Anda di halaman 1dari 14

Dasar Elektronika K1

By AF 2008

Referensi:
Elecytronic Fundamentals by Electronic Devices and Circuits by Theodore F. Bogart, Jr., 1991, Merril Pub. Comp., Singapore. Dll.

Garis Besar Materi


1. Teori Semikonduktor 2. Dioda 3. Aplikasi Dioda 4. Transistor bipolar dan aplikasinya; 5. Transistor Efek Medan (FET) dan aplikasinya; 6. Op-Amp

Sistem Kuliah
1. 2. 3. 4. Ceramah dan/atau Diskusi; Tugas dan/atau Kuis; UTS; UAS

Penilaian
1. 2. 3. 4. Absensi, 10 Tugas dan/atau Kuis; 20 UTS; 35 UAS, 35

Aturan
Toleransi keterlambatan 30 mnt; Pelanggaran : E & E; Setelah absensi, mhs boleh meninggalkan kuliah seizin dosen; Mhs mengantuk dan/atau ribut dan/atau kurang sehat boleh/harus(?) keluar. Dll.

1. Struktur Atom
Pengetahuan tentang prinsip-prinsip komposisi materi pd level struktur dasar zat, ad. prasyarat penting dlm studi (elektronika); Persoalan pokok: prediksi dan pengontrolan aliran muatan atom.

Setiap elemen kimia mengandung atom. Atom terdiri atas: Inti, mengandung satu atau lebih partikel pstf yg disebut proton; juga, dapat mengandung neutron, yg bermuatan netral.

Elektron, partikel ngtf yg mengelilingi inti. Jumlahnya = proton, bila atom lengkap.

Atom lengkap, berelektrisitas nol/netral, karena jumlah proton dan elektron ad. sama! Atom hidrogen (elemen paling sederhana) terdiri atas: 1 elektron dan inti yang mengandung 1 proton, tanpa netron. Atom Silikon (Semikonduktor)[no. atom 14] terdiri atas: 14 elektron dan inti yang mengandung 14 proton, dan

K
14 P 14 N

Kulit valensi

+4

(b) Diagram atom silikon yg disederhanakan. Hanya inti dg kulit valensi. (a) Diagram atom silikon, P=proton, N=netron

Gambar 1. Diagram atom silikon

Jumlah elektron/kapasitas maksimum pd suatu kulit n ad.:

Ne = 2n2

(1)

Dengan: Ne = jumlah elektron maksimum; n = nomor kulit: 1, 2, dst.

Pada Gambar 1,

Kulit : K N e = 2 12 = 2 penuh L N e = 2 2 2 = 8 penuh M N e = 2 23 = 16 penuh

Setiap kulit mengandung subkulit, kulit ke-n mempunyai n subkulit.

Contoh 1
Inti atom Germanium mempunyai 32 proton. Dengan asumsi bahwa setiap kulit akan terisi penuh oleh elektron sebelum ke kulit berikutnya, tentukanlah jumlah elektron dalam setiap kulit dan subkulitnya. Jwb:
Kulit K (n = 1) L (n = 2) M (n = 3) N (n = 4) Total Kapasitas 2 8 18 32 Isi 2 8 18 4 32

Kulit K L M

Subkulit s s p s p d s p d f

Kapasitas 2 2 6 2 6 10 2 6 10 14 Total 32

Isi 2 2 6 2 6 10 2 2 0 0

Elektron yang meninggalkan kulit disebut elektron bebas; Bahan konduktor memiliki sejumlah besar elektron bebas, sementara isolator sangat sedikit; Kulit terluar dari suatu atom disebut kulit valensi, dan jumlah elektron dalam kulit valensi sangat berpengaruh pada sifat elektris material;

2. Material Semikonduktor
Material semikonduktor adalah suatu isolator elektrik (seperti karet atau plastik) tapi sekaligus sebagai konduktor elektrik (seperti pada tembaga atau alminium). Dengan kata lain: semikonduktor adalah konduktor yang tdk begitu bagus tetapi srekaligus isolator yang juga tdk begitu begitu bagus.

Suatu atom semikonduktor akan mencari keadaan stabilnya dan mencapainya dengan jalan melakukan sharing (pemakaian elektron bersama) dengan 4 atom tetangganya. Ikatan antara atom semikonduktor melalui sharing elektron dinamakan ikatan kovalen.

