Anda di halaman 1dari 3

Sumber lain menyebutkan bahwa penderita flu burung perlu rawat inap di bangsal isolasi atau ICU tergantung

beratnya kasus. Bangsal isolasi khusus ditata untuk penyakit menular kasus berat seperti flu burung. Terdapat pintu masuk khusus, ruang ganti pakaian, ruang perawatan serta pintu keluar yang berbeda dengan pintu masuk. Tersedia pakaian khusus, masker, kaca mata pelindung, sarung tangan dan pelindung kaki. Petugas perawat telah melakukan standard universal precaution.6 Semua penderita yang telah memenuhi kriteria flu burung dan telah diseleksi di triage IGD untuk dirawat paling sedikit 1 minggu, karena ditakutkan ada transmisi lewat udara.6 1. Tindakan di bangsal isolasi Oksigenasi, pertahankan saturasi O2 > 90% Hidrasi, pemberian cairan parenteral (infus) Terapi simptomatis untuk gejala flu seperti analgetika/antipiretika, dekongestan dan antitusif Amantadine/ Rimantadine (obat penghambat haemaglutinin) diberikan awal infeksi 5 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis. Namun ini tidak dianjurkan lagi karena resistensi virus H5N1 yang cepat terjadi terhadap obat ini. Oseltamivir/ Zanamivir (obat penghambat neurominidase) 75 mg 2 kali sehari. Pemberian selama 5 hari. 2. Perawatan di Ruang Rawat Intensif (ICU) Indikasi untuk dikirim ke ICU bila didapatkan tanda : Frekuensi napas > 30x/menit Sesak napas yang berat Rasio PaO2 < 250 Foto thoraks terjadi penambahan infiltrat > 50% Sistolik < 90 mmHg, diastolik < 60 mmHg Membutuhkan ventilator mekanik (gagal napas) Membutuhkan vasopressor (dopamin/dobutamin) > 4 jam Syok septik Fungsi ginjal memburuk (kreatinin > 4 mg/dl) 6 3. Sebagai profilaksis, bagi mereka yang beresiko tinggi, digunakan oseltamivir dengan dosis 75 mg sekali sehari selama lebih dari 7 hari (hingga 6 minggu).

Penanganan
Penderita dirawat diruang isolasi selama 7 hari (masa penularan), karena ditakutkan adanya transmisi melalui udara. Oksigenasi, jika terdapat sesak nafas dan apabila terdapat kecendrungan adanya gagal nafas, dengan cara mempertahankan saturasi 02 > 90% Hidrasi, yaitu pemberian cairan parenteral (infus) atau minum yang banyak Terapi simptomatis untuk gejala flu, seperti analgetik, antipiretik, dekongestan dan antitusif Amantadine / Rimantadine yang berfungsi menghambat hemaglutinin diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5

mg/kgBB/hari dibagi dalam 2 dosis. Bila BB > 45kg diberikan 100 mg dua kali sehari. Pada orang lanjut usia dan penderita dengan penurunan fungsi hari atau ginjal, dosis harus diturunkan. Oseltamivir yang berfungsi menghambat neuramidase diberikan untuk anak < style=""> sebanyak 45 mg dua kali sehari; BB 23-40 kg sebanyak 60 mg dua kali sehari; BB > 40 kg sebanyak 75 mg dua kali sehari. Dosis pada penderita dengan usia > 13 tahun sebanyak 75 mg dua kali sehari. Harus diberikan dalam waktu 36 jam setelah onset influenza. Pemberian dilakukan selama 5 hari. Foto thoraks ulang Laboratorium Pada kasus dengan respiratori distress, maka dilakukan pengobatan sesuai prosedur RDS sebagaimana lasimnya, dan penderita dimasukan ke ruang perawatan intensif (ICU). Selanjutnya dapat dirawat di ruang perawatan biasa, jika : Hasil apus tenggorokan negatif dengan PCR atau biakan. Setelah 7 hari demam, kecuali demam berlanjut, atau sesuai pertimbangan dokter yang merawat atau penanganan adalah kasus demi kasus. Apabila kita berhadapan dengan seorang yang terkena gejala seperti flu, kemoprofilaksis efektif untuk mencegah penularan influenza dibutuhkan. Profilaksis dengan amatadine efektif untuk mencegah sebagian besar tipe flu (Influenza A). Bagi yang tidak toleran terhadap amatadine dapat menggunakan Oseltamivir (tamiflu) sebagai obat alternatif. Jika sudah mendapatkan vaksinasi, maka kemoprofilaksis tidak dibutuhkan. Direkomendasikan durasi pemberian profilaksis adalah 7-10 hari. Pasien-pasien yang memiliki resiko tinggi penularan influenza, maka sebaiknya diberikan obat antiviral, jika disekitarnya ada yang terkena influenza maka harus diberikan kemoprofilaksis. Obat antiviral efektif untuk treatment dari influenza jika dipakai setelah muncul gejala-gejala awal. Sebab pemakaian antiviral ini terbatas, penggunaan obat antiviral dipergunakan hanya pada masyarakat yang memiliki resiko terjadinya komplikasi yang berat dari influenza yakni mulai dari hari ke-2 onset penyakit tersebut. Dalam keadaan apapun, pengobatan juga harus diberikan kepada orang yang mengunjungi pasien yang didiagnosis mengidap influenza. Pengobatan yang disarankan untuk influenza yaitu oseltamivir (tamiflu) yang sesuai dengan dosis harian serta usia untuk penyembuhan influenza. Lamanya pengobatan direkomendasikan selama 5 hari. Untuk

mengontrol infeksi tersebut dilakukan monitoring oleh lembaga kesehatan seperti rumah sakit.

Indikasi pemulangan penderita rawat inap dan follow-up


a. Indikasi Pemulangan Penderita bebas demam selama 72 jam Tidak batuk Perbaikan foto thoraks Laboratorium normal b. Follow-up (tindak lanjut) Penderita yang telah dipulangkan diwajibkan untuk melakukan follow-up di poliklinik penyakit paru atau penyakit dalam atau penyakit anak. Pemerikasaan ulang dilakukan 1 minggu setelah pulang, dan pada saat kontrol dilakukan foto thorak dan tes lainnya yang masih abnormal.