Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan

karunia-Nya sehingga penulisan makalah ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu. Makalah yang telah saya susun pada bidang studi PSIKOLOGI memuat tentang MASA PRANATAL Dengan disusunnya makalah ini diharapkan kita semua dapat mengerti dan memahami isi makalah ini. Akhir kata, penyusun mengucapkan terima kasih terutama kepada dosen bidang studi PSIKOLOGI karena telah memberikan tugas yang sangat bermanfaat untuk menambah ilmu dan wawasan bagi kami anak didik yang masih membutuhkan bimbingan dan pendidikan serta ahlak baik yang berbudi pekerti luhur.

Jakarta timur,10 November 2011

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Periode-Periode Perkembangan Pranatal Periode pranatal berlangsung selama 10 bulan berdasarkan perhitungan bulan yang masing-masing panjangnya 28 hari atau 9 bulan calendar. Periode pranatal biasanya dibagi dalam tiga tahap yaitu periode zigot, embrio dan janin, masing-masing mempunyai panjang waktu yang dapat diramalkan dan ditandai dengan perkembangan khusus. 1.2 Sikap Orang-Orang Yang Berarti Sampai awal 1940, minat psikologis periode pranatal terpusat pada kondisi fisik ibu, namun sekarang ahli psikologis tertarik untuk mengetahui pengaruh sikap-sikap tertentu dari anggota keluarga. Ada beberapa hal yang memberikan penjelasan tentang hal ini : 1 Sumber Timbulnya Sikap Sikap terhadap anak-anak terbentuk sejak awal kehidupan, banyak faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap ini. Pertama, pengalaman awal masa muda menentukan perasaan mereka terhadap anak-anak dan peran mendatang sebagai orang tua. Kedua, pengalaman dengan teman-teman, baik di masa lalu maupun sekarang. Ketiga, orang tua atau nenek yang tidak mempunyai anak dan menaruh perhatian dapat berpengaruh juga. Keempat, sikap terhadap jenis kelamin dari anak yang belum dilahirkan. Kelima, pengaruh media massa cenderung mengagungkan kehidupan keluarga dan peran orang tua. 2. Kondisi Mempengaruhi Sikap Banyak kondisi yang mempengaruhi sikap orang tua, saudara kandung, nenek yang mempengaruhi sikap anak, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.

3. Mapannya Sikap Senang, tidak senang, prasangka dan sikap, sekali terbentuk cenderung mapan. Perubahan yang terjadi biasanya hanyalah bentuk modifikasi dari sikap yang ada. Perubahan sikap lebih cenderung kuantitatif daripada kualitatif. Ada dua alasan mengapa sikap-sikap itu mapan. Pertama, keyakinan individu yang menganggap sikapnya sahih dan dibenarkan. Kedua, sikap tersebut biasanya sarat dengan emosi. 4. Efek Sikap Pada Anak-anak Sikap ibu dan seluruh anggota keluarga dapat mempengaruhi bayi yang belum dilahirkan. Sikap-sikap yang menyenangkan akan menimbulkan keseimbangan tubuh yang baik dan hal ini akan menunjang perkembangan yang normal sepanjang periode pranatal. 1.3 Bagaimana Kehidupan Mulai Kehidupan baru mulai dengan bersatunya sel seks pria dan sel seks wanita. Sel-sel seks pria, spermatozoa diproduksi dalam gonad (alat-alat reproduksi) pria yaitu testes, sedangkan sel-sel seks wanita, ovum diproduksi dalam gonad wanita yaitu indung telur (ovarium). Sel-sel seks pria dan wanita mengandung kromosom, yang mana setiap selnya memiliki 23 kromosom dan masing-masing kromosom mengandung gen yaitu pembawa keturunan. Gen adalah partikel yang ditemukan dalam kombinasi dengan gen-gen lain dalam bentuk menyerupai benang di dalam kromosom. Semua sel-sel seks pria dan wanita mengalami tahap permulaan perkembangan. Sel-sel seks pria melalui dua tahap yaitu pematangan dan pembuahan, sedangkan sel-sel seks wanita melalui tiga tahap yaitu pematangan, ovulasi dan pembuahan.

