Anda di halaman 1dari 45

BEDAH ARTIKEL PKM

Staf Pengajar Dept. Kehutanan FP, USU


E-mail: aoaffandi@yahoo.com www.facebook.com/oding.affandi HP: 081973196430

ODING AFFANDI

Disampaikan pada Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara, 11 Maret 2010

Apa itu ARTIKEL ?


KBBI edisi ketiga thn 2002 mengartikan artikel sebagai karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai di majalah atau koran. Atmazaki (2006) mendefinisikan artikel sebagai salah satu jenis prosa yg berisi pendapat penulis ttg sesuatu masalah secara menarik.

APAKAH KARYA TULIS ILMIAH ITU?


Orang sering mengatakan bahwa karya tulis ilmiah adalah tulisan yang ditulis dgn bahasa ilmiah. Bahkan, kualitas karya tulis ilmiah sering dikaitkan dengan keilmiahan bahasanya. Kalau perlu pembaca bingung saking ilmiahnya. Ini keliru. Sesungguhnya, sifat ilmiah suatu tulisan bukan berasal dari bahasa yg digunakan. Tulisan dikatakan ilmiah karena isinya. Penyampaiannya pun dilakukan dengan tatacara tertentu.

Kunci penulisan ilmiah adalah kejelasan

(clarity):

Pengetahuan ilmiah harus disampaikan dengan efektif, jelas, dengan menggunakan kata dan bahasa yang taksa. Bahasa terbaik yg dipakai dalam penulisan ilmiah adalah bahasa yg dapat memberikan pengertian dengan jumlah kata yang minimum.

Apa itu PKM?

2/22/2013

PKM Kata kuncinya KREATIVITAS:


Kemampuan mewujudkan suatu ide baru, Menciptakan temuan baru, Menerapkan hal baru atau wawasan segar
Kreativitas ditunjang oleh kecerdasan dan emosi yang stabil Bagaimana memunculkan kreativitas? Mengunjungi pameran hasil produk kreatif, diskusi, membaca, rekreasi, merenung, dll

Menggali Ide Inovatif


MENARIK - secara akdemik penting, bermanfaat, menarik perhatian masayrakat luas AKTUAL - up to date, tidak basi, topik hangat, memberikan kontribusi bagi pemecahan masalah masa kini MONUMENTAL - berdaya laku lama BERSINAMBUNG - bersifat pembaruan dari apa yang sudah ada sebelumnya

PENULIS = Menulis Kreatif + Kreatif Menulis


Menulis secara kreatif mengikuti aturan penulisan yang lazim, peka terhadap audiens, menyajikan hal-hal baru Kreatif menulis menjadikan kegiatan menulis sebagai habit

Rumus Menulis
Menulis : proses transformasi pengetahuan dari pikiran ke tulisan. Menulis = (Membaca x membaca) + fokus + ide+ sistematika berfikir Membaca teks + lingkungan alam Membaca Teks melipatgandakan reading habit Membaca Lingkungan melipatgandakan kepekaan terhadap isu-isu di lingkungan

PKM ARTIKEL ILMIAH (AI)

PKM PENELITIAN (P)

PKM TEKNOLOGI (T)

PKM
PKM GAGASAN TERTULIS (GT) PKM PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (M) PKM KEWIRAUSAHAAN (K)

No 1

BIDANG PKM - P

KETENTUAN UMUM Menemukan hasil karya melalui penelitian sesuai bidang profesi/ilmunya. Menciptakan suatu karya teknologi yang merupakan solusi terhadap masalah mitra kerja ------ Wajib bertukar pikiran dengan mitra kerja Kalibrasi atau uji coba seperlunya dalam rangka adaptasi teknologi, diijinkan. Dasar teknologi yang akan diterapkan sudah harus ada/tersedia, bukan dicari melalui penelitian. Program membantu masyarakat, peningkatan kecerdasan, keterampilan, pengetahuan perbaikan lingkungan, pelatihan keterampilan kelompok masyarakat, dll. Perlu ditetapkan masyarakat sasaran dan persoalannya, sebelum menyusun proposal. Pengetahuan atau teknologi yang akan digunakan sudah harus dikenal atau dikuasai. Tidak ada kegiatan penelitian dalam PKM-M. Penciptaan keterampilan berwirausaha dan berorientasi pada profit, didahului dengan survei pasar. Ada perencanaan usaha, ada perhitungan untung rugi dalam 1 tahun ke depan. Berorientasi pada profit untuk Mahasiswa pengusul PKM-K. Dana yang diberikan, bukan untuk membantu peningkatan ekonomi kelompok masyarakat. Tidak diijinkan dilakukannya Penelitian untuk mencari temuan/teknologi. Ditulis berdasarkan kegiatan kelompok Mahasiswa yang telah selesai dilakukan (PKL, KKN, Magang, PKM, dll). Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu aktual yang dapat ditemukan di masyarakat dan memerlukan solusi hasil karya pikir yang cerdas dan realistik

