Anda di halaman 1dari 351

KUMPULAN RINGKASAN MATERI PERPAJAKAN DAN AKUNTANSI DASAR

Dihimpun oleh:

M. Fauzi Nugraha Desember 2012

www.campur-aduk.com

DISCLAIMER

Penyusun tidak bertanggung jawab dalam bentuk apapun terhadap keputusan yang diambil berdasarkan data dalam materi ini.

Wajib Pajak atau calon Wajib Pajak yang memerlukan bantuan atau konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi petugas Account Representative (AR) yang ada di Seksi Pengawasan dan Konsultasi atau petugas di Help Desk pada Kantor Pelayanan Pajak setempat, atau Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Humas Kantor Wilayah DJP setempat, atau petugas KP2KP setempat.

NILAI-NILAI KEMENTERIAN KEUANGAN

INTEGRITAS: Berfikir, berkata, berperilaku dan bertindak dgn baik dan benar serta memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral.

PROFESIONALISME: Bekerja tuntas dan akurat atas dasar komptensi terbaik dgn penuh tanggung jawab dan komtmen yg tinggi.

SINERGI: Membangun dan memastikan hubungan kerjasama internal yg produktif serta kemitraan yg harmonis dgn para pemangku.

PELAYANAN: Memberikan layanan yg memenuhi kepuasan pemangku kepentingan yg dilakukan dgn sepenuh hati, transparan, cepat, akurat dan aman.

KESEMPURNAAN: Senantiasa melakukan upaya perbaikan di segala bidang utk menjadi dan memberikan yg terbaik.

VISI MISI DJP

VISI

Menjadi institusi pemerintah yg menyelenggarakan sistem administrasi perpajakan modern yg efektif, efisien dan dipercaya masyarakat dgn integritas dan profesionalisme.

MISI

Menghimpun penerimaan pajak negara berdasarkan UU Perpajakan yg mampu mewujudkan kemandirian pembiayaan APBN melalui sistem administrasi perpajakan yg efektif dan efisien.

KODE ETIK PEGAWAI

Kewajiban:

1. Menghormati agama, kepercayaan, budaya dan adat istiadat orang lain

2. Bekerja scr profesional, transparan dan akuntabel

3. Mengamankan data dan/ atau informasi yg dimiliki DJP

4. Memberikan pelayanan kpd WP, sesama pegawai, atau pihak lain dlm pelaksanaan tugas dgn sebaik-

baiknya

5. Mentaati ketentuan jam kerja dan tata tertib kantor

6. Menjadi panutan yg baik bagi masyarakat dlm memenuhi kewajiban perpajakan

7. Bersikap, penampilan dan bertutur kata sopan

Larangan:

1. Bersikap diskriminatif dlm melaksanakan tugas

2. Menjadi anggota atau simpatisan aktif partai politik

3. Menyalahgunakan kewenangan jabatan baik lsg maupun tdk lsg

4. Menyalahgunakan fasilitas kantor

5. Menerima sgl pemberian dlm bentuk apapun, baik lsg maupun tdk lsg, dari WP, sesama pegawai, atau pihak lain, yg menyebabkan pegawai yg menerima, patut diduga memiliki kewajiban yg berkaitan dgn jabatan atau pekerjaannya

6. Menyalahgunakan data dan/ atau informasi pajak

7. Melakukan perbuatan yg patut diduga dpt melibatkan gangguan, kerusakan dan/ atau perubahan data pd SI

milik DJP

8. Melakukan perbuatan tdk terpuji dan bertentangan dgn norma kesusilaan dan dpt merusak citra serta martabat DJP

HARI LIBUR & CUTI BERSAMA TAHUN 2008

HARI LIBUR & CUTI BERSAMA TAHUN 2009

 

Tgl

Ket

 

Tgl

Ket

1

Jan

Tahun Baru Masehi

1 Jan

Tahun Baru Masehi

10 Jan

Tahun Baru 1429 H

2 Jan

Cuti Bersama Tahun Baru Masehi

11 Jan

Cuti Bersama Tahun Baru 1429 H

26

Jan

Tahun Baru Imlek 2560

7

Feb

Tahun Baru Imlek 2559

9

Mar

Maulid Nabi Muhammad SAW

7

Mar

Nyepi Tahun Baru Saka 1930

26

Mar

Nyepi Tahun Baru Saka 1931

20 Mar

Maulid Nabi Muhammad SAW

9

Apr

Pemilu Legislatif

21 Mar

Wafat Yesus Kristus

10

Apr

Wafat Yesus Kristus

1

Mei

Kenaikan Yesus Kristus

9

Mei

Waisak Tahun 2553

20

Mei

Waisak Tahun 2552

21

Mei

Kenaikan Yesus Kristus

30

Juli

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

8

Juli

Pemilu Presiden/Wakil Presiden

18

Agust

Kemerdekaan RI

20

Juli

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

2930 Sept

Cuti Bersama Idul Fitri

17

Agust

Kemerdekaan RI

12 Okt

Idul Fitri 1 Syawal 1429 H

18

Sept

Cuti Bersama Idul Fitri

3

Okt

Cuti Bersama Idul Fitri

2122 Sept

Idul Fitri 1 Syawal 1430 H

8

Des

Idul Adha 1429 H

23

Sept

Cuti Bersama Idul Fitri

 

25

Des

Natal

27

Nov

Idul Adha 1430 H

26

Des

Cuti Bersama Natal

18

Des

Tahun Baru 1431 H

 

29

Des

Tahun Baru 1430 H

24

Des

Cuti Bersama Natal

 

25

Des

Natal

HARI LIBUR & CUTI BERSAMA TAHUN 2010

HARI LIBUR & CUTI BERSAMA TAHUN 2011

 

Tgl

Ket

 

Tgl

Ket

1

Jan

Tahun Baru Masehi

1

Jan

Tahun Baru Masehi

14

Feb

Tahun Baru Imlek 2561

3

Feb

Tahun Baru Imlek 2562

26

Feb

Maulid Nabi Muhammad SAW

15

Feb

Maulid Nabi Muhammad SAW

16

Mar

Nyepi Tahun Baru Saka 1932

5

Mar

Nyepi Tahun Baru Saka 1933

2

Apr

Wafat Yesus Kristus

22

Apr

Wafat Yesus Kristus

13

Mei

Waisak Tahun 2554

16 Mei

Cuti Bersama Waisak Tahun 2555

28

Mei

Kenaikan Yesus Kristus

17 Mei

Waisak Tahun 2555

10

Juli

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

2 Juni

Kenaikan Yesus Kristus

17

Agust

Kemerdekaan RI

3 Juni

Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus

9

Sept

Cuti Bersama Idul Fitri

29

Juni

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

1011 Sept

Idul Fitri 1 Syawal 1431 H

17

Agust

Kemerdekaan RI

13

Sept

Cuti Bersama Idul Fitri

29

Agust

Cuti Bersama Idul Fitri

17

Nov

Idul Adha 1431 H

3031 Agust

Idul Fitri 1 Syawal 1432 H

7

Des

Tahun Baru 1432 H

12 Sept

Cuti Bersama Idul Fitri

24 Des

Cuti Bersama Natal

6

Nov

Idul Adha 1432 H

25 Des

Natal

27

Nov

Tahun Baru 1433 H

 

25

Des

Natal

26

Des

Cuti Bersama Natal

Batas akhir penyampaian SPT Masa PPN Masa Juli 2011 tgl 5 Sept 2011

HARI LIBUR & CUTI BERSAMA TAHUN 2012

HARI LIBUR & CUTI BERSAMA TAHUN 2013

 

Tgl

Ket

 

Tgl

Ket

1

Jan

Tahun Baru Masehi

1

Jan

Tahun Baru Masehi

23

Jan

Tahun Baru Imlek 2563

24

Jan

Maulid Nabi Muhammad SAW

5

Feb

Maulid Nabi Muhammad SAW

10

Feb

Tahun Baru Imlek 2564

23

Mar

Nyepi Tahun Baru Saka 1934

12

Mar

Nyepi Tahun Baru Saka 1935

6

Apr

Wafat Yesus Kristus

29

Mar

Wafat Yesus Kristus

6

Mei

Waisak Tahun 2556

9

Mei

Kenaikan Yesus Kristus

17

Mei

Kenaikan Yesus Kristus

25

Mei

Waisak Tahun 2557

18

Mei

Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus

6

Juni

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

 