1.4 Pematangan Pematangan adalah proses pengurangan kromosom melalui pembelahan sel, dimana satu kromosom dari tiap pasangan mencari sel yang belum selesai terbelah, yang selanjutnya akan terbelah menurut panjangnya dan membentuk dua sel baru. 1.5 Ovulasi Ovulasi adalah tahap pendahuluan perkembangan yang terjadi hanya pada sel-sel seks wanita. Ovulasi adalah proses lepasnya satu telur yang matang selama siklus haid. 1.5 Pembuahan Pembuahan (fertilization) biasanya terjadi sementara ovum masih berada dalam tuba Falopi, atau lebih spesifik lagi umumnya pembuahan terjadi dalam dua belas sampai ketiga puluh enam jam dan biasanya terjadi pada dua puluh empat jam pertama setelah sel-sel telur memasuki tuba

BAB II ISI

2.1 Ciri-Ciri Pranatal Meskipun relatif singkat, periode pranatal mempunyai enam ciri penting, masingmasing ciri mempunyai akibat yang lambat pada perkembangan selama rentang kehidupan. Ciri-ciri itu adalah : 1. Pada saat ini sifat-sifat bauran, yang berfungsi sebagai dasar bagi perkembangan selanjutnya, diturunkan sekali untuk selamanya. 2. Kondisi-kondisi yang baik dalam tubuh ibu dapat menunjang perkembangan sifat bawaan sedangkan kondisi yang tidak baik dapat menghambat perkembangannya bahkan sampai mengganggu pola perkembangan yang akan datang. 3. Jenis kelamin individu yang baru diciptakan sudah dipastikan pada saat pembuahan dan kondisi-kondisi dalam tubuh ibu tidak akan mempengaruhinya, sama halnya dengan pembuahan. 4. Perkembangan dan pertumbuhan yang normal lebih banyak terjadi selama periode pranatal dibandingkan pada periode-periode lain dalam seluruh kehidupan individu. 5. Periode pranatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikologis. 6. Periode pranatal merupakan saat dimana orang-orang yang berkepentingan membentuk sikap-sikap yang baru diciptakan.

2.2 Bahaya Selama Periode Pranatal Dalam periode pranatal banyak bahaya yang dihadapi. Bahaya ini bersifat fisik atau psikologi: 1.Bahaya Fisik Ada beberapa kondisi yang mempengaruhi bahaya fisik. Pertama, saat terjadinya atau disebut saat konsepsi. Kedua, bila kondisinya lebih kuat dari kondisi normal. Beberapa hala yang dicurigai dapat mempengaruhi perkembangan. a. Malnutrisi ibu, dapat merusak perkembangan normal, terutama otak janin. b. Usia ibu. Wanita yang lebih tua dilaporkan cenderung mempunyai bayi yang lebih kecil dan mengalami banyak komplikasi. c. Pekerjaan ibu. d. Kelahiran kembar. 2. Bahaya Psikologis Bahaya psikologis dapat menimbulkan akibat yang tetap pada perkembangan dan dapat tetap ada pada pascanatal. Tiga bahaya psikologis yang penting: a. Kepercayaan Tradisional Kepercayaan tradisional terutama yang tidak dapat di buktikan secara ilmiah dapat dan memang mempengaruhi perlakuan orang tua kepada anak-anaknya dan seringkali mempengaruhi sikap anak yang satu terhadap yang lainnya. b. Tekanan Yang di Alami Ibu Bahaya yang dialami dapat berupa keadaan emosi yang meninggi selama beberapa waktu. Tekanan ini dapat disebabkan karena rasa takut, marah, sedih, atau iri hati. Jika tekanan tersebut dialami dalam jangka waktu yang lama dan ekstrem dapat mengakibatkan anak sering sakit selama 3 tahun pertama dibanding anak yang mempunyai lingkungan janin yang menyenangkan. c. Sikap-sikap Yang Kurang Menyenangkan Dipihak Orang-Orang Yang Berarti.

