Anda di halaman 1dari 11

*Pendahuluan*

Arus listrik terdiri atas dua macam, yaitu arus searah (direct current) dan arus bolak balik (alternating current). Kebutuhan sumber listrik yang dibutuhkan bisa jadi berbeda dengan sumber listrik yang tersedia, termasuk juga pengaturan karakteristik sumber listrik tersebut. Pembahasan kali ini adalah mengenai konverter. Konverter berfungsi untuk mengubah sinyal listrik dari satu bentuk ke bentuk lain yang dibutuhkan. Terdapat empat macam konverter, yaitu: 1. 2. 3. 4. Chopper (konverter DC ke DC) Rectifier (konverter AC ke DC) Inverter (konverter DC ke AC) Cycloconverter (konverter AC ke AC)

Hasil konversi terdiri atas dua macam, yaitu fix output dan variable output.
Yang akan saya bahas adalah mengenai Converter DC to DC (Chopper).

Converter DC to DC
DC to DC converter itu merupakan suatu device yang mengubah/mengkonversi energy listrik dari DC ke DC juga tentunya (menaikkan atau menurunkan), tanpa mengubah polaritas dari sumber. DC to DC converter ini memanfaatkan Charging dan discharging pada inductor, dengan metode switching. Switch yang digunakan adalah semikonduktor yang dioperasikan pada frequency tinggi seperti transistor BJT atau juga FET. DC to DC ini sangat sering dipakai di industry secara umum, dan elektronik khususnya, karena memiliki efesiensi yang tinggi. Device ini biasanya dipakai sebagai pengatur kecepatan motor, atau mobil listrik, dan bisa juga untuk charger.

Jenis-Jenis Converter DC to DC
Jenis DC to DC converter diantaranya: Buck Converter, Menurunkan tegangan Boost Converter, Menaikkan tegangan Buck-Boost Converter, Menurunkan dan menaikkan tegangan. Flyback (polaritas dengan outputnya dibalik) DC-DC converter mempunyai dua mode operasi. Continuous Conduction Mode (CCM) Discontinuous Conduction Mode (DCM)

*Duty Cycle*
Penjelasan secara simple bagaimana DC-DC itu bekerja. Sebelum pembahasan, akan dijelaskan terlebih dulu istilah duty cycle (k) yang akan sering dibahas di materi ini. Duty cycle adalah perbandingan waktu hidup (konduksi) dengan total periode dari switching.

Tadi telah disingguh, bahwa rangkaian ini memakai switch yang berupa semikonduktor, yang namanya switch dia bekerja hidup dan mati secara periodik, atau dapat kita katakan adalah ada periode on, ada periode off. 1 periode (T) adalah, waktu yang dibutukan oleh switch untuk 1 kali on dan 1 kali off. Duty cycle ini berfungsi sebagai konstanta pengali tegangan output yang dihasilkan pada design DC to DC converter(akan dibahas nanti), kira-kira begitu arti dari duty cyle.

Buck Converter
Buck Converter berfungsi untuk menurunkan tengangan, misalkan dari 12V DC ke 6 Volt DC, 10V DC ke 2 Volt DC, dll. Karana menurunkan tegangan, maka tegangan output yang dihasilkan akan selalu lebih kecil dari tegangan input(Supply), namun ingat polaritasnya tetap sama. Buck konverter menurunkan tegangan dengan memanfaatkan charge dan discharge dari induktor, tentu saja harus memiliki konfigurasi tertentu, jika tidak maka rangkaian tersebut boleh jadi tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Secara umum konfigurasi Buck Converter adalah sebagai berikut:

Rangkaian diatas tadi tidak rumit, ada Vg(Vin) sebagai sumber, kemudian ada FET sebagai switch (Q), ada diode(D) sebagai penyearah, ada induktor(L) sebagai komponen utama charge dan discharge, kemudian ada kapasitor(C) yang berfungsi memperhalus tegangan output yang dihasilkan, dan terakhir ada beban (R) sebagai matching impedance. Switch (Q) disini ya anggap saja sebagai saklar, yang berkedip pada frequency yang cukup tinggi (puluhan hinga ratusan KHz), sebagai pengendali time charge dan discharge. Dalam membuat analisis kita hanya cukup mengabil sample 1 periode saja, karena frequency konstan dan terus berulang. Dengan demikian, kita dapat membagai kondisi pada rangkaian diatas, yakni pada kondisi on dan pada kondisi off.

Boost Converter
Boost converter seperti pada gambar dibawah dapat disebut dengan step-up converter. Prinsip kerja dari boost converter adalah menaikkan tegangan
masukan yang rendah menjadi tegangan keluaran yang tinggi.

Pada saat interval DT dari periode pensaklaran, saklar yang tertutup menyambungkan induktor ke negatif catu daya dan arus mengalir. Arus induktor meningkat dan energi disimpan pada induktor. Dioda dibias mundur sehingga tidak ada arus induktor yang mengalir ke beban dan dioda ini menjadi pemisah dari bagian keluaran. Kemudian saat saklar terbuka, bagian keluaran menerima energi dari induktor dan masukan.

Buck-Boost Converter
Konverter buck-boost adalah jenis DC to DC Converter yang memiliki magnitudo tegangan output yang baik lebih besar dari atau kurang dari besarnya tegangan masukan. Dua topologi yang berbeda disebut buck-boost converter. Keduanya dapat menghasilkan berbagai tegangan output, dari tegangan output yang jauh lebih besar (dalam magnitudo mutlak) dari tegangan masukan, ke hampir nol.

Flyback Converter
Konverter flyback digunakan dalam kedua AC / DC dan DC / DC konversi dengan isolasi galvanic antara input dan output. Lebih tepatnya, konverter flyback adalah converter buck-boost dengan induktor dibagi untuk membentuk sebuah transformator, sehingga rasio tegangan dikalikan dengan keuntungan tambahan isolasi. Ketika mengemudi misalnya lampu plasma atau pengganda tegangan yang meluruskan diode dari konverter buck-boost yang tersisa keluar dan perangkat disebut transformator flyback. Skema Flyback Converter

Thanks For Attention By: Sella P.S

Anda mungkin juga menyukai