Anda di halaman 1dari 11

SILABUS PERKULIAHAN SEMESTER GENAP FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

TAHUN AKADEMIK 2010 - 2011

Mata Kuliah

: Hukum Internasional

Nomor Kode Mata Kuliah : IHK 204 SKS Semester/Kelas Hari/Jam Dosen Pengajar : 3 (SKS) : IV/ A

: Senin, Jam 10.00 12. 30 WIB (180 menit) : Surya Anom, SH. LL.M

Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa diharapkan mampu memahami keseluruhan asas hukum dan kaedah-kaedah yang mengatur hubungan-hubungan yang bukan bersifat internasional publik bukan perdata antara negara dan negara dengan subyek hukum internasional lainnya. Dengan demikian pada akhir perkuliahaan hukum internasional ini, mahasiswa mampu menguasai konsep dasar dan masalah-masalah pokok Hukum Internasional sesuai dengan perkembangan zaman.

NO 1. 1.

MATERI POKOK BAHASAN/ SUB POKOK BAHASAN SEJARAH DAN PERKEMBANGAN HUKUM INTERNASIONAL Istilah Hukum Internasional (HI) a. Istilah yang dipakai b. Asal-usul istilah HI c. Persamaan dan perbedaan istilah HI dengan Hk. Bangsabangsa, dan Hukum Antar Bangsa, Pengertian Hukum Internasional Perbedaan HI dengan Moral Internasional Perbedaan antara HI Publik dan HI Perdata Hubungan HI dengan Hk. Nasional a. Perbedaan sumber hukum b. Perbedaan mengenai subyek c. Perbedaan mengenai kekuatan hukum

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS A. KHUSUS Mahasiswa diharapkan dapat: a. Menjelaskan sejarah perkembangan Hukum Internasional. b. Menyebutkan dan memahami istilah, asal-usul dan perbedaan istilah Hukum bangsabangsa, dan hukum antar negara yang digunakan dalam HI; c. Memahami, serta mampu menjelaskan pengertian HI d. Membedakan antara HI dengan Moral Internasional; e. Merumuskan perbedaan antara HI dengan Hk. Nasional.

METODE & MEDIA Metode: Ceramah, Presentasi Media ; Papan tulis, Hand Out, OHP

EVALUASI

REFERENSI BUKU ACUAN

Tanya Jawab, diskusi,

Prof. Sugeng Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta. Prof. Muchtar Kusumaadmadja, 1991. Pengantar Hukum Internasional. Cetakan keempat. DR. Boer Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global. Penerbit Alumni. Bandung. Oppenheim, 1974, The International Law, Volume I. Logman. London. JG. Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London. ---------, 1990. Pengantar Hukum Internasional. Edisi Kesepuluh. Terjemahan. Penerbit Sinar Grafika. Jakarta.

2. 3. 4. 5.

2.

SUMBER-SUMBER HUKUM INTERNASIONAL 1. Pengertian sumber hukum Internasional 2. Macam-macam sumber hukum Internasional Perjanjian Internasional Hukum kebiasaan Internasional Prinsip-prinsip Hukum Umum Keputusankeputusan Peradilan Internasional Doktrin

A. KHUSUS Mahasiswa diharapkan dapat : a. memahami dan menjelaskan pengertian sumber hukum Internasional; b. Menyebutkan dan menjelaskan macam-macam sumber hukum Internasional beserta ciri-cirinya

Metode ; Ceramah, dan presentasi Media: Papan tulis, OHP, Hand Out

Tanya Jawab, diskusi,

Prof. Sugeng Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta. Prof. Muchtar Kusumaadmadja, 1991. Pengantar Hukum Internasional. Cetakan keempat. Buku I . DR. Boer Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global. Penerbit Alumni. Bandung. Oppenheim, 1974, The International Law, Volume I. Logman. London. JG. Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London. ---------, 1990. Pengantar Hukum Internasional. Edisi Kesepuluh. Terjemahan. Penerbit Sinar Grafika. Jakarta.