Bahaya ini meruapakan efek yang paling serius dan paling mendalam, karena sekali berkembang maka sikap itu cenderung mapan dan hanya ada sedikit perubahan atau modifikasi.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Pentingnya Kehamilan Empat kondisi penting saat kehamilan yang mempengaruhi perkembangan individual selanjutnya, yang mana peranan masing-masing kondisi akan menjelaskan mengapa saat hamil merupakan periode yang paling penting dalam rentang kehidupan. 1. Sifat Bawaan Peristiwa penting pertama pada saat kehamilan menentukan sifat bawaan individu yang baru diciptakan. Penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan selanjutnya dalam dua hal : a) faktor keturunan membatasi sejauh mana indivdu dapat berkembang. b) sifat bawaan sepenuhnya merupakan masalah kebetulan. 2. Jenis Kelamin Jenis kelamin (sex) bergantung pada jenis spermatozoon yang menyatu dengan ovum. Dua jenis spermatozoa matang diproduksi dalam jumlah yang sama yaitu 22 pasang kromosom ditambah satu kromosom X dan 22 pasang kromosom ditambah satu kromosom Y, sedangan ovum yang matang hanya mengandung kromosom X. Kromosom X dan Y merupakan kromosom penentu jenis kelamin, yang mana apabila ovum dibuahi oleh spermatozoon pembawa kromosom Y maka akan terjadi anak laki-laki sebaliknya bila dibuahi oleh spermatozoon pembawa kromosom X maka akan terjadi anak perempuan. 3. Jumlah Anak Apabila ovum yang matang dibuahi oleh satu spermatozoon hasilnya adalah satu anak, tetapi apabila terjadi telur yang dibuahi (zygote) membelah menjadi dua bagian atau lebih yang terpisah selama tahap-tahap permulaan pembelahan sel maka akan 8

menghasilkan kembar identik (uniovular). Sedangkan apabila dua ovum atau lebih dibebaskan sekaligus dan dibuahi oleh spermatozoa yang berlainan maka akan menghasilkan kembar nonidentik (biovular atau fraternal). Efek lahir kembar terhadap perkembangan. Kelahiran kembar mempengaruhi pola perkembangan tidak hanya karena terdapat perbedaan-perbedaan dalam faktor keturunan tetapi juga lingkungan baik sebelum maupun sesudah kelahiran pada kelahiran tunggal. Sehingga akibatnya adalah terdapat perbedaan pola perkembangan, pola perilaku dan kepribadian. Efek jangka panjang dari kekembaran. Pada umumnya bayi kembar yang pertama kali lahir terus menjadi lebih besar, lebih cerdas dan penyesuaian dirinya lebih baik selama masa kanak-kanak. Saling ketergantungan atau hubungan kekembaran sangat sering terjadi di antara anak-anak kembar yang muda. 4. Posisi Urutan Anak Forer menjelaskan pengaruh posisi urutan terhadap individu adalah: kedudukan Anda dalam keluarga sangat mempengaruhi bagaimana Anda menghadapi masyarakat dan dunia. Sebagian besar perkembagan anak bergantung pada interaksi dengan saudarasaudaranya. Pengaruh jangka panjang dari posisi urutan anak. Beberapa penelitian terhadap anak-anak yang labih besar, remaja dan orang dewasa dari berbagai posisi urutan menunjukan betapa posisi urutan dapat menjadi faktor yang kuat dalam menentukan jenis penyesuaian pribadi dan penyesuaian kehidupannya. sosial yang harus dilakukan individu sepanjang rentang

DAFTAR PUSTAKA

1. RISMAR NAWATIS WEBLOG,www.google.com

10

TUGAS MAKALAH PSIKOLOGI TENTANG MASA PRANATAL

DOSEN PEMBIMBING: MARETA BAYANI, S.Psi DISUSUN OLEH: IMA PUSPITA NIM : 11010

YAYASAN ANDAKARA JAKARTA TIMUR 2011/2012

11