penyakit. jangan biasakan hewan peliharaan anda membuang kotoran disembarang tempat.

Giardia lamblia di temukan dalam usus halus mempunyai stadium tropozoit dan stadium kista . satdium tropozoit bentuknya simetris seperti raket badminton atau seperti layanglayang , dengan dua berbentuk oval, mempunyai 4 pasang flagel . bila bergerak parasit akan memutar badannya mengelilingi poros badan seperti gerakan daun jatuh.

Kista Giardia lamblia mempunyai dinding yang tebal dan mengandung 4 inti. Sitolasma seakan-akan terlepas dari dinding kista , sehingga tampak suatu ruang kosong. Infeksi terjadi karena stadium kista tertelanbersamamakanan dan minuman . ekstensi berada dalam usus halus, tempat parasit membelah pasang. Gambaran klinik Parasit dapat menyebabkan bermacam macam gejala gastrointestinal , khususnya pada anakanak, seperti muntah, kembuh dan diare. Diagnosa Diagnosa di buat dengan pemeriksaan tinja untuk tropozoit dan kista , juga di lakukan aspirasi duodenal . pemeriksaan tinja tidak begitu dapat di percaya seperti aspirasi duodenal . dalam tinja lebih banyak di temukan kista daripada tropozoit , dan teknik konsentrasi seperti cara flotasi dengan seng sulfat adalah bermanfaat. Pengobatan Giardiasis umumnya di temukan di negara tropis maupun di negara subtropis dan harus dipertimbangkan pada keadaan diare atau malabsorpsi yang tidak dapat di jelaskan. Obat yang baik dibagi 3 kali sehari,selam satu minggu. Obat-obat derivat nitromidazol juga evektif dan dapat dipakai sebagai ganti mapakrin. Tindzol pada dosis tunggal lebih baik dari metronidazol dengan angka penyembuhan lebih dari 90%.

Tips Praktis Mengenali Giardiasis Oleh : Dr. Dito Anurogo 19-Okt-2008, 19:07:25 WIB - [www.kabarindonesia.com] Definisi 1. Penyakit diare yang disebabkan oleh Giardia lamblia. 2. Infection of the intestines with protozoa found in contaminated food and water; characterized by diarrhoea and nausea and flatulence and abdominal discomfort. 3. Disorder of the intestine caused by the parasite Giardia lamblia, usually with no symptoms, but in heavy infections the absorption of fat may be affected, causing diarrhoea. 4. A common intestinal infection spread by eating contaminated food, drinking contaminated water, or through direct contact with the organism that causes the disease, Giardia lamblia. Faktor Predisposisi Faktor predisposisi (yang memudahkan seseorang rentan terkena/menderita) giardiasis: 1. Penurunan sekresi asam lambung karena malnutrisi 2. Gastritis 3. Atrofi 4. Terapi antasida 5. Operasi Penyebab Giardia lamblia, merupakan protozoa berflagela yang termasuk genus Giardia, famili Heksamitidae, superkelas Mastigofora, filum Protozoa. Giardia lamblia memiliki nama lain: 1. Giardia intestinalis 2. Giardia duodenalis 3. Lamblia intestinalis Habitat Giardia lamblia

* Giardia lamblia hidup di saluran pencernaan manusia, yakni di duodenum dan jejunum bagian proksimal. * Trofozoit Giardia lamblia dapat terlihat di ruang intervili dan mikrovili sel epitel. Hipotesis Velghiyi Giardia merupakan barier antara lumen intestinal dan permukaan absorbsi enterosit. Epidemiologi * Giardiasis lebih sering menyerang anak usia balita dan sekolah dibandingkan orang dewasa. * Prevalensi giardiasis: a. Di Amerika Serikat dan Inggris: antara 3-13%. b. Di RS dr.Sardjito FK UGM Jogjakarta (1980): 4,8%. c. Di Poliklinik RSUP dr. Hasan Sadikin FK UNPAD Bandung (1981-1982): 0,45%. d. Di RS Pemerintah/swasta di jakarta: cenderung menurun, dari 6,2% menjadi 1,9%. Transmisi atau Cara Penularan Melalui rute fekal-oral, dari kista yang tertelan bersama makanan dan minuman yang terkontaminasi. Infeksi terjadi bila makanan mengandung 100 kista. Kejadian giardiasis dapat juga terjadi di kolam renang karena klorinasi air yang tidak adekuat. Klorinasi lebih dari 50 menit dapat menghilangkan kista. Penularan dari orang ke orang (person to person) dapat juga terjadi, dalam keadaan higiene fekal jelek (misalnya di: day-care centers, institutional settings), dan melalui hubungan seksual (sexual contact). Pencegahan 1. Air minum yang bersih. Bila bepergian ke daerah endemis giardiasis, gunakanlah larutan iodin 2% untuk mensterilkan air minum. Pemanasan air minum hingga 50 derajat Celsius dapat membunuh kista Giardia lamblia. 2. Sistem pembuangan (limbah) yang baik. 3. Hindari memakan sayuran dan makanan yang tidak dimasak terlebih dahulu. 4. Hindari memakan buah yang tidak dikupas terlebih dahulu. Manifestasi Klinis * Masa inkubasi 1-3 minggu. Gejala infeksi akut mulai sesudah masa inkubasi kurang lebih 2 minggu. Referensi lain mengatakan periode inkubasi 5 hari-3 minggu. * Dapat asimtomatis (tanpa gejala). * Keluhan pokok 1. Diare atau fulminant diarrhea

