Anda di halaman 1dari 7

Visum et Repertum No.

04/VR/1990

Halaman 1 dari 7 halaman BAGIAN KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR Makassar, 31 Januari 1990 PRO JUSTITIA Visum et Repertum No. 04/VR/1990 Tembusan Kepada Yth. Jaksa Agung Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dokter DA, Sp.PA(K), Sp.F, DFM, dari Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar, menerangkan bahwa :----------------------------------Berhubungan dengan surat permintaan Visum et Repertum dari Kepala Kepolisian Sektor Kota Panakkukang Polri Kota Besar Ujungpandang tertanggal tiga puluh satu Januari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh, No. Pol 186/I/1990/Sekta, yang ditandatangani oleh Samsuddin Ganggong, Lettu Pol NRP 49020100-------------------------------------------------------------------------------------------Saya pada tanggal tiga puluh satu Januari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh, mulai pukul sebelas tiga puluh sampai pukul dua belas lima belas menit Waktu Indonesia Bagian Tengah, dibantu oleh residen dan beberapa dokter muda lainnya di kamar bedah mayat Rumah Sakit Pelamonia Makassar, telah melakukan bedah mayat atas satu mayat bayi laki-laki yang ditunjuk oleh polisi, di mana mayat tanpa segel ini adalah satu-satunya mayat yang terdapat dalam kamar bedah mayat tersebut.-----------Penunjukan ini sesuai dengan surat permintaaan Visum et Repertum dari polisi tersebut di atas yang menerangkan bahwa mayat bayi laki-laki ini :-----------------------N a m a : Belum punya nama------------------------------------------------------------------Umur : Tidak dicantumkan------------------------------------------------------------------Alamat : Tidak dicantumkan------------------------------------------------------------------Mayat tersebut diketemukan pada hari Kamis tanggal tiga puluh satu Januari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh jam delapan Waktu Indonesia Bagian Tengah di samping Jembatan Pampang.--------------------------------------------------------------------Pada pemeriksaan kami dapatkan :------------------------------------------------------------------------------------------------HASIL PEMERIKSAAN-------------------------------------I. PEMERIKSAAN LUAR :-------------------------------------------------------------------

Visum et Repertum No. 04/VR/1990

Halaman 2 dari 7 halaman 1. Mayat tanpa identitas ini telah berada di atas meja bedah mayat Rumah Sakit Pelamonia Makassar, dalam sebuah baskom plastik berwarna merah jambu, dibungkus dengan kantong plastik warna hitam dua lapis.-------------------------2. Rambut kepala berwarna hitam, halus, lurus, rambut terpanjang dengan ukuran satu sentimeter, tidak mudah dicabut. Alis berwarna hitam dengan ukuran terpanjang nol koma enam sentimeter, bulu mata berwarna hitam dengan Ke Halaman 2: 2. ukuran terpanjang nol koma empat sentimeter.--------------------------------------Rambut 3. Warna kulit kemerahan, panjang badan tiga puluh dua sentimeter, berat badan tidak diukur, umur kira-kira enam setengah bulan ----------------------------------4. Kaku mayat terdapat di seluruh tubuh, susah dilawan. Lebam mayat terdapat di sisi kanan tubuh dan anggota gerak kanan, tidak hilang dengan penekanan, pembusukan belum ada.-----------------------------------------------------------------5. Mata kiri dan kanan : kelopak mata menutup, bola mata tidak menonjol, tidak ada tanda-tanda perdarahan.------------------------------------------------------------6. Hidung : Bentuk luar tidak ada kelainan tertentu, sekat rongga hidung tidak ada kelainan, tidak ada cairan yang keluar dari lubang hidung-------------------------7. Mulut : Bibir pucat, lubang mulut tak ada kelainan, cairan mulut tidak ada, gigi geligi belum tumbuh, lidah tidak ada kelainan.--------------------------------------8. Telinga kiri dan kanan sudah terbentuk sempurna, cairan tidak ada.--------------9. Kuku sudah terbentuk, belum melewati ujung jari, berwarna pucat.--------------10. Kemaluan : Kelamin laki-laki, belum disunat, panjang satu koma dua sentimeter, diameter nol koma lima sentimeter, testis belum turun.---------------11. Lubang pelepasan (anus) : Sudah terbentuk, tak ada kelainan tertentu, ditemukan meconium--------------------------------------------------------------------12. Placenta (uri tembuli) : berukuran dua belas kali delapan kali satu koma dua sentimeter, berwarna merah.------------------------------------------------------------13. Tali pusat belum diikat dengan panjang tiga puluh satu sentimeter, ujung tidak rata, sudah lepas dari placenta tapi masih melekat dari bagian badan janin, berwarna kemerahan.--------------------------------------------------------------------14. Luka-luka pada kulit :--------------------------------------------------------------------a. Kulit kepala : Tampak dua luka terbuka di kulit kepala.--------------- Tampak luka pertama merupakan luka terbuka berbentuk celah terletak di kepala bagian kiri atas. Luka berukuran panjang dua sentimeter, lebar nol koma lima sentimeter, dan kedalaman luka satu sentimeter sebelum dirapatkan dan panjang luka setelah dirapatkan dua koma dua sentimeter. Titik pertama luka berjarak satu koma dua sentimeter dari garis tengah tubuh dan berjarak enam koma dua sentimeter dari garis mendatar yang menghubungkan pinggir atas daun telinga. Titik kedua luka berjarak satu koma tujuh sentimeter dari garis tengah tubuh dan berjarak lima koma tujuh sentimeter dari garis mendatar yang menghubungkan pinggir atas