57 Agust

Cuti Bersama Idul Fitri

17

Juni

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

89 Agust

Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

17

Agust

Kemerdekaan RI

17

Agust

Kemerdekaan RI

1920

Idul Fitri 1 Syawal 1433 H

14

Okt

Cuti Bersama idul Adha

Agust

15

Okt

Idul Adha 1434 H

2122

Cuti Bersama Idul Fitri

5

Nov

Tahun Baru 1435 H

Agust

25 Des

Natal

26

Okt

Idul Adha 1433 H

26 Des

Cuti Bersama Natal

15

Nov

Tahun Baru 1434 H

16

Nov

Cuti Bersama Tahun Baru 1434 H

24

Des

Cuti Bersama Natal

25

Des

Natal

POIN UU KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

Pasal

Perihal

BAB I KETENTUAN UMUM

1

Pengertian-pengertian

BAB II NPWP, PENGUKUHAN PKP, SPT, DAN TATA CARA PEMBAYARAN PAJAK

2

Persyaratan subjektif & objektif; Pendaftaran NPWP; Pengukuhan PKP; Penghapusan NPWP; Pencabutan PKP

2A

Masa Pajak

3

SPT dan batas waktu penyampaian

4

SPT dan laporan keuangan

5

Tempat lain utk Penyampaian SPT

6

Penyampaian SPT

7

Denda atas Penyampaian SPT

8

Pembetulan SPT

9

Jatuh tempo pembayaran dan penyetoran pajak serta mengangsur atau menunda pembayaran pajak

10

Penyetoran pajak

11

Penghitungan dan pengembalian kelebihan pembayaran pajak

BAB III PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK

12

Pembayaran pajak terutang

13

SKPKB

13A

Kealpaan pertama kali

14

STP

15

SKPKBT

16

Pembetulan skp

17

SKPLB

17A

SKPN

17B

Jangka waktu permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak

17C

Permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari WP dgn kriteria tertentu

17D

Permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari WP yg memenuhi persyaratan tertentu

17E

Pengembalian PPN yg tlh dibayar

BAB IV PENAGIHAN PAJAK

18

Dasar penagihan pajak

19

Pembayaran skp; Mengangsur atau menunda pembayaran pajak

20

Penagihan pajak dgn Surat Paksa

21

Hak Mendahulu

22

Daluwarsa penagihan pajak

23

Gugatan

24

Penghapusan piutang

BAB V KEBERATAN DAN BANDING

25

Keberatan

26

Jangka waktu penyelesaian keberatan

26A

Pengajuan dan penyelesaian keberatan

27

Banding

27A

Pengembalian kelebihan pembayaran pajak dan imbalan bunga

BAB VI PEMBUKUAN DAN PEMERIKSAAN

28

Kewajiban menyelenggarakan pembukuan dan pencatatan

29

Pemeriksaan

29A

Pemeriksaan Kantor

30

Penyegelan

31

Tata cara pemeriksaan

BAB VII KETENTUAN KHUSUS

32

Kuasa WP

33

-

34

Larangan memberitahukan kpd pihak lain

35

Keterangan atau bukti dari pihak-pihak ketiga

35A

Kewajiban instansi pemerintah memberikan data dan informasi

36

Pengurangan atau penghapusan sanksi; Pengurangan atau pembatalan skp tdk benar; Pengurangan atau pembatalan STP; Pembatalan hasil pemeriksaan pajak atau skp

36A

Kewajiban pegawai pajak

36B

Kode etik pegawai pajak

36C

Komite pengawasan perpajakan

36D

Insentif DJP

37

Perubahan besarnya imbalan bunga dan sanksi administrasi

37A

Sunset Policy

BAB VIII KETENTUAN PIDANA

38

Kealpaan WP

39

Kesengajaan WP

39A

Kesengajaan WP

40

Daluwarsa penuntutan tindak pidana di bidang perpajakan

41

Kealpaan pejabat

41A

Kesengajaan pihak ketiga tdk memberi keterangan atau bukti, atau memberi keterangan atau bukti yg tdk benar

41B

Kesengajaan menghalangi atau mempersulit penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan

41C

Kesengajaan instansi pemerintah tdk memenuhi kewajiban memberikan data dan informasi

42

-

43

Kesengajaan bagi wakil, kuasa, pegawai dari WP, atau pihak lain

BAB IX PENYIDIKAN

43A

Pemeriksaan bukti permulaan

44

Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan

44A

Penghentian penyidikan

44B

Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan

BAB X KETENTUAN PERALIHAN

45

Perlakuan terhadap pajak terhutang sebelum berlaku UU ini

46

Peraturan pelaksanaan di bidang perpajakan yang lama tetap berlaku sepanjang tdk bertentangan

47

-

47A

Penerapan terhadap semua hak dan kewajiban perpajakan Tahun Pajak 1995 sampai dgn Tahun Pajak 2000

BAB XI KETENTUAN PENUTUP

48

Pengaturan hal-hal yg blm cukup diatur dlm UU KUP

49

Ketentuan UU KUP berlaku pula bagi UU perpajakan lain kecuali ditentukan lain

DATA PENDUKUNG YG PERLU DISIAPKAN OLEH WP (PER 44/PJ/2008)

Pendaftar

Data Pendukung utk Pengisian Formulir

WP OP

WNI

KTP

 

WNA

Paspor

OPPT (NPWP cabang utk @ tempat usaha OPPT yg berbeda dgn tempat tinggalnya)

1. NPWP domisili

2. KTP

NPWP bagi anggota keluarga (termasuk istri yg tdk pisah harta dgn suaminya)

1. NPWP suami atau Penanggung Biaya Hidup

2. Kartu Keluarga

3. Surat Pernyataan Susunan Anggota Keluarga (ada di lamp II.2 PER-

51/PJ./2008)

 

4. KTP bagi penduduk Indonesia, atau paspor bagi orang asing

WP Badan

DN

1. Akte pendirian dan perubahan

2. KTP (utk WNI)/paspor (utk WNA) sbg penanggung jawab badan

3. NPWP pimpinan/penanggung jawab badan

 

BUT

1. Surat penunjukan dari kantor pusat utk BUT

2. KTP (utk WNI)/paspor (utk WNA) sbg penanggung jawab badan

3. NPWP pimpinan/penanggung jawab badan

Cabang WP Badan

1. NPWP pusat

2. Akte pendirian/ surat penunjukan dari kantor pusat utk BUT

3. KTP (utk WNI)/paspor (utk WNA) sbg penanggung jawab badan

4. NPWP pimpinan/penanggung jawab badan

Bendahara Pemerintah

1. Surat penunjukan sbg bendahara

2. KTP Bendahara;

Joint Operation (JO)

1. perjanjian kerjasama/ akte pendirian sbg JO

2. NPWP dan KTP (WNI)/paspor(WNA) pimpinan/penanggung jawab JO

SYARAT PKP

1. Isi Formulir Permohonan PKP (ditandatangani salah satu Pengurus dan dicap Perusahaan)

2. Fotokopi Surat Keterangan Terdaftar

3. Fotokopi Akta Pendirian dan atau Perubahan

4. Fotokopi KP & NPWP Pengurus Perusahaan

5. Fotokopi Akta Kepemilikan Bangunan / Surat Perjanjuan Sewa Gedung

6. Fotokopi SIUP / TDP (Domisili)

7. Surat Keterangan Domisili

Utk Survey Lapangan:

1.

Peta / denah Lokasi Perusahaan

2.

Foto Tampak Depan

Pengusaha wajib melaporkan usahanya utk dikukuhkan sbg PKP, apabila s.d. suatu bulan dlm thn buku jml peredaran/penerimaan bruto > Rp 600 juta. Kewajiban melaporkan usaha utk dikukuhkan sbg PKP tsb dilakukan paling lama akhir bulan berikutnya stl bulan saat jml peredaran/penerimaan bruto > Rp 600 juta. (Pasal 4 PMK No. 68/PMK.03/2010)

Apabila diperoleh data dan/atau informasi yg menunjukkan adanya kewajiban perpajakan di atas tdk dipenuhi pengusaha, DJP dpt mengukuhkan pengusaha sbg PKP scr jabatan. DJP dpt menerbitkan skp dan/atau STP utk Masa Pajak sbl pengusaha dikukuhkan scr jabatan sbg PKP terhitung sejak saat jml peredaran/penerimaan bruto > Rp 600 juta. (Pasal 4 PMK No. 68/PMK.03/2010)

.

