Anda di halaman 1dari 46

METODE ELEMEN HINGGA

Metode elemen hingga adalah prosedur numerik


untuk memecahkan masalah mekanika kontinum
dengan ketelitian yang dapat diterima oleh
rekayasawan
Pada umumnya metode elemen hingga dapat
digunakan untuk memperoleh suatu solusi numerik.
Banyak masalah dalam analisis tegangan, transfer
panas, aliran fluida, medan listrik dan sebagainya yang
telah diselesaikan dengan menggunakan metode
elemen hingga. Keberhasilan dalam pemanfaatan
metode elemen hingga sangat tergantung pada program
komputer yang dibuat. Keunggulan metode elemen
hingga adalah adanya arti fisik yang cukup dekat antara
jaring elemen dengan struktur aktualnya.
Jaring elemen yang dimaksud bukan merupakan
abstrak matematis yang divisualisasikan. Metode
elemen hingga juga memiliki kekurangan. Hasil yang
diperoleh dengan metode ini untuk masalah tertentu
adalah berupa hasil numerik. Selain itu struktur yang
dianalisa dapat mempunyai bentuk, beban dan kondisi
batas yang sembarang. Jaring-jaring elemen dapat
terdiri atas elemen yang berbeda jenis, bentuk dan
besaran fisiknya
Prinsip Utama dari Metode Elemen Hingga adalah
PROSES DISKRITASI
PROSES DISKRITASI adalah Proses pembagian benda
utuh (kontinum) menjadi elemen kecil (mesh).
Elemen segi empat
Gambar 1. Diskritasi elemen
Gambar 1 memperlihatkan sebuah elemen balok yang
dianalisis menurut mesh elemen segi empat. Titik hitam
adalah titik simpul (node) di mana elemen yang satu
berhubungan dengan lainnya. Suatu jaring (mesh) adalah
susunan titik simpul dan elemen. Bentuk jaring pada
gambar tersebut di atas juga dapat berupa bilinear
rectangle. Untuk memformulasikan suatu elemen, kita
harus menghitung gaya-gaya titik simpul (nodal forces
yang menghasilkan berbagai ragam deformasi elemen).
Peralihan atau rotasi sumbu titik kumpul disebut sebagai
derajat kebebasan (degree of freedom)
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Menginovasi Mencapai Kebenaran dan Kejayaan
Balok
Titik node/nodal
1
2
3
4
Titik node/nodal
Elemen Batang/ Bar Element
Metode Elemen Hingga
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Menginovasi Mencapai Kebenaran dan Kejayaan
Gaya nodal/nodal force

2
Peralihan nodal/nodal
displacement
1
2
3
4
P
1
P
3
P
2
P
4
Gaya nodal/nodal force
1
2
3
4

3
Peralihan nodal/nodal
displacement
Metode Elemen Hingga
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Menginovasi Mencapai Kebenaran dan Kejayaan
1
2
3
4
Body force
Metode Elemen Hingga
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Menginovasi Mencapai Kebenaran dan Kejayaan
Tinjaulah Elemen Balok dengan panjang L, Momen Inersia I dan Modulus
Elastisitas E. P adalah gaya yang bekerja pada titik nodal dan adalah
peralihan titik nodal
1
2
3
4
P
1
,
1 P
3
,
3
P
2
,
2 P
4
,
4
L
Elemen Balok
Metode Elemen Hingga
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Menginovasi Mencapai Kebenaran dan Kejayaan
: peralihan titik nodal
| | | || | o k P =
P : gaya yang bekerja pada titik nodal
k : matrik kekakuan
Di mana :
Metode Elemen Hingga
UNIMAL
UNIMAL
UNIMAL
UNIMAL
Bentuk jaring elemen yang digunakan dalam suatu
analisa metode elemen hingga dapat berupa :
Constant-Strain triangle (CST),
linear-strain triangle (LST),
bilinear rectangle (Q4),
bilinear rectangle-imcompatible mode (Q6),
quadratic rectangle (Q8, Q9) dan
isoparametric elemen.
Bentuk jaring elemen
Segi-3
CST
Segi-4
Q4
Segi-
4 Q8
Segi-3
LST
Segi-
4 Q9
Isoparametrik
elemen
C A
B
O D
E
L = 3000 mm
y
b
a
a
q = 10 N/mm
500 mm
500 mm
1500 mm 1500 mm
1 mm
h = 1000 mm
E = 200 GPa
u = 0.3
x
Gambar 5. Balok kantilever sebagai model analitis
Element meshing 125 x 125 mm Element meshing 125 x 125 mm
Element meshing 250 x 250 mm Element meshing 250 x 250 mm
Element meshing 500 x 500 mm
Element Type LST Element Type Q4 and Q6
Element meshing 500 x 500 mm
| |{ } { } r d k =
| | k
{ } d
{ } r
: matrik kekakuan elemen
: vektor peralihan titik simpul elemen;
: vektor beban titik simpul
= 0.032
Bentuk jaring elemen
Segi-3
CST
Constan Strain Triangle (CST)
Constan strain triangle yang mempunyai 6 derajat
kebebasan untuk setiap elemen. CST memiliki fungsi
peralihan baik dalam arah sumbu x maupun sumbu y.
Tegangan dan regangan elemen dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan :
{ } | || |{ } d B E = o
{ } o
| | B
| | E
: tegangan elemen
: matrik hubungan tegangan-regangan
: matrik modulus elastisitas
Untuk isotropik elemen dan adalah poisson rasio,
matrik modulus elastisitas diberikan oleh persamaan :
| |
( ) ( )
(
(
(
(


