P. 1
Gambaran Ekg Abnormal

Gambaran Ekg Abnormal

|Views: 54|Likes:
Dipublikasikan oleh Isal Tulloh

More info:

Published by: Isal Tulloh on Feb 22, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

1.Henti Jantung, tidak ada nadi atau heart rate.

gambaran EKG yang mungkin terlihat pada henti jantung antara lain : Asistol Kriteria : tidak ada aktivitas listrik, paling sering ditemukan pada kasus henti jantung. Sering timbul setelah Ventrikel Fibrilasi (VF) dan Pulseless Electrical Actifity (PEA) Pulseless Electrical Actifity (PEA)

1

08 detik Atrial takikardi 2 . Takikardi.04-0. Heart Rate : > 100 kali/menit (250-300 kali/menit) Gelombang P : tidak terlihat Interval PR : tidak terukur Gelombang QRS : lebar > 0. yaitu heart rate lebih dari 150 kali /menit.Kriteria : ada aktvitas listrik jantung tetapi tidak terdeteksi pada saat pemeriksaan arteri (nadi tidak teraba) Ventrikel takikardi (VT) tanpa nadi Kriteria : Irama : Ventrike Takikardi.12 detik Ventrikel Fibrilasi (VF) Kriteria : Irama : ventrikel fibrilasi Heart Rate : tidak dapat dihitung Gelombang P : tidak terlihat Interval PR : tidak terukur Gelombang QRS : tidak teratur. gambaran EKG-nya bisa berupa Sinus takikardi Kriteria : Irama : sinus takikardi Heart Rate : > 100 kali/menit Gelombang P : 0.04 Interval PR : 0. tidak dapat dihitung 2. Gambaran EKG dapat dikelompokan menjadi 2 yaitu QRS sempit dan QRS lebar QRS sempit.12 Gelombang QRS : 0.

dapat dibagi respon ventrikel cepat (HR > 100).04-0. Bradikardi. yaitu heart rate < 60 kali/ menit.perbandingan dengan komplek QRS bisa 3 atau 4 atau 5 dan seterusnya : 1 Interval PR : tidak dapat dihitung Gelombang QRS : 0.08 detik QRS lebar. Kedua gambarannya sama dengan di atas (henti jantung).04-0..Kriteria : Irama : atrial takikardia/supraventrikel takikardi Heart Rate : > 150 kali/menit Gelombang P : kecil atau tidak terlihat Interval PR : tidak dapat dihitung Gelombang QRS : 0. 3.04-0.08 detik Atrial Flutter (gelepar atrial) Kriteria : Irama : atrial flutter Heart Rate : bervariasi Gelombang P : banyak bentuk seperti gergaji. hanya saja secara klinis pasien tampak sadar dan nadi atau heart rate masih dapat diperiksa. respon ventrikel lambat (< 60) Gelombang P : tidak dapat diidentifikasikan Interval PR : tidak dapat dihitung Gelombang QRS : 0.04 detik 3 .08 detik Atrial Fibrilasi (AF) Kriteria : Irama : tidak teratur Heart Rate : bervariasi. respon ventrikel normal (HR 60 –100). gambaran EKG-nya bisa berupa : Ventrikel Takikardi atau Atrial Fibrilasi dengan aberan. dapat berupa : sinus bradikardia Kriteria : Irama : sinus Heart Rate : < 60 kali/menit Gelombang P : 0.

20 detik Gelombang QRS : 0.04-0.20 detik Gelombang QRS : normal (0.08 detik Atrio-Ventrikuler (AV) blok derajat 1 Kriteria : Irama : sinus Heart Rate : biasanya 60-100 kali/menit Gelombang P : normal (0. ada gelombang P yang tidak diikuti QRS Interval PR : normal atau memanjang secara konstan diikuti blok Gelombang QRS : normal Total AV blok Kriteria : Irama : sinus Heart Rate : biasanya < 60 kali/menit.Interval PR : 0.12-0.04-0.08 detik) AV blok derajat 2 tipe Mobitz 1 (Wenchenbach) Kriteria : Irama : sinus Heart Rate : biasanya < 60 kali/menit Gelombang P : normal.04 detik) Interval PR : memanjang > 0. ada gelombang P yang tidak diikuti QRS Interval PR : semakin lama semakin panjang kemudian blok Gelombang QRS : normal AV blok derajat 2 tipe Mobitz 2 Kriteria : Irama : sinus Heart Rate : biasanya < 60 kali/menit Gelombang P : normal. dibedakan heart rate gelombang P dan kompleks QRS 4 .

Infark miokard ditandai adanya gelombang Q patologis. III. V1 s/d V6) Ventrikel kanan : V1.Gelombang P : normal. Berikut ini gambaran perubahan/evolusi infark miokardium : Iskemik Miokard ditandai dengan adanya depresi ST atau gelombang T terbalik. V4R 5 . V3R. aVF) + iskemik ekstensif anterior (ST depresi di I. injuri ditandai dengan adanya ST elevasi. tapi gelombang P dan QRS berdiri sendiri Interval PR : berubah-ubah/tidak ada Gelombang QRS : normal dari bradikardi. Salah satu yang menyebabkan otot jantung terganggu adalah iskemik miokardium atau infark miokardium akibat tersumbatnya pembuluh darah koroner. Pada fase lanjut (old) ditandai dengan terbentuknya gelombang Q patologis Lokasi infark : Anterior : V2 – V4 Anteroseptal : V1 – V3 Anterolateral : V5. V6. aVL. I dan aVL Ekstensive anterior : V1 – V6. yang biasanya menimbulkan kegawatan adalah AV blok derajat 2 dan 3 Gangguan pompa jantung dapat diakibatkan oleh gangguan pada otot jantung. V2 (resiprokal/seperti cermin) Contoh infark miokard Infark miokard (IM) akut inferior (ST elevasi di II. Pada fase awal terjadinya infark ditandai gelombang T yang tinggi sekali (hiperakut T) kemudian pada fase sub akut ditandai T terbalik lalu pada fase akut ditandai ST elevasi. aVF Posterior : V1. III. I dan aVL Inferior : II.

Gambaran EKG yang harus diwaspadai Ventrikel ekstrasistol 6 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->