PKM-T

PKM-M

PKM-K

5 6

PKM-AI

PKM-GT

MEMEBEDAH ARTIKEL PKM (PROPOSAL)

Struktur usulan PKM terdiri dari komponen berikut:


A. B. C. D. E. F. G. Judul Latar Belakang Masalah Perumusan Masalah Tujuan Luaran yang Diharapkan Kegunaan Tinjauan Pustaka (untuk PKM-P dan PKM-T); Gambaran Umum Rencana Usaha (ulasan mengenai hasil survai pasar atau survai kelayakan usaha untuk kegiatan kewirausahaan yang direncanakan dalam PKM-K); Gambaran Umum Masyarakat Sasaran (untuk PKMM)

H. Metode Pelaksanaan I. Jadwal Kegiatan J. Rancangan Biaya K.Daftar Pustaka (untuk PKM-P dan PKM-T) L. Lampiran 1) Biodata ketua serta anggota
kelompok

2) Biodata dosen pendamping 3) Lain-lain

SISTEMATIKA PROPOSAL
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Judul program Latar belakang Masalah Perumusan Masalah Tujuan program Luaran yang diharapkan Kegunaan program Tinjauan Pustaka (PKMP & PKMT) Gambaran umum rencana usaha, survei pasar/survei kelayakan usaha (PKMK) Gambaran umum masyarakat sasaran (PKMM) Metode pelaksanaan program Jadwal kegiatan program Nama dan biodata Ketua serta anggota tim Nama dan biodata dosen pendamping Biaya Daftar Pustaka
17

PALING BANYAK DIABAIKAN

8. 9. 10. 11. 12. 13.

SISTEMATIKA PENYUSUNAN PROPOSAL PKM


No 1 2 3 4 5 6 Judul Program Latar Belakang Masalah Perumusan Masalah Tujuan Program Luaran Yang Diharapkan Kegunaan Program Komponen PKM - P PKM - T PKM - K PKM - M

Tinjauan Pustaka
Gambaran Umum Rencana Usaha Gambaran Umum Masyarakat Sasaran

X X

X X

X
X X

X
X X

Metode Penelitian Metode Pelaksanaan Program Jadwal Kegiatan Program Nama & Biodata Ketua & Anggota Kelompok Nama & Biodata Dosen Pendamping Biaya Daftar Pustaka Lampiran

9 10 11 12 13 14

PENJELASAN
JUDUL
Singkat dan spesifik, tetapi cukup jelas memberi gambaran mengenai kegiatan PKM yang diusulkan.

PERUMUSAN MASALAH
Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti atau diselesaikan Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji, dugaan yang akan dibuktikan, masalah yang akan dicari penyelesaiannya, atau peluang usaha yang akan diraih Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan kegiatan PKM. Uraian perumusan masalah tidak harus dalam bentuk pertanyaan.
19

TUJUAN Berikan pernyataan singkat mengenai tujuan kegiatan PKM-P. Kegiatan PKM- P dapat bertujuan untuk menjajagi, menguraikan, menerangkan, membuktikan atau menerapkan suatu gejala, konsep atau dugaan, atau membuat suatu model. Rumuskan tujuan yang akan dicapai secara spesifik yang merupakan kondisi baru yang diharapkan terwujud setelah kegiatan PKMT, PKM-K maupun PKM-M selesai. Rumusan tujuan hendaknya jelas dan dapat diukur.
20

LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran kegiatan PKM mengacu pada Tabel Kriteria PKM


KEGUNAAN

Sebutkan manfaat yang akan diperoleh bagi khalayak sasaran, dari sisi ekonomi maupun Ipteks, padasaat atau setelah kegiatan PKM selesai

21

TINJAUAN PUSTAKA
Usahakan pustaka terbaru, relevan dan asli dari jurnal ilmiah. Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari kegiatan PKM yang akan dilakukan. Tinjauan Pustaka menguraikan teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari pustaka acuan serta menjadi landasan usulan kegiatan PKM. Tinjauan Pustaka mengacu pada Daftar Pustaka.
2/22/2013 22

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA (Business Plan)


Uraikan kondisi umum lingkungan yang menimbulkan gagasan menciptakan kegiatan usaha. Gambaran mengenai potensi sumberdaya dan peluang pasar termasuk analisis ekonomi usaha yang direncanakan disajikan secara singkat untuk menunjukkan kelayakan usaha Gambaran usaha yang direncanakan harus menjanjikan perolehan profit untuk menjamin peluang keberlanjutan usaha setelah kegiatan PKM-K selesai dilaksanakan.
23

GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN Penjelasan mengenai kondisi masyarakat sasaran yang akan menerima kegiatan pengabdian agar diuraikan secara faktual. Uraikan permasalahan yang dihadapi masyarakat yang membutuhkan bantuan penyelesaiannya, dan berikan gambaran solusi yang ditawarkan termasuk teknologi yang akan digunakan. Hindari adanya kegiatan percobaan dalam usulan PKM-M.
2/22/2013 24

METODE PELAKSANAAN
Uraikan metode yang digunakan dalam pelaksanaan program secara rinci. Khusus untuk PKM-P digunakan Metode Penelitian. Uraian untuk PKM-P dapat meliputi variable dalam penelitian, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan analisis data, cara penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian. Sedangkan metode untuk PKM-T, PKM-K dan PKMM merupakan teknik atau cara menyelesaikan permasalahan dan sekaligus untuk mencapai tujuan program .
2/22/2013 25

JADWAL KEGIATAN PROGRAM


Buatlah jadwal kegiatan PKM yang meliputi rinci kegiatan persiapan, pelaksanaan dan penyusunan laporan dalam bentuk Bar-chart. Bar-chart memberikan rincian kegiatan dan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. Jadwal pelaksanaan mengacu pada Metode Pelaksanaan Program Untuk menghindari keterikatan waktu pelaksanaan dengan periode waktu tertentu, usahakan tidak menggunakan nama bulan secara eksplisit dalam penjadwalan rencana kegiatan. Sebagai contoh, untuk menggambarkan urutan waktu pelaksanaan, gunakan kata bulan ke-1, bulan ke-2, dan seterusnya, bukan bulan Maret, bulan April, dan seterusnya
2/22/2013 26

RANCANGAN BIAYA Berikan rincian biaya PKM baik yang didanai Depdiknas, maksimum Rp 10 (sepuluh) juta, maupun pihak lain yang bersedia berkontribusi. Usulan yang melampaui pagu biaya tersebut, tidak akan dinilai. Rekapitulasi biaya terdiri atas: 1. Bahan habis pakai 2. Peralatan penunjang PKM 3. Perjalanan 4. Lain-lain Rincian biaya harus lengkap, wajar dan jelas peruntukannya. Honorarium tidak diperkenankan bagi pihak manapun (tim pelaksana, dosen pendamping ataupun tenaga pembantu lainnya).
2/22/2013 27

DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan. Format perujukan pustaka mengikuti cara Harvard atau cara Vancouver. Untuk setiap pustaka yang dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka, begitu juga sebaliknya, setiap pustaka yang muncul dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam tubuh tulisan
2/22/2013 28

Cara Harvard
Menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf italic.
29

Harvard
Buller H, Hoggart K. 1994a. New drugs for acute respiratory distress syndrome. New England J Med 337(6): 435-439. Buller H, Hoggart K. 1994b. The social integration of British home owners into rench rural communities. J Rural Studies 10(2):197210. Dower M. 1977. Planning aspects of second homes. di dalam Coppock JT (ed.), Second Homes: Curse or Blessing? Oxford: Pergamon Pr. Hlm 210237.
30

Cara Vacouver
Menggunakan cara penomoran (pemberikan angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi). Dalam daftar pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan
Sosialisasi PKM-AI dan PKM-GT 2009 31

(1) Prabowo GJ, Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-9. (2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the Forbidden Medicine. London: Yale Univ Pr; 1993. (3) Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural Neurology and Neuropsychology. Ed ke2. New York: McGraw-Hill; 1997. (4) Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod 1994; 20: 355-6. (5) Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease. Emerg Infect Dis [serial online] 1995 JanMar; 1(1):[24 screens]. Available from: URL: http://www/cdc/gov/ncidoc/EID/eid.htm. Accessed December 25, 1999.
Sosialisasi PKM-AI dan PKM-GT 2009 32

LAMPIRAN
1. Daftar Biodata Ketua dan Anggota Kelompok, serta dosen pendamping (ditandatangani) 2. Gambaran teknologi yang akan diterapkembangkan (untuk PKM-T, PKM-K, PKM-M) 3. Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Pengusaha Mikro/Kecil (untuk PKM-T), Koperasi atau Kelompok Tani (PKM-M) 4. Denah detil Lokasi Pengusaha Kecil atau Mitra Kerja (untuk PKM-T, PKM-M) 5. Hal-hal lain yang dianggap perlu
2/22/2013 33

FORM PENILAIAN PKM PENELITIAN (PKM P)


No. Kriteria Bobot Skor Nilai (Bobot x Skor)

