Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRATIKUM KIMIA

Anggota kelompok :

1.
2. 3. 4. 5. 6. 7.

Alfin Rohmat R. Chaerul Imam U.P. Dinda Aisyah F.I. Janur Mahanani W.H. M. Nur Hidayatulloh M. Barlian Paradis Zahrotul N. I.

RSBI SMAN MOJOAGUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

JUDUL PENENTUAN H REAKSI EKSOTEREM DAN ENDOTEREM TANGGAL 15 September 2012 DASAR TEORI Setiap zat mengandung energi. Entalpi adalah energi yang terkandung di dalam zat. Perubahan seluruh energi zat di dalam suatu reaksi disebut perubahan entalpi reaksi (H). Menurut hukum Hess, banyaknya energi yang diserap atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi, melainkan pada keadaan awal dan keadaan akhir reaksi. Ada energi sistem, ada energi luar. Entalpi adalah energi sistem. Reaksi kimia berlangsung disertai perubahan energi berupa penyerapan atau pelepasan kalor (panas). Reaksi kimia yang melibatkan penyerapan kalor disebut reaksi endoterm (H>0) , sedangkan reaksi kimia yang melibatkan pelepasan kalor disebut reaksi eksoterm. H<0. Untuk mengukur kalor reaksi yang berlangsung dalam larutan dapat

menggunakan Kalorimeter sederhana.Dan dirumuskan bahwa: qreaksi+ qlarutan= 0 qreaksi= - qlarutan Besarnya qlarutan dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: Qlarutan = - m xc xT Keterangan : q = kalor yang diserap atau dilepas (J atau kJ) m = massa (g atau kg) c = kalor jenis (J/g oC atau J/kgoK)

Jadi, besarnya H reaksi pada calorimeter sederhana dalam satuan Joule/mol adalah: H = qreaksi / mol Atau H = -qlarutan / mol TUJUAN * Menentukan perubahan entalpi pada reaksi antara larutan natrium hidroksida dengan larutan asam klorida yang menghasilkan satu mol air. * Menentukan perubahan entalpi pada reaksi antara padatan urea dengan air ALAT DAN BAHAN 1. Bejana plastik / styrofoam 2. Gelas ukur 3. Termometer 4. Pipet tetes 5. Spatula 6. Neraca 7. Larutan NaOH 8. Larutan HCl 7. Padatan Urea CO(NH2)2 9. Air H2O

CARA KERJA a. Reaksi antara larutan HCl 1 M dan larutan NaOH 1 M 1. Ambil 25 mL larutan NaOH 1 M dalam gelas ukur masukkan ke dalam bejana plastik dan ambil 25 mL larutan HCl 1 M ke dalam gelas ukur. 2. Ukur suhu kedua larutan itu. Termometer harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum dipindahkan dari satu larutan ke larutan yang lain. Tentukan suhu rata

rata kedua larutan yaitu (suhu larutan NaOH + suhu larutan HCl) / 2. Suhu rata rata ini digunakan sebagai suhu awal. 3. Tuangkan HCl ke dalam bejana plastik yang berisi larutan NaOH tadi, aduk dan ukur suhu yang ditunjukkan oleh termometer. Suhu akan naik kemudian menjadi tetap . Catatlah suhu yang tetap itu (digunakan sebagai suhu akhir). b. Reaksi antara padatan Urea dengan air 1. Masukkan air sebanyak 50 ml dalam bejana plastik lalu ukur suhunya dengan termometer 2. Timbang urea sebanyak 5 g masukkan dalam air di bejana plastik 3. Ukur suhunya dengan termometer, Catat suhunya! DATA PENGAMATAN Suhu larutan NaOH 1 M Suhu larutan HCl 1 M Suhu rata rata (suhu awal) Suhu akhir Suhu air = 28 24

= =

28 27

C C C C C

= 27,5 = 30,5 3 C

Kenaikan suhu (suhu akhir suhu awal) = Suhu air + urea = C

Kenaikan suhu (suhu akhir suhu awal) = -4

ANALISIS DATA 1. Hitunglah q larutan dengan rumus q = m x c x T (kalor yang diserap bejana plastik/styrofoam dapat diabaikan) Jawab : Diket : m = (massa NaOH + massa HCL) = (25 g + 25 g) = 50 gram t = takhir - tawal = (30,5 + 273) (27,5 + 273) = 3 0K