3.

SUBYEK HUKUM INTERNASIONAL 1. Negara sebagai Subyek Utama Hukum Internasional. a. Unsur-unsur konstitutif Negara b. Berbagai Macam Bentuk Negara 2. Lahirnya suatu negara a. Teori Konstitutif b. Teori Deklaratif 3. Subyek Hukum Internasional Lainnya a. OrganisasiOrganisasi Internasional b. Organisasi-organisasi Non Pemerintah c. Belligerent d. Individu-individu e. Perusahaanperusahaan Multinasional.

A. KHUSUS Mahasiswa diharapkan mampu: a. Memahami negara sebagai subyek utama Hukum Internasional; b. menyebutkan dan menjelaskan macammacam subyek HI lainnya yang saat ini ada dan diakui oleh masyarakat internasional.

Media: Hand Out, Text Book Metode: Ceramah dan Presentasi

Tanya Jawab, diskusi,

Prof. Sugeng Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta.

Prof. Muchtar Kusumaadmadja, 1991. Pengantar Hukum Internasional. Cetakan keempat. Buku I . DR. Boer Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global. Penerbit Alumni. Bandung. Oppenheim, 1974, The International Law, Volume I. Logman. London. JG. Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London. ---------, 1990. Pengantar Hukum Internasional. Edisi Kesepuluh. Terjemahan. Penerbit Sinar Grafika. Jakarta.

4.

PENGAKUAN DALAM HUKUM INTERNASIONAL 1. Pengakuan Negara 2. Bentuk-bentuk Pengakuan Negara a. Pengakuan secara Terang-terangan dan Individu b. Pengakuan secara diam-diam c. Pengakuan Secara Kolektif d. Pengakuan Secara Prematur 3. Pengakuan Pemerintahan a. Perbedaan antara pengakuan negara dan pemerintahan b. Akibat Pengakuan terhadap Pemerintah yang baru c. Terjadinya suatu pengakuan pemerintah d. Pengakuan De Facto dan De Jure 4. Pengakuan terhadap Pemberontak dan Terhadap Gerakan Pembebasan Nasional

A. KHUSUS Mahasiswa diharapkan mampu: a. membedakan antara pengakuan Negara dengan Pengakuan Pemerintahan; b. menganalisis beberapa kasus Hukum Internasional dalam kaitannya dengan pengakuan terhadap pemberontak, dan gerakan-gerakan pembebasan nasional sebagai subyek HI

Media: Text Book, Hand Out, OHP Metode: Ceramah, Presentasi Oleh Mahasisw a dan diskusi kelompok

Tanya Jawab, diskusi, Pre Test

DR. Boer Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global. Penerbit Alumni. Bandung. Oppenheim, 1974, The International Law, Volume I. Logman. London. JG. Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London. ---------, 1990. Pengantar Hukum Internasional. Edisi Kesepuluh. Terjemahan. Penerbit Sinar Grafika. Jakarta. Tasrif, 1966, Pengakuan Internasional Dalam Teori Dan Praktek. Media Raya. Jakarta.

5.

KEDAULATAN DAN YURISDIKSI 1. Kedaulatan Teritorial Negara a. Kedaulatan Teritorial Negara b. Perbatasan dan sungai-sungai c. Servitut dan Fasilitas Teritorial 2. Yurisdiksi a. Tinjauan Umum b. Yurisdiksi Teritorial c. Yurisdikasi Terhadap Individu d. Yurisdik Menurut Prinsip Perlindungan e. Yurisdiksi Menurut Prinsip Universal f. Yurisdiksi berkaitan dengan Pesawat Udara.

