Anda di halaman 1dari 4

Cahyo Ady Nugraha 1006772456 kelompok 13 Paper Praktikum Analisis Struktur Material

Pengaruh Kecepatan Pendinginan terhadap Sifat Mekanis dan Mikrostruktur Besi Tuang

Besi tuang pada dasarnya merupakan perpaduan antara besi dan karbon, dimana pada diagram Fe-Fe3C terlihat bahwa besi tuang mengandung kadar karbon lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan untuk menjenuhkan austenit pada temperatur eutectic, yaitu pada rentang 2,14 4 %.

Gambar 1 Skema mikrostruktur besi tuang dan proses perlakuan panasnya (Callister William D. 2007. Material Science and Engineering, page 370)

Secara metalografi besi tuang dibagi dalam empat tipe yang didasarkan pada variabel kadar karbon, kadar pengotor dan paduan serta proses perlakuan panasnya. Tipe-tipe tersebut yaitu: 1. Besi tuang putih (white cast iron) Merupakan besi tuang dimana semua kadar karbonnya terpadu dalam bentuk cementit. Besi tuang putih merupakan cast iron yang mengalami pendinginan yang sangat cepat (dibanding jenis besi tuang yang lain).

Departemen Teknik Metalurgi dan Material

[1]

Cahyo Ady Nugraha 1006772456 kelompok 13 Paper Praktikum Analisis Struktur Material

2. Besi tuang mampu tempa (malleable cast iron) Merupakan besi tuang dimana hampir semua karbonnya dalam bentuk partikel tak beraturan yang dikenal dengan karbon temper. Besi tuang malleable diperoleh dengan memberikan perlakuan panas pada besi tuang putih dimana dipanaskan pada temperatur 700oC selama 30 jam. 3. Besi tuang kelabu (grey cast iron) Merupakan besi tuang dimana semua atau hampir semua karbonnya dalam bentuk flake-flake grafit. Besi tuang jenis ini hampir sama dengan besi tuang putih hanya saja mengalami pendinginan yang lebih lama. 4. Besi tuang nodular (nodular cast iron) Merupakan besi tuang dimana semua atau hampir semua karbonnya dalam bentuk spheroidal. Bentuk spheroidal ini terjadi akibat adanya

penambahan elemen paduan khusus (Mg/Ce) yang dikenal sebagai nodulizer. Dapat dilihat bahwa ke empat jenis besi tuang diatas memiliki komposisi maupun perlakuan panas dan pendinginan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut dapat mempengaruhi mikrostruktur maupun sifat mekaniknya. Untuk besi tuang putih (white cast iron), mengalami pendinginan yang cepat sehingga tidak ada grafit yang sempat berdifusi. Dimana Besi Tuang ini seluruh karbonnya berupa Sementit sehingga mempunyai sifat sangat keras dan getas. White cast iron yang keras membuatnya sulit ditempa, sehingga perlu dilakukan proses pemanasan pada temperatur 700oC selama 30 jam yang tujuannya menguraikan seluruh gumpalan graphit (Fe3C) akan terurai menjadi matriks Ferrite, Pearlite dan Martensite. Sehingga menjadi Malleable Cast Iron dimana grafitnya berbentuk agregat yang menyebabkan dia memiliki sifat mudah ditempa. Lalu jenis lain adalah grey cast iron dimana mengalami pendinginan yang lebih lama dibanding white cast iron sehingga muncul grafit-grafit yang berbentuk flake. Sifat dari Besi Tuang ini kekuatan tariknya tidak begitu tinggi dan keuletannya rendah (getas). Grey cast iron sendiri terbagi menjadi dua yakni Pearlitic Grey Cast Iron dan Ferrite Grey Cast Iron dimana perbedaannya terdapat pada laju pendinginan. Untuk laju pendinginan yang paling lambat adalah Ferritic

Departemen Teknik Metalurgi dan Material

[2]

Cahyo Ady Nugraha 1006772456 kelompok 13 Paper Praktikum Analisis Struktur Material

Grey Cast Iron sehingga kekuatannya rendah namun lebih ductile dibandingkan Pearlitic Grey Cast Iron. Grafit yang berbentuk flake membuat besi tuang bersifat getas. Sehingga pada besi tunag ditambahkan nodulizer (Mg/Ce) yang membuat grafit menjadi berbentuk nodular (Nodular Cast Iron). Nodular Cast iron memiliki sifat yang ductile namun memiliki kekuatan yang baik. Karena sifatnya ini maka Nodular Cast Iron sering disebut sebagai Ductile Cast Iron. Sama halnya dengan grey cast iron, nodular cast iron juga dibagi menjadi dua jenis yakni Pearlitic Ductile Iron dan Ferritic Ductile Iron (dipengaruhi laju pendinginan). Jenis lain dari nodular cast iron adalah Austenitic Ductile Iron (ADI). ADI merupakan nodular cast iron yang mengalami proses austempering dimana fasa akhirnya berupa Bainit. Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa kecepatan pendinginan mempengaruhi sifat mekanik maupun mikrostruktur dari Besi Tuang. Hal itu juga membuat besi tuang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis dengan sifat mekanik dan mikrostruktur yang berbeda-beda. Semakin cepat laju pendinginan maka akan memberikan sifat yang keras namun getas. Sebaliknya dengan lambatnya pendinginan maka akan memberikan sifat mampu tempa dan sifat yang lebih ductile. Ductility cast iron juga dipengaruhi dengan adanya nodulizer sebagai pembuat grafit menjadi berbentuk nodular yang memberikan sifat ductile.

Departemen Teknik Metalurgi dan Material

[3]

Cahyo Ady Nugraha 1006772456 kelompok 13 Paper Praktikum Analisis Struktur Material

Referensi : Myrna Ariati. Bahan Kuliah Perlakuan Panas Permukaan. 2012 http://hapli.wordpress.com/forum-ferro/besi-cor-nodular/ http://www.gudangmateri.com/2011/02/besi-tuang.html http://www.crayonpedia.org/mw/BESI_TUANG_%28CAST-IRON%29__HARDI_SUDJANA http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/bahan-baku-danproduk-industri/besi-tuang-cast-iron/

Departemen Teknik Metalurgi dan Material

[4]