TEMPAT PENGUKUHAN PKP

kedudukan walaupun mungkin pd cabang tertentu tdk terdapat kegiatan penyerahan BKP / JKP (misalnya hanya sbg gudang tetap hrs dikukuhkan sbg PKP). (Penjelasan Pasal 12 UU PPN)

2. Tempat terutangnya PPN & PPnBM berdasarkan PER 4/PJ/2010 (berlaku sejak 1 April 2010)

a. Bagi PKP Orang Pribadi PPN & PPnBM terutang di tempat tinggal dan/atau tempat kegiatan usaha atau tempat lain. Bagi PKP Orang Pribadi yg mempunyai tempat tinggal tdk sama dgn tempat kegiatan usahanya, dikukuhkan dan terutang PPN & PPnBM hanya di tempat kegiatan usahanya, sepanjang PKP tsb tdk melakukan kegiatan usaha apapun di tempat tinggalnya.

b. Bagi PKP Badan PPN & PPnBM terutang di tempat kedudukan dan tempat kegiatan usaha atau tempat lain (Tempat lain ini ditetapkan dgn Keputusan Dirjen Pajak)

NON EFEKTIF (NE) UTK NPWP

Dasar Hukum: SE-89/PJ/2009

Pengusul

Sebab dpt berstatus NE

Syarat

 

3 tahun berturut-turut tdk bayar atau lapor SPT Masa/Tahunan

 

Tdk diketahui/ditemukan alamatnya

 

Diusulkan AR

Meninggal tetapi blm ada pemberitahuan tertulis dari ahli waris/blm mengajukan penghapusan NPWP

 

Diusulkan AR / Permohonan WP ybs

Scr nyata tdk ada kegiatan usaha

Surat pernyataan sdh tdk berkegiatan usaha dgn Form Lamp. II

 

Bendahara tdk melakukan pembayaran lagi

Surat pernyataan tdk lagi membayar pajak dgn Form Lamp. II

Permohonan

Badan bubar blm ada akta pembubaran/penyelesaian likuiditas

Surat keterangan dlm proses bubar /likuidasi dari notaries

WP ybs

WP OP di LN > 183 hari dlm 12 bulan

Fotokopi passpor & kontrak kerja/dokumen yg menyatakan > 183 hari di LN

Permohonan

perubahan

status

menjadi

stl permohonan diterima scr lengkap.

NE

hrs

diselesaikan

dlm

jangka

waktu

10

hari

kerja

WP NE dpt berubah status menjadi WP efektif apabila :

1. menyampaikan SPT Masa atau SPT Tahunan;

2. melakukan pembayaran pajak;

3. diketahui adanya kegiatan usaha dari WP;

4. diketahui alamat WP; atau

5. mengajukan permohonan utk diaktifkan kembali

PENGHAPUSAN NPWP & PENCABUTAN PKP

Jangka waktu keputusan atas pemeriksaan atau verifikasi oleh DJP atas permohonan WP (6) PMK-73/PMK.03/2012):

(Pasal 7 ayat

Permohonan penghapusan NPWP

utk WP OP = 6 bulan sejak tgl permohonan WP diterima scr lengkap.

utk WP badan = 12 bulan sejak tgl permohonan WP diterima scr lengkap. Permohonan pencabutan PKP

utk WP OP = 6 bulan sejak tgl permohonan WP diterima scr lengkap. Apabila jangka waktu tsb tlh lewat dan DJP tdk memberi suatu keputusan, permohonan dianggap dikabulkan & DJP hrs menerbitkan surat keputusan dlm jangka waktu paling lama 1 bulan stl jangka waktu yg seharusnya sdh diterbitkan keputusan tsb.

PEMUSATAN TEMPAT TERUTANG PPN

Dasar Hukum:

1. Pasal 12 ayat (2) UU PPN

2. PER-19/PJ/2010 (berlaku sejak 1 Apr 2010) ttg penetapan 1 tempat/ lebih sbg tempat PPN terutang

3. PER-08/PJ/2012 (berlaku sejak 30 Mar 2012) ttg tempat pendaftaran dan/atau tempat pelaporan usaha bagi WP pd KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar, Kanwil DJP Jakarta Khusus, dan KPP Madya

PER-49/PJ/2011 (berlaku sejak 30 Des 2011 s.d. 29 Mar 2012), dicabut oleh PER-08/PJ/2012 sejak 30 Mar 2012 PER-9/PJ./2008 Jo PER-35/PJ/2009 Jo PER-20/PJ/2011 (berlaku sejak 5 Agust 2011 s.d. 29 Des 2011) dicabut dgn PER-49/PJ/2011 PER-36/PJ/2009 (berlaku sejak 8 Juni 2009) ttg perubahan atas PER-15/PJ/2009 (berlaku sejak 24 Feb 2009) dicabut oleh PER-49/PJ/2011

4. PER-4/PJ/2010 (berlaku sejak 1 Apr 2010) ttg tempat lain selain tempat tinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiatan usaha dilakukan sbg tempat terutang terutang PPN/ PPN & PPnBM

5. SE-45/PJ/2010 ttg penyampaian PER-19/PJ/2010

Pengajuan Pemusatan PPN

PKP menyampaikan pemberitahuan scr tertulis (form lamp IV PER-19/PJ/2010) kpd Kakanwil yg membawahi KPP yg wilayah kerjanya meliputi Tempat Pemusatan PPN Terutang, dgn tembusan kpd Kepala KPP yg wilayah kerjanya meliputi tempat-tempat PPN terutang yg akan dipusatkan.

Pemberitahuan minimal memuat :

nama, alamat, dan NPWP tempat terpilih sbg pemusatan PPN Terutang (Catatan: tdk hrs/ tdk selalu kantor pusat ber-NPWP 000)

nama, alamat, dan NPWP tempat PPN terutang yg akan dipusatkan

dilampiri surat pernyataan bahwa administrasi penjualan dipusatkan pd tempat terpilih sbg tempat pemusatan PPN terutang (form Lamp PER-19/PJ/2010)

Kakanwil menerbitkan SK Persetujuan (form Lamp I PER-19/PJ/2010) atau SK Penolakan (form Lamp III PER-19/PJ/2010) paling lama 14 hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan dari PKP. Dlm hal ditolak, maka PKP dpt menyampaikan pemberitahuan kembali dgn melengkapi syarat yg diperlukan. SK Persetujuan berlaku selama 5 tahun dan dimulai pd masa pajak berikutnya stl tanggal SK.

Penambahan/Pengurangan Tempat Terutang PPN Pemusatan

PKP menyampaikan pemberitahuan scr tertulis (lamp VI PER-19/PJ/2010) kpd Kakanwil yg membawahi KPP yg wilayah kerjanya meliputi Tempat Pemusatan PPN Terutang dgn menggunakan form.

Pemberitahuan minimal memuat:

nama, alamat, dan NPWP tempat terpilih sbg pemusatan PPN Terutang

nama, alamat, dan NPWP tempat PPN terutang yg akan dipusatkan

dilampiri surat pernyataan bahwa administrasi penjualan dipusatkan pd tempat terpilih sbg tempat pemusatan PPN terutang (form Lamp V PER-19/PJ/2010)

Perubahan Tempat Pemusatan PPN

Dlm hal PKP tlh mendapatkan persetujuan pemusatan tempat PPN terutang, PKP dpt memilih tempat PPN terutang yg lain sbg Tempat Pemusatan PPN Terutang yg baru dgn syarat masa berlaku pemusatan di tempat lama sdh berjalan minimal 2 tahun, kecuali bagi PKP dgn tempat pemusatan awal yg scr permanen tdk ada lagi aktivitas usaha (jangka waktu minimal 2 tahun tdk berlaku baginya).

PKP wajib menyampaikan pemberitahuan scr tertulis (form Lamp VII PER-19/PJ/2010) kpd Kakanwil yg membawahi KPP yg wilayah kerjanya meliputi tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang yg baru dgn menggunakan.

Pemberitahuan kpd Kakanwil tsb minimal memuat :

memuat nama, alamat, dan NPWP tempat PPN terutang yg dipilih sbg Tempat Pemusatan PPN Terutang;

memuat nama, alamat, dan NPWP tempat PPN terutang yg akan dipusatkan; dan

dilampiri surat pernyataan bahwa administrasi penjualan dipusatkan pd tempat terpilih sbg tempat pemusatan PPN terutang (form Lamp V PER-19/PJ/2010)

Kakanwil menerbitkan SK Persetujuan (form Lamp I PER-19/PJ/2010) atau SK Penolakan (form Lamp III PER-19/PJ/2010) paling lama 14 hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan dari PKP. Dlm hal ditolak, maka PKP dpt menyampaikan pemberitahuan kembali dgn melengkapi syarat yg diperlukan. SK Persetujuan berlaku selama 5 tahun dan dimulai pd masa pajak berikutnya stl tanggal SK persetujuan pemusatan dterbitkan.