Kreativitas : a. Gagasan b. Perumusan Masalah c. Tinjauan Pustaka

25

Metode Penelitian : d. Kesesuaian Metode


Kegunaan : e. Kontribusi perkembangan IPTEK f. Potensi publikasi artikel ilmiah Penjadwalan Kegiatan : g. Lengkap, jelas & waktunya sesuai

30

25

10

Penyusunan Anggaran Biaya : h. Lengkap, rinci, wajar & jelas peruntukannya


T O TAL

10

100

34

FORM PENILAIAN PKM PENERAPAN TEKNOLOGI (PKM T)


No Kriteria Bobot Skor Nilai (Bobot x Skor)

Kreativitas : a. Gagasan b. Perumusan Masalah c. Tinjauan Pustaka Metode Pelaksanaan : d. Kesesuaian Metode

20

25

Kegunaan : e. Kontribusi terhadap masyarakat f. Potensi paten


Penjadwalan Kegiatan : g. Lengkap, jelas & waktunya sesuai Penyusunan Anggaran Biaya : h. Lengkap, rinci, wajar & jelas peruntukannya T O TAL

35

10

10

100 35

FORM PENILAIAN PKM KEWIRAUSAHAAN (PKM K)


No. Kriteria Bobot Skor Nilai (Bobot x Skor)

Kreativitas : a. Gagasan b. Perumusan Masalah Metode Pelaksanaan : c. Rencana Usaha d. Kesesuaian Metode Potensi Program : e. Perolehan profit f. Keberlanjutan Usaha Penjadwalan Kegiatan : g. Lengkap, jelas & waktunya sesuai Penyusunan Anggaran Biaya : h. Lengkap, rinci, wajar & jelas peruntukannya T O TAL

20

30

30

10

10

100 36

FORM PENILAIAN PKM PENGABDIAN MASYARAKAT (PKM M)


No. Kriteria Bobot Skor Nilai (Bobot x Skor)

Kreativitas : a. Gagasan b. Perumusan Masalah c. Ketepatan Masyarakat Sasaran Metode Pelaksanaan : d. Kesesuaian Metode Manfaat bagi Masyarakat : e. Kontribusi untuk Masyarakat f. Potensi untuk meningkatkan nilai tambah Penjadwalan Kegiatan : g. Lengkap, jelas & waktunya sesuai Penyusunan Anggaran Biaya : h. Lengkap, rinci, wajar & jelas peruntukannya

30

20

30

10

10

T O TAL

100 37

BAGAIMANA MENULIS SEBUAH ARTIKEL

Mulailah dengan sepenggal ide!


Kemudian, tetapkanlah topik atau pokok bahasan! Akhirnya, mulailah menulis!

Tidak sulit, kan?

Bagaimana cara menulis atau mengarang? Tidak ada resep ajaib untuk menjadi seorang penulis. Tetapi, susah menulis bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Untuk menjadi penulis hanya perlu 3M: menulis, menulis, dan menulis.

Yang lain mengatakan, untuk menjadi penulis perlu menguasai teknik menyusun kalimat dan alinea atau memilih topik tulisan. Itu memang benar. Tetapi, lebih daripada itu, menurut Budianta (2005), penulis adalah pemikir. Selain itu, penulis adalah orang suka berimajinasi. Dengan berpikir dan berimajinasi, dengan sendirinya kita belajar menulis, demikian menurut Budianta.

Belajar menulis juga berarti berlatih memberi makna. Caranya antara lain dengan membuat sendiri pertanyaan dan mencari jawabnya.

Contohnya, mengapa Indonesia belum terlepas dari krisis ekonomi. Atau, Benarkah susu berkadar kalsium tinggi dapat membuat ukuran tubuh makin tinggi? Penulis yang baik harus mampu menjawab pertanyaan ini.

Ide bisa berasal dari: bacaan, renungan, khayalan, dan pengalaman. Bisa juga dari keisengan kita. Misalnya: Seorang pria amat gemar mengelus-elus pipi kekasihnya. Tiba-tiba dia bertanya dalam hati: Mengapa wajah kekasihku ini halus sekali? Lalu dia teringat bahwa kekasihnya doyan minum jus sejak kecil. Jangan-jangan ini dikarenakan kesukaannya minum jus. Satu ide tertemukan.

APAKAH IDE TERSEBUT MENARIK HATI PEMBACA?


Ketertarikan suatu ide dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, a.l. : Keorisinalannya Kekontroversialannya Kehangatan Kegunaannya

ATMAZAKI (2006) MENAWARKAN KIATKIAT MEMBUAT ARTIKEL MENARIK


Judul yang menarik Teras yang menggoda Arah atau fokus yang tepat Gagasan yang faktual, Objektivitas yang berimbang Akhir yang memahat