Anda di halaman 1dari 12

DIPLOMASI Aos Y.

Firdaus / Nuro Kata Diplomasi Kata diplomasi berasal dari kata Yunani diploun yang berarti melipat. Masa kekaisaran Romawi, Surat jalan dari logam disebut diplomas Surat resmi negara yang diarsipkan disebut diplomaticus atau diplomatique Diplomasi dihubungkan dengan manajemen hubungan internasional, dan siapa pun yang mengaturnya disebut diplomat. Menurut Ernest Satow, pada tahun 1796, Burke memakai kata diplomasi untuk menunjukan keahlian atau keberhasilan dalam melakukan hubungan internasional dan perundingan. Definisi Diplomasi: 1. Management of relations between states and other actors 2. Seni berkomunikasi antar negara untuk mencapai tujuan politik luar negeri 3. Komunikasi yang dilakukan atas nama negara sebagai perwujudan pelaksanaan politik luar negeri negaranya 4. Pembicaraan antar negara melalui perundingan (negosiasi) 5. kegiatan pelaksanaan politik luar negeri dengan cara-cara damai untuk mencapai tujuan demi kepentingan nasional suatu negara. 6. The Oxford English Dictionary ; diplomasi ialah; manajemen hubungan internasional melalui negosiasi yang diatur oleh duta besar dan para wakil/diplomat. 7. The Chambers Twentieth Century Dictionary ; diplomasi adalah the art of negotiation, especially of treaties between states; political skill (seni berunding, khususnya tentang perjanjian diantara Negara-negara; keahliah politik). 8. Sir Ernest Satow dalam bukunya Guide to Diplomatic Practice mengatakan; diplomasi adalah the application of intelligence and tact to conduct of official relation between the government of independent states (penerapan kepandaian

dan taktik pada pelaksanaan hubungan resmi antara pemerintah Negara-negara berdaulat) 9. KM Panikkar dalam bukunya The Principle and Practice of Diplomacy menyatakan, diplomasi dalam hubungannya dengan politik internasional adalah seni mengedepankan kepentingan suatu Negara dalam hubungannya dengan Negara lain. 10. Clausewitz, seorang filsuf Jerman menyatakan bahwa perang merupakan kelanjutan diplomasi melalui sarana lain. 11. Harold Nicholson ; diplomasi terkait dengan: a. Politik Luar Negeri b. Negosiasi c. Mekanisme Pelaksanaan Negosiasi d. Suatu cabang dinas luar negeri Jadi, Definisi diplomasi dapat berupa: 1. Unsur pokok diplomasi adalah negosiasi 2. Negosiasi dilakukan untuk mengedepankan kepentingan negara 3. Tindakan-tindakan diplomatik diambil untuk menjaga dan memajukan kepentingan nasional sejauh mungkin bisa dilaksanakan dengan sarana damai. 4. Suatu teknik-teknik yang sering disiapkan untuk menyiapkan perang dan bukan untuk menghasilkan perdamaian 5. Dihubungkan dengan politik luar negeri suatu negara 6. Dihubungkan dengan sistem negara 7. Perwakilan negara Definisi yang dapat mencakup semua definisi yang terkait dengan hubungan antar negara ialah: Seni mengedepankan kepentingan suatu negara melalui negosiasi dengan cara-cara damai apabila mungkin, dalam berhubungan dengan negara lain. Apabila cara-cara damai gagal untuk memperoleh tujuan yang diinginkan, diplomasi mengizinkan penggunaan ancaman atau kekuatan nyata sebagai cara untuk mencapai tujuan-tujuannya.

Diplomasi dapat mempunyai makna yang berbeda-beda menurut penggunaannya, antara lain; Ada yang menyamakan diplomasi dengan politik luar negeri, misalnya Diplomasi Indonesia di Timur Tengah perlu ditingkatkan Diartikan juga perundingan misalnya; Masalah di Timur Tengah hanya dapat diselesaikan melalui diplomasi. Diartikan juga sebagai dinas luar negeri, misalnya; selama ini ia bekerja untuk diplomasi. Dipakai juga sebagai kiasan seperti pandai berdiplomasi berarti pandai bersilat lidah. Sejarah Diplomasi Diplomasi sebagai pelaksanaan hubungan antara kelompok manusia lebih tua dari sejarah diplomasi itu sendiri. Dalam konsep teologi (keagamaan), digambarkan bahwa seorang malaikat bertugas sebagai duta atau messanger antara Tuhan dan para Nabi di dunia (between heaven and earth). Di zaman pra sejarah ketika dua kelompok yang sedang berperang merasa perlu waktu untuk jeda/berhenti sementara (pause) guna menghimpun pasukan kembali, mengobati yang luka maupun menguburkan yang gugur di peperangan. Maka diutuslah seorang negosiator/messanger untuk membicarakan hal-hal terkait masa jeda tersebut. Maka dihasilkan pula kesepakatan pemberian kekebalan bagi seorang negosiator/messangger yaitu; tidak boleh diganggu selama diperjalanan berangkat dan pulang dari negosiasi, bebas pemeriksaan, dsb. Pada era sekarang ini berupa previleges, facilities & immunities.