Pencabutan Pemusatan Tempat PPN Terutang

PKP

menyampaikan

pemberitahuan

tertulis

kedudukan

kpd

Kakanwil

tembusan

Kepala

KPP

@

tempat

disampaikan paling lambat 2 bulan sbl masa yg diinginkan utk tdk lagi pemusatan.

Kakanwil meneribitkan SK Pencabutan (form Lamp II PER-19/PJ/2010) paling lama 5 hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan dari PKP.

Perpanjangan Jangka Waktu Pemusatan Tempat PPN Terutang

PKP menyampaikan pemberitahuan tertulis kpd Kakanwil dgn menggunakan form Lampiran VIII PER-

19/PJ/2010)

paling lambat disampaikan 2 bulan sbl jangka waktu pemusatan berakhir. Apabila tdk terpenuhi, maka PKP dianggap tdk memperpanjang jangka waktu pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang. namun PKP dpt menyampaikan pemberitahuan pemusatan kembali dalam jangka waktu 2 tahun sejak SK persetujuan pemusatan berakhir.

Kakanwil menerbitkan SK Persetujuan (form Lampiran I PER-19/PJ/2010) yg baru paling lambat 14 hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan.

SK Persetujuan yg baru berlaku selama lima tahun dan dimulai pd masa pajak berikutnya stl tanggal SK.

Kepastian Hukum bagi PKP Apabila Kakanwil tdk menerbitkan SK Persetujuan atau SK Penolakan dalam waktu yg tlh ditetapkan (14 hari kerja), maka pemberitahuan dari PKP dianggap disetujui dan SK Persetujuan paling lambat diterbitkan 5 hari kerja sejak jangka waktu penyelesaian (14 hari kerja) berakhir. SK Persetujuan berlaku selama 5 tahun dan dimulai pd masa pajak berikutnya stl tanggal SK.

Ketentuan Terkait Tempat Pemusatan PPN Terutang

Perbedaan Ketentuan

   

Ketentuan sbl 30 Des 2011 (PER-

Ketentuan sejak 30 Des 2011 s.d. 29 Mar 2012 (PER-49/PJ/2011)

Ketentuan sejak 30 Mar 2012

No

Kriteria WP

Tanggal

Penetapan tempat PPN terutang

(PER-

15/PJ/2009)

terdaftar

08/PJ/2012)

1

WP yg terdaftar pd KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar & Jakarta Khusus

Dlm hal WP berstatus Pusat mempunyai 1/lebih tempat kegiatan usaha, termasuk

Sbl 30 Des 2011 & thd WP ini sdh pernah diterbitkan SK pemu- satan tempat PPN terutang

Tempat PPN

Pemusatan tempat PPN terutang tetap berlaku & tdk perlu diterbitkan lagi SK pemusatan tempat PPN terutang

Kewajiban pelaporan PPN atas slr tempat kegiatan usaha di slr Indonesia dilaksanakan di KPP ini

terutang utk

slr tempat

kegiatan

usaha

ditetapkan di

 

KPP tempat

WP terdaftar

cabang-

cabangnya, Tempat PPN Terutang utk slr tempat kegiatan usaha tsb dipusatkan hanya di KPP

 

tsb

 
 

Penetapan

tempat PPN

Sejak 30 Des

terutang

2011

dilakukan

dgn mener-

bitkan

   

WP Besar/ KPP Madya terhitung sejak SMT di KPP WP Besar/ KPP Madya tsb

   

keputusan

 

pemusatan

tempat PPN

terutang oleh

Kepala KPP

a.n. Dirjen

Pajak dgn

 

bentuk

sesuai

Lampiran II

PER-

49/PJ/2011

2

WP yg terdaftar di KPP Madya

Dlm hal WP berstatus

Sbl 30 Des

Penetapan pemusatan

a. Dlm hal WP berstatus pusat, kewa-

2011

& thd

tempat PPN terutang tetap berlaku sampai dgn 31 Des

 

Pusat

WP ini sdh pernah diterbitkan SK pemusa- tan tempat PPN terutang

mempunyai 1/

2012

 

jiban pelapo- ran PPN utk

lebih tempat

Sbl jangka waktu 31 Des 2012 tsb berakhir & WP tetap menghendaki pemusatan tempat PPN terutang, WP hrs menyampaikan pemberitahuan tempat PPN terutang sesuai peraturan per-UU-an di bidang Perpajakan

kegiatan

tempat-

usaha,

tempat

termasuk

kegiatan

cabang-

 

usaha

cabangnya, Tempat PPN Terutang utk slr tempat kegiatan usaha tsb dipusatkan hanya di KPP WP Besar/ KPP Madya terhitung sejak SMT di KPP WP Besar/ KPP Madya tsb

yg

berada di

wilayah

sesuai dgn lamp II PER-

08/PJ/2012

     

dilaksanakan

Sejak 30 Des

Ketentuan pemusatan tempat PPN terutang utk KPP Madya ini sama dgn ketentuan utk KPP Pratama

WP hrs

di

KPP

2011

& thd

menyampai-

Madya

WP ini blm pernah diterbitkan SK pemusa- tan tempat PPN terutang

kan pemberi-

tahuan

b. Dlm hal WP berstatus cabang

tempat PPN

terutang

sesuai

sdh dikukuh- kan sbg PKP

 

peraturan

&

berada di

 

per-UU-an di

 
 

bidang

wilayah sesuai dgn lamp II PER-

08/PJ/2012,

Perpajakan

kewajiban pelaporan PPNnya dilak sanakan di KPP Madya hanya atas cabang tsb

c. Dlm hal WP

yg

terdaftar di

KPP Madya yg memiliki tempat kegiatan usaha di luar wilayah sesuai dgn lamp II PER-

08/PJ/2012

menghendaki tempat kegiatan usaha tsb dipusatkan di KPP Madya, WP hrs menyam- paikan pem- beritahuan
menghendaki
tempat
kegiatan
usaha tsb
dipusatkan di
KPP Madya,
WP hrs
menyam-
paikan pem-
beritahuan
pemusatan
tempat PPN
terutang kpd
Kepala
KPP Madya
d. Bagi
WP
berstatus
pusat yg tetap
terdaftar
di
KPP
Madya yg
sama namun
berkedudu-
kan di
luar wilayah
yg
sesuai dgn
lamp II PER-
08/PJ/2012,
kewajiban
PPN
dilaksanakan
di
KPP
Pratama yg
wilayah
kerjanya meli
puti tempat
kedudukan
WP tsb dgn
menerbitkan
NPWP
cabang,
berlaku mulai
1 Jan tahun
berikutnya stl
tahun SMT

SMT = Saat Mulai Terdaftar (tanggal saat WP terdaftar & dikukuhkan sbg PKP di KPP yg ditetapkan dgn Keputusan Dirjen Pajak)

Sejak 30 Mar 2012

 

Tempat WP

 

Jangka waktu penerbitan surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang

Tanggal berlaku surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang

No

terdaftar

Tempat WP terdaftar sebelumnya

sekarang

1

Dlm hal WP terdaftar pd KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar &

WP yg sebelumnya terdaftar pd KPP lain di lingkungan Kanwil DJP WP Besar &

Kepala KPP menerbitkan SK pemusatan tempat PPN terutang yg meliputi slr tempat kegiatan usaha

Berlaku sejak tanggal SMT

 

Jakarta Khusus

Jakarta Khusus dan KPP Madya yg tlh melaksanakan pemusatan tempat PPN terutang

WP paling lama 1 bulan sejak tanggal SMT

 

2

WP yg sebelumnya ter- daftar di KPP Pratama yg tlh melaksanakan pemusatan tempat PPN terutang

Kepala KPP menerbitkan SK pemusatan tempat PPN terutang yg sesuai dgn SK pemusatan se- belumnya paling lama 1 bulan sejak tanggal SMT

3

Dlm hal WP terdaftar pd KPP Madya

WP yg sebelumnya terdaftar pd KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar & Jakarta Khusus serta KPP Madya

Kepala KPP Madya menerbitkan SK pemusatan tempat PPN terutang yg meliputi slr tempat kegiatan usaha WP paling lama 1 bulan sejak tanggal SMT

Berlaku sejak tanggal SMT s.d. 31 Des tahun SMT

4

WP yg sebelumnya terdaftar pd KPP Pratama & tlh diterbitkan SK pemu- satan tempat PPN terutang yg masih berlaku pd tanggal SMT