(dengan tinja khas: berbau menusuk, seperti minyak dan mengapung, dapat bercampur lendir dan darah) 2. Mual (nausea), muntah (vomiting). Muntah dapat berlangsung lebih dari 1 minggu. 3. Nyeri dan kram daerah epigastrium atau nyeri perut (abdominal pain), perut kembung (bloating), bersendawa/glegeken-Jw. (belching). 4. Flatulent (sering kentut) 5. Berat badan turun 6. Terjadi sindrom malabsorbsi (jika kronis) 7. Keluhan berlangsung 5-7 hari atau berbulan-bulan Menurut Pickering dan Engelkirk (1988), manifestasi klinis giardiasis adalah: 1. Asimtomatis (tanpa gejala). 2. Diare akut, dengan gejala: a. Diare b. Berbau c. Mual d. Distensi abdomen e. Flatulensi (sensasi gas di perut atau sering kentut) f. Tidak demam g. Tidak ada darah dalam tinja 3. Diare kronis, dengan gejala: a. Nyeri dan distensi abdomen b. Tinja berlendir dan berbau c. Berat badan menurun Pemeriksaan Laboratorium 1. Pemeriksaan feses/tinja: ditemukan trofozoit dalam feses yang cair. Dilakukan pada sediaan basah dengan pewarnaan lugol-iodin, pewarnaan trikrom, atau metode konsentrasi (dengan formalin etil asetat). Identifikasi Giardia lamblia: Kista: oval, dengan empat inti (nuclei). Trofozoit: berbentuk buah pir (pear-shaped), parasit rata (flattened parasites) dengan dua nuclei dan empat pasang flagella. 2. Entero test, dengan mengambil sampel mukus duodenum. 3. Sekret duodenal 4. Biopsi jejunum dengan endoskopi atau kapsul Crosby Kugler (paling sensitif sekaligus paling mahal) 5. IFA dan ELISA (Enzyme-Linked-Immunosorbent Serologic Assay) Penatalaksanaan Obat pilihan (drug of choise) adalah metronidazol. 1. Metronidazole (flagyl) a. Dosis 10-15 mg/Kg berat badan/hari maksimal 750 mg per oral, dibagi 3 dosis, selama 5-10 hari. Atau: b. Dosis: 2 gram sehari dosis tunggal selama 3 hari. Atau: c. Dosis: 3x750 mg selama 5 hari, lalu 3x250 mg selama 5 hari. 2. Furazolidone (furoxone)