A. KHUSUS Mahasiswa diharapkan mampu: a. memahami masalah kedaulaatan negara terkait dengan territorial negara,; b. memahami dan menjelaskan masalah yurisdiksi; c. mengungkap fakta terhadap masalah yurisdiksi dalam hukum internasional;

Media: Hand Out, OHP, Lembar Kerja Metode: Diskusi Kelompok

Presentasi JG. Starke, 1989. Introduction To International Law. Kekompakan Butterworth. London. Substansi ---------, 1990. Pengantar Hukum Lembar Internasional. Edisi Kerja Kesepuluh. Terjemahan. Penerbit Sinar Grafika. Jakarta. -

DR. Boer Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global. Penerbit Alumni. Bandung. Oppenheim, 1974, The International Law, Volume I. Logman. London.

6. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

HUKUM LAUT INTERNASIONAL Laut Wilayah Konsepsi Negara Kepulauan Zona Tambahan ZEEI Landas Kontinen Laut Lepas

A. KHUSUS Mahasiswa diharapkan mampu: a. memahami dan menjelaskan pengaturan tentang laut; b. menjelaskan prinsipprinsip serta asas dalam pengaruran
6

Media: Text Book, Hand Out, OHP Metode: Ceramah

Tanya Jawab, diskusi,

Prof. Sugeng Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta. JG. Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London. ---------, 1990. Pengantar Hukum

laut c. memahami tentang konsepsi Negara Kepulauan Indonesia.

Internasional. Edisi Kesepuluh. Terjemahan. Penerbit Sinar Grafika. Jakarta. Kusumaatmadja, Mochtar dan Etty R.Agoes, Pengantar Hukum Internasional, Pusat Studi Wawasan Nusantara, Hukum dan Pembangunan Bekerjasama dengan Penerbit P.T.Alumni, Bandung, 2003

7.

1. 2. 3. 4.

5.

A. KHUSUS Mahasiswa diharapkan mampu: a. memahami dan Hakekat Pertangungjawaban menjelaskan jenisNegara jenis Sifat dan Jenis-jenis Tangung pertangungjawaban Jawab Negara negara dalam konsep Pertanggungjawaban Negara Hukum Internasional. Atas Pelangaran Traktat b. Menjelaskan prinsipPertanggungjawaban Negara prinsip hukum Atas Pelanggaran Internasional yang Internasional yang tak terkait dipakai dalam dengan Kewajiban Kontraktual pertanggungjawaban Klaim-klaim negara terhadap pelanggaran traktat, yang tak terkait dengan kewajiban serta kontraktual serta klaim-klaim dari negara lain. PERTANGUNGJAWABAN NEGARA
7

Media: Text Book, Hand Out, OHP Metode: Ceramah

Tanya Jawab, diskusi,

Prof. Sugeng Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta. JG. Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London. ---------, 1990. Pengantar Hukum Internasional. Edisi Kesepuluh. Terjemahan. Penerbit Sinar Grafika. Jakarta.

8.

SUKSESI NEGARA DAN PEMERINTAHAN 1. Suksesi Negara a. Suksesi Negara dan Status individu (warga Negara) b. Suksesi Negara, Arsip, Barang-barang dan Hutang Publik c. Suksesi Negara dan Orde Yuridik 2. Suksesi Pemerintahan

A. KHUSUS Mahasiswa diharapkan mampu: a. memahami dan menjelaskan pengertian suksesi negara; b. menjelaskan suksesi negara mengenai hak dan kewajiban negara dalam kaitannya terhadap status individu, Arsip, Barangbarang, hutang negara ; c. Membedah kasus Timor-Timur (suksesi negara) dan (suskesi pemerintahan di Indonesia)

Metode: Ceramah Media: Internet dan e-mail

Penugasan Lewat E-mail (sifat individual)

Oppenheim, 1974, The International Law, Volume I. Logman. London. Prof. Sugeng Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta. DR. Boer Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global. Penerbit Alumni. Bandung.

9. PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL 1. Prinsip-prinsip Umum a. Prinsip Hukum Internasional yang berlaku b. Kebebasan Memilih Prosedur Penyelesaian c. Perbedaan Penyelesaian secara Politik dan Secara Hukum 2. Penyelesaian Secara Politik (NonYuridiksional) a. Penyelesaian dalam kerangka Antar Negara b. Perundingan Diplomatik c. Angket d. Konsiliasi Internasional e. Penyelesaian dalam kerangka organisasi dan badan-badan Regional 3. Penyelesaian Secara Hukum (Yuridiksional) a. Ciri-ciri Pokok Fungsi Peradilan Internasional b. Perbedaan Antara Arbitrase dan Mahkamah Internasional c. Peradilan Internasional Lainnya di bawah kerangka PBB A. KHUSUS Mahasiswa dapat : a. Menjelaskan prinsipprinsip yang dipakai dalam penyelesaian sengketa Internasional, b. menyebutkan bentuk bentuk penyelesaian sengketa Internasional ; c. membedakan dan memahami bentuk penyelesaian sengketa yang bersifat nonyuridiksional, dengan bentuk penyelesaian secara yurisdiksional. contoh kasus : - Indonesia vs Belanda Tahun 1947. - Israel Arab, 1978. - PLO- Israel, 1998. Metode: Diskusi Kelompok, Penjelasa n Media: Lembar Kerja, Hand Out Substansi JG. Starke, 1989. Introduction Lembar To International Law. Kerja Butterworth. London. Kekompakan Prof. Sugeng Istanto, 1994, Presentasi Hukum Internasional. Kelompok Universitas Admajaya. Yogyakarta. DR. Boer Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global. Penerbit Alumni. Bandung.

10 HUBUNGAN DIPLOMATIK A. KHUSUS DAN KONSULER Mahasiswa dapat : 1. Hubungan Diplomatik Antar a. Menjelaskan Negara pengertian Pejabat 2. Hubungan Diplomatik di Diplomatik; Organisasi Internasional b. menyebutkan 3. Hubungan Konsuler perbedaan antara Diplomat dengan Konsuler. c. Menjelaskan Tata cara pembukaan hub Diplomatik. 11 A. KHUSUS Mahasiswa dapat menjelaskan: 1. Pengertian Umum a. Tentang pengertian Organisasi Internasional Organisasi Intenasional b. ketentuan-ketentuan 2. Pembentukan Internasional yang Organisasi Intenasional mengatur mengenai 3. Organisasi PBB Pembentukan Organisasi Internasional. c. Peranan Organisasi Internasional dalam masyarakat Internasional. 12. HAK ASASI MANUSIA INTERNASIONAL HUKUM ORGANISASI INTERNASIONAL

Metode: Ceramah Media: Lembar Kerja, Hand Out

Tanya Jawab, diskusi,

JG. Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London. Prof. Sugeng Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta.

Metode: Ceramah Media: Lembar Kerja, Hand Out

Tanya Jawab, diskusi,

Prof. Sugeng Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta. DR. Boer Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global. Penerbit Alumni. Bandung. JG. Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London. Prof. Sugeng Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta.

A. KHUSUS Metode: Mahasiswa dapat Ceramah, menjelaskan: diskusi ketentuan-ketentuan


10

Penugasan Lewat internet dan E-mail

1. Kedudukan individu dalam HI 2. Klasifikasi hak-hak yang dilindungi secara Internasional 3. Perlindungan HAM dalam Kerangka Universal a. Deklarasi Universal HAM b. Instrumen Yuridik HAM c. Konvensi-konvensi lainnya 4. Perlindungan Nasional HAM a. Kebijakan Indonesia di Bidang HAM b. Rencana Aksi Nasional HAM c. Pelaksanaan Konvensi HAM

Internasional mengenai perlindungan HAM dalam kerangka keududukan individu dalam HI ; dalam kerangka universal, organisasi regional serta bentuk-bentuk kebijakan nasional dalam perlindungan HAM di Indonesia.

Media: Kumpulan makalah, Hand out, OHP Jawab

DR. Boer Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global. Penerbit Alumni. Bandung. UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM

11