Kepala KPP Madya menerbitkan SK pemu- satan tempat PPN terutang yg meli- puti tempat-tempat kegiatan usaha WP sesuai dgn SK pemusatan tempat PPN terutang sebelumnya paling lama 1 bulan sejak tanggal SMT

5

Dlm hal WP terdaftar di KPP Pratama berdasar- kan Kep Dirjen Pajak sebagai- mana dimaksud dlm Pasal 8 ayat (3) PER-

 

Kepala KPP Pratama menerbitkan SK pemusatan tempat PPN terutang paling lama 1 bulan sejak tanggal SMT

Berlaku sejak tanggal SMT s.d. 31 Des tahun SMT

08/PJ/2012

6

Paling lambat 2 bulan sbl berakhirnya tahun SMT, Kepala KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar, Kanwil DJP Jakarta Khusus, dan KPP Madya menerbitkan SK pemusatan PPN terutang utk tempat-tempat kegiatan usaha sesuai dgn ketentuan sebagaimana dimaksud pd Pasal 5 ayat (2) huruf a & huruf b angka 1) yg berlaku sejak tanggal 1 Jan tahun berikutnya stl tahun SMT dgn menggunakan form Lamp III PER-08/PJ/2012, kecuali utk WP sebagaimana dimaksud pd Pasal 5 ayat (4) huruf a

7

Bagi WP yg tetap terdaftar di KPP yg sama & pernah diterbitkan SK pemusatan tempat PPN terutang oleh Kepala KPP, maka SK pemusatan tsb dinyatakan tetap berlaku dan tdk perlu diterbitkan SK pemusatan tempat PPN terutang, kecuali WP yg terdaftar di KPP Madya

Sejak 30 Des 2011 s.d. 29 Mar 2012

1. Tempat pemusatan PPN terutang bagi PKP yg terdaftar di KPP WP Besar / KPP Madya sbl 30 Des 2011 Dlm hal WP berstatus Pusat mempunyai 1/lebih tempat kegiatan usaha, termasuk cabang- cabangnya, Tempat PPN Terutang utk slr tempat kegiatan usaha tsb dipusatkan hanya di KPP WP Besar/KPP Madya terhitung sejak SMT di KPP WP Besar/ KPP Madya tsb

a. Bagi WP yg terdaftar pd KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar & Khusus

tempat PPN terutang utk slr tempat kegiatan usaha ditetapkan di KPP tempat WP terdaftar tsb

Penetapan tempat PPN terutang dilakukan dgn menerbitkan SK pemusatan tempat PPN terutang oleh Kepala KPP a.n. Dirjen Pajak dgn bentuk sesuai Lamp II PER-49/PJ/2011

No

Jenis WP

Batas Waktu Paling Lama Penerbitan SK pemusatan tempat PPN terutang oleh Kepala KPP a.n. Dirjen Pajak

1

Bagi WP yg sebelum-nya tlh terdaftar di KPP BUMN & KPP Badora Satu

1 bulan sejak tanggal 30 Des 2011

2

Bagi WP yg terdaftar di KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar & Khusus selain KPP BUMN dan KPP Badora Satu (stl ditetapkan dgn Kep Dirjen Pajak)

1 bulan sejak tanggal SMT

3

Bagi WP yg baru terdaftar di KPP

bulan sejak tanggal terbitnya surat pengukuhan PKP

1

BUMN & KPP Badora Satu stl 30 Des

2011

 

4

Bagi WP yg terdaftar di KPP BUMN yg s.d. tanggal 30 Des 2011 blm dilakukan pene-tapan pemusatan tempat PPN terutang

12 bulan sejak tanggal 30 Desember 2011

b. Bagi WP yg sbl tanggal 30 Des 2011 sdh pernah diterbitkan SK pemusatan tempat PPN terutang (tdk perlu diterbitkan lagi SK pemusatan tempat PPN terutang):

Thd WP yg sbl tanggal 30 Des 2011 terdaftar di KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar, Kanwil DJP Khusus, dan KPP Madya, pemusatan tempat PPN terutang tetap berlaku sepanjang stl tanggal 30 Des 2011 WP tsb terdaftar pd KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar & Khusus

Thd WP yg terdaftar di KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar, Kanwil DJP Khusus, dan KPP Madya, yg stl tanggal 30 Des 2011 terdaftar di KPP Madya/KPP Pratama, penetapan pemusatan tempat PPN terutang tetap berlaku s.d. 31 Des 2012 Sbl jangka waktu 31 Des 2012 tsb berakhir dan WP tetap menghendaki pemusatan tempat PPN terutang, WP hrs menyampaikan pemberitahuan tempat PPN terutang sesuai peraturan per-UU-an di bidang Perpajakan

Bagi WP yg tetap terdaftar di KPP yg sama & pernah diterbitkan SK pemusatan tempat PPN terutang, maka SK pemusatan tsb dinyatakan tetap berlaku dan tdk perlu diterbitkan SK pemusatan tempat PPN terutang

KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WP

U M U M KLU didasarkan kepada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Badan Pusat Statistik Tahun 2009 Cetakan III.

Hal-hal yg mendasar dlm KLU adalah sbg berikut:

1. KLU menggunakan kode angka sebanyak 5 digit, dan satu digit berupa kode alfabet yg disebut kategori.

Kode alfabet bukan mrp bagian dari kode KLU, tetapi kode alfabet ini dicantumkan dgn maksud utk memudahkan di dlm penyusunan tabulasi sektor atau lapangan usaha utama.

2. Struktur dan pemberian kode utk KLU adalah seperti berikut:

a. Kategori, menunjukkan garis pokok penggolongan kegiatan ekonomi. Penggolongan ini diberi kode 1 kode alfabet. Dlm KLU, slr kegiatan ekonomi di Indonesia digolongkan menjadi 21 kategori. Kategori-kategori tsb diberi kode huruf dari A sampai dgn U.

b. Golongan Pokok, mrp uraian lebih lanjut dari kategori. Setiap kategori diuraikan menjadi 1 atau bbrp golongan pokok (sebanyak-banyaknya 5 golongan pokok, kecuali industri pengolahan) menurut sifat-sifat masing-masing golongan pokok. Setiap golongan pokok diberi kode 2 digit angka.

c. Golongan, mrp uraian lebih lanjut dari golongan pokok. Kode golongan terdiri dari 3 digit angka yaitu 2 digit angka pertama menunjukkan golongan pokok yg berkaitan dan 1 digit angka terakhir menunjukkan kegiatan ekonomi dari setiap golongan bersangkutan. Setiap golongan pokok dpt diuraikan menjadi sebanyak-banyaknya 9 golongan.

d. Subgolongan, mrp uraian lebih lanjut dari golongan. Kode subgolongan terdiri dari 4 digit, yaitu kode 3 digit angka pertama menunjukkan golongan yg berkaitan, dan 1 digit angka terakhir menunjukkan kegiatan ekonomi dari subgolongan bersangkutan. Setiap golongan dpt diuraikan lebih lanjut menjadi sebanyak-banyaknya 9 subgolongan.

e. Kelompok, dimaksudkan utk memilah lebih lanjut kegiatan yg tercakup dlm suatu subgolongan, menjadi bbrp kegiatan yg lebih homogen.

Utk mendapatkan gambaran perbandingan antara Klasifikasi Lapangan Usaha WP 2003 dgn KLU berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini dpt dilihat dlm tabel berikut:

 

KLU

 

KLU 2003

Kate-

Judul Kategori

Golongan

Kate-

Judul Kategori

Golongan

gori

Pokok

gori

Pokok

A

Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

01

s.d 03

A

Pertanian, Perburuan dan Kehutanan

01

dan 02

 

B

Perikanan

 

5

B

Pertambangan dan

05

s.d 09

C

Pertambangan dan

10

s/d 14

Penggalian

 

Penggalian

 

C

Industri Pengolahan

10

s.d. 33

D

Industri Pengolahan

15

s/d 37

D

Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin

 

35

E

Listri, Gas dan Air

40

dan 41

E

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang, Pembuangan dan Pembersihan Limbah dan Sampah

36

s.d. 39

     

F

Konstruksi

41

s.d. 43

F

Konstruksi

 

45

G

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor

45

s.d. 47

G

Perdagangan Besar dan Rceran; Reparasi Mobil, Sepeda Motor, serta Barang-barang Keperluan pribadi dan

50

s/d 54

       

Rumah Tangga

 

H

Transportasi dan

49

s.d. 53

I

Transportasi,

60

s/d 64

Pergudangan

 