Ikatan kovalen

Inti atom

Gambar 2. Ikatan kovalen

Serupa dengan silikon, atom Germanium juga akan membentuk ikatan kovalen dengan cara yang sama.

1.3. Arus dalam Semikonduktor


Untuk membebaskan elektron dalam konduktor dibutuhkan energi, yang dalam hal ini energi panas (dari lingkungan). Hal yang sama, juga terjadi pada semikonduktor tetapi dengan jumlah energi yang lebih besar.

10

Energi (eV)
Pita konduksi

Energi (eV)
Pita konduksi

5-10

Pita terlarang Pita valensi

1,1

Pita terlarang Pita valensi

(a) isolator Energi (eV)


Pita konduksi

(b) silikon Energi (eV)


Pita konduksi

0,67

Pita terlarang Pita valensi

0,01
Pita valensi

Pita terlarang

(c) germanium

(d) konduktor

Gambar 3. Diagram pita energi untuk beberapa material

Electronvolt (eV) adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk membawa 1 elektron melalui suatu beda potensial sebesar 1 Volt.

1eV = 1,6021019 Joule

11

Lubang (hole) dan arus-lubang


Perbedaan sesungguhnya antara arus listrik dalam konduktor dan semikonduktor adalah adanya jenis arus lain y.i. arus lubang pada semikonduktor; Lubang adalah bekas elektron yang tereksitasi/terbebaskan dalam semikonduktor. Atom yg kehilangan elektron menjadi bermuatan positif bersih (menjadi ion positif), sehingga kita dpt menganggap bahwa lubang itu adalah representasi dari muatan positif. Kenaikan muatan positif = penurunan muatan negatif. Satu muatan negatif (elektron): qe = 1,6 x 10-19coulombs.

Kronogi Terjadinya Arus Lubang:


1. Elektron di A tereksitasi, ia meninggalkan lubang di A; 2. Elektron di B tertarik dan mengisi lubang A, sehingga ia hilang; 3. Timbul lubang baru di B; 4. Artinya: ada gerakan lubang dari A ke B yg disebut arus-lubang.

A B

Gambar 4. Arus lubang. Elektron posisi A tereksitasi meninggalkan lubang yg diisi oleh elektron dari posisi B

12

Perpindahan lubang dari satu atom ke atom yg lain membentuk aliran muatan (positif) dan karena itu merepresentasikan suatu komponen arus listrik, sebagaimana aliran elektron membentuk arus dengan memindahkan muatan negatif. Arus lubang terjadi pada kulit valensi, karena elektron pita valensi tidak menjadi elektron bebas ketika ia secara sederhana berpindah dari satu atom ke atom yang lainnya. Catatan: arus-lubang tidak terjadi pada konduktor. Karena transfer muatan dapat terjadi dari pergerakan elektron yg bermuatan negatif dan pergerakan lubang yg bermuatan positif, maka kita menyebut elektron dan lubang secara kolektif sebagai pembawa muatan.

Karena lubang dalam semikonduktor (murni) terbentuk oleh elektron yg tereksitasi dari ikatan kovalen, maka jumlah elektron bebas harus sama dengan jumlah lubang. Material semikonduktor murni disebut intrinsik. Ia memenuhi asas, kerapatan elektron (elektron/cm3), sama dengan kerapatan lubang (lubang/cm3) dlm semikonduktor intrinsik. Tikalas i digunakan untuk menandai sifat intrinsik; ni berarti kerapatan elektron intrinsik dan pi berarti kerapatan lubang intrinsik.

13

Jadi, ni = p i (2)

Pada temperatur ruangan, kerapatan pembawa muatan untuk Germanium dan Silikon (pendekatan) adalah:

germanium : ni = pi = 2,4 1013 pembawa cm3 silikon : ni = pi = 1,5 1010


pembawa cm 3

Dalam 1 cm3 kristal silikon terdapat 1022 atom. Pada konduktor tembaga, ni = 8,4 x 1022 elektron/cm3. Bandingkan dg Germanium dan silikon! Kerapatan pembawa pd Germanium > Silikon karena celah energi (pita terlarang) Germanium lebih sempit drpd Silikon (lihat lagi Gambar 3).

14