Dosis 5-8 mg/Kg berat badan/hari maksimal 400 mg per oral, dibagi 4 dosis, selama 10 hari. 3. Inakrin (atabrine) Dosis 6 mg/Kg berat badan/hari maksimal 300 mg per oral, dibagi 3 dosis, selama 7-10 hari. 4. Paromomisin (golongan aminoglikosida). Dianjurkan untuk pengobatan pada wanita hamil. 5. Kuinakrin hidroklorida, 3x100 mg selama 5 hari. Atau: Quinacrine, 100 mg tid untuk 5 hari. Jika Belum Sembuh (Treatment Failure) Ulangi terapi hingga 21 hari dengan dosis yang lebih tinggi (misalnya: metronidazole 750 mg tid). Carilah kemungkinan sumber re-infeksi (sources of reinfection). Diagnosis Banding 1. Gejala malabsorbsi (lemak, laktosa, d-xilose, vitamin B-12). 2. Protein losing enteropathy. 3. Limfoma. 4. Disentri. 5. Kolitis ulserativa. 6. Penyakit Crohn. 7. Alergi gastrointestinal. 8. Sistik fibrosis. 9. Depresi. Komplikasi 1. Sindrom malabsorbsi 2. Penurunan berat badan Penyulit 1. Gagal tumbuh (failure to thrive) 2. Glositis Prognosis Baik Tahukah Anda? 1. Perjalanan penyakit giardiasis biasanya menyembuh sendiri. 2. Giardiasis merupakan penyebab kedua steatore (steatorrhoea: tinja berlemak) pada anak yang menderita sistik fibrosis. 3. Terdapat hubungan yang bermakna antara giardiasis dengan peningkatan antigen HLA A1 dan B12 atau fenotip HLA A1/A2 dan B2/B27. 4. Pasien yang berusia lanjut (extremes age), baru saja terpapar (newly exposed), dan dengan hypogammaglobulinemia berisiko tinggi menderita giardiasis. Referensi dan Bacaan Lebih Lanjut 1. Kasper DL, et.al. Harrison's Manual of Medicine. 16th Edition. McGrawHill. International

Edition. 2005:385-6. 2. Mubin, H. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam: Diagnosis dan Terapi. Edisi 2. EGC. Jakarta. 2008:74-5. 3. Oehadian H. Parasit Usus yang Ditemukan pada Pemeriksaan Tinja Pengunjung Poliklinik RSUP dr. Hasan Sadikin, FK UNPAD Bandung pada Tahun 1981-1987. MKB 1988;3:12231. 4. Poorwo Soedarmo SS., et.al. (ed.). Buku Ajar Infeksi & Pediatri Tropis. Edisi Kedua. Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta. 2008:449-57.

jam. Trofozoit menempel pada mukosa duodenum dengan menggunakan sucking disc yang dimilikinya. Enkistasi terjadi saat trofozoit masuk ke usus besar. Stadium trofozoit dan kista dapat ditemukan pada feses penderita giardiasis. Kedua hal tersebur dapat dijadikan alat untuk mendiagnosis penyakit giardiasis. Di luar tubuh manusia, G. Lamblia lebih tahan dalam bentuk kista dan dalam lingkungan lembab dapat bertahan sampai 3 bulan. Transmisi dan Patogenesis Giardia lamblia dapat ditemukan pada saluran gastrointestinal berbagai macam mamalia termasuk manusia. Protozoa ini dapat ditularkan melalui cara fecal-oral maupun oral-anal. Banyak sumber air seperti danau dan sungai mengandung kista protozoa ini sebagai akibat dari kontaminasi oleh feses manusia dan hewan. Transmisi G.lamblia umum terjadi pada orang yang memiliki risiko tinggi seperti anak-anak yang berada di tempat penitipan anak, wisatawan yg mengunjungi beberapa area, homoseksual, dan orang yg sering berhubungan dengan hewan-hewan tertentu. Gejala giardiasis bervariasi dari yang asimtomatik hingga diare dan malabsorbsi. Diagnosis dengan ditemukannya kista dan trofozoit dalam feses. Metode immunofluorescece dan enzyme immuoassay sudah mulai dikembangkan untuk mendeteksi G. Lamblia dalam feses. Pencegahan Pencegahan dilakukan dengan berbagai cara, yaitu : Mengkonsumsi air minum yang bersih yang telah menjalani pemanasan sampai 50 sehingga dapat menginaktifkan kista. Pada umumnya G. Lamblia resisten terhadap klorin, sehingga penyaringan sangat diperlukan untuk menghilangkan kontaminasi oleh protozoa patogen ini. Melindungi tempat persediaan air dari hospes reservoir (berang-berang dan tikus air). Memasyarakatkan kebersihan individu (cuci tangan). Penyediaan makanan yang bersih dan baik.