Ditanya = Qlarutan = ......? Jawab : Qlarutan = m . c . t Qlarutan = 50 gram . 4,2 J K-1 g-1 . 3 0K = 630 Joule 2. Hitung qreaksi. Qreaksi = qlarutan Jawab : Qreaksi = - qlarutan = - 630 Joule = - 0,63 KJ 3. Hitunglah jumlah mol NaOH dalam 25 mL larutan NaOH 1 M dan jumlah mol HCl dalam 25 mL larutan HCl 1 M. Jawab : Mol NaOH = V . Molar = 25 ml . 1 mol/liter = 0,025 liter . 1 mol/liter = 0,025 mol Mol HCl = V . Molar = 25 ml . 1 mol/liter = 0,025 liter . 1 mol/liter = 0,025 mol 4. Hitunglah qreaksi pada pembentukan 1 mol H2O (jika NaOH dan HCl yang bereaksi masing masing 1 mol) Jawab : NaCL(aq) + HCl(aq) 1 mol : 1 mol : NaCl(aq) + H2O(l) 1 mol : 1 mol : 1000 ml

1000 ml : 1000 ml : 1000 ml Jika 0,025 mol NaOH = 25 ml

maka, Volume 1 mol NaOH = 1 mol / 0,025 mol x 25 ml = 1 mol / 0,025 mol x 0,025 liter = 1 liter = 1000 ml Qlarutan = m . c . t = (1000 g + 1000 g) 4,2 J/ k. g . 3 0K = 25.200 Joule = 25,2 kJ

= Qlarutan / mol H2O = 25,2 kJ / 1 mol = 25,2 kJ / mol

=-Q = - 25,2 kJ/mol.

5. Tulis persamaan termokimia untuk reaksi ini. (Hreaksi = qreaksi pada pembentukan 1 mol H2O) Jawab : NaCl(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l) H = - 25,2 kJ/mol

6. Hitung H reaksi antara padatan urea dengan air ? Jawab : Diket : massa urea = 5 gram Massa air Qlarutan = 50 ml x 1 gr/ml = 50 gram = m . c . t = 55.4,2.(-4) = - 924 j = - 0,924 kj Mol urea H = 5 gr / 60 = 1/12 mol =-Q = - (q larutan / mol) = - (- 0,923kj) / (1/12) mol = 11,088 kJ / mol 7. Manakah yang termasuk reaksi endoterm dan mana yang termasuk reaksi eksoterm? Jawab : Endoterm Ekstoterm : Air dan Urea. : larutan NaOH dan HCl

PERTANYAAN 1. Termasuk reaksi eksoterm atau endotermkah reaksi antara larutan NaOH dengan larutan HCl ? Jelaskan !

Jawab : Eksoterm ,karena suhu akhir dikurangi suhu awal menghasilkan t positif. Sehingga jika dimasukkan pada rumus yang ada pada dasar teori akan menghasilkan H negatif. 2. Buatlah diagram tingkat energi dari reaksi NaOH dengan HCl tersebut ! Jawab :

NaOH(aq) + HCl(aq) H = - 25,2 KJ/mol

Keadaan Awal

-25,5

NaCl(aq) + H2O(l)

Keadaan Akhir

KESIMPULAN perubahan entalpi pada reaksi NaOH dengan HCl yang menghasilkan 1 mol air adalah sebesar H = - 25,2 KJ/mol dan merupakan reaksi eksoterm. Sedangkan pada reaksi urea dan air mengalami penurunan suhu sehingga bisa disimpulkan bahwa reaksi yang terjadi antara urea dan air merupakan reaksi Endoterm dengan H = 11,088 kj / mol.

CATATAN Pada perhitungan perubahan entalpi pada reaksi ini dianggap bahwa : 1. Massa jenis larutan dianggap sama dengan massa jenis air yaitu 1 gram / mL. Volume larutan = volume NaOH + volume HCl Massa larutan = volume larutan x massa jenis air 2. Selama reaksi berlangsung, energi yang pindah dari sistem ke lingkungan dapat abaikan, sehingga q kalorimeter = 0. 3. Kalor jenis air 4,2 JK-1g-1