Tugas dan Fungsi diplomasi serta Tipe-Tipe Diplomasi

FUNGSI DIPLOMASI: o Observe & Report (meneliti & melaporkan) o Negosiasi o Perwakilan o Promosi o Intervensi o Propaganda o Memperbaiki & mempertahankan hubungan o Persuasi / membujuk o Pencapaian ketertiban dan perubahan situasi internasional. o Protecting

TIPE-TIPE DIPLOMASI Diplomasi Komersial Diplomasi Komersial menurut Nicholson sama dengan diplomasi perdgangan atau shop-keeper. Menurutnya, diplomasi ini merupakan diplomasi borjuis atau diplomasi yang didasarkan pada anggapan bahwa penyelesaian kompromis antara mereka yang berselisih melalui negosiasi lebih menguntungkan daripada penghancuran total (perang). Persetujuan untuk saling memberi konsesi untuk tercapainya persetujuan tertentu. Diplomasi komersial = diplomasi melalui ekonomi (perdagangan internacional, bantuan ekonomi internacional, dll) Contoh: diplomasi dollar Amerika Serikat di Eropa Marshall Plan dan di Timar Tengah melalui Israel.

Diplomasi Demokratis Diplomasi ini sering disebut juga sebagai diplomasi terbuka yaitu diplomasi harus dijalankan secara terus terang dan terbuka serta memperoleh pengawasan penuh dari publik. Menurut Nicholson, teori dasar diplomasi demokratis ialah: Diplomat, sebagai abdi negara bertanggungjawab kepada Menteri Luar Negeri, Menlu sebagai anggota Kabinet bertanggung jawab kepada mayoritas di parlemen, dan parlemen sebagai majelis perwakilan bertanggungjawab terhadap kehendak rakyat yang berdaulat Menurut Nicholson, kelemahan diplomasi demokratis: 1. Apabila pihak legislatif mengingkari persetujuan yang telah ditandatangani oleh wakil pemerintah, maka perjanjian internasional dalam kondisi bahaya. 2. Sikap masa bodoh/cuek para pemilih (elektorat). 3. penundaan 4. ketidak tepatan Diplomasi Totaliter Perkembangan diplomasi totaliter pada era pasca Perang Dunia I di pengaruhi oleh beberapa faktor al: a. Nasionalisme ekstrim (pemujaan patriotisme dan loyalitas kepada negara) b. Nasionalisme ekonomi c. Pertimbangan ideologis Sifat khusus diplomasi totaliter ialah pembuatan keputusan tidak berada di bawah pengawasan rakyat. Diplomasi Melalui Konferensi Merupakan diplomasi multilateral dilakukan melalui perundingan dan diskusi dalam suatu forum atau konferensi. Diplomasi diam-diam

Yaitu diplomasi yang dilakukan oleh para wakil berbagai negara anggota PBB berunding secara diam-diam tetapi tidak perlu secara rahasia. Diplomasi Preventif Yaitu diplomasi yang dilakukan oleh PBB untuk menyelesaikan konflik di suatu negara (lokalisasi konflik) atau berfungsi sebagai penyeimbang hubungan internasional. Diplomasi Sumberdaya Diterapkan oleh negara-negara yang mempunyai sumberdaya alam melimpah (batu bara, besi, minyak, uranium, dsb) Untuk batu bara dan biji besi bisa ditemukan di sebagian besar wilayah lainnya, namun untuk minyak hanya terdapat di beberapa negara/tempat saja. Pertama wilayah Amerika Utara sampai ke Amerika Selatan termasuk Karibia dan Teluk Meksiko, deposit terpenting di daerah Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Kolumbia dan Venezuela. Kedua di wilayah Timur Dekat dan Timur Tengah yaitu wilayah negara-negara Arab, Soviet dan Rumania. PM. Clemenceau Ia yang menguasai minyak menguasai power