Ke Halaman 3: Tampak luka

Visum et Repertum No. 04/VR/1990

Halaman 3 dari 7 halaman daun telinga. Luka berbentuk bulan sabit, pinggir luka tidak rata, terdapat jembatan jaringan dan tampak bekuan darah disekitar luka.----------------- Tampak luka kedua merupakan luka terbuka berbentuk celah terletak di telinga kiri menjadi tiga bagian yang masing-masing panjangnya satu sentimeter, lebar nol koma dua sentimeter sebelum dirapatkan dan panjang luka setelah dirapatkan satu koma dua sentimeter. Pinggir luka tidak rata, terdapat jembatan jaringan dan tampak bekuan darah disekitar luka.---------------------------------------------------------------------------------Kulit muka : Tampak satu luka memar pada rahang kiri bawah, berukuran satu kali nol koma tiga sentimeter. Jarak titik tengah luka ke garis tengah tubuh yakni empat koma dua sentimeter dan berjarak tujuh koma empat sentimeter dai garis yang menghubungkan garis atas tulang selangka. Bentuk luka tidak beraturan, tepi tidak rata, berbatas tegas dan berwarna merah kebiruan.------Kulit leher : Tidak ada perlukaan-----------------------------------------Kulit dada : Tidak ada perlukaan-----------------------------------------Kulit dinding perut : Tampak dua luka memar pada dinding perut.----------- Tampak luka memar pertama pada perut sebelah kiri, berukuran enam kali satu koma lima sentimeter. Jarak titik tengah luka dari garis tengah tubuh yakni tiga koma dua sentimeter dan berjarak satu sentimeter dari garis mendatar yang melewati pusat. Bentuk luka tidak beraturan, tepi tidak rata, berbatas tegas dan berwarna merah kebiruan.--------------------- Tampak luka memar kedua pada pangkal tali pusat berukuran satu koma dua kali nol koma delapan sentimeter. Bentuk luka tidak beraturan, tepi tidak rata, berbatas tegas dan berwarna merah kebiruan.---------------------Kulit punggung : Tampak dua luka memar pada punggung kiri------------ Tampak luka memar pertama pada punggung sebelah kiri atas, berukuran dua koma lima kali nol koma tujuh sentimeter. Jarak titik tengah luka yakni dua koma tiga dari garis tengah tubuh dan berjarak empat koma lima sentimeter dari garis yang menghubungkan ujung bawah tulang belikat. Bentuk luka tidak beraturan, tepi tidak rata, berbatas tegas dan berwarna merah kebiruan.-------------------------------------------------------- Tampak luka memar kedua pada punggung kiri bawah, berukuran satu koma lima kali nol koma lima sentimeter. Jarak titik tengah luka yakni dua koma dua sentimeter dari garis tengah tubuh dan satu koma dua dari garis yang menghubungkan ujung bawah tulang belikat. Bentuk luka tidak beraturan, tepi tidak rata, berbatas tegas dan berwarna merah kebiruan.----------------------------------------------------------------------------Kulit pinggang : Tidak ada perlukaan------------------------------------------

