Anda di halaman 1dari 3

Dalam trigger Nenek ini, mengenai kesehatan spiritual, penerapan yang paling tepat menggunakan pendekatan kesatuan.

Dalam model ini, spiritualitas mewakili totalitas keberadaan seseorang dan berfungsi sebagai perspektif pendorong yang menyatukan berbagai aspek individual. Clark et al. Menekankan bagaimana dimensi spiritualitas menyebar di seluruh dimensi lainnya, baik itu dikenali atau dikembangkan oleh individu atau tidak. Individu dikuatkan melalui spirit mereka, yang mengakibatkan peralihan ke arah kesejahteraan. Pengaruh spiritualitas terutama sangat penting selama periode sakit. Ketika penyakit, kehilangan, atau nyeri mempengaruhi seseorang, energi orang tersebut menipis, dan spirit orang tersebut terpengaruhi. Bagaimana hal ini mempengaruhi motivasi seseorang untuk sembuh, berpartisipasi dalam penyembuhan, dan kemampuan untuk berubah sering dianggap remeh. Selain itu, model pendekatan kesatuan mencakup aspek perkembangan spiritualitas. Pertumbuhan spiritual terjadi hampir pada seluruh rentang kehidupan. Individu mencapai tahap perkembangan yang berbeda, bergantung pada karakteristik individual mereka dan interpretasi tentang pengalaman dan pertanyaan dalam kehidupan. Konsep perkembangan spiritual ini penting dalam memahami spiritualitas klien dan bagaimana kematangan spiritual perawat mempengaruhi kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan spiritual klien, membentuk hubungan, dan kemudian membantu klien dengan kebutuhan perawatan kesehatannya.

Aspek Spiritual pada masa lansia selayaknya telah menjadi bagian dari dimensi manusia yang matang. Kebutuhan spiritual yang terpenuhi pada masa ini akan membuat lansia mampu merumuskan arti personal yang positip tentang tujuan keberadaannya di dunia, mengembangkan arti penderitaan dan meyakini suatu hikmah dari suatu kejadian/ penderitaan, menjalin hubungan yang positif dan dinamis melalui keyakinan, rasa percaya diri dan cinta. Lansia juga akan mampu membina integritas personal dan merasa dirinya berharga, merasakan kehidupan yang terarah terlihat melalui harapan, serta mampu mengembangkan hubungan antar manusia yang positif (Hamid, 2000). Dalam pendekatan kesatuan ini jika dihubungan dengan usia Nenek, yang tergolong lansia sangat tepat sekali. Dimana dijelaskan bahwa dimensi spiritualitas menyebar di seluruh dimensi lainnya. Sebagai wanita usia lanjut dimensi diluar spiritual (fisiologis, sosial, dan psikologis), harus tetap berpedoman pada spiritualitas. Perawat hendaknya membantu Nenek dalam mengoptimalkan spiritualitasnya. Dengan membantu melaksanakan ritual, memberikan pengarahan tentang bagaimana menerima apa yang terjadi dalam hidup, bagaimana Nenek akan menghadapi kematian, dan tentang bagaimana Nenek menghadapi penyakit kronisnya. Nenek menderita penyakit kronis, itu termasuk dalam masalah spiritual. Seseorang dengan penyakit terancam, yang kronis sering menderita gejala yang melumpuhkan dan mengganggu menyebabkan ketakutan, ansietas, kesedihan yang menyeluruh. kemampuan untuk melanjutkan gaya hidup normal mereka. Kemandirian dapat sangat Ketergantungan pada orang lain untuk mendapat perawatan diri rutin dapat menimbulkan perasaan tidak berdaya dan persepsi tentang penurunan kekuatan batiniah. Seseorang mungkin merasa kehilangan tujuan dalam hidup yang mempengaruhi kekuatan dari dalam yang diperlukan untuk menghadapi perubahan fungsi yang dialami. Kekuatan tentang spiritualitas seseorang dapat menjadi faktor penting dalam cara seseorang menghadapi perubahan yang diakibatkan oleh penyakit kronis. Keberhasilan Nenek dalam mengatasi perubahan yang diakibatkan oleh penyakit kronis dapat menguatkan Nenek secara spiritual. Reevaluasi tentang hidup mungkin terjadi. Mereka yang kuat secara spiritual akan membentuk kembali identitas-diri dan hidup dalam potensi mereka. Dari penjelasan trigger, Nenek dapat mengatasi masalah spiritualnya tersebut. Dibuktikan dengan Nenek tampak bahagia dan masih tetap bisa melakukan perawatan diri sendiri serta mengerjakan tugas-tugas rumah yang ada.