Pergudangan dan

 

Komunikasi

I

Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum

55

dan 56

H

Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum

 

55

J

Informasi dan Komunikasi

58

s.d. 63

     

K

Jasa Keuangan dan Asuransi

64

s.d. 66

J

Perantara Keuangan

64

s/d 67

L

Real Estat

 

68

K

Real Estat, Usaha Persewaan, dan Jasa Perusahaan

70

s/d 74

M

Jasa Profesional, Ilmiah, dan teknis

69 s.d. 75

 

N

Jasa Persewaan, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya

77

s.d. 82

     

O

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

 

84

L

Administrasi pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib

 

75

P

Jasa Pendidikan

 

85

M

Jasa Pendidikan

 

80

Q

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

86

s.d. 88

N

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

 

85

R

Kebudayaan, Hiburan dan Rekreasi

90

s.d. 93

O

Jasa Kemasyarakatan, Sosial, dan Kegiatan Lainnya

90

s/d 93

S

Kegiatan Jasa Lainnya

94

s.d. 96

     

T

Jasa Perorangan yg Melayani Rumah Tangga; Kegiatan yg Menghasilkan Barang dan Jasa Oleh Rumah Tangga yg Digunakan Sendiri Utk Memenuhi Kebutuhan

97

dan 98

P

Jasa Perorangan

 

95

U

Kegiatan Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya

 

99

Q

Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya

 

99

 

X

Kegiatan yg Belum Jelas Batasannya

 

0

STRUKTUR KODE KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WP

Kode

Klasifikasi Lapangan Usaha WP terdiri dari 5 digit dgn struktur sbg berikut:

x

x

x

x

x

=

Kode Klasifikasi Lapangan Usaha WP

x

x

-

-

-

=

Kode Golongan Pokok, adalah 2 digit pertama dari KLU

x

x

x

-

-

=

Kode Golongan, adalah 3 digit pertama dari KLU

x

x

x

x

-

=

Kode Subgolongan, adalah 4 digit pertama dari KLU

x

x

x

x

x

=

Kode Kelompok Kegiatan Ekonomi, adalah sama dgn kode KLU

1. Kategori

Lapangan Usaha WP terdiri dari 21 Kategori Kegiatan Ekonomi

2. Golongan Pokok

Setiap Kategori Kegiatan Ekonomi WP terdiri dari bbrp Golongan Pokok, dgn perincian sbg berikut:

Kode A

Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

Kode 01

utk Golongan Pokok Pertanian Tanaman, Peternakan, Perburuan dan Kegiatan Yg Berhubungan Dgn Itu

Kode 02

utk Golongan Pokok Kehutanan dan Penebangan Kayu

Kode 03

utk Golongan Pokok Perikanan

Kode B

Kategori Pertambangan dan Penggalian

Kode 05

utk Golongan Pokok Pertambangan Batu Bara dan Lignit

Kode 06

utk Golongan Pokok Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam dan Panas Bumi

Kode 07

utk Golongan Pokok Pertambangan Bijih Logam

Kode 08

utk Golongan Pokok Pertambangan dan Penggalian Lainnya

Kode 09

utk Golongan Pokok Jasa Pertambangan

Kode C

Kategori Industri Pengolahan

Kode 10

utk Golongan Pokok Industri Makanan

Kode 11

utk Golongan Pokok Industri Minuman

Kode 12

utk Golongan Pokok Industri Pengolahan Tembakau

Kode 13

utk Golongan Pokok Industri Tekstil

Kode 14

utk Golongan Pokok Industri Pakaian Jadi

Kode 15

utk Golongan Pokok Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki

Kode 16

utk Golongan Pokok Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tdk Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya

Kode 17

utk Golongan Pokok Industri Kertas dan Barang dari Kertas

Kode 18

utk Golongan Pokok Industri Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman

Kode 19

utk Golongan Pokok Industri Produk dari Batu Bara dan Pengilangan Minyak Bumi

Kode 20

utk Golongan Pokok Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia

Kode 21

utk Golongan Pokok Industri Farmasi, Produk Obat dan Jamu

Kode 22

utk Golongan Pokok Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik

Kode 23

utk Golongan Pokok Industri Barang Galian Bukan Logam

kode 24

utk Golongan Pokok Industri Logam Dasar

Kode 25

utk Golongan Pokok Industri Barang Logam, kecuali Mesin dan Peralatannya

Kode 26

utk Golongan Pokok Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik

Kode 27

utk Golongan Pokok Industri Peralatan Listrik

Kode 28

utk Golongan Pokok Industri Mesin dan Perlengkapan Yg Tdk Dapat Di Klasifikasikan di Tempat Lain

Kode 29

utk Golongan Pokok Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer

Kode 30

utk Golongan Pokok Industri Alat Angkutan Lainnya

Kode 31

utk Golongan Pokok Industri Furnitur

Kode 32

utk Golongan Pokok Industri Pengolahan Lainnya

Kode 33

utk Golongan Pokok Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan

Kode D

Kategori Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin

Kode 35

utk Golongan Pokok Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin

Kode E

Kategori Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang, Pembuangan dan Pembersihan Limbah dan Sampah

Kode 36

utk Golongan Pokok Pengadaan Air

Kode 37

utk Golongan Pokok Pengelolaan Limbah

Kode 38

utk Golongan Pokok Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang

Kode 39

utk Golongan Pokok Jasa Pembersihan dan Pengelolaan Sampah Lainnya

Kode F

Kategori Konstruksi

Kode 41

utk Golongan Pokok Konstruksi Gedung

Kode 42

utk Golongan Pokok konstruksi Bangunan Sipil

Kode 43

utk Golongan Pokok Konstruksi Khusus

Kode G

Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor

Kode 45

utk Golongan Pokok Perdagangan, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor

Kode 46

utk Golongan Pokok Perdagangan Besar, Kecuali Mobil dan Sepeda Motor

Kode 47

utk Golongan Pokok Perdagangan Eceran, Kecuali Mobil dan Motor

Kode H

Kategori Transportasi dan Pergudangan

Kode 49

utk Golongan Pokok Angkutan Darat dan Angkutan Melalui Saluran Pipa

Kode 50

utk Golongan Pokok Angkutan Air

Kode 51

utk Golongan Pokok Angkutan Udara

Kode 52

utk Golongan Pokok Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan

Kode 53

utk Golongan Pokok Pos dan Kurir

Kode I

Kategori Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum

Kode 55

utk Golongan Pokok Penyediaan Akomodasi

Kode 56

utk Golongan Pokok Penyediaan Makanan dan Minuman

Kode J

Kategori Informasi dan Komunikasi

Kode 58

utk Golongan Pokok Penerbitan

Kode 59

utk Golongan Pokok Produksi Gambar Bergerak, Video dan Program Televisi, Perekaman Suara dan Penerbitan Musik

Kode 60

utk Golongan Pokok Penyiaran dan Pemrograman

kode 61

utk Golongan Pokok Telekomunikasi

Kode 62

utk Golongan Pokok Kegiatan Pemrograman, Konsultasi Komputer dan Kegiatan Yg Berhubungan Dgn Itu

Kode 63

utk Golongan Pokok Kegiatan Jasa Informasi

Kode K

Kategori Jasa Keuangan dan Asuransi

Kode 64

utk Golongan Pokok Kegiatan Jasa Keuangan, kecuali Asuransi dan Dana Pensiun

Kode 65

utk Golongan Pokok Asuransi, Reasuransi dan Dana Pensiun, kecuali Jaminan Sosial Wajib

Kode 66

utk Golongan Pokok Jasa Penunjang Utk Jasa Keuangan, Asuransi Dan Dana Pensiun dan Lainnya

Kode L

Kategori Real Estat

Kode 68

utk Golongan Pokok Real Estat

Kode M

Kategori Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis

Kode 69

utk Golongan Pokok Jasa Hukum dan Akuntansi

Kode 70

utk Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat dan Konsultasi Manajemen

Kode 71

utk Golongan Pokok Jasa Arsitektur dan Teknik Sipil; Analisis dan Uji Teknis

Kode 72

utk Golongan Pokok Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Kode 73

utk Golongan Pokok Periklanan dan Penelitian Pasar

Kode 74

utk Golongan Pokok Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya

Kode 75

utk Golongan Pokok Jasa Dokter Hewan

Kode N

Kategori Jas Persewaan, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya

Kode 77

utk Golongan Pokok Jasa Persewaan

Kode 78

utk Golongan Pokok Jasa Ketenagakerjaan

Kode 79

utk Golongan Pokok Jasa Agen Perjalanan, Penyelenggara Tur dan Jasa Reservasi Lainnya