GIARDIASIS (lambliasis)Etiologi Giardia lamblia (sebuah flagellata) Epidemiologi Giardia tersebar di seluruh dunia dan banyak ditemukan di South Carolina. Inimerupakan penyakit usus yang disebabkan oleh protozoa yang paling sering terjadi diAmerika dan penyebab yang paling sering diidentifikasi dari penyakit yang ditularkanmelalui air bila dihubungkan dengan pencemaran sistem penjernihan air, minum darialiran air yang terkontaminasi, perjalanan ke daerah endemis (Rusia, India, RockyMountains, dan lain-lain) dan tempat penitipan anak. Morfologi Trofozoit : Giardia adalah organisme berukuran 12 sampai 15 mikrometer, berbentuk setengah buah pir dengan 8 flagella dan 2 axostyles yang diatur dalam simetrisbilateral. Ada dua diskus penghisap besar yang terletak di depan. Sitoplasmamengandung dua nuklei dan dua badan parabasal (Gambar 7

Kini tidak diragukan lagi bahwa giardia dapat merupakan patogen pada saluran cerna. Giardiasis disebabkan oleh Giardia Zambia. Parasit ini untuk pertama kali dilihat oleh A. van Leeuwenhoek pada tahun 1681. Giardia adalah flagelata intestinal dari Ordo Diplomonodina, yang menghinggapi manusia, binatang mengerat, anjing, burung dan amfibi.. 1 Gnrdia lamblia X 1400. (Bentuknya pyriform, bilateral simetris, dengan ukuran 6 X 11 X 1,5 Intinya ada 2 buah. Permukaan dorsal konveks, sedangkan bagian ventral konkaf dengan bath sap dibagian interior. Em pat pasang flagela keluar dari bagian anterior, lateral, posterior dan ventral ) Giardia lamblia, kista. X 2000 Dalam lingkaran hidupnya ditemukan stadium trofosoit dan stadium kista, keduanya dapat membelah. Infeksi terjadi bila kista matang ditelan. Setelah ekskistasi, yang memerlukan lingkungan asam, parasit ini menetap di usus halus. Stadium trofosoit melekat pada mukosa duodenum dan jejunum, dan mengambil makanan dari isi usus. Melepasnya trofosoit dari dinding usus mungkin sekali menyebabkan enkistasi, dan diduga ada hubungan dengan respons imunologi hospes 2 Kista dikeluarkan dengan tinja. Epidemiologi dan Transmisi Giardiasis. Selama 10 tahun terakhir berbagai epidemi giardiasis di Amerika Serikat dan Eropa menarik perhatian. Dalam banyak hal penyebabnya adalah kontaminasi air minum dengan tinja. Di Amerika Serikat, 12 dari 99 epidemi karena air minum yang terjadi antara tahun 1971 dan 1974, disebabkan oleh giardiasis, dengan 5127 penderita. 3 Di Inggris setiap tahun dilaporkan 3200 kasus giardiasis; walaupun penyakit ini terdapat endemik di daerah perkotaan, tetapi banyak kasus ditemukan pada orang-orang yang baru pulang dari bepergian. Di Amerika Serikat ditemukan prevalensi setinggi 3,8%. 4 Dari sejumlah mahasiswa Amerika yang baru tiba di Mexico, 2% menderita diare akut karena giardiasis. 5

Sedangkan dari 58 orang Amerika yang mengunjungi pulau Madeira angka ini mencapai 47%. 6 Di negeri sedang berkembang giardiasis ditemukan endemik; transmisi terjadi terus-menerus dan penyakitnya terutama menghinggapi anak-anak. Pada suatu epidemi infeksi dapat terjadi pada semua umur. Pada pemeriksaan 1350 tinja di Jakarta ditemukan prevalensi 4,4 %. 7 Penelitian di Indonsia menunjukkan prevalensi terbesar antara 1,5 % di Bali 8 sampai 9.0 % pada anak sekolah dasar negeri di Jakarta. 9

Masa prepaten untuk Giardia adalah antara 6-15 ha ri, dan masa inkubasi 7-21 hari. Pada populasi yang pertama kali mendapat infeksi angka kesakitan dapat mencapai 20
%.

Lamanya infeksi jarang melebihi 3 bulan. Kista Giardia resisten terhadap konsentrasi klor yang dipakai untuk air minum. Pada septic tank kista dapat hidup selama 3 bulan dan lebih lama lagi di bawah kuku. Transmisi dapat melalui air minum, makanan, sayur-mayur, penyaji makanan dan lalat. Penularan antar anak-anak sering terjadi di asrama, rumah yatim piatu dan pada keluarga besar. Transmisi langsung juga dapat terjadi pada pria homoseksual 10 Di negeri sedang berkembang infeksi kebanyakan terjadi pada anak-anak yang menderita kekurangan kalori
-