DIPLOMASI DAN POLITIK LUAR NEGERI Politik Luar Negeri (PLN) merupakan kebijakan makro negara yang dirumuskan dlm bentuk strategi dan diimplementasikan dlm kebijakan mikro dlm bentuk diplomasi yang taktis dan spesifik POLITIK LUAR NEGERI Dalam aspek pasifnya : merupakan refleksi atau pencerminan kondisi dlm negeri. Dalam aspek aktifnya : merupakan kelanjutan dari politik dalam negeri. (Yusuf Badri) POLUGRI # DIPLOMASI (strategi # taktik) o Polugri bersifat makro dan strategis, sedangkan diplomasi adalah bagian dari polugri. Dengan demikian diplomasi bersifat mikro dan taktis. o Polugri adalah strateginya dan diplomasi adalah taktiknya yang merupakan implementasi spesifik dari polugri. POLUGRI Bebas dan Aktif Bukan Politik Netral Bebas dalam arti tidak mengikatkan diri pada salah satu Blok dunia & ikatanikatan yang bersifat militer. Aktif dalam arti ikut berperan dalam memperjuangkan hapusnya kolonialisme dan imperialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. Polugri tidak bersifat isolasionis, juga cenderung tidak ekspansionis. PLN merupakan hasil dari interaksi bargaining politik domestik, PLN selalu dibuat secara rasional (cost & benefit) Polugri negara maju bersifat offensif, sedangkan polugri NSB bersifat defensif yaitu bagaimana bisa bertahandari serangan lawan. 7

PLN negara maju (ofensif): 1. mencari wilayah untuk ditundukan 2. menyebarkan ideology 3. menguasai sumber2 alam negara berkembang 4. dominasi ekonomi, politik dan militer PLN negara berkembang (defensif): 1. mempertahankan diri dari tekanan-tekanan negara maju 2. mengikuti kebijakan LN negara maju 3. menghadapi dilemma-dilemma Polugri NSB yang dilematis: 1. Antara bantuan dan kemerdekaan (aid & independent) 2. Antara tujuan polugri yang hendak dicapai dan sumber daya manusia yang dimiliki (objectives & resources) 3. Antara keamanan / stabilitas dan pembangunan (security & development) Approach (pendekatan studi) dalam PLN: 1. Great Power Approach, persaingan Negara-negara besar 2. Psychological Approach, psikologi elit politik / presiden 3. Redactionist Approach, NSB mengikuti pola-pola negara maju Diplomasi Alat untuk mencapai tujuan PLN Perang Diantara diplomasi dan perang terdapat koersif diplomasi, yaitu diplomasi melalui paksaan ekonomi, militer dan politik. Sifat Pol. Internasional: Kerjasama Kompetisi

Konflik Diplomasi mengatur (manage) kompetisi dan konflik menjadi kerjasama. Perbedaan Polugri dengan Pol. Dlm Negeri: Pol. Dlm Negeri, semua kebijakan dikontrol sepenuhnya oleh pemerintah Polugri, kebijakan dan kondisi internasional tidak dapat dikontrol sepenuhnya oleh pemerintah. RUANG LINGKUP / ELEMEN DIPLOMASI: 1. Negosiasi adalah pembicaraan langsung antar dua negara / lebih dalam suatu forum baik dengan mediator, fasilitator maupun tidak. Atau kegiatan tawar menawar dalam diplomasi guna mencapai tujuan dan kepentingan bersama. 2. Signal/sinyal/pesan/tanda. Diplomasi berisi pesan yang disampaikan dengan perkataan/perbuatan. 3. Propaganda public, disampaikan oleh figure politisi guna membangun image (image building) 4. Refresentasi/perwakilan, diplomasi dilakukan dengan mengatasnamakan negara 5. Implementasi dan tujuan polugri, diplomasi merupakan alat untuk mencapai tujuan polugri. Bentuk-bentuk perjanjian: Treaty, deklarasi, MoU, merupakan persetujuan/perjanjian yang tidak mengikat dan tanpa sangsi bagi pelanggarnya. Diplomasi yang dilakukan sebatas tingkat Menteri/Diplomat (KTM) atau diplomasi Tingkat Tinggi yang tidak formal karena diadakan di luar Ibu Kota negara dengan atribut/pakaian yang informal. Agreement, merupakan perjanjian / persetujuan / kesepakatan yang mengikat dan dengan sangsi bagi yang melanggar. Diplomasi yang dilakukan oleh para kepala negara (KTT) dan dilakukan bertempat di Ibu Kota negara dengan atribut/pakaian resmi dan formal