Kode 80

utk Golongan Pokok Jasa Keamanan dan Penyelidikan

Kode 81

utk Golongan Pokok Jasa Utk Gedung dan Pertamanan

Kode 82

utk Golongan Pokok Jasa Administrasi Kantor, Jasa Penunjang Kantor dan Jasa Penunjang Usaha Lainnya

Kode O

Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

Kode 84

utk Golongan Pokok Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

Kode P

Kategori Jasa Pendidikan

Kode 85

utk Golongan Pokok Jasa Pendidikan

Kode Q

Kategori Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

Kode 86

utk Golongan Pokok Jasa Kesehatan Manusia

Kode 87

utk Golongan Pokok Jasa Kegiatan Sosial di Dlm Panti

Kode 88

utk Golongan Pokok Jasa Kegiatan Sosial di Luar Panti

Kode R

Kategori Kebudayaan, Hiburan dan Rekreasi

Kode 90

utk Golongan Pokok Kegiatan Hiburan, Seni dan Kreativitas

Kode 91

utk Golongan Pokok Perpustakaan, Arsip, Museum dan Kegiatan Kebudayaan Lainnya

Kode 92

utk Golongan Pokok Kegiatan Perjudian dan Pertaruhan

Kode 93

utk Golongan Pokok Kegiatan Olahraga dan Rekreasi Lainnya

Kode S

Kategori Kegiatan Jasa Lainnya

Kode 94

utk Golongan Pokok Kegiatan Keanggotaan Organisasi

Kode 95

utk Golongan Pokok Jasa Reparasi Komputer Dan Barang Keperluan Pribadi dan Perlengkapan Rumah Tangga

Kode 96

utk Golongan Pokok Jasa Perorangan Lainnya

Kode T

Kategori Jasa Perorangan yg Melayani Rumah Tangga; Kegiatan yg Menghasilkan Barang dan Jasa Oleh rumah Tangga yg Digunakan Sendiri Utk Memenuhi Kebutuhan

Kode 97

utk Golongan Pokok Jasa Perorangan yg Melayani Rumah Tangga

Kode 98

utk Golongan Pokok Kegiatan yg Menghasilkan Barang dan Jasa Oleh Rumah Tangga yg Digunakan Sendiri Utk memenuhi Kebutuhan

Kode U

Kategori Kegiatan Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya

Kode 99

utk Golongan Pokok Kegiatan Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya

KLU 2012

GP

G

SG

KEL

URAIAN KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA

KATEGORI A : PERTANIAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN

01

     

PERTANIAN TANAMAN, PETERNAKAN, PERBURUAN DAN KEGIATAN YBDI

 

011

   

PERTANIAN TANAMAN SEMUSIM

   

0111

 

PERTANIAN TANAMAN SEREALIA (BUKAN PADI), KACANG-KACANGAN DAN BIJI-BIJIAN PENGHASIL MINYAK

     

01111

PERTANIAN TANAMAN JAGUNG Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman serealia jagung.

     

01112

PERTANIAN TANAMAN GANDUM Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman serealia gandum, seperti sorgum/cantel, gandum (wheat/oats), jelai (barley), gandum hitam (rye), jawawut (millet) dan sejenisnya.

     

01113

PERTANIAN TANAMAN KEDELAI Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman kedelai (kacang palawija).

     

01114

PERTANIAN TANAMAN KACANG TANAH Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman kacang tanah (kacang palawija).

     

01115

PERTANIAN TANAMAN KACANG HIJAU Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman kacang hijau (kacang palawija).

     

01116

PERTANIAN TANAMAN KACANG-KACANGAN HORTIKULTURA Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman tanaman kacang-kacangan hortikultura, seperti buncis, buncis besar, kacang panjang, kacang merah, gude, kara, kapri, kecipir, cow peas, miju-miju, lupin, kacang polong, pigeon peas dan tanaman kacang-kacangan lainnya.

     

01117

PERTANIAN TANAMAN BIJI-BIJIAN PENGHASIL MINYAK MAKAN Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman biji-bijian penghasil minyak makan, seperti biji wijen, biji bunga matahari dan tanaman biji-bijian penghasil minyak makan lainnya.

     

01118

PERTANIAN TANAMAN BIJI-BIJIAN PENGHASIL BUKAN MINYAK MAKAN Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan

GP

G

SG

KEL

URAIAN KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA

       

tanaman biji-bijian penghasil bukan minyak makan, seperti biji kapas, biji castor, biji rami, biji mustard, niger seeds, biji jarak dan tanaman biji-bijian penghasil bukan minyak makan lainnya.

     

01119

PERTANIAN TANAMAN SEREALIA LAINNYA, KACANG-KACANGAN DAN BIJI-BIJIAN PENGHASIL MINYAK LAINNYA Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman serealia lainnya bukan padi, jagung dan gandum, tanaman kacang-kacangan palawija lainnya dan pertanian tanaman lainnya yg belum diklasifikasikan pada kelompok 01111 s.d. 01118.

   

0112

 

PERTANIAN PADI

     

01120

PERTANIAN PADI Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman padi baik padi sawah dan padi ladang sampai dgn dihasilkan produk gabah kering basah (GKB). Budidaya ikan di sawah (mina padi) digolongkan dlm kegiatan perikanan.

   

0113

 

PERTANIAN TANAMAN SAYURAN, BUAH DAN UMBI- UMBIAN

     

01131

PERTANIAN TANAMAN HORTIKULTURA SAYURAN DAUN Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan, dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman hortikultura sayuran yg dipanen sekali, seperti petsai/sawi, asparagus, kubis/kol, kembang kol dan brokoli, selada dan seledri/chicory, daun bawang, paprika, petsai/sawii, bayam, kangkung, tumbuhan yg bunganya dimakan sbg sayur dan sayuran daun dan batang lainnya. Bayam dan kangkung yg dipanen dgn akarnya juga dimasukkan dlm kelompok ini.

     

01132

PERTANIAN TANAMAN HORTIKULTURA BUAH Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman hortikultura buah, seperti semangka, belewah, melon, timun suri dan sejenisnya.

     

01133

PERTANIAN TANAMAN HORTIKULTURA SAYURAN BUAH Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman hortikultura buah yg dipakai sbg sayuran (labu), seperti mentimun, terung, tomat, belimbing sayur dan labu sayur (siam), waluh/labu kuning, gambas/oyong dan sejenisnya.

     

01134

PERTANIAN TANAMAN HORTIKULTURA SAYURAN UMBI Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman umbi-umbian hortikultura, seperti kentang, kentang manis, wortel, lobak cina, rebung, bawang putih, bawang bombay atau bawang merah, bawang perai dan sayuran alliaceous lainnya.

     

01135

PERTANIAN TANAMAN UMBI-UMBIAN PALAWIJA Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman umbi-umbian palawija, seperti ubi kayu, ubi jalar, talas, ganyong dan irut, gembili dan tanaman umbi-umbian palawija lainnya.

GP

G

SG

KEL

URAIAN KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA

     

01136

PERTANIAN TANAMAN JAMUR Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman jamur dan truffle, seperti jamur merang, jamur tiram, jamur shitake, jamur kuping dan sejenisnya.

     

01137

PERTANIAN TANAMAN BIT GULA DAN TANAMAN PEMANIS BUKAN TEBU Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman bit gula dan tanaman pemanis lainnya bukan tebu, seperti stevia dan sorgum manis.

     

01139

PERTANIAN TANAMAN HORTIKULTURA SAYURAN LAINNYA Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman hortikultura sayuran lainnya yg dipanen lebih dari sekali; pertanian bibit sayuran, kecuali bibit bit; dan pertanian sayuran lainnya.

   

0114

 

PERKEBUNAN TEBU

     

01140

PERKEBUNAN TEBU Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman tebu.

   

0115

 

PERKEBUNAN TEMBAKAU

     

01150

PERKEBUNAN TEMBAKAU Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman tembakau. Termasuk pula pengolahan daun tembakau yg tak dpt dipisahkan dari kegiatan perkebunan seperti pembersihan dan perajangan tembakau yg tdk dpt dipisahkan dari kegiatan perkebunannya.

   

0116

 

PERTANIAN TANAMAN BERSERAT

     

01160

PERTANIAN TANAMAN BERSERAT Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan jika menjadi satu kesatuan kegiatan tanaman berserat sbg bahan baku tekstil, seperti kapuk, kapas, rosela, rami, yute, linen, agave, abaca dan kenaf, perkebunan sisal dan tanaman bahan baku tekstil lainnya termasuk genus agave dan perkebunan tanaman serat lainnya.