protein ( Protein-Energi Malnutrition) 11 -13 Hipoklorhidri 14 dan penyakit pankreas 15 merupakan predisposisi untuk giardiasis, dan ke dua faktor ini ditemukan pada PEM. Giardiasis juga lebih sering iitemukan pada orang dengan golongan darah A yang lebih sering menderita hipoklorhidri. 16 Klink dan patologi Mekanisme patologi dan imunologi pada giardiasis belum seluruhnya diungkapkan. Tetapi jelas bahwa sebagian besar
dari

infeksi dengan Giardialamblia adalah pengandung kista yang tidak menunjukkan gejala apapun. G. lamblia dapat menyebabkan diare akut pada epidemi 17 , tetapi parasit ini endemik di daerah tropik dan subtropik, dimana terutama anak-anak mendapat infeksi1 8 Beberapa minggu setelah infeksi penderita menjadi asimtomatik dan parasitnya menghilang sendiri, atau kista masih tetap dikeluarkan dengan tinja tan pa menimbulkan gejala. Bertambahnya orang yang bepergian
dari

satu negeri ke negeri lain, menyebabkan meningkatnya jumlah penderita giar-

diasis. Di rumah sakit untuk penyakit tropik di London, kirakira satu


dari

lima orang yang terkena infeksi menunjukkan gejala


19

Gejalanya biasanya berupa meningkatnya aktivitas usus, perut kembung dan kadang-kadang rasa lemah. Sebagian kecil menderita diare berat; berat badan menurun dan sulit bertambah lagi. Gejala lain adalah perut yang membesar dan tegang. Rasa lemah mungkin hebat. Penderita ini menunjukkan gangguan absorpsi d-xylose, lemak dan vitamin B 12 19 Di India Anita dick 20 menemukan kelainan fungsi usus yang sama, tetapi absorpsi vitamin B 12 normal. Penyelidikan dengan mikroskop elektron menunjukkan kerusakan pada permukaan sel epitel mikrovilus pada binatang dan pada manusia. Kerusakan permukaan epitel ini menyebabkan gangguan fungsional karena membran sel pada mikrovili dan lapisan yang menutupi permukaannya mengandung ensim pencernaan dan mekanisme untuk pengangkutan monosaccharide dan untuk absorpsi asam amino. Absorpsi lemak mungkin terganggu. Beratnya kerusakan tergantung
dari

jumlah trofosoit yang ada. Kvasz dkk 21 menyelidiki aktivitas ensim enterositik pada duodenum 20 penderita giardiasis. Contoh mukosa diambil 24
Cermin Dunk Kedokteran No. 29, 1983

dengan tabung aspirasi Crosby. Lima kasus menunjukkan gambaran histopatologi yang khas untuk malabsorpsi dengan aktivitas yang menurun untuk saccharase, maltase dan laktase, dan

dengan penurunan aktivitas yang menyolok untuk fosfatase lindi dan fosfatase asam. Pada 9 kasus kelainan morfologi hampir tidak ada, sedangkan aktivitas fosfatase lindi dan fosfatase asam menurun. Kelainan histokimia dan morfologi lebih menonjol pada penderita dengan giardiasis yang sudah ada selama lebih
dari

2-3 tahun. Pula sepertiga


dari

sejumlah orang dewasa yang menderita hipogammaglobulinemia, ditemukan diare. Hal ini jarang dite-

nukan pada penderita anak-anak. Yang menyebabkan perbedaan ini belum diketahui. Giardiasis adalah penyebab diare pada penderita hipogammaglobulinemia yang sering dijumpai 22 ,23 . Ada kemungkinan bahwa berkurangnya asam lambung merupakan predisposisi untuk giardiasis 23 . Dan kira-kira sepertiga
dari

penderita hipogammaglobulinemia menunjukkan adanya aklorhidri; ini dapat menerangkan insidens giardiasis yang tinggi. Menurut Webster 23 , defisiensi zat anti saja tidak menyebabkan predisposisi untuk giardiasis. Ini dibuktikan oleh jurzllah imunoglobulin serum yang normal pada kebanyakan penderita giardiasis 24 dan jarangnya giardiasis pada anak-anak dengan hipogammaglobulinemia. Jarangnya giardiasis pada anak-anak dengan hipogammaglobulinemia dapat diterangkan dengan adanya asam lambung yang normal pada anak-anak dan aklorhidri hanya ditemukan pada orang dewasa. Tetapi Bingham Meyer 25 menemukan bahwa asam hidroklor diperlukan untuk ekskistasi Giardia. Menurut Webster, mekanisme imunologi mungkin kurang penting untuk proteksi terhadap giardiasis. Pada 48 penderita giardiasis yang menunjukkan gejala, Naik dkk 26 menemukan bahwa jumlah IgA dan IgM dalam serum, IgA dalam cairan duodenum dan T dan B limfosit dalam darah periger tidak berbeda
dari