=
2
1
0 0
1
0 1
1
2
v
E
E u u
u
u
Matrik hubungan tegangan regangan diberikan oleh
persamaan :
| |
2 3 3 1 1 2
3 2 1 3 2 1
3 2 2 3 1 3 3 1 2 1 1 2
0 0 0
1
0 0 0
2
t
Y Y Y Y Y Y
B X X X X X X
A
X X Y Y X X Y Y X X Y Y

(
(
=
(
(

Matrik N untuk elemen CST diberikan oleh persamaan :
| |
(

=
3 2 1
3 2 1
0 0 0
0 0 0
N N N
N N N
N
( ) ( ) ( ) { }
2 3 3 2 2 3 3 2 1
2
1
y x y x x x y y y x
A
N
t
+ + =
( ) ( ) ( ) { }
3 1 1 3 3 1 1 3 2
2
1
y x y x x x y y y x
A
N
t
+ + =
( ) ( ) ( ) { }
1 2 2 1 1 2 2 1 3
2
1
y x y x x x y y y x
A
N
t
+ + =
Sebuah balok kantilever seperti tergambar dibebani beban momen M.
Hitunglah tegangan dengan menggunakan rumus {}=[E][B]{d}
pada masing-masing elemen :
(a) CST dengan nodal ADF
(b) CST dengan nodal AFC
C
A
B
F
D
E
c
c
L
y,v
x,u
M
Element #1
NODE A
NODE D NODE F
X
1
Y
1
X
2
Y
2
X
3
Y
3

0 0 L 0 L 2c
| |
2 3 3 1 1 2
3 2 1 3 2 1
3 2 2 3 1 3 3 1 2 1 1 2
0 0 0
1
0 0 0
2
t
Y Y Y Y Y Y
B X X X X X X
A
X X Y Y X X Y Y X X Y Y

(
(
=
(
(

Hitung Shape Function
| |
0 2 0 2 0 0 0 0 0
1
0 0 0 0 0
2
0 2 0 2 0 0 0 0
c c
B L L L L
LC
L L c L c L

(
(
=
(
(

Matrix Modulus Elastisitas, [E]
| |
( )
( )
2
1 0
1 0
1
1
0 0
2
E
E
u
u
u
u
(
(
(
=
(

(
(

Untuk v = 0,
| |
( )
( )
(
(
(
(

=
2
0 1
0 0
0 1 0
0 0 1
0 1
2
E
E
| |
(
(
(
(

=
2
1
0 0
0 1 0
0 0 1
E E
{ }

=
EI
ML
EI
ML
v
u
v
u
v
u
d
F
F
D
D
A
A
2
0
2
0
0
0
2
2
Tegangan pada elemen # 1
{}=[E][B]{d}
{ }

(
(
(
(
(
(

(
(
(
(

=
EI
ML
EI
ML
c L c L
c c
L L
E
E
E
2
0
2
0
0
0
0
2
1 1
2
1 1
0
2
1
0
2
1
0 0 0
0 0 0
1
0
1
2
0 0
0 0
0 0
2
2
o

I
ML
Y X
Y
X
4
0
0
t
o
o