   

0119

 

PERTANIAN TANAMAN SEMUSIM LAINNYA

     

01191

PERTANIAN TANAMAN RUMPUT-RUMPUTAN DAN TANAMAN PAKAN TERNAK Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman rumput-rumputan semusim lainnya yg tdk termasuk dlm kelompok manapun, seperti tanaman pupuk hijau, tanaman penutup tanah dan pertanian sewede, mangold, akar-akaran utk makanan hewan, rumput gajah, semanggi, alfalfa, saifoin, tanaman jagung (maize) dan rumput-rumputan lainnya utk makanan ternak dan sejenisnya.

     

01192

PEMBIBITAN BIT (BUKAN BIT GULA) DAN BIBIT TANAMAN PAKAN TERNAK Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan bit (bukan bit gula) dan bibit tanaman pakan ternak.

GP

G

SG

KEL

URAIAN KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA

     

01193

PERTANIAN TANAMAN BUNGA Kelompok ini mencakup pertanian tanaman semusim yg lain, seperti pertanian tanaman bunga, termasuk produksi bunga potong dan pucuk bunga. Tanaman bunga pada kelompok ini misalnya anggrek, anyelir, gerbera/hebras, gladiol, krisan, mawar, melati, sedap malam dan tanaman bunga lainnya. Termasuk tanaman anthurium bunga, euphorbia, adenium (kamboja Jepang) dan Ixora (soka).

     

01194

PERTANIAN PEMBIBITAN TANAMAN BUNGA Kelompok ini mencakup usaha pertanian pembibitan tanaman bunga.

 

012

   

PERTANIAN TANAMAN TAHUNAN

   

0121

 

PERTANIAN BUAH ANGGUR

     

01210

PERTANIAN BUAH ANGGUR Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan penyiapan atau pelaksanaan, penanaman, pembibitan, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen buah anggur.

   

0122

 

PERTANIAN BUAH-BUAHAN TROPIS

     

01220

PERTANIAN BUAH-BUAHAN TROPIS Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan penyiapan/pelaksanaan, penanaman, pembibitan, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen buah-buahan tropis, seperti rambutan, alpukat, durian, duku, pisang dan pisang raja, kurma, buah ara, pepaya, jambu biji, jambu air, lengkeng, nangka, nenas, mangga, manggis, sawo, belimbing, salak, sirsak dan sejenisnya.

   

0123

 

PERTANIAN BUAH JERUK

     

01230

PERTANIAN BUAH JERUK Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan penyiapan/pelaksanaan, penanaman, pembibitan, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen buah jeruk besar dan jeruk keprok atau jeruk siam, seperti jeruk Bali, jeruk lemon dan limau, jeruk orange, jeruk keprok, jeruk tangerin, jeruk mandarin dan clementine dan buah jeruk lainnya.

   

0124

 

PERTANIAN BUAH APEL DAN BUAH BATU (POME AND STONE FRUITS)

     

01240

PERTANIAN BUAH APEL DAN BUAH BATU (POME AND STONE FRUITS) Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan penyiapan/pelaksanaan, penanaman, pembibitan, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen buah apel dan buah batu, seperti apel, aprikot, cherry, peach dan nectarine, pear dan quince, plum dan sloe, markisa, kepel, buah naga, terong Belanda dan buah delima dan buah batu lainnya.

   

0125

 

PERTANIAN TANAMAN SAYURAN DAN BUAH SEMAK DAN BUAH BIJI KACANG-KACANGAN

     

01251

PERTANIAN BUAH BERI Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan penyiapan atau pelaksanaan, penanaman, pembibitan, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen buah beri, seperti blueberry, gooseberry, kiwi, raspberry, strawberry dan beri lainnya termasuk pembibitannya.

     

01252

PERTANIAN TANAMAN BUAH BIJI KACANG-KACANGAN Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan tanaman buah biji kacang-kacangan yg dpt dimakan, seperti almond, kacang mede, chestnut, kenari, walnut dan kacang-kacangan yg lainnya termasuk pembibitannya.

     

01253

PERTANIAN TANAMAN SAYURAN TAHUNAN Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan

GP

G

SG

KEL

URAIAN KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA

       

pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman sayuran tahunan, seperti kluwih atau timbul, sukun, nangka sayur, petai, jengkol, melinjo dan sejenisnya.

     

01259

PERTANIAN TANAMAN BUAH SEMAK LAINNYA Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman buah semak lainnya, termasuk locust beans

   

0126

 

PERKEBUNAN TANAMAN BUAH-BUAHAN PENGHASIL MINYAK (OLEAGINOUS)

     

01261

PERKEBUNAN BUAH KELAPA Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan buah kelapa

     

01262

PERKEBUNAN BUAH KELAPA SAWIT Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan buah kelapa sawit.

     

01269

PERKEBUNAN TANAMAN BUAH OLEAGINOUS LAINNYA Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman buah oleaginous lain, seperti buah zaitun dan lainnya.

   

0127

 

PERTANIAN TANAMAN UNTUK BAHAN MINUMAN

     

01270

PERTANIAN TANAMAN UNTUK BAHAN MINUMAN Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman utk bahan minuman, seperti tanaman kopi, teh, mate dan kakao.

   

0128

 

PERKEBUNAN TANAMAN REMPAH-REMPAH, AROMATIK/ PENYEGAR, NARKOTIK DAN OBAT

     

01281

PERKEBUNAN LADA Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan lada atau merica (piper spp).

     

01282

PERKEBUNAN CENGKEH Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan cengkeh.

     

01283

PERKEBUNAN CABE Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen sayuran cabe (capsicum spp), seperti cabe besar, cabe rawit dan paprika.

     

01284

PERKEBUNAN TANAMAN AROMATIK/PENYEGAR Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman perkebunan minyak atsiri, seperti sereh wangi, nilam, menthol, cendana, kenanga, ilang-ilang, gandapura, lawang.

     

01285

PERTANIAN TANAMAN OBAT ATAU BIOFARMAKA RIMPANG Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan tanaman obat atau biofarmaka rimpang (termasuk pula tanaman bahan insektisida dan fungisida dan yg sejenis), seperti jahe, kunyit, temulawak, temugiring, temuireng, temukunci, kencur, lengkuas, lempuyang, dlingo dan sejenisnya.

GP

G

SG

KEL

URAIAN KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA

     

01286

PERTANIAN TANAMAN OBAT ATAU BIOFARMAKA NON RIMPANG Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan tanaman obat atau biofarmaka non rimpang (termasuk pula tanaman bahan insektisida dan fungisida dan yg sejenis), seperti kina, adas, kapulaga, orang-aring, iles-iles, pinang, gambir, lidah buaya, kejibeling, sambiloto, kumis kucing, mengkudu atau pace, mahkota dewa dan sejenisnya.

     

01289

PERTANIAN TANAMAN REMPAH-REMPAH, AROMATIK/ PENYEGAR, NARKOTIK DAN OBAT LAINNYA Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan tanaman rempah lainnya, seperti kemiri, panili, kayu manis dan pala.

   

0129

 

PERTANIAN TANAMAN TAHUNAN LAINNYA

     

01291

PERKEBUNAN KARET DAN TANAMAN PENGHASIL GETAH LAINNYA Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman karet dan tanaman penghasil getah lainnya, seperti getah perca dan kemenyan. Termasuk pengolahan hasil tanaman karet yg tdk dpt dipisahkan dari kegiatan perkebunan.

     

01299

PERKEBUNAN CEMARA DAN TANAMAN TAHUNAN LAINNYA Kelompok ini mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan pohon cemara dan tanaman tahunan lainnya.

 

013

   

PERTANIAN TANAMAN HIAS DAN PENGEMBANGBIAKAN TANAMAN

   

0130

 

PERTANIAN TANAMAN HIAS DAN PENGEMBANGBIAKAN TANAMAN

     

01301

PERTANIAN TANAMAN HIAS BUKAN TANAMAN BUNGA Kelompok ini mencakup pertanian atau budidaya tanaman hias yg dipanen bukan bunganya, seperti bonsai, suplir, kuping gajah, heliconia (pisang-pisangan), dracaena, phylodendrom, monstera, cordyline, anthurium daun, pakis, aglonema, difenbacia, sansifera (lidah mertua), caladium (keladi), palem dan tanaman hias bukan tanaman bunga lainnya. Termasuk penanaman tumbuhan utk tujuan ornamen dan tanah berumput utk transplantasi.

     

01302

PERTANIAN PENGEMBANGBIAKAN TANAMAN HOLTIKULTURA LAINNYA, SELAIN BUNGA