b.

c. d. e.

f.

g.

Visum et Repertum No. 04/VR/1990

Halaman 4 dari 7 halaman h. Kulit bokong : Tidak ada perlukaan-----------------------------------------i. Kulit anggota gerak : Tampak tiga luka pada anggota gerak------------------- Tampak satu luka lecet gores pada telapak tangan kiri, berukuran nol koma delapan kali nol koma dua sentimeter. Titik pertama luka berjarak satu koma lima sentimeter dari garis pergelangan tangan sedangkan titik kedua berjarak satu koma dua sentimeter dari garis pergelangan tangan. Luka berbentuk garis lurus, berwarna coklat kemerahan.-------------------- Tampak satu luka memar pada paha kiri sebelah luar,4: kedua berjarak Ke Halaman berukuran dua kali satu sentimeter. Jarak titik tengah luka dari garis yang melewati atas lutut yakni satu koma lima sentimeter. Bentuk luka tidak beraturan, tepi tidak rata, berbatas tegas dan berwarna merah kebiruan.--------------------------- Tampak satu luka lecet gores pada lutut kanan, berukuran satu kali nol koma tiga sentimeter. Luka berbentuk garis lurus, berwarna coklat kemerahan.-------------------------------------------------------------------------15. Tulang-tulang perabaan : Tidak ada patah tulang.-----------------------------------II. PEMERIKSAAN DALAM----------------------------------------------------------------16. Jaringan lemak bawah kulit dada sedikit berwarna kuning muda, otot daging warna merah, tulang dada tidak ada patah tulang, tulang iga dan tulang rawan iga tidak ada patah tulang---------------------------------------------------------------17. Lidah tidak ada kelainan tertentu. Tulang lidah, tidak ada patah tulang.---------18. Kantong jantung (pericardium): bagian yang tidak ditutupi paru-paru satu koma lima sentimeter, tidak ada perlengketan. Cairan kantong jantung sedikit-19. a. Jantung : ukuran panjang tiga sentimeter, lebar dua koma lima sentimeter dan lebar nol koma delapan sentimeter, berat tidak diukur, berwarna merah muda, tak ada kelainan.------------------------------b. Pembuluh nadi aorta tak ada kelainan.---------------------------------------------20. a. Cairan rongga paru sedikit, tak ada perdarahan.-----------------------------------b. Selaput paru-paru tak ada perlengketan.-------------------------------------------21. a. Paru-paru kiri : Ukuran empat koma tujuh kali tiga koma lima kali nol koma delapan sentimeter, berat tidak diukur, berwarna merah, permukaan licin, perabaan seperti spons, tepi tumpul. ---------------------------------------------------------Tes apung paru Positif---------------------------------------------------------------Mikrokopis : Alveoli sudah mengembang----------------------------------------b. Paru-paru kanan : Ukuran lima kali empat kali satu sentimeter, berat tidak diukur, warna kemerahan, permukaan licin, perabaan seperti spons, tepi tumpul.-----------------------