BENTUK-BENTUK DIPLOMASI (Transisi Diplomasi dari Lama ke Baru)

Diplomasi Lama Era dipomasi lama atau diplomasi tradisional atau diplomasi rahasia ialah dimulai sejak munculnya sistem negara bangsa (nation-state) sampai pada Perang Dunia I. Diplomasi pada masa ini di dominasi oleh praktek-praktek diplomasi yang aneh seperti intrik-intrik kamar hias, rambut palsu yang dibedaki dan kongres sambil dansa waltz. Para diplomat tahu bahwa diplomasi harus menentukan tujuannya, dengan memperhitungkan power yang benar-benar ada dan potensial bagi pencapaian tujuantujuan itu agar sama dengan tujuan negara lain. Untuk memperoleh tujuan yangt lebih besar, negara-negara itu terkadang menggunakan ancaman atau bahkan kekuatan yang sesungguhnya. Pada Kongres Wina tahun 1815 telah dicapai keberhasilan terbesar dari suatu diplomasi. Pada Kongres itu, para wakil 5 negara besar; Austria, Rusia, Prussia, Inggris dan Prancis, bersepakat untuk mengakhiri perbedaan-perbedaan mereka, tidak satu negara pun berkeinginan menaklukan bagian Eropa lainnya, yang mana berarti diakuinya kedaulatan negara lain. Evolusi diplomasi pasca Renaisance; 1. penerimaan terhadap hukum internasional yang mengarah pada diplomasi bermoral 2. pengaruh kelas politik militer melahirkan diplomasi heroik/diplomasi pejuang yang terjadi di Jerman.

10

3. berkembangnya diplomasi borjuis atau shop-keeper diplomacy yang menekankan pada perdamaian, kompromi dan pemberian konsesi guna pencarian keuntungan profit-politics.

Diplomasi Baru Diplomasi ini sering juga disebut sebagai diplomasi modern atau diplomasi terbuka. Prinsip dan tujuna diplomasi ini masih sama namun berbeda dalam hal metode dan teknik. Diplomasi terbuka mengandung tiga gagasan 1. harus tidak ada perjanjian rahasia 2. negosiasi harus dilakukan secara terbuka 3. apabila suatu perjanjian sudah dicapai, tidak boleh ada usaha di belakang layar untuk mengubah ketetapannya secara rahasia. Beberapa factor yang membantu kemunculan diplomasi terbuka: 1. kebangkitan Rusia Sosialis, kebangkitan rezim Bolsehevik menggantikan rezim Tsar berhasil mengungkapkan dan mempublikasikan semua dokumen rahasia rezim Tsar yang disimpan dalam arsip negara. Dimana isi perjanjian tersebut menyatakan bahwa negara-negara besar telah melakukan banyak perjanjian rahasia yang bertanggungjawab atas pecahnya Perang Dunia I. 2. 3. 4. 5. munculnya Amerika Serika dalam kancah Internasional, serta keikut sertaan negara-negara Amerika Latin dalam kehidupan internasional. kebangkitan negara-negara Asia dalam pergaulan internasional & bergabungnya negara-negara kecil dalam PBB. kebangkitan pendapat umum perkembangan sistem komunikasi

11

Syarat-syarat Keberhasilan Diplomasi Kesesuaian antara tujuan Politik Luar Negeri dengan Diplomasi Mengetahui kelebihan dan kekurangan lawan Mengetahui cara diplomasi yang cocok dengan keadaan Penguasaan bahasa Dukungan rakyat Tidak ada tujuan Politik Luar anegeri negaranya Tidak memanfaatkan jalur-jalur diplomasi Tidak menggunakan teknik-teknik diplomasi Instabilitas politik dalam negeri Perang Dunia I Perang Dunia II Perang Dingin

Kegagalan diplomasi

Kegagalan diplomasi Negara-negara Eropa

Keberhasilan dan kegagalan Amerika Serikat dalam mencapai politik Luar Negerinya Politik Propaganda Politik Standar Ganda Ancaman Terrorisme Mencari dukungan Inggris dan Amerika Serikat Memanfaatkan peristiwa Holocaust dan Perang Dunia II Tujuan yang jelas antara Politik Luar Negeri dengan Diplomasi Pemanfaatan kemajuan teknologi Issue-issue global 12

Keberhasilan diplomasi Israel

Diplomasi di Era Globalisasi