jumlah imunoglobulin dan jumlah limfosit pada orang sehat, sedangkan jumlah IgG lebih rendah pada penderita. Pemeriksaan jumlah imunoglobulin dan limfosit setelah pengobatan menunjukkan basil yang sama. Tetapi Zinneman Kaplan 27

dan Popovic dkk 28 menemukan jumlah IgA dalam usus yang lebih rendah pada penderita giardiasis. Jumlah IgE serum juga normal pada penderita giardiasis 29 Giardiasis lebih sering ditemukan pada orang dengan golongan darah A 3 0,31 Hal ini dapat menunjukkan bahwa suatu komponen pada permukaan sel mungkin menyerupai Giardia, sehingga limfosit kurang dapat mengenalnya. 32 Pengobatan giardiasis Baru pada tahun 1937 pengobatan giardiasis berhasil, waktu Galli Valerio menggunakan derivat
dari

akridin, yaitu atabrin. Pada tahun 1961 Schneider melaporkan penggunaan metronidazole. Kemudian derivat lain
dari

imidazole banyak digunakan dengan hasil yang baik. Walaupun Wolfe 33 melaporkan hasil pengobatan yang baik (>95
%)

dengan mepacrine (3 x 100 mg sehari), tetapi pengo-

Cermin Dunia Kedokteran No. 26, 1983 29 batannya memerlukan 7 - 10 hari, dan beberapa efek sam pingan dapat timbul seperti iritasi lambung, demam, ikterus, eritema dan psikosa. Metronidazole dan derivat lain dari 5-nitroimidazole adalah obat yang baik terhadap Giardia dan jarang menimbulkan efek sampingan. Dengan dosis rendah (3 x 200 mg sehari) selama 7 10 hari, dicapai hasil 60 % sampai 87 % 34,35 D i Jakarta pengobatan dengan dosis 3 x 250 mg sehari untuk dewasa, 3 x 125 mg sehari untuk umur 7 - 12 tahun dan 2 x 125 mg sehari untuk 2 - 6 tahun, selama 7 hari, memberikan hasil 90 % sembuh untuk metronidazole dan 100 % sembuh untuk derivat lain ( a - chloro-methyl-5 nitro -1-imidazole-ethanol). 36 Dosis tunggal dengan 1,6 g sampai 2,4 g pada dewasa dan 50 mg per kg bb pada anak-anak memberikan hasil yang kurang memuaskan 34,37,38 Cara pengobatan dengan hasil lebih baik adalah dengan dosis tunggal 2 gram untuk dewasa selama 3 hari berturut-turut. Wright dkk 39 mendapat hasi l 91 % dan 95 % bila pengobatan diulang sekali. Tetapi pada cara pengobatan ini lebih sering ditemukan efek samping, walaupun ringan, yaitu berupa iritasi gastro-intestinal, rasa lemah dan rasa metalik dalam mulut, kadang

kadang pusing. Efek samping dapat dikurangi bila obat diminum sebelum tidur. Tinidazole memberi hasil > 90 % sembuh, baik dengan dosis rendah (2 x 150 mg sehari selama 7 hari) maupun dengan dosis tunggal yang tinggi (2 g untuk dewasa). 40 Derivat imidazole adalah karsinogenik dan mutagenik pada binatang percobaan, maka sebaiknya dihindarkan pada kehamilan. Kesimpulan -Infeksi dengan G.
lamblia

sebagian besar tidak menimbulkan gejala apapun. -G.


lamblia

dapat menyebabkan perubahan morfologi mukosa usus muda dan gangguan absorpsi d--xylose, lemak dan vitamin B
12

-Gejala pada giardiasis terdiri atas meningkatnya aktivitas usus, perut membesar dan tegang, rasa lemah dan diare. -Di daerah endemi infeksi dengan
Giardia

terutama terjadi pada anak. -Selama 10 tahun terakhir epidemi giardiasis di Amerika Serikat dan Eropa terjadi pada orang yang bepergian. -Mekanisme imunologi mungkin kurang penting untuk proteksi terhadap giardiasis. -Metronidazole dan derivat imidazole lainnya merupakan obat yang baik untuk giardiasis