Visum et Repertum No. 04/VR/1990

Halaman 5 dari 7 halaman Tes apung paru Positif.---------------------------------------------------------------Mikroskopis : Alveoli sudah mengembang----------------------------------------22. Hati : Berwarna merah tua, permukaan licin, perabaan kenyal, tepi tajam, ukuran enam kali empat kali satu sentimeter, berat tidak diukur, penampang tidak ada kelainan.------------------------------------------------------------------------23. Pankreas (kelenjar ludah perut) : tak ada kelainan tertentu-------------------------24. Limpa : Tidak ada kelinan tertentu----------------------------------25. Lambung : Kosong, tidak ada kelainan---------------------------------26. Usus dua belas jari : Tidak ada kelainan tertentu---------------------------------27. Usus halus : Tidak ada kelainan tertentu---------------------------------Ke Halaman 5:25.Lambung 28. Usus besar : Berisi meconium, tidak ada kelainan tertentu------------29. Ginjal :-------------------------------------------------------------------------------------a. Ginjal kiri : Ukuran tiga koma dua kali dua kali satu sentimeter, warna merah kecoklatan, permukaan licin, berat tidak diukur----b. Ginjal kanan : Ukuran tiga koma lima kali dua kali satu sentimeter, warna merah kecoklatan, permukaan licin, berat tidak diukur----30. Tulang-tulang panggul : Tidak ada patah tulang-------------------------------------31. Tulang belakang, tulang leher, tulang punggung, tulang ekor: Tidak ada patah tulang---------------------------------------------------------------------------------------32. Tulang tengkorak: Sutura belum menutup, tak ada patah tulang------------------33. Selaput otak : Terdapat perdarahan di bawah selaput otak keras bagian kiri atas dengan ukuran satu kali nol koma lima sentimeter. Tampak pula perdarahan di bawah selaput sarang laba-laba, ukuran satu kali nol koma lima sentimeter----------------------------------------------------------------------------------34. Otak : Ukuran delapan kali enam kali tiga sentimeter, berat tiga ratus delapan puluh gram, berwarna pucat. Tampak adanya penekakan pada bagian batang otak-----------------------------------------------------------------------------------------35. Toksikologi : Tidak dilakukan pemeriksaan.--------------------------------------III. RINGKASAN Saya dokter DA, Sp.PA(K), Sp.F, DFM berhubung dengan surat permintaan Visum et Repertum dari No. Pol 186/I/1990/Sekta tertanggal tiga puluh satu Januari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh, dari Kepala Kepolisian Sektor Kota Panakkukang Polri Kota Besar Ujungpandang, Lettu Pol Samsuddin Ganggong, NRP 49020100, maka saya pada tanggal tiga puluh satu Januari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh, mulai pukul sebelas tiga puluh sampai pukul dua belas lima belas menit Waktu Indonesia Bagian Tengah, di kamar Bedah Mayat Rumah Sakit Pelamonia Makassar, telah melakukan bedah mayat atas satu mayat bayi laki-laki yang menurut polisi identitas tidak diketahui, umur kira-kira enam setengah bulan, alamat tidak dicantumkan. Mayat ditemukan di samping Jembatan Pampang, pada hari Kamis

