Anda di halaman 1dari 2

PENGOBATAN PADA NODULAR SCABIES DENGAN MENGGUNAKAN TACROLIMUS TOPIKAL

Pengobatan

pada Umum : Meningkatkan kebersihan perorangan dan lingkungan. Mencuci/menjemur alat-alat tidur dan jangan memakai pakaian/handuk bersama-sama. Semua keluarga atau orang terdekat yang berkontak dengan penderita harus ikut serta diobati. Beberapa macam obat yang dapat digunakan untuk mengobati scabies adalah: a. Permetrin Obat dengan tingkat keamanan yang cukup tinggi, mudah pemakaiannya dan tidak mengiritasi kulit. Dapat digunakan di kepala dan leher anak usia kurang dari 2 tahun. Penggunaannya dengan cara dioleskan di tempat lesi lebih kurang 8 jam kemudian dicuci bersih. b. Malation Malation 0,5% dengan dasar air digunakan selama 24 jam. Pemberian berikutnya diberikan beberapa hari kemudian. c. Emulsi benzil-benzoas (20-25%) Efektif terhadap semua stadium, diberikan setiap malam selama tiga hari. Sering terjadi iritasi dan kadang-kadang semakin gatal setelah memakainya. d. Sulfur Dalam bentuk parafin lunak, sulfur 10% secara umum efektif dan aman digunakan. Dalam konsentrasi 2,5% dapat digunakan pada bayi. Obat ini digunakan pada malam hari selama 3 malam. e. Monosulfiran Tersedia dalam bentuk losion 25%, yang sebelum digunakan harus ditambah 2-3 bagian dari air dan digunakan selama 2-3 hari.

Nodular Skabies

f. Gama Benzena Heksa Klorida (gameksan) Kadarnya 1% dalam krim atau losion, termasuk obat pilihan karena efektif terhadap semua stadium, mudah digunakan dan jarang terjadi iritasi. Tidak dianjurkan pada anak dibawah 6 tahun dan wanita hamil karena toksik terhadap susunan saraf pusat. Pemberian cukup sekali, kecuali jika masih ada gejala ulangi seminggu kemudian. g. Krotamiton Krotamiton 10% dalam krim atau losion merupakan obat pilihan. Mempunyai 2 efek sebagai anti skabies dan anti gatal Pengobatan dengan Tacrolimus merupakan inhibitor kalsineurin. Ini mengikat protein menggunakan salep FK506-mengikat mengarah ke penghambatan kalsineurin dan

Tacrolimus 0,01% pencegahan aktivasi NFAT (Faktor Nuklir sel T Activated). Ini dan 0,03% transkripsi blok pengkodean gen IL-2 dan blok aktivasi sel T dan produksi sitokin lanjut. Juga tacrolimus menghambat pelepasan histamin dari sel mast dan basofil. Tindakan ini dapat mengurangi pruritus. Pada 2 minggu pertama Salap Tacrolimus 0.01% di oleskan pada nodular scabies dua kali sehari selama 2 minggu, kemudian oleskan lagi salap tacrolimus 0,03% selama 1 minggu. Hilangnya lengkap dari lesi nodular dengan pengurangan yang signifikan dalam gatal. Setelah menghentikan pengobatan, ada kekambuhan lesi di hampir semua pasien tetapi lesi yang lebih kecil dalam ukuran dan gatal adalah jauh lebih sedikit. Sebuah kursus mengulangi Tacrolimus topikal diberikan selama 1 minggu dan lesi menghilang lagi. Diagnosis banding a. Prurigo, biasanya berupa papel-papel yang gatal, predileksi pada bagian ekstensor ekstremitas b. Gigitan serangga, biasanya jelas timbul sesudah ada gigitan c. Folikulitis, nyeri berupa pustule miliar dikelilingi daerah yang eritem Prognosis Dengan memperhatikan pemilihan dan cara pemakaian obat serta syarat pengobatan dan menghilangkan faktor predisposisi, penyakit ini dapat di berantas dan memberikan prognosis yang baik.