Visum et Repertum No. 04/VR/1990

Halaman 6 dari 7 halaman tanggal tiga puluh satu Januari seribu sembilan ratus sembilan puluh jam delapan Waktu Indonesia Bagian Tengah. Pada pemeriksaan luar didapatkan kaku mayat pada seluruh tubuh yang susah dilawan, lebam mayat terdapat di sisi kanan tubuh dan anggota gerak kanan yang tidak hilang dengan penekanan dan belum terdapat tanda-tanda pembusukan. Mulut bibir pucat, gigi geligi belum tumbuh, telinga kiri dan kanan sudah terbentuk sempurna. Warna kulit kemerahan, panjang badan tiga puluh dua sentimeter. Kuku sudah terbentuk, belum melewati ujung jari, warna pucat. Kemaluan testis belum turun, tali pusat belum diikat, panjang tiga puluh satu sentimeter, ujung tidak rata, sudah lepas dari placenta tapi masih melekat pada badan janin. Pada kulit Halaman 6:terbentuk Ke kepala tampak dua luka terbuka. Tampak luka terbuka pertama berbentuk celah terletak di kepala bagian kiri atas. Luka berukuran panjang dua sentimeter, lebar nol koma lima sentimeter, dan kedalaman luka satu sentimeter sebelum dirapatkan dan panjang luka setelah dirapatkan dua koma dua sentimeter. Luka berbentuk bulan sabit, pinggir luka tidak rata, terdapat jembatan jaringan dan tampak bekuan darah disekitar luka. Tampak luka terbuka kedua berbentuk celah terletak di telinga kiri menjadi tiga bagian yang masing-masing panjangnya satu sentimeter, lebar nol koma dua sentimeter sebelum dirapatkan dan panjang luka setelah dirapatkan satu koma dua sentimeter. Pinggir luka tidak rata, terdapat jembatan jaringan dan tampak bekuan darah disekitar luka. Pada kulit muka tampak satu luka memar pada rahang kiri bawah, berukuran satu kali nol koma tiga sentimeter. Bentuk luka tidak beraturan, tepi tidak rata, berbatas tegas dan berwarna merah kebiruan. Pada kulit perut tampak pula dua luka memar. Luka memar pertama pada perut sebelah kiri, berukuran enam kali satu koma lima sentimeter dengan bentuk luka tidak beraturan, tepi tidak rata, berbatas tegas dan berwarna merah kebiruan. Sedangkan luka memar kedua terdapat dipangkal tali pusat. Pada kulit punggung terdapat dua luka memar. Luka memar pertama pada punggung sebelah kiri atas dan luka memar kedua terdapat di punggung kiri bawah. Pada anggota gerak terdapat tiga buah luka. Luka pertama merupakan luka lecet gores pada telapak tangan kiri, luka kedua merupakan luka memar terdapat di paha kiri sebelah luar dan luka ketiga merupakan luka lecet gores yang terdapat pada lutut kanan. Pada pemeriksaan dalam didapatkan jantung yang berukuran tiga kali dua koma lima kali nol koma delapan sentimeter berwarna merah muda. Paru-paru kiri dan kanan berwarna kemerahan, permukaan licin, perabaan seperti spon, tepi tumpul, test apung paru positif dan hasil pemeriksaan mikroskopis paru alveoli sudah mengembang. Sutura belum menutup dan tidak terdapat patah tulang tengkorak. Terdapat perdarahan di bawah selaput otak keras bagian kiri atas dengan ukuran satu kali nol koma lima sentimeter. Tampak pula perdarahan di bawah selaput sarang labalaba, ukuran satu kali nol koma lima sentimeter. Tampak adanya penekakan pada bagian batang otak----

Visum et Repertum No. 04/VR/1990

Halaman 7 dari 7 halaman IV. KESIMPULAN-----------------------------------------------------------------------------Telah dilakukan bedah mayat pada mayat bayi laki-laki pada hari Kamis tanggal tiga puluh satu Januari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh, mulai pukul sebelas tiga puluh sampai pukul dua belas lima belas menit Waktu Indonesia Bagian Tengah, di kamar Bedah Mayat Rumah Sakit Pelamonia Makassar, berdasarkan surat permintaan visum et Repertum No. Pol 186/I/1990/Sekta dari Kepala Kepolisian Sektor Kota Panakkukang Polri Kota Besar Ujungpandang, Lettu Pol Samsuddin Ganggong, NRP 49020100, tanggal tiga puluh satu Januari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa mayat bayi laki-laki yang menurut polisi tidak diketahui identitasnya, dengan umur kira-kira Ke Halaman 7:Ganggong,NRP enam setengah bulan, meninggal karena kegagalan pernapasan karena adanya penekanan pada pusat pernapasan di batang otak yang disebabkan oleh perdarahan pada selaput otak keras dan selaput sarang laba-laba bagian kiri akibat trauma tumpul pada kepala bagian kiri atas. V. PENUTUP Demikianlah Visum et Repertum ini dibuat dengan sejujur-jujurnya dan dengan pengetahuan yang sebaik-baiknya serta mengingat sumpah jabatan pada waktu saya menerima jabatan sebagai dokter.----------------------------------------------------------

Dokter yang memeriksa,

dr. DA, Sp.PA(